Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 25: Menggapai Diri




Oeh Marsigit

Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.

Jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu.

Jika kita tersenyum kepada dunia, maka dunia juga akan tersenyum kepada kita.

Tetapi jika kita menghujat dunia, maka dunia juga akan menghujat kita.

Jika kita berlaku sombong kepada dunia, maka dunia juga akan berlaku sombong kepada kita.

Jika kita santun kepada dunia maka dunia juga akan berlaku santun kepada kita.

Maka jika kita ingin merasakan dunia maka tengoklah perasaan kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita rasakan.

Janganlah menunda meraih syurga menunggu kematian kita, sedangkan neraka itu siap menjemput walau kita masih di dunia.

Mencari ilmu berbekal ilmu, menggapai hidayah berbekal hidayah.

Setinggi-tinggi urusan dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya.

Aku menyadari bahwa kesombongan adalah dosa pertama dan paling besar di hadapan Tuhan.

Aku menyadari bahwa sebuah kesombongan akan menutup dan mencegah diriku memperoleh ilmu dan hidayah.

Lebih dari itu, kesombongan juga akan membakar habis semua yang telah aku peroleh.

Sedang aku juga menyadari bahwa bertambahnya umurku maka akan bertambah pula egoku.

Aku juga menyadari bahwa egoku yang aku lebih-lebihkan itu ternyata merupakan kesombonganku pula.

Maka aku selalu berusaha untuk meluruhkan kesombonganku dengan memohon ampun dan pertolongan kepada Tuhan. Amin.

Untuk kita semuanya yang selalu ikhlas dalam membaca dan berusaha semoga Tuhan YME selalu melimpahkan rakhmat dan hidayahnya.

Amiiin.

34 comments:

  1. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Prasangka kita terhadap sesuatu adalah apa yang sesuatu itu berikan. maka berprasangkalah yang baik sehingga apa yang mereka pikirkan kepada kita pun adalah hal-hal yang baik dan apa yang terjadipun suatu kebaikan.

    ReplyDelete
  2. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berbuatlah baik kepada seseorang maka kau akan mendapat kebaikan, dan berprasangkalah yang baik terhadap sesuatu maka prasangka itulah yang akan kau dapatkan.

    ReplyDelete
  3. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika

    Ada kalimat menarik dari elegi ini, bahwa "jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu". Kalimat ini mengingatkan kita bahwa kita hendaknya selalu bepikiran dan memandang dunia sebagai hal yang positif, agar aura yang muncul dari kehidupan didunia juga bersifat positif pula.

    ReplyDelete
  4. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dunia adalah apa yang kita pikirkan tentang dunia. Karena itu kita perlu berhati-hati dengan hati, berhati-hati dengan prasangka. Allah itu maha mengetahui isi hati manusia. Allah pun akan sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Karena itu, semoga kita mampu untuk senantiasa berbaik sangka pada rencana Allah.

    ReplyDelete
  5. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Kita harus berperasangka baik dalam semua hal karena semua yang kita perasangkakan adalah doa. Kita juga tidak boleh sombong karena sombong akan menghindarkan banyak hal baik yang akan kita dapat.

    ReplyDelete
  6. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pendidikan Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Apa yang kita lihat sehari-hari adalah seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita menyikapi segala sesuatu yang terjadi dengan pikiran positif maka ketentramanlah yang kita rasakan. Sebaliknya, jka pikiran negatif selalu menghampiri setiap aktifitas yang kita lakukan maka kehidupan ini pasti terasa sangat suram. Intinya apapun yang kita lihat dan rasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah persepsi atau pengaruh pikiran dari diri sendiri. Suatu kejadian bagi seseorang dianggap buruk tetapi oleh orang lain dianggap suatu hal yang baik karena tiap manusia memaknai kejadian-kejadian sesuai pola pikir masing-masing. Hal tersebut merupakan cerminan dari diri kita.
    Alangkah indahnya dunia ini jika kita memiliki pola pikir yang baik dalam memaknai setiap kejadian yang terjadi di sekitar kita. Tentunya pola pikir yang baik diiringi perbuatan dan hati yang baik pula. Rasa empati, simpati, berpikir positif, pantang menyerah adalah beberapa contoh hal yang dapat membangun pikiran positif sehingga dalam melihat dunia kita dapat melihat keindahannya. Apa yang lingkungan beri kepada kita adalah apa yang kita tanam sebelumnya. Jika kita berperilaku baik pada lingkungan, alam maupun sosial, maka timbal baliknya akan baik pula. Begitu pun sebaliknya. Jadi selain pikiran yang positif, marilah kita bentuk diri kita sebagai pribadi yang baik.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  7. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Dosa pertama yang dilakukan oleh anak adam adalah membunuh saudaranya sendiri, mengapa bisa demikian. Karena qobil merasa sombong, merasa lebih pantas untuk memiliki Iqlima, oleh karena itu sikap sombong sangatlah dibenci oleh Allah SWT. Sikap sombong membuat orang menjadi kalap mata, buta mata dan hatinya dalam memandang sesuatu.

    ReplyDelete
  8. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU
    Dalam elegi ini disampaikan bahwa dunia itu seperti apa yang kita pikirkan. Apapun yang kita pikirkan, kita perlakukan dan kita bayangkan maka seperti itulah dunia itu.
    Ikhlas adalah kunci untuk meraih kesuksesan. Sedangkan kesombongan berupa berlebih-lebihan dan ego adalah sesuatu yang dihindari. Astagfurullahhal adzim. Ampini segala salah dan khilaf kami. Berilah hamba rahmat dan hidayah dari sisiMu. Aminn

    ReplyDelete
  9. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dunia adalah apa yang kita pikirkan. Jika ingin melihat dunia maka lihatlah ke dalam pikiran kita. Jika pikiran kita baik kepada dunia, maka dunia pun akan berlaku baik kepada kita. Seperti sebuah pribahasa “Apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu tuai”. Untuk menggapai diri kita, agar menjadi orang yang tidak hanya selamat di dunia, tetapi juga di akhirat, maka pikirkanlah kalau dunia itu adalah pikiran terbaik kita. Jika kita telah memikirkan akan selalu melakukan hal-hal yang baik, maka selanjutnya akan dibimbing oleh hati kita untuk melakukannya meski terkadang berbuat baik itu berat, namun jika dibiasakan akan bisa dan lama kelamaan timbullah rasa ikhlas, dan mengharap ridho-Nya.

    ReplyDelete
  10. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, dari elegi ini saya belajar, sesungguhnya penilaian kita terhadap segala sesuatu merupakan refleksi dari diri kita sendiri. Bersyukur atas nikmat yang kita miliki merefleksikan bahwa kita adalah orang yang penuh syukur dan menunjukkan bahwa kita bukanlah orang yang tamak. Terus belajar dan selalu berusaha serta merasa masih belum mengetahui banyak hal juga diperlukan untuk menghindarkan kita dari sifat sombong. Semoga kebaikan menyertai kita.

    ReplyDelete
  11. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Setelah saya membaca saya belajar bahwa apa yang kita dapatkan adalah hasil dari apa yang kita perbuat. Apa yang kita lakukan berakibat pada diri sendiri. Sehingga apabila seseorang menginginkan kebaikan maka juga harus berbuat baik.
    Selain itu, sebagai makhluk Allah SWT hendaknya selalu memohon ampunan atas segala salah dan dosa yang dilakukan dan memohon agar dijauhkan dari sifat sombong karena terkadang manusia tidak menyadari telah bersemayam sifat sombong dalam diri.

    ReplyDelete
  12. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah untuk menggunakan segala daya upaya baik pikiran maupun perasaan dalam belajar. Seseorang hendaknya menggunakan ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki untuk mengembangkan, mendapatkan dan memperoleh tambahan ilmu pengetahuan, dan seseorang memanfaatkan rahmat dan hidayah yang ia peroleh dari Allah untuk mendapatkan hidayah kembali agar semakin tebal iman dan ketakwaannya. Semoga kami bisa menjadi pembelajar sepanjang hayat yang sebenar-benarnya. Amin.

    ReplyDelete
  13. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi ritual ikhlas 25: menggapai diri menjelaskan tentang bagaimana kita bercermin kepada diri kita sendiri. Ketika kita ingin melihat dunia maka tengoklah pikiran kita, jika kita tersenyum pada dunia, maka dunia akan tersenyum pada kita. Arti dari itu semua adalah ketika kita menginginkan sesuatu kebaikan kepada diri kita maka kita juga harus melakukan kebaikan kepada orang lain dan lingkungan sekitar kita juga karena apa yang kita rasakan, apa yang kita peroleh merupakan cerminan dari perbuatan kita.

    ReplyDelete
  14. Junianto
    PM C
    17709251065

    Semua yang ada di sekitar kita bergantung pada apa yang ada dalam pikiran kita. Jika kita baik maka akhlak kita juga baik. Jika kita melakukan kebaikan kepada orang lain, maka orang lain juga akan baik kepada kita. Jika kita sombong kepada dunia maka dunia juga akan sombong kepada kita. Kesombongan juga bisa menghapus kebaikan apalagi kesombongan kepada Tuhan. Maka dari itu, sifat egois dan sombong harus segera diminimalisir dengan menggantungkan semua urusan kepada Tuhan. Semua kebaikan pun datangnya dari Tuhan, maka mintalah segala kebaikan kepada Yang Maha Baik.

    ReplyDelete
  15. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini berada di dalam pikiran kita. Dunia ini ibarat cermin, ia memantulkan apa yang telah kita lakukan atau apa yang telah kita berikan. Sejatinya apa yang kita dapatkan di dunia ini adalah apa yang telah kita berikan, oleh karena itu marilah kita senantiasa menabr energi positif agar senantiasa mendapatkan kekuatan positif untuk membangun dunia menjadi lebih bermakna. Ikhlaskan, nol kan pikiran kita maka kita akan mendapati a pangkat 0 adalah satu, yaitu Ridho Allah SWT. Amiin

    ReplyDelete
  16. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Jika kita ingin melihat dunia maka kita harus menengok ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan. Semua perlakuan baik maupun buruk kita terhadap dunia, maka dunia akan membalasnya sesuai perlakuan kita terhadapnya. Kita sebagai manusia biasa juga tidak boleh berlaku sombong.

    ReplyDelete
  17. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Memahami diri sendiri sebagai insan yang jauh dari sempurna sangatlah perlu. Apa yang kita pikirkan dan ucapkan bisa menjadi doa. Maka berhati-hatilah terhadap otak dan mulut. APabila itu baik maka bisa baik juga, tetapi bisa juga sebaliknya. Allah Maha Mengetahui yang dilakukan umatnya.Berpikir, berucap, dan berperasaan dengan sangat hati-hati karena Allah dapat Mendengarkannya. Bisa jadi apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dirasakan menjadi pahala atau mungkin boomerang bagi diri sendiri. Senantiasa berprasangka baik kepada Allah swt agar hidup menjadi damai dan tenteram. Menjaga dan memelihara apa yang telah diamanahkan kepada manusia. Bumi dan seluruh isinya menjadi tanggung jawab manusia untuk menjaga dan memeliharanya.

    ReplyDelete
  18. Terimakasih Prof atas pembelajarannya. Dari elegi ini saya menyadari bahwa kita akan menuai apa yang kita tanam. Ketika kita menanam kebaikan dalam pikiran kita, maka nikmat Tuhan lebih dari itu, tidak hanya dalam pikir saja karena ternyata kita menuai kebaikan di dunia, benar-benar tidak hanya dalam pikir kita. Maksut saya, ketika kita berpikiran positif, maka bukan hanya aura positif yang merasuk dala diri kita, tapi dunia dan seisinyapun akan memberikan aura positifnya bagi kita.

    Terimakasih, saya benar-benar belajar.

    ReplyDelete
  19. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Dunia adalah apa yang kita pikirkan. Maka luaskanlah pikiran kita agar kita merasakan luasnya dunia. Apa yang kita lakukan kepada dunia maka itulah balasan yang akan kita terima. Sebenarnya ini sejalan dengan bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari. Apa yang kita lakukan kepada orang lain maka itulah yang akan kita terima. Oleh karena itu, berbuat baiklah dalam menjalani kehidupan ini, niscaya kebaikan pula yang akan kita dapatkan. Jika di vertikalkan, sayangi yang ada di bumi maka yang di langit akan menyayangimu.

    ReplyDelete
  20. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas eleginya, Pak. Elegi 'Menggapai Diri' menyiratkan perlunya kita berdamai dengan hati dan pikiran kita sendiri. Semua bergantung pada cara kita memikirkan dan memandang sesuatu, "You are what you think". Pikiran kita mempengaruhi perkataan serta perbuatan kita. Sehingga kita harus senantiasa berpikir positif dan terbuka.

    ReplyDelete
  21. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Segala tindakan/pikiran/ucapan yang dilakukan akan membawa konsekuensi sesuai dengan telah yang dilakukan. Seperti yang dituliskan dalam elegi ini bahwa “Jika kita ingin menengok dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu sama persis seperti apa yang kita pikirkan.” Jika kebaikan yang kita lakukan maka kebaikan pula yang akan kita dapat begitu pula sebaliknya. Maka elegi ini mengajak kita untuk senantiasa berintrospeksi diri agar terhindar dari perbuatan buruk.

    ReplyDelete
  22. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Seperti hukum sebab akibat. Apa yang kita lakukan, maka akan kembali kepada kita. Apa yang kita tanam itu yang akan kita petik. Yah memang benar, lagi-lagi kuncinya ikhlas. Ikhlas melakukan aktivitas apapun jika diniatin karena Allah, maka saat itu lah kita sedang beribadah. Surgalah balasannya, itu lah sebenar-benar menggapai surga. Tetapi bagimana jika sebaliknya? Tanpa kita gapai pun, neraka akan menghampiri kita. Naudzubillah. Semoga kita semua termasuk hamba yang mampu menggapai diri dengan ikhlas. Amin.

    ReplyDelete
  23. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.
    Terimakasih banyak Pak prof
    Pembelajaran yang sangat berharga, jika menyelami makna elegi di atas bahwa berpikir tergantung pada obyek yang kita pikirkan.
    Sejujurnya ada yang selalu menggelayut di dalam pikiran saya, keikhlasan dan kesombongan kadang timbul tenggelam dalam diri ini.Adanya elegi ini menjadi penyadaran diri buat saya.
    Duhai Allah,,,Ampunilah hamba untuk semua khilaf yang hamba lakukan.

    ReplyDelete
  24. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Semua yang kita lakukan adalah cerminan dari apa yang kita pikirkan. Kita berbuat baik karena kita juga memikirkan tentang kebaikan. kita berbuat jahat karena pikiran memikirkan kejahatan. Maka pada dasarnya semua tergantung apa yang di dalam pikiran kita, jika kita ingin sikap kita berubah menjadi baik, maka ubahlah pikiran kita. Pikiran harus selalu memikirkan kebaikan. Pikiran itu dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor, salah satunya yaitu hati. Oleh karena itu agar kita selalu berubah menjadi pribadi yang lebih baik, hati kita harus selalu bersih.

    ReplyDelete
  25. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih banyak Prof, elegi yang secara dalam mampu mengajak saya untuk menyelami diri saya sendiri. Layaknya hukum karma, apa yang telah kita perbuat pasti akan kita pertanggungjawabkan segalanya. Jika kita berbuat baik, maka baik juga yang akan kita dapatkan. Sebaliknya, jika kita berbuat buruk maka keburukan yang akan kita dapatkan. Bagi saya ikhlas merupakan hal yang dapat mengantarkan kita menuju karma yang baik. Semoga kita semua senantiasa tidak lupa untuk berbuat kebaikan yang disertai keikhlasan.

    ReplyDelete
  26. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Mengutip sedikit dari elegi di atas “ jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan” kalimat yang penuh makna dan jika direnungkan memang seperti itulah kenyataannya, segala sesuatu yang kita hadapi di hidup ini berdasarkan perspektif atau cara pandang kita. Jika kita berpikir baik maka baiklah dunia itu begitupula berlaku untuk sebaliknya jika kita berpikir buruk maka buruklah dunia itu, itulah mengapa cara pandang seseorang dapat merefleksikan bagaimana diri seseorang tersebut, sama halnya dengan pepatah yang seringkali kita dengar yaitu “kamu adalah apa yang kamu pikirkan”, untuk itu selalu berpikir positif/berprasangka baik terhadap segala sesuatu adalah hal perlu bagi kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

    ReplyDelete
  27. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Apa yang kita lihat sehari hari adalah seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita menyikapi segala sesuatu yang terjadi dengan pikiran positif maka ketentraman lah yang kita rasakan. Sebaliknya, jka pikiran negatif selalu menghampiri setiap aktifitas yang kita lakukan maka kehidupan ini pasti terasa sangat suram. Intinya apapun yang kita lihat dan rasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah persepsi atau pengaruh pikiran dari diri sendiri. Suatu kejadian bagi seseorang dianggap buruk tetapi oleh orang lain dianggap suatu hal yang baik karena tiap manusia memaknai kejadian-kejadian sesuai pola pikir masing-masing. Hal tersebut merupakan cerminan dari diri kita.

    ReplyDelete
  28. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 25 ini, saya memahami bahwa dunia itu adalah pikiran kita dan pikiran kita adalah dunia. Cerminan dari dunia adalah pikiran kita, sejauh mana kita mengetahui dan sejauh mana kita memahami, maka seperti itulah dunia. Untuk itu, hendaknya kita senantiasa ikhlas dalam menjalani kehidupan dan jauhkan diri dari sifat sombong agar pikiran kita senantiasa dibumbui oleh hal-hal baik dan yang terpenting adalah agar rahmat-Nya selalu tercurah untuk kita semua.

    ReplyDelete
  29. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Kesombonganlah yang mendasari iblis tidak mau melaksanakan perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Iblis merasa dirinya lebih baik karena ia diciptakan dari api sedangkan adam diciptakan dari adam. Dan kesombonganlah yang akhirnya membuat iblis dikeluarkan dari surga. Mari senantiasa berdoa agar kita dijauhkan dari sifat, sikap maupun perilaku sombong. Aamiin

    ReplyDelete
  30. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Setelah saya membaca elegi menggapi diri ini, saya teringat dengan satu hadist nabi yaitu "Sebagiamana kamu berprilaku kamu akan dibalas dengan perilaku yang sama". Jadi hasil dari segala sesuatu yang kita dapatkan itu adalah hasil dari apa yang diperbuat. Jika hasilnya baik maka yang kita lakukan sebelumnya adalah baik. Orang berprilaku baik dan tulus kepada kita karena kita juga berprilaku seperti itu kepadanya dan kepada orang lain, dan jika orang berprilaku jelek kepada kita, mungkin kareana ada unsur kejelekan yang pernah kita lakukan kepadanya atau kepada orang lain. Dengan itu kita harus merefleksikan diri kembali terhadap hal-hal yang pernah diperbuat.

    ReplyDelete
  31. Kartika Kirana
    17701251039
    PEP S2 B

    Trimakasih, telah didoakan agar selalu ikhlas.
    Diri ini sebenarnya hanyalah setitik kecil debu saja di hadapan Allah. Dan manusia semua sama saja di hadapan Allah. Apalagi yang dapat menjadi alasan untuk sombong. Saya diingatkan untuk senantiasa menjadi rendah hati. Menggapai diri berarti menyadari kekecilan kita di hadapan Allah. Dan kita tak bisa apa-apa jika bukan karena kasihNya. Kita membutuhkan orang lain di sekitar kita pula.

    ReplyDelete
  32. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Membaca baris demi baris dalam elegi ini saya tak henti2nya mengangguk-angguk. Persepsi kita terhadap sesuatu bisa jadi boomerang terhadap diri sendiri. Prasangka kita terhadap seseorang bisa mempengaruhi penilaian kita terhadap apapun yang dilakukannya. Untuk itulah kita harus menyingkirkan emosi dan hawa nafsu apabila kita ingin berpikir jernih. Iri, dengki, sombong, suudzan, adalah penyakit hati yang akan menyesatkan diri kita sendiri. Semoga kita dapat menggapai pikiran dan hati yang jernih sehingga tidak terjebak dalam jebakan penyakit hati yang membuat seluruh pekerjaan kita tidak diberjahi rahmat Allah SWT.

    ReplyDelete
  33. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Ulasan yang dapat memotivasi saya untuk melakukan hal-hal kecil yang mengarah kepada kebaikan. Ini dikarenakan semuanya memiliki hukum alamnya masing-masing. Indahnya surga yang ada di dunia dapat diperoleh dari senyum simpul yang menenangkan. Saya menyadari betapa nikmat yang Allah berikan di dunia ini begitu luas. Bahkan dapat menjadi surga bagi orang-orang yang merasakannya. Namun, saya menjadi teringat akan pembahasan di kelas pada pertemuan lalu bahwa sebenar-benar surga adalah yang tertulis dalam Kitab Suci. Inilah yang menunjukkan bahwa surga itu sendiri berdimensi. Allahu ya karim.

    ReplyDelete