Nov 1, 2012

Kesimpulanku Berfilsafat




Ass, forum ini sengaja saya berikan kepada semua Pembaca yang Budiman, untuk memberikan KESIMPULAN dari Kegiatan Berfilsafatnya sesuai dengan Latar belakangnya masing-masing.


Sedangkan untuk semua Mahasiswa saya yang menempuh Kuliah Filsafat Ilmu S2 Pendidikan Matematika, S2 Pendidikan Sain, maupun yang menempuh Kuliah Filsafat Pendidikan Matematika program S1, Forum ini BERSIFAT WAJIB dibuat. 

Mohon diusahakan agar Kesimpulan menggambarkan pemahaman 3 (tiga) Pilar Filsafat, Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis secara Keseluruhan baik secara Intensif maupun Ekstensif.

Boleh ditambahkan Pesan atau saran-saran kepada orang lain.

Perlu di catat bahwa tidaklah forum ini untuk menekankan pada pembenaran (betul/salah) tetapi lebih kepada penjelasan masing-masing individu.

Variasi/perbedaan-perbedaan/ciri khas/pengalaman/konteks yang ada dianggap sebagai kekayaan khasanah mempelajari Filsafat.

Agar tampak originalitasnya, malah sebaiknya tidak perlu menggunakan Referensi. Spontan saja sampaikan konsep atau ide sehingga enak dibaca.

Demikian selamat mencoba, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Amin

9 comments:

  1. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Setelah saya membaca artikel-artikel pak Marsigit, saya menyimpulkan bahwa filsafat adalah orientasi yang mencerahkan kehidupan sesuai dengan tuntutan akal. Filsuf bukanlah seseorang yang hidup mengasingkan diri dari kehidupan masyarakat. Filsuf adalah pribadi yang hidup menyatu dengan masyarakat dan berbagai persoalannya. Dialog pemikiran dan diskusi filosofisnya merupakan sebuah proses berhadapan dengan realitas yang memiliki ciri positivistik. Jika diperhatikan dengan seksama, ternyata kehidupan keseharian kita masing-masing adalah filsafat, dan kita tidak hanya sebagai objek filsafat, tetapi juga subjek yang berfilsafat.

    ReplyDelete
  2. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Tidaklah mudah untuk berfilsafat. Kita harus mengerahkan hati dan pikiran untuk memahami apa itu filsafat. Mengetahui berbagai pendapat para filsuf untuk membuka hati dan pikiran kita tentang filsafat. Filsafat menurut saya adalah cerminan diri kita sendiri, filsafat bergantung ruang dan waktu, bergantung setiap individu dalam memandang sesuatu.

    ReplyDelete
  3. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Jika aku hendak menyimpulkan kegiatan berfilsafatku, maka aku harus melakukan reduksi terhadap pemikiran-pemikiran para filsuf. Sedangkan filsafat itu tidak dapat dimaknai dengan kata atau kalimat singkat yang serupa dengan kesimpulan. Berfilsafat itu adalah penjelasan dan belajar filsafat itu dilakukan terus-menerus secara kontinu. Aku khawatis jika aku memberikan kesimpulan dari kegiatan berfilsafatku, maka aku akan terjebak ke dalam statis atau berhenti. Sedangkan belajar filsafat itu seharusnya pernah aku lakukan, sedamg aku lakukan, dan akan aku lakukan. Terlalu banyak pemikiran-pemikiran para filsuf yang berupa penjelasan-penjelasan panjang yang aku tidak mampu memberikan kesimpulan dikarenaan keterbatasanku saat ini.
    Tetapi jika terpaksa aku harus memberikan kesimpulan dari kegiatan berfilsafat maka aku akan mencobanya. Filsafat adalah pemikiran-pemikiran para filsuf. Berarti belajar filsafat adalah mempelajari pemikiran-pemikiran para filsuf. Filsafat itu adalah kegiatanolah pikir. Berarti belajar berfilsafat itu adalah belajar mengolah pikiran kita. belajar filsafat itu harus kontinu dan sesuai dengan ruang dan waktu. Kesimpulannya, kegiatan berfilsafat adalah penggabungan dari pemikiran para filsuf, olah pikir, ontinu, dan sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Kesimpulanku berfilsafat, belajar filsafat secara tidak langsung mengolah pikir serta menaikkan dimensi berfikir seseorang, berfilsafat membuka wawasan dan pemikiran sehingga kita bersikap lebih adil dalam memandang segala sesuatu, sebab suatu kebaikan dan keburukan tidak dinilai dari satu sisi, kemudian dari pemikiran tersebut menuntun serta menyadarkan kita untuk tidak berpikiran sempit dan memandang segala sesuatu secara komprehensif. Sebagaimana pengetahuan yang saya peroleh dalam proses perkuliahan filsafat ilmu bahwa berfilsafat itu, menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah sesuai dengan ruang dan waktunya.
    Berfilsafat adalah tentang menerjemahkan dan diterjemahkan, tentang bagaimana kita membuat tesis dan antitesis dari segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Itulah kesimpulan saya mengenai berfilsafat, akan tetapi kembali lagi kepada hakikat saya sebagai manusia biasa yang tak luput dari segala keterbatasan sehingga mungkin kesimpulan yang saya jabarkan pun belum berarti apa-apa.

    ReplyDelete
  6. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Sebelumnya waktu menempuh pendidikan S1 saya belum pernah mempelajari filsafat. ini pertama kalinya saya belajar filsafat. setelah berjalan perkuliahan sekitar 2 bulan, saya menyimpulkan bahwa berfilsafat itu cara kita memandang sesuatu, berbeda dengan orang awam, mereka memandang subjek dan objek, hal-hal yang ada dan yang mungkin ada dengan sudut pandang secara umum seperti halnya kebanyakan orang. sedangkan dalam mempelajari filsafat, cara pandang kita terhadap hal-hal tersebut sudah tidak sama lagi dengan orang awam. kita menggunakan persfektif yang berbeda.

    ReplyDelete
  7. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Berfilsafat merupakan proses perjalanan pikiran manusia untuk terus berpikir-berpikir mencari hakikat kehidupan dan yang terpenting dalam berfilsafat harus memiliki landasan dan dalam hal ini landasan kami berfilsafat adalah spiritual yakni meyakini bahwa setinggi-tingginya kebenaran adalah kebenaran dari Tuhan. Berfilsafat haruslah memahami ontology yakni wadah da nisi, epistimologi yakni potensi dan aksiologi yakni apa yang kita peroleh dari wadah da nisi serta potensi. Manusia sebagai mkhluk Nya harus mengembangkan potensi yang dimilikinya karena hal tersebut merupakan salah satu cara mensyukuri nikmatnya. Terima kasih.

    ReplyDelete
  8. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Berfilsafat dimulai dari diri sendiri.Setiap orang memiliki persepsinya masing-masing mengenai filsafat yang mungkin didapat dari hasil pengalaman ,membaca, atau belajar dari para filsuf.Untuk memamahi segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, baik yang nampak maupun tidak nampak maka kita butuh proses.Proses yang dimaksud adalah proses berpikir dan proses mengolah hati.Karena sebenar-benar filsafat adalah olah pikir dan olah hati.Bumi dan alam semesta ini penuh dengan teka-teki.Oleh karena itu ,kita perlu diterjemah dan menterjemahkan, tahu tesis dan anti tesisnya hingga keaadan dapat berjalan sesuai dengan ruang dan waktunya.Sebab,sbenar-benarnya filsafat adalah yang memamahami ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  9. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, inti dalam berfilsafat adalah mengolah pikir. Setelah berolah pikir maka kemudian hasil pemikiran itu akan di refleksikan, dan disampaikan, dijelaskan ke dalam hidup kita. Dalam setiap kita berpikir itu kita berfilsafat dan hasil akhirnya berupa kesimpulan atau tesis. Dalam menjalani kehidupan manusia akan senantiasa berhadapan dengan kontradiksi-kontradiksi, dan sudah menjadi kewajaran bahwa akal dan pikiran seseorang ingin menerima semua kontradiksi tersebut sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai suatu kebenaran yang mutlak. Hal ini tentu tidak akan tercapai, akan tetapi bisa didekati dengan cara berefleksi, melakukan analitik, melakukan kritisisasi, dan dengan melakukan sintesis sehingga disimpulkan suatu tesis baru yang sebenarnya ada pula anti tesisnya. Sehingga berfilsafat merupakan kegiatan refleksi yang bersifat infinite regress.

    ReplyDelete