Oct 12, 2013

POSKO KURIKULUM 2013

Dear all,



Pada Forum ini saya membuka POSKO KURIKULUM 2013, dengan tujuan mengomunikasikan dan sharing pengalaman tentang aspek implementasi Kurikulum 2013.

Untuk itu saya mengharap partisipasi segenap pembaca yang mempunyai pengalaman atau mempunyai data tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013 di manapun.

Untuk para mahasiswa yang sekarang mengikuti Kuliah Filsafat Ilmu atau Filsafat Pendidikan Matematika, saya menugaskan untuk mencari informasi sedapat-dapatnya berkaitan dengan Pelaksanaan Kurikulum 2013, baik yang bersifat sebagai faktor pendukung, kendala atau kesulitan, dsb.

Melalui Kolom Komen, tulislah segala macam aspek pelaksanaan Kurikulum 2013 yang mampu ditulis, jika dilengkapi data apa, dimana, dan kapan tentu lebih baik. Jadi tulisan bersifat lebih OTENTIK daripada sekedar tanggapan atau analisis. Jika ada analisis tentu lebih baik jika berdasar data yang ada.

Pengalaman anda akan bermanfaat bagi yang lain jika dapat ditulis dan ditayangkan.

Kepada Mahasiswa saya, mohon juga agar keberadaan POSKO Kurikulum 2013 ini dapat disebar luaskan, sehingga khalayak umum atau guru dapat juga berpartisipasi.

Forum ini bersifat terbuka dan dapat dibaca untuk umum dan semata-mata untuk kepentingan Kajian Ilmiah/Akademik.

Selamat mencoba, dan ditunggu kontribusinya.

Selamat berjuang

12 Oktober 2013

Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA UNY

Catatan:
1. Untuk mahasiswa S2 Kuliah Filsafat Ilmu WAJIB membuat/memberi komen/uraian (disertai fakta lebih baik), karena hasil dari forum POSKO 2013 akan dijadikan sebagai bahan Kajian Implementasi Filsafat Ilmu.
2. Salah satu manfaat Forum ini juga untuk membuat equilibrium atau keseimbangan (tesis-anti tesis) para mahasiswa dalam Kuliah Filsafat, agar Filsafatnya bersifat sensitif terhadap masalah aktual.

13 comments:

  1. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dalam konteks K-13 guru harus menjadi motivator dan pembimbing. Mengapa demikian? Sebab karakteristiknya lebih berorientasi pada pengamatan yang dilakukan peserta didik sampai harus pada tataran mengomunikasikan baik secara lisan maupun tulisan. Untuk itu, pertama, sudah saatnya guru selalu mengedepankan inovasi pembelajaran khususnya dalam metode dan cara mengajarnya yang tertuang dalam RPP meski sampai saat ini buku dari Kemendikbud belum jadi. Dalam hal ini guru bisa mengambil dari berbagai sumber baik dari buku maupun internet. Jadi apa yang dikatakan MB bahwa guru-guru belum paham K-13 itu salah besar. Saat mencari sumber bahan, bisa melihat silabus dan RPP yang telah dibuat. Dalam tataran yang demikian, guru harus selalu mengubah diri dan gaya mengajarnya. Guru harus bisa merespons perkembangan dan mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, khususnya dalam menyiasati buku yang belum datang dari Kemendikbud. model pembelajaran yang disajikan tidak monoton tetapi harus variatif. Dengan cara in pembelajar atau peserta didik dapat memperoleh sesuatu dengan cermat dan tidak membosankan.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kurikulum 2013 lebih menekankan pada tiga ranah yang perlu dinilai. Pendekatan pembelajaran yang digunakan yaitu pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik ini lebih menekankan pada pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Namun, pada kenyataan di lapangan, untuk dapat menerapkan pembelajaran yang berbasis saintifik ini banyak yang mengalami kendala. Kurikulum yang berubah semestinya tidak membuat guru patah semangat tetapi sebaliknya.

    ReplyDelete
  3. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Kurikulum pendidikan di Indonesia tengah mengalami masa transisi, yakni dari KTSP menuju K-13. Sehingga dalam penerapannya pun masih memberlakukan dua kurikulum tersebut. Terdapat banyak seekali masalah yang pelik sejak munculnya k-13 hingga sekarang. Pergantian Menteri juga berakibat pada pergantian peraturan menteri yang mengatur kurikulum. Tujuannya memang bagus, yakni untuk memperbaiki kurikulum 2013 hingga benar-benar matang dan siap untuk diimplementasikan di seluruh sekolah di Indonesia. Namun, hal ini juga menimbulkan masalah-masalah lain serta membingungkan guru. Misalnya, permendikbud terbaru yang mengatur tentang materi pelajaran matematika kelas 8 yakni Permendikbud No. 24 tahun 2016 lampiran 15, materi spldv pada peraturan sebelumnya diajarkan di semester 2, sedangkan pada peraturan terbaru diajarkan di semester 1. Perbedaan-perbedaan materi ini akan membingungkan guru, peraturan mana yang harus mereka ikuti. Padahal ketika peraturan baru disahkan, maka peraturan lama pun sudah tidak berlaku. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah benar-benar menuntaskan permasalahan terkait kurikulum pendidikan di Indonesia agar tidak berimbas kepada pelaku pendidikan terutama peserta didik.

    ReplyDelete
  4. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    PPs. P.Mat C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Masa transisi KTSP ke K-13 menimbulkan problem bagi dunia pendidikan, dimana buku K-13 yang sebagian besar belum didistribusikan ke sekolah ataupun mengalami kendala percetakan, akantetapi proses pembelajaran sudah dimulai. Selain itu banyak guru yang belum ditatar sehingga mereka pada kebingungan terhadap sistem pembelajaran, sistem penilaian, dan sistem pelaporan/raport yang berbeda jauh dari KTSP. Selain itu, materi yang diajarkan lebih banyak dari kurikulum sebelumnya sedangkan waktu yang diberikan sama dengan kurikulum sebelumnya. Siswa saya juga menemukan buku Agama Islam K-13 yang isinya tidak sesuai/kontradiktif dengan yang seharusnya. Pada saat era transisi kepresidenan, maka mendikbud juga mengalami transisi, dalam masa transisi ini terdapat dualisme kurikulum yang semakin membuat arah pendidikan tidak menentu. Kemudian mendikbud mengalami transisi kembali dimana adanya revisi K-13, serta tentang penentuan kelulusan dengan menerapkan proporsi yang berbeda dari sebelumnya. Masa transisi memang besar dampaknya bagi dunia pendidikan, meski K-13 sudah mengalami revisi akantetapi masih banyak yang perlu direvisi kembali/dikaji ulang terkait dengan K-13, karena K-13 belum proposional terkait dengan ketepatan implementasi materi pada semester tertentu. Terimakasih prof. dengan adanya posko ini semoga dapat membuat K-13 lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kurikulum 2013 (K-13) sebagai kurikulum yang berlaku pada sistem pendidikan Indonesia. Dimana k-13 ini menggunakan konsep pendekatan scientific ( ilmiah), karena dianggap hasinya akan lebih baik dari pendekatan tradisional. Akan tetapi sayangnya, dalam pelatihan yang Cuma beberapa hari itu membuat para guru kebingungan. Terutama dalam aspek penilaian sikap masing- masing peserta didik. Karena membangun kembali cara mengajar serta administrasi guru yang sesuai dengan Kurikulum 2013 ini tidaklah instan. Guru benar-benar mengerti apa yang dilakukannya. Tapi kenyataan dilapangan, tidak semuanya seperti itu.

    ReplyDelete
  6. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Berbicara mengenai pengalaman saya dalam mengimplementasi kurikulum 2013 yang pernah saya lakukan, saya merasa bahwa di daerah saya implementasi kurikulum 2013 belum memenuhi syarat dan standar yang benar. Karena kurikulum 2013 yang menuntut pendekatan saintifik ilmiah belum dapat menjangkau gaya belajar siswa yang ada. Selain itu fasilitas yang ada belum memadai untuk melakukan proses ilmiah, seperti ketika mengamati untuk fasilitas seperti infocus, dll belum di miliki oleh semua sekolah sehingga sulit untuk dilakukan. Dari segi guru, guru diharuskan untuk mengembangkan cara mengajar mereka dengan model-model pembelajaran yang ada (Non-konvensional), selain itu guru dituntut untuk kreatif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif padahal waktu mengajar sedikit. Dari keseluruhan saya menyimpulkan didaerah saya implementasi kurikulum 2013 hanya sebatas retrotrika semata.

    ReplyDelete
  7. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Secara faktual guru mengalami kesulitan dalam pelaksanaan K13, khususnya meningkatkan kemampuan siswa bertanya. Pada saat pemantauan berlangsung pada beberapa kelas yang sedang belajar tidak terpantau siswa yang bertanya atau aktif-interaktif. Kegiatan eksplorasi informasi cenderung karena pengarahan guru dan dilanjutkan dengan mengerjakan tugas. Hal yang menarik cukup banyak guru yang mengakhiri pembelajaran dengan memberikan peluang kepada siswa menyajikan hasil karyanya. Pelajaran diakhiri dengan proses guru memberikan tugas kepada siswa. Pola kegiatan pemberian tugas mendominasi pembelajaran. Pekerjaan rumah banyak diberikan guru dengan kurang mengindahkan perhitungan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Menurut pandangan orang tua murid tugas yang dibebankan kepada siswa melebihi kapasitas beban belajar yang wajar. Hal tersebut banyak dikeluhkan orang tua murid kepada pihak sekolah.

    ReplyDelete
  8. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini memang masih jauh dari apa yang diharapkan jika dibandingkan dengan pendidikan di negara-negara lain, oleh karena itu pemerintah berupaya untuk menginovasi pendidikan di Indonesia agar menjadi berkualitas. Hal ini dilakukan dengan mengubah kurikulum yang ada dari tahun ke tahun. Perubahan ini dilakukan karena adanya kesenjangan kurikulum yang ada antara kondisi saat ini dengan konsep ideal yang diharapkan. Kesenjangan kurikulum ini berupa kompetensi lulusan, materi pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian, tenaga dan tenaga kependidikan serta pengelolaan kurikulum itu sendiri. Untuk saat ini kurikulum yang telah di terapkan di Indonesia adalah kurikulum 2013 yang berbasis kompetensi. Dalam kurikulum 2013 proses pembelajaran yang diterapkan adalah berpusat kepada siswa dalam arti siswa yang selalu diberitahu berubah menjadi siswa mencari tahu dan proses penilaian dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output. Aspek penilaian pun tidak hanya fosus kepada aspek kognitif saja tetapi dilihat juga dari aspek afekktif dan psikomotorik. Guru pun dituntut untuk lebih kreatif dalam mengembangkan metode-metode pembelajaran yang dapat memotivasi siswa dalam belajar. Kurikulum 2013 yang sudah mulai diterapkan ini pada setiap satuan pendidikan ini diharapkan mampu untuk mengidealkan proses pembelajaran di sekolah sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
    Dalam pelaksanaan kurikulum 2013, terdapat banyak kendala yang dihadapi antara lain kurangnya kesiapan guru dan siswa, sarana dan prasarana yang kurang mendukung serta kurangnya sosialisasi tentang kurikulum ini. Namun yang menjadi harapannya adalah tujuan yang ingin dicapai yakni siswa semakin kreatif dan trampil sedangkan guru menjadi lebih profesional dalam melaksanakan tugasnya.

    ReplyDelete
  9. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada pembelajaran dalam skema Kurikulum 2013, guru diharapkan mampu mengimplementasikan pendekatan dan metode pembelajaran yang inovatif (students-centered). Kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip yang berpusat pada peserta didik, mengembangkan kreativitas peserta didik, menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan menantang, bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika, serta menyediakan pengalaman belajar yang beragam. Peserta didik harus didorong untuk mengkonstruksi pengetahuan melalui pengalaman-pengalamannya. Sehingga guru perlu menerapkan berbagai metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna. Pada implementasi kurikulum 2013, guru pada umumnya menggunakan pendekatan scientifics. Salah satu kesulitan pada pendekatan scientific adalah pada kegiatan menanya. Seringkali ditemukan pada saat pembelajaran siswa bersifat pasif dan tidak mau bertanya selama pembelajaran dan dari sisi guru sendiri, mereka harus menunda keinginannya untuk memberikan pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan pada masalah matematika ditunda agar mendorong siswa bertanya. Jika siswa memberikan pertanyaan yang tidak sesuai dengan konteks atau siswa sekedar memberikan komentar, itu bukanlah masalah, yang penting guru harus mengiring anak ke pertanyaan yang diinginkan. Dan pertanyaan yang diharapkan ditulis di RPP.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Untuk melaksanakan kurikulum 2013 secara merata seluruh Indonesia, saya pikir masih memerlukan waktu yang cukup lama dan proses yang panjang. Terutama untuk daerah-daerah terpencil dan daerah perbatasan Indonesia. Berdasarkan pengalaman saya selama KKN pada tahun 2014 di desa yang berbatasan darat dengan Malaysia, disana hanya ada satu sekolah dasar negeri. Pada saat itu, guru disana hanya sekedar mengetahui tentang Kurikulum 2013 dari televisi. Hal ini dikarenakan sulitnya transportasi ke daerah tersebut dan belum adanya sosialisasi tentang K-13 dari dinas Pendidikan setempat, untuk eksplorasi sendiri pun cukup sulit dikarenakan belum adanya sinyal internet di daerah tersebut, sedangkan untuk komunikasi via seluler pun hanya dapat dilakukan pada titik-titik tertentu. Sebenarnya, untuk sarana dan prasarana di sekolah tersebut masih sangat minim, belum terpenuhi sepenuhnya, jadi untuk implementasi K-13 memang memerlukan cukup banyak waktu dan proses yang panjang agar guru benar-benar memahami akan hal tersebut, terutama di daerah terpencil dan daerah perbatasan.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kurukulum 2013 adalah sebuah kurikulum yang berasala dari beberapa kurikulum yang sudah pernah diterapkan seperti KBM dan KTSP, yang mana Kurikulum 2013 ini menyempurnakan dari kurikulum KTSP. Kurikulum 2013 ini tidak berbeda jauh sama kurikulum sebelumnya yang membedakannya adalah adanaya kompetensi inti, yaitu, KI 1, KI 2, KI 3, KI4, yang mana KI 1 menekankan pada aspek spritual, KI 2 menekankan pada aspek sosial, KI 3 menekankan pada aspek Pengetahuan, dan KI 4 mnekankan pada aspek keterampilan. Yang mana ke empat KI itu akan menajdi acuan kita dalam menyusun bentuk RPP, dan Kompetensi dasar dan indoikator-indikator yang akan kita gunakan saat mengajar nanti. Pada kurikulum 2013 ini lebih menekankan pada aspek kerohanian yang mana spritual nya harus ditekankan

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pelaksanaan kurikulum 2013 dilakukan secara bertahap. Pertama dilaksanakan untuk beberapa sekolah di setiap daerah di Indonesia sebagai sekolah contoh untuk penerapannya. Kemudian tahun kemarin yaitu tahun 2016 diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Saya pernah mengajar di salah satu sekolah menengah atas di Bengkulu tepatnya kabupaten Bengkulu Setalan pada tahun 2015. Bertepatan sekolah itu telah dahulu menerapkan kurikulum 2013. Untuk menerapkan kurikulum baru ini sebenarnya sekolah ini memaksakan, sebenarnya apabila dilihat dalam pembelajaran sehari-hari belum mencerminkan bagaimana kurikulum 2013 seharusnya. Saya melihat bahwa guru masih sangat kesulitan dalam merancang pembelajaran dengan pendekatan atau model pembelajaran yang seharusnya diterapkan berdasarkan kurikulum tersebut. Kemudian ketika di dalam kelas pun masih cenderung menggunakan metode ceramah atau ekspositori. Siswa pun mengeluh dengan buku pegangan siswa yang sulit untuk dipahami materinya dan soal-soal latihannya tergolong soal berkategori sulit bagi mereka.

    ReplyDelete
  13. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Berdasarkan pengalaman mengajar di SMP yang juga menerapkan Kurikulum 2013, dan itu masih terhitung baru, menjadi sangat canggung bagi guru dalam implementasinya. Mengapa? Yang pertama adalah kurangnya kesiapan dan bekal bagi guru, sehingga dalam penyusunan RPP pun guru masih kesulitan. Yang kedua, penilaian yang dilakukan mencakup tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Guru kebingungan dalam menilai sikap siswa dan penilaian masih terbatas bersifat kognitif saja. Yang ketiga adalah kendala penerapan model pembelajaran inovatif yang justru malah menimbulkan kebingungan bagi siswa. Terkadang memang siswa lebih nyaman ketika belajar dengan metode ceramah dari guru. Jadi dalam Kurikulum 2013 ini, memang perlu dilakukan pembiasaan-pembiasaan bagi guru maupun siswa agar pelaksanaannya efektif dan tepat tujuan.

    ReplyDelete