Nov 1, 2012

Kutarunggu Sang Stigmaraja Transendenta




Oleh Marsigit

Stigmaraja:
Waha..untuk kesekian kalinya aku telah gagal. Gagal, gagal dan gagal lagi. Wahai Nitikadewa aku ingin protes kepadamu. Jika hidupku itu identik dengan kegagalan, lebih baik aku ini tidak perlu engkau beri kesempatan untuk hidup. Bukankah engkau tahu, seburuk-buruk perilaku dan perangaiku tetapi aku bertanggung jawab dan menghidupi berjuta-juta wargaku. Jika aku selalu engkau lemahkan, bagaimana aku bisa menghidupi mereka semua?


Nitikadewa:
Itulah ketentuannya. Engkau tidak bisa mengingkari hidupmu yang serba ingkar. Maka hal yang demikian telah menjadi ketentuan bahwa hidupmu itu telah berada dan mengada. Jika mengadamu ingin mengajukan protes maka bertanyalah dulu terhadap keberadaanmu. Jika keberadaanmu ingin protes kepadaku maka bertanyalah dulu terhadap mengadamu.

Stigmaraja:
Kapan diriku berakhir dan apakah aku masih diberi kesempatan untuk hidup dan menghidupkan kerajaanku?

Nikitadewa:
Akir dari hidupmu itu bersamaan dengan akhir dari hidupku, bersamaan dengan akhir dari hidup sang Bagawat, bersamaan dengan akhir dari sang Rakata, bersamaan dengan akhir dari sang Dewi Hermein. Sedangkan engkau masih tetap dapat melanjutkan kegiatanmu asal jangan melebihi batas. Batasmu itu tidak lain tidak bukan adalah ketentuanku. Maka ketika engkau sudah sampai pada ruang dan waktu dimana disitu ada ketentuanku, maka berhentilah dan jangan lanjutkan. Jika engkau tetap melanjutkan maka engkau berhadapan dengan kuasaku.

Stigmaraja:
Baiklah agar aku dapat memahami keberadaan dan mengadaku, aku mengajukan permohonan kepadamu untuk mengadakan konferensi internasional tentang stigmalogos. Aku akan mengundang semua para rajastigma baik yang sudah mati maupun yang masih hidup bahkan yang belum lahir pun akan aku undang. Aku ingin mendengarkan pembicaraan mereka semua kamudian aku akan menggunakannya sebagai kekuatan untuk menguasai dunia.

Nikitadewa:
Aku ijinkan engkau mempunyai rencana tentang hal-hal demikian dengan syarat tidak melampaui batas-batas ketentuanku. Jika engkau melanggarnya maka hukuman yang setimpal akan aku jatuhkan kepadamu dan kepada anak buahmu.

54 comments:

  1. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Memahami diri sebagai ada dalam artian eksistensi diri sangatlah sulit, terlebih lagi memahami diri untuk menjadi mengada sekaligus pengada. Pemahaman mengenai mengada dan pengada berarti berpikir hal-hal yang melampai apa yang terlihat atau yang tidak dapat ditemukan di alam semesta dan kedua hal tersebut tidak bisa diperoleh dengan menggunakan berbagai macam stigma melainkan menggunakan pikiran yang kritis dan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  2. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Cerita “Kutarunggu Sang Stigmaraja Transendenta” menyiratkan bahwa akhir dari stigma adalah bersamaan dengan akhir begawat (ilmu) hal ini berarti stigma akan selalu hadir dikehidupan manusia selama manusia mencari ilmu.
    Dengan adanya kekacuan yang terjadi di dalam pikiran manusia, maka manusia akan mencari titik kebenarannya dengan melalukan beberapa hal seperti: mengklarifikasi, membuktikan, menelaah dan sebagainya.

    ReplyDelete
  3. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sebagai manusia memang haruslah selalu berikhtiar, ketika ikhtiar kita menemui kesulitan-kesulitan bahkan kegagalan, jangan pernah kita berputus asa. Seperti kalimat motivasi yang berbunyi "berterimakasihlah kepada kegagalan yang membuatmu menjadi lebih kuat, karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda". Keyakinan dalam agama bahwa semakin banyak cobaan yang Allah berikan, artinya Beliau semakin menyayangi kita sebagai ummat-Nya. Allah tak akan memberi cobaan melebihi kapasitas kita. Selain itu, poin kedua yang terkandung dari elegi 'Kutarunggu sang Stigmaraja Transendental' adalah mengenai kesadaran. Kesadaran berarti memahami, jika manusia memang wajib untuk berikhtiar guna menggapai citanya. Berikhtiar dengan perjuangan yang sungguh-sungguh disertai doa adalah hal yang baik. Selain menyadari akan cara yang tepat untuk berusaha, manusia juga harus menyadari kapasitasnya.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari elegi kutarunggu sang stigmaraja transendenta,kita dapat memetik suatu pesan atau motivasi dalam kehidupan untuk tidak mudah putus asa dan senantiasa untuk selalu berusaha. Dalam menjalani kehidupan, hidup seseorang tidak selamanya berada dalam kesenangan tetapi juga kadang-kadang hidup ini berada kesulitan, menemui hambatan-hambatan, bahkan kegagalan. Tetapi yang perlu kita camkan dalam diri adalah kita tidak boleh menyerah,kita harus selalu berusaha dan berdoa, dan hasil kedepannya kita serahkan kepada Allah SWT.


    ReplyDelete
  5. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Tidaklah perlu menyerah dengan kegagalan. Dengan kegagalan yang kita alami, jika kita sadar, kita akan dapat merefleksikan kegagalan kita agar di masa depan setidaknya tidak mengalami kegagalan yang sama. Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan yang semakin melemahkan kita. Justru kita harus menghadapi keadaan itu agar kita menjadi kuat. Kita sebagai manusia, yang terpenting adalah melakukan segala yang terbaik dan selalu memohon petunjuk dan perlindungan dari Tuhan.

    ReplyDelete
  6. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut saya dapat memahami bahwa batas kita merupakan ketentuan dari Tuhan. Maka ketika Tuhan sudah bersabda, akan terjadilah hal itu kepada kita dan kita tidak bisa lagi melawannya. Dalam hidup ini ada banyak keberhasilan maupun kegagalan. Hal tersebut merupakan bagian dari hidup yang harus dihadapi. Yang paling penting adalah tidak melupakan Tuhan dan tetap setia berada pada jalan-Nya.

    ReplyDelete
  7. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap perjalanan hidup pasti ada rintangannya. Dan dalam menjalani rintangan, kita tidak akan lepas dari kegagalan. Ada yang mengatakan bahwa kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Dari pernyataan tersebut dapat dianalisis bahwa dari ujian/cobaan/rintangan dapat membuat seseorang menjadi semakin teruji kualitasnya. Jika seseorang mampu memandang kegagalan sebagai ujian kualitas, maka Insya Allah kualitas orang tersebut semakin tinggi. Misalnya, ada orang yang sedang melakukan perjalanan ke sebuah temapat yang indah. Namun, di dalam perjalanan ia menemukan berbagai rintangan seperti binatang buas, jalanan yang terjal, hujan, kehabisan bekal, dll. Dengan penuh semangat orang tersebut mampu melewatinya dan mencapai tujuan akhir yang indah dan bahagia. Cerita tersebut dapat menginspirasi kita untuk selalu semangat, ikhlas, dan berani untuk meraih tujuan akhir, yaitu bahagia dunia dan akhirat. Semoga kita tergolong orang-orang yang teruji kualitas akhlak yang baik, dimudahkan dalam perjalanan kehidupan, dan mampu menggapai tujuan (kebahagiaan). Amiin.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. semua orang pasti memiliki masalah, memiliki keraguan terhadap dirinya sendiri, dan khawatir terhadap pendapat orang tentang dirinya, khawatir akan stigma yang melekat pada dirinya. Dari elegi diatas saya merefleksi bahwa sebagai manusia biasa harus senantiasa melihat kembali kepada tujuan hidup. jawaban atas segala masalah itu ada pada diri sendiri.

    ReplyDelete
  9. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Bacaan yang menarik dengan kalimat kapan diriku berakhir dan apakah aku masih diberi kesempatan untuk hidup dan menghidupkan kerajaanku ? Tidak ada yang tahu dan tidak ada yang bisa memastikan waktunya. Intinya tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik, memperbaiki diri menjadi lebih baik agar dapat mengalahkan kegagalan. Namun dalam mengalahkan kegagalan, kita butuh hati yang kuat dan hati yang teguh yang hanya diperoleh jika kita mengandalkan Tuhan.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Kegagalan bukan akhir dari segalanya, itulah sebuah kalaimat yang selalau kita dengarkan. Dan kalimat itu memanag benar, bahwa kita jangan menyerah apabila mendapat suatau musibah, selalau bersyukur, mungkin Allah masih menyimpan sesuatau yang terbaik untuk kita . jangan taku utnuk mencoba, berani mencoba itu bagus walaupun kegagalan itu akan datang jangan lah sampai menyerah. Jangan meyerah...jangan menyerah

    ReplyDelete
  11. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sesungguhnya stigma bisa menjadi kobaran semangat hidup kita bila kita memahami arti hidup ini, namun tak jarang orang yang menjadikan stigma sebagai penghambat hidup kita. Banyak orang yang hidup di bawah naungan stigma yang mengakibatkan hidupnya selalu terkekang oleh stigma sehingga bagaikan hidup dalam penjara. Oleh karena itu, hendaklah kita senantiasa berpikir kritis dan melatih hati agar ikhlas. Semoga kita terhindar dari stigma-stigma yang tidak membaikkan hidup kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  12. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kegagalan adalah sesuatu yang pasti akan dialami oleh masing-masing orang, kegagalan yang memberikan rasa pahit namun memberikan pelajaran berharga bagi kita yang mengalaminya. Secara tidak langsung kegagalan pun membantu kita dalam memperbaiki kekurangan yang kita miliki, dan kita dapat mengetahui cara yang tepat untuk mengatasi kekurangan kita. Sehingga sebagai manusia janganlah takut akan sebuah kegagalan.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam cerita ini menggambarkan bahwa kehidupan yang ada begitu rentan dengan kehadiran stigma. Maka dari itu harus senantiasa membekali diri dengan hati yang bersih dan pikiran kritis agar dapat mengenali stigma yang hadir sebelum kita terpengaruh pada stigma tersebut.
    Manusia memiliki keterbatasan dalam berfikir, maka hatilah yang kemudian nantinya membantu manusia dalam memilih mana yang menjadi pemikiran yang terbaik yang muncul sebagai sebuah stigma pada awalnya.

    ReplyDelete
  14. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Sebenarnya patokan kegagalan adalah pola pikir kita sendiri, karena pasti ada banyak untuk berterima kasih dalam hidup kita itu penting untuk memiliki kesadaran ruang dan waktu, sehingga kita bisa selalu bersyukur atas karunia tersebut, bahkan jika itu gagal. Kegagalan pasti pernah dilalui setiap orang, karena kegagalan adalah salah satu cara Allah dalam menguji seseorang. Apabila manusia itu dapat melaluinya maka dia akan diangkat derajatnya ke tingkat yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  15. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Untuk dapat menggapai kesempatan dalam hidup gunakan waktu dengan sebaik-baiknya dengan berikhtiar dan berdo’a kepada Allah SWT dengan pantang menyerah agar usaha dan do’a yang kita lakukan tidak sia-sia. Memahami diri sendiri untuk dapat mengada dan pengada tidaklah mudah membutuhkan suatu perjuangan. Mengada dan pengada membutuhkan hati yang bersih dan ikhlas, pemikiran yang kritis serta tindakan yang berkesinambungan secara terus menerus.

    ReplyDelete
  16. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Setiap manusia dapat berusaha semaksimal mungkin serta tidak lupa didukung dengan doa. Karena apa yang kita lakukan itu tergantung dari niatnya. Bagaimana pun hasilnya yang penting adalah prosesnya. Hasil tiada pernah mengkhianati usaha. Jikalau tidak sesuai hanyalah tertunda di waktu yang tepat. Karena Alloh lebih tahu apa yang hambanya butuhkan bukan apa yang manusia inginkan. Demikian pula dengan apa yang tidak disukai oleh manusia malah justru merupakan hal yang paling disukai oleh Alloh. Tetap tawakkal serta istiqomah menjadi pijakan untuk menggapai apa yang diinginkan.

    ReplyDelete
  17. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Apa yang akan terjadi sesungguhnya ialah bagaimana pikiran kita. Dan ketika hal buruk terjadi, agar kita tidak terjebak stigma ialah dengan selalu berdoa kepadaNya. Sehingga kita akan mudah menerima setiap kegagalan dengan mengambil hikmahnya. Sesungguhnya sikap yang paling baik dari kegagalan iyalah menerimanya dengan ikhlas dan berusaha memperbaikinya.

    ReplyDelete
  18. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Cerita tersebut dapat menginspirasi kita untuk selalu semangat, ikhlas, dan berani untuk meraih tujuan. Pelajaran yang saya peroleh dari artikel di atas adalah janganlah kita menyerah jika kita mengalami kegagalan. Karena kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Kegagalan itu biasa namun bagaimana kita bisa bangkit dari kegagalan itu baru luar biasa. Kegagalan merupakan salah satu cobaan yang diberikan Allah kepada umatnya agar dia dapat menjadi pribadi yang kuat. Oleh karena itu, apabila kita mangalami kegagalan, kita tidak boleh terlalu terlarut dalam kesedihan. Kita harus mampu bangkit dan berusaha lebih baik lagi untuk dapat mencapai keberhasilan kita.

    ReplyDelete
  19. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Justru dengan banyaknya kegagalan yang kita alami, akan mendekatkan diri ini dengan kesuksesan. Mengapa? Karena untuk mendapakan kesuksesan diperlukan kesabaran, ketelitian, pengalaman dan terus memperbaiki diri dari banyak kesalahan. Sehingga kegagalan dirasakan sebelum meraih kesuksesan.

    ReplyDelete
  20. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Memang sudah tak terelakan bahwa setiap manusia akan tergoda dengan para stigma yang selalu menghantui. Manusia hanya dapat meminta pertolongan Tuhan untuk dihindari dari setiap stigma atau prasangka negate yang menghampiri. Maka teruslah berdoa agar terselamatkan di dunia dan di akhirat.

    ReplyDelete
  21. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setiap orang pasti berpotensi melakukan kegagalan di setiap kesempatan. Elegi ini memberikan kita motivasi untuk selalu bangkit dan tidak menyerah atas kegagalan yang terjadi dalam kehidupan kita. Seperti yang digambarkan oleh kisah Stigmaraja dalam elegi ini. Walaupun sebenarnya da tanggungjawab yang dibebankan kepadanya, namun kegagalan itu memang tidak seharusnya meruntuhkan semangat kita. Karena di setiap kegagalan pasti ada kesempatan lain yang terbuka. Layaknya Nikitadewa dalam elegi ini yang selalu memberikan kesempatan lagi. Dalam hal ini Tuhan YME yang selalu memberikan peluang untuk kita bangkit dan berusaha bangun dari kegagalan.

    ReplyDelete
  22. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Stigma memiliki makna yang menggambarkan ciri negatif yang melekat pada seseorang. Terdapat sesuatu yang negatif dan positif di dunia ini. Tanpa adanya sikap positif, seseorang akan semakin terpuruk saat dan setelah mengalami suatu kegagalan, seakan kehilangan energi untuk bangkit kembali karena selalu dibayang-bayangi takut gagal. Adanya sikap positif, maka orang tersebut mampu memandang suatu kegagalan sebagai peristiwa hidup yang harus dialami. Dengan demikian, mental akan semakin kuat.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    “Orang bijak adalah orang yang dapat menempatkan diri sesuai ruang dan waktu sedangkan orang bodoh adalah orang yang tidak dapat menempatkan diri sesuai ruang dan waktunya.” jika kita memiki kesadaran akan ruang dan waktu, kita dapat mengerti batasan-batasan tindakan kita. Keberadaan kita harus senantiasa dibarengi dengan mengada. Namun mengada itu harus selalu berpatokan pada ruang dan waktunya. dengan demikian, keberadaan kita tidak terancam dan kita dapat terus berkarya.

    ReplyDelete
  24. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Seorang Mukmin dengan ketakwaannya kepada Allâh Ta’ala, memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hatinya, sehingga masalah apapun yang dihadapinya di dunia ini tidak akan membuatnya mengeluh atau stres, apalagi berputus asa. Hal ini disebabkan keimanannya yang kuat kepada Allâh Ta’ala membuat dia yakin bahwa apapun ketetapan yang Allâh Ta’ala berlakukan untuk dirinya maka itulah yang terbaik baginya.

    ReplyDelete
  25. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Hidup manusia adalah soal berada dan mengada. Manusia boleh melakukan hal apapun asal tidak melebihi batas dan masih dalam jalur yang baik karena manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Batas manusia itu tidak lain tidak bukan adalah ketentuan-Nya. Ketika manusia sudah sampai pada ruang dan waktu dimana disitu ada ketentuan-Nya, maka manusia diharuskan berhenti dan tidak melanjutkan atau memaksakan usaha. Kita pasrahkan saja ikhtiar yang sudah kita lakukan kepada-Nya dan sisanya biarkan Dia yang menentukan dan menetapkan hasilnya.

    ReplyDelete
  26. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Membaca adalah salah satu cara membangun fondasi filsafat", maka dalam kesempatan berkomentar ini, mohon ijin saya menyampaikan komentar-komentar yang muncul dari dalam diri saya. Pendapat saya berkaitan dengan postingan ini, saya melihat terdapat kemunculan kisah-kisah sebelumnya dengan nilai-nilai moral yang sama, bahwa sesungguhnya kita sebagai manusia harus belajar dan membuka diri seluas-luasnya terhadap yang ada dan yang mungkin ada. Akan tetapi ada waktunya kita harus melihat ruang, waktu, dan dimensi. Jadi tidak selamanya apa yang akan kita ketahui ilmunya harus secara mutlak kita dapatkan dengan cara-cara yang sama. Karena seluruh usaha dan upaya kita akan terhenti pada satu kebenaran yang mutlak, yaitu satu-satunya kebenaran yang berasal dari-Nya

    ReplyDelete
  27. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Gagal artinya tidak berhasil, tidak tercapai, dan kegagalan merupakan ketidakberhasilan. Dalam hidup kita kerap menjumpai apa yang kita sebut sebagai gagal. Ada pepatah yang menyatakan bahwa kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Jika kita gagal sekali itu artinya belum beruntung, jika gagal kedua kalinya maka nasib, jika kita gagal berkali-kali mungkin itu adalah musibah. Tak penting seberapa banyak kita jatuh dalam kegagalan, yang terpenting adalah ketika kita jatuh, apakah kita mampu bangkit kembali atau tidak.

    ReplyDelete
  28. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Sebenar-benar stigma terdiri dari dua komponen yaitu pikiran dan hati. Stigma adalah pikiran yang tidak kritis dan hati yang tidak bersih. Maka untuk menghalau para stigma yaitu dengan selalu berpikir kritis dan berhati bersih atau ikhlas. Dari elegi di atas, terlihat bahwa stigmaraja mempunyai keinginan yang tidak baik yakni ingin menguasai dunia. Untuk mewujudkan keinginan yang tidak baik saja ia menyusun rencana secara matang bahkan sampai ingin mengadakan pertemuan. Apalagi bagi kita yang ingin melakukan kebaikan, hendaknya kita pun menyusun rencana yang lebih matang agar tidak kalah dengan rencana yang tidak baik.

    ReplyDelete
  29. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Sejatinya manusia adalah seorang makhluk. Segala sesuatu yang terjadi kepadanya pasti atas rencana Tuhan, termasuk kegagalan. Kegagalan seseorang atas kehendak Allah SWT. Terkadang manusia melakukan protes atas kegagalannya. Namun, disisi lain kegagalan justru akan membawanya dalam keberhasilan yang lain. Jadi yang terpenting bukan bagaimana meratapi dan protes akan kegagalan tetapi bagaimana bisa menyikapi kegagalan untuk bisa bangkit dan berusaha serta untuk refleksi diri.

    ReplyDelete
  30. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Dalam tulisan ini kita diberikan nasehat untuk tidak merasa putus asa atas kegagalan hidup yang sering datang menerpa.Sejatinya hidup selalu memiliki dua keadaan yang beriringan “kegagalan dan keberhasilan”.Terus berjuang dan jangan menyerah.Jadikan kegagalan sebagai ladang untuk meraih kesuksesan.Disamping itu,di dalam menjalani hidup disesuaikan dengan keberadan dengan tidak melampui batas.Maksudnya memposisikan keberadaan diri kita sesuai dengan koridor ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  31. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036

    Lingkungan yang kita tempati akan mempengaruhi pribadi yang akan kita ingat dan kita lakukan. Apabila kita berada pada lingkungan yang buruk tentu saja hal tersebut akan menjadikan kita pribadi yang buruk. CIri negatif tersebut yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya disebut dengan stigma.Contohnya seorang anak yang meniru perilaku ayahnya yang senang merokok. Hal itu akan berbanding terbalik dengan seorang siswayang memiliki ayah seorang ustad yang selallu mengajarkan nila-nilai kebaiakan.

    ReplyDelete
  32. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kegagalan dalam hidup secara probadi maupun kelompok pasti pernah dialami seseorang, yang membedaan orang satu dengan yang lain adalah bagaimana seseorang itu menyikapi atau bangkit dalam kegagalan. Tanpa gagal maka seseorang tidak akan bisa menikmati betapa indahnya keberhasilan atas pencapaian. Maka manusia senantiasa berusaha dan mencoba dengan disesuaikan ruang dan waktunya. Terima kasih.

    ReplyDelete
  33. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, salah satu kontradiksi yang mungkin dihadapi manusia adalah pertentangan antara harapan dan kenyataan. Kegagalan merupakan sesuatu yang pasti akan dialami oleh seseorang. Seharusnya dengan mengalami kegagalan, seseorang termotivasi untuk belajar lebih keras lagi dengan harapan dapat memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri. Sebaiknya sebagai seorang manusia, kita selalu berusaha untuk menjadi lebih baik lagi, berusaha untuk selalu memperbaikai diri agar tidak menjadi gagal atau setidaknya jangan sampai gagal pada hal yang sama.

    ReplyDelete
  34. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Hidup manusia memang tak selalu berhasil. Ada masanya kita mengalami kegagalan.
    "Jika hidupku itu identik dengan kegagalan, lebih baik aku ini tidak perlu engkau beri kesempatan untuk hidup"
    Waaah kalau semua manusia memilih untuk menyerah seperti itu, populasi manusia di bumi akan musnah. Karena tak ada seorang pun yang tak pernah mengalami kegagalan. Gagal itu biasa, tapi bagaimana bisa bangkit dari kegagalan yang harus menjadi fokus kita. Belajar dari kegagalan itu, mencari tahu mengapa kita bisa gagal dan berusaha tak mengulanginya lagi. Takut gagal malah akan mematikan langkah kita untuk berkembang.
    Saya pernah membaca hal ini yang menarik tentang kegagalan:
    Kadang kita merasa hidup kita tertarik ke bawah, jauh ke grafitasi.. tetapi siapa sangka setelah itu kita akan melambung tinggi. Seperti itulah ketapel, bukan? Tertarik ke arah bawah untuk melesat tinggi.
    Kegagalan bukanlah mengenai apa yang salah, tetapi apa yang dapat dipelajari untuk membuat kita berkembang.

    ReplyDelete
  35. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Stigma merupakan kekacauan pikiran dan hati yang kotor akibat dari pengaruh lingkungannya. Stigma bisa datang dari manasaja dan dengan cara yang halus. Kegagalan stigma dikarenakan manusia bisa menjaga kritisnya pikiran dan bersihnya hatinya. Meskipun telah gagal berulangkali, stigma tidak pernah menyerah dalam mempengaruhi pikiran dan hati manusia. Stigma akan terus berusaha menggoda manusia agar manusia melakukan hal-hal yang mengarah pada segala hal yang negatif dan melampui batas ruang dan waktu yang dimiliki. Maka hendaknya kita tidak berhenti untuk berpikir kritis dan menggunakan hati yang jernih sebagai petunjuk kita.

    ReplyDelete
  36. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Stigma adalah sesuatu yang negatif yang sudah selayaknya dihindari. Stigma bermula dari pikiran yang tidak kritis dan hati yang tidak bersih. Jika dibiarkan, stigma akan menyebar luas dan bisa menghinggapi siapa saja. Untuk menghindarinya, seseorang perlu melatih ketrampilan berpikir, menelaah, dan tidak terlalu cepat memberikan kesimpulan pada suatu hal. Selain itu, marilah kita memperbanyak ilmu pengetahuan, banyak membaca dan mengkaji, serta terus belajar agar kita tidak terpengaruh pada stigma atau menstigma sesuatu hal.

    ReplyDelete
  37. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Kegagalan dapat diartikan sebagai kunci kesuksesan. Kegagalan merupakan ujian yang diberikan Allah SWT kepada kita. Dengan kegagalan maka kita akan berusaha mencapai suatu hal dengan lebih baik dari sebelumnya, rencana dalam mencapai tujuan tersebut hendaknya jangan melampaui batas namun dikerjakan semaksimal mungkin.

    ReplyDelete
  38. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dalam menjalani proses kehidupan, manusia pasti akan menemukan titik kegagalan. Titik kegagalan adalah tanda dari kehidupan yang dinamis dan berubah, sehingga kita tidak boleh menyerah karena ada saatnya kita berada di dalam titik keberhasilan. Elegi ini mengajak kita untuk senantiasa bersukur dan teteap termotivasi sekalipun menghadapi kegagalan. Seperti yang digambarkan oleh kisah yang diawali oleh keluh kesah Stigmaraja dalam elegi ini. Stigmaraja memiliki beban masalah ditambah beban sosial yang berat sehingga ia mengeluh kepada Nikitadewa. Perenungan yang mendalam mengenai keberadaan dan pengadaan merupakan solusi cerdas yang dapat melihat permasalahan secara jernih tanpa putus asa.

    ReplyDelete
  39. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Setiap orang wajib berusaha untuk menggapai yang ada dan yang mungkin ada. Doa juga tidak boleh dilupakan. Ketika mengalami kegagalan padahal kita telah berusaha maksimal maka hendaknya kita tidak langsung terpuruk pada kegagalan itu. Yakinlah bahwa ini adalah sudah menjadi yang terbaik. Yakinlah bahwa kegagalan hanyalah sukses yang tertunda. Kita harus mampu menjadikan kegagalan sebagai cambuk untuk lebih bersemangat dalam menggapai kesuksesan.

    ReplyDelete
  40. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Dalam kehidupan adakalanya manusia menemui keberhasilan atau kesuksesan,tetapi trekadang manusia juga menemui sebuah kegagalan atau ketidak berhasilan di dalam kehidupan. Manusia yang bijak dan berpikir dewasa pasti tidak akan patah semangat jika menemui sebuah kegagalan. Karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, kegagalan bisa dijadikan semangat lebih untuk memotivasi diri agar tidak melakukan kesalahan yang kedua kalinya.

    ReplyDelete
  41. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Menjadi Pemimpin bukan Hal yang mudah. Menjadi Pemimpin yang bertanggung jawab Dan melihat sedemikian banyak Hal belum dapat terkendali dengan baik, seringkali memunculkan rasa putus asa Dan ingin berhenti saja.
    Namun benarkah berhenti menjadi solusi? Yakinkah bahwa dengan berhentiku semua akan berjalan dengan lebih baik?
    Tidaklah demikian. berusaha itu harus sampai 'menderita Dan berdarah-darah'. Hasilnya Tak nampak dalam waktu singkat, namun akan berdampak baik pada tujuan, cita cita. Yg penting adalah setia, berpendirian, Dan Tak lupa doa Dan ikhtiar.

    ReplyDelete
  42. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Dalam proses kehidupan, tentu kita akan menemukan kegagalan dalam berbagai hal, namun bagaimana kita bersikap atas kegagalan tersebut adalah hal yang penting, bagaimana kita menjadikan kegagalan sebuah pembelajaran, dan menjadi motivasi untuk terus belajar. Memberikan pemikiran yang baik, dan tidak menjadikan suatu kegagalan menjadi stigma negatif dalam diri hingga membuat kita tidak mau lagi berusaha.

    ReplyDelete
  43. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Metode matematis adalah proses berpikir dan bertindak yang meliputi aktivitas abstraksi, penyederhanaan, pengidealan, konkritisasi, pencacahan, penyajian diagram, analogi, spesialisasi, induksi, deduksi, logika, dan akurasi. Aktivitas tersebut harus muncul dalam setiap proses berpikir matematis siswa berdasarkan dimensi berpikirnya masing-masing.

    ReplyDelete
  44. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Dalam cerita di atas digambarkan bahwa kehidupan yang ada begitu sangat rentan dengan kehadiran stigma. Baik itu stigma dari lingkungan maupun stigma dari dalam diri. Maka dari itu harus senantiasa membekali diri dengan hati yang bersih dan pikiran kritis agar dapat mengenali stigma yang hadir sebelum kita terpengaruh pada stigma tersebut.
    Manusia memiliki keterbatasan dalam berpikir, maka hatilah yang kemudian nantinya akan membantu manusia dalam memilih mana yang menjadi pemikiran yang terbaik yang muncul sebagai sebuah stigma.

    ReplyDelete
  45. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Manusia dapat merencanakan, tapi Tuhan yang akan menentukan. Elegi ini mengajak kita untuk memperbaiki diri kita sendiri sebelum menuntut. Demikian pula, dalam kasus kegagalan, kita sering menyalahkan pencipta kehidupan untuk semua kegagalan yang kita alami. Meskipun hal itu bisa saja disebabkan oleh kegagalan keputusan kita yang ceroboh baik secara sadar atau tidak sadar. Jadi kita harus selalu berdoa dan melibatkan Tuhan dalam setiap hal dalam hidup untuk selalu diberi karunia hidup dan kenyamanan. Jika dipantulkan kembali, sebenarnya patokan kegagalan adalah pola pikir kita sendiri. Karena pasti ada banyak untuk berterima kasih dalam hidup kita. Itu penting untuk memiliki kesadaran ruang dan waktu, sehingga kita bisa selalu bersyukur atas karunia tersebut.

    ReplyDelete
  46. Junianto
    PM C
    17709251065

    Kegagalan bukanlah hal aneh dalam kehidupan ini. Tuhan sudah menciptakan semua hal itu adil agar ada penyeimbang. Kegagalan diciptakan bersama kesuksesan. Maka dari itu, gagal dalam meraih cita-cita adalah ujian dan harus bisa diatasi manusia. Kemudian ada makna lain dari kegagalan yang bagi saya sangat benar sekali. Dikatakan bahwa oran gyang gagal bukanlah orang yang tidak berhasil meraih tujuan dan cita-citanya tepai orang yang gagal adalah mereka yang menyerah. Ketika orang sudah menyerah maka bisa dikatakan bahwa itu adalah akhir dari segalanya karena ia tidak mampu lagi berusaha.

    ReplyDelete
  47. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. semua orang pasti memiliki masalah, memiliki keraguan terhadap dirinya sendiri, dan khawatir terhadap pendapat orang tentang dirinya, khawatir akan stigma yang melekat pada dirinya. Dari elegi diatas saya merefleksi bahwa sebagai manusia biasa harus senantiasa melihat kembali kepada tujuan hidup. jawaban atas segala masalah itu ada pada diri sendiri.

    ReplyDelete
  48. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Adalah logika yang salah jika seseorang yang ingin menghindari kegagalan dengan tidak hidup (mati), ibaratnya seperti melarang orang untuk mengendarai sepeda motor untuk menghindari kecelakaan. Kegagalan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Manusia harus menerima dan menjadikan kegagalan tersebut sebagai pengalaman agar tidak mengulangi kegagalan yang sama.

    ReplyDelete
  49. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas kita belajar beberapa hal. Yang pertama berkaitan dengan keputus asaan stigmaraja. Sebagai manusia tentu kita tidak boleh merasa putus asa ketika mengalami kegagalan, kita harusla semangat pantang menyerah, karena jika kita menyerah berarti setan telah berhasil memperdaya diri. Ayo berjuang melawan setan itu. selanjutnya berkaitan dengan kontradiksi. Kehidupan kita sekarang itu sejatinya penuh dengan kontradksi, dan bagaimana kita bisa menyeimbangkan itu semua adalah upaya kita. Melalui elegi ini juga kita belajar tentang usaha yang boleh dilakukan yaitu usaha dalam memperjuangkan kebenaran dan kebaikan dengan tetap berbatar oleh nilai dan ketetapan yang Tuhan berikan.

    ReplyDelete
  50. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Atas apa yang terjadi dalam hidup, merupakan suatu takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Gagal ataupun sukses merupakan hal yang harus disikapi secara bijak. Yang paling berpengaruh adalah sekeras apa kita berikhtiar dan berdoa. Tentang takdir, kita hanya bisa berpikir positif bahwa akan ada rencana lain yang lebih baik yang Tuhan siapkan. Untuk memandang hidup secara bijak, maka dibutukan ilmu dan iman.

    ReplyDelete
  51. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Kegagalan adalah sebuah siklus biasa. Semua orang memiliki kemungkinan yang sama dalam menemui kegagalan. Namun kegagalan bukanlah akhir. Bila menemui kegagalan itu berarti kita melakukan sebuah hal yang salah atau kurang benar dalam prosesnya. Sehingga kegagalan merupakan pertanda dimana ada suatu hal yang perlu kita perbaiki. Maka dari itu kegagalan bisa berarti sebuah proses baru yang merupakan penyempurnaan dari proses sebelumnya.

    ReplyDelete
  52. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kegagalan adalah bagian dari kehidupan kita, namun kegagalan adalah bagian dari jalan menuju kesuksesan. Tidak jarang mereka yang mencapai kesuksesan adalah mereka yang telah melewati jatuh bangun kehidupan.Oleh karena itu, dalam menghadapi kita harus mengelolah potensi yang telah dititipkan kepada kita, yaitu potensi takdir dan ikhtiar. Kita tidak boleh hanya pasrah terhadap takdir, namun harus senantiasa berikhtiar. Karena sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengubah nasib seseorang sebelum ada perubahan pada diri mereka.

    ReplyDelete
  53. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Setiap manusia memiliki rencana, tetapi Tuhan yang akan menentukan. Dari elegi saya dapat belajar bahwa kita harus senantiasa memperbaiki diri sebelum kita meminta kepada Tuhan. Terkadang seringkali menyalahkan Tuhan atas kegagalan yang kita alami. Meskipun mungkin kegagalan tersebut disebabkan karena kesalahan diri kita sendiri. Alangkah baiknya jika kita senantiasa memperbaiki diri. Terimakasih.

    ReplyDelete
  54. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Sebagai makhluk ciptaan Allah, kita harus mentaati peraturan-Nya. Dalam menjalankan sesuatu, kita tidak boleh melanggar batas-batas yang telah ditetapkan. Selain itu, kita juga tidak boleh mudah menyerah dan pasrah terhadap keadaan apabila tidak sesuai yang direncanakan. Kita harus menerima hasil yang kita dapat dengan lapang dada karena kita selalu mendapatkan yang terbaik untuk kita. Selain itu,manusia hanya bisa berencana, dan Allah yang memutuskan. Tak usah berlarut-larut dalam kesedihan apabila hasil tidak sesuai dengan harapan. Hal yang perlu kita lakukan adalah introspeksi diri dan bangkit kembali.

    ReplyDelete