Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 43: Kyai Mursidin 1




Oleh Marsigit

Transenden Lokal Negatif Diraja:
Wuhhehh..bojleng bliss lanat...sudah empat abad lamanya aku terdampar di Batu Keramat ini. Semakin banyak orang datang ke Batu Keramat ini...tentu semakin baik.

Itu pertanda bahwa semakin banyak orang telah berkurang iman dan taqwanya. Tentulah keadaan yang demikian adalah keadaan yang aku harapkan, karena semakin banyak orang kufur dan kafir maka semakin banyak pula temanku. Itulah pembalasanku kepada Nabi Adam As, yang telah menjerumuskan diriku sehingga aku dikutuk oleh Tuhan. Dengan berbagai daya dan upayaku baik melalui cara yang kasar maupun cara yang halus, langsung atau tidak langsung seumur hidupku aku gunakan untuk merayu dan menggoda manusia agar berlaku kufur dang mengingkari Tuhan. Hemm...tetapi apakah aku tahan hanya bersifat menunggu orang-orang yang datang ke sini membuat dan memberi sesaji kepadaku. Kalau hanya begini maka perolehanku tidak efektif dan tidak cukup banyak. Hai para prajurit dan punggawaku...kesinilah ..dengarkan titah dan perintahku.

Prajurit Transenden Lokal Negatif :
Wahai tuan dan sesembahanku...ampunilah kesalahanku. Apakah ada kesalahanku sehingga engkau memanggilku. Aku akan persembahkan segenap jiwa dan ragaku untuk kemuliaanmu.

Transenden Lokal Negatif Diraja:
Hai prajurit...ketahuilah bahwa aku tidak mau kalau hanya menunggu datangnya orang-orang kufur ke Batu Keramat ini. Mumpung situasinya memungkinkan yaitu bahwa masyarakat dan segenap penduduknya sedang banyak masalah hidup, maka aku merencanakan dan menginginkan melaksanakan rencana dan programku secara aktif. Untuk itu maka programku menggoda anak cucu Adam ...akan saya lakukan secara aktif. Maka daripada hanya menunggu di sini..saya akan mencari orang-orang anak cucu Adam yang berpotensi dapat digoda, diganggu, diselewengkan, disesatkan ...untuk menjadi pengikut saya. Tujuannya adalah untuk memperbesar kekuasaanku dan kerajaanku di Batu Keramat ini. Tetapi tetap ingatlah bahwa musuh paling besarku adalah orang-orang yang ikhlas. Maka janganlah sekali-kali berani dengan mereka itu. Jika engkau berani dengan mereka maka imbasnya akan terkena kepada diriku juga. Kita semua bisa terbakar habis di sini oleh orang-orang ikhlas itu.

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Baiklah tuanku...kami siap melaksanakan perintahmu. Apakah sekira tugas-tugas yang segera saya laksanakan?

Transenden Lokal Negatif Diraja:
Sebelum kita berangkat terlebih dulu kita harus mengetahui kondisi atau keadaan semua warga di sekitar Batu Keramat ini. Apakah diantara kamu mempunyai informasi tentang keadaan masyarakat disekitar sini. Siapakah diantara mereka yang imannya tipis? Siapa yang pikirannya kosong? Siapa yang tidak pernah beribadah? Siapa yang suka menipu? Siapa yang suka korupsi? Siapa yang suka mencuri? Siapa yang suka mabuk-mabukan? Siapa yang suka dholim? Siapa yang suka maksiat? Siapa yang bersifat munafik? Siapa yang miskin tetapi kafir? Siapa yang kaya tetapi kufur? Siapa yang bersifat pendusta? Siapa yang berpotensi menyekutukan Tuhan? Siapa yang hatinya risau dan kacau? Siapa yang hidupnya tidak realistis? Siapa yang malas bekerja tetapi ingin hasil yang banyak? Siapa yang tak mau membaca tetapi ingin pandai? Siapa yang tak mau belajar tetapi ingin lulus Ujian Nasional? Siapa yang menghalalkan segala macam cara? Siapa tukang fitnah? Siapa yang patuh dan takut kepada Batu Keramat ini? Siapa yang suka berjudi? Siapa yang suka memanipulasi?....Semuanya itu adalah orang-orang yang berpotensi untuk kita rekrut dan menjadi warga kita.

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Wahai rajaku...aku mengetahui ..tidak jauh dari sini ...disebelah kiri jalan...di antara sederetan rumah-rumah...ada sebuah keluarga terdiri dari seorang kakek, dengan anak dan menantunya serta dua cucunya. Kelihatannya keluarga itu disamping miskin tetapi juga fakir. Mereka fakir karena tidak mau mencari ilmu dunia dan akhirat, sedangkan kefakirannya telah membuatnya mereka menjadi miskin. Sang kakek bernama Katola, sang anak bernama Ankala sang menantu bernama Mankala . Sedangkan diantara mereka bertiga maka sang Ankala lah yang paling berpotensi bisa kita rekrut dikarenakan mereka sudah merencanakan keburukan-keburukan. Ankala telah merencanakan pencurian terhadap tetangganya berselisih satu rumah.

Transenden Lokal Negatif Diraja:
Bagaimana keadaan tetangganya yang akan menjadi target operation dari sang Ankala?

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Itulah masalahnya. Tetangganya itu adalah keluarga sakinah, taat beribadah, ahli berdoa bahkan hapal Al Qur’an. Kemana dia dan keluarganya pergi dan melangkah maka mereka selalu dilindungi Malaikat kebaikan. Keluarganya terdiridari satu kepala keluarga, isteri dan dua anak. Nama kepala keluarganya adalah Mursidin.

Transenden Lokal Negatif Diraja:
Hemmm...sulit juga situasinya. Padahal ini suatu peluang yang sangat baik. Kita harus mensukseskan rencana sang Ankala. Tetapi gimana ya...? Tetapi baiklah...wahai Prajurit Transenden Lokal Negatif ...jangan patah semangat. Aku dan engkau semua ini adalah jin-jin keburukan yang mempunyai kemampuan luar biasa. Dalam sekejap aku bisa membelah diriku menjadi supuluh jin, seratus jin ...bahkan seribu jin.

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Apakah kemudian rencanamu itu?

Transenden lokal Negatif Diraja:
Sekali dayung dua tiga pulau. Sambil merekrut sang Ankala dengan keluarganya ...sekalian kita bisa menguji seberapa kehebatan ilmu sang Mursidin? Marilah kita berangkat, ikuti perintah dan komando saya. Mumpung pikiran sang Ankala sedang kosong dan imannya sedang turun, pertama kita rasuki atau susupi tubuh sang Ankala . Jika tubuh Ankala sudah kita susupi maka semua pikiran, kata-kata dan perbuatannya berada di bawah kendali saya. Pada kesempatan itulah aku akan manfaatkan fenomena kesurupan Ankala untuk menggoyahkan iman semua warga yang ada di dusun itu. Aku akan membuat ulah yang beraneka ragam, yang aneh, suara yang asing, gerakan yang nyleneh dan juga permintaan yang tidak logis termasuk yang menakutkan dan ditakuti para warga.

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Lantas...apakah tugas spesifikku?

Transenden lokal Negatif Diraja:
Tugas spesifikmu adalah mengabarkan dan menyebarkan informasi perihal kejadian yang dialami sang Ankala. Kemudian tebarkanlah ketakutan-ketakutan kepada semua warga. Setelah itu kondisikan agar semua warga menuruti semua permintaanku melalui sang Ankala. Setelah itu ajaklah semua warga agar berbondong-bondong melakukan pemujaan ke Batu Keramat ini. Jika itu sudah terlaksana maka sukseslah program dan kerja kita.

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Bagaimana dengan Mursidin yang bisa menjadi hambatan atau kendala rencanamu itu?

Transenden lokal Negatif Diraja:
Mudah-mudahan sang Mursidin tidak mengetahui rencana saya. Maka saya tugaskan sebagian dari dirimu untuk megepung rumahnya...kalau perlu gunakan ilmu penyirepan..agar pada malam nanti dia sekeluarga bisa tertidur pulas.

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Bagaimana jika terpaksa sang Mursidin mengetahui rencanamu dan datang menyelamatkan sang Ankala?

Transenden lokal Negatif Diraja:
Waha...apa gunanya aku menjadi rajamu. Percayakan saja si Mursidin itu kepadaku. Tetapi engkau siap danwaspada untuk membantuku jika terpaksa saya harus bertempur melawan Mursidin. Baiklah mari berangkat.

10 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Setan akan melakukan segala daya upaya untuk dapat menyesatkan manusia. Seperti yang dipaparkan dalam elegi ini, setan akan menggoda orang yang imannya tipis, pikirannya kosong dan tidak beribadah, suka menipu, suka mencuri dan lain sebagainya. Kita hendaknya menjauhkan diri dari berbagai hal tersebut sehingga kita pun terbebas dari godaan setan. Iman dan taqwa kita kepada Allah swt lah yang mampu mengalahkan godaan setan. Ikhlaslah untuk menjalankan setiap perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Setiap orang akan berusaha untuk mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya. Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan agar apa yang dicita-citakan dapat tercapai. Walaupun menghadap berbagai kendala atau tantangan, dia akan tetap berusaha dengan mengatasi berbagai kendala yang dihadapi. Berkat kesungguhannya, tujuan yang dicita-citakan akan tercapai.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Agar manusia dapat menjadi kafir dan tidak menyembah Allah lagi, syaitan selalu merayu dan menggoda manusia dengan berbagai upaya, baik melalui cara kasar maupun cara halus, langsung maupun tidak langsung, selama sisa hidupnya. Semua yang dilakukan oleh syaitan tersebut adalah sebagai bentuk pembalasan kepada Nabi Adam, yang dianggap telah menyebabkan dia dikutuk oleh Allah. Dan orang-orang dengan mudah dirayu dan tergoda oleh syaitan adalah mereka yang imannya tipis, pikirannya kosong, tidak pernah menyembah, penipu, dan lain-lain. Namun, syaitan juga memiliki musuh terbesar, yaitu orang-orang yang ikhlas.

    ReplyDelete
  3. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Subhanallah, banyak yang mesti kita ambil dari kisah elegi ritual ikhlas ini. Salah satunya adalah musuh terbesar syaitan adalah orang-orang yang ikhlas. Jika seseorang selalu taat beribadah dengan ikhlas, maka kemanapun dia pergi akan selalu dilindungi malaikat kebaikan. Syaitan mempunyai seribu cara untuk menggoyahkan iman seseorang. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berdo’a dan memohon perlindungan, rahmat dan hidayah dariNya. Semoga dari sini kita akan mengambil pelajaran jangan mudah terpengaruh dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    sebagaimana dengan sumpah syaitan adalah akan menjerumuskan manusia hingga hari kiamat tiba. Jadi aktivitas syaitan adalah menggoda manusia tanpa henti dengan berbagai cara yang mereka lakukan. Oleh Ibn Al-Qayyim menyebutkan enam cara yang dilakukan oleh setan dalam menggoda manusia supaya tersesat:
    1. Setan membujuk manusia agar mengingkari Allah atau menyekutukan-Nya. Jika tidak berhasil, dia beralih pada cara yang kedua.
    2. Setan membujuk manusia agar melakukan bid’ah yang sesat. Jika manusia berpegang teguh pada Sunnah, setan beralih pada cara yang ketiga.
    3. Setan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa besar. Jika manusia terjaga dari dosa besar, setan beralih pada cara yang keempat.
    4. Setan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa kecil. Jika manusia terhindar dari dosa kecil, misalnya segera bertobat ketika menyadari dosa kecil yang dilakukannya, setan segera beralih pada cara yang kelima.
    5. Setan menggoda manusia dengan perbuatan-perbuatan yang tiada berguna. Manusia dibujuk untuk menghabiskan waktunya dengan perbuatan yang sia-sia sehingga meninggalkan perbuatan yang berguna.
    6. Setan menggoda manusia agar sibuk dengan perkara-perkara yang baik tetapi mengabaikan perkara-perkara yang lebih baik. Contohnya, seseorang disibukkan dengan ibadah-ibadah sunnah tetapi mengabaikan ibadah fardhunya.
    Godaan yang keenam sangat halus tetapi bahayanya amat besar. Karena itu, ia harus dicermati. Hal ini bukan berarti bahwa kita sebaiknya meremehkan ibadah-ibadah sunnah dan menganggapnya sebagai sesuatu yang dapat menghambat kemajuan Islam. Tetapi, hendaklah seseorang melaksanakan agamanya secara total. Kefardhuan clan kesunnahan harus dilakukan secara proporsional. Amalan lahir dan batin harus seimbang. Tidak dapat dibenarkan seseorang memperhatikan ibadah sunnahnya melebihi perhatiannya terhadap ibadah fardhu.
    Sumbar: https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2015/05/20/69999/begini-cara-setan-menggoda-manusia-1.html

    ReplyDelete
  5. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Dari elegi ini saya mengambil refleksi bahwa cobaan akan datang bahkan kepada orang yang dekat dengan agamanya, dan cobaan akan datang lebih hebat kepada orang yang lemah ekonominya. Orang yang fakir rentan terhadap bisikan setan untuk melakukan perbuatan tercela. Apalagi jka ia juga jauh dari Tuhan dan agamanya. Syetan akan lebih mudah untuk mengoyahkan imannya dan membujukkan melakukan perbuatan tercela. Untuk itu setiap orang perlu memperteguh imannya, agar dalam keadaan apapu, lapang maupun sempit, kaya maupun miskin, sehat maupun kaya, ia tetap memiliki keteguhan untuk selalu berbuat kebaikan dan berpikir positif.

    ReplyDelete
  6. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Saya teringat dengan sebuah lagu yang berjudul “1001 macam”. Lagu itu memberikan gambaran kepada kita semua bahwa dalam mencapai tujuan hidup ada 1001 macam cara yang bisa kita lakukan entah itu baik atau buruk. Bila kita melakukan cara yang bertentangan dengan hati nurani maka daya upaya yang dilakukan syaitan telah berhasil membawa kita ke jalan yang sesat. Menjauhkan kita dari jalan yang di ridhai Allah SWT, syaitan adalah musuh nyata manusia maka kita berkewajiban untuk memeranginya dengan cara melakukan segala bentuk kebaikan yang tidak bertentangan dengan perintah Allah. Semoga kita termasuk orang yang bisa memerangi ego dan sifat sombong yang menyebabkan diri kita kufur terhadap perintah Allah. Aamiin...

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Setan yang selalu berusaha untuk menggoda manusia dengan berbagai macam cara, upaya, dan tindakan. Keimanan dan kesetiaan manusia akan selalu diuji, dengan melihat sejauh mana seorang manusia itu tetap berpegang teguh pada Tuhan. Setan akan selalu menggoyahkan manusia, entah orang itu yang selalu dekat dengan Tuhan sekalipun, setan akan selalu mencobainya. Untuk itu, kita sebagai manusia tetap selalu berusaha dan mendekatkan diri kita pada Tuhan YME agar terhindar dari bujuk rayu para setan tercela itu.

    ReplyDelete
  8. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Manusia tak lepas dari berbagai masalah hidup kaya atau miskin namun yang berbeda adalah cara mengatasi permasalahan hidup tersebut. Ada dua macam tingkah laku manusia yakni digolongkan dalam akhlak yang baik serta akhlak yang buruk. Sebagian manusia ada yang terjerumus dalam akhlak buruk karena karena hasutan setan. Kecuali orang-orang yang beriman dan senantiasa menjaga daya tahan keimanannya masing-masing.

    ReplyDelete
  9. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPS Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Assalamualaikum..
    Ternyata setan sangat terencana dan terorganisir. Pantas saja banyak manusia yang terperdayakan oleh mereka. Namun sebaik dan sebagus apapun rencana setan, tidak dapat memperdaya hamba yang dekat dengan Allah. Sebagai musuh bebuyutan, manusia juga harus terencana dan terorganisir menggagalkan rencana buruk setan menyesatkan umat manusia. Pertama tama adalah dengan mendekatkan diri dan keluarga dengan Allah. Sehingga setan tidak berani mendekat secara langsung. Kemudian selalu meminta pertolongan dan perlindungan dari Allah dari godaan setan baik yang berasal dari kalangan jin atau manusia yang sudah terperdaya oleh setan. Berikutnya adalah dengan menyebarkan berita baik untuk umat manusia yang menaati perintah Allah dan berita buruk untuk umat manusia yang melanggar aturan Allah dan mengikuti hawa nafsu serta godaan setan.

    ReplyDelete
  10. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hidup adalah pilihan, apakah kita memilih kesesatan atau memilih jalan yang mulia? Semua tergantung kita. Syaitan akan selalu ada untuk menggoda kita menuju kejalan kesesatan yang ditawarkanpun sangat megah dan luar biasa sehingga tembok iman kita sering kali goyah ketika syaitan menjalankan akal muslihatnya untuk menjerumuskan kita. Di negara yang berkembang ini masih banyak bagian dari negara kita yang masih mengilhami sesuatu yang gaib untuk dipercaya, padahal itu malah dapat menjauhkan mereka dari Tuhan yaitu ALLAH SWT. Seringkali dukun dianggap lebih hebat dari pada dokter, dsb. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang orang tersebut.

    ReplyDelete