Oct 11, 2013

Elegi Menggapai Hati Kesatu




Oleh Marsigit

Logos Muda:
Wahai Logos Tua, aku ingin memberitakan kepadamu bahwa aku baru saja mengikuti pemberontakan para logos. Kemudian aku ingin bertanya kepada dirimu. Bagaimanakah komentarmu tentang Elegi Pemberontakan Para Logos. Apakah engkau juga ikut memberontak?
Apa pula sebenarnya yang dimaksud dengan pemberontakan para logos itu?



Logos Tua:
Wahai Logos Muda, ketahuilah bahwa aku juga terlibat dalam pemberontakan itu. Berdasar pengamatanku, maka semua logos tanpa kecuali terlibat di sana.

Logos Muda:
Apa alasanmu dan apa alasan mereka mengadakan pemberontakan para logos?

Logos Tua:
Menurutku, aku mempunyai alasan yang berbeda dengan dirimu. Aku juga menemukan bahwa setiap logos mempunyai alasan yang berbeda. Ternyata tidak hanya itu. Aku juga menemukan bahwa setiap logos juga mempunyai sasaran pemberontakan yang berbeda.

Logos Muda:
Bolehkah aku mengetahui alasan apa sehingga engkau melakukan pemberontakan?

Logos Tua:
Aku memberontak karena aku merasa selalu dikejar-kejar oleh mitos? Alasan yang lain adalah karena aku juga merasa dikejar-kejar oleh ruang gelap dan waktu tiada. Ketahuilah bahwa setiap aku membangun logosku maka seketika itu pula muncul mitosku. Maka dalam rangka mengusir mitos-mitosku itulah aku melakukan pemberontakan.

Logos Muda:
Lalu apa yang engkau maksud dengan ruang gelap.

Logos Tua:
Ketahuilah, yang aku maksud sebagai ruang gelap adalah ruang dimana aku telah merasa nyaman untuk tinggal di situ sehingga aku enggan untuk melanjutkan perjalananku. Padalah aku menyadari bahwa tiadalah aku itu dalam keadaan berhenti. Maka sebenar-benar ruang gelap itu adalah keadaan dimana saya mengalami kontradiksi.

Logos Muda:
Lalau apa yang engkau maksud dengan waktu tiada?

Logos Tua:
Waktu tiada adalah saat dimana aku tidak dapat memutuskan segala sesuatu. Aku merasa di waktu tiada, ketika aku tidak dapat memilih baik dari yang buruk, manfaat dari yang merugi, dan benar dari yang salah. Itulah sebenar-benar keadaan dimana saya paling merasa takut untuk menjalaninya.

Logos Muda:
Wahai orang tua. Aku telah mendapatkan bahwa engkau itu ternyata telah mengalami keadaan kontradiksi dalam kontradiksi.

Logos Tua:
Mengapa engkau katakan demikian?

Logos Muda:
Bukankah engkau selalu katakan bahwa sebenar-benar hidupmu adalah kontradiktif. Tetapi mengapa engkau merasa ketakutan berada di ruang gelap yang menyebabkan engkau bersifat kontradiktif?

Logos Tua:
Oh terimakasih, ternyata engkau adalah Logos Muda yang cerdas. Setelah engkau deskripsikan keadaanku yang demikian, sekarang aku juga mengakui dan merasakan bahwa aku dalam keadaan kontradiktif dalam kontradiktif.

Logos Muda:
Tunggu dulu Logos Tua, aku belum selesai. Ternyata aku juga telah menemukan kontradiktif mu dalam kontradiktifmu yang lain?

Logos Tua:
Lho mengapa?

Logos Muda:
Bukankah engkau telah mengatakan bahwa engkau merasa ketakutan tidak dapat memilih baik dari yang buruk, manfaat dari yang merugi, dan benar dari yang salah; yang engkau sebut sebagai waktu tiada? Bukankah dengan pernyataanmu itu engkau telah menunjukkan bahwa engkau telah memutuskan untuk mendeskripsikan dirimu sebagai keadaan dimana menurutmu engkau tidak dapat memutuskan. Bukankah itu juga keputusanmu yang menyatakan bahwa engkau tidak dapat memutuskan?

Logos Tua:
Subhanallah. Terimakasih Logos Muda. Engkau memang betul-betul cerdas. Engkau telah mengingatkan ku kembali bahwa ternyata hidupku itu telah dipenuhi oleh kontradiksi di atas kontradiksi yang lain? Lalu bagaimana tentang dirimu?

Logos Muda:
Lho jangan tanyakan beberapa hal kepada diriku. Karena sebetul-betulnya yang terjadi adalah bahwa saya hanya mampu bertanya. Maka semua itu hanyalah pertanyaanku. Sedangkan jawabannya aku tidak mengetahui atau mungkin masih saya pikirkan.

Wahai Logos Muda yang Centhil:
Boleh aku tersenyum sedikit?

Logos Muda:
Lho kenapa?

Logos Tua:
Aku bangga mempunyai teman Logos Muda sepertimu. Tidaklah penting bagi diriku seberapa pengetahuanmu itu. Tetapi yang labih penting adalah engkau telah memahami ruang dan waktu. Kita telah saling memahami ruang dan waktu kita masing-masing.

Logos Muda:
Lho jangan ngledhek begitu Logos Tua.

Logos Tua:
Bukan ngeledhek karena aku juga ingin mengatakan bahwa aku juga telah menemukan kontradiktif dalam dirimu.

Logos Muda:
Lho kontradiktif yang mana?

Logos Tua:
Bukankah engkau telah mengaku hanya bisa bertanya. Tetapi kenapa engkau buat pengakuanmu itu di dahapanku. Bukankah itu juga keputusanmu bahwa engkau telah mendeskripsikan dirimu sebagai orang yang hanya bisa bertanya. Maka aku ternyata juga telah menemukan bahwa engkaupun bersifat kontradiktif.

Logos Muda:
Oh maaf..oh terimakasih Logos Tua. Benar katamu, ternyata aku juga telah mengalami kontradiktif.

Logos Tua:
Ntar dulu..aku belum selesai. Aku juga telah menemukan kontradiktifmu yang lain atas di atas kontradiktifmu.

Logos Muda:
Apa itu Logos Tua?

Logos Tua:
Engkau kelihatannya sangat menikmati pujianku sebagai Logos Muda yang Chentil, yang pandai yang kreatif. Artinya engkau telah merasa bangga dengan predikat yang telah aku berikan sebagai Logos Hebat. Bukankah hal yang demikian adalah juga bahwa engkau akan terancam oleh mitosku dan juga oleh mitosmu?

Logos Muda:
Oh ampunilah..maksudku aku mohon maaf atas keadaanku yang demikian itu.

Logos Tua:
Permohonan maafmu itu telah menunjukkan bahwa engkau telah bersifat kontradiktif kembali atas kontradiktifmu yang lain.

Logos Muda:
Wah...wahai Logos Tua. jangan engkau mentang-mentang lebih tua dari diriku. Bicara seenaknya saja. Begini salah, begitu salah. Lantas saya harus bagaimana? Aku ini sudah mulai emosional dan sebentar lagi bisa marah kepadamu.

Logos Tua:
Emosi dan amarahmu itu menunjukkan dimensimu.

Logos Muda:
Wah whe lah dhalah..apakah engkau sudah merasa bisa menjunjung langit? Apakah engkau sudah merasa bisa memadamkan api neraka? Apakah engkau sudah bisa membakar surga?

Orang Tua Berambut Putih datang:
Stop..stop..jangan melampaui batas. Wahai para logos janganlah lanjutkan pemberontakanmu itu? Karena hal yang demikian tidak akan membawa keuntungan apapun.

Logos Tua dan Logos Muda menjawab bersama:
Wahai Orang Tua Berambut putih, untuk kali ini juga kami telah menemukan bahwa engkau telah berlaku kontradiktif. Bukankah pemberontakan para logos itu merupakan sifat hakiki para logos. Jika tiadalah pemberontakan maka itu berarti bukan logos namanya.

Orang Tua Berambut Putih:
Ooh maafkan aku, aku telah keliru menilai keadaan. Tetapi aku juga telah menemukan bahwa kedua dirimu itu juga berlaku konradiktif. Kelihatannya engkau menyalahkan diriku telah berlaku kontradiktif. Bukankah engkau tahu bahwa sebenar-benar diri kita semua, selama masih berada di dunia ini, maka kita itu selalu bersifat kontradiktif?

Orang Tua Berambut Putih dan Para Logos berkompromi:
Marilah kita konsultasikan persoalan ini kepada para hati.

.... Elegi ini belum selesai...dan insyaallah dilanjutkan dengan ...Elegi menggapai Hati Kedua.

Amii.

70 comments:

  1. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Menarik sekali kisah elegi di atas Prof Marsigit. Berdasarkan kisah elegi di atas, saya tertarik dengan adanya ruang gelap yang berarti ruang dimana logos telah merasa nyaman untuk tinggal dan enggan melanjutkan perjalananya, padahal dia menyadari bahwa tidak dalam keadaan berhenti. Mungkin yang dpaat saya pahami dari kalimat tersebut adalah manusia mengalami kontradiksi dalam pikirannya. Mereka sedang berjalan dalam melewati ruang dan waktu,tetapi mereka enggan melanjutkan perjalanan karena merasa nyaman pada suatu titik tertentu. waktu tiada adalah saat dimana logos tidak dapat memutuskan segala sesuatu. Hal tersebut merupakan hal yang paling berbahaya ketika pikiran kita tidak dapat memilih mana yang baik dan buruk, yang benar dan salah, dll.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dalam elegi ini dikatakan apabila kita tidak berani keluar dari zona nyaman maka kita berada dalam ruang gelap. Dan ruang gelap adalah ketika kita mengalami kontradiksi, Hidup memang penuh kontradiksi jadi janganlah kita takut mengalami kontradiksi. Penuh dengan kontradiktif mengingatkan kita untuk perlu berevaluasi diri berinstrospeksi dan selalu rendah hati. Hal itulah yang akan menjadikan kuat demikian kehidupan kita pun penuh dengan pertentangan.

    ReplyDelete
  3. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Terimakasih untuk elegi yang disajikan Bapak, sangat menarik. Manusia pada umumnya ketika sudah berada di zona nyaman maka akan susah untuk keluar dari zona tersebut. Walaupun mereka sebenarnya tidak menyadari bahwa mereka sedang berada dalam ruang gelap di hidupnya. Zona tersebut juga akan membatasi pengetahuan manusia. Seberapapun adanya pengetahuan itu yang paling penting adalah pemahaman ruang dan waktu masing – masing. Pengetahuan akan terus berkembang dan pilihan – pilihan akan semakin dihadapkan pada manusia. Ketika manusia tidak bisa menentukan baik buruknya dalam pilihan itu maka yang paling penting adalah pemahaman mengenai ruang dan waktu masing – masing.

    ReplyDelete
  4. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Seperti yang telah kita ketahui bahwa prinsip hidup manusia itu ada dua yaitu prinsip identitas dan prinsip kontradiktif. Prinsip identitas hanya ada di akhirat, sedangkan ketika kita di bumi maka kita telah menggunakan prinsip kontradiktif baik kita sadari ataupun tidak kita sadari. Karena hidup di dunia itu terpaut oleh dimensi ruang dan waktu. Sehingga segala yang kita kerjakan bersifat kontradiksi. Tiadalah orang itu sama dengan namanya. Subjek tidak akan sama dengan predikat jikalau kita ada di dunia. Semua itu tergantung oleh ruang dan waktu. Misalnya sekarang kita masih kenyang tetapi nanti kita mungkin akan merasa lapar. Namun demikian, hendaklah kita tetap menjalani kehidupan kita dengan selalu bersikap positif dan penuh dengan manfaat.

    ReplyDelete
  5. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    PPs. P.Mat C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sebenar-benarnya hidup adalah kontradiktif dan sebenar-benarnya logos adalah kontradiktif. Bahkan sama pun sebenarnya adalah kontradiktif tergantung ruang dan waktu. Dalam menggapai logos harus berhenti dari mitos, jika tidak berhenti maka akan menjadi mitos saja. Sebenar-benarnya logos ialah jangan berhenti untuk berpikir, dan sebenar-benarnya mitos ialah berhenti berpikir.

    ReplyDelete
  6. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sebenar benar filsafat ketika kita mampu memahami ruang dan waktu. Filsafat berbicara dengan menggunakan bahasa analogi. Menggunakan konotasi dan kiasan yang berbeda dalam proses bertindak. Perlu adanya sintaks dan algoritma yang sistematis dalam melakukan sesuatu. Tidak hanya dengan pengetahuan kita dapat memiliki segalanya namun dengan memberi dan bagaimana kita memposisikan agar lebih baik dan nyaman di masyarakat. Analogi ketika kita bermasyarakat hendaknya kita mampu menggunakan ilmu pegetahuan dan sopan santun dalam menghadapi sesama.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Apa yang sudah kita lakukan semata pasti baik menurut kita, tetapi kita tidak sadar apakah yang kita lakukan sudah baik atau belum menurut orang lain, karena pandangan tiap orang berbeda- beda. Maka ada baiknya kita selalu intropkesi diri dengan mengevaluasi diri kita masing- masing. Karena tidak mungkin kita terlepas dari sifat kontradiktif dalam kehidupan kita. Sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, seharunya kita selalu berdoa dan berusaha agar terhindar dari kesalahan yang berlarut.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Berdasarkan elegi di atas saya menarik kesimpulan bahwa ilmu tiada batasnya, sehingga jangan sampai kita memiliki rasa tinggi hati atas ilmu yang kita miliki, setinggi-tingginya ilmu seseorang akan ada orang yang memiliki ilmu lebih tinggi dari orang tersebut. Di atas langit pasti masih ada langit. Tidak ada yang dapat menggapai satu kecuali yang satu Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  9. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sebenar-benar hidup adalah kontradiktif. Kontradiktif bukanlah sesuatu yang harus dihindari atau tidak boleh terjadi, namun kontradiktif merupakan sesungguhnya diri kita. Manusia memang terlahir dengan mengalami kontradiksi dalam pikirannya. Dalam melewati ruang dan waktu, kontradiksi akan selalu terjadi saat kita akan memutuskan segala sesuatu. Jangan menjadikan kontradiksi sebagai alasan untuk tidak membuat keputusan dan pilihan, janganlah menjadi seseorang yang tidak mau keluar dari zona amannya, sehingga enggan membuat keputusan, pilihan atau tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya hanya karena merasa nyaman pada suatu titik tertentu. Itu adalah sesuatu yang sangat berbahaya ketika pikiran kita tidak dapat memilih mana yang baik dan buruk, yang benar dan salah, dll.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Pada diri manusia itu penuh dengan kontradiksi. Bahkan, semua yang ada di dunia ini adalah kontradiksi. Seringkali apa yang ada dalam pikiran kita bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Seringkali pula apa yang ada di hati kita bertolak belakang dengan apa yang kita ucapkan.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi menggapai hati kesatu adalah sbeuah eligi yang menceritakan tentang suatu logos yang memberontak , setiap logo-logos itu juga memberonak hanya memberontak dengan alasan yang berbeda, seperti elegi diatas, yang membenrontak sama mitos. Kita hidup pasti akan selalau meraa nyaman dan jika sudahmerasa nyaman maka kita tidak mau lagi bergerak pada stepitu padahal kehidupan bukan hanya sampai di situ saja. Zona aman kita akan selalau menarik dan akan selalu menetapkan bahwa zoan aman kita akan aman-aman saja. Kita sebagai manusia seharusnya jangan hanya merasa nyaman saja di zona aman kita di zina kenyamanan kita karena kita harus terus berinovasi dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini menjelaskan tentang sifat kontradiktif dalam diri manusia. Yang bersifat kontradiktif itu adalah pikiran. Pikiran kita kadang melihat tentang suatu hal yang sebenarnya ada pada diri kita tetapi malah menyatakan tidak. Kontradiksi adalah bertentangan dengan yang sebenarnya. Kemudian kita juga tidak bisa terlepas dari kontradiksi dalam menjalani hidup ini. Mungkin ketika kontradiksi tidak ada maka mungkin dunia ini akan tidak lebih baik. Misalnya ketika kita melakukan hal yang tidak baik apakah kita mau mengaku pada orang lain. Contoh lain misalnya ada orang bertanya, saya udah cantik belum pakai baju ini? Untuk menyenangkan orang lain kita bisa menggunakan kontradiksi. Kemudian pikiran pun juga bertentangan dengan hati maka itu juga merupakan sifat kontradiktif kita.

    ReplyDelete
  13. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Hidup kita memang selalu bersifat kontradiktif. Kontradiktif bukanlah sesuatu yang harus dihindari atau tidak boleh terjadi karena tidak membawa kita ke arah yang salah dan berhenti dalam sebuah mitos. Semoga dengan kontrdiksi kita bisa merefleksikan diri kita dan bisa kita gunakan untuk berpikir lebih intensif dan ekstensif lagi. Sebenar-benar kontradiktif merupakan sesungguhnya diri kita.

    ReplyDelete
  14. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih Prof Marsigit, karena Anda telah menuliskan Elegi Menggapai Hati Kesatu ini. Tulisan yang menarik ini telah mengingatkan saya bahwa hidup memang bersifat kontradiktif. Dalam hidup, kita selalu dihadapkan pada pertentangan-pertentangan tentang apa yang baik dan buruk, benar dan salah, dan lain sebagainya. Dalam menghadapi pertentangan-pertentangan tersebut hendaknya kita selalu berani dalam bertindak agar tidak terus terjebak dalam ruang gelap, yaitu zona nyaman yang membuat kita enggan bertindak untuk melangkah dan melanjutkan perjalanan.

    ReplyDelete
  15. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi menggapai hati kesatu ini menurut saya telah memberikan pesan bahwasanya dalam hidup ini kita selalu bersifat kontradiktif. Menarik sekali cuplikan kalimat dalam tulisan Prof. Marsigit berikut bagi saya :"Aku merasa di waktu tiada, ketika aku tidak dapat memilih baik dari yang buruk, manfaat dari yang merugi, dan benar dari yang salah." Saya sangat merasakan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari saya, dan ternyata itulah yang dinamakan waktu tiada dalam tulisan ini. Seringkali terjebak dalam kondisi yang kita suka, hingga enggan beranjak, bahkan enggan beranjak menjadi yang lebih baik. Terkadang kenyamanan membuat kita lupa segalanya , lupa bahwa hidup harus terus berjalan, harus selalu berusaha menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi hingga akhir kehidupan dunia, hingga menuju kehidupan yang kekal

    ReplyDelete
  16. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Memang dalam proses pembentukan pengetahuan baru itu bermula dari adanya kontradiksi dari ilmu baru yang mengubah skema ilmu lama. Yang perlu kita lakukan adalah tetap menggapai logos dalam menggapai keputusan. Yang menjadi bahaya jika kita masuk lingkaran hitam, artinya bahwa kita terlalu nyaman dengan pengetahuan yang sudah kita miliki tanpa ada kemauan untuk berpikir kritis dan kreatif untuk memperoleh pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  17. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi menggapai hati kesatu ini mengajarkan bahwa kita sebagai manusia selagi masih hidup di dunia bersifat kontradiktif. Bersifat kontradiktif yang artinya bahwa hidup itu selalu ada benar salah, baik buruk, manfaat merugi dan masih banyak lainnya. Sebagian manusia, memilih dan slalu terlena akan hidup di zona nyaman. Justru memilih zona nyaman akan membuat hidup stagnan dan tidak berkembang. Agar kita dapat berani bertindak untuk keluar zona nyaman, sebaiknya kita terlebih dahulu dapat memahami ruang dan waktu dalam hidup kita masing-masing.

    ReplyDelete
  18. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hati kita (manusia) yang selalu terombang-ambing penuh dengan perasaan yang tidak menentu, penuh dengan kontradiktif, mengingatkan kita sebagai makhluk yang penuh dengan kontradiktif perlu berevaluasi diri, berinstrospeksi dan selalu rendah diri. Hidup ini memang penuh dengan kontradiksi. Betapa banyak hal yang kontradiksi dalam setiap langkah kita baik itu sebatas dalam pikiran maupun di dalam hati kita. Akan tetapi jika kita dapat memahami esensi dari kontradiksi atau pertentangan tersebut maka hal itulah yang akan menjadikan kuat demikian kehidupan kita pun penuh dengan pertentangan. Semoga dari kontradiksi yang kontradiksi itulah yang akan menguatkan dalam hidup dan kehidupan kita.

    ReplyDelete
  19. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Menarik sekali elegi menggapai hati kesatu ini. Elegi ini mengajarkan bahwa dalam hidup ini kita sering terjebak dalam zona nyaman atau ruang gelap. Kita enggan untuk mencoba hal baru lagi yang di luar sana lebih menantang karena sudah terjebak dalam ruang gelap ini. Selain ruang gelap, kita juga sering mengalami dalam waktu tiada, artinya saat dimana kita tidak dapat mengambil keputusan atas segala sesuatu. Akan tetapi sebenarnya dalam ruang gelap dan waktu tiada ini mengandung makna bahwa hidup ini penuh dengan kontradiktif. Pikiran kita terkadang menganggap bahwa kita tidak dapat melakukan sesuatu hal akan tetapi sebenarnya kita bisa. Maka dari itu janganlah kita terjebak dalam ruang gelap tersebut. Kita harus bisa pahami ruang dan waktu diri kita.

    ReplyDelete
  20. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Ruang gelap adalah ruang dimana aku telah merasa nyaman untuk tinggal di situ sehingga aku enggan untuk melanjutkan perjalananku. Padalah aku menyadari bahwa tiadalah aku itu dalam keadaan berhenti. Maka sebenar-benar ruang gelap itu adalah keadaan dimana saya mengalami kontradiksi.
    Sesungguhnya ruang gelap tersebut merupakan zona nyaman yang tidak ingin ditinggalkan. Karena jika meninggalkan zona tersebut perlu waktu untuk mendapatkan zona nyaman yang baru melalui serangkaian adaptasi.

    ReplyDelete
  21. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Menarik sekali elegi menggapai hati ini, dalam logosnya mengenai ruang gelap. Ruang yang dimana seseorang telah merasa nyaman untuk tinggal sehingga enggan untuk melanjutkan langkah. Kejadian ini memang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, dimana banyak orang yang sudah merasa nyaman dengan kehidupannya, sehingga mereka tidak mau untuk mengembangkan kemampuannya lagi, padahal kemampuan yang mereka miliki bisa jauh lebih besar jika mereka mau mengembangkannya lebih, lebih, dan lebih lagi. Memang Tuhan menghendaki kita untuk tetap bersyukur akan semua yang kita peroleh, namun dengan tetap bersyukur kita bisa mengembangkan diri kita dengan lebih lagi. Sehingga kemampuan kita pun bisa menjadi berkat bagi orang banyak

    ReplyDelete
  22. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Dalam dunia yang penuh ketidakpastian ini, zona nyaman merupakan musuh utama umat manusia. Barangsiapa yang tidak siap untuk keluar dari zona nyaman, maka pertama, dia tidak akan berkembang; Kedua, kemungkinan zona nyamannya sudah tidak lagi menjadi tempat yang nyaman. Memang sudah menjadi sifat alami kita merasa cemas berada di dalam situasi yang asing. Saat kita berada di dalam situasi yang asing, hal itu secara alami akan menimbulkan kecemasan dalam diri kita. Parahnya, kecemasan itu akan menghasilkan persepsi negatif yang mendukung rasa takut itu. Pada gilirannya, persepsi itu akan membuat kecemasan kita semakin menjadi-jadi. Untuk itu, kita perlu menata pikiran sedemikian rupa sehingga pikiran negatif, yang tidak mendukung dapat dihilangkan. Mengubah persepsi dapat membantu kita mengurangi rasa cemas berada di dalam situasi yang tidak menentu.

    ReplyDelete
  23. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016

    elegi ini menceritakan perbincangan antara logos tua (senior dan berpengalaman) dan logos muda (junior dan masih pemula). sebenarnya para logos adalah kelompok yang selalu berkembang karena menemukan kontradiksi-kontradiksi. kontradiksi tersebut yang mendorong para logos untuk berkembang dan memperoleh pencapaian baru yang lebih tinggi. musuh para logos adalah ruang yang gelap dan waktu yang tiada. ruang yang gelap diartikan oleh para logos adalah tempat yang nyaman, tempat yang tidak lagi akan muncul kontradiksi, sehingga membuat para logos berhenti berkembang. situasi ini merupakan kontradiksi dari hakikat logos sesungguhnya. waktu yang tiada adalah waktu yang tidak menghasilkan apa-apa. waktu yang membuat logos tidak bisa memilih dan menentukan tindakan, dan juga tidak bisa menentukan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak. sehingga membuat para logos tidak bisa berjalan, hanya diam ditempat. situasi ini merupakan kontradiksi dari hakikat logos sesungguhnya.
    pada akhirnya para logos memerlukan pertimbangan lain, yaitu pendapat para hati.

    ReplyDelete
  24. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Di dalam setiap aspek kehidupan selalu mengandung unsur kontradiksi. Namun dengan kontradiksi inilah kita dijadikan dewasa dalam hidup. Melalui kontradiksi inilah kita menjadi lebih memikirkan apa sesungguhnya hidup ini. Kita harus memakai hati kita apabila terjadi kontradiksi dalam hidupmu, agar tidak ada celah sedikitpun untuk syaitan masuk dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  25. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dari Elegi Menggapai Hati Kesatu yang dapat saya pahami adalah bahwa setiap diri seseorang itu kontradiktif. Dalam hidup, kita selalu dihadapkan pada pertentangan-pertentangan tentang apa yang baik dan buruk, benar dan salah, dan lain sebagainya. Dalam menghadapi pertentangan-pertentangan tersebut hendaknya kita selalu berani dalam bertindak agar tidak terus terjebak dalam ruang gelap. Dan setiap kita membangun logos maka pastilah disitu juga ada mitos yang selalu mengikuti. Dengan mitos ini menjadikan manusia tidak berkembang kearah yang lebih baik

    ReplyDelete
  26. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam Elegi ini kita tahu bahwa kita harus berani mengambil tindakan dalam menghadapi segala kontradiktif yang ada. Orang yang seperti ini akan selalu berada di zona nyaman. Orang yang hanya diam dalam sebuah keadaan kontradiktif adalah orang yang terjebak pada ruang gelap. Orang yang merasa di waktu tiada adalah orang yang terjebak dalam ruang gelap. Waktu tiada adalah orang yang takut memilih benar dari yang salah, Orang yang takut memilih baik dari yang buruk, orang yang takut memilih manfaat dari yang merugi, Orang yang takut mengambil risiko dari sekian banyak risiko. Orang yang tidak ingin beranjak dari zona nyaman adalah orang yang terjebak pada ruang gelap. Padahal sebenar-benarnya zona nyaman tidaklah selalu menjadi zona nyaman. Makna hidup adalah membangun. Sehingga semakin sering kita mengambil tindakan dari segala pertentangan yang ada. Semakin mudah pula kita dalam menentukan tindakan dari segala pertentangan.

    ReplyDelete
  27. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam proses pembelajaran, guru harus mampu mengatasi pertentangan-pertentangan di kelasnya. Sehingga diharapkan guru mampu memberikan inovasi pembelajaran untuk pembelajaran yang lebih baik.

    ReplyDelete
  28. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini menggambarkan antara logos tua dan logos muda yang membicarakan tentang kontradiktif, padahal dunia itu kontradikstif. Dalam kehidupan manusia ada dua hukum yang berlaku yaitu hukum kontradiktif dan hukum identitas. Kontradiktif berada di dunia dimana manusia melakukan segala aktivitas, merasakan sesuatu dan mengucapkan apa yang telah ia rasakan dengan indranya. Sedangkan hukum identitas ketika manusia sudah berada di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  29. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Sebenar-benar hidup ada kontradiktif. Sesuatu yang wajar kontradiktif terjadi di dalam hidup kita. Dengan pemikiran kontradiktif, kita mampu untuk mengecek apakah suatu kebenaran yang ada itu memang benar. Jadi kita tidak bisa terus menerus setuju dengan apa yang ada, selalu berada pada zona yang aman. Kita harus berani keluar dari zona aman agar bisa menambah tingkat dimensi kita. Namun, jika ilmu kita bertambah tentunya kita tidak boleh sombong dengan ilmu yang kita punya.

    ReplyDelete
  30. Manusia harus menyadari bahwa apa yang dilakukan di dunia akan bersifat kontradiktif. Orang yang salah tentu harus dihukum tetapi akan ada pertentnagan karena yang salah tersebut mempunyai pendukung atau mempunyai jasa. Apa yang kita anggap baik jika melebihi batas menjadi tidak baik. Seperti kisah ahli ibadah yang mengatakan bahwa ia dapat berpuasa selama satu tahun penuh tetapi dilarang karena ada hak pada tubuh untuk dipenuhi. Ketika rasulullah menemukan tali tergantung di pintu, kemudian menanyakan untuk apa ini? Dijawab sebagai pegagang untuk si fulan ketika sholat maka diminta untuk dicopot karena kerjakan ibadah sesuai dengan kemampuan. Janganlah manusia melebihi batasnya.

    ReplyDelete
  31. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas ada ilmu yang bisa saya ambil, yaitu jangan terlena dengan situasi yang dianggap nyaman. Dan sebaiknya kita berani memutuskan suatu hal. Karena di dalam hidup akan selalu terus berjalan. Banyak situasi baru yang harus dihadapi dan dilewati.

    ReplyDelete
  32. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kita jangan terlena dengan ilmu yang sudah diperoleh. Seolah ketika ilmu sudah banyak didaptakn maka kita akan terlena dengan ilmu itu. Padahal ilmu itu tidak ada batasnya. Kita harus terus berjalan, meneruskan perjalanan untuk mendapatkan ilmu baru yang lain.

    ReplyDelete
  33. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam menuntut ilmu sebaiknya kita juga harus berani memutuskan suatu hal. Pilihlah ilmu yang bermanfaat bagi diri, jangan yang merugikan. Ilmu itu banyak macamnya, pilih yang sesuai dengan apa yang diinginkan dan salah satu yang terpenting adalah pilih sumber ilmu yang valid. Sehingga ilmu akan lebih bermakna.

    ReplyDelete
  34. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi yang sangat menarik dan sangat memberikan pesan kepada para pembacanya. Tentang ruang gelap, yang mana kita sebagai manusia serasa hanya ingin berada ditempat itu karena tempat itu telah membuat kita nyaman. Akan tetapi, dalam keadaan yang nyaman di ruang gelap tersebut, tidak terasa waktu terus berlalu dan tanpa kita beranjak dari ruang gelap tersebut, dapat dipastikan kita menjadi terbelakang karena kurangnya pengalaman kita.

    ReplyDelete
  35. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tentang waktu tiada, ketika kita berada dalam situasi yang membingungkan karena kita tidak dapat memilih.Hidup senantiasa bersifat kontradiktif, mungkin karena hal itulah kita bingung untuk memutuskan segala sesuatu karena nantinya akan selalu bersifat kontradiktif. Akan tetapi, hidup harus senantiasa berjalan, kita harus berani untuk mengambil keputusan apapun risikonya. Dan pada saatmengambil keputusan itulah, kita serahkan, kita pasrahkan segalanya kepada Dzat yang menguasai hidup.

    ReplyDelete
  36. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    kenyamanan memang akan membuat kita betah berada didalamnya, namun ketahuilah bahwa rasa nyaman tidak akan membuat kita berkembang, keluar dari zona nyaman merupakan satu langkah awal untuk mencari pengalaman, berada di zona nyaman memang menenangkan, namun kita tidak terlatih dalam menghadapi resiko, sedangkan didunia ini kita tidak tau tentang apa yang akan terjadi didepan, kita sebagai manusia harus siap dengan segala resiko yang ada.

    ReplyDelete
  37. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Setiap dari diri kita memiliki sisi-sisi yang saling kontradiktif. Sehingga apa yang diucapkan oleh seseorang adalah hasil dari pertarungan sisi-sisi yang kontradiktif itu. Sisi baik dan sisi yang buruk. Misalnya, seseorang berbohong karena sisi buruk dirinya menang atas sisi baiknya. Seseorang tidak bisa membalas cacian orang lain, karena sisi baiknya menang dari sisi buruknya. Apakah ada orang yang tidak bisa membalas cacian orang lain? Adalah Imam Hasan cucu Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam. Ketika beliau bersama anaknya melintasi suatu pasar. Kemudian beliau dicaci maki oleh orang. Namun beliau hanya diam saja, padahal beliau adalah cucu Rasulullah, beliau bisa saja mengadu kepada khalifah saat itu. Namun beliau hanya diam saja, sehingga membuat anaknya bertanya kenapa ayahnya tidak membalas cacian orang tersebut. Jawaban beliau sungguh indah, “sesungguhnya aku tak tahu harus mengucapkan apa untuk membalas caciannya”. Bahkan kata-kata cacian orang tadi tidak masuk ke dalam hatinya. Sehingga tak punya kata-kata cacian untuk membalas orang yang mencacinya.

    ReplyDelete
  38. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Menurut saya, hati manusia itu kotradiktif, tidak tetap. Apalagi Tuhan maha mampu untuk membolak-balikka hati para manusia. Untuk itu, kita butuh untuk berdoa memohon perlindungan-Nya agar hati kita yang lemah ini selalu memilih jalan yang baik dan benar.

    ReplyDelete
  39. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Manusia sering merasa nyaman dengan kondisi tertentu dan mereka enggan untuk berpindah, enggan untuk melakukan hal lain. Hal tersebut jangan dibiarkan terus bersemayam dalam diri kita, zona nyaman memang menenangkan tapi tidak ada yang tumbuh di sana. Tantangan hidup sangat berpengaruh dalam hidup manusia guna memberikan banyak pelajaran, pengalaman, pengetahuan dalam kehidupan ini. Menikmati hidup itu sejatinya bukan hanya berdiam diri di zona nyaman, tapi teruslah bergerak dan hadapi tantangan yang ada.

    ReplyDelete
  40. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Dalam tulisan ini sangat menarik mengetahui bahwa logos tua dibatasi oleh mitos. Tanpa disadari manusia selalu membawa mitos dalam kehidupannya sehingga hal itu membatasi logos-logos yang harusnya dapat berkembang.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  41. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Logos tua yang berhenti berkembang karena adanya kontradiksi menunjukan adanya kekurangan dalam logos lama yang kemudian diperbaiki oleh logos baru yang dirasa lebih rinci. Namun tidak berarti logos lama tidak baik sepenuhnya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  42. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Dalam elegi tersebut ditunjukan bahwa logos lama dan logos baru sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, keduanya hendaknya saling melengkapi menjadi logos yang lebih sempurna dalam kesatuan logos keduanya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  43. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi di atas saya merefleksi bahwa sebenarnya hidup itu penuh dengan kontradiksi. Bahkan hati manusiapun penuh dengan kontradiksi. Dengan adanya kontradiksi dapat diketahui mana yang baik, mana yang buruk; mana benar dan mana yang salah. Kontradiksi ada agar manusia dapat membedakan yang baik dan buruk, sehingga nantinya hati dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.

    ReplyDelete
  44. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi ini saya belajar bahwa selama kita berada di dunia maka kontradiktif adalah hal yang ada padanya. Hal ini dikarenakan sedemikian itulah sifat dunia kontradiktif adalah kebenaran. Bahkan dalam diri seseorang dapat terjadi kontradiktif karena perubahan dirinya yang sekarang dengan dirinya yang dulu

    ReplyDelete
  45. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    Pendidikan Matematika A 2014

    Berbolak-balik (muqallib) itulah sifat manusiawi sehingga berpotensi untuk kontradiksi. Oleh karenanya manusia haruslah berdoa untuk ketetapan hatinya dalam ketetapan agamanya (tsabit qalbi 'ala diinik). Hal ini menjadi penting karena tanpa ketetapan hati pikiran akan memberontak tanpa pembatas.

    ReplyDelete
  46. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam Elegi ini menyatakan bahwa manusia memiliki sifat kontradiktifnya, dan yang bersifat kontradiktif itu adalah pikiran, terkadang kita memikirkan sesuatu dan hati nurani kita berkata iya namun kenyataannya kita melakukan tidak, itu merupakan sifat kontradiktif yang sering dilakukan oleh manusia. Terkadang apa yang dilakukan berbeda dengan apa yang diharapkan oleh hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  47. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Saya selalu tertarik untuk membaca artikel bapak mengenai elegi-elegi. Karena dari sana bisa membuat saya berpikir keras dan tertantang untung mengerti apa maksud dari tulisan atau bacaan dari elegi tersebut.

    ReplyDelete
  48. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Seperti yang pada artikel ini yang membicarakan bahwasannya otak, pikiran dan hati dari manusia dalam hidup itu selalu bersifat kontradiktif. Seperti yang sering saya rasakan sendiri dalam kehidupan saya.

    ReplyDelete
  49. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ilmu jika didiamkan tidak akan berkembang, walaupun hal itu nyaman karena tidak perlu sudah panyah mencari ruang dan waktu lagi. Akan tetapi jika ilmu bisa dibawa ke ruang dan waktu yang lebih sesuai maka ilmu tersebut bisa semakin berkembang dan berguna bagi banyak orang.

    ReplyDelete
  50. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dunia ini penuh dengan hal kontradiktif. Pikiran dan hati kita saja bisa melakukan kontradiktif. Saat pikiran kita berkata A maka hati pun bisa berkata B. Kontradiktif di dunia ini mempunyai sifat yang saling menyeimbangkan. Ada orang kaya ada orang miskin ada pagi ada malam. Itulah agar kita dapat mengetahui mana baik dan mana yang buruk.

    ReplyDelete
  51. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Eligi-eligi yang ada pada postingan ini mengajarkan kita nilai-nilai kehidupan. Bahwa sesungguhnya dunia ini penuh dengan manusia yang berbeda karakter yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda. Intinya perbedaan tersebut harus disikapi dengan baik dan saling menghormati satu sama lain.

    ReplyDelete
  52. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia pada suatu ssaat munkin akan berhenti dan berada diruang nyamannya untuk menikmati hidup dan berhenti menggapai ilmu yang lebih tinggi. Eh tunggu dulu manusia berhenti menggapai ilmu artinya manusia itu terbelenggu dalam jurang para mitos. Sehingga untuk mengatasinya seharusnya manusia menggunakan sifat tamaknya untuk teru menerus mencari imu. Tamak disini bukan dalam pengertian buruk namun dalam pengertian baik yaitu menyegerakan terus mencari ilmu.

    ReplyDelete
  53. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    ilmu itu tak terbatas dan sangat luas, kita hendaknya tidak boleh menyombongkan ilmu yang kita miliki karena tidak ada apaapanya dengan luas nya ilmu. Gunakan ilmu dengan sebaikbaiknya, jadilah orang yang akan teru haus akan ilmu dan terus belajar sepanjang hayat, diatas langit masih ada langit jangan cepat puas terhadap apa yang kita dapatkan sekarang. Hanyalah Tuhan yang maha seagalanya dan memiliki segalanya.

    ReplyDelete
  54. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seseorang yang telah dalam keadaan nyaman, merasa senang dan tidak akan suka bila ada suatu perubahan, sehingga akan terjadi pemberontakan. Sikap ini merupakan yang kontradiktif. Maka kita sebagai manusia harus selalu introspeksi diri dengan mengevaluasi diri sendiri.

    ReplyDelete
  55. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hidup itu ternyata penuh dengan kontradiksi, bahkan terjadi kontradiksi dalam kontradiksi. Tetapi terkadang manusia tidak menyadari adanya kontradiksi itu. Mereka tidak menyadari bahwa yang dia lakukan itu kontradiksi dalam suatu kontradiksi. Yang mengingatkan keberadaan kita saat itu biasanya malah orang lain yang ada di sekitar kita.

    ReplyDelete
  56. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam hidup ini tanpa kita sadari ternyata banyak dipenuhi dengan kontradiksi. Kita sebagai manusia sering kali mengabaikannya. Bahkan dalam melakukan suatu perbuatan pun manusia tidak akan sadar bahwa yang dilakukan itu kontradiksi yang mungkin ada di dalam suatu kontradiksi.

    ReplyDelete
  57. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi ini menjelaskan tentang sifat kontradiktif pada diri manusia, yaitu pikiran. Pikiran terkadang mengatakan sesuatu pada diri kita sendiri yang sebenarnya memang tidak ada pada diri kita. Pertentangan baik dan buruk pun pasti terjadi. Tinggal bagaimana kita bersikap dikemudian hari.

    ReplyDelete
  58. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Ketika kita melangkahkan kaki dari zona nyaman, disiutulah kita akan mulai tumbuh. Bahkan tumbuh dengan sangat cepat. Karena ketidaknyamanan yang dialami sendiri membuatmu mempertanyakan kemampuanmu dan hal-hal lain yang berada di sekelilingmu. Semakin kita memikirkan masalah yang terjadi, banyak hal yang dipelajari.

    ReplyDelete
  59. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kita akan mulai menyukai diri kita sendiri yang sangat suka dengan tantangan. Sebelumnya kita mungkin takut dengan hal ini. Karena kita meragukan kemampuan pribadi. Karena ketika kita bisa melewati suatu tantangan dengan jerih payahsendiri, kita akan merasa puas dan kita akan terus mengejar tantangan yang lainnya.

    ReplyDelete
  60. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kehidupan manusia sejatinya sudah mengalir pada jalannya masing-masing yang sudah ditentukan dan bahkan dalam perjanjianNya sejak dalam kandungan tapi setelah di dunia manusia lupa dengan perjanjianNya sehingga dihidupnya selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan.

    ReplyDelete
  61. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setiap pelaku kehidupan (manusia) selalu mempunyai dua sisi dalam hidupnya, yaitu kebaikan (taqwa) dan keburukan.

    ReplyDelete
  62. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tergantung bagaimana manusia menyikapi segala kontradiksi dalam hidupnya, dalam pilihan nya, dan sebaik-baik pertimbangan manusia adalah kata hati yang tertaut padaNya

    ReplyDelete
  63. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Biasanya manusia tidak sadar dalam kebimbangan hatinya dalam menjalani hidup sehingga tak jarang apa yang manusia anggap baik, kelebihan, sejatinya itu adalah keburukan, kekurangan bagi manusia lainnya. Karena pandangan manusia selalu dari arah yang saling berlawanan.

    ReplyDelete
  64. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi menggapai hati kesatu saya menyadari bahwa ketika kita berada di zona nyaman dan tidak mau terlepas darinya maka kita berada di ruang yang gelap, kita belum bisa menembus ruang dan waktu, serta kehidupan kita masih terbelenggu. Oleh karena itu untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan lebih maju hendaknya kita keluar dari zona nyaman dan bersiap untuk menghadapi tantangan yang akan menghadang, ketika kita menjalani kehidupan kita di dunia ini.

    ReplyDelete
  65. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kehidupan manusia di dunia ini tidak terlepas dari namanya kontradiksi, baik itu dalam tutur kata maupun perbuatan kita. Untuk menghadapi hal tersebut, maka hendaknya kita dengan ikhlas hati menjauhkan segala perbuatan dan tutur kata yang tidak berkenan, agar tidak merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

    ReplyDelete
  66. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Setiap kita membangun logos kita maka secara otomatis muncul mitos-mitos. Maka dalam rangka mengusir mitos-mitos tersebut kita sebagai para logos melakukan pemberontakan. Karena sesungguhnya musuh terbesar logos adalah mitos. Hidup kita takkan lepas dengan kontradiktif, karena sesungguhnya sebenar-benar kita adala selalu bersifat kontradiktif. Kontradiktif tersebut cukup lah berada dalam pikiran kita, jangan sampai tersimpan dalam hati. Karena jika sudah sampai hati, maka kita berhadapan dengan setan. Semoga ketika terhidar dari hal tersebut dan sebagai para logos terus berusaha belajar dan menghindari mitos-mitos, yang lebih penting lagi adalah kita mampu memahami ruang dan waktu kita masing-masing.

    ReplyDelete
  67. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam hidup, pasti selalu ada kontradiktif, seperti kontradiktif antara pikiran dan hati, kontradiktif antara perkataan dan perbuatan, dll. Padahal, dalam hidup kita sering dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan kita memutuskan sesuatu. Agar dapat memutuskan sesuatu yang benar dan tidak benar, baik dan buruk, maka hati dan pikiran kita harus selaras.

    ReplyDelete
  68. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Agar dapat terhindar dari waktu tiada, kita harus dapat menentukam yang baik dan buruk, yang benar dan salah. Untuk dapat menentukan yang baik dan buruk, yang benar dan yang salah dalam hidup kita, maka hati dan pikiran kita harus selalu selaras. Hati kita harus didasari dengan iman yang kuat dan pikiran kita harus selalu terbuka.

    ReplyDelete
  69. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam hidup kita pasti ada yang lebih suka menetap pada zona nyaman. Zona nyaman berarti rutinitas. Dengan menjalani hidup sesuai rutinitas maka seseorang tidak dituntut untung berpikir ke depan. Sehingga, orang yang tidak mau meninggalkan zona nyaman tidak akan pernah maju. Berarti, agar dapat manu, seseorang harus berani meninggalkan zona nyamannya dan berani menghadapi tantangan. Dengan menghadapi tantangan, seseorang akan belajat bagaimana bertahan dan akan memiliku banyak pengalaman hidup. Sehingga, dia akan terus maju.

    ReplyDelete
  70. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ketika hidup dalam masyarakat, penilaian seseorang terhadap orang lain pasti berbeda-beda. Apa yang dianggap baik belum tentu dianggap baik oleh orang lain, begitu pula sebaliknya. Dan orang yang dianggap berilmu belum tentu cukup berilmu diantara orang lain, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, kita harus dapat memposisikan dengan baik diri kita di masyarakat agar dalam hidup bermasyarakat menjadi lebih tentram dan nyaman.

    ReplyDelete