Apr 5, 2013

Elegi Menggapai "Foundation of Mathematics Education: The Guru of Ernest"




By Marsigit
Yogyakarta State University

The foundation of mathematics searches the status and the basis of mathematics education. Paul Ernest (1994) delivered various questions related to the foundation of mathematics education as follows:
“What is the basis of mathematics education as a field of knowledge? Is mathematics education a  discipline, a field of enquiry, an interdisciplinary area, a domain of extra-disciplinary applications, or what? What is its relationship with other disciplines such as philosophy, sociology, psychology, linguistics, etc.? How do we come to know in mathematics education? What is the basis for knowledge claims in research in mathematics education? What research methods and methodologies are employed and what is their philosophical basis and status? How does the mathematics education research community judge knowledge claims? What standards are applied? What is the role and function of the researcher in mathematics education? What is the status of theories in mathematics education? Do we appropriate theories and concepts from other disciplines or ‘grow our own’? How have modern developments in philosophy (post-structuralism, post-modernism, Hermeneutics, semiotics, etc.) impacted on mathematics education? What is the impact of research in mathematics education on other disciplines? Can the philosophy of mathematics education have any impact on the practices of teaching and learning of mathematics, on research in mathematics education, or on other disciplines?”

It may emerge the notions that the foundation of mathematics education serves justification of getting the status and the basis for mathematics education in the case of its ontology, epistemology and axiology. Hence we will have the study of ontological foundation of mathematics education, epistemological foundation of mathematics education and axiological foundation of mathematics education; or the combination between the two or among the three.

References:
Ernest, P., 1994, Mathematics, Education and Philosophy: An International Perspective. The Falmer Press: London.

Ernest, P., 2002, What Is The Philosophy Of Mathematics Education?
Paul Ernest University of Exeter, United Kingdom. Retrieved

Ernest, P., 2007, Mathematics Education Ideologies And Globalization. Retrieved

65 comments:

  1. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut saya yang menjadi dasar dari pendidikan matematika sebagai bidang pengetahuan adalah kebutuhan akan keterampilan menghitung atau menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan menghitung. Matematika berhubungan langsung dengan disiplin ilmu seperti filsafat, sisiologi, psikologi, dll, dikarenakan matematika dibangun oleh instuisi yang bersifat pengalaman yang didapat baik dari filsafat maupun kehidupan sosial kita. Filsafat sendri memiliki dampak yang luar biasa didalam perkembangan pendidikan matematika, karena dari filsafat kita akan mengetahui apa sebenarnya matematika tersebut karena filsafat bersifat reflektif.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi tersebut mengatakan bahwa dalam dunia pendidikan pasti tidak terlepas dengan namanya ontologi, epistimologi dan axiologi, yanag mana ketiga unsur itu sangat berperan dalam dunia pendidikan atau sangata berperan lahirnya suatu pengetahuan, yanag mana ketiga bidang itu mempunya tugas masing-masing, dimana ontologi itu apa hakikat suatu pengetahuan, epistimologi bagaimana cara mendapatkan hakikat serta axiologia dalah apa hasilnya, yanag mana axilogi ini akan berpengaruh dengan etika dan estetika dalam suatu pengetahuan. kita tahu bahwa etika dan estetika itu penting ada dalam pengetahuan.

    ReplyDelete
  3. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Pondasi dari matematika adalah menyelidiki keadaan dan dasar dari pendidikan matematika. Paul Ernest (1994) mempunyai beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pondasi pendidikan matematika yaitu sebagai berikut :Apa dasar dari pendidikan matematika sebagai ladang pengetahuan? Apakah pendidikan matematika adalah sebuah disiplin, ladang untuk penyelidikan, area antar cabang ilmu pengetahuan, asal dari aplikasi ilmu, atau apa? Apa hubungannya dengan ilmu yang lain, seperti filsafat, sosiologi, psikologi, linguistik dll? Bagaimana kita beranjak mengetahui dalam pendidikan matematika? Apa dasar dari tuntutan pengetahuan di dalam penelitian pendidikan matematika? Apa metode penelitian dan metodologi yang digunakan dan apa filosofi dari dasar dan keadaan? Bagaimana komunitas peneliti pendidikan matematika menilai tuntutan pengetahuan? Bagaimana standar tersebut diaplikasikan? Apa peran dan fungsi dari peneliti dalam pendidikan matematika? Apa keadaan dari teori dalam pendidikan matematika? Apakah kita menyediakan teori dan konsep dari ilmu lain atau tumbuh dengan sendirinya? Bagaimana mempunyai pengembangan yang modern dalam filsafat (struktur tonggak, struktur modern, ilmu menerjemahkan, semiotics, dll) berdampak pada pendidikan matematika? Apa pengaruh dari penelitian dalam pendidikan matematika atau ilmu lain? Dapatkan filsafat pendidikan matematika mempunyai banyak pengaruh dalam praktik belajar mengajar, dalam penelitian pendidikan matematika, atau dalam ilmu lainnya?

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi di atas memberikan pengetahuan baru mengenai pondasi pembelajaran matematika. Dari elegi di atas dapat disimpulkan bahwa pondasi pendidikan matematika menyajikan pembenaran mendapatkan status dan dasar bagi pendidikan matematika dalam hal ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Sehingga, kita hendaknya memiliki salah satu landasan-landasan tersebut atau kombinasi antara kedua/ketiganya. Oleh sebab itu, kita akan belajar tentang dasar ontologi dari pendidikan matematika, dasar epistemologi dari pendidikan matematika, dan dasar axiologi dari pendidikan matematika, atau kombinasi dari dua atau ketiganya

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016
    Fondasi atau dasar matematika mencarikan status dan basis pendidikan matematika. Ernest (1994) menyatakan bahwa pendidikan matematika merupakan disiplin ilmu, area penemuan atau inquiry, area interdisiplin. Kemudian selanjutnya Ernest (1995) berpendapat bahwa aliran empirisme memandang hakekat matematika adalah pengambilan kesimpulan berdasarkan atas langkah-langkah empiris. Atau dengan kata lain dijelaskan bahwa matematika berasal dari pengalaman. Dimana pengalaman diperoleh karena mengamati, sehingga dalam pembelajaran matematika siswa diberi kesempatan untuk mengamati sesuatu.

    ReplyDelete
  6. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi diatas memuat pertanyaan-pertanyaan Paul Ernest yang berkaitan dengan dasar pendidikan matematika. Menurut Ernest sendiri matematika adalah ilmu tunggal salah satunya karena fungsi-fungsi mental adalah kolektif (misalnya kelompok pemecahan masalah). Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa seluruh proses berfikir dan belajar dibentuk oleh pengalaman sosial yang dialami oleh setiap individu.

    ReplyDelete
  7. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...
    Elegi Menggapai "Foundation of Mathematics Education: The Guru of Ernest", dapat diketahui bahwa terdapat tiga hal mengenai fondasi matematika yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi. Dalam pendidikan matematika, kita diharuskan mengajar peserta didik agar mereka nyaman untuk belajar matematika. Dengan demikian mereka menjadi senang terhadap pelajaran matematika sehingga meningkatkan motivasi untuk tetap belajar. Hal ini dapat mendukung tercapainya prestasi belajar matematika. Selain itu yang paling penting adalah mereka harus menguasai dasar-dasar dalam pelajaran matematika.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menurut Paul Ernest, belajar adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi. Oleh karena itu pendidikan matematika harus membantu perkembangan konstruksi pengetahuan melalui keterkaitan aktif dan interaksi siswa. Menurut Ernest, matematika adalah pengetahuan yang dibangun (mathematical knowledge is constructed) bukan ditemukan (discovered). Filsafat matematika Ernest didasarkan pada asumsi bahwa kebenaran matematika tidak pernah sama sekali pasti.

    ReplyDelete
  9. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Filsafat pendidikan matematika menurut Ernest mencakup tiga hal, yaitu: 1. Tujuan dan nilai pendidikan matematika 2. Teori belajar 3. Teori mengajar.
    Tujuan pendidikan matematika hendaknya mencakup keadilan sosial melalui pengembangan demokrasi pemikiran kritis dalam matematika. Siswa seharusnya mengembangkan kemampuan yang mereka miliki untuk menganalisis masalah matematika. Pendidikan matematika hendaknya dapat menguatkan siswa, hal ini berarti siswa berfikir matematika dalam kehidupan sehari-hari serta mampu menggunakannya sebagai praktik penerapan matematika.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Paul ernest mendeskripsikan apa yang menjadi dasar dari pendidikan matematika. Dari beberapa petanyaan mengenai dasar dalam pendidikan matematika diatas, dasar dalam pendidikan matematika adalah ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Bukan salah satunya saja tetapi ketiganya saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Ontologi pendidikan matematika membhas mengenai kenyataan yang ada dalam pendidikan matematika itu sendiri, epistemologi membahas yang berhubungan dengan hakikat. Sedangkan aksilogi membahas mengenai nilai etika dan estetika.

    ReplyDelete
  11. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Belajar menurut Paul Ernest adalah membangun komunikasi. Membangun komunikasi dalam pembelajaran matematika dibutuhkan skill guru yang tinggi agar siswa mampu memahami apa yang disampaikan oleh guru sehingga siswa dapat dikatakan paham dalam pembelajaran matematika. Siswa yang belum paham juga sebaiknya berkomunikasi dengan baik agar saling memahami.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Kant berpendapat bahwa matematika merupakan pengetahuan yang bersifat sintetik a priori dan merupakan cara berpikir logis yang salah atau benarnya dapat ditentukan tanpa mempelajari dunia empiris. Matematika murni merupakan cabang dari logika, konsep matematika dapat direduksikan menjadi konsep logika.

    ReplyDelete
  13. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Ilmu matematika adalah ilmu yang menuntut agar manusia berfikir kritis, kreatif, mampu melakukan abstraksi, menggunakan logikanya agar manusia tersebut mampu memecahkan masalah. Dengan melatih kemampuan pemecahan masalah yang ada dalam matematika, diharapkan manusia tersebut dapat menerapkan matematika untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menyampaikan matematika, diperlukan suatu metode dalam hal ini pembelajaran kepada para penuntut ilmu matematika, yaitu para siswa maupun mahasiswa. Banyak filsuf telah menggunakan matematika untuk membangun teori pengetahuan dan penalaran yang dihasilkan dengan memanfaatkan bukti-bukti matematika dianggap telah dapat menghasilkan suatu pencapaian yang memuaskan. Matematika telah menjadi sumber inspirasi yang utama bagi para filsuf untuk mengembangkan epistemologi dan metafisik.

    ReplyDelete
  14. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Aksiologi matematika sendiri terdiri dari etika yang membahas aspek kebenaran, tanggungjawab dan peran matematika dalam kehidupan, dan estetika yang membahas mengenai keindahan matematika dan implikasinya pada kehidupan yang bisa mempengaruhi aspek-aspek lain terutama seni dan budaya dalam kehidupan. Jadi, jika ditinjau dari aspek aksiologi, matematika seperti ilmu-ilmu yang lain, yang sangat banyak memberikan kontribusi perubahan bagi kehidupan umat manusia di jagat raya nan fana ini. Segala sesuatu ilmu di dunia ini tidak bisa lepas dari pengaruh matematika.

    ReplyDelete
  15. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dalam buku nya, Ernest memandang matematika sebagai suatu konstruksi sosial. Hal ini didasarkan pada konvensionalisme yang mengakui bahwa manusia, aturan, dan kesepakatan berperan dalam membangun dan membenarkan matematika. Dalam catatan Sriraman, Ernest memberikan tiga alasan atas filosofi ini: pertama, pengetahuan linguistik yaitu sebagai kaidah dan aturan dasar untuk pengetahuan matematika; kedua, proses sosial antar personal diperlukan untuk mengubah pengetahuan subjektif matematika individu menjadi pengetahuan objektif yang bisa diterima secara universal; objektivitas dipahami sebagai sosial.

    ReplyDelete
  16. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas memberikan pengetahuan baru mengenai pondasi pembelajaran matematika. Dari elegi di atas dapat disimpulkan bahwa pondasi pendidikan matematika menyajikan pembenaran mendapatkan status dan dasar bagi pendidikan matematika dalam hal ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Sehingga, kita hendaknya memiliki salah satu landasan-landasan tersebut atau kombinasi antara kedua/ketiganya.

    ReplyDelete
  17. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Selain itu, elegi di atas juga menyajikan berbagai pertanyaan mengenai proses pembelajaran, seperti “Apa dampak dari penelitian dalam pendidikan matematika pada disiplin ilmu lainnya? Dapatkah filsafat pendidikan matematika memiliki dampak pada praktek-praktek pengajaran dan pembelajaran matematika, pada penelitian dalam pendidikan matematika, atau disiplin lain?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sesungguhnya menjadi cerminan kita untuk selalu intropeksi dan berusaha memperbaiki proses pembelajaran yang ada.

    ReplyDelete
  18. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Jika kita dapat menjawab pertanyaan berikut ini maka kita dapat mengetahui status dan dasar dari pendidikan matematika.
    "Apa dasar pendidikan matematika sebagai bidang pengetahuan? Apakah pendidikan matematika adalah disiplin, bidang penyelidikan, area interdisipliner, domain aplikasi ekstra-disiplin, atau apa? Apa hubungannya dengan disiplin ilmu lain seperti filsafat, sosiologi, psikologi, linguistik, dll? Bagaimana kita bisa tahu dalam pendidikan matematika? Apa dasar klaim pengetahuan dalam penelitian dalam pendidikan matematika? Metode dan metodologi penelitian apa yang dipekerjakan dan apakah dasar dan status filosofis mereka? Bagaimana komunitas penelitian pendidikan pendidikan menilai klaim pengetahuan? Standar apa yang diterapkan? Apa peran dan fungsi peneliti dalam pembelajaran matematika? Bagaimana status teori dalam pendidikan matematika? Apakah kita sesuai teori dan konsep dari disiplin lain atau 'tumbuh sendiri'? Bagaimana perkembangan filsafat modern berdampak pada pendidikan matematika? Apa dampak penelitian dalam pendidikan matematika tentang disiplin ilmu lainnya? Dapatkah filsafat pendidikan matematika memiliki dampak pada praktik pengajaran dan pembelajaran matematika, penelitian tentang pendidikan matematika, atau disiplin lainnya? "

    ReplyDelete
  19. Keyakinan seseorang guru matematika terhadap matematika dan proses belajar mengajarnya akan berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukannya dalam mengajar. Guru yang berpandangan instrumentalis akan mengatakan bahwa matematika adalah suatu himpunan dari aturan dan fakta yang tidak saling terkait tetapi bermanfaat maka dampaknya dalam pengajaran guru menekankan pada kemampuan penguasaan materi dengan hasil yang baik. Guru yang berpandangan platonis bahwa matematika sesuatu yang monolit, produk yang bersifat statik dan kekal maka dampaknya dalam pengajaran, guru akan menekankan pada pemahaman konsep dengan menyatukan pengetahuan. Guru yang berpandangan problem solving bahwa matematika merupakan suatu proses pencarian dan sampai pada mengetahui sehingga terjadi penambahan pengetahuan maka dampaknya dalam pengajaran, guru akan berperan sebagai fasilitator, yaitu menekankan pada problem posing and solving.

    ReplyDelete
  20. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    P.Mat D S2 2016

    Dari pertanyaan apa peran penelitian dalam matematika? mungkin jawabannya dikarenakan dalam pembelajaran matematika keadaaan / suasana pembelajaran terjadi masalah-masalah yang sangat kompleks sehingga dari penelitian ini dapa menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kegiatan pembelajaran matematika ini. Bisa jadi dalam penelitian menghasilkan metode tertentu, stategi tertentu, bahkan perangkat tertentu yang dapan membantu pendidik dalam sebuah pembelajaran.

    ReplyDelete
  21. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada merupakan sesuatu yang berhirarki, begitu pula dengan matematika. Fondasi dari pendidikan matematika merupaan ontologi, epistimologi, dan aksiologi dari pendidikan matematika itu sendiri. Ketika kita ingin benar-benar mengerti mengenai apa yang menjadi pondasi dari pendidikan matematika maka kita harus mempelajari tiga hal tersebut.

    ReplyDelete
  22. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Beberapa pertanyaan dari Paul Ernest terkait dengan pendidikan matematika. dari uraian di atas, munculah suatu gagasan mengenal pendidikan matematika, landasan matematika meliputi aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi. Sehingga kita akan memiliki landasan ontologis studi matematika pendidikan, landasan epistemologis pendidikan matematika dan landasan aksiologis pendidikan matematika, atau kombinasi antara dua atau di antara ketiganya.

    ReplyDelete
  23. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Fondasi matematika yang yang selama ini kita kenal dalam bentuk landasan dasar ontologi, epistemologi dan aksiologi pendidikan matematika berawal darii pertanyaan-pertanyaan Ernest dalam mencari status dari landasan yang menjaadi dasar dalam matematika. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Ernest mengenai landasan atau dasar dari matematika ini melahirkan landasan pendidikan matematika yang sering kita pelajari dalam memahami filsafat pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  24. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pahami dari elegi ini adalah dalam bagaimana dasar dalam membelajarkan matematika. Pada buku yang pernah saya baca bahwa Paul Ernest menyatakan bahwa salah satu tema yang menarik dalam pendidikan matematika adalah ideologi pendidik progresif. Setidaknya ada tiga arah pendekatan yang berbeda tapi saling terkait dari ideologi ini yaitu: Penyediaan lingkungan dan pengalaman terstruktur dengan tepat untuk pembelajaran matematika; Pendampingan terhadap anak dalam penyelidikan aktif dan otonom dalam matematika; Memperhatikan perasaan, motivasi, sikap, dan perilaku dari siswa itu sendiri. (Ernest, 2004)
    sumber: Ernest, P. (2004). The Philosophy of Mathematics Education. (RoutledgeFalmer, Ed.) (E-Library).

    ReplyDelete
  25. Muh Wildanul Firdaus
    17709251012
    Pendidikan matematika S2

    Jika dilihat dari sudut pandang epistemologi, sistem-sistem pendidikan matematika bersinggungan langsung dengan matematika, dan oleh karena itu epistimologi merupakan determinan utama paham-paham dan praktik-praktik kependidikan. Epistimologi memberikan pengaruh langsung terhadap bidang pendidikan matematika. Asumsi-asumsi epistimologis berkenaan dengan komunikasi pengetahuan dari satu orang ke orang lain juga akan berpengaruh terhadap metodologi pengajaran dan fungsi guru dalam konteks edukatif. Seorang guru harus memahami epistimologinya sebelum mengoperasionalkannya secara efektif.

    ReplyDelete
  26. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Pertanyaan-pertanyaan Paul Ernest memunculkan fondasi pendidikan matematika. Berdasarkan elegi ini, fondasi pendidikan matematika ialah mendapatkan status dan dasar bagi pendidikan matematika dalam ontologi, epistemologi, dan aksiologinya serta kombinasi dua dari ketiga aspek tersebut. Ontologi merupakan hakikat, sedangkan epistemologi adalah metode, dan aksiologi adalah etik dan estetikanya. Maka fondasi pendidikan matematika didapatkan dari hakekat pendidikan matematika, metode pendidikan matematika, dan etik dan estetika pendidikan matematika, atau kombinasinya.

    ReplyDelete
  27. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Paul Ernest . Untuk dapat memahami matematika secara dalam kita perlu memahaminya secara ontologi, epistemologi dan aksiologi. Ontologi membedah tentang apa yang ingin kita ketahui, yaitu teori tentang ‘ada’. Epistemologi adalah tentang cara untuk mendapatkan pengetahuan mengenai objek tersebut. Sedangkan Axiologi tentang nilai atau kegunaan dari pengetahuan tersebut. Jika kita berangkat dari tiga landasan tersebut, maka kita akan lebih mudah mendapatkan hakekat dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

    ReplyDelete
  28. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Dari masalah-masalah yang dipaparkan oleh Paul Ernest lewat teorinya yang dirangkaikan dalam kumpulan pertannyaan menjadi wacana penting buat kita untuk memberikan pandangan tersendiri terkait dengan pendidikan matematika.Kalau diamati berdasarkan kenyaatan, orang-orang mengatakan bahwa matematika sangat bersahabat dengan lingkungan kehidupan sehari-hari.Tentunya bersifat realitas dan memiliki nilai-nilai penting serta dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.Oleh karena itu pendidikan matematika tidak dapat terlepas dari pembentukan dasar yang disebut dengan istilah ontologi, epistimologi, dan aksiologi

    ReplyDelete
  29. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ini saya memahami bahwa terdapat banyak pertanyaan dari Paul Ernest yang terkait dengan dasar pendidikan matematika, dimana pertanyaan-pertanyaan tersebut berkaitan dengan pondasi atau landasan pendidikan matematika.
    Maka untuk memahami dasar dari pendidikan matematika bisa didapatkan dari ontologi, epistemologi dan axiologinya. Ontologi adalah yang membahas tentang hakekat yang terdapat pada kenyataan dan berdasarkan kepada logika yang ada. Epistemologi adalah yang membahas tentang bagaimana cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut. Sedangkan axiologi adalah yang membahas bagaimana cara untuk menggunakan ilmu pengetahuan tersebut. Jadi, dalam mempelajari mpendidikan matematika diperlukan ketiga hal tersebut.

    ReplyDelete
  30. Junianto
    17709251065
    PM C

    Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Paul Ernest tentu bisa menggugah pikiran kita tentang matematika dan pembelajaran matematika. Pada intinya, dasar dari matematika adalah mencari status dan dasar pendidikan matematika. Bagaimana proses pembelajaran, metode, dan evaluasi yang diterapkan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran matematika. Pertanyaan-pertanyaan itu mengacu pada pertanyaan ontologi, epistimologi dan aksiologi yang menjadi metode filsafat juga dalam upaya mencari pengetahuan.

    ReplyDelete
  31. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pada elegi diatas terdapat beberapa pertanyaan paul ernest berkaitan dengan hubungan pendidikan matematika dan filsafat. Dalam membangun ilmu pengetahuan ada 3 sudut pandang yaitu epistemologi, ontologi dan aksiologi. Ketiga sudut pandang itu jika dipakai maka akan membantu menjelaskan hubungan filsafat dengan pendidikan matematika. Karena yang sering menjadi pertanyaan adalah manfaat apa yang diperoleh dari belajar filsafat pendidikan matematika, apakah berpengaruh dalam pembelajaran matematika atau tidak.

    ReplyDelete
  32. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya mencermati isi yang ada dalam postingan ini bahwa matematika dapat dijadikan sebagai intuisi. Tentunya setiap intuisi yang dirasakan bermanfaat dalam berbagai bidang ilmu. Pada bidang ilmu psikologi, intuisi erat dengan proses biopsikologi yang mana semua perasaan dapat diproses melalui proses biologis atau organ-organ tubuh. Adanya intuisi membuat seseorang menjadi mampu mengingat, membayangkan, merasakan dan memberikan definisi pada suatu obyek. Dalam bidang filsafat tentunya terlihat pada bagian epistemologinya. Tentunya setiap ilmu membutuhkan intuisi sebagai rancangan dan pembentukan pengetahuan. Seseorang dapat mengerti dan memahami pengetahuan melalui epistemologinya masing-masing cabang ilmu yang dipelajarinya. Setiap ilmu memerlukan suatu penalaran dan pemaknaan.

    ReplyDelete
  33. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Postingan di atas kembali membawa saya untuk menyadari betapa pentingnya berpikir kritis. Berpikir kritis harus dimunculkan dalam setiap aktivitas kita. Maka munculnya beberapa pertanyaan di atas, merupakan suatu upaya berpikir kritis untuk mendapatkan pengetahuan tentang matematika itu sendiri. Pertanyaan pertanyaan itu jugalah yang membawa kita pada statement bahwa status dan dasar untuk pendidikan matematika terdapat dalam hal ontologi, epistemologi dan aksiologi. Ketika matematika sudah diimani secara ontologi, epistemologi, dan aksiologi, maka seluruh pertanyaan pertanyaan di atas dipastikan dapat dijawab dalam perspektif pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  34. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Dasar dari matematika adalah menerapkan proses pembelajaran, metode, dan evaluasi. Yang mana ketika diterapkan maka akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran matematika. Didalam Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Paul Ernest semuanya mengacu pada ontologi, epistimologi dan aksiologi yang menjadi metode filsafat juga dalam upaya mencari pengetahuan.

    ReplyDelete
  35. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  36. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    pertanyaan yang diajukan oleh Paul Ernest terkait dengan gagasan tentang dasar pendidikan matematika dapat ditinjau dari sudut pandang ontologi, epistemologi dan aksiologi, di mana ketiga hal ini merupakan objek kajian dalam filsafat. Kemudian ada satu pertanyaan yang ingin saya sampaikan yaitu apakah induk dari semua ilmu (termasuk matematika) adalah dari filsafat? Mohon penjelasannya, Bapak. Terimakasih.

    ReplyDelete
  37. Terimakasih bapak atas saran bacaan dari P. Ernest. Hal ini mengingatkan saya, bahwa sebagai bagian dari guru matematika harus memiliki fondasi dari pendidikan matematika. bagaimana ontology, epistemology, aksiologinya. Seorang guru matematika yang baik akan menjadi guru yang baik jika dia sudah memahami aspek-aspek tadi dalam pendidikan matematika, tidak hanya memhami konsep-konsep dari matematika saja.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  38. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPS Pendidikan Matematika C

    Pertanyaan kritis dari Paul Ernest adalah sebuah tantangan bagi seluruh pihak yang berkecimpung di dalam dunia pendidikan matematika. Apakah perbedaan secara mendasar antara matematika (murni) dengan pendidikan matematika sehingga harus dipisahkan dan berdiri sendiri sebagai cabang ilmu? Lebih dalam lagi, kita juga harus memahami filsafat pendidikan matematika sehingga kita dapat menelaah pendidikan matematika dari ontologi, epistemologi, dan aksiologinya. Beban berat peneliti pendidikan matematika adalah untuk mempertahankan eksistensi bahwa pendidikan matematika memiliki esensi tersendiri dengan fundamental yang kuat sehingga seluruh pertanyaan Paul Ernest dalam artikel ini dapat kita jawab.

    ReplyDelete
  39. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi ini menyampaikan isi dari pemikiran paul ernest dalam pendidikan matematika. Fondasi matematika dibangun sejak seseorang masih kecil. Dan bagaimana memahami matematika bukan hanya hitung-menghitung melainkan juga dapat dihubungkan dengan ilmu-ilmu lainnya serta dapat berguna bagi kehidupan.

    ReplyDelete
  40. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Foundation of Mathematics Education on this blog can be seen from Paul Ernest’s questions. The question from Paul Ernest in this elegi inform us that we are as a teacher, we can’t say that our explanation at the class can be student’s thingking foundations of mathematics if we only teach them the abstract mathematics. We can do some research to prove that young students is really need the real mathemtics not abstract mathematics. If we use real mathematics on giving problems, it will give them strong foundation more than we give problem from abstract mathematics
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  41. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dari serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh Paul Ernest, muncul gagasan bahwa fondasi pendidikan matematika menyajikan pembenaran mendapatkan status dan dasar bagi pendidikan matematika dalam hal ontologi, epistemologi dan aksiologinya.
    Matematika sebagai ilmu dasar segala bidang ilmu pengetahuan adalah hal yang sangat penting untuk kita ketahui. Oleh sebab itu, matematika ada dalam setiap jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, Sekolah Dasar, sampai pada jenjang Perguruan Tinggi.

    ReplyDelete
  42. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Segala ilmu di dunia ini pasti memiliki kebenarannya masing-masing asalkan ilmu tersebut telah memenuhi kajian filsafat yaitu dapat memenuhi ontologi, epistemologi dan aksiologi. Saat ilmu tersebut telah memenuhi ketiganya maka tidak diragukan lagi bahwa ilmu tersebut memiliki peran penting dalam kehidupan ini dan terkait dengan ilmu lainnya. Ketika banyak pertanyaan mengenai urgensi dan manfaat dari suatu ilmu seperto yang dibahas dalam postingan ini khususnya pendidikan matematika, saya rasa pendidikan matematika telah mencakup dan memenuhi ontologi, epistemologi dan aksiologi.

    ReplyDelete
  43. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Pendidikan matematika menurut saya merupakan salah satu disiplin ilmu yang penting dalam kehidupan ini. Pendidikan matematika tidak hanya memikirkan diri sendiri. Pendidikan matematika memikirkan siswa-siswa bagaimana agar mereka memahami matematika. Pendidikan matematika mempunyai asa untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa. Mempertimbangkan ruang dan waktu agar matematika bisa diterima dengan baik oleh siswa. Sehingga, seyogyanyalah pendidikan matematika dan matematika murni saling bersinergi agar dapat memajukan pengetahuan di bidang matematika.

    ReplyDelete
  44. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Malalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Ernest , sehingga memunculkan pemikiran mengenai pondasi matematika yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu ontology, epistimologi dan aksiologi. Oleh karena itu, ketiganya dapat menjadi acuan dasar untuk mengembangkan pemahaman dan pemikiran mengenai pendidikan matematika. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  45. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Matematika sebagai disiplin ilmu atau dalam kaitannya dengan dunia pendidikan juga memiliki ontology, epistimologi dan axiology. Terimakasih Pak Marsigit karena terlah memberikan referensi bacaan dan dapat sebagai kajian pustaka dalam memahami landasan pendidikan matematika menurut Ernest. Beberapa juga telah disampaikan dalam blog ini di dalam peta pendidikan.

    ReplyDelete
  46. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Bagaimana kita bisa menjadi tahu dalam pendidikan matematika ? Dalam pendidikan matematika, proses pengetahuan di konstruk lewat suatu aktivitas nyata dalam kehidupan siswa. Dari sini akan terlihat bagaimana cara siswa belajar, cara siswa memahami, cara siswa berkomunikasi. Pendidikan matematika sangat interdispliner, membutuhkan psikologi untuk belajar gaya belajar siswa, kognitif siswa, motivasi siswa. Membutuhkan filsafat untuk menjelaskan tujuan belajar matematika.

    ReplyDelete
  47. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pondasi utama dalam pendidikan matematika adalah guru itu sendiri. Bagaimana cara guru memperlakukan subjek belajar dalam pendidikan matematika. Bagaimana cara dia merancang aktivitas belajar siswa. Sungguh sangat ironis jika pendidikan matematika diajarkan sesuai sifat matematika yang abstrak dan formal.

    ReplyDelete

  48. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Pertanyaan-pertanyaan yang muncul mengindikasikan bahwa kita sedang belajar, dari pertanyaan-pertanyaan itulah kita akan mengkaji lebih dalam mengenai suatu fenomena berdasarkan rasa ingin tahu kita. Seperti pertanyaan-pertanyaan mengenai pondasi pendidikan matematika ini. Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan ini maka kita dapat mengkaji pendidikan matematika melalui jalan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Karena pendidikan matematika merupakan obyek filsafat juga.

    ReplyDelete
  49. Latifah Fitriasari
    PM C

    Elegi di atas memberikan pengetahuan baru mengenai pondasi pembelajaran matematika. Pondasi dari matematika adalah menyelidiki keadaan dan dasar dari pendidikan matematika. Pondasi matematika membenarkan dasar pendidikan matematika dalam hal ontologi nya, epistemologi dan aksiologi. Sehingga kita akan memiliki landasan ontologis studi matematika pendidikan, epistemologis yayasan pendidikan matematika dan landasan aksiologis pendidikan matematika, atau kombinasi antara dua atau di antara tiga.

    ReplyDelete
  50. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Filsafat matematika Ernest didasarkan pada asumsi bahwa kebenaran matematika tidak pernah sama sekali pasti. Selanjutnya Ernest dalam Martin (2009) menyatakan bahwa faktor paling penting dalam penerimaan masalah yang diusulkan dari pengetahuan matematika adalah buktinya. Menekankan pada reduksi formal, menjadi proses yang dipusatkan pada pembuktian. Pembuktian adalah teks naratif, yang juga bagian dari percakapan atau dialog yang berkelanjutan, sebab mengasumsikan sebuah respon (Martin: 2009: 69).

    ReplyDelete
  51. Dalam teori Paul Ernest (Martin, 2009:77) matematika sebagai ilmu yang dibangun lebih merupakan proses sosial dibandingkan proses individual. Hal ini dikarenakan:
    1.Pemikiran individual mengenai kesulitan-kesulitan awal yang muncul akan dibentuk dengan komunikasi atau percakapan.
    2.Seluruh pemikiran individual yang selanjutnya dibentuk oleh pemikiran social.
    3.Fungsi-fungsi mental adalah kolektif (misalnya kelompok pemecahan masalah). Oleh karenanya, dapat dikatakan bahwa seluruh proses berfikir dan belajar dibentuk oleh pengalaman sosial yang dialami oleh setiap individu. Untuk membawa pengalaman sosial yang bermakna dalam suatu pembelajaran maka guru harus bisa memfasilitasi kegiatan pembelajaran tersebut sesuai dengan kebutuhan siswa.
    497) Filsafat pendidikan matematika menurut Paul Ernest (Martin, 2009: 79) mencakup tiga hal, yaitu: Tujuan dan nilai pendidikan matematika, teori belajar, teori mengajar.

    ReplyDelete
  52. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Dari artikel diatas, terdapat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Paul Ernest (1994). Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut muncullah sebuah gagasan bahwa fondasi pendidikan matematika menyajikan pembenaran mendapatkan status dan dasar bagi pendidikan matematika dalam hal ontologi nya, epistemologi dan aksiologi. Oleh karena itu kita akan memiliki landasan ontologis studi matematika pendidikan, epistemologis yayasan pendidikan matematika dan landasan aksiologis pendidikan matematika, atau kombinasi antara dua atau di antara tiga.

    ReplyDelete
  53. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pertanyaan-pertanyaan Paul Ernest pada postingan ini tentang fondasi pendidikan matematika menunjukkan bahwa awal dari segala ilmu adalah berpikir kritis. Dan dengan berpikir kritis alan muncul pertanyaan-pertanyaan seperti pertanyaan-pertanyaan tentang fondasi pendidikan matematika diatas. Seorang calon guru seharusnya memahami apa fondasi pendidikan matematika, bagaimana ontology nya, epistemologinya, dan aksiologynya. Dengan memahami fondasi pendidikan matematika, seorang guru dapat menentukan kemana arah pembelajaran di kelas akan dibawa.

    ReplyDelete
  54. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Paul Ernest mengajukan beberapa pertanyaan mengenai dasar pendidikan matematika. Dari pertanyaan tersebut kita dapat menarik kesimpulan. Matematika dasar dapat dilihat dari ontologi,Epistemologi, dan aksiologi. Dengan demikian kita dapat menjalankan pendidikan dasar matematika.

    ReplyDelete
  55. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Landasarn pendidkan matematika darielegi siatas masih dalam bentuk kemungkinan yang dapat muncul, yaitu berupa gagasan tentang mendapatkan status dan dasar untuk pendidikan matematika dalam hal ontologi, epistemologi dan aksiologi. Oleh karena itu kita akan memiliki studi tentang dasar ontologis pendidikan matematika, dasar epistemologis pendidikan matematika dan dasar aksiologis pendidikan matematika; atau kombinasi antara keduanya atau di antara ketiganya.

    ReplyDelete
  56. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari elegi di atas dapat disimpulkan bahwa pondasi pendidikan matematika menyajikan pembenaran atas status dan dasar bagi pendidikan matematika dalam hal ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Kita perlu memahami dan memiliki pondasi-pondasi tersebut sebagai pedoman atau acuan dalam mendidik. Sehingga, kita hendaknya memiliki salah satu landasan-landasan tersebut atau kombinasinya agar membantu kita dalam melaksanakan pembelajaran yang bermakna.

    ReplyDelete
  57. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Menetapkan dasar matematika tidaklah mudah, memerlukan banyak pertimbangan dan pemikiran akan dampak dan akibat penetapan sebuah dasar. Dalam bacaan tersebut Ernest mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan matematika. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu untuk menentukan dasar matematika. Matematika yang seperti apa yang dimaksudkan sehingga dasar yang digunakan mampu mencakup seluruh yang ada dan yang mungkin ada dalam matematika.

    ReplyDelete
  58. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Paul Ernest merupakan salah satu tokoh filsafat aliran absolutisme. Aliran ini berpandangan bahwa dalam pengetahuan matematika adalah terdiri dari kebenaran tertentu dan unchallengeable. Menurut pandangan ini, pengetahuan matematika adalah kebenaran mutlak, dan merupakan pengetahuan yang unik, terlepas dari logika dan pernyataan yang benar dan terlepas dari makna. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  59. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Kant berpendapat bahwa matematika merupakan pengetahuan yang bersifat sintetik a priori dan merupakan cara berpikir logis yang salah atau benarnya dapat ditentukan tanpa mempelajari dunia empiris. Matematika murni merupakan cabang dari logika, konsep matematika dapat direduksikan menjadi konsep logika.

    ReplyDelete
  60. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    saya memahami pendidikan matematika sebagai partner dari matematika murni, yang saling bekerja sama untuk mentransformasi matematika murni atau matematika di perguruan tinggi yang bersifat abstrak dengan berbagai komponen dan prinsip-prinsipnya, menjadi matematika yang dapat diajarkan di sekolah dengan cara mengemas matematika menjadi lebih ramah bagi anak-anak di sekolah dengan tidak melanggar aturan-aturan penting dalam prinsip yang ada dalam matematika.

    ReplyDelete
  61. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dari elegi di atas dapat disimpulkan bahwa pondasi pendidikan matematika menyajikan pembenaran mendapatkan status dan dasar bagi pendidikan matematika dalam hal ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Sehingga, kita hendaknya memiliki salah satu landasan-landasan tersebut atau kombinasi antara kedua/ketiganya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  62. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Kita akan belajar tentang dasar ontologi dari pendidikan matematika, dasar epistemologi dari pendidikan matematika, dan dasar axiologi dari pendidikan matematika, atau kombinasi dari dua atau ketiganya
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  63. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Pendidikan matematika tentu muncul dar teori matematika yang ada yang kemudian diramu sedemikian rupa agar dapat diterima siswa dengan baik dan benar. Menelusuri awal mula dan status pendidikan matematika, metode dan metodologi penelitian apa yang digunakan, apa dasar dan status filosofis nya, bagaimana komunitas penelitian pendidikan pendidikan menilai klaim itu termasuk dalam sebuah pengetahuan, kemudian standar apa yang diterapkan, apa peran dan fungsi peneliti dalam pendidikan matematika, dan lain sebagainya, akan menjadi pembahasan yang panjang dan kompleks. Hal itu karena pendidikan matematika muncul dan dibangun untuk memahamkan siswa bermula dari yang sederhana dan konkrit. Sehingga akan ada banyak gagasan tentang ontologi, epistemologi dan aksiologi dari pendidikan matematika yang muncul seiring berjalannya waktu.

    ReplyDelete
  64. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Lahirnya pendidikan matematika dari ilmu matematika merupakan sebuah jawaban atau trobosan dalam permasalahan bagaimanakah mengajarkan matematika kepada anak-anak. Tentu tidak ada masalah atau hanya sedikit masalah dalam mengajarkan matematika kepada orang dewasa, namun mengajarkan matematika pada anak SD tidaklah sama dengan mengajarkan matematika pada orang dewasa. Oleh karenanya dalam pendidikan matematika, akan muncul pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana metodenya, bagaimana modelnya, bagaimana pendekatannya, bagaimana evaluasinya, apa saja instrumennya, apa saja alat-alatnya.

    ReplyDelete
  65. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi di atas menyampaikan pertanyaan-pertanyaan mengenai pondasi dari pendidikan matematika. Sedangkan pondasi matematiku itu sendiri ada tiga, yaitu ontology, epistimologi dan aksiologi. Selain itu, pondasi matematika juga bisa didapat dari kobinasi ketiga hal tersebut.

    ReplyDelete