Oct 7, 2013

Matematika untuk Orang Dewasa dan Anak-anak




Dear all,

Following is the discussion on the differences between Adults and Younger Math:

http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&discussionID=276248584&gid=33207&commentID=167136771&trk=view_disc&fromEmail=&ut=2uA5P9sed83RY1

Thank's

Marsigit

31 comments:

  1. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, memang terdapat perbedaan pembelajaran yang dilakukan pada usia dewasa dan usia anak. Hal ini dikarenakan berdasarkan pemikiran usia dewasa dengan usia anak yang berbeda. usia anak masih dalah tahap kontekstual, yaitu mereka belajar dari apa yang mereka lihat atau apa yang mereka lakukan. sedangkan pada usia dewasa, mereka sudah bisa berpikir secara ilmiah, walaupun terkadang masih dapat menggunakan metode kontekstual tersebut.

    ReplyDelete
  2. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak berbeda dalam hal kekompleksan materi dan proses penyampaian materi. Matematika anak-anak cenderung lebih sederhana yang mengkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitar anak yang merupakan benda-benda konkrit. Matematika dewasa lebih kompleks dengan materi pembelajaran mengenai pembuktian, teorema, aksioma dll yang lebih sulit. Matematika dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan karena kemampuan dan pola pikir mereka yang berbeda.

    ReplyDelete
  3. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Matematika untuk anak-anak adalah matematika sekolah yang berisi kegiatan-kegiatan/ aktiviats-aktivitas menemukan konsep.Disini siswa sebagai subyek dan pengetahuan sebagai sesuatu yang harus digeluti dan dipikirkan oleh siswa sehingga dalam pembelajaran tidak hanya sekedar tranfer pengetahuan melainkan bagaimana menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik

    ReplyDelete
  4. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam pembelajaran tersebut agar siswa lebih mudah dalam menemukan konsep dan membangun pengetahuan maka dalam kegiatan menemukan konsep tersebut dikaitkan dengan masalah kontekstual yang berkaitan dengan masalah-masalah yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari

    ReplyDelete
  5. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Matematika untuk orang dewasa dan anak anak tentu akan berbeda apabila dilihat dari tahap perkembangannya. Anak anak masih berpikir dalam tahap konkret. Pada tahap ini anak-anak dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda konkret. Konsep matematika yang didasarkan pada benda-benda konkret lebih mudah dipahami oleh anak-anak daripada memanipulasi istilah abstrak. Sedangkan orang dewasa sudah berpikir dalam tahap operasi formal sehingga sudah mampu melakukan penalaran pada hal-hal yang abstrak.

    ReplyDelete
  6. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Mohon maaf Pak. Untuk link url yang dibagikan sudah tidak aktif, sekiranya Bapak berkenan, kami mohon dengan sangat untuk artikel tersebut diunggah ulang.

    ReplyDelete
  7. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Mohon maaf Pak Marsigit. Link yang Bapak berikan sudah tidak aktif.
    Namun saya disini akan mengutarakan pendapat saya sesuai judul artikel Bapak.
    Matematika merupakan ilmu yang abstrak namun bisa dikonkrtkan dengan hal-hal di sekitar kita. Matematika yang diajarkan kepada orang dewasa perlu dibedakan dengan matematika yang diajarkan pada anak-anak. Anak-anak dapat mempelajari sesuatu konkrit lebih cepat dari pada yang abstrak. Salah satu contohnya yaitu mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari (RME)

    ReplyDelete
  8. Junianto
    PM C
    17709251065

    Seperti halnya dengan jenjang pendidikan, matematika pun memiliki jenjang. Ada matematika untuk orang dewasa dan matematika untuk anak-anak. Tentu di dalamnya memuat materi yang berbeda. Tidaklah cocok matematika orang dewasa diajarkan kepada anak-anak, hal ini akan membuat anak-anak menjadi bingung dan tidak memahami. Begitu pula sebaliknya, matematika anak-anak juga tidak seharusnya diajarkan kepada orang dewasa karena orang dewasa sudah bisa memahami matematika di atas level tersebut. Jadi, matematika harus diajarkan pada orang dan jenjang yang tepat.

    ReplyDelete
  9. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Mohon maaf pak, link pada postingan yang bapak berikan sudah tidak ditemukan atau tidak bisa diakses lagi.
    Namun melihat judul artikel yang bapak posting begitu menarik dan saya cukup penasaran terhadap isi dari diskusi tentang perbedaan antara adults and younger math tersebut. semoga saya bisa mendapat informasi tentang perbedaan antara adults and younger math dikesempatan lainnya.

    ReplyDelete
  10. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamalaikum Prof,
    Matematika untuk orang dewasa berbeda dengan matematika untuk anak-anak. Matematika untuk orang dewasa adalah matematika murni. Matematika murni bersifat absolute, normal, dan aksiomatik. Sedangkan menurut teori belajar, perkembangan kognitif anak-anak masih berada pada tahap konkret. Mereka belum mampu memikirkan hal-hal yang abstrak. Maka Matematika murni tidak cocok untuk anak-anak. Jika matematika murni diberikan untuk anak, maka akan memusingkan anak dan mereka akan mendapati bahwa matematika itu sulit. Oleh karena itu, matematika yang cocok untuk anak-anak adalah matematika sekolah. Matematika sekolah menurut Ebbutt dan straker adalah 1) sebagai penelusuran pola, 2) sebagai kreatifitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan, 3) sebagai kegiatan pemecahan masalah (problem solving), dan 4) sebagai alat komunikasi. Untuk mengembangkan kemampuan matematika pada anak dapat digunakan berbagai macam metode belajar, misalnya dengan metode yang membantu anak mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-harinya.

    ReplyDelete
  11. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Manusia adalah makhluk yang terbatas, pikiran manusia akan terus berkembang sesuai dengan tahapannya. Kemampuan berpikir antara anak-anak dan orang dewasa itu berbeda. Begitu juga yang terjadi antara guru dengan siswa, ada suatu ketika siswa mengajukan pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan materi pembelajaran yang sedang diberikan oleh guru, hal tersebut merupakan hal yang wajar sekali. Maka guru haruslah bisa memaklumi dan menanggapi pertanyaan siswa tersebut, karena siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

    ReplyDelete
  12. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Terimakasih Pak atas sharing link di atas terkait dengan matematika untuk orang dewasa dan anak-anak. Matematika sebagai ilmu diberikan sesuai dengan usianya. Untuk usia orang dewasa mungkin tidak masalah jika diberikan objek yang bersifat abstrak, namun tidak sama halnya dengan anak-anak. Untuk usia anak-anak hal tersebut tidak akan sesuai dengan mereka. Karena kemampuan kognitif mereka masih harus dikaitkan dengan objek yang bersifat konkret dan berdasarkan pengalaman sehingga matematika dapat diterima sesuai usia mereka.Namun mohon maaaf Pak,link tersebut sudah tidak aktif lagi. Untuk itu kami mohon kiranya dengan sangat, link tersebut dapat dimuat ulang agar kami bisa mengaksesnya kembali.

    ReplyDelete
  13. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pandangan orang dewasa dan anak-anak terhadap pembelajaran matematik sangat berbeda, kalau pada orang dewasa mereka telah mampu menganalisa benda-benda yang abstrak menjadi suatu model yang lebih konkret dan bisa memanipulasi persamaan untuk membuat suatu turunan persamaan yang baru. Sedangkan pada anak-anak mereka umumnya hanya dapat membangun konsep matematika dari berbagai contoh nyata dan dari model matematika yang lebih realistik misalnya dengan melihat media yang dapat di tangkap dengan panca indra yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  14. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Sekali lagi saya minta maaf pak,saya mengalami hal yang sama dengan sebelumnya.Linknya tidak dapat dibuka (page not found ).Mungkin dapat diperbaharui ulang.Namun meski , demikian saya ingin sedikit mendeskripsikan tentang penyajian matematika untuk orang dewasa dan anak-anak.Kita sebagai orang dewasa memiliki peran penting dalam memahami bahasa untuk membantu anak-anak dalam proses berpikir .Menggunakan bahasa yang efektif akan membantu anak dalam mengembangkan proses berfikirnya.Anak-anak pada usia muda cepat mencerna segala sesuatu yang dipelajarinya. Mengajarkan matematika anak pada usia kecil membuat anak menyenangi matematika .Yang kemudian akan di bawa pada lingkungan pergaulannya .Karena matematika adalah suatu konsep yang sistematis, logis, dan mudah dicerna oleh otak anak.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  15. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Matematika untuk orang dewasa berbeda dengan matematika untuk anak-anak, matematika untuk anak-anak pun berbeda dengan matematika untuk dewasa. Matematika untuk anak-anak bersifat real sedangkan matematika untuk orang dewasa bersifat abstrak. Hal ini sangat perlu diperhatikan. Jangan sampai, ketika di sekolah dasar kita menjelaskan arti bilangan 1 dengan menggunakan definisi, hal itu tidak akan dimengerti oleh anak-anak. Matematika anak bukanlah matematika para dewa, matematika anak dimulai dari hal-hal yang konkret. Jadi, jelaskanlah bilangan 1 dengan memperlihatkan benda-benda di sekitar mereka yang berjumlah 1, dengan begitu anak-anak akan lebih memahami matematika.

    ReplyDelete
  16. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Mohon maaf sebelumnya Pak, link yang terdapat pada artikel di atas sudah tidak dapat ditemukan sehingga saya tidak dapat mengakses artikel yang Bapak maksud.
    Namun sesuai dengan judulnya, saya akan mencoba menyampaikan pendapat saya mengenai perbedaan matematika untuk orang dewasa dan anak-anak.
    Matematika pada dasarnya merupakan ilmu yang bersifat abstrak, tetapi meskipun abstrak masih bisa dijelaskan dimulai dari hal sederhana yang bersifat nyata. Dalam mengenalkan matematika formal yang bersifat abstrak untuk orang dewasa mungkin tidak tertalu sulit karena orang dewasa sudah memasuki tahap berpikir yang kompleks. Namun bagi anak-anak, tentu akan sulit jika mengenalkan matematika formal. Karena tidak sesuai dengan keadaan dan pola pikirnya. Untuk itu, kenalkanlah matematika kepada anak-anak dimulai dari lingkungan sekitarnya, dimulai dari hal konkret atau nyata. Hal ini akan sangat baik untuk perkembangan anak-anak selanjutnya.

    ReplyDelete
  17. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Mohon maaf Prof, sepertinya link diatas sudah tidak aktif, namun sesuai dengan judulnya matematika adalah hal hal saling terkait satu sama lain. Dibutuhkan pondasi yang kuat untuk memahami matematika dan ini harus dibangun sejak dini, jika mengajarkan matematika sudah salah sejak kecil maka siswa akan susah memahami matematika.

    ReplyDelete
  18. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Matematika adalah ilmu dasar yang dibutuhkan oleh setiap orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Hanya saja matematika untuk anak-anak dan orang dewasa itu berbeda, disesuaikan dengan level dan kemampuan berpikirnya. Bagi anak-anak, belajar matematika harus dihubungkan dengan hal-hal konkrit yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari, jadi sebenar-benar matematika bagi anak-anak adalah yang konkrit. Barulah dari hal konkrit tersebut diarahkan ke konsep matematis yang lebih formal. Sementara itu, dengan kemampuan yang lebih tinggi, matematika bagi orang dewasa adalah yang abstrak. Orang dewasa sudah mampu memikirkan dan mengolah matematika sebagai objek pikiran, sehingga disebut matematika tingkat tinggi.

    ReplyDelete
  19. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Sayang sekali, halaman pada link tidak bisa ditemukan pak, sekiranya perlu diupload ulang pak. Tetapi jika melihat dari judulnya, saya ingin menanggapi bahwa sasaran dalam pembelajaran matematika juga perlu diperhatikan. Tentunya anak-anak dan orang dewasa juga diberikan perlakuan yang berbeda, baik dalam hal penyajian materi maupun cara penyampaiannya. Untuk anak-anak menggunakan teori yang bersifat konkrit, yaitu mereka dapat memahami apa yang dipelajari dengan bantuan benda-benda konkrit, sedangkan matematika orang dewasa bersifat abstrak karena kemampuan berpikir orang dewasa sudah bisa menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak tersebut. Intinya adalah, matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disatukan.

    ReplyDelete
  20. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Mohon maaf pak. Saya juga mengalami kendala seperti teman yang lainnya. Link yang sudah di tautan pada postingan tersebut tidak dapat diakses. Dari judul postingan, saya ingin memberi masukan mengenai contoh metode yang cocok diterapkan untuk matematika anak-anak maupun dewasa. Karena anak-anak masih bersifat realistis, maka perlu disajikan media pembelajaran yang real untuk dapat mendukung pengetahuannya. Sedangkan untuk dewasa, mungkin perlu pemecahan masalah berupa penemuan suatu rumus.

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Mohon maaf pak, Saya tidak dapat mengakses link yang Bp cantumkan diatas, dan ternyata setelah saya baca komentar banyak teman-teman yang mengalami hal yang sama, mungkin sekiranya perlu di upload ulang linknya pak. Terkait judul dari artikel diatas saya mencoba sedikit berkomentar bahwa antara matematika dewasa dan matematika anak-anak seharusnya berbeda baik dari segi materi ataupun metode pembelajaran, karena perkembangan otak anak berbeda dengan otak orang dewasa, dimana kemampuan analis anak lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Jadi yang dibutuhkan anak adalah matematika dalam bentuk kegiatan bukan analisis sedangkan orang dewasa lebih membutuhkan matematika yang bersifat analisis.

    ReplyDelete
  23. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Terimakasih Bapak untuk share link tersebut namun seperti yang dialami teman-teman saya tidak bisa mengakses link tersebut. Jika melihat dari judulnya, refleksi yang dapat saya buat merangkum dari perkulihan yaitu bahwa matematika untuk anak-anak adalah matematika sekolah yaitu matematika yang berupa aktivitas agar menumbuhkan intuisi matematika. Sedangkan matematika untuk orang dewasa adalah matematika formal yaitu matematika yang ada dipikiran sehingga bersifat identitas.

    ReplyDelete
  24. Junianto
    17709251065
    PM C

    Matematika untuk dewasa dan anak-anak harus dibedakan terutama pada penerapannya dalam pembelajaran. Matematika untuk anak-anak cenderung lebih mementingkan contoh-contoh daripada definisi, karena bagi anak definisi masih bersifat abstrak dan sulit dipahami mereka. Maka dari itu, contoh akan membuat anak-anak menjadi lebih paham karena lebih bersifat konkret. Sedangkan matematika untuk orang dewasa lebih bersifat abstrak dan mengutamakan definisi dan bukti sebuah teori. Kedua hal ini tidak bisa di balik karena akan menyebabkan anak-anak menjadi sulit memahami semntara orang dewasa terlalu mudah memahami materi.

    ReplyDelete
  25. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Terimakasih bapak atas share linknya, tetapi mohon maaf saya tidak dapat mengaksesnya. Menurut saya matematika untuk orang dewasa dan anak itu dua hal yang sangat berbeda. Berbeda pada penyampaian materi dan materi yang berbeda. Walaupun ada kesamaan yaitu berawal dari masalah yang konkrit. Namun, matematika untuk orang dewasa menggunakan rumus dengan banyak simbol. Sedangkan pada anak lebih mengedepankan konkrit dan masalah-masalah nyata. Sebab, orang dewasa sudah dianggap mampu untuk berfikir kritis dam memahami simbol-simbol yang beragam.

    ReplyDelete
  26. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Hakikat matematika anak merupakan matematika sekolah yang mana matematika adalah kegiatan penelusuran pola dan hubungan; kreativitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan; kegiatan problem solving; alat komunikasi (Ebutt dan Staker). Dalam dunia anak matematika adalah kegiatan atau aktivitas melalui benda-benda nyata atau konkret. Sebagai seorang pendidik sebaikalnya kita sadar dan berusaha memenuhi kebutuhan matematika sekolah untuk anak. Tidaklah sopan apabila anak-anak sudah diberikan definisi-definisi matematika formal. Sebagai contoh pengenalan bilangan untuk anak, mereka tidak memerlukan definisi bilangan 1 adalah bilangan asli yang pertama sebelum 2 dst. Mereka hanya perlu diberikan benda-benda tunggal sebagai representasi bilangan 1 tersebut, contoh diberikan 1 buah apel utk menunjukkan 1. Kemudian diberikan 2 buah apel untuk menunjukkan bilangan 2 dst.

    ReplyDelete
  27. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Terimakasih Pak sudah memberikan link untuk memudahkan kami dalam mengakses sumber yang dapat kami baca, namun link tersebut tidak bisa saya akses, untuk itu saya tetap memberikan komen dari beberapa yang pernah saya baca pada elegi-elegi yang sebelumnya tetapi masih berkaitan dengan matematika untuk anak-anak dan dewasa. Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak jelas sangat bebeda sekali. Dimana perkembangan berpikir pada anak-anak belum kepada tahap yang abstrak, anak-anak masih berpikir pada tahap yang konkrit dan logis. Sedangkan pada perkembangan berpikir orang dewasa sudah mampu untuk menganalisis sesuatu yang abstrak yang tidak dapat dilakukan oleh anak-anak. Selain dilihat dari pola pikirnya, dilihat dari kebutuhannya pun sangat berbeda. Untuk anak-anak lebih sesuai jika menggunakan matematika sekolah, sedangkan untuk orang dewasa lebih tepat menggunakan matematika murni.

    ReplyDelete
  28. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Setiap individu memiliki pemikiran yang berbeda, dua anak yang terlahir kembar saja dipastikan memiliki pemikiran yang berbeda walaupun mereka lahir dengan berbeda beberapa menit saja. Apalagi pemikiran orang dewasa dengan anak atau siswanya tentu saja berbeda . Oleh karena itu penyesuaian seorang pendidik dalam mengajar dibutuhkan agar proses berpikir seorang dewasa tersebut sesuai dengan tingkatan umur dan pengetahuan dari siswa yang diajarnya. Penyesuaian tersebut akan mempermudah siswa dalam menyesuaikan pemikiran orang dewasa.

    ReplyDelete
  29. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Mohon maaf sebelumnya, link yang Bapak cantumkan diatas tidak dapat saya akses lagi. Tetapi dari postingan Bapak yang lain, saya dapat memahami bahwa matematika untuk anak dan orang dewasa memang berbeda. Daya analisis anak-anak lebih rendah dari orang dewasa. Sesuai tahap perkembangan psikologisnya, anak-anak belum mampu berpikir abstrak dan rumit. Menurut saya, matematika untuk anak seharusnya berhubungan dengan kehidupan sehari-hari sehingga anak mampu memahami dengan baik.

    ReplyDelete
  30. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Mohon maaf link di atas tidak dapat diakses, mohon kiranya bisa diperbaiki. Matematika untuk dewasa dan untuk anak memang harus dibedakan karena proses berpikir keduanya sangatlah berbeda.
    Tidak bisa kita memaksa anak untuk berpikir selayaknya tahap berpikir orang dewasa.

    ReplyDelete
  31. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Mohon maaf ternyata link diatas "page not found". Namun mencoba mengomentari judulnya, bahwa ada perbedaan antara matematika untuk anak dan matematika untuk orang dewasa. Anak cenderung berpikir intuitif, siswa lebih senang belajar secara kontekstual daripada belajar definisi-definisi. Jadi anak-anak bisa paham materinya tanpa harus menggunakan definisi-definisi. Sedangan orang dewasa sudah bisa diajak berpikir matematika formal, sehingga definisi sangat diperlukan untuk membatasi mana yang masuk konsep dan yang tidak masuk konsep.

    ReplyDelete