Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita akan mengadakan Tanya Jawab seputar Implementasi Program Menghuni Syurga, meliputi Ikhlas, Hati, Taubat, Do’a, dst. Nara Sumber kita adalah Ustad Muhammad Alaika Salamulloh. Jika diantara peserta ada pertanyaan langsung saja disampaikan, supaya langsung juga dijawab:

Cantraka Ikhlas:
Ass..yang terhormat Ustad Muhammad Alaika, seperti yang sering dikatakan oleh Bapak Muhammad Nurikhlas bahwa dia mengagumi ikhtiar-ikhtiar berkaitan dengan dunia, akhirat, amal, ilmu, dan doa. Maka saya ingin bertanya bagaimana hubungan hati yang Ikhlas itu dengan Ibadah, dan Amal-amal kita?

M. Alaika Salamulloh:
Allah berfirman:”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Q.S. Adz-Dzariyat: 56). Dikarenakan bahwa tujuan diciptakannya seluruh jin dan manusia uktuk beribadah kepada Allah, maka sudah barang tentu dilarang keras bagi kita semua untuk beribadahnkepada selain Allah. Kita harus mengikhlaskan ibadah kita hanya kepada Allah. Oleh karena itu salah satu kunci diterimanya amal ibadah kita sebagai hamba Allah adalah Keihlasan. Keikhlasan merupakan tolok ukur diterima atau ditolaknya ibadah kita.

Cantraka Putih:
Bagaimana cara menggapai Hati yang Ikhlas itu?

M. Alaika Salamulloh:
Niat yang benar akan menentukan kebenaran dalam beribadat. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Nya. Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Cantraka Sakti:
Seperti apakah wujud dari Ikhlas itu?

M. Alaika Salamulloh:
Al-Haris al-Muhasibi, salah seorang sufi besar, mengatakan:”Yang disebut dengan Ikhlas adalah apa yang engkau kehendaki dari amalmu tiada lain karena ketaatan kepada-Nya”. Jadi dalam beramal dan beribadah kita hanya meniatkan untuk taat kepada-Nya dan menjalankan kewajiban yang ditetapkan oleh-Nya kepada kita. Tidak ada yang lain yang kita tuju kecuali hanya Allah. Hanya Allah tujuan kita.

Cantraka Sakti:
Kemarin pada Ritual Ikhlas I, saya sudah merasa Ikhlas, tetapi mengapa oleh saya dinilai belum ikhlas?

M. Alaika Salamulloh:
Salah satu penghalang Ikhlas adalah Riya. Riya adalah apabila kita menunaikan sebuah amalan hanya untuk mendapatlkan pujian dari makhluk. Misalnya, mengikuti Ritual Ikhlas agar mendapat pujian menjadi dari teman atau kerabat, atau untuk memperoleh prestise di masyarakat. Rasulullah SAW memberi peringatan keras perihal Riya ini, dan bersabda:”Syirik kecil adalah suatu penyakit yang sangat berbahaya bagi kalian”. Para sahabat bertanya:”Apa itu Syirik kecil wahai Rasulullah?”. Beliau bersabda:”Itulah Riya. Pada Hari Kiamat nanti Allah menyuruh mereka yang berlaku Riya untuk mencari pahala amalnya kepada orang yang menjadi tujuan amal mereka. Allah berfirman, carilah orang yang ketika kamu beramal, kamu ingin mendapat sanjungan dari mereka. Mintalah pahala kepada mereka” (H.R. Ahmad dan Baihaqi).

Muhammad Nurikhlas:
Bagaimana keikhlasan seorang mukmin mampu mengusir setan dan iblis?

M. Alaika Salamulloh:
Sebagaimana kita tahu, Iblis telah menggoda Adam dan hawa untuk melanggar larangan Allah di surga. Dan Iblis memproklamirkan diri untuk menjadi penggoda manusia agar menyimpang dari jalan Allah hingga Hari Kiamat nanti. Iblis mengatakan bahwa semua hamba Allah bisa digoda dan diperdaya, kecuali orang-orang yang Ikhlas. Pernyataan Iblis terekam dalam surah Sgad:”Kecuali hamba-hamba-Mu yang selalu ikhlas” (Q.S. Shad:83). Ayat itu menunjukkan bahwa Iblis tidak berdaya menghadapi orang-orang Ikhlas, dikarenakan orang-orang yang Ikhlas senantiasa meniatkan segala perbuatan dan amalnya hanya untuk Allah, tidak ada yang lain. Maka tertutuplah sudah semua pintu bagi Iblis untuk dapat menggoda orang-orang yang Ikhlas.

Cantraka Ikhlas:
Apakah Al-Qur’an memberi tuntunan bagaimana kita bisa meraih Keikhlasan itu?

M. Alaika Salamulloh:
Bacalah ajaran tauhid yang termaktub pada surah al-Ikhlas berikut:”Katakan Muhammad,”Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Allah tidak beranak dantidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia” (Q.S. Al-Ikhlas: 1-4). Salah satu sebab surah tersebut dinamakan al-Ikhlas adalah karena surah tersebut mengajarkan ketauhidan seorang hamba. Artinya, ketika seorang hamba sudah mengikrarkan tauhid bahwa hanya Allah yang patut disembah, maka dia pun menauhidkan seluruh ibadahnya hanya kepada Allah. Dalam ibadah hanya ada satu tujuan yaitu Allah. Sekali lagi hanya satu tujuan, yaitu Allah Yang maha Esa. Tidak ada yang lain. Allah berfirman:”Barang siapa niat amalannya hanya menghendaki kesenangan dan keindahan dunia, pasti kami sempurnakan balasannya di dunia. sedikitpun tidak kami kurangi. Itulah orang-orang yang tiada balasannya di akhirat, kecuali neraka, lenyaplah semua amalnya dan sia-sialah pekerjaannya”. (Q.S. Hud:15-16)

Santri Kepala:
Terimakasih kami haturkan kepada Bapak Ustad Muhammad Alaika Salamulloh yang telah panjang lebar memberi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan peserta Ritual Ikhlas perihal Hati yang Ikhlas. Baiklah peserta Ritual Ikhlas semua marilah kita mempersiapkan diri untuk menjalankan Salat Maghrib secara berjamaah. Amin

55 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dalam melakukan segala sesuatu, penting bagi kita untuk mempunyai niat yang ikhlas. Ikhlas adalah apa yang kita kehendaki dari amalan kita tiada lain karena ketaatan kepada Allah (Al-Haris al-Muhasibi). Jadi dalam amal dan doa pun, kita hanya berniat untuk mematuhi dan melaksanakan kewajiban yang ditentukan oleh Allah untuk kita. Tidak ada hal lain yang kita tuju, tetapi hanya Allah. Hanya Allah tujuan kita. Terdapat salah satu penghalang ikhlas yang sering ada di dalam kita, yaitu pamer (riya). Riya adalah ketika kita melakukan ibadah hanya untuk mendapatkan pujian dari makhluk Tuhan. Seperti yang kita ketahui, iblis menyatakan bahwa dirinya akan menjadi seorang penggoda agar kita menyimpang dari jalan Allah sampai akhir dunia. Namun, iblis mengatakan bahwa semua hamba Allah dapat tergoda dan tertipu, kecuali orang-orang yang ikhlas. Hal itu karena orang-orang yang selalu ikhlas telah menujukan perbuatan dan amalnya pada satu tujuan yaitu hanya untuk Allah, tidak ada yang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum permisi admin hanya sedekar berbagi pengalaman, Awal mula saya mengikuti pesugihan karena usaha saya bangkrut dan saya di lilit hutang hingga mencapai 2Milyar lebih, awalnya saya sempat takut dan bertanya-tanya. Setahu saya yang namanya pesugihan itu pasti akan meminta tumbal seperti nyawa dari salah satu anggota keluarga dan melakukan ritual-ritual tertentu dan hal-hal menakutkan lainnya. Dan sempat bingung ketika membaca di website USTAD UJANG BUSTOMI http://pesugihanjawa69.blogspot.co.id/ apakah iya pesugihan itu memang ada yang tidak memakan tumbal. tapi selama dua hari saya berpikir akhirnya saya bergabung dan menghubungi USTAD UJANG BUSTOMI kata Pak ustad pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan penarikan uang ghoib 3 Milyar dengan tumbal hewan, semua petunjuk saya ikuti dan hanya dua hari. Alhamdulilah akhirnya 3M yang saya minta benar benar ada di tangan saya. Perlahan hutang-hutang saya mulai saya lunasi. Dan yang paling penting bisnis keluarga yang saya warisi tidak jadi koleps. Ternyata pesugihan ustad.ujang bustomi berbeda dengan pesugihan yang saya kenal sebelumnya, dan tidak meminta tumbal keluarga, Jika ada teman-teman disini yang sedang kesulitan masalah ekonomi. Saya menyarankan untuk menghubungi USTAD UJANG BUSTOMI di 085215951837 pasti akan di bantu

      Delete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Adanya suatu keikhlasan hati ialah menjadi dasar diterimanya amal ibadah yang kita jalankan. Keikhlasan ini berawal dari niat. Maka luruskan atau bulatkan niat kita sebelum menjalani suatu aktivitas, agar dalam menjalankannya pun menjadi ikhlas. Ikhlas berarti apa yang kita kehendaki itu semata-mata karena Allah SWT. Untuk melakukannya secara ikhlas memang tidak mudah dan ada penghalang misalnya riya’. Namun, kita tetap harus dapat menghindari riya’ tersebut.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam beribadah hanya ada satu tujuan yaitu ridho Allah SWT. Hati yang ikhlas berasal dari niat yang benar dari hati dalam beribadah kepada Allah SWT dengan seperti itu InsyaAllah ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT. Dengan beramal dan beribadah dengan ikhlas kita akan dijauhkan dari setan bahkan dari segala macam penyakit hati yang selalu membayang-bayangi disetiap ucapan dan perbuatan kita sehari-hari. Semoga kita selalu bisa ikhlas dalam segalanya.

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum.
    Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam (Q.S al-An’ām : 162)
    Padahal tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama ini dengan lurus . . . (Qs. Al-Bayyinah: 5)
    Dalam beribadah kepada Allah harus diniatkan dan ikhlaskan hanya untuk Allah SWT. Artinya menjadikan tujuan seluruh ibadah lahir batin itu hanyalah mengharap ridho Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. Ikhlas adalah menjadikan bergerak dan diamnya seorang hamba, sembunyi-sembunyi atau terang-terangan hanya untuk Allah SWT semata tidak tercampuri oleh hawa nafsu dan keinginan dunia.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Memang kodrat seorang manusia selalu ingin pujian dari orang-orang sekitarnya. Sering dalam menjalankan ibadah yang sifatnya vertikal yaitu langsung kepada Allah SWT seperti sholat, zikir,dll, ataupun ibadah horizontal kepada sesama manusia seperti infak, sedekah, dsb muncul sifat atau perasaan yang ingin dipuji oleh orang lain (riya). Dalam salah hadist dijelaskan bahwa salah satu bentuk syirik yang kecil adalah riya. Oleh karena itu dalam menjalankan segala perintah Allah harus senantiasa menghindari yang namanya riya karena akan menggugurkan pahala amalan kita, dan senantiasa dalam beribadah harus dilandasi dengan keihklasan hanya karena Allah bukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain.

    ReplyDelete
  6. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    “Ikhlas”, untuk mencapai hal itu dalam hati bukanlah perkara yang mudahuntuk dilakukan. Ikhlas itu yang bisa mengukur hanyalah Tuhan, netah seperti apa cara mengukurnya, kita sebagai manusia pun tidak cukup pintar dalam menentukan kita sudah ikhlas dalam hati atau tidak.ikhlas pun tidak sebatas terucap dibibir saja. Bahkan sifat sombong yang sering dilakukan oleh manusia entah sengaja maupun tidak disengaja akan menghilangkan ikhlas itu sendiri.

    ReplyDelete
  7. Ikhlas diperolah karena niat dari hati dan diri kita bahwa ibadah yang kita lakukan semata-mata ditujukan untuk Allah SWT. Sholat kita untuk Allah, puasa kita untuk Allah, sedekah kita ditujukan untuk Allah, dzikir kta ditujukan untuk Allah. Jangan sampai dalam hati dan diri kita melakukan ibadah agar dipuji oleh teman atau masyarakat. Jika sudah begitu maka ada riya dalam diri kita, segeralah bertobat. Meluruskan niat hanya ditujukan untuk Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Untuk menggapai hati yang ikhlas itu adalah dengan niat yang benar akan menentukan kebenaran dalam beribadah. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT. Ikhlas, harus dari hati. Amalan-amalan yang dikerjakan itu adalah karena mengharap ridho-Nya, dan karena kita taat kepada Allah, bukan karena hal lain. Jika karena hal lain, maka bisa dikatakan dengan riya. Misalnya kita ingin meraih ikhlas, namun kita mengharapkan dipuji oleh orang lain, maka itu salah satu contoh perbuatan riya. Sedangkan riya merupakan hal yang tidak disukai oleh Allah. Allah sangat murka dengan orang-orang yang riya. Jika kita ingin meraih ikhlas dengan sempurna dan menghindari riya, maka kita bisa mengamalkan inti sari dari surat al-ikhlas. Dalam beribadah, fokuskan tujuan kita hanya kepada satu, Tuhan yang Maha Esa, dan semua ibadah yang kita lakukan itu hanya untuk mendapat ridho dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam beribadah, keihlasan hati berperan penting. Maka niatlah di dalam hati ini ketika hendak melakukan apapun, sehingga nanti hasilnya tidak ada yang sia- sia. Lakukanlah apa yang diperintahkanNya semata- mata hanya mengharap ridha Allah SWT. Dan jangan sekali- kali riya dalam beribadah.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Segala sesuatu yang Allah SWT ciptakan, baik di langit maupun di bumi pasti ada tujuan dan hikmahnya. Tidaklah semata mata karena hanya suka-suka saja. Adapun tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah, hanya menyembah Allah SWT semata. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56). Dalam beribadah kita harus ikhlas, karena keikhlasan adalah suatu ukuran diterima atau tidaknya ibadah kita. Janganlah beribadah karena takut dimarahi orangtua, ikut-ikutan, atau hanya untuk terlihat alim atau baik. Kita harus meluruskan niat kita dalam beribadah hanya untuk Allah SWT dan menjaga ketulusan dan keikhlasan kita dalam beribadah. Semoga kita bisa selalu terhindar dari sifat-sifat buruk tersebut dan selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Nya. Aamiin.

    ReplyDelete
  11. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dari elegi ini kita bisa menyimpulkan bahwa dasar iman dan ibadah kita terletak pada keikhlasan dalam membangun keikhlasan harus mempunyai ketulusan dalam hati maka apa yang kita lakukan hanya semata-mata karena Allah. Dengan niat yang benar akan menentukan kebenaran dalam beribadah agar kita dapat menggapai keikhlasan, maka yang perlu kita lakukan adalah meluruskan niat dalam menjalankan ibadah dan selalu bemunajat pada yang maha pencipta.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    “Mereka ialah orang-orang yang beriman, yang hatinya menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatilah, hanya dengan mengingat Allahlah hati orang mukmin menjadi tenteram”. Ar-Ra’du:28
    Dalam ayat satunya yang artinya:”Hai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, pasti Dia akan memberimu furqan Suatu petunjuk merupakan pelita hati yang dapat membedakan antara yang salah dan yang benar antara yang terang dan yang gelap dan sebagainya, akan menghapus segala kesalahanmu dan mengampunimu. Allah mempunyai karunia yang amat besar”. Al-Anfal:29.
    Dengan mengingat Allah maka hati kita menjadi tenang, dan dengan mengingat Allah maka hati kita selalau ikhlas.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sincerity is something that is very important and must be run but it is very difficult to do. especially in terms of worship, sincerity is the most important thing. Sincerity is a measure of acceptance or rejection of our worship, the true and also it must be based with the right intention, this will all determine the truth in our worship. If we are to worship with a sincere intention, God willing, our worship will be accepted by Him.

    ReplyDelete
  14. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sungguh keren dan bagus isi yang terkandung dalam elegy ini. Dari sini kita bias menyimpulkan bahwa dasar iman dan ibadah kita terletak pada keikhlasan. Kita akan beriman kepada Allah jika hanya kepada Nya lah kita segala ibadah kita. Tidak mendua kan Nya dengan yang lain adalah bentuk keikhlasan kita beribadah. Disini bisa di maknai juga setia. Setia kepada Allah adalah ikhlas dan ridha bahwa ibadah kita hanya untuk Nya bukan yang lain.
    Salah satu dalam menggapai ikhlas adalah niat dengan benar. Niat yang benar saja sudahlah merupakan ibadah dan mendapatkan pahala. Ini berarti memang benarlah bahwa ikhlas adalah dasar iman dan takwa. Jika sudah ikhlas maka kita akan setia sehingga tidak mungkin bisa digoda setan untuk memilih yang lain.

    ReplyDelete
  15. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Surat al ikhlas sering kita baca dalam bacaan shalat kita. Namun banyak yang tidak memahami makna yang terkandung dalam surat Al-ikhlas. Tidak hanya itu, banyak dari kita juga yang tidak memahami esensi shalat, berwudhu, serta ibadah-ibadah yang lainnya. Bagi orang-orang tersebut yang penting hanya “telah melakukannya” atau agar orang lain melihatnya, tidak mengindahkan bagaimana keikhlasan mereka saat menjalankan ibadah. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang tersebut serta senantiasa ikhlas menjalankan Ibadah kepada Allah SWT dan makin dekat denganNya. Aamiin.

    ReplyDelete
  16. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Kita harus mengikhlaskan ibadah kita hanya kepada Allah sehingga amal kita bisa diterima oleh Allah. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh-Nya. Jadi dalam beramal dan beribadah kita hanya meniatkan untuk taat kepada-Nya dan menjalankan kewajiban yang ditetapkan oleh-Nya kepada kita. Tidak ada yang lain yang kita tuju kecuali Allah. Namun kita tidak boleh sombong, karena jika dia benar-benar ikhlas, dia tidak akan mengaku bahwa dirinya sudah ikhlas dalam melakukan perintah-perintah-Nya. Iblis tidak berdaya menghadapi orang-orang ikhlas, dikarenakan orang-orang yang ikhlas senantiasa meniatkan segala perbuatan dan amalnya hanya untuk Allah.

    ReplyDelete
  17. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Ikhlas terletak pada hati. Kita sebagai makhluk Allah yang tujuan penciptaannya adalah untuk beribadah kepada Allah. Hanya Allah bukan pada selain Allah. Maka kita harus mengikhlaskan ibadah yang dilakukan hanya karena Allah SWT. Benar sekali bahwa keikhlasan dapat dilakukan dengan menguatkan niat terlebih dahulu. Misalnya kita beribadah atau melaksanakan shalat dengan ikhlas maka kita akan mendapatkan shlat yang khusyuk. Dan Insha Allah kualitas shalat kita bagus dan diterima oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dalam menjalankan ibadah yang sudah seharusnya dilakukan oleh makhluk yang ada di bumi setidaknya berlak ikhlas. Ikhlas yang hanya mengharapkan ridho dan berkah dariNya. Tidak mengharapkan pujian bahkan image yang baik di depan orang lain, disebut dengan istilah riya’. Hal ini tidak dibenarkan dalam sebuah keikhlasan. Keikhlasan dimulai dari niat bersih dari hati kecil, kemudian diresapi, dipikirkan dan berkomitmen dampak yang akan ditimbulkan Insha Allah akan slalu berikhtiar padaNya.

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ikhlas adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Ada banyak tantangan untuk dapat mencapai ikhlas yang sesungguhnya. Ukuran ikhlas dan tidak ikhlas yang dilakukan manusia hanya Tuhan yang dapat menilainya. Semoga kita terus dapat berbuat ikhlas dan selalu berusaha ikhlas dalam melakukan hal sehari – hari dengan orang yang kita jumpai di setiap harinya agar dapat mencapai kepada kerendahan hai dan bukan semata – mata kesombongan yeng terus ada dalam diri. Dengan ikhlas juga semoga dapat terus berbenah diri dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  20. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Riya’ merupakan segala sesuatu yang kita lakukan semata-mata ingin mendapatkan pujian dari orang lain. Riya’ dapat menggerogoti amal-amal baik kita. Oleh karena itu, kita harus tahu bahaya riya’ seperti api membakar kayu bakar. Dengan demikian, kita berusaha menjauhinya dengan jalan berdzikir serta menggapai ilmu ikhlas dalam menggapai ridho-Nya.

    ReplyDelete
  21. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Memang benar bahwa diterima atau tidaknya ibadah seseorang itu bergantung kepada niat dan keikhlasan kita dalam mengharap ridho dari-Nya. Maka keikhlasan menjadi kunci utama dalam membangun niat dan komitmen dalam beribadah kepada-Nya. Namun, pada kenyataannya masih saja ada penghalang yang menggagalkan manusia menggapai ikhlas. Misalnya ada nya penyakit ahti yaitu riya' atau yang berarti pamer. Kita sebagai manusia harus menyadari bahwa apapun yang kita miliki di dunia ini semuanya akan kembali pada Sang Pencipta. Maka tidak sepatutnya kita menyombongkan apa yang kita punya. Semoga kita semua dijauhkan dari riya'. Aamiin ya robbal 'alamin...

    ReplyDelete
  22. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    hati dan ibadah yang kita lakukan pasti ada hubungannya. ibadah yang baik adalah ibadah yang dilakukan dengan benar dan hati yang ikhlas. hati yang menentukannya. jika kita beribadah, namun hati atau pikiran sibuk dengan hal lain, maka ibadah jadi tidak khusyu' dan tidak ikhlas beribadah.hati yang ikhlas dalam beribadah adalah hati yang diniatkan untuk beribadah karena Allah ta'ala, bukan karena hal-hal yang lain. maka dari itu, hal yang merusak ikhlas adalah riya, karena riya adalah rasa ingin diketahui orang lain (ibadah kita). dan satu lagi musuh ikhlas yaitu pamrih (mengharapkan imbalan dari orang lain). pada akhirnya, hendaknya kita melakukan semua sesuatu diawali dengan niat ibadah kepada Allah, dengan hati yang ikhlas tanpa mengharapkan apapun kecuali hanya karena Allah dan memperoleh ridho-Nya.

    ReplyDelete
  23. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Al-Haris al-Muhasibi, salah seorang sufi besar, mengatakan:”Yang disebut dengan Ikhlas adalah apa yang engkau kehendaki dari amalmu tiada lain karena ketaatan kepada-Nya”. Dari kalimat diatas kita bisa menjadi orang ikhlas apabila dalam beramal dan beribadah itu tidak mempunyai tujuan selain mengharap ridho ALLAH dan selalu menjalankan kewajiban serta menjauhi apa yang telah dilarang. Kita harus menjadikan ALLAH sebagai tujuan utama bahkan satu-satunya tujuan dalam hidup kita. Dengan itu kita menjadi orang yang ikhlas.

    ReplyDelete
  24. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam bagian cerita ini sangant banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan, dari bagaimana sebenar-benarnya ikhlas, apa penghalang ikhlas yaitu riya dan bagaimana ikhlas dalam al-qur'an. sangat berguna bagi kita yang masih sering mersakan sudah ikhlas tetapi sebenarnya tidak ikhlas. sehingga kita bisa memperbaiki diri masing-masing.

    ReplyDelete
  25. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Beribadah adalah suatu kewajiban umat manusia sebagai ciptaan ALLAH. Sudah jelas pula bahwa manusia dilarang keras untuk beribadah selain kepada ALLAH. Ini berarti bahwa kita juga harus menujukan ibadah kita hanya kepada ALLAH. Penghalang kita dalam beribadah adalah saat kita melakukannya untuk mencari pujian atau perhatian orang lain. Berusahalah melakukan sesuatu dengan hati dan pikiran tertuju pada ALLAH, ibadah kita pasti berkenan bagiNya.

    ReplyDelete
  26. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 7. Mengolah hati sangat lah penting. apalagi dalam mengolah hati untuk meluruskan niat. Jika kita merasa berat beribadah, susah mendekat pada Allah dan refleksi diri apa saja faktor yang menyebabkan hal tersebut.
    Namun sekali.lagi kita harus berkomitmen. sulit memang, namun hasilnya akan kita rasakan betul.
    Jika dalam diri kita terdapat sedikit kesombongan saja, maka kita akan sulit menerima hal hal baik yang disampaikan, karena mata telingan pun begitu.

    ReplyDelete
  27. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    ”Yang disebut dengan Ikhlas adalah apa yang engkau kehendaki dari amalmu tiada lain karena ketaatan kepada-Nya” Belajar ikhlas untuk menggapai ridhoNya, beramal soleh untuk menggapai ridhoNya, berbuat baik pada sesama untuk menggapi ridhoNya, beribadah untuk menggapai ridhoNya , segala sesuatu yang kita lakukan tidak lain hanya untuk menggapai ridhoNya agar kita bisa hidup dengan tenang dan mendapat jaminan di akhir kelak.

    ReplyDelete
  28. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Ketika seorang mengatakan dia sudah ikhlas maka itu terbatas pada ucapan. Hati seorang tidaklah bisa diketahui oleh orang lain. Keikhlasan pada diri seorang tidak bisa diketahui oleh dirinya tetpai hanya bisa mengetahui ketidak ikhlasan saja. Jika aku mengatakan aku ikhlas maka itu adalah ucapanku, ketika aku tanya kehatiku, maka tidaklah aku mengethui jawabanya karena jawabnnya adalah mudah-mudahan ikhlas dan berharap ikhlas. ketika tangan kanan memberikan sesuatu, jangan sapai tangan yang kiri mengetahuinya.

    ReplyDelete
  29. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Untuk penyakit lahir kita dapat menghindarinya dengan cara-cara yang sungguh mudah, tetapi untuk terhindar dari penyakit hati itu merupakan perkara yang membutuhkan kelembutan hati dan keikhlasan dalam bertindak. Kita harus membersihkan hati terlebih dahulu untuk menggpai Ridho-Nya. Ya Allah jauhkanlah hamba dari penyakit hati yang membuat hati ini keruh dan menghalangi untuk mendekatkan diri kepada-Mu.

    ReplyDelete
  30. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Cerita Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas di atas semakin menyadarkanku untuk senantiasa ikhlas. Segala sesuatu yang dijalankan dengan ikhlas akan terasa lebih mudah dan barokah. Hal yang paling menarik dari cerita di atas, yaitu mengenai penyakit hati Riya’. Tanpa kita sadari, penyakit hati ini terkadang menempel pada diri kita. Na’udzubilah...semoga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang riya’. Amiin.

    ReplyDelete
  31. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Rasulullah SAW bersabda:“Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan,” (HR. Ibnu Babawih). Dalam syarah Hadits “sesungguhnya sah-nya amal hanya dengan niat” dalam Jami’ al ‘Ulum wa al Hikam. Ibnu Rajab rohimahulloh berkata, “Ketahuilah bahwa amal untuk selain Alloh ada banyak macamnya. Terkadang hanya riya’ murni, seperti perilaku orang-orang munafik sebagaimana firman Alloh Qs. An-Nisaa’ (4): 142“…dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

    ReplyDelete
  32. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kita hendaknya mengamalkan apa yang dikatakan oleh M. Alaika Salamulloh: Niat yang benar akan menentukan kebenaran dalam beribadat. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Nya. Kita sebagai kaum muslimin hendaknya selalu mencari Ridha-Nya.

    ReplyDelete
  33. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hati perlu untuk ikhlas dalam menjalankan segala amal ibadah kepada Allah. Karrna keikhlasan adalah salah satu kunci dari diterimanya amalan manusia selain pelaksanaan amal ibadah yang sesuai dengan tuntunan yang dicontohkan oleh Rasulullah. Ikhlas atau tidaknya hati manusia hanya Allah yang mengetahuinya. Kita hanya mampu merasa ikhlas atas segala amalan yang kita perbuat.

    ReplyDelete
  34. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari “Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas” adalah diterima atau tidaknya ibadah kita dilihat dari niat kita. Seperti dalam H.R. Bukhari dan Muslim bahwa ”Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya”. Oleh karena itu kita harus memiliki niat yang ikhlas ketika beribadah kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu melakukan ibadah dengan niat yang bersih. Aamiin.

    ReplyDelete
  35. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam Q.S. Adz-Dzariyat: 56 seperti pada tulisan di atas menyebutkan bahwasanya tujuan diciptakannya jin dan manusia ialah hanya untuk beribadah kepada Allah. Akan tetapi kategori ibadah yang seperti apa yang dimaksud dalam surah ini? Tidak lain ialah ibadah yang ikhlas, hanya mengharap ridho dari Allah, bukan karena manusia atau karena niat yang lainnya. Cara menggapai hati yang ikhlas itulah yang masih perlu terus diperhatikan. Karena syarat diterima suatu amalan tergantung pada niatnya. Bukankah amat merugi jika amalan yang dilakukan itu diniatkan selain Allah, Semoga kita senantiasa bisa meluruskan hati dan niat dalam beribadah hanya karena Allah

    ReplyDelete
  36. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Syirik menjadi salah satu jenis dosa besar dalam islam, tidak diherankan karena syirik tersebut berarti menduakan atau menyekutukan Allah. Salah satu jenis syirik kecil yang menjadi penghalang dalam menggapai keikhlasan ialah riya’ atau pamer. Misalnya saja dalam beribadah, sengaja diperlihatkan baik jika di depan orang, hanya karena inngin mendapat sanjungan dari manusia. Tanpa disadari ibadah yang ia lakukan bukan karena Allah, oleh sebab itulah amalan yang ia lakukan akan sia-sia dan tidak mendapat ridho dari Allah SWT

    ReplyDelete
  37. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ikhlas ialah seperti surah al-ikhlas, tidak ada kata ikhlas di dalamnya. Ikhlas adalah perihal hati, hati yang terpaut hanya kepada Allah, meyakini bahwa seluruh ibadah yang dilakukan hanya karena Allah. Ikhlas juga menjadi pengalang bagi iblis yang hendak menggoda manusia. Semoga kita tergolong orang-orang yang ikhlas dalam melaksanakan ibadah hanya karena Allah, untuk menggapai sukses di dunia maupun di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  38. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Saya sangat tertarik dengan elegi di atas. setiap orang haruslah beribadah dengan ikhlas. karena Allah menciptakan jin dan manusia tidak lain dan tidak bukan adalah untuk beribadah kepada Allah. manusia harus mengiklaskan ibadahnya hanya kepada Allah.Ikhlas merupakan kunci dari ibadah, tidak akan ada nilainya ibadah yang kita lakukan tanpa adanya keikhlasan. Dengan melakukan segalanya dengan ikhlas maka kita dapat mengusir setan.karena iblis akan menggoda semua manusia kecuali orang orang yang ikhlas. jadi orang yang ikhlas dapat terhindar dari godaan iblis dan setan.

    ReplyDelete
  39. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam menggapai hati yang ikhlas, haruslah diawali niat yang ikhlas juga. Niat sangatlah penting dalam mengawali segala tindakan yang akan kita lakukan. Meskipun tindakan dan perilaku yang ditunjukkan adalah sama, tetapi niat awal yang dimiliki setiap orang bisa saja berbeda-beda. Orang-orang yang memiliki niat yang tulus dan ikhlas, maka akan tumbuhlah keikhlasan di dalam hatinya juga. Orang yang memiliki hati yang ikhlas, tidak akan pernah lelah dan lalai dalam menjalankan segala perintah Allah. Mereka yang menjalankan segala amal ibadah dengan hati yang ikhlas, tidak akan pernah mengharapkan imbalan atau hadiah dari Allah SWT. Terkadang orang yang terlihat giat menjalankan perintah Allah ternyata di dalam hatinya masih mengharapkan imbalan, dia menjalankan segala perintahNYA hanya karena ingin masuk surga. Hal seperti itu, seringkali kita rasakan dan sesungguhnya mengerjakan segala amal ibadah hanya karena ingin masuk surga, dapat menjauhkan kita dari keikhlasan dan apabila kita telah jauh dari hati yang ikhlas, maka syaitan-syaitan akan mudah masuk ke dalam hati manusia. Karena sesungguhnya, syaitan itu tidak akan pernah bisa menggoda hati manusia yang memiliki keikhlasan.

    ReplyDelete
  40. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Baik-buruknya suatu perbuatan tergantung kepada niat dari subjeknya, niat yang ikhlas akan memberikan kelancaran dalam setiap tindakan, niat yang ikhlas sebaiknya selalu ditujukan kepada Allah SWT, sehingga setiap perbuatan diharuskan mengharap ridha Allah SWT.

    ReplyDelete
  41. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Sangat menarik sekali tanya jawab ini. Ikhlas bukan hal yang mudah, tidak bisa kita sendiri menentukan keikhlasan kita, yang ada itu bisa menjadi riya. Seprti dua tahun lalu saya mngkaji kita al ikhlas bersama guru saya, saya mendapati untuk menjadi ikhlas perlu pengenalan dengan riya'. Riya adalah kebalikan dari ikhlas, Ketka kamu mengenal riya, maka jelas bagimu ikhlas itu. Beberapa paparan contohriya sudah di jelaskan pada postingan prof marsigit ini.

    ReplyDelete
  42. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam menjalani kehidupan ini harus dilandasi dengan keikhlasan, berniat dengan benar karena ikhlas berasal dari niat yang benar karena untuk beribadah kepada Allah SWT dan memohon ridho-Nya, menjadikan seluruh perbuatan nya didasari untuk beribadah kepada Allah, semoga kita termasuk orang orang yang dapat ikhlas Lillahita’ala.

    ReplyDelete
  43. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Niat yang benar akan menentukan kebenaran dalam beribadat. Maka dengan niat tersebut maka aka nada jalan yang benar untuk melakukan kegiatan tersebut sehingga mendapatkan rahmat dan ridha’ dari Allah. Salah satu penghalang menuju ikhlas adalah riya’ sehingga sang manusiapun menyombongkan kepemilikan atas dirinya dan tidak menyadari bahwa semua milik dirinya adalah hanya titipan dari Allah.

    ReplyDelete
  44. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesombongan adalah sifat setan, maka barang siapa yang memiliki kesombongan, setan telah menguasai hatinya. hindari kesombongan untuk dapat menerima ilmu lebih banyak dan menerima takdir bahwa kita adalah hamba yang harus selalu taat pada Nya

    ReplyDelete
  45. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba berbenah dari sekarang, mencari keihlasan adalah langkah yang tidak mudah. Perlu ketetapan hati dan harus selalu istiqomah.

    ReplyDelete
  46. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada elegi ini disampaikan bahwa niat yang benar mempengaruhi tindakan yang akan dilaksanakan. Sesuai hadits nabi, bahwa amal yang diperbuat tergantung niatnya, dan akan mendapatkan apa yang diniatkannya. Ikhlas berarti menjalankan kewajiban manusia dengan meniatkan dan bertujuan hanya kepada Allah SWT. Namun ada hal yang dapat menghalangi manusia dapat disebut ikhlas, yaitu sifat riya’. Dengan satu perbuatan ini, manusia menjadi beramal untuk mencari pujian orang lain, justru bukan mencari ridho Allah SWT

    ReplyDelete
  47. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan rasa ikhlas yang senantiasa kita panjatkan kepada Tuhan YME, membuat kita akan selalui melakukan aktivitas atas dasar untuk memeroleh ridha Tuhan YME dan selalu mengingat Tuhan YME. Sehingga dengan hal itu akan membuat manusia sulit terpengaruh godaan syiatan atau jin yang berusaha merusak ikhlas yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  48. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hati yang ikhlas bisa kita peroleh dengan mengedepankan niat yang benar dalam mencari ridho Allah. Jika kita melakukan kebaikan atas dasar untuk mencari rdhoNya, kita akan memperoleh manfaat dan pahala olehnya. Jika kita melakukan kebaikan hanya untuk dipuji orang lain, maka kita hanya akan mendapatkan pujian tersebut tanpa memperoleh pahala dariNya.

    ReplyDelete
  49. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam melakukan segala hal harus diniatkan dengan ikhlas hanya untuk mencari kerihaan Allah. Jika kita telah mengikrarkan bahwa hanya Allah yang patut kita sembah, seperti yang terapat dalam surat Al-Ikhlas, maka seluruh ibadah yang kita lakukan hanya tertuju kepada Allah. Hanya ada satu tujuan yaitu Allah.

    ReplyDelete
  50. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    inna amalu binniat. sepatah kata yang mudah terucap namun sulit terlaksana. salah satu penyebabnya adalah masih menempelnya dosa di dada. belum adanya kelurusan hati yang benar benar teguh untuk dapat mengarahkan wajah pada pencipta

    ReplyDelete
  51. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    saya yakin bahwa ilmu ikhlas yang bapak berikan tidak bisa di dapatkan secara tiba-tiba. perlu proses dalam mencapainya.

    mungkin dengan bantuan para ulama' yang terus menasehati kita dan doa, kita mendapatkan rasa ikhlas dengan lebih cepat

    ReplyDelete
  52. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi di atas dijelaskan bahwa untuk menggapai hati yang ikhlas adalah dengan memiliki niat yang benar, menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas. Ikhlas itu adalah hanya mengharap kepada-Nya, semata-mata untuk taat kepada-Nya. Dalam menggapai hati yang ikhlas akan ditemui rintangan-rintangan, salah satunya yaitu Riya. Riya bahkan dikategorikan sebagai syirik kecil. Jika sudah diselimuti dengan Riya, habislah sudah semua amal, semua akan hilang. Luruskan niat dalam beribadah hanya meniatkan untuk taat kepada-Nya.

    ReplyDelete
  53. Niat menentukan pahala dari ibadah kita. Ketika kita sholat antara niat yang diucapkan dengan niat dari hati harus sama. Bahwa niat sholat adalah lillahi ta’ala, bukan karena ingin dipuji sholeh oleh orang lain, tetangganya atau keluarganya atau masyarakat. Tidak sedikit manusia yang melakukan kebaikan tetapi niatnya bukan karena Allah SWT. Bersedekah karena malu dengan tetangganya, tetangganya menyumbang sekian rupiah maka ia melebihinya.
    Ingat bahwa niat ibadah adalah lillahi ta’ala dan syurga adalah balasan dari ibadah itu yang diberikan oleh Allah SWT. Jadi niat ibadah itu bukan supaya kita masuk syurga atau terhindar dari neraka. Perbaikilah dan luruskanlah niat agar Allah meridhoi. Sekali lagi niatkan ibadah kita untuk Allah semata.

    ReplyDelete
  54. Lawan dari keikhlasan adalah sifat Riya. Riya dapat mengurangi nilai keikhlasan atau bahkan menghilangkannya sama sekali. Janganlah menumbuhkan dan mengembangkan sifat Riya dalam hati walapun hanya seidikit. Buanglah sifat riya agar kita benar-benar memperoleh keikhlasan. Jika terbersit melakukan suatu amalan bukan karena Allah tetapi karena mengharap pujian dari manusia maka dengan segera hilangkanlah dan kembalikan niat hanya semata-mata kepada Allah. Belajarlah sedikit demi sedikit, sadarilah datangnya sifat riya dalam hati kita kemudian buanglah dan tetapkanlah niat hanya demi Allah semata.

    ReplyDelete