Nov 22, 2012

Realistics Mathematics _ by Moerlands



49 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pendidikan Matematika Realistik (PMR) mendasarkan aktivitas pembelajaran matematika berdasarkan tahap perkembangan siswa, yang dapat dianalogikan dengan fenomena gunung es (iceberg) seperti pada gambar di atas. Ilmu matematika formal yang nampak dari diri siswa merupakan puncak dari gunung es. Meskipun ilmu abstrak tersebut terlihat sangat sedikit, ilmu tersebut dibangun oleh kaki-kaki gunung es yang sangat besar dan banyak tetapi tidak terlihat. Jika pondasi gunung es rapuh maka puncaknya akan mudah roboh. Begitu pula dengan ilmu matematika yang dibangun oleh siswa. Jika dasar-dasar ilmu matematika informal siswa tidak kokoh maka ilmu formalnya juga akan mudah dilupakan atau hilang. Aktivitas pembelajaran matematika dalam PMR dapat divisualisasikan dengan empat model yaitu matematika konkret, model konkret, model formal, dan matematika formal.

    .References:
    Marsigit, Ilham Rizkianto, Nila M. Murdiayani. (2014). Filsafat Matematika dan Praksis Pendidikan Matematika. Yogyakarta: UNY Press

    ReplyDelete
  2. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Berdasarkan kuliah yang dilaksanakan pada 31 maret 2017, Etnomatematika dapat dikembangkan lewat RME dan Brunner. Tahapan dalam RME adalah nyata -->model nyata-->model formal-->formal. Sedangkan tahapan Brunner adalah Enaktif-->Ikonik-->Simbolik.

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika Realistik adlah stau metode yang saat perkembangannya dirasa membantu siswa untuk memahami matematika. Matematika realistik dikatakan demikian karena dalam pembelajarannya yang mengaitkan materi terhadap hal-hal yang dirasa real dengan kehidupan siswa.Ini bisa menjadi cara membumikan matematika dan mensugestikan bahwa matematika mudah dan sering dijumpai dalam kehidupa sehari-hari. Sehingga siswa akan merasa senang dalam mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Matematika realistik adalah suatu teori pembelajaran dalam pendidikan matematika yang berdasarkan pada ide bahwa matematika adalah aktivitas manusia dan matematika harus dihubungkan secara nyata terhadap konteks kehidupan sehari-hari siswa sebagai suatu sumber pengembangan dan sebagai area aplikasi melalui proses matematisasi baik horizontal maupun vertikal. Terlihat dalam gambar diatas bahwa matematika dimulai dari apa yang ada dalam kehidupan nyata atau dalam kehidupan sehari-hari kemudian dimodelkan, dari model tersebut dihubungkan dengan bilangan dan akhirnya didapatkan notasi formalnya.

    ReplyDelete
  5. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Bagan ini menggambarkan pendekatan gunung es dalam pembelajaran Matematika realistic. Di mana pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan secara pertahap mulai dari dasar gunung es sampai pada puncaknya. Dalam proses pembelajaran, langkah dasar yang dilakukan guru adalah memberikan gambaran konkret kepada siswa mengenai hal-hal nyata yang berkaitan dengan materi yang diajarkan, kemudian siswa diarahkan untuk pembentukan skema dari hal-hal nyata tersebut, selanjutnya membangun pengetahuan siswa dan pada ahkirnya atau puncaknya menemukan sebuah konsep materi yang formal abstrak.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    RME dapat didefinisikan dengan menggunakan pendekatan iceberg. Siswa belajar matematika diawali dengan matematika konkret, model matematika konkret, matematika formal, dan model matematika formal. Dalam pembelajaran yang menggunakan RME, siswa tidak langsung mempelajari bentuk formal dari suatu konsep matematika. Siswa mempelajari tentang konsep matematika yang dihubungkan dengan kehidupan nyata atau dengan menggunakan benda-benda nyata. Kemudian siswa belajar dengan menggunakan model material berupa gambar dari contoh permasalahan dalam dunia nyata tersebut. Setelah itu dengan menggunakan media-media yang semi material, kemudian dibawa ke bentuk formal.

    ReplyDelete
  7. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Berdasarkan gambar ini saya mendapatkan pemahaman bahwa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar khususnya pada matematika, seharusnya yang menjadi dasar yaitu memberikan bukti-bukti material yang ada di kehidupan sehari-hari sebagai tujuan untuk membawanya ke matematika yang formal. Hal ini yang seharusnya kita lakukan pada sebuah proses pembelajaran, agar siswa tidak menganggap matematika tidak terkesan sulit dan tidak berguna dalam kehidupan. sehingga dari sini selain siswa juga belajar matematika formal, mereka juga dapat mengaplikasinnya dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Salah metode Mathematic adalah sarana komunikasi Matematis sedang mencari pathern dan hubungan Metode yang benar. Jika guru tahu apa yang harus mereka lakukan, tentunya pendidikannya sangat maju di Indonesia. Banyak pelajaran yang bisa didapat, begitu banyak metode, tesis para guru pasti mendapatkan metode terbaik di kelas mereka tanpa melakukan hal-hal di atas.

    ReplyDelete
  9. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pendekatan iceberg atau gunung es dalam matematika realistik sebagai gambaran mengenai fenomena gunung es yang terjadi dalam pembelajaran matematika. Matematika yang diajarkan di sekolah kebanyakan adalah sebagian kecil masalah matematika yang nampak di permukaan saja, sedangkan permasalahan besar yang tidak tampak lebih cenderung dikesampingkan atau bahkan diabaikan. Dalam pembelajaran matematika realistik, suatu konsep matematika diajarkan dengan urutan pembelajarannya dibalik (Zani, 2011). Artinya, sebelum mengajarkan tentang bentuk formal suatu konsep dalam matematika (puncak gunung es), siswa diberikan masalah atau situasi dunia nyata yang berkaitan dan sering mereka jumpai. Selanjutnya, guru memfasilitasi siswa untuk membangun konsep melalui permasalahan tersebut dalam artian siswa memerlukan pengalaman belajar yang cukup banyak. Adapun, pembentukkan pengetahuan formal abstrak siswa dilakukan melalui tiga tahap dengan melibatkan interaksi antara siswa dan guru serta didukung desain, perangkat, dan media pembelajaran yang baik dan matang agar tercapai pembentukan pengetahuan yang kuat bagi siswa.

    ReplyDelete
  10. 16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Belajar merupakan suatu proses. Proses yang dapat dilakukan dengan memperhatikan setiap tahapan proses belajar.
    Belajar tidak mungkin dapat secara instan dan cepat. Belajar memerlukan banyak waktu dan proses yang dilalui tidaklah sederhana.
    Skema belajar diatas memiliki makna yang sama bahwa belajar matematika dapat dilalui dari tahapan enaktif, ikonik, kemudian simbolik.

    ReplyDelete
  11. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Berdasarkan gambar yang ada di atas beberapa hal yang menarik perhatian saya adalah mengenai : Pemodelan matematika secara material, matematika formal dan juga Pembuatan pondasi. Pada pemodelan matematika, dari permasalahan berorientasi kehidupan nyata , pembuatan alat peraga atau media yang disesuaikan dengan model permasalahan agar dapat mempermudah peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan. Kemudian, Pembuatan pondasi (dihubungkan dengan angka) Pembuatan pondasi yag dimaksudkan adalah peserta didik coba untuk memahami konsep matematika yang ada pada material model matematika yang telah dibuat. Segala aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik dalam rangka untuk memahami konsep matematika selanjutnya akan dibawa ke dalam matematika formal. Selanjutnya, Matematika formal. Pada tahap matematika formal, peserta didik sudah dapat mempelajari matematika menggunakan model formal, yaitu simbol-simbol matematika yang selama ini dipelajari di sekolah.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Agar matematika mudah dipahami dan dipelajari oleh siswa, tentunya matematika harus dekat dengan siswa. Matematika realistik bertujuan agar belajar matematika itu dekat dengan siswa. Dari gambar terlihat bahwa untuk mencapai tujuan formal dari matematika terdapat berbagai macam cara yang dapat dilakukan guru dan siswa dengan memanfaatkan segala hal yang ada didekat siswa. Jika diibaratkan gunung es, matematika formal itu hanya puncak gunung yang terlihat dipermukaan, sedangkan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencapai puncak itu terdapat didasar lautan dan sesungguhnya lebih besar cakupannya dari apa yang terlihat dipermukaan.

    ReplyDelete
  13. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Pendekatan Matematika Realistik oleh Moerlands, seperti pembentukan gunung es. Seperti Gunung-gunung pada umumnya, bagian dasar gunung es, yang paling dasar tentunya memiliki daerah atau wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan bagian atasnya. Sedangkan matematika yang diajarkan pada kebanyakan sekolah sekarang hanyalah matematika yang tampak di atas permukaan air laut saja dalam gunung es tersebut, yaitu hanya matematika formal saja. padahal, Masih banyak tahap yang ada di bawahnya yang sangat mempengaruhi kekokohan pengetahuan yang dibangun. Seperti halnya sebuah rumah, pondasi rumah adalah yang paling dasar, tak bisa kita langsung membangun atapnya tanpa ada pondasi dan dinding. Begitu pula dengan matematika, Untuk membangun pengetahuan matematika siswa maka pertama yang harus dibangun adalah dengan hal-hal yang konkret, yang ada di dalam kehidupan siswa sehari-hari. Harus dipastikan bahwa tahap ini terbangun dengan kokoh, dan dilanjutkan dengan tahap selanjutnya. Hal ini diadopsi pula untuk pendekatan Pendidikan Matematika Realistic Indonesia .

    ReplyDelete
  14. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Frans Moerland memvisualisasikan proses matematisasi dalam pembelajaran matematika realistik sebagai proses pembentukan gunung es (iceberg) seperti yang digambarkan dalam gambar di atas. Dari skema gunung es tersebut, ada empat tahapan dalam matematika realistik yaitu tahap konkret, model konkret, model formal, dan matematika formal. Tahap konkret adalah tahap paling dasar sehingga ini sebagai fondasi utama dalam belajar matematika. Untuk mengajarkan matematika sekolah, jangan langsung menggunakan matematika formal karena akan memberatkan siswa. Sebaiknya gunakan konteks-konteks yang dekat dengan siswa agar memudahkan siswa dalam mengkontruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  15. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari gambr tersebut saya dapat memahami bahwa untuk dapat mencapai puncak gunung es diperlukan adanya orientasi dunia matematika, kemudian model material, bangunan yang merupakan relasi bilangan, dan notasi formal. Hal tersebut menunjukkan bahwa untuk mencapai puncak pemahaman tentang matematika ada banyak hal yang harus dibangun, mulai dari konsep dasar matematika sampai dengan aturan – aturan yang ada dalam matematika.

    ReplyDelete

  16. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Matematika Realistik menekankan kepada konstruksi dari konteks benda-benda konkrit sebagai titik awal bagi siswa guna memperoleh konsep matematika. Benda-benda konkret dan obyek-obyek lingkungan sekitar dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran matematika dalam membangun keterkaitan matematika melalui interaksi sosial. Benda-benda konkrit dimanipulasi oleh siswa dalam kerangka menunjang usaha siswa dalam proses matematisasi konkret ke abstrak. Siswa perlu diberi kesempatan agar dapat mengkontruksi dan menghasilkan matematika dengan cara dan bahasa mereka sendiri. Diperlukan kegiatan refleksi terhadap aktivitas sosial sehingga dapat terjadi pemaduan dan penguatan hubungan antar pokok bahasan dalam struktur pemahaman matematika. Menurut Hans Freudental dalam Sugiman (2007) matematika merupakan aktivitas insani (human activities) dan harus dikaitkan dengan realitas. Dengan demikian ketika siswa melakukan kegiatan belajar matematika maka dalam dirinya terjadi proses matematisasi. Terdapat dua macam matematisasi, yaitu: (1) matematisasi horisontal dan (2) matematisasi vertikal. Matematisasi horisontal berproses dari dunia nyata ke dalam simbol-simbol matematika. Proses terjadi pada siswa ketika ia dihadapkan pada problematika yang kehidupan / situasi nyata. Sedangkan matematisasi vertikal merupakan proses yang terjadi di dalam sistem matematika itu sendiri; misalnya: penemuan strategi menyelesaiakn soal, mengkaitkan hubungan antar konsep-konsep matematis atau menerapkan rumus/temuan rumus.

    ReplyDelete
  17. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Teori icerberg tentang pendekatan matematika realistik itu seperti gunung es. Teori Iceberg (kadang-kadang dikenal sebagai "teori kelalaian") adalah gaya penulisan (berubah bahasa sehari-hari) yang diciptakan oleh penulis Amerika Ernest Hemingway. Sebagai seorang jurnalis muda, Hemingway harus memfokuskan laporan surat kabar tentang kejadian segera, dengan sedikit konteks atau interpretasi. Ketika menjadi penulis cerita pendek, ia mempertahankan gaya minimalis ini, dengan fokus pada elemen permukaan tanpa secara eksplisit mendiskusikan tema yang mendasarinya. Hemingway percaya bahwa makna cerita yang lebih dalam seharusnya tidak terlihat di permukaan, tapi harus bersinar secara implisit. Kritikus seperti Jackson Benson mengklaim bahwa teori gunung es, bersama dengan kejernihan gaya Hemingway yang khas, berfungsi untuk menjauhkan diri dari karakter yang diciptakannya.

    ReplyDelete
  18. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Tidak hanya ada di negeri barat saja, kita di negeri timur pun mengenal filsafat gunung. Di negeri barat dikenal dengan istilah iceberg, di Indonesia disebut volcano (gunung), dalam konteks kependidikan. Hal ini diartikan bahwa filsafat gunung adalah semakin tinggi semakin kecil, merucut, tetapi melingkupinya. Semakin tinggi maka semakin tinggi dimensinya. Maka matematika murni ada di puncak dengan notasi formal. Sementara itu semakin ke bawah semakin konkret yaitu ranah matematika sekolah. Hal ini dikarenakan dunia anak-anak adalah dunia di luar pikiran, dunia nyata, konkret, dan penuh pengalaman. Oleh karena itu hakekat ilmu bagi anak-anak adalah kegiatan. Jadi dalam dunia sekolah anak-anak, matematika diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari sehingga siswa mudah memahami matematika.

    ReplyDelete
  19. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Matematika realistik adalah pembelajaran matematika yang disampaikan oleh Frans Moerland. Pembelajaran yang dirasa baik dilakukan dalam pembelajaran, tak terkecuali pembelajaran matematika. Oleh Frans Moerland pembelajaran matematika tersampaikan dalam empat bagian yang pertama adalah matematika yang sesuai dengan masalah nyata dunia, yang kedua adalah model material atau model konkret dari masalah nyata yang ada, dan yang ketiga adalah model formal yaitu dalam bentuk angka-angka, sedangkan yang paling atas adalah formal notation atau matematika formal yang bentuknya sudah abstrak. Pada pembelajaran matematika di sekolah pun akan lebih baik jika dimulai dengan pembelajaran dengan bentuk nyata dulu.

    ReplyDelete
  20. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016


    Tahap belajatr yang dilalalui yaitu berawal dari tahap enaktif, seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upayanya untuk memahami lingkungan sekitar, artinya dalam memahami dunia sekitarnya anak menggunakan pengetahuan motorik. Misalnya, melalui gigitan, sentuhan, pegangan, dan sebagainya.
    Selanjutnya tahap Ikonik, seseorang memahami objek-objek atau dunianya melalui gambar-gambar atau visualisasi verbal. Maksudnya dalam memhami dunia sekitarnya anak belajar melalui bentuk perumpamaan (tampil) dan perbandingan (komparasi).
    Dan yang terakhir tahap Simbolik, seseorang telah mampu memilki ide-ide atau gagasan-gagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika. Dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui simbol bahasa, logika, matematika dan sebagainya. Komunikasinya dilakukan dengan menggunakan banyak sistem simbol. Semakin matang seseorang dalam proses berpikirnya, semakin dominan sistem simbolnya. Meskipun begitu tidak berarti ia tidak lagi menggunakan sistem enaktif dan ikonik. Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu bukti masih diperlukannnya sistem enaktif dan ikonik dalam proses belajar.

    ReplyDelete
  21. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Matematika Realistik adalah matematika sekolah yang dilaksanakan dengan menempatkan realitas pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Masalah realistik digunakan sebagai sumber munculnya konsep matematika atau pengetahuan matematika formal. Pembelajaran Matematika Realistik di kelas berorientasi pada karakteristik RME, sehingga siswa mempunyai kesempatan untuk menemukan kembali konsep matematika atau pengetahuan matematika formal. Konteks dalam PMR merujuk pada situasi dimana soal ditempatkan, sedemikian hingga siswa dapat menciptakan aktivitas matematik dan melatih ataupun menerapkan pengetahuan matematika yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  22. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Foto tersebut adalah sintaks Pembelajaran berbasis realistik. Digambarkan sebagai gunung es. Pembelajaran realistik diawali dengan konteks sebagai starting point pembelajaran konsep tertentu. Konteks disini tidak lah harus kontekstual cukup bisa dibayangkan ,menurut Van den Heuvel panhuizen. Setelah ditentukan kinteksnya dibuat model nyata dilanjutkan model formal. Matematika formal terletak di puncak gunung es sebagai titik akhir atau tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  23. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Realisastic Mathematics Education merupakan pendekatan pembelajaran yang dapat didukung oleh etnomatematika. Konteks budaya misalnya artefak dapat dijadikan titik awal Pembelajaran. Terlebih unsur etnik atau entno yang dekat dengan keseharian anak sehingga lebih mudah untuk dibayangkan oleh para siswa. Dengan kombinasi keduanya (etno dan RME) diharapkan Matematika akan lebih dekat dengan dunia siswa sehingga lebih bermakna bagi mereka.

    ReplyDelete
  24. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    PMRI merupakan salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
    Frans Moerlands mendiskripsikan pembelajaran matematika realistik terdiri dari beberapa tingkatan dan mendeskripsikan tipe realistik tersebut dalam ide gunung es (iceberg) yang mengapung di tengah laut. Dalam model gunung es terdapat empat tingkatan aktivitas, yakni (1) orientasi lingkungan secara matematis, (2) model alat peraga, (3) pembuatan pondasi (building stone) dan (4) matematika formal.

    ReplyDelete
  25. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Bagan di atas merupakan iceberg perkalian dari Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Dalam pembelajaran matematika terdapat dua matematisasi yaitu matematisasi horisontal dan matematisasi vertikal. Pembelajaran matematika yang terjadi menggunakan konteks nyata yang dapat dieksplorasi, digunkannya instrumen vertikal seperti skema, diagram, simbol dan lain sebagainya, adanya proses membangun makna berdasarkan pengetahuan dan pengalaman siswa, adanya interaksi anatar guru dan siswa, serta adanya keterkaitan antara materi yang satu dengan materi lainnya.

    ReplyDelete
  26. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika realistik diibaratkan sebagai gunung es, dimana puncak di atas permukaan air suatu gunung es itu kecil/sedikit, namun bongkahan di dalam air sangatlah besar. Di atas permukaan air dinamakan sebagai matematika formal, dimana permasalahan dimodelkan sebagai notasi matematika yang formal. Kemudian dibawah permukaan air yaitu permasalahan dimodelkan secara nyata dengan media yang kongkrit, kemudian dilanjutkan dengan model formal. Dalam konteks ini di bawah permukaan air dinamakan dengan model informal.

    ReplyDelete
  27. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) merupakan operasionalisasi dari suatu pendekatan pendidikan matematika yang telah dikembangkan di Belanda dengan nama Realistic Mathematics Education (RME) yang artinya pendidikan matematika realistik. Pembelajaran matematika realistik menggunakan masalah kontekstual (contextual problems) sebagai titik tolak dalam belajar matematika. Ada tiga prinsip utama dalam PMR, yaitu: a) guided reinvention and progressive mathematizing, b) didactical phenomenology, dan c) self-developed models. Sebagai operasionalisasi ketiga prinsip utama PMR di atas, PMR memiliki lima karakteristik, yaitu: a) the use of context (menggunakan masalah kontekstual), b) the use models (menggunakan berbagai model), c) student contributions (kontribusi siswa), d) interactivity (interaktivitas) dan e) intertwining (terintegrasi).

    ReplyDelete
  28. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Matematika realistic matematika yang memanfaatkan realitas dan lingkungan yang dipahami siswa untuk memperlancar proses pembelajran matematika sehingga dapat mencapai pendidikan matematika secara lebih baik. skema pembelajaran matematika yang digambarkan sebagai gunung es ini, pada lapisan dasar adalah konkrit, kemudian di atasnya ada model konkrit , di atasnya lagi ada model formal dan paling atas adalah matematika formal.

    ReplyDelete
  29. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Realistic Mathematics menekankan perubahan pemahaman dari konkret ke abstrak. Hal ini sesuai dengan pendapat Piaget yang mengemukakan mengenai fase-fase perkembangan anak. Untuk membangun pemahaman matematika diperlukan adanya pengalaman bermatematika. Realistic Mathematics memfokuskan pada pengalaman bermatematika tersebut sehingga matematika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Yang paling penting dalam membelajarkan matematika adalah membangun dasarnya. Sama seperti gunung es, yang terlihat diatasnya mungkin kecil, sebagian kecil dari gunung es, yaitu matematika formal. Namun, untuk mencapai itu dibutuhkan langkah demi langkah dari matematika konkrit menuju matematika formal.

    ReplyDelete
  30. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Bagan ini juga mengajarkan mengenai kesabaran. Sering sebagai seorang guru kita menargetkan agar anak mengerti matematika formal. Namun, kita terkadang lupa bahwa dibutuhkan langkah demi langkah menuju ke arah matematika formal tersebut. Siswa harus dibimbing dari matematika konkrit, membangun pemahamannya menuju matematika semi konkrit kemudian baru diajarkan matematika abstrak. Terkadang karena terbentur dengan waktu pembelajaran, langkah tersebut dilompati sehingga pemahaman siswa hanya setengah yang berakibat siswa tidak mengerti makna dari setiap matematika abstrak yang diajarkan. Dengan demikian, dibutuhkan kesabaran dalam mengadaptasi pemahaman ini.

    ReplyDelete
  31. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika dapat diibaratkan, matematika itu seperti gunung es seperti yang disampaikan oleh Moerlands. Objek matematika yang diketahui hanyalah sepucuk gunung es yang terlihat dari atas. Namun dalam pembelajarannya matematika itu berasalah dari objek-objek nyata yang berada di dunia ini. Sehingga munculah istilah Realistik Mathematics atau Matematika berbasis Konteks. Kedua istilah tersebut beridekan pada hal yang sama namun dikemukakan oleh orang yang berbeda.

    ReplyDelete
  32. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Realistics Mathematics Education atau RME merupakan pendekatan dalam pembelajaran matematika yang berbasis pada perekonstri\uksian objek-objek matematika dari objek-objek kontekstual. Karena hal tersebut terjadi karna manusia akan lebih cepat mengerti tentang objek-objek nyata disekitarnya dibandingkan objek-objek matematika yang abstrak-abstrak. Sehingga muncullah pendekatan RME ini. Tahapan dari RME sendiri ada 4 tahap yaitu Matematika Kontekstual, Modek Kontekstual, Model Formal, Matematika formal.

    ReplyDelete
  33. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Etnomatematika itu bias dikatakan sebagai pendekatan RME yang mengambil objek jontekstual berasal dari objek-objek budaya disekitarnya. Misalkan seorang guruyang berada di Yogyakarta akan membelajarkan matematika berbasiskan etnomatematika maka objek yang diambil dapat berupa artefak-artefak yang berkaitan dengan matematika di Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan atau Candi Borobudur untuk pembelajaran matematika yang akan dilaksanakan. Dengan tahapan yang sama seperti realistic mathematics educations.

    ReplyDelete
  34. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika realistik dalam pendidikan matematika realistik dimaksudkan dalam pembelajaran agar memungkinkan siswa untuk mengaitkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata (real world). Dalam gamabr di atas digambarkan secara jelas bahwa matematika dalam kehidupan sehari-hari dibawa ke matematika model berupa model matematika dalam bentuk notion atau simbol simbol. Kemudian matematika model inilah yang nantinya menjadi matematika formal.

    ReplyDelete
  35. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran matematika realistik, seorang guru harus mampu memunculkan suatu situasi atau permasalahan sehari-hari yang dapat dijangkau oleh pemikiran logika siswa, relevan dengan keadaan sekitar siswa atau bahkan dialami sendiri oleh siswa tersebut sehingga dapat menjadi modal awal yang kuat dalam membangun pengetahuan siswa. Setelah permasalahan dimengerti oleh siswa, siswa diajak untuk mengubahnya menjadi sebuah model, kemudian mengolah/mengkait-kaitkan informasi yang terdapat dalam model tersebut dan pada akhirnya mampu menyelesaikannya dalam bentuk formal.

    ReplyDelete
  36. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Realistics Mathematics Education menurut Moerlands bagaikan gunung es yang tinggi.
    Pada bagian puncak terdapat matematika formal
    Pada bagian kedua dari atas terdapat matematika model formal
    Pada bagian bawahnya terdapat matematika model kongkret
    Dan pada bagian dasar adalah matematika kongkret.
    Matematika yang paling sesuai untuk dipelajari oleh anak SD adalah matematika kongkret karena pada matematika kongkret anak mempelajari matematika yang ada pada kehidupan nyata dan benar benar ada di lingkungannya sehingga anak lebih mudah dalam mempelajarinya.

    ReplyDelete
  37. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dalam pendekatan matematika realistic, kelas matematika tidak hanya sekedar memindahkan matematika dari guru kepada siswa. Siswa tidak dipandang sebagai penerima pasif namun siswa harus aktif. Siswa diberikan kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep matematika. Dalam melaksanakan hal tersebut tentunya tetap di bawah bimbingan guru. Proses penemuan kembali dikembangkan melalui berbagai persoalan dunia nyata. Adanya fenomena pembelajaran yang menekankan pentingnya soal kontekstual untuk memperkenalkan topik-topik matematika kepada siswa. Diawali dengan soal kontekstual dari situasi nyata kemudian ditemukan model atau bentuk informalnya, kemudian diikuti dengan penemuan model untuk bentuk bentuk formal hingga mendapatkan penyelesaian masalah dalam bentuk pengetahuan matematika yang standar.

    ReplyDelete
  38. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari gambar atau ilustrasi diatas, Pendekatan RME (Realistic Mathematics Education) merupakan suatu inovasi pembelajaran yang menjadikan pembelajaran matematika menjadi pembelajaran yang bermakna. Bermakna disini dapat diartikan yaitu mengaitkan pembelajaran matematika terhadap kehidupan nyata yang dialami oleh siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  39. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Frans Morland menggambarkan proses matematisasi dalam pembelajaran RME dengan proses pembentukan gunung es (iceberg). Matematika yang disajikan dengan menggunakan pendekatan iceberg terdiri dari 4 tahapan yaitu (1) mathematical world orientation (orientasi lingkungan secara matematis), (2) material model (model material), (3) building mathematical relationship (membangun hubungan matematis) dan (4) formal notation (notasi formal). Tahapan pertama merupakan dasarnya, dan tahapan keempat merupakan puncaknya. Ketika kita melihat gunung es, mungkin kita hanya mendapati puncaknya saja. Bagi orang yang tidak mengetahui, mereka mengatakan bahwa itulah gunung es. Padahal sejatinya, lereng dan kaki gunung tertancap kokoh di dasar laut. Hal ini dapat dijadikan sebagai landasan guru dalam mengajarkan matematika. dasar dari gunung es adalah pemahaman konsep. Konsep yang dibangun oleh siswa haruslah kokoh. Agar ketika sudah sampai pada puncaknya, maka gunung tersebut tidak akan terombang ambing. Namun, ketika konsep yang dibangung tidak kokoh atau justru tidak ada karena guru hanya mengajarkan bagian puncaknya melulu. Maka ketika gelombang melanda, kita baru tahu bahwa ternyata itu bukanlah gunung es, tetapi hanyalah sebuah bongkahan yang terombang-ambing.

    ReplyDelete
  40. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendidikan matematika realistik merupakan suatu pendekatan dimana siswa dapat membayangkan apa yang mereka sedang pelajari. Dengan begitu diharapkan siswa dapat lebih paham sakan suatu konsep dan siswa lebih termotivasi untuk belajar. Jika siswa lebih paham akan suatu konsep maka hasil belajar siswapun diharapkan meningkat.

    ReplyDelete
  41. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam pendekatn matematika realistik tentunya sangat menarik. karena menggunakan konteks dalam pembelajarannya sehingga tentunya akan lebih memotivasi siswa. melalui kehidupan nyata yang dimiliki siswa maka akan ditemukan suatu konsep matematika. tentunya sangat menarik bukan jika kita belajar dengan menggunakan pendekatan matematika realistik.

    ReplyDelete
  42. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendekatan Realistic Mathematics sangat dianjurkan dalam pembelajaran matematika, karena melibatkan situasi nyata dan pengalaman siswa. Dengan demikian siswa akan tau, makna dari ia belajar matematika itu seperti apa, karena mereka belajar mematematisasi masalah-masalah kontekstual. Siswa juga akan terlibat aktif dalam pembelajaran, dan guru ialah sebagai fasilitator di kelas.

    ReplyDelete
  43. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Realistic mathematics ialah digambarkan seperti gunung es, dimana terdapat tahapan-tahapan mulai dari dasar yaitu konteks dunia nyata, kemudian naik menuju model nyata, lalu model formal, hingga pada puncaknya ialah notasi formal. Diharapkan dengan tahapan seperti ini siswa akan menyadari kebermanfaatan matematika dan memudahkan mereka dalam belajar

    ReplyDelete
  44. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada penerapan pembelajaran saat ini, tidak sedikit guru yang terfokus pada puncaknya saja, yakni notasi formalnya. Para guru mengabaikan betapa pentingnya bagi siswa untuk mengetahui dasar-dasarnya juga, kerena mereka membangun pengetahuan dari pengalaman dan situasi nyata. Sungguh disayangnya jika siswa disuapi rumus-rumus yang akan melemahkan intuisi siswa dan membuat siswa merasa kesulitan.

    ReplyDelete
  45. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Gambar di atas memperlihatkan pendekatan iceberg dalam pembelajaran matematika realistik. Dalam pendidikan matematika realistik terdapat proses matematisasi horisontal dan matematisasi vertikal. Pada gambar di atas, proses matematis horisontal berada di tahap paling bawah (paling awal) yaitu tahap mengubah matematika dunia nyata menjadi model matematika, setelah itu dilanjutkan dengan tahap matematisasi vertikal yang mana tujuannya adalah mengubah bentuk matematika yang dibuat menjadi bentuk formal.

    ReplyDelete
  46. Dwi Kawuryani
    S1 Pend.Mat I 2014
    14301241049
    Matematika realistik adalah Matematika yang kita temui dalam kehidupan langsung. Matematika realistik dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Ketika siswa mempelajari Matematika secara horizontal adalah sebagai dasar dari Matematika realistik. Dan Matematika secara formal sebagai puncak dari Matematika. Namun Matematika secara formal ini tidak sesuai diajarkan untuk anak sekolah.

    ReplyDelete
  47. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendekatan RME (Realistic Mathematics Education) adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran dimana siswa akan membayangkan topik yang sedang dipelajari dan dikaitkan ke dalam kehidupan seharihari. Pendekatan pembelajaran seperti ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa lebih muda sehingga dapat terwujudnya pembelajaran yang bermakna.

    ReplyDelete
  48. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Proses pembelajaran dengan pendekatan RME seperti gunung es (iceberg). Dalam model iceberg terdapat empat tingakatan aktivitas yaitu orientasi lingkungan secara matematis, model alat peraga, pembuatan pondasi, dan matematika formal, yang dapat dilihat pada gambar pada postingan di atas. Dengan pendekatan RME, siswa dengan sendirinya dapat mengetahui kegunaan dari matematika, dalam menyelesaikan atau memecahkan masalah yang dekat dengan lingkungan siswa tersebut, sehingga siswa akan lebih mudah memahami konsep matematika.

    ReplyDelete
  49. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Untuk melakukan pembelajaran realistik matematika itu seperti gunung es. Dimulai dari bawah yaitu dunia nyata, porsinya harus lebih baik daripada bagian yang lainnya. Lalu dilanjutkan ke atas yaitu model material atau alat peraga yang digunakan. Lalu dilanjutkan ke atas lagi yaitu menjelaskan hubungan-hubungan antara materi satu dengan materi lain. Lalu yang paling atas barulah notasi formal yang digunakan.

    ReplyDelete