Nov 1, 2012

Do we know what is Mathematical Method?


Rewritten by Marsigit

Katagiri, S. (2004) indicates that question must be created so that problem solving process elicits mathematical thinking and method. He lists of question analyses designed to cultivate mathematical method are as follows:
a. Problem Formation and Comprehension
1)What is the same? What is shared? (Abstraction)
2)Clarify the meaning of the words and use them by oneself. (Abstraction)
3)What (conditions) are important? (Abstraction)
4)What types of situations are being considered? What types of situations are being proposed? (Idealization)
5)Use figures (numbers) for expression. (Diagramming, quantification)
6)Replace numbers with simpler numbers. (Simplification)
7)Simplify the conditions. (Simplification)
8)Give an example. (Concretization)

b. Establishing a Perspective
1)Is it possible to do this in the same way as something already known? (Analogy)
2)Will this turn out the same thing as something already known? (Analogy)
3)Consider special cases. (Specialization)

c. Executing Solutions
1)What kinds of rules seem to be involved? Try collecting data. (Induction)
2)Think based on what is known (what will be known). (Deduction)
3)What must be known before this can be said? (Deduction)
4)Consider a simple situation (using simple numbers or figures). (Simplification)
5)Hold the conditions constant. Consider the case with special conditions. (Specialization)
6)Can this be expressed as a figure? (Diagramming)
7)Can this be expressed with numbers? (Quantification)

d. Logical Organization
1)Why is this (always) correct? (Logical)
2)Can this be said more accurately? (Accuracy)

Reference:
Shikgeo Katagiri (2004)., Mathematical Thinking and How to Teach It. in Progress report of the APEC project: “Colaborative Studies on Innovations for Teaching and Learning Mathematics in Diferent Cultures (II) – Lesson Study focusing on Mathematical Thinking -”, Tokyo: CRICED, University of Tsukuba.

35 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Katagiri, S. (2004) menegaskan bahwa kemampuan terpenting yang dibutuhkan anak-anak Saat ini dan di masa depan, seiring kemajuan masyarakat, sains, dan teknologi secara dramatis, bukan hanya kemampuan untuk benar dan cepat menjalankan tugas dan perintah yang telah ditentukan, namun juga kemampuan untuk menentukan sendiri apa yang harus mereka lakukan atau apa yang seharusnya mereka lakukan menjawab diri mereka sendiri dengan melakukan.
    Tentu saja, kemampuan untuk mengeksekusi dengan benar dan cepat masalah matematis juga diperlukan, tapi mulai sekarang, bukan mahir untuk meniru metode atau pengetahuan terampil orang lain, melanikan kemampuan untuk muncul gagasan siswa sendiri, betapapun kecilnya, dan untuk mengeksekusi kemandirian siswa sendiri. Tindakan yang lebih baik akan menjadi hal yang terpenting. Aktivitas matematika tidak bisa begitu saja ditarik dari topi; Mereka harus memilih dengan hati-hati agar anak membentuk konsep, mengembagkan keterampilan, belajar fakta dan memperoleh strategi untuk menyelidiki dan memecahkan masalah.

    Pemikiran matematika memiliki keragaman pengetahuan atau keterampilan sederhana. ini bukti bahwa pemikiran matematis memiliki tujuan penting dalam menyediakan kemampuan untuk memecahkan masalah pada diri sendiri seperti yang dijelaskan di atas, dan ini tidak terbatas pada hal ini masalah khusus Pemikiran harus menjadi tujuan pengajaran matematika. Katagiri, S. (2004) menjabarkan Berikut ini adalah pemikiran matematis yang terkait dengan metode matematis:

    “inductive thinking, analogical thinking, deductive thinking, integrative thinking
    (including expansive thinking), developmental thinking, abstract thinking (thinking
    that abstracts, concretizes, idealizes, and thinking that clarifies conditions), thinking
    that simplifies, thinking that generalizes, thinking that specializes, thinking that
    symbolize, thinking that express with numbers, quantifies, and figures”

    .
    Pengajaran harus fokus pada pemikiran matematis termasuk metode matematis.
    Pertanyaan yang berkaitan dengan pemikiran dan metode matematika harus diajukan berdasarakan perspektif pertanyaan macam apa yang harus ditanyakan.
    Katagiri, S. (2004) menunjukkan menunjukkan pertanyaan apa yang harus diciptakan agar memunculkan pemikiran matematis dan metode dalamproses pemecahan masalah. Dia mencantumkan analisis pertanyaan yang dirancang untuk menumbuhkan pemikiran matematis seperti yang telah di jelaskan oleh Bapak di atas.

    .References:

    “LESSON STUDY ON MATHEMATICAL THINKING: Developing Mathematical Methods in Learning the Total Area of a Right Circular Cylinder and Sphere as well as the Volume of a Right Circular Cone of the Indonesian 8th Grade Students” Oleh: Marsigit, Mathilda Susanti, Elly Arliani

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam wacana diatas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa berpikir matematika terkait dengan metode matematika yang dituliskan oleh Katigiri , S. (2004) menginfikasikan bahwa pertanyaan yang harus dibuat dalam proses pemecahan masalah memunculkan pemikiran matematika dan metodenya. Dimana daftar pertanyaan dianalisis kemudian dirancang untuk menumbuhkan metode berpikir matematika. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah, berpikir induktif, berpikir analogis, berpikir deduktif, berpikir integratif, berpikir pengembangan, berpikir abstraktif, berpikir yang sederhana, berpikir yang meluas, berpikir yang khas, berpikir yang melambangkan dan berpikir yang mengekspresikan angka, kuantitas dan bentuk (gambaran)


    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Metode dalam matematika diperlukan bagi kita untuk dapat memecahkan setiap permasalahan dalam matematika. Permasalahan tersebut memicu rasa ingin tahu kita sehingga menimbulkan berbagai petanyaan terhadap setiap permasalahan yang ada. Dalam artikel ini dijelaskan menurut Katagiri, S. (2004) menunjukkan pertanyaan yang harus diciptakan agar proses pemecahan masalah memunculkan pemikiran matematika dan metode. Hal ini berarti bahwa metode atau pemikiran dalam matematika muncul karena adanya rasa ingin tahu yang dijabarkan ke dalam berbagai pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dicari solusinya sehingga memunculkan konsep atau hasil temuan dalam bermatematika.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Katagiri, S. (2004) menunjukkan bahwa pertanyaan harus diciptakan sehingga proses pemecahan masalah memunculkan pemikiran dan metode matematis. Dia daftar analisis pertanyaan yang dirancang untuk menumbuhkan metode matematis adalah sebagai berikut:
    A. Sebuah Pembentukan Masalah dan Pemahaman
    B. Membentuk Perspektif
    C. Melaksanakan Solusi
    Karena itu Metode dalam matematika diperlukan bagi kita untuk dapat memecahkan setiap permasalahan dalam matematika.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Apa yang dimaksud dengan metode matematika, dapat kita ketahui dengan menganalisis berbagai pertanyaan yang dirancang oleh Katagiri (2004) diantaranya pembentukan dan pemahaman masalah, pembentukan perspektif, eksekusi solusi, serta organisasi logikal. Adapun metode matematika merupakan pondasi untuk mencapai pengetahuan pada sains, informasi dan area belajar lain dimana konsep matematika adalah pusat; dan menerapkannya dalam situasi kehidupan nyata (Tran Vui, 2006).

    ReplyDelete
  7. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Katagiri menunjukkan pertanyaan yang harus diciptakan agar proses pemecahan masalah memunculkan pemikiran matematika dan metode. Salah satu daftar pertanyaan analisis yang dirancang untuk menumbuhkan metode matematika adalah Dengsn membangun sebuah perspektif yang terkait dengan kemungkinan untuk melakukan hal ini dengan cara yang sama sebagai sesuatu yang sudah diketahui (analogi, perubahan hal yang sama sebagai sesuatu yang sudah diketahui (analogi dan dengan perhatikan kekhususan kasus khusus (spesialisasi).

    ReplyDelete
  8. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Menambahkan dari komentar teman saya di atas. Dari artikel ini Katagiri, S. (2004) menyatakan ada beberapa yang harus dibuat sehingga proses pemecahan masalah yang memunculkan pemikiran matematika dan metode pemecahannya. Berikut yang saya pahami dari daftar pertanyaan analisis yang dirancang untuk menumbuhkan metode matematika:
    - Formasi Masalah dan Pemahaman Abstraksi, Idealisasi, Pembuatan Diagram , kuantifikasi, Penyederhanaan, dan Konkretisasi.
    - Membangun Perspektif Analogi, Analogi, dan Spesialisasi
    - Pelaksana SolusiInduksi, Pengurangan, Penyederhanaan ), Spesialisasi, Diagram, dan Kuantifikasi.
    - Organisasi logisLogical dan Accuracy

    ReplyDelete
  9. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Menurut Katagiri, metode matematika berasal dari analisis pertanyaan yang intinya yaitu: pembentukan masalah dan pemahaman; pembangunan sebuah perspektif; pelaksana dari penyelesaian masalah; dan pengaturan logika. Menurut Robert M. Gagne, pembelajaran matematika harus dilaksanakan sedemikian rupa agar dapat memunculkan tanggapan seperti yang diharapkan. Dalam pelaksanaannya tersebut diperlukan objek langsung dan objek tak langsung. Dapat dikatakan bahwa objek langsung dari pembelajaran matematika adalah yang berkaitan langsung dengan matematika itu sendiri, sedangkan objek tak langsung adalah yang berkaitan dengan si pemikir (peserta didik). Contoh dari objek tak langsung adalah kemampuan dalam memecahkan masalah, kemampuan berlogika, ketelitian, tekun, ketertarikan terhadap matematika. Objek langsung dan objek tak langsung tersebut diatur sedemikian hingga terjadi pembelajaran matematika seperti yang diinginkan.

    ReplyDelete
  10. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan artikel di atas, Katagiri menunjukkan pertanyaan yang harus diciptakan agar proses pemecahan masalah memunculkan pemikiran dan metode matematika. Katagiri menjelaskan secara detail bahwa yang termasuk mathematical thinking terkait dengan metode adalah:
    Inductive thinking, analogical thinking, deductive thinking, integrative thinking (including expansive thinking), developmental thinking, abstract thinking (thinking that abstracts, concretizes, idealizes, and thinking that clarifiesconditions), thinking that simplifies, thinking that generalizes, thinking that specializes, thinking that symbolize, thinking that express with numbers, quantifies, and figures. Di mana pernyataan di atas menjelaskan bahwa mathematical thinking terkait metode matematika adalah berpikir indukrif, analogi, deduktif, integrasi, mengembangkan pemikiran, abstraksi, menyederhanakan, generalisasi, mengkhususkan, menyimbolkan, dan menyatakan dengan angka, jumlah, dan gambar/bangun.

    ReplyDelete
  11. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari penjelasan tersebut, Katagiri menunjukkan bahwa pertanyaan harus diciptakan sehingga proses pemecahan masalah memunculkan pemikiran dan metode matematis. Dia mendaftar analisis pertanyaan yang dirancang untuk menumbuhkan metode matematis. Beberapa diantaranya yaitu pemahaman, membentuk perspektif, melaksanakan solusi, dan organisasi logika. Hal – hal termasuk diantaranya yaitu tentang beberapa pertanyaan yang mengarah kepada hal yang telah disebutkan, misalnya pertimbangkan situasi sederhana yang menggunakan angka atau angka sederhana, tahan kondisi konstan, pertimbangkan kasus dengan kondisi khusus.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Dari artikel diatas saya merefleksi bahwa dalam mempelajari matematika diperlukan matode matematika. metode matematika merupakan langkah berpikir bagaimana siswa belajar dan memecahkan masalah matematika. di artike diatas disebutkan langkah metode matematika antara lain: Pembentukan Masalah dan Pemahaman, Membentuk Perspektif, Melaksanakan Solusi, Organisasi logika

    ReplyDelete
  13. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan sumber artikel yang ditulis oleh Pak Marsigit dan Endang Lystiani, “Mathematical thinking is used during mathematical activities, and is therefore intimately related to the contents and methods of arithmetic and mathematics”. Sehingga pola fikir Matematika hanya akan berkembang jika terdapat aktifitas yang langsung berkaitan dengan isi dan metode aritmatika dan matematika. Oleh karena itu, Katagiri (2004) membedakan mathematical thinking dalam tiga kategori, yaitu Mathematical Attitudes, Mathematical Thinking Related to Mathematical Methods, dan Mathematical Thinking Related to Mathematical Contents. Mathematical attitudes merupakan mathematical thinking yang berkaitan dengan sikap dan tindakan yang diperlukan dalam Matematika, sedangkan Mathematical Thinking Related to Mathematical ethods merupakan mathematical thinking yang berkaitan dengan strategi dan teknik-teknik untuk menyelesaikan persoalan-persoalan Matematika, sedangkan Mathematical Thinking Related to Mathematical Contents merupakan mathematical thinking yang berkaitan dengan isi dari Matematika itu sendiri berkaitan dengan konsep dan keterikatan antara masing-masing konsep Matematika, seperti konsep himpunan yang digunakan untuk penyelesaian persamaan, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  14. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berdasarkan apa yang saya tangkap dari artikel tersebut bahwa Katagiri, S. (2004) suaatu metode matematika itu jika dilihat dari bentuk masalahnya. Maka 1) Apa yang sama? Apa yang dibagikan? (Abstraksi) 2) Memperjelas arti kata-kata dan menggunakannya sendiri. (Abstraksi) 3) Apa (kondisi) yang penting? (Abstraksi) 4) Tipe situasi apa yang sedang dipertimbangkan? Situasi macam apa yang sedang diajukan? (Idealisasi)5) Gunakan angka (angka) untuk ekspresi. (Diagram, kuantifikasi) 6) Ganti nomor dengan angka lebih sederhana. (Penyederhanaan) 7) Sederhanakan kondisinya. (Penyederhanaan) 8) Berikan sebuah contoh. (Konkretisasi).

    ReplyDelete
  15. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    List pertanyaan yang dibuat oleh katagiri mengenai metode bermatematika terdiri dari beberapa poin. Pertanyaan yang menarik bagi saya adalah pertanyaan mengenai aturan apa yang akan dilibatkan dalam pengerjaan suatu masalah. Hal ini merupaan yang menjadi kendala siswa dalam mengerjkan masalah matematika karena siswa bahkan tidak tahu akan dibawa kemana suatu maslaah dan diselesaikan dengan cara apa masalah tersebut.

    ReplyDelete
  16. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode matematika adalah suatu metode atau cara yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah secara matematis. Dari bagaimana merumuskan masalah yang ada, mencari informasi pendukung, mencari alternatif penyelesaian, dan bagiaman refleksi penyelesaiannya. Dengan memerhatikan pertanyaan – pertanyaan yang sudah dijabrakn di atas, akan memudahkan untuk melakukan langkah – langkah penyelesaian masalah

    ReplyDelete
  17. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Aktivitas matematisasi dalam belajar matematika, Freudenthal (Van den Heuvel, 1996: 11) menyebutkan dua jenis matematisasi, yaitu matematisasi horizontal dan vertikal.
    Matematisasi horizontal meliputi proses transformasi masalah nyata/sehari-hari ke dalam bentuk simbol, sedangkan matematisasi vertikal merupakan proses yang terjadi dalam lingkup simbol matematika itu sendiri sedang proses yang dilalui siswa sampai menemukan algoritma disebut matematisasi vertikal.
    Maka terdapat beberapa metode dalam memepelajari bahkan membangun matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  18. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Menurut Katagiri (2004) bahwa karakteristik berpikir matematika dibagi menjadi empat karakteristik yaitu fokus kepada himpunan, berpikir bergantung pada tiga variabel, pemahaman denotatif dan berpikir matematika sebagai kekuatan pendorong dibelakang pengatahuan dan keterrampilan. Karakteristik berpikir matematik ini merupakan cara yang mendasar dalam memahami jenis berpikir matematika yang ada, dengan memahami karakteristik berpikir matematika berarti dia telah memiliki pemahaman matematik yang kuat, dalam pembelajaran matematika siswa hendaknya memiliki kemampuan untuk mencapai solusi dari suatu permasalahan matematika secara mandiri. Dengan kata lain siswa harus memiliki kemampuan berpikir matematis yaitu kemampuan untuk berpikir dan memutuskan bagaimana menyelesaikan suatu permasalahan secara mandiri.

    ReplyDelete
  19. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Menurut katagiri, berpikir matematis meliputi tiga aspek, yaitu sikap matematika, metode berpikir matematis, dan konten matematika. Salah satu hal yang penting dalam metode matematika adalah menetapkan perspectif yang meliputi analogi dan spesialisasi. Analogi sama dengan menjawab pertanyaan dapatkah kita menyelesaikannya dengan cara yang sama dengan sesuatu yang sudah kita ketahui? Akankah memberikan hasil yang sama dengan sesuatu yang telah kita ketahui. Sedangkan spesialisasi dalah lawan dari generalisasi. Spesialisasi berarti melihat suatu kasus secara khusus.

    ReplyDelete
  20. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Menurut katagiri pemecahan masalah membutuhkan adanya suatu pertanyaan. Pertanyaan akan memunculkan suatu pemikiran dan metode matematis. Yang dibutuhkan dalam kemampuan pemecahan masalah yaitu pembentukan masalah dan pemahaman siswa akan suatu materi pembelajaran, memberntuk pemikiran perspektif, dan melaksanakan solusi yang dilakukan dengan beberapa cara yaitu induksi, deduksi, penyederhanaan dan lain sebagainya serta penggunaan pemikiran logis. Dengan demikian kemampuan pemecahan masalah merupakan suatu proses untuk menerapkan pengetahuan yang ditelah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi yang baru.

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Menurut Katagiri pertanyaan harus diciptakan sehingga proses pemecahan masalah memunculkan pemikiran dan metode matematis adalah sebagai berikut:
    a. Pembentukan Masalah dan Pemahaman
    b. Membentuk Perspektif
    c. Melaksanakan Solusi
    d. Organisasi logika

    ReplyDelete
  22. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Menurut Katagiri, agar metode matematika berguna untuk menyelesaikan suatu permasalahan matematika maka terdapat langkah-langkah. Langkah tersebut antara lain pembentukan masalah dan pemahaman, membangun sebuah perspektif, penyelesaian solusi dan menggunakan logika. Dalam memilikih metode matematika dalam pembelajarannya harus dengan cermat karena metode matematika ini akan harapannya ialah mengaktifkan siswa sehingga siswa menjadi kreatif dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  23. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Katagiri, S. (2004) menyatakan ada beberapa yang harus dibuat sehingga proses pemecahan masalah yang memunculkan pemikiran matematika dan metode pemecahannya. Berikut daftar pertanyaan analisis yang dirancang untuk menumbuhkan metode matematika:
     a . Formasi Masalah dan Pemahaman Abstraksi, Idealisasi, Pembuatan Diagram, kuantifikasi, Penyederhanaan, Konkretisasi.
    b . Membangun Perspektif 
     Analogi, Analogi, Spesialisasi
    c . Pelaksana SolusiInduksi, Pengurangan, Penyederhanaan ), Spesialisasi, Diagram, Kuantifikasi.
    d . Organisasi logis Logical,  Accuracy

    ReplyDelete
  24. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada artikel diatas saya tertarik pada pertanyaan analisis untuk merancang metode matematis yaitu pada point ketiga menlaksanakan solusi
    1) Aturan macam apa yang tampaknya terlibat? Cobalah mengumpulkan data. (Induksi)
    2) Pikirkan berdasarkan apa yang diketahui (apa yang akan diketahui). (Deduksi)
    3) Apa yang harus diketahui sebelum ini bisa dikatakan? (Deduksi)
    4) Pertimbangkan situasi sederhana (menggunakan angka atau angka sederhana). (Penyederhanaan)
    5) Tahan kondisi konstan. Pertimbangkan kasus dengan kondisi khusus. (Spesialisasi)
    6) Bisakah ini dinyatakan sebagai figur? (Diagramming)
    7) Bisakah ini diungkapkan dengan angka? (Hitungan)
    Nah dalam pertanyaan-pertanyaan ini jika dilontarkan oleh seorang guru jangan hanya sekedar bertanya tetapi juga membimbing siswa untuk menemukan solusi, membimbing bukan berarti membantu siswa mengarahkan kepada jawaban yang tepat.

    ReplyDelete
  25. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bicara mengenai Metode Matematika mungkin yang sangat saya kenal adalah abstraksi dan idealisasi. Maksudnya objek-objek matematika itu berada di pikiran yang merupakan representasi dari objek yang ada dan yang mungkin ada di dunia. Serta objek-objek tersebut diidealisasikan. Namun ternyata ada lebih banyak metode matematika yang ada, seperti yang disajikan Pak Prof dalam artikel in. Ada sebagian besar yang mungkin cukup dikenal juga. Mungkin saya sedikit menambahkan metode matematika yaitu mereduksi. Munkin dalam filsafat mereduksi sangat erat dengan sebuah mitos. Namun dalam matematika mereduksi bukan seperti itu namun meringankan agar orang yang masih belum dewasa dapat memahami matematika dengan lebih mudah. Metode matematika reduksi biasnya dipakai di matematika sekolah.

    ReplyDelete
  26. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Salah satu pertanyaan yang menggiring kita menuju pemahaman tentang apa itu metode matematika, yang juga disebutkan dalam artikel ini adalah tentang berpikir deduksi. Yaitu "think based on what is known". Berpikir atau menemukan solusi dari suatu masalah berdasarkan fakta-fakta yang sudah diketahui. Kalau dalam struktur matematika, yang sudah diketahui berupa definisi, aksioma atau teorema yang menjadi bekal dalam menggapai pengetahuan atau menemukan solusi. Tentunya ada berbagai pengertian yang terkandung dalam metode matematika selain berpikir deduktif.

    ReplyDelete
  27. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Metode matematika adalah cara untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika. Dengan menggunakan atau menerapkan metode yang tepat maka proses pembelajaran akan semakin efektif dan efisiens. Menurut Katagiri, agar metode matematika dapat menyelesaikan suatu permasalahan matematika maka terdapat langkah-langkah. Langkah tersebut antara lain pembentukan masalah dan pemahaman, membangun sebuah perspektif, penyelesaian solusi dan menggunakan logika. Dengan metode matematika, diharapkan pembelajaran matematika dapat dikembangkan untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa.

    ReplyDelete
  28. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Metode matematika begitu penting bagi pendidik maupun calon pendidik karena metode matematika digunakan atau diterapkan dalam pembelajaran untuk menyelesaikan masalah matematika. Penggunaan metode matematika juga akan meng-efektif-kan pembelajaran matematika itu sendiri dan diharapkan dapat tercapainya tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  30. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode matematika adalah suatu cara dalam membelajarkan ataupun belajar matematika. Dengan memperhatikan pertanyaan-pertayaan analisis di atas, dapat disusun sebuah metode pembelajaran. Dalam problem formatin and comprehension, guru perlu melakukan abstraksi, idealisasi, dan penyederhanaan, juga diagramming/quantification. Lalu untuk establishing a perspective, guru perlu analogi dan spesialisasi. Selanjutnya, executing solutions, guru menjalankan induksi, deduksi, penyederhanaan, spesialisasi, dan diagramming/quantification. Untuk logical organization, guru melakukan logika dan keakuratan

    ReplyDelete
  31. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Terdapat dua metode pembuktikan di dalam matematika, yaitu metode deduktif dan metode induktif. Metode deduktif yaitu membuktikan melalui premis-premis yang bersifat umum baru kemudian disimpulkan premis yang bersifat khusus. Sedangkan metode induktif adalah pembuktian dari premis-premis khusus yang kemudian disimpulkan untuk premis yang lebih umum. Metode deduktif biasanya digunakan untuk mengajarkan siswa pada sekolah dasar hingga menengah pertama. Sedangkan untuk siswa sekolah menengah atas sudah dikenalkan metode induktif karena mereka sudah mampu berkerja dengan matematika formal.

    ReplyDelete
  32. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai seorang guru, penting bagi kita untuk mengembangkan masalah yang akan kita berikan kepada siswa. Berdasarkan Katagiri, S. (2004), dalam membuat suatu pertanyaan, kita harus memperhatikan pemikiran matematika dan metode matematika yang dibutuhkan ketika memecahkan masalah tersebut. Sehingga, masalah yang kita berikan kepada siswa haruslah syarat akan pemikiran dan metode matematika yang akan membangun pemikiran siswa yang kritis dan kreatif.

    ReplyDelete
  33. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Metode matematika adalah cara yang digunakan seseorang dalam menyelesaikan masalah matematika. Bagaimanan kita dapat mengetahui tentang metode matematika yang digunakan seseorang. Kita dapat menggunakan berbagai indikator yang menggambarkan indikator yang akan ditentukan. Dalam tulisan ini terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan dalam menilai metode yang digunakan seseorang.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  34. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Metode matematis semua yang membahas dan menunjukkan langkah-langkah penyelesaian masalah matematika seperti persamaan differensial, aljabar linier, deret, geometri, kalkulus, dan lain-lain yang merupakan bidang-bidang dalam matematika. Istilah "metode matematika" sering dipahami untuk menyiratkan semacam sikap pragmatis terhadap matematika, di mana tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan metode eksplisit yang sebenarnya untuk memecahkan masalah nyata.

    ReplyDelete
  35. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Dalam mengajarkan matematika, guru harus mempunyai metode matematika yang baik untuk siswanya agar siswa dapat memahami konsep yang akan diajarkan. Katagiri menyusun daftar analisis pertanyaan untuk memperkuat metode matematika seperti pemahaman dan pembentukan masalah, membentuk perspektif, melaksanakan solusi, dan logika organisasi.

    ReplyDelete