Nov 22, 2012

Phenomenology Husserl_Oleh Marsigit


0

6 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Berdasarkan gambar yang Bapak berikan, dapat saya artikan sebagai berikut:
    Fenomenologi menurut Husserl terdiri atas dua komponen utama yaitu: Abstraksi dan Idealisasi. Abstraksi mengandung arti mengambil/mengobservasi/memandang sebagian saja sifat yang ada dari obyek pengamatannya. Setiap obyek pengamatan mempunyai beribu-ribu sifat namun terdapat sifat yang diabaikan dan dimasukkan ke dalam rumah epoche. Sedangkan idealisasi adalah menganggap sempurna sifat yang ada. (Marsigit, 2015)

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa ciri khas pemikiran Husserl tentang bagaimana semestinya menemukan kebenaran dalam filsafat adalah dengan kembali kepada benda-benda itu sendiri. Dengan pernyataan ini Husserl menghantar kita untuk memahami realitas itu apa adanya serta mendeskripsikan seperti apa dan bagaimana realitas itu menampakkan diri kepada kita. Namun sesungguhnya usaha kembali pada benda-benda itu sendiri, bagi Husserl adalah kembali kepada realitas itu sebagaimana dia tampil dalam kesadaran kita. Apa yang tampil kepada kita itulah yang disebut fenomena..

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Fenomenologi adalah ilmu pengetahuan (logos) tentang apa yang tampak. Fenomenologi menurut Husserl terdiri atas abstraksi dan idealisasi. Menurut Marsigit (2015) abstraksi mengandung arti mengambil/mengobservasi/memandang sebagian saja sifat yang ada dari obyek pengamatannya. Setiap obyek pengamatan mempunyai beribu-ribu juta sifat namun terdapat sifat yang diabaikan dan dimasukkan ke dalam rumah epoche. Contoh sederhananya, ketika siswa mengamati jumlah bunga pada gambar di atas. Maka mereka hanya memperhatikan kuantitas bunga tersebut, sedangkan warna, bau, dan ukuran tidak diperhatikan dan semuanya dimasukkan ke dalam rumah epoche. Rumah epoche ini sangat penting dan berguna dalam proses pembelajaran, hal ini dikarenakan keterbatasan pikiran manusia untuk memperhatikan segala hal. Sedangkan idealisasi adalah menganggap sempurna sifat yang ada.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Menurut Edmund Husserl (1859 - 1938), fenomenologi menunjukkan segala sesuatu yang terlihat oleh kita dalam kesadaran kita tanpa memikirkan beberapa pemikiran atau prasuposisi kita (rumahmakalah.wordpress.com). Jadi, fenomenologi itu alami dan esensial. Husserl menggunakan 2 langkah untuk mendapatkan fenomenologi penting, yaitu metode epoche dan visi eidetich. Epoche adalah bahasa Yunani yang berarti "menunda" kesepakatan atau "diri kosong dari keyakinan tertentu". Epoche juga berarti "bracketing" untuk informasi apapun tanpa memikirkan keadilannya.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Epoche berisi tentang hal-hal lain yang tidak terlalu penting atau tidak terpikirkan untuk memikirkan sesuatu. Misalnya, ketika kita belajar tentang rumus volume kubus dan konsepnya, kita hanya memikirkan masalah dan pemecahannya. Kita hanya perlu menganalisis bagaimana mendapatkan formula volume dan memahami konsep-konsepnya. Tidak terlalu penting bagi kita untuk mengetahui cara membuat kubus, dari bahan kubus apa yang dibuat, biayanya, warnanya, dan lain-lain. Secara otomatis, kami tahu tentang mereka dan mereka sama sekali tidak memengaruhi formula volume. Tentu saja. Jadi, kita dapat mengatakan bahwa dalam kasus ini, kita baru saja mengelompokkan salah satu fenomena psikologi. Kita bisa memisahkan mana yang lebih baik bagi kita, mana yang lebih penting dan berguna untuk dipikirkan, yang harus kita hemat di 'Epoch Home', dll.
    Ada dua metode berpikir, yaitu Top down dan bottom up. Metode top down adalah salah satu metode berpikir yang menggunakan pola dari atas, dari hal umum, beberapa teori atau referensi, dan kemudian kita harus mengklasifikasikan atau menganalisanya menjadi lebih sederhana dan khusus / konkret. Kita bisa mendapatkan hal-hal umum dari buku, jurnal, laporan, penelitian atau lain-lain.
    Metode kedua adalah Bottom up. Ini adalah kebalikan dari metode pertama. Kami menggunakan pendekatan induktif. Kami biasanya mengirimkan beberapa fakta atau sampel yang valid dan kemudian kami dapat menyimpulkan masalahnya.

    ReplyDelete