Nov 1, 2012

Kesimpulanku Berfilsafat




Ass, forum ini sengaja saya berikan kepada semua Pembaca yang Budiman, untuk memberikan KESIMPULAN dari Kegiatan Berfilsafatnya sesuai dengan Latar belakangnya masing-masing.


Sedangkan untuk semua Mahasiswa saya yang menempuh Kuliah Filsafat Ilmu S2 Pendidikan Matematika, S2 Pendidikan Sain, maupun yang menempuh Kuliah Filsafat Pendidikan Matematika program S1, Forum ini BERSIFAT WAJIB dibuat. 

Mohon diusahakan agar Kesimpulan menggambarkan pemahaman 3 (tiga) Pilar Filsafat, Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis secara Keseluruhan baik secara Intensif maupun Ekstensif.

Boleh ditambahkan Pesan atau saran-saran kepada orang lain.

Perlu di catat bahwa tidaklah forum ini untuk menekankan pada pembenaran (betul/salah) tetapi lebih kepada penjelasan masing-masing individu.

Variasi/perbedaan-perbedaan/ciri khas/pengalaman/konteks yang ada dianggap sebagai kekayaan khasanah mempelajari Filsafat.

Agar tampak originalitasnya, malah sebaiknya tidak perlu menggunakan Referensi. Spontan saja sampaikan konsep atau ide sehingga enak dibaca.

Demikian selamat mencoba, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Amin

62 comments:

  1. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ontologi filsafat membahas mengenai hakikat filsafat itu sendiri. Hakikat tersebut dalam artian seperti apa sebenarnya pengetahuan filsafat atau definisi dari filsafat itu sendiri. Definisi dari filsafat tidaklah tunggal, setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam mengartikan filsafat. Dengan demikian, definisi filsafat tergantung ruang dan waktu. Epistemologi filsafat membahas mengenai bagaimana cara memperoleh pengetahuan filsafat yang berhubungan dengan asal mula/sumber, metode, serta validitas/kebenaran dari pengetahuan filsafat. Aksiologi filsafat membahas mengenai kegunaan pengetahuan filsafat dalam memecahkan permasalahan kehidupan manusia yang berhubungan dengan cara pandangan hidup, metode pemecahan masalah, pengaruhnya dalam perkembangan terhadap disiplin ilmu lain.

    ReplyDelete
  2. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Menurut saya selama pembelajaran filsafat, hal yang dapat saya pahami adalah filsafat adalah dirimu sendiri dan filsafat adalah proses olah pikirmu. Karena sebenar-benar hidup adalah berpikir baik mengenai yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada dan yang mungkin ada sendiri berstruktur dan berhirarki. Berfilsafat bukan tentang benar atau salah, karena konteks benar dan salah dalam filsafat berbeda antara satu orang dan lainnya. Dalam berfilsafat ada yang disebut etik dan estetika. Dimana etik mengandung baik buruk dan estetika mengandung indah dan tidak indah. Pada akhirnya, dalam berfilsafat hendaknya selalu menyertakan Tuhan agar apapun yang menjadi keraguan manusia tetap teguh pada nilai-nilai yang terkandung dalam agama.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Berfilsafat dapat diartikan sebagai bagaimana cara memandang sesuatu dengan pemikiran yang lebih terbuka.
    Sudut pandang tidak bisa terhenti pada satu titik saja. Semua yang ada dikehidupan ini berstruktur dan berhirarki, maka dalam berfikir perlu ditekankan bahwa apa yang dipikirkan terkait akan ruang dan waktu.
    Sehingga apa yang ada dan mungkin ada pasti saling berhubungan atau saling berkaitan satu sama lain yang di dasarkan pada ruang dan waktu yang sesuai.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dikarenakan dalam berfilsafat memikirkan atau menguak pengetahuan dari hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain. Berikut penjelasan dari tiga pilar utama berfilsafat, yaitu sebagai berikut.
    • Ontologis adalah cara berpikir dengan menelaah mengenai objek dari pengetahuan. Dalam suatu pengetahuan, tentulah memiliki objek yang dikaji sehingga menjadi suatu ilmu. Objek pengetahuan meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada, meskipun dari hal kecil sebagai objek, dikaji sehingga objek tersebut menjadi sebuah pengetahuan menurut filsafat. Menelaah obyek berdasarkan realita yang ada.
    • Epistemologi adalah rasa keingintahuan subyek dari suatu pengetahuan. Rasa keingintahuan dari suatu pengetahuan tersebut muncul karena suatu pikiran kritis akan suatu pengetahuan. Tanpa adanya pikiran kritis, tidak akan ada keingintahuan mengenai suatu pengetahuan. Keingintahuan tidak hanya karena belum mempelajari, namun karena setelah mempelajari suatu pengetahuan, timbul pertanyaan-pertanyaan dari pengetahuan tersebut. Pertanyaan pengetahuan tidak hanya mengenai kelanjutan dari ilmu, namun dapat juga pertanyaan yang mengkritisi (yang bertentangan) dari pengetahuan tersebut.
    Aksiologi adalah aksi untuk mengungkap nilai-nilai dari suatu pengetahuan. Ketika mendengar kata 'nilai' dari pengetahuan, satu hal terpikir adalah nilai moral. Namun nilai dari pengetahuan tidak hanya mengenai nilai moral yang terkandung, namun juga nilai keindahan yang terkandung, dan juga nilai sosial-politik yang terkandung dalam pengetahuan.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2


    Filsafat membawa kita kepada pemahaman dan pemahaman membawa kita kepada tindakan yang telah layak, filsafat perlu pemahaman bagi seseorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan karena ia menentukan pikiran dan pengarahan tindakan seseorang untuk mencapai tujuan. Filsafat membahas segala sesuatu yang ada bahkan yang mungkin ada baik bersifat abstrak ataupun riil meliputi Tuhan, manusia dan alam semesta. Sehingga untuk faham betul semua masalah filsafat sangatlah sulit tanpa adanya pemetaan-pemetaan dan mungkin kita hanya bisa menguasai sebagian dari luasnya ruang lingkup filsafat.Sistematika filsafat secara garis besar ada tiga pembahasan pokok atau bagian yaitu; ontologi atau teori hakikat yang membahas tentang hakikat segala sesuatu yang melahirkan pengetahuan, epistemologi atau teori pengetahuan yang membahas bagaimana kita memperoleh pengetahuan, dan aksiologi atau teori nilai yang membahas tentang guna pengetahuan. Ontologi filsafat membicarakan hakikat filsafat, yaitu apa pengetahuan filsafat itu sebenarnya. Struktur filsafat dibahas juga disini. Yang dimaksud struktur filsafat disini ialah cabang-cabang filsafat serta isi (yaitu teori) dalam setiap cabang itu. Yang dibicarakan disini hanyalah cabang-cabang saja, itupun hanya sebagian. Teori dalam setiap cabang tentu sangat banyak dan itu tidak dibicarakan disini. Epistimologi filsafat membicarakan tiga hal, yaitu objek filsafat (yaitu yang dipikirkan), cara memperoleh pengetahuan filsafat dan ukuran kebenaran (pengetahuan) filsafat. Istilah Epistemologi di dalam bahasa inggris di kenal dengan istilah “Theory of knowledge”. Epistemologi berasal dari asal kata “episteme” dan ”logos”. Epistime berarti pengetahuan, dan logos berarti teori. Dalam rumusan yang lebih rinci di sebutkan bahwa epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang mengkaji secara mendalan dan radikal tentang asal mula pengetahuan, structure, metode, dan validitas pengetahuan. Aksiologi terdiri dari dua hal utama, yaitu: Etika : bagian filsafat nilai dan penilaian yang membicarakan perilaku orang. Semua perilaku mempunyai nilai dan tidak bebas dari penilaian. Jadi, tidak benar suatu perilaku dikatakan tidak etis dan etis. Lebih tepat, perilaku adalah beretika baik atau beretika tidak baik. Estetika : bagian filsafat tentang nilai dan penilaian yang memandang karya manusia dari sudut indah dan jelek.

    ReplyDelete
  6. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Filsafat itu mengolah pikiran kita. Kita dilatih untuk melihat semua yang ada dan yang mungkin ada tidak hanya dari satu sisi, melainkan dari berbagai aspek. Sehingga kita bisa memiliki pandangan yang lebih menyeluruh. Hal ini melatih kita agar dapet bersifat lebih bijak dalam menghadapi permasalahan dalam hidup ini. Filsafat juga menekankan bahwa segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini selalu bersifat relatif, yang bersifat absout hanyalah Allah SWT. Maka kita harus selalu mendekatkan diri pada-Nya agar hidup kita semakin seimbang.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam memahami filsafat khususnya matematika, memerlukan banyak aspek yang harus dipelajari. Ada banyak bagian dari filsafat, diantaranya yaitu aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi. Filsafat matematika adalah cabang dari filsafat yang mengkaji anggapan-anggapan filsafat, dasar-dasar, dan dampak-dampak matematika. Tujuan dari filsafat matematika adalah untuk memberikan rekaman sifat dan metodologi matematika dan untuk memahami kedudukan matematika di dalam kehidupan manusia. Sifat logis dan terstruktur dari matematika itu sendiri membuat pengkajian ini meluas dan unik di antara mitra-mitra bahasan filsafat lainnya. Sedangkan filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan, dan pemikiran manusia secara kritis, dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak di dalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen, dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi, dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir, dan logika bahasa. Selain itu, dalam matematika mempelajari tentang logika. Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran, dan ketertarikan. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal. Filsafat, terutama filsafat barat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.M.. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai memikirkan, dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka, dan tidak menggantungkan diri kepada agama untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani, dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea (Israel) atau Mesir. Jawabannya sederhana: di Yunani, tidak seperti di daerah lain-lainnya tidak ada kasta pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas. Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta, sekarang di pesisir barat Turki. Tetapi filsuf-filsuf Yunani yang terbesar adalah Sokrates, Plato, dan Aristoteles. Sokrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah murid Plato. Bahkan ada yang berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain termasuk beberapa karya Plato. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum.Dalam filsafat terdapat tiga pilar utama yang menjadi unsur dasar kajiannya dalam kehidupan, yaitu ontologi (hakekat), epistimologi (metode), dan aksiologi (untuk apa). Dalam filsafat pendidikan matematika, aspek ontolgisnya membahas mengenai hakikat dunia, hakekat manusia, dan hakekat siswa. Aspek epistimologisnya membahas mengenai bagaimana mengajarkan ilmu matematika sehingga mudah dipahami siswa. Aspek aksiologisnya membahas tetang fakta bahwa pada proses belajar mengajar di sekolah tujuannya tidak hanya pada kuantitas pengetahuan yang diperoleh siswa melainkan juga dalam kualitas kehidupan yang dimungkinkan karena pengetahuan.

    ReplyDelete
  9. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Objek telaah ontologi adalah ‘yang ada’ dalam konteks filsafat ilmu. Ontologi membahas ‘yang ada’ yang universal, menampilkan pemikiran semesta universal. Ontologi berupaya mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan. Objek formal ontologi dalam pendidikan matematika adalah hakikat nilai keberadaan dari pendidikan matematika, dikaitkan dengan esensi atau dasar-dasar atau prinsip bahasan utama dalam pendidikan matematika. Sehingga munculah beberapa pertanyaan kenapa penting harus mempelajari matematika ? Bagaimana filosofi matematika sehingga dapat menjadi sebuah ilmu yang dapat diajarkan ? Prinsip apa saja dalam pendidikan matematika ? Apa peran pendidikan matematika bagi manusia dan dunia ?

    ReplyDelete
  10. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Epistemologi pendidikan matematika menyangkut bagaimana cara memperoleh pendidikan matematika itu sendiri. Epistemologi jugamembicarakan metode, metode yang sering dipakai para filsuf adalah adalah metode empiris yang berrati fakta yang kita amati(john locke), rasionalisme adalah fakta yang diolah, fenomenalisme adalah sesuatu yang berkaitan dengan fenomena-fenomena (kant), dan intuisionisme. Jadi, Matematika jika ditinjau dari aspek epistemologi, yaitu matematika yang mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Dengan konsep-konsep yang konkrit, kontekstual dan terukur matematika dapat memberikan jawaban secara akurat. Perkembangan struktur mental seseorang bergantung pada pengetahuan yang diperoleh siswa melalui proses asimilasi dan akomodasi. Penalaran matematika adalah penalaran induktif dan deduktif.

    ReplyDelete
  11. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Aksiologi adalah yang menyangkut nilai-nilai dan pertanyaan untuk apa, apakah itu baik. Aksiologi juga membahas tentang nilai etik dan estetika dari suatu pengetahuan. Apabila dikaitkan dengan pendidikan matematika maka aksiologi pendidikan matematika adalah penyelidikan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam kebenaran pendidikan matematika. Sejalan dengan ini, Menurut Gagne dalam belajar matematika ada dua objek yang dapat diperoleh langsung oleh siswa yaitu objek langsung dan objek tak langsung. Objek tak langsung adalah kemampuan yang secara tak langsung akan dipelajari siswa ketika mereka mempelajari objek langsung matematika seperti kemampuan: berpikir logis, kemampuan memecahkan masalah, sikap positif terhadap matematika, ketekunan, ketelitian, dan lain-lain. Objek tak langsung ini berupa nilai nilai dalam pendidikan matematika dapat meliputi: nilai kerjasama, nlai kebebasan, nilai disiplin, nilai kecermatan/ketekunan, nilai menerima pendapat, nilai sikap hormat dan nilai kesepahaman. Menurut Sheah dan Bhisop (2000) sebagaimana dikutip oleh Susanto (2006), nilai dalam pendidikan matematika meliputi: accuracy, clarity, conjectu-reing, consistency, creativity, effective organiza-tion, efficient working, enjoyment, flexibility, open mindedness, persistence, dan sistematic working . Sedangkan obek langsungnya berupa Fakta, Konsep, Prinsip, dan Skill (FKPS) serta Hirarki Belajar.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Setelah memebaca berbagai artikel dan elellgi-elegi pak prof dapat saya ambil kesimpulan bahwa kita hidup ini adlaah untukmemnajdi pribadi yang baik yanag mana dalam menjalani suatau kehidupan tak terlepas dengan namanya filsafat. Dengan adanya filsafat maka kita bisa tahu tujuan hidup kita yang hakiki itu seperti apa. Bahwa tujuan hidupa yang hakiki itu adlaah menggapai cintanya Allah SWT. Sehingga apabila sudah menanggapai cintanya Sang Kuasa maka semua yanag ada dbumi dan di dalam semestaa akan membanatu kita. Dalam menjalani hidup dengan berfilsafat juga taklepasa dnegan perannya ontologi, epistimologi dan aksiologi suatau ilmu pengethauna yang mana kita semua tahu bahwa ketiga nya iotu unsur membangun suatau ilmu pengetahauan. Dengan adanya 3 unsur itu sebeut saja demikian. Maka kita tahu bagaimana menggunakan ilmu pengetahuana itu dengan sbeaik-baiknya.

    ReplyDelete
  13. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Ketika kita belajar filsafat, maka kita akan mempelajari hukum sebab akibat yang telah diturunkan pada muka bumi ini dan telah direduksi. Ruang lingkup dalam mempelajari filsafat begitu luas, yaitu alam semesta ini. Bahkan itu saja belum cukup, karena masih bisa menjangkau alam akhirat. Karena begitu luasnya ruang lingkup filsafat, maka dari situ dapat mempelajari banyak hal terkait segala aturan-aturan atau hukum-hukum. Dari alam semesta ini kita dapat membaca fenomena alam dan memahami hukum-hukum yang ada untuk menjadi pedoman selama kita hidup di alam semesta ini. Sementara itu, objek yang kita dipelajari dari filsafat adalah semua yang ada dan mungkin ada. Dengan demikian ketika kita mempelajari filsafat maka kita akan mempelajari hakekat dari segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, kita mempelajari metodelogi dari segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, dan kita mempelajari kepantasan dari segala sesuatu yang ada dan mungkin ada.

    ReplyDelete
  14. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Berfilsafat memandang utuh dan benar suatu kebenaran adalah mitos bagi objek tersebut.
    Hal ini karena pikiran manusia terbatas sedang kebenaran tidak terbatas masih perlu adanya pembuktian yang lebih jauh dan tinggi lagi.
    Manusia hanya dapat berusaha bagaiamana mengubah mitos tersebut menjadu logos bagi dirinya.
    Sehingga pikiran manusia selalu berusaha untuk menggapai kebenaran yang ada, akan tetapi tidak akan pernah sampai kecuali berkat anugrahNya.
    Karena manusia hanya makhluk dengan segala keterbatasan.

    ReplyDelete
  15. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Filsafat bukan sesuatu yang rumit meski kesan mekanis tidak dapat dihapus darinya, pemikiran spekulatif filsafat juga terkadang mengesankan arogansi bagi semua yang menempelkan stigma alergi padanya. Filsafat menggugat, mempertanyakan, dan mengubah dirinya sendiri, ini semua sesuai dengan semangat pendidikan yang sejati. Filsafat mengajarkan kita untuk melakukan analisis, dan mengemukakan ide dengan jelas serta rasional, filsafat mengajarkan kita untuk mengembangkan serta mempertahankan pendapat secara sehat bukan dengan kekuatan otot atau kekuatan otoritas politik semata.

    ReplyDelete
  16. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dengan mempelajari filsafat maka kita akan mempelajari hakekat dari segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, maka segala objek pikir tersebut dapat dikaitkan dengan filsafat. Filsafat adalah hasil olah pikir manusia, maka sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri. Dalam filsafat diperlukan beberapa bekal saja yakni berpikir kritis atau berlogika, pengalaman dan spiritual kita. Dimana ketiganya saling berkaitan. Berpikir kritis / berlogika digunakan untuk mengolah pikiran dengan cara mengintensif dan mengekstensifkan pikiran sehingga menemukan suatu hal yang lebih bermkana. Pengalaman juga diperlukan dalam berfilsafat, semakin banyak pengalaman hidup yang diperoleh maka semakin mudah orang tersebut mencapai titik tertinggi dalam berfilsafat. Dan sebagai kebenaran yang absolut dan hakiki kita harus mempunyai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pembelajaran matematika berdasarkan pada filsafat yang terdiri atas ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi menegnai apa yang ada dan tidak terikat oleh suatu sifat, epistemologi mengenai pengetahuan dari segala kemungkinan yang ada berdasarkan pengalaman dan aksiologi mengenai suatu nilai. Objek dalam filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada dalam batasan ruang dan waktu serta berfilsafat itu merupakan diriku sendiri.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Filsafat terdiri atas tiga cabang besar yaitu: ontologi, epistimologi, dan aksiologi.
    1. Ontologi filsafat membicarakan hakikat filsafat, yaitu apa pengetahuan filsafat itu sebenarnya. Struktur filsafat dibahas juga disini. Yang dimaksud struktur filsafat disini ialah cabang-cabang filsafat serta isi (yaitu teori) dalam setiap cabang itu. Yang dibicarakan disini hanyalah cabang-cabang saja, itupun hanya sebagian. Teori dalam setiap cabang tentu sangat banyak dan itu tidak dibicarakan disini. Struktur dalam arti cabang-cabang filsafat sering juga disebut sistematika filsafat.
    2. Epistimologi membicarakan cara memperoleh pengetahuan itu. Epistimologi filsafat membicarakan tiga hal, yaitu objek filsafat (yaitu yang dipikirkan), cara memperoleh pengetahuan filsafat dan ukuran kebenaran (pengetahuan) filsafat.
    3. Aksiologi membicarakan guna pengetahuan itu. Dalam aksiologi diuraikan dua hal, yang pertama tentang kegunaan pengetahuan filsafat dan yang kedua tentang cara filsafat menyelesaikan masalah. Ilmu merupakan sesuatu yang paling penting bagi manusia, karena dengan ilmu semua keperluan dan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah.

    ReplyDelete
  19. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Tiga pilar dalam berfilsfata yaitu yang pertama otology atau hakekat berfilsafat itu sendiri yaitu dengan berfilsafat seharusnya membuat kita mengetahui sesuatu sebagaimana adanya dan beradaptasi sebagaimana seharusnya, secara bertahap menjadi baik dan lebih baik lagi secara terus menerus. Kedua yaitu epistemology atau bagaimana berfilsafat, dalam berfilsafat berarti kita mempelajari pikiran para filsuf dan kemudian kita mengkonstruksi dengan pengetahuan yng kita miliki dan harus diriringi dengan spiritualitas yang kuat. Ketiga yaitu aksiologi atau manfaat berfilsafat diantaranya yaitu melatih pola pikir dan akan melatih kemampuan pemecahan masalah, menemukan akar persoalan yang terdalam, dan menemukan sebab terakhir satu penampakkan

    ReplyDelete
  20. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Berfilsafat adalah memahami pikiran sendiri dan mencoba memahami pikiran orang lain. Kesipulan saya dalam berfilsafat adalah menghargai filsafat orang lain tanpa mengutamakan filsafat sendiri. Karena setiap orang berhak berfilsafat. Terdapat 3 pilar dalam berfilsafat ontologi, epistemolgi dan aksiologi 3 pilar tersebut adalah hal yang tidak bisa kita lepas saat kita berfilsafat.

    ReplyDelete
  21. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam berfilsafat kita memikirkan apa yang ada dan yang mungkin ada, dalam berfilsafat pun memiliki tiga pilar utama, yaitu:
    - Ontologis, pilar ini membicarakan hakikat filsafat, yaitu apa pengetahuan sebenarnya dari filsafat itu sendiri. Selain itu, struktur dari filsafat pun juga dibahas disini, yang dimaksud struktur adalah cabang-cabang filsafat beserta isi dalam setiap cabang itu.
    - Epistemologis, pilar ini membicarakan tiga hal, yaitu objek filsafat (yang dipikirkan), cara memperoleh pengetahuan itu sendiri, serta ukuran kebenaran (pengetahuan) filsafat itu sendiri.
    - Aksiologi, pilar ini membicarakan guna dari pengetahuan itu sendiri. Dalam aksiologi diuraikan dua hal, yang pertama menganai kegunaan pengathuan filsafat danyang kedua adalah cara menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  22. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Filsafat bersifat reflektif dimana yang dipelajari dalam filsafat merupakan belajar tat acara. Beberapa hal mengenai tat acara yang ada dalam hidup perlu dipelajari hingga ke akar – akarnya. Tata cara tersebut terdapat berbagai macam jenis dan rupa. Kita belajar untuk memahami tat acara tersebut. Tujuannya adalah agar kita dapat menjaga sikap untuk menyesuaikan diri dengan tata cara yang berlaku ketika kita berada di satu tempat.

    ReplyDelete
  23. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Assalamu’alaikum Pak Prof Marsigit
    Saya berkesempatan untuk membaca artikel-artikel bermasalahkan fiasafat disamping membaca hal pokok tentang pembelajaran matematika. Yang saya dapat simpulkan dari berfilsafat adalah sangat luas bahasanya. Karena filsafat tak bias dipandang dengan satu dimensi saja. Namun dalam berfilsafat harus memaknai sedalam-dalamnya. Mungkin setiap orang dapat berfilasafat namun itu beda dimensi antar setiap orang. Maka berfilsafat iru merefleksikan pikiran diri. Sehingga dengan mngerti pikiran sendiri maka itu mengetahui b\seberapa kritis pikiran itu. Begitulah berfilasat yang dapat saya simpulkan.

    ReplyDelete
  24. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda. Jangan sampai kita mengambil sebuah keputusan hanya berasal dari 'kata hati' tanpa rasionalitas. Dalam berfilsafat, termasuk dalam filsafat pendidikan matematika, ada tiga pilar utama yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. filsafat menjadi landasan yang sangat kuat dalam pendidikan matematika, mulai dari ontologi pendidikan matematika yang membicarakan objek kajian dan apa yang dipelajari dalam pendidikan matematika. Filsafat juga berperan dalam epistemologi pendidikan matematika tentang cara pemerolehan pengetahuan matematika. Dan juga tentang aksiologi pendidikan matematika tentang manfaat dari pendidikan matematika. Secara lebih rinci filsafat terangkum dalam list pertanyaan di atas. Filsafat juga menuntun guru dalam menerapkan metode mengajar, emndidik, membentuk RPP dan perangkat pembelajaran.

    ReplyDelete
  25. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Setelah saya membaca artikel-artikel pak Marsigit, saya menyimpulkan bahwa filsafat adalah orientasi yang mencerahkan kehidupan sesuai dengan tuntutan akal. Filsuf bukanlah seseorang yang hidup mengasingkan diri dari kehidupan masyarakat. Filsuf adalah pribadi yang hidup menyatu dengan masyarakat dan berbagai persoalannya. Dialog pemikiran dan diskusi filosofisnya merupakan sebuah proses berhadapan dengan realitas yang memiliki ciri positivistik. Jika diperhatikan dengan seksama, ternyata kehidupan keseharian kita masing-masing adalah filsafat, dan kita tidak hanya sebagai objek filsafat, tetapi juga subjek yang berfilsafat.

    ReplyDelete
  26. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Tidaklah mudah untuk berfilsafat. Kita harus mengerahkan hati dan pikiran untuk memahami apa itu filsafat. Mengetahui berbagai pendapat para filsuf untuk membuka hati dan pikiran kita tentang filsafat. Filsafat menurut saya adalah cerminan diri kita sendiri, filsafat bergantung ruang dan waktu, bergantung setiap individu dalam memandang sesuatu.

    ReplyDelete
  27. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Jika aku hendak menyimpulkan kegiatan berfilsafatku, maka aku harus melakukan reduksi terhadap pemikiran-pemikiran para filsuf. Sedangkan filsafat itu tidak dapat dimaknai dengan kata atau kalimat singkat yang serupa dengan kesimpulan. Berfilsafat itu adalah penjelasan dan belajar filsafat itu dilakukan terus-menerus secara kontinu. Aku khawatis jika aku memberikan kesimpulan dari kegiatan berfilsafatku, maka aku akan terjebak ke dalam statis atau berhenti. Sedangkan belajar filsafat itu seharusnya pernah aku lakukan, sedamg aku lakukan, dan akan aku lakukan. Terlalu banyak pemikiran-pemikiran para filsuf yang berupa penjelasan-penjelasan panjang yang aku tidak mampu memberikan kesimpulan dikarenaan keterbatasanku saat ini.
    Tetapi jika terpaksa aku harus memberikan kesimpulan dari kegiatan berfilsafat maka aku akan mencobanya. Filsafat adalah pemikiran-pemikiran para filsuf. Berarti belajar filsafat adalah mempelajari pemikiran-pemikiran para filsuf. Filsafat itu adalah kegiatanolah pikir. Berarti belajar berfilsafat itu adalah belajar mengolah pikiran kita. belajar filsafat itu harus kontinu dan sesuai dengan ruang dan waktu. Kesimpulannya, kegiatan berfilsafat adalah penggabungan dari pemikiran para filsuf, olah pikir, ontinu, dan sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  28. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Kesimpulanku berfilsafat, belajar filsafat secara tidak langsung mengolah pikir serta menaikkan dimensi berfikir seseorang, berfilsafat membuka wawasan dan pemikiran sehingga kita bersikap lebih adil dalam memandang segala sesuatu, sebab suatu kebaikan dan keburukan tidak dinilai dari satu sisi, kemudian dari pemikiran tersebut menuntun serta menyadarkan kita untuk tidak berpikiran sempit dan memandang segala sesuatu secara komprehensif. Sebagaimana pengetahuan yang saya peroleh dalam proses perkuliahan filsafat ilmu bahwa berfilsafat itu, menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah sesuai dengan ruang dan waktunya.
    Berfilsafat adalah tentang menerjemahkan dan diterjemahkan, tentang bagaimana kita membuat tesis dan antitesis dari segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Itulah kesimpulan saya mengenai berfilsafat, akan tetapi kembali lagi kepada hakikat saya sebagai manusia biasa yang tak luput dari segala keterbatasan sehingga mungkin kesimpulan yang saya jabarkan pun belum berarti apa-apa.

    ReplyDelete
  29. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Sebelumnya waktu menempuh pendidikan S1 saya belum pernah mempelajari filsafat. ini pertama kalinya saya belajar filsafat. setelah berjalan perkuliahan sekitar 2 bulan, saya menyimpulkan bahwa berfilsafat itu cara kita memandang sesuatu, berbeda dengan orang awam, mereka memandang subjek dan objek, hal-hal yang ada dan yang mungkin ada dengan sudut pandang secara umum seperti halnya kebanyakan orang. sedangkan dalam mempelajari filsafat, cara pandang kita terhadap hal-hal tersebut sudah tidak sama lagi dengan orang awam. kita menggunakan persfektif yang berbeda.

    ReplyDelete
  30. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Berfilsafat merupakan proses perjalanan pikiran manusia untuk terus berpikir-berpikir mencari hakikat kehidupan dan yang terpenting dalam berfilsafat harus memiliki landasan dan dalam hal ini landasan kami berfilsafat adalah spiritual yakni meyakini bahwa setinggi-tingginya kebenaran adalah kebenaran dari Tuhan. Berfilsafat haruslah memahami ontology yakni wadah da nisi, epistimologi yakni potensi dan aksiologi yakni apa yang kita peroleh dari wadah da nisi serta potensi. Manusia sebagai mkhluk Nya harus mengembangkan potensi yang dimilikinya karena hal tersebut merupakan salah satu cara mensyukuri nikmatnya. Terima kasih.

    ReplyDelete
  31. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Berfilsafat dimulai dari diri sendiri.Setiap orang memiliki persepsinya masing-masing mengenai filsafat yang mungkin didapat dari hasil pengalaman ,membaca, atau belajar dari para filsuf.Untuk memamahi segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, baik yang nampak maupun tidak nampak maka kita butuh proses.Proses yang dimaksud adalah proses berpikir dan proses mengolah hati.Karena sebenar-benar filsafat adalah olah pikir dan olah hati.Bumi dan alam semesta ini penuh dengan teka-teki.Oleh karena itu ,kita perlu diterjemah dan menterjemahkan, tahu tesis dan anti tesisnya hingga keaadan dapat berjalan sesuai dengan ruang dan waktunya.Sebab,sbenar-benarnya filsafat adalah yang memamahami ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  32. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, inti dalam berfilsafat adalah mengolah pikir. Setelah berolah pikir maka kemudian hasil pemikiran itu akan di refleksikan, dan disampaikan, dijelaskan ke dalam hidup kita. Dalam setiap kita berpikir itu kita berfilsafat dan hasil akhirnya berupa kesimpulan atau tesis. Dalam menjalani kehidupan manusia akan senantiasa berhadapan dengan kontradiksi-kontradiksi, dan sudah menjadi kewajaran bahwa akal dan pikiran seseorang ingin menerima semua kontradiksi tersebut sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai suatu kebenaran yang mutlak. Hal ini tentu tidak akan tercapai, akan tetapi bisa didekati dengan cara berefleksi, melakukan analitik, melakukan kritisisasi, dan dengan melakukan sintesis sehingga disimpulkan suatu tesis baru yang sebenarnya ada pula anti tesisnya. Sehingga berfilsafat merupakan kegiatan refleksi yang bersifat infinite regress.

    ReplyDelete
  33. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Berfilsafat dapat diartikan sebagai melihat segala hal dalam diri kita, karena filsafat merupakan hasil pemikiran individu. Filsafat juga dapat diartikan sebagai sikap pada individu yang sadar dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyentuh segala hubungan. Dengan kata lain, dengan filsafat kita menjadi sadar akan ruang dan waktu, bisa menenpatkan segala sesuatu sesuai dengan ruang dan waktu. Seperti yang kita tahu, segala yang ada di dunia ini bersifat relatif, baik atau buruk, indah atau tidak, dan lain sebagainya tergantung pada ruang dak waktunya. Namun, jika diperluas, belumlah kita berfilsafat apabila kita belum merujuk pendapat para filsuf.

    ReplyDelete
  34. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Filsafat ilmu ini merupakan mata kuliah yang baru saya dapatkan di Perkuliahan S2 ini. Ketika pendidikan S1 sebelumnya, saya belum pernah mendapatkan materi kuliah filsafat ilmu. Saya berpendapat sebelumnya bahwa filsafat ilmu itu merupakan mata kuliah yang membahas hanya mengenai pemikiran-pemikiran para filsuf yang tujuannya hanya untuk mengenel filsuf dan pemikirannya saja. Namun, setelah saya mengikuti perkuliahan filsafat beberapa bulan kebelakang. Saya mendapatkan jawaban, ternyata dalam mata kuliah filsafat ilmu itu tidak hanya memperlajari tokoh filsafat dan pemikirannya saja. Akan tetapi, lebih luas dari sekedar mengenal filsuf dan pemikirannya. Filsafat ilmu mempelajari diri sendiri, mempelajari pemikiran sendiri dari berbagai sudut pandang tidak terbatas hanya pada salah satu sisi saja. Kemudian, bagaimana dengan filsuf dan pemikirannya. Filsuf dan pemikirannya itu juga penting, karena dengan pemikiran-pemikirannya jugalah kita mengetahui bahwa pemikiran-pemikiran itu sangat luas apa bila kita mau membuka dan berpikir.

    ReplyDelete
  35. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Mungkin saya tidak dapat menyimpulkan filsafat, karena menurut saya berfilsafat berarti terus berpikir dan pemikiran selalu berubah tiap waktunya. Namun, mendapatkan perkuliahan Filsafat Ilmu yang diampu secara langsung oleh Prof. Marsigit membuat saya memahami banyak konsep-konsep fundamental baik secara ontologis, axiologis, dan epistemnologi mulai tentang konsep dasar kehidupan, pemikiran, pembelajaran, pendidikan, kesenian hingga spiritual. Menurut saya kesimpulan universal terkait filsafat adalah hidupnya pikiran. Filsafat pada dasarnya adalah menghidupkan pikiran, bukan sekedar memikirkan kehidupan.

    ReplyDelete
  36. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Kesimpulan berfilsafat dari 3 pilar filsafat Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis. Ontologi adalah ilmu pengetahuan atau ajaran tentang keberadaan. Epistemologi adalah teori atau ilmu pengetahuan tentang metode dan dasar-dasar pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan batas-batas pengetahuan dan validitas atau sah berlakunya pengetahuan itu. Aksiologi membahas tentang masalah nilai. Istilah aksiologi berasal dari kata axio dan logos, axios artinya nilai atau sesuatu yang berharga, dan logos artinya akal, teori, axiologi artinya teori nilai, penyelidikan mengenai kodrat, kriteria dan status metafisik dari nilai.

    ReplyDelete
  37. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat itu merupakan bidang ilmu yang intinya bertujuan dan berharap pembelajar mendapatkan tentang bagaimanacara membangun kebijaksanaan berpikir yang lebih dalam dan luas untuk membawakan diri dalam hal sikap maupun tindakan. Hal ini tentu saja harus didasarkan pada pengetahuan, aturan yang berlaku di masyarakat dan agama.

    ReplyDelete
  38. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Sebelumnya saya masih belum mengerti bagaimana, sebenarnya seseorang itu dikatakan berfilsafat. Meskipun sampai saat ini belum memahami dengan sangat baik, karena untuk memahami cara berfilsafat dengan baik, harusnya memahami bagaimana pemikiran para filsuf, dan ini bukanlah hal yang mudah. Namun saat ini saya mulai mengadari bahwa berfilsafat adalah melihat sesuatu itu bukan dari sudut pandang yang biasa, kemampuan untuk terjemah dan menterjemahkan harus dikuasai serta nantinya berusaha untuk menggapai langit. Hal yang paling menarik dalam belajar filsafat adalah bahwasanya setiap jawaban itu bukan masalah benar dan salah, tapi bagaimana cara seseorang itu mamandang dan mampu memberikan penjelasan terhadap pendapat yang dia anggap benar. Dan pelajaran yang paling besar saya dapatkan adalah jangan dengan mudah menyalahkan orang lain, karena kita tidak tau landasan apa yang dia gunakan dalam melakukan hal tersebut.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  39. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Filsafat tidak dapat kita tiru dari orang lain, melainkan kita mencarinya sendiri dan berfilsafat secara sendiri. Dan secara mendasar, berfilsafat seharusnya membuat kita mengetahui sesuatu sebagaimana adanya dan beradaptasi sebagaimana seharusnya, secara bertahap menjadi baik dan lebih baik lagi secara terus menerus. Berfilsafat berarti berpikir sedalam-dalamnya atau merenung terhadap sesuatu secara menyeluruh dan universal untuk mencari hakikat dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  40. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Tidak mudah membuat kesimpulan dari hanya sekitar 4 bulan belajar filsafat yang Juga tidak intensif. Saya khawatir bahwa jika saya mengatakan ini kesimpulan maka Saya akan berhenti belajar filsafat Dan filsafat Saya akan menjadi mitos.
    Dari berbagai kekacauan pikiran sejak awal, Saya masih kacau pikiran Juga sampai saat ini. Ini sekedar sedikit titik temu yang mungkin membantu menuntun Saya pada pemahaman filsafat yang masih dangkal ini. Saya menghayati belajar filsafat dalam wadah religiusitas. Di sana isinya adalah kekaguman akan ciptaan, segala yang Ada Dan yang mungkin Ada Dan Tak mungkin tersentuh semuanya karena keterbatasanku, ketidaksempurnaanku. Namun karena itulah aku Ada, bisa bergaul dengan orang di sekitarku, mengalami hermenetika dalam hidup. Adaku ini perlu diadakan, diusahakan, eksistensiku harus dibuktikan. Aku yang seorang guru harus membuktikan diriku yang berdaya. Aku mulai belajar Dan memberanikan diri melakukan penelitian di dalam kelas, mengajak temanku membuat penelitian Dan menulis hasilnya sebagai artikel ilmiah untuk dibagikan kepada lebih banyak guru yang lain. Aku tidak mungkin bersikap sombong, sebab semakin banyak aku mempelajari dunia dari pengalaman atau tulisan orang lain, semakin banyak aku sadari, bahwa hanya sedikit saja yang aku ketahui. Maka aku menyadari, perlunya aku lebih mengharagai oranglain, pendapat Dan budayanya, agar aku dapat menempatkan diriku dengan baik pada situasi Dan kondisi yang berbeda beda. Aku perlu memprrhatikan apa yang dibuat Dan dikatakan orang lain, bekerjasama dengan mereka, terus berusaha Dan berupaya untuk menggapai ilmu, ikhlas, religiusitas.

    ReplyDelete
  41. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Filsafat adalah hasil olah pikir manusia, maka sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri. Objek kajian filsafat adalah semua apa yang ada dan mungkin ada, maka segala objek pikir tersebut dapat dikaitkan dengan filsafat. Dalam belajar filsafat, kita mengenal istilah-istilah ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi mempelajari hakikat atau makna segala sesuatu. Sedangkan epistemologi adalah metodenya, dan aksiologi adalah normanya. Tiadalah metode berpikir tanpa objek berpikir. Maka metode berpikir adalah epistemologi, sedangkan objek berpikir adalah ontologi.

    ReplyDelete
  42. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berfilsafat itu artinya berpikir sesuai dengan yang ada dan yang mungkin ada, karena berfilsafat itu pada hakikatnya adalah mengada. Segalanya yang ada dan yang mungkin ada itu bisa dipikirkan, dengan berpikir menandakan bahwa kita itu ada. Setiap orang pasti selalu berpikir setiap waktunya selama masih hidup, bahkan ketika tidak tahu pasti apa yang dipikirkannya saja itu sudah disebut dengan berpikir.

    ReplyDelete
  43. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berfilsafat itu memandang segala sesuatunya dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Pikiran yang terbuka dan dinamis sangat berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk berfilsafat, semakin terbuka dan dinamis pikiran seseorang maka akan semakin mendalam dalam berfilsafat.

    ReplyDelete
  44. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Filsafat merupakan kegiatan pemikiran yang tinggi dan murni, yang mendalam dan daya pikir manusia dalam memahami segala sesuatu untuk mencari kebenaran. Berfilsafat berarti berpikir sedalam-dalamnya atau merenung terhadap sesuatu secara menyeluruh dan universal untuk mencari hakikat sesuatu. Dengan kata lain, filsafat adalah ilmu yang paling umum yang mengandung usaha mencari kebijaksanaan dan cinta akan kebijakan. Filsafat merupakan suatu ilmu yang mendukung manusia untuk bertindak lebih bijaksana, karena dalam filsafat terdapat unsur-unsur etika dan estetika.
    Filsafat adalah olah pikir yang reflektif. Yang dimaksud reflektif di sini adalah bagaimana kita mengenali, mengerti, dan mengungkapkan kembali dengan bahasa kita sendiri. Kuliah Filsafat adalah mempelajari tentang tata cara atau beradab. Manusia hidup juga menyelaraskan diri untuk menggapai ilmu, namun jika kita hanya rajin menuntut ilmu, hanya menggunakan potensi kita untuk diri kita sendiri, dan bagaimana kita akan tahu jika ilmu yang kita miliki juga bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  45. Junianto
    PM C
    17709251065

    Berfilsafat bagi saya adalah berpikir secara menyeluruh dan berkelanjutan. Filsafat yang saya pelajari selama ini adalah bagaimana mengetahui hakekat berbagai macam objek. Kita ketahui bersama bahwa objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Maka dari itu, objek filsafat sangatlah luas untuk dipikirkan dan dikaji. Apalagi semua objek dalam filsafat itu berdimensi, berhierarki, dll. Dalam belajar filsafat ini, saya lebih fokus juga pada nilai-nilai kehidupan yang dianalogikan dalam berbagai postingan Prof Marsigit. Menurut saya itulah hakaekat filsafat yang sebenarnya yaitu bagaimana menrapkan dan memanfaatkan filsafat bagi kehidupan umat manusia.

    ReplyDelete
  46. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum.Dalam filsafat terdapat tiga pilar utama yang menjadi unsur dasar kajiannya dalam kehidupan, yaitu ontologi (hakekat), epistimologi (metode), dan aksiologi (untuk apa). Dalam filsafat pendidikan matematika, aspek ontolgisnya membahas mengenai hakikat dunia, hakekat manusia, dan hakekat siswa. Aspek epistimologisnya membahas mengenai bagaimana mengajarkan ilmu matematika sehingga mudah dipahami siswa. Aspek aksiologisnya membahas tetang fakta bahwa pada proses belajar mengajar di sekolah tujuannya tidak hanya pada kuantitas pengetahuan yang diperoleh siswa melainkan juga dalam kualitas kehidupan yang dimungkinkan karena pengetahuan

    ReplyDelete

  47. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Bagaimana ksimpulan saya setelah belajar filsafat, ya tentunya saya sangat mensyukuri pengalaman saya ini. Dengan belajar flsafat saya menjadi mampu untuk merefleksikan setiap langkah saya. Saya menjadi mampu belajar bagaimana menyesuaikan denga ruang dan waktu. Saya belajar bagaiman berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Saya belajar untuk selalu berpikir kritis dan masih banyak lagi. Yang saya sadari bahwa filsafat itu harus terus saya pelajari tidak hanya sampai akhir perkuliahan ini saja.

    ReplyDelete
  48. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Selama mengikuti perkuliahan filsafat satu semester ini, saya kembali diingatkan bahwa proses belajar tidak selamanya proses knowledge-transfer yaitu hanya ceramah dari guru ke siswa, dalam hal ini dosen ke mahasiswa. Melalui kuliah ini saya jadi banyak membaca dan sedikit mengetahui tentang beberapa tokoh dan istilah dalam filsafat yang sebelumnya saya merasa sangat asing dengan hal tersebut.

    ReplyDelete
  49. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Filsafat adalah hal yang memingungkan menurut saya. Tapi memang perlu memahami filsafat, walau belum bisa menerapkan dalam pembelajaran, namun filsafat dapat menambah wawasan saya. Filsafat akan membuat kita makin mengenali diri sendiri. Ketika kita telah memahami diri, maka kita akan tau apa yang seharusnya kita perbuat, apa yang seharusnya di dapat, dan akibat-akibat dari hal-hal yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  50. Filsafat juga mengajarkan saya akan apa sebenarnya tujuan utama kita hidup. Dengan itu, kita akan lebih bersyukur dengan apa yang telah dimiliki dan akan selalu berusaha untuk mengoptimalkan potensi diri untuk mencapai tujuan utama kehidupan.
    Filsafat nantinya juga akan memberikan pedoman pada yang memahaminya. Sebagai contoh, Guru dapat menggunakan filsafat pendidikan dalam mengelola pembelajarannya di kelas.

    ReplyDelete
  51. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berfilsafat bagi saya adalah proses perkembangan pola pikir. Dan tiadalah sebenar-benar waktu bagi kita untuk berhenti berpikir. Jika kita berhenti berpikir maka kita akan termakan oleh mitos dan terperangkap dalam ruang dan waktu. Maka dengan berfilsafat kita semakin menyadari akan kedudukan dalam mengejar logos dan dalam menempatkan isi sesuai dengan wadanya. Berfilsafat juga membawa kita memaknai ruang dan waktu serta mengarahkan kita untuk berhemenetika dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih.

    ReplyDelete
  52. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Berfilsafat berarti berpikir dan merefleksikan diri. Dari sekian banyak elegi yang telah dibaca, maka semakin banyak pula hal yang ternyata belum saya pahami. Filsafat bukan tentang benar atau salah, namun bagaimana pandangan kita terhadap suatu fenomena. Paham-paham yang berkembang melalui filsuf menunjukkan keberagaman pandangan dan persepsi terhadap sebuah fenomena.

    ReplyDelete
  53. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Filsafat adalah oleh pikir. Melalui perkuliahan, membaca elegi, dan membuat refleksi, menurut saya kita diajarkan untuk menjadi rendah hati, menyadari bahwa ternyata segala urusan itu semuanya akan kembali kepada Tuhan YME; dan tips-tips untuk menggapai hati ikhlas dan daya pikir kritis. Karena keterbatasan saya, baru itu saja yang mampu saya sebutkan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  54. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Bismillah. Saya akan sidikit menguraikan tentang selama kurang lebih 4 bulan belajar filsafat ilmu dibangku s2 ini. Filsafat adalah ilmu tentang kehidupan itu sendiri. obyeknya yaitu meliputi yang ada dan yang mungkin ada, sehingga dalam hal ini dalam pikiran kita haruslah bepikir kritis. Kemudian mengenai apa yang ada dan yang mungkin ada, semua hal memiliki dunianya masing-masing seperti menunjukan semua sifatnya belum cukup untuk menggambarkan suatu hal tersebut belum cukup kita melihat hal itu. sehingga filsafat itu mencakup hal yang tidak berbatas atau nama lainnya infinit regres. Dalam berfilsafat maka penting untuk melakukan olah pikir. Tidak hanya berkutat pada pikiran, filsafat juga mengajarkan kita tentang hati. Kebaikan hati, dilatihkan dengan nilai-nilai yang ada dalam elegi. Sehingga inilah yang saya suka keseimbangan antara pikir dan hati. Dan pada akhirnya filsafat yaitu tentang refleksi diri. Sehingga apa yang saya lakukan sekarang dalam rangka menyimpulkan filsafat itu belum selesai, karena sampai mati pun baru itu selesai saya mendefinisikan filsafat.

    ReplyDelete
  55. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Sehingga terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Marsigit yang telah memberikan ilmu yang sangat berharga buat kami pada umumnya, dan kepada saya lebih kususnya. Karena ilmu ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Membuat kita terbuka akan segala hal, namun tetap dengan berlandaskan keimanan yang benar. Sehingga tidak ada kiranya bahasa bahwa filsafat itu sesat. Yang ada ketika semua sesuai kodrat dan sesuai maka kita akan menemukan kebenaran. Semoga ilmu yang Bapak berikan menjadi amal jariyah buat bapak. Sekian terima kasih.

    ReplyDelete
  56. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Belajar filsafat adalah belajar bagaimana memandang sesuatu secara menyeluruh. Belajar tentang menempatkan sesuatu sesuai dengan ruang dan waktu yang tepat. Belajar bahwa segala sesuatu saling memberikan manfaat. Belajar bahwa di balik kesempurnaan dunia ini ada yang Maha Sempurna dan Maha Memiliki yaitu Allah SWT. Belajar bahwa manusia hanya sebatas berusaha, namun pemilik kebenaran yang mutlak hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  57. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Berfilsafat adalah melakukan olah pikir. Sehingga setiap orang memilki kesempatan yang sama untuk berfilsafat. Oleh karena setiap orang memiliki kesempatan filsfatat, maka filsafat antar satu orang dengan orang lain sangat mungkin berbeda, bahkan hampir pasti berbeda. Saya secara pribadi menempatkan agama sebagai dasar dalam berfilsafat. Agama menjadi sumber, pegangan, pedoman dalam kita melakukan olah pikir, berfilsafat maupun beraktivitas. Selain hal ini, kesan yang mendalam mengenai filsafat adalah penjelasan filsafat yang intensif dan ekstensif. Ia berstuktur-struktur. Bila kita menyebut belalang, artinya tidak selalu bermakna belalang dalam konteks serangga. Namun artinya bisa sangat banyak, tergantung dari dunianya

    ReplyDelete
  58. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Berpikir adalah salah satu anugrah yang diberikan kepada manusia, dan sebelum saya mengenal filsafat, saya tidak tahu jika berpikir itu juga ada teori-teori dan etika-etikanya. Sejak awal saya sudah mempunyai anggapan bahwa setiap orang memiliki jalan pikirannya masing-masing dan anggapan saya ini diperkuat setelah saya mempelajari filsafat. Filsafat adalah sebuah ilmu yang apabila digunakan dengan baik akan menghasilkan orang yang bijaksana. Berpikir memang tidak dilarang, tetapi sebaiknya kita memperhatikan etika dan batasan-batasan yang sesuai. Karena sebenar-benarnya hidup adalah sesuai dengan ruang dan waktunya. Oleh karena itu, pintar-pintarlah mengelola pikiran dan hatimu supaya apa yang kau pikirkan membawa lebih banyak kebaikan nantinya.

    ReplyDelete
  59. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Berfilsafat menurutku adalah kemampuan melakukan refleksi terhadap kejadian yang ada pada diri sendiri maupunkejadian yang terjadi pada masyarakat. Refleksi yang dilakukan tersebut tidak terbatas pada hal yang dangkal, melainkan secara intensif atau mendalam dan ekstensif atau luas. Sehingga orang akan berfilsafat dengan baik jika mampu untu merefleksikan didalam diri dengan mendalaminya dan memiliki wawasan yang luas.

    ReplyDelete
  60. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Filsafat menurut saya adalah belajar mengolah pikir dan mengolah rasa. Dengan belajar mengolah pikir maka saya juga belajar bagaimana berpikir kritis dan kritis dalam mengemukakan pendapat. Dengan belajar mengolah rasa maka saya akan menjadi peka terhadap permasalahan-permasalahan di sekeliling saya, sehingga membantu saya untuk segera bertindak. Hal demikian diperlukan ikhlas pikir dan ikhlas hati.

    ReplyDelete