Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas.




Oleh Marsigit

Cantraka Sakti:

Wahai Muhammad Nurikhlas, saya ingin bertanya apa yang menyebabkan engkau diijinkan mengikuti Ritual Ikhlas berikutnya? Apa yang menyebabkan engkau dianggap lebih ikhlas dibanding aku?

Muhammad Nurikhlas:
Saya sendiri tidak mengetahuinya. Aku juga tidak terlalu peduli apakah boleh lanjut atau tidak. Aku hanya berusaha berserah diri seraya berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Aku hanya berusaha supaya dikasihi oleh Allah SWT. Oleh karena itu, setiap ada waktu luang aku selalu gunakan untuk berZikir sebanyak-banyaknya. Di samping itu yang terpenting adalah juga mengikuti semua petunjuk yang diberikan para Santri secara ikhlas dan disiplin. Saya berusaha mengikuti semua kegiatan tanpa kecuali dengan tawakal, termasuk berjamaah Salat wajib.

Cantraka Sakti:
Bagaimana engkau bisa disiplin mengikuti semua kegiatan yang diprogramkan?

Muhammad Nurikhlas:
Semua pekerjaan itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen. Jikalau engkau telah niatkan dan telah putuskan untuk mengikuti kegiatan ini untuk beberapa hari, padahal engkau itu syaratnya harus fokus, konsentrasi, dan menepati waktu, maka laksanakan sebaik-baiknya. Tetapi jikalau engkau ragu dikarenakan ada pekerjaan lain, ya jangan ikut saja, atau di tunda atau mengambil kegiatan yang sebentar. Tetapi walaupun kegiatan hanya sebentarpun memerlukan komitmen yang tinggi.

Cantraka Sakti:
Bagaimana menurutmu perihal pikiranmu? Apakah ketika engkau melakukan semua kegiatanmu tersebut di atas itu tidak menemukan hal-hal yang bertentangan dengan pikiranmu. Misalnya larangan mengobrol keras-keras, minum sambil buang angin, tidak mengikuti satu atau beberapa kegiatan karena capai, nyambi mengerjakan tugas-tugas kantor atau proyek karena dikejar dateline, dsb?

Muhammad Nurikhlas:
Ketika aku sedang mengolah hatiku, maka aku berangkat dari niat awalku. Niatku datang ke sini hanyalah ingin menggapai keridaan Allah SWT. Sedang aku yakin bahwa berdasarkan pengalaman, para Santri di sini sudah terbukti secara ikhlas dapat membantu saya untuk melakukan hal itu. Oleh karena itu maka tidak ada keraguan satupun bahwa saya mengikuti semua program yang ada. saya melakukan tersebut dengan rasa senang, bahkan lebih dari senang, tetapi haru karena saya merasakan datangnya karunia yang melimpah-limpah dari Allah SWT melalui kegiatan Ritual Ikhlas ini. Oleh karena itu pikiranku aku fokuskan bagaimana bisa menjalankan ibadat dengan benar seraya beramal atau berZikir sebanyak-banyaknya. Aku berusaha mengendalikan pikiranku yang beraneka ragam dan tidak perlu. Akupun tidak terlalu mencari sebab-sebab mengapa suatu klegiatan itu mesti perlu dilakukan. Bukankah Salat berjamaah itu sudah sejak jaman nabi itu pahalanya berlipat-lipat. Mengapa musti engkau selalu tanyakan dan persoalkan. Ada waktunya tersendiri ketika aku memang harus membahasnya sebagai kajian pikiranku, yaitu ketika aku sedang melakukan olah pikir. Tetapi di sini, yaitu pada kegiatan Ritual Ikhlas, ini adalah kegiatan olah hati. Maka hatimulah yang perlu diolah.

Cantraka Sakti:
Saya sudah bertahun-tahun hidup di Negara Barat. Setiaphari berdiskusi. Jikalau sebentar saja tidak berdiskusi maka dunia ini seakan gelap. Dimanapun, kapanpun dan tentang apapun aku harus terus berdiskusi, berdiskusi dan berdiskusi. Teramasuk kegiatan Ritual Ikhlas ini harus aku diskusikan dengan tuntas..setuntas...tuntasnya.

Muhammad Nurikhlas:
Allah memberikan rezekinya masing-masing kepada umatnya yang dikehendaki-Nya sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Cantraka Sakti:
Maksudnya? Rezeki apa? Aku tidak merasa kurang rezeki? Bahkan aku membawa banyak perbekalan kalau perlu akan saya bagikan kepada teman-teman di sini.

Muhammad Nurikhlas:
Persoalanmu yang engkau rasakan sebagai penderitaanmu itulah rezeki yang belum engkau dapatkan. Tiadalah setiap hal mampu engkau pikirkan. Sifatmu yang berkeinginan untuk mendiskusikan segala hal kapanpun dan dimanaun itulah merupakan ketidakikhlasanmu atau kesombonganmu. Jikalau engkau dengan nasehat-nasehatku ini belum juga mampu mengubah sikapmu, maka aku menyimpulkan bahwa engkau sudah terkena penyakit hati. Maka jika engkau sudah terkena penyakit hati seperti itu, tiadalah manusia yang dapat menolongmu kecuali Tuhan mu. Syaitan telah merentang dan meregang mulai dari hatimu, pikiranmu hingga bibirmu. Kehendakmu untuk berdiskusi terus menerus tiada henti tentang segala sesuatu itulah merupakan perilaku Syaitan yang ada di dalam dirimu. Itulah mungkin Syaitanyang engkau bawa dari Luar Negeri?

Cantraka Sakti:
Uheh...penyakit hati? Baru mendengar kali ini saya ada yang namanya penyakit hati. Ah..aku tidak terlalu percaya. Tetapi ini sebagai wacana saja, jika memang betul-betul aku terkena penyakit hati, lantas bagaimana solusinya.

Muhammad Nurikhlas:
Istigfar itu adalah obat dari segala kesombongan.

Cantraka Sakti:
Lho aku sudah istigfar itu?

Muhammad Nurikhlas:
Istighfar itu tidak perlu di pamer-pamerkan. Jika engkau memamerkan istighfarmu maka itu berarti istighfarmu hanya sebagai hiasan bibir saja dan belum ikhlas. Itulah juga perilaku Syaitanmu.

Cantraka Sakti:
Wahah...mau jadi orang ikhlas saja kok sulitnya bukan main? Kenapa engkau bisa berdoa lama sekali dan Zikir banyak sekali dan kelihatannya tidak capai-capai. Sedangkan aku wah luar biasa, baru Zikir dapat seratus saja punggungku seperti digebugin. Pundakku seperti memikul rel kereta api. Wah yang paling berat bagiku itu Salat Subuh, bayangkan masih kantuk-kantuk dingin lagi, dibangunin untuk berjamaah. Salat Dhuhur itu juga berat bagi saya. Salat Ashar itu juga berat. Salat Maghrib apalagi itu kan pas dengan berita TV. Salat Isya ya berat juga sih. Wah dihitung-hitung kok berat semua aku menjalankan Salat?

Muhammad Nurikhlas:
Jika kita ikhlas dalam doa dan memohon dengan tawakal kepada Allah SWT insyaAllah Allah akan rida kepada kita. Jika Allah sudah rida maka tiadalah rasa capai dalam engkau berdoa, tiadalah waktu lama dalam engkau berdoa, tiadalah rasa susah dalam engkau berdoa, tiadalah waktu dan ruang sempit dalam engkau beribadat.

Cantraka Sakti:
Oh..oh...bagaimana aku. Ternyata ilmuku dari luar negeri itu belum ada apa-apanya. Oh Muhammad Nurikhlas..tolonglah aku. Kenapa diriku sekeras dan sebengal ini? Kenapa? Aku harus bagaimana? Umurku sudah empatpuluh tetapi kalah dengan mereka yang baru berumur duatiga? Ya Allah..ya Robbi..ampunilah atas kesombonganku ini. Ampunilah diriku yang telah sangat lama mendholimi diri-Mu ya Allah. Oh terimakasih Muhammad Nurikhlas atas peringatanmu. Oh terimakasih ya Tuhan atas kesempatan aku mengikuti Ritual Ikhlas ini. Wahai temanku, tolong bawalah pulang semua perbekalanku yang banyak itu. Aku tidak memerlukan perbekalan itu. Aku hanya memerlukan keikhlasan hatiku dan niatku semata-mata memperoleh rida dari Allah SWT. Ternyata aku menemukan bahwa pikiranu itu tidak mampu menyelesaikan semua hal. Oh pikiran...pikiran...oh diriku...oh Muhammad Nurikhlas aku harus bagaimana?

Muhammad Nurikhlas:
Baiklah Cantraka Sakti aku tidak mempunyai kapasitas apapun di sini. Ada yang lebih mampu sesuai dengan bidangnya. Marilah engkau akau bawa ke Santri Kepala untuk memperoleh solusi atas persoalanmu itu.

Santri Kepala:
Wahai Cantraka Sakti dan engkau Muhammad Nurikhlas..marilah berdoa dengan membaca Al Fatihah. Bismilahir rahmaanir rahiim. Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin. Amin ya robbil alamin. Cantraka Sakti engkau istirahatlah dulu. Tenangkanlah pikiranmu. Kalau perlu mandi, ambil air wudlu, dan Salat sunatlah terlebih dulu sebelum nanti kita bersama berjamaah Salat Maghrib. Amin.

33 comments:

  1. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ikhlas berbuat sesuatu berarti harus fokus dalam menjalaninya. Ya memang kita tidak bisa bercabang dalam melakukan banyak hal, maka apa yang sudah kita jadwalkan maka itu pula yang harus kita kerjakan. Kunci ikhlas itu berserah diri dengan apa yang sudah dikehendaki Allah. Karena Allah lah sebaik baiknua pembuat skenario di dunia ini. Berdoa seraya meminta ampunan kepada Allah agar lebih mudah dalam mempelajari elegi ritual ikhlas. Perlu komitmen untuk mantap dalam belajar ikhlas dan janganlah bersifat sombong dengan apa yang baru kita punya dan baru kita mengerti.

    ReplyDelete
  2. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Semua hal akan terasa mudah dan ringan saat dilakukan jika diawali dengan niat yang baik, keikhlasan dan hanya mengharap ridho dari Allah swt. Namun ketika kita memiliki maksud terselubung dan kesombongan dalam melakukan sesuatu hal, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Yang kita dapat hanyalah kesia-siannya. Misalnya saat kita berpuasa, tapi saat menjalankanya kita bermalas-malasan dan berpuasa agar dianggap sebagai orang yang sholeh. Itu, artinya kita berpuasa dengan paksaan bukan keihlasan, sehingga yang kita dapat hanyalah haus dan lapar bukan lagi ridho Allah. Untuk itu, saat kesombongan kiranya sudah mulai menghinggapi hati maka segeralah beristigfar kepada Allah memohon ampunannya dan segera kondisikan hati kembali agar kembali ikhlas dalam menjalani hidup. Terimakasih

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pend, Matematika C

    Sebenar-benar manusia itu tidak akan dapat sepenuhnya ikhlas. Kita pun tidak dapat memastikan apakah kita sudah serratus persen ikhlas dalam setiap ibadah kita. Ketika kita merasa mengatakan ikhlas, maka bisa jadi masih ada setitik kesombongan dihati kita. Karena itulah yang bisa kita lakukan adalah senantiasa berusaha ikhlas, berserah diri dan senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. Karena hanya dengan ridhoNya lah kita dapat ikhlas. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah SWT yang senantiasa simudahkan dalam menggapai ikhlas. Amin.

    ReplyDelete
  4. Dalam beribadah, lakukanlah semua yang Allah perintahkan, masalah hasil, apakah diterima atau tidak, serahkan semuanya pada Allah, tidak usah memusingkan dengan membandingkan diri kita dengan orang lain, lakukanlah semaksimal mungkin yang dapat kita lakukan, karena dalam beribadah kita tidak sedang melakukan pertandingan tentang siapa yang terbaik diantara yang lain, tapi pertandingan melawan diri kita sendiri yang sekarang dengan yang dahulu.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  5. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Untuk menjalankan segala perintah Allah, diperlukan keikhlasan dan ketulusan hati sehingga tidak ada kata tidak sempat untuk melakukannya sesibuk appaun kita. Semua perintahNya sealu terikat dengan ruang dan waktu, maka komitmen tinggilah yang harus kita bangun agar kita selalu ingat kepadaNya dan tidak mudah mengeluh dalam melaksanakannya, serta tidak melulu mengerjakan urusan duniawi. Sejak kita memeluk agama ini, sejak kita mau dan tahu makna syahadat yang sering kita ucapkan, maka inilah bentuk realisasinya. Fokus, konsentrasi, dan tepat waktu merupakan bentuk antusias ketaatan kita kepada Allah. Itulah ujian kita dalam beribadah, disaat kita sibuk dan memiliki segudang kegiatan dan urusan duniawi, maka ketika kita akan menghadapNya, sebaiknya pikiran kita mampu menempatkan fokus dan konsentrasinya hanya kepada Allah swt. Semoga apa yang menjadi komentar saya disini, merupakan bentuk instropeksi diri saya dalam beribadah kepada Allah swt. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  6. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sesuatu yang dikerjakan semata-mata hanya untuk Alloh memang akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat ganda dan balasannya adalah Syurga. Namun jika semua itu diumbar-umbar, diceritakan kepada orang lain, maka semua itu hanyalah sebagai hiasan bibir belaka. Biarkanlah ibadahmu menjadi rahasia seperti Alloh menyembunyikan aibmu, itu lebih baik. Oleh karena itu, lakukanlah ibadah dengan sesungguh hati. Boleh diceritakan dengan tujuan untuk mengajak orang lain ikut beribadah, maka akan bertambahlah nilai pahalamu yang berlipat-lipat ganda itu. Dan jangan lupa, lakukan dengan niat yang lurus dan hati yang suci, maka engkau akan mendapatkan keilhkasan itu, dan lakukanlah semua dengan rutin agar menjadi kebiasaan baik yang membawamu ke Syurga.

    ReplyDelete
  7. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sebagai manusia kewajiban kita hanyalah berusaha dan berdoa sesuai dengan yang diperintahkan dengan prosedur yang diajarkan, setelah itu berserahlah kepada Allah. Demikian pula dalam urusan ikhlas yang harus kita lakukan adalah berikhtiar, meniatkan diri untuk ikhlas melakukan segala sesuatu kerena Allah. Setelah berniat tentu kita harus berkomitmen dengan apa yang kita niatkan, sehingga kita akan melakukan segala sesuatu mengacu pada niatan kita. Salah satu wujud komitmen kita adalah dengan senantiasa melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan Allah yang telah ditetapkan.

    ReplyDelete
  8. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Seorang dikatakan ikhlas saat dia malah tidak menghitung-mitung dan mengingat amalannya namun hanya fokus pada tujuan ibadah pada Allah SWT. Fokusnya seseorang karena didasari oleh sebuah komitmen sehingga lahirnya kedisiplinan dalam menjalankan seagala aturan dan arahan yang ada. Fokus dapat digapai saat kita telah meninggalkan pemikiran yang lain dan menyatukan pemikiran pada satu arah sesuai niat. Maka saat kamu berniat untuk z maka tinggalkanlah pemikiranmu terhadap a, b, c, dan yang lainnya
    Agar kamu dapat fokus hanya pada z.

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Dari elegi ini saya belajar bahwa untuk memulai sesuatu kebaikan harus dimuali dengan niat yang kuat, komitmen, dan keyakinan. Keraguan dibisikkan agar manusia meninggalkan kebikan sedang dilaksanakannya. Komitmen dan keikhlasan dalam menjalani kebaikan harus dipegang erat agar terhindar dari penyakit hati yang membawa keraguan. Wassalamualaikum

    ReplyDelete
  10. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Semua pekerjaan itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen. Ketika kita sudah berkomitmen dengan apa yang kita pilih maka kita akan ikhlas dalam menjalankannya. Rasa ikhlas itu dapat menghindarkan diri kita dari sifat sombong. Dengan menjadi seseorang yang ikhlas, kita tidak akan merasa lelah ketika beribadah, atau hal apapun dalam usaha untuk dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tanamkanlah sikap ikhlas dalam hati dan pikiran.

    ReplyDelete

  11. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dimensi kita ini berjenjang, mulai dari material, formal, formatif dan spiritual. Membaca pengalaman sang Cantraka Sakti, hal yang dapat kita petik adalah ibadah itu masuk ranah spiritual, hati yang bertindak untuk diolah, pikiran setinggi apapun pendidikan yang telah ditempuh tentunya belum tentu mampu menjawab semua pertanyaan dalam ranah spiritual. Jika mengalami keadaan seperti ini kita harus banyak-banyak istighfar memohon ampun kepada Allah SWT karena telalu menggunakan pikiran, mulailah olah hati dan InsyaAllah keikhlasan dalam beribadah akan kita gapai.

    ReplyDelete
  12. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Segala sesuatu berawal dari niat. Jika cantraka sakti memang sudah berniat untuk melaksanakan ritual ikhlas maka insyaallah Allah akan memudahkan jalannya untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan elegi sebelumnya, yaitu elegi pelaksanaan ritual ikhlas, diketahui cantraka sakti memang belum benar-benar berniat untuk mengikuti ritual ikhlas, dia hanya ikut-ikutan sehingga ikhlas belum menjadi tujuannya. Sedangkan pada elegi ini, cantraka sakti sudah mulai berniat untuk melakukan ritual ikhlas sehingga Allah memudahkannya dengan cara memertemukannya dengan Muhammad Nur ikhlas dan Snatri kepala. Pada cerita ini pun, cantraka sakti telah membuka hatinya untuk dapat menjadi orang yang ikhlas, tidak seperti pada cerita sebelumnya yang terlihat sangat sombong. Jadi, agar dapat benar-benar menjadi ikhlas maka kita harus berniat untuk ikhlas serta membuang semua kesombongan kita.

    ReplyDelete
  13. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Komitmen sangatlah penting dalam melaksanakan semua kegiatan, dalam hal ini adalah Ritual Ikhlas. Kita harus menanggalkan semua pikiran dan pekerjaan di luar ibadah agar dapat fokus menjalankan Ritual Ikhlas. Fokus dapat dicapai jika hati kita ikhlas, untuk mencapai ikhlas kita hatus pandai mengolah hati. Jangan sampai terkena penyakit hati lalu sombong dan gagal dalam menjalankan ibadah. Sesungguhnya hati yang tidak ikhlas itu merupakan indikator seseorang belum mendapatkan salah satu rezeki dari Allah, yaitu rezeki ketentraman hari.

    ReplyDelete
  14. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Rezeki itu tidah hanya harta, tetapi hati yang tentram dan terhindar dari penyakit hati juga merupakan rezeki. Jika kita ikhlas dalam menjalankan setiap kegiatan, utamanya kegiatan ibadah, maka akan meringankan beban yang kita rasakan. Jika kita memiliki penyakit hati kemudian kita sadar akan penyakit tersebut dan bersungguh-sungguh untuk memperbaikinya insyaAllah kita akan mendapatkan petunjuk untuk kembali menuju ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  15. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Apa yang disampaikan oleh Muhammad Nurikhlas tentang komitmen menjadi sangat penting sebagai pondasi awal dalam menjalani ritual ikhlas.Berbagai peraturan yang ada seringkali membuat bosan dan jenuh, sehingga tidak tuntas dalam menjalaninya. Maka nasehat Muhammad Nurikhlas sangatlah penting untuk menjaga komitmen sejak awal. Implikasinya kita sebagai mahasiswa harus memiliki komitmen, dan terus berusaha untuk selalu ikhlas dalam menjalani pembelajaran di bangku kuliah.

    ReplyDelete
  16. Latifah Fitriasari
    PM C

    Terkadang, kita memiliki banyak banyak kegiatan atau kesibukan, sehingga membuat kita lupa waktu. Namun terkadang juga kita memiliki banyak waktu luang yang tidak kita ketahui bagaimana menghabiskannya. Saat seseorang ingin mengisi waktu luang, mereka biasanya melakukan hal-hal yang membuatnya berada di zona nyaman. Gunakanlah waktu luang mu dengan hal-hal yang bermanfaat seperti banyak-banyak melakukan dzikir dan beristigfar.Istigfar adalah obat dari penyait hati yaitu salah satunya sombong. Istigfar itu tak perlu dipamer-pamerkan, jika kita memamerkan istigfar kita maka itu hanya sebagai buah bibir dan hanya membuang-buang waktu saja.

    ReplyDelete
  17. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Segala sesuatu dapat dinaikkan dalam perspektif atau tahapan spiritualnya. Ikhlas tidak memandang harta ataupun ilmu duniawi yang diperoleh atau dimiliki seseorang, namun lebih berdasarkan niat dan tekad yang kuat untuk berubah dan beribadah hanya kepad Allah SWT dan meniatkan untuk menggapai RidhoNya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  18. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Unutk melakukan ritual ikhlas, diperlukan keinginan yang kuat dalam hati. Diperlukan oralh hati yang kuat untuk berangkat. Hal ini memerlukan niatanyang tumbuh dari diri sendiri, dengan begitu keinginan berbuat/beribadah dengan ikhas akan tergapai, tanpa ada paksaan dan degnan rasa senang.

    ReplyDelete
  19. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Gunakanlah waktu luang mu dengan hal-hal yang bermanfaat seperti banyak-banyak melakukan dzikir dan beristighfar. Istighfar adalah obat dari penyakit hati yaitu salah satunya sombong. Istighfar itu tak perlu dipamer-pamerkan, jika kita memamerkan istighfar kita maka itu hanya sebagai buah bibir dan belum ikhlas. Rasa ikhlas itu tumbuh ketika kita dapat menerima cobaan yang diberikan oleh Allah dengan lapang dada tanpa mengeluh sedikitpun. Karena cobaan atau ujian yang kita terima merupakan sebagian rezeki kita yang masih tertunda.
    Semua pekerjaan itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen. Ketika kita sudah berkomitmen dengan apa yang kita pilih maka kita akan ikhlas dalam menjalankannya. Rasa ikhlas itu harus berangkat dari niat yang lurus untuk memperoleh ridha Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    dalam beraktivitas, kita harus memulai dengan meluruskan niat, fokus, konsentrasi, dan menaati semua aturan-aturan yang ada. Saran yang bagus sebaiknya kita tiru, kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dengan menjalani aktivitas dan belajar secara tulus, kita dapat menjadi individu yang lebih baik.

    ReplyDelete
  21. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Dalam elegi saya tertarik dengan pertanyaan Apa yang menyebabkan engkau dianggap lebih ikhlas dibanding aku?. Keikhlasan tergantung daripada bagaimana ibadah kita kepadaNya. bagaimana kita memanfaatkan waktu-waktu yang ada untuk beribadah dan mengikuti perintah-perintahnya. Karena ikhlas adanya dalam hati maka yang mengetahui siap yang lebih ikhlas pun hanya Tuhan YME. Ketika manusia mengatakan bahwa dirinya lebih ikhlas daripada yang lain maka sebenarnya dia sama sekali tidaklah ikhlas malah menjadi sombong. Oleh karena itu keikhlasan tidak perlu diumbar-umbar kepada orang lain. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  22. Assalamualaikum, wr.wb.
    Setinggi-tinggi ilmu akan kalah dengan motif/niat. Jika mencari ilmu tidak diawali dengan niat yang ikhlas, berserah padanya maka ilmu yang kita peroleh pun menjadi tidak berkah, dan tidak bermanfaat. Karena itu hanya akan menjadi ilmu dunia saja, yang akan membuat kita menjadi sombong saja.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  23. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Keikhlasan datang dari hati, bukan dari pikiran. Semoga Allah selalu memberkati kita dengan hati yang tulus. Karena meskipun kita melakukan sesuatu hingga mengeluarkan banyak keringat, menghabiskan banyak tenaga, menguras pikiran, jika tidak ada ketulusan atau keikhlasan di dalamnya,hal tersebut akan menjadi tidak berharga atau sia-sia di mata Allah Ta'ala.
    Begitu juga jika niat menjalankan sholat hanya untuk menjalankan tugas atau hanya membatalkan kewajiban maka pasti itu akan menjadi tidak berharga di sisi Allah Ta'ala. Menghabiskan seluruh harta jika hanya ingin disebut sebagai dermawan juga tidak akan memiliki nilai apapun.
    Niat adalah sesuatu yang sangat penting. Orang yang tidak pernah memperhatikan niat mereka dalam hati mereka berarti mereka hanya bersiap-siap untuk membuang waktu, energi, harta, atau pikiran tanpa mendapatkan nilai apapun. Ketulusan atau keikhlasan seseorang menjadi sesuatu yang sangat penting dan akan membuat hidup lebih mudah, indah dan bermakna.

    ReplyDelete
  24. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat

    Saya mengambil pelajaran dari elegi ritual ikhlas ini tentang bahaya nya penyakit hati. dengan adanya penyakit hati dalam diri kita, maka akan mengakibatkan kita tidak bisa khusyuk dan meresa sangat berat dalam beribadah, dengan kata lain kita tidak ikhlas dalam beribadah. maka sangat penting bagi kita untuk menghindarkan diri dari penyakit hati ini, yang bedampak besar bagi kualitas keimanan kita.

    ReplyDelete
  25. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Dalam melaksanakan sebuah perubahan terutama menuju kebaikan kita harus berkomitmen dan konsisten dalam melakukannya. Konsisten dalam melakukan sebuah kebaikan, terutama beribadah harus dijaga, salah satu pondasinya adalah ikhlas dalam melaksanakan perubahan itu. Terus bermunajat adalah hal yang wajib kita lakukan sebagai manusia di dunia ini.

    ReplyDelete
  26. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Susah memang untuk ikhlas. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya manusia memiliki rasa ingin dipuji dan ingin membanggakan sesuatu. Untuk itu kita perlu berserah diri, memohon ampunan kepada Allah dan juga memohon agar kita dapat diberi keikhlasan dalam segala hal.

    ReplyDelete
  27. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dengan disertai rasa ikhlas dalam mengerjakan sesuatu, pekerjaan berat akan menjadi terasa ringan, pekerjaan sulit akan menjadi terasa mudah. Pekerjaan yang kita anggap membosankan, jika kita terima dan jalani dengan ikhlas, maka akan tidak terasa membosankan. Kita harus menyadari bahwa ilmu yang kita pelajari dan kita dapatkan sebanyak apapun di dunia ini tidak apa-apanya dibandingkan dengan ilmu Allah. Dengan berserah diri dan selalu menyadari akan keagungan Allah, kita akan terpacu untuk terus memohon keridhoan Allah atas Ilmu-Nya yang kita pinjam agar selalu bertambah dan menjadi ilmu yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  28. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Tak ada patokan khusus bagaimana seseorang sudah dikatakan ikhlas. Tak pantas kita berkata: "Sudah, ikhlasku sudah cukup", "aku sudah cukup ikhlas". Jika berkata demikian maka sombonglah yang tercipta. Sebenar-benar sombong adalah merasa sudah cukup sehingga menghentikan usaha untuk menggapai sesuatu, termasuk ikhlas.

    ReplyDelete
  29. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Elegi diatas memberitahukan kepada kita bahwa tidak semua hal itu dapat kita pikirkan. Nikmat Allah itu ada banyak jenisnya, ketika kita bisa khusyu' dalam berdoa itu juga dapat dikategorikan sebagai nikmat yang sangat. Perbekalan dari dunia saja tidak cukup untuk menggapai ridho Nya, kita harus ikhlas dan terus bertawakal setiap saat.

    ReplyDelete
  30. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Jika kita ikhlas dalam doa dan memohon dengan tawakal kepada Allah SWT insyaAllah Allah akan rida kepada kita. Jika Allah sudah rida maka tiadalah rasa capai dalam engkau berdoa, tiadalah waktu lama dalam engkau berdoa, tiadalah rasa susah dalam engkau berdoa, tiadalah waktu dan ruang sempit dalam engkau beribadat.

    ReplyDelete
  31. Allah itu maha pengampun, Allah itu benci dosa namun Allah tidak membenci pendosa. Teruslah memohon ampunan kepada Sang Maha Pengampun. Jika kita tersesat, maka segeralah bertaubat.

    Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    ReplyDelete
  32. Rezeki itu tidah hanya harta, tetapi hati yang tentram dan terhindar dari penyakit hati juga merupakan rezeki. Jika kita ikhlas dalam menjalankan setiap kegiatan, utamanya kegiatan ibadah, maka akan meringankan beban yang kita rasakan. Jika kita memiliki penyakit hati kemudian kita sadar akan penyakit tersebut dan bersungguh-sungguh untuk memperbaikinya insyaAllah kita akan mendapatkan petunjuk untuk kembali menuju ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  33. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Terimakasih pak atas pencerahan yang disampaikan melalui elegi ritual ikhlas ini. Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini yaitu seberat apapun yang harus kita hadapi, yang harus kita lakukan atau kerjakan apabila ikhlas untuk mendapat ridho Allah SWT maka semuanya itu akan terasa ringan. Allah tidak akan memberikan ujian diluar dari kemampuan umatnya. Berprasangka baik dengan apa yang Allah SWT berikan kepada kita. Ikhlas dalam segala hal, ikhlas dalam menuntut ilmu, ikhlas dalam menerima penjelasan kuliah oleh dosen, dengan begitu Allah telah menjamin untuk kita kepahaman dan kemampuan untuk memikirkan pelajaran yang kita pelajari.

    ReplyDelete