Nov 22, 2012

Hermenetika Pembelejaran Matematika_oleh Marsigit



33 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Pada dasarnya, hermeneutika berusaha memahami apa yang dikatakan dengan kembali pada motivasinya atau kepada konteksnya, diperlukan konsep kuno yang bernama “kata batin”– inner word. Hermenetika, yang dalam bahasa Inggrisnya adalah hermeneutics, berasal dari kata Yunani hermeneutine dan hermeneia yang masing – masing berarti “menafsirkan dan “ penafsiran”. Istilah didapat dari sebuah risalah yang berjudul Peri Hermeneias (Tentang Penafsiran). Hermeneutica juga bermuatan pandangan hidup dari penggagasnya. Hermeneutika pembelajaran matematika digambarkan oleh Prof. Dr. Marsigit, M. A dalam gambar tersebut dapat saya tafsirkan sebagai berikut:
    Hampir sama halnya hermeneutika hidup, dalam pembelajaran matematika, guru tidak mungkin memberikan pure mathematics pada siswa. Guru harus mengubah pure mathematics ke dalam bentuk school mathematics terlebih dahulu sebelum mengenalkannya pada siswa. School Mathematics itulah yang digambarkan sebagai matematika horisontal, sedangkan pure mathematics itulah matematika vertikal. Untuk dapat membudayakan matematika diperlukan pemahaman tentang makna matematika pada berbagai dimensinya. Dimensi makna matematika dapat dilihat dari sisi dimensi matematika untuk obyek benda-benda konkrit dan dimensi matematika untuk obyekobyek pikiran. Komunikasi matematika meliputi komunikasi material, komunikasi formal, komunikasi normatif dan komunikasi spiritual. Dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika maka kita lebih cocok untuk mendefinisikan matematika sebagai matematika sekolah, namun untuk tingkat perguruan tinggi kita mendefinisikan matematika sebagai matematika formal atau aksiomatis. Pembudayaan matematika dapat berkontribusi pada keunggulan bangsa melalui inovasi pembelajran matematika yang dilakukan secara terus menerus. Dalam kaitannya untuk memperoleh keunggulan bangsa maka kita bisa memikirkan matematika, pembelajaran matematika maupun pendidikan matematika pada berbagai hirarkhitataran atau level instrinsik, ekstrinsik atau sistemik.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Hermeneutika adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Dalam hal pendidikan matematika maka hermeneutikanya merupakan suatu proses mengkonstruksi pengetahuan hingga menerapkannya. Dimana siswa mengkonstruksi pengetahuannya berangsur-angsur dari konkrit hingga abstrak, serta menggunakan matematisasi vertikal dan matematisasi horizontal. Misalnya, matematika untuk tingkat sekolah dasar khususnya, belajar matematika diawali dengan matematika konkret, dilanjutkan dengan model matematika konkret, selanjutnya matematika formal, dan model matematika formal. Matematika untuk tingkat sekolah dasar adalah aktivitas, jika guru langsung memberikan definisi, maka itu bukan hermeneutika pembelajaran matematika yang tepat untuk siswa SD. Hal ini dikarenakan hakekat belajar matematika siswa SD adalah aktivitas dan jika guru langsung memberikan definisi tentang materi matematika yang dipelajari, itu sama saja membunuh intuisi siswa SD.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Hermenetika dapat kita artikan sebagai proses interpretasi terhadap apa yang kita pelajari. Hermenetika kehidupan dalam filsafat digambarkan sebagai sebuah pegas yang berbentuk spiral dan garus lurus. Lurus berarti kita tidak akan pernah mengulangi hal yang sama. Sedangkan spiral tersebut dapat mengembang dapat pula mengerucut kecil. Hermenetika pembelajaran matematika juga digambarkan sebagai sebuah spiral dan garis lurus. Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran yang telah dilaksanakan tidak akan pernah terulang kembali sedangkan spiral menggambarkan bahwa pembelajaran yang telah berlangsung dapat kita ulangi kembali dengan inovasi baru yang disesuaikan dengan objeknya serta dimensi ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    hermeneutika berusaha memahami apa yang dikatakan dengan kembali pada motivasinya atau kepada konteksnya, diperlukan konsep kuno yang bernama “kata batin” – inner word. Hermenetika, yang dalam bahasa Inggrisnya adalah hermeneutics, berasal dari kata Yunani hermeneutine dan hermeneia yang masing – masing berarti “menafsirkan dan “ penafsiran”. Istilah did dapat dari sebuah risalah yang berjudul Peri Hermeneias (Tentang Penafsiran). Hermeneutica juga bermuatan pandangan hidup dari penggagasnya.hermeneutika hidup, dalam pembelajaran matematika, guru tidak mungkin memberikan pure mathematics pada siswa. Guru harus mengubah pure mathematics ke dalam bentuk school mathematics terlebih dahulu sebelum mengenalkannya pada siswa. School Mathematics itulah yang digambarkan sebagai matematika horisontal, sedangkan pure mathematics itulah matematika vertikal.

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hermeneutika dalam filsafat merupakan jenis filsafat yang mempelajari tentang interpretasi makna. Istilah hermeneutika didefinisikan oleh Martin Heidegger dan Hans George Gadamer (dalam Fahmi Salim, 2010) merupakan proses yang bertujuan untuk menjelaskan hakikat dari pemahaman. Hermeneutika dalam pembelajaran matematika berarti proses untuk menjelaskan hakikat dari pemahaman terhadap konsep matematika dalam pembelajarannya di sekolah.

    ReplyDelete
  6. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Terdapat dua unsur dalam hermeneutika, yaitu lurus dan melingkar. Lurus berarti kita tidak pernah mengulang hal yang sama dalam hidup kita karena semuanya menembus ruang dan waktu. Melingkar berarti berinteraksi. Bila yang di atas guru, maka yang di bawah murid. Bila yang di atas teori pendidikan, maka yang di bawah guru mengajar. Hermeneutika dalam pembelajaran matematika menggunakan pendekatan iceberg (gunung es) seperti yang ada dalam pendidikan matematika realistik (RME). Pendekatan pembelajaran matematika realistik memenuhi kedua komponen proses matematisasi yakni matematisasi horizontal dan matematisasi vertikal. Trefers (1991: 32) menyatakan bahwa matematisasi horizontal merupakan pemodelan situasi masalah dengan menggunakan bahasa matematika yang sudah dia miliki, atau dengan kata lain matematisasi horizontal bergerak pada dunia nyata ke dunia simbol. Sedangkan matematisasi vertikal adalah membangun dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam dunia simbol. Dengan demikian, hermeneutika dalam pembelajaran matematika menunjukkan bahwa kontribusi filsafat dalam pembelajaran matematika diperlukan.

    ReplyDelete
  7. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Hermenitika adalah salah satu jenis filsafat yang mempelajari tentang interpretasi makna. Nama hermeneutika diambil dari kata kerja dalam bahasa yunani hermeneuien yang berarti, menafsirkan, memberi pemahaman, atau menerjemahkan. Dalam hidup selalu terjadi hermenitika. Begitu pula dengan kondisi seorang guru sebagai pendidik. Sebagai pendidik seorang guru harus mampu menginterpretasi makna pembelajaran dengan baik agar mampu dimengerti oleh siswa. Selain itu, guru juga harus mampu menginterpretasi mengenai apa yang ditanyakan siswa dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  8. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pembelajaran matematika horisontal yaitu mengerjakan soal matematika yang berkaitan dengan dunia nyata berdasarkan cara masing-masing, dengan menggunakan simbol yang dibuat sendiri.
    Kenapa menggunakan simbol yang dibuat sendiri? Hal ini disebabkan belum mengenal simbol-simbol formal matematika.
    Sedangkan matematika vertikal adalah ketika telah dapat menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan setiap permasalahan matematika atau juga dapat dikatakan telah menggunakan simbol-simbol yang telah ada.

    ReplyDelete
  9. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Melihat hambar tersebut saya tertarik pada peranan vertical mathematics dan horizontal mathematics. Berbeda dengan teman saya di atas, di kesempatan komen kali ini saya memberikan aplikasi dari vertical mathematics dan horizontal mathematics pada saat pembelajaran matematika, misalnya pada materi bangun ruang sisi datar.
    -siswa diminta menyusun kubus-kubus satuan dan menghitung banyaknya total kubus satuan di dalam dus tersebut untuk menentukan volume dus makanan tersebut.(munculnya Horizontal Mathematics)
    -siswa diminta menghitung volume dengan terlebih dahulu menentukan banyaknya kubus satuan untuk masing-masing panjang lebar dan tinggi dus tersebut, kemudian menghitung volume kubus dengan rumus V= p x l x t. (munculnya Vertical Mathematics)

    ReplyDelete
  10. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Hermenetika pembelajaran matematika terdiri dari dua unsur yaitu garis lurus dan melingkar. Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran akan terus berjalan, kita tidak akan mengulanginya kembali. Sedangkan melingkar artinya kita dapat mengulanginya, hanya saja berbeda ruang dan waktunya. Hermeneutika dalam pembelajaran matematika menggunakan prinsip gunung es, di mana dalam pendekatan ini merupakan realistiknya matematika. Pendekatan gunung es dapat diartikan/diterjemahkan sebagai realistiknya matematika. Dalam matematika terdapat beberapa tingkatan. Tingkatan matematika ini seperti halnya fenomena gunung es, dengan urutan mulai yang paling dasar yaitu, (1) matematika konkret; (2) matematika model konkret; (3) matematika model formal; (4) matematika formal. Tingkatan ini dimulai dari yang hanya bisa memahami matematika dari benda-benda yang bersifat konkret kemudian dapat memodelkan matematika ke dalam benda-benda konkret. Tingkatan selanjutnya yaitu ketika siswa dapat mengerti dan memahami model formal dari permasalahan matematika, artinya dia sudah bisa melakukan perhitungan. Tingkatan paling atas yaitu matematika formal. Dalam tingkatan ini siswa telah mampu membuat sendiri model matematika dari suatu permasalahan dengan menggunakan simbol-simbol formal matematika.

    ReplyDelete
  11. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dalam filsafat, hermeneutika merupakan proses menerjemahkan dan diterjemahkan yang dipresentasikan dalam dua bentuk, yaitu lingkaran dan garis lurus. Berdasarkan perkuliahan yang saya laksanakan bersama Prof.Marsigit, menurut saya hermeneutika adalah perjalanan kehidupan setiap manusia, dimana kita akan kembali pada jam yang sama setiap harinya, akan tetapi dengan hari yang berbeda. Hal ini juga dapat diinterpretasikan pada pembelajaran matematika dimana ketika seorang siswa belajar materi matematika, maka untuk memperdalam pemahamanannya, dia akan belajar lagi mengenai materi tersebut. Mereka butuh untuk mengulan materi yang ada sehingga mereka dapat memahami materi matematika dengan lebih baik.

    ReplyDelete
  12. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan gambar yang diberikan diatas, dapat saya simpulkan bahwa hermenitika pembelajaran matematika merupakan proses yang berlangsung terus menerus dengan melibatkan interpretasi. Hermenitika hidup berbentuk spiral yang artinya terus menerus berlangsung dan cakupannya semakin luas. Dalam keberlangsungannya tersebut memerlukan matematisasi vertikal dan horisontal.

    ReplyDelete
  13. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. gambar diatas berisi tenatng Hermeneutika Matematika sebagai Pendekatan Iceberg yang terdiri dari matematika horizontal dan matematika vertikal. Unsur dasar hermeneutika digambarkan dengan garis lurus dan melingkar, lurus karena kita tidak akan pernah mengulangi hal yang sama, semuanya menembus ruang dan waktu. Unsur berikutnya adalah melingkar. Melingkar artinya berinteraksi, misal yang di atas guru, di bawah murid.

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  15. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Hermeneutika hidup yang digambarkan dalam gambar terdiri dari dua aspek, yaitu teori dan praktik. Digambarkan bahwa praktik terletak di bawah dan yang terletak di atas adalah teori. Maksudnya adalah bahwa manusia hidup tidak langsung mengenal teori, namun memulainya dari praktik. Anak umur 1 tahun tidak mungkin diajarkan berjalan dengan menjelaskan tentang teori berjalan. Mereka belajar praktik, dengan bantuan intuisi, bukan teori. Secara bertahap, sesuai dengan perkembangan usia dan cara berpikir manusia, mereka akan mulai menyentuh ranah teori. Semua itu berputar membentuk spiral yang tak pernah putus. Begitu pula halnya dengan pembelajaran matematika.Hampir sama halnya hermeneutika hidup, dalam pembelajaran matematika, guru tidak mungkin memberikan pure mathematics pada siswa. Guru harus mengubah pure mathematics ke dalam bentuk school mathematics terlebih dahulu sebelum mengenalkannya pada siswa. School Mathematics itulah yang digambarkan sebagai matematika horisontal, sedangkan pure mathematics itulah matematika vertikal

    ReplyDelete
  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Pada bagian ini akan dijelaskana hemenetika itu menggunakan pendekatan iceberg yang mana gambar ini mencerikatakan kontruksi yang abstrak menuju ke suatau model yanag man amodel itu adlaah matematika itu sendiri.Hermenetika pembelajaran matematika terdiri dari dua unsur yaitu garis lurus dan melingkar. Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran akan terus berjalan, kita tidak akan mengulanginya kembali. Sedangkan melingkar artinya kita dapat mengulanginya, hanya saja berbeda ruang dan waktunya. Hermeneutika dalam pembelajaran matematika menggunakan prinsip gunung es, dimana dalam pendekatan ini merupakan realistiknya matematika. Ada matematika horizontal dan matematika vertika. Dalam matematika horizontal, siswa mengerjakan soal matematika yang berkaitan dengan dunia nyata berdasarkan cara mereka sendiri, masih menggunakan simbol yang mereka buat sendiri, mereka belum mengenal simbol-simbol formal matematika. Sedangkan matematika vertikal adalah saat mereka telah dapat menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan setiap permasalahan matematika atau juga dapat dikatakan telah menggunakan matematika formal. Pendekatan gunung es ini mempunyai maksud menjadikan siswa berkompeten dan dapat mengembngkan keterampilan hidupnya.

    ReplyDelete
  17. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hermeneutika berkaitan erat dengan kegiatan menerjemahkan/diterjemakan sesuatu hal untuk memperoleh makna yang terkandung di baliknya. Dalam pembelajaran matematika, hermeneutika ini penting untuk diterapkan. Dalam proses “menerjemahkan dan diterjemahkan” ketika pembelajaran matematika adalah guru menerjemahkan siswa dan siswa pun menerjemahkan guru atau ; siswa harus mampu menerjemahkan matematika. Guru harus mampu menerjemahkan siswa maksudnya guru harus memahami kemampuan dan karakter siswa. Tujuannya agar dalam pembelajaran, siswa dapat memperoleh sesuai apa yang bermanfaat untuknya. Dan yang tak kalah penting adalah siswa dapat menerjemahkan matematika yang disampaikan oleh guru dengan baik.

    ReplyDelete
  18. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Hermenetika cycle yang ditunjukkan merupakan gambaran matematika bahwa materinya akan terus berlanjut dan juga diulangi.
    Dalam matematika untuk menginterpretasikan hermenetika cycle tidak dibatasi. Matematika harus mempunyai dasar yang kuat. Sehingga kunci utama matematika ada didasar yaitu ketika anak pertama kali belajar matematika. Sejatinya matematika adalah pelajaran kontekstual. Olehnya itu anak yang belajar matematika diawali dengan pendekatan kontekstual.

    ReplyDelete
  19. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Metode hermenitika merupakan salah satu metode bagaimana agar kita dapat menjalani kehidupan ini sebaik-baiknya, metode hermeneutika juga dikatakan sebagai metode dengan cara menafsirkan atau menerjemahkan sesuatu hingga didapati makna akan sesuatu . Dalam pembelajaran matematika metode hermeneutika ini penting untuk diterapkan. Guru harus mampu menerjemahkan siswa maksudnya guru harus mengerti dan benar-benar faham karakter, kemampuan dan potensi yang dimiliki siswanya. Tujuannya agar dalam pembelajaran siswa dapat memperoleh sesuai apa yang mereka butuhkan. Selain itu siswa juga perlu mengerti, mengenal, tidak asing dan dekat dengan gurunya. Kemudian yang paling utama yaitu siswa dapat menerjemahkan matematika yang didasari atas kemauan yang timbul dari dalam dirinya sendiri atau bukan dengan paksaan.

    ReplyDelete
  20. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Hermeneutik dari pendekatan Iceberg atau gunung es di atas menunjukkan pembelajaran matematika terdiri atas matematika horisontal dan matematika vertikal. Matematika horizontal dimana siswa dapat mengubah masalah nyata ke dalam simbol dan matematika vertikal merupakan kemampuan siswa dalam mengubah simbol kedalam bentuk masalah di dunia nyata. Hermeneutika dalam hidup merupakan suatu interpretasi yang dilakukan secara terus menerus hingga mengerucut yang terdiri atas garis lurus atau pembelajaran akan berjalan terus menerus dan melingkar yang artinya kita dapat mengulanginya hanya saja berbeda ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Hermeneutika adalah salah satu jenis filsafat yang mempelajari tentang interpretasi makna. Di setiap generasinya hermeneutika selalu berproses sesuai dengan pemahaman yang bersifat obyektif pada generasi tersebut.

    ReplyDelete
  22. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Hermenitika ialah terjamah atau diterjemah. Jika dalam pembelajaran matematika, hermenitikanya ialah bentuk interaksi siswa dengan guru dalam proses belajar mengajar. Dimana siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika menggunakan matematika vertical dan horizontal. Adanya hermenetika dalam pendidikan matematika ini akan menyebabkan pembelajaran matematika terjadi secara dua kategori yaitu garis lurus (linier) dan melingkar (siklik). Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran akan terus berjalan sehinga kita tidak akan mengulanginya kembali. Sedangkan melingkar artinya pembelajaran akan terjadi terus menerus sehingga kita dapat mengulanginya, hanya saja berbeda ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  23. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hampir sama halnya hermeneutika hidup, dalam pembelajaran matematika, guru tidak mungkin memberikan pure mathematics pada siswa. Guru harus mengubah pure mathematics ke dalam bentuk school mathematics terlebih dahulu sebelum mengenalkannya pada siswa. Jadi untuk mencapai pure mathematics maka diperlukan school mathematics pada siswa agar siswa menyukai matematika yang bersifat real kemudian dibawa kedalam matematika abstrak.

    ReplyDelete
  24. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam pembelajaran matematika terdiri atas garis melingkar dan garis lurus. Garis lurus yang akan berjalan terus menerus tanpa henti serta bisa selalu diperpanjang, dan garis melingkar artinya bahwa hidup kita kan berputar kadang posisi di atas atau dibawah, kedua hal ini akan saling berhubungan. Tidak akan selalu lurus atau melingkar. Selain itu dalam elegi ini, terdapat gambar spiral yang mencerminkan bahwa dalam mempelajari atau mendapatkan sebuah pengetahuan baru tidaklah mudah, terkadang banyak halangan dan rintangan yang menghadang dalam mendapatkan ilmu itu. itu semua tergantung pada pendirian kita untuk tetap mempelajari matematika atau tidak, karena jika dipikirkan semua ilmu memiliki kesuitannya masing-masing, tidak ada yang dengan mudah bisa didapatkan.

    ReplyDelete
  25. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam pembelajaran matematika seringkali kita dengar proses matematisasi. Matermatisasi ini merupakan bagian dari Hermeneutika matematika, yaitu studi tentang pemahaman atau interpretasi makna. Dalam hermeneutika ini terjadi suatu proses penerjemahan dari teks-teks. Oleh karena itu, Hermeutika dalam matematika ini sangat erat kaitannya dengan proses matematisasi yang juga di dalamnya terjadi proses penerjemahan atau penafsiran baik dari dunia nyata terhadap model matematika ataupun sebaliknya dari model matematika terhadap dunia nyata. Matematisasi vertikal yang merupakan proses peneejemahan dari dunia nyata ke dunia matematika dan matematisasi horizontal yang merupakan proses penerjemahan dari dunia matematika ke dunia nyata.

    ReplyDelete
  26. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jikalau dapat diartikan poembelajaran matematika dapat digambarkan seperti yang disajikan Pak Prof. Dimana pembelajaran matematika itu bertujuan untuk memandang ke masa depan, siklus, bagaikan spiral, menuju yang baik. Maksud dari masa depan dan yang baik merupakan tujuan yang dicapai-capai oleh siapapun yang ingin belajar matematika. Dan spiral maksudnya bahwa pembelajaran bukan hanya satu kali saja namun secara kontinu bagaikan lingkaran dan setiap periodenya melakukan refleksi diri. Serta bagaikan spiral karan untuk setiap waktunya dengan belajar matematika akan memperluas pengetahuannya dari matematika.

    ReplyDelete
  27. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam bagan di atas terlihat jelas bahwa matematika digambarkan sebagai proses hermenitika yang berbentuk spiral. Berjalan menembus ruang dan waktu dan berhemeneutika, artinya adalah matematika berarti menerjemahkan dan diterjemahkan. Hermeneutika dalam matematika terjadi atas teori dan praktek, yang berupa interpretasi-interpretasi dari test-test atau problem matematika. Bentuk spiral yang ada disini juga menggambarkan bahwa matematika itu bersiklus memutar, artinya bahwa ada kesesuaian dan keseimbangan antara matematika vertikal dan matematika horisontal. Artinya bahwa matematika berarti berkaitan dengan pemodelan kehidupan nyata yang dinyatakan dalam bentuk matematika formal dan diolah secara terstruktur.

    ReplyDelete
  28. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hermenetika pembelajaran erat kaitannya dengan makna, terjemahan dari suatu objek atau situasi. Dalam pembelajaran matematika, proses saling menejermahkan dapat dianggap sebagai hermenetika. Guru menerjemahkan siswa, dan sebaliknya, juga siswa dan guru sama-sama menerjemahkan matematika. Sehingga digambarkan, hermenetika berbentuk cycle, yaitu terus menerus dan berulang-ulang. Dalam proses ini pula dituliskan bahwa siswa mengalami matematika horizontal atau matematika sekolah, hasil dari penerjemahan guru mengenai matematika vertikal atau matematika formal

    ReplyDelete
  29. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Yang dimaksud hermeneutika dalam pembelajaran matematika adalah proses matematisasi siswa. hal ini berkaitan dengan pendekatan Iceberg atau gunung es. Terdapat dua macam proses matematisasi, yakni horizontal dan vertikal. Matematisasi horizontal ibarat sebuah lingkaran dalam hermeneutika, karena berupa proses mematematikakan kehidupan nyata ke dalam model matematika maupun sebaliknya. Sedangkan matematisasi vertikal merupakan proses siswa mengoperasikan simbol-simbol dalam matematika formal, sehingga ibarat sebuah garis lurus dalam hermeneutika. Sehingga jika menggabungkan keduanya, maka terbentuklah sebuah hermeneutika (spiral yang merentang) dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  30. Dwi Kawuryani
    S1 Pend.Mat I 2014
    14301241049
    hermeneutika berusaha memahami apa yang dikatakan dengan kembali pada motivasinya atau kepada konteksnya, diperlukan konsep kuno yang bernama “kata batin” – inner word. Hermenetika, yang dalam bahasa Inggrisnya adalah hermeneutics, berasal dari kata Yunani hermeneutine dan hermeneia yang masing – masing berarti “menafsirkan dan “ penafsiran”. Hermeneutika pembelajaran Matematika artinya menyampaikan Matematika formal Ke dalam bentuk Matematika realistik. Penyampaian ini akan membantu siswa lebih dekat dengan Matematika dan lebih akrab dengan Matematika realistik.

    ReplyDelete
  31. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Ada dua jenis matematisasi, yaitu matematis horisontal dan vertikal. Dalam matematisasi horizontal, para siswa menghasilkan alat matematika yang dapat membantu mengorganisir dan memecahkan masalah yang berada dalam situasi kehidupan nyata, mentransfer masalah dunia nyata ke masalah matematika. Sedangkan, matematisasi vertikal adalah proses reorganisasi dalam sistem matematis itu sendiri. Pendekatan iceberg adalah sebuah pendekatan yang menggambarkan seperti gunung es yang mewakili beberapa langkah dari masalah kehidupan sehari-hari / masalah dunia nyata menjadi masalah matematika. Dalam pendekatan iceberg, ada beberapa langkah seperti: matematika konkret, model matematis matematika, model formal matematika, dan matematika formal.

    ReplyDelete
  32. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Seharusnya pembelajaran matematika menggunakan dua matematisasi. Freudenthal berpendapat bahwa siswa tidak dapat dipandang sebagai penerima pasif matematika yang sudah jadi. Pendidikan matematika harus diarahkan pada penggunaan berbagai situasi dan kesempatan yang memungkinkan siswa menemukan kembali (reinvention) matematika berdasarkan usaha mereka sendiri. Untuk menekankan bahwa proses lebih penting daripada hasil, dalam pendekatan matematika digunakan istilah matematisasi. Matematisasi dibedakan menjadi dua yaitu matematisasi vertical dan matematisasi horizontal. Matematisasi horizontal adalah proses penyelesaian soal-soal kontekstual dari dunia nyata. Siswa mencoba menyelesaikan soal-soal dari dunia nyata dengan cara mereka sendiri, dan menggunakan bahasa dan symbol mereka sendiri. Sedangkan matematisasi vertical adalah proses formalisasi konsep matematika. Siswa mencoba menyusun prosedur umum yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan soal-soal sejenis secara langsung tanpa bantuan konteks. Dengan begitu pembelajaran matematika akan berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  33. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Hermenetika pembelajaran matematika terdiri dari dua unsur yaitu garis lurus dan melingkar. Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran akan terus berjalan, kita tidak akan mengulanginya kembali. Sedangkan melingkar artinya kita dapat mengulanginya, hanya saja berbeda ruang dan waktunya. Hermeneutika dalam pembelajaran matematika menggunakan prinsip gunung es, dimana dalam pendekatan ini merupakan realistiknya matematika. Ada matematika horizontal dan matematika vertika. Dalam matematika horizontal, siswa mengerjakan soal matematika yang berkaitan dengan dunia nyata berdasarkan cara mereka sendiri, masih menggunakan simbol yang mereka buat sendiri, mereka belum mengenal simbol-simbol formal matematika. Sedangkan matematika vertikal adalah saat mereka telah dapat menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan setiap permasalahan matematika atau juga dapat dikatakan telah menggunakan matematika formal. Pendekatan gunung es ini mempunyai maksud menjadikan siswa berkompeten dan dapat mengembngkan keterampilan hidupnya (Nuruniyah, 2013)

    ReplyDelete