Nov 22, 2012

Realistics Mathematics _ by Moerlands



27 comments:

  1. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih Prof, yang dapat saya pahami dari tabel diatas dalam pembelajaran matematika realisitik guru mengarahkan siswa untuk penggunakan berbagai situasi dan kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika dengan caranya sendiri, konsep matematika diharapkan muncul dari proses matematisasi, yaitu dimulai dari penyelasaian yang berkaitan dengan konteks dan secara perlahan siswa mengembangkan alat dan pemahaman matematik ke tingkat yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  2. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih Prof, yang dapat saya pahami dari tabel diatas dalam pembelajaran matematika realisitik guru mengarahkan siswa untuk penggunakan berbagai situasi dan kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika dengan caranya sendiri, konsep matematika diharapkan muncul dari proses matematisasi, yaitu dimulai dari penyelasaian yang berkaitan dengan konteks dan secara perlahan siswa mengembangkan alat dan pemahaman matematik ke tingkat yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  3. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Matematika realistik mengarapkan proses pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengaitkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata. Melalui gamabr di atas mendekripsikan bahwa matematika dalam kehidupan sehari-hari berhierarki, mulai dari orientasi matematika, model matematika, notion atau simbol simbol selanjutnya menjadi matematika formal.

    ReplyDelete
  4. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Frans Morland menggambarkan proses matematisasi dalam pembelajaran RME dengan proses pembentukan gunung es (iceberg). Matematika yang disajikan dengan menggunakan pendekataniceberg terdiri dari 4 tahapan yaitu (1) mathematical world orientation (orientasi lingkungan secara matematis), (2) material model (model material), (3) building mathematical relationship(membangun hubungan matematis) dan (4)formal notation(notasi formal). Pembentukan gunung es di laut dimulai dari bagian dasar di bawah permukaan laut dan selanjutnya sampai kepada terbentuknya puncak gunung es yang muncul di atas permukaan laut. Dasar gunung es lebih luas dibandingkan dengan permukaan yang nampak di atas permukaan laut. Hal inilah yang menyebabkan konstruksi gunung es menjadi stabil dan kokoh. Proses ini sebagai konstruksi dalam RME dimana proses matematisasi dengan matematika horizontal sampai kepada matematika vertikal. Pada proses matematika horizontal menekankan kepada pembentukn konsep matematika yang kokoh sebagai pondasi yang selanjutnya dikembangkan sampai kepada matematika vertikal.

    ReplyDelete
  5. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Matematika merupakan salah satu ilmu yang harus diajarkan dengan pendekatan yang bertahap. Artinya harus dimulai dari sesuatu yang konkrit menuju abstrak, tidak dapat dibalik-balik. Hal ini sama halnya dengan sifat matematika yang berjenjang, maka pengajarannyapun harus berjenjang. Pembelajaran matematika dapat dilakukan dengan mengenalkan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup siswa, yang dikaitan dengan matematika, sehingga nantinya dapat menemukan suatu konsep dan teorema, serta simbol-simbol matematika yang ditemukan sendiri oleh siswa bukan diberikan secara langsung oleh guru. Yang harapannya dapat bertahan lama dalam ingatan siswa.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  6. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan gambar di atas, dapat kita ketahui bahwa pembelajaran matematika bagi anak dapat diajarkan melalui pendekatan gunung es dalam realistic matematika. Mulanya, anak diajarkan dengan memberikan contoh-contoh konkret dalam kehidupan yang sering dijumpai olehnya, kemudian semakin ke atas anak mulai dibiasakan dengan proses pemodelan (proses matematisasi), dimana membentuk masalah atau contoh tadi ke dalam bentuk matematika. Pada akhirnya anak mulai mengenal matematika formal, dimana symbol-simbol dalam matematika diberikan.

    ReplyDelete
  7. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Matematika formal adalah puncak gunung es. Semua proses Dan pengalaman yg membentuk Matematika formal itu Ada di bawah permukaan. Bagi anak, Dasar yg harus dibangun adalah yg dibawah permukaan ini. Tidak bisa anak langsung diberi Matematika formal. Jika bisa pun, itu hanyalah akan menjadi hafalan yg tidak bertahan lama karena dasarnya tidak kuat.

    ReplyDelete
  8. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari gamabr diatas, terlihat bahwa pendekataan realistic matematika menyerupai gunung es. Hal ini dikarenakn awal mula anak mengenal matematiak melalui sesuatu yang ada di kehidupan sehari hari, kemudian sesuatu tersebut dimodelkan dengan hal yang memiliki unsur berbentuk matematika. dan pada akhirnya pada puncak gunug tersebut akan diperoleh suatu notasi formulas matematika.

    ReplyDelete
  9. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Pembelajaran Matematika realistik dapat dijabarkan dengan pendekatan gunung es seperti dalam gambar di atas. Pembelajaran ini diawali dengan hal-hal yang kongkrit dalam kehidupan sehari-hari siswa. Seperti pada gunung es yang pada dasar gunung es tersebut adalah awal dari pembelajaran yang menyediakan hal-hal atau sesuatu yang nyata, setelah itu baru dibawa terus ke atas hingga mendapatkan matematika formal yang sifatnya abstrak, penuh dengan simbol, angka, rumus, dan notasi. Pembelajaran matematika realistik menjembatani antara matematika dalam kehidupan dan matematika formal, sehingga keberadaannya sangat penting dalam mengkonstruksi pengetahuan siswa.

    ReplyDelete
  10. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan pemahaman saya mengenai gambar diatas, pembelajaran matematika haruslah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Dimana jika masih berada di usia dini, digambarkan sebagai dasarnya, maka matematika adalah suatu hal yang bersesuaian dengan dunia, dengan kehidupan nyata, memperbanyak "praktek" karena hal itulah yang sesuai dengan usia mereka. Dan akan berkembang hingga ke matematika formal sesuai dengan tingkat pemikiran siswa.

    ReplyDelete
  11. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pada pembelajaran menggunakan pendekatan matematika realistik guru mengarahkan siswa untuk penggunakan berbagai situasi dan kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika dengan caranya sendiri, konsep matematika diharapkan muncul dari proses matematisasi, yakni dimulai dari penyelasaian yang berkaitan dengan konteks dan secara perlahan siswa mengembangkan alat dan pemahaman matematik ke tingkat yang lebih tinggi. Konteks dalam PMR merujuk pada situasi dimana soal ditempatkan, sedemikian hingga siswa dapat menciptakan aktivitas matematik dan melatih ataupun menerapkan pengetahuan matematika yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  12. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pada awalnya, siswa melakukan aktivitas berdasarkan permasalah kontekstual dengan beragam konteks, kemudian memodelkan masalah berdasarkan pemahaman mereka, berikutnya siswa menggunakan alat peraga manik manik dan kartu pecahan sebagai model dari beragam situasi masalah kontekstual yang diberikan, selanjutnya tahap pembuatan pondasi, gambaran siswa tentang permasalahan menggunakan alat peraga membawa mereka menuju gagasan penggunaan garis bilangan sebagai model untuk matematika formal dan pada akhirnya siswa dapat menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan prosedur formal.

    ReplyDelete
  13. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Yang saya lihat pada gambaran gunung es pembelajaran matematika di atas adalah pada dasarnya matematika itu lebih dominan pada aspek real. Beraneka pemahaman matematika diperlukan melalui situasi-situasi yang real, sedangkan hanya sebagian kecil yang sifatnya formal. Pembelajaran matematika selayaknya seperti gunung es, sedikit yang terlihat dari atas, akan tetapi banyak sekali aspek-aspek yang mendukungnya.

    ReplyDelete
  14. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Frans Moerland memvisualisasikan proses matematisasi dalam pembelajaran matematika realistik sebagai proses pembentukan gunung es (iceberg), seperti gambar di atas.
    Dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan matematika realistik guru mengarahkan siswa untuk menggunakan berbagai situasi dan kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika dengan caranya sendiri, konsep matematika diharapkan muncul dari proses matematisasi, yaitu dimulai dari penyelesaian yang berkaitan dengan konteks dan secara perlahan siswa mengembangkan alat dan pemahaman matematika ke tingkat yang lebih tinggi.
    Konteks dalam PMR merujuk pada situasi dimana soal ditempatkan, sedemikian hingga siswa dapat menciptakan aktivitas matematika dan melatih ataupun menerapkan pengetahuan matematika yang dimilikinya. Konteks dapat pula berupa matematika itu sendiri, sepanjang siswa dapat merasakannya

    ReplyDelete
  15. Junianto
    PM C
    17709251065

    Berdasarkan gambar dalam postingan ini, yang bisa saya pahami adalah bahwa matematika yang ada dikaitkan dengan kehidupan di dunia. Permasalahan-permasalahan yang disajikan juga berorientasi pada permsalahan aktual yang ada di dunia. Kemudian dari permsalahan itu, dimodelkan menjadi model matematika. Jika dalam PISA proses matematis digolongkan menjadi 3 yaitu memformulasikan masalah, menggunakan konsep dan menafsirkan. Hal ini juga identik dengan Realistic mathematics. Setelah dimodelkan kemudian dibawa ke dalam konsep matematika formal untuk dicari solusinya.

    ReplyDelete
  16. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Agar matematika mudah dipahami dan dipelajari oleh siswa, tentunya matematika harus dekat dengan siswa. Matematika realistik bertujuan agar belajar matematika itu dekat dengan siswa. Dari gambar terlihat bahwa untuk mencapai tujuan formal dari matematika terdapat berbagai macam cara yang dapat dilakukan guru dan siswa dengan memanfaatkan segala hal yang ada didekat siswa. Jika diibaratkan gunung es, matematika formal itu hanya puncak gunung yang terlihat dipermukaan, sedangkan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencapai puncak itu terdapat didasar lautan dan sesungguhnya lebih besar cakupannya dari apa yang terlihat dipermukaan.

    ReplyDelete
  17. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Masalah pendidikan senantiasa menjadi topik perbincangan yang menarik, baik di kalangan guru, orang tua, lebih lagi di kalangan para pakar pendidikan. Terlebih lagi masalah pendidikan matematika selalu menjadi sorotan karena masih rendahnya prestasi belajar siswa pada bidang studi tersebut. Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika di Indonesia telah lama dilaksanakan, namun keluhan tentang kesulitan belajar matematika masih saja terus dijumpai. Model pembelajaran matematika realistik atau yang biasa dikenal denga Realistic Mathematics Education (RME) merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang tepat karena dengan model pembelajaran ini siswa dituntut untuk mengkontruksi pengetahuan dengan kemampuannya sendiri melalui aktivitas-aktivitas yang dilakukannya dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  18. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Gambar di atas menunjukkan fenomena gunung es dalam pembelajaran matematika. Sering kali yang terlihat hanya pernyataan atau konsep matematika yang abstrak seperti 47 + 28, padahal sebenarnya ada lebih banyak bagian besar yang tidak terlihat dimana matematika dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk 47 +28 bisa di konkretkan dengan menyatakan jumlah siswa dalam bus 1 adalah 47 dan dalam bus 2 ada 28 siswa.

    ReplyDelete
  19. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Gambar di atas memperlihatkan pendekatan iceberg dalam pembelajaran matematika realistik. Dalam pendidikan matematika realistik terdapat proses matematisasi horisontal dan matematisasi vertikal. Pada gambar di atas, proses matematis horisontal berada di tahap paling bawah (paling awal) yaitu tahap mengubah matematika dunia nyata menjadi model matematika, setelah itu dilanjutkan dengan tahap matematisasi vertikal yang mana tujuannya adalah mengubah bentuk matematika yang dibuat menjadi bentuk formal.

    ReplyDelete
  20. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Dari bagan diatas, saya melihat bahwa yang dimaksud realistik matematik adalah pembelajaran matematika yang menggunakan orientasi matematika di kehidupan sehari-hari. Matematika disajikan secara konjret atau ralistik terlebih dahulu, kemudian diterjemahkan ke bentuk yang lebih formal

    ReplyDelete
  21. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Moerland menerangkan bahwa proses pembelajaran matematika adalah pembelajaran yang realistik dan dipandang sebagai proses iceberg. Dimulai dari bagian dasar yaitu orientasi dunia matematika menuju model material hingga ke notasi yang normal yang pada akhirnya menuju puncak gunung es tersebut. Pada bagian dasar gunung es harus dibentuk konstruksi matematika yang utuh agar memudahkan siswa mencapai puncak gunung es ini.

    ReplyDelete
  22. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ilmu matematika bagi anak itu dapat diibaratkan sebagai gunung es. Sehingga ketika belajar matematika anak seperti sedang mendaki gunung es, karena dunia anak-anak itu masih berorientasi pada yang nyata/konkret, sedangkan matematika yang berupa notasi-notasi/abstrak itu terjadi di pikiran dan untuk sampai kesana banyak tahapan yang perlu dilewati.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  23. Melalui melihat serta memahami gambar ice berg ini, guru diharapkan lebih bijak dalam pembelajaran matematika anak karena jauhnya jarak antara dunia anak yang konkret dengan matematika yang abstrak. Sehingga dalam pembelajaran guru tidak mengawalinya dengan langsung memberikan notasi-notasi angka atau rumus-rumus saja kepada anak,melainkan dimulai dari yang konkret/realitas terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  24. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Berdasarkan gambar di atas, proses pembelajaran dengan pendekatan RME seperti gunung es (iceberg). Dalam model iceberg terdapat empat tingakatan aktivitas yaitu orientasi lingkungan secara matematis, model alat peraga, pembuatan pondasi, dan paling atas matematika formal. Mellaui RME, siswa diharapkan dapat menemukan kembali konsep matematika (reinvention) yang sudah ada dan mampu menemukan konsep baru.

    ReplyDelete
  25. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  26. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Gambar diatas menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan RME adalah seperti iceberg (gunung es). Sebelumnya, pemahaman saya mengenai iceberg adalah bahwa sesuatu yang terlihat dari luarnya (the top of the iceberg), mungkin hanya sebuah bagian yang kecil, yang belum secara keseluruhan menggambarkan apa yang sebenarnya ada di dalam air, yang mungkin mempunyai ukuran yang lebih besar dari pada bagian yang ada diatas air. Setelah melihat gambar tersebut dan mengaitkannya dengan RME, yang dapat saya pahami adalah bahwa untuk mendapatkan sebuah definisi formal yang saat ini telah banyak digunakan dalam matematika, harus melalui proses dari melihat dalam kehidupan nyata, memproses informasi yang diperoleh dari kehidupan nyata tersebut untuk kemudian sampai kepada notasi formal yang sering kita gunakan dalam penghitungan matematika. Sehingga, untuk memberikan gambaran sebuah notasi formal dalam matematika, hendaknya guru mengajak siswa untuk menemukan konsep tersebut, seperti pada gunung es diatas, tidak hanya langsung memberikan definisi dan notasi-notasinya saja. Karena definisi dan notasi-notasi tersebut hanyalah puncak gunung es, kita tidak tahu bagaimana sebenarnya bentuk gunung es tersebut jika hanya melihat puncaknya saja.

    ReplyDelete
  27. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Kalau dalam psikologi pendidikan, siswa sebisa mungkin dihindarkan dari definisi diawal pembelajaran. Definisi bisa diberikan ditengah maupun diakhir. Pada pembelajaran matematika realistik yang merupakan salah satu pembelajaran kontekstual, disini siswa belajar sesuai konteks sehari-hari, permasalahan matematika dihubungkan dengan keadaan lingkungan sehari-hari siswa. Dengan demikian siswa akan belajar dengan memahami apa kegunaan matematika dan belajar bisa menjadi bermakna. Pembelajaran juga bisa dibantu dengan alat peraga sehingga memudahkan siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete