Nov 22, 2012

Phenomenology Husserl_Oleh Marsigit


0

8 comments:

  1. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Fenomenologi adalah istilah yang digunakan dalam ilmu sosial untuk merujuk pada dasar-dasar filosofis dari berbagai pendekatan yang cenderung berkonsentrasi pada sifat dasar dunia sosial. Intinya, ada dua alur fenomenologi, fenomenologi transendental dan non-transendental. Fenomenologi transendental efektif menyangkal perbedaan subjektif-obyektif. Pandangan ini berpendapat bahwa pengetahuan positivistik berhubungan dengan penampilan di permukaan dan menyembunyikan sifat esensial dunia. Fenomenologi non-transendental tidak memerlukan teori ganda seperti fenomenologi transendental. Sedangkan esensi fenomenologi transendental adalah transenden. Fenomenologi non-transendental mencari klarifikasi dari apa yang tampak.

    ReplyDelete
  2. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Segala sesuatu di dunia ini mempunyai banyak sekali sifat. Manusia tidak bisa memikirkan semua sifat itu, pasti terjadi reduksi atau pengurangan sifat-sifat dari sesuatu tersebut. Itulah yang disebut abstraksi. Sedangkan idealisasi yaitu kita memandang sifat-sifat yang telah kita reduksi tersebut menjadi sempurna. Hal inilah yang disebut dengan fenomenologi Husserl yaitu sesuatu yang tampak yang diperoleh dari mereduksi beberapa sifat sesuatu yang dianggap sempurna untuk menemukan hakikat sesuatu tersebut.

    ReplyDelete
  3. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Gambar di atas menunjukkan fenomenologi Husserl yang menggambarkan bahwa ketika kita memberikan perhatian pada suatu fenomena, maka banyak hal yang kita kesampingkan atau kita sembunyikan dalam epoche. Epoche ini sangat penting karena dengan adanya epoche perhatian kita akan lebih terfokus untuk suatu objek. Ketika kita mengajar matematika di kelas, kita tentu membuang atau menyimpan sementara masalah kita, keluarga kita, masalah tagihan, masalah pribadi, dan lainnya dalam epoche. Sehingga kita dapat lebih fokus (reduksi) untuk memberikan perhatian pada siswa-siswa di dalam kelas.

    ReplyDelete
  4. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Ilustrasi di atas, memberikan gambaran secara umum bagi kita tentang bagaimana fenomenologi menurut Husserl sehingga dengan adanya ilustrasi yang bapak buat tersebut, memberi kemudahan bagi pengakses blog ini untuk lebih memahaminya. Husserl memperkenalkan pendekatan reduksi dalam fenomenologi yang dapat diartikan dengan penyaringan atau pengecilan, dari gambar di atas terlihat bahwa yang sedang dilakukan oleh orang pada gambar tersebut adalah reduksi, ia hanya fokus pada berapa jumlah dari objek yang diamatinya dan bukan pada apa objek tersebut ataupun yang lainya. Istilah lain yang digunakan Husserl adalah epoche (menempatkan sesuatu diantara tanda kurung/ melupakan sementara tentang hal yang bukan merupakan fokus perhatian).

    ReplyDelete
  5. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Apa yang menurut husserl disebut fenomena adalah realitas itu sendiri yang tampak setelah kesadaran kita cair dengan realitas. Fenomenologi husserl bertujuan mencari esensi, dengan metode yang digunakan adalah membiarkan fenomena berbicara sendiri tanpa dibarengi dengan prasangka. Konsep teknis yang diajukan oleh husserl adalah epoche. Metode epoche merupakan langkah pertama untuk mencapai esensi fenomena dengan menunda putusan lebih dulu. Langkah kedua, husserl menyebutnya dengan eidetic vision atau membuat ide. Eidetic visio ini juga disebut "reduksi" yakni menyaring fenomena sampai ke intisarinya

    ReplyDelete
  6. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami Husserl, Edmund Gustav Albert (1859-1938) adalah ahli matematika Jerman dan pencetus utama dari fenomenologi. Dengan belajar di Leipzig dan Berlin, Husserl menemukan filsafat dengan menghadiri kuliah Brentano di Wina. Dari Brentano dia mendapatkan pandangan bahwa masalah utama dalam memahami pemikiran adalah bahwa dengan menjelaskan bagaimana arah, atau konten yang disengaja, dapat menjadi bagian dari fenomena mental yang dapat menunjukkan hal tersebut. Fenomena mental ditemukan dalam data sensorik, namun pada pandangan Brentano tidak ada perbedaan tajam antara 'intuisi' (Anschauungen) dan konsep (Begriffe), Husserl mengembalikan pembagian filosofis Kantian. Husserl menggunakan psikologi Brentano untuk mengetahui pengetahuan aritmatika kita, mencoba menemukan daftar empiris yang dapat diterima dari proses abstraksi dimana kita memahami sifat numerik agregat. Husserl akhirnya meninggalkan usahanya untuk tetap bersikap subjektif dan pendekatan naturalistik terhadap pengetahuan secara bersama-sama, meninggalkan naturalisme yang mendukung semacam idealisme transendental.

    ReplyDelete
  7. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya mencermati gambar dalam elegi ini sebagai sebuah penerapan dalam epoche. Epoche yang dimaksud berada dalam aspek kognitif atau pola berpikir individu. Proses pembentukan informasi yang seiring menetap dikarenakan adanya perhatian dan kepekaan pada indera penglihatan dan pendengaran yang diabstarksi dalam syaraf-syaraf pada otak manusia. Inilah yang dapat memicu dan mendorong seseorang dapat memaknai keadaan dan situasi di mana ia berada. Tentunya tingkat kepekaan seseorang juga berbeda-beda. Bisa saja objek yang sama namun multi-tafsir bagi beberapa individu. Keterikatan dalam dimensi ruang dan waktu juga berperan dalam proses pemaknaannya.

    ReplyDelete
  8. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Fenomenologi merupakan ilmu tentang fenomena yang tampak, yaitu bagaimana seseorang memahami pengalamannya sesuai dengan kesadarannya. Pemahaman tersebut bersifat subyektif, tergantung pada sudut pandangnya masing-masing. Husserl mengatakan bahwa pendekatan yang mungkin untuk mengetahui berbagai fenomena adalah dengan cara mengeksplorasi kesadaran manusia berdasarkan pengalamannya sendiri. Husserl mengembangkan fenomenologi ini, ia membuat rumah yang disebut sebagai epoche sebagai penjaranya para mitos. Sementara itu, Ia menemukan bahwa jernihnya pikiran terdiri dari serangkaian abstraksi dan idealisasi. Dua hal tersebut yang kemudian digunakan oleh matematikawan untuk memikirkan konsep-konsep matematika. Jadi, fenomenologi matematika ialah bagaimana obyek matematika dieksplorasi secara sistematik dengan penuh kesadaran manusia.

    ReplyDelete