Nov 26, 2012

MATHEMATICAL PROOF 1_ Documented by Marsigit



MATHEMATICAL PROOF 1

In mathematics, a proof is a demonstration that, given certain axioms, some statement of interest is necessarily true. 

Proofs employ logic but usually include some amount of natural language which of course admits some ambiguity. In the context of proof theory, where purely formal proofs are considered, such not entirely formal demonstrations are called "social proofs". 

The distinction has led to much examination of current and historical mathematical practice, quasi-empiricism in mathematics, and so-called folk mathematics (in both senses of that term). 

The philosophy of mathematics is concerned with the role of language and logic in proofs, and mathematics as a language

Regardless of one's attitude to formalism, the result that is proved to be true is a theorem; in a completely formal proof it would be the final line, and the complete proof shows how it follows from the axioms alone.


2 comments:

  1. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dari bacaan diatas, saya menyimpulkan bahwa pembuktian matematika adalah demonstrasi dari aksioma-aksioma tertentu yang akan diperiksa kebenarannya. Pembuktian membutuhkan logika dan terkadang membutuhkan intuisi darimana dan bagaimana untuk memulai. Filsafat matematika fokus kepada bagaimana peran dari bahasa dan logika didalam pembuktian, karena logika menuntun langkah langkah pembuktian dan bahasa sendiri sangat penting agar pembuktian jelas dan tidak ambigu.

    ReplyDelete
  2. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    dari artikel tersebut saya memahami bahwa pembuktian dalam matematika adalah sesuatu yang sangat penting karena dalam matematika, bukti adalah demonstrasi bahwa, mengingat aksioma tertentu, beberapa pernyataan yang menarik adalah tentu benar. Bukti mempekerjakan logika tetapi biasanya mencakup beberapa jumlah bahasa alami yang tentu saja mengakui beberapa ambiguitas. Dalam konteks teori bukti, mana bukti murni formal dianggap, demonstrasi tidak sepenuhnya formal seperti disebut "bukti sosial". demikian yang dapat saya pahami dari artikel di atas.

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.