Nov 22, 2012

Traditional - Innovative Teaching _ Oleh Marsigit



22 comments:

  1. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Gambar di atas mengilustrasikan model pendidikan tradisional dan inovatif.. Pembelajaran tradisional identic dengan metode ceramah yang bersifat teacher-centered, seperti pada gambar, siswa diibaratkan tangki kosong yang berguna untuk diisi oleh pemikiran gurunya. Sedangkan pembelajaran inovatif menggambarkan bahwa siswa diajak untuk kolaboratif dalam mengkonstruksi pengetahuannya, seperti pohon yang tumbuh subur dengan sendirinya, guru hanyamembentuk lingkungan yang baik agar tumbuhan tersebut dapat tumbuh dengan baik. Maka dari itu, pembelajaran haruslah selalu inovatif untuk dapat menumbuhkan kemampuan siswa secara merdeka.

    ReplyDelete
  2. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Permasalahan pengajaran matematika di Indonesia adalah sulitnya untuk mengubah mindset, penerapan, ataupun kebiasaan yang dilakukan guru dari pembelajaran tradisional yang lebih berpusat kepada guru dimana siswa masih pasif dalam pembelajaran menuju pembelajaran yang inovatif yang lebih berpusat pada siswa dimana siswa aktif untuk mengkontruksi pengetahuan baru dari pengetahuan awal yang dimilikinya dengan bantuan atau bimbingan guru.

    ReplyDelete
  3. Kartika Kirana
    17791251039
    S2 PEP B

    Pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru, guru adalah yang mahatahu, hendaknya ditinggalkan. Anak anak sudah memiliki Maha guru dalam dirinya. Guru adalah fasilitator yang membantu siswa membangun pengetahuan mereka. Agar mereka tumbuh optimal, siswa perlu diberi kesempatan untuk memekarkan diri mereka. Tumbuh perlahan namun itulah yang dilalui agar dapat kokoh berakar Dan akhirnya berbuah, bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  4. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari gambar diatas, terlihat bahwa masalah pembelajaran matematika di Indonesia pada tingkat tradisional adalah guru melakukan pembelajaran seperti memindahkan apa yang diketahuinya kedalam pikiran siswanya. Namun pada pembelajaran yang inovatif, guru harus mengenal siswa sebagai individu yang berkembang, yang awalnya tunas kemudian tumbuh dan berkembang menjadi berbuah.

    ReplyDelete
  5. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan pemahaman saya atas gambar diatas, pembelajaran tradisional adalah pembelajaran yang berpusat pada guru, dimana masih banyak dijumpai saat ini. Ini menjadikan siswa sebagai komponen pasif dalam pembelajaran karena hanya menerima, dan akan menjadikan siswa sulit untuk berkembang. Berbeda dengan pembelajaran inovatif dimana guru merupakan fasilitator yang mendukung perkembangan siswa, memfasilitasi kemampuan pikir siswa, dan berusaha membuat siswa aktif dalam mengembangkan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  6. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    pembelajaran inovatif dan partisipatif ialah pembelajaran yang berorientasi pada strategi, metode atau upaya meningkatkan semua kemampuan positif siswa agar dapat meningkatkan kualitas intelektual, kualitas emosional dan kualitas spiritual sehingga siap menyongsong masa depan yang penuh kompetisi. Dalam proses pengembangan potensi atau kemampuan siswa tersebut, pembelajaran inovatif dan partisipatif menempatkan posisi dan peran-peran siswa sebagai sebagai pihak yang paling aktif, guru hanya sekedar sebagai pembimbing, motivator dan evaluator kegiatan pembelajaran siswa.

    ReplyDelete
  7. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Terdapat beberapa problems dalam pembelajaran matematika, yaitu: problem dari pembelajaran yang tradisional. Pembelajaran yang tradisional hanya mementingkan pada transfer of knowledge atau memberi ilmu saja. Kelemahannya adalah siswa mungkin saja menjadi tidak berkembang. Hal ini akan membuat siswa menjadi pembelajaran yang pasif

    ReplyDelete
  8. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pembelajaran yang tradisional biasanya guru menempatkan diri sebagai pengatur segalanya dalam hal ini kegiatan belajar, semua materi yang dibahas satu-satunya bersumber dari guru. Akan tetapi pada pembelajaran inovatif, guru adalah sebagai fasilitator siswa yang memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam rangka mengonstruk pemahaman.

    ReplyDelete
  9. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Jenis pembelajaran tradisional mungkin untuk saat ini sudah kurang relevan karena kebutuhan dan tantangan jaman sudah berbeda dan semakin kompleks. Saat ini, siswa dituntut untuk menciptakan atau menginovasikan sesuatu bukan lagi mendengarkan dan mencatat seperti dulu. Sekarang sumber belajar sudah sangat variatif dan bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan tuntutan-tuntutan itu.

    ReplyDelete
  10. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Pembelajaran inovatif dan partisipatif adalah pembelajaran yang berorientasi pada strategi, metode atau upaya meningkatkan semua kemampuan positif siswa agar dapat meningkatkan kualitas intelektual (penguasaan Iptek), kualitas emosional (kepribadian) dan kualitas spiritual sehingga siap menyongsong masa depan yang penuh kompetisi. Dalam proses pengembangan potensi atau kemampuan siswa tersebut, pembelajaran inovatif dan partisipatif menempatkan posisi dan peran-peran siswa sebagai sebagai pihak yang paling aktif (paling sentral), guru hanya sekedar sebagai pembimbing, motivator dan evaluator kegiatan pembelajaran siswa.

    ReplyDelete
  11. Junianto
    PM C
    17709251065

    Pembelajaran tradisional yang paling umum dikenal adalah menggunakan metode ceramah. Guru mentransfer pengetahuannya kepada siswa. sehingga siswa seperti botol kosong yang siap menerima ilmu dari guru. Guru juga menjadi satu-satunya simber belajar siswa. berbeda dengan pembelajaran inovative yang menjadikan siswa sebagai subjek dalam belajar. kedua metode ini sangat bertolak belajakang paradigmanya. Dalam pembelajarna inovative, guru hanyalah pendamping siswa dalam belajar. siswa sendiri yang membangun pengetahuannya melalui kegiatan dan pengalaman.

    ReplyDelete
  12. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Permasalahan pembelajaran matemateika di Indonesia yaitu perubahan dari pembelajaran tradisional ke pembelajaran inofatif yang masih membutuhkan proses cukup lama. Pembelajaran saat ini sedang dalam perubahan menjadi yang inovatif yaitu pembelajaran yang semula berpusat pada guru kini menjadi pembelajaran yang konstruktivis. Konstruktivisme merupakan aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita merupakan hasil konstruksi kita sendiri, guru bukan satu-satunya pusat informasi dan yang paling tahu. Guru hanya salah satu sumber belajar dan sumber informasi. Sedangkan sumber belajar yang lainnya adalah teman sebaya, perpustakaan, alam, laboratorium, televisi, koran, dan internet.

    ReplyDelete
  13. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. pembelajaran tradisional vs pembelajaran yang inovatif. Guru jaman sekarang seharusnya lebih mengedepankan pembelajaran yang inovatif, dengan guru sebagai fasilitator siswa dalam belajar. Pada pembelajaran yang tradisional masih menggunakan transfer of knowledge yang berorientasi pada guru, dengan metode ceramah sebagai metode pembelajaran utamanya.

    ReplyDelete
  14. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. dari gambar dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Tradisional hanya mengandalkan proses knowledge-transfer dari guru ke siswa atau hanya satu arah saja. Hal ini dapat mematikan intuisi dan kreativitas siswa. Berbeda dengan itu, pembelajaran inovatif bagaikan menumbuhkan pohon, siswa dibiarkan mengkonstruk pengetahuannya, tentunya dengan arahan, sehingga mereka terbiasa menjadi kreatif dan intuitif.

    ReplyDelete
  15. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Traditional teaching ialah metode pembelajaran teacher centered yang mentransfer pengetahuan dengan metode ceramah yang bersifat satu arah. Sedangkan inovatif teaching ialah metode pembelajaran student centered yang membangun pengetahuan peserta didik sehingga tumbuh dan berkembang. Guru inovatif adalah fasilitator yang bertugas membantu peserta didik untuk membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  16. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pembelajaran traditional berkembang dengan berlandaskan paradigma teacher centered. Guru mendominasi pembelajaran mulai dari awal hingga akhir dan siswa sebagai pelaku pasif hanya menerima transfer ilmu dari guru. Guru juga tidak mengembangkan perangkat atau model pembelajaran sehingga kreativitas tidak berkembang. Di Indonesia kini sudah mulai menggeser paradigma tersebut dan menggantinya dengan paradigma student centered dimana siswa yang dituntut secara aktif untuk membangun pengetahuan sendiri dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Diharapkan melalui pembelajaran yang inovatif, tujuan pembelajaran dapat tercapai lebih maksimal.

    ReplyDelete
  17. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pembelajaran tradisional adalah pembelajaran yang pbmny masih bersifat tranfer of knowledge dari guru kepada siswa. Siswa dianggap tong kosong sehinga mau tidak mau hanya mempelajari yang diberikan gurunya. Sedangkan pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang pbmnya sudah bersifat kontruktivis. Pengetahuan diibaratkan seperti benih tanaman yang perlu ditanam dan dirawat hingga berbuah oleh siswa sendiri, atau dengan kata lain siswa sendiri lah yang membangun pengetahuannya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  18. Pembelajaran inovatif merupakan tuntutan bagi pendidikan saat ini. Sehingga guru-guru yang masih berorientasi pada pembelajaran tradisional pun harus terbuka atau menerima tuntutan ini. Mereka harus bersedia melakukan perubahan-perubahan dalam pbmnya, karena jika mereka masih tetap menggunakan pembelajaran tradisional maka pengetahuan yang diperoleh siswa hanya akan sebatas pengetahuan gurunya.

    ReplyDelete
  19. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Masalah yang terjadi dalam pengajaran matematika saat ini adalah pengajarannya yang masih tradisional dimana guru hanya mentransfer ilmu yang dia punya ke siswa tanpa melihat kemampuan siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Untuk mengubah cara mengajar tradisional ke inovatif tidaklah mudah, perlu dimulai perubahan paradigma dalam proses belajar mengajar dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa. Sehingga, siswa mampu membangun sendiri pengetahuannya.

    ReplyDelete
  20. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Berdasarkan gambar diatas, pembelajaran yang dilakukan hanya dengan mentransfer ilmu dari guru ke murid secara satu arah saja termasuk ke dalam pembelajaran dengan metode mengajar guru yang tradisional. Sedangkan mengajar inovatif adalah saat pembelajaran mampu membuat siswa mengkonstruksikan ilmu yang dimilikinya. Mengajar secara inovatif sama dengan menyuburkan benih-benih yang ada menjadi pohon-pohon yang dapat menghasilkan buah-buah. Siswa diibaratkan sebagai benih, dan guru adalah orang yang menyirami dan memupuknya. Memang beberapa benih tersebut dapat tumbuh tanpa disiram dan diberi pupuk, akan tetapi tentu saja benih tersebut tumbuh secara lebih optimal apabila dibarengi dengan menyiram dan memberi pupuk. Sehingga, sebagai guru, hendaknya kita senantiasa mendukung siswa untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, berkembang olah pikirnya, berkembang kemampuan matematikanya, berkembang keterampilan pemecahan masalahnya.

    ReplyDelete
  21. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pada ilustrasi gambar diatas, digambarkan bahwa pembelajaran tradisional berpusat pada guru. Guru mentransfer pengetahuannya kepada siswa. Siswa cenderung menjadi pasif dan menerima apa adanya yang diberikan oleh guru. Sedangkan ilustrasi yang kedua menunjukkan pembelajaran inovatif. Siswa membangun pengetahuannya sendiri dengan bantuan dari guru maupun dengan diskusi dengan siswa lain. Ibarat pohon yang menghasilkan buah, dengan perlahan pohon itu tumbuh dan tumbuh, maka harus di pupuk dan di siram air sehingga bisa tumbuh menjulang menghasilkan buah yang lebat. Begitupun siswa jika sudah bisa mengkonstruksi pengetahuannya maka dia bisa memberikan manfaat pada teman yang lain dlam belajar, sehingga semua sama-sama belajar.

    ReplyDelete
  22. Okta Islamiati
    15301241019
    Pendidikan Matematika I 2015

    Gambar diatas mengilustrasikan sistem pembelajaran di Indonesia. Awalnya, pendidikan di Indonesia menggunakan pembelajaran tradisional dimana kegiatan belajar mengajar berpusat pada guru (teacher center). Seiring dengan berkembangnya zaman, pembelajaran seperti ini dianggap tidak sesuai dengan arus globalisasi dan dapat membatasi kemampuan siswa. Ilustrasi di atas menjelaskan bahwa Indonesia mulai berbenah dengan mengganti pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran inovatif, dimana siswa yang berperan aktif dan guru hanya sebagai fasilitator. Banyak yang beranggapan bahwa pembelajaran seperti ini dapat mengurangi minat belajar siswa, terutama dalam pembelajara matematika,karena mereka diharuskan menggunakan cara yang telah diberikan dalam menyelesaikan permasalahan. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan siswa mampu mengkonstruk pengetahuannya sendiri dengan mengumpulkan pengetahuan-pengetahuan yang telah dimiliki. Harapannya, agar siswa dapat melalui proses pembelajaran bermakna -terutama matematika- dan menghasilkan ilmu yang nantinya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Seperti sebuah pohon yang tumbuh perlahan, dimulai dari akar, batang hingga akhirnya berbuah lebat yang dapat dinikmati orang banyak.

    ReplyDelete