Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 25: Menggapai Diri




Oeh Marsigit

Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.

Jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu.

Jika kita tersenyum kepada dunia, maka dunia juga akan tersenyum kepada kita.

Tetapi jika kita menghujat dunia, maka dunia juga akan menghujat kita.

Jika kita berlaku sombong kepada dunia, maka dunia juga akan berlaku sombong kepada kita.

Jika kita santun kepada dunia maka dunia juga akan berlaku santun kepada kita.

Maka jika kita ingin merasakan dunia maka tengoklah perasaan kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita rasakan.

Janganlah menunda meraih syurga menunggu kematian kita, sedangkan neraka itu siap menjemput walau kita masih di dunia.

Mencari ilmu berbekal ilmu, menggapai hidayah berbekal hidayah.

Setinggi-tinggi urusan dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya.

Aku menyadari bahwa kesombongan adalah dosa pertama dan paling besar di hadapan Tuhan.

Aku menyadari bahwa sebuah kesombongan akan menutup dan mencegah diriku memperoleh ilmu dan hidayah.

Lebih dari itu, kesombongan juga akan membakar habis semua yang telah aku peroleh.

Sedang aku juga menyadari bahwa bertambahnya umurku maka akan bertambah pula egoku.

Aku juga menyadari bahwa egoku yang aku lebih-lebihkan itu ternyata merupakan kesombonganku pula.

Maka aku selalu berusaha untuk meluruhkan kesombonganku dengan memohon ampun dan pertolongan kepada Tuhan. Amin.

Untuk kita semuanya yang selalu ikhlas dalam membaca dan berusaha semoga Tuhan YME selalu melimpahkan rakhmat dan hidayahnya.

Amiiin.

101 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dunia itu seperi apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan dan apa yang kita sangkakan. Jika kita merasa dunia ini menyiksa kita, itu karena perasaan kita sedang tersiksa. Ketika sedang bahagia, dunia serasa memberi selamat kepada kita, karena yang kita rasakan kebahagiaan. Sekecil apapun dosa yang kita lakukan maka akan mendapatkan ganjarannya, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan maka kita akan mendapatkan balasannya .

    ReplyDelete
  2. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    dari elegi ini yang dapat kita pelajari adalah bahwa apa yang kita lakukan atau rasakan atau pikirkan terhadap dunia maka itulah yang akan dunia lakukan pula terhadap diri kita.

    ReplyDelete
  3. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Semua hal yang dirasakan manusia tentang dunia kita persis seperti apa yang dipikirkannya. Apa yang terjadi dengan dunia adalah atas apa yang telah dilakukan. Sejatinya dunia sesuai dengan kita sendiri. Oleh karena itu harus tetap senantiasa berpikir dan melakukan yang terbaik. Senantiasa ikhlas menjalani hidup dengan tetap mendekatkan diri kepadaNya dalam upaya menggapai ridhoNya.

    ReplyDelete
  4. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dunia itu seperti apa yang kita rasakan dan pikirkan. Jika kita memikirkan bahwa dnia tu buruk, maka semua yang ada buruk adanya. Pikiran dan hati kita menentukan bagaimana kita mampu menggapai keberadaan diri sendiri di dunia ini. Apa yang kita pikirkan dan rasakan itulah yang akan terjadi dan dialami oleh diri kita. Jauhkan diri dari ego dan kesombongan, mohon ampunlah kepada Tuhan. Miliki hati yang ihklas agar TUhan terus melimpahkan rahmatNya

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk mendapat dan mencapai sesuatu yang baik. Hal itu membutuhkan usaha dan perjuangan yang tinggi. oleh karena itu, kita harus memiliki niat yang tinggi,motivasi dari diri sendiri dan orang lain dan semangat untuk terus berjuang walaupun ada berbagai kendala.Selain itu,yang terpenting tetap berserah diri pada Tuhan,mohon bimbingan dan petunjukNya.

    ReplyDelete
  6. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    kita sebagai manusia bebas memaknai apa yang menjadi dunia kita. Dunia kita adalah persepsi, pikiran dan perasaan kita sendiri. Maka hendaknya kita harus berpersepsi, memikirkan dan merasakan yang baik-baik tentang dunia kita. Menggapai diri disini menurut saya adalah bagaimana kita mencapai diri dengan jalan dan makna yang sebenarnya. Dalam menjalani kehidupan hendaknya kita bisa mengontrol diri dalam menyikapi semua yang terjadi, dan yang terpenting adalah menjalani hidup dengan ikhlas dan tidak sombong. Karena seperti yang disebutkan diatas bahwa kesombongan adalah dosa pertama dan paling besar dihadapan Allah.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Timbal baik selalu ada dalam kehidupan, jika kita baik kepada orang lain, insyaAllah orang lain akan baik kepada kita. Tetapi jika kita berlaku kurang baik terhadap orang lain, maka orang lain juga akan berlaku demikian kepada kita. Apa yang kita tanam pasti akan kita ambil buahnya. Kesombongan merupakan penyakit hati yang selalu singgah di hati individu jika ia tidak mempunyai iman yang kuat. Kesombongan akan membunuh manusia untuk mencapai tujuan hidup bahkan Allah sangat tidak suka dengan sifat sombong. Dengan demikian kita harus berusaha untuk ikhlas dalam melakukan segalanya.

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dunia adalah apa yang kita pikirkan. jika kita pikirkan dunia baik maka dunia akan baik kepada kita. Maka bersuudonlah pada dunia agar dalam menjalani cobaan hidup tetap bisa berbaik sangka pada dunia.

    ReplyDelete
  9. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pikiran kita sangat mempengaruhi kehidupan kita. Jika kita berpikir positif, maka segala hal yang kita lakukan juga akan berdampak baik. Jika kita berpikir negatif, maka kehidupan kita juga akan bernada negatif.
    Kita adalah ciptaan Tuhan yang istimewa. Kita dianugerahi hati nurani, akal budi, kehendak bebas, dan talenta. Keistimewaan tersebut bukan menjadi kesempatan bagi kita untuk menyombongkan diri di hadapan Tuhan dan sesama. Hendaknya kita memanfaatkan keistimewaan itu untuk suatu kebaikan. Apalah artinya kita di hadapan Sang Pencipta? Dan, apa lebihnya kita dari orang lain? Karena Kasih dan Rahmat-Nya lah sehingga kita beroleh kehidupan.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Segala gejala kehidupan di dunia ini sebenarnya merupakan cermin diri kita sendiri. Tanpa kita sadari, sekecil apapun perbuatan, ucapan, gerak-gerik, maupun hal yang dibatin pasti akan diperhitungkan. Fenomena-fenomena alam seperti banjir, longsor, dan lain-lain sebenarnya juga wujud komunikasi bumi yang mengingatkan perbuatan manusia. Bumi ingin diperhatikan, dirawat, dan dilestarikan oleh manusia.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Allah sudah mengingatkannya dalam Al-Qur'an:"Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidak seorangpun dirugikan walau sedikit, sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti kami mendatangkan (pahala). Dan cukuplah kami yang membuat perhitungan." (Al-Anbiya : 47). Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa segala apa yan kita perbuat di bumi akan mendapat balasan yang adil. Perhitungan seluruh amal perbuatan yang dilakukannya selama di dunia adalah bentuk kasih sayang Allah. Jika tidak ada perhitungan amal pasti manusia akan bertindak semena-mena dan tidak bertanggung jawab. Tatanan makhluk akan kacau, orang-orang yang zalim dapat terus leluasa berkuasa. Oleh karena itu, kita jaga cermin kita jangan sampai rusak, baik cermin perbuatan, cermin perkataan, dan cermin hati. Kita rawat cermin itu supaya semakin berkualitas dan bersih.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Hidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai. Namun, hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan siapa yang kau sakiti. Tentang bagaimana perasaanmu tentang dirimu sendiri. Tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan welas asih. Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tidak peduli, dan membina kepercayaan. Tentang apa yang kau katakan dan yang kau maksudkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tak bisa digantikan dengan cara yang lain. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu.

    ReplyDelete
  13. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Gabungan dari struktur kehidupan, dunia dan pengetahuan ini melahirkan struktur nilai, dimana konsep-konsep tentang moralitas berkembang. Setelah keempat struktur itu terbentuk dalam pandangan hidup seseorang secara transparan, maka struktur tentang manusia akan terbentuk secara otomatis. Arah hidup adalah adalah merupakan pemahaman terhadap jati diri itu sendiri. Yang berarti tujuan dari kehidupan itu sendiri. Arah hidup itu bagaikan sebuah rel kereta api dimana merupakan bagian dari kereta api dan selalu akan menunjukan kemana tujuan dari kereta api tersebut. Demikianpun arah hidup sebuah bagian dari kehidupan yang akan menunjukan kemana tujuan hidup seseorang apakah dia menjadi orang yang sukses di dunia atau menjadi orang yang gagal dalam menjalani kehidupan.

    ReplyDelete
  14. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 25. Dalam elegi ini menyampaikan kepada kita bagaimana menggapai diri. Untuk menggapai dunia pertama kita harus menggapai diri. Tau persis mengenai diri sendiri. Dunia adalah seperti yang diri kita persangkakan, seperti apa yang kita pikirkan, merefleksikan apa yang kita perbuat teehadapnya. Gapai dulu dirimu jika kau inginkan kesuksesan dalam hidup di dunia. begitu pula terhadap perkara akhirat. kesombongan terhadap manusia, apalagi terhadap Allah SWT hanya akan membawa kita pada kehancuran. kesombongan hanya akan menghapus hal hal baik yang telah kita lakukan, yang telah kita capai. Marilah kita memohon ampun serta memohon kepada Allah untuk melindungi kita dari sikap tersebut.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Diri ini adalah apa yang kita pikiran. Dunia ini adalah yang kita pikirkan. Bahagia ini adalah apa yang kita pikirkan. Jadi semua yang terjadi merupakan pikiran diri ini sendiri. Tiada perubahan yang dilalui tanpa diawali perubahan pada diri sendiri, yaitu pikiran. Janganlah berlaku sombong. Sesungguhnya kesombongan dapat menjatuhkan dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  16. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah bahwa segala sesuatu yang mungkin ada di dunia ini tergantung pada diri kita sendiri, yaitu bagaimana usaha kita. Jika kita berpikiran hidup ini indah, maka kita akan berusaha untuk mencapainya dengan menciptakan sebuah kehidupan yang indah sesuai dengan apa yang kita pikiran. Oleh karena itu, sikap penuh antusias, positive thinking, serta usaha sangat perlu dalam menggapai dunia dan menggapai diri kita.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Elegi ini memberikan saya inspirasi bahwa dunia adalah apa yang kita pikirkan. Jika kita ingin menggapai dunia, maka gapailah dan kenalilah diri kita. Untuk menggapai diri butuh proses dimana kita harus ikhlas, menghilangkan keegoisan dan kesombongsn kita.

    ReplyDelete
  18. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Prasangka kita terhadap sesuatu adalah apa yang sesuatu itu berikan. maka berprasangkalah yang baik sehingga apa yang mereka pikirkan kepada kita pun adalah hal-hal yang baik dan apa yang terjadipun suatu kebaikan.

    ReplyDelete
  19. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berbuatlah baik kepada seseorang maka kau akan mendapat kebaikan, dan berprasangkalah yang baik terhadap sesuatu maka prasangka itulah yang akan kau dapatkan.

    ReplyDelete
  20. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika

    Ada kalimat menarik dari elegi ini, bahwa "jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu". Kalimat ini mengingatkan kita bahwa kita hendaknya selalu bepikiran dan memandang dunia sebagai hal yang positif, agar aura yang muncul dari kehidupan didunia juga bersifat positif pula.

    ReplyDelete
  21. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dunia adalah apa yang kita pikirkan tentang dunia. Karena itu kita perlu berhati-hati dengan hati, berhati-hati dengan prasangka. Allah itu maha mengetahui isi hati manusia. Allah pun akan sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Karena itu, semoga kita mampu untuk senantiasa berbaik sangka pada rencana Allah.

    ReplyDelete
  22. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Kita harus berperasangka baik dalam semua hal karena semua yang kita perasangkakan adalah doa. Kita juga tidak boleh sombong karena sombong akan menghindarkan banyak hal baik yang akan kita dapat.

    ReplyDelete
  23. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pendidikan Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Apa yang kita lihat sehari-hari adalah seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita menyikapi segala sesuatu yang terjadi dengan pikiran positif maka ketentramanlah yang kita rasakan. Sebaliknya, jka pikiran negatif selalu menghampiri setiap aktifitas yang kita lakukan maka kehidupan ini pasti terasa sangat suram. Intinya apapun yang kita lihat dan rasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah persepsi atau pengaruh pikiran dari diri sendiri. Suatu kejadian bagi seseorang dianggap buruk tetapi oleh orang lain dianggap suatu hal yang baik karena tiap manusia memaknai kejadian-kejadian sesuai pola pikir masing-masing. Hal tersebut merupakan cerminan dari diri kita.
    Alangkah indahnya dunia ini jika kita memiliki pola pikir yang baik dalam memaknai setiap kejadian yang terjadi di sekitar kita. Tentunya pola pikir yang baik diiringi perbuatan dan hati yang baik pula. Rasa empati, simpati, berpikir positif, pantang menyerah adalah beberapa contoh hal yang dapat membangun pikiran positif sehingga dalam melihat dunia kita dapat melihat keindahannya. Apa yang lingkungan beri kepada kita adalah apa yang kita tanam sebelumnya. Jika kita berperilaku baik pada lingkungan, alam maupun sosial, maka timbal baliknya akan baik pula. Begitu pun sebaliknya. Jadi selain pikiran yang positif, marilah kita bentuk diri kita sebagai pribadi yang baik.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  24. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Dosa pertama yang dilakukan oleh anak adam adalah membunuh saudaranya sendiri, mengapa bisa demikian. Karena qobil merasa sombong, merasa lebih pantas untuk memiliki Iqlima, oleh karena itu sikap sombong sangatlah dibenci oleh Allah SWT. Sikap sombong membuat orang menjadi kalap mata, buta mata dan hatinya dalam memandang sesuatu.

    ReplyDelete
  25. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU
    Dalam elegi ini disampaikan bahwa dunia itu seperti apa yang kita pikirkan. Apapun yang kita pikirkan, kita perlakukan dan kita bayangkan maka seperti itulah dunia itu.
    Ikhlas adalah kunci untuk meraih kesuksesan. Sedangkan kesombongan berupa berlebih-lebihan dan ego adalah sesuatu yang dihindari. Astagfurullahhal adzim. Ampini segala salah dan khilaf kami. Berilah hamba rahmat dan hidayah dari sisiMu. Aminn

    ReplyDelete
  26. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dunia adalah apa yang kita pikirkan. Jika ingin melihat dunia maka lihatlah ke dalam pikiran kita. Jika pikiran kita baik kepada dunia, maka dunia pun akan berlaku baik kepada kita. Seperti sebuah pribahasa “Apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu tuai”. Untuk menggapai diri kita, agar menjadi orang yang tidak hanya selamat di dunia, tetapi juga di akhirat, maka pikirkanlah kalau dunia itu adalah pikiran terbaik kita. Jika kita telah memikirkan akan selalu melakukan hal-hal yang baik, maka selanjutnya akan dibimbing oleh hati kita untuk melakukannya meski terkadang berbuat baik itu berat, namun jika dibiasakan akan bisa dan lama kelamaan timbullah rasa ikhlas, dan mengharap ridho-Nya.

    ReplyDelete
  27. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, dari elegi ini saya belajar, sesungguhnya penilaian kita terhadap segala sesuatu merupakan refleksi dari diri kita sendiri. Bersyukur atas nikmat yang kita miliki merefleksikan bahwa kita adalah orang yang penuh syukur dan menunjukkan bahwa kita bukanlah orang yang tamak. Terus belajar dan selalu berusaha serta merasa masih belum mengetahui banyak hal juga diperlukan untuk menghindarkan kita dari sifat sombong. Semoga kebaikan menyertai kita.

    ReplyDelete
  28. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Setelah saya membaca saya belajar bahwa apa yang kita dapatkan adalah hasil dari apa yang kita perbuat. Apa yang kita lakukan berakibat pada diri sendiri. Sehingga apabila seseorang menginginkan kebaikan maka juga harus berbuat baik.
    Selain itu, sebagai makhluk Allah SWT hendaknya selalu memohon ampunan atas segala salah dan dosa yang dilakukan dan memohon agar dijauhkan dari sifat sombong karena terkadang manusia tidak menyadari telah bersemayam sifat sombong dalam diri.

    ReplyDelete
  29. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah untuk menggunakan segala daya upaya baik pikiran maupun perasaan dalam belajar. Seseorang hendaknya menggunakan ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki untuk mengembangkan, mendapatkan dan memperoleh tambahan ilmu pengetahuan, dan seseorang memanfaatkan rahmat dan hidayah yang ia peroleh dari Allah untuk mendapatkan hidayah kembali agar semakin tebal iman dan ketakwaannya. Semoga kami bisa menjadi pembelajar sepanjang hayat yang sebenar-benarnya. Amin.

    ReplyDelete
  30. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi ritual ikhlas 25: menggapai diri menjelaskan tentang bagaimana kita bercermin kepada diri kita sendiri. Ketika kita ingin melihat dunia maka tengoklah pikiran kita, jika kita tersenyum pada dunia, maka dunia akan tersenyum pada kita. Arti dari itu semua adalah ketika kita menginginkan sesuatu kebaikan kepada diri kita maka kita juga harus melakukan kebaikan kepada orang lain dan lingkungan sekitar kita juga karena apa yang kita rasakan, apa yang kita peroleh merupakan cerminan dari perbuatan kita.

    ReplyDelete
  31. Junianto
    PM C
    17709251065

    Semua yang ada di sekitar kita bergantung pada apa yang ada dalam pikiran kita. Jika kita baik maka akhlak kita juga baik. Jika kita melakukan kebaikan kepada orang lain, maka orang lain juga akan baik kepada kita. Jika kita sombong kepada dunia maka dunia juga akan sombong kepada kita. Kesombongan juga bisa menghapus kebaikan apalagi kesombongan kepada Tuhan. Maka dari itu, sifat egois dan sombong harus segera diminimalisir dengan menggantungkan semua urusan kepada Tuhan. Semua kebaikan pun datangnya dari Tuhan, maka mintalah segala kebaikan kepada Yang Maha Baik.

    ReplyDelete
  32. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini berada di dalam pikiran kita. Dunia ini ibarat cermin, ia memantulkan apa yang telah kita lakukan atau apa yang telah kita berikan. Sejatinya apa yang kita dapatkan di dunia ini adalah apa yang telah kita berikan, oleh karena itu marilah kita senantiasa menabr energi positif agar senantiasa mendapatkan kekuatan positif untuk membangun dunia menjadi lebih bermakna. Ikhlaskan, nol kan pikiran kita maka kita akan mendapati a pangkat 0 adalah satu, yaitu Ridho Allah SWT. Amiin

    ReplyDelete
  33. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Jika kita ingin melihat dunia maka kita harus menengok ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan. Semua perlakuan baik maupun buruk kita terhadap dunia, maka dunia akan membalasnya sesuai perlakuan kita terhadapnya. Kita sebagai manusia biasa juga tidak boleh berlaku sombong.

    ReplyDelete
  34. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Memahami diri sendiri sebagai insan yang jauh dari sempurna sangatlah perlu. Apa yang kita pikirkan dan ucapkan bisa menjadi doa. Maka berhati-hatilah terhadap otak dan mulut. APabila itu baik maka bisa baik juga, tetapi bisa juga sebaliknya. Allah Maha Mengetahui yang dilakukan umatnya.Berpikir, berucap, dan berperasaan dengan sangat hati-hati karena Allah dapat Mendengarkannya. Bisa jadi apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dirasakan menjadi pahala atau mungkin boomerang bagi diri sendiri. Senantiasa berprasangka baik kepada Allah swt agar hidup menjadi damai dan tenteram. Menjaga dan memelihara apa yang telah diamanahkan kepada manusia. Bumi dan seluruh isinya menjadi tanggung jawab manusia untuk menjaga dan memeliharanya.

    ReplyDelete
  35. Terimakasih Prof atas pembelajarannya. Dari elegi ini saya menyadari bahwa kita akan menuai apa yang kita tanam. Ketika kita menanam kebaikan dalam pikiran kita, maka nikmat Tuhan lebih dari itu, tidak hanya dalam pikir saja karena ternyata kita menuai kebaikan di dunia, benar-benar tidak hanya dalam pikir kita. Maksut saya, ketika kita berpikiran positif, maka bukan hanya aura positif yang merasuk dala diri kita, tapi dunia dan seisinyapun akan memberikan aura positifnya bagi kita.

    Terimakasih, saya benar-benar belajar.

    ReplyDelete
  36. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Dunia adalah apa yang kita pikirkan. Maka luaskanlah pikiran kita agar kita merasakan luasnya dunia. Apa yang kita lakukan kepada dunia maka itulah balasan yang akan kita terima. Sebenarnya ini sejalan dengan bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari. Apa yang kita lakukan kepada orang lain maka itulah yang akan kita terima. Oleh karena itu, berbuat baiklah dalam menjalani kehidupan ini, niscaya kebaikan pula yang akan kita dapatkan. Jika di vertikalkan, sayangi yang ada di bumi maka yang di langit akan menyayangimu.

    ReplyDelete
  37. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas eleginya, Pak. Elegi 'Menggapai Diri' menyiratkan perlunya kita berdamai dengan hati dan pikiran kita sendiri. Semua bergantung pada cara kita memikirkan dan memandang sesuatu, "You are what you think". Pikiran kita mempengaruhi perkataan serta perbuatan kita. Sehingga kita harus senantiasa berpikir positif dan terbuka.

    ReplyDelete
  38. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Segala tindakan/pikiran/ucapan yang dilakukan akan membawa konsekuensi sesuai dengan telah yang dilakukan. Seperti yang dituliskan dalam elegi ini bahwa “Jika kita ingin menengok dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu sama persis seperti apa yang kita pikirkan.” Jika kebaikan yang kita lakukan maka kebaikan pula yang akan kita dapat begitu pula sebaliknya. Maka elegi ini mengajak kita untuk senantiasa berintrospeksi diri agar terhindar dari perbuatan buruk.

    ReplyDelete
  39. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Seperti hukum sebab akibat. Apa yang kita lakukan, maka akan kembali kepada kita. Apa yang kita tanam itu yang akan kita petik. Yah memang benar, lagi-lagi kuncinya ikhlas. Ikhlas melakukan aktivitas apapun jika diniatin karena Allah, maka saat itu lah kita sedang beribadah. Surgalah balasannya, itu lah sebenar-benar menggapai surga. Tetapi bagimana jika sebaliknya? Tanpa kita gapai pun, neraka akan menghampiri kita. Naudzubillah. Semoga kita semua termasuk hamba yang mampu menggapai diri dengan ikhlas. Amin.

    ReplyDelete
  40. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.
    Terimakasih banyak Pak prof
    Pembelajaran yang sangat berharga, jika menyelami makna elegi di atas bahwa berpikir tergantung pada obyek yang kita pikirkan.
    Sejujurnya ada yang selalu menggelayut di dalam pikiran saya, keikhlasan dan kesombongan kadang timbul tenggelam dalam diri ini.Adanya elegi ini menjadi penyadaran diri buat saya.
    Duhai Allah,,,Ampunilah hamba untuk semua khilaf yang hamba lakukan.

    ReplyDelete
  41. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Semua yang kita lakukan adalah cerminan dari apa yang kita pikirkan. Kita berbuat baik karena kita juga memikirkan tentang kebaikan. kita berbuat jahat karena pikiran memikirkan kejahatan. Maka pada dasarnya semua tergantung apa yang di dalam pikiran kita, jika kita ingin sikap kita berubah menjadi baik, maka ubahlah pikiran kita. Pikiran harus selalu memikirkan kebaikan. Pikiran itu dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor, salah satunya yaitu hati. Oleh karena itu agar kita selalu berubah menjadi pribadi yang lebih baik, hati kita harus selalu bersih.

    ReplyDelete
  42. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih banyak Prof, elegi yang secara dalam mampu mengajak saya untuk menyelami diri saya sendiri. Layaknya hukum karma, apa yang telah kita perbuat pasti akan kita pertanggungjawabkan segalanya. Jika kita berbuat baik, maka baik juga yang akan kita dapatkan. Sebaliknya, jika kita berbuat buruk maka keburukan yang akan kita dapatkan. Bagi saya ikhlas merupakan hal yang dapat mengantarkan kita menuju karma yang baik. Semoga kita semua senantiasa tidak lupa untuk berbuat kebaikan yang disertai keikhlasan.

    ReplyDelete
  43. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Mengutip sedikit dari elegi di atas “ jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan” kalimat yang penuh makna dan jika direnungkan memang seperti itulah kenyataannya, segala sesuatu yang kita hadapi di hidup ini berdasarkan perspektif atau cara pandang kita. Jika kita berpikir baik maka baiklah dunia itu begitupula berlaku untuk sebaliknya jika kita berpikir buruk maka buruklah dunia itu, itulah mengapa cara pandang seseorang dapat merefleksikan bagaimana diri seseorang tersebut, sama halnya dengan pepatah yang seringkali kita dengar yaitu “kamu adalah apa yang kamu pikirkan”, untuk itu selalu berpikir positif/berprasangka baik terhadap segala sesuatu adalah hal perlu bagi kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

    ReplyDelete
  44. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Apa yang kita lihat sehari hari adalah seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita menyikapi segala sesuatu yang terjadi dengan pikiran positif maka ketentraman lah yang kita rasakan. Sebaliknya, jka pikiran negatif selalu menghampiri setiap aktifitas yang kita lakukan maka kehidupan ini pasti terasa sangat suram. Intinya apapun yang kita lihat dan rasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah persepsi atau pengaruh pikiran dari diri sendiri. Suatu kejadian bagi seseorang dianggap buruk tetapi oleh orang lain dianggap suatu hal yang baik karena tiap manusia memaknai kejadian-kejadian sesuai pola pikir masing-masing. Hal tersebut merupakan cerminan dari diri kita.

    ReplyDelete
  45. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 25 ini, saya memahami bahwa dunia itu adalah pikiran kita dan pikiran kita adalah dunia. Cerminan dari dunia adalah pikiran kita, sejauh mana kita mengetahui dan sejauh mana kita memahami, maka seperti itulah dunia. Untuk itu, hendaknya kita senantiasa ikhlas dalam menjalani kehidupan dan jauhkan diri dari sifat sombong agar pikiran kita senantiasa dibumbui oleh hal-hal baik dan yang terpenting adalah agar rahmat-Nya selalu tercurah untuk kita semua.

    ReplyDelete
  46. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Kesombonganlah yang mendasari iblis tidak mau melaksanakan perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Iblis merasa dirinya lebih baik karena ia diciptakan dari api sedangkan adam diciptakan dari adam. Dan kesombonganlah yang akhirnya membuat iblis dikeluarkan dari surga. Mari senantiasa berdoa agar kita dijauhkan dari sifat, sikap maupun perilaku sombong. Aamiin

    ReplyDelete
  47. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Setelah saya membaca elegi menggapi diri ini, saya teringat dengan satu hadist nabi yaitu "Sebagiamana kamu berprilaku kamu akan dibalas dengan perilaku yang sama". Jadi hasil dari segala sesuatu yang kita dapatkan itu adalah hasil dari apa yang diperbuat. Jika hasilnya baik maka yang kita lakukan sebelumnya adalah baik. Orang berprilaku baik dan tulus kepada kita karena kita juga berprilaku seperti itu kepadanya dan kepada orang lain, dan jika orang berprilaku jelek kepada kita, mungkin kareana ada unsur kejelekan yang pernah kita lakukan kepadanya atau kepada orang lain. Dengan itu kita harus merefleksikan diri kembali terhadap hal-hal yang pernah diperbuat.

    ReplyDelete
  48. Kartika Kirana
    17701251039
    PEP S2 B

    Trimakasih, telah didoakan agar selalu ikhlas.
    Diri ini sebenarnya hanyalah setitik kecil debu saja di hadapan Allah. Dan manusia semua sama saja di hadapan Allah. Apalagi yang dapat menjadi alasan untuk sombong. Saya diingatkan untuk senantiasa menjadi rendah hati. Menggapai diri berarti menyadari kekecilan kita di hadapan Allah. Dan kita tak bisa apa-apa jika bukan karena kasihNya. Kita membutuhkan orang lain di sekitar kita pula.

    ReplyDelete
  49. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Membaca baris demi baris dalam elegi ini saya tak henti2nya mengangguk-angguk. Persepsi kita terhadap sesuatu bisa jadi boomerang terhadap diri sendiri. Prasangka kita terhadap seseorang bisa mempengaruhi penilaian kita terhadap apapun yang dilakukannya. Untuk itulah kita harus menyingkirkan emosi dan hawa nafsu apabila kita ingin berpikir jernih. Iri, dengki, sombong, suudzan, adalah penyakit hati yang akan menyesatkan diri kita sendiri. Semoga kita dapat menggapai pikiran dan hati yang jernih sehingga tidak terjebak dalam jebakan penyakit hati yang membuat seluruh pekerjaan kita tidak diberjahi rahmat Allah SWT.

    ReplyDelete
  50. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Ulasan yang dapat memotivasi saya untuk melakukan hal-hal kecil yang mengarah kepada kebaikan. Ini dikarenakan semuanya memiliki hukum alamnya masing-masing. Indahnya surga yang ada di dunia dapat diperoleh dari senyum simpul yang menenangkan. Saya menyadari betapa nikmat yang Allah berikan di dunia ini begitu luas. Bahkan dapat menjadi surga bagi orang-orang yang merasakannya. Namun, saya menjadi teringat akan pembahasan di kelas pada pertemuan lalu bahwa sebenar-benar surga adalah yang tertulis dalam Kitab Suci. Inilah yang menunjukkan bahwa surga itu sendiri berdimensi. Allahu ya karim.

    ReplyDelete
  51. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Kita adalah apa yang kita pikirkan. itu yang saya dapat dari elegi di atas. elegi yang sangat memotivasi Prof.. berfikir baik dan kerjakan yang baik maka hal baik akan datang kepada kita dengan sendirinya. jangan pernah bersifat sombong karena kesombongan menutup pintu berkah dan masuknya ilmu. semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang ada dalam lingkup kebaikan.

    ReplyDelete
  52. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Membaca elegi diatas, maka kita dianjurkan positif thinking terhadap sesuatu yang kita belum tahu faktanya. Positif thinking perlu untuk membuat hati kita tenang, karena yang dipikirkan adalah selalu positifnya. Karena segala sesuatu yang terjadi itu ada hikmah dan ibrohnya. Kemudian mengenai mencari ilmu, maka kita akan mendapat ilmu baru. Ketika dalam proses mendapat ilmu baru, mak kita akan mendapat ilmu yang lebih baru lagi, begitu seterusnya. Artinya ilmu itu sangat luas, sehebat-hebat dan sepandai-pandainya orang tidak akan mungkin menguasai seluruh ilmu yang ada di dunia ini. Kewajiban kita adalah menuntut ilmu supaya kita makin beriman dan bertaqwa dan semakin dekat kepadaNya.

    ReplyDelete
  53. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Untuk melihat dunia, maka lihatlah cara kita memandang dunia. Karena sebenarnya kita adalah apa yang ada dalam pikiran kita, maka untuk mampu melihat sesuatu dengan baik, ubahlah pemikiran kita menjadi baik pula. Manusia itu adalah apa yang dia pikirkan, dan cara ia memandang sesuatu hal tersebut. Maka berlaku baiklah maka kamu akan menjadi orang baik. Amin.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  54. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Pikiran positif akan membawa kepositifan dalam hidup, sedangkan pikiran negatif akan membawa kenegatifan dalam hidup. Oleh sebab itu apapun yang terjadi dengan hidup, hendaklah kita selalu berpikiran positif atau berkhusnudzon dengan Allah. Karena sesuatu yang kita benci bisa jadi itu yang baik untuk kita, sedangkan sesuatu yang kita sukai bisa jadi adalah hal yang buruk untuk kita. Allah Maha Mengetahui sesuatu, sedangkan kita tidak.

    ReplyDelete
  55. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Berdasarkan legi diatas bahwa manusia yang berusaha menggapai diri haruslah memiliki niat yang benar yakni menggaoai ridho Nya dan meiliki pemikiran yang positif. Mengutip salah satu kalimat diatas bahwa “jika kita tersenyum kepada dunia, maka dunia akan tersenyum kepada kita. Jika kita berlaku sombong kepada dunia, maka dunia juga akan berlaku sombong pada kita”. Kalimat ini memberikan pelajaran bagi kami bahwa apa yang kita tebar maka itulah yang akan kita panen, selain itu kita akan mendapatkan balasan yang setimpat sesuai apa yang kita lakukan kepada orang lain. Oleh karena itu dalam menggapai diri diperlukan bekal berupa hidayah, ilmu, keikhlasan , doa serta sikap pasrah kepada Allah SWT. Terima Kasih

    ReplyDelete
  56. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B


    "Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan" kalimat ini seperti tidak asing, sepertinya saya telah mendengar sebelumnya tapi lupa ntah kapan dan dimana. Saya termasuk orang yang percaya akan kekuatan pikiran karena saya sendiri telah membuktikan kebenarannya, ketika kita berpikir kebaikan dan yang tertanam didalam alam bawah sadar kita adalah kebaikan maka kebaikan lah yang kita akan dapatkan.

    ReplyDelete
  57. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Bersahabatlah dengan dunia, maka dunia akan menjadi sahabatmu. Tidak perlu kamu berusaha untuk menjelajahi dunia secara keseluruhan, karena dengan ilmu dan pengetahuan pun kamu juga sudah dapat mengambil sedikit tentang dunia itu. Ilmu dan pengalamanmu adalah cerminan dari duniamu. Jangan melihat dunia orang lain, karena belum tentu itu sesuai dengan ambisimu. Cukup lihat dalam dirimu, bagaimana cara menggapai dunia versimu. Tapi jangan lupakan bahwa kita juga hidup berdampingan dengan orang lain. Perlu untuk saling berbagi ilmu untuk lebih bisa melihat dunia yang lebih luas. Sombong akan dunia yang sudah dimilikinya itu tak ada gunanya. Karena ilmu itu untuk dibagikan. Untuk berbagi indahnya dunia dengan orang lain.

    ReplyDelete
  58. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Bersahabatlah dengan dunia, maka dunia akan menjadi sahabatmu. Tidak perlu kamu berusaha untuk menjelajahi dunia secara keseluruhan, karena dengan ilmu dan pengetahuan pun kamu juga sudah dapat mengambil sedikit tentang dunia itu. Ilmu dan pengalamanmu adalah cerminan dari duniamu. Jangan melihat dunia orang lain, karena belum tentu itu sesuai dengan ambisimu. Cukup lihat dalam dirimu, bagaimana cara menggapai dunia versimu. Tapi jangan lupakan bahwa kita juga hidup berdampingan dengan orang lain. Perlu untuk saling berbagi ilmu untuk lebih bisa melihat dunia yang lebih luas. Sombong akan dunia yang sudah dimilikinya itu tak ada gunanya. Karena ilmu itu untuk dibagikan. Untuk berbagi indahnya dunia dengan orang lain.

    ReplyDelete
  59. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Berhati-hati dalam bertindak dan menjauhkan diri dari penyakit hati, terutama sombong. Karena sombong adalah dosa pertama dan paling besar dihadapan Allah swt. Allah sangatlah tidak menyulai mereka yang berlaku sombong. Sombong terhadap dirinya, orang lain, maupun lingkungannya. Senantiasa memohon ampunan dan perlindungan kepada Allah swt agar dihindarkan dari sifat sombong dan penyakit hati lainnya. Sehingga dapat menjadi insan yang dapat memahami diri sendiri dan melakukan kewajiban-kewajiban yang sudah sepantasnya dilakukan manusia sebagai khalifah di bumi. Semoga Allah swt senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Amin.

    ReplyDelete
  60. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Berbicara tentang kesombongan,saya jadi teringat tentang ceramah aa gym bahwa kita harus sering-sering introspeksi diri. Jika kita selalu/sering melakukan sesuatu karena menginginkan penilaian makhluk maka jangan-jangan kesombongan telah bersemayam di hati kita. Saya selalu teringat pesan pak Marsigit sejak awal kuliah filsafat untuk tidak sombong pun ilmu dan jabatan kita tinggi, pun bisa menyatukan bumi dan langit. Semoga kita semua selalu diberikan hidayah oleh Allah untuk introspeksi diri. Aamiin allahumma aamiin

    ReplyDelete
  61. Jika kita ingin hidup dengan nyawan di dunia, maka bersahabatlah dengan dunia, karena dunia kan menjadi seperti apa yang engkau lakukan, impikan, rasakan. Hadapilah dunia dengan hati yang bersih dan ikhlas, memang dalam menjadi ikhlas susah, tetapi berusalah menjadi bagian dari orang-orang yang menuju ikhlas, jauhkanlah dari kesombongan, karena sesungguhnya itulah penghancur dari bangunan hati yang telah susah payah kita bangun.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  62. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Saya setuju dengan kalimat “Jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu.
    Jika kita tersenyum kepada dunia, maka dunia juga akan tersenyum kepada kita”. itu berarti menggapai diri yang sesungguhnya adalah menggapai kualitas diri yang lebih baik dengan melihat dunia bernilai serba positif. Jika kita memiliki sedikit perasaan negatif saja terhadapnya, maka hanya kenegatifanlah yang akan kita rasakan dan yang akan kita terima. Maka, jadilah sebik-baik diri yang penuh kebermanfaatan, meraih keberhasilan dan kesuksesan dengan ridho dan karunia Allah, menghindarkan hatinya dari segala penyakit hati, menambah amalan dan memperbaiki diri baik perasaan, perbuatan, dan perkataan agar semuanya bernilai ikhlas dan menjadi nilai plus disisi Allah swt. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  63. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Hal yang terjadi di dunia ini pada diri kita memang tidak terlepas dari apa yang telah lalukan dan perbuat sebelumnya, apabila kita selalu berbuat baik dan berpikir segala sesuatu akan berjalan baik (husnudzan) karena kita telah yakin berada di jalan yang lurus, maka kita akan mendapatkan hal yang baik juga. Berbeda saat kita melakukan hal yang buruk dan selalu berpikir tentang hal yang buruk terus menerus. Maka kita akan menganggap hal yang terjadi di dunia ini tidak selaras dengan keinginan kita. Hal inilah yang akan menyebabkan manusia untuk tidak bersyukur karena tidak ikhlas dengan hal yang terjadi pada dirinya. Oleh karena itu dalam menghindari hal seperti ini, maka sejak awal memang manusia harus mengambil jalan yang benar dalam menggapai diri yang baik

    ReplyDelete
  64. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini saya memahami bahwa, apa yang ada diluar diri kita itu tergantung pada diri kita sendiri. Misalnya sikap orang lain kepada diri kita, itu tergantung bagaimana kita bersikap pada orang tersebut. Contoh lain bagaimana lingkungan memperlakkan kita, tergantung bagaimana kita memperlakukan lingkungan. Saat kita sering meyapa orang lain, maka orang tersebut juga akan sering menyapa kita. Jangan berharap untuk disapa, jika kita gengsi untuk menyapa orang. Lingkungan juga akan memberikan kita kenyamanan saat kita juga menjaga lingkungan. Namun lingkungan akan menjadi bencana seperti banjir dan tanah longsor, saat kita mengeksplotasi lingkungan secara berlebihan. Oleh karena itu, mari perbaiki diri dan muliayakan apa yang ada disekitar kita. Terimakasih

    ReplyDelete
  65. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Menggapai diri. Dari judul tersebut seakan sudah mengartikan bahwa jika manusia hendak menggapai diri sendri, maka semua hal itu kembali kepada diri dan pikiran masing-masing setiap manusia. Pikiran sebagai aspek fundamental dalam ranah kehidupan manusia memegang peranan sentral pada tercapainya kebahagiaan dunia. Pikiran manusia sebagai salah satu karunia terbesar dari sang Maha Kuasa akan terus berkembang seiring pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Perkembangan itu seyogyanya membuat manusia menjadi semakin pandai mensyukuri kehidupannya. Karena semua hal yang manusia lakukan pada alam dan sekitarnya akan dikembalikan lagi pada diri masing-masing.

    ReplyDelete
  66. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Siapa saya? Sebenar-benarnya saya adalah bukan saya. Karena pada dasarnya manusia tidak bisa menentukan siapa diri mereka sekarang dan siapa diri mereka pada masa yang akan datang. Sifat manusia yang terbatas oleh ruang dan waktu tidak bisa memiliki sifat identitas untuk menggambarkan diri mereka sekarang dan pada masa yang akan datang. Jangankan pada masa yang akan datang, sekarang ketika saya menulis ini, saya berbeda dengan saya ketika menulis al=wal kalimat. Oleh karena itu, sebenar-benarnya saya adalah apa yang ada dan mungkin ada dalam diri saya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  67. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam Elegi Ritual Ikhlas 25 ini bahwa apa yang kita tanam maka itulah yang akan kita dapatkan. Jika kita menanam kebaikan maka kita juga akan memperoleh kebaikan. Jika kita menanam keburukan maka kita juga akan memperoleh keburukan. Maka kendalikanlah egomu sebaik-baiknya agar kamu dapat menanamkan kebaikan. Selalu ikhlas dalam menjalani setiap kebaikan dan ikhlas pula jika terjadi suatu hal yang tidak kita inginkan. Tidak menyombongkan diri dan senantiasa rendah hati.

    ReplyDelete
  68. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Ego yang berlebih-lebihan = Kesombongan. Maka dari itu, ego yang berlebih-lebihan sangat perlu dihilangkan, karena kesombongan tidaklah suatu hal yang baik. Ego yang berlebih-lebihan akan sangat merugikan. Yang dimaksud disini bukanlah ego tidak penting, ego penting dengan kapasitas yang seharusnya (misalnya: digunakan untuk mempertahannya pendapat, dengan tetap mendengarkan/menghargai pendapat yang lain). Sebaiknya kurangi ego, hilangkan kesombongan dan selalu berusaha untuk berpikiran ikhlas.

    ReplyDelete
  69. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Ada dua hal yang perlu digapai oleh manusia, yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat. Namun hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah masalah ukhrowin (akhirat) karena pada akhirnya manusia akan hidup di akhirat. Dunia hanyalah sementara. Untuk menggapai diri pada kehidupan akhirat adalah memperbanyak ibadah dan berbuat kebaikan.
    Manusia diberikan kesempatan untuk berbuat kebaikan di dunia. Manusia perlu untuk menggunakan kesempatan itu dengan baik, seperti untuk ibadah, beljar, bekerja agar hidupnya lebih berguna dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
    Selain itu, kita juga perlu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Banyak orang yang lupa bahwa setelah kehidupan di dunia ini masih ada kehidupan yang lebih kekal yaitu di akhirat. Kita hendaknya senantiasa mengingat Allah, mengingat adanya kematian, mengingat bahwa kehidupan yang sesungguhnya adalah di akhirat agar kita selalu waspada.

    ReplyDelete
  70. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Sebenar-benarnya aku adalah belum mampu memahami diriku sendiri. Untuk menggapai diriku, maka aku harus bisa mengetahui segala tentangku, siapa aku, mau kemana aku, bagaimana aku, apa tujuanku dan kapan aku melakukannya. Sebenar-benarnya diriku adalah bahasa, bahasa yang ku ucapkan akan mencerminkan diriku dari ucapan orang lain. Pada dasarnya, hakekat diriku hanyalah diriku yang tahu dan yang dicerminkan melalui penglihatan orang lain adalah kelakuanku

    ReplyDelete
  71. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Yang paling mengetahui segala kelebihan dan kekuranganmu adalah dirimu, sedangkan yang paling memahami dirimu adalah kamu sendiri. Maka yang membantu kamu dalam setiap kebimbinganmu adalah ilmu dan hatimu. Ilmumu adalah pikiranmu yang akan menterjemahkan semua yang ada dan yang mungkin ada. Sedangkan hatimu adalah kendaraan yang akan membawamu dalam kebaikan atau keburukan. Maka senantiasalah memohon petunjuk Tuhan YME agar dibersihkan hati dan dijernihkan pikiran.

    ReplyDelete
  72. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. saya setuju dengan apa yang Prof. Marsigit sampaikan. Pikiran kita adalah cermin diri dalam memandang dunia, begitupun dengan perasaan. Terkadang manusia pesimis dalam hidup, memandang bahwa tidak ada jalan keluar untuk masalah yang dihadapi. Jalan keluar itu tertutup oleh pikiran negatif manusia dalam memandang dunia. Padahal jika mau bersabar, merefleksi diri, ikhlas, dan tawakal selalu ada jalan keluar untuk setiap masalah. Hendaknya perbanyak berdoa dan beribadah, serta selalu balajar agar mampu melihat dunia dengan pikiran yang lapang.

    ReplyDelete
  73. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sesungguhnya kesombongan itu hanyalah milik Allah SWT. Kesombongan salah satunya disebabkan karena seseorang tidak sadar bahwa disetiap kesuksesan yang dia dapatkan ada campur tangan Allah SWT. Mereka tidak sadar bahwa daun pun yang jatuh dari tangkainya merupakan campur tangan dan atas ridho Allah SWT. Oleh karena itu dalam setiap usaha hendaknya kita selalu berdoa terlebih dahulu dan selalu menyertakan Allah di dalamnya. Sehingga ketika kita bisa meraih kesuksesan maka kita tidak lupa bahwa di didalamnya ada campur tangan Allah SWt. Sehingga diharapkan dapat terhindar dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  74. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Apa yang kita lakukan adalah cerminan diri kita, cerminan dari kondisi hati dan jiwa kita, cerminan dari apa yang kita pikirkan. Terkadang baik buruk diri kita tergantung dari apa yang kita pikirkan. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk terus berusaha memperbaiki diri. Memperbaiki hati dengan senantiasa menjaganya bersih dan terselimuti doa-doa, menjernihkan pikiran dengan selalu berpikir yang baik dan positif, berprasangka baik atas apa yang Allah takdirkan. Segala sesuatu yang kita lakukan, baik ataupun buruk pasti akan kembali kepada diri kita nantinya. Jadi, kita harus memiliki hati yang bersih dan pemikiran positif terhadap segala sesuatu di sekitar. Percayalah bahwa apapun yang terjadi, Allah telah memiliki rencana dan jalan terbaik-Nya untuk kita.

    ReplyDelete
  75. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Apa yang kita lihat sehari hari adalah seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita menyikapi segala sesuatu yang terjadi dengan pikiran positif maka ketentraman lah yang kita rasakan. Sebaliknya, jka pikiran negatif selalu menghampiri setiap aktifitas yang kita lakukan maka kehidupan ini pasti terasa sangat suram. Intinya apapun yang kita lihat dan rasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah persepsi atau pengaruh pikiran dari diri sendiri. Suatu kejadian bagi seseorang dianggap buruk tetapi oleh orang lain dianggap suatu hal yang baik karena tiap manusia memaknai kejadian-kejadian sesuai pola pikir masing-masing. Hal tersebut merupakan cerminan dari diri kita.

    ReplyDelete

  76. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Jika kita tersenyum pada dunia, maka dunia juga akan tersenyum kepada kita. Jika kita menghujat dunia, maka dunia juga akan menghujat kita. Jadi jika kita ingin melihat bagaimana dunia yang sebenarnya, lihatlah dalam pikiran kita sendiri, dunia itu berlaku seperti apa yang kita prasangkakan kepadanya. Apa yang kita dapatkan adalah apa yang kita berikan. Jadi, kita kita menginginkan yang terbaik, maka berilah yang terbaik. Manfaatkan waktu dunia kita dengan sebaik mungkin sebagai bekal kita di hari akhir. Jangan pernah lupa untuk selalu beribadah kepada Allah SWT, jangan menjadi orang yang sombong, jangan lupa utnuk selalu bersyukur, berdoa dan berusaha dengna keikhlasan hati.

    ReplyDelete
  77. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dunia adalah cerminan diri kita, dunia merfleksikan diri kita. Sejauh kita pergi di dunia ini, maka dia akan berlaku seperti apa kita berlaku padanya. Sungguh miris rasanya jika melihat diri yang sering menyalahkan keadaan, tetapi tidak melihat dirinya, egonya, sombongnya, angkuhnya. Maka sebenar-benar kita menggapai diri addalah dengan kita selalu ikhlas,menghilangkan sifat ingin lebih dan angkuh.

    ReplyDelete
  78. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Membaut target cpaaian terhadap diri juga merupakan ikhtiar dalam menggapai diri, diri yang seperti apa yang diinginkan, apakah seorang begawat ? logos?semakin kita memahami diri kita sendiri akan semakin menguatkan keyakinan diri, kemantapan diri. Selalau berdoa kepada Allah Swt untuk membantu menggapai diri yang hakiki.

    ReplyDelete
  79. Latifah Fitriasari
    PM C

    Hidup ini kamu yg jalani, lakukan apapun yg ingin kamu lakukan, tapi pastikan itu sebuah cerita yg kelak pantas tuk diceritakan. Percaya bahwa semua yg terjadi dlm hidup, entah baik entah buruk, mempunyai tujuan yg baik untuk hidup. Lakukan apapun dengan tepat, bukan hanya cepat. Hidup ini memang banyak pilihan, namun ternyata tidak harus memilih apa yg terlihat terbaik tetapi memilih yang membuat bahagia serta mengisi hari dengan segala kebaikan. Hanya karena orang lain berbuat tidak baik kepada kita, bukan berarti kita harus membalasnya dengan cara yang sama.

    ReplyDelete
  80. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Ikhtiar dilakukan dengan sungguh-sungguh dan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. Kita harus berikhtiar semaksimal mungkin dalam melakukan segala sesuatu dan barengilah dengan doa yang tulus dan ikhlas.tiadalah akan bermakna usaha tanpa doa dan tiada pulalah doa tanpa usaha akan bermakna juga. Setelah itu kita serahkan semuanya kepada Allah SWT. Apapun hasilnya, kita harus percaya bahwa itu yang terbaik.

    ReplyDelete
  81. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PM C

    Jika kita ingin melihat dunia, tengoklah pada pikiran kita, karena dunia persis seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita ingin merasakan dunia, maka tengoklah pada hati kita, karena dunia persis seperti apa yang kita rasakan. Inilah yang disebut kekuatan pikiran dan hati. Apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, maka sejatinya itulah kehidupan kita. Karena itulah kita harus senantiada berpikiran positif, berpikiran baik kepada orang lain, berbuat baik kepada orang lain. Sebagaimana dalam islam kita diajarkan untuk senantiasa berkhusnudzon. Dunia ini hanyalah sementara. Maka jangan sampai hidup yang sementara itu diisi dengan kedengkian, keirian, dan kesombongan.

    ReplyDelete
  82. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Untuk mengetahui diri sendiri, perlu kita refleksikan kembali terhadap diri kita. Sehingga akan terlihat bagaimana kita persisinya. Apa yang telah kita ketahui, merupakan apa yang kita pikirkan. Semisal kita berpikir bahwa harus bisa mencapai suatu target maka kita akan berusaha semaksimal mungkin utnuk memenuhi target tersebut.

    ReplyDelete
  83. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Sebuah hadits menyebutkan bahwa "Allah bersama persangkaan hambaNya", bahkan hadits tersebut aialah hadits Qudsi, yakni hadits yang berasal dari Allah namun tidak turun sebagai wahyu dalam al-quran. Betapa pentingnya persangkaan yang baik dalam hidup kita. jika kita berpikir sesuatu itu sulit, maka sebenar-benar sesuatu itu akan sulit. Namun juga sebaliknya jika kita berprasangk bahwa yang ada di depan kita mudah, maka apa yang kita akan hadapi ialah kemudahan. Maka kita harus membiasakan diri untuk berprasangka baik dalam keadaan apapun kepada siapapun. WAllahu a'lam

    ReplyDelete
  84. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Kesombongan merupakan akar dari semua maksiat atau keburukan dalam catatan amal kita, selayaknya apa yng menjadikan iblis keluar dari surga ialah karena kesombongan semata. Sombong atau yang selanjutnya bisa saja berkembang sebagai riya' akan memakan kebaikan yang kita lakukan selayaknya api memakan kayu bakatr, dengan cepatnya dan tanpa siswa. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  85. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Dunia itu merupakan apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir baik maka dunia juga akan baik kepada kita. Sebaliknya, jika kita berpikir buruk, maka dunia juga akan berlaku buruk kepada kita. Oleh karena itu, pentinglah bagi kita untuk selalu positive thingking atau husnudzon. Allah melarang kita untuk berprasangka buruk atau su’udzon terhadap sesuatu, karena prasangka buruk itu hanya akan menghancurkan kita. Semakin hari usia kita semakin bertambah. Semakin bertambahnya usia juga akan menambah tingginya ego kita. Ego yang terlalu berlebihan ini akan masuk ke dalam kategori sombong. Padahal Allah sangat membenci orang-orang yang sombong. Oleh karena itu, kita hendaknya selalu beristighfar mohon ampun kepada Allah atas kesombongan-kesombongan dan dosa-dosa yang telah kita perbuat. Kesombongan hanya akan menutupi ilmu dan hidayah dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  86. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Dari elegi ini, saya memperoleh makna berpikir positif. Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu. kita punya pandangan tersendiri dalam menghadapi dunia dan menghadapi masalah kita. banyak diantara kita punya masalah yang sama, tapi tentu saja kita punya cara tersndiri untuk menyelesaikan masalah tersebut. semua itu tergantung pola pikir kita dalam memandang sesuatu, entah itu masalah, berita, atau bahkan sekedar benda disekitar kita.

    ReplyDelete
  87. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Dunia luar adalah refleksi dari dunia di dalam diri kita. Jadi, jika kita ingin mengubah dunia luar, kita dapat melakukannya dengan perubahan dunia di dalam diri kita.
    Jadi, yang penting bagi kita adalah untuk memiliki mimpi dan keinginan yang terbaik untuk dunia masa depan kita.
    Tapi, dalam perjalanan mencapai mimpi itu, pasti ada banyak kendala yang biasanya datang dari diri kita sendiri, yaitu kesombongan dan egoisme. Untuk itu, kita harus memohon kepada Allah agar kita dapat selalu terhindar dari segala jenis keburukan. Sehingga kita bisa mencapai diri yang baik dan mampu menciptakan dunia yang lebih baik juga.

    ReplyDelete
  88. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    “Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.” adalah ungkapan yang sering sekali kita dengar, namun hal in benar adanya. Dunia pada akhirnya adala diri kita. Jika kita baik maka baik pula lah dunia kita, maka jika ingin memperoleh dunia yang penuh dengan kebaikan maka diri kita harus baik pula, hanya percaya dan beribadah kepadaNya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  89. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Aamiin ya rabbal aalamiin
    saya tersadar bahwa untuk melihat dunia, kita perlu merefleksikan diri kita dari berbagai sudut. dari pikiran, perasaan, dan sikap kita terhadap dunia. namun walaupun kita telah berbuat baik kepada dunia, merupakan sunnatullah bahwa tetap akan ada orang-orang yang membenci kita. dan jika kita berbuat buruk terhadap dunia, juga akan ada orang-orang yang membenci kita. maka tentukanlah pilihan apa yang akan kita berikan kepada dunia, dengan selalu berusaha menghilangkan penyakit sombong yang senantiasa mengintai.

    ReplyDelete
  90. Assalamualaikum Wr. Wb. Menggapai diri berarti berusaha lepas dari keragu-raguan atas diri. Menggapai diri adalah problem filsafati sebab menuntut mengungkap suatu hakikat. Menggapai diri menunjukkan bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna tidak hanya sekedr hidup di dunia, tetapi juga mengada sebagai khalifatullah, wakil Tuhan di bumi. Menggapai diri berarti bahwa kita telah memahami bahwa manusia adalah subjek kehidupan di bumi ini. Manusia ditugaskan untuk menjaga dan merawat untuk menciptakan kesejahteraan dan ketentraman di bumi. Menggapai diri berarti memahami bahwa ada zat yang memiliki kuasa di atas kehidupan ini. Wallahua’lam bi shawab.

    ReplyDelete
  91. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    menurut saya menggapai wajah dan menggapai diri merupakan hal yang mirip, sama-sama usaha untuk menggali dan lebih mengenali diri kita sendiri. kita menjadi seperti apa itu merupakan pilihan kita, bersifat terbuka, namun kita yang harus bisa membatasi diri kita terhadap sesuatu, jangan lengah dan jangan terbuai oleh bayangan-bayangan dunia. kita harus percaya akan potensi yang diri kita miliki. terdapat dua pegangan yang dapat kita pegang agar kita mendapatkan kesejahteraan di dunia dan akhirat yaitu Al-Qur'an dan sunnah Rasul

    ReplyDelete
  92. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Semuah hal yang ada dalam dunia ini tergantung kepada apa yang kita pikirkan. Kendali atas pandangan kita akan dunia dan seisinya ada pada pikiran dan pikiran akan jernih apabila kita memiliki hati yang ikhlas. Karena hati merupaka raja yang mengendalikan tubuh, maka diperlukan keikhlasan supaya semua anggota badan bisa bergerak dan tergerak ke arah kebaikan dan lebih baik. Dekatkan diri selalu kepada Allah, karena segala penyakit hati selalu datang untuk menggerogoti keimanan kita.

    ReplyDelete
  93. Apa yang kita lihat sehari hari adalah seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita menyikapi segala sesuatu yang terjadi dengan pikiran positif maka ketentraman lah yang kita rasakan. Sebaliknya, jka pikiran negatif selalu menghampiri setiap aktifitas yang kita lakukan maka kehidupan ini pasti terasa sangat suram. Intinya apapun yang kita lihat dan rasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah persepsi atau pengaruh pikiran dari diri sendiri. Suatu kejadian bagi seseorang dianggap buruk tetapi oleh orang lain dianggap suatu hal yang baik karena tiap manusia memaknai kejadian-kejadian sesuai pola pikir masing-masing. Hal tersebut merupakan cerminan dari diri kita.

    ReplyDelete
  94. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Dunia itu seperti yang kita pikirkan. Seperti kata di dalam elegi diatas, "jikalau engkau inginn melihat dunia, maka tengoklah kedapal pikiranmu". Dari situ kita tahu bahwasanya dunia itu tergantung persepsi kita. Selain itu, dunia juga memberikan timbal balik apa yang telah kita berikan pada dunia. Misalnya ketika kita sombong pada dunia maka dunia juga akan sombong pada kita.

    ReplyDelete
  95. 17709251033

    Dalam kehidupan, janganlah kita melupakan akhirat. Jangan menunda tuk menggapai syurga karena neraka siap menghampiri kita kapanpun walau kita masih berada di dunia. Untuk menggapai dunia dan akhirat, dibutuhkan keihklasan. Ikhlas itu tidak sombong, sesuai hati, dan mengerjakannya hanya untuk Allah.

    ReplyDelete
  96. Kunci dari ikhlas itu ialah tidak menyombongkan diri. Apabila diri kita masih memntingkan ego, boleh jadi ego kita adalah kesombongan. Biasakan untuk selalu rendah hati, hanya Allah lah yang paling tinggi. Tiadalah keberadaan kita jika dibandingkan dengan Allah SWT. Mari bersama-sama selalu istighfar dan mohon petunjuk kepada sang Pencipta.

    Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    ReplyDelete
  97. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Penilaian kita terhadap sesuatu merupakan refleksi dari diri kita sendiri. Bersyukur atas nikmat yang kita miliki merefleksikan bahwa kita adalah orang yang penuh syukur dan menunjukkan bahwa kita bukanlah orang yang tamak. Terus belajar dan selalu berusaha serta merasa masih belum mengetahui banyak hal juga diperlukan untuk menghindarkan kita dari sifat sombong. Semoga kebaikan menyertai kita.

    ReplyDelete
  98. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Alangkah indahnya dunia ini jika kita memiliki pola pikir yang baik dalam memaknai setiap kejadian yang terjadi di sekitar kita. Tentunya pola pikir yang baik diiringi perbuatan dan hati yang baik pula. Rasa empati, simpati, berpikir positif, pantang menyerah adalah beberapa contoh hal yang dapat membangun pikiran positif sehingga dalam melihat dunia kita dapat melihat keindahannya. Apa yang lingkungan beri kepada kita adalah apa yang kita tanam sebelumnya. Jika kita berperilaku baik pada lingkungan, alam maupun sosial, maka timbal baliknya akan baik pula. Begitu pun sebaliknya. Jadi selain pikiran yang positif, marilah kita bentuk diri kita sebagai pribadiyang baik.

    ReplyDelete
  99. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Dari artikel diatas, saya memahami bahwa apa yang kita lakukan terhadap dunia, dunia akan memperlakukan kita dengan hal yang sama. Kesombongan bukanlah suatu yang harus dibanggakan karena dengan adanya kesombongan akan menutup mata kita sehingga kita tidak bisa memandang dengan perspektif lain terkait suatu hal itu. Kesombongan merupakan suatu keburukan yang buruk di hadapan Allah. Terima kasih pak sudah memberikan informasi yang sangat bermanfaat ini, yang sekiranya membuat saya sadar bahwa kesombongan itu sejatinya hanya akan memberikan kecelakaan bagi diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  100. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Ikhlas merupakan kunci dari kehidupan, baik dunia maupun akhirat karena ikhlas akan menghindarkan kita dari perbuatan yang tidak baik. Ikhlas dapat meluruhkan kesombongan dan juga ego yang merupakan musuh terbesar selain diri sendiri. Selain itu, kita juga harus bercermin pada diri sendiri. Karena apa yang kita lihat adalah hasil dari apa yang telah kita perbuat.

    ReplyDelete