Apr 8, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 45: Bagaimana Matematikawan Mengusir Setan?





Oleh Marsigit

Syaitan:
Uhiiihhhhh….suaraku melengking…

Matematikawan:
Melengking ditambah melengking sama dengan dua melengking.
Melengking dikurangi melengking sama dengan nol melengking.
Melengking kali melengking sama dengan melengking kuadrat.
Melengking pangkat melengking sama dengan melengking kali melengking dst sampai melengking kali.
Melengking dibagi melengking sama dengan satu
Melengking bersifat kontinu
Melengking yang diskret itu namanya mengikik
Melengking kalau digambar grafiknya melengkung
Melengking ….



Melengking kontinu ditambah melengking diskret hasilnya adalah melengking kontinu.

Syaetan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan lengkinganku malah asyik sendiri menganalisis secara matematika dari lengkinganku itu. Saya coba dengan produksiku suara aneh. Ugreas..graes sruttt.

Matematikawan:
Dengan mendengar suara aneh itu maka aku sekarang mempunyai ide atau menemukan Konsep Bilangan Aneh. Berikut akan saya uraikan beberapa sifat, relasi dan operasi yang mungkin terjadi pada Bilangan Aneh.
Bilangan Aneh jangan disamakan dengan Bilangan Ganjil
Bilangan Aneh ditambah Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dikurangi Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dikali Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dibagai Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dipangkatkan dengan Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Sistem Bilangan Aneh mempunyai Bilangan Aneh Identitas
Sistem Bilangan Aneh mempunyai Bilangan Aneh Invers


Sistem Bilangan Aneh bersifat isomorphis dengan Sistem Bilangan Bulat.

Syaetan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan suaraku yang aneh malah asyik sendiri menganalisis secara matematis suaraku yang aneh ini. Saya coba dengan bentukku yang menyeramkan.

Matematikawan:
Bentuk yang menyeramkan jika digeser juga akan dihasilkan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan jika diputar juga akan dihasilkan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan jika dicerminkan menurut sumbu datar maka akan diperoleh bayangan dengan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan dapat dihitung panjang kelilingnya.
Bentuk yang menyeramkan dapat dihitung luasnya.



Bentuk yang menyeramkan berdimensi tiga dapat dihitung volumenya.

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan bentukku yang menyeramkan malah asyik sendiri menganalisis secara matematis bentukku yang menyeramkan. Saya coba dengan mendatangkan temanku yang jumlahnya banyak sekali.

Matematikawan:
Dalam matematika, jumlah yang banyak sekali dapat ditafsirkan bermacam-macam. Dia bisa himpunanbilnagn terbuka, dia bisa bilangan infinit, dia bisa menuju limit, dia bisa tak terhingga, dia bisa transenden, dst.
Banyak sekali ditambah banyak sekali adalah banyak sekali.
Banyak sekali dikali banyak sekali adalah banyak sekali.
Banyak sekali pangkat banyak sekali adalah banyak sekali.



Banyak sekali jangan disamakan dengan besar sekal.

Saitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan temanku yang banyak sekali malah menganalisis konsep banyak sekali ditinjau dari sisi matematika. Akan saya tunjukan bahwa saya bisa menghilang dan berubah bentuk.

Matematikawan:
Kata dasar dari menghilang adalah hilang. Kata bentukannya bisa menghilang, dihilangkan, atau menghilangkan. Dalam matematika dikenal metode menghilangkan atau eliminasi, misalnya menghilangkan variabel di ruas kiri pada penyelesaian suatu persamaan. Yang setara dengan metode menghilangkan adalah metode substitusi. Yang bisa hilang tidak hanya variabel, tetapi juga tanda-tanda bilangan dan tanda-tanda akar. Tanda akar kuadrat suatu bilangan akan hilang jika akar kuadrat dari bilangan itu kita kuadratkan. Jika diekstensikan artinya maka menghilang bisa dimengerti sebagai kosong. Tetapi kosong itu belum tentu nol, karena nol itu bilangan dan jelaslah tidak kosong. Jika hutangku negatif ternyata dapat dimengerti sebagai tidak punya hutang. Perihal perubahan bentuk dalam matematika dapat saya terangkan demikian. Bangun-bangun geometri baik datar, lengkung maupun dimensi tiga dapat berubah bentuknya jika dikenai perlakuan misalnya dengan translasi. Ada bermacam-macam translasi misalnya dilatasi, rotasi, dan refleksi…atau gabungan dari dua atau ketiganya.

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan kemampuanku dapat menghilang malah pamer tentang penggunaan konsep hilang dalam matematika. Dia malah menerangkan teori perubahan bentuk dengan translasi. Sekarang akan saya goda dengan WANITA CANTIK.

Matematikawan:
WANITA adalah sebuah kata terdiri dari enam huruf yaitu W, A, N, I, T, A
WANITA dengan unsur-unsur hurufnya yang ada dapat dibentuk kata yang lain dengan komposisi huruf yang sama seperti:WANIAT, WANAIT, WAANIT, AWANIT, WANTIA, WATNIA, WTANIA, dst.


CANTIK adalah sebuah kata yang terdiri dari enam huruf yaitu C, A, N, T, I, K

dst

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak terpengaruh dengan WANITA CANTIK…malah menganalisis secara matematis komposisi huruf yang terdapat di kata-kata itu. Saya coba dengan godaan Barang Mewah

Matematikawan:
Sebuah Barang Mewah terdiri dari komponen dasar A, B, C, D dan E. Diketahui harga komponen A adalah 35 %, komponen B adalah 30 %, komponen C adalah 25%, komponen D adalah 8%, dan komponen E adalah 2%. Komponen E berharga Rp 2 juta. Jika akan diproduksi 1000 buah Barang Mewah maka tentukan berapa biaya keseluruhan? Perhitungannya adalah sebagai berikut:…

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak terpengaruh dengan Barang Mewah…malah menganalisis secara matematis komponen barang mewah, membuat soal cerita dan asyik menghitungnya. Hai matematikawan jangan sok pintar engau didepanku…sehebat-hebat rasional pikiranmu tidaklah akan mampu memikirkan seluruh diriku. Ketahuilah bahwa ada bagian dari diriku itu yang bersifat irasional.

Matematikawan:
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai p per q dimana p bulat, q bulat dan q tidak sama dengan nol. Sedangkan bilangan irrasional adalah bilangan yang tidak demikian. Tentulah semua bilangan bulat adalah bilangan rasional. Sedangkan contoh dari bilangan irrasional adalah bilangan phi, bilangan e, akar dua, dst. Kalau hanya bicara bilangan rasional atau irrasional dalam matematika itu hal biasa. Padahal masih ada lagi yang akan saya uraikan yaitu bilangan imaginer. Bilangan imaginer adalah…kalau saya berusaha menarik akar dari bilangan negatif misalnya akar dari bilangan minus satu maka saya akan peroleh bilangan imaginer.

Syaitan:
Sialan tenan matematikawan itu. Saya pameri sifatku yang irrasional malah berteori tentang bilangan rasional dan irrasional. Dia malah pamer bilangan imaginer segala. Hai matematikawan…apakah engkau tidak tahu bahwa saya sudah mulai marah? Ketahuilah bahwa saya itu bukan syaetan biasa. Saya itu syaitan dengan pangkat yang tinggi..tahu?

Matematikawan:
Ada bermacam-macam bilangan berpangkat itu. Ada bilangan berpangkat bilangan bulat, bilangan berpangkat bilangan pecah, ada juga bilangan berpangkat tak sebenarnya. Hehe…asal tahu saja engkau syaetan… berpangkat tak sebenarnya itu juga dapat diartikan mempunyai pangkat tetapi dengan cara tidak khalal. Saya ragu apakah pangkatmu itu khalal atau tidak?

Syaitan:
Sialan tenan orang itu…malah mempertanyakan dan meragukan pangkatku. Hai..orang yang mengaku matematikawan hebat…apa engkau tidak tahu bahwa aku mempunyai kemampuan masuk kedalam tubuh manusia?

Matematikawan:
Kemampuan syaitan masuk ketubuh manusia, di dalam matematika, dapat dianalogan dengan penggantian sebuah variabel dengan dengan konstanta. Dalam matematika konstanta-konstanta penyusup variabel bisa juga berupa bilangan atau variabel yang lain. Jika yang menyusupi atau yang menggantikan variabel adalah juga variabel maka keadaannya persis manusia yang kesurupan syaitan, tetapi dengan catatan bahwa variabelnya bersifat jelek seperti halnya sifat dirimu. Kejadian demikian banyak ditemukan pada pembicaraan tentang fungsi komposisi…dimana variabelnya bahkan bisa berupa fungsi. Untuk matematika tingkat rendah itu namanya substitusi. Maka sederhana saja untuk memahami secara matematis perihal kemampuanmu masuk ke dalam tubuh manusia.

Syaitan:
Kurangajar tenan…dia malah kelihatannya mengetahui rahasiaku.Wah ternyata sangat sulit menggoda seorang matematikawan atau orang-orang yang menggunakan akalnya. Sejak dulu Adam A.S selalu lebih tinggi ilmunya dari saya. Hai..sekali lagi… hai…yang mengaku matematikawan sejati…jika engkau betul-betul mengaku sebagai matematikawan…cobalah kalau bisa hitunglah dosa-dosaku dan hitunglah amal-amalmu?

Matematikawan:
Aku tidaklah terlalu peduli dengan dosa-dosamu. Tetapi aku lebih peduli agar diriku tidak melakukan dosa. Tetapi jika karena suatu hal disadari atau tidak aku telah melakukan dosa besar X, maka insyaallah aku akan memohon ampun kepada Allah hingga tak berhingga banyaknya. Itulah bahwa di dalam matematika berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol. Itulah bahwa harapanku adalah atas kuasa Tuhanku maka dosaku menjadi Nol. Sedangkan dosamu adalah kesombonganmu dan perilakumu menyekutukan Tuhan…itu adalah dosa yang tak terhingga besarnya. Seberapapun engkau berpura-pura memohon ampun maka itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan tak berhingga besarnya jika dibagi dengan bilangan berapapun hasilnya adalah masih tak terhingga. Itulah bahwa dosamu itu tidak terampuni. Na’u dzubillah himindzalik. Sedangkan sebesar-besar pahala adalah bagi orang beriman yang ikhlas. Setinggi-tinggi derajat manusia didunia masih kalah tinggi dengan orang yang ikhlas. Itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan besar betapapun jika dipangkatkan Nol maka hasilnya adalah Satu. Nol itu adalah ikhlasnya orang beriman, sedangkan Satu itu Esanya Tuhanku. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah jauhkanlah aku dari godaan syaitan yang terkutuk. Amiin

Syaitan:
Ooo…ohhh kurangajar…dengan matematikamu ternyata engkau bisa menguraikan jumlah dosa dan jumlah pahala…malah engkau itu bisa mengaji. Oh..kenapa badanku terasa panas sekali? Aku tak tahan…oh jangan…jangan…wahai sang matematikawan…aku telah bertobat…tidak…tidak…jangan bakar tubuhku….tidak…tidak…aku pergi…pergi…pergi…Kecerdasan dan doamu ternyata telah membakar diriku… panas… pergi…pergi…

Matematikawan:
Ahhh…dasar syaitan…ditinggal ngetung matematika saja sudah kelabakan. Ternyata keasyikanku bermatematikaria bisa mengusir syaitan. Setelah aku panjatkan doa kehadlirat Allah SWT ternyata pergi dia. Alhamdulillah…amiiin.

50 comments:

  1. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Berdasarkan elegi diatas, segalanya yang ada di bumi ini yang merupakan godaan sebenarnya dapay disangkal atau di patahkah dengan teori yang ada di matematika. Saya setuju sengan perkataan jika tidak menghitung dosa sebab yang terpenting bagaimana manusia dapat hidup dengan meminimalkan dosa yang diperbuat. Caranya adalah dengan bertindak sesuai yang tertulis pada kitab suci dan selalu untuk berdoa dengan benar. Selain itu adalah keikhlasan yaitu ikhlas hati dan ikhlas pikir. Maka kita akan menjadi manusia yang memiliki derajat palinh tinggi didunia. Namun masih dibawah kuasa Allah sebab Dia yang menciptakan bumi dan isinya.

    ReplyDelete
  2. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Berdasarkan elegi diatas, kami mencoba memahami bahwa syaitan memiliki berbagai cara yang cerdik untuk menyeret manusia kedalam lubang kesesatan. Dicontohkan seperti syaitan tak habis-habis menggoda matematikawan. Namun, sebesar apapun godaan syaitan, jika manusia yang digoda memiliki benteng yang kuat untuk melawan syaitan maka insyAllah manusia tersebut tidak akan berhasil digoda setan. Bnteng yang kuat yang dimaksud seperti selalu bersyukur, taqwa, berdzikir, dan selalu memohon do’a seraya meminta ampun kepada Allah SWT. Terima Kasih

    ReplyDelete
  3. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Setan itu tidak akan ada capeknya dalam menggoda umat manusia. Beribu cara dilakukan akan kita terhasut oleh godaannya. Selama kita terusmenjaga hati dan pikiran kita jernih, insyAllah Allah akan melindungi kita dari godaan setan. Selalu mengingat nama Allah dalam menuntut ilmu atau dalam beraktivitas lainnya. selama kita berusaha untuk membedakan mana yang baik dan buruk, maka kita dengan mudahkan mengabaikan godaan setan itu. Godaan setan memang sangatlah lebih menyenangkan, tetapi dibalik itu ada amalan dan pahala yang sedang menunggu kita.

    ReplyDelete
  4. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Saya senyum-senyum sendiri membaca tikah si Matematikawan mengakali rayuan dan godaan syaitan. elegi diatas membuat saya menyadari satu hal bahwa jika kita mampu berpikir kritis maka syaitan akan kesulitan merayu dan menggoda kita, karena dengan berpikir kritis kita tau mana benar untuk dilakukan dan mana yang tidak benar untuk dilakukan bahkan sejak dalam pikiran kita, kita tau mana yang harus dipikirkan dan mana yang tidak perlu dipikirkan. syaitan akan mudah merayu dan merasuki orang yang melamun (memikirkan sesuatu yang tidak perlu dipikirkan) atau berpikiran kosong.

    ReplyDelete
  5. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tidak peduli apapun profesi kita, setan akan senantiasa mencari cara ampun untuk menaikkan ego dan sifat determinis dalam diri kita sehingga kita merasa hebat dan super. Setan memiliki pendekatan-pendekatan yang licik namun sangat mudah membuat kita terlena. Seorang matematikawan yang sangat tinggi dedikasinya untuk ilmu pengetahuan amat sangat rentan dengan kemungkinan menempatkan sains di atas spiritual sehingga setan akan mencoba mencari celah. Setinggi apapun ilmu dan sedalam apapun keinginan kita untuk menguasai suatu ilmu, sebaiknya kita tidak boleh lupa akan tanggung jawab spiritual kita sebagai manusia, kepada Allah sang Pencipta.

    ReplyDelete
  6. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Elegi ini menggambarkan kegigihan syaiton dalam menggoda orang yang berilmu. Alhamdulillah orang yang berilmu tersebut tidak tergoda, bahkan berhasil mengusir syaiton tersebut dengan doa yang dipanjatkannya. Nampaklah bahwa apapun kedudukan kita, kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya godaan. Dibutuhkan keimanan yang kuat untuk menghalau berbagai godaan. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin allahumma aamin.
    Alhamdulillah saya telah merampungkan membaca 45 elegi ritual ikhlas. Terima kasih banyak untuk ilmunya pak. Semoga dapat saya terapkan dikehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas ibadah saya.

    ReplyDelete
  7. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dalam elegi ini, saya tertarik kepada sifat matematikawan dan syaitan yang memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Matematikawan dapat diibaratkan sebagai cendekia atau pun manusia biasa. manusia dengan segala keterbatasannya dalam berpikir sehingga memudahkan syaitan untuk menjerumuskanna ke dalam lubang dosa. Manusia mampu berpikir cerdas akan menyelesaikan kesulitan. Namun, hal tersebut juga harus diimbangi dengan sikap gigih dan penyesuaian baik dengan lingkungannya. Penyesuaian dengan lingkungan dan ketenangan pikiran akan menumbuhkan konsentrasi dan menyingkirkan godaan-godaan yang akan merintangi suatu usaha. Sedangkan sikap syaitan adalah menggoda hati dan jiwa manusia. Mereka akan senantiasa menjerumuskan manusia ke jurang kemungkaran. Kecuali pada orang-orang yang beriman dan memiliki keteguhan hati yang baik.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Lanjutan.
    Sepintar-pintar syaitan dalam menggoda manusia tidak akan mampu menggoyahkan manusia. Semua cara yang dilakukan syaitan itu dapat dibantahkan dengan cara matematika. Maka dari itu, sebagai manusia yang merupakan makhluk Allah yang paling sempurna kita tidak boleh diperdaya ataupun tergoda oleh syaitan yang terkutuk. Kita senantiasa harus lebih mendekatkan diri kpada Allah SWT , terus berdoa kepadanya, dan menjalankan apa yang diperintahkan. Kita sebagai manusia haruslah memiliki sikap dan hati yang senantiasa ikhlas, karena setinggi-tinggi derajat manusia ialah manusia beriman yang ikhlas. Dalam hukum matematika, berapapaun bilangan besar itu jika dipangkatkan Nol maka hasilnya adalah Satu. Nol itu adalah ikhlasnya orang beriman, sedangkan satu itu Esanya Tuhan. Dari alasan-alasan tersebut semoga dapat menggerakan hati kita untuk senantiasa berdoa kepada Allah dan selalu menjadi manusia terus menambah dan mengembangkan kemampuan, ilmu, serta pikiran kita. Dengan belajar matematika, selain kita mendapatkan ilmu kita juga dapat mengusir syaitan dan senantiasa ingin selalu menggoda manusia.

    ReplyDelete
  10. Terimakasih bapak atas sharing ilmu spritualnya di atas mengenai matematikawan dan syaitan. Sesungguhnya sepintar-pintarnya matematikawan tidak aka nada yang mampu menghitung jumlah dosa yang telah kita lakukan. Maka dalam ilmu matematika berapa pun bilangannya jika dibagi dengan tak terhingga maka hasilnya adalah 0 (nol). Begitulah juga kita manusia dalam menghadapi dosa yang begitu banyak maka lakukanlah ampunan dengan tiada batasnya, insyaAllah akan meringkankan berat dosa yang kita miliki.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  11. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Matematikawan sejati adalah mereka yang bisa menerapkan ilmunya yang telah diperoleh untuk semakin bertaqwa kepada Alloh SWT. Hal ini akan membuat keimanan kita semakin bertambah dan membuat celah syaitan untuk mengusik kita semakin sedikit. Namun, jika kebalikannya, maka syaitan akan mudah mencari celah untuk menggoda kita dari celah-celah yang sangat banyak karena keimanan kita yang semakin berkurang karena kesombongan, salah satunya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  12. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pada elegi ini membahas bagaimana cara suatu ilmu dalam hal ini matematika dapat mengusir setan. Sejatinya suatu ilmu yang ada di dunia ini harus menjadikan kita semakin yakin dengan anugrah dan kuasa Tuhan dan menjadikan kita semakin bersyukur. Karena ilmu yang ada di dunia ini semuanya berasal dari Tuhan, dan Tuhan juga yang menunjukkan ilmu tersebut untuk dapat dipelajari oleh manusia. Sehingga apabila ada seorang yang semakin belajar namun dia semakin dia tidak mempercayai dengan Tuhan maka ada yang salah dengan ilmunya, dan sebagai seorang manusia yang mempercayai Tuhan, maka ilmu yang tidak memberikan manfaat dengan semakin yakin Kuasa Tuhan berarti hal itu bukanlah ilmu yang sebenarnya. Sedemikian saat kita mempelajari matematika, saya masih mengingat mengenai barisan fibonanci yang dapat ditemukan di rumah keong, Hal ini menjadi salah satu bukti adanya kuasa Tuhan dan menjadikan kita semakin yakin bahwa Tuhan ada

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ilmu yang kita punya adalah salah satu hal yang dapat membantu kita untuk menghadapi setan. Sekuat apapun godaan setan terhadap kita akan kalah karena ilmu kita dan pertolongan-Nya. Memohon tak berhingga ampun atas segala dosa kita adalah salah satu upaya untuk memohon ampunan-Nya setelah kita menghadapi godaan yang begitu banyak dan berdosa. Oleh karena itu, janganlah kita lelah untuk terus memohon ampun dan bertaubat karena Allah Maha Pengampun.

    ReplyDelete
  15. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Matematika adalah induk dari banyak ilmu yang ada saat ini. Matematika adalah ilmu murni. Kemunian pada matematika berawal dari keberadaan manusia. Sedangkan sumber dari segala ilmu ada Al-Qur`an. Begitupun bilangan pada matematika berasal dari kata-kata dalam Al-Qur`an. Sehinggga jika matematikawan menguasai mateatika dan mendalami Al-Qur`an pasti syetan tidak berani mendekati apalagi menggoda. Dengan begitu maka sudah seharusnya para matematikawan bermatematika dengan bersumber pada Al-Qur`an untuk menjadi lebih baik dan melawan kejahatan yang ada.

    ReplyDelete
  16. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Sampai akhir zaman syaitan akan selalu menggoda manusia, agar manusia tersesat kedalam kegelapan dan jauh dari jalan Allah SWT. Syaitan akan menggoda semua keturunan Nabi Adam AS, dan akan lebih banyak keturunan Nabi Adam yang berhasil menemani syaitan di neraka dibandingkan yang masuk syurga Allah SWT. Syaitan akan senang menggoda manusia yang memiliki pikiran kosong, sering berangan-angan, takut akan hal-hal yang belum terjadi, serta banyak penyakit hati seperti iri, hasad, dengki. Untuk menangkal masuk dan bersemayamnya setan pada diri kita, dapat kita lakukan hal-hal yang tidak membuat pikiran kita tidak kosong, senantiasa kita mengikuti aturan yang ada seperti halnya dalam matematika. Aksioma yang ada adalah ibarat ketaqwaan kepada Allah SWT, yaitu berisi aturan yang akan menjamin kebenaran matematika.

    ReplyDelete
  17. Ilma Rizki Nur Afifah
    1779251020
    P. Mat A S2 UNY

    Sara tertarik dengan cara matematikawan emngusir syaitan. Seseorang dapat menghindar dari godaan syaitan melalui kebersihan hati dan pikiran, yaitu orang yang berilmu dan beriman. Karena keduanya dapat menyeimbangkan kehidupan seseorang baik selamat di dunia maupun di akhirat. Karena ejatinya, syaitan itu paling takut dengan orang yang rajin beribadah dan menuntut ilmu (agama).

    ReplyDelete
  18. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Syaitan memiliki sejuta macam cara cerdik untuk menggoda dan menyesatkan manusia. Mereka tidak pernah kehilangan akal untuk menjerumuskan manusia, karena memang sudah menjadi tugasnya untuk menyesatkan manusia. Namun sebagai manusia kita juga harus memiliki keteguhan hati untuk dapat menghindari berbagai macam godaan syeitan tersebut. Caranya salah satunya dengan selalu berdzkir dan memohon ampun kepada Allah. Tapi ingat,berdzikir dan memohon ampun itu harus dilakukan dengan hati yang ikhlas, saat hati tidak ikhlas melakukannya maka syaitan tetap mampu dengan mudah menguasai hati manusia. Terimaksih

    ReplyDelete
  19. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Sungguh kisah yang menarik sekali. Hal ini membuktikan bahwasanya matematika itu pada dasarnya dapat dihubungkan dengan segala macam hal di dunia ini. Math is Life. Hal ini pernah diajarkan oleh bapak beberapa semester yang lalu. Matematika itu hidup dan adalah bagian dari hidup itu sendiri. Matematika hadir di setiap hari-hari kita, tanpanya hidup tidak akan semudah ini. Ilmu dan iman adalah perpaduan yang indah, di kisah ini bahkan perpaduan ini dapat mengalahkan setan. Pada akhirnya ilmu dan iman adalah sebuah perpaduan yang melengkapi satu sama lainnya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  20. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dengan membaca elegi ini membuat saya semakin tertarik dan takjub dengan kekuatan ilmu matematika. Matematikawan selalu berusaha mengaitkan segala fenomena dengan ilmu matematika. Segala jalan kelicikan syeitan dapat mereka analisis. Semua ini hanya dapat dilakukan oleh matematikawan yang memiliki hati dan pikiran yang jernih. Hati dan pikiran yang jernih akan melahirkan pemikiran yang kritis sehingga tidak mudah tenggelam dalam jebakan syeitan

    ReplyDelete
  21. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sudah menjadi takdir bahwa hingga akhir jaman setan akan terus menggoda manusia. Setan tak akan pernah berhenti menggoda umat manusia, dan ini sudah menjadi kepastian yang harus kita sadari. Mereka memiliki seribu akal picik dan cara-cara yang lembut untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan mengikuti jalan mereka. Maka dari itu, kuatkanlah pertahananmu, kuatkan benteng keimananmu agar tidak tergoda oleh rayuan setan. Marilah senantiasa memohon perlindungan kepada Allah. Memperbanyak istigfar dan memohon petunjuk agar senantiasa berada di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  22. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Alhamdulillah, itulah nikmatnya berilmu. Ketika ia mampu berpikir dengan jernih, memiliki ilmu yang ia menguatkan pikirannya hingga ia selalu berusaha menggapai logos, maka syaitan akan takut dan bingung untuk melawan orang-orang seperti ini. Inilah nikmatnya orang berilmu dan bersyukur dengan ilmunya, selain ia mampu mengimplementasikan ilmu yang ia miliki, bertambah pula keimanannya karena ilmu yang ia pakai mampu mempertahankan ketaqwaannya kepadapa Allah dan menjauhkan dirinya dari godaan syaitan. Oleh karenanya, marilah meluruskan niat untuk menjemput ilmu dengan ikhlas, sehingga kemanfaatannya tidak untuk urusan duniawi saja namun juga mampu membuatnya semakin beriman kepada Allah swt. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  23. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas elegi yang sangat menarik. Hikmah yang bisa diambil dari elegi di atas yaitu serorang matematikawan akan mampu mengusir syaitan asalkan menngunakan ilmu yang dimilikinya dengan benar. Kemudian memohon pada Allah untuk dipermudah dalam menuntut ilmu dan dijauhkan dari godaan Syetan.
    Sehingga pada dasarnya Ilmu ini memulaiakan manusia dengan ilmu kita akan dipermudah untuk urusan dunia dan akhirat. ilmu apapun itu, namun tentunya yang uama ilmu syariah, namun tak terkecuali ilmu matematika. bahkan dengan ilmu bisa menghindarkan kita dari godaan syetan.
    Dari elegi ini kita juga belajar bagaimana matematikawan berjuang ikhlas dalam pikirnya yang ditunjukkan dengan sikap paham akan konsep matematika serta ikhlas hati yaitu senantiasa tawadhu pada Allah dan memohon perlindungan pada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang selalu ikhlas pikir dan hati, diberi ke fahaman akan ilmu dan dijauhkan dari godaan setan. Aamiin ya robbal alamin.

    ReplyDelete
  24. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Hal yang saya dapat dari elegi ini adalah matematika dapat menghindarkan kita dari syaiton dengan sifat logis dan rasionalnya. Di dalam kehidupan akan selalu ada cobaan, godaan yang mengharuskan kita mencari solusi atas itu. Elegi ini mengajak kita untuk berpikir rasional, logis dalam menyelesaikan suatu masalah. Berpikirlah sebelum bertindak, pikirkanlah setiap sisi baik dan buruk dari akibat perilaku yang akan kita lakukan. Dengan begitu kita tidak akan terjerumus pada perbuatan dosa.

    ReplyDelete
  25. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Elegi yang sangat menarik dimana syaitan tidak dapat mengganggu matematikawan yang sedang berkonsentrasi dengan asiknya untuk mempelajari matematika, sehingga syaitan menjadi lari. Yang dapat saya pelajari dari elegi ini adalah perlunya keteguhan hati dalam mengamalkan ilmu kita agar ilmu apa pun yang kita pelajari berguna dalam kehidupan kita, jagalah hati agar kesombongan diri tidak datang, dan hendaklah ilmu yang kita punya justru kita manfaatkan untuk menggapai kerendahan hati sehingga syaitan tidak mempunyai peluang untuk masuk ke dalam hati.

    ReplyDelete
  26. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. matematika dapat diaplikasikan ke dalam banyak hal, salah satunya yang berkaitan dengan akhirat. Matematika digunakan untuk menghitung amal dan khilaf manusia. Walaupun itu hanya hitungan manusia, bukan finalisasi akhir penghitungan amal dan khilaf. Bahkan syetanpun dapat dibuat binggung oleh matematika.

    ReplyDelete

  27. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Artikel yang menarik menurut saya, dan dari artikel di atas saya menyadari bahwa ilmu pengetahuan kita dapat menolong kita untuk mengusir godaan setan. Artikel di atas merupakan artikel yang menceritakan tentang seorang matematikawan yang memiliki ilmu yang tinggi tentang matematika yang sedang digoda oleh setan. Namun, dengna ilmu pengetahuan yang dimiliki dia dapat mengusir dan membuat setan meyerah. Saya pikir tidak hanya ilmu matematika saja yang mampu digunakan untuk mengusir setan, namun setiap ilmu pengetahuan yang ditekuni dengan keikhlasan hati.

    ReplyDelete
  28. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Banyak sekali celah syaiton untuk menggoda manusia, dengan suara, wujudnya, teman-temannya, bisikannya. Sungguh beruntung orang yang menggunakan pikirannya untuk slalu berolah piker, dengan begitu syaiton tidak mempunyai kesempatan untuk membisikkan kejahatan, karena setiap bisikan yang masuk akan diolah dalam piker, direnungkan, dan dianalisis sebelm berubah menjadi suatu tindakan. Pikiran yang ikhlas akan mengkontradisikan seluruh bisikan syaiton yang terkutuk

    ReplyDelete
  29. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Jika disini diceritakan tentnag seorang matematikawan yang mengolah piker setiap bisikan syaiton menjadi ilmu baru yang mungkin bermanfaat sudah membuat syaiton kelabakan, apalagi jika ditambah dengan doa dan dzikir kepada Allah Swt, maka setan akan hancur sejadinya. Manusia tentu pernah melakukan dosa, baik yang diketahui maupun yang tidak disadari, maka sebaikbaik cara adalah dengan memohon ampun, beristigfar disepanjang hidupnya, dengan begitu setan tidak mempunyai celah untuk terus menggoda.

    ReplyDelete
  30. Latifah Fitriasari
    PM C

    Setan merupakan makhluk ciptaan Allah yang selalu menggoda manusia agar berbuat dosa dan ternyata hanya dari arah ini, setan tak kuasa menggoda kita. Setan telah berjanji untuk terus menyesatkan manusia dengan berbagai cara agar setiap manusia berpaling dari Allah SWT sehingga menjadi teman mereka di neraka. Setan diciptakan oleh Allah untuk selalu menggoda keimanan manusia di muka bumi. Sepintar-pintar syaitan dalam menggoda manusia tidak akan mampu menggoyahkan manusia. Ilmu pengetahuan kita dapat menolong kita untuk mengusir godaan setan. Semua cara yang dilakukan syaitan itu dapat dibantahkan dengan cara matematika. Matematikawan bisa menjadi seseorang yang tidak mudah tergoda oleh setan karena dia mempunyai sikap tegas, kreatif, mampu berinovasi.

    ReplyDelete
  31. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Konsep matematika yang diajarkan prof Marsigit melalui elegi ini membuka pikiran kita bahwa konsep matematika bisa digunakan untuk mengungkap banyak hal yang pada akhirnya bisa menambah keimanan kita. salah satu contoh lain adalah mengenai matematika keikhlasan. Dalam konsep keikhlasan, misal kita berbuat baik seperti bersedekah maka kita tidak boleh mengharapkan apa-apa (kecuali ridho Allah). Dengan begitu kita justru akan mendapatkan pahala yang banyak. Namun bila kita mengharapkan balasan dunia dalam sedekah kita maka kita justru mendapatkan sedikit atau bahkan tidak mendapatkan apa-apa. Contoh konkritnya, bila kita memberi makan 1 fakir miskin, namun kita berharap agar kita dianggap dermawan, dianggap baik hati, dianggap penolong. Maka dalam kasus ini kita memberi 1 dan mengharap 3, maka yang kita dapatkan adalah 1 dibagi yaitu hasilnya 0.33. namun bila kita tidak mengharap apa-apa dalam sedekah kita, maka yang terjadi adalah kita memberi 1, mengharap 0, matematisnya adalah 1 dibagi 0, hasilnya tak terhingga. Dengan demikian konsep keikhlasan bisa dijelaskan menggunakan konsep matematika

    ReplyDelete
  32. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Dalam elegi ini ternyata matematika juga bisa digunakan untuk melawan syaitan. Ternyata sifat-sifat syaitan dapat diuraikan di dalam matematika. Tentunya bagi orang yang tidak mengetahui tentang matematika seperti hal di atas tidak akan paham dimana letak ‘menang’nya si matematikawan melawan syaitan. Dari sini saya menyadari bahwa ternyata ilmu itu diperlukan untuk menghadapi godaan syaitan. Sering manusia terjerumus pada kesesatan karena mempercayai hal-hal mistik yang merujuk pada kesesatan atau kesyirikan. Sedangkan jika kita menggunakan akal pikiran kita tentu kita tidak akan takut dengan hal-hal semacam itu dan justru dapat menerangkannya secara logis.

    ReplyDelete
  33. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  34. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Seorang matematikawan merupakan orang yang berilmu. Orang yang berilmu sudah seharusnya senantiasa berpikir kritis agar terhindar dari tipu daya syaitan. Bahkan dengan menggunakan matematika, seorang matematikawan dapat melawan berbagai bisikan dan bujukan syaitan. Maka sebenar-benar ilmu ialah yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Tiadalah ilmu yang justru menjauhkan kita dari pencipta kita.

    ReplyDelete
  35. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Setan selalu berusaha menggoda manusia agar mau menjadi temannya di neraka kelak. Usaha setan ini bisa berwujud macam-macam, mulai dari wanita cantik, barang-barang yang mewah hingga pangkat yang tinggi. Barang siapa yang tergoda dengan tipu daya setan itu maka dirinya akan terjerumus ke dalam lembah dosa. Setan memberikan surga dunia pada manusia agar manusia melupakan urusan akhiratnya. Padahal kehidupan di dunia ini hanyalah sementara dan akhirat nanti merupakan kehidupan yang sesungguhnya, kita akan kekal hidup di sana. Bagaimana kehidupan kita nanti tergantung dengan amal pebuatan kita saat ini.

    ReplyDelete
  36. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Manusia diciptakan oleh Allah tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada-Nya. Mencari ilmu merupakan salah satu bentuk ibadah, sebab ibadah tanpa ilmu itu sama saja tidak ada gunanya. Setan pun akan takut untuk menggoda orang yang berilmu sebab menggoda orang yang berilmu itu sulit. Bahkan setan malah lebih memilih untuk menggoda ahli ibadah daripada orang yang berilmu.
    Dari elegi ini, dapat digambarkan bahwa seorang matematikawan itu tidak tergoda dengan pengaruh setan. Setan diciptakan oleh Allah untuk selalu menggoda keimanan manusia di muka bumi. Dalam uraian elegi di atas, diceritakan bahwa matematikawan tersebut berhasil menemukan ilmu-ilmu matematika tanpa tergoda dengan rayuan setan, karena matematikawan itu senantiasa ikhlas dalam beriman, taubat , dan selalu memanjatkan doa kepada Allah

    ReplyDelete
  37. Matematika adalah ilmu yang mengajarkan kita untuk menggunakan akal. Dengan mempelajarinya, kita diharapkan tidak hanya dapat mengimplikasikannya dalam kehidupan di sekolah atau unit-unit pendidikan saja, tetapi juga kita diharapkan dapat mengimplikasikan ilmunya, baik yang tersirat maupun tersurat dalam kehidupan di masyarakat. Saya semakin tertarik membaca elegi ini ketika bapak mengaitkan antara konsep matematika dan spiritual, yaitu "...jika karena suatu hal disadari atau tidak aku telah melakukan dosa besar X, maka insyaallah aku akan memohon ampun kepada Allah hingga tak berhingga banyaknya. Itulah bahwa di dalam matematika berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol. Itulah bahwa harapanku adalah atas kuasa Tuhanku maka dosaku menjadi Nol". Kita sebagai manusia pasti tidak luput dari dosa, baik yang kita sadari maupun tidak kita sadari. Maka hendaknya kita segera mohon ampun dalam tiap sholat dan tiap doa kita agar diampuni dan terhindar dari godaan setan.

    ReplyDelete
  38. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Matematika adalah ilmu yang mengajarkan kita untuk menggunakan akal. Dengan mempelajarinya, kita diharapkan tidak hanya dapat mengimplikasikannya dalam kehidupan di sekolah atau unit-unit pendidikan saja, tetapi juga kita diharapkan dapat mengimplikasikan ilmunya, baik yang tersirat maupun tersurat dalam kehidupan di masyarakat. Saya semakin tertarik membaca elegi ini ketika bapak mengaitkan antara konsep matematika dan spiritual, yaitu "...jika karena suatu hal disadari atau tidak aku telah melakukan dosa besar X, maka insyaallah aku akan memohon ampun kepada Allah hingga tak berhingga banyaknya. Itulah bahwa di dalam matematika berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol. Itulah bahwa harapanku adalah atas kuasa Tuhanku maka dosaku menjadi Nol". Kita sebagai manusia pasti tidak luput dari dosa, baik yang kita sadari maupun tidak kita sadari. Maka hendaknya kita segera mohon ampun dalam tiap sholat dan tiap doa kita agar diampuni dan terhindar dari godaan setan.

    ReplyDelete
  39. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Betapa syaiton itu akan terus mengganggu kita hingga akhir hayat, namun ingatlah dalam setiap ikhtiar kita utamanya dalam menuntut ilmu, harus dibarengi dengan mendekatkan diri kepadanya dengan ikhlas. Karena bagaimana pun syaiton berusaha mengangu kita, ia tidak akan berhasil jika kita memiliki rasa ikhlas dalam melakukan sesuatu.

    ReplyDelete
  40. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Saya pikir, cerita diatas sangat menarik. Dapat dilihat ketekunan para matematikawan dapat mengalahkan gangguan setan. Penting untuk matematikawan agar berdoa kepada Allah dari godaan setan sebelum menghitung matematika. Dari cerita diatas dapat pula disimpulkan bahwa kesenangan menghitung matematika dapat membuat matematikawan menghindari godaan setan.

    ReplyDelete
  41. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Ketika kita ikhlas mempelajari matematika hingga paham, maka pemahaman tersebu dapat digunakan untuk keperluan sehari hari. Seperti dalam elegi mengusir setan diatas. Konsep matematika digunakan untuk mengusir setan dan pada akhirnya sang matematikawan menggunakan doa yang ikhlas unutk berlindung kepada Allah dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  42. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Setan memang ditugasi untuk menggoda dan menjerumuskan manusia menuju kedzaliman dan kegelapan. Adapun elegi di atas menampilkan sedikit sisi humoris dalam berfilsafat matematika namun pada kesimpulannya ialah saat godaan setan untuk melakukan seseuatu kita selingi atau bahkan kita tinggal dengan kesibukan kita yang berjubel mengenai menghitung dan sebagainya maka setan pun akan lelah sendiri dalam menggoda manusia. Namun tidak semua orang mampu menjaga konsentrasi sedemikian sehingga ia masih bisa asyik dengan dunianya sendiri. Sehingga tingkat konsentrasi dan kegemaran kita sangatlah membantu menyibukkan diri dalam rangka mengabaikan bujuk rayu setan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  43. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  44. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Orang yang berilmu adalah orang yang tidak akan mudah dihasut oleh hal-hal yang negatif. Ilmu adalah sesuatu yang dapat dicari dan dipelajari dimanapun dan kapanpun. Orang yang berilmu adalah orang yang memiliki akal. Karena begitu pentingnya ilmu bahkan salah satu amalan yang dibawa mati salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Allah pun memerintahkan kita untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan memanfaatkannya untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain namun tidak merugikan lingkungan sekitar. Salah satu ilmu yang dapat didapat dan dicari dimanapun dan kapanpun adalah matematika. Matematika adalah ilmu yang dapat diaplikasikan di berbagai bentuk kegiatan ataupun aktivitas manusia. Oleh karena itu matematika selalu berada di sekitar kegiatan manusia dan menunggu kita untuk memanfaatkanya dan mengolah menjadi sebuah ilmu yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk kebaikan.

    ReplyDelete
  45. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Mempelajari ilmu-ilmu di luar ilmu keagamaan yang secara langsung dapat mendekatkan kita kepada allah bukan merupakan suatu kesalahan, banyak pendapat orang yang mengatakan bahwa matematika ialah ilmu yang sia-sia untuk dipelajari, karena matematika tidak akan ditanyakan di dalam kubur esok. namun jika kita dapat mengintegrasikanmatematika ke dalam kehidupan beragama kita dan kehidupan sosial kita maka ilmu apapun sah-sah saja dipelajari. Namun kita harus menerapkan tidak hanya mengingat saja bahwa muara dari semuanya ialh ridho Allah, maka niatkan yang terbaik, ikhlas dan selalu positif thinking. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  46. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Matematika itu bukanlah hal yang menyeramkan jika kita tidak terjebak dalam persepsi-persepsi yang buruk tentangnya. Sesuatu yang menyeramkan atau menakutkan itu sebenarnya hanya masalah persepsi. Setan dalam elegi ini berperan sebagai pemberi hal yang menyeramkan tersebut. Namun ketika berhadapan dengan orang yang mempersepsikan hal yang menyeramkan itu sebagai yang ia kenal dan hal yang dekat dengannya, hal yang menyeramkan itu justru mengasyikkan bagi matematikawan.

    ReplyDelete
  47. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Elegi tadi menggambarkan bahwa syaitan dapat diusir selain melalui doa adalah dengan berpikir kritis, mencoba mencari metafisik dari semua godaan syaitan. Seperti yang dilakukan sang matematikawan, yang merupakan ahli berolah pikir, menggunakan pikiran/ daya kritis nya untuk melawan syaitan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  48. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Membaca elegi diatas sedikit menghibur saya, karena cerita tentang bagaimana matematikawan mengolah cara-cara syaitan menakut-nakuti manusia disajikan dalam cerita yang humoris. namun sebenarnya yang saya tangkap disini adalah bahwa syaitan itu tidak berdaya jika kita tidak takut kepada mereka, kita harus takut hanya kepada Allah SWT. tapi jika baru mendengar suara pintu bergerak sedikit saja kita sudah merinding dan mulai berpikiran aneh-aneh, maka makin kuat syaitan itu, makin besar dia. tapi dia itu kecil jika kita tidak takut.

    ReplyDelete
  49. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Setiap ilmu yang kita pelajari dan kita miliki seharusnya mampu membawa kita dalam mempertebal iman kita pada Allah SWT. Seperti yang telah diuraikan dalam elegi diatas. Seorang matematikawan mencoba menggunakan logikanya berdasarkan ilmu yang dipelajarinya untuk mengusir setan dalam hidupnya. Kebermanfaatan ilmu sudah sepantasnya seperti itu, semakin tinggi ilmu yang kita miliki semakin tinggi pula keimanan kita, tidak sebaliknya. Sangat disayangkan jika ilmu yang tinggi hanya membawa kita pada lunturnya tingkat keimanan kita pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  50. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia yang memiliki ilmu disertai dengan pikiran kritis dan hati yang ikhlas akan mampu mengusir dan mematahkan segala macam godaan syaitan. Karenanya, ilmu dan iman merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan saling terkait untuk menambah kedekatan kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete