Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 38 : Menggapai Pikiran Ikhlas




Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan pertanyaan dari Sdr Nurfita Handayani:

Ass.. dalam artikel bpk menuliskan setinggi-tingginya dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya. untuk menujukan adanya keikhlasan dalam hati kita masing-masing, maka bagaimanakah kita menunjukan rasa ikhlas dalam ilmu filsafat?



Jawaban saya (Marsigit):

Ass..Purwanti RYA ..ikhlas dalam pikir dan ikhlas dalah hati, begitulah.
Uraian saya berikut saya fokuskan pada ikhlas dalam pikir. Sedangkan untuk ikhlas dalam hati mungkin diuraikan secara terpisah.

Jika yang engkau maksud ikkhlas dalam filsafat adalah ikhlas dalam pikir, maka sebenar-benar ikhlasnya pikiran adalah "pure reason".

Pure reason itu tidak lain tidak bukan adalah terbebas dari "prejudice".

Prejudice adalah pengetahuanmu juga. Jika aku katakan pengetahuanmu adalah hidupmu, maka "prejudice" adalah hidupmu juga.

Maka "menuju prejudice" adalah pegetahuanmu atau logosmu.

Sedangkan "menjadi prejudice" adalah mitosmu.

Maka "bukan prejudice" itu adalah anti-tesis dari prejudice, dan sebaliknya.

Jadi ikklas dalam pikiranmu adalah kesediaan dan kesiapanmu membuat anti-tesis dari pengetahuanmu.

Tidak hanya itu saja, ikhlas dalam pikiranmu juga kesediaanmu dan kesiapanmu membuat sintetis antara tesis dan anti-tesis.

Yang telah aku sebut itulah sebenar-benar ilmumu dan juga filsafatmu.

Maka aku telah membuktikan bahwa iklhas dalam pikir tidak lain tidak bukan ternyata adalah filsafat itu sendiri.

Jika engkau pikir filsafat adalah "bijak" mu maka ikhlas dalam pikir itu ternyata adalah juga "bijak" mu.

Itulah yang selama ini kita pelajari, kita diskusikan, aku buatkan elegi dan juga telah berusaha digapai oleh para filsuf besar dari jaman Yunani Kuno sampai jaman komtemporer sekarang.

Untuk kesekian kali aku telah membuktikan bahwa ilmu itu dimulai dengan pertanyaan.

Penjelasanku tentang pertanyaanmu ini itulah sebenar-benar ilmuku.

Maka jangan ragu-ragu untuk selalu memproduksi pertanyaan, karena mereka itulah landasan dari filsafatmu.

Sedangkan engkau tahu bahwa sebenar-benar filsafat adalah hidupmu.

Maka pertanyaan-pertanyaanmu itu adalah hidupmu.

Hidupmu itulah keberadaanmu.

Maka aku juga telah membuktikan cogito ergosumnya Rene Descartes, bahwa engkau ada "hidup" adalah dikarenakan engkau masih bisa bertanya.

Tetapi engkau mampu bertanya adalah karena ikhlas pikirmu.

Maka barang siapa tidak ikhlas dalam pikirnya maka dia terancam tidak bisa bertanya.

Maka barang siapa tidak bertanya atau tidak mau bertanya, maka dia akan terancam hidupnya.

Sebenar-benar hidupmua adalah pertanyaanmu.

Ilmu bermodal ilmu, ikhlas bermodal ikhlas, hidayah bermodal hidayah, bertanya bermodal bertanya.

Maka tiadalah kemampuanmu bertanya itu datang seketika dari langit, tiada pulalah hidupmu itu sekonyong datang dari langit, kecuali hal yang demikian juga adalah ikhtiarmu.

Maka aku juga telah menemukan bahwa ikhtiarmu itulah hidupmu.

Dari ikhlas pikir sampai ikhtiar dan hidup.

Itulah aku juga telah membuktikan bahwa setiap kata-katamu adalah puncak gunung es duniamu.

Maka ilmumu adalah penjelasanmu dari setiap puncak gunung es mu.

Penjelasanmu adalah ilmumu adalah filsafatmu dan ternyata adalah ikhlas pikirmu.

Maka ikhlas dalam filsafat adalah ikhlas dalam pikir adalah ternyata filsafat itu sendiri.

Itulah yang sebenar-benar sedang engkau hadapi.

Belajar filsafat adalah usahamu menggapai ikhlas dalam pikirmu.

Maka baca dan renungkanlah.

Amiin

48 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Sesuatu yang dipikirkan akan menjadi kekuatan yang tumbuh di dalam diri. Pikiran-pikiran tentang kekurangan diri sendiri atau pun kekurangan tentang orang lain, jika terlalu sering dipikirkan sendiri maka hal itu akan menjadi sesuatu yang merugikan diri sendiri. Pikiran memiliki kekuatan yang menentukan arah hidup; pikiran memiliki kekuatan untuk membuat seseorang bahagia atau tidak bahagia; pikiran menentukan segala sesuatu tentang kehidupan diri yang sejahtera. Selama diri mampu menjadi ikhlas hidup dalam pikiran positif maka sejak itu diri akan menguat dalam kebahagiaan, kedamaian, kesehatan, kesejahteraan, dan kemudahan dalam semua hal. Pikiran positif akan memberikan segala macam kenyamanan dalam hidup, dan semua itu ada dalam kesadaran diri untuk ikhlas hidup bersama pikiran positif. Jadi kita harus selalu berpikir positif dalam menilai sesuatu.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Ikhlas dalam pikiran adalah filosofi tersendiri. Dan kita bisa bertanya adalah karena pikiran yang ikhlas. Jika ada yang tidak ikhlas dalam pikiran, maka ia mengancam untuk tidak bertanya. Jika ada yang tidak meminta atau tidak ingin bertanya, maka dia akan terancam hidupnya. Jadi tidak ada kemampuan untuk meminta datang seketika dari langit, tidak ada kehidupan tiba-tiba datang dari langit. Penjelasan kita adalah ilmu kita adalah filosofi kita dan itu adalah pikiran yang ikhlas. Jadi, ikhlas dalam filsafat ikhlas dalam pikiran adalah filsafat itu sendiri. Dan belajar filsafat adalah upaya kami untuk mencapai ikhlas dalam pikiran kita. Ikhlas mengandung makna kesabaran, kepasrahan, dan penerimaan yang memungkinkan manusia semakin dekat dengan Tuhan. Ikhlas juga merupakan kondisi persamaan dalam hati, bukan sekedar aktifitas pikiran. Oleh karena itu, belajar ikhlas juga berarti belajar dengan hati. Kedengarannya memang mudah untuk mempelajari ilmu ikhlas, tetapi ternyata masih banyak di antara kita yang tidak mengetahui bagaimana cara untuk mencapainya. Belajar ilmu ikhlas tak semudah apa yang dipikirkan. Kesulitan seseorang untuk mempelajari dan menerapkan ikhlas ini karena manusia senantiasa berpikir secara canggih dan praktis, sehingga keikhlasan menjadi sulit dicerna. Padahal, sangat sederhana untuk meraih keikhlasan itu. Untuk mencapai ikhlas, kita harus mengistirahatkan pikiran kita. Dengan kata lain, memindahkan kesadaran kita dari otak ke hati dan hanya mengharap ridho dari-Nya.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    keikhlasan pikiran tentunya didukung oleh keihlasan hati karena antara hati dan pikiran merupakan dua hal yang saling mendukung menggapai keihklasan dalam diri seseorang khususnya keikhlasan dalam pikiran. Seperti yang telah dijelaskan oleh Bapak bahwa Ikhlas dalam belajar filsafat ada dua, yaitu ikhlas dalam hati dan ikhlas dalam pikiran. Ikhlas dalam pikiran adalah kesiapan dalam menyusun anti-sintesis dari pengetahuan yang kita miliki serta membuat sintesis antara tesis dan anti-tesis. Orang dikatakan berfilsafat ketika ia bertanya. Jawaban yang kita dapatkan itulah yang nanti akan masuk ke dalam pikiran dan menjadi pengetahuan bagi kita. Dan pertanyaan itu akan muncul ketika pikiran kita tenang dan ikhlas.
    Kemudian untuk menggapai keikhlasan ini, seharusnya terbebas dari penilaian dunia dan pandangan yang diharapkan dari orang lain (balasan). Membiasakan diri dalam berpikir positif termasuk jalan menggapai ikhlasn, terus belajar dan menuntut ilmu juga termasuk jalan menggapai ikhlas karena orang-orang berilmu akan melahirkan ketawadhuan dalam dirinya. Namun semua itu tidak terlepas dari doa-doa yang kita munajatkan kepada Allah agar senantiasa diberikan hati dan pikiran yang ikhlas.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Ikhlas adalah memurnikan ibadah atau amal shalih hanya untuk Allah SWT dengan mengharap pahala dari-Nya. Dalam beramal kita hanya mengharap ridho Allah SWT, tidak dari manusia atau makhluk-makhluk yang lain. Keikhlasan pikiran kita akan membantu untuk memahami illmu atau pengetahuan. Jadi dapat dikatakan keikhlasan pikir merupakan dasar seseorang untuk menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  5. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Ikhlas dalam belajar diperlukan agar apa yang dipelajari dapat terpatri dalam pikiran. Ikhlas pikiran menjadikan seseorang semangat dalam belajarnya, semngat dalam bertanya mencari ilmu baru. Menurut saya wajar jika terkadang kita tak ikhlas berpikir, Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.” Hati manusia sering berbolak balik, sekarang ikhlas, lain waktu tidak. Tapi jangan sampai ketidak ikhlasan itu menguasai pikiran, selalu berpikir positif bahwa semua akan bermanfaat pada waktunya. Jika tidak sekarang mungkin diwaktu yang akan datang. Karena tak ada ilmu yang tak berguna.

    ReplyDelete
  6. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Untuk menggapai pikiran yang ikhlas sebenarnya tidak membutuhkan ilmu apapun, tetapi bagaimana kita segera mempraktekkannya dengan keteguhan hati. Mengapa demikian, karena ikhlas merupakan keselarasan antara pikiran, perasaan (spirit) dan seluruh anggota tubuh. Maksudnya adalah ucapan ikhlas merupakan keselarasan yang keluar dari perasaan (spirit), pikiran dan seluruh anggota tubuh dengan perbuatan yang nyata, ikhlas. Itulah yang diperlukan kembali menjadi diri sendiri, tafakur di gelombang delta ke dimensi spiritnya dan komunikasi di hati. Menjadi diri sendiri.

    ReplyDelete
  7. Syahlan romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Ikhlas memiliki banyak pandangan. Pada elegi ini terdapat ikhlas dalam hati dan ikhlas dalam pikiran. Belajar berfilsafat merupakan usaha belajar menggapai ikhlas dalam pikiran. Dengan ikhlas dalam berpikir, kita dapat ikhlas untuk belajar dan bertanya untuk membangun filsafat pada diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  8. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Memang sulit memahami elegi ini, ikhlas dalam filsafat adalah ikhlas dalam pikir adalah ternyata filsafat itu sendiri, dan belajar filsafat adalah usahamu menggapai ikhlas dalam pikirmu. Memang ikhlas itu hanyalah hati yang bisa merasakan dan hanya Tuhan yang bisa menentukan seseorang itu ikhlas atau tidak. Jika ikhlas masih ada di pikirkan maka belum tentulah kita sudah ikhlas dalam hal yang telah kita lakukan.

    ReplyDelete
  9. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Kumpulan elegi-elegi ritual ikhlas mengingatkan kita untuk selalu menerapkan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika belajar, bekerja, berdoa, dan kegiatan lainnya. Ketulusan hati dan kemurnian pikiran akan menghasilkan pemikiran dan kesimpulan yang bijak. Pikiran memiliki kekuatan yang menentukan arah hidup sehingga pikiran yang ikhlass sangatlah penting untuk berada dalam diri manusia.

    ReplyDelete
  10. Jika ikhlas merupakan segala sesuatu yang ditujukan demi mendapat keridhoan Allah maka pikiran ikhlas adalah segala daya dan upaya dari pikiran yang ditujukan semata-mata untuk Allah. Keilmuan kita untuk Allah. Keilmuan diperoleh dari belajar maka belajar kita untuk Allah. Belajar keilmuan apapun dengan memanfaatkan daya dan upaya dan pikiran kita maka tujuannya hanya satu untuk semata-mata karena Allah.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPS Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Assalamualaikum..
    Ikhlas pikir dalam belajar filsafat adalah mengerahkan pikiran untuk berpikir kritis. Berpikir kritis artinya menanyakan "seperti ada yang tidak beres" dari sebuah pernyataan. Pertanyaan yang tercermin dari berpikir kritis itu tidak selamanya ditujukan kepada yang membuat pernyataan, bisa juga kepada diri sendiri. Proses belajar dikatakan sedang berjalan, jika setiap subjek dan objek berpikir kritis, yaitu terjadi atau muncul pertanyaan. Maka munculnya pertanyaan menandakan adanya keikhlasan dalam berpikir.

    ReplyDelete
  12. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Keikhlasan menjadi kunci utama perjalanan hidup manusia. “Setinggi-tingginya dunia dan akhirat adalah ikhlas”. Artinya, lakukanlah segala kegiatan yang bersifat duniawi ataupun akhirat dengan penuh keikhlasan, niatkan semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Begitu juga dalam belajar filsafat, lakukanlah dengan ikhlas hati dan ikhlas pikir. Ikhlas pikir dalam belajar filsafat akan menuntun kita untuk berpikir kritis secara intensif dan ekstensif serta menuntun kita dalam membangun filsafat pada diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  13. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Untuk menggapai ikhlas dalam filsafat menurut saya dapat dilakukan dengan berusaha berpikir bahwa belajar filsafat bukan berdasarkan tuntutan dan kewajiban saja, sehingga tidak terdapat keterpaksaan dalam mempelajarinya. Apalagi filsafat adalah olah pikir, kita harus bisa ikhlas dalam segala hal yang kita terima, jangan sampai filsafat yang kita kenal hanya berdasarkan intuisi kita sahaja tanpa melihat pandangan filsfat yang lain, sebab jika kita hanya berpatokan kepada pemahaman filsafat kita sendiri maka kita lebih dekat dengan jurang kesesatan.

    ReplyDelete
  14. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ikhlas hati dan pikiran sebenarnya akan menumbuhkan sesuatu yang banyak manfaatnya bagi kita. Seperti halnya ketika kita ingin memperoleh pengetahuan dengan cara membaca, jika kita ikhlas pikiran, maka senantiasa kita akan mudah memahami apa yang kita baca. Dalam filsafat, ikhlas pikiran itulah kuncinya. Karena ketika mempelajarinya, akan muncul banyak pertanyaan kemudian dengan membaca referensi lain atau bertanya kepada ahlinya maka kita akan dapat menjawab pertanyaan tadi dengan bahasa sendiri sebab benar- benar telah memahaminya.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Dalam filsafat pikiran ikhlas harus dilandasi dengan hati yang ikhlas juga. Ikhlas pikir yaitu ikhlas mempelajari apa yang ada di hadapan kita dan ikhlas hati maksudnya menerima dengan lapang dada apa yang sudah menjadi kehendak-Nya. Apabila kedua ikhlas tersebut disatukan maka akan membentuk ikhlas segalanya yaitu sebenar-benarnya ikhlas, ikhlas menerima dan ikhlas mempelajari. Untuk itu sebelum mempelajari filsafat, kita harus benar-benar ikhlas membuka hati dan pikiran kita, karena filsafat dapat mengadakan apa yang mungkin ada. Tidak ada ilmu yang tidak berkembang, oleh sebab itu kita harus terus meningkatkan dimensi keilmuan kita.

    ReplyDelete
  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi tersebut menggambarkan bahwa kita dalam befilsafat itu harus ikhlas dalam berfikir, kanapa hal demikian ? kita tahu bahwa kita berfilsafat maka kita akan berfikir bahwa kita harus memikirkan dalam filsafat yang mana kita tahu jga bahwa filsafat itu sulit mungkin bagi saya itu sangat sulit, apalagi untuk kaum yang awam yang tidak tahu apa itu filsafat, kita memepelajari filsafat artinya kita juga hrus ikhlas berpikir filsafat itu walaupaun memang perlu waktu dalam memahami filsafat itu.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bertanya merupakan suatu yang diremehkan oleh sebagian orang. Padahal tidak semua orang dapat bertanya. Bertanya dengan diimbangi pertanyaan bermutu dan diluar jangkauan seseorang akan timbulnya pertanyaan tersebut. Kebemutuaan pertanyaan dapat dicapai berdasarkan tingkat pngetahuannya. Dan setinggi – tingginya pengetahuan adalah yang diperoleh secara ikhlas hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ikhlas dalam pikiran dan dalam keberadaannya tak lepas dari filsafat. Ketika membicarakan tentang pikiran ikhlas berarti membicarakan tentang keberadaan pikiran ikhlas itu dalam diri sendiri. Pikiran tidak lepas dari ilmu. Ilmu yang terus dicari dan ilmu yang sudah dicari. Oleh karena itu semoga kita sebagai manusia dapat memanfaatkan dengan benar dan menggunakan dengan benar ilmu yang sudah dimiliki agar dapat mencapai keikhlasan walaupun ukuran ikhlas atau tidaknya hanya Tuhan yang tahu.

    ReplyDelete
  19. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    saya memahami arti ikhlas dari apa yang dituliskan pada artikel ini. ikhlas di sini merupakan kesediaan dan kesiapan seseorang membuat anti-tesis dari pengetahuannya dan juga kesediaan dan kesiapan seseorang membuat sintesis antara tesis dan anti-tesis. Dari jawaban Prof Marsigit saya memahami bahwa awal mula menemukan ilmu itu dimulai dengan bertanya. Semakin banyak kita bertanya maka akan semakin banyak pula ilmu baru yang akan kita ketahui. di sini saya akan menyinggung pada pembelajaran yang dikatakan Vigotsky dimana yang dikenal ZPD. ZPD ini juga hampir mirip dengan demikian. Apa yang belum kita ketahui sebelumnya kemudian kita tanyakan kepada orang lain tentunya yang lebih tahu dari kita, sehingga dapat memberikan jawaban kepada kita, dan pada akhirnya sesuatu yang kita tanyakan itu akan menjadi ilmu baru bagi kita.

    ReplyDelete
  20. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Belajar filsafat berarti belajar memahami diri sendiri, ikhlas menurut filsafat maka berarti juga filsafat itu sendiri, yang berarti bahwa ikhlas itu timbul ketika kita juga ikhlas dalam berpikir. Ketika kita menyatakan sesuatu sesuai dengan tesis kita, maka carilah anti-tesis nya sehingga kita mampu menggapai logos. Ketika kita hanya memprejudice tetapi tidak mampu mengungkapkan alasan kenapa kita menyatakan hal tersebut, maka sebenarnya kita sudah tidak ikhlas dalam berpikir. Misalnya kita menyatakan suatu teorema A, tetapi kita tidak dapat membuktikan teorema tersebut, maka itu salah satu wujud dari ketidakikhlasan dalam berpikir. Jadi ikklas dalam pikiranmu adalah kesediaan dan kesiapanmu membuat anti-tesis dari pengetahuanmu.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pada saat ingin melakukan pekerjaan, kita membutuhkan pikiran dan hati yang tenang. Ketika sedang memiliki masalah maka pekerjaan yang dilakukan tidak maksimal, karena kita tidak bisa fokus pada kerjaan tersebut. Pekerjaan ringan dan berat semuanya harus dilakukan dengan santai dan dengan senang hati supaya tetap terasa ringan. Apalagi untuk berfilsafat, dimana filsafat menuntut kita untuk menggunakan pikiran yang jernih supaya bisa memperoleh pengetahuan dengan maksimal. Maka dari itu kita membutuhkan keikhlasan supaya kita mampu berpikir dengan baik. Contohnya pasa saat tidak ikhlas, perasaan kita tentu tidak nyaman dan memungkinkan untuk menghasilkan pemikiran yang buruk. Ketika tidak ikhlas dalam pikir kita tidak mampu untuk bertanya, tidak mampu membuat sintesis dan lain-lain.

    ReplyDelete
  22. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dalam berfilsafat dilakukan dengan ikhlas. Dalam hal ini ada dua macam ikhlas yaitu ikhlas hati dan ikhlas pikiran. Untuk menggapai pikiran ikhlas diperlukan kesabaran serta istiqomah, meski tidaklah mudah namun segala sesuatunya dapat kita ikhtiarkan.

    ReplyDelete
  23. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Belajar filsafat adalah usahamu menggapai ikhlas dalam pikirmu.
    Karena belajar filsafat adalah belajar mengenai pikiran dan diri kita sendiri. dengan belajar membaca dan merenungkan yang tidak ada habisnya, karena bapak marsigit sudah mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menggapai pemahaman diri selain hanya berusaha.

    ReplyDelete
  24. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Memang tidak mudah untuk menggapai ikhlas, termasuk ikhlas dalam pikir. Ikhlas dalam pikir bisa dilihat dari pertanyaan yang diajukan. Manusia dikatakan hidup jika masih bisa bertanya karena dengan bertanya manusia melalui proses berpikir dan mengkonstruksi pengetahuannya. Hanya manusia yang memiliki ikhlas dalam pikirnya yang mampu untuk bertanya. Tentu untuk mencapainya dibutuhkan usaha/ikhtiar, niat, doa, dan ikhlas, semata-mata hanya karena Allah.

    ReplyDelete
  25. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Ikhlas tidak hanya ikhlas hati, tetapi juga harus ikhlas pikir. Karena setinggi-tinggi ikhlas adalah ikhlas hati dan ikhlas pikir. Mempelajari filsafat memerlukan kedua keikhlasan tersebut dan juga keihklasan yang lainnya. Ikhlas dalam pikir membuat pikiran kita terbuka, tidak terbebani, dan kreatif sehingga kita mampu untuk berani bertanya, untuk berpikir kritis. Untuk melatih keikhlasan pikir adalah mencoba untuk mempelajari filsafat dengan baik.

    ReplyDelete
  26. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kumpulan elegi-elegi ritual ikhlas Bapak Marsigit mengingatkan kita untuk selalu menerapkan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika belajar, bekerja, berdoa, dan kegiatan lainnya. Lakukanlah segala sesuatu dengan niat semata-mata beribadah kepada Allah swt. Seperti pernyataan di atas “Setinggi-tingginya dunia dan akhirat adalah ikhlas.” Pernyataan tersebut sungguh luar biasa. Ikhlas menjadi kunci utama perjalanan hidup kita, di mana yang akan menentukan ke mana kita berjalan. Namun janganlah kau ragu-ragu dalam menjalankan kebaikan. Pada dasarnya keraguan merupakan godaan syaitan yang berusaha menghalangi langkah kita. Yakin dan teruslah berusaha.

    ReplyDelete
  27. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Ikhlas dalam pikiran tidak pernah terlepas dari keikhlasan dari hati kita. Sama halnya dalam belajar filsafat, keihlasan hati dan pikiran sangat dibutuhkan karena ketika hati dan pikiran kita tidak ikhlas apa yang kita lakukan semuanya akan sia-sia dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Tetapi ketika kita melakukan segala sesuatu dengan hati dan pikiran yang ikhlas niscaya apa yang kita peroleh akan sangat bermanfaat untuk hari depan.

    ReplyDelete
  28. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada elegi ini saya tertarik dengan kalimat "kau mampu bertanya adalah karena ikhlas pikirmu. Maka barang siapa tidak ikhlas dalam pikirnya maka dia terancam tidak bisa bertanya. Maka barang siapa tidak bertanya atau tidak mau bertanya, maka dia akan terancam hidupnya. Sebenar-benar hidupmua adalah pertanyaanmu." pada elegi ini menyiratkan bahwa keikhlasan pikiran adalah ikhlas untuk mendapatkan hal yang baru dalam pikirannya. Ketidak ikhlasan dalam berpikir berarti membatasi pikiran untuk mendapatkan ilmu yang baru. dan jika kita tidak tau hal yang baru maka terancamlah hidup kita dalam ketinggalan.

    ReplyDelete
  29. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    “Belajar filsafat adalah usahamu menggapai ikhlas dalam pikiranmu”. Belajar filsafat berari belajar mengenali diri. Karena berfilsafat adalah kegiatan olah pikir, yang adalah refleksi diri, maka saat belajar filsafat kita belajar merefleksikan diri kita. Apa yang ita temukan mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita, mungkin hal yang tidak ingin kita pikirkan kembali apalagi direfleksikan kembali dalam kehidupan kita. Namun, saat kita dengan ikhlas menerima dan memikirkannya dengan hati yang lapang, maka ikhlas pikir itupun akan dicapai oleh kita. Berusahalah senantiasa untuk menggapai ikhlas dalam pikiran kita masing-masing, walaupun sulit melakukannya berusahalah untuk bisa melaluinya.

    ReplyDelete
  30. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Sesuatu yang dipikirkan akan menjadi kekuatan dalam diri. Entah itu positif entah itu negative. Pikiran memiliki kekuatan untuk menentukan keberadaan kita di masa depan. Jika pikiranmu baik, maka baikah kehidupanmu, jika pikiranmu jahat, maka jahat juga kehidupanmu. Pikiran manusia dituntun oleh hatinya. Selama hatinya ikhlas menjalani hidup, pikirannya akan menjadi positif. Dengan demikian maka kebahagiaan, kedamaian, kesehatan, kesejahteraan, dan kemudahan akan diberikan kepadanya. Pikiran positif lahir dari hati yang ikhlas dan senantiasa bersyukur

    ReplyDelete
  31. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Berdasarkan elegi tersebut yang dapat saya pahami adalah keikhlasan dapat dicapai dengan mensinkronkan antara pikiran, perbuatan dan hati. Manusia adalah makhluk yang dibekali akal dan pikiran serta budi namun manusia cenderung bertindak tanpa mampu menyeleraskan ketiganya. Manusia mampu mencapai keikhlasan jika mampu berikhtiar atas apa telah dikerjakannya. Dengan memiliki keikhlasan dalam diri manusia mampu menjaga perilaku, hati dan pikirannya dari perbuatan negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  32. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Adanya keikhlasan dapat menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa. Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang hamba yang menginginkan keikhlasan dalam seluruh aktifitasnya hendaklah berniat dalam melaksanakan aktifitasnya dengan niat-niat sebagai berikut: Hendaklah dalam beramal dilandasi oleh keimanan kepada Allah, dan ini adalah niat yang paling prinsip karena tanpa keimanan semua amalan akan menjadi sia-sia, tidak berarti dan tidak bernilai sedikitpun di sisi Allah. Ikhlas adalah suatu perbuatan hati, kondisi atau keadaan jiwa. Ikhlas artinya murni, bersih batin kita dalam rangka beribadah kepada Allah. Perbuatan yang dilakukan dengan kemurnian akan menyelamatkan seseorang dari kerusakan. Maksudnya perbuatan tersebut tidak tercemari oleh sifat-sifat tercela, suka pujian, dan benci celaan. Sebab, kemurnian dalam hatinya akan melenyapkan setiap noda keburukan.

    ReplyDelete
  33. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 38. Seperti yang selalu Prof. Marsigit tekankan kepada kami para mahasiswa, dalam melakukan segala sesuatu pertama tama dan memang yang paling utama adalah harus ikhlas terlebih dahulu. Dalam elegi ini disampaikan ada dua macam ikhlas ikhlas hati dan ikhlas pikir. ikhlas pikir yaitu pertanyaan kita, ilmu kita dan filsafat kita. Usaha memproduksi pertanyaan adalah usaha untuk menambah ilmu, menajamkan filsafat kita dan merupakan usaha menggapai ikhlas pikir dalam diri kita.

    ReplyDelete
  34. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Prof Marsigit menyampaikan kepada pembaca tentanf begitu pentingnya keikhlasan dalam hidup dengan disajikannya Elegi ritual Ikhlas 1 sampai 45. Artinya belajar ikhlas itu tidaklah mudah. Terkadang mulut berkata ikhlas namun hati masih meragu bahkan tidak ikhlas. Mengendalikan hati tentu tidaklah mudah, padahal Allah menilai hati hambaNya. Marilah kita terus berdoa dan berikhtiar dengan sebaik yang kita bisa dalam menggapai ikhlas agar kita mendapat kedamaian jiwa, terhindar dari kerisauan, dan tentunya mendapat Ridha Allah. Aamiin

    ReplyDelete
  35. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dalam menimba ilmu setidaknya disertai dengan keikhlasan, niscaya semua usaha keras ini akan dihitung sebagai amal obadah. Namun ikhlas disini tidak hanya ikhlas hati namun juga ikhlas pikiran. Mengapa? Agar tiada keterpaksaan dalam belajar. Semua itu tercermin dalam proses berpikir yang ditunjukkan dalam mengungkap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

    ReplyDelete
  36. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ikhlas dalam pikiran artinya pure reason. Pure reason terbatas dari prejudice. Prejudice adalah pengetahuanmu sekaligus hidupmu, sekaligus mitosmu. Jadi ikhlas dalam pikiran artinya kesediaan dan kesiapanmu membuat anti-tesis dari pengetahuanmu. Ikhlas dalam pikiran juga kesediaan dan kesiapan membuat sintetis antara tesis dan anti-tesis.
    Imu itu diawali dari bertanya. Orang bisa bertanya karena ada ikhklas di hatinya. Orang yang tak bisa bertanya akan terancam hidupnya.

    ReplyDelete
  37. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi diatas saya belajar bahwa pikiran yang ikhlas merupakan pure reason yaitu terbebas dari prejudice. Ikhlas merupakan kedudukan paling tinggi setelah Iman. Memiliki pikiran yang ikhlas tidaklah mudah. Oleh karena itu, kita harus memperkuat iman kita terlebih dahulu, sehingga keikhlasan dalam hati akan muncul dengan sendirinya. Dengan pikiran yang ikhlas kita akan mendapat pengetahuan baru dengan mudah.

    ReplyDelete
  38. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Segala perbuatan tergantung kepada niat yang ikhlas Dalam belajar, niat yang ikhlas berarti mempersiapkan hati dan pikiran kita untuk ikhlas dalam belajar, ketika seseorang pikirannya tidak ikhlas maka akan susah untuk mendapatkan pengetahuan, karena ada rasa takut dan terbebani terhadap pembelajaran yang dilakukan maka dari itu perbaiki iman, hati dan pikiran kita untuk ikhlas.

    ReplyDelete
  39. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam filsafat itu artinya bepikiri kritis tentang sesuatu dengan membuka diri. Dalam kali ini yang dimaksud dengan ikhlas filsafat seperti yang dijelaskan dalam tulisan diatas ikhlas yang dimaksud adalah iklas dalam berpikir. Maka yang dapat saya maknai itu dalam menanggapi suatu hal maka pikiran itu harus ikhlas mengetahuai hal yang ada dan yang mungkin ada tidak berprasanga atas suatu hal. Lebih buruknya hanya menyimpulkan kedalam satu kesimpulan. Makah al tersebut belumlah ikhlas berpikir.

    ReplyDelete
  40. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Ikhlas adalah apa yang ada di hati dan pikiran. Jika ada yang tidak ikhlas dalam pikiran, maka ia mengancam untuk tidak bertanya. Ikhlas dalam filsafat ikhlas dalam pikiran adalah filsafat itu sendiri. Ikhlas itu menerima apapun yang telah di takdirkan oleh Allah dan tetap berusaha dan bersyukur, beribadah dengan tulus meminta ampunan dan ridho-Nya, agar hidup senantiasa diberi kedamaian.

    ReplyDelete
  41. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pertanyaan adalah salah satu jalan membuka kediaman ilmu. Saat pertanyaan muncul, itu berarti ada usaha untuk mencapai suatu ilmu.Kehidupan adalah tentang eksistensi. Maka pertanyaan adalah tanda bahwa orang masih hidup, dan terdapat eksistensinya. Hal pendukung seseorang bertanya adalah ikhlas. Dengan ikhlas, maka sesungguhnya dirimu sedang belajar filsafar, dimana adalah bentuk usaha menggapai ikhlas dalam pikir

    ReplyDelete
  42. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut bahasa, pengertian ikhlas artinya tulus dan bersih. Ikhlas adalah sikap perbuatan yang timbul karena adanya keinginan sendiri, bukan karena perintah atau paksaan orang lain. Jika mengerjakan sesuatu karena mengharap imbalan dari suatu pihak tertentu maka belum termasuk ikhlas. Untuk itu, kita perlu menentukan "pure reason" dalam pikiran kita sehingga kita dapat menggapai ikhlas dalam pikiran.

    ReplyDelete
  43. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah saya membaca elegi di atas, yang saya pahami tentang pikiran ikhlas ada keterbukaan atau kesiapan pikiran dalam menerima pengetahuan baru. Semua itu dibersamai dengan ikhtiar dan hati yang ikhlas. Ketika pengetahuan itu telah masuk ke dalam dirimu dan mampu diungkapkan dalam kata – kata maka itulah sebenar – benarnya puncak gunung es. Mengonstruksi pengetahuan sendiri sehingga bisa sampai ke puncak.

    ReplyDelete
  44. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar filsafat merupakan cara untuk menggapai ikhlas, adalah sebuah kalimat yang begitu dalam maknanya. Filsafat hidup dan filsafat kehidupan setelah tiada dunia.

    ReplyDelete
  45. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Memang begitu dalam karena berfilafat berarti mencari akar dari sebuah hal yang nantinya akan berujung pada keikhlasan dalam menerima setiap hal yang ada.

    ReplyDelete
  46. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pikiran yang ikhlas dapat dicapai oleh manusia apabila manusia itu telah terbebas dari segala macam prejudice. Berpikir ikhlas tentang segala hal artinya manusia itu telah mencurahkan segala hal yang dia bisa untuk memikirkan hal tersebut dengan tidak mengukurnya dengan apa yang telah dipahaminya atau sesuai dengan pengetahuannya. Manusia yang memiliki ikhlas pikir, harus dapat membuat antitesis dari segala tesis-tesisnya. serrta menjembatani atau mensintesis dari tesis dan antitesisnya. Orang yang telah memiliki ikhlas pikir ini akan memandang segala sesuatu sesuai dengan apa adanya sesuatu itu, tidak memihak atau memahami sesuatu secara setengah-setengah yang tentu akan sangat berpengaruh terhadap segala keputusan-keputusan yang diambil oleh manusia,

    ReplyDelete
  47. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia yang tidak memiliki ikhlas pikir ini adalah manusia yang akan selalu diliputi rasa kesombongan dan memaksakan kehendaknya atau pemikirannya terhadap orang lain. Orang yang tidak memiliki ikhlas pikir ini berrrarti dia tidak siap untuk menerima bahwa dalam dunia ini pasti ada berbagai macam sisi, dia hanya melihat dari satu sisi saja dan tidak mau atau menutup dari sisi lainnya., Baginya apa yang dia pahami adalah yang paling benar, sehingga pemikirannya hanya akan menimbulkan benturan-benturan dalam kehidupan. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu ikhlas dalam berpikir, terbebas dari segala macam belenggu yang dapat menutupi dan menjauhkan kita dari kebenaran yang sejati,

    ReplyDelete
  48. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Menggapai pikiran ikhlas adalah ikhlas dalam berfikir melalui merasa membutuhkan akan hal itu dan berusaha untu mendapat ilmu. Ikhlas pikir maka juga harus ikhlas batin/hati untuk benar-benar mendapat hal-hal yang kita inginkan.

    ReplyDelete