Nov 22, 2012

Hakekat Belajar _ Oleh Paul Ernest



22 comments:

  1. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berdasarkan pemahaman saya pada diagram di atas, sifat belajar adalah bagaimana mengolah pengetahuan objektif, sebagai representasi pengetahuan, menjadi pengetahuan subyektif sebagai konsep pengetahuan baru. Maka yang bisa diterbitkan bisa terbentuk sebagai konsep baru dan setelah itu ada dalam diskusi sosial, maka itu akan menjadi umpan balik bagi diri kita. Selanjutnya, benda itu bisa bisa diolah lagi oleh diri kita sendiri maka akan menjadi proses yang terus menerus untuk menciptakan konsep baru pengetahuan yang akan berguna bagi kita.

    ReplyDelete
  2. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    terimakasih Prof
    Pemahaman saya atas diagram tersebut adalah, proses pembelajaran itu berlangsung terusmenerus, dengan proses yaitu ketika kita memiliki suatu pemahaman atau pengetahuan yang bersifat subyektif, kemudian kita akan mempublish pengetahuan tersebut, hingga terjadilah fase dimana pemahaman tersebut akan menjadi pro dan kontra. dalam fase ini suatu paham akan diuji kebenarannya serta dievaluasi, hingga menjadi paham baru yang bersifat universal. Suatu paham, kemudian akan diolah dalam diri hingga menjadikannya suatu pemahaman yang baru dalam diri manusia, begitu seterusnya, karena kita sebagai manusia hendaknya tidak merasa cukup atas pengetahuan yang kita dapat, karena rasa kecukupan itu akan menjadikan kita malas untuk belajar, dan berkembang.

    ReplyDelete
  3. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Saya mencoba memahami dalam siklus yang digagas Paul Ernest tersebut membangun pengetahuan diawali dari subyektifitas yang kemudian menuju obyektifitas. Pengetahuan yang subyektif ini akan dipublikasikan sehingga akan mendapatkan input berupa kritik yang berguna untuk menguniversalkan pandangan yang semula subyektif tersebut sehingga mlogis atau rasional. Melalui perbaikan atas kritik publik tersebut akan menghasilkan deskripsi obyektif yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika saya terjemahkan siklus ini seperti thesis mahasiswa yang awalnya berangkat dari masalah menurut persepsinya kemudian mencoba untuk diobyektifkan melalui kritik dari dosen, seminar dan publikasi sehingga dapat menghasilkan karya yang dapat diterima oleh banyak orang.

    ReplyDelete
  4. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hakikat belajar pada bagan di atas menjelaskan keterkaitan (mendukung dan saling bergantung) antara pengetahuan objektif dan subjektif dalam pengetahuan dengan pandangan konstruktivisme sosial. Pengetahuan subjektif akan mengarah pada kreasi pengetahuan melalui media interaksi social dan penerimaan. Hal ini juga mendukung dan mengkreasi ulang pengetahuan, yang mana didasarkan pada pengetahuan subjektif dari individu-individu. Representasi dari pengetahuan objektif adalah suatu yang memungkinkan asal-usul dan kreasi kembali pengetahuan subjektif. Maka siklus kreatif, pengetahuan subjektif mengkreasikan pengetahuan objektif yang pada gilirannya mengarah pada kreasi ulang pengetahuan subjektif.

    ReplyDelete
  5. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Belajar merupakan suatu keharusan bagi seluruh manusia, karena dengan belajar manusia mampu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Belajar pada hakekatnya berawal dari mempelajari konsep-konsep baru, yang kemudian di telaah dalam akal pikiran manusia, kemudian berlajut pada pemahaman akan suatu konsep baru, dan terahir mampu untuk menyampaikan konsep-konsep yang telah dipahami. Maka semua alur tersebut disebut dengan belajar. Meskipun dalam setiap tindakan yang telah kita lalui, kita jarang menyadari bahwa hal tersebut merupakan alur dalam proses belajar.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  6. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Hakikat belajar seperti yang digambarkan di atas bersifat siklis. Pengetahuan subjektif setelah melalui kritik atau masukan dari publik/masyarakat akan berubah menjadi pengetahuan objektif. Selanjutnya pengetahuan objektif ini jika mendapatkan pandangan atau reformulasi personal akan menjadi pengetahuan subjektif. Pengetahuan yang baik tentunya tidak hanya dibangun mendasarkan pandangan dari diri sendiri, melainkan ada baiknya untuk juga melibatkan komparasi pandangan publik atau masyarakat atau para ahli.

    ReplyDelete
  7. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari diagram gambar diatas, terlihat bahwa yang dimaksud hakikat belajar oleh paul ernest ini berupa siklus yang terus berulang. Ketika pengerahuan dimulai dari pengetahuan objektif maka diperlukan kemampuan representasi untuk mengkoding pengetahunan ke dalam diri kemudian timbullah konsep baru dari pengetahuan yang diperolehnya berkembang menjadi pengetahuan subjek. Pengetahuan ini jika dipublikasiakn akan memperoleh kritik dan dikembangkan lagi oleh masyarakat umum, sehingga akan berkembang lah pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  8. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Hakekat belajar itu dimana pun, kapanpun, dan dilakukan secara kontinu. Dalam menggapai pengetahuan subjektif, kita lebih fokus pada standar kita, tanpa mempertimbangkan standar yang digunakan orang lain. Maka, kita perlu berusaha mencapai pengetahuan objektif yang lebih menitiberatkan pada standar orang banyak, bukan lagi menerapkan standar pribadi

    ReplyDelete
  9. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Belajar itu sendiri memiliki makna sebagai suatu proses membangun pengetahuan dengan cara negosiasi sosial. Terdapat lima macam peta pendidikan menurut Paul Ernest, yaitu industrial trainer, technological pragmatist, old humanist, progrssive educator, dan public educator. Kelima peta ini merupakan urutan dari jenis mendidik, dimulai dari industrial trainer yang berupa teacher center sampai pada public educator yang berupa paradigma student center.

    ReplyDelete
  10. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Dari diagram di atas, dapat diketahui bahwa pengetahuan ada dua yaitu pengetahuan objektif dan pengetahuan subjektif. Saya tidak terlalu paham makna keduanya. Akan tetapi keduanya berperan dalam membangun kemampuan bernegosiasi sosial. Sikap yang sesuai dengan norma-norma juga merupakan salah satu tujuan dari belajar selain memperkaya pengetahuan.

    ReplyDelete
  11. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Paul Ernest menyatakan bahwa belajar adalah proses untuk membangun pengetahuan melalui komunikasi. Dengan belajar maka nilai, sikap, tingkah, laku, semua perbuatan manusia terbentuk, kebiasaan, keterampilan, pengetahuan, keterampilan, disesuaikan & dikembangkan. Oleh sebab itu, banyak ahli yang telah mencoba memberikan definisi–definisi mengenai belajar.

    ReplyDelete
  12. Dalam proses belajar merupakan suatu proses dari berubahnya bentuk tingkah laku tertentu yang secara relatif permanen, perubahan akan tingkah laku tersebut hendaknya bukan hanya sekedar disebabkan oleh proses pertumbuhan fisik saja dan maupun juga bukan karena disebabkan perubahan kondisi fisik yg sifatnya temporer. Hakikat belajar menurut paul ernest belajar terbagi atas unsur objective knowladge, personal fomulation, subjective knowladge, public criticism ad reformulation dengan social negotation processes. Seluruh unsur unsur tersebut saling berkesinambungan dan berinteraksi.

    ReplyDelete
  13. Junianto
    PM C

    Berdasarkan diagram dalam postingan ini, saya mencoba memahami bahwa hakikat belajar adalah proses berkelanjutan dalam memahami sebuah pengetahuan. Dalam diagram juga terdapat pengetahuan subjektifa dan objektif. Pengetahuan subjektif yang saya pahami disini adalah bahwa setiap orang dalam proses belajar pasti memiliki gagasan atau argumen sebagai bagian dari proses berpikir. Pengetahuan subjektif ini kemudian akan ada penilaian publik bisa dengan diskusi, penjelasan dari guru, dll. Dari proses ini kemudian disepakati sebuah kesimpulan yang dipercaya dan diakui umum yaitu sebagai pengetahuan objektif. Begitu proses belajar akan berlangsung terus menerus selama manusia masih hidup.

    ReplyDelete
  14. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari gambar yang diberikan, saya merefleksi bahwa menurut paul ernest belajar merupakan proses yang berkelanjutan. Hal ini terlihat dari bagan yang membertuk jaringan yang terus berputar. Belajar berangkat dari pengetahuan subjektif yang kemudian mendapat kritikan publik dan berlanjut menjadi pengetahuan objektif, yang kemudian melalui proses reformulasi personal dan kembali menjadi pengetahuan subjektif.

    ReplyDelete

  15. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dari bagan yang ditampilkan, yang dapat saya pahami adalah bahwa belajar itu bukan merupakan mendapat pengetahuan secara langsung dari sumber misalnya seorang guru. Tetapi hakekat belajar yang sebenarnya adalah jika seorang siswa melihat suatu kondisi kemudian dia memiliki pandangan subyektif terhadap pengalaman barunya tersebut. Setelah itu jika dimasukkan kedalam sebuah diskusi dengna beberapa partner, maka ia akan memperoleh pengetahuan yang bersifat obyektif yang merupakan kesepakatan. Dengan sintaks yang berjalan seperti ini maka siswa dapat dikatakan sedang belajar, karena dia menemukan kemudian mendontruksi sendiri pengetahuan baru yang diperoleh

    ReplyDelete
  16. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. dari gambar di atas dapat saya simpulkan bahwa belajar adalah proses siklik yang sustainabel di mana pengetahuan objektif berasal dari kritik publik lalu direpresentasikan oleh masing-masing individu yang kemudian menjadi pengetahuan subjektif. Pengetahuan subjektif tersebut lalu di publikasikan dan mendapat kritik dari masyarakat luas, dan begitu seterusnya.

    ReplyDelete
  17. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Menurut pemahaman saya mengenai gambar tersebut, belajar adalah proses yang terjadi terus-menerus atau berkelanjutan. Belajar adalah hal yang terus menerus kita lakukan dari kecil hingga dewasa. Belajar bukan berati sebatas belajar matematika, ipa, bahasa, dan mata pelajaran lain. Belajar yang dimaksud disini adalah belajar banyak hal, misalkan belajar berjalan, bicara, mengerti orang lain, belajar memaafkan, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  18. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap orang harus mampu membangun konsep-konsep pengetahuan yang salah satunya bermanfaat untuk membangun kreativitas. Menurut Paul Ernest, hakikat belajar mengarah pada interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Interaksi keduanya harus dipenuhi agar pengetahuan yang telah dipelajari dapat terus berkembang dan memperluas pengetahuan yang telah dimiliki.

    ReplyDelete
  19. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Based on my understanding on the diagram above,the nature of learning is how to process the objective knowledge, as the representation of knowledge,into the subjective knowledge as a new concepts of knowledge. Then its can be published thus can formed as a new concept and after that being exist in social discussion,it would become a feed back to our selves. Next, that thing can be able to be processed again by ourselves then it will be a continuous process to create another new concept of knowledge that wouldbe useful in ourlives.

    ReplyDelete
  20. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dari diagram yang disajikan dalam artikel ini kita melihat bahwa ada fase dimana pengetahuan itu masih bersifat subjektif. Pengetahuan subjektif ini berawal dari asumsi-asumsi yang dibangun oleh manusia berdasarkan logika ataupun pengalamannya. Setelah pengetahuan yang bersifat ini dibenturkan dengan kepentingan umum, atau pengetahuan umum/ orang lain, akan didapatkan perdebatan-perdebatan yang nantinya akan menuju pada suatu kesimpulan yang kita kenal sebagai kebenaran objektif.

    ReplyDelete
  21. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Hakikat belajar seperti pada alur diagram diatas adalah munculnya kreatifitas dari siswa. Salah satu yang bisa memunculkan kreatifitas siswa adalah dengan cara diskusi kelompok. Guru memberikan soal yang sesuai dengan ZPD siawa, kemudian siswa mendiskusikannya, guru disini bisa secara berkala memberikan scafolding kepada kelompok. Selain memunculkan kreativitas, diskusi kelompok bisa sebagai sarana untuk belajar mengemukakan ide siswa kepada siswa lainnya.

    ReplyDelete
  22. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Hakekat belajar oleh Paul Ernest adalah proses belajar yang terjadi karena proses komunikasi sosial. Dimulai dari representasi pribadi yang menjadi pengetahuan baru yang disebut pengetahuan subjektif lalu dipublikasikan ke dunia luar (lingkungan masyarakat) kemudian mendapat kritik dari lingkungan masyarakat lalu menjadi pengetahuan baru yang disebut pengetahuan objektif kemudian direpresentasikan secara pribadi oleh setiap individu lalu kembali berputar seperti awal mula dan seterusnya. Sehingga belajar adalah proses siklik yang melibatkan proses di dalam diri sendiri yang berinteraksi dengan lingkungan luar atau sosial.

    ReplyDelete