Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass..wr.wb..segenap peserta Ritual Ikhlas III, sampailah kita pada acara lain-lain. Pada acara lain-lain ini akan diisi penyampaian wasiat kepada para Cantraka oleh Bagawat Selatan atau Muhammad Nurikhlas sebagai tanda berakhirnya perkuliahan filsafat semester ini. Silahkan.

Muhammad Nurikhlas:
Terimakasih Bapak Santri Kepala yang telah memberikan waktu kepada saya. Sebelumnya saya mohon maaf karena apa yang ingin saya sampaikan tidak berkenaan langsung dengan kegiatan Ritual Ikhlas melainan sebagai tambahan yang saya selingkan. Adapun yang ingin saya sampaikan adalah wasiat saya kepada para Cantraka yang selama ini mengikuti kuliah dan ceramah saya. Wasiat ini saya beri judul "Meretas Sejarah Peradaban Manusia" sebagai berikut:

Meretas SejarahPeradaban Manusia bagi orang-orang yang berani mengambil langkah besar, menuju masa depan yang cemerlang, meletakkan dasar-dasar sejarah peradaban manusia untuk membangun dunia ladangnya akhirat, dengan cara menangkap setiap kesempatan atau peluang dengan kesadaran dan pemahaman bahwa peluang tidak datang dua kali melainkan hanya satu kali, dengan penuh keyakinan berdasarkan iman, taqwa, ikhlas dan semata-mata demi menggapai ridha Allah SWT, dengan membetulkan atau merevitalisasi makna dan esensi Jihad fisabilillah di jalan Allah SWT, dan dengan demikian maka akan berani mengambil Langkah Meretas SejarahPeradaban Manusia dengan segenap dan segala konsekuensinya, degan segala kemampuannya membaca, memikirkan, merasakan, dan mengambil keputusan tentang apa dan siapa yang dihadapinya, dalam konteks pribadi, bersama, masyarakat, agama, negara dan dunia.

Bukanlah sembarang orang yang bisa diabaikan begitu saja dalam ruang dan waktunya yang telah mengukir dan menoreh gagasan-gagasan briliant yang tidak atau belum bisa dilakukan oleh orang yang lainnya, melalui tulisan-tulisannya yang merentang melalui relung pikir dan hati setiap pembacanya, dengan keberaniannya untuk berikhtiar melampaui ruang dan waktu yang akan menjadi inspirasi dan panutan bagi orang-orang yang memerlukannya, yang bersifat abadi dan kontekstual, yang masih tersembunyi di ufuk horizon akan kebesaran karya-karyanya, yang kelak akan dikenang dan digali untuk selalu dijadikan inspirasi bagi pemikirannya ke depan. Dialah Maestro Bagawat Selatan alias Muhammad Nurikhlas sang Pencipta Elegi-Elegi.

Tidak sembarang orang mampu mengerti dan memahami dalam konteks kekinian kedalaman dan keluasan pikiran dan hatinya, dan hanya orang-orang tertentu saja yang mampu dan diijinkan untuk itu dengan syarat-syarat perlu dan cukupnya berhermenitika transenden spiritual, yaitu menterjemahkan dan diterjemahkan secara dinamis dan kreatif dalam ruang dan waktunya lampau, sekarang dan yang akan datang, unsur-unsur pokoknya benang merah sendi-sendi ontologis, epistemologis dan aksiologinya dunia sebagai ladangnya akhirat. Bukanlah dia isteri pokoknya, bukanlah dia keturunan fisiknya, bukanlah dia kerabatnya, bukanlah dia ayah dan ibu kandungnya, bukanlah dia tetangga dekatnya, yang mampu diberikan dan menangkap amanahnya. Bukan pula sembarang orang yang harus diperintah atau meminta amanahnya. Bukan pula sembarang orang yang ditentukan oleh pikirannya. Tetapi dialah sipembawa amanah dunia, akkhirat, amal, ilmu dan doa. Dia terpilih lengkap dengan unsur-unsur kodrat dan iradatnya, dengan unsur-unsur dunia dan akhiratnya, dan dengan unsur-unsur ikhtiar dan takdirnya. Dialah para Cantraka yang senantiasa Ikhlas dalam menuntut ilmu Hati dan ilmu Pikirnya.

Secara khusus dalam rangka Meretas Peradaban Manusia ke depan maka wasiatku kepada para Cantraka adalah sebagai berikut:
1.Sungguh masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran kesempatan itu tidak datang dua kali, yang berketetapan hati, tidak ragu-ragu dan berani mengambil keputusan serta tindakan dan membuat langkah-langkah besar sejarahnya dalam ruang dan waktu, hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT. Amin.
2.Tetapkan tiap-tiap hati sebagai komandan bagi semua pikiran-pikirannya
3.Terjemahkanlah semua yang ada dan mungkin ada sesuai ruang dan waktunya
4.Bersedialah diterjemahkan oleh yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan ruang dan waktunnya.
5.Temukan anti-tesis anti-tesis dari tesis-tesis yang ada dan yang mungkin ada
6.Sintesiskan tesis-tesis dengan anti-tesisnya.
7.Substansikanlah asumsi-asumsi rasionalitas, logika, koherensianitas, a priori, analitik dan transendenitasnya agar tidak menjadi kosong belaka dengan cara submerge kebawah agar bisa membumi.
8.Sinarilah persepsi-persepsi, pengalaman, praktik-praktik, a posteriori, sintetik, korespondensi, dengan cara subserve ke atas menuju langit agar tidak mengalami kebutaan.
9.Gunakan semua elegi-elegi yang telah diciptakan oleh Bagawat Selatan alias Muhammad Nurikhlas sebagai referensi dan eviden untuk meretas peradaban manusia.
10.Wasiat ini aku berikan kepada para Cantraka yang senantiasa Ikhlas menuntut ilmunya dan membaca Elegi-elegi untuk mengemban amanah ke depan menjaga, melestarikan dan mengembangkan pikiran, perasaan dan segenap jiwa dari Sang Bagawat Selatan alias Muhammad Nurikhlas, dalam komunikasi langsung maupun tak langsung, real maupun imaginer, dunia dan akhirat. Amin.


Santri Kepala:
Demikianlah bapak ibu semua semoga apa yang telah disampaikan oleh Muhammad Nurikhlas membawa kebaikan kepada kita semua. Amin

85 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    terima kasih untuk wasiat yang diberikan oleh Muhammad Nurikhlas. wasiat-wasiat ini akan sangat berguna bagi kami dalam menjalani kehidupan. ringkasan wasiat ini adalah, kami harus pandai menggunakan kesempatan dan peluang yang ada, berani mengambil langkah dan keputusan yang besar dan beresiko, mampu mengendalikan pikiran dan hati sesuai dengan jalan yang benar, menemukan hal-hal yang menjadi sebab dari sesuatu, menemukan apa yang akan menjadi akibat dari sesuatu. dan kesemuanya itu harus dilakukan karena untuk memperoleh ridho Allah.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Masa depan itu milik orang yang bisa melihat sebuah peluang atau kesempatan dan dapat menggunakannya dengan baik. Kesempatan itu tidak akan datang dua kali dalam bentuk yang sama, kita harus bisa mencari kesempatan itu sendiri. Ketika datang kesempatan kita harus mempunyai keteguhan hati dan tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan serta membuat langkah-langkah yang tepat dalam mencapainya. Pikiran dan hati yang digunakan juga harus selalu berharap pada ridho ALLAH bukan yang lain agar masa depan itu tidak menjadi sebuah masalah buat kita.

    ReplyDelete
  3. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini diceritakan mengenai pada ritual ikhlas yang ketiga muhammad nurikhlas menyampaikan wasiat kepada para cantraka. salah satuna wasiatnya adalah untuk tetapkan tiap-tiap hati sebagai komandan bagi semua pikiran-pikirannya. ini maksudnya adalah kita memang diharapkan untuk selalu menggunakan pikiran, tetapi pikiran itu juga harus dibatasi oleh hati karena hakikat manusia adalah keseimbangan antara hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  4. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Agar mendapatkan kebaikan di akhirat maka hendaknya melakukan yang terbaik pula pada ladang yang dimiliki. Dunia memiliki banyak hal yang dapat kita peroleh didalamnya Sebagai manusia yang hidup di dunia untuk menghadapi kehidupan akhirat, maka hendaknya meletakkan sejarah peradaban manusia sebagai dasar. Tidak menyia-nyiakan kesempatan baik yang diberikan di dunia adalah cara lain dalam memandang keikhlasan di dunia

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kesempatan adalah peluang yang selalu datang dalam setiap kehidupan manusia. Kesadaran untuk meraih kesempatan yang tidak akan datang dua kali haruslah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Maka meraih kesempatan adalah hal yang sangat berharga dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  6. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 12. Elegi ini menyampaikan mengenai wasiat muhammad nurikhlas kepada cantraka. Wasiat muhammad nurikhlas berisi tentang kebaikan-kebaikan untuk meretas peradaban manusia ke depan. Dalam peradaban yang seperti ini adanya kita harus dapat mengambil tiap peluang dan kesempatam yang tak akan datang dua kali. Kita juga harus dapat membuat tesis-antktesis-dan sintesis, menerjemahkan yang ada dan yang mungkin ada, kemudian juga harus mau diterjemahkan, dan lain sebagainya. semua itu diwasiatkan muhammad nurikhlas agar kita dapat menghadapi peradaban manusia dengan baik.

    ReplyDelete
  7. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Manusia adalah khalifah di bumi. Begitu besar kepercayaan Allah kepada manusia untuk menjaga bumi. Allah menurunkan petunjuk berupa Al-Qur’an sebagai pedoman bagi manusia untuk menjaga dan memelihara bumi ini. Selain itu, manusia juga harus meningkatkan kualitas dirinya. Bukan hanya dari segi spiritual tetapi juga ilmu, emosional, dan kemampuan manusia yang lainnya. Kesempatan yang baik itu hanya datang sekali saja. Jika kita mempergunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya maka akan kita dapatkan hasil yang baik pula. Maka sesungguhnya kesempatan itu datangnya dari Allah, dan supaya digunakan dengan sebaik-baiknya agar kita dapatkan sukses di dunia dan akhirat. Semoga hal tersebut dapat membangun peradaban manusia yang baik.

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pentingnya ikhlas dalam kehidupan kita banyak sekali manfaatnya. Ikhlas dalam menemukan pengetahuan adalah hal yang penting agar kita dapat menjalankan proses belajar dengan baik dan ilmu yang masuk tidak setengah-setegah. Misalnya dalam membaca elegi-elegi ini kita harus ikhlas agar apa yang kita baca kelak menjadi ilmu yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  9. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Setelah membaca elegi ini saya belajar bahwa kesempatan itu adalah hal yang patut kita perjuangkan karena tidak akan kesempatan yang sama yang akan terulang untuk kedua kalinya. Kita harus yakin dan memiliki ketetapan hati dan tidak ragu-ragu dalam mengambil langkah-langkah dalam menggapai kesempatan dan mewujudkan kesuksesa. Melalui proses itu maka haruslah kita menjalaninya dengan ketenangan hati dan dengan perjuangan besar. Saya juga belajar dalam proses itu maka kita harus memiliki tesis dan anti tesis dalam menghadapi apa yang ada dan mungkin ada. Hal yang paling penting dalam menjalaninya adalah selalu ikhlas dalam mejalani semuanya.

    ReplyDelete
  10. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    dalam proses meraih kesuksesan, kita boleh punya kemampuan. Kita boleh punya pengetahuan. Tapi kalau kita tidak punya kesempatan, maka semua akan menjadi sia-sia. Orang yang lemah, menunggu kesempatan. Orang yang kuat, menciptakan kesempatan. Orang yang cerdik & bijak memanfaatkan momentum / kesempatan. Tanpa kesempatan yang tersedia, tidak mungkin kita bisa sukses. Bila kesempatan belum datang, kita harus berusaha menciptakannya, bahkan di dalam kesulitan pun.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Wasiat-wasiat di atas sungguh luar biasa. Pernyataan yang paling menarik dari elegi di atas, yaitu “Sungguh masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran kesempatan itu tidak datang dua kali, yang berketetapan hati, tidak ragu-ragu dan berani mengambil keputusan serta tindakan dan membuat langkah-langkah besar sejarahnya dalam ruang dan waktu, hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT.” Pernyataan tersebut memberikan nasihat kepada kita untuk selalu memanfaatkan kesempatan.

    ReplyDelete
  12. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu cara orang menggapai kesuksesan, yaitu dengan memanfaatkan kesempatan tersebut. Pada dasarnya, kehidupan sesorang penuh dengan berbagai kesempatan yang baik, namun kembali lagi bagaimana masing-masing individu mampu merealisasikan kesempatan emas itu. Ibarat kita menemukan sebuah bongkahan emas. Apabila kita hanya melihat dan menemukan saja, maka bongkahan emas itu kurang bernilai dan menjadi barang ‘biasa’. Sebaliknya, jika bongkahan emas itu kita olah menjadi barang lain yang lebih menarik dan bermanfaat, maka orang akan memberikan penghargaan dan pasti akan lebih memiliki nilai. Oleh karena itu, kita wajib memanfaatkan waktu dan kesempatan yang baik. Menyia-nyiakan waktu tergolong orang yang merugi.

    ReplyDelete
  13. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk meraih sebuah kesuksesan, diperlukan suatu kejelian dalam melihat peluang. Perlu dipahami pula bahwa kesempatan itu tidak datang untuk kedua kalinya dalam hidup, karena itu diperlukan keranian dalam mengambil sebuah keputusan dan segala konsekuensinya. Masa depan yang cerah hanya milik mereka yang berani mengambil kesempatan, dan dijalani dengan proses yang sesuai ajaran agama, dimana point utamanya ialah senantiasa dijalani secara ikhlas dengan memohon keridhaan dari Allah SWT

    ReplyDelete
  14. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya peroleh dari elegi ini adalah bahwa kita harus menggunakan kesempatan sebaik-baiknya karena kesempatan tidak akan datang dua kali. Kesempatan kedua meskipun akan datang tetapi akan berbeda dengan kesempatan pertama. Janganlah kita menyia-nyiakan waktu, dengan penuh keyakinan berdasarkan iman, taqwa, ikhlas demi menggapai ridha Allah SWT, kita harus berani mengambil kesempatan dan berani mengambil resiko.

    ReplyDelete
  15. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu wasiat yang menarik perhatian saya adalah bahwa "Sungguh masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran". Ini menyadarkan kita bahwa masa depan cemerlang bisa kita raih dengan memaksimalkan usaha dan doa. Doa tanpa usaha tidak akan ada apa-apanya, dan usaha tanpa doa hanya akan sia-sia.

    ReplyDelete
  16. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    "koreksilah dirimu terlebih dulu sebelum dirimu dikoreksi oleh Allah nanti".

    ReplyDelete
  17. Kesadaran menjadi tumpuan dalam melakukan segala sesuatu. hanya orang-orang yang sadar tentang dirinya sendiri yang dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas. Manusia yang sadar bahwa dia masih memiliki potensi untuk dikembangkan yang mampu untuk terus mencari dan menggapai pengetahuan. Manusia yang sadar bahwa dirinya merupakan ciptaan sehingga sudah sepantasnya memiliki pencipta yaitu Allah SWT dan kepada-Nyalah manusia akan kembali. Dengan kesadaran maka manusia akan memohon ampunan atas segala dosanya.
    Manusia yang sadar apa yang dimiliki serta potensi dalam dirinya kemudian mengembangkannya dan meningkatkan.

    ReplyDelete
  18. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Sebagaimana wasiat yang disampaikan Muhammad Nurikhlas bahwa yang mampu meretas sejarah peradaban manusia itu adalah orang-orang yang berani mengambil langkah besar, menangkap setiap kesempatan dan memamfaatkan segala peluang yang ada. Menetapkan hati, tidak ragu-rahu dalam mengambil langkah dan membuat keputusan.
    Semua hal itu bisa kita lakukan jika memiliki niat dan tekat dalam hati, menetapkan tujuan dan langkah dalam kehidupan kita serta ikhlas dalam menjalaninya.

    ReplyDelete
  19. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Sungguh sangat memotivasi diri saya saat membaca wasiat-wasiat dari Muhammad Nurikhlas. Saya juga meyakini bahwa individu mampu melihat kesuksesan melalui kesempatan dan satu langkah awal sebagai bentuk keberanian tekad dan ketetapan hati. Meskipun terkadang individu harus meraba ke mana arah yang akan dituju. Saat sudah merasa lelah dalam meniti perjalanan ke depan, seseorang tidak menyerah dan putus asa begitu saja. Hanya satu yang dapat dilakukan yaitu dengan meminta bantuan kepada Sang Penguasa langit dan bumi. Tuhan akan menuntun langkah kita saat kita tidak dapat memprediksi kesempatan yang akan kita capai ke depannya. Always positive thinking!

    ReplyDelete
  20. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi 12 ini, berisi wasiat sekaligus pesan untuk setiap orang yang membaca bahwa untuk menatap masa depan maka berani untuk melakukan tindakan. Tidak hanya berdiri di tempat dan hanya melihat orang lain yang berangkat menuju kesuksesan. Mengambil setiap kesempatan dan peluang yang ada dan mungkin ada, menjalankannya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas seraya membetulkan ibadah yang dilakukan hanya semata-mata mengharap ridho-Nya, serta bertawakal atas hasil yang akan diperoleh. Dalam kehidupan pasti ada lika-liku yang dilalui. Maka sebaiknya kita menerjemahkan setiap kondisi yang ada, saling menasihati dalam kebaikan, dan menempatkan posisi sesuai ruang dan waktu. Hidup kita pasti membutuhkan bantuan orang lain, karena itu mari saling mengayomi demi meretas sejarah peradaban manusia.

    ReplyDelete
  21. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Sejarah mengajarkan nilai-nilai yang dapat kita ambil dari peristiwa di masa lalu. Mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan menyesuaikan perkembangan zaman dan dengan mengambil kesempatan yang ada untuk masa depan, membuat kita berkhusnudzon pada Allah akan masa depan kita. Marilah senantiasa berusaha dalam kebaikan.

    ReplyDelete
  22. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Meretas Sejarah Peradaban Manusia bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu adanya pengorbanan baik secara fisik maupun materi. Kayakinan diri untuk menggapai ridha Allah swt untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Bekal ilmu yang telah didapatkan dapat digunakan untuk membangun peradaban yang lebih baik. Wasiat pada elegi tersebut memiliki makna bahwasannya hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat kesempatan dan mengambilnya dengan penuh keyakinan untuk melakukan perbahan yang lebih baik dengan mengharapkan ridha Allah swt. Dengan begitu setiap langkah yang dilakukan lebih mudah dilakukan karena memiliki niat dan tujuan yang baik, serta hanya Allah swt yang menjadi tujuan akhir. Pada wasiat kedua berbicara soal hati. Hati adalah poros atau pusat dari setiap perbuatan yang akan dilakukan. Bekerjalah dengan hati, maka pekerjaanmu akan maksimal. Konsentrasi membuat ide-ide cemerlang untuk membangun peradaban. Menyeimbangkan antara ide dan perbuatan dengan hati sebagai porosnya. Apabila manusia sudah berdamai dengan hatinya yang hanya ingin mencari ridha Allah swt., maka perbuatan apapun yang dilakukan akan berbuah manis.

    ReplyDelete
  23. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini, yang dapat diambil dari wasiat Muhammad Nurikhlas yaitu :
    Perama, memanfaatkan segala kemampuan dan kesempatan yang ada dengan semaksimal mungkin.
    Kedua, menjadikan hati sebagai penuntun pikiran. Karena ketika hati telah beiman, bersih maka ia akan mengarahkan semua anggota tubuhnya berbuat kebaikan. Sebagaimana disebutkan ada segumpal daging dalam manusia, yang apabila ia baik maka seluruhnya akan baik, itulah hati. Kemudian hikmah selanjutnya yaitu, Mencari hikmah dari segala yang ada di lingkungan.hikmah dari makhluk ataupun suatu kejadian. Dan yang terakhir, banyak membaca apa saja baik elegi, membaca keadaan untuk meretas peradaban manusia.

    ReplyDelete
  24. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Kesempatan adalah anugerah dari Allah SWT. Manusia tidak pernah tau kapan, dimana, dan berapa kali kesempatan akan hadir. Sebagai makhluk hendaknya dapat memahami adanya kesempatan dan berusaha menggapainya dengan segala upaya dan mengharap ridho Allah SWT.
    Terkadang manusia sering mengabaikan adanya kesempatan. Saya juga sering kurang memahami adanya kesempatan yang hadir. Untuk dapat memahami kesempatan saya harus memperbanyak wawasan dan pengalaman saya yang masih minim.

    ReplyDelete
  25. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dalam elegi ini, pelajaran yang dapat saya peroleh yaitu gunakan kesempatan sebaik-baiknya. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Kesempatan kedua meskipun akan datang tetapi akan berbeda dengan kesempatan pertama. Janganlah menyia-nyiakan waktu, dengan penuh keyakinan berdasarkan iman, taqwa, ikhlas demi menggapai ridha Allah SWT berani mengambil kesempatan dan berani mengambil resiko.
    Trimakasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  26. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dalam elegi ini, pelajaran yang dapat saya peroleh yaitu gunakan kesempatan sebaik-baiknya. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Kesempatan kedua meskipun akan datang tetapi akan berbeda dengan kesempatan pertama. Janganlah menyia-nyiakan waktu, dengan penuh keyakinan berdasarkan iman, taqwa, ikhlas demi menggapai ridha Allah SWT berani mengambil kesempatan dan berani mengambil resiko.
    Trimakasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  27. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah kami harus memanfaatkan kesempatan yang ada sebaik-baiknya, kami harus memanfaatkan kesempatan belajar ini dengan semaksimal mungkin dengan segala daya dan upaya yang kami miliki, dan yang terpenting adalah dalam belajar tetapkanlah hati, keyakinan, keimanan dan ketakwaan sebagai pemimpin bagi pikiran dalam mempelajari sesuatu.

    ReplyDelete
  28. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dari elegi ini, dapat saya pahami bahwa kesuksesan hanyalah milik orang-orang yang mau dan mampu melihat kesempatan. Mereka juga dapat meraihnya dengan kesadaran, karena kesempatan tidak datang dua kali. Maka dari itu, perlu adanya kesiapan dalam menyambut setiap kesempatan yang datang. Dalam filssfat yang sering disampaikan Prof adalah terjemah dan menerjemahkan segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Dan yang terpenting adalah manusia harus senantiasa berdoa dan berserah diri kepada-Nya.

    ReplyDelete
  29. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Kita harus melihat kesempatan dan meraihnya di masa yang akan datang. Syaratnya kita harus memiliki hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT. Kita juga harus bersifat terbuka terhadap segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga kita bisa senantiasa memperbaiki diri untuk menggapai Ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  30. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih saya ucapkan atas ilmunya. Sungguh sangat memotivasi diri saya. Yaaa, kembali pada ritual ikhlas. Tentang ikhlas, bukan? Sedikit bercerita, sudah 3 hari ini saya sama sekali tidak memberikan komentar pada postingan-postingan blog ini. Karena apa? karena 3 hari lalu saya berjumpa kembali dengan Prof Marsigit pada mata kuliah Filsafat Ilmu. Pada hari itu juga saya kembali memperoleh ilmu-ilmu baru yang tidak saya duga, tidak saya nyana. Yang terpenting, ada satu "tamparan" bagi diri saya tentang beberapa style berkomentar mahasiswa dengan mengutip atau menukilkan isi postingan (pada kolom komentar). Dan saya beberapa kali melakukannya. Oh iya tamparannya bukan di sisi ini, tapi lebih dalam, bahwa yang saya lakukan itu termasuk memanipulasi diri (pesan Prof Marsigit). Dalam hati, seketika, saya berucap Astaghfirullohhalazim. Mohon apun Ya Tuhan, ijinkan hamba memperbaikinya.

    Komentar saya pada elegi ini bahwa salah satu kasih sayang Tuhan kepada umatnya yaitu berupa kesempatan-kesempatan. Kata orang, kesempatan tidak datang dua kali. Tetapi terkadang, saya berpikir bahwa kesempatan selalu datang setiap saat, hanya saja Tuhan tidak langsung memberikannya cuma-cuma. Maksud saya, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menggapai dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Akan tetapi, jangan lupa pula dala kita menggapai kesempatan kita harus mempertimbangkan segala yang ada pada kanan kirinya. Hermenitika; terjemah dan menterjemahkan. Itu salah satunya. Gusti Allah Maha Welas asih. Dia lah sang pemberi kesempatan. Maka sudah seyogyanya kita dasarkan langkah kita pada "hati" untuk menggapai setiap kesempatan-Nya. Terimakasih Prof. Elegi ini sangat menginspirasi

    ReplyDelete
  31. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Masa depan yang cemerlang adalah milik mereka yang senantiasa berusaha, belajar, mampu melihat adanya kesempatan atau peluang serta tidak lupa memohon doa pada Yang Maha Kuasa. Selain itu orang sukses adalah orang yang tidak hanya mengandalkan logikanya, tetapi juga hati nuraninya sehingga orang tersebut tidak akan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuannya.

    ReplyDelete
  32. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Saya mendapatkan banyak nasihat dari elegi ini. Bahwa ternyata masa depan itu hanyalah milik orang-orang yang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran, mempunyai ketetapan hati, tidak ragu-ragu, berani mengambil keputusan, mempunyai hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya. Masa depan itu juga hanya milik orang yang bekerja keras dan selalu berdo'a. Meyakini bahwa apapun yang dia dapat dari usaha kerasnya merupakan yang terbaik dari Allah SWT sehingga dengan lapang dada menerima semua kemungkinan yang terjadi maka itulah penerapan tertinggi dari ikhlas.

    ReplyDelete
  33. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Elegi ini mengajak pembaca untuk senantiasa ikhlas, bukan hanya ikhlas dalam urusan ibadah langsung kepada Allah, melainkan juga ikhlas dalam urusan keduniaan yang manfaatnya akan sampai pada akhirat kelak. Sebagai mahasiswa misalnya, seharusnya tidak menyianyiakan kesempatan untuk menggapai masa depan cerah. Sebenar-benar manusia yang mengabaikan kesempatan termasuk orang-orang yang merugi, karena kesempatan tidak akan selalu datang lagi. Maka kesempatan yang ada hendaknya digunakan dan diupayakan sebaik mungkin, dengan ikhlas belajar, membaca, menuntut ilmu, bersopan santun terhadap ruang dan waktu, dan disertai dengan doa. Dalam menggapai kesempatan perlu memantabkan hati dan meluruskan niat karena Allah SWT sehingga apa yang dilakukan mendapat ridho-Nya.

    ReplyDelete
  34. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Kita seharusnya memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Karena kesempatan itu kadang tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Harus cepat dalam memutuskan, tetapi dengan pikiran jernih agar keputusannya tepat. Untuk mewujudkan itu maka diperlukan hati yang jernih pula. Maka untuk menghasilkan keputusan yang tepat diperlukan hati yang jernih, salah satunya dengan ikhlas dalam menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  35. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Terimakasih Pak, ini adalah untain doa sekaligus nasihat yang sangat berharga khususnya untuk saya pribadi. Intinya dalam elegi ini tujuan Pak Marsigit ingin mendorong kita supaya kita menjadi generasi yang tidak mlempem/ lembek/ plinpan. Jikalau ada kesempatan di depan mata dan kesempatan itu jelas dapat merubah hidup kita menjadi lebih baik, why not? Kenapa tidak diambil. Ambil lah. Jadilah generasi yang membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik lagi meskipun dampak perubahannya tidak terlalu besar, setidaknya bermanfaat di dunia dan bermanfaat di akhirat. Dengan catatan tidak meninggalkan landasan spiritual sebagai pegangan dalam berpikir dan bertindak. Selalu mohon ridho dan karunia Allah SWT.

    ReplyDelete
  36. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Terimaksih banyak Pak prof.
    Tersadar dengan motivasi yang dituangkan lewat elegi ini dengan susunan bahasa yang sangat indah.Rasanya diri ini ingin sekali berada di dalam wasiat tersebut.Tapi apalah daya diri ini sangat jauh dari kata ikhlas ,taqwa, iman.Saya mengibaratkan diri saya masih berjalan merangkak meskipun yang lainnya telah berjalan,ada yang di tengah bahkan ada yang telah sampai pada penghujungnya.Dan saya akan berusaha untuk melangkah pelan-pelan dengan meryertakan doa dan ikhtiar.

    ReplyDelete
  37. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 12 ini, saya dapati bahwa elegi ini berisi wasiat atau nasehat mengenai bagaimana cara seseorang untuk menghadapi masa depan dalam rangka meretas sejarah peradaban dunia. Dalam menghadapi masa depan, hendaklah seseorang sigap dalam memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang yang ada. Bukan hanya diam dan menunggu arus mengalir. Ketika mengambil kesempatan hidup menuju masa depan hendaklah menjalaninya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas semata-mata hanya untuk mengharap ridho Allah SWT. Dan yang paling penting adalah menetapkan hati. Jadikan hati sebagai pedoman, komando, dan petunjuk arah ketika menjalani kehidupan agar tidak melampaui batas.

    ReplyDelete
  38. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih banyak, Prof. sungguh elegi yang sangat menyentuh sekaligus memotivasi saya. Wasiat yang diberikan oleh Muhammad Nurikhlas kepada para Cantraka sangat menginspirasi dan memotivasi. Sebuah wasiat yang menggambarkan betapa pentingnya untuk terus belajar untuk ikhlas, terus belajar untuk selalu berdoa, dan terus belajar untuk meraih impian. Sungguh elegi yang sangat inspiratif, semoga dapat menjadi perenungan yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  39. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalmu'alaikum Wr.Wb

    Terimakasih pak, Sebuah elegi yang menegur saya agar tetap mengambil kesempatan yang ada dan tidak untuk menjadi orang yang menunda-nunda suau hal yang bisa dikerjakan pada saat ini.Elegi-elegi yang selalu mmeberi kesan setelah membacanya. Kali ini elegi yang dapat menumbuhkan motivasi saya bagaimana menjadikan sebuah kesempatan yang ada untuk diambil dengan semangat dan tidak cepat putus asa. Tetapi semuanya harus tetap didasari dengan keihlasan dan menjadikan sebuah kesemptan itu sebagi jalan untuk menuju impian.

    ReplyDelete
  40. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih prof. ini sudah akhir semester pada elegi ritual ikhlas ini. dari elegi elegi sebelumnya dan di elegi penghunjung semester ini saya dapat menyimpulkan bahwa, tidak mudah untuk menjadi orang yang ikhlas namun tidak juga sulit karna yang diperbaiki niat nya saja. dan di elegi ini saya sangat terkesan dengan kata kata masa depan hanyalah milik orang yang berusaha, dan yang meminta kepada Rabb nya. ialah sesungguhnya hidup itu pilihan untuk berjuang, berjuang dengan usaha dan doa.

    ReplyDelete
  41. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Terima kasih Prof Marsigit atas nasehat maupun pesan-pesan yang senantiasa bapak sisipkan dalam setiap elegi yang bapak tulis, khususnya wasiat-wasiat yang ada dalam elegi ini. Semoga kami bisa mencerna setiap untaian kata yang Prof Marsigit tulis, dan selanjutnya bisa kami amalkan setiap pesan atau nasehat tersebut dalam kehidupan kami.

    ReplyDelete
  42. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Oh... Wasiat yang sungguh memerlukan perjuangan seumur hidup. Semoga para cantraka yg sedang belajar ikhlas ini dapat bersetia pada wasiat. Semoga bila hati selalu menuntunku pikiran, dalam hermenetika hidup, sejarah akan menuliskan generasi ini sebagai peretas Masa depan peradaban manusia yang lebih baik... To be a better world.

    ReplyDelete
  43. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    Adapun nasihat yang coba disampaikan dalam elegi ini sangatlah pas untuk mahasiswa yang sedang membaca elegi-elegi ini. Salah satu poin nasehat diatas adalah biarkan hati menjadi komandan atas pikiran-pikiran, yang menurut saya dapat diartikan sebagai janganlah kita menurutkan pikiran terlampau jauh sehingga meninggalkan ketenangan hati. Janganlah sampai kita lupa beribadah hanya karena ingin memperoleh ilmu yang tinggi, karena ilmu juga merupakan anugerah Allah SWT. Karena pada dasarnya semua yg ada di bumi adalah ciptaan Allah, maka tiada lain yang patut kita lakukab selain bersyukur kepada Allah SWT. Smoga kita dapat melaksanakan wasiat dari Muhammad Nurikhlas.

    ReplyDelete
  44. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan seseorang adalah motivasi ekstrinsik. Motivasi pada elegi diatas membangkitkan semangat dalam menuntut ilmu, karena menuntut ilmu bisa diartikan juga sebagai jihad. Jihad bisa diartikan bermacam-macam sesuai ruang dan waktunya. Kesempatan tidak datang dua kali artinya jika mendapatkan sebuah peluang maka harus diambil segera, tentunya setelah melalui pertimbangan yang matang.

    ReplyDelete
  45. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Langkah-langkah yang berani untuk mengisi suatu peradaban haruslah didasarkan pada Al Quran dan Hadist sebagai pegangan. Karena Al Quran dan Hadist adalah petunjuk dari Allah swt sebagai pedoman hidup. Memilah dan memilih apa yang akan dilakukan sesuai dengan waktu dan tempatnya. Berbagi ilmu dan pendapat dengan orang lain untuk mendapatkan langkah terbaik dalam memulai peradana manusia yang lebih baik. Sehingga mampu membawa kehidupan manusia yang aman, damai, dan tenteram di dunia maupun di akhirat. Dalam kehiduapan, berbeda pendapat itu pasti. Tapi bagaimana sikap yang harus diambil jika terjadi perbedaan pendapat. Apabila sudah menemukan langkah yang akan digunakan untuk mengisi peradaban yang baru, pasti ada pihak-pihak yang tidak menyetujuinya. Oleh karenanya perlu penyatuan antara yang pro dan kontra agar dapat menghasilkan pemikiran yang lebih matang. Sehingga lebih mantap dan yakin akan keputusan yang telah dirumuskan bersama untuk peradaban yang lebih baik.

    ReplyDelete
  46. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seseorang yang memikirkan sesuatu yang tidak dipikirkan oleh orang lain merupakan contoh orang yang berfikir maju. Fikiran di sini bukan sebarang fikiran. Fikiran disini adalah fikiran untuk mengembangkan diri mereka maupun lingkungan mereka. Masa depan seseorang tidaklah jauh dari apa yang diperbuat yang merupakan imbas dari masa lalu dan masa sekarang. Jika seseorang selalu mempersiapkan diri mereka dengan baik, walaupun tidak semua, dapat dikatakan mereka akan mendapatkan masa dengan yang baik juga. Saya mengingat akan hadits yang berbungnyi “Man Hashoda Zaro’a” yang artinya “Barangsiapa menanam, maka akan menuai”. Jadi dari hadits disini dapat di ambil kesimpulan bahwa kita akan menuai atau panen dari apa yang kita tanam. Oleh karena itu, marilah mulai menanam hal-hal baik agar dapat memanennya di masa yang akan datang. Baik di Dunia maupun di Akhirat. Aaamiiin.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  47. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Terimakasih atas nasehat yang telah bapak sampaaikan diatas. Memang benar sebagai generasi penerus, haruslah mengambil setiap kesempatan yang ada, namun terkadang tidak mudah untuk mengambil keputusan tersebut, karena didorong oleh keraguan dan kecemasan akan kemampuan diri. Sehingga terkadang banyak kesempatan emas yang terlewatkan. Semoga sebagai generasi penerus bangsa kita mampu untuk mengukir sejarah baru dalam negeri ini. Amin.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  48. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Sering saya mendengar nasihat lama bahwa kesempatan tidak datang dua kali oleh karena itu sudah seharusnya kita memanfaatkan kesempatan yang datang sebaik mungkin. Kesempatan hidup di dunia sebelum akhirat misalnya. Kita harus memanfaatkan kesempatan hidup untuk mengumpulkan amal baik sebanyak mungkin guna hidup kekal di akhirat nanti. Karna kesempatan hidup di dunia hanya Allah berikan sekali.

    ReplyDelete
  49. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Nasihat yang Bapak berikan sangatlah bagus menurut saya. Kebanyakan orang sering kali hanya mengatakam untuk mengambil segala kesempatan yang kita miliki karena kesempatan tidak datang dua kali. Di dalam elegi ini juga mengatakan begitu namun di dalam mengambilnya di perlukan segala pertimbanham yang ada dan yang mungkin ada serta terjemah dan menerjemahkan. Pada intinya segala ilmu tentang filsafat itu berada di setiap aspek kehidupan kita.

    ReplyDelete
  50. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Nasihat yang Bapak berikan sangatlah bagus menurut saya. Kebanyakan orang sering kali hanya mengatakam untuk mengambil segala kesempatan yang kita miliki karena kesempatan tidak datang dua kali. Di dalam elegi ini juga mengatakan begitu namun di dalam mengambilnya di perlukan segala pertimbanham yang ada dan yang mungkin ada serta terjemah dan menerjemahkan. Pada intinya segala ilmu tentang filsafat itu berada di setiap aspek kehidupan kita.

    ReplyDelete
  51. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Nasihat yang Bapak berikan sangatlah bagus menurut saya. Kebanyakan orang sering kali hanya mengatakam untuk mengambil segala kesempatan yang kita miliki karena kesempatan tidak datang dua kali. Di dalam elegi ini juga mengatakan begitu namun di dalam mengambilnya di perlukan segala pertimbanham yang ada dan yang mungkin ada serta terjemah dan menerjemahkan. Pada intinya segala ilmu tentang filsafat itu berada di setiap aspek kehidupan kita.

    ReplyDelete
  52. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Selalu ada hambatan dalam setiap kehidupan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Orang muda adalah generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya, ini adalah sebuah siklus.
    Generasi muda adalah generasi yang bersedia untuk belajar dan mampu melihat peluang dan menyadari kesempatan yang hanya datang sekali sehingga mereka harus bisa meraihnya. Mereka adalah generasi yang memiliki komitmen yang kuat, mereka tidak ragu-ragu dan mengambil keputusan dan tindakan yang berani dalam mencapai suatu tujuan.

    ReplyDelete
  53. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Masa depan itu milik kita. Apa keputusan kita di masa sekarang, akan kita unduh d masa depan. Maka berpikirlah baik-baik dalam mengambil sebuah keputusan, karena semua itu cerminan mu dimasa sekarang. Waktu itu terus berputar, belajarlah dari sejarah dan pengalaman di masa lalu. Tidak akan bisa kembali lag ke masa lalu, maka dari itu tataplah masa depan dengan terus selalu berdo’a kepada Allah serta terus berada di jalan yang benar. Benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain, maka dari itu jangan bersifat sombong selagi menuntut ilmu. Kita masih perlu masukan dan tambahn ilmu dari orang lain.

    ReplyDelete
  54. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membangun peradapan manusia hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang mau keluar dari zona nyamannya dan membuka pikirannya kedepan. Selain itu agar kita dapat membangun peradapan yang lebih maju maka kita harus memiliki pemikiran yang terbuka dan menerima segala kritik dan masukan yang membangun. Selain meluaskan pikiran, jangan lupa untuk selalu membentengi hati dengan ketaqwaan kepada Tuhan. Sehingga mampu membangun peradaban yang seimbang antara dunia dan akhirat. Bukan membangun peradaban yang hanya mementingkan logika. Hal itu karena meluaskan logika saja tanpa diimbangi dengan spiritual, akan menjadikan peradaban yang mementingkan hedonisme, kapitalisme, liberalisme dan peradaban lain yang menjerumuskan manusia ke hal yang merugikan. Terimaksih.

    ReplyDelete
  55. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Elegi ini membahas mengenai beberapa cara dalam menghadapi peradaban dunia. Terdapat 10 cara, dari 10 cara tersebut saya akan membahas cara pertama yaitu bahwa “masa depan hanyalah milik bagi orang yang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran bahwa kesempatan tidak datang 2 kali. Hal ini sering saya alami, sering kesempatan itu terlihat jelas di mata kita, namun yang sering kita lakukan adalah mengabaikan kesempatan yang datang tersebut. Padahal memang benar bahwa kesempatan itu tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya. Sehingga agar kesempatan tersebut dapat kita peroleh dan kita capai maka gunakan setiap kesempatan yang ada tersebut sebagai cara yang ditunjukkan Tuhan kepada kita, mungkin saja kesempatan itu bagian dari doa-doa yang sering dipanjatkan dan petunjuk untuk menjalakan kehidupan ini.

    ReplyDelete
  56. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia memiliki kesempatan untuk memilih masa depan. Tetapi masa depan adalah milik mereka yang berani. Berani mengambil keputusan atas setiap pilihan yang ada di depan kita. Kesempatan yang ada tidak akan pernah datang dua kali, maka kita harus berani memilih. Dan dalam memilih kita harus senantiasa memohon petunjuk kepada Allah SWT. Dengan memohon petunjuk kepada Allah SWT maka semoga pilihan yang kita pilih adalah yang terbaik bagi kita. Amin.

    ReplyDelete
  57. Terimakasih bapak atas saran-sarannya mengenai menghadapi kehidupan di muka bumi ini, saran yang sangat bermanfaat bagi semua kalangan. Meraih masa depan yang cerah dan baik di kehidupan manusia di bumi dengan hati sebagai pembimbing pikiran, jangan meupakan keseimbangan yang sebaiknya selalu kita terapkan dalam kehidupan, tetaplah menjadi orang yang berupaya hidup sebaik-baiknya.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  58. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas elegi kali ini. namun sayang, saya tidak cukup mampu menangkap pesan yang ada dalam artikel di atas. Meretas sejarah peradaban manusia memang pembahasan yang berat bagi saya, terlebih saya kurang menyukai pelajaran sejarah. Namun, tanpa sejarah, tidak ada masa depan. Maka saya setuju dengan pesan para cantraka tentang bagaimana meretas peradaban manusia ke depan. Masa depan hanya milik orang-orang yang mampu berkesempatan dan dapat meraihnya dengan sadar bahwa kesempatan itu tidak datang dua kali. Maka janganlah kita sombong dan menutup diri dengan kesempatan yang datang dihadapan kita, kalau kita tidak mau mencoba apakah kesempatan itu akan datang untuk kedua kalinya. Sehingga, ayo kita tempatkan sifat dan karakteristik kepemimpinan kita dalam melaksanakan segala sesuatu. Kita harus memiliki self efficacy yang cukup untuk melangkah ke depan tanpa terus bergantung pada orang lain. Apalagi kalau kita mampu menempatkan segala kenyataan dan kejadian yang kita alami sesuai ruang dan waktunya, pastilah kita akan paham tentang arti hidup dan cara memperjuangkannya demi meraih masa depan yang cemerlang. Oleh karena nya, marilah kita menyadari bahwa masa depan berada di genggaman setiap insan. Kalau tidak kita persiapkan mulai dari sekarang, kita akan menunggu entah sampai kapan. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  59. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Uraian di atas menyebutkan 10 wasiat kepada para cantraka dalam rangka meretas peradaban manusia. Dalam hal ini saya akan mengkaji wasiat yang pertama dan kedua. Saya setuju bahwa masa depan hana dimiliki oleh orang-orang yang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran bahwa kesempatan tidak datang dua kali. Ketika seorang guru diberikan kesempatan untuk mengajar para siswanya, ambillah kesempatan itu dan lakukan sebaik-baiknya. Berikan metode pembelajaran yang sebaik-baiknya agar dihasilkan anak didik yang berkualitas. Jangan takut untuk mengeksplore beragai macam metode dan inovasi dalam pembelajaran. Wasiat yang kedua yaitu tetapkan tiap-tiap hati sebagai komandan bagi semua pikiran-pikirannya. Hati adalah pengendali segala sesuatu yang ada di pikiran. Hati yang teguh akan menghindarkan seseorang dari suatu kesesatan akibat pikiran-pikiran yang melampaoui batas.

    ReplyDelete
  60. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari artikel ini dapat diperoleh berbagai pengetahuan yang bermanfaat. Salah satunya adalah memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mencapai kesuksesan yang kita harapkan. Kesempatan yang ada hendaknya kita pergunakan dengan sebaik mungkin jangan disia-siakan begitu saja karena belum tentu kesempatan yang ada sekarang ini akan datang lagi dilain waktu. Oleh karena itu, mari kita pergunakan waktu yang kita miliki ini dengan sesuatu yang bermanfaat agar kita tidak menjadi orang yang rugi, dan janganlah kita membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya waktu itu sangatlah berharga.

    ReplyDelete
  61. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Elegi ini menyampaikan banyak pesan kepada kita, kalau saya boleh katakan, tips untuk meraih peradaban dimasa sekarang dan yang akan datang. Hidup yang terus berkembang memaksa kita untuk menyiapkan diri, maka dari itu yang akan mampu menggapai peradaban dimasa sekarang dan yang akan datang adalah mereka yang siap, mampu membaca kesempatan, mampu berpikir kritis dan logis, kreatif dan inovatis, serta terus mau belajar. Selain itu peradaban masa sekarang dan yang akan datang hanya akan dimiliki oleh orang yang mampu menyelaraskan hati dan pikirannya dengan diliputi doa-doa dan niat ikhlas untuk kebaikan. Peradaban sekarang dan yang akan datang adalah milik mereka mampu beradaptasi, menyesuaikan dirinya dengan ruang dan waktu, mereka yang mau menerjemahkan dan diterjemahkan dalam arti silaturahmi.

    ReplyDelete
  62. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B


    Melalui elegi ini kita diingatkan untuk dapat menata masa depan dengan sebaik mungkin di tengah peradaban manusia. Kita harus bisa membaca dan memanfaatkan segala peluang yang ada, berani mengambil langkah dalam ruang dan waktu yang tepat. Bagaimana jalan pemikiran kita ditentukan oleh diri kita sendiri. Oleh karena itu dalam kehidupan kita harus berhementika. Tidak hanya menterjemahkan, kita juga siap diterjemahkan dan terbuka atas segala saran dan masukan yang ada sebagai bagian dari merefleksikan diri.

    ReplyDelete
  63. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Masa depan merupakan misteri bagi setiap manusia. Allah SWT telah menuliskan takdir manusia, tapi Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk senantiasa memperbaiki diri. “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11].

    ReplyDelete
  64. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Salah satu pesan dari sang begawat selatan. Tetapkan tiap-tiap hati sebagai komandan bagi semua pikiran-pikirannya. Kembali kita diingatkan betapa hati adalah perkara yang sangat urgen dalam kehidupan. Hati harus mampu mengendalikan pikiran-pikiran, hati juga harus menjadi filter terakhir saat menimbang dan sebelum memutuskan sesuatu berdasarkan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  65. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Masa depan kita yang menentukan adalah kita sendiri. Seberapa besar usaha kita untuk memperjuangkan kehidupan untuk masa depan kita. Sebagai generasi muda kita harus terus berusaha untuk mewujudkan masa depan bangsa kita yaitu Indonesia menjadi bangsa yang gemilang. Generasi muda akan menjadi sumber peradaban bangsa kelak. Tidak mudah memang untuk meretas sejarah peradaban bangsa. Ikhtiar dan doa harus selalu kita tegakkan

    ReplyDelete
  66. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Wasiat dari Muhammad Nurikhlas kepada para Cantraka dapat membantu dalam menghadapi peradaban manusia yang selalu berubah-ubah. Dalam perjalanan kita, kita harus dapat menggunakan kesempatan yang datang sebaik-baiknya karena kesempatan yang sama tidak akan datang dua kali. Kita harus memaksimalkan dengan berusaha sekuat tenaga dibarengi dengan doa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  67. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Dari 10 poin yang telah ditulis di atas, jika kita dapat menerapkannya dalam hidup kita, kita akan menjadi generasi muda yang besar.
    Terutama poin pertama, adalah tentang kesempatan. Peluang tidak akan datang dua kali, jadi kita harus menggunakan sebanyak mungkin kesempatan yang kita dapatkan. Dibutuhkan keberanian untuk mengambil langkah yang tepat untuk menggunakan kesempatan.
    Seperti kesempatan, setiap kali dalam hidup kita adalah kesempatan, kita tidak bisa mengulanginya untuk kedua kalinya. ketika berlalu, itu juga merupakan kesempatan kita lulus pada waktu itu. jadi kita harus menggunakan waktu kita sebaik yang kita bisa.
    Namun kesempatan bisa datang dengan tak terduga, maka kita juga harus memiliki kesiapan. Jadi kuncinya adalah kesempatan yang diiringi dengan kesiapan.

    ReplyDelete
  68. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Terimakasih untuk pesan-pesan yang telah disampaikan. Sungguh setelah melalui perkuliahan filsafat banyak manfaat yang bisa kami terapkan dalam keseharian seperti selalu melakukan refleksi dan selalu ikhlas dalam mengerjakan sesuatu termasuk dalam hal menuntut ilmu. Semoga pesan-pesan ini selalu dapat kami pegang teguh meskipun perkuliahan filsafat sudah berlalu dan menimba ilmu semata-mata untuk mencari Ridha-Nya.

    ReplyDelete
  69. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Wasiat dari elegi ini memberikan pandangan bahwa sesungguhnya kita harus sadar, ikhlas, dan mampu mengambil kesempatan yang ada untuk kemajuan peradaban manusia. Pikiran sebagai karunia Allah harus dimaksimalkan perannya untuk berpikir. Memikirkan hal yang terjadi disekitar kita, mengambil hikmah setiap kejadian. Gunakan pengalaman sebagai salah satu guru dalam meretas peradaban. Selalu ikhlas dalam setiap tindakan, praktik, persepsi untuk dapat melihat dengan jernih kejadian sekitar

    ReplyDelete
  70. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Terdapat beberapa point penting yang disampaikan pada elegi di atas terkait dengan bagaimana kita mampu meretas sejarah peradaban manusia. Saya akan mencoba merefleksikannya dalam konteks pendidikan, kita sebagai pendidik dan peserta didik. Yang pertama hendaknya kita ikhlas dalam melaksanakan kegitaan kita baik dalam belajar maupun mengajar. Kita menetapkan hati kita dengan niat yang kuat untung mencerdaskan kehidupan bangsa. Yang kedua kita hendanya berpikir dilandasi dengan hati yang tehug, sehingga apabila terjadi kacau pikir kita tida sampai menyebabkan kacau hati. Yang ketiga, kita sebagai guru berusaha memahami situasi siswa dan lingkunganmengajar kita agar lebih peka dalam menanggapi permasalahan. Yang keempat, lapang dada menerima masukan dari orang lain demi perbaikan diri kita. yang kelima, menentukan strategi belajar dan strategi pembelajaran yang tepat agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik dan mencapai tujuan pendidikan. Dan terakhir selalu menjalankan amanah dengan penuh rasa tanggungjawab dan keihklasan.

    ReplyDelete
  71. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  72. Latifah Fitriasari
    PM C

    Gunakan kesempatan itu untuk meraih banyak kesuksesan dan keberhasilan di masa depan. Masa depan itu hanya milik orang-orang yang dapat melihat kesempatan dan dapat melihat peluang. Wasiat dari Muhammad Nurikhlas kepada para Cantraka salah satunya adalah untuk mencapai masa depan yang cerah maka kita harus berpandai-pandai menggunakan kesempatan. Jangan pernah menunda apa yang bisa dilakukan saat ini juga. Saat menunda suatu hal, sebenarnya sangat merugi karena bakal kehilangan kesempatan mendapatkan sesuatu yang indah lebih cepat.

    ReplyDelete
  73. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Salam elegi wasiat ini diperoleh pesan bahwasanya untuk meraih masa depan diperlukan kemapuan unutk mampu melihat kesempatan dan meraihnya dengan kesadraan bahwa kesampatan tersebut tidak datang duakali. Sehingga ketika menggapi kesempatan tersebut, kita akan bersungguh-sungguh melakukannya. Tidak terdapat kerguan didalamnya, dan berani mengambil keputusan secara tepat dan tepat. Semoga kita termasuk orang yang mampu menlihat kesempatan tersebut dan meraihnya dengan sungguh sungguh.

    ReplyDelete
  74. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menukil pendapat dari Prof. Marsgit yang mengesankan bahwasanya kita harus memiliki "hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT. Amin", jika ditinjau ulang hal tersebut merupakan suatu hal yang sulit untuk dicapai dan tidak semua orang mampun untuk melaksanakannya. Seringkali seseorang mampu mengendalikan diri dengan hati yang mengendalikan pikirannya atau di lain waktu pikiran yang mengendalikan hatinya. Namun dalam postingan tersebut keduanya digabungkan dengan konjungsi yang bermakna keduanya hsarus bersinergi dan terlaksana. Seseorang dengan hati mengendalikan pikirannya maka ia akan bertindak dengan mengedepankan perasaan tanpa mengandalkan logika sehingga semuanya kurang sistematis dan terkesan berjalan semaunya dan apa adanya. Namun tidak jarang seseorang yang pikirannya mengendalikan hatinya, sehingga orang tersebut bertindak lebih menggunakan rasio tanpa memikirkan perasaan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  75. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Poin pertama selaras dnegan titah Allah yang pada intinya ialah Allah takkan mengubah kondisi suatu kaum hingga mereka yang mengubah nasibnya sendiri. Dalam kehidupan telah diciptakan takdir untuk semua yang diciptakanNya, namun tidak berhenti sampai di situ, Allah masih menyediakan kesempatan untuk memperbaiki diri jika seseorang itu mau ikhtiar dengan sungguh-sungguh dan berdoa tanpa lelah, maka jangan lelah untuk meminta, Allah Maha Mengabulkan doa takkan kehilangan apapun bahkan jika Allah mengabulkan semua permohonan makhlukNya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  76. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Hidup adalah seni bagaimana kita memilih beribu banyak kesempatan ataupun membangun kesempatan itu sendiri, untuk menentukan hidup seperti apakah yang akan kita jalani sekarang dan di masa depan. Memilih berbagai kesempatan yang dapat mendekatkan kita kepada tujuan hidup. Tidak hanya kehidupan di dunia, namun juga untuk kehidupan setelah kematian. Ini semua tidak lepas dari persiapan-persiapan yang dilakukan sejak dini, persiapan yang dilakukan untuk menggapai cita-cita, menggapai ridho Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  77. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Peradaban adalah parameter keberadaan manusia. Jika orang-orangnya cerdas maka nilai budayanya akan melampaui jumlah mereka. sebaliknya, jika orang-orang tidak cerdas maka nilai budayanya akan berada di bawah jumlah mereka.Peradaban mengandung ideologi, perjuangan, dan keyakinan. Peradaban tertinggi memberi keseimbangan pada komponen tersebut. Orang-orang yang berada dalam peradaban tinggi tidak pernah mencoba untuk memecahkan identitas mereka, ini adalah apa yang kita sebut ideologi. Selain itu, mereka melakukan yang terbaik karena percaya pada masa depan mereka. Sedangkan, peradaban rendah tidak melakukan hal tersebut. karena ketidakseimbangan telah terjadi dalam masyarakat mereka.

    ReplyDelete
  78. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Keputusan kita akan menentukan masa depan yang akan kita peroleh. Keputusan bagaimana kita menjalani hidup, menjalani hidup yang seduai dengan aturan Tuhan YME dan beursaha menggapai ridhaNya. Karen ajika tidak maka bukan masa depan yang cerah yang penuh kebaikan lah yang akan menunggunya, namun masa depan yang gelap, masa depannya si budak power now. Oleh karena itu dalam menjalani hidup kita perlu menetapkan aturan Tuhan YME sebagai yang teratas. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  79. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Dunia ini memanglah bukan dunia yang abadi untuk manusia. Namun, bukan alasan untuk berdiam diri, malah harus menjadi alasan untuk menjadikan setiap sisa waktu di dunia berguna dan bermanfaat. Berguna dan bermanfaat untuk orang lain, dan diri sendiri dalam rangka mengumpulkan bekal dan persiapan untuk kehidupan yang abadi.

    ReplyDelete
  80. Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas tulisan yang bapak sajikan. Ada banyak hal yang bias kita dapatkan dalam tulisan di atas terutama bagaimana kita dapat memahami hakikat kehidupan melalui pemahaman sejarah peradaban manusia. Lagi-lagi pak Marsigit menggunakan penokohan yang unik. Saya sungguh tak tahu siapakah gerangan Muhammad Nurikhlas itu? Apakah itu adalah alter ego bapak? Entalah. Tapi apa yang bapak tuliskan sungguh bermanfaat bagi kita semua. Semoga kita selalu berada di jalan yang lurus. Aamiin!!

    ReplyDelete
  81. Junianto
    PM C
    17709251065

    Kesuksesan hanyalah milik orang yang mau ikhtiar dan tawakal. Ikhtiar mengandung arti bekerja dengan seluruh kemampuan yang ada disertai doa kepada Tuhan. Tawakal berarti berserah diri kepada Allah setelah berikhtiar. Ikhtiar dan tawakal ini haruslah selalu diamalkan oleh manusia sebagai hamba Tuhan yang taat. Dalam berikhtiar dan tawakal tentu tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali namu harus istiqomah dalam arti berkelanjutan dan terus menerus. Sebagaimana kebutuhan manusia yang selalu ada dan terus bertambah maka ikhitar dan tawakal juga demikian adanya. Semakin banyak kebutuhan manusia maka ikhtiar dan tawakal juga harus semakin banyak. Hal lain yang tidak kalah penting dan wajib dilakukan manusia adalah bersyukur atas nikmat dan rezeki yang diberikan Tuhan.

    ReplyDelete
  82. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    seperti yang ayah saya selalu katakan bahwa kesuksesan dimasa yang akan datang ditentukan oleh kita sendiri. berikhtiar semaksimal mungkin dan disertai do'a kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam menggapai impian dan dijauhkan dari segala hambatan yang mampu menghampat tujuan kita

    ReplyDelete
  83. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Masa depan dapat diartikan sebagai sesuatu paling misterius yang harus dijalani setiap manusia. Kita tidak akan tahu bagaimana dan seperti apa masa depan kita. Maka dari itu, kita harus merenungkannya dengan sungguh-sungguh, merencanakan dengan matang serta penuh pengharapan, mengambil kesempatan yang ada, dan menjalankan dengan ikhlas. Berencana dan berusaha sekeras mungkin, itu yang perlu kita lakukan untuk menggapai masa depan. Namun perlu diingat bahwa kita sebagai manusia hanya bisa berencana, berusaha, adapun hasilnya Allah yang menetapkan. Untuk itu, semua usaha yang kita lakukan harus disertai dengan doa. Ikhlas menerima apa yang telah kita usahakan dan ikhlas akan setiap ketetapan Allah. Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi kita semua, aamiin.

    ReplyDelete
  84. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Temukan anti-tesis anti-tesis dari tesis-tesis yang ada dan yang mungkin ada. Sintesiskan tesis-tesis dengan anti-tesisnya."
    Wah ini, membaca bukan hanya menerima isinya. tapi menemukan tesis dan anti-tesisnya. Membuat sintesisnya, baru menemukan pengetahuan dari sana. tak hanya jadi pengikut dangkal, tetapi turut melogikanya sambil mengalami pengalamannya. Terimakasih Prof., memberikan kami pengalaman belajar yang tak terduga.

    ReplyDelete
  85. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Terimakasih atas wasiat yang telah diberikan. Sungguh wasiat-wasiat itu terlihat sangat bermanfaat untuk bekal kita menjadi manusia yang siap akan datangnya masa depan. Wasiat-wasiat itu kelihatannya berat, namun berat itu bukan berarti tidak bisa dilakukan. Wasiat diatas akan saya lakukan semaksimal mungkin. Terimakasih atas wasiat yang diberikan.

    ReplyDelete