Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 25: Menggapai Diri




Oeh Marsigit

Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.

Jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu.

Jika kita tersenyum kepada dunia, maka dunia juga akan tersenyum kepada kita.

Tetapi jika kita menghujat dunia, maka dunia juga akan menghujat kita.

Jika kita berlaku sombong kepada dunia, maka dunia juga akan berlaku sombong kepada kita.

Jika kita santun kepada dunia maka dunia juga akan berlaku santun kepada kita.

Maka jika kita ingin merasakan dunia maka tengoklah perasaan kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita rasakan.

Janganlah menunda meraih syurga menunggu kematian kita, sedangkan neraka itu siap menjemput walau kita masih di dunia.

Mencari ilmu berbekal ilmu, menggapai hidayah berbekal hidayah.

Setinggi-tinggi urusan dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya.

Aku menyadari bahwa kesombongan adalah dosa pertama dan paling besar di hadapan Tuhan.

Aku menyadari bahwa sebuah kesombongan akan menutup dan mencegah diriku memperoleh ilmu dan hidayah.

Lebih dari itu, kesombongan juga akan membakar habis semua yang telah aku peroleh.

Sedang aku juga menyadari bahwa bertambahnya umurku maka akan bertambah pula egoku.

Aku juga menyadari bahwa egoku yang aku lebih-lebihkan itu ternyata merupakan kesombonganku pula.

Maka aku selalu berusaha untuk meluruhkan kesombonganku dengan memohon ampun dan pertolongan kepada Tuhan. Amin.

Untuk kita semuanya yang selalu ikhlas dalam membaca dan berusaha semoga Tuhan YME selalu melimpahkan rakhmat dan hidayahnya.

Amiiin.

51 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dunia adalah refleksi dari diri kita sendiri. Dunia ini adalah dunia yang kita pikirkan. Dunia ini juga dunia yang kita rasakan. Jadi, dunia adalah refleksi atau cerminan dari diri kita sendiri. Jika kita berpikir dan merasa bahwa dunia adalah buruk, maka dunia akan menjadi buruk. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan dunia dengan berpikir dan merasa bahwa dunia itu baik. Orang yang tidak lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang merugi. Sehingga jangan lupa untuk memperbaiki diri kita sendiri agar bisa lebih baik untuk keesokan harinya. Karena segala sesuatu yang kita lakukan, baik atau buruk pasti kembali kepada diri kita. Jadi, kita harus memiliki pemikiran positif terhadap segala sesuatu di sekitar. Lebih baik memiliki pemikiran positif daripada pemikiran negatif terhadap segala sesuatu yang terjadi pada diri kita. Percayalah bahwa apapun yang terjadi, Tuhan telah merencanakan jalan terbaik-Nya untuk kita.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs Pendidikan Matematika 2016 PM C
    Assalamualaikum wr wb.

    Prasangka kita terhadap orang lain adalah penilaian kita. Penilaian kita berpengaruh kepada perilaku kita kepada orang lain. Jika kita menilai buruk seseorang, maka kita mungkin akan berlaku buruk kepadanya. Karena orang lain mendapatkan perlakuan buruk, mungkin dia akan berlaku buruk kepada kita. Oleh karena itu, Allah mengajarkan kita untuk berprasangka baik. Karena setiap manusia sudah diberikan malaikat yang mencatat amal baik atau buruknya. Berprasangka baik dapat membuat kita tenang. Bayangkan jika kita menilai seseorang yang disamping kita adalah pencopet, maka kita tidak akan tenang duduk didekatnya. Apabila kita berprasangka baik, kita akan lebih nyaman dan dapat bertingkah laku baik kepada orang yang kita sangkai baik. Berprasangka baik juga bukan hanya kepada sesama mahluk, namun yang paling utama adalah berprasangka baik kepada Allah. Misalnya dalam hal berdoa, jika dia yakin do’anya akan dikabulkan, maka Allah akan mudah mengabulkan. Berbeda jika kondisinya sudah putus asa dan sudah berburuk sangka pada Allah sejak awal.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah cerminan dari sikap dan perilaku kita. Baik dan buruknya segala tingkah laku hanya kita yang dapat menentukan. Setiap perilaku buruk yang dilakukan akan mendapat balasan yang setimpal dan sebaliknya, perilaku yang baik akan mendapat balasan yang balik pula. Hati yang bersih akan membantu manusia untuk dapat lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu (berperilaku). Sedangkan kesombongan merupakan dosa yang pertama dan paling besar dihadapan Allah SWT. Kesombongan dapat menutupi segala perbuatan baik yang kita lakukan, sehingga kita sebaiknya menghindari perilaku sombong.

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. saya setuju dengan apa yang Prof. Marsigit sampaikan. Pikiran kita adalah cermin diri dalam memandang dunia, begitupun dengan perasaan. Terkadang manusia pesimis dalam hidup, memandang bahwa tidak ada jalan keluar untuk masalah yang dihadapi. Jalan keluar itu tertutup oleh pikiran negatif manusia dalam memandang dunia. Padahal jika mau bersabar, merefleksi diri, ikhlas, dan tawakal selalu ada jalan keluar untuk setiap masalah. Hendaknya perbanyak berdoa dan beribadah, serta selalu balajar agar mampu melihat dunia dengan pikiran yang lapang.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Sesungguhnya apa yang kita pikirkan akan menjadi kebiasaan kita dan apa yang menjadi kebiasaan kita akan menjadi karakter kita. Intinya apa yang kita pikirkan dan bagaimana memandang kehidupan ini maka itulah dirimu, dirimu adalah apa yang kamu pikirkan. Serta Kendali atas pandangan kita akan dunia dan seisinya ada pada pikiran dan pikiran akan jernih apabila kita memiliki hati yang ikhlas. Karena hati merupakan raja yang mengendalikan tubuh, maka diperlukan keikhlasan supaya semua anggota badan bisa bergerak dan tergerak ke arah kebaikan dan lebih baik. Maka dari kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjalankan segala aturannya dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (harap) pada-Nya.
    Seperti itulah seharusnya kita dalam menilai segala sesuatu yaitu diikuti dengan sifat huznuzhon, maka segala sesuatu itu akan baik pula kepada kita. Hal itu merupakan refleksi diri kita, maka kita harus benar-benar bisa introspeksi diri agar semuanya berpandangan baik kepada diri kita.

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Diriku adalah aku.
    Diriku adalah perilakuku.
    Diriku adalah ucapanku.
    Diriku adalah pikiranku.
    Diriku adalah doaku.
    Diriku adalah kelemahanku.
    Sebenar-benarnya aku adalah belum mampu memahami diriku sendiri.

    ReplyDelete
  9. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Di dalam pikiran kita terdapat dunia, dunia yang menunggu untuk kita. Dimana dunia yang dapat memperlakukan kita sesuai dengan apa yang telah kita lakukan, jika kita berperilaku jahat duniapun akan memperlakukan kita sama, jika kita berperilaku sombong dunia pun akan berlaku sombong terhadap kita, namun sebaliknya jika kita berperilaku baik, santun, senyum, anggun dunia pun akan berlaku baik, santun, senyum, dan anggun pula terhadap kita. Dunia ini memang memiliki banyak misteri, misteri yang membuat kita selalu belajar selama kita masih hidup di dunia ini. Keikhlasan pun selalu mengiringi pembelajaran di dunia ini, tak hanya di dunia, akhirat pun memerlukannya. Namun kesombongan bisa memporak-porandakan semua hal yang telah tersusun dengan baik, karena kesombongan akan menutup ilmu dan hidayah yang akan datang.

    ReplyDelete
  10. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah cerminan dari sikap dan perilaku kita. Baik dan buruknya segala tingkah laku hanya kita yang dapat menentukan jika kita berbuat baik maka dunia ini akan berbuat baik pada diri kita dan juga sebaliknya jika kita berbuat buruk pada dunia maka dunia ini juga akan berbuat buruk pada kita. Maka berperilakulah yang baik dan sopan terhadap dunia maka dunia akan baik pula pada kita.

    ReplyDelete
  11. Manusia yang mengenal dirinya sendiri maka akan mengenal tuhan dan segala ciptaannya. Manusia yang menghargai dirinya sendiri akan menghargai segala yang tuhan ciptakan di dunia. Dunia ini adalah persepsi dari manusia itu sendiri. Dunia akan dikatakan damai jika dalam diri manusia tersebut terdapat kedamaian. Manusia akan mengalami kesulitan jika yang ada dalam dirinya penuh dengan kesulitan. Sadarilah bahwa manusia adalah ciptaan Allah SWT dan akan kembali padaNya. Sebaik-baik hidup adalah mengikuti petunjuk dari Allah SWT. Segala kesedihan, kesulitan, ujian, kebahagiaan, kesenangan telah Allah atur. Jalani dengan penuh keimanan dan ketaqwaan. Dunia ini sesuai dengan persepsi masing-masing individu.

    ReplyDelete
  12. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dunia adalah apa yang kita pikirkan. Untuk menggapai diri kita, agar menjadi orang yang selamat dunia dan akhirat, maka pikirkanlah kalau dunia itu adalah pikiran terbaik kita. Jika kita telah memikirkan akan selalu melakukan hal-hal yang baik, maka kita selanjutnya akan dibimbing oleh hati kita untuk melakukannya meski terkadang berbuat baik itu berat. Kita harus percaya, jika kita berbuat baik kepada orang lain maka kita akan diperlakukan baik pula oleh orang lain. Begitu juga jika kita berbuat baik kepada dunia, dunia pun akan mengasihi dan berbuat baik kepada kita. Jadikanlah diri kita menjadi yang terbaik untuk semua dengan ikhlas dan mengharap ridho dari Allah.

    ReplyDelete
  13. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita berbuat baik di dunia ini, maka sesuatu yang baik pun akan terjadi pada kita. Begitu pula sebaliknya jika kita berbuat kejahatan, maka hal buruklah yang akan menimpa kita. Namun, kita tidak boleh sombong karena kesombongan adalah dosa pertama dan paling besar dihadapan Allah SWT. Janganlah sombong dengan semua kebaikan yang telah kita lakukan, janganlah sombong akan semua yang engkau miliki. Ingatlah bahwa engkau itu terbatas dan tidak sempurna. Jika engkau berlaku sombong kepada dunia, maka dunia juga akan berlaku sombong kepadamu.

    ReplyDelete
  14. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kekuatan pikiran luar biasa adanya. Semua yang kita rasakan dan lakukan tidak lain berasal dari pikiran kita. Karena pikiran sangat kuat pengaruhnya terhadap yang lainnya, baik itu pikiran sadar maupun pikiran dibawah sadar. Sehingga segala sesuatu yang ada dari diri kita merupakan refleksi dari sikap dan perilaku, pikiran dan hati.

    ReplyDelete
  15. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    ketika Allah jatuh cinta kepada kita, maka tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
    Selalu berprasangka yang baik kepada setiap manusia, karena Allah tergantung Prasangka kita. Dunia adalah apa yang kita pikirkan. Untuk menggapai diri kita, agar menjadi orang yang selamat dunia dan akhirat, maka pikirkanlah kalau dunia itu adalah pikiran terbaik kita. Jika kita telah memikirkan akan selalu melakukan hal-hal yang baik, maka kita selanjutnya akan dibimbing oleh hati kita untuk melakukannya meski terkadang berbuat baik itu berat. Kita harus percaya, jika kita berbuat baik kepada orang lain maka kita akan diperlakukan baik pula oleh orang lain. Begitu juga jika kita berbuat baik kepada dunia, dunia pun akan mengasihi dan berbuat baik kepada kita. Jadikanlah diri kita menjadi yang terbaik untuk semua dengan ikhlas dan mengharap ridho dari Allah.

    ReplyDelete
  16. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Dunia kita adalah refleksi dari kita sendiri. Apa yang kita lakukan kepada dunia ya itulah yang akan dunai berikan kepada kita. Jika kita berbuat baik terhadap dunia, maka dunia akan kembali baik ke kita. Sebaliknya, jika kita berbuat buruk terhadap dunia, maka dunia akan kembali buruk ke kita. Segala sesuatu yang kita lakukan penuh dengan konsekuensi. Oleh karenanya sebelum melakukan sesuatu, hendaknya kita memikirkannya secara matang-matang agar timbal balik yang diberikan ke kita baik. Dan tak lupa untuk selalu berdoa kepada Allah, semoga apa yang kita lakukan adalah yang terbaik.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Jadi pribadi yang menyenangkan, baik, santun serta berlakulah akhlak terpuji lainnya kepada dunia. Karena kamu memberikan sebuah yang indah kepada siapa pun, maka kamu akan mendapatkan keindahan yang lebih banyak dari mana pun. Jika kamu memberikan senyum, maka kamu akan mendapatkan balasan senyuman juga. Semua yang kamu berikan akan kembali padamu. Semua perbuatanmu akan kembali padamu. Semua amalanmu di dunia ini akan kembali padamu kelak Semua dosamu di dunia ini akan kembali padamu kelak.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi diatas, saya dapat mengambil makna bahwa hendaknya sebagai manusia tidak memperlakukan orang lain dengan buruk jika kta sendiri tidak ingin diperlakukan dengan buruk pula. Selain itu juga hendaknya jangan sombong karena dengan kesombongan akan mendekatkan kepada keburukan diri. Ketika umur terus bertambah maka ego juga akan bertambah sehingga alangkah baiknya jika mampu mengendalikan diri dan yang paling penting adalah ikhlas dalam menjalaninya.

    ReplyDelete
  19. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kesombongan merupakan penyakit hati yang menyesatkan kita untuk menggapai diri kita yang ikhlas. Ketika seseorang membanggakan apa yang dimilikinya, dengan cara riya' dan bahkan mencela orang lain, maka sebenarnya dia telah terhasut oleh syaitan. Kita sebagai manusia dalam menjalani hidup hendaknya dengan tujuan untuk mengharap ridho Allah SWT dengan menghindari kesombongan dan belajar ikhlas. Maka inilah sebenar-benarnya menggapai diri.

    ReplyDelete
  20. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Saya sangat setuju dengan pendapat Prof Marsigit pada elegi ini. Semua yang kita hadapi tergantung dengan pikiran dan perasaan kita terhadapnya. Seperti hidup di dunia ini. Ketika kita memikirkan hidup ini susah maka hidup kita akan menjadi susah. Maka sebaliknya ketika kita berpikir bahwa hidup ini mudah maka hidup kita pun akan menjadi mudah. Sebenarnya yang harus kita lakukan dalam hidup adalah bersyukur dan ikhlas menjalankannya. Maka semua akan terasa muda, dan terasa membahagiakan. Karena kebahagiaan sejati kitalah yang menciptakannya.

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sebenar-benar menggapai diri ialah ketika aku mendefinisikan diriku sendiri atau mengabstraksi diriku sendiri tentang yang ada dan yang mungkin ada dalam diriku, tidak akan mampu mendefinisikan diriku karena terikat oleh ruang dan waktu. Demikian pula dalam ritual ikhlas ini, bahwa ada sebab pasti ada akibat. Segala sesuatunya ditunaikan dengan berdasar pada keikhlasan. Jikalau tidak demikian, yang ada hanyalah kesombongan yang akan melalap habis amal yang telah kita peroleh. Oleh karena itu, bersihkan dengan istighfar dan mohon ampun kepada-Nya.

    ReplyDelete
  22. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dunia itu seperi apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan dan apa yang kita sangkakan. Jika kita merasa dunia ini menyiksa kita, itu karena perasaan kita sedang tersiksa. Ketika sedang bahagia, dunia serasa memberi selamat kepada kita, karena yang kita rasakan kebahagiaan. Sekecil apapun dosa yang kita lakukan maka akan mendapatkan ganjarannya, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan maka kita akan mendapatkan balasannya .

    ReplyDelete
  23. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    dari elegi ini yang dapat kita pelajari adalah bahwa apa yang kita lakukan atau rasakan atau pikirkan terhadap dunia maka itulah yang akan dunia lakukan pula terhadap diri kita.

    ReplyDelete
  24. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Semua hal yang dirasakan manusia tentang dunia kita persis seperti apa yang dipikirkannya. Apa yang terjadi dengan dunia adalah atas apa yang telah dilakukan. Sejatinya dunia sesuai dengan kita sendiri. Oleh karena itu harus tetap senantiasa berpikir dan melakukan yang terbaik. Senantiasa ikhlas menjalani hidup dengan tetap mendekatkan diri kepadaNya dalam upaya menggapai ridhoNya.

    ReplyDelete
  25. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dunia itu seperti apa yang kita rasakan dan pikirkan. Jika kita memikirkan bahwa dnia tu buruk, maka semua yang ada buruk adanya. Pikiran dan hati kita menentukan bagaimana kita mampu menggapai keberadaan diri sendiri di dunia ini. Apa yang kita pikirkan dan rasakan itulah yang akan terjadi dan dialami oleh diri kita. Jauhkan diri dari ego dan kesombongan, mohon ampunlah kepada Tuhan. Miliki hati yang ihklas agar TUhan terus melimpahkan rahmatNya

    ReplyDelete
  26. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk mendapat dan mencapai sesuatu yang baik. Hal itu membutuhkan usaha dan perjuangan yang tinggi. oleh karena itu, kita harus memiliki niat yang tinggi,motivasi dari diri sendiri dan orang lain dan semangat untuk terus berjuang walaupun ada berbagai kendala.Selain itu,yang terpenting tetap berserah diri pada Tuhan,mohon bimbingan dan petunjukNya.

    ReplyDelete
  27. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    kita sebagai manusia bebas memaknai apa yang menjadi dunia kita. Dunia kita adalah persepsi, pikiran dan perasaan kita sendiri. Maka hendaknya kita harus berpersepsi, memikirkan dan merasakan yang baik-baik tentang dunia kita. Menggapai diri disini menurut saya adalah bagaimana kita mencapai diri dengan jalan dan makna yang sebenarnya. Dalam menjalani kehidupan hendaknya kita bisa mengontrol diri dalam menyikapi semua yang terjadi, dan yang terpenting adalah menjalani hidup dengan ikhlas dan tidak sombong. Karena seperti yang disebutkan diatas bahwa kesombongan adalah dosa pertama dan paling besar dihadapan Allah.

    ReplyDelete
  28. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Timbal baik selalu ada dalam kehidupan, jika kita baik kepada orang lain, insyaAllah orang lain akan baik kepada kita. Tetapi jika kita berlaku kurang baik terhadap orang lain, maka orang lain juga akan berlaku demikian kepada kita. Apa yang kita tanam pasti akan kita ambil buahnya. Kesombongan merupakan penyakit hati yang selalu singgah di hati individu jika ia tidak mempunyai iman yang kuat. Kesombongan akan membunuh manusia untuk mencapai tujuan hidup bahkan Allah sangat tidak suka dengan sifat sombong. Dengan demikian kita harus berusaha untuk ikhlas dalam melakukan segalanya.

    ReplyDelete
  29. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dunia adalah apa yang kita pikirkan. jika kita pikirkan dunia baik maka dunia akan baik kepada kita. Maka bersuudonlah pada dunia agar dalam menjalani cobaan hidup tetap bisa berbaik sangka pada dunia.

    ReplyDelete
  30. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pikiran kita sangat mempengaruhi kehidupan kita. Jika kita berpikir positif, maka segala hal yang kita lakukan juga akan berdampak baik. Jika kita berpikir negatif, maka kehidupan kita juga akan bernada negatif.
    Kita adalah ciptaan Tuhan yang istimewa. Kita dianugerahi hati nurani, akal budi, kehendak bebas, dan talenta. Keistimewaan tersebut bukan menjadi kesempatan bagi kita untuk menyombongkan diri di hadapan Tuhan dan sesama. Hendaknya kita memanfaatkan keistimewaan itu untuk suatu kebaikan. Apalah artinya kita di hadapan Sang Pencipta? Dan, apa lebihnya kita dari orang lain? Karena Kasih dan Rahmat-Nya lah sehingga kita beroleh kehidupan.

    ReplyDelete
  31. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Segala gejala kehidupan di dunia ini sebenarnya merupakan cermin diri kita sendiri. Tanpa kita sadari, sekecil apapun perbuatan, ucapan, gerak-gerik, maupun hal yang dibatin pasti akan diperhitungkan. Fenomena-fenomena alam seperti banjir, longsor, dan lain-lain sebenarnya juga wujud komunikasi bumi yang mengingatkan perbuatan manusia. Bumi ingin diperhatikan, dirawat, dan dilestarikan oleh manusia.

    ReplyDelete
  32. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Allah sudah mengingatkannya dalam Al-Qur'an:"Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidak seorangpun dirugikan walau sedikit, sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti kami mendatangkan (pahala). Dan cukuplah kami yang membuat perhitungan." (Al-Anbiya : 47). Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa segala apa yan kita perbuat di bumi akan mendapat balasan yang adil. Perhitungan seluruh amal perbuatan yang dilakukannya selama di dunia adalah bentuk kasih sayang Allah. Jika tidak ada perhitungan amal pasti manusia akan bertindak semena-mena dan tidak bertanggung jawab. Tatanan makhluk akan kacau, orang-orang yang zalim dapat terus leluasa berkuasa. Oleh karena itu, kita jaga cermin kita jangan sampai rusak, baik cermin perbuatan, cermin perkataan, dan cermin hati. Kita rawat cermin itu supaya semakin berkualitas dan bersih.

    ReplyDelete
  33. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Hidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai. Namun, hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan siapa yang kau sakiti. Tentang bagaimana perasaanmu tentang dirimu sendiri. Tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan welas asih. Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tidak peduli, dan membina kepercayaan. Tentang apa yang kau katakan dan yang kau maksudkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tak bisa digantikan dengan cara yang lain. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu.

    ReplyDelete
  34. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Gabungan dari struktur kehidupan, dunia dan pengetahuan ini melahirkan struktur nilai, dimana konsep-konsep tentang moralitas berkembang. Setelah keempat struktur itu terbentuk dalam pandangan hidup seseorang secara transparan, maka struktur tentang manusia akan terbentuk secara otomatis. Arah hidup adalah adalah merupakan pemahaman terhadap jati diri itu sendiri. Yang berarti tujuan dari kehidupan itu sendiri. Arah hidup itu bagaikan sebuah rel kereta api dimana merupakan bagian dari kereta api dan selalu akan menunjukan kemana tujuan dari kereta api tersebut. Demikianpun arah hidup sebuah bagian dari kehidupan yang akan menunjukan kemana tujuan hidup seseorang apakah dia menjadi orang yang sukses di dunia atau menjadi orang yang gagal dalam menjalani kehidupan.

    ReplyDelete
  35. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 25. Dalam elegi ini menyampaikan kepada kita bagaimana menggapai diri. Untuk menggapai dunia pertama kita harus menggapai diri. Tau persis mengenai diri sendiri. Dunia adalah seperti yang diri kita persangkakan, seperti apa yang kita pikirkan, merefleksikan apa yang kita perbuat teehadapnya. Gapai dulu dirimu jika kau inginkan kesuksesan dalam hidup di dunia. begitu pula terhadap perkara akhirat. kesombongan terhadap manusia, apalagi terhadap Allah SWT hanya akan membawa kita pada kehancuran. kesombongan hanya akan menghapus hal hal baik yang telah kita lakukan, yang telah kita capai. Marilah kita memohon ampun serta memohon kepada Allah untuk melindungi kita dari sikap tersebut.

    ReplyDelete
  36. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Diri ini adalah apa yang kita pikiran. Dunia ini adalah yang kita pikirkan. Bahagia ini adalah apa yang kita pikirkan. Jadi semua yang terjadi merupakan pikiran diri ini sendiri. Tiada perubahan yang dilalui tanpa diawali perubahan pada diri sendiri, yaitu pikiran. Janganlah berlaku sombong. Sesungguhnya kesombongan dapat menjatuhkan dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  37. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah bahwa segala sesuatu yang mungkin ada di dunia ini tergantung pada diri kita sendiri, yaitu bagaimana usaha kita. Jika kita berpikiran hidup ini indah, maka kita akan berusaha untuk mencapainya dengan menciptakan sebuah kehidupan yang indah sesuai dengan apa yang kita pikiran. Oleh karena itu, sikap penuh antusias, positive thinking, serta usaha sangat perlu dalam menggapai dunia dan menggapai diri kita.

    ReplyDelete
  38. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Elegi ini memberikan saya inspirasi bahwa dunia adalah apa yang kita pikirkan. Jika kita ingin menggapai dunia, maka gapailah dan kenalilah diri kita. Untuk menggapai diri butuh proses dimana kita harus ikhlas, menghilangkan keegoisan dan kesombongsn kita.

    ReplyDelete
  39. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setinggi-tinggi urusan dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya. Maka dosa yang terbesar itu adalah kesombongan bahwa diriku itu paling hebat. Namun haruslah dirimu instrospeksi bahwa raga dan rohani mu itu hanya milik Tuhan yang nmenciptakanmu. Sehingga dalam kesombonganmu takutlah pada Tuha, dan segeralah minta ampun kepada Tuhan agar terhindar dari siksa akherat dan tidak mengulangi kesombongan itu.

    ReplyDelete
  40. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam hidup di dunia, kita dilarang untuk berlaku sombong. Allah telah berfirman dalam QS.Al Israa’ ayat 37 yang artinya “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” Sesungguhnya kesombongan itu dosa pertama dan yang terbesar di hadapan Allah. Oleh karena itu, kita tidak boleh berlaku sombong karena kesombongan dapat menutup dan mencegah diri kita mendapatkan ilmu dan hidayah dari Allah.

    ReplyDelete
  41. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Elegi ini mengajarkan kepada kita untuk selalu berpikir positif dan tidak berlaku sombong. Berpikir positif terhadap segala sesuatu, membuat segalanya akan lebih mudah bagi kita. Pikiran kita mempengaruhi cara pandang kita terhadap sesuatu, pikiran positif akan mengurangi beban kita dalam menjalani kehidupan, sementara pikiran negatif akan menjadi beban kita dalam menjalani kehidupan. Orang yang senantiasa berpikir positif, perilakunya akan jelas berbeda dengan orang yang senantiasa berpikir negatif dalam menghadapi segala permasalahan kehidupan. Orang yang berpikir positif akan selalu ikhlas dan tabah serta istiqomah dalam menghadapi segala permasalahan kehidupan sementara orang yang selalu berpikir negatif dan berprasangka buruk, akan selalu mengeluh dan merasa tidak adil apabila menghadapi permasalahan kehidupan

    ReplyDelete
  42. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kesombongan yang ada dalam diri manusia akan menjadi penghalang bagi manusia untuk mencapai dimensi yang lebih tinggi. Orang yang sombong akan cepat berpuas diri dan menganggap bahwa tidak ada yang lebih baik dan lebih tinggi dari pada dirinya. Dia merasa bahwa dia tidak perlu mendengarkan atau mengikuti siapapun, bahkan kesombongan yang terlampau besar akan menutup dirinya dari petunjuk-petunjuk dan karunia Allah SWT. Orang yang sombong adalah orang yang tertutup hati dan akalnya, karena kesombongan akan lebih mendekatkannya pada godaan dan tipuan syaitan serta menutup dirinya dari kebaikan dan kebijaksanaan.

    ReplyDelete
  43. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Dunia itu adalah seperti yang ada dalam pikiran kita, jika kita memandang dunia dengan pemikiran yang positif maka dunia pun akan positif untuk kita, seperti kata pepatah apa yang kita tanam itu yang kita tuai, apapun yang kita lakukan pasti akan balik lagi ke kita (kebaikan ataupun keburukan). Selagi masih diberi kesempatan oleh Allah SWT kita berada di dunia, gunakanlah untuk mencari hidayah dan ridho nya, beribadah dengan ikhlas dan tulus, sesungghunya Allah Maha melihat dan mendengar.

    ReplyDelete
  44. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dunia ada di pikiran kita. Seluas dunia maka seluas pikiran kita juga. Dunia juga akan mengikuti persepsi kita juga. Mencari ilmu perlu ilmu lain yang mendukung, begitu juga hidayah. Dengan ikhlas maka hal tersebut akan mudah dicapai

    ReplyDelete
  45. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal yang dapat menghalangi seseorang memperoleh ilmu dan hidayah adalah kesombongan. Kesombongan adalah salah satu dosa pertama dan besar di hadapan Tuhan. Dengan setitik kesombongan, akan menghapuskan semua yang telah diperoleh seorang manusia. Salah satu tindakan sombong adalah melebih-lebihkan ego. Cara terbaik untuk menghilangkan kesombongan adalah memohon ampun dan meminta pertolongan kepada Allah SWT

    ReplyDelete
  46. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sikap kita terhadap orang lain atau benda yang ada di sekitar kita akan berpengaruh terhadap sikap mereka kepada kita. Maka hendaklah berbuat baik terhdap sesama begitupula denga Tuhan YME. Hilangkan rasa sombong kepada-Nya maka Tuhan YME akan selalu baik terhadap kita. Mohon ampunlah ketika berbuat salah, karena itu yang disukai oleh-Nya.

    ReplyDelete
  47. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Prasangka kita terhadap sesuatu adalah apa yang sesuatu itu berikan. maka berprasangkalah yang baik sehingga apa yang mereka pikirkan kepada kita pun adalah hal-hal yang baik dan apa yang terjadipun suatu kebaikan.

    ReplyDelete
  48. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berbuatlah baik kepada seseorang maka kau akan mendapat kebaikan, dan berprasangkalah yang baik terhadap sesuatu maka prasangka itulah yang akan kau dapatkan.

    ReplyDelete
  49. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika

    Ada kalimat menarik dari elegi ini, bahwa "jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu". Kalimat ini mengingatkan kita bahwa kita hendaknya selalu bepikiran dan memandang dunia sebagai hal yang positif, agar aura yang muncul dari kehidupan didunia juga bersifat positif pula.

    ReplyDelete
  50. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dunia adalah apa yang kita pikirkan tentang dunia. Karena itu kita perlu berhati-hati dengan hati, berhati-hati dengan prasangka. Allah itu maha mengetahui isi hati manusia. Allah pun akan sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Karena itu, semoga kita mampu untuk senantiasa berbaik sangka pada rencana Allah.

    ReplyDelete
  51. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Kita harus berperasangka baik dalam semua hal karena semua yang kita perasangkakan adalah doa. Kita juga tidak boleh sombong karena sombong akan menghindarkan banyak hal baik yang akan kita dapat.

    ReplyDelete