Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas




Oleh Marsigit

Cantraka Sakti:

Waha sini saudaraku, Cantraka Awam, bagaimana khabarnya? Engkau dari mana kok bisa sampai kesini untuk mengikuti Ritual Ikhlas? BerZikir ya berZikir, tetapi ngobrol itu ya penting.

Cantraka Awam:
Aku dari jauh. Aku kesini memang ingin meningkatkan keikhlasanku dalam beribadat. Oleh karena itu Ritual Ikhlas ini saya anggap peristiwa yang sangat tepat dan sangat baik bagi diriku untuk belajar ikhlas, dengan cara menerima saran perbaikan dari Santri yang sudah pengalaman. Lha kalau kamu dari mana? Kenapa engkau juga datang kesini? Apa Alasanmu?

Cantraka Sakti:
Wha..aku sebetulnya tidak sengaja mengikuti kegiatan ini. Aku sebetulnya sedang menunggu job atau pesanan karya ilmiah saya. Seraya menunggu sembari mengisi waktu saya ingin melihat apa yang terjadi dalam Ritual Ikhlas.

Cantraka Awam:
Bicaramu kelihatan sangat ilmiah apakah engkau seorang Doktor atau Profesor?

Cantraka Sakti:
Oh bukan, cuma aku memang lulusan Cambridge University baru beberapa bulan. Ngomong bahasa Indonesia atau bahasa Jawa saja masih harus belajar. Wah kegiatan ini menurutku sangat menyiksa. Terlalu banyak peraturan, thethek mbgengek. Di luar negeri aku tidak pernah menemui kegiatan semacam ini. Ah buang-buang waktu saja.

Santri Petugas:
Maaf saudaraku, ini saatnya para peserta sedang berZikir. Mohon toleransinya agar bicaranya diperlemah. Atau kalau bisa saya sarankan, daripada banyak berbicara lebih baik memperbanyak amalan-amalannya dengan cara berZikir yang sebanyak-banyaknya.

Cantraka Sakti:
Waha...asem tenan...seorang Master lulusan Cambridge University baru beberapa bulan..ditegur sama lulusan SMP. Ya...ya...ya...saya diam. Hei Cantraka awam...aku membawa segala macam minuman. Ini pilihlah. Engkau akan minum apa? Kesenanganku adalah minum kopi hangat. Wah kopi hangat kaya gini suegernya bukan main...Dhuot..drut..drut. Apalagi habis minum bisa buang angin, wah rasanya sangat lega. Lalu minum lagi..wah badan terasa seger. Apalagi kalau bisa buang angin lagi...demikian itu seterusnya. Itu kebiasaanku selama di Luar Negeri selama bertahun-tahun. Tidak puas kalau minum tidak sambil buang angin.

Santri Petugas:
Maaf Cantraka Sakti...sesuai dengan kebiasaan dan tata cara melaksanakan Ritual Ikhlas, maka minum sambil buang angin itu tidak sopan. Karena setelah anda membuang angin, itu berarti anda tidak suci lagi. Seyogyanya, setelah anda membuang angin, anda harus bergegas mengambil air wudhlu. Jika tidak berwudu maka itu berarti anda minum dalam keadaan kotor. Artinya, Syaitan itu akan masuk bersama minum kopi anda itu.

Cantraka Sakti:
Wuhaeh...baru kali ini saya mendengar peraturan seperti itu. Ketika aku di Luar Negeri, tidak ada masalah itu minum sambil buang angin, sambil tertawa, sambil menari, sambil bernyanyi, bahkan sambil mabuk sekalipun. Masalah kayak gitu kok diurusi, kayak kurang kerjaan saja, mas...mas...Nanti kalau engkau butuh kerjaan lapor saja sama saya.

Santri Kepala:
Bapak ibu semua, setelah beberapa hari kita melakukan Ritual Ikhlas ini, maka sampailah kita pada penghujung acara yaitu acara penutupan. Pada acara penutupan nanti akan ada ceramah mengenai hakekat Ikhlas dan cara memperolehnya. Namun sebelumnya perkenankanlah kami ingin mengumumkan perihal penilaian transenden spiritual kami tentang siapa saja yang akan saya panggil untuk dapat melakukan atau melanjutkan Ritual Ikhlas selanjutnya. Nama-nama berikut yang yang saya panggil mohon agar dapat menuju ke mimbar tengah untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut. Sedangkan yang belum dipanggil, mohon agar tetap berada ditempat sampai acara selesai. Nama-nama yang dipanggil adalah: Mahammad Nurikhlas, Siti Nurikhlas, Cantraka Ikhlas, dan Cantraka Awam.

Cantraka Sakti:
Lho...lho...aku kok tidak dipangil? Lho..kanapa? Wah malu saya ...seorang Master Lulusan Cambridge University hanya kayak gini saja kok tidak lulus. Mohon..tolong...wah...panitia? Aku protes..kenapa aku tidak dipanggil? Lho ..jadi aku masih belum dianggap Ikhlas? Bagi seorang Master Lulusan Luar Negeri, rasio itu nomor satu. Aku hanya akan ikhlas kalau sesuai dengan pikiranku. Lha buang angin itu kan sehat, masa' nggak boleh. Itu tidak logis. Bagaimana aku akan ikhlas. Aneh pula alasannya. Apa buktinya Syaitan masuk melalui minuman kopiku. Aku tak merasakan apa-apa itu?

Santri Kepala:
Maaf hanya belum dipanggil saja. Mungkin untuk Ritual Ikhlas selanjutnya nanti Bapak akan dipanggil. Untuk sementara tunggulah di sini dengan sabar dan tawakal.

55 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Cantraka Sakti adalah orang yg kurang sopan dan sombong. Ia memamerkan dirinya sebagai lulusan Cambridge University yang berperilaku seperti orang luar negeri. Namun, arogansi telah menyebabkan dia untuk tidak tulus yang membuat dia tidak lulus untuk mengikuti Ritual Ikhlas berikutnya. Sementara itu, Cantraka Awam yang tulus ingin meningkatkan ketulusan dalam ibadah berhasil lulus. Hal ini menunjukkan bahwa dalam ibadah, Allah tidak melihat status dan pangkat orang yang menyembah, tetapi ketulusan dan kesungguhan dalam ibadah itu adalah hal yang penting. Salah satu hal yang sulit untuk dipelajari adalah ikhlas. Ikhlas hanya dapat dicapai dengan kerendahan hati yang ada pada diri. Jika masih ada kesombongan dalam diri kita, maka keikhlasan akan sulit untuk didapatkan. Apalagi saat beribadah kepada Allah, kita benar-benar harus merendah di hadapan-Nya karena Dialah yang Maha Tinggi dan Dialah yang Maha Besar. Allah juga tidak pernah membeda-bedakan makhluk-Nya, kecuali atas tingkat keimanan dan ketakwaannya. Jadi, kita tidak berhak menyombongkan diri di dunia ini walaupun memiliki status dan pangkat yang tinggi.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Elegi ini menceritakan Cantraka Sakti yang mengagung-agungkan diri dengan pendidikan yang dimilikinya. Keikhlasan dalam diri seseorang tidak dapat diukur berdasarkan pendidikan yang ia jalani baik tinggi ataupun rendah. Oleh karena itu, janganlah menyombongkan tingginya pendidikan atau ilmu yang kita miliki. Tanpa adanya rasa ikhlas segala sesuatu yang kita punya ini tidaklah memiliki makna yang berrati. Maka dari itu kita harus selalu menjunjung tinggi keikhlasan dan tidak perlu menyombongkan diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  3. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Refleksi yang saya dapatkan dari elegi ini ialah jangan sombong akan tingginya pendidikan yang kita terima. Pendidikan tinggi tanpa sopan santun itu omong kosong. Cantraka sakti merupakan seorang lulusan perguruan tinggi bonafid yang mungkin tak perlu diragukan tingkat intelektualnya, tapi sepertinya ia lupa akan budaya timur dan tata krama dalam beribadah. Ia juga memandang rendah santri petugas, yang menunjukkan kalau Cantraka sakti belum ikhlas sehingga ia belum boleh mengikuti kegiatan ritual ikhlas selanjtnya. Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini menunjukkan bahawa Cantraka sakti yang merupakan lulusan dari Cambridge University merasa mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari santri lainnya sehingga dia mengabaikan teguran dari santri lain. Sehingga Cantraka Sakti belum benar-benar ikhlas dalam menjalani ritual ikhlas ini karena dia masih membeda-bedakan pendidikan seseorang, dengan demikian pendidikan tidak akan pernah menjamin sebuah keikhlasan. Siapapun orang itu di dunia ini apapun pendidikan, pangkat dan derajatnya haruslah selalu mau mendengarkan nasihat dari orang lain dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari Elegi di atas menceritakan tentang cantraka sakti yang berkeinginan untuk mengikuti ritual ikhlas, namun cantraka sakti dengan tingkah lakunya yang mengagung-agungkan lulusan Cambridge University menyebabkan ia melakukan sesuatu semau hatinya sendiri, membandingkan aturan-aturan yang ditetapkan dengan keadaan di luar negeri yang telah ditemuinya, serta mengkongkritkan peraturan yang ada dengan pola pikirnya sesuai apa yang diketahuinya tanpa memperhatikan syariat-syariat dalam melakukan ritual ikhlas ini. Hal itu menunjukkan dan mengajarkan kita bahwa keikhlasan bisa hilang karena kesombongan dalam diri kita.

    ReplyDelete
  6. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam elegi tersebut, untuk mendapatkan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa ketika kita melakukan semua amal ibadah kita dengan ikhlas dari dalam hati. Setinggi-tingginya gelarmu, setinggi-tingginya jabatanmu, Tuhan tidak memperdulikan itu semua. Sebagai manusia ciptaan Tuhan, kita hanya bisa berdoa, bertingkah laku dengan baik, beribadah dengan ikhlas, maka kita dapatkan rahmat Tuhan, sehingga kita akan mendapatkan ketenangan dalam hidup dan hidup kita akan jauh lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  7. Kadang manusia menonjolkan keilmuannya, pangkatnya, derajatnya, hartanya, fisiknya, keudukannya, dan sifat keduniaan lainnya. Semua itu dihadapan Allah tidak ada artinya sama sekali. Tetapi kadang secara tidak sadar ego tersebut muncul. Seperti Cantraka sakti yang tidak senang ditegur oleh petugas karena rendahnya pendidikannya. Tetapi cantraka sakti tidak memahami ruang dan waktunya bahwa dia adalah peserta yang harus mengikuti aturan. Dan petugas walaupun pendidikannya rendah tetap saja petugas. Seperti presiden yang kedudukannya tinggi tetapi masih saja diatur oleh protokolernya. Manusia hidup di dunia juga diatur dengan tata tertib yang diciptakan oleh Allah yaitu Alquran dan Hadits. Ikutilah Alquran dan sunah rasulullah maka akan selamat.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Ikhlas, adalah semata-mata apa yang kita lakukan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan, amal-amalnya dan dari ketaqwaannya. Jadi untuk menjadi ikhlas, dan mendapat ridho dari Allah, pangkat dan jabatan di dunia tidak ada pengaruhnya, semua sama. Jadi, untuk semuanya, marilah kita selalu mendekatkan diri kita kepada Allah dengan melakukan hal-hal yang terpuji. Melaksanakan perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan ridho dari Allah SWT. Aamiin.

    ReplyDelete
  9. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Cantraka sakti yang mengagungkan dirinya sendiri karena ia memiliki pendidikan yang tinggi. Akhirnya dia pun menjadi sombong, ikhlas yang dimilikinyapun tidak akan berarti apa- apa. Sesungguhnya tidak perlu menyombongkan diri dengan apa yang telah kita miliki di dunia ini karena itu hanya bersifat sementara. Marilah siapapun diri kita untuk selalu rendah hati, karena keikhlasan seseorang tidak dapat ditentukan dari seberapa tinggi pendidikannya.

    ReplyDelete
  10. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Cerita di atas mengingatkan kita untuk menanamkan rasa ikhlas. Cerita ini sungguh menarik, di mana ada seseorang yang mengaku dirinya itu telah ikhlas padahal ia tidak menyadari bahwa dirinya itu masuk ke dalam ruang lingkup kesombongan. Orang yang ikhlas itu hendaknya jangan terlalu mengejar kenikmatan dunia saja akan tetapi juga memperhatikan kehidupan nantinya yang lebih kekal oleh karena itu, setiap kegiatan harus dilandasi dengan niat yang ikhlas agar kita memperoleh berkah dari Tuhan yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Untuk menggapai ikhlas itu, sifat sombong itu harus di hilangkan kita tahu bahwa Ikhlas, adalah semata-mata apa yang kita lakukan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan, amal-amalnya dan dari ketaqwaannya. untuk menjadi ikhlas, kita sebaiknya harus mengikuti aturan-aturan agama, pedoman AlQur’an dan sunah rasul, seperti yang sudah dijelaskan pada ritual ikhlas sebelumnya. Meskipun ia lulusan luar negeri dengan segala kelebihan ilmu yang ia miliki, namun tetap saja untuk ikhlas itu harus mengikuti aturan yang ada. Bukan semau kehendaknya ia sendiri. Untu kitu, setinggi apapun ilmu dunia kita, tetap saja kita harus bisa mengikuti ilmu-ilmu agama agar bisa menjadi ikhlas.

    ReplyDelete
  12. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Ikhlas adalah semata-mata apa yang kita lakukan hanya untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Seseorang belum bisa dikatakan ikhlas jika masih ada kesombongan dalam dirinya. Seseorang yang memiliki ilmu, jabatan atau harta tidak akan mendapat ridho dari Allah SWT jika mereka menggunakannya untuk menyombongkan dan mengagung-agungkan diri sendiri. Sebenar-benar ikhlas adalah apa yang ada dalam hati kita, tidak perlu diucapkan, cukup ditunjukkan melalui tindakan-tindakan terpuji. Sebenar-benar ikhlas adalah bagaimana ia bermanfaat bagi orang lain dan apa yang ia lakukan semata-mata hanya untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  13. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Segala sesuatu di dunia ini memiliki ahlinya masing-masing. Jika kita ingin belajar sesuatu maka kita harus belajar dengan ahli yang sesuai. Sebagai contoh, tidaklah pas jika seseorang belajar agama dari ahli menjahit. Oleh karena itu, lulusan Cambridge di atas tidaklah perlu untuk memberitahukan kepada dunia bahwa dirinya adalah lulusan Cambridge ketika dia benar-benar ingin belajar spiritual. Cantraka sakti yang merupakan lulusan Cambridge telah termakan mitosnya yang mana terlalu mengangung-agungkan dirinya yang merupakan lulsan Cambride. Padahal tingkat ibadah seseorang bukan dilihat dari hal tersebut melainkan dari keikhlasannya.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sesungguhnya pendidikan yang tinggi tidak menjamin keikhlasannya tinggi pula. Bahkan orang lain tidak perlu mengetahui bahwa dirinya ikhlas. Itu hanya penilaian orang semata yang dapat mengelompokkan tingkat keikhlasan dalam wacana tersebut. Alat ukur yang valid mengenai keikhlasan hanya Allah yang memilikinya, bukan kita sebagai makhluk yang sedang berusaha untuk mencapai titik tertinggi keikhlasan.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Cantraka sakti adalah orang yang sombong. Dia merasa bahwa dirinya yang paling pintar dan paling unggul di antara yang lain. Dia tidak ikhlas dalam melakukan segala sesuatu yang dia lakukan, yang dia butuhkan hanyalah pengakuan dan pujian. Namun, Allah dapat berkehendak, walaupun cantraka sakti berasal dari lulusan universitas ternama, jika dia menjalani dengan tidak ikhlas dan tidak hanya untuk mengharap ridho-Nya, hasilnya pun tidak akan berkah, dia tidak lebih pintar dan unggul di antara yang lain. Karena di mata Allah manusia yang pintar dan unggul adalah dia yang ikhlas menjalani segala sesuatu dan hanya mengharap ridho-Nya, bukan dari gelar ataupun lulusan dari universitas ternama.

    ReplyDelete
  16. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Ikhlas,, sangat mudah untuk diucapkan namun sulit untuk direalisasikan. Namun, dengan ikhlas kita akan merasa bahagia, damai, terteram hatinya. Sangat berpengaruh hal ini pada hidup yang kita jalani. Arti ikhlas sangat luas sekali. Menurut saya orang ikhlas itu ketika melakukan sesuatu tidak pernah menggerutu hanya mengikuti alur dengan hati tenang dan tidak memikirkan yang lain. Ketika kita belum mencapai hal demikian, maka dapat dikatakan bahwa kita belum ikhlas. Ikhlas juga tidak bisa ditentukan oleh derajat orang itu, dimana ia orang kaya atau bukan, orang berilmu atau bukan dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  17. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut dapat diambil pelajaran bahwa kita harus ikhlas dalam menjalani hidup ini. Alangkah baiknya jika menjalani hidup dengan menjauhi sikap sombong agar tidak hilang ikhlas dalam diri kita. Cantraka sakti dalam elegi tersebut menggambarkan sikap sombong dan membanggakan dirinya ketika menempuh pendidikan di luar negeri. Hal ini mengajarkan agar tidak terlalu bangga yang berlebihan atas prestasi yang dicapai agar ikhlas yang ada pada diri masing – masing tidak hilang.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Setinggi apapun pencapaianmu di dunia tanpa didasari keikhlasan akan sia-sia. Alloh tidak melihat seberapa tinggi pangkat, derajat, dan kekayaan kita, namun yang Alloh lihat adalah seberapa tinggi kualitas keikhlasan hati manusia dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi. Lain halnya dengan Cantraka Sakti yang mendewakan (menyombongkan/mengagung-agungkan) kelulusannya sehingga dibutakan hatinya karena setiap tindakan maupun ucapan Cantraka Sakti tidak didasari keikhlasan. Masih lebih baik awam namun ikhlas daripada pandai namun tidak ikhlas.

    ReplyDelete
  19. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam elegi ini, Cantraka Sakti menggambarkan karakter yang angkuh dan sombong. Sikap sombong dan arogan yang dimilikinya membuatnya tidak dapat menggapai ikhlas sehingga kehidupannya berantakan. Ini menandakan bahwa se 'sakti' apapun seseorang jika tidak bersikap ikhlas maka sia-sia lah kesaktiannya itu. Sedangkan Cantraka Awam merupakan gambaran seseorang yang tulus, walaupun dia 'awam' dan tidak memiliki kelebihan apa-apa, namun kerendahan hatinya membuatnya lulus dalam ritual ikhlas dan menggapai ikhlas. Ikhlas ini diterapkan pula dalam beribadah dan menyembah ALlah SWT sebagai wujud keimanan dan ketakwaan kita terhadap-Nya. Allah SWT tidak menilai seseorang berdasarkan harkat dan martabat seseorang, melainkan berdasarkan keikhlasan hamba-Nya dalam menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

    ReplyDelete
  20. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016

    ritual ikhlas diperbolehkan diikuti oleh siapa saja dari berbagai kalangan. namun karena syaratnya adalah niat dan keikhlasan hati dalam mengikutinya, panitia penyelenggara tidak dapat mengeceknya sebab hal-hal tersebut tidak konkrit. ada peserta yang hanya bertujuan untuk mengisi waktu luang sambil menunggu. dia bilang ikhlas melakukannya, tapi dengan syarat sesuai dengan logikanya. maka dari itu, untuk sementara dia tidak diperkenankan melanjutkan ritual ikhlas.

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Yang dapat saya sadari melalui dimensi ruang dan waktuku mengenai Elegi ritual ikhlas 4 adalah keikhlasan diawali dari niat. Niat yang benar dan ikhlas untuk memperoleh keikhlasan adalah dasar dalam memperoleh keikhlasan. Jika keikhlasan belum kita raih, maka perbaikilah niat, nikmati prosesnya dengan ikhlas, jalani prosedurnya dengan ikhlas, dan terimalah apapun hasilnya dengan ikhlas pula. Jika belum memperoleh keikhlasan, maka bersabarlah dan bertawakkallah. Sesungguhnya Allah SWT bersama dengan orang-orang yang sabar. Semoga kita semua termasuk dalam golongan hamba-hamba-Nya yang sabar dan ikhlas. Aamiin.

    ReplyDelete
  23. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Seseorang itu tidak diliat dari tingginya pendidikan atau kekayaannya, tetapi diliat dari bagaimana dia berperilaku. Seperti pada kisah cantraka sakti seorang Master lulusan Cambridge University yang melakukan perbuatan tidak sopan yaitu meminum kopi lalu buang angin sehingga dirinya tidak menjadi peserta yang belum dipanggil, belum menjadi peserta yang ikhlas. Kita tidak bisa membanggakan apa yang dimliki karena pasti aka nada yang lebih baik dari kita. Kita harus memiliki sifat rendah hati walaupun sepintar apapun dan sekaya apapun kita agar bisa menjadi orang yang ikhlas. Karena melakukan itu semua semata-mata berniat untuk manjadi orang yang mendapat ridho-NYA.

    ReplyDelete
  24. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    ternyata cantraka sakti pada bagian ini sudah dipanggil dan dikeluarkan karena ridak mematuhi peraturan dari panitia, karena belum bisa ikhlas sepenuhnya dan masih merasa tinggi hati. walaupun ia lulusan cambridge tetapi tidak mempengaruhi terhadap tingkatan keihlasannya karena itu bukanlah tolak ukur dari keikhlasan

    ReplyDelete
  25. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 4. elegi ini menyampaikan bahwa dalam rangka menggapai ikhlas, kita tidak boleh bersikap seperti cantraka sakti. Sikap sombongnya membuat ia menyepelekan ritual ikhlas yang ada. Kesombongannya membuat ia gagal dalam ritual ikhlas saat itu. Sebagai manusia kita hanya memiliki ilmu yang sangat sedikit, tidak sepantasnya kita mengagungkan. diri kita dan meremehkan orang lain dengan pendidikan yang lebih rendah, karena dalam ritual ikhlas, tak memandang status/gelar. semua hanya tergantung niat dan kesungguhan. Mari introspeksi diri, semoga kita tidak tergolong dalam orang yang gagal meraih ikhlas di dalam hidup dan terhindar dari sikap sombong, yang tak pantas dimiliki manusia

    ReplyDelete
  26. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Ikhlas itu dari hati, sikap spiritual setiap orang, bukan diukur dari akal pikiran. Yang dianggap logis tapi tidak dilakukan dengan memenuhi setiap aturan yang berlaku sama saja dengan tidak ikhlas. Setinggi-tingginya ilmu yang kita miliki hanya akan sia-sia apabila tanpa disertai dengan sikap hati yang baik. Karena tanpa kerendahan hati, keikhlasan hati, menyadari keberadaan kita di mata TUHAN, kita hanya akan menghancurkan diri kita dengan kesombongan kita.

    ReplyDelete
  27. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Ikhlas tak butuh lulusan universitas ternama, semua orang bisa belajar ikhlas asalkan hati kita ikhlas dalam mencari ridha-Nya. Sesuatu yang sulit dalam ikhlas ialah meluruskan niat kita, karena ia sering berubah-ubah. Hal ini dikarenakan hati manusia yang sering berubah-ubah. Terkadang ikhlas, dilain waktu tidak. Oleh karena itu, mantapkan hati kita untuk senantiasa mengharap ridha Allah SWT.

    ReplyDelete
  28. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Beda negara beda adat dan beda budayanya. Jika kelak kita merantau sejauh negri manapun sebaiknya tidak melupakan adat negri sendiri. Beribadahlah untuk mencari ridhoNya dengan ikhlas hati dan pikrian, keikhlasan dalam beribadah tidak dinilai dari pangkat seseorang. Keikhlasn dinilai dari niat yang tulus. Berdzikirlah sebanyak-banyaknya dan seikhlas-ikhlasnya agar kelak mendapat ridho Allah yang tak terhingga.

    ReplyDelete
  29. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sombong, atau merasa diri besar adalah masalah yang sangat serius. Kita harus berhati-hati dengan persoalan ini. Sebab kesombongan inilah yang menyebabkan setan terusir dari surga dan kemudian dikutuk oleh Allah selamanya. Marilah kita berhati-hati dari bahaya kesombongan ini. Jika penyakit ini datang pada kita, kita akan sengsara. Langkah kehati-hatian ini bisa dimulai dengan mengenali ciri-ciri kesombongan. Kesombongan terbagi kepada batin dan lahir (zhahir). Kesombongan batin adalah perangai dalam jiwa, sedangkan kesombongan lahir (zhahir) adalah amal amal perbuatan yang lahir dari anggota badan. Istilah kesombongan lebih tepat dengan sebutan perangai batin. Karena amal perbuatan merupakan hasil dari perangai tersebut. Perangai sombong menuntut perbuatan.

    ReplyDelete
  30. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Secara umum, segala nikmat yang bisa diyakini sebagai kesempurnaan menimbulkan kesombongan. Demikian pula orang yang fasik, terkadang ia membanggakan dirinya dengan dengan hal hal buruk, seperti minum khamer dan berbuat mesum dengan para wanita. Menyombongkan diri dengan perbuatan perbuatan keji ini karena ia mengira bahwa hal tersebut merupakan kesempurnaan, sekalipun salah. Itulah hal hal yang secara umum di pakai para hamba untuk menyombongkan diri atas orang orang yang tidak memilikinya atau atas orang orang yang memiliki tapi menurut anggapannya masih di bawah tingkatannya.

    ReplyDelete
  31. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Di dalam kegiatan pembelajaran, baik di kelas atau dimanapun itu, hendaknya kita menjadi gelas yang kosong. Maksudnya ialah, kita tidak menjadi sombong dan merasa benar atas ilmu yang telah kita peroleh, serta tidak mau menerima ilmu yang akan didapatkan. Dengan menjadi gelas kosong, maka niscaya ilmu baru tersebut mampu lebih meresap di dalam benak dan hati. Kesombongan akan mengakibatkan ilmu yang seharusnya dapat kita peroleh, menjadi sia-sia dan tak didapatkan esensinya.

    ReplyDelete
  32. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Ilmu adalah mutiara kehidupan. Orang berilmu diibaratkan sebagai padi. semakin ia berisi maka akan semakin merunduk. begitu juga dengan manusia. sebagai manusia yang dianugerahi akal dan pikiran hendaknya mampu meniru sifat padi. meskipun berilmu tinggi tetapi tetap rendah hati dan tidak sombong. namun, tak jarang manusia terlena dan melupakan hal-hal yang dapat merusak amalnya. riya', adalah salah satu dari sekian penyakit yang menggerogoti amal. dalam beramal, kita juga harus senantiasa dilandasi rasa ikhlas. Ikhlas tidaklah membutuhkan persiapan yang lama dan sekolah yang tinggi, iklas hanya membutuhkan spritual yang matang. Artinya bahwa keikhlasan tidak bisa diukur dengan tingkat ilmu yang dimiliki tetapi bisa lihat dari tingkat keyakinan, kesadaran dan keparcayaan akan fananya dunia ini. Ketika menyadari bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini, maka kita kan menuju keikhlasan itu, meskipun ikhlas itu sulit.

    ReplyDelete
  33. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Cerita di atas mengingatkan kita untuk menanamkan rasa ikhlas. Cerita ini sungguh menarik, di mana ada seseorang yang mengaku dirinya itu telah ikhlas, padahal ia tidak menyadari bahwa dirinya itu masuk ke dalam ruang lingkup kesombongan. Secara lisan Cantraka Sakti memang ‘iya’ dia ikhlas, tapi rasa ikhlasnya itu hanya sebatas ucapan belaka. Cantra Sakti ini terlalu terlena dengan tingkat pendidikan dan gelar yang ia peroleh. Ia tenggelam dalam kesombongannya, hingga pada akhirnya ia bertemu dengan seseorang bernama Cantraka Awam.

    ReplyDelete
  34. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada percakapan keduanya, Cantraka Sakti terus mengaku bahwa dirinya telah ikhlas dan akan mengikuti ritual ikhlas tersebut. Ia telah yakin bahwa dirinya yang bergelar Master lulusan Cambridge University ini pasti diterima untuk mengikuti ritual tersebut. Tetapi sungguh malang, keyakinannya tidak membuahkan hasil. Karena kesombongannya tersebut, ia tidak dapat melakukan atau melanjutkan ritual ikhlas selanjutnya. Dalam surah Al-Mulk ayat 2 Allah berfirman,”.... agar Ia menguji siapakah di antara kalian yang terbaik amalnya.” Allah menekankan pada pertanyaan ‘amal yang terbaik’, bukan ‘amal yang terbanyak’. Jadi, dari cerita di atas kita dapat mengambil hikmah bahwa jika setiap muslim mendasari segala perbuatan dengan aspek keikhlasan, insya Allah bangsa ini akan maju. Nilai-nilai Islam mendasari setiap gerak langkahnya.

    ReplyDelete
  35. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    dalam menghadap Alloh SWT maka tidak bisa kita menggunakan pangkat, gelar, materi ataupun yang lainnya, yang bisa kita bawa adalah kerendah dirian dan hati yang ikhlas dan selalu bermunajat kepada Illahi Robbi. bila masih membawa gelar atau yang lain maka kita tidak akan sampai menghadap Illahi Robbi

    ReplyDelete
  36. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca “Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas”, saya belajar bahwa ikhlas bukanlah hal yang mudah. Ketika menghadapi dan menerima kenyataan yang tidak diharapkan, terkadang kita tidak ikhlas dan masih saja mengeluh. Oleh karena itu, kita harus memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga Allah selalu mengingatkan kita supaya kita selalu berjalan di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  37. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran lain yang dapat saya ambil dari “Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas” adalah kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan kepada kita. Kita harus menggunakan waktu yang kita punya dengan sebaik mungkin untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  38. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sedikit pun ada niat kesombongan dalam diri seseorang, itu telah mengindikasikan bahwa orang terseut belumlah ikhlas dalam melakukan ibadahnya. Tak peduli seberapa tinggi jabatan atau pendidikannya, bahkan luulusan universitas ternama dengan pengetahuan yang luas sekalipun. Akan tetapi dia belum bisa menerapkan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah dan dia belum lolos untuk dapat megikuti ritual ikhlas. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Segala Isi hati manusia, karena itu teruslah memperbaiki dan meluruskan niat agar segala hal yang kita lakukan dapat bernilai ibadah, ikhlas karena Allah.

    ReplyDelete
  39. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pada elegi diatas jelas bahwa Cantraka Sakti memiliki watak angkuh yang cenderung takabur. Dia begitu membangga banggakan dirinya sebagai magister lulusan Cambridge University. Ketika ditegur oleh santri karena mengganggu peserta lain dia tidak trima karena ditegur lulusan SMP. Selain itu dia juga tidak trima ketika dia sebagai lulisan luar negeri tidak lolos dalam acara ritual ikhlas. Cantraka Sakti juga tidak ikhlas dalam menjalani ritual ikhlas. Hal ini terbukti dengan penuturannya sendiri yang menyatakan bahwa “Wha..aku sebetulnya tidak sengaja mengikuti kegiatan ini. Aku sebetulnya sedang menunggu job atau pesanan karya ilmiah saya. Seraya menunggu sembari mengisi waktu saya ingin melihat apa yang terjadi dalam Ritual Ikhlas.” Jelas bahwa dia ikut ritual ikhlas bukan karena ingin belajar ikhlas karena Allah.

    ReplyDelete
  40. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Elegi ritual ikhlas ini, memberikan contoh bahwasanya orang yang ikhlas karena syarat-syarat tertentu bukanlah keikhlasan yang sebenarnya. Ikhlas tidak mempersyaratkan seseorang untuk berada dalam keadaan tertentu yang sesuai kehendaknya, melainkan ikhlas menerima segala hal yang memang telah diberikan kepadanya dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan yang luhur, tidak berlaku yang semena-mena mengikuti nafsunya saja. Hikmah dibalik kasus dalam elegi ini yaitu seseorang yang selalu merasa bahwa ilmu agama dan aturan-aturannya itu sia-sia adalah orang yang lebih mementingkan egonya. Dia lebih percaya dan mementingkan urusan dunianya, dan segala hal yang menurutnya tidak dapat diterima akalnya karena telah diisi oleh berbagai pemikiran-pemikiran yang terkiadang bertentangan dengan ajaran-ajaran agama, menjadikannya tidak dapat menerima aturan-aturan tersebut secara ikhlas. Padahal apa yang terkandung dalam aturan-aturan dari Allah SWT itu sesungguhnya lebih tinggi dan diluar jangkauan pemikiran manusia yang terbatas.

    ReplyDelete
  41. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesombongan membuat seseorang lupa diri, maka dari itu jauhkan diri dari sifat sombong, maka luruskan niat kita melakukan suatu perbuatan, ikhlas menjadi dasar utama dalam melakukan sesuatu.

    ReplyDelete
  42. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam perjalanan menempuh ikhlas kita perlu bersandingan kepada alim ulama dan mencari teman yang maqamnya lebih tinggi sehingga dapat membawa kita lebih baik, jangan memilih teman yang bersenda gurau, karena itu justru membawa kita kepada celaka dan semakin jauh dari tujuan kita. Carilah guru yang mursyid yang benar yang dapat membawa kepada ikhlas.

    ReplyDelete
  43. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Ikhlas itu yang ada dihati, dan yang mengetahui hanyalah diri kita sendiri dan Allah SWT, ikhlas itu ketika kita beribadah kepada Allah dan selalu mengharapkan ridhonya, memiliki kesadarn diri yan kuat dan toleransi yang kita oeang teguh. Ikhlas itu bukan apa yang terlihat, bukan apa yang didengar, bukan apa yng dikatakan, ikhlas itu tidak bias dipamerkan karena ketika pamer maka itu bukan ikhlas melainkan kesombongan. Semoga kita semua dapat menjalani hidup dengan penuh keikhlasan karena sesungghunya semua ini milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  44. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam hal ini, untuk mencapai ridha’Allah bukanlah hal yang mudah. Karena manusaia akan digoda oleh syaitan atas kenikmatan duniawi yaitu dalam hal ini jabatan. Maka mdalam menuju ikhlas untuk menemukan ridha’ Allah maka haruslah menurunkan derajat keita karena pada hakekatnya manusia itu sama sebagai Makhluk Tuhan. Sehingga patutlah tidak sombong atas semua yang dimiliki karena smua itu hanya sebuah titipan dari Allah.

    ReplyDelete
  45. Rizka Azizatul Latifah
    1401241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seorang hamba harus mau diatur oleh sang Penguasa. Tidak ada kata terserah dan semau saya. Pedoman hidup kita adalah apa yang telas ditulis dan dititahkan oleh Nya.

    ReplyDelete
  46. Rizka Azizatul Latifah
    1401241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesombongan adalah kontradiksi dari tujuan mencari keikhlasan. Bahkan raja pun tak memiliki hak atas hidupnya, atas hartanya, bahkan atas hidup anaknya. maka apa yang patut kita sombongkan di dunia? Tidakkah kita ingat bagaimana kita diciptakan dan nanti kita akan dilenyapkan.

    ReplyDelete
  47. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tokoh Cantraka Sakti dalam cerita di atas memiliki perilaku sombong, yaitu dengan memamerkan dirinya bahwa ia adalah lulusan Cambridge University. Tokoh Cantraka Sakti juga sangat angkuh dengan merasa bahwa dirinya adalah yang paling pintar, paling cerdas, dan paling benar. Hal ini terbukti dari sikap tidak terima yang ditunjukkan Cantraka Sakti ketika Santri Petugas yang notabenya lulusan SMP menegurnya.

    ReplyDelete
  48. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Meskipun seseorang telah mencapai tingkat keilmuan yang tinggi, namun dia tidak memiliki adab dan sopan santun akan menghalangi nilai keikhlasan orang tersebut. Karena salah satu syarat dalam menjalani ritual ikhlas adalah mampu menjaga adab dan sopan santun dalam bersikap dan berperbuatan

    ReplyDelete
  49. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi di atas, cantraka sakti menggambarkan orang yang tidak ikhlas. Karena ketika mengikuti ritual ikhlas, dia berlaku sombong dan meremehkan apa yang ia lakukan. Cantraka sakti juga tidak menghargai aturan yang telah dibuat. Sehingga ia tidak bisa mendapatkan apa tujuan diadakannya ritual ikhlas

    ReplyDelete
  50. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Cantraka sakti belum ikhlas yang artinya bahwa seseorang yang berilmu tetapi tidak dapat menjadikan ilmu yang dimiliki bermanfaat bagi orang lain. Dapat disebabkan karena banyak hal, sikap yang arogan, tidak ingin berbagi atau memang manusia itu sendiri dalam kemampuan komunikasinya kurang. Tetapi sebaiknya, orang yang berilmu berbagilah dengan orang lain. berbagi itu indah dan akan memberikan manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  51. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk mendapatkan rahmat dan ridho dari Allah SWT, kita harus melakukan segala sesuatu dengan hati yang ikhlas. Allah tidak akan memandang siapa diri kita, berasal dari mana kita, dari golongan apa, dan lain sebagainya. Karena Allah tidak melihat fisik kita, melainkan melihat hati kita.

    ReplyDelete
  52. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seorang master lulusan luar negeri, merasa dirinya paling pinter, menerapkan kebiasaan yang dia lakukan di luar negeri dengan bertingkah semaunya sendiri. Rasio yang di nomor satukan sehingga keikhlasannya hanya kalau sesuai dengan pikirannya. Karena sikapnya maka tidak lulus untuk mengikuti rtual ikhlas berikutnya. Semoga kita tidak termasuk orang yang seperti itu dan dapat mencapai keikhlasan yang sesungguhnya. Aamiin.

    ReplyDelete
  53. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kunci dari suatu kegiatan atau ibadah menjadi lebih meresap ada diri pelakunya adalah ikhlas. Tidak ada kesombongan di dalam diri pelakunya. Dengan begitu, berbagai jenis ilmu akan lebih mudah masuk ke dalam benaknya.

    Cantraka Sakti diceritakan pada postingan ini selalu membandingkan kegiatan yang ada di ritual ini dengan apa yang dia lakukan di luar negeri. Ia juga menunjukkan kesombongannya dengan tidak mau ditegur oleh orang yang lebih muda darinya. Ini menunjukkan bahwa kepandaiannya telah membuatnya sombong, dan tidak mau menerima kritikan dari orang lain.

    ReplyDelete
  54. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia memang tidak lepas dari sifat kesombongan. Kesombongan akan derajat tinggi di dunia tidaklah akan berarti di sisi Allah. Dalam elegi di atas digambarkan seseorang yang membanggakan dan menyombongkan diri sebab derajat pendidikannya tinggi dan ditempuh di luar negeri. Tetapi sesungguhnya itu tak berarti apa-apa di sisi Allah, sebab itu hanyalah kebutuhan duniawi saja. Hal tersebut akan berati jika menuntut ilmu diniatkan ibadah kepada Allah guna mencari ilmu yang bermanfaat dan dapat diajarkan kepada yang lainnya, bukan untuk dipamerkan dan disombongkan.

    ReplyDelete
  55. Banyak hal di dunia ini yang kadang tidak kita mengerti dan ketahui. Seorang guru matematika tentu akan mudah untuk mengajar materi matematika tetapi belum tentu mengerti dan memperbaiki sepeda motor yang rusak begitupun sebaliknya montir belum tentu bisa mengajar. Apa yang dialami oleh cantraka sakti karena dia tidak menyadari bahwa duni yang selama ini dia kuasai atau geluti tentang pengetahuan ilmiah berbeda dengan apa yang dia ikuti sekarang ini yaitu dunia spiritual melalui ritual ikhlas. Dalam metode ilmiah orang boleh berdebat dan menunjukkan penguasaannya terhadap akal atau rasio yang dimilikinya. Tetapi dalam spiritual yang dipentingkan adalah kerelaannya, kesabarannya, kelapangdadaannya, keistiqomahannya mengikuti dan melaksanakan kegiatan ritual ikhlas. Itulah perbedaan kebijaksanaan dalam dunia timur dengan kebijaksanaan dalam dunia barat.

    ReplyDelete