Nov 1, 2012

Do we know what is Mathematical Method?


Rewritten by Marsigit

Katagiri, S. (2004) indicates that question must be created so that problem solving process elicits mathematical thinking and method. He lists of question analyses designed to cultivate mathematical method are as follows:
a. Problem Formation and Comprehension
1)What is the same? What is shared? (Abstraction)
2)Clarify the meaning of the words and use them by oneself. (Abstraction)
3)What (conditions) are important? (Abstraction)
4)What types of situations are being considered? What types of situations are being proposed? (Idealization)
5)Use figures (numbers) for expression. (Diagramming, quantification)
6)Replace numbers with simpler numbers. (Simplification)
7)Simplify the conditions. (Simplification)
8)Give an example. (Concretization)

b. Establishing a Perspective
1)Is it possible to do this in the same way as something already known? (Analogy)
2)Will this turn out the same thing as something already known? (Analogy)
3)Consider special cases. (Specialization)

c. Executing Solutions
1)What kinds of rules seem to be involved? Try collecting data. (Induction)
2)Think based on what is known (what will be known). (Deduction)
3)What must be known before this can be said? (Deduction)
4)Consider a simple situation (using simple numbers or figures). (Simplification)
5)Hold the conditions constant. Consider the case with special conditions. (Specialization)
6)Can this be expressed as a figure? (Diagramming)
7)Can this be expressed with numbers? (Quantification)

d. Logical Organization
1)Why is this (always) correct? (Logical)
2)Can this be said more accurately? (Accuracy)

Reference:
Shikgeo Katagiri (2004)., Mathematical Thinking and How to Teach It. in Progress report of the APEC project: “Colaborative Studies on Innovations for Teaching and Learning Mathematics in Diferent Cultures (II) – Lesson Study focusing on Mathematical Thinking -”, Tokyo: CRICED, University of Tsukuba.

4 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Katagiri, S. (2004) menegaskan bahwa kemampuan terpenting yang dibutuhkan anak-anak Saat ini dan di masa depan, seiring kemajuan masyarakat, sains, dan teknologi secara dramatis, bukan hanya kemampuan untuk benar dan cepat menjalankan tugas dan perintah yang telah ditentukan, namun juga kemampuan untuk menentukan sendiri apa yang harus mereka lakukan atau apa yang seharusnya mereka lakukan menjawab diri mereka sendiri dengan melakukan.
    Tentu saja, kemampuan untuk mengeksekusi dengan benar dan cepat masalah matematis juga diperlukan, tapi mulai sekarang, bukan mahir untuk meniru metode atau pengetahuan terampil orang lain, melanikan kemampuan untuk muncul gagasan siswa sendiri, betapapun kecilnya, dan untuk mengeksekusi kemandirian siswa sendiri. Tindakan yang lebih baik akan menjadi hal yang terpenting. Aktivitas matematika tidak bisa begitu saja ditarik dari topi; Mereka harus memilih dengan hati-hati agar anak membentuk konsep, mengembagkan keterampilan, belajar fakta dan memperoleh strategi untuk menyelidiki dan memecahkan masalah.

    Pemikiran matematika memiliki keragaman pengetahuan atau keterampilan sederhana. ini bukti bahwa pemikiran matematis memiliki tujuan penting dalam menyediakan kemampuan untuk memecahkan masalah pada diri sendiri seperti yang dijelaskan di atas, dan ini tidak terbatas pada hal ini masalah khusus Pemikiran harus menjadi tujuan pengajaran matematika. Katagiri, S. (2004) menjabarkan Berikut ini adalah pemikiran matematis yang terkait dengan metode matematis:

    “inductive thinking, analogical thinking, deductive thinking, integrative thinking
    (including expansive thinking), developmental thinking, abstract thinking (thinking
    that abstracts, concretizes, idealizes, and thinking that clarifies conditions), thinking
    that simplifies, thinking that generalizes, thinking that specializes, thinking that
    symbolize, thinking that express with numbers, quantifies, and figures”

    .
    Pengajaran harus fokus pada pemikiran matematis termasuk metode matematis.
    Pertanyaan yang berkaitan dengan pemikiran dan metode matematika harus diajukan berdasarakan perspektif pertanyaan macam apa yang harus ditanyakan.
    Katagiri, S. (2004) menunjukkan menunjukkan pertanyaan apa yang harus diciptakan agar memunculkan pemikiran matematis dan metode dalamproses pemecahan masalah. Dia mencantumkan analisis pertanyaan yang dirancang untuk menumbuhkan pemikiran matematis seperti yang telah di jelaskan oleh Bapak di atas.

    .References:

    “LESSON STUDY ON MATHEMATICAL THINKING: Developing Mathematical Methods in Learning the Total Area of a Right Circular Cylinder and Sphere as well as the Volume of a Right Circular Cone of the Indonesian 8th Grade Students” Oleh: Marsigit, Mathilda Susanti, Elly Arliani

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam wacana diatas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa berpikir matematika terkait dengan metode matematika yang dituliskan oleh Katigiri , S. (2004) menginfikasikan bahwa pertanyaan yang harus dibuat dalam proses pemecahan masalah memunculkan pemikiran matematika dan metodenya. Dimana daftar pertanyaan dianalisis kemudian dirancang untuk menumbuhkan metode berpikir matematika. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah, berpikir induktif, berpikir analogis, berpikir deduktif, berpikir integratif, berpikir pengembangan, berpikir abstraktif, berpikir yang sederhana, berpikir yang meluas, berpikir yang khas, berpikir yang melambangkan dan berpikir yang mengekspresikan angka, kuantitas dan bentuk (gambaran)


    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Metode dalam matematika diperlukan bagi kita untuk dapat memecahkan setiap permasalahan dalam matematika. Permasalahan tersebut memicu rasa ingin tahu kita sehingga menimbulkan berbagai petanyaan terhadap setiap permasalahan yang ada. Dalam artikel ini dijelaskan menurut Katagiri, S. (2004) menunjukkan pertanyaan yang harus diciptakan agar proses pemecahan masalah memunculkan pemikiran matematika dan metode. Hal ini berarti bahwa metode atau pemikiran dalam matematika muncul karena adanya rasa ingin tahu yang dijabarkan ke dalam berbagai pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dicari solusinya sehingga memunculkan konsep atau hasil temuan dalam bermatematika.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Katagiri, S. (2004) menunjukkan bahwa pertanyaan harus diciptakan sehingga proses pemecahan masalah memunculkan pemikiran dan metode matematis. Dia daftar analisis pertanyaan yang dirancang untuk menumbuhkan metode matematis adalah sebagai berikut:
    A. Sebuah Pembentukan Masalah dan Pemahaman
    B. Membentuk Perspektif
    C. Melaksanakan Solusi
    Karena itu Metode dalam matematika diperlukan bagi kita untuk dapat memecahkan setiap permasalahan dalam matematika.

    ReplyDelete