Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 43: Kyai Mursidin 1




Oleh Marsigit

Transenden Lokal Negatif Diraja:
Wuhhehh..bojleng bliss lanat...sudah empat abad lamanya aku terdampar di Batu Keramat ini. Semakin banyak orang datang ke Batu Keramat ini...tentu semakin baik.

Itu pertanda bahwa semakin banyak orang telah berkurang iman dan taqwanya. Tentulah keadaan yang demikian adalah keadaan yang aku harapkan, karena semakin banyak orang kufur dan kafir maka semakin banyak pula temanku. Itulah pembalasanku kepada Nabi Adam As, yang telah menjerumuskan diriku sehingga aku dikutuk oleh Tuhan. Dengan berbagai daya dan upayaku baik melalui cara yang kasar maupun cara yang halus, langsung atau tidak langsung seumur hidupku aku gunakan untuk merayu dan menggoda manusia agar berlaku kufur dang mengingkari Tuhan. Hemm...tetapi apakah aku tahan hanya bersifat menunggu orang-orang yang datang ke sini membuat dan memberi sesaji kepadaku. Kalau hanya begini maka perolehanku tidak efektif dan tidak cukup banyak. Hai para prajurit dan punggawaku...kesinilah ..dengarkan titah dan perintahku.

Prajurit Transenden Lokal Negatif :
Wahai tuan dan sesembahanku...ampunilah kesalahanku. Apakah ada kesalahanku sehingga engkau memanggilku. Aku akan persembahkan segenap jiwa dan ragaku untuk kemuliaanmu.

Transenden Lokal Negatif Diraja:
Hai prajurit...ketahuilah bahwa aku tidak mau kalau hanya menunggu datangnya orang-orang kufur ke Batu Keramat ini. Mumpung situasinya memungkinkan yaitu bahwa masyarakat dan segenap penduduknya sedang banyak masalah hidup, maka aku merencanakan dan menginginkan melaksanakan rencana dan programku secara aktif. Untuk itu maka programku menggoda anak cucu Adam ...akan saya lakukan secara aktif. Maka daripada hanya menunggu di sini..saya akan mencari orang-orang anak cucu Adam yang berpotensi dapat digoda, diganggu, diselewengkan, disesatkan ...untuk menjadi pengikut saya. Tujuannya adalah untuk memperbesar kekuasaanku dan kerajaanku di Batu Keramat ini. Tetapi tetap ingatlah bahwa musuh paling besarku adalah orang-orang yang ikhlas. Maka janganlah sekali-kali berani dengan mereka itu. Jika engkau berani dengan mereka maka imbasnya akan terkena kepada diriku juga. Kita semua bisa terbakar habis di sini oleh orang-orang ikhlas itu.

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Baiklah tuanku...kami siap melaksanakan perintahmu. Apakah sekira tugas-tugas yang segera saya laksanakan?

Transenden Lokal Negatif Diraja:
Sebelum kita berangkat terlebih dulu kita harus mengetahui kondisi atau keadaan semua warga di sekitar Batu Keramat ini. Apakah diantara kamu mempunyai informasi tentang keadaan masyarakat disekitar sini. Siapakah diantara mereka yang imannya tipis? Siapa yang pikirannya kosong? Siapa yang tidak pernah beribadah? Siapa yang suka menipu? Siapa yang suka korupsi? Siapa yang suka mencuri? Siapa yang suka mabuk-mabukan? Siapa yang suka dholim? Siapa yang suka maksiat? Siapa yang bersifat munafik? Siapa yang miskin tetapi kafir? Siapa yang kaya tetapi kufur? Siapa yang bersifat pendusta? Siapa yang berpotensi menyekutukan Tuhan? Siapa yang hatinya risau dan kacau? Siapa yang hidupnya tidak realistis? Siapa yang malas bekerja tetapi ingin hasil yang banyak? Siapa yang tak mau membaca tetapi ingin pandai? Siapa yang tak mau belajar tetapi ingin lulus Ujian Nasional? Siapa yang menghalalkan segala macam cara? Siapa tukang fitnah? Siapa yang patuh dan takut kepada Batu Keramat ini? Siapa yang suka berjudi? Siapa yang suka memanipulasi?....Semuanya itu adalah orang-orang yang berpotensi untuk kita rekrut dan menjadi warga kita.

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Wahai rajaku...aku mengetahui ..tidak jauh dari sini ...disebelah kiri jalan...di antara sederetan rumah-rumah...ada sebuah keluarga terdiri dari seorang kakek, dengan anak dan menantunya serta dua cucunya. Kelihatannya keluarga itu disamping miskin tetapi juga fakir. Mereka fakir karena tidak mau mencari ilmu dunia dan akhirat, sedangkan kefakirannya telah membuatnya mereka menjadi miskin. Sang kakek bernama Katola, sang anak bernama Ankala sang menantu bernama Mankala . Sedangkan diantara mereka bertiga maka sang Ankala lah yang paling berpotensi bisa kita rekrut dikarenakan mereka sudah merencanakan keburukan-keburukan. Ankala telah merencanakan pencurian terhadap tetangganya berselisih satu rumah.

Transenden Lokal Negatif Diraja:
Bagaimana keadaan tetangganya yang akan menjadi target operation dari sang Ankala?

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Itulah masalahnya. Tetangganya itu adalah keluarga sakinah, taat beribadah, ahli berdoa bahkan hapal Al Qur’an. Kemana dia dan keluarganya pergi dan melangkah maka mereka selalu dilindungi Malaikat kebaikan. Keluarganya terdiridari satu kepala keluarga, isteri dan dua anak. Nama kepala keluarganya adalah Mursidin.

Transenden Lokal Negatif Diraja:
Hemmm...sulit juga situasinya. Padahal ini suatu peluang yang sangat baik. Kita harus mensukseskan rencana sang Ankala. Tetapi gimana ya...? Tetapi baiklah...wahai Prajurit Transenden Lokal Negatif ...jangan patah semangat. Aku dan engkau semua ini adalah jin-jin keburukan yang mempunyai kemampuan luar biasa. Dalam sekejap aku bisa membelah diriku menjadi supuluh jin, seratus jin ...bahkan seribu jin.

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Apakah kemudian rencanamu itu?

Transenden lokal Negatif Diraja:
Sekali dayung dua tiga pulau. Sambil merekrut sang Ankala dengan keluarganya ...sekalian kita bisa menguji seberapa kehebatan ilmu sang Mursidin? Marilah kita berangkat, ikuti perintah dan komando saya. Mumpung pikiran sang Ankala sedang kosong dan imannya sedang turun, pertama kita rasuki atau susupi tubuh sang Ankala . Jika tubuh Ankala sudah kita susupi maka semua pikiran, kata-kata dan perbuatannya berada di bawah kendali saya. Pada kesempatan itulah aku akan manfaatkan fenomena kesurupan Ankala untuk menggoyahkan iman semua warga yang ada di dusun itu. Aku akan membuat ulah yang beraneka ragam, yang aneh, suara yang asing, gerakan yang nyleneh dan juga permintaan yang tidak logis termasuk yang menakutkan dan ditakuti para warga.

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Lantas...apakah tugas spesifikku?

Transenden lokal Negatif Diraja:
Tugas spesifikmu adalah mengabarkan dan menyebarkan informasi perihal kejadian yang dialami sang Ankala. Kemudian tebarkanlah ketakutan-ketakutan kepada semua warga. Setelah itu kondisikan agar semua warga menuruti semua permintaanku melalui sang Ankala. Setelah itu ajaklah semua warga agar berbondong-bondong melakukan pemujaan ke Batu Keramat ini. Jika itu sudah terlaksana maka sukseslah program dan kerja kita.

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Bagaimana dengan Mursidin yang bisa menjadi hambatan atau kendala rencanamu itu?

Transenden lokal Negatif Diraja:
Mudah-mudahan sang Mursidin tidak mengetahui rencana saya. Maka saya tugaskan sebagian dari dirimu untuk megepung rumahnya...kalau perlu gunakan ilmu penyirepan..agar pada malam nanti dia sekeluarga bisa tertidur pulas.

Prajurit Transenden Lokal Negatif:
Bagaimana jika terpaksa sang Mursidin mengetahui rencanamu dan datang menyelamatkan sang Ankala?

Transenden lokal Negatif Diraja:
Waha...apa gunanya aku menjadi rajamu. Percayakan saja si Mursidin itu kepadaku. Tetapi engkau siap danwaspada untuk membantuku jika terpaksa saya harus bertempur melawan Mursidin. Baiklah mari berangkat.

27 comments:

  1. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Orang yang telah memiliki niat jahat dalam hatinya dan selalu berperingai buruk membuat orang tersebut menjadi sasaran atau incaran yang sangat disenangi oleh syaitan. Mereka akan sangat senang untuk menjadikan orang tersebut bagian dari golongannya. Padahal kita mengetahui bahwa syaitan akan selalu menggoda manusia dan merasuk ke dalam hati manusia yang beriman sekalipun. Syaitan sangat pandai memanfaatkan celah yang sangat sempit sekalipun untuk dapat dirasuki dan dibisiki dengan segala keburukan-keburukan. Hendaklah manusia waspada terhadap godaan syaitan jangan sampai syaitan dapat menrasuki hati dan pikiran kita sehingga kita akan terjerumus ke dalam jurang keputusasaan dan kenistaan.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Semua manusia pasti akan mendapatkan ujian dari Allah SWT. Ujian dari Allah terhadap hambanya bisa berupa kesusahan dan kesenangan dunia. Manusia yang diberikan ujian kesussahan serta kesulitan di dunia ini, seharusnya dapat lebih tabah dan istiqomah dalam menghadapi kesulitannya tersebut. Jangan sampai kita mengeluh atau benci terhadap Yang Maha Kuasa atas segala kesulitan hidup yang di deritanya. Orang seperti itu akan berpotensi untuk selalu berbuat kemaksiatan yang sejatinya dilarang oleh Allah SWT. Mereka tidak mempedulikan apapun lagi karena bagi mereka hanya ada satu tujuan yaitu untuk keluar dari segala kemiskinan dan kesulitan hidup yang menimpanya, sehingga mereka akan menghalalkan segala cara agar tujuan hidupnya itu dapat tercapai meskipun dengan mengabaikan perintah-perintah Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Transenden lokal negatif diraja di dalam logos ini adalah Iblis atau rajanya syaitan sedangkan prajuritnya dalah syaitan. Mereka makhluk yang berabad-abad lalu diusir dari syurga dan dibuang ke batu besar alias bumi karena kesombongannya yang tidak mau mengakui potensi Nabi Adam SAW sebagai khalifah di bumi. Oleh karena itu iblis beserta pengikutnya merencanakan untuk membalas dendam kepada Nabi Adam dengan cara menggoda anak cucu adam agar mengikuti jalan yang sesat dan menjadi kawan syaitan di dalam neraka. Hal ini dilakukan syaitan sudah sejak beradab-abad lalu hingga hari kiamat tiba. Berbagai cara dilakukan syaitan untuk menjerumuskan manusia ke dalam api neraka. Syaitan dengan halus menggoda manusia dan tidak pernah kehabisan akal.
    Syaitan selalu memiliki akal untuk menyesatkan manusia. Ciri-ciri manusia yang mudah disesatkan adalah manusia yang kosong pikirannya, lemah imannya, kufur nikmat, dan sejenisnya. Tetapi, secerdan dan segigih apapun syaitan menggoda manusia mereka takut pada manusia yang ikhlas. Karena manusia yang ikhlas imannya kuat dan syaitan tidak berani untuk menggodanya. Mereka merasa menggoda manusia yang ikhlas itu adalah sia-sia karena manusia yang iklas memiliki iman yang kuat dan justru mampu menghancurkan syaitan.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  4. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Siasat syaiton dalam menjerumuskan manusia akan selalu berjalan hingga datangnya hari kiamat nanti. Dari kisah di atas dapat kita lihat bahwa miskin ilmu akan menyebabkan miskin harta, dan miskin harta itu sangatlah dekat dengan kekafiran. Orang yang miskin harta maka akan sulit berhablumminannas dan berhablumminallah. Sehingga sangatlah mudah untuk digelincirkan. Miskin ilmu juga akan mudah membuat malas bekerja sehingga berpikir untuk melakukan tindakan-tindakan jahat sangatlah besar untuk dilakukan. Oleh karena itu mari mulai dari sekarang banyak-banyklah menuntut ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat dan gunakanlah ilmu yang telah kita dapatkan tersebut untuk lebih mendekatkan diri kita kepad Allah SWT. Amin ya Robbal alamin.

    ReplyDelete
  5. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih prof, elegi ini mengingatkan kita untuk berdoa dan berharap hanya pada Allah, karena sesungguhnya hamba yang kufur dan kafir akan mendapatkan dosa yang besar, oleh karena itu diperlukan kesadaran kita, kehati-hatian kita dalam bertindak jangan sampai perbuatan kita termasuk dalam kufur terhadap Allah SWT, naudzubillahmindzalik.

    ReplyDelete
  6. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pahami dari elegi ini adalah setan tidak akan pernah menyerah dalam menyesatkan manusia. Keadaaan keterpurukan secara keduniawian ditambah lagi juga tipisnya iman spiritual memudahkan setan dalam menyesatkan manusia. Bahkan untuk manusia dengan iman yang kuat sekalipun tidak berarti lepas dari incaran setan untuk disesatkan jalannya. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang selalu mengingat dan memohon ampunan kepada Allah dan dijauhkan dari godaan setan. Amin.

    ReplyDelete
  7. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Syetan dan energi negatif yang lainnya tidak akan berhenti menggoda dan menjerumuskan manusia bersamanya sampai pada hari Kiamat nanti. Akan tetapi Syetan takut kepada manusia yang Sakti seperti Kyai Mursidin. Manusia yang sakti bukan ia yang bisa sihir atau kemampuan supranatural, tetapi manusia yang sakti di matas Syetan adalah ia yang senantiasa dekat dan mendekatkan diri kepada Allah sehingga jiwa dan hatinya dijaga oleh Allah.

    ReplyDelete
  8. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Syaitan akan selalu menggoda manusia sampai kiamat tiba. Syaitan menggoda manusia yang tipis imannya, kosong pikirannya, tidak pernah beribadah, suka menipu, suka korupsi, suka mencuri, suka mabuk-mabukan, suka dzolim, suka maksiat, bersifat munafik, miskin tetapi kafir, kaya tetapi kufur, bersifat pendusta, berpotensi menyekutukan Tuhan, hatinya risau dan kacau, hidupnya tidak realistis, malas bekerja tetapi ingin hasil yang banyak, tak mau membaca tetapi ingin pandai, menghalalkan segala macam cara, tukang fitnah, suka berjudi, suka memanipulasi, dan masih banyak lainnya. Sedangkan musuh terbesar syaitan adalah orang yang ikhlas. Maka keikhlasan mest sudah kita pupuk dan biasakan dalam diri, karena dengan rasa keikhlasan di setiap pikiran dan perbuatan yang kita lakukan, seperti beribadah dengan ikhlas, akan berujung pada kuatnya iman sehingga orang-orang yang ikhlas akan sulit untuk dijerumuskan oleh syaitan.

    ReplyDelete
  9. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terima kasih Pak
    Banyak tantangan untuk dapat menggapai keikhlasan. Banyak celah yang dapat ditembus syetan untuk menggoyahkan keyakinan spiritual manusia. Saat terlalu sibuk dengan urusan dunia, maka seringkali seseorang lupa akan kewajibannya menjalankan ibadah. Ketika disodori untuk melakukan hal yang lebih mudah dalam menggapai sesuatu seringkali lalai apakah semua itu bertentangan dengan ajaran agama atau tidak. Seringkali juga selalu mengambil keuntungan dengan memanfaatkan orang lain. Banyak sekali cara syetan untuk menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan yang dimurkai Allah. Semoga kita semua dapat terhindar dari godaan syetan yang menyesatkan. Dan senantiasa kita selalu diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk berusaha menggapai keikhlasan.

    ReplyDelete
  10. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof, benar-benar pembelajaran berharga
    Sejujurnya, saya sudah tidak sabar membaca kelanjutan elegi ini. Dari elegi ini pun sudah banyak pembelajaran yang kita ambil. Diawali dengan pertunjukan pertunjukan yang mungkin pernah kita dengar atau kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Entah ini kiasan atau makna sesungguhnya, dalam elegi ini dikisahkan banyak orang yang memuja batu keramat. Ya, dalam kehidupan sehari-hari beberapa kali saya pernah mendengar kisah tersebut dan melihat visualisasi kisah tersebut dalam sinetron. Entah benar atau tidak sinetron tersebut, tapi apapun sumbernya, pembelajaran tentu ada di mana-mana.

    Elegi ini memberikan pesan bagi diri saya bahwa entah dekat entah jauh, di manapun keberadaanya, setan selalu menyusun strategi untuk menjerumuskan kita. Semoga kita selalu dalam lindungan Alloh SWT.

    ReplyDelete
  11. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Setan akan selalu memiliki berbagai macam cara untuk membuat tipu daya terhadap setiap manusia. Terutama terhadap orang-orang yang imannya lemah dan tidak beribadah karena itu akan lebih mudah bagi setan. Setan sangat senang ketika manusia terjebak ke dalam kesesatan dan juga kesyirikan. Segala tipu dayanya sangat halus, mulai dari dosa-dosa kecil yang terkadang tidak kita sadari hingga lama-kelamaan bisa menjadi dosa-dosa besar. Na’udzubillahimindzalik... semoga kita selalu terhindar dari godaan setan. Hanya atas pertolongan-Nya lah kita bisa terhindar dari godaan setan. Maka sebagai manusia, kita harus selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Syeitan akan datang kepada diri kita dari segala arah. Syeitan akan datang dari arah depan, belakang, samping kanan, samping kiri, atas, dan bawah. Syeitan itu merupakan musuh nyata bagi manusia. Syeitan tidak akan pernah berhenti menggoda manusia hingga akhir hayat manusia tersebut. Janji syeitan kepada Allah ialah akan mengajak sebanyak-banyaknya umat manusia untuk mengikuti bisikan-bisikannya agar banyak manusia yang ikut bersama syeitan masuk ke neraka. Allah SWT mengizinkan hal itu. Tetapi kata Allah, manusia yang kuat iman dan taqwanya tidak akan terbujuk oleh rayuan syeitan. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk selalu dekat dengan Allah dan senantiasa meningkatkan iman dan taqwa.

    ReplyDelete
  13. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Syitan sangat takut kepada hamba-hamba Allah yang ikhlas, karena pada hamba yang ikhlas itulah asma-asma Allah selalu terucap dari mulut, hati dan pikirannya. Mendekat pun syaitan enggan, apalagi menggodanya. Ikhlas harus berlandaskan ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat, maka jangan lah berhenti mencari ilmu, dan janganlah sombong dengan ilmu-ilmu yang sudah dipelajari. Setitik saja lengah dengan dunia ini, maka logos yang telah digapai akan termakan oleh mitos, saat itu lah syaitan berpesta atas keberhasilannya telah menggoda orang yang berilmu.

    ReplyDelete
  14. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A 2017 UNY

    Elegi Ritual Ikhlas ini menceritakan tentang Syaitan yang sedang merencanakan untuk menggoda masyarakat. Target utama godaan Syaitan adalah orang-orang dengan iman yang tidak kuat, orang-orang yang telah lalai akan ibadahnya, orang yang ingin kaya namun enggan bekerja, orang yang ingin pandai tapi enggan belajar, dan orang-orang yang telah berjalan bukan di jalan Allah SWT. Sebaliknya, syaitan tidak akan bisa menggoda atau akan mengalami kendala untuk menggoda orang-orang yang taat dalam beribadah, ahli berdoa dan juga hafal Al-Quran. Sehingga agar terhindar dari godaan syaitan hendaknya kita selalu menjalankan ibadah kita dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  15. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.
    Terimakasih banyak Pak prof
    Hanya orang-orang yang ikhlas yang dapat membuat syetan ketar –ketir.Syetan akan berpikir beribu-ribu kali untuk menggoda orang yang ikhlas hatinya.Sebab orang-orang yang ikhlas hatinya menjadikan Allah sebagai cinta pertamanya,Allah sebagai sebaik-baik sandaran, Allah sebagai tempat memohon perlindungan.Sebagaimana tokoh yang digambarkan oleh elegi di atas yaitu Prajurit Transenden Lokal Negatif merasa khawatir dan ragu ketika ingin menggoda Kyai Mursidin.

    ReplyDelete
  16. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Dari cerita di atas dapat kita simpulkan bahwa syaiton memang tidak akan berhenti sampai manusia mengikuti jejaknya menjadi penghuni neraka. Tetapi dari cerita di atas, orang yang berpotensi menjadi sasaran empuk godaan syaiton bukanlah orang yang miskin harta, namun orang yang fakir ilmu, ilmu agama Allah. Tidak seperti keluarga Kyai Mursidin yang ilmu agamanya tinggi sehingga benteng pertahanannya pun kuat dari syaiton tersebut.

    ReplyDelete
  17. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Godaan syaitan tidak akan pernah berhenti hingga hari kiamat. Karena memang itulah tugas syaitan yaitu menggoda manusia dengan segala cara. Tetapi yang paling berbahaya yaitu saat syaitan menggoda hati kemudian pikiran. Maka sesungguhnya kacaunya pikiran itu adalah godaan syaitan. Hati hati yang ikhlas, bersih, jernih merupakan suatu hasil dari proses ibadah ditakuti oleh syaitan. Sehingga untuk menghindari godaan syaitan, sebaiknya kita selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, dan selalu meminta perlindungan untuk dijauhkan dari godaan syaitan. Aamiin..

    ReplyDelete
  18. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Dunia ini dihuni oleh berbagai makhluk, baik itu makhluk yang nyata seperti manusia maupun makhluk ghaib seperti jin dan syaitan. Berdasarkan elegi di atas, diperlihatkan bagaimana upaya syaitan atau iblis untuk menggoda manusia agar berlaku kufur dan mengingkari Tuhan. Tugas syaitan pada dasarnya adalah menjerumuskan manusia agar mengikuti jalan mereka yakni menuju neraka. Dalam hal ini syaitan mempengaruhi semua manusia terutama yang lemah imannya sehingga syaitan mudah untuk mempengaruhi pikiran manusia. Untuk itu kita harus selalu meningkatkan iman dan takwa kita kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  19. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Jin dan syaitan adalah makhluk Allah yang berjanji akan menggoda manusia dengan berbagai cara agar manusia termasuk dari golongannya sampai hari Akhir itu tiba. Tetapi syiatan juga mempunyai rasa takut kepada manuisa, yaitu kepada manusia yang selalu mendekatkan diri kepda ALlah, selalu dalam berdo'a, selalu dalam berdzikir dan adanya sifat keikhlsan selalu menyertai disetiap tindakannya. Maka manusia itulah termasuk golongan orang-orng yang dilindungi oleh malaikat. Tetapi Kesombongan syaitan juga tidak dapat dikalahkan oleh apapun, dari elegi ini kita dapat menyimpulkan bahwa jin dan syaitan akan tetap menggoda manusia sekalipun manusia tersebut telah dilindungi oleh malaikat, akan tetapi cara mereka yang berbeda dalam menggoda pikiran dan hati manusia, mereka perlu persiapan yang matang karena yang dihadapi adalah orang-oarang yang beriman. Dan dari sini lah ujian bagi orng-orang yang beriman, dapatkah mereka mempertahanakn keimannya. Jika manusia tersebut dapat mempertahankan keimanan mereka, maka mereka akan diangkat derajatnya oleh Allah. SWT.

    ReplyDelete
  20. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Cerita seru... ingin segera tahu lanjutannya. Setelah ini akan aku buka.
    Saya terus bertanya-tanya mengapa kebaikan dan keburukan senantiasa bertempur, tak habis habisnya. Apakah kebaikan selalu aku menang dari keburukan? Aku menduga bahwa kebaikan akan menang. Kali ini aku bertanya lagi, namun kali ini aku percaya bahwa kebaikan akan selalu menang dari keburukan. Jika tak demikian, apa gunanya kita percaya pada Allah.

    ReplyDelete
  21. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terdengar begitu menyeramkan elegi ini.
    Kesempatan pada suatu kebaikan dan keburukan begitu banyak sekali dihadapkan dalam hidup. Syaithon dan jin memiliki berbagai cara untuk menggodanya. Kehancuran ataupun keselamatan seseorang tergantung pula pada perbuatan yang dilakukan. Sebaik-baik hidup adalah terus mencoba untuk melewati rintangan dan tantangan yang disuguhkan oleh semesta.

    ReplyDelete
  22. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Iman dan Taqwa merupakan parameter seseorang dalam menjalani kehidupan sebagai umat beragama. Iman artinya percaya kepada Allah swt dan segala dzat ciptaan-Nya baik berupa fisik maupun nonfisik, sedangkan taqwa adalah takut dalam artian menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Dengan mengacu kepada dua hal tersebut, maka kita akan memiliki sasaran yang jelas di dalam menjalani sebuah kehidupan yang telah menjadi takdir diri kita sebagai mahluk ciptaan_Nya.

    ReplyDelete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 43 ini, saya memahami bahwa syaitan dari dahulu hingga sekarang selalu ingat akan janjinya untuk menggoda manusia. Mereka tidak akan berhenti dalam menyesatkan manusia dan selalu mempunyai rencana jahat bagaimana agar pengikutnya semakin bertambah dan bertambah. Kondisi manusia yang terkadang mengalami naik turun iman dimanfaatkan untuk mempengaruhi pikirannya. Dan juga kondisi-kondisi lainnya yang bersifat duniawi seperti mereka yang imannya tipis, pikirannya kosong, tidak pernah beribadah, suka menipu, suka korupsi, suka mencuri, dan kondisi lainnya yang mengindikasikan turunnya iman, akan memudahkan syaitan untuk mempengaruhi manusia.
    Maka sebagai manusia yang beriman, sudah seharusnya kita memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari godaan syaitan dengan cara mencas iman secara terus menerus dan beribadah dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

    ReplyDelete
  25. Junianto
    17709251065
    PM C

    Dari elegi ini, dapat saya pahami bahwa di dunia ini pasti ada golongan yang akan melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji. Disisi lain, selalu ada pula orang yang baik dan menjadi penghambat perbuatan tercela. Sejahat-jahatnya manusia, ternyata ia juga khawatir dengan orang baik yang beriman dan bertaqwa.

    ReplyDelete
  26. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Orang beriman merupakan musuh yang paling dibenci setan. Semakin tinggi derajat keimanan seseorang, maka raja setan akan mengirimkan setan yang hebat pula untuk menggodanya. Jadi orang berimanpun bisa terkena godaaan terkutuk. Maka diawal kita membaca al quran biasanya kita berdoa supaya bisa berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Kita harus senantiasa memupuk keimanan dan keihlasan beribadah supaya terhindar dari tipu daya setan.

    ReplyDelete