Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita akan mengadakan Tanya Jawab seputar Implementasi Program Menghuni Syurga, meliputi Ikhlas, Hati, Taubat, Do’a, dst. Nara Sumber kita adalah Ustad Muhammad Alaika Salamulloh. Jika diantara peserta ada pertanyaan langsung saja disampaikan, supaya langsung juga dijawab:

Cantraka Ikhlas:
Ass..yang terhormat Ustad Muhammad Alaika, seperti yang sering dikatakan oleh Bapak Muhammad Nurikhlas bahwa dia mengagumi ikhtiar-ikhtiar berkaitan dengan dunia, akhirat, amal, ilmu, dan doa. Maka saya ingin bertanya bagaimana hubungan hati yang Ikhlas itu dengan Ibadah, dan Amal-amal kita?

M. Alaika Salamulloh:
Allah berfirman:”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Q.S. Adz-Dzariyat: 56). Dikarenakan bahwa tujuan diciptakannya seluruh jin dan manusia uktuk beribadah kepada Allah, maka sudah barang tentu dilarang keras bagi kita semua untuk beribadahnkepada selain Allah. Kita harus mengikhlaskan ibadah kita hanya kepada Allah. Oleh karena itu salah satu kunci diterimanya amal ibadah kita sebagai hamba Allah adalah Keihlasan. Keikhlasan merupakan tolok ukur diterima atau ditolaknya ibadah kita.

Cantraka Putih:
Bagaimana cara menggapai Hati yang Ikhlas itu?

M. Alaika Salamulloh:
Niat yang benar akan menentukan kebenaran dalam beribadat. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Nya. Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Cantraka Sakti:
Seperti apakah wujud dari Ikhlas itu?

M. Alaika Salamulloh:
Al-Haris al-Muhasibi, salah seorang sufi besar, mengatakan:”Yang disebut dengan Ikhlas adalah apa yang engkau kehendaki dari amalmu tiada lain karena ketaatan kepada-Nya”. Jadi dalam beramal dan beribadah kita hanya meniatkan untuk taat kepada-Nya dan menjalankan kewajiban yang ditetapkan oleh-Nya kepada kita. Tidak ada yang lain yang kita tuju kecuali hanya Allah. Hanya Allah tujuan kita.

Cantraka Sakti:
Kemarin pada Ritual Ikhlas I, saya sudah merasa Ikhlas, tetapi mengapa oleh saya dinilai belum ikhlas?

M. Alaika Salamulloh:
Salah satu penghalang Ikhlas adalah Riya. Riya adalah apabila kita menunaikan sebuah amalan hanya untuk mendapatlkan pujian dari makhluk. Misalnya, mengikuti Ritual Ikhlas agar mendapat pujian menjadi dari teman atau kerabat, atau untuk memperoleh prestise di masyarakat. Rasulullah SAW memberi peringatan keras perihal Riya ini, dan bersabda:”Syirik kecil adalah suatu penyakit yang sangat berbahaya bagi kalian”. Para sahabat bertanya:”Apa itu Syirik kecil wahai Rasulullah?”. Beliau bersabda:”Itulah Riya. Pada Hari Kiamat nanti Allah menyuruh mereka yang berlaku Riya untuk mencari pahala amalnya kepada orang yang menjadi tujuan amal mereka. Allah berfirman, carilah orang yang ketika kamu beramal, kamu ingin mendapat sanjungan dari mereka. Mintalah pahala kepada mereka” (H.R. Ahmad dan Baihaqi).

Muhammad Nurikhlas:
Bagaimana keikhlasan seorang mukmin mampu mengusir setan dan iblis?

M. Alaika Salamulloh:
Sebagaimana kita tahu, Iblis telah menggoda Adam dan hawa untuk melanggar larangan Allah di surga. Dan Iblis memproklamirkan diri untuk menjadi penggoda manusia agar menyimpang dari jalan Allah hingga Hari Kiamat nanti. Iblis mengatakan bahwa semua hamba Allah bisa digoda dan diperdaya, kecuali orang-orang yang Ikhlas. Pernyataan Iblis terekam dalam surah Sgad:”Kecuali hamba-hamba-Mu yang selalu ikhlas” (Q.S. Shad:83). Ayat itu menunjukkan bahwa Iblis tidak berdaya menghadapi orang-orang Ikhlas, dikarenakan orang-orang yang Ikhlas senantiasa meniatkan segala perbuatan dan amalnya hanya untuk Allah, tidak ada yang lain. Maka tertutuplah sudah semua pintu bagi Iblis untuk dapat menggoda orang-orang yang Ikhlas.

Cantraka Ikhlas:
Apakah Al-Qur’an memberi tuntunan bagaimana kita bisa meraih Keikhlasan itu?

M. Alaika Salamulloh:
Bacalah ajaran tauhid yang termaktub pada surah al-Ikhlas berikut:”Katakan Muhammad,”Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Allah tidak beranak dantidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia” (Q.S. Al-Ikhlas: 1-4). Salah satu sebab surah tersebut dinamakan al-Ikhlas adalah karena surah tersebut mengajarkan ketauhidan seorang hamba. Artinya, ketika seorang hamba sudah mengikrarkan tauhid bahwa hanya Allah yang patut disembah, maka dia pun menauhidkan seluruh ibadahnya hanya kepada Allah. Dalam ibadah hanya ada satu tujuan yaitu Allah. Sekali lagi hanya satu tujuan, yaitu Allah Yang maha Esa. Tidak ada yang lain. Allah berfirman:”Barang siapa niat amalannya hanya menghendaki kesenangan dan keindahan dunia, pasti kami sempurnakan balasannya di dunia. sedikitpun tidak kami kurangi. Itulah orang-orang yang tiada balasannya di akhirat, kecuali neraka, lenyaplah semua amalnya dan sia-sialah pekerjaannya”. (Q.S. Hud:15-16)

Santri Kepala:
Terimakasih kami haturkan kepada Bapak Ustad Muhammad Alaika Salamulloh yang telah panjang lebar memberi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan peserta Ritual Ikhlas perihal Hati yang Ikhlas. Baiklah peserta Ritual Ikhlas semua marilah kita mempersiapkan diri untuk menjalankan Salat Maghrib secara berjamaah. Amin

36 comments:

  1. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hati yang ikhlas bisa kita peroleh dengan mengedepankan niat yang benar dalam mencari ridho Allah. Jika kita melakukan kebaikan atas dasar untuk mencari rdhoNya, kita akan memperoleh manfaat dan pahala olehnya. Jika kita melakukan kebaikan hanya untuk dipuji orang lain, maka kita hanya akan mendapatkan pujian tersebut tanpa memperoleh pahala dariNya.

    ReplyDelete
  2. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam melakukan segala hal harus diniatkan dengan ikhlas hanya untuk mencari kerihaan Allah. Jika kita telah mengikrarkan bahwa hanya Allah yang patut kita sembah, seperti yang terapat dalam surat Al-Ikhlas, maka seluruh ibadah yang kita lakukan hanya tertuju kepada Allah. Hanya ada satu tujuan yaitu Allah.

    ReplyDelete
  3. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    inna amalu binniat. sepatah kata yang mudah terucap namun sulit terlaksana. salah satu penyebabnya adalah masih menempelnya dosa di dada. belum adanya kelurusan hati yang benar benar teguh untuk dapat mengarahkan wajah pada pencipta

    ReplyDelete
  4. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    saya yakin bahwa ilmu ikhlas yang bapak berikan tidak bisa di dapatkan secara tiba-tiba. perlu proses dalam mencapainya.

    mungkin dengan bantuan para ulama' yang terus menasehati kita dan doa, kita mendapatkan rasa ikhlas dengan lebih cepat

    ReplyDelete
  5. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi di atas dijelaskan bahwa untuk menggapai hati yang ikhlas adalah dengan memiliki niat yang benar, menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas. Ikhlas itu adalah hanya mengharap kepada-Nya, semata-mata untuk taat kepada-Nya. Dalam menggapai hati yang ikhlas akan ditemui rintangan-rintangan, salah satunya yaitu Riya. Riya bahkan dikategorikan sebagai syirik kecil. Jika sudah diselimuti dengan Riya, habislah sudah semua amal, semua akan hilang. Luruskan niat dalam beribadah hanya meniatkan untuk taat kepada-Nya.

    ReplyDelete
  6. Niat menentukan pahala dari ibadah kita. Ketika kita sholat antara niat yang diucapkan dengan niat dari hati harus sama. Bahwa niat sholat adalah lillahi ta’ala, bukan karena ingin dipuji sholeh oleh orang lain, tetangganya atau keluarganya atau masyarakat. Tidak sedikit manusia yang melakukan kebaikan tetapi niatnya bukan karena Allah SWT. Bersedekah karena malu dengan tetangganya, tetangganya menyumbang sekian rupiah maka ia melebihinya.
    Ingat bahwa niat ibadah adalah lillahi ta’ala dan syurga adalah balasan dari ibadah itu yang diberikan oleh Allah SWT. Jadi niat ibadah itu bukan supaya kita masuk syurga atau terhindar dari neraka. Perbaikilah dan luruskanlah niat agar Allah meridhoi. Sekali lagi niatkan ibadah kita untuk Allah semata.

    ReplyDelete
  7. Lawan dari keikhlasan adalah sifat Riya. Riya dapat mengurangi nilai keikhlasan atau bahkan menghilangkannya sama sekali. Janganlah menumbuhkan dan mengembangkan sifat Riya dalam hati walapun hanya seidikit. Buanglah sifat riya agar kita benar-benar memperoleh keikhlasan. Jika terbersit melakukan suatu amalan bukan karena Allah tetapi karena mengharap pujian dari manusia maka dengan segera hilangkanlah dan kembalikan niat hanya semata-mata kepada Allah. Belajarlah sedikit demi sedikit, sadarilah datangnya sifat riya dalam hati kita kemudian buanglah dan tetapkanlah niat hanya demi Allah semata.

    ReplyDelete
  8. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Semua yang kita lakukan di dunia ini dari Allah dan hanya untuk Allah. Oleh karena itu, semua ibadah yang kita lakukan harus dengan hati yang ikhlas, bukan karena ingin dipuji, atau bahkan ingin terlihat sholeh atau sholeha di depan orang lain. Ikhlas berarti meniatkan diri bahwa ibadah yang dilakukan semata-mata hanya karena Allah dan hanya karena ingin mengharapkan ridho-Nya.

    ReplyDelete
  9. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Begitu besar arti keikhlasan itu, hati yang ikhlas senantiasa menghadirkan kebahagiaan bagi orang yang memilikinya. Banyak sekali pengetahuan tentang keikhlasan yang bisa kita petik dari wacana di atas. Segala sesuatu pertanyaan berkaitan dengan keikhlasan serta jawaban atas pertanyaan tersebut sangat bermanfaat bagi pembaca untuk diilhami dan diterapkan didalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  10. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Memang tidak mudah untuk mencapai titik keikhlasan yang tulus. Menurut saya, yang dinamakan ikhlas itu datangnya dari hati , ketika kita berorientasi hanya pada Allah SWT , tidak melakukan sesuatu demi kepentingan dunia, menolong orang bukan karena ingin dipuji, memberikan sedekah bukan karena ingin dianggap baik di mata manusia. Bahwasannya keikhlasan ini begitu mulia begitu murni adanya, sehingga jika kita melakukan sesuatu didasari dengan rasa ikhlas, maka akan menimbulkan ketenangan dan rasa penuh berkah. Meyakini bahwa setiap hal yang kita lakukan akan ada balasannya dan Allah lah yang membalas itu semua. Ada Allah yang akan memberikan ganjaran yang tidaklah sebanding dengan dunia dan seisinya. Oleh karena itu ketika kita melakukan hal yang baik, seharusnya tidak mengharapkan imbalan apapun.

    ReplyDelete
  11. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Ikhlas itu adanya di dalam hati. Bukan ada di ucapan maupun perbuatan yang dipemer-pamerkan. Jika seseorang beribadah tidak untuk Allah, maka ibadahnya sia-sia karena di dalam hatinya ada sifat riya'. Intinya kita harus selalu bersikap ikhlas dan tawakkal kepada Allah.
    Ikhlas itu merupakan hal yang penting untuk setiap perbuatan kita. Tanpa ikhlas, nilai dari kebaikan itu akan kosong, hampa. Ikhlas akan membuat kita selalu menuju ridlo Allah. Dengan memiliki sifat ikhlas, kita dapat menghindar dari rasa ingin diakui, ingin dilihat, ingin didengar saat kita berbuat kebaikan, terutama dalam beribadah.
    Selain itu, ikhlas juga akan membuat kita selalu mengingat Allah. Ikhlas diperlukan dalam setiap kebaikan. Bukan hanya ada d mulut saja, namun di hati dan pikiran kita. Semoga kita semua senantiasa menjaga keikhlasan hati dan pikiran kita dalam setiap perbuatan.

    ReplyDelete
  12. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    “Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S Adz-Dzaariyaat ayat 56). Ibnu Abbas berkata: Semua penyebutan ibadah dalam Al-Quran maknanya adalah tauhid (Tafsir al-Qurthuby (18/193). Artinya, jika dalam Al-Quran terdapat perintah untuk beribadah kepada Allah, maksudnya adalah tauhidkan Allah atau sembahlah (beribadahlah) hanya kepada Allah. Oleh karena itu salah satu kunci utama agar ibadah kita diterima oleh Allah adalah keikhlasan. Agar kita dapat mencapai keikhlasan itu, maka yang perlu kita lakukan adalah meluruskan niat dalam menjalankan ibadah. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Nya. Dan janganlah sampai timbul sifat riya. Karena sungguh riya itulah yang akan melunturkan amalan ibadah yang telah dikerjakan.

    ReplyDelete
  13. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih prof, ikhlas mendasarikita untuk ringan hati dalam beribadah, dan berbuat kebaikan, karena ketika kita ikhlas kita tidak peduli dengan penilaian orang lain. Kita beribadah dan berbuat baik hanya karena ingin mendapatkan ridho Allah semata. Tidak menampakkan ibadah yang kita lakukan pada orang lain, karena jika kita berniat menampakkan ibadah yang kita lakukan, maka akan timbul sifat ingin diakui oleh makhluk, padahal hal ini membuat sifat pamer muncul didalam diri. Jauhkanlah sikap pamer dan ingin diakui oleh makhluk, beribadah dan berlaku baiklah dengan ikhlas dan hanya mengejar ridho Allah semata.

    ReplyDelete
  14. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Ikhlas sangatlah penting, mengingat diterima atau tidaknya amalan dan pahala kita tergantung pada keihklasan kita dalam menjalankan amalan tersebut. Sedikit menambahkan, bahwa ikhlas itu juga tidak riya’. Dapat kita lihat di surah al-ikhlas, meskipun nama surahnya Al-Ikhlas, namun tidak ada sedikitpun disebut kata ikhlas dalam surah tersebut. Apa makna di balik itu semua. Ketika seorang ikhlas, maka kita tidak perlu menyebarkan berita kemana-mana bahwa kita telah beramal. Beramal yang ikhlas itu ibaratnya tangan kanan memberi, namun tangan kiri kita tidak mengetahuinya.

    ReplyDelete
  15. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Kaitannya ikhlas dengan amal ibadah kita yaitu bagaikan roda dan rantai pada sepeda. Mereka ada dan akan senantias berdampingan. Dimana tugas kita didunia adalah beribadah kepada Allah yang artinya juga kita diperintahkan beribadah dengan ikhlas. Untuk mendapatkan hati yang ikhlas itu dengan niat dan cara beribadah yang telah dicontohkan dengan Rasulullah. Niat adalah perkara pertama dan utama, sebagai mana dia adalah bahasan pertama dalam kitap hadits arba’ain. Tentang utamanya niat, jika niat itu hanya untuk dinia maka hasilnya juga hanya untuk itu, tapi ketika niat hanya untuk Allah maka niat itupun akan sampai pada Allah. Penghalang ikhlas adalah riya. Riya adalah perbuatan yang niatnya hanya dilihat manusia. Dan perbuatan Riya adalah godaan syetan. Semoga kita senantiasa berusaha untuk menggapai sebenar-benar iklhas.

    ReplyDelete
  16. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT merupakan puncak yang harus dicapai makhluk untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Meskipun terkadang banyak halangan dan rintangan yang harus dihadapi untuk mencapainya. Penghalang utama adalah kesombongan diri. Setelah saya membaca saya belajar bahwa untuk menggapai keikhlasan tersebut, kita harus tetap fokus pada tujuan dan selalu sadar diri bahwa manusia adalah makhluk Allah SWT yang penuh dengan kontradiksi.

    ReplyDelete
  17. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini kami memahami bahwa keikhlasan adalah wujud ketaatan hamba kepada Tuhannya, dengan keikhlasan dalam beribadah mampu manjauhkan kita dari godaan-godaan syaitan. Dalam Islam untuk menghayati keikhlasan bisa dengan membaca dan menghayati surat Al-Ikhlas, karena didalamnya terkandung wujud pengakuan seorang hamba kepada Tuhannya.

    ReplyDelete
  18. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dari elegi ini di tulisakan mengenai firman Allah yang menyebutkan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk menyembah kepada-Nya. Dari ayat ini sangatlah jelas dan tidak ada alasana lagi bagi manusia untuk ingkar kepada Allah. Namun, karena pengaruh syaiton terkadang mengakibatkan manusia lalai kepada Tuhannya. Jadi, sebagai manusia yang taat sebaikny akita melakukan apapun di dunia hanya untuk mengharap ridho Allah semata.

    ReplyDelete
  19. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Suatu penyakit yang sulit untuk dihilangkan dan dihindari oleh manusia adalah penyakit hati. Untuk terhidar dari penyakit lahir sungguh sangat mudah, tetapi untuk terhindar dari penyakit hati itu merupakan perkara yang membutuhkan kelembutan hati dan keikhlasan dalam bertindak. Kita harus membersihkan hati terlebih dahulu untuk menggpai Ridho-Nya. Ya Allah jauhkanlah hamba dari penyakit hati yang membuat hati ini keruh dan menghalangi untuk mendekatkan diri kepada-Mu, Amiin.

    ReplyDelete
  20. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Hidup adalah sebuah fatamorgana dunia yang hanya berupa serumpunan skenario yang dibuat dan dimainkan oleh sang pencipta, Kita hanyalah sebagai pinokio yang digerakkan oleh sang maha kuasa, maka dari itu niatkan dan lakukan cara untuk memperoleh keikhlasan yang hakiki. Ikhlas bukanlah sesuatu hal atau sifat yang mudah untuk bisa dimiliki. Iklas memerlukan perjuangan yaitu salah satunya dengan pembiasaan diri. Orang yang mengucapkan ikhlas dimulut belum tentu sesuai dengan kenyataan dihati. Karena mengucapkan adalah hal yang lebih mudah dilakukan dari pada sebuah tindakan nyata. Maka dari itu kita sebagai insan yang beriman marilah selaraskan antara ucapan dan perbuatan agar terhindar dari golongan orang-orang mendusta.

    ReplyDelete
  21. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Ikhlas, menghendaki yang kita lakukan tidak lain karena ketaatan kita pada Illahi, menggapai ridho-Nya. Maka beribadah, maka beramal yang orientasinya adalah untuk meraup pahala sebesar-besarnya adalah masuk pada yang tidak ikhlas. Bukankah orientasinya karena ketaatan kita pada Illahi? Hanya Allah tujuan kita. (Benar-benar ini menampar saya)

    Lagi-lagi. Ikhlas ternyata beda dengan merasa ikhlas. Rasanya ikhlas, ternyata bukan ikhlas yang dirasakan, itulah riya. Adalah sombong yang munculnya tiba-tiba. Benar-benar ini membuat kita harus terjaga dan senantiasa waspada.

    Terimakasi. Elegi ini mengajarkan saya agar senantiasa berhati-hati. Ya, hati-hati pada diri sendiri. Berjaga, takut jika sombong datang terlebih dahulu dan menghadang keikhlasan yang diupayakan. Astaga, ikhlas kok diupayakan. Terkesan terpaksa. Benar-benar ternyata saya belumlah seorang yang ikhlas.

    ReplyDelete
  22. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Bentuk komunikasi antara manusia dengan Tuhannya adalah dengan cara berdoa, berdoa itu memohon, maka idealnya ketika memohon hendaknya kita menunjukkan bahwa kita pantas mendapat apa yang kita inginkan, dengan cara bagaimana, menunjukkan keikhlasannya, perbuatannya, niatnya, ketulusannya. Kita tidak perlu mengatakan semua itu, tetapi cukup hati kita yang akan berbicara, karena Tuhan itu Maha segalanya, maha mengetahui atas apa yang kita lakukan, kita rasakan, dan yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  23. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima ksih atas postingannya, Pak. Saya sangat setuju bahwa sifat riya adalah penghalang terbesar manusia untuk merasa ikhlas. Bagaimana mungkin kita dikatakan ikhlas jika kita masih menceritakan amalan-amalan baik yang telah kita lakukan. Haraplah keridhoan dari Allah SWT, bukan dari manusia. Dengan mengharap keridhoan Allah, maka seseorang tidak perlu memamerkan kebaikannya kepada manusia, cukuplah Allah SWT saja yang tahu.

    ReplyDelete
  24. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Untuk menggapai ikhlas, yang pertama ialah dengan menetapkan niat. Niat baik yang ikhlas, tentu akan mendatangkan kebaikan pula. Niat tersebut ditujukan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Menggapai ikhlas memang tidak mudah, banyak sekali godaan dari syaitan. Salah satu yang menjadi penghalang terbesar dalam menggapai ikhlas ialah riya’. Riya’ ialah ketika melakukan suatu amalan hanya untuk mendapat pujian dari orang lain bukan untuk beribadah kepada Allah. Jika niatan ibadah ditujukan selain Allah, maka ibadah tersebut hanya akan sia-sia. Oleh karena itu, lakukan segala sesuatu itu dengan hati yang ikhlas agar memperoleh ridhanya.

    ReplyDelete
  25. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Kunci dari segala hal yang kita lakukan supaya tidak sia-sia adalah ikhlas. Baik dalam hal sholat, megaji, sodaqoh, umroh, haji, belajar, membantu orang tua, berdagang, mengajar, dll. Untuk menuju ikhlas, tentu segala yang kita lakukan harus kita niati. Niat yang bagaimana yang menuju ikhlas? Niat semata-mata segala hal yang kita lakukan adalah bentuk ibadah kita kepada Allah SWT, agar Allah selalu meridhoi dan melindungi kita dari godaan setan dan jin. Tidak terbayang bagaimana jika Allah tidak ridho dengan apa yang kita lakukan. Contohnya kita belajar tetapi tidak diniati untuk ibadah kepadaNya, bagaimana jika Allah menjdai tidak ridho? Sepintar apapun kita, jika Allah tidak ridho, ilmu yang kita pelajari tidak akan bisa kita serap, bisa jadi segala ilmu yang ada pada otak kita dicabut sama Allah. Naudzubillah.
    Jadi, itulah pentingnya ikhlas dalam segala hal, dilakukannya ringan, mendapat ridho dan pahala pula.

    ReplyDelete
  26. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Niat ikhlas dalam beribadah hanya tertuju pada satu tujuan yaitu Allah SWT.Kadar amal perbuatan seorang hamba tergantung dari yang di niatkannya.Seperti yang digambarkan dalam hadist yag ditulis pada elegi di atas.Labuhkan hati sepenuhnya hanya kepada Allah, meminta hanya kepada Allah.Karena Allah ingin kita lebih lekat dengan-Nya,lebih dekat dengan-Nya, lebih berharap dengan-Nya.Niatkan segala suatu hanya untuk Allah satu-satu-Nya.Sebab hanya kepada Allah kita menyembahdan dan hanya kepada Allah pula kita memohon pertolongan “iyyaakana’buduwaiyyaa kanas ta’iin.”(QS Alf-fatihah ayat 5)

    ReplyDelete
  27. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Menenangkan saat membacanya. Saya merasa memiliki dorongan baru untuk terus berbuat sesuatu dengan semata-mata hanya untuk Allah SWT. Semoga Allah memberikan kepada kita semua bimbingan menuju perbuatan yang tidak sia-sia. Aamiin Yaa Robbal'aalamiin.

    ReplyDelete
  28. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 7 ini, saya memahami bahwa cara menggapai hati yang ikhlas tidak lain dan tidak bukan adalah dengan memasang niat yang baik dan ikhlas ketika setiap akan memulai ibadah. Karena tolak ukur diterima atau tidaknya amalan dan ibadah kita tergantung dengan niat kita dalam beribadah. Ikhlas itu sendiri merupakan menjalankan ibadah semata-mata hanya untuk mengharapkan keridhaan dari Allah SWT. Namun ada satu hal yang menjadi penghalang dari niat ikhlas seseorang, yaitu riya’. Jika seseorang telah merasa riya’, mengejar pujian, dan mengejar prestise dalam masyarakat maka terhapuslah niat ikhlasnya tersebut. Karena saat itu ia tidak lagi mengharap ridho Allah, melainkan hanya mencari kehormatannya dalam masyarakat.

    ReplyDelete
  29. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Tanya jawab yang sangat mncerahkan tentang keikhlasan hati. Saya rasa sangat sulit untuk dapat mendefinisikan ikhlas, karena hanya aku dan Tuhan yang mengetahui keikhlasanku. Namun, yang menjadi universalitas dari Ikhlas adalah kehendak atas amalan kita. Segala perbuatan amal haruslah didasari dengan niat atau kehendak yang tulus. Zaman sekarang, musuh terbesar atas keikhlasan adalah Riya’, begitu banyak media-media yang memfasilitasi manusia untuk berbuat Riya’. Seperti contoh, memamerkan foto sedang beramal di media sosial dan lain sebagainya. Semoga kita semua dapat menjaga keihlasan kita masing-masing.

    ReplyDelete
  30. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih prof lagi lagi ini elegi yang sangat luar biasa, menyiratkan maksud yg sangat berharga.
    Niat yg benar salah satu cara untuk menggapai keikhlasan itu sendiri. Dan penghalang dari keikhlasan adalah riya, yaitu beramal tapi hanya ingin dilihat manusia . Riya termasuk syirik kecil yang membawa bencana bagi manusia yang melakukannya. Ujungnya dari riya adalah sifat ingin dipuji dan sombong yang terus terasah. Biarlah kita menutupi amal ibadah kita hanya sebagai mana kita menutup aib kita. Dan semoga kita selalu menjadi orang orang yg beramal hanya untuk menggapai rido Allah SWT saja.

    ReplyDelete
  31. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Salah satu tugas manusia selama di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah. Ada dua hal penting yang terkandung dalam kalimat tersebut. hal pertama adalah bahwa tugas kita selama hidup adalah untuk beribadah. Maka setiap aktivitas apapun yang kita lakukan hendaknya kita niatkan untuk beribadah. Kuliah dan mengerjakan tugas bagi mahasiswa hendaknya diniatkan untuk beribadah. Mengajar bagi pendidik harus diniatkan sebagai ibadah. Mengemudi bagi sopir pun bisa juga diniatkan untuk ibadah. Hal penting kedua yang terkandung dalam kalimat tersebut adalah beribadah kepada Allah. Artinya niat kita harus benar, yaitu karena Allah atau ikhlas. bukan karena yang lain, seperti agar dinilai alim, dinilai berilmu, agar dilihat atasan, agar dilihat wanita. Tidak boleh ibadah yang kita lakukan mengandung unsur-unsur yang dapat mengotorinya seperti yang telah dicontohkan tadi.

    ReplyDelete
  32. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepadaNya. Jadi segala sesuatu yang kita kerjakan memanglah harus berlandasakan untuk beribadaah kepada Allah, jika melakukan segala hal untuk beribadah kepada Allah maka ada unsur ikhlas didalamnya, dan itulah syarat diterimanya amal ibadah seseorang. Berbeda ikhlas ketika di niat kan untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas untuk dilihat ikhlas oleh orang lain atau yang disebut riya' itu sama sekali tidak dinilai ibadah oleh Allah, justru itu dapat disebut dengan syirik kecil, seperti yang disabdakan oleh nabi Muhammad SAW. yang disebutkan pada elegi ini. Sungguh itu suatu perbuatan yang sia-sia dan sangat tidak menguntungkan untuk kehidupan didunia dan akhirat karena orang yang tidak ikhlas atau riya' akan dikelilingi oleh orang-oarang seperti itu pula, beda halnya orang yang ikhlas untuk beribadah kepada Allah maka Allah akan mengirimkan orang-orang yang berhati ikhlas pula disekelilingnya, sungguh syurga dunia yang sudah didapatkan dan mereka adalah orang-orang yang beruntung.

    ReplyDelete
  33. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya merasa diingatkan untuk melakukan kebaikan ya untuk kebaikan saja. Bukan karena mengharap imbalan dari kebaikan yang Saya lakukan. Bahkan Juga bukan karena mengharap kebaikan Allah bagi saya. Dia itu baik, Tak terselami, justru sayalah yang harus penuh syukur atas kebaikan Nya. Apa alasannya bila aku hendak berbuat tidak ikhlas?
    Hmmm.... Mudah dikatakan tapi sukar benar dijalankan. Mungkin perlu lebih banyak berlatih spontan membantu orang lain yang kesulitan. Tak perlu banyak berpikir. Percaya bahwa Allahlah yang sedang menggunakan Saya untuk menolong orang itu. Semoga bisa... Dengan kehendak Allah.

    ReplyDelete
  34. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    Di zaman sekarang banyak yg menjadikan kegiatan ibadah sebagai pencitraan untuk menarik simpati dan memperoleh keuntungan pribadi. Orang seperti ini menganggap remeh ritual ibadah hanya karena ia merasa memiliki uang. Kegiatan ibadah tidak dapt diukur dgn sebanyak apa uang yang kita keluarkan. Dalam ibadah umrah misalnya, berkali kali pergi umrah namun tak sekalipun niatnya benar2 mendekatkan diri kepada Allah, akan menjadi sia2. Kebanyakan orang beribadah hanya untuk dicap baik atau mendapat pujian dari orang sekitar. Tak jarang saya pun merasa mengerjakan ibadah semata-mata karena terpaksa agar dapat mengerjakan kegiatan lain setelahnya. Semoga kita dapat meluruskan niat kita dalam beribadah sehingga dapat menggapai keikhlasan.

    ReplyDelete
  35. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Diterima atau tidaknya amal ibadah tergantung dari keikhlasan hati. Hati yang ikhlas adalah hati yang tidak mengharap pada selain Tuhannya. Saya akui, hal yang paling susah adalah menjaga niat. Karena hati saya selalu berubah-ubah. Ikhlas atau tidaknya kita dalam melalukan amal ibadah hanyalah Allah yang tahu. Kita hanya dapat terus berusaha untuk menggapai keikhlasan.

    ReplyDelete
  36. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam kitab-kitab fiqh, bab niat biasanya menjadi bab pertama yang dibahas. Dalam syarah hadis arbain imam nawawi bab niat juga menjadi hadist pertama yang dibahas. Salah satu contoh niat yang tidak ikhlas adalah pada saat para sahabat hijrah ke madinah, ada seorang pemuda ingin hijrah dengan tujuan utama bukan karena ingin menyelamatkan imannya melainkan karena ingin menikahi seorang wanita. Maka dari itu dalam segala perbuatan niat itu penting, jangan sampai berniat selain untuk mendapat ridho Nya.

    ReplyDelete