Nov 22, 2012

Filsafat Ilmu (Matematika)_oleh Marsigit



7 comments:

  1. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Filsafat akan terus menjawab atas segala pertanyaan yang diajukan oleh akal budi. Batas ketidakmampuan akal budi untuk menjawab pertanyaan segala yang ada, segala yang berhubungan dengan ilmu. Namun dalam berpikir filsafat tentu harus terkait dengan aturan-aturan atau syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mengategorikan bahwa berpikir mana yang termasuk berpikir filsafat.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Sepertinya pandangan filsuf dalam filsafat ilmu (matematika) terbagi menjadi dua kubu, yaitu kubu plato dan kubu aristoteles. Diantara dua kubu tersebut ada juga beberapa filsuf yang mengambil kedua pandangannya menjadi satu, seperti Euclid, Kant, sekolah Intuisisme maupun Formalisme.

    ReplyDelete
  3. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Banyak sekali pendapat para ahli yang mendefinisikan apa itu filsafat ilmu matematika. Seperti yang digambarkan dalam artikel ini, ada ahli yang berpendapat bahwa filsafat adalah datang dari rasio, ada juga yang berpendapat bahwa filsafat datang dari pengalaman inderawi. Kelompok rasio berpendapat bahwa matematika bersifat absolutis yaitu kebenarannya bersifat pasti, sedangkan kelompok pengalaman inderawi berpendapat bahwa matematika bersifat falibilis yaitu kebenarannya belum bersifat pasti, harus ada bukti-bukti kuat yang harus dibuktikan agar kebenaran matematika menjadi pasti dan menganggap bahwa ilmu yang ada di matematika bisa saja berubah.

    ReplyDelete
  4. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Dari gambar di atas dapat kita lihat para filsuf menamakan pemikirannya dan mengkaitkannya dengan matematika. Thales dengan Mysticism, Plato dengan Platonism-Rationalism, Descastex dengan Logicism, Phytagoras dengan Euclidean, Euclid dengan Kantianism, Immanuel Kant dengan Intuism, Hillbert dengan Formalism, Aristoteles dengan Aristotelian, Leibuiz dengan Empiricism, Hume dengan Fallibism. Kemudian dari pemikiran-pemikiran oleh para filsuf tersebut dikelompokkan menjadi kelompok besar yang bernama Absolutism dan Constructivism. Absolutism biasa dipakai pada matematika tingkat perguruan tinggi sedangkan Constructivism dipakai pada pendidikan sekolah dasar hingga menengah.

    ReplyDelete
  5. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    dari gambar di atas terlihat perjalanan filsafat matematika dari masa ke masa. gambar di atas juga menunjukkan tokoh-tokoh filsafat matematika dan isme-isme yang di bawa nya. para tokoh-tokoh tersebut menyampaikan ide-ide nya seputar ilmu pengetahuan khusunya yang berhubungan dengan matematika.

    ReplyDelete
  6. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Filsafat dari the power of sains yakni matematika tidak terlepas dari berbagai pemikiran para tokoh seperti plato, Pythagoras, Russell, aristotales dan lainnya. Pemikiran para filusuf di koneksikan sehingga bermuara pada nilai absolut dan konstruktivisme. Perjalanan filsafat matematika akan terus berjalan seiring perkembangan zaman. Bukan berarti meniadakan pemikiran para filusuf terdahulu namun mengkeneksikannya dengan perjalanan filsafat matematika pada zaman sekarang. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  7. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dar illustrasi tersebut kami memahami bahwa dalam perkmbangannya filsafat matematika sangat dipengaruhi oleh beberapa aliran filsafat. Filsafat matematika berawal dari mysticism dan aritotelian yang kemudian berkembang dan tetap saling terakit hingga pada akhirnya terpengaruhi pula oleh absolutisme dan constructivism. Semua hal tersebut tersusun dan terbentuk berdasarkan hasil olah pikir, dan sintesis (tesis dan antitesis) para filsuf-filsuf terdahulu.

    ReplyDelete