Nov 22, 2012

Traditional - Innovative Teaching _ Oleh Marsigit



2 comments:

  1. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari gambar diatas, saya akan mencoba menguraikan apa yang saya pahami:
    Pertama, gambar 1. Gambar ini mencerminkan metode belajar mengajar matematika dengan ceramah, pengajaran tradisional, tujuannya adalah hanya transfer pengetahuan. Dalam metode ini, ada karakteristik perilaku siswa dan guru. Karakteristik perilaku siswa adalah:
    1. Siswa cenderung pasif, karena guru hanya menjelaskan materi sehingga siswa mendengarkan.
    2. Siswa akan malas, karena guru hanya menjelaskan materi.
    3. Dan dari siswa mudah mengantuk.
    Dan karakteristik perilaku guru adalah:
    1. Guru cenderung sombong
    2. Guru hanya menjelaskan pelajaran.
    3. Guru hanya menunjukkan keahlian mereka.
    4. Guru tidak percaya padanya muridnya.
    5. Guru hanya mentransfer knowladge.
    Kedua, gambar 2. Gambar tersebut menganalogikan metode innovative berarti guru memfasilitasi siswa. Dalam metode ini aktor adalah siswa, perbedaan dengan gambar pertama adalah dari fokus untuk guru, sekarang fokus kepada siswa. Dalam metode ini siswa harus aktif di pelajaran. Guru memfasilitasi menggunakan berbagai metode, sumber daya, media atau alat peraga. Sumber daya yang dapat digunakan sebagai yaitu blog web, tujuan agar mengembangkan pemahaman siswa sendiri, di mana-mana saja kita dapat membuka blog ini dan bisa belajar dari ini. siswa juga dapat membangun, menciptakan kehidupan sendiri. filsafat dari metode ini adalah konstruktivisme. Didalam Metode, siswa yang dianggap sebagai bibit, sehingga guru akan memfasilitasi tumbuh kemampuan siswa sampai mereka berguna, layaknya pohon yang berbuah.
    Sehingga, harapannya pendidikan matematika yang tadinya bersifat tradisional maka berproses menuju ke pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  2. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, gambar di atas menceritakan bagaimana masalah pengajaran matematika di Indonesia dan bagaimana semestinya proses pembelajaran matematika di Indonesia. Gambar pertama menceritakan proses pembelajaran yang tradisional. Pada pembelajaran ini, guru hanya mentransfer pengetahuan kepada siswa. Siswa hanya menerima saja dan bersifat pasif. Pembelajaran tradisional ini berpusat kepada guru. Menurut teori belajar, proses pembelajaran seperti ini tidak membekad bagi siswa. Gambar pertama inilah yang menggambarkan masalah pengajaran matematika di Indonesia. Solusinya ada pada gambar kedua. Berdasarkan gambar kedua, proses pembelajaran yang baik ialah proses pembelajaran yang membangun pengetahuan siswa. Siswa yang seharusnya mengkonstruk pengetahuannya sendiri dengan bimbingan guru. Menurut teori belajar, proses pembelajaran yang seperti ini akan membekas lama pada siswa. Ketika pengetahuan tersebut membekas lama, ia akan bermanfaat untuk siswa dan siswapun dapat memberikan manfaat tersebut kepada orang lain juga. Oleh karena itu, semoga proses pembelajaran di Indonesia semuanya akan berubah menjadi proses pembelajaran inovatif seperti gambar kedua.

    ReplyDelete