Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 38 : Menggapai Pikiran Ikhlas




Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan pertanyaan dari Sdr Nurfita Handayani:

Ass.. dalam artikel bpk menuliskan setinggi-tingginya dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya. untuk menujukan adanya keikhlasan dalam hati kita masing-masing, maka bagaimanakah kita menunjukan rasa ikhlas dalam ilmu filsafat?



Jawaban saya (Marsigit):

Ass..Purwanti RYA ..ikhlas dalam pikir dan ikhlas dalah hati, begitulah.
Uraian saya berikut saya fokuskan pada ikhlas dalam pikir. Sedangkan untuk ikhlas dalam hati mungkin diuraikan secara terpisah.

Jika yang engkau maksud ikkhlas dalam filsafat adalah ikhlas dalam pikir, maka sebenar-benar ikhlasnya pikiran adalah "pure reason".

Pure reason itu tidak lain tidak bukan adalah terbebas dari "prejudice".

Prejudice adalah pengetahuanmu juga. Jika aku katakan pengetahuanmu adalah hidupmu, maka "prejudice" adalah hidupmu juga.

Maka "menuju prejudice" adalah pegetahuanmu atau logosmu.

Sedangkan "menjadi prejudice" adalah mitosmu.

Maka "bukan prejudice" itu adalah anti-tesis dari prejudice, dan sebaliknya.

Jadi ikklas dalam pikiranmu adalah kesediaan dan kesiapanmu membuat anti-tesis dari pengetahuanmu.

Tidak hanya itu saja, ikhlas dalam pikiranmu juga kesediaanmu dan kesiapanmu membuat sintetis antara tesis dan anti-tesis.

Yang telah aku sebut itulah sebenar-benar ilmumu dan juga filsafatmu.

Maka aku telah membuktikan bahwa iklhas dalam pikir tidak lain tidak bukan ternyata adalah filsafat itu sendiri.

Jika engkau pikir filsafat adalah "bijak" mu maka ikhlas dalam pikir itu ternyata adalah juga "bijak" mu.

Itulah yang selama ini kita pelajari, kita diskusikan, aku buatkan elegi dan juga telah berusaha digapai oleh para filsuf besar dari jaman Yunani Kuno sampai jaman komtemporer sekarang.

Untuk kesekian kali aku telah membuktikan bahwa ilmu itu dimulai dengan pertanyaan.

Penjelasanku tentang pertanyaanmu ini itulah sebenar-benar ilmuku.

Maka jangan ragu-ragu untuk selalu memproduksi pertanyaan, karena mereka itulah landasan dari filsafatmu.

Sedangkan engkau tahu bahwa sebenar-benar filsafat adalah hidupmu.

Maka pertanyaan-pertanyaanmu itu adalah hidupmu.

Hidupmu itulah keberadaanmu.

Maka aku juga telah membuktikan cogito ergosumnya Rene Descartes, bahwa engkau ada "hidup" adalah dikarenakan engkau masih bisa bertanya.

Tetapi engkau mampu bertanya adalah karena ikhlas pikirmu.

Maka barang siapa tidak ikhlas dalam pikirnya maka dia terancam tidak bisa bertanya.

Maka barang siapa tidak bertanya atau tidak mau bertanya, maka dia akan terancam hidupnya.

Sebenar-benar hidupmua adalah pertanyaanmu.

Ilmu bermodal ilmu, ikhlas bermodal ikhlas, hidayah bermodal hidayah, bertanya bermodal bertanya.

Maka tiadalah kemampuanmu bertanya itu datang seketika dari langit, tiada pulalah hidupmu itu sekonyong datang dari langit, kecuali hal yang demikian juga adalah ikhtiarmu.

Maka aku juga telah menemukan bahwa ikhtiarmu itulah hidupmu.

Dari ikhlas pikir sampai ikhtiar dan hidup.

Itulah aku juga telah membuktikan bahwa setiap kata-katamu adalah puncak gunung es duniamu.

Maka ilmumu adalah penjelasanmu dari setiap puncak gunung es mu.

Penjelasanmu adalah ilmumu adalah filsafatmu dan ternyata adalah ikhlas pikirmu.

Maka ikhlas dalam filsafat adalah ikhlas dalam pikir adalah ternyata filsafat itu sendiri.

Itulah yang sebenar-benar sedang engkau hadapi.

Belajar filsafat adalah usahamu menggapai ikhlas dalam pikirmu.

Maka baca dan renungkanlah.

Amiin

41 comments:

  1. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Berfilsafat untuk menghasilkan anti-tesis. Anti-tesis dihasilkam karema ilmu yang kita miliki. Ikhlas dibagi menjadi dua yaitu ikhlas pikir dan ikhlas hati. Di dalam filsafat ikhlas yang dimaksud adalah ikhlas pikir. Ilmu yang kita miliki merupakan hasil dari ikhlas pikir. Ketika ikhls dalam berfikir maka akan menimbulkan pertanyaan, dam pertanyaan itu akan menimbulkan jawaban. Maka jawaban dari pertanyaan kita akan membuka pikiran kita dan kita akan mendapatkan ilmu dam dari ilmu kita dapat menghasilkan anti-tesis kita.

    ReplyDelete
  2. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Ikhas pikiran dalam berfilsafat merupakan sikap pasrah kepada Allah SWT, tidak ada beban serta bersemangat untuk membuat tesis dan antithesis. Ketika seseorang ikhlas dalam pikirannya maka segala ke kreatifan pikiran berupa pemikiran kritis, pertanyaan-pertanyaan muncul seiring semangat subyek untuk mengolah pikiran guna memperoleh ilmu. Keiklasan pikiran dalam berfilsafat merupakan keikhlasan kita dalam ikhtiar, perkatan dan perbuatan sehari-hari. Mohon maaf bapak jika ada ketidaksesuaikan dari apa yang kami tuliskan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  3. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ya ini juga pertanyaan saya beberapa bulan yang lalu. Seperti elegi elegi sebelumnya, kunci dalam menggapai ilmu adalah jangan lah kamu sombong. Ikhlas hati dan ikhlas pikiran dalam menimba ilmu akan lebih jauh bermanfaat daripada harus mencela sesuatu hal. Karena kita tujuannya belajar, maka kitasadar bahwa kita perlu dan kita membutuhkan. Maka dari itu jangalah “sok tau” dalam mencari ilmu. Mencari ilmu berarti kita bersedia mengikuti apa yang guru kita katakan, tetapi kita juga harus tetap berfikir kritis seraya berendah hati. Kita bertanya, kita ragu , kita bingung, sampaikanlah kepada guru kita. Agar ilmu yang kita dapatkan tidak setengah-setenagh. Apalagi dalam belajar filsafat. Kita perlu belajar secara utuh jangan sepotong-potong. Karena kedudukan kita adalah membutuhkan.

    ReplyDelete
  4. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Ikhlas dari dalam hati dan ikhlas dalam pikir adalah suatu hal yang berbeda. Ikhlas dalam hati jelas bahwa keikhlasan diri seseorang terhadap Rabb-Nya. Ikhlas menghadapi segala cobaan yang telah diberikan. Ikhlas dalam pikir dapat diartikan bahwa ilmu yang telah didapatkan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam mencari ilmu tentu saja terdapat pengantar sehingga ilmu itu akhirnya dapat diserap oleh diri. Ada sederetan pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan ilmu itu. Banyak pertanyaan yang dilontarkan untuk menjawab ilmu yang dicari. Seseorang tidak akan menyerah begitu saja sebelum pertanyaan itu terjawab.

    ReplyDelete
  5. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    "Ikhlas adalm pikir adalah paham dengan apa yang saya smapaikan". kalimat itulah yang sering Prof.Marsigit dalam perkuliahan. namun belum pernah dijabar seperti diatas. karena ikhlas dalam pikir adalah pemahaman kita dan pemahaman kita aadalah ilmu Maka ikhlas dalam filsafat adalah ikhlas dalam pikir dan ternyata filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  6. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Sikap ikhlas merupakan salah satu bentuk prilaku rela dan tulus dalam melakukan sebuah amalan ibadah atau ketika mendapatkan sebuah musibah, yang dilakukan semata-mata hanya mencari keridaan Allah swt. Walaupun terlihat sederhana, akan tetapi tidak semua orang dapat menerapkan dan mengusai perasaan ikhlas di dalam dirinya. Ini merupakan ilmu tertinggi dalam iman yang tidak dapat digapai dengan mudah. Suatu amal kecil bisa menjadi besar dengannya. Dan sebaliknya, amalan besar bisa menjadi kecil dengan ketiadaannya.

    ReplyDelete
  7. Terimakasih atas sharing penjelasan atas pertanyaan yang diajukan oleh Nurfita. Sungguh penjelasan yang menginspirasi. Dalam menggapai ikhlas berdasarkan filsafat adalah menggapai ikhlasnya pikir. Banyak manusia yang sesungguhnya tidak mampu mengendalikan hati dan pikirnya untuk terus menerus untuk ikhlas. Maka sebaik-baik kita adalah selalulah berusaha untuk menggapai ikhlas pikir.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  8. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Ikhlas pikir dan ikhlas hati adalah syarat dalam menjalani berbagai ujian di dunia ini. Ketika kita mampu menyelaraskan keduanya maka insya allah kita mamu melewati apapun ujian yang diberikan Allah SWT. Dalam menuntut ilmu diperlukan ikhlas pikir agar kita mampu berpikir kritis. Ketika kita terus mengajukan pertanyaan, artinya kita mempunyai minat (interest) tentang suatu hal yang akan mengantarkan kepada kita sebuah pengetahuan/ilmu baru. Dari elegi ini yang dapat saya pelajari adalah bahwa menuntut ilmu diperlukan ikhlas pikir.

    ReplyDelete
  9. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dalam elegi ini hal yang dapat saya simpulkan adalah dalam menggapai pikiran ikhlas yaitu dengan menganggap pengetahuan yang telah kita dapatkan adalah sebenar-benarnya pengetahuan, namun cara untuk menggapai pikiran ikhlas adalah dengan filsafat kita sendiri. Karena menurut saya apabila kita telah mempercayai bahwa pengetahuan yang kita miliki adalah sebenar-benarnya pengetahuan maka kita akan terjebak dalam filsafat diri kita yang nantinya kita tidak memiliki pikiran ikhlas untuk mencari pengetahuan lainnya. Sehingga memang benar manusia diwajibkan untuk selalu berpikir dan berpikir erat kaitannya dengan filsafat.

    ReplyDelete
  10. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Menunjukkan rasa ikhlas menurut filsafat berarti erat kaitannya dengan ikhlas dalam berpikir. Ikhlas dalam berpikir tidak lain dan tidak bukan adalah berpikir jernih dengan sebenar-benar penalaran yang mencakup pengetahuan. Ketika ikhlas dalam pikiran berarti kita mampu membuat segala yang ada dan yang mungkin ada menjadi tesis, membuat antitesis nya, sehingga mampu membuat sintesis antara keduanya. Saya setuju bahwa sebenar-benar filsafat adalah dirimu, dan sebenar-benar dirimu adalah pikiranmu. Maka ketika kita berpikir dengan jernih berdasarkan filsafat diri kita masing-masing, itulah keikhlasan yang tampak. Karena ilmu kita adalah filsafat kita, maka itulah bentuk keikhlasan kita dalam berpikir. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  11. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dalam menggapai pikiran yang ikhlas, kita harus mempunyai basic yang memang mendukung dalam memberikan tesis dan antitesis. Seperti pada elegi sebelumnya yang mengatakan bahwa ketika memberikan komentar di blog ini tanpa adanya dasar, maka sebenarnya itu omongan yang kosong tanpa arti apapun. Oleh karena itu, kemampuan awal untuk komen di blog ini sangatlah penting. Ketika kita mampu memahami apa yang ada di blog ini, maka keikhlasan pikiran akan terjadi, karena kita dengan mudah memberikan antitesis dari pernyataan yang ada. Namun jika sebaliknya, maka kita akan membunuh diri kita sendiri dengan menyatakan bahwa ini susah. Oleh karena itu, marilah selalu bersyukur karena otak kita masih berjalan untuk berfikir sehingga kita hidup tidak kosong tanpa adanya pertanyaan dalam pikiran kita.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Menggapai pikiran ikhlas artinya dengan berpikirlah kita hidup, dan ikhlas dalam berpikir berarti ikhlas dalam menerima kenyataan hidup baik itu kenyataan baik maupun buruk. Semoga apa yang kita pikirkan dapat kita wujudkan dalam tindakan dan bermanfaat untuk orang lain dan lingkungan, dan semoga pikiran kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan pikiran yang ikhlas akan menjadikan hati tenang dan hidup akan bahagia.

    ReplyDelete
  14. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Sebuah keikhlasan pikran berada di luar prejudice kita. Prejudice adalah pengetahuan yang kita miliki. Yang dapat saya ambil dari elegi ini masih tentang bagaimana kita mengapai sesuatu dengan ikhlas dan bagaimana caranya. Keikhlasan adalah perasaan tidak ada beban, tidak ada nilai-nilai, tidak ada perasaan iri, tidak ada kesombongan, tidak ada karena kita mandiri, tidak ada kita mampu, tidak ada kita riya. Pada elegi ini ditekankan bahwa untuk mencapai pikiran ikhlas, haruslah menanggalkan kemampuan yang kita miliki (prejudice). Selama kita masih berpegang dengab prejudice yang kita miliki, maka harapan menggapai pikiran ikhlas hanya angan-angan saja.

    ReplyDelete
  15. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dunia berjalan dengan berbagai sudut pandang. Manusia yang hanya mau melihat dari satu sudut pandang, sudah pasti selamanya akan terjebak karena tidak mau senantiasa berpikir(terjebak mitos). Ikhlas pikir meruapakan suatu hal yang seharusnya dimiliki oleh semua manusia agar senantiasa terus berpikir(melihat banyak sudut pandang dari suatu hal yang terjadi), dengan demikian maka akan semakin dapat terhindar dari ego yang berlebih-lebihan dan semakin luas akan terhindar dari kesombongan. Karena kesombongan akan menghancurkan segala sesuatu yang telah dicapai. Yang berarti juga tanpa ikhlas pikir, maka segala sesuatu yang telah dicapai akan hilang sia-sia. Maka begitu pentingnya ikhlas pikir.

    ReplyDelete
  16. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Menurut saya, Ikhlas bukan berarti tanpa alasan. Saya setuju dengan pendapat bapak bahwa ikhlas adalah 'pure reason' (alasan yang murni), artinya ikhlas itu semata-mata hanya karena dan untuk Allah. Ikhlas itu letaknya di hati bukan di ulut maupun sikap yang dapat di lihat orang, sehingga orang yang seringkali mengatakan dirinya ikhlas adalah orang yang tidak ikhlas atau biasa disebut riya'.

    ReplyDelete
  17. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kunci keberhasilah menuntut ilmu adalah ikhlas pikir dan ikhlas hati. Ilmu itu berawal dari sebuah pertanyaan. Dengan bertanya menjadi langkah awal kita untuk membuka pintu-pintu ilmu yang lebih dalam dan luas. Bertanya itu dapat kita lakukan jika kita memiliki pikiran yang kritis. Saat kita tidak memiliki pikiran yang kritis, kita hanya menelan mentah-mentah apa yang ada dihadapan kita. Sehingga kita tidak mencoba untuk mencari apa dibalik sesuatu itu melalui pertanyaan. Nah pikiran yang kritis itulah yang disebut sebagai ikhlas pikir. Terimakasih.

    ReplyDelete
  18. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum.Ikhlas dalam belajar diperlukan agar apa yang dipelajari dapat terpatri dalam pikiran. Ikhlas pikiran menjadikan seseorang semangat dalam belajarnya, semngat dalam bertanya mencari ilmu baru. Menurut saya wajar jika terkadang kita tak ikhlas berpikir, Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.” Hati manusia sering berbolak balik, sekarang ikhlas, lain waktu tidak. Tapi jangan sampai ketidak ikhlasan itu menguasai pikiran, selalu berpikir positif bahwa semua akan bermanfaat pada waktunya. Jika tidak sekarang mungkin diwaktu yang akan datang. Karena tak ada ilmu yang tak berguna

    ReplyDelete
  19. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Ikhlas memiliki banyak pandangan. Pada elegi ini terdapat ikhlas dalam hati dan ikhlas dalam pikiran. Belajar berfilsafat merupakan usaha belajar menggapai ikhlas dalam pikiran. Dengan ikhlas dalam berpikir, kita dapat ikhlas untuk belajar dan bertanya untuk membangun filsafat pada diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  20. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dua kunci dalam kesuksesan kehidupan dunia dan akhirat yaitu ikhlas hati dan ikhlas pikir.
    Ikhlas pikir dapat dicapai ketika pikiran kita jernih, tidak dipengaruhi oleh mitos-mitos. Ikhlas pikir dipengaruhi oleh tingkat keilmuan seseorang. Oleh karena itu untuk mencapai ikhlas pikir kita senantiasa harus terus menuntut ilmu. Sabagaimana pepatah menyebutkan, malu bertanya sesat dijalan. Maka ini mengindikasikan hal utama dalam menuntut ilmu adalah rajin bertanya.

    ReplyDelete
  21. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Ikhlas dalam pikir bisa diartikan sebagai sikap sungguh-sungguh. Misalnya dalam membaca blog powermathematics.blogspot.com ini, pikiran kita harus ikhlas membaca dan mempelajari isinya bukan karena tugas atau kewajiban, tetapi lebih karena kita merasa butuh untuk mengadakannya dalam pikiran. Ikhlas pikir hanya bisa dicapai ketika kita mampu menjernihkan pikiran, senantiasa berpikir positif. Untuk mencapai ikhlas pikir, tentunya kita juga harus menggunakan hati. Tujuannya untuk mengontrol pikiran kita agar sesuai dengan tujuan keikhlasan kita, hati juga akan menguatkan pikiran untuk senantiasa ikhlas.

    ReplyDelete

  22. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Ikhlas dalam pikir yang dimaksud adalah keikhlasan kita untuk menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk mempelajari sesuatu yang baru, kemudian mengkaji secara lebih mendalam baik melalui pertanyaan-pertanyaan atau dengan memperbanyak bacaan seperti yang kita lakukan dengan membaca artikel di blog. Namun bukan sekedar membaca, ikhlas pikir artinya membaca dengan keinginan benar-benar mau memahami hingga mampu mengatakan kembali yang telah dipelajari, karena dengan begitu artinya kita telah mengkontruksi pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  23. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Pikiran ikhlas dalam filsafat ternyata adalah filsafat itu sendiri. Mempelajari fisafat adalah sebuah keikhlasan. Belajar filsafat berarti munculnya pertanyaan pertanyaan tentang filsafat itu sendiri. Sedangkan tidak mungkin seseorang memproduksi pertanyaan jika dia tidak ikhlas. Maka pertanyaaan dari “Apakah sesungguhnya ikhlas pikir itu?” juga merupakan suatu ikhlas pikir. Selama kita hidup kita akan selalu bertanya tentang banyak hal, sedangkan bertanya itu adalah awal dari ilmu. Jadi agar kita dapat memperoleh ilmu terlebih dahulu kita harus ikhlas pikir. Jika ada yang membaca komen ini dan bertanya dalam hati apa maksudnya, maka itulah calon ilmu yang sedang dalam bentuk pertanyaan, dan itulah ikhlas pikir.

    ReplyDelete
  24. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Bismillah, pikiran ikhlas membentuk pemahaman yang menyeluruh, komprehensif. Pikiran ikhlas di awal dengan selalu bertanya, jika susah bertanya, atau tidak bertanya artinya pikiran belum ikhlas. Dengan ikhlasnya piker maka hidup kita benar-benar hidup, karena sebenar hidup adalah pertanyaan, dan sebenar pertanyaan bersal dari pikiran yang ikhlas

    ReplyDelete
  25. Latifah Fitriasari
    PM C

    Percaya bahwa kebaikan Tuhan itu akan selalu mencukupi, inilah Iman yaitu mempercayai tuntunan dan kebaikan Tuhan yang tak berkesudahan dalam hidup ini. Memberi mungkin bukan sesuatu yang sulit, bagian tersulitnya adalah tidak mengingat ingat apa yang sudah kita berikan. Oleh karena itu diperlukan keikhlasan. Ikhlas membawa kita menuju kerendahan hati dalam perkataan dan perbuatan. Ikhlas membawa ketulusan hati menuju tujuan yang dikehendaki Tuhan, berusaha menyenangkan orang lain dan jauh dari kepentingan dunia dari ibadahnya sebagai modal utama bagi kebaikan dunia dan akhiratnya.

    ReplyDelete
  26. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Dalam belajar filsafat harus disertai dengan ikhlas pikir dan ikhlas hati. Tetapi belajar filsafat juga merupakan usaha kita untuk menggapai ikhlas dalam pikir. Ketika kita sudah ikhlas dalam belajar maka ketika belajar kita akan menemukan pertanyaan-pertanyaan. Adanya rasa ikhlas dalam pikir telah membersihkan pikiran kita Dan dalam filsafat kita juga senantiasa dituntut untuk senantiasa berpikir kritis dan mengajukan pertanyaan sehingga kita juga akan belajar ikhlas dalam pikir.

    ReplyDelete
  27. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Salah satu jalan untuk menunjukkan keikhlasan dalam belajar ilmu fisafat adaah dengan senantiasa memproduksi pertanyaan. Mengejar ilmu dengan selalu memberikan pertanyaan. Mendapatkan sebuah jawaban lalu mengejarnya lagi dengan pertanyaan. Begitulah bertanya menunjukkan kemauan dan keikhlasan kita dalam belajar filsafat. Ia tidak berhenti pada sebuah jawaban, namun ia melanjutkannya lagi dengan bertanya, bertanya dan bertanya lagi.
    Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Salah satu jalan untuk menunjukkan keikhlasan dalam belajar ilmu fisafat adaah dengan senantiasa memproduksi pertanyaan. Mengejar ilmu dengan selalu memberikan pertanyaan. Mendapatkan sebuah jawaban lalu mengejarnya lagi dengan pertanyaan. Begitulah bertanya menunjukkan kemauan dan keikhlasan kita dalam belajar filsafat. Ia tidak berhenti pada sebuah jawaban, namun ia melanjutkannya lagi dengan bertanya, bertanya dan bertanya lagi.

    ReplyDelete
  28. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Pikiran memiliki kekuatan yang menentukan arah hidup sehingga pikiran yang ikhlas sangat diperlukan dalam diri manusia. Keikhlasan dalam pikiran akan membantu untuk memahami illmu atau pengetahuan. Dengan pikiran yang ikhlas juga, insyaAllah pilihan yang kita ambil akan membawa faedah dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  29. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini dicertakan bahwa pikiran ikhlas tedapt dua jenisnya, yaitu ikhlas dalam pikiran dan ikhlas dalam hati. Ikhlas dalam pikiran adalah filsafat itu sendiri. bagaimana kita memandang filsafat begitulah kita memandang ikhlas dalam pikiran kita. Sehingga sebenar benar belajar filsafat adalah menggapai ikhlas dalm pikiran.

    ReplyDelete
  30. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Menjadi ikhlas tidaklah mudah, karena untuk bisa ikhlas tak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk dapat menjadi ikhlas dalam berfilsafat maka kita juga harus ikhlas terlebih dahulu menghadapi segala ujian hidup, karena filsafat adalah bagian dari hidup. Jika kita mampu berhati ikhlas dalam hidup, maka kita juga dapat ikhlas dalam berfilsafat. Ikhlas hati dan ikhlas pikir keduanya harus saling melengkapi.

    ReplyDelete
  31. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Elegi ini menekankan kembali bahwa sebenar0benar filsafat ialah pikiranmu sendiri, selasaras dengan hal itu allah telah memerintahkan hambanya untuk berprasangka baik. Seseorang yang senantiasa berprasangka baik akan berpikir positif lakayknya seseorang yang di hidungnya ada minyak wangi maka sepanjang jalan yang ia lalui akan harum, begitu pula sebaliknya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  32. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Ikhlas tempatnya di hati, hati tidak akan mampu berbohong minimal pada dirinya sendiri. Adapun seseorang yang berbohong pada hakikatnya ialah mulutnya yang tidak mengatakan kebenaran. Ikhlas tidak akan mampu dijangkau oleh pikiran saja, melainkan harus dibarengi dengan perbuatan dan berserah diri kepada Allah. Biarpun seseorang telah bertekad untuk ikhlas namun ia tetap tidak mau menggantungkan segalanya pada Allah maka ia tidak dapat dikatakan ikhlas. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  33. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Ikhlas adalah rasa tulus dalam melakukan segala sesuatu di dalam kehidupan sehari-hari. Memang tidak mudah untuk benar-benar ikhlas dari dalam hati. Namun hendaknya kita selalu terus berusaha untuk ikhlas dalam menjalani kehidupan yang telah menjadi takdir dari Allah. Semua yang diberikan Allah kepada kita adalah yang terbaik untuk kita. Terkadang harapan kita tak sesuai dengan kenyataan sehingga timbul masalah. Namun jika kita mampu menerapkan rasa ikhlas dari hati, masalah itu tidaklah menjadi beban. Hendaknya kita selalu menjaga hati karena muara ikhlas ada di dalam hati. Dengan kesabaran, ketulusan, dan melakukan sesuatu tanpa adanya prasangka, maka kita dapat mencapai ikhlas itu sendiri.

    ReplyDelete
  34. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Seperti apakah ikhlas itu? Jika yang engkau maksud ikhlas dalam filsafat adalah ikhlas dalam pikir, maka sebenar-benar ikhlasnya pikiran adalah "pure reason". Pure reason itu tidak lain tidak bukan adalah terbebas dari "prejudice". Prejudice adalah pengetahuanmu juga. Jadi, ketika kita ingin ikhlas belajar atau berpikir, pastikan bahwa kita tidak mudah menjustifikasi pengetahuan dengan menganggap bahwa pengetahuan kita sebelumnya adalah sebenar-benarnya pengetahuan.

    ReplyDelete
  35. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Ikhlas adalah kemampuan tertinggi manusia yang diberikan oleh Allah. Ikhlas bukan berarti melepaskan semua keinginan kita di dunia. Kita dapat terus mengejar mimpi-mimpi. Keikhlasan adalah ketika kita sepenuhnya menyerahkan dan menujukan semua kepada Allah setelah semua usaha yang telah kita lakukan. Pikiran yang ikhlas adalah kesediaan dan kesiapan membuat anti-tesis dari pengetahuan. Pengetahuan itu dimulai dengan bertanya. Semakin banyak kita bertanya maka akan semakin banyak pula pengetahuan yang akan kita peroleh.

    ReplyDelete
  36. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Filfasat adalah olah pikir dan semua olah pikir itu diawali dengan bertanya. Ketika kita tidak bertanya maka saat itulah kita tidak ikhlas dalam pikiran, dan ketika kita bertanya maka tidak akan terbukanya pintu ilmu. Maka ilmu dan pengetahuan akan dapat kita peroleh jika dengan ikhlas, bukan saja ikhlas dalam hati namun juga dalam pikiran.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  37. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Dalam belajar filsafat, yang dibutuhkan adalah bertanya dan membaca. Jadi saat mengkaji filsafat, dibutuhkan keikhlasan dalam bertanya dan membaca. Keikhlasan itu bisa disebut dengan ikhlas pikir. Setelah secara sadar bertanya dan membaca, harus ikhlas pula dalam memahami dan membuat refleksi

    ReplyDelete
  38. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Saya baru mengetahui bahwa ikhlas dalam pikiran itu berbeda dengan ikhlas dalam hari. disini saya mendapat kesimpulan bahwa ikhlas dalam pikiran itu secara filsafat, sedangkan ikhlas dalam hati itu secara spiritual.

    ReplyDelete
  39. Assalamualaikum Wr. Wb. Ikhlas dalam pikiran adalah erat kaitannya dengan pengetahuan, sehingga tidak mungkin menggapai pikiran ikhlas dengan ketidaktahuan. Seorang filsuf pernah mengatakan “ketidaktahuan tidak akan menolong siapapun”. Keikhlasan dalam pikiran adalah meyadari bahwa pengetahuan yang kita miliki berasal dari keridhoan Allah SWT. Sehingga keikhlasan tidak mungkin berujung pada kesombongan, melainkan pada kerendahan hati. Pengetahuan yang membawa kita pada kesombongan adalah pengetahuan yang didasarkan pada hawa nafsu. Semoga kita dijauhkan dari kesombongan!!

    ReplyDelete
  40. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tidak ada yang hal terjadi dalam seketika, semua hal yang baik akan membutuhkan proses yang panjang untuk menempa diri kita sampai mampu mendapatkan tingkatan yang lebih baik dari sebelumnya. Keikhlasan dalam berfilsafat merupakan keikhlasan dalam berpikir. Ikhas dalam melakukan dan memahami proses dalam berfilsafat.

    ReplyDelete
  41. Jangan ragu-ragu untuk memproduksi pertanyaan karena pertanyaan adalah landasan dari filsafat. Salah satutanda bahwa kita sedang belajar filsafat adalah munculnya pertanyaan-pertanyaan di dalam pikiran kita. Jika kita ikhlas memikirkannya maka pertanyaan tersebt akan berubah menjadi ilmu. Maka sebenar-benar seseorang yang sedang belajar filsafat maka ia akan meraskan kebingungan dan kekacauan di dalam pikirannya karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan mengenai fisafat itu. Maka sekacau-kacaunya pikiran kita maka kita harus ikhlas memikirkannya agar kacaunya pikir tidak menjalar ke kacau hati. Karena kacau pkir akan menjadi ilmu sedangkan kacau hati akan menjadi penyakit hati.

    ReplyDelete