Oct 21, 2012

Elegi Mengenal Jargon




Oleh Marsigit

Saya ucapkan selamat datang kepada jargon. Setelah saya mengucapkan selamat jalan untuk elegi, maka seakan persoalan-persoalan akan selesai, tetapi nyatanya tidak. Aku ternyata menemukan jargon. Ternyata jargon itu cukup besar, luas dan ada di mana-mana. Hal yang demikian telah membangkitkan kembali hasratku untuk menulis sekaligus untuk menjaga silaturakhim kepada handaitolan. Sekali lagi selamat datang wahai jargon.

Jargon:
Aku adalah jargon. Jargon itu bahasa kacau. Kacau itu tidak beraturan. Tidak beraturan itu bisa teratur. Diriku itu terdiri dari banyak macam: jargon politik, jargon pendidikan, jargon perdagangan, jargon pikiran, jargon program, jargon persaudaraan, jargon lembaga, jargon keluarga, jargon sekolah, jargon sifat-sifat, jargon subyek, jargon obyek, jargon berdoa, jargon belajar, jargon komitmen, jargon kewajiban, jargo hak, jargon cinta, jargon pendapat, jargon pertandingan, jargon tujuan, jargon sosial, jargon subyek, jargon obyek, jargon nyanyian, ..jargon kehidupan.

Subyek:
Wahai jargon, apakah manfaat memikirkanmu dan mengapa engkau mengenalkan diri kepadaku?

Jargon:
Wahai subyek. Jargon itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Jika engkau pikirkan jargon sebagi kacau, maka kacau itu tidaklah tidak kacau. Kacau itu tidak sesuai aturan. Kacau itu tidak sesuai prinsip. Kacau itu prinsip yang sempit untuk yang besar. Kacau itu prinsip subyektif untuk obyektif. Kacau itu prinsip sendiri untuk bersama. Kacau itu pendapat pribadi untuk umum. Kacau itu prinsip koheren untuk korespondensi. Kacau itu prinsip khusus untuk umum. Kacau itu tidak sesuai janji. Kacau itu tidak sesuai jadual. Kacau itu tidak sesuai ruang. Kacau itu tidak sesuai waktu. Kacau itu tidak seperti biasanya. Kacau itu tidak lazim. Kacau itu tidak sesuai rencana. Kacau itu tidak jelas. Kacau itu samar-samar. Kacau itu negative.

Subyek:
Wahai jargon, jika engkau itu negative, mengapa mesti aku perlu membicarakanmu?

Jargon:
Wahai subyek. Ini adalah permulaan pembicaraanku. Ketahuilah bahwa pembicaraanku itu masih panjang dan lebar. Bukankah engkau pernah membaca elegi perbincangan para banyak. Maka bacalah sekali lagi elegi itu dan elegi-elegi yang lainnya, agar engkau mampu memahami bagaimana orang-orang itu bisa memanfaatkan, memanipulasi, hidup dan subur, bahagia dengan jargon-jargon. Semakin hari semakin banyak orang, baik sadar maupun tidak sadar, memanfaatkan keadaan yang tidak sesuai aturan, keadaan yang tidak sesuai prinsip, keadaan dimana prinsip yang sempit untuk yang besar, keadaan dimana prinsip subyektif untuk obyektif, keadaan dimana prinsip sendiri untuk bersama, keadaan di mana pendapat pribadi untuk umum, keadaan di mana prinsip koheren untuk korespondensi, keadaan di mana prinsip khusus untuk umum, keadaan di mana tidak sesuai janji, keadaan di mana tidak sesuai jadual, keadaan di mana tidak sesuai ruang, keadaan di mana tidak sesuai waktu, keadaan di mana tidak seperti biasanya, keadaan dimana tidak lazim, keadaan di mana tidak sesuai rencana, keadaan di mana tidak jelas, keadaan di mana samar-samar, keadaan yang negative.

Subyek:
Apa saja contoh kongkritnya?

Jargon:
Wahai subyek, ketahuilah bahwa banyaknya jargon itu adalah sebanyak tidak jargon. Maka tidaklah adil jika dunia jargon pun tidak boleh tampil dalam panggung kehidupan ini. Maka berkenanlah, bahwa untuk periode-periode berikutnya, aku berniat akan selalu mengawali karya-karyaku dengan jargon. Sedangkan contoh kongkritnya adalah kekacauan memahami obyek yang bicara, kekacauan memahami subyek yang menjadi obyek, kekacauan memahami obyek yang menjadi subyek, kekacauan memahami kuasa yang dikuasai, kekacauan memahami yang ada dan yang mungkin ada, kekacauan memahami tetap yang berubah, kekacauan memahami berubah yang tetap, kekacauan memahami benar yang salah, kekacauan memahami salah yang benar, kekacauan memahami baik yang buruk, kekacauan memahami buruk yang baik, kekacauan memahami awal yang tidak berawal, kekacauan memahami akhir yang tidak berakhir, kekacauan memahami pertanyaan yang bukan pertanyaan, kekacauan memahami reduksi menuju kelengkapan, kekacauan memahami kelengkapan yang tereduksi, kekacauan memahami hidup yang mati, kekacauan memahami mati yang hidup, kekacauan memahami dunia di syurga, kekacauan memahami syurga di dunia, kekacauan memahami dunia di neraka, mengalami kekacauan memahami neraka di dunia, kekacauan memahami logosnya mitos, kekacauan memahami mitosnya logos, kekacauan memahami pikiran di hati, kekacauan memahami hati di pikiran, kekacauan memahami guru sebagai siswa, kekacauan memahami siswa sebagai guru, kekacauan memahami hakekat dibalik penampakan, kekacauan memahami elegi-elegi, kekacauan memahami merterjemahkan dan diterjemahkan, kekacauan memahami memperbincangkan segala yang ada dan yang mungkin ada, kekacauan memahami fatamorgana, kekacauan mengenali para mitos, dan kekacauan mengenali musuh-musuh hati. Kekacauan-kekacauan itu akan menghasilkan bahasa yang kacau. Itulah jargon.

45 comments:

  1. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi mengenal jargon, jargon adalah kata kacau yang mungkin ada manfaat, mungkin juga tidak ada manfaatnya. Semua itu tergantung penggunaannya, sehingga jargon terikat oleh ruang dan waktu. Penggunaan jargon memiliki manfaat seperti sebagai kalimat yang rancu, yang tidak diketahui sekelompok orang, sehingga bisa digunakan sebagai sandi. Namun jargon bisa sangat bermanfaat ketika jargon di letakkan pada ruang dan waktu yang baik dan benar.

    ReplyDelete
  2. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Elegi ini menjawab pertanyaan saya sebelumnya pada tulisan bapak mengenai “Jargon pertengakarang guru dan siswa”. Di tulisan itu saya mengartikan Jargon sebagai Hak, namun pada elegy ini, Jargon memiliki defenisi yang berbeda (bukan hak). Dan setelah saya membaca beberapa tulisan mengenai jargon saya dapatkan defense ini :
    “Jargon identik dengan kata atau kalimat untuk menjadi penyemangat ketika kita melakukan sesuatu tindakan. Jargon adalah istilah khusus dalam sebuah bidang keilmuan tertentu. Terkadang orang tidak mampu untuk memahami apa sebenarnya maksud dari suatu pernyataan yang mengandung jargon khusus, sehingga penggunaan jargon terkadang dapat membuat kesalahan persepsi si pendengar atau pembaca. Karena jargon merupakan istilah khusus di suatu bidang ilmu khusus. Jadi yang memahami maksud jargon hanyalah orang yang ahli dalam bidang tersebut, menekuni bidang itu, atau yang sedang mempelajari bidang tersebut.”
    Dari elegi mengenal jargon diatas dapat kita ketahui bahwa jargon itu bahasa kacau. Jargon bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Jargon akan sangat bermanfaat bila dapat menjadikan kita bersemangat dalam melakukan tindakan.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam elegi ini, jargon diartikan sebagai kekacauan. Kebermanfaatan jargon dapat dilihat dari bagaimana pelaku-pelaku menerapkan dan menyikapi jargon dalam kehidupan. Jadi, tidak semua jargon berdampak negatif bagi pelakunya. Jika akan bernilai positif jika kita menyikapinya sebgai motivasi bagi kita untuk melakukan hal-hal yang positif.

    ReplyDelete
  4. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Secara sederhana, mitos merupakan salah satu bagian dari kesesatan berpikir dimana tetap menganggap benar suatu informasi yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Tak jarang, kita terjerumus pada mitos-mitos pemikiran. Mitos pemikiran lah yang membuat langkah menjadi tak terarah dan terjadi kekacauan hidup. Oleh karena itu, kita senantiasa belajar berpikir reflektif dan bijak dalam berpikir. Selain itu, kita juga harus berhati-hati dengan ‘hati’. Karena ‘hati’ lah menjadi penyebab kerusuhan pikiran. Hati dan pikiran berkorelasi. Keduanya erat kaitannya dengan penentu tingkah laku.

    ReplyDelete
  5. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Mengenal jargon sama artinya dengan mengenal kekacauan dalam hidup. Hidup di dunia ini tidak selamanya akan mulus dan begitu juga sebaliknya, maka jargon itu tidak selamanya bermanfaat dan begitu juga sebaliknya. Akan bermanfaat bila bisa menjadikan kita menjadi lebih baik, memotivasi kita agar selalu berlaku ikhlas, sehingga jargon ini juga terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  6. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jargon merupakan bahasa kacau yang memiliki banyak bentuk dan arti. Jargon bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, ataupun sangat bermanfaat. Hal tersebut tergantung pada masing-masing individu dalam memahami dan mengartikan jargon. Jargon yang bermanfaat adalah jargon yang dapat menjadikan diri kita ke arah lebih baik, dapat berbentuk motivasi atau semangat.

    ReplyDelete
  7. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Jargon merupakan satu kata yang memiliki arti luas, dampak yang besar, kebermanfaatan yang mengejutkan, dan memuslihatkan jika salah dalam mempergunakannya. Jargon akan bernilai jika dibarengi dengan lawan dari jargon tersebut. Hal ini bertujuan untuk pemberian manfaat seluas – luasnya seperti makna dari jargon itu sendiri. Namun jika jargon tersebut dialiri air yang mengalir maka akan memunculkan kekacauan yang tiada akhir. Berhati – hatilah dalam setiap jargon kehidupan.

    ReplyDelete
  8. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi diatas saya dapat mengambil hikmah bahwa sebenarnya walaupun sesuatu itu buruk menurut anggapan kita dan tidak kita senangi, pada hakikatnya disitu terdapat pelajaran yang berharga. Jadi menurut saya tidak semua yang buruk atau negatif itu tidak baik tapi tergantung kepada orang yang mengalaminya, karena apapun yang diciptakan oleh Allah didunia ini semuanya bermanfaat tinggal lagi bagaimana kita selaku manusia untuk menjadikan hal yang buruk atau negatif itu mengarahkannya kearah yang baik. Sehingga tergantung individu bagaimana menganggapinya.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Jargon bisa berupa hal yang berguna atau tidak berguna. berguna jika dapat memberikan motivasi, dan tidak berguna jika membuat diri kita dalam kekacauan. Maka hindari jargon yang hanya membuat kita dalam keadaan kacau karna hanya akan memberikan dampak buruk kedepannya.

    ReplyDelete
  10. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jargon itu bahasa kacau, tidak beraturan, tetapi bisa teratur. Jargon ada dalam berbagai aspek kehidupan. Jargon bisa kurang bermanfaat, bermanfaat atau bahkan bisa jadi sangat bermanfaat. Semua itu tergantung bagaimana setiap orang memandang jargon itu sendiri.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dari elegi diatas dalam diambil pemahaman bahwa jargo adalah bahasa kacau. Dari bahasa yang digunakan sendiri maka kacau itu identik dengna sesuatu yang tidak pada aturannya dan identik dengna hal yang negatif. Tetapi disebutkan pula bahwa suatu saat jargon dapat kurang bermanfaat, menjadi bermanfaat atau bahkan sangat bermanfaat. Maka mungkin bagaimana jargon itu menembpatkan diri sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  12. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Mulai dari yang kurang berfaedah hingga sangat berfaedah dapat kita temui dalam jargon. Dengan jargon kita dapat mengetahui logika berpikir kita mulai dari yang bertentangan terhadap apa yang sebenarnya kita yakini sampai yang dapat memotivasi diri menjadi lebih baik. Sebenar-benarnya dan seberfaedahnya jargon itu tergantung ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  13. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Kekacauan terjadi karena kurangnya pengetahuan, persiapan atau karena kekurangan lainnya. Dalam belajar pun setiap peserta didik pasti pernah mengalami kekacauan dalam memahami materi pelajaran. Sesuai dengan paradigma pendidikan yang baru, bahwa pembelajaran di kelas bersifat student-center atau berpusat pada peserta didik, sehingga guru bertindak sebagai fasilitator, bukan guru yang mendominasi dalam kegiatan di kelas. Begitu juga dalam kehidupan, kita sebagai manusia membutuhkan panduan agar tidak terjadi kekacauan (jargon) dalam menghadapi hidup. Sebagai rakyat Indonesia, panduannya adalah Pancasila dan UU, sebagai makhluk beragama panduannya adalah Al-Qur'an dan hadits. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang terhindar dari jargon dengan usaha mencari panduan dalam menjalani sesuatu.

    ReplyDelete
  14. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Jargon itu dapat bermanfaat dan bisa saja tidak bermanfaat. Jargon dapat digunakan untuk memahami yang ada dan yang mungkin ada. Jargon dapat menimbulkan kekacauan, kebinggungan. Jargon dimaknai sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  15. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Selamat datang Jargon. Jargon itu bahasa kacau. Kacau itu tidak beraturan. Tidak beraturan itu bisa beraturan. Jargon itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat tergantung bagaimana jargon itu digunakan. Setiap orang pasti memiliki pemikiran yang berbeda-beda, memandang hal yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Belum tentu yang menurut kita tidak baik justru tenyata baik untuk orang lain. Oleh karena itu, kita harus bisa memandang sesuatu hal dengan berbagai sudut pandang.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Elegi mengenal jargon, jargon adalah bahasa lain dari kacau. Secara umum kata kacau berarti memiliki nilai negatif, namun tak hanya bernilai negatif, jargon pun dapat bernilai positif. Nilai yang tersemat itu pun tergantung pada ruang dan waktu dimana jargon itu muncul.

    ReplyDelete
  17. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Jargon bisa sangat bermanfaat, bisa bermanfaat saja tetapi bisa juga tidak bermanfaat. Tergantung darimana jargon itu berasal dan dipandang. Tergantung dari ruang dan waktu apa jargon itu berada. Oleh karenanya agar jargon itu bisa bermanfaat, gunakan jargon itu pada ruang dan waktu yang sangat tepat.

    ReplyDelete
  18. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Jargon memiliki banyak arti, banyak persepsi. Jargon dapat bermanfaat atau pun kurang bermanfaat tetapi juga bisa tidak bermanfaat. Pengetahuan awal dapat mendasari apakah jargon tersebut dapat bermanfaat ataukah malah menimbulkan kekacauan. Tetapi tidak jarang jargon juga dapat membuat lebih semangat.

    ReplyDelete
  19. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Jargon diperoleh atas pemikiran yang mencoba menganalisis sesuatu secara mendalam yang dan kemudian dituangkan dalam bentuk kalimat.
    Maka jargon pun terkadang terlihat kacau bagi pembaca lainnya, tetapi sesungguhnya tidak pernah kacau bagi si pemiliki jargon tersebut.
    Sehingga yang lebih mengetahui dan memahami jarogon tersebut adalah pemilik jargon tersebut sendiri.

    ReplyDelete
  20. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Jargon adalah bahasa kacau. Kacau itu tidak beraturan. Namun arti jargon tidak hanya batas itu saja. Jargon sangat banyak melekat pada orang-orang saat ini. Dimana semakin hari semakin banyak orang, baik sadar maupun tidak sadar, memanfaatkan keadaan yang tidak sesuai aturan, keadaan yang tidak sesuai prinsip dan lainnya. Jargon sangat banyak sama dengan banyaknya yang tidak jargon. Seperti kekacauan memahami mati yang hidup. Itulah jargon yang berbentuk kekacauan.

    ReplyDelete
  21. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kekacauan-kekacauan yang terjadi akibat subyek tidak berada pada tempatnya. Namun ketika subyek berada pada tempatnya, berlaku sesuai manfaat sebenarnya, mungkin jargon akan menjadi bermanfaat dan sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  22. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Jargon merupakan bahasa kacau yang bisa beraturan dan bisa tidak beraturan. Ada banyak macam – macam jargon, seperti jargon politik, jargon keluarga, jargon sekolah, dan lain sebagainya. Kacau berarti tidak sesuai prinsip dan mengarah ke hal – hal yang negatif, maka supaya kita tidak mengarah ke hal – hal yang negatif lebih baik menghindari kekacauan dan sebaiknya mempunya prinsip yang teguh sesuai ruang dan waktu kita masing – masing. Jargon hanya merupakan sarana, maka masing – masing dari kita bisa membangun jargonnya masing – masing sesuai dengan tujuannya dan dalam ruang dan waktu masing – masing.

    ReplyDelete
  23. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan elegi di atas jargon diartikan sebagai bahasa yang kacau dan tidak memiliki keteraturan. Namun demikian jargon bisa saja bermakna negatif atau pun bermakna positif sesuai dengan pemakainya. Jargon terdiri atas bermacam-macam bentuk antara lain: jargon politik, jargon pendidikan, jargon perdagangan, jargon pikiran, jargon program, jargon persaudaraan, jargon lembaga, jargon keluarga, jargon sekolah, dan sebagainya. Selain itu jargon juga dapat bermanfaat sesuai dengan penggunaannya. Oleh karena itu jargon juga terikat ruang dan waktu.
    Dari sini dapat kita simpulkan bahwa segala sesuatunya butuh struktur untuk memodelkannya. Karena ketidakteraturan termasuk model.

    ReplyDelete
  24. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Jargon diartikan sebagai kekacauan. Kebermanfaatan jargon dapat dilihat dari bagaimana pelaku-pelaku menerapkan dan menyikapi jargon dalam kehidupan. Jadi, tidak semua jargon berdampak negatif bagi pelakunya. Jika akan bernilai positif jika kita menyikapinya sebgai motivasi bagi kita untuk melakukan hal-hal yang positif.

    ReplyDelete
  25. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Bahasa dalam jargon banyak mengalami pengulangan dengan tujuan untuk menekankan inti permasalahan, apa yang dibahas dalam jargon tersebut. Sehingga cakupan permasalahan yang dapat dibahas dalam suatu jargon akan lebih luas . Jargon adalah bahasa yang kacau, dan bahasa yang kacau itu disebabkan oleh berbagai kekacauan yang timbul dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  26. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Jargon dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat mempengaruhi pola pikir kita, namun dapat juga mempengaruhi pola pikir kita kea rah kekacauan. Kekacauan tersebut dapat tumbuh bermua dari pikiran kita yang tak mampu memahami sesuatu disebabkan oleh keterbatasan pikiran kita sebagai manusia. Tetapi keterbatasan pikir kita itu diperlukan dalam kehidupan ini, karena jika kita tidak mempunyai keterbatasan pikir maka kita tidak akan bisa hidup karena kita bisa memikirkan semua hal yang malah akan membuat kita tak berdaya dan mati. Oleh karena itu, kita hendaknya mensyukuri keterbatasan yang telah Allah SWT anugerahkan.

    ReplyDelete
  27. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Mengenai joargon maka kita tahu bawha jargon tiu ada yang baik ada yang buruk, ada yang bermanfaat dan ada yang kurang bermanfaat. Jargon tergantung ruang dan waktu kita berada dimana. Mungkin banyak jargon-jargon yang kita miliki tinggal kita nya saja lagi mau memakai jargon seperti apa.

    ReplyDelete
  28. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setiap manusia memiliki sudut pandangnya masing masing, memiliki alur pemikirannya masing masing.
    Memiliki alur pikiran yang mungkin berbeda dengan pemikiran yang lainnya.
    Yang kita tahu karena pemikiran manusia yang berbeda inilah yang menyebabkan banyak jargon ynag muncul.
    Jargon yang berbeda menjadi masalah jika nilai jargon tersebut tidak selamanya benar dan tidak selamanya salah, tergantung kembali lagi dari sisi mana kita memaknai jargon jargon yang muncul.

    ReplyDelete
  29. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Jargon. Kata yang berarti dalam kekacauan. Jargon bisa bermanfaat, sangat berguna atau tidak berguna. Ini bergantung pada siapa dan apa yang dipikirkannya. Jika berpikir bahwa jargon adalah sesuatu yang buruk, maka itu juga menjadi buruk. Jadi kita harus berpikir baik terhadap jargon. Dan ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita.

    ReplyDelete
  30. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Jargon bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat dan bisa juga tidak bermanfaat.melalui elegi-elegi seseorang akan mampu memahami bagaimana orang-orang itu bisa memanfaatkan, memanipulasi, hidup subur, bahagia dengan jargon-jargonnya. Nah inilah yang ada di dalam kehidupan setiap individu hanya saja bagaimana ia dapat memanfaatkan hidup dengan sebaik-baiknya. Elegi menceritakan atau mendeskripsikan segala hal yang mengenai kehidupan sampai menuju kematian seseorang, jika kita membacanya dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis akan berguna bagi kehidupan kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  31. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika Jargon adalah kacau. Mungin jargon juga berada dipikiran kita. Karena pikiran kita penuh dengan kontradiksi. Yang mungkin kacau dan mungkin tidak kacau juga. Bigitula jika dipandang dari pikiran. Setiap manusai akan memikirkan jargon untuk hidupnya. Hmm, dari elegi ini jargon yang telah dikenal luas berbeda dengan elegi ini. Begitulah filsafat dapat memaknai satu hal dengan berbagai sudut pandang. Teruslah minta ampun terhadap tuhan jika telah pusing berfilsafat berlebihan.

    ReplyDelete
  32. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Jargon dapat bernilai negatif dan positif. Sebuah jargon akan bernilai negatif apabila jargon dibuat hanya untuk menutupi hal sebenarnya ataupun kamuflase dari permainan politik. Jargon akan bernilai positif apabila dibuat untuk membangkitkan semangat. Jargon tidak hanya digunakan untuk itu tetapi juga digunakan dalam ilmu pengetahuan. Tak jarang hanya si pembuat jargon yang mengetahui makna dan maksud dari jargon tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang keliru dalam memahaminya. Jargon bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Terdapat bermacam-macam jargon di kehidupan ini. Maka mungkin bagaimana jargon itu menempatkan diri sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  33. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Obyek filsafat meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada. Dalam filsafat terdapat ragam bahasa dan terikat oleh ruang dan waktu. Hermenitika secara ekstensif dan intensif. Adanya mitos karena berhentinya berpikir dan adanya logos karena terus berpikir. Kita ada karena adanya orang lain yang mengakui bahwa kita itu ada.

    ReplyDelete
  34. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jargon itu cukup besar, luas dan ada dimana-mana. Semakin hari semakin banyak orang, baik sadar maupun tidak sadar, memanfaatkan keadaan yang tidak sesuai aturan, tidak sesuai prinsip, dimana prinsip sendiri untuk bersama, prinsip yang sempit untuk yang lebar, prinsipobjektif untuk subjektif, prinsip koheren untuk korespodensi, prinsip khusus untuk umum, dll

    ReplyDelete
  35. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut elegi di atas, argon adalah bahasa kacau. Kekacauan itu memengaruhi manusia, oleh karena itu agar manusia tidak terlalu terpengaruh oleh kekacauan itu maka manusia perlu lebih banyak belajar agar ilmu yang diperoleh dapat mengurangi kekacauan yang terjadi pada diri manusia

    ReplyDelete
  36. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setiap yang ada dan mungkin ada memiliki jargonnya masing-masing. Jargon itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Semuanya tergantung bagaimana kita memilih jargon untuk diri kita sendiri. Agar terjadi keseimbangan dan tidak terjadi perselisihan, maka setiap yang ada dan mungkin ada, termasuk kita adalah harus saling menerjemahkan dan diterjemahkan. Sehingga bisa saling memahami jargonnya.

    ReplyDelete
  37. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Sudah banyak tulisan yang saya baca terkait jargon di dalam blog ini, namun justru baru menemukan tentang apa itu yang dimaksud dengan jargon. Meskipun demikian, ketidak runtutan dalam membaca elegi-elegi ini tidak menjadikan kita bingung, tetapi malah menjadikan pemahaman kita semakin jelas dan mantap.
    Jargon disini diibaratkan sebagai kekacauan yang tentu bersifat negatif. Kekacauan di sini dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan seperti politik, pendidikan, program, perdagangan, persaudaraan, lembaga, keluarga, sifat, dan aspek lainnya dalam kehidupan. Kekacauan akan selalu ada, cuma yang penting di sini adalah bagaimana cara kita menyikapinya agar kita terhindar atau bahkan bisa memperbaiki kekacauan yang ada dengan segala daya dan upaya yang didasarkan pada pengetahuan, nilai dan norma masyarakat serta nilai spiritual yang berlaku.

    ReplyDelete
  38. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jargon merupakan sebuah kondisi yang baik untuk penggunanya, disaat dia mampu menempatkan diri dengan tepat dan sesuai dengan kapasitasnya. Jargon akan berpengaruh buruk terhadap penggunanya apabila dia tidak mampu menguasai jargonnya tersebut, melainkan dirinyalah yang justru dikuasai oleh jargon tersebut.

    ReplyDelete
  39. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jargon selalu dapat dipandang dari dua sisi, baik atau buruk, cepat atau lambat, positif atau negatif, jamak atau tunggal. Ruang dan waktu lah yang akan mempengaruhi darimana dan seperti apa jargon tersebut semestinya kita terapkan dalam keseharian untuk menanggapi kondisi permasalahan yang ada.

    ReplyDelete
  40. Jargon dapat dipandang dari dua sisi. Sisi kebaikan dan sisi keburukan. Keburukan bukan berarti tidak bermanfaat. Manfaat keburukan adalah kita mengetahui bahwa itu buruk dan tidak melakukannya. Yang kita lakukan hanya kebaikan. Jargonpun demikian. Jargon yang buruk tidak perlu kita amalkan. Tetapi kita belajar bahwa ada jargon yang buruk sehingga yang kita lakukan hanya kebaikan saja.

    ReplyDelete
  41. Jargon digunakan dan dipakai oleh suatu bidang atau lingkungan tertentu. Dalam bidang pendidikan akan mempunyai jargon peserta didik, pembelajaran, RPP, silabus, kurikulum. Istilah tersebut sangat sering disebut dalam bidang pendidikan. Dan istilah tersebut sangan jarang dipakai dalam bidang ekonomi, pertahanan dan lainnya. Tentu saa apa yang saya sebutkan dalah jargon yang positif ada pula jargon yang negatif.

    ReplyDelete
  42. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Jargon dapat menjadi baik atau buruk, karena kita ketahui bahwa jargon indentik dengan sesuatu yang buruk atau kacau. Jargon akan menjadi buruk apabila terdapat kekacauan dalam memahaminya yang tidak sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  43. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Jargon dapat dikatakan baik saat sesuai dengan ruang dan waktunya, berguna dan bermanfaat. Oleh karena itu agar kita tidak termakan jargon kita harus tetap menjaga jargon dalam diri kita agar tetap bermanfaat. Dengan kita mempertahankan jargon baik kita, pasti hal tersebut akan selalu menjadi hal baik untuk diri kita.

    ReplyDelete
  44. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah]. Syeikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz rohimahulloh berkata: “Berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk perkara terbesar yang diharamkan oleh Allah, bahkan hal itu disebutkan lebih tinggi daripada kedudukan syirik. Karena di dalam ayat tersebut Alloh mengurutkan perkara-perkara yang diharamkan mulai yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Sebetulnya tidak hanya dalam hal ilmu agama. Dalam segala aspek kehidupan juga seperti itu. Jika kita berbicara tanpa ilmu tentu berpeluang menciptakan kekacauan.

    ReplyDelete
  45. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    S1 Pendidikan Matematika

    Jargon itu tak dapat dimaknai tidak bermakna, jargon kacau namun dapat tidak di kacaukan bagi ruang dan waktunya. Memanfaatkan jargon adalah mengumpulkan ide gagasan yang tercecer menjadi satu rangkaian yang justru sebenarnya memecah persatuan tersebut. Namun memanfaatkan jargon untuk kepentingan global hanya akan sekedar merusak fokus pandang dan hanya sebagai penyejuk dan penggetar jiwa semata bahwa ide kita masih eksis.

    ReplyDelete