Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 40: Berguru Kepada Imam Al-Ghazali untuk Meningkatkan Kualitas Spiritual (Islam)




Ass, karena pentingnya Elegi ini dari sudut Spiritual (Islam) maka saya tayangkan kembali. Judul semula adalah Elegi Menggapai Sholat yang Khusyuk dan Membersihkan hati. Wss

Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Assalamu’alaikum Warakhmatulahi Wabarakatuh. Ustad Jalaludin Rakhmat, menurutmu bagaimana cara kita dapat menjalankan Salat yang khusyuk? Membersihkan penyakit hati?


Jalaludin Rakhmat:
Sebaiknya Bagawat Selatan saya antar saja kepada guru spiritual Imam Al-Ghazali. Mohon perkenan wahai Imam Al-Ghazali...saya Jalaludin Rakhmat mengantar saudara saya Bagawat Selatan untuk me-Ngaji kepadamu khususnya tentang bagaimana caranya agar kita bisa Salat secara khusyuk?

Bagawat Selatan:
Assalamu’alaikum Warakhmatulahi Wabarakatuh. Benar apa yang dikatakan oleh Ustad Jalaludin Rakhmat, perkenankanlah saya ingin bertanya tentang Cara bagaimana agar khususnya diri saya bisa Salat secara khusyuk? Lebih dari itu saya juga ingin bertanya apakah ada hubungan antara Salat khusyuk itu dengan hati kita masing-masing. Jika ada hubungan maka hubungannya seperti apa?

Imam Al-Ghazali:
Wa’alaikumsalam Warakhmatulahi Wabarakatuh. Astagfirulah al adzim . Al Fatehah. Al Ikhlas. Salawat Nabi. Audzhubilah Himi-nassyaeton nirojim Bismillah Hiro-khman Nirokahim. Alhamdulillah hirabbil alamin. Wasalatu Wasa-lamu Ala Asrofil Ambyai Warmu-salin Syayidina muhammadin wa-ala alihi wasyohbihi ajma’in. Ama ba’du. Amin. Hamba Allah yang dimuliakan-Nya, saudara Jalaludin Rakhmat dan Bagawat Selatan, aku mendengar doa muridmu yang ikhlas dan khusyuk, yang mendoakan dirimu agar khususnya Bagawat Selatan dan juga semuanya, agar Allah membukakan pintu-pintu hidayah bagi hamba-hamba-Nya yang dikehendakinya. Dia juga mendoakanmu agar Allah selalu melimpahkan Rakhmatnya kapadamu. Amiin.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Alhamdulillah ..amin

Imam Al-Ghazali:
Sejak orang-orang mendengar dan mengikuti Tausiahku, maka mereka ingin sekali Salat dengan Khusyu’. Maka nasehatku kepada mereka semua termasuk dirimu adalah, agar engkau bisa Salat dengan khusyu’, hendaklah engkau memperbanyak Zikir. Sebab, dengan berzikir kepada Allah, setiaphati akan tenang (Q.S. Al-Ra’du:28). Kalau seseorang ingin Salat dengan khusyu’, hendaklah dia membaca Zikir terlebih dulu.

Bagawat Selatan:
Wahai Ustad Jalaludin Rakhmat,apakah bisa menjelaskan kepadaku macam-macam Zikir itu?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam perjalanan tasawuf, Zikir menunjukkan maqam-maqam kita. Zikir yang paling elementer adalah La ilaha ilallah atau La ilaha illa huwa; Tidak ada Tuhan selain Dia. Kita menyebut Tuhan sebagai Orang Ketiga Tunggal. Dalam bahasa Arab hal ini disebut dhamir ghaib. Dalam Zikir ini Tuhan itu gaib, jauh dari kita. Ketika sudah dekat Zikir itu menjadi La ilaha illa Anta; Tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Zikir para nabi digambarkan dalam Al-Qur'an: "La ilaha illa Anta sbuhanaka inni kuntu minazh zhalimin" Q.S.Al-Anbiyaa: 87). Tuhan menjadi lebih akrab. Dia hadir dihadapan kita; bukan lagi sebagai dhamir gha'ib, tetapi sebagai dhamir mukhathab, orang yang kita ajak bicara.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Bagaimana jika Zikir sudah dibacakan tetapi Salatnya tetap tidak khusyu’, artinya masih saja merasa bahwa Syaitan tetap saja bisa masuk dan menggoda Salatnya? Kalau begitu apa Zikirnya yang salah?

Imam Al-Ghazali:
Zikir saja tidak cukup untuk mengusir Syaitan. Zikir itu merupakan gertakan kepada Syaitan. Tetapi jika di sekitar kita masih banyak makanan Syaitan, maka Syaitan tidak mau pergi. Zikir baru akan efektif kalau hati kita bersih dari makanan Syaitan. Jika hati kita sudah bersih, barulah kita mampu menghardik Syaitan. Namun bila hati kita belum bersih, belum ikhlas atau masih banyak makanan Syaitan, maka sebanyak apapun Zikir kita itu tidak mampu mengusir Syaitan. Bahkan Syaitan justeru malah ikut ber Zikir. Oleh karena itu jika kita menghendaki Zikir kita mempunyai kekuatan, maka kita harus membersihkan hati kita dari makanan Syaitan.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Bagaimanakah kita dapat membersihkan hati kita dari makanan Sayitan?

Imam Al-Ghazali:
Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur-an, hati kita mempunyai dua jenis pintu. Pertama, pintau bagi cahaya Tuhan; kedua, pintu bagai unsur Syaetan. Pintu bagi cahaya Tuhan hanya satu, dan pintu bagi unsur Syaitan ada banyak sekali. Oleh karena itu Al-Qur’an menyebut jalan Tuhan sebagai Shirath. Seperti disebutkan:”Wa anna hadza shirathi mustaqiman fattabi’uhu wa la tattabi’u al-subula fatafarraqa bikum ‘ansabilih: Sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah Aku dan janganlah kalian mengikuti banyak jalan, karena kelak kalian akan bercerai-berai dar jalan-Nya” (Q.S. Al-An’am:153). Kita tidak bisa istirahat, karena Syaitan selalu mengintai kita dan kebetulan kita menyediakan pintu yang banyak untuk masuknya Syaitan.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Apakah penyakit hati itu termasuk makanan Syaitan? Dan bagaimana mengenali penyakit hati itu?

Imam Al-Ghazali:
Syaitan hanya bisa masuk ke daam hati melalui pintu-pintunya (madkhal). Melalui pintu-pintu yang banyak itulah, Syaitan akan masuk kedalam hati dengan membawa penyakit-penyakit hati. Padahal pintu masuk itu adalah penyaki hati. Jadi pintu masuk itu adalah penyakit yang sekaligus menghantarkan penyakit hati. Makanan Syaitan itu berupa penyakit-penyakit hati. Itulah yang disebut dalam Al-Qur’an:”Fi qulubihim maradh: Dalam hati mereka ada penyakit” (Q.S. Al-Baqarah [2]:10). Kemudian penyakit itu menyebabkan penyakit yang lain:”Fazadahumullah maradhan: Lalu Allah menambahkan penyakit kepada mereka”.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Lalu apakah penyebab penyakit hati itu?

Imam Al-Ghazali:
Di antara pintu-pintu Syaitan yang sangat besar untuk bisa mengundang penyakit itu adalah al-hirsh, yaitu ambisi atau keinginan yang sangat rakus; dan hasad, yaitu kedengkian. Kalau seorang hamba sudah menginginka sesuatu dengan sangat, keinginannya itu akan membuatnya buta dan tuli. Rasulullah SAW bersabda:”Kalau engkau sudah mencintai sesuatu, kecintaanmu kepadanya akan menyebabkan kamu menjadi buta dan tuli”

Bagawat Selatan:
Apakah cinta buta dan tuli bisa menyebabkan hasad atau kedengkian?

Imam Al-Ghazali:
Munculnya perasan dendam itu bisa bersumber dari cinta buta atau keinginan yang amat sangat. Rasulullah SAW bersabda:”Akan datang suatu zaman ketika seorang suami celaka karena isterinya”. Lalu ditanya:”Bagaimana ia celaka karena isterinya?” Beliau menjawab:”Isterinya menuntutnya dengan tuntutan-tuntutan yang tidak bisa dipenuhi oleh suaminya”.

Bagawat Selatan:
Wahai Jalaludin Rakhmat, bagaimana dengan wanita yang tidak mencintai suaminya?

Jalaludin Rakhmat:
Nabi Nuh bertanya kepada seorang tua tak dikenal:”Untuk apa kamu datang kemari?”. Orang itu menjawab:”Aku masuk kemari untuk mempengaruhi saudara-saudaramu supaya hati mereka bersamaku, sementara tubuh mereka bersamamu”. Orang tua itulah Syaitan. Maka seorang isteri yang tubuhnya bersama suaminya, tetapi hatinya bersama pria idaman lain, dalam Islam itu sudah termasuk berzina, walaupun berzina dengan hatinya. Ketika kita hadapkan tubuh kita kepada Allah SWT sementarai hati kita tidak bersama-Nya, maka itulah perbuatan Syaitan.

Bagawat Selatan:
Bagaimana dengan amarah dan syahwat?

Jalaludin Rakhmat:
Di antara pintu-pintu Syaitan yang besar, yang bisa membawa penyakit hati adalah al-ghadhab wa al-syahwah, yaitu marah dan syahwat. Yang dimaksud Syahwat adalah dorongan untuk mengejar kenikmatan fisik.

Bagawat Selatan:
Mohon dijelaskan tentang Marah yang lebih detail menurut pandangan Islam?

Jalaludin Rakhmat:
Marah atau ghadab itu adalah jalan Syaitan. Sesungguhnya marah itu bisa mengumpulkan semua kejelekan. Untuk mengobati marah maka Salatlah meminta perlindungan Allah:”Mintalah pertolongan dengan Salat dan sabar. Tetapi itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (Q.S. Al-Baqarah:45). Rasulullah SAW bersabda:”Allah takjub melihat orang mukmin. Karena, apa pun yang menimpanya akan dia ubah menjadi kebaikan”. Rasulullah juga bersabda:”Seorang mukmin itu ibarat lebah. Apapun yang masuk ke dalam sarangnya, ia ubah menjadi madu”

Bagawat Selatan:
Mohon dijelaskan perihal Syahwat menurut pandangan Islam?

Jalaludin Rakhmat:
Kalau anda berduaan dengan seorang perempuan yang bukan muhrim, Syaitan akan menjadi penghubung di antara kalian berdua. Meskipun anda tidak berbicara, hati anda dan perempuan itu akan dihubungkan oleh Syaitan, saling menggetarkan satu sama lain. Syaitan itu akan datang melalui Syahwat. Ia akan membangkitkan Syahwat anda sehingga anda terjatuh dalam kemaksiatan. Ingatlah cerita bagaimana seorang alim dan abid, yang selalu menghabiskan waktunya untuk beribadat dan mensucikan diri dan bertaqarrub kapada Allah SWT, dan mampu menyembuhkan orang-orang sakit karena doa-doanya yang makbul, dapat digelincirkan oleh Syaitan untuk melakukan perzinahan dengan seorang Putri Raja dan membunuhnya. Itulah Syaitan menggoda manusia melalui Syahwatnya.

11 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Untuk meningkatkan kualitas spiritual dapat dilakukan dengan Sholat, tafakkur, meditasi, berdoa dan melakukan perbuatan amal ma’ruf nahi mungkar. Selain itu, setiap orang akan berusaha untuk mengikuti contoh dan teladan hidup dari orang-orang suci yang menjadi idolanya seperti Rasululloh SAW, ulama, ustd, kiyai dan Tuan Guru (Istilah daerah Lombok NTB). Sering melakukan pendekatan dan konsultasi dengan orang-orang yang dianggap mampu memberi dukungan dan solusi yang baik dengan orang-orang suci yang menjadi idola kita. Yang terpenting kita mempunyai niat dan keikhlasan hati untuk melaksanakan dalam hidup.

    ReplyDelete
  2. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Terimakasih Prof Marsisigt, setelah membaca kisah elegi ini sya mendapatkan pengetahuan baru. Kita dapat sholat dengan khusyuk jika kita memperbanyak dzikir. Dzikir kita akan mempunyai kekuatan jika kita membersihkan hati kita dari makanan syaitan. Syaitan dapat masuk ke dalam hati dan membawa penyakit hati. Hal yang dapat menyebabkan penyakit hati adalah ambisi atau keinginan dan kedengkian. Selain itu, amarah dan syahwat juga dapat menyebabkan penyakit hati. Jadi kita harus membersihkan hati kita lalu perbanyak dzikir agar dapat shalat dengan khusyuk.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari pembahasan elegi di atas adalah tentang shalat khusuk. Shalat merupakan rukun islam kedua setalah mengucapkan dua kalimat syahadat. Shalat merupakan kewajiban yang paling utama bagi ummat Islam dan di yaumil akhir pun yang paling pertama dihisab oleh Allah adalah sholat, bila shalat baik maka baiklah amalan lainnya, sebagaimana telah di jelaskan dalm hadits Dari Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,: “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”
    Lalu bagaimana mencapai khusuk dalam shalat tersebut? Jawabnya sebagaiman telah dijelaskan pada elegi ini bahwa agar engkau bisa Salat dengan khusyu’, hendaklah engkau memperbanyak Zikir. Sebab, dengan berzikir kepada Allah, setiaphati akan tenang (Q.S. Al-Ra’du:28).
    Yah, dengan mengingat Allah dalam perbanyak zikir merupakan jalan meningkatkan kekhusukan dalm shalat. Kemudian juga surgakan pikiran kita, surgakan perilaku kita dan selalu berpikir positif.

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Khusyuk dalam beribadah itu seperti ruh yang ada dalam diri manusia, ibadah tanpa khusyuk seperti manusia tanpa jiwa, kosong. Rasulullah bersabda “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia. Maka jika hati seseorang khusyu’, pendengaran, penglihatan, kepala, wajah dan semua anggota badannya ikut khusyu’, (bahkan) semua yang bersumber dari anggota badannya” Rasulullah juga pernah bersabda bahwa lmu yang tidak bermanfaat memiliki tanda-tanda buruk, yaitu hati yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan. Sangat penting untuk menjaga agar ibadah apapun yang dilakukan senatiasa khusyuk, berserah diri, dan ikhlas.

    ReplyDelete
  5. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Meningkatkan kualitas spiritual dapat kita lakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan cara berdzikir. Berdzikir ialah mengingat Allah SWT, kemudian melakukan shalat yang khusyuk karena shalat tak sekedar ritual dan rutinitas yang diawali dengan takbir dan ditutupi dengan salam. Lebih dari itu, shalat adalah ikhtiar seorang hamba untuk menundukkan seluruh raganya yang berfokus pada penaklukan hati yang dapat mengarah pada ketenangan jiwa.
    Jiwa yang tenang inilah yang sejatinya akan meredam hawa nafsu agat tidak menguasai dan merajai anggota tubuh, dimana ketenangan jiwa ketika melakukan shalat dikenal dengan istilah khusyuk. Firman Allah SWT dalam QS. Al-Ankabuut [29]: 45 “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.”
    Dalam meningkatkan kualitas spiritual, kita juga dianjurkan untuk berguru atau meminta bimbingan orang-orang yang benar-benar bisa membimbing kita agar hati kita khusyuk dan ikhlas. Misalnya berguru atau mengaji kepada para kiyai, ulama, dan yang lainnya yang sekiranya mengerti dalam meningkatkan spiritual kita.

    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Selama hidup di dunia apakah kita pernah sholat dengan khusyuk? Jika pernah berapa kali? Betapa sulitnya untuk mencapai khusyukkan dalam sholat. Untuk mencapai kekhusyuka dalam sholat kita harus memfokuskan pikiran dan hati kita hanya kepada Allah SWT. Dalam kenyataannya saya sangat sulit sekali untuk fokus. Saya akan terus berusaha untuk mencapai kekhusyukan dalam sholat. Terima kasih pak telah mengingatkan.

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Berdoa secara khusyuk dapat dilakukan jika kita berdoa dengan keikhlasan dan bersungguh-sungguh tertuju pada Tuhan YME. Saat kita fokus pada satu tujuan yaitu Tuhan YME. Pada saat seperti itu, diyakini tidak ada yang bisa menggoda kita, termasuk setan yang sering menggoda manusia. Sehingga kita sebaiknya menutup semua kesempatan dimana setan selalu berusaha untuk menggoda keimanan kita.

    ReplyDelete
  8. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Elegi di atas menjelaskan mengenai kekhsyukan dalam beribadah khusyuk merupakan kata yang mudah diucapkan namun sulit kita implementasikan atau terapkan terkadang seseorang telah merasa dirinya telah khusyuk. Perasaan inilah yang justru akan menjerumuskannya sebab khusyuk tidaknya ibadah seseorang hanya Allah SWT yang tahu.

    ReplyDelete
  9. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPS Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Assalamualaikum..
    Sholat merupakan ibadah yang utama dan yang pertama akan diperiksa di hari pembalasan nanti. Sholat juga merupakan ukuran apakah amal yang lainnya akan baik atau buruk. Karena Sholat dapat menjaga dari perbuatan keji dan mungkar. Namun, sholat yang bermakna tentunya adalah sholat yang benar. Seseorang yang sholatnya benar, maka dapat dipastikan sholatnya khusuk. Untuk dapat sholat khusuk jika dipandang dari serangkaian sholat yang diajarkan Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam adalah dimulai dari sebelum sholat. Yaitu dengan menggunakan pakaian baik, kemudian menyempurnakan wudhu. Sholat yang khusuk dapat dicapai dengan mengkondisikan diri siap untuk sholat. Artinya segala urusan dunia tidak boleh mengganggu hati dan pikiran. Agar dapat menyingkirkan gangguan tersebut, dapat dilakukan dengan datang ke masjid di awal waktu. Karena dengan ke masjid, kita dijauhkan dari segala hal duniawi, tidak seperti ketika di rumah. Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam mengajarkan, ketika kita masuk masjid sedangkan kita memiliki waktu untuk sholat sunnah, maka laksanakanlah sholat tahyatul masjid. Setelah itu, sambil menunggu iqomah, perbanyaklah sholawat, karena memperbanyak mengucapkan sholawat setelah adzan dapat memberikan kita kesempatan untuk menerima syafaat Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam nanti.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setiap muslim pasti menginginkan shalatnya dapat khusuk dan terhindar dari penyakit hati. Cara yang dapat dilakukan untuk menjalankan shalat dengan khusyuk adalah dengan memperbanyak zikir, mengingat Allah SWT. Namun, zikir saja tidak cukup untuk mengusir setan sebab zikir itu hanya merupakan gertakan bagi setan. Zikir yang dapat menghardik setan adalah zikir yang disertai dengan ikhlas dan hati yang bersih di dalamnya. Sedangkan penyakit hati sering menuntun manusia melakukan perbuatan dosa. Diantara penyakit hati tersebut adalah ambisi/ keinginan yang sangat rakus, kesombongan, dan kedengkian. Untuk itu perbanyaklah dzikir kita kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan hati yang bersih, dengan tujuan untuk menggapai shalat yang kita lakukan itu benar dan khusyuk serta agar kita terhindar dari penyakit hati. Amin..

    ReplyDelete
  11. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Shalat adalah rukun islam yang dimana jika tidak dilakukan maka belum sah dikatakan sebagai seorang muslim. Shalat adalah sarana kita untuk berkomunikasi kepada Sang Pencipta, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, dan berusaha menjadikan-Nya kekasih dalam upaya shalat lima waktu sehari semalam. untuk memantapkan shalat kita perlu kekhusukan yang lebih agak komunikasinya menjadi lebih optimal. Tentu syaitan akan selalu menggoda kita agar kita tidak khusuk dengan memberikan penyakit-penyakit hati.

    ReplyDelete