Oct 21, 2012

Elegi Mengenal Jargon




Oleh Marsigit

Saya ucapkan selamat datang kepada jargon. Setelah saya mengucapkan selamat jalan untuk elegi, maka seakan persoalan-persoalan akan selesai, tetapi nyatanya tidak. Aku ternyata menemukan jargon. Ternyata jargon itu cukup besar, luas dan ada di mana-mana. Hal yang demikian telah membangkitkan kembali hasratku untuk menulis sekaligus untuk menjaga silaturakhim kepada handaitolan. Sekali lagi selamat datang wahai jargon.

Jargon:
Aku adalah jargon. Jargon itu bahasa kacau. Kacau itu tidak beraturan. Tidak beraturan itu bisa teratur. Diriku itu terdiri dari banyak macam: jargon politik, jargon pendidikan, jargon perdagangan, jargon pikiran, jargon program, jargon persaudaraan, jargon lembaga, jargon keluarga, jargon sekolah, jargon sifat-sifat, jargon subyek, jargon obyek, jargon berdoa, jargon belajar, jargon komitmen, jargon kewajiban, jargo hak, jargon cinta, jargon pendapat, jargon pertandingan, jargon tujuan, jargon sosial, jargon subyek, jargon obyek, jargon nyanyian, ..jargon kehidupan.

Subyek:
Wahai jargon, apakah manfaat memikirkanmu dan mengapa engkau mengenalkan diri kepadaku?

Jargon:
Wahai subyek. Jargon itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Jika engkau pikirkan jargon sebagi kacau, maka kacau itu tidaklah tidak kacau. Kacau itu tidak sesuai aturan. Kacau itu tidak sesuai prinsip. Kacau itu prinsip yang sempit untuk yang besar. Kacau itu prinsip subyektif untuk obyektif. Kacau itu prinsip sendiri untuk bersama. Kacau itu pendapat pribadi untuk umum. Kacau itu prinsip koheren untuk korespondensi. Kacau itu prinsip khusus untuk umum. Kacau itu tidak sesuai janji. Kacau itu tidak sesuai jadual. Kacau itu tidak sesuai ruang. Kacau itu tidak sesuai waktu. Kacau itu tidak seperti biasanya. Kacau itu tidak lazim. Kacau itu tidak sesuai rencana. Kacau itu tidak jelas. Kacau itu samar-samar. Kacau itu negative.

Subyek:
Wahai jargon, jika engkau itu negative, mengapa mesti aku perlu membicarakanmu?

Jargon:
Wahai subyek. Ini adalah permulaan pembicaraanku. Ketahuilah bahwa pembicaraanku itu masih panjang dan lebar. Bukankah engkau pernah membaca elegi perbincangan para banyak. Maka bacalah sekali lagi elegi itu dan elegi-elegi yang lainnya, agar engkau mampu memahami bagaimana orang-orang itu bisa memanfaatkan, memanipulasi, hidup dan subur, bahagia dengan jargon-jargon. Semakin hari semakin banyak orang, baik sadar maupun tidak sadar, memanfaatkan keadaan yang tidak sesuai aturan, keadaan yang tidak sesuai prinsip, keadaan dimana prinsip yang sempit untuk yang besar, keadaan dimana prinsip subyektif untuk obyektif, keadaan dimana prinsip sendiri untuk bersama, keadaan di mana pendapat pribadi untuk umum, keadaan di mana prinsip koheren untuk korespondensi, keadaan di mana prinsip khusus untuk umum, keadaan di mana tidak sesuai janji, keadaan di mana tidak sesuai jadual, keadaan di mana tidak sesuai ruang, keadaan di mana tidak sesuai waktu, keadaan di mana tidak seperti biasanya, keadaan dimana tidak lazim, keadaan di mana tidak sesuai rencana, keadaan di mana tidak jelas, keadaan di mana samar-samar, keadaan yang negative.

Subyek:
Apa saja contoh kongkritnya?

Jargon:
Wahai subyek, ketahuilah bahwa banyaknya jargon itu adalah sebanyak tidak jargon. Maka tidaklah adil jika dunia jargon pun tidak boleh tampil dalam panggung kehidupan ini. Maka berkenanlah, bahwa untuk periode-periode berikutnya, aku berniat akan selalu mengawali karya-karyaku dengan jargon. Sedangkan contoh kongkritnya adalah kekacauan memahami obyek yang bicara, kekacauan memahami subyek yang menjadi obyek, kekacauan memahami obyek yang menjadi subyek, kekacauan memahami kuasa yang dikuasai, kekacauan memahami yang ada dan yang mungkin ada, kekacauan memahami tetap yang berubah, kekacauan memahami berubah yang tetap, kekacauan memahami benar yang salah, kekacauan memahami salah yang benar, kekacauan memahami baik yang buruk, kekacauan memahami buruk yang baik, kekacauan memahami awal yang tidak berawal, kekacauan memahami akhir yang tidak berakhir, kekacauan memahami pertanyaan yang bukan pertanyaan, kekacauan memahami reduksi menuju kelengkapan, kekacauan memahami kelengkapan yang tereduksi, kekacauan memahami hidup yang mati, kekacauan memahami mati yang hidup, kekacauan memahami dunia di syurga, kekacauan memahami syurga di dunia, kekacauan memahami dunia di neraka, mengalami kekacauan memahami neraka di dunia, kekacauan memahami logosnya mitos, kekacauan memahami mitosnya logos, kekacauan memahami pikiran di hati, kekacauan memahami hati di pikiran, kekacauan memahami guru sebagai siswa, kekacauan memahami siswa sebagai guru, kekacauan memahami hakekat dibalik penampakan, kekacauan memahami elegi-elegi, kekacauan memahami merterjemahkan dan diterjemahkan, kekacauan memahami memperbincangkan segala yang ada dan yang mungkin ada, kekacauan memahami fatamorgana, kekacauan mengenali para mitos, dan kekacauan mengenali musuh-musuh hati. Kekacauan-kekacauan itu akan menghasilkan bahasa yang kacau. Itulah jargon.

9 comments:

  1. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi mengenal jargon, jargon adalah kata kacau yang mungkin ada manfaat, mungkin juga tidak ada manfaatnya. Semua itu tergantung penggunaannya, sehingga jargon terikat oleh ruang dan waktu. Penggunaan jargon memiliki manfaat seperti sebagai kalimat yang rancu, yang tidak diketahui sekelompok orang, sehingga bisa digunakan sebagai sandi. Namun jargon bisa sangat bermanfaat ketika jargon di letakkan pada ruang dan waktu yang baik dan benar.

    ReplyDelete
  2. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Elegi ini menjawab pertanyaan saya sebelumnya pada tulisan bapak mengenai “Jargon pertengakarang guru dan siswa”. Di tulisan itu saya mengartikan Jargon sebagai Hak, namun pada elegy ini, Jargon memiliki defenisi yang berbeda (bukan hak). Dan setelah saya membaca beberapa tulisan mengenai jargon saya dapatkan defense ini :
    “Jargon identik dengan kata atau kalimat untuk menjadi penyemangat ketika kita melakukan sesuatu tindakan. Jargon adalah istilah khusus dalam sebuah bidang keilmuan tertentu. Terkadang orang tidak mampu untuk memahami apa sebenarnya maksud dari suatu pernyataan yang mengandung jargon khusus, sehingga penggunaan jargon terkadang dapat membuat kesalahan persepsi si pendengar atau pembaca. Karena jargon merupakan istilah khusus di suatu bidang ilmu khusus. Jadi yang memahami maksud jargon hanyalah orang yang ahli dalam bidang tersebut, menekuni bidang itu, atau yang sedang mempelajari bidang tersebut.”
    Dari elegi mengenal jargon diatas dapat kita ketahui bahwa jargon itu bahasa kacau. Jargon bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Jargon akan sangat bermanfaat bila dapat menjadikan kita bersemangat dalam melakukan tindakan.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam elegi ini, jargon diartikan sebagai kekacauan. Kebermanfaatan jargon dapat dilihat dari bagaimana pelaku-pelaku menerapkan dan menyikapi jargon dalam kehidupan. Jadi, tidak semua jargon berdampak negatif bagi pelakunya. Jika akan bernilai positif jika kita menyikapinya sebgai motivasi bagi kita untuk melakukan hal-hal yang positif.

    ReplyDelete
  4. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Secara sederhana, mitos merupakan salah satu bagian dari kesesatan berpikir dimana tetap menganggap benar suatu informasi yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Tak jarang, kita terjerumus pada mitos-mitos pemikiran. Mitos pemikiran lah yang membuat langkah menjadi tak terarah dan terjadi kekacauan hidup. Oleh karena itu, kita senantiasa belajar berpikir reflektif dan bijak dalam berpikir. Selain itu, kita juga harus berhati-hati dengan ‘hati’. Karena ‘hati’ lah menjadi penyebab kerusuhan pikiran. Hati dan pikiran berkorelasi. Keduanya erat kaitannya dengan penentu tingkah laku.

    ReplyDelete
  5. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Mengenal jargon sama artinya dengan mengenal kekacauan dalam hidup. Hidup di dunia ini tidak selamanya akan mulus dan begitu juga sebaliknya, maka jargon itu tidak selamanya bermanfaat dan begitu juga sebaliknya. Akan bermanfaat bila bisa menjadikan kita menjadi lebih baik, memotivasi kita agar selalu berlaku ikhlas, sehingga jargon ini juga terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  6. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jargon merupakan bahasa kacau yang memiliki banyak bentuk dan arti. Jargon bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, ataupun sangat bermanfaat. Hal tersebut tergantung pada masing-masing individu dalam memahami dan mengartikan jargon. Jargon yang bermanfaat adalah jargon yang dapat menjadikan diri kita ke arah lebih baik, dapat berbentuk motivasi atau semangat.

    ReplyDelete
  7. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Jargon merupakan satu kata yang memiliki arti luas, dampak yang besar, kebermanfaatan yang mengejutkan, dan memuslihatkan jika salah dalam mempergunakannya. Jargon akan bernilai jika dibarengi dengan lawan dari jargon tersebut. Hal ini bertujuan untuk pemberian manfaat seluas – luasnya seperti makna dari jargon itu sendiri. Namun jika jargon tersebut dialiri air yang mengalir maka akan memunculkan kekacauan yang tiada akhir. Berhati – hatilah dalam setiap jargon kehidupan.

    ReplyDelete
  8. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi diatas saya dapat mengambil hikmah bahwa sebenarnya walaupun sesuatu itu buruk menurut anggapan kita dan tidak kita senangi, pada hakikatnya disitu terdapat pelajaran yang berharga. Jadi menurut saya tidak semua yang buruk atau negatif itu tidak baik tapi tergantung kepada orang yang mengalaminya, karena apapun yang diciptakan oleh Allah didunia ini semuanya bermanfaat tinggal lagi bagaimana kita selaku manusia untuk menjadikan hal yang buruk atau negatif itu mengarahkannya kearah yang baik. Sehingga tergantung individu bagaimana menganggapinya.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Jargon bisa berupa hal yang berguna atau tidak berguna. berguna jika dapat memberikan motivasi, dan tidak berguna jika membuat diri kita dalam kekacauan. Maka hindari jargon yang hanya membuat kita dalam keadaan kacau karna hanya akan memberikan dampak buruk kedepannya.

    ReplyDelete