Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan Teknis 1




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass.Wr.Wb...hadirin yang dimuliakan Allah, kami sampaikan bahwa untuk beberapa waktu ini kami memfasilitasi hadirin semua bagi yang ingin melaksanakan Ritual Ikhlas di sini. Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk memberi kesempatan kepada para hadirin semua untuk mempelajari bagaimana melaksanakan ibadat yang benar, sesuai dengan tuntunan yang ada. Sedangkan tuntunan yang ada meliputi tuntunan yang terdapat pada Kitab Suci atau Firman Allah SWT, sunah Rasulullah SAW, dan lainnya yang dilazimkan sebagai tuntunan yang benar. Mengingat banyaknya peserta yang akan ikut Ritual Ikhlas, dan demi untuk menjamin kelancaran dan kekhusyukan beribadat, maka kami membuat ketentuan atau peraturan umum dan khusus. Ketentuan umum meliputi ketentuan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran ibadat; sedangkan ketentuan khusus meliputi tata cara beribadat yang benar sesuai dengan sumber-sumber yang telah saya sebutkan. Kami mempunyai beberapa petugas yang akan melayani dan membantu menyediakan beberapa kebutuhan peserta, sehingga peserta akan lebih fokus kepada kegiatan ibadahnya.

Peserta Ritual Ikhlas:
Kegiatan ibadat yang bisa dipelajari itu meliputi apa saja?

Santri Kepala:
Kegiatan ibadat yang dipelajari meliputi: Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar, bersuci yang benar, Salat sunah yang benar, Salat jamaah yang benar, Berdoa yang benar, dan Zikir yang benar. Semuanya itu harus dilandasi dengan memohon rida kepada Allah SWT.

Peserta Ritual Ikhlas:
Bagaimana sikap atau tindak-tanduk kita dalam melaksanakan Ritual Ikhlas?

Santri Kepala:
Allah SWT itu Maha Suci, maka hanya orang-orang yang telah bersucilah dapat menggapai rida-Nya. Oleh karena itu kami mengharapkan agar peserta Ritual Ikhlas dapat menjaga Adab atau sopan santun pelaksanaan Ritual Ikhlas dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Tidak ada kegiatan aneh-aneh dalam Ritual Ikhlas ini. Yang ada hanyalah kegiatan beribadat sebagaimana lazimnya orang beribadat, hanya bedanya di sini kita belajar meningkatkan kualitas ibadat kita dengan cara berusaha beribadat dengan benar-sebenarnya sesuai tuntunan yang ada. Oleh karena itu kami akan membantu para peserta yang lalai untuk tidak lalai, peserta yang mengalami kesulitan, peserta yang sakit, untuk tetap bisa beribadat dengan benar dan khusyuk.

Peserta Ritual Ikhlas:
Bagaimana contoh konkritnya bantuan yang akan anda berikan?

Santri Kepala:
Agar para peserta Ritual Ikhlas dapat beribadat secara khusyuk, maka hendaklah diantara para peserta bisa saling menjaga. Jika ada peserta yang lalai karena suatu hal, misalnya bicara atau mengobrol terlalu keras, maka para santri kami akan mengingatkannya. Jika ada peserta yang ketiduran, padahal sudah saatnya melakukan ibadah Salat, maka Santri kami akan membangunkan akan bisa berjamaah bersama-sama. Demikian seterusnya.

Peserta Ritual Ikhlas:
Bagaimana kami dapat memenuhi segala kebutuhan kami selama Ritual Ikhlas?

Santri Kepala:
Agar mampu belajar secara optimal, maka sebaiknya mengurangi kegiatan atau kebutuhan yang tidak pokok. Namun untuk kegiatan pokok kamu akan membantunya misalnya untuk makan dan minum kami yang akan menyediakan.

Peserta Ritual Ikhlas:
Mengingat kami berasal dari berbagai derajat dan tingkatan manusia yang berbeda-beda, apakah ada pengecualian terhadap hak dan kewajiban peserta misalnya dalam aktivitas, makan dsb?

Santri Kepala:
Sesuai dengan prinsip keadilan dalam keikhlasan maka kami tidak membeda-bedakan pangkat, derajat, golongan maupun jenis kelamin. Semuanya sama di depan Allah SWT. Yang membedakan derajat anda semua adalah Keikhlasan anda masing-masing. Baiklah, setelah Salat Ashar nanti, maka kita akan melakuan dan melaksanakan ibadat secara bersama-sama, Salat jamaah untuk setiap Salat wajib. Sementara itu diwaktu luang atau pada waktu jeda antara Salat wajib, kami menganjurkan agar peserta beramal sebanyak-banyaknya dengan cara berZikir secara ikhlas dengan menyebut asma Allah sebanyak-banyaknya. Peserta akan menempati tempat sesuai dengannyang telah ditentukan oleh penyelenggara, semata-mata untuk memudahkan pelayanan kami kepada peserta. Demikianlah informasi kami. Kami mengucapkan selamat melakukan Ritual Ikhlas kepada hadirin semua, semoga Allah SWT selalu meridai segala ikhtiar kita. Amin.

10 comments:

  1. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Jika kita akan melakukan sesuatu sebaiknya perlu suatu persiapan yang matang. Adanya persiapan akan membuat hal yang kita lakukan berjalan lancer dan sesuai yang kita kehendaki. Dengan persiapan pula resiko yang mungkin akan terjadi bisa diminimalisir dan bisa teratasi dengan mudah. Sehingga kita merasa puas dengan hasil yang kita peroleh.

    ReplyDelete
  2. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C
    Assalamu'alaikum. Ada aturan yang perlu dipenuhi dalam setiap kegiatan manusia. Terimakasih Prof. Marsigit telah memberikan aturan yang jelas bagaimana cara mempelajari elegi ritual ikhlas. Aturan perlu dijalankan dengan baik agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Perlu kesadaran dan toleransi agar semua pembelajar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Kedudukan, tingkatan dan derajat manusia di hadapan Tuhan pada dasarnya adalah sama. Yang membedakan hanyalah ketakwaan yang ikhlas dari diri kita masing-masing. Tak peduli dengan kekayaan, kecantikan, jabatan yang dimiliki seseorang. Keikhlasan adalah suatu hal yang tidak mudah. Keikhlasan yang sesungguhnya ada di dalam hati. Tidak perlu dipamerkan. Ikhlas benar-benar mengharapkan ridho ALLAH SWT di dalam setiap melaksanakan ibadah, baik ibadah kita secara vertikal kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT maupun secara horizontal yaitu hubungan sosial kita kepada sesama manusia

    ReplyDelete
  4. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Segala perbuatan bersumber dari niat. Niat seseorang dalam beramal bisa beraneka ragam. Oleh karena itu kita perlu mengenali tujuan dari amal kita agar motivasinya tidak tercampur dengan yang lain, seperti riya’ atau kepentingan-kepentingan nafsu lainnya. Salah satu contoh motivasi yang salah adalah orang membaca AlQur’an sebagai jimat, Contohnya antara lain: orang yang pergi haji untuk memperoleh kesegaran suasana untuk bepergian.
    Oleh karena itu, para penempuh jalan akhirat harus mencermati amal perbuatan mereka dan memperbaharui niat mereka. Cara memperbaikinya adalah dengan belajar kepada guru spiritual yang bisa membimbing dan membenarkan kita.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Tuhan memang tidak melihat jabatan, kekayaan, strata sosial, bahkan semua yang berbau duniawi. Di hadapan Tuhan semua itu tidaklah penting, semua itu hanya kenikmatan di dunia ini saja. Keikhlasan dalam hati yang membuat kita mendapatkan rahmat dari Tuhan. semua aturan yang ada dalam kitab suci, semua ajaran baik yang Tuhan telah contohkan, semua itu yang dapat membuat kita lebih dekat dengan Tuhan.

    ReplyDelete
  6. Allah akan menilai manusia dari ketaqwaanya bukan fisik, pangkat, harta. Peserta ritual ikhlas tidak ada perlakuan atau pembedaan dalam pelayanannya. Semua diperlakukan sama. Bantuan akan diberikan yang bersifat kebutuhan pokok. Peserta diminta tertib dan mengikuti aturan yang disampaikan. Jika ada yang tidak tertib ketika ritual ikhlas berlangsung maka akan diperingatkan. Tatatertib dibuat agar peserta dapat benar-benar menggapai Ikhlas.

    ReplyDelete
  7. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Persiapan teknis dalam menggapai ritual ikhlas adalah dengan tujuan untuk bagaimana cara beribadah dengan benar, sesuai dengan tuntutan yang benar dengan berpedoman dengan Al Qur’an, sunah Rasul, dan yang lainnya yang lazim sebagai tuntutan yang benar. Dan untuk yang selain dari yang beragama Islam, juga harus mengikuti apa yang di ajarkan sesuai agamanya. Dan dari setiap orang yang berlainan keyakinan, diharapkan untuk saling menghormati dan menjaga kekhusyukannya dan kekhusukan orang lain dalam beribadah.
    Contoh persiapan teknis dalam kegiatan ritual ikhlas ini meliputi shalat yang benar, ambil air wudu yang benar, bersuci yang benar, shalat sunah yang benar, shalat jamaah yang benar, berdoa yang benar, dan zikir yang benar. Dan untuk semua itu harus dilandasi dengan memohon ridho kepada Allah SWT.
    Agar kita bisa beribadah secara khusyuk, maka kita harus saling menjaga. Jika ada yang lalai karena suatu hal, misalnya bicara atau mengobrol terlalu keras, maka hendaknya kita mengingatkannya. Jika ada yang ketiduran, padahal sudah saatnya melakukan ibadah shalat, maka kewajiban kita membangunkannya untuk melakukan shalat. Jika semua itu sudah merasuk di diri kita.Insya Allah kita akan terselamatkan Fiddunya WalAkhirat.

    ReplyDelete
  8. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ritual ikhlas bisa dilakukan oleh siapapun dan dalam kalangan apapun, tanpa terkecuali. Yang paling utama dalam persiapannya yaitu ikhlas dalam menjaga adab dan sopan santun, kemudian beribadat secara khusyuk. Sesungguhnya keikhlasan kita itu tidak terlihat, yang maha mengetahuinya hanyalah Allah SWT sampai dimana batas keikhlasan kita. Sehingga marilah mendekatkan diri hanya kepada Allah dan mengharapkan ridhaNya agar senantiasa ikhlas dalam melakukan sesuatu.

    ReplyDelete
  9. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Allah memandang semua umatnya adalah sama. Demikian juga dengan perlakuan Allah terhadap umatnya. segala ilmu yang kita miliki tiada guna bila tidak diamalkan, dan segala amal yang kita lakukan tiada guna bila tanpa dilandasi keikhlasan. Selain itu, berdasarkan artikel ritual ikhlas tersebut, hendaknya melakukan persiapan teknis yaitu dengan melakukan ibadah dengan tata cara dan sesuai dengan teknis yang benar. Dengan demikian kita dapat lebih meningkatkan kualitas ibadah dan meningkatkan keikhlasan.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada hakekatnya semua manusia itu sama. Tiadalah yang membedakan manusia kecuali taqwanya kepada Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Nya. Seperti yang kita ketahui bahwa tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah, hanya menyembah Allah SWT semata. “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS. Adz Dzariyat: 56). Dalam beribadah kita harus ikhlas, karena keikhlasan adalah suatu ukuran diterima atau tidaknya ibadah kita. Allah SWT mencintai manusia yang senantiasa mencoba dan terus mencoba untuk selalu mendekat kepada Nya serta selalu berusaha meningkatkan kualitas ibadahnya yang disertai dengan keikhlasan.

    ReplyDelete