Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 25: Menggapai Diri




Oeh Marsigit

Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.

Jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu.

Jika kita tersenyum kepada dunia, maka dunia juga akan tersenyum kepada kita.

Tetapi jika kita menghujat dunia, maka dunia juga akan menghujat kita.

Jika kita berlaku sombong kepada dunia, maka dunia juga akan berlaku sombong kepada kita.

Jika kita santun kepada dunia maka dunia juga akan berlaku santun kepada kita.

Maka jika kita ingin merasakan dunia maka tengoklah perasaan kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita rasakan.

Janganlah menunda meraih syurga menunggu kematian kita, sedangkan neraka itu siap menjemput walau kita masih di dunia.

Mencari ilmu berbekal ilmu, menggapai hidayah berbekal hidayah.

Setinggi-tinggi urusan dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya.

Aku menyadari bahwa kesombongan adalah dosa pertama dan paling besar di hadapan Tuhan.

Aku menyadari bahwa sebuah kesombongan akan menutup dan mencegah diriku memperoleh ilmu dan hidayah.

Lebih dari itu, kesombongan juga akan membakar habis semua yang telah aku peroleh.

Sedang aku juga menyadari bahwa bertambahnya umurku maka akan bertambah pula egoku.

Aku juga menyadari bahwa egoku yang aku lebih-lebihkan itu ternyata merupakan kesombonganku pula.

Maka aku selalu berusaha untuk meluruhkan kesombonganku dengan memohon ampun dan pertolongan kepada Tuhan. Amin.

Untuk kita semuanya yang selalu ikhlas dalam membaca dan berusaha semoga Tuhan YME selalu melimpahkan rakhmat dan hidayahnya.

Amiiin.

43 comments:

  1. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B


    "Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan" kalimat ini seperti tidak asing, sepertinya saya telah mendengar sebelumnya tapi lupa ntah kapan dan dimana. Saya termasuk orang yang percaya akan kekuatan pikiran karena saya sendiri telah membuktikan kebenarannya, ketika kita berpikir kebaikan dan yang tertanam didalam alam bawah sadar kita adalah kebaikan maka kebaikan lah yang kita akan dapatkan.

    ReplyDelete
  2. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Bersahabatlah dengan dunia, maka dunia akan menjadi sahabatmu. Tidak perlu kamu berusaha untuk menjelajahi dunia secara keseluruhan, karena dengan ilmu dan pengetahuan pun kamu juga sudah dapat mengambil sedikit tentang dunia itu. Ilmu dan pengalamanmu adalah cerminan dari duniamu. Jangan melihat dunia orang lain, karena belum tentu itu sesuai dengan ambisimu. Cukup lihat dalam dirimu, bagaimana cara menggapai dunia versimu. Tapi jangan lupakan bahwa kita juga hidup berdampingan dengan orang lain. Perlu untuk saling berbagi ilmu untuk lebih bisa melihat dunia yang lebih luas. Sombong akan dunia yang sudah dimilikinya itu tak ada gunanya. Karena ilmu itu untuk dibagikan. Untuk berbagi indahnya dunia dengan orang lain.

    ReplyDelete
  3. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Bersahabatlah dengan dunia, maka dunia akan menjadi sahabatmu. Tidak perlu kamu berusaha untuk menjelajahi dunia secara keseluruhan, karena dengan ilmu dan pengetahuan pun kamu juga sudah dapat mengambil sedikit tentang dunia itu. Ilmu dan pengalamanmu adalah cerminan dari duniamu. Jangan melihat dunia orang lain, karena belum tentu itu sesuai dengan ambisimu. Cukup lihat dalam dirimu, bagaimana cara menggapai dunia versimu. Tapi jangan lupakan bahwa kita juga hidup berdampingan dengan orang lain. Perlu untuk saling berbagi ilmu untuk lebih bisa melihat dunia yang lebih luas. Sombong akan dunia yang sudah dimilikinya itu tak ada gunanya. Karena ilmu itu untuk dibagikan. Untuk berbagi indahnya dunia dengan orang lain.

    ReplyDelete
  4. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Berhati-hati dalam bertindak dan menjauhkan diri dari penyakit hati, terutama sombong. Karena sombong adalah dosa pertama dan paling besar dihadapan Allah swt. Allah sangatlah tidak menyulai mereka yang berlaku sombong. Sombong terhadap dirinya, orang lain, maupun lingkungannya. Senantiasa memohon ampunan dan perlindungan kepada Allah swt agar dihindarkan dari sifat sombong dan penyakit hati lainnya. Sehingga dapat menjadi insan yang dapat memahami diri sendiri dan melakukan kewajiban-kewajiban yang sudah sepantasnya dilakukan manusia sebagai khalifah di bumi. Semoga Allah swt senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Amin.

    ReplyDelete
  5. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Berbicara tentang kesombongan,saya jadi teringat tentang ceramah aa gym bahwa kita harus sering-sering introspeksi diri. Jika kita selalu/sering melakukan sesuatu karena menginginkan penilaian makhluk maka jangan-jangan kesombongan telah bersemayam di hati kita. Saya selalu teringat pesan pak Marsigit sejak awal kuliah filsafat untuk tidak sombong pun ilmu dan jabatan kita tinggi, pun bisa menyatukan bumi dan langit. Semoga kita semua selalu diberikan hidayah oleh Allah untuk introspeksi diri. Aamiin allahumma aamiin

    ReplyDelete
  6. Jika kita ingin hidup dengan nyawan di dunia, maka bersahabatlah dengan dunia, karena dunia kan menjadi seperti apa yang engkau lakukan, impikan, rasakan. Hadapilah dunia dengan hati yang bersih dan ikhlas, memang dalam menjadi ikhlas susah, tetapi berusalah menjadi bagian dari orang-orang yang menuju ikhlas, jauhkanlah dari kesombongan, karena sesungguhnya itulah penghancur dari bangunan hati yang telah susah payah kita bangun.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  7. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Saya setuju dengan kalimat “Jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu.
    Jika kita tersenyum kepada dunia, maka dunia juga akan tersenyum kepada kita”. itu berarti menggapai diri yang sesungguhnya adalah menggapai kualitas diri yang lebih baik dengan melihat dunia bernilai serba positif. Jika kita memiliki sedikit perasaan negatif saja terhadapnya, maka hanya kenegatifanlah yang akan kita rasakan dan yang akan kita terima. Maka, jadilah sebik-baik diri yang penuh kebermanfaatan, meraih keberhasilan dan kesuksesan dengan ridho dan karunia Allah, menghindarkan hatinya dari segala penyakit hati, menambah amalan dan memperbaiki diri baik perasaan, perbuatan, dan perkataan agar semuanya bernilai ikhlas dan menjadi nilai plus disisi Allah swt. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  8. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Hal yang terjadi di dunia ini pada diri kita memang tidak terlepas dari apa yang telah lalukan dan perbuat sebelumnya, apabila kita selalu berbuat baik dan berpikir segala sesuatu akan berjalan baik (husnudzan) karena kita telah yakin berada di jalan yang lurus, maka kita akan mendapatkan hal yang baik juga. Berbeda saat kita melakukan hal yang buruk dan selalu berpikir tentang hal yang buruk terus menerus. Maka kita akan menganggap hal yang terjadi di dunia ini tidak selaras dengan keinginan kita. Hal inilah yang akan menyebabkan manusia untuk tidak bersyukur karena tidak ikhlas dengan hal yang terjadi pada dirinya. Oleh karena itu dalam menghindari hal seperti ini, maka sejak awal memang manusia harus mengambil jalan yang benar dalam menggapai diri yang baik

    ReplyDelete
  9. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini saya memahami bahwa, apa yang ada diluar diri kita itu tergantung pada diri kita sendiri. Misalnya sikap orang lain kepada diri kita, itu tergantung bagaimana kita bersikap pada orang tersebut. Contoh lain bagaimana lingkungan memperlakkan kita, tergantung bagaimana kita memperlakukan lingkungan. Saat kita sering meyapa orang lain, maka orang tersebut juga akan sering menyapa kita. Jangan berharap untuk disapa, jika kita gengsi untuk menyapa orang. Lingkungan juga akan memberikan kita kenyamanan saat kita juga menjaga lingkungan. Namun lingkungan akan menjadi bencana seperti banjir dan tanah longsor, saat kita mengeksplotasi lingkungan secara berlebihan. Oleh karena itu, mari perbaiki diri dan muliayakan apa yang ada disekitar kita. Terimakasih

    ReplyDelete
  10. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Menggapai diri. Dari judul tersebut seakan sudah mengartikan bahwa jika manusia hendak menggapai diri sendri, maka semua hal itu kembali kepada diri dan pikiran masing-masing setiap manusia. Pikiran sebagai aspek fundamental dalam ranah kehidupan manusia memegang peranan sentral pada tercapainya kebahagiaan dunia. Pikiran manusia sebagai salah satu karunia terbesar dari sang Maha Kuasa akan terus berkembang seiring pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Perkembangan itu seyogyanya membuat manusia menjadi semakin pandai mensyukuri kehidupannya. Karena semua hal yang manusia lakukan pada alam dan sekitarnya akan dikembalikan lagi pada diri masing-masing.

    ReplyDelete
  11. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Siapa saya? Sebenar-benarnya saya adalah bukan saya. Karena pada dasarnya manusia tidak bisa menentukan siapa diri mereka sekarang dan siapa diri mereka pada masa yang akan datang. Sifat manusia yang terbatas oleh ruang dan waktu tidak bisa memiliki sifat identitas untuk menggambarkan diri mereka sekarang dan pada masa yang akan datang. Jangankan pada masa yang akan datang, sekarang ketika saya menulis ini, saya berbeda dengan saya ketika menulis al=wal kalimat. Oleh karena itu, sebenar-benarnya saya adalah apa yang ada dan mungkin ada dalam diri saya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  12. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam Elegi Ritual Ikhlas 25 ini bahwa apa yang kita tanam maka itulah yang akan kita dapatkan. Jika kita menanam kebaikan maka kita juga akan memperoleh kebaikan. Jika kita menanam keburukan maka kita juga akan memperoleh keburukan. Maka kendalikanlah egomu sebaik-baiknya agar kamu dapat menanamkan kebaikan. Selalu ikhlas dalam menjalani setiap kebaikan dan ikhlas pula jika terjadi suatu hal yang tidak kita inginkan. Tidak menyombongkan diri dan senantiasa rendah hati.

    ReplyDelete
  13. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Ego yang berlebih-lebihan = Kesombongan. Maka dari itu, ego yang berlebih-lebihan sangat perlu dihilangkan, karena kesombongan tidaklah suatu hal yang baik. Ego yang berlebih-lebihan akan sangat merugikan. Yang dimaksud disini bukanlah ego tidak penting, ego penting dengan kapasitas yang seharusnya (misalnya: digunakan untuk mempertahannya pendapat, dengan tetap mendengarkan/menghargai pendapat yang lain). Sebaiknya kurangi ego, hilangkan kesombongan dan selalu berusaha untuk berpikiran ikhlas.

    ReplyDelete
  14. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Ada dua hal yang perlu digapai oleh manusia, yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat. Namun hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah masalah ukhrowin (akhirat) karena pada akhirnya manusia akan hidup di akhirat. Dunia hanyalah sementara. Untuk menggapai diri pada kehidupan akhirat adalah memperbanyak ibadah dan berbuat kebaikan.
    Manusia diberikan kesempatan untuk berbuat kebaikan di dunia. Manusia perlu untuk menggunakan kesempatan itu dengan baik, seperti untuk ibadah, beljar, bekerja agar hidupnya lebih berguna dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
    Selain itu, kita juga perlu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Banyak orang yang lupa bahwa setelah kehidupan di dunia ini masih ada kehidupan yang lebih kekal yaitu di akhirat. Kita hendaknya senantiasa mengingat Allah, mengingat adanya kematian, mengingat bahwa kehidupan yang sesungguhnya adalah di akhirat agar kita selalu waspada.

    ReplyDelete
  15. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Sebenar-benarnya aku adalah belum mampu memahami diriku sendiri. Untuk menggapai diriku, maka aku harus bisa mengetahui segala tentangku, siapa aku, mau kemana aku, bagaimana aku, apa tujuanku dan kapan aku melakukannya. Sebenar-benarnya diriku adalah bahasa, bahasa yang ku ucapkan akan mencerminkan diriku dari ucapan orang lain. Pada dasarnya, hakekat diriku hanyalah diriku yang tahu dan yang dicerminkan melalui penglihatan orang lain adalah kelakuanku

    ReplyDelete
  16. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Yang paling mengetahui segala kelebihan dan kekuranganmu adalah dirimu, sedangkan yang paling memahami dirimu adalah kamu sendiri. Maka yang membantu kamu dalam setiap kebimbinganmu adalah ilmu dan hatimu. Ilmumu adalah pikiranmu yang akan menterjemahkan semua yang ada dan yang mungkin ada. Sedangkan hatimu adalah kendaraan yang akan membawamu dalam kebaikan atau keburukan. Maka senantiasalah memohon petunjuk Tuhan YME agar dibersihkan hati dan dijernihkan pikiran.

    ReplyDelete
  17. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. saya setuju dengan apa yang Prof. Marsigit sampaikan. Pikiran kita adalah cermin diri dalam memandang dunia, begitupun dengan perasaan. Terkadang manusia pesimis dalam hidup, memandang bahwa tidak ada jalan keluar untuk masalah yang dihadapi. Jalan keluar itu tertutup oleh pikiran negatif manusia dalam memandang dunia. Padahal jika mau bersabar, merefleksi diri, ikhlas, dan tawakal selalu ada jalan keluar untuk setiap masalah. Hendaknya perbanyak berdoa dan beribadah, serta selalu balajar agar mampu melihat dunia dengan pikiran yang lapang.

    ReplyDelete
  18. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sesungguhnya kesombongan itu hanyalah milik Allah SWT. Kesombongan salah satunya disebabkan karena seseorang tidak sadar bahwa disetiap kesuksesan yang dia dapatkan ada campur tangan Allah SWT. Mereka tidak sadar bahwa daun pun yang jatuh dari tangkainya merupakan campur tangan dan atas ridho Allah SWT. Oleh karena itu dalam setiap usaha hendaknya kita selalu berdoa terlebih dahulu dan selalu menyertakan Allah di dalamnya. Sehingga ketika kita bisa meraih kesuksesan maka kita tidak lupa bahwa di didalamnya ada campur tangan Allah SWt. Sehingga diharapkan dapat terhindar dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  19. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Apa yang kita lakukan adalah cerminan diri kita, cerminan dari kondisi hati dan jiwa kita, cerminan dari apa yang kita pikirkan. Terkadang baik buruk diri kita tergantung dari apa yang kita pikirkan. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk terus berusaha memperbaiki diri. Memperbaiki hati dengan senantiasa menjaganya bersih dan terselimuti doa-doa, menjernihkan pikiran dengan selalu berpikir yang baik dan positif, berprasangka baik atas apa yang Allah takdirkan. Segala sesuatu yang kita lakukan, baik ataupun buruk pasti akan kembali kepada diri kita nantinya. Jadi, kita harus memiliki hati yang bersih dan pemikiran positif terhadap segala sesuatu di sekitar. Percayalah bahwa apapun yang terjadi, Allah telah memiliki rencana dan jalan terbaik-Nya untuk kita.

    ReplyDelete
  20. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Apa yang kita lihat sehari hari adalah seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita menyikapi segala sesuatu yang terjadi dengan pikiran positif maka ketentraman lah yang kita rasakan. Sebaliknya, jka pikiran negatif selalu menghampiri setiap aktifitas yang kita lakukan maka kehidupan ini pasti terasa sangat suram. Intinya apapun yang kita lihat dan rasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah persepsi atau pengaruh pikiran dari diri sendiri. Suatu kejadian bagi seseorang dianggap buruk tetapi oleh orang lain dianggap suatu hal yang baik karena tiap manusia memaknai kejadian-kejadian sesuai pola pikir masing-masing. Hal tersebut merupakan cerminan dari diri kita.

    ReplyDelete

  21. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Jika kita tersenyum pada dunia, maka dunia juga akan tersenyum kepada kita. Jika kita menghujat dunia, maka dunia juga akan menghujat kita. Jadi jika kita ingin melihat bagaimana dunia yang sebenarnya, lihatlah dalam pikiran kita sendiri, dunia itu berlaku seperti apa yang kita prasangkakan kepadanya. Apa yang kita dapatkan adalah apa yang kita berikan. Jadi, kita kita menginginkan yang terbaik, maka berilah yang terbaik. Manfaatkan waktu dunia kita dengan sebaik mungkin sebagai bekal kita di hari akhir. Jangan pernah lupa untuk selalu beribadah kepada Allah SWT, jangan menjadi orang yang sombong, jangan lupa utnuk selalu bersyukur, berdoa dan berusaha dengna keikhlasan hati.

    ReplyDelete
  22. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dunia adalah cerminan diri kita, dunia merfleksikan diri kita. Sejauh kita pergi di dunia ini, maka dia akan berlaku seperti apa kita berlaku padanya. Sungguh miris rasanya jika melihat diri yang sering menyalahkan keadaan, tetapi tidak melihat dirinya, egonya, sombongnya, angkuhnya. Maka sebenar-benar kita menggapai diri addalah dengan kita selalu ikhlas,menghilangkan sifat ingin lebih dan angkuh.

    ReplyDelete
  23. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Membaut target cpaaian terhadap diri juga merupakan ikhtiar dalam menggapai diri, diri yang seperti apa yang diinginkan, apakah seorang begawat ? logos?semakin kita memahami diri kita sendiri akan semakin menguatkan keyakinan diri, kemantapan diri. Selalau berdoa kepada Allah Swt untuk membantu menggapai diri yang hakiki.

    ReplyDelete
  24. Latifah Fitriasari
    PM C

    Hidup ini kamu yg jalani, lakukan apapun yg ingin kamu lakukan, tapi pastikan itu sebuah cerita yg kelak pantas tuk diceritakan. Percaya bahwa semua yg terjadi dlm hidup, entah baik entah buruk, mempunyai tujuan yg baik untuk hidup. Lakukan apapun dengan tepat, bukan hanya cepat. Hidup ini memang banyak pilihan, namun ternyata tidak harus memilih apa yg terlihat terbaik tetapi memilih yang membuat bahagia serta mengisi hari dengan segala kebaikan. Hanya karena orang lain berbuat tidak baik kepada kita, bukan berarti kita harus membalasnya dengan cara yang sama.

    ReplyDelete
  25. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Ikhtiar dilakukan dengan sungguh-sungguh dan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. Kita harus berikhtiar semaksimal mungkin dalam melakukan segala sesuatu dan barengilah dengan doa yang tulus dan ikhlas.tiadalah akan bermakna usaha tanpa doa dan tiada pulalah doa tanpa usaha akan bermakna juga. Setelah itu kita serahkan semuanya kepada Allah SWT. Apapun hasilnya, kita harus percaya bahwa itu yang terbaik.

    ReplyDelete
  26. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PM C

    Jika kita ingin melihat dunia, tengoklah pada pikiran kita, karena dunia persis seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita ingin merasakan dunia, maka tengoklah pada hati kita, karena dunia persis seperti apa yang kita rasakan. Inilah yang disebut kekuatan pikiran dan hati. Apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, maka sejatinya itulah kehidupan kita. Karena itulah kita harus senantiada berpikiran positif, berpikiran baik kepada orang lain, berbuat baik kepada orang lain. Sebagaimana dalam islam kita diajarkan untuk senantiasa berkhusnudzon. Dunia ini hanyalah sementara. Maka jangan sampai hidup yang sementara itu diisi dengan kedengkian, keirian, dan kesombongan.

    ReplyDelete
  27. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Untuk mengetahui diri sendiri, perlu kita refleksikan kembali terhadap diri kita. Sehingga akan terlihat bagaimana kita persisinya. Apa yang telah kita ketahui, merupakan apa yang kita pikirkan. Semisal kita berpikir bahwa harus bisa mencapai suatu target maka kita akan berusaha semaksimal mungkin utnuk memenuhi target tersebut.

    ReplyDelete
  28. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Sebuah hadits menyebutkan bahwa "Allah bersama persangkaan hambaNya", bahkan hadits tersebut aialah hadits Qudsi, yakni hadits yang berasal dari Allah namun tidak turun sebagai wahyu dalam al-quran. Betapa pentingnya persangkaan yang baik dalam hidup kita. jika kita berpikir sesuatu itu sulit, maka sebenar-benar sesuatu itu akan sulit. Namun juga sebaliknya jika kita berprasangk bahwa yang ada di depan kita mudah, maka apa yang kita akan hadapi ialah kemudahan. Maka kita harus membiasakan diri untuk berprasangka baik dalam keadaan apapun kepada siapapun. WAllahu a'lam

    ReplyDelete
  29. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Kesombongan merupakan akar dari semua maksiat atau keburukan dalam catatan amal kita, selayaknya apa yng menjadikan iblis keluar dari surga ialah karena kesombongan semata. Sombong atau yang selanjutnya bisa saja berkembang sebagai riya' akan memakan kebaikan yang kita lakukan selayaknya api memakan kayu bakatr, dengan cepatnya dan tanpa siswa. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  30. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Dunia itu merupakan apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir baik maka dunia juga akan baik kepada kita. Sebaliknya, jika kita berpikir buruk, maka dunia juga akan berlaku buruk kepada kita. Oleh karena itu, pentinglah bagi kita untuk selalu positive thingking atau husnudzon. Allah melarang kita untuk berprasangka buruk atau su’udzon terhadap sesuatu, karena prasangka buruk itu hanya akan menghancurkan kita. Semakin hari usia kita semakin bertambah. Semakin bertambahnya usia juga akan menambah tingginya ego kita. Ego yang terlalu berlebihan ini akan masuk ke dalam kategori sombong. Padahal Allah sangat membenci orang-orang yang sombong. Oleh karena itu, kita hendaknya selalu beristighfar mohon ampun kepada Allah atas kesombongan-kesombongan dan dosa-dosa yang telah kita perbuat. Kesombongan hanya akan menutupi ilmu dan hidayah dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  31. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Dari elegi ini, saya memperoleh makna berpikir positif. Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu. kita punya pandangan tersendiri dalam menghadapi dunia dan menghadapi masalah kita. banyak diantara kita punya masalah yang sama, tapi tentu saja kita punya cara tersndiri untuk menyelesaikan masalah tersebut. semua itu tergantung pola pikir kita dalam memandang sesuatu, entah itu masalah, berita, atau bahkan sekedar benda disekitar kita.

    ReplyDelete
  32. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Dunia luar adalah refleksi dari dunia di dalam diri kita. Jadi, jika kita ingin mengubah dunia luar, kita dapat melakukannya dengan perubahan dunia di dalam diri kita.
    Jadi, yang penting bagi kita adalah untuk memiliki mimpi dan keinginan yang terbaik untuk dunia masa depan kita.
    Tapi, dalam perjalanan mencapai mimpi itu, pasti ada banyak kendala yang biasanya datang dari diri kita sendiri, yaitu kesombongan dan egoisme. Untuk itu, kita harus memohon kepada Allah agar kita dapat selalu terhindar dari segala jenis keburukan. Sehingga kita bisa mencapai diri yang baik dan mampu menciptakan dunia yang lebih baik juga.

    ReplyDelete
  33. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    “Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.” adalah ungkapan yang sering sekali kita dengar, namun hal in benar adanya. Dunia pada akhirnya adala diri kita. Jika kita baik maka baik pula lah dunia kita, maka jika ingin memperoleh dunia yang penuh dengan kebaikan maka diri kita harus baik pula, hanya percaya dan beribadah kepadaNya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  34. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Aamiin ya rabbal aalamiin
    saya tersadar bahwa untuk melihat dunia, kita perlu merefleksikan diri kita dari berbagai sudut. dari pikiran, perasaan, dan sikap kita terhadap dunia. namun walaupun kita telah berbuat baik kepada dunia, merupakan sunnatullah bahwa tetap akan ada orang-orang yang membenci kita. dan jika kita berbuat buruk terhadap dunia, juga akan ada orang-orang yang membenci kita. maka tentukanlah pilihan apa yang akan kita berikan kepada dunia, dengan selalu berusaha menghilangkan penyakit sombong yang senantiasa mengintai.

    ReplyDelete
  35. Assalamualaikum Wr. Wb. Menggapai diri berarti berusaha lepas dari keragu-raguan atas diri. Menggapai diri adalah problem filsafati sebab menuntut mengungkap suatu hakikat. Menggapai diri menunjukkan bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna tidak hanya sekedr hidup di dunia, tetapi juga mengada sebagai khalifatullah, wakil Tuhan di bumi. Menggapai diri berarti bahwa kita telah memahami bahwa manusia adalah subjek kehidupan di bumi ini. Manusia ditugaskan untuk menjaga dan merawat untuk menciptakan kesejahteraan dan ketentraman di bumi. Menggapai diri berarti memahami bahwa ada zat yang memiliki kuasa di atas kehidupan ini. Wallahua’lam bi shawab.

    ReplyDelete
  36. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    menurut saya menggapai wajah dan menggapai diri merupakan hal yang mirip, sama-sama usaha untuk menggali dan lebih mengenali diri kita sendiri. kita menjadi seperti apa itu merupakan pilihan kita, bersifat terbuka, namun kita yang harus bisa membatasi diri kita terhadap sesuatu, jangan lengah dan jangan terbuai oleh bayangan-bayangan dunia. kita harus percaya akan potensi yang diri kita miliki. terdapat dua pegangan yang dapat kita pegang agar kita mendapatkan kesejahteraan di dunia dan akhirat yaitu Al-Qur'an dan sunnah Rasul

    ReplyDelete
  37. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Semuah hal yang ada dalam dunia ini tergantung kepada apa yang kita pikirkan. Kendali atas pandangan kita akan dunia dan seisinya ada pada pikiran dan pikiran akan jernih apabila kita memiliki hati yang ikhlas. Karena hati merupaka raja yang mengendalikan tubuh, maka diperlukan keikhlasan supaya semua anggota badan bisa bergerak dan tergerak ke arah kebaikan dan lebih baik. Dekatkan diri selalu kepada Allah, karena segala penyakit hati selalu datang untuk menggerogoti keimanan kita.

    ReplyDelete
  38. Apa yang kita lihat sehari hari adalah seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita menyikapi segala sesuatu yang terjadi dengan pikiran positif maka ketentraman lah yang kita rasakan. Sebaliknya, jka pikiran negatif selalu menghampiri setiap aktifitas yang kita lakukan maka kehidupan ini pasti terasa sangat suram. Intinya apapun yang kita lihat dan rasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah persepsi atau pengaruh pikiran dari diri sendiri. Suatu kejadian bagi seseorang dianggap buruk tetapi oleh orang lain dianggap suatu hal yang baik karena tiap manusia memaknai kejadian-kejadian sesuai pola pikir masing-masing. Hal tersebut merupakan cerminan dari diri kita.

    ReplyDelete
  39. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Dunia itu seperti yang kita pikirkan. Seperti kata di dalam elegi diatas, "jikalau engkau inginn melihat dunia, maka tengoklah kedapal pikiranmu". Dari situ kita tahu bahwasanya dunia itu tergantung persepsi kita. Selain itu, dunia juga memberikan timbal balik apa yang telah kita berikan pada dunia. Misalnya ketika kita sombong pada dunia maka dunia juga akan sombong pada kita.

    ReplyDelete
  40. 17709251033

    Dalam kehidupan, janganlah kita melupakan akhirat. Jangan menunda tuk menggapai syurga karena neraka siap menghampiri kita kapanpun walau kita masih berada di dunia. Untuk menggapai dunia dan akhirat, dibutuhkan keihklasan. Ikhlas itu tidak sombong, sesuai hati, dan mengerjakannya hanya untuk Allah.

    ReplyDelete
  41. Kunci dari ikhlas itu ialah tidak menyombongkan diri. Apabila diri kita masih memntingkan ego, boleh jadi ego kita adalah kesombongan. Biasakan untuk selalu rendah hati, hanya Allah lah yang paling tinggi. Tiadalah keberadaan kita jika dibandingkan dengan Allah SWT. Mari bersama-sama selalu istighfar dan mohon petunjuk kepada sang Pencipta.

    Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    ReplyDelete
  42. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Penilaian kita terhadap sesuatu merupakan refleksi dari diri kita sendiri. Bersyukur atas nikmat yang kita miliki merefleksikan bahwa kita adalah orang yang penuh syukur dan menunjukkan bahwa kita bukanlah orang yang tamak. Terus belajar dan selalu berusaha serta merasa masih belum mengetahui banyak hal juga diperlukan untuk menghindarkan kita dari sifat sombong. Semoga kebaikan menyertai kita.

    ReplyDelete
  43. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Alangkah indahnya dunia ini jika kita memiliki pola pikir yang baik dalam memaknai setiap kejadian yang terjadi di sekitar kita. Tentunya pola pikir yang baik diiringi perbuatan dan hati yang baik pula. Rasa empati, simpati, berpikir positif, pantang menyerah adalah beberapa contoh hal yang dapat membangun pikiran positif sehingga dalam melihat dunia kita dapat melihat keindahannya. Apa yang lingkungan beri kepada kita adalah apa yang kita tanam sebelumnya. Jika kita berperilaku baik pada lingkungan, alam maupun sosial, maka timbal baliknya akan baik pula. Begitu pun sebaliknya. Jadi selain pikiran yang positif, marilah kita bentuk diri kita sebagai pribadiyang baik.

    ReplyDelete