Nov 22, 2012

Phenomenology Husserl_Oleh Marsigit


0

23 comments:

  1. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    fenomenologi merupakan unsur pengalaman general dalam kehidupan manusia. Berdasarkan gambaran di atas, fenomenologi menurut Husserl terdiri atas dua komponen utama yaitu Abstraksi dan Idealisasi. Abstraksi mengandung arti memandang sebagian saja sifat yang ada dari obyek pengamatannya. Setiap obyek pengamatan mempunyai beribu-ribu sifat namun terdapat sifat yang diabaikan dan dimasukkan ke dalam gudang epoche. Sedangkan idealisasi adalah menganggap sempurna sifat yang ada. Dalam hal ini epoche berarti pereduksian, artinya pengetahuan yang dibutuhkan saja yang masuk sedangkan yang lain diabaikan

    ReplyDelete
  2. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Fenomenologi oleh Husserl bermaksud menciptakan sebuah ilmu yang rigorous yang dapat mendiskripsikan kenyataan apa adanya dengan semboyannya yang termasyhur “Zurück zu densachen selbst” (kembalilah kepada benda- benda itu sendiri) cocok dengan seluruh pencarian filosofisnya. Bila dikaitkan dengan matematika maka gagasan pengetahuan matematika diperoleh dari fenomena matematika yang ada lalu diabstraksi oleh pikiran namun bersifat netral.

    ReplyDelete
  3. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dalam mengajar matematika dapat menggunakan sesuatu hal yang konkrit. Seperti dari gambar diatas, siswa memusatkan perhatiannya kepada susunan bunga-bunga, yang kemudian ia mengabstraksikannya dengan mengitung berapa jumlah bunga yang ada, selanjutnya idenya akan muncul, untuk memecahkan masalah bagaimanakah menghitung jumlah bunga tanpa harus menghitung satu persatu, selanjutnya ketika ia telah menemukan caranya ia akan menyimpannya dalam epoche, sebagai suatu informasi baru yang telah ia ketahui. Dan nantinya jika dibutuhkan kembali akan diambil dari epoche.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  4. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari gambar diatas, terlihat bahwa yag dimaksud fenomenologi menurut Husserl adalah misalkan memperhatiakn gambar bola warna warni dengan baris sebanyak 6 dan terdapat 5 kolom maka akan diabstraksikan dan diidelakan dalam pikiran menjadi perkalian 5 x 6 sehingga banyak bola warna-warni tersebut terdapat 30. Dalam hal ini siswa mengabaikan rumah, orang tuanya, atau teman temannya pada saat memikirkan banyaknya bol-bola tersebut.

    ReplyDelete
  5. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan pemahaman saya terhadap gambar diatas, fenomenologi adalah bagaimana seseorang melihat suatu fenomena, kemudian berdasarkan idealisasinya dia mengabstrakkan suatu informasi nyata menjadi informasi yang abstrak dalam pemikirannya, misalkan, suatu bunga berjumlah 5 baris, setiap baris terdapat 6 bunga, maka informasi itu akan menjadi perkalian angka didalam otak, sehingga diketahui terdapat 30 bunga. Ketika proses memperhatikan atau memproses suatu informasi, kita akan mengesampingkan pemikiran kita mengenai rumah, dan informasi lain yang tidak berkaitan dengan informasi yang sedang kita perhatikan didalam epoche.

    ReplyDelete
  6. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Dapat dikatakan bahwa cita-cita Husserl yakni membuat fenomenologi menjadi bagian dari ilmu, yakni ilmu tentang kesadaran. Namun pendekatan fenomenologi berusaha dengan keras membedakan diri dari epistemologi tradisional, psikologi, dan bahkan dari filsafat itu sendiri.
    Menurut Smith fenomenologi Husserl merupakan sebuah upaya untuk memahami kesadaran sebagaimana dialami dari sudut pandang orang pertama. Secara literal fenomenologi ialah studi tentang fenomena, atau tentang segala sesuatu yang tampak bagi kita di dalam pengalaman subyektif, atau tentang bagaimana kita mengalami segala sesuatu di sekitar kita.

    ReplyDelete
  7. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Idealisasi adalah menganggap sempurna sifat yang ada. Sedangkan abstraksi hanya memandang sesuatu sebagian saja. Dalam fenomologi ada intensi, perhatian, fokus. Maka yang tidak kita pikirkan atau tidak dipakai, akan kita simpan di rumah epoke.

    ReplyDelete
  8. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Fenomenologi memandang hal yang ada di depannya sebagai suatu objek yang perlu dimaknai. Hal-hal yang tidak penting dimasukkan ke dalam epoche artinya tidak untuk diingat dan hanya untuk dilupakan. Sebelum diputuskan apakah masuk ke epoche atau tidak, fenomena tersebut diproses di dalam pikiran. Matematika adalah sebuah fenomenologi maka matematika perlu dimaknai.

    ReplyDelete
  9. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Cita-cita Husserl adalah membuat fenomenologi menjadi bagian dari ilmu, yakni ilmu tentang kesadaran (science of consciousness). Akan tetapi pendekatan fenomenologi berusaha dengan keras membedakan diri dari epistemologi tradisional, psikologi, dan bahkan dari filsafat itu sendiri.
    Menurut Smith fenomenologi Husserl adalah sebuah upaya untuk memahami kesadaran sebagaimana dialami dari sudut pandang orang pertama. Secara literal fenomenologi adalah studi tentang fenomena, atau tentang segala sesuatu yang tampak bagi kita di dalam pengalaman subyektif, atau tentang bagaimana kita mengalami segala sesuatu di sekitar kita. Setiap orang pada dasarnya pernah melakukan praktek fenomenologi. Ketika anda bertanya “Apakah yang aku rasakan sekarang?”, “Apa yang sedang kupikirkan?”, “Apa yang akan kulakukan?”, maka sebenarnya anda melakukan fenomenologi, yakni mencoba memahami apa yang anda rasakan, pikirkan, dan apa yang akan anda lakukan dari sudut pandang orang pertama.

    ReplyDelete
  10. Dengan demikian fenomenologi adalah upaya untuk memahami kesadaran dari sudut pandang subyektif orang terkait. Pendekatan ini tentu saja berbeda dengan pendekatan ilmu pengetahuan saraf (neuroscience), yang berusaha memahami cara kerja kesadaran manusia di dalam otak dan saraf, yakni dengan menggunakan sudut pandang pengamat. Neurosains lebih melihat fenomena kesadaran sebagai fenomena biologis. Sementara deskripsi fenomenologis lebih melihat pengalaman manusia sebagaimana ia mengalaminya, yakni dari sudut pandang orang pertama.

    ReplyDelete
  11. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Apa yang menurut Husserl disebut fenomena adalah realitas itu sendiri yang nampak setelah kesadaran kita cair dengan realitas. Fenomenologi husserl bertujuan mencari essensial atau esensi, metode yang digunakan untuk mencari yang essensial adalah dengan membiarkan fenomena itu berbicara sendiri tanpa dibarengi dengan prasangka. Konsep teknis yang diajukan husserl adalah epoche. Metode epoche merupakan langkah pertama untuk mencapai essensi fenomena dengan menunda putusan lebih dulu. Langkah kedua, Husserl menyebutnya dengan eidetic vision atau membuat ide (ideation). Eidetic visio ini juga disebut reduksi, yakni menyaring fenomena sampai ke eidosnya atau intisarinya.

    ReplyDelete
  12. Junianto
    PM C
    17709251065

    Berdasarkan gambar ini bisa saya pahami tentang konsep abstraksi dan idealisasi dalam belajar matematika. 2 konsep ini adalah metode memandang objek matematika. Idealisasi mamndang objek menjadi satu kesatuan utuh dan tidak terpisah. Sedangkan abstraksi merupakan pereduksian informasi. Dalam abstraksi, objek kemudian direduksi menjadi 2 yaitu yang diperlukan dan tidak diperlukan. Informasi yang diperlukan kemudian dimasukkan ke dalam pikiran untuk dioalah sementara yang tidak diperlukan diletakkan ke dalam epoche.

    ReplyDelete
  13. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari gambar, saya merefelksi bahwa fenomenolohi melihat dan mengamati hal-hal yang ada di lingkungan kemudian disimpan dalam pikiran. Digambar diperlihatkan seseorang yang mengamati bunga, orang tersebut mengamati bunga dari depan, belakang, atas dan bawah, ia juga bisa saja mengamati ciri-ciri bunga tersebut. Kemudian dari pengamatan mengenai ciri-ciri bunga dapat diaplikasikannya dalam membangun bangunan misalnya pagoda

    ReplyDelete
  14. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Konsep fenomenologi yang dikemukakan oleh Husserl menyatakan bahwa jika kita ingin mempelajari struktur alam sadar, seseorang harus membedakan antara tindakan sadar dan fenomena yang dikenakannya. Hal ini hanya dapat terjadi jika orang tersebut membuat batasan (bracketing) semua asumsi mengenai dunia luar selain fenomena yang dimaksud. Proses ini dinamakan epoche

    ReplyDelete
  15. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Fenomenologi dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai ilmu tentang perkembangan kesadaran dan pengenalan diri manusia sebagai ilmu yang mendahului ilmu filsafat atau bagian dari filsafat. Menurut referensi yang saya baca, Husserl menyatakan bahwa apa yang disebut fenomena adalah realitas itu sendiri yang nampak setelah kesadaran kita cair dengan realitas. Selain itu Husserl mengajukan metode epoche. Menurut Husserl epoche adalah thesis of natural standpoints atau diartikan sebagai tesis tentang pendirian yang natural, dalam arti bahwa fenomena yang tampil dalam kesadaran adalah benar-benar natural tanpa dicampuri oleh presupposisi pengamat.

    ReplyDelete
  16. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Fenomenologi adalah sebuah kajian filsafat yang mempelajari struktur pengalaman dan kesadaran. Menurut Edmund Husserl, fenomenologi adalah suatu analisis deskriptif serta introspektif mengenai kedalaman dari semua bentuk kesadaran dan pengalaman-pengalaman langsung; religius, moral, estetis, konseptual, serta indrawi. Fenomenologi lebih melihat pengalaman manusia sebagaimana ia mengalaminya, yakni dari sudut pandang orang pertama

    ReplyDelete
  17. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ketika melihat suatu fenomena di depan mata, secara tidak sadar sensory memory kita akan memproses informasi apa saja yang dapat diamati atau didapatkan dari fenomenat tersebut. Dalam matematika, terdapat kemampuan mengabstraksi dan idealisasi sehingga kita hanya menaruh fokus pada apa yang ingin kita gunakan saja. Informasi lain yang juga ada namun tidak perlu, disimpan ke dalam epoke. Sehingga kita tidak memerlukan banyak hal yang tidak penting.

    ReplyDelete
  18. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Fenomenologi sangatlah penting dalam kegiatan belajar siswa. Hal ini karena pengetahuan/ilmu yang siswa peroleh merupakan hasil reduksi/abstraksi dari segala yang terjadi di kenyataan. Jika tidak ada fenomenologi maka siswa tidak akan mampu berpikir/belajar.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  19. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

  20. Assalamualaikum, wr.wb.
    Fenomenologi terjadi dalam segala kegiatan belajar anak, termasuk dalam belajar matematika. Hal ini karena, matematika itu berada di pikiran sedangkan anak-anak belajar melalui yang konkret/kenyataan. Secara filsafat segala yang ada dan mungkin ada di muka bumi ini bersifat banyak, dan kontradiktif maka jika tidak ada fenomenologi siswa tidak akan sampai pada yang identitas dan abstrak.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  21. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Segala sesuatu di dunia ini mempunyai banyak sekali sifat. Manusia tidak bisa memikirkan semua sifat itu, pasti terjadi reduksi atau pengurangan sifat-sifat dari sesuatu tersebut dan ketika manusia memberikan perhatian pada suatu fenomena, fenomena matematika misalnya, maka banyak hal yang dikesampingkan atau disembunyikan dalam epoche. Fenomena matematika yang diperhatikan selanjutnya dilakukan abstraksi yakni menganggap apa yang ada di kenyataan dapat dianggap sesuai dengan pemikiran. Selanjutnya dilakukan idealisasi yaitu memandang sifat-sifat yang telah kita reduksi tersebut menjadi sempurna. Inilah fenomenologi Husserl yaitu sesuatu yang tampak yang diperoleh dari mereduksi beberapa sifat sesuatu yang dianggap sempurna untuk menemukan hakikat sesuatu tersebut.

    ReplyDelete
  22. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  23. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Untuk belajar matematika maka siswa harus fokus dengan cara mereduksi hal-hal yang tidak perlu, misalnya pengandaiaan-pengandaiian, hipotesis-hipotesis, dugaan-dugaan, dll. Hal-hal demikian harus dimasukkan dalam epoche. Semua hal tersebut sebenarnya penting, baik yang masuk epoche maupun tidak masuk epoche, namun untuk belajar fenomena dalam matematika maka perlu adanya reduksi yang kemudian dimasukkan epoche.

    ReplyDelete