Nov 22, 2012

Hakekat Kurikulum_Diresensi oleh Marsigit



55 comments:

  1. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kurikulum memiliki kedudukan dan posisi yang sangat sentral dalam keseluruhan proses pendidikan khususnya dalam mencapai tujuan pendidikan. Sebagaimana yang dinyatakan dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 1 ayat 19 bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Adapun, hakikat dari kurikulum itu sendiri menurut Saylor, Alexander, dan Leuwis (1981) adalah dengan membuat kategori rumusan pengertian kurikulum yaitu kurikulum sebagai rencana tentang mata pelajaran atau bahan-bahan pelajaran, kurikulum sebagai rencana tentang pengalaman belajar, kurikulum sebagai rencana tentang kesempatan belajar.

    ReplyDelete
  2. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Becher dan Maclure (1978) dalam (Marsigit, 2008) menyebut 2 (dua) macam kedudukan guru di dalam inovasi pembelajaran dikaitkan dengan pengembangan kurikulum. Pertama, di dalam kurikulum yang bersifat Instrumental, peran guru dinyatakan sebagai pelaksana kurikulum dengan mengembangkan peran dominasinya terhadap pembelajaran matematika yang diselenggarakan dalam rangka mengantar para siswa untuk mencapai tujuan tertentu (memperoleh ijazah/mencari pekerjaan); dengan asumsi bahwa siswa dapat dimanipulasi dalam proses pendidikan. Kedua, di dalam kurikulum yang bersifat Interaktif/Individual, peran guru dinyatakan sebagai pengembang kurikulum dengan mengembangkan fungsi guru sebagai fasilitator dan membantu kebutuhan belajar siswa; dengan asumsi bahwa siswa perlu diberi kesempatan untuk mengutarakan inisiatifnya dan menkonstruksi konsep matematika sesuai dengan kecepatan dan kesiapan masing-masing.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam menyusun kurikulum ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan yang saling berkaitan untuk mendukung satu sama lain.
    Salah satu aspek diantaranya adalah bagaimana kurikulum yang instrumental, interaktif, dan individualistik.
    Tujuannya adalah membentuk satu kesatuan kurikulum yang relevan dan sesuai dengan karakteristik sumber daya manusia di Indonesia.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Tabel diatas adalah tabel hakekat kurikulum. dimana kurikulum dibedakan menjadi 3 jenis yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individual. seyogyanya kurikulum di Indonesia dibuat mencakup 3 hal diatas dengan meminimalisir kelemahan yang ada di ketiga aspek kurikulum.

    ReplyDelete
  5. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. terdapat tiga komponen utama pendidikan, yaitu siswa, guru dan kurikulum. Fungsi kurikulum dalam pendidikan merupakan sarana untuk mencapai tujuan pendididkan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan Negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, idiologi, kebudayaan. Kurikulum sendiri terbagi menjadi tiga yaitu kurikulum instrumental, interactive, dan individualistik yang masing-masing memiliki perbedaan.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dapat kita ketahui tabel di atas, bahwa terdapat tiga pembagian kurikulum yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individual. Setiap kurikulum mempunyai karakteristik tertentu. dan untuk di Indonesia menurut saya yang paling tepat untuk diterapkan adalah kurikulum interaktif, karena salah satu aspek yang menonjol dari kurikulum interaktif adalah aspek sosial yang mendukung aktivitas pembelajaran bagi siswa


    ReplyDelete
  7. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Berdasarkan pembagian di atas, kurikulum dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Instrumen Kurikulum, Kurikulum Interaktif, dan Kurikulum Individualistik. Pada instrumental Curriculum disajikan berbagai ciri dari kurikulum yaitu kurikulum saat ini yang dijadikan sebagai salah satu instrumen input dalam pendidikan, yaitu kurikulum yang nyata berlaku. Pada kolom bagian kurikulum interaktif ada berbagai ciri pada kurikulum yang sebenarnya ingin dicapai, yaitu pembelajaran yang interaktif dengan peserta didik dapat mengonstruksi pengetahuannya melalui komunikasi sosial. Sedangkan pada kolom Kurikulum Individualistik berisi ciri kurikulum yang berada pada angan-angan, yaitu angan-angan individual, yaitu angan bebas sesuka si pemilik pikiran. Dari ketiga kolom tersebut, maka hakekat kurikulum sesungguhnya adalah relatif, relatif dari sudut pandang mana kita berbicara. Karena segala yang Ada dan yang mungkin Ada di dunia ini sifatnya adalah berubah-ubah (relatif).

    ReplyDelete
  8. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Berdasarkan tabel di atas, terdapat 3 jenis kurikulum, yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individual. Masing-masing kurikulum memiliki ciri atau karakteristik masing-masing. Ciri-ciri itu dilihat dari segi keterlibatan guru dalam pembuatan kurikulum : dalam Kurikulum Instrumental guru bertindak sebagai penerima pasif, artinya kurikulum telah ditetapkan oleh pemerintah, dan guru hanya menerima kemudian menerapkan/menggunakan. Sedangkan dalam kurikulum Interaktif guru mewakili dalam pembuatan kurikulum, artinya kurikulum diterapkan oleh suatu kebijakan dan guru ikut mempertimbangkannya. Dan dalam Kurikulum individual guru mengembangkan kurikulum, bukan sebagai penerima saja ataupun sebagai wakil dalam penetapan kurikulum.

    ReplyDelete
  9. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari tabel yang disajikan tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individualistik membutuhkan dan menerapkan hal yang berbeda. Misalnya dari segi gurunya. Ketiga hal tersebut memunculkan tipe guru yang berbeda. Ada yang guru bertindak pasif, guru yang mencerminkan siswanya, ataupun guru yang berfungsi sebagai pengembang. Menurut saya, untuk mencapai kurikulum yang berkualitas hendaknya harus mampu memunculkan bakat dan kemampuan dari siswa sehingga hendaknya guru bersifat memotivasi siswa dan memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan dan cara berpikirnya.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari gambar di atas dapat diketahui tiga macam kurikulum dari sudut pandang yang berbeda, yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Pada jenis instrumental curriculum, guru msih mendominsi (menguasai) pembelajaran. Selain itu, guru juga disebut sebagai penerima pasif, maksudnya ahanya menerima kurikulum dari pusat saja. Guru tidak turut serta menganalisis atau mengevaluasi anak didiknya. Sedangkan pada jenis interactive curriculum, guru lebih ikut turut serta (berpartisipasi). Dan pada jenis individualistic curriculum, guru berperan sebagai pengembang. Dari ketiga jenis kurikulum ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Melihat kondisi saat ini, Indonesia memang sedang mengalami polemik tentang adanya perubahan kurikulum. Semoga dengan adanya perubahan, dapat menjadi langkah awal untuk mencapai kemajuan kualitas pendidikan Indonesia. Amiin.

    ReplyDelete
  11. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/marsigit-dr-ma/makalahmarsigitstadium-generaleuin24-desember-2008.pdf, Dowling dalam Ernest (1991: 93), berdasar rekomendasi dari Foucault dan Bernstein, mengembangkan berbagai macam konteks kegiatan matematika. Dia membagi satu dimensi model menjadi 4 (empat) macam yaitu : Production (kreativitas), Recontextualization (pandangan guru dan dasar-dasar kependidikan), Reproduction (kegiatan di kelas) dan Operationalization (penggunaan matematika). Dimensi kedua dari pengembangannya memuat 4 (empat) macam yaoitu: Academic (pada pendidikan tinggi), School (konteks sekolah), Work (kerja) dan Popular (konsumen dan masyarakat). Dengan memasukkan berbagai macam konteks matematika, berarti kita telah mengakui tesis D’Ambrosio (1985: 25) dalam ‘ethnomathematics’ nya. Tesis tersebut menyatakan bahwa matematika terkait dengan aspek budaya; secara khusus disebutkan bahwa kegiatan-kegiatan seperti hitung-menghitung, mengukur, mendesain, bermain, berbelanja, dst. Merupakan akar dari pengembangan matematika. Dowling dalam Ernest (1991: 120) mengakui bahwa pandangan demikian memang agak kabur; kecuali jika didukung oleh pembenaran tradisi matematika

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berbicara masalah kurikulum kita tahu bahwa kurikulum adalah sebuah aturan di dalam mengajar. Hakekat kurikulum menurut Saylor, Alexander dan leuwis (1981), membuat kategori rumusan pengertian kurikulum, yaitu: (1) Kurikulum sebagai rencana tentang mata pelajaran atau bahan-bahan pelajaran Menurut kamus webster’s new international dictionary, yang sudah memasukkan istilah kurikulum dalam khasanah kosakata bahasa inggris sejak tahun 1593, member arti kepada istilah kurikulum sebagai beriku (a) Sebagai sejumlah pelajaran yang ditetapkan untuk dipelajari oleh siswa disuatu sekolah atau perguruan tinggi, untuk memperoleh ijazasah atau gelar. (b) Keseluruhan mata pelajaran yang ditawarkan oleh suatu lembaga pendidikan atau suatu departemen tertentu.(2) Kurikulum sebagai rencana tentang pengalaman belajar.Pengalaman-pengalaman belajar bisa berupa mempelajari mata pelajaran dan berbagai kegiatan lain yang dapat memberi pengalaman beajar yang bermanfaat. Kegiatan belajar pun tidak terbatas pada kegiatan-kegitan belajar didalam kelas atau sekolah, melainkan juga kegiatan yang dilakukan diluar kelas atau sekolah; asalkan dilakukan atas tanggung jawab sekolah (Romine, 1954).(3) Kurikulum sebagai rencana tentang kesempatan belajar. Istilah rencana belajar yaitu apa yang diinginkan oleh perencana kurikulum untuk dipelajari siswa selama mengikuti pendidikan di sekolah. Menurut Hilda Taba(1962) menyatakan kurikulum adalah suatu rencana belajar. Oleh karena itu, konsep-konsep tetang belajar dan perkembangan individu dapat mewarnai bentuk-bentuk kurikulum. Rencana belajar mencakup tujuan, materi, organisasi kegiatan dan penilaian keberhasilan belajar.

    ReplyDelete
  13. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada dasarnya tujuan pokok pendidikan itu tetap, namun ini tak berarti kurikulum juga harus tetap. Kurikulum justru harus berkembang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat pada umumnya. Tugas pokok dari filsafat ilmu adalah memberikan arahan dari tujuan pendidikan, sehingga tujuan yang hendak dicapai perlu diprogramkan dalam kurikulum.

    ReplyDelete
  14. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam tabel tersebut dapat dilihat bahwa dalam hakekat kurikulum dibagi menjadi 3, yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum dan individualistic curriculum. Guru juga ikut menentukan kurikulum yang ada, karena guru yang mengetahui bagaimana keadaan dan situasi di lapangan. Sedangkan pemerintah berperan sebagai penentu standar yang harus dipenuhi dari suatu pembelajaran.

    ReplyDelete
  15. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Di Indonesia sudah beberapa kali terjadi perubahan kurikulum.
    Hal ini disebab kan untuk menggapai kurikulum yang baik. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang mampu memenuhi kebutuhan pendidikan saat ini.
    Selain itu penerapan kurikulum harus didasarkan pada berbagai aspek agar dapat menghasilkan kurikulum pendidikan yang cocok.
    Dengan kurikulum yang ada nantinya diharapkan mampu meningkatkan kualitas prestasi peserta didik.

    ReplyDelete
  16. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Hakekat kurikulum merupakan pengalaman peserta didik baik disekolah maupun diluar sekolah di bawah bimbingan sekolah. Kurikulum tidak hanya terbatas pada mata pelajaran, tetapi meliputi segala sesuatu yang mempengaruhi peserta didik, dan bias menentukan arah atau mengantisipasi sesuatu yang akan terjadi dalam hal ini ialah kurikulum. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Pendidikan tidak mungkin berjalan dengan baik atau berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan jika pendidikan tidak dijalankan sesuai dengan kurikulum. Kurikulum yang dibuat tidak dapat mencapai kesempurnaan jika dalam penyusunannya penyusun kurikulum tidak memahami secara utuh hakikat dan fungsi kurikulum.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Hakikat kurikulum dibagi atas 3 bagian yaitu kurikulum instrumen, kurikulum interaktif, dan kurikulum individualistik. Kurikulum instrumental terdiri atas paket disiplin, pekerjaan, materi yang terstruktur, mendominasi, guru sebagai penerima pasif, mencapai suatu tujuan tertentu, dan berangkat dari kehidupan nyata. Guru sebagai penerima pasif, jika saya artikan seorang guru dalam penyusunan kurikulum bertindak pasif artinya hanya menerima aturan dan melaksankan saja tanpa ikut menyusun.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Hakekat kurikulum menurut Saylor, Alexander dan leuwis (1981), membuat kategori rumusan pengertian kurikulum, yaitu:
    1. Kurikulum sebagai rencana tentang mata pelajaran atau bahan-bahan pelajaran
    2. Kurikulum sebagai rencana tentang pengalaman belajar
    3. Kurikulum sebagai rencana tentang kesempatan belajar

    ReplyDelete
  19. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam penyusunan kurikulum harus dengan berlandaskan tujuan pendidikan pada suatu Negara. Karena kurikulum merupakan hal penting dalam pendidikan yang mencakup rancangan belajar siswa, strategi belajar, kegiatan guru, kegiatan siswa dan lainnya. Instrumental kurikulum, interactive kurikulum, dan individualism kurikulum ini bisa dijadikan acuan kurikulum yang seperti apa yang pas untuk Negara kita.

    ReplyDelete
  20. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Peranan kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah itu sangatlah strategis dan menentukan pencapaian tujuan pendidikan. Kurikulum memiliki kedudukan dan posisi yang sangat sentral dalam keseluruhan proses pendidikan, bahkan kurikulum merupakan syarat mutlak dan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri.  Hakikat kurikulum dibagi kedalam tiga jenis yaitu instrumental kurikulum, interaktif kurikulum, dan individualisik kurikulum. Ketiga kurikulum tersebut memiliki perbedaan satu sama lainnya. Pada masing-masing kurikulum tentu juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Dalam kurikulum Instrumental guru bertindak sebagai penerima pasif yang hanya menerima, menerapkan dan menggunakan kurikulum yang ada. Sedangkan dalam kurikulum Interaktif, guru turut berperan aktif dalam penyusunan kurikulum, artinya kurikulum diterapkan oleh suatu kebijakan dan guru ikut mempertimbangkannya. Dan dalam Kurikulum individual, guru sudah mampu mengembangkan kurikulum yang ada. Melihat kondisi saat ini, Indonesia memang sedang mengalami polemik tentang adanya perubahan kurikulum. Semoga dengan adanya perubahan, dapat menjadi langkah awal untuk mencapai kemajuan kualitas pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  21. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam gambar yang dicuplikan oleb bapak Marsigit, disajikan tiga buah kurikulum yaitu kurikulum berbasis Instrumental, Kurikulkum berbasiskan Interaktif, dan Kurikulum berbasiskan Individualitas. Terdapat berbagai hal yang berbeda dalam ketiga kurikulum tersebut seperti dalam table. Namun saya, menyoroti atas peranan guru dalam ketiga kurikulum tersebut. Bisa dinyatakan bahwa Kurikulum yang ingin dicapai Indonesia saat ini adalah Campuran dari Kurikulum berbasis Interaktif dan Individualistic. Guru sebagai fasilitator dan siswa merekronstruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  22. Heni Lilia dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari perbandingan ketiga jenis kurikulum di atas, nampak jelas bahwa kurikulum Interaktif yang paling terap diterapkan dengan ciri-ciri yang membedakan dengan kurikulum lain. Pada kurikulum Interaktif peran guru dinyatakan sebagai pengembang kurikulum, dengan mengembangkan fungsi guru sebagai melayani/fasilitator dan membantu kebutuhan belajar siswa; dengan asumsi bahwa siswa perlu diberi kesempatan untuk mengutarakan inisiatifnya dan menkonstruksi konsep matematika sesuai dengan kecepatan dan kesiapan masing-masing. Siswa mempunyai hak untuk mengkonstruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  23. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kurikulum merupakan hal penting dalam pendidikan. Dalam menyusun kurikulum diperlukan landasan atau fondasi yang kuat yaitu melalui pemikiran dan penelitian secara mendalam. Kurikulum dapat diartikan sebagai kegiatan yang mencakup berbagai rencana kegiatan siswa yang terperinci berupa bentuk-bentuk bahan pendidikan, saran-saran strategi belajar mengajar, pengaturan-pengaturan program agar dapat diterapkan, dan hal-hal yang mencakup pada kegiatan yang betujuan mencapai tujuan pendidikan. Seperti dalam tabel kurikulum yang disampaikan bahwa terdapat tiga jenis kurikulum yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif dan kurikulum individual.

    ReplyDelete
  24. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Terdapat tiga jenis kurikulum sebagaimana yang tercantum dalam bagan di atas, yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Ketiganya mempunyai ciri khas masing-masing serta mempunyai tujuannya masing-masing. Sehingga tergantung bagaimana kriteria siswa, mana kurikulum yang cocok untuk kriteria tersebut. tetapi menurut saya, interactive urriculum yang paling cocok diterapkan di Indonesia. Karena nilai-nilai sosial merupakan salah satu karakter bangsa.

    ReplyDelete
  25. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa segala sesuatu yang akan dilakukan dalam pembelajaran harus direncanakan dalam sebuah kurikulum.

    ReplyDelete
  26. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Menurut Becher dan Maclure, ada dua komponen yang terkati dalam inovasi pengembangan kurikulum pembelajaran matematika. Pertama, dalam kurikulum yang berperan penting, peran guru dinyatakan sebagai pelaksana kurikulum, dengan mengembangkan peran dominasinya terhadap pembelajaran matematika yang terorganisir agar dapat mengawal siswa mencapai tujuan tertentu. Kedua, dalam kurikulum yang Interaktif / Perorangan, peran guru dinyatakan sebagai pengembang kurikulum, dengan mengembangkan fungsi guru sebagai penampung / fasilitator dan membantu kebutuhan belajar siswa, dengan asumsi bahwa siswa harus diberi kesempatan untuk mengemukakan inisiatif. Dan konsep matematika konstruksi sesuai dengan kecepatan dan kesiapan masing-masing. Siswa berhak belajar.

    ReplyDelete
  27. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Ada beberapa jenis kurikulum yang ada di dunia pendidikan ini, Dalam artikel ini dituliskan beberapa jenis kurikulum yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individualis. Kurikulum instrumental hanya cocok digunakan untuk kehidupan nyata yang sekarang terjadi. Kurikulum interaktif cocok digunakan untuk mempersiapkan perubahan dunia. Kurikulum individualis cocok digunakan untuk mempersiapkan dunia yang tidak tahu akan seperti apa ke depannya, di sini setiap individu dituntut siap apapun yang terjadi di masa berikutnya.

    ReplyDelete
  28. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Dari gambar di atas terdapat tiga macam kurikulum yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Setiap jenis memiliki kekurangan dan kelebihan dari berberbagai sisi. Namun dari ketiga jenis kurikulum tersebut, secara pribadi menurut saya bahwa kurikulum yang paling cocok untuk pendidikan di Indonesia pada saat ini adalah kurikulum yang interaktif.

    ReplyDelete
  29. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Kurikulum menjadi pegangan penting para guru untuk mengajar di sekolah. Berdasarkan ilustrasi tabel di atas, hakikat kurikulum dibedakan menjadi instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Kurikulum di Indonesia sebenarnya bisa mengkombinasikan antara instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Kita dapat mengambil beberapa karakteristik positif dari masing-masing hakikat kurikulum, untuk diolah menjadi hakikat kurikulum di Negara Indonesia. Misalnya, interactive kurikulum sangat baik dan menonjol pada social adjustment, namun kurang terstruktur. Agar lebih terstruktur dapat dikombinasikan dengan instrumental curriculum dengan highly structured material.

    ReplyDelete
  30. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kurikulum memegang peranan penting dalam system pendidikan. Berbagai kurikulum menawarkan pembelajaran yang berbeda dan pada intinya menghasilkan goal yang sama yakni bperubahan dari individu tersebut entah perubahan tersebut dipandang dari kemampuan kognitif maupun afektif. Seperti tiga buah kurikulum diatas memandang obyek pembelajaran berbeda , perlakuan yang berbeda dan hasil dengan obyek yang berbeda pula. Namun, ada persamaan yakni keduanya mengingkinkan adanya hasil dan perubahan kepada obyek yang di didik. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  31. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Menurut tabel tersebut, pada hakikatnya kurikulum dapat dibagi menjadi tiga macam. Dilihat dari peran guru, ketiganya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Jenis kurikulum yang pertama adalah instrumental kurikulum, pada kurikulum ini, dominasi guru dalam pembelajaran sangat kuat. Sementara itu, kurikulum disusun oleh pemerintah pusat dan guru tidak terlibat dalam penyusunan maupun evaluasi kurikulum. Guru hanya bertindak sebagai pelaksana kurikulum atau disebut sebagai penerima pasif. Sedangkan pada jenis kurikulum yang kedua, yaitu interaktif kurikulum, guru ikut berpartisipasi dalam kurikulum. Jenis kurikulum yang ketiga ialah individualistik kurikulum. Pada kurikulum ini, guru bukan sekedar berpartisipasi, namun guru berperan sebagai pengembang kurikulum. Ketiga kurikulum tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing.

    ReplyDelete
  32. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Kurikulum merupakan suatu rancangan dalam pendidikan. Seluruh kegiatan pendidikan bermuara kepada kurikulum. Sehingga kurikulum disebut juga sebagai sentral pendidikan. Kurikulum memiliki tujuan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa hakekat kurikulum itu terdiri dari insrumental, interaktif, dan individualistik. Berdasar tabel di atas dapat dilihat bahwa kurikulum yang instrumental itu struktur materialnya sangat tinggi, mendominasi, guru hanya penerima yang pasif, dan lain-lain. Sedangkan kurikulum yang interaktif itu lebih mementingkan penelitian mengenai suatu materi, memgatur, guru sebagai penerima, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  33. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Tabel di atas menggambarkan tiga jenis kurikulum, kurikulum Instrumental, kurikulum Interaktif dan kurikulum individualistik. Kurikulum instrumental cenderung guru Sentralistik dan guru hanya menerima kurikulum, tanpa mengevaluasi. Kurikulum interaktif, guru merupakan peserta, kurikulum individualistik, guru berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum, dan guru hanya sebagai asisten (fasilitator bagi siswa).

    ReplyDelete
  34. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan tabel diatas, sebagai guru, kita mendapatkan "peran dan posisi" yang berbeda-beda. Dalam kurikulum instrumental, guru difokuskan pada karir atau pekerjaan semata, dimana guru didominasi oleh kurikulum yang anda sehingga guru bersifat pasif. Dalam kurikulum interaktif, guru merupakan penyesuaian diri secara sosial, dimana guru dimanage oleh kurikulum yang ada, dan disini guru bersifat repesentatif dari suatu kurikulum. Dalam kurikulum individualistik, menjadi guru adalah suatu pemenuhan hasrat secara personal, dimana kurikulum membantu peran guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  35. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    setelah membaca dan mengamati tiga konsep kurikulum di atas, saya beranggapan bahwa kurikulum Interaktif yang pantas digunakan sesuai dengan kebutuhan masa kini. Pada kurikulum Interaktif pembelajaran diawali dengan permasalahan inkuiri sehingga dalam prosesnya membutuhkan proses interaksi sosial. Selain itu, yang menarik adalah peran sebagai pengembang kurikulum, hal tersebut saya rasa tepat meilihat konteks Indonesia yang memiliki berbagai macam konteks alam dan sosial sehingga pembelajaran diharapkan dapat menjawab kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  36. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Saya lebih cenderung pada interaktif kurikulum karena adanya instrumen perkerjaan atau karier yang menekankan pada penyesuaian sosial, berdasarkan masalah, mendominasi pengelolaan, dst sesuai dengan kriteria interaktif kurikulum lainnya. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi dan membutuhkan satu sama lain. Hal ini juga didukung oleh nilai agama yang saya anut untuk menjaga hablumminannas yang berarti hubungan sesama manusia. Pada dasarnya kurikulum yang diciptakan merupakan sebuah sistem yang mewadahi anak untuk mempersiapkan diri pada softskill baik dari segi pengetahuan, sikap maupun keterampilan sebelum menghadapi berbagai fakta/kenyataan dan tantangan di dunia nyata sehingga dapat melangsungkan kehidupan secara cemerlang. Maka interaktif kurikulum lebih bisa untuk melatih karakteristik manusia dalam menghadapi tuntutan zaman tersebut.

    ReplyDelete
  37. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Kurikulum sering hanya dikaitkan dengan sekolah, padahal kurikulum juga berkaitan dengan kehidupan. Kurikulum dapat diartikan sebagai peraturan dan tujuan. Sehingga ia dapat berada dalam instrumental curiculum, interactive curiculum dan individualistic curiculum. Instrumental curiculum berkaitan dengan sesuatu yang diluardiri dan mampu untuk dilihat, sedangkan interactive curiculum merupakan tindak lanjut dari instrumental curiculum, yang berkaitan dengan interaksi, dan terahir adalah individualistic curiculum berkaitan dengan cara seseorang untuk menanggapi hal-hal terjadi pada dirinya yang merupakan dampak dari interactive curiculum.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  38. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pada dasarna kurikulum dibagi kedalam tiga jenis yaitu instrumental kurikulum, interaktif kurikulum, dan individualisik kurikulum. Dalam kurikulum Instrumental guru bertindak sebagai penerima pasif yang hanya menerima, menerapkan dan menggunakan kurikulum yang ada. Sedangkan dalam kurikulum Interaktif, guru turut berperan aktif dalam penyusunan kurikulum, artinya kurikulum diterapkan oleh suatu kebijakan dan guru ikut mempertimbangkannya. Dan dalam Kurikulum individual, guru sudah mampu mengembangkan kurikulum yang ada.

    ReplyDelete
  39. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Sistem pendidikan nasional di Indonesia adalah sesuatu yang rumit. Bercermin dari hal tersebut, maka seharusnya kita selalu berusaha lebih mengerti dan mengupayakan sebuah solusi untuk setiap permasalahan yang ada. Permasalahan yang muncul hendaknya dijadikan sebagai suatu pelajaran dan pengalaman yang bermakna bagi kita semua.

    ReplyDelete
  40. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pada kurikulum yang interaktif, siswa dipandang sebagai makhluk sosial sedangkan pada kurikulum yang individualis siswa dipandang sebagai makhluk individu. Guru dalam kurikulum yang interaktif adalah sebagai pengelola kegiatan belajar, dan pada kurikulum yang individualis adalah sebagai asisten dalam kegiatan belajar.

    ReplyDelete
  41. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pada instrumental kurikulum peran guru dinyatakan sebagai pelaksana kurikulum, dengan mengembangkan peran dominasinya terhadap pembelajaran matematika yang diselenggarakan dalam rangka mengantar siswa untuk mencapai tujuan tertentu (mendapatkan ijazah/mencari pekerjaan), dengan asumsi bahwa siwa (manusia) dapat di manipulasi atau direkayasa dalam proses pendidikan. Sedangkan di dalam kurikulum yang bersifat interaktif/individual, peran guru dinyatakan sebagai pengembang kurikulum, dengan mengembangkan fungsi guru sebagai melayani/fasilitator dan membantu kebutuhan belajar siswa; dengan asumsi bahwa siswa perlu diberi kesempatan untuk mengutarakan inisiatifnya dan mengkontruksi konsep matematika sesuai dengan kecepatan dan kesiapan masing-masing.

    ReplyDelete
  42. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Peranan kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah itu sangatlah strategis dan menentukan pencapaian tujuan pendidikan. Kurikulum memiliki kedudukan dan posisi yang sangat sentral dalam keseluruhan proses pendidikan, bahkan kurikulum merupakan syarat mutlak dan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri.
    Hakikat kurikulum dibagi kedalam tiga jenis yaitu instrumental kurikulum, interaktif kurikulum, dan individualisik kurikulum. Dalam kurikulum Instrumental guru bertindak sebagai penerima pasif yang hanya menerima, menerapkan dan menggunakan kurikulum yang ada. Sedangkan dalam kurikulum Interaktif, guru turut berperan aktif dalam penyusunan kurikulum, artinya kurikulum diterapkan oleh suatu kebijakan dan guru ikut mempertimbangkannya. Dan dalam Kurikulum individual, guru sudah mampu mengembangkan kurikulum yang ada.

    ReplyDelete
  43. Junianto
    PM C
    17709251065

    Kurikulum merupakan turunan dari sistem dan kebijakan pendidikan. Kurikulum bisa dikatakan sebagai petunjuk praktis bagaimana mengimplementasikan sistem dan kebijakan pendidikan tersebut. Dari tabel tersebut, kurikulum bisa digolongkan menjadi 3 yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum dan individualistic curriculum. Menurut pendapat saya, yang paling bagus adalah intractive curriculum. Dengan kurikulum jenis ini maka pembelajaran akan lebih aktif karena berbasis masalah. Kemudian siswa akan belajar memanajemen masalah dan mencari solusi. Siswa juga akan belajar sebagai makhluk sosial dengan kerja kelompok dan saling berdiskusi.

    ReplyDelete
  44. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. terdapat tiga komponen utama pendidikan, yaitu siswa, guru dan kurikulum. Fungsi kurikulum dalam pendidikan merupakan sarana untuk mencapai tujuan pendididkan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan Negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, idiologi, kebudayaan. Kurikulum sendiri terbagi menjadi tiga yaitu kurikulum instrumental, interactive, dan individualistik yang masing-masing memiliki perbedaan.

    ReplyDelete
  45. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Dari gambar di atas, terlihat bahwa kurikulum terbagi menjadi tiga, yaitu kurikulum instrumental, interaktif dan individualistis. Pada kurikulum instrumental disipinnya terbatas pada domain ilmu tertentu sedangkan individualistis lebih kepada eksplorasi personal. Pada kurikulum instrumental, guru hanya menerima kurikulum yang telah jadi sedangkan pada kurikulum individualistis, guru lah yang mengembangkan kurikulum tersebut.

    ReplyDelete
  46. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Selama ini saya selalu mengaitkan istilah kurikulum dengan pembelajaran peserta didik secara formal di sekolah. Setelah melihat tabel tersebut, saya sadar bahwa kurikulum tidak hanya dalam taraf hal pembelajaran peserta didik di sekolah formal saja melainkan juga mencakup taraf manusia sebagai individu, taraf manusia sebagai makhluk sosial, dan taraf manusia sebagai makhluk hidup.

    ReplyDelete
  47. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Kurikulum sebagai acuan pelaksanaan pendidikan adalah salah satu penentu dalaan pembangunan pendidikan. Oleh karena itu, kurikulum harus selalu dikembangkan dengan terus memperhatikan kebutuhan masyarakat dan kemajuan kemajuan peradaban dunia.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  48. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C


    Kurikulum merupakan akar dari sistem pendidikan di suatu negara. Kurikulum menjadi ujung tombak pengembangan instrumen dan peraturan lainnya mengenai pendidikan. Ditinjau dari hakikatnya, macam-macam kurikulum adalah kurikulum instrumental, kurikulum interaktif dan kurikulum individualis. Ketiga kurikulum ini memiliki kebaikan ditinjau dari sisinya masing-masing. Namun jika ditinjau dari kurikulum yang digunakan Indonesia saat ini yaitu kurikulum 2013, kurikulum interaktif lebih cocok untuk diterapkan dalam kondisi pendidikan dan kurikulum yang ada di Indonesia saat ini.

    ReplyDelete
  49. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Kurikulum yang selama ini dianut oleh bangsa Indonesia bukanlah sebuah kurikulum yang benar-benar independen. Diakui atau tidak ia merupakan penjabaran atau bagian dari kurikulum yang hidup dalam dunia ini. Entah itu instrumental curriculum, interactive curriculum, ataupun individualistic curriculum. Ketiga model besar kurikulum ini memiliki perangkatnya masing-masing.

    ReplyDelete
  50. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Setiap kurikulum memiliki hakekat yang berbeda dan hal itu pun akan menyebabkan berbedanya peran guru, siswa, bahkan bagaimana pembalajaran yang terlaksana. Kurikulum merupakan komponen pendidikan yang sangat penting karena akan menentukan bagaimana mutu pendidikan yang terlaksana. Oleh karena itu kurikulum tidak boleh dibuat sembarang.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  51. Assalamualaikum, wr.wb.
    Dari tabel hakekat kurikulum yang ada pada postingan ini, terlihat bahwa kurikulum yang terlaksana di Indonesia saat ini masih tertuju pada instrumental curriculum. Peran guru saat ini hanya sebagai penerima dan pelaksana kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Guru tidak ambil bagian dalam penyusunan kurikulum, padahal gurulah yang mengetahui realita kebutuhan siswa-siswanya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  52. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Kurikulum ibaratnya adalah kitab pendidikan yang memandu jalannya pendidikan itu sendiri. Kurikulum di setiap zaman memiliki karakternya masing-masing. Kurikulum hendaknya dibuat untuk menyesuaikan dengan kemajuan pada zaman itu. Yang terpenting sebelum implementasi suatu kurikulum adalah sosialisasi pemerintah dalam hal ini dinas terkait kurikulum tersebut. Jangan sampai kurikulum baru terkesan dipaksakan dan berubah secara tiba-tiba. Hal ini dikarenakan perubahan kurikulum berdampak pada perubahan skema, perangkat pembelajaran, dan hal-hal krusial yang harus disosialisasikan dan dipelajari dahulu.

    ReplyDelete
  53. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pada interaktif kurikulum, pembelajaran lebih kepada aspek sosial, yaitu adanya interaksi antara murid dengan murid, bisa juga murid dengan guru. Murid bebas mengemukakan idenya, kemudian ada penyimpulan bersama-sama dan penguatan kesimpulan dari guru. Dilihat dari tabel diatas bahwa kurikulum seperti ini bisa mengubah dunia, artinya pembelajaran menjadi tidak seperti dulu lagi.

    ReplyDelete
  54. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Ada beberapa jenis kurikulum yang ada di dunia pendidikan ini berdasarkan gambar di atas. Pada gambar di atas dituliskan beberapa jenis kurikulum yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individualis. Kurikulum instrumental hanya cocok digunakan untuk kehidupan nyata yang sekarang terjadi. Kurikulum interaktif cocok digunakan untuk mempersiapkan perubahan dunia. Kurikulum individualis cocok digunakan untuk mempersiapkan dunia yang tidak tahu akan seperti apa ke depannya, di sini setiap individu dituntut siap apapun yang terjadi di masa berikutnya. Ketiga kurikulum tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing.

    ReplyDelete
  55. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari tabel di atas, kurikulum dibedakan mejadi 3 yaitu insrumental curriculum, interactive curriculum serta individualistic curriculum. Pada instrumental curriculum pembelajaran amsih berorientasi pada guru. Guru juga dikatakan sebagai penerima oasif, artinya guru hanya menerima kurikulum yang berasal dari pusat. Dalam hal ini guru tidak berperan dalam pengembangan kurikulum. Untuk interactive curriculum, guru ikut berpartisipasi. Sedangkan dalam individualistic curriculum, guru berperan sebagai pengembang. Terimakasih.

    ReplyDelete