Apr 8, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 45: Bagaimana Matematikawan Mengusir Setan?





Oleh Marsigit

Syaitan:
Uhiiihhhhh….suaraku melengking…

Matematikawan:
Melengking ditambah melengking sama dengan dua melengking.
Melengking dikurangi melengking sama dengan nol melengking.
Melengking kali melengking sama dengan melengking kuadrat.
Melengking pangkat melengking sama dengan melengking kali melengking dst sampai melengking kali.
Melengking dibagi melengking sama dengan satu
Melengking bersifat kontinu
Melengking yang diskret itu namanya mengikik
Melengking kalau digambar grafiknya melengkung
Melengking ….



Melengking kontinu ditambah melengking diskret hasilnya adalah melengking kontinu.

Syaetan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan lengkinganku malah asyik sendiri menganalisis secara matematika dari lengkinganku itu. Saya coba dengan produksiku suara aneh. Ugreas..graes sruttt.

Matematikawan:
Dengan mendengar suara aneh itu maka aku sekarang mempunyai ide atau menemukan Konsep Bilangan Aneh. Berikut akan saya uraikan beberapa sifat, relasi dan operasi yang mungkin terjadi pada Bilangan Aneh.
Bilangan Aneh jangan disamakan dengan Bilangan Ganjil
Bilangan Aneh ditambah Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dikurangi Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dikali Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dibagai Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dipangkatkan dengan Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Sistem Bilangan Aneh mempunyai Bilangan Aneh Identitas
Sistem Bilangan Aneh mempunyai Bilangan Aneh Invers


Sistem Bilangan Aneh bersifat isomorphis dengan Sistem Bilangan Bulat.

Syaetan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan suaraku yang aneh malah asyik sendiri menganalisis secara matematis suaraku yang aneh ini. Saya coba dengan bentukku yang menyeramkan.

Matematikawan:
Bentuk yang menyeramkan jika digeser juga akan dihasilkan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan jika diputar juga akan dihasilkan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan jika dicerminkan menurut sumbu datar maka akan diperoleh bayangan dengan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan dapat dihitung panjang kelilingnya.
Bentuk yang menyeramkan dapat dihitung luasnya.



Bentuk yang menyeramkan berdimensi tiga dapat dihitung volumenya.

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan bentukku yang menyeramkan malah asyik sendiri menganalisis secara matematis bentukku yang menyeramkan. Saya coba dengan mendatangkan temanku yang jumlahnya banyak sekali.

Matematikawan:
Dalam matematika, jumlah yang banyak sekali dapat ditafsirkan bermacam-macam. Dia bisa himpunanbilnagn terbuka, dia bisa bilangan infinit, dia bisa menuju limit, dia bisa tak terhingga, dia bisa transenden, dst.
Banyak sekali ditambah banyak sekali adalah banyak sekali.
Banyak sekali dikali banyak sekali adalah banyak sekali.
Banyak sekali pangkat banyak sekali adalah banyak sekali.



Banyak sekali jangan disamakan dengan besar sekal.

Saitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan temanku yang banyak sekali malah menganalisis konsep banyak sekali ditinjau dari sisi matematika. Akan saya tunjukan bahwa saya bisa menghilang dan berubah bentuk.

Matematikawan:
Kata dasar dari menghilang adalah hilang. Kata bentukannya bisa menghilang, dihilangkan, atau menghilangkan. Dalam matematika dikenal metode menghilangkan atau eliminasi, misalnya menghilangkan variabel di ruas kiri pada penyelesaian suatu persamaan. Yang setara dengan metode menghilangkan adalah metode substitusi. Yang bisa hilang tidak hanya variabel, tetapi juga tanda-tanda bilangan dan tanda-tanda akar. Tanda akar kuadrat suatu bilangan akan hilang jika akar kuadrat dari bilangan itu kita kuadratkan. Jika diekstensikan artinya maka menghilang bisa dimengerti sebagai kosong. Tetapi kosong itu belum tentu nol, karena nol itu bilangan dan jelaslah tidak kosong. Jika hutangku negatif ternyata dapat dimengerti sebagai tidak punya hutang. Perihal perubahan bentuk dalam matematika dapat saya terangkan demikian. Bangun-bangun geometri baik datar, lengkung maupun dimensi tiga dapat berubah bentuknya jika dikenai perlakuan misalnya dengan translasi. Ada bermacam-macam translasi misalnya dilatasi, rotasi, dan refleksi…atau gabungan dari dua atau ketiganya.

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan kemampuanku dapat menghilang malah pamer tentang penggunaan konsep hilang dalam matematika. Dia malah menerangkan teori perubahan bentuk dengan translasi. Sekarang akan saya goda dengan WANITA CANTIK.

Matematikawan:
WANITA adalah sebuah kata terdiri dari enam huruf yaitu W, A, N, I, T, A
WANITA dengan unsur-unsur hurufnya yang ada dapat dibentuk kata yang lain dengan komposisi huruf yang sama seperti:WANIAT, WANAIT, WAANIT, AWANIT, WANTIA, WATNIA, WTANIA, dst.


CANTIK adalah sebuah kata yang terdiri dari enam huruf yaitu C, A, N, T, I, K

dst

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak terpengaruh dengan WANITA CANTIK…malah menganalisis secara matematis komposisi huruf yang terdapat di kata-kata itu. Saya coba dengan godaan Barang Mewah

Matematikawan:
Sebuah Barang Mewah terdiri dari komponen dasar A, B, C, D dan E. Diketahui harga komponen A adalah 35 %, komponen B adalah 30 %, komponen C adalah 25%, komponen D adalah 8%, dan komponen E adalah 2%. Komponen E berharga Rp 2 juta. Jika akan diproduksi 1000 buah Barang Mewah maka tentukan berapa biaya keseluruhan? Perhitungannya adalah sebagai berikut:…

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak terpengaruh dengan Barang Mewah…malah menganalisis secara matematis komponen barang mewah, membuat soal cerita dan asyik menghitungnya. Hai matematikawan jangan sok pintar engau didepanku…sehebat-hebat rasional pikiranmu tidaklah akan mampu memikirkan seluruh diriku. Ketahuilah bahwa ada bagian dari diriku itu yang bersifat irasional.

Matematikawan:
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai p per q dimana p bulat, q bulat dan q tidak sama dengan nol. Sedangkan bilangan irrasional adalah bilangan yang tidak demikian. Tentulah semua bilangan bulat adalah bilangan rasional. Sedangkan contoh dari bilangan irrasional adalah bilangan phi, bilangan e, akar dua, dst. Kalau hanya bicara bilangan rasional atau irrasional dalam matematika itu hal biasa. Padahal masih ada lagi yang akan saya uraikan yaitu bilangan imaginer. Bilangan imaginer adalah…kalau saya berusaha menarik akar dari bilangan negatif misalnya akar dari bilangan minus satu maka saya akan peroleh bilangan imaginer.

Syaitan:
Sialan tenan matematikawan itu. Saya pameri sifatku yang irrasional malah berteori tentang bilangan rasional dan irrasional. Dia malah pamer bilangan imaginer segala. Hai matematikawan…apakah engkau tidak tahu bahwa saya sudah mulai marah? Ketahuilah bahwa saya itu bukan syaetan biasa. Saya itu syaitan dengan pangkat yang tinggi..tahu?

Matematikawan:
Ada bermacam-macam bilangan berpangkat itu. Ada bilangan berpangkat bilangan bulat, bilangan berpangkat bilangan pecah, ada juga bilangan berpangkat tak sebenarnya. Hehe…asal tahu saja engkau syaetan… berpangkat tak sebenarnya itu juga dapat diartikan mempunyai pangkat tetapi dengan cara tidak khalal. Saya ragu apakah pangkatmu itu khalal atau tidak?

Syaitan:
Sialan tenan orang itu…malah mempertanyakan dan meragukan pangkatku. Hai..orang yang mengaku matematikawan hebat…apa engkau tidak tahu bahwa aku mempunyai kemampuan masuk kedalam tubuh manusia?

Matematikawan:
Kemampuan syaitan masuk ketubuh manusia, di dalam matematika, dapat dianalogan dengan penggantian sebuah variabel dengan dengan konstanta. Dalam matematika konstanta-konstanta penyusup variabel bisa juga berupa bilangan atau variabel yang lain. Jika yang menyusupi atau yang menggantikan variabel adalah juga variabel maka keadaannya persis manusia yang kesurupan syaitan, tetapi dengan catatan bahwa variabelnya bersifat jelek seperti halnya sifat dirimu. Kejadian demikian banyak ditemukan pada pembicaraan tentang fungsi komposisi…dimana variabelnya bahkan bisa berupa fungsi. Untuk matematika tingkat rendah itu namanya substitusi. Maka sederhana saja untuk memahami secara matematis perihal kemampuanmu masuk ke dalam tubuh manusia.

Syaitan:
Kurangajar tenan…dia malah kelihatannya mengetahui rahasiaku.Wah ternyata sangat sulit menggoda seorang matematikawan atau orang-orang yang menggunakan akalnya. Sejak dulu Adam A.S selalu lebih tinggi ilmunya dari saya. Hai..sekali lagi… hai…yang mengaku matematikawan sejati…jika engkau betul-betul mengaku sebagai matematikawan…cobalah kalau bisa hitunglah dosa-dosaku dan hitunglah amal-amalmu?

Matematikawan:
Aku tidaklah terlalu peduli dengan dosa-dosamu. Tetapi aku lebih peduli agar diriku tidak melakukan dosa. Tetapi jika karena suatu hal disadari atau tidak aku telah melakukan dosa besar X, maka insyaallah aku akan memohon ampun kepada Allah hingga tak berhingga banyaknya. Itulah bahwa di dalam matematika berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol. Itulah bahwa harapanku adalah atas kuasa Tuhanku maka dosaku menjadi Nol. Sedangkan dosamu adalah kesombonganmu dan perilakumu menyekutukan Tuhan…itu adalah dosa yang tak terhingga besarnya. Seberapapun engkau berpura-pura memohon ampun maka itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan tak berhingga besarnya jika dibagi dengan bilangan berapapun hasilnya adalah masih tak terhingga. Itulah bahwa dosamu itu tidak terampuni. Na’u dzubillah himindzalik. Sedangkan sebesar-besar pahala adalah bagi orang beriman yang ikhlas. Setinggi-tinggi derajat manusia didunia masih kalah tinggi dengan orang yang ikhlas. Itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan besar betapapun jika dipangkatkan Nol maka hasilnya adalah Satu. Nol itu adalah ikhlasnya orang beriman, sedangkan Satu itu Esanya Tuhanku. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah jauhkanlah aku dari godaan syaitan yang terkutuk. Amiin

Syaitan:
Ooo…ohhh kurangajar…dengan matematikamu ternyata engkau bisa menguraikan jumlah dosa dan jumlah pahala…malah engkau itu bisa mengaji. Oh..kenapa badanku terasa panas sekali? Aku tak tahan…oh jangan…jangan…wahai sang matematikawan…aku telah bertobat…tidak…tidak…jangan bakar tubuhku….tidak…tidak…aku pergi…pergi…pergi…Kecerdasan dan doamu ternyata telah membakar diriku… panas… pergi…pergi…

Matematikawan:
Ahhh…dasar syaitan…ditinggal ngetung matematika saja sudah kelabakan. Ternyata keasyikanku bermatematikaria bisa mengusir syaitan. Setelah aku panjatkan doa kehadlirat Allah SWT ternyata pergi dia. Alhamdulillah…amiiin.

22 comments:

  1. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Seorang matematikawan yang memanfaatkan ilmu matematikanya untuk lebih dapat memperdalam keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT niscaya dia tidak akan tertipu oleh godaan dan bisikan syaitan. Orang yang berilmu dan beriman senantiasa menggunakan ilmunya untuk mempertebal keimannannya bukan malah sebaliknya imannya tergoyahkan oleh ilmunya. Hal demikian itulah yang sejatinya dapat memberi kesempatan kepada syaitan untuk menjerumuskan manusia, padahal sejatinya orang yang berilmu memiliki tempat dderajat yang lebih tinggi daripada orang yang beriman tetapi tidak berilmu apabila dia dapat menggunakan ilmunya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Setinggi-tingginya kebahagiaan adalah tahu nya seorang akan keesaan Tuhannya. Dengan dibarengi pengakuan dan ketunukan. Yang mana ketundukan mebuahkan ketaatan. Dari sinilah pada dataran praktik setan banyak menyerang manusia. mengaburkan keesaan Tuhan. Jika tak dapat serta merta digagalkan, stan mulai mencari celah yang dapat membiaskan keesaan Tuhannya. Menggoda melalui mengaburkan rasa takutnya, rasa cintanya, rasa harapnya, serta membiaskan ketawakalan dalam masalah dunia nya.

    ReplyDelete
  3. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dalam elegi ini ternyata matematika juga bisa digunakan untuk melawan syaitan. Ternyata sifat-sifat syaitan dapat diuraikan di dalam matematika. Tentunya bagi orang yang tidak mengetahui tentang matematika seperti hal di atas tidak akan paham dimana letak ‘menang’nya si matematikawan melawan syaitan. Dari sini saya menyadari bahwa ternyata ilmu itu diperlukan untuk menghadapi godaan syaitan. Sering manusia terjerumus pada kesesatan karena mempercayai hal-hal mistik yang merujuk pada kesesatan atau kesyirikan. Sedangkan jika kita menggunakan akal pikiran kita tentu kita tidak akan takut dengan hal-hal semacam itu dan justru dapat menerangkannya secara logis.
    Seseorang yang menggunakan pikirannya berarti tidak membiarkan pikirannya dalam keadaan kosong. Karena pikiran yang kosong adalah jalan syaitan masuk ke dala diri kita dan menyesatkan kita. Menjaga agar pikiran selalu aktif itu penting agar kita terhindar dari lamunan yang menyesatkan. Tanpa kita sadari kita akan mengusir syaian jika kita sibuk dengan pikiran-pikiran kita tentang ilmu pengetahuan. Tetapi ingat pula jangan sampai kita disesatkan oleh ilmu yang kita miliki dan merasa sombong sehongga lupa beribadah.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  4. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat mengusir syaitan mengajarkan kepada kita untuk selalu menggunakan rasio atau logika dalam berpikir. Menurut saya elegi ini menggambarkan bahwa kemampuan berpikir dalam memecahkan masalah tidak hanya kita terapkan pada saat kita mempelajari ilmu, tetapi dapat kita terapkan saat kita mengalami berbagai godaan dan cobaan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menggunakan akal pikiran kita sebaik mungkin dan jauhkan diri kita dari hal-hal yang dapat merusak dan mengganggu diri kita.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari elegi di atas, bahwa jika kita tahu dan paham mengenai sebuah konsep maka kita bisa mengaplikasikan dan dapat menyelesaikan masalah dalam beberapa bentuk soal. Selain itu, gunakan ilmu di jalan yang benar sehingga bermanfaat, jangan terpengaruh dengan godaan setan sehingga ilmu itu malah tidak ada gunanya.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  6. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Ternyata membahas ilmu matematika bisa dikaitkan dengan hal-hal yang ada di kehidupan dunia. Bahkan dapat dihubungkan dengan spiritual seseorang kepada Allah SWT. Menghindari diri dari syetan dengan belajar matematika.
    Untuk dapat melakukannya harus dengan keikhlasan dalam belajar, membaca, dan memohon petunjuk Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam mencari ilmu dan beribadah kepada Allah SWT serta dijauhkan dari syetan.

    ReplyDelete
  7. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Subhanallah ternyata matematika dapat menambah iman dan ketaqwaan kita kepada AllahSWT. Kita dapat membawa matematika ke dalam ranah yang lebih spiritual ternyata. Terdapat banyak rahasia-rahasia Allah bila kita mengkajinya di dalam matematika, contoh nya seperti keikhlasan, di analogikan dengan Angka nol. Subhanallah. Jadi mari kita lebih mengasah kemampuan-kemampuan matematika kita karena sesungguhnya di dalam matematika itu terdapat banyak rahasia-rahasia Allah yang lainnya yang dapat menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih prof, seberapa banyak dosa kita, adalah hal yang penting, karena kemungkinan bahwa dosa kita sangat banyak membuat kita meminimalisir penambahan dosa dikemudian hari, namun yang lebih penting adalah bagai mana kita banyak-banyak memohon ampun pada Allah atas semua dosa yang telah kita buat. Selalu mendekatkan diri dan berikhtiar pada Allah adalah satu-satunya cara agar hidup kita menjadi lebih baik kedepannya.

    ReplyDelete
  9. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pahami dari elegi ini adalah bagaimana kejernihan hati dan pikiran dapat menghindarkan diri dari godaan setan. Kejernihan pikiran didapat dari pemahaman dan pengetahuan yang mampu digunakan dalam berpikir dengan logika yang tepat. Kejernihan hati didapat dari senantiasa menjaga kebersihan hati dengan senantiasa berdoa, berdzikir dan beristighfar kepada Allah SWT dengan segala kerendahan hati dan keikhlasan. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang bisa menjaga kejernihan pikiran dan hati sehingga kita terlindungi dari godaan setan. Amin.

    ReplyDelete
  10. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.”
    Sebuah pepatah yang menegaskan dan mengingatkan sebagai insan pendidikan, kita harus selalu belajar dan membelajarkan ilmu pengetahuan. Akan tetapi satu hal yang terpenting adalah, seyogyanya semakin banyak ilmu yang kita dapatkan akan memiliki hubungan yang linier dengan semakin banyak dan semakin kuat iman kita dihadapan Allah sehingga syetan tidak berani dan bisa untuk menggoda kita supaya berbuat maksiat.

    ReplyDelete
  11. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi ini mengajarkan kita bahwa untuk selalu menggunakan akal dan pikiran kita secara logika. Dengan cara menggunakan ilmu pengetahuan seperti hadits yang berbunyi “Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat”. Ini berarti menuntut ilmu sangat penting dilakukan. ilmu dunia sebagai bekal kita menjalani kehidupan di dunia, dan menuntut ilmu agama juga sebagai perintah agama sebagai bekal kita di kehidupan di akhirat kelak. Sebagaimana syaitan yang selalu menggoda manusia dalam segala ruang dan waktu dan berbagai macam cara, maka orang beriman juga terancam dapat terpengaruh oleh godaan syaitan. Untuk itu, ilmu penting dimiliki sebab dengan ilmu yang dimiliki seseorang senantiasa memikirkan segala hal sesuai logika sehingga semakin bertakwa dan dekat kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Muh Wildanul Firdaus
    17709251012
    Pendidikan matematika S2

    Dari Elegi Ritual Ikhlas Bagaimana Matematikawan Mengusir Setan kita dapat mengambil pelajaran bahwa ilmu pengetahuan yang kita miliki dapat bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat jika ilmu tersebut diamalkan dengan ikhlas dan tidak terpengaruh oleh godaan nafsu.

    ReplyDelete
  13. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Membaca elegi ini pada mulanya membuat saya melontarkan sedikit penyesalan, yaitu mengapa saya membaca elegi-elegi pada blog ini dengan tidak runtut? Harsunya saya membaca ini terlebih dahulu sebelum membaca “Elegi Ritual Ikhlas 41: Balas Dendam Syaitan Terhadap Matematikawan”. Tapi, bismillah, mungkin ini proses yang harus saya tempuh.

    Elegi ini semakin memotivasi saya untuk terus belajar. Terus belajar. Bahkan setan pun akan sangat sulit menggoda orang-orang yang menggunakan akalnya. Benar-benar statement ini memotivasi saya untuk terus belajar.

    ReplyDelete
  14. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Godaan setan dapat dilawan dengan menggunakan pikiran dan menggunakan hati yang jernih. Elegi ini menunjukkan bahwa seseorang yang menggunakan akal dan pikirannya tidak akan mudah tergoda dengan bujuk rayu setan. Orang-orang yang mampu menggunakan akalnya akan dapat membedakan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama dengan yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Dengan demikian, kita dapat menghindari godaan setan dengan senantiasa menggunakan pikiran dan hati yang bersih seraya memohon pertolongan Allah SWT dalam menghadapi setiap godaan.

    ReplyDelete
  15. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Lagi-lagi saya terkagum dengan matematika yang bisa dikaitkan dengan hal-hal yang mungkin ada, tetapi sekarang menjadi ada. Pengetahuan baru lagi, matur suwun sanget nggih Pak.
    Bagaimana tidak terkagum? Matematikawan dengan berbagai konsepnya dapat mengusir syaitan. Bukan hanya matematikawan yang bisa mengusir syaitan, tetapi semua orang yang menggunakan akalnya, karena syaitan telah mengakuinya bahwa orang yang menggunakan akalnya tidak mudah tergoda, seperti Nabi Adam A.S. Jadi dapat diambil pelajaran dari elegi matematikan mengusir syaitan ini, yaitu sesungguhnya tidak ada yang perlu manusia takutkan kecuali Allah SWT. Dan tenanglah serta gunakan akal mu jika sedang menghadapai apapun. Karena sebenar-benar takut kepada selain Allah adalah godaan syitan. Maka, jika kita takut dan tidak memiliki ilmu, sama saja membuat syiatan senang dan bisa terjebak menjadi pengikutnya. Semoga kita semua termasuk golongan orang yang menggunakan akal, supaya dijauhi oleh godaan-godaan syaitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  16. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima kasih atas postingan Prof. Saya takjub dengan pemikiran bapak terhdap dialog antara syaitan dengan matematikawan, postingan di atas dapat mebuat saya berfikir bahwa matematika tidak selalu serius tetapi juga humoris. Selain itu, hal yang saya petik dari postingan di atas bahwa seorang matematikawan dapat memiliki sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang. Dengan mempelajari matematika , kemampuan atensi kita dapat lebih ditingkatkan.

    ReplyDelete
  17. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.
    Terimakasih banyak Pak prof
    Bila mengamati elegi di atas, tokoh yang yang diperankan oleh matematikawan tersebut, ia menyibukkan dirinya pada hal-hal yang menjadi kodratnya sebagai seorang matematikawan.Namun tak lupa ia mengedapankan hati di dalam berpikir.Sehingga sulit bagi syetan untuk menggodanya.Boleh pula dikatakan metematikawan yang ikhlas dan jauh dari sifat sombong.Sehinggga dalam berpikir ia mampu mengimbanginya.

    ReplyDelete
  18. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Setelah membaca elegi di atas, saya semakin yakin bahwa ilmu pengetahuan bukanlah alasan untuk mengesampingkan agama. Justru dengan mempelahari ilmu pengetahuan, semakin besar rasa syukur kita terhadap Allah SWT dan semakin besar pula rasa keimanan kita. Ilmu pengetahuan disertai dengan ketaqwaan insya Allah tidak akan membawa celaka bagi seseorang yang memiliki keduanya.

    ReplyDelete
  19. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada elegi ini, matematikawan dapat mengusir setan disini adalah ketika matematika di implikasikan dengan memasukkan unsur spiritual di dalamnya. Sebagai bentuk arti dari kebaikan-kebaikan di jalan Allah. Misalnya angka berapapun dipangkatkan nol hasilnya adalah 1. Angka berapapun diibaratkan sebagai kegiatan apapun, nol dimaksukan adalah ikhlas, dan angka satu adalah Tuhan. Sehingga kegiatan apapun yang dilakukan lakukanlah dengan ikhlas dan semuanya itu ditujukan untuk mencari ridho dari Allah. Dan juga kita harus selalu berdoa kepada Allah, bertawakkal, dan bersandar sepenuh hati kepada Allah setelah melakukan ikhtiar sebaik mungkin. Jika sifat ini ada dalam satu individu, maka individu tersebut tidak akan bisa disentuh oleh godaan dan bisikan setan. Setan tak mampu menguasai orang tersebut.

    ReplyDelete
  20. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Saya merasa selalu mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru setelah membaca elegi-elegi pada blog ini. Terutama pada elegi kali ini. setelah membaca elegi ini saya baru mengetahui dan memahami ternyata matematika dapat diuraikan sekomplek ini, sehingga tokoh matematikawan pada elegi ini dapat membuat syetan berhenti untuk menggodanya dengan menggunakan prinsip perhitungan dalam matematika. matematikawan menggunkan pemikirannya yang kritis dan menggunakan hatinya untuk melawan godaan syetan sehingga matematikawan tidak dapat tergoda oleh godaan syetan.

    ReplyDelete
  21. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Elegi ini bagi saya menggambarkan sebuah situasi, kembali sebuah situasi, dimana keburukan dan kebaikan selalu bertempur. Dalam setiap hal yang nampaknya baik sudah kita lakukan, pun, selalu ada hal yang dengan mudah mengganggu pikiran dan hati kita, jika kita tidak berkonsentrasi dan tidak menjadikan hati sebagai komandan dalam hidup.
    Sejauh ini nampaknya ini adalah elegi ritual ikhlas yang terakhir yang ada dalam blog ini (mohon koreksi jika saya keliru, atau informasi jika ada tambahan). Banyak pergulatan saya dalam menjalankan membaca elegi ritual ikhlas dalam konteks belajar filsafat.
    Saya juga merenungkan tulisan terakhir dalam ritual ikhlas ini... menjadi matematikawan mungkin adalah lambang seseorang yang telah menggapai logos. Aku telah lebih mengenal apa itu ikhlas. Dan elegi ini mengingatkan, agar logos itu tidak menjadi mitos. Harus senantiasa dalam kondisi menggapai logos... menggapai ikhlas... Semoga Allah merestui.
    Trimakasih, boleh berkesempatan bertualang dalam elegi ritual ikhlas.

    ReplyDelete
  22. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ini saya memahami bahwa dengan ilmu yang digunakan dengan baik dan disertai dengan pikiran dan hati yang bersih dapat melawan bahkan mengalahkan godaan syaitan. Dalam artian, pikiran yang bersih adalah pemikiran yang didapat dari pemahaman yang disertai dengan berpikir kritis, sedangkan hati yang bersih adalah selalu mempelajari ilmu pengetahuan dengan rasa ikhlas dan berdoa memohon petunjuk dari Allah SWT agar selalu diberikan jalan yang lurus.
    Hal ini menunjukkan bahwa dengan mempelajari ilmu pengetahuan, dapat semakin meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Semoga kita dapat memanfaatkan ilmu yang kita miliki dijalan yang benar dan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

    ReplyDelete