Oct 8, 2013

Hasil Diskusi dengan Guru Matematika Internasional tentang Perbedaan Matematika untuk Dewasa dan Anak




Dear all,

Berikut adalah kesimpulan sementara hasil diskusi dengan beberapa Guru Matematika Internasional tentang Perbedaan Matematika untuk orang dewasa dan anak kecil:

Marsigit Dr MA, Lecturer at Yogyakarta State University, concludes the following:

"I am sad to find that most of math teachers around the world are unable to differentiate between adults and young math. That's why from time to time, at every educational context, there are always bad news of math teaching practices in term of students' participation and motivation.

Hereby I wish to blame the currently educational systems including recruitment system of math teachers and the system they are prepared to be a math teachers.In the big countries or in the West, this circumstances is very significant.

Therefore, I wish also to blame the currently state that Pure Math and Pure Sciences have been too deep and too far intervening Math Teaching; because significantly, they do not able to perform their accountability in their involvement in Math teaching.

Further, I may label the Pure Math and Pure Science as a Golden Kids of contemporary Power Now; in which not only big countries but also the small ones are now in the state of emergency, confusing, hegemonic, and not in a healthy interaction each other.

The only victim of this situation are the younger learner. They are the victim of adult ambitions (Pure Math, Pure Science through their system and the teachers inside) in the name of technology and contemporary life. That's why we then found that there are more and more unpredictable phenomena reflecting the students' under pressure by their adults.

I wish to call Math teachers who still have their empathy to their young generation to think critically and to do anything to change the situation.

Math teachers should stand beside their young learner and to protect them from inappropriate adults behavior in which their thinking are full of motive and ambitions."

Diskusi selengkapnya masih dapat diakses pada link berikut:

http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&discussionID=276248584&gid=33207&commentID=167136771&trk=view_disc&fromEmail=&ut=2uA5P9sed83RY1

Terimakasih

Marsigit, UNY

16 comments:

  1. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Manusia memiliki tingkatan berpikir yang berbeda, begitu juga untuk berpikir mengenai matematika. Pembelajaran matematika untuk dewasa dan anak memang harus dibedakan karena memiliki pola pikir yang berbeda. Pembelajaran matematika untuk anak lebih ke pengalaman dan hasil yang real (kontekstual) sehingga mudah dipahami, begitu juga cara pembelajaran yang harus menyenangkan agar siswa tidak merasa bosan. Sedangkan pembelajaran untuk dewasa lebih ke analisis dalam menganalisa matematika.

    ReplyDelete
  2. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B
    Dalam penerapan system pendidikan, anak seringkali menjadi korban. Pembelajaran matematika yang seharusnya diajarkan untuk orang dewasa, belum patut untuk diajarkan kepada anak. Pembelajaran pada anak merupakan penguatan daya kognitif melalu pengabstraksian suatu pola-pola matematika. Matematika dan penegtahuan murni bukanlah ilmu yang cocok untu diterapkan kepada anak-anak. Secara psikologis anak belum mampu berpikir secara abstrak tentang suatu ilmu pengetahuan. Sedangkan orang dewasa sudah melalu pembelajaran konkrit sehingga ia mampu untuk berpikir secara abstrak baik secara psikologis maupun secara kognitif.
    Hasil diskusi pada artikel diatas mengungkapkan bahwa penerapan konsep pembelajaran matematika yang salah masih terjadi di sekolah-sekolah di berbagai negara. Para guru matematika internasional menyayangkan adanya kekeliruan yang terdapat pada pembelajaran anak-anak. Mereka berharap supaya ada perbaikan-perbaikan untuk merubah situasi supaya anak dapat belajar secara layak dan sesuai dengan tingkat usia mereka.

    ReplyDelete
  3. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Berdasarkan kesimpulan sementara hasil diskusi dengan beberapa Guru Matematika Internasional tentang Perbedaan Matematika untuk orang dewasa dan anak kecil, terdapat beberapa point penting tentang hal-hal yang disebutkan di atas.
    1. Sebagian besar guru matematika tidak dapat membedakan antara orang dewasa dan matematika muda. Hal ini menyebabkan kurangnya motivasi dan partisipasi siswa dalam setiap pembelajaran.
    2. Sistem pendidikan dalam sistem rekrutmen guru matematika dan sistem untuk mempersiapkan calon guru untuk menjadi guru matematika turut menjadi sorotan.
    3. Matematika Murni dan Ilmu Murni terlalu jauh mengintervensi Pengajaran Matematika karena secara signifikan tidak dapat melakukan akuntabilitas dalam keterlibatan dipengajaran Matematika.
    4.Matematika Murni dan Ilmu Murni terasa membingungkan, hegemonik, dan tidak dalam interaksi yang sehat satu sama lain.
    5. Hal ini menyebabkan siswa yang lebih muda menjadi korban ambisi orang dewasa (Matematika Murni, Ilmu Murni melalui sistem dan para guru di dalamnya) atas nama teknologi dan kehidupan kontemporer.
    Oleh karena itu, dari point-point yang ada, diperlukan guru-guru Matematika yang masih memiliki empati kepada generasi muda untuk berpikir kritis dan melakukan apa pun untuk mengubah situasi ini. Para guru matematika harus membimbing siswa agar tidak terpengaruh pemikiran yang penuh dengan ambisi dan motif.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  4. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Dibaca dari judulnya sudah akan menjadi pembahasan yang menarik, matematika versi dewasa dan matematika versi anak. Versi di sini bukan seperti membandingkan antara satu yang lain, tetapi lebih ke versi yang saling menguatkan dan tetap terhubung. Pelajaran matematika atau Ilmu berhitung sudah dikenal sejak balita berlanjut dipelajari hingga sudah tua, hal ini sudah biasa di kehidupan manusia mempelajari hal yang dipelajari seluruh orang di penjuru dunia tanpa memandang jenis kelamin, status, umur, dll. Bila orang yang sudah dewasa mempelajari matematika yang ditujukan untuk anak, bukan menjadi masalah besar karena tidak ada kata terlambat untuk mempelajarinya, begitupun juga dengan anak-anak yang mempelajari matematika untuk orang dewasa bukan lagi menjadi hal yang kontroversial, karena sudah terjadi banyak kasus di mana anak-anak SD yang mempunyai IQ tinggi atau kelebihan bisa langsung mempelajari matematika tingkat tinggi. Bukan berarti anak yang IQ rendah tidak bisa mempelajari matematika tingkat tinggi, mereka tetap bisa mempelajari pelan-pelan. Sehingga, matematika untuk anak dan dewasa mempunyai dampat positif dan negatif yaitu siwa menjadi lebih berkembang otaknya karena mampu menyerap materi dengan baik padahal umur mereka yang masih belia, sedangkan pada orang dewasa tidak masalah memulai pelajaran matematika dari nol, karena belajar itu tidak pernah kenal umur dan apa yang dipelajari. Karena semua aspek kehidiupan perlu dipelajari.

    ReplyDelete
  5. Diana Prastiwi
    PPs P.Mat A 2018
    18709251004

    Dari artikel diatas, saya dapat menangkat pembelajaran matematika untuk anak dan dewasa tersebut harus dibedakan. dalam pembelajaran matematika pada anak-anak, pembelajran matematika diajarkan dengan membutuhkan model -model atau alat yang membuat pembelajaran matematika itu dapat dilihat secara nyata, konkrit atau secara kontekstual. berbeda dengan seorang yang sudah dewasa dalam mempelajari matematika karena dalam pemikiran nya sudah matang dan siap dalam mempelajari matematika secara lebih mendalam dalam bentuk konkrit maupun abstrak. Problematika yang dihadapi di Indonesia bahwa beberapa masih berjuang untuk membangkitkan sikap kritis, kreatif dari siswa dengan motivasi yang tinggi, harapan tersebut sesuai dengan kurikulum yang terbaru dalam pendidikan di Indonesia yaitu kurikulum 2013, Sehinggan diharapkan dapat berprogres dengan baik dan mempunyai hasil yang memuaskan. Untuk itu, kita sebagai pendidik hendaknya cerdas dalam memilih strategi,metode, dan model pembelajaran.

    ReplyDelete
  6. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Pembelajaran matematika pada orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perkembangan pola pikir. Pola pikir anak-anak dan orang dewasa tentu sangatlah berbeda. Dalam usianya, tahap pemikiran anak-anak dalam belajar matematika ada pada tahap operasi konkrit yang merupakan tahap dimana anak-anak akan dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Sementara orang dewasa sudah dapat belajar matematika dalam tahap problem soving. Dalam belajar matematika, kemampuan berpikir orang dewasa sudah dapat menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak yang tidak dapat dilakukan oleh anak-anak. Selain itu kebutuhan belajar matematika antara orang dewasa dan anak-anak sangatlah berbeda. Hal ini menjadikan perlakuan pemenuhan akan kebutuhan tersebut tentu juga berbeda. Oleh sebab itu, matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan.

    ReplyDelete
  7. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Guru matematika tidak dapat membedakan antara orang dewasa dan matematika muda yang menyebabkan kurangnya motivasi dan partisipasi siswa dalam setiap pembelajaran. Sistem rekrutmen guru matematika dan sistem untuk mempersiapkan calon guru perlu ditingkatkan dengan maksimal. Matematika Murni dan Ilmu Murni terlalu mengintervensi Pembelajaran Matematika. Selain itu, Matematika Murni dan Ilmu Murni terasa membingungkan, hegemonik, dan tidak dalam interaksi yang sehat satu sama lain. Hal ini menyebabkan siswa yang lebih muda menjadi korban ambisi orang dewasa (Matematika Murni, Ilmu Murni melalui sistem dan para guru di dalamnya) atas nama teknologi dan kehidupan kontemporer.

    ReplyDelete
  8. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Pembelajaran matematika memiliki jenjang tersendiri berdasarkan tingkat kognitif peserta didik. Pembelajaran matematika pada anak anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Pada tingkat dasar, pembelajaran matematika hanya mengenalkan konsep dan pengenalan matemtika secara sederhana. Pada tingkat yang lebih tinggi untuk orang dewasa, matematika memiliki kekompleksan yang lebih tinggi seperti mengetahui definisi definisi, teori, pembuktian secara rinci dan lebih menyeluruh. Maka dapat kita telaah ketika pembelajaran matematika pada anak anak lebih mengarahkan pada minat anak terhadap matematika. Sejatinya matematika anak anak sebatas pengenalan konsep, mirisnya banyak anak anak merasa sulit memahami matematika. Tugas kita sebagai calon guru yaitu memunculkan matematika yang menarik dan positif pada sudut pandang siswa agar dalam pembelajaran pun lebih mudah untuk mengikuti

    ReplyDelete
  9. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Pembelajaran matematika haruslah memperhatikan objek yang menjadi tujuannya. Pembelajaran matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tentunya tidak sama. Hal tersebut disebabkan karena adanya pola berpikir yang berbeda antara orang dewasa dan anak-anak. Pembelajaran pada anak-anak sebaiknya diberikan dengan cara mengaitkan pembelajaran dengan hal-hal yang nyata, yaitu hal-hal yang dekat dengan dunia siswa. Hal ini bertujuan agar siswa lebih memahami apa yang sedang dipelajari. Sedangkan pada orang dewasa pembelajaran bisa dimulai dengan tahap yang lebih abstrak, karena orang dewasa telah siap untuk menghadapinya.

    ReplyDelete
  10. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Artikel di atas menunjukkan ketidaksetujuan Prof Marsigit terhadap sistem pendidikan di Indonesia yang tidak bisa membedakan matematika untuk anak-anak dan matematika untuk dewasa. Matematika untuk anak-anak tidak bisa disamakan dengan matematika dewasa karena perbedaan cara berpikir atau perkembangan psikologis. OMengaar matematika untuk anak-anak harus disertai dengan contoh konkrit sehingga siswa akan lebih mudah memahami. Oleh karena itu, sebagai guru matematika, ada baiknya untuk mengubah situasi tersebut.

    ReplyDelete
  11. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Pada dasarnya perbedaan pembelajaran matematika untuk dewasa dan anak-anak adalah tentang keabstrakannya. Semakin dewasa usia seseorang semakin abstrak pikirannya. Begitu sebaliknya, semakin rendah usia anak-anak semakin konkrit. Maka anak-anak pada usia awal belum mampu memikirkan matematika yang sebenarnya bersifat abstrak. Oleh karena itu, matematika yang disajikan untuk anak-anak awal harus melalui hal-hal yang konkret, yang mudah diterima bagi siswa. Ini merupakan tugas guru untuk dapat memanfaatkan hal-hal konkret di sekitar anak untuk membangun pengetahuan matematikanya.

    ReplyDelete

  12. Aji Joko Budi Pramono
    PEP-S3-2018
    18701261003
    Perbedaan esensial antara pembelajaran matematika anak-anak dan pembelajaran matematika orang dewasa. Sangatlah benar bahwa keduanya pasti beda. Pembelajaran anak-anak bertumpu pada situasinya yang masih sangat kurang dalam aspek informasi, pengetahuan dan keterampilan (knowledge-skill), ilmu pengetahuan dan nilai-nilai (science-values). Karena itu proses pembelajaran anak-anak bersifat memasok informasi, pengetahuan dan keterampilan dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai yang relatif baru. Entah dengan metode yang membuat siswa aktif, berpusat pada siswa atau metode yang lebih tradisional dimana pengajar memainkan peran dominan, tujuannya tetap memasok informasi, pengetahuan dan keterampilan dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai tertentu yang relatif baru kepada siswa yang belajar.
    Sementara itu orang dewasa secara umum diasumsikan bahwa telah memiliki banyak informasi pengetahuan dan keterampilan, dan ilmu pengetahuan maupun nilai-nilai yang diperoleh lewat proses pembelajaran formal seperti di SMA, Universitas-universitas ataupun nonformal seperti kegiatan-kegiatan kursus, training-training, seminar-seminar serta pembelajaran informal lainnya lewat interaksi sosial di masyarakat. Oleh karenanya, proses pembelajaran orang dewasa tidak lagi bersifat memasok pengetahuan, informasi, keterampilan serta nilai-nilai yang baru melainkan memerlukan proses yang berbeda

    ReplyDelete
  13. SUHERMI
    18709251007
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA A

    Banyak faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya suatu sistem pembelajaran, seperti lingkungan peserta didik, kurikulum, sarana dan prasarana, pengalaman guru yang mengajar dan sebagainya. Terkait penyampaian materi matematika untuk anak-anak dan dewasa, hal tersebut tidak terlepas dari kurikulum yang sudah ditetapkan. Apa yang disampaikan guru dan bagaimana guru menyampaikan isi pelajaran terkait dengan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman yang dimiliki guru tersebut. Sehingga guru harus bisa menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik.

    ReplyDelete
  14. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Pembelajaran yang baik adalah dengan memperhatikan tingkat perkembangan siswa karena siswa lah yang menjadi subjek belajar. Maka matematika yang tepat diajarkan dalam pembelajaran di sekolah adalah matematika sekolah. Dimana matemtatika sekolah itu lebih ramah, menyenangkan, dan dekat dengan siswa. Tidak seperti matematika murni yang abstrak dan kompleks. Apabila guru memaksakan siswa untuk belaja matemtika murni maka sisw justru akan merasa takut, tertekan, dan tidak nyaman. Oleh karena itu seorang guru matematika harus dapat membedakan matematika mana yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

    ReplyDelete
  15. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Sebagai pendidik, kita harus belajar psikologi belajar anak. Kita harus memahami bagaimana siswa mengkontruksi pengetahuan, dimana tingkat kognitif siswa, dan masih banyak lagi. Dengan mengetahui bagaimana psikologi anak didik, pendidik dapat memilih metode yang tepat dalam pembelajaran. Jangan sampai matematika untuk orang dewasa diberikan kepada anak.

    ReplyDelete
  16. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Matematika untuk dewasa dan anak-anak tentulah sangat berbeda. Tingkat pemahaman anak dan orang dewaasa tentulah berbeda. Untuk itu pembelajaran matematika untuk anak-anak dan orag dewasa tentulah berbeda. Anak-anak dapat mudah memahami dari sesuatu yang konkret dan sering ditemui siswa. Untuk itu pembelajaran matematika untuk anak-anak sebaiknya melibatkan sesuatu yang konkret da nada disekitar siswa. Hal ini dilakukan agar siswa dapat lebih mudah memahami materi yang kita berikan.

    ReplyDelete