Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 38 : Menggapai Pikiran Ikhlas




Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan pertanyaan dari Sdr Nurfita Handayani:

Ass.. dalam artikel bpk menuliskan setinggi-tingginya dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya. untuk menujukan adanya keikhlasan dalam hati kita masing-masing, maka bagaimanakah kita menunjukan rasa ikhlas dalam ilmu filsafat?



Jawaban saya (Marsigit):

Ass..Purwanti RYA ..ikhlas dalam pikir dan ikhlas dalah hati, begitulah.
Uraian saya berikut saya fokuskan pada ikhlas dalam pikir. Sedangkan untuk ikhlas dalam hati mungkin diuraikan secara terpisah.

Jika yang engkau maksud ikkhlas dalam filsafat adalah ikhlas dalam pikir, maka sebenar-benar ikhlasnya pikiran adalah "pure reason".

Pure reason itu tidak lain tidak bukan adalah terbebas dari "prejudice".

Prejudice adalah pengetahuanmu juga. Jika aku katakan pengetahuanmu adalah hidupmu, maka "prejudice" adalah hidupmu juga.

Maka "menuju prejudice" adalah pegetahuanmu atau logosmu.

Sedangkan "menjadi prejudice" adalah mitosmu.

Maka "bukan prejudice" itu adalah anti-tesis dari prejudice, dan sebaliknya.

Jadi ikklas dalam pikiranmu adalah kesediaan dan kesiapanmu membuat anti-tesis dari pengetahuanmu.

Tidak hanya itu saja, ikhlas dalam pikiranmu juga kesediaanmu dan kesiapanmu membuat sintetis antara tesis dan anti-tesis.

Yang telah aku sebut itulah sebenar-benar ilmumu dan juga filsafatmu.

Maka aku telah membuktikan bahwa iklhas dalam pikir tidak lain tidak bukan ternyata adalah filsafat itu sendiri.

Jika engkau pikir filsafat adalah "bijak" mu maka ikhlas dalam pikir itu ternyata adalah juga "bijak" mu.

Itulah yang selama ini kita pelajari, kita diskusikan, aku buatkan elegi dan juga telah berusaha digapai oleh para filsuf besar dari jaman Yunani Kuno sampai jaman komtemporer sekarang.

Untuk kesekian kali aku telah membuktikan bahwa ilmu itu dimulai dengan pertanyaan.

Penjelasanku tentang pertanyaanmu ini itulah sebenar-benar ilmuku.

Maka jangan ragu-ragu untuk selalu memproduksi pertanyaan, karena mereka itulah landasan dari filsafatmu.

Sedangkan engkau tahu bahwa sebenar-benar filsafat adalah hidupmu.

Maka pertanyaan-pertanyaanmu itu adalah hidupmu.

Hidupmu itulah keberadaanmu.

Maka aku juga telah membuktikan cogito ergosumnya Rene Descartes, bahwa engkau ada "hidup" adalah dikarenakan engkau masih bisa bertanya.

Tetapi engkau mampu bertanya adalah karena ikhlas pikirmu.

Maka barang siapa tidak ikhlas dalam pikirnya maka dia terancam tidak bisa bertanya.

Maka barang siapa tidak bertanya atau tidak mau bertanya, maka dia akan terancam hidupnya.

Sebenar-benar hidupmua adalah pertanyaanmu.

Ilmu bermodal ilmu, ikhlas bermodal ikhlas, hidayah bermodal hidayah, bertanya bermodal bertanya.

Maka tiadalah kemampuanmu bertanya itu datang seketika dari langit, tiada pulalah hidupmu itu sekonyong datang dari langit, kecuali hal yang demikian juga adalah ikhtiarmu.

Maka aku juga telah menemukan bahwa ikhtiarmu itulah hidupmu.

Dari ikhlas pikir sampai ikhtiar dan hidup.

Itulah aku juga telah membuktikan bahwa setiap kata-katamu adalah puncak gunung es duniamu.

Maka ilmumu adalah penjelasanmu dari setiap puncak gunung es mu.

Penjelasanmu adalah ilmumu adalah filsafatmu dan ternyata adalah ikhlas pikirmu.

Maka ikhlas dalam filsafat adalah ikhlas dalam pikir adalah ternyata filsafat itu sendiri.

Itulah yang sebenar-benar sedang engkau hadapi.

Belajar filsafat adalah usahamu menggapai ikhlas dalam pikirmu.

Maka baca dan renungkanlah.

Amiin

91 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Belajar filsafat adalah usahamu menggapai ikhlas dalam pikirmu.
    Karena belajar filsafat adalah belajar mengenai pikiran dan diri kita sendiri. dengan belajar membaca dan merenungkan yang tidak ada habisnya, karena bapak marsigit sudah mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menggapai pemahaman diri selain hanya berusaha.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Memang tidak mudah untuk menggapai ikhlas, termasuk ikhlas dalam pikir. Ikhlas dalam pikir bisa dilihat dari pertanyaan yang diajukan. Manusia dikatakan hidup jika masih bisa bertanya karena dengan bertanya manusia melalui proses berpikir dan mengkonstruksi pengetahuannya. Hanya manusia yang memiliki ikhlas dalam pikirnya yang mampu untuk bertanya. Tentu untuk mencapainya dibutuhkan usaha/ikhtiar, niat, doa, dan ikhlas, semata-mata hanya karena Allah.

    ReplyDelete
  3. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Ikhlas tidak hanya ikhlas hati, tetapi juga harus ikhlas pikir. Karena setinggi-tinggi ikhlas adalah ikhlas hati dan ikhlas pikir. Mempelajari filsafat memerlukan kedua keikhlasan tersebut dan juga keihklasan yang lainnya. Ikhlas dalam pikir membuat pikiran kita terbuka, tidak terbebani, dan kreatif sehingga kita mampu untuk berani bertanya, untuk berpikir kritis. Untuk melatih keikhlasan pikir adalah mencoba untuk mempelajari filsafat dengan baik.

    ReplyDelete
  4. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kumpulan elegi-elegi ritual ikhlas Bapak Marsigit mengingatkan kita untuk selalu menerapkan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika belajar, bekerja, berdoa, dan kegiatan lainnya. Lakukanlah segala sesuatu dengan niat semata-mata beribadah kepada Allah swt. Seperti pernyataan di atas “Setinggi-tingginya dunia dan akhirat adalah ikhlas.” Pernyataan tersebut sungguh luar biasa. Ikhlas menjadi kunci utama perjalanan hidup kita, di mana yang akan menentukan ke mana kita berjalan. Namun janganlah kau ragu-ragu dalam menjalankan kebaikan. Pada dasarnya keraguan merupakan godaan syaitan yang berusaha menghalangi langkah kita. Yakin dan teruslah berusaha.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Ikhlas dalam pikiran tidak pernah terlepas dari keikhlasan dari hati kita. Sama halnya dalam belajar filsafat, keihlasan hati dan pikiran sangat dibutuhkan karena ketika hati dan pikiran kita tidak ikhlas apa yang kita lakukan semuanya akan sia-sia dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Tetapi ketika kita melakukan segala sesuatu dengan hati dan pikiran yang ikhlas niscaya apa yang kita peroleh akan sangat bermanfaat untuk hari depan.

    ReplyDelete
  6. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada elegi ini saya tertarik dengan kalimat "kau mampu bertanya adalah karena ikhlas pikirmu. Maka barang siapa tidak ikhlas dalam pikirnya maka dia terancam tidak bisa bertanya. Maka barang siapa tidak bertanya atau tidak mau bertanya, maka dia akan terancam hidupnya. Sebenar-benar hidupmua adalah pertanyaanmu." pada elegi ini menyiratkan bahwa keikhlasan pikiran adalah ikhlas untuk mendapatkan hal yang baru dalam pikirannya. Ketidak ikhlasan dalam berpikir berarti membatasi pikiran untuk mendapatkan ilmu yang baru. dan jika kita tidak tau hal yang baru maka terancamlah hidup kita dalam ketinggalan.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    “Belajar filsafat adalah usahamu menggapai ikhlas dalam pikiranmu”. Belajar filsafat berari belajar mengenali diri. Karena berfilsafat adalah kegiatan olah pikir, yang adalah refleksi diri, maka saat belajar filsafat kita belajar merefleksikan diri kita. Apa yang ita temukan mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita, mungkin hal yang tidak ingin kita pikirkan kembali apalagi direfleksikan kembali dalam kehidupan kita. Namun, saat kita dengan ikhlas menerima dan memikirkannya dengan hati yang lapang, maka ikhlas pikir itupun akan dicapai oleh kita. Berusahalah senantiasa untuk menggapai ikhlas dalam pikiran kita masing-masing, walaupun sulit melakukannya berusahalah untuk bisa melaluinya.

    ReplyDelete
  8. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Sesuatu yang dipikirkan akan menjadi kekuatan dalam diri. Entah itu positif entah itu negative. Pikiran memiliki kekuatan untuk menentukan keberadaan kita di masa depan. Jika pikiranmu baik, maka baikah kehidupanmu, jika pikiranmu jahat, maka jahat juga kehidupanmu. Pikiran manusia dituntun oleh hatinya. Selama hatinya ikhlas menjalani hidup, pikirannya akan menjadi positif. Dengan demikian maka kebahagiaan, kedamaian, kesehatan, kesejahteraan, dan kemudahan akan diberikan kepadanya. Pikiran positif lahir dari hati yang ikhlas dan senantiasa bersyukur

    ReplyDelete
  9. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Berdasarkan elegi tersebut yang dapat saya pahami adalah keikhlasan dapat dicapai dengan mensinkronkan antara pikiran, perbuatan dan hati. Manusia adalah makhluk yang dibekali akal dan pikiran serta budi namun manusia cenderung bertindak tanpa mampu menyeleraskan ketiganya. Manusia mampu mencapai keikhlasan jika mampu berikhtiar atas apa telah dikerjakannya. Dengan memiliki keikhlasan dalam diri manusia mampu menjaga perilaku, hati dan pikirannya dari perbuatan negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  10. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Adanya keikhlasan dapat menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa. Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang hamba yang menginginkan keikhlasan dalam seluruh aktifitasnya hendaklah berniat dalam melaksanakan aktifitasnya dengan niat-niat sebagai berikut: Hendaklah dalam beramal dilandasi oleh keimanan kepada Allah, dan ini adalah niat yang paling prinsip karena tanpa keimanan semua amalan akan menjadi sia-sia, tidak berarti dan tidak bernilai sedikitpun di sisi Allah. Ikhlas adalah suatu perbuatan hati, kondisi atau keadaan jiwa. Ikhlas artinya murni, bersih batin kita dalam rangka beribadah kepada Allah. Perbuatan yang dilakukan dengan kemurnian akan menyelamatkan seseorang dari kerusakan. Maksudnya perbuatan tersebut tidak tercemari oleh sifat-sifat tercela, suka pujian, dan benci celaan. Sebab, kemurnian dalam hatinya akan melenyapkan setiap noda keburukan.

    ReplyDelete
  11. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 38. Seperti yang selalu Prof. Marsigit tekankan kepada kami para mahasiswa, dalam melakukan segala sesuatu pertama tama dan memang yang paling utama adalah harus ikhlas terlebih dahulu. Dalam elegi ini disampaikan ada dua macam ikhlas ikhlas hati dan ikhlas pikir. ikhlas pikir yaitu pertanyaan kita, ilmu kita dan filsafat kita. Usaha memproduksi pertanyaan adalah usaha untuk menambah ilmu, menajamkan filsafat kita dan merupakan usaha menggapai ikhlas pikir dalam diri kita.

    ReplyDelete
  12. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Prof Marsigit menyampaikan kepada pembaca tentanf begitu pentingnya keikhlasan dalam hidup dengan disajikannya Elegi ritual Ikhlas 1 sampai 45. Artinya belajar ikhlas itu tidaklah mudah. Terkadang mulut berkata ikhlas namun hati masih meragu bahkan tidak ikhlas. Mengendalikan hati tentu tidaklah mudah, padahal Allah menilai hati hambaNya. Marilah kita terus berdoa dan berikhtiar dengan sebaik yang kita bisa dalam menggapai ikhlas agar kita mendapat kedamaian jiwa, terhindar dari kerisauan, dan tentunya mendapat Ridha Allah. Aamiin

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dalam menimba ilmu setidaknya disertai dengan keikhlasan, niscaya semua usaha keras ini akan dihitung sebagai amal obadah. Namun ikhlas disini tidak hanya ikhlas hati namun juga ikhlas pikiran. Mengapa? Agar tiada keterpaksaan dalam belajar. Semua itu tercermin dalam proses berpikir yang ditunjukkan dalam mengungkap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ikhlas dalam pikiran artinya pure reason. Pure reason terbatas dari prejudice. Prejudice adalah pengetahuanmu sekaligus hidupmu, sekaligus mitosmu. Jadi ikhlas dalam pikiran artinya kesediaan dan kesiapanmu membuat anti-tesis dari pengetahuanmu. Ikhlas dalam pikiran juga kesediaan dan kesiapan membuat sintetis antara tesis dan anti-tesis.
    Imu itu diawali dari bertanya. Orang bisa bertanya karena ada ikhklas di hatinya. Orang yang tak bisa bertanya akan terancam hidupnya.

    ReplyDelete
  15. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi diatas saya belajar bahwa pikiran yang ikhlas merupakan pure reason yaitu terbebas dari prejudice. Ikhlas merupakan kedudukan paling tinggi setelah Iman. Memiliki pikiran yang ikhlas tidaklah mudah. Oleh karena itu, kita harus memperkuat iman kita terlebih dahulu, sehingga keikhlasan dalam hati akan muncul dengan sendirinya. Dengan pikiran yang ikhlas kita akan mendapat pengetahuan baru dengan mudah.

    ReplyDelete
  16. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar filsafat merupakan cara untuk menggapai ikhlas, adalah sebuah kalimat yang begitu dalam maknanya. Filsafat hidup dan filsafat kehidupan setelah tiada dunia.

    ReplyDelete
  17. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Memang begitu dalam karena berfilafat berarti mencari akar dari sebuah hal yang nantinya akan berujung pada keikhlasan dalam menerima setiap hal yang ada.

    ReplyDelete
  18. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pikiran yang ikhlas dapat dicapai oleh manusia apabila manusia itu telah terbebas dari segala macam prejudice. Berpikir ikhlas tentang segala hal artinya manusia itu telah mencurahkan segala hal yang dia bisa untuk memikirkan hal tersebut dengan tidak mengukurnya dengan apa yang telah dipahaminya atau sesuai dengan pengetahuannya. Manusia yang memiliki ikhlas pikir, harus dapat membuat antitesis dari segala tesis-tesisnya. serrta menjembatani atau mensintesis dari tesis dan antitesisnya. Orang yang telah memiliki ikhlas pikir ini akan memandang segala sesuatu sesuai dengan apa adanya sesuatu itu, tidak memihak atau memahami sesuatu secara setengah-setengah yang tentu akan sangat berpengaruh terhadap segala keputusan-keputusan yang diambil oleh manusia,

    ReplyDelete
  19. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia yang tidak memiliki ikhlas pikir ini adalah manusia yang akan selalu diliputi rasa kesombongan dan memaksakan kehendaknya atau pemikirannya terhadap orang lain. Orang yang tidak memiliki ikhlas pikir ini berrrarti dia tidak siap untuk menerima bahwa dalam dunia ini pasti ada berbagai macam sisi, dia hanya melihat dari satu sisi saja dan tidak mau atau menutup dari sisi lainnya., Baginya apa yang dia pahami adalah yang paling benar, sehingga pemikirannya hanya akan menimbulkan benturan-benturan dalam kehidupan. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu ikhlas dalam berpikir, terbebas dari segala macam belenggu yang dapat menutupi dan menjauhkan kita dari kebenaran yang sejati,

    ReplyDelete
  20. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Menggapai pikiran ikhlas adalah ikhlas dalam berfikir melalui merasa membutuhkan akan hal itu dan berusaha untu mendapat ilmu. Ikhlas pikir maka juga harus ikhlas batin/hati untuk benar-benar mendapat hal-hal yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  21. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Pikiran ikhlas dalam filsafat ternyata adalah filsafat itu sendiri. Mempelajari fisafat adalah sebuah keikhlasan. Belajar filsafat berarti munculnya pertanyaan pertanyaan tentang filsafat itu sendiri. Sedangkan tidak mungkin seseorang memproduksi pertanyaan jika dia tidak ikhlas. Maka pertanyaaan dari “Apakah sesungguhnya ikhlas pikir itu?” juga merupakan suatu ikhlas pikir. Selama kita hidup kita akan selalu bertanya tentang banyak hal, sedangkan bertanya itu adalah awal dari ilmu. Jadi agar kita dapat memperoleh ilmu terlebih dahulu kita harus ikhlas pikir. Jika ada yang membaca komen ini dan bertanya dalam hati apa maksudnya, maka itulah calon ilmu yang sedang dalam bentuk pertanyaan, dan itulah ikhlas pikir.
    Jangan ragu-ragu untuk memproduksi pertanyaan karena pertanyaan adalah landasan dari filsafat. Salah satutanda bahwa kita sedang belajar filsafat adalah munculnya pertanyaan-pertanyaan di dalam pikiran kita. Jika kita ikhlas memikirkannya maka pertanyaan tersebt akan berubah menjadi ilmu. Maka sebenar-benar seseorang yang sedang belajar filsafat maka ia akan meraskan kebingungan dan kekacauan di dalam pikirannya karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan mengenai fisafat itu. Maka sekacau-kacaunya pikiran kita maka kita harus ikhlas memikirkannya agar kacaunya pikir tidak menjalar ke kacau hati. Karena kacau pkir akan menjadi ilmu sedangkan kacau hati akan menjadi penyakit hati.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  22. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Rasa ikhlas tidak bisa direncanakan ataupun dijadwalkan. Rasa ikhlas akan muncul dengan sendirinya, yang pasti atas kehendak Allah SWT. Kehidupan ini pada hakikatnya adalah sebuah pilihan bagi manusia, Allah memberikan hal yang baik dan yang buruk agar manusia mampu memilih diantara keduanya. Sedangkan kegiatan manusia di dunia ini merupakan ikhtiar yang bertujuan untuk mendapatkan ridho-Nya serta keberkahan-Nya dalam hidup manusia itu, namun diberkahi atau tidaknya amal perbuatan kita itu bukanlah urusan manusia, tetapi wewenang dari Allah SWT. Kita hanya mampu berikhtiar dan berdoa, kita hanya mampu berusaha dan memohon kepada-Nya, segala keputusan tentang kita adalah hak Allah semata. Oleh karena itu, setiap hal yang kita lakukan seharusnya dikerjakan dengan rasa ikhlas.

    ReplyDelete
  23. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Kita harus selalu belajar untuk ikhlas di dalam melakukan sesuatu, agar sesuatu yang kita lakukan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Menuntut ilmu adalah merupakan suatu kewajiban. Untuk memahami ikhlas dalam hal belajar, maka kita juga harus tahu terlebih dahulu bahwa menuntut ilmu itu wajib hukumnya, sehingga ketika kita menjalankannya akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Siapa sih yang tidak mau pahalanya bertambah, maka dalam hal ini patutlah kita bersikap ikhlas di dalam menuntut ilmu, karena di balik itu semua ada pahala besar yang telah menanti kita

    ReplyDelete
  24. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pelajaran yang kami dapat adalah keikhlasan dalam mempelajari filsafat adalah keikhlasan dalam berpikir. Yaitu keikhlasan untuk mencarai sesuatu yang baru dan keikhlasan untuk menerima sesuatu yang baru dalam artian kesiapan pikiran untuk mencarai sesuatu yang baru dan kesiapan pikiran untuk menerima sesuatu yang baru. Pikiran yang siap membuat atau mencari anti tesis dari sesuatu yang diterima, kesiapan pikiran yang siap mensintesis tesis dan anti tesis yang didapatkan sehingga didapan suatu kesimpulan yang merupakan tesis juga. Semoga kami dalam mempelajari filsafat mampu menggapai keikhlasan dalam berpikir. Amin.

    ReplyDelete
  25. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih prof, menurut pemahaman saya, ikhlas dalam pikir adalah ikhlas dalam menerima dan mempelajari hal yang baru, yang terkadang saat kita merasakan sulitnya pembelajaran yang kita alami menurunkan keinginan kita untuk belajar, namun dalam hal ini keikhlasan kita untuk tetap berikhtiar diperlukan. Ikhlas dalam pikir juga memudahkan ilmu untuk kita pahami karena saat pikiran kita tidak ikhlas kita pun sulit menerima ilmu.

    ReplyDelete
  26. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sejatinya manusia itu sedang dan dalam rangka menggapai keikhlasan. Dan belajar filsafat merupakan salah satu wahana kita untuk mengembangkan pikiran kita dalam menggapai keikhlasan tersebut. belajar filsafat bukan hanya kita menghafal tokoh-tokoh beserta pendapatnya, tetapi lebih dalam dari itu. Kita akan bisa memahami makna yang tersirat di dalamnya sehingga mampu menerapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, karena filsafatmu adalah kehidupanmu.

    ReplyDelete
  27. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi di atas, ikhlas dalam menggapai pikiran sama halnya ikhlas dalam berfilsafat. Karena berfilsafat merupakan berpikir. Maka untuk menggapai keihklasan dalam berpikir maka kita harus ikhlas dalam berfilsafat. Karena tiada sesuatu hal dapat diambil manfaatnya jika tidak ada rasa ikhlas dalam melakukannya. Untuk itu mulai dengan mencari sintesis, anti-tesis, dan mensintesis segala yang ada dan mungkin ada agar membiasakan kita untuk berpikir. Karena ilmu pengetahuan sangat luas keberadaannya. Tak lupa dalam mengimplementasikannya dengan disertai rasa ikhlas.

    ReplyDelete
  28. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Dalam elegi di atas, dijelaskan tentang bagaimana menggapai pikiran yang ikhlas. Pikiran yang ikhlas adalah pure reason, yang terbebass dari pengetahuan. Yang dimaksud dengan pikiran yang ikhlas adalah kesediaan dan kesiapan kita membuat anti-tesis dari pengetahuan kita. Pikiran memiliki kekuatan yang menentukan arah hidup, sehingga pikiran yang ikhlas sangatlah penting untuk berada dalam diri manusia. Keikhlasan pikiran kita akan membantu untuk memahami ilmu atau pengetahuan.

    ReplyDelete
  29. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas uraian yang penuh manfaat dan di luar dugaan saya. Tenyata ikhlas adalah ikhlas pikir dan ikhlas hati. Saya sangat tertarik dengan elegi ini. Sama seperti elegi-elegi sebelumnya, menyeret saya berkaca diri, memaksa saya menilai diri saya sendiri sejauh mana saya berada. Dan terkadang, jawabannya adalah jauh sekali dari yang seharusnya. Mohon ijin berpendapat, lewat elegi ini saya melihat bahwa ikhlas pikir ialah keadaan di mana kita senantiasa berupaya menggapai logos, memposisikan diri seperti gelas kosong yang benar-benar haus ilmu, terus berjalan berlari mengejar. Maka di dalamnya kita harus senantiasa berfikir kritis, tidak puas dengan suatu jawaban saya. Ya, ketika kita puas pada satu jawaban, menghentikan kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan, bisa jadi di situlah kita terjebak dalam ruang gelap-mitos. Maka untuk membuat kita menjadi seseorang yang aktif berpikir kritis, mengajukan pertanyaan-pertanyaan adalah dengan kesediaan dan kesiapan kita membuat anti-tesis dari pengetahuan yang kita miliki. Hal ini akan membuat kita senantiasa bertanya, berpikir, dan mengejar suatu jawaban. Tidak berhenti di situ saja, maka untuk menghindari mitos selanjutnya, marilah kita sintesiskan anti-tesis anti-tesis pengetahuan kita tersebut. Jangan berhenti, tolong ingatkan saya untuk tidak berhenti. Mari kita, jangan berhenti. Bismillah, dengan menyebut nama Allah, mari kita berusaha. Semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya.

    ReplyDelete
  30. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Ikhlas pikiran merupakan kesediaan dan kesiapanmu membuat anti-tesis dari pengetahuan. Kemudian ikhlas dalam pikiran juga kesediaan dan kesiapan membuat sintetis antara tesis dan anti-tesis. Karena sebenar benar ilmu maka ia juga filsafat. Ikhlas dalam pikir itu merupakan filsafat itu sendiri. Ilmu itu dimulai dengan pertanyaan atau rasa ingin tahu. Yang kemudian menuntut jawaban jawaban. Sehingga kunci pentingnya yaitu bagaimana ketika kita belajar ikhlas pikir dalam filsafat.

    ReplyDelete
  31. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Dalam hidup ini hendaknya selalu berusaha untuk mencari ilmu. Belajar dan mencari ilmu selalu menggunakan olah pikir. Ketika belajar dan mencari ilmu tentulah muncul pertanyaan-pertanyaan. Termasuk dalam belajar filsafat. Belajar filsafat adalah belajar tentang segala hal yang ada dan yang mungkin ada. Belajar filsafat menjadikan seseorang berpikir luas, kemudian memunculkan banyak pertanyaan. Misalnya memikirkan tentang suatu hal akan memunculkan pertanyaan, dari pertanyaan tersebut muncul lagi pertanyaan begitu seterusnya. Sehingga akan merasa bahwa diri ini merasa selalu kurang akan pengetahuan yang dimiliki dan akan terus mencari untuk menggapai pikiran ikhlas.

    ReplyDelete
  32. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Berdasarkan elegi ini, pikiran ikhlas merupakan keihklasan di dalam pikiran untuk bersedia dan siap membuat anti tesis dari setiap pengetahuan yang dimiliki (tesis), dan juga mensintesiskan keduanya. Maka di dalam membangun pengetahuan, kita tidak cukup pada tesis saja atau berhenti pada suatu pemahaman saja, tetapi juga perlu membuat antitesis dari pengetahuan tersebut serta mensintesiskan keduanya. Dengan demikian, pikiran ikhlas tidak akan pernah berhenti pada suatu pemahaman bahkan justru terus menerus mengembangkannya. Namun, kita tetap harus menyadari bahwa pikiran kita terbatas sehingga membangun ilmu ialah dalam rangka menggapai ridho Allah di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  33. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berdasarkan elegi di atas, belajar filsafat ternyata juga merupakan usaha untuk menggapai ikhlas dalam pikiran. Karena menurut elegi di atas, pikiran yang ikhlas ialah ketika kita bersedia untuk membuat anti tesis dari pengetahuan yang kita miliki atau menyusun sintesis dari tesis dan anti tesis yang ada. Menurut saya, tidak hanya belajar filsafat yang merupakan usaha untuk menggapai ikhlas dalam fikiran, belajar hal yang lain pun merupakan usaha untuk menggapai ikhlas dalam fikiran, karena dalam belajar apapun dibutuhkan kesediaan dari kita untuk mengkonstruk pengetahuan dengan bertanya, membuat tesis dan anti tesis, ataupun mensintesiskan tesis dan anti tesis. Jika tidak ada rasa bersedia untuk seperti itu, maka kita tidaklah dapat menggapai pikiran yang ikhlas, dan ilmu pun akan susah untuk masuk dan dipahami.

    ReplyDelete
  34. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Ikhlas ternyata ada dua, ikhlas pikir dan ikhlas hati. Tentu saja saya baru mengetahui, ternyata karena sekarang saya baru belajar filsafat. Sedangkan ikhlas pikir adalah filsafat itu sendiri. Mampu berartanya karena ikhlas pikiran, apakah belum mampu bertanya bisa dikatakan belum ikhlas pikiran Pak?. Dan pada elegi ini juga dikatakan “barang siapa tidak bertanya atau tidak mau bertanya, maka dia akan terancam hidupnya”, bagaimana jika bukan tidak maun bertanya melainkan sulit atau bingung apa yang harus ditanyakan, apakah itu juga indikasi teancam hidupnya?. Tetapi dengan tidak sadarnya sekarang saya sedang bertanya, apakah saya sedang menggapai logos atau termakan mitos ku sendiri? Tapi ini lah bentuk ikhtiar dari menggapai logos.

    ReplyDelete
  35. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Setelah membaca elegi-elegi yang ada ,saya harus menemukan beberapa kata sambil memainkan jari-jemari di atas leptop untuk mengomentarinya.Membutuhkan pikiran yang ikhlas dan memenangkan untuk mencari kata yang tepat.Itulah yang saya rasakan ketika saya membaca elegi di atas.Berpikir adalah banyak bertanya dan banyak membaca.Dari keseringan bertanya dan membaca itulah kita dapat mengembangkan pikiran.Karena berfilsafat adalah berfikir.Dan saya berterimaksih kepada Bapak, di mana setiap kali ada pertemuan belajar dalam kelas nasehat itu selalu dingatkan.Satu lagi yang tak dapat dilupakan untuk menyertakan kata ikhlas dalam hal apapun termasuk berpikir.

    ReplyDelete
  36. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terimakasih sekali untuk penjelasan yang begitu terperinci ini Prof. Saya sampai terkesima saat membacanya. Saat ini yang saya bisa lakukan adalah berusaha untuk tidak malu dalam bertanya. Saya menyadari ilmu datang dari sebuah pertanyaan. Namun, terkadang saya sendiri berpikir bahwa pertanyaan yang ingin saya tanyakan apakah layak untuk ditanyakan atau tidak. Saya juga menyadari bahwa tidak ada pertanyaan yang salah. Bagaimana menyikapi hal yang seperti ini Prof? Kemudian, bagaimana memberanikan diri untuk bertanya?

    ReplyDelete
  37. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Seperti yang Bapak sebutkan di atas bahwa salah satu ciri sikap ikhlas dalam pikiran ialah berusaha membuat sintesis antara tesis dan antitesis. Hal ini tentu tidak bisa kita lakukan jika kita membatasi hal yang kita pelajari. Berarti ciri ikhlas dalam pikiran ia terus belajar tentang apa yang belum ia ketahui dan memperdalam apa yang telah ia ketahui.

    ReplyDelete
  38. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Banyak dari kita memahami filsafat sekedar teori tentang hidup, tentang buku bacaan yang menampilkan keindahan kata-kata, hingga kunci dari teka-teki hidup. Bagi saya filsafat adalah tentang cara manusia untuk berpikir. Dengan memahami filsafat sebagai cara berpikir manusia maka manusia tidak akan terikat oleh teori-teori yang rumit dan susah untuk dipelajari. Filsafat sejatinya adalah menikhlaskan pikiran, bukan tentang bagaimana memikirkan keikhlasan.

    ReplyDelete
  39. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Orang-orang berpikir adalah orang-orang yang bertanya, dan orang-oarang bertanya itu adalah orang yang berpikir kritis. Dimana orang-orang yang berpikir kritis adalah orang-orang yang intensif dan ekstensif dalam menentut ilmu. Sehingga orang-orang tersebut tidak terjebak dalam suatu mitos. Dan orang-orang tersebut ialah orang-orang yang ikhlas dalam pikirnya.

    ReplyDelete
  40. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Trimakasih, saya senang belajr filsafat. Sedikit demi sedikit saya menemukan bahwa memang hidup ini adalah filsafat. Bertemu orang, melihat peristiwa, semua ternyata tak lepas dari filsafat. Dan lebih senang lagi menemukan, diteguhkan dalam elegi ini, bahwa belajar filsafat pun adalah usaha menggapai ikhlas. Filsafat yang dulu terasa menyeramkan, saat ini pun masih demikian. Bukan karena dia menakutkan, namun karena dia, si filsafat itu, tak pernah habis dijelaskan. Dulu seakan yang namanya filsafat itu adalah diskusi tak habis habisnya, kini mulai sedikit sedikit merambah pada kenyataan... hidup ini adalah perkara menerjemahkan dan diterjemahkan, tak pernah habis... tesis-antitesis, dan segala lainnya, adalah nyata dalam keseharian.

    ReplyDelete
  41. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 38 ini, saya memahami bahwa menggapai pikiran ikhlas sama halnya dengan menggapai ikhlas dalam berfilsafat. Karena belajar filsafat merupakan usaha dalam menggapai ikhlas dalam pikiran. Keikhlasan dalam mempelajari dan menerima suatu hal yang baru, serta keikhlasan dalam menuju pikiran ikhlas itu sendiri. Maka semuanya dapat dimulai dengan mencari tesis dan anti-tesis dan kemudian mensintesisnya dari segala yang ada dan yang mungkin ada. Membuat pertanyaan dan kemudian mencari jawaban atas pertanyaan tersebut dengan cara berpikir kritis. Semoga kita semua mampu menggapai pikiran ikhlas dalam berfilsafat.

    ReplyDelete
  42. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    Membaca elegi ini membuat saya berpikir apakah kesulitan saya memahami filsafat karena saya tidak memumbuhkan keikhlasan dalam berpikir? Jika saya berasumsi bahwa filsafat adalah suatu hal yang sulit maka hati dan pikiran saya akan tertutup dan memandang filsafat sbg suatu dinding hambatan yang tak pernah bisa saya runtuhkan. Semoga kedepannya saya dan kita semua dapat menggapai keikhlasan.

    ReplyDelete
  43. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    bingung adalah proses dalam menuju tahu. ketika kita berfikir dan menimbulkan pertanyaan maka itu lah proses kita dalam mencapai pengetahuan. memepelajari filsafat ialah proses kita dalam mengenal kehidupan. kebingungan kebingungan dalam mempelajarinya ialah proses kita dalam menggapai pengetahuannya dan menandakan kita bahwa dengan tidak sadar kita terus menerus mencoba dalam memahaminya.

    ReplyDelete
  44. Junianto
    17709251065
    PM C

    Dari elegi ini, dapat saya pahami bahwa ikhlas pikir dan ikhlas hati menjadi kunci menggapai pikiran ikhlas. Ternyata kedua hal itu adalah filsafat kita sendiri. Bagaimana kita berfikir tentang filsafat maka itulah filsafat sebenarnya. Jika kita berfikir bijak, maka filsafat itu penuh dengan hal-hal bijak. Filsafat juga melatih berfikir kritis dalam memulai setiap tindakan, sehingga tidak ada tindakan yang sia-sia.

    ReplyDelete
  45. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Berfilsafat berarti berolah pikir. Salah satu cara berfilsafat adalah memunculkan pertanyaan di pikiran kita. Pepatah mengatakan malu bertanya sesat dijalan. Dalam filsafat jika kita tidak mau bertanya maka kita bisa terjebak mitos. Bertanya dan berpikir harus ikhlas dan tanpa dibuat buat. Benar bahwa seseorang hidup berarti dia dalam kondisi bertanya, karena jika tidak bertanya bisa dianggap mati atau dapat diartikan terjebak mitos.

    ReplyDelete
  46. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Kunci belajar adalah ikhlas. Dengan ikhlas ilmu akan meresap dalam akal dan hati. Dengan ikhlas ilmu akan menjadi berkah dan manfaat. Dengan ikhlas usaha menggapai ilmu akan dihitung ibadah dan bernilai pahala. Maka seperti yang Bapak telah tuliskan bahwa ikhlas dalam belajar filsafat adalah ikhlas dalam ikhtiar menggapai ikhlas dalam pikiran.

    ReplyDelete
  47. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Berfilsafat untuk menghasilkan anti-tesis. Anti-tesis dihasilkam karema ilmu yang kita miliki. Ikhlas dibagi menjadi dua yaitu ikhlas pikir dan ikhlas hati. Di dalam filsafat ikhlas yang dimaksud adalah ikhlas pikir. Ilmu yang kita miliki merupakan hasil dari ikhlas pikir. Ketika ikhls dalam berfikir maka akan menimbulkan pertanyaan, dam pertanyaan itu akan menimbulkan jawaban. Maka jawaban dari pertanyaan kita akan membuka pikiran kita dan kita akan mendapatkan ilmu dam dari ilmu kita dapat menghasilkan anti-tesis kita.

    ReplyDelete
  48. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Ikhas pikiran dalam berfilsafat merupakan sikap pasrah kepada Allah SWT, tidak ada beban serta bersemangat untuk membuat tesis dan antithesis. Ketika seseorang ikhlas dalam pikirannya maka segala ke kreatifan pikiran berupa pemikiran kritis, pertanyaan-pertanyaan muncul seiring semangat subyek untuk mengolah pikiran guna memperoleh ilmu. Keiklasan pikiran dalam berfilsafat merupakan keikhlasan kita dalam ikhtiar, perkatan dan perbuatan sehari-hari. Mohon maaf bapak jika ada ketidaksesuaikan dari apa yang kami tuliskan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  49. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ya ini juga pertanyaan saya beberapa bulan yang lalu. Seperti elegi elegi sebelumnya, kunci dalam menggapai ilmu adalah jangan lah kamu sombong. Ikhlas hati dan ikhlas pikiran dalam menimba ilmu akan lebih jauh bermanfaat daripada harus mencela sesuatu hal. Karena kita tujuannya belajar, maka kitasadar bahwa kita perlu dan kita membutuhkan. Maka dari itu jangalah “sok tau” dalam mencari ilmu. Mencari ilmu berarti kita bersedia mengikuti apa yang guru kita katakan, tetapi kita juga harus tetap berfikir kritis seraya berendah hati. Kita bertanya, kita ragu , kita bingung, sampaikanlah kepada guru kita. Agar ilmu yang kita dapatkan tidak setengah-setenagh. Apalagi dalam belajar filsafat. Kita perlu belajar secara utuh jangan sepotong-potong. Karena kedudukan kita adalah membutuhkan.

    ReplyDelete
  50. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Ikhlas dari dalam hati dan ikhlas dalam pikir adalah suatu hal yang berbeda. Ikhlas dalam hati jelas bahwa keikhlasan diri seseorang terhadap Rabb-Nya. Ikhlas menghadapi segala cobaan yang telah diberikan. Ikhlas dalam pikir dapat diartikan bahwa ilmu yang telah didapatkan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam mencari ilmu tentu saja terdapat pengantar sehingga ilmu itu akhirnya dapat diserap oleh diri. Ada sederetan pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan ilmu itu. Banyak pertanyaan yang dilontarkan untuk menjawab ilmu yang dicari. Seseorang tidak akan menyerah begitu saja sebelum pertanyaan itu terjawab.

    ReplyDelete
  51. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    "Ikhlas adalm pikir adalah paham dengan apa yang saya smapaikan". kalimat itulah yang sering Prof.Marsigit dalam perkuliahan. namun belum pernah dijabar seperti diatas. karena ikhlas dalam pikir adalah pemahaman kita dan pemahaman kita aadalah ilmu Maka ikhlas dalam filsafat adalah ikhlas dalam pikir dan ternyata filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  52. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Sikap ikhlas merupakan salah satu bentuk prilaku rela dan tulus dalam melakukan sebuah amalan ibadah atau ketika mendapatkan sebuah musibah, yang dilakukan semata-mata hanya mencari keridaan Allah swt. Walaupun terlihat sederhana, akan tetapi tidak semua orang dapat menerapkan dan mengusai perasaan ikhlas di dalam dirinya. Ini merupakan ilmu tertinggi dalam iman yang tidak dapat digapai dengan mudah. Suatu amal kecil bisa menjadi besar dengannya. Dan sebaliknya, amalan besar bisa menjadi kecil dengan ketiadaannya.

    ReplyDelete
  53. Terimakasih atas sharing penjelasan atas pertanyaan yang diajukan oleh Nurfita. Sungguh penjelasan yang menginspirasi. Dalam menggapai ikhlas berdasarkan filsafat adalah menggapai ikhlasnya pikir. Banyak manusia yang sesungguhnya tidak mampu mengendalikan hati dan pikirnya untuk terus menerus untuk ikhlas. Maka sebaik-baik kita adalah selalulah berusaha untuk menggapai ikhlas pikir.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  54. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Ikhlas pikir dan ikhlas hati adalah syarat dalam menjalani berbagai ujian di dunia ini. Ketika kita mampu menyelaraskan keduanya maka insya allah kita mamu melewati apapun ujian yang diberikan Allah SWT. Dalam menuntut ilmu diperlukan ikhlas pikir agar kita mampu berpikir kritis. Ketika kita terus mengajukan pertanyaan, artinya kita mempunyai minat (interest) tentang suatu hal yang akan mengantarkan kepada kita sebuah pengetahuan/ilmu baru. Dari elegi ini yang dapat saya pelajari adalah bahwa menuntut ilmu diperlukan ikhlas pikir.

    ReplyDelete
  55. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dalam elegi ini hal yang dapat saya simpulkan adalah dalam menggapai pikiran ikhlas yaitu dengan menganggap pengetahuan yang telah kita dapatkan adalah sebenar-benarnya pengetahuan, namun cara untuk menggapai pikiran ikhlas adalah dengan filsafat kita sendiri. Karena menurut saya apabila kita telah mempercayai bahwa pengetahuan yang kita miliki adalah sebenar-benarnya pengetahuan maka kita akan terjebak dalam filsafat diri kita yang nantinya kita tidak memiliki pikiran ikhlas untuk mencari pengetahuan lainnya. Sehingga memang benar manusia diwajibkan untuk selalu berpikir dan berpikir erat kaitannya dengan filsafat.

    ReplyDelete
  56. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Menunjukkan rasa ikhlas menurut filsafat berarti erat kaitannya dengan ikhlas dalam berpikir. Ikhlas dalam berpikir tidak lain dan tidak bukan adalah berpikir jernih dengan sebenar-benar penalaran yang mencakup pengetahuan. Ketika ikhlas dalam pikiran berarti kita mampu membuat segala yang ada dan yang mungkin ada menjadi tesis, membuat antitesis nya, sehingga mampu membuat sintesis antara keduanya. Saya setuju bahwa sebenar-benar filsafat adalah dirimu, dan sebenar-benar dirimu adalah pikiranmu. Maka ketika kita berpikir dengan jernih berdasarkan filsafat diri kita masing-masing, itulah keikhlasan yang tampak. Karena ilmu kita adalah filsafat kita, maka itulah bentuk keikhlasan kita dalam berpikir. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  57. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dalam menggapai pikiran yang ikhlas, kita harus mempunyai basic yang memang mendukung dalam memberikan tesis dan antitesis. Seperti pada elegi sebelumnya yang mengatakan bahwa ketika memberikan komentar di blog ini tanpa adanya dasar, maka sebenarnya itu omongan yang kosong tanpa arti apapun. Oleh karena itu, kemampuan awal untuk komen di blog ini sangatlah penting. Ketika kita mampu memahami apa yang ada di blog ini, maka keikhlasan pikiran akan terjadi, karena kita dengan mudah memberikan antitesis dari pernyataan yang ada. Namun jika sebaliknya, maka kita akan membunuh diri kita sendiri dengan menyatakan bahwa ini susah. Oleh karena itu, marilah selalu bersyukur karena otak kita masih berjalan untuk berfikir sehingga kita hidup tidak kosong tanpa adanya pertanyaan dalam pikiran kita.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  58. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  59. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Menggapai pikiran ikhlas artinya dengan berpikirlah kita hidup, dan ikhlas dalam berpikir berarti ikhlas dalam menerima kenyataan hidup baik itu kenyataan baik maupun buruk. Semoga apa yang kita pikirkan dapat kita wujudkan dalam tindakan dan bermanfaat untuk orang lain dan lingkungan, dan semoga pikiran kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan pikiran yang ikhlas akan menjadikan hati tenang dan hidup akan bahagia.

    ReplyDelete
  60. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Sebuah keikhlasan pikran berada di luar prejudice kita. Prejudice adalah pengetahuan yang kita miliki. Yang dapat saya ambil dari elegi ini masih tentang bagaimana kita mengapai sesuatu dengan ikhlas dan bagaimana caranya. Keikhlasan adalah perasaan tidak ada beban, tidak ada nilai-nilai, tidak ada perasaan iri, tidak ada kesombongan, tidak ada karena kita mandiri, tidak ada kita mampu, tidak ada kita riya. Pada elegi ini ditekankan bahwa untuk mencapai pikiran ikhlas, haruslah menanggalkan kemampuan yang kita miliki (prejudice). Selama kita masih berpegang dengab prejudice yang kita miliki, maka harapan menggapai pikiran ikhlas hanya angan-angan saja.

    ReplyDelete
  61. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dunia berjalan dengan berbagai sudut pandang. Manusia yang hanya mau melihat dari satu sudut pandang, sudah pasti selamanya akan terjebak karena tidak mau senantiasa berpikir(terjebak mitos). Ikhlas pikir meruapakan suatu hal yang seharusnya dimiliki oleh semua manusia agar senantiasa terus berpikir(melihat banyak sudut pandang dari suatu hal yang terjadi), dengan demikian maka akan semakin dapat terhindar dari ego yang berlebih-lebihan dan semakin luas akan terhindar dari kesombongan. Karena kesombongan akan menghancurkan segala sesuatu yang telah dicapai. Yang berarti juga tanpa ikhlas pikir, maka segala sesuatu yang telah dicapai akan hilang sia-sia. Maka begitu pentingnya ikhlas pikir.

    ReplyDelete
  62. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Menurut saya, Ikhlas bukan berarti tanpa alasan. Saya setuju dengan pendapat bapak bahwa ikhlas adalah 'pure reason' (alasan yang murni), artinya ikhlas itu semata-mata hanya karena dan untuk Allah. Ikhlas itu letaknya di hati bukan di ulut maupun sikap yang dapat di lihat orang, sehingga orang yang seringkali mengatakan dirinya ikhlas adalah orang yang tidak ikhlas atau biasa disebut riya'.

    ReplyDelete
  63. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kunci keberhasilah menuntut ilmu adalah ikhlas pikir dan ikhlas hati. Ilmu itu berawal dari sebuah pertanyaan. Dengan bertanya menjadi langkah awal kita untuk membuka pintu-pintu ilmu yang lebih dalam dan luas. Bertanya itu dapat kita lakukan jika kita memiliki pikiran yang kritis. Saat kita tidak memiliki pikiran yang kritis, kita hanya menelan mentah-mentah apa yang ada dihadapan kita. Sehingga kita tidak mencoba untuk mencari apa dibalik sesuatu itu melalui pertanyaan. Nah pikiran yang kritis itulah yang disebut sebagai ikhlas pikir. Terimakasih.

    ReplyDelete
  64. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum.Ikhlas dalam belajar diperlukan agar apa yang dipelajari dapat terpatri dalam pikiran. Ikhlas pikiran menjadikan seseorang semangat dalam belajarnya, semngat dalam bertanya mencari ilmu baru. Menurut saya wajar jika terkadang kita tak ikhlas berpikir, Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.” Hati manusia sering berbolak balik, sekarang ikhlas, lain waktu tidak. Tapi jangan sampai ketidak ikhlasan itu menguasai pikiran, selalu berpikir positif bahwa semua akan bermanfaat pada waktunya. Jika tidak sekarang mungkin diwaktu yang akan datang. Karena tak ada ilmu yang tak berguna

    ReplyDelete
  65. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Ikhlas memiliki banyak pandangan. Pada elegi ini terdapat ikhlas dalam hati dan ikhlas dalam pikiran. Belajar berfilsafat merupakan usaha belajar menggapai ikhlas dalam pikiran. Dengan ikhlas dalam berpikir, kita dapat ikhlas untuk belajar dan bertanya untuk membangun filsafat pada diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  66. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dua kunci dalam kesuksesan kehidupan dunia dan akhirat yaitu ikhlas hati dan ikhlas pikir.
    Ikhlas pikir dapat dicapai ketika pikiran kita jernih, tidak dipengaruhi oleh mitos-mitos. Ikhlas pikir dipengaruhi oleh tingkat keilmuan seseorang. Oleh karena itu untuk mencapai ikhlas pikir kita senantiasa harus terus menuntut ilmu. Sabagaimana pepatah menyebutkan, malu bertanya sesat dijalan. Maka ini mengindikasikan hal utama dalam menuntut ilmu adalah rajin bertanya.

    ReplyDelete
  67. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Ikhlas dalam pikir bisa diartikan sebagai sikap sungguh-sungguh. Misalnya dalam membaca blog powermathematics.blogspot.com ini, pikiran kita harus ikhlas membaca dan mempelajari isinya bukan karena tugas atau kewajiban, tetapi lebih karena kita merasa butuh untuk mengadakannya dalam pikiran. Ikhlas pikir hanya bisa dicapai ketika kita mampu menjernihkan pikiran, senantiasa berpikir positif. Untuk mencapai ikhlas pikir, tentunya kita juga harus menggunakan hati. Tujuannya untuk mengontrol pikiran kita agar sesuai dengan tujuan keikhlasan kita, hati juga akan menguatkan pikiran untuk senantiasa ikhlas.

    ReplyDelete

  68. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Ikhlas dalam pikir yang dimaksud adalah keikhlasan kita untuk menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk mempelajari sesuatu yang baru, kemudian mengkaji secara lebih mendalam baik melalui pertanyaan-pertanyaan atau dengan memperbanyak bacaan seperti yang kita lakukan dengan membaca artikel di blog. Namun bukan sekedar membaca, ikhlas pikir artinya membaca dengan keinginan benar-benar mau memahami hingga mampu mengatakan kembali yang telah dipelajari, karena dengan begitu artinya kita telah mengkontruksi pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  69. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Pikiran ikhlas dalam filsafat ternyata adalah filsafat itu sendiri. Mempelajari fisafat adalah sebuah keikhlasan. Belajar filsafat berarti munculnya pertanyaan pertanyaan tentang filsafat itu sendiri. Sedangkan tidak mungkin seseorang memproduksi pertanyaan jika dia tidak ikhlas. Maka pertanyaaan dari “Apakah sesungguhnya ikhlas pikir itu?” juga merupakan suatu ikhlas pikir. Selama kita hidup kita akan selalu bertanya tentang banyak hal, sedangkan bertanya itu adalah awal dari ilmu. Jadi agar kita dapat memperoleh ilmu terlebih dahulu kita harus ikhlas pikir. Jika ada yang membaca komen ini dan bertanya dalam hati apa maksudnya, maka itulah calon ilmu yang sedang dalam bentuk pertanyaan, dan itulah ikhlas pikir.

    ReplyDelete
  70. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Bismillah, pikiran ikhlas membentuk pemahaman yang menyeluruh, komprehensif. Pikiran ikhlas di awal dengan selalu bertanya, jika susah bertanya, atau tidak bertanya artinya pikiran belum ikhlas. Dengan ikhlasnya piker maka hidup kita benar-benar hidup, karena sebenar hidup adalah pertanyaan, dan sebenar pertanyaan bersal dari pikiran yang ikhlas

    ReplyDelete
  71. Latifah Fitriasari
    PM C

    Percaya bahwa kebaikan Tuhan itu akan selalu mencukupi, inilah Iman yaitu mempercayai tuntunan dan kebaikan Tuhan yang tak berkesudahan dalam hidup ini. Memberi mungkin bukan sesuatu yang sulit, bagian tersulitnya adalah tidak mengingat ingat apa yang sudah kita berikan. Oleh karena itu diperlukan keikhlasan. Ikhlas membawa kita menuju kerendahan hati dalam perkataan dan perbuatan. Ikhlas membawa ketulusan hati menuju tujuan yang dikehendaki Tuhan, berusaha menyenangkan orang lain dan jauh dari kepentingan dunia dari ibadahnya sebagai modal utama bagi kebaikan dunia dan akhiratnya.

    ReplyDelete
  72. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Dalam belajar filsafat harus disertai dengan ikhlas pikir dan ikhlas hati. Tetapi belajar filsafat juga merupakan usaha kita untuk menggapai ikhlas dalam pikir. Ketika kita sudah ikhlas dalam belajar maka ketika belajar kita akan menemukan pertanyaan-pertanyaan. Adanya rasa ikhlas dalam pikir telah membersihkan pikiran kita Dan dalam filsafat kita juga senantiasa dituntut untuk senantiasa berpikir kritis dan mengajukan pertanyaan sehingga kita juga akan belajar ikhlas dalam pikir.

    ReplyDelete
  73. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Salah satu jalan untuk menunjukkan keikhlasan dalam belajar ilmu fisafat adaah dengan senantiasa memproduksi pertanyaan. Mengejar ilmu dengan selalu memberikan pertanyaan. Mendapatkan sebuah jawaban lalu mengejarnya lagi dengan pertanyaan. Begitulah bertanya menunjukkan kemauan dan keikhlasan kita dalam belajar filsafat. Ia tidak berhenti pada sebuah jawaban, namun ia melanjutkannya lagi dengan bertanya, bertanya dan bertanya lagi.
    Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Salah satu jalan untuk menunjukkan keikhlasan dalam belajar ilmu fisafat adaah dengan senantiasa memproduksi pertanyaan. Mengejar ilmu dengan selalu memberikan pertanyaan. Mendapatkan sebuah jawaban lalu mengejarnya lagi dengan pertanyaan. Begitulah bertanya menunjukkan kemauan dan keikhlasan kita dalam belajar filsafat. Ia tidak berhenti pada sebuah jawaban, namun ia melanjutkannya lagi dengan bertanya, bertanya dan bertanya lagi.

    ReplyDelete
  74. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Pikiran memiliki kekuatan yang menentukan arah hidup sehingga pikiran yang ikhlas sangat diperlukan dalam diri manusia. Keikhlasan dalam pikiran akan membantu untuk memahami illmu atau pengetahuan. Dengan pikiran yang ikhlas juga, insyaAllah pilihan yang kita ambil akan membawa faedah dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  75. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini dicertakan bahwa pikiran ikhlas tedapt dua jenisnya, yaitu ikhlas dalam pikiran dan ikhlas dalam hati. Ikhlas dalam pikiran adalah filsafat itu sendiri. bagaimana kita memandang filsafat begitulah kita memandang ikhlas dalam pikiran kita. Sehingga sebenar benar belajar filsafat adalah menggapai ikhlas dalm pikiran.

    ReplyDelete
  76. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Menjadi ikhlas tidaklah mudah, karena untuk bisa ikhlas tak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk dapat menjadi ikhlas dalam berfilsafat maka kita juga harus ikhlas terlebih dahulu menghadapi segala ujian hidup, karena filsafat adalah bagian dari hidup. Jika kita mampu berhati ikhlas dalam hidup, maka kita juga dapat ikhlas dalam berfilsafat. Ikhlas hati dan ikhlas pikir keduanya harus saling melengkapi.

    ReplyDelete
  77. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Elegi ini menekankan kembali bahwa sebenar0benar filsafat ialah pikiranmu sendiri, selasaras dengan hal itu allah telah memerintahkan hambanya untuk berprasangka baik. Seseorang yang senantiasa berprasangka baik akan berpikir positif lakayknya seseorang yang di hidungnya ada minyak wangi maka sepanjang jalan yang ia lalui akan harum, begitu pula sebaliknya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  78. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Ikhlas tempatnya di hati, hati tidak akan mampu berbohong minimal pada dirinya sendiri. Adapun seseorang yang berbohong pada hakikatnya ialah mulutnya yang tidak mengatakan kebenaran. Ikhlas tidak akan mampu dijangkau oleh pikiran saja, melainkan harus dibarengi dengan perbuatan dan berserah diri kepada Allah. Biarpun seseorang telah bertekad untuk ikhlas namun ia tetap tidak mau menggantungkan segalanya pada Allah maka ia tidak dapat dikatakan ikhlas. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  79. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Ikhlas adalah rasa tulus dalam melakukan segala sesuatu di dalam kehidupan sehari-hari. Memang tidak mudah untuk benar-benar ikhlas dari dalam hati. Namun hendaknya kita selalu terus berusaha untuk ikhlas dalam menjalani kehidupan yang telah menjadi takdir dari Allah. Semua yang diberikan Allah kepada kita adalah yang terbaik untuk kita. Terkadang harapan kita tak sesuai dengan kenyataan sehingga timbul masalah. Namun jika kita mampu menerapkan rasa ikhlas dari hati, masalah itu tidaklah menjadi beban. Hendaknya kita selalu menjaga hati karena muara ikhlas ada di dalam hati. Dengan kesabaran, ketulusan, dan melakukan sesuatu tanpa adanya prasangka, maka kita dapat mencapai ikhlas itu sendiri.

    ReplyDelete
  80. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Seperti apakah ikhlas itu? Jika yang engkau maksud ikhlas dalam filsafat adalah ikhlas dalam pikir, maka sebenar-benar ikhlasnya pikiran adalah "pure reason". Pure reason itu tidak lain tidak bukan adalah terbebas dari "prejudice". Prejudice adalah pengetahuanmu juga. Jadi, ketika kita ingin ikhlas belajar atau berpikir, pastikan bahwa kita tidak mudah menjustifikasi pengetahuan dengan menganggap bahwa pengetahuan kita sebelumnya adalah sebenar-benarnya pengetahuan.

    ReplyDelete
  81. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Ikhlas adalah kemampuan tertinggi manusia yang diberikan oleh Allah. Ikhlas bukan berarti melepaskan semua keinginan kita di dunia. Kita dapat terus mengejar mimpi-mimpi. Keikhlasan adalah ketika kita sepenuhnya menyerahkan dan menujukan semua kepada Allah setelah semua usaha yang telah kita lakukan. Pikiran yang ikhlas adalah kesediaan dan kesiapan membuat anti-tesis dari pengetahuan. Pengetahuan itu dimulai dengan bertanya. Semakin banyak kita bertanya maka akan semakin banyak pula pengetahuan yang akan kita peroleh.

    ReplyDelete
  82. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Filfasat adalah olah pikir dan semua olah pikir itu diawali dengan bertanya. Ketika kita tidak bertanya maka saat itulah kita tidak ikhlas dalam pikiran, dan ketika kita bertanya maka tidak akan terbukanya pintu ilmu. Maka ilmu dan pengetahuan akan dapat kita peroleh jika dengan ikhlas, bukan saja ikhlas dalam hati namun juga dalam pikiran.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  83. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Dalam belajar filsafat, yang dibutuhkan adalah bertanya dan membaca. Jadi saat mengkaji filsafat, dibutuhkan keikhlasan dalam bertanya dan membaca. Keikhlasan itu bisa disebut dengan ikhlas pikir. Setelah secara sadar bertanya dan membaca, harus ikhlas pula dalam memahami dan membuat refleksi

    ReplyDelete
  84. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Saya baru mengetahui bahwa ikhlas dalam pikiran itu berbeda dengan ikhlas dalam hari. disini saya mendapat kesimpulan bahwa ikhlas dalam pikiran itu secara filsafat, sedangkan ikhlas dalam hati itu secara spiritual.

    ReplyDelete
  85. Assalamualaikum Wr. Wb. Ikhlas dalam pikiran adalah erat kaitannya dengan pengetahuan, sehingga tidak mungkin menggapai pikiran ikhlas dengan ketidaktahuan. Seorang filsuf pernah mengatakan “ketidaktahuan tidak akan menolong siapapun”. Keikhlasan dalam pikiran adalah meyadari bahwa pengetahuan yang kita miliki berasal dari keridhoan Allah SWT. Sehingga keikhlasan tidak mungkin berujung pada kesombongan, melainkan pada kerendahan hati. Pengetahuan yang membawa kita pada kesombongan adalah pengetahuan yang didasarkan pada hawa nafsu. Semoga kita dijauhkan dari kesombongan!!

    ReplyDelete
  86. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tidak ada yang hal terjadi dalam seketika, semua hal yang baik akan membutuhkan proses yang panjang untuk menempa diri kita sampai mampu mendapatkan tingkatan yang lebih baik dari sebelumnya. Keikhlasan dalam berfilsafat merupakan keikhlasan dalam berpikir. Ikhas dalam melakukan dan memahami proses dalam berfilsafat.

    ReplyDelete
  87. Jangan ragu-ragu untuk memproduksi pertanyaan karena pertanyaan adalah landasan dari filsafat. Salah satutanda bahwa kita sedang belajar filsafat adalah munculnya pertanyaan-pertanyaan di dalam pikiran kita. Jika kita ikhlas memikirkannya maka pertanyaan tersebt akan berubah menjadi ilmu. Maka sebenar-benar seseorang yang sedang belajar filsafat maka ia akan meraskan kebingungan dan kekacauan di dalam pikirannya karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan mengenai fisafat itu. Maka sekacau-kacaunya pikiran kita maka kita harus ikhlas memikirkannya agar kacaunya pikir tidak menjalar ke kacau hati. Karena kacau pkir akan menjadi ilmu sedangkan kacau hati akan menjadi penyakit hati.

    ReplyDelete
  88. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  89. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015


    Kata “ikhlas” sering kali diucapkan, tetapi merealisasikannya tidak semudah dikatakan. Berdasarkan elegi diatas pikiran ikhlas itu ada dua jenis yaitu iklhas dalam pikiran dan ikhlas dalam hati. Ikhlas dalam pikiran yang dinamakan fisafat. Oleh karena itu ketika kita sudah benar-benar mempelajari filsafat maka kita sudah menggapai ikhlas dalam pikiran.

    ReplyDelete
  90. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Untuk mendefinisikan kata ikhlas itu sendiri saya masih merasa kesulitan. Terkadang kita sudah berucap ikhlas, namun dalam pikiran kita, kita masih merasa bahwa ada sesuatu hal yang lain yang membuat kita belum benar-benar ikhlas. Oleh karena itu, semoga kita dapat memperbaiki diri, dan selalu melakukan segala hal dengan ikhlas. Ikhlas yang berasal dari hati dan pikiran, bukan hanya dari ucapan saja.

    ReplyDelete