Nov 22, 2012

Realistics Mathematics _ by Moerlands



80 comments:

  1. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pendekatan iceberg atau gunung es dalam matematika realistik sebagai gambaran mengenai fenomena gunung es yang terjadi dalam pembelajaran matematika. Matematika yang diajarkan di sekolah kebanyakan adalah sebagian kecil masalah matematika yang nampak di permukaan saja, sedangkan permasalahan besar yang tidak tampak lebih cenderung dikesampingkan atau bahkan diabaikan. Dalam pembelajaran matematika realistik, suatu konsep matematika diajarkan dengan urutan pembelajarannya dibalik (Zani, 2011). Artinya, sebelum mengajarkan tentang bentuk formal suatu konsep dalam matematika (puncak gunung es), siswa diberikan masalah atau situasi dunia nyata yang berkaitan dan sering mereka jumpai. Selanjutnya, guru memfasilitasi siswa untuk membangun konsep melalui permasalahan tersebut dalam artian siswa memerlukan pengalaman belajar yang cukup banyak. Adapun, pembentukkan pengetahuan formal abstrak siswa dilakukan melalui tiga tahap dengan melibatkan interaksi antara siswa dan guru serta didukung desain, perangkat, dan media pembelajaran yang baik dan matang agar tercapai pembentukan pengetahuan yang kuat bagi siswa.

    ReplyDelete
  2. 16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Belajar merupakan suatu proses. Proses yang dapat dilakukan dengan memperhatikan setiap tahapan proses belajar.
    Belajar tidak mungkin dapat secara instan dan cepat. Belajar memerlukan banyak waktu dan proses yang dilalui tidaklah sederhana.
    Skema belajar diatas memiliki makna yang sama bahwa belajar matematika dapat dilalui dari tahapan enaktif, ikonik, kemudian simbolik.

    ReplyDelete
  3. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Berdasarkan gambar yang ada di atas beberapa hal yang menarik perhatian saya adalah mengenai : Pemodelan matematika secara material, matematika formal dan juga Pembuatan pondasi. Pada pemodelan matematika, dari permasalahan berorientasi kehidupan nyata , pembuatan alat peraga atau media yang disesuaikan dengan model permasalahan agar dapat mempermudah peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan. Kemudian, Pembuatan pondasi (dihubungkan dengan angka) Pembuatan pondasi yag dimaksudkan adalah peserta didik coba untuk memahami konsep matematika yang ada pada material model matematika yang telah dibuat. Segala aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik dalam rangka untuk memahami konsep matematika selanjutnya akan dibawa ke dalam matematika formal. Selanjutnya, Matematika formal. Pada tahap matematika formal, peserta didik sudah dapat mempelajari matematika menggunakan model formal, yaitu simbol-simbol matematika yang selama ini dipelajari di sekolah.

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Agar matematika mudah dipahami dan dipelajari oleh siswa, tentunya matematika harus dekat dengan siswa. Matematika realistik bertujuan agar belajar matematika itu dekat dengan siswa. Dari gambar terlihat bahwa untuk mencapai tujuan formal dari matematika terdapat berbagai macam cara yang dapat dilakukan guru dan siswa dengan memanfaatkan segala hal yang ada didekat siswa. Jika diibaratkan gunung es, matematika formal itu hanya puncak gunung yang terlihat dipermukaan, sedangkan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencapai puncak itu terdapat didasar lautan dan sesungguhnya lebih besar cakupannya dari apa yang terlihat dipermukaan.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Pendekatan Matematika Realistik oleh Moerlands, seperti pembentukan gunung es. Seperti Gunung-gunung pada umumnya, bagian dasar gunung es, yang paling dasar tentunya memiliki daerah atau wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan bagian atasnya. Sedangkan matematika yang diajarkan pada kebanyakan sekolah sekarang hanyalah matematika yang tampak di atas permukaan air laut saja dalam gunung es tersebut, yaitu hanya matematika formal saja. padahal, Masih banyak tahap yang ada di bawahnya yang sangat mempengaruhi kekokohan pengetahuan yang dibangun. Seperti halnya sebuah rumah, pondasi rumah adalah yang paling dasar, tak bisa kita langsung membangun atapnya tanpa ada pondasi dan dinding. Begitu pula dengan matematika, Untuk membangun pengetahuan matematika siswa maka pertama yang harus dibangun adalah dengan hal-hal yang konkret, yang ada di dalam kehidupan siswa sehari-hari. Harus dipastikan bahwa tahap ini terbangun dengan kokoh, dan dilanjutkan dengan tahap selanjutnya. Hal ini diadopsi pula untuk pendekatan Pendidikan Matematika Realistic Indonesia .

    ReplyDelete
  6. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Frans Moerland memvisualisasikan proses matematisasi dalam pembelajaran matematika realistik sebagai proses pembentukan gunung es (iceberg) seperti yang digambarkan dalam gambar di atas. Dari skema gunung es tersebut, ada empat tahapan dalam matematika realistik yaitu tahap konkret, model konkret, model formal, dan matematika formal. Tahap konkret adalah tahap paling dasar sehingga ini sebagai fondasi utama dalam belajar matematika. Untuk mengajarkan matematika sekolah, jangan langsung menggunakan matematika formal karena akan memberatkan siswa. Sebaiknya gunakan konteks-konteks yang dekat dengan siswa agar memudahkan siswa dalam mengkontruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari gambr tersebut saya dapat memahami bahwa untuk dapat mencapai puncak gunung es diperlukan adanya orientasi dunia matematika, kemudian model material, bangunan yang merupakan relasi bilangan, dan notasi formal. Hal tersebut menunjukkan bahwa untuk mencapai puncak pemahaman tentang matematika ada banyak hal yang harus dibangun, mulai dari konsep dasar matematika sampai dengan aturan – aturan yang ada dalam matematika.

    ReplyDelete

  8. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Matematika Realistik menekankan kepada konstruksi dari konteks benda-benda konkrit sebagai titik awal bagi siswa guna memperoleh konsep matematika. Benda-benda konkret dan obyek-obyek lingkungan sekitar dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran matematika dalam membangun keterkaitan matematika melalui interaksi sosial. Benda-benda konkrit dimanipulasi oleh siswa dalam kerangka menunjang usaha siswa dalam proses matematisasi konkret ke abstrak. Siswa perlu diberi kesempatan agar dapat mengkontruksi dan menghasilkan matematika dengan cara dan bahasa mereka sendiri. Diperlukan kegiatan refleksi terhadap aktivitas sosial sehingga dapat terjadi pemaduan dan penguatan hubungan antar pokok bahasan dalam struktur pemahaman matematika. Menurut Hans Freudental dalam Sugiman (2007) matematika merupakan aktivitas insani (human activities) dan harus dikaitkan dengan realitas. Dengan demikian ketika siswa melakukan kegiatan belajar matematika maka dalam dirinya terjadi proses matematisasi. Terdapat dua macam matematisasi, yaitu: (1) matematisasi horisontal dan (2) matematisasi vertikal. Matematisasi horisontal berproses dari dunia nyata ke dalam simbol-simbol matematika. Proses terjadi pada siswa ketika ia dihadapkan pada problematika yang kehidupan / situasi nyata. Sedangkan matematisasi vertikal merupakan proses yang terjadi di dalam sistem matematika itu sendiri; misalnya: penemuan strategi menyelesaiakn soal, mengkaitkan hubungan antar konsep-konsep matematis atau menerapkan rumus/temuan rumus.

    ReplyDelete
  9. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Teori icerberg tentang pendekatan matematika realistik itu seperti gunung es. Teori Iceberg (kadang-kadang dikenal sebagai "teori kelalaian") adalah gaya penulisan (berubah bahasa sehari-hari) yang diciptakan oleh penulis Amerika Ernest Hemingway. Sebagai seorang jurnalis muda, Hemingway harus memfokuskan laporan surat kabar tentang kejadian segera, dengan sedikit konteks atau interpretasi. Ketika menjadi penulis cerita pendek, ia mempertahankan gaya minimalis ini, dengan fokus pada elemen permukaan tanpa secara eksplisit mendiskusikan tema yang mendasarinya. Hemingway percaya bahwa makna cerita yang lebih dalam seharusnya tidak terlihat di permukaan, tapi harus bersinar secara implisit. Kritikus seperti Jackson Benson mengklaim bahwa teori gunung es, bersama dengan kejernihan gaya Hemingway yang khas, berfungsi untuk menjauhkan diri dari karakter yang diciptakannya.

    ReplyDelete
  10. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Tidak hanya ada di negeri barat saja, kita di negeri timur pun mengenal filsafat gunung. Di negeri barat dikenal dengan istilah iceberg, di Indonesia disebut volcano (gunung), dalam konteks kependidikan. Hal ini diartikan bahwa filsafat gunung adalah semakin tinggi semakin kecil, merucut, tetapi melingkupinya. Semakin tinggi maka semakin tinggi dimensinya. Maka matematika murni ada di puncak dengan notasi formal. Sementara itu semakin ke bawah semakin konkret yaitu ranah matematika sekolah. Hal ini dikarenakan dunia anak-anak adalah dunia di luar pikiran, dunia nyata, konkret, dan penuh pengalaman. Oleh karena itu hakekat ilmu bagi anak-anak adalah kegiatan. Jadi dalam dunia sekolah anak-anak, matematika diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari sehingga siswa mudah memahami matematika.

    ReplyDelete
  11. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Matematika realistik adalah pembelajaran matematika yang disampaikan oleh Frans Moerland. Pembelajaran yang dirasa baik dilakukan dalam pembelajaran, tak terkecuali pembelajaran matematika. Oleh Frans Moerland pembelajaran matematika tersampaikan dalam empat bagian yang pertama adalah matematika yang sesuai dengan masalah nyata dunia, yang kedua adalah model material atau model konkret dari masalah nyata yang ada, dan yang ketiga adalah model formal yaitu dalam bentuk angka-angka, sedangkan yang paling atas adalah formal notation atau matematika formal yang bentuknya sudah abstrak. Pada pembelajaran matematika di sekolah pun akan lebih baik jika dimulai dengan pembelajaran dengan bentuk nyata dulu.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016


    Tahap belajatr yang dilalalui yaitu berawal dari tahap enaktif, seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upayanya untuk memahami lingkungan sekitar, artinya dalam memahami dunia sekitarnya anak menggunakan pengetahuan motorik. Misalnya, melalui gigitan, sentuhan, pegangan, dan sebagainya.
    Selanjutnya tahap Ikonik, seseorang memahami objek-objek atau dunianya melalui gambar-gambar atau visualisasi verbal. Maksudnya dalam memhami dunia sekitarnya anak belajar melalui bentuk perumpamaan (tampil) dan perbandingan (komparasi).
    Dan yang terakhir tahap Simbolik, seseorang telah mampu memilki ide-ide atau gagasan-gagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika. Dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui simbol bahasa, logika, matematika dan sebagainya. Komunikasinya dilakukan dengan menggunakan banyak sistem simbol. Semakin matang seseorang dalam proses berpikirnya, semakin dominan sistem simbolnya. Meskipun begitu tidak berarti ia tidak lagi menggunakan sistem enaktif dan ikonik. Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu bukti masih diperlukannnya sistem enaktif dan ikonik dalam proses belajar.

    ReplyDelete
  13. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Matematika Realistik adalah matematika sekolah yang dilaksanakan dengan menempatkan realitas pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Masalah realistik digunakan sebagai sumber munculnya konsep matematika atau pengetahuan matematika formal. Pembelajaran Matematika Realistik di kelas berorientasi pada karakteristik RME, sehingga siswa mempunyai kesempatan untuk menemukan kembali konsep matematika atau pengetahuan matematika formal. Konteks dalam PMR merujuk pada situasi dimana soal ditempatkan, sedemikian hingga siswa dapat menciptakan aktivitas matematik dan melatih ataupun menerapkan pengetahuan matematika yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  14. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Foto tersebut adalah sintaks Pembelajaran berbasis realistik. Digambarkan sebagai gunung es. Pembelajaran realistik diawali dengan konteks sebagai starting point pembelajaran konsep tertentu. Konteks disini tidak lah harus kontekstual cukup bisa dibayangkan ,menurut Van den Heuvel panhuizen. Setelah ditentukan kinteksnya dibuat model nyata dilanjutkan model formal. Matematika formal terletak di puncak gunung es sebagai titik akhir atau tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  15. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Realisastic Mathematics Education merupakan pendekatan pembelajaran yang dapat didukung oleh etnomatematika. Konteks budaya misalnya artefak dapat dijadikan titik awal Pembelajaran. Terlebih unsur etnik atau entno yang dekat dengan keseharian anak sehingga lebih mudah untuk dibayangkan oleh para siswa. Dengan kombinasi keduanya (etno dan RME) diharapkan Matematika akan lebih dekat dengan dunia siswa sehingga lebih bermakna bagi mereka.

    ReplyDelete
  16. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    PMRI merupakan salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
    Frans Moerlands mendiskripsikan pembelajaran matematika realistik terdiri dari beberapa tingkatan dan mendeskripsikan tipe realistik tersebut dalam ide gunung es (iceberg) yang mengapung di tengah laut. Dalam model gunung es terdapat empat tingkatan aktivitas, yakni (1) orientasi lingkungan secara matematis, (2) model alat peraga, (3) pembuatan pondasi (building stone) dan (4) matematika formal.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Bagan di atas merupakan iceberg perkalian dari Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Dalam pembelajaran matematika terdapat dua matematisasi yaitu matematisasi horisontal dan matematisasi vertikal. Pembelajaran matematika yang terjadi menggunakan konteks nyata yang dapat dieksplorasi, digunkannya instrumen vertikal seperti skema, diagram, simbol dan lain sebagainya, adanya proses membangun makna berdasarkan pengetahuan dan pengalaman siswa, adanya interaksi anatar guru dan siswa, serta adanya keterkaitan antara materi yang satu dengan materi lainnya.

    ReplyDelete
  18. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika realistik diibaratkan sebagai gunung es, dimana puncak di atas permukaan air suatu gunung es itu kecil/sedikit, namun bongkahan di dalam air sangatlah besar. Di atas permukaan air dinamakan sebagai matematika formal, dimana permasalahan dimodelkan sebagai notasi matematika yang formal. Kemudian dibawah permukaan air yaitu permasalahan dimodelkan secara nyata dengan media yang kongkrit, kemudian dilanjutkan dengan model formal. Dalam konteks ini di bawah permukaan air dinamakan dengan model informal.

    ReplyDelete
  19. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) merupakan operasionalisasi dari suatu pendekatan pendidikan matematika yang telah dikembangkan di Belanda dengan nama Realistic Mathematics Education (RME) yang artinya pendidikan matematika realistik. Pembelajaran matematika realistik menggunakan masalah kontekstual (contextual problems) sebagai titik tolak dalam belajar matematika. Ada tiga prinsip utama dalam PMR, yaitu: a) guided reinvention and progressive mathematizing, b) didactical phenomenology, dan c) self-developed models. Sebagai operasionalisasi ketiga prinsip utama PMR di atas, PMR memiliki lima karakteristik, yaitu: a) the use of context (menggunakan masalah kontekstual), b) the use models (menggunakan berbagai model), c) student contributions (kontribusi siswa), d) interactivity (interaktivitas) dan e) intertwining (terintegrasi).

    ReplyDelete
  20. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Matematika realistic matematika yang memanfaatkan realitas dan lingkungan yang dipahami siswa untuk memperlancar proses pembelajran matematika sehingga dapat mencapai pendidikan matematika secara lebih baik. skema pembelajaran matematika yang digambarkan sebagai gunung es ini, pada lapisan dasar adalah konkrit, kemudian di atasnya ada model konkrit , di atasnya lagi ada model formal dan paling atas adalah matematika formal.

    ReplyDelete
  21. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Realistic Mathematics menekankan perubahan pemahaman dari konkret ke abstrak. Hal ini sesuai dengan pendapat Piaget yang mengemukakan mengenai fase-fase perkembangan anak. Untuk membangun pemahaman matematika diperlukan adanya pengalaman bermatematika. Realistic Mathematics memfokuskan pada pengalaman bermatematika tersebut sehingga matematika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Yang paling penting dalam membelajarkan matematika adalah membangun dasarnya. Sama seperti gunung es, yang terlihat diatasnya mungkin kecil, sebagian kecil dari gunung es, yaitu matematika formal. Namun, untuk mencapai itu dibutuhkan langkah demi langkah dari matematika konkrit menuju matematika formal.

    ReplyDelete
  22. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Bagan ini juga mengajarkan mengenai kesabaran. Sering sebagai seorang guru kita menargetkan agar anak mengerti matematika formal. Namun, kita terkadang lupa bahwa dibutuhkan langkah demi langkah menuju ke arah matematika formal tersebut. Siswa harus dibimbing dari matematika konkrit, membangun pemahamannya menuju matematika semi konkrit kemudian baru diajarkan matematika abstrak. Terkadang karena terbentur dengan waktu pembelajaran, langkah tersebut dilompati sehingga pemahaman siswa hanya setengah yang berakibat siswa tidak mengerti makna dari setiap matematika abstrak yang diajarkan. Dengan demikian, dibutuhkan kesabaran dalam mengadaptasi pemahaman ini.

    ReplyDelete
  23. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika dapat diibaratkan, matematika itu seperti gunung es seperti yang disampaikan oleh Moerlands. Objek matematika yang diketahui hanyalah sepucuk gunung es yang terlihat dari atas. Namun dalam pembelajarannya matematika itu berasalah dari objek-objek nyata yang berada di dunia ini. Sehingga munculah istilah Realistik Mathematics atau Matematika berbasis Konteks. Kedua istilah tersebut beridekan pada hal yang sama namun dikemukakan oleh orang yang berbeda.

    ReplyDelete
  24. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Realistics Mathematics Education atau RME merupakan pendekatan dalam pembelajaran matematika yang berbasis pada perekonstri\uksian objek-objek matematika dari objek-objek kontekstual. Karena hal tersebut terjadi karna manusia akan lebih cepat mengerti tentang objek-objek nyata disekitarnya dibandingkan objek-objek matematika yang abstrak-abstrak. Sehingga muncullah pendekatan RME ini. Tahapan dari RME sendiri ada 4 tahap yaitu Matematika Kontekstual, Modek Kontekstual, Model Formal, Matematika formal.

    ReplyDelete
  25. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Etnomatematika itu bias dikatakan sebagai pendekatan RME yang mengambil objek jontekstual berasal dari objek-objek budaya disekitarnya. Misalkan seorang guruyang berada di Yogyakarta akan membelajarkan matematika berbasiskan etnomatematika maka objek yang diambil dapat berupa artefak-artefak yang berkaitan dengan matematika di Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan atau Candi Borobudur untuk pembelajaran matematika yang akan dilaksanakan. Dengan tahapan yang sama seperti realistic mathematics educations.

    ReplyDelete
  26. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika realistik dalam pendidikan matematika realistik dimaksudkan dalam pembelajaran agar memungkinkan siswa untuk mengaitkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata (real world). Dalam gamabr di atas digambarkan secara jelas bahwa matematika dalam kehidupan sehari-hari dibawa ke matematika model berupa model matematika dalam bentuk notion atau simbol simbol. Kemudian matematika model inilah yang nantinya menjadi matematika formal.

    ReplyDelete
  27. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran matematika realistik, seorang guru harus mampu memunculkan suatu situasi atau permasalahan sehari-hari yang dapat dijangkau oleh pemikiran logika siswa, relevan dengan keadaan sekitar siswa atau bahkan dialami sendiri oleh siswa tersebut sehingga dapat menjadi modal awal yang kuat dalam membangun pengetahuan siswa. Setelah permasalahan dimengerti oleh siswa, siswa diajak untuk mengubahnya menjadi sebuah model, kemudian mengolah/mengkait-kaitkan informasi yang terdapat dalam model tersebut dan pada akhirnya mampu menyelesaikannya dalam bentuk formal.

    ReplyDelete
  28. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Realistics Mathematics Education menurut Moerlands bagaikan gunung es yang tinggi.
    Pada bagian puncak terdapat matematika formal
    Pada bagian kedua dari atas terdapat matematika model formal
    Pada bagian bawahnya terdapat matematika model kongkret
    Dan pada bagian dasar adalah matematika kongkret.
    Matematika yang paling sesuai untuk dipelajari oleh anak SD adalah matematika kongkret karena pada matematika kongkret anak mempelajari matematika yang ada pada kehidupan nyata dan benar benar ada di lingkungannya sehingga anak lebih mudah dalam mempelajarinya.

    ReplyDelete
  29. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dalam pendekatan matematika realistic, kelas matematika tidak hanya sekedar memindahkan matematika dari guru kepada siswa. Siswa tidak dipandang sebagai penerima pasif namun siswa harus aktif. Siswa diberikan kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep matematika. Dalam melaksanakan hal tersebut tentunya tetap di bawah bimbingan guru. Proses penemuan kembali dikembangkan melalui berbagai persoalan dunia nyata. Adanya fenomena pembelajaran yang menekankan pentingnya soal kontekstual untuk memperkenalkan topik-topik matematika kepada siswa. Diawali dengan soal kontekstual dari situasi nyata kemudian ditemukan model atau bentuk informalnya, kemudian diikuti dengan penemuan model untuk bentuk bentuk formal hingga mendapatkan penyelesaian masalah dalam bentuk pengetahuan matematika yang standar.

    ReplyDelete
  30. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari gambar atau ilustrasi diatas, Pendekatan RME (Realistic Mathematics Education) merupakan suatu inovasi pembelajaran yang menjadikan pembelajaran matematika menjadi pembelajaran yang bermakna. Bermakna disini dapat diartikan yaitu mengaitkan pembelajaran matematika terhadap kehidupan nyata yang dialami oleh siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  31. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Frans Morland menggambarkan proses matematisasi dalam pembelajaran RME dengan proses pembentukan gunung es (iceberg). Matematika yang disajikan dengan menggunakan pendekatan iceberg terdiri dari 4 tahapan yaitu (1) mathematical world orientation (orientasi lingkungan secara matematis), (2) material model (model material), (3) building mathematical relationship (membangun hubungan matematis) dan (4) formal notation (notasi formal). Tahapan pertama merupakan dasarnya, dan tahapan keempat merupakan puncaknya. Ketika kita melihat gunung es, mungkin kita hanya mendapati puncaknya saja. Bagi orang yang tidak mengetahui, mereka mengatakan bahwa itulah gunung es. Padahal sejatinya, lereng dan kaki gunung tertancap kokoh di dasar laut. Hal ini dapat dijadikan sebagai landasan guru dalam mengajarkan matematika. dasar dari gunung es adalah pemahaman konsep. Konsep yang dibangun oleh siswa haruslah kokoh. Agar ketika sudah sampai pada puncaknya, maka gunung tersebut tidak akan terombang ambing. Namun, ketika konsep yang dibangung tidak kokoh atau justru tidak ada karena guru hanya mengajarkan bagian puncaknya melulu. Maka ketika gelombang melanda, kita baru tahu bahwa ternyata itu bukanlah gunung es, tetapi hanyalah sebuah bongkahan yang terombang-ambing.

    ReplyDelete
  32. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendidikan matematika realistik merupakan suatu pendekatan dimana siswa dapat membayangkan apa yang mereka sedang pelajari. Dengan begitu diharapkan siswa dapat lebih paham sakan suatu konsep dan siswa lebih termotivasi untuk belajar. Jika siswa lebih paham akan suatu konsep maka hasil belajar siswapun diharapkan meningkat.

    ReplyDelete
  33. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam pendekatn matematika realistik tentunya sangat menarik. karena menggunakan konteks dalam pembelajarannya sehingga tentunya akan lebih memotivasi siswa. melalui kehidupan nyata yang dimiliki siswa maka akan ditemukan suatu konsep matematika. tentunya sangat menarik bukan jika kita belajar dengan menggunakan pendekatan matematika realistik.

    ReplyDelete
  34. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Proses pembelajaran dengan pendekatan RME seperti gunung es (iceberg). Dalam model iceberg terdapat empat tingakatan aktivitas yaitu orientasi lingkungan secara matematis, model alat peraga, pembuatan pondasi, dan matematika formal, yang dapat dilihat pada gambar pada postingan di atas. Dengan pendekatan RME, siswa dengan sendirinya dapat mengetahui kegunaan dari matematika, dalam menyelesaikan atau memecahkan masalah yang dekat dengan lingkungan siswa tersebut, sehingga siswa akan lebih mudah memahami konsep matematika.

    ReplyDelete
  35. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Untuk melakukan pembelajaran realistik matematika itu seperti gunung es. Dimulai dari bawah yaitu dunia nyata, porsinya harus lebih baik daripada bagian yang lainnya. Lalu dilanjutkan ke atas yaitu model material atau alat peraga yang digunakan. Lalu dilanjutkan ke atas lagi yaitu menjelaskan hubungan-hubungan antara materi satu dengan materi lain. Lalu yang paling atas barulah notasi formal yang digunakan.

    ReplyDelete
  36. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Matematika realistik menurut Moerlands diibaratkan seperti gunung es yang tinggi, dimana jika seseorang mempelajari matematika hendaklah dimulai dari dasar. Dalam gambar tersebut terlihat bahwa gunung es tersusun dari beberapa unsur matematika dimulai dari yang paling dasar, yaitu: “mathematical world orientation”, dimana saat siswa pertama kali mengenal matematika, ia dikenalkan kepada matematika konkret, yang mempelajari matematika melalui keadaan nyata yang terdapat di lingkungan sekitar. Kedua, “model material”, dimana pada fase ini siswa telah mampu memodelkan permasalahan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari ke dalam bentuk matematika. Ketiga, “building stones: number relations”, dimana pada saat ini pemodelan masalah matematika yang telah dilakukannya dihubungkan dengan notasi matematika. Dan yang terakhir adalah “formal notation”, dimana siswa telah mampu untuk menotasikan pemodelan masalah matematika ke dalam notasi formal. Dengan demikian, melalui matematika realistik ini, siswa diharapkan mampu untuk membangun pengetahuan dari dasar sehingga benar-benar memahaminya.

    ReplyDelete
  37. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P. Mat A 2017

    Postingan di atas menceritakan tentang pendekatan iceberg (gunung es) dalam matematika realistik menurut Moerlands. Proses pembentukan gunung es di laut selalu dimulai dari bagian dasar di bawah permukaan laut dan seterusnya akhirnya terbentuk puncak gunung es yang muncul di atas permukaan laut. Bagian dasar gunung es lebih luas dari pada puncaknya, dengan demikian konstruksi gunung es tersebut menjadi kokoh dan stabil. Proses ini diibaratkan proses pembentukan pengetahuan dalam pembelajaran matematika dengan matematika realistik. Pada awalnya, pengetahuan siswa dibangun dari hal-hal yang bersifat konkret. Kemudian hal-hal yang bersifat konkret tersebut secara bertahap dijadikan dasar untuk membangun matematika formalnya. Pendekatan icebrg dalam matematika realistik ini baik untuk diterapkan dalam proses pembelajaran matematika, karena pendekatan iceberg ini akan membuat fondasi pengetahuan matematika seorang anak lebih kokoh untuk ditarik menuju matematika formal.

    ReplyDelete
  38. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Pada postingan diatas bahwa gambar Iceberg tersebut menunjukkan tentang sistem(proses) dasar dari Realistik Mathematic Education. Langkah RME itu bertingkat atau bertahap. Terlihat jelas pada proses pembentukan gunung es tersebut dimulai dari bagian dasar hingga muncul puncak dari gunung es tersebut. Bagian dasar haruslah kokoh dan kuat, supaya bagian puncak tersebut tidak roboh atau pun hancur. Begitu juga proses pembelajaran RME menurut Moerlands. Bagian dasar dari gunung es tersebut haruslah dimulai dengan pendekatan-pendekatan permasalahan matematika yang nyata adanya dikehidupan sehari-hari siswa karena dengan adanya masalah yang nyata maka ingatan siswa akan lebih kuat, pengetahuan siswa dibangun dari benda atau contoh-contoh yang bersifat nyata atau konkret, kemudian dari yang konkret tersebut, siswa membangun konsep matematika yang formal yang sebelumnya telah melalui beberapa tahapan sebelum mencapai matematika formal (konsep).

    ReplyDelete
  39. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Iceberg Approach merupakan salah satu pendekatan dalam matematika realistik. Menurut Moerlands, matematika realistik diilustrasikan seperti fenomena (iceberg) gunung es. Berdasarkan gambar ilustrasi di atas, dapat saya ketahui bahwa pengetahuan matematika terdiri dari 4 tahap yaitu:
    1. Mathematical world orientation
    2. Model material
    3. Building stones, number relations
    4. Formal notation
    Agar di dalam diri siswa tertanam jiwa matematika maka siswa harus dikuatkan yaitu dengan dihubungkan antara sesuatu yang sering dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian siswa dibimbing untuk mampu memodelkan permasalahan yang dijumpai tersebut yang selanjutnya menghubungkannya dengan matematika. Kemudian diharapkan bisa menotasikannya dalam notasi formal matematika atau bahasa matematika. Jadi, pendekatan Iceberg dalam Matematika Realistik diharapkan dapat membangun pengetahuan siswa terhadap materi matematika di sekolah.

    ReplyDelete
  40. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari gambar di atas dapat diketahui bagaimana pola pendekatan realistik matematik itu ketika diterapkan pada siswa. Realistik matematik adalah suatu pendekatan pembelajaran yang digunakan didalam pembelajaran matematika yang menekankan pada pemberian masalah yang erat kaitannya dengan kehidupan atau dunia sehari-hari. Pertama, pembelajaran sengan berasal dari kata-kata matematika yang dimulai dengan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan matematika kemudian di ubah menjadi bentuk materialnya atau benda konkrit matematika, kemudian benda benda tersebut di ubah menjadi jumlahan benda yang kemudian terakhir dibentukkan melalui notasi formal yaitu dengan simbol bilangan. Dalam gambar yang terlihat yaitu yang notasi formal, tapi sejatinya berangkat dari akar nyata. Realistik Mathematics ini juga di adaptasi pada pembelajaran matematika di Indonesia yang kemudian dinamakan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) dimana yang realistik sesuai dengan apa yang ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  41. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Metode RME umumnya lebih banyak diterapkan disekolah dasar, karena ditingkat pendidikan dasarlah pola pemikiran tentang konsep mulai terbangun. Dengan melihat benda-benda yang bersifat konkret atau real siswa akan lebih lama mengingat materi dan konsep matematika yang di ajarkan. Selain itu dengan metode RME siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan karena imaginasi dan gaya berfikir siswa di bawa ke dalam kehidupan nyata dan bukan lagi bersifat abstrak. Metode RME salah satu metode yang dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar karena selain dapat melihat objek yang dipelajari secara langsung siswa juga dibimbing dalam menyelesaikan masalah sesuai dengan realitas perhitungan yang dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  42. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Matematika realistik oleh Moerlands diilustrasikan dengan suatu gambar an iceberg atau sebuah gunung es, sebagaimana yang kita ketahui dan kita dengar tentang gunung es yaitu bahwa gunung es yang terlihat (puncak) di permukaan laut itu tidak seberapa bila dibandingkan dengan ukuran dari dasar gunung atau bagian dari gunung yang tidak terlihat dari permukaan laut yaitu bagian gunung di bawah pemukaan air laut tersebut. Berdasarkan gambar tersebut puncak gunung yang terlihat di atas permukaan laut tersebut diibaratkan dengan bentuk formal dari hasil proses belajar matematika realistik siswa sedangkan bagian gunung di bawah permukaan air laut tersebut merupakan ilustrasi dari proses matematika realistik yaitu berupa aktivitas-aktivitas membangun konsep matematika melalui konteks dunia nyata atau kehidupan sehari-hari siswa.

    ReplyDelete
  43. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, matematika realistik adalah pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan realistik yang dirintis oleh Hans Freudenthal. Selanjutnya matematika realistik dijelaskan lebih detail oleh Frans Moerland, dia membagi pembelajaran matematika menjadi empat bagian, bagian pertama berisi konsep atau prinsip matematika yang sesuai dengan masalah dunia nyata. Bagian kedua terdiri dari model material atau model kongkrit dari masalah dunia nyata. Bagian ketiga berisi model-model formal dalam bentuk angka-angka. Pada bagian terakhir adalah konsep matematika formal yang berisi notasi-notasi, pada bagian ini sudah sangat terasa bahwa matematika itu abstrak. Pada pembelajaran matematika akan lebih baik jika diawali atau dimulai dari bagian pertama dahulu yaitu mulai dari bentuk nyata dari matematika.

    ReplyDelete
  44. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya memahami bahwa matematika itu tidak hanya dalam bentuk formal. Matematika yang ada di dasar gunung es matematika itu adalah matematika praktis dalam kehidupan sehari-hari. Lalu dinaikan menjadi media-media. Nah, media dan kehidupan praktis tentu dapat membantu matematika formal yang terkadang dianggap sulit dipahami ini menjadi lebih sederhana.

    ReplyDelete
  45. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Proses belajar matematika dalam pembelajaran matematika realistik dipandang seperti proses pembentukan gunung es. Mula-mula gunung terbentuk di dasar laut, semakin ke atas akan semakin meruncing dan terlihat di permukaan laut. Proses pembentukan gunung es tersebut diartikan sebagai proses belajar matematika dari yang konkret menuju abstrak. Dasar dari gunung es diartikan sebagai matematika yang bersifat konkret sedangkan puncaknya adalah matematika yang bersifat abstrak (matematika formal). Fenomena yang terjadi pada pembelajaran metamatika pada umumnya hanya pada puncak gunung es tersebut, yaitu matematika formal. Padahal masih banyak tahapan yang ada dibawah yang sangat mempengaruhi ilmu pengetahuan yang dibangun. Bahkan tahapan-tahapan yang ada di dasar tersebut memiliki bagian yang lebih besar daripada puncak dari gunung es. Maka, seharusnya dalam membelajarkan matematika pada siswa, pertama dimulai dengan hal-hal yang konkret, kemudian menuju ke skema, lalu ke model, hingga akhirnya ke matematika formal. Seperti halnya gunung es, agar dapat membangun pondasi pengetahuan yang kuat, maka proses-proses yang mendasar diberikan porsi yang besar.

    ReplyDelete
  46. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Proses matematisasi dalam matematika realistik adalah dalam pembelajaran selalu diawali dengan matematisasi horisontal kemudian meningkat sampai matematisasi vertikal. Matematisasi horisontal lebih ditekankan untuk membentuk konstruksi matematika yang kokoh sehingga matematisasi vertikal lebih bermakna bagi siswa. Dalam model gunung es terdapat empat tingkatan aktivitas, yakni orientasi lingkungan secara matematis (mathematical woeld orientation), model material, pembuatan pondasi (building stone), dan matematika formal.

    ReplyDelete
  47. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Pembelajaran realistik merupakan pembelajaran untuk memudahkan siswa menggapai matematika yang formal. Pada gambar tersebut digambarkan sebuah gunung. Sebuah gunung dari yang paling bawah lereng menuju puncak gunung yang semakin mengerucut. Hal tersebut menggambarkan dalam belajar matematika realistik mulai dari bawah yaitu belajar dari hal-hal yang nyata kemudian naik menggunakan model-model bisa berupa gambar, dan bentuk lain yang merupakan model dari benda-benda di kehidupan sehari-hari, semakin naik lagi dan berusaha menggapai puncak gunung yaitu matematika formal. Jadi dengan pembelajaran matematika realistik seorang siswa diajak untuk berproses sesuai perkembangannya. Mereka akan mengenal dan menggapai matematika yang formal secara natural dan bukan memaksakannya.

    ReplyDelete
  48. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Gambar di atas menunjukkan bagaimana pengetahuan itu terbentuk. Pada notasi formal tertulis 47+28. Untuk orang-orang dewasa mungkin menjumlahkan 47 dengan 28 bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Namun bagaimana jika anak-anak awal sekolah (TK atau SD) diberikan permasalahan seperti itu?, mungkin saja mereka tetap akan menjawab tapi dengan jawaban yang hasilnya bukan yang diharapkan, atau mungkin saja mereka tidak menjawab sama sekali. Guru tidak diindahkan untuk menjelaskan secara abstraksi untuk siswa awal sekolah. Dari gambar di atas, untuk menyelesaikan permasalahan 47+28 dapat dilakukan dengan bebagai cara, semakin ke bawah semakin meluas dan semakin realistik, sesuatu yang realistik itu dekat dengan kehidupan siswa, atau bisa dikatakan memang itulah keseharian mereka. Dengan menjelaskan dan menghubungkan permasalahan tersebut dengan kehidupan sehari-hari atau sesuatu yang berhubungan dengan realistik yang dekat dengan siswa, diharapkan pengetahuan siswa itu akan terbentuk dengan kokoh, karena yang disentuh dalam penanaman konsep itu memang yang paling dasar dan nantinya akan mengerucut menjadi pengetahuan formal, seperti gambar di atas.

    ReplyDelete
  49. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih Prof, yang dapat saya pahami dari tabel diatas dalam pembelajaran matematika realisitik guru mengarahkan siswa untuk penggunakan berbagai situasi dan kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika dengan caranya sendiri, konsep matematika diharapkan muncul dari proses matematisasi, yaitu dimulai dari penyelasaian yang berkaitan dengan konteks dan secara perlahan siswa mengembangkan alat dan pemahaman matematik ke tingkat yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  50. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih Prof, yang dapat saya pahami dari tabel diatas dalam pembelajaran matematika realisitik guru mengarahkan siswa untuk penggunakan berbagai situasi dan kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika dengan caranya sendiri, konsep matematika diharapkan muncul dari proses matematisasi, yaitu dimulai dari penyelasaian yang berkaitan dengan konteks dan secara perlahan siswa mengembangkan alat dan pemahaman matematik ke tingkat yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  51. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Matematika realistik mengarapkan proses pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengaitkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata. Melalui gamabr di atas mendekripsikan bahwa matematika dalam kehidupan sehari-hari berhierarki, mulai dari orientasi matematika, model matematika, notion atau simbol simbol selanjutnya menjadi matematika formal.

    ReplyDelete
  52. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Frans Morland menggambarkan proses matematisasi dalam pembelajaran RME dengan proses pembentukan gunung es (iceberg). Matematika yang disajikan dengan menggunakan pendekataniceberg terdiri dari 4 tahapan yaitu (1) mathematical world orientation (orientasi lingkungan secara matematis), (2) material model (model material), (3) building mathematical relationship(membangun hubungan matematis) dan (4)formal notation(notasi formal). Pembentukan gunung es di laut dimulai dari bagian dasar di bawah permukaan laut dan selanjutnya sampai kepada terbentuknya puncak gunung es yang muncul di atas permukaan laut. Dasar gunung es lebih luas dibandingkan dengan permukaan yang nampak di atas permukaan laut. Hal inilah yang menyebabkan konstruksi gunung es menjadi stabil dan kokoh. Proses ini sebagai konstruksi dalam RME dimana proses matematisasi dengan matematika horizontal sampai kepada matematika vertikal. Pada proses matematika horizontal menekankan kepada pembentukn konsep matematika yang kokoh sebagai pondasi yang selanjutnya dikembangkan sampai kepada matematika vertikal.

    ReplyDelete
  53. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Matematika merupakan salah satu ilmu yang harus diajarkan dengan pendekatan yang bertahap. Artinya harus dimulai dari sesuatu yang konkrit menuju abstrak, tidak dapat dibalik-balik. Hal ini sama halnya dengan sifat matematika yang berjenjang, maka pengajarannyapun harus berjenjang. Pembelajaran matematika dapat dilakukan dengan mengenalkan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup siswa, yang dikaitan dengan matematika, sehingga nantinya dapat menemukan suatu konsep dan teorema, serta simbol-simbol matematika yang ditemukan sendiri oleh siswa bukan diberikan secara langsung oleh guru. Yang harapannya dapat bertahan lama dalam ingatan siswa.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  54. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan gambar di atas, dapat kita ketahui bahwa pembelajaran matematika bagi anak dapat diajarkan melalui pendekatan gunung es dalam realistic matematika. Mulanya, anak diajarkan dengan memberikan contoh-contoh konkret dalam kehidupan yang sering dijumpai olehnya, kemudian semakin ke atas anak mulai dibiasakan dengan proses pemodelan (proses matematisasi), dimana membentuk masalah atau contoh tadi ke dalam bentuk matematika. Pada akhirnya anak mulai mengenal matematika formal, dimana symbol-simbol dalam matematika diberikan.

    ReplyDelete
  55. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Matematika formal adalah puncak gunung es. Semua proses Dan pengalaman yg membentuk Matematika formal itu Ada di bawah permukaan. Bagi anak, Dasar yg harus dibangun adalah yg dibawah permukaan ini. Tidak bisa anak langsung diberi Matematika formal. Jika bisa pun, itu hanyalah akan menjadi hafalan yg tidak bertahan lama karena dasarnya tidak kuat.

    ReplyDelete
  56. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari gamabr diatas, terlihat bahwa pendekataan realistic matematika menyerupai gunung es. Hal ini dikarenakn awal mula anak mengenal matematiak melalui sesuatu yang ada di kehidupan sehari hari, kemudian sesuatu tersebut dimodelkan dengan hal yang memiliki unsur berbentuk matematika. dan pada akhirnya pada puncak gunug tersebut akan diperoleh suatu notasi formulas matematika.

    ReplyDelete
  57. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Pembelajaran Matematika realistik dapat dijabarkan dengan pendekatan gunung es seperti dalam gambar di atas. Pembelajaran ini diawali dengan hal-hal yang kongkrit dalam kehidupan sehari-hari siswa. Seperti pada gunung es yang pada dasar gunung es tersebut adalah awal dari pembelajaran yang menyediakan hal-hal atau sesuatu yang nyata, setelah itu baru dibawa terus ke atas hingga mendapatkan matematika formal yang sifatnya abstrak, penuh dengan simbol, angka, rumus, dan notasi. Pembelajaran matematika realistik menjembatani antara matematika dalam kehidupan dan matematika formal, sehingga keberadaannya sangat penting dalam mengkonstruksi pengetahuan siswa.

    ReplyDelete
  58. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan pemahaman saya mengenai gambar diatas, pembelajaran matematika haruslah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Dimana jika masih berada di usia dini, digambarkan sebagai dasarnya, maka matematika adalah suatu hal yang bersesuaian dengan dunia, dengan kehidupan nyata, memperbanyak "praktek" karena hal itulah yang sesuai dengan usia mereka. Dan akan berkembang hingga ke matematika formal sesuai dengan tingkat pemikiran siswa.

    ReplyDelete
  59. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pada pembelajaran menggunakan pendekatan matematika realistik guru mengarahkan siswa untuk penggunakan berbagai situasi dan kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika dengan caranya sendiri, konsep matematika diharapkan muncul dari proses matematisasi, yakni dimulai dari penyelasaian yang berkaitan dengan konteks dan secara perlahan siswa mengembangkan alat dan pemahaman matematik ke tingkat yang lebih tinggi. Konteks dalam PMR merujuk pada situasi dimana soal ditempatkan, sedemikian hingga siswa dapat menciptakan aktivitas matematik dan melatih ataupun menerapkan pengetahuan matematika yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  60. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pada awalnya, siswa melakukan aktivitas berdasarkan permasalah kontekstual dengan beragam konteks, kemudian memodelkan masalah berdasarkan pemahaman mereka, berikutnya siswa menggunakan alat peraga manik manik dan kartu pecahan sebagai model dari beragam situasi masalah kontekstual yang diberikan, selanjutnya tahap pembuatan pondasi, gambaran siswa tentang permasalahan menggunakan alat peraga membawa mereka menuju gagasan penggunaan garis bilangan sebagai model untuk matematika formal dan pada akhirnya siswa dapat menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan prosedur formal.

    ReplyDelete
  61. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Yang saya lihat pada gambaran gunung es pembelajaran matematika di atas adalah pada dasarnya matematika itu lebih dominan pada aspek real. Beraneka pemahaman matematika diperlukan melalui situasi-situasi yang real, sedangkan hanya sebagian kecil yang sifatnya formal. Pembelajaran matematika selayaknya seperti gunung es, sedikit yang terlihat dari atas, akan tetapi banyak sekali aspek-aspek yang mendukungnya.

    ReplyDelete
  62. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Frans Moerland memvisualisasikan proses matematisasi dalam pembelajaran matematika realistik sebagai proses pembentukan gunung es (iceberg), seperti gambar di atas.
    Dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan matematika realistik guru mengarahkan siswa untuk menggunakan berbagai situasi dan kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika dengan caranya sendiri, konsep matematika diharapkan muncul dari proses matematisasi, yaitu dimulai dari penyelesaian yang berkaitan dengan konteks dan secara perlahan siswa mengembangkan alat dan pemahaman matematika ke tingkat yang lebih tinggi.
    Konteks dalam PMR merujuk pada situasi dimana soal ditempatkan, sedemikian hingga siswa dapat menciptakan aktivitas matematika dan melatih ataupun menerapkan pengetahuan matematika yang dimilikinya. Konteks dapat pula berupa matematika itu sendiri, sepanjang siswa dapat merasakannya

    ReplyDelete
  63. Junianto
    PM C
    17709251065

    Berdasarkan gambar dalam postingan ini, yang bisa saya pahami adalah bahwa matematika yang ada dikaitkan dengan kehidupan di dunia. Permasalahan-permasalahan yang disajikan juga berorientasi pada permsalahan aktual yang ada di dunia. Kemudian dari permsalahan itu, dimodelkan menjadi model matematika. Jika dalam PISA proses matematis digolongkan menjadi 3 yaitu memformulasikan masalah, menggunakan konsep dan menafsirkan. Hal ini juga identik dengan Realistic mathematics. Setelah dimodelkan kemudian dibawa ke dalam konsep matematika formal untuk dicari solusinya.

    ReplyDelete
  64. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Agar matematika mudah dipahami dan dipelajari oleh siswa, tentunya matematika harus dekat dengan siswa. Matematika realistik bertujuan agar belajar matematika itu dekat dengan siswa. Dari gambar terlihat bahwa untuk mencapai tujuan formal dari matematika terdapat berbagai macam cara yang dapat dilakukan guru dan siswa dengan memanfaatkan segala hal yang ada didekat siswa. Jika diibaratkan gunung es, matematika formal itu hanya puncak gunung yang terlihat dipermukaan, sedangkan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencapai puncak itu terdapat didasar lautan dan sesungguhnya lebih besar cakupannya dari apa yang terlihat dipermukaan.

    ReplyDelete
  65. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Masalah pendidikan senantiasa menjadi topik perbincangan yang menarik, baik di kalangan guru, orang tua, lebih lagi di kalangan para pakar pendidikan. Terlebih lagi masalah pendidikan matematika selalu menjadi sorotan karena masih rendahnya prestasi belajar siswa pada bidang studi tersebut. Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika di Indonesia telah lama dilaksanakan, namun keluhan tentang kesulitan belajar matematika masih saja terus dijumpai. Model pembelajaran matematika realistik atau yang biasa dikenal denga Realistic Mathematics Education (RME) merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang tepat karena dengan model pembelajaran ini siswa dituntut untuk mengkontruksi pengetahuan dengan kemampuannya sendiri melalui aktivitas-aktivitas yang dilakukannya dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  66. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Gambar di atas menunjukkan fenomena gunung es dalam pembelajaran matematika. Sering kali yang terlihat hanya pernyataan atau konsep matematika yang abstrak seperti 47 + 28, padahal sebenarnya ada lebih banyak bagian besar yang tidak terlihat dimana matematika dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk 47 +28 bisa di konkretkan dengan menyatakan jumlah siswa dalam bus 1 adalah 47 dan dalam bus 2 ada 28 siswa.

    ReplyDelete
  67. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Gambar di atas memperlihatkan pendekatan iceberg dalam pembelajaran matematika realistik. Dalam pendidikan matematika realistik terdapat proses matematisasi horisontal dan matematisasi vertikal. Pada gambar di atas, proses matematis horisontal berada di tahap paling bawah (paling awal) yaitu tahap mengubah matematika dunia nyata menjadi model matematika, setelah itu dilanjutkan dengan tahap matematisasi vertikal yang mana tujuannya adalah mengubah bentuk matematika yang dibuat menjadi bentuk formal.

    ReplyDelete
  68. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Dari bagan diatas, saya melihat bahwa yang dimaksud realistik matematik adalah pembelajaran matematika yang menggunakan orientasi matematika di kehidupan sehari-hari. Matematika disajikan secara konjret atau ralistik terlebih dahulu, kemudian diterjemahkan ke bentuk yang lebih formal

    ReplyDelete
  69. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Moerland menerangkan bahwa proses pembelajaran matematika adalah pembelajaran yang realistik dan dipandang sebagai proses iceberg. Dimulai dari bagian dasar yaitu orientasi dunia matematika menuju model material hingga ke notasi yang normal yang pada akhirnya menuju puncak gunung es tersebut. Pada bagian dasar gunung es harus dibentuk konstruksi matematika yang utuh agar memudahkan siswa mencapai puncak gunung es ini.

    ReplyDelete
  70. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ilmu matematika bagi anak itu dapat diibaratkan sebagai gunung es. Sehingga ketika belajar matematika anak seperti sedang mendaki gunung es, karena dunia anak-anak itu masih berorientasi pada yang nyata/konkret, sedangkan matematika yang berupa notasi-notasi/abstrak itu terjadi di pikiran dan untuk sampai kesana banyak tahapan yang perlu dilewati.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  71. Melalui melihat serta memahami gambar ice berg ini, guru diharapkan lebih bijak dalam pembelajaran matematika anak karena jauhnya jarak antara dunia anak yang konkret dengan matematika yang abstrak. Sehingga dalam pembelajaran guru tidak mengawalinya dengan langsung memberikan notasi-notasi angka atau rumus-rumus saja kepada anak,melainkan dimulai dari yang konkret/realitas terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  72. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Berdasarkan gambar di atas, proses pembelajaran dengan pendekatan RME seperti gunung es (iceberg). Dalam model iceberg terdapat empat tingakatan aktivitas yaitu orientasi lingkungan secara matematis, model alat peraga, pembuatan pondasi, dan paling atas matematika formal. Mellaui RME, siswa diharapkan dapat menemukan kembali konsep matematika (reinvention) yang sudah ada dan mampu menemukan konsep baru.

    ReplyDelete
  73. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  74. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Gambar diatas menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan RME adalah seperti iceberg (gunung es). Sebelumnya, pemahaman saya mengenai iceberg adalah bahwa sesuatu yang terlihat dari luarnya (the top of the iceberg), mungkin hanya sebuah bagian yang kecil, yang belum secara keseluruhan menggambarkan apa yang sebenarnya ada di dalam air, yang mungkin mempunyai ukuran yang lebih besar dari pada bagian yang ada diatas air. Setelah melihat gambar tersebut dan mengaitkannya dengan RME, yang dapat saya pahami adalah bahwa untuk mendapatkan sebuah definisi formal yang saat ini telah banyak digunakan dalam matematika, harus melalui proses dari melihat dalam kehidupan nyata, memproses informasi yang diperoleh dari kehidupan nyata tersebut untuk kemudian sampai kepada notasi formal yang sering kita gunakan dalam penghitungan matematika. Sehingga, untuk memberikan gambaran sebuah notasi formal dalam matematika, hendaknya guru mengajak siswa untuk menemukan konsep tersebut, seperti pada gunung es diatas, tidak hanya langsung memberikan definisi dan notasi-notasinya saja. Karena definisi dan notasi-notasi tersebut hanyalah puncak gunung es, kita tidak tahu bagaimana sebenarnya bentuk gunung es tersebut jika hanya melihat puncaknya saja.

    ReplyDelete
  75. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Kalau dalam psikologi pendidikan, siswa sebisa mungkin dihindarkan dari definisi diawal pembelajaran. Definisi bisa diberikan ditengah maupun diakhir. Pada pembelajaran matematika realistik yang merupakan salah satu pembelajaran kontekstual, disini siswa belajar sesuai konteks sehari-hari, permasalahan matematika dihubungkan dengan keadaan lingkungan sehari-hari siswa. Dengan demikian siswa akan belajar dengan memahami apa kegunaan matematika dan belajar bisa menjadi bermakna. Pembelajaran juga bisa dibantu dengan alat peraga sehingga memudahkan siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  76. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa proses pembelajaran dengan matematika realistik atau RME digambarkan seperti iceberg(gunung es). Diamana matematika di ajarkan melalui benda-benda konkret yang ada di kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi dasar pemikiran matematika siswa. Jadi matematika tidak diajarkan melalui definisi . Tahap selanjutnya siswa sudah tidak lagi memerlukan benda konkret nya tetapi melalui gambar nya saja siswa sudah bisa mengingat suatu konsep. Tahap selanjutnya siswa sudah dapat mempelajari matematika dengan simbol-simbol. Tahap selanjutnya dimana siswa sudah bisa menerima matematika dalam bentuk abstrak.

    ReplyDelete
  77. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Realistic Mathematics Education dikembankan di Belanda. Frans Moerland memvisualisasikan prose pembelajaran matematik sebagai proses pembentukan gunung es (iceberg) seperti gambar di ats. Dalam pembelajaran realistik guru mengarahkan siswa untuk menemukan konsep matematika dengan caranya sendiri, sehingga siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.Terimakasih.

    ReplyDelete
  78. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Matematika realistik yang diungkapkan oleh Moerlands menggunakan filosofi gunung es sebagai proses belajar siswa. Es yang terapung diatas sebagai wujud dari pengetahuan siswa. Sedangkan bongkahan es yang besar di bawah permukaan air yang tidak terlihat menunjukkan bahwa siswa mengalami proses yang luar biasa untuk menemukan konsep formal yang tidak terlilat oleh orang lain karena prosesnya terjadi pada pola pikir siswa. Menurut Moerlands, prinsip pada pembelajaran realiatik, yaitu pengenalan matematika oleh masalah autentik/masalah kehidupan sehari-hari (bentuk konkret) dan membawa persoalan tersebut ke dalam bentuk formal.

    ReplyDelete
  79. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Pendekatan matematika realistik menurut Moerlands digambarkan seperti gunung es dimana bagian bawah gunung es selalu lebih luas daribada bagian atasnya. Hal ini menggambarkan pengetahuan siswa yang didapat disekolah sekarang hanyalah matematika yang tampak di atas permukaan air laut , yaitu matematika formal. Padahal, Masih banyak tahap yang ada di bawahnya yang sangat mempengaruhi pondasi pengetahuan yang akan dibangunnya

    ReplyDelete