Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 40: Berguru Kepada Imam Al-Ghazali untuk Meningkatkan Kualitas Spiritual (Islam)




Ass, karena pentingnya Elegi ini dari sudut Spiritual (Islam) maka saya tayangkan kembali. Judul semula adalah Elegi Menggapai Sholat yang Khusyuk dan Membersihkan hati. Wss

Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Assalamu’alaikum Warakhmatulahi Wabarakatuh. Ustad Jalaludin Rakhmat, menurutmu bagaimana cara kita dapat menjalankan Salat yang khusyuk? Membersihkan penyakit hati?


Jalaludin Rakhmat:
Sebaiknya Bagawat Selatan saya antar saja kepada guru spiritual Imam Al-Ghazali. Mohon perkenan wahai Imam Al-Ghazali...saya Jalaludin Rakhmat mengantar saudara saya Bagawat Selatan untuk me-Ngaji kepadamu khususnya tentang bagaimana caranya agar kita bisa Salat secara khusyuk?

Bagawat Selatan:
Assalamu’alaikum Warakhmatulahi Wabarakatuh. Benar apa yang dikatakan oleh Ustad Jalaludin Rakhmat, perkenankanlah saya ingin bertanya tentang Cara bagaimana agar khususnya diri saya bisa Salat secara khusyuk? Lebih dari itu saya juga ingin bertanya apakah ada hubungan antara Salat khusyuk itu dengan hati kita masing-masing. Jika ada hubungan maka hubungannya seperti apa?

Imam Al-Ghazali:
Wa’alaikumsalam Warakhmatulahi Wabarakatuh. Astagfirulah al adzim . Al Fatehah. Al Ikhlas. Salawat Nabi. Audzhubilah Himi-nassyaeton nirojim Bismillah Hiro-khman Nirokahim. Alhamdulillah hirabbil alamin. Wasalatu Wasa-lamu Ala Asrofil Ambyai Warmu-salin Syayidina muhammadin wa-ala alihi wasyohbihi ajma’in. Ama ba’du. Amin. Hamba Allah yang dimuliakan-Nya, saudara Jalaludin Rakhmat dan Bagawat Selatan, aku mendengar doa muridmu yang ikhlas dan khusyuk, yang mendoakan dirimu agar khususnya Bagawat Selatan dan juga semuanya, agar Allah membukakan pintu-pintu hidayah bagi hamba-hamba-Nya yang dikehendakinya. Dia juga mendoakanmu agar Allah selalu melimpahkan Rakhmatnya kapadamu. Amiin.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Alhamdulillah ..amin

Imam Al-Ghazali:
Sejak orang-orang mendengar dan mengikuti Tausiahku, maka mereka ingin sekali Salat dengan Khusyu’. Maka nasehatku kepada mereka semua termasuk dirimu adalah, agar engkau bisa Salat dengan khusyu’, hendaklah engkau memperbanyak Zikir. Sebab, dengan berzikir kepada Allah, setiaphati akan tenang (Q.S. Al-Ra’du:28). Kalau seseorang ingin Salat dengan khusyu’, hendaklah dia membaca Zikir terlebih dulu.

Bagawat Selatan:
Wahai Ustad Jalaludin Rakhmat,apakah bisa menjelaskan kepadaku macam-macam Zikir itu?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam perjalanan tasawuf, Zikir menunjukkan maqam-maqam kita. Zikir yang paling elementer adalah La ilaha ilallah atau La ilaha illa huwa; Tidak ada Tuhan selain Dia. Kita menyebut Tuhan sebagai Orang Ketiga Tunggal. Dalam bahasa Arab hal ini disebut dhamir ghaib. Dalam Zikir ini Tuhan itu gaib, jauh dari kita. Ketika sudah dekat Zikir itu menjadi La ilaha illa Anta; Tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Zikir para nabi digambarkan dalam Al-Qur'an: "La ilaha illa Anta sbuhanaka inni kuntu minazh zhalimin" Q.S.Al-Anbiyaa: 87). Tuhan menjadi lebih akrab. Dia hadir dihadapan kita; bukan lagi sebagai dhamir gha'ib, tetapi sebagai dhamir mukhathab, orang yang kita ajak bicara.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Bagaimana jika Zikir sudah dibacakan tetapi Salatnya tetap tidak khusyu’, artinya masih saja merasa bahwa Syaitan tetap saja bisa masuk dan menggoda Salatnya? Kalau begitu apa Zikirnya yang salah?

Imam Al-Ghazali:
Zikir saja tidak cukup untuk mengusir Syaitan. Zikir itu merupakan gertakan kepada Syaitan. Tetapi jika di sekitar kita masih banyak makanan Syaitan, maka Syaitan tidak mau pergi. Zikir baru akan efektif kalau hati kita bersih dari makanan Syaitan. Jika hati kita sudah bersih, barulah kita mampu menghardik Syaitan. Namun bila hati kita belum bersih, belum ikhlas atau masih banyak makanan Syaitan, maka sebanyak apapun Zikir kita itu tidak mampu mengusir Syaitan. Bahkan Syaitan justeru malah ikut ber Zikir. Oleh karena itu jika kita menghendaki Zikir kita mempunyai kekuatan, maka kita harus membersihkan hati kita dari makanan Syaitan.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Bagaimanakah kita dapat membersihkan hati kita dari makanan Sayitan?

Imam Al-Ghazali:
Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur-an, hati kita mempunyai dua jenis pintu. Pertama, pintau bagi cahaya Tuhan; kedua, pintu bagai unsur Syaetan. Pintu bagi cahaya Tuhan hanya satu, dan pintu bagi unsur Syaitan ada banyak sekali. Oleh karena itu Al-Qur’an menyebut jalan Tuhan sebagai Shirath. Seperti disebutkan:”Wa anna hadza shirathi mustaqiman fattabi’uhu wa la tattabi’u al-subula fatafarraqa bikum ‘ansabilih: Sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah Aku dan janganlah kalian mengikuti banyak jalan, karena kelak kalian akan bercerai-berai dar jalan-Nya” (Q.S. Al-An’am:153). Kita tidak bisa istirahat, karena Syaitan selalu mengintai kita dan kebetulan kita menyediakan pintu yang banyak untuk masuknya Syaitan.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Apakah penyakit hati itu termasuk makanan Syaitan? Dan bagaimana mengenali penyakit hati itu?

Imam Al-Ghazali:
Syaitan hanya bisa masuk ke daam hati melalui pintu-pintunya (madkhal). Melalui pintu-pintu yang banyak itulah, Syaitan akan masuk kedalam hati dengan membawa penyakit-penyakit hati. Padahal pintu masuk itu adalah penyaki hati. Jadi pintu masuk itu adalah penyakit yang sekaligus menghantarkan penyakit hati. Makanan Syaitan itu berupa penyakit-penyakit hati. Itulah yang disebut dalam Al-Qur’an:”Fi qulubihim maradh: Dalam hati mereka ada penyakit” (Q.S. Al-Baqarah [2]:10). Kemudian penyakit itu menyebabkan penyakit yang lain:”Fazadahumullah maradhan: Lalu Allah menambahkan penyakit kepada mereka”.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Lalu apakah penyebab penyakit hati itu?

Imam Al-Ghazali:
Di antara pintu-pintu Syaitan yang sangat besar untuk bisa mengundang penyakit itu adalah al-hirsh, yaitu ambisi atau keinginan yang sangat rakus; dan hasad, yaitu kedengkian. Kalau seorang hamba sudah menginginka sesuatu dengan sangat, keinginannya itu akan membuatnya buta dan tuli. Rasulullah SAW bersabda:”Kalau engkau sudah mencintai sesuatu, kecintaanmu kepadanya akan menyebabkan kamu menjadi buta dan tuli”

Bagawat Selatan:
Apakah cinta buta dan tuli bisa menyebabkan hasad atau kedengkian?

Imam Al-Ghazali:
Munculnya perasan dendam itu bisa bersumber dari cinta buta atau keinginan yang amat sangat. Rasulullah SAW bersabda:”Akan datang suatu zaman ketika seorang suami celaka karena isterinya”. Lalu ditanya:”Bagaimana ia celaka karena isterinya?” Beliau menjawab:”Isterinya menuntutnya dengan tuntutan-tuntutan yang tidak bisa dipenuhi oleh suaminya”.

Bagawat Selatan:
Wahai Jalaludin Rakhmat, bagaimana dengan wanita yang tidak mencintai suaminya?

Jalaludin Rakhmat:
Nabi Nuh bertanya kepada seorang tua tak dikenal:”Untuk apa kamu datang kemari?”. Orang itu menjawab:”Aku masuk kemari untuk mempengaruhi saudara-saudaramu supaya hati mereka bersamaku, sementara tubuh mereka bersamamu”. Orang tua itulah Syaitan. Maka seorang isteri yang tubuhnya bersama suaminya, tetapi hatinya bersama pria idaman lain, dalam Islam itu sudah termasuk berzina, walaupun berzina dengan hatinya. Ketika kita hadapkan tubuh kita kepada Allah SWT sementarai hati kita tidak bersama-Nya, maka itulah perbuatan Syaitan.

Bagawat Selatan:
Bagaimana dengan amarah dan syahwat?

Jalaludin Rakhmat:
Di antara pintu-pintu Syaitan yang besar, yang bisa membawa penyakit hati adalah al-ghadhab wa al-syahwah, yaitu marah dan syahwat. Yang dimaksud Syahwat adalah dorongan untuk mengejar kenikmatan fisik.

Bagawat Selatan:
Mohon dijelaskan tentang Marah yang lebih detail menurut pandangan Islam?

Jalaludin Rakhmat:
Marah atau ghadab itu adalah jalan Syaitan. Sesungguhnya marah itu bisa mengumpulkan semua kejelekan. Untuk mengobati marah maka Salatlah meminta perlindungan Allah:”Mintalah pertolongan dengan Salat dan sabar. Tetapi itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (Q.S. Al-Baqarah:45). Rasulullah SAW bersabda:”Allah takjub melihat orang mukmin. Karena, apa pun yang menimpanya akan dia ubah menjadi kebaikan”. Rasulullah juga bersabda:”Seorang mukmin itu ibarat lebah. Apapun yang masuk ke dalam sarangnya, ia ubah menjadi madu”

Bagawat Selatan:
Mohon dijelaskan perihal Syahwat menurut pandangan Islam?

Jalaludin Rakhmat:
Kalau anda berduaan dengan seorang perempuan yang bukan muhrim, Syaitan akan menjadi penghubung di antara kalian berdua. Meskipun anda tidak berbicara, hati anda dan perempuan itu akan dihubungkan oleh Syaitan, saling menggetarkan satu sama lain. Syaitan itu akan datang melalui Syahwat. Ia akan membangkitkan Syahwat anda sehingga anda terjatuh dalam kemaksiatan. Ingatlah cerita bagaimana seorang alim dan abid, yang selalu menghabiskan waktunya untuk beribadat dan mensucikan diri dan bertaqarrub kapada Allah SWT, dan mampu menyembuhkan orang-orang sakit karena doa-doanya yang makbul, dapat digelincirkan oleh Syaitan untuk melakukan perzinahan dengan seorang Putri Raja dan membunuhnya. Itulah Syaitan menggoda manusia melalui Syahwatnya.

39 comments:

  1. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Banyak cara yang dapat dilakukam untuk meningkatkan kualitas spiritual salah satunya dengan berdoa. Berdoa yang benar harus sesuai tatacara yang telah diajarkan Allah untuk umatnya. Jika ingin sesuai dengan kehendak Allah maka baiknya kita membaca kitab suci yang telah diadakan. Kitab suci akan menuntun kita di dalam meningkatkam kualitas spiritual. Kita tidak hanya membacanya saja, namun harus memahami, memaknai, dan melaksanakan pada kehidupan kita.

    ReplyDelete
  2. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Berguru kepada beliau yakni imam ghozali merupakan sebuah keberuntungan, mengakaji karya-karyanya dan dalam elegi ini membahas salah satu hal pokok peribadatan dalam islam yakni Sholat. Sholat merupakan bentuk ibadah yang kelak pertama kali akan dihisab maka membahas kekhusyu’an dalam sholat memang sangat penting. Hingga saat ini kami sangat sulit untuk mendapatkan shalat yang khusyu’. Setiap kali melaksanakan shalat ada saja yang menggoda. Oleh karena itu, melalui elegi ini kami belajar konsep khusyu’ imam ghazali bahwa khusyuk dalam shalat dapat diraij dengan melepaskan segala kesombongan, iri, dengki dan dendam dalam diri, melawan segala hawa nafsu, membersihkan hati, dan berserah diri kepada Allah SWT. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  3. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Sebuah percakapan yang sarat akan makna besar. Belajar membersihkan hati dan selalu berhusnudzon dengan apa yang sudah ada serta belajar melindungi diri dari godaan setan yang maha dahsyat. Jawaban atas pertanyaan diatas, dapat kita amalkan di dunia dan menjadi pijakan dalam berhati hati dalam melakukan ataupun memilih sesuatu. Karena setan itu pasti adanya bertugas untuk mengganggu manusia. Berdzikir untuk menghindari godaan setan dan menjaga dari penyakit hati dan tetapi menjaga agar pikiran jernih.

    ReplyDelete
  4. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dalam melakukan dzikir tentu saja harus dibarengi dengan niat tulus ikhlas.Selain itu senantiasa membersihkan hati ini dari penyakit hati yang sewaktu-waktu bisa menyerang. Karena melakukan dzikir saja tanpa dibarengi dengan hati bersih akan sia-sia belaka. Karena setan tidak akan menyerah untuk terus menjerumuskan manusia ke dalam kemungkaran. Allah swt telah memberikan Al Quran sebagai pedoman hidup manusia. Al Quran sebagai Shirath atau pintu cahaya Tuhan sebagai penghalang jalannya setan masuk ke dalam tubuh manusia. Sehingga memperbanyak membaca Al Quran dan berdzikir dengan ikhlas dapat menghalangi usaha setan menjemurumuskan manusia. Apabila hati dalam keadaan bersih dan tenang, maka akan mampu menggapai khusyuk dalam beribadah, khususnya shalat. Dekat dengan Al-Quran adalah salah satu cara untuk melindungi diri dari godaan setan maupun gangguan setan terhadap diri kita.

    ReplyDelete
  5. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Terimakasih atas postingannya Prof. Saya terkadang sering bertanya2 tentang pertanyaan yang sama "Bagaimana Cara shalat yang khusyuk", setelah membaca elegi ini saya merasa menemukan jawabannya, mungkin karena saya kurang zikir dan hati saya belum bersih hingga belum mampu melaksanakan sholat secara khusyuk. Semoga setelah menemukan jawaban ini saya bisa memperbanyak zikir dan membersihkan hati sehingga bisa menjadi lebih khusyuk dalam shalat. Amin

    ReplyDelete
  6. Terimakasih atas sharing ilmu spritualnya bapak, sungguh menginspirasi saya dan insyaAllah bermanfaat bagi saya dan teman-teman yang membaca. Syaitan menyusup kedalam hati manusia tanpa manusia tersebut sadari. Seseorang yang berilmu pun tidak bisa luput dari syaitan yang menyusup ke relung hati manusia. Karena hati manusia itu sungguh sangat rentan. Maka hal yang bisa kita lakukan adalah mohon ampunan kepada Allah dan semoga dijauhkan dari godaan syaitan yang menyusup.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  7. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Syaiton memang selalu punya celah untuk menggoda manusia, sehingga kita harus berhati-hati terutama dalam menjaga hati. Seperti yang dituliskan di elegi ini bahwa syaiton menyusup ke dalam hati dari banyak pintu, ia masuk lewat penyakit hati, naudzubillah. Semoga kita dihindarkan dari penyakit hati. Audzubillahiminasyaitonnirrojim.

    ReplyDelete
  8. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Menggapai kekhusu’an dalam beribadah merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, terlebih kita menjalani hidup harus menyeimbangkan diri antara kepentingan/ urusan dunia dan akhirat. Sehingga kita tidak mungkin lepas dari segala pikiran akan kesibukan kita pada urusan duniawi. Ketika kita mampu khusu’, kita akan merasakan nikmatnya beribadah, nikmatnya berinteraksi, nikmatnya bermanja-manja dengan Allah swt. Sholat, berdoa, berdzikir, berpuasa, dan lain sebagainya adalah sarana kita meminta dan memohon kepadanya, untuk dihindarkan dari segala keburukan termasuk penyakit hati seperti sombong, riya’ takabur, hasad, dengki, cinta yang zina, dan masih banyak lagi. Maka marilah kita memperbaiki diri, terutama kualitas ibadah kita kepada Allah, apakah sudah ikhlas dan khusu’ dalam menjalankannya atau belum. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  9. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika kita mendengar nama Imam Al-Ghazali, maka akan terlintas di benak kita mengenai ilmu tasawuf. Selain itu hampir semua santri di Dunia ini akan mengenal karangan bliau yang sangatlah masyhur yaitu kitab Ihya ‘Ulumuddin. Dalam kitab tersebut dibahas mengenai tariqat, syariat, dan hakikat. Banyak sekali kajian-kajian yang bliau berikan pada kitabnya untuk meningkatkan kualitas keimanan kita kepada Alloh SWT. Maka dari itu, banyak sekali pesantren-pesantren yang mengkaji kitab bliau sebagai rujukan para santri untuk menuntut ilmu agama.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  10. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidikan Matematika Pascasarjana Kelas B
    Elegi ini membahas mengenai alasan mengapa seorang manusia mengalami kesulitan agar khusyuk dalam melakukan ibadah khususnya solat. Salam elegi ini disampaikan penyebabnya adalah penyakit hati yang dimiliki oleh manusianya sendiri. Seperti hasad, dengki, suudzon dll. Saya sangat setuju dengan elegi ini karena saya sendiri sering mengalami kurang khusyuknya dalam solat. Apabila saya kaitkan sifat penyakit hati tersebut tenu saja jadi pengaruh seorang manusia sulit dalam khusyuknya solat karena tentu penyakit hatiitu akan mempengaruhi pikiran kita yag terus memikirkan penyakit tersebut. Saya pernah mendapatkan pencerahan agar kita semakin khusyuk dalam solatmaka selesaikanlah permasalahan yang dapat menimbulkan ketidak khusyukan. Sehingga apabila penyebab ketidakkhusyukan adalah penyakit hati maka kita harus menyelesaikan penyakit hati tersebut.

    ReplyDelete
  11. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidikan Matematika Pascasarjana Kelas B


    Elegi ini membahas mengenai alasan mengapa seorang manusia mengalami kesulitan agar khusyuk dalam melakukan ibadah khususnya solat. Salam elegi ini disampaikan penyebabnya adalah penyakit hati yang dimiliki oleh manusianya sendiri. Seperti hasad, dengki, suudzon dll. Saya sangat setuju dengan elegi ini karena saya sendiri sering mengalami kurang khusyuknya dalam solat. Apabila saya kaitkan sifat penyakit hati tersebut tenu saja jadi pengaruh seorang manusia sulit dalam khusyuknya solat karena tentu penyakit hatiitu akan mempengaruhi pikiran kita yag terus memikirkan penyakit tersebut. Saya pernah mendapatkan pencerahan agar kita semakin khusyuk dalam solatmaka selesaikanlah permasalahan yang dapat menimbulkan ketidak khusyukan. Sehingga apabila penyebab ketidakkhusyukan adalah penyakit hati maka kita harus menyelesaikan penyakit hati tersebut.

    ReplyDelete
  12. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam elegi ritual ikhlas 40: berguru kepada Imam Al-Ghazali untuk meningkatkan kualitas spiritual (islam) dijelaskan bahwa salah satu cara untuk mengobati penyakit hati adalah dengan berzikir. Dengan memperbanyak mengingat Allah maka akan membuat kita tidak sempat untuk memikirkan hal-hal buruk yang termasuk dalam penyakit hati sehingga kita akan terhindar dari penyakit hati. Selain dengan berdzikir kita dapat mengobati penyakit hati dengan berpuasa, shalat malam, dan membaca alqur’an. Dengan semakin banyak kita mengingat, berdoa dan menyebut asma Allah SWT.

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Terima kasih Prof. elegi ini sangat bermanfaat untuk saya guna meningkatkan kualitas spiritual (Muslim). Sebaik-baiknya orang melakukan sholat dia tidak akan pernah menggangap bahwa sholatnya telah khusuk. Bahkan umat rosululloh SAW tak ada yang mampu Sholat dengan khusyuk. Akan tetapi sebagai umat Islam, kita harus senantiasa meningkatkan kualitas spiritual kita, diantaranya adalah melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas spiritual (bilkhusus sholat) agar ibadah kita mendekati kekhusyukan. Dzikir sebagai pintu pertama membuka kehusuykan dapat selalu kita laksanakan setiap saat agar syaitan pergi dari diri kita. Tapi yang paling urgent adalah kita harus senantiasa menjaga hati kita dari sifat-sifat dan penyakit hati yang dapat membuat syaitan bersemayam di hati, diantaranya sifat dengki, iri, hasad, ambisi, keinginan, syahwat, dan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  14. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dalam doa kita, kita harus fokus, dengan ini kita bisa menemukan kedamaian yang membuat kita dapat lebih optimis dalam menghadapi setiap masalah, cara untuk mendapatkan fokus adalah dengan menghapus semua pikiran negatif, menghindari amarah dan nafsu.
    Untuk menghapus semua pikiran negatif, menghindari amarah dan nafsu dapat melakukan banyak dzikir, dengan demikian maka hati akan menjadi tenang. Jika Anda ingin berdoa dengan kerendahan hati maka kita perlu selalu berdzikir dimanapun dan kapanpun.
    Dengan berdoa dan berdzikir, hati dan hidup kita yang akan menenangkan. Jadi, kita harus selalu dekat dengan Tuhan.

    ReplyDelete
  15. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Shalat yang khusyuk bukanlah perkara yang mudah. Saya merasakan ketika diprtengahan shalat ataupun diakhir bahkan kadang-kadang diawal shalat kadang kala hati dan pikiran masih memikirkan kehidupan di dunia. Dari elagi ini saya belajar bahwa untuk melakukan shalat yang khusyuk kita harus memiliki hati yang bersih. Untuk membersihkan hati kita dapat membiasakan diri untuk selalu berdzikir. Dengan berdzkir saja tidak cukup, karena saat kita hanya berdzkir tanpa keikhlasan dalam hati, maka itu tidak berarti apa-apa. Sehingga langkah selanjutnya kita harus memberihkan hati dari penyakit hati agar hati menjadi bersih dan ikhlas. Macam-macam penyakit hati diantaranya kesombongan, kerakusan, marah, syahwat dan sebagainyya. Dengan menjaga hati tetap ikhlas dan selalu berdzkir maka insyaallah shalat akan menjadi khusyuk. Terimakasih

    ReplyDelete
  16. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Khusyuk dalam beribadah itu seperti ruh yang ada dalam diri manusia, ibadah tanpa khusyuk seperti manusia tanpa jiwa, kosong. Rasulullah bersabda “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.Maka jika hati seseorang khusyu’, pendengaran, penglihatan, kepala, wajah dan semua anggota badannya ikut khusyu’, (bahkan) semua yang bersumber dari anggota badannya” Rasulullah juga pernah bersabda bahwa lmu yang tidak bermanfaat memiliki tanda-tanda buruk, yaitu hati yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan. Sangat penting untuk menjaga agar ibadah apapun yang dilakukan senatiasa khusyuk, berserah diri, dan ikhlas.

    ReplyDelete
  17. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Selama hidup di dunia apakah kita pernah sholat dengan khusyuk? Jika pernah berapa kali? Betapa sulitnya untuk mencapai khusyukkan dalam sholat. Untuk mencapai kekhusyuka dalam sholat kita harus memfokuskan pikiran dan hati kita hanya kepada Allah SWT. Dalam kenyataannya saya sangat sulit sekali untuk fokus. Saya akan terus berusaha untuk mencapai kekhusyukan dalam sholat. Terima kasih pak telah mengingatkan.

    ReplyDelete
  18. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini memberikan penjelasan kepada kita tentang bagaimana syeitan menggoda manusia. Ini sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam Al-Quran bahwa syeitan akan akan menyusup pada manusia melalui aliran darah. Maka tiadalah waktu bagi syeitan untuk berhenti menggoda manusia berbuat keburukan. Maka untuk terhindar dari godaan syeitan, kita harus memperbanyak berdzikir, dan senantiasa menjaga hati agar selalu bersih.

    ReplyDelete
  19. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Setan sudah ditakdirkan untuk menggoda manusia. Mereka selalu memiliki cara untuk melakukannya, memanfaatkan celah-celah sempit yang kadang tak disadari manusia. Bahkan setan mampu menggoda manusia ketika beribadah. Maka dari itu, sebenar-benar jalan untuk terhindar dari godaan setan adalah dengan memohon perlindungan kepada Allah dan menjauhkan diri dari hal-hal dimana setan senang berada di sana. Salah satu cara untuk menjauhkan diri dari godaan setan, adalah dengan senantiasa berdzikir dan berdoa. Dzikir dapat menjadi penenang hati, dzikir dan doa juga dapat menjadi obat dari berbagai jenis penyakit hati yang disebabkan gangguan setan, dzikir juga mampu menjadi pelindung.

    ReplyDelete
  20. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas saya dapat mengambil beberapa hikmah. Yang pertama, sholat yang khusyuk adalah suatu hikmah dan nikmat yang diberikan langsung oleh Allah Ta’ala kepada hamba-hamba yang dikehendakiNya. Maka tak seorangpun mampu sholat dengan khusyuk kecuali atas izinNya. Namun, kita sebagaimana hamba yang ta’at maka kita dapat mengikhtiarkan agar mendapat hikmah dan nikmat ini. Diantaranya beberapa cara yaitu mengawali dengan dzikir, agar hati tenang dan tentram. Dzikir yaitu sebagai sarana pengingat Allah Ta’ala. Jika kita tak bisa khusyuk sejatinya mungkin dalam hati ada yng namanya penyakit hati.

    ReplyDelete

  21. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Artikel diatas penuh dengan pesan moral yang dapat kita gali, terkhusus untuk seorang muslim. Karena artikel di atas memiliki topik tentang bagaimana untuk mendapatkan sholat yang khusyuk. Maka, langkah pertama adalah dengan kita selalu berdzikir kepada Allah. Karena saat kita berdzikir, maka hati kita akan merasa tenang. Kemudian setelah berdzikir, kita harus menjaga hati kita untuk selalu tetap bersih. Karena jika hanya mengandalkan dzikir saja tidak akan akan mampu mengusir setan yng akan mengganggu jika disekitar kita masih banyak hal yang disukai oleh setan. Jadi, kita harus selalu mencoba dan mencoba untuk dapat sholat dengan khusyuk sehingga mampu mengusir setan disekitar kita.

    ReplyDelete
  22. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Sholat yang khusyuk dan membersihkan hati adalah jalan untuk meningkatkan kualitas spiritual. Agar sholat kita khusyuk maka terleih dahulu berdzikir kepada Allah SWT. Jika setah berdzikir tetap tidak khusyuk maka kita harus membersihkan hati terlebih dahulu. Cara membersihkan hati dengan menutup pintu masuknya syaitan ke dalam diri kita. Agar dapat menutup pintu masuknya syaitan maka kita harus menghindari penyakit hati yang berupa ambisi atau keinginan yang sangat rakus, dan hasrat atau kedengkian. Jangan sampai kita mencintai suatu hal melebihi cinta kita kepada Allah SWT. Jika cinta tertinggi kita pada Allah maka saat sholat hanyya Allah lah yang ada di dalam pikiran kita dan kita akan khusyuk.

    ReplyDelete
  23. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Kualitas spiritual sangat bergantung pada kebersihan hati, seperti yang disampaikan dalam elegi tersebut. Tidaklah mudah untuk menjaga kebersihan hati, banyak segala pintu pintu untuk menghilangkan dan mengotori hati. Pintu marah, adalah pintu yang sering mudah terbuka dan gampang terbuka. Marah sangat berbahaya bagi hati, selain mengotori hati, dia akan menghilangkan segala ilmu dan keikhlasan yang sudah ada di hati. Maka kita harus menjaga dari sifat marah. Rasul sendiri sudah bersabda, Laa Taghdhab, janglah marah.

    ReplyDelete
  24. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Satu lagi pintu masuknya kotoran dalam hati, yaitu syahwat, hawa napsu. Setan sangat dekat dengan kita, bahkan dapat mengalir di aliran darah kita dan meracuni hati kita. Maka wajib bagi diri untuk selalu berlindung dari godaan setan yang terkuutuk. Berdoa dan berdzikir kepada Allah Swt agar dijauhkan dari bisikan syahwat dan hawa nafsu syaiton. Kita tidak tahu seberapa kuat kita menghadapi dan memerangi hawa nafsu kita, kita ikhtiar dan tawakkal kepada Allah Swt untuk menjaga hati tetap bersih dan ikhlas.

    ReplyDelete
  25. Latifah Fitriasari
    PM C

    Apabila hubungan batin (khusyu') tidak terbangun maka shalat yang dilakukan tidaklah sempurna bahkan sia-sia karena komunikasi batin dengan Tuhan tidak terjalin. Membangun khusyu' dengan cara konsentrasi, menatap satu titik di tempat sujud, memahami arti bacaan, menghadirkan Allah didalam shalat kita. Shalat khusyu' itu mudah dan sangat nikmat. Satu prinsip utama dalam kiat buku itu adalah, jangan mencari khusyu', cukup siapkan diri untuk menerima khusyu' itu, karena khusyu' bukan kita ciptakan tapi 'diberi langsung' oleh Allah sebagai hadiah nikmat kita menemuiNya.

    ReplyDelete
  26. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Terima kasih prof Marsigit, tulisan ini memberikan banyak pengetahan baru bagi saya pribadi. Salah satunya bahwasanya dzikir saja tidak cukup untuk mengusir setan. Ia juga harus didukung dengan cara membersihkan sekitar kita dari makanan-makanan setan. Karena jika kita tidak membersihkan sekitar kita dari makanan makanan setan, maka setan masih akan tertarik mendatangi kita. kita pun perlu juga untuk menutup pintu-pintu yang biasa digunakan setan untuk masuk, sehingga dengan begitu setan tidak bisa lagi masuk melalui pintu tersebut.

    ReplyDelete
  27. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Salat merupakan ibadah wajib yang dilakukan oleh setiap muslim. Menurut Imam Al Gazali, agar kita bisa Salat dengan khusyu’, maka kita harus memperbanyak membaca dzikir. Karena pada dasarnya, dzikir adalah salah satu cara yang dapat mengusir syaitan. Dzikir yang efektif adalah dzikir yang dilakukan dengan hati yang bersih. Oleh karena itu dalam berdzikir, kita harus memantapkan hati dan melakukannya dengan ikhlas agar hati bersih dan dzikir yang kita ucapkan ampuh untuk mengusir syaitan.

    ReplyDelete
  28. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Zikir merupakan gertakan kepada Setan. Menurut Imam Al-gazali, agar kita dapat salat dengan khusyu' maka kita harus memperbanyak zikir. Zikir akan efektif jika hati kita selalu dalam keadaan bersih,dengan begitu baru kita dapat menghardik setak.Namun bila hati kita belum bersih, belum ikhlas atau masih banyak makanan Syaitan, maka zikir yang kita lakukan akan sia-sia karena syaitan tidak akan pergi. Bahkan Syaitan akan ikut berzikir. Oleh karena itu, agar zikir kita mempunyai kekuatan, maka kita harusikhlas dan membersihkan hati kita dari makanan Syaitan.

    ReplyDelete
  29. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini ketahui bahwa banyak sekali celah syaitan untuk masuk dalam tubuh kita, pdahal pintu masuk bagi cahya Tuhan hanya ada satu. Maka dari itu kita perlu untuk berhati hati dalam bertindak, selalu terjaga dalam setiap keadaan akan celah celah yang memungkinnya syaitan masuk kedalam tubuh kita. Semoga kita termasuk orang orang yang di lindungi Allah dari godaan saitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  30. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menggapai kekhusyu'an tidak dapat dicapai oleh sembarang orang. Kiat-kiat agar kita bisa belajar sedikit demi sedikit mengenai kekhusyu'an ialah dengan melafalkan bacaan shalat dengan jelas. Jealas disini tidak berarti saat shalat yang mewajibkan bacaan sirr lantas kita membacanya dengan jelas dan keras, malainkan keras dalam diri kita sendiri dengan memperhatikan setiap bacaan yang dibaca maka kita tengah memfokuskan diri kita mikimal untuk tidak memikirkan hal lain selain shalat. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  31. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Di bagian akhir elegi dibahas pula mengenai setan, syahwat, serta hubungan lawan jenis. Benar bahwa jika ada dua orang berbeda jenis bersama di suatu tempat yang sepi maka orang ketiga tak lain ialah setan yang selalu membisikkan kepad amereka untuk melkukan hal yang dilarang oleh agama dnmasyarakat, maka sebaik-baik benteng dari melakukan hal tersebut ialah dengan menjauhi berdua-duaan di tempat yang sepi dan berpuasalah. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  32. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Jika ingin sholat kita khusyuk mulailah dengan berdzikir dan niat yang ikhlas. Khusyu' merupakan kekuatan sholat. Tanpa khusyu' sholat seakan tidak mempunyai makna bagi pelakunya, karena sholat hanya berupa aktifitas fisik yang rutin, tanpa kenikmatan dan tanpa rasa hidmat di dalamnya. Mengusir syetan dengan dzikir akan aktif jika hati kita sudah bersih. Di antara pintu-pintu Syaitan yang sangat besar untuk bisa mengundang penyakit itu adalah al-hirsh, yaitu ambisi atau keinginan yang sangat rakus, dan hasad, yaitu kedengkian. Munculnya perasan dendam itu bisa bersumber dari cinta buta atau keinginan yang amat sangat. Di antara pintu-pintu Syaitan yang besar lainnya, yang bisa membawa penyakit hati adalah al-ghadhab wa al-syahwah, yaitu marah dan syahwat. Yang dimaksud Syahwat adalah dorongan untuk mengejar kenikmatan fisik. Marah atau ghadab itu adalah jalan Syaitan. Sesungguhnya marah itu bisa mengumpulkan semua kejelekan.

    ReplyDelete
  33. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Apa yang harus kita lakukan agar sholat kita khusyuk? Dengan berguru pada Imam Al-Ghazali, kita mengetahui bahwa kita bisa khusyuk dalam solat bila kita perbanyak berdzikir dan menutup pintu-pintu syaitan dalam hati. Hati itu memiliki banyak pintu, namun pintu untuk menuju ke cahaya Allah hanya satu (shirath). Sebaliknya, pintu yang dimiliki setan itu banyak dan semua pintu akan terbuka dengan adanya makanan setan dalam hati kita. Apakah makanan setan itu? Makanan setan itu adalah penyakit hati. Di antara pintu-pintu Syaitan yang sangat besar untuk bisa mengundang penyakit itu adalah al-hirsh, yaitu ambisi atau keinginan yang sangat rakus; dan hasad, yaitu kedengkian. Na’udzubillah.

    ReplyDelete
  34. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Apapun yang ada di dunia ini bisa menjadi makanan nya syaitan, bahkan rasa cinta pun dapat memjadi makanan syaitan yaitu ketika karena kecintaan mu terhadap benda yang tidak sempurna itu membuat kita melupakan segalanya, melupakan urusan akhirat, melupakan ibadah. Maka dalam mencintai pun harus dilandasi dengan kecintaan kita kepada Allah terlebih dahulu. Selain itu karena banyaknya yang dapat menjadi makanan syaitan maka agar terhindar dari godaannya maka kiat perlu berhati ikhlas dan memiliki pikiran yang jernih, yang akan kita da[atkan jikalau kita beribadah kepadaNya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  35. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Khusyuk dalam beribadah adalah ketika hati yang bersih hadir dalam ibadah tersebut. Khusyuk adalah hal yang cukup sulit dilakukan bagi yang tidak dapat mengatasi godaan-godaan syaitan. Syaitan selalu berusaha memalingkan manusia dari kekhusyukannya.
    Letak khusyuk ada di hati, oleh karena itu, selalu memohon kepada Allah supaya dilindungi dari godaan apapun untuk mendapat hati yang bersih

    ReplyDelete
  36. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Membaca elegi di atas membuat saya ngeri, karena pintu-pintu masuk syaitan yang banyak. dan mudah sekali kita tergelincir jika kita tidak benar-benar berhati-hati. dan membaca kisah tentang seorang alim yang tergelincir dengan perzinahan membuat saya merasa ngilu, betapa dahsyat nya tipu daya syeitan itu. kita benar-benar harus waspada. saya juga ingin menambahkan, salah satu pintu lain yang menjadi pintu masuk syeitan adalah kesedihan. wajar jika kita bersedih jika tertimpa musibah, namun itu menjadi pintu masuk syeitan jika kita tidak berhati-hati, syeitan akan membuat kita larut dalam kesedihan sehingga kita menjadi malas beribadah.

    ReplyDelete
  37. Assalamualaikum Wr. Wb. Saya pernah mendengar bahwa Al-Ghazali adalah ulama besar yang pertama kali meruntuhkan tradisi filsafat dalam Islam. Al-Ghazali sering dipertentangkan dengan Ibnu Rusyd yang cenderung menekankan filsafat dalam ajaran Islam melalui filsafat Averroesnya. Jika apa yang saya dengar tersebut benar, saya harap bapak bias menjelaskan bagaimana kita harus menanggapi pertentangan paradigma tersebut. Tentunya saya meyakini bahwa setiap ulama besar memiliki pengaruh dalam aspek pemikiran Islam. Adapun perbedaan hanyalah masalah penafsiran. Wallahua’lam bishawab!!

    ReplyDelete
  38. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Setiap amal yang kita lakukan telah Allah janjikan ganjaran yang setimpal. Namun untuk melakukan amal yang benar-benar sesuai tidaklah mudah. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan shalat yang khusyu’. Shalat yang khusyu’ didapatkan dari hati yang bersih dan ikhlas serta pikiran yang fokus pada Allah. Agar bisa sholat dengan khusyu’, hendaklah engkau memperbanyak zikir. Sebab dengan berdzikir kepada Allah hati akan tenang. Kunci dari shalat yang khusyu’ adalah ketenangan hati. Maka ketika kita sedang beribadah serahkan semua kepada Allah. Lepaskan diri kita dari belenggu duniawi. Kita berasal dari Allah dan akan kembali ke Allah SWT.

    ReplyDelete
  39. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Jalan menuju Shalat yang khusyuk ada di dalam hati yang bersih dan ikhlas, dan untuk menggapai kejernihan hati adalah dengan berdzikir dan selalu mengingat Allah SWT. Namun syaitan selalu mengintai dan mencari celah dari setiap kelalaian kita untuk masuk kedalam hati dengan membawa berbagai macam penyakit hati. Salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya adalah kemarahan. Karena kemarahan, semua bisa menjadi tidak terkendali, baik itu ucapan maupun perbuatan. Hanyalah dengan shalat maka kemarahan akan reda. Untuk menggapai hati yang ikhlas, bisa dimulai dengan menjauhi berbagai penyakit hati.

    ReplyDelete