Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita akan mengadakan Tanya Jawab seputar Implementasi Program Menghuni Syurga, meliputi Ikhlas, Hati, Taubat, Do’a, dst. Nara Sumber kita adalah Ustad Muhammad Alaika Salamulloh. Jika diantara peserta ada pertanyaan langsung saja disampaikan, supaya langsung juga dijawab:

Cantraka Ikhlas:
Ass..yang terhormat Ustad Muhammad Alaika, seperti yang sering dikatakan oleh Bapak Muhammad Nurikhlas bahwa dia mengagumi ikhtiar-ikhtiar berkaitan dengan dunia, akhirat, amal, ilmu, dan doa. Maka saya ingin bertanya bagaimana hubungan hati yang Ikhlas itu dengan Ibadah, dan Amal-amal kita?

M. Alaika Salamulloh:
Allah berfirman:”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Q.S. Adz-Dzariyat: 56). Dikarenakan bahwa tujuan diciptakannya seluruh jin dan manusia uktuk beribadah kepada Allah, maka sudah barang tentu dilarang keras bagi kita semua untuk beribadahnkepada selain Allah. Kita harus mengikhlaskan ibadah kita hanya kepada Allah. Oleh karena itu salah satu kunci diterimanya amal ibadah kita sebagai hamba Allah adalah Keihlasan. Keikhlasan merupakan tolok ukur diterima atau ditolaknya ibadah kita.

Cantraka Putih:
Bagaimana cara menggapai Hati yang Ikhlas itu?

M. Alaika Salamulloh:
Niat yang benar akan menentukan kebenaran dalam beribadat. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Nya. Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Cantraka Sakti:
Seperti apakah wujud dari Ikhlas itu?

M. Alaika Salamulloh:
Al-Haris al-Muhasibi, salah seorang sufi besar, mengatakan:”Yang disebut dengan Ikhlas adalah apa yang engkau kehendaki dari amalmu tiada lain karena ketaatan kepada-Nya”. Jadi dalam beramal dan beribadah kita hanya meniatkan untuk taat kepada-Nya dan menjalankan kewajiban yang ditetapkan oleh-Nya kepada kita. Tidak ada yang lain yang kita tuju kecuali hanya Allah. Hanya Allah tujuan kita.

Cantraka Sakti:
Kemarin pada Ritual Ikhlas I, saya sudah merasa Ikhlas, tetapi mengapa oleh saya dinilai belum ikhlas?

M. Alaika Salamulloh:
Salah satu penghalang Ikhlas adalah Riya. Riya adalah apabila kita menunaikan sebuah amalan hanya untuk mendapatlkan pujian dari makhluk. Misalnya, mengikuti Ritual Ikhlas agar mendapat pujian menjadi dari teman atau kerabat, atau untuk memperoleh prestise di masyarakat. Rasulullah SAW memberi peringatan keras perihal Riya ini, dan bersabda:”Syirik kecil adalah suatu penyakit yang sangat berbahaya bagi kalian”. Para sahabat bertanya:”Apa itu Syirik kecil wahai Rasulullah?”. Beliau bersabda:”Itulah Riya. Pada Hari Kiamat nanti Allah menyuruh mereka yang berlaku Riya untuk mencari pahala amalnya kepada orang yang menjadi tujuan amal mereka. Allah berfirman, carilah orang yang ketika kamu beramal, kamu ingin mendapat sanjungan dari mereka. Mintalah pahala kepada mereka” (H.R. Ahmad dan Baihaqi).

Muhammad Nurikhlas:
Bagaimana keikhlasan seorang mukmin mampu mengusir setan dan iblis?

M. Alaika Salamulloh:
Sebagaimana kita tahu, Iblis telah menggoda Adam dan hawa untuk melanggar larangan Allah di surga. Dan Iblis memproklamirkan diri untuk menjadi penggoda manusia agar menyimpang dari jalan Allah hingga Hari Kiamat nanti. Iblis mengatakan bahwa semua hamba Allah bisa digoda dan diperdaya, kecuali orang-orang yang Ikhlas. Pernyataan Iblis terekam dalam surah Sgad:”Kecuali hamba-hamba-Mu yang selalu ikhlas” (Q.S. Shad:83). Ayat itu menunjukkan bahwa Iblis tidak berdaya menghadapi orang-orang Ikhlas, dikarenakan orang-orang yang Ikhlas senantiasa meniatkan segala perbuatan dan amalnya hanya untuk Allah, tidak ada yang lain. Maka tertutuplah sudah semua pintu bagi Iblis untuk dapat menggoda orang-orang yang Ikhlas.

Cantraka Ikhlas:
Apakah Al-Qur’an memberi tuntunan bagaimana kita bisa meraih Keikhlasan itu?

M. Alaika Salamulloh:
Bacalah ajaran tauhid yang termaktub pada surah al-Ikhlas berikut:”Katakan Muhammad,”Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Allah tidak beranak dantidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia” (Q.S. Al-Ikhlas: 1-4). Salah satu sebab surah tersebut dinamakan al-Ikhlas adalah karena surah tersebut mengajarkan ketauhidan seorang hamba. Artinya, ketika seorang hamba sudah mengikrarkan tauhid bahwa hanya Allah yang patut disembah, maka dia pun menauhidkan seluruh ibadahnya hanya kepada Allah. Dalam ibadah hanya ada satu tujuan yaitu Allah. Sekali lagi hanya satu tujuan, yaitu Allah Yang maha Esa. Tidak ada yang lain. Allah berfirman:”Barang siapa niat amalannya hanya menghendaki kesenangan dan keindahan dunia, pasti kami sempurnakan balasannya di dunia. sedikitpun tidak kami kurangi. Itulah orang-orang yang tiada balasannya di akhirat, kecuali neraka, lenyaplah semua amalnya dan sia-sialah pekerjaannya”. (Q.S. Hud:15-16)

Santri Kepala:
Terimakasih kami haturkan kepada Bapak Ustad Muhammad Alaika Salamulloh yang telah panjang lebar memberi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan peserta Ritual Ikhlas perihal Hati yang Ikhlas. Baiklah peserta Ritual Ikhlas semua marilah kita mempersiapkan diri untuk menjalankan Salat Maghrib secara berjamaah. Amin

96 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    hati dan ibadah yang kita lakukan pasti ada hubungannya. ibadah yang baik adalah ibadah yang dilakukan dengan benar dan hati yang ikhlas. hati yang menentukannya. jika kita beribadah, namun hati atau pikiran sibuk dengan hal lain, maka ibadah jadi tidak khusyu' dan tidak ikhlas beribadah.hati yang ikhlas dalam beribadah adalah hati yang diniatkan untuk beribadah karena Allah ta'ala, bukan karena hal-hal yang lain. maka dari itu, hal yang merusak ikhlas adalah riya, karena riya adalah rasa ingin diketahui orang lain (ibadah kita). dan satu lagi musuh ikhlas yaitu pamrih (mengharapkan imbalan dari orang lain). pada akhirnya, hendaknya kita melakukan semua sesuatu diawali dengan niat ibadah kepada Allah, dengan hati yang ikhlas tanpa mengharapkan apapun kecuali hanya karena Allah dan memperoleh ridho-Nya.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Al-Haris al-Muhasibi, salah seorang sufi besar, mengatakan:”Yang disebut dengan Ikhlas adalah apa yang engkau kehendaki dari amalmu tiada lain karena ketaatan kepada-Nya”. Dari kalimat diatas kita bisa menjadi orang ikhlas apabila dalam beramal dan beribadah itu tidak mempunyai tujuan selain mengharap ridho ALLAH dan selalu menjalankan kewajiban serta menjauhi apa yang telah dilarang. Kita harus menjadikan ALLAH sebagai tujuan utama bahkan satu-satunya tujuan dalam hidup kita. Dengan itu kita menjadi orang yang ikhlas.

    ReplyDelete
  3. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam bagian cerita ini sangant banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan, dari bagaimana sebenar-benarnya ikhlas, apa penghalang ikhlas yaitu riya dan bagaimana ikhlas dalam al-qur'an. sangat berguna bagi kita yang masih sering mersakan sudah ikhlas tetapi sebenarnya tidak ikhlas. sehingga kita bisa memperbaiki diri masing-masing.

    ReplyDelete
  4. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Beribadah adalah suatu kewajiban umat manusia sebagai ciptaan ALLAH. Sudah jelas pula bahwa manusia dilarang keras untuk beribadah selain kepada ALLAH. Ini berarti bahwa kita juga harus menujukan ibadah kita hanya kepada ALLAH. Penghalang kita dalam beribadah adalah saat kita melakukannya untuk mencari pujian atau perhatian orang lain. Berusahalah melakukan sesuatu dengan hati dan pikiran tertuju pada ALLAH, ibadah kita pasti berkenan bagiNya.

    ReplyDelete
  5. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 7. Mengolah hati sangat lah penting. apalagi dalam mengolah hati untuk meluruskan niat. Jika kita merasa berat beribadah, susah mendekat pada Allah dan refleksi diri apa saja faktor yang menyebabkan hal tersebut.
    Namun sekali.lagi kita harus berkomitmen. sulit memang, namun hasilnya akan kita rasakan betul.
    Jika dalam diri kita terdapat sedikit kesombongan saja, maka kita akan sulit menerima hal hal baik yang disampaikan, karena mata telingan pun begitu.

    ReplyDelete
  6. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    ”Yang disebut dengan Ikhlas adalah apa yang engkau kehendaki dari amalmu tiada lain karena ketaatan kepada-Nya” Belajar ikhlas untuk menggapai ridhoNya, beramal soleh untuk menggapai ridhoNya, berbuat baik pada sesama untuk menggapi ridhoNya, beribadah untuk menggapai ridhoNya , segala sesuatu yang kita lakukan tidak lain hanya untuk menggapai ridhoNya agar kita bisa hidup dengan tenang dan mendapat jaminan di akhir kelak.

    ReplyDelete
  7. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Ketika seorang mengatakan dia sudah ikhlas maka itu terbatas pada ucapan. Hati seorang tidaklah bisa diketahui oleh orang lain. Keikhlasan pada diri seorang tidak bisa diketahui oleh dirinya tetpai hanya bisa mengetahui ketidak ikhlasan saja. Jika aku mengatakan aku ikhlas maka itu adalah ucapanku, ketika aku tanya kehatiku, maka tidaklah aku mengethui jawabanya karena jawabnnya adalah mudah-mudahan ikhlas dan berharap ikhlas. ketika tangan kanan memberikan sesuatu, jangan sapai tangan yang kiri mengetahuinya.

    ReplyDelete
  8. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Untuk penyakit lahir kita dapat menghindarinya dengan cara-cara yang sungguh mudah, tetapi untuk terhindar dari penyakit hati itu merupakan perkara yang membutuhkan kelembutan hati dan keikhlasan dalam bertindak. Kita harus membersihkan hati terlebih dahulu untuk menggpai Ridho-Nya. Ya Allah jauhkanlah hamba dari penyakit hati yang membuat hati ini keruh dan menghalangi untuk mendekatkan diri kepada-Mu.

    ReplyDelete
  9. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Cerita Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas di atas semakin menyadarkanku untuk senantiasa ikhlas. Segala sesuatu yang dijalankan dengan ikhlas akan terasa lebih mudah dan barokah. Hal yang paling menarik dari cerita di atas, yaitu mengenai penyakit hati Riya’. Tanpa kita sadari, penyakit hati ini terkadang menempel pada diri kita. Na’udzubilah...semoga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang riya’. Amiin.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Rasulullah SAW bersabda:“Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan,” (HR. Ibnu Babawih). Dalam syarah Hadits “sesungguhnya sah-nya amal hanya dengan niat” dalam Jami’ al ‘Ulum wa al Hikam. Ibnu Rajab rohimahulloh berkata, “Ketahuilah bahwa amal untuk selain Alloh ada banyak macamnya. Terkadang hanya riya’ murni, seperti perilaku orang-orang munafik sebagaimana firman Alloh Qs. An-Nisaa’ (4): 142“…dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kita hendaknya mengamalkan apa yang dikatakan oleh M. Alaika Salamulloh: Niat yang benar akan menentukan kebenaran dalam beribadat. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Nya. Kita sebagai kaum muslimin hendaknya selalu mencari Ridha-Nya.

    ReplyDelete
  12. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hati perlu untuk ikhlas dalam menjalankan segala amal ibadah kepada Allah. Karrna keikhlasan adalah salah satu kunci dari diterimanya amalan manusia selain pelaksanaan amal ibadah yang sesuai dengan tuntunan yang dicontohkan oleh Rasulullah. Ikhlas atau tidaknya hati manusia hanya Allah yang mengetahuinya. Kita hanya mampu merasa ikhlas atas segala amalan yang kita perbuat.

    ReplyDelete
  13. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari “Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas” adalah diterima atau tidaknya ibadah kita dilihat dari niat kita. Seperti dalam H.R. Bukhari dan Muslim bahwa ”Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya”. Oleh karena itu kita harus memiliki niat yang ikhlas ketika beribadah kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu melakukan ibadah dengan niat yang bersih. Aamiin.

    ReplyDelete
  14. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam Q.S. Adz-Dzariyat: 56 seperti pada tulisan di atas menyebutkan bahwasanya tujuan diciptakannya jin dan manusia ialah hanya untuk beribadah kepada Allah. Akan tetapi kategori ibadah yang seperti apa yang dimaksud dalam surah ini? Tidak lain ialah ibadah yang ikhlas, hanya mengharap ridho dari Allah, bukan karena manusia atau karena niat yang lainnya. Cara menggapai hati yang ikhlas itulah yang masih perlu terus diperhatikan. Karena syarat diterima suatu amalan tergantung pada niatnya. Bukankah amat merugi jika amalan yang dilakukan itu diniatkan selain Allah, Semoga kita senantiasa bisa meluruskan hati dan niat dalam beribadah hanya karena Allah

    ReplyDelete
  15. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Syirik menjadi salah satu jenis dosa besar dalam islam, tidak diherankan karena syirik tersebut berarti menduakan atau menyekutukan Allah. Salah satu jenis syirik kecil yang menjadi penghalang dalam menggapai keikhlasan ialah riya’ atau pamer. Misalnya saja dalam beribadah, sengaja diperlihatkan baik jika di depan orang, hanya karena inngin mendapat sanjungan dari manusia. Tanpa disadari ibadah yang ia lakukan bukan karena Allah, oleh sebab itulah amalan yang ia lakukan akan sia-sia dan tidak mendapat ridho dari Allah SWT

    ReplyDelete
  16. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ikhlas ialah seperti surah al-ikhlas, tidak ada kata ikhlas di dalamnya. Ikhlas adalah perihal hati, hati yang terpaut hanya kepada Allah, meyakini bahwa seluruh ibadah yang dilakukan hanya karena Allah. Ikhlas juga menjadi pengalang bagi iblis yang hendak menggoda manusia. Semoga kita tergolong orang-orang yang ikhlas dalam melaksanakan ibadah hanya karena Allah, untuk menggapai sukses di dunia maupun di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  17. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hati yang ikhlas bisa kita peroleh dengan mengedepankan niat yang benar dalam mencari ridho Allah. Jika kita melakukan kebaikan atas dasar untuk mencari rdhoNya, kita akan memperoleh manfaat dan pahala olehnya. Jika kita melakukan kebaikan hanya untuk dipuji orang lain, maka kita hanya akan mendapatkan pujian tersebut tanpa memperoleh pahala dariNya.

    ReplyDelete
  18. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam melakukan segala hal harus diniatkan dengan ikhlas hanya untuk mencari kerihaan Allah. Jika kita telah mengikrarkan bahwa hanya Allah yang patut kita sembah, seperti yang terapat dalam surat Al-Ikhlas, maka seluruh ibadah yang kita lakukan hanya tertuju kepada Allah. Hanya ada satu tujuan yaitu Allah.

    ReplyDelete
  19. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    inna amalu binniat. sepatah kata yang mudah terucap namun sulit terlaksana. salah satu penyebabnya adalah masih menempelnya dosa di dada. belum adanya kelurusan hati yang benar benar teguh untuk dapat mengarahkan wajah pada pencipta

    ReplyDelete
  20. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    saya yakin bahwa ilmu ikhlas yang bapak berikan tidak bisa di dapatkan secara tiba-tiba. perlu proses dalam mencapainya.

    mungkin dengan bantuan para ulama' yang terus menasehati kita dan doa, kita mendapatkan rasa ikhlas dengan lebih cepat

    ReplyDelete
  21. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi di atas dijelaskan bahwa untuk menggapai hati yang ikhlas adalah dengan memiliki niat yang benar, menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas. Ikhlas itu adalah hanya mengharap kepada-Nya, semata-mata untuk taat kepada-Nya. Dalam menggapai hati yang ikhlas akan ditemui rintangan-rintangan, salah satunya yaitu Riya. Riya bahkan dikategorikan sebagai syirik kecil. Jika sudah diselimuti dengan Riya, habislah sudah semua amal, semua akan hilang. Luruskan niat dalam beribadah hanya meniatkan untuk taat kepada-Nya.

    ReplyDelete
  22. Niat menentukan pahala dari ibadah kita. Ketika kita sholat antara niat yang diucapkan dengan niat dari hati harus sama. Bahwa niat sholat adalah lillahi ta’ala, bukan karena ingin dipuji sholeh oleh orang lain, tetangganya atau keluarganya atau masyarakat. Tidak sedikit manusia yang melakukan kebaikan tetapi niatnya bukan karena Allah SWT. Bersedekah karena malu dengan tetangganya, tetangganya menyumbang sekian rupiah maka ia melebihinya.
    Ingat bahwa niat ibadah adalah lillahi ta’ala dan syurga adalah balasan dari ibadah itu yang diberikan oleh Allah SWT. Jadi niat ibadah itu bukan supaya kita masuk syurga atau terhindar dari neraka. Perbaikilah dan luruskanlah niat agar Allah meridhoi. Sekali lagi niatkan ibadah kita untuk Allah semata.

    ReplyDelete
  23. Lawan dari keikhlasan adalah sifat Riya. Riya dapat mengurangi nilai keikhlasan atau bahkan menghilangkannya sama sekali. Janganlah menumbuhkan dan mengembangkan sifat Riya dalam hati walapun hanya seidikit. Buanglah sifat riya agar kita benar-benar memperoleh keikhlasan. Jika terbersit melakukan suatu amalan bukan karena Allah tetapi karena mengharap pujian dari manusia maka dengan segera hilangkanlah dan kembalikan niat hanya semata-mata kepada Allah. Belajarlah sedikit demi sedikit, sadarilah datangnya sifat riya dalam hati kita kemudian buanglah dan tetapkanlah niat hanya demi Allah semata.

    ReplyDelete
  24. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Semua yang kita lakukan di dunia ini dari Allah dan hanya untuk Allah. Oleh karena itu, semua ibadah yang kita lakukan harus dengan hati yang ikhlas, bukan karena ingin dipuji, atau bahkan ingin terlihat sholeh atau sholeha di depan orang lain. Ikhlas berarti meniatkan diri bahwa ibadah yang dilakukan semata-mata hanya karena Allah dan hanya karena ingin mengharapkan ridho-Nya.

    ReplyDelete
  25. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Begitu besar arti keikhlasan itu, hati yang ikhlas senantiasa menghadirkan kebahagiaan bagi orang yang memilikinya. Banyak sekali pengetahuan tentang keikhlasan yang bisa kita petik dari wacana di atas. Segala sesuatu pertanyaan berkaitan dengan keikhlasan serta jawaban atas pertanyaan tersebut sangat bermanfaat bagi pembaca untuk diilhami dan diterapkan didalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  26. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Memang tidak mudah untuk mencapai titik keikhlasan yang tulus. Menurut saya, yang dinamakan ikhlas itu datangnya dari hati , ketika kita berorientasi hanya pada Allah SWT , tidak melakukan sesuatu demi kepentingan dunia, menolong orang bukan karena ingin dipuji, memberikan sedekah bukan karena ingin dianggap baik di mata manusia. Bahwasannya keikhlasan ini begitu mulia begitu murni adanya, sehingga jika kita melakukan sesuatu didasari dengan rasa ikhlas, maka akan menimbulkan ketenangan dan rasa penuh berkah. Meyakini bahwa setiap hal yang kita lakukan akan ada balasannya dan Allah lah yang membalas itu semua. Ada Allah yang akan memberikan ganjaran yang tidaklah sebanding dengan dunia dan seisinya. Oleh karena itu ketika kita melakukan hal yang baik, seharusnya tidak mengharapkan imbalan apapun.

    ReplyDelete
  27. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Ikhlas itu adanya di dalam hati. Bukan ada di ucapan maupun perbuatan yang dipemer-pamerkan. Jika seseorang beribadah tidak untuk Allah, maka ibadahnya sia-sia karena di dalam hatinya ada sifat riya'. Intinya kita harus selalu bersikap ikhlas dan tawakkal kepada Allah.
    Ikhlas itu merupakan hal yang penting untuk setiap perbuatan kita. Tanpa ikhlas, nilai dari kebaikan itu akan kosong, hampa. Ikhlas akan membuat kita selalu menuju ridlo Allah. Dengan memiliki sifat ikhlas, kita dapat menghindar dari rasa ingin diakui, ingin dilihat, ingin didengar saat kita berbuat kebaikan, terutama dalam beribadah.
    Selain itu, ikhlas juga akan membuat kita selalu mengingat Allah. Ikhlas diperlukan dalam setiap kebaikan. Bukan hanya ada d mulut saja, namun di hati dan pikiran kita. Semoga kita semua senantiasa menjaga keikhlasan hati dan pikiran kita dalam setiap perbuatan.

    ReplyDelete
  28. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    “Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S Adz-Dzaariyaat ayat 56). Ibnu Abbas berkata: Semua penyebutan ibadah dalam Al-Quran maknanya adalah tauhid (Tafsir al-Qurthuby (18/193). Artinya, jika dalam Al-Quran terdapat perintah untuk beribadah kepada Allah, maksudnya adalah tauhidkan Allah atau sembahlah (beribadahlah) hanya kepada Allah. Oleh karena itu salah satu kunci utama agar ibadah kita diterima oleh Allah adalah keikhlasan. Agar kita dapat mencapai keikhlasan itu, maka yang perlu kita lakukan adalah meluruskan niat dalam menjalankan ibadah. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Nya. Dan janganlah sampai timbul sifat riya. Karena sungguh riya itulah yang akan melunturkan amalan ibadah yang telah dikerjakan.

    ReplyDelete
  29. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih prof, ikhlas mendasarikita untuk ringan hati dalam beribadah, dan berbuat kebaikan, karena ketika kita ikhlas kita tidak peduli dengan penilaian orang lain. Kita beribadah dan berbuat baik hanya karena ingin mendapatkan ridho Allah semata. Tidak menampakkan ibadah yang kita lakukan pada orang lain, karena jika kita berniat menampakkan ibadah yang kita lakukan, maka akan timbul sifat ingin diakui oleh makhluk, padahal hal ini membuat sifat pamer muncul didalam diri. Jauhkanlah sikap pamer dan ingin diakui oleh makhluk, beribadah dan berlaku baiklah dengan ikhlas dan hanya mengejar ridho Allah semata.

    ReplyDelete
  30. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Ikhlas sangatlah penting, mengingat diterima atau tidaknya amalan dan pahala kita tergantung pada keihklasan kita dalam menjalankan amalan tersebut. Sedikit menambahkan, bahwa ikhlas itu juga tidak riya’. Dapat kita lihat di surah al-ikhlas, meskipun nama surahnya Al-Ikhlas, namun tidak ada sedikitpun disebut kata ikhlas dalam surah tersebut. Apa makna di balik itu semua. Ketika seorang ikhlas, maka kita tidak perlu menyebarkan berita kemana-mana bahwa kita telah beramal. Beramal yang ikhlas itu ibaratnya tangan kanan memberi, namun tangan kiri kita tidak mengetahuinya.

    ReplyDelete
  31. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Kaitannya ikhlas dengan amal ibadah kita yaitu bagaikan roda dan rantai pada sepeda. Mereka ada dan akan senantias berdampingan. Dimana tugas kita didunia adalah beribadah kepada Allah yang artinya juga kita diperintahkan beribadah dengan ikhlas. Untuk mendapatkan hati yang ikhlas itu dengan niat dan cara beribadah yang telah dicontohkan dengan Rasulullah. Niat adalah perkara pertama dan utama, sebagai mana dia adalah bahasan pertama dalam kitap hadits arba’ain. Tentang utamanya niat, jika niat itu hanya untuk dinia maka hasilnya juga hanya untuk itu, tapi ketika niat hanya untuk Allah maka niat itupun akan sampai pada Allah. Penghalang ikhlas adalah riya. Riya adalah perbuatan yang niatnya hanya dilihat manusia. Dan perbuatan Riya adalah godaan syetan. Semoga kita senantiasa berusaha untuk menggapai sebenar-benar iklhas.

    ReplyDelete
  32. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT merupakan puncak yang harus dicapai makhluk untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Meskipun terkadang banyak halangan dan rintangan yang harus dihadapi untuk mencapainya. Penghalang utama adalah kesombongan diri. Setelah saya membaca saya belajar bahwa untuk menggapai keikhlasan tersebut, kita harus tetap fokus pada tujuan dan selalu sadar diri bahwa manusia adalah makhluk Allah SWT yang penuh dengan kontradiksi.

    ReplyDelete
  33. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini kami memahami bahwa keikhlasan adalah wujud ketaatan hamba kepada Tuhannya, dengan keikhlasan dalam beribadah mampu manjauhkan kita dari godaan-godaan syaitan. Dalam Islam untuk menghayati keikhlasan bisa dengan membaca dan menghayati surat Al-Ikhlas, karena didalamnya terkandung wujud pengakuan seorang hamba kepada Tuhannya.

    ReplyDelete
  34. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dari elegi ini di tulisakan mengenai firman Allah yang menyebutkan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk menyembah kepada-Nya. Dari ayat ini sangatlah jelas dan tidak ada alasana lagi bagi manusia untuk ingkar kepada Allah. Namun, karena pengaruh syaiton terkadang mengakibatkan manusia lalai kepada Tuhannya. Jadi, sebagai manusia yang taat sebaikny akita melakukan apapun di dunia hanya untuk mengharap ridho Allah semata.

    ReplyDelete
  35. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Suatu penyakit yang sulit untuk dihilangkan dan dihindari oleh manusia adalah penyakit hati. Untuk terhidar dari penyakit lahir sungguh sangat mudah, tetapi untuk terhindar dari penyakit hati itu merupakan perkara yang membutuhkan kelembutan hati dan keikhlasan dalam bertindak. Kita harus membersihkan hati terlebih dahulu untuk menggpai Ridho-Nya. Ya Allah jauhkanlah hamba dari penyakit hati yang membuat hati ini keruh dan menghalangi untuk mendekatkan diri kepada-Mu, Amiin.

    ReplyDelete
  36. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Hidup adalah sebuah fatamorgana dunia yang hanya berupa serumpunan skenario yang dibuat dan dimainkan oleh sang pencipta, Kita hanyalah sebagai pinokio yang digerakkan oleh sang maha kuasa, maka dari itu niatkan dan lakukan cara untuk memperoleh keikhlasan yang hakiki. Ikhlas bukanlah sesuatu hal atau sifat yang mudah untuk bisa dimiliki. Iklas memerlukan perjuangan yaitu salah satunya dengan pembiasaan diri. Orang yang mengucapkan ikhlas dimulut belum tentu sesuai dengan kenyataan dihati. Karena mengucapkan adalah hal yang lebih mudah dilakukan dari pada sebuah tindakan nyata. Maka dari itu kita sebagai insan yang beriman marilah selaraskan antara ucapan dan perbuatan agar terhindar dari golongan orang-orang mendusta.

    ReplyDelete
  37. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Ikhlas, menghendaki yang kita lakukan tidak lain karena ketaatan kita pada Illahi, menggapai ridho-Nya. Maka beribadah, maka beramal yang orientasinya adalah untuk meraup pahala sebesar-besarnya adalah masuk pada yang tidak ikhlas. Bukankah orientasinya karena ketaatan kita pada Illahi? Hanya Allah tujuan kita. (Benar-benar ini menampar saya)

    Lagi-lagi. Ikhlas ternyata beda dengan merasa ikhlas. Rasanya ikhlas, ternyata bukan ikhlas yang dirasakan, itulah riya. Adalah sombong yang munculnya tiba-tiba. Benar-benar ini membuat kita harus terjaga dan senantiasa waspada.

    Terimakasi. Elegi ini mengajarkan saya agar senantiasa berhati-hati. Ya, hati-hati pada diri sendiri. Berjaga, takut jika sombong datang terlebih dahulu dan menghadang keikhlasan yang diupayakan. Astaga, ikhlas kok diupayakan. Terkesan terpaksa. Benar-benar ternyata saya belumlah seorang yang ikhlas.

    ReplyDelete
  38. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Bentuk komunikasi antara manusia dengan Tuhannya adalah dengan cara berdoa, berdoa itu memohon, maka idealnya ketika memohon hendaknya kita menunjukkan bahwa kita pantas mendapat apa yang kita inginkan, dengan cara bagaimana, menunjukkan keikhlasannya, perbuatannya, niatnya, ketulusannya. Kita tidak perlu mengatakan semua itu, tetapi cukup hati kita yang akan berbicara, karena Tuhan itu Maha segalanya, maha mengetahui atas apa yang kita lakukan, kita rasakan, dan yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  39. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima ksih atas postingannya, Pak. Saya sangat setuju bahwa sifat riya adalah penghalang terbesar manusia untuk merasa ikhlas. Bagaimana mungkin kita dikatakan ikhlas jika kita masih menceritakan amalan-amalan baik yang telah kita lakukan. Haraplah keridhoan dari Allah SWT, bukan dari manusia. Dengan mengharap keridhoan Allah, maka seseorang tidak perlu memamerkan kebaikannya kepada manusia, cukuplah Allah SWT saja yang tahu.

    ReplyDelete
  40. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Untuk menggapai ikhlas, yang pertama ialah dengan menetapkan niat. Niat baik yang ikhlas, tentu akan mendatangkan kebaikan pula. Niat tersebut ditujukan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Menggapai ikhlas memang tidak mudah, banyak sekali godaan dari syaitan. Salah satu yang menjadi penghalang terbesar dalam menggapai ikhlas ialah riya’. Riya’ ialah ketika melakukan suatu amalan hanya untuk mendapat pujian dari orang lain bukan untuk beribadah kepada Allah. Jika niatan ibadah ditujukan selain Allah, maka ibadah tersebut hanya akan sia-sia. Oleh karena itu, lakukan segala sesuatu itu dengan hati yang ikhlas agar memperoleh ridhanya.

    ReplyDelete
  41. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Kunci dari segala hal yang kita lakukan supaya tidak sia-sia adalah ikhlas. Baik dalam hal sholat, megaji, sodaqoh, umroh, haji, belajar, membantu orang tua, berdagang, mengajar, dll. Untuk menuju ikhlas, tentu segala yang kita lakukan harus kita niati. Niat yang bagaimana yang menuju ikhlas? Niat semata-mata segala hal yang kita lakukan adalah bentuk ibadah kita kepada Allah SWT, agar Allah selalu meridhoi dan melindungi kita dari godaan setan dan jin. Tidak terbayang bagaimana jika Allah tidak ridho dengan apa yang kita lakukan. Contohnya kita belajar tetapi tidak diniati untuk ibadah kepadaNya, bagaimana jika Allah menjdai tidak ridho? Sepintar apapun kita, jika Allah tidak ridho, ilmu yang kita pelajari tidak akan bisa kita serap, bisa jadi segala ilmu yang ada pada otak kita dicabut sama Allah. Naudzubillah.
    Jadi, itulah pentingnya ikhlas dalam segala hal, dilakukannya ringan, mendapat ridho dan pahala pula.

    ReplyDelete
  42. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Niat ikhlas dalam beribadah hanya tertuju pada satu tujuan yaitu Allah SWT.Kadar amal perbuatan seorang hamba tergantung dari yang di niatkannya.Seperti yang digambarkan dalam hadist yag ditulis pada elegi di atas.Labuhkan hati sepenuhnya hanya kepada Allah, meminta hanya kepada Allah.Karena Allah ingin kita lebih lekat dengan-Nya,lebih dekat dengan-Nya, lebih berharap dengan-Nya.Niatkan segala suatu hanya untuk Allah satu-satu-Nya.Sebab hanya kepada Allah kita menyembahdan dan hanya kepada Allah pula kita memohon pertolongan “iyyaakana’buduwaiyyaa kanas ta’iin.”(QS Alf-fatihah ayat 5)

    ReplyDelete
  43. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Menenangkan saat membacanya. Saya merasa memiliki dorongan baru untuk terus berbuat sesuatu dengan semata-mata hanya untuk Allah SWT. Semoga Allah memberikan kepada kita semua bimbingan menuju perbuatan yang tidak sia-sia. Aamiin Yaa Robbal'aalamiin.

    ReplyDelete
  44. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 7 ini, saya memahami bahwa cara menggapai hati yang ikhlas tidak lain dan tidak bukan adalah dengan memasang niat yang baik dan ikhlas ketika setiap akan memulai ibadah. Karena tolak ukur diterima atau tidaknya amalan dan ibadah kita tergantung dengan niat kita dalam beribadah. Ikhlas itu sendiri merupakan menjalankan ibadah semata-mata hanya untuk mengharapkan keridhaan dari Allah SWT. Namun ada satu hal yang menjadi penghalang dari niat ikhlas seseorang, yaitu riya’. Jika seseorang telah merasa riya’, mengejar pujian, dan mengejar prestise dalam masyarakat maka terhapuslah niat ikhlasnya tersebut. Karena saat itu ia tidak lagi mengharap ridho Allah, melainkan hanya mencari kehormatannya dalam masyarakat.

    ReplyDelete
  45. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Tanya jawab yang sangat mncerahkan tentang keikhlasan hati. Saya rasa sangat sulit untuk dapat mendefinisikan ikhlas, karena hanya aku dan Tuhan yang mengetahui keikhlasanku. Namun, yang menjadi universalitas dari Ikhlas adalah kehendak atas amalan kita. Segala perbuatan amal haruslah didasari dengan niat atau kehendak yang tulus. Zaman sekarang, musuh terbesar atas keikhlasan adalah Riya’, begitu banyak media-media yang memfasilitasi manusia untuk berbuat Riya’. Seperti contoh, memamerkan foto sedang beramal di media sosial dan lain sebagainya. Semoga kita semua dapat menjaga keihlasan kita masing-masing.

    ReplyDelete
  46. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih prof lagi lagi ini elegi yang sangat luar biasa, menyiratkan maksud yg sangat berharga.
    Niat yg benar salah satu cara untuk menggapai keikhlasan itu sendiri. Dan penghalang dari keikhlasan adalah riya, yaitu beramal tapi hanya ingin dilihat manusia . Riya termasuk syirik kecil yang membawa bencana bagi manusia yang melakukannya. Ujungnya dari riya adalah sifat ingin dipuji dan sombong yang terus terasah. Biarlah kita menutupi amal ibadah kita hanya sebagai mana kita menutup aib kita. Dan semoga kita selalu menjadi orang orang yg beramal hanya untuk menggapai rido Allah SWT saja.

    ReplyDelete
  47. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Salah satu tugas manusia selama di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah. Ada dua hal penting yang terkandung dalam kalimat tersebut. hal pertama adalah bahwa tugas kita selama hidup adalah untuk beribadah. Maka setiap aktivitas apapun yang kita lakukan hendaknya kita niatkan untuk beribadah. Kuliah dan mengerjakan tugas bagi mahasiswa hendaknya diniatkan untuk beribadah. Mengajar bagi pendidik harus diniatkan sebagai ibadah. Mengemudi bagi sopir pun bisa juga diniatkan untuk ibadah. Hal penting kedua yang terkandung dalam kalimat tersebut adalah beribadah kepada Allah. Artinya niat kita harus benar, yaitu karena Allah atau ikhlas. bukan karena yang lain, seperti agar dinilai alim, dinilai berilmu, agar dilihat atasan, agar dilihat wanita. Tidak boleh ibadah yang kita lakukan mengandung unsur-unsur yang dapat mengotorinya seperti yang telah dicontohkan tadi.

    ReplyDelete
  48. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepadaNya. Jadi segala sesuatu yang kita kerjakan memanglah harus berlandasakan untuk beribadaah kepada Allah, jika melakukan segala hal untuk beribadah kepada Allah maka ada unsur ikhlas didalamnya, dan itulah syarat diterimanya amal ibadah seseorang. Berbeda ikhlas ketika di niat kan untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas untuk dilihat ikhlas oleh orang lain atau yang disebut riya' itu sama sekali tidak dinilai ibadah oleh Allah, justru itu dapat disebut dengan syirik kecil, seperti yang disabdakan oleh nabi Muhammad SAW. yang disebutkan pada elegi ini. Sungguh itu suatu perbuatan yang sia-sia dan sangat tidak menguntungkan untuk kehidupan didunia dan akhirat karena orang yang tidak ikhlas atau riya' akan dikelilingi oleh orang-oarang seperti itu pula, beda halnya orang yang ikhlas untuk beribadah kepada Allah maka Allah akan mengirimkan orang-orang yang berhati ikhlas pula disekelilingnya, sungguh syurga dunia yang sudah didapatkan dan mereka adalah orang-orang yang beruntung.

    ReplyDelete
  49. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya merasa diingatkan untuk melakukan kebaikan ya untuk kebaikan saja. Bukan karena mengharap imbalan dari kebaikan yang Saya lakukan. Bahkan Juga bukan karena mengharap kebaikan Allah bagi saya. Dia itu baik, Tak terselami, justru sayalah yang harus penuh syukur atas kebaikan Nya. Apa alasannya bila aku hendak berbuat tidak ikhlas?
    Hmmm.... Mudah dikatakan tapi sukar benar dijalankan. Mungkin perlu lebih banyak berlatih spontan membantu orang lain yang kesulitan. Tak perlu banyak berpikir. Percaya bahwa Allahlah yang sedang menggunakan Saya untuk menolong orang itu. Semoga bisa... Dengan kehendak Allah.

    ReplyDelete
  50. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    Di zaman sekarang banyak yg menjadikan kegiatan ibadah sebagai pencitraan untuk menarik simpati dan memperoleh keuntungan pribadi. Orang seperti ini menganggap remeh ritual ibadah hanya karena ia merasa memiliki uang. Kegiatan ibadah tidak dapt diukur dgn sebanyak apa uang yang kita keluarkan. Dalam ibadah umrah misalnya, berkali kali pergi umrah namun tak sekalipun niatnya benar2 mendekatkan diri kepada Allah, akan menjadi sia2. Kebanyakan orang beribadah hanya untuk dicap baik atau mendapat pujian dari orang sekitar. Tak jarang saya pun merasa mengerjakan ibadah semata-mata karena terpaksa agar dapat mengerjakan kegiatan lain setelahnya. Semoga kita dapat meluruskan niat kita dalam beribadah sehingga dapat menggapai keikhlasan.

    ReplyDelete
  51. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Diterima atau tidaknya amal ibadah tergantung dari keikhlasan hati. Hati yang ikhlas adalah hati yang tidak mengharap pada selain Tuhannya. Saya akui, hal yang paling susah adalah menjaga niat. Karena hati saya selalu berubah-ubah. Ikhlas atau tidaknya kita dalam melalukan amal ibadah hanyalah Allah yang tahu. Kita hanya dapat terus berusaha untuk menggapai keikhlasan.

    ReplyDelete
  52. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam kitab-kitab fiqh, bab niat biasanya menjadi bab pertama yang dibahas. Dalam syarah hadis arbain imam nawawi bab niat juga menjadi hadist pertama yang dibahas. Salah satu contoh niat yang tidak ikhlas adalah pada saat para sahabat hijrah ke madinah, ada seorang pemuda ingin hijrah dengan tujuan utama bukan karena ingin menyelamatkan imannya melainkan karena ingin menikahi seorang wanita. Maka dari itu dalam segala perbuatan niat itu penting, jangan sampai berniat selain untuk mendapat ridho Nya.

    ReplyDelete
  53. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika seorang manusia hidup didunia memiliki tujuan yang baik, maka tujuan itu tidak lain hanyalah mendapatkan ridho alloh. Seperti yang dikatakan syair abu nawas “ilaahi lastu lilfirdausi ahla, wa laa aqwa ‘alaa an-nari al-jahiimi, fa habli taubatan waghfir dzunuubii, fainnaka ghoofiru dzanbin ‘adziimin” dari syair tersebut saya mengambil kesimpulan sebenar-benarnya yang kita harapkan adalah ampunan dari Alloh. Untuk mendapatkan ampunan tersebut, maka ridho Alloh lah yang sangat penting.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  54. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Sesungguhnya diterimanya suatu amalan berdasarkan keikhlasannya. Oleh karenanya beribadah kepada Allah dengan keikhlasan, artinya semata-mata demi ketaatan kepadaNya. Namun penghalang terbesar dari keihlasan adalah riya, yaitu melakukan sesuatu hanya untuk mengharapkan pujian dari manusia. Maka perbanyaklah istighfar jika hal tersebut kita lakukan. Karena kita sungguh dalam keadaan yang merugi.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  55. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Di dalam menggapai hati yanh ikhlas perlu suatu perbuatan yang benar. Perbuatan yang sesuai kewajiban di ciptakannya manusia yaitu melaksanakan semua kewajibananya, melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Kita juga harus memiliki niat yang kuat. Namun, jangam sampai kita berlebihan dengan niat itu. Terkadang ketika niat yang tinggi akan membuat kita terjerumus yaitu ingin mendapatkan pujian dari orang lain. Ketika kita pada keadaan seperti itu, maka kita belum bisa dikatakan menggapai hati yang ikhlas. Oleh karena itu, dalam menggapai hati yang ikhlas di butuhkan niat dan perbuatan yang benar dengan memperbanyak amal dan ibadah.

    ReplyDelete
  56. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Melakukan sesuatu dengan ikhlas artinya tidak mengharapkan apa-apa selain ridho dari Allah swt. Jika masih saja mengharapkan hal lain maka belum bisa menggapai keikhlasan. Ikhlas tidak bisa dilihat akan tetapi bisa dirasakan oleh hati. Ikhlas diawali dengan niat lalu diwujudkan dengan perbuatan tanpa diungkit-ungkit lagi dan dipamerkan kepada orang lain untuk tujuan mendapatkan pujian dan penghargaan dari orang lain, karena ikhlas memang tidak mengharapkan balasan apa-apa melainkan ridho dari-Nya.

    ReplyDelete
  57. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Salah satu kunci diterimanya amal ibadah kita sebagai hamba Allah adalah ikhlas. Salah satu penghalang ikhlas adalah riya. Seringkali riya muncul dalam hati manusia, terkadang tanpa disadari kita ingin dipuji oleh orang lain. Hal inilah yang akhirnya membuat ikhlas kita menjadi hilang. Selain membuat keikhlasan seseorang hilang riya sangatlah berbahaya, bahaya riya adalah riya lebih berbahaya dari pada fitnah Dajjal, riya menjadi sebab azab di neraka, dan merupakan ciri-ciri perbuatan orang munafik. Begitu banyaknya bahaya riya, maka sudah semestinya kita selalu menghindarinya.

    ReplyDelete
  58. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dari elegi ini saya dapat menyimpulkan bahwa keikhlasan itu dimulai dari niatnya. Apabila dia telah berniat melakukan sesuatu, maka niatan tersebut berdasarkan hanya untuk mencari ridho dari Tuhan, karena hanya kepada Tuhan kita meminta dan memohon pertolongan,saat niat kegiatan kita hanya didasarkan untuk ditunjukkan kepada manusia maka akan ada suatu ketika kita akan merasakan sakit hati karena ekspektasi yang kita harapkan kepada manusia tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Selain itu janganlah jadi manusia yang riya, karena saat kita riya maka kadar keikhlasan juga akan berkurang. Semua itu akan menjadi tidak sempurna saat seorang manusia ingin menonjolkan kebolehannya kepada orang lain (riya).

    ReplyDelete
  59. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ikhlas itu seperti surat ikhlas yang di dalamnya tidak ada satu kata ikhlas. Saya sering sekali mendengar kalimat seperti itu. Melakukan sesuatu sepertI dengan tangan kanan dan tangan kirinya tidak mengetahuinya. Ya mungkin sulit untuk sebagian orang. Bukan, ini suliy untuk orang yang belum mendapatkan ilmu tentang arti suatu manfaat ikhlas. Ikhlas untuk mendapatkan rido dari Allah, itu yang menjadi kunci utama dari perilaku ikhlas yang harus ditanamkan sejak dini.

    ReplyDelete
  60. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini yang dapat saya ambil hikmahnya adalah kunci utama agar amal ibadah kita dapat diterima Allah swt adalah ikhlas. Selama kita menjalankan ibadah kita dengan ikhlas dan hanya mengharap keridhaan Allah swt, maka insyaallah Allah akan menerima ibadah kita. Namun jangan sekali-kali beribadah bukan karena Allah, atau beribadah hanya untuk menarik perhatian orang lain hal itu adalah salah satu bentuk menyekutukan Allah. Hal itu adalah, hal yang menyalahi aturan karena sudah jelas bahwa Allah itu maha esa sehingga tiada Tuhan selain Allah. Sudah semestinya kita meniatkan segala sesuatu karena Allah dan hanya mengharap ridhonya. Terimakasih

    ReplyDelete
  61. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia diciptakan untuk menyembah dan beribadah kepada Allah SWt. Karena itulah dalam setiap kegiatan yang kita lakukan kita harus mendasarinya dengan niat ibadah kepada Allah SWT. Karena itu pulalah kita harus senantiasa ikhlas dalam beribadah, Ikhlas itu adalah ketika kita tidak mengharapkan selain ridho Nya. Maka dalam bekerja pun bukan harta yang menjadi tujuan kita, tapi bagaimana dengan bekerja kita dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi orang disekitar kita, bagaimana dengan bekerja kita dapat memberikan nafkah bagi keluarga kita. Maka meskipun merupakan hal yang sulit, kita harus senantiasa menghadirkan ikhlas dalam setiap langkah kiita dan menjadikan segala kegiatan dilakukan hanya karena Allah SWT semata.

    ReplyDelete
  62. Tujuan manusia dimuka bumi adalah untuk beribadah. Segala kegiatan yang dilakukan manusia di bumi haruslah karena ibadah, semua yang dilakukan manusia di bumi haruslah didasari dengan niat yang ikhlas, jika tidak, maka apapun yang kita lakukan akan menjadi sia-sia saja, tidak berharga.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  63. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  64. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Menggapai hati yang ikhlas itu mudah diucap namun sulit dilakukan. Ikhlas adalah rahasia di dalam rahasia, dimana hanya kita dan Allah yang Tahu. Apa yang kita kerjakan yang menurut kita sudah ikhlas, belum tentu Allah menilainya sebagai suatu keikhlasan. Menurut saya, cara ikhlas paling mudah adalah menjalankan ibadah tanpa mengeluh, tanpa meminta balasan dan imbalan dari Allah meski nantinya Allah pasti memberi itu, melakukan segala sesuatu tanpa pernah mengingat dan membicarakannya lagi seakan-akan itu hal yang biasa untuk kita. Karena salah satu kunci diterimanya amal ibadah kita adalah ikhlas, maka ikhlas menjadi tolak ukur diterima atau ditolaknya amal ibadah kita. Semoga sebagai hambaNya, kita mampu berusaha untuk terus ikhlas dalam melakukan segala perintahNya ddan menjauhi laranganNya, Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  65. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sebuah keikhlasan itu tidak dapat dilihat. Bahkan orang lain tidak akan bisa menilai tingkat keikhlasan manusia. Yang tahu hanyalah Allah SWT. Ikhlas itu dapat diperoleh dengan berdzikir. Manusia diajarkan ketauhidan hamba Allah yang sudah mengikrarkan tauhid bahwa hanya Allah yang patut disembah.

    ReplyDelete
  66. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Salah satu kunci dari pada ibadah yang diridhai adalah niat yang ikhlas karena Allah. Jadi dalam beramal ibadah dan doa pun, kita harus berniat untuk mematuhi dan melaksanakan kewajiban yang ditentukan oleh Allah untuk kita. Tidak ada alasan-alasan lain, benar-benar hanya karena Allah. Hanya Allah lah tujuan kita. Memang hal ini tidak mudah, karena selalu ada halang ringtang yang membersamai ikhtiar kita. Salah satunya adalah riya dan kesombongan, ingin dilihat baik, ingin menunjukkan kelebihan, dsb. Maka disitulah kesungguhan niat kita diuji dan dipertaruhkan. Marilah terus beristigfar mohon ampun kepada Allah dan selalu mohon petunjuk-Nya.

    ReplyDelete
  67. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Ikhlas adalah saat kita tidak memperdulikan pandangan dan penilaian orang lain terhadap pekerjaan yang kita lakukan, melainkan kita hanya mengharapkan keridhoan dari Allah SWT. Sebenar-benar ikhlas adalah tidak ada maksud lain di luar niat beribadah kepada-Nya. Untuk dapat menggapai hati yang ikhlas maka rajinlah membaca dua tuntunan kehidupan yaitu alquran dan hadis serta senantiasalah mohon perlindungan dari Tuhan YME agar dijauhkan dari godaan syeitan.

    ReplyDelete
  68. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum.
    Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam (Q.S al-An’ām : 162)
    Padahal tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama ini dengan lurus . . .(Qs. Al-Bayyinah: 5)
    Dalam beribadah kepada Allah harus diniatkan dan ikhlaskan hanya untuk Allah SWT. Artinya menjadikan tujuan seluruh ibadah lahir batin itu hanyalah mengharap ridho Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. Ikhlas adalah menjadikan bergerak dan diamnya seorang hamba, sembunyi-sembunyi atau terang-terangan hanya untuk Allah SWT semata tidak tercampuri oleh hawa nafsu dan keinginan dunia.

    ReplyDelete
  69. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Kita semua diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Kita harus mengikhlaskan ibadah kita hanya kepada Allah SWT. Ikhlas dapat dijadikan sebagai kunci utama diterima atau tidaknya ibadah kita. Segala sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas insyaAllah akan menghasilkan hasil yang optimal. Janganlah kita melakukan sesuatu hanya sekedar untuk pencitraan saja, hal ini berbahaya karena akan membawa kita ke dalam riya'. Jika perilaku riya tersebut dilakukan secara terus menerus, akan berbahaya karena akan membawa kita menuju sikap munafik. Maka dari itu, marilah kita memperbaiki niat yang ikhlas ketika akan melakukan sesuatu.

    ReplyDelete
  70. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Ikhlas bukan perkara yang sepele dan mudah, namun apabila kita telah meraihnya, bahkan iblis pun tidak berdaya untuk menggoda kita. Mengingatkan kita kembali mengapa kita ada di dunia ini, untuk menjadi sebaik-baiknya hamba yang selalu beribadah kepada-Nya yang disertai dengan keikhlasan yang sebenar-benarnya hingga tujuan kita hanya Allah. Semoga kita mendapat rizki rasa keikhlasan itu dan terhindar dari sikap Riya. Aamiin.

    ReplyDelete
  71. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Surat al ikhlas sering kita baca dalam bacaan shalat kita. Namun banyak yang tidak memahami makna yang terkandung dalam surat Al-ikhlas. Tidak hanya itu, banyak dari kita juga yang tidak memahami esensi shalat, berwudhu, serta ibadah-ibadah yang lainnya. Bagi orang-orang tersebut yang penting hanya “telah melakukannya” atau agar orang lain melihatnya, tidak mengindahkan bagaimana keikhlasan mereka saat menjalankan ibadah. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang tersebut serta senantiasa ikhlas menjalankan Ibadah kepada Allah SWT dan makin dekat denganNya. Aamiin

    ReplyDelete
  72. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Untuk urusan hati ikhlas, memang orang sufi adalah contoh idealnya. Hati yang ikhlas adalah tidak mengharapkan apapun dari amalnya kecuali sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, bahkan balasan surge pun tk berharap, karena hanya menginginkan ridha Allah. Sebagai peserta ritual ikhlas, penting kiranya menata hati yang ikhlas, menghilangkan sifat riya, ingin dilihat, ingin didengar, ingin tampak. Semoga di akhir ritual kita bisa ikhlas speerti ini.

    ReplyDelete
  73. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Setiap usaha baik, usaha ikhlas pasti akan ada kontradiksinya, yaitu tidak ikhlas. Sejauh kita ikhlas, maka ketidakikhlasan akan terus membayangi, lalu bagaimana kita mensikapinya ? tentu slalu berdoa kepada Allah berlindung dari godaan setan yang selalu membisikan ketidakikhlasan dibalik keikhlasan, memhon bimbingannya. Artinya, dengann ikhlas kita mampu dekat dengan Allah, dan ketika dekat dengan Allah, memberi perlindungan kepada kita dari godaan setan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  74. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sesungguhnya jin dan manusia diciptakan untuk senantiasa beribadah kepada Allah SWT. Beribadah ialah perbuatan patuh pada perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Selain beribadah, jin dan manusia memiliki kesamaan yaitu sama-sma memiliki hawa nafsu. Sayangnya, jin termakan kesombongannya sehingga enggan patuh pada perintah Allah untuk menghormati Adam. Kemudian ia dimurkai dan ditetapkan masuk neraka tetapi diberi keringanan yaitu dibiarkan hidup di dunia hingga hari kiamat. Inilah asal mula jin membenci manusia dan berusaha untuk menyeret dan membujuk manusia agar melaukan perbuatan tercela sesuai dengan hasutannya. Salah satunya ketidakihklasan dalam beribadah. Seseorang terkena godaan syaitan belum tentu lantas tida beribadah, bisa juga ia tetap beribadah tetapi dengan cara yang tidak ikhlas. Contohnya ketika sodaqoh dengan hati yang tidak ikhlas maka akan muncul keinginan untuk pamrih atau pamer terhadap orang lain. Contoh lainnya say belajar atau menuntut ilmu, karena tidak ikhlas hai maupun pikir seningga dalam mengerjakan tugas melaukan kecurangan dan sebagainya.

    ReplyDelete
  75. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Salah satu batu penghalang besar dalam menggapai keikhlasan adalah riya atau merasa ingin dilihat, dipuji, dan diberikan penghargaan tentang kebaikan yang telah dilakukannya. Jika masih ada riya saat kita melakukan kebaikan berarti hati kita belum ikhlas. Jadi sebisa mungkin kita jauhi diri dari sifat riya agar mudah menggapai keikhlasan yang sebenar-benarnya ikhlas. Allah swt lah yang pada akhirnya menilai dan mengetahui sesungguhnya isi hati manusia. Semoga kita selalu dijauhi dari sifat riya ataupun iri dengki terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  76. Latifah Fitriasari
    PM C

    Bekerja keras itu menghasilkan, bekerja cerdas itu melipatgandakan, dan bekerja ikhlas itu menenteramkan. Amal kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain lebih diharapkan amal tersebut ikhlas, karena tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut kecuali hanya karena Allah semata. Niat termasuk perbuatan hati maka tempatnya adalah didalam hati, bahkan semua perbuatan yang hendak dilakukan oleh manusia, jika niat awal kita ikhlas karena Allah tapi kemudian kita mengharap yang lainnya, maka amal pernbuatan kita itu tidak akan diterima Allah SWT.

    ReplyDelete
  77. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Ikhlas merupakan salah satu kunci agar kita tidak dapat diganggu, digoda dan diperdaya oelh syaitan. Dengan ikhlas kita mampu beribadah dengan senang tnapa da paksaan, dengan ikhlas juga kita mampu merasa bahwa setiap saat kita selalu diawasi oleh Allah, bahwa setiap solat kita selalu diperhatikan oelah Allah.

    ReplyDelete
  78. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Riya merupakan musuh terbesar manusia dalam beribadah. Riya memakan amal ibadah kita layknya api memakan kayu bakar. Apa yang telah kita usahakan dengan susah payah hilang dan sia-sia. tidak ada lagi yang tersisa melainkah kelelahan, susah payah dan waktu yang terbuang. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  79. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Riya bisa dilakukan oleh setiap makhluk yang bernafas. Merasa kita telah beribadah dengan bersungguh-sungguh juga merupakan ciri-ciri riya', bahkan hal-hal kecil seperti saat kita tengah melakukan sesuatu kemudian berhenti karena ada orang lain, hal itu dapat digolongkan menjadi riya' juga menurut beberapa riwayat. Riya' adalah musuh terbesar kita, maka sebaik-baik perbaikan diri ialah menjauhkan sifat riya' dari diri kita. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  80. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Salah satu kunci diterimanya amal ibadah kita sebagai hamba Allah adalah Keihlasan. Keikhlasan merupakan tolok ukur diterima atau ditolaknya ibadah kita.
    Agar kita dapat menggapai keikhlasan, maka yang perlu kita lakukan adalah meluruskan niat dalam menjalankan ibadah. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Nya.

    ReplyDelete
  81. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    alah satu syarat diterimanya ibadah kita yaitu ikhlas dalam menjalankannya. Sebelum melakukan pekerjaan sebaiknya diluruskan niatnya hanya untuk mencari ridha Allah dan melakukannya dengan ikhlas. Allah menciptakan jin dan manusia untuk menyembah-Nya, namun syaitan ingkar dan akan menggoda manusia sampai kiamat. Manusia yang akan mudah digoda adalah manusia yang tidak ikhlas. Oleh karena itu, Alquran memberikan tuntunan untuk bersikap ikhlas dalam hal apapun.

    ReplyDelete
  82. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Ketulusan sangat penting dalam kehidupan manusia. Setiap perbuatan dan setiap perkataan dalam hidup kita adalah karena Allah SWT (Tuhan). Dimanapun itu, kapanpun itu atau siapapun itu. Tetapi sayangnya, saat ini orang selalu lupa mengapa mereka melakukan sesuatu. Mereka jarang mencoba untuk membangun hubungan (spiritual) yang baik antara dengan penciptanya. Ketulusan akan ada jika kita benar-benar tahu siapa diri kita sebenarnya dan siapa Tuhan kita. Tuhan menunjukkan kepada kita seberapa besar kekuasaannya. Ketika sesorang telah mengenal Tuhannya maka ini adalah apa yang kita sebut dengan tulus. Setiap hembusan nafas dan aliran darah yang mengalir dalam tubuh kita karena kekuatan dari Allah dan tidak ada alasan untuk menjauh dari Nya.

    ReplyDelete
  83. Ilania Eka Andari
    17709251050
    pps pmat c 2017

    salah satu kunci diterimanya amal ibadah kita oleh Allah adalah keikhlasan. banyak hal yang melemahkan keikhlasan kita, salah satunya adalah riya. riya merupakan salah satu 'penyakit hati'yang sangat berbahaya, dimana sudah menuju ke arah syirik.
    keikhlasan tidak cukup hanya dalam lisan, tetapi harus ikhlas hati dan juga ikhlas pikir. semoga kita dapat selalu ikhlas dalam berbuat, berpikir, dan menjalani segala macam aktivitas.

    ReplyDelete
  84. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Keikhlasan adalah salah satu kunci diterimanya amal ibadah kita. Sebanyak apapun ibadah, kebaikan yang telah kita lakukan jika tidak dilakukan oleh niat yang ikhlas maka amal ibadah itu menjadi tidak berarti. Ikhlas ada di dalam hati dan karenanya semua perbuatan atau amal ibadah kita tidak perlu di bicarakan kepada orang lain, karena yang awalnya niatnya ikhlas pun akan menjadi riya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  85. Assalamualaikum, wr.wb.
    Semua perbuatan/perkerjaan yang kita lakukan di dunia akan tergantung pada niatnya, jika melakukan kebaikan namun di awali dengan niat yang tidak baik pun akan menjadi tidak baik. Bahkan ilmu yang paling tinggi pun jika tidak diawali dengan niat yang baik atau yang ikhlas maka akan kembali pada diri kita yaitu ilmu itu hanya akan menjadi mitos. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  86. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    dari elegi ritual di atas saya mendapatkan banyak ilmu. agar amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT kita harus ikhlas dan tidak lupa juga dengan tata cara yang benar. misalnya saja, kita ikhlas sholat subuh, tapi kita tidak wudhu, maka tetap saja sholat kita tidak diterima. seperti itulah, ikhlas dan tata cara yang benar, merupakan syarat agar amal ibasah kita diterima. dan tidak lupa hal penting lainnya yang perlu kita waspadai seperti yang disebutkan di atas, betapa besarnya bahaya penyakit riya itu. semoga kita semua terhindar dari penyakit riya, aamiin ya rabbal alamiin

    ReplyDelete
  87. Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas tulisan yang bermanfaat ini. Apa yang bapak tuliskan selama ini mengandung nilai-nilai edukasi yang sangat bermanfaat bagi kita semua, tanpa terkecuali tulisan di atas. Tanya jawab tentang keikhlasan dalam tulisan bapak seolah-olah mengajak kami berperan sebagai subjek dalam percakapan tersebut. Saya rasa tulisan ini berhasil menjadi instrument belajar yang efektif untuk memahami secarik makna keikhlasan. Allahua a’lam bishawab.

    ReplyDelete
  88. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    ikhlas mendasari kita untuk ringan hati dalam beribadah dan berbuat kebaikan karena ketika kita ikhlas kita tidak peduli dengan penilaianvorang lain. Kita beribadah dan berbuat baik hanya ingin mendapatkan ridho Allah. Tidak menampakkan ibadah yang kita lakukan pada orang lain, karena jika kita berniat menampakkan ibadah yang kita lakukan, maka akan timbul sifat pamer dan riya yang justru melunturkan ikhlas kita dalam beribadah.

    ReplyDelete
  89. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Manusia diciptakan tidak lain adalah untuk menyembah Allah SWT, maka sudah seyogyanya kita mengabdi, mentaati perintah-perintah Allah dan menjauhi laranganNya dengan keikhlasan hati dengan tujuan agar mendapatkan ridha dari Allah SWT. Tingkat Keikhlasan seseorang tidak dapat dilihat dan diukur oleh orang lain, Allah yang paling tahu kedalaman ikhlaas seseorang

    ReplyDelete
  90. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sangat sulit untuk menggapai keikhlasan. Namun bukan berarti tidak mungkin. Dengan belajar memperbaiki niat, menjaga setiap tindakan, bersyukur atas apa yang diberikan, dan selalu bersabar akan setiap ketentuan-Nya, niscaya kita akan mampu meraih keikhlasan yang sejati. Aamiin.

    ReplyDelete
  91. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Bagaimana cara menggapai Hati yang Ikhlas itu?
    Niat yang benar akan menentukan kebenaran dalam beribadat."
    Niatmu menentukan ibadahmu. itulah yang menjadi dasar keikhlasan beribadah. Mengapa dirimu beribadah hanya engkau dan Tuhan yang tahu. Apakah kau beribadah hanya untuk mengambil hati orang-orang disekitarmu. Ataukah untuk menunjukkan kehebatan dirimu. Atau untuk bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan dalam hidupmu. Atau untuk memanjatkan permohonan-permohonanmu. Sungguh saya merefleksikan sendiri apa niat saya dalam beribadah.

    ReplyDelete
  92. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Tujuan diciptakannya seluruh jin dan manusia uktuk beribadah kepada Allah, maka sudah barang tentu dilarang keras bagi kita semua untuk beribadah kepada selain Allah. Kita harus mengikhlaskan ibadah kita hanya kepada Allah. Oleh karena itu salah satu kunci diterimanya amal ibadah kita sebagai hamba Allah adalah Keihlasan. Keikhlasan merupakan tolok ukur diterima atau ditolaknya ibadah kita.

    ReplyDelete
  93. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Ikhlas adalah apa yang kita kehendaki dari amal amal yang kita perbuat tiada lain karena ketaatan kepada-Nya. Salah satu surah dalam alquran dinamakan al-Ikhlas adalah karena surah tersebut mengajarkan ketauhidan seorang hamba. Artinya, ketika seorang hamba sudah mengikrarkan tauhid bahwa hanya Allah yang patut disembah, maka dia pun menauhidkan seluruh ibadahnya hanya kepada Allah. Dalam ibadah hanya ada satu tujuan yaitu Allah. Sekali lagi hanya satu tujuan, yaitu Allah Yang maha Esa. Tidak ada yang lain. Sungguh pelajaran yang sangat bermanfaat yang ada dalam Elegi diatas.

    ReplyDelete
  94. Jika kita ikhlas dalam doa dan memohon dengan tawakal kepada Allah SWT insyaAllah Allah akan rida kepada kita. Jika Allah sudah rida maka tiadalah rasa capai, waktu lama, rasa susah waktu sempit dan ruang yang sempit ketika kita berdoa,

    17709251033
    Pratama Wahyu Purnama

    ReplyDelete
  95. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Selalu mendapatkan pelajaran yang berharga setiap membaca elegi ritual ikhlas. Karena sekarang ini terasa sulit untuk kiranya dapat dikatakan ikhlas dalam melakukan sesuatu. Setiap perbuatan yang dilakukan dianggap ingin memperoleh imbalan dan segala macam. Padahal imbalan yang paling berharga dibandingkan dunia dan seisinya adalah ridho dari Allah SWT. Untuk itu, apapun yang dilakukan maupun itu belajar, membantu orang lain, bekerja, dan lain sebagainya senantiasa diniatkan hanya untuk beribadah kepada Allah, untuk mendapatkan ridhoNya, bukan untuk mendapatkan imbalan atau pujian dari manusia yang merupakan ciptaan Allah SWT juga.

    ReplyDelete
  96. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Ikhlas yaitu mengesakan Allah di dalam tujuan atau keinginan ketika melakukan ketaatan, ikhlas juga dapat diartikan dalam memurnikan amalan dari segala yang mengotorinya. Orang yang ikhlas adalah orang yang selalu mencintai Allah, pikiran tertuju hanya kepada akhirat, dan menutup ruang bagi segala kecintaan dunia yang berlebih. Orang yang seperti ini memiliki amalan yang tulus dan niat yang benar dalam mengerjakan apapun.

    ReplyDelete