Oct 7, 2013

Matematika untuk Orang Dewasa dan Anak-anak




Dear all,

Following is the discussion on the differences between Adults and Younger Math:

http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&discussionID=276248584&gid=33207&commentID=167136771&trk=view_disc&fromEmail=&ut=2uA5P9sed83RY1

Thank's

Marsigit

54 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah.....
    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tentunya sangat jauh berbeda. Matematika yang diajarkan kepada anak-anak merupakan matematika sekolah yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Matematika untuk anak bersifat realistis dan berasal dari pengalaman-pengalaman yang telah dilalui oleh anak tersebut. Dari permasalahan yang ada disekitar anak, baru kemudian dihubungkan atau dibawa ke dalam pembelajaran matematika. Selain itu, konsep dari matematika sekolah adalah matematika yang bersifat sosial, sehingga dalam pembelajaran pun siswa sebaiknya bekerja dalam kelompok-kelompok untuk membantu mengkonstruksi pengetahuannya. Sehingga matematika akan terasa menyenangkan untuk anak. Lain halnya dengan matematika dewasa yaitu pure mathematics atau matematika formal. Matematika formal lebih mengutamakan ke rasionalisme dan logis, sudah tidak begitu terikat dengan ruang dan waktu dan bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  2. Hendra Erik Rudyanto
    S3 dikdas

    Matematika orang dewasa adalah matematika formal, deduktif, konsisten, apriori, Abstrak.
    Matematika untuk anak adalah matematika konkret, induktif, aktivitas, bermain, Intuisi, pengalaman.
    Guru harus bisa membedakan hal itu. Kadangkala guru SD memposisikan matematika sebagai objek formal sehingga anak menjadi takut kepada matematika karena dirasa sulit. Harusnya belajar matematika melalui aktivitas sesuai dengan kehidupan sehari hari. Dengan begitu siswa akan senang dan tanpa beban dalam belajar matematika

    ReplyDelete
  3. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Matematika untuk orang dewasa dan untuk anak-anak memang berbeda, hal ini terkait dengan pola pikir, usia, dan tahapan belajar yang berbeda. Matematika dewasa lebih abstrak, konkrit, formal, dan memiliki dimensi yang lebih tinggi. Matematika dewasa dibangun dari matematika anak, sedangkan matematika anak tidak dapat dibangun dari matematika dewasa. Logos memiliki tingkatan dan dimensi yang berbeda. Oleh karena itu, matematika miliki perbedaan tingkatan terkait dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dalam memberikan pembelajaran matematika untuk orang dewasa dan anak-anak hendaknya diberikan perilaku yang berbeda dalam menanamkan konsep-konsep matematika. Sebab jalan pikiran anak denga orang dewasa berbeda dalam memahami konsep matematika yang abstrak. Ketika orang dewasa menganggap mudah materi tersebut maka belum tentu anak-anak mengalami hal yang sama bahkan mereka cenderung untuk kesulitan dalam memahaminya sebab tahap berpikir mereka belum formal masih dalam tahap konkrit. Oleh karena itu, konsep pembelajaran matematika yang disajikan untuk anak terutama untuk tingkat sekolah dasar harus memperhatikan tahap perkembangan kognitifnya yang disesuaikan dengan tingkatan umur mereka sesuai dengan teori psikologi kognitif yang dikemukakan oleh Jean Piaget. Selain itu guru juga hendaknya memperhatikan karakteristik tiap anak yang notabene memang berbeda-beda dalam hal minat, bakat, kemampuan, kepribadian, pengalaman, lingkungan dan sebagainya.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dilihat dari konteksnya saja dimana ruang dan waktunya sudah berbeda antara matematika orang dewasa dan anak- anak. Tingkatan yang dilihat karena sudah seberapa jauh pengetahuan dibangun/ dikontruk oleh masing- masing. Dari gaya mengajar pun berbeda, karena antara keduanya mempunyai perkembangan kognitif yang berbeda.

    ReplyDelete
  6. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hasil Penelitian mengatakan bahwa tingkat kecerdasan seseorang bergantung dari kematangan organ tubuh yang dimiliki, semakin berkembangnya organ tubuh seseorang maka akan semakin cerdasnya dia. Sama hal dengan artikel di atas, matematika diajarkan haruslah sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak jelaslah memiliki perbedaan. Matematika untuk orang dewasa memiliki kerumitan lebih dibandingkan untuk anak-anak yang hanya memperlajari matematika dasar. Hal ini perlu di ketahui oleh calon guru agar bisa membedakan cara perlakuan terhadap siswa dengan perbedaan kematangan.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kita tahu bahwa matematika untuk orang dewasa dan untuk anak kecil itu sangat jauh sekali perbedaannya, sebgaimana telah dijelaskan pada eligi sebelumnya yaitu “hasil diskusi dengan guru matematika international” bahwa , cara dan pendekatannya juga berbeda keduany, jadi kita tidak dapay menyamakan mereka berdua. Matematika jika matematika dewasa diajarkan kepada matematika anak kecil maka mereka dewasa sebelum waktunya padahal kemempuan mereka masih belum kuat untuk menerima hal itu behkan sebaliknya jika matematika anak kecil diajarkan kepada matematima deasa maka itu tidak konsisten dan tidak relevan pengajaran itu. Hal itulah yang harus dibedakan dalam mengajarkan matematika dewasa dan anak kecil. Matematika untuk anak kecil itu bersfita realistis, yang mana untuk anak kecil itu harus dikenalkan dengan bentuk yang real nya kita tidak bisa menjelaskan kepada anak kecil hanya berupa penjelasannya saja tidak tanpa media atao ebnda realnya. Akan tetapi untuk orang dewasa maka berbeda lagi pendekatanya.

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Matematika merupakan ilmu abstrak dan yang konkret adalah bendanya. Maka matematika untuk anak-anak adalah matematika konkret, induktif, aktivitas, intuisi, a postriori, empirik. Matematika yang tidak hanya di dalam kelas dengan kegiatan menulis, menghitung di buku tulis saja tetapi eksplor dengan berbagai aktivitas. Matematika yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa tahu bahwa belajar matematika ada manfaat baginya. Sedangkan matematika orang dewasa adalah matematika abstrak, formal, deduktif, a priori. Lebih kepada menganalisi konsep yang telah ada, dan bernalar lebih tinggi serta memungkinkan menemukan kekeliruan pada konsep yang ada.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Matematika untuk orang dewasa dan anak adalah dua hal yang sangat berbeda, dimana matematika untuk orang dewasa lebih bersifat formal, sedangkan matematika untuk anak-anak adalah matematika sekolah yang pendekatannya lebih menggunakan benda-benda real yang familiar supaya anak dapat lebih mudah untuk membangun konsep dengan membayangkannya

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Kekeliruan dalam pemberian pengetahuan seperti memberikan matematika formal untuk anak akan menyebabkan efeik yang sangat buruk bagi anak dalam jangka pendek maupun panjang. Intuisi siswa tidak akan terbangun atau bahkan malah dapat mematikan intuisi yang sebelumnya pernah ada. Untuk itu calon guru matematika di masa depan harus berupaya keras untuk memperbaiki dan sebisa mungkin untuk mencegah hal itu terjadi kembali di masa depan

    ReplyDelete
  11. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Objek matematika bersifat abstrak, sedangkan pemikiran siswa masih sangat konkret. siswa dapat menggapai pengetahuan yang abstrak tersebut jika memuainya pembelajaran dengan ha-hal yang konkret. Matematika sekolah adala suatu aktifitas yang melibatkan siswa sedangkan matematika orang dewasa adalah matematika secara keilmuan, jadi jelas bahwa metode ataupun pedekatan pembelajaran yang digunakan seorang pendidik/pengajar sangatlah berbeda. Matematika anak itu cocok dengan matematika pendidikan sedangkan matematika orang dewasa cocok untuk matematika murni. Namun bukan berarti orang dewasa tidak belajar matematika pendidikan. Karena itu hanyalah tahapan untuk belajar dari matematika informal menuju matematika formal.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pembelajaran matematika pada orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perkembangan pola pikir. Konsep orang dewasa telah ada sehingga hanya membutuhkan koneksi diantara pemahaman tersebut. Namun untuk anak kecil perlu membangun konsep yang belum ada sama sekali. Oleh karena itu perilaku yang diberikan berbeda pula.

    ReplyDelete
  13. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak pastilah akan sangat berbeda. Pada tahap anak-anak belajar matematika membutuhkan contoh konkrit sehingga anak dapat dengan mudah memahami materi yang mereka pelajari saat itu. Matematika untuk dewasa pasti akan akan penuh dengan simbol-simbol atau lambang yang rumit dan bersifat abstrak. Matematika untuk orang dewasa itu salah satu contohnya adalah matematika pada perguruan tinggi. Selain matematika yang bersifat abstrak, matematika dalam perguruan tinggi juga melibatkan peran logika yang sangat banyak. Seperti pada mata kuliah matematika distkrit, topologi, teori himpunan, analisis real, pengkodean, dll.

    ReplyDelete
  14. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Cara pengajaran matematika haruslah disesuaikan dengan usia dan tingkatan kognisi siswa. Jika matematika diajarkan kepada anak-anak maka cara pengajarannya harus menyenangkan dan kreatif agar anak dapat menerima bahwa matematika itu dekat dengan hidupnya. Pengajaran matematika kepada anak itu harus yang mudah dimengerti serta menggunakan contoh yang kongkrit. Sedangkan matematika untuk orang dewasa itu kajian matematikanya lebih abstrak.

    ReplyDelete
  15. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Pembelajaran matematika pada orang dewasa dan anak memang perlu dibedakan karena perkembangan pola pikir mereka juga berbeda. Selain itu kebutuhan belajar antara dewasa dan anak juga berbeda. Tidak semua persoalan yang dikerjakan oleh orang dewasa dapat dikerjakan oleh anak. Matematika untuk orang dewasa itu matematika formal sedangkan yang untuk anak lebih kepada matematika konkret, dimana mereka haruslah menemukan matematikanya sendiri melalui pengalaman mereka. Disini selanjutnya adalah peran guru untuk dapat menggunakan metode yang tepat, jangan sampai anak hanya dijejali rumus rumus yang akhirnya merusak intuisi mereka.

    ReplyDelete
  16. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika untuk dewasa dan anak anak tentu berbeda, pembelajaran untuk anak anak lebih ditekankan pada obyek konkrit untuk media pembelajarannya, sedang untuk orang dewasa sudah dapat menganalisis obyek abstark.

    ReplyDelete
  17. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Pembelajaran matematika untuk anak-anak dan orang dewasa tentunya berbeda tidak bisa disamakan. Salah satu faktor yang membedakannya adalah tingkat pola pikirnya. Pada usia anak-anak, tingkat pikirnya masih dalam tahap operasi konkrit, sedangkan untuk orang dewasa, tingkat pikirnya sudah masuk dalam tahap operasi formal. Untuk dapat memahami matematika, anak-anak dapat memahami dengan bantuan benda-benda konkrit, sedangkan untuk orang dewasa, tidak perlu bantuan karena sudah mampu berpikir abstrak.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak jelas berbeda. Berbeda dalam hal kebutuhannya, kompetensinya dan tingkat kemampuan kognitifnya. Nah hal yang demikian merupakan tugas dari guru untuk dapat mengetahui karakteristik siswanya, bagaimana gaya belajarnya, motivasinya dan lain sebagainya. Untuk dapat menuju ke matematika formal anak-anak harus dibawa dari masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari sedangkan orang dewasa mereka akan lebih menggunakan intuisi dan matematika formalnya dalam memecahkan masalah karena orang dewasa lebih mempunyai pemahaman yang utuh dan jelas guna mencapai tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  19. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika untuk dewasa dan anak-anak berbeda. Anak-anak hanya mampu menyerap konsep matematika yang bersifat konkret, sedangkan orang dewasa sudah mampu menyerap konsep matematika yang bersifat abstrak. Oleh karenanya mengajarkan matematika ke anak-anak dengan ke orang dewasa juga jelas berbeda. Jika mengajarkan matematika ke anak-anak kita tidak bisa memulainya dengan definisi/rumus, namun dengan contoh dan non contoh. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa memulai belajar matematika dari definisi/rumus.

    ReplyDelete
  20. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Membelajarkan matematika kepada orang dewasa dan anak-anak memiliki perbedaan. Matematika untuk anak-anak diajarkan melalui tahapan Bruner, yaitu dimulai dari tahapan enaktif, ikonik, dan simbolik. Pada tahap awal, matematika diajarkan melalui benda-benda konkrit. Kemudian benda konkrit tersebut dibuat ikon/gambar dua dimensi yang masih sesuai dengan benda konkrit, setelah itu baru lah diajarkan menggunakan simbol-simbol matematika.
    Sedangkan matematika untuk dewasa sudah menggunakan matematika formal. Karena, orang dewasa sudah mampu melakukan proses berpikir tingkat tinggi seperti menggunakan penalaran dan logika dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  21. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pendidikan untuk dewasa dan anak anak tentunya berbeda, perbedaan itu didasari pada perbedaan daya dan pola pikir, perkembangan psikologis dewasa dan anak anak juga berbeda, sehingga proses pemeblajaran yang dilakukan juga berbeda, jika disamakan maka akan ada salah satu yang tertekan dan tidak berkemabang, jangan sampai adanya korban pendidikan yang tidak disesuaikan dengan perkembangan anak, pembelajaran untuk anak anak lebih menggunakan objek konkret agar lebih mudah dipahami sedangkan untuk dewasa sudah menggunakan objek abstrak.

    ReplyDelete
  22. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika untuk orang dewasa dengan matematika untuk anak-anak pasti berbeda. Banyak hal yang mendasari perbedaan tersebut. Orang dewasa yang telah memiliki kemampuan berfikir tingkat tinggi dapat menerima matematika formal yang berisikan tentang definisi, konsep, hal abstrak, dan menemukan rumus maupun teorema. Sedangkan matematika untuk anak-anak didesain sebagai matematika sekolah. Siswa diajarkan dengan intuisi, benda konkrit, dan menemukan pola, investigasi, dan komunikasi. Sehingga diharapkan guru mampu memposisikan diri sebagai guru para siswa ataupun guru sebagai orang dewasa.

    ReplyDelete
  23. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Matematika yang diajarkan di sekolah dengan matematika murni tidak bisa disamakan. Karakteristik siswa yang dipaparkan oleh Piaget mengarahkan kita bahwa siswa memahami matematika secara intuisi, mengandalkan benda konkrit, dan pembelajarannya adalah menemukan pola, penarikan kesimpulannya berdasarkan contoh dan digeneralisasi. Dapat digunakan juga teori belajar Bruner atau RME yang sesuai dengan kemampuan siswa

    ReplyDelete
  24. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Sayang sekali, tautan yang bapak sertakan dalam tulisan ini sudah tidak dapat dituju. Namun, apabila membaca judul tulisan ini, saya memiliki sedikit komentar terkait matematika untuk orang dewasa dan anak-anak. Menurut saya, matematika seharusnya tidak dibedakan berdasarkan umur. Namun, dalam mempelajari matematika, kita boleh membagi matematika dengan porsi-porsi. Misalnya, matematika untuk anak-anak, berkisar seputar bilangan-bilangan bulat dan operasinya. Sedangkan untuk orang dewasa, sudah meningkat, yaitu tidak hanya sekedar bilangan bulat saja, tapi ada juga bilangan rasional, irrasional, real, imajiner, dan kompleks. Apakah anak-anak tidak boleh mengetahui bilangan kompleks? Menurut saya, boleh apabila anak tersebut membutuhkan dan menginginkannya.

    ReplyDelete
  25. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tentu berbeda. Hal ini disebabkan beberapa factor antara lain, pola pikir, psikologis, dan karakteristik lainnya. Matematika untuk orang dewasa adalah matematika formal, abstrak, sedangkan matematika untuk anak-anak matematika adalah matematika konkret, aktivitas, intuisi, dan pengalaman.

    ReplyDelete
  26. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika untuk orang dewasa dan anak anak pasti berbeda. Matematika untuk anak anak yang menjadi objeknya adalah kehidupan nyata anak-anak, sedangkan matematika untuk dewasa objeknya adalah abstrak. Matematika untuk anak-anak memperhatikan pada psikologi anak, agar anak tidak merasa takut cemas dan stress dalam mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  27. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pembelajaran matematika pada orang dewasa dan anak-anak tidaklah sama. Salah satu faktor yang menyebabkan perbedaan adalah perkembangan pola pikir. Pada usia anak-anak, tahap pemikiran mereka dalam belajar matematika ada pada tahap operasi konkrit, mereka akan dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Sementara pada orang dewasa, mereka sudah dapat menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak. Selain itu, kebutuhan belajar matematika antara orang dewasa dan anak-anak sangatlah berbeda. Oleh sebab itu, matematika orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan.

    ReplyDelete
  28. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. matematika untuk orang dewasa dana anak-anak tentulah berbeda. Anak-anak masih terpaku pada benda-benda konrit yang harus dapat mereka lihat dan rasakan. Matematika untuk anak-anak merupakan matematika sekolah. Matematika sekolah merupakan matematika yang sesuai dengan ruang dan waktu, merupakan kegiatan penelusuran pola dan hubungan, kegiatan komunikasi, kegiatan pemecahan masalah, dan kegiatan investigasi. Sedangkan matematika untuk orang dewasa lebih kepada matematika murni yang terkadang sudah tidak dapat dibayangkan lagi atau bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  29. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya kebutuhan akan matematika pada orang dewasa dan anak-anak tentu saja berbeda. Hal ini disebabkan salah satunya adalah karena pola pikir orang dewasa berbeda dengan pola pikir anak-anak, misalnya orang dewasa sudah mampu memahami konsep matematika yang bersifat abstrak sedangkan anak-anak belum mampu memahami konsep matematika yang abstrak melainkan harus konkrit. Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika harus diperhatikan tahap perkembangan kognitif siswa atau pola pikir siswa yang sesuai dengan tingkatan umurnya masing-masing, sehingga konsep yang disampaikan akan diterima dengan baik oleh siswa.

    ReplyDelete
  30. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Orang dewasa dan anak-anak itu berbeda. Oleh sebab itu, matematika yang ditujukan untuk orang dewasa dan anak-anak pun berbeda. Orang dewasa telah memiliki pola dan kemampuan berpikir yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak, sehingga matematika yang diajarkan bisa lebih bersifat kompleks. Berbeda dengan anak-anak, matematika untuk anak-anak harus harus diberikan sesuai dengan perkembangan anak-anak. Matematika yang sesuai untuk anak-anak adalah matematika yang bersifat kontekstual, realistik, dan sesuai dengan pengalaman si anak.

    ReplyDelete
  31. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika untuk anak dan untuk orang dewasa berbeda. Hal ini dikarenakan pola pikir anak dan orang dewasa juga berbeda. Pembelajaran matematika untuk anak sebaiknya berdasarkan aktivitas-aktivitas yang biasanya dilakukan atau dialami oleh anak. Hal ini karena kecenderungan anak melihat permasalahan matematika sebagai objek nyata. Sehingga akan sangat memudahkan siswa bila menggunakan permasalahan nyata.

    ReplyDelete
  32. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada postingan ini juga membahas tentang matematika dewasa dan matematika anak. Seperti postingan-postingan sebelumnya bahwa pendidikan matematika untuk anak dan pendidikan matematika untuk orang dewasa haruslah dibedakan, karena jika tidak akan berbahaya, anak-anak akan menjadi takut dan parahnya tidak mau mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  33. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika formal abstrak dan semisalnya adalah milik orang dewasa. Akan berbahaya bila anak-anak sampai mengetahuinya. Matematikanya anak adalah aktivitas, menemukan, contoh, pattern and relationship. Sudah semestinya orang dewasa (dalam hal ini guru) dapat membedakan matematika untuk dirinya dan untuk anak didiknya. Saat ia belajar bersama anak didiknya maka ia harus menggunakan matematika nya anak. Saat ia belajar untuk kebutuhannya yang sudah dewasa maka sifat abstrak, formal itulah yang ia pelajari.

    ReplyDelete
  34. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Metematika untuk orang dewasa menurut saya adalah ilmu tentang penimbolan pola pola kebiasaan alam sebagai jalan untuk pengenalan terhadap penciptaan alam. Pengenalan kepada penciptaan alam akan membawa manusia kepada pengenalan terhadap tuhan yang maha esa, hal ini menjadi tujuan hidup yang utama bagi manusia.

    ReplyDelete
  35. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada pembelajaran yang diterapkan untuk usia anak-anak memerlukan pembelajaran yang kontekstual yaitu memerlukan bentuk-bentuk konkrit. Untuk pembelajaran matematika pada usia dewasa memang sudah bisa diajak berfikir abstrak meskipun sejatinya pembelajaran tersebut juga bisa dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran saat usia anak-anak dipersiapkan sematang mungkin agar saat penerapan pada usia dewasa tidak lagi sulit.

    ReplyDelete
  36. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jika dilihat, memang pendidik yang mengajar pelajaran pada usia anak-anak lebih mudah dibandingkan usia dewasa. Karena materi pembelajarannya sangat mudah. Tetapi menurut saya, pembelajaran yang sebenarnya itu kalau difikirkan lebih susah saat mengajar usia anak-anak. Karena pada usia anak-anak mereka tidak hanya diajarkan materi saja, tapi juga makna dari pembelajaran itu sendiri dari segi keterkaitan terhadap kehidupan sehari-hari bahkan sampai penanaman karakter -karakter yang bermoral. Karena sejatinya usia anak-anak itu adalah usia dimana proses pembentukan penanaman karakter yang akan melekat sampai usia dewasa.

    ReplyDelete
  37. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pembelajaran matematika pada orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh perkembangan pola pikir yang berbeda. Tahap berpikir anak-anak dalam belajar matematika adalah pada tahap operasi konkrit yang merupakan tahap dimana anak-anak akan dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Dunianya anak-anak adalah dunia persepsi menggunakan pancaindera, berdasarkan pengalaman mereka seperti pernah dipegang, dilihat dan sebagainya. Anak-anak membutuhkan hal-hal yang bersifat konkrit untuk mengkonstruksi pengetahuannya. Sedangkan matematika untuk orang dewasa pastinya sudah lebih abstrak dibanding dengan matematika untuk anak-anak. Kemampuan berpikir orang dewasa sudah dapat menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak yang tidak dapat dilakukan oleh anak-anak.

    ReplyDelete
  38. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan. Hal ini dikarenakan perbedaan pola pikir dari keduanya. Pola pikir orang dewasa lebih berkembang dan lebih luas. Sementara tu pola pikir anak masih sebatas pada pola pikir yang menggunakan benda-benda konkrit. Orang dewasa sudah dapat menggunakan pola pikirnya untuk dapat menganalisis benda-benda abstrak dan menyelesaikan problem solving, anak-anak belum dapat mencapai tahap itu.

    ReplyDelete
  39. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika untuk anak ialah berupa aktivitas. Anak bisa saja takut dengan pembelajaran matematika jika guru malah memberikan matematika berupa teori yang abstrak bagi anak. Matematika yang baik untuk anak harus bisa menyenangkan mereka.

    ReplyDelete
  40. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika untuk dunia anak dan dunia dewasa itu berbeda. Perbedaaannya terletak pada materi yang disajikan. Untuk anak, materi matematika bersifat konkrit dan berupa aktivitas. Sedangkan untuk dewasa matematika berupa teori dan bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  41. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika dilihat secara materi pembelajran, mengajarkan matematika kepada anak mungkin terlihat mudah. Akan tetapi pada kenyataannya guru tidak hanya memeberikan materi kepada anak. Penanaman nilai-nilai karakter pada pembelajaran matematika sangat perlu diberikan terutama untuk anak. Kemudian pembelajaran matematika untuk anak harusnya dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  42. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Pembelajaran untuk anak anak dan dewasa itu sungguh berbeda, pembelajaran untuk anak anak lebih bersifat ada dalam kehidupan sehari hari agar lebih mudah dipahami dan bersifat realistic, selain itu juga pembelajaran matematika untuk anak anak dikemas dengan menyenangkan dan inovatif agar menumbuhkan rasa senang terhadap matematika. Sedangkan pembelajaran untuk orang dewasa lebih bersifat abstrak dan lebih ke matematika formal, dimana siswa sudah dapat menganalisis dan menginvestigasi dari matematika formal tersebut.

    ReplyDelete
  43. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terimakasi pak untuk linknya akan tetapi ketika saya membuka tautan link tersebut sudah tidak dapat diakses lagi. Namun di beberapa artikel bapak sudah dibahas juga mengenai matematika anak dan orang dewasa yang berbeda. Matematika anak itu merupakan contoh berbeda dengan matematika orang dewasa yang berisi definisi dan teorema

    ReplyDelete
  44. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Karena kita tahu bahwa matematika anak-anak berbeda dengan orang dewasa maka pendekatan pembelajarannya juga tentu berbeda. Pembelajaran matematika anak-anak baiknya menggunakan suatu hal yang kontekstual yang mampu dibayangkan anak-anak untuk kemudian di idealisasikan ke dalam bentuk matematika. Berbeda dengan orang dewasa yang struktur kognitivnay sudah mampu membayangkan sesuatu yang abstrak.

    ReplyDelete
  45. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari bacaan di atas memang seharusnya matematika itu dibedakan untuk orang dewasa dan anak-anak. Karena menurut Piaget, anak-anak masih pada tahap operasional konkrit dimana dalam pembelajaran matematika memerlukan benda-benda konkrit atau nyata untuk membangun pengetahuannya. Dengan benda-benda konkret dimaksudkan agar anak-anak lebih mudah untuk memahami.

    ReplyDelete
  46. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari bacaan di atas saya mendapatkan pelajaran bahwa seorang guru harus lebih memperhatikan dan mengerti tentang perkembangan anak. Sehingga dalam proses pembelajarannya akan sesuai dengan tahap perkembangan si anak. Matematika dewasa lebih abstrak sehingga sulit dimengerti, ini mengapa matematika dewasa tidak cocok untuk anak-anak.

    ReplyDelete
  47. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran Matematika memiliki berbagai macam cara dalam penyampaiaannya. Dan itu disesuaikan dengan objek yang sedang mempelajari matematika. Pembelajaran matematika untu anak-anak masih bersifat kongkret. Mereka mengenal matematika dari sebuah benda yang nyata terlihat. Sedangkan orang dewasa sudah mampu memahami matematika yang bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  48. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kemampuan berpikir yang dimiliki orang dewasa dan anak-anak itu pasti lah berbeda satu sama lainnya. Dalam pembelajaran matematika pun juga begitu. Pembelajaran matematika untuk anak-anak masih bersifat konkret atau berkaitan dengan benda-benda nyata. Sedangkan untuk orang dewasa, kemampuan berpikirnya sudah bisa untuk memahami matematika yang abstrak.

    ReplyDelete
  49. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Meskipun matematika mengubah pola pikir seseorang menjadi pola pikir yang matematis, sistematis, logis, kritis dan cermat. Tetapi sistem matematika ini tidak sejalan dengan tahap perkembangan mental anak, sehingga yang dianggap logis dan jelas oleh orang dewasa pada matematika, namun masih merupakan hal yang tidak masuk akal dan menyulitkan bagi anak.

    ReplyDelete
  50. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Pada pembelajaran untuk anak-anak tentu tingkat keabstrakannya berbeda dengan usia dewasa. Untuk anak-anak perlu adanya penyesuaian bahan pelajaran yang diajarkan dengan dunia anak, misalnya dengan memanfaatkan lingkungan. Sedangkan untuk dewasa bisa dengan bahan pelajaran yang lebih abstrak atau formal.

    ReplyDelete
  51. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, memang terdapat perbedaan pembelajaran yang dilakukan pada usia dewasa dan usia anak. Hal ini dikarenakan berdasarkan pemikiran usia dewasa dengan usia anak yang berbeda. usia anak masih dalah tahap kontekstual, yaitu mereka belajar dari apa yang mereka lihat atau apa yang mereka lakukan. sedangkan pada usia dewasa, mereka sudah bisa berpikir secara ilmiah, walaupun terkadang masih dapat menggunakan metode kontekstual tersebut.

    ReplyDelete
  52. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak berbeda dalam hal kekompleksan materi dan proses penyampaian materi. Matematika anak-anak cenderung lebih sederhana yang mengkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitar anak yang merupakan benda-benda konkrit. Matematika dewasa lebih kompleks dengan materi pembelajaran mengenai pembuktian, teorema, aksioma dll yang lebih sulit. Matematika dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan karena kemampuan dan pola pikir mereka yang berbeda.

    ReplyDelete
  53. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Matematika untuk anak-anak adalah matematika sekolah yang berisi kegiatan-kegiatan/ aktiviats-aktivitas menemukan konsep.Disini siswa sebagai subyek dan pengetahuan sebagai sesuatu yang harus digeluti dan dipikirkan oleh siswa sehingga dalam pembelajaran tidak hanya sekedar tranfer pengetahuan melainkan bagaimana menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik

    ReplyDelete
  54. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam pembelajaran tersebut agar siswa lebih mudah dalam menemukan konsep dan membangun pengetahuan maka dalam kegiatan menemukan konsep tersebut dikaitkan dengan masalah kontekstual yang berkaitan dengan masalah-masalah yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari

    ReplyDelete