Nov 26, 2012

LOGICAL FALACY_ Documented by Marsigit



Logical fallacy

 

The argument presupposes its conclusion: one of the premises assumes that the conclusion is true. An argument that begs the question should not convince anyone. 

In the opposite direction is the fallacy of argument from authority. A classic example of this is the Ipse dixit — "He himself said it" — used through the Middle Ages in reference to Aristotle. A modern use is "celebrity spokepersons" in advertisements: that product is good because your favorite celebrity endorses it. 

While an appeal to authority is always a logical fallacy, it can be an appropriate rational argument if, for example, it is an appeal to expert testimony—a type of inductive argument

By definition, logical fallacies are invalid, but they can often be written or rewritten so that they follow a valid argument form; and in that case, the challenge is to discover the false premise, which makes the argument unsound.

4 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Logical Fallacy atau kesalahan berlogika adalah alasan atau argumentasi yang salah dan menghasilkan sebuah miskonsepsi. Argumen pada logical fallacy sering menggunakan pola yang mengaburkan logika yang membuat suatu kesalahan (fallacy). Komponen kesalahan berlogika juga menyebar untuk mematahkan suatu argumen. Logical fallacy banyak ditemukan dalam perbincangan, diskusi, atau perdebatan. Jadi, intinya logical fallacy itu adalah kesalahan berlogika seseorang yang menghasilkan sebuah ketidak-masuk-akalan
    Contohnya:
    Menyerang orangnya bukan menjawab isinya. Ketika seseorang tidak dapat mempertahankan posisinya dengan evidence/ fakta/ reason, maka mereka mulai mengkritik sisi kepribadian lawannya.
    Jadi, ad Hominem ini menyerang orangnya bukan argumennya.
    Contoh :
    A : Saya rasa atheis mempunyai hak untuk hidup yang sama seperti kita karena meraka juga memiliki HAM
    B : Jadi, anda tetap membela mereka? saya rasa orang seperti anda adalah orang yang egois
    Lihat argumen di atas? B bukan menyerang argumen A tapi malah menyerang pribadi A. Maka dari itu, kesalahan ini disebut argumentum ad hominem

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pakar logika menyatakan ada beberapa kesalahan dalam berpikir logis, salah satunya adalah over-generalisasi. Jika diartikan, over-generalisasi memiliki pengertian: "berlebihan menjadikan sesuatu yg khusus sebagai hal yg berlaku umum." Contoh dari kesalahan logis adalah "Semua laki-laki brengsek." (Padahal tidak semua laki-laki brengsek), "Semua perempuan lemah." (Padahal tidak semua perempuan lemah).

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Kesalahan logika berkaitan dengan kesalahan dalam penarikan kesimpulan dari premis-premis yang ada. Walaupun kesalahan logika tersebut tidak valid, kesalahan-kesalahan logis tersebut tetap ditulis sehingga dapat diasumsikan sebagai bentuk argument yang valid. Hal ini berakibat munculnya premis palsu, sehingga membuat argument yang tidak sehat.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    dari paparan di atas di jelaskan bahwa Menurut definisi, kesalahan logis tidak valid, namun bisa sering ditulis atau ditulis ulang sehingga mengikuti bentuk argumen yang valid; Dan dalam kasus itu, tantangannya adalah menemukan premis yang salah, yang membuat argumen tersebut tidak masuk akal.

    ReplyDelete