Oct 12, 2013

POSKO KURIKULUM 2013

Dear all,



Pada Forum ini saya membuka POSKO KURIKULUM 2013, dengan tujuan mengomunikasikan dan sharing pengalaman tentang aspek implementasi Kurikulum 2013.

Untuk itu saya mengharap partisipasi segenap pembaca yang mempunyai pengalaman atau mempunyai data tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013 di manapun.

Untuk para mahasiswa yang sekarang mengikuti Kuliah Filsafat Ilmu atau Filsafat Pendidikan Matematika, saya menugaskan untuk mencari informasi sedapat-dapatnya berkaitan dengan Pelaksanaan Kurikulum 2013, baik yang bersifat sebagai faktor pendukung, kendala atau kesulitan, dsb.

Melalui Kolom Komen, tulislah segala macam aspek pelaksanaan Kurikulum 2013 yang mampu ditulis, jika dilengkapi data apa, dimana, dan kapan tentu lebih baik. Jadi tulisan bersifat lebih OTENTIK daripada sekedar tanggapan atau analisis. Jika ada analisis tentu lebih baik jika berdasar data yang ada.

Pengalaman anda akan bermanfaat bagi yang lain jika dapat ditulis dan ditayangkan.

Kepada Mahasiswa saya, mohon juga agar keberadaan POSKO Kurikulum 2013 ini dapat disebar luaskan, sehingga khalayak umum atau guru dapat juga berpartisipasi.

Forum ini bersifat terbuka dan dapat dibaca untuk umum dan semata-mata untuk kepentingan Kajian Ilmiah/Akademik.

Selamat mencoba, dan ditunggu kontribusinya.

Selamat berjuang

12 Oktober 2013

Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA UNY

Catatan:
1. Untuk mahasiswa S2 Kuliah Filsafat Ilmu WAJIB membuat/memberi komen/uraian (disertai fakta lebih baik), karena hasil dari forum POSKO 2013 akan dijadikan sebagai bahan Kajian Implementasi Filsafat Ilmu.
2. Salah satu manfaat Forum ini juga untuk membuat equilibrium atau keseimbangan (tesis-anti tesis) para mahasiswa dalam Kuliah Filsafat, agar Filsafatnya bersifat sensitif terhadap masalah aktual.

127 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Ada beberapa poin perubahan kurikulum 2013 pada tahun 2016. Antara lain: Penilaian sikap KI 1 dan KI 2 hanya dilakukan pada mata pelajaran hanya agama dan ppkn, pendekatan scientific 5M bukanlah satu-satunya metode saat mengajar dan apabila digunakan maka susunannya tidak harus berurutan, skala penilaian menjadi 1-100, remedial diberikan untuk yang kurang namun sebelumnya siswa diberikan pembelajaran ulang. Nilai Remedial adalah nilai yang dicantumkan dalam hasil. Selain itu, ada pula perubahan terminologi “ulangan harian” menjadi “penilaian harian”, “UAS” menjadi “PAS (Penilaian Akhir Semester) untuk semester 1 dan “Penilaian Akhir Tahun” untuk semester 2, serta sudah tidak ada lagi uts, langsung ke penilaian akhir semester.

    ReplyDelete
  2. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dewasa ini, kurikulum 2013 sudah mulai diterapkan secara merata, setelah sebelumnya pernah diterapkan lalu dihentikan dan hanya berlaku pada sekolah-sekolah yang sudah siap. Pada awal penerapannya dapat terlihat masalah sebenarnya dari kurikulum 2013 ini yaitu dari segi kesiapan,baik kesiapan pemerintah dan kesiapan sekolah pada khususnya. Persiapan yang kurang matang dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menjadikan kurikulum ini belum berjalan sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete
  3. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Gagasan kurikulum 2013 adalah gagasan yang luar biasa dengan tujuan menciptakan generasi emas Indonesia yang cerdas dan berkarakter. Sayangnya, pelaksanaannya terkesan terburu-buru sehingga menimbulkan banyak permasalahan baru. Terlebih dengan adanya revisi kurikulum K13 mengakibatkan pergeseran bahkan perubahan pada KD pembelajaran. Masalah yang timbul salah satunya yaitu kesenjangan materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  4. Perubahan kurikulum merupakan suatu keniscayaan. Perubahan telah menjadi ketetapan agar semua dapat berjalan. Untuk kurikulum 2013, menurut hemat saya penerapannya terlalu terburu-buru. Masih banyak pertanyaan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran. satu hal yang menjadi ciri dari kurikulum 2013 yaitu metode saintifknya. Dalam memulai pembelajaran, untuk memperoleh pengetahuan harus dilalui melalui pengematan tentang masalah yang kontekstual dan kekinian sehingga diharapkan diperoleh ilmu yang juga kekinian. Perangkat kurikulum ketika diterapkan ternyata mengalami permasalahan yang belum dicarikan solausinya, tentang mata pelajaran yang dihapus, tentang buku yang kurang mendukung dan pendistribusiannya yang terhambat dan sekarang tidak digunakan, terjadi bongkar pasang KD-KD. (terjadi paling tidak tiga kali pergantian KD, KD yang dikelaurkan pada 2013, 2016 dan sekarang 2017). Pembelajaran tetap harus berjalan, guru tetap berusaha untuk menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas, dapat menjadi ajang bagi guru untuk megembangan inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran. kurikulum 2013 masih perlu perbaikan.

    ReplyDelete
  5. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kurikulum 2013 adalah kebijakan baru dari pemerintah yang pada kenyataannya di lapangan, belum dapat sepenuhnya berjalan. Beberapa alasan belum diterapkannya K-13 dibeberapa sekolah adalah karena kurangnya persiapan pemerintah dalam pengadaan perangkat pembelajaran, misalnya seperti buku yang penyebarannya belum merata. Kesiapan guru juga menjadi salah satu masalah dalam keterlaksanaan K-13, hal ini dikarenakan adanya beberapa perubahan seperti metode/pendekatan yang digalakkan dalam k-13 ini adalah metode saintifik. Di lapangan, ada banyak materi yang masih sulit untuk diajarkan dengan metode saintifik.

    ReplyDelete
  6. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    Transisi dari KTSP ke Kurikulum 2013 memang tidak instan terjadi, adanya percobaan dan sosialisasi terhadap sekolah dan guru. kurikulum 2013 saat ini sudah di tetapkan oleh pemerintah, namun belum semua sekolah menggunakan kurikulum tersebut, kurang nya pengetahuan guru dan kurangnya persiapan pemerintah dan sekolag membuat pelaksaannya sedikit terhambat, dan juga keadaan siswa yang beberapa kurang dapat mengikuti proses pendekatan saintifik yang diusung K13, untuk siswa yang aktif tentunya merasa senang dan merasa tertantang namun untuk siswa yang pasif perlu adanya penyesuaian.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya tidak banyak memiliki pengalaman menggunakan kurikulum 2013. Sehingga hanya sedikit hal yang bisa saya bagikan di sini. Menurut saya, kesulitan yang dirasakan sebagai pengajar dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 adalah pada bahan ajar (buku dan media pembelajaran). Karena buku ajar yang beredar di pasaran sudah tidak sesuai dengan KD dalam kurikulum 2013. Sedangkan buku yang disiapkan oleh pemerintah juga tidak sesuai dengan kurikulum 2013 (revisi) yang berlaku. Sehingga hal ini menjadi tantangan bagi guru, pemerhati pendidikan, serta peneliti untuk menyelesaikan masalah seperti ini. Selain dari segi bahan ajar, pemahaman guru mengenai Kurikulum 2013 belum merata, sehingga sekolah antar kota bisa berbeda materi yang telah disampaikan. Untuk melakukan ulangan semester bersama menjadi hal yang sulit. Hal ini bisa ditanggulangi dengan meningkatkan peran MGMP. Namun yang menjadi faktor lain juga adalah minim nya pelatihan untuk guru-guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  8. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Kurikulum 2013 merupakan
    Pada dasarnya kurikulum 2013 diberlakukan untuk menyempurnakan kurikulum yang sebelumnya, yaitu KTSP. Didalam Kurikulum 2013 diharapkan siswa memiliki 3 kompetensi, yaitu kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Namun pada pelaksanaannya ketidaksiapan guru dalam pembelajaran K13 membuat tujuan dari pendidikan tersebut belum tercapai,ketidaksiapan siswa juga mempengaruhi alur atau proses pembelajaran, prior knowledge yang rendah membuat waktu pembelajaran menjadi lama sehingga tujuan dari pembelajaran tidak tercapai, berdasarkan hal tersebut peran guru dalam membuat perangkat pembelajaran yang baik dan mudah dipahami sangat diperlukan.

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dalam implementasi kurikulum 2013, beberapa keluhan dari para guru diantaranya, sulitnya beradaptasi dengan sitem penilaian pada kurikulum 2013 yang sangat rinci.Hendaknya guru diberikan pelathian dan pemahaman untuk memudahkan mereka dalam melakukanpenilaian. Selain itu, fasilitas pembelajaran yang masih kurang memadai sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan siswa dalam belajar. Misalnya pada buku siswa, terdapat tugas yang harus dicari oleh siswa di internet, namun di sekolah tersebut fasilitas internet belum memadai, atau kurangnya perangkat komputer di sekolah tersebut, maka ini agak menyulitkan siswa.

    ReplyDelete
  10. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kurikulum merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan, sebab didalam kurikulum telah dirumuskan semua yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Sejak tahun 2013, dunia pendidikan Indonesia dihebohkan dengan berita serta perdebatan tanpa ujung tentang Kurikulum 2013. Keluhan dimana-mana lantaran, misalnya guru mengeluhkan dan mengkritik pelatihan kurikulum 2013 yang mereka peroleh dari para instruktur yang disediakan oleh kementerian karena proses pelatihan mirip seminar. Banyak juga yang menyayangkan karena persiapan penerapan kurikulum 2013 ini belum matang karena masih terjadi beberapa perubahan padahal belum lama diterapkan.

    ReplyDelete
  11. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kurikulum 2013 memang telah didesain luar biasa untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia dan lebih mengutamakan pendidikan karakter. Namun hal terjadi di lapangan yang pernah saya temui yaitu keluh kesah siswa yang SD-nya masih menggunakan Kurikulum KTSP, namun SMP-nya menggunakan Kurikulum 2013. Disini siswa sangat kaget dengan materi yang tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Siswa perlu beradaptasi terlebih dahulu. Jadi pelaksanaan Kurikulum 2013 ini harus dikawal dengan baik, dilaksanakan dengan kontinyu dan berproses untuk menuju kesempurnaan.

    ReplyDelete
  12. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Yang menarik dari Kurikulum 2013 adalah dilakukannya tematik-integratif, dimana harus ada penerapan pembelajaran tematik, pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.

    ReplyDelete
  13. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya.

    ReplyDelete
  14. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika

    Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya dan dalam pembelajaran tematik juga sangat berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar.

    ReplyDelete
  15. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Dengan begitu banyaknya kelebihan dan keunggulan Kurikulum 2013, tentu ada kelemahan dan kekurangannya, antara lain yaitu, Kurikulum 2013 bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional karena penekanan pengembangan kurikulum hanya didasarkan pada orientasi pragmatis. Selain itu, kurikulum 2013 tidak didasarkan pada evaluasi dari pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 sehingga dalam pelaksanaannya bisa membingungkan guru dan pemangku pendidikan.

    ReplyDelete
  16. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika

    Kelemahan lainnya yaitu, pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama dalam kurikulum 2013. Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  17. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Dalam Kurikulum 2013, tidak terdapat keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013. Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan.

    ReplyDelete
  18. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kelemahan penting lainnya, pengintegrasian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar. Dewan Pendidikan DIY menilai langkah ini tidak tepat karena rumpun ilmu mata pelajaran-mata pelajaran itu berbeda. Jadi diharapkan pelaksanaan Kurikulum 2013 ini terus dievaluasi dan lebih baik lagi agar tujuan dan harapan terhadap kurikulum ini tercapai.

    ReplyDelete
  19. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Kurikulum 2013 pada saat pertama kali diimplementasikan pada pendidikan di Indonesia memang menimbulkan pro dan kontra. Beberapa pihak menggap bahwa dengan penerapan kurikulum ini siswa menjadi lebih mandiri dengan membiasakan diri mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru. Namun di sisi lain beberapa siswa dan orang tua siswa merasa keberatan dikarenakan beban tugas yang terlalu banyak.

    ReplyDelete
  20. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, pelaksanaan kurikulum 2013 masih belum sepenuhnya efektif karena belum semua sekolah siap untuk melaksanakan kurikulum 2013 ini. Saya belum memiliki data yang valid untuk mendukung pendapat saya, tetapi saya mendengar dari beberapa orang bahwa beberapa sekolah masih –katakanlah- labil dalam menerapkan kurikulum 2013. Misalnya, pada tingkat 1 yaitu kelas 10, kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013, tetapi kita pada kelas 11 karena mungkin belum adanya kesiapan yang matang, kurikulum yang diterapkan kembali pada KTSP 2006.

    ReplyDelete
  21. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran kurikulum 2013 diharuskan adanya inovasi. Hal ini dapat dilihat dari strategi pembelajaran yang direkomendasikan di dalamnya. Misalnya saintifik, project based, problem based learning. Untuk itu dalam penerapannya haruslah diperhatikan. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa dlam penerapannya masih terdapat beberapa kekurangan. Dikarenakan untuk mengubah konvensi (kebiasaan) dalam pembelajaran membuttuhkan proses yang relatif panjang. Untuk itu monitoring evaluasi haruslah dilakukan agar fakta di lapangan dapat segera disiasati oleh pengembang dan pemangku wewenang.

    ReplyDelete
  22. Elli Susilawati
    16709251073
    pmat D

    Kurikulum 2013 lebih menekankan penilaian pada sikap, pengetahuan dan keterampilan. Sikap menjadi penilaian paling utama sebelum menilai kedua hal setelah itu. Dalam Kurikulum 2013 sikap tertuang dalam Kompetensi Inti (KI) satu sampai empat, dan termuat juga dalam Kompetensi Dasar (KD) satu dan dua.Pengetahuan baru dimulai pdaa KD tiga dan keterampilan di KD empat. Dengan demikian, penilaian siswa seluruhnya diserahkan pada sikap bukan hanya pada kognitif semata seperti pelaksanaan UN selama ini.

    ReplyDelete
  23. Elli Susilawati
    16709251073
    pmat D

    Kurikulum 2013 lebih menekankan penilaian pada sikap, pengetahuan dan keterampilan. Sikap menjadi penilaian paling utama sebelum menilai kedua hal setelah itu. Dalam Kurikulum 2013 sikap tertuang dalam Kompetensi Inti (KI) satu sampai empat, dan termuat juga dalam Kompetensi Dasar (KD) satu dan dua.Pengetahuan baru dimulai pdaa KD tiga dan keterampilan di KD empat. Dengan demikian, penilaian siswa seluruhnya diserahkan pada sikap bukan hanya pada kognitif semata seperti pelaksanaan UN selama ini.

    ReplyDelete
  24. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketidak percayaan guru terhadap kemampuan siswa menjadi masalah utama, sehingga guru ragu untuk mengimplementasikan pembelajaran saintifik atau K13 di dalam kelas, proses pembelajaran yang cukup lama dalam pembelajaran saintifik membuat guru enggan melakukan proses kegiatan ilmiah tersebut.

    ReplyDelete
  25. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketersediaan bahan ajar yang manual atau printout menjadi masalah dalam implementasi Kurikulum 2013, pasalnya banyak daerah yang hanya kebagian buku yang tidak sesuai dengan banyaknya siswa, sehingga banyak dari mereka yang hanya belajar menggunakan ebook yang tersedia, padahal belajar dengan ebook ataus ecara digital snagat berbeda dengan belajar dengan buku printout.

    ReplyDelete
  26. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pemecahan pelajaran matematika menjadi matematika wajib dan matematika peminatan menjadi masalah di lapangan, dikarenakan guru yang dulunya mengajar secara KTSP tidak menguasai materi untuk matematika peminatan. Karena menurutnya materi di matematika peminatan terbilang baru, sehingga banyak kekurangan guru untuk matematika peminatan di sekolah-sekolah.

    ReplyDelete
  27. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Beban belajar dengan penambahan waktu belajar menjadi masalah bagi siswa, siswa belum siap untuk mengikuti pembelajaran sehingga mengakibatkan banyaknya pengaduan dari orangtua terkait dengan kurikulum 2013 ini.

    ReplyDelete
  28. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk mengubah dunia pendidikan agar dapat mencetak individu yang dapat bersaing dengan dunia luar. Tetapi pada kenyataannya, masih terdapat kendala-kendala yang dialami. Mulai dari guru, siswa, perangkatnya, semua yang berkaitan dengan pendidikan.

    ReplyDelete
  29. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kesan terburu-buru menjadi salah satu faktor tujuan kurikulum tidak tercapai secara maksimal. Seharusnya terdapat pelatihan dan pembekalan terlebih dahulu kepada guru-guru untuk memahami perubahan kurikulum yang ada sehingga guru-guru dapat mengembangan perangkat pembelajaran secara optimal menurut tujuan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  30. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari sudut pandang siswa, perubahan kurikulum ini juga berdampak pada proses pembelajaran terutama untuk pembelajaran SD yang berubah menjadi tematik. Siswa sempat mengalami kebingungan karena tidak ada fokus utama dalam mempelajari materinya.

    ReplyDelete
  31. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk itu, perubahan kurikulum dari KTSP menjadi 2013 ini perlu kerja sama dari semua pihak yang terkait agar tujuan dari adanya kurikulum 2013 tercapai secara maksimal dan akan menghasilkan individu yang dapat bersaing dengan dunia luar.

    ReplyDelete
  32. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kurikulum merupakan suatu alat atau landasan yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembelajaran di dunia pendidikan. Sejatinya kurikulum yang berganti itu untuk memperbaiki kurikulum sebelumnya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergantian atau perbaharuan kurikulum tersebut salah satunya karena globalisasi pendidikan yang terjadi saat ini.

    ReplyDelete
  33. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kurikulum 2013 atau yang biasa disebut dengan K13, merupakan kurikulum yang memperbaiki kurikulum sebelumnya, KTSP 2006. K13 memang menerapkan prinsip-prinsip yang bertolak belakang dari KTSP, seperti dalam pembelajaran, K13 menggunakan sistem student centre bukan lagi teacher centre.

    ReplyDelete
  34. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Namun, pada kenyataannya, tidak dapat dipungkiri bahwa penerapan K13 ini belum merata dan belum diterapkan sesuai landasan-landasan dari K13 itu sendiri. Masih banyak sekolah-sekolah yang masih menggunakan KTSP bahkan sekolah-sekolah yang sudah menggunakan K13 juga belum sepenuhnya menerapkan K13 di dalam pembelajaran. Maka ini merupakan suatu evaluasi yang sebaiknya harus diperhatikan karena ini berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di sekolah.

    ReplyDelete
  35. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan matematika I 2014

    Penerapan kurikulum 2013 menurut pengalamn saya masih belum sesuai dengan tujuan dan terkesan memaksa dalam pelaksanaannya. Para orang tua sering mengeluhkan kurikulum 2013 yang terlalu tinggi khususnya untuk tingkatan anak SD dan kadang gurunya sendiripun masih kesulitan dalam penerapannya, entah ini disebabkan karena memang kurangnya sosialisasi mengenai proses pembelajarannya ataupun memang gurunya disini kurang inovatif.

    ReplyDelete
  36. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan matematika I 2014

    Penerapan materi peminatan yang terlalu berat pada jenjang SMA juga perlu saya pertanyakan. Sperti yang diketahui materi peminatan SMA matematika terkait geometri yang saya dapatkan ketika kuliah sekarang sudah ada pada jenjang SMA padahal hitungannya dalam perkuliahan saya telah menempuh mata kuliah geometri dasar (bidang dan ruang). Jika dikaji dari kognitif load teori apakah sepadan ?

    ReplyDelete
  37. KHOIRUDIN
    14301244002

    Kurikulum 2013 adalah pengganti kurikulum KTSP. Terdapat tiga aspek penilaian di dalam Kurikulum 2013, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

    ReplyDelete
  38. KHOIRUDIN
    14301244002

    Berdasarkan informasi ditemukan beberapa hal baru dalam kurikulum 2013, kurikulum ini sudah diimplementasikan pada sekolah-sekolah tertentu tahun pelajaran 2013-2014. Kurikulum 2013 secara resmi diluncurkan pada tanggal 15 Juli 2013.

    ReplyDelete
  39. KHOIRUDIN
    14301244002

    Kurikulum 2013 berbeda dengan kurikulum –kurikulum sebelumnya. Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan, modivikasi dan pemutakhiran dari kurikulum sebelumnya. Sampai saat ini pun saya belum menerima wujud aslinya seperti apa. Namun berdasarkan informasi, ditemukan beberapa hal yang baru pada kurikulum 2013

    ReplyDelete
  40. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Tahun pelajaran 2014/2015 ini, jumlah sekolah yang akan melaksanakan kurikulum 2013 bertambah berkali lipat. Jika pada tahun pelajaran 2013/2014 lalu jumlah sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 sangat terbatas (hanya sekolah sasaran), tahun pelajaran 2014/2015 seluruh sekolah harus melaksanakan (untuk SD kelas I, II, IV, V). Para guru kelas yang akan melaksanakan kurikulum tersebut sudah mengikuti pelatihan.

    ReplyDelete
  41. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kurikulum 2013 menerapkan pembelajaran tematik-integratif untuk seluruh jenjang kelas SD, Ini berbeda dengan penerapan pembelajaran pada kurikulum sebelumnya, yang hanya menerapkan pembelajaran tematik (hanya tematik, tanpa tambahan integratif) pada siswa kelas I – III. Sedangkan untuk kelas IV – VI, pembelajarannya berbasis mata pelajaran.

    ReplyDelete
  42. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Berbeda dengan pendekatan pembelajaran pada kurikulum sebelumnya, pada kurikulum 2013, pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik (ilmiah) dalam pembelajaran dimaksudkan bahwa pembelajaran harus didasarkan pada fakta, bukan sekadar kira-kira. Dalam praktiknya, pembelajaran ini meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, menarik kesimpulan, mengomunikasikan.

    ReplyDelete
  43. NurritaSabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Iplementasi kurikulum 2013 masih sangat jauh dari idealitas kurikulu 2013. Sewaktu observasi PPL kemarin saya menemukan paradigma pebelajaran masih teacher center padahal semestinya menurut kurikulum 2013 paradigma pembelajaran berpusat pada siswa(students center)

    ReplyDelete
  44. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang sedang diterapkan di Indonesia. Kurikulum ini belum dapat diterapkan diseluruh wilayah Indonesia khususnya daerah SM3T. Hal ini dikarenakan kurangnya persiapan guru, kepala sekolah, dinas kependidikan, fasilitas pendidikan, dan pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan dalam menerapkan kurikulum 2013. Dalam kurikulum ini pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran yang modern dengan pembelajaran inovatif, kreatif dan interaktif sehingga siswa menjadi lebih aktif dan lebih mandiri dalam mengolah pengetahuannya karena pengetahuan yang didapat siswa dengan pembelajaran seperti itu berasal dari usaha siswa sendiri.

    ReplyDelete
  45. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    kurikulum 2013 menekankan pada pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik dalam pembelajaran memiliki sintak-sintak sebagai berikut:
    1. mengamati
    2. menanya
    3. mengumpulkan informasi
    4. mengasosiasi
    5. mengomunikasikan

    ReplyDelete
  46. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Pembelajaran di Sekolah Dasar dengan menggunakan kurikulum 2013 berkaitan dengan mata pelajaran yang saling berkaitan satu sama lain atau tematik terpadu mulai kelas satu sampai kelas enam SD. Bedanya kalau sewaku KTSP, tematik hanya ditekankan pada kelas satu sampsi tiga SD. Dengan tematik ini diharapkan bahwa peserta didik memahami bahwa antar satu bidang pelajaran dengan bidang pelajaran lain saling berkaitan, tidak berdiri sendiri-sendiri. Namun hal ini kontradiktif dengan penilaiannya yaitu US/M (Ujian Sekolah/Madrasah) pada akhir kelas 6 SD, dimana mapel yang diujikan masih berdiri sendiri, bukan berdasarkan tema. Oleh sebab itu, pada kelas 6 SD, banyak sekolah kembali pada kurikulum lama untuk menyesuaikan dengan Ujian Sekolah/Madrasah.

    ReplyDelete
  47. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Di sini saya akan mencoba menceritakan pengalaman saya saat terlibat kegiatan sosialisasi kurikulum 2013 pada tahun 2013 dan 2014 di PPPPTK Matematika. Pada saat tahun 2013, berdasarkan dengan apa yang saya dengar dari guru-guru yang menjadi peserta sosialisasi (mohon maaf datanya tidak aktual dan tercatat karena didapat dari obrolan lisan dengan peserta), bahwa guru-guru peserta sosialisasi tersebut merasa kebingungan dengan pendekatan saintifik dengan prinsip 5 M-nya (Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan). Mereka mengatakan sulit, lebih mudah menggunakan kurikulum sebelumnya (KTSP). Setelah itu kami (saya) tanyakan kembali ke guru-guru tersebut, apakah pada saat menggunakan kurikulum KTSP kegiatan Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi di kelas sudah berjalan dengan baik? Mereka pun menjawab “belum”, akan tetapi, bagi guru yang sudah sering melakukan penelitian dan publikasi ilmiah, yang sering menerapkan berbagai model pembelajaran mengatakan bahwa proses pembelajaran kurikulum 2013 sebenarnya tidak jauh beda dengan KTSP, yaitu sama-sama berorientasi/berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  48. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Saya akan menyampaikan sedikit pengalaman saya kettika PPL. Kebetulan saya mengajar di sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Ternyata tidak mudah, ada banyak hal yang perlu untuk diperbaiki terutama pengetahuan mengenai proses, aspek yang ada dalam kurikulum 2013 kepada para guru. Tidak sedikit guru yang belum paham betul tentang kurikulum 2013 sehingg dalam pelaksanaannya, jatuhnya tetap menggunakan metode konvensional. Selain itu, buku-buku kurikulum 2013 banyak kesalahan cetak maupun konsep. Hal itu juga merupakan belum siapnya pemerintah dalam menerapkan K13 saat ini.

    ReplyDelete
  49. Dimas Candra SAputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Masih terdapat berbagai kendala dalam implementasi Kurikulum 2013. Masalah yang pertama ialah dari guru. Meskipun guru-guru telah mengikuti bimbingan teknis yang selenggarakan oleh pemerintah, tetapi kegiatan tersebut belum maksimal. guru-guru masih kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran saintifik, guru-guru kesulitan dalam menciptakan diskusi kelas yang kondusif. Selain itu guru-guru juga masih mengalami kesulitan dalam merencanakan pembelajaran, termasuk juga dalam menyusun RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Di samping itu juga masih terdapat kendala dalam distribusi buku. Sekolah-sekolah yang bukan merupakan sekolah unggulan masih belum mendapatkan buku K13.

    ReplyDelete
  50. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pengalaman saya terkait implementasi kurikulum 2013 mungkin tidak sedalam pengalaman teman-teman yang berprofesi sebagai guru sekolah yang memang berada di lapangan. Mengenai kurikulum 2013, beberapa kali saya bertemu dengan orangtua murid yang mengeluhkan tidak bisa mendampingi belajar anaknya. Tidak bisa dalam hal ini bahwa mereka tidak memahami bagaimana pembelajaran kurikulum 2013 dilaksanakan. Jadi, hingga beberapa waktu kurikulum 2013 sudah diimplementasikan, para orangtua masih berada pada tahap meraba-raba. Bahkan, dari sisi guru pun saya rasa masih ada problem yang perlu dipecahkan. Beberapa guru dan teman yang berprofesi sebagai guru berkisah bahwa sistem evaluasi pada kurikulum 2013 sedikit membutuhkan waktu dalam porsi lebih banyak. Sependapat dengan saudara Dimas Candra Saputra, bahwa sampai saat ini permasalahan distribusi buku menjadi salah satu masalah yang belum terselesaikan. Oleh karena itu, menurut saya implementasi kurikulum 2013 harus dikaji kembali. Diperlukan evaluasi tengah. Hal ini untuk mengetahui bagaimana strategi implementasi ke depannya.

    ReplyDelete
  51. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Guru harus mengerti dan paham dengan ilmu yang diajarkan kepada siswa, tidak hanya itu guru juga harus dapat menyampaikan tujuan dari kurikulum yang sedang digunakan. Dalam kurikulum 2013 guru, siswa, sarana dan prasarana harus sejalan dengan tujuan awal. Sebagai langkah awal diadakannya pelatihan guru. Pelatihan tahap awal ini lebih dititikberatkan pada pelatihan metode pembelajaran Kurikulum 2013 dengan mengedepankan aspek pembelajaran sesuai tujuan kurikulum. Guru diharapkan bisa membuat siswa merasa nyaman dan tidak bosan, pembelajaran bukan satu arah, serta membuat peserta didik menjadi lebih aktif.

    ReplyDelete
  52. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Saya akan menyampaikan pengalaman saya ketika mengajar disekolah, kurikulum 2013 adalah kurikulum yang menekankan pada karakter siswa dan memberikan keleluasan kepada siswa untuk mengeksplor ide-ide yang ada di dalam pola pemikiran mereka sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator, dalam penerapan kurikulum tersebut tidaklah mudah terutama dalam menyusun perangkat pembelajaran yang baik dan benar karena ketika saya mengikuti pelatihan K13 yang diadakan pemerintah setempat dapat terlihat bahkan tentor yang meberikan materi tentang K13 kurang begitu paham dalam membuat perangkat pembelajaran terutama untuk pelajaran sains, seperti matematika, IPA, dll. Hal ini tentunya menjadi kesulitan bagi para guru setempat karena kurang informasi yang akurat dalam pembuatan perangkat pembelajaran yang baik dan benar tersebut. Kemudian dari segi pelaksanaan pembelajaran pada kenyataannya guru tetap menjadi sumber utama dalam pembelajaran, karena tidak semua sekolah yang mempunyai fasiltas yang baik dan tidak semua sekolah mempunyai siswa-siswa yang kreatif secara merata. Sehingga guru harus bekerja ekstra dalam menyediakan fasilitas dan media untuk mempermudah dalam pengumpulan informasi materi yang dipelajari.

    ReplyDelete
  53. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Terimaksih banyak pak atas sarannya.Adanya kurikulum 2013 memberikan perspektif yang beragam dari berbagai kalangan terutama guru, siswa, dan umumnya bagi penikmat pendidikan di negeri ini.Dari tahun ke tahun kurikulum sering terjadi perubahan,namun perubahan kurikulum yang sebelumnya tidak mengalami masalah yang pelik seperti hadirnya kurikulum baru ini.Hadirnya suatu kurikulum mestinya dikondisikan dengan keadaan pendidikan.Penerapan kurikulum baru ini, boleh dikatakan masih jauh dari yang diharapkan.Buktinya masih banyak guru dan siswa yang belum mengerti hakekat sesungguhnya dari kurikulum 2013.Pemerintah meski mengambil langkah konkrit bagaimana cara menanggulangi masalah ini agar penerapan kurikulum 2013 dapat merata dan sesuai yang diharapkan.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  54. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya tentang kurikulum 2013, yangmana saya pernah mengikuti pelatihan dan menerapkannya di dalam kelas. Ada beberapa kendala disini, karena beberapa sekolah di daerah tidak siap dengan penerapan kurikulum tersebut, terbukti dengan para guru yang hadir dipelatihan itu masih terlihat bingung, apalagi dengan terbitan buku pertama dari kurikulum 2013 terlalu banyak soal yang salah dan ada juga soal yang berpikir tingkat tinggi yang tidak bisa dibahas oleh siswa, sementara itu guru dan siswa masih belum dengan hal yang seperti itu. Akibatnya pelaksaan pembelajaran tidak berjalan maksimal. Bahkan beberapa guru malah berpikir, apa yang menjadi dari perbedaan kurikulum sebelumnya dengan kurikulum k13 ini. Akan ada baiknya, jika kurikulum 2013 ini di kondisikan sesuai dengan daerah, dan tingkat sekolah nya, jangan langsung pemerataan untuk setiap daerah menggunakan kurukulum 2013.

    ReplyDelete
  55. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Kurikulum 2013 menginginkan proses pembelajaran di kelas berpusat kepada siswa dimana siswa secara aktif mengkonstruk pengetahuan melalui tahapan-tahapan ilmiah (saintifik) yakni mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengolah data, dan menyimpulkan. Jika kurikulum 2013 ini berjalan dengan baik, maka akan sangat besar dampaknya bagi perkembangan kemampuan dan pemahaman siswa. Akan tetapi pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah-sekolah belum berjalan sesuai harapan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesiapan guru yang belum maksimal, fasilitas yang belum mendukung, dan ketidaksiapan siswa untuk melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Oleh karena itu, penerapan kurikulum sebaiknya diiringi juga dengan kesiapan guru yang mengajar, fasilitas yang diperlukan, dan kesiapan mental siswa.

    ReplyDelete
  56. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Disini saya akan berbagi pengetahuan dan pengalaman saya mengenai pelaksanaan kurikulum 2013. Berdasarkan pengalaman saya ketika PPL, yang kebetulan sekolah tersebut sudah menerapkan kurikulum 2013. Dari pengamatan dan diskusi dengan beberapa guru, memang dalam penerapan kurikulum 2013 tidak mudah. Banyak tantangan yang musti dihadapi, dimulai dari kesiapan guru maupun kesiapan siswa dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Beberapa kendala yang saya temui dilapangan adalah pertama kurikulum 2013 terkenal dengan pendekatan saintifiknya, dimana pendekatan ini lebih menekankan pada keaktifan siswa. Pada umunya, guru masih terbiasa dengan pembelajaran yang berpusat kepada guru, bukan berpusat kepada siswa. Sehingga ketika memulai pelaksanaan kurikulum 2013, guru masih kesulitan. Tidak hanya guru, siswa juga kesulitan karena mereka harus mulai mennggali pengetahuan sendiri berdasarkan pengarahan guru.
    Kedua, dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang melalui pendekatan saintifik, lebih menekankan terhadap lima aspek yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan. Dalam pelaksanaannya di kelas, guru kesulitan dalam mengatur waktu. Terkadang guru merasa waktu yang tersedia tidak cukup untuk melaksanakan semua aspek, karena waktu habis pada saat proses menalar.

    ReplyDelete
  57. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Disini saya ingin share pengalaman saya selama PPL mengenai implenetasi kurikulum 2013 di sekolah. Yang saya lihat sekolah baik guru maupun sarana dan prasarana masih belum siap menerapakan kurukulum 2013 ini. Utama dari segi tenaga pengajar, guru masih belum memahami betul cara mengimpelementasikan kurikulum 2013 di kelas. Selain itu, kemampuan siswa juga masih belum sampai untuk mengimbangi konten-konten dari buku teks kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  58. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Menurut pengamatan saya dilihat dari cerita teman-teman yang sudah terjun menjadi guru di sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013, masih banyak sekali keluhan-keluhan yang ada, mulai dari faktor buku, guru, siswa, orang tua siswa, proses pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dsb. Salah satu yang paling menonjol yaitu masalah guru. Banyak sekali guru yang mengeluh masih kurang memahami implementasi kurikulum yang baru, sehingga para guru masih menggunakan metode konvensional dalam proses pembelajarannya, hanya saja RPP tetap mengikuti acuan RPP kurikulum 2013. Selain itu, guru juga mengeluhkan penulisan rapot (hasil evaluasi belajar siswa), karena yang harus guru laporkan tidak hanya nilai hasil dari mata pelajaran saja, melainkan aspek sikap, kepemimpinan, kedisiplinan, ketaqwaan, dll. Hal itu dianggap menjadi suatu yang memberatkan bagi para guru. Sedangkan beberapa cerita dari orang tua siswa bahwa, orang tua kurang memahami mata pelajaran yang sekarang karena tidak fokus, melainkan dicampur menjadi satu, jadi orang tua lebih memilih menitipkan anaknya pada bimbel ketimbang mengajarinya sendiri di rumah.

    ReplyDelete
  59. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Saya akan sedikit bercerita mengenai pengalaman saya dengan kurikulum 2013 saat pertama kali dicetuskan. Pada saat tahun 2013, kurikulum baru mulai dikenalkan kepada para guru dan siswa, namun memang demikian adanya, banyak sekali protes dari kebanyakan guru karena pada saat itu kesiapan mereka belum matang. Pada saat itu, prodi saya di S1 mengadakan magang di salah satu sekolah negeri di yogyakarta. Di situ saya sharing dengan guru matematika yang membimbing saya. Pada saat itu, guru tersebut menceritakan bahwa kurikulum 2013 bisa dikatakan kurikulum yang menyiksa guru. Jadi banyak sekali aspek yang harus di isi. Sehingga momok akan sulitnya K13 sudah tercerminkan dari awal diberlakukannya K13. Pada saat itu, saya sebagai mahasiswa juga merasakan kebingungan dalam membuat RPP yang memang awalnya kita menggunakan EEK berubah menjadi 5M. Butuh waktu yang cukup lama untuk beradaptasi. Karena pada saat itu mata kuliah rencana pembelajaran sudah dilalui. Sehingga kami belajar otodidak.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  60. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih banyak Prof. Marsigit, telah memberi kami ruang untuk dapat berdialekis mengenai Kurikulum 2013

    Menurut saya kurikulum 2013 secara konseptual sangat baik. Pengalaman saya ketika mengajar Sekolah Dasar menggunakan Kurikulum 2013 pun terasa menyenangkan bagi siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, Kurikulum 2013 yang memiliki konsep Tematik membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan dapat memberi pengalaman empiris kepada siswa sehingga pembelajaran lebih konkret dan mudah dipahami siswa. Hanya saja, dalam penerapannya cukup menuntut keahlian guru untuk dapat mengemas penilaian dan portofolio secara baik. Selain itu, kreativitas guru dalam memadukan pembelajaran ke dalam satu tema yang saling mendukung dan konkret mewajibkan guru untuk pandai mengelola kelas agar dapat tetap berjalan dengan baik.

    Bagi saya, Kurikulum 2013 adalah senjata yang baik untuk menjawab sistem pendidikan modern. Namun, tentu senjata yang canggih tidak berarti apa-apa jika digunakan oleh orang yang tidak ahli dalam menggunakan senjata tersebut. Jadi, menurut saya pendidikan kita harus lebih konsen kepada peningkatan kualitas guru.

    ReplyDelete
  61. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Kurikulum 2013 merupakan suatu peraturan atau acuan tata cara pelaksaan pembelajaran
    yang berbeda dari kurikulum sebelumnya, dimana siswa dituntut lebih aktif dan mampu mengkonstruk pengetahuannya melalui langkah-langkah atau tahapan-tahapan saintifik. Yang diharapkan mampu meningkatkan keterampilan serta kemampuan siswa. Namun penerapan kurikulum 2013 tersebut, bukanlah hal yang mudah bagi guru. Karena banyak guru-guru yang sedari dulu sudah menggunakan kurikulum dan tata cara pengajaran dari kurikulum yang sebelumnya. Sehingga dibutuhkan usaha dan niat kuat guru, agar kurikulum 2013 ini dapat dilaksanakan dengan baik.

    Demikian, terimkasih.

    ReplyDelete
  62. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Dari pengalaman saya, kurikulum 2013 ini secara umum tujuannya baik, namun belum siap untuk dilaksanakan. Hakikat dari kurikulum 2013 ini belum dapat ditangkap oleh para pelaksana, yaitu para guru. Selama ini gur sudah banyak terjebak pada ketaatan terhadap buku paket tertentu dalam mengajar, sehingga perlu usaha sangat keras untuk menjadi kreatif mendesain pembelajaran, apalagi dengan kemasan tematis. Yang terjadi adalah, kembali lagi terjebak pada buku kurikulum 2013. Guru kembali mendasarkan mengajar pada buku tersebut, bukan pada tujuan utama kurikulum 2013 ini.
    Pendekatan saintifik yang digunakan juga perlu dilatihkan terlebih dahulu kepada para guru. Ini pun perlu proses, karena guru pun perlu belajar berpikir, berproses dengan metode saintifik terlebih dahulu. Maka sebaiknya persiapan kepada guru pun perlu didesain dengan baik, sebelum para guru ini diminta untuk bermetode saintifik bersama siswa.
    Di sekolah tempat saya bekerja, saat ini para guru diminta untuk membuat riset kecil, sebuah action research, sebagai latihan bermetode saintifik. Para guru juga mempresentasikan hasil research kecil mereka di depan rekan guru lain secara bergiliran seminggu sekali. Harapannya, pengalaman ini akan melahirkan research lanjutan bagi para guru, dan menjadi dasar pengalaman bagi mereka untuk mengajak anak bermetode saintifik dalam belajar.
    Demikian pula dengan pembelajaran tematis. Di sekolah, ada sebuah tema besar, dan kegiatan kegiatan di kelas maupun sekolah akan mengarah pada pencapaian tema tersebut. Hal ini membantu guru memiliki kerangka dalam berproses dan mendesain pembelajaran bersama anak anak.

    ReplyDelete
  63. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya ingin bercerita mengenai pengalaman saya dalam menggunakan kurikulum 2013 ketika saya PPL di SMA. Karena kurikulum 2013 itu berpusat pada siswa, maka peran guru tidak bercerita di depan melainkan hanya sebagai fasilitator. Dalam hal ini, banyak guru pengampu terutama mata pelajaran matematika memiliki kesulitan dalam mengatur waktu untuk dapat mengimplementasikan semua komponen yang berada di kurikulum tersebut. Meskipun kurikulum ini lebih baik dari sebelumnya, tetapi masih harus perlu ditinjau ulang. Karena hal inilah perlu adanya perbaikan dalam hal kompetensi guru agar secara seiringan dapat berjalan dengan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  64. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Salah satu ciri kurikulum 2013 adalah menggunakan pendekatan saintifik. Dosen saya dulu mengartikan pendekatan saintifik dengan menampilkan fenomena-fenomena alam untuk diselidiki dengan suatu bidang ilmu, misalnya melalui ilmu fisika. Dalam prakteknya, dosen saya berhasil membawa pembelajaran dengan kurikulum 2013 dengan sangat menarik, interakitif dan benar-benar menghargai ketrampilan proses. Namun ada satu ganjalan yang saya rasakan, yaitu bagaimana dengan penerapan kurikulum 2013 pada materi pelajaran yang sifatnya sulit dipraktekkan seperti pelajaran sejarah misalnya.

    ReplyDelete
  65. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Kurikulum 2013 mengalami banyak kontroversi dalam penerapannya, banyak pihak yang pro banyak juga kontra, dalam penerapan kurikulum 2013 banyak guru yang kesulitan dalam melaksanakannya terutama dari segi administrasinya, mulai dari Pembuatan RPP yang jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya, kemudian sistem penilaiannya, dan lain sebagainya. Kesulitan yang dirasakan oleh guru tersebut bisa jadi karena guru tersebut belum terbiasa mengerjakannya, namun hal ini bisa juga dikarenakan kurangnya sosialisasi mengenai prosedur atau proses pembelajaran menggunakan kurikulum 2013. Selain itu kendala yang juga dihadapi dalam penerapan kurikulum 2013 adalah kurang meratanya bahan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013, sehingga guru-guru kebingungan dalam menyesuaikan bahan ajar yang ada agar sesuai dengan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  66. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Kurikulum 2013 sebenarnya memiliki tujuan yang relevan dengan tuntutan perkembangan iptek saat ini. Tujuan tersebut dapat diraih apabila pelaksanaannya berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Pelaksanaan dalam hal ini mencakup kesiapan guru, sekolah (manajemen dan sarana prasarana), siswa, dan pemerintah. Pelatihan kurikulum 2013 untuk guru masih kurang intesif, sehingga pelaksanaannya masih banyak kendala yang ditemukan di sana-sini. Pemerataan pendidikan dari segi sarana prasarana di Indonesia juga masih kurang terutama di luar pulau jawa sehingga masih banyak wilayah yang kesulitan untuk menerapkan kurikulum 2013 secara makasimal. Tapi pemerintah saya rasa masih terus mengupayakan pembenahan diri sambil berjalan diterapkannya kurikulum ini, terbukti dengan adanya revisi kurikulum tersebut pada tahun 2016. Semoga perbaikan-perbaikan tersebut dapat terus diupayakan untuk mutu pendidikan Indonesia yang lebih baik ke depannya.

    ReplyDelete
  67. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Kedepannya menurut saya pemerataan kurikulum harus dari awal diberlakukan karena akan terjadi banyak permasalahan apabila kurikulum yang baru tidak diterapkan secara bersamaan. Kurikulum yang akan diterapkan harus dipersiapkan secara matang oleh pemerintah sehingga semua sekolah tanpa terkecuali dapat langsung menerapkannya. Kita lihat contoh adanya perbedaan kurikulum di tahun-tahun sebelumnya, ada sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 dan ada yang ktsp padahal d akhir evaluasi menggunakan soal ujian nasionalnya sama. Siswa yang diajarkan dengan ktsp maka akan kesulitan untuk mengerjakan soal yang tidak diajarkan di ktsp tetapi diajarkan di kurikulum 2013 begitu juga sebaliknya. Siswa yang paling menerima dampak yang paling besar adalah siswa SMK, karena materi matematika SMK di ktsp sebagian besar berbeda dengan materi matematika SMK pada kurikulum 2013 yang mana materinya disamakan dengan materi matematika wajib di SMA. Saya rasa pemerintah perlu memperhatikan hal-hal yang menjadi masalah dan mengevaluasinya.

    ReplyDelete
  68. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Menurut saya, adanya perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013 merupakan wujud nyata pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia agar mampu bersaing secara internasional. Karena pendekatan dalam kurikulum 2013 mengajak siswa untuk berpikir terbuka dan secara saintis dengan harapan mampu menjadi lebih aktif, percaya diri, mampu menganalisis tetapi tidak meninggalkan jiwa spiritual. Keterlaksanaan kurikulum tentunya menuntut kesiapan dan sinergis dari semua komponen pendidikan. Sayangnya beberapa fakta dilapangan masih ditemui beberapa aktivis pendidikan yang masih enggan melaksanakan kurikulum 2013 dengan alasan terlalu rumit terutama dari segi administrasi. Namun di lain sisi tentunya ada juga yang bersemangat terhadap perubahan tersebut. Yang menjadi salah satu PR kita sekarang adalah membangun motivasi dan semangat untuk bersama-sama mensukseskan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  69. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Segala sesuatu pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, begitu juga kurikulum 2013. Kurikulum k13 menekankan pada kreatifitas dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, meskipun guru juga tetap harus memberikan materi maupun memberi penguatan materi pembelajaran. Materi maupun soal disesuaikan dengan isu dan perkembangan global sehingga siswa mampu memahami kondisi kontekstual global. Di k13, pramuka menjadi wajib, menurut saya sangat bagus karena bisa menanamkan jiwa pancasila pada diri siswa. Mengamati perkembangan pelaksanaan K13 di sekolah kota yogyakarta, kelas 12 saat ini masih ada yang menggunakan KTSP, meskipun ini merupakan rombongan terakhir yang masih menggunakan KTSP karena kelas 11 dan kelas 10 sudah menerapkan k13 semua. Dari fenomena ini dapat diketahui bahwa di kota pelajar saja, masih ada beberapa sekolah yang baru menerapkan k13 sehingga kesiapan sekolah dalam menghadapi kurikulum baru ini berbeda-beda. Pada tahun 2016 juga ada revisi k13, pada mata pelajaran matematika sma, materi relatif sama hanya di ubah-ubah urutannya, berarti k13 masih banyak yang perlu diperbaiki. Meskipun demikian, k13 berusaha menjadikan siswa uptodate terhadap perkembangan global.

    ReplyDelete
  70. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Harapan dengan diterapkannya kurikulum 2013 adalah siswa aktif dalam pembelajaran. Di Sekolah Menengah Atas terlihat perbedaan yang bergitu jelas antara kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya. Pertama pada proses penerimaan siswa baru. Kelas X pada kurikulum 2013 sudah berada pada kelompok peminatan masing-masing (IPA/IPS), sedangkan pada kurikulum sebelumnya dilakukam ketika siswa berada pada kelas XI. Materi matematika pada kurikulum 2013 juga bertambah. Proses pembelajaran dikelas rata-rata masih menggunakan pembelajaran tradisonal yaitu guru menjadi center. Terkadang guru memberikan apersepsi, tapi apersepsi yang digunakan guru kurang kuat sehingga kurang bermakna. Ketika penerapan kurikulum 2013 maka guru dan siswa harus siap untuk melaksanakannya. Namun yang paling pertama harus disiapkan adalah guru, sebab guru memiliki peranan pentinh didala, proses belajar mengajar. Kesiapan siswa bergantung kesiapan guru dan kesiapan guru bergantung pada kesiapan sekolah serta segala fasilitasnya.

    ReplyDelete
  71. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Prinsip pembelajaran beradasarkan kurikulum 2013 harus secara sadar diciptakan oleh guru untuk pencapaian standar kompetensi lulusan. Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan K13 adalah pendekatan pembelajaran kontekstual yang memiliki tujuh komponen utama antara lain, konstruktivisme, bertanya, menyelidiki, masyarakat belajar, permodelan, refleksi, dan penilaian autentik. Pendekatan pembelajaran kontekstual ini akan memfasilitasi penguatan proses berfikir ilmiah yang disarankan Permendikbud no 22 tahun 2016.

    ReplyDelete
  72. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ruang kebebasan untuk memberikan ide dan pendapat terkait kurikulum 2013.

    Berdasarkan bacaan dari artikel BBC Indonesia tentang evaluasi kurikulum 2013, saya mendapatkan informasi bahwa penerapan kurikulum 2013 saat itu begitu cepat diterapkan oleh pemerintah. Hal ini membuat guru dan orang tua belum siap untuk melaksanakannya. Orang tua murid juga memberikan tanggapan bahwa kurikulum 2013 sudah ideal namun meminta pemerintah lebih mematangkan kembali kurikulum tersebut.

    Menurut saya, sebaiknya pemerintah dapat menanggapi dan menyikapi respon yang diberikan oleh orang tua murid. Orang tua sebagai pendamping anak-anaknya saat belajar di rumah. Alangkah baiknya, orang tua juga diberi sosiaslisasi tentang kurikulum 2013. Sosialisasi tersebut dapat dilakukan oleh sekolah yang menjadi percontohan penerapan kurikulum. Jika kurikulum 2013 memberikan perubahan yang positif dalam bidang pendidikan maka sebaiknya potensi dan pembekalan proses mengajar kepada guru dapat dikembangkan melalui berbagai program pelatihan. Bagi pemerintah yang memegang tanggung jawab dalam bidang pendidikan ada baiknya jika melihat ke lapangan terlebih dahulu sebelum menetapkan sistem pendidikan sehingga pemangku kepentingan pendidikan mudah menyesuaikan proses pengajaran dan pembelajarannya.

    ReplyDelete
  73. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Saya memiliki pengalaman mengajar bimbel di palembang, saat awal munculnya kurikulum 2013, beberapa siswa saya, kelas X dan XI mengeluhkan banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan sedangkan mereka sama sekali belum mengerti pelajaran tersebut. mereka merasa terbebani karena guru meminta mereka presentasi materi pelajaran sedangkan buku k13 yang mereka gunakan sulit untuk mereka pahami. menurut saya, sesuatu yang baru memang membutuhkan adaptasi. terkadang siswa lebih mneyukai metode ceramah yang diberikan gurunya daripada mereka harus mencari dan memahami sendiri.

    ReplyDelete
  74. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kurikulum 2013, dahulu pada awal pelaksanaannya saya banyak mendapat keluhan dari adik-adik ataupun tetangga jika pada saat pembelajaran guru sering tidak menjelasakan dan hanya selalu memberi siswa soal untuk dikerjakan. Akhirnya banyak yang mengeluh tidak paham sama sekali cara mengerjakan soal-soal tersebut. Kemungkinn itu terjadi karena, pembelajaran dalam kurikulum 2013 menuntut siswa untuk aktif. Namun siswa yang biasanya selalu menerima, merasa kesulitan untuk mencari. Selain itu, guru juga harus meningkatkan kompetensinya, karena tugas guru bukan hanya menjadi pentrasfer ilmu tapi juga menjadi fasilitator dan motivator bagi siswa. Terimakasih.

    ReplyDelete
  75. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pengalaman saya dalam pelaksanaan aspek Kurikulum 2013 adalah masalah buku wajib kelas X yang walaupun tertulis revisi 2016 namun untuk kontennta belum sesuai dengan KI dan KD pada permendikbud, selain itu menurut saya urutan materinya juga masih acak-acakan apabila merujuk pada permendikbud. Contohnya saja pada bab awal kelas X mempelajari pertidkasamaan mutlak, namun untuk materi pertidaksamaan sendiri berada pada bab dua, selain itu grafik pertidaksaman kuadrat lebih dahulu dari pada fungsi yang ada persamaan kuadrat. Seperti itulah salah satu contoh ketidaksamaan permendikbud dengan buku wajib kelas X revisi 2016. Semoga segera direvisi dan dicocokkan dengan urutan materi agar siswa dan guru tidak mengalami kesulitan dalma melaksanakan kurikulum 2013

    ReplyDelete
  76. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang kontennya cukup kompleks dan merupakan adaptasi dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Ketika saya menjadi guru masih banyak saya melihat guru-guru yang belum paham bagaimana membuat perangkat pembelajaran yang berbasis kurikulum 2013. Selain itu ketika mengikuti pelatihan-pelatihan guru saya juga melihat bahwa instruktur yang mengajarkan juga belum mengusai secara optimal kurkulum 2013 tersebut. Maka dari itu saya berharap di dalam belajar di PPs prodi matematika dilakukan telaah kurikulum agar ketika selesai dapat mengadakan workshop yang dapat membantu guru-guru di daerah dalam memahami bagaimana penerapan K13 yang baik dan benar. Serta bagaimana membuat perangkat pembelajaran yang berbasis K13 agar pembelajaran dan tujuan pendidikan nasional dapat dicapai secara optimal.

    ReplyDelete
  77. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Berdasarkan pengalaman saya melaksanakan PPL ketika S1 kendala yang terjadi dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yaitu terkait dengan kesiapan guru. Jarak antara sosialisasi kurikulum 2013 revisi dengan pelaksanaan tahun ajaran baru, bahkan ketika sudah mulai kegiatan pembelajaran ada revisi lagi terkait KD sehingga guru pontang panting dalam menyusun perangkat pembelajaran. Selain itu pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya tidak terdapat perbedaan secara signifikan. Guru membuat perangkat pembelajaran yang berbeda tetapi dalam pelaksanaannya belum menerapkan sesuai dengan perangkat pembelajaran yang dibuat. Penilaian juga masih sama dengan kurikulum 2006 (KTSP). Hal ini tentu patut menjadi perhatian, sebenarnya seperti apa pelaksanaan kurikulum 2013 yang diharapkan dan bagaimana kenyataan di lapangan.

    ReplyDelete
  78. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Menurut saya kendala dari pelaksanaan kurikulum 2013 adalah kekurang pemahaman dan kesiapan guru. Perubahan kurikulum seakan belum berdampak terhadap perubahan proses pembelajaran. Tidak dapat dipungkiri, kurikulum 2013 menuntut persiapan guru baik dalam mempersiapkan proses pembelajaran hingga penilaian. Tidak sedikit, guru yang seakan menutup diri terhadap perubahan yang ada. Perlu adanya langkah perbaikan dan evalusi terhadap pelaksanaan kurikulum 2013 agar mutu pendidikan Indonesia bergerak maju.

    ReplyDelete
  79. Rosnida Nurhayati
    PPs PMB 2017
    17709251042

    Perubahan paradigma pendidikan yang mendasari adanya perubahan kurikulum, kurikulum 2013 menekankan untuk siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran untuk mendapatkan konsep pengetahuan berdasarkan pengalaman selama ia belajar. Kurikulum terdahulu, siswa hanya menjadi objek pendengar atau pemerhati dalam pembelajaran. Namun perubahan kurikulum tidak serta mudah sesuai dengan arahan kebijakan. masih banyak pro kontra yang terjadi di lapangan, bahkan sampai tahun 2017 masih ada kebingungan dalam pelaksanaan kurikulum tersebut.

    ReplyDelete
  80. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Refleksi pendidikan di Indonesia yang disampaikan oleh Prof. Marsigit menguraikan realita pendidikan yang ada di Indonesia, kemudian mengulas pula beberapa teori filsafat dan teori politik pendidikan dan diakhiri dengan alternatif solusi yang ditawarkan. Fenomena pendidikan di Indonesia memang menyuguhkan "keharusan lulus UN" yang kemudian menjadi momok yang menakutkan bagi generasi muda, serta jika ditinjau dari keterlaksanaan sistem pendidikan di Indonesia benar adanya masih terjadi campur-aduk paradigma pendidikan yang dilakukan dalam praktiknya. Hal tersebut tentu saja memberikan pengaruh besar baik dari segi proses maupun hsil pendidikan yang ada di Indonesia. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  81. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Kurikulum 2013 yang merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya melalui kegiatan refleksi dan evaluasi beberapa poin dalam sistem pendidikan yang ada. POin penting yang harus digarisbawahi ialah kurikulum 2013 mengembangkan dan mengharuskan pendidikan karakter siswa disisipkan dalam pembelajaran secara simultan. Selain itu metode pembelajaran yang digunakan haruslah saintifik. Sedangkan banyak guru yang masih kesulitan menerapkan metode tersebut karena faktor keterampilan mengajar yang diasah di sekolah ialah pembelajaran kovensional melalui ceramah, diskusi dan penugasan. Hal ini menyebabkan kendala yang berarti dalam pelaksanaan kurikulum 2013 ini. selain itu, penilaian yang dilakukan secara menyeluruh biarpun mengandung tujuan yang baik, namun tidak sedikit guru yang merasa kesulitan dalam melaksanakan evaluasi ini, sehingga rawan menyebabkan kesalahan yang akhirnya berdampak pada evaluasi guru tersebut. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  82. Buku kurikulum 2013 yang disusun dengan dibedakan antara buku panduan guru dan buku pegangan siswa sangat membantu dalam prosesnya, karena dalam buku pegangan guru dijelaskan secara rinci alur pembelajaran alternatif yang dapat dilakukan untuk menyampaikan materi secara saintifik. Namun hal ini memberikan dampak lain juga, bagaimana jika suatu kelas atau suatu mata pelajaran tertentu tidak ada buku panduannya? maka guru mata pelajaran tersebut pastuilah panik sehingga menjalankan kegitana pembelajaran dengan "seadanya". Media pembelajaran yang beredar di sekolah yang masih minim menjadi kendala tersendiri, sehingga dalam kegiatan pembelajaran guru melakukan pembelajaran apa adanya dan bagaimana adanya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  83. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menurut saya, perubahan paradigma pendidikan yang dilihat dari segi perubahan kurikulum, dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013, membuat berbagai pihak terkait berbenah dalam menyusun segala persiapan yang menunjang keberlangsungan kurikulum tersebut. Dalam teorinya, kurikulum 2013 memiliki keunggulan seperti halnya menfokuskan siswa menjadi aktor utama dalam proses pembelajaran, dan guru sebagai fasilitator selama proses pelaksanaannya. Hal ini akan membiasakan siswa untuk lebih memahami, mengidentifikasi, mengevaluasi, menganalisis, serta mencipta selama proses belajar mengajar. Namun kenyataan di lapangan, masih ada sekolah yang belum menerapkan kurikulum 2013 tersebut. Mengapa demikian? Terkadang sekolah masih menganggap bahwa siswa belum sanggup untuk menggunakannya atau gurunya sendiri yang masih belum yakin dengan hal itu. Oleh karena itu, perlu ditingkatkannya pelatihan terhadap guru-guru tentang pemahaman terhadap pelaksanaan kurikulum 2013, sehingga tujuan dari kurikulum dapat tercapai.

    ReplyDelete
  84. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Terima kasih Prof atas kesempatannya untuk menuliskan beberapa hal terkait kurikulum 2013. Berdasarkan implementasi kurikulum 2013 yang dilaksanakan disalah satu sekolah di daerah kami bahwa kurikulum 2013 memberikan dampak yang baik untuk melatih mental siswa untuk belajar secara mandiri dan aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini memberikan implikasi bahwa guru harus siap dan menyiapkan HLT terkait hal-hal yang mungkin terjadi dalam kelas. Selain itu, adanya referensi buku sangat mendukung pembelajaran K13, namun kami pernah menemui bahwa buku kurikulum k13 ada yang belum sesuai dalam hal materi , mungkin bisa menjadi evaluasi. Dan terakhir yang menjadi masalah dalam jenjang SMA ada matematika wajib dan peminatan, terkadang ada materi di matematika peminatan yang memerlukan pengetahuan materi sebelumnya, namun kendalanya materi pengantar sebelumnya belum dipelajari. Semoga kedepannya pelaksanaan pembelajaran K13 dapat lancar dan baik. Terima Kasih

    ReplyDelete
  85. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari hasil perbincangan saya dengan beberapa siswa yang telah menggunakan kurikulum 2013 mereka mengalami beberapa kesulitan yakni pada materi dan model pembelajaran yang diterapkan guru di sekolah. Kesulitan dalam materi dikarenakan kajian yang dipelajari terlalu kompleks namun tidak disertai dengan materi prasyarat. Model pembelajaran yang diterapkan guru yang berbasis pada pendekatan saintifik juga dirasa asing, belum terbiasa, padahal biasanya siswa mendapatkan materi ibarat makan yang ‘dikupas-disuapkan’ oleh gurunya. Ketidakterbiasaan siswa ataupun mindset siswa yang sulit diubah tentu akan mempengaruhi motivasi belajar dan berimbas pada pencapaian tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  86. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    5M (Mengamati, Menanya, Menggali Informasi, Mengasosiasi, Mengomunikasikan) wajib untuk diterapkan di semua mata pelajaran dalam kurikulum 2013. Dalam pelaksanaan pembelajarannya, masih terdapat beberapa kendala yang faktor utamanya disebabkan oleh ketidaksiapan Pemerintah dan guru. Pada praktik lapangannya, masih banyak guru yang belum paham dengan pelaksanaan K13 yang lebih berorientasi pada siswa. Proses transisi yang terlalu cepat tanpa persiapan yang matang menjadi salah satu penyebab guru-guru kesulitan dalam menerapkan K13. Begitu pula dengan buku paket, masih banyak buku yang belum berdistribusi dengan baik serta masih banyak kesalahan-kesalahan dalam penulisannya perlu ditinjau ulang. Hendaknya sebelum menerapkan suatu kurikulum pemerintah harus memikirkan dan mematangkan persiapannya tanpa dipengaruhi embel-embel politik ataupun korupsi agar ketika sudah resmi diterapkan, pelaksanaannya bisa berjalan lancar.

    ReplyDelete
  87. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    K13 yang digalakkan pemerintah menjadi kurikulum terbaru menggantikan KTSP. Perubahan terletak pada langkah pembelajaran yang menekankan pada aspek 5M, metode saintifik. Kendala yang terjadi dilapangan seringkali seorang guru masih menggunakan ekspositori dalam pembelajarannya, pembelajaran tradisional, seaka ada ungkapan, apapun kurikulumnya, ngajarnya pakai ekspositori.Hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi dan esensi K13, seakan-akan K13 dipaksakan untuk dilaksanakan.

    ReplyDelete
  88. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Untuk implementasi dilapangan juga sering terkendala dengan waktu. K13 menekankan pada berbagai kompetensi, yang mana kompetensi tersebut dicapai melalui proses. Banyak guru yang masih terjebak dengan target materi, materi ini harus tersampaikan untuk ngejar UN. Maksud k13 sebenarnya bagus, hanya harus dibarengi dengan perubahan system pendidikan juga. UN menjadi momok tersendiri bagi sekolah, walaupun sudah tidak menjadi standar kelulusan. Perlu kiranya menghilangkan label favorit tidak favorit berdasar UN pada sekolah dasar maupun menengah.

    ReplyDelete
  89. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Berdasarkan pengalaman saya melaksanakan PPL dan bekerja di beberapa bimbingan belajar, selalu ada hambatan ketika akan mengajarkan siswa terutama dalam mapel matematika dengan kurikulum 2013. Hambatan itu lebih kepada terkait persiapan guru dan kurangnya sarana dan prasarana. Sekolah tempat saya PPL, masih terbilang kurang matang dalam hal kesiapan guru terutama jika dilihat dari semakin berkembangnya soal yang semakin sulit, sehingga saya sebagai guru PPL dan para guru matematika di sekolah tersebut sering mengalami kesulitan dan kebuntuan dalam mengajarkan dan mengerjakan soal-soal dari buku paket atau LKS terbitan pemerintah. Selain itu, sarana dan prasarana dikelas juga kurang, seperti halnya LCD Proyektor yang di sekolah hanya tersedia 2 buah saja. Padahal dalam kurkulum 2013 ini, alat tersebut sangatlah dibutuhkan tentunya ini bukan salah pemerintah, namun sepertinya kurang ada kesadaran dari sekolah sendiri untuk menambah inventaris tersebut. Ketika di Bimbingan Belajar, saya erasa kasihan dengan anak didik saya yang sedang berada di bangku kelas 5 SD. Tujuan awal adanya konsep tematik untuk SD memang bagus, karena menjadikan siswa lebih mampu menransfer ilmu pengetahuan yang mereka miliki ke dalam konsep dikehidupan sehari-hari, namun agaknya siswa masih kesulitan dan guru juga menjadi kebingungan karena semua mapel masuk dalam satu tema besar. Namun demikian, proses ini tidak serta merta boleh langsung dimusnahkan dan diputus begitu saja. Ini semua memang menjadi proses yang panjang untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik bagi pendidikan di Indonesia, sehingga semua civitas akademia, dan seluruh masyarakat hendaknya selalu berkontribusi dan mendukung penuh kebijakan mengenai kurikulum 2013 ini.

    ReplyDelete
  90. Latifah Fitriasari
    PM C

    Pelaksanaan Kurikulum 2013 seperti yang sudah dikatakan di atas, dilaksanakan melalui Pendekatan Scientific. Pada pelaksanaannya pendekatan ini menekankan pada lima aspek penting, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan komunikasi. Kelima aspek dalam pelaksanaan kurikulum 2013 sangat berkaitan satu sama lain. Pada dasarnya, kelima aspek ini sudah pernah dilakukan oleh sebagian guru namun pendalamannya masih kurang. Padahal, tuntutan kurikulum 2013 mensyaratkan penilaian aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan dilakukan secara holistik, dan komprehensif. Sehingga diharapkan dapat menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  91. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dengan adanya kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 merupakan suatu terobosan baru untuk mengubah pendidikan Indonesia dari teacher-centered menuju student-centered. Dalam kurikulum 2013 guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Dalam kurikulum 2013 ini berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
    Dengan adanya permendikbud baru yang mengganti kurikulum 2013 lama dengan yang telah di revisi tahun 2016, membuat sekolah-sekolah mengganti kurikulum yang berjalan sesuai dengan permen terbaru, akan tetapi tidak banyak sekolah yang belum tahu dan belum menerapkannya, sehingga terdapat perbedaan materi yang diaarkan bagi sekolah yang sudah menggunakan kurtilas revisi 2013 dengan yang belum.

    ReplyDelete
  92. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Pendapat saya tentang aspek pelaksanaan kurikulum 2013 masih belum terlaksana sejauh saya melihat di lapangan dan informasi dari beberapa pendidik. Salah satunya di SMA Negeri dengan grade rendah yang ada di Sleman tempat saya PPL. Hal ini disebabkan oleh belum terbiasanya siswa untuk berpikir atau belajar dengan cara 5M pada metode saintifik. Selain itu guru juga belum terbiasa menyesuaikan kegiatan saintifik dengan kondisi siswanya masing-masing. Sehingga cenderung melakukan kegiatan pembelajran yang tidak matang dan membingungkan siswa. Buku yang diberikan pemerintah juga terdapat banyak kesalahan baik ketikan maupun kontes, sehingga guru enggan menggunakannya dan cenderung menggunaan sumber belajar LKS.

    ReplyDelete
  93. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum terbaru yang sedang diimplentasikan di Indonesia. Namun tidak proses untuk penerapan di tiap sekolah se Indonesia masih memiliki beberapa kendala. Dengan menggunakan kurikulum terbaru ini, guru harus menyesuaikan kebutuhan yang diperlukan untuk oenerapannya. Tidak hanya cukup dalam hitungan hari penerapan ini dapat berhasil, dengan bertahap pelan namun pasti, dengan perbaikan disetiap kendalanya, maka penerapan kurikulum 2013 ini mampu diimplentasikan di sekolah sekolah Indonesia.

    ReplyDelete
  94. 387 Posko kurikulum 2013 Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kurikulum 2013 yang kini sedang berjalan di sekolah-sekolah diseluruh indonesia menurut saya masih memiliki banyak kendala terutama pada sekolah-sekolah yang notabene tidak unggulan. Namun ketika kurikulum 2013 dijalankan di sekolah yang unggulan tidak akan mengalami banyak kendala, dikarenakan biasanya siswa berlomba-lomba atau bersaing untuk mendapatkan nilai yang bagus sehingga apapun model pembelajarannya, apalagi pembelajaran saintifik akan berjalan sebagaimana mestinya. Namun bagi sekolah yang tidak unggulan, pembelajaran saintifik mengalami banyak kendala, karena selain guru sudah terbiasa mengajar dengan metode konvensional, para siswa juga sudah terbiasa dengan hanya menjadi pendengar atau pasif dikelas.

    ReplyDelete
  95. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Dari pengalaman saya micro teaching hingga PPL di sekolah. Ketika micro teaching dulu sudah di berlakukan kurikulum 2013 dalam pembuatan RPP. Awalnya sempat merasa bingung ketika membuat RPP versi kurikulum 2013, karena jika melihat contoh-contoh yang ada di internet masih belum ada yang sesuai dengan kurikulum 2013 atau masih jarang sekali. Ketika PPL saya ditempatkan di sekolah yang masih menggunakan KTSP. Contoh RPP nya lebih minim sekali, pemeblajaran masih berpusat pada guru. Namun, ketika saya akan masuk kelas untuk mengajar, dosen saya menyarankan untuk membuat RPP kurikulum 2013 dan coba diterapkan pada kelas yang saya ajar. Metode pembelajaran yang saya gunakan pun metode penemuan (inquiry), ketika masuk kelas benar saja siswa awalnya tampak antusias mengikuti pembelajaran berkelompok dengan metode inquiry tetapi itu tak berlangsung lama. Siswa masih banyak merasa kesulitan dalam menemukan konsep dengan media Lembar Kerja Siswa yang telah saya buat sendiri. Alhasil, 2 jam mata pelajaran tidak cukup untuk satu sub materi.

    ReplyDelete
  96. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Kurikulum 2013 adalah kurikulum kekinian yang menggantikan kurikulum KTSP 2006. Kurikulm 2013 setiap tahun mengalami revisi atau perubahan, ini menunjukkan bahwa perggantian kurikulum ini belum dipersiapkan secara matang. Hal ini terlihat dari perubahan kurikulum tidak disertai dengan sarana prasarana yang mendukung misalnya buku paket, sebagai contoh berdasarkan hasil tanya-jawab dengan teman-teman saya yang mengajar smk, mereka tidak memiliki buku paket sehingga akhirny mereka mencari hanya mencari materi yang seperti tercantum di kurikulum 2013 di internet. Tidak adanya buku paket tidak hanya menjadi masalah bagi guru melainkan bagi para siswa juga. Perubahan dan pergantian kurikulum haruslah dipersiapkan secara matang dengan perlahan/bertahap namun pasti.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  97. Assalamualaikum, wr.wb.
    Menurut saya yang menjadi kendala dalam kurikulum 2013 adalah implementasi kurikulum 2013. Di dalam kurikulum 2013 terdapat 3 nilai yang berbeda yang harus dinilai oleh guru yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 3 penilaian itu hanya muncul di RPP saja akan tetapi dalam pelaksanaannya tidak muncul, yang diperoleh hanyalah 1 nilai yang didapat dari hasil ulangan harian, uts, dan ulangan semester. Nilai sikap baru muncul ketika membuat rapor, dan 1 nilai itupun tidak jelas apakah itu milik si pengetahuan atau keterampilannya. Saya sendiri masih mengalami kebingungan mengenai penilaian sikap itu, hal ini mungkin karena pengalaman mengajarnya baru hanya sebatas PPL. Sekian dan Terima Kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  98. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Penerapan kurikulum 2013 menurut pengalaman saya masih belum sesuai dengan tujuan dan terkesan memaksa dalam pelaksanaannya. Para orang tua sering mengeluhkan kurikulum 2013 yang terlalu tinggi khususnya untuk tingkatan anak SD dan kadang gurunya sendiripun masih kesulitan dalam penerapannya, entah ini disebabkan karena memang kurangnya sosialisasi mengenai proses pembelajarannya ataupun memang gurunya disini kurang inovatif.

    ReplyDelete
  99. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Kurikulum 2013 pada saat pertama kali diimplementasikan pada pendidikan di Indonesia memang menimbulkan pro dan kontra. Beberapa pihak menggap bahwa dengan penerapan kurikulum ini siswa menjadi lebih mandiri dengan membiasakan diri mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru. Namun di sisi lain beberapa siswa dan orang tua siswa merasa keberatan dikarenakan beban tugas yang terlalu banyak.

    ReplyDelete
  100. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Implementasi kurikulum 2013 yang hingga saat ini sudah hampir 4 tahun dilaksanakan di Indonesia. Bahkan sampai tahun 2017, masih dilakukan revisi pada kurikulum 2013 dan amanya berubah menjadi kurikulum 2013 revisi 2016. Pengalaman saya pertama kali ketika mengimplementasikan K13 ini pada tahun 2015 ketika PPL di MTsN 2 Yogyakarta. Berdasarkan hasil pengamatan saya, dari sudut pandang perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru sudah sesuai dengan format yang diminta dari pemerintah. Guru pembimbing saya menyusun RPP dengan lengkap beserta assesment (remidial dan pengayaan). Oleh karena itu saya tertantang untuk melakukan kegiatan perencanaan seperti yang beliau lakukan. Kemudian ketika pengimplementasiannya di kelas, guru juga menggunakan RPP tersebut. Sehingga sejauh pengalaman saya untuk pertama kalinya dalam pengimplementasian K13 tersebut membuat pengetahuan awal saya bertambah tentang K13 khususnya dalam hal perencanaan pembelajaran.

    ReplyDelete
  101. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    kurikulum 2013 merupakan salah satu bentuk usaha pemerintah dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia. banyak kendala yang terdapat dalam penerapan kurikulum 2013 ini, diantaranya kurikulum yang terlalu sering mengalami revisi, ketidak siapnya guru, kurangnya pengetahuan guru mengenai kurikulum 2013, dalam penerapannya yang dianggap ribet dan memakan waktu yang relatif lama.

    ReplyDelete
  102. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    selain guru, siswa juga mengalami kendala, karena siswa yang belum terbiasa dengan student center yang artinya siswa harus dituntut untuk aktif dan menemukan sesuatunya sendiri dan guru hanya sebagai fasilitator informasi, mereka akan merasa tertekan dan terbebani dengan tugas mereka yang cukup banyak untuk menggali informasi

    ReplyDelete
  103. Tahun 2018, sudah 4 tahun sejak kurikulum 2013 dipublikasikan, walaupun sebagaian sekolah masih menggunakan kurikulum lama yaitu KTSP. Namun bagi sebagian sekolah yand sudah menerapkan kurikulum 2013, mungkin perlu adanya evaluasi secara langsung dari para ahli atau pakar di bidang kurikulum 2013 pada masing-masing sekolah. Karena dikhawatirkan, tujuan utama dari penerapan kurikulum ini belum sesuai di lapangan.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  104. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Semester ini saya mengikuti perkuliahan analisis kurikulum matematika sekolah. dari hasil perkuliahan dan diskusi di kelas bersama dosen pengampu, kami menyimpulkan bahwa sebenarnya kendala pada penerapan kurikulum 2013 itu adalah masalah kurangnya persiapan karena diterapkan dalam waktu yang sangat singkat sehingga persiapannya kurang.

    ReplyDelete
  105. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Setelah membaca beberapa artikel yang mendukung pada K13, seberanya jika dilihat dimana pembelajaran K13 itu sesuai dengan pembelajaran saintifik dimana religius tida ditaruh di bagian atas sendiri, maka hal ini yang menjadi tombak untuk merosotnya dunia pendidikan di Indonesia sekarang ini.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  106. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Jika kita mengamati lebih jauh dan dalam, konsep dasar yang digunakan dalam kurikulum 2013 sebenarnya sangat-sangat baik. Hanya saja, ketika artikel ini diposting yakni diawal digunakannya kurikulim 2013, dunia pendidikan di Indonesia masih belum siap dengan adanya perubahan ini. Karena setiap perubahan, sekalipun yang menuju kebaikan harus disiapkan secara matang. Sisi baik kurikulum ini antara lain dengan diusungnya paradigma student center yang mengedepankan konstruksi pengetahuan siswa, bukan sekedar transfer pengetahuan. Namun hingga saat ini, dalam penerapannya, masih ada saja problema yang dihadapi, artinya kurikulum ini beserta penerapannya masih harus terus dievaluasi dan terus diperbaiki.

    ReplyDelete
  107. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb Prof

    Pendidikan saat ini menggunakan kurikulum 2013. Namun yang pernah saya dapati ketika saya magang disalah satu sekolah, bahwasanya belum semua guru yang mengetahui secara dalam bagaimana pembelajaran K-13. Belum banyak sosialisasi K-13, sehingga beberapa guru hanya menerapkan sesuai dengan pengetahuan seminimnya yang ia ketahui.
    Pada kurikulum 2013, pembelajarannya memiliki tujuan untuk meningkatkan tingkat kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Kognitif yaitu dilihat berdasarkan hasil belajarnya, karena secara kognitif berarti ilmu pengetahuan. Afektif yaitu dilihat berdasarkan sikap siswa saat belajar. Dan psikomotor yaitu dilihat berdasarkan keterampilan siswa. Jadi selain pengetahuan dalam segi pemikiran, sikap dan keterampilan juga menjadi tujuan kurikulum 2013. Pada pembelajaran ini, guru dituntut untuk bisa membuat pembelajaran yang inovatif, dan kreatif. Dalam artian bukan pembelajaran yang konvensional dengan metode ceramah. Adapun contoh model pembelajaran yang mendukun K-12 yaitu model pembelajaran discovey learning atau penemuan terbimbing. Model pembelajaran ini mendukung untuk menuntut siswa aktif dalam pembelajaran, karena disini pembelajaran berpusat kepada siswa. Jadi siswa yang harus aktif untuk memperoleh konsep. Karena model pembelajaran penemuan terbimbing ini, guru membimbing siswa untuk menemukan konsep pembelajaran. Jadi siswa sendiri yang akan menemukan konsep itu bersama teman kelompoknya, namun tetap dalam pengawasan guru.

    ReplyDelete
  108. M. Zainudin
    16701261019
    PEP

    Mohon link untuk informasi terkait kurikulum 2013 terrevisi

    ReplyDelete
  109. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Pendekatan saintifik adalah pendekatan yang dicanangkan dalam kurikulum 2013, di mana sintaks metode ini adalah mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengomunikasikan, dan mencipta. Metode ini sering dipadupadankan dengan model discovery learning, inquiry learning, Problem Based Learning, Project Based Learning maupun yang lain.
    .
    Masih banyak kendala dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Saya sendiri menyadari bahwa saya masih sering kesulitan menyusun RPP kurikulum 2013, terutama saat membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) karena LKS ini diharapkan bisa memancing rasa ingin tahu siswa sehingga siswa mau mengeksplor lebih jauh dan bisa memahami materi tersebut. Kemudian, dari segi siswa, untuk mengubah paradigma mereka agar mau menemukan sendiri suatu materi atau rumus juga bukan hal yang mudah karena siswa terbiasa dengan hal yang serba instan.

    ReplyDelete
  110. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    Pendidikan Matematika A 2015

    Pendekatan pembelajaran dalam kerangka kurikulum 2013 adalah menggunakan pendekatan saintifik. Di salah satu sekolah yang pernah saya kunjungi saya mendapati bahwa guru merasa kesulitan apabila harus sepenuhnya menerapkan pendekatan saintifik karena memerlukan waktu yang relatif lebih banyak sehingga terkadang waktunya tidak cukup untuk menyelesaikan materi. Oleh karena itu, guru tidak sepenuhnya menggunakan pendekatan saintifik tetapi dengan memadukan dengan metode yang lain bahkan juga menggunakan KTSP 2006 tetapi tetap memperhatikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan kompetensi yang perlu dipelajari oleh siswa, begitu juga tetap menjadikan siswa aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  111. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Terima kasih Prof. atas informasi dan ilmunya yang telah dibagikan. Menurut saya pendekatan saintifik yang dijadikan landasan dalam K13 sudah cukup ideal untuk memenuhi tuntutan pendidikan saat ini. Namun, fakta di lapangan masih menunjukkan beberapa kesulitan yang dialami guru dalam menerapkan 5M dalam K13 dalam pembelajaran di kelas. Seiring berjalannya waktu seharusnya dapat menjadi lebih baik dan tidak terkesan mempersulit guru.

    ReplyDelete
  112. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik. Di mana dalam pendekatan ini siswa mengalami proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengomunikasikan, dan mencipta. Pendekatan ini menurut saya sangat baik karena pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan menjadi berpusat pada siswa. Namun, kurangnya persiapan dalam pengimplementasian K13 ini yang menyebabkan terjadi beberapa kendala. Saya pernah mengobrol dengan salah satu guru matematika SMA di Jogja, Beliau menyampaikan bahwa minimnya sosialisasi danpelatihan akan Kurikulum 2013 membuat guru-guru kerepotan. Padahal, ketika menggunakan pendekatan saintifik RPP dan LKS yang dibutuhkan jelaslah berbeda dengan pendekatan konvesional. Saya masih sering sekali mengalami kesulitan dalam menyusun RPP maupun LKS. Dengan pendekatan saintifik, penggunaan LKS dituntut untuk dapat memancing rasa ingin tahu siswa. Nah, mengemas LKS sedemkian hingga(agar siswa timbul rasa ingin tahu) bukanlah hal yang mudah. Sehngga dibutuhkan latihan yang rutin agar guru maupun calon guru dapat mahir dalam menyusun RPP dan LKS.

    ReplyDelete
  113. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Pada kurikulum 2013 menggunakan menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik ini menjadi landasan dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Pendekatan ini berpusat pada siswa Akan tetapi pendektan saintifik ini tidak sepenuhnya bisa diterapkan di sekolah. Seperti sekolah yang pernah saya observasi, guru tersebut tidak sepenuhnya menggunakan metode saintifik dan juga mengalami kesulitan untuk materi tertentu. Karena dalam metode saintifik ini ada tahapannya dan juga antara satu tahapan dengan tahapan lainnya harus saling berkaitan. Sehingga pada sekolah yang saya observasi kemarin tidak sepenuhnya menerapakan metode saintifik pada kurikulumm 2013 dan masih campuran antara student center dan juga teacher center.

    ReplyDelete
  114. Rosmiyati Putri UtamiMay 14, 2018 at 12:05 AM

    Rosmiyati Putri Utami
    15301241031
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Penelitian oleh Perwira (2015) di SMKN 3 Buduran menunjukan kendala dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang dihadapi oleh berbagai pihak:
    1.kepala sekolah, diantaranya: (1) pemahaman kepala sekolah belum utuh, buku panduan guru dan siswa yang di dapat masih 30%. (2) Kesulitan untuk mengontrol semua guru agar dapat melaksanakan kurikulum 2013, dan LCD yang sering rusak. (3) Kesulitan dalam melakukan penilaian sikap karena jumlah form penilaian dan murid yang banyak.
    2.Guru. Kendala yang dihadapi guru dalam persiapan yaitu RPP yang belum adanya amanat 5M, pemahaman yang belum utuh. Dalam pelaksanaan sulitnya membuat siswa untuk aktif bertanya dan menerapkan 5M, dan dalam evaluasi sulitnya untuk menilai seluruh siswa karena belum tahu pasti sesuai dengan penilaian sikap pada kurikulum 2013.

    Solusi yang diberikan untuk kepala sekolah yaitu mengadakan sosialisasi kurikulum 2013 dan mencari sumber lain seperti dari internet dan buku. Mencari materi yang menarik perhatian siswa dan tahap evaluasinya sudah menggunakan komputer dalam mengkoreksi lembar kerja siswa.
    Solusi untuk guru dalam persiapan dengan mengikuti sosialisasi, pelatihan, perlu kesadaran diri dan motivasi diri agar terlaksananya implementasi kurikulum 2013 dan untuk RPP agar sesuai kurikulum 2013, guru bertanya pada guru lain atau cari di internet yang sesuai kurikulum 2013. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru menyelingi cerita, humor, dan membuat kelompok agar murid bisa aktif bertanya. Tahap evaluasi dalam penilain guru menyuruh beberapa siswa untuk menilai satu kelas dan membandingkan nilai dengan guru lain, selain itu juga bisa bertanya pada orang tua atau teman dalam penilaian sikap.

    Sumber:http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-teknik-mesin/article/view/13595

    ReplyDelete
  115. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Kurikulum di Indonesia sudah beberapa kali mengalami pergantian. Pergantian kurikulum bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang ada di sekolah. Saat ini, kurikulum yang berlaku di Insonesia adalah kurikulum 2013. Pada kurikulum 2013, siswa dituntut untuk aktif kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran. Pada kurikulum 2013, menggunakan pendekatan saintifik. Dengan pendekatan saintifik ini, pembelajaran menjadi lebih berpusat kepada siswa. Selain itu,pada kurikulum 2013 penilaian di dapat dari semua aspek, pengembangan karakter dan pendidikan budi pekerti juga diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Akan tetapi, saya merasa kalau dalam kesiapan untuk implementasi kurikulum 2013 masih kurang. Sebagian guru belum siap dalam implementasi kurikulum 2013. Selain itu, konsep pendekatan saintifik juga masih belum dipahami. Guru juga tidak pernah dilibatkan dalam proses pengembangan kurikulum 2013. Sehingga, pada praktiknya masih banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang menggunakan metode ceramah/ekspositori dalam kegiatan pembelajaran. Terimakasih.

    ReplyDelete
  116. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    15301241046
    Pendidikan Matematika A 2015
    Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan pembelajaran saintifik pada pembelajaran konvensional nya. Sebenarnya menurut saya ini perkembangan yang baik pada pendidikan di Indonesia karena dengan saintifik pembelajaran telah bergeser menjadi berpusat pada siswa, namun sayangnya penerapan k13 ini terasa kurang persiapan. Buktinya sampai saat ini setelah beberapa tahun berjalan, masih terdapat guru yang kurang menguasai bagaimana pendekatan saintifik. Masih terdapat guru yang kesulitan membuat pembelajaran berpusat pada siswa sehingga guru tersebut terpaksa masih menggunakan pendekatan yang berpusat pada guru seperti ekspositori.

    ReplyDelete
  117. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Perubahan kurikulum dari KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) menjadi Kurikulum 2013 memang terbilang terlalu tiba-tiba. Ada banyak pro-kontra yang timbul. Kurikulum ini tentunya memfokuskan pembelajaran pada siswa, ini memang hal baik yang sudah semsetinya pendidikan Indonesia menerapkannya. Namun, perubahan yang terlalu cepat ini menimbulkan ketidaksiapan guru dan siswa dalam menjalaninya. Poin-poin dalam kurikulum 2013 tidak bisa tersalurkan dengan baik karena guru belum sepenuhnya siap mengubah metode konvensional yang ibaratnya sudah menjadi budaya, menjadi metode baru yg barusaja di temukannya.

    ReplyDelete
  118. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Pengalaman saya terkait implementasi Kurikulum 2013 paling banyak saya dapatkan pada saat latihan praktik mengajar atau microteaching. Kurikulum 2013 sangat erat kaitannya dengan pendekatan saintifik yang berfokus kepada siswa dan sangat bertolak belakang dengan kurikulum sebelumnya dimana guru lebih dominan menjelaskan. Pembelajaran kurikulum 2013 menurut bertujuan untuk mengembangkan pola pikir siswa. Selama ini, metode yang sering digunakan dalam latihan praktik mengajar adalah metode diskusi. Sedangkan model yang digunakan antara kain Think Pair Share, Discovery Learning, dan Problem Based Learning. Dalam pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 ini, LKS selalu digunakan sebagai media utama. Guru lebih sedikit berbicara dan lebih sering mengawasi jalannya diskusi yang dilakukan oleh siswa. Kesimpulan pembelajaran pun dilakukan oleh disampaikan oleh siswa. Peran guru adalah meluruskan jika ada sesuatu yang kurang benar dan lebih menekankan kesimpulan yang telah di dapat tersebut. Selain itu, apersepsi tidak selalu dilakukan di awal pembelajaran. Apersepsi juga bisa dilakukan di tengah-tengah pembelajaran yang tertuang dalam LKS.

    ReplyDelete
  119. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Salah satu pembeda antara Kurikulum 2014 dengan kurikulum sebelumnya adalah scientific approach. Namun, beberapa pendidik masih kesulitan menerapkan pendekatan tersebut dalam pembelajaran. Selain itu, kendala dari Kurikulum 2013 adalah proses penilaian yang dianggap lebih rumit. Hal ini dikarenakan, banyaknya aspek dalam menilai murid sehingga hal ini menjadi kendala utama yang dirasakan oleh pendidik. Sebagai contoh, adanya empat aspek yang harus dinilai oleh pendidik untuk semua siswa yaitu aspek spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan ditambah dengan banyaknya siswa yang harus dinilai sehingga mengurangi kinerja pendidik sebagai fasilitator. Kendala selanjutnya adalah membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Karena, pada kurikulum tersebut pendidik adalah sebagai fasilitator sehingga pendidik harus mampu memfasilitatori siswa agar bertanya dan aktif membangun konsep diri siswa.

    ReplyDelete
  120. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih Prof atas ruang diskusinya. Walaupun saya belum pernah mengajar kelas di sekolah-sekolah, saya pernah mengajar les siswa yang sekolahnya sudah menerapkan Kurikulum 2013. Menurut saya, kendala yang dihadapi siswa dalam melaksanakan pembelajaran K13 adalah dalam tahap menanya, siswa masih belum dengan leluasa melontarkan pertanyaan yanng ada di benaknya. Ia memilih menyimpan pertanyaan tersebut dan bersikap tenang padahal sikap tenang siswa belum dapat dijadikan tolokukur sebebrapa paham siswa dengan materi tersebut. Guru hendaknya melakukan evaluasi dan refleksi dalam tiap pembelajaran agar mengetahui kesulitan siswa. Selain itu, siswa agaknya kurang terbiasa menghadapi soal-soal yang sulit sehingga cenderung takut untuk mencoba.

    ReplyDelete
  121. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pada kurikulum 2013 pembelajaran dilakukan dengan pendekatan saintifik. Secara teoritis pendekatan saintifik memang sudah dikatakan dapat memberikan ketercapaian pada tujuan pendidikan. Namun secara nyatanya, terdapat beberapa hal yang masih kurang sesuai dengan karakteristik baik siswa maupun sekolah. Pendekatan saintifik ini menggunakan sintaks 5M yaitu mengamati, menanya, mengasosiasi, mengumpulkan informasi, dan mengkomunikasikan. Berdasarkan hasil observasi pada bulan Februari 2018 di salah satu sekolah menengah negeri di Yogyakarta, guru masih merasa kesulitan jika menggunakan pendekatan saintifik ini secara pure. Beberapa guru mengaku mereka lebih menggabungkan beberapa pendekatan dan/atau metode dalam pembelajaran di kelas. Dari segi siswa, tidak semua siswa dapat melakukan sintaks seperti yang dinginkan. Perlu adanya kajian agar pendidikan lebih sesuai dengan karateristik atau kondisi di Indonesia sendiri.

    ReplyDelete
  122. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Seperti yang kita ketahui, dalam kurikulum 2013 pembelajaran dilakukan dengan menerapkan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik memiliki lima langkah/sintaks yang diadopsi dari cara berfikir para saintis yaitu 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan menginformasikan). Pendekatan ini sebenarnya memiliki manfaat yang besar terutama bagi siswa. Pembelajaran dengan pendekatan ini lebih menekankan pembelajaran sebagai pengalaman bagi siswa, sehingga siswa terlibat langsung dalam pembelajaran dan diberi kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri sehingga diharapkan apa yang diperoleh siswa dari pembelajaran dapat lebih bermakna. Seiring dengan kebermanfaatannya, tentunya muncul beberapa tantangan tersendiri dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Salah satu tantangan yang saya hadapi ketika melaksanakan praktik microteaching yang berbasis pendekatan saintifik adalah dalam menyiapkan konteks untuk diamati oleh siswa dan memancing siswa untuk mau bertanya, mengingat sebagian besar siswa tentu terbiasa dengan pembelajaran ekspositori yang lebih berpusat pada guru.

    ReplyDelete
  123. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Kurikulum 2013 sebenarnya sudah baik, kurikulum ini mendorong kita para guru untuk melakukan pembelajaran inovatif sesuai dengan yang siswa kita butuhkan. Namun ada beberapa kekurangan dalam implementasinya, penerapan kurikulum 2013 ini membutuhkan seni dalam mengajar karena dituntut untuk student centered sedangkan siswa disetiap sekolah atau daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga setiap guru pun harus membuat sendiri setiap RPP dan LKS yang akan digunakan dalam pembelajaran agar sesuai bagi siswanya. Dalam hal ini mungkin beberapa guru yang sudah terbiasa menggunakan kurikulum lama masih belum terbiasa, itulah salah satu kekurangan penerapan kurikulum 2013 ini. Oleh karena itu, sebagai calon pendidik kita harus banyak belajar agar lebih inovatif dan mampu mengimpelemntasikan kurikulum 2013 ini dengan baik.

    ReplyDelete
  124. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Terimakasih prof untuk menyediakan ruang berdiskusi mengenai kurikulum 2013. Seperti yang kita ketahui bahwa kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang saat ini dilaksanakan di Indonesia. Kurikulum 2013 terkenal dengan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Yaitu pendekaan yang menerapkan 5m dalam prose belajar yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, mengasosiasi dan mengomunikasikan. Dengan menerapkan pendekatan ini diharapkan siswa dapat secara aktif dalam mengkosntruksi sendiri konsep belajar yang dipelajari. Saat mengikuti pembelajaran etnomatematika dengan prof, pernah kita bahas mengenai bagaimana sintaks saintifik yang tepat pada RPP dan LKS nya. Sehingga diperlukan pengusunan RPP dan LKS yang sesuai dengan sintaks saintifiknya. Dan yang perlu digaribawahi adalah bahwa pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang berpusat kepada siswa, sehingga peran guru hanya sebagai fasilitator dan tidak boleh terlalu mengintervensi siswa.

    ReplyDelete
  125. Okts Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Implementasi kurikulum 2013 pada tahun ini sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, masih terdapat beberapa kekurangan, seperti bahan ajar yang masih belum dapat diakses dengan mudah. Beberapa sekolah masih belum memiliki bahan ajar atau buku pegangan yang tepat untuk kurikulum 2013 karena stok yang terbatas dari pemerintah sehingga sekolah terpaksa tetap menggunaka buku dari kurikulum sebelumnya dan membuat kurikulum 2013 tidak efektif. Disamping itu, penerapan tersebut juga terkendala dengan minimnya sosialisasi kurikulum 2013 di kalangan guru, sehingga guru masih belum menemukan strategi maupun metode yang tepat.

    ReplyDelete
  126. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Perubahan kurikulum dari KTSP kepada Kurikulum 2013 merupakan salah satu langkah besar yang ditempuh oleh Indonesia. Perubahan yang paling terlihat terletak pada pendekatan saintifik yang dibawa oleh K13 yang didalamnya terdapat sintak mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, hingga mengomunikasikan. Perubahan besar lainnya terletak pada pembelajaran yang student centered pada K13, sedangkan pada KTSP memuat pembelajaran yang teacher centered.
    Penerapan K13 di Indonesia tentu memiliki tujuan dan harapan yang sangat baik, namun kesiapan para lembaga pendidikan dan orang-orang di dalamnya juga perlu diperhatikan agar tujuan dan harapan dalam penerapan K13 dapat tercapai dengan baik.

    ReplyDelete
  127. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah menurut saya masih belum optimal. Dari pengalaman saya, ada beberapa sekolah yang masih menggunakan KTSP. Namun, ada juga sekolah yang sudah menggunakan kurikulum 2013 tetapi dalam pelaksanaannya masih belum sepenuhnya sesuai dengan kurikulum 2013. Sebaiknya ini menjadi evaluasi yang harus diperhatikan karena akan berpengaruh pada tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete