Nov 22, 2012

Hakekat Belajar _ Oleh Paul Ernest



67 comments:

  1. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hakekat belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan secara sadar dan terus menerus melalui bermacam-macam aktivitas dan pengalaman guna memperoleh pengetahuan baru sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku yang lebih baik (Djamarah, 2011). Menurut Paul Ernest, hakikat belajar melibatkan interaksi antara subjektivitas pengetahuan dan objektivitas pengetahuan. Interaksi antara keduanya menghasilkan perkembangan terhadap pengetahuan yang telah dipelajari. Jika terdapat interaksi antara satu individu dengan individu lainnya, maka mereka akan saling bertukar pikiran untuk menemukan konsep-konsep baru dari pengetahuan yang telah mereka pelajari.

    ReplyDelete
  2. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Menurut Paul Ernest, hakikat belajar mengsrah pada interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Interaksi keduanya harus dipenuhi agar pengetahuan yang telah dipelajari dapat terus berkembang dan memperluas pengetahuan yang telah dmiliki. Dengan cara ini setiap orang mampu membangun konsep-konsep pengetahuan yang salah satunya bermanfaat untuk membangun kreativitas.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Belajar menurut Paul Arenest memandang bahwa proses belajar disebabkan karena adanya interaksi sosial .
    Dengan interaksi sosial menyebabkan perubahan baik dari segi pemikiran individu atau pada tingkah laku dalam memandang suatu objek dan menjadi subjek.
    Proses belajar yang terjadi melibatkan pengetahuan sebelumnya yang kemudian dipilih atau dikombinasikan dengan apa yang ada dihadapan atau dijalani, yang kemudian dikonstruk menjadi pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Menurut Paul Ernest, belajar adalah proses untuk membangun pengetahuan melalui komunikasi. Oleh karena itu 'proses negosiasi sosial dituliskan pada pusat dari peta konsep hakikat belajar, karena proses negosiasi sosial mencakup komunikasi. Hakikat belajar melibatkan interaksi antara pengetahuan subjektif, pengetahuan objektif, personal reformulation, public critism and reformulation . Keempatnya saling berinteraksi sehingga terciptanya kreativitas-kreativitas pada si pembelajar. Belajar menyebabkan sikap, nilai, pengetahuan, pengalaman, keterampilan peserta didik menjadi berkembang.

    ReplyDelete
  5. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari gambar yang diberikan, saya merefleksi bahwa menurut paul ernest belajar merupakan proses yang berkelanjutan. Hal ini terlihat dari bagan yang membertuk jaringan yang terus berputar. Belajar berangkat dari pengetahuan subjektif yang kemudian mendapat kritikan publik dan berlanjut menjadi pengetahuan objektif, yang kemudian melalui proses reformulasi personal dan kembali menjadi pengetahuan subjektif.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Yang dapat saya pahami dari gambar di atas proses aktivitas sosial merupakan hal yang sangat penting dalam proses belajar. Selain itu Paul Ernest mengemukakan bahwa dalam hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Keduanya harus saling berinteraksi agar pengetahuan yang telah dipelajari seseorang dapat lebih berkembang lagi. Apabila ada interaksi antara satu orang dengan orang lainnya, maka mereka akan saling bertukar pikiran untuk menemukan konsep-konsep baru dari pengetahuan yang telah mereka pelajari.


    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari yang saya pelajari melalui gambar di atas, hakekat belajar dari Paul Ernest membutuhkan pengetahuan subjective dan pengetahuan objective. Konsep baru pengetahuan memunculkan adanya pengetahuan objective yang akhirnya menghasilkan personal reformulation. Dari hal tersebut, dibantu adanya konsep baru pengetahuan juga menghasilkan pengetahuan subjective, dan pengetahuan subjective didorong dengan adanya publikasi pengetahuan akan menghasilkan public criticism and reformulation yang berguna bagi perkembangan konsep pengetahuan.

    ReplyDelete
  8. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Berdasarkan bagan di atas, hakekat belajar menurut Paul Ernest adalah keterlibatan antara pengetahuan subyektif dan pengetahuan obyektif. Dimulai dari pengetahuan subyektif dulu, yaitu pengetahuan berdasarkan pandangan diri sendiri, kemudian untuk menjadikannya pengetahuan obyektif atau pengetahuan bersama, maka perlu adanya sebuah publikasi pengetahuan, bisa lewat seminar pendidikan misalnya, dari sini akan ada banyak kritik dan reformulasi dari masyarakat yang akan melahirkan konsep baru dari pengetahuan tersebut. Selanjutnya pengetahuan yang tadinya bersifat subyektif setelah dipulikasikan akan menjadi pengetahuan obyektif. Kemudian dari pengetahuan obyektif tadi, maka akan membentuk reformulasi personal dari peserta seminar tadi, dan melahirkan kembali konsep baru yang menjadikannya pengetahuan subyektif berdasarkan persepsinya.

    ReplyDelete
  9. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Interaksi antara subjectivity of mathematics dan objectivity of mathematics disebut sebagai "The Nature Of Students Learn Mathematics” atau "Hakekat Siswa Belajar Matematika". Inilah hakekat belajar matematika yang ditemukan oleh Paul Ernest (2002) dalam bukunya yang berjudul The Philosophy of Mathematics Education. Peranan Pengetahuan Obyektif dalam Matematika Menurut konstruktivisme sosial, matematika yang terpublikasi, yaitu matematika yang dinyatakan secara simbolis dalam wilayah publik, memiliki potensi menjadi pengetahuan objektif. Meskipun peran pengetahuan objektif sangat penting, namun perlu juga dikemukakan bahwa peran subjektif pengetahuan matematika juga harus diakui, atau jika tidak, penjelasan tentang matematika secara keseluruhan akan menjadi tidak lengkap. Pengetahuan subyektif diperlukan untuk menjelaskan asal-usul pengetahuan matematika baru serta sesuai dengan teori yang diusulkan, penciptaan kembali dan keberlanjutan keberadaan pengetahuan. Oleh karena pengetahuan objektif adalah sosial, dan bukanlah entitas subsisten-diri (self-subsistent) yang ada suatu wilayah yang ideal maka, sebagaimana semua aspek budaya pengetahuan ini, harus direproduksi dan diwariskan dari generasi ke generasi (diakui dengan bantuan artefak, seperti buku-buku bacaan).

    ReplyDelete
  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Kita tahu Belajar adalah suatu kata yang sudah akrab dengan semua lapisan masyarakat. Bagi para pelajar atau mahasiswa kata “belajar” merupakan kata yang tidak asing. Bahkan sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan mereka dalam menuntut ilmu dilembaga pendidikan formal. Kegiatan belajar mereka lakukan setiap waktu sesuai dengan keinginanOleh karena itu, seseorang yang melakukan aktivitas belajar dan diakhir dari aktivitasnya itu telah memperoleh perubahan dalam dirinya dengan pemilikan pengalaman baru, maka individu itu dikatakan telah belajar. Tetapi perlu diingatkan bahwa perubahan yang terjadi akibat belajar adalah perubahan yang bersentuhan dengan aspek kejiwaan dan mempengaruhi tingkah laku. Sedangkan perubahan tingkah laku akibat mabuk karena meminum minuman keras, akibat gila, akibat tabrakan dan sebagainya bukanlah kategori belajar dimaksud.

    ReplyDelete
  11. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hakekat belajar menurut Paul Ernest adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi. Komunikasi tersebut melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Keduanya unsur tersebut harus saling berinteraksi agar terjadi keterikatakan yang erat diantara keduanya, sehingga membantu dalam proses pembelajaran sesuai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran (khususnya matematika), guru harus mampu mengembangkan konstruksi pengetahuan melalui interaksi dengan siswa.

    ReplyDelete
  12. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Paul Ernest menyatakan bahwa belajar merupakan proses untuk menyusun pengetahuan melalui komunikasi. Hakikat belajar menurut paul ernest yaitu belajar terbagi atas unsur objective knowladge, personal fomulation, subjective knowladge, public criticism dan reformulation dengan social negotation processes. Seluruh unsur-unsur tersebut saling besrsinambungan dan berinteraksi. Dalam pembelajaran suatu nilai, sikap, tingkah-laku, seluruh perbuatan manusia yang terbentuk, kebiasaan, ketrampilan, pengetahuan dapat disesuaikan dan dikembangkan. Oleh karena itu, banyak ahli yang telah mencoba memberikan definisi-definisi mengenai belajar. Dalam proses belajar merupakan suatu proses dari berubahnya bentuk tingkah laku yang relatif tetap, perubahan akan tingkah laku tersebut hendaknya bukan hanya sekedar disebabkan oleh proses pertumbuhan fisik saja dan maupun juga bukan karena disebab kan perubahan kondisi fisik yg sifatnya temporer.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam proses belajar, pengetahuan baru yang diperoleh dari proses belajar digunakan untuk menghadapi masalah sosial yang akan dihadapi dan kemudian dijadikan skema dalam membangun pengetahuan selanjutnya.
    Secara parsial dari siklus ini menunjukkan bahwa proses menemukan pengetahuan baru yang berawal dari pengetahuan subjektif yaitu dengan dilanjutkan lewat mempublikasikan pengetahuan subjektif kita agar dapat dikritik secara umum sehingga pengetahuan subjektif tadi menjadi pengetahuan objektif yang dibangun oleh pikiran kita sendiri lewat kreatifitas berdasarkan kritik publik dan reformulasi.

    ReplyDelete
  14. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dalam proses belajar merupakan suatu proses dari berubahnya bentuk tingkah laku tertentu yg secara relatif permanen, perubahan akan tingkah laku tersebut hendaknya bukan hanya sekedar disebabkan oleh proses pertumbuhan fisik saja dan juga bukan karena disebab kan perubahan kondisi fisik yg sifatnya temporer. Paul Ernest mengemukakan bahwa dalam hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan, seluruh unsur tersebut saling besrsinambungan dan berinteraksi. Dalam kaitannya dengan hakekat belajar, interaksi antara subjek pengetahuan dengan objek pengetahuan sangat penting adanya sehingga dapat tercipta suatu konsep yang dapat mendukung dalam proses belajar.

    ReplyDelete
  15. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut Paul Ernest belajar adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi, terutama dalam belajar matematika sebagai konstruktivis. Dari bagan yang disajikan di atas terdapat suatu siklus dalam belajar menurut Paul Ernest yaitu new concept of knowledge, representatif of knowledge, dan publication of knowledge. Jika saya simpulkan berarti bahwa belajar itu merupakan proses penemuan konsep baru dalam pengetahuan yang diperoleh dari pengetahuan yang objektif dan subjektif yang kemudian direpresentasikan dengan adanya penyusunan kembali baik personal maupun publik yang selanjutnya dapat dipublikasikanlah (dikomunikasikan) konsep baru pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  16. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan foto tersebut saya mencoba untuk menerjemahkan bahwa pengetahuan objektif yang diformulasikan oleh seseorang secara personal maka dapat menjadi pengetahuan orang yang subjektif. Sedangkan pengetahuan subjektif milik seseorang bila dikritisi, diberi masukan, saran dalam proses diskusi maka dapat menjadi pengetahuan yang objektif. Sehingga proses komunikasi adalah hal yang esensial dikarenakan dalam membangun pengetahuan dibutuhkan komunikasi antar subjek subjek belajar.

    ReplyDelete
  17. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Berdasarkan diagram di atas, terlihat bahwa pentingnya suatu interaksi antar element-element pembelajaran untuk menciptakan suatu pengetahuan baru. Terlihat bahwa jika siswa kritis terhadap pengetahuan subjektifnya dalam kelompok maka akan tercipta suatu pengetahuan objektif.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Hakekat belajar yang digambarkan di atas terlihat bahwa hakikat yang terjadi merupakan suatu proses interaksi sosial antara pengetahuan subjektif dan pengetahuan objektif. Hakekat belajar ini akan terus menerus berputar prosesnya dan tidak berhenti antara subjektif dan objektif tingkatannya seimbang. Hakikat matematika dilakukan dengan penemuan konsep baru berdasarkan kreatifitas yang kemudian akan mejadi objek pengetahuan kemuan direpresentasikan kemudian dirumuskan kembali secara individu yang kemudian akan menemukan konsep kembali yang akan menjadi pengetahuan subjektif yang akhirnya dipublikasikan kembali dan seterusnya langkah ini akan berulang.

    ReplyDelete
  19. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Berdasarkan bagan mengenai hakikat belajar dari Paul Ernest(1991) , terlihat bahwa dalam hakikat belajar tersebut melibatkan interaksi dua komponen dalam pengetahuan yaitu subjektivitas pengetahuan dan objektivitas pengentahuan

    ReplyDelete
  20. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Paul Ernest berpendapat bahwa dalam hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Keduanya harus saling berinteraksi agar pengetahuan yang telah dipelajari seseorang dapat lebih berkembang lagi. Apabila ada interaksi antara satu orang dengan orang lainnya, maka mereka akan saling bertukar pikiran untuk menemukan konsep-konsep baru dari pengetahuan yang telah mereka pelajari. Dengan demikian, pengetahuan mereka akan terus berkembang menjadi logos.

    ReplyDelete
  21. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016
    Konstruktivisme sosial menghubungkan pengetahuan subjektif dan objektif dalam sebuah siklus di mana masing-masing memberikan kontribusi dalam pembaruan satu sama lain. Seperti halnya ketika seorang anak mempelajari matematika akan memperoleh pengeatahuan subjektif, kemudian interkasi seorang anak dengan temannya ( hasil diskusi) ketika pengetahuan subyektif matematika yang diinternalisasikan secara luas, akan merekonstruksi pengetahuan objektif

    ReplyDelete
  22. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Pada gambar yang ada dijelaskan bagaimana pemikiran Paul Ernest mengenai hakekat belajar. Pengetahuan terbentuk melalui adanya interaksi baik secara individu maupun secara berkelompok. Pengetahuan objektif diperoleh melalui interaksi antar kelompok yang kemudian diformulasi lagi oleh masing-masing individu menjadi pengetahuan subjektif. Dengan kata lain, belajar merupakan interaksi antara pengetahuan objektif dan pengetahuan subjektif, antara individu dengan individu maupun individu dengan kelompok.

    ReplyDelete
  23. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika

    Dari gambar diatas menjelaskan hakekat belajar menurut Paul Ernest memaparkan aktivitas sosial dalam pebelajarn. DImana subjek pengetahuan dan objek pengetahuan saling berinteraksi. Semua komponen pada aktivitas hakekat belajar Paul Ernest ini bersifat siklki yang akan terus menerus berlangsung berulang dan berurutan.

    ReplyDelete
  24. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari gambar yang disajikan di atas, Menurut Paul Ernest hakekat belajar itu adalah rangkaian interaksi dari subjek dan objek pengetahuan.; Dimana alur interaksinya disajikan dalam bagan tersebut. Lebih lanjut nya interaksi tersebut bukanlah satu arah kemudian selesai. Namun berupa siklus yang saling mempengaruhi untuk mencapai pengetahuan yang lebih luas lagi.

    ReplyDelete
  25. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada dasarnya, belajar menurut Paul Ernest digambarkan melalui sebuah siklus. Dimana permulaannya adalah dari fenomena yang kemudian berupa deskripsi diri. Ini merupakan pengetahuan subyektif (personal). Kemudian pengetahuan personal ini akan dipublikasikan untuk kemudian diberikan input (critics) secara logis atau rasional. Melalui kritik ini pengetahuan kita nantinya akan berupa deskripsi obyektif (impersonal) yang dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya saja scientific work seperti skripsi, tesis, tesis atau disertasi. Pengetahuan obyektif inilah nantinya yang akan memunculkan fenomena baru. Begitu seterusnya siklus ini berulang sebagai hakekat seseorang dalam belajar menurut Paul Ernest.

    ReplyDelete
  26. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari gambar di atas, menurut saya belajar merupakan suatu siklus. Hal-hal yang mempengaruhi belajar tersebut tidaklah dikit. Belajar juga berarti menemukan suatu konsep yang baru. Konsep baru itu sendiri diperoleh dari pengetahuan yang objektif dan subjektif.

    ReplyDelete
  27. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Hakikat belajar pada bagan di atas menjelaskan keterkaitan (mendukung dan saling bergantung) antara pengetahuan objektif dan subjektif dalam pengetahuan dengan pandangan konstruktivisme sosial. Pengetahuan subjektif akan mengarah pada kreasi pengetahuan melalui media interaksi social dan penerimaan. Hal ini juga mendukung dan mengkreasi ulang pengetahuan, yang mana didasarkan pada pengetahuan subjektif dari individu-individu. Representasi dari pengetahuan objektif adalah suatu yang memungkinkan asal-usul dan kreasi kembali pengetahuan subjektif. Maka siklus kreatif, pengetahuan subjektif mengkreasikan pengetahuan objektif yang pada gilirannya mengarah pada kreasi ulang pengetahuan subjektif.

    ReplyDelete
  28. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Paul Ernest merupakan seorang penganut Konstruktivis. Hal ini tampak dari tulisannya dalam “The Philoshophy of Mathematics Education”. Dalam pandangan Paul Ernest, belajar adalah untuk mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui. Dalam hidup kita banyak hal yang harus kita pelajari, jadi kita selalu belajar sepanjang waktu, kita belajar sesuatu yang baru setiap saat. Di dalam diagram ini, pembelajaran adalah proses pengetahuan obyektif dan pengetahuan subyektif, berdasarkan perumusan pribadi, dan kritik publik, dan semua proses itu bergantung pada kreativitas kita.

    ReplyDelete
  29. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Hakekat belajar oleh Paul Ernest adalah proses belajar yang terjadi karena proses negosiasi sosial. Dimulai dari representasi pribadi yang menjadi pengetahuan baru yang disebut pengetahuan subjektif lalu dipublikasikan ke dunia luar (lingkungan masyarakat) kemudian mendapat kritik dari lingkungan masyarakat lalu menjadi pengetahuan baru yang disebut pengetahuan objektif kemudian direpresentasikan secara pribadi oleh setiap individu lalu kembali menjadi pengetahuan baru yang disebut pengetahuan subjektif lagi dan seterusnya mengalami proses yang terus berputar.

    ReplyDelete
  30. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Menurut Paul Ernest (Martin, 2009) belajar adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi, oleh karenanya pendidikan matematika harus membantu perkembangan konstruksi pengetahuan melalui keterkaitan aktif dan interaksi siswa.Sebagai filsafat matematika, kontruksivitisme sosial, seperti yang didefinisikan oleh Ernest (1991) memandang matematika sebagai suatu konstruksi sosial. Hal ini didasarkan pada konvensionalisme yang mengakui bahwa manusia, aturan dan kesepakatan berperan dalam membangun dan membenarkan kebenaran matematika.

    ReplyDelete
  31. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, diagram tersebut artinya bahwa dalam belajar perlu adanya interaksi tiap elemen. Dan belajar pada hakekatnya adalah kontinu atau berkesinambungan dan terus berputar menurut diagram tersebut.

    ReplyDelete
  32. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Belajar merupakan proses siklus, penghubung antara objective dengan personal reformulation adalah representation of knowledge atau representasi pengetahuan yang dibangun dengan kreatifitas. Jika suatu permasalahan dideskripsikan dengan menggunakan representasi pengetahuan yang tepat, maka permasalahan tersebut diselesaikan. Dari personal reformualation menuju subjektive knowledge dijembatani dengan kosep pengetahuan baru dan itu juga merupakan kreatifitas.

    ReplyDelete
  33. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Belajar dapat didefinisikan ke dalam berbagai macam sudut pandang. Hakekat belajar menurut Paul Ernest dalam Martin (2009) adalah membangun suatu pengetahuan melalui komunikasi, sehingga belajar meruupakan suatu proeses mengkonstruksi pengetahuan melalui keterkaitan aktif dan interaktif siswa. Belajar terbagi atas unsur objective knowledge, personal refomulation, subjective knowladge, public criticism ad reformulation yang terhubung dalam social negotation processes. Seluruh unsur unsur tersebut saling besrsinambungan dan berinteraksi satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete

  34. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.
    Terimakasih banyak Pak prof
    Bila dilihat dari gambar di atas membentuk pola seperti sebuah lingkaran.Itu menandakan bahwa hakekat belajar menurut Paul Ernest merupakan sesuatu yang berkesinambungan dan tidak berujung.Hakekat belajar bersifat kontiyu terus dan terus berlanjut.Sesuai dengan perkembangan zaman tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan atau pembaruan dari konsep yang telah ada sebelumnya tentang hakikat belajar.

    ReplyDelete
  35. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Paga diagram di atas dapat dilihat bahwa hakekat belajar menurut Paul Ernest melibatkan subjek dan objek melalui reformulasi personal dan Reformulasi dan kritisisme publik. masing-masing alur melalui proses kreativitas atau menghasilkan suatu kreativitas. bisa dalam bentuk konsep baru pengetahuan, atau representasi dari ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  36. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Hakikat belajar yang disampaikan oleh bapak ernest menyimpan makna yang mendalam bahwa belajar tidak sekedar bersumber dari guru namun belajar adalah proses negosiasi sosial dimana siswa sebagai subyek belajar mampu menangkap pengetahuan yang ada di lingkungan sosial dan merumuskannya sehingga siswa mampu melahirkan konseo belajar sesuai apa yang dipahaminya. Perumusan konsep ini tidak lepas dari diskusi dan konfirmasi dari guru sehingga siswa mampu berjalan pada pengetahuan yang tepat. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  37. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami bahwa belajar adalah dimana kita menginternalisasi/merefleksi/menganalisa dunia luar dan melalui mana kita membangun pengalaman dan mengingatnya dengan baik sehingga terjadi perubahan tingkah laku, pola pikir, dan pengetahuan yang dimiliki individu yang relatif tetap. Sehingga dalam belajar seseorang hendaknya juga melakukan aktfitas-aktifitas kognitif untuk mendapatkan informasi, mengolah informasi, dan membuat suatu kesimpulan atau keputusan terkait dengan materi yang dipelajari, tidak sekedar menerima informasi tentang materi yang dipelajari.

    ReplyDelete
  38. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Menurut Paul Ernest, pada hakikatnya belajar melibatkan interaksi antara pengetahuan subyektif dan objektif dalam suatu siklus yang melingkar. Keduanya saling berinteraksi agar pengetahuan yang telah dipelajari dapat berkembang. Maka, pengetahuan matematika juga merupakan konstruksi sosial. Pembentukan pengetahuan dapat dimulai dari pengetahuan subyektif yang dipublikasikan atau dikomunikasikan, kemudian dari publikasi tersebut terdapat kritik atau perbaikan yang kemudian dapat menghasilkan pengetahuan baru. Pengetahuan baru ini menjadi pengetahuan obyektif. Kemudian, pengetahuan obyektif dikonstruksi dan direpresentasikan secara personal oleh siswa sehingga akan menjadi pengetahuan subyektif. Demikian seterusnya, pengetahuan yang telah diperoleh tersebut akan semakin berkembang dengan adanya komunikasi dan interaksi sosial. Maka, menurut pandangan ini, pengetahuan diperoleh secara individu dengan cara mengkonstruksi pengetahuannya sendiri berdasarkan hasil interaksinya dengan obyek dan pengalaman sosial.

    ReplyDelete
  39. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Hakikat belajar menurut Paul Ernest merupakan proses dari pengetahuan obyektif kemudian menggunakan pemahaman dan pengalaman pribadi menjadi perumusan pribadi sehingga menghasilkan pengetahuan subyektif. Pengetahuan subyektif baru benar menurut subyeknya belum dapat berlaku umum. Dari pengetahuan subyektif tersebut memperoleh masukan dari pihak-pihak umum yang kemudian menjadi dasar untuk memperbaiki pengetahuan subyektif apabila ada yang perlu diperbaiki dan melengkapi hal-hal yang perlu dilengkapi. Setelah pengetahuan subyektif tersebut diperbaiki maka akan menjadi pengetahuan obyektif baru. Begitu seterusnya. Sehingga proses belajar tidak akan berhenti.

    ReplyDelete
  40. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Hakekat belajar menurut Paul Ernest di atas berbentuk siklis dimana pengetahuan subjektif kita kemudian dipublikasi sehingga pengetahuan subjektif tersebut mendapatkan kritik atau masukan dari masyarakat. Setelah meramu dari pengetahuan kita dan masukan atau kritik dari khalayak, muncullah konsep pengetahuan yang baru yaitu pengetahuan objektif. Inilah yang direperesentasikan sebagai sebagai suatu pengetahuan. Namun pengetahuan objektif diterima oleh diri kita masing-masing, sehingga kita bisa mereformulasikan sendiri-sendiri tentang pengetahuan tersebut. Sehingga muncul kembali pengetahuan subjektif. Begitu seterusnya membentuk suatu siklis.

    ReplyDelete
  41. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Melihat siklus hakikat belajar oleh Paul Ernest di atas, ternyata belajar itu dapat juga dari proses negosiasi sosial. Pada bagan di atas dapat dilihat bahwa proses negosiasi sosial itu menghasilkan pendapat publik dan pendapat perseorangan atau individu. dari pendapat individu tersebut menghasilkan konsep pengetahuan baru yang bersifat pengetahuan subjektif, ketika konsep pengetahuan ini diketahui oleh publik maka terbentuklah krik publik mengenai pengetahuan yang bersifat subjektif tersebut, dan menghasilkan konsep pengetahuan baru lagi yang bersifat lebih umum. Setelah itu pengetahuan yang bersifat umum tersebut direpresentasikan oleh individu kembali, dengan proses berpikir maka didapatkan kembali pandangan mengenai konsep yang menyempurnakan konsep sebelumnya, dan seterusnya.

    ReplyDelete
  42. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berdasarkan pemahaman saya pada diagram di atas, sifat belajar adalah bagaimana mengolah pengetahuan objektif, sebagai representasi pengetahuan, menjadi pengetahuan subyektif sebagai konsep pengetahuan baru. Maka yang bisa diterbitkan bisa terbentuk sebagai konsep baru dan setelah itu ada dalam diskusi sosial, maka itu akan menjadi umpan balik bagi diri kita. Selanjutnya, benda itu bisa bisa diolah lagi oleh diri kita sendiri maka akan menjadi proses yang terus menerus untuk menciptakan konsep baru pengetahuan yang akan berguna bagi kita.

    ReplyDelete
  43. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    terimakasih Prof
    Pemahaman saya atas diagram tersebut adalah, proses pembelajaran itu berlangsung terusmenerus, dengan proses yaitu ketika kita memiliki suatu pemahaman atau pengetahuan yang bersifat subyektif, kemudian kita akan mempublish pengetahuan tersebut, hingga terjadilah fase dimana pemahaman tersebut akan menjadi pro dan kontra. dalam fase ini suatu paham akan diuji kebenarannya serta dievaluasi, hingga menjadi paham baru yang bersifat universal. Suatu paham, kemudian akan diolah dalam diri hingga menjadikannya suatu pemahaman yang baru dalam diri manusia, begitu seterusnya, karena kita sebagai manusia hendaknya tidak merasa cukup atas pengetahuan yang kita dapat, karena rasa kecukupan itu akan menjadikan kita malas untuk belajar, dan berkembang.

    ReplyDelete
  44. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Saya mencoba memahami dalam siklus yang digagas Paul Ernest tersebut membangun pengetahuan diawali dari subyektifitas yang kemudian menuju obyektifitas. Pengetahuan yang subyektif ini akan dipublikasikan sehingga akan mendapatkan input berupa kritik yang berguna untuk menguniversalkan pandangan yang semula subyektif tersebut sehingga mlogis atau rasional. Melalui perbaikan atas kritik publik tersebut akan menghasilkan deskripsi obyektif yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika saya terjemahkan siklus ini seperti thesis mahasiswa yang awalnya berangkat dari masalah menurut persepsinya kemudian mencoba untuk diobyektifkan melalui kritik dari dosen, seminar dan publikasi sehingga dapat menghasilkan karya yang dapat diterima oleh banyak orang.

    ReplyDelete
  45. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hakikat belajar pada bagan di atas menjelaskan keterkaitan (mendukung dan saling bergantung) antara pengetahuan objektif dan subjektif dalam pengetahuan dengan pandangan konstruktivisme sosial. Pengetahuan subjektif akan mengarah pada kreasi pengetahuan melalui media interaksi social dan penerimaan. Hal ini juga mendukung dan mengkreasi ulang pengetahuan, yang mana didasarkan pada pengetahuan subjektif dari individu-individu. Representasi dari pengetahuan objektif adalah suatu yang memungkinkan asal-usul dan kreasi kembali pengetahuan subjektif. Maka siklus kreatif, pengetahuan subjektif mengkreasikan pengetahuan objektif yang pada gilirannya mengarah pada kreasi ulang pengetahuan subjektif.

    ReplyDelete
  46. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Belajar merupakan suatu keharusan bagi seluruh manusia, karena dengan belajar manusia mampu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Belajar pada hakekatnya berawal dari mempelajari konsep-konsep baru, yang kemudian di telaah dalam akal pikiran manusia, kemudian berlajut pada pemahaman akan suatu konsep baru, dan terahir mampu untuk menyampaikan konsep-konsep yang telah dipahami. Maka semua alur tersebut disebut dengan belajar. Meskipun dalam setiap tindakan yang telah kita lalui, kita jarang menyadari bahwa hal tersebut merupakan alur dalam proses belajar.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  47. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Hakikat belajar seperti yang digambarkan di atas bersifat siklis. Pengetahuan subjektif setelah melalui kritik atau masukan dari publik/masyarakat akan berubah menjadi pengetahuan objektif. Selanjutnya pengetahuan objektif ini jika mendapatkan pandangan atau reformulasi personal akan menjadi pengetahuan subjektif. Pengetahuan yang baik tentunya tidak hanya dibangun mendasarkan pandangan dari diri sendiri, melainkan ada baiknya untuk juga melibatkan komparasi pandangan publik atau masyarakat atau para ahli.

    ReplyDelete
  48. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari diagram gambar diatas, terlihat bahwa yang dimaksud hakikat belajar oleh paul ernest ini berupa siklus yang terus berulang. Ketika pengerahuan dimulai dari pengetahuan objektif maka diperlukan kemampuan representasi untuk mengkoding pengetahunan ke dalam diri kemudian timbullah konsep baru dari pengetahuan yang diperolehnya berkembang menjadi pengetahuan subjek. Pengetahuan ini jika dipublikasiakn akan memperoleh kritik dan dikembangkan lagi oleh masyarakat umum, sehingga akan berkembang lah pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  49. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Hakekat belajar itu dimana pun, kapanpun, dan dilakukan secara kontinu. Dalam menggapai pengetahuan subjektif, kita lebih fokus pada standar kita, tanpa mempertimbangkan standar yang digunakan orang lain. Maka, kita perlu berusaha mencapai pengetahuan objektif yang lebih menitiberatkan pada standar orang banyak, bukan lagi menerapkan standar pribadi

    ReplyDelete
  50. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Belajar itu sendiri memiliki makna sebagai suatu proses membangun pengetahuan dengan cara negosiasi sosial. Terdapat lima macam peta pendidikan menurut Paul Ernest, yaitu industrial trainer, technological pragmatist, old humanist, progrssive educator, dan public educator. Kelima peta ini merupakan urutan dari jenis mendidik, dimulai dari industrial trainer yang berupa teacher center sampai pada public educator yang berupa paradigma student center.

    ReplyDelete
  51. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Dari diagram di atas, dapat diketahui bahwa pengetahuan ada dua yaitu pengetahuan objektif dan pengetahuan subjektif. Saya tidak terlalu paham makna keduanya. Akan tetapi keduanya berperan dalam membangun kemampuan bernegosiasi sosial. Sikap yang sesuai dengan norma-norma juga merupakan salah satu tujuan dari belajar selain memperkaya pengetahuan.

    ReplyDelete
  52. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Paul Ernest menyatakan bahwa belajar adalah proses untuk membangun pengetahuan melalui komunikasi. Dengan belajar maka nilai, sikap, tingkah, laku, semua perbuatan manusia terbentuk, kebiasaan, keterampilan, pengetahuan, keterampilan, disesuaikan & dikembangkan. Oleh sebab itu, banyak ahli yang telah mencoba memberikan definisi–definisi mengenai belajar.

    ReplyDelete
  53. Dalam proses belajar merupakan suatu proses dari berubahnya bentuk tingkah laku tertentu yang secara relatif permanen, perubahan akan tingkah laku tersebut hendaknya bukan hanya sekedar disebabkan oleh proses pertumbuhan fisik saja dan maupun juga bukan karena disebabkan perubahan kondisi fisik yg sifatnya temporer. Hakikat belajar menurut paul ernest belajar terbagi atas unsur objective knowladge, personal fomulation, subjective knowladge, public criticism ad reformulation dengan social negotation processes. Seluruh unsur unsur tersebut saling berkesinambungan dan berinteraksi.

    ReplyDelete
  54. Junianto
    PM C

    Berdasarkan diagram dalam postingan ini, saya mencoba memahami bahwa hakikat belajar adalah proses berkelanjutan dalam memahami sebuah pengetahuan. Dalam diagram juga terdapat pengetahuan subjektifa dan objektif. Pengetahuan subjektif yang saya pahami disini adalah bahwa setiap orang dalam proses belajar pasti memiliki gagasan atau argumen sebagai bagian dari proses berpikir. Pengetahuan subjektif ini kemudian akan ada penilaian publik bisa dengan diskusi, penjelasan dari guru, dll. Dari proses ini kemudian disepakati sebuah kesimpulan yang dipercaya dan diakui umum yaitu sebagai pengetahuan objektif. Begitu proses belajar akan berlangsung terus menerus selama manusia masih hidup.

    ReplyDelete
  55. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari gambar yang diberikan, saya merefleksi bahwa menurut paul ernest belajar merupakan proses yang berkelanjutan. Hal ini terlihat dari bagan yang membertuk jaringan yang terus berputar. Belajar berangkat dari pengetahuan subjektif yang kemudian mendapat kritikan publik dan berlanjut menjadi pengetahuan objektif, yang kemudian melalui proses reformulasi personal dan kembali menjadi pengetahuan subjektif.

    ReplyDelete

  56. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dari bagan yang ditampilkan, yang dapat saya pahami adalah bahwa belajar itu bukan merupakan mendapat pengetahuan secara langsung dari sumber misalnya seorang guru. Tetapi hakekat belajar yang sebenarnya adalah jika seorang siswa melihat suatu kondisi kemudian dia memiliki pandangan subyektif terhadap pengalaman barunya tersebut. Setelah itu jika dimasukkan kedalam sebuah diskusi dengna beberapa partner, maka ia akan memperoleh pengetahuan yang bersifat obyektif yang merupakan kesepakatan. Dengan sintaks yang berjalan seperti ini maka siswa dapat dikatakan sedang belajar, karena dia menemukan kemudian mendontruksi sendiri pengetahuan baru yang diperoleh

    ReplyDelete
  57. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. dari gambar di atas dapat saya simpulkan bahwa belajar adalah proses siklik yang sustainabel di mana pengetahuan objektif berasal dari kritik publik lalu direpresentasikan oleh masing-masing individu yang kemudian menjadi pengetahuan subjektif. Pengetahuan subjektif tersebut lalu di publikasikan dan mendapat kritik dari masyarakat luas, dan begitu seterusnya.

    ReplyDelete
  58. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Menurut pemahaman saya mengenai gambar tersebut, belajar adalah proses yang terjadi terus-menerus atau berkelanjutan. Belajar adalah hal yang terus menerus kita lakukan dari kecil hingga dewasa. Belajar bukan berati sebatas belajar matematika, ipa, bahasa, dan mata pelajaran lain. Belajar yang dimaksud disini adalah belajar banyak hal, misalkan belajar berjalan, bicara, mengerti orang lain, belajar memaafkan, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  59. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap orang harus mampu membangun konsep-konsep pengetahuan yang salah satunya bermanfaat untuk membangun kreativitas. Menurut Paul Ernest, hakikat belajar mengarah pada interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Interaksi keduanya harus dipenuhi agar pengetahuan yang telah dipelajari dapat terus berkembang dan memperluas pengetahuan yang telah dimiliki.

    ReplyDelete
  60. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Based on my understanding on the diagram above,the nature of learning is how to process the objective knowledge, as the representation of knowledge,into the subjective knowledge as a new concepts of knowledge. Then its can be published thus can formed as a new concept and after that being exist in social discussion,it would become a feed back to our selves. Next, that thing can be able to be processed again by ourselves then it will be a continuous process to create another new concept of knowledge that wouldbe useful in ourlives.

    ReplyDelete
  61. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dari diagram yang disajikan dalam artikel ini kita melihat bahwa ada fase dimana pengetahuan itu masih bersifat subjektif. Pengetahuan subjektif ini berawal dari asumsi-asumsi yang dibangun oleh manusia berdasarkan logika ataupun pengalamannya. Setelah pengetahuan yang bersifat ini dibenturkan dengan kepentingan umum, atau pengetahuan umum/ orang lain, akan didapatkan perdebatan-perdebatan yang nantinya akan menuju pada suatu kesimpulan yang kita kenal sebagai kebenaran objektif.

    ReplyDelete
  62. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Hakikat belajar seperti pada alur diagram diatas adalah munculnya kreatifitas dari siswa. Salah satu yang bisa memunculkan kreatifitas siswa adalah dengan cara diskusi kelompok. Guru memberikan soal yang sesuai dengan ZPD siawa, kemudian siswa mendiskusikannya, guru disini bisa secara berkala memberikan scafolding kepada kelompok. Selain memunculkan kreativitas, diskusi kelompok bisa sebagai sarana untuk belajar mengemukakan ide siswa kepada siswa lainnya.

    ReplyDelete
  63. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Hakekat belajar oleh Paul Ernest adalah proses belajar yang terjadi karena proses komunikasi sosial. Dimulai dari representasi pribadi yang menjadi pengetahuan baru yang disebut pengetahuan subjektif lalu dipublikasikan ke dunia luar (lingkungan masyarakat) kemudian mendapat kritik dari lingkungan masyarakat lalu menjadi pengetahuan baru yang disebut pengetahuan objektif kemudian direpresentasikan secara pribadi oleh setiap individu lalu kembali berputar seperti awal mula dan seterusnya. Sehingga belajar adalah proses siklik yang melibatkan proses di dalam diri sendiri yang berinteraksi dengan lingkungan luar atau sosial.

    ReplyDelete
  64. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Paul Ernest mengemukakan bahwa hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Keduanya harus saling berinteraksi agar tercipta suatu konsep yang dapat mendukung dalam proses belajar. Terimakasih.


    ReplyDelete
  65. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Berdasarkan bagan diatas mengenai hakikat belajar dari Paul R=Ernest (1991), terlihat bahwa dalam hakikat belajar tersebut melibatkan interaksi dua komponen. Dalam pengetahuan yaitu sebjektivitas pengetahuan dan objektivitas pengetahuan.

    ReplyDelete
  66. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Hakekat belajar menurut Paul ernest melibatkan 2 komponen, sujektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Kedua hal ini haruslah saling beringingan. Interaksi keduanya akan meningkatkan pengetahuan. Menurut kaum sosial contructivisme, siswa merupakan makhluk sosial dan mempunyai kemampuan untuk membangun pengetahuan. Sehingga gurulah yang harus memfasilitasi peserta didik untuk membangun pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete