Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas.




Oleh Marsigit

Cantraka Sakti:

Wahai Muhammad Nurikhlas, saya ingin bertanya apa yang menyebabkan engkau diijinkan mengikuti Ritual Ikhlas berikutnya? Apa yang menyebabkan engkau dianggap lebih ikhlas dibanding aku?

Muhammad Nurikhlas:
Saya sendiri tidak mengetahuinya. Aku juga tidak terlalu peduli apakah boleh lanjut atau tidak. Aku hanya berusaha berserah diri seraya berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Aku hanya berusaha supaya dikasihi oleh Allah SWT. Oleh karena itu, setiap ada waktu luang aku selalu gunakan untuk berZikir sebanyak-banyaknya. Di samping itu yang terpenting adalah juga mengikuti semua petunjuk yang diberikan para Santri secara ikhlas dan disiplin. Saya berusaha mengikuti semua kegiatan tanpa kecuali dengan tawakal, termasuk berjamaah Salat wajib.

Cantraka Sakti:
Bagaimana engkau bisa disiplin mengikuti semua kegiatan yang diprogramkan?

Muhammad Nurikhlas:
Semua pekerjaan itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen. Jikalau engkau telah niatkan dan telah putuskan untuk mengikuti kegiatan ini untuk beberapa hari, padahal engkau itu syaratnya harus fokus, konsentrasi, dan menepati waktu, maka laksanakan sebaik-baiknya. Tetapi jikalau engkau ragu dikarenakan ada pekerjaan lain, ya jangan ikut saja, atau di tunda atau mengambil kegiatan yang sebentar. Tetapi walaupun kegiatan hanya sebentarpun memerlukan komitmen yang tinggi.

Cantraka Sakti:
Bagaimana menurutmu perihal pikiranmu? Apakah ketika engkau melakukan semua kegiatanmu tersebut di atas itu tidak menemukan hal-hal yang bertentangan dengan pikiranmu. Misalnya larangan mengobrol keras-keras, minum sambil buang angin, tidak mengikuti satu atau beberapa kegiatan karena capai, nyambi mengerjakan tugas-tugas kantor atau proyek karena dikejar dateline, dsb?

Muhammad Nurikhlas:
Ketika aku sedang mengolah hatiku, maka aku berangkat dari niat awalku. Niatku datang ke sini hanyalah ingin menggapai keridaan Allah SWT. Sedang aku yakin bahwa berdasarkan pengalaman, para Santri di sini sudah terbukti secara ikhlas dapat membantu saya untuk melakukan hal itu. Oleh karena itu maka tidak ada keraguan satupun bahwa saya mengikuti semua program yang ada. saya melakukan tersebut dengan rasa senang, bahkan lebih dari senang, tetapi haru karena saya merasakan datangnya karunia yang melimpah-limpah dari Allah SWT melalui kegiatan Ritual Ikhlas ini. Oleh karena itu pikiranku aku fokuskan bagaimana bisa menjalankan ibadat dengan benar seraya beramal atau berZikir sebanyak-banyaknya. Aku berusaha mengendalikan pikiranku yang beraneka ragam dan tidak perlu. Akupun tidak terlalu mencari sebab-sebab mengapa suatu klegiatan itu mesti perlu dilakukan. Bukankah Salat berjamaah itu sudah sejak jaman nabi itu pahalanya berlipat-lipat. Mengapa musti engkau selalu tanyakan dan persoalkan. Ada waktunya tersendiri ketika aku memang harus membahasnya sebagai kajian pikiranku, yaitu ketika aku sedang melakukan olah pikir. Tetapi di sini, yaitu pada kegiatan Ritual Ikhlas, ini adalah kegiatan olah hati. Maka hatimulah yang perlu diolah.

Cantraka Sakti:
Saya sudah bertahun-tahun hidup di Negara Barat. Setiaphari berdiskusi. Jikalau sebentar saja tidak berdiskusi maka dunia ini seakan gelap. Dimanapun, kapanpun dan tentang apapun aku harus terus berdiskusi, berdiskusi dan berdiskusi. Teramasuk kegiatan Ritual Ikhlas ini harus aku diskusikan dengan tuntas..setuntas...tuntasnya.

Muhammad Nurikhlas:
Allah memberikan rezekinya masing-masing kepada umatnya yang dikehendaki-Nya sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Cantraka Sakti:
Maksudnya? Rezeki apa? Aku tidak merasa kurang rezeki? Bahkan aku membawa banyak perbekalan kalau perlu akan saya bagikan kepada teman-teman di sini.

Muhammad Nurikhlas:
Persoalanmu yang engkau rasakan sebagai penderitaanmu itulah rezeki yang belum engkau dapatkan. Tiadalah setiap hal mampu engkau pikirkan. Sifatmu yang berkeinginan untuk mendiskusikan segala hal kapanpun dan dimanaun itulah merupakan ketidakikhlasanmu atau kesombonganmu. Jikalau engkau dengan nasehat-nasehatku ini belum juga mampu mengubah sikapmu, maka aku menyimpulkan bahwa engkau sudah terkena penyakit hati. Maka jika engkau sudah terkena penyakit hati seperti itu, tiadalah manusia yang dapat menolongmu kecuali Tuhan mu. Syaitan telah merentang dan meregang mulai dari hatimu, pikiranmu hingga bibirmu. Kehendakmu untuk berdiskusi terus menerus tiada henti tentang segala sesuatu itulah merupakan perilaku Syaitan yang ada di dalam dirimu. Itulah mungkin Syaitanyang engkau bawa dari Luar Negeri?

Cantraka Sakti:
Uheh...penyakit hati? Baru mendengar kali ini saya ada yang namanya penyakit hati. Ah..aku tidak terlalu percaya. Tetapi ini sebagai wacana saja, jika memang betul-betul aku terkena penyakit hati, lantas bagaimana solusinya.

Muhammad Nurikhlas:
Istigfar itu adalah obat dari segala kesombongan.

Cantraka Sakti:
Lho aku sudah istigfar itu?

Muhammad Nurikhlas:
Istighfar itu tidak perlu di pamer-pamerkan. Jika engkau memamerkan istighfarmu maka itu berarti istighfarmu hanya sebagai hiasan bibir saja dan belum ikhlas. Itulah juga perilaku Syaitanmu.

Cantraka Sakti:
Wahah...mau jadi orang ikhlas saja kok sulitnya bukan main? Kenapa engkau bisa berdoa lama sekali dan Zikir banyak sekali dan kelihatannya tidak capai-capai. Sedangkan aku wah luar biasa, baru Zikir dapat seratus saja punggungku seperti digebugin. Pundakku seperti memikul rel kereta api. Wah yang paling berat bagiku itu Salat Subuh, bayangkan masih kantuk-kantuk dingin lagi, dibangunin untuk berjamaah. Salat Dhuhur itu juga berat bagi saya. Salat Ashar itu juga berat. Salat Maghrib apalagi itu kan pas dengan berita TV. Salat Isya ya berat juga sih. Wah dihitung-hitung kok berat semua aku menjalankan Salat?

Muhammad Nurikhlas:
Jika kita ikhlas dalam doa dan memohon dengan tawakal kepada Allah SWT insyaAllah Allah akan rida kepada kita. Jika Allah sudah rida maka tiadalah rasa capai dalam engkau berdoa, tiadalah waktu lama dalam engkau berdoa, tiadalah rasa susah dalam engkau berdoa, tiadalah waktu dan ruang sempit dalam engkau beribadat.

Cantraka Sakti:
Oh..oh...bagaimana aku. Ternyata ilmuku dari luar negeri itu belum ada apa-apanya. Oh Muhammad Nurikhlas..tolonglah aku. Kenapa diriku sekeras dan sebengal ini? Kenapa? Aku harus bagaimana? Umurku sudah empatpuluh tetapi kalah dengan mereka yang baru berumur duatiga? Ya Allah..ya Robbi..ampunilah atas kesombonganku ini. Ampunilah diriku yang telah sangat lama mendholimi diri-Mu ya Allah. Oh terimakasih Muhammad Nurikhlas atas peringatanmu. Oh terimakasih ya Tuhan atas kesempatan aku mengikuti Ritual Ikhlas ini. Wahai temanku, tolong bawalah pulang semua perbekalanku yang banyak itu. Aku tidak memerlukan perbekalan itu. Aku hanya memerlukan keikhlasan hatiku dan niatku semata-mata memperoleh rida dari Allah SWT. Ternyata aku menemukan bahwa pikiranu itu tidak mampu menyelesaikan semua hal. Oh pikiran...pikiran...oh diriku...oh Muhammad Nurikhlas aku harus bagaimana?

Muhammad Nurikhlas:
Baiklah Cantraka Sakti aku tidak mempunyai kapasitas apapun di sini. Ada yang lebih mampu sesuai dengan bidangnya. Marilah engkau akau bawa ke Santri Kepala untuk memperoleh solusi atas persoalanmu itu.

Santri Kepala:
Wahai Cantraka Sakti dan engkau Muhammad Nurikhlas..marilah berdoa dengan membaca Al Fatihah. Bismilahir rahmaanir rahiim. Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin. Amin ya robbil alamin. Cantraka Sakti engkau istirahatlah dulu. Tenangkanlah pikiranmu. Kalau perlu mandi, ambil air wudlu, dan Salat sunatlah terlebih dulu sebelum nanti kita bersama berjamaah Salat Maghrib. Amin.

95 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    poin pertama pada elegi ini adalh untuk meraih kesuksesan dalam suatu hal maka harus komitmen pada hal tersebut. pesan dari elegi ini adalah hendaknya kita memfokuskan hati, tenaga, dan pikiran dan semuanya untuk menggapai ridho Allah. tidak perlu merisaukan urusan duniawi. karena memang hakekatnya hidup adalah untuk mencari Ridho-Nya. dan jika kita sudah fokus demikian, kemudian memasrahkan diri pada Allah, semua yang kita lakukan adala untuk mencapai RIdho-Nya, maka insyaAllah semua urusan kita akan dimudahkan dan dilancarkan dan diridhoi oleh Allah. Aamiin

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Jadilah orang yang senantiasa berusaha berserah diri seraya berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Selalu berusaha supaya dikasihi oleh Allah SWT. Oleh karena itu, gunakanlah waktu luang yang kita miliki untuk berZikir sebanyak-banyaknya. Dengan hal-hal tersebut kita bisa menjadi orang yang diberikan kemudahan dalam menggapai hati ikhlas dan jiwa yang bersih. Dan hal yang tidak boleh dilupakan ialah kita harus selalu melakukan perbuatan yang telah diajarkan oleh orang-orang yang mempunyai ilmu tinggi dalam agama.

    ReplyDelete
  3. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam bagian cerita ini dikisahkan bahwa cantraka sakti kembali mengikuti acara tersebut dan kembali berdebat tapi kali ini dengan Muhammad Nurikhlas, tetapi pada akhirnya perdebatan cantraka sakti menyadari kesombonganya dan meminta bantuan serta saran dari Muhammad Nurikhlas. Ini dikarenakan Muhammad Nurikhlas yang tidak lelah menjelaskan dengan sabar dan ikhlas kepada cantraka sakti. Maksud dari cerita ini adalah, bagaimanapun keadaanya jika kita ikhlas dan sabar kita akan bisa melewati keadaan sesulit dan sekeras apapun.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Semua kegiatan yang dilakukan selalu berkorelasi dengan ruang dan waktu, dan setinggi-tingginya moral adalah komitmen yang kuat. Komitmen akan segala sesuatu yang sudah diniatkan dari awal untuk mencapai ridho Allah, dengan selalu disiplin dengan menaati waktu, tidak gaduh ketika berbicara, khusyuk dalam beribadah dan taat pada aturan baik dalam mencapai ridho Allah tersebut. Sesungguhnya tidak ada yang bisa menandingi atau membandingan keikhlasan seseorang dengan orang lainnya, maka janganlah kamu merasa lebih pantas untuk menggapai ridho Allah jika kamu sendiri tidak mau berkomitmen baik dalam diri kamu sendiri. Dalam hal ini nilai yang bisa diambil adalah komitmen diri dan kerendahan hati, berkomitmenlah yang baik InsyaAllah Allah akan membimbing kita kejalan yang benar dan di ridhoi oleh-NYA. Aamiin

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam dunia ini, tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan pikiran, ada yang harus diselesaikan dengan hati, demikian juga sebaliknya.Jadi, biarlah pikiran diasah seraya menyerahkan semuanya kembali pada TUHAN agar diberkati dan tidak sia-sia semua usaha yang telah dilakukan. mengawali suatu kegiatan atau pekerjaan berangkat dengan komitmen maka focus itu aka nada dan kegiatan itu dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  6. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi Ritual Ikhlas 6. Pada elegi ini disampaikan bahwa sekali lagi segala sesuatu didasarkan pada niat. selanjutnya setelah memiliki niat, sebaiknya kita bangun komitmen untuk bersungguh-sungguh melakukannya. Ketika kita bersungguh -sungguh dan ikhlas menjalankannya Allah akan selalu meringankan beban kita dalam menjalankannya. Dalam elegi ini cantraka mulai dapat membuka pikiran dan menerima apa yang muhammad nurikhlas sampaikan. kemudiann ia berniat bertaubat dann mencaari Ridho Allah semata. Perilaku seperti itu sangaat baik bila dibarengi dengan komitmen yang kuat. InshaAllah Allah mengampuni, inshaAllah Allah meridhai.

    ReplyDelete
  7. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Hal yang paling sulit dilakukan manusia ialah niat yang ikhlas mencari ridha Allah SWT, hal tersebut disebabkan karena dominasi ambisi nafsu manusia yang bertentangan dengan keikhlasan dalam niat. Imam Qatadah bin Di’amah al-Bashri berkata: “Barangsiapa yang menjadikan dunia (sebagai) target (utama), niat dan ambisinya, maka Allah akan membalas kebaikan-kebaikannya (dengan balasan) di dunia, kemudian di akhirat (kelak) dia tidak memiliki kebaikan untuk diberikan balasan. Adapun orang yang beriman, maka kebaikan-kebaikannya akan mendapat balasan di dunia dan memperoleh pahala di akhirat (kelak)”. Oleh karena itu, marilah kita luruskan niat kita dalam menjalani kehidupan saat ini.
    Setelah itu, yang tidak kalah penting ialah komitmen kita dalam melaksanakannya. Semoga Allah selalu melindungi kita dari godaan syaitan untuk menyimpang dari jalan yang benar dan semoga kesalahan-kesalahan kita yang lalu diampuni oleh-Nya. aamiin

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Segala sesuatu yang kita lakukan sebaiknya dilandasi oleh niat yang baik. Pada elegi ini cantraka sakti mulai mau menerima nurikhlas dan ingin menggapai ridhoNya. untuk menerima hal baik dan hal tersebut adalah suatu hal yang baru bukanlah sesuatu yang mudah. Maka dibutuhkan niat yang kuat agar tidak kembali ke masa kelam.

    ReplyDelete
  9. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Mempertanyakan segala sesuatu bisa baik bisa tidak. Pada dasarnya manusia punya rasa ingin tahu yang tinggi dan karena itu hasrat ingin bertanya pun tinggi. Hasrat ingin tahu yang tinggi ini hendaknya tidak membuat manusia terjebak pada hal-hal yang negatif. Filsafat lahir di antarnya karena kedua hal ini. yang menyebabkan tidak baik adalah jika kita terus menerus mempertanyakan dengan logika manusia yang dangkal tanpa melakukan refleksi dengan hati. Ini bisa mendatngkan ketidaktenangan dan ketidakpercayaan pada Tuhan.

    ReplyDelete
  10. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dari elegi ini hikmahnya ialah ,Istighfar itu tidak perlu di pamer-pamerkan. Jika kita memamerkan istighfar kita maka itu berarti istighfar kita hanya sebagai hiasan bibir saja dan belum ikhlas. Itulah juga perilaku Syaitan,, dalam berbuat ikhlas benar benar dari hati, rasa laen selain rasa ikhlas tdak akan terasa misal capek ketika berdjikir, karna mengharap ridha allah adalah tujuaannya.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Cerita di atas kembali lagi mengingatanku untuk meluruskan niat, sebab segala sesuatu berpusat pada niat. Ibarat sebuah tanaman, niat merupakan bibit dari tanaman tersebut. Apabila bibit tanaman tersebut unggul, dirawat, dan dijaga, insya Allah tanaman akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, bahkan akan membuahkan hasil yang memuaskan. Dalam menjalankan kehidupan, tak dapat dipungkiri kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan hidup. Bahkan kita juga sering berusaha melawan hawa nafsu dan godaan syaitan.

    ReplyDelete
  12. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pernyataan yang paling berkesan dari cerita di atas, yaitu “Jika engkau memamerkan istighfarmu maka itu berarti istighfarmu hanya sebagai hiasan bibir saja dan belum ikhlas.” Muhammad Nurikhlas memberikan pencerahan kepada Cantraka Sakti untuk segera bertaubat dan ikhlas dalam menjalankan segala sesuatu yang apa ia jalani.

    ReplyDelete
  13. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal ini juga telah dijelaskan dalam hadis Bukhari, Muslim: Umar bin Alkhatthab r.a. berkata, “Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sesuatu amal itu bergantung kepada niat. Penilaian Allah bagi setiap orang, ialah apa yang dia niatkan. Maka sesiapa berhijrah (dari daerah kafir ke daerah Islam) semata-mata kerana ta’at kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, maka hijrah itu diterima oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Sebaliknya sesiapa berhijrah kerana keuntungan dunia yang dikejarnya, atau kerana perempuan yang akan dikahwini, maka hijrahnya bergantung kepada apa yang dia niatkan ketika berhijrah ke sesuatu tempat itu.” Oleh karena itu, niat merupakan hal yang penting dan sebagai rukun pertama di dalam semua ibadah. Semoga kita senantiasa dapat menanamkan rasa ikhlas. Amiin.

    ReplyDelete
  14. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia memiliki akal dan pikiran. Mereka diberikan itu untuk dapat berfikir. Itulah yang membedakannya dengan malaikat-malaikat Allah. Akan tetapi, tidak semua hal dapat dipikirkan oleh akal manusia. Akal manusia tidak mampu untuk menjangkaunya. Berdiskusi adalah hal yang baik, akan tetapi jika kita berdiskusi, kita perlu memiliki ilmunya, dan berdiskusi secara “berlebihan” secara tidak langsung akan membuat kita menjadi orang yang sombong akan ilmu yang dimiliki. Sehingga munculah penyakit dalam hati manusia. Membuatnya menjadi sekeras batu. Maka dari itu, kita perlu berserah diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  15. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca “Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas” saya belajar bahwa obat dari segala kesombongan adalah berusaha berserah diri, fokus, konsentrasi, menepati waktu, serta selalu beristighfar. Kita harus ikhlas dalam berdoa dan beribadah kepada Allah serta tawakal dalam memohon pertolongan dan ampunan-Nya.

    ReplyDelete
  16. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pikiran memang tidak mampu menyelesaikan segala urusan. Ilmu yang luas, pendidikan yang tinggi bukanlah sebuah syarat untuk dapat diringankan dalam melakukan ibadah dan ikhlas dalam melakukannya. Bahkan banyak berdiskusi dan memahami tentang keikhlasan sendiri, belum tentu kita akan merasakan ikhlas tersebut dalam hati kita masing-masing. Pada elegi ini saat cantraka sakti sudah mau bertanya pada Muhammad nurikhlas, ini menggambarkan bahwasanya cantraka sakti yang dulunya sombong akan ilmu yang ia punya sudah sedikit terketuk pintu hatinya, dan saat mendengarkan penjelasan dari Muhammad nurikhlas, akhirnya atinya benar-benar terbuka dan menyadari akan keangkuhannya selama ini.

    ReplyDelete
  17. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Sesungguhnya mengikhlaskan sesuatu dengan hati yang sangat lapang itu sangat sulit, tapi mengikhlaskan tentang apa yang sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi itu harus karna hidup ini hanyalah sementara, kelak kita akan kembali kepada Allah SWT, dan Allah lah yangmaha mengetahui apa yang baik untuk kita dan apa yang kurang baik untuk kita, mempercayakan semua kepada jalan Allah dan selalu bersyukur dengan apa yang telah diberikan kepada kita merupakan salah satu cara ikhlas, ikhlas itu yang tau hanya diri sendiri dan Allah SWT dan jika ikhlas itu tidak boleh disombongkan, berusaha berserah diri seraya berdoa dan memohon ampunan Allah SWT

    ReplyDelete
  18. Sumandri
    16709251072
    S2 pendidikan Matematika 2016

    Untuk mencapai keikhlasan maka kita jangan berfikir macam macam dalam melaksanakan sesuatu, yang paling penting adalah kita berusaha untuk mendapatkan Ridha dari Allah. Selain itu kita juga harus berkomitmen atas apa yang akan kita lakukan. Apabila kita telah berniat melakukan suatu kegiatan, maka fokuslah pada kegiatan tersebut. Tidak usah dipikirkan apa tanggapan orang lain. Lakukan yang terbaik pada kegiatan itu dan berharaplah akan Ridha Allah. Dalam melakukan ibadah dengan ikhlas maka kita sebenarnya sedang melakukan olah hati, jangan pikirkan yang bukan bukan, lakukan dengan ikhlas dan berharaplah Ridha Allah. jika telah terbersit kesombongan pada diri kita maka obatnya adalah istigfar. Semoga kita selalu terjaga dari sifat sombong dan riya, karena sifat sombong dan riya akan menghapus amalan kita sebagaimana tanah diatas batu yang licin habis ketika air hujan turun.

    ReplyDelete
  19. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ikhlas pada dasarnya adalah perasaan dalam hati. Hati akan mempengaruhi pikiran. Jika hati mampu mempengaruhi pikiran ke arah kebaikan, maka seluruh anggota tubuh juga akan berjalan kearah kebaikan. Itu artinya, seluruh tubuh seseorang akan melakukan kebaikan pula.

    ReplyDelete
  20. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sifat sombong dan ketidakikhlasan merupakan sifat yang tidak terpuji, dan jika telah dinasehati tetapi belum mampu mengubah sikapnya, maka dapat disimpulkan bahwa orang tersebut sudah terkena penyakit hati. Obat dari segala kesombongan adalah istigfar, mohon ampun atas semua dosa kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  21. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Penyakit hati dapat menghampiri kepada siapapun. Kerasnya hati penderitanya ini hanya dapat disembuhkan oleh Allah SWT., karena Dia lah yang membolak-balikan hati hambanya. Sehingga, penderitanya perlu untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Seperti yang disampaikan Muhammad Nurikhlas di postingan tersebut, salah satu caranya ialah dengan beristighfar. Istighfar yang dilakukan pun harus ikhlas dan berasal dari relung hati yang terdalam, dengan begitu in syaa Allah, Allah akan meridhoi penderitanya.

    ReplyDelete
  22. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam melakukan segala sesuatu maka perlu diawali dari sebuah niat. Sangat sulit memang menumbuhkan niat dalam diri seseorang. Dengan memiliki niat yang baik maka hasilnya pun akan baik. Seperti halnya dalam beribadah, perlu disertai dengan niat yang baik dan bersih. Jangan sampai beribadah dengan niat yang tidak baik, apalagi disertai dengan rasa kesombongan dan niat pamer semata. Seperti yang dijelaskan pada elegi di atas bahwa beribadah dengan tujuan menggapai keridhoan Allah disertai niat ikhlas, InsyaAllah akan diberkahi oleh Allah.

    ReplyDelete
  23. Perhatikan bahwa manusia tidak dapat menilai dirinya sendiri lebih ikhlas atau orang lain yang lebih ikhlas. Manusia hanya berusaha untuk berbuat ikhlas, tanpa dia ketahui bahwa pebuatannya sudah ikhlas atau belum. Hanya setelah melakukannya dia berharap dapat diterima Allah SWT dan dicatat sebagai amalan yang ikhlas. Karena pujian bahwa kita telah berlaku ikhlas adalah ujian bagi kita. Bila kitapun mengiyakan atau membenarkan bahwa apa yang telah kita lakukan sudah ikhlas maka kita telah terjerumus pada tipu daya syetan yang akan menghasilakan rasa ujub, bangga terhadap dirinya sendiri kemudian berlaku sombong. Pujian bila tidak disikapi dengan baik akan menjadi kesombongan.

    ReplyDelete
  24. Penyakit hati dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. kekurang harta atau kelebihan harta akan menumbuhkan penyakit hati. Kekurangan harta akan membawa manusia pada kemusyrikan, perbuatan maksiat, mencuri, merampok, membunuh dan keputusasaan. Kelebingan harta akan menimbulkan sifat sombong, kikir, tamak. Bukan karena harta, pangkat, kekuasaan kita dinilai oleh Allah SWT, untuk itu hilangkanlah penyakit hati dengan memperbanyak istigfar. Kita kadang lepas kendali dalam berpikir, berbuat, dan bertindak. Kadang mempunyai pikiran yang negatif terhadap orang lain bahkan pada Tuhan. Sering-seringlah memohon ampunan, karena manusia sering khilaf.

    ReplyDelete
  25. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pendidikan Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Komitmen sangatlah penting dalam melaksanakan semua kegiatan, dalam hal ini adalah Ritual Ikhlas. Kita harus menanggalkan semua pikiran dan pekerjaan di luar ibadah agar dapat fokus menjalankan Ritual Ikhlas. Fokus dapat dicapai jika hati kita ikhlas, untuk mencapai ikhlas kita hatus pandai mengolah hati. Jangan sampai terkena penyakit hati lalu sombong dan gagal dalam menjalankan ibadah. Sesungguhnya hati yang tidak ikhlas itu merupakan indikator seseorang belum mendapatkan salah satu rezeki dari Allah, yaitu rezeki ketentraman hati.

    Rezeki itu tidah hanya harta, tetapi hati yang tentram dan terhindar dari penyakit hati juga merupakan rezeki. Jika kita ikhlas dalam menjalankan setiap kegiatan, utamanya kegiatan ibadah, maka akan meringankan beban yang kita rasakan. Jika kita memiliki penyakit hati kemudian kita sadar akan penyakit tersebut dan bersungguh-sungguh untuk memperbaikinya insyaAllah kita akan mendapatkan petunjuk untuk kembali menuju ke jalan yang benar.

    Wasalamu'alaikum wr wr.

    ReplyDelete
  26. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    “Setinggi-tingginya nilai moral itu adalah komitmen” saya setuju dengan argumen ini, memang benar bahwa segala sesuatu memerlukan komitmen, fokus terhadap apapun yang dikerjakan mampu membuat suatu pekerjaan terlaksana dengan baik. Terutama saat beribadah kita harus fokus dan berkomitmen misalnya seperti melaksanakan sholat 5 waktu tepat waktu. Hal ini sederhana namun dapat mampu membiasakan diri kita untuk tidak menunda-nunda suatu pekerjaan.
    Memperbanyak istigfar, agar selalu terhindar dari segala kesombongan. Apa yang kita miliki bukanlah apa-apa dibandingkan milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  27. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Hal positif yang dapat dipetik dari elegi di atas adalah kita hendaknya selalu memiliki niat yang baik dan benar dalam melakukan suatu kebaikan. Sehingga muncul rasa ikhlas dalam hati kita. Dalam menjalankan kebaikan (ibadah), kita harus memiliki komitmen yang kuat bahwa ibadah itu semata-mata kepada Allah dan untuk keselamatan diri kita sendiri.
    Selain itu, Kebaikan harus diiringi dengan niat yang baik. Jika kebaikan diiringi niat yang buruk, maka kebaikan itu akan gugur. Misalkan: ketika membaca al Qur’an, kita harus niat karena Allah bukan karena didengarkan oleh orang lain dengan mengharap untuk dipuji dan diakui bersuara merdu atau alim. Jika hal itu terjadi, maka kita perlu untuk segera beristighfar dan taubat karena hati dan pikiran kita sudah tidak lagi menuju Allah semata.
    Niat yang tidak baik juga menunjukkan bahwa hati dan pikiran kita kotor sehingga perlu dibersihkan. Yaitu dengan memperbanyak istighfar atau berdzikir agar hati ita nyaman dan selalu mengingat Allah SWT. Dan kita akan terhindar dari sifat riya’, ujub, atau sombong.

    ReplyDelete
  28. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi ritual ikhlas 6 ini, dapat kita pelajari bahwa dalam menjalankan segala sesuatu (terutama ibadah) harus dilandasi dengan komitmen dalam menjalankannya. Komitmen yang baik dapat mengiring kita secara kontinu melakukan hal-hal yang baik pula. Selain itu juga harus disertai dengan niat yang ikhlas semata-mata mengharap ridho-Nya, bukan untuk memperlihatkan kepada orang lain sehingga menimbulkan riya dan rasa sombong pada diri. "Persoalanmu yang engkau rasakan sebagai penderitaanmu itulah rezeki yang belum engkau dapatkan". Sungguh orang yang merugi adalah orang yang tidak bersyukur atas apa yang sudah ia terima dari Allah. Maka cepat-cepatlah beristighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  29. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, dalam melaksanakan sebuah perubahan terutama menuju kebaikan kita harus berkomitmen dalam melakukannya. Komitmen dalam melakukan sebuah kebaikan, terutama beribadah harus dijaga, salah satu pondasinya adalah ikhkas dalam melaksanakan perubahan itu. Berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Senantiasa bersyukur, dan terus bermunajat adalah hal yang wajib kita lakukan sebagai manusia di dunia ini. Semoga kita semua senantiasa menjaga komitmen kita sebagai hamba yang beriman.

    ReplyDelete
  30. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Tidak ada seorang pun manusia yang dapat mengukur sejauh mana tingkat keikhlasan seseorang. Bahkan mengukur tingkat keikhlasannya sendiri pun belum tentu bisa. Niat dan komitmen yang kuat dalam hati untuk senantiasa memperbaiki diri, mendekatkan diri pada Allah swt dapat memupuk keikhlasan dalam hati. Ibadah yang dilakukan semata-mata untuk mencari ridho Allah dengan dilandasi pada keikhlasan dan tawakal kepada-Nya. Apabila seseorang sudah dapat menghadirkan Allah dalam dirinya dan Allah ridho, maka masalah berat akan terasa ringan, pekerjaan susah jadi ringan. Rasa capai, susah, waktu yang sempit dalam melakukan aktivitas senantiasa akan dipermudah. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat menjadi orang yang lebih baik. Allah Maha Pengampun. Taubatan yang diiringi dengan niat tulus ikhlas dalam hati dan komitemen yang kuat, senantiasa menjadikan manusia seperti layaknya bayi yang baru lahir. Istiqomah setelah taubatan juga diperlukan agar tidak terjerumus kembali seperti dulu

    ReplyDelete
  31. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Semakin lama membaca ritual ikhlas ini semakin seru saja rasanya. Pada bagian awal kita mendapatkan hal tentang niat dan komitmen. Jika kita telah berniat saat mengawali sesuatu maka komitmenlah yang bertindak menjadi penjaganya agar apa yang dilakukan tetap berada pada koridor niat awal kita, sehingga halangan, rintangan yang ada akan dapat dilalui dengan penuh kesabaran.

    ReplyDelete
  32. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Hikmah pertama yang dapat saya ambil dari elegi ini yaitu bagaiman kita hendaknya berkonsultasi atau meminta pendapat kepada orang yang lebih ahli, disini menunjukkan juga kalau kita sedang berikhtiar. Hikmah kedua yaitu kita hendaknya seimbang antara kegiatan duniawi seperti kuliah, tugas, organisasi, masyarakat dll, diseimbangkan dengan ibadah. Dan ibadah utama jama’ah seperti sholat jamaah lebih baik. Hikmah berikutnya berkaitan dengan penyakit hati. Penyakit hati adalah godaan syetan, maka mengantisipasinya yaitu dengan dekat dengan Allah dan beristigfar. Hikmah selanjutnya yang baru saya sadari yaitu, bahwa tidak semua hal bisa kita diskusikan dengan tuntas dan dimanapun, karena ada saatnya sesuatu yang kita ketahui itu hanya perlu kita percayai tanpa kita diskusikan, karena bisa jadi ketika kita diskusikan malah membuat kita sombong dan tidak ikhlas. Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa ikhlas dalam melakukan sesuatu.

    ReplyDelete
  33. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Setelah saya membaca saya belajar bahwa sangat penting dapat membedakan urusan pikiran dan urusan hati. Kita tidak boleh mencampuradukkan kedua urusan tersebut. Dalam beribadah kepada Allah SWT harus penuh dengan keikhlasan, fokus, dan tidak memikirkan kepentingan dunia. Ada saatnya sebagai manusia fokus beribadah kepada Allah SWT tanpa memikirkan dan melakukan kegiatan lain dan ada saatnya pula berpikir hal-hal duniawi namun tetap berlandaskan spiritual.

    ReplyDelete
  34. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini kami memahami bahwa komitmen sangatlah penting dalam segala kegiatan. Demikian juga pada ritual ikhlas, pelajaran yang bisa kami petik di sini adalah untuk belajar sesuatu maka kita harus meminta pertolongan dan bimbingan kepada orang yang memang lebih ahli dan berpengalaman, dan untuk belajar bagaimana beribadah yang harus kita olah adalah hati, bukan rasio, menanyakan kenapa begini, kenapa begitu. Karena alasan kita beribadah adalah kita diperintahkan Tuhan untuk beribadah dan berdoa, dan kita butuh untuk beribadah agar mendapatkan rido dan rahmat-Nya.

    ReplyDelete
  35. Junianto
    PM C
    17709251065

    Keikhlasan memang tidak mudah untuk diimplementasikan dalam kehidupan. Ketika kita merasa ikhlas dalam melakukan sesuatu, itu artinya kita malah tidak ikhlas. Ketika kita memamerkan keikhlasan kita pada orang lain, itu artinya kita sedang menyombongkan diri dan semakin jauh dari keikhlasan. Jadi, sebagai manusia yang perlu dilakukan adalah selalu ikhtiar dan tawakal hanya kepada Allah. Dan ketika kita sudah merasa ikhlas dan melebihi orang lain, segeralah istighfar karena itu artinya benih kesombongan mulai tumbuh dalam diri.

    ReplyDelete
  36. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    “...Innamal a’malu binniaat..”
    “...Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya...” penggalan hadist Arba’in yang pertama tersebut memiliki makna yang sangat luar biasa dimana kita sebagai seorang manusia dalam melaksanakan segala sesuatu haru memiliki niat yang tulus, baik, dan lurus. Begitu juga untuk beribadah kepada Allah, bukan untuk dipuji bukan untuk mendapatkan uang, bukan untuk mendapatkan jabatan, tetapi semata-mata untuk meraih Ridho Allah SWT. Sulit memang, tetapi mari senantiasa kita mendekatkan diri kepada-Nya.

    ReplyDelete
  37. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Benar-benar terlarut-larut diri ini dibuatnya. Mengikuti dari awal hingga akhir. Hingga akhirnya, Al-Fatihah..

    Dalam elegi ini saya belajar. Jangan sombong. Ayo niat. Ayo ikhlas. Ayo tawakal. Benar-benar sulit bukan? Indikator ketiga-tiganya belum pernah saya jumpai. Jika ikhlas, maka ikhlas ada di skor berapa? Tawakal berapa? Niat berapa? Astaghfirulloh, benar-benar sombong benar diri ini. Bukankah tadi sudah pernah berucap jika tidak segalanya dirasiokan. Astaghfirulloh

    Oleh karena itu saya memetik beberapa hal. Orang yang benar-benar berserah diri, adalah dia orang yang tidak over target. Ya, perencanaan matang itu memang penting, tapi berserah diri juga jauh lebih penting bukan? Lah wong sejauh apapun langkah kita, kita ini makhluk-Nya, akan kembali pada-Nya, jadi kalau tidak berserah diri akan lari kemana lagi? Tawakal….tawakal….tawakal…

    ReplyDelete
  38. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Ikhlas di dalam hati adalah syarat untuk mendapat ridho dari Allah. Maka jika kamu belum ikhlas di dalam hati, jangan berharap akan mendapat ridho dari Allah. Maka untuk mencapai ikhlas, perkuat niat kita, harus berkomitmen untuk niat dan memperoleh ridho Allah. Jika kita tidak berkomitmen dengan diri kita, jangan berharap mendapat ridho Allah. Keikhlasan yang baik, dan komitmen yang baik itu akan membimbing kita menuju ridho Allah, karena akan mempengaruhi semua kegiatan kita, dan hati kita.

    ReplyDelete
  39. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Pak. Dari elegi di atas saya dapat memahami pentingnya komitmen di setiap aktivitas manusia, baik itu aktivitas ibadah maupun aktivitas duniawi. Tanpa adanya komitmen serta keikhlasan hati, orang se-kapabel apapun pada akhirnya akan dikalahkan oleh orang yang biasa-biasa saja namun memiliki komitmen yang kuat dan terus berusaha mencapai targetnya.

    ReplyDelete
  40. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Elegi ini mengingatkan untuk meluruskan niat terlebih dahulu, kemudian memegang komitmen untuk melaksanakan hal yang sudah diniatkan. Selain itu, elegi ini juga mengingatkan bahwa sebenar-benarnya ikhlas ialah bukan yang diucapkan melalui lisan “saya ikhlas” atau semacamnya karena jika seseorang mengatakan bahwa dirinya ikhlas, itu sesungguhnya merupakan kesombongan. Sementara manusia tidaklah pantas untuk menyombongkan diri karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Manusia jauh dari kesempurnaan sehingga tidak semua hal mampu dipikirkan dan dirasionalkan dengan akal manusia. Maka ikhlas merupakan ranah hati untuk memohon keridoan Allah.

    ReplyDelete
  41. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Niat dan komitmen adalah hal yang sangat penting dalam melakukan apapun. Niat akan mengantarkan kepada kita untuk mengetahui apa tujuan kita dalam melakukan sesuatu sehingga membuat kita lebih semangat dalam melakukan hal tersebut dan komitmen akan mengantarkan kita agar mempunyai azzam untuk menyelesaikan dengan tuntas apa yang sudah kita mulai kerjakan. Sebagai umat Islam, maka niatkanlah karena Allah SWT dalam melakukan apapun dan kemudian berkomitmenlah. Niat karena Allah SWT akan mendatangkan hati yang ikhlas seperti yang telah dilakukan oleh Muhammad Nurikhlas.

    ReplyDelete
  42. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Niat adalah hal penting yang dapat menentukan nilai dari amal yang kita lakukan. Tak hanya itu, niatpun juga harus diiringi dengan keikhlasan dalam beramal dan berbuat kebaikan hanya karena Allah SWT. Ketika hati kita telah memiliki niat untuk melakukan kebaikan di jalan Allah maka yang kita butuhkan selanjutnya adalah keikhlasan dan komitmen untuk terus melakukannya. Jika semua hal ini yakni niat, keikhlasan, dan komitmen telah kita miliki maka insha Allah kita akan diberikan kekuatan untuk tidak lelah dalam melakukan kebaikan. Tentu, satu hal lain yang harus selalu kita perhatikan dan tertanam dalam diri adalah jauhkan diri, bersihkan hati dari sifat sombong. Karena kesombongan tidak lain hanya akan merusak amal kebaikan yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  43. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Ikhlas itu adalah yang berat terasa ringan, yang susah terasa mudah,yang sedikit orang tahu, yang tersembunyi.Teduhkan pikiran, jauhkan diri dari kesombongan , kedepankan hati ketika berhadapan dengan Allah SWT.Begitulah konsep membangun ikhlas dalam diri.Dan sebaik- baik keikhlasan adalah mengharap ridho Allah semata.

    ReplyDelete
  44. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Tidak ada tolak ukur keikhlasan yang bisa diketahui oleh manusia, tolak ukur keikhlasan hanyalah Allah yang mengetahui, karena ikhlas adanya di dalam hati. Tetapi keikhlasan juga bisa terpancarkan dari sikap, ucapan, dan perbuatannya. Barangsiapa yang sungguh-sungguh, disiplin dan memegang komitmennya dalam menjalankan segala ibadah kepada Allah, nisya Allah akan memudahkan seluruh anggota badannya untuk beribadah kepadaNya. Tetapi jika setan telah bersarang pada hati dan pikiran seseorang, segala hal ibadah sekecil apapun akan sangat berat untuk dilakukan. Maka, obatnya hanyalah minta pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

    ReplyDelete
  45. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Menilik pada diri saya sendiri, olah hati masih sangat perlu dilatih. Terkadang, dalam satu waktu saya lebih memprioritaskan hal-hal lain yang bersifat duniawi. Namun, saya bersyukur memiliki orang-orang terdekat yang selalu mengingatkan saya pada aktivitas ibadah. Pengobat dari sakitnya pada hati saya tidak lain tentunya menyerahkan semuanya yang ada pada diri ini kepada Allah dan berpandangan positif bahwa Allah akan membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya. Terima kasih Prof untuk ulasan yang dapat dijadikan sebagai bahan refleksi diri.

    ReplyDelete
  46. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan elegi ritual ikhlas 6 ini, saya memahami bahwa dalam melakukan suatu kebaikan terutama ketika melaksanakan ibadah, hendaklah dimulai dan dilandasi dengan niat yang baik dan berkomitmen untuk selalu istiqamah dalam menjalaninya. Dengan demikian, muncullah rasa ikhlas di dalam hati. Seperti yang Pak Prof. sampaikan dalam elegi di atas bahwa ritual ikhlas itu bukanlah kegiatan olah pikir, akan tetapi kegiatan olah hati. Maka dalam menggapai ikhlas, hatilah yang mempunyai peranan penting. Maka ketika kita beribadah, tanggalkanlah segala yang berbau duniawi baik itu jabatan, pangkat, dan kehormatan. Singkirkan kepentingan dunia dan fokuslah hanya untuk beribadah kepada-Nya.

    ReplyDelete
  47. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Saya tertarik dengan pernyataan Muhammad Nurikhlas bahwa landasan dalam segala perbuatan adalah komitmen yang disesuaikan dengan ruang dan waktu. Seperi namanya, Nuriklhas, digambarkan sebagai seseorang memberi cahaya bagi Cantraka Sakti. Semoga komitmen dan keikhlasan senantiasa berada di segala aktivitas kita.

    ReplyDelete
  48. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Rezeki itu tidah hanya harta, tetapi hati yang tentram dan terhindar dari penyakit hati juga merupakan rezeki. Jika kita ikhlas dalam menjalankan setiap kegiatan, utamanya kegiatan ibadah, maka akan meringankan beban yang kita rasakan. Jika kita memiliki penyakit hati kemudian kita sadar akan penyakit tersebut dan bersungguh-sungguh untuk memperbaikinya insyaAllah kita akan mendapatkan petunjuk untuk kembali menuju ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  49. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih prof. Elegi yang sangat liar biasa. Benar la, Allah tidak akan mengubah suatu kaum jika mereka tidak mengubah diri mereka terlebih dahulu. Hidayah dapat datang darimana saja dan pada siapa saja. Cantraka sakti bisa dengan mudah taubat dengan perkataan sederhana nurikhlas dan pastinya dengan rido Allah. Maka kita sebagai manusia diwajibkan saling mengingatkan dalam kebaikan karna kita tidak tau peringatan yg mana dan kepada siapa yang menjadi hidayah. Teruslah berbuat kebaikan dengan ikhlas karena Allah sangat menyukai orang orang yang mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya

    ReplyDelete
  50. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Salah satu hal yang membuat kita sukses atau berhasil dalam menjalani sebuah aktivitas yang berat seperti melakukan ritual ikhlas adalah dengan menguatkan komitmen kita. komitmen ini harus dibangun dengan niat yang benar dan kemauan yang kuat. Sehingga sebesar apapun godaan yang datang kita bisa focus pada tujuan kita dan niat awal kita.

    ReplyDelete
  51. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Karena tidak lulus pada ritual ikhlas maka cantraka sakti berkonsultasi dengan Muhammad Nurikhlas. Dari hasil diskusi membukakan pintu hati cantraka sakti yang selama ini sudah sombong, sombong dengan ilmunya, hartanya, dan kedudukan yang dimilikinya. Salah satu akhlak buruk yang harus dihindari oleh manusia adalah sikap sombong. Sikap sombong adalah membanggakan dirinya sendiri, memandang dirinya sebagai suatu kebenarandan merasa dirinya lebih diatas dari orang lain. Orang yang somvong hatinya maka tidak akan pernah bisa memahami dan merasakan apa itu keikhlasan.

    ReplyDelete
  52. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya suka elegi yang ini. Indah benar dirasakan... Cantraka Sakti yang sombong itu datang dan berkonsultasi pada Nurikhlas. Gengsi dirinya dia cabik cabik untuk memperoleh pemahaman baru. Akhirnya hancurlah gengsi/sombong itu Dan jalan menuju ikhlas mulai terbuka. Demikian pula kiranya saya... Tak bisa mengandalkan pengertian Dan pikiran ini dan merasa telah mengerti Allah. Mestinya Saya berpikirnya, kasih Allah yang membuat saya beroleh kesempatan untuk bertobat, diingatkan oleh orang orang di sekitar saya, agar jangan sampai tertutup oleh kesombongan dan gengsi pribadi.

    ReplyDelete
  53. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Sungguh Allah maha membolak balikan hati hambanya. Dari seorang cantraka sakti yang sombong lalu dapat berpikir untuk tobat melalui kata katanya "Aku hanya memerlukan keikhlasan hatiku dan niatku semata-mata memperoleh rida dari Allah SWT. Ternyata aku menemukan bahwa pikiranu itu tidak mampu menyelesaikan semua hal", ini lah dinamakan sebuah hdayah, dimana hidayah tersebut datang dari Allah melalui Muhammad Nurikhlas. Allah selalu membuka pintu tobat kepada hamba-hamabanya yang ingin menggapai ridhoNya. Seperti yang dikatakan dalam sebuah hadist "Sungguh Allah menerima taubat seorang hamba, selama ruh belum sampai di tenggorokan".

    ReplyDelete
  54. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    Melalui elegi ini kita dapat membayangkan betapa kita akan jauh dari Allah saat kita terlalu mendewakan duniawi. Bahkan saat Cantraka Sakti sebenarnya melakukan hal yang bermanfaat dgn berdiskusi, namun ia lupa menyeimbangkan aspek spiritualnya. Apalagi jika kita menghabiskan waktu dgn hal2 yang tidak bermanfaat, maka smakin jauh pula kita akan tersesat di jalan yang salah. Sebenar-benarnya hidup haruslah seimbang antara duniawi dan spiritual agar tidak bingung ketika menghadapi persoalan yg tidak bisa dijawan dgn teori atau ilmu pengetahuan manapun.

    ReplyDelete
  55. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam berkeyakinan tentu kita tidak harus tahu dulu bukti ilmiahnya, karena kita dituntut yakin dengan ikhlas. Nah untuk memperkuat keyakinan yang sudah dipercaya, barulah bisa dengan mencari bukti-bukti ilmiah yang saat agama diturunkan mungkin belum terbukti. Sebagai contoh nabi dulu pernah membelah bulan sebagai salah satu mukjizatnya, nah ternyata menurut penelitian ahli, bahwa ada keretakan bulan secara melingkar yang bisa disebabkan karena terbelahnya bulan.

    ReplyDelete
  56. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seseuatu yang dapat menengkan hati adalah dengan cara berdzikir. Dalam potongan Q.S. Ar-Ra’d:28 yang bunyinya “.... A laa bidzikrillahi tathmainnul qulub” yang artinya “Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh-lah hati menjadi tentram (Q.S. Ar-Ra’d: 28). Disini ketentraman hati tidak dapat mudah diperoleh seseorang jika tidak rutin atau konsisten dalam emlakukannya. Maka, selain niat kekonsistenan dalam berdzikir sangatlah penting agar mendapatkan hati yang tentram.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  57. Bulan Nuri
    17709251028
    PPM PM B 2017

    Melaksanakan ibadah kepada Allah haruslah dengan fokus dan mengikuti semua ketentuan yang telah ada, tidak boleh dengan hati yang tidak iklas, apalagi dengan pikiran yang tidak terfokus pada ibadah yang dilakukan. Karena manusia pasti akann diuji dengan semua kesibukan duniawi, untuk melihat keseriusan dalam beribadah. Maka jangalah lalai dalam kehidupan dunia yang fana ini.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  58. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Komitmen adalah nilai moral tertinggi adalah benar. Allah menyukai ibadah yang istiqomah. Istiqomah walaupun sedikit tetapi rutin, tetap, ajeg, dan terus-menerus. Yang paling sulit adalah menjaga komitmen untuk berniat ikhlas, sebab niat itu adalah perkara hati. Sedangkan hati manusia sifatnya selalu terbolak-balik.

    ReplyDelete
  59. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Ibadah adalah salah satuncarw menuju hati yanh ikhlas. Ketika beribadah kita harus melepaskan semua pikiran kita tentang duniawi. Kita harus fokus pada tujuan kita yaitu untuk mendekatkam diri kepada Tuhan. Sebab oranh yang sudah selalu berusaha untuk mendekatakan diri kepada Tuhan dengan beribadah, belum tentu yang diinginkan sesuai dengan kehendakNya. Ibadah juga tidak perlu dipamer-pamerkan kepada oranh lain bahwa dia sedang melakukan ibadah sebab ibadah adalah urusan kita kepada Tuhan bukan dengan manusia.

    ReplyDelete
  60. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Terimakasih prof atas pencerahannya. Tulisan ini mengajarkan saya agar selalu fokus dan ikhlas ketika melakukan sesuatu hal yang telah kita laksanakan. Namun ketika kita ragu lebih baik jangan melakukannya. Komitmen dalam melakukan suatu hal juga tak kalah pentingdalam melakukan segala hal. Apa yang mesti dilakukan adalah senantiasa Istiqomah dengan yang kita niatkan diawal. Kesalahan yang dilakukan manusia wajar terjadi, tetapi kita harus senantiasa menerima masukan dari orang lain dengan lapang dada agar kita tidak terjerumus terlalu lama dalam kesalahan, seperti cantraka Sakri yang menyadari kesalahan nya.

    ReplyDelete
  61. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang diberikan akal dan pikiran. Dalam menjalankan segala hal manusia haruslah berusaha melakukan yang terbaik , bersungguh-sungguh dan dilengkapi dengan doa. Memohon kepada Sang Pencipta agar apa yang diinginkan dan sedang diusahakan berjalan dengan baik dan dengan hasil yang terbaik. Setelah usaha dan berdoa, maka kemudian manusia hanya perlu berserah diri kepada Allah dengan kesungguhan hati dan keikhlasan.
    Keikhlasan berawal dari niat. Niat untuk mengharap ridha Allah tanpa adanya kesombongan dalam diri.

    ReplyDelete
  62. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Dari elegi ini hal yang dapat saya simpulkan adalah bagaimana kita dapat benar-benar ikhlas. Maksudnya adalah kadang kita merasa diri kita ikhlas namun kita masih mengatakan “aku ikhlas dengan semua ini”, pernyataan ikhlas yang disebutkan tersebut mengindikasikan bahwa sebenarnya kita tidak ikhlas. Sehingga hal tersebut akan merusak tinngkat keikhlasan kita. Oleh karena itu agar kita menjadi sebenar-benarnya ikhlas maka tidak usahlah mengucapkan segala yang telah kita lakukan baik pada diri senidri maupun kepada orang lain. Cukup Tuhan dan diri kita sendirilah yang mengetahui apa yang telah kita perbuat.

    ReplyDelete
  63. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ikhlas berbuat sesuatu berarti harus fokus dalam menjalaninya. Ya memang kita tidak bisa bercabang dalam melakukan banyak hal, maka apa yang sudah kita jadwalkan maka itu pula yang harus kita kerjakan. Kunci ikhlas itu berserah diri dengan apa yang sudah dikehendaki Allah. Karena Allah lah sebaik baiknua pembuat skenario di dunia ini. Berdoa seraya meminta ampunan kepada Allah agar lebih mudah dalam mempelajari elegi ritual ikhlas. Perlu komitmen untuk mantap dalam belajar ikhlas dan janganlah bersifat sombong dengan apa yang baru kita punya dan baru kita mengerti.

    ReplyDelete
  64. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Semua hal akan terasa mudah dan ringan saat dilakukan jika diawali dengan niat yang baik, keikhlasan dan hanya mengharap ridho dari Allah swt. Namun ketika kita memiliki maksud terselubung dan kesombongan dalam melakukan sesuatu hal, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Yang kita dapat hanyalah kesia-siannya. Misalnya saat kita berpuasa, tapi saat menjalankanya kita bermalas-malasan dan berpuasa agar dianggap sebagai orang yang sholeh. Itu, artinya kita berpuasa dengan paksaan bukan keihlasan, sehingga yang kita dapat hanyalah haus dan lapar bukan lagi ridho Allah. Untuk itu, saat kesombongan kiranya sudah mulai menghinggapi hati maka segeralah beristigfar kepada Allah memohon ampunannya dan segera kondisikan hati kembali agar kembali ikhlas dalam menjalani hidup. Terimakasih

    ReplyDelete
  65. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pend, Matematika C

    Sebenar-benar manusia itu tidak akan dapat sepenuhnya ikhlas. Kita pun tidak dapat memastikan apakah kita sudah serratus persen ikhlas dalam setiap ibadah kita. Ketika kita merasa mengatakan ikhlas, maka bisa jadi masih ada setitik kesombongan dihati kita. Karena itulah yang bisa kita lakukan adalah senantiasa berusaha ikhlas, berserah diri dan senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. Karena hanya dengan ridhoNya lah kita dapat ikhlas. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah SWT yang senantiasa simudahkan dalam menggapai ikhlas. Amin.

    ReplyDelete
  66. Dalam beribadah, lakukanlah semua yang Allah perintahkan, masalah hasil, apakah diterima atau tidak, serahkan semuanya pada Allah, tidak usah memusingkan dengan membandingkan diri kita dengan orang lain, lakukanlah semaksimal mungkin yang dapat kita lakukan, karena dalam beribadah kita tidak sedang melakukan pertandingan tentang siapa yang terbaik diantara yang lain, tapi pertandingan melawan diri kita sendiri yang sekarang dengan yang dahulu.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  67. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Untuk menjalankan segala perintah Allah, diperlukan keikhlasan dan ketulusan hati sehingga tidak ada kata tidak sempat untuk melakukannya sesibuk appaun kita. Semua perintahNya sealu terikat dengan ruang dan waktu, maka komitmen tinggilah yang harus kita bangun agar kita selalu ingat kepadaNya dan tidak mudah mengeluh dalam melaksanakannya, serta tidak melulu mengerjakan urusan duniawi. Sejak kita memeluk agama ini, sejak kita mau dan tahu makna syahadat yang sering kita ucapkan, maka inilah bentuk realisasinya. Fokus, konsentrasi, dan tepat waktu merupakan bentuk antusias ketaatan kita kepada Allah. Itulah ujian kita dalam beribadah, disaat kita sibuk dan memiliki segudang kegiatan dan urusan duniawi, maka ketika kita akan menghadapNya, sebaiknya pikiran kita mampu menempatkan fokus dan konsentrasinya hanya kepada Allah swt. Semoga apa yang menjadi komentar saya disini, merupakan bentuk instropeksi diri saya dalam beribadah kepada Allah swt. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  68. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sesuatu yang dikerjakan semata-mata hanya untuk Alloh memang akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat ganda dan balasannya adalah Syurga. Namun jika semua itu diumbar-umbar, diceritakan kepada orang lain, maka semua itu hanyalah sebagai hiasan bibir belaka. Biarkanlah ibadahmu menjadi rahasia seperti Alloh menyembunyikan aibmu, itu lebih baik. Oleh karena itu, lakukanlah ibadah dengan sesungguh hati. Boleh diceritakan dengan tujuan untuk mengajak orang lain ikut beribadah, maka akan bertambahlah nilai pahalamu yang berlipat-lipat ganda itu. Dan jangan lupa, lakukan dengan niat yang lurus dan hati yang suci, maka engkau akan mendapatkan keilhkasan itu, dan lakukanlah semua dengan rutin agar menjadi kebiasaan baik yang membawamu ke Syurga.

    ReplyDelete
  69. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sebagai manusia kewajiban kita hanyalah berusaha dan berdoa sesuai dengan yang diperintahkan dengan prosedur yang diajarkan, setelah itu berserahlah kepada Allah. Demikian pula dalam urusan ikhlas yang harus kita lakukan adalah berikhtiar, meniatkan diri untuk ikhlas melakukan segala sesuatu kerena Allah. Setelah berniat tentu kita harus berkomitmen dengan apa yang kita niatkan, sehingga kita akan melakukan segala sesuatu mengacu pada niatan kita. Salah satu wujud komitmen kita adalah dengan senantiasa melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan Allah yang telah ditetapkan.

    ReplyDelete
  70. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Seorang dikatakan ikhlas saat dia malah tidak menghitung-mitung dan mengingat amalannya namun hanya fokus pada tujuan ibadah pada Allah SWT. Fokusnya seseorang karena didasari oleh sebuah komitmen sehingga lahirnya kedisiplinan dalam menjalankan seagala aturan dan arahan yang ada. Fokus dapat digapai saat kita telah meninggalkan pemikiran yang lain dan menyatukan pemikiran pada satu arah sesuai niat. Maka saat kamu berniat untuk z maka tinggalkanlah pemikiranmu terhadap a, b, c, dan yang lainnya
    Agar kamu dapat fokus hanya pada z.

    ReplyDelete
  71. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Dari elegi ini saya belajar bahwa untuk memulai sesuatu kebaikan harus dimuali dengan niat yang kuat, komitmen, dan keyakinan. Keraguan dibisikkan agar manusia meninggalkan kebikan sedang dilaksanakannya. Komitmen dan keikhlasan dalam menjalani kebaikan harus dipegang erat agar terhindar dari penyakit hati yang membawa keraguan. Wassalamualaikum

    ReplyDelete
  72. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Semua pekerjaan itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen. Ketika kita sudah berkomitmen dengan apa yang kita pilih maka kita akan ikhlas dalam menjalankannya. Rasa ikhlas itu dapat menghindarkan diri kita dari sifat sombong. Dengan menjadi seseorang yang ikhlas, kita tidak akan merasa lelah ketika beribadah, atau hal apapun dalam usaha untuk dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tanamkanlah sikap ikhlas dalam hati dan pikiran.

    ReplyDelete

  73. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dimensi kita ini berjenjang, mulai dari material, formal, formatif dan spiritual. Membaca pengalaman sang Cantraka Sakti, hal yang dapat kita petik adalah ibadah itu masuk ranah spiritual, hati yang bertindak untuk diolah, pikiran setinggi apapun pendidikan yang telah ditempuh tentunya belum tentu mampu menjawab semua pertanyaan dalam ranah spiritual. Jika mengalami keadaan seperti ini kita harus banyak-banyak istighfar memohon ampun kepada Allah SWT karena telalu menggunakan pikiran, mulailah olah hati dan InsyaAllah keikhlasan dalam beribadah akan kita gapai.

    ReplyDelete
  74. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Segala sesuatu berawal dari niat. Jika cantraka sakti memang sudah berniat untuk melaksanakan ritual ikhlas maka insyaallah Allah akan memudahkan jalannya untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan elegi sebelumnya, yaitu elegi pelaksanaan ritual ikhlas, diketahui cantraka sakti memang belum benar-benar berniat untuk mengikuti ritual ikhlas, dia hanya ikut-ikutan sehingga ikhlas belum menjadi tujuannya. Sedangkan pada elegi ini, cantraka sakti sudah mulai berniat untuk melakukan ritual ikhlas sehingga Allah memudahkannya dengan cara memertemukannya dengan Muhammad Nur ikhlas dan Snatri kepala. Pada cerita ini pun, cantraka sakti telah membuka hatinya untuk dapat menjadi orang yang ikhlas, tidak seperti pada cerita sebelumnya yang terlihat sangat sombong. Jadi, agar dapat benar-benar menjadi ikhlas maka kita harus berniat untuk ikhlas serta membuang semua kesombongan kita.

    ReplyDelete
  75. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Komitmen sangatlah penting dalam melaksanakan semua kegiatan, dalam hal ini adalah Ritual Ikhlas. Kita harus menanggalkan semua pikiran dan pekerjaan di luar ibadah agar dapat fokus menjalankan Ritual Ikhlas. Fokus dapat dicapai jika hati kita ikhlas, untuk mencapai ikhlas kita hatus pandai mengolah hati. Jangan sampai terkena penyakit hati lalu sombong dan gagal dalam menjalankan ibadah. Sesungguhnya hati yang tidak ikhlas itu merupakan indikator seseorang belum mendapatkan salah satu rezeki dari Allah, yaitu rezeki ketentraman hari.

    ReplyDelete
  76. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Rezeki itu tidah hanya harta, tetapi hati yang tentram dan terhindar dari penyakit hati juga merupakan rezeki. Jika kita ikhlas dalam menjalankan setiap kegiatan, utamanya kegiatan ibadah, maka akan meringankan beban yang kita rasakan. Jika kita memiliki penyakit hati kemudian kita sadar akan penyakit tersebut dan bersungguh-sungguh untuk memperbaikinya insyaAllah kita akan mendapatkan petunjuk untuk kembali menuju ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  77. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Apa yang disampaikan oleh Muhammad Nurikhlas tentang komitmen menjadi sangat penting sebagai pondasi awal dalam menjalani ritual ikhlas.Berbagai peraturan yang ada seringkali membuat bosan dan jenuh, sehingga tidak tuntas dalam menjalaninya. Maka nasehat Muhammad Nurikhlas sangatlah penting untuk menjaga komitmen sejak awal. Implikasinya kita sebagai mahasiswa harus memiliki komitmen, dan terus berusaha untuk selalu ikhlas dalam menjalani pembelajaran di bangku kuliah.

    ReplyDelete
  78. Latifah Fitriasari
    PM C

    Terkadang, kita memiliki banyak banyak kegiatan atau kesibukan, sehingga membuat kita lupa waktu. Namun terkadang juga kita memiliki banyak waktu luang yang tidak kita ketahui bagaimana menghabiskannya. Saat seseorang ingin mengisi waktu luang, mereka biasanya melakukan hal-hal yang membuatnya berada di zona nyaman. Gunakanlah waktu luang mu dengan hal-hal yang bermanfaat seperti banyak-banyak melakukan dzikir dan beristigfar.Istigfar adalah obat dari penyait hati yaitu salah satunya sombong. Istigfar itu tak perlu dipamer-pamerkan, jika kita memamerkan istigfar kita maka itu hanya sebagai buah bibir dan hanya membuang-buang waktu saja.

    ReplyDelete
  79. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Segala sesuatu dapat dinaikkan dalam perspektif atau tahapan spiritualnya. Ikhlas tidak memandang harta ataupun ilmu duniawi yang diperoleh atau dimiliki seseorang, namun lebih berdasarkan niat dan tekad yang kuat untuk berubah dan beribadah hanya kepad Allah SWT dan meniatkan untuk menggapai RidhoNya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  80. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Unutk melakukan ritual ikhlas, diperlukan keinginan yang kuat dalam hati. Diperlukan oralh hati yang kuat untuk berangkat. Hal ini memerlukan niatanyang tumbuh dari diri sendiri, dengan begitu keinginan berbuat/beribadah dengan ikhas akan tergapai, tanpa ada paksaan dan degnan rasa senang.

    ReplyDelete
  81. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Gunakanlah waktu luang mu dengan hal-hal yang bermanfaat seperti banyak-banyak melakukan dzikir dan beristighfar. Istighfar adalah obat dari penyakit hati yaitu salah satunya sombong. Istighfar itu tak perlu dipamer-pamerkan, jika kita memamerkan istighfar kita maka itu hanya sebagai buah bibir dan belum ikhlas. Rasa ikhlas itu tumbuh ketika kita dapat menerima cobaan yang diberikan oleh Allah dengan lapang dada tanpa mengeluh sedikitpun. Karena cobaan atau ujian yang kita terima merupakan sebagian rezeki kita yang masih tertunda.
    Semua pekerjaan itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen. Ketika kita sudah berkomitmen dengan apa yang kita pilih maka kita akan ikhlas dalam menjalankannya. Rasa ikhlas itu harus berangkat dari niat yang lurus untuk memperoleh ridha Allah SWT.

    ReplyDelete
  82. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    dalam beraktivitas, kita harus memulai dengan meluruskan niat, fokus, konsentrasi, dan menaati semua aturan-aturan yang ada. Saran yang bagus sebaiknya kita tiru, kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dengan menjalani aktivitas dan belajar secara tulus, kita dapat menjadi individu yang lebih baik.

    ReplyDelete
  83. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Dalam elegi saya tertarik dengan pertanyaan Apa yang menyebabkan engkau dianggap lebih ikhlas dibanding aku?. Keikhlasan tergantung daripada bagaimana ibadah kita kepadaNya. bagaimana kita memanfaatkan waktu-waktu yang ada untuk beribadah dan mengikuti perintah-perintahnya. Karena ikhlas adanya dalam hati maka yang mengetahui siap yang lebih ikhlas pun hanya Tuhan YME. Ketika manusia mengatakan bahwa dirinya lebih ikhlas daripada yang lain maka sebenarnya dia sama sekali tidaklah ikhlas malah menjadi sombong. Oleh karena itu keikhlasan tidak perlu diumbar-umbar kepada orang lain. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  84. Assalamualaikum, wr.wb.
    Setinggi-tinggi ilmu akan kalah dengan motif/niat. Jika mencari ilmu tidak diawali dengan niat yang ikhlas, berserah padanya maka ilmu yang kita peroleh pun menjadi tidak berkah, dan tidak bermanfaat. Karena itu hanya akan menjadi ilmu dunia saja, yang akan membuat kita menjadi sombong saja.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  85. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Keikhlasan datang dari hati, bukan dari pikiran. Semoga Allah selalu memberkati kita dengan hati yang tulus. Karena meskipun kita melakukan sesuatu hingga mengeluarkan banyak keringat, menghabiskan banyak tenaga, menguras pikiran, jika tidak ada ketulusan atau keikhlasan di dalamnya,hal tersebut akan menjadi tidak berharga atau sia-sia di mata Allah Ta'ala.
    Begitu juga jika niat menjalankan sholat hanya untuk menjalankan tugas atau hanya membatalkan kewajiban maka pasti itu akan menjadi tidak berharga di sisi Allah Ta'ala. Menghabiskan seluruh harta jika hanya ingin disebut sebagai dermawan juga tidak akan memiliki nilai apapun.
    Niat adalah sesuatu yang sangat penting. Orang yang tidak pernah memperhatikan niat mereka dalam hati mereka berarti mereka hanya bersiap-siap untuk membuang waktu, energi, harta, atau pikiran tanpa mendapatkan nilai apapun. Ketulusan atau keikhlasan seseorang menjadi sesuatu yang sangat penting dan akan membuat hidup lebih mudah, indah dan bermakna.

    ReplyDelete
  86. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat

    Saya mengambil pelajaran dari elegi ritual ikhlas ini tentang bahaya nya penyakit hati. dengan adanya penyakit hati dalam diri kita, maka akan mengakibatkan kita tidak bisa khusyuk dan meresa sangat berat dalam beribadah, dengan kata lain kita tidak ikhlas dalam beribadah. maka sangat penting bagi kita untuk menghindarkan diri dari penyakit hati ini, yang bedampak besar bagi kualitas keimanan kita.

    ReplyDelete
  87. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Dalam melaksanakan sebuah perubahan terutama menuju kebaikan kita harus berkomitmen dan konsisten dalam melakukannya. Konsisten dalam melakukan sebuah kebaikan, terutama beribadah harus dijaga, salah satu pondasinya adalah ikhlas dalam melaksanakan perubahan itu. Terus bermunajat adalah hal yang wajib kita lakukan sebagai manusia di dunia ini.

    ReplyDelete
  88. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Susah memang untuk ikhlas. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya manusia memiliki rasa ingin dipuji dan ingin membanggakan sesuatu. Untuk itu kita perlu berserah diri, memohon ampunan kepada Allah dan juga memohon agar kita dapat diberi keikhlasan dalam segala hal.

    ReplyDelete
  89. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dengan disertai rasa ikhlas dalam mengerjakan sesuatu, pekerjaan berat akan menjadi terasa ringan, pekerjaan sulit akan menjadi terasa mudah. Pekerjaan yang kita anggap membosankan, jika kita terima dan jalani dengan ikhlas, maka akan tidak terasa membosankan. Kita harus menyadari bahwa ilmu yang kita pelajari dan kita dapatkan sebanyak apapun di dunia ini tidak apa-apanya dibandingkan dengan ilmu Allah. Dengan berserah diri dan selalu menyadari akan keagungan Allah, kita akan terpacu untuk terus memohon keridhoan Allah atas Ilmu-Nya yang kita pinjam agar selalu bertambah dan menjadi ilmu yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  90. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Tak ada patokan khusus bagaimana seseorang sudah dikatakan ikhlas. Tak pantas kita berkata: "Sudah, ikhlasku sudah cukup", "aku sudah cukup ikhlas". Jika berkata demikian maka sombonglah yang tercipta. Sebenar-benar sombong adalah merasa sudah cukup sehingga menghentikan usaha untuk menggapai sesuatu, termasuk ikhlas.

    ReplyDelete
  91. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Elegi diatas memberitahukan kepada kita bahwa tidak semua hal itu dapat kita pikirkan. Nikmat Allah itu ada banyak jenisnya, ketika kita bisa khusyu' dalam berdoa itu juga dapat dikategorikan sebagai nikmat yang sangat. Perbekalan dari dunia saja tidak cukup untuk menggapai ridho Nya, kita harus ikhlas dan terus bertawakal setiap saat.

    ReplyDelete
  92. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Jika kita ikhlas dalam doa dan memohon dengan tawakal kepada Allah SWT insyaAllah Allah akan rida kepada kita. Jika Allah sudah rida maka tiadalah rasa capai dalam engkau berdoa, tiadalah waktu lama dalam engkau berdoa, tiadalah rasa susah dalam engkau berdoa, tiadalah waktu dan ruang sempit dalam engkau beribadat.

    ReplyDelete
  93. Allah itu maha pengampun, Allah itu benci dosa namun Allah tidak membenci pendosa. Teruslah memohon ampunan kepada Sang Maha Pengampun. Jika kita tersesat, maka segeralah bertaubat.

    Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    ReplyDelete
  94. Rezeki itu tidah hanya harta, tetapi hati yang tentram dan terhindar dari penyakit hati juga merupakan rezeki. Jika kita ikhlas dalam menjalankan setiap kegiatan, utamanya kegiatan ibadah, maka akan meringankan beban yang kita rasakan. Jika kita memiliki penyakit hati kemudian kita sadar akan penyakit tersebut dan bersungguh-sungguh untuk memperbaikinya insyaAllah kita akan mendapatkan petunjuk untuk kembali menuju ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  95. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Terimakasih pak atas pencerahan yang disampaikan melalui elegi ritual ikhlas ini. Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini yaitu seberat apapun yang harus kita hadapi, yang harus kita lakukan atau kerjakan apabila ikhlas untuk mendapat ridho Allah SWT maka semuanya itu akan terasa ringan. Allah tidak akan memberikan ujian diluar dari kemampuan umatnya. Berprasangka baik dengan apa yang Allah SWT berikan kepada kita. Ikhlas dalam segala hal, ikhlas dalam menuntut ilmu, ikhlas dalam menerima penjelasan kuliah oleh dosen, dengan begitu Allah telah menjamin untuk kita kepahaman dan kemampuan untuk memikirkan pelajaran yang kita pelajari.

    ReplyDelete