Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas.




Oleh Marsigit

Cantraka Sakti:

Wahai Muhammad Nurikhlas, saya ingin bertanya apa yang menyebabkan engkau diijinkan mengikuti Ritual Ikhlas berikutnya? Apa yang menyebabkan engkau dianggap lebih ikhlas dibanding aku?

Muhammad Nurikhlas:
Saya sendiri tidak mengetahuinya. Aku juga tidak terlalu peduli apakah boleh lanjut atau tidak. Aku hanya berusaha berserah diri seraya berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Aku hanya berusaha supaya dikasihi oleh Allah SWT. Oleh karena itu, setiap ada waktu luang aku selalu gunakan untuk berZikir sebanyak-banyaknya. Di samping itu yang terpenting adalah juga mengikuti semua petunjuk yang diberikan para Santri secara ikhlas dan disiplin. Saya berusaha mengikuti semua kegiatan tanpa kecuali dengan tawakal, termasuk berjamaah Salat wajib.

Cantraka Sakti:
Bagaimana engkau bisa disiplin mengikuti semua kegiatan yang diprogramkan?

Muhammad Nurikhlas:
Semua pekerjaan itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen. Jikalau engkau telah niatkan dan telah putuskan untuk mengikuti kegiatan ini untuk beberapa hari, padahal engkau itu syaratnya harus fokus, konsentrasi, dan menepati waktu, maka laksanakan sebaik-baiknya. Tetapi jikalau engkau ragu dikarenakan ada pekerjaan lain, ya jangan ikut saja, atau di tunda atau mengambil kegiatan yang sebentar. Tetapi walaupun kegiatan hanya sebentarpun memerlukan komitmen yang tinggi.

Cantraka Sakti:
Bagaimana menurutmu perihal pikiranmu? Apakah ketika engkau melakukan semua kegiatanmu tersebut di atas itu tidak menemukan hal-hal yang bertentangan dengan pikiranmu. Misalnya larangan mengobrol keras-keras, minum sambil buang angin, tidak mengikuti satu atau beberapa kegiatan karena capai, nyambi mengerjakan tugas-tugas kantor atau proyek karena dikejar dateline, dsb?

Muhammad Nurikhlas:
Ketika aku sedang mengolah hatiku, maka aku berangkat dari niat awalku. Niatku datang ke sini hanyalah ingin menggapai keridaan Allah SWT. Sedang aku yakin bahwa berdasarkan pengalaman, para Santri di sini sudah terbukti secara ikhlas dapat membantu saya untuk melakukan hal itu. Oleh karena itu maka tidak ada keraguan satupun bahwa saya mengikuti semua program yang ada. saya melakukan tersebut dengan rasa senang, bahkan lebih dari senang, tetapi haru karena saya merasakan datangnya karunia yang melimpah-limpah dari Allah SWT melalui kegiatan Ritual Ikhlas ini. Oleh karena itu pikiranku aku fokuskan bagaimana bisa menjalankan ibadat dengan benar seraya beramal atau berZikir sebanyak-banyaknya. Aku berusaha mengendalikan pikiranku yang beraneka ragam dan tidak perlu. Akupun tidak terlalu mencari sebab-sebab mengapa suatu klegiatan itu mesti perlu dilakukan. Bukankah Salat berjamaah itu sudah sejak jaman nabi itu pahalanya berlipat-lipat. Mengapa musti engkau selalu tanyakan dan persoalkan. Ada waktunya tersendiri ketika aku memang harus membahasnya sebagai kajian pikiranku, yaitu ketika aku sedang melakukan olah pikir. Tetapi di sini, yaitu pada kegiatan Ritual Ikhlas, ini adalah kegiatan olah hati. Maka hatimulah yang perlu diolah.

Cantraka Sakti:
Saya sudah bertahun-tahun hidup di Negara Barat. Setiaphari berdiskusi. Jikalau sebentar saja tidak berdiskusi maka dunia ini seakan gelap. Dimanapun, kapanpun dan tentang apapun aku harus terus berdiskusi, berdiskusi dan berdiskusi. Teramasuk kegiatan Ritual Ikhlas ini harus aku diskusikan dengan tuntas..setuntas...tuntasnya.

Muhammad Nurikhlas:
Allah memberikan rezekinya masing-masing kepada umatnya yang dikehendaki-Nya sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Cantraka Sakti:
Maksudnya? Rezeki apa? Aku tidak merasa kurang rezeki? Bahkan aku membawa banyak perbekalan kalau perlu akan saya bagikan kepada teman-teman di sini.

Muhammad Nurikhlas:
Persoalanmu yang engkau rasakan sebagai penderitaanmu itulah rezeki yang belum engkau dapatkan. Tiadalah setiap hal mampu engkau pikirkan. Sifatmu yang berkeinginan untuk mendiskusikan segala hal kapanpun dan dimanaun itulah merupakan ketidakikhlasanmu atau kesombonganmu. Jikalau engkau dengan nasehat-nasehatku ini belum juga mampu mengubah sikapmu, maka aku menyimpulkan bahwa engkau sudah terkena penyakit hati. Maka jika engkau sudah terkena penyakit hati seperti itu, tiadalah manusia yang dapat menolongmu kecuali Tuhan mu. Syaitan telah merentang dan meregang mulai dari hatimu, pikiranmu hingga bibirmu. Kehendakmu untuk berdiskusi terus menerus tiada henti tentang segala sesuatu itulah merupakan perilaku Syaitan yang ada di dalam dirimu. Itulah mungkin Syaitanyang engkau bawa dari Luar Negeri?

Cantraka Sakti:
Uheh...penyakit hati? Baru mendengar kali ini saya ada yang namanya penyakit hati. Ah..aku tidak terlalu percaya. Tetapi ini sebagai wacana saja, jika memang betul-betul aku terkena penyakit hati, lantas bagaimana solusinya.

Muhammad Nurikhlas:
Istigfar itu adalah obat dari segala kesombongan.

Cantraka Sakti:
Lho aku sudah istigfar itu?

Muhammad Nurikhlas:
Istighfar itu tidak perlu di pamer-pamerkan. Jika engkau memamerkan istighfarmu maka itu berarti istighfarmu hanya sebagai hiasan bibir saja dan belum ikhlas. Itulah juga perilaku Syaitanmu.

Cantraka Sakti:
Wahah...mau jadi orang ikhlas saja kok sulitnya bukan main? Kenapa engkau bisa berdoa lama sekali dan Zikir banyak sekali dan kelihatannya tidak capai-capai. Sedangkan aku wah luar biasa, baru Zikir dapat seratus saja punggungku seperti digebugin. Pundakku seperti memikul rel kereta api. Wah yang paling berat bagiku itu Salat Subuh, bayangkan masih kantuk-kantuk dingin lagi, dibangunin untuk berjamaah. Salat Dhuhur itu juga berat bagi saya. Salat Ashar itu juga berat. Salat Maghrib apalagi itu kan pas dengan berita TV. Salat Isya ya berat juga sih. Wah dihitung-hitung kok berat semua aku menjalankan Salat?

Muhammad Nurikhlas:
Jika kita ikhlas dalam doa dan memohon dengan tawakal kepada Allah SWT insyaAllah Allah akan rida kepada kita. Jika Allah sudah rida maka tiadalah rasa capai dalam engkau berdoa, tiadalah waktu lama dalam engkau berdoa, tiadalah rasa susah dalam engkau berdoa, tiadalah waktu dan ruang sempit dalam engkau beribadat.

Cantraka Sakti:
Oh..oh...bagaimana aku. Ternyata ilmuku dari luar negeri itu belum ada apa-apanya. Oh Muhammad Nurikhlas..tolonglah aku. Kenapa diriku sekeras dan sebengal ini? Kenapa? Aku harus bagaimana? Umurku sudah empatpuluh tetapi kalah dengan mereka yang baru berumur duatiga? Ya Allah..ya Robbi..ampunilah atas kesombonganku ini. Ampunilah diriku yang telah sangat lama mendholimi diri-Mu ya Allah. Oh terimakasih Muhammad Nurikhlas atas peringatanmu. Oh terimakasih ya Tuhan atas kesempatan aku mengikuti Ritual Ikhlas ini. Wahai temanku, tolong bawalah pulang semua perbekalanku yang banyak itu. Aku tidak memerlukan perbekalan itu. Aku hanya memerlukan keikhlasan hatiku dan niatku semata-mata memperoleh rida dari Allah SWT. Ternyata aku menemukan bahwa pikiranu itu tidak mampu menyelesaikan semua hal. Oh pikiran...pikiran...oh diriku...oh Muhammad Nurikhlas aku harus bagaimana?

Muhammad Nurikhlas:
Baiklah Cantraka Sakti aku tidak mempunyai kapasitas apapun di sini. Ada yang lebih mampu sesuai dengan bidangnya. Marilah engkau akau bawa ke Santri Kepala untuk memperoleh solusi atas persoalanmu itu.

Santri Kepala:
Wahai Cantraka Sakti dan engkau Muhammad Nurikhlas..marilah berdoa dengan membaca Al Fatihah. Bismilahir rahmaanir rahiim. Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin. Amin ya robbil alamin. Cantraka Sakti engkau istirahatlah dulu. Tenangkanlah pikiranmu. Kalau perlu mandi, ambil air wudlu, dan Salat sunatlah terlebih dulu sebelum nanti kita bersama berjamaah Salat Maghrib. Amin.

37 comments:

  1. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ikhlas pada dasarnya adalah perasaan dalam hati. Hati akan mempengaruhi pikiran. Jika hati mampu mempengaruhi pikiran ke arah kebaikan, maka seluruh anggota tubuh juga akan berjalan kearah kebaikan. Itu artinya, seluruh tubuh seseorang akan melakukan kebaikan pula.

    ReplyDelete
  2. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sifat sombong dan ketidakikhlasan merupakan sifat yang tidak terpuji, dan jika telah dinasehati tetapi belum mampu mengubah sikapnya, maka dapat disimpulkan bahwa orang tersebut sudah terkena penyakit hati. Obat dari segala kesombongan adalah istigfar, mohon ampun atas semua dosa kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  3. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Penyakit hati dapat menghampiri kepada siapapun. Kerasnya hati penderitanya ini hanya dapat disembuhkan oleh Allah SWT., karena Dia lah yang membolak-balikan hati hambanya. Sehingga, penderitanya perlu untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Seperti yang disampaikan Muhammad Nurikhlas di postingan tersebut, salah satu caranya ialah dengan beristighfar. Istighfar yang dilakukan pun harus ikhlas dan berasal dari relung hati yang terdalam, dengan begitu in syaa Allah, Allah akan meridhoi penderitanya.

    ReplyDelete
  4. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam melakukan segala sesuatu maka perlu diawali dari sebuah niat. Sangat sulit memang menumbuhkan niat dalam diri seseorang. Dengan memiliki niat yang baik maka hasilnya pun akan baik. Seperti halnya dalam beribadah, perlu disertai dengan niat yang baik dan bersih. Jangan sampai beribadah dengan niat yang tidak baik, apalagi disertai dengan rasa kesombongan dan niat pamer semata. Seperti yang dijelaskan pada elegi di atas bahwa beribadah dengan tujuan menggapai keridhoan Allah disertai niat ikhlas, InsyaAllah akan diberkahi oleh Allah.

    ReplyDelete
  5. Perhatikan bahwa manusia tidak dapat menilai dirinya sendiri lebih ikhlas atau orang lain yang lebih ikhlas. Manusia hanya berusaha untuk berbuat ikhlas, tanpa dia ketahui bahwa pebuatannya sudah ikhlas atau belum. Hanya setelah melakukannya dia berharap dapat diterima Allah SWT dan dicatat sebagai amalan yang ikhlas. Karena pujian bahwa kita telah berlaku ikhlas adalah ujian bagi kita. Bila kitapun mengiyakan atau membenarkan bahwa apa yang telah kita lakukan sudah ikhlas maka kita telah terjerumus pada tipu daya syetan yang akan menghasilakan rasa ujub, bangga terhadap dirinya sendiri kemudian berlaku sombong. Pujian bila tidak disikapi dengan baik akan menjadi kesombongan.

    ReplyDelete
  6. Penyakit hati dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. kekurang harta atau kelebihan harta akan menumbuhkan penyakit hati. Kekurangan harta akan membawa manusia pada kemusyrikan, perbuatan maksiat, mencuri, merampok, membunuh dan keputusasaan. Kelebingan harta akan menimbulkan sifat sombong, kikir, tamak. Bukan karena harta, pangkat, kekuasaan kita dinilai oleh Allah SWT, untuk itu hilangkanlah penyakit hati dengan memperbanyak istigfar. Kita kadang lepas kendali dalam berpikir, berbuat, dan bertindak. Kadang mempunyai pikiran yang negatif terhadap orang lain bahkan pada Tuhan. Sering-seringlah memohon ampunan, karena manusia sering khilaf.

    ReplyDelete
  7. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pendidikan Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Komitmen sangatlah penting dalam melaksanakan semua kegiatan, dalam hal ini adalah Ritual Ikhlas. Kita harus menanggalkan semua pikiran dan pekerjaan di luar ibadah agar dapat fokus menjalankan Ritual Ikhlas. Fokus dapat dicapai jika hati kita ikhlas, untuk mencapai ikhlas kita hatus pandai mengolah hati. Jangan sampai terkena penyakit hati lalu sombong dan gagal dalam menjalankan ibadah. Sesungguhnya hati yang tidak ikhlas itu merupakan indikator seseorang belum mendapatkan salah satu rezeki dari Allah, yaitu rezeki ketentraman hati.

    Rezeki itu tidah hanya harta, tetapi hati yang tentram dan terhindar dari penyakit hati juga merupakan rezeki. Jika kita ikhlas dalam menjalankan setiap kegiatan, utamanya kegiatan ibadah, maka akan meringankan beban yang kita rasakan. Jika kita memiliki penyakit hati kemudian kita sadar akan penyakit tersebut dan bersungguh-sungguh untuk memperbaikinya insyaAllah kita akan mendapatkan petunjuk untuk kembali menuju ke jalan yang benar.

    Wasalamu'alaikum wr wr.

    ReplyDelete
  8. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    “Setinggi-tingginya nilai moral itu adalah komitmen” saya setuju dengan argumen ini, memang benar bahwa segala sesuatu memerlukan komitmen, fokus terhadap apapun yang dikerjakan mampu membuat suatu pekerjaan terlaksana dengan baik. Terutama saat beribadah kita harus fokus dan berkomitmen misalnya seperti melaksanakan sholat 5 waktu tepat waktu. Hal ini sederhana namun dapat mampu membiasakan diri kita untuk tidak menunda-nunda suatu pekerjaan.
    Memperbanyak istigfar, agar selalu terhindar dari segala kesombongan. Apa yang kita miliki bukanlah apa-apa dibandingkan milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Hal positif yang dapat dipetik dari elegi di atas adalah kita hendaknya selalu memiliki niat yang baik dan benar dalam melakukan suatu kebaikan. Sehingga muncul rasa ikhlas dalam hati kita. Dalam menjalankan kebaikan (ibadah), kita harus memiliki komitmen yang kuat bahwa ibadah itu semata-mata kepada Allah dan untuk keselamatan diri kita sendiri.
    Selain itu, Kebaikan harus diiringi dengan niat yang baik. Jika kebaikan diiringi niat yang buruk, maka kebaikan itu akan gugur. Misalkan: ketika membaca al Qur’an, kita harus niat karena Allah bukan karena didengarkan oleh orang lain dengan mengharap untuk dipuji dan diakui bersuara merdu atau alim. Jika hal itu terjadi, maka kita perlu untuk segera beristighfar dan taubat karena hati dan pikiran kita sudah tidak lagi menuju Allah semata.
    Niat yang tidak baik juga menunjukkan bahwa hati dan pikiran kita kotor sehingga perlu dibersihkan. Yaitu dengan memperbanyak istighfar atau berdzikir agar hati ita nyaman dan selalu mengingat Allah SWT. Dan kita akan terhindar dari sifat riya’, ujub, atau sombong.

    ReplyDelete
  10. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi ritual ikhlas 6 ini, dapat kita pelajari bahwa dalam menjalankan segala sesuatu (terutama ibadah) harus dilandasi dengan komitmen dalam menjalankannya. Komitmen yang baik dapat mengiring kita secara kontinu melakukan hal-hal yang baik pula. Selain itu juga harus disertai dengan niat yang ikhlas semata-mata mengharap ridho-Nya, bukan untuk memperlihatkan kepada orang lain sehingga menimbulkan riya dan rasa sombong pada diri. "Persoalanmu yang engkau rasakan sebagai penderitaanmu itulah rezeki yang belum engkau dapatkan". Sungguh orang yang merugi adalah orang yang tidak bersyukur atas apa yang sudah ia terima dari Allah. Maka cepat-cepatlah beristighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  11. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, dalam melaksanakan sebuah perubahan terutama menuju kebaikan kita harus berkomitmen dalam melakukannya. Komitmen dalam melakukan sebuah kebaikan, terutama beribadah harus dijaga, salah satu pondasinya adalah ikhkas dalam melaksanakan perubahan itu. Berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Senantiasa bersyukur, dan terus bermunajat adalah hal yang wajib kita lakukan sebagai manusia di dunia ini. Semoga kita semua senantiasa menjaga komitmen kita sebagai hamba yang beriman.

    ReplyDelete
  12. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Tidak ada seorang pun manusia yang dapat mengukur sejauh mana tingkat keikhlasan seseorang. Bahkan mengukur tingkat keikhlasannya sendiri pun belum tentu bisa. Niat dan komitmen yang kuat dalam hati untuk senantiasa memperbaiki diri, mendekatkan diri pada Allah swt dapat memupuk keikhlasan dalam hati. Ibadah yang dilakukan semata-mata untuk mencari ridho Allah dengan dilandasi pada keikhlasan dan tawakal kepada-Nya. Apabila seseorang sudah dapat menghadirkan Allah dalam dirinya dan Allah ridho, maka masalah berat akan terasa ringan, pekerjaan susah jadi ringan. Rasa capai, susah, waktu yang sempit dalam melakukan aktivitas senantiasa akan dipermudah. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat menjadi orang yang lebih baik. Allah Maha Pengampun. Taubatan yang diiringi dengan niat tulus ikhlas dalam hati dan komitemen yang kuat, senantiasa menjadikan manusia seperti layaknya bayi yang baru lahir. Istiqomah setelah taubatan juga diperlukan agar tidak terjerumus kembali seperti dulu

    ReplyDelete
  13. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Semakin lama membaca ritual ikhlas ini semakin seru saja rasanya. Pada bagian awal kita mendapatkan hal tentang niat dan komitmen. Jika kita telah berniat saat mengawali sesuatu maka komitmenlah yang bertindak menjadi penjaganya agar apa yang dilakukan tetap berada pada koridor niat awal kita, sehingga halangan, rintangan yang ada akan dapat dilalui dengan penuh kesabaran.

    ReplyDelete
  14. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Hikmah pertama yang dapat saya ambil dari elegi ini yaitu bagaiman kita hendaknya berkonsultasi atau meminta pendapat kepada orang yang lebih ahli, disini menunjukkan juga kalau kita sedang berikhtiar. Hikmah kedua yaitu kita hendaknya seimbang antara kegiatan duniawi seperti kuliah, tugas, organisasi, masyarakat dll, diseimbangkan dengan ibadah. Dan ibadah utama jama’ah seperti sholat jamaah lebih baik. Hikmah berikutnya berkaitan dengan penyakit hati. Penyakit hati adalah godaan syetan, maka mengantisipasinya yaitu dengan dekat dengan Allah dan beristigfar. Hikmah selanjutnya yang baru saya sadari yaitu, bahwa tidak semua hal bisa kita diskusikan dengan tuntas dan dimanapun, karena ada saatnya sesuatu yang kita ketahui itu hanya perlu kita percayai tanpa kita diskusikan, karena bisa jadi ketika kita diskusikan malah membuat kita sombong dan tidak ikhlas. Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa ikhlas dalam melakukan sesuatu.

    ReplyDelete
  15. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Setelah saya membaca saya belajar bahwa sangat penting dapat membedakan urusan pikiran dan urusan hati. Kita tidak boleh mencampuradukkan kedua urusan tersebut. Dalam beribadah kepada Allah SWT harus penuh dengan keikhlasan, fokus, dan tidak memikirkan kepentingan dunia. Ada saatnya sebagai manusia fokus beribadah kepada Allah SWT tanpa memikirkan dan melakukan kegiatan lain dan ada saatnya pula berpikir hal-hal duniawi namun tetap berlandaskan spiritual.

    ReplyDelete
  16. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini kami memahami bahwa komitmen sangatlah penting dalam segala kegiatan. Demikian juga pada ritual ikhlas, pelajaran yang bisa kami petik di sini adalah untuk belajar sesuatu maka kita harus meminta pertolongan dan bimbingan kepada orang yang memang lebih ahli dan berpengalaman, dan untuk belajar bagaimana beribadah yang harus kita olah adalah hati, bukan rasio, menanyakan kenapa begini, kenapa begitu. Karena alasan kita beribadah adalah kita diperintahkan Tuhan untuk beribadah dan berdoa, dan kita butuh untuk beribadah agar mendapatkan rido dan rahmat-Nya.

    ReplyDelete
  17. Junianto
    PM C
    17709251065

    Keikhlasan memang tidak mudah untuk diimplementasikan dalam kehidupan. Ketika kita merasa ikhlas dalam melakukan sesuatu, itu artinya kita malah tidak ikhlas. Ketika kita memamerkan keikhlasan kita pada orang lain, itu artinya kita sedang menyombongkan diri dan semakin jauh dari keikhlasan. Jadi, sebagai manusia yang perlu dilakukan adalah selalu ikhtiar dan tawakal hanya kepada Allah. Dan ketika kita sudah merasa ikhlas dan melebihi orang lain, segeralah istighfar karena itu artinya benih kesombongan mulai tumbuh dalam diri.

    ReplyDelete
  18. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    “...Innamal a’malu binniaat..”
    “...Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya...” penggalan hadist Arba’in yang pertama tersebut memiliki makna yang sangat luar biasa dimana kita sebagai seorang manusia dalam melaksanakan segala sesuatu haru memiliki niat yang tulus, baik, dan lurus. Begitu juga untuk beribadah kepada Allah, bukan untuk dipuji bukan untuk mendapatkan uang, bukan untuk mendapatkan jabatan, tetapi semata-mata untuk meraih Ridho Allah SWT. Sulit memang, tetapi mari senantiasa kita mendekatkan diri kepada-Nya.

    ReplyDelete
  19. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Benar-benar terlarut-larut diri ini dibuatnya. Mengikuti dari awal hingga akhir. Hingga akhirnya, Al-Fatihah..

    Dalam elegi ini saya belajar. Jangan sombong. Ayo niat. Ayo ikhlas. Ayo tawakal. Benar-benar sulit bukan? Indikator ketiga-tiganya belum pernah saya jumpai. Jika ikhlas, maka ikhlas ada di skor berapa? Tawakal berapa? Niat berapa? Astaghfirulloh, benar-benar sombong benar diri ini. Bukankah tadi sudah pernah berucap jika tidak segalanya dirasiokan. Astaghfirulloh

    Oleh karena itu saya memetik beberapa hal. Orang yang benar-benar berserah diri, adalah dia orang yang tidak over target. Ya, perencanaan matang itu memang penting, tapi berserah diri juga jauh lebih penting bukan? Lah wong sejauh apapun langkah kita, kita ini makhluk-Nya, akan kembali pada-Nya, jadi kalau tidak berserah diri akan lari kemana lagi? Tawakal….tawakal….tawakal…

    ReplyDelete
  20. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Ikhlas di dalam hati adalah syarat untuk mendapat ridho dari Allah. Maka jika kamu belum ikhlas di dalam hati, jangan berharap akan mendapat ridho dari Allah. Maka untuk mencapai ikhlas, perkuat niat kita, harus berkomitmen untuk niat dan memperoleh ridho Allah. Jika kita tidak berkomitmen dengan diri kita, jangan berharap mendapat ridho Allah. Keikhlasan yang baik, dan komitmen yang baik itu akan membimbing kita menuju ridho Allah, karena akan mempengaruhi semua kegiatan kita, dan hati kita.

    ReplyDelete
  21. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Pak. Dari elegi di atas saya dapat memahami pentingnya komitmen di setiap aktivitas manusia, baik itu aktivitas ibadah maupun aktivitas duniawi. Tanpa adanya komitmen serta keikhlasan hati, orang se-kapabel apapun pada akhirnya akan dikalahkan oleh orang yang biasa-biasa saja namun memiliki komitmen yang kuat dan terus berusaha mencapai targetnya.

    ReplyDelete
  22. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Elegi ini mengingatkan untuk meluruskan niat terlebih dahulu, kemudian memegang komitmen untuk melaksanakan hal yang sudah diniatkan. Selain itu, elegi ini juga mengingatkan bahwa sebenar-benarnya ikhlas ialah bukan yang diucapkan melalui lisan “saya ikhlas” atau semacamnya karena jika seseorang mengatakan bahwa dirinya ikhlas, itu sesungguhnya merupakan kesombongan. Sementara manusia tidaklah pantas untuk menyombongkan diri karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Manusia jauh dari kesempurnaan sehingga tidak semua hal mampu dipikirkan dan dirasionalkan dengan akal manusia. Maka ikhlas merupakan ranah hati untuk memohon keridoan Allah.

    ReplyDelete
  23. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Niat dan komitmen adalah hal yang sangat penting dalam melakukan apapun. Niat akan mengantarkan kepada kita untuk mengetahui apa tujuan kita dalam melakukan sesuatu sehingga membuat kita lebih semangat dalam melakukan hal tersebut dan komitmen akan mengantarkan kita agar mempunyai azzam untuk menyelesaikan dengan tuntas apa yang sudah kita mulai kerjakan. Sebagai umat Islam, maka niatkanlah karena Allah SWT dalam melakukan apapun dan kemudian berkomitmenlah. Niat karena Allah SWT akan mendatangkan hati yang ikhlas seperti yang telah dilakukan oleh Muhammad Nurikhlas.

    ReplyDelete
  24. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Niat adalah hal penting yang dapat menentukan nilai dari amal yang kita lakukan. Tak hanya itu, niatpun juga harus diiringi dengan keikhlasan dalam beramal dan berbuat kebaikan hanya karena Allah SWT. Ketika hati kita telah memiliki niat untuk melakukan kebaikan di jalan Allah maka yang kita butuhkan selanjutnya adalah keikhlasan dan komitmen untuk terus melakukannya. Jika semua hal ini yakni niat, keikhlasan, dan komitmen telah kita miliki maka insha Allah kita akan diberikan kekuatan untuk tidak lelah dalam melakukan kebaikan. Tentu, satu hal lain yang harus selalu kita perhatikan dan tertanam dalam diri adalah jauhkan diri, bersihkan hati dari sifat sombong. Karena kesombongan tidak lain hanya akan merusak amal kebaikan yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  25. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Ikhlas itu adalah yang berat terasa ringan, yang susah terasa mudah,yang sedikit orang tahu, yang tersembunyi.Teduhkan pikiran, jauhkan diri dari kesombongan , kedepankan hati ketika berhadapan dengan Allah SWT.Begitulah konsep membangun ikhlas dalam diri.Dan sebaik- baik keikhlasan adalah mengharap ridho Allah semata.

    ReplyDelete
  26. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Tidak ada tolak ukur keikhlasan yang bisa diketahui oleh manusia, tolak ukur keikhlasan hanyalah Allah yang mengetahui, karena ikhlas adanya di dalam hati. Tetapi keikhlasan juga bisa terpancarkan dari sikap, ucapan, dan perbuatannya. Barangsiapa yang sungguh-sungguh, disiplin dan memegang komitmennya dalam menjalankan segala ibadah kepada Allah, nisya Allah akan memudahkan seluruh anggota badannya untuk beribadah kepadaNya. Tetapi jika setan telah bersarang pada hati dan pikiran seseorang, segala hal ibadah sekecil apapun akan sangat berat untuk dilakukan. Maka, obatnya hanyalah minta pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

    ReplyDelete
  27. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Menilik pada diri saya sendiri, olah hati masih sangat perlu dilatih. Terkadang, dalam satu waktu saya lebih memprioritaskan hal-hal lain yang bersifat duniawi. Namun, saya bersyukur memiliki orang-orang terdekat yang selalu mengingatkan saya pada aktivitas ibadah. Pengobat dari sakitnya pada hati saya tidak lain tentunya menyerahkan semuanya yang ada pada diri ini kepada Allah dan berpandangan positif bahwa Allah akan membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya. Terima kasih Prof untuk ulasan yang dapat dijadikan sebagai bahan refleksi diri.

    ReplyDelete
  28. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan elegi ritual ikhlas 6 ini, saya memahami bahwa dalam melakukan suatu kebaikan terutama ketika melaksanakan ibadah, hendaklah dimulai dan dilandasi dengan niat yang baik dan berkomitmen untuk selalu istiqamah dalam menjalaninya. Dengan demikian, muncullah rasa ikhlas di dalam hati. Seperti yang Pak Prof. sampaikan dalam elegi di atas bahwa ritual ikhlas itu bukanlah kegiatan olah pikir, akan tetapi kegiatan olah hati. Maka dalam menggapai ikhlas, hatilah yang mempunyai peranan penting. Maka ketika kita beribadah, tanggalkanlah segala yang berbau duniawi baik itu jabatan, pangkat, dan kehormatan. Singkirkan kepentingan dunia dan fokuslah hanya untuk beribadah kepada-Nya.

    ReplyDelete
  29. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Saya tertarik dengan pernyataan Muhammad Nurikhlas bahwa landasan dalam segala perbuatan adalah komitmen yang disesuaikan dengan ruang dan waktu. Seperi namanya, Nuriklhas, digambarkan sebagai seseorang memberi cahaya bagi Cantraka Sakti. Semoga komitmen dan keikhlasan senantiasa berada di segala aktivitas kita.

    ReplyDelete
  30. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Rezeki itu tidah hanya harta, tetapi hati yang tentram dan terhindar dari penyakit hati juga merupakan rezeki. Jika kita ikhlas dalam menjalankan setiap kegiatan, utamanya kegiatan ibadah, maka akan meringankan beban yang kita rasakan. Jika kita memiliki penyakit hati kemudian kita sadar akan penyakit tersebut dan bersungguh-sungguh untuk memperbaikinya insyaAllah kita akan mendapatkan petunjuk untuk kembali menuju ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  31. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih prof. Elegi yang sangat liar biasa. Benar la, Allah tidak akan mengubah suatu kaum jika mereka tidak mengubah diri mereka terlebih dahulu. Hidayah dapat datang darimana saja dan pada siapa saja. Cantraka sakti bisa dengan mudah taubat dengan perkataan sederhana nurikhlas dan pastinya dengan rido Allah. Maka kita sebagai manusia diwajibkan saling mengingatkan dalam kebaikan karna kita tidak tau peringatan yg mana dan kepada siapa yang menjadi hidayah. Teruslah berbuat kebaikan dengan ikhlas karena Allah sangat menyukai orang orang yang mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya

    ReplyDelete
  32. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Salah satu hal yang membuat kita sukses atau berhasil dalam menjalani sebuah aktivitas yang berat seperti melakukan ritual ikhlas adalah dengan menguatkan komitmen kita. komitmen ini harus dibangun dengan niat yang benar dan kemauan yang kuat. Sehingga sebesar apapun godaan yang datang kita bisa focus pada tujuan kita dan niat awal kita.

    ReplyDelete
  33. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Karena tidak lulus pada ritual ikhlas maka cantraka sakti berkonsultasi dengan Muhammad Nurikhlas. Dari hasil diskusi membukakan pintu hati cantraka sakti yang selama ini sudah sombong, sombong dengan ilmunya, hartanya, dan kedudukan yang dimilikinya. Salah satu akhlak buruk yang harus dihindari oleh manusia adalah sikap sombong. Sikap sombong adalah membanggakan dirinya sendiri, memandang dirinya sebagai suatu kebenarandan merasa dirinya lebih diatas dari orang lain. Orang yang somvong hatinya maka tidak akan pernah bisa memahami dan merasakan apa itu keikhlasan.

    ReplyDelete
  34. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya suka elegi yang ini. Indah benar dirasakan... Cantraka Sakti yang sombong itu datang dan berkonsultasi pada Nurikhlas. Gengsi dirinya dia cabik cabik untuk memperoleh pemahaman baru. Akhirnya hancurlah gengsi/sombong itu Dan jalan menuju ikhlas mulai terbuka. Demikian pula kiranya saya... Tak bisa mengandalkan pengertian Dan pikiran ini dan merasa telah mengerti Allah. Mestinya Saya berpikirnya, kasih Allah yang membuat saya beroleh kesempatan untuk bertobat, diingatkan oleh orang orang di sekitar saya, agar jangan sampai tertutup oleh kesombongan dan gengsi pribadi.

    ReplyDelete
  35. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Sungguh Allah maha membolak balikan hati hambanya. Dari seorang cantraka sakti yang sombong lalu dapat berpikir untuk tobat melalui kata katanya "Aku hanya memerlukan keikhlasan hatiku dan niatku semata-mata memperoleh rida dari Allah SWT. Ternyata aku menemukan bahwa pikiranu itu tidak mampu menyelesaikan semua hal", ini lah dinamakan sebuah hdayah, dimana hidayah tersebut datang dari Allah melalui Muhammad Nurikhlas. Allah selalu membuka pintu tobat kepada hamba-hamabanya yang ingin menggapai ridhoNya. Seperti yang dikatakan dalam sebuah hadist "Sungguh Allah menerima taubat seorang hamba, selama ruh belum sampai di tenggorokan".

    ReplyDelete
  36. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    Melalui elegi ini kita dapat membayangkan betapa kita akan jauh dari Allah saat kita terlalu mendewakan duniawi. Bahkan saat Cantraka Sakti sebenarnya melakukan hal yang bermanfaat dgn berdiskusi, namun ia lupa menyeimbangkan aspek spiritualnya. Apalagi jika kita menghabiskan waktu dgn hal2 yang tidak bermanfaat, maka smakin jauh pula kita akan tersesat di jalan yang salah. Sebenar-benarnya hidup haruslah seimbang antara duniawi dan spiritual agar tidak bingung ketika menghadapi persoalan yg tidak bisa dijawan dgn teori atau ilmu pengetahuan manapun.

    ReplyDelete
  37. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam berkeyakinan tentu kita tidak harus tahu dulu bukti ilmiahnya, karena kita dituntut yakin dengan ikhlas. Nah untuk memperkuat keyakinan yang sudah dipercaya, barulah bisa dengan mencari bukti-bukti ilmiah yang saat agama diturunkan mungkin belum terbukti. Sebagai contoh nabi dulu pernah membelah bulan sebagai salah satu mukjizatnya, nah ternyata menurut penelitian ahli, bahwa ada keretakan bulan secara melingkar yang bisa disebabkan karena terbelahnya bulan.

    ReplyDelete