Oct 11, 2013

Elegi Menggapai Hati Kesatu




Oleh Marsigit

Logos Muda:
Wahai Logos Tua, aku ingin memberitakan kepadamu bahwa aku baru saja mengikuti pemberontakan para logos. Kemudian aku ingin bertanya kepada dirimu. Bagaimanakah komentarmu tentang Elegi Pemberontakan Para Logos. Apakah engkau juga ikut memberontak?
Apa pula sebenarnya yang dimaksud dengan pemberontakan para logos itu?



Logos Tua:
Wahai Logos Muda, ketahuilah bahwa aku juga terlibat dalam pemberontakan itu. Berdasar pengamatanku, maka semua logos tanpa kecuali terlibat di sana.

Logos Muda:
Apa alasanmu dan apa alasan mereka mengadakan pemberontakan para logos?

Logos Tua:
Menurutku, aku mempunyai alasan yang berbeda dengan dirimu. Aku juga menemukan bahwa setiap logos mempunyai alasan yang berbeda. Ternyata tidak hanya itu. Aku juga menemukan bahwa setiap logos juga mempunyai sasaran pemberontakan yang berbeda.

Logos Muda:
Bolehkah aku mengetahui alasan apa sehingga engkau melakukan pemberontakan?

Logos Tua:
Aku memberontak karena aku merasa selalu dikejar-kejar oleh mitos? Alasan yang lain adalah karena aku juga merasa dikejar-kejar oleh ruang gelap dan waktu tiada. Ketahuilah bahwa setiap aku membangun logosku maka seketika itu pula muncul mitosku. Maka dalam rangka mengusir mitos-mitosku itulah aku melakukan pemberontakan.

Logos Muda:
Lalu apa yang engkau maksud dengan ruang gelap.

Logos Tua:
Ketahuilah, yang aku maksud sebagai ruang gelap adalah ruang dimana aku telah merasa nyaman untuk tinggal di situ sehingga aku enggan untuk melanjutkan perjalananku. Padalah aku menyadari bahwa tiadalah aku itu dalam keadaan berhenti. Maka sebenar-benar ruang gelap itu adalah keadaan dimana saya mengalami kontradiksi.

Logos Muda:
Lalau apa yang engkau maksud dengan waktu tiada?

Logos Tua:
Waktu tiada adalah saat dimana aku tidak dapat memutuskan segala sesuatu. Aku merasa di waktu tiada, ketika aku tidak dapat memilih baik dari yang buruk, manfaat dari yang merugi, dan benar dari yang salah. Itulah sebenar-benar keadaan dimana saya paling merasa takut untuk menjalaninya.

Logos Muda:
Wahai orang tua. Aku telah mendapatkan bahwa engkau itu ternyata telah mengalami keadaan kontradiksi dalam kontradiksi.

Logos Tua:
Mengapa engkau katakan demikian?

Logos Muda:
Bukankah engkau selalu katakan bahwa sebenar-benar hidupmu adalah kontradiktif. Tetapi mengapa engkau merasa ketakutan berada di ruang gelap yang menyebabkan engkau bersifat kontradiktif?

Logos Tua:
Oh terimakasih, ternyata engkau adalah Logos Muda yang cerdas. Setelah engkau deskripsikan keadaanku yang demikian, sekarang aku juga mengakui dan merasakan bahwa aku dalam keadaan kontradiktif dalam kontradiktif.

Logos Muda:
Tunggu dulu Logos Tua, aku belum selesai. Ternyata aku juga telah menemukan kontradiktif mu dalam kontradiktifmu yang lain?

Logos Tua:
Lho mengapa?

Logos Muda:
Bukankah engkau telah mengatakan bahwa engkau merasa ketakutan tidak dapat memilih baik dari yang buruk, manfaat dari yang merugi, dan benar dari yang salah; yang engkau sebut sebagai waktu tiada? Bukankah dengan pernyataanmu itu engkau telah menunjukkan bahwa engkau telah memutuskan untuk mendeskripsikan dirimu sebagai keadaan dimana menurutmu engkau tidak dapat memutuskan. Bukankah itu juga keputusanmu yang menyatakan bahwa engkau tidak dapat memutuskan?

Logos Tua:
Subhanallah. Terimakasih Logos Muda. Engkau memang betul-betul cerdas. Engkau telah mengingatkan ku kembali bahwa ternyata hidupku itu telah dipenuhi oleh kontradiksi di atas kontradiksi yang lain? Lalu bagaimana tentang dirimu?

Logos Muda:
Lho jangan tanyakan beberapa hal kepada diriku. Karena sebetul-betulnya yang terjadi adalah bahwa saya hanya mampu bertanya. Maka semua itu hanyalah pertanyaanku. Sedangkan jawabannya aku tidak mengetahui atau mungkin masih saya pikirkan.

Wahai Logos Muda yang Centhil:
Boleh aku tersenyum sedikit?

Logos Muda:
Lho kenapa?

Logos Tua:
Aku bangga mempunyai teman Logos Muda sepertimu. Tidaklah penting bagi diriku seberapa pengetahuanmu itu. Tetapi yang labih penting adalah engkau telah memahami ruang dan waktu. Kita telah saling memahami ruang dan waktu kita masing-masing.

Logos Muda:
Lho jangan ngledhek begitu Logos Tua.

Logos Tua:
Bukan ngeledhek karena aku juga ingin mengatakan bahwa aku juga telah menemukan kontradiktif dalam dirimu.

Logos Muda:
Lho kontradiktif yang mana?

Logos Tua:
Bukankah engkau telah mengaku hanya bisa bertanya. Tetapi kenapa engkau buat pengakuanmu itu di dahapanku. Bukankah itu juga keputusanmu bahwa engkau telah mendeskripsikan dirimu sebagai orang yang hanya bisa bertanya. Maka aku ternyata juga telah menemukan bahwa engkaupun bersifat kontradiktif.

Logos Muda:
Oh maaf..oh terimakasih Logos Tua. Benar katamu, ternyata aku juga telah mengalami kontradiktif.

Logos Tua:
Ntar dulu..aku belum selesai. Aku juga telah menemukan kontradiktifmu yang lain atas di atas kontradiktifmu.

Logos Muda:
Apa itu Logos Tua?

Logos Tua:
Engkau kelihatannya sangat menikmati pujianku sebagai Logos Muda yang Chentil, yang pandai yang kreatif. Artinya engkau telah merasa bangga dengan predikat yang telah aku berikan sebagai Logos Hebat. Bukankah hal yang demikian adalah juga bahwa engkau akan terancam oleh mitosku dan juga oleh mitosmu?

Logos Muda:
Oh ampunilah..maksudku aku mohon maaf atas keadaanku yang demikian itu.

Logos Tua:
Permohonan maafmu itu telah menunjukkan bahwa engkau telah bersifat kontradiktif kembali atas kontradiktifmu yang lain.

Logos Muda:
Wah...wahai Logos Tua. jangan engkau mentang-mentang lebih tua dari diriku. Bicara seenaknya saja. Begini salah, begitu salah. Lantas saya harus bagaimana? Aku ini sudah mulai emosional dan sebentar lagi bisa marah kepadamu.

Logos Tua:
Emosi dan amarahmu itu menunjukkan dimensimu.

Logos Muda:
Wah whe lah dhalah..apakah engkau sudah merasa bisa menjunjung langit? Apakah engkau sudah merasa bisa memadamkan api neraka? Apakah engkau sudah bisa membakar surga?

Orang Tua Berambut Putih datang:
Stop..stop..jangan melampaui batas. Wahai para logos janganlah lanjutkan pemberontakanmu itu? Karena hal yang demikian tidak akan membawa keuntungan apapun.

Logos Tua dan Logos Muda menjawab bersama:
Wahai Orang Tua Berambut putih, untuk kali ini juga kami telah menemukan bahwa engkau telah berlaku kontradiktif. Bukankah pemberontakan para logos itu merupakan sifat hakiki para logos. Jika tiadalah pemberontakan maka itu berarti bukan logos namanya.

Orang Tua Berambut Putih:
Ooh maafkan aku, aku telah keliru menilai keadaan. Tetapi aku juga telah menemukan bahwa kedua dirimu itu juga berlaku konradiktif. Kelihatannya engkau menyalahkan diriku telah berlaku kontradiktif. Bukankah engkau tahu bahwa sebenar-benar diri kita semua, selama masih berada di dunia ini, maka kita itu selalu bersifat kontradiktif?

Orang Tua Berambut Putih dan Para Logos berkompromi:
Marilah kita konsultasikan persoalan ini kepada para hati.

.... Elegi ini belum selesai...dan insyaallah dilanjutkan dengan ...Elegi menggapai Hati Kedua.

Amii.

32 comments:

  1. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Dalam mencari ilmu sesungguhnya kita selalu dikejar-kejar oleh ruang gelap dan waktu tiada. Dikejar ruang gelap, yaitu ketika kita enggan untuk keluar dari zona nyaman. Seringkali kita merasa cukup dengan ilmu kita, enggan bertanya, membuat pernyataan bunuh diri. Padahal dalam mencari ilmu seharusnya kita senantiasa bertanya agar bertambah pengetahuan kita dan tidak semena-mena membuat pernyataan baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Dikejar waktu tiasa, adalah ketika kita tidak dapat memutuskan. Seringkali kita banyak dibuat ramu, tidak nisa memilih antara yang baik dan buruk. Maka ketika kita dikejar waktu tiada yang harus kita lakukan adalah kembali mencari ilmu agar ilmu yang kita miliki cukup untuk memutuskan sesuatu dan diiringi dengan do’a agar diberikan kemantapan hati dalam memutuskan sesuatu.

    ReplyDelete
  2. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya memahami ruang gelap dan waktu tiada pada artikel ini bak seseoranng yang sudah merasa cukup akan ilmunya sehingga ia berhenti menuntut ilmu sedangkan ilmunya belum mampu menjadi petunjuk dalam kehidupannya. Maka tiadalah sebenar-benar masa untuk kita berhenti menuntut ilmu kecuali ajal yang menjemput. Dan sebenar-benar ilmu adalah hasil dari kontradiktif. Oleh karena itu, semua kenyataan adalah kontradiksi. Maka teruslah belajar karena dengan belajar kita mendapat pengalaman dan dari pengalaman kita memperoleh ilmu.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hidup kita itu penuh dengan kontradiksi. Jadi memang hal tersebut sudah berada dalam diri kita. Dalam elegi diatas untuk menghindar dari ruang gelap dan kejaran mitos kita harus berani keluar dari zona nyaman kita. kita harus berani melakukan hal yang tidak biasa atau melelahkan hal yang jarang kita lakukan asal hal tersebut benar dan baik.

    ReplyDelete
  4. Rosnida Nurhayati
    PPs PMB 2017
    17709251042

    Dalam memutuskan suatu pilihan pasti banyak terjadi kontradiksi dalam pemikiran kita, memang tidak mudah ketika kita mengalami kebingungan dalam menentukan suatu pilihan. kita berusaha memutuskan sesuai dengan ruang dan waktu, dengan pemikiran yang terbaik, sesuai dengan kemampuan kita. Semoga kita selalu bisa menggunakan akal sehat dalam menentukan suatu keputusan, dan jangan mendaji orang yang merugi.

    ReplyDelete
  5. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Manusia terkadang merasa sudah nyaman dengan kondisi tertentu dan dia tidak mau untuk berpindah, enggan untuk mengambil tindakan yang lain. Hal ini janganlah dibiarkan terus bersemayam dalam diri karena pada dasarnya zona nyaman itu belum tentu yang terbaik untuk kita. Tantangan hidup sangatlah berpengaruh dalam diri manusia untuk memberikan banyak pelajaran dalam kehidupan ini. Jadi, janganlah terlena dengan zona nyaman yang telah kita rasakan, namun teruslah bergerak untuk menikmati kehidupan yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  6. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari dialog di atas baik logos muda maupun logos tua harus mengetahui dasar atas segala tindakan yang dilakukan agar tidak terancam kembali menjadi mitos. Sehingga dalam menyelami keilmuan tidak hanya asal-asalan, tetapi mempunyai dasar teorinya. Dialog para logos ini juga menyadarkan saya bahwa setiap kita berada dalam kontradiktif terhadap kontradiktif yang kontradiktif lainnya di dunia ini. Kontradiktif sangat wajar terjadi selama kita terikat oleh ruang dan waktu. Menyalahkan satu sama lain tidak akan ada gunanya. Menerima adalah kuncinya.

    ReplyDelete
  7. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Ketika kita memilih untuk hidup yang aman-aman saja, hati-hati karena itu tidak akan membuat hidup kita berkembang. Sewaktu-waktu kita perlu untuk keluar dari comfort zone kita. Meskipun mungkin nantinya akan terjadi kontradiksi antara pikiran dan kenyataan, hadapilah karena sebenar-benar diri kita semua, selama masih berada di dunia ini, maka kita itu selalu bersifat kontradiktif. Ikhlas lah dalam menjalani hidup, sehingga apapun yang terjadi kita bisa menerima kenyataan yang ada.

    ReplyDelete
  8. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Pada diri manusia itu penuh dengan kontradiksi. Bahkan, semua yang ada di dunia ini adalah kontradiksi. Seringkali apa yang ada dalam pikiran kita bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Seringkali pula apa yang ada di hati kita bertolak belakang dengan apa yang kita ucapkan.

    ReplyDelete
  9. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sejatinyamemang kehidupan terdiri dari tesis dan anti-tesis, terdiri dari berbagai macam pertentangan dan kontradiksi. Lawab ideal adalah realsm, absolut relative, rasionalim empirism, dan sebagainya. Perlu kiranya dari elegi ini kita memahami diri masing-masing, tujuan apa yang dicpai dan dengan apa mencapainya. Tentu diperlukan keihklasan dalam menjalaninya, baik ikhlas hati maupun ikhlas piker

    ReplyDelete
  10. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Seseorang yang termakan mitos ialah seseorang merasa dirinya telah menguasai banyak ilmu dan cenderung sombong akan merasa bahwa ia tidak perlu lagi belajar atau mencari ilmu. Sehingga ia tidak akan berkembang dan berhenti pada keadaan yang begitu saja. Maka nyaman itu sebenarnya iala bahaya apabila kita terlena dan tida keluar dari zona nyaman, maka kita tida akan berkembang menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

    Seseorang yang bingung dalam menentukan sikap juga merupakan contoh seseorang yang termakan mitos. Hal tersebut dikarenakan ilmu yang kurang sehingga ia merasa ragu dan tida tahu harus bersikap seperti apa saat menemui masalah yang sulit. Lagi-lagi ini disebabkan karena seseorang enggan belajar dan merasa ilmunya sudah cukup. Maka sebenar-benar yang menyebabkan kita termakan mitos ialah kesombongan pada diri kita. oleh karena itu marila kita selalu bersyukur atas ilmu yang telah diberikan dengan cara selau menambah ilmu tersebut dan menularkannya atau mengajarkannya kepada orang lain agar bermanfaat.

    ReplyDelete
  11. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Elegi ini menceritkan tentang ruuang gelan dan waktu tiadaruang gelap yang dimaksudkan a dalah keadaan dimana seseorng sudah merasa nyaman hingga tidak mau beranjak atau enggan beranjak dari dari keadaannya tersebu. Sedangkan waktu tiada adalah waktu diaman seseorang tidak mampu memutuskan sesuatu, sehingga merugilah orang tersebt.

    ReplyDelete
  12. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Berada di zona nyaman atau comfort zone adalah tantangan bagi setiap manusia. Ingin tetap atau berpindah. Apalagi jika zona nyaman tersebut kita bergantung pada orang lain, menjadikan kita tidak mandiri, dan menutup pikiran kita akan wawasan atau ilmu yang baru. Tertutupnya pikiran kita itulah sebab dari ruang yang gelap. Dampaknya hati menjadi sempit, karena ibarat hidup di ruang tertutup.

    ReplyDelete
  13. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Sebenar-benar hidup adalah kontradiksi. Secara sadar/tidak disadari kehidupan itu penuh dengan kontradiksi. Kontradiksi sangat dekat dengan manusia, bahkan ada dalam diri manusia itu sendiri, misalnya saja ruang gelap atau yang dapat diibatkan sebagai zona nyaman manusia. Namun adanya kontradiksi membuat manusia menyadari bahwa dirinya tidak sempurna, karena identitas, absolut hanya milik Tuhan. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  14. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Ketika hidup dalam masyarakat, penilaian seseorang terhadap orang lain pasti berbeda-beda. Apa yang dianggap baik belum tentu dianggap baik oleh orang lain, begitu pula sebaliknya. Dan orang yang dianggap berilmu belum tentu cukup berilmu diantara orang lain, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, kita harus dapat memposisikan dengan baik diri kita di masyarakat agar dalam hidup bermasyarakat menjadi lebih tenteram dan nyaman.

    ReplyDelete
  15. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Hidup memang penuh dengan kontradiksi. Sering kita tidak menyadari bahwa apa yang kita katakan itu kontradiksi dengan apa yang kita lakukan. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus menyadari jika tidak ada manusia yang sempurna. Sepandai-pandainya seseorang, pasti pernah melakukan kesalahan juga. Kita harus selalu introspeksi diri, menyadari kesalahan kita dan tidak mengulanginya lagi. Sebisa mungkin kita juga tidak hanya pandai bicara, tetapi juga memberikan teladan atau mempraktikan apa yang telah kita nasihatkan kepada orang lain. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terlalu banyak kontradiksi yang ada pada diri kita.

    ReplyDelete
  16. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai hati ke satu ini menjelaskan bahwa hidup ternyata kontradiksi. Seringkali kita mengalami kontradiksi dalam hidup. Terkadang kita melakukan sesuatu yang benar namun ternyata salah. Kita merasa bahwa kita telah melakukan sesuatu yang bermanfaat namun ternyata kita merugi. Kita telah memilih sesuatu yang baik namun ternyata merupakan hal yang buruk. Maka agar kita dapat membedakan mana yang memang benar-benar baik dan buruk, kita hendaknya selalu berdoa dan meminta petunjuk Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PMA

    Kehidupan yang kita jalani memang sedikit banyak terdiri atas kontradiksi. Apa-apa yang dianggap baik bisa jadi juga tidak baik. Lalu apa-apa yang dianggap buruk bisa jadi juga tidak buruk-buruk amat. Oleh karena itu sebaiknya kita tidak sembarang menilai bahwa sesuatu baik atau bahwa sesuatu buruk. Sesuatu dianggap baik atau buruk berdasarkan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  18. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Selama kita masih hidup, pasti akan menemui sebuah kontradiksi. Karena kontradiksi adalah bagian dari hidup kita. Jadi memang hal tersebut sudah berada dalam diri kita. Dalam elegi diatas untuk menghindari mitos kita harus berani keluar dari zona nyaman kita. Kita harus berani melakukan hal yang tidak biasa atau melelahkan hal yang jarang kita lakukan asal hal tersebut benar dan baik. Sehingga para mitos tidak akan bisa mendekat.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  19. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dalam kehidupan di dunia ini segala sesuatunya ada kontradiksinya. Menurut wikipedia, hukum kontradiksi atau principium contradictionis (Bahasa Inggris: law of contradiction) adalah aturan yang menyatakan bahwa tidak mungkin sesuatu itu pada waktu yang sama adalah sesuatu itu dan bukan sesuatu itu. Maksudnya, mustahil sesuatu itu adalah hal satu dan bertentangan pada waktu yang bersamaan. Contoh dari sebuah kontradiksi adalah misalkan ada logos ada juga mitos, ada baik ada juga buruk, ada foundation ada juga anti-foundation, dan lain sebagainya.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  20. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi di atas saya merefleksi bahwa sebenarnya hidup itu penuh dengan kontradiksi. Bahkan hati manusiapun penuh dengan kontradiksi. Dengan adanya kontradiksi dapat diketahui mana yang baik, mana yang buruk; mana benar dan mana yang salah. Kontradiksi ada agar manusia dapat membedakan yang baik dan buruk, sehingga nantinya hati dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.

    ReplyDelete
  21. Assalamuaalaikum Wr. Wb. Logos adalah antitesa dari mitos yang di masa primitive atau trdisionil masih dipercayai sebagai sumber kebenaran. Pemberontakan logos terhadap mitos adalah keniscayaan sejarah. Tak bisa terhindarkan. Namun logos telah membawa kita pada zaman di mana ilmu pengetahuan pada satu sisi meragukan kekuatan di balik alam materi ini. Stepen hawking mendaku dirinya sebagai ateis setelah menemukan teori tentang terbentuknya semesta ini. Ricard dawkins mendaku dirinya seorang ateis setelah mempercayai bahwa terbentuknya kehidupan merupakan hasil dari evolusi berjuta-juta tahun. Bukankah itu suatu bentuk kesombongan? Wallahua’lam bishawab

    ReplyDelete
  22. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Dari elegi ini saya mendapatkan sebuah nilai yakni, bagaimana kita tidak boleh mudah termakan oleh kata-kata , maupun terlalu terpengaruh oleh keadaan hanyaa berdasarkan persepsi kita. karena belum tentu pemikiran itu bisa membuat kita tetap berpegang teguh pada pendirian kita, dimana kita tidak boleh merasa cukup atas pencapaian kita, dan ,menghindarkan diri dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  23. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Sebenar-benar manusia adalah yang kerap melakukan kontradiksi dalam hidupnya, karena manusia memiliki keterbatasan dari berbagai hal. untuk itulah diperlukan hati yang bersih, yang selalu beristigfar agar kekontradiksian manusia itu tidak menjerumuskan mereka ke dalam hal-hal yang buruk.

    ReplyDelete
  24. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Sebenar-benar hidup adalah kontradiktif. Kontradiksi dapat terjadi dalam kontradiksi. Dalam elegiter sebut juga disampaikan bahwa saat kita berteman tidaklah menjadi hal yang penting seberapa pengetahuan dari teman kita, tetapi yang labih penting adalah teman kita telah memahami ruang dan waktu dan saling memahami ruang dan waktu kita masing-masing.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  25. ama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hari yang bersih akan mencerminkan perilaku kita yang baik dan memberikan energi positif untuk melakukan hal-hal yang baik seperti rajin untuk bersilaturahim dengan sesama. Karena kunci dari hidup adalah tidak lain untuk bersilaturahim dengan sesama. Karena dengan silaturahim segala hal kebaikan akan berada di posisi kita.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  26. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hidup penuh dengan berbagai macam kontradiktif. Kontradiktif bisa muncul dari berbagai macam ketakutan yang kita hadapi sehingga membuat kita tidak mampu membuat keputusan dan selalu berada dalam keraguan. Keraguan yang dialali hanya kan membuat kita tidak tahu arah. Padahal ketakutan yang menghinggapi hanyalah sebuah ketakutan semat, dan belum tentu benar-benar akan terjadi. Jadi, janganlah ketakutan melemahkan kita, namun jadikan ketakutan sebagai acuan supaya apa yang kita takutkan tidak terjadi.

    ReplyDelete
  27. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Setiap manusia yang hidup pasti punya tujuan masing-masing. Apakah seseorang hanya bisa diam tanpa berusaha? Berharap semua tujuan akan datang dengan sendirinya? Tentu tidak. Kenapa? karena setiap yang hidup akan selalu dikejar-kejar oleh akhir. yang dimulai dari kabut akan kembali menjadi kabut. Pun yang berasal dari tanah akan kembali ke tanah. oleh karena itu setiap yang hidup harus bisa berusaha melawan ketidakmurnian untuk mencapai tujuan yang baik. Dalam mencapai tujuan hidup setiap manusia pasti mengalami dilema. Tidak mengetahui salah ataukah benar yang dilakukannya. Butuh seseorang untuk memberikan "cermin" kepada kita. Karena terkadang tidak mudah untuk mengetahui kesalahan sendiri. Saran dari orang lain pun terkadang tidak bisa kita terima karena keegoisan diri. Lalu bagaimana untuk mengetahui mana yang hak dan yang batil dalam mencapai tujuan hidup? ILMU. Ilmu yang akan meluruskan ketidakbenaran itu. Ilmu yang akan memurnikan ketidakmurnian. Semoga kita menjadi orang-orang yang berilmu

    ReplyDelete
  28. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Elegi menggapai hati kesatu diatas menggambarkan pemberontakan para logos yang berhubungan dengan ruang dan waktu. Dalam menghadapi suatu hal baik keadaan itu bisa ataupun konflik kita harus bisa menenpatkan diri sesuai dengan ruang dan waktu, agar tidak salah dalam menempatkan diri. Emosi yang terkadang ikut campur, nafsu yang datang secara tiba-tiba harus bisa ditempatkan sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  29. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Kontradiksi adalah sifat yang melekat di kehidupan dunia. Setiap hal memiliki kontradiksinya di dunia ini. Bahkan dirikita sendiri adalah kontradiksi. Jika menghindari sebuah kontradiksi adalah sesuatu yang sulit atau bahkan tidak mungkin, maka yang harus dilakukan adalah bagaimana membuat agar kontradiksi itu menjadikan manfaat. Untuk melakukan hal ini tentu tidak mudah, dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman. Disamping itu dibutuhkan pula faktor X, yakni kuasa Tuhan. Maka dari itu dalam berusaha kita harus selalu melakukannya bersamaan dengan iringan doa dan dzikir, serta mohon petunjuk kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  30. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dalam hidup diperlukan yang namanya kontradiksi, karena tanpa adanya kontradiksi maka tidak akan pernah ada pembaharuan di dalam ilmu pengetahuan. Karena sebenar-benarnya identitas hanya milik Allah SWT. Kontradiksi atau pertentangan merupakan alternative bantahan terhadap suatu teori agar membentuk suatu teori baru yang lebih akurat tingkat keabsahannya. Dengan kontradiksi kita dapat menemukan konsep yang disebut identitas.

    ReplyDelete
  31. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb Prof

    Elegi menggapai hati kesatu, ini maksudnya setiap kegiatan perbuatan tujuan kita hanya satu, menggapai jalan-Nya. Menuju ridhonya, jadi sebenarnya tujuan kita itu sama. Hanya saja cara kita menuju jalan-Nya yang berbeda. Untuk menuju menggapai hati kesatu, kita harus melakukan sesuatu sesuai dengan perintahnya. Berikhtiar dengan ikhlas, berusaha sepenuh hati, untuk menggapai hatin-Nya, yang satu. Jadilah makhluk yang dicintai-Nya.

    ReplyDelete
  32. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dan melibatkan hati dalam setiap langkah merupakan hal yang dapat kita lakukan untuk memerangi mitos. Hal itu karena dalam hidup ini kita tidak dapat terlepas dari kontradiksi. Sebenranya segala yang ada di bumi ini bersifat kontradiktif. Dan musuh utama para logos adalh mitos. Mitos tersebutlah yang memunculkan kontradiksi-kontradiksi yang akan membuat pendirian goyah dan menjerumuskan para logos. Terimakasih

    ReplyDelete