Nov 30, 2012

The Structure of Scientific Revolutions_By Thomas Kuhn




Ass Wr Wb

Khususnya untuk S2 PSn referensi berikut sangat relavan untuk dibaca:

Wss Wr Wb
Marsigit

57 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Dari pendapat Kuhn tersebut bisa dikatakan bahwa filsafat ilmu harus berguru kepada sejarah ilmu, sehingga seorang ilmuan dapat memahami hakikat ilmu dan aktivitas ilmiah yang sesungguhnya. Dari rekaman sejarah ilmu bisa diketahui bahwa terjadinya perubahan-perubahan mendalam selama sejarah ilmu tidak didasarkan pada upaya empiris untuk membuktikan suatu teori atau sistem, tetapi melalui revolusi-revolusi ilmiah, sehingga kemajuan ilmiah pertama-tama bersifat revolusioner dan bukan kumulatif.

    ReplyDelete
  2. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pada salah satu portal link yang saya buka, saya memperoleh pemahaman tentang revolusi sains dapat dianggap sebagai episode perkembangan non-komulatif yang di dalamnya paradigma yang lama diganti seluruhnya atau sebagian oleh paradigma baru yang bertentangan. Paradigma baru ini lebih memungkinkan menyelesaikan anomali-anomali yang dari paradigma lama. Pada proses revolusi sains ini, hampir seluruh kosa kata, istilah-istilah, konsep-konsep, idiom-idiom, cara penyelesaian persolan, cara berfikir, cara mendekati persoalan berubah dengan sendirinya. Tentu perangkat yang lama yang mungkin masih relevan untuk difungsikan tetap tidak dikesempingkan. Tetapi, jika cara pemecahan persoalan model lama memang sama sekali tidak dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang datang kemudian, maka secara otomatis dibutuhkan seperangkat cara, rumusan dan wawasan yang sama sekali baru untuk memecahkan persoalan-persoalan yang baru, yang timbul akibat kemajuan ilmu dan tekhnologi, yang berakibat pula pada perluasan wawasan dan pengalaman manusia itu sendiri.

    ReplyDelete

  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://plato.stanford.edu/entries/thomas-kuhn/, Thomas Kuhn (1922-1996) adalah salah satu filsuf paling berpengaruh ilmu abad kedua puluh, mungkin yang paling berpengaruh. 1962 bukunya The Structure of Scientific Revolutions, adalah salah satu buku akademik yang paling dikutip sepanjang masa. kontribusi Kuhn dengan filsafat ilmu tidak hanya ditandai istirahat dengan beberapa kunci positivis Doktrin, tetapi juga meresmikan gaya baru filsafat ilmu yang membawa lebih dekat ke sejarah ilmu pengetahuan. pandangannya tentang perkembangan ilmu berpendapat bahwa ilmu menikmati Periode pertumbuhan yang stabil diselingi oleh revolusi revisionary. Kuhn menjelaskan essensi utama dari pemikirannya tentang ilmu pengetahuan (sains): “History, if viewed as a repository for more than anecdote or chronology, could produce a decisive transformation in the image of science by which we are now possessed.” Berdasarkan pernyataan tersebut, Kuhn mencoba menawarkan suatu teori baru terkait ilmu pengetahuan yang mengacu pada proses perkambangan ilmu pengetahuan itu sendiri ketimbang pada produk yang dihasilkannya. Sebagaimana dinyatakan James Marcum, apa yang dilakukan Kuhn adalah mencoba menggeser subyek ilmu pengetahuan ( the product ) kepada aktivitas ilmu pengetahuan (to produce). Dengan demikian, ia menggeser analisis logis dan eksplanasi ilmu pengetahuan sebagai suatu produk yang telah mapan kepada suatu eksplanasi natural atau historis dari proses saintifik itu sendiri.

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Thomas Samuel Kuhn adalah salah satu filsuf sains yang paling berpengaruh abad ke-20. Bukunya yang berjudul The Structure of Scientific Revolutions adalah salah satu buku akademis yang paling banyak dikutip sepanjang masa. Kontribusi Kuhn terhadap filsafat sains menandai tidak hanya jeda dengan beberapa doktrin positivis kunci, namun juga meresmikan sebuah gaya baru filsafat sains yang membawanya mendekati sejarah sains. Laporannya tentang perkembangan sains berpendapat bahwa sains menikmati periode pertumbuhan stabil yang diselingi oleh revolusi revisioner. Jadi Kuhn membawa pengaruh yang baik dalam perkembangan filsafat ilmu. Kuhn juga mencoba untuk mengembangkan ilmu melalui berbagai aktifitas yang diutamakan pada prosesnya.

    ReplyDelete
  5. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Wacana tentang objektivitas sains menjadi hal yang penting untuk disinggung, karena mengingat masalah ini menjadi pokok sentral dari paradigma ilmuan dalam merumuskan metodologi. Umumnya kalangan positivistik -seperti August Comte- memiliki anggapan bahwa ilmu itu dapat dicapai secara objektif jika pengetahuan tersebut mampu dibuktikan secara induktif dan berpijak pada metodologi ilmiah yang mampu dibuktikan secara faktual, observasi, eksperimental dan komparasi. Namun, bagi Kuhn setiap ilmuwan dalam meneliti sesuatu dan menciptakan teori tentu ada “paradigma” yang mendasari proses dalam penelitiannya, maka seorang ilmuan mustahil bisa menolak subjektifitas individu karena paradigma dalam dirinya menentukan arah sebuah penelitian. Dalam sains, paradigma mengandung unsur asumsi dan prediksi tertentu tentang alam yang dimiliki oleh individu ilmuan.

    ReplyDelete
  6. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam bukunya The Structure of Scientific Revolutions, pembahasan utama yaitu mengungkap paradigma yang terjadi dalam teori dan praktik sains normal yang mengharuskan untuk dilakukan sebuah revolusi. Istilah sains normal atau “normal science” bagi Kuhn dimaknai sebagai “penelitian yang berdasarkan pada satu atau lebih temuan sains, yang untuk sementara waktu diakui oleh suatu komunitas ilmiah sebagai temuan yang menjadi fondasi bagi praktik selanjutnya.” Sains normal, kata Kuhn, berdasarkan pada paradigma bersama (shared paradigm), yaitu yang “terikat oleh aturan dan standar yang sama demi praktik keilmuan. Keterikatan atau kesepakatan tersebut adalah pra-syarat bagi normal science, yaitu sebagai tolak ukur awal untuk keberlangsungan sebuah riset. Paradigma sebagai basis utama yang akan mengarahkan sebuah riset dalam masa sains normal. Aktivitas ilmuan dalam sains normal hanya fokus pada hal-hal yang praktis dan teoritis secara mendalam. Sehingga sikap kritis ilmuan tidak ada pada wilayah sains normal ini, karena di sini para ilmuan tidak membahas hal-hal yang mendasar. Makanya, sains normal bagi Kuhn hanyalah sebuah paradigma dari ilmuan yang konservatif – dengan istilah lain ortodok atau fundamentalis- sebab banyak orang yang mempertahankan kredo dan prinsip-prinsip paradigmatiknya tidak peduli dengan apapun.

    ReplyDelete
  7. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Revolusi sains dapat dianggap sebagai episode perkembangan non-komulatif yang di dalamnya paradigma yang lama diganti seluruhnya atau sebagian oleh paradigma baru yang bertentangan. Paradigma baru ini lebih memungkinkan menyelesaikan anomali-anomali yang dari paradigma lama. Perangkat yang lama yang mungkin masih relevan untuk difungsikan tetap tidak dikesempingkan. Tetapi, jika cara pemecahan persoalan model lama memang sama sekali tidak dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang datang kemudian, maka secara otomatis dibutuhkan seperangkat cara, rumusan dan wawasan yang sama sekali baru untuk memecahkan persoalan-persoalan yang baru , yang timbul akibat kemajuan ilmu dan tekhnologi, yang berakibat pula pada perluasan wawasan dan pengalaman manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari sumber yang di atas, Kuhn memandang ilmu dari perspektif sejarahwan professional tertentu. Ia mengeksplorasi tema-tema yang lebih besar misalnya seperti apakah ilmu itu di dalam prakteknya yang nyata dengan analisis kongkrit dan empiris. Di dalam Structure ia menyatakan bahwa ilmuwan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Mereka lebih mirip para pemecah teka-teki yang bekerja di dalam pandangan dunia yang sudah mapan. Ilmu bukan merupakan upaya untuk menemukan objektivitas dan kebenaran, melainkan lebih menyerupai upaya pemeecahan masalah di dalam pola-pola keyakinan yang telah berlaku. Kuhn memakai istilah paradigma untuk menggambarkan sistem keyakinan yang mendasari upaya pemecahan teka-teki di dalam ilmu. Perkembangan ilmu menurut Kuhn terdiri atas beberapa paradigma yang berupa tahap-tahap. Dalam perkembangan sains, sebuah konsep terbentuk oleh adanya paradigma yang mengakibatkan perubahan konsep, sehingga sains pun terus berubah. Peran paradigma dalam perkembangan sains sangatlah penting, karena paradigma itulah yang menjiwai sebuah konsep. Dapat disimpulkan bahwa “revolusi sains” adalah simbol yang menjelaskan tentang efek terakhir dari adanya perbedaan paradigma-paradigma yang dinamis. Cara kerja paradigma dan terjadinya revolusi ilmiah oleh Kuhn dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama, paradigma ilmu digunakan untuk membimbing dan mengarahkan kegiatan ilmiah dalam masa normal sains. Tahap kedua, anomali-anomali yang muncul yang tidak dapat diselesaikan dengan paradigma sebelumnya, menimbulkan krisis. Pergeseran dari paradigma lama ke paradigma baru ini yang disebut dengan revolusi ilmiah.

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Buku The Structure of Scientific Revolutions memamarkan tentang sejarah sains. Buku ini ditulis oleh filsuf Thomas S. Kuhn. Publikasinya merupakan peristiwa penting dalam sejarah, filsafat, dan sosiologi pengetahuan ilmiah dan memicu pengkajian dan reaksi di seluruh dunia yang terus berlanjut dan di luar komunitas ilmiah tersebut. Kuhn menantang pandangan kemajuan yang sekarang berlaku dalam "ilmu pengetahuan normal". Kemajuan ilmiah normal dipandang sebagai "perkembangan-akumulasi dari fakta dan teori yang diterima. Kuhn mengemukakan sebuah model episodik di mana periode kontinuitas konseptual seperti itu dalam sains normal terganggu oleh periode sains revolusioner.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berdasarkan artikel yang saya baca diatas, maka Struktur Revolusi Ilmiah (1962; edisi kedua 1970; edisi ketiga 1996; edisi keempat 2012) adalah buku tentang sejarah sains oleh filsuf Thomas S. Kuhn. Publikasinya merupakan peristiwa penting dalam sejarah, filsafat, dan sosiologi pengetahuan ilmiah dan memicu pengkajian dan reaksi di seluruh dunia yang terus berlanjut - dan di luar - komunitas ilmiah tersebut. Kuhn menantang pandangan kemajuan yang sekarang berlaku dalam "ilmu pengetahuan normal". Kemajuan ilmiah normal dipandang sebagai "perkembangan-akumulasi dari fakta dan teori yang diterima. Kuhn mengemukakan sebuah model episodik di mana periode kontinuitas konseptual seperti itu dalam sains normal terganggu oleh periode sains revolusioner. Penemuan "anomali" selama revolusi dalam sains membawa pada paradigma baru. Paradigma baru kemudian mengajukan pertanyaan baru tentang data lama, bergerak melampaui sekadar "pemecahan teka-teki" dari paradigma sebelumnya, mengubah peraturan permainan dan "peta" yang mengarahkan penelitian baru.

    ReplyDelete
  11. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Istilah paradigma pada awalnya berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan terutama yang kaitannya dengan filsafat ilmu pengetahuan. Tokoh yang mengembangkan istilah tersebut dalam dunia ilmu pengetahuan adalah Thomas S. Kuhn dalam bukunya yang berjudul The Structure of Scientific Revolution (1970:49). Inti sari pengertian paradigm adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum-hukum, metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, cirri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.

    ReplyDelete
  12. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Munculnya sebuah buku “Structure of Scientific Revolutions” pada tahun 1962, yang dikreasi oleh seorang yang dilahirkan di Cincinnati, Ohaio. Dia adalah Thomas Kuhn. Pada tahun 1922 Kuhn belajar fisika di Havard University, kemudian melanjutkan studinya di pascasarjana, dan memutuskan pindah ke bidang sejarah ilmu. “Structure of Scientific Revolutions”, banyak mengubah persepsi orang terhadap apa yang dinamakan ilmu. Jika sebagian orang mengatakan bahwa pergerakan ilmu itu bersifat linier-akumulatif, maka tidak demikian halnya dalam penglihatan Kuhn.
    Menurut Kuhn ilmu bergerak melalui tahapan-tahapan yang berpuncak pada kondisi normal dan kemudian “membusuk” karena telah digantikan oleh ilmu atau paradigma baru. Demikian selanjutnya Paradigma baru mengancam paradigm lama yang sebelumnya juga menjadi paradigm baru.

    ReplyDelete
  13. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Latar belakang pemikiran Kuhn tentang ilmu dan perkembangannya merupakan respon terhadap adanya pandangan Positivisme dan Popper. Kuhn menolak pandangan di atas karna Kuhn memandang ilmu dari perspektif sejarah dalam arti sejarah ilmu. Rekaman sejarah ilmu merupakan titik awal pengembangan ilmu karena merupakan rekaman akumulasi konsep untuk melihat bagaimana hubungan antara pengetahuan dengan mitos dan takhayul yang berkembang Kuhn lebih mengekplorasi tema-tema yang lebih besar misalnyanya hakekat ilmu baik dalam prakteknya yang nyata maupun dalam analisis kongkret dan empiris. Dari pendapat Kuhn tersebut bisa dikatakan bahwa filsafat ilmu harus berguru kepada sejarah ilmu sehingga seorang ilmuan dapat memahami hakikat ilmu dan aktivitas ilmiah yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  14. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kecenderungan masyarakat ilmuan untuk menikmati sains yang dirumuskan bersama dengan paradigmanya, membuat rasa ingin tahu yang mendalam oleh sebagian ilmuan lainnya, seperti yang dialami Thomas Kuhn. Ia melihat adanya ketidakpedulian terhadap sesuatu yang ada dibalik sains itu. Di satu pihak masyarakat hanya menikmati sains dalam skala praktis, di pihak lain para ilmuan menerapkan penelitian dan eksperimennya dengan kadar persepsinya terhadap alam yang menurutnya sudah tepat. Kedua sikap tersebut menuntunnya untuk melakukan sebuah upaya mengungkapkan bahwa sains berkembang tidak bisa lepas dari paradigm para ilmuan. Maka Kuhn ingin mencetuskan apa yang ia sebut sebagai revolusi sains (science revolution).

    ReplyDelete
  15. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kuhn juga menjelaskan secara detail tentang unsur subjektif dalam sains. Ia mengatakan bahwa pada dasarnya sains adalah model pemecahan masalah menurut paradigma-pradigma tertentu. Alam tidak mungkin menjelaskan dirinya sendiri. Ia tidak memperlihatkan dirinya menutut formula atau persamaan-persamaan matematis. Adalah ilmuan yang memberikan makna terhadap gejala-gejalanya dengan merumuskan bagaimana ia bisa sesuai dengan konsep-konsep dan keyakinan-keyakinan yang ada, dan sejauh mana konsep-konsep dan keyakinan tersebut dimodifikasi dan diperluas untuk mengakomodasikannya.

    ReplyDelete
  16. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Thomas Kuhn dalam magnum opusnya yakni The Structure of Scientific Revolutions mengkritisi kebenaran implisit dan eksplisit yang eksis di dalam sains itu sendiri. Thomas Kuhn diinspirasi dari keahliannya dalam ilmu fisika mencoba mengungkapkan secara detail dan argumentatis kedudukan sains secara teoritis dan praktis. Adapun, struktur perkembangan sains menurut Kuhn yaitu pra paradigma - pra science - paradigma normal science - anomaly - krisis revolusi- paradigma baru - ekstra ordinary science – revolusi (Nurkhalis, 2012).

    ReplyDelete
  17. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kebenaran sains berkali-kali ditemukan melalui paradigma baru pada satu objek yang sama melalui discovery, supertitian, atau novelty. Kebenaran sains lebih bersifat representasi realitas. Kuhn tidak meyakini gagasan sains sebagai suatu aktivitas menemukan kebenaran di alam tetapi lebih merupakan loncatan paradigma, sebagai akibat terjadinya revolusi saintifik. Berubahnya satu paradigma ke paradigma lain, ini disebut dengan revolusi saintifik (scientific revolution) atau pergeseran paradigma (paradigm shift). Pergeseran paradigma adalah perubahan (revolusi) dari worldview, tanpa mengacu pada kekhususan argumen historis. Sains tidak berkembang secara kumulatif dan evolusif melainkan revolusif. Menurut Kuhn, ini menunjukkan bahwa revolusi ilmiah adalah perkembangan nonkumulatif menuju episode baru di mana sebuah paradigma yang lama diganti secara keseluruhan atau sebagian oleh yang baru secara incompatible dengan yang sebelumnya. Kebenaran tidak memberi petunjuk terhadap sains, akhirnya menjadikan sains mencapai kebenaran dalam target teleologis. Tidak ada paradigma yang sempurna dan terbebas dari kelainan-kelainan (anomali). Sebagai konsekuensinya, sains harus mengandung suatu cara untuk mendobrak keluar dari satu paradigma ke paradigma lain yang lebih baik, inilah fungsi revolusi saintifik. Anomali hanya diperlakukan sebagai counterinstances (ketahanan berkompetisi teori) oleh para pendukung paradigma yang bersaing. Anomali diartikan suatu kondisi akibat bertentangan dengan harapan, Ini merupakan prasyarat penting bagi penemuan pengetahuan baru mengisi celah ketidaktahuan (Nurkhalis, 2012).

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Bahwa filsafat itu bersumber pada sejarahnya, dimana revolusi-revolusi terjadi yang mengakibatkan adanya penemuan baru yang dihasilkan dari suatu penelitian yang panjang. Perubahan-perubahan akan selalu ada karena adanya ilmu yang kontradiksi, sehingga perlu adanya sintesis agar dicapai kesepahaman.

    ReplyDelete
  19. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Perubahan memang wajar saja terjadi karena kehidupan manusia itu menembus ruang dan waktu. Dalam artikel yang disebutkan pada link dijelaskan mengenai revolusi scientific, artinya yaitu science yang berevolusi atau berkembang. Thomas Kuhn melalui bukunya dan tesis-antitesis nya mengungkapkan bahwa Sains berkembang dengan menambahkan kebenaran baru ke persediaan kebenaran lama, atau perkiraan teori yang meningkat terhadap kebenaran, dan dalam kasus aneh, koreksi kesalahan masa lalu. Kemajuan semacam itu bisa meningkat di tangan ilmuwan yang sangat hebat, namun kemajuan itu sendiri dijamin dengan metode ilmiah.

    ReplyDelete
  20. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    suatu ilmu pengetahuan terikat oleh ruang dan waktu, maka suatu paradigma hanya cocok dan sesuai untuk permasalahan yang ada pada saat tertentu saja, sehingga apabila dihadapkan pada permasalahan yang berbeda dan kondisi yang berlainan, maka perpindahan dari suatu paradigma ke paradigma yang baru dan sesuai adalah suatu keharusan

    ReplyDelete
  21. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Thomas Samuel Kuhn lewat tulisannya, The Structure of Scientific Revolutions (1962), ia menjadi seorang yang berusaha meyakinkan bahwa titik pangkal segala penyelidikan adalah berguru pada sejarah ilmu. Dimana Kuhn berpendapat bahwa terjadinya perubahan-perubahan yang berarti tidak pernah terjadi berdasarkan upaya empiris untuk membuktikan salah (falsifikasi) suatu teori atau sistem, melainkan berlangsung melalui revolusi-revolusi ilmiah.

    ReplyDelete
  22. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas berbagai referensi yang bapaik sampaikan. Untuk saat ini saya simpan terlebih dahula karena keterbatasan saya. Terima kasih juga atas komentar kakak-kakak pasca sajarna atas sedikit rangkuman atas cuplikan yang diberikan pak prof. Semogo kembali bermanfaat pada diri sendiri maupun yang lainnya.

    ReplyDelete
  23. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Thomas Kuhn memandang bahwa perkembangan ilmu saat ini tengah berada pada periode pertumbuhan yang stabil dan diselingi oleh revolusi revisionary. Pandangan tersebut ia cantumkan di dalam bukunya yang berjudul The Structure of Scientific. Kuhn menjelaskan pengaruh yang agak berbeda pada ilmu sosial. Pada pengembangan studi sosial dari ilmu itu sendiri, khususnya 'Sosiologi Pengetahuan Ilmiah' ia mengklaim bahwa para ilmuwan tidak membuat penilaian mereka sebagai hasil dari aturan sadar atau tidak sadar secara erat adanya paradigma membimbing. Selama revolusi mereka dilepaskan dari kendala tersebut (meskipun tidak sepenuhnya). Akibatnya ada kesenjangan yang tersisa untuk faktor-faktor sosial lain untuk menjelaskan penilaian ilmiah.

    ReplyDelete
  24. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Thomas Kuhn berpendapat bahwa revolusi ilmiah berlanjut melalui tahapan berikut:
    Pertama, " Normal Science", artinya sehari-hari, sains roti dan mentega, adalah kegiatan "memecahkan teka-teki" yang dilakukan di bawah "paradigma" yang memerintah. Kedua, “Anomali" timbul ketika sebuah teka-teki, yang dianggap penting atau penting, tidak dapat dipecahkan. Anomali tidak dapat dihapuskan hanya sebagai proyek penelitian yang kurang dipahami; Hal ini menegaskan dirinya sebagai duri di sisi ilmuwan yang mempraktikkannya. Anomali adalah hal baru yang tidak dapat dihapuskan, dan mana yang tidak dapat dipecahkan. Ketiga, hal ini membuka sebuah periode yang disebut "krisis", selama waktu metode dan pendekatan baru diijinkan, karena yang lebih tua terbukti tidak mampu naik ke tugas yang ada (memecahkan anomali). Pandangan dan prosedur yang sebelumnya dianggap sesat sementara diizinkan, dengan harapan bisa memecahkan anomali tersebut. Keempat, Salah satu pendekatan baru ini berhasil, dan ini menjadi paradigma baru melalui "pergeseran paradigma". Ini merupakan inti dari revolusi ilmiah. Kelima, Paradigma baru dipopulerkan dalam buku teks, yang menjadi bahan pengajaran bagi ilmuwan generasi berikutnya, yang dibesarkan dengan gagasan bahwa paradigma dulu dan revolusioner sama seperti banyak hal telah dilakukan. Kebaruan revolusi ilmiah surut dan lenyap, sampai prosesnya dimulai lagi dengan pergeseran paradigma krisis-anomali lainnya.

    ReplyDelete
  25. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Penemuan anomali selama revolusi sains memunculkan paradigma baru yang kemudian digunakan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru dari data yang lama dalam paradigma sebelumnya, memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan pada penelitian yang baru. Kuhn memperkenalkan humanisme realistik dalam inti sains, sementara yang lain merasa sains dirusak oleh unsur-unsur irasional dan menekankan bahwa pada awalnya model heliosentris tidak menawarkan prediksi pergerakan benda langit, tetapi model ini menarik perhatian beberapa praktisioner karena menjanjikan solusi yang lebih baik dan sederhana yang dapat dikembangkan suatu saat nanti.

    ReplyDelete
  26. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    The structure of scientific revolutions adalah sebuah buku tentang sejarah sains yang ditulis oleh seorang filsuf Thomas Kuhn. Kuhn menentang pandangan yang banyak dianut pada saat itu mengenai kemajuan dalam "sains normal". Kemajuan ilmiah sebelumnya dianggap sebagai "pengembangan lewat akumulasi" fakta-fakta dan teori-teori yang telah diterima. Kuhn menyebut konsep inti revolusi tersebut sebagai "paradigma", dan istilah ini kemudian banyak digunakan secara analogis pada pertengahan akhir abad ke-20. Keyakinan Kuhn bahwa pergeseran paradigmaadalah percampuran sosiologi, antusiasme, dan janji ilmiah, dan bukan prosedur yang ditentukan secara logis, memicu kegemparan

    ReplyDelete
  27. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Kuhn memandang ilmu dari perspektif sejarahwan professional tertentu. Ia mengeksplorasi tema-tema yang lebih besar misalnya seperti apakah ilmu itu didalam prakteknya yang nyata dengan analisis kongkrit dan empiris. Didalam Structure ia menyatakan bahwa ilmuwan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Mereka lebih mirip para pemecah teka-teki yang bekerja didalam pandangan dunia yang sudah mapan. Ilmu bukan merupakan upaya untuk menemukan obyektivitas dan kebenaran, melainkan lebih menyerupai upaya pemeecahan masalah didalam pola-pola keyakinanyang telah berlaku.

    ReplyDelete
  28. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terima kasih kepada Prof Marsigit yang telah menjadi perantara bagi kami untuk mendapatkan pengetahuan yang kami butuhkan. Link tersebut ditujukan khususnya untuk mahasiswa S2, sehingga InshaAllah jika saya diijinkan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, link tersebut akan saya jadikan salah satu referensi.

    ReplyDelete
  29. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami dunia ini senantiasa berkembang demikian halnya dengan bidang ilmu pengetahuan. Dalam rangka meningkatkan kualitas dan akurasi serta ruang lingkup tentang pengetahuan maka seorang ilmuwan atau akademisi biasanya menggunakan literasi ilmu pengetahuan berupa eksperimental dan observasional. Sebagai contoh misalnya pengukuran yang dilakukan oleh Newton, dan munculnya teori mekanika oleh Einstein.

    ReplyDelete
  30. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "The Structure of Scientific Revolutions" merupakan salah satu buah pemikiran Thomas Khun yang dibukukan. Di dalamnya dibahas tentang sejarah sains. Lahirnya pemikiran Thomas Khun tersebut bukan tanpa alasan. Lahirnya konsep dalam buku "The Structure of Scientific Revolution" disebabkan oleh sudut pandang Thomas Khun yang mengemukakan sebuah model episodik di mana periode kontinuitas konseptual dalam sains normal terganggu oleh periode sains revolusioner. Hal ini memperlihatkan bahwa Thomas Khun mengambil sudut pandang jika pengetahuan saat itu masih sebagai pengetahuan yang "normal", artinya, pengetahuan tersebut barulah sebatas akumulasi pengetahuan pengetahuan sebelumnya, tidak disertai pemikiran pemikiran kritis lainnya. Karena inilah maka lahir buah pemikiran Thomas Khun yang kemudian ia bukukan.
    Berdasarkan pemahaman saya, pada dasarnya Thomas Khun ingin menyampaikan bahwa sains harusnya menjadi pengetahuan yang menjunjung pemikiran kritis yang tinggi, skeptisme yang tinggi pula, sehingga ditemukan satu benang merah yang menjadi inti dari suatu pengetahuan dari beberapa periode atau beberapa pengetahuan itu sendiri. Karena pemikiran kritisnya inilah Khun menjadi filsuf yang memiliki pengaruh di dunia. Satu lagi, terdapat statement dalam salah satu sumber bacaan di atas, bahwa Thomas Khun berpendapat jika teori-teori dari periode yang berbeda mengalami kegagalan komparatif yang dalam. Sungguh statement ini bagi saya sangatlah kontroversial. Dengan membaca link link di atas, memberikan dorongan tersendiri bagi saya untuk mencoba mencari sumber bacaan lainnya. Saya merasakan ketertarikan dengan buku yang dituliskan oleh Khun tersebut.

    ReplyDelete
  31. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaiku prof, Berdasarkan salah satu sumber tersebut, menurut Kuhn, pengalaman berganti secara bertahan pada sains normal dan revolusi. Dalam sains normal kunci teori, instrumen, bilai dan asumsi metafisik yang membentuk ilmu matrik adalah tetap, mengijinkan generasi kumulatif pada solusi persoalan yang sulit. Pada revolusi sains, ilmu matrik mengalami revisi, untuk mengijinkan solusi dari persoalan sulit yang tidak lazim yang mengganggu periode yang mendahului sains normal. Bagian penting dari tesis Kuhn tentang The Structure of Scientific Revolutions fokus memusat pada satu komponen yang spesifik dari ilmu matrik. Ini merupakan konsensus pada contoh penelitian ilmiah. Contoh-contoh sains yang baik ini adalah apa yang Kuhn rujuk ketika ia menggunakan istilah paradigma dalam perasaan yang lebih dalam.

    ReplyDelete
  32. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Terimakasih pak atas link yang telah diberikan. Setelah saya buka link-link diatas ternyata menampilkan tentang filsuf revolusioner yaitu Thomas Kuhn. Di setiap link diuraikan perjalanan dari revolusi sains. Dari yang saya baca Revolusi sains yang digagas oleh Thomas Kuhn lebih menekankan pada proses tranformasi paradigma yang lama menuju paradigma yang baru yang lebih mendatangkan sebuah alternatif.

    ReplyDelete
  33. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih Prof, sepemahaman saya thomas pertam kali menyebutkan tentang revolusi ilmiah di bukunya. Thomas Kuhn mengatakan bahwa paradigma adalah suatu cara pandang, nilai-nilai, metode-metode, prinsip dasar atau memecahkan suatu masalah yang dianut oleh suatu masyarakat ilmiah pada suatu tertentu. Apabila suatu cara pandang tertentu mendapat tantangan dari luar atau mengalami krisis, kepercayaan terhadap cara pandang tersebut menjadi luntur, dan cara pandang yang demikian menjadi kurang berwibawa, pada saat itulah menjadi pertanda telah terjadi pergeseran paradigma.

    ReplyDelete
  34. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Berdasarkan bacaan di atas, Ada rasa kepedulian Khunt terhadap sebuah konsep mengenai ilmu sain.Suatu konsep atau kebenaran yang berdasarkan pradigma umum harusnya mendapatkan perhatian.Pradigma umum yang tak dapat terdeksi perlu ditemukan suatu solusi dan caranya untuk dipecahkan.Maka dengan demikan Khunt berusaha melakukan revolusi untuk memecahkan masalah yang terkait ilmu sains yang dikenal dengan revolusi asins.

    ReplyDelete
  35. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dalam struktur dunia, tidak terlepas dari perubahan. Kuhn berpandangan bahwa suatu ilmu pengetahuan terikat oleh ruang dan waktu, maka suatu paradigma hanya sesuai untuk permasalahan yang ada pada saat tertentu saja, sehingga apabila dihadapkan pada permasalahan yang berbeda maka perpindahan dari suatu paradigma ke paradigma yang baru dan sesuai adalah suatu keharusan. Perkembangan ilmu dan revolusi ilmiah melaui tahapan-tahapan atau skema-skema. Skema tersebut adalah sebagai berikut : Pra Paradigma – Pra Sience, Pradigma normal Science, Paradigma Anomali krisis, Revolusi Sains Ilmu Normal Baru – Krisis Baru.

    ReplyDelete
  36. Struktur Revolusi Sains adalah buku tentang sejarah sains yang ditulis oleh filsuf Thomas S. Kuhn. Thomas S. Kuhn merupakan filsafat sains yang paling berpengaruh. Dia menulis buku akademis yang paling banyak dikutip sepanjang masa. Kontribusi Kuhn terhadap filsafat sains tidak hanya menandai beberapa doktrin positivis kunci, tapi juga meresmikan sebuah gaya filsafat filsafat baru yang membawanya mendekati sejarah sains.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  37. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Seorang Filsuf dari Amerika Serikat bernama Thomas S. Kuhn menulis sebuah buku dengan judul “The Structure of Scientific Revolutions” pada tahun 1962. Hingga tahun 2012 lalu, buku ini sudah ada edisi ke-4. Kuhn menantang pandangan kemajuan yang sekarang berlaku dalam "ilmu pengetahuan normal". Kemajuan ilmiah normal dipandang sebagai "perkembangan-akumulasi dari" fakta dan teori yang diterima. Dalam bukunya, Kuhn mengemukakan sebuah model episodik di mana periode kontinuitas konseptual seperti itu dalam sains normal terganggu oleh periode sains revolusioner.

    ReplyDelete
  38. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Thomas Kuhn adalah seorang ilmuwan yang menciptakan sebuah buku mengenai teori baru atau munculnya teori baru. Dalam bukunya Thomas Kuhn mengatakan bahwa paradigma adalah suatu cara pandang, nilai-nilai, metode-metode, prinsip dasar atau memecahkan suatu masalah yang dianut oleh suatu masyarakat ilmiah pada suatu tertentu. Apabila suatu cara pandang tertentu mendapat tantangan dari luar atau mengalami krisis, kepercayaan terhadap cara pandang tersebut menjadi luntur, dan cara pandang yang demikian menjadi kurang berwibawa, pada saat itulah menjadi pertanda telah terjadi pergeseran paradigma. Jadi kita akan mengetahui paradigma itu sendiri, dan bagaimana cara kita menetapkan metode pembelajaran contohnya dalam pembelajaran sehari hari dengan respon yang positif dari hasil dan siswanya.

    ReplyDelete
  39. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  40. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Thomas Khun, dengan karyanya "The Structure of Scientific Theory" menyatakan bahwa dalam suatu paradigma atau paham akan menjadi landasan terhadap dalam lahirnya berbagai hukum, atau norma yang baru. Suatu paham memiliki masa tertentu dimana hal itu akan berubah, munculnya paham atau paradigma yang bersesuaian dari masa tersebut dapat menjadikannya landasarn hukum dan norma yang ada.

    ReplyDelete
  41. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Thomas Kuhn dalam bukunya The Structure of Scientific memandang tentang perkembangan ilmu bahwa ilmu menikmati periode pertumbuhan yang stabil diselingi oleh revolusi revisionary.
    Kuhn menjelaskan pengaruh yang agak berbeda pada ilmu sosial. Pada pengembangan studi sosial dari ilmu itu sendiri, khususnya 'Sosiologi Pengetahuan Ilmiah' ia mengklaim bahwa para ilmuwan tidak membuat penilaian mereka sebagai hasil dari aturan sadar atau tidak sadar secara erat adanya paradigma membimbing. Selama revolusi mereka dilepaskan dari kendala tersebut (meskipun tidak sepenuhnya). Akibatnya ada kesenjangan yang tersisa untuk faktor-faktor sosial lain untuk menjelaskan penilaian ilmiah.

    ReplyDelete
  42. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Thomas Kuhn menulis buku monumental dengan judul The Structure of Scientific Revolution yang terbit tahun 1962. Buku tersebut mengupas tentang teorinya yaitu struktur revolusi ilmu pengetahuan. Menurutnya ilmu pengetahuan itu juga berkaitan dengan paradigma. Dalam salah satu sumber yang saya baca Thomas Khun mengungkapkan bahwa paradigma itu teori ilmiah yang tidak hanya terbatas pada serangkaian prinsip-prinsip teoritis, namun paradigma juga mencakup pandangan dunia dalam ilmu pengetahuan itu sendiri.

    ReplyDelete
  43. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  44. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Thomas Kuhn dengan konsep revolusi ilmiah memiliki model filsafat yg agak "unik" dalam sejarah lahirnya ilmu penhetahuan dalam mengkontruksi maupun rekontruksi ilmu pengetahuan baru. Sejarah ilmu pengetahuan merupakan titik mulainya pengkajian permasalahn fundamental dalam epistemologi keilmuan dan sains pada dasarnya selalu ditandai dengan kuatnya paradigma dan revolusi ilmiah. Fase inilah yg diistilahkan oleh Thomas Kuhn sbg lahirnya ilmu pengetahuan baru, dimulai dari nomal science, terjadilah anomali dan krisis, setelah itu revolusi ilmiah. Anomali terjadi pada saat suatu teori tidak dapat menjawab atau menjelaskan sebuah fenomena sehingga akan muncullah kebenaran baru. Begitu juga setelah ditemukan kebenaran baru, siapa yg tidak bisa menyalahkan keberanran lama yg digunakan pada masa lalu, karena itu suatu teori dianggap benar pada masanya. berarti teori yg sekrg dipercaya, belum tentu akan dianggap benar pada masa yang akan datang. Contohnya : dulu bumi dianggap datar dan hampir semua org percaya tsb. skrg kita tahu kebenarannya. Dahulu bumi dianggap pusat tata surya, skrg kita tahu matharilah pusat tata surya.

    ReplyDelete
  45. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    The structure of science revolutions merupakan buku Thomas Kuhn yang terbit pertama kali tahun 1962. Kuhn menantang pandangan kemajuan ang sekarang berlaku. Kuhn mengemukakan sebuah model episodik di mana periode kontinuitas konseptual seperti itu dalam sains normal terganggu oleh periode sains revolusioner.Thomas Kuhn berpendapat bahwa suatu ilmu pengetahuan terikat oleh ruang dan waktu, maka suatu paradigma hanya cocok dan sesuai untuk permasalahan yang ada pada saat tertentu saja, sehingga apabila dihadapkan pada permasalahan yang berbeda dan kondisi yang berlainan, maka perpindahan dari suatu paradigma ke paradigma yang baru dan sesuai adalah suatu keharusan.

    ReplyDelete
  46. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Revolusi sains dapat dianggap sebagai episode perkembangan non-komulatif yang di dalamnya paradigma yang lama diganti seluruhnya atau sebagian oleh paradigma baru yang bertentangan. Paradigma baru ini lebih memungkinkan menyelesaikan anomali-anomali yang dari paradigma lama.

    ReplyDelete
  47. Junianto
    PM C

    Filsuf Thomas S. Kuhn merupakan penulis buku tentang sejarah sains. Publikasinya merupakan peristiwa penting dalam sejarah, filsafat, dan sosiologi pengetahuan ilmiah. Kuhn menantang pandangan kemajuan yang sekarang berlaku dalam "ilmu pengetahuan normal". Kemajuan ilmiah normal dipandang sebagai "perkembangan-akumulasi dari" fakta dan teori yang diterima.

    ReplyDelete
  48. Junianto
    PM C

    Kuhn mengemukakan sebuah model episodik dimana periode kontinuitas konseptual seperti dalam sains normal terganggu oleh periode sains revolusioner. Penemuan "anomali" selama revolusi dalam sains mengarah pada paradigma baru. Paradigma baru kemudian mengajukan pertanyaan baru tentang data lama, bergerak melampaui sekadar "pemecahan teka-teki" dari paradigma sebelumnya, mengubah peraturan permainan dan "peta" yang mengarahkan penelitian baru.

    ReplyDelete
  49. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Mengenai struktur revolusi ilmiah, Thomas Kuhn melihat adanya ketidakpedulian terhadap sesuatu yang ada di balik sains itu. Di satu pihak masyarakat hanya menikmati sains dalam skala praktis, di pihak lain para ilmuan menerapkan penelitian dan eksperimennya dengan kadar persepsinya terhadap alam yang menurutnya sudah tepat. Kedua sikap tersebut menuntunnya untuk melakukan sebuah upaya mengungkapkan bahwa sains berkembang tidak bisa lepas dari paradigm para ilmuan. Revolusi sains diperlukan untuk memberikan keluwesan terhadap dunia sains itu sendiri.

    ReplyDelete
  50. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Thomas Kuh terkenal karena bukunya The Structure of Scientific Revolutions di mana ia menyampaikan gagasan bahwa sains tidak "berkembang secara bertahap menuju kebenaran", akan tetapi justru mengalami revolusi periodik yang dia sebut pergeseran paradigma. Analisis Kuhn tentang sejarah ilmu pengetahuan menunjukkan kepadanya bahwa praktek ilmu datang dalam tiga fase; yaitu: tahap pra-ilmiah, Normal Science, pergeseran paradigma.

    ReplyDelete
  51. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. The Structure of Scientific Revolutions merupakan buku mengenai sejarah ilmu sains yang ditulis oleh filsuf Thomas S. Khun. Publikasi ini merupakan kejadian penting dalam perkembangan sejarah, filsafat dan sosiologi pengetahuan sains. Pendekatan Kuhn dalam sejarah dan filsafat ilmu berfokus pada isu konseptual seperti praktisi sains normal, pengaruh kejadian historis, dll.

    ReplyDelete
  52. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Menurut Thomas Kuhn, paradigma merupakan cara pandang, nilai-nilai, metode, prinsip dasar dalam memecahkan masalah yang diyakini oleh masyarakat ilmiah pada saat tertentu. Seiring perkembangan zaman dapat mempengaruhi paradigma, paradigma yang digunakan pada masa lalu terdapat kemungkinan ketidaksesuaian digunakan pada saat ini sehingga perlu untuk merubah paradigma. Sehingga paradigma juga terkait dengan ruang dan waktu. Suatu paradigma yang cocok digunakan pada ruang dan waktu tertentu belum tentu cocok digunakan untuk ruang dan waktu yang lain. Sehingga paradigma akan selalu berubah seiring perkembangan zaman dan berjalannya waktu.

    ReplyDelete
  53. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Kuhn memandang ilmu dari perspektif sejarawan profesional tertentu. Ia mengeksplorasi tema-tema yang lebih besar misalnya seperti apakah ilmu itu di dalam prakteknya yang nyata dengan analisis konkret dan empiris. Di dalam Struktur ia menyatakan bahwa ilmuwan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Mereka lebih mirip para pemecah teka-teki yang bekerja di dalam pandangan dunia yang sudah mapan. Ilmu bukan merupakan upaya untuk menemukan objektivitas dan kebenaran, melainkan lebih menyerupai upaya pemecahan masalah di dalam pola-pola keyakinan yang telah berlaku.

    ReplyDelete
  54. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Artikel di atas menunjukkan gagasna pikir menurut Thomas Kuhn. Saya mencermati pendapat Kuhn bahwa paradigma pemecahan suatu masalah tidak bersifat mutlak dan universal. Paradigma dalam memecahkan masalah dapat dikatakan tergantung pada ruang dan waktunya. Paradigma X dalam memecahkan suatu masalah X saja, tidak bisa digunakan untuk memecahkan permasalahan lainnya yang tentunya memiliki karakteristik yang berbeda dengan permasalahan lain di dunia. Refleksinya bagi saya ialah dalam mnejalani kehidupan ini tidak jarang kita menemukan suatu kebuntuan dalam pemecahan masalaha, bukan berarti itu buntu, mungkin saja bisa jadi kita belum berpikir kritis untuk mencari jalan pemecahan yang lainnya.

    ReplyDelete
  55. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Kebanyakan masyarakat hanya menikmati sains dalam skala praktis saja, terkadang mereka tidak tahu apa yang ada di balik sains tersebut. Padahal, dibalik sebuah sains terdapat para ilmuwan yang sudah berusaha untuk menemukan sesuatu. Sehingga, terkesan ada ketidakpedulian masayarakat terhadap sesuatu yang ada di balik sains. Dengan latar belakang inilah Thomas Khun mencetuskan revolusi sains. Revolusi merupakan sebuah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Sehingga, revolusi sains dapat diartikan sebagai perubahan dalam sains agar masyarakat ikut peduli terhadap unsur0unsur dan proses yang terlibat di dalam sains.

    ReplyDelete

  56. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kuhn explains the paradigm in two senses. On the one hand, it means the entire constellation of beliefs, values, techniques shared by members of society. On the other hand paradigms show a kind of concrete puzzle solving element, which if used as a model, pattern or example can replace rules that explicitly serve as the basis for solving problems and unsolved normal science puzzles.

    ReplyDelete
  57. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih atas link nya Prof. Sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan. Setelah membaca saya mengetahui bahwa menurut Kuhn paradigma pemecahan suatu masalah tidak bersifat mutlak dan universal

    ReplyDelete