Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas.




Oleh Marsigit

Cantraka Sakti:

Wahai Muhammad Nurikhlas, saya ingin bertanya apa yang menyebabkan engkau diijinkan mengikuti Ritual Ikhlas berikutnya? Apa yang menyebabkan engkau dianggap lebih ikhlas dibanding aku?

Muhammad Nurikhlas:
Saya sendiri tidak mengetahuinya. Aku juga tidak terlalu peduli apakah boleh lanjut atau tidak. Aku hanya berusaha berserah diri seraya berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Aku hanya berusaha supaya dikasihi oleh Allah SWT. Oleh karena itu, setiap ada waktu luang aku selalu gunakan untuk berZikir sebanyak-banyaknya. Di samping itu yang terpenting adalah juga mengikuti semua petunjuk yang diberikan para Santri secara ikhlas dan disiplin. Saya berusaha mengikuti semua kegiatan tanpa kecuali dengan tawakal, termasuk berjamaah Salat wajib.

Cantraka Sakti:
Bagaimana engkau bisa disiplin mengikuti semua kegiatan yang diprogramkan?

Muhammad Nurikhlas:
Semua pekerjaan itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen. Jikalau engkau telah niatkan dan telah putuskan untuk mengikuti kegiatan ini untuk beberapa hari, padahal engkau itu syaratnya harus fokus, konsentrasi, dan menepati waktu, maka laksanakan sebaik-baiknya. Tetapi jikalau engkau ragu dikarenakan ada pekerjaan lain, ya jangan ikut saja, atau di tunda atau mengambil kegiatan yang sebentar. Tetapi walaupun kegiatan hanya sebentarpun memerlukan komitmen yang tinggi.

Cantraka Sakti:
Bagaimana menurutmu perihal pikiranmu? Apakah ketika engkau melakukan semua kegiatanmu tersebut di atas itu tidak menemukan hal-hal yang bertentangan dengan pikiranmu. Misalnya larangan mengobrol keras-keras, minum sambil buang angin, tidak mengikuti satu atau beberapa kegiatan karena capai, nyambi mengerjakan tugas-tugas kantor atau proyek karena dikejar dateline, dsb?

Muhammad Nurikhlas:
Ketika aku sedang mengolah hatiku, maka aku berangkat dari niat awalku. Niatku datang ke sini hanyalah ingin menggapai keridaan Allah SWT. Sedang aku yakin bahwa berdasarkan pengalaman, para Santri di sini sudah terbukti secara ikhlas dapat membantu saya untuk melakukan hal itu. Oleh karena itu maka tidak ada keraguan satupun bahwa saya mengikuti semua program yang ada. saya melakukan tersebut dengan rasa senang, bahkan lebih dari senang, tetapi haru karena saya merasakan datangnya karunia yang melimpah-limpah dari Allah SWT melalui kegiatan Ritual Ikhlas ini. Oleh karena itu pikiranku aku fokuskan bagaimana bisa menjalankan ibadat dengan benar seraya beramal atau berZikir sebanyak-banyaknya. Aku berusaha mengendalikan pikiranku yang beraneka ragam dan tidak perlu. Akupun tidak terlalu mencari sebab-sebab mengapa suatu klegiatan itu mesti perlu dilakukan. Bukankah Salat berjamaah itu sudah sejak jaman nabi itu pahalanya berlipat-lipat. Mengapa musti engkau selalu tanyakan dan persoalkan. Ada waktunya tersendiri ketika aku memang harus membahasnya sebagai kajian pikiranku, yaitu ketika aku sedang melakukan olah pikir. Tetapi di sini, yaitu pada kegiatan Ritual Ikhlas, ini adalah kegiatan olah hati. Maka hatimulah yang perlu diolah.

Cantraka Sakti:
Saya sudah bertahun-tahun hidup di Negara Barat. Setiaphari berdiskusi. Jikalau sebentar saja tidak berdiskusi maka dunia ini seakan gelap. Dimanapun, kapanpun dan tentang apapun aku harus terus berdiskusi, berdiskusi dan berdiskusi. Teramasuk kegiatan Ritual Ikhlas ini harus aku diskusikan dengan tuntas..setuntas...tuntasnya.

Muhammad Nurikhlas:
Allah memberikan rezekinya masing-masing kepada umatnya yang dikehendaki-Nya sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Cantraka Sakti:
Maksudnya? Rezeki apa? Aku tidak merasa kurang rezeki? Bahkan aku membawa banyak perbekalan kalau perlu akan saya bagikan kepada teman-teman di sini.

Muhammad Nurikhlas:
Persoalanmu yang engkau rasakan sebagai penderitaanmu itulah rezeki yang belum engkau dapatkan. Tiadalah setiap hal mampu engkau pikirkan. Sifatmu yang berkeinginan untuk mendiskusikan segala hal kapanpun dan dimanaun itulah merupakan ketidakikhlasanmu atau kesombonganmu. Jikalau engkau dengan nasehat-nasehatku ini belum juga mampu mengubah sikapmu, maka aku menyimpulkan bahwa engkau sudah terkena penyakit hati. Maka jika engkau sudah terkena penyakit hati seperti itu, tiadalah manusia yang dapat menolongmu kecuali Tuhan mu. Syaitan telah merentang dan meregang mulai dari hatimu, pikiranmu hingga bibirmu. Kehendakmu untuk berdiskusi terus menerus tiada henti tentang segala sesuatu itulah merupakan perilaku Syaitan yang ada di dalam dirimu. Itulah mungkin Syaitanyang engkau bawa dari Luar Negeri?

Cantraka Sakti:
Uheh...penyakit hati? Baru mendengar kali ini saya ada yang namanya penyakit hati. Ah..aku tidak terlalu percaya. Tetapi ini sebagai wacana saja, jika memang betul-betul aku terkena penyakit hati, lantas bagaimana solusinya.

Muhammad Nurikhlas:
Istigfar itu adalah obat dari segala kesombongan.

Cantraka Sakti:
Lho aku sudah istigfar itu?

Muhammad Nurikhlas:
Istighfar itu tidak perlu di pamer-pamerkan. Jika engkau memamerkan istighfarmu maka itu berarti istighfarmu hanya sebagai hiasan bibir saja dan belum ikhlas. Itulah juga perilaku Syaitanmu.

Cantraka Sakti:
Wahah...mau jadi orang ikhlas saja kok sulitnya bukan main? Kenapa engkau bisa berdoa lama sekali dan Zikir banyak sekali dan kelihatannya tidak capai-capai. Sedangkan aku wah luar biasa, baru Zikir dapat seratus saja punggungku seperti digebugin. Pundakku seperti memikul rel kereta api. Wah yang paling berat bagiku itu Salat Subuh, bayangkan masih kantuk-kantuk dingin lagi, dibangunin untuk berjamaah. Salat Dhuhur itu juga berat bagi saya. Salat Ashar itu juga berat. Salat Maghrib apalagi itu kan pas dengan berita TV. Salat Isya ya berat juga sih. Wah dihitung-hitung kok berat semua aku menjalankan Salat?

Muhammad Nurikhlas:
Jika kita ikhlas dalam doa dan memohon dengan tawakal kepada Allah SWT insyaAllah Allah akan rida kepada kita. Jika Allah sudah rida maka tiadalah rasa capai dalam engkau berdoa, tiadalah waktu lama dalam engkau berdoa, tiadalah rasa susah dalam engkau berdoa, tiadalah waktu dan ruang sempit dalam engkau beribadat.

Cantraka Sakti:
Oh..oh...bagaimana aku. Ternyata ilmuku dari luar negeri itu belum ada apa-apanya. Oh Muhammad Nurikhlas..tolonglah aku. Kenapa diriku sekeras dan sebengal ini? Kenapa? Aku harus bagaimana? Umurku sudah empatpuluh tetapi kalah dengan mereka yang baru berumur duatiga? Ya Allah..ya Robbi..ampunilah atas kesombonganku ini. Ampunilah diriku yang telah sangat lama mendholimi diri-Mu ya Allah. Oh terimakasih Muhammad Nurikhlas atas peringatanmu. Oh terimakasih ya Tuhan atas kesempatan aku mengikuti Ritual Ikhlas ini. Wahai temanku, tolong bawalah pulang semua perbekalanku yang banyak itu. Aku tidak memerlukan perbekalan itu. Aku hanya memerlukan keikhlasan hatiku dan niatku semata-mata memperoleh rida dari Allah SWT. Ternyata aku menemukan bahwa pikiranu itu tidak mampu menyelesaikan semua hal. Oh pikiran...pikiran...oh diriku...oh Muhammad Nurikhlas aku harus bagaimana?

Muhammad Nurikhlas:
Baiklah Cantraka Sakti aku tidak mempunyai kapasitas apapun di sini. Ada yang lebih mampu sesuai dengan bidangnya. Marilah engkau akau bawa ke Santri Kepala untuk memperoleh solusi atas persoalanmu itu.

Santri Kepala:
Wahai Cantraka Sakti dan engkau Muhammad Nurikhlas..marilah berdoa dengan membaca Al Fatihah. Bismilahir rahmaanir rahiim. Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin. Amin ya robbil alamin. Cantraka Sakti engkau istirahatlah dulu. Tenangkanlah pikiranmu. Kalau perlu mandi, ambil air wudlu, dan Salat sunatlah terlebih dulu sebelum nanti kita bersama berjamaah Salat Maghrib. Amin.

55 comments:

  1. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Sebagai umat manusia, hidup didunia ini jangan hanya memikirkan kepuasan dunia, akan tetapi harus kita juga harus memikirkan akhirat. Misalnya dengan melakukan perbuatan bait dan amalan-amalan yang akan menjadi bekal kita diakhirat nantinya. Dalam melakukan sesuatu perbuatan atau amalan maka hendaknya kita dasari dengan rasa ikhlas untuk mengharap ridho Allah SWT. Adanya rasa tidak ikhlas ataupun rasa sombong merupakan suatu penyaakit hati yang akan menghalangi nasihat dan ilmu. Istigfar merupakan obat dari segala rasa tidak ikhlas ataupun rasa sombong yang dapat dilakukan melalui lisan dan dalam hati.

    ReplyDelete
  2. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ritual ikhlas 6 ini cantraka sakti belum juga ikhlas dalam berdoa dan berdzikir, diakhir elegi ini cantraka sadar bahwa yang ia perlukan hanya keihlasan hati dan niat untuk memperoleh ridho Allah SWT. Kesombongan akan segala sesuatu yang kita miliki dapat menjadikan segala yang Allah SWT berikan akan sia-sia maka banyak-banyaklah kita beristighfar kepada Allah SWT niscaya Allah akan memberikan ridha kepada kita semua. Aamiin.

    ReplyDelete
  3. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Dari elegi ini saya belajar bahwa untuk memulai sesuatu kebaikan harus dimuali dengan niat yang kuat, komitmen, dan keyakinan. Keraguan dibisikkan agar manusia meninggalkan kebikan sedang dilaksanakannya. Komitmen dan keikhlasan dalam menjalani kebaikan harus dipegang erat agar terhindar dari penyakit hati yang membawa keraguan. Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Segala sesuatunya yang kita lakukan dalam aktivitas kehidupan kita harus mulai dengan perbuatan hati yaitu keikhlasan dalam hati. Setelah niat yang telah kita tetapkan dalam hati telah kokoh maka dilanjutkan dengan komitmen. Komitmen melakukan perbuatan-perbuatan yang diperintahkan oleh Allah SWT sebagai wujud dari niat yang telah ditetapkan, seperti berzikir, berdoa, memohon ampun, bertaubat dan melakukan ibadah-ibadah lain yang mendatangkan ridho-Nya.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Keikhlasan dalam berdoa, beribadah hanya memiliki satu tujuan yaitu memohon berkat dan rahmat dari Tuhan YME. Semua hal yang kita lakukan dengan keikhlasan akan terasa mudah dan ringan, bahkan dengan seperti itu pula kita akan mendapatkan rahmat dari Tuhan. namun sebaliknya jika kita tidak melakukan dengan ikhlas, semua hal akan terasa berat dan Tuhan pun tidak memberikan rahmatnya, sehingga hati kita menjadi tidak tenang

    ReplyDelete
  6. Suatu keputusan yang diambil harus disertai dengan komitmen untuk melaksanakan dengan Ikhlas. Ketika ingin mengikuti ritual ikhlas maka harus ada komitmen dalam diri untuk mengikuti setiap program yang telah dibuat, mengikuti semua tata tertib, dan berserah diri semoga yang dilakukan itu semata-mata karena Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Jika kita tersesat kepada jalan yang yang tidak benar, segeralah kita memohon ampun kepada Allah. Menyadari kesalahan dan bersungguh-sungguh mohon ampun kepada-Nya. Karena Allah SWT itu Maha Pengampun. Jika permohonan ampunmu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, insya Allah, Allah SWT akan mengampuni segala dosa-dosamu.

    ReplyDelete
  8. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pada elgi ritual ikhlas 6 ini tetap membicarakan Cantraka Sakti dengan kesombongannya. Dia berpikir bahwa karena pendidikannya yang tingi, dia dapat melakukan apapun dengan berdiskusi terus menerus tiada henti . Tetapi, hal itu ditentang oleh Muhammad Nurikhlas. Dari sini dapat kita ambil pelajaran bahwa menjadi orang dengan hati yang ikhlas merupakan sesuatu yang penting karena dengan keikhlasan, kita tidak akan merasa lelah ketika beribadah, berdoa, atau hal apapun untuk mendekatkan diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  9. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Berbicara mengenai hati ialah bagian terpenting dari manusia, sebab hati ialah raja dalam diri manusia. Jadi jika raja baik, maka anggota tubuh yang lain akan senantiasa mengikutinya. Hati erat kaitanya dalam keikhlasan seseorang dalam melakukan perbuatan dan dalam mengamalkan ajaran Allah SWT. Jika seseorang sudah tidak dapat dinasehati hingga berubah, maka dia sebenarnya sudah terkena penyakit hati. Padahal penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena bisa mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi. Penyakit hati seperti itu, tiadalah manusia yang dapat menolong kecuali Allah SWT. Maka teruslah beristighfar jika terkadang hati mulai goyah dan tidak ikhlas ataupun rasa sombong.

    ReplyDelete
  10. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Mengikuti ritual ikhlas adalah keputusan, oleh karena itu peserta harus fokus dan berkomitmen. Namun Cantraka Sakti tidak mau berzikir dan mengikuti semua ritual. ia juga selalu menyombongkan diri dan tidak mau bersyukur, banyak sekali ilmu yang saya dapat dari artikel ini salah satunya adalah meluruskan niat di awal. segala yang kita lakukan hendaknya diniatkan untuk mencari ridho dari Allah. Ikhlas dalam melakukan suatu kegiatan apapun berusaha keras disertai dengan berdoa semua rasa ikhlas yang harus ditanamkan pada diri kita.

    ReplyDelete
  11. Jika memiliki sudah memiliki sifat ikhlas itu maka apa yang kita kerjakan memang benar-benar murni kita dan kkita benar-beanr bersungguh-sungguh dalam melakukan itu tanpa ada rasa berat di dalam hati kita. Seifat tercela yang kita miliki itu lah yang membuat sifat ikhlas kita itu tidak ada. Semua pekerjaan itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen. Jika kita ingin memperoleh hasil yang bagus tentang keikhlasan, maka syaratnya harus fokus, konsentrasi, danmenepati waktu, maka laksanakan sebaik-baiknya. Namun jika kita masih sibuk dengan pekerjaan lain, maka untuk menjadi benar-benar ikhlas kita akan susah. Karena kita masih belum bisa mengikuti aturan dan pedoman yang ada.

    ReplyDelete
  12. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Niat adalah awal kunci dari ikhas dalam melakukan sesuatu. Niat yang baik akan mendorong kita melakukan yang baik pula. Keikhlasan pun harus menjiwai setiap kata, perbuatan dan amal ibadah. Tanpa ikhlas kata kita menjadi dusta,perbuatan kita menjadi sia-sia dan amal ibadah kita tidak diterima Allah SWT.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Ikhlas tidaklah bisa di ucapkan karena ikhlas itu yang tahu hanyalah Allah dan hati. Jika hati masih diliputi kesombongan atau penyakit hati maka ikhlas belumlah bisa terwujud. Cara untuk mengobati penyakit hati adalah istigfar sebenar-benarnya istigfar. Bukan hanya di mulut namun diresapi ke hati karena hatilah yang berpenyakit.

    ReplyDelete
  14. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Niat dan keikhlasan hati adalah sebenar-benar bekal yang harus dimiliki untuk menggapai ridho Allah SWT. Dalam melakukan segala sesuatu, awalilah dengan meluruskan niat hanya untuk menggapai ridho Allah SWT. Selain itu, dalam melakukan suatu hal, lakukanlah dengan komitmen. Artinya jika kita telah meniatkan untuk melakukan sesuatu maka kita harus fokus, melaksanakannya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Awalilah segala aktivitas dengan niat yang baik dan hati yang ikhlas. Semoga aktivitas kita selalu dimudahkan oleh Allah SWT dan menjadi amal ibadah. Amin..

    ReplyDelete
  15. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Segala sesuatu berawal dari niat. Jika cantraka sakti memang sudah berniat untuk melaksanakan ritual ikhlas maka insyaallah Allah akan memudahkan jalannya untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan elegi sebelumnya, yaitu elegi pelaksanaan ritual ikhlas, diketahui cantraka sakti memang belum benar-benar berniat untuk mengikuti ritual ikhlas, dia hanya ikut-ikutan sehingga ikhlas belum menjadi tujuannya. Sedangkan pada elegi ini, cantraka sakti sudah mulai berniat untuk melakukan ritual ikhlas sehingga Allah memudahkannya dengan cara memertemukannya dengan Muhammad Nur ikhlas dan Snatri kepala. Pada cerita ini pun, cantraka sakti telah membuka hatinya untuk dapat menjadi orang yang ikhlas, tidak seperti pada cerita sebelumnya yang terlihat sangat sombong. Jadi, agar dapat benar-benar menjadi ikhlas maka kita harus berniat untuk ikhlas serta membuang semua kesombongan kita.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Komitmen hanya sebuah kata yang tidak semua orang dapat melakukannya. Diperlukan tanggungjawab yang penuh bagi seseorang yang telah berkomitmen, baik itu untuk waktu jangka panjang maupun jangka pendek. Sebaik – baiknya komitmen di dunia ini adalah komitmen untuk selalu berusaha atau berikhtiar memohon ridho dan berkah dari Allah dengan ikhlas untuk menghindari segala penyakit hati yang hanya mendekatkan diri kita terhadap siksaanNya.

    ReplyDelete
  17. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Dalam memulai segala kegiatan hendaknya kita meluruskan niat kita terlebih dahulu. Niat hanya untuk menggapai ridho-Nya. Tetapi kita tidaklah sempurna, kesalahan pasti selalu ada, melekat dalam diri manusia. Oleh karenanya, kita harus sering beristighfar tentu dilandasi oleh hati yang tulus ikhlas, tidak perlu dipamer-pamerkan apabila sudah sering istighfar. Itu akan mendatangkan penyakit hati yaitu sombong, tidak ikhlas, sehingga apa yang kita lakukan menjadi tidak berkah.

    ReplyDelete
  18. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Ada beberapa nasehat yang harus kita terapkan untuk menjadi orang yang benar-benar ikhlas yang tertulis di elegi ini. Pertama, kita tidak peduli dengan hasil yang akan diperoleh seperti yang dilakukan oleh Nurikhlas. Ia tidak peduli ia boleh lanjut atau tidak pada kegiatan ritual ikhlas. Yang harus kita lakukan yaitu berusaha berserah diri seraya berdo’a dan memohon ampun kepada Allah. Kemudian kuatkan niat kita untuk mencari rida Allah. Tidak ada keraguan dalam diri kita tentang hal yang dikerjakan atau pikiran-pikiran buruk. Karena pikiran kita mungkin saja telah dirasuki oleh syaitan yang tidak ingin kita menjadi orang yang benar-benar ikhlas.

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Untuk dapat mengalahkan kesombongan salah satunya yaitu dengan ikhlas. Ketika mampu untuk ikhlas maka dapat terhindar dari kesombongan. Segala hal yag dilakukan dengan ikhlas juga dapat mencapai kepada ridho dari Yang Maha Kuasa. Jadi rasa ikhlas itu harus berawal dari niat tulus mencari ridho. Menerima cobaan yang dialami dengan ikhlas serta mendekatkan diri kepada Allah dengan taat dan rajin beribadah juga akan semakin menguatkan rasa ikhlas yang terus ditumbuhkan dalam diri masing – masing.

    ReplyDelete
  20. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Bagian terpenting dalam hidup manusia ialah menjalankan ilmu ikhlas dalam setiap nafas hidup kita dengan bersandar kepada Alloh. Segala hal yang kita lakukan harus dimulai dengan niat, tujuan yang jelas, serta komitmen yang istiqomah dalam menggapai ridho-Nya. Ilmu ikhlas itu seperti Surah Al-Ikhlas yang di dalamnya tidak ada kata ikhlas.

    ReplyDelete
  21. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Memang ketika seseorang tersesat, sudah sepatutnya kita sebagai sesama umat yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT saling mengingatkan dan memberikan nasehat. Layaknya kesalahan yang dibuat oleh Cantraka Sakti yang dikisahkan pada elegi sebelumnya yang sombong dan belum sepenuhnya berniat untuk menjalani ritual ikhlas. Dengan bertemunya dengan Muhammad Nurikhlas maka Cantraka menyadari bahwa sebenar-benarnya hidup adalah ikhlas dan mengharap ridho dari ALlah SWT.

    ReplyDelete
  22. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    poin pertama pada elegi ini adalh untuk meraih kesuksesan dalam suatu hal maka harus komitmen pada hal tersebut. pesan dari elegi ini adalah hendaknya kita memfokuskan hati, tenaga, dan pikiran dan semuanya untuk menggapai ridho Allah. tidak perlu merisaukan urusan duniawi. karena memang hakekatnya hidup adalah untuk mencari Ridho-Nya. dan jika kita sudah fokus demikian, kemudian memasrahkan diri pada Allah, semua yang kita lakukan adala untuk mencapai RIdho-Nya, maka insyaAllah semua urusan kita akan dimudahkan dan dilancarkan dan diridhoi oleh Allah. Aamiin

    ReplyDelete
  23. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Jadilah orang yang senantiasa berusaha berserah diri seraya berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Selalu berusaha supaya dikasihi oleh Allah SWT. Oleh karena itu, gunakanlah waktu luang yang kita miliki untuk berZikir sebanyak-banyaknya. Dengan hal-hal tersebut kita bisa menjadi orang yang diberikan kemudahan dalam menggapai hati ikhlas dan jiwa yang bersih. Dan hal yang tidak boleh dilupakan ialah kita harus selalu melakukan perbuatan yang telah diajarkan oleh orang-orang yang mempunyai ilmu tinggi dalam agama.

    ReplyDelete
  24. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam bagian cerita ini dikisahkan bahwa cantraka sakti kembali mengikuti acara tersebut dan kembali berdebat tapi kali ini dengan Muhammad Nurikhlas, tetapi pada akhirnya perdebatan cantraka sakti menyadari kesombonganya dan meminta bantuan serta saran dari Muhammad Nurikhlas. Ini dikarenakan Muhammad Nurikhlas yang tidak lelah menjelaskan dengan sabar dan ikhlas kepada cantraka sakti. Maksud dari cerita ini adalah, bagaimanapun keadaanya jika kita ikhlas dan sabar kita akan bisa melewati keadaan sesulit dan sekeras apapun.

    ReplyDelete
  25. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Semua kegiatan yang dilakukan selalu berkorelasi dengan ruang dan waktu, dan setinggi-tingginya moral adalah komitmen yang kuat. Komitmen akan segala sesuatu yang sudah diniatkan dari awal untuk mencapai ridho Allah, dengan selalu disiplin dengan menaati waktu, tidak gaduh ketika berbicara, khusyuk dalam beribadah dan taat pada aturan baik dalam mencapai ridho Allah tersebut. Sesungguhnya tidak ada yang bisa menandingi atau membandingan keikhlasan seseorang dengan orang lainnya, maka janganlah kamu merasa lebih pantas untuk menggapai ridho Allah jika kamu sendiri tidak mau berkomitmen baik dalam diri kamu sendiri. Dalam hal ini nilai yang bisa diambil adalah komitmen diri dan kerendahan hati, berkomitmenlah yang baik InsyaAllah Allah akan membimbing kita kejalan yang benar dan di ridhoi oleh-NYA. Aamiin

    ReplyDelete
  26. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam dunia ini, tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan pikiran, ada yang harus diselesaikan dengan hati, demikian juga sebaliknya.Jadi, biarlah pikiran diasah seraya menyerahkan semuanya kembali pada TUHAN agar diberkati dan tidak sia-sia semua usaha yang telah dilakukan. mengawali suatu kegiatan atau pekerjaan berangkat dengan komitmen maka focus itu aka nada dan kegiatan itu dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  27. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi Ritual Ikhlas 6. Pada elegi ini disampaikan bahwa sekali lagi segala sesuatu didasarkan pada niat. selanjutnya setelah memiliki niat, sebaiknya kita bangun komitmen untuk bersungguh-sungguh melakukannya. Ketika kita bersungguh -sungguh dan ikhlas menjalankannya Allah akan selalu meringankan beban kita dalam menjalankannya. Dalam elegi ini cantraka mulai dapat membuka pikiran dan menerima apa yang muhammad nurikhlas sampaikan. kemudiann ia berniat bertaubat dann mencaari Ridho Allah semata. Perilaku seperti itu sangaat baik bila dibarengi dengan komitmen yang kuat. InshaAllah Allah mengampuni, inshaAllah Allah meridhai.

    ReplyDelete
  28. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Hal yang paling sulit dilakukan manusia ialah niat yang ikhlas mencari ridha Allah SWT, hal tersebut disebabkan karena dominasi ambisi nafsu manusia yang bertentangan dengan keikhlasan dalam niat. Imam Qatadah bin Di’amah al-Bashri berkata: “Barangsiapa yang menjadikan dunia (sebagai) target (utama), niat dan ambisinya, maka Allah akan membalas kebaikan-kebaikannya (dengan balasan) di dunia, kemudian di akhirat (kelak) dia tidak memiliki kebaikan untuk diberikan balasan. Adapun orang yang beriman, maka kebaikan-kebaikannya akan mendapat balasan di dunia dan memperoleh pahala di akhirat (kelak)”. Oleh karena itu, marilah kita luruskan niat kita dalam menjalani kehidupan saat ini.
    Setelah itu, yang tidak kalah penting ialah komitmen kita dalam melaksanakannya. Semoga Allah selalu melindungi kita dari godaan syaitan untuk menyimpang dari jalan yang benar dan semoga kesalahan-kesalahan kita yang lalu diampuni oleh-Nya. aamiin

    ReplyDelete
  29. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Segala sesuatu yang kita lakukan sebaiknya dilandasi oleh niat yang baik. Pada elegi ini cantraka sakti mulai mau menerima nurikhlas dan ingin menggapai ridhoNya. untuk menerima hal baik dan hal tersebut adalah suatu hal yang baru bukanlah sesuatu yang mudah. Maka dibutuhkan niat yang kuat agar tidak kembali ke masa kelam.

    ReplyDelete
  30. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Mempertanyakan segala sesuatu bisa baik bisa tidak. Pada dasarnya manusia punya rasa ingin tahu yang tinggi dan karena itu hasrat ingin bertanya pun tinggi. Hasrat ingin tahu yang tinggi ini hendaknya tidak membuat manusia terjebak pada hal-hal yang negatif. Filsafat lahir di antarnya karena kedua hal ini. yang menyebabkan tidak baik adalah jika kita terus menerus mempertanyakan dengan logika manusia yang dangkal tanpa melakukan refleksi dengan hati. Ini bisa mendatngkan ketidaktenangan dan ketidakpercayaan pada Tuhan.

    ReplyDelete
  31. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dari elegi ini hikmahnya ialah ,Istighfar itu tidak perlu di pamer-pamerkan. Jika kita memamerkan istighfar kita maka itu berarti istighfar kita hanya sebagai hiasan bibir saja dan belum ikhlas. Itulah juga perilaku Syaitan,, dalam berbuat ikhlas benar benar dari hati, rasa laen selain rasa ikhlas tdak akan terasa misal capek ketika berdjikir, karna mengharap ridha allah adalah tujuaannya.

    ReplyDelete
  32. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Cerita di atas kembali lagi mengingatanku untuk meluruskan niat, sebab segala sesuatu berpusat pada niat. Ibarat sebuah tanaman, niat merupakan bibit dari tanaman tersebut. Apabila bibit tanaman tersebut unggul, dirawat, dan dijaga, insya Allah tanaman akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, bahkan akan membuahkan hasil yang memuaskan. Dalam menjalankan kehidupan, tak dapat dipungkiri kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan hidup. Bahkan kita juga sering berusaha melawan hawa nafsu dan godaan syaitan.

    ReplyDelete
  33. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pernyataan yang paling berkesan dari cerita di atas, yaitu “Jika engkau memamerkan istighfarmu maka itu berarti istighfarmu hanya sebagai hiasan bibir saja dan belum ikhlas.” Muhammad Nurikhlas memberikan pencerahan kepada Cantraka Sakti untuk segera bertaubat dan ikhlas dalam menjalankan segala sesuatu yang apa ia jalani.

    ReplyDelete
  34. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal ini juga telah dijelaskan dalam hadis Bukhari, Muslim: Umar bin Alkhatthab r.a. berkata, “Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sesuatu amal itu bergantung kepada niat. Penilaian Allah bagi setiap orang, ialah apa yang dia niatkan. Maka sesiapa berhijrah (dari daerah kafir ke daerah Islam) semata-mata kerana ta’at kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, maka hijrah itu diterima oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Sebaliknya sesiapa berhijrah kerana keuntungan dunia yang dikejarnya, atau kerana perempuan yang akan dikahwini, maka hijrahnya bergantung kepada apa yang dia niatkan ketika berhijrah ke sesuatu tempat itu.” Oleh karena itu, niat merupakan hal yang penting dan sebagai rukun pertama di dalam semua ibadah. Semoga kita senantiasa dapat menanamkan rasa ikhlas. Amiin.

    ReplyDelete
  35. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia memiliki akal dan pikiran. Mereka diberikan itu untuk dapat berfikir. Itulah yang membedakannya dengan malaikat-malaikat Allah. Akan tetapi, tidak semua hal dapat dipikirkan oleh akal manusia. Akal manusia tidak mampu untuk menjangkaunya. Berdiskusi adalah hal yang baik, akan tetapi jika kita berdiskusi, kita perlu memiliki ilmunya, dan berdiskusi secara “berlebihan” secara tidak langsung akan membuat kita menjadi orang yang sombong akan ilmu yang dimiliki. Sehingga munculah penyakit dalam hati manusia. Membuatnya menjadi sekeras batu. Maka dari itu, kita perlu berserah diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  36. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca “Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas” saya belajar bahwa obat dari segala kesombongan adalah berusaha berserah diri, fokus, konsentrasi, menepati waktu, serta selalu beristighfar. Kita harus ikhlas dalam berdoa dan beribadah kepada Allah serta tawakal dalam memohon pertolongan dan ampunan-Nya.

    ReplyDelete
  37. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pikiran memang tidak mampu menyelesaikan segala urusan. Ilmu yang luas, pendidikan yang tinggi bukanlah sebuah syarat untuk dapat diringankan dalam melakukan ibadah dan ikhlas dalam melakukannya. Bahkan banyak berdiskusi dan memahami tentang keikhlasan sendiri, belum tentu kita akan merasakan ikhlas tersebut dalam hati kita masing-masing. Pada elegi ini saat cantraka sakti sudah mau bertanya pada Muhammad nurikhlas, ini menggambarkan bahwasanya cantraka sakti yang dulunya sombong akan ilmu yang ia punya sudah sedikit terketuk pintu hatinya, dan saat mendengarkan penjelasan dari Muhammad nurikhlas, akhirnya atinya benar-benar terbuka dan menyadari akan keangkuhannya selama ini.

    ReplyDelete
  38. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Sesungguhnya mengikhlaskan sesuatu dengan hati yang sangat lapang itu sangat sulit, tapi mengikhlaskan tentang apa yang sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi itu harus karna hidup ini hanyalah sementara, kelak kita akan kembali kepada Allah SWT, dan Allah lah yangmaha mengetahui apa yang baik untuk kita dan apa yang kurang baik untuk kita, mempercayakan semua kepada jalan Allah dan selalu bersyukur dengan apa yang telah diberikan kepada kita merupakan salah satu cara ikhlas, ikhlas itu yang tau hanya diri sendiri dan Allah SWT dan jika ikhlas itu tidak boleh disombongkan, berusaha berserah diri seraya berdoa dan memohon ampunan Allah SWT

    ReplyDelete
  39. Sumandri
    16709251072
    S2 pendidikan Matematika 2016

    Untuk mencapai keikhlasan maka kita jangan berfikir macam macam dalam melaksanakan sesuatu, yang paling penting adalah kita berusaha untuk mendapatkan Ridha dari Allah. Selain itu kita juga harus berkomitmen atas apa yang akan kita lakukan. Apabila kita telah berniat melakukan suatu kegiatan, maka fokuslah pada kegiatan tersebut. Tidak usah dipikirkan apa tanggapan orang lain. Lakukan yang terbaik pada kegiatan itu dan berharaplah akan Ridha Allah. Dalam melakukan ibadah dengan ikhlas maka kita sebenarnya sedang melakukan olah hati, jangan pikirkan yang bukan bukan, lakukan dengan ikhlas dan berharaplah Ridha Allah. jika telah terbersit kesombongan pada diri kita maka obatnya adalah istigfar. Semoga kita selalu terjaga dari sifat sombong dan riya, karena sifat sombong dan riya akan menghapus amalan kita sebagaimana tanah diatas batu yang licin habis ketika air hujan turun.

    ReplyDelete
  40. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sesungguhnya kesombongan yang ada pada diri manusia hanya akan menjauhkannya dari rasa ikhlas. Seseorang yang sombong, akan mengaku bahwa dirinya juga bisa menjadi orang yang ikhlas, ikhlas yang dia ucapkan hanya sebatas perkataan dari mulutnya saja, dan berasal dari pikiran yang egois bukan dari hati yang benar-benar ikhlas. Apa yang dia kerjakan hanya ingin menunjukkan bahwa dirinya sudah dapat dikatakan ikhlas. Tetapi nyatanya, menjalankan solat, dzikir dan amalan-amalan lainnnya tidaklah mudah, orang yang ingin menyebut dirinya ikhlas, tapi dalam menjalankan segala perintahNYA masih banyak keluhan-keluhan yang dirasakannya. Padahal apabila dia telah benar-benar ikhlas dalam menjalani segala perintahNYA, maka bukanlah keluhan yang akan dia rasakan melainkan kenikmatan serta kenyamanan yang akan dia rasakan ketika beribadah. Orang yang ikhlas tidak akan pernah memperhitungkan segala amal ibadahnya, tetapi dia hanya fokus dan mencurahkan segala isi hatinya hanya untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  41. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam menempuh ilmu hati perlu guru yang mursyid, kriteria guru mursid adalah :
    Dalam kitab Al-Mafaakhirul ‘Aliyah, karya Ahmad bin Muhammad bin ‘Ayyad, ditegaskan, -- dengan mengutip ungkapan Sulthanul Auliya’ Syekh Abul Hasan asy-Syadzily ra, -- bahwa syarat-syarat seorang Syekh atau Mursyid yang layak – minimal –ada lima:

    Memiliki sentuhan rasa ruhani yang jelas dan tegas.
    Memiliki pengetahuan yang benar.
    Memiliki cita (himmah) yang luhur.
    Memiliki perilaku ruhani yang diridhai.
    Memiliki matahati yang tajam untuk menunjukkan jalan Ilahi.

    Sebaliknya kemursyidan seseorang gugur manakala melakukan salah satu tindakan berikut:

    Bodoh terhadap ajaran agama.
    Mengabaikan kehormatan ummat Islam.
    Melakukan hal-hal yang tidak berguna.
    Mengikuti selera hawa nafsu dalam segala tindakan.
    Berakhal buruk tanpa peduli dengan perilakunya.

    ReplyDelete
  42. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jalan yang kita pilih merupakan pilihan kita sendiri, setiap jalan pasti ada resiko nya da nada baik dan buruknya, pilihlah jalan dimana tidak terjadi penyimpangan agama di dalamnunya, selalu berpegang teguh pada Allah SWT, tidak ada jalan yang salah, namun disetiap jalan aka nada cobaanya, ketika kita kuat iman maka akan sampai tujuandengan selamat , namun jika tidak kuat iman maka rusak lah hidup kita. Selalu ikhlas dan berpegang teguh pada tuntunan agama, karena agama adalah pondasi kehidupankita.

    ReplyDelete
  43. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk menggapai ridha’ Allah itu bukanlah hal yang mudah tapi tidak sulit juga. Karena itu demi menuju hal tersebut maka seseorang yang kekurangan ilmu maka haruslah berguru dalam hal ini berguru pada ustad/kyai sehingga mendapat petunjuk Allah dari ustad/kyai tersebut. Sehingga mendapatkan jalan yang benar menuju ridha Allah.

    ReplyDelete
  44. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    niat yang lurus serta diiringi dengan keistiqomahan adalah kunci keikhlasan yang hakiki. saat diri kita sedikit berbelok, ingat kembali jalan lurus yang pernah kita impikan. ingat kembali surga yang sangat kita rindukan.

    ReplyDelete
  45. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    setiap doa yang kita panjatkan adalah cara kita untuk terus mendekatkan diri pada Nya. setiap niat ikhlas yang kita perbaiki adalah cara untuk mendekatkan diri dari ridho Nya. tetap sabar dalam keihlasan.

    ReplyDelete
  46. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada hakikatnya, rezeki kita masing-masing telah diatur oleh Allah. Sehat atau pun sakit itu datangnya dari Allah. Maka dari itu, Allah pulalah yang mampu membuat kita sehat atau menjadikan kita sakit. Jika ingin sehat selalu atau ingin sembuh dari sakit, maka memohonlah kepada Allah, karena Allah lah satu-satunya tempatmu meminta. Oleh karena itu, kita harus senantiasa ingat kepada Allah agar kita selalu dekat dengan-Nya.

    ReplyDelete
  47. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Segala perbuatan pasti didasari oleh niat awalnya. Perbuatan yang baik adalah yang diniatkan atas dasar beribadah kepada Allah SWT dan mencari ridho Allah SWT semata. Setiap perbuatan juga perlu untuk didasari oleh komitmen, fokus, konsentrasi, disiplin, sehingga akan terlaksana sebaik-baiknya. Disamping itu, setiap waktu luang yang ada digunakan untuk berzikir kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  48. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Apabila seseorang telah dilanda penyakit hati, maka obat utamanya adalah istigfar yang tulus dipanjatkan kepada Allah SWT. Lalu dilanjutkan dengan berwudlu dan bertaubat kepada Allah SWT atas keangkuhan dan kesombongan hati dan diri

    ReplyDelete
  49. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Waktu yang kita miliki hendaknya diisi dengan kegiatan – kegiatan yang bermanfaat. Untuk menggapai ikhlas, maka waktu luang dapat diisi dengan memperbanyak dzikir, berdoa dan melaksanakan solat sunah. Namun ketika engkau melakukan kegiatan tersebut janganlah terbesit rasa sombong sehingga ridha Tuhan YME tidak bida engkau dapatkan. Karena apa yang Tuhan berikan kepadamu adalah rezeki yang sudah sepantasnya didapatkan sesuai porsi masing – masing.

    ReplyDelete
  50. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ikhlas pada dasarnya adalah perasaan dalam hati. Hati akan mempengaruhi pikiran. Jika hati mampu mempengaruhi pikiran ke arah kebaikan, maka seluruh anggota tubuh juga akan berjalan kearah kebaikan. Itu artinya, seluruh tubuh seseorang akan melakukan kebaikan pula.

    ReplyDelete
  51. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sifat sombong dan ketidakikhlasan merupakan sifat yang tidak terpuji, dan jika telah dinasehati tetapi belum mampu mengubah sikapnya, maka dapat disimpulkan bahwa orang tersebut sudah terkena penyakit hati. Obat dari segala kesombongan adalah istigfar, mohon ampun atas semua dosa kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  52. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Penyakit hati dapat menghampiri kepada siapapun. Kerasnya hati penderitanya ini hanya dapat disembuhkan oleh Allah SWT., karena Dia lah yang membolak-balikan hati hambanya. Sehingga, penderitanya perlu untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Seperti yang disampaikan Muhammad Nurikhlas di postingan tersebut, salah satu caranya ialah dengan beristighfar. Istighfar yang dilakukan pun harus ikhlas dan berasal dari relung hati yang terdalam, dengan begitu in syaa Allah, Allah akan meridhoi penderitanya.

    ReplyDelete
  53. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam melakukan segala sesuatu maka perlu diawali dari sebuah niat. Sangat sulit memang menumbuhkan niat dalam diri seseorang. Dengan memiliki niat yang baik maka hasilnya pun akan baik. Seperti halnya dalam beribadah, perlu disertai dengan niat yang baik dan bersih. Jangan sampai beribadah dengan niat yang tidak baik, apalagi disertai dengan rasa kesombongan dan niat pamer semata. Seperti yang dijelaskan pada elegi di atas bahwa beribadah dengan tujuan menggapai keridhoan Allah disertai niat ikhlas, InsyaAllah akan diberkahi oleh Allah.

    ReplyDelete
  54. Perhatikan bahwa manusia tidak dapat menilai dirinya sendiri lebih ikhlas atau orang lain yang lebih ikhlas. Manusia hanya berusaha untuk berbuat ikhlas, tanpa dia ketahui bahwa pebuatannya sudah ikhlas atau belum. Hanya setelah melakukannya dia berharap dapat diterima Allah SWT dan dicatat sebagai amalan yang ikhlas. Karena pujian bahwa kita telah berlaku ikhlas adalah ujian bagi kita. Bila kitapun mengiyakan atau membenarkan bahwa apa yang telah kita lakukan sudah ikhlas maka kita telah terjerumus pada tipu daya syetan yang akan menghasilakan rasa ujub, bangga terhadap dirinya sendiri kemudian berlaku sombong. Pujian bila tidak disikapi dengan baik akan menjadi kesombongan.

    ReplyDelete
  55. Penyakit hati dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. kekurang harta atau kelebihan harta akan menumbuhkan penyakit hati. Kekurangan harta akan membawa manusia pada kemusyrikan, perbuatan maksiat, mencuri, merampok, membunuh dan keputusasaan. Kelebingan harta akan menimbulkan sifat sombong, kikir, tamak. Bukan karena harta, pangkat, kekuasaan kita dinilai oleh Allah SWT, untuk itu hilangkanlah penyakit hati dengan memperbanyak istigfar. Kita kadang lepas kendali dalam berpikir, berbuat, dan bertindak. Kadang mempunyai pikiran yang negatif terhadap orang lain bahkan pada Tuhan. Sering-seringlah memohon ampunan, karena manusia sering khilaf.

    ReplyDelete