Oct 8, 2013

Hasil Diskusi dengan Guru Matematika Internasional tentang Perbedaan Matematika untuk Dewasa dan Anak




Dear all,

Berikut adalah kesimpulan sementara hasil diskusi dengan beberapa Guru Matematika Internasional tentang Perbedaan Matematika untuk orang dewasa dan anak kecil:

Marsigit Dr MA, Lecturer at Yogyakarta State University, concludes the following:

"I am sad to find that most of math teachers around the world are unable to differentiate between adults and young math. That's why from time to time, at every educational context, there are always bad news of math teaching practices in term of students' participation and motivation.

Hereby I wish to blame the currently educational systems including recruitment system of math teachers and the system they are prepared to be a math teachers.In the big countries or in the West, this circumstances is very significant.

Therefore, I wish also to blame the currently state that Pure Math and Pure Sciences have been too deep and too far intervening Math Teaching; because significantly, they do not able to perform their accountability in their involvement in Math teaching.

Further, I may label the Pure Math and Pure Science as a Golden Kids of contemporary Power Now; in which not only big countries but also the small ones are now in the state of emergency, confusing, hegemonic, and not in a healthy interaction each other.

The only victim of this situation are the younger learner. They are the victim of adult ambitions (Pure Math, Pure Science through their system and the teachers inside) in the name of technology and contemporary life. That's why we then found that there are more and more unpredictable phenomena reflecting the students' under pressure by their adults.

I wish to call Math teachers who still have their empathy to their young generation to think critically and to do anything to change the situation.

Math teachers should stand beside their young learner and to protect them from inappropriate adults behavior in which their thinking are full of motive and ambitions."

Diskusi selengkapnya masih dapat diakses pada link berikut:

http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&discussionID=276248584&gid=33207&commentID=167136771&trk=view_disc&fromEmail=&ut=2uA5P9sed83RY1

Terimakasih

Marsigit, UNY

41 comments:

  1. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Pada hakikatnya antara anak-anak dan orang dewasa terdapat perbedaan yang sangat jelas. Terutama dalam kemampuan menalar dan belajar. Terlebih terkait belajar matematika yang objeknya terdapat dalam pikiran. Hal ini berkorelasi dengan pendidikan matematika yang akan diberikan kepada anak dan orang dewasa. Anak-anak masih senang bermain dalam belajar sehingga pembelajaran matematika yang diberikan haruslah menarik dan memancing aktifitas siswa. Penggunaan media pelajaran yang menarik dan bersifat dapat diindara seperti dilihat dan diraba tentu akan sangat membantu meningkatkan antusias anak dalam belajar sekaligus sebagai media untuk membangun konsepnya. Sedangkan untuk orang dewasa hal ini sudah tidak dibutuhkan. Matematika untuk orang dewasa sudah harus lebih kompleks terutama dalam hal melatih pemikiran untuk menyelesaikan permasalahan tingkat tinggi.

    ReplyDelete
  2. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pada hakikatnya pemikiran tentang matematika pada anak-anak dan orang dewasa sangat berbeda. Pada anak-anak pola berfikir matematikanya dimulai dari hal-hal yang bersifat sederhana mengarah kepada hal-hal yang bersifat kompleks. Sedangkan pola berfikir matematika orang dewasa lebih bersifat mengabstraksikan konsep menjadi hal yang bersifat konkret. Selain itu, pada orang dewasa penalarannya sudah mampu melakukan manipulasi matematis, sehingga lebih mudah di dalam melakukan pemecahan masalah matematis.

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Selama ini pelajaran matematika sering dianggap siswa sebagai mata pelajaran yang berisi rumus-rumus saja. Karena itulah dalam pembelajaran matematika guru seharusnya memfasilitasi siswa melalui kegiatan sehingga dapat memahami konsep dalam matematika dan mengetahui bagaimana menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dimaksudkan agar siswa memahami matematika sebagai sesuatu yang dekat dengan kehidupan siswa.

    ReplyDelete
  4. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Matematika untuk dewasa jelas matematika yang sudah lebih rumit namun fungsional sedangkan untuk anak anak maka yang digunakan adalah matematika yang sederhana namun belum terpakai dalam kehidupan sehari-hari, dengan begitu perlu ada perbedaan dalam pola mengajar untuk dewasa dan anak-anak karena sesuai dengan fungsinya bahwa untuk orang dewasa diperlukan ketrampilan untuk mengubah menjadi hal yang bermafaat di dunia nyata.

    ReplyDelete
  5. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Seorang guru harus memahami cara berpikir siswanya. Dan itulah modal bagi guru dalam menjalankan proses pembelajaran. Guru harus memahami bahwa taraf berpikir orang dewasa dan anak-anak jelas memiliki perbedaan sehingga anak-anak tidak menjadi korban dalam pembelajaran. Oleh karena itu cara penyampaian materipun harus berbeda. Sesuatu yang ‘ada’ masih tegolong ‘mungkin ada’ bagi anak-anak karena belum lahir dipikiran mereka. Dengan demikian, hendaklah dalam pembelajaran matematika untuk anak-anak dimulai dengan sesuatu yang bersifat konkrit agar lebih mudah dipahami.

    ReplyDelete
  6. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Matematika sebagai ilmu pengetahuan diberikan sesuai dengan pembelajarnya. Artinya matematika harus menyesuaikan dengan anak maupun orang dewasa. Untuk melatih matematika bagi anak-anak yaitu dengan menghadirkan contoh konkret yang akan dikenali oleh anak-anak akan lebih mudah dipahami oleh anak. Sedangkan bagi orang dewasa sudah bisa lebih bersifat abstrak. Karena pada hakikatnya bagi anak-anak, belajar matematika akan lebih disenangi dengan adanya kegiatan atau aktivitas yang mengandalkan pengalamn mereka. Dengan begitu anak dapat mengkonstruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  7. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Matematika pada orang dewasa dan pada anak itu berbeda. Matematika dewasa tidak cocok jika diterapkan untuk anak, begitu pula sebaliknya. Hal ini harus benar-benar dapat kita perhatikan. Matematika anak bukanlah matematika para dewa, namun matematika yang berawal dari hal-hal konkret. Oleh karena itu, ketika melakukan pembelajaran seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkatan kemampuan anak

    ReplyDelete
  8. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Senada dengan refleksi hasil diskusi yang ditampilkan oleh Prof. Marsigit, Matematika bagio siswa tentu saja berbeda dengan matematika bagi orang dewasa. Anak berpikir masih dalam taraf kongkrit, sesuai tahap psikologis mereka. Sehingga matematika yang diberikan kepada siswa terlebih materi yang siswa belum memiliki prior knowledge yang sesuai, maka guru harus sangat berhati-hati dalam menyampaikan konsepsi matematika tersebut kepada siswa, jangan sampai siswa terjebak dalam miskonsepsi yang dapat menuntun siswa menuju pemikiran yang berbeda mengenai matematika yang selanjutnya akan menimbulkan persepsi yang tidak diinginkan mengenai kehiduoan mereka terlebih yang berbau matematika. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  9. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Jika berbicara mengenai ilmu matematika-sains murni, maka sama saja kita tengah berbicara mengenai matematika-sains yang ada di dunia orang dewasa. Matematika bagi orang dewasa berada pada taraf abstrak, sehingga pembelajaran matematika bagi orang dewasa harus menyesuaikan level berpikirnya. Pada level ini, matematika penuh dengan definisi, teori, aksioma, ranah pembuktian, aplikasi, sintesis, evaluasi, dan sebagainya. Namun jika matematika seperti ini diterapkan pada anak-anak maka hal tersebut akan berdampak buruk bagi pemahaman siswa dan penghayatan mereka. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  10. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Bila diibaratkan, matematika langit adalah matematika yang abstrak yaitu matematika orang dewasa, sedangkan matematika yang di bumi adalah matematika konkret yaitu matematika anak-anak. Tentulah keduanya sangat berbeda, baik dari segi subjek dan objeknya. Sebagai guru, kita harus paham betul bahwa penyajian materi yang dilakukan mesti sesuai ruang dan waktunya. Sebelum menyajikan materi, kita harus mencoba untuk berpikir seperti siswa kita juga agar kita paham cara berpikir mereka dan dapat memilih teknik penyajian yang tepat.

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sangat berbeda tentunya pembelajaran matematika tingkat dasar dengan tingkat lanjut. Secara kematangan mental dan psikologis, maupun kematangan dalam berpikir, siswa tingkat dasar masih dalam taraf matematika intuitif dan imajinasi. Pada kenyataannya, karena ideology yang berkembang, pragmatism, kapitalisme, materliasme semakin mempengaruhi dunia pendidikan. Belajar matematika ditarget untuk mampu bersaing dalam pencarian kerja, dunia industry. Bukan lagi sebagai aktivitas membangun pengetahuan bagi siswa. Tentu hal ini sangat disayangkan sekali. Untuk itu, lebih baik kita mulai dari kelas kita dalam membelajarkan matematika sesuai tingkat piker siswa

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Kaitannya pembelajran matematika sekolah, banyak guru yang hanya mengandalkan satu buku sumber belajar. Buku teks sebenarnya adalah pikiran orang dewasa yang ditransfer ke pengetahuan anak, wajar jika siswa mengalami kesulitan dalam belajar matematika. Tingak berpikir yang berbeda antara orang dewasa dan anak menjadi factor utamanya. Terkadang anak juga menjadi korban kemauan orang dewasa agar nantinya dapat memenuhi syarat dunia kerja (industry).

    ReplyDelete
  13. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Seperti pada postingan serupa bahwa guru matematika zaman sekarang tidka mampu membedakan mana matematika untuk dewasa dan mana matematika untuk ana. Matematika dewasa iala matematika murni yang mempelaari ilmu matematika berdasarkan teori dan definisi oleh tokoh atau penemunya. Matematika ini wajarnya dipelajari oleh mahasiswa di perguruan tinggi khususnya mahsiswa matemmatika murni. Sedangkan matematika anak ialah matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari yang dipelajari dengan kegiatan. Matematika ini wajarnya diberikan kepada anak sekolah dasar dan menengah.

    Namun, guru-guru sering keliru menerapkan matematika dewasa kepada siswanya di sekolah dasar dan menengah. Tentu saja siswa akan kebingungan dan pembelajaran menjadi tida bermakna. Siswa cenderung menganggap matematika sebagai kegiatan menghapalkan rusmus-rumus tanpa tau esensi dibalik itu semua. Sehingga materi yang diajarkan bersifat sementara dan mudah dilupakan. Selain itu juga menyebabkan siswa pobia kepada matematika karena dianggap sulit untuk dipelajari. Oleh karena itu marilah kita sebagai guru anak usia sekolah dasar dan menenga baik di sekola maupun sebagai orangtua agar mampu membedakan matematika anak dan dewasa. Hal ini agar kita tida keliru menerapkan matematika dewasa untuk anak yang berakibat fatal di kemudian hari.

    ReplyDelete
  14. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pada saat ini masih ada guru yang memberikan konsep-konsep matematika sesuai jalan pikirannya, tanpa memperhatikan bahwa jalan pikiran siswa dan jalan pikiran orang dewasa itu sangat berbeda. Orang dewasa sudah bisa memahami konsep-konsep matematika yang abstrak. Sesuatu yang dianggap mudah pleh orang dewasa kadang masih sulit dimengerti oleh anak. Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika pada anak, konsep matematika yang abstrak yang dianggap mudah dan sederhana oleh pikiran orang dewasa hendaknya di proses dengan memperhatikan perbedaan-perbedaan karakteristik pada anak didik dan konsep konsep tersebut harus dibawa ke dunia matematika anak.

    ReplyDelete
  15. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dewasa ini pendidikan dibuat bingung dengan perbedaan mateamtika dewasa dan anak. Dengan adanya perbedaan namun dalam penyampaiannya, guru tidak mengetahui perbedaan maka akan terjadi kebingungan oleh siswa dalam memperlajarinya. Siswa seperti dibawah tekanan orang dewasa untuk mengetahui matematika tersebut.

    ReplyDelete
  16. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dari postingan ini, kita memperoleh informasi bahwa matematika untuk orang dewasa telah mulai memasuki matematika untuk anak-anak. Matematika untuk orang dewasa yang dimaksud dalah matematika murni. Anak-anak seharusnya diajarkan matematika yang berkaitan dengan dunia nyata atau realistik atau konkret. Dengan begitu mereka akan lebih termotivasi dalam mempelajari matematika. Jika sejak dini telah diperkenalkan dengan matematika murni yang bersifat lebih abstrak maka dikhawatirkan akan menurunkan motivasi belajar siswa karena materinya terlalu rumit utuk dipelajari.

    ReplyDelete
  17. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Persepsi saya tentang matematika untuk orang dewasa dan matematika untuk anak-anak yaitu bukan sekedar isi materinya saja tetapi metode pengajaran pendidik yang harus dibedakan. Matematika untuk anak-anak tidak bisa menggunakan metode ceramah atau berpusat pada guru. Matematika untuk anak-anak harus jelas menggunakan alat peraga, sumber belajar, metode pembelajaran yang berpusat pada siswa, materi yang disampaikan sifatnya kontekstual dan aplikatif.

    ReplyDelete
  18. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Pada matematika untuk orang dewasa, konteks matematika merupakan matematika murni atau kompleks, dimana peserta didik sudah mampu berfikir abstrak dan kritis. Biasanya pada tingkat perguruan tinggi, pembelajaran matematika sering menggunakan metode pembelajaran ceramah oleh dosen. Tidak hanya itu, matematika untuk orang dewasa diharapkan mampu menciptakan produk matematika untuk anak-anak yaitu pembelajaran matematika yang konkret, menyenangkan dan membuat konsep matematika menjadi lebih mudah.

    ReplyDelete
  19. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Anak-anak dan orang dewasa merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang secara jelas memiliki potensi yang berbeda. Memiliki kemampuan berpikir dan dunia yang berbeda. Dunia anak-anak masih terisi dengan main-main, senang-senang, atau berkegiatan. Seorang pendidik matematika harus mampu menyadari hal itu, masuk dan memahami dunia anak-anak tersebut sehingga pembalajaran yang diberikan pun yang sesuai dengan ruang dan waktunya anak-anak bukan yang sesuai dengan orang dewasa. Bukan hanya sebatas mengaku sebagai pendidik namun pada kenyataannya aktivitas dan ambisinya adalah orang dewasa.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  20. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Pendidikan matematika yang baik adalah pendidikan yang disesuaikan dengan usia anak ataupun siswa yang akan menerima pembelajaran. Pembelajaran matematika untuk anak-anak tidak dapat disamakan dengan pembelajaran matematika dengan orang dewasa. Hal ini dikarenakan kemampuan dan pola pikir dari anak-anak dan orang dewasa tidak sama. Orang dewasa yang dianggap memiliki kemampuan dan pola pikir yang lebih luas, melakukan pembelajaran yang lebih kompleks terkait dengan pembuktian rumus-rumus, teorema dan aksioma-aksioma. Sementara pembelajaran untuk anak-anak lebih kearah pembelajaran dengan mengandalkan benda-benda konkrit.

    ReplyDelete
  21. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Proses belajar memang tak kunjung berhenti hingga akhir hayat. Semua orang terus berproses dalam kehidupannya dan tak ada kata puas dalam menggapai pendidikan. Tetapi memang, kehidupan itu berjenjang. Ada bedanya belajar ketika kanak-kanak dengan belajar ketika dewasa. Sayangnya banyak orang yang lalai membedakannya. Hal ini menjadi sangat gawat, apalagi ketika guru yang lalai. Pendidikan yang menjawab kebutuhan siswa menjadi tidak teraplikasikan dengan baik. Inilah yang sulit ketika buku dan perangkat pembelajaran dibuat oleh orang yang tak mengerti perkembangan anak. Maka efeknya, siswa hanya akan belajar melalui transfer of knowledge tanpa benar-benar mengalami sendiri pengalaman belajar yang membantu mereka memahami konten pelajaran.

    ReplyDelete
  22. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Matematika berbeda antara untuk anak dan untuk dewasa. Jika matematika untuk orang dewasa berkutat dengan matematika murni dan matematika sebagai pengetahuan. Maka berbeda untuk matematika untuk anak-anak. Matematika untuk anak-anak seharusnya dapat memotivasi anak untuk aktif melakukan kegiatan, menyelesaikan masalah, menemukan pola dan sebagai sarana motivasi. Sehingga kesadaran seorang guru akan bedanya matematika untuk anak ini mengakibatkan perubahan cara mengejar guru yang tadinya tradisional beralih ke pembelajaran yang memotivasi dan penuh ambisi dari siswa.

    ReplyDelete
  23. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Matematika bukanlah pelajaran tentang rumus-rumus semata, tetapi tentang bagaimana memahami konsep dalam matematika. Karena itu dalam pembelajaran sebaiknya ajaklah siswa untuk memahami bagaimana rumus itu ditemukan, bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dimaksudkan agar siswa paham pentingnya pembelajaran, tentunya cara dalam mengajarkannya juga harus berbeda, harus sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa. Pembelajaran bukan hanya guru yang menyampaikan tetapi bagaimana siswa membangun pengetahuanya sendiri.

    ReplyDelete
  24. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Sebagian guru matematika tidak dapat membedakan matematika untuk orang dewasa dan untuk anak-anak. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Guru biasanya mengajar berdasarkan pengalamannya diajar dahulu, sehingga hal tersebut mempengaruhi cara mengajarnya. Selain itu saat ini siapapun bisa menjadi guru,terutama di pedesaan, sehingga kompetensi mengajarnyapun dipertanyakan. Sehingga seharusnya sebelum seseorang menjadi guru maka hendaknya ia sudah mengetahui perbedaan antara matematika untuk dewasa dan untuk anak.

    ReplyDelete
  25. Ilania Eka Andari
    17709251050
    pps Pmat c 2017

    Belajar matematika untuk anak-anak seharusnya merupakan kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas mereka sehari-hari. Namun pada kenyataannya cara mengajar guru di kelas lebih sering menggunakan definisi untuk menerangkan suatu materi yang akan sulit dipahami oleh siswa. Pada akhirnya anak-anak nanti hanya akan menghafal definisi tersebut tanpa mengerti maksudnya. Seperti yang telah disampaikan oleh Pak Marsigit pada perkuliahan lalu bahwa anak-anak 100% menggunakan pengetahuan intuisi. Oleh karena itu untuk memberi penjelasan suatu materi kepada siswa seharusnya tidak menggunakan definisi melainkan dengan hal-hal yang telah familiar di kehidupan sehari-hari. Anak akan lebih mudah memahami karena sudah mengenal hal-hal tersebut dari pada menggunakan definisi yang akan membuat siswa tidak mendapatkan makna dari belajar tersebut.

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Matematika yang diajarkan untuk prang dewasa sangatlah berbeda dengan matematika yang seharusnya diajarkan untuk anak-anak. Pola pikir dan perkembangan orang dewasa sudah memenuhi untuk menerima matematika formal. Namun, jika anak anak diberi matematika formal, ini akan merusak intuisi mereka. Sedangkan matematika untuk anak-anak harus dapat menunjang perkembangan intuisi anak.
    Sehingga, hal terpenting bagi guru adalah untuk mengerti perbedaan matematika untuk dewasa dan anak.

    ReplyDelete
  28. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Matematika di Indonesia adalah matematika orang dewasa dan ambisis orang dewasa. Sehingga sangat menakutkan bagi anak usia sekolah yang akan mempelakjari matematika. Mereka tidak ramah sama sekali. Bahkan anak enggan untuk mendekat dengannya dan justru selalu ingin menjauhinya. Harapan kita semua agar orang dewasa mau melunakkan hati untuk menjadikan matematika ramah kepada anak sehingga mereka dapat menyukai matematika.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  29. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. matematika untuk anak kecil merupakan matematika sekolah, sebab anak kecil masih terus belajar dan berusaha untuk mengembangkan matematikanya. Matematika sekolah itu dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, hal tersebut agar anak lebih mudah untuk mempelajari matematika. sendakan matematika untuk orang dewasa, terutama yang bekerja di bidang keilmuan lebih pada matematika murni yang telah terlepas dari ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  30. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Anak-anak dan orang dewasa berada pada tahap kognitif yang berbeda, sehingga matematika untuk anak-anak dan matematika untuk orang dewasa tidaklah sama. Matematika anak-anak lebih bersifat konkret, sedangkan matematika orang dewasa bersifat lebih abstrak, lebih formal. Oleh karena itu, guru haruslah menyesuaikan pandangannya terkait dengan subjek didik. Ketika siswa masih anak-anak, guru sebaiknya menggunakan pendekatan matematika yang membuat siswa merasa matematika dekat dengan kehidupannya, seperti pendekatan matematika realistik. Ketika siswa masih anak-anak, guru tidak boleh memberikan matematika formal kepada siswa

    ReplyDelete
  31. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    sudah jelas bahwa kemampuan berpikir dewasa dan anak-anak sangatlah berbeda. guru harus mampu menembus ruang dan waktu subjek siswanya. anak-anak cenderung kesulitan untuk dapat mempelajari sesuatu secara abstrak, jadi dalam memberikan materi kepada anak-anak seharusnya dilakukan dengan memberikan sebuah pengalaman atau contoh yang real, itu akan mempermudah anak-anak dalam memahami materi.

    ReplyDelete
  32. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  33. Shelly Lubis
    S2 P.Mat B
    17709251040

    Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi belum berhasilnya sistem pendidikan saat ini. seperti yang disebutkan di atas, benar sekali bahwa dalam proses prekrutan guru-guru sekolah, harus melalui prosedur yang ketat, seleksi yang ketat. namun masih saja kadang terdengar kasus nepotisme disini. begitu pula dengan sistem pendidikan di perguruan tinggi harus lebih ketat dalam mempersiapkan calon guru.

    ReplyDelete
  34. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  35. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Memang untuk para matematika murni mereka lebih condong emenerapkan matematika berdasarkan konsep yang ada sehingga mereka tidak memahami karakteristik dari peserta didik yang mereka ajarkan. Kebenaran menurut mereka adlah menerangkan matematika sesuai apa yang mereka pelajari. Jadi tidak peduli latar belakang peserta didik, mereka akan mengajarkan matematika berdasarkan definisi dan lain sebagainya yang masih dirasa abstrak bagi peserta didik.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  36. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Setiap individu memiliki pemikiran yang berbeda, apa lagi pemikiran orang dewasa dengan anak. Dalam mengajarkan matematika seorang pendidik harus menyesuaikan cara mengajar dengan proses berpikir yang sesuai dengan umurnya. Ketidakpahaman siswa terhadap suatu materi bisa saja di sebabkan bukan dari diri siswa sendiri tetapi berasal dari sikap guru yang menganggap siswa memiliki pegetahuan yang sama dengan dirinya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  37. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Seharusnya guru matematika yang berasal dari pendidikan dapat memahami setiap keadaan siswa dan menyesuaikan strategi dan model yang sesuai dengan siswa dan harus memahami tingkatan siswa jangan dipaksa ketika siswa masih belum dapat memahami hal yang abstrak guru memberikannya tanpa mendahului merepresentasikan hal nyata ke abstrak.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  38. Rosnida Nurhayati
    PPs PMB 2017
    17709251042

    Memang tidaklah mudah menjadi guru yang baik, namun yakin kita semua bisa. Membutuhkan perjalanan yang panjang dan proses yang berat memang untuk menjadi seorang guru yang baik. dalam pembelajaran kita tidak hanya memberikan materi, mengejar kurikulum, namun diperlukan pendekatan lain, dasi segi motivasi agar siswa bisa lebih baik dalam belajar, sisi simpaty, untuk lebih mendekati siswa yang memang memtutuhkan bantuan seorang guru secara personal.

    ReplyDelete
  39. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Masalah pendidikan matematika sekolah dalah satunya berada pada strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran. Seringkali guru mencampur adukkan antara matematika bagi anak-anak dengan matematika untuk dewasa dalam menyampaikan materi. Anak-anak yang masih mengandalkan intuisinya dalam bermateamtika melalui pengalamn yang konkrit, namun dalam pembelajaran guru memaksa siswa untuk langsung memahami matematika melalu defini si dan rumus-rumus. Yang notabene defini merupakan hal yang sangat baru dan begitu absrak bagi siswa. Hal itulah salah satunya yang membuat siswa beranggapan bahwa matematika itu sangat sulit dan jauh dari kehiupan. Terimaksih

    ReplyDelete
  40. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Menilik fenomena di lapangan, masih banyak guru yang belum sepenuhnya memahami karakteristik setiap siswanya dan belum mampu menempatkan matematika yang mereka ajarkan pada tempat/kondisi yang tepat. Memang membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama dalam mengimplementasikan hal ini. Peran guru tentu tidak hanya sekedar mengajarkan materi saja, guru yang baik adalah yang paham betul apa yang dibutuhkan oleh para siswanya. Seorang guru akan menghadapi anak-anak yang pola pikirnya mash belum stabil, maka dari itu peran guru dirasa penting dalam membangun motivasi dan semangat belajar siswa.

    ReplyDelete
  41. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Di seluruh dunia ini, bahkan di negara-negara besar belum dapat membedakan matematika untuk orang dewasa dan untuk anak-anak. Bahkan para guru juga belum bisa membedakan mengajar anak-anak dan mengajar untuk orang dewasa. Pembelajaran untuk anak-anak hendaknya sesuai dengan porsi mereka. Seperti, makanan untuk bayi berbeda dengan makanan untuk orang dewasa, pembelajaran matematika sekarang ini diandaikan seperti menyuapi anak bayi dengan jagung bakar, padahal mereka seharusnya masih minum asi atau makan bubur. Porsi tersebut jelas tidak tepat jika dilakukan. Begitupun dalam pembelajaran matematika, dibutuhkan pembelajaran yang sesuai untuk usia anak-anak yang berbeda dengan pembelajaran untuk orang dewasa.

    ReplyDelete