Nov 30, 2012

The Structure of Scientific Revolutions_By Thomas Kuhn




Ass Wr Wb

Khususnya untuk S2 PSn referensi berikut sangat relavan untuk dibaca:

Wss Wr Wb
Marsigit

38 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Thomas S. Kuhn lahir pada 18 Juli 1922 di Cincinnati, Ohio Amerika Serikat. Pada tahun 1949 ia memperoleh gelar Ph.D dalam ilmu fisika di Havard Unversity. Khun telah beberapa kali memperoleh gelar profesor. Karya Thomas Khun cukup banyak, namun yang paling terkenal dan mendapat sambutan dari para filsuf ilmu dan ilmuwan pada umumnya adalah The Structure of Scientific Revolutions,yang diterbitkan pada tahun 1962 oleh University of Chicago Press. Dalam karyanya itu, Khun menggunakan model politik dalam menjelaskan perkembangan sains. Khun memakai istilah revolusi untuk menggambarkan proses invensi dalam sains dan memeberi penekanan serius pada aspek wacana ilmiah1 Khun mendefenisisikan paradigam dalam “The Structure of Science Revolution”, Kuhn menggunakan paradigma dalam dua pengertian. Di satu pihak paradigma berarti keseluruan konstelasi kepercayaan, nilai, teknik yang dimiliki bersama oleh anggota masyarakat ilmiah tertentu. Di pihak lain paradigma menunjukan sejenis unsur dalam konstelasi itu dan pemecahan teka-teki yang kongkrit yang jika digunakan sebagai model, pola, atau contoh yang dapat menggantikan kaidah-kaidah yang eksplisit sebagai dasar bagi pemecahan permasalahan dan teka-teki normal sains yang masih tersisa. Menurut Kuhn, proses perkembangan ilmu pengetahuan manusia tidak dapat terlepas sama sekali dari apa yang disebut keadaan “normal science” dan “revolutionary science”. Semua ilmu pengetahuan yang telah tertulis dalam textbook adalah termasuk wilayah “sains normal”.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Struktur revolusi ilmiah merupakan buku mengenai sejarah ilmu pengetahuan yang ditulis oleh Thomas S. Kuhn. Dalam sejarah dan filsafat ilmu pendekatan Kuhn berfokus pada isu-isu konseptual seperti praktik Normal Sains, pengaruh peristiwa-peristiwa sejarah, munculnya penemuan-penemuan ilmiah, sifat ilmiah revolusi dan kemajuan melalui revolusi ilmiah. Kuhn berpendapat bahwa evolusi teori ilmiah tidak muncul dari akumulasi langsung secara fakta, tetapi kemungkinan dari satu set perubahan keadaan intelektual seperti pendekatan ini sebagian besar setaraf dengan sekolah sejarah umum sejarah non-linear.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    The Structure of Scientific Revolutions adalah sebuah buku yang ditulis pada tahun 1962 mengenai sejarah sains. Buku ini ditulis oleh fisuf Thomas Kuhn. Penerbitan buku ini merupakan peristiwa penting dalam bidang filsafat sains dan memicu diskusi dan perdebatan dalam komunitas cendekiawan. Kuhn menentang pandangan yang banyak dianut pada saat itu mengenai kemajuan dalam "sains normal". Kemajuan ilmiah sebelumnya dianggap sebagai "pengembangan lewat akumulasi" fakta-fakta dan teori-teori yang telah diterima. Kuhn berargumen bahwa kontinuitas semacam itu diganggu oleh periode-periode kemunculan sains revolusioner. Penemuan "anomali" selama revolusi sains memunculkan paradigma baru. Paradigma tersebut kemudian mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru dari data yang lama, bergerak di luar "penyelesaian teka teki" dalam paradigma sebelumnya, mengubah aturan main dan "peta" yang mengarahkan penelitian baru

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    analisis Revolusi Kopernikus oleh Kuhn menekankan bahwa pada awalnya model heliosentris tidak menawarkan prediksi pergerakan benda langit yang lebih akurat (seperti posisi suatu planet) dibandingkan dengan sistem Ptolemeus, tetapi model ini menarik perhatian beberapa praktisioner karena menjanjikan solusi yang lebih baik dan sederhana yang dapat dikembangkan suatu saat nanti. Kuhn menyebut konsep inti revolusi tersebut sebagai "paradigma", dan istilah ini kemudian banyak digunakan secara analogis pada pertengahan akhir abad ke-20. Keyakinan Kuhn bahwa pergeseran paradigma adalah percampuran sosiologi, antusiasme, dan janji ilmiah, dan bukan prosedur yang ditentukan secara logis, memicu kegemparan. Kuhn menjawab permasalahan ini dalam tulisan yang diterbitkan dalam edisi kedua pada tahun 1969. Bagi beberapa komentator, pemikiran Kuhn telah memperkenalkan humanisme realistik dalam inti sains, sementara yang lain merasa sains dirusak oleh unsur-unsur irasional yang dimasukkan oleh Kuhn.

    ReplyDelete
  5. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Struktur Revolusi Ilmiah (1962; edisi kedua 1970; edisi ketiga 1996; edisi keempat 2012) adalah buku tentang sejarah sains oleh filsuf Thomas S. Kuhn . Publikasinya merupakan peristiwa penting dalam sejarah , filsafat , dan sosiologi pengetahuan ilmiah dan memicu pengkajian dan reaksi di seluruh dunia yang terus berlanjut - dan di luar - komunitas ilmiah tersebut. Kuhn menantang pandangan kemajuan yang sekarang berlaku dalam " ilmu pengetahuan normal ". Kemajuan ilmiah normal dipandang sebagai "perkembangan-akumulasi dari fakta dan teori yang diterima. Kuhn mengemukakan sebuah model episodik di mana periode kontinuitas konseptual seperti itu dalam sains normal terganggu oleh periode sains revolusioner. Penemuan "anomali" selama revolusi dalam sains membawa pada paradigma baru. Paradigma baru kemudian mengajukan pertanyaan baru tentang data lama, bergerak melampaui sekadar "pemecahan teka-teki" dari paradigma sebelumnya, mengubah peraturan permainan dan "peta" yang mengarahkan penelitian baru.
    Sebagai contoh, analisis Kuhn tentang Copernicus Revolution menekankan bahwa, pada awalnya, ia tidak menawarkan prediksi kejadian langit yang lebih akurat, seperti posisi planet, daripada sistem Ptolemeus , namun mengajukan beberapa praktisi kepada beberapa praktisi berdasarkan janji yang lebih baik, Sederhana, solusi yang mungkin dikembangkan di beberapa titik di masa depan. Kuhn menyebut konsep inti dari sebuah revolusi yang berkuasa dengan "paradigma" dan dengan demikian meluncurkan kata ini ke dalam penggunaan analog yang luas pada paruh kedua abad ke-20. Desakan Kuhn bahwa pergeseran paradigma adalah mélange sosiologi, antusiasme dan janji ilmiah, namun bukan prosedur yang secara logis menentukan, menyebabkan kegemparan sebagai reaksi atas pekerjaannya. Kuhn berbicara tentang catatan tahun 1969 dalam edisi kedua. Bagi beberapa komentator, buku Kuhn memperkenalkan humanisme yang realistis ke dalam inti sains sementara bagi orang lain, kemuliaan sains ternoda oleh pengenalan Kuhn tentang unsur irasional ke dalam inti pencapaian terbesarnya.

    ReplyDelete
  6. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Banyak penemuan-penemuan teori baru yang sangat mempengaruhi dalam dunia sains pada zaman modern sekarang ini ditambah lagi dengan adanya penemuan-penemuan teknologi baru yang sangat maju.
    Sehingga hal-hal tersebut dapat menimbulkan suatu reovolusioner dalam berbagai bidang.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Kuhn memakai istilah “paradigma” untuk menggambarkan sistem keyakinan yang mendasari upaya pemecahan teka-teki dalam ilmu.
    Istilah “paradigma”, dimaksud untuk mengajukan sejumlah contoh yang telah diterima tentang praktek ilmiah nyata, termasuk di dalamnya hukum, teori, aplikasi, dan instrumentasi yang menyediakan model-model, yang menjadi sumber konsistensi dari tradisi riset ilmiah tertentu.
    Paradigma Kuhn muncul yang kemudian mendorong pemikiran yang implikasinya terdapat perkembangan teknologi atas riset dan pemikiran ilkmiah pada dewasa ini.

    ReplyDelete
  8. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Dari pendapat Kuhn tersebut bisa dikatakan bahwa filsafat ilmu harus berguru kepada sejarah ilmu, sehingga seorang ilmuan dapat memahami hakikat ilmu dan aktivitas ilmiah yang sesungguhnya. Dari rekaman sejarah ilmu bisa diketahui bahwa terjadinya perubahan-perubahan mendalam selama sejarah ilmu tidak didasarkan pada upaya empiris untuk membuktikan suatu teori atau sistem, tetapi melalui revolusi-revolusi ilmiah, sehingga kemajuan ilmiah pertama-tama bersifat revolusioner dan bukan kumulatif.

    ReplyDelete
  9. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pada salah satu portal link yang saya buka, saya memperoleh pemahaman tentang revolusi sains dapat dianggap sebagai episode perkembangan non-komulatif yang di dalamnya paradigma yang lama diganti seluruhnya atau sebagian oleh paradigma baru yang bertentangan. Paradigma baru ini lebih memungkinkan menyelesaikan anomali-anomali yang dari paradigma lama. Pada proses revolusi sains ini, hampir seluruh kosa kata, istilah-istilah, konsep-konsep, idiom-idiom, cara penyelesaian persolan, cara berfikir, cara mendekati persoalan berubah dengan sendirinya. Tentu perangkat yang lama yang mungkin masih relevan untuk difungsikan tetap tidak dikesempingkan. Tetapi, jika cara pemecahan persoalan model lama memang sama sekali tidak dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang datang kemudian, maka secara otomatis dibutuhkan seperangkat cara, rumusan dan wawasan yang sama sekali baru untuk memecahkan persoalan-persoalan yang baru, yang timbul akibat kemajuan ilmu dan tekhnologi, yang berakibat pula pada perluasan wawasan dan pengalaman manusia itu sendiri.

    ReplyDelete

  10. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://plato.stanford.edu/entries/thomas-kuhn/, Thomas Kuhn (1922-1996) adalah salah satu filsuf paling berpengaruh ilmu abad kedua puluh, mungkin yang paling berpengaruh. 1962 bukunya The Structure of Scientific Revolutions, adalah salah satu buku akademik yang paling dikutip sepanjang masa. kontribusi Kuhn dengan filsafat ilmu tidak hanya ditandai istirahat dengan beberapa kunci positivis Doktrin, tetapi juga meresmikan gaya baru filsafat ilmu yang membawa lebih dekat ke sejarah ilmu pengetahuan. pandangannya tentang perkembangan ilmu berpendapat bahwa ilmu menikmati Periode pertumbuhan yang stabil diselingi oleh revolusi revisionary. Kuhn menjelaskan essensi utama dari pemikirannya tentang ilmu pengetahuan (sains): “History, if viewed as a repository for more than anecdote or chronology, could produce a decisive transformation in the image of science by which we are now possessed.” Berdasarkan pernyataan tersebut, Kuhn mencoba menawarkan suatu teori baru terkait ilmu pengetahuan yang mengacu pada proses perkambangan ilmu pengetahuan itu sendiri ketimbang pada produk yang dihasilkannya. Sebagaimana dinyatakan James Marcum, apa yang dilakukan Kuhn adalah mencoba menggeser subyek ilmu pengetahuan ( the product ) kepada aktivitas ilmu pengetahuan (to produce). Dengan demikian, ia menggeser analisis logis dan eksplanasi ilmu pengetahuan sebagai suatu produk yang telah mapan kepada suatu eksplanasi natural atau historis dari proses saintifik itu sendiri.

    ReplyDelete
  11. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Thomas Samuel Kuhn adalah salah satu filsuf sains yang paling berpengaruh abad ke-20. Bukunya yang berjudul The Structure of Scientific Revolutions adalah salah satu buku akademis yang paling banyak dikutip sepanjang masa. Kontribusi Kuhn terhadap filsafat sains menandai tidak hanya jeda dengan beberapa doktrin positivis kunci, namun juga meresmikan sebuah gaya baru filsafat sains yang membawanya mendekati sejarah sains. Laporannya tentang perkembangan sains berpendapat bahwa sains menikmati periode pertumbuhan stabil yang diselingi oleh revolusi revisioner. Jadi Kuhn membawa pengaruh yang baik dalam perkembangan filsafat ilmu. Kuhn juga mencoba untuk mengembangkan ilmu melalui berbagai aktifitas yang diutamakan pada prosesnya.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Wacana tentang objektivitas sains menjadi hal yang penting untuk disinggung, karena mengingat masalah ini menjadi pokok sentral dari paradigma ilmuan dalam merumuskan metodologi. Umumnya kalangan positivistik -seperti August Comte- memiliki anggapan bahwa ilmu itu dapat dicapai secara objektif jika pengetahuan tersebut mampu dibuktikan secara induktif dan berpijak pada metodologi ilmiah yang mampu dibuktikan secara faktual, observasi, eksperimental dan komparasi. Namun, bagi Kuhn setiap ilmuwan dalam meneliti sesuatu dan menciptakan teori tentu ada “paradigma” yang mendasari proses dalam penelitiannya, maka seorang ilmuan mustahil bisa menolak subjektifitas individu karena paradigma dalam dirinya menentukan arah sebuah penelitian. Dalam sains, paradigma mengandung unsur asumsi dan prediksi tertentu tentang alam yang dimiliki oleh individu ilmuan.

    ReplyDelete
  13. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam bukunya The Structure of Scientific Revolutions, pembahasan utama yaitu mengungkap paradigma yang terjadi dalam teori dan praktik sains normal yang mengharuskan untuk dilakukan sebuah revolusi. Istilah sains normal atau “normal science” bagi Kuhn dimaknai sebagai “penelitian yang berdasarkan pada satu atau lebih temuan sains, yang untuk sementara waktu diakui oleh suatu komunitas ilmiah sebagai temuan yang menjadi fondasi bagi praktik selanjutnya.” Sains normal, kata Kuhn, berdasarkan pada paradigma bersama (shared paradigm), yaitu yang “terikat oleh aturan dan standar yang sama demi praktik keilmuan. Keterikatan atau kesepakatan tersebut adalah pra-syarat bagi normal science, yaitu sebagai tolak ukur awal untuk keberlangsungan sebuah riset. Paradigma sebagai basis utama yang akan mengarahkan sebuah riset dalam masa sains normal. Aktivitas ilmuan dalam sains normal hanya fokus pada hal-hal yang praktis dan teoritis secara mendalam. Sehingga sikap kritis ilmuan tidak ada pada wilayah sains normal ini, karena di sini para ilmuan tidak membahas hal-hal yang mendasar. Makanya, sains normal bagi Kuhn hanyalah sebuah paradigma dari ilmuan yang konservatif – dengan istilah lain ortodok atau fundamentalis- sebab banyak orang yang mempertahankan kredo dan prinsip-prinsip paradigmatiknya tidak peduli dengan apapun.

    ReplyDelete
  14. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Revolusi sains dapat dianggap sebagai episode perkembangan non-komulatif yang di dalamnya paradigma yang lama diganti seluruhnya atau sebagian oleh paradigma baru yang bertentangan. Paradigma baru ini lebih memungkinkan menyelesaikan anomali-anomali yang dari paradigma lama. Perangkat yang lama yang mungkin masih relevan untuk difungsikan tetap tidak dikesempingkan. Tetapi, jika cara pemecahan persoalan model lama memang sama sekali tidak dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang datang kemudian, maka secara otomatis dibutuhkan seperangkat cara, rumusan dan wawasan yang sama sekali baru untuk memecahkan persoalan-persoalan yang baru , yang timbul akibat kemajuan ilmu dan tekhnologi, yang berakibat pula pada perluasan wawasan dan pengalaman manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  15. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari sumber yang di atas, Kuhn memandang ilmu dari perspektif sejarahwan professional tertentu. Ia mengeksplorasi tema-tema yang lebih besar misalnya seperti apakah ilmu itu di dalam prakteknya yang nyata dengan analisis kongkrit dan empiris. Di dalam Structure ia menyatakan bahwa ilmuwan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Mereka lebih mirip para pemecah teka-teki yang bekerja di dalam pandangan dunia yang sudah mapan. Ilmu bukan merupakan upaya untuk menemukan objektivitas dan kebenaran, melainkan lebih menyerupai upaya pemeecahan masalah di dalam pola-pola keyakinan yang telah berlaku. Kuhn memakai istilah paradigma untuk menggambarkan sistem keyakinan yang mendasari upaya pemecahan teka-teki di dalam ilmu. Perkembangan ilmu menurut Kuhn terdiri atas beberapa paradigma yang berupa tahap-tahap. Dalam perkembangan sains, sebuah konsep terbentuk oleh adanya paradigma yang mengakibatkan perubahan konsep, sehingga sains pun terus berubah. Peran paradigma dalam perkembangan sains sangatlah penting, karena paradigma itulah yang menjiwai sebuah konsep. Dapat disimpulkan bahwa “revolusi sains” adalah simbol yang menjelaskan tentang efek terakhir dari adanya perbedaan paradigma-paradigma yang dinamis. Cara kerja paradigma dan terjadinya revolusi ilmiah oleh Kuhn dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama, paradigma ilmu digunakan untuk membimbing dan mengarahkan kegiatan ilmiah dalam masa normal sains. Tahap kedua, anomali-anomali yang muncul yang tidak dapat diselesaikan dengan paradigma sebelumnya, menimbulkan krisis. Pergeseran dari paradigma lama ke paradigma baru ini yang disebut dengan revolusi ilmiah.

    ReplyDelete
  16. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Buku The Structure of Scientific Revolutions memamarkan tentang sejarah sains. Buku ini ditulis oleh filsuf Thomas S. Kuhn. Publikasinya merupakan peristiwa penting dalam sejarah, filsafat, dan sosiologi pengetahuan ilmiah dan memicu pengkajian dan reaksi di seluruh dunia yang terus berlanjut dan di luar komunitas ilmiah tersebut. Kuhn menantang pandangan kemajuan yang sekarang berlaku dalam "ilmu pengetahuan normal". Kemajuan ilmiah normal dipandang sebagai "perkembangan-akumulasi dari fakta dan teori yang diterima. Kuhn mengemukakan sebuah model episodik di mana periode kontinuitas konseptual seperti itu dalam sains normal terganggu oleh periode sains revolusioner.

    ReplyDelete
  17. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berdasarkan artikel yang saya baca diatas, maka Struktur Revolusi Ilmiah (1962; edisi kedua 1970; edisi ketiga 1996; edisi keempat 2012) adalah buku tentang sejarah sains oleh filsuf Thomas S. Kuhn. Publikasinya merupakan peristiwa penting dalam sejarah, filsafat, dan sosiologi pengetahuan ilmiah dan memicu pengkajian dan reaksi di seluruh dunia yang terus berlanjut - dan di luar - komunitas ilmiah tersebut. Kuhn menantang pandangan kemajuan yang sekarang berlaku dalam "ilmu pengetahuan normal". Kemajuan ilmiah normal dipandang sebagai "perkembangan-akumulasi dari fakta dan teori yang diterima. Kuhn mengemukakan sebuah model episodik di mana periode kontinuitas konseptual seperti itu dalam sains normal terganggu oleh periode sains revolusioner. Penemuan "anomali" selama revolusi dalam sains membawa pada paradigma baru. Paradigma baru kemudian mengajukan pertanyaan baru tentang data lama, bergerak melampaui sekadar "pemecahan teka-teki" dari paradigma sebelumnya, mengubah peraturan permainan dan "peta" yang mengarahkan penelitian baru.

    ReplyDelete
  18. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Istilah paradigma pada awalnya berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan terutama yang kaitannya dengan filsafat ilmu pengetahuan. Tokoh yang mengembangkan istilah tersebut dalam dunia ilmu pengetahuan adalah Thomas S. Kuhn dalam bukunya yang berjudul The Structure of Scientific Revolution (1970:49). Inti sari pengertian paradigm adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum-hukum, metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, cirri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.

    ReplyDelete
  19. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Munculnya sebuah buku “Structure of Scientific Revolutions” pada tahun 1962, yang dikreasi oleh seorang yang dilahirkan di Cincinnati, Ohaio. Dia adalah Thomas Kuhn. Pada tahun 1922 Kuhn belajar fisika di Havard University, kemudian melanjutkan studinya di pascasarjana, dan memutuskan pindah ke bidang sejarah ilmu. “Structure of Scientific Revolutions”, banyak mengubah persepsi orang terhadap apa yang dinamakan ilmu. Jika sebagian orang mengatakan bahwa pergerakan ilmu itu bersifat linier-akumulatif, maka tidak demikian halnya dalam penglihatan Kuhn.
    Menurut Kuhn ilmu bergerak melalui tahapan-tahapan yang berpuncak pada kondisi normal dan kemudian “membusuk” karena telah digantikan oleh ilmu atau paradigma baru. Demikian selanjutnya Paradigma baru mengancam paradigm lama yang sebelumnya juga menjadi paradigm baru.

    ReplyDelete
  20. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Latar belakang pemikiran Kuhn tentang ilmu dan perkembangannya merupakan respon terhadap adanya pandangan Positivisme dan Popper. Kuhn menolak pandangan di atas karna Kuhn memandang ilmu dari perspektif sejarah dalam arti sejarah ilmu. Rekaman sejarah ilmu merupakan titik awal pengembangan ilmu karena merupakan rekaman akumulasi konsep untuk melihat bagaimana hubungan antara pengetahuan dengan mitos dan takhayul yang berkembang Kuhn lebih mengekplorasi tema-tema yang lebih besar misalnyanya hakekat ilmu baik dalam prakteknya yang nyata maupun dalam analisis kongkret dan empiris. Dari pendapat Kuhn tersebut bisa dikatakan bahwa filsafat ilmu harus berguru kepada sejarah ilmu sehingga seorang ilmuan dapat memahami hakikat ilmu dan aktivitas ilmiah yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  21. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kecenderungan masyarakat ilmuan untuk menikmati sains yang dirumuskan bersama dengan paradigmanya, membuat rasa ingin tahu yang mendalam oleh sebagian ilmuan lainnya, seperti yang dialami Thomas Kuhn. Ia melihat adanya ketidakpedulian terhadap sesuatu yang ada dibalik sains itu. Di satu pihak masyarakat hanya menikmati sains dalam skala praktis, di pihak lain para ilmuan menerapkan penelitian dan eksperimennya dengan kadar persepsinya terhadap alam yang menurutnya sudah tepat. Kedua sikap tersebut menuntunnya untuk melakukan sebuah upaya mengungkapkan bahwa sains berkembang tidak bisa lepas dari paradigm para ilmuan. Maka Kuhn ingin mencetuskan apa yang ia sebut sebagai revolusi sains (science revolution).

    ReplyDelete
  22. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kuhn juga menjelaskan secara detail tentang unsur subjektif dalam sains. Ia mengatakan bahwa pada dasarnya sains adalah model pemecahan masalah menurut paradigma-pradigma tertentu. Alam tidak mungkin menjelaskan dirinya sendiri. Ia tidak memperlihatkan dirinya menutut formula atau persamaan-persamaan matematis. Adalah ilmuan yang memberikan makna terhadap gejala-gejalanya dengan merumuskan bagaimana ia bisa sesuai dengan konsep-konsep dan keyakinan-keyakinan yang ada, dan sejauh mana konsep-konsep dan keyakinan tersebut dimodifikasi dan diperluas untuk mengakomodasikannya.

    ReplyDelete
  23. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Thomas Kuhn dalam magnum opusnya yakni The Structure of Scientific Revolutions mengkritisi kebenaran implisit dan eksplisit yang eksis di dalam sains itu sendiri. Thomas Kuhn diinspirasi dari keahliannya dalam ilmu fisika mencoba mengungkapkan secara detail dan argumentatis kedudukan sains secara teoritis dan praktis. Adapun, struktur perkembangan sains menurut Kuhn yaitu pra paradigma - pra science - paradigma normal science - anomaly - krisis revolusi- paradigma baru - ekstra ordinary science – revolusi (Nurkhalis, 2012).

    ReplyDelete
  24. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kebenaran sains berkali-kali ditemukan melalui paradigma baru pada satu objek yang sama melalui discovery, supertitian, atau novelty. Kebenaran sains lebih bersifat representasi realitas. Kuhn tidak meyakini gagasan sains sebagai suatu aktivitas menemukan kebenaran di alam tetapi lebih merupakan loncatan paradigma, sebagai akibat terjadinya revolusi saintifik. Berubahnya satu paradigma ke paradigma lain, ini disebut dengan revolusi saintifik (scientific revolution) atau pergeseran paradigma (paradigm shift). Pergeseran paradigma adalah perubahan (revolusi) dari worldview, tanpa mengacu pada kekhususan argumen historis. Sains tidak berkembang secara kumulatif dan evolusif melainkan revolusif. Menurut Kuhn, ini menunjukkan bahwa revolusi ilmiah adalah perkembangan nonkumulatif menuju episode baru di mana sebuah paradigma yang lama diganti secara keseluruhan atau sebagian oleh yang baru secara incompatible dengan yang sebelumnya. Kebenaran tidak memberi petunjuk terhadap sains, akhirnya menjadikan sains mencapai kebenaran dalam target teleologis. Tidak ada paradigma yang sempurna dan terbebas dari kelainan-kelainan (anomali). Sebagai konsekuensinya, sains harus mengandung suatu cara untuk mendobrak keluar dari satu paradigma ke paradigma lain yang lebih baik, inilah fungsi revolusi saintifik. Anomali hanya diperlakukan sebagai counterinstances (ketahanan berkompetisi teori) oleh para pendukung paradigma yang bersaing. Anomali diartikan suatu kondisi akibat bertentangan dengan harapan, Ini merupakan prasyarat penting bagi penemuan pengetahuan baru mengisi celah ketidaktahuan (Nurkhalis, 2012).

    ReplyDelete
  25. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Bahwa filsafat itu bersumber pada sejarahnya, dimana revolusi-revolusi terjadi yang mengakibatkan adanya penemuan baru yang dihasilkan dari suatu penelitian yang panjang. Perubahan-perubahan akan selalu ada karena adanya ilmu yang kontradiksi, sehingga perlu adanya sintesis agar dicapai kesepahaman.

    ReplyDelete
  26. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Perubahan memang wajar saja terjadi karena kehidupan manusia itu menembus ruang dan waktu. Dalam artikel yang disebutkan pada link dijelaskan mengenai revolusi scientific, artinya yaitu science yang berevolusi atau berkembang. Thomas Kuhn melalui bukunya dan tesis-antitesis nya mengungkapkan bahwa Sains berkembang dengan menambahkan kebenaran baru ke persediaan kebenaran lama, atau perkiraan teori yang meningkat terhadap kebenaran, dan dalam kasus aneh, koreksi kesalahan masa lalu. Kemajuan semacam itu bisa meningkat di tangan ilmuwan yang sangat hebat, namun kemajuan itu sendiri dijamin dengan metode ilmiah.

    ReplyDelete
  27. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    suatu ilmu pengetahuan terikat oleh ruang dan waktu, maka suatu paradigma hanya cocok dan sesuai untuk permasalahan yang ada pada saat tertentu saja, sehingga apabila dihadapkan pada permasalahan yang berbeda dan kondisi yang berlainan, maka perpindahan dari suatu paradigma ke paradigma yang baru dan sesuai adalah suatu keharusan

    ReplyDelete
  28. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Thomas Samuel Kuhn lewat tulisannya, The Structure of Scientific Revolutions (1962), ia menjadi seorang yang berusaha meyakinkan bahwa titik pangkal segala penyelidikan adalah berguru pada sejarah ilmu. Dimana Kuhn berpendapat bahwa terjadinya perubahan-perubahan yang berarti tidak pernah terjadi berdasarkan upaya empiris untuk membuktikan salah (falsifikasi) suatu teori atau sistem, melainkan berlangsung melalui revolusi-revolusi ilmiah.

    ReplyDelete
  29. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas berbagai referensi yang bapaik sampaikan. Untuk saat ini saya simpan terlebih dahula karena keterbatasan saya. Terima kasih juga atas komentar kakak-kakak pasca sajarna atas sedikit rangkuman atas cuplikan yang diberikan pak prof. Semogo kembali bermanfaat pada diri sendiri maupun yang lainnya.

    ReplyDelete
  30. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Thomas Kuhn memandang bahwa perkembangan ilmu saat ini tengah berada pada periode pertumbuhan yang stabil dan diselingi oleh revolusi revisionary. Pandangan tersebut ia cantumkan di dalam bukunya yang berjudul The Structure of Scientific. Kuhn menjelaskan pengaruh yang agak berbeda pada ilmu sosial. Pada pengembangan studi sosial dari ilmu itu sendiri, khususnya 'Sosiologi Pengetahuan Ilmiah' ia mengklaim bahwa para ilmuwan tidak membuat penilaian mereka sebagai hasil dari aturan sadar atau tidak sadar secara erat adanya paradigma membimbing. Selama revolusi mereka dilepaskan dari kendala tersebut (meskipun tidak sepenuhnya). Akibatnya ada kesenjangan yang tersisa untuk faktor-faktor sosial lain untuk menjelaskan penilaian ilmiah.

    ReplyDelete
  31. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Saat ini banyak penemuan-penemuan teori baru yang sangat mempengaruhi dalam dunia sains ditambah lagi dengan adanya penemuan-penemuan teknologi baru yang sangat maju sehingga hal-hal tersebut dapat menimbulkan suatu reovolusioner dalam berbagai bidang misalnya, dalam bidang pendidikan, ekonomi, hukum, sosio-budaya, dll. Tentu saja hal tersebut akan merubah pandangan kita dalam memahami suatu pradigma yang akan kita pakai dalam pemgaplikasian di dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Thomas Kuhn, suatu teori yang akan kita pakai adalah berdasarkan dari pengujian-pengujian yang sudah ditetapkan menurut teori sebelumnya.

    ReplyDelete
  32. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Munculnya sebuah buku “Structure of Scientific Revolutions” pada tahun 1962 oleh seorang tokoh yang dilahirkan di Cincinnati, Ohaio yaitu Thomas Kuhn yang menyampaikan gagasan bahwa sains tidak berkembang secara bertahap menuju kebenaran akan tetapi mengalami revolusi periodik yang dia sebut pergeseran paradigma. Mula-mula ia meniti karirnya sebagai ahli fisika, tetapi kemudian mendalami sejarah ilmu. Lewat tulisannya, ia menjadi seorang penganjur yang gigih yang berusaha meyakinkan bahwa titik pangkal segala penyelidikan adalah berguru pada sejarah ilmu.

    ReplyDelete
  33. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Khun menjelaskan bahwa Paradigma merupakan suatu cara pandang, nilai, metode, prinsip dasar atau memecahkan sesuatu masalah yang dianut oleh suatu masyarakat ilmiah pada suatu tertentu. Apabila suatu cara pandang tertentu mendapat tantangan dari luar atau mengalami krisis, kepercayaan terhadap cara pandang tersebut menjadi luntur, dan cara pandang yang demikian menjadi kurang berwibawa, pada saat itulah menjadi pertanda telah terjadi pergeseran paradigma.

    ReplyDelete
  34. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Thomas Kuhn berpendapat bahwa revolusi ilmiah berlanjut melalui tahapan berikut:
    Pertama, " Normal Science", artinya sehari-hari, sains roti dan mentega, adalah kegiatan "memecahkan teka-teki" yang dilakukan di bawah "paradigma" yang memerintah. Kedua, “Anomali" timbul ketika sebuah teka-teki, yang dianggap penting atau penting, tidak dapat dipecahkan. Anomali tidak dapat dihapuskan hanya sebagai proyek penelitian yang kurang dipahami; Hal ini menegaskan dirinya sebagai duri di sisi ilmuwan yang mempraktikkannya. Anomali adalah hal baru yang tidak dapat dihapuskan, dan mana yang tidak dapat dipecahkan. Ketiga, hal ini membuka sebuah periode yang disebut "krisis", selama waktu metode dan pendekatan baru diijinkan, karena yang lebih tua terbukti tidak mampu naik ke tugas yang ada (memecahkan anomali). Pandangan dan prosedur yang sebelumnya dianggap sesat sementara diizinkan, dengan harapan bisa memecahkan anomali tersebut. Keempat, Salah satu pendekatan baru ini berhasil, dan ini menjadi paradigma baru melalui "pergeseran paradigma". Ini merupakan inti dari revolusi ilmiah. Kelima, Paradigma baru dipopulerkan dalam buku teks, yang menjadi bahan pengajaran bagi ilmuwan generasi berikutnya, yang dibesarkan dengan gagasan bahwa paradigma dulu dan revolusioner sama seperti banyak hal telah dilakukan. Kebaruan revolusi ilmiah surut dan lenyap, sampai prosesnya dimulai lagi dengan pergeseran paradigma krisis-anomali lainnya.

    ReplyDelete
  35. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Penemuan anomali selama revolusi sains memunculkan paradigma baru yang kemudian digunakan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru dari data yang lama dalam paradigma sebelumnya, memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan pada penelitian yang baru. Kuhn memperkenalkan humanisme realistik dalam inti sains, sementara yang lain merasa sains dirusak oleh unsur-unsur irasional dan menekankan bahwa pada awalnya model heliosentris tidak menawarkan prediksi pergerakan benda langit, tetapi model ini menarik perhatian beberapa praktisioner karena menjanjikan solusi yang lebih baik dan sederhana yang dapat dikembangkan suatu saat nanti.

    ReplyDelete
  36. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    The structure of scientific revolutions adalah sebuah buku tentang sejarah sains yang ditulis oleh seorang filsuf Thomas Kuhn. Kuhn menentang pandangan yang banyak dianut pada saat itu mengenai kemajuan dalam "sains normal". Kemajuan ilmiah sebelumnya dianggap sebagai "pengembangan lewat akumulasi" fakta-fakta dan teori-teori yang telah diterima. Kuhn menyebut konsep inti revolusi tersebut sebagai "paradigma", dan istilah ini kemudian banyak digunakan secara analogis pada pertengahan akhir abad ke-20. Keyakinan Kuhn bahwa pergeseran paradigmaadalah percampuran sosiologi, antusiasme, dan janji ilmiah, dan bukan prosedur yang ditentukan secara logis, memicu kegemparan

    ReplyDelete
  37. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Kuhn memandang ilmu dari perspektif sejarahwan professional tertentu. Ia mengeksplorasi tema-tema yang lebih besar misalnya seperti apakah ilmu itu didalam prakteknya yang nyata dengan analisis kongkrit dan empiris. Didalam Structure ia menyatakan bahwa ilmuwan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Mereka lebih mirip para pemecah teka-teki yang bekerja didalam pandangan dunia yang sudah mapan. Ilmu bukan merupakan upaya untuk menemukan obyektivitas dan kebenaran, melainkan lebih menyerupai upaya pemeecahan masalah didalam pola-pola keyakinanyang telah berlaku.

    ReplyDelete
  38. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terima kasih kepada Prof Marsigit yang telah menjadi perantara bagi kami untuk mendapatkan pengetahuan yang kami butuhkan. Link tersebut ditujukan khususnya untuk mahasiswa S2, sehingga InshaAllah jika saya diijinkan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, link tersebut akan saya jadikan salah satu referensi.

    ReplyDelete