Oct 21, 2012

Elegi Mengenal Jargon




Oleh Marsigit

Saya ucapkan selamat datang kepada jargon. Setelah saya mengucapkan selamat jalan untuk elegi, maka seakan persoalan-persoalan akan selesai, tetapi nyatanya tidak. Aku ternyata menemukan jargon. Ternyata jargon itu cukup besar, luas dan ada di mana-mana. Hal yang demikian telah membangkitkan kembali hasratku untuk menulis sekaligus untuk menjaga silaturakhim kepada handaitolan. Sekali lagi selamat datang wahai jargon.

Jargon:
Aku adalah jargon. Jargon itu bahasa kacau. Kacau itu tidak beraturan. Tidak beraturan itu bisa teratur. Diriku itu terdiri dari banyak macam: jargon politik, jargon pendidikan, jargon perdagangan, jargon pikiran, jargon program, jargon persaudaraan, jargon lembaga, jargon keluarga, jargon sekolah, jargon sifat-sifat, jargon subyek, jargon obyek, jargon berdoa, jargon belajar, jargon komitmen, jargon kewajiban, jargo hak, jargon cinta, jargon pendapat, jargon pertandingan, jargon tujuan, jargon sosial, jargon subyek, jargon obyek, jargon nyanyian, ..jargon kehidupan.

Subyek:
Wahai jargon, apakah manfaat memikirkanmu dan mengapa engkau mengenalkan diri kepadaku?

Jargon:
Wahai subyek. Jargon itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Jika engkau pikirkan jargon sebagi kacau, maka kacau itu tidaklah tidak kacau. Kacau itu tidak sesuai aturan. Kacau itu tidak sesuai prinsip. Kacau itu prinsip yang sempit untuk yang besar. Kacau itu prinsip subyektif untuk obyektif. Kacau itu prinsip sendiri untuk bersama. Kacau itu pendapat pribadi untuk umum. Kacau itu prinsip koheren untuk korespondensi. Kacau itu prinsip khusus untuk umum. Kacau itu tidak sesuai janji. Kacau itu tidak sesuai jadual. Kacau itu tidak sesuai ruang. Kacau itu tidak sesuai waktu. Kacau itu tidak seperti biasanya. Kacau itu tidak lazim. Kacau itu tidak sesuai rencana. Kacau itu tidak jelas. Kacau itu samar-samar. Kacau itu negative.

Subyek:
Wahai jargon, jika engkau itu negative, mengapa mesti aku perlu membicarakanmu?

Jargon:
Wahai subyek. Ini adalah permulaan pembicaraanku. Ketahuilah bahwa pembicaraanku itu masih panjang dan lebar. Bukankah engkau pernah membaca elegi perbincangan para banyak. Maka bacalah sekali lagi elegi itu dan elegi-elegi yang lainnya, agar engkau mampu memahami bagaimana orang-orang itu bisa memanfaatkan, memanipulasi, hidup dan subur, bahagia dengan jargon-jargon. Semakin hari semakin banyak orang, baik sadar maupun tidak sadar, memanfaatkan keadaan yang tidak sesuai aturan, keadaan yang tidak sesuai prinsip, keadaan dimana prinsip yang sempit untuk yang besar, keadaan dimana prinsip subyektif untuk obyektif, keadaan dimana prinsip sendiri untuk bersama, keadaan di mana pendapat pribadi untuk umum, keadaan di mana prinsip koheren untuk korespondensi, keadaan di mana prinsip khusus untuk umum, keadaan di mana tidak sesuai janji, keadaan di mana tidak sesuai jadual, keadaan di mana tidak sesuai ruang, keadaan di mana tidak sesuai waktu, keadaan di mana tidak seperti biasanya, keadaan dimana tidak lazim, keadaan di mana tidak sesuai rencana, keadaan di mana tidak jelas, keadaan di mana samar-samar, keadaan yang negative.

Subyek:
Apa saja contoh kongkritnya?

Jargon:
Wahai subyek, ketahuilah bahwa banyaknya jargon itu adalah sebanyak tidak jargon. Maka tidaklah adil jika dunia jargon pun tidak boleh tampil dalam panggung kehidupan ini. Maka berkenanlah, bahwa untuk periode-periode berikutnya, aku berniat akan selalu mengawali karya-karyaku dengan jargon. Sedangkan contoh kongkritnya adalah kekacauan memahami obyek yang bicara, kekacauan memahami subyek yang menjadi obyek, kekacauan memahami obyek yang menjadi subyek, kekacauan memahami kuasa yang dikuasai, kekacauan memahami yang ada dan yang mungkin ada, kekacauan memahami tetap yang berubah, kekacauan memahami berubah yang tetap, kekacauan memahami benar yang salah, kekacauan memahami salah yang benar, kekacauan memahami baik yang buruk, kekacauan memahami buruk yang baik, kekacauan memahami awal yang tidak berawal, kekacauan memahami akhir yang tidak berakhir, kekacauan memahami pertanyaan yang bukan pertanyaan, kekacauan memahami reduksi menuju kelengkapan, kekacauan memahami kelengkapan yang tereduksi, kekacauan memahami hidup yang mati, kekacauan memahami mati yang hidup, kekacauan memahami dunia di syurga, kekacauan memahami syurga di dunia, kekacauan memahami dunia di neraka, mengalami kekacauan memahami neraka di dunia, kekacauan memahami logosnya mitos, kekacauan memahami mitosnya logos, kekacauan memahami pikiran di hati, kekacauan memahami hati di pikiran, kekacauan memahami guru sebagai siswa, kekacauan memahami siswa sebagai guru, kekacauan memahami hakekat dibalik penampakan, kekacauan memahami elegi-elegi, kekacauan memahami merterjemahkan dan diterjemahkan, kekacauan memahami memperbincangkan segala yang ada dan yang mungkin ada, kekacauan memahami fatamorgana, kekacauan mengenali para mitos, dan kekacauan mengenali musuh-musuh hati. Kekacauan-kekacauan itu akan menghasilkan bahasa yang kacau. Itulah jargon.

70 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Elegi mengenal jargon, jargon adalah bahasa lain dari kacau. Secara umum kata kacau berarti memiliki nilai negatif, namun tak hanya bernilai negatif, jargon pun dapat bernilai positif. Nilai yang tersemat itu pun tergantung pada ruang dan waktu dimana jargon itu muncul.

    ReplyDelete
  2. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Jargon bisa sangat bermanfaat, bisa bermanfaat saja tetapi bisa juga tidak bermanfaat. Tergantung darimana jargon itu berasal dan dipandang. Tergantung dari ruang dan waktu apa jargon itu berada. Oleh karenanya agar jargon itu bisa bermanfaat, gunakan jargon itu pada ruang dan waktu yang sangat tepat.

    ReplyDelete
  3. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Jargon memiliki banyak arti, banyak persepsi. Jargon dapat bermanfaat atau pun kurang bermanfaat tetapi juga bisa tidak bermanfaat. Pengetahuan awal dapat mendasari apakah jargon tersebut dapat bermanfaat ataukah malah menimbulkan kekacauan. Tetapi tidak jarang jargon juga dapat membuat lebih semangat.

    ReplyDelete
  4. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Jargon diperoleh atas pemikiran yang mencoba menganalisis sesuatu secara mendalam yang dan kemudian dituangkan dalam bentuk kalimat.
    Maka jargon pun terkadang terlihat kacau bagi pembaca lainnya, tetapi sesungguhnya tidak pernah kacau bagi si pemiliki jargon tersebut.
    Sehingga yang lebih mengetahui dan memahami jarogon tersebut adalah pemilik jargon tersebut sendiri.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Jargon adalah bahasa kacau. Kacau itu tidak beraturan. Namun arti jargon tidak hanya batas itu saja. Jargon sangat banyak melekat pada orang-orang saat ini. Dimana semakin hari semakin banyak orang, baik sadar maupun tidak sadar, memanfaatkan keadaan yang tidak sesuai aturan, keadaan yang tidak sesuai prinsip dan lainnya. Jargon sangat banyak sama dengan banyaknya yang tidak jargon. Seperti kekacauan memahami mati yang hidup. Itulah jargon yang berbentuk kekacauan.

    ReplyDelete
  6. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kekacauan-kekacauan yang terjadi akibat subyek tidak berada pada tempatnya. Namun ketika subyek berada pada tempatnya, berlaku sesuai manfaat sebenarnya, mungkin jargon akan menjadi bermanfaat dan sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Jargon merupakan bahasa kacau yang bisa beraturan dan bisa tidak beraturan. Ada banyak macam – macam jargon, seperti jargon politik, jargon keluarga, jargon sekolah, dan lain sebagainya. Kacau berarti tidak sesuai prinsip dan mengarah ke hal – hal yang negatif, maka supaya kita tidak mengarah ke hal – hal yang negatif lebih baik menghindari kekacauan dan sebaiknya mempunya prinsip yang teguh sesuai ruang dan waktu kita masing – masing. Jargon hanya merupakan sarana, maka masing – masing dari kita bisa membangun jargonnya masing – masing sesuai dengan tujuannya dan dalam ruang dan waktu masing – masing.

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan elegi di atas jargon diartikan sebagai bahasa yang kacau dan tidak memiliki keteraturan. Namun demikian jargon bisa saja bermakna negatif atau pun bermakna positif sesuai dengan pemakainya. Jargon terdiri atas bermacam-macam bentuk antara lain: jargon politik, jargon pendidikan, jargon perdagangan, jargon pikiran, jargon program, jargon persaudaraan, jargon lembaga, jargon keluarga, jargon sekolah, dan sebagainya. Selain itu jargon juga dapat bermanfaat sesuai dengan penggunaannya. Oleh karena itu jargon juga terikat ruang dan waktu.
    Dari sini dapat kita simpulkan bahwa segala sesuatunya butuh struktur untuk memodelkannya. Karena ketidakteraturan termasuk model.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Jargon diartikan sebagai kekacauan. Kebermanfaatan jargon dapat dilihat dari bagaimana pelaku-pelaku menerapkan dan menyikapi jargon dalam kehidupan. Jadi, tidak semua jargon berdampak negatif bagi pelakunya. Jika akan bernilai positif jika kita menyikapinya sebgai motivasi bagi kita untuk melakukan hal-hal yang positif.

    ReplyDelete
  10. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Bahasa dalam jargon banyak mengalami pengulangan dengan tujuan untuk menekankan inti permasalahan, apa yang dibahas dalam jargon tersebut. Sehingga cakupan permasalahan yang dapat dibahas dalam suatu jargon akan lebih luas . Jargon adalah bahasa yang kacau, dan bahasa yang kacau itu disebabkan oleh berbagai kekacauan yang timbul dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  11. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Jargon dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat mempengaruhi pola pikir kita, namun dapat juga mempengaruhi pola pikir kita kea rah kekacauan. Kekacauan tersebut dapat tumbuh bermua dari pikiran kita yang tak mampu memahami sesuatu disebabkan oleh keterbatasan pikiran kita sebagai manusia. Tetapi keterbatasan pikir kita itu diperlukan dalam kehidupan ini, karena jika kita tidak mempunyai keterbatasan pikir maka kita tidak akan bisa hidup karena kita bisa memikirkan semua hal yang malah akan membuat kita tak berdaya dan mati. Oleh karena itu, kita hendaknya mensyukuri keterbatasan yang telah Allah SWT anugerahkan.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Mengenai joargon maka kita tahu bawha jargon tiu ada yang baik ada yang buruk, ada yang bermanfaat dan ada yang kurang bermanfaat. Jargon tergantung ruang dan waktu kita berada dimana. Mungkin banyak jargon-jargon yang kita miliki tinggal kita nya saja lagi mau memakai jargon seperti apa.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setiap manusia memiliki sudut pandangnya masing masing, memiliki alur pemikirannya masing masing.
    Memiliki alur pikiran yang mungkin berbeda dengan pemikiran yang lainnya.
    Yang kita tahu karena pemikiran manusia yang berbeda inilah yang menyebabkan banyak jargon ynag muncul.
    Jargon yang berbeda menjadi masalah jika nilai jargon tersebut tidak selamanya benar dan tidak selamanya salah, tergantung kembali lagi dari sisi mana kita memaknai jargon jargon yang muncul.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Jargon. Kata yang berarti dalam kekacauan. Jargon bisa bermanfaat, sangat berguna atau tidak berguna. Ini bergantung pada siapa dan apa yang dipikirkannya. Jika berpikir bahwa jargon adalah sesuatu yang buruk, maka itu juga menjadi buruk. Jadi kita harus berpikir baik terhadap jargon. Dan ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita.

    ReplyDelete
  15. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Jargon bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat dan bisa juga tidak bermanfaat.melalui elegi-elegi seseorang akan mampu memahami bagaimana orang-orang itu bisa memanfaatkan, memanipulasi, hidup subur, bahagia dengan jargon-jargonnya. Nah inilah yang ada di dalam kehidupan setiap individu hanya saja bagaimana ia dapat memanfaatkan hidup dengan sebaik-baiknya. Elegi menceritakan atau mendeskripsikan segala hal yang mengenai kehidupan sampai menuju kematian seseorang, jika kita membacanya dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis akan berguna bagi kehidupan kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  16. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika Jargon adalah kacau. Mungin jargon juga berada dipikiran kita. Karena pikiran kita penuh dengan kontradiksi. Yang mungkin kacau dan mungkin tidak kacau juga. Bigitula jika dipandang dari pikiran. Setiap manusai akan memikirkan jargon untuk hidupnya. Hmm, dari elegi ini jargon yang telah dikenal luas berbeda dengan elegi ini. Begitulah filsafat dapat memaknai satu hal dengan berbagai sudut pandang. Teruslah minta ampun terhadap tuhan jika telah pusing berfilsafat berlebihan.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Jargon dapat bernilai negatif dan positif. Sebuah jargon akan bernilai negatif apabila jargon dibuat hanya untuk menutupi hal sebenarnya ataupun kamuflase dari permainan politik. Jargon akan bernilai positif apabila dibuat untuk membangkitkan semangat. Jargon tidak hanya digunakan untuk itu tetapi juga digunakan dalam ilmu pengetahuan. Tak jarang hanya si pembuat jargon yang mengetahui makna dan maksud dari jargon tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang keliru dalam memahaminya. Jargon bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Terdapat bermacam-macam jargon di kehidupan ini. Maka mungkin bagaimana jargon itu menempatkan diri sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Obyek filsafat meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada. Dalam filsafat terdapat ragam bahasa dan terikat oleh ruang dan waktu. Hermenitika secara ekstensif dan intensif. Adanya mitos karena berhentinya berpikir dan adanya logos karena terus berpikir. Kita ada karena adanya orang lain yang mengakui bahwa kita itu ada.

    ReplyDelete
  19. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Jargon dapat menjadi baik atau buruk, karena kita ketahui bahwa jargon indentik dengan sesuatu yang buruk atau kacau. Jargon akan menjadi buruk apabila terdapat kekacauan dalam memahaminya yang tidak sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  20. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Jargon dapat dikatakan baik saat sesuai dengan ruang dan waktunya, berguna dan bermanfaat. Oleh karena itu agar kita tidak termakan jargon kita harus tetap menjaga jargon dalam diri kita agar tetap bermanfaat. Dengan kita mempertahankan jargon baik kita, pasti hal tersebut akan selalu menjadi hal baik untuk diri kita.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah]. Syeikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz rohimahulloh berkata: “Berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk perkara terbesar yang diharamkan oleh Allah, bahkan hal itu disebutkan lebih tinggi daripada kedudukan syirik. Karena di dalam ayat tersebut Alloh mengurutkan perkara-perkara yang diharamkan mulai yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Sebetulnya tidak hanya dalam hal ilmu agama. Dalam segala aspek kehidupan juga seperti itu. Jika kita berbicara tanpa ilmu tentu berpeluang menciptakan kekacauan.

    ReplyDelete
  22. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    S1 Pendidikan Matematika

    Jargon itu tak dapat dimaknai tidak bermakna, jargon kacau namun dapat tidak di kacaukan bagi ruang dan waktunya. Memanfaatkan jargon adalah mengumpulkan ide gagasan yang tercecer menjadi satu rangkaian yang justru sebenarnya memecah persatuan tersebut. Namun memanfaatkan jargon untuk kepentingan global hanya akan sekedar merusak fokus pandang dan hanya sebagai penyejuk dan penggetar jiwa semata bahwa ide kita masih eksis.

    ReplyDelete
  23. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Segala sesuatu akan terlihat berbeda apabila kita memandangnya dari sudut pandang yang berbeda. Banyak hal yang tidak dapat kita katakan mutlak benar dan tidak benar, mutlak bermanfaat dan tidak bermanfaat karena segala sesuatu tergantung ruang dan waktu. Sebagaimana jargon itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Jargon sebagai kacau. Jargon itu keadaan yang tidak sesuai aturan. Maka sebenar benar jargon bisa bermanfaat jika kita mampu memanfaatkan kekacauan yang ada.

    ReplyDelete
  24. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B 2017

    "....orang-orang itu bisa memanfaatkan, memanipulasi, hidup dan subur, bahagia dengan jargon-jargon". Dikatakan seperti itu. Kemudian disambung dengan "Jargon itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat". Bila boleh sedikt bertanya apakah jargon itu filsafat? terikat ruuang dan waktu? sehingga bisa bermanfaat, kurang bermanfaat bahkan tidak bermanfaat. Mungkin di sinilah jatah manusia berpikir dan mengolah keadaan, mengatur sudut pandang dalam memandang suatu objek. Sesuatu akan bermanfaat apabila kita menjadikannya bermanfat. Sesuatu akan menjadi kurang bermanfat jikakita membikinnya menjadi kurang bermanfaat. Begitu jugadengan segala hal yang idak bermanfaat, karena kita pula yang menjadikannya tidak bermanfaat.

    ReplyDelete
  25. Assalamualaikum Wr.Wb

    Arina Husna Zaini
    17701251024
    PEP B (S2)

    Percakapan antara jargon dan subyek menggambarkan keragaman pandangan tentang sesuatu. setiap orang memiliki pandangan sendiri tentang sesuatu obyek sama. Kadang obyek tersebut dapat bermanfaat bagi orang A dan kadang pula obyek tersebut dapat menghasilkan damapak negatif bagi orang B. Tetapi pada dasarnya semua objek itu dapat bermanfaat, dengan memanfaatkan situasi yg terkadang dipandang tidak menguntungkan.

    ReplyDelete
  26. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Mengawali tanggapan yang tertulis di atas, ini hanya terkait dengan persepsi. Hal ini dikarenakan dengan persepsi seseorang dapat mengenali, merasakan dan menginterpretasikan sesuatu dari berbagai sudut pandang. Layaknya jargon, ia merupakan salah satu bukti dari kekayaan bahasa. Hanya saja setiap ilmu memiliki jargonnya masing-masing. Adanya jargon dapat memudahkan seseorang memahami apa yang sedang dipelajari sesuai dengan keilmuwannya. Meskipun memiliki jargon yang sama namun pada ilmu tertentu memiliki cara penafsiran yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan konteksnya. Kekacauan yang timbul dari adanya jargon yang berbeda-beda cenderung dapat disebabkan perbedaan pengalaman dari setiap individu.

    ReplyDelete
  27. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Dalam postingan ini, jargon mengandung arti yang luas terutama tentang visi dan tujuan. Jargon dibuat tidak hanya spontan, tetapi harus sesuai dengan visi dan tujuannya. Maka ketika membuat jargon, kita harus memahami betul apa maksud dari jargon itu sehingga semua kegiatan kita memiliki tujuan untuk mewujudkan visi tersebut. Karena ketika kita tidak memahami jargon secara detail, maka jargon itu malah menjadi tidak berguna. Seperti dalam kegiatan sehari-hari kita. Semua kegiatan harus dipahami betul apa visi dan tujuannya agar semua kegiatan-kegiatan yang kita laukan dapat berjalan dengan baik dan menjadi bermanfaat.

    ReplyDelete
  28. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Ada sebagian orang yang menyangka kehidupan di dunia hanya sekedar menghabiskan waktu hidup saja. Dimulai dari lahir, kecil, dewasa, tua, dan akhirnya mati. Waktu dihabiskan dengan makan, minum, tidur, dan bersenang – senang. Anggapan mereka adalah tidak ada tujuan dari penciptaan manusia di dunia ini. Hal ini merupakan kesalahan cara pandang berpikir. Tidak ada di dunia ini apa yang dilakukan adalah sia-sia karena hal tersebut telah dijamin oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Keadaan yang demikian dapat menimbulkan kekacauan dalam diri manusia itu. Kekacauan tersebut jika tidak dikondisikan dengan pikiran serta hati, maka bisa menumbulkan kekacauan-kekacauan yang selanjutnya. Berdasarkan Elegi mengenal Jargon yang bapak tulis di atas, kekacauan yang terjadi tersebut dinamakan jargon. Mau seperti apa jargon kita, hanya kita sendirilah yang bisa merencanakan.

    ReplyDelete
  29. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Jargon merupakan kalimat yang dibuat sebagai simbol, penyemangat atau motivasi. Istilah-istilah yang digunakan dalam jargon ini bermacam-macam dan bebas struktur bahasanya, sehingga jargon juga merupakan bahasa yang kacau. Jargon bisa menjadi sesuatu yang berfaedah atau tidak berfaedah. Jargon akan menjadi tidak berfaedah apabila digunakan dalam hal negatif, misalnya untuk menutupi hal sebenarnya atau membuat kacau yang membaca atau mendengarnya. Namun jargon akan berfaedah apabila digunakan dalam hal-hal positif, seperti membuat yang membaca atau mendengar semakin termotivasi. Itu semua kembali lagi kepada masing-masing individu, hendaknya yang membuat memikirkan sebenar-benarnya jargon apa yang akan dibuatnya dan sebagai pembaca atau pendengar sebaiknya menghayati dengan akal dan pikirannya.

    ReplyDelete
  30. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Jargon adalah bahasa yang kacau, dan bahasa yang kacau itu disebabkan oleh berbagai kekacauan yang timbul dalam kehidupan kita sehari-hari. Kedudukan kacau pikir dalam filsafat dapat bernilai positif sebagai ilmu atau calon ilmu. Namun kacau itu juga berarti tidak jelas. Jika jargon diartikan sebagai tidak jelas maka kita akan teringat bahwa kita pernah terselamatkan kepada hal yang tidak jelas itu. Bahkan mungkin kita akan merindukan keadaan yang tidak jelas itu demi memperoleh tujuan-tujuan kita. Dan hendaknya kita berhati-hati dengan hal itu, karena jika kita menjadi pemimpin atau penguasa maka kuasa kita akan sangat mempengaruhi nasib banyak orang. Maka dalam menentuka atau membuat sesuatu hendaknya dipikirkan terlebih dahulu tentang manfaat dan akibat yang akan terjadi.

    ReplyDelete
  31. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Saya belajar tentang jargon, jargon adalah bahasa yang kacau. Kacau tidak selalu tidak memiliki manfaat maka kacau pun ada yang bermanfaat. Agar kacau dapat bermanfaat kita harus bisa memanfaatkannya dengan baik. Terkadang dalam belajar perlu juga menggunakan bahasa yang kacau agar kita mampu berpikir keras untuk memahaminya sehingga dapat melatih olah pikir. Misalnya jargon untuk memahami subyek yang menjadi obyek, memahami guru yang menjadi siswa, memahami akhir yang tidak berakhir, memahami buruk yang baik dll. Menggunakan jargon kita dapat belajar tentang sesuatu dipandang dari hal lain yang bertentangan.

    ReplyDelete
  32. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Jargon ada dimana-mana cukup besar dan luas. Jargon adalah bahasa kacau. Sedangkan dalam diri kita ada banyak jargon seperti jargon politik dll sebanyak jargon yang bisa kita sebutkan dan yang ada dan yang mungkin ada. Jargon adalah kekacauan. Sedangkan kacau adalah sesuatu yang negatif. Namun mengapa perlu dipelajari? Karena kita dapat mengambil hikmah dari segala hal baik itu positif dan itu negatif. Kita dapat menggunakan jargon sebagai hikmah dalam kehidupan. Agar hidup kita itu tidak terjebak oleh mitos-mitos dan jargon itu sendiri.

    ReplyDelete
  33. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut elegi di atas, jargon adalah bahasa kacau. Kacau itu tidak beraturan. Akan tetapi, walaupun jargon ialah sebuah kekacauan, jargon itu bisa sangat bermanfaat, bermanfaat dan juga kurang bermanfaat. Setiap orang mempunyai pandangannya masing-masing terhadap sesuatu. Kekecauan yang ada di depan mata bagi orang-orang tertentu akan membawa dampak yang baik bagi dirinya karena ia mampu memanfaatkan kekacauan tersebut. Sedangkan bagi orang-orang yang lainnya, jargon atau kekacauan malah akan berdampak buruk bagi dirinya dan menganggu kehidupannya, hal ini tentu karena ia tak mampu memanfaatkan situasi kekacauan yang ada. Jadi, dalam menjalani hidup ini kita tidak bisa ingin dalam keadaan baik-baik saja, saat-saat tertentu kita butuh sebuah kekacauan untuk mengasah diri bagaimana caranya survive dalam kondisi apapun.

    ReplyDelete
  34. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Ketika bicara tentang jargon yang dimaknai sebagai bahasa yang kacau, kacau itu belum tentu berarti buruk. Semua tergantung sudut pandangnya. Sama seperti jargon yang dikemukakan di atas yang bisa menjadi tidak bermanfaat, bermanfaat atau bahkan sangat bermanfaat, itulah juga bagaimana cara pandang kita terhadap kekacauan. Sebagaimana kacau pikir adalah mula dari rekonstruksi pengetahuan, maka tak semua kacau itu buruk. Yang perlu diperhatikan adalah sekacau-kacau pikiran, jangan sampai kacau di dalam hati.

    ReplyDelete
  35. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dengan membaca percakapan di atas saya menggap bahwa jargon itu merupakan sebuah hasil pemikiran yang terkadang bisa bersifat fositif atau sebaliknya bersifat negative. Dari pikiran maka munculah beragam tulisan yang mengadung ilmu untuk memecahkan beragam mitos di dalam kehidupan. Maka dari itu perlu pendidikan agama yang mengandung pendidikan karakter agar selalu meghasilkan karya dari pemikiran-pemikiran yang bersifat logis, realistis, dan positif sehingga bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan.

    ReplyDelete
  36. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Semua yan ada dan yang mungkin ada selalu terdiri dari tesis dan anti tesis dan keduanya merupakan hal yang penting. Seperti halnya, salah itu penting dalam upaya menuju kebenaran maka kacaupun penting dalam upaya menuju keteraturan. Namun jangan biarkan kekacauan pikiran juga mengacaukan hati kita. Untuk itu kita harus senantiasa selalu meminta petunjuk dari –Nya agar diberikan kejernihan dalam berpikir dan bertindak serta dijauhkan dari kesombongan.

    ReplyDelete
  37. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas elegi di atas. Hikmah dan makna yang tersirat dari dialog di atas adalah berjargon lah wahai setiap manusia pada ruang dan waktu yang tepat. Sehingga ada jargon yang negatif dan positif. Jargon yang berada pada ruang dan waktu yang tidak sesuai, akan berbuah kacau, berbuah kerusakan, berbuah keanehan, berbuah keburukan, berbuah kekuasaan, berbuah kesia-siaan, berbuah penderitaan, berbuah ketidak laziman, dan berbuah negatif lainnya. Sebaik-baik manusia berusahalah untuk mengendalikan dan berjargon lah yang baik dan bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri namun bagi orang lain. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  38. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Setelah membaca elegi ini saya dapat menyimpulkan dari satu kata saja kita bisa memperluas makna dari kata tersebut, akan tetapi harus tetap disesuaikan dengan ruang dan waktunya. Dari kata jargon yang dapat di simpulkan adalah sebuah kekacauan, tetapi tidak semua kekacuan itu negatif dan tidak pula semua postif. Kekacauan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif, tergantung kita bagaimana untuk menjadikan sebuah kekacaun negatif akan menjadi sebuah kekacaun yang postif atau kecauan yang ada manfaatnya.

    ReplyDelete
  39. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb
    Yang dapat saya tangkap dari membaca elegi ini bahwa segala sesuatu hadir berpasang-pasangan dan itu merupakan suatu yang indah.Hadirnya jargon memberikan warna di dalam hidup. Maaf jika tidak salah ingat dari elegi sebelumnya bahwa jargon itu dapat dipilah menjadi dua jargon kebaikan jargon keburukan.Segala sesuatu memiliki jargonnya masing-masing. Perihal dapat berpotensi menjadi baik atau atau buruknya jargon tergantung bagaimana kita mempersepsikannya dan menempatkannya sesuai dengan koridornya.Maksudnya sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  40. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Setiap manusia pasti mempunyai masalah, karena dengan adanya permasalahan terbut kita membuat suatu pemikiran untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Jargon yang dibahas diatas belum tentu bersifat buruk atau pun baik, tergantung ruang dan waktu yang diunakan saat pemakaian jargon tersebuta. Yang saya abil dari eegi di atas untuk membuat suatu pernyataan kita harus menyeseuaikan dengan ruang dan waktu atau bisa disebut tau menempatkan diri dan mengeluarkan pernyataan yang sesuai dengan keadaan.

    ReplyDelete
  41. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Elegi mengenai jargon ini menguraikan apa kekurangan jargon, yang digambarkan bahwa jargon itu merupakan sesuatu yang membawa kekacauan, namun juga belum tentu membawa kekacauan. Jargon bisa menjadi sesuatu yang membawa kekacauan jika tidak sesuai dengan ruang dan waktunya, tidak sesuai pemanfaatannya. Ada suatu tulisan yang menyatakan bahwa "hindari jargon!". Karena memang jargon itu hanya terbatas pada suatu hal saja. Misalnya jargon ekonomi, belum tentu orang-orang yang latar belakangnya tidak pernah mempelajari ekonomi akan mengerti apa yang dimaksudkan dalam jargon ekonomi tersebut. Sehingga, sebagai guru sebaiknya kita bijak dalam menggunakan jargon dalam kegiatan belajar mengajar. Karena tujuan kita mengajar itu agar siswa memahami apa yang ingin kita sampaikan bukan malah membuat siswa semakin tidak memahami. Namun, lain halnya jika guru dan siswa sudah saling memiliki kesepakatan dalam menggunakan jargon dan semuanya dapat mengikuti alur yang akan disampaikan melalui jargon. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya dan yang selalu pak Marsigit sampaikan yaitu harus menjadi bijak dalam memandang suatu hal sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  42. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami istilah “jargon” tidak lepas dari kata “kacau”, padahal istilah kacau, kekacauan biasanya bernilai negatif. Akan tetapi sebenarya jargon bisa bernilai positif atau bisa juga bernilai negatif, hal ini tergantung bagaimana ruang dan waktunya saat jargon ini muncul, dan tergantung bagaimana pola pikir subjek dalam memandang jargon tersebut.

    ReplyDelete
  43. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof, Ketika pertama kali menemui istilah jargon dalam blog ini saya mencoba mengira-ngira apa yang disebut sebagai jargon. Sebelumnya saya mengenali jargon sebagai kata-kata di semarakkan oleh suatu tim dalam permainan atau oleh suatu organisasi untuk menggairahkan semangat anggota tim. Namun, sejak membaca elegy-elegi dalam blog ini, saya bertanya-tanya apa sebernanya jargon itu. Bahkan setelah membaca elegy mengenal jargon inipun saya masih bertanya-tanya apa sebenarnya jargon itu. Saya belum mengerti apa makna kekacauan dan bahasa kacau disini. Mungkin maksud dari bahasa kacau ialah karena jargon sulit untuk dipahami oleh subyek lain. Menurut elegi ini, jargon seringkali digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, seperti dengan memanfaatkan, memanipulasi dan berbahagia dibalik jargon-jargon (kekacauan).

    ReplyDelete
  44. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Jargon adalah salah satu manipulasi kehidupan. Jargon suatu yang kacau yang mampu memanipulasi kehidupan. Menurut elegi ini jargon digunakan untuk hal yang tidak baik, salah satunya memanipulasi atau membuat sesuatu seolah olah ada padahal tidak ada. Namun hakekatnya melihat apakah jargon itu digunakan untuk hal yang tidak baik sebenarnya kembali lagi kepada ruang dan waktu. Tergantung ruang dan waktu, serta sudut pandang orang melihatnya. Apakah jargon merupakan suatu hal yang tidak baik, atau malah disatu sisi ada yang memandang ini merupakan sesuatu yang baik.

    ReplyDelete
  45. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dari judul saya sudah berpikir apa yang dimaksud jargon tersbeut? Apakah bahasa analog lagi? Dan ternyata jargon itu akan menimbulkan banyak kekacauan. Tetapi saya selalu ingat, jaga hati dan pikiran untuk tetap jernih, kacau pikiran jangan sampai kacau hati. Itu yang selalu saya ingat. Memang saya sadar, bahwa befilsafat terkadang membuat saya bingung dan tambah bingung ketika membaca elegi-elegi ini. Tetapi, tujuannya adalah untuk membangun pengetahuan kita sendiri. Jadi bersiap-siap dengan apa yang akan ditimbulkan oleh seorang jargon tersebut. Masih banyak makna yang tersirat dari kekacauan yang akan ditimbulkan di kemudian hari.

    ReplyDelete
  46. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Segala hal yang ada di dunia ini baik itu kebaikan maupun keburukan, positiv maupun negatif, ikhlas maupun tidak ikhlas, sombong maupun bersyukur, itu semua dua hal yang berbeda. Meskipun itu keburukan tetap harus kita pahami dan kita fikirkan, tentu memikirkan itu semua harus dengan landasan spiritual supaya hati dan pikian kita tidak terpengaruh akan keburukan, pikiran negatif bahkan sampai pada kekacauan. Kekacauan biasa dipandang hanya pada kasus-kasus yang besa saja, padahal kekacaun bisa dimulai dengan hal yang kecil yang kadang kita tidak menyadarinya, sehingga tiba-tiba kekacuan kecil tersebut menjadi besar, pada saat seperti itulah kita baru merasakan bahwa itu kekacauan. Untuk itu, di sinilah pentingnya kita memahami kekacauan dari yang sekecil-kecilnya.

    ReplyDelete
  47. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs pendidikan matematika C

    Jargon dapat diartikan sebagai Bahasa kacau. Kacau itu artinya tidak beraturan. Tetapi jargon itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Semua itu tergantung oleh ruang dan waktu. Sebuah jargon bisa menjadi sangat bermanfaat ketika sesuai dengan ruang dan waktu. Maka sebuah jargon juga bisa menjadi kurang bermanfaat jika tidak sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  48. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs Pendidikan Matematika C

    Kekacauan dalam berbahasa ini disebut dengan kontaminasi. Kontaminasi atau kerancuan merupakan pencampuradukan dua bentuk bahasa yang masing-masing dapat berdiri sendiri, atau disatukan dalam satu bentukan baru yang tidak sepadan sehingga melahirkan bentukan baru yang kacau. Jargon adalah bahasa yang kacau, dan bahasa yang kacau itu disebabkan oleh berbagai kekacauan yang timbul dalam kehidupan kita sehari-hari.

    ReplyDelete
  49. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam memahami filsafat membutuhkan pemikiran yang begitu tinggi untuk dapat memahami maksud dari setiap kalimat-kalimatnya. Jargon sebagai pengganti elegi mungkin memiliki dasar yang sama namun akan Nampak berbeda dari luar. Untuk dapat memahami sesuatu kita perlu mengikuti perupahannya dari awal sampai akhir secara kontinu agar kita benar-benar mampu memperoleh pemahaman yang sebenar-benarnya.

    ReplyDelete
  50. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum.. Jargon merupakan kekacauan, bahasa kacau. Tetapi dalam kekacauan tersebut akan memunculkan pemikiran. Jika kita sudah mulai merasa kacau, itulah tanda mulainya ilmu. Tergantung kita akan meneruskannya dengan berfikir kritis sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya menerjemahkan dan diterjemahkan atau berhenti sampai disitu. Ini semua merupakan sebuah pilihan. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

    ReplyDelete
  51. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  52. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Berdasarkan uraian diatas bahwa jorgon merupakan kekacauan. Ini berarti bahwa jargon itu berkaitan dengan hal-hal yang tidak berjalan dengan sewajarnya. Baik itu berkaitan dengan lingkungan kehidupan atau dengan sifat diri setiap individu. Menghadapi kekacauan berarti harus mampu mengembalikan kondisi kearah yang sewajarnya, atau yang sesuai dengan aturan yang ada. Sehingga kekacauan dapat diminimalisir.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  53. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Jargon yang identik dengan ketidakaturan atau kekacauan, dapat sebagai representasi dari pergolakan yang terjadi di dunia iani. Seperti adanya kejadian atau ilmu yang muncul, tentu aja suatu hal yang berbeda atau suatu hal yang baru maka akan menimbulkan kekacauan. Dimana kekacauan ini lah yang menjadikan kubu-kubu pada diri manusia. kubu-kubu yang disebabkan oleh bedanya pemikiran yang muncul lewat jargon yang berbeda. persepsi benar salah yang berbeda juga menimbulkan jargon-jargon di masyarakat, hal ini lah yang harus diminimalisir, bukan meminimalisir perbedaan namun meminimalisir pergolakan yang ada di masyarakat.

    ReplyDelete
  54. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Jargon dapat berupa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Segalanya tergantung bagaimana kita memilih jargon untuk diri kita sendiri. Namun, utuk dapat memahami jargon, haruslah dengan pikiran yang kacau. Dengan pikiran yang kacau maka dapat dikatakan bahwa kita telah berupaya menggapai jargon.

    ReplyDelete
  55. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Istilah Jargon sering kita dengar, terutama pada media masa dengan menggunakan kata-kata asing dalam mengungkapkan sesuatu. Ungkapan yang digunakan seringkali tidak dapat dipahami oleh masyarakat umum atau masyarakat di luar kelompoknya. Namun, ungkapan-ungkapan tersebut tidak bersifat rahasia.

    ReplyDelete
  56. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Jargon itu adalah suatu istilah untuk menyebutkan sesuatu melalui suatu bentuk ungkapan. Ungkapan itu hanya bisa dipahami oleh orang-orang tertentu untuk menyampaikan suatu informasi tertentu yang tidak semua orang bisa mengetahui maknanya. Jadi jargon ini biasanya bersifat internal.

    ReplyDelete
  57. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Jargon adalah istilah khusus dalam sebuah bidang keilmuan tertentu. Terkadang orang tidak mampu untuk memahami apa sebenarnya maksud dari suatu pernyataan yang mengandung jargon khusus, sehingga penggunaan jargon terkadang dapat membuat kesalahan persepsi si pendengar atau pembaca. Karena jargon merupakan istilah khusus di suatu bidang ilmu khusus. Jadi yang memahami maksud jargon hanyalah orang yang ahli dalam bidang tersebut, menekuni bidang itu, atau yang sedang mempelajari bidang tersebut. Namun, seorang pembelajar biasa bisa saja memahami jargon-jargon khusus bidang keilmuan tertentu. Hal tersebut dikarenakan kemampuan itu didapatnya dari proses belajar. Seorang pembelajar yang tekun dan gigih akan berkelana mengarungi segala batas bidang keilmuan untuk mendapatkan ilmu. Melalui berbagai pengalaman membaca dan mengeksplorasi referensi dia akan mendapatkan ilmu yang sangat berarti.

    ReplyDelete
  58. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini mengenalkan kepada saya bahwa jargon itu adalah kacau dan identik dengan kacau. Semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini Allah ciptakan berpasang-pasangan dan tak ada satu titik pun yang Allah ciptakan tanpa ada guna dan manfaat di dalamnya. Jargon ini walaupun bermakna kacau dan cenderung bersifat negatif, namun suatu hal yang baik untuk mengenalnya agar kita tidak ikut ke dalamnya, dapat berhati-hati, dan senantiasa mohon perlindungan Allah agar dapat melakukan sesuatu yang berdampak baik bagi diri ataupun orang lain.

    ReplyDelete
  59. Junianto
    PM C
    17709251065

    Jargon merupakan bahasa kacau yang bisa didefinisikan menjadi apapun. Jargon bisa juga dikatakan juga sebagai bahaasa yang kita gunakan sehari-hari. Karena jargon adalah bahasa makan jargon bisa digunakan untuk mendefinisikan semua hal dalam kehidupan. Karena itu pulan maka jargon itu sangat beragam dan bisa dimanfaatkan untuk kebaikan pun juga bisa untuk keburukan. Jadi jargon itu sangat bergantung pada manusia yang menggunakannya. Jika manusianya baik maka jargonnya juga akan baik dan sebaliknya.

    ReplyDelete
  60. Junianto
    PM C
    17709251065

    Jargon dijelaskan diartikel ini sebagai bahasa kacau. Jargon bisa saya artikan sebagai ego dari masing-masing orang. Ego merupakan sifat dasar dan bawaan dalam dirimanusia. Ego bisa dimanfaatkan untuk hal positif dan begitu pula sebaliknya. Banyak orang yang tergelincir karena mengedepankan egonya dalam berbagai hal sehingga orang lain menjadi tidak respect kepadanya. Maka dari itu, karena fitrah manusia adalah makhluk sosial maka sudah sepantasnya kita menekan ego kita ketika berada di lingkungan sosial bersama masyarakat. Berhenti menganggap diri kita yang paling benar dan toleran terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  61. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Saya tidak begitu mengenal atau memahami dengan yang dimaksud sebagai jargon. Dalam elegi ini, jargon dikonotasikan dalam makna yang negative. Namun tidak berarti dengan begitu kita meninggalkan jargon dan tidak mempelajarinya. Kita harus berlaku adil, bilamana kita meninggalkan jargon maka kita memilih tidak jargon. Tentu akan berat sebelah. Begitu juga jika kita memilih jargon, jangan juga kita meninggalkan bukan jargon. Hidup haruslah seimbang

    ReplyDelete
  62. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Jargon sudah sangat sering muncul dalam elegi-elegi sebelumnya dan menurut apa yang dikatakan pada elegi ini, jargon adalah suatu bentuk kekacauan namun bisa juga berarti postive tergatung bagaimana seseorang menggunakannya. Jargon bisa berada pada ranah pendidikan, politik, sosial, ekonomi, dan lainnya. Jargon jika dianalogikan merupakan logo yang mencerminkan suatu kesatuan. Jargon bisa bermanfaat atau menjadi boomerang karena ia terikat dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  63. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Jargon adalah bahasa kacau atau tidak beraturan. Jargon itu cakupannya cukup besar, luas dan ada di mana-mana. Banyak keadaan di mana jargon tersebut terjadi, misalnya keadaan yang tidak sesuai janji, tidak sesuai jadwal, tidak sesuai ruang, tidak sesuai waktu, dll.

    ReplyDelete
  64. Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    setelah membaca elegi ini saya jadi penasaran tentang apa sih sebenarnya jargon itu. Dan akhirnya saya mencari makna jargon di internet, saya baca beberapa blog dan akhirnya saya mendapatkan pemahaman baru bahwasanya JARGON adalah istilah khusus dalam sebuah bidang keilmuan tertentu. Sehingga terkadang orang awam tidak mampu untuk memahami apa sebenarnya maksud dari suatu pernyataan yang mengandung jargon khusus. Sehingga penggunaan jargon terkadang dapat membuat kesalahan persepsi si pendengar atau pembaca.

    ReplyDelete

  65. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dari elegi diatas dalam diambil pemahaman bahwa jargon adalah bahasa kacau. Dari bahasa yang digunakan sendiri maka kacau itu identik dengna sesuatu yang tidak pada aturannya dan identik dengna hal yang negatif. Tetapi disebutkan pula bahwa suatu saat jargon dapat kurang bermanfaat, menjadi bermanfaat atau bahkan sangat bermanfaat. Maka mungkin bagaimana jargon itu menembpatkan diri sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  66. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Di dunia ini, semua memegang peranannya masing-masing dan semua memberikan andil terhadap hal yang lainnya. Disini, jargon diartikan sebagai bahasa yang kacau. Tidak beraturan. Namun jargon tidak selalu berarti tidak bermanfaat. Jargon bisa berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat tergantung dari persepsi atau sudut pandang seseorang dalam menyikapi setiap jargon yang ada.

    ReplyDelete
  67. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Bnnyaknya jargon sebanyak bukan jargon. Keduanya ada didunia sehingga dunia menjadi seimbang. Jargon merupakan bahasa yang kacau dan tidak beraturan. Jargon memiliki dua sisi yaitu bisa bermanfaat bisa juga tidak bermanfaat. Jargon yang bermanfaat misalnya adalah ketika siswa diminta mengemukakan ide-denya maka guru harus memberi ruang yang seluas-luasnya sehingga ide siswa tidak beraturan atau dengan kata lain idenya bebas. Sehingga ide itu muncul dari dirinya dalam upaya membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  68. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Berdasarkan uraian diatas jargon identik dengan kekacauan. Jargon bisa menjadi bermanfaat, sangat bermanfaat bahkan kurang bermanfaat tergantung ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  69. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari elegi tersebut saya memahai bahwa jargon dapat dimaknai secara luas. Jargon adalah bahasa kekacauan, jargon kurang berguna, dapat berguna maupun sangat berguna. Terimakasih.

    ReplyDelete
  70. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Melihat banyaknya jargon dalam elegi di atas menandakan bahwa di dunia ini telah banyak terjadi kekacauan. Mulai dari dunia politik, Pendidikan, perdagangan, sampai pada pikiran manusia. Yang menjadi penyebab kekacauan tidak lain dan tidak bukan adalah manusia itu sendiri. Hal ini menjadi refleksi bagi para manusia apakah sampai saat ini masih terus menyebabkan kekacauan itu, atau masih saja mengulanginya setelah tahu perbuatannya menimbulkan kekacauan, atau sudah mau belajar dari kekacauan yang pernah dilakukannya. Manusia memang tidak lepas dari kekurangan, tetapi alangkah baiknya jika kita selalu belajar dari kesalahan yang pernah kita buat, termasuk kesalahan-kesalahan yang menimbulkan kekacauan.

    ReplyDelete