Nov 1, 2012

Do we know what is Mathematical Attitude?


Rewritten by Marsigit

Katagiri (2004) elaborates that mathematical attitude consists of the following:

1). Attempting to grasp one’s own problems or objectives or substance clearly, by oneself
a)Attempting to have questions
b)Attempting to maintain a problem consciousness
c)Attempting to discover mathematical problems in phenomena

2). Attempting to take logical actions
a)Attempting to take actions that match the objectives
b)Attempting to establish a perspective
c)Attempting to think based on the data that can be used, previously learned items, and assumptions

3). Attempting to express matters clearly and succinctly
a)Attempting to record and communicate problems and results clearly and succinctly
b)Attempting to sort and organize objects when expressing them
c)Attempting to seek better things
d)Attempting to raise thinking from the concrete level to the abstract level
e)Attempting to evaluate thinking both objectively and subjectively, and to refine thinking
f)Attempting to economize thought and effort

Reference:
Shikgeo Katagiri (2004)., Mathematical Thinking and How to Teach It. in Progress report of the APEC project: “Colaborative Studies on Innovations for Teaching and Learning Mathematics in Diferent Cultures (II) – Lesson Study focusing on Mathematical Thinking -”, Tokyo: CRICED, University of Tsukuba.

41 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Salah satu tujuan pendidikan matematika adalah pembentukan sikap siswa. Olehnya itu, sudah sepatutnya dalam proses pembelajaran matematika perlu diperhatikan sikap siswa terhadap matematika. Hal ini penting mengingat sikap positif terhadap matematika akan berkorelasi positif dengan prestasi belajar matematika. Katagiri menegaskan bahwa berpikir matematis seperti sebuah sikap, di dalamnya dapat dinyatakan sebagai keadaan "mencoba untuk melakukan" atau "bekerja untuk melakukan" sesuatu. Hal ini tidak terbatas pada hasil yang diwakili oleh tindakan, seperti dalam "kemampuan untuk melakukannya," atau "bisa melakukan" atau "tidak bisa melakukan" sesuatu.
    Berpikir matematis berhubungan dengan sikap : mencoba untuk memahami masalah sendiri atau tujuan atau substansi denganjelas, oleh diri sendiri, mencoba untuk mengambil tindakan logis, mencoba untuk mengekspresikan materi dengan jelas dan ringkas, mencoba untuk mencari hal yang lebih baik. Metode yang dianggap paling handal untuk mengungkap sikap seseorang adalah menggunakan daftar pernyataan-pernyataan dari penjabaran tiap indicator sikap matematika yang harus dijawab oleh individu yang disebut sebagai skala sikap.

    ReplyDelete
  2. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Apakah kita tahu tentang Attitude Matematika (sikap Matematika)?

    Katagiri, S. (2004) menegaskan bahwa kemampuan terpenting yang dibutuhkan anak-anak Saat ini dan di masa depan, seiring kemajuan masyarakat, sains, dan teknologi secara dramatis, bukan hanya kemampuan untuk benar dan cepat menjalankan tugas dan perintah yang telah ditentukan, namun juga kemampuan untuk menentukan sendiri apa yang harus mereka lakukan atau apa yang seharusnya mereka lakukan menjawab diri mereka sendiri dengan melakukan.
    Tentu saja, kemampuan untuk mengeksekusi dengan benar dan cepat masalah matematis juga diperlukan, tapi mulai sekarang, bukan mahir untuk meniru metode atau pengetahuan terampil orang lain, melanikan kemampuan untuk muncul gagasan siswa sendiri, betapapun kecilnya, dan untuk mengeksekusi kemandirian siswa sendiri. Tindakan yang lebih baik akan menjadi hal yang terpenting. Aktivitas matematika tidak bisa begitu saja ditarik dari topi; mereka harus memilih dengan hati-hati agar anak membentuk konsep, mengembagkan keterampilan, belajar fakta dan memperoleh strategi untuk menyelidiki dan memecahkan masalah.
    Karena itu Katagiri (2004) menguraikan bahwa sikap matematika terdiri dari: 1. Mencoba untuk memahami masalah diri sendiri atau tujuan atau substansi jelas oleh diri sendiri, 2.Mencoba untuk mengambil tindakan logis dan 3. Mencoba untuk mengekspresikan hal-hal secara jelas dan ringkas. Dimana masing-masing penjelasan telah bapak sebutkan di atas. Hal ini bertujuan agar tercapainya kemampuan yang telah di bahas di atas.

    .References:

    “LESSON STUDY ON MATHEMATICAL THINKING: Developing Mathematical Methods in Learning the Total Area of a Right Circular Cylinder and Sphere as well as the Volume of a Right Circular Cone of the Indonesian 8th Grade Students” Oleh: Marsigit, Mathilda Susanti, Elly Arliani

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari wacana diatas saya dapa mengambil suatu pelajaran bahwa belajar maupun mengajar matematika mempunyai pengaruh terhadap sikap seseorang. Dengan adanya pembelajaran matematika seseorang akan memcahkan masalahnya sesuai dengan sistem dalam matematika yakni terdiri dari 3 prinsip yaitu: 1) bagaimana seseorang mencoba untuk memahami masalah sendiri baik itu secara tujuan maupun subsatnsinya, 2) mencoba untuk mengambil tindakan secara logis dan, 3) mencoba untuk mengekspresikan hal-hal secara jelas dan ringkas.

    ReplyDelete
  4. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Sikap-sikap dalam Matematika diperlukan bagi kita untuk memahami dan mempelajari matematika itu sendiri. Hal ini dimaksudkan agar kita mampu memecahkan setiap masalah dalam matematika. Menurut Katagiri (2004) sikap-sikap matematika itu terdiri:
    1). Mencoba untuk memahami masalah sendiri atau tujuan atau substansi yang jelas, oleh diri sendiri
    2). Mencoba untuk mengambil tindakan logis
    3). Mencoba untuk mengekspresikan hal-hal yang jelas dan ringkas

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Attitude is very important in our life. Mathematics attitude can develop our character to be better than before. Mathematics attitude is all about trying. I mean that you try to understand the problem and find the solution, try to determine which one was the right solution, and so on. Katagiri (2014) state that there are three categories of the mathematics attitude such as 1) Attempting to grasp one’s own problems or objectives or substance clearly, by oneself, 2) Attempting to take logical actions and 3) Attempting to express matters clearly and succinctly. Those attempt can guide us to apply mathematics attitude in our life.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Katagiri (2004) menguraikan bahwa pemikiran matematis melibatkan 3 (tiga) hal penting
    Aspek berpikir yaitu sikap, metode dan konten. Secara khusus, dia menunjukkan bahwa aspek - aspek Pemikiran matematis mencakup hal-hal berikut:

    1). Mencoba untuk memahami masalah atau tujuan atau substansi seseorang dengan jelas, oleh diri sendiri
    2). Mencoba mengambil tindakan logis
    3). Mencoba untuk mengungkapkan masalah dengan jelas dan singkat

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Pend. Matematika PPs UNY Kelas D
    Salah satu tujuan pendidikan matematika adalah pembentukan sikap siswa. Oleh karena itu, sudah sepatutnya dalam proses pembelajaran matematika perlu diperhatikan sikap siswa terhadap matematika. Sikap (attitude) adalah kecenderungan yang dipelajari untuk merespon secara positif atau negatif objek, situasi, institusi, atau orang tertentu. Sikap menunjukkan persetujuan atau ketidaksetujuan. Sikap matematika merupakan kecenderungan untuk merespon secara positif atau negatif terhadap subjek matematika maupun pembelajaran matematika. Menurut Katagiri, sikap terhadap matematika meliputi berusaha menyelesaikan masalah matematika sendiri, berusaha untuk melakukan tindakan logis, berusaha mengekspresikan masalah secara jelas dan ringkas.

    ReplyDelete
  9. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Sikap yang didefinisikan oleh Nitko (2007) adalah karakteristik dari seseorang yang menggambarkan perasaan positif dan negatif mereka terhadap objek, situasi, institusi, seseorang atau ide tertentu. Berbicara dalam lingkup matematika, sikap matematis yang dipaparkan oleh Katagiri (2004) terdiri dari pokok bahasan terkait mencoba untuk memahami sendiri masalah atau tujuan atau substansi seseorang secara jelas, mencoba untuk mengambil tindakan logis, mencoba untuk mengungkapkan masalah secara jelas dan singkat.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sikap matematika kedua menurut Katagiri adalah dengan mencoba untuk mengambil tindakan logis, dimana hal ini memiliki tiga kandungan yang logis yaitu mencoba untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan tujuan, mencoba untuk membangun perspektif dan mencoba untuk berpikir berdasarkan data yang dapat digunakan, sebelumnya pelajari terlebih dahulu item, dan asumsi. Dari ketiga kandungan mengenai sikap matematika terkait kegiatan logis ini, diharapkan pembelajar matematika benar-benar mampu memahami matematika dengan logis dan dapat dibuktikan serta diterima akal.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Matematika merupakan sebuah ilmu dengan objek kajian yang bersifat abstrak.
    Abstrak diartikan sebagai sesuatu yang tak berwujud atau hanya gambaran pikiran. Artinya sesuatu yang abstrak,tidak berwujud dalam bentuk konkret atau nyata,hanya dapat dibayangkan dalam pikiran saja.
    Sehingga objek matematika tidak dapat ditanggap secara inderawi, yang dapat ditangkap hanyalah bentuk atau contoh bentuk objek matematika.
    Sehingga objek yang abstrak dapat dipahami dengan lebih mudah.

    ReplyDelete
  12. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Mungkin di sini saya akan menambahkan pada refrensi lain tentang Attitudes, dimana saya mengutip dari pendapat Norjoharuddeen (2001) yang menyatakan “Attitudes refers to the predisposition to respond in a favour able or unfavourable way with respect to a given object" . Dimana dapat berarti bahwa sikap (attitudes) mengacu kepada kecenderungan seseorang terhadap respon yang berkait dengan‘kesukaan’ ataupun ‘ketidaksukaan’ terhadap suatu objek yang diberikan (seperti orang, kegiatan, ataupun gagasan). Sebagaimana proses terbentuknya keyakinan, maka terbentuknya sikap seorang siswa terhadap matematika memerlukan waktu yang relatif lama. Keyakinan dan sikap terbentuk sedikit demi sedikit yang merupakan hasil interaksi sisiswa dengan mata pelajaran matematika. Sikap siswa terhadap matematika dapat berupa sikap positif yang dapat membantu siswa untuk menghargai mata pelajaran matematika dan membantu siswa mengembangkan rasa percaya diri terhadap kemampuan dirinya

    Refrensi:
    Norjoharuddeen, B. (2001). Belief, Attitudes and Emotions in Mathematics Learning. Penang: Seameo-Recsam

    ReplyDelete
  13. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Definisi sikap terhadap matematika sangat beragam. Pada dasarnya sikap terhadap matematika adalah perasaan emosional positif atau negative terhadap matematika sikap individu terhadap matematika merupakan cara yang kompleks tentang emosi yang berhubungan dengan matematika, keyakinan matematika, meliputi sikap positif dan negative, dan bagaimana siswa bertingkah laku terhadap matematika. Menurut katagiri sikap matematika antara lain: mencoba untuk memahami masalah sendiri atau tujuan atau substansi dengan jelas, oleh diri sendiri, mencoba untuk mengambil tindakan logis, dan mencoba untuk mengekspresikan materi dengan jelas dan ringkas. Katagiri menegaskan bahwa mathematical thinking seperti sebuah sikap, di dalamnya dapat dinyatakan sebagai keadaan "mencoba untuk melakukan" atau "bekerja untuk melakukan" sesuatu. Hal ini tidak terbatas pada hasil yang diwakili oleh tindakan, seperti dalam "kemampuan untuk melakukannya," atau "bisa melakukan" atau "tidak bisa melakukan" sesuatu. Sikap matematis merupakan berpikir matematis yang berkaitan dengan sikap dan tindakan yang dilakukannya oleh siswa ketika dia berhadapan dengan masalah-masalah atau soal-soal matematika. Tidak cukup hanya mengerjakan, tetapi juga menunjukkan apa yang ditanya, informasi yang digunakan dalam perhitungan, memutuskan rumus yang mana yang akan digunakan, dan yang terakhir adalah menghasilkan suatu penyelesaian.

    ReplyDelete
  14. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dalam proses pembelajaran matematika perlu diperhatikan sikap siswa terhadap matematika. Hal ini penting mengingat sikap positif terhadap matematika akan berkorelasi positif dengan prestasi belajar matematika. Sikap adalah merupakan suatu komponen yang sangat mempengaruhi keberhasilan program pembelajaran matematika. Seseorang yang memiliki sikap positif akan menunjukkan tindakan yang selalu mengarah pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  15. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berpikir matematis berhubungan dengan banyak hal. Terutama sifat – sifat juga. Beberapa hal diantaranya mencoba untuk memahami masalah atau tujuan atau substansi seseorang dengan jelas, oleh diri sendiri. Selanjutnya mencoba mengambil tindakan logis, dan mencoba untuk mengungkapkan masalah dengan jelas dan singkat. Hal yang dapat dilakukan misalnya dengan mencoba untuk merekam dan mengkomunikasikan masalah dan hasilnya dengan jelas dan singkat, mencoba untuk mengurutkan dan mengatur objek saat mengekspresikannya, mencoba mencari hal yang lebih baik, mencoba untuk meningkatkan pemikiran dari tingkat beton ke tingkat abstrak, mencoba untuk mengevaluasi pemikiran secara obyektif dan subyektif.

    ReplyDelete
  16. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. sikap matematika yang dimiliki siswa perlu menjadi perhatian guru. Siswa perlu memiliki sikap matematika yang baik agar siswa dapat belajar matematika dengan baik dan menyenangkan. Dengan memiliki sikap matematika siswa bisa menjadi lebih mandiri dan tidak takut terhadap matematika. sikap matematika diantaranya: Mencoba untuk memahami masalah atau tujuan atau substansi seseorang dengan jelas, oleh diri sendiri, Mencoba mengambil tindakan logis, Mencoba untuk mengungkapkan masalah dengan jelas dan singkat.

    ReplyDelete

  17. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Sikap matematis merupakan berpikir matematis yang berkaitan dengan sikap dan tindakan yang dilakukannya oleh siswa ketika dia berhadapan dengan masalah-masalah atau soal-soal matematika. Tidak cukup hanya mengerjakan, tetapi juga menunjukan apa yang ditanya, informasi yang digunakan dalam perhitungan, memutuskan rumus yang mana yang akan digunakan, dan yang terakhir adalah menghasilkan suatu penyelesaian. Defenisi sikap matematika oleh Katagiri bahwa Mathematical thinking is like an attitude, as in it can be expressed as a state of “attempting to do” or “working to do” something. It is not limited to results represented by actions, as in“the ability to do,” or “could do” or “couldn’t do” something. Katagiri menegaskan bahwa mathematical thinking seperti sebuah sikap, di dalamnya dapat dinyatakan sebagai keadaan "mencoba untuk melakukan" atau "bekerja untuk melakukan" sesuatu. Hal ini tidak terbatas pada hasil yang diwakili oleh tindakan, seperti dalam "kemampuan untuk melakukannya," atau "bisa melakukan" atau "tidak bisa melakukan" sesuatu.

    ReplyDelete
  18. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Perubahan sikap seorang siswa dapat diamati dalam proses pembelajaran untuk itu dalam konteks pemecahan matematika dan aktivitas matematika maka sikap matematika dapat diukur pada empat dimensi pengukuran sikap yang disintesis berdasarkan definisi-definisi yang ada yaitu: (1) Memahami masalah dan tujuan serta substansi masalah dengan jelas secara mandiri, (2) Mencoba mengambil tindakan logis, (3) Mencoba untuk mengekspresikan hal-hal dengan jelas dan ringkas, (4) Mencoba mencari penyelesaian yang lebih baik. Metode yang dianggap paling handal untuk mengungkap sikap seseorang adalah menggunakan daftar pernyataan-pernyataan dari penjabaran tiap indikator sikap matematika yang harus dijawab oleh individu yang disebut sebagai skala sikap.

    ReplyDelete
  19. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Jujur saya masih kurang paham dengan jududl asrtikel itu, akan tetapi saya akan menjelaskan sedikit apa yang saya pahami. Dalam matematika itu ternayuat ada attitude nya sehingga bukan hanya did alam matematima dalam hal apapun dalam kontek umum juga attitude itu snagat di perlukan dan sangat penting.

    ReplyDelete
  20. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut katagiri yang dituliskan dalam artikel diatas, sikap matematika terdiri dari tiga aspek yang kemudian terbagi lagi menjadi beberapa poin. Yang menjadi perhatian saya disini adalah point ketiga dari aspek yang kedua yakni dengan berpikir dengan data yang bisa digunakan. Jadi sikap seseorang dalam bermatematika salah satunya adalah memafaatkan semaksimal mungkin apa yang tersedia untuk dapat memecahkan permasalahan yang ada.

    ReplyDelete
  21. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada dasarnya, setiap pembelajaran akan menumbuhkan sikap yang baik, begitu juga dengan matematika. Pembelajaran matematika akan menumbuhkan beberapa sikap positif, salah satunya yaitu sikap berpikir matematis. Hal ini berhubungan dengan cara kita menyelesaikan suatu masalah dengan mencoba mememahami masalah terlebih dahulu sebelum mengambil sebuah tindakan, kemudian baru mengambil tindakan yang logis, dan mengemukakan solusi dengan tegas.

    ReplyDelete
  22. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016


    Karakteristik- karakteristik matematika dapat dilihat dari beberapa penjelasan berikut:
    1. Memiliki kajian objek abstrak.
    2. Bertumpu pada kesepakatan.
    3. Berpola pikir deduktif namun pembelajaran dan pemahaman konsep dapat diawali secara induktif melalui pengalaman peristiwa nyata atau intuisi.
    4. Memiliki simbol yang kosong dari arti. Rangkaian simbol-simbol dapat membentuk model matematika.
    5. Memperhatikan semesta pembicaraan. Konsekuensi dari simbol yang kosong dari arti adalah diperlukannya kejelasan dalam lingkup model yang dipakai.
    6. Konsisten Dalam Sistemnya. Dalam matematika terdapat banyak sistem. Ada yang saling terkait dan ada yang saling lepas. Dalam satu sistem tidak boleh ada kontradiksi. Tetapi antar sistem ada kemungkinan timbul kontradiksi.

    ReplyDelete
  23. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Matematika merupakan ilmu yang memiliki interprestasi yang demikian beragam, oleh karena itu matematika yang diajarkan di sekolah juga merupakan bagian dari matematika, maka berbagai karakteristik dan interprestasi matematika dari berbagai sudut pandang juga memainkan peranan dalam pembelajaran matematika di sekolah. Dengan memahami karakter matematika guru diharapkan dapat mengambil sikap yang tepat dalam pembelajaran matematika. Matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat.

    ReplyDelete
  24. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Berdasarkan katagiri di atas sikap matematis siswa merupakan kecenderungan siswa dalam bertindak pada pembelajaran matematika secara suka atau tidak suka terhadap aktivitas yang dilakukan saat pemecahan masalah yang dilakukan. Sikap matematika siswa terlihat dari siswa memahami masalah dan tujuan pembelajaran secara individu, mencoba melakukan satu tindakan logis, mengekspresikan atau mengungkapkan apa yang ia peroleh selama pembelajaran dengan jelas dan singkat serta mencoba mencari solusi penyelesaian jawaban yang terbaik. Karena jawaban dalam penyelesaiana matematika ada yang hanya tunggal tetapi untuk proses penyelesaiannya beragam.

    ReplyDelete
  25. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    menurut sallah satu sumber yang saya baca, sikap matematis merupakan suatu sikap yang ditunjukkan terhadap suatu aktivitas pemecahan masalah, entah sikap suka maupun tidak suka. Salah satu car untuk mengamati sikap matematis siswa dapat dilihat dengan bantuan rincian dari hal – hal yang telah disebutkan dalam bacaan di atas.

    ReplyDelete
  26. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sikap siswa terhadap matematika sangat penting untuk diperhatikan karena terkait dengan kebiasaan serta keberhasilan belajar matematika. Menurut Katagiri sikap-sikap matematika terdiri atas: mencoba memahami masalah sendiri, mencoba untuk mengambil tindakan logis, serta mencoba untuk mengekspresikan hal-hal yang jelas dan ringkas

    ReplyDelete
  27. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Menurut Katagiri, sikap matematika meliputi tiga aspek utama yaitu, mencoba untuk memahami masalah sendiri, mencoba untuk mengambil tindakan logis dan mencoba untuk mengekspresikan hal-hal yang jelas dan ringkas. sikap matematika adalah kecenderungan intelektual terhadap matematika dan pemecahan
    masalah, termasuk perspektif tentang apa matematika dan aktivitas matematika. Sehingga sikap matematika ini merupakan tujuan pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  28. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Sikap (attitudes) mengacu kepada kecenderungan seseorang terhadap respon yang berkait dengan‘kesukaan’ ataupun ‘ketidaksukaan’ terhadap suatu objek yang diberikan (seperti orang, kegiatan, ataupun gagasan). Sikap siswa terhadap matematika dapat berupa sikap positif yang dapat membantu siswa untuk menghargai mata pelajaran matematika dan membantu siswa mengembangkan rasa percaya diri terhadap kemampuan dirinya dan sikap negatif tidak dapat membantu siswa untuk menghargai mata pelajaran matematika dan tidak dapat membantu siswa mengembangkan rasa percaya diri terhadap kemampuan dirinya.
    Faktor afektif mengacu pada berbagai perasaan (feelings) dan kecenderungan hati (mood) yang secara umum termasuk kepada hal-hal yang tidak berkait dengan kemampuan berpikir. Ada tiga faktor afektif yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran matematika siswa, yaitu:
    1. Keyakinan (beliefs). 
    2. Sikap (attitude). 
    3.Emosi (emotion). 

    ReplyDelete
  29. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Sikap matematika tidak dapat di deskripsikan secara gamblang. Sikap matematika diperoleh tanpa sadar ketika kita memperdalam ilmu tentang matematika. Pada artikel ini digambarkan 3 sikap matematika yaitu:
    1. Mencoba mengambil tindakan logis 2. Mencoba untuk mengungkapkan masalah dengan jelas dan singkat 3. Mencoba untuk memahami masalah atau tujuan atau substansi seseorang dengan jelas, oleh diri sendiri

    ReplyDelete
  30. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam belajar matematika, tentunya bukan hanya kita dapat menyelesaikan soal matematika saja, tetapi penting juga untuk dapat memiliki sikap bermatematika. Sikap atau perilaku dalam matematika ini dapat kita terapkan baik itu dalam belajar matematika ataupun dalam kehidupan sehari-hari.
    Perilaku yang mencerminkan matematika yang dipaparkan dalam artikel ini diantaranya Mencoba untuk memahami masalah atau tujuan atau substansi seseorang dengan jelas, oleh diri sendiri, mencoba mengambil tindakan logis, dan mencoba untuk mengungkapkan masalah dengan jelas dan singkat.

    ReplyDelete
  31. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Perilaku yang mencerminkan matematika ini diterapkan melalui serangkain tindakan salah satunya dengan selalu memunculkan pertanyaan-pertanyaan tentang hal-hal yang tidak diketahui, atau bertujuan untuk lebih mendalami suatu hal yang telah diketahui. Dengan bertanya maka sebenarnya kita juga sedang membangun konsep-konsep matematika yang ada di benak kita untuk selanjutnya dapat menganalisis fenomena-fenomena yang terjadi disekitar kita. Berperilaku matematematika lebih menekankan pada pemikiran-pemikiran yang logis, jelas dan langsung pada intinya. Sama halnya dengan karakteristik matematika yang selalu memberikan data-data yang tepat dan akurat, tidak bertele-tele dan samar-samar atau tidak jelas. Perilaku matematika ini akan sangat membantu manusia dalam mengambil keputusan-keputusan yang mereka buat dalam kehidupannya secara lebih efektif dan efisien, manusia dapat segera tanggap terhadap permasalahan-permasalahan yang ada dan secara cepat dapat segera mencari jalan keluar berdasarkan fakta-fakta yang terjadi.

    ReplyDelete
  32. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika bukan hanya mengembangakan aspek pengetahuan dan ketrampilan matematis saja. Namun juga menumbuhkan atau mengembangkan aspek sikap. Seperti, sikap untuk manusia yang teratur atau terstruktur karena dalam matematika itu terstruktur dalam langkah-langkah penyelesaian masalahnya., Mungkin ada beragam cara penyelesaian, anmun cara-cara tersebut runtut, tak mungkin loncat ke hasilnya. Selain itu, sikap matematika juga seperti yang di sajikan dalam artikel ini. Yaitu: Menentukan masalah dan bagaimana cara menyelesaikannya, berlogika, dan mengeksprsikan dengan jelas.

    ReplyDelete
  33. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Sikap matematika merupakan suatu komponen yang sangat mempengaruhi keberhasilan program pembelajaran matematika. Berdasarkan indikator yang dikemukakan oleh Katigiri di atas dapat disimpulkan bahwa sikap matematika merupakan kecenderungan untuk bertindak secara suka atau tidak suka terhadap suatu aktivitas pemecahan masalah matematika. Misalnya saja pada indikator pertama yaitu apakah siswa berusaha untuk bertanya, yaitu apakah siswa berusaha untuk bertanya pada setiap pembelajaran matematika, atau langsung menerima konsep matematika yang baru tanpa perlu mempertanyakannya, atau bahkan membiarkan begitu saja jika ada soal yang tidak bisa kerjakan.

    ReplyDelete
  34. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Attitude atau sikap merupakan suatu komponen yang sangat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran matematika. Bila bersikap positif maka akan menunjukkan tindakan yang selalu mengarah pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran matematika. Upaya pengajar dalam mensukseskan pembelajarannya adalah dapat dengan menciptakan suatu kondisi dan iklim pembelajaran yang bisa merangsang dan meningkatkan sikap positif siswa dalam pembelajaran matematika. Menurut Katagiri, sikap matematika meliputi 3 aspek penting yaitu mencoba untuk memahami masalah sendiri, mencoba untuk mengambil tindakan logis dan mencoba untuk mengekspresikan hal-hal yang jelas dan ringkas.

    ReplyDelete
  35. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu indikator dalam menilai siswa telah berhasil belajar adalah munculnya sikap matematika yang baik. Dalam pembelajarannya, guru perlu menyusun kegiatan yang dapat merangsang munculnya sikap tersebut. Adapun menurut Katagiri (2004) sikap-sikap matematika itu diantaranya adalah Mencoba untuk memahami masalah sendiri atau tujuan yang jelas secara mandiri, mencoba untuk bertindak logis, dan mencoba untuk mengekspresikan hal-hal yang jelas dan ringkas

    ReplyDelete
  36. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Sikap matematika itu sangat banyak definisinya. Bisa diartikan sikap siswa terhadap matematika, yaitu apakah siswa menyukai matematika atau tidak. Selain itu, sikap matematika dapat diartikan sebagai karakter. Karakter dalam matematika. yang dimaksud adalah seperti berpikir kritis, logis, sistematis, teliti dalam bertindak, mampu menyelesaikan masalah dengan baik, dan lain sebagainya. Karakter-karakter tersebut tentu dibutuhkan siswa untuk menghadapi kehidupan di dunia. sebenarnya yang penting ketika siswa mempelajari matematika adalah bukan seberapa banyak rumus yang mereka peroleh, tetapi seberapa banyak karakter matematika yang dia peroleh.

    ReplyDelete
  37. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Proses pembelajaran akan membentuk karakter dari peserta didik. Begitu juga dengan matematika. Proses pembelajaran matematika juga akan membentuk karakter dan sikap peserta didiknya. Sikap matematika yang terbentuk melalui proses pembelajaran matematika di antaranya: (1) Mencoba memahami masalah sendiri baik dari segi tujuan maupun substansinya, 2) Mencoba mengambil tindakan secara logis dan, 3) Mencoba mengekspresikan sesuatu secara jelas dan ringkas.

    ReplyDelete
  38. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Sikap matematis seseorang dapat dilihat dari sikapnya dalam 3 hal, yaitu sikapnya dalam menyelesaikan masalah, sikapnya dalam berlogika dan sikapnya dalam menyampaikan matematika dengan jelas. Untuk menilai sikap matematika siswa diperlukan pengamatan dari guru pada siswa.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  39. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Suatu pembelajarann di kelas pada kurikulm 2013 ini hendak meningkatkan 4 kompetensi siswa, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap, dan spiritual. Pembentukan sikap ini dapat diidentifikasi dengan sikap memecahkan suatu masalah, bertindak secara logis dan penyampaian matematika secara jelas. Pembelajaran yang mandiri seperti paham konstruktivisme lebih efektif untuk meningkatkan sikap matematis tersebut, karena siswa aktif dalam memahami materi.

    ReplyDelete
  40. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Di banyak variabel, sikap dianggap sebagai faktor penting untuk diperhitungkan saat mencoba memahami dan menjelaskan variabilitas dalam kinerja siswa dalam matematika. Sikap bisa dilihat sebagai kurang lebih positif. Sikap positif terhadap matematika mencerminkan disposisi emosional yang positif dalam kaitannya dengan subjek dan sebaliknya sikap negatif terhadap matematika berhubungan dengan disposisi emosional yang negatif. Disposisi emosional ini berdampak pada perilaku individu, karena seseorang cenderung mencapai yang lebih baik dalam subjek yang dinikmati seseorang, memiliki kepercayaan diri atau berguna. Untuk alasan ini, sikap positif terhadap matematika sangat diharapkan karena dapat mempengaruhi kesediaan seseorang untuk belajar dan juga manfaat yang dapat diperoleh dari pengajaran matematika.

    ReplyDelete
  41. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Salah satu tujuan pendidikan matematika adalah pembentukan sikap siswa. Sikap merupakan suatu komponen yang sangat mempengaruhi keberhasilan program pembelajaran matematika. Seseorang yang memiliki sikap positif akan menunjukkan tindakan yang selalu mengarah pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran matematika. Salah satu hal yang perlu diperhatikan guru dalam mengajar adalah menciptakan suatu kondisi dan suasana pembelajaran yang bisa merangsang dan meningkatkan sikap positif siswa dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete