Oct 12, 2013

POSKO KURIKULUM 2013

Dear all,



Pada Forum ini saya membuka POSKO KURIKULUM 2013, dengan tujuan mengomunikasikan dan sharing pengalaman tentang aspek implementasi Kurikulum 2013.

Untuk itu saya mengharap partisipasi segenap pembaca yang mempunyai pengalaman atau mempunyai data tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013 di manapun.

Untuk para mahasiswa yang sekarang mengikuti Kuliah Filsafat Ilmu atau Filsafat Pendidikan Matematika, saya menugaskan untuk mencari informasi sedapat-dapatnya berkaitan dengan Pelaksanaan Kurikulum 2013, baik yang bersifat sebagai faktor pendukung, kendala atau kesulitan, dsb.

Melalui Kolom Komen, tulislah segala macam aspek pelaksanaan Kurikulum 2013 yang mampu ditulis, jika dilengkapi data apa, dimana, dan kapan tentu lebih baik. Jadi tulisan bersifat lebih OTENTIK daripada sekedar tanggapan atau analisis. Jika ada analisis tentu lebih baik jika berdasar data yang ada.

Pengalaman anda akan bermanfaat bagi yang lain jika dapat ditulis dan ditayangkan.

Kepada Mahasiswa saya, mohon juga agar keberadaan POSKO Kurikulum 2013 ini dapat disebar luaskan, sehingga khalayak umum atau guru dapat juga berpartisipasi.

Forum ini bersifat terbuka dan dapat dibaca untuk umum dan semata-mata untuk kepentingan Kajian Ilmiah/Akademik.

Selamat mencoba, dan ditunggu kontribusinya.

Selamat berjuang

12 Oktober 2013

Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA UNY

Catatan:
1. Untuk mahasiswa S2 Kuliah Filsafat Ilmu WAJIB membuat/memberi komen/uraian (disertai fakta lebih baik), karena hasil dari forum POSKO 2013 akan dijadikan sebagai bahan Kajian Implementasi Filsafat Ilmu.
2. Salah satu manfaat Forum ini juga untuk membuat equilibrium atau keseimbangan (tesis-anti tesis) para mahasiswa dalam Kuliah Filsafat, agar Filsafatnya bersifat sensitif terhadap masalah aktual.

39 comments:

  1. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan matematika I 2014

    Penerapan kurikulum 2013 menurut pengalamn saya masih belum sesuai dengan tujuan dan terkesan memaksa dalam pelaksanaannya. Para orang tua sering mengeluhkan kurikulum 2013 yang terlalu tinggi khususnya untuk tingkatan anak SD dan kadang gurunya sendiripun masih kesulitan dalam penerapannya, entah ini disebabkan karena memang kurangnya sosialisasi mengenai proses pembelajarannya ataupun memang gurunya disini kurang inovatif.

    ReplyDelete
  2. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan matematika I 2014

    Penerapan materi peminatan yang terlalu berat pada jenjang SMA juga perlu saya pertanyakan. Sperti yang diketahui materi peminatan SMA matematika terkait geometri yang saya dapatkan ketika kuliah sekarang sudah ada pada jenjang SMA padahal hitungannya dalam perkuliahan saya telah menempuh mata kuliah geometri dasar (bidang dan ruang). Jika dikaji dari kognitif load teori apakah sepadan ?

    ReplyDelete
  3. KHOIRUDIN
    14301244002

    Kurikulum 2013 adalah pengganti kurikulum KTSP. Terdapat tiga aspek penilaian di dalam Kurikulum 2013, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

    ReplyDelete
  4. KHOIRUDIN
    14301244002

    Berdasarkan informasi ditemukan beberapa hal baru dalam kurikulum 2013, kurikulum ini sudah diimplementasikan pada sekolah-sekolah tertentu tahun pelajaran 2013-2014. Kurikulum 2013 secara resmi diluncurkan pada tanggal 15 Juli 2013.

    ReplyDelete
  5. KHOIRUDIN
    14301244002

    Kurikulum 2013 berbeda dengan kurikulum –kurikulum sebelumnya. Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan, modivikasi dan pemutakhiran dari kurikulum sebelumnya. Sampai saat ini pun saya belum menerima wujud aslinya seperti apa. Namun berdasarkan informasi, ditemukan beberapa hal yang baru pada kurikulum 2013

    ReplyDelete
  6. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Tahun pelajaran 2014/2015 ini, jumlah sekolah yang akan melaksanakan kurikulum 2013 bertambah berkali lipat. Jika pada tahun pelajaran 2013/2014 lalu jumlah sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 sangat terbatas (hanya sekolah sasaran), tahun pelajaran 2014/2015 seluruh sekolah harus melaksanakan (untuk SD kelas I, II, IV, V). Para guru kelas yang akan melaksanakan kurikulum tersebut sudah mengikuti pelatihan.

    ReplyDelete
  7. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kurikulum 2013 menerapkan pembelajaran tematik-integratif untuk seluruh jenjang kelas SD, Ini berbeda dengan penerapan pembelajaran pada kurikulum sebelumnya, yang hanya menerapkan pembelajaran tematik (hanya tematik, tanpa tambahan integratif) pada siswa kelas I – III. Sedangkan untuk kelas IV – VI, pembelajarannya berbasis mata pelajaran.

    ReplyDelete
  8. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Berbeda dengan pendekatan pembelajaran pada kurikulum sebelumnya, pada kurikulum 2013, pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik (ilmiah) dalam pembelajaran dimaksudkan bahwa pembelajaran harus didasarkan pada fakta, bukan sekadar kira-kira. Dalam praktiknya, pembelajaran ini meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, menarik kesimpulan, mengomunikasikan.

    ReplyDelete
  9. NurritaSabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Iplementasi kurikulum 2013 masih sangat jauh dari idealitas kurikulu 2013. Sewaktu observasi PPL kemarin saya menemukan paradigma pebelajaran masih teacher center padahal semestinya menurut kurikulum 2013 paradigma pembelajaran berpusat pada siswa(students center)

    ReplyDelete
  10. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang sedang diterapkan di Indonesia. Kurikulum ini belum dapat diterapkan diseluruh wilayah Indonesia khususnya daerah SM3T. Hal ini dikarenakan kurangnya persiapan guru, kepala sekolah, dinas kependidikan, fasilitas pendidikan, dan pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan dalam menerapkan kurikulum 2013. Dalam kurikulum ini pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran yang modern dengan pembelajaran inovatif, kreatif dan interaktif sehingga siswa menjadi lebih aktif dan lebih mandiri dalam mengolah pengetahuannya karena pengetahuan yang didapat siswa dengan pembelajaran seperti itu berasal dari usaha siswa sendiri.

    ReplyDelete
  11. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    kurikulum 2013 menekankan pada pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik dalam pembelajaran memiliki sintak-sintak sebagai berikut:
    1. mengamati
    2. menanya
    3. mengumpulkan informasi
    4. mengasosiasi
    5. mengomunikasikan

    ReplyDelete
  12. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Pembelajaran di Sekolah Dasar dengan menggunakan kurikulum 2013 berkaitan dengan mata pelajaran yang saling berkaitan satu sama lain atau tematik terpadu mulai kelas satu sampai kelas enam SD. Bedanya kalau sewaku KTSP, tematik hanya ditekankan pada kelas satu sampsi tiga SD. Dengan tematik ini diharapkan bahwa peserta didik memahami bahwa antar satu bidang pelajaran dengan bidang pelajaran lain saling berkaitan, tidak berdiri sendiri-sendiri. Namun hal ini kontradiktif dengan penilaiannya yaitu US/M (Ujian Sekolah/Madrasah) pada akhir kelas 6 SD, dimana mapel yang diujikan masih berdiri sendiri, bukan berdasarkan tema. Oleh sebab itu, pada kelas 6 SD, banyak sekolah kembali pada kurikulum lama untuk menyesuaikan dengan Ujian Sekolah/Madrasah.

    ReplyDelete
  13. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Di sini saya akan mencoba menceritakan pengalaman saya saat terlibat kegiatan sosialisasi kurikulum 2013 pada tahun 2013 dan 2014 di PPPPTK Matematika. Pada saat tahun 2013, berdasarkan dengan apa yang saya dengar dari guru-guru yang menjadi peserta sosialisasi (mohon maaf datanya tidak aktual dan tercatat karena didapat dari obrolan lisan dengan peserta), bahwa guru-guru peserta sosialisasi tersebut merasa kebingungan dengan pendekatan saintifik dengan prinsip 5 M-nya (Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan). Mereka mengatakan sulit, lebih mudah menggunakan kurikulum sebelumnya (KTSP). Setelah itu kami (saya) tanyakan kembali ke guru-guru tersebut, apakah pada saat menggunakan kurikulum KTSP kegiatan Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi di kelas sudah berjalan dengan baik? Mereka pun menjawab “belum”, akan tetapi, bagi guru yang sudah sering melakukan penelitian dan publikasi ilmiah, yang sering menerapkan berbagai model pembelajaran mengatakan bahwa proses pembelajaran kurikulum 2013 sebenarnya tidak jauh beda dengan KTSP, yaitu sama-sama berorientasi/berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  14. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Saya akan menyampaikan sedikit pengalaman saya kettika PPL. Kebetulan saya mengajar di sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Ternyata tidak mudah, ada banyak hal yang perlu untuk diperbaiki terutama pengetahuan mengenai proses, aspek yang ada dalam kurikulum 2013 kepada para guru. Tidak sedikit guru yang belum paham betul tentang kurikulum 2013 sehingg dalam pelaksanaannya, jatuhnya tetap menggunakan metode konvensional. Selain itu, buku-buku kurikulum 2013 banyak kesalahan cetak maupun konsep. Hal itu juga merupakan belum siapnya pemerintah dalam menerapkan K13 saat ini.

    ReplyDelete
  15. Dimas Candra SAputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Masih terdapat berbagai kendala dalam implementasi Kurikulum 2013. Masalah yang pertama ialah dari guru. Meskipun guru-guru telah mengikuti bimbingan teknis yang selenggarakan oleh pemerintah, tetapi kegiatan tersebut belum maksimal. guru-guru masih kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran saintifik, guru-guru kesulitan dalam menciptakan diskusi kelas yang kondusif. Selain itu guru-guru juga masih mengalami kesulitan dalam merencanakan pembelajaran, termasuk juga dalam menyusun RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Di samping itu juga masih terdapat kendala dalam distribusi buku. Sekolah-sekolah yang bukan merupakan sekolah unggulan masih belum mendapatkan buku K13.

    ReplyDelete
  16. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pengalaman saya terkait implementasi kurikulum 2013 mungkin tidak sedalam pengalaman teman-teman yang berprofesi sebagai guru sekolah yang memang berada di lapangan. Mengenai kurikulum 2013, beberapa kali saya bertemu dengan orangtua murid yang mengeluhkan tidak bisa mendampingi belajar anaknya. Tidak bisa dalam hal ini bahwa mereka tidak memahami bagaimana pembelajaran kurikulum 2013 dilaksanakan. Jadi, hingga beberapa waktu kurikulum 2013 sudah diimplementasikan, para orangtua masih berada pada tahap meraba-raba. Bahkan, dari sisi guru pun saya rasa masih ada problem yang perlu dipecahkan. Beberapa guru dan teman yang berprofesi sebagai guru berkisah bahwa sistem evaluasi pada kurikulum 2013 sedikit membutuhkan waktu dalam porsi lebih banyak. Sependapat dengan saudara Dimas Candra Saputra, bahwa sampai saat ini permasalahan distribusi buku menjadi salah satu masalah yang belum terselesaikan. Oleh karena itu, menurut saya implementasi kurikulum 2013 harus dikaji kembali. Diperlukan evaluasi tengah. Hal ini untuk mengetahui bagaimana strategi implementasi ke depannya.

    ReplyDelete
  17. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Guru harus mengerti dan paham dengan ilmu yang diajarkan kepada siswa, tidak hanya itu guru juga harus dapat menyampaikan tujuan dari kurikulum yang sedang digunakan. Dalam kurikulum 2013 guru, siswa, sarana dan prasarana harus sejalan dengan tujuan awal. Sebagai langkah awal diadakannya pelatihan guru. Pelatihan tahap awal ini lebih dititikberatkan pada pelatihan metode pembelajaran Kurikulum 2013 dengan mengedepankan aspek pembelajaran sesuai tujuan kurikulum. Guru diharapkan bisa membuat siswa merasa nyaman dan tidak bosan, pembelajaran bukan satu arah, serta membuat peserta didik menjadi lebih aktif.

    ReplyDelete
  18. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Saya akan menyampaikan pengalaman saya ketika mengajar disekolah, kurikulum 2013 adalah kurikulum yang menekankan pada karakter siswa dan memberikan keleluasan kepada siswa untuk mengeksplor ide-ide yang ada di dalam pola pemikiran mereka sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator, dalam penerapan kurikulum tersebut tidaklah mudah terutama dalam menyusun perangkat pembelajaran yang baik dan benar karena ketika saya mengikuti pelatihan K13 yang diadakan pemerintah setempat dapat terlihat bahkan tentor yang meberikan materi tentang K13 kurang begitu paham dalam membuat perangkat pembelajaran terutama untuk pelajaran sains, seperti matematika, IPA, dll. Hal ini tentunya menjadi kesulitan bagi para guru setempat karena kurang informasi yang akurat dalam pembuatan perangkat pembelajaran yang baik dan benar tersebut. Kemudian dari segi pelaksanaan pembelajaran pada kenyataannya guru tetap menjadi sumber utama dalam pembelajaran, karena tidak semua sekolah yang mempunyai fasiltas yang baik dan tidak semua sekolah mempunyai siswa-siswa yang kreatif secara merata. Sehingga guru harus bekerja ekstra dalam menyediakan fasilitas dan media untuk mempermudah dalam pengumpulan informasi materi yang dipelajari.

    ReplyDelete
  19. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Terimaksih banyak pak atas sarannya.Adanya kurikulum 2013 memberikan perspektif yang beragam dari berbagai kalangan terutama guru, siswa, dan umumnya bagi penikmat pendidikan di negeri ini.Dari tahun ke tahun kurikulum sering terjadi perubahan,namun perubahan kurikulum yang sebelumnya tidak mengalami masalah yang pelik seperti hadirnya kurikulum baru ini.Hadirnya suatu kurikulum mestinya dikondisikan dengan keadaan pendidikan.Penerapan kurikulum baru ini, boleh dikatakan masih jauh dari yang diharapkan.Buktinya masih banyak guru dan siswa yang belum mengerti hakekat sesungguhnya dari kurikulum 2013.Pemerintah meski mengambil langkah konkrit bagaimana cara menanggulangi masalah ini agar penerapan kurikulum 2013 dapat merata dan sesuai yang diharapkan.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  20. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya tentang kurikulum 2013, yangmana saya pernah mengikuti pelatihan dan menerapkannya di dalam kelas. Ada beberapa kendala disini, karena beberapa sekolah di daerah tidak siap dengan penerapan kurikulum tersebut, terbukti dengan para guru yang hadir dipelatihan itu masih terlihat bingung, apalagi dengan terbitan buku pertama dari kurikulum 2013 terlalu banyak soal yang salah dan ada juga soal yang berpikir tingkat tinggi yang tidak bisa dibahas oleh siswa, sementara itu guru dan siswa masih belum dengan hal yang seperti itu. Akibatnya pelaksaan pembelajaran tidak berjalan maksimal. Bahkan beberapa guru malah berpikir, apa yang menjadi dari perbedaan kurikulum sebelumnya dengan kurikulum k13 ini. Akan ada baiknya, jika kurikulum 2013 ini di kondisikan sesuai dengan daerah, dan tingkat sekolah nya, jangan langsung pemerataan untuk setiap daerah menggunakan kurukulum 2013.

    ReplyDelete
  21. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Kurikulum 2013 menginginkan proses pembelajaran di kelas berpusat kepada siswa dimana siswa secara aktif mengkonstruk pengetahuan melalui tahapan-tahapan ilmiah (saintifik) yakni mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengolah data, dan menyimpulkan. Jika kurikulum 2013 ini berjalan dengan baik, maka akan sangat besar dampaknya bagi perkembangan kemampuan dan pemahaman siswa. Akan tetapi pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah-sekolah belum berjalan sesuai harapan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesiapan guru yang belum maksimal, fasilitas yang belum mendukung, dan ketidaksiapan siswa untuk melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Oleh karena itu, penerapan kurikulum sebaiknya diiringi juga dengan kesiapan guru yang mengajar, fasilitas yang diperlukan, dan kesiapan mental siswa.

    ReplyDelete
  22. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Disini saya akan berbagi pengetahuan dan pengalaman saya mengenai pelaksanaan kurikulum 2013. Berdasarkan pengalaman saya ketika PPL, yang kebetulan sekolah tersebut sudah menerapkan kurikulum 2013. Dari pengamatan dan diskusi dengan beberapa guru, memang dalam penerapan kurikulum 2013 tidak mudah. Banyak tantangan yang musti dihadapi, dimulai dari kesiapan guru maupun kesiapan siswa dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Beberapa kendala yang saya temui dilapangan adalah pertama kurikulum 2013 terkenal dengan pendekatan saintifiknya, dimana pendekatan ini lebih menekankan pada keaktifan siswa. Pada umunya, guru masih terbiasa dengan pembelajaran yang berpusat kepada guru, bukan berpusat kepada siswa. Sehingga ketika memulai pelaksanaan kurikulum 2013, guru masih kesulitan. Tidak hanya guru, siswa juga kesulitan karena mereka harus mulai mennggali pengetahuan sendiri berdasarkan pengarahan guru.
    Kedua, dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang melalui pendekatan saintifik, lebih menekankan terhadap lima aspek yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan. Dalam pelaksanaannya di kelas, guru kesulitan dalam mengatur waktu. Terkadang guru merasa waktu yang tersedia tidak cukup untuk melaksanakan semua aspek, karena waktu habis pada saat proses menalar.

    ReplyDelete
  23. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Disini saya ingin share pengalaman saya selama PPL mengenai implenetasi kurikulum 2013 di sekolah. Yang saya lihat sekolah baik guru maupun sarana dan prasarana masih belum siap menerapakan kurukulum 2013 ini. Utama dari segi tenaga pengajar, guru masih belum memahami betul cara mengimpelementasikan kurikulum 2013 di kelas. Selain itu, kemampuan siswa juga masih belum sampai untuk mengimbangi konten-konten dari buku teks kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  24. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Menurut pengamatan saya dilihat dari cerita teman-teman yang sudah terjun menjadi guru di sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013, masih banyak sekali keluhan-keluhan yang ada, mulai dari faktor buku, guru, siswa, orang tua siswa, proses pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dsb. Salah satu yang paling menonjol yaitu masalah guru. Banyak sekali guru yang mengeluh masih kurang memahami implementasi kurikulum yang baru, sehingga para guru masih menggunakan metode konvensional dalam proses pembelajarannya, hanya saja RPP tetap mengikuti acuan RPP kurikulum 2013. Selain itu, guru juga mengeluhkan penulisan rapot (hasil evaluasi belajar siswa), karena yang harus guru laporkan tidak hanya nilai hasil dari mata pelajaran saja, melainkan aspek sikap, kepemimpinan, kedisiplinan, ketaqwaan, dll. Hal itu dianggap menjadi suatu yang memberatkan bagi para guru. Sedangkan beberapa cerita dari orang tua siswa bahwa, orang tua kurang memahami mata pelajaran yang sekarang karena tidak fokus, melainkan dicampur menjadi satu, jadi orang tua lebih memilih menitipkan anaknya pada bimbel ketimbang mengajarinya sendiri di rumah.

    ReplyDelete
  25. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Saya akan sedikit bercerita mengenai pengalaman saya dengan kurikulum 2013 saat pertama kali dicetuskan. Pada saat tahun 2013, kurikulum baru mulai dikenalkan kepada para guru dan siswa, namun memang demikian adanya, banyak sekali protes dari kebanyakan guru karena pada saat itu kesiapan mereka belum matang. Pada saat itu, prodi saya di S1 mengadakan magang di salah satu sekolah negeri di yogyakarta. Di situ saya sharing dengan guru matematika yang membimbing saya. Pada saat itu, guru tersebut menceritakan bahwa kurikulum 2013 bisa dikatakan kurikulum yang menyiksa guru. Jadi banyak sekali aspek yang harus di isi. Sehingga momok akan sulitnya K13 sudah tercerminkan dari awal diberlakukannya K13. Pada saat itu, saya sebagai mahasiswa juga merasakan kebingungan dalam membuat RPP yang memang awalnya kita menggunakan EEK berubah menjadi 5M. Butuh waktu yang cukup lama untuk beradaptasi. Karena pada saat itu mata kuliah rencana pembelajaran sudah dilalui. Sehingga kami belajar otodidak.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  26. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih banyak Prof. Marsigit, telah memberi kami ruang untuk dapat berdialekis mengenai Kurikulum 2013

    Menurut saya kurikulum 2013 secara konseptual sangat baik. Pengalaman saya ketika mengajar Sekolah Dasar menggunakan Kurikulum 2013 pun terasa menyenangkan bagi siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, Kurikulum 2013 yang memiliki konsep Tematik membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan dapat memberi pengalaman empiris kepada siswa sehingga pembelajaran lebih konkret dan mudah dipahami siswa. Hanya saja, dalam penerapannya cukup menuntut keahlian guru untuk dapat mengemas penilaian dan portofolio secara baik. Selain itu, kreativitas guru dalam memadukan pembelajaran ke dalam satu tema yang saling mendukung dan konkret mewajibkan guru untuk pandai mengelola kelas agar dapat tetap berjalan dengan baik.

    Bagi saya, Kurikulum 2013 adalah senjata yang baik untuk menjawab sistem pendidikan modern. Namun, tentu senjata yang canggih tidak berarti apa-apa jika digunakan oleh orang yang tidak ahli dalam menggunakan senjata tersebut. Jadi, menurut saya pendidikan kita harus lebih konsen kepada peningkatan kualitas guru.

    ReplyDelete
  27. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Kurikulum 2013 merupakan suatu peraturan atau acuan tata cara pelaksaan pembelajaran
    yang berbeda dari kurikulum sebelumnya, dimana siswa dituntut lebih aktif dan mampu mengkonstruk pengetahuannya melalui langkah-langkah atau tahapan-tahapan saintifik. Yang diharapkan mampu meningkatkan keterampilan serta kemampuan siswa. Namun penerapan kurikulum 2013 tersebut, bukanlah hal yang mudah bagi guru. Karena banyak guru-guru yang sedari dulu sudah menggunakan kurikulum dan tata cara pengajaran dari kurikulum yang sebelumnya. Sehingga dibutuhkan usaha dan niat kuat guru, agar kurikulum 2013 ini dapat dilaksanakan dengan baik.

    Demikian, terimkasih.

    ReplyDelete
  28. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Dari pengalaman saya, kurikulum 2013 ini secara umum tujuannya baik, namun belum siap untuk dilaksanakan. Hakikat dari kurikulum 2013 ini belum dapat ditangkap oleh para pelaksana, yaitu para guru. Selama ini gur sudah banyak terjebak pada ketaatan terhadap buku paket tertentu dalam mengajar, sehingga perlu usaha sangat keras untuk menjadi kreatif mendesain pembelajaran, apalagi dengan kemasan tematis. Yang terjadi adalah, kembali lagi terjebak pada buku kurikulum 2013. Guru kembali mendasarkan mengajar pada buku tersebut, bukan pada tujuan utama kurikulum 2013 ini.
    Pendekatan saintifik yang digunakan juga perlu dilatihkan terlebih dahulu kepada para guru. Ini pun perlu proses, karena guru pun perlu belajar berpikir, berproses dengan metode saintifik terlebih dahulu. Maka sebaiknya persiapan kepada guru pun perlu didesain dengan baik, sebelum para guru ini diminta untuk bermetode saintifik bersama siswa.
    Di sekolah tempat saya bekerja, saat ini para guru diminta untuk membuat riset kecil, sebuah action research, sebagai latihan bermetode saintifik. Para guru juga mempresentasikan hasil research kecil mereka di depan rekan guru lain secara bergiliran seminggu sekali. Harapannya, pengalaman ini akan melahirkan research lanjutan bagi para guru, dan menjadi dasar pengalaman bagi mereka untuk mengajak anak bermetode saintifik dalam belajar.
    Demikian pula dengan pembelajaran tematis. Di sekolah, ada sebuah tema besar, dan kegiatan kegiatan di kelas maupun sekolah akan mengarah pada pencapaian tema tersebut. Hal ini membantu guru memiliki kerangka dalam berproses dan mendesain pembelajaran bersama anak anak.

    ReplyDelete
  29. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya ingin bercerita mengenai pengalaman saya dalam menggunakan kurikulum 2013 ketika saya PPL di SMA. Karena kurikulum 2013 itu berpusat pada siswa, maka peran guru tidak bercerita di depan melainkan hanya sebagai fasilitator. Dalam hal ini, banyak guru pengampu terutama mata pelajaran matematika memiliki kesulitan dalam mengatur waktu untuk dapat mengimplementasikan semua komponen yang berada di kurikulum tersebut. Meskipun kurikulum ini lebih baik dari sebelumnya, tetapi masih harus perlu ditinjau ulang. Karena hal inilah perlu adanya perbaikan dalam hal kompetensi guru agar secara seiringan dapat berjalan dengan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  30. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Salah satu ciri kurikulum 2013 adalah menggunakan pendekatan saintifik. Dosen saya dulu mengartikan pendekatan saintifik dengan menampilkan fenomena-fenomena alam untuk diselidiki dengan suatu bidang ilmu, misalnya melalui ilmu fisika. Dalam prakteknya, dosen saya berhasil membawa pembelajaran dengan kurikulum 2013 dengan sangat menarik, interakitif dan benar-benar menghargai ketrampilan proses. Namun ada satu ganjalan yang saya rasakan, yaitu bagaimana dengan penerapan kurikulum 2013 pada materi pelajaran yang sifatnya sulit dipraktekkan seperti pelajaran sejarah misalnya.

    ReplyDelete
  31. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Kurikulum 2013 mengalami banyak kontroversi dalam penerapannya, banyak pihak yang pro banyak juga kontra, dalam penerapan kurikulum 2013 banyak guru yang kesulitan dalam melaksanakannya terutama dari segi administrasinya, mulai dari Pembuatan RPP yang jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya, kemudian sistem penilaiannya, dan lain sebagainya. Kesulitan yang dirasakan oleh guru tersebut bisa jadi karena guru tersebut belum terbiasa mengerjakannya, namun hal ini bisa juga dikarenakan kurangnya sosialisasi mengenai prosedur atau proses pembelajaran menggunakan kurikulum 2013. Selain itu kendala yang juga dihadapi dalam penerapan kurikulum 2013 adalah kurang meratanya bahan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013, sehingga guru-guru kebingungan dalam menyesuaikan bahan ajar yang ada agar sesuai dengan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  32. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Kurikulum 2013 sebenarnya memiliki tujuan yang relevan dengan tuntutan perkembangan iptek saat ini. Tujuan tersebut dapat diraih apabila pelaksanaannya berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Pelaksanaan dalam hal ini mencakup kesiapan guru, sekolah (manajemen dan sarana prasarana), siswa, dan pemerintah. Pelatihan kurikulum 2013 untuk guru masih kurang intesif, sehingga pelaksanaannya masih banyak kendala yang ditemukan di sana-sini. Pemerataan pendidikan dari segi sarana prasarana di Indonesia juga masih kurang terutama di luar pulau jawa sehingga masih banyak wilayah yang kesulitan untuk menerapkan kurikulum 2013 secara makasimal. Tapi pemerintah saya rasa masih terus mengupayakan pembenahan diri sambil berjalan diterapkannya kurikulum ini, terbukti dengan adanya revisi kurikulum tersebut pada tahun 2016. Semoga perbaikan-perbaikan tersebut dapat terus diupayakan untuk mutu pendidikan Indonesia yang lebih baik ke depannya.

    ReplyDelete
  33. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Kedepannya menurut saya pemerataan kurikulum harus dari awal diberlakukan karena akan terjadi banyak permasalahan apabila kurikulum yang baru tidak diterapkan secara bersamaan. Kurikulum yang akan diterapkan harus dipersiapkan secara matang oleh pemerintah sehingga semua sekolah tanpa terkecuali dapat langsung menerapkannya. Kita lihat contoh adanya perbedaan kurikulum di tahun-tahun sebelumnya, ada sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 dan ada yang ktsp padahal d akhir evaluasi menggunakan soal ujian nasionalnya sama. Siswa yang diajarkan dengan ktsp maka akan kesulitan untuk mengerjakan soal yang tidak diajarkan di ktsp tetapi diajarkan di kurikulum 2013 begitu juga sebaliknya. Siswa yang paling menerima dampak yang paling besar adalah siswa SMK, karena materi matematika SMK di ktsp sebagian besar berbeda dengan materi matematika SMK pada kurikulum 2013 yang mana materinya disamakan dengan materi matematika wajib di SMA. Saya rasa pemerintah perlu memperhatikan hal-hal yang menjadi masalah dan mengevaluasinya.

    ReplyDelete
  34. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Menurut saya, adanya perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013 merupakan wujud nyata pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia agar mampu bersaing secara internasional. Karena pendekatan dalam kurikulum 2013 mengajak siswa untuk berpikir terbuka dan secara saintis dengan harapan mampu menjadi lebih aktif, percaya diri, mampu menganalisis tetapi tidak meninggalkan jiwa spiritual. Keterlaksanaan kurikulum tentunya menuntut kesiapan dan sinergis dari semua komponen pendidikan. Sayangnya beberapa fakta dilapangan masih ditemui beberapa aktivis pendidikan yang masih enggan melaksanakan kurikulum 2013 dengan alasan terlalu rumit terutama dari segi administrasi. Namun di lain sisi tentunya ada juga yang bersemangat terhadap perubahan tersebut. Yang menjadi salah satu PR kita sekarang adalah membangun motivasi dan semangat untuk bersama-sama mensukseskan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  35. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Segala sesuatu pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, begitu juga kurikulum 2013. Kurikulum k13 menekankan pada kreatifitas dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, meskipun guru juga tetap harus memberikan materi maupun memberi penguatan materi pembelajaran. Materi maupun soal disesuaikan dengan isu dan perkembangan global sehingga siswa mampu memahami kondisi kontekstual global. Di k13, pramuka menjadi wajib, menurut saya sangat bagus karena bisa menanamkan jiwa pancasila pada diri siswa. Mengamati perkembangan pelaksanaan K13 di sekolah kota yogyakarta, kelas 12 saat ini masih ada yang menggunakan KTSP, meskipun ini merupakan rombongan terakhir yang masih menggunakan KTSP karena kelas 11 dan kelas 10 sudah menerapkan k13 semua. Dari fenomena ini dapat diketahui bahwa di kota pelajar saja, masih ada beberapa sekolah yang baru menerapkan k13 sehingga kesiapan sekolah dalam menghadapi kurikulum baru ini berbeda-beda. Pada tahun 2016 juga ada revisi k13, pada mata pelajaran matematika sma, materi relatif sama hanya di ubah-ubah urutannya, berarti k13 masih banyak yang perlu diperbaiki. Meskipun demikian, k13 berusaha menjadikan siswa uptodate terhadap perkembangan global.

    ReplyDelete
  36. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Harapan dengan diterapkannya kurikulum 2013 adalah siswa aktif dalam pembelajaran. Di Sekolah Menengah Atas terlihat perbedaan yang bergitu jelas antara kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya. Pertama pada proses penerimaan siswa baru. Kelas X pada kurikulum 2013 sudah berada pada kelompok peminatan masing-masing (IPA/IPS), sedangkan pada kurikulum sebelumnya dilakukam ketika siswa berada pada kelas XI. Materi matematika pada kurikulum 2013 juga bertambah. Proses pembelajaran dikelas rata-rata masih menggunakan pembelajaran tradisonal yaitu guru menjadi center. Terkadang guru memberikan apersepsi, tapi apersepsi yang digunakan guru kurang kuat sehingga kurang bermakna. Ketika penerapan kurikulum 2013 maka guru dan siswa harus siap untuk melaksanakannya. Namun yang paling pertama harus disiapkan adalah guru, sebab guru memiliki peranan pentinh didala, proses belajar mengajar. Kesiapan siswa bergantung kesiapan guru dan kesiapan guru bergantung pada kesiapan sekolah serta segala fasilitasnya.

    ReplyDelete
  37. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Prinsip pembelajaran beradasarkan kurikulum 2013 harus secara sadar diciptakan oleh guru untuk pencapaian standar kompetensi lulusan. Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan K13 adalah pendekatan pembelajaran kontekstual yang memiliki tujuh komponen utama antara lain, konstruktivisme, bertanya, menyelidiki, masyarakat belajar, permodelan, refleksi, dan penilaian autentik. Pendekatan pembelajaran kontekstual ini akan memfasilitasi penguatan proses berfikir ilmiah yang disarankan Permendikbud no 22 tahun 2016.

    ReplyDelete
  38. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ruang kebebasan untuk memberikan ide dan pendapat terkait kurikulum 2013.

    Berdasarkan bacaan dari artikel BBC Indonesia tentang evaluasi kurikulum 2013, saya mendapatkan informasi bahwa penerapan kurikulum 2013 saat itu begitu cepat diterapkan oleh pemerintah. Hal ini membuat guru dan orang tua belum siap untuk melaksanakannya. Orang tua murid juga memberikan tanggapan bahwa kurikulum 2013 sudah ideal namun meminta pemerintah lebih mematangkan kembali kurikulum tersebut.

    Menurut saya, sebaiknya pemerintah dapat menanggapi dan menyikapi respon yang diberikan oleh orang tua murid. Orang tua sebagai pendamping anak-anaknya saat belajar di rumah. Alangkah baiknya, orang tua juga diberi sosiaslisasi tentang kurikulum 2013. Sosialisasi tersebut dapat dilakukan oleh sekolah yang menjadi percontohan penerapan kurikulum. Jika kurikulum 2013 memberikan perubahan yang positif dalam bidang pendidikan maka sebaiknya potensi dan pembekalan proses mengajar kepada guru dapat dikembangkan melalui berbagai program pelatihan. Bagi pemerintah yang memegang tanggung jawab dalam bidang pendidikan ada baiknya jika melihat ke lapangan terlebih dahulu sebelum menetapkan sistem pendidikan sehingga pemangku kepentingan pendidikan mudah menyesuaikan proses pengajaran dan pembelajarannya.

    ReplyDelete
  39. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Saya memiliki pengalaman mengajar bimbel di palembang, saat awal munculnya kurikulum 2013, beberapa siswa saya, kelas X dan XI mengeluhkan banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan sedangkan mereka sama sekali belum mengerti pelajaran tersebut. mereka merasa terbebani karena guru meminta mereka presentasi materi pelajaran sedangkan buku k13 yang mereka gunakan sulit untuk mereka pahami. menurut saya, sesuatu yang baru memang membutuhkan adaptasi. terkadang siswa lebih mneyukai metode ceramah yang diberikan gurunya daripada mereka harus mencari dan memahami sendiri.

    ReplyDelete