Nov 22, 2012

Hakekat Belajar _ Oleh Paul Ernest



46 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Interaksi sosial diantara para siswa dan guru akan dapat memberikan kegiatan kritisisasi untuk pembetulan konsep-konsep, sehingga siswa akan memperoleh perbaikan konsep, sehingga pengetahuan subyektif matematikanya telah sama dengan pengetahuan obyektifnya. Hubungan antara pengetahuan objektif dan pengetahuan subyektif dari matematika, serta langkah-langkah pembudayaan dapat ditunjukkan melalui diagram yang diadaptasi dari Ernest.P (1991) di atas.

    Diagram di atas menunjukkan hubungan antara “objective knowledge of mathematics”
    dan “subjective knowledge of mathematics” . Melalui “social negotiation processes” maka
    rekonstruksi pembelajaran matematika dalam pembudayaannya, menunjukkan proses yang
    sangat jelas bahwa pengetahuan baru tentang matematika “new knowledge” dapat berada pada
    lingkup sosial atau berada pada lingkup individu. Pengetahuan baru matematika pada lingkup
    sosial, dengan demikian bersifat obyektif dan pengetahuan baru pada lingkup individu akan
    bersifat subyektif. Dengan demikian, interaksi sosial dalam pembelajaran matematika menjadi
    sangat penting untuk mendekatkan pengetahuan subyektif matematika menuju pengetahuan
    obyektifnya. Hal demikian akan dengan mudah dipahami dan diimplementasikan jikalau guru
    yang bersangkutan juga memahami asumsi-asumsi yang disebut terdahulu.

    References:
    Marsisgit. (2009). Pembudayaan Matematika Di Sekolah Untuk Mencapai Keunggulan Bangsa. Makalah Disajikan Pada Seminar Nasional Pembelajaran Matematika Sekolah, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 6 Desember.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut Paul Ernest belajar adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi, oleh karenanya pendidikan matematika harus membantu perkembangan konstruksi pengetahuan melalui keterkaitan aktif dan interaksi siswa. Filsafat berasal dari bahasa Yunani yang berarti cinta pengetahuan atau kebenaran. Pemikiran-pemikiran dalam filsafat didasarkan atas pemikiran manusia dan hasilnya sangat tergantung pada pandangan filosof atau manusia yang bersangkutan . Meskipun kesimpulan dalam filsafat bersifat hakiki, namun tetap saja masih relatif dan subjektif, hal ini adalah alamiah. Jadi dapat dikatakan pula bahwa kebenaran filsafat juga bersifat relatif, artinya bahwa kebenaran tersebut masih bisa mengalami perkembangan sesuai dengan perubahan zaman dan peradapan manusia.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Gambar ini memaparkan bagaimana pandangan Paul Ernest mengenai hakikat belajar. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara pengetahuan subjektif dan pengetahuan objektif. Interaksi antara keduanya dapat memberikan konsep pengetahuan yang baru dan representase dari pengetahuan atau kreativitas.

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Gambar di atas menggambarkan hakikat belajar menurut Paul Ernest. Belajar melibatkan interaksi antara pengetahuan subjektif dan pengetahuan objektif. Keduanya saling berinteraksi agar pengetahuan yang dimiliki seseorang dapat berkembang. Hal ini bertujuan agar pengetahuan tersebut bukan hanya benar untuk dirinya tapi juga benar menurut orang lain (umum). Begitu juga dalam pembelajaran, perlu adanya interaksi antara pengetahuan subjektif dan pengetahuan objektif. Bisa dilakukakan dengan siswa mengemukakan pendapatnya, dan direvisi oleh guru jika ada yang keliru, agar siswa dapat membangun pengetahuan yang benar dan tepat serta bukan sesuatu yang salah konsep atau misunderstanding. Pengetahuan yang telah direvisi dan mendapatkan kritis dan masukan dari teman-teman dan guru, itu lah yang dinamakan pengetahuan objektif.

    ReplyDelete
  5. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Berdasarkan gambar bagan tersebut pertama saya melihatnya, saya langsung mengatakan bagan tersebut siklik. Akan terus melakukan interaksi yang berulang-ulang. Misalnya dalam kehidupan sehari-hari, pagi menuju siang menuju malam dan menuju ke pagi kembali dan seterusnya. itulah siklik. Kembali ke bagan hakekat belajar yang diadopsi pada Paul Ernest ini dapat kita pahami bahwa hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjective knowladge dan objectiv knowladge. Keduanya harus saling berinteraksi agar pengetahuan yang telah dipelajari seseorang dapat lebih berkembang lagi. Apabila terdapat interaksi antara satu orang dengan orang lainnya mengenai subjective knowladge dan objectiv knowladge ini, maka mereka akan saling bertukar pikiran untuk menemukan konsep-konsep yang baru dari pengetahuan yang telah mereka pelajari.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Hakikat belajar menurut paul ernest belajar terbagatas unsur objective knowladge, personal fomulation, subjective knowladge, public criticism ad reformulation dengan social negotation processes. Seluruh unsur unsur tersebut saling besrsinambungan dan berinteraksi. Dalam kaitannya dengan hakekat belajar, interaksi antara subjek pengetahuan dengan objek pengetahuan sangat penting adanya sehingga dapat tercipta suatu konsep yang dapat mendukung dalam proses belajar tersebut

    ReplyDelete
  7. Isna Nur Hasanah H
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari diagram tersebut dapat saya pahami bahwa belajar merupakan proses, yang mana di dalamnya terdapat rangkaian variabel yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Pengetahuan individu akan membentuk sebuah pengetahuan sosial ketika beberapa individu yang berbeda saling berinteraksi. Demikian sebaliknya, dari interaksi sosial tersebut akan menghasilkan sebuah pengetahuan individu yang baru kembali, dan seterusnya. Nampak pula disini bahwa kreatifitas yang didasari atas konsep pengetahuan memegang peranan penting dalam menghubungkan variabel-variabel yang ada.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dari bagan yang ditampilkan, yang dapat saya pahami adalah bahwa belajar itu bukan merupakan mendapat pengetahuan secara langsung dari sumber misalnya seorang guru. Tetapi hakekat belajar yang sebenarnya adalah jika seorang siswa melihat suatu kondisi kemudian dia memiliki pandangan subyektif terhadap pengalaman barunya tersebut. Setelah itu jika dimasukkan kedalam sebuah diskusi dengna beberapa partner, maka ia akan memperoleh pengetahuan yang bersifat obyektif yang merupakan kesepakatan. Dengan sintaks yang berjalan seperti ini maka siswa dapat dikatakan sedang belajar, karena dia menemukan kemudian mendontruksi sendiri pengetahuan baru yang diperoleh

    ReplyDelete
  9. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hakekat belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan secara sadar dan terus menerus melalui bermacam-macam aktivitas dan pengalaman guna memperoleh pengetahuan baru sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku yang lebih baik (Djamarah, 2011). Menurut Paul Ernest, hakikat belajar melibatkan interaksi antara subjektivitas pengetahuan dan objektivitas pengetahuan. Interaksi antara keduanya menghasilkan perkembangan terhadap pengetahuan yang telah dipelajari. Jika terdapat interaksi antara satu individu dengan individu lainnya, maka mereka akan saling bertukar pikiran untuk menemukan konsep-konsep baru dari pengetahuan yang telah mereka pelajari.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Menurut Paul Ernest, hakikat belajar mengsrah pada interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Interaksi keduanya harus dipenuhi agar pengetahuan yang telah dipelajari dapat terus berkembang dan memperluas pengetahuan yang telah dmiliki. Dengan cara ini setiap orang mampu membangun konsep-konsep pengetahuan yang salah satunya bermanfaat untuk membangun kreativitas.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Belajar menurut Paul Arenest memandang bahwa proses belajar disebabkan karena adanya interaksi sosial .
    Dengan interaksi sosial menyebabkan perubahan baik dari segi pemikiran individu atau pada tingkah laku dalam memandang suatu objek dan menjadi subjek.
    Proses belajar yang terjadi melibatkan pengetahuan sebelumnya yang kemudian dipilih atau dikombinasikan dengan apa yang ada dihadapan atau dijalani, yang kemudian dikonstruk menjadi pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  12. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Menurut Paul Ernest, belajar adalah proses untuk membangun pengetahuan melalui komunikasi. Oleh karena itu 'proses negosiasi sosial dituliskan pada pusat dari peta konsep hakikat belajar, karena proses negosiasi sosial mencakup komunikasi. Hakikat belajar melibatkan interaksi antara pengetahuan subjektif, pengetahuan objektif, personal reformulation, public critism and reformulation . Keempatnya saling berinteraksi sehingga terciptanya kreativitas-kreativitas pada si pembelajar. Belajar menyebabkan sikap, nilai, pengetahuan, pengalaman, keterampilan peserta didik menjadi berkembang.

    ReplyDelete
  13. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari gambar yang diberikan, saya merefleksi bahwa menurut paul ernest belajar merupakan proses yang berkelanjutan. Hal ini terlihat dari bagan yang membertuk jaringan yang terus berputar. Belajar berangkat dari pengetahuan subjektif yang kemudian mendapat kritikan publik dan berlanjut menjadi pengetahuan objektif, yang kemudian melalui proses reformulasi personal dan kembali menjadi pengetahuan subjektif.

    ReplyDelete
  14. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Yang dapat saya pahami dari gambar di atas proses aktivitas sosial merupakan hal yang sangat penting dalam proses belajar. Selain itu Paul Ernest mengemukakan bahwa dalam hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Keduanya harus saling berinteraksi agar pengetahuan yang telah dipelajari seseorang dapat lebih berkembang lagi. Apabila ada interaksi antara satu orang dengan orang lainnya, maka mereka akan saling bertukar pikiran untuk menemukan konsep-konsep baru dari pengetahuan yang telah mereka pelajari.


    ReplyDelete
  15. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari yang saya pelajari melalui gambar di atas, hakekat belajar dari Paul Ernest membutuhkan pengetahuan subjective dan pengetahuan objective. Konsep baru pengetahuan memunculkan adanya pengetahuan objective yang akhirnya menghasilkan personal reformulation. Dari hal tersebut, dibantu adanya konsep baru pengetahuan juga menghasilkan pengetahuan subjective, dan pengetahuan subjective didorong dengan adanya publikasi pengetahuan akan menghasilkan public criticism and reformulation yang berguna bagi perkembangan konsep pengetahuan.

    ReplyDelete
  16. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Berdasarkan bagan di atas, hakekat belajar menurut Paul Ernest adalah keterlibatan antara pengetahuan subyektif dan pengetahuan obyektif. Dimulai dari pengetahuan subyektif dulu, yaitu pengetahuan berdasarkan pandangan diri sendiri, kemudian untuk menjadikannya pengetahuan obyektif atau pengetahuan bersama, maka perlu adanya sebuah publikasi pengetahuan, bisa lewat seminar pendidikan misalnya, dari sini akan ada banyak kritik dan reformulasi dari masyarakat yang akan melahirkan konsep baru dari pengetahuan tersebut. Selanjutnya pengetahuan yang tadinya bersifat subyektif setelah dipulikasikan akan menjadi pengetahuan obyektif. Kemudian dari pengetahuan obyektif tadi, maka akan membentuk reformulasi personal dari peserta seminar tadi, dan melahirkan kembali konsep baru yang menjadikannya pengetahuan subyektif berdasarkan persepsinya.

    ReplyDelete
  17. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Interaksi antara subjectivity of mathematics dan objectivity of mathematics disebut sebagai "The Nature Of Students Learn Mathematics” atau "Hakekat Siswa Belajar Matematika". Inilah hakekat belajar matematika yang ditemukan oleh Paul Ernest (2002) dalam bukunya yang berjudul The Philosophy of Mathematics Education. Peranan Pengetahuan Obyektif dalam Matematika Menurut konstruktivisme sosial, matematika yang terpublikasi, yaitu matematika yang dinyatakan secara simbolis dalam wilayah publik, memiliki potensi menjadi pengetahuan objektif. Meskipun peran pengetahuan objektif sangat penting, namun perlu juga dikemukakan bahwa peran subjektif pengetahuan matematika juga harus diakui, atau jika tidak, penjelasan tentang matematika secara keseluruhan akan menjadi tidak lengkap. Pengetahuan subyektif diperlukan untuk menjelaskan asal-usul pengetahuan matematika baru serta sesuai dengan teori yang diusulkan, penciptaan kembali dan keberlanjutan keberadaan pengetahuan. Oleh karena pengetahuan objektif adalah sosial, dan bukanlah entitas subsisten-diri (self-subsistent) yang ada suatu wilayah yang ideal maka, sebagaimana semua aspek budaya pengetahuan ini, harus direproduksi dan diwariskan dari generasi ke generasi (diakui dengan bantuan artefak, seperti buku-buku bacaan).

    ReplyDelete
  18. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Kita tahu Belajar adalah suatu kata yang sudah akrab dengan semua lapisan masyarakat. Bagi para pelajar atau mahasiswa kata “belajar” merupakan kata yang tidak asing. Bahkan sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan mereka dalam menuntut ilmu dilembaga pendidikan formal. Kegiatan belajar mereka lakukan setiap waktu sesuai dengan keinginanOleh karena itu, seseorang yang melakukan aktivitas belajar dan diakhir dari aktivitasnya itu telah memperoleh perubahan dalam dirinya dengan pemilikan pengalaman baru, maka individu itu dikatakan telah belajar. Tetapi perlu diingatkan bahwa perubahan yang terjadi akibat belajar adalah perubahan yang bersentuhan dengan aspek kejiwaan dan mempengaruhi tingkah laku. Sedangkan perubahan tingkah laku akibat mabuk karena meminum minuman keras, akibat gila, akibat tabrakan dan sebagainya bukanlah kategori belajar dimaksud.

    ReplyDelete
  19. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hakekat belajar menurut Paul Ernest adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi. Komunikasi tersebut melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Keduanya unsur tersebut harus saling berinteraksi agar terjadi keterikatakan yang erat diantara keduanya, sehingga membantu dalam proses pembelajaran sesuai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran (khususnya matematika), guru harus mampu mengembangkan konstruksi pengetahuan melalui interaksi dengan siswa.

    ReplyDelete
  20. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Paul Ernest menyatakan bahwa belajar merupakan proses untuk menyusun pengetahuan melalui komunikasi. Hakikat belajar menurut paul ernest yaitu belajar terbagi atas unsur objective knowladge, personal fomulation, subjective knowladge, public criticism dan reformulation dengan social negotation processes. Seluruh unsur-unsur tersebut saling besrsinambungan dan berinteraksi. Dalam pembelajaran suatu nilai, sikap, tingkah-laku, seluruh perbuatan manusia yang terbentuk, kebiasaan, ketrampilan, pengetahuan dapat disesuaikan dan dikembangkan. Oleh karena itu, banyak ahli yang telah mencoba memberikan definisi-definisi mengenai belajar. Dalam proses belajar merupakan suatu proses dari berubahnya bentuk tingkah laku yang relatif tetap, perubahan akan tingkah laku tersebut hendaknya bukan hanya sekedar disebabkan oleh proses pertumbuhan fisik saja dan maupun juga bukan karena disebab kan perubahan kondisi fisik yg sifatnya temporer.

    ReplyDelete
  21. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam proses belajar, pengetahuan baru yang diperoleh dari proses belajar digunakan untuk menghadapi masalah sosial yang akan dihadapi dan kemudian dijadikan skema dalam membangun pengetahuan selanjutnya.
    Secara parsial dari siklus ini menunjukkan bahwa proses menemukan pengetahuan baru yang berawal dari pengetahuan subjektif yaitu dengan dilanjutkan lewat mempublikasikan pengetahuan subjektif kita agar dapat dikritik secara umum sehingga pengetahuan subjektif tadi menjadi pengetahuan objektif yang dibangun oleh pikiran kita sendiri lewat kreatifitas berdasarkan kritik publik dan reformulasi.

    ReplyDelete
  22. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dalam proses belajar merupakan suatu proses dari berubahnya bentuk tingkah laku tertentu yg secara relatif permanen, perubahan akan tingkah laku tersebut hendaknya bukan hanya sekedar disebabkan oleh proses pertumbuhan fisik saja dan juga bukan karena disebab kan perubahan kondisi fisik yg sifatnya temporer. Paul Ernest mengemukakan bahwa dalam hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan, seluruh unsur tersebut saling besrsinambungan dan berinteraksi. Dalam kaitannya dengan hakekat belajar, interaksi antara subjek pengetahuan dengan objek pengetahuan sangat penting adanya sehingga dapat tercipta suatu konsep yang dapat mendukung dalam proses belajar.

    ReplyDelete
  23. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut Paul Ernest belajar adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi, terutama dalam belajar matematika sebagai konstruktivis. Dari bagan yang disajikan di atas terdapat suatu siklus dalam belajar menurut Paul Ernest yaitu new concept of knowledge, representatif of knowledge, dan publication of knowledge. Jika saya simpulkan berarti bahwa belajar itu merupakan proses penemuan konsep baru dalam pengetahuan yang diperoleh dari pengetahuan yang objektif dan subjektif yang kemudian direpresentasikan dengan adanya penyusunan kembali baik personal maupun publik yang selanjutnya dapat dipublikasikanlah (dikomunikasikan) konsep baru pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  24. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan foto tersebut saya mencoba untuk menerjemahkan bahwa pengetahuan objektif yang diformulasikan oleh seseorang secara personal maka dapat menjadi pengetahuan orang yang subjektif. Sedangkan pengetahuan subjektif milik seseorang bila dikritisi, diberi masukan, saran dalam proses diskusi maka dapat menjadi pengetahuan yang objektif. Sehingga proses komunikasi adalah hal yang esensial dikarenakan dalam membangun pengetahuan dibutuhkan komunikasi antar subjek subjek belajar.

    ReplyDelete
  25. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Berdasarkan diagram di atas, terlihat bahwa pentingnya suatu interaksi antar element-element pembelajaran untuk menciptakan suatu pengetahuan baru. Terlihat bahwa jika siswa kritis terhadap pengetahuan subjektifnya dalam kelompok maka akan tercipta suatu pengetahuan objektif.

    ReplyDelete
  26. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Hakekat belajar yang digambarkan di atas terlihat bahwa hakikat yang terjadi merupakan suatu proses interaksi sosial antara pengetahuan subjektif dan pengetahuan objektif. Hakekat belajar ini akan terus menerus berputar prosesnya dan tidak berhenti antara subjektif dan objektif tingkatannya seimbang. Hakikat matematika dilakukan dengan penemuan konsep baru berdasarkan kreatifitas yang kemudian akan mejadi objek pengetahuan kemuan direpresentasikan kemudian dirumuskan kembali secara individu yang kemudian akan menemukan konsep kembali yang akan menjadi pengetahuan subjektif yang akhirnya dipublikasikan kembali dan seterusnya langkah ini akan berulang.

    ReplyDelete
  27. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Berdasarkan bagan mengenai hakikat belajar dari Paul Ernest(1991) , terlihat bahwa dalam hakikat belajar tersebut melibatkan interaksi dua komponen dalam pengetahuan yaitu subjektivitas pengetahuan dan objektivitas pengentahuan

    ReplyDelete
  28. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Paul Ernest berpendapat bahwa dalam hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Keduanya harus saling berinteraksi agar pengetahuan yang telah dipelajari seseorang dapat lebih berkembang lagi. Apabila ada interaksi antara satu orang dengan orang lainnya, maka mereka akan saling bertukar pikiran untuk menemukan konsep-konsep baru dari pengetahuan yang telah mereka pelajari. Dengan demikian, pengetahuan mereka akan terus berkembang menjadi logos.

    ReplyDelete
  29. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016
    Konstruktivisme sosial menghubungkan pengetahuan subjektif dan objektif dalam sebuah siklus di mana masing-masing memberikan kontribusi dalam pembaruan satu sama lain. Seperti halnya ketika seorang anak mempelajari matematika akan memperoleh pengeatahuan subjektif, kemudian interkasi seorang anak dengan temannya ( hasil diskusi) ketika pengetahuan subyektif matematika yang diinternalisasikan secara luas, akan merekonstruksi pengetahuan objektif

    ReplyDelete
  30. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Pada gambar yang ada dijelaskan bagaimana pemikiran Paul Ernest mengenai hakekat belajar. Pengetahuan terbentuk melalui adanya interaksi baik secara individu maupun secara berkelompok. Pengetahuan objektif diperoleh melalui interaksi antar kelompok yang kemudian diformulasi lagi oleh masing-masing individu menjadi pengetahuan subjektif. Dengan kata lain, belajar merupakan interaksi antara pengetahuan objektif dan pengetahuan subjektif, antara individu dengan individu maupun individu dengan kelompok.

    ReplyDelete
  31. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika

    Dari gambar diatas menjelaskan hakekat belajar menurut Paul Ernest memaparkan aktivitas sosial dalam pebelajarn. DImana subjek pengetahuan dan objek pengetahuan saling berinteraksi. Semua komponen pada aktivitas hakekat belajar Paul Ernest ini bersifat siklki yang akan terus menerus berlangsung berulang dan berurutan.

    ReplyDelete
  32. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari gambar yang disajikan di atas, Menurut Paul Ernest hakekat belajar itu adalah rangkaian interaksi dari subjek dan objek pengetahuan.; Dimana alur interaksinya disajikan dalam bagan tersebut. Lebih lanjut nya interaksi tersebut bukanlah satu arah kemudian selesai. Namun berupa siklus yang saling mempengaruhi untuk mencapai pengetahuan yang lebih luas lagi.

    ReplyDelete
  33. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada dasarnya, belajar menurut Paul Ernest digambarkan melalui sebuah siklus. Dimana permulaannya adalah dari fenomena yang kemudian berupa deskripsi diri. Ini merupakan pengetahuan subyektif (personal). Kemudian pengetahuan personal ini akan dipublikasikan untuk kemudian diberikan input (critics) secara logis atau rasional. Melalui kritik ini pengetahuan kita nantinya akan berupa deskripsi obyektif (impersonal) yang dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya saja scientific work seperti skripsi, tesis, tesis atau disertasi. Pengetahuan obyektif inilah nantinya yang akan memunculkan fenomena baru. Begitu seterusnya siklus ini berulang sebagai hakekat seseorang dalam belajar menurut Paul Ernest.

    ReplyDelete
  34. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari gambar di atas, menurut saya belajar merupakan suatu siklus. Hal-hal yang mempengaruhi belajar tersebut tidaklah dikit. Belajar juga berarti menemukan suatu konsep yang baru. Konsep baru itu sendiri diperoleh dari pengetahuan yang objektif dan subjektif.

    ReplyDelete
  35. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Hakikat belajar pada bagan di atas menjelaskan keterkaitan (mendukung dan saling bergantung) antara pengetahuan objektif dan subjektif dalam pengetahuan dengan pandangan konstruktivisme sosial. Pengetahuan subjektif akan mengarah pada kreasi pengetahuan melalui media interaksi social dan penerimaan. Hal ini juga mendukung dan mengkreasi ulang pengetahuan, yang mana didasarkan pada pengetahuan subjektif dari individu-individu. Representasi dari pengetahuan objektif adalah suatu yang memungkinkan asal-usul dan kreasi kembali pengetahuan subjektif. Maka siklus kreatif, pengetahuan subjektif mengkreasikan pengetahuan objektif yang pada gilirannya mengarah pada kreasi ulang pengetahuan subjektif.

    ReplyDelete
  36. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Gambar diatas adalah hakikat belajar menurut Paul Ernest. Dengan interaksi antara pengetahuan subjektif dan objektif, akan didapatkan pengetahuan yang benar dan tepat, tidak ada miskonsepsi yang terjadi. Interaksi berlangsung terus menerus, berjalan dari tahap satu ke tahap lain secara siklik.Interaksi yang dilakukan antar siswa juga dapat memunculkan kreativitas mereka

    ReplyDelete
  37. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut Paul Ernest, belajar ialah suatu proses interaktivitas yang melibatkan subjektivitas pengetahuan dan objektivitas pengetahuan. Keduanya harus saling berkomunikasi, bertukar pikiran untuk mengembangkan pengetahuan dan kreativitasnya. Dengan demikian, akan tercipta konsep-konsep baru untuk mendukung kegiatan belajar

    ReplyDelete
  38. Dwi Kawuryani
    S1 Pend.Mat I 2014
    14301241049
    Hakikat belajar menurut paul ernest belajar terbagatas unsur objective knowladge, personal fomulation, subjective knowladge, public criticism ad reformulation dengan social negotation processes. Seluruh unsur unsur tersebut saling besrsinambungan dan berinteraksi

    ReplyDelete
  39. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pengetahuan menurut Woozley (dalam Paul Ernets, 1991) diklasifikasikan menjadi pengetahuan apriori terdiri dari proposisi hanya berdasarkan alasan saja, tanpa pengamatan dari dunia. Alasannya terdiri dari penggunaan logika deduktif dan makna istilah, biasanya dapat ditemukan dalam definisi. Sebaliknya, empiris atau pengetahuan posteriori terdiri dari proposisi yang menjelaskan berdasarkan pengalaman, yaitu, dengan pengamatan dunia

    ReplyDelete
  40. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pengetahuan matematika (Paul Ernets, 1991) diklasifikasikan sebagai pengetahuan priori, karena terdiri dari proposisi yang menjelaskan atas dasar alasan saja. Alasannya, termasuk logika deduktif dan yang digunakan sebagai definisi, hubungannya dengan aksioma matematika atau postulat, adalah sebagai dasar untuk menyimpulkan pengetahuan matematika Dengan demikian, dapat dikatakan 3 bahwa pengetahuan dasar matematika yaitu dasar untuk menyatakan kebenaran proposisi matematika, yang terdiri dari bukti deduktif.

    ReplyDelete
  41. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Menurut pandangan absolutis pengetahuan matematika adalah kebenaran mutlak, dan merupakan pengetahuan yang unik, terlepas dari logika dan pernyataan yang benar berdasarkan makna istilah.

    ReplyDelete
  42. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    pandangan fallibilist bahwa kebenaran matematika adalah tidak mutlak, dan tidak pernah bisa dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu adanya revisi dan koreksi.

    ReplyDelete
  43. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Paul Ernest merupakan seorang penganut Konstruktivis. Hal ini tampak dari tulisannya dalam “The Philoshophy of Mathematics Education”. Dalam pandangan Paul Ernest, belajar adalah untuk mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui. Dalam hidup kita banyak hal yang harus kita pelajari, jadi kita selalu belajar sepanjang waktu, kita belajar sesuatu yang baru setiap saat. Di dalam diagram ini, pembelajaran adalah proses pengetahuan obyektif dan pengetahuan subyektif, berdasarkan perumusan pribadi, dan kritik publik, dan semua proses itu bergantung pada kreativitas kita.

    ReplyDelete
  44. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Hakekat belajar oleh Paul Ernest adalah proses belajar yang terjadi karena proses negosiasi sosial. Dimulai dari representasi pribadi yang menjadi pengetahuan baru yang disebut pengetahuan subjektif lalu dipublikasikan ke dunia luar (lingkungan masyarakat) kemudian mendapat kritik dari lingkungan masyarakat lalu menjadi pengetahuan baru yang disebut pengetahuan objektif kemudian direpresentasikan secara pribadi oleh setiap individu lalu kembali menjadi pengetahuan baru yang disebut pengetahuan subjektif lagi dan seterusnya mengalami proses yang terus berputar.

    ReplyDelete
  45. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Menurut Paul Ernest (Martin, 2009) belajar adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi, oleh karenanya pendidikan matematika harus membantu perkembangan konstruksi pengetahuan melalui keterkaitan aktif dan interaksi siswa.Sebagai filsafat matematika, kontruksivitisme sosial, seperti yang didefinisikan oleh Ernest (1991) memandang matematika sebagai suatu konstruksi sosial. Hal ini didasarkan pada konvensionalisme yang mengakui bahwa manusia, aturan dan kesepakatan berperan dalam membangun dan membenarkan kebenaran matematika.

    ReplyDelete
  46. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, diagram tersebut artinya bahwa dalam belajar perlu adanya interaksi tiap elemen. Dan belajar pada hakekatnya adalah kontinu atau berkesinambungan dan terus berputar menurut diagram tersebut.

    ReplyDelete