Nov 26, 2012

MATHEMATICAL MODEL_Documented by Marsigit



MATHEMATICAL MODEL

A mathematical model for an axiomatic system is a well-defined set, which assigns meaning for the undefined terms presented in the system, in a manner that is correct with the relations defined in the system. The existence of a concrete model* proves the consistency of a system. 

Models can also be used to show the independence of an axiom in the system. By constructing a valid model for a subsystem without a specific axiom, we show that the omitted axiom is independent if its correctness does not necessarily follow from the subsystem. 

Two models are said to be isomorphic if one-to-one correspondence can be found between their elements, in a manner that preserves their relationship. An axiomatic system for which every model is isomorphic to another is called categorial, and the property of categoriallity ensures the completeness of a system. 

* A model is called concrete if the meanings assigned are objects and relations from the real world, as opposed to an abstract model which is based on other axiomatic systems.
The first axiomatic system was Euclidean geometry.

36 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)


    Model matematika adalah suatu cara sederhana untuk mmenerjemahkan suatu masalah ke dalam bahasa matematika dengan menggunakan persamaan, pertidaksamaan, atau fungsi. Suatu model matematika sebagai pendekatan terhadap suatu fenomena (alami atau buatan) hanya mencakup sebanyak hingga pengamatan atau hanya mencakup daerah yang terbatas dari fenomena tersebut (yg tak terbatas) atau hanya bersifat diskrit, walaupun model tersebut masih dianggap sebagai bentuk yang sangat ideal dan yg sangat mendekati fenomena fisik aslinya.

    ReplyDelete
  2. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Menurut Luknanto (2005, p: 2) Secara umum pengertian model adalah suatu usaha untuk menetapkan suatu replica/tiruan dari suatu feneomena/ peristiwa alam. Luknanto (2005) menyebutkan bahwa terdapat tiga jenis model yakni model fisik, model analogi dan maodel matematik. Pada model fisik replica/tiruan tersbut dilaksanakan dengan menirukan domain/ ruang/ daerah dimana fenomena/ peristiwa alam terjadi. Tiruan domain ini dapat lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan domain aslinya di lapangan atau alam. Kecocokan dari model ini tergantung dari seberapa mungkin kesebangunan (geometris, kinematis dan dinamis) di alam dapat ditirukan dalam model Contoh: model Bendung, model bangunan pelimpah ,model karburator. Pada model analogi replica/tiruan tersbut dilaksanakan dengan menganalogikan fenomena alam dengan fenomena atau peristiwa yang lain untuk kemudian dibuat model fisiknya. Contohnya : peristiwa aliran air tanah di bawah bending ditirukan dengan model yang menggunakan arus listrik. Sedangkan pada model Matematik replica atau tiruan tersebut dilaksanakan dengan mendiskripsikan fenomena/peristiwa alam dengan satu set persamaan. Kecocokan model terhadap fenomena/peristiwa alamnya tergantung formulasi persamaan matematis dalam mendiskripsikan fenomena/peristiwa alam yang ditirukan

    References:

    Luknanto, D. (2005). Model Matematika: Bahan kuliah Hidraulika Komputasi Jurusan Teknik Sipil FT UGM , Yogyakarta: Universitas Yogyakarta

    ReplyDelete
  3. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)


    Pandangan lain mengenai defenisi model matematika adalah yang dikemukan oleh Widowati & Sutimin ( 2007 , p: 1)Model Matematika merupakan representasi matematika yang dihasilkan dari pemodelan Matematika. Pemodelan Matematika merupakan suatu proses merepresentasikan dan menjelaskan permasalahan pada dunia nyata ke dalam pernyataan matematis.

    References:
    Widowati & Sutimin. (2007). Buku Ajar Pemodelan Matematika. Semarang: Universitas Diponegoro

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pemodelan Matematika merupakan salah satu tahap dari pemecahan masalah matematika. Model merupakan Simplifikasi atau penyederhanaan fenomena – fenomena nyata dalam bentuk matematika. Model matematika yang dihasilkan, dapat berupa bentuk persamaan,pertidaksamaan, sistem persamaan atau lainnya terdiri atas sekumpulan lambang yang disebut variabel atau besaran yang kemudian di dalamnya digunakan operasi matematika seperti tambah, kali, kurang, atau bagi.

    ReplyDelete
  5. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam artikel ini dipaparkan bahwa sebuah model matematika untuk sistem aksiomatik adalah satu set yang didefinisikan dengan baik, yang memberikan makna untuk istilah terdefinisi disajikan dalam sistem, dengan cara yang benar dengan hubungan didefinisikan dalam sistem. Hal ini bermanfaat untuk menujukkan matematika yang konsisten. Di mana matematika dikatakan konsisten jika dapat dibangun malaui sebuah model Matematika yang valid dan kebenarannya yidak harus mengikuti sebuah subsistem.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Model matematis untuk sistem aksiomatik adalah rangkaian yang didefinisikan dengan baik, yang memberikan makna untuk istilah yang tidak terdefinisi yang disajikan dalam sistem, dengan cara yang benar dengan relasi yang didefinisikan dalam sistem. Adanya model konkret * membuktikan konsistensi suatu sistem.Dua model dikatakan isomorfik jika korespondensi satu-ke-satu dapat ditemukan di antara unsur-unsur mereka, dengan cara yang menjaga hubungan mereka. Sistem aksiomatik dimana setiap model isomorfik ke yang lain disebut kategoris, dan sifat dari categoritas menjamin kelengkapan sistem.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Filsafat dan matematika tumbuh di bawah asuhan filsuf Yunani.
    Phytagoras yang mendirikan Mazhab Phytagoranisme di Crotona.
    Phytagoras mengemukakan bahwa segenap gejala alam merupakan pengungkapan inderawi dari perbandingan-perbandingan matematis.
    Sehingga segala yang terjadi dan mungkin terjadi di alam merupakan hasil pengungkapan perbandingan matematis.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dua model dikatakan isomorfik jika memilki korespondensi satu satu yang dapat ditemukan di antara unsur-unsur yang ada, dengan cara yang melihat hubungan yang ada pula. Sebuah sistem aksioma setiap model adalah isomorfik yang lain yang disebut kategoris dengan memastikan kelengkapan sistem.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada peradaban Yunani inilah yang meletakkan dasar matematika sebagai cara berpikir rasional dengan menetapkan berbagai langkah dan definisi tertentu.
    Euclid pada 300 SM, mengumpulkan semua pengetahuan ilmu ukur dalam bukunya yang berjudul Elements.
    Dalam bukunya dilengkapi dengan penyajian secara sistematis dari berbagai postulat, definisi, dan teorema.

    ReplyDelete
  10. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Teori model dimulai dengan studi bahasa formal dan interpretasi mereka, dan jenis klasifikasi yang dapat dibuat oleh bahasa formal tertentu. Teori model arus utama sekarang adalah cabang matematika yang canggih (lihat masuk pada teori model orde pertama). Namun, dalam pengertian yang lebih luas, teori model adalah studi tentang interpretasi bahasa, formal atau alami, dengan menggunakan struktur teori-setor, dengan definisi kebenaran Alfred Tarski sebagai sebuah paradigma. Dalam pengertian yang lebih luas ini, teori model memenuhi filsafat di beberapa titik, misalnya dalam teori konsekuensi logis dan dalam semantik bahasa alami.

    ReplyDelete
  11. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Teorema kekompakan
    Jika T adalah teori orde pertama, dan setiap subset T yang terbatas memiliki model, maka T memiliki model.
    Ada bukti teorema ini masuk dalam logika klasik. Teorema ini memiliki beberapa paraphrase yang berguna. Misalnya setara dengan pernyataan berikut:
    Misalkan T adalah teori orde pertama dan φ adalah kalimat orde pertama. Jika T ⊨ φ maka ada subset terbatas U dari T sedemikian sehingga U ⊨ φ.
    (masuk pada teori model untuk gagasan ⊨ konsekuensi teoritis model.Untuk mendapatkan pernyataan kedua dari yang pertama, catat bahwa 'T ⊨ φ' adalah benar jika dan hanya jika tidak ada model teori T ∪ {¬ Φ}.)
    Anatolii Mal'tsev pertama kali memberikan teorema kekompakan pada tahun 1938 (untuk logika orde pertama dari tanda tangan), dan menggunakannya pada tahun 1940/1 untuk membuktikan beberapa teorema tentang kelompok; Ini tampaknya telah menjadi aplikasi pertama teori model dalam matematika klasik. Leon Henkin dan Abraham Robinson secara independen menemukan kembali theorem beberapa tahun kemudian dan memberikan beberapa aplikasi lebih lanjut. Teorema ini gagal parah untuk hampir semua bahasa tak terbatas.

    ReplyDelete
  12. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam matematika, Teori Model adalah ilmu yang menyajikan konsep-konsep matematis melalui konsep himpunan, atau ilmu tentang model-model yang mendukung suatu sistem matematis.
    Teori Model diawali dengan asumsi keberadaan objek-objek matematika (misalnya keberadaan semua bilangan) dan kemudian mencari dan menganilisis keberadaan operasi-operasi, relasi-relasi atau aksioma-aksioma yang melekat pada masing-masing objek atau pada kumpulan objek-objek tersebut.
    Independensi dua hukum matematis - yang lebih dikenal dengan nama axiom of choice dan continuum hypothesis - dari aksioma-aksioma teori himpunan (dibuktikan oleh Paul Cohen dan Kurt Gödel) adalah dua hasil terkenal yang diperoleh dari Teori Model.
    Telah dibuktikan bahwa axiom of choice dan negasinya konsisten dengan aksioma-aksioma Zermelo-Fraenkel dalam teori himpunan dan hasil yang sama juga dipenuhi oleh continuum hypothesis. In adalah contoh penerapan metode Teori Model pada aksioma-aksioma teori himpunan.
    Sebuah contoh dari teori model bisa disajikan oleh himpunan semua bilangan alami R bersama-sama himpunsn semua relasi dan/atau fungsi-fungsi, misalnya { ×, +, −, ., 0, 1 }.
    Pernyataan yang dilambangkan dengan
    "∃y (y × y = 1 + 1)"
    adalah benar untuk y € R, sebab kita bisa mendapatkan akar 2 sebagai solusinya. Tetapi pernyataan yg sama bernilai salah apabila y diharuskan bilangan rasional.
    Pernyataan yang agak mirip
    "∃y (y × y = 0 − 1)",
    bernilai salah apabila y diharuskan bernilai real, tetapi pernyataan tersebut bernilai benar apabila y dibolehkan bernilai kompleks.
    Jadi nilai benar atau salah suatu pernyataan dalam pembicaraan tentang sembarang unsur y dari suatu himpunan, tergantung pada himpunan yang memuat y tersebut. Himpunan ini disebut himpunan semesta atau semesta pembicaraan dari pernyataan tersebut.

    ReplyDelete
  13. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Model matematika adalah suatu sistem aksiomatik dalam matematika yang memberikan arti secara jelas pada sistem-sistem di dalamnya yang belum terdefinisikan. Model matematika juga dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu aksioma bersifat bebas artinya aksioma tersbut bisa tidak bergantung pada sistem tertentu dalam matematika. Dan dua model matematika dikatakan isomorpis apabila jika terdapat korespondensi satu-satu antar elemen-elemennya.

    ReplyDelete
  14. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel ini saya memperoleh pemahaman bahwa dalam Model bisa digunakan untuk menunjukkan kevalid an dari sebuah aksioma. Dengan membangun model yang valid untuk subsistem tanpa aksioma spesifik, hal itu menunjukkan bahwa aksioma yang dihilangkan bersifat independen jika ketepatannya tidak mengikuti dari subsistem. Oleh karena itu perlu kita memahami model-model khususnya dalam matematika ini.

    ReplyDelete
  15. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pada artikel tersebut menjelaskan bahwa model juga bisa digunakan untuk menunjukkan independensi sebuah aksioma dalam sistem. Dengan membangun model yang valid untuk subsistem tanpa aksioma spesifik, kami menunjukkan bahwa aksioma yang dihilangkan bersifat independen jika ketepatannya tidak mengikuti dari subsistem. Selain itu, model matematika dapat digunakan dalam berbagai ilmu misalnya ilmu pengetahuan alam (seperti fisika, biologi, ilmu bumi, meteorologi) dan disiplin teknik (seperti ilmu komputer, kecerdasan buatan), dan juga dalam ilmu sosial (seperti ekonomi, psikologi, sosiologi, politik ilmu).

    ReplyDelete
  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Model matematis adalah deskripsi sistem yang menggunakan konsep dan bahasa matematika. Proses pengembangan model matematis disebut pemodelan matematika. Model matematika digunakan dalam ilmu pengetahuan alam (seperti fisika, biologi, ilmu bumi, meteorologi) dan disiplin teknik (seperti ilmu komputer, kecerdasan buatan), dan juga dalam ilmu sosial (seperti ekonomi, psikologi, sosiologi, politik ilmu). Fisikawan, insinyur, ahli statistik, analis riset operasi, dan ekonom menggunakan model matematika yang paling banyak [rujukan?]. Sebuah model dapat membantu menjelaskan suatu sistem dan mempelajari efek berbagai komponen, dan membuat prediksi tentang perilaku. odel juga bisa digunakan untuk menunjukkan independensi sebuah aksioma dalam sistem. Dengan membangun model yang valid untuk subsistem tanpa aksioma spesifik, kami menunjukkan bahwa aksioma yang dihilangkan bersifat independen jika ketepatannya tidak mengikuti dari subsistem.
    Dua model dikatakan isomorfik jika korespondensi satu-ke-satu dapat ditemukan di antara unsur-unsur mereka, dengan cara yang menjaga hubungan mereka. Sistem aksiomatik dimana setiap model isomorfik ke yang lain disebut kategoris, dan sifat dari categoritas menjamin kelengkapan sistem.

    ReplyDelete
  17. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Model matematika adalah deskripsi suatu sistem yang menggunakan konsep dan bahasa matematika (Wikipedia, 2017). Sementara itu, Eykhoff (1974) mendefinisikan model matematika sebagai representasi dari aspek esensial dari sistem yang ada (atau sistem yang akan dibangun) yang menyajikan pengetahuan tentang sistem tersebut dalam bentuk yang dapat digunakan.

    ReplyDelete
  18. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Sebuah model matematika dalam optimisasi dan kontrol biasanya menggambarkan suatu sistem sebagai kombinasi dari sekumpulan peubah variabl dan sekumpulan persamaan yang menyatakan hubungan antara peubah-peubah tersebut. Nilai dari peubah bisa apa saja berupa bilangan-bilangan real atau bulat, Boolean atau berupa barisan angka-angka dan karakter (strings). Dalam matematika, Teori Model adalah ilmu yang menyajikan konsep matematis melalui konsep himpunan, atau ilmu tentang model-model yang mendukung suatu sistem matematis. Teori Model diawali dengan asumsi keberadaan objek-objek matematika (misalnya keberadaan semua bilangan) dan kemudian mencari dan menganilisis keberadaan operasi-operasi, relasi atau aksioma yang melekat pada masing-masing objek.

    ReplyDelete
  19. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sebuah model bisa digunakan untuk menyatakan kebebasan suatu elemen dari sebuah sistem. Model merupakan himpunan yan terdefinisi, yang membentuk makna bagi istilah-istila yang tidak terdefinisi dari sebuah sistem. Sebuah model juga bisa menyatakan kelengkapan suatu sistem.

    ReplyDelete
  20. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Model matematis adalah deskripsi sistem yang menggunakan konsep dan bahasa matematika. Proses pengembangan model matematis disebut pemodelan matematika. Model matematis digunakan dalam ilmu pengetahuan dan disiplin teknik, dan juga dalam ilmu sosial. Fisikawan, insinyur, ahli statistik, analis riset operasi, dan ekonom menggunakan model matematika. Sebuah model dapat membantu menjelaskan suatu sistem dan mempelajari efek berbagai komponen, dan membuat prediksi tentang perilaku.

    ReplyDelete
  21. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pengertian Pemodelan Matematika merupakan salah satu tahap dari pemecahan masalah matematika. Model merupakan Simplifikasi atau penyederhanaan fenomena – fenomena nyata dalam bentuk matematika. Model matematika yang dihasilkan, dapat berupa bentuk persamaan, pertidaksamaan, sistem persamaan atau lainnya terdiri atas sekumpulan lambang yang disebut variabel atau besaran yang kemudian di dalamnya digunakan operasi matematika seperti tambah, kali, kurang, atau bagi. Dengan prinsip-prinsip matematika tersebut dapat dilihat apakah model yang dihasilkan telah sesuai dengan rumusan sebagaimana formulasi masalah nyata yang dihadapi. Hubungan antara komponen-komponen dalam suatu masalah yang dirumuskan dalam suatu persamaan matematik yang memuat komponen-komponen itu sebagai variabelnya, dinamakan model matematik. Dan proses untuk memperoleh model dari suatu masalah dikatakan pemodelan matematika.

    ReplyDelete
  22. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Aksioma-aksioma dalam matematika merupakan sesuatu yang mendasari berbagai teorema-teorema yang ada dalam matematika. Ketetapan aksioma-aksioma ini bersifat mutlak, karena apabila aksioma ini tidak mutlak maka teorema-teorema maupun akibat-akibat dari aksioma tersebut akan goyah dan tidak konsisiten. Matematika model untuk menggambarkan sistem aksioma-aksioma ini memberikan makna untuk istilah yang tidak terdefinisi yang disajikan dalam sistem, istilah-istilah yang tidak terdefinisi itu dihubungkan melalui relasi-relasi yang terdefinisi di dalam sistem tersebut. Model yang konkret dapat membuktikan konsistensi suatu sistem. Aksioma-aksioma dalam sistem bersifat independensi artinya tidak bergantung pada hal lain. Sehingga model dari sistem aksiomatik tersebut dapat membangun subsistem tanpa aksioma secara spesifik.

    ReplyDelete
  23. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Model merupakan representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototipe), model citra (gambar rancangan, citra komputer), atau rumusan matematis. Model yang direpresentasikan dalam rumusan matematis merupakan model matematika. Model matematis untuk sistem aksiomatik adalah rangkaian yang didefinisikan dengan baik, yang memberikan makna untuk istilah yang tidak terdefinisi yang disajikan dalam sistem, dengan cara yang benar dengan relasi yang didefinisikan dalam sistem. Setiap aspek kehidupan manusia dapat dinyatakan sebagai model, bahkan spiritual juga bisa dibentuk matematika modelnya, yaitu sistem aksiomatik spiritual yang didefinisikan dengan baik oleh model matematika tersebut.

    ReplyDelete
  24. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016
    Model matematis untuk sistem aksiomatik adalah rangkaian yang didefinisikan dengan baik. Matematika yang merupakan ilmu deduktif, aksiomatik, formal, hirarkis, abstrak, bahasa simbol yang padat arti dan semacamnya adalah sebuah system matematika. Sistem matematika berisikan model-model yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan-persoalan nyata.

    ReplyDelete
  25. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Model bisa ditunjukkan independensi sebuah aksioma dalam sistem. Dua model akan dikatakan isomorfik jika keduanya berkorespondensi satu ke satu terdapat unsur-unsur mereka. Sistem aksiomatik dengan setiap model isomorfik ke yang lain disebut kategoris.

    ReplyDelete
  26. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematics Education atau Matematika Kontekstual, Model matematika merupakan hasil dari pemodelan dari maslah-masalah atau objek kontekstual atau nyata di dunia. Dalam RME atau Kontekstual Matematika, Model matematika dapat didapat dalam beberapa tahapan, yaitu: Matemaika Konkret/Kontekstual, Model Konkret, Model Matematika Formal, Matematika Formal.Model Matematika merupakan tahap ketiga. Sehingga, Model matematika merupakan disebut sebgai pemodelan matematis dari model konkret.

    ReplyDelete
  27. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Salah satu tahap dari pemecahan masalah matematika adalah pembuatan model matematika. Model sebagai penyederhanaan fenomena nyata dalam bentuk matematika. Model juga dapat digunakan untuk menunjukkan independensi sebuah aksioma dalam sistem. Dengan adanya sebuah model yang valid untuk subsistem tanpa aksioma tertentu, menunjukkan bahwa aksioma yang dihilangkan independen jika kebenarannya tidak selalu mengikuti dari subsistem. Jadi, sebuah model matematika untuk sistem aksiomatik adalah seperangkat yang didefinisikan dengan benar, yang memberikan makna untuk istilah terdefinisi disajikan dalam sistem, dengan cara yang benar dengan hubungan yang didefinisikan dalam sistem.

    ReplyDelete
  28. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Model matematika merupakan salah satu tahap atau cara untuk menentukan solusi atau penyelesaian dari suatu permasalahan matematika itu sendri. Dengan menggunakan model matematika makan akan membuat siswa lebih mudah memahami cara menentuk solusi dari permasalahan matematika tersebut.

    ReplyDelete
  29. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Model matematika adalah kumpulan keterkaitan variabel yang berbetuk formulasi/fungsi persamaan dan atau pertidaksamaan yang mengekspresikan sifat pokok dari sistem/proses fisis. Sebuah model matematika dalam optimisasi dan kontrol biasanya menggambarkan suatu sistem sebagai kombinasi dari sekumpulan peubah (variables) dan sekumpulan persamaan yang menyatakan hubungan antara peubah-peubah tersebut. Nilai-nilai dari peubah bisa apa saja; berupa bilangan-bilangan alami (real) atau bulat, Boolean atau berupa barisan angka-angka dan karakter (strings). Sebuah model disebut beton jika makna ditugaskan benda dan hubungan dari dunia nyata, sebagai lawan dari model abstrak yang didasarkan pada sistem aksioma lainnya. Keberadaan model beton membuktikan konsistensi sistem.

    ReplyDelete
  30. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Model matematika untuk sistem aksiomatik adalah himpunan yang terdefinisikan dengan baik., yang memberikan makna untuk istilah yang tidak terdefininisi yang disajikan dalam sistem, dengan cara yang benar dengan hubungan yang terdefinisi di dalam sistem. Dua model disebut isomorfik jika terdapat korenspondensi satu-satu antar anggota dua himpunan tersebut serta terdapat pengawetan hubungan(pengawetan aturan) antar keduanya. Sistem aksiomatik pertama dalam matematika adalah geometri Euclid.

    ReplyDelete
  31. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Dalam artikel ini dituliskan bahwa model matematis untuk sistem aksiomatik adalah rangkaian sesuatu yang didefinisikan dengan baik, yang memberikan makna untuk istilah yang tidak terdefinisi yang disajikan dalam sistem, dengan cara yang benar dengan relasi yang didefinisikan dalam sistem. Adanya model konkret membuktikan konsistensi suatu sistem. Model juga bisa digunakan untuk menunjukkan independensi sebuah aksioma dalam sistem. Dengan membangun model yang valid untuk subsistem tanpa aksioma spesifik, kami menunjukkan bahwa aksioma yang dihilangkan bersifat independen jika ketepatannya tidak mengikuti dari subsistem.

    ReplyDelete
  32. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam artikel ini membicarakan mengenai model matematika. Model matematis untuk sistem aksiomatik adalah rangkaian yang didefinisikan dengan baik, yang memberikan makna untuk istilah yang tidak terdefinisi yang disajikan dalam sistem, dengan cara yang benar dengan relasi yang didefinisikan dalam sistem. Dua model dikatakan isomorfik jika korespondensi satu-ke-satu dapat ditemukan di antara unsur-unsur mereka, dengan cara yang menjaga hubungan mereka.

    ReplyDelete
  33. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran matematika, dikenal tahap memodelkan suatu permasalahan matametika, model disini berupa sesuatu konkrit jika permasalahan matematika dihubungkan dengan objek-objek nyata, model matematka ini biasanya dijumpai pada matematika realistik, komplement dari dari model matematika ini yaitu pembelajaran yang abstrak, yang langsung belajar aksioma-aksioma tanpa menghubungkan dengan objek yang konkrit.

    ReplyDelete
  34. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Model mengacu pada upaya untuk mewakili 'realitas' dalam beberapa bentuk, biasanya untuk membuat kompleksitas situasi sebenarnya lebih mudah dipahami. Model adalah istilah dengan berbagai makna tergantung konteksnya. Pada dasarnya, model merupakan upaya untuk memetakan 'realitas' dalam beberapa bentuk. Model tidak lengkap, ia adalah representasi selektif dari beberapa aspek situasi nyata. Sehingga matematika model adalah studi model matematika yang merupakan reduksi realitas.

    ReplyDelete
  35. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Model matematis membuktikan adanya model nyata mengenai kekonsistensian suatu sistem. Dua model dikatakan isomorfik jika korespondensi satu-ke-satu dapat ditemukan di antara unsur-unsur mereka, dengan cara yang menjaga hubungan mereka. Sistem aksiomatik dimana setiap model isomorfik ke yang lain disebut kategoris, dan sifat dari categoritas menjamin kelengkapan sistem. Sistem aksiomatik pertama adalah geometri Euclidean. Siswa harus memahami model matematis karena dengan model matematis siswa dapat menggunakan logikanya utuk dapat memecahkan masalah tanpa harus menghafal konsep-konsep matematika.

    ReplyDelete
  36. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Model matematika yang saya ketahui adalah bentuk matematika dari suatu permasalahan nyata. Melalui model matematika, maka akan dicari penyelesaian dari masalah yang ada.

    ReplyDelete