Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 40: Berguru Kepada Imam Al-Ghazali untuk Meningkatkan Kualitas Spiritual (Islam)




Ass, karena pentingnya Elegi ini dari sudut Spiritual (Islam) maka saya tayangkan kembali. Judul semula adalah Elegi Menggapai Sholat yang Khusyuk dan Membersihkan hati. Wss

Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Assalamu’alaikum Warakhmatulahi Wabarakatuh. Ustad Jalaludin Rakhmat, menurutmu bagaimana cara kita dapat menjalankan Salat yang khusyuk? Membersihkan penyakit hati?


Jalaludin Rakhmat:
Sebaiknya Bagawat Selatan saya antar saja kepada guru spiritual Imam Al-Ghazali. Mohon perkenan wahai Imam Al-Ghazali...saya Jalaludin Rakhmat mengantar saudara saya Bagawat Selatan untuk me-Ngaji kepadamu khususnya tentang bagaimana caranya agar kita bisa Salat secara khusyuk?

Bagawat Selatan:
Assalamu’alaikum Warakhmatulahi Wabarakatuh. Benar apa yang dikatakan oleh Ustad Jalaludin Rakhmat, perkenankanlah saya ingin bertanya tentang Cara bagaimana agar khususnya diri saya bisa Salat secara khusyuk? Lebih dari itu saya juga ingin bertanya apakah ada hubungan antara Salat khusyuk itu dengan hati kita masing-masing. Jika ada hubungan maka hubungannya seperti apa?

Imam Al-Ghazali:
Wa’alaikumsalam Warakhmatulahi Wabarakatuh. Astagfirulah al adzim . Al Fatehah. Al Ikhlas. Salawat Nabi. Audzhubilah Himi-nassyaeton nirojim Bismillah Hiro-khman Nirokahim. Alhamdulillah hirabbil alamin. Wasalatu Wasa-lamu Ala Asrofil Ambyai Warmu-salin Syayidina muhammadin wa-ala alihi wasyohbihi ajma’in. Ama ba’du. Amin. Hamba Allah yang dimuliakan-Nya, saudara Jalaludin Rakhmat dan Bagawat Selatan, aku mendengar doa muridmu yang ikhlas dan khusyuk, yang mendoakan dirimu agar khususnya Bagawat Selatan dan juga semuanya, agar Allah membukakan pintu-pintu hidayah bagi hamba-hamba-Nya yang dikehendakinya. Dia juga mendoakanmu agar Allah selalu melimpahkan Rakhmatnya kapadamu. Amiin.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Alhamdulillah ..amin

Imam Al-Ghazali:
Sejak orang-orang mendengar dan mengikuti Tausiahku, maka mereka ingin sekali Salat dengan Khusyu’. Maka nasehatku kepada mereka semua termasuk dirimu adalah, agar engkau bisa Salat dengan khusyu’, hendaklah engkau memperbanyak Zikir. Sebab, dengan berzikir kepada Allah, setiaphati akan tenang (Q.S. Al-Ra’du:28). Kalau seseorang ingin Salat dengan khusyu’, hendaklah dia membaca Zikir terlebih dulu.

Bagawat Selatan:
Wahai Ustad Jalaludin Rakhmat,apakah bisa menjelaskan kepadaku macam-macam Zikir itu?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam perjalanan tasawuf, Zikir menunjukkan maqam-maqam kita. Zikir yang paling elementer adalah La ilaha ilallah atau La ilaha illa huwa; Tidak ada Tuhan selain Dia. Kita menyebut Tuhan sebagai Orang Ketiga Tunggal. Dalam bahasa Arab hal ini disebut dhamir ghaib. Dalam Zikir ini Tuhan itu gaib, jauh dari kita. Ketika sudah dekat Zikir itu menjadi La ilaha illa Anta; Tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Zikir para nabi digambarkan dalam Al-Qur'an: "La ilaha illa Anta sbuhanaka inni kuntu minazh zhalimin" Q.S.Al-Anbiyaa: 87). Tuhan menjadi lebih akrab. Dia hadir dihadapan kita; bukan lagi sebagai dhamir gha'ib, tetapi sebagai dhamir mukhathab, orang yang kita ajak bicara.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Bagaimana jika Zikir sudah dibacakan tetapi Salatnya tetap tidak khusyu’, artinya masih saja merasa bahwa Syaitan tetap saja bisa masuk dan menggoda Salatnya? Kalau begitu apa Zikirnya yang salah?

Imam Al-Ghazali:
Zikir saja tidak cukup untuk mengusir Syaitan. Zikir itu merupakan gertakan kepada Syaitan. Tetapi jika di sekitar kita masih banyak makanan Syaitan, maka Syaitan tidak mau pergi. Zikir baru akan efektif kalau hati kita bersih dari makanan Syaitan. Jika hati kita sudah bersih, barulah kita mampu menghardik Syaitan. Namun bila hati kita belum bersih, belum ikhlas atau masih banyak makanan Syaitan, maka sebanyak apapun Zikir kita itu tidak mampu mengusir Syaitan. Bahkan Syaitan justeru malah ikut ber Zikir. Oleh karena itu jika kita menghendaki Zikir kita mempunyai kekuatan, maka kita harus membersihkan hati kita dari makanan Syaitan.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Bagaimanakah kita dapat membersihkan hati kita dari makanan Sayitan?

Imam Al-Ghazali:
Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur-an, hati kita mempunyai dua jenis pintu. Pertama, pintau bagi cahaya Tuhan; kedua, pintu bagai unsur Syaetan. Pintu bagi cahaya Tuhan hanya satu, dan pintu bagi unsur Syaitan ada banyak sekali. Oleh karena itu Al-Qur’an menyebut jalan Tuhan sebagai Shirath. Seperti disebutkan:”Wa anna hadza shirathi mustaqiman fattabi’uhu wa la tattabi’u al-subula fatafarraqa bikum ‘ansabilih: Sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah Aku dan janganlah kalian mengikuti banyak jalan, karena kelak kalian akan bercerai-berai dar jalan-Nya” (Q.S. Al-An’am:153). Kita tidak bisa istirahat, karena Syaitan selalu mengintai kita dan kebetulan kita menyediakan pintu yang banyak untuk masuknya Syaitan.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Apakah penyakit hati itu termasuk makanan Syaitan? Dan bagaimana mengenali penyakit hati itu?

Imam Al-Ghazali:
Syaitan hanya bisa masuk ke daam hati melalui pintu-pintunya (madkhal). Melalui pintu-pintu yang banyak itulah, Syaitan akan masuk kedalam hati dengan membawa penyakit-penyakit hati. Padahal pintu masuk itu adalah penyaki hati. Jadi pintu masuk itu adalah penyakit yang sekaligus menghantarkan penyakit hati. Makanan Syaitan itu berupa penyakit-penyakit hati. Itulah yang disebut dalam Al-Qur’an:”Fi qulubihim maradh: Dalam hati mereka ada penyakit” (Q.S. Al-Baqarah [2]:10). Kemudian penyakit itu menyebabkan penyakit yang lain:”Fazadahumullah maradhan: Lalu Allah menambahkan penyakit kepada mereka”.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Lalu apakah penyebab penyakit hati itu?

Imam Al-Ghazali:
Di antara pintu-pintu Syaitan yang sangat besar untuk bisa mengundang penyakit itu adalah al-hirsh, yaitu ambisi atau keinginan yang sangat rakus; dan hasad, yaitu kedengkian. Kalau seorang hamba sudah menginginka sesuatu dengan sangat, keinginannya itu akan membuatnya buta dan tuli. Rasulullah SAW bersabda:”Kalau engkau sudah mencintai sesuatu, kecintaanmu kepadanya akan menyebabkan kamu menjadi buta dan tuli”

Bagawat Selatan:
Apakah cinta buta dan tuli bisa menyebabkan hasad atau kedengkian?

Imam Al-Ghazali:
Munculnya perasan dendam itu bisa bersumber dari cinta buta atau keinginan yang amat sangat. Rasulullah SAW bersabda:”Akan datang suatu zaman ketika seorang suami celaka karena isterinya”. Lalu ditanya:”Bagaimana ia celaka karena isterinya?” Beliau menjawab:”Isterinya menuntutnya dengan tuntutan-tuntutan yang tidak bisa dipenuhi oleh suaminya”.

Bagawat Selatan:
Wahai Jalaludin Rakhmat, bagaimana dengan wanita yang tidak mencintai suaminya?

Jalaludin Rakhmat:
Nabi Nuh bertanya kepada seorang tua tak dikenal:”Untuk apa kamu datang kemari?”. Orang itu menjawab:”Aku masuk kemari untuk mempengaruhi saudara-saudaramu supaya hati mereka bersamaku, sementara tubuh mereka bersamamu”. Orang tua itulah Syaitan. Maka seorang isteri yang tubuhnya bersama suaminya, tetapi hatinya bersama pria idaman lain, dalam Islam itu sudah termasuk berzina, walaupun berzina dengan hatinya. Ketika kita hadapkan tubuh kita kepada Allah SWT sementarai hati kita tidak bersama-Nya, maka itulah perbuatan Syaitan.

Bagawat Selatan:
Bagaimana dengan amarah dan syahwat?

Jalaludin Rakhmat:
Di antara pintu-pintu Syaitan yang besar, yang bisa membawa penyakit hati adalah al-ghadhab wa al-syahwah, yaitu marah dan syahwat. Yang dimaksud Syahwat adalah dorongan untuk mengejar kenikmatan fisik.

Bagawat Selatan:
Mohon dijelaskan tentang Marah yang lebih detail menurut pandangan Islam?

Jalaludin Rakhmat:
Marah atau ghadab itu adalah jalan Syaitan. Sesungguhnya marah itu bisa mengumpulkan semua kejelekan. Untuk mengobati marah maka Salatlah meminta perlindungan Allah:”Mintalah pertolongan dengan Salat dan sabar. Tetapi itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (Q.S. Al-Baqarah:45). Rasulullah SAW bersabda:”Allah takjub melihat orang mukmin. Karena, apa pun yang menimpanya akan dia ubah menjadi kebaikan”. Rasulullah juga bersabda:”Seorang mukmin itu ibarat lebah. Apapun yang masuk ke dalam sarangnya, ia ubah menjadi madu”

Bagawat Selatan:
Mohon dijelaskan perihal Syahwat menurut pandangan Islam?

Jalaludin Rakhmat:
Kalau anda berduaan dengan seorang perempuan yang bukan muhrim, Syaitan akan menjadi penghubung di antara kalian berdua. Meskipun anda tidak berbicara, hati anda dan perempuan itu akan dihubungkan oleh Syaitan, saling menggetarkan satu sama lain. Syaitan itu akan datang melalui Syahwat. Ia akan membangkitkan Syahwat anda sehingga anda terjatuh dalam kemaksiatan. Ingatlah cerita bagaimana seorang alim dan abid, yang selalu menghabiskan waktunya untuk beribadat dan mensucikan diri dan bertaqarrub kapada Allah SWT, dan mampu menyembuhkan orang-orang sakit karena doa-doanya yang makbul, dapat digelincirkan oleh Syaitan untuk melakukan perzinahan dengan seorang Putri Raja dan membunuhnya. Itulah Syaitan menggoda manusia melalui Syahwatnya.

25 comments:

  1. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia-manusia yang selalu terus berusaha untuk meningkatkan kualitas spiritual islamnya adalah manusia yang senantiasa selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menghindari dan meninggalkan segala macam hal yang dapat menghalanginya untuk fokus dan khusyuk ketika menghadap Allah SWT. Hal tersebut dapat terjadi, apabila hati manusia sudah terbebas dari segala macam penyakit hati yang menyerang hati manusia, Penyakit-penyakit hati ini bersumber dari Syaitan yang merasuk ke dalam setiap celah hati manusia dan menyebarkan serta menimbulkan penyakit hati yang akan menghalangi dan menjauhkannya dari kekhhusyuannya beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Salah satu perkara dari penyakit hati yang telah berisi godaan dan tipu muslihat syaitan adalah menurut syahwat dan nafsu manusia. Penyakit hati seperti ini sangat banyak menyerang kaum muslimin untuk menggagalkannya dalam mencari kekhusyuan dalam beribadah. Syahwat manusia ini adalah nafsu yang dia miliki terhadap lawan jenisnya untuk mencari kenikmatan fisik semata. Syahwat yang tidak dapat dikendalikan lagi, hanya akan menimbulkan malapetaka baginya maupaun bagi orang yang menjadi objek syahwatnya. Oleh karena itu, islam sangatlah menganjurkan agar tidak pernah berada berduaan dengan orang yang berlainan jenis, karena bisa jadi yang ketiga atau yang berada dianatra mereka adalah syaitan yang tentunya akan mengajak manusia ke dalam lembah kenistaan

    ReplyDelete
  3. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sholat yang khusyuk dan membersihkan hati adalah jalan untuk meningkatkan kualitas spiritual. Agar sholat kita khusyuk maka terleih dahulu berdzikir kepada Allah SWT. Jika setah berdzikir tetap tidak khusyuk maka kita harus membersihkan hati terlebih dahulu. Cara membersihkan hati dengan menutup pintu masuknya syaitan ke dalam diri kita. Agar dapat menutup pintu masuknya syaitan maka kita harus menghindari penyakit hati yang berupa ambisi atau keinginan yang sangat rakus, dan hasrat atau kedengkian. Jangan sampai kita mencintai suatu hal melebihi cinta kita kepada Allah SWT. Jika cinta tertinggi kita pada Allah maka saat sholat hanyya Allah lah yang ada di dalam pikiran kita dan kita akan khusyuk.
    Selain cinta berlebihan kepada hal selain Allah, penyebab seseorang tidak khusyuk adalah amarah dan syahwat. Kedua hal tersebut juga merupakan pintu syaitan masuk ke dalam diri kita. Sesungguhnya marah itu bisa mengumpulkan semua kejelekan. Sedangkan syahwat akan membuat kita jatuh pada kemaksiatan. Kejelekan dan kemaksiatan itulah yang akan membuat sholat kita tidak khusyuk dan tidak tenang. Karena kedua hal tersebut akan menjauhkan kita dari Allah. Orang yang jauh dari Allah tidak akan mungkin khusyuk sholatnya. Tingkatkankualitas spiritual kita dengan sholat yang khusyuk dan hati yang bersih. Sedangkan jalan untuk meraihnya adalah menutup rapat-rapat pintu masuknya syaitan ke dalam diri kita.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  4. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P. Mat A 2017

    Terimakasih Prof. Marsigit atas postingannya. Sholat yang khusyuk adalah hal yang ingin digapai oleh setiap umat muslim. Akan tetapi, tidak semua orang bisa merasakan kekhusyukan di dalam sholatnya. Tulisan di atas sangat bermanfaat sekali bagi kita yang ingin berusaha untuk menggapai sholat yang khusyuk. Berdasarkan postingan di atas, hal-hal yang dapat dilakukan untuk menggapai sholat yang khusyuk ialah :
    1. memperbanyak dzikir
    2. membersihkan hati
    3. menutup pintu masuk syeitan ke dalam hati kita dengan cara menghilangkan sifat rakus, dengki, amarah, dan sifat-sifat tidak terpuji lainnya.
    Dengan begitu, mudah-mudahan kita dapat menggapai sholat yang khusyuk dan mendapat ketenangan hati. aamiin.

    ReplyDelete
  5. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Subhanallah. Sungguh artikel yang sangat menarik untuk dibaca, sungguh sangat senang diri saya membaca artikel-artikel yang dapat membangkitkan dan menambah rasa iman kita kepada Allah SWT. Ternyata untuk mendapatkan sholat yang khusyuk sangatlah dibutuhkan hati yang bersih, bersih dari penyakit-penyakit hati, bebas dari amarah dan juga syahwat. Manusia diberikan otak dan hati letaknya berada di atas kemaluan. Apa makna di balik itu, bahwa hendaknya manusia dalam bertindak haruslah menggunakan hati dan pikirannya terlebih dahulu, sehingga dalam hal ini kita lebih bisa mengekang syahwat kita. Selain itu selalulah kita memohon kepada Allah SWT agar kita selalu berada pada shirat-Nya. Ampunilah dosa-dosa kami ya Allah.

    ReplyDelete
  6. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasij prof, menurut saya menajaga kekhusyukan dala+ shalat dapat dicapai ketika hati kita tenang dan ihlas. Namun terkadang ketwnangan itu sulit kita dapat karena perasaan marah terhadap sesuatu yang belum hilang ketika hendak menlaksanakan shalat. Masih tertinggalnya syahwat karena godaan syaitan yang belum dapat dihilangkan saat hendak melakukan shalat. Hal ini tentu saja berla2anan dengan kekhusyukan shalat itu sendiri. Maka untuk menjaga kekhusyukan shalat terlebih dahulu kita harus menghilangkan sifat dan pikiran yang tidak perlu.

    ReplyDelete
  7. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pahami dari tulisan ini adalah sholat dan beribadah yang khusyuk dapat dilakukan apabila hati ini senantiasa berdoa, berdzikir dan mengingat Allah SWT setiap saat. Kekhusyuk dalam beribadah intinya adalah ketika kita beribadah dengan tujuan ikhlas kepada Allah SWT semata-mata mengharapkan ridho dan ampunan serta rahmatNya. Hendaknya seorang hamba Tuhan memfokuskan hati, pikiran dan ikhtiarnya semata-mata untuk menyembah Allah SWT. Karena pada keadaan lalai dan tidak ingat dengan Allah, setan akan selalu menggoda manusia. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang selalu mengingat dan memohon ampunan kepada Allah dan dijauhkan dari godaan setan. Amin.

    ReplyDelete
  8. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Untuk melaksanakan Solat dengan khusyuk itu tidak semudah menegakkan benang yang basah. Sampai-sampai seorang Abu Bakar Ash-Shidiq saja merasa keberatan untuk melaksanakan sholat dengan melupakan segala hal yang ada di dunia ini. Perlu persiapan-pesiapan agar kita bisa menggapai Khusyuk dalam Solat. Yang terpenting adalah mempersiapkan hati kita aga terhindar dari kesombongan, irihati, nafsu, syahwat dan penyakit hati lainnya. Sehingga kita bisa menggapai solat dengan Khusyuk.

    ReplyDelete
  9. Sholat merupakan kewajiban untuk semua umat islam. Sholat wajib yang awalnya berjumlah banyak rakaat dan saat ini kita dipermudah hanya 5 waktu dalam sehari dengan total 17 rakaat. bukan hal yang susah bukan? keringanan Allah untuk kita sungguh luar biasa sebaiknya kita mampu melakukannya dengan khusyu' dan kontinue.

    ReplyDelete
  10. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Manusia tidak akan pernah lepas dari godaan syaitan. Karena itulah memang kerja syaitan yaitu menghasut dan mengajak umat manusia menjadi golongannya, dan itu berlangsung sampai datangnya hari kiamat. Syaitan yang tidak pernah kehabisan cara untuk selalu menggoda manusia, dari hal-hal kecil sampai besar seperti syirik sekalipun. Untuk itu, sebagai manusia yang tidak ingin terjerumus ke dalam keburukan dan kemaksiatan yang dihasut oleh syaitan, maka dengan beribadah kepada Allah SWT demi meningkatkan kualitas spiritual (Islam) adalah dengan shalat yang khusyuk dan membersihkan hati dari segala macam penyakit hati yang mengotori, karena penyakita hati adalah jalan masuknya syaitan. Membersihkan hati dengan memperbanyak dzikir kepada Allah kapanpun dan dimanapun, bahkan sebelum kita melakukan ibadah pun harusnya kita lebih membiasakannya. Menutup jalan masuk syaitan ke dalam hati kita dengan cara menghilangkan sifat-sifat tercela, seperti marah yang dapat meningkatkan emosi jiwa seseorang. Karena dengan marahnya seseorang maka syaitan akan lebih mudah untuk menghasut kita. Selain itu mengendalikan hawa nafsu juga perlu kita biasakan, karena musuh terbesar manusia adalah syahwatnya (dalam hal keburukan). Sekuat-kuat manusia adalah manusia yang bisa menahan syahwat tercela dalam dirinya.

    ReplyDelete
  11. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Dari elegi di atas, kita dapat mengetahui tentang bagaimana cara kita dapat menjalankan Shalat yang khusyuk serta membersihkan penyakit hati. Di dalam QS Al-Ra’du:28 telah dijelaskan bahwa ketika orang tersebut ingin menjalankan ibadah shalatnya dengan khusu’, maka kita harus membaca dzikir terlebih dahulu. Dzikir ada beberapa macam, zikir yang paling elementer adalah La ilaha ilallah atau La ilaha illa huwa. Berzikir yang paling efektif adalah berzikir dalam keadaan hati kita bersih dan adanya keikhlasan. Dzikir inilah yang mempunyai kekuatan untuk mampu mengusir syaitan.

    ReplyDelete
  12. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas curahan ilmunya
    Sekali lagi, saya digetarkan oleh rentetan kata-kata. Benar saja, bukan kata biasa, semuanya indah, sarat akan makna. Elegi ini, seperti elegi-elegi lainnya, dengan mudahnya menghadirkan tayangan-tayangan perbuatan dosa yang pernah saya perbuat. Ya, saya benar-benar diremet habis oleh kata-kata ini, “Ketika kita hadapkan tubuh kita kepada Allah SWT sementara hati kita tidak bersama-Nya, maka itulah perbuatan Syaitan. Benar-benar habis saya dibuatnya. Astaghfirullohhalazim, betapa senangnya syaitan bercengkeram dalam diri saya. Lewat elegi ini pula, saya mendapatkan pengetahuan yang menghantarkan saya pada niat untuk memperbaiki segalanya. Bismillah, semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya.

    ReplyDelete
  13. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Elegi ini memberikan banyak sekali pelajaran penting mengenai ilmu agama. Salah satunya, dari elegi ini saya dapat belajar mengenai pentingnya sholat dengan khusyu' dan bagaimana cara melakukannya. Sholat dengan khusyu' dapat kita lakukan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah sebelum melakukannya. Namun banyak dzikir saja tidak cukup, karena hal ini baru merupakan gertakan semata kepada syaitan. Syaitan akan benar - benar pergi dan tidak mengganggu kita dalam sholat, ketika hati kita telah bersih dari penyakit - penyakit hati. Penyakit-penyakit hati yang dapat menggangu atau menghalangi kita sholat dengan khusyu’ diantaranya adalah kesombongan, ketidak ikhlasan, rasa riya, dan keyakinan yang tidak 100% kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Sholat adalah tiang agama. Jika solat kita baik maka akan baik pula semua amalan kita. Sholat yang baik ialah sholat yang sesuai dengan yang diteladankan oleh Rasulullah SAW, yaitu sesuai dengan rukunnya dan dilaksanakan dengan kusyu. Namun, untuk dapat melaksanakan sholat secara khusyuk ini tidaklah mudah karena setan selalu menggoda manusia untuk meningglkannya bahkan tetap mengganggu manusia yang sedang melaksanakan sholat. Maka banyak-banyak zikir, membersihkan hati, dan senantiasa memohon pertolongan Allah agar terhindar dari godaan setan. Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai orang-orang yang dapat memelihara sholat dan mendirikannya secara khusyuk.

    ReplyDelete
  15. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Tidak ada jaminan bagi orang yang alim, pintar, baik, cerdas, dst. Jika ia tidak mampu menahan amarah dan syahwatnya maka mudah lah syaitan masuk kedalam celah-celah hatinya. Orang-orang yang mudah mengumbar amarah, itu lah sebenar-benar teman syaitan. Untuk menjaga amarah dan syahwat agar tidak mudah dikendalikan oleh syaitan, selalu minta pertolongan Allah, ambil air wudhu untuk menyejukkan hati dan pikiran, lebih baik lagi jika membaca al-quran + sholat. Selain itu juga, jauhilah maksiat sekecil mungkin, bukan hanya maksiat secara fisik saja, maksiat seluruh anggota badan juga haus dijauhi. Seperti maskiat hati, maksiat pikiran, maksiat mulut, maskiat, mata, maksiat telinga, maksiat tangan, maksiat kaki, dst.

    ReplyDelete
  16. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Hati bagaikan seorang raja dan anggota tubuh yang lain adalah prajurit-prajuritnya.Mungkin itulah sedikit yang dapat mengutarakan makna dalam elegi di atas.
    Urusan hati adalah perkara yang penting dalam menggapai kekhusuan sholat.Boleh jadi raga kita sholat tapi hati dan pikiran kita tidak sholat.Maksudnya hati dan pikiran kita dilabuhkan pada tempat yang lain.Padahal sejatinya sholat adalah tujuannya satu hanya menyembah Allah SWT satu-satunya.Hal yang menyebabkan sholat tidak khusuk sebagaimana yang telah diuraikan dalam elegi di atas yaitu penyakit hati seperti sombong, dengki, hasud, fitnah.Sifat-sifat yang demikian akan mudah membuka peluang bagi syaitan untk mengganggu kita di dalam sholat hingga mebuat sholat kita menjadi tidak khusuk.

    ReplyDelete
  17. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ulasan ini membuat saya sadar bahwa untuk menggapai kekhusyukan dalam ibadah masih sulit untuk saya lakukan. Mudahnya pikiran ini membayangkan hal-hal apa saja saat sholat tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Inilah salah satu tanda bahwa hati saya mudah teralihkan pada hal lain saat berhadapan dengan-Mu. Kata yang dapat terucap hanya permohonan ampun, ampun dan ampun pada Allah. Engkaulah Maha pembolak balik hati ini. Engkau jugalah yang mampu berkuasa atas amal ibadah yang hamba lakukan. Terima kasih saya ucapkan pada Prof. Marsigit yang telah berbagi ulasan ini.

    ReplyDelete
  18. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Begitu pentingnya sholat, ibadah tersebut adalah yang pertama kali akan dihisab di hari kemudian.Oleh karena itu, dalam melaksanakan sholat, kita harus senantiasa khusyuk serta memiliki hati yang bersih. Untuk memperoleh hati yang bersih dan tentram, kita dianjurkan untuk senantiasa berdzikir dan sebisa mungkin menutup pintu yang mungkin digunakan syaiton untuk menganggu keimanan kita.

    ReplyDelete
  19. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Terimakasih, bapak sudah mengingatkan kami. Setelah membaca elegi diatas saya diingatkan kembali untuk khusyuk pada saat beribadah. Memang, jujur saya sendiri merasa bahwa terkadang untuk khusyuk itu sulit. Masih saja ada pikiran yang mengganggu, astaghfirullaah. Ternyata, hal itu karena hati kita belum bersih ya, pak. Insya Allah, kami akan giatkan lagi untuk berdzikir dan senaniasa berhuznudzan kepada Allah dan orang lain.

    ReplyDelete
  20. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Dalam islam, Kualitas spiritual sesorang dapat dilihat dari amalan-amalan yang dilakukannya. Amalan yang paling utama dari seorang muslim adalah sholat, karena sholat merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Karena dengan sholat maka akan cenderung mempengaruhi perilaku yang lainnya. Di dalam sholat kita harus rendah diri, merasa kecil dihadapan Tuhan, memohon ampun atas dosa yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  21. Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Pada elegi ini saya belajar tentang cara meningkatkan sholat agar khusyuk yaitu dengan memulainya berzikir. Namun berzikir saja tidak cukup apabila syetan masih memiliki kemampuan untuk mendekati makanannya di dalam hati manusia. Sehingga agar syetan tidak mengganggu manusia adalah menghilangkan segala makanan syetan yang ada di dalam hati. Makanan syetan tersebut yang menyebabkan penyakit hati manusia. Sehingga dalam hidup ini agar dapat terhindar dari godaan syetan sehingga dapat meningkatkan kualitas dalam spiritual adalah dengan selalu berzikir dan mengingat Allah SWT, selain itu selalu memohon ampunan kepada Allah SWT atas setiap perbuatan yang telah dilakukan.

    ReplyDelete
  22. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Saya pernah mendengar dari ucapan seseorang bahwa "ketika kamu ingin memperbaiki hidup mu, maka mulailah dari memperbaiki sholatmu". Seperti yang kita ketahui bahwa bahawa sholat adalah tiang agamanya umat islam. maka jika sholatnya berantakan, berantakan pulalah hidupnya. Ketika seseorang ingin memprbaiki sholatnya hal pertama yang harus dilakukan adalah memulai semuannya dengan keikhlasan. keikhlasan lah yang mendasari dari semua amal ibadah yang dilakukan. Untuk dapat mengerjakan sholat secara khusyuk yang harus dilakukan adalah berdzikir terlebih dahulu, yang mana dengan berdzikir dapat memperoleh ketenangan dan ketengan tersebutlah yang dapat membuat kita lebih khusyuk dalam sholat. Tetapi ketenangan tidak dapat diraih ketika dzikir yang kita kerjkan tidak lah dengan keikhlasan.

    ReplyDelete
  23. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Godaan setan itu memang luar biasa. Maka berdoa dan terus mengingat Tuhan dalam pikiran dan hati kita itu sungguh yang bisa menyelamatkan kita. Bersyukurlah boleh beroleh rahmat percaya akan Tuhan. Rahmat Tuhan itulah yang akan senantiasa menggetarkan hati kita, mengingatkan kita ketika godaan datang. Semakin banyak doa yang ikhlas dalam hati kita, semoga Tuhan merestui kita untuk dapat dijauhkan dari jatuh ke dalam godaan.

    ReplyDelete
  24. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Memunculkan perasaan bersyukur kepada Allah itu penting sekali, karena rasa syukur bisa diartikan sebagai kemampuan untuk menikmati kehidupan ini apapun itu kondisinya, sehingga apakah susah atau senang rasanya tetap nikmat. Rasa syukur yang benar dalam arti benar-benar mengahayati nikmatnya hidup. Melakukan hal ini sangat membantu di dalam meningkatkan kualitas spiritual.

    ReplyDelete
  25. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas postingan elegi yang sangat bermanfaat ini dan Alhamdulillah saya mempunyai kesempatan untuk membacanya. Dalam melaksanakan sholat, kekhusyukan itu merupakan hal yang penting dan sebagai umat muslim tentunya kita semua sangat menginginkan mampu melaksanakan sholat yang khusyuk ini. Namun, dalam pelaksanaannya tidak semua orang bisa merasakan nikmat khusyuk dalam sholatnya. Seperti yang Pak Prof. sebutkan diatas bahwa terdapat beberapa hal yang dapat dikerjakan agar bisa sholat dengan khusyuk.
    Pertama adalah dengan memperbanyak dzikir. Dengan kita berdzikir kepada Allah SWT, maka hati akan menjadi tenang.
    Cara yang kedua adalah dengan membersihkan hati dari jalan masuknya syaitan. Maka bebaskanlah hati dari penyakit-penyakit hati seperti ambisi, hasad dan dengki, amarah, syahwat dan lainnya yang dapat memberi kesempatan kepada syaitan untuk masuk ke dalam hati manusia.
    Semoga kita mampu menggapai sholat yang khusyuk, aamiin...

    ReplyDelete