Nov 22, 2012

Traditional - Innovative Teaching _ Oleh Marsigit



52 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sulit sekali mengubah paradigma para siswa dan guru agar mengubah proses pembelajaran di kelas dengan metode ceramah atau ekspositori menuju ke pembelajaran yang lebih inovatif seperti PBL, inkuiri, discovery, dan lain-lain. Guru seperti tidak percaya dengan kemampuan siswa dan ketakutan jika waktu yang tersedia tidak akan cukup untuk menyampaikan semua materi kepada siswa. Sedangkan siswa seperti tidak percaya dengan kemampuan dirinya sendiri dan menggantungkan semua informasi kepada guru. Hal ini yang menjadi kesalahan besar dalam proses pembelajaran. Dari ilustrasi gambar di atas, dapat kita lihat dan simpulkan bahwa pembelajaran tradisional seperti menuang air hujan pada wadahnya, wadahnya hanay akan diam saja dituangi oleh air bahkan sampai tumpah-tumpaj pun mereka akan tetap diam saja. Sedangkan pembelajaran yang inovatif itu diibaratkan sebagai siswa ini adalah bibit tanaman yang jika dipupuk, disirami, dan dirawat dengan baik maka ia akan tumbuh dan membuahkan hasil.

    ReplyDelete
  2. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Melanjutkan dari komentar Anwar Rifa'i.
    Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pandangan filosofi dan epistemilogi tentang pengetahuan matematika memiliki dampak yang sangat besar terhadap bagiamana matematika itu dipelajari (Toumasis, 1997; Tuge, 2008 dan Pepin, 1997). Dua dikotomi utama dari filosofi Matematika adalah Pandangan Absolutlist dan Pandangan Fallibilist tentang Matematika. Para penganut pandangan absolutlist menyatakan bahwa kebenaran matematika adalah mutlak, bahwa matematika adalah salah satu ilmu pengetahuan yang tidak diragukan lagi dan obyektif, sedangkan pandangan fallibilist menyatakan bahwa kebenaran matematika adalah tidak mutlak, dan tidak pernah bisa dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu adanya revisi dan koreksi. Lebih sederhananya pandangan absolutist menyatakan bahwa matematika merupakan penegtahuan priori (tanpa pengamatan), sedangkan fallibilist menyatakan bahawa Matematika adalah kuasi-empiris (Lakatos, 1978 dalam ernest 2004) . Akibatnya dalam proses mempelajari matematika para penganut pandangan absolulist tidak menekankan pada pengalaman atau pengetahuan berdasarkan pengamatan. Pengetahuan matematika diturunkan secara langsung tanpa melihat aplikasi dari pengetahuan itu Sedangkan pandangan fallibilist lebih menekankan bahwa dalam mempelejari matematika diperlukan pengamatan dan aktifitas manusia sebagai fokus utama dalam pembelajaran (Toumasis, 1997). Perbedaan kedua pandangan ini memiiliki dampak terhadap Proses pembelajaran dan proses pengajaran Matematika (Lerman, 1983; Ernest 1991 dalam Toumasis, 1997) .
    Hal inilah yang menurut saya menjadi penyebab utama mengapa Sulit sekali mengubah paradigma guru agar mengubah proses pembelajaran di kelas dengan metode ceramah atau ekspositori menuju ke pembelajaran yang lebih inovatif seperti PBL, inkuiri, discovery, dan lain-lain.


    .References:
    Ernest, P. (2004). The Philosophy of Mathematics Education. London : Taylor & Francis group
    Toumasis, C. (1997). The NCTM Standards and the Philosophy of Mathematics. Netherlands : Kluwer Academic Publishers
    Tuge, C. (2008 ). REVIEW ARTICLE Mathematics Curriculum, the Philosophy of Mathematics and its Implications on Ethiopian Schools Mathematics Curriculum. Faculty of Education Department of mathematics, Ethiopia, Jimma, Vol. 4 No. 1 September

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam gambar diatas saya dapat mengambil suatu pelajaran bagaimana perbedaan antara mengajar secara tradisional dan mengajar secara inovatif. Terlihat jelas didalam gambar tersebut bahwa pembelajaran secara tradisional siswa hanya pasif, apa yang didapatkan siswa tergantung dari apa yang disampaikan guru. Jelas sekali kelihatan teacher center. Sementara dalam pembelajaran inovatif terlihat bagaimana peran seorang gugu itu memfasilitasi siswa, sehingga siswa tersebut bisa mengkonstruk pikirannya dan mengalami pertumbuhan dan akhirnya siswa tersebut bisa merasakan manfaatnya dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Memang tidak mudah untuk mengubah pandangan guru yang terbiasa menggunakan metode pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tradisional menggunakan paradigma transfer of knowledge. Siswa di anggap sebagai bejana kosong dan guru diposisikan sebagai pusat dalam pembelajaran, sehingga guru memiliki kuasa penuh di dalam kelas. Guru adalah satu-satunya sumber ilmu. Sedangkan pada pembelajaran inovatif menggunakan pemahaman bahwa siswa merupakan suatu benih yang kualitas outputnya tergantung pada bagaimana perawatan, pemupukan dan penyiraman selama masa pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini sama halnya dengan pembelajaran matematika di dalam kelas, bagaimana guru menggunakan metode pembelajaran, media, sumber dan interaksi yang bervariasi, mengembangkan LKS, selalu belajar dan selalu berusaha meningkatkan kualitas dan kemampuannya dengan melakukan penelitian tindakan kelas, mengikuti seminar, pelatihan, workshop, melakukan lesson study, dsb. Hal ini semua dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas guru dalam mengelola pembelajaran serta meningkatkan kualitas dan kemampuan guru dalam memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  5. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari gambar ini, kita dapat tahu sangat jauh perbedaan antara pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovativ. Pembelajaran tradisional merupakan kegiatan pembelajaran yang hanya men-transfer pengetahuan dari guru ke murid saja. Hal ini sangat tidak baik. Seharusnya siswa dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuan-pengetahuan yang baru mereka dapat agar lebih mandiri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru agar siswa dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuan mereka adalah dengan mengubah metode pembelajarannya yang semula tradisional diubah ke metode inovatif. Seharusnya pembelajaran tradisional ini sudah menjadi fosil-fosil, namun kenyataannya masih banyak pengajar-pengajar khususnya di Indonesia yang masih menggunakan pembelajaran tradisional ini. Pembelajaran tradisional seakan telah membudaya dan pasti akan sangat sulit untuk mengubahnya.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Posisi guru dan siswa di kelas berbeda. Tapi dalam hal ini, saya ingin Anda tahu bahwa guru bukanlah Tuhan. Anda mungkin tidak mengagumi mereka. Karena guru tidak bisa membuat Anda sukses, kecuali keinginan Anda. Posisi siswa harus mencari pengetahuan sendiri. Tapi masalah di semua sekolah hampir sama. Pelajaran matematis di kelas benar-benar membuat siswa bosan. Karena itu, marilah kita membuat pelajaran matematik menjadi unik. Jika kita memberi pelajaran matematika menjadi penasaran, mereka akan mencari jawabannya. Dalam hal ini, guru harus menjadi orang yang kreatif. Mereka harus melakukan lebih kreatif untuk membuat perubahan dalam pelajaran matematika. Saya pikir pendidikan Indonesia tidak langsung ke pendidikan modern atau metode modern. Namun pendidikan di Indonesia masih menggunakan metode tradisional. Jadi, kita bisa melihat pendidikan di Indonesia tidak pernah bergerak. Peran guru dominan dalam hal ini. Sebenarnya guru hanya menjadi fasilitator. Miliki guru yang bingung saat mereka mengajar bukanlah masalah sederhana. Mereka mengajar matematis dengan baik, tapi lebih baik membuat disiplin belajar kepada siswa untuk belajar mandiri. Karena pengetahuan yang kita cari oleh diri kita adalah yang paling kita ingat dari pada transfer pengetahuan. Transfer pengetahuan bisa membuat siswa menjadi malas, tidak konsentrasi, para guru selalu berbicara sehingga para siswa tidak dapat berpikir dan mencari informasinya. Itu membuat ingatan siswa rendah. Ini adalah efek dari metode tradisional.

    ReplyDelete
  7. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Terdapat perbedaan antara pembelajaran tradisional dengan pembelajaran inovatif. Dalam pembelajaran inovatif, melalui upaya mencapai pembelajaran bermakna, siswa perlu mengkonstruk sendiri pengetahuannya dengan cara menemukan dan mengolah informasi dan prior knowledge yang telah dimilikinya. Hal ini sesuai dengan pembelajaran kontruktivis dimana terlihat pada gambar bahwa siswa perlu membangun pengetahuannya hingga akhirnya ia benar-benar memahami apa yang dipelajarinya dan dapat menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya kapanpun ia perlukan nantinya. Pembelajaran seperti ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi guru agar bisa direalisasikan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Berbagai macam terobosan dalam belajar-mengajar senantiasa terus dikembangkan secara inovatif dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien, mulai dari pembelajaran tradisional hingga pembelajaran saat ini. Pembelajaran tradisional yang juga dikenal sebagai pembelajaran klasik atau konvensional menganut teori pembelajaran behavioristik dan bersifat teacher-centered. Adapun, teori pembelajaran behavioristik dipandang kurang cocok lagi untuk diterapkan pada pembelajaran di sekolah saat ini karena dalam pembelajaran tradisional menekankan pentingnya penguasaan materi pelajaran dan siswa bersifat pasif dimana guru melakukan transfer of knowledge sementara siswa hanya mendengarkan dan mencatat saja. Oleh karena itu, muncul pembelajaran inovatif yang ditawarkan sebagai solusinya. Pembelajaran inovatif menganut teori pembelajaran konstruktivisme dan bersifat student-centered yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dan menempatkan guru sebagai fasilitator. Dengan adanya pembelajaran inovatif tersebut, siswa diharapkan mendapatkan pengalaman belajar bermakna.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Proses belajar tradisional memandang bahwa proses pembelajaran sangat bergantung bagaimana guru mengkonstruk pengetahuan kedalam memori siswa.
    Proses belajar tradisiona sering kali berpusat pada guru.
    Siswa memiliki tahapannya sendiri dalam melalui proses belajarnya, memiliki pengalaman yang berbeda , persepsi yang berbeda.
    Sehingga harapannya agar terjadi suatu proses belajar yang bermakna, maka sebaiknya pengetahuan dibangun sendiri oleh siswa berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang dimiliki. Guru bertugas memdfasilitasi atau memberikan bimbingan kepada siswa dalam melalui proses tersebut.

    ReplyDelete
  11. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidian Matematika Kelas C 2016

    Pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif keduanya memiliki kebaikan dan kelemahan dalam prosesnya. Pembelajaran tradisional biasanya dikenal dengan pembelajaran ceramah dan guru menjadi fokus pembelajaran, sedangkan pembelajaran inovatif dikenal dengan pembelajaran berpusat pada siswa, dimana siswa lebih aktif dan guru hanya sebagai fasilitator. Sampai saat ini dirasa masih banyak guru yang menggunakan pembelajaran tradisional dikarenakan lebih efisien waktu. Namun ada kelemahan dari pembelajaran ini yang mungkin jarang dipertimbangkan dari gru dimana siswa dirasa kurang diberi kebebasan dalam mencari ilmunya dan siswa masi dirasa kurang dipercaya atas ilmu yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. pembelajaran tradisional vs pembelajaran yang inovatif. Guru jaman sekarang seharusnya lebih mengedepankan pembelajaran yang inovatif, dengan guru sebagai fasilitator siswa dalam belajar. Pada pembelajaran yang tradisional masih menggunakan transfer of knowledge yang berorientasi pada guru, dengan metode ceramah sebagai metode pembelajaran utamanya.

    ReplyDelete
  13. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2


    Perbedaan antara pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif adalah satunya adalah terletak pada siswa. Pada pembelajaran tradisional guru lebih berperan sebagai pentransfer ilmu kepada siswa, sedangkan pada pembelajaran inovatif guru lebih sebagai fasilitator bagi siswa untuk mendukung proses pembelajarannya. sehingga dalam pembelajaran inovatif guru dituntut untuk menerapkan model-model pembelajaran yang dapat menumbuhkan minat siswa sehingga siswa dapat mengemukakan pendapatnya, dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannnya,sehingga pembelajaran yang didapat oleh siswa lebih bermakna.

    ReplyDelete
  14. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Berdasarkan ilustrasi mengenai pembelajaran tradisional dan inovatif terlihat bahwa dalam pembelajaran tradisional guru bertindak sebagai sumber dari segala-galanya. Artinya ilmu yang diperoleh siswa semua berasal dari guru. Siswa dianggap sebagai empty vessel yang bisa diisi dengan pengetahuan-pengetahuan guru. Siswa hanya duduk, mendengarkan, membaca buku, dan mencatat apa yang dikatakan/ apa yang diperintahkan oleh guru. Sedangkan dalam pembelajaran inovatif guru bertindak sebagai fasilitator bagi siswa-siswanya dalam mengkontruksi pengetahuannya masing-masing.

    ReplyDelete
  15. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan perbandingan antara mengajar tradisional dan inovatif yang saya pahami bahwa dalam pengajaran tradisional guru yang memberikan pengetahuan sebanyak – banyaknya kepada siswa, dan kemungkinan metode mengajar yang digunakan banyak menggunakan ceramah. Sedangkan dalam pengajaran inovatif, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri sehingga guru dapat menumbuhkan pengetahuan siswa dan mengarahkan siswa untuk dapat mengembangkan kemampuannya. Metode yang digunakan dalam pembelajaran inovatif tentunya bervariasi dan mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran

    ReplyDelete
  16. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Gambar di atas mengilustrasikan dua metode yang sangat berbeda, yaitu tradisional dan inovatif. Pada umumnya, saat ini masih menggunkan metode pembelajaran tradisional. Pada pembelajaran tradisional ini masih menggunakan transfer of knowledge dari guru kepada siswa. Dalam kehidupan di sekolah, sering terjadi anak didik itu diperlakukan sebagai objek didik, yang seolah-olah dapat dibentuk sekehendak pendidik (sombong) dan dianggap mempunyai kemampuan yang sama. Pada umumnya, guru hanya menyuapi sekian banyak siswa pada waktu yang sama, dengan makanan pengetahuan yang telah diolah dan dimasak oleh guru itu sendiri. Dalam hal ini, kebanyakan anak tinggal menelannya saja tanpa protes bahwa makanannya itu pahit, manis, atau basi sekalipun. Hal inilah perlakuan guru yang salah yang masih bersifat tradisional (tidak adil, tidak konsisten, arogan, dan sombong).

    ReplyDelete
  17. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sedangkan gambar di sebelah kanan mengilustrasikan mengenai pembelajaran inovatif. Pada pembelajaran inovatif, siswa lebih ditekankan untuk berkembang yang digambar seperti pohon yang terus tumbuh tinggi hingga pada akhirnya berbuah. Hal tersebut maksudnya, guru jangan mencekoki siswa, tetapi siswa diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Semoga metode yang masih tradisional dapat diubah menjadi pembelajaran inovatif. Akan tetapi, perubahan tersebut tidaklah mudah, karena menyangkut kebiasaan atau budaya yang telah lama digunakan. Untuk memperoleh pembelajaran inovatif, diperlukan perubahan yang sangat mendasar baik berupa will, attitude, knowledge, skill, dan experience.

    ReplyDelete
  18. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dunia pendidikan sedang mengalami perkembangan yang pesat sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mengakibatkan guru memiliki konsekuensi yang semakin berat dan kompleks sebagai pelaksana pendidikan. Kinerja guru akan selalu dipermasalahkan ketika masyarakat mengomentari rendahnya kualitas pendidikan khususnya pembelajaran matematika.oleh karena itu segala upaya dilakukan salah satunya dengan merubah proses pembelajaran dengan meningkatkan kekreativitas guru dalam memodelkan pembelajaran.

    ReplyDelete
  19. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Dari artikel tersebut kita tahu bahwa sketsa tentanag pembelajaran tradisional dan inovatif itu berbeda. Dari gambar terlihat bahwa tradisional tunduk apa yang diperintahkan oelh guru itu, sehingga kemamapuan siswa untuk mengembangkan kreatifitas, pemecahan maslaah jadi tidak efektif berbeda dengan pembelajaran inovatif yang sanagat bagus memebnatu membangun pengetahuan siswa.

    ReplyDelete
  20. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam dunia pendidikan terdapat dua jenis guru, yaitu guru tradisional dan guru inovasi. Guru tradisional tak mengenal lelah dalam upaya mempertahankan tradisi yang telah mendarah daging dalam jiwa mengajarnya. Guru tradisional masih saja menyuapi siswanya dengan ilmu-ilmunya, pembelajaran yang terjadi berpusat pada guru sehingga tidak ada kesempatan siswa untuk memperolah dan membangun ilmu dengan usahanya sendiri, sehingga siswa sulit mengembangkan kemampuan kreativitasnya. Selain itu guru tradisional enggan menciptakan inovasi demi kemajuan pendidikan dan peningkatan prestasi siswanya. Sementara itu guru inovasi menciptakan inovasi baru demi kemajuan pendidikan. Guru inovasi tidak mendidik siswa secara langsung, karena pembelajaran berpusat pada siswa. Sehingga siswa memperoleh kesempatan untuk membangun dan mengembangkan ilmunya dengan caranya sendiri, namun guru tetap memberikan bimbingan siswa. Dengan demikian, bagi guru tradisional atau calon guru berusaha lah dengan sungguh-sungguh agar mampu mengapai guru inovasi yang professional dan ikhlas dalam mendidik siswa-siswa.

    ReplyDelete
  21. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Gambar diatas mengilustrasikan dua buah metode pengajaran, yaitu metode secara tradisional dan inovatif. Keduanya tentu sangat berbeda. Metode tradisional cenderung menjadikan siswa sebagai subjek yang belum mengetahui ilmu sama sekali, sedangkan dalam pembelajaran yang inovatif, guru memanfaatkan pengetahuan awal yang dimiliki siswa untuk menyampaikan pembelajaran secara lebih interaktif (melibatkan siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran). Namun, metode pengajaran inovatif tidaklah mudah untuk diterapkan. Seorang guru harus melatih kemampuannya untuk mengkreasikan pembelajarannya di dalam kelas.

    ReplyDelete
  22. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Hal yang isa saya tangkap dari gambar atau ilustrasi di atas adalah, dalam pembelajaran matematika di Indonesia terdapat dua proses pembelajaran yang tradisional dan innovative. Dalam pembelajaran matematika secara tradisioal, guru memberikan informasi kepada para siswanya, sedangkan siswanya hanya menerima informasi atau pengetahuan itu dengan pasif. Selain itu, ada pembelajaran innovative, yaitu pembelajaran yang constructivis. Dalam pola pembelajaran innovatif ini diharapkan jika siswa harus menyusun pengetahuannya dari kecil, dan semakin tumbuh dengan pengetahuanya, dan nantinya akan berkembang dan memiliki buah-buah yang bisa menguntungkan baik dirinya sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  23. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pembelajaran matematik yang efektif berdasarkan penelitian-penelitian yang telah banyak dilakukan adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa atau pembelajaran inovatif.
    Namun untuk penerapannya di Indonesia belum merata. Pembelajaran inovatif menerapkan prinsip konstruktivism yaitu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuannya dan mengkonstruksi pengetahuan tersebut sehingga mampu menemukan pengetahuannya sendiri. Singkatnya siswa hanya diberikan produk mentah dari pengetahuan dan siswa dituntun seperlunya untuk memproses produk mentah tersebut agar dapat dikonsumsi (menjadi pengetahuan objektif).

    ReplyDelete
  24. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Aktivitas proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan dan guru sebagai salah satu pemegang utama di dalam menggerakkan kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan. Pembelajaran yang dirancang oleh guru yang sifatnya baru tidak seperti yang biasanya dilakukan dan bertujuan untuk menfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh pebelajar atas dorongan gagasan barunya yang merupakan produk dari learning how to learn untuk melakukan langkah belajar sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar

    ReplyDelete
  25. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran tradisional memandang siswa adalah objek belajar. Sehingga guru adalah subjek yang mentransfer pengetahuan dan ilmu bagi siswa-siswanya. Selain itu guru juga bertugas untuk membekali para siswa sebanyak mungkin bekal untuk masa depan nya. Lain halnya dengan pandangan konstruktifis yang memandang pengetahuan harusnya dibangun oleh diri siswa sendiri. Guru adalah fasilitator bagi pembelajaran. Guru memfasilitasi siswa untuk belajar dari berbagai sumber, menggunakan berbagai media sehingga siswa dipandang sebagai subjek yang aktif membangun ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  26. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan gambar di atas, jelas bahwa dalam pembelajaran yang tradisional guru lebih aktif dan lebih banyak bicara kepada siswa, siswa harus menuruti setiap apa yang guru katakan sehingga siswa tidak diberikan kebebasan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Berbeda dengan pembelajaran yang inovatif yang diibaratkan sebagai pertumbuhan suatu pohon, disana siswa mandiri dalam mengkonstruk pengetahuannya sedangkan peran guru yaitu sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  27. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dari ilustrasi di atas menunjukkan masalah pembelajaran matematika yang ada di Indonesia dimana sistem tradisional yang diterapkan guru hanya berlaku satu arah yaitu guru sebagai satu-satunya sumber belajar siswa dan siswa berlaku pasif hanya menerima ilmu saja tanpa melakukan aktivitas penemuan atau membangun. Sedangkan pembelajaran inovatif yang berlandasakan pada pembelajaran konstruktif murid yang mempunyai latar belakang pengetahuan dan pengalaman berbeda-beda di bangun oleh guru melalui metode pembelajaran yang bermacam-macam yang akan menghasilkan sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi semua.

    ReplyDelete
  28. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif memiliki banyak perbedaan dari berbagai segi. Pembelajaran tradisional dimana guru sebagai pusatnya dan masih bersifat klasik, sedangkan pembelajaran inovatif berpusat pada siswa, serta mengeksplore seluas-luasnya terhadap keratifitas dan inovasi dalam pembelajaran matematika, sehingga siswa kaya akan pengalaman dan tercipta pembelajaran yang bermakna. Hal ini merupakan tantangan bagi siswa maupun guru, sehingga akan meningkatkan kompetensinya sesuai dengan kompetensi dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Demikian pentingnya pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  29. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pembelajaran tradisional masih berpusat pada guru. pembelajaran trasional guru masih banyak mengunkan metode ceramah dalam menyampaikan ilmu pengetahuan yang akan dipelajari siswanya, sehingga siswanya terkesan hanya sekedar menrima dan mendengarkan saja.

    ReplyDelete
  30. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Sedangkan pada pembelajaran inovatif pembelajaran berpusat pada siswa. Dalam pembelajaran siswa lebih aktif dalam menemukan konsep pengetahuan yang akan dipelajari. Siswa mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya. Selain itu dalam pembelajaran inovatif juga bisa diterapkan dengan pembelajaran kooperatif yang diharapkan mampu memfasilitasi siswa dalam mengkonstruksi pengetahuanya.

    ReplyDelete
  31. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pada gambar terlihat pembelajaran tradisional dapat kita kenal dengan teacher centered, dimana guru mempunyai kuasa dalam pembelajaran sehingga potensi siswa sulit berkembang. Sedangkan pembelajaran inovatif yaitu student centered, dimana siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan dirinya, melalui pengajuan masalah, diskusi, pertanyaan, dan lainnya. Sehingga siswa lebih aktif untuk melakukan kreatifitas dan aktivitas belajarnya.

    ReplyDelete
  32. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Konsep yang dapat dipahami dari makna pembelajaran inovatif dan partisipatif, antara lain: (1) model pembelajaran inovatif dan partisipatif dapat menumbuhkembangkan pilar-pilar pembelajaran pada siswa, antara lain: learning to know (belajar mengetahui), learning to do (belajar berbuat), learning to gether (belajar hidup bersama), dan learning to be (belajar menjadi seseorang), (2) model pembelajaran inovatif dan partisipatif tersebut mampu mendorong siswa untuk mengembangkan semua potensi dirinya secara maksimal, dengan ditandai oleh keterlibatan siswa secara aktif, kreatif dan inovatif selama proses pembelajaran di sekolah, (3) model pembelajaran inovatif dan partisipatif tersebut mampu mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran atau tujuan pendidikan dan (4) model pembelajaran inovatif dan partisipatif tersebut mampu mendorong siswa untuk melakukan perubahan perilaku secara positif dalam berbagai aspek kehidupan (baik secara pribadi atau kelompok). Jadi, pembelajaran inovatif dan partisipatif adalah pembelajaran yang berorientasi pada strategi, metode atau upaya meningkatkan semua kemampuan positif siswa agar dapat meningkatkan kualitas intelektual (penguasaan Iptek), kualitas emosional (kepribadian) dan kualitas spiritual sehingga siap menyongsong masa depan yang penuh kompetisi. Dalam proses pengembangan potensi atau kemampuan siswa tersebut, pembelajaran inovatif dan partisipatif menempatkan posisi dan peran-peran siswa sebagai sebagai pihak yang paling aktif (paling sentral), guru hanya sekedar sebagai pembimbing, motivator dan evaluator kegiatan pembelajaran siswa.

    ReplyDelete
  33. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam gambar yang disajikan oleh bapak marsigit dalam artikel ini yaitu mengenai pembelajaran yang ada di Indonesia, yaitu: Pembelajaran Tradisional dan Pembelajaran Inovatif. Pembelajaran Tradisional adalah preses pembelajaran yang berpusatkan pada guru dan bersifat satu arah atau dengan cara ceramah. Sehingga menyebabkan siswa akan bosan dalam pembelajaran. Namun masih banyak dijumpai sekolah-sekolah yang melakukan pembelajaran seperti ini.

    ReplyDelete
  34. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sedangkan pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang berpusat kepada siswa, dan guru berperan sebagai fasilitator. Sehingga guru harus menyiapkan berbagai variasi metode, model, media, alat peraga, dan sebagainya demi menunjang kemampuan berpikir siswa. Sehingga siswa mampu merkonstruksi sendiri pengetahuannya dengan aktivitas yang telah direncanakan oleh guru yang beragam adanya. Memang hal ini baru diselenggarakan dalam pendidikan, dan hasilnya belum terlihat. Mungkin hal ini disebabkan oleh siswa masih berada pada peralihan antara kedua pembelajaran tersebut, dan guru belum optimal dalam memnvaatkan variasi program pembelajarannya.

    ReplyDelete
  35. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari ilustrasi gambar di atas, terlihat jelas dampak dan akibat yang terjadi dengan implementasi pembelajaran tradisional dibandingkan dengan pembelajaran inovatif. Pembelajaran tradisional seperti ekspositori, metode ceramah bersifat teacher-centered, seperti pada gambar. Ibarat siswa yang hanya dialiri saja oleh pengetahuan dari guru. Sedangkan pembelajaran inovatif seperti inkuiri, discovery, saintifik, PBL, Lesson Study ini memang sangat diperlukan, dimana siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri seperti yang nampak pada gambar, layaknya bibit yang dirawat dan disiram sehingga tumbuh subur dan berbuah. Ini sebagai perumpamaan pengetahuan siswa yang akan terus berkembang melalui pembelajaran inovatif. Yang menjadi tugas guru adalah mengubah paradigma dari pembelajaran tradisional menajadi pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  36. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari gambar di atas jelas bahwa pembelajaran inovatif dan tradisional sangatlah berbeda. Pada pembelajaran tradisional guru mendoktrin siswa dengan materi pelajaran saja sedangkan pada pembelajaran inovatif lebih memberi kesempatan pada siswa untuk tumbuh dan berkembang menemukan pengetahuannya sendiri. Masalahnya di Indonesia yang banyak digunakan adalah metode pembelajaran yang tradisional saja. Hal ini menyebabkan kreatifitas dari siswa kurang berkembang karena terbiasa diberi tahu bukan mencari tahu. kesalahan metode ini akan menyebabkan dampak pada kreatifitas anak karena anak kurang diberdayakan sehingga menjadi tidak berdaya

    ReplyDelete
  37. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pembelajaran tradisional merupakan pembelajaran yang berpusat pada guru atau teacher-centered approach. Teacher Centered Approach berarti guru memegang peran sangat penting dan guru yang menentukan segalanya pembelajaran dalam kelas tersebut. Sedangkan pembelajaran inovatif merupakan metode pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung pada proses pembelajaran agar siswa menjadi aktif. Pada proses ini guru dan siswa saling memberikan pengetahuan tentang bagaimana hasil belajarnya bagi siswa, dan proses pembelajaran ini mengutamakan kreativitas siswa.

    ReplyDelete
  38. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Gambar di atas, menunjukkan 2 macam pembelajaran. Gambar yang di sebelah kanan, menunjukkan pembelajaran yang tradisional. Pembelajaran tradisional ini diterapkan dengan guru sebagai pusat di kelas. Sehingga siswa hanya mengikuti instruksi atau apa yang dikatakan oleh guru. Maka dalam pembelajaran tradisional ini keaktifan guru berbicara maupun bertindak lebih dominan dibandingkan dengan siswa.

    ReplyDelete
  39. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada gambar di sebelah kanan menunjukkan pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran ini sangat bertolak belakang jika dibandingkan dengan pembelajaran yang tradisional. Jika dalam pembelajaran tradisional menerapkan teacher centre, maka dalam pembelajaran inovatif ini menerapkan student centre. Sehingga ini akan menjadi siswa semakin berkembang karena bisa aktif langsung mengeluarkan ide-ide kreatif mereka.

    ReplyDelete
  40. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Pembelajaran tradisional adalah pembelajaran yang berpusat kepada guru. sedangka pembelajaran inovative adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan guru hanya sebagai fasilitator. Seriring perkembangan jaman, pendidikan di Indonesia telah bergeser dari tradisional ke inovative. Namun, berlum menyeluruh. Hal ini dikarenakan masih terdapat guru-guru yang telah lanjut usia. Sangat sulit mengubah mindset mereka jika mereka tidak open minded. Sehingga masih sering kita jumpai pembelajaran tradisional. Selain itu, permasalahan juga terletak pada siswa. keberagaman Indonesia menjadikan orang-orangnya juga beragam, namun pendidikan belum lah merata. Masih banyak siswa yang tidak aktif. Mereka cenderung pasif, sehingga guru lah yang harus berusaha ekstra memberikan materi kepada mereka. Yang paling penting adalah menumbuhkan minat mereka, dibutuhkan motivasi yang lebih agar siswa mau bersekolah. Belum terfokus kepada pembelajaran inovatif (student center).

    ReplyDelete
  41. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran tradisional seakan telah membudaya dan pasti akan sangat sulit untuk mengubahnya. Pembelajaran tradisional merupakan kegiatan pembelajaran yang hanya men-transfer pengetahuan dari guru ke murid saja. Hal ini sangat tidak baik. Seharusnya siswa dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuan-pengetahuan yang baru mereka dapat agar lebih mandiri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru agar siswa dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuan mereka adalah dengan mengubah metode pembelajarannya yang semula tradisional diubah ke metode inovatif.

    ReplyDelete
  42. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sudah saat guru mengubah cara mengajar mereka dari pembelajaran tradisional ke pembelajaran yang innovative. Seperti yang telah Prof Marsigit sampaikan saat pembelajarn etnomatematika, bahwa guru yang menuangkan ilmu dan memaksa siswanya paham adalah salah satu bentuk kezaliman, peran guru seharusnya ialah memfasilitasi siswa agar dapat tumbuh dan berkembang dengan potensi yang mereka miliki, yang jka diibaratkan sebuah pohon, dari biji kecil, disiram, dirawat, dan akhirnya kita dapat memetik bauh hasil perjuangan kita dalam merawatnnya. Begitu pula dengan siswa, ketika mereka mampu berhasil, gurunya pula lah yang merasa bangga.

    ReplyDelete
  43. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Guru ialah seorang fasilitator dan dinamistor, guru perlu merawat dan membiarkan siswa-siswanya tumbuh dan berkembang, bukan justru memaksakn kehendaknya untuk membuat siswa paham sesuai pola pikir guru. Guru perlu sadar bahwa pikiran siswa itu masih terbatas, pengalaman mereka belum sebanyak guru. Karena itu gurulah yang perlu menyesuaikan pembelajaran dengan karakter dan pengetahuan siswa.

    ReplyDelete
  44. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari gambar yang diposting oleh pak Prof diatas menggambarkan permasalahan dalam mengajar matematika di Indonesia. Seperti kita ketahui, sejak awal matematika diajarkan dengan metode ceramah, guru menyampaikan materi kepada siswa (transfer of knowledge) dan siswa dengan pasif menerima materi. Bagi siswa yang bisa menerima mungkin dapat memahami, namun belum tentu semua siswa mampu memahami materi yang disampaikan. Hal tersebut merupakan beberapa kelemahan metode pembelajaran yang tradisional

    ReplyDelete
  45. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seiring perkembangan zaman dan sadarnya pihak-pihak terkait akan kelemahan metode ini, mulai dikembangkan pembelajaran inovatif. Ciri khas dari pembelajaran ini adalah student centered. Siswa yang aktif dalam pembelajaran, guru berperan sebagai fasilitator para siswa dalam berkegiatan. Sehingga diharapkan, seperti gambar diatas, siswa akan berkembang sendiri dan akan menghasilkan buah sendiri, dalam konteks pembelajaran matematika berarti siswa mampu mengkonstruk pengetahuannya sendiri

    ReplyDelete
  46. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Penerapan kurikulum 2013 diharapkan mampu membantu pendidikan di Indonesia untuk merubah paradigma pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran inovatif. Dengan pendekatan saintifik, siswa difasilitasi untuk melaksanakan/melalui tahapan saintifik yang berbasis mandiri berkelompok. Guru tinggal menyusun metode dan model pembelajaran yang memfasilitasi siswa belajar mandiri

    ReplyDelete
  47. Dwi Kawuryani
    S1 Pend.Mat I 2014
    14301241049
    Pembelajaran Matematika secara traditional diartikan sebagai transfer ilmu semata sedang kan pembelajaran Matematika secara innovative diartikan lebih dari sekedar transfer knowledge. Pembelajaran yang innovative adalah dimana guru sebagai fasilitator dan pembelajaran berpusat pada siswa dimana siswa yang akan menumbuhkan pengetahuan nya sendiri.

    ReplyDelete
  48. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    permasalahan pembelajaran yang masih terjadi di Indonesia adalah tradisional dengan guru sebagai pusat pembelajaran(teacher-centered). padahal hakikatnya ilmu dikonstruksi sejak dari benih menjadi pohon secara mandiri oleh siswa. pembelajaran yang berikut dinamakan pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  49. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, maslaah pada pembelajaran matematika yang terjadi di indonesia adalah peralihan dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif. masih banyak kendala yang terjadi seperti guru yang belum mengetahui bagaimana caranya mengajar dengan metode pembelajaran inovatif seperti student centre.

    ReplyDelete
  50. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Memang, paradigma kebanyakan guru senior di Indonesia masih merupakan pandangan tradisional, yaitu guru mentransfer pengetahuannya kepada siswa semua siswa secara menyeluruh. Siswa hanya mendengarkan dan memperhatikan seperti gelas kosong yang siap diisi. Padahal belum tentu semua siswa dapat diperlakukan seperti itu. Sehingga diperlukan usaha yang kuat untuk mengubah paradigma tersebut.

    ReplyDelete
  51. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Masalah yang terjadi dalam pengajaran matematika di Indonesia adalah pengajarannya yang masih tradisional dimana guru hanya mentransfer ilmu yang dia punya ke siswa tanpa melihat kemampuan siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Untuk mengubah cara mengajar tradisional ke inovatif tidaklah mudah, guru haruslah mulai dari hal-hal sederhana dulu sebelum mencapai bagian formal matematikanya, sehingga siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri agar pembelajaran lebih bermakna.

    ReplyDelete
  52. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pengajaran tradisional siswa hanya menerima pengetahuan semata-mata dari guru, siswa pasif, dan interaksi yang terjadi hanya sekedar transfer ilmu dari guru ke murid. Sedangkan dalam pengajaran inovatif, guru sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa agar dapat mengonstruk pengetahuan lewat kegiatan-kegiatan belajar yang disusun oleh guru.

    ReplyDelete