Nov 1, 2012

Kutarunggu Sang Stigmaraja Transendenta




Oleh Marsigit

Stigmaraja:
Waha..untuk kesekian kalinya aku telah gagal. Gagal, gagal dan gagal lagi. Wahai Nitikadewa aku ingin protes kepadamu. Jika hidupku itu identik dengan kegagalan, lebih baik aku ini tidak perlu engkau beri kesempatan untuk hidup. Bukankah engkau tahu, seburuk-buruk perilaku dan perangaiku tetapi aku bertanggung jawab dan menghidupi berjuta-juta wargaku. Jika aku selalu engkau lemahkan, bagaimana aku bisa menghidupi mereka semua?


Nitikadewa:
Itulah ketentuannya. Engkau tidak bisa mengingkari hidupmu yang serba ingkar. Maka hal yang demikian telah menjadi ketentuan bahwa hidupmu itu telah berada dan mengada. Jika mengadamu ingin mengajukan protes maka bertanyalah dulu terhadap keberadaanmu. Jika keberadaanmu ingin protes kepadaku maka bertanyalah dulu terhadap mengadamu.

Stigmaraja:
Kapan diriku berakhir dan apakah aku masih diberi kesempatan untuk hidup dan menghidupkan kerajaanku?

Nikitadewa:
Akir dari hidupmu itu bersamaan dengan akhir dari hidupku, bersamaan dengan akhir dari hidup sang Bagawat, bersamaan dengan akhir dari sang Rakata, bersamaan dengan akhir dari sang Dewi Hermein. Sedangkan engkau masih tetap dapat melanjutkan kegiatanmu asal jangan melebihi batas. Batasmu itu tidak lain tidak bukan adalah ketentuanku. Maka ketika engkau sudah sampai pada ruang dan waktu dimana disitu ada ketentuanku, maka berhentilah dan jangan lanjutkan. Jika engkau tetap melanjutkan maka engkau berhadapan dengan kuasaku.

Stigmaraja:
Baiklah agar aku dapat memahami keberadaan dan mengadaku, aku mengajukan permohonan kepadamu untuk mengadakan konferensi internasional tentang stigmalogos. Aku akan mengundang semua para rajastigma baik yang sudah mati maupun yang masih hidup bahkan yang belum lahir pun akan aku undang. Aku ingin mendengarkan pembicaraan mereka semua kamudian aku akan menggunakannya sebagai kekuatan untuk menguasai dunia.

Nikitadewa:
Aku ijinkan engkau mempunyai rencana tentang hal-hal demikian dengan syarat tidak melampaui batas-batas ketentuanku. Jika engkau melanggarnya maka hukuman yang setimpal akan aku jatuhkan kepadamu dan kepada anak buahmu.

36 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Elegi ini menjelaskan bagaimana keberadaan kita dalam melakukan berbagai hal yang akan kita lakukan. Dimana keberadaan kita untuk mengada dan berada dibatasi juga oleh ketentuan serta keberadaan dari orang lain. Oleh karena itu, dalam melakukan segala sesuatu kita hendaknya mampu menyesuaikan dengan berbagai ketentuan yang berlaku atau yang telah ditetapkan sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Kutarunggu Sang Stigmaraja Transendenta

    Menurut saya Stigmaraja ini menggambarkan seorang manusia biasa seperti kita dan Nikitadewa adalah Yang Maha Kuasa.Dari Elegi Stigmaraja sering mengalami banyak kegagalan dalam hidupnya, padahal ia bertanggungjawab terhadap kesejahteraan warganya. Begitupun kita manusia, mungkin hari-hari ini kita sedang mengalami banyak kegagalan dan kita sedang bertanya kepada Tuhan, mengapa hal ini terjadi, mengapa bukan hal baik yang menimpa kita? padahal kita harus bertanggung jawab dengan keluarga atau orang-orang yang peduli dengan kita yang ada di sekitar kita. Namun seperti Stigmaraja, Tuhan (Nikitadewa) masih memebrikan kita kesempatan untuk mencoba. Karena itu jangan takut dengan kegagalan selama Tuhan masih bersama kita. Maju dan mencoba lagi, lakukan semuanya sesuai dengan batasan-batasan atau tuntunan dari Tuhan

    ReplyDelete
  4. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kehidupan terus berputar layaknya roda. Ada kalanya kita berada di posisi atas maupun bawah, senang maupun sedih, sukses maupun gagal. Ketika menghadapi posisi di atas tak jarang orang akan lupa dan terlena. Dan ketika menghadapi posisi di bawah orang akan larut dan terpuruk. Bahkan tak jarang ada yang menyalahkan takdir yang ada. Hal tersebut akan menjadikan orang tersebut merugi dan sesat. Karena sesungguhnya segala keindahan maupun kegagalan adalah cobaan duniawi dari Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Jika suatu stigma mendominasi akan berdampak merusak ctra seseorang. Stigma terkesan negatif namun adanya stigma akan membuat seseorang menjadi lebih hati-hati agar tidak terjerumus kedalamnya.

    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Setiap orang wajib berusaha untuk menggapai yang ada dan yang mungkin ada. Doa juga tidak boleh dilupakan. Ketika mengalami kegagalan padahal kita telah berusaha maksimal maka hendaknya kita tidak langsung terpuruk pada kegagalan itu. Yakinlah bahwa ini adalah sudah menjadi yang terbaik. Yakinlah bahwa kegagalan hanyalah sukses yang tertunda. Kita harus mampu menjadikan kegagalan sebagai cambuk untuk lebih bersemangat dalam menggapai kesuksesan.

    ReplyDelete
  7. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi diatas saya dapat mengambil pelajaran dan hikmah bahwa sanya hidup di dunia ini tidak selamanya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Namun yakinlah bahwa apapun yang diberikan Allah kepada kita maka itulah yang terbaik tapi dengan syarat kita terus berusaha sungguh-sungguh dan berdoa kepadaNya. Karena dibalik apa yang telah diberikan Allah kepada kita baik yang kita sukai mapun yang kita benci kalau kita bersabar maka ada hikmah yang besar dibalik itu. Yakinkanlah dalam hati bahwa seindah-indah rencana kita pasti lebih indah rencana Allah.

    ReplyDelete
  8. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Salah satu pelajaran yang bisa saya ambil dari artikel ini adalah janganlah kita menyerah jika kita mengalami kegagalan. Kegagalan itu hal duniawi. Dari pada memikirkan terus menerus kegagalan kita, lebih baik kita memikirkan bagaimananya bisa bangkit kembali. Kita tidak boleh mudah berputus asa, berpikiran untuk mengakhiri hidup kita hanya karena kita selalu gagal. Kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Dari segi spiritual, kegagalan merupakan salah satu cobaan yang diberikan Allah kepada umatnya agar dia dapat menjadi pribadi yang kuat karena sesungguhnya Allah lebih menyukai muslim yang kuat daripada muslim yang lemah. Selain itu saya memberikan tambahan seharusnya kita tetap tingkatkan sabar dan takwa kita kepada Allah agar dalam kegagalan kita dapat terus bangkit kembali.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Dengan keterbukaan terhadap transenden itu manusia akan mampu keluar dari dirinya sendiri dan menangkap realitas di luar dirinya. dengan keterbukaan terhadap transenden itu manusia mampu memahami yang tidak terbatas Sesungguhnya Allah telah mengetahui batas kemampuan kita sehingga semuanya telah diatur sedemikian rupa. Dengna terus berdoa agar selalu diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  10. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Memahami diri sebagai ada dalam artian eksistensi diri sangatlah sulit, terlebih lagi memahami diri untuk menjadi mengada sekaligus pengada. Pemahaman mengenai mengada dan pengada berarti berpikir hal-hal yang melampai apa yang terlihat atau yang tidak dapat ditemukan di alam semesta dan kedua hal tersebut tidak bisa diperoleh dengan menggunakan berbagai macam stigma melainkan menggunakan pikiran yang kritis dan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Cerita “Kutarunggu Sang Stigmaraja Transendenta” menyiratkan bahwa akhir dari stigma adalah bersamaan dengan akhir begawat (ilmu) hal ini berarti stigma akan selalu hadir dikehidupan manusia selama manusia mencari ilmu.
    Dengan adanya kekacuan yang terjadi di dalam pikiran manusia, maka manusia akan mencari titik kebenarannya dengan melalukan beberapa hal seperti: mengklarifikasi, membuktikan, menelaah dan sebagainya.

    ReplyDelete
  12. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sebagai manusia memang haruslah selalu berikhtiar, ketika ikhtiar kita menemui kesulitan-kesulitan bahkan kegagalan, jangan pernah kita berputus asa. Seperti kalimat motivasi yang berbunyi "berterimakasihlah kepada kegagalan yang membuatmu menjadi lebih kuat, karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda". Keyakinan dalam agama bahwa semakin banyak cobaan yang Allah berikan, artinya Beliau semakin menyayangi kita sebagai ummat-Nya. Allah tak akan memberi cobaan melebihi kapasitas kita. Selain itu, poin kedua yang terkandung dari elegi 'Kutarunggu sang Stigmaraja Transendental' adalah mengenai kesadaran. Kesadaran berarti memahami, jika manusia memang wajib untuk berikhtiar guna menggapai citanya. Berikhtiar dengan perjuangan yang sungguh-sungguh disertai doa adalah hal yang baik. Selain menyadari akan cara yang tepat untuk berusaha, manusia juga harus menyadari kapasitasnya.

    ReplyDelete
  13. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari elegi kutarunggu sang stigmaraja transendenta,kita dapat memetik suatu pesan atau motivasi dalam kehidupan untuk tidak mudah putus asa dan senantiasa untuk selalu berusaha. Dalam menjalani kehidupan, hidup seseorang tidak selamanya berada dalam kesenangan tetapi juga kadang-kadang hidup ini berada kesulitan, menemui hambatan-hambatan, bahkan kegagalan. Tetapi yang perlu kita camkan dalam diri adalah kita tidak boleh menyerah,kita harus selalu berusaha dan berdoa, dan hasil kedepannya kita serahkan kepada Allah SWT.


    ReplyDelete
  14. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Tidaklah perlu menyerah dengan kegagalan. Dengan kegagalan yang kita alami, jika kita sadar, kita akan dapat merefleksikan kegagalan kita agar di masa depan setidaknya tidak mengalami kegagalan yang sama. Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan yang semakin melemahkan kita. Justru kita harus menghadapi keadaan itu agar kita menjadi kuat. Kita sebagai manusia, yang terpenting adalah melakukan segala yang terbaik dan selalu memohon petunjuk dan perlindungan dari Tuhan.

    ReplyDelete
  15. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut saya dapat memahami bahwa batas kita merupakan ketentuan dari Tuhan. Maka ketika Tuhan sudah bersabda, akan terjadilah hal itu kepada kita dan kita tidak bisa lagi melawannya. Dalam hidup ini ada banyak keberhasilan maupun kegagalan. Hal tersebut merupakan bagian dari hidup yang harus dihadapi. Yang paling penting adalah tidak melupakan Tuhan dan tetap setia berada pada jalan-Nya.

    ReplyDelete
  16. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap perjalanan hidup pasti ada rintangannya. Dan dalam menjalani rintangan, kita tidak akan lepas dari kegagalan. Ada yang mengatakan bahwa kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Dari pernyataan tersebut dapat dianalisis bahwa dari ujian/cobaan/rintangan dapat membuat seseorang menjadi semakin teruji kualitasnya. Jika seseorang mampu memandang kegagalan sebagai ujian kualitas, maka Insya Allah kualitas orang tersebut semakin tinggi. Misalnya, ada orang yang sedang melakukan perjalanan ke sebuah temapat yang indah. Namun, di dalam perjalanan ia menemukan berbagai rintangan seperti binatang buas, jalanan yang terjal, hujan, kehabisan bekal, dll. Dengan penuh semangat orang tersebut mampu melewatinya dan mencapai tujuan akhir yang indah dan bahagia. Cerita tersebut dapat menginspirasi kita untuk selalu semangat, ikhlas, dan berani untuk meraih tujuan akhir, yaitu bahagia dunia dan akhirat. Semoga kita tergolong orang-orang yang teruji kualitas akhlak yang baik, dimudahkan dalam perjalanan kehidupan, dan mampu menggapai tujuan (kebahagiaan). Amiin.

    ReplyDelete
  17. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. semua orang pasti memiliki masalah, memiliki keraguan terhadap dirinya sendiri, dan khawatir terhadap pendapat orang tentang dirinya, khawatir akan stigma yang melekat pada dirinya. Dari elegi diatas saya merefleksi bahwa sebagai manusia biasa harus senantiasa melihat kembali kepada tujuan hidup. jawaban atas segala masalah itu ada pada diri sendiri.

    ReplyDelete
  18. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Bacaan yang menarik dengan kalimat kapan diriku berakhir dan apakah aku masih diberi kesempatan untuk hidup dan menghidupkan kerajaanku ? Tidak ada yang tahu dan tidak ada yang bisa memastikan waktunya. Intinya tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik, memperbaiki diri menjadi lebih baik agar dapat mengalahkan kegagalan. Namun dalam mengalahkan kegagalan, kita butuh hati yang kuat dan hati yang teguh yang hanya diperoleh jika kita mengandalkan Tuhan.

    ReplyDelete
  19. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Kegagalan bukan akhir dari segalanya, itulah sebuah kalaimat yang selalau kita dengarkan. Dan kalimat itu memanag benar, bahwa kita jangan menyerah apabila mendapat suatau musibah, selalau bersyukur, mungkin Allah masih menyimpan sesuatau yang terbaik untuk kita . jangan taku utnuk mencoba, berani mencoba itu bagus walaupun kegagalan itu akan datang jangan lah sampai menyerah. Jangan meyerah...jangan menyerah

    ReplyDelete
  20. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sesungguhnya stigma bisa menjadi kobaran semangat hidup kita bila kita memahami arti hidup ini, namun tak jarang orang yang menjadikan stigma sebagai penghambat hidup kita. Banyak orang yang hidup di bawah naungan stigma yang mengakibatkan hidupnya selalu terkekang oleh stigma sehingga bagaikan hidup dalam penjara. Oleh karena itu, hendaklah kita senantiasa berpikir kritis dan melatih hati agar ikhlas. Semoga kita terhindar dari stigma-stigma yang tidak membaikkan hidup kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  21. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kegagalan adalah sesuatu yang pasti akan dialami oleh masing-masing orang, kegagalan yang memberikan rasa pahit namun memberikan pelajaran berharga bagi kita yang mengalaminya. Secara tidak langsung kegagalan pun membantu kita dalam memperbaiki kekurangan yang kita miliki, dan kita dapat mengetahui cara yang tepat untuk mengatasi kekurangan kita. Sehingga sebagai manusia janganlah takut akan sebuah kegagalan.

    ReplyDelete
  22. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam cerita ini menggambarkan bahwa kehidupan yang ada begitu rentan dengan kehadiran stigma. Maka dari itu harus senantiasa membekali diri dengan hati yang bersih dan pikiran kritis agar dapat mengenali stigma yang hadir sebelum kita terpengaruh pada stigma tersebut.
    Manusia memiliki keterbatasan dalam berfikir, maka hatilah yang kemudian nantinya membantu manusia dalam memilih mana yang menjadi pemikiran yang terbaik yang muncul sebagai sebuah stigma pada awalnya.

    ReplyDelete
  23. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Sebenarnya patokan kegagalan adalah pola pikir kita sendiri, karena pasti ada banyak untuk berterima kasih dalam hidup kita itu penting untuk memiliki kesadaran ruang dan waktu, sehingga kita bisa selalu bersyukur atas karunia tersebut, bahkan jika itu gagal. Kegagalan pasti pernah dilalui setiap orang, karena kegagalan adalah salah satu cara Allah dalam menguji seseorang. Apabila manusia itu dapat melaluinya maka dia akan diangkat derajatnya ke tingkat yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  24. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Untuk dapat menggapai kesempatan dalam hidup gunakan waktu dengan sebaik-baiknya dengan berikhtiar dan berdo’a kepada Allah SWT dengan pantang menyerah agar usaha dan do’a yang kita lakukan tidak sia-sia. Memahami diri sendiri untuk dapat mengada dan pengada tidaklah mudah membutuhkan suatu perjuangan. Mengada dan pengada membutuhkan hati yang bersih dan ikhlas, pemikiran yang kritis serta tindakan yang berkesinambungan secara terus menerus.

    ReplyDelete
  25. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Setiap manusia dapat berusaha semaksimal mungkin serta tidak lupa didukung dengan doa. Karena apa yang kita lakukan itu tergantung dari niatnya. Bagaimana pun hasilnya yang penting adalah prosesnya. Hasil tiada pernah mengkhianati usaha. Jikalau tidak sesuai hanyalah tertunda di waktu yang tepat. Karena Alloh lebih tahu apa yang hambanya butuhkan bukan apa yang manusia inginkan. Demikian pula dengan apa yang tidak disukai oleh manusia malah justru merupakan hal yang paling disukai oleh Alloh. Tetap tawakkal serta istiqomah menjadi pijakan untuk menggapai apa yang diinginkan.

    ReplyDelete
  26. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Apa yang akan terjadi sesungguhnya ialah bagaimana pikiran kita. Dan ketika hal buruk terjadi, agar kita tidak terjebak stigma ialah dengan selalu berdoa kepadaNya. Sehingga kita akan mudah menerima setiap kegagalan dengan mengambil hikmahnya. Sesungguhnya sikap yang paling baik dari kegagalan iyalah menerimanya dengan ikhlas dan berusaha memperbaikinya.

    ReplyDelete
  27. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Cerita tersebut dapat menginspirasi kita untuk selalu semangat, ikhlas, dan berani untuk meraih tujuan. Pelajaran yang saya peroleh dari artikel di atas adalah janganlah kita menyerah jika kita mengalami kegagalan. Karena kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Kegagalan itu biasa namun bagaimana kita bisa bangkit dari kegagalan itu baru luar biasa. Kegagalan merupakan salah satu cobaan yang diberikan Allah kepada umatnya agar dia dapat menjadi pribadi yang kuat. Oleh karena itu, apabila kita mangalami kegagalan, kita tidak boleh terlalu terlarut dalam kesedihan. Kita harus mampu bangkit dan berusaha lebih baik lagi untuk dapat mencapai keberhasilan kita.

    ReplyDelete
  28. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Justru dengan banyaknya kegagalan yang kita alami, akan mendekatkan diri ini dengan kesuksesan. Mengapa? Karena untuk mendapakan kesuksesan diperlukan kesabaran, ketelitian, pengalaman dan terus memperbaiki diri dari banyak kesalahan. Sehingga kegagalan dirasakan sebelum meraih kesuksesan.

    ReplyDelete
  29. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Memang sudah tak terelakan bahwa setiap manusia akan tergoda dengan para stigma yang selalu menghantui. Manusia hanya dapat meminta pertolongan Tuhan untuk dihindari dari setiap stigma atau prasangka negate yang menghampiri. Maka teruslah berdoa agar terselamatkan di dunia dan di akhirat.

    ReplyDelete
  30. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setiap orang pasti berpotensi melakukan kegagalan di setiap kesempatan. Elegi ini memberikan kita motivasi untuk selalu bangkit dan tidak menyerah atas kegagalan yang terjadi dalam kehidupan kita. Seperti yang digambarkan oleh kisah Stigmaraja dalam elegi ini. Walaupun sebenarnya da tanggungjawab yang dibebankan kepadanya, namun kegagalan itu memang tidak seharusnya meruntuhkan semangat kita. Karena di setiap kegagalan pasti ada kesempatan lain yang terbuka. Layaknya Nikitadewa dalam elegi ini yang selalu memberikan kesempatan lagi. Dalam hal ini Tuhan YME yang selalu memberikan peluang untuk kita bangkit dan berusaha bangun dari kegagalan.

    ReplyDelete
  31. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Stigma memiliki makna yang menggambarkan ciri negatif yang melekat pada seseorang. Terdapat sesuatu yang negatif dan positif di dunia ini. Tanpa adanya sikap positif, seseorang akan semakin terpuruk saat dan setelah mengalami suatu kegagalan, seakan kehilangan energi untuk bangkit kembali karena selalu dibayang-bayangi takut gagal. Adanya sikap positif, maka orang tersebut mampu memandang suatu kegagalan sebagai peristiwa hidup yang harus dialami. Dengan demikian, mental akan semakin kuat.

    ReplyDelete
  32. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Pesan tersirat yang terdapat dalam elegi di atas adalah, yang pertama bahwa kegagalan bukan merupakan akhir dari segalanya, melainkan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik kedepannya. Kata-kata tersebut acapkali kita dengar, dan memang benar adanya. Thomas Alfa Edison harus mengalami kegagalan sebaganyak 999 kali sebelum dia berhasil membuat sebuah lampu. Setiap orang sukses pun pasti pernah mengalami kegagalan. Kita jangan hanya memandang bagaimana agar bisa sukses, tetapi kita juga harus menyiapkan bagaimana cara kita bangkit ketika gagal. Pesan kedua yaitu ketika kita menyampaikan pendapat atau kritikan kepada orang lain, maka gunakanlah cara yang paling sopan dan jangan lupa bercermin pada diri sendiri terlebih dahulu. Karena kita satu jadi kita menunjuk kepada orang lain, maka perlu disadari bahwa sesungguhnya empat jari kita yang lain tengah menunjuk kepada diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  33. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca Kutarunggu Sang Stigmaraja Transendenta, saya mendapatkan pelajaran bahwa Kegagalan dapat diartikan sebagai kunci kesuksesan. Kegagalan merupakan ujian yang diberikan Allah SWT kepada kita. Dengan kegagalan maka kita akan berusaha mencapai suatu hal dengan lebih baik dari sebelumnya, rencana dalam mencapai tujuan tersebut hendaknya jangan melampaui batas namun dikerjakan semaksimal mungkin. Oleh karena itu, hendaklah berusaha berikhtiar berdoa dan bertawakal kepada Allah, semoga Allah memberi kemudahan, keberhasilan dan kesuksesan kepada kita.

    ReplyDelete
  34. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    “Orang bijak adalah orang yang dapat menempatkan diri sesuai ruang dan waktu sedangkan orang bodoh adalah orang yang tidak dapat menempatkan diri sesuai ruang dan waktunya.” jika kita memiki kesadaran akan ruang dan waktu, kita dapat mengerti batasan-batasan tindakan kita. Keberadaan kita harus senantiasa dibarengi dengan mengada. Namun mengada itu harus selalu berpatokan pada ruang dan waktunya. dengan demikian, keberadaan kita tidak terancam dan kita dapat terus berkarya.

    ReplyDelete
  35. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Seorang Mukmin dengan ketakwaannya kepada Allâh Ta’ala, memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hatinya, sehingga masalah apapun yang dihadapinya di dunia ini tidak akan membuatnya mengeluh atau stres, apalagi berputus asa. Hal ini disebabkan keimanannya yang kuat kepada Allâh Ta’ala membuat dia yakin bahwa apapun ketetapan yang Allâh Ta’ala berlakukan untuk dirinya maka itulah yang terbaik baginya.

    ReplyDelete
  36. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Hidup manusia adalah soal berada dan mengada. Manusia boleh melakukan hal apapun asal tidak melebihi batas dan masih dalam jalur yang baik karena manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Batas manusia itu tidak lain tidak bukan adalah ketentuan-Nya. Ketika manusia sudah sampai pada ruang dan waktu dimana disitu ada ketentuan-Nya, maka manusia diharuskan berhenti dan tidak melanjutkan atau memaksakan usaha. Kita pasrahkan saja ikhtiar yang sudah kita lakukan kepada-Nya dan sisanya biarkan Dia yang menentukan dan menetapkan hasilnya.

    ReplyDelete