Oct 7, 2013

Matematika untuk Orang Dewasa dan Anak-anak




Dear all,

Following is the discussion on the differences between Adults and Younger Math:

http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&discussionID=276248584&gid=33207&commentID=167136771&trk=view_disc&fromEmail=&ut=2uA5P9sed83RY1

Thank's

Marsigit

108 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Cara pengajaran matematika haruslah disesuaikan dengan usia dan tingkatan kognisi siswa. Jika matematika diajarkan kepada anak-anak maka cara pengajarannya harus menyenangkan dan kreatif agar anak dapat menerima bahwa matematika itu dekat dengan hidupnya. Pengajaran matematika kepada anak itu harus yang mudah dimengerti serta menggunakan contoh yang kongkrit. Sedangkan matematika untuk orang dewasa itu kajian matematikanya lebih abstrak.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Pembelajaran matematika pada orang dewasa dan anak memang perlu dibedakan karena perkembangan pola pikir mereka juga berbeda. Selain itu kebutuhan belajar antara dewasa dan anak juga berbeda. Tidak semua persoalan yang dikerjakan oleh orang dewasa dapat dikerjakan oleh anak. Matematika untuk orang dewasa itu matematika formal sedangkan yang untuk anak lebih kepada matematika konkret, dimana mereka haruslah menemukan matematikanya sendiri melalui pengalaman mereka. Disini selanjutnya adalah peran guru untuk dapat menggunakan metode yang tepat, jangan sampai anak hanya dijejali rumus rumus yang akhirnya merusak intuisi mereka.

    ReplyDelete
  3. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika untuk dewasa dan anak anak tentu berbeda, pembelajaran untuk anak anak lebih ditekankan pada obyek konkrit untuk media pembelajarannya, sedang untuk orang dewasa sudah dapat menganalisis obyek abstark.

    ReplyDelete
  4. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Pembelajaran matematika untuk anak-anak dan orang dewasa tentunya berbeda tidak bisa disamakan. Salah satu faktor yang membedakannya adalah tingkat pola pikirnya. Pada usia anak-anak, tingkat pikirnya masih dalam tahap operasi konkrit, sedangkan untuk orang dewasa, tingkat pikirnya sudah masuk dalam tahap operasi formal. Untuk dapat memahami matematika, anak-anak dapat memahami dengan bantuan benda-benda konkrit, sedangkan untuk orang dewasa, tidak perlu bantuan karena sudah mampu berpikir abstrak.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak jelas berbeda. Berbeda dalam hal kebutuhannya, kompetensinya dan tingkat kemampuan kognitifnya. Nah hal yang demikian merupakan tugas dari guru untuk dapat mengetahui karakteristik siswanya, bagaimana gaya belajarnya, motivasinya dan lain sebagainya. Untuk dapat menuju ke matematika formal anak-anak harus dibawa dari masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari sedangkan orang dewasa mereka akan lebih menggunakan intuisi dan matematika formalnya dalam memecahkan masalah karena orang dewasa lebih mempunyai pemahaman yang utuh dan jelas guna mencapai tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  6. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika untuk dewasa dan anak-anak berbeda. Anak-anak hanya mampu menyerap konsep matematika yang bersifat konkret, sedangkan orang dewasa sudah mampu menyerap konsep matematika yang bersifat abstrak. Oleh karenanya mengajarkan matematika ke anak-anak dengan ke orang dewasa juga jelas berbeda. Jika mengajarkan matematika ke anak-anak kita tidak bisa memulainya dengan definisi/rumus, namun dengan contoh dan non contoh. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa memulai belajar matematika dari definisi/rumus.

    ReplyDelete
  7. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Membelajarkan matematika kepada orang dewasa dan anak-anak memiliki perbedaan. Matematika untuk anak-anak diajarkan melalui tahapan Bruner, yaitu dimulai dari tahapan enaktif, ikonik, dan simbolik. Pada tahap awal, matematika diajarkan melalui benda-benda konkrit. Kemudian benda konkrit tersebut dibuat ikon/gambar dua dimensi yang masih sesuai dengan benda konkrit, setelah itu baru lah diajarkan menggunakan simbol-simbol matematika.
    Sedangkan matematika untuk dewasa sudah menggunakan matematika formal. Karena, orang dewasa sudah mampu melakukan proses berpikir tingkat tinggi seperti menggunakan penalaran dan logika dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  8. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pendidikan untuk dewasa dan anak anak tentunya berbeda, perbedaan itu didasari pada perbedaan daya dan pola pikir, perkembangan psikologis dewasa dan anak anak juga berbeda, sehingga proses pemeblajaran yang dilakukan juga berbeda, jika disamakan maka akan ada salah satu yang tertekan dan tidak berkemabang, jangan sampai adanya korban pendidikan yang tidak disesuaikan dengan perkembangan anak, pembelajaran untuk anak anak lebih menggunakan objek konkret agar lebih mudah dipahami sedangkan untuk dewasa sudah menggunakan objek abstrak.

    ReplyDelete
  9. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika untuk orang dewasa dengan matematika untuk anak-anak pasti berbeda. Banyak hal yang mendasari perbedaan tersebut. Orang dewasa yang telah memiliki kemampuan berfikir tingkat tinggi dapat menerima matematika formal yang berisikan tentang definisi, konsep, hal abstrak, dan menemukan rumus maupun teorema. Sedangkan matematika untuk anak-anak didesain sebagai matematika sekolah. Siswa diajarkan dengan intuisi, benda konkrit, dan menemukan pola, investigasi, dan komunikasi. Sehingga diharapkan guru mampu memposisikan diri sebagai guru para siswa ataupun guru sebagai orang dewasa.

    ReplyDelete
  10. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Matematika yang diajarkan di sekolah dengan matematika murni tidak bisa disamakan. Karakteristik siswa yang dipaparkan oleh Piaget mengarahkan kita bahwa siswa memahami matematika secara intuisi, mengandalkan benda konkrit, dan pembelajarannya adalah menemukan pola, penarikan kesimpulannya berdasarkan contoh dan digeneralisasi. Dapat digunakan juga teori belajar Bruner atau RME yang sesuai dengan kemampuan siswa

    ReplyDelete
  11. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Sayang sekali, tautan yang bapak sertakan dalam tulisan ini sudah tidak dapat dituju. Namun, apabila membaca judul tulisan ini, saya memiliki sedikit komentar terkait matematika untuk orang dewasa dan anak-anak. Menurut saya, matematika seharusnya tidak dibedakan berdasarkan umur. Namun, dalam mempelajari matematika, kita boleh membagi matematika dengan porsi-porsi. Misalnya, matematika untuk anak-anak, berkisar seputar bilangan-bilangan bulat dan operasinya. Sedangkan untuk orang dewasa, sudah meningkat, yaitu tidak hanya sekedar bilangan bulat saja, tapi ada juga bilangan rasional, irrasional, real, imajiner, dan kompleks. Apakah anak-anak tidak boleh mengetahui bilangan kompleks? Menurut saya, boleh apabila anak tersebut membutuhkan dan menginginkannya.

    ReplyDelete
  12. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tentu berbeda. Hal ini disebabkan beberapa factor antara lain, pola pikir, psikologis, dan karakteristik lainnya. Matematika untuk orang dewasa adalah matematika formal, abstrak, sedangkan matematika untuk anak-anak matematika adalah matematika konkret, aktivitas, intuisi, dan pengalaman.

    ReplyDelete
  13. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika untuk orang dewasa dan anak anak pasti berbeda. Matematika untuk anak anak yang menjadi objeknya adalah kehidupan nyata anak-anak, sedangkan matematika untuk dewasa objeknya adalah abstrak. Matematika untuk anak-anak memperhatikan pada psikologi anak, agar anak tidak merasa takut cemas dan stress dalam mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  14. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pembelajaran matematika pada orang dewasa dan anak-anak tidaklah sama. Salah satu faktor yang menyebabkan perbedaan adalah perkembangan pola pikir. Pada usia anak-anak, tahap pemikiran mereka dalam belajar matematika ada pada tahap operasi konkrit, mereka akan dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Sementara pada orang dewasa, mereka sudah dapat menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak. Selain itu, kebutuhan belajar matematika antara orang dewasa dan anak-anak sangatlah berbeda. Oleh sebab itu, matematika orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan.

    ReplyDelete
  15. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. matematika untuk orang dewasa dana anak-anak tentulah berbeda. Anak-anak masih terpaku pada benda-benda konrit yang harus dapat mereka lihat dan rasakan. Matematika untuk anak-anak merupakan matematika sekolah. Matematika sekolah merupakan matematika yang sesuai dengan ruang dan waktu, merupakan kegiatan penelusuran pola dan hubungan, kegiatan komunikasi, kegiatan pemecahan masalah, dan kegiatan investigasi. Sedangkan matematika untuk orang dewasa lebih kepada matematika murni yang terkadang sudah tidak dapat dibayangkan lagi atau bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  16. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya kebutuhan akan matematika pada orang dewasa dan anak-anak tentu saja berbeda. Hal ini disebabkan salah satunya adalah karena pola pikir orang dewasa berbeda dengan pola pikir anak-anak, misalnya orang dewasa sudah mampu memahami konsep matematika yang bersifat abstrak sedangkan anak-anak belum mampu memahami konsep matematika yang abstrak melainkan harus konkrit. Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika harus diperhatikan tahap perkembangan kognitif siswa atau pola pikir siswa yang sesuai dengan tingkatan umurnya masing-masing, sehingga konsep yang disampaikan akan diterima dengan baik oleh siswa.

    ReplyDelete
  17. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Orang dewasa dan anak-anak itu berbeda. Oleh sebab itu, matematika yang ditujukan untuk orang dewasa dan anak-anak pun berbeda. Orang dewasa telah memiliki pola dan kemampuan berpikir yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak, sehingga matematika yang diajarkan bisa lebih bersifat kompleks. Berbeda dengan anak-anak, matematika untuk anak-anak harus harus diberikan sesuai dengan perkembangan anak-anak. Matematika yang sesuai untuk anak-anak adalah matematika yang bersifat kontekstual, realistik, dan sesuai dengan pengalaman si anak.

    ReplyDelete
  18. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika untuk anak dan untuk orang dewasa berbeda. Hal ini dikarenakan pola pikir anak dan orang dewasa juga berbeda. Pembelajaran matematika untuk anak sebaiknya berdasarkan aktivitas-aktivitas yang biasanya dilakukan atau dialami oleh anak. Hal ini karena kecenderungan anak melihat permasalahan matematika sebagai objek nyata. Sehingga akan sangat memudahkan siswa bila menggunakan permasalahan nyata.

    ReplyDelete
  19. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada postingan ini juga membahas tentang matematika dewasa dan matematika anak. Seperti postingan-postingan sebelumnya bahwa pendidikan matematika untuk anak dan pendidikan matematika untuk orang dewasa haruslah dibedakan, karena jika tidak akan berbahaya, anak-anak akan menjadi takut dan parahnya tidak mau mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  20. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika formal abstrak dan semisalnya adalah milik orang dewasa. Akan berbahaya bila anak-anak sampai mengetahuinya. Matematikanya anak adalah aktivitas, menemukan, contoh, pattern and relationship. Sudah semestinya orang dewasa (dalam hal ini guru) dapat membedakan matematika untuk dirinya dan untuk anak didiknya. Saat ia belajar bersama anak didiknya maka ia harus menggunakan matematika nya anak. Saat ia belajar untuk kebutuhannya yang sudah dewasa maka sifat abstrak, formal itulah yang ia pelajari.

    ReplyDelete
  21. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Metematika untuk orang dewasa menurut saya adalah ilmu tentang penimbolan pola pola kebiasaan alam sebagai jalan untuk pengenalan terhadap penciptaan alam. Pengenalan kepada penciptaan alam akan membawa manusia kepada pengenalan terhadap tuhan yang maha esa, hal ini menjadi tujuan hidup yang utama bagi manusia.

    ReplyDelete
  22. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada pembelajaran yang diterapkan untuk usia anak-anak memerlukan pembelajaran yang kontekstual yaitu memerlukan bentuk-bentuk konkrit. Untuk pembelajaran matematika pada usia dewasa memang sudah bisa diajak berfikir abstrak meskipun sejatinya pembelajaran tersebut juga bisa dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran saat usia anak-anak dipersiapkan sematang mungkin agar saat penerapan pada usia dewasa tidak lagi sulit.

    ReplyDelete
  23. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jika dilihat, memang pendidik yang mengajar pelajaran pada usia anak-anak lebih mudah dibandingkan usia dewasa. Karena materi pembelajarannya sangat mudah. Tetapi menurut saya, pembelajaran yang sebenarnya itu kalau difikirkan lebih susah saat mengajar usia anak-anak. Karena pada usia anak-anak mereka tidak hanya diajarkan materi saja, tapi juga makna dari pembelajaran itu sendiri dari segi keterkaitan terhadap kehidupan sehari-hari bahkan sampai penanaman karakter -karakter yang bermoral. Karena sejatinya usia anak-anak itu adalah usia dimana proses pembentukan penanaman karakter yang akan melekat sampai usia dewasa.

    ReplyDelete
  24. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, memang terdapat perbedaan pembelajaran yang dilakukan pada usia dewasa dan usia anak. Hal ini dikarenakan berdasarkan pemikiran usia dewasa dengan usia anak yang berbeda. usia anak masih dalah tahap kontekstual, yaitu mereka belajar dari apa yang mereka lihat atau apa yang mereka lakukan. sedangkan pada usia dewasa, mereka sudah bisa berpikir secara ilmiah, walaupun terkadang masih dapat menggunakan metode kontekstual tersebut.

    ReplyDelete
  25. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak berbeda dalam hal kekompleksan materi dan proses penyampaian materi. Matematika anak-anak cenderung lebih sederhana yang mengkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitar anak yang merupakan benda-benda konkrit. Matematika dewasa lebih kompleks dengan materi pembelajaran mengenai pembuktian, teorema, aksioma dll yang lebih sulit. Matematika dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan karena kemampuan dan pola pikir mereka yang berbeda.

    ReplyDelete
  26. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Matematika untuk anak-anak adalah matematika sekolah yang berisi kegiatan-kegiatan/ aktiviats-aktivitas menemukan konsep.Disini siswa sebagai subyek dan pengetahuan sebagai sesuatu yang harus digeluti dan dipikirkan oleh siswa sehingga dalam pembelajaran tidak hanya sekedar tranfer pengetahuan melainkan bagaimana menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik

    ReplyDelete
  27. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam pembelajaran tersebut agar siswa lebih mudah dalam menemukan konsep dan membangun pengetahuan maka dalam kegiatan menemukan konsep tersebut dikaitkan dengan masalah kontekstual yang berkaitan dengan masalah-masalah yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari

    ReplyDelete
  28. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Matematika untuk orang dewasa dan anak anak tentu akan berbeda apabila dilihat dari tahap perkembangannya. Anak anak masih berpikir dalam tahap konkret. Pada tahap ini anak-anak dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda konkret. Konsep matematika yang didasarkan pada benda-benda konkret lebih mudah dipahami oleh anak-anak daripada memanipulasi istilah abstrak. Sedangkan orang dewasa sudah berpikir dalam tahap operasi formal sehingga sudah mampu melakukan penalaran pada hal-hal yang abstrak.

    ReplyDelete
  29. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Mohon maaf Pak. Untuk link url yang dibagikan sudah tidak aktif, sekiranya Bapak berkenan, kami mohon dengan sangat untuk artikel tersebut diunggah ulang.

    ReplyDelete
  30. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Mohon maaf Pak Marsigit. Link yang Bapak berikan sudah tidak aktif.
    Namun saya disini akan mengutarakan pendapat saya sesuai judul artikel Bapak.
    Matematika merupakan ilmu yang abstrak namun bisa dikonkrtkan dengan hal-hal di sekitar kita. Matematika yang diajarkan kepada orang dewasa perlu dibedakan dengan matematika yang diajarkan pada anak-anak. Anak-anak dapat mempelajari sesuatu konkrit lebih cepat dari pada yang abstrak. Salah satu contohnya yaitu mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari (RME)

    ReplyDelete
  31. Junianto
    PM C
    17709251065

    Seperti halnya dengan jenjang pendidikan, matematika pun memiliki jenjang. Ada matematika untuk orang dewasa dan matematika untuk anak-anak. Tentu di dalamnya memuat materi yang berbeda. Tidaklah cocok matematika orang dewasa diajarkan kepada anak-anak, hal ini akan membuat anak-anak menjadi bingung dan tidak memahami. Begitu pula sebaliknya, matematika anak-anak juga tidak seharusnya diajarkan kepada orang dewasa karena orang dewasa sudah bisa memahami matematika di atas level tersebut. Jadi, matematika harus diajarkan pada orang dan jenjang yang tepat.

    ReplyDelete
  32. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Mohon maaf pak, link pada postingan yang bapak berikan sudah tidak ditemukan atau tidak bisa diakses lagi.
    Namun melihat judul artikel yang bapak posting begitu menarik dan saya cukup penasaran terhadap isi dari diskusi tentang perbedaan antara adults and younger math tersebut. semoga saya bisa mendapat informasi tentang perbedaan antara adults and younger math dikesempatan lainnya.

    ReplyDelete
  33. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamalaikum Prof,
    Matematika untuk orang dewasa berbeda dengan matematika untuk anak-anak. Matematika untuk orang dewasa adalah matematika murni. Matematika murni bersifat absolute, normal, dan aksiomatik. Sedangkan menurut teori belajar, perkembangan kognitif anak-anak masih berada pada tahap konkret. Mereka belum mampu memikirkan hal-hal yang abstrak. Maka Matematika murni tidak cocok untuk anak-anak. Jika matematika murni diberikan untuk anak, maka akan memusingkan anak dan mereka akan mendapati bahwa matematika itu sulit. Oleh karena itu, matematika yang cocok untuk anak-anak adalah matematika sekolah. Matematika sekolah menurut Ebbutt dan straker adalah 1) sebagai penelusuran pola, 2) sebagai kreatifitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan, 3) sebagai kegiatan pemecahan masalah (problem solving), dan 4) sebagai alat komunikasi. Untuk mengembangkan kemampuan matematika pada anak dapat digunakan berbagai macam metode belajar, misalnya dengan metode yang membantu anak mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-harinya.

    ReplyDelete
  34. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Manusia adalah makhluk yang terbatas, pikiran manusia akan terus berkembang sesuai dengan tahapannya. Kemampuan berpikir antara anak-anak dan orang dewasa itu berbeda. Begitu juga yang terjadi antara guru dengan siswa, ada suatu ketika siswa mengajukan pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan materi pembelajaran yang sedang diberikan oleh guru, hal tersebut merupakan hal yang wajar sekali. Maka guru haruslah bisa memaklumi dan menanggapi pertanyaan siswa tersebut, karena siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

    ReplyDelete
  35. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Terimakasih Pak atas sharing link di atas terkait dengan matematika untuk orang dewasa dan anak-anak. Matematika sebagai ilmu diberikan sesuai dengan usianya. Untuk usia orang dewasa mungkin tidak masalah jika diberikan objek yang bersifat abstrak, namun tidak sama halnya dengan anak-anak. Untuk usia anak-anak hal tersebut tidak akan sesuai dengan mereka. Karena kemampuan kognitif mereka masih harus dikaitkan dengan objek yang bersifat konkret dan berdasarkan pengalaman sehingga matematika dapat diterima sesuai usia mereka.Namun mohon maaaf Pak,link tersebut sudah tidak aktif lagi. Untuk itu kami mohon kiranya dengan sangat, link tersebut dapat dimuat ulang agar kami bisa mengaksesnya kembali.

    ReplyDelete
  36. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pandangan orang dewasa dan anak-anak terhadap pembelajaran matematik sangat berbeda, kalau pada orang dewasa mereka telah mampu menganalisa benda-benda yang abstrak menjadi suatu model yang lebih konkret dan bisa memanipulasi persamaan untuk membuat suatu turunan persamaan yang baru. Sedangkan pada anak-anak mereka umumnya hanya dapat membangun konsep matematika dari berbagai contoh nyata dan dari model matematika yang lebih realistik misalnya dengan melihat media yang dapat di tangkap dengan panca indra yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  37. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Sekali lagi saya minta maaf pak,saya mengalami hal yang sama dengan sebelumnya.Linknya tidak dapat dibuka (page not found ).Mungkin dapat diperbaharui ulang.Namun meski , demikian saya ingin sedikit mendeskripsikan tentang penyajian matematika untuk orang dewasa dan anak-anak.Kita sebagai orang dewasa memiliki peran penting dalam memahami bahasa untuk membantu anak-anak dalam proses berpikir .Menggunakan bahasa yang efektif akan membantu anak dalam mengembangkan proses berfikirnya.Anak-anak pada usia muda cepat mencerna segala sesuatu yang dipelajarinya. Mengajarkan matematika anak pada usia kecil membuat anak menyenangi matematika .Yang kemudian akan di bawa pada lingkungan pergaulannya .Karena matematika adalah suatu konsep yang sistematis, logis, dan mudah dicerna oleh otak anak.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  38. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Matematika untuk orang dewasa berbeda dengan matematika untuk anak-anak, matematika untuk anak-anak pun berbeda dengan matematika untuk dewasa. Matematika untuk anak-anak bersifat real sedangkan matematika untuk orang dewasa bersifat abstrak. Hal ini sangat perlu diperhatikan. Jangan sampai, ketika di sekolah dasar kita menjelaskan arti bilangan 1 dengan menggunakan definisi, hal itu tidak akan dimengerti oleh anak-anak. Matematika anak bukanlah matematika para dewa, matematika anak dimulai dari hal-hal yang konkret. Jadi, jelaskanlah bilangan 1 dengan memperlihatkan benda-benda di sekitar mereka yang berjumlah 1, dengan begitu anak-anak akan lebih memahami matematika.

    ReplyDelete
  39. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Mohon maaf sebelumnya Pak, link yang terdapat pada artikel di atas sudah tidak dapat ditemukan sehingga saya tidak dapat mengakses artikel yang Bapak maksud.
    Namun sesuai dengan judulnya, saya akan mencoba menyampaikan pendapat saya mengenai perbedaan matematika untuk orang dewasa dan anak-anak.
    Matematika pada dasarnya merupakan ilmu yang bersifat abstrak, tetapi meskipun abstrak masih bisa dijelaskan dimulai dari hal sederhana yang bersifat nyata. Dalam mengenalkan matematika formal yang bersifat abstrak untuk orang dewasa mungkin tidak tertalu sulit karena orang dewasa sudah memasuki tahap berpikir yang kompleks. Namun bagi anak-anak, tentu akan sulit jika mengenalkan matematika formal. Karena tidak sesuai dengan keadaan dan pola pikirnya. Untuk itu, kenalkanlah matematika kepada anak-anak dimulai dari lingkungan sekitarnya, dimulai dari hal konkret atau nyata. Hal ini akan sangat baik untuk perkembangan anak-anak selanjutnya.

    ReplyDelete
  40. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Mohon maaf Prof, sepertinya link diatas sudah tidak aktif, namun sesuai dengan judulnya matematika adalah hal hal saling terkait satu sama lain. Dibutuhkan pondasi yang kuat untuk memahami matematika dan ini harus dibangun sejak dini, jika mengajarkan matematika sudah salah sejak kecil maka siswa akan susah memahami matematika.

    ReplyDelete
  41. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Matematika adalah ilmu dasar yang dibutuhkan oleh setiap orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Hanya saja matematika untuk anak-anak dan orang dewasa itu berbeda, disesuaikan dengan level dan kemampuan berpikirnya. Bagi anak-anak, belajar matematika harus dihubungkan dengan hal-hal konkrit yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari, jadi sebenar-benar matematika bagi anak-anak adalah yang konkrit. Barulah dari hal konkrit tersebut diarahkan ke konsep matematis yang lebih formal. Sementara itu, dengan kemampuan yang lebih tinggi, matematika bagi orang dewasa adalah yang abstrak. Orang dewasa sudah mampu memikirkan dan mengolah matematika sebagai objek pikiran, sehingga disebut matematika tingkat tinggi.

    ReplyDelete
  42. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Sayang sekali, halaman pada link tidak bisa ditemukan pak, sekiranya perlu diupload ulang pak. Tetapi jika melihat dari judulnya, saya ingin menanggapi bahwa sasaran dalam pembelajaran matematika juga perlu diperhatikan. Tentunya anak-anak dan orang dewasa juga diberikan perlakuan yang berbeda, baik dalam hal penyajian materi maupun cara penyampaiannya. Untuk anak-anak menggunakan teori yang bersifat konkrit, yaitu mereka dapat memahami apa yang dipelajari dengan bantuan benda-benda konkrit, sedangkan matematika orang dewasa bersifat abstrak karena kemampuan berpikir orang dewasa sudah bisa menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak tersebut. Intinya adalah, matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disatukan.

    ReplyDelete
  43. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Mohon maaf pak. Saya juga mengalami kendala seperti teman yang lainnya. Link yang sudah di tautan pada postingan tersebut tidak dapat diakses. Dari judul postingan, saya ingin memberi masukan mengenai contoh metode yang cocok diterapkan untuk matematika anak-anak maupun dewasa. Karena anak-anak masih bersifat realistis, maka perlu disajikan media pembelajaran yang real untuk dapat mendukung pengetahuannya. Sedangkan untuk dewasa, mungkin perlu pemecahan masalah berupa penemuan suatu rumus.

    ReplyDelete
  44. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Mohon maaf pak, Saya tidak dapat mengakses link yang Bp cantumkan diatas, dan ternyata setelah saya baca komentar banyak teman-teman yang mengalami hal yang sama, mungkin sekiranya perlu di upload ulang linknya pak. Terkait judul dari artikel diatas saya mencoba sedikit berkomentar bahwa antara matematika dewasa dan matematika anak-anak seharusnya berbeda baik dari segi materi ataupun metode pembelajaran, karena perkembangan otak anak berbeda dengan otak orang dewasa, dimana kemampuan analis anak lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Jadi yang dibutuhkan anak adalah matematika dalam bentuk kegiatan bukan analisis sedangkan orang dewasa lebih membutuhkan matematika yang bersifat analisis.

    ReplyDelete
  45. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Terimakasih Bapak untuk share link tersebut namun seperti yang dialami teman-teman saya tidak bisa mengakses link tersebut. Jika melihat dari judulnya, refleksi yang dapat saya buat merangkum dari perkulihan yaitu bahwa matematika untuk anak-anak adalah matematika sekolah yaitu matematika yang berupa aktivitas agar menumbuhkan intuisi matematika. Sedangkan matematika untuk orang dewasa adalah matematika formal yaitu matematika yang ada dipikiran sehingga bersifat identitas.

    ReplyDelete
  46. Junianto
    17709251065
    PM C

    Matematika untuk dewasa dan anak-anak harus dibedakan terutama pada penerapannya dalam pembelajaran. Matematika untuk anak-anak cenderung lebih mementingkan contoh-contoh daripada definisi, karena bagi anak definisi masih bersifat abstrak dan sulit dipahami mereka. Maka dari itu, contoh akan membuat anak-anak menjadi lebih paham karena lebih bersifat konkret. Sedangkan matematika untuk orang dewasa lebih bersifat abstrak dan mengutamakan definisi dan bukti sebuah teori. Kedua hal ini tidak bisa di balik karena akan menyebabkan anak-anak menjadi sulit memahami semntara orang dewasa terlalu mudah memahami materi.

    ReplyDelete
  47. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Terimakasih bapak atas share linknya, tetapi mohon maaf saya tidak dapat mengaksesnya. Menurut saya matematika untuk orang dewasa dan anak itu dua hal yang sangat berbeda. Berbeda pada penyampaian materi dan materi yang berbeda. Walaupun ada kesamaan yaitu berawal dari masalah yang konkrit. Namun, matematika untuk orang dewasa menggunakan rumus dengan banyak simbol. Sedangkan pada anak lebih mengedepankan konkrit dan masalah-masalah nyata. Sebab, orang dewasa sudah dianggap mampu untuk berfikir kritis dam memahami simbol-simbol yang beragam.

    ReplyDelete
  48. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Hakikat matematika anak merupakan matematika sekolah yang mana matematika adalah kegiatan penelusuran pola dan hubungan; kreativitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan; kegiatan problem solving; alat komunikasi (Ebutt dan Staker). Dalam dunia anak matematika adalah kegiatan atau aktivitas melalui benda-benda nyata atau konkret. Sebagai seorang pendidik sebaikalnya kita sadar dan berusaha memenuhi kebutuhan matematika sekolah untuk anak. Tidaklah sopan apabila anak-anak sudah diberikan definisi-definisi matematika formal. Sebagai contoh pengenalan bilangan untuk anak, mereka tidak memerlukan definisi bilangan 1 adalah bilangan asli yang pertama sebelum 2 dst. Mereka hanya perlu diberikan benda-benda tunggal sebagai representasi bilangan 1 tersebut, contoh diberikan 1 buah apel utk menunjukkan 1. Kemudian diberikan 2 buah apel untuk menunjukkan bilangan 2 dst.

    ReplyDelete
  49. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Terimakasih Pak sudah memberikan link untuk memudahkan kami dalam mengakses sumber yang dapat kami baca, namun link tersebut tidak bisa saya akses, untuk itu saya tetap memberikan komen dari beberapa yang pernah saya baca pada elegi-elegi yang sebelumnya tetapi masih berkaitan dengan matematika untuk anak-anak dan dewasa. Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak jelas sangat bebeda sekali. Dimana perkembangan berpikir pada anak-anak belum kepada tahap yang abstrak, anak-anak masih berpikir pada tahap yang konkrit dan logis. Sedangkan pada perkembangan berpikir orang dewasa sudah mampu untuk menganalisis sesuatu yang abstrak yang tidak dapat dilakukan oleh anak-anak. Selain dilihat dari pola pikirnya, dilihat dari kebutuhannya pun sangat berbeda. Untuk anak-anak lebih sesuai jika menggunakan matematika sekolah, sedangkan untuk orang dewasa lebih tepat menggunakan matematika murni.

    ReplyDelete
  50. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Setiap individu memiliki pemikiran yang berbeda, dua anak yang terlahir kembar saja dipastikan memiliki pemikiran yang berbeda walaupun mereka lahir dengan berbeda beberapa menit saja. Apalagi pemikiran orang dewasa dengan anak atau siswanya tentu saja berbeda . Oleh karena itu penyesuaian seorang pendidik dalam mengajar dibutuhkan agar proses berpikir seorang dewasa tersebut sesuai dengan tingkatan umur dan pengetahuan dari siswa yang diajarnya. Penyesuaian tersebut akan mempermudah siswa dalam menyesuaikan pemikiran orang dewasa.

    ReplyDelete
  51. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Mohon maaf sebelumnya, link yang Bapak cantumkan diatas tidak dapat saya akses lagi. Tetapi dari postingan Bapak yang lain, saya dapat memahami bahwa matematika untuk anak dan orang dewasa memang berbeda. Daya analisis anak-anak lebih rendah dari orang dewasa. Sesuai tahap perkembangan psikologisnya, anak-anak belum mampu berpikir abstrak dan rumit. Menurut saya, matematika untuk anak seharusnya berhubungan dengan kehidupan sehari-hari sehingga anak mampu memahami dengan baik.

    ReplyDelete
  52. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Mohon maaf link di atas tidak dapat diakses, mohon kiranya bisa diperbaiki. Matematika untuk dewasa dan untuk anak memang harus dibedakan karena proses berpikir keduanya sangatlah berbeda.
    Tidak bisa kita memaksa anak untuk berpikir selayaknya tahap berpikir orang dewasa.

    ReplyDelete
  53. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Mohon maaf ternyata link diatas "page not found". Namun mencoba mengomentari judulnya, bahwa ada perbedaan antara matematika untuk anak dan matematika untuk orang dewasa. Anak cenderung berpikir intuitif, siswa lebih senang belajar secara kontekstual daripada belajar definisi-definisi. Jadi anak-anak bisa paham materinya tanpa harus menggunakan definisi-definisi. Sedangan orang dewasa sudah bisa diajak berpikir matematika formal, sehingga definisi sangat diperlukan untuk membatasi mana yang masuk konsep dan yang tidak masuk konsep.

    ReplyDelete
  54. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    matematika untuk anak-anak dan untuk orang dewasa, dari link diatas saya mempelajari bahwa matematika untuk anak-anak lebih ringan dalam pembahasan dan selalu terkait dalam konteks di kehidupan sehari-hari. namun untuk orang dewasa selalu lebih rinci dalam pembahasan dan turunan rumus. dan daya tangkap anak-anak juga berbeda dengan daya tangkap orang dewasa.

    ReplyDelete
  55. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Matematika sebaiknya disampaikan sesuai dengan jenjangnya. Karena kemampuan anak-anak dan dewasa itu berbeda. Matematika anak-anak lebih baik dikaitkan dengan pengalamannya, atau lebih dikenal dengan matematika yang konkrit. Hal itu karena dunia anak-anak itu belum mampu untuk menjangkau yang abstrak. Namun untuk dewasa, matematika mulai diberikan secara abstrak. Hal itu karena, orang dewasa lebih memiliki banyak pengalaman sehingga dikategorikan mampu untuk menerima hal-hal yang abstrak. Terimakasih

    ReplyDelete
  56. Seorang guru yang baik akan dapat menyampaikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan berfikir siswanya. Guru yang baik tentu harus dapat membedakan antara matematika untuk dewasa dan matematika untuk anak yang lebih muda. Seorang guru yang baik akan membuatkan jalan yang baik yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa nya dalam mempelajari matematika.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  57. Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    Seorang guru yang baik akan dapat menyampaikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan berfikir siswanya. Guru yang baik tentu harus dapat membedakan antara matematika untuk dewasa dan matematika untuk anak yang lebih muda. Seorang guru yang baik akan membuatkan jalan yang baik yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa nya dalam mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  58. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pendidikan di Indonesia saat ini masih jauh dari harapan. Hal ini dikarenakan tidak sinkronnya pembuat kebijakan dengan pelaksana kebijakan. Mereka yang membuat kebijakan bercita-cita tinggi atau Prof. sering katakan ambisi orang dewasa, sedangkan sang pelaksana kebijakan adalah para siswa atau anak-anak. Selama ini mereka yang membuat kebijakan tidak mengetahui dan memahami kondisi lapangan pendidikan, sehingga apa yang benar-benar dibutuhkan siswa tidak dapat tercover dalam kebijakan. Pada akhirnya siswa mengalami kesulitan dalam melaksanakan kebijakan orang dewasa tersebut.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  59. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam matematika untuk orang dewasa dan anak-anak yang sudah dijabarkan diatas bahwa matematika untuk anak dan dewasa itu berbeda cara pengajarannya. Anak itu memiliki cara yang lain dari orang dewasa. Dalam pengajaran matematika kepada anak itu harus yang mudah dimengerti, menggunakan contoh yang kongkrit. Seorang guru harus bisa mengetahui bahwa orang dewasa mempunyai pikiran yang telah berkembang.

    ReplyDelete
  60. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Tingkat pemikiran orang dewasa dan anak-anak memiliki berbeda. Orang dewasa sudah memiliki kemampuan untuk tingkat pemikiran yang tinggi sedangkan anak-anak masih berpikir yang bersifat kontekstual. Cara berpikir yang berbeda tentu harus sejalan dengan teknik pembelajaran yang berbeda pula . Begitu juga dalam matematika, orang dewasa sudah mampu berpikir abstrak sedangkan anak-anak umumnya masih hal yang bersifat kongkrit. Dengan demikian, guru dalam mengajarkan anak matematika janganlah dengan sesuatu yang di luar pemikirannya karena cara pengajaran yang salah akan mengakibatkan anak menjadi korban sehingga tidak menyukai matematika.

    ReplyDelete
  61. itri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Matematika anak-anak dan matematikanya orang dewasa tentu tidak dapat disamakan. dari segi pemikiran dan psikologi anak kecil yang masih menggunakan benda-benda kongkrit dalam proses pembelajaran yang diterimanya agar hasil yang memuaskan dapat dicapai, sedangkan matematikanya orang dewasa lebih ke arah teoritis menggunakan aksioma-aksioma dan belajar berdasarkan definisi dari suatu konsep yang dipelajari. Berdasarkan hal ini, tentu mencampur-adukkan matematika nak-anak dan matematika orang dewasa menjadi salah satu hal yang harus kita hindari. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  62. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Jika ditinjau dari sisi pembelajarannya, pembelajaran matematika bagi orang dewasa dapat dilakukan lebih open, sedangkan pembelajaran matematika bagi anak-anak haruuslah berawal dari hal-hal kongkrit yang biasa ditemuinya dalam kehidupan keseharian meraka. Sehingga saat orang dewasa mengajarkan matematika kepada anak-anak, maka matematika langit yang dimilikiorang dewasa harus di bumikan terlebih dahulu serta guru harus mampu untuk memposisikan diri mereka sebagai anak kecil. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  63. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Kami mencoba menguraikan judul pada postingan kali ini, bahwa matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tentulah beda karena dari segi usia sudah beda dan hal itu berimplikasi pada pola pemikiran oleh karena itu, materi matematika untuk anak-anak leboh baik disampaikan dengan kongrit melalui aktivitas siswa dalam kehidupan sehari-hari sehingga pengetahuan siswa dapat bermakna dan melekap dalam diri siswa. Sedangkan untuk orang dewasa , pembelajaran matematika selain kontekstuan juga harus memiliki tingkat analisis. Terima Kasih

    ReplyDelete
  64. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Tiap orang dapat mempelajari matematika, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Materi yang disajikan juga akan disesuaikan tingkat kompleksitasnya. Bagi anak-anak Sekolah Dasar, tentu akan sulit apabila materi yang diberikan berupa materi abstrak. Sedangkan bagi orang dewasa, apabila tingkat kompleksitas materi tidak diikuti dengan semakin tingginya tingkatan akan menjadikan mereka stagnan, tidak ada tantangan sehingga tidak bisa berkembang. Begitu pula dengan cara penyampaiannya. Guru harus dapat menyesuaikan proses pembelajaran dengan tingkatan kemampuan siswa. Kesesuaian dan ketepatan merupakan kunci dalam menyampaikan matematika untuk orang dewasa dan anak-anak.

    ReplyDelete
  65. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Terimakasih Prof, untuk link tidak dapat saya buka, saya hanya berkomentar terkait perbedaan matematika untuk orang dewasa dan anak. Orang dewasa sudah memiliki kemampuan berpikir abstrak, ideal, sehingga matematika formal mudah dipahami oleh orang dewasa berbeda dengan anak-anak, secara kemmapuan berpikir belum matang. Anak-anak lebih banyak belajar dengan matematika intuitif dan imajinasi, menggunkan berbagai benda konkret disektarnya untuk belajar matematika. Tingkat beerpikir abstrak masih belum bagi anak-anak

    ReplyDelete
  66. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Matematika untuk orang dewasa dan anak adalah dua hal yang sangat berbeda, dimana matematika untuk orang dewasa lebih bersifat formal, sedangkan matematika untuk anak-anak adalah matematika sekolah yang pendekatannya lebih menggunakan benda-benda real yang familiar supaya anak dapat lebih mudah untuk membangun konsep dengan membayangkannya. kekeliruan dalam pemberian pengetahuan seperti memberikan matematika formal untuk anak akan menyebabkan efeik yang sangat buruk bagi anak dalam jangka pendek maupun panjang. intuisi siswa tidak akan terbangun atau bahkan malah dapat mematikan intuisi yang sebelumnya pernah ada. untuk itu calon guru matematika di masa depan harus berupaya keras untuk memperbaiki dan sebisa mungkin untuk mencegah hal itu terjadi kembali di masa depan. terima kasih

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  67. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pembelajaran matematika pada orang dewasa dan anak-anak itu berbeda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perkembangan pola berpikir sudah berbeda. Dalam usianya, tahap pemikiran anak-anak baru sampai tahap operasi konkrit, yaitu tahap dimana anak-anak akan dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Sedangkan untuk orang dewasa, mereka sudah dapat belajar matematika yang bersifat abstrak. Dalam belajar matematika, kemampuan berpikir orang dewasa sudah sampai pada tahap problem solving yang mungkin belum dapat dilakukan oleh anak-anak.


    ReplyDelete
  68. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Mohon maaf Pak Marsigit sepertinya banyak dari link yang bapa cantumkan dalam blog ini suda kadaluarsa. Sebaiknya untuk diperbarui lagi agar dapat menjadi sumber bacaan bagi kami. Namun saya akan menyampaikan sedikit yang saya pahami mengenai matematika untuk orang dewasa dan anak-anak.

    Matematika dewasa ialah matematika yang mempelajari ilmu murni seperti teori matematika, rumus, dan pembuktian. Sedangkan matematika ana ialah matematika dalam konteks sehari-hari seperti jumla apel, jumlah permen dan sebagainya. Di kampus pendidikan, mahasiswa yang dianggap sebagai orang dewasa tida hanya mempelajari matematika dewasa tetapi juga matematika anak. Hal ini dikarenakan nantinya setelah lulus, mahasiswa tersebut diharapkan dapat mengajarkan matematika anak pada siswanya.

    ReplyDelete
  69. Latifah Fitriasari
    PM C

    Pola pikir anak-anak dan orang dewasa tentu sangatlah berbeda. Dalam usianya, tahap pemikiran anak-anak dalam belajar masih perlu bimbingan dan arahan sedangkan orang dewasa mungkin hanya sedikit bimbingan dan arahan atau malah sama sekali tidak perlu bimbingan dan petunjuk/arahan. . Anak-anak mempelajari konsep sederhana dengan mudah. Maka dari itu tehnik pembelajaran untuk orang dewasa berbeda dengan anak-anak.

    ReplyDelete
  70. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Matematika untuk orang dewasa dan anak anak memiliki perbedaan yang sangat jauh. Hal ini dilihat dari materi yag akan disampaikan maupun cara penyampaian materi tersebut. Dengan penyampaian yang diseseuikan dengan kebutuhan dan perkembangan anak, maka anak tidak akan mengalami kesulitan dalam memperlajari matematika tersebut. Sedangkan orang dewasa yang telah mampu berpikir abstrak, akanlebih mudah unutk memahami matematika yang lebih sulit unutk dipikirkan.

    ReplyDelete
  71. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Mohon maaf Pak, karena link yang diberikan sudah tidak dapat akses. Namun dari membaca judul postinganya, saya ingin mengutarakan pendapat. Matematika untuk orang dewasa adalah yang berparadigma pure math, yang hanya mengandalkan definisi, teorema dan rumus-rumus. Sedangakan matematika untuk anak-anak adalah matematika yang berparadigma pada pengalaman/aktivitas anak-anak sesuai dengan ruang dan waktunya. Anak-anak yang hanya belajar melalui definisi tidak memperoleh ilmu yang berguna, yang berlaku dalam jangka waktu panjang, yang bermanfaat dalam kehidupan nyata. Karena anak bukan hanya mengalami kesulitan memahaminya pada saat belajar namun juga menginggatnya serta mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  72. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Pembelajaran matematika pada orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perkembangan pola pikir. Pola pikir anak-anak dan orang dewasa tentu sangatlah berbeda. Dalam usianya, tahap pemikiran anak-anak dalam belajar matematika ada pada tahap operasi konkrit yang merupakan tahap dimana anak-anak akan dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Sementara orang dewasa sudah dapat belajar matematika dalam tahap problem solving. Dalam belajar matematika, kemampuan berpikir orang dewasa sudah dapat menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak yang tidak dapat dilakukan oleh anak-anak. Selain itu kebutuhan belajar matematika antara orang dewasa dan anak-anak sangatlah berbeda. Hal ini menjadikan perlakuan pemenuhan akan kebutuhan tersebut tentu juga berbeda. Oleh sebab itu, matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan.

    ReplyDelete
  73. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Mohon maaf prof, link yang bapak bagikan sudah tidak dapat dibuka. Namun, melihat judul postingan bapak kali ini, saya ingin sedikit berpendapat. Matematika untuk orang dewasa dan anak memanglah berbeda, dan tidak dapat dipaksakan satu sama lain. Matematika untuk orang dewasa lebih kepada matematika murni, yang berupa definisi, teorema, postulat dan rumus-rumus serta asal mula rumusnya. Sedangkan matematika untuk anak-anak,lebih kepada membangun pengalaman dan aktivitas anak-anak mengenal angka, mengenal operasi bilangan, dan konsep sederhana yang lain. Hal itu dikarenakan, tahap perkembangan otak dan berpikir matematis siswa tentu berbeda dari orang dewasa. Namun seiring berjalannya waktu, matematika untuk orang dewasa akan ada saatnya diberikan kepada anak-anak untuk keperluan tertentu dan harus disesuaikan dengan ruang dan waktunya. Begitu kiranya apa yang dapat saya utarakan. Terimakasih.

    ReplyDelete
  74. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak itu sangat berbeda. Orang dewasa mempelajari matematika formal berupa rumus-rumus. Sedangkan anak-anak seharusnya mempelajari matematika dalam bentuk konkret. Namun pendidikan saat ini para guru lebih banyak menjejali siswanya dengan rumus yang sangat abstrak. Akibatnya siswa hanya akan menghafal rumus tanpa memahami konsepnya. Matematika yang seharusnya untuk orang dewasa namun diterapkan kepada anak-anak maka akan merusak intuisi mereka. Agar siswa dapat mempelajari matematika dengan baik, guru harus membawa hal-hal dari dunia nyata yang ditemui setiap hari oleh mereka. Anak-anak akan lebih mudah memahami hal-hal konkret seperti itu

    ReplyDelete
  75. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Matematika untuk anak-anak dan orang dewasa memang berbeda karena tingkat pemikirannya juga berbeda. Matematika untuk anak-anak adalah matematika konkrit yang berhubungan dengan keseharian. Guru yang baik adalah guru yang dapat menempatkan pembelajaran sesuai dengan umur dan tingkat pemikiran peserta didiknya. Namun apabila kurikulum menuntut hal yang sebaliknya bagaimanakah guru seharusnya bersikap?

    ReplyDelete
  76. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. matematika untuk orang dewasa dana anak-anak tentulah berbeda. Anak-anak masih terpaku pada benda-benda konrit yang harus dapat mereka lihat dan rasakan. Matematika untuk anak-anak merupakan matematika sekolah. Matematika sekolah merupakan matematika yang sesuai dengan ruang dan waktu, merupakan kegiatan penelusuran pola dan hubungan, kegiatan komunikasi, kegiatan pemecahan masalah, dan kegiatan investigasi. Sedangkan matematika untuk orang dewasa lebih kepada matematika murni yang terkadang sudah tidak dapat dibayangkan lagi atau bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  77. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya, kemampuan berpikir anak-anak dan orang dewasa sangat berbeda. untuk itu dalam memberikan suatu pembelajaran guru harus memperhatikan kemampuan siswa dalam berpikir, guru harus mampu menembus ruang dan waktu subjek peserta didiknya. anak-anak cenderuh lebih mudah memahami dengan menggunakan contoh yang realita, mereka belum mampu untuk mempelajari sesuatu yang abstrak.

    ReplyDelete
  78. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Matematika anak-anak dan matematika dewasa jelas sangat berbeda, sama seperti cara berpikir anak-anak dan orang dewasa. kita akan bersifat menindas jika kita memaksakan anak-anak untuk berpikir abstrak seperti cara berpikir di perguruan tinggi. namun walaupun matematika untuk orang dewasa dan matematika untuk anak-anak memiliki perbedaan konsep yang kentara, tetap harus ada yang menjembatani keduanya.

    ReplyDelete
  79. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Penyampaian materi dalam pembelajaran matematika harus disesuaikan dengan subjek yang mempelajari. Pembelajaran matematika untuk sekolah dasar masih bersifat kongkret. Sedangkan
    untuk sekolah menengah mampu memahami matematika yang bersifat abstrak. Penyesuaian umur tersebut sangat berpengaruh dengan kemampuan potensi yang dimiliki saat umur tersebut.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  80. Rosnida Nurhayati
    PPs PMB 2017
    17709251042

    Dalam menyampaikan suatu materi, kita harus mempalajari juga perkembangan psikologi siswa. Tidak semua siswa bisa menerima cara penyampaian yang sama. Seoarng guru sebaiknya menyesuaikan dengan karakteristik perkembangan siswa. Agar dalam proses pemahaman pengetahuan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  81. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sangatlah penting membedakan pembelajaran matematika untuk orang dewasa dan anak-anak. Karena dunia orang dewasa dan dunia anak-anak memang berbeda. Dunia anak lebih banyak dengan bermain.

    ReplyDelete
  82. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Melanjutkan komen saya di atas, akan sangat menyenangkan bagi anak apabila pemberian matematika kepada anak bisa dikemas sekreatif dan semenarik mungkin sehingga anak bisa belajar matematika sambil bermain. Disinilah peran penting guru untuk mengemas pembelajaran matematika dan menjadikan matematika menjadi pembelajaran yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  83. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sayang sekali linknya sudah tidak dapat dibuka, tetapi sungguh menarik judul di atas. Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak memang seharusnya berbeda. Penalaran orang dewasa dan anak-anak tentulah berbeda. Anak-anak belajar melalui pengalamannya, melalui hal-hal yang konkret. Oleh karena itu matematika anak-anak harus dikaitkan dengan hal-hal yang ada di sekeliling mereka agar lebih mudah dimengerti. Orang dewasa tentu telah dapat mengerti simbol-simbol, maka matematika orang dewasa lebih kepada aplikasi simbol-simbol matematika yang telah dipelajari ketika anak-anak.

    ReplyDelete
  84. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Terkait postingan ini, meski link yang disampaikan tidak dapat saya akses, namun saya ingin menyampaikan tanggapan saya trkait judul yang disampaikan. Tentu semua sepakat dan sependapat bahwa objek kajian dan cara bermatematika anak-anak dan orang dewasa sangat berbeda. Anak-anak yang memang baru masuk pada tahap konkretnya membutuhkan sesuatu yang benar-benar konkret untuk belajar matematika, salah satu tujuannya adalah untuk membangun imaginasi dipikirannya terkait matematika yang sebenarnya abstrak. Sementara itu untuk orang dewasa yang sudah memiliki pengalaman dan mampu berimaginasi dengan pikirannya, matematika adalah kajian tentang objek yang abstrak, mengenai teorema, prinsip, konsep, dsb. Namun pada dasarnya antara anak dan dewasa memiliki kesamaan dalam hal tujuan belajar matematika, yakni membangun pola pikir matematis, yakni berpikir kritis, logis, sistematis.

    ReplyDelete
  85. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Dalam mempelajari matematika harus disesuaikan dengan tingkatannya, karena matematika itu berstruktur,. Maka ada tataranya sendiri-sendiri berkaitan dengan porsi yang diterima berdasarkan tingkatan umur dan pemikiran. Artinya, kita tidak boleh semena-mena memberikan materi yang belum saatnya diberikan kepada siswa. Harus dipenuhi dulu syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum memperoleh materi tersebut, sehingga siswa tidak begitu kesulitan.

    ReplyDelete
  86. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb Prof
    Sudah jelas bahwa matematika untuk orang dewasa dan anak anak tentulah berbeda. Karena, perkembangan pola pikir orang dewasa dan anak anak pun tentunya berbeda. Tahap pemikiran anak-anak dalam belajar matematika yaitu anak-anak akan dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit, benda yang ada disekitarnya. Sedangkan orang dewasa sudah dapat belajar matematika dengan cara problem soving, serta orang dewasa sudah dapat menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak yang tidak dapat dilakukan oleh anak-anak. Oleh sebab itu cara mengatasi/menghadapi cara belajar orang dewasa dan anak anakpun tentunya berbeda.

    ReplyDelete
  87. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pola pikir dan keadaan psikologis menjadi perbedaan mendasar dalam meninjau matematika bagi orang dewasa dan anak-anak. Orang dewasa memiliki kecendruangan emosi yang lebih stabil jika dibandingkan dengan anak-anak. Gaya berfikir anak yang sederhana kadang belum begitu mampu mencapai matematika yang bersifat abstrak. Oleh karena itu perlu dipertegas jenis matematika yang sesuai untuk masing-masing baik anak-anak maupun orang dewasa. Pure Mathematics dan School Mathematics harus ditempatkan secara sesuai terhadap objeknya. Pemilihan strategi yang tepat juga menjadi salah satu altenatif dalam usaha mengajarkan matematika kepada anak, seperti Matematika Realistik yang dapat dirasakan dekat dengan anak.

    ReplyDelete
  88. Siti Efiana
    S-1 P. Matematika I 2015
    15301241029

    Terima kasih, Prof. Saya setuju bahwa mengajarkan matematika ke anak dan ke orang dewasa tentu saja berbeda, hal ini dikarenakan perbedaan pola pikir yang sangat mendasar. Kita tidak mungkin menggunakan cara yang sama untuk mengajar anak SD dan anak SMA, karena pemikiran siswa SD masih berupa hal-hal konkret sedangkan SMA sudah bisa dibawa ke hal abstrak. Sebagai seorang pendidik, sebisa mungkin harus belajar menyesuaikan diri dengan subjek yang kita ajar dengan cara memahami sejauh mana tingkatan pola pikir mereka sehingga bisa mengetahui cara mengajar yang paling tepat.

    ReplyDelete
  89. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Matematika orang dewasa dan anak-anak merupakan dua hal yang berbeda. Saya setuju bahwa mengajarkan matematika kepada anak-anak dan orang dewasa itu juga berbeda. Seperti pada pendekatan gunung es terdapat matematika konkret, model konkret, model formal dan matematika formal. Matematika konkret merupkan matematika untuk anak-anak karena pemikiran anak-anak adalah pada ranah konkrit, sedangkan matematika formal yang bersifat abstrak merupakan matematika untuk orang dewasa. Oleh karena itu, kita sebagai pendidik harus bisa mengajar dengan baik dan melihat subjek yang belajar sehingga dapat mengajar sesuai tingkat berpikir siswa dan siswa dapat mengerti materi yang diajarkan.

    ReplyDelete
  90. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Terima kasih Prof. atas informasi dan ilmunya yang telah dibagikan. Menurut saya, matematika anak dan matematika dewasa adalah suatu hal yang berbeda. Matematika anak masih bersifat intuitif serta konkret sementara matematika dewasa sudah ke arah abstrak. Sehingga sebagai pendidik yang bertugas sebagai fasilitator sudah seharusnya kita memfasilitasi perbedaan tersebut dengan cara menciptakan inovasi-inovasi baru dalam dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  91. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Pola pikir anak-anak dan pola pikir orang dewasa jelas berbeda. Pola berfikir matematika anak-anak ialah menyusun dari hal-hal yang sederhana kemudian mengarah kepada hal-hal yang lebih kompleks. Sedangkan pada matematika orang dewasa telah bersifat abstrak dan membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penalaran antara anak-anak dan orang dewasa tidak dapat disamakan. Oleh karena itu, pembelajaran matematika hendaknya perlu disesuaikan dengan tingkatan berpikir siswa.

    ReplyDelete
  92. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Terimakasih Prof atas link yang dibagikan. Menurut saya pembelajaran matematika pada anak dan juga pada oorang dewasa itu berbeda. Guru harus memahami perbedaan keduanya itu dan juga psikologis keduanya juga berbeda. Pada anak-anak pola pikirnya masih konkrit sednagkan pada orang dewasa berppikirnya sudah abstrak. Jadi guru harus pandai menentukan metode dan strategi mana yang tepat untuk anak-anak dan juga orang dewasa.

    ReplyDelete
  93. Rosmiyati Putri UtamiMay 13, 2018 at 10:07 PM

    Rosmiyati Putri Utami
    15301241031
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Sesuai dengan judul dari halaman ini "Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak" dalam penerapannya sebagai calon guru kita harus pandai dalam memilih metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan tingkat pemikiran nya, yaitu untuk orang dewasa dengan pemikiran yang sudah mampu menangkap hal-hal yang abstrak kita dapat menerapkan metode yang tidak melulu perlu menggunakan hal-hal kontekstual tapi berbeda halnya dengan anak-anak mereka perlu difasilitasi untuk belajar dengan benda yang ada disekitar nya mengingat kemampuan pemikiran anak-anak yang belum mencapai tahap abstrak.

    ReplyDelete
  94. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Mohon maaf prof, untuk link yang dibagikan sudah tidak dapat diakses lagi. Saya akan mencoba memberikan pendapat terkait matematika untuk orang dewasa dan anak-anak. Matematika untukorang dewasa dan anak-anak jelas berbeda. Dalam salah satu artikel Prof. Marsigit yang diambil dari teori pembelajaran Immanuel Kant disebutkan bahwa matematika untuk orang dewasa adalah matematika konseptual sedangkan matematika untuk anak-anak disebut matematika intuitif. Matematika orang dewasa dapat diperoleh dengan mempelajari hal-hal abstraks. Hal ini berbeda dengan proses belajar matematika bagi anak-anak. Anak-anak belajar matematika melalui pengalaman-pengalaman intuitif dengan model benda-benda yang konkret.

    ReplyDelete
  95. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Perlakuan mengajarkan matematika pada anak dan dewasa tentu beda. Begitu juga dengan peserta didik SD dengan SMP atau SMA tentu berbeda. Ketika guru mengajarkan matematika pada peserta didik SD, tentunya guru harus menjelma menjadi peserta didik SD. Untuk mengajarkan matematika ke peserta didik SD perlu adanya contoh yang nyata berdasarkan pengalaman anak dan ketika kita mengajarkan matematika dewasa kita dapat menggunakan definisi, teorema dan aksioma. Sehingga dapat disimpukan bahwa matematika untuk anak-anak adalah matematika yang konkret dan matematika untuk orang dewasa adalah matematika yang abstrak.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  96. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    15301241046
    Pendidikan Matematika A 2015
    Mengajarkan matematika kepada anak-anak dan orang dewasa tentu berbeda. Tetapi pada prakteknya kadang guru menyamakannya. anak anak justru diberi matematika abstrak yang tidak bisa dipahami, karenanya banyak anak-anak yang membenci matematika karena matematika diajarkan tidak sesuai dengan intuisi mereka.

    ReplyDelete
  97. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Seorang guru yang baik akan menyampaikan materi matematika sesuai dengan jenjang atau tingkatan siswanya. Karena tentu itu berpengaruh pada kemampuan berpikir siswa, kemampuan menalar dan melogis siswa. Jelas matematika untuk anak dan orang dewasa berbeda. Matematika untuk anak adalah matematika kongkret atau nyata dan untuk orang dewasa adalah matematika abstrak. Karena berbeda, cara mengajarnya pun berbeda. Seorang guru yang baik harus dapat memilih cara terbaik untuk mengajar siswa nya sesuai kemampuan berpikir tersebut.

    ReplyDelete
  98. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  99. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Cara berfikir anak-anak dan dewasa pastilah berbeda. Anak-anak cenderung lebih memiliki pemikiran yang kontekstual. Sedangkan orang dewasa sudah mampu untuk berfikir hal yang sifatnya abstrak. Perbedaan cara berfikir ini tentunya harus sejalan dengan cara pembelajaran yang berbeda pula. Inilah yang menjadi tugas seorang guru, bagaimana caranya memahami cara berfikir peserta didik yang masih tergolong anak-anak agar pembelajarannya tidak melampaui batas pemikiran mereka. Karena cara pengajaran yang salah dapat mengakibatkan anak menjadi korban, misalnya anak tidak menyukai matematika.

    ReplyDelete
  100. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Mohon maaf pak, link tersebut tidak dapat dibuka kembali. Akan tetapi, saya sudah membaca artikel bapak yang terkait dengan matematika orang dewasa dan anak-anak. Beberapa waktu yang lalu saya sudah membaca artikel Bapak bahwa untuk mendidik anak atau dalam lingkup pendidikan adalah peserta didik, pendidik harus bisa melepaskan kedewaannya, dalam artian pendidik harus bisa menyesuaikan pola pikir dari peserta didik, jangan menganggap bahwa peserta didik memiliki pola berpikir yang sama dengan pendidik. Hal ini menurut saya sesuai dengan artikel, serta lebih menekankan aspek yang perlu ditekankan dalam artikel ini.

    ReplyDelete
  101. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Sayang sekali Prof, saya juga tidak bisa mengakses link tersebut. Namun menurut saya pastilah ada percedaan antara matematika yang diperuntukkan anak-anak dengan orang dewasa. Hal ini berkaitan dengan psikologinya bahwa anak-anak masih berfokus pada hal hal konkret sedangkan orang dewasa sudah sampai tahapan berpikir abstrak

    ReplyDelete
  102. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Sayang sekali prof, link tersebut tidak dapat dibuka. Namun menurut pendapat saya, saya sangat setuju bahwa matematika untuk orang dewasa (atau biasa kita kenal dengan matematika murni) dan matematika anak-anak (matematika sekolah) adalah berbeda. Untuk mengajarkan matematika pada anak-anak, kita tidak dapat menyamakannya dengan matematika untuk dewasa. Diperlukan rasa empati dari guru untuk memahami proses kognitif yang sedang dilalui oleh siswanya, dengan kata lain sangatlah penting bagi seorang guru untuk mencoba berpikir dan merasakan dari sudut pandang siswanya. Dengan melandaskan rasa empati tersebut, tentunya akan membantu guru dalam memahami pemikiran siswanya sehingga apa yang ingin diajarkannya pun dapat dengan lebih mudah ditangkap oleh siswa.

    ReplyDelete
  103. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Mohon maaf sebelumnya Prof. Marsigit, halaman untuk tautan tersebut tidak ditemukan. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya berusaha untuk mengaitkan antara judul postingan ini dengan postingan-postingan lain yang memiliki tema yang sama, yaitu matematika sekolah (matematika anak-anak) dan matematika formal (matematika murni). Bahwa membelajarkan matematika sekolah tentu berbeda dengan membelajarkan matematika formal. Matematika sekolah lebih ditekankan pada kegiatan. Oleh karena itu, penting sekali bagi calon pendidik atau guru untuk memahami secara jelas mengenai psikologi belajar siswa dan strategi pembelajaran matematematika agar dapat membelajarkan matematika sekolah dengan baik.

    ReplyDelete
  104. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Perlu dipahami bahwa cara berpikir orang dewasa dengan anak-anak itu berbeda. Dimana anak lebih suka untuk berpikir sesuai dengan kontekstual, dan orang dewasa lebih cenderung mampu berpikir dengan yang sifatnya abstrak. Sehingga peran etnomatematika yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran kontekstual baik untuk ditetapkan untuk anak-anak dari pada orang dewasa. Karena pada anak-anak mereka membutuhkan proses untuk dapat berpikir secara abstrak dari hal-hal yang bersifat kontekstual. Sehingga diperlukan cara pengajaran yang tepat sesuai dengan jenjang pemdidikan yang tepat.

    ReplyDelete
  105. Okta islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Sangat disayangkan, link tersebut sudah tidak dapat diakses. Oleh karena itu, saya akan mengaitkannya dengan postingan-postingan yang lain. Perlu digaris bawahi bahwa pola pikir anak berbeda dengan pola pikir orang dewasa. Oleh karena itu, dari segi materi maupun kegiatan, matematika anak harus dibedakan dengan matematika orang dewasa. Sehingga, para pendidik harus tahu cara mengajar yang tepat bagi anak agar pembelajaran matematika menjadi bermakna.

    ReplyDelete
  106. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Mohon maaf, Prof, sama seperti yang dialami teman-teman, saya juga tidak dapat mengakses link yang diberikan pada postingan kali ini. Namun saya setuju bahwa matematika untuk orang dewasa (biasa kita kenal sebagai Pure Mathematics) tentu berbeda dengan matematika untuk anak-anak (Matematika Sekolah). Namun sayangnya, masih banyak guru matematika yang tidak dapat membedakannya. Padahal dengan mengetahui perbedaan keduanya, guru dapat memberikan pembelajaran matematika yang lebih bermakna kepada anak-anak. Pembelajaran bermakna ini bisa dilewati dengan mengetahui alur kognitif siswa dalam mempelajari matematika, juga mengetahui sudut pandang berfikir siswa dalam mempelajari matematika. Dengan seperti itu, guru dapat dikatakan sudah dapat memfasilitasi siswa dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  107. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Pembelajaran matematika harus disesuaikan dengan usia dan kemampuan siswa. Tentunya apabila kita mengajarkan matematika pada anak-anak pembelajaran harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan, dihubungkan dengan kegiatan siswa sehari-hari, disisipi dengan permainan, dan harus dibimbing secara bertahap. Pengjaran matematika pada anak akan lebih mudah dipahami jika dikaitkan dengan hal-hal dilingkungan siswa. Untuk pembelajaran orang dewasa tentunya akan lebih kompleks, orang dewasa sudah dapat menganalisis sendiri persoalan matematika sehingga ia dapat menemukan sendiri suatu konsep matematika.

    ReplyDelete