Oct 7, 2013

Matematika untuk Orang Dewasa dan Anak-anak




Dear all,

Following is the discussion on the differences between Adults and Younger Math:

http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&discussionID=276248584&gid=33207&commentID=167136771&trk=view_disc&fromEmail=&ut=2uA5P9sed83RY1

Thank's

Marsigit

32 comments:

  1. Seorang guru yang baik akan dapat menyampaikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan berfikir siswanya. Guru yang baik tentu harus dapat membedakan antara matematika untuk dewasa dan matematika untuk anak yang lebih muda. Seorang guru yang baik akan membuatkan jalan yang baik yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa nya dalam mempelajari matematika.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  2. Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    Seorang guru yang baik akan dapat menyampaikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan berfikir siswanya. Guru yang baik tentu harus dapat membedakan antara matematika untuk dewasa dan matematika untuk anak yang lebih muda. Seorang guru yang baik akan membuatkan jalan yang baik yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa nya dalam mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  3. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pendidikan di Indonesia saat ini masih jauh dari harapan. Hal ini dikarenakan tidak sinkronnya pembuat kebijakan dengan pelaksana kebijakan. Mereka yang membuat kebijakan bercita-cita tinggi atau Prof. sering katakan ambisi orang dewasa, sedangkan sang pelaksana kebijakan adalah para siswa atau anak-anak. Selama ini mereka yang membuat kebijakan tidak mengetahui dan memahami kondisi lapangan pendidikan, sehingga apa yang benar-benar dibutuhkan siswa tidak dapat tercover dalam kebijakan. Pada akhirnya siswa mengalami kesulitan dalam melaksanakan kebijakan orang dewasa tersebut.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  4. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam matematika untuk orang dewasa dan anak-anak yang sudah dijabarkan diatas bahwa matematika untuk anak dan dewasa itu berbeda cara pengajarannya. Anak itu memiliki cara yang lain dari orang dewasa. Dalam pengajaran matematika kepada anak itu harus yang mudah dimengerti, menggunakan contoh yang kongkrit. Seorang guru harus bisa mengetahui bahwa orang dewasa mempunyai pikiran yang telah berkembang.

    ReplyDelete
  5. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Tingkat pemikiran orang dewasa dan anak-anak memiliki berbeda. Orang dewasa sudah memiliki kemampuan untuk tingkat pemikiran yang tinggi sedangkan anak-anak masih berpikir yang bersifat kontekstual. Cara berpikir yang berbeda tentu harus sejalan dengan teknik pembelajaran yang berbeda pula . Begitu juga dalam matematika, orang dewasa sudah mampu berpikir abstrak sedangkan anak-anak umumnya masih hal yang bersifat kongkrit. Dengan demikian, guru dalam mengajarkan anak matematika janganlah dengan sesuatu yang di luar pemikirannya karena cara pengajaran yang salah akan mengakibatkan anak menjadi korban sehingga tidak menyukai matematika.

    ReplyDelete
  6. itri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Matematika anak-anak dan matematikanya orang dewasa tentu tidak dapat disamakan. dari segi pemikiran dan psikologi anak kecil yang masih menggunakan benda-benda kongkrit dalam proses pembelajaran yang diterimanya agar hasil yang memuaskan dapat dicapai, sedangkan matematikanya orang dewasa lebih ke arah teoritis menggunakan aksioma-aksioma dan belajar berdasarkan definisi dari suatu konsep yang dipelajari. Berdasarkan hal ini, tentu mencampur-adukkan matematika nak-anak dan matematika orang dewasa menjadi salah satu hal yang harus kita hindari. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  7. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Jika ditinjau dari sisi pembelajarannya, pembelajaran matematika bagi orang dewasa dapat dilakukan lebih open, sedangkan pembelajaran matematika bagi anak-anak haruuslah berawal dari hal-hal kongkrit yang biasa ditemuinya dalam kehidupan keseharian meraka. Sehingga saat orang dewasa mengajarkan matematika kepada anak-anak, maka matematika langit yang dimilikiorang dewasa harus di bumikan terlebih dahulu serta guru harus mampu untuk memposisikan diri mereka sebagai anak kecil. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  8. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Kami mencoba menguraikan judul pada postingan kali ini, bahwa matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tentulah beda karena dari segi usia sudah beda dan hal itu berimplikasi pada pola pemikiran oleh karena itu, materi matematika untuk anak-anak leboh baik disampaikan dengan kongrit melalui aktivitas siswa dalam kehidupan sehari-hari sehingga pengetahuan siswa dapat bermakna dan melekap dalam diri siswa. Sedangkan untuk orang dewasa , pembelajaran matematika selain kontekstuan juga harus memiliki tingkat analisis. Terima Kasih

    ReplyDelete
  9. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Tiap orang dapat mempelajari matematika, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Materi yang disajikan juga akan disesuaikan tingkat kompleksitasnya. Bagi anak-anak Sekolah Dasar, tentu akan sulit apabila materi yang diberikan berupa materi abstrak. Sedangkan bagi orang dewasa, apabila tingkat kompleksitas materi tidak diikuti dengan semakin tingginya tingkatan akan menjadikan mereka stagnan, tidak ada tantangan sehingga tidak bisa berkembang. Begitu pula dengan cara penyampaiannya. Guru harus dapat menyesuaikan proses pembelajaran dengan tingkatan kemampuan siswa. Kesesuaian dan ketepatan merupakan kunci dalam menyampaikan matematika untuk orang dewasa dan anak-anak.

    ReplyDelete
  10. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Terimakasih Prof, untuk link tidak dapat saya buka, saya hanya berkomentar terkait perbedaan matematika untuk orang dewasa dan anak. Orang dewasa sudah memiliki kemampuan berpikir abstrak, ideal, sehingga matematika formal mudah dipahami oleh orang dewasa berbeda dengan anak-anak, secara kemmapuan berpikir belum matang. Anak-anak lebih banyak belajar dengan matematika intuitif dan imajinasi, menggunkan berbagai benda konkret disektarnya untuk belajar matematika. Tingkat beerpikir abstrak masih belum bagi anak-anak

    ReplyDelete
  11. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Matematika untuk orang dewasa dan anak adalah dua hal yang sangat berbeda, dimana matematika untuk orang dewasa lebih bersifat formal, sedangkan matematika untuk anak-anak adalah matematika sekolah yang pendekatannya lebih menggunakan benda-benda real yang familiar supaya anak dapat lebih mudah untuk membangun konsep dengan membayangkannya. kekeliruan dalam pemberian pengetahuan seperti memberikan matematika formal untuk anak akan menyebabkan efeik yang sangat buruk bagi anak dalam jangka pendek maupun panjang. intuisi siswa tidak akan terbangun atau bahkan malah dapat mematikan intuisi yang sebelumnya pernah ada. untuk itu calon guru matematika di masa depan harus berupaya keras untuk memperbaiki dan sebisa mungkin untuk mencegah hal itu terjadi kembali di masa depan. terima kasih

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  12. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pembelajaran matematika pada orang dewasa dan anak-anak itu berbeda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perkembangan pola berpikir sudah berbeda. Dalam usianya, tahap pemikiran anak-anak baru sampai tahap operasi konkrit, yaitu tahap dimana anak-anak akan dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Sedangkan untuk orang dewasa, mereka sudah dapat belajar matematika yang bersifat abstrak. Dalam belajar matematika, kemampuan berpikir orang dewasa sudah sampai pada tahap problem solving yang mungkin belum dapat dilakukan oleh anak-anak.


    ReplyDelete
  13. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Mohon maaf Pak Marsigit sepertinya banyak dari link yang bapa cantumkan dalam blog ini suda kadaluarsa. Sebaiknya untuk diperbarui lagi agar dapat menjadi sumber bacaan bagi kami. Namun saya akan menyampaikan sedikit yang saya pahami mengenai matematika untuk orang dewasa dan anak-anak.

    Matematika dewasa ialah matematika yang mempelajari ilmu murni seperti teori matematika, rumus, dan pembuktian. Sedangkan matematika ana ialah matematika dalam konteks sehari-hari seperti jumla apel, jumlah permen dan sebagainya. Di kampus pendidikan, mahasiswa yang dianggap sebagai orang dewasa tida hanya mempelajari matematika dewasa tetapi juga matematika anak. Hal ini dikarenakan nantinya setelah lulus, mahasiswa tersebut diharapkan dapat mengajarkan matematika anak pada siswanya.

    ReplyDelete
  14. Latifah Fitriasari
    PM C

    Pola pikir anak-anak dan orang dewasa tentu sangatlah berbeda. Dalam usianya, tahap pemikiran anak-anak dalam belajar masih perlu bimbingan dan arahan sedangkan orang dewasa mungkin hanya sedikit bimbingan dan arahan atau malah sama sekali tidak perlu bimbingan dan petunjuk/arahan. . Anak-anak mempelajari konsep sederhana dengan mudah. Maka dari itu tehnik pembelajaran untuk orang dewasa berbeda dengan anak-anak.

    ReplyDelete
  15. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Matematika untuk orang dewasa dan anak anak memiliki perbedaan yang sangat jauh. Hal ini dilihat dari materi yag akan disampaikan maupun cara penyampaian materi tersebut. Dengan penyampaian yang diseseuikan dengan kebutuhan dan perkembangan anak, maka anak tidak akan mengalami kesulitan dalam memperlajari matematika tersebut. Sedangkan orang dewasa yang telah mampu berpikir abstrak, akanlebih mudah unutk memahami matematika yang lebih sulit unutk dipikirkan.

    ReplyDelete
  16. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Mohon maaf Pak, karena link yang diberikan sudah tidak dapat akses. Namun dari membaca judul postinganya, saya ingin mengutarakan pendapat. Matematika untuk orang dewasa adalah yang berparadigma pure math, yang hanya mengandalkan definisi, teorema dan rumus-rumus. Sedangakan matematika untuk anak-anak adalah matematika yang berparadigma pada pengalaman/aktivitas anak-anak sesuai dengan ruang dan waktunya. Anak-anak yang hanya belajar melalui definisi tidak memperoleh ilmu yang berguna, yang berlaku dalam jangka waktu panjang, yang bermanfaat dalam kehidupan nyata. Karena anak bukan hanya mengalami kesulitan memahaminya pada saat belajar namun juga menginggatnya serta mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  17. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Pembelajaran matematika pada orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perkembangan pola pikir. Pola pikir anak-anak dan orang dewasa tentu sangatlah berbeda. Dalam usianya, tahap pemikiran anak-anak dalam belajar matematika ada pada tahap operasi konkrit yang merupakan tahap dimana anak-anak akan dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Sementara orang dewasa sudah dapat belajar matematika dalam tahap problem solving. Dalam belajar matematika, kemampuan berpikir orang dewasa sudah dapat menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak yang tidak dapat dilakukan oleh anak-anak. Selain itu kebutuhan belajar matematika antara orang dewasa dan anak-anak sangatlah berbeda. Hal ini menjadikan perlakuan pemenuhan akan kebutuhan tersebut tentu juga berbeda. Oleh sebab itu, matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan.

    ReplyDelete
  18. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Mohon maaf prof, link yang bapak bagikan sudah tidak dapat dibuka. Namun, melihat judul postingan bapak kali ini, saya ingin sedikit berpendapat. Matematika untuk orang dewasa dan anak memanglah berbeda, dan tidak dapat dipaksakan satu sama lain. Matematika untuk orang dewasa lebih kepada matematika murni, yang berupa definisi, teorema, postulat dan rumus-rumus serta asal mula rumusnya. Sedangkan matematika untuk anak-anak,lebih kepada membangun pengalaman dan aktivitas anak-anak mengenal angka, mengenal operasi bilangan, dan konsep sederhana yang lain. Hal itu dikarenakan, tahap perkembangan otak dan berpikir matematis siswa tentu berbeda dari orang dewasa. Namun seiring berjalannya waktu, matematika untuk orang dewasa akan ada saatnya diberikan kepada anak-anak untuk keperluan tertentu dan harus disesuaikan dengan ruang dan waktunya. Begitu kiranya apa yang dapat saya utarakan. Terimakasih.

    ReplyDelete
  19. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak itu sangat berbeda. Orang dewasa mempelajari matematika formal berupa rumus-rumus. Sedangkan anak-anak seharusnya mempelajari matematika dalam bentuk konkret. Namun pendidikan saat ini para guru lebih banyak menjejali siswanya dengan rumus yang sangat abstrak. Akibatnya siswa hanya akan menghafal rumus tanpa memahami konsepnya. Matematika yang seharusnya untuk orang dewasa namun diterapkan kepada anak-anak maka akan merusak intuisi mereka. Agar siswa dapat mempelajari matematika dengan baik, guru harus membawa hal-hal dari dunia nyata yang ditemui setiap hari oleh mereka. Anak-anak akan lebih mudah memahami hal-hal konkret seperti itu

    ReplyDelete
  20. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Matematika untuk anak-anak dan orang dewasa memang berbeda karena tingkat pemikirannya juga berbeda. Matematika untuk anak-anak adalah matematika konkrit yang berhubungan dengan keseharian. Guru yang baik adalah guru yang dapat menempatkan pembelajaran sesuai dengan umur dan tingkat pemikiran peserta didiknya. Namun apabila kurikulum menuntut hal yang sebaliknya bagaimanakah guru seharusnya bersikap?

    ReplyDelete
  21. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. matematika untuk orang dewasa dana anak-anak tentulah berbeda. Anak-anak masih terpaku pada benda-benda konrit yang harus dapat mereka lihat dan rasakan. Matematika untuk anak-anak merupakan matematika sekolah. Matematika sekolah merupakan matematika yang sesuai dengan ruang dan waktu, merupakan kegiatan penelusuran pola dan hubungan, kegiatan komunikasi, kegiatan pemecahan masalah, dan kegiatan investigasi. Sedangkan matematika untuk orang dewasa lebih kepada matematika murni yang terkadang sudah tidak dapat dibayangkan lagi atau bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  22. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya, kemampuan berpikir anak-anak dan orang dewasa sangat berbeda. untuk itu dalam memberikan suatu pembelajaran guru harus memperhatikan kemampuan siswa dalam berpikir, guru harus mampu menembus ruang dan waktu subjek peserta didiknya. anak-anak cenderuh lebih mudah memahami dengan menggunakan contoh yang realita, mereka belum mampu untuk mempelajari sesuatu yang abstrak.

    ReplyDelete
  23. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Matematika anak-anak dan matematika dewasa jelas sangat berbeda, sama seperti cara berpikir anak-anak dan orang dewasa. kita akan bersifat menindas jika kita memaksakan anak-anak untuk berpikir abstrak seperti cara berpikir di perguruan tinggi. namun walaupun matematika untuk orang dewasa dan matematika untuk anak-anak memiliki perbedaan konsep yang kentara, tetap harus ada yang menjembatani keduanya.

    ReplyDelete
  24. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Penyampaian materi dalam pembelajaran matematika harus disesuaikan dengan subjek yang mempelajari. Pembelajaran matematika untuk sekolah dasar masih bersifat kongkret. Sedangkan
    untuk sekolah menengah mampu memahami matematika yang bersifat abstrak. Penyesuaian umur tersebut sangat berpengaruh dengan kemampuan potensi yang dimiliki saat umur tersebut.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  25. Rosnida Nurhayati
    PPs PMB 2017
    17709251042

    Dalam menyampaikan suatu materi, kita harus mempalajari juga perkembangan psikologi siswa. Tidak semua siswa bisa menerima cara penyampaian yang sama. Seoarng guru sebaiknya menyesuaikan dengan karakteristik perkembangan siswa. Agar dalam proses pemahaman pengetahuan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  26. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sangatlah penting membedakan pembelajaran matematika untuk orang dewasa dan anak-anak. Karena dunia orang dewasa dan dunia anak-anak memang berbeda. Dunia anak lebih banyak dengan bermain.

    ReplyDelete
  27. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Melanjutkan komen saya di atas, akan sangat menyenangkan bagi anak apabila pemberian matematika kepada anak bisa dikemas sekreatif dan semenarik mungkin sehingga anak bisa belajar matematika sambil bermain. Disinilah peran penting guru untuk mengemas pembelajaran matematika dan menjadikan matematika menjadi pembelajaran yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  28. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sayang sekali linknya sudah tidak dapat dibuka, tetapi sungguh menarik judul di atas. Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak memang seharusnya berbeda. Penalaran orang dewasa dan anak-anak tentulah berbeda. Anak-anak belajar melalui pengalamannya, melalui hal-hal yang konkret. Oleh karena itu matematika anak-anak harus dikaitkan dengan hal-hal yang ada di sekeliling mereka agar lebih mudah dimengerti. Orang dewasa tentu telah dapat mengerti simbol-simbol, maka matematika orang dewasa lebih kepada aplikasi simbol-simbol matematika yang telah dipelajari ketika anak-anak.

    ReplyDelete
  29. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Terkait postingan ini, meski link yang disampaikan tidak dapat saya akses, namun saya ingin menyampaikan tanggapan saya trkait judul yang disampaikan. Tentu semua sepakat dan sependapat bahwa objek kajian dan cara bermatematika anak-anak dan orang dewasa sangat berbeda. Anak-anak yang memang baru masuk pada tahap konkretnya membutuhkan sesuatu yang benar-benar konkret untuk belajar matematika, salah satu tujuannya adalah untuk membangun imaginasi dipikirannya terkait matematika yang sebenarnya abstrak. Sementara itu untuk orang dewasa yang sudah memiliki pengalaman dan mampu berimaginasi dengan pikirannya, matematika adalah kajian tentang objek yang abstrak, mengenai teorema, prinsip, konsep, dsb. Namun pada dasarnya antara anak dan dewasa memiliki kesamaan dalam hal tujuan belajar matematika, yakni membangun pola pikir matematis, yakni berpikir kritis, logis, sistematis.

    ReplyDelete
  30. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Dalam mempelajari matematika harus disesuaikan dengan tingkatannya, karena matematika itu berstruktur,. Maka ada tataranya sendiri-sendiri berkaitan dengan porsi yang diterima berdasarkan tingkatan umur dan pemikiran. Artinya, kita tidak boleh semena-mena memberikan materi yang belum saatnya diberikan kepada siswa. Harus dipenuhi dulu syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum memperoleh materi tersebut, sehingga siswa tidak begitu kesulitan.

    ReplyDelete
  31. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb Prof
    Sudah jelas bahwa matematika untuk orang dewasa dan anak anak tentulah berbeda. Karena, perkembangan pola pikir orang dewasa dan anak anak pun tentunya berbeda. Tahap pemikiran anak-anak dalam belajar matematika yaitu anak-anak akan dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit, benda yang ada disekitarnya. Sedangkan orang dewasa sudah dapat belajar matematika dengan cara problem soving, serta orang dewasa sudah dapat menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak yang tidak dapat dilakukan oleh anak-anak. Oleh sebab itu cara mengatasi/menghadapi cara belajar orang dewasa dan anak anakpun tentunya berbeda.

    ReplyDelete
  32. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pola pikir dan keadaan psikologis menjadi perbedaan mendasar dalam meninjau matematika bagi orang dewasa dan anak-anak. Orang dewasa memiliki kecendruangan emosi yang lebih stabil jika dibandingkan dengan anak-anak. Gaya berfikir anak yang sederhana kadang belum begitu mampu mencapai matematika yang bersifat abstrak. Oleh karena itu perlu dipertegas jenis matematika yang sesuai untuk masing-masing baik anak-anak maupun orang dewasa. Pure Mathematics dan School Mathematics harus ditempatkan secara sesuai terhadap objeknya. Pemilihan strategi yang tepat juga menjadi salah satu altenatif dalam usaha mengajarkan matematika kepada anak, seperti Matematika Realistik yang dapat dirasakan dekat dengan anak.

    ReplyDelete