Oct 7, 2013

Matematika untuk Orang Dewasa dan Anak-anak




Dear all,

Following is the discussion on the differences between Adults and Younger Math:

http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&discussionID=276248584&gid=33207&commentID=167136771&trk=view_disc&fromEmail=&ut=2uA5P9sed83RY1

Thank's

Marsigit

8 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah.....
    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tentunya sangat jauh berbeda. Matematika yang diajarkan kepada anak-anak merupakan matematika sekolah yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Matematika untuk anak bersifat realistis dan berasal dari pengalaman-pengalaman yang telah dilalui oleh anak tersebut. Dari permasalahan yang ada disekitar anak, baru kemudian dihubungkan atau dibawa ke dalam pembelajaran matematika. Selain itu, konsep dari matematika sekolah adalah matematika yang bersifat sosial, sehingga dalam pembelajaran pun siswa sebaiknya bekerja dalam kelompok-kelompok untuk membantu mengkonstruksi pengetahuannya. Sehingga matematika akan terasa menyenangkan untuk anak. Lain halnya dengan matematika dewasa yaitu pure mathematics atau matematika formal. Matematika formal lebih mengutamakan ke rasionalisme dan logis, sudah tidak begitu terikat dengan ruang dan waktu dan bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  2. Hendra Erik Rudyanto
    S3 dikdas

    Matematika orang dewasa adalah matematika formal, deduktif, konsisten, apriori, Abstrak.
    Matematika untuk anak adalah matematika konkret, induktif, aktivitas, bermain, Intuisi, pengalaman.
    Guru harus bisa membedakan hal itu. Kadangkala guru SD memposisikan matematika sebagai objek formal sehingga anak menjadi takut kepada matematika karena dirasa sulit. Harusnya belajar matematika melalui aktivitas sesuai dengan kehidupan sehari hari. Dengan begitu siswa akan senang dan tanpa beban dalam belajar matematika

    ReplyDelete
  3. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Matematika untuk orang dewasa dan untuk anak-anak memang berbeda, hal ini terkait dengan pola pikir, usia, dan tahapan belajar yang berbeda. Matematika dewasa lebih abstrak, konkrit, formal, dan memiliki dimensi yang lebih tinggi. Matematika dewasa dibangun dari matematika anak, sedangkan matematika anak tidak dapat dibangun dari matematika dewasa. Logos memiliki tingkatan dan dimensi yang berbeda. Oleh karena itu, matematika miliki perbedaan tingkatan terkait dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dalam memberikan pembelajaran matematika untuk orang dewasa dan anak-anak hendaknya diberikan perilaku yang berbeda dalam menanamkan konsep-konsep matematika. Sebab jalan pikiran anak denga orang dewasa berbeda dalam memahami konsep matematika yang abstrak. Ketika orang dewasa menganggap mudah materi tersebut maka belum tentu anak-anak mengalami hal yang sama bahkan mereka cenderung untuk kesulitan dalam memahaminya sebab tahap berpikir mereka belum formal masih dalam tahap konkrit. Oleh karena itu, konsep pembelajaran matematika yang disajikan untuk anak terutama untuk tingkat sekolah dasar harus memperhatikan tahap perkembangan kognitifnya yang disesuaikan dengan tingkatan umur mereka sesuai dengan teori psikologi kognitif yang dikemukakan oleh Jean Piaget. Selain itu guru juga hendaknya memperhatikan karakteristik tiap anak yang notabene memang berbeda-beda dalam hal minat, bakat, kemampuan, kepribadian, pengalaman, lingkungan dan sebagainya.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dilihat dari konteksnya saja dimana ruang dan waktunya sudah berbeda antara matematika orang dewasa dan anak- anak. Tingkatan yang dilihat karena sudah seberapa jauh pengetahuan dibangun/ dikontruk oleh masing- masing. Dari gaya mengajar pun berbeda, karena antara keduanya mempunyai perkembangan kognitif yang berbeda.

    ReplyDelete
  6. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hasil Penelitian mengatakan bahwa tingkat kecerdasan seseorang bergantung dari kematangan organ tubuh yang dimiliki, semakin berkembangnya organ tubuh seseorang maka akan semakin cerdasnya dia. Sama hal dengan artikel di atas, matematika diajarkan haruslah sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak jelaslah memiliki perbedaan. Matematika untuk orang dewasa memiliki kerumitan lebih dibandingkan untuk anak-anak yang hanya memperlajari matematika dasar. Hal ini perlu di ketahui oleh calon guru agar bisa membedakan cara perlakuan terhadap siswa dengan perbedaan kematangan.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kita tahu bahwa matematika untuk orang dewasa dan untuk anak kecil itu sangat jauh sekali perbedaannya, sebgaimana telah dijelaskan pada eligi sebelumnya yaitu “hasil diskusi dengan guru matematika international” bahwa , cara dan pendekatannya juga berbeda keduany, jadi kita tidak dapay menyamakan mereka berdua. Matematika jika matematika dewasa diajarkan kepada matematika anak kecil maka mereka dewasa sebelum waktunya padahal kemempuan mereka masih belum kuat untuk menerima hal itu behkan sebaliknya jika matematika anak kecil diajarkan kepada matematima deasa maka itu tidak konsisten dan tidak relevan pengajaran itu. Hal itulah yang harus dibedakan dalam mengajarkan matematika dewasa dan anak kecil. Matematika untuk anak kecil itu bersfita realistis, yang mana untuk anak kecil itu harus dikenalkan dengan bentuk yang real nya kita tidak bisa menjelaskan kepada anak kecil hanya berupa penjelasannya saja tidak tanpa media atao ebnda realnya. Akan tetapi untuk orang dewasa maka berbeda lagi pendekatanya.

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Matematika merupakan ilmu abstrak dan yang konkret adalah bendanya. Maka matematika untuk anak-anak adalah matematika konkret, induktif, aktivitas, intuisi, a postriori, empirik. Matematika yang tidak hanya di dalam kelas dengan kegiatan menulis, menghitung di buku tulis saja tetapi eksplor dengan berbagai aktivitas. Matematika yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa tahu bahwa belajar matematika ada manfaat baginya. Sedangkan matematika orang dewasa adalah matematika abstrak, formal, deduktif, a priori. Lebih kepada menganalisi konsep yang telah ada, dan bernalar lebih tinggi serta memungkinkan menemukan kekeliruan pada konsep yang ada.

    ReplyDelete