Nov 22, 2012

Hakekat Kurikulum_Diresensi oleh Marsigit



41 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Gambar di atas merupakan Jenis-jenis Kurikulum yang dikemukan oleh Becher dan Maclure, (1978).
    Becher dan Maclure, (1978) menyebut 2(dua) macam kedudukan guru di dalam inovasi pembelajaran matematika dikaitkan dengan pengembangan kurikulum. Pertama, di dalam kurikulum yang bersifat Instrumental, peran guru dinyatakan sebagai pelaksana kurikulum, dengan mengembangkan peran dominasinya terhadap pembelajaran matematika yang diselenggarakan dalam rangka mengantar para siswa untuk mencapai tujuan tertentu (memperoleh ijasah/mencari pekerjaan); dengan asumsi bahwa siswa (manusia) dapat di manipulasi/rekayasa dalam proses pendidikan. Kedua, di dalam kurikulum yang bersifat Interaktif/Individual, peran guru dinyatakan sebagai pengembang kurikulum, dengan mengembangkan fungsi guru sebagai melayani/fasilitator dan membantu kebutuhan belajar siswa; dengan asumsi bahwa siswa perlu diberi kesempatan untuk mengutarakan inisiatifnya dan menkonstruksi konsep matematika sesuai dengan kecepatan dan kesiapan masing-masing. Siswa mempunyai hak belajar.
    Di dalam implementasi pembelajaran matematika, maka akan tampak jelas perbedaan antara pembelajaran matematika yang belum inovatif (tradisional) dan pembelajaran matematika
    yang sudah inovatif (progresif).

    References:
    “Mengembangkan Nilai-Nilai Filosofis Matematika Dalam Pembelajaran Matematika Menuju Era Global” Dipresentasikan Pada Stadium Generale Uin, 24 Desember 2004 Oleh : Dr. Marsigit, M.A.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kurikulm merupakan wahana penting dalam pendidikan, dimana kurikulum merupakan landasan dalam menjalankan proses belajar mengajar. Kurikulum disusun sedemikian rupa untuk memudahkan proses tranfer ilmu dari pendidik kepada peserta didik, dan kurikulum juga membatasi sejauh mana materi pelajaran yang harus di sampaikan kepada peserta didik, dengan kurikulum juga tujuan pendidikan dapat diukur. Dalam tabel diatas terlihat bahwa didalam instrumental kurikulum guru adalah sebagai penerima yang pasif, kemudian berada dalam dunia nyata, sementara dalam interaksi kurikulum guru sebagai perwakilan partisipan dan sebagai pengubah sementara dalam individual kurikulum guru adalah sebagai pembelajar dan pengembang.

    ReplyDelete
  4. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dari bagan hakikat kurikulum ini dapat dilihat ada tiga jenis kurikulum yaitu instrumental kurikulum, interactive kurikulum dan individualistic kurikulum. Ketiga kurikulum ini mempunyai berbagai aspek yang berbeda. Menurut pendapat saya, dari ketiga kurikulum tersebut interactive kurikulum merupakan kurikulum yang sebaiknya diterapkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Alasannya adalah interactive kurikulum lebih mengarah kepada hal-hal yang yang bersifat social dan mendorong kreativitas dan keaktifan siswa dalam belajar. Kurikulum ini berdasar pada masalah, penyesuaian social, bersifat longgar tersruktur, guru sebagai partisipan yang memfasilitasi siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Peranan kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah sangatlah strategis dan menentukan pencapaian tujuan pendidikan. Berdasarkan tabel di atas terdapat 3 macam kurikulum, yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individual. Dalam kurikulum instrumental, guru diposisikan sebagai penerima kurikulum yang bersifat pasif. Guru tidak dilibatkan dalam proses penyusunan kurikulum. Dalam kurikulun interaktif guru mrngambil bagian dalam penyusunan kurikulum. Sedangkan dalam kurikulum individual, guru diposisikan sebagai pengembang kurikulum. Jadi guru mengembangkan kurikulumnya sendiri.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Kurikulum memuat isi dan materi pelajaran. Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan. Mata ajaran (subject matter) dipandang sebagai pengalaman orang tua atau orang-orang pandai masa lampau, yang telah disusun secara sistematis dan logis. Misalnya, bakat pengalaman dan penemuan-penemuan masa lampau, maka diadakan pemilihan dan selanjutnya disusun secara sistematis, artinya menurut urutan tertentu, dan logis, artinya dapat diterima oleh akal dan pikiran. Mata ajaran tersebut mengisi materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa, sehingga memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan yang berguna baginya. Semakin banyak pengalaman dan penemuan-penemuan maka semakin banyak pula mata ajaramn yang harus disusun dalam kurikulum dan harus dipelajari oleh siswa disekolah

    ReplyDelete
  7. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari tabel di atas mengenai hakekat kurikulum, dapat diketahui bahwa kurikulum dapat dibedakan menjadi tiga. Dimana ketiganya mempunyai perbedaan antara satu dengan yang lainnya dan tentunya mempunyai kekurangan dan kelebihan dari masing-masing kurikulum tersebut. Kurikulum tersebut terdiri kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individual.

    ReplyDelete
  8. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kurikulum memiliki kedudukan dan posisi yang sangat sentral dalam keseluruhan proses pendidikan khususnya dalam mencapai tujuan pendidikan. Sebagaimana yang dinyatakan dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 1 ayat 19 bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Adapun, hakikat dari kurikulum itu sendiri menurut Saylor, Alexander, dan Leuwis (1981) adalah dengan membuat kategori rumusan pengertian kurikulum yaitu kurikulum sebagai rencana tentang mata pelajaran atau bahan-bahan pelajaran, kurikulum sebagai rencana tentang pengalaman belajar, kurikulum sebagai rencana tentang kesempatan belajar.

    ReplyDelete
  9. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Becher dan Maclure (1978) dalam (Marsigit, 2008) menyebut 2 (dua) macam kedudukan guru di dalam inovasi pembelajaran dikaitkan dengan pengembangan kurikulum. Pertama, di dalam kurikulum yang bersifat Instrumental, peran guru dinyatakan sebagai pelaksana kurikulum dengan mengembangkan peran dominasinya terhadap pembelajaran matematika yang diselenggarakan dalam rangka mengantar para siswa untuk mencapai tujuan tertentu (memperoleh ijazah/mencari pekerjaan); dengan asumsi bahwa siswa dapat dimanipulasi dalam proses pendidikan. Kedua, di dalam kurikulum yang bersifat Interaktif/Individual, peran guru dinyatakan sebagai pengembang kurikulum dengan mengembangkan fungsi guru sebagai fasilitator dan membantu kebutuhan belajar siswa; dengan asumsi bahwa siswa perlu diberi kesempatan untuk mengutarakan inisiatifnya dan menkonstruksi konsep matematika sesuai dengan kecepatan dan kesiapan masing-masing.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam menyusun kurikulum ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan yang saling berkaitan untuk mendukung satu sama lain.
    Salah satu aspek diantaranya adalah bagaimana kurikulum yang instrumental, interaktif, dan individualistik.
    Tujuannya adalah membentuk satu kesatuan kurikulum yang relevan dan sesuai dengan karakteristik sumber daya manusia di Indonesia.

    ReplyDelete
  11. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Tabel diatas adalah tabel hakekat kurikulum. dimana kurikulum dibedakan menjadi 3 jenis yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individual. seyogyanya kurikulum di Indonesia dibuat mencakup 3 hal diatas dengan meminimalisir kelemahan yang ada di ketiga aspek kurikulum.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. terdapat tiga komponen utama pendidikan, yaitu siswa, guru dan kurikulum. Fungsi kurikulum dalam pendidikan merupakan sarana untuk mencapai tujuan pendididkan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan Negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, idiologi, kebudayaan. Kurikulum sendiri terbagi menjadi tiga yaitu kurikulum instrumental, interactive, dan individualistik yang masing-masing memiliki perbedaan.

    ReplyDelete
  13. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dapat kita ketahui tabel di atas, bahwa terdapat tiga pembagian kurikulum yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individual. Setiap kurikulum mempunyai karakteristik tertentu. dan untuk di Indonesia menurut saya yang paling tepat untuk diterapkan adalah kurikulum interaktif, karena salah satu aspek yang menonjol dari kurikulum interaktif adalah aspek sosial yang mendukung aktivitas pembelajaran bagi siswa


    ReplyDelete
  14. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Berdasarkan pembagian di atas, kurikulum dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Instrumen Kurikulum, Kurikulum Interaktif, dan Kurikulum Individualistik. Pada instrumental Curriculum disajikan berbagai ciri dari kurikulum yaitu kurikulum saat ini yang dijadikan sebagai salah satu instrumen input dalam pendidikan, yaitu kurikulum yang nyata berlaku. Pada kolom bagian kurikulum interaktif ada berbagai ciri pada kurikulum yang sebenarnya ingin dicapai, yaitu pembelajaran yang interaktif dengan peserta didik dapat mengonstruksi pengetahuannya melalui komunikasi sosial. Sedangkan pada kolom Kurikulum Individualistik berisi ciri kurikulum yang berada pada angan-angan, yaitu angan-angan individual, yaitu angan bebas sesuka si pemilik pikiran. Dari ketiga kolom tersebut, maka hakekat kurikulum sesungguhnya adalah relatif, relatif dari sudut pandang mana kita berbicara. Karena segala yang Ada dan yang mungkin Ada di dunia ini sifatnya adalah berubah-ubah (relatif).

    ReplyDelete
  15. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Berdasarkan tabel di atas, terdapat 3 jenis kurikulum, yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individual. Masing-masing kurikulum memiliki ciri atau karakteristik masing-masing. Ciri-ciri itu dilihat dari segi keterlibatan guru dalam pembuatan kurikulum : dalam Kurikulum Instrumental guru bertindak sebagai penerima pasif, artinya kurikulum telah ditetapkan oleh pemerintah, dan guru hanya menerima kemudian menerapkan/menggunakan. Sedangkan dalam kurikulum Interaktif guru mewakili dalam pembuatan kurikulum, artinya kurikulum diterapkan oleh suatu kebijakan dan guru ikut mempertimbangkannya. Dan dalam Kurikulum individual guru mengembangkan kurikulum, bukan sebagai penerima saja ataupun sebagai wakil dalam penetapan kurikulum.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari tabel yang disajikan tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individualistik membutuhkan dan menerapkan hal yang berbeda. Misalnya dari segi gurunya. Ketiga hal tersebut memunculkan tipe guru yang berbeda. Ada yang guru bertindak pasif, guru yang mencerminkan siswanya, ataupun guru yang berfungsi sebagai pengembang. Menurut saya, untuk mencapai kurikulum yang berkualitas hendaknya harus mampu memunculkan bakat dan kemampuan dari siswa sehingga hendaknya guru bersifat memotivasi siswa dan memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan dan cara berpikirnya.

    ReplyDelete
  17. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari gambar di atas dapat diketahui tiga macam kurikulum dari sudut pandang yang berbeda, yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Pada jenis instrumental curriculum, guru msih mendominsi (menguasai) pembelajaran. Selain itu, guru juga disebut sebagai penerima pasif, maksudnya ahanya menerima kurikulum dari pusat saja. Guru tidak turut serta menganalisis atau mengevaluasi anak didiknya. Sedangkan pada jenis interactive curriculum, guru lebih ikut turut serta (berpartisipasi). Dan pada jenis individualistic curriculum, guru berperan sebagai pengembang. Dari ketiga jenis kurikulum ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Melihat kondisi saat ini, Indonesia memang sedang mengalami polemik tentang adanya perubahan kurikulum. Semoga dengan adanya perubahan, dapat menjadi langkah awal untuk mencapai kemajuan kualitas pendidikan Indonesia. Amiin.

    ReplyDelete
  18. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/marsigit-dr-ma/makalahmarsigitstadium-generaleuin24-desember-2008.pdf, Dowling dalam Ernest (1991: 93), berdasar rekomendasi dari Foucault dan Bernstein, mengembangkan berbagai macam konteks kegiatan matematika. Dia membagi satu dimensi model menjadi 4 (empat) macam yaitu : Production (kreativitas), Recontextualization (pandangan guru dan dasar-dasar kependidikan), Reproduction (kegiatan di kelas) dan Operationalization (penggunaan matematika). Dimensi kedua dari pengembangannya memuat 4 (empat) macam yaoitu: Academic (pada pendidikan tinggi), School (konteks sekolah), Work (kerja) dan Popular (konsumen dan masyarakat). Dengan memasukkan berbagai macam konteks matematika, berarti kita telah mengakui tesis D’Ambrosio (1985: 25) dalam ‘ethnomathematics’ nya. Tesis tersebut menyatakan bahwa matematika terkait dengan aspek budaya; secara khusus disebutkan bahwa kegiatan-kegiatan seperti hitung-menghitung, mengukur, mendesain, bermain, berbelanja, dst. Merupakan akar dari pengembangan matematika. Dowling dalam Ernest (1991: 120) mengakui bahwa pandangan demikian memang agak kabur; kecuali jika didukung oleh pembenaran tradisi matematika

    ReplyDelete
  19. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berbicara masalah kurikulum kita tahu bahwa kurikulum adalah sebuah aturan di dalam mengajar. Hakekat kurikulum menurut Saylor, Alexander dan leuwis (1981), membuat kategori rumusan pengertian kurikulum, yaitu: (1) Kurikulum sebagai rencana tentang mata pelajaran atau bahan-bahan pelajaran Menurut kamus webster’s new international dictionary, yang sudah memasukkan istilah kurikulum dalam khasanah kosakata bahasa inggris sejak tahun 1593, member arti kepada istilah kurikulum sebagai beriku (a) Sebagai sejumlah pelajaran yang ditetapkan untuk dipelajari oleh siswa disuatu sekolah atau perguruan tinggi, untuk memperoleh ijazasah atau gelar. (b) Keseluruhan mata pelajaran yang ditawarkan oleh suatu lembaga pendidikan atau suatu departemen tertentu.(2) Kurikulum sebagai rencana tentang pengalaman belajar.Pengalaman-pengalaman belajar bisa berupa mempelajari mata pelajaran dan berbagai kegiatan lain yang dapat memberi pengalaman beajar yang bermanfaat. Kegiatan belajar pun tidak terbatas pada kegiatan-kegitan belajar didalam kelas atau sekolah, melainkan juga kegiatan yang dilakukan diluar kelas atau sekolah; asalkan dilakukan atas tanggung jawab sekolah (Romine, 1954).(3) Kurikulum sebagai rencana tentang kesempatan belajar. Istilah rencana belajar yaitu apa yang diinginkan oleh perencana kurikulum untuk dipelajari siswa selama mengikuti pendidikan di sekolah. Menurut Hilda Taba(1962) menyatakan kurikulum adalah suatu rencana belajar. Oleh karena itu, konsep-konsep tetang belajar dan perkembangan individu dapat mewarnai bentuk-bentuk kurikulum. Rencana belajar mencakup tujuan, materi, organisasi kegiatan dan penilaian keberhasilan belajar.

    ReplyDelete
  20. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada dasarnya tujuan pokok pendidikan itu tetap, namun ini tak berarti kurikulum juga harus tetap. Kurikulum justru harus berkembang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat pada umumnya. Tugas pokok dari filsafat ilmu adalah memberikan arahan dari tujuan pendidikan, sehingga tujuan yang hendak dicapai perlu diprogramkan dalam kurikulum.

    ReplyDelete
  21. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam tabel tersebut dapat dilihat bahwa dalam hakekat kurikulum dibagi menjadi 3, yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum dan individualistic curriculum. Guru juga ikut menentukan kurikulum yang ada, karena guru yang mengetahui bagaimana keadaan dan situasi di lapangan. Sedangkan pemerintah berperan sebagai penentu standar yang harus dipenuhi dari suatu pembelajaran.

    ReplyDelete
  22. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Di Indonesia sudah beberapa kali terjadi perubahan kurikulum.
    Hal ini disebab kan untuk menggapai kurikulum yang baik. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang mampu memenuhi kebutuhan pendidikan saat ini.
    Selain itu penerapan kurikulum harus didasarkan pada berbagai aspek agar dapat menghasilkan kurikulum pendidikan yang cocok.
    Dengan kurikulum yang ada nantinya diharapkan mampu meningkatkan kualitas prestasi peserta didik.

    ReplyDelete
  23. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Hakekat kurikulum merupakan pengalaman peserta didik baik disekolah maupun diluar sekolah di bawah bimbingan sekolah. Kurikulum tidak hanya terbatas pada mata pelajaran, tetapi meliputi segala sesuatu yang mempengaruhi peserta didik, dan bias menentukan arah atau mengantisipasi sesuatu yang akan terjadi dalam hal ini ialah kurikulum. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Pendidikan tidak mungkin berjalan dengan baik atau berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan jika pendidikan tidak dijalankan sesuai dengan kurikulum. Kurikulum yang dibuat tidak dapat mencapai kesempurnaan jika dalam penyusunannya penyusun kurikulum tidak memahami secara utuh hakikat dan fungsi kurikulum.

    ReplyDelete
  24. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Hakikat kurikulum dibagi atas 3 bagian yaitu kurikulum instrumen, kurikulum interaktif, dan kurikulum individualistik. Kurikulum instrumental terdiri atas paket disiplin, pekerjaan, materi yang terstruktur, mendominasi, guru sebagai penerima pasif, mencapai suatu tujuan tertentu, dan berangkat dari kehidupan nyata. Guru sebagai penerima pasif, jika saya artikan seorang guru dalam penyusunan kurikulum bertindak pasif artinya hanya menerima aturan dan melaksankan saja tanpa ikut menyusun.

    ReplyDelete
  25. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Hakekat kurikulum menurut Saylor, Alexander dan leuwis (1981), membuat kategori rumusan pengertian kurikulum, yaitu:
    1. Kurikulum sebagai rencana tentang mata pelajaran atau bahan-bahan pelajaran
    2. Kurikulum sebagai rencana tentang pengalaman belajar
    3. Kurikulum sebagai rencana tentang kesempatan belajar

    ReplyDelete
  26. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam penyusunan kurikulum harus dengan berlandaskan tujuan pendidikan pada suatu Negara. Karena kurikulum merupakan hal penting dalam pendidikan yang mencakup rancangan belajar siswa, strategi belajar, kegiatan guru, kegiatan siswa dan lainnya. Instrumental kurikulum, interactive kurikulum, dan individualism kurikulum ini bisa dijadikan acuan kurikulum yang seperti apa yang pas untuk Negara kita.

    ReplyDelete
  27. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Peranan kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah itu sangatlah strategis dan menentukan pencapaian tujuan pendidikan. Kurikulum memiliki kedudukan dan posisi yang sangat sentral dalam keseluruhan proses pendidikan, bahkan kurikulum merupakan syarat mutlak dan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri.  Hakikat kurikulum dibagi kedalam tiga jenis yaitu instrumental kurikulum, interaktif kurikulum, dan individualisik kurikulum. Ketiga kurikulum tersebut memiliki perbedaan satu sama lainnya. Pada masing-masing kurikulum tentu juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Dalam kurikulum Instrumental guru bertindak sebagai penerima pasif yang hanya menerima, menerapkan dan menggunakan kurikulum yang ada. Sedangkan dalam kurikulum Interaktif, guru turut berperan aktif dalam penyusunan kurikulum, artinya kurikulum diterapkan oleh suatu kebijakan dan guru ikut mempertimbangkannya. Dan dalam Kurikulum individual, guru sudah mampu mengembangkan kurikulum yang ada. Melihat kondisi saat ini, Indonesia memang sedang mengalami polemik tentang adanya perubahan kurikulum. Semoga dengan adanya perubahan, dapat menjadi langkah awal untuk mencapai kemajuan kualitas pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  28. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam gambar yang dicuplikan oleb bapak Marsigit, disajikan tiga buah kurikulum yaitu kurikulum berbasis Instrumental, Kurikulkum berbasiskan Interaktif, dan Kurikulum berbasiskan Individualitas. Terdapat berbagai hal yang berbeda dalam ketiga kurikulum tersebut seperti dalam table. Namun saya, menyoroti atas peranan guru dalam ketiga kurikulum tersebut. Bisa dinyatakan bahwa Kurikulum yang ingin dicapai Indonesia saat ini adalah Campuran dari Kurikulum berbasis Interaktif dan Individualistic. Guru sebagai fasilitator dan siswa merekronstruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  29. Heni Lilia dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari perbandingan ketiga jenis kurikulum di atas, nampak jelas bahwa kurikulum Interaktif yang paling terap diterapkan dengan ciri-ciri yang membedakan dengan kurikulum lain. Pada kurikulum Interaktif peran guru dinyatakan sebagai pengembang kurikulum, dengan mengembangkan fungsi guru sebagai melayani/fasilitator dan membantu kebutuhan belajar siswa; dengan asumsi bahwa siswa perlu diberi kesempatan untuk mengutarakan inisiatifnya dan menkonstruksi konsep matematika sesuai dengan kecepatan dan kesiapan masing-masing. Siswa mempunyai hak untuk mengkonstruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  30. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kurikulum merupakan hal penting dalam pendidikan. Dalam menyusun kurikulum diperlukan landasan atau fondasi yang kuat yaitu melalui pemikiran dan penelitian secara mendalam. Kurikulum dapat diartikan sebagai kegiatan yang mencakup berbagai rencana kegiatan siswa yang terperinci berupa bentuk-bentuk bahan pendidikan, saran-saran strategi belajar mengajar, pengaturan-pengaturan program agar dapat diterapkan, dan hal-hal yang mencakup pada kegiatan yang betujuan mencapai tujuan pendidikan. Seperti dalam tabel kurikulum yang disampaikan bahwa terdapat tiga jenis kurikulum yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif dan kurikulum individual.

    ReplyDelete
  31. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Terdapat tiga jenis kurikulum sebagaimana yang tercantum dalam bagan di atas, yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Ketiganya mempunyai ciri khas masing-masing serta mempunyai tujuannya masing-masing. Sehingga tergantung bagaimana kriteria siswa, mana kurikulum yang cocok untuk kriteria tersebut. tetapi menurut saya, interactive urriculum yang paling cocok diterapkan di Indonesia. Karena nilai-nilai sosial merupakan salah satu karakter bangsa.

    ReplyDelete
  32. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan gambar di atas, terdapat tiga pembagian kurikulum, yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Ketiga kurikulum tersebut memiliki perbedaan satu sama lainnya. Pada masing-masing kurikulum tentu juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Dalam instrumental kurikulum, guru sebagai penerima pasif. Dalam interactive curriculum, guru merupakan peserta. Sedangkan dalam individualistik curriculum, guru sebagi bertindak pengembang.

    ReplyDelete
  33. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada tabel diatas disebutkan 3 bentuk kurikulum, yaitu kurikulum instrumental, interaktif, dan individualistik. Dituliskan pula perbedaan antar kurikulum dari beberapa aspek. Jika dilihat dari implementasinya, kurikulum instrumental lebih mendominasi, kurikulum interaktif bersifat mengelola, sedangkan kurikulum individualistik cenderung membantu. Ketiga kurikulum ini juga melihat seseorang secara berbeda. Pada kurikulum instrumental, seseorang dianggap sebagai benda yang bisa dimanipulasi, pada kurikulum interaktif, orang dianggap sebagai masyarakat, sedangkan pada kurikulum individualistik, seseorang berperan sebagai individu.

    ReplyDelete
  34. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketiga kurikulum ini memiliki orientasi yang berbeda. Pada kurikulum instrumental, pembelajaran mengarah kepada pekerjaan/karir, pada kurikulum interaktif, pembelajaran diarahkan kepada penyesuaian/adaptasi sosial, dan pada kurikulum individualistik, pembelajaran diarahkan kepada kebahagiaan individu. Materi pada pembelajaran berbasis kurikulum instrumental terkesan padat dan sangat terstruktur, sedangkan pada pembelajaran berbasis kurikulum interaktif, materi relatif lebih longgar, dengan diisi oleh materi penelitian, dan pada kurikulum individualistik, materinya tidak terstruktur karena tergantung oleh masing-masing individu

    ReplyDelete
  35. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Kurikulum berperan penting dalam menciptakan pendidikan yang efektif. Di dalam kurikulum terdapat tujuan, isi, dan segala perencanaan yang menentukan arah dan proses pendidikan. Sebagai suatu rencana, kurikulum perlu penerapan pada dunia nyata. Kurikulum diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kurikulum dan pembelajaran tidak dapat dipisahkan karena merupakan suatu kesatuan yang saling memengaruhi. Berdasarkan tabel di atas terdapat tiga jenis kurikulum, yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individual.

    ReplyDelete
  36. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kurikulum merupakan hal yang amat penting dalam sebuah pendidikan. Kurikulum dari setiap negara bisa berbeda beda tergantung dengan kondisi guru dan siswa dari negara tersebut. Alangkah baiknya dalam menyusun kurikulum melibatkan berbagai komponen agar tujuan pendidikan yang seharusnya bisa tercapai.

    ReplyDelete
  37. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan tabel di atas kurikulum dibedakan menjadi tiga bagian yaitu Instrumental Curriculum, Interactive Curriculum, dan Individual Curriculum. Dari ketiga jenis kurikulum tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan. Menurut saya kurikulum yang lebih unggul adalah Individual Curriculum sebab dalam kurikulum ini guru sebagai pengembang yang berarti bahwa guru aktif mengembangkan kegiatan pembelajaran bagi siswa sesuai dengan kebutuhan siswanya, akan tetapi dalam kurikulum ini juga memiliki kekurangan yaitu aspek individual yang kurang baik yaitu kurangnya interaksi sosial bagi siswa sehingga rasa saling memiliki satu sama lain dan saling membantu tidak nampak.

    ReplyDelete
  38. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa segala sesuatu yang akan dilakukan dalam pembelajaran harus direncanakan dalam sebuah kurikulum.

    ReplyDelete
  39. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Menurut Becher dan Maclure, ada dua komponen yang terkati dalam inovasi pengembangan kurikulum pembelajaran matematika. Pertama, dalam kurikulum yang berperan penting, peran guru dinyatakan sebagai pelaksana kurikulum, dengan mengembangkan peran dominasinya terhadap pembelajaran matematika yang terorganisir agar dapat mengawal siswa mencapai tujuan tertentu. Kedua, dalam kurikulum yang Interaktif / Perorangan, peran guru dinyatakan sebagai pengembang kurikulum, dengan mengembangkan fungsi guru sebagai penampung / fasilitator dan membantu kebutuhan belajar siswa, dengan asumsi bahwa siswa harus diberi kesempatan untuk mengemukakan inisiatif. Dan konsep matematika konstruksi sesuai dengan kecepatan dan kesiapan masing-masing. Siswa berhak belajar.

    ReplyDelete
  40. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Ada beberapa jenis kurikulum yang ada di dunia pendidikan ini, Dalam artikel ini dituliskan beberapa jenis kurikulum yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individualis. Kurikulum instrumental hanya cocok digunakan untuk kehidupan nyata yang sekarang terjadi. Kurikulum interaktif cocok digunakan untuk mempersiapkan perubahan dunia. Kurikulum individualis cocok digunakan untuk mempersiapkan dunia yang tidak tahu akan seperti apa ke depannya, di sini setiap individu dituntut siap apapun yang terjadi di masa berikutnya.

    ReplyDelete
  41. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Dari gambar di atas terdapat tiga macam kurikulum yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Setiap jenis memiliki kekurangan dan kelebihan dari berberbagai sisi. Namun dari ketiga jenis kurikulum tersebut, secara pribadi menurut saya bahwa kurikulum yang paling cocok untuk pendidikan di Indonesia pada saat ini adalah kurikulum yang interaktif.

    ReplyDelete