Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan Teknis 1




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass.Wr.Wb...hadirin yang dimuliakan Allah, kami sampaikan bahwa untuk beberapa waktu ini kami memfasilitasi hadirin semua bagi yang ingin melaksanakan Ritual Ikhlas di sini. Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk memberi kesempatan kepada para hadirin semua untuk mempelajari bagaimana melaksanakan ibadat yang benar, sesuai dengan tuntunan yang ada. Sedangkan tuntunan yang ada meliputi tuntunan yang terdapat pada Kitab Suci atau Firman Allah SWT, sunah Rasulullah SAW, dan lainnya yang dilazimkan sebagai tuntunan yang benar. Mengingat banyaknya peserta yang akan ikut Ritual Ikhlas, dan demi untuk menjamin kelancaran dan kekhusyukan beribadat, maka kami membuat ketentuan atau peraturan umum dan khusus. Ketentuan umum meliputi ketentuan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran ibadat; sedangkan ketentuan khusus meliputi tata cara beribadat yang benar sesuai dengan sumber-sumber yang telah saya sebutkan. Kami mempunyai beberapa petugas yang akan melayani dan membantu menyediakan beberapa kebutuhan peserta, sehingga peserta akan lebih fokus kepada kegiatan ibadahnya.

Peserta Ritual Ikhlas:
Kegiatan ibadat yang bisa dipelajari itu meliputi apa saja?

Santri Kepala:
Kegiatan ibadat yang dipelajari meliputi: Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar, bersuci yang benar, Salat sunah yang benar, Salat jamaah yang benar, Berdoa yang benar, dan Zikir yang benar. Semuanya itu harus dilandasi dengan memohon rida kepada Allah SWT.

Peserta Ritual Ikhlas:
Bagaimana sikap atau tindak-tanduk kita dalam melaksanakan Ritual Ikhlas?

Santri Kepala:
Allah SWT itu Maha Suci, maka hanya orang-orang yang telah bersucilah dapat menggapai rida-Nya. Oleh karena itu kami mengharapkan agar peserta Ritual Ikhlas dapat menjaga Adab atau sopan santun pelaksanaan Ritual Ikhlas dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Tidak ada kegiatan aneh-aneh dalam Ritual Ikhlas ini. Yang ada hanyalah kegiatan beribadat sebagaimana lazimnya orang beribadat, hanya bedanya di sini kita belajar meningkatkan kualitas ibadat kita dengan cara berusaha beribadat dengan benar-sebenarnya sesuai tuntunan yang ada. Oleh karena itu kami akan membantu para peserta yang lalai untuk tidak lalai, peserta yang mengalami kesulitan, peserta yang sakit, untuk tetap bisa beribadat dengan benar dan khusyuk.

Peserta Ritual Ikhlas:
Bagaimana contoh konkritnya bantuan yang akan anda berikan?

Santri Kepala:
Agar para peserta Ritual Ikhlas dapat beribadat secara khusyuk, maka hendaklah diantara para peserta bisa saling menjaga. Jika ada peserta yang lalai karena suatu hal, misalnya bicara atau mengobrol terlalu keras, maka para santri kami akan mengingatkannya. Jika ada peserta yang ketiduran, padahal sudah saatnya melakukan ibadah Salat, maka Santri kami akan membangunkan akan bisa berjamaah bersama-sama. Demikian seterusnya.

Peserta Ritual Ikhlas:
Bagaimana kami dapat memenuhi segala kebutuhan kami selama Ritual Ikhlas?

Santri Kepala:
Agar mampu belajar secara optimal, maka sebaiknya mengurangi kegiatan atau kebutuhan yang tidak pokok. Namun untuk kegiatan pokok kamu akan membantunya misalnya untuk makan dan minum kami yang akan menyediakan.

Peserta Ritual Ikhlas:
Mengingat kami berasal dari berbagai derajat dan tingkatan manusia yang berbeda-beda, apakah ada pengecualian terhadap hak dan kewajiban peserta misalnya dalam aktivitas, makan dsb?

Santri Kepala:
Sesuai dengan prinsip keadilan dalam keikhlasan maka kami tidak membeda-bedakan pangkat, derajat, golongan maupun jenis kelamin. Semuanya sama di depan Allah SWT. Yang membedakan derajat anda semua adalah Keikhlasan anda masing-masing. Baiklah, setelah Salat Ashar nanti, maka kita akan melakuan dan melaksanakan ibadat secara bersama-sama, Salat jamaah untuk setiap Salat wajib. Sementara itu diwaktu luang atau pada waktu jeda antara Salat wajib, kami menganjurkan agar peserta beramal sebanyak-banyaknya dengan cara berZikir secara ikhlas dengan menyebut asma Allah sebanyak-banyaknya. Peserta akan menempati tempat sesuai dengannyang telah ditentukan oleh penyelenggara, semata-mata untuk memudahkan pelayanan kami kepada peserta. Demikianlah informasi kami. Kami mengucapkan selamat melakukan Ritual Ikhlas kepada hadirin semua, semoga Allah SWT selalu meridai segala ikhtiar kita. Amin.

41 comments:

  1. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Persiapan teknis dalam ritual ini bisa berupa kebaikan-kebaikan yang kita persembahkan untuk sang pencipta. Persiapan ini misalnya bersuci yang benar, mengambil air wudhu yang benar, melaksanakan sholat lima waktu yang benar, berdoa yang bernar, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  2. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Prinsip keadilan dalam keikhlasan adalah bahwa tidak membeda-bedakan pangkat, derajat, golongan, maupun jenis kelamin. Semua sama dihadapan Allah SWT, dan yang membedakan adalah tingkat keikhlasan kita masing-masing.

    ReplyDelete
  3. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    Mendapat kesempatan untuk dapat menjalani munajah seutuhnya seperti yang bapak rasakan adalah hal yang langka dan sangat sulit untuk dilakukan saat ini. saya berharap mendapatkan kesempatan yang sama untuk dapt benar benar fokus dalam beribadah, benar benar menyerahkan segala urusan kepada Allah
    Aamiiin

    ReplyDelete
  4. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Manusia adalah makhluk sosial. Tentu sebagai manusia kita harus menjalin silaturahim dengan siapapun, baik keluarga jauh atau pun dekat, teman lama atau baru, dan juga tetangga kanan-kiri. Di dalam beribadah, hendaklah kita saling mengajak dan mengingatkan. Itu salah satu kewajiban kita terhadap sesama saudara seiman. Amar ma'ruf, mengajak kepada kebaikan.

    ReplyDelete
  5. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setiap hamba adalah sama di hadapan Allah SWT, yang membedakan adalah keikhlasan kita masing-masing. Dalam rangka menjadi pribadi yang lebih baik maka pelajarilah bagaimana melaksanakan ibadah dengan benar sesuai dengan tuntunan yang ada. Tingkatkan kualitas diri di hadapan Allah SWT. Agar dapat mencapai hasil yang optimal maka kurangi kegiatan dan kebutuhan yang tidak perlu.

    ReplyDelete
  6. Bahwa yang akan dilakukan dalam ritual ikhlas mungkin telah sering dilakukan oleh peserta. Peserta pernah, sering atau rutin sholat, berdzikir, dan berdoa. Tetapi hal itu dilakukan disela kesibukkan dalam bekerja sehingga nilai kekhusyukan dan keikhlasannya mungkin masih ada kekurangan. Dengan ritual ikhlas ini diharapkan ada peningkatan keikhlasan dan kekhusyukan dalam beribadah dan kemudian dapat diterapkan selanjutnya setelah ritual selesai. Bagaimana melakukan sholat yang khusyuk dan ikhlas, berdzikir dan berdoa yang ikhlas. Manusia hanya belajar untuk berusaha menjadi ikhlas. Ikhlas atau tidaknya kita beribadah hanya Allah SWT yang mengetahui dan memberi penilaian. Semoga Allah SWT memberi Rahman dan Ridho pada hambaNya yang beribadah.

    ReplyDelete
  7. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pendididikan Matematika A

    Assallamu'alaikum wr wb,

    Dalam kegiatan beribadah, keikhlasan adalah hal yang sangat penting karena ibadah melibatkan aktivitas rohani. Tentunya ada pedoman dan aturan dalam melakukan ibadah. Pedoman yang dipakai haruslah benar jangan sampai menyesatkan ibadah tersebut. Begitu pula dengan aturan. Aturan yang baik wajib ditaati demi kelancaran kegiatan ibadah. Dalam hal ini semua peserta Ritual Ikhlas wajib menaati pedoman dan aturan yang ada. Semua peserta melaksanakan hal yang sama tak terkecuali. Dalam mendapatkan fasilitas umum pun tak ada perbedaan antar golongan dan strata para peserta. Karena derajat seseorang bukanlah ditentukan oleh hal duniawi, tetapi oleh kualitas ibadahnya.
    Yang tepenting dari Ritual Ikhlas adalah beribadah dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan. Olehkarenanya semua peserta diwajibkan saling tolong menolong jika ada peserta yang lalai atau melakukan kesalahan. Meskipun Ritual Ikhlas adalah kegiatan rohani, kita juga tetap memikirkan kepentingan sosial. Salah satunya tolong menolong antar sesama agar Ritual Ikhlas dapat dicapai secara maksimal oleh setiap peserta.

    Wassallamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  8. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Dari bacaan yang berisi tanya jawab antara Santri Kepala dengan Peserta Ritual Ikhlas di atas, ada beberapa poin penting yang menjadi pembelajaran serta pengetahuan tambahan bagi saya seperti;
    • Menegaskan kembali bahwa selain melaksanakan kegiatan ibadah dengan benar, perlu sekali semuanya itu dilandasi dengan selalu memohon rida kepada Allah SWT.
    • Dalam beribadah keikhlasan seseorang merupakan keutamaan yang harus dan perlu dimiliki serta ditanamkan pada diri kita sebab keikhlasan dalam menjalankan ibadah inilah yang akan membedakan derajat kita di mata allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Dari postingan Bapak, saya belajar tentang prinsip keadilan dalam keikhlasan yang telah dipaparkan yaitu tidak membeda-bedakan pangkat, golongan, derajat. Yang berbeda dihadapan Allah SWT adalah keikhlasan sehingga untuk mengharap ridho dari Allah maka manusia harus menggapai keikhlasan.

    ReplyDelete
  10. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi 2 di atas, mengajarkan kepada kita bahwa untuk persiapan teknis dalam menggapai keikhlasan yaitu tidak memandang golongan/ pangkat yang sedang disandang oleh para pesertanya. Karena sungguh manusia di mata Allah SWT. adalah sama, yang membedakan derajat manusia adalah derajat ketakwaan dan keikhlasannya. Maka dari itu sudah sepatutnya tidak ada kata sungkan bagi kita untuk menggapai ridho Allah SWT, karena hidup kita di dunia adalah semata-mata untuk mencari ridho-Nya. Dan untuk mencapai ridho-Nya adalah kita harus dalam keadaan bersuci, dalam hal ini selalu menjalankan perintah-Nya dan tidak pula melakukan perbuatan yang dilarang oleh-Nya.

    ReplyDelete
  11. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini saya belajar, bagaimana mendalami ikhlas adalah dengan senantiasa beribadah kepada Allah. mengesampingkan siapa kita, posisi kita, bagaimana derajat kita. Karena sesungguhnya apa-apa yang ada pada diri manusia adalah karunia Allah. Sudah sepantasnya kita sebagai hamba untuk bermunajat pada-Nya. Menyadari bahwa beribadah adalah kebutuhan dan kepentingan kita sendiri membuat kita bisa melakukan ibadah dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  12. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Keikhlasan dapat dicapai ketika manusia berada dalam ketaqwaan yang maksimal kepada Allah swt. Hal mendasar yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketaqwaan adalah ibadah kepada Allah swt sesuai dengan Al Quran dan Hadist. Bersuci, shalat, dzikir, berdoa, membaca Al Quran yang benar hanya mengharap ridha Allah swt.

    ReplyDelete
  13. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Dari elegi ini saya menemukan bahwa dalam mempelajari ilmu ikhlas, tidak ada ritual khusus dan aneh yang dilakukan. Sebagaimana informasi awal, bahwa untuk menggapai ikhlas jalannya adalah ikhlas. Disini dijelaskan bahwa setelah meluruskan niat, selanjutnya adalah meningkatkan kualitas ibadah kita. bagaimana menjalan segala macam ibadah dengan sebenar-benarnya berpedomankan Al-Quran dan As-ssunah.

    ReplyDelete
  14. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas disampaikan berbagai persiapan untuk melakukan ritual ikhlas. Yang dapat saya ambil hikmahnya yaitu, ketika kita akan melakukan sesuatu yang penting maka perlulah suatu persiapan yang mantap, memohon petunjuk pada Allah. Adapun syarat mengikuti ritual ikhlas adalah hanya satu ikhlas saja. Seperti halnya dalam kehidupan kita, untuk melakukan segala hal syaratnya tentu haruslah ikhlas. Hikmah yang kedua yaitu bahwa kita hendaknya mengutamakan kebutuhan dari pada keinginan. Karena sesungguhnya kebutuhan atau rejeki itu telah disediakan oleh Allah. Lalu hikmah yang terakhir yaitu berkaitan dengan derajat seseorang. Bahwa dalam kehidupan, semua orang sama derajatnya, tidak melihat dari harta, suku, jabatan atau apa. Tetapi yang diutamakan yaitu derajat keimanan, yang dilihat dari keikhlasan seseorang dalam melakukan sesuatu.

    ReplyDelete
  15. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini yang kami pahami adalah dalam beribadah segalanya sudah ada ketentuannya, sudah ada tuntunannya dan sudah ada pada kitab suci yaitu Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah, tidak adak hal aneh-aneh di luar ketentuan tersebut. Untuk meningkatkan keimanan diperlukan meningkatkan kualitas ibadah, sehingga memperbanyak amal dan dzikir sangat dianjurkan. Dan di mata Allah SWT semua umat memiliki kedudukan yang sama, tidak memandang kualifikasi pendidikan, jabatan, kekuasaan, dll. Hanyalah iman dan ketakwaan lah yang menentukan derajat seseorang.

    ReplyDelete
  16. Junianto
    17709251065
    PM C

    Dalam menutnut ilmu tentu persiapan yang matang baik dari egi teknis maupun yang lainyya. Begitu pula dengan ritual ikhlas. Dari elegi ini disampaikan bahwa salah satu hal yang perlu disiapakan adalah membiasakan diri untuk tidak berlebih-lebihan dalam mememnuhi kebutuhan, penuhi kebutuhan-kebutuhan pokok saja. Tidaka ada perbedaaan anatara kamum laki-laki dan perempuan dalam mengikuti ritual ini.

    ReplyDelete
  17. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Ritual ikhlas untuk menghadap kepada Sang Pencipta, Sang Maha Suci, harus dilakukan dalam keadaan suci. Oleh karena itu kita harus bersuci, suci lahir dan suci bathin. Suci lahir dengan berwudhu atau mandi sedangkan suci bathin ini yang susah. Kita harus membersihkan hati kita dari segala macam penyakit hati untuk bisa menggapai keikhlasan dan Ridho Tuhan.

    ReplyDelete
  18. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Ada dua syarat ibadah atau amalan seorang hamba diterima di sisi Allah SWT. Pertama yaitu beribadah dengan hati yang ikhlas dan tunduk pada Allah SWT, bukan karena ingin sekedar dikatakan rajin beribadah oleh orang lain. Kedua, beribadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SWT.

    ReplyDelete
  19. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Bisa jadi eh buka bisa jadi. Tapi memang ini, menurut saya memang ini adalah petuah kehidupan yang dituangkan dalam tulisan yang apik dan indah. Seperti berdialog nampaknya. Dan benar, ternyata ini membawa saya berdialog dengan hati saya. Persiapan teknis ritual ikhlas tidak lain adalah kegiatan spiritual yang menjadi kewajiban kita sebagai umat muslim dan sunah-sunah yang menyertainya.

    Elegi ritual ikhlas selalu membawa saya pada hal-hal yang selama ini saya laksanakan dengan terpaksa atau tidak ikhlas. Benar-benar ini membuat saya tertunduk malu. Terimakasih, Prof atas ilmu yang indah ini.

    ReplyDelete
  20. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Dengan keikhlasan, maka apa yang kita lakukan menjadi lebih tenang dan ilmu yang kita dapatkan insyallah juga akan bermanfaat bagi kita dan sebagai bentuk ibadah. Keikhlasan itu sangat penting kaitannya untuk menjalani kehidupan ini. Karena menuntut ilmu tentu salah satu dari bentuk ibadah. Maka tentu saja ibadah yang lainnya juga harus dilandasi dengan hati yang ikhlas pula supaya dilancarkan segala urusan yang akan kita lalui.

    ReplyDelete
  21. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Seperti yang telah dijelaskan di ritual ikhlas 1, persiapannya ialah ikhlas itu sendiri, ikhlas untuk beribadah secara benar dan rutin. Elegi ini memberikan keterangan lebih lanjut bahwa ikhlas dilakukan dengan memperbaiki kualitas ibadah, yaitu sesuai dengan tuntunan yang terdapat di dalam Al-Quran dan yang diteladankan Rasulullah SAW. Yang tidak kalah penting dalam melakukan ibadah ialah untuk saling mengingatkan dan saling mengoreksi agar semuanya dapat meningkatkan kualitas ibadahnya, tidak memandang siapa yang berkedudukan lebih tinggi, yang lebih memahami tuntunan berhak dan berkewajiban untuk mengingatkan.

    ReplyDelete
  22. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Persiapan yang matang perlu dilakukan dalam hal apapun, apalagi dalam mempelajari bagaimana melaksanakan ibadah yang benar sesuai dengan tuntunan yang ada (tuntunan yang terdapat pada Kitab Suci atau Firman Allah SWT, sunah Rasulullah SAW, dan lainnya yang dilazimkan sebagai tuntunan yang benar). Persiapan yang dapat dilakukan antara lain mencari sumber-sumber tentang tuntunan ibadah yang benar, menjaga sopan santun, bersuci, dan lain-lain. Tetapi sebenar-benarnya persiapan untuk menggapai hati yang ikhlas ialah ridho bahwa apa saja yang dilakukan hanya karena dan untuk Allah SWT.

    ReplyDelete
  23. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Pada uraian terakhir nasehat yang sangat menyentuh.Allah tidak pernah membeda-bedaka apapun status hidup kita.Petikan kalimat tersebut adalah merupakan konsep keadilan Tuhan.Oleh Karena demikian janganlah bersedih hati.Sebab Allah SWT tidak melihat yang demikian itu,tapi Allah menatap ke dalam setiap hati hambanya.Allah akan menilai sejauh mana seorang hamba memberikan ruang keikhlasan tatkala seorang hamba ingin bersua dengan-Nya.

    ReplyDelete
  24. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Persiapan yang begitu matang dan ikhlas dari Santri Kepala. Untuk menuju ikhlas khususnya dalam hal beribadah harus melalui membiasakan diri telebih dahulu. Mulai dari belajar bagaimana tata cara sholat yang benar, wudhu yang benar, berdoa yang benar, dzikir yang benar. Dengan membiasakan hal tersebut, Insya Allah akan tumbuh ikhlas dalam hati. Ikhlas di sini juga bukan hanya ikhlas melakukan ibadah untuk diri sendiri, melainkan ikhlas untuk membantu teman yang mengalami kelalaian, harus saling mengingatkan dan mendorong untuk menuju ikhlas.

    ReplyDelete
  25. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A 2017 UNY

    Semua manusia adalah sama dihadapan ALLAH SWT, yang membedakan hanyalah amal dan perbuatannya. Ketika kita mengikuti ritual Ikhlas, maka yang membedakan diantara kita hanyalah tingkat keikhlasan kita masing-masing. Tidak ada perbedaan makanan atau minuman bagi orang yang memiliki jabatan tinggi, bagi orang kaya maupun miskin. Untuk menjadi ikhlas, maka segala kepentingan yang bersifat duniawi hendaknya di tinggalkan terlebih dahulu, karena kita disini belajar untuk ikhlas, maka kitapun harus ikhlas dengan urusan duniawi kita.

    ReplyDelete
  26. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Keikhlasan dalam ibadah yang bersifat wajib sangat ditekankan. Saya mencermati ulasan ini dengan peran orang lain dapat dijadikan sebagai pengingat saat kita sedang lalai dalam melaksanakan ibadah. Saya menyadari ini sangat penting meski sewaktu-waktu sikap lalai menyelimuti diri dalam beribadah. Semoga Allah memberi ketetapan yang kuat dalam hati saya saat beribadah kepada-Nya. Aamiin.

    ReplyDelete
  27. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan elegi ritual ikhlas 2 ini, saya memahami bahwa dalam melaksanakan ritual ikhlas membutuhkan berbagai macam persiapan. Dan persiapan yang dibutuhkan adalah ikhlas itu sendiri. Ikhlas dalam melaksanakan ibadah dan dengan senang hati segala apa yang diperintahkan-Nya. Tentunya dalam melaksanakan ibadah, hendaklah berpedoman terhadap Al-Quran dan hadist serta meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW. Dengan demikian, maka dengan sendirinya seseorang telah melakukan usaha memperbaiki kualitas diri. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah saling mengoreksi dan mengevaluasi diri apakah yang telah dilakukan benar-benar didasarkan pada rasa ikhlas, semata-mata mengharap ridho Allah SWT ataukah hanya mengejar dunia semata. Karena dimata Allah SWT, semua manusia itu sama, tidak dipandang dari golongan mana ia berasal, berpangkat apa ia, dan bagaimana posisinya dalam masyarakat.

    ReplyDelete
  28. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Adil secara duniawi merupakan hal-hal yang bersifat kasat mata, seperti kesetaraan gender, adil dalam hal ekonomi, adil dalam bidang pendidikan dan lain-lain. Namun, di mata Tuhan adil adalah pondasi dari pemikiran dan hati manusia tentang keadilan. Jadi, keadilan bagi Tuhan adalah pondasi, yaitu keikhlasan. Dengan memiliki keikhlasan, maka sesungguhnya kita sudah adil sejak dalam pikiran dan perasaan.

    ReplyDelete
  29. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Jika sebelumnya ritual ikhlas diawali sejak dalam hati dan pikiran. Kini, ritual ikhlas ditunjukan dengan persiapan teknis pertama. Bahwa dalam melakukan ritual ikhlas hendaknya dijalani dengan khyusuk, dan saling menjaga satu sama lain.

    ReplyDelete
  30. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Dalam kegiatan beribadah, keikhlasan adaah hal yang sangat penting karena ibadah melibatkan aktivitas rohani. Tentunya ada pedoman dan aturan dalam melakukan ibadah. Pedoman yang dipakai haruslah benar jangan sampai menyesatkan ibadah tersebut. Begitu pula dengan aturan. Aturan yang baik wajib ditaati demi kelancaran kegiatan ibadah. Dalam hal ini semua peserta Ritual Ikhlas wajib menaati pedoman dan aturan yang ada. Semua peserta melaksanakan hal yang sama tak terkecuali. Dalam mendapatkan fasilitas umum pun tak ada perbedaan antar golongan dan strata para peserta. Karena derajat seseorang bukanlah ditentukan oleh hal duniawi, tetapi oleh kualitas ibadahnya. Yang tepenting dari Ritual Ikhlas adalah beribadah dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan. Olehkarenanya semua peserta diwajibkan saling tolonh menolong jika ada peserta yang lalai atau melakukan kesalahan. Meskipun Ritual Ikhlas adalah kegiatan rohani, kita juga tetap memikirkan kepentingan sosial. Salah satunya tolong menolong antar sesama agar Ritual Ikhlas dapat dicapai secara maksimal oleh setiap peserta.

    ReplyDelete
  31. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih prof atas ilmu yang diberikan melalui elegi ritual ikhlas yang kedua ini.
    Diawali dengan niat dan pikiran lalu dilanjutkan dengan kegiatan. Kegiatan ritual ikhlas tak lain ialah kewajiban kita sebagai umat muslim. Secara tersirat elegi ini mengajarkan kepada kita bahwa semua pekerjaan harus dilandasi dengan keikhlasan.
    Dan disini juga disampaikan kita sebagai umat manusia harus saling mengingatkan dalam kebaikan.

    ReplyDelete
  32. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dalam menggapai isi elegi ikhlas, dibutuhkan kesungguh-sungguhan yang berarti dalam membaca setiap kalimat yang akan tertulis di elegi ritual ikhlas selanjutnya. Karena dengan ikhlas membaca, kita akan mendapatkan hikmah yang laur baisa yang akan dapat bermanfaat dalam kehidupan nyata kita. Karena tida semua pengetahuan yang kita miliki itu bersifat ikhlas, mungkin saja kesombongan yang menyelimutinya. Maka belajar ikhlas dari elegi ini merupakan salah satu fasilitas yang baik bagi saya untuk menambah pengetahuan. Ikhlas dimata orang lain belum tentu ikhlas di mata Allah. karena Allah Maha Tahu. Jadi janganlah berpura-pura berperilaku ikhlas.

    ReplyDelete
  33. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Dari elegi ini, kita menemukan bahwa salah satu sikap yang benar dalam melakukan ibadah adalah dengan mensucikan diri, hati, pikiran maupun jiwa terlebih dahulu. Caranya adalah dengan mengurangi atau bahkan menghilangkan aktivitas-aktivitas tambahan yang berpotensi menghambat kelangsungan ibadah kita. misalnya mengurangi begadang tanpa tujuan, karena begadang tanpa makna dapat menghambat kita dalam melaksanakan sholat malam

    ReplyDelete
  34. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Mengurangi kegiatan yang tidak pokok, saya sudah lakukan. Bagi saya segala yang kita lakukan adalah ibadah. Ibadah meski adalah urusan pribadi setiap orang, namun juga berdimensi sosial. Kita juga turut bertanggung jawab atas keselamatan orang lain. Menarik, bahwa dikisahkan agar saling mengingatkan. Ya, sebab saya percaya, ketika oranglain diselamatkan karena kita mengingatkan mereka, kita pun turut diselamatkan.

    ReplyDelete
  35. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Saya mengucapakan terimakasih kepada bapak karena selalau memberikan elegi-elegi yang mendasari syaratnya diterima suatu amal ibadah yaitu mengenai ikhlas. Didalam beribadah juga kita harus saling mengingatkan satu sama lain agar ibadah yang kita jalankan tetap selalu istiqomah, dan kita juga butuh orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama disekeliling kita, yaitu orang-oarang yang selalu beribadah kepada Allah dengan istiqomah.

    ReplyDelete
  36. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Melalui elegi ini kita disadarkan bahwa dalam melakukan ibadah, kita harus dalam keadaan suci dan benar2 berniat hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Siapapun kita, berapapun harta kekayaan kita, rukun dalam beribadah tak pernah dibeda-bedakan oleh Allah. Hal yang membedakan adalah keikhlasan di hati kita masing-masing. Namun sbg manusia kita tidak bisa mengukur keikhlasan.

    ReplyDelete
  37. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam beribadah adakalanya kita semangat, kadang juga bisa loyo. Butuh penguatan dari teman atau saudara di sekeliling kita yang mampu memberikan semangat maupun nasihat. Karena salah satu hak dan kewajiban seorang muslim adalah saling menasihati satu sama lain dalam kebenaran dan kebaikan. Ibadah bisa dilakukan siapa saja tanpa memandang jabatan, kekayaan, kedudukan,dll. Karena sebaik-baik manusia dimata Allah adalah yang paling bertaqwa diantara mereka.

    ReplyDelete
  38. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Allah tidak membeda-bedakan hambaNya berdasarkan pangkat, golongan, warna kulit, dan sebagainya. Penentuan kualitas kita di mata Allah adalah tingkat ketaqwaan dan keimanan. Ikhlas adalah landasan semua ibadah agar mencapai taqwa dan iman.

    ReplyDelete
  39. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel elegi ritual ikhlas I, kunci dari menggapai ikhlas adalah perbanyak ibadah. Namun di elegi II ini lebih diperjelas lagi bahwa bukan hanya meningkatakan kuantitas ibadah saja yang perlu dilakukan, akan tetapi juga meningkatkan kualitas ibadah seperti bersuci yang benar, shalat yang benar, berdoa yang benar, dan zikir yang benar. Jadi selain kuantitas, kualitas dari ibadah itu sendiri juga merupakan suatu hal yang penting untuk menggapai ikhlas.

    ReplyDelete
  40. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Ketika akan menggapai ikhlas kita harus menyiapkan diri dan hati. Menyiapkannya dengan mensucikan diri. Beribadah juga merupakan salah satu untuk mendekatakan diri kepada Tuhan dan menggapai ikhlas. Ketika beribadah jangan pernah kita memikirkan hal-hal lain, kita harus fokus pada ibadah kita.

    ReplyDelete