Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 39: Menggapai Sepi




Oleh Marsigit

Ramai:
Aku adalah suaraku. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu.


Aku tidak hanya menggunakan hatiku yang tiga. Aku tidak hanya menggunakan seluruh tubuhku sebagai hatiku. Tetapi aku juga menggunakan seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku sebagai hatiku. Anehnya aku mulai mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga juga mulai mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga mulai mendengar suaraku di leherku. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang satu. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang tiga. Aku tidak hanya mendengar suaraku di seluruh tubuhku. Tetapi aku mendengar suaraku di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Jika aku sebut seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku adalah hatiku maka aku mendengar suaraku di semua hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tersebar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku.
Padahal aku tahu suara apakah yang aku ucapkan itu. Maka ketika aku suaraku itu dengan segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, aku mendengar suara yang ramai membahana luar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubuhku tetapi suara itu juga aku dengar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Maka aku merasa menemukan dunia dan di luar duniaku penuh dengan suaraku itu. Di dalam kesepian aku telah menemukan ramai luar biasa.
Wahai sepi, aku ingin bertanya benarkan semua pengakuan-pengakuan itu?
Apakah ramaiku itu sepi?
Apakah perbedaan ramai dan sepi?
Bagaimanakah menggapai sepi itu?

Sepi:
Wahai suara, menurut kesaksianku, tiadalah engkau mampu menggapai sepi jikalau engkau masih mengaku-aku dirimu itu. Sekali saja engkau membuat pengakuanmu, maka setidaknya sekali itu pula dirimu telah membuat tidak sepi. Itu artinya engkau tidak akan pernah bisa menggapai sebenar-benar sepi.

Ramai:
Contoh konkritnya bagaimana?

Sepi:
Ulangi saja ucapanmu tadi, tetapi tanpa menyebut-nyebut dirimu.

Ramai:
Baiklah akan aku coba.
Adalah suara. Diucapkan dengan sepenuh daya. Tiadalah orang di luar diri mendengar suara, karena bibir ditutup. Mulut juga ditutup. Leher juga ditutup. Tidak menggunakan hanya hati yang satu. Tidak hanya menggunakan hatiku yang tiga. Tidak hanya menggunakan seluruh tubuh sebagai hati. Tetapi juga menggunakan seluruh lingkungan sampai batas pikiran sebagai hati. Anehnya mulai terdengar suara di dalam telinga. Juga mulai terdengar suara di dalam mulut. Juga mulai terdengar suara di leher. Juga mulai terdengar suara di hati yang satu. Juga mulai terdengar suara di hati yang tiga. Suara tidak hanya terdengar di seluruh tubuh. Tetapi terdengar di seluruh lingkungan sampai batas pikiran. Jika disebut seluruh lingkungan sampai batas pikiran adalah hati maka suara terdengar di semua hati. Suara terdengar di hati yang tersebar di seluruh lingkungan sampai batas pikiran.
Padahal tahu suara apakah ucapkan itu. Maka ketika suara itu diucapkan dengan segenap daya, upaya, jiwa dan raga, terdengar suara yang ramai membahana luar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubu tetapi suara itu jugaterdengar di seluruh lingkungan sampai batas pikiran. Maka terasa ditemukan dunia dan di luar dunia penuh dengan suara itu. Di dalam kesepian telah ditemukan ramai luar biasa.

Sepi:
Bagaimanakah ramai. Apakah engkau mulai bisa merasakan bedanya bersuara tanpa partisipasi dirimu?

Ramai:
Aku agak merasakan bedanya. Setidaknya aku merasa telah kehilangan keakuanku.

Sepi:
Ulangi lagi saja ucapanmu bagian akhir, tetapi tanpa menyebut-nyebut dirimu.

Ramai:
Baiklah akan aku coba:
"Padahal tahu suara apakah ucapkan itu. Maka ketika suara itu diucapkan dengan segenap daya, upaya, jiwa dan raga, terdengar suara yang ramai membahana luar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubuh tetapi suara itu jugaterdengar di seluruh lingkungan sampai batas pikiran. Maka terasa ditemukan dunia dan di luar dunia penuh dengan suara itu. Di dalam kesepian telah ditemukan ramai luar biasa"

Sepi:
Bagaimanakah ramai. Apakah engkau mulai bisa merasakan bedanya bersuara tanpa partisipasi dirimu?

Ramai:
Wahai sepi. Ampunilah diriku. Aku telah merasakan bedanya yang luar biasa. Aku telah merasakan diriku itu tiada daya dan upaya. Maka aku tidak tahu dari manakah suara itu. Aku terasa sangat lemah. Aku tidak mampu berpikir bahkan aku hampir lupa siapa diriku itu. Tak terasa air mataku mulai mengalir membasahi pipiku. Tubuhku mulai terasa bergemetar.

Sepi:
Wahai ramai, mengapa masih saja engkau ucapkan dirimu itu? Maka jika engkau masih saja ucapkan dirimu itu, maka sepi itu tidaklah akan datang menghampiri dirimu. Maka ulangilah ucapanmu yang terakhir, tetapi janganlah ucapkan dirimu itu.

Ramai:
"Ampunilah. Telah terasa bedanya yang luar biasa. Telah dirasakan diri itu tiada daya dan upaya. Maka tidaklah diketahui dari manakah suara itu. Terasa sangat lemah. Tidak mampu berpikir bahkan hampir lupa siapa diri itu. Tak terasa air mata mulai mengalir membasahi pipi. Tubuh mulai bergemetar"

Sepi:
Wahai ramai. Sia-sialah dirimu itu. Mengapa tidak engkau gunakan kata-katamu itu untuk sebenar-benar berdoa? Sebenar-benar sepi ialah doa-doamu tanpa keakuanmu. Sepi adalah doa-doaku tanpa keakuanku.

Ramai:
Wahai sepi, ampunilah diriku. Oh maaf ampunilah diri. Aku ingin menangis. Oh maaf ingin menangis.

Sepi:
Wahai ramai, sebenar-benar sepi adalah doa-doamu tanpa keakuanmu. Sebenar-benar sepi adalah doa-doaku tanpa keakuanku. Tangisanmu itulah kecerdasan hatimu. Maka marilah kita berdoa kepada Tuhan.

Sepi dan Ramai bersama-sama berdoa:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amien

25 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Rasa kesepian bukan dilihat dari apa yang ada diluar diri kita melainkan dari dalam hari kita. Orang-orang yang terlalu sibuk adalah orang -orang yang kesepian karena mereka tidak mempunyai waktu untuk berkumpul dan bersosialisasi dengan orang lain. Jiwa mereka kosong dan tidak menikmati hidup. Oleh karena itu, untuk mengatasi rasa kesepian, kita perlu menjalin hubungan dengan Allah Swt agar hati kita tidak mengalami kekosongan dengan cinta kepada-Nya.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dunia ini terkadang juga membutuhkan sepi. Sepi untuk merujuk pada spiritualitas, mendekatkan diri dan pasrah kepada Tuhan sang Pencipta. Dengan segala kerendahan hati kita menghadap Tuhan mengakui segala kelemahan dihadapan-Nya agar senantiasa hidup kita dapat menjadi berkah bagi siapa saja. Jika ramai membuat kita terjerumus ke dalam hal-hal duniawi, maka sepi menyeimbangkannya dengan spiritualitas kita. Berdasarkan elegi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa suara itu adalah suara doa. Doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT. Jika kita berdoa dengan sekuat tenaga, usaha, hati dan jiwa, maka doa kita akan didengar menggelegar luar biasa ramai di hati kita. Dan ketika kita berdoa dalam kesepian atau keheningan malam dengan khusyuk dan serius, maka akan ditemukan luar biasa ramai di kesepian. Namun, ingat bahwa kita tidak boleh menyombongkan diri kita dalam berdoa kepada Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suasana Sepi terkadang melahirkan inspirasi. Tidak jarang suasana ramai mengacaukan sebuah rencana dan agenda yang nyata-nyata telah jadwalkan. Sepi identik dengan suasana yang tepat disaat kita akan bermunanjat kepada Allah SWT. Sepi memngingatkan kita pada sang Khalik sebagai tempat curhat dan permohonan ampunan atas segala khilaf dan salah kita setiap hari-harinya. Semoga kita menjadi hamba yang selalu iinstropeksi diri. Aamiin

      Delete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Antara ramai dan sepi adalah dua keadaan yang saling kontradiksi, namun saling mengetahui bahwa ramai/ sepi itu ada. Karena untuk mengetahui bahwa itu ramai mesti pernah terjadi sepi pun sebaliknya. Antara dua kondisi ini, terkadang dicari oleh manusia untuk menggapai kebahagiaan. Dimana seseorang yang merasa kesepian akan mencari keramaian dan/atau seseorang yang sibuk dan merasa resah dengan keramian akan mencari tempat-tempat sepi untuk mendapatkan ketenangan. Inti dari semua itu adalah seseorang mencari ketenangan. Dan Ternyata sebenar-benarnya sepi adalah doa-doa tanpa keakuan kita akan doa dan ibadah yang kita lakukan. Sebenar-benarnya sepi adalah ketenangan hati. Kita tidak akan mampu menggapai sepi jika hati kita tidak dalam keadaan tenang. Salah satu contoh menggapai sepi dapat kita temukan ketika kita beribadah kepada Allah. Dalam beribadah dilakukan dengan hati yang tenang dan jauh dari prasangka buruk. Selain itu ketika kita mendekatkan diri kepadaNya, kita tidak akan pernah merasa kesepian karena kita punya Allah yang senantiasa menemani, semua itu hanya dirasakan oleh orang-orang yang paham.

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. setelah saya mencoba mambaca legi ini, saya mencoba merefleksikannya. Tak ada ramai tanpa sepi dan tak ada sepi tanpa ramai. Orang tak bisa mengatakan suasana ramai kalu ia tak pernah merasakan sepi dan orang tak akan bisa mngatakan sepi kalau tak pernah merasakan ramai. Ramai dan sepi saling membutuhkan agar mereka ada.

    ReplyDelete
  5. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Merasakan seperti sepi dalam keramaian, merasa sendiri dalam ukhuwah dan terbebani, kekerasan hati, hasad, perselisihan, friksi dan perbedaan pendapat yang mengarah pada pertengkaran. Mungkin ungkapan-ungkapan tersebut pernah kita rasakan, jika demikian apakah yang terjadi dan apakah obatnya? Berari ada masalah besar dalam tubuh kita yang butuh penyelesaian agar tidak berkelanjutan, sederhana saja obat hati yang paling mujarab hanya ada dalam satu kata yaitu IKHLAS. Sepi tidak selalu berarti sendiri dan ramai tidak selalu berarti gaduh, namun sepi dapat juga berarti ketenagan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT dan upaya-upaya yang kita lakukan untuk mencapai tingkat spirirual yang tinggi. Maka dari itu yang diperlukan adalah keikhlasan hati dalam melakukan segala hal di dunia ini untuk mencapai kehidupan yang hakiki.

    ReplyDelete
  6. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Saat seorang manusia ehilangan dirinya sendiri maka itulah sepi. Dalam sepi adalah waktu yang tepat untuk kita merenungkan semua hal yang telah kita lakukan dan memanjatkan doa-doa kita pada yang Maha Kuasa dengan ikhlas hati. Dalam kerendahan hati dan memohon segala ampunan atas semua perbuatan yang kita lakukan, dan selalu berusaha untuk memperbaiki kehidupan kita kelak.

    ReplyDelete
  7. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Sebenar-benar sepi adalah doa-doaku tanpa keakuanku, kita tidak bisa menggapai sepi apabila kita masih mengaku-ngaku siapa diri kita. Padahal kita hanyalah makhluk ciptaan Allah yang pada akhirnya kembali pada Allah pula. Sepi itu mengajarkan kita untuk lebih mencinta Allah dan mengenal cinta Allah.

    ReplyDelete
  8. Keadaan sepi merupakan waktu terbaik untuk memanjatkan doa. Ketika sepertiga malam banyak orang terlelap jika ada yang bertahajud kemudian berdoa memohon ampun maka InsyaAlah akan diampuni. Karena waktu tersebut dalam keadaan hening, sepi dan sunyi. Keadaan dimana kita serasa dekat dengan sang Pencipta karena keheningan dan kesunyiannya.

    ReplyDelete
  9. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPS Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Assalamualaikum..
    Hari ini saya merasakan sangat sepi. Karena kamis kemarin saya hanya mengikuti tiga mata kuliah. Biasanya empat mata kuliah. Sepi yang saya rasakan adalah pada hari berikutnya, Jum'at. Padahal hari itu ada kuliah, namun kuliah hari itu diisi dengan ujian sisipan. Kelas jadi sangat sunyi sepi. Setelah selesai ujian, saya langsung pulang ke rumah. Hari sabtu, minggu, dan senin pada hari ini, saya semakin merasakan sepi karena saya hanya di rumah saja. Setelah membaca tulisan ini, saya jadi mulai bisa menterjemahkan sepi yang saya alami. Sepi ini terjadi karena beberapa hari lalu, saya tidak merasakan suara-suara dalam pikiran saya. Begitu pula suara-suara orang lain, pertimbangan-pertimbangan, tidak memasuki pikiran saya. Hasilnya saya semakin kesepian. Biasanya hati saya ramai, ramai dengan berinteraksi dengan kebaikan dan keburukan, ramai dengan mendengar doa-doa dan taubat. Namun beberapa hari ini saya jauh dari itu semua. Semakin lengkap sepi ini.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Menggapai sepi adalah sebenar-benar doa tanpa keakuan. Hal ini karena keakuan menjadikan manusia memiliki rasa sombong di dalam dirinya. Menggapai sepi dengan berdoa disertai dengan kerendahan hati, keikhlasan, hati yang bersih dan tunduk kepada Allah SWT dengan mencurahkan segala isi hati untuk memohon ampunan, perlindungan serta kasih sayang-Nya, dan merupakan wujud syukur seorang hamba atas segala rahmat dan karunia dari Sang Penciptanya. Sesungguhnya orang-orang yang tidak pernah mau berdoa adalah orang-orang yang termasuk dalam kategori sombong dan mereka itulah orang-orang yang merugi.

    ReplyDelete
  11. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menggapai sepi perlu kita lakukan ketika berdoa kepada sang pencipta. Dengan perasaan sepi tentu kita akan dapat menggapai kekhusukan dalam mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sebenar-benarnya sepi itu adalah komunikasi kita dengan ALLAH SWT dengan meninggalkan segala kepentingan atau sifat duniawi sesaat. Menggapai Sepi adalah menggapai ketidak angkuhan sebagi makhluk ciptaan.

    ReplyDelete
  12. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sepi adalah memberikan waktu yang tenang bagi hati dan jiwa untuk berdoa. Jika dengan menyebut nama Allah, segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, akan mendengar suara yang ramai. Intinya, jangan pernah sepi dari berdoa.

    ReplyDelete
  13. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Sebagai manusia, kita tidak bisa menggapai sepi, karena walaupun mulut kita tidak bersuara, kita tetap bisa mendengarkan suara dari pikiran dan hati kita. Kita harus memanfaatkan suara kita untuk hal-hal yang bermanfaat, apabila tidak bermanfaat lebih baik kita diam, tidak bersuara. Lebih baik kita memanfaatkan keramaian kita atau suara kita untuk berdoa kepada Allah, memohon ampun kepada Allah, meminta ridho Allah daripada menggunakan keramaian dan suara yang kita punya untuk menggunjing, menghina, dan perilaku-perilaku buruk lainnya.

    ReplyDelete
  14. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    “Sebenar-benar sepi ialah doa-doamu tanpa keakuanmu. Sepi adalah doa-doaku tanpa keakuanku”. Dari kalimat di atas, dapat disimpulkan bahwa sepi sebenarnya adalah ketika kita berdo’a dengan khusyuk dan ikhlas kepada Allah SWT tanpa kesombongan yang ada dalam diri kita. Sepi tidak dapat kita raih jka kita masih mengaku-aku diri kita. Niat ikhlas dalam berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT lah yang dapat menciptakan suasana sepi yang menuju pada ridho-Nya.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Menghilangkan sepi dengan berbantuan suara. Suara yang tercipta dari hati ialah yang tiada pernah berdusta. Sesungguhnya keramaian adalah sepi. Sepi terselimuti keramaian. Mengapa demikian? Karena tidak semua keramaian akan nyata dengan keramaian. Dikala keramaian datang menghampiri terkadang datang suatu kesepian dan kehampaan hati. Begitu juga sebaliknya.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Sepi adalah hal yang wajar jika dialami. Bahkan ketika berada dalam keramaian masih merasa kesepian. Itu karena ada hal di dalam diri yang bergejolak kemudian menimbulkan rasa sepi. Dalam sepi juga dapat dimanfaatkan untuk merenungkan segala hal yang terjadi dan hal yang dilakukan. Karenanya tidak semua hal yang berkaitan dengan sepi adalah kesedihan. Bagaimana untuk mengatasi sepi dalam diri? Berdoa kepada Tuhan adalah hal yang mesti dilakukan.

    ReplyDelete
  17. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Sepi dalam ramai. Ramai dalam sepi. Ramai dan sepi, menjadi dua hal kontradiktif. Sepi tak akan datang kepada kita kalau masih ada keakuan, karena sebenar-benar sepi adalah doa tanpa keakuan. Jika ada sedikit keakuan hadir di sana berarti hadir pula keramaian, hadir pula kesombongan di sana. Ketika kita bisa melupakan sejenak keakuan, maka di sata itulah kita benar-benar butuh Tuhan, karena kita merasa kita bukan apa-apa tanpa kuasa-Nya. Oleh karena itu, hilangkan kesombongan diri dan ikhlas berdoa kepada-Nya.

    ReplyDelete
  18. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi tersebut menceritakan bagaimana seorang kita menggapai sepi itu. Ada saat dimana kita harus benar-benar sendiri. Dimana sendiri ini bsisa kita artikan dengan sepi, yanag mana sepi adalah suatu perasaan yang kosong yang akan memebutuhkan. Kita tahu sebelumnya bahwa kita sebagai manausia pasti memiliki rasa sepi, entah itu sepi dalam diri, sepi karena tidka mempunyai teman bermaian, akan tetapi dengan merasa sepi maka kita bisa menjadi pribadi yang baik, kenapa? Kerna dnegan rasa sepi kita bisa intropeksi diri kita sendiri, sejauhmana kita menjalani kehidupan ini,a pakah kehidupan kita jalani itu sudah memanag benar dan sudahsesuia dengan syariat-syariat dalam agama kita. Pikirkanlah dan renungkanlah

    ReplyDelete
  19. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dalam kisah elegi ini saya tertarik dengan apa yang dikatakan Sepi yaitu tentang ketidak dapatan kita meraih sepi saat masih mengaku-aku diri kita. Karena selama kita masih bersuara yang diucapkan dengan segenap daya, upaya, jiwa dan raga, terdengar suara yang ramai membahana sampai di seluruh sel-sel tubuh. Tetapi suara itu juga terdengar di seluruh lingkungan sampai batas pikiran. Sehingga hal ini tidaklah bisa dalam menggapai sepi kita. Dan pada akhir elegi ini saya setuju bahwa sebenarnya sepi adalah doa-doaku tanpa keakuanku dan juga doa-doamu tanpa keakuanmu. Dalam berdoa yang ada hanya keikhlasan hati, bukan keakuanku atau pun keakuanmu.

    ReplyDelete
  20. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Point penting yang saya tangkap melalui elegi ini adalah bahwa sebenar-benar sepi adalah doa-doaku tanpa keakuanku. Ketika kita berdoa memohon ridho dan pertolongan dari Allah SWT, maka kita letakkan semua jabatan atau kedudukan kita, terlepas dari siapa kita, dan menundukkan diri dengan serendah-rendahnya di hadapan-Nya. Sia-sialah kita berdoa ketika kita masih belum ikhlas dan congkak, memikirkan bahkan menyebut diri kita yang tak layak dibandingkan dengan-Nya.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sepi yang dimaksud pada elegi ini adalah do’a kita dalam memohon ampun kepada Allah SWT. Maka orang menggapai sepi adalah orang yang sedang berdo’a memohon ampun kepada Allah dengan hati yang ikhlas. Selain itu, sepi juga dapat dicapai ketika kita berdo’a dengan tidak ada keegoisan diri hanya memohon dan menerima yang terbaik untuk kita. Semoga kita bisa menjadi salah seorang yang mampu menggapai sepi dalam do’a. Aamiiin...

    ReplyDelete
  22. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sepi menggambarkan situasi dimana keheningan diperlukan dalam bermunajat kepada-Nya. Disetiap kekhusukan dari doa yang kita panjatkan yang disertai dengan kebermaknaan di dalam kalbu akan dapat kita rasakan nikmat serta hikmahnya. Tanpa memikirkan duniawi yang berarti kita tinggalkan terlebih dahulu jabatan, pangkat, kedudukan serta dengan memposisikan diri kita serendah-rendahnya di hadapan-Nya untuk memohon ridho dan karunia-Nya. Oleh karena itu, menggapai sepi dalam situasi namun ramai dalam doa merupakan salah satu upaya kita dalam mendekatkan diri kepada-Nya agar memiliki kebermaknaan di dalam hidup.

    ReplyDelete
  23. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sepi disini maksudnya keadaan dimana kita bisa mendekatkan diri dengan tuhan, maka disebutkan bahwa kita tidak akan bisa menggapai sepi jika ramai masih mengaku-ngakukan dirinya. berarti jika kita ingin mendekatkan dengan tuhan, kita harus berdoa berhenti merasakan kehebatan diri kita.

    ReplyDelete
  24. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dalam setiap kegiatan yang kita lakukan, hati, pikiran, tulisan, ucapan, dan perbuatan selalu berjalan dinamis. Tidak bisa kita menghilangkan keberadaannya. Kita selalu di dalam pengawasan-Nya . Jadi kita harus berhati-hati dalam melakukan sesuatu hal.. Untuk menghilangkan suatu Sepi kita harus berdoa dan berdzikir . Di dalam doa yang ikhlas, maka di situlah aku kehilangan keberadaanku

    ReplyDelete