Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas I: Informasi awal




Oleh Marsigit

Cantraka:

Alhamdulillah...saya ucapkan selamat datang kembali kepada guru saya Sang Bagawat Selatan yang telah mendapat nama baru menjadi Muhammad Nurikhlas. Juga saya mengucapkan kepada isteri beliau Sang Dewi Sawitri yang telah mendapat nama baru Siti Nurikhlas. Mohonpetunjukmu bagaimana sebaiknya saya dapat memanggilmu?

Muhammad Nurikhlas:
Saya belumlah pantas disebut Ustad, juga belum pantas disebut Kyai, maka panggil saja Bapak Muhammad Nurikhlas, atau Muhammad Nurikhlas, atau secara singkat Nurikhlas begitu saja.

Cantraka:
Baiklah Bp. Muhammad Nurikhlas, saya ingin bertanya...walaupun sedikit, bolehkah aku engkau beri ilmumu yang baru engkau dapatkan dari kegiatan Mengajimu dari berbagai guru Spiritual?

Muhammad Nurikhlas:

Alhamdulillah..boleh juga. Wahai Cantraka Sakti dan Cantraka Ikhlas, sebentar lagi Sang Transenden Spiritual Utama akan mengadakan Ritual Ikhlas. Saya menyarankan agar engkau dapat mengikutinya. Demikian, aku juga akan mengikutinya. Nanti akan ada banyak sekali para Cantraka, Santri, Ulama, Ustad, Kyai, Ulama, Umaro, Matematikawan, Guru Matematika, Profesor, Doktor, dari berbagai penjuru Dunia yang akan mengikuti Ritual Ikhlas. Maka bersiaplah.

Cantraka Sakti dan Cantraka Ikhlas:
Apakah kira-kira kegiatan utamanya. Apakah Ritual Ikhlas itu merupakan Perlombaan, Ujian, Pertandingan, Seminar, Workshop, atau Ibadat, atau sekedar Ritual saja. Apakah bersifat wajib atau sunat?

Muhammad Nurikhlas:

Ritual Ikhlas yang akan diselenggarakan Transenden Spiritual Utama itu merupakan ajang atau wahana atau kesempatan atau karunia dimana akan diberi kesempatan dan akan difasilitasi bagi semua orang yang beriman untuk menunjukkan keikhlasannya dengan cara beribadat seikhlas-ikhlasnya dan sebanyak-banyaknya.

Cantraka Sakti dan Cantraka Ikhlas:
Oh...kami sangat senang sekali. Inilah momentum yang kami cari-cari selama ini. Ini pula kesempatan yang kami tunggu-tunggu. Kemudian kami ingin bertanya, apakah syarat-syarat dan persiapan yang harus kami lakukan? Dan kemudian bagaimana teknis pelaksanaannya?

Muhammad Nurikhlas:
Mencari ilmu dengan ilmu. Mencari hidayah dengan hidayah. Menggapai rakhmat dengan rakhmat. Maka menggapai ikhlas pun dengan ikhlas. Maka syarat agar engkau mampu mengikuti Ritual Ikhlas nanti adalah ikhlas dalam hatimu. Secara teknis maka persiapan dirimu adalah dengan cara menata ibadatmu, memaksimalkan Zikirmu, jangan sekali-kali meninggalkan Salat wajib, memperbanyak Salat Sunat, membaca Kitab Suci, kurangilah tidur dan makan kalau perlu berpuasa. Bersiaplah melakukan jihad memerangi hawa nafsu. Berikan semua yang engkau miliki atau yang engkau cintai sekalipun demi berjuang di jalan Allah, lupakan sementara kesibukan duniawi, dan pelajari syariat-syariat atau tata cara beribadat yang benar, banyaklah berubudiyah atau beramal di jalan Allah. Bagaimana engkau Cantraka sakti dan Cantraka Ikhlas apakah engkau sudahmempersiapkan segala sesuatunya?

Cantraka Sakti:
Wuheh...Bapak Muhammad Nurikhlas...semoga persiapan saya tidak kurang satu apapun. Ketahuilah bahwa saya baru saja lulus Magister dari perguruan Luar Negeri. Banyak ilmu dan pengalamanyang aku timba di sana. Pengalaman apa saja ada di sana dan aku telah mengalami itu semua. Dan itu bersifat universal dan inernasional. Kalau hanya untuk mengatasi kepentingan-kepentingan lokal seperti mengikuti Ritual Ikhlas saya pikir tidak seberapa. Saya punya keyakinan aku akan mampu mengatasi segala macam rintangan yang ada. Maka akan aku persiapkan sebaik-baiknya. Akan aku bawa perbekalan sebanyak mungkin, jangan sampai kelaparan, jangan sampai kekurangan dana, jangan sampai terputus komunikasi, jangan sampai kedinginan karena tidak bawa baju tebal. Kalau hanya untuk perbekalan satu sampai sepuluh hari, tidak masalah bagiku. Aku sudah punya pengalaman mempersiapkan diri pergi jauh dan lama hingga dua tahun tidak pulang. Aku juga akan jaga staminaku dengan cara membawa lengkap obat-obatan, vitamin, obat kuat, ..semua obat-obatan akan saya bawa semua. Aku akan jaga staminaku dengan cara joging, bersepeda, olahraga, pushup, dst sehinga otot-otot tangan dan kakiku akan mampu menunjang kegiatanku mengikuti Ritual Ikhlas. Aku akan bawa setrika, minyak wangi, dan baju-baju yang baru agar penampilanku tetap segar dan terjaga. Aku akan jaga performance ku dan jaga bicaraku agar aku tetap bisa disegani sebagai seorang intelek yang baru saja lulus dari luar negeri. Aku akan siap membantu para petugas jika nanti tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta lainnya.

Muhammad Nurikhlas:
Bagaimana persiapanmu Cantraka ikhlas?

Cantraka Ikhlas:
Maaf Bapak Muhammad Nurikhlas, persiapanku tidaklah seperti Cantraka Sakti. Kebetulan aku baru sibuk mengurusi dan memberi pengajian kepada adik-adik Santri dan Santriwan, hingga waktu aku berangkat terkira aku tidak punya kesempatan untuk mempersiapkan diri. Persiapanku hanyalah bersifat rutin saja. Secara rutin aku berusaha mengefektifkan ibadatku, memaksimalkan Zikirku, tidak sekali-kali meninggalkan Salat wajib, memperbanyak Salat Sunat, membaca Kitab Suci, mengurangi tidur dan makan, kadang-kadang berpuasa senin kamis. Saya merasa tidak mempunyai apapun, ilmu apapun, harta apapun untuk mempersiapkan Ritual Ikhlas yang akandatang. Aku hanya merasa mempunyai niat dan keteguhan hatiku seraya memohon ampun dan perlindungan kepada Allah SWT semoga aku diberi kekuatan dalam mengikuti Ritual Ikhlas. Aku hanya merasa mempunyai jiwa dann raga saja, yang jika Allah mengehendaki untuk meminta-Nya kembali maka akupun akan serahkan dengan ikhlas. Aku cuma mempunyai buku kecil yang berisi tentang tata cara beribadat dan syariat yang benar.

Cantraka Sakti dan Cantraka Ikhlas:
Bagaimana teknis pelaksanaan Ritual Ikhlas nanti?

Muhammad Nurikhlas:
Ya cuma masalah teknis pelaksanaannya saja agar berlangsung secara tertib mengingat akan ada banyak sekali peserta yang akan mengikuti Ritual Ikhlas. Tentu ada Panitia, tentu ada pendaftaran, tentu ada jadual kegiatan, tentu ada kegiatan-kegiatan menuju ikhlas, tentu ada tata cara yang disepakati agar semuanya berjalan lancar. Ikuti dan laksanakan saja petunjuknya. Selamat mengikuti kegiatan Ritual Ikhlas, semoga sukses. Amin.

3 comments:

  1. Naja Nusaibah
    13301241042
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dalam setiap kegiatan atau aktifitas, hal terpenting yang harus da adalah niat. Terutama niat dari diri sendiri. Termasuk dalam ritual ikhlas. Cantraka Sakti dan Cantraka Ikhlas memiliki niat yang besar. Namun terdapat perbedaan diantara keduanya. Dalam hal ini keduanya sama-sama mempersiapkan diri dalam menjalankan niat tersebut. Tetapi terdapat perbedaan persiapan diri antara Cantraka Sakti dan Cantraka Iklas. Cantraka Sakti mempersiapkan diri dari segi fisik dan materi sedangkan Cantraka Ikhlas mempersiapkan diri dari segi jiwa dan rohani.

    ReplyDelete
  2. Naja Nusaibah
    13301241042
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Menurut saya persiapan diri yang paling tepat dalam melakukan ritual ikhlas adalah persiapan yang dilakukan oleh Cantraka Ikhlas. Karena ikhlas merupakan kegiatan yang dilakukan oleh batin. Memang persiapan fisik dapat membantu. Tetapi yan terpenting adalah persiapan rohani dalam melakukan ritual ikhlas.


    ReplyDelete
  3. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Tentang ikhlas. Bahkan seberapa banyak-pun kita tahu dan hapal teorinya, menjelaskan maknanya tetap terasa rumit. Yang saya pahami adalah ikhlas adalah sesuatu yang hanya dapat dimengerti oleh hati kita sendiri. Keikhlasan bukanlah sesuatu yang dapat dilihat oleh mata biasa, ia dirasakan oleh mata hati.

    Ikhlas. Bukan berarti tetap melakukan sesuatu yang tidak ingin kita lakukan. Tapi meski tidak ingin, kita melakukan karena mengharap keridhaan-Nya. Meski sulit, semua teratasi karena kita mengharapkan keridhaan-Nya.

    Ikhlas adalah soal kerendahan hati. Allahu’alam.

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.