Oct 12, 2013

POSKO KURIKULUM 2013

Dear all,



Pada Forum ini saya membuka POSKO KURIKULUM 2013, dengan tujuan mengomunikasikan dan sharing pengalaman tentang aspek implementasi Kurikulum 2013.

Untuk itu saya mengharap partisipasi segenap pembaca yang mempunyai pengalaman atau mempunyai data tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013 di manapun.

Untuk para mahasiswa yang sekarang mengikuti Kuliah Filsafat Ilmu atau Filsafat Pendidikan Matematika, saya menugaskan untuk mencari informasi sedapat-dapatnya berkaitan dengan Pelaksanaan Kurikulum 2013, baik yang bersifat sebagai faktor pendukung, kendala atau kesulitan, dsb.

Melalui Kolom Komen, tulislah segala macam aspek pelaksanaan Kurikulum 2013 yang mampu ditulis, jika dilengkapi data apa, dimana, dan kapan tentu lebih baik. Jadi tulisan bersifat lebih OTENTIK daripada sekedar tanggapan atau analisis. Jika ada analisis tentu lebih baik jika berdasar data yang ada.

Pengalaman anda akan bermanfaat bagi yang lain jika dapat ditulis dan ditayangkan.

Kepada Mahasiswa saya, mohon juga agar keberadaan POSKO Kurikulum 2013 ini dapat disebar luaskan, sehingga khalayak umum atau guru dapat juga berpartisipasi.

Forum ini bersifat terbuka dan dapat dibaca untuk umum dan semata-mata untuk kepentingan Kajian Ilmiah/Akademik.

Selamat mencoba, dan ditunggu kontribusinya.

Selamat berjuang

12 Oktober 2013

Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA UNY

Catatan:
1. Untuk mahasiswa S2 Kuliah Filsafat Ilmu WAJIB membuat/memberi komen/uraian (disertai fakta lebih baik), karena hasil dari forum POSKO 2013 akan dijadikan sebagai bahan Kajian Implementasi Filsafat Ilmu.
2. Salah satu manfaat Forum ini juga untuk membuat equilibrium atau keseimbangan (tesis-anti tesis) para mahasiswa dalam Kuliah Filsafat, agar Filsafatnya bersifat sensitif terhadap masalah aktual.

32 comments:

  1. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang kontennya cukup kompleks dan merupakan adaptasi dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Ketika saya menjadi guru masih banyak saya melihat guru-guru yang belum paham bagaimana membuat perangkat pembelajaran yang berbasis kurikulum 2013. Selain itu ketika mengikuti pelatihan-pelatihan guru saya juga melihat bahwa instruktur yang mengajarkan juga belum mengusai secara optimal kurkulum 2013 tersebut. Maka dari itu saya berharap di dalam belajar di PPs prodi matematika dilakukan telaah kurikulum agar ketika selesai dapat mengadakan workshop yang dapat membantu guru-guru di daerah dalam memahami bagaimana penerapan K13 yang baik dan benar. Serta bagaimana membuat perangkat pembelajaran yang berbasis K13 agar pembelajaran dan tujuan pendidikan nasional dapat dicapai secara optimal.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Berdasarkan pengalaman saya melaksanakan PPL ketika S1 kendala yang terjadi dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yaitu terkait dengan kesiapan guru. Jarak antara sosialisasi kurikulum 2013 revisi dengan pelaksanaan tahun ajaran baru, bahkan ketika sudah mulai kegiatan pembelajaran ada revisi lagi terkait KD sehingga guru pontang panting dalam menyusun perangkat pembelajaran. Selain itu pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya tidak terdapat perbedaan secara signifikan. Guru membuat perangkat pembelajaran yang berbeda tetapi dalam pelaksanaannya belum menerapkan sesuai dengan perangkat pembelajaran yang dibuat. Penilaian juga masih sama dengan kurikulum 2006 (KTSP). Hal ini tentu patut menjadi perhatian, sebenarnya seperti apa pelaksanaan kurikulum 2013 yang diharapkan dan bagaimana kenyataan di lapangan.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Menurut saya kendala dari pelaksanaan kurikulum 2013 adalah kekurang pemahaman dan kesiapan guru. Perubahan kurikulum seakan belum berdampak terhadap perubahan proses pembelajaran. Tidak dapat dipungkiri, kurikulum 2013 menuntut persiapan guru baik dalam mempersiapkan proses pembelajaran hingga penilaian. Tidak sedikit, guru yang seakan menutup diri terhadap perubahan yang ada. Perlu adanya langkah perbaikan dan evalusi terhadap pelaksanaan kurikulum 2013 agar mutu pendidikan Indonesia bergerak maju.

    ReplyDelete
  4. Rosnida Nurhayati
    PPs PMB 2017
    17709251042

    Perubahan paradigma pendidikan yang mendasari adanya perubahan kurikulum, kurikulum 2013 menekankan untuk siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran untuk mendapatkan konsep pengetahuan berdasarkan pengalaman selama ia belajar. Kurikulum terdahulu, siswa hanya menjadi objek pendengar atau pemerhati dalam pembelajaran. Namun perubahan kurikulum tidak serta mudah sesuai dengan arahan kebijakan. masih banyak pro kontra yang terjadi di lapangan, bahkan sampai tahun 2017 masih ada kebingungan dalam pelaksanaan kurikulum tersebut.

    ReplyDelete
  5. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Refleksi pendidikan di Indonesia yang disampaikan oleh Prof. Marsigit menguraikan realita pendidikan yang ada di Indonesia, kemudian mengulas pula beberapa teori filsafat dan teori politik pendidikan dan diakhiri dengan alternatif solusi yang ditawarkan. Fenomena pendidikan di Indonesia memang menyuguhkan "keharusan lulus UN" yang kemudian menjadi momok yang menakutkan bagi generasi muda, serta jika ditinjau dari keterlaksanaan sistem pendidikan di Indonesia benar adanya masih terjadi campur-aduk paradigma pendidikan yang dilakukan dalam praktiknya. Hal tersebut tentu saja memberikan pengaruh besar baik dari segi proses maupun hsil pendidikan yang ada di Indonesia. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  6. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Kurikulum 2013 yang merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya melalui kegiatan refleksi dan evaluasi beberapa poin dalam sistem pendidikan yang ada. POin penting yang harus digarisbawahi ialah kurikulum 2013 mengembangkan dan mengharuskan pendidikan karakter siswa disisipkan dalam pembelajaran secara simultan. Selain itu metode pembelajaran yang digunakan haruslah saintifik. Sedangkan banyak guru yang masih kesulitan menerapkan metode tersebut karena faktor keterampilan mengajar yang diasah di sekolah ialah pembelajaran kovensional melalui ceramah, diskusi dan penugasan. Hal ini menyebabkan kendala yang berarti dalam pelaksanaan kurikulum 2013 ini. selain itu, penilaian yang dilakukan secara menyeluruh biarpun mengandung tujuan yang baik, namun tidak sedikit guru yang merasa kesulitan dalam melaksanakan evaluasi ini, sehingga rawan menyebabkan kesalahan yang akhirnya berdampak pada evaluasi guru tersebut. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  7. Buku kurikulum 2013 yang disusun dengan dibedakan antara buku panduan guru dan buku pegangan siswa sangat membantu dalam prosesnya, karena dalam buku pegangan guru dijelaskan secara rinci alur pembelajaran alternatif yang dapat dilakukan untuk menyampaikan materi secara saintifik. Namun hal ini memberikan dampak lain juga, bagaimana jika suatu kelas atau suatu mata pelajaran tertentu tidak ada buku panduannya? maka guru mata pelajaran tersebut pastuilah panik sehingga menjalankan kegitana pembelajaran dengan "seadanya". Media pembelajaran yang beredar di sekolah yang masih minim menjadi kendala tersendiri, sehingga dalam kegiatan pembelajaran guru melakukan pembelajaran apa adanya dan bagaimana adanya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  8. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menurut saya, perubahan paradigma pendidikan yang dilihat dari segi perubahan kurikulum, dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013, membuat berbagai pihak terkait berbenah dalam menyusun segala persiapan yang menunjang keberlangsungan kurikulum tersebut. Dalam teorinya, kurikulum 2013 memiliki keunggulan seperti halnya menfokuskan siswa menjadi aktor utama dalam proses pembelajaran, dan guru sebagai fasilitator selama proses pelaksanaannya. Hal ini akan membiasakan siswa untuk lebih memahami, mengidentifikasi, mengevaluasi, menganalisis, serta mencipta selama proses belajar mengajar. Namun kenyataan di lapangan, masih ada sekolah yang belum menerapkan kurikulum 2013 tersebut. Mengapa demikian? Terkadang sekolah masih menganggap bahwa siswa belum sanggup untuk menggunakannya atau gurunya sendiri yang masih belum yakin dengan hal itu. Oleh karena itu, perlu ditingkatkannya pelatihan terhadap guru-guru tentang pemahaman terhadap pelaksanaan kurikulum 2013, sehingga tujuan dari kurikulum dapat tercapai.

    ReplyDelete
  9. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Terima kasih Prof atas kesempatannya untuk menuliskan beberapa hal terkait kurikulum 2013. Berdasarkan implementasi kurikulum 2013 yang dilaksanakan disalah satu sekolah di daerah kami bahwa kurikulum 2013 memberikan dampak yang baik untuk melatih mental siswa untuk belajar secara mandiri dan aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini memberikan implikasi bahwa guru harus siap dan menyiapkan HLT terkait hal-hal yang mungkin terjadi dalam kelas. Selain itu, adanya referensi buku sangat mendukung pembelajaran K13, namun kami pernah menemui bahwa buku kurikulum k13 ada yang belum sesuai dalam hal materi , mungkin bisa menjadi evaluasi. Dan terakhir yang menjadi masalah dalam jenjang SMA ada matematika wajib dan peminatan, terkadang ada materi di matematika peminatan yang memerlukan pengetahuan materi sebelumnya, namun kendalanya materi pengantar sebelumnya belum dipelajari. Semoga kedepannya pelaksanaan pembelajaran K13 dapat lancar dan baik. Terima Kasih

    ReplyDelete
  10. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari hasil perbincangan saya dengan beberapa siswa yang telah menggunakan kurikulum 2013 mereka mengalami beberapa kesulitan yakni pada materi dan model pembelajaran yang diterapkan guru di sekolah. Kesulitan dalam materi dikarenakan kajian yang dipelajari terlalu kompleks namun tidak disertai dengan materi prasyarat. Model pembelajaran yang diterapkan guru yang berbasis pada pendekatan saintifik juga dirasa asing, belum terbiasa, padahal biasanya siswa mendapatkan materi ibarat makan yang ‘dikupas-disuapkan’ oleh gurunya. Ketidakterbiasaan siswa ataupun mindset siswa yang sulit diubah tentu akan mempengaruhi motivasi belajar dan berimbas pada pencapaian tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  11. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    5M (Mengamati, Menanya, Menggali Informasi, Mengasosiasi, Mengomunikasikan) wajib untuk diterapkan di semua mata pelajaran dalam kurikulum 2013. Dalam pelaksanaan pembelajarannya, masih terdapat beberapa kendala yang faktor utamanya disebabkan oleh ketidaksiapan Pemerintah dan guru. Pada praktik lapangannya, masih banyak guru yang belum paham dengan pelaksanaan K13 yang lebih berorientasi pada siswa. Proses transisi yang terlalu cepat tanpa persiapan yang matang menjadi salah satu penyebab guru-guru kesulitan dalam menerapkan K13. Begitu pula dengan buku paket, masih banyak buku yang belum berdistribusi dengan baik serta masih banyak kesalahan-kesalahan dalam penulisannya perlu ditinjau ulang. Hendaknya sebelum menerapkan suatu kurikulum pemerintah harus memikirkan dan mematangkan persiapannya tanpa dipengaruhi embel-embel politik ataupun korupsi agar ketika sudah resmi diterapkan, pelaksanaannya bisa berjalan lancar.

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    K13 yang digalakkan pemerintah menjadi kurikulum terbaru menggantikan KTSP. Perubahan terletak pada langkah pembelajaran yang menekankan pada aspek 5M, metode saintifik. Kendala yang terjadi dilapangan seringkali seorang guru masih menggunakan ekspositori dalam pembelajarannya, pembelajaran tradisional, seaka ada ungkapan, apapun kurikulumnya, ngajarnya pakai ekspositori.Hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi dan esensi K13, seakan-akan K13 dipaksakan untuk dilaksanakan.

    ReplyDelete
  13. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Untuk implementasi dilapangan juga sering terkendala dengan waktu. K13 menekankan pada berbagai kompetensi, yang mana kompetensi tersebut dicapai melalui proses. Banyak guru yang masih terjebak dengan target materi, materi ini harus tersampaikan untuk ngejar UN. Maksud k13 sebenarnya bagus, hanya harus dibarengi dengan perubahan system pendidikan juga. UN menjadi momok tersendiri bagi sekolah, walaupun sudah tidak menjadi standar kelulusan. Perlu kiranya menghilangkan label favorit tidak favorit berdasar UN pada sekolah dasar maupun menengah.

    ReplyDelete
  14. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Berdasarkan pengalaman saya melaksanakan PPL dan bekerja di beberapa bimbingan belajar, selalu ada hambatan ketika akan mengajarkan siswa terutama dalam mapel matematika dengan kurikulum 2013. Hambatan itu lebih kepada terkait persiapan guru dan kurangnya sarana dan prasarana. Sekolah tempat saya PPL, masih terbilang kurang matang dalam hal kesiapan guru terutama jika dilihat dari semakin berkembangnya soal yang semakin sulit, sehingga saya sebagai guru PPL dan para guru matematika di sekolah tersebut sering mengalami kesulitan dan kebuntuan dalam mengajarkan dan mengerjakan soal-soal dari buku paket atau LKS terbitan pemerintah. Selain itu, sarana dan prasarana dikelas juga kurang, seperti halnya LCD Proyektor yang di sekolah hanya tersedia 2 buah saja. Padahal dalam kurkulum 2013 ini, alat tersebut sangatlah dibutuhkan tentunya ini bukan salah pemerintah, namun sepertinya kurang ada kesadaran dari sekolah sendiri untuk menambah inventaris tersebut. Ketika di Bimbingan Belajar, saya erasa kasihan dengan anak didik saya yang sedang berada di bangku kelas 5 SD. Tujuan awal adanya konsep tematik untuk SD memang bagus, karena menjadikan siswa lebih mampu menransfer ilmu pengetahuan yang mereka miliki ke dalam konsep dikehidupan sehari-hari, namun agaknya siswa masih kesulitan dan guru juga menjadi kebingungan karena semua mapel masuk dalam satu tema besar. Namun demikian, proses ini tidak serta merta boleh langsung dimusnahkan dan diputus begitu saja. Ini semua memang menjadi proses yang panjang untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik bagi pendidikan di Indonesia, sehingga semua civitas akademia, dan seluruh masyarakat hendaknya selalu berkontribusi dan mendukung penuh kebijakan mengenai kurikulum 2013 ini.

    ReplyDelete
  15. Latifah Fitriasari
    PM C

    Pelaksanaan Kurikulum 2013 seperti yang sudah dikatakan di atas, dilaksanakan melalui Pendekatan Scientific. Pada pelaksanaannya pendekatan ini menekankan pada lima aspek penting, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan komunikasi. Kelima aspek dalam pelaksanaan kurikulum 2013 sangat berkaitan satu sama lain. Pada dasarnya, kelima aspek ini sudah pernah dilakukan oleh sebagian guru namun pendalamannya masih kurang. Padahal, tuntutan kurikulum 2013 mensyaratkan penilaian aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan dilakukan secara holistik, dan komprehensif. Sehingga diharapkan dapat menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  16. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dengan adanya kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 merupakan suatu terobosan baru untuk mengubah pendidikan Indonesia dari teacher-centered menuju student-centered. Dalam kurikulum 2013 guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Dalam kurikulum 2013 ini berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
    Dengan adanya permendikbud baru yang mengganti kurikulum 2013 lama dengan yang telah di revisi tahun 2016, membuat sekolah-sekolah mengganti kurikulum yang berjalan sesuai dengan permen terbaru, akan tetapi tidak banyak sekolah yang belum tahu dan belum menerapkannya, sehingga terdapat perbedaan materi yang diaarkan bagi sekolah yang sudah menggunakan kurtilas revisi 2013 dengan yang belum.

    ReplyDelete
  17. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Pendapat saya tentang aspek pelaksanaan kurikulum 2013 masih belum terlaksana sejauh saya melihat di lapangan dan informasi dari beberapa pendidik. Salah satunya di SMA Negeri dengan grade rendah yang ada di Sleman tempat saya PPL. Hal ini disebabkan oleh belum terbiasanya siswa untuk berpikir atau belajar dengan cara 5M pada metode saintifik. Selain itu guru juga belum terbiasa menyesuaikan kegiatan saintifik dengan kondisi siswanya masing-masing. Sehingga cenderung melakukan kegiatan pembelajran yang tidak matang dan membingungkan siswa. Buku yang diberikan pemerintah juga terdapat banyak kesalahan baik ketikan maupun kontes, sehingga guru enggan menggunakannya dan cenderung menggunaan sumber belajar LKS.

    ReplyDelete
  18. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum terbaru yang sedang diimplentasikan di Indonesia. Namun tidak proses untuk penerapan di tiap sekolah se Indonesia masih memiliki beberapa kendala. Dengan menggunakan kurikulum terbaru ini, guru harus menyesuaikan kebutuhan yang diperlukan untuk oenerapannya. Tidak hanya cukup dalam hitungan hari penerapan ini dapat berhasil, dengan bertahap pelan namun pasti, dengan perbaikan disetiap kendalanya, maka penerapan kurikulum 2013 ini mampu diimplentasikan di sekolah sekolah Indonesia.

    ReplyDelete
  19. 387 Posko kurikulum 2013 Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kurikulum 2013 yang kini sedang berjalan di sekolah-sekolah diseluruh indonesia menurut saya masih memiliki banyak kendala terutama pada sekolah-sekolah yang notabene tidak unggulan. Namun ketika kurikulum 2013 dijalankan di sekolah yang unggulan tidak akan mengalami banyak kendala, dikarenakan biasanya siswa berlomba-lomba atau bersaing untuk mendapatkan nilai yang bagus sehingga apapun model pembelajarannya, apalagi pembelajaran saintifik akan berjalan sebagaimana mestinya. Namun bagi sekolah yang tidak unggulan, pembelajaran saintifik mengalami banyak kendala, karena selain guru sudah terbiasa mengajar dengan metode konvensional, para siswa juga sudah terbiasa dengan hanya menjadi pendengar atau pasif dikelas.

    ReplyDelete
  20. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Dari pengalaman saya micro teaching hingga PPL di sekolah. Ketika micro teaching dulu sudah di berlakukan kurikulum 2013 dalam pembuatan RPP. Awalnya sempat merasa bingung ketika membuat RPP versi kurikulum 2013, karena jika melihat contoh-contoh yang ada di internet masih belum ada yang sesuai dengan kurikulum 2013 atau masih jarang sekali. Ketika PPL saya ditempatkan di sekolah yang masih menggunakan KTSP. Contoh RPP nya lebih minim sekali, pemeblajaran masih berpusat pada guru. Namun, ketika saya akan masuk kelas untuk mengajar, dosen saya menyarankan untuk membuat RPP kurikulum 2013 dan coba diterapkan pada kelas yang saya ajar. Metode pembelajaran yang saya gunakan pun metode penemuan (inquiry), ketika masuk kelas benar saja siswa awalnya tampak antusias mengikuti pembelajaran berkelompok dengan metode inquiry tetapi itu tak berlangsung lama. Siswa masih banyak merasa kesulitan dalam menemukan konsep dengan media Lembar Kerja Siswa yang telah saya buat sendiri. Alhasil, 2 jam mata pelajaran tidak cukup untuk satu sub materi.

    ReplyDelete
  21. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Kurikulum 2013 adalah kurikulum kekinian yang menggantikan kurikulum KTSP 2006. Kurikulm 2013 setiap tahun mengalami revisi atau perubahan, ini menunjukkan bahwa perggantian kurikulum ini belum dipersiapkan secara matang. Hal ini terlihat dari perubahan kurikulum tidak disertai dengan sarana prasarana yang mendukung misalnya buku paket, sebagai contoh berdasarkan hasil tanya-jawab dengan teman-teman saya yang mengajar smk, mereka tidak memiliki buku paket sehingga akhirny mereka mencari hanya mencari materi yang seperti tercantum di kurikulum 2013 di internet. Tidak adanya buku paket tidak hanya menjadi masalah bagi guru melainkan bagi para siswa juga. Perubahan dan pergantian kurikulum haruslah dipersiapkan secara matang dengan perlahan/bertahap namun pasti.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  22. Assalamualaikum, wr.wb.
    Menurut saya yang menjadi kendala dalam kurikulum 2013 adalah implementasi kurikulum 2013. Di dalam kurikulum 2013 terdapat 3 nilai yang berbeda yang harus dinilai oleh guru yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 3 penilaian itu hanya muncul di RPP saja akan tetapi dalam pelaksanaannya tidak muncul, yang diperoleh hanyalah 1 nilai yang didapat dari hasil ulangan harian, uts, dan ulangan semester. Nilai sikap baru muncul ketika membuat rapor, dan 1 nilai itupun tidak jelas apakah itu milik si pengetahuan atau keterampilannya. Saya sendiri masih mengalami kebingungan mengenai penilaian sikap itu, hal ini mungkin karena pengalaman mengajarnya baru hanya sebatas PPL. Sekian dan Terima Kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  23. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Penerapan kurikulum 2013 menurut pengalaman saya masih belum sesuai dengan tujuan dan terkesan memaksa dalam pelaksanaannya. Para orang tua sering mengeluhkan kurikulum 2013 yang terlalu tinggi khususnya untuk tingkatan anak SD dan kadang gurunya sendiripun masih kesulitan dalam penerapannya, entah ini disebabkan karena memang kurangnya sosialisasi mengenai proses pembelajarannya ataupun memang gurunya disini kurang inovatif.

    ReplyDelete
  24. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Kurikulum 2013 pada saat pertama kali diimplementasikan pada pendidikan di Indonesia memang menimbulkan pro dan kontra. Beberapa pihak menggap bahwa dengan penerapan kurikulum ini siswa menjadi lebih mandiri dengan membiasakan diri mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru. Namun di sisi lain beberapa siswa dan orang tua siswa merasa keberatan dikarenakan beban tugas yang terlalu banyak.

    ReplyDelete
  25. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Implementasi kurikulum 2013 yang hingga saat ini sudah hampir 4 tahun dilaksanakan di Indonesia. Bahkan sampai tahun 2017, masih dilakukan revisi pada kurikulum 2013 dan amanya berubah menjadi kurikulum 2013 revisi 2016. Pengalaman saya pertama kali ketika mengimplementasikan K13 ini pada tahun 2015 ketika PPL di MTsN 2 Yogyakarta. Berdasarkan hasil pengamatan saya, dari sudut pandang perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru sudah sesuai dengan format yang diminta dari pemerintah. Guru pembimbing saya menyusun RPP dengan lengkap beserta assesment (remidial dan pengayaan). Oleh karena itu saya tertantang untuk melakukan kegiatan perencanaan seperti yang beliau lakukan. Kemudian ketika pengimplementasiannya di kelas, guru juga menggunakan RPP tersebut. Sehingga sejauh pengalaman saya untuk pertama kalinya dalam pengimplementasian K13 tersebut membuat pengetahuan awal saya bertambah tentang K13 khususnya dalam hal perencanaan pembelajaran.

    ReplyDelete
  26. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    kurikulum 2013 merupakan salah satu bentuk usaha pemerintah dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia. banyak kendala yang terdapat dalam penerapan kurikulum 2013 ini, diantaranya kurikulum yang terlalu sering mengalami revisi, ketidak siapnya guru, kurangnya pengetahuan guru mengenai kurikulum 2013, dalam penerapannya yang dianggap ribet dan memakan waktu yang relatif lama.

    ReplyDelete
  27. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    selain guru, siswa juga mengalami kendala, karena siswa yang belum terbiasa dengan student center yang artinya siswa harus dituntut untuk aktif dan menemukan sesuatunya sendiri dan guru hanya sebagai fasilitator informasi, mereka akan merasa tertekan dan terbebani dengan tugas mereka yang cukup banyak untuk menggali informasi

    ReplyDelete
  28. Tahun 2018, sudah 4 tahun sejak kurikulum 2013 dipublikasikan, walaupun sebagaian sekolah masih menggunakan kurikulum lama yaitu KTSP. Namun bagi sebagian sekolah yand sudah menerapkan kurikulum 2013, mungkin perlu adanya evaluasi secara langsung dari para ahli atau pakar di bidang kurikulum 2013 pada masing-masing sekolah. Karena dikhawatirkan, tujuan utama dari penerapan kurikulum ini belum sesuai di lapangan.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  29. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Semester ini saya mengikuti perkuliahan analisis kurikulum matematika sekolah. dari hasil perkuliahan dan diskusi di kelas bersama dosen pengampu, kami menyimpulkan bahwa sebenarnya kendala pada penerapan kurikulum 2013 itu adalah masalah kurangnya persiapan karena diterapkan dalam waktu yang sangat singkat sehingga persiapannya kurang.

    ReplyDelete
  30. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Setelah membaca beberapa artikel yang mendukung pada K13, seberanya jika dilihat dimana pembelajaran K13 itu sesuai dengan pembelajaran saintifik dimana religius tida ditaruh di bagian atas sendiri, maka hal ini yang menjadi tombak untuk merosotnya dunia pendidikan di Indonesia sekarang ini.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  31. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Jika kita mengamati lebih jauh dan dalam, konsep dasar yang digunakan dalam kurikulum 2013 sebenarnya sangat-sangat baik. Hanya saja, ketika artikel ini diposting yakni diawal digunakannya kurikulim 2013, dunia pendidikan di Indonesia masih belum siap dengan adanya perubahan ini. Karena setiap perubahan, sekalipun yang menuju kebaikan harus disiapkan secara matang. Sisi baik kurikulum ini antara lain dengan diusungnya paradigma student center yang mengedepankan konstruksi pengetahuan siswa, bukan sekedar transfer pengetahuan. Namun hingga saat ini, dalam penerapannya, masih ada saja problema yang dihadapi, artinya kurikulum ini beserta penerapannya masih harus terus dievaluasi dan terus diperbaiki.

    ReplyDelete
  32. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb Prof

    Pendidikan saat ini menggunakan kurikulum 2013. Namun yang pernah saya dapati ketika saya magang disalah satu sekolah, bahwasanya belum semua guru yang mengetahui secara dalam bagaimana pembelajaran K-13. Belum banyak sosialisasi K-13, sehingga beberapa guru hanya menerapkan sesuai dengan pengetahuan seminimnya yang ia ketahui.
    Pada kurikulum 2013, pembelajarannya memiliki tujuan untuk meningkatkan tingkat kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Kognitif yaitu dilihat berdasarkan hasil belajarnya, karena secara kognitif berarti ilmu pengetahuan. Afektif yaitu dilihat berdasarkan sikap siswa saat belajar. Dan psikomotor yaitu dilihat berdasarkan keterampilan siswa. Jadi selain pengetahuan dalam segi pemikiran, sikap dan keterampilan juga menjadi tujuan kurikulum 2013. Pada pembelajaran ini, guru dituntut untuk bisa membuat pembelajaran yang inovatif, dan kreatif. Dalam artian bukan pembelajaran yang konvensional dengan metode ceramah. Adapun contoh model pembelajaran yang mendukun K-12 yaitu model pembelajaran discovey learning atau penemuan terbimbing. Model pembelajaran ini mendukung untuk menuntut siswa aktif dalam pembelajaran, karena disini pembelajaran berpusat kepada siswa. Jadi siswa yang harus aktif untuk memperoleh konsep. Karena model pembelajaran penemuan terbimbing ini, guru membimbing siswa untuk menemukan konsep pembelajaran. Jadi siswa sendiri yang akan menemukan konsep itu bersama teman kelompoknya, namun tetap dalam pengawasan guru.

    ReplyDelete