Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass..wr.wb..segenap peserta Ritual Ikhlas III, sampailah kita pada acara lain-lain. Pada acara lain-lain ini akan diisi penyampaian wasiat kepada para Cantraka oleh Bagawat Selatan atau Muhammad Nurikhlas sebagai tanda berakhirnya perkuliahan filsafat semester ini. Silahkan.

Muhammad Nurikhlas:
Terimakasih Bapak Santri Kepala yang telah memberikan waktu kepada saya. Sebelumnya saya mohon maaf karena apa yang ingin saya sampaikan tidak berkenaan langsung dengan kegiatan Ritual Ikhlas melainan sebagai tambahan yang saya selingkan. Adapun yang ingin saya sampaikan adalah wasiat saya kepada para Cantraka yang selama ini mengikuti kuliah dan ceramah saya. Wasiat ini saya beri judul "Meretas Sejarah Peradaban Manusia" sebagai berikut:

Meretas SejarahPeradaban Manusia bagi orang-orang yang berani mengambil langkah besar, menuju masa depan yang cemerlang, meletakkan dasar-dasar sejarah peradaban manusia untuk membangun dunia ladangnya akhirat, dengan cara menangkap setiap kesempatan atau peluang dengan kesadaran dan pemahaman bahwa peluang tidak datang dua kali melainkan hanya satu kali, dengan penuh keyakinan berdasarkan iman, taqwa, ikhlas dan semata-mata demi menggapai ridha Allah SWT, dengan membetulkan atau merevitalisasi makna dan esensi Jihad fisabilillah di jalan Allah SWT, dan dengan demikian maka akan berani mengambil Langkah Meretas SejarahPeradaban Manusia dengan segenap dan segala konsekuensinya, degan segala kemampuannya membaca, memikirkan, merasakan, dan mengambil keputusan tentang apa dan siapa yang dihadapinya, dalam konteks pribadi, bersama, masyarakat, agama, negara dan dunia.

Bukanlah sembarang orang yang bisa diabaikan begitu saja dalam ruang dan waktunya yang telah mengukir dan menoreh gagasan-gagasan briliant yang tidak atau belum bisa dilakukan oleh orang yang lainnya, melalui tulisan-tulisannya yang merentang melalui relung pikir dan hati setiap pembacanya, dengan keberaniannya untuk berikhtiar melampaui ruang dan waktu yang akan menjadi inspirasi dan panutan bagi orang-orang yang memerlukannya, yang bersifat abadi dan kontekstual, yang masih tersembunyi di ufuk horizon akan kebesaran karya-karyanya, yang kelak akan dikenang dan digali untuk selalu dijadikan inspirasi bagi pemikirannya ke depan. Dialah Maestro Bagawat Selatan alias Muhammad Nurikhlas sang Pencipta Elegi-Elegi.

Tidak sembarang orang mampu mengerti dan memahami dalam konteks kekinian kedalaman dan keluasan pikiran dan hatinya, dan hanya orang-orang tertentu saja yang mampu dan diijinkan untuk itu dengan syarat-syarat perlu dan cukupnya berhermenitika transenden spiritual, yaitu menterjemahkan dan diterjemahkan secara dinamis dan kreatif dalam ruang dan waktunya lampau, sekarang dan yang akan datang, unsur-unsur pokoknya benang merah sendi-sendi ontologis, epistemologis dan aksiologinya dunia sebagai ladangnya akhirat. Bukanlah dia isteri pokoknya, bukanlah dia keturunan fisiknya, bukanlah dia kerabatnya, bukanlah dia ayah dan ibu kandungnya, bukanlah dia tetangga dekatnya, yang mampu diberikan dan menangkap amanahnya. Bukan pula sembarang orang yang harus diperintah atau meminta amanahnya. Bukan pula sembarang orang yang ditentukan oleh pikirannya. Tetapi dialah sipembawa amanah dunia, akkhirat, amal, ilmu dan doa. Dia terpilih lengkap dengan unsur-unsur kodrat dan iradatnya, dengan unsur-unsur dunia dan akhiratnya, dan dengan unsur-unsur ikhtiar dan takdirnya. Dialah para Cantraka yang senantiasa Ikhlas dalam menuntut ilmu Hati dan ilmu Pikirnya.

Secara khusus dalam rangka Meretas Peradaban Manusia ke depan maka wasiatku kepada para Cantraka adalah sebagai berikut:
1.Sungguh masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran kesempatan itu tidak datang dua kali, yang berketetapan hati, tidak ragu-ragu dan berani mengambil keputusan serta tindakan dan membuat langkah-langkah besar sejarahnya dalam ruang dan waktu, hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT. Amin.
2.Tetapkan tiap-tiap hati sebagai komandan bagi semua pikiran-pikirannya
3.Terjemahkanlah semua yang ada dan mungkin ada sesuai ruang dan waktunya
4.Bersedialah diterjemahkan oleh yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan ruang dan waktunnya.
5.Temukan anti-tesis anti-tesis dari tesis-tesis yang ada dan yang mungkin ada
6.Sintesiskan tesis-tesis dengan anti-tesisnya.
7.Substansikanlah asumsi-asumsi rasionalitas, logika, koherensianitas, a priori, analitik dan transendenitasnya agar tidak menjadi kosong belaka dengan cara submerge kebawah agar bisa membumi.
8.Sinarilah persepsi-persepsi, pengalaman, praktik-praktik, a posteriori, sintetik, korespondensi, dengan cara subserve ke atas menuju langit agar tidak mengalami kebutaan.
9.Gunakan semua elegi-elegi yang telah diciptakan oleh Bagawat Selatan alias Muhammad Nurikhlas sebagai referensi dan eviden untuk meretas peradaban manusia.
10.Wasiat ini aku berikan kepada para Cantraka yang senantiasa Ikhlas menuntut ilmunya dan membaca Elegi-elegi untuk mengemban amanah ke depan menjaga, melestarikan dan mengembangkan pikiran, perasaan dan segenap jiwa dari Sang Bagawat Selatan alias Muhammad Nurikhlas, dalam komunikasi langsung maupun tak langsung, real maupun imaginer, dunia dan akhirat. Amin.


Santri Kepala:
Demikianlah bapak ibu semua semoga apa yang telah disampaikan oleh Muhammad Nurikhlas membawa kebaikan kepada kita semua. Amin

31 comments:

  1. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu wasiat yang menarik perhatian saya adalah bahwa "Sungguh masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran". Ini menyadarkan kita bahwa masa depan cemerlang bisa kita raih dengan memaksimalkan usaha dan doa. Doa tanpa usaha tidak akan ada apa-apanya, dan usaha tanpa doa hanya akan sia-sia.

    ReplyDelete
  2. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    "koreksilah dirimu terlebih dulu sebelum dirimu dikoreksi oleh Allah nanti".

    ReplyDelete
  3. Kesadaran menjadi tumpuan dalam melakukan segala sesuatu. hanya orang-orang yang sadar tentang dirinya sendiri yang dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas. Manusia yang sadar bahwa dia masih memiliki potensi untuk dikembangkan yang mampu untuk terus mencari dan menggapai pengetahuan. Manusia yang sadar bahwa dirinya merupakan ciptaan sehingga sudah sepantasnya memiliki pencipta yaitu Allah SWT dan kepada-Nyalah manusia akan kembali. Dengan kesadaran maka manusia akan memohon ampunan atas segala dosanya.
    Manusia yang sadar apa yang dimiliki serta potensi dalam dirinya kemudian mengembangkannya dan meningkatkan.

    ReplyDelete
  4. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Sebagaimana wasiat yang disampaikan Muhammad Nurikhlas bahwa yang mampu meretas sejarah peradaban manusia itu adalah orang-orang yang berani mengambil langkah besar, menangkap setiap kesempatan dan memamfaatkan segala peluang yang ada. Menetapkan hati, tidak ragu-rahu dalam mengambil langkah dan membuat keputusan.
    Semua hal itu bisa kita lakukan jika memiliki niat dan tekat dalam hati, menetapkan tujuan dan langkah dalam kehidupan kita serta ikhlas dalam menjalaninya.

    ReplyDelete
  5. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Sungguh sangat memotivasi diri saya saat membaca wasiat-wasiat dari Muhammad Nurikhlas. Saya juga meyakini bahwa individu mampu melihat kesuksesan melalui kesempatan dan satu langkah awal sebagai bentuk keberanian tekad dan ketetapan hati. Meskipun terkadang individu harus meraba ke mana arah yang akan dituju. Saat sudah merasa lelah dalam meniti perjalanan ke depan, seseorang tidak menyerah dan putus asa begitu saja. Hanya satu yang dapat dilakukan yaitu dengan meminta bantuan kepada Sang Penguasa langit dan bumi. Tuhan akan menuntun langkah kita saat kita tidak dapat memprediksi kesempatan yang akan kita capai ke depannya. Always positive thinking!

    ReplyDelete
  6. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi 12 ini, berisi wasiat sekaligus pesan untuk setiap orang yang membaca bahwa untuk menatap masa depan maka berani untuk melakukan tindakan. Tidak hanya berdiri di tempat dan hanya melihat orang lain yang berangkat menuju kesuksesan. Mengambil setiap kesempatan dan peluang yang ada dan mungkin ada, menjalankannya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas seraya membetulkan ibadah yang dilakukan hanya semata-mata mengharap ridho-Nya, serta bertawakal atas hasil yang akan diperoleh. Dalam kehidupan pasti ada lika-liku yang dilalui. Maka sebaiknya kita menerjemahkan setiap kondisi yang ada, saling menasihati dalam kebaikan, dan menempatkan posisi sesuai ruang dan waktu. Hidup kita pasti membutuhkan bantuan orang lain, karena itu mari saling mengayomi demi meretas sejarah peradaban manusia.

    ReplyDelete
  7. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Sejarah mengajarkan nilai-nilai yang dapat kita ambil dari peristiwa di masa lalu. Mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan menyesuaikan perkembangan zaman dan dengan mengambil kesempatan yang ada untuk masa depan, membuat kita berkhusnudzon pada Allah akan masa depan kita. Marilah senantiasa berusaha dalam kebaikan.

    ReplyDelete
  8. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Meretas Sejarah Peradaban Manusia bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu adanya pengorbanan baik secara fisik maupun materi. Kayakinan diri untuk menggapai ridha Allah swt untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Bekal ilmu yang telah didapatkan dapat digunakan untuk membangun peradaban yang lebih baik. Wasiat pada elegi tersebut memiliki makna bahwasannya hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat kesempatan dan mengambilnya dengan penuh keyakinan untuk melakukan perbahan yang lebih baik dengan mengharapkan ridha Allah swt. Dengan begitu setiap langkah yang dilakukan lebih mudah dilakukan karena memiliki niat dan tujuan yang baik, serta hanya Allah swt yang menjadi tujuan akhir. Pada wasiat kedua berbicara soal hati. Hati adalah poros atau pusat dari setiap perbuatan yang akan dilakukan. Bekerjalah dengan hati, maka pekerjaanmu akan maksimal. Konsentrasi membuat ide-ide cemerlang untuk membangun peradaban. Menyeimbangkan antara ide dan perbuatan dengan hati sebagai porosnya. Apabila manusia sudah berdamai dengan hatinya yang hanya ingin mencari ridha Allah swt., maka perbuatan apapun yang dilakukan akan berbuah manis.

    ReplyDelete
  9. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini, yang dapat diambil dari wasiat Muhammad Nurikhlas yaitu :
    Perama, memanfaatkan segala kemampuan dan kesempatan yang ada dengan semaksimal mungkin.
    Kedua, menjadikan hati sebagai penuntun pikiran. Karena ketika hati telah beiman, bersih maka ia akan mengarahkan semua anggota tubuhnya berbuat kebaikan. Sebagaimana disebutkan ada segumpal daging dalam manusia, yang apabila ia baik maka seluruhnya akan baik, itulah hati. Kemudian hikmah selanjutnya yaitu, Mencari hikmah dari segala yang ada di lingkungan.hikmah dari makhluk ataupun suatu kejadian. Dan yang terakhir, banyak membaca apa saja baik elegi, membaca keadaan untuk meretas peradaban manusia.

    ReplyDelete
  10. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Kesempatan adalah anugerah dari Allah SWT. Manusia tidak pernah tau kapan, dimana, dan berapa kali kesempatan akan hadir. Sebagai makhluk hendaknya dapat memahami adanya kesempatan dan berusaha menggapainya dengan segala upaya dan mengharap ridho Allah SWT.
    Terkadang manusia sering mengabaikan adanya kesempatan. Saya juga sering kurang memahami adanya kesempatan yang hadir. Untuk dapat memahami kesempatan saya harus memperbanyak wawasan dan pengalaman saya yang masih minim.

    ReplyDelete
  11. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dalam elegi ini, pelajaran yang dapat saya peroleh yaitu gunakan kesempatan sebaik-baiknya. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Kesempatan kedua meskipun akan datang tetapi akan berbeda dengan kesempatan pertama. Janganlah menyia-nyiakan waktu, dengan penuh keyakinan berdasarkan iman, taqwa, ikhlas demi menggapai ridha Allah SWT berani mengambil kesempatan dan berani mengambil resiko.
    Trimakasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  12. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dalam elegi ini, pelajaran yang dapat saya peroleh yaitu gunakan kesempatan sebaik-baiknya. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Kesempatan kedua meskipun akan datang tetapi akan berbeda dengan kesempatan pertama. Janganlah menyia-nyiakan waktu, dengan penuh keyakinan berdasarkan iman, taqwa, ikhlas demi menggapai ridha Allah SWT berani mengambil kesempatan dan berani mengambil resiko.
    Trimakasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  13. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah kami harus memanfaatkan kesempatan yang ada sebaik-baiknya, kami harus memanfaatkan kesempatan belajar ini dengan semaksimal mungkin dengan segala daya dan upaya yang kami miliki, dan yang terpenting adalah dalam belajar tetapkanlah hati, keyakinan, keimanan dan ketakwaan sebagai pemimpin bagi pikiran dalam mempelajari sesuatu.

    ReplyDelete
  14. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dari elegi ini, dapat saya pahami bahwa kesuksesan hanyalah milik orang-orang yang mau dan mampu melihat kesempatan. Mereka juga dapat meraihnya dengan kesadaran, karena kesempatan tidak datang dua kali. Maka dari itu, perlu adanya kesiapan dalam menyambut setiap kesempatan yang datang. Dalam filssfat yang sering disampaikan Prof adalah terjemah dan menerjemahkan segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Dan yang terpenting adalah manusia harus senantiasa berdoa dan berserah diri kepada-Nya.

    ReplyDelete
  15. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Kita harus melihat kesempatan dan meraihnya di masa yang akan datang. Syaratnya kita harus memiliki hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT. Kita juga harus bersifat terbuka terhadap segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga kita bisa senantiasa memperbaiki diri untuk menggapai Ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  16. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih saya ucapkan atas ilmunya. Sungguh sangat memotivasi diri saya. Yaaa, kembali pada ritual ikhlas. Tentang ikhlas, bukan? Sedikit bercerita, sudah 3 hari ini saya sama sekali tidak memberikan komentar pada postingan-postingan blog ini. Karena apa? karena 3 hari lalu saya berjumpa kembali dengan Prof Marsigit pada mata kuliah Filsafat Ilmu. Pada hari itu juga saya kembali memperoleh ilmu-ilmu baru yang tidak saya duga, tidak saya nyana. Yang terpenting, ada satu "tamparan" bagi diri saya tentang beberapa style berkomentar mahasiswa dengan mengutip atau menukilkan isi postingan (pada kolom komentar). Dan saya beberapa kali melakukannya. Oh iya tamparannya bukan di sisi ini, tapi lebih dalam, bahwa yang saya lakukan itu termasuk memanipulasi diri (pesan Prof Marsigit). Dalam hati, seketika, saya berucap Astaghfirullohhalazim. Mohon apun Ya Tuhan, ijinkan hamba memperbaikinya.

    Komentar saya pada elegi ini bahwa salah satu kasih sayang Tuhan kepada umatnya yaitu berupa kesempatan-kesempatan. Kata orang, kesempatan tidak datang dua kali. Tetapi terkadang, saya berpikir bahwa kesempatan selalu datang setiap saat, hanya saja Tuhan tidak langsung memberikannya cuma-cuma. Maksud saya, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menggapai dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Akan tetapi, jangan lupa pula dala kita menggapai kesempatan kita harus mempertimbangkan segala yang ada pada kanan kirinya. Hermenitika; terjemah dan menterjemahkan. Itu salah satunya. Gusti Allah Maha Welas asih. Dia lah sang pemberi kesempatan. Maka sudah seyogyanya kita dasarkan langkah kita pada "hati" untuk menggapai setiap kesempatan-Nya. Terimakasih Prof. Elegi ini sangat menginspirasi

    ReplyDelete
  17. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Masa depan yang cemerlang adalah milik mereka yang senantiasa berusaha, belajar, mampu melihat adanya kesempatan atau peluang serta tidak lupa memohon doa pada Yang Maha Kuasa. Selain itu orang sukses adalah orang yang tidak hanya mengandalkan logikanya, tetapi juga hati nuraninya sehingga orang tersebut tidak akan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuannya.

    ReplyDelete
  18. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Saya mendapatkan banyak nasihat dari elegi ini. Bahwa ternyata masa depan itu hanyalah milik orang-orang yang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran, mempunyai ketetapan hati, tidak ragu-ragu, berani mengambil keputusan, mempunyai hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya. Masa depan itu juga hanya milik orang yang bekerja keras dan selalu berdo'a. Meyakini bahwa apapun yang dia dapat dari usaha kerasnya merupakan yang terbaik dari Allah SWT sehingga dengan lapang dada menerima semua kemungkinan yang terjadi maka itulah penerapan tertinggi dari ikhlas.

    ReplyDelete
  19. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Elegi ini mengajak pembaca untuk senantiasa ikhlas, bukan hanya ikhlas dalam urusan ibadah langsung kepada Allah, melainkan juga ikhlas dalam urusan keduniaan yang manfaatnya akan sampai pada akhirat kelak. Sebagai mahasiswa misalnya, seharusnya tidak menyianyiakan kesempatan untuk menggapai masa depan cerah. Sebenar-benar manusia yang mengabaikan kesempatan termasuk orang-orang yang merugi, karena kesempatan tidak akan selalu datang lagi. Maka kesempatan yang ada hendaknya digunakan dan diupayakan sebaik mungkin, dengan ikhlas belajar, membaca, menuntut ilmu, bersopan santun terhadap ruang dan waktu, dan disertai dengan doa. Dalam menggapai kesempatan perlu memantabkan hati dan meluruskan niat karena Allah SWT sehingga apa yang dilakukan mendapat ridho-Nya.

    ReplyDelete
  20. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Kita seharusnya memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Karena kesempatan itu kadang tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Harus cepat dalam memutuskan, tetapi dengan pikiran jernih agar keputusannya tepat. Untuk mewujudkan itu maka diperlukan hati yang jernih pula. Maka untuk menghasilkan keputusan yang tepat diperlukan hati yang jernih, salah satunya dengan ikhlas dalam menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  21. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Terimakasih Pak, ini adalah untain doa sekaligus nasihat yang sangat berharga khususnya untuk saya pribadi. Intinya dalam elegi ini tujuan Pak Marsigit ingin mendorong kita supaya kita menjadi generasi yang tidak mlempem/ lembek/ plinpan. Jikalau ada kesempatan di depan mata dan kesempatan itu jelas dapat merubah hidup kita menjadi lebih baik, why not? Kenapa tidak diambil. Ambil lah. Jadilah generasi yang membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik lagi meskipun dampak perubahannya tidak terlalu besar, setidaknya bermanfaat di dunia dan bermanfaat di akhirat. Dengan catatan tidak meninggalkan landasan spiritual sebagai pegangan dalam berpikir dan bertindak. Selalu mohon ridho dan karunia Allah SWT.

    ReplyDelete
  22. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Terimaksih banyak Pak prof.
    Tersadar dengan motivasi yang dituangkan lewat elegi ini dengan susunan bahasa yang sangat indah.Rasanya diri ini ingin sekali berada di dalam wasiat tersebut.Tapi apalah daya diri ini sangat jauh dari kata ikhlas ,taqwa, iman.Saya mengibaratkan diri saya masih berjalan merangkak meskipun yang lainnya telah berjalan,ada yang di tengah bahkan ada yang telah sampai pada penghujungnya.Dan saya akan berusaha untuk melangkah pelan-pelan dengan meryertakan doa dan ikhtiar.

    ReplyDelete
  23. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 12 ini, saya dapati bahwa elegi ini berisi wasiat atau nasehat mengenai bagaimana cara seseorang untuk menghadapi masa depan dalam rangka meretas sejarah peradaban dunia. Dalam menghadapi masa depan, hendaklah seseorang sigap dalam memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang yang ada. Bukan hanya diam dan menunggu arus mengalir. Ketika mengambil kesempatan hidup menuju masa depan hendaklah menjalaninya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas semata-mata hanya untuk mengharap ridho Allah SWT. Dan yang paling penting adalah menetapkan hati. Jadikan hati sebagai pedoman, komando, dan petunjuk arah ketika menjalani kehidupan agar tidak melampaui batas.

    ReplyDelete
  24. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih banyak, Prof. sungguh elegi yang sangat menyentuh sekaligus memotivasi saya. Wasiat yang diberikan oleh Muhammad Nurikhlas kepada para Cantraka sangat menginspirasi dan memotivasi. Sebuah wasiat yang menggambarkan betapa pentingnya untuk terus belajar untuk ikhlas, terus belajar untuk selalu berdoa, dan terus belajar untuk meraih impian. Sungguh elegi yang sangat inspiratif, semoga dapat menjadi perenungan yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  25. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalmu'alaikum Wr.Wb

    Terimakasih pak, Sebuah elegi yang menegur saya agar tetap mengambil kesempatan yang ada dan tidak untuk menjadi orang yang menunda-nunda suau hal yang bisa dikerjakan pada saat ini.Elegi-elegi yang selalu mmeberi kesan setelah membacanya. Kali ini elegi yang dapat menumbuhkan motivasi saya bagaimana menjadikan sebuah kesempatan yang ada untuk diambil dengan semangat dan tidak cepat putus asa. Tetapi semuanya harus tetap didasari dengan keihlasan dan menjadikan sebuah kesemptan itu sebagi jalan untuk menuju impian.

    ReplyDelete
  26. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih prof. ini sudah akhir semester pada elegi ritual ikhlas ini. dari elegi elegi sebelumnya dan di elegi penghunjung semester ini saya dapat menyimpulkan bahwa, tidak mudah untuk menjadi orang yang ikhlas namun tidak juga sulit karna yang diperbaiki niat nya saja. dan di elegi ini saya sangat terkesan dengan kata kata masa depan hanyalah milik orang yang berusaha, dan yang meminta kepada Rabb nya. ialah sesungguhnya hidup itu pilihan untuk berjuang, berjuang dengan usaha dan doa.

    ReplyDelete
  27. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Terima kasih Prof Marsigit atas nasehat maupun pesan-pesan yang senantiasa bapak sisipkan dalam setiap elegi yang bapak tulis, khususnya wasiat-wasiat yang ada dalam elegi ini. Semoga kami bisa mencerna setiap untaian kata yang Prof Marsigit tulis, dan selanjutnya bisa kami amalkan setiap pesan atau nasehat tersebut dalam kehidupan kami.

    ReplyDelete
  28. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Oh... Wasiat yang sungguh memerlukan perjuangan seumur hidup. Semoga para cantraka yg sedang belajar ikhlas ini dapat bersetia pada wasiat. Semoga bila hati selalu menuntunku pikiran, dalam hermenetika hidup, sejarah akan menuliskan generasi ini sebagai peretas Masa depan peradaban manusia yang lebih baik... To be a better world.

    ReplyDelete
  29. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    Adapun nasihat yang coba disampaikan dalam elegi ini sangatlah pas untuk mahasiswa yang sedang membaca elegi-elegi ini. Salah satu poin nasehat diatas adalah biarkan hati menjadi komandan atas pikiran-pikiran, yang menurut saya dapat diartikan sebagai janganlah kita menurutkan pikiran terlampau jauh sehingga meninggalkan ketenangan hati. Janganlah sampai kita lupa beribadah hanya karena ingin memperoleh ilmu yang tinggi, karena ilmu juga merupakan anugerah Allah SWT. Karena pada dasarnya semua yg ada di bumi adalah ciptaan Allah, maka tiada lain yang patut kita lakukab selain bersyukur kepada Allah SWT. Smoga kita dapat melaksanakan wasiat dari Muhammad Nurikhlas.

    ReplyDelete
  30. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan seseorang adalah motivasi ekstrinsik. Motivasi pada elegi diatas membangkitkan semangat dalam menuntut ilmu, karena menuntut ilmu bisa diartikan juga sebagai jihad. Jihad bisa diartikan bermacam-macam sesuai ruang dan waktunya. Kesempatan tidak datang dua kali artinya jika mendapatkan sebuah peluang maka harus diambil segera, tentunya setelah melalui pertimbangan yang matang.

    ReplyDelete
  31. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Langkah-langkah yang berani untuk mengisi suatu peradaban haruslah didasarkan pada Al Quran dan Hadist sebagai pegangan. Karena Al Quran dan Hadist adalah petunjuk dari Allah swt sebagai pedoman hidup. Memilah dan memilih apa yang akan dilakukan sesuai dengan waktu dan tempatnya. Berbagi ilmu dan pendapat dengan orang lain untuk mendapatkan langkah terbaik dalam memulai peradana manusia yang lebih baik. Sehingga mampu membawa kehidupan manusia yang aman, damai, dan tenteram di dunia maupun di akhirat. Dalam kehiduapan, berbeda pendapat itu pasti. Tapi bagaimana sikap yang harus diambil jika terjadi perbedaan pendapat. Apabila sudah menemukan langkah yang akan digunakan untuk mengisi peradaban yang baru, pasti ada pihak-pihak yang tidak menyetujuinya. Oleh karenanya perlu penyatuan antara yang pro dan kontra agar dapat menghasilkan pemikiran yang lebih matang. Sehingga lebih mantap dan yakin akan keputusan yang telah dirumuskan bersama untuk peradaban yang lebih baik.

    ReplyDelete