Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 25: Menggapai Diri




Oeh Marsigit

Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.

Jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu.

Jika kita tersenyum kepada dunia, maka dunia juga akan tersenyum kepada kita.

Tetapi jika kita menghujat dunia, maka dunia juga akan menghujat kita.

Jika kita berlaku sombong kepada dunia, maka dunia juga akan berlaku sombong kepada kita.

Jika kita santun kepada dunia maka dunia juga akan berlaku santun kepada kita.

Maka jika kita ingin merasakan dunia maka tengoklah perasaan kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita rasakan.

Janganlah menunda meraih syurga menunggu kematian kita, sedangkan neraka itu siap menjemput walau kita masih di dunia.

Mencari ilmu berbekal ilmu, menggapai hidayah berbekal hidayah.

Setinggi-tinggi urusan dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya.

Aku menyadari bahwa kesombongan adalah dosa pertama dan paling besar di hadapan Tuhan.

Aku menyadari bahwa sebuah kesombongan akan menutup dan mencegah diriku memperoleh ilmu dan hidayah.

Lebih dari itu, kesombongan juga akan membakar habis semua yang telah aku peroleh.

Sedang aku juga menyadari bahwa bertambahnya umurku maka akan bertambah pula egoku.

Aku juga menyadari bahwa egoku yang aku lebih-lebihkan itu ternyata merupakan kesombonganku pula.

Maka aku selalu berusaha untuk meluruhkan kesombonganku dengan memohon ampun dan pertolongan kepada Tuhan. Amin.

Untuk kita semuanya yang selalu ikhlas dalam membaca dan berusaha semoga Tuhan YME selalu melimpahkan rakhmat dan hidayahnya.

Amiiin.

12 comments:

  1. Naja Nusaibah
    13301241042
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Apa yang kita lihat sehari hari adalah seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita menyikapi segala sesuatu yang terjadi dengan pikiran positif maka ketentraman lah yang kita rasakan. Sebaliknya, jka pikiran negatif selalu menghampiri setiap aktifitas yang kita lakukan maka kehidupan ini pasti terasa sangat suram. Intinya apapun yang kita lihat dan rasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah persepsi atau pengaruh pikiran dari diri sendiri. Suatu kejadian bagi seseorang dianggap buruk tetapi oleh orang lain dianggap suatu hal yang baik karena tiap manusia memaknai kejadian-kejadian sesuai pola pikir masing-masing. Hal tersebut merupakan cerminan dari diri kita.

    ReplyDelete
  2. Naja Nusaibah
    13301241042
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Alangkah indahnya dunia ini jika kita memiliki pola pikir yang baik dalam memaknai setiap kejadian yang terjadi di sekitar kita. Tentunya pola pikir yang baik diiringi perbuatan dan hati yang baik pula. Rasa empati, simpati, berpikir positif, pantang menyerah adalah beberapa contoh hal yang dapat membangun pikiran positif sehingga dalam melihat dunia kita dapat melihat keindahannya. Apa yang lingkungan beri kepada kita adalah apa yang kita tanam sebelumnya. Jika kita berperilaku baik pada lingkungan, alam maupun sosial, maka timbal baliknya akan baik pula. Begitu pun sebaliknya. Jadi selain pikiran yang positif, marilah kita bentuk diri kita sebagai pribadiyang baik.

    ReplyDelete
  3. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan. Maka jika kita memikirkan dunia itu luas, maka dunia itu luas. Saat kita berpikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu. Pikiran kitalah yang membangun dunia kita, maka kenalilah pikiran kita untuk mengenal dunia kita.

    ReplyDelete
  4. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY


    Mencari ilmu berbekal ilmu. Dalam mencari ilmu perlu mempelajari ilmu-ilmu terdahulu sebagai dasar untuk mempelajari ilmu baru(bagi diri kita). Trimakasih prof.Marsigit telah mengingatkan saya untuk ke sekian kalinya, bahwa saya harus banyak membaca materi-materi dalam blog ini untuk belajar tentang filsafat.

    ReplyDelete
  5. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Setinggi-tinggi urusan dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya. Ikhlas nilai tertinggi yang bisa kita capai, ikhlas untuk mendapat ridho dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  6. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY


    Setinggi-tinggi urusan dunia dan akhirat ini, perlu usaha yang ekstra kuat untuk membangun Ikhlas. Ikhlas bisa dibangun dengan kebiasaan, kebiasaan melakukan sesuatu untuk selalu mendapat ridho Allah SWT

    ReplyDelete
  7. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY


    Saya tidak lepas dari sebuah kesombongan, sebagai bukti, saya telah menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga untuk komen dalam elegi-elegi ini. Akan tetapi saat ini aku akan berupaya untuk membakar sedikit demi sedikit kesombongan ini, dengan membaca elegi dalam blog ini.

    ReplyDelete
  8. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Meski kesombongan memiliki keniscayaan untuk melekat dalam hati dan pikiran, tetapi saya terus berupaya untuk membakar kesombongan itu.

    ReplyDelete
  9. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY


    “Sedang aku juga menyadari bahwa bertambahnya umurku maka akan bertambah pula egoku.” Hal ini tidak dapat dipungkiri, akan tetapi untuk mengingatkan kita dalam mengendalikan ego, maka nilai yang perlu dijadian acuan adalah nilai padi, “semakin tua semakin merunduk”. Semakin banyak pengalaman dan ilmu, maka semakin menekan ego untuk menyombongkan ilmu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  10. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Kesombongan akan memakan pikiran dan hati kita, saat kita merasa bisa dan mampu karena di setir oleh pikiran sombong akan daya pikir, kekayaan, kekuasaan, kemampuan fisik maupun nonfisik kita, maka saat itulah pikiran dan hati dalam titik lemah.

    ReplyDelete
  11. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Kesombongan menempatkan kita pada tidak sadar bahwa di atas langit masih ada langit lainnya. Elegi ini mengingatkn kita untuk meruntuhkan gunung kesombongan kita dan terbang bersama angin agar mampu bergerak melihat dunia dan isahinya dari berbagai sisi.

    ReplyDelete
  12. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Menjaga pikiran dan hati merupakan kunci meraih dunia. Dunia tidak akan memberikan sesuatu melebihi apa yang telah kita usahakan dan kita ikhlas serta pasrahkan atasnya. Sombong atas dunia dapat berupa tidak mengupayakan usaha untuk meraihnya. Sombong atas dunia dapat berupa tidak pernah merasa puas dan bersyukur atas apa yang telah dunia berikan. Maka ikhlas dan semangat bekerja keras ditambah kepasrahan kepada Tuhan YME atas segala usaha yang dilakukan adalah yang paling baik.

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.