Nov 22, 2012

Hakekat Belajar _ Oleh Paul Ernest



6 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Interaksi sosial diantara para siswa dan guru akan dapat memberikan kegiatan kritisisasi untuk pembetulan konsep-konsep, sehingga siswa akan memperoleh perbaikan konsep, sehingga pengetahuan subyektif matematikanya telah sama dengan pengetahuan obyektifnya. Hubungan antara pengetahuan objektif dan pengetahuan subyektif dari matematika, serta langkah-langkah pembudayaan dapat ditunjukkan melalui diagram yang diadaptasi dari Ernest.P (1991) di atas.

    Diagram di atas menunjukkan hubungan antara “objective knowledge of mathematics”
    dan “subjective knowledge of mathematics” . Melalui “social negotiation processes” maka
    rekonstruksi pembelajaran matematika dalam pembudayaannya, menunjukkan proses yang
    sangat jelas bahwa pengetahuan baru tentang matematika “new knowledge” dapat berada pada
    lingkup sosial atau berada pada lingkup individu. Pengetahuan baru matematika pada lingkup
    sosial, dengan demikian bersifat obyektif dan pengetahuan baru pada lingkup individu akan
    bersifat subyektif. Dengan demikian, interaksi sosial dalam pembelajaran matematika menjadi
    sangat penting untuk mendekatkan pengetahuan subyektif matematika menuju pengetahuan
    obyektifnya. Hal demikian akan dengan mudah dipahami dan diimplementasikan jikalau guru
    yang bersangkutan juga memahami asumsi-asumsi yang disebut terdahulu.

    References:
    Marsisgit. (2009). Pembudayaan Matematika Di Sekolah Untuk Mencapai Keunggulan Bangsa. Makalah Disajikan Pada Seminar Nasional Pembelajaran Matematika Sekolah, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 6 Desember.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut Paul Ernest belajar adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi, oleh karenanya pendidikan matematika harus membantu perkembangan konstruksi pengetahuan melalui keterkaitan aktif dan interaksi siswa. Filsafat berasal dari bahasa Yunani yang berarti cinta pengetahuan atau kebenaran. Pemikiran-pemikiran dalam filsafat didasarkan atas pemikiran manusia dan hasilnya sangat tergantung pada pandangan filosof atau manusia yang bersangkutan . Meskipun kesimpulan dalam filsafat bersifat hakiki, namun tetap saja masih relatif dan subjektif, hal ini adalah alamiah. Jadi dapat dikatakan pula bahwa kebenaran filsafat juga bersifat relatif, artinya bahwa kebenaran tersebut masih bisa mengalami perkembangan sesuai dengan perubahan zaman dan peradapan manusia.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Gambar ini memaparkan bagaimana pandangan Paul Ernest mengenai hakikat belajar. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara pengetahuan subjektif dan pengetahuan objektif. Interaksi antara keduanya dapat memberikan konsep pengetahuan yang baru dan representase dari pengetahuan atau kreativitas.

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Gambar di atas menggambarkan hakikat belajar menurut Paul Ernest. Belajar melibatkan interaksi antara pengetahuan subjektif dan pengetahuan objektif. Keduanya saling berinteraksi agar pengetahuan yang dimiliki seseorang dapat berkembang. Hal ini bertujuan agar pengetahuan tersebut bukan hanya benar untuk dirinya tapi juga benar menurut orang lain (umum). Begitu juga dalam pembelajaran, perlu adanya interaksi antara pengetahuan subjektif dan pengetahuan objektif. Bisa dilakukakan dengan siswa mengemukakan pendapatnya, dan direvisi oleh guru jika ada yang keliru, agar siswa dapat membangun pengetahuan yang benar dan tepat serta bukan sesuatu yang salah konsep atau misunderstanding. Pengetahuan yang telah direvisi dan mendapatkan kritis dan masukan dari teman-teman dan guru, itu lah yang dinamakan pengetahuan objektif.

    ReplyDelete
  5. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Berdasarkan gambar bagan tersebut pertama saya melihatnya, saya langsung mengatakan bagan tersebut siklik. Akan terus melakukan interaksi yang berulang-ulang. Misalnya dalam kehidupan sehari-hari, pagi menuju siang menuju malam dan menuju ke pagi kembali dan seterusnya. itulah siklik. Kembali ke bagan hakekat belajar yang diadopsi pada Paul Ernest ini dapat kita pahami bahwa hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjective knowladge dan objectiv knowladge. Keduanya harus saling berinteraksi agar pengetahuan yang telah dipelajari seseorang dapat lebih berkembang lagi. Apabila terdapat interaksi antara satu orang dengan orang lainnya mengenai subjective knowladge dan objectiv knowladge ini, maka mereka akan saling bertukar pikiran untuk menemukan konsep-konsep yang baru dari pengetahuan yang telah mereka pelajari.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Hakikat belajar menurut paul ernest belajar terbagatas unsur objective knowladge, personal fomulation, subjective knowladge, public criticism ad reformulation dengan social negotation processes. Seluruh unsur unsur tersebut saling besrsinambungan dan berinteraksi. Dalam kaitannya dengan hakekat belajar, interaksi antara subjek pengetahuan dengan objek pengetahuan sangat penting adanya sehingga dapat tercipta suatu konsep yang dapat mendukung dalam proses belajar tersebut

    ReplyDelete