Oct 12, 2013

POSKO KURIKULUM 2013

Dear all,



Pada Forum ini saya membuka POSKO KURIKULUM 2013, dengan tujuan mengomunikasikan dan sharing pengalaman tentang aspek implementasi Kurikulum 2013.

Untuk itu saya mengharap partisipasi segenap pembaca yang mempunyai pengalaman atau mempunyai data tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013 di manapun.

Untuk para mahasiswa yang sekarang mengikuti Kuliah Filsafat Ilmu atau Filsafat Pendidikan Matematika, saya menugaskan untuk mencari informasi sedapat-dapatnya berkaitan dengan Pelaksanaan Kurikulum 2013, baik yang bersifat sebagai faktor pendukung, kendala atau kesulitan, dsb.

Melalui Kolom Komen, tulislah segala macam aspek pelaksanaan Kurikulum 2013 yang mampu ditulis, jika dilengkapi data apa, dimana, dan kapan tentu lebih baik. Jadi tulisan bersifat lebih OTENTIK daripada sekedar tanggapan atau analisis. Jika ada analisis tentu lebih baik jika berdasar data yang ada.

Pengalaman anda akan bermanfaat bagi yang lain jika dapat ditulis dan ditayangkan.

Kepada Mahasiswa saya, mohon juga agar keberadaan POSKO Kurikulum 2013 ini dapat disebar luaskan, sehingga khalayak umum atau guru dapat juga berpartisipasi.

Forum ini bersifat terbuka dan dapat dibaca untuk umum dan semata-mata untuk kepentingan Kajian Ilmiah/Akademik.

Selamat mencoba, dan ditunggu kontribusinya.

Selamat berjuang

12 Oktober 2013

Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA UNY

Catatan:
1. Untuk mahasiswa S2 Kuliah Filsafat Ilmu WAJIB membuat/memberi komen/uraian (disertai fakta lebih baik), karena hasil dari forum POSKO 2013 akan dijadikan sebagai bahan Kajian Implementasi Filsafat Ilmu.
2. Salah satu manfaat Forum ini juga untuk membuat equilibrium atau keseimbangan (tesis-anti tesis) para mahasiswa dalam Kuliah Filsafat, agar Filsafatnya bersifat sensitif terhadap masalah aktual.

77 comments:

  1. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dalam konteks K-13 guru harus menjadi motivator dan pembimbing. Mengapa demikian? Sebab karakteristiknya lebih berorientasi pada pengamatan yang dilakukan peserta didik sampai harus pada tataran mengomunikasikan baik secara lisan maupun tulisan. Untuk itu, pertama, sudah saatnya guru selalu mengedepankan inovasi pembelajaran khususnya dalam metode dan cara mengajarnya yang tertuang dalam RPP meski sampai saat ini buku dari Kemendikbud belum jadi. Dalam hal ini guru bisa mengambil dari berbagai sumber baik dari buku maupun internet. Jadi apa yang dikatakan MB bahwa guru-guru belum paham K-13 itu salah besar. Saat mencari sumber bahan, bisa melihat silabus dan RPP yang telah dibuat. Dalam tataran yang demikian, guru harus selalu mengubah diri dan gaya mengajarnya. Guru harus bisa merespons perkembangan dan mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, khususnya dalam menyiasati buku yang belum datang dari Kemendikbud. model pembelajaran yang disajikan tidak monoton tetapi harus variatif. Dengan cara in pembelajar atau peserta didik dapat memperoleh sesuatu dengan cermat dan tidak membosankan.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kurikulum 2013 lebih menekankan pada tiga ranah yang perlu dinilai. Pendekatan pembelajaran yang digunakan yaitu pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik ini lebih menekankan pada pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Namun, pada kenyataan di lapangan, untuk dapat menerapkan pembelajaran yang berbasis saintifik ini banyak yang mengalami kendala. Kurikulum yang berubah semestinya tidak membuat guru patah semangat tetapi sebaliknya.

    ReplyDelete
  3. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Kurikulum pendidikan di Indonesia tengah mengalami masa transisi, yakni dari KTSP menuju K-13. Sehingga dalam penerapannya pun masih memberlakukan dua kurikulum tersebut. Terdapat banyak seekali masalah yang pelik sejak munculnya k-13 hingga sekarang. Pergantian Menteri juga berakibat pada pergantian peraturan menteri yang mengatur kurikulum. Tujuannya memang bagus, yakni untuk memperbaiki kurikulum 2013 hingga benar-benar matang dan siap untuk diimplementasikan di seluruh sekolah di Indonesia. Namun, hal ini juga menimbulkan masalah-masalah lain serta membingungkan guru. Misalnya, permendikbud terbaru yang mengatur tentang materi pelajaran matematika kelas 8 yakni Permendikbud No. 24 tahun 2016 lampiran 15, materi spldv pada peraturan sebelumnya diajarkan di semester 2, sedangkan pada peraturan terbaru diajarkan di semester 1. Perbedaan-perbedaan materi ini akan membingungkan guru, peraturan mana yang harus mereka ikuti. Padahal ketika peraturan baru disahkan, maka peraturan lama pun sudah tidak berlaku. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah benar-benar menuntaskan permasalahan terkait kurikulum pendidikan di Indonesia agar tidak berimbas kepada pelaku pendidikan terutama peserta didik.

    ReplyDelete
  4. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    PPs. P.Mat C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Masa transisi KTSP ke K-13 menimbulkan problem bagi dunia pendidikan, dimana buku K-13 yang sebagian besar belum didistribusikan ke sekolah ataupun mengalami kendala percetakan, akantetapi proses pembelajaran sudah dimulai. Selain itu banyak guru yang belum ditatar sehingga mereka pada kebingungan terhadap sistem pembelajaran, sistem penilaian, dan sistem pelaporan/raport yang berbeda jauh dari KTSP. Selain itu, materi yang diajarkan lebih banyak dari kurikulum sebelumnya sedangkan waktu yang diberikan sama dengan kurikulum sebelumnya. Siswa saya juga menemukan buku Agama Islam K-13 yang isinya tidak sesuai/kontradiktif dengan yang seharusnya. Pada saat era transisi kepresidenan, maka mendikbud juga mengalami transisi, dalam masa transisi ini terdapat dualisme kurikulum yang semakin membuat arah pendidikan tidak menentu. Kemudian mendikbud mengalami transisi kembali dimana adanya revisi K-13, serta tentang penentuan kelulusan dengan menerapkan proporsi yang berbeda dari sebelumnya. Masa transisi memang besar dampaknya bagi dunia pendidikan, meski K-13 sudah mengalami revisi akantetapi masih banyak yang perlu direvisi kembali/dikaji ulang terkait dengan K-13, karena K-13 belum proposional terkait dengan ketepatan implementasi materi pada semester tertentu. Terimakasih prof. dengan adanya posko ini semoga dapat membuat K-13 lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kurikulum 2013 (K-13) sebagai kurikulum yang berlaku pada sistem pendidikan Indonesia. Dimana k-13 ini menggunakan konsep pendekatan scientific ( ilmiah), karena dianggap hasinya akan lebih baik dari pendekatan tradisional. Akan tetapi sayangnya, dalam pelatihan yang Cuma beberapa hari itu membuat para guru kebingungan. Terutama dalam aspek penilaian sikap masing- masing peserta didik. Karena membangun kembali cara mengajar serta administrasi guru yang sesuai dengan Kurikulum 2013 ini tidaklah instan. Guru benar-benar mengerti apa yang dilakukannya. Tapi kenyataan dilapangan, tidak semuanya seperti itu.

    ReplyDelete
  6. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Berbicara mengenai pengalaman saya dalam mengimplementasi kurikulum 2013 yang pernah saya lakukan, saya merasa bahwa di daerah saya implementasi kurikulum 2013 belum memenuhi syarat dan standar yang benar. Karena kurikulum 2013 yang menuntut pendekatan saintifik ilmiah belum dapat menjangkau gaya belajar siswa yang ada. Selain itu fasilitas yang ada belum memadai untuk melakukan proses ilmiah, seperti ketika mengamati untuk fasilitas seperti infocus, dll belum di miliki oleh semua sekolah sehingga sulit untuk dilakukan. Dari segi guru, guru diharuskan untuk mengembangkan cara mengajar mereka dengan model-model pembelajaran yang ada (Non-konvensional), selain itu guru dituntut untuk kreatif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif padahal waktu mengajar sedikit. Dari keseluruhan saya menyimpulkan didaerah saya implementasi kurikulum 2013 hanya sebatas retrotrika semata.

    ReplyDelete
  7. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Secara faktual guru mengalami kesulitan dalam pelaksanaan K13, khususnya meningkatkan kemampuan siswa bertanya. Pada saat pemantauan berlangsung pada beberapa kelas yang sedang belajar tidak terpantau siswa yang bertanya atau aktif-interaktif. Kegiatan eksplorasi informasi cenderung karena pengarahan guru dan dilanjutkan dengan mengerjakan tugas. Hal yang menarik cukup banyak guru yang mengakhiri pembelajaran dengan memberikan peluang kepada siswa menyajikan hasil karyanya. Pelajaran diakhiri dengan proses guru memberikan tugas kepada siswa. Pola kegiatan pemberian tugas mendominasi pembelajaran. Pekerjaan rumah banyak diberikan guru dengan kurang mengindahkan perhitungan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Menurut pandangan orang tua murid tugas yang dibebankan kepada siswa melebihi kapasitas beban belajar yang wajar. Hal tersebut banyak dikeluhkan orang tua murid kepada pihak sekolah.

    ReplyDelete
  8. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini memang masih jauh dari apa yang diharapkan jika dibandingkan dengan pendidikan di negara-negara lain, oleh karena itu pemerintah berupaya untuk menginovasi pendidikan di Indonesia agar menjadi berkualitas. Hal ini dilakukan dengan mengubah kurikulum yang ada dari tahun ke tahun. Perubahan ini dilakukan karena adanya kesenjangan kurikulum yang ada antara kondisi saat ini dengan konsep ideal yang diharapkan. Kesenjangan kurikulum ini berupa kompetensi lulusan, materi pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian, tenaga dan tenaga kependidikan serta pengelolaan kurikulum itu sendiri. Untuk saat ini kurikulum yang telah di terapkan di Indonesia adalah kurikulum 2013 yang berbasis kompetensi. Dalam kurikulum 2013 proses pembelajaran yang diterapkan adalah berpusat kepada siswa dalam arti siswa yang selalu diberitahu berubah menjadi siswa mencari tahu dan proses penilaian dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output. Aspek penilaian pun tidak hanya fosus kepada aspek kognitif saja tetapi dilihat juga dari aspek afekktif dan psikomotorik. Guru pun dituntut untuk lebih kreatif dalam mengembangkan metode-metode pembelajaran yang dapat memotivasi siswa dalam belajar. Kurikulum 2013 yang sudah mulai diterapkan ini pada setiap satuan pendidikan ini diharapkan mampu untuk mengidealkan proses pembelajaran di sekolah sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
    Dalam pelaksanaan kurikulum 2013, terdapat banyak kendala yang dihadapi antara lain kurangnya kesiapan guru dan siswa, sarana dan prasarana yang kurang mendukung serta kurangnya sosialisasi tentang kurikulum ini. Namun yang menjadi harapannya adalah tujuan yang ingin dicapai yakni siswa semakin kreatif dan trampil sedangkan guru menjadi lebih profesional dalam melaksanakan tugasnya.

    ReplyDelete
  9. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada pembelajaran dalam skema Kurikulum 2013, guru diharapkan mampu mengimplementasikan pendekatan dan metode pembelajaran yang inovatif (students-centered). Kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip yang berpusat pada peserta didik, mengembangkan kreativitas peserta didik, menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan menantang, bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika, serta menyediakan pengalaman belajar yang beragam. Peserta didik harus didorong untuk mengkonstruksi pengetahuan melalui pengalaman-pengalamannya. Sehingga guru perlu menerapkan berbagai metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna. Pada implementasi kurikulum 2013, guru pada umumnya menggunakan pendekatan scientifics. Salah satu kesulitan pada pendekatan scientific adalah pada kegiatan menanya. Seringkali ditemukan pada saat pembelajaran siswa bersifat pasif dan tidak mau bertanya selama pembelajaran dan dari sisi guru sendiri, mereka harus menunda keinginannya untuk memberikan pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan pada masalah matematika ditunda agar mendorong siswa bertanya. Jika siswa memberikan pertanyaan yang tidak sesuai dengan konteks atau siswa sekedar memberikan komentar, itu bukanlah masalah, yang penting guru harus mengiring anak ke pertanyaan yang diinginkan. Dan pertanyaan yang diharapkan ditulis di RPP.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Untuk melaksanakan kurikulum 2013 secara merata seluruh Indonesia, saya pikir masih memerlukan waktu yang cukup lama dan proses yang panjang. Terutama untuk daerah-daerah terpencil dan daerah perbatasan Indonesia. Berdasarkan pengalaman saya selama KKN pada tahun 2014 di desa yang berbatasan darat dengan Malaysia, disana hanya ada satu sekolah dasar negeri. Pada saat itu, guru disana hanya sekedar mengetahui tentang Kurikulum 2013 dari televisi. Hal ini dikarenakan sulitnya transportasi ke daerah tersebut dan belum adanya sosialisasi tentang K-13 dari dinas Pendidikan setempat, untuk eksplorasi sendiri pun cukup sulit dikarenakan belum adanya sinyal internet di daerah tersebut, sedangkan untuk komunikasi via seluler pun hanya dapat dilakukan pada titik-titik tertentu. Sebenarnya, untuk sarana dan prasarana di sekolah tersebut masih sangat minim, belum terpenuhi sepenuhnya, jadi untuk implementasi K-13 memang memerlukan cukup banyak waktu dan proses yang panjang agar guru benar-benar memahami akan hal tersebut, terutama di daerah terpencil dan daerah perbatasan.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kurukulum 2013 adalah sebuah kurikulum yang berasala dari beberapa kurikulum yang sudah pernah diterapkan seperti KBM dan KTSP, yang mana Kurikulum 2013 ini menyempurnakan dari kurikulum KTSP. Kurikulum 2013 ini tidak berbeda jauh sama kurikulum sebelumnya yang membedakannya adalah adanaya kompetensi inti, yaitu, KI 1, KI 2, KI 3, KI4, yang mana KI 1 menekankan pada aspek spritual, KI 2 menekankan pada aspek sosial, KI 3 menekankan pada aspek Pengetahuan, dan KI 4 mnekankan pada aspek keterampilan. Yang mana ke empat KI itu akan menajdi acuan kita dalam menyusun bentuk RPP, dan Kompetensi dasar dan indoikator-indikator yang akan kita gunakan saat mengajar nanti. Pada kurikulum 2013 ini lebih menekankan pada aspek kerohanian yang mana spritual nya harus ditekankan

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pelaksanaan kurikulum 2013 dilakukan secara bertahap. Pertama dilaksanakan untuk beberapa sekolah di setiap daerah di Indonesia sebagai sekolah contoh untuk penerapannya. Kemudian tahun kemarin yaitu tahun 2016 diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Saya pernah mengajar di salah satu sekolah menengah atas di Bengkulu tepatnya kabupaten Bengkulu Setalan pada tahun 2015. Bertepatan sekolah itu telah dahulu menerapkan kurikulum 2013. Untuk menerapkan kurikulum baru ini sebenarnya sekolah ini memaksakan, sebenarnya apabila dilihat dalam pembelajaran sehari-hari belum mencerminkan bagaimana kurikulum 2013 seharusnya. Saya melihat bahwa guru masih sangat kesulitan dalam merancang pembelajaran dengan pendekatan atau model pembelajaran yang seharusnya diterapkan berdasarkan kurikulum tersebut. Kemudian ketika di dalam kelas pun masih cenderung menggunakan metode ceramah atau ekspositori. Siswa pun mengeluh dengan buku pegangan siswa yang sulit untuk dipahami materinya dan soal-soal latihannya tergolong soal berkategori sulit bagi mereka.

    ReplyDelete
  13. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Berdasarkan pengalaman mengajar di SMP yang juga menerapkan Kurikulum 2013, dan itu masih terhitung baru, menjadi sangat canggung bagi guru dalam implementasinya. Mengapa? Yang pertama adalah kurangnya kesiapan dan bekal bagi guru, sehingga dalam penyusunan RPP pun guru masih kesulitan. Yang kedua, penilaian yang dilakukan mencakup tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Guru kebingungan dalam menilai sikap siswa dan penilaian masih terbatas bersifat kognitif saja. Yang ketiga adalah kendala penerapan model pembelajaran inovatif yang justru malah menimbulkan kebingungan bagi siswa. Terkadang memang siswa lebih nyaman ketika belajar dengan metode ceramah dari guru. Jadi dalam Kurikulum 2013 ini, memang perlu dilakukan pembiasaan-pembiasaan bagi guru maupun siswa agar pelaksanaannya efektif dan tepat tujuan.

    ReplyDelete
  14. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut saya wajar jika belum semua sekolah dapat menerapkan kurikulum 2013. Karena adanya perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 merupakan perubahan yang cepat. Butuh proses dan waktu yang lama bagi sekolah untuk beradaptasi dengan perubahan kurikulum yang ada. Pendistribusian buku juga menjadi masalah, karena wilayah Indonesia yang begitu luas dan pelaksanaan yang terburu-buru mengakibatkan penerimaan buku yang tidak serentak antar daerah. Selain itu banyak revisi yang harus dilakukan pada buku. Perubahan membutuhkan waktu, hasilnya tidak dapat dinilai dalam waktu yang singkat.

    ReplyDelete
  15. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Sebenarnya saya belum pernah mempunyai pengalaman mengajar di sekolah yang menggunakan kurikulum 2013. Namun dari pengalaman saya mendengarkan keluh kesah beberapa siswa dan guru yang di sekolahnya menggunakan kurikulum 2013, dan beberapa postingan yang ada di internet, saya akan mencoba berkomentar untuk postingan ini. Siswa mengeluhkan terjadi kebingungan, karena susunan materi yang mereka pelajari jadi teracak kembali. Ada materi yang sudah mereka pelajari di KTSP dipelajari ulang di K 13 (dalam waktu yang berbeda), dan begitu sebaliknya. Guru mengeluhkan banyaknya bentuk penilaian yang harus dibuat, dan aspek yang dinilai terkadang sulit untu disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Kendala lain seperti belum meratanya sosialisasi, buku cetak, serta kurangnya persiapan bagi beberapa sekolah untuk menerapkan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Proses pembelajaran dengan kurikulum 2013 setidaknya akan berlangsung optimal apabila segala aspeknya telah terpenuhi. Aspek – aspek tersebut diantaranya adalah prosedur yang lengkap telah disosialisasikan melalui pelatihan yang intensif kepada penggerak pendidikan (pengawas, kepsek, guru, dll), sarana dan prasaran yang memadai (buku pegangan guru dan murid, silabus, gedung, dll), kesiapan guru, kesiapan siswa dan segala faktor pendukung lainnya. Berdasarkan pengalaman saya dalam mengajar sebagian besar aspek tersebut beum terpenuhi. Sehingga menimbulkan kesenjangan antara tuntutan yang harus dijalankan dan kesiapan yang ada di lapangan.

    ReplyDelete
  17. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kurikulum 2013 adalah sebuah kurikulum sudah mulai diterapkan pada awal tahun ajaran 2013-2014. Namun tidak semua sekolah langsung menerapkan kurikulum ini. Saya pernah mengalami mengajar pada Sekolah Menengah Atas dengan kurikulum 2013 dan program SKSnya. Karena pada sekolah yang saya ampu waktu itu menggunakan SKS, maka materi yang telah disusun rapi disesuaikan dengan program SKS yang dimiliki sekolah. Dan saya waktu itu merasa nyaman dengan Kurikulum 2013 dengan program SKSnya, karena semua materi bisa diselesaikan tanpa terpenggal-penggal pada setiap jenjang. Karena dengan kebijakan sekolah yang telah mendapat ijin dari dinas, maka sekolah membedah KI, KD agar bisa sesuai dengan program SKS yang diterapkan. Jika dari siswa pun, mereka merasa lebih mudah, karena pada kelas 12 materi yang diajarkan lebih ringan dan kesempatan mereka untuk mempersiapkan UN atau tes masuk perguruan tinggi lebih banyak.

    ReplyDelete
  18. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Kurikulum merupakan suatu alat yang berfungsi sebagai sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum dikembangkan dari pedoman kurikulum yang telah ditentukan. Pedoman ini akan digunakan sebagai penentu jalannya pencapaian tujuan pendidikan. Dalam hal ini yang dimaksud sebagai pedoman yaitu filsafat. Pada dasarnya ada beberapa filsafat yang dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan kurikulum pendidikan. Filsafat tersebut antara lain: Filsafat perennialis, filsafat idealis, filsafat pragmatis, filsafat rekonstruktif, eksistensialis, dan filsafat realis. Tetapi dari beberapa filsafat tersebut, tidak ada satupun jenis filsafat yang dijadikan sebagai dasar pengembangan kurikulum 2013. Hal tersebut dikarenakan, dasar dari filsafat pengembangan kurikulum 2013 merupakan gabungan seleksi dampak positif terbaik dari semua filsafat diatas (filsafat prennialis, filsafat idealis, filsafat rekonstruktif, eksistensialis, dan filsafat realis).

    ReplyDelete
  19. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Ada beberapa poin perubahan kurikulum 2013 pada tahun 2016. Antara lain: Penilaian sikap KI 1 dan KI 2 hanya dilakukan pada mata pelajaran hanya agama dan ppkn, pendekatan scientific 5M bukanlah satu-satunya metode saat mengajar dan apabila digunakan maka susunannya tidak harus berurutan, skala penilaian menjadi 1-100, remedial diberikan untuk yang kurang namun sebelumnya siswa diberikan pembelajaran ulang. Nilai Remedial adalah nilai yang dicantumkan dalam hasil. Selain itu, ada pula perubahan terminologi “ulangan harian” menjadi “penilaian harian”, “UAS” menjadi “PAS (Penilaian Akhir Semester) untuk semester 1 dan “Penilaian Akhir Tahun” untuk semester 2, serta sudah tidak ada lagi uts, langsung ke penilaian akhir semester.

    ReplyDelete
  20. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dewasa ini, kurikulum 2013 sudah mulai diterapkan secara merata, setelah sebelumnya pernah diterapkan lalu dihentikan dan hanya berlaku pada sekolah-sekolah yang sudah siap. Pada awal penerapannya dapat terlihat masalah sebenarnya dari kurikulum 2013 ini yaitu dari segi kesiapan,baik kesiapan pemerintah dan kesiapan sekolah pada khususnya. Persiapan yang kurang matang dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menjadikan kurikulum ini belum berjalan sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete
  21. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Gagasan kurikulum 2013 adalah gagasan yang luar biasa dengan tujuan menciptakan generasi emas Indonesia yang cerdas dan berkarakter. Sayangnya, pelaksanaannya terkesan terburu-buru sehingga menimbulkan banyak permasalahan baru. Terlebih dengan adanya revisi kurikulum K13 mengakibatkan pergeseran bahkan perubahan pada KD pembelajaran. Masalah yang timbul salah satunya yaitu kesenjangan materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  22. Perubahan kurikulum merupakan suatu keniscayaan. Perubahan telah menjadi ketetapan agar semua dapat berjalan. Untuk kurikulum 2013, menurut hemat saya penerapannya terlalu terburu-buru. Masih banyak pertanyaan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran. satu hal yang menjadi ciri dari kurikulum 2013 yaitu metode saintifknya. Dalam memulai pembelajaran, untuk memperoleh pengetahuan harus dilalui melalui pengematan tentang masalah yang kontekstual dan kekinian sehingga diharapkan diperoleh ilmu yang juga kekinian. Perangkat kurikulum ketika diterapkan ternyata mengalami permasalahan yang belum dicarikan solausinya, tentang mata pelajaran yang dihapus, tentang buku yang kurang mendukung dan pendistribusiannya yang terhambat dan sekarang tidak digunakan, terjadi bongkar pasang KD-KD. (terjadi paling tidak tiga kali pergantian KD, KD yang dikelaurkan pada 2013, 2016 dan sekarang 2017). Pembelajaran tetap harus berjalan, guru tetap berusaha untuk menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas, dapat menjadi ajang bagi guru untuk megembangan inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran. kurikulum 2013 masih perlu perbaikan.

    ReplyDelete
  23. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kurikulum 2013 adalah kebijakan baru dari pemerintah yang pada kenyataannya di lapangan, belum dapat sepenuhnya berjalan. Beberapa alasan belum diterapkannya K-13 dibeberapa sekolah adalah karena kurangnya persiapan pemerintah dalam pengadaan perangkat pembelajaran, misalnya seperti buku yang penyebarannya belum merata. Kesiapan guru juga menjadi salah satu masalah dalam keterlaksanaan K-13, hal ini dikarenakan adanya beberapa perubahan seperti metode/pendekatan yang digalakkan dalam k-13 ini adalah metode saintifik. Di lapangan, ada banyak materi yang masih sulit untuk diajarkan dengan metode saintifik.

    ReplyDelete
  24. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    Transisi dari KTSP ke Kurikulum 2013 memang tidak instan terjadi, adanya percobaan dan sosialisasi terhadap sekolah dan guru. kurikulum 2013 saat ini sudah di tetapkan oleh pemerintah, namun belum semua sekolah menggunakan kurikulum tersebut, kurang nya pengetahuan guru dan kurangnya persiapan pemerintah dan sekolag membuat pelaksaannya sedikit terhambat, dan juga keadaan siswa yang beberapa kurang dapat mengikuti proses pendekatan saintifik yang diusung K13, untuk siswa yang aktif tentunya merasa senang dan merasa tertantang namun untuk siswa yang pasif perlu adanya penyesuaian.

    ReplyDelete
  25. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya tidak banyak memiliki pengalaman menggunakan kurikulum 2013. Sehingga hanya sedikit hal yang bisa saya bagikan di sini. Menurut saya, kesulitan yang dirasakan sebagai pengajar dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 adalah pada bahan ajar (buku dan media pembelajaran). Karena buku ajar yang beredar di pasaran sudah tidak sesuai dengan KD dalam kurikulum 2013. Sedangkan buku yang disiapkan oleh pemerintah juga tidak sesuai dengan kurikulum 2013 (revisi) yang berlaku. Sehingga hal ini menjadi tantangan bagi guru, pemerhati pendidikan, serta peneliti untuk menyelesaikan masalah seperti ini. Selain dari segi bahan ajar, pemahaman guru mengenai Kurikulum 2013 belum merata, sehingga sekolah antar kota bisa berbeda materi yang telah disampaikan. Untuk melakukan ulangan semester bersama menjadi hal yang sulit. Hal ini bisa ditanggulangi dengan meningkatkan peran MGMP. Namun yang menjadi faktor lain juga adalah minim nya pelatihan untuk guru-guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  26. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Kurikulum 2013 merupakan
    Pada dasarnya kurikulum 2013 diberlakukan untuk menyempurnakan kurikulum yang sebelumnya, yaitu KTSP. Didalam Kurikulum 2013 diharapkan siswa memiliki 3 kompetensi, yaitu kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Namun pada pelaksanaannya ketidaksiapan guru dalam pembelajaran K13 membuat tujuan dari pendidikan tersebut belum tercapai,ketidaksiapan siswa juga mempengaruhi alur atau proses pembelajaran, prior knowledge yang rendah membuat waktu pembelajaran menjadi lama sehingga tujuan dari pembelajaran tidak tercapai, berdasarkan hal tersebut peran guru dalam membuat perangkat pembelajaran yang baik dan mudah dipahami sangat diperlukan.

    ReplyDelete
  27. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dalam implementasi kurikulum 2013, beberapa keluhan dari para guru diantaranya, sulitnya beradaptasi dengan sitem penilaian pada kurikulum 2013 yang sangat rinci.Hendaknya guru diberikan pelathian dan pemahaman untuk memudahkan mereka dalam melakukanpenilaian. Selain itu, fasilitas pembelajaran yang masih kurang memadai sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan siswa dalam belajar. Misalnya pada buku siswa, terdapat tugas yang harus dicari oleh siswa di internet, namun di sekolah tersebut fasilitas internet belum memadai, atau kurangnya perangkat komputer di sekolah tersebut, maka ini agak menyulitkan siswa.

    ReplyDelete
  28. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kurikulum merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan, sebab didalam kurikulum telah dirumuskan semua yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Sejak tahun 2013, dunia pendidikan Indonesia dihebohkan dengan berita serta perdebatan tanpa ujung tentang Kurikulum 2013. Keluhan dimana-mana lantaran, misalnya guru mengeluhkan dan mengkritik pelatihan kurikulum 2013 yang mereka peroleh dari para instruktur yang disediakan oleh kementerian karena proses pelatihan mirip seminar. Banyak juga yang menyayangkan karena persiapan penerapan kurikulum 2013 ini belum matang karena masih terjadi beberapa perubahan padahal belum lama diterapkan.

    ReplyDelete
  29. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kurikulum 2013 memang telah didesain luar biasa untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia dan lebih mengutamakan pendidikan karakter. Namun hal terjadi di lapangan yang pernah saya temui yaitu keluh kesah siswa yang SD-nya masih menggunakan Kurikulum KTSP, namun SMP-nya menggunakan Kurikulum 2013. Disini siswa sangat kaget dengan materi yang tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Siswa perlu beradaptasi terlebih dahulu. Jadi pelaksanaan Kurikulum 2013 ini harus dikawal dengan baik, dilaksanakan dengan kontinyu dan berproses untuk menuju kesempurnaan.

    ReplyDelete
  30. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Yang menarik dari Kurikulum 2013 adalah dilakukannya tematik-integratif, dimana harus ada penerapan pembelajaran tematik, pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.

    ReplyDelete
  31. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya.

    ReplyDelete
  32. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika

    Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya dan dalam pembelajaran tematik juga sangat berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar.

    ReplyDelete
  33. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Dengan begitu banyaknya kelebihan dan keunggulan Kurikulum 2013, tentu ada kelemahan dan kekurangannya, antara lain yaitu, Kurikulum 2013 bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional karena penekanan pengembangan kurikulum hanya didasarkan pada orientasi pragmatis. Selain itu, kurikulum 2013 tidak didasarkan pada evaluasi dari pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 sehingga dalam pelaksanaannya bisa membingungkan guru dan pemangku pendidikan.

    ReplyDelete
  34. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika

    Kelemahan lainnya yaitu, pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama dalam kurikulum 2013. Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  35. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Dalam Kurikulum 2013, tidak terdapat keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013. Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan.

    ReplyDelete
  36. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kelemahan penting lainnya, pengintegrasian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar. Dewan Pendidikan DIY menilai langkah ini tidak tepat karena rumpun ilmu mata pelajaran-mata pelajaran itu berbeda. Jadi diharapkan pelaksanaan Kurikulum 2013 ini terus dievaluasi dan lebih baik lagi agar tujuan dan harapan terhadap kurikulum ini tercapai.

    ReplyDelete
  37. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Kurikulum 2013 pada saat pertama kali diimplementasikan pada pendidikan di Indonesia memang menimbulkan pro dan kontra. Beberapa pihak menggap bahwa dengan penerapan kurikulum ini siswa menjadi lebih mandiri dengan membiasakan diri mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru. Namun di sisi lain beberapa siswa dan orang tua siswa merasa keberatan dikarenakan beban tugas yang terlalu banyak.

    ReplyDelete
  38. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, pelaksanaan kurikulum 2013 masih belum sepenuhnya efektif karena belum semua sekolah siap untuk melaksanakan kurikulum 2013 ini. Saya belum memiliki data yang valid untuk mendukung pendapat saya, tetapi saya mendengar dari beberapa orang bahwa beberapa sekolah masih –katakanlah- labil dalam menerapkan kurikulum 2013. Misalnya, pada tingkat 1 yaitu kelas 10, kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013, tetapi kita pada kelas 11 karena mungkin belum adanya kesiapan yang matang, kurikulum yang diterapkan kembali pada KTSP 2006.

    ReplyDelete
  39. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran kurikulum 2013 diharuskan adanya inovasi. Hal ini dapat dilihat dari strategi pembelajaran yang direkomendasikan di dalamnya. Misalnya saintifik, project based, problem based learning. Untuk itu dalam penerapannya haruslah diperhatikan. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa dlam penerapannya masih terdapat beberapa kekurangan. Dikarenakan untuk mengubah konvensi (kebiasaan) dalam pembelajaran membuttuhkan proses yang relatif panjang. Untuk itu monitoring evaluasi haruslah dilakukan agar fakta di lapangan dapat segera disiasati oleh pengembang dan pemangku wewenang.

    ReplyDelete
  40. Elli Susilawati
    16709251073
    pmat D

    Kurikulum 2013 lebih menekankan penilaian pada sikap, pengetahuan dan keterampilan. Sikap menjadi penilaian paling utama sebelum menilai kedua hal setelah itu. Dalam Kurikulum 2013 sikap tertuang dalam Kompetensi Inti (KI) satu sampai empat, dan termuat juga dalam Kompetensi Dasar (KD) satu dan dua.Pengetahuan baru dimulai pdaa KD tiga dan keterampilan di KD empat. Dengan demikian, penilaian siswa seluruhnya diserahkan pada sikap bukan hanya pada kognitif semata seperti pelaksanaan UN selama ini.

    ReplyDelete
  41. Elli Susilawati
    16709251073
    pmat D

    Kurikulum 2013 lebih menekankan penilaian pada sikap, pengetahuan dan keterampilan. Sikap menjadi penilaian paling utama sebelum menilai kedua hal setelah itu. Dalam Kurikulum 2013 sikap tertuang dalam Kompetensi Inti (KI) satu sampai empat, dan termuat juga dalam Kompetensi Dasar (KD) satu dan dua.Pengetahuan baru dimulai pdaa KD tiga dan keterampilan di KD empat. Dengan demikian, penilaian siswa seluruhnya diserahkan pada sikap bukan hanya pada kognitif semata seperti pelaksanaan UN selama ini.

    ReplyDelete
  42. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketidak percayaan guru terhadap kemampuan siswa menjadi masalah utama, sehingga guru ragu untuk mengimplementasikan pembelajaran saintifik atau K13 di dalam kelas, proses pembelajaran yang cukup lama dalam pembelajaran saintifik membuat guru enggan melakukan proses kegiatan ilmiah tersebut.

    ReplyDelete
  43. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketersediaan bahan ajar yang manual atau printout menjadi masalah dalam implementasi Kurikulum 2013, pasalnya banyak daerah yang hanya kebagian buku yang tidak sesuai dengan banyaknya siswa, sehingga banyak dari mereka yang hanya belajar menggunakan ebook yang tersedia, padahal belajar dengan ebook ataus ecara digital snagat berbeda dengan belajar dengan buku printout.

    ReplyDelete
  44. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pemecahan pelajaran matematika menjadi matematika wajib dan matematika peminatan menjadi masalah di lapangan, dikarenakan guru yang dulunya mengajar secara KTSP tidak menguasai materi untuk matematika peminatan. Karena menurutnya materi di matematika peminatan terbilang baru, sehingga banyak kekurangan guru untuk matematika peminatan di sekolah-sekolah.

    ReplyDelete
  45. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Beban belajar dengan penambahan waktu belajar menjadi masalah bagi siswa, siswa belum siap untuk mengikuti pembelajaran sehingga mengakibatkan banyaknya pengaduan dari orangtua terkait dengan kurikulum 2013 ini.

    ReplyDelete
  46. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk mengubah dunia pendidikan agar dapat mencetak individu yang dapat bersaing dengan dunia luar. Tetapi pada kenyataannya, masih terdapat kendala-kendala yang dialami. Mulai dari guru, siswa, perangkatnya, semua yang berkaitan dengan pendidikan.

    ReplyDelete
  47. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kesan terburu-buru menjadi salah satu faktor tujuan kurikulum tidak tercapai secara maksimal. Seharusnya terdapat pelatihan dan pembekalan terlebih dahulu kepada guru-guru untuk memahami perubahan kurikulum yang ada sehingga guru-guru dapat mengembangan perangkat pembelajaran secara optimal menurut tujuan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  48. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari sudut pandang siswa, perubahan kurikulum ini juga berdampak pada proses pembelajaran terutama untuk pembelajaran SD yang berubah menjadi tematik. Siswa sempat mengalami kebingungan karena tidak ada fokus utama dalam mempelajari materinya.

    ReplyDelete
  49. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk itu, perubahan kurikulum dari KTSP menjadi 2013 ini perlu kerja sama dari semua pihak yang terkait agar tujuan dari adanya kurikulum 2013 tercapai secara maksimal dan akan menghasilkan individu yang dapat bersaing dengan dunia luar.

    ReplyDelete
  50. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kurikulum merupakan suatu alat atau landasan yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembelajaran di dunia pendidikan. Sejatinya kurikulum yang berganti itu untuk memperbaiki kurikulum sebelumnya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergantian atau perbaharuan kurikulum tersebut salah satunya karena globalisasi pendidikan yang terjadi saat ini.

    ReplyDelete
  51. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kurikulum 2013 atau yang biasa disebut dengan K13, merupakan kurikulum yang memperbaiki kurikulum sebelumnya, KTSP 2006. K13 memang menerapkan prinsip-prinsip yang bertolak belakang dari KTSP, seperti dalam pembelajaran, K13 menggunakan sistem student centre bukan lagi teacher centre.

    ReplyDelete
  52. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Namun, pada kenyataannya, tidak dapat dipungkiri bahwa penerapan K13 ini belum merata dan belum diterapkan sesuai landasan-landasan dari K13 itu sendiri. Masih banyak sekolah-sekolah yang masih menggunakan KTSP bahkan sekolah-sekolah yang sudah menggunakan K13 juga belum sepenuhnya menerapkan K13 di dalam pembelajaran. Maka ini merupakan suatu evaluasi yang sebaiknya harus diperhatikan karena ini berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di sekolah.

    ReplyDelete
  53. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk memaksimalkan penerapan kurikulum 2013 agar tujuan yang diingikan tercapai, sebaiknya pemerintah tetap melaksanakan pelatihan dan pembinaan kepada guru-guru ataupun calon-calon guru. Karena masih banyak guru bingung dalam pembuatan RPP dan konsep dasar tentang adanya kurikulum 2013

    ReplyDelete
  54. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kurikulum 2013 merupakan perbaikan kurikulm sebelunya yaitu ktsp. Seperti yang tertulis pada namanya, kurikulum ini mulai dikenalkan pada tahun 2013. Hal yang identik dengan kurikulum 2013 ini adalah adanya metode pembelajaran saintifik.

    ReplyDelete
  55. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Metode pembelajaran saintifik adalah metode pembelajaran yang terdiri dari 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Menalar, Mengomunikasikan. Metode ini bertujuan untuk membuat pembelajaran sehingga siswa menjadi lebih aktif dan dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannya. Dan pembelajaran akan menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  56. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pemerintah selama ini terus berupaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melalui perbaikan-perbaikan kurikulum yang ada.

    ReplyDelete
  57. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam kurikulum 2013 perlu persiapan yang matang. Persiapan yang benar-benar akan membuat guru lebih mudah mengadakan pembelajaran di kelas. Persiapan di sini mencakup kesiapan guru dan sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran di sekolah.

    ReplyDelete
  58. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ada beberapa sekolah yang telah menggunakan kurikulum 2013 ini dan juga ada yang belum memakainya. Tahun ajaran baru 2017/2018 rencananya beberapa sekolah di Bantul akan memakai kurikulum 2013 yang sebelumnya mereka masih memakai kurikulum KTSP. Akan tetapi keputusan ini masih menunggu kepastian dari pihak sekolah dan dinas pendidikan.

    ReplyDelete
  59. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Penerapan kurikulum 2013 menjadi sebuah hal menarik di dunia pendidikan Indonesia. Banyak hal positif tentang gagasan ini. Akan tetapi juga pada awalnya banyak siswa dan orang tua mengadu ke sekolah karena merasa kurikulum ini memberikan pembelajaran yang mensusahkan siswa. Siswa yang belum tahu apa-apa tentang materi tiba-tiba harus sudah mengerjakan soal-soal.

    ReplyDelete
  60. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelaksanaan kurikulum 2013 di lapangan menurut saya kurang optimal dilihat dari observasi saya pada saat observasi untuk kegiatan PPL. Hal yang saya lihat dan saya gali dari guru bahwa dalam pemanfaatan metode baru sekedar ke konsep stting pemmbelajaran belum sampai proses siswa merekonstruksi pengetahuannya sendiri. Hal ini mungkin masih wajar karena masa ini adalah masa transisi janganlah pemerintah langsung meminta hasil jadi yang baik namun lihatlah proses yang terjadi disini masi pada proses perubahan proses. Sehingga hasil yang baik belumlah tampak.

    ReplyDelete
  61. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014
    Pengalaman saya adalah saya memiliki siswa les kelas 8 smp, dan siswa tersebut disekolahnya menggunakan kurikulum 2013, pembelaajran yang dilakukan disekolah belum 100% menggunakan aturan kurikulum 2013 namun siswa telah diberikan tugas dan pr sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu mengenai penalaran dan analisis, hal itu membuat siswa bingung karena proses pembelajaran belum sepenuhnya menggnakan k13 namun diberi tugas dan pr sesuai k13, akibatnya adalah siswa berfikir bahwa dia tidak harus pandai anlaisis dan penalaran karna soal ujiannya tidak analisis dan penalaran, siswa saya cenderung tidak tertarik belajar seusai k13 karena orientasi disekolahnya masih berdasarkan hasil , jadi siswa saya hanya ingin mengejar hasil nilai yang bagus.

    ReplyDelete
  62. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pandangan Kurikulum 2013, kegiatan pembelajaran adalah suatu proses pendidikan yang memberikan kesempatan bagi siswa agar dapat mengembangkan segala potensi yang mereka miliki menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dilihat dari aspek sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor). Kemampuan ini akan diperlukan oleh siswa tersebut untuk kehidupannya dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan kehidupan umat manusia. Karena itu suatu kegiatan pembelajaran seharusnya mempunyai arah yang menuju pemberdayaan semua potensi siswa agar dapat menjadi kompetensi yang diharapkan.

    ReplyDelete
  63. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari KTSP 2006. Perubahan tersebut telah disesuaikan dengan perkembangan zaman, dimana siswa harus aktif untuk mencari, menemukan, san menyimoulkan sendiri pembelajaran di sekolah.

    ReplyDelete
  64. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum terbaru di Indonesia yang sebenarnya telah disusun sedemikian rupa untuk mengejar ketertinggalan pendidikan Indonesia, pendekatan yang digunakan telah merujuk pendidikan di luar negeri yaitu menggunakan pendekatan saintifik, dan yang lain-lain telah disusun rapi. Secara kurikulum keseluruhan, iya, tetapi pada kompetensi dasar yang harus dicapai dan indikator, kurikulum 2013 ini masih dapat dikatakan labil, di tahun 2014 mengalami revisi, banyak KD dan indikator yang diganti atau dihapus, kemudian pada tahun 2016 mengalami revisi lagi, sehingga membingungkan bagi pihak sekolah yang menggunakan kurikulum ini.

    ReplyDelete
  65. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    kurikulum 2013 dirancang berdasarkan karakteristik sebagai berikut:
    1. mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik;
    2. sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
    3. mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
    4. memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
    5. kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar Mata pelajaran;
    6. kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti;

    ReplyDelete
  66. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan MAtematika A 2014

    Menurut saya dalam penerapan k13 memang masih perlu banyak pembenahan. karena seperti yang diliat pada kenyataannya, bahwa guru masih kebanyakan bingung dan belum sepenuhnya menerapkan keseluruhan dari metode kurikulum 2013 tersebut.

    ReplyDelete
  67. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan matematika I 2014

    Penerapan kurikulum 2013 menurut pengalamn saya masih belum sesuai dengan tujuan dan terkesan memaksa dalam pelaksanaannya. Para orang tua sering mengeluhkan kurikulum 2013 yang terlalu tinggi khususnya untuk tingkatan anak SD dan kadang gurunya sendiripun masih kesulitan dalam penerapannya, entah ini disebabkan karena memang kurangnya sosialisasi mengenai proses pembelajarannya ataupun memang gurunya disini kurang inovatif.

    ReplyDelete
  68. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan matematika I 2014

    Penerapan materi peminatan yang terlalu berat pada jenjang SMA juga perlu saya pertanyakan. Sperti yang diketahui materi peminatan SMA matematika terkait geometri yang saya dapatkan ketika kuliah sekarang sudah ada pada jenjang SMA padahal hitungannya dalam perkuliahan saya telah menempuh mata kuliah geometri dasar (bidang dan ruang). Jika dikaji dari kognitif load teori apakah sepadan ?

    ReplyDelete
  69. KHOIRUDIN
    14301244002

    Kurikulum 2013 adalah pengganti kurikulum KTSP. Terdapat tiga aspek penilaian di dalam Kurikulum 2013, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

    ReplyDelete
  70. KHOIRUDIN
    14301244002

    Berdasarkan informasi ditemukan beberapa hal baru dalam kurikulum 2013, kurikulum ini sudah diimplementasikan pada sekolah-sekolah tertentu tahun pelajaran 2013-2014. Kurikulum 2013 secara resmi diluncurkan pada tanggal 15 Juli 2013.

    ReplyDelete
  71. KHOIRUDIN
    14301244002

    Kurikulum 2013 berbeda dengan kurikulum –kurikulum sebelumnya. Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan, modivikasi dan pemutakhiran dari kurikulum sebelumnya. Sampai saat ini pun saya belum menerima wujud aslinya seperti apa. Namun berdasarkan informasi, ditemukan beberapa hal yang baru pada kurikulum 2013

    ReplyDelete
  72. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Tahun pelajaran 2014/2015 ini, jumlah sekolah yang akan melaksanakan kurikulum 2013 bertambah berkali lipat. Jika pada tahun pelajaran 2013/2014 lalu jumlah sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 sangat terbatas (hanya sekolah sasaran), tahun pelajaran 2014/2015 seluruh sekolah harus melaksanakan (untuk SD kelas I, II, IV, V). Para guru kelas yang akan melaksanakan kurikulum tersebut sudah mengikuti pelatihan.

    ReplyDelete
  73. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kurikulum 2013 menerapkan pembelajaran tematik-integratif untuk seluruh jenjang kelas SD, Ini berbeda dengan penerapan pembelajaran pada kurikulum sebelumnya, yang hanya menerapkan pembelajaran tematik (hanya tematik, tanpa tambahan integratif) pada siswa kelas I – III. Sedangkan untuk kelas IV – VI, pembelajarannya berbasis mata pelajaran.

    ReplyDelete
  74. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Berbeda dengan pendekatan pembelajaran pada kurikulum sebelumnya, pada kurikulum 2013, pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik (ilmiah) dalam pembelajaran dimaksudkan bahwa pembelajaran harus didasarkan pada fakta, bukan sekadar kira-kira. Dalam praktiknya, pembelajaran ini meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, menarik kesimpulan, mengomunikasikan.

    ReplyDelete
  75. NurritaSabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Iplementasi kurikulum 2013 masih sangat jauh dari idealitas kurikulu 2013. Sewaktu observasi PPL kemarin saya menemukan paradigma pebelajaran masih teacher center padahal semestinya menurut kurikulum 2013 paradigma pembelajaran berpusat pada siswa(students center)

    ReplyDelete
  76. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang sedang diterapkan di Indonesia. Kurikulum ini belum dapat diterapkan diseluruh wilayah Indonesia khususnya daerah SM3T. Hal ini dikarenakan kurangnya persiapan guru, kepala sekolah, dinas kependidikan, fasilitas pendidikan, dan pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan dalam menerapkan kurikulum 2013. Dalam kurikulum ini pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran yang modern dengan pembelajaran inovatif, kreatif dan interaktif sehingga siswa menjadi lebih aktif dan lebih mandiri dalam mengolah pengetahuannya karena pengetahuan yang didapat siswa dengan pembelajaran seperti itu berasal dari usaha siswa sendiri.

    ReplyDelete
  77. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    kurikulum 2013 menekankan pada pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik dalam pembelajaran memiliki sintak-sintak sebagai berikut:
    1. mengamati
    2. menanya
    3. mengumpulkan informasi
    4. mengasosiasi
    5. mengomunikasikan

    ReplyDelete