Nov 22, 2012

Traditional - Innovative Teaching _ Oleh Marsigit



75 comments:

  1. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Terdapat perbedaan antara pembelajaran tradisional dengan pembelajaran inovatif. Dalam pembelajaran inovatif, melalui upaya mencapai pembelajaran bermakna, siswa perlu mengkonstruk sendiri pengetahuannya dengan cara menemukan dan mengolah informasi dan prior knowledge yang telah dimilikinya. Hal ini sesuai dengan pembelajaran kontruktivis dimana terlihat pada gambar bahwa siswa perlu membangun pengetahuannya hingga akhirnya ia benar-benar memahami apa yang dipelajarinya dan dapat menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya kapanpun ia perlukan nantinya. Pembelajaran seperti ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi guru agar bisa direalisasikan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  2. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Berbagai macam terobosan dalam belajar-mengajar senantiasa terus dikembangkan secara inovatif dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien, mulai dari pembelajaran tradisional hingga pembelajaran saat ini. Pembelajaran tradisional yang juga dikenal sebagai pembelajaran klasik atau konvensional menganut teori pembelajaran behavioristik dan bersifat teacher-centered. Adapun, teori pembelajaran behavioristik dipandang kurang cocok lagi untuk diterapkan pada pembelajaran di sekolah saat ini karena dalam pembelajaran tradisional menekankan pentingnya penguasaan materi pelajaran dan siswa bersifat pasif dimana guru melakukan transfer of knowledge sementara siswa hanya mendengarkan dan mencatat saja. Oleh karena itu, muncul pembelajaran inovatif yang ditawarkan sebagai solusinya. Pembelajaran inovatif menganut teori pembelajaran konstruktivisme dan bersifat student-centered yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dan menempatkan guru sebagai fasilitator. Dengan adanya pembelajaran inovatif tersebut, siswa diharapkan mendapatkan pengalaman belajar bermakna.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Proses belajar tradisional memandang bahwa proses pembelajaran sangat bergantung bagaimana guru mengkonstruk pengetahuan kedalam memori siswa.
    Proses belajar tradisiona sering kali berpusat pada guru.
    Siswa memiliki tahapannya sendiri dalam melalui proses belajarnya, memiliki pengalaman yang berbeda , persepsi yang berbeda.
    Sehingga harapannya agar terjadi suatu proses belajar yang bermakna, maka sebaiknya pengetahuan dibangun sendiri oleh siswa berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang dimiliki. Guru bertugas memdfasilitasi atau memberikan bimbingan kepada siswa dalam melalui proses tersebut.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidian Matematika Kelas C 2016

    Pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif keduanya memiliki kebaikan dan kelemahan dalam prosesnya. Pembelajaran tradisional biasanya dikenal dengan pembelajaran ceramah dan guru menjadi fokus pembelajaran, sedangkan pembelajaran inovatif dikenal dengan pembelajaran berpusat pada siswa, dimana siswa lebih aktif dan guru hanya sebagai fasilitator. Sampai saat ini dirasa masih banyak guru yang menggunakan pembelajaran tradisional dikarenakan lebih efisien waktu. Namun ada kelemahan dari pembelajaran ini yang mungkin jarang dipertimbangkan dari gru dimana siswa dirasa kurang diberi kebebasan dalam mencari ilmunya dan siswa masi dirasa kurang dipercaya atas ilmu yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  5. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. pembelajaran tradisional vs pembelajaran yang inovatif. Guru jaman sekarang seharusnya lebih mengedepankan pembelajaran yang inovatif, dengan guru sebagai fasilitator siswa dalam belajar. Pada pembelajaran yang tradisional masih menggunakan transfer of knowledge yang berorientasi pada guru, dengan metode ceramah sebagai metode pembelajaran utamanya.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2


    Perbedaan antara pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif adalah satunya adalah terletak pada siswa. Pada pembelajaran tradisional guru lebih berperan sebagai pentransfer ilmu kepada siswa, sedangkan pada pembelajaran inovatif guru lebih sebagai fasilitator bagi siswa untuk mendukung proses pembelajarannya. sehingga dalam pembelajaran inovatif guru dituntut untuk menerapkan model-model pembelajaran yang dapat menumbuhkan minat siswa sehingga siswa dapat mengemukakan pendapatnya, dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannnya,sehingga pembelajaran yang didapat oleh siswa lebih bermakna.

    ReplyDelete
  7. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Berdasarkan ilustrasi mengenai pembelajaran tradisional dan inovatif terlihat bahwa dalam pembelajaran tradisional guru bertindak sebagai sumber dari segala-galanya. Artinya ilmu yang diperoleh siswa semua berasal dari guru. Siswa dianggap sebagai empty vessel yang bisa diisi dengan pengetahuan-pengetahuan guru. Siswa hanya duduk, mendengarkan, membaca buku, dan mencatat apa yang dikatakan/ apa yang diperintahkan oleh guru. Sedangkan dalam pembelajaran inovatif guru bertindak sebagai fasilitator bagi siswa-siswanya dalam mengkontruksi pengetahuannya masing-masing.

    ReplyDelete
  8. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan perbandingan antara mengajar tradisional dan inovatif yang saya pahami bahwa dalam pengajaran tradisional guru yang memberikan pengetahuan sebanyak – banyaknya kepada siswa, dan kemungkinan metode mengajar yang digunakan banyak menggunakan ceramah. Sedangkan dalam pengajaran inovatif, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri sehingga guru dapat menumbuhkan pengetahuan siswa dan mengarahkan siswa untuk dapat mengembangkan kemampuannya. Metode yang digunakan dalam pembelajaran inovatif tentunya bervariasi dan mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran

    ReplyDelete
  9. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Gambar di atas mengilustrasikan dua metode yang sangat berbeda, yaitu tradisional dan inovatif. Pada umumnya, saat ini masih menggunkan metode pembelajaran tradisional. Pada pembelajaran tradisional ini masih menggunakan transfer of knowledge dari guru kepada siswa. Dalam kehidupan di sekolah, sering terjadi anak didik itu diperlakukan sebagai objek didik, yang seolah-olah dapat dibentuk sekehendak pendidik (sombong) dan dianggap mempunyai kemampuan yang sama. Pada umumnya, guru hanya menyuapi sekian banyak siswa pada waktu yang sama, dengan makanan pengetahuan yang telah diolah dan dimasak oleh guru itu sendiri. Dalam hal ini, kebanyakan anak tinggal menelannya saja tanpa protes bahwa makanannya itu pahit, manis, atau basi sekalipun. Hal inilah perlakuan guru yang salah yang masih bersifat tradisional (tidak adil, tidak konsisten, arogan, dan sombong).

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sedangkan gambar di sebelah kanan mengilustrasikan mengenai pembelajaran inovatif. Pada pembelajaran inovatif, siswa lebih ditekankan untuk berkembang yang digambar seperti pohon yang terus tumbuh tinggi hingga pada akhirnya berbuah. Hal tersebut maksudnya, guru jangan mencekoki siswa, tetapi siswa diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Semoga metode yang masih tradisional dapat diubah menjadi pembelajaran inovatif. Akan tetapi, perubahan tersebut tidaklah mudah, karena menyangkut kebiasaan atau budaya yang telah lama digunakan. Untuk memperoleh pembelajaran inovatif, diperlukan perubahan yang sangat mendasar baik berupa will, attitude, knowledge, skill, dan experience.

    ReplyDelete
  11. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dunia pendidikan sedang mengalami perkembangan yang pesat sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mengakibatkan guru memiliki konsekuensi yang semakin berat dan kompleks sebagai pelaksana pendidikan. Kinerja guru akan selalu dipermasalahkan ketika masyarakat mengomentari rendahnya kualitas pendidikan khususnya pembelajaran matematika.oleh karena itu segala upaya dilakukan salah satunya dengan merubah proses pembelajaran dengan meningkatkan kekreativitas guru dalam memodelkan pembelajaran.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Dari artikel tersebut kita tahu bahwa sketsa tentanag pembelajaran tradisional dan inovatif itu berbeda. Dari gambar terlihat bahwa tradisional tunduk apa yang diperintahkan oelh guru itu, sehingga kemamapuan siswa untuk mengembangkan kreatifitas, pemecahan maslaah jadi tidak efektif berbeda dengan pembelajaran inovatif yang sanagat bagus memebnatu membangun pengetahuan siswa.

    ReplyDelete
  13. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam dunia pendidikan terdapat dua jenis guru, yaitu guru tradisional dan guru inovasi. Guru tradisional tak mengenal lelah dalam upaya mempertahankan tradisi yang telah mendarah daging dalam jiwa mengajarnya. Guru tradisional masih saja menyuapi siswanya dengan ilmu-ilmunya, pembelajaran yang terjadi berpusat pada guru sehingga tidak ada kesempatan siswa untuk memperolah dan membangun ilmu dengan usahanya sendiri, sehingga siswa sulit mengembangkan kemampuan kreativitasnya. Selain itu guru tradisional enggan menciptakan inovasi demi kemajuan pendidikan dan peningkatan prestasi siswanya. Sementara itu guru inovasi menciptakan inovasi baru demi kemajuan pendidikan. Guru inovasi tidak mendidik siswa secara langsung, karena pembelajaran berpusat pada siswa. Sehingga siswa memperoleh kesempatan untuk membangun dan mengembangkan ilmunya dengan caranya sendiri, namun guru tetap memberikan bimbingan siswa. Dengan demikian, bagi guru tradisional atau calon guru berusaha lah dengan sungguh-sungguh agar mampu mengapai guru inovasi yang professional dan ikhlas dalam mendidik siswa-siswa.

    ReplyDelete
  14. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Gambar diatas mengilustrasikan dua buah metode pengajaran, yaitu metode secara tradisional dan inovatif. Keduanya tentu sangat berbeda. Metode tradisional cenderung menjadikan siswa sebagai subjek yang belum mengetahui ilmu sama sekali, sedangkan dalam pembelajaran yang inovatif, guru memanfaatkan pengetahuan awal yang dimiliki siswa untuk menyampaikan pembelajaran secara lebih interaktif (melibatkan siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran). Namun, metode pengajaran inovatif tidaklah mudah untuk diterapkan. Seorang guru harus melatih kemampuannya untuk mengkreasikan pembelajarannya di dalam kelas.

    ReplyDelete
  15. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Hal yang isa saya tangkap dari gambar atau ilustrasi di atas adalah, dalam pembelajaran matematika di Indonesia terdapat dua proses pembelajaran yang tradisional dan innovative. Dalam pembelajaran matematika secara tradisioal, guru memberikan informasi kepada para siswanya, sedangkan siswanya hanya menerima informasi atau pengetahuan itu dengan pasif. Selain itu, ada pembelajaran innovative, yaitu pembelajaran yang constructivis. Dalam pola pembelajaran innovatif ini diharapkan jika siswa harus menyusun pengetahuannya dari kecil, dan semakin tumbuh dengan pengetahuanya, dan nantinya akan berkembang dan memiliki buah-buah yang bisa menguntungkan baik dirinya sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  16. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pembelajaran matematik yang efektif berdasarkan penelitian-penelitian yang telah banyak dilakukan adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa atau pembelajaran inovatif.
    Namun untuk penerapannya di Indonesia belum merata. Pembelajaran inovatif menerapkan prinsip konstruktivism yaitu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuannya dan mengkonstruksi pengetahuan tersebut sehingga mampu menemukan pengetahuannya sendiri. Singkatnya siswa hanya diberikan produk mentah dari pengetahuan dan siswa dituntun seperlunya untuk memproses produk mentah tersebut agar dapat dikonsumsi (menjadi pengetahuan objektif).

    ReplyDelete
  17. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Aktivitas proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan dan guru sebagai salah satu pemegang utama di dalam menggerakkan kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan. Pembelajaran yang dirancang oleh guru yang sifatnya baru tidak seperti yang biasanya dilakukan dan bertujuan untuk menfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh pebelajar atas dorongan gagasan barunya yang merupakan produk dari learning how to learn untuk melakukan langkah belajar sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar

    ReplyDelete
  18. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran tradisional memandang siswa adalah objek belajar. Sehingga guru adalah subjek yang mentransfer pengetahuan dan ilmu bagi siswa-siswanya. Selain itu guru juga bertugas untuk membekali para siswa sebanyak mungkin bekal untuk masa depan nya. Lain halnya dengan pandangan konstruktifis yang memandang pengetahuan harusnya dibangun oleh diri siswa sendiri. Guru adalah fasilitator bagi pembelajaran. Guru memfasilitasi siswa untuk belajar dari berbagai sumber, menggunakan berbagai media sehingga siswa dipandang sebagai subjek yang aktif membangun ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  19. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan gambar di atas, jelas bahwa dalam pembelajaran yang tradisional guru lebih aktif dan lebih banyak bicara kepada siswa, siswa harus menuruti setiap apa yang guru katakan sehingga siswa tidak diberikan kebebasan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Berbeda dengan pembelajaran yang inovatif yang diibaratkan sebagai pertumbuhan suatu pohon, disana siswa mandiri dalam mengkonstruk pengetahuannya sedangkan peran guru yaitu sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  20. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dari ilustrasi di atas menunjukkan masalah pembelajaran matematika yang ada di Indonesia dimana sistem tradisional yang diterapkan guru hanya berlaku satu arah yaitu guru sebagai satu-satunya sumber belajar siswa dan siswa berlaku pasif hanya menerima ilmu saja tanpa melakukan aktivitas penemuan atau membangun. Sedangkan pembelajaran inovatif yang berlandasakan pada pembelajaran konstruktif murid yang mempunyai latar belakang pengetahuan dan pengalaman berbeda-beda di bangun oleh guru melalui metode pembelajaran yang bermacam-macam yang akan menghasilkan sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi semua.

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif memiliki banyak perbedaan dari berbagai segi. Pembelajaran tradisional dimana guru sebagai pusatnya dan masih bersifat klasik, sedangkan pembelajaran inovatif berpusat pada siswa, serta mengeksplore seluas-luasnya terhadap keratifitas dan inovasi dalam pembelajaran matematika, sehingga siswa kaya akan pengalaman dan tercipta pembelajaran yang bermakna. Hal ini merupakan tantangan bagi siswa maupun guru, sehingga akan meningkatkan kompetensinya sesuai dengan kompetensi dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Demikian pentingnya pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  22. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pembelajaran tradisional masih berpusat pada guru. pembelajaran trasional guru masih banyak mengunkan metode ceramah dalam menyampaikan ilmu pengetahuan yang akan dipelajari siswanya, sehingga siswanya terkesan hanya sekedar menrima dan mendengarkan saja.

    ReplyDelete
  23. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Sedangkan pada pembelajaran inovatif pembelajaran berpusat pada siswa. Dalam pembelajaran siswa lebih aktif dalam menemukan konsep pengetahuan yang akan dipelajari. Siswa mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya. Selain itu dalam pembelajaran inovatif juga bisa diterapkan dengan pembelajaran kooperatif yang diharapkan mampu memfasilitasi siswa dalam mengkonstruksi pengetahuanya.

    ReplyDelete
  24. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pada gambar terlihat pembelajaran tradisional dapat kita kenal dengan teacher centered, dimana guru mempunyai kuasa dalam pembelajaran sehingga potensi siswa sulit berkembang. Sedangkan pembelajaran inovatif yaitu student centered, dimana siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan dirinya, melalui pengajuan masalah, diskusi, pertanyaan, dan lainnya. Sehingga siswa lebih aktif untuk melakukan kreatifitas dan aktivitas belajarnya.

    ReplyDelete
  25. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Konsep yang dapat dipahami dari makna pembelajaran inovatif dan partisipatif, antara lain: (1) model pembelajaran inovatif dan partisipatif dapat menumbuhkembangkan pilar-pilar pembelajaran pada siswa, antara lain: learning to know (belajar mengetahui), learning to do (belajar berbuat), learning to gether (belajar hidup bersama), dan learning to be (belajar menjadi seseorang), (2) model pembelajaran inovatif dan partisipatif tersebut mampu mendorong siswa untuk mengembangkan semua potensi dirinya secara maksimal, dengan ditandai oleh keterlibatan siswa secara aktif, kreatif dan inovatif selama proses pembelajaran di sekolah, (3) model pembelajaran inovatif dan partisipatif tersebut mampu mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran atau tujuan pendidikan dan (4) model pembelajaran inovatif dan partisipatif tersebut mampu mendorong siswa untuk melakukan perubahan perilaku secara positif dalam berbagai aspek kehidupan (baik secara pribadi atau kelompok). Jadi, pembelajaran inovatif dan partisipatif adalah pembelajaran yang berorientasi pada strategi, metode atau upaya meningkatkan semua kemampuan positif siswa agar dapat meningkatkan kualitas intelektual (penguasaan Iptek), kualitas emosional (kepribadian) dan kualitas spiritual sehingga siap menyongsong masa depan yang penuh kompetisi. Dalam proses pengembangan potensi atau kemampuan siswa tersebut, pembelajaran inovatif dan partisipatif menempatkan posisi dan peran-peran siswa sebagai sebagai pihak yang paling aktif (paling sentral), guru hanya sekedar sebagai pembimbing, motivator dan evaluator kegiatan pembelajaran siswa.

    ReplyDelete
  26. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam gambar yang disajikan oleh bapak marsigit dalam artikel ini yaitu mengenai pembelajaran yang ada di Indonesia, yaitu: Pembelajaran Tradisional dan Pembelajaran Inovatif. Pembelajaran Tradisional adalah preses pembelajaran yang berpusatkan pada guru dan bersifat satu arah atau dengan cara ceramah. Sehingga menyebabkan siswa akan bosan dalam pembelajaran. Namun masih banyak dijumpai sekolah-sekolah yang melakukan pembelajaran seperti ini.

    ReplyDelete
  27. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sedangkan pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang berpusat kepada siswa, dan guru berperan sebagai fasilitator. Sehingga guru harus menyiapkan berbagai variasi metode, model, media, alat peraga, dan sebagainya demi menunjang kemampuan berpikir siswa. Sehingga siswa mampu merkonstruksi sendiri pengetahuannya dengan aktivitas yang telah direncanakan oleh guru yang beragam adanya. Memang hal ini baru diselenggarakan dalam pendidikan, dan hasilnya belum terlihat. Mungkin hal ini disebabkan oleh siswa masih berada pada peralihan antara kedua pembelajaran tersebut, dan guru belum optimal dalam memnvaatkan variasi program pembelajarannya.

    ReplyDelete
  28. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari ilustrasi gambar di atas, terlihat jelas dampak dan akibat yang terjadi dengan implementasi pembelajaran tradisional dibandingkan dengan pembelajaran inovatif. Pembelajaran tradisional seperti ekspositori, metode ceramah bersifat teacher-centered, seperti pada gambar. Ibarat siswa yang hanya dialiri saja oleh pengetahuan dari guru. Sedangkan pembelajaran inovatif seperti inkuiri, discovery, saintifik, PBL, Lesson Study ini memang sangat diperlukan, dimana siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri seperti yang nampak pada gambar, layaknya bibit yang dirawat dan disiram sehingga tumbuh subur dan berbuah. Ini sebagai perumpamaan pengetahuan siswa yang akan terus berkembang melalui pembelajaran inovatif. Yang menjadi tugas guru adalah mengubah paradigma dari pembelajaran tradisional menajadi pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  29. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari gambar di atas jelas bahwa pembelajaran inovatif dan tradisional sangatlah berbeda. Pada pembelajaran tradisional guru mendoktrin siswa dengan materi pelajaran saja sedangkan pada pembelajaran inovatif lebih memberi kesempatan pada siswa untuk tumbuh dan berkembang menemukan pengetahuannya sendiri. Masalahnya di Indonesia yang banyak digunakan adalah metode pembelajaran yang tradisional saja. Hal ini menyebabkan kreatifitas dari siswa kurang berkembang karena terbiasa diberi tahu bukan mencari tahu. kesalahan metode ini akan menyebabkan dampak pada kreatifitas anak karena anak kurang diberdayakan sehingga menjadi tidak berdaya

    ReplyDelete
  30. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pembelajaran tradisional merupakan pembelajaran yang berpusat pada guru atau teacher-centered approach. Teacher Centered Approach berarti guru memegang peran sangat penting dan guru yang menentukan segalanya pembelajaran dalam kelas tersebut. Sedangkan pembelajaran inovatif merupakan metode pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung pada proses pembelajaran agar siswa menjadi aktif. Pada proses ini guru dan siswa saling memberikan pengetahuan tentang bagaimana hasil belajarnya bagi siswa, dan proses pembelajaran ini mengutamakan kreativitas siswa.

    ReplyDelete
  31. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Gambar di atas, menunjukkan 2 macam pembelajaran. Gambar yang di sebelah kanan, menunjukkan pembelajaran yang tradisional. Pembelajaran tradisional ini diterapkan dengan guru sebagai pusat di kelas. Sehingga siswa hanya mengikuti instruksi atau apa yang dikatakan oleh guru. Maka dalam pembelajaran tradisional ini keaktifan guru berbicara maupun bertindak lebih dominan dibandingkan dengan siswa.

    ReplyDelete
  32. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada gambar di sebelah kanan menunjukkan pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran ini sangat bertolak belakang jika dibandingkan dengan pembelajaran yang tradisional. Jika dalam pembelajaran tradisional menerapkan teacher centre, maka dalam pembelajaran inovatif ini menerapkan student centre. Sehingga ini akan menjadi siswa semakin berkembang karena bisa aktif langsung mengeluarkan ide-ide kreatif mereka.

    ReplyDelete
  33. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Pembelajaran tradisional adalah pembelajaran yang berpusat kepada guru. sedangka pembelajaran inovative adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan guru hanya sebagai fasilitator. Seriring perkembangan jaman, pendidikan di Indonesia telah bergeser dari tradisional ke inovative. Namun, berlum menyeluruh. Hal ini dikarenakan masih terdapat guru-guru yang telah lanjut usia. Sangat sulit mengubah mindset mereka jika mereka tidak open minded. Sehingga masih sering kita jumpai pembelajaran tradisional. Selain itu, permasalahan juga terletak pada siswa. keberagaman Indonesia menjadikan orang-orangnya juga beragam, namun pendidikan belum lah merata. Masih banyak siswa yang tidak aktif. Mereka cenderung pasif, sehingga guru lah yang harus berusaha ekstra memberikan materi kepada mereka. Yang paling penting adalah menumbuhkan minat mereka, dibutuhkan motivasi yang lebih agar siswa mau bersekolah. Belum terfokus kepada pembelajaran inovatif (student center).

    ReplyDelete
  34. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Memang, paradigma kebanyakan guru senior di Indonesia masih merupakan pandangan tradisional, yaitu guru mentransfer pengetahuannya kepada siswa semua siswa secara menyeluruh. Siswa hanya mendengarkan dan memperhatikan seperti gelas kosong yang siap diisi. Padahal belum tentu semua siswa dapat diperlakukan seperti itu. Sehingga diperlukan usaha yang kuat untuk mengubah paradigma tersebut.

    ReplyDelete
  35. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Masalah yang terjadi dalam pengajaran matematika di Indonesia adalah pengajarannya yang masih tradisional dimana guru hanya mentransfer ilmu yang dia punya ke siswa tanpa melihat kemampuan siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Untuk mengubah cara mengajar tradisional ke inovatif tidaklah mudah, guru haruslah mulai dari hal-hal sederhana dulu sebelum mencapai bagian formal matematikanya, sehingga siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri agar pembelajaran lebih bermakna.

    ReplyDelete
  36. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pengajaran tradisional siswa hanya menerima pengetahuan semata-mata dari guru, siswa pasif, dan interaksi yang terjadi hanya sekedar transfer ilmu dari guru ke murid. Sedangkan dalam pengajaran inovatif, guru sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa agar dapat mengonstruk pengetahuan lewat kegiatan-kegiatan belajar yang disusun oleh guru.

    ReplyDelete
  37. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan gambar yang Pak Prof. tampilkan, terlihat dua situasi yang saling bertolak belakang. Yang pertama adalah cara belajar mengajar matematika secara tradisional dan yang kedua adalah cara belajar mengajar matematika inovatif.
    Dari gambar tersebut terselip sebuah gambaran bagaimana wajah pendidikan di Indonesia. Seperti yang memang kita dapati dalam proses pembelajaran di kelas, pada umumnya guru cenderung menggunakan metode tradisional dalam mengajarkan materi matematika. Guru terbiasa memberikan sesuatu yang “instan” kepada siswanya, sehingga tidak heran jika siswa juga hanya terpaku terhadap rumus-rumus baku yang diberikan gurunya.
    Misalnya, dalam mengenal bangun datar persegi, siswa hanya terpaku pada rumus luas dan keliling. Dimana rumus luas persegi adalah sisi dikali sisi, dan rumus keliling adalah empat dikali sisi. Memang jika pertanyaan yang diberikan guru hanya seputar menanyakan berapa luas dan keliling dari persegi, itu bukanlah suatu masalah bagi siswa. Akan tetapi jika pertanyaannya lebih kompleks lagi, maka siswa akan bingung dan menganggap soal tersebut sulit.
    Untuk mengatasi permasalahan ini, sebaiknya pendidikan di Indonesia mulai beranjak dari sistem pembelajaran tradisional menuju pembelajaran yang inovatif. Salah satu pembelajaran inovatif adalah cara belajar konstruktif.
    Cara belajar konstruktif merupakan cara belajar yang berdasarkan pada proses dan kebebasan dalam menggali informasi bagi siswa. Dalam hal ini berarti siswa diberikan “ruang gerak” tersendiri untuk menemukan gagasan dan ide mereka sendiri berdasarkan pengalaman-pengalaman yang dilakukannya. Dengan demikian, siswa menjadi lebih kreatif dan imajinatif sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif.

    ReplyDelete
  38. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari gambar diatas, saya akan mencoba menguraikan apa yang saya pahami:
    Pertama, gambar 1. Gambar ini mencerminkan metode belajar mengajar matematika dengan ceramah, pengajaran tradisional, tujuannya adalah hanya transfer pengetahuan. Dalam metode ini, ada karakteristik perilaku siswa dan guru. Karakteristik perilaku siswa adalah:
    1. Siswa cenderung pasif, karena guru hanya menjelaskan materi sehingga siswa mendengarkan.
    2. Siswa akan malas, karena guru hanya menjelaskan materi.
    3. Dan dari siswa mudah mengantuk.
    Dan karakteristik perilaku guru adalah:
    1. Guru cenderung sombong
    2. Guru hanya menjelaskan pelajaran.
    3. Guru hanya menunjukkan keahlian mereka.
    4. Guru tidak percaya padanya muridnya.
    5. Guru hanya mentransfer knowladge.
    Kedua, gambar 2. Gambar tersebut menganalogikan metode innovative berarti guru memfasilitasi siswa. Dalam metode ini aktor adalah siswa, perbedaan dengan gambar pertama adalah dari fokus untuk guru, sekarang fokus kepada siswa. Dalam metode ini siswa harus aktif di pelajaran. Guru memfasilitasi menggunakan berbagai metode, sumber daya, media atau alat peraga. Sumber daya yang dapat digunakan sebagai yaitu blog web, tujuan agar mengembangkan pemahaman siswa sendiri, di mana-mana saja kita dapat membuka blog ini dan bisa belajar dari ini. siswa juga dapat membangun, menciptakan kehidupan sendiri. filsafat dari metode ini adalah konstruktivisme. Didalam Metode, siswa yang dianggap sebagai bibit, sehingga guru akan memfasilitasi tumbuh kemampuan siswa sampai mereka berguna, layaknya pohon yang berbuah.
    Sehingga, harapannya pendidikan matematika yang tadinya bersifat tradisional maka berproses menuju ke pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  39. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, gambar di atas menceritakan bagaimana masalah pengajaran matematika di Indonesia dan bagaimana semestinya proses pembelajaran matematika di Indonesia. Gambar pertama menceritakan proses pembelajaran yang tradisional. Pada pembelajaran ini, guru hanya mentransfer pengetahuan kepada siswa. Siswa hanya menerima saja dan bersifat pasif. Pembelajaran tradisional ini berpusat kepada guru. Menurut teori belajar, proses pembelajaran seperti ini tidak membekad bagi siswa. Gambar pertama inilah yang menggambarkan masalah pengajaran matematika di Indonesia. Solusinya ada pada gambar kedua. Berdasarkan gambar kedua, proses pembelajaran yang baik ialah proses pembelajaran yang membangun pengetahuan siswa. Siswa yang seharusnya mengkonstruk pengetahuannya sendiri dengan bimbingan guru. Menurut teori belajar, proses pembelajaran yang seperti ini akan membekas lama pada siswa. Ketika pengetahuan tersebut membekas lama, ia akan bermanfaat untuk siswa dan siswapun dapat memberikan manfaat tersebut kepada orang lain juga. Oleh karena itu, semoga proses pembelajaran di Indonesia semuanya akan berubah menjadi proses pembelajaran inovatif seperti gambar kedua.

    ReplyDelete
  40. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Postingan ini sudah tulis sejak tahun 2012 dimana saya telah lulus SMA pada waktu itu. Tentu di bangku sebelumnya saya merasakan bagaimana pembelajaran secara tradisional itu dilakukan. Memang betul, pada waktu itu inovasi pembelajaran masih minim dilakukan oleh guru, bahkan hingga saat ini inovasi pembelajaran belum dilakukan secara maksimal. Seperti ilustrasi pada gambar di atas, pada pembelajaran tradisional tampak mencolok bahwa guru mendominasi pembelajaran. Siswa hanya di jejali ilmu pengetahuan saja tanpa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Selain pembelajaran hanya berlangsung komunikasi satu arah (guru ke siswa), pada pembelajaran ini siswa akan cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran. Dalam hal pengetahuan, bisa jadi siswa hanya sekedar tahu tanpa memaknai pengetahuan tersebut. Sehingga bagaimana sikap siswa tidak dibentuk melalui kegiatan pembelajaran tersebut. Lain halnya dengan pembelajaran inovatif yang saat ini sedang berproses memperbaiki diri dalam sistem pendidikan. Pembelajaran inovatif akan memperlihatkan bahwa guru hanyalah sebagai fasilitator bagi siswanya. Siswa akan lebih banyak mengeksplore dirinya dalam membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih bermakan sehingga siswa mampu menerapkan atau mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  41. 17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami pembelajaran di Indoensia saat ini masih banyak yang melakukan pembelajaran tradisional (ekspository). Walau demikian sejak berlakuknya kurikulum KBK tahun 2004, kurikulum KTSP tahun 2006 dan saat ini telah berlaku kurikulum 2013, sehingga mulai tahun 2004 sudah dimulai ada perubahan paradigma dalam proses belajar mengajar, dari yang berorientasi materi menjadi berorientasi pada kompetensi, dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa. Pada kurikulum yang berlaku saat ini, pembelajaran hendaknya berpusat pada siswa. Dalam proses pembelajaran guru berperan sebaga fasilitator yang bertanggung jawab untuk melayasi siswanya dengan memberika fasilitas-fasilitas yang diperlukan agar siswa mambu beraktifitas secara optimal dan efektif untuk mendapatkan informasi dan pengalaman dimana dengan informasi dan pengalaman yang siswa dapatkan, siswa mampu membangun sendiri pengetahuannya.

    ReplyDelete
  42. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Penilaian pendidikan di Indonesia selalu saja menurun dari tahun ke tahun. Berbagai cara pun
    dilakukan oleh pemerintah dan pendidik, yang selalu berusaha menaikkan mutu pendidikan di Indonesia, baik dari segi materi dan cara belajar di kelas. Metode yang sangat terlihat berbeda adalah metode tradisional dan inovatif. Metode tradisional itu sendiri adalah metode ceramah yang murni segala sesuatu berasal dari guru dan siswa hanya menerima dan mendengar apa yang diberikan dan disampaikan guru di dalam kelas. Sedangkan Inovatif, guru dan siswa secara bersamaan membuta kelas menjadi aktif, guru membimbing bukan memberi dalam penemuan atau membangun konsep(skema) di pikiran siswa. Tidak semua pembelajaran tradisional(ceramah) itu tidak baik, kadang ada kalanya guru bisa menggunakan metode ceramah itu, tapi metode ceramah itu haruslah berinovatif, jangan murni metode ceramah saja. Dengan siswa membangun konsep secara mandiri (constructive), maka konsep tersebut akan bertahan lama di benak siswa.

    ReplyDelete
  43. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Gambar di atas menjelaskan mengenai komparasi antara guru tradisional dan guru inovatif. Guru tradisional lebih menerapkan metode ceramah klasikal dalam proses pembelajaran. Ia cenderung tidak menggunakan model-model pembelajaran kooperatif. Metode ini tidak memberikan kesempatan bagi para siswa untuk terlibat aktif menyampaikan ide, gagasan, presentasi, diskusi, dan sebagainya. Siswa seperti “dicekoki” dengan materi yang hampir semuanya diterangkan oleh guru. Hal ini menyebabkan siswa kurang berpikir kritis, pasif, dan tidak kreatif. Berbeda dengan gambar disebelahnya, yaitu ilustrasi tentang guru inovatif. Guru inovatif mampu menggunakan beraneka ragam model pembelajaran kooperatif. Ia banyak melibatkan diskusi atau tanya jawab lebih dari sekadar menjelaskan materi. Guru inovatif juga memberikan kesempatan siswa untuk mengkonstruk sendiri pengetahuannya. Guru inovatif lebih menempatkan dirinya sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  44. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Inilah salah satu permasalahan pendidikan di Indonesia yang sulit dihilangkan. Guru yang masih berpikir bahwa cara mengajar tradisional adalah yang terbaik. Jika tujuan utama pendidikan adalah memfasilitasi siswa berkembang, maka cara tradisional patut ditinggalkan dan beralih ke inovasi-inovasi pembelajaran yang membuat siswa menghasilkan sendiri buah dari pembelajaran, seperti pada gambar.

    ReplyDelete
  45. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Perubahan paradigma dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran yang inovatif masih menjadi permasalahan di dalam pembelajaran matematika di Indonesia. Pembelajaran yang banyak dilaksanakan di sekolah-sekolah Indonesia merupakan pembelajaran tradisional. Dalam pembelajaran tersebut, siswa hanya pasif menerima ilmu pengetahuan dari guru. Peran guru yang dominan dalam pembelajaran tradisional tidak mampu memberikan pembelajaran yang bermakna pada siswa. Maka perlu adanya perubahan paradigma menuju pembelajaran yang inovatif, yaitu pembelajaran yang konstruktif. Dalam pembelajaran konstruktif, siswa dipandang sebagai makhluk yang dapat berkembang. Siswa diberikan kesempatan untuk belajar secara aktif dalam mengkonstruksi pengetahuannya, sementara guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Pada kenyataannya, sebagian besar guru telah mengetahui hal ini. Namun, masih banyak yang tidak mau mengubah paradigmanya dengan berbagai alasan. Sementara itu, terdapat juga beberapa guru yang sudah mau mengubah paradigma pembelajarannya. Namun, masih banyak kendala yang perlu mereka hadapi untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran yang konstruktif. Oleh karena itu, perlu adanya kerja keras dan kerja sama antar guru agar dapat mewujudkannya.

    ReplyDelete
  46. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Saya melihat gambar tersebut dan mencoba untuk memahami gambar tersebut. Pada gambar tersebut menggambarkan perbedaan antara pembelajaran tradisional dengan pembelajaran inovatif. Pada pembelajaran tradisional terlihat bahwa dalam pembelajaran semua siswa dituntut untuk diam memperhatikan guru. Guru sebagai satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Guru ditakuti oleh siswa, guru mendominasi pembelajaran. Sedangkan pada pembelajaran inovatif digambarkan dengan pohon besar yang mengayomi pohon-pohon kecil di sekitarnya dan membiarkannya tumbuh sendiri tanpa mencampuri pertumbuhannya. Pohon besar tersebut adalah guru dan pohon kecil adalah siswa. Dalam pembelajaran, tugas guru adalah memberikan fasilitas kepada siswa. Siswa mengkontruksi pengetahuannya sendiri. Dan sumber-sumber belajar siswa tidak hanya dari guru. Guru memberikan kesempatan kepada siswanya untuk menemukan ide-ide dalam pertumbuhan pengetahuannya masing-masing.

    ReplyDelete
  47. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Gambar di atas diberi judul "Problem of Math Teaching in Indonesia" dan menampilkan dua gambar dengan latar belakang yang berbeda. Menurut saya gambar tersebut mewakili permasalahan pembelajaran matematika yang ada saat ini. Tidak sedikit pembelajaran matematika masih menggunakan paham yang lama yaitu teachir centered,artinya setiap kegiatan pembelajaran selalu berpusat pada guru dan siswa hanya boleh mendengarkan dan mengamati apa yang disampaikan oleh guru. Namun dengan perlahan Indonesia memperbaiki permasalahan pembelajaran maematika tersebut dengan membuka diri dengan pendekatan-pendakatan baru yaitu kontruktivisme dngan tujuan untuk menumbuhkan kreativitas yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan di zaman seperti sekarang. Dengan pendeatan konstruktivisme ini diharapkan siswa dapat membentuk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  48. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Selain yang saya sampaikan sebelumnya, mengenai postingan ini. Saya akan menambahkan beberpa komentar. Gambar yang ditampilkan ini mempresentatifkan permasalahan dalam pengajaran matematika. Selama ini, pengajaranan matematika selalu fokus kepada guru. Siswa memang memperhatikan apa yang guru sampaikan, namun tidak sedikit siswa tidak memahami apa yang sebenarnya disampaikan oleh guru. Karena pengajaran guru yang disampaikan itu bersifat abstrak. Sedangkan yang dibutuhkan oleh siswa itu adalah pengajaran yang menjadikan kegiatan tersebut menjadi sebuah kebiasaan. dengan kebiasaan tersebut terkonstruksilah pengetahuan dalam diri siswa. Dengan kebiasaan pula siswa dapat menjadu siswa yang inovatif dapat melakukan kegiatan belajar secara mandiri.

    ReplyDelete
  49. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Gambar di atas mengilustrasikan model pendidikan tradisional dan inovatif.. Pembelajaran tradisional identic dengan metode ceramah yang bersifat teacher-centered, seperti pada gambar, siswa diibaratkan tangki kosong yang berguna untuk diisi oleh pemikiran gurunya. Sedangkan pembelajaran inovatif menggambarkan bahwa siswa diajak untuk kolaboratif dalam mengkonstruksi pengetahuannya, seperti pohon yang tumbuh subur dengan sendirinya, guru hanyamembentuk lingkungan yang baik agar tumbuhan tersebut dapat tumbuh dengan baik. Maka dari itu, pembelajaran haruslah selalu inovatif untuk dapat menumbuhkan kemampuan siswa secara merdeka.

    ReplyDelete
  50. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Permasalahan pengajaran matematika di Indonesia adalah sulitnya untuk mengubah mindset, penerapan, ataupun kebiasaan yang dilakukan guru dari pembelajaran tradisional yang lebih berpusat kepada guru dimana siswa masih pasif dalam pembelajaran menuju pembelajaran yang inovatif yang lebih berpusat pada siswa dimana siswa aktif untuk mengkontruksi pengetahuan baru dari pengetahuan awal yang dimilikinya dengan bantuan atau bimbingan guru.

    ReplyDelete
  51. Kartika Kirana
    17791251039
    S2 PEP B

    Pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru, guru adalah yang mahatahu, hendaknya ditinggalkan. Anak anak sudah memiliki Maha guru dalam dirinya. Guru adalah fasilitator yang membantu siswa membangun pengetahuan mereka. Agar mereka tumbuh optimal, siswa perlu diberi kesempatan untuk memekarkan diri mereka. Tumbuh perlahan namun itulah yang dilalui agar dapat kokoh berakar Dan akhirnya berbuah, bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  52. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari gambar diatas, terlihat bahwa masalah pembelajaran matematika di Indonesia pada tingkat tradisional adalah guru melakukan pembelajaran seperti memindahkan apa yang diketahuinya kedalam pikiran siswanya. Namun pada pembelajaran yang inovatif, guru harus mengenal siswa sebagai individu yang berkembang, yang awalnya tunas kemudian tumbuh dan berkembang menjadi berbuah.

    ReplyDelete
  53. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan pemahaman saya atas gambar diatas, pembelajaran tradisional adalah pembelajaran yang berpusat pada guru, dimana masih banyak dijumpai saat ini. Ini menjadikan siswa sebagai komponen pasif dalam pembelajaran karena hanya menerima, dan akan menjadikan siswa sulit untuk berkembang. Berbeda dengan pembelajaran inovatif dimana guru merupakan fasilitator yang mendukung perkembangan siswa, memfasilitasi kemampuan pikir siswa, dan berusaha membuat siswa aktif dalam mengembangkan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  54. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    pembelajaran inovatif dan partisipatif ialah pembelajaran yang berorientasi pada strategi, metode atau upaya meningkatkan semua kemampuan positif siswa agar dapat meningkatkan kualitas intelektual, kualitas emosional dan kualitas spiritual sehingga siap menyongsong masa depan yang penuh kompetisi. Dalam proses pengembangan potensi atau kemampuan siswa tersebut, pembelajaran inovatif dan partisipatif menempatkan posisi dan peran-peran siswa sebagai sebagai pihak yang paling aktif, guru hanya sekedar sebagai pembimbing, motivator dan evaluator kegiatan pembelajaran siswa.

    ReplyDelete
  55. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Terdapat beberapa problems dalam pembelajaran matematika, yaitu: problem dari pembelajaran yang tradisional. Pembelajaran yang tradisional hanya mementingkan pada transfer of knowledge atau memberi ilmu saja. Kelemahannya adalah siswa mungkin saja menjadi tidak berkembang. Hal ini akan membuat siswa menjadi pembelajaran yang pasif

    ReplyDelete
  56. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pembelajaran yang tradisional biasanya guru menempatkan diri sebagai pengatur segalanya dalam hal ini kegiatan belajar, semua materi yang dibahas satu-satunya bersumber dari guru. Akan tetapi pada pembelajaran inovatif, guru adalah sebagai fasilitator siswa yang memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam rangka mengonstruk pemahaman.

    ReplyDelete
  57. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Jenis pembelajaran tradisional mungkin untuk saat ini sudah kurang relevan karena kebutuhan dan tantangan jaman sudah berbeda dan semakin kompleks. Saat ini, siswa dituntut untuk menciptakan atau menginovasikan sesuatu bukan lagi mendengarkan dan mencatat seperti dulu. Sekarang sumber belajar sudah sangat variatif dan bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan tuntutan-tuntutan itu.

    ReplyDelete
  58. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Pembelajaran inovatif dan partisipatif adalah pembelajaran yang berorientasi pada strategi, metode atau upaya meningkatkan semua kemampuan positif siswa agar dapat meningkatkan kualitas intelektual (penguasaan Iptek), kualitas emosional (kepribadian) dan kualitas spiritual sehingga siap menyongsong masa depan yang penuh kompetisi. Dalam proses pengembangan potensi atau kemampuan siswa tersebut, pembelajaran inovatif dan partisipatif menempatkan posisi dan peran-peran siswa sebagai sebagai pihak yang paling aktif (paling sentral), guru hanya sekedar sebagai pembimbing, motivator dan evaluator kegiatan pembelajaran siswa.

    ReplyDelete
  59. Junianto
    PM C
    17709251065

    Pembelajaran tradisional yang paling umum dikenal adalah menggunakan metode ceramah. Guru mentransfer pengetahuannya kepada siswa. sehingga siswa seperti botol kosong yang siap menerima ilmu dari guru. Guru juga menjadi satu-satunya simber belajar siswa. berbeda dengan pembelajaran inovative yang menjadikan siswa sebagai subjek dalam belajar. kedua metode ini sangat bertolak belajakang paradigmanya. Dalam pembelajarna inovative, guru hanyalah pendamping siswa dalam belajar. siswa sendiri yang membangun pengetahuannya melalui kegiatan dan pengalaman.

    ReplyDelete
  60. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Permasalahan pembelajaran matemateika di Indonesia yaitu perubahan dari pembelajaran tradisional ke pembelajaran inofatif yang masih membutuhkan proses cukup lama. Pembelajaran saat ini sedang dalam perubahan menjadi yang inovatif yaitu pembelajaran yang semula berpusat pada guru kini menjadi pembelajaran yang konstruktivis. Konstruktivisme merupakan aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita merupakan hasil konstruksi kita sendiri, guru bukan satu-satunya pusat informasi dan yang paling tahu. Guru hanya salah satu sumber belajar dan sumber informasi. Sedangkan sumber belajar yang lainnya adalah teman sebaya, perpustakaan, alam, laboratorium, televisi, koran, dan internet.

    ReplyDelete
  61. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. pembelajaran tradisional vs pembelajaran yang inovatif. Guru jaman sekarang seharusnya lebih mengedepankan pembelajaran yang inovatif, dengan guru sebagai fasilitator siswa dalam belajar. Pada pembelajaran yang tradisional masih menggunakan transfer of knowledge yang berorientasi pada guru, dengan metode ceramah sebagai metode pembelajaran utamanya.

    ReplyDelete
  62. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. dari gambar dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Tradisional hanya mengandalkan proses knowledge-transfer dari guru ke siswa atau hanya satu arah saja. Hal ini dapat mematikan intuisi dan kreativitas siswa. Berbeda dengan itu, pembelajaran inovatif bagaikan menumbuhkan pohon, siswa dibiarkan mengkonstruk pengetahuannya, tentunya dengan arahan, sehingga mereka terbiasa menjadi kreatif dan intuitif.

    ReplyDelete
  63. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Traditional teaching ialah metode pembelajaran teacher centered yang mentransfer pengetahuan dengan metode ceramah yang bersifat satu arah. Sedangkan inovatif teaching ialah metode pembelajaran student centered yang membangun pengetahuan peserta didik sehingga tumbuh dan berkembang. Guru inovatif adalah fasilitator yang bertugas membantu peserta didik untuk membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  64. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pembelajaran traditional berkembang dengan berlandaskan paradigma teacher centered. Guru mendominasi pembelajaran mulai dari awal hingga akhir dan siswa sebagai pelaku pasif hanya menerima transfer ilmu dari guru. Guru juga tidak mengembangkan perangkat atau model pembelajaran sehingga kreativitas tidak berkembang. Di Indonesia kini sudah mulai menggeser paradigma tersebut dan menggantinya dengan paradigma student centered dimana siswa yang dituntut secara aktif untuk membangun pengetahuan sendiri dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Diharapkan melalui pembelajaran yang inovatif, tujuan pembelajaran dapat tercapai lebih maksimal.

    ReplyDelete
  65. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pembelajaran tradisional adalah pembelajaran yang pbmny masih bersifat tranfer of knowledge dari guru kepada siswa. Siswa dianggap tong kosong sehinga mau tidak mau hanya mempelajari yang diberikan gurunya. Sedangkan pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang pbmnya sudah bersifat kontruktivis. Pengetahuan diibaratkan seperti benih tanaman yang perlu ditanam dan dirawat hingga berbuah oleh siswa sendiri, atau dengan kata lain siswa sendiri lah yang membangun pengetahuannya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  66. Pembelajaran inovatif merupakan tuntutan bagi pendidikan saat ini. Sehingga guru-guru yang masih berorientasi pada pembelajaran tradisional pun harus terbuka atau menerima tuntutan ini. Mereka harus bersedia melakukan perubahan-perubahan dalam pbmnya, karena jika mereka masih tetap menggunakan pembelajaran tradisional maka pengetahuan yang diperoleh siswa hanya akan sebatas pengetahuan gurunya.

    ReplyDelete
  67. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Masalah yang terjadi dalam pengajaran matematika saat ini adalah pengajarannya yang masih tradisional dimana guru hanya mentransfer ilmu yang dia punya ke siswa tanpa melihat kemampuan siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Untuk mengubah cara mengajar tradisional ke inovatif tidaklah mudah, perlu dimulai perubahan paradigma dalam proses belajar mengajar dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa. Sehingga, siswa mampu membangun sendiri pengetahuannya.

    ReplyDelete
  68. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Berdasarkan gambar diatas, pembelajaran yang dilakukan hanya dengan mentransfer ilmu dari guru ke murid secara satu arah saja termasuk ke dalam pembelajaran dengan metode mengajar guru yang tradisional. Sedangkan mengajar inovatif adalah saat pembelajaran mampu membuat siswa mengkonstruksikan ilmu yang dimilikinya. Mengajar secara inovatif sama dengan menyuburkan benih-benih yang ada menjadi pohon-pohon yang dapat menghasilkan buah-buah. Siswa diibaratkan sebagai benih, dan guru adalah orang yang menyirami dan memupuknya. Memang beberapa benih tersebut dapat tumbuh tanpa disiram dan diberi pupuk, akan tetapi tentu saja benih tersebut tumbuh secara lebih optimal apabila dibarengi dengan menyiram dan memberi pupuk. Sehingga, sebagai guru, hendaknya kita senantiasa mendukung siswa untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, berkembang olah pikirnya, berkembang kemampuan matematikanya, berkembang keterampilan pemecahan masalahnya.

    ReplyDelete
  69. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pada ilustrasi gambar diatas, digambarkan bahwa pembelajaran tradisional berpusat pada guru. Guru mentransfer pengetahuannya kepada siswa. Siswa cenderung menjadi pasif dan menerima apa adanya yang diberikan oleh guru. Sedangkan ilustrasi yang kedua menunjukkan pembelajaran inovatif. Siswa membangun pengetahuannya sendiri dengan bantuan dari guru maupun dengan diskusi dengan siswa lain. Ibarat pohon yang menghasilkan buah, dengan perlahan pohon itu tumbuh dan tumbuh, maka harus di pupuk dan di siram air sehingga bisa tumbuh menjulang menghasilkan buah yang lebat. Begitupun siswa jika sudah bisa mengkonstruksi pengetahuannya maka dia bisa memberikan manfaat pada teman yang lain dlam belajar, sehingga semua sama-sama belajar.

    ReplyDelete
  70. Okta Islamiati
    15301241019
    Pendidikan Matematika I 2015

    Gambar diatas mengilustrasikan sistem pembelajaran di Indonesia. Awalnya, pendidikan di Indonesia menggunakan pembelajaran tradisional dimana kegiatan belajar mengajar berpusat pada guru (teacher center). Seiring dengan berkembangnya zaman, pembelajaran seperti ini dianggap tidak sesuai dengan arus globalisasi dan dapat membatasi kemampuan siswa. Ilustrasi di atas menjelaskan bahwa Indonesia mulai berbenah dengan mengganti pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran inovatif, dimana siswa yang berperan aktif dan guru hanya sebagai fasilitator. Banyak yang beranggapan bahwa pembelajaran seperti ini dapat mengurangi minat belajar siswa, terutama dalam pembelajara matematika,karena mereka diharuskan menggunakan cara yang telah diberikan dalam menyelesaikan permasalahan. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan siswa mampu mengkonstruk pengetahuannya sendiri dengan mengumpulkan pengetahuan-pengetahuan yang telah dimiliki. Harapannya, agar siswa dapat melalui proses pembelajaran bermakna -terutama matematika- dan menghasilkan ilmu yang nantinya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Seperti sebuah pohon yang tumbuh perlahan, dimulai dari akar, batang hingga akhirnya berbuah lebat yang dapat dinikmati orang banyak.

    ReplyDelete
  71. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015


    Gambar diatas menggambarkan pembelajaran matematika di Indonesia. Dimana dulunya pembelajaran berpusat pada guru. Matematika disampaikan secara informatif atau hanya sekedar transfer of knowledge dari guru ke siswa. Oleh karena itu siswa menjadi lebih pasif, hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru. Perbeda dengan pembelajaran matematika pada saat ini dimana pembelajaran dituntut lebih inovatif, siswa mengontruksi sendiri pengetahuannya. Guru hanya sebagai fasilitator. Sehingga pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru tetapi berpusat pada siswa yang menjadikan siswa lebih aktif.

    ReplyDelete
  72. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Yang saya pahami dari gambar di atas--problem of mathematics teaching in Indonesia--adalah bahwa ada dua jenis pendekatan pembelajaran matematika, yaitu teacher centered (traditional) dan student centered (innovative). Pada pembelajaran yang bersifat tradisional, guru-lah yang sepenuhnya "menguasai" kegiatan pembelajaran, sedangkan siswa cenderung sekadar menerima "transferan" pengetahuan dari guru. Di sisi lain, pada pembelajaran inovatif, guru sekadar fasilitator yang memfasilitasi siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri (siswa sendirilah yang aktif dalam kegiatan pembelajaran) baik pengetahuan dalam segi kognitif, psikomotor, dan afektif. Tentunya, diharapkan pembelajaran matematika di Indonesia dapat bergeser dari pembelajaran matematika yang bersifat tradisional menjadi pembelajaran matematika yang inovatif.

    ReplyDelete
  73. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Menarik sekali gambar yang terdapat pada artikel ini. Gambar tersebut secara eksplisit menggambarkan bahwa pada pembelajaran sistem tradisional guru hanya 'menransfer' apa yang ia ketahui kepada siswa sedangkan pada pembelajaran inovatif guru membantu siswa untuk 'menumbuhkan' pengetahuannya sendiri. Ibarat pohon, pohon yang ditanam dari benih akan tumbuh baik dan memiliki akar yang kuat sehingga tidak akan mudah roboh diterpa angin (re: masalah diumpamakan angin). Jika pohon yang kita tanam tidak memiliki akar yang kuat, hanya asal-asalan, hanya asal dimasukkan ke dalam tanah maka pondasi pohon teersebut rapuh sehingga mudah roboh. Apabila dikaitkan dengan pembelajaran, guru lah yang bertugas menanam pohon tersebut dan memastikan bahwa akarnya tertanam dengan baik yaitu pengetahuannya tumbuh dengan baik dan tidak salah konsep

    ReplyDelete
  74. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Saya menyukai artikel di atas, walaupun hanya terdapat sebuah gambar tapi dapat ditafsirkan oleh masing-masing individu. Kolom komentar di bawah ini dapat digunakan untuk berdiskusi dan menyamakan pemikiran. Sangat brillian :)

    ReplyDelete