Oct 21, 2012

Elegi Mendengarkan Tangisan dan Nyanyian Para Filsuf




Oleh Marsigit

Marsigit:
Wahai sang Filsuf, mengapa engkau sekarang betul-betul menangis dan juga sekaligus bernyanyi?


Para Filsuf:
Karena memikirkan ulah Dirimu dan Murid-muridmu.

Marsigit:
Lho kenapa? Memang apa yang salah pada Diriku dan Murid-muridku?

Para Filsuf:
Engkau terancam Gagal dan Murid-murid terancam Terperangkap di Ruang dan Waktu gelap

Marsigit:
Saya tidak begitu jelas?

Para Filsuf:
Saya memaklumi bahwa Belajar Filsafat tidak mudah, karena sifat Intensif dan Ekstensif. Filsafat adalah Pikiran Para Filsuf. Jika tidak mau membaca Pikiran Para Filsuf maka Tidak Akan Memperoleh Apapun kecuali Dirimu dan Murid-muridmu akan menjelma menjadi seorang Reduksionis terbesar di dunia. Padahal sebenar-benar orang paling berbahaya di dunia adalah seorang Reduksionis yang Determinis. Wahai Marsigit, apakah kemudian yang engkau lakukan terhadap murid-muridmu?

Marsigit:
Oh maaf Para Filsuf. Aku telah menciptakan Elegi-elegi dan Forum Tanya Jawab dengan harapan agar Murid-muridku memulai membaca Filsafat. Aku berusaha membelajarkan Filsafat dengan Metode Filsafat. Aku berusaha memfasilitasi agar Murid-muridku MAMPU MEMBANGUN FILSAFATNYA MASING-MASING dengan Ikhtiarnya masing-masing. Oleh karena itu maka Perkuliahan juga saya Dukung dengan On Line menggunakan Web Blog.

Para Filsuf:
Bagaimana hasilnya?

Marsigit:
Saya menyaksikan banyak diantara Muridku mengalami kemajuan pesat; mereka mengalami perkembangan yang sungguh mengagumkan karena telah mampu mengembangkan metode berpikir Filsafat. Walaupun saya juga menyaksikan beberapa diantara mereka Terjebak masih membuat komen-komen yang kelihatannya kelihatannya belum Ikhlas. Saya menemukan juga bahwa ada sebagian kecil Murid-muridku Terjebak di Ruang dan Waktu Gelap.Seiring dengan semakin Singkatnya Waktu dan Sempitnya Ruang, saya menemukan beberapa murid-muridku Belum Sempat membaca Pikiranmu sehingga menjelmalah dia menjadi Reduksionis besar. Lalu kenapa Engkau menangis?

Para Filsuf:
Itulah, saya menangis karena saya menemukan semakin banyak Murid-muridmu menjadi Reduksionis dan determinis. Dan engkau juga terancam sebagai reduksionisme. Ketahuilah bahwa BERFILSAFAT TANPA MEREFER ATAU MENGACU KEPADA PIKIRAN PARA FILSUF, SUNGGUH TIADA NILAI KEBANARAN DI SITU. MAKA HASILNYA SANGAT KONTRAPRODUKTIF DAN JUSTRU MALAH BERBAHAYA KARENA AKAN TERCIPTA SEBAGAI SEORANG DITERMINIS.

Marsigit:
Saya sudah mengatakan kepada Murid-muridku bahwa Elegi-elegi itu hanyalah Pendahuluan. Sedangkan Filsafat adalah Pikiran Para Filsuf. Sumber terbaik membaca Pikiran Para Filsuf adalah Buku-buku Karya-karyamu. Sedangkan saya sebetulnya sudah menulis banyak Pikiran-pikiranmu secara Implisit di dalam Elegi-elegi.Namun ingin saya sampaikan bahwa tiada seorangpun terbebas dari Reductionisme dan determinisme. Apakah yang demikian berlaku juga bagimu guru?

Para Filsuf:
Oh iya cerdas pula wahai engkau Marsigit. Lalu kenapa semakin banyak Muridmu terancam menjadi Reduksionist dan Determinis besar? Inilah sebenar-benar pertanyaanku yang akan menggoda dirimu?

Marsigit:
Jika engkau saja bisa terkena Determinisme dan Reduksionis apalagi murid-muridku. Apalagi sebagian besar dari Murid-muridku juga belum sempat membaca Elegi-elegi. 

Para Filsuf:
Reduksionis Besar adalah jika SERTA MERTA DENGAN ENAKNYA TANPA MEMIKIRKANNYA DAN MENGGUNAKAN BACAAN YANG RELEVAN, TELAH MEMBUAT PERNYATAAN ATAU MELAKUKAN KLAIM. Dan itulah yang aku saksikan yang sedang dan akan menimpa pada Murid-muridmu.

Marsigit:
Oh maaf para Filsuf. Itu semua dikarenakan Dosa-dosaku. Aku menemukan bahwa tidak hanya murid-muridku, sedangkan diriku juga terjebak dalam DETERMINISME dan REDUKSIONISME, dengan memerintah agak memaksa murid-muridku untuk membaca Elegi-elegi. Aku telah sangat berdosa kepada Murid-muridku karena telah melakukan beberapa Test Jawab Singkat. Dengan Test Jawab singkat itulah aku telah melakukan Reduksi-reduksi Filsafat. Bahkan aku sempat Tayangkan hasilnya di dalam Blog ini. Namun sebenarnya sudah aku sampaikan kepada Murid-muridku bahwa Sangatlah Berbahaya Menjawab Singkat Filsafat itu, karena bisa terancam menjelma menjadi Reduksionis Salah Ruang dan Waktu. Agar Murid-muridku betul-betul mempunyai kesempatan Membaca Buku Filsafat yang bersisi Pikiran-pikiranmu, saya sudah Memberi Tugas Membuat Makalah sebagai Tugas Akhir. Lalu, kenapa engkau masih menangis?

Para Filsuf:
Engkau hanya melihat Air Mataku saja yang mengalir di pipiku. Sebetulnya setelah menangis aku juga tersenyum. Tidak hanya itu, dan itulah salah satu kemampuanku bahwa aku bisa menangis dan sekaligus tersenyum. Aku menangis jika menemukan Murid-muridmu menjelma menjadi Reduksionis dan Determinis ulung. Sedangkan Aku tersenyum jika menemukan Murid-muridmu menjelma menjadi Reduksionis dan Determinis ulung.

Marsigit:
Lho kok saya jadi bingung. Engkau menangis dantersenyum dikarenakan hal yang sama yaitu menemukan Reduksinist dan Diterminis ulung. Bagaimana ini?

Para Filsuf:
Yang aku tangisi adalah Reduksionis dan Determinis dengan RUANG DAN WAKTU SALAH/BURUK.
Yang aku banggakan adalah Reduksionis dan determinis dengan RANG DAN WAKTU BENAR/BAIK.
Aku menyaksikan bahwa Elegi-elegimu sungguh bisa menjadi sarana bagi murid-muridmu agar terbebas dari Determinisme buruk. Amin

45 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Setelah membaca elegi ini kami pribadi merasa tertarik dengan kalimat para filsuf yang terakhir bahwa "Aku menyaksikan bahwa Elegi-elegimu sungguh bisa menjadi sarana bagi murid-muridmu agar terbebas dari Determinisme buruk". Pada awal membaca elegi-elegi pada Blog ini, secara pribadi saya sangat kesulitan memahami apa sebenarnya yang tersirat di dalam elegi tersebut dan lebih mengartikan secara lurus mengenai elegi yang telah dibaca. Namun, lama kelamaaan menjadi terbiasa dan pikiran saya seperti terkonsep dengan sendirinya untuk membuat mengomentari setiap elegi yang saya baca dan semakin memahami bagaimana berfilsafat dengan pikiran dan hati. Namun, saya juga menyadari bahwa kadangkala komen-komen saya kurang berbobot atau masih jauh dari harapan Bapak dan untuk itu saya mohon maaf. Terima kasih untuk elegi-eleginya, semoga kami dapat mengambil hikmah dari apa yang sudah kami baca.

    ReplyDelete
  2. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Determinisme merupakan keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan. Dengan kata lain determinisme menjadikan peristiwa ‘ditentukan’. artinya tidak akan terjadi/berjalan bila tidak ditentukan. Sedangkan reduksionis merupakan suatu kebiasaan memandang suatu bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya.

    ReplyDelete
  3. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Setiap manusia pasti memiliki sisi feminine baik itu pada perempuan atau laki-laki. Pada suatu keadaan dimana seseorang mengalami keadaan dimana sangat terhanyut terbawa perasaan sedih karena kenyataan tidak sesuai dengan harapan, demikian halnya mungkin dengan para filsuf karena harapannya itu orang – orang belajar filsafat dengan ikhlas, tetapi kenyatannya masih banyak yang mempelajarinya tidak dengan ikhlas yaitu hanya separoh – separoh dan tidak lengkap. Betapa para filsuf begitu berjuang keras untuk memahamkan filsafat-filsafatnya. Belajar filsafat tidak bisa secara instan. Untuk mampu memahaminya diperlukan proses dan waktu. Tidak hanya itu, bagi kami para pemula, perlu adanya suatu pengemasan yang menarik agar filsafat mudah dipahami dan tidak membosankan. Sesungguhnya makna tersirat dan penggunaan bahasa yang tingkat tinggi itulah yang membuat para pemula merasa kesulitan memahami filsafat.Kemudian para filsuf menyanyi mungkin karena masih ada orang yang mau belajar filsafat dengan ikhlas meskipun awalnya sulit untuk bisa ikhlas, karena usaha yang optimal akhirnya bisa terbangun filsafat dalam dirinya.

    ReplyDelete
  4. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Filsuf hanyalah manusia biasa yang punya cipta, rasa dan karsa, mereka punya tujuan baik bagaimana orang lain bisa menikmati dunia ini seperti yang mereka rasakan walaupun cara menikmatinya berbeda-beda seiring berubah ruang dan waktu saat itu pula kadang penafsiran terhadap ide-ide mereka itu dibiaskan bahkan paling ekstrim ditolak karena mungkin dianggap tidak sesuai dengan jalan pikirannya. Para Filsuf telah melakukan sesuatu yang sepantasnya yang bisa mereka lakukan sebagai penghuni ruang dan waktu. Sekarang pertanyaannya apakah kita sudah mempersiapkan sesuatu sebagai bukti bahwa kita pernah berada pada ruang dan waktu itu.

    ReplyDelete
  5. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Di dalam Elegi Mendengarkan Tangisan dan Nyanyian Para Filsuf ini dapat saya ambil kesimpulannya bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Dapat kita lihat pada hakekat sebuah padi yang mana padi di tanam oleh para petani mulai dari sebuah bibit/biji padi hingga bisa menjadi besar dan memiliki buah biji yang banya sehingga bisa bermanfaat bagi manusia. Apabila kita ambil contoh dari sebuah padi maka kita akan terus berbuat baik kepada sesama.

    ReplyDelete
  6. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Elegi yang tertulis merupakan filsafat. Filsafat adalah Pikiran Para Filsuf. Jadi elegi adalah hasil dari pikiran Pak Marsigit selaku filsuf. Elegi tersebut membuat mahasiswa belajar mandiri dengan membangun filsafaynya sendiri, Pak Marsigit hanya memberikan arahan dan masukan. Elegi yang tertulis diharapkan menjadikan mahasiswa reduksionis dan determinis dengan ruang dan waktu yang baik atau benar. Reduksionisme itu sendiri adalah suatu posisi (filsafat filosofis) bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Hal ini dapat dikatakan sebagai objek,fenomena, penjelasan,teori, dan pengertian.Sedangkan determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan.

    ReplyDelete
  7. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna. Memang berfilsafat diperlukan pemikiran yang dalam dan jernih, tentu hal ini sangat sulit bagi para pemula yang ingin belajar filsafat namun ini bukan berarti tidak bisa dilakukan, karena ada pepatah “dimana ada kemauan disitu ada jalan”. Salah memang hal wajar dilakukan oleh manusia dikarenakan ketidaksempurnaannya itu, jangankan para pemula yang ingin belajar filsafat, para filsuf itu sendiri banyak yang salah. Hal ini sebenarnya wajar karena yang tidak pernah salah itu adalah Rasulullah. Maka menurut saya filsafat yang sebenarnya itu adalah dengan mengikuti jejak Rasulullah yang tidak pernah salah.

    ReplyDelete
  8. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Belajar filsafat memang tidak mudah, karena sifat intensif dan ekstensif. Oleh karena itu, dalam belajar filsafat kita harus banyak membaca, memahami, menghayati dan melakukan olah pikir yang reflektif kemudian membuat komentar tentang elegi yang dibaca. Jika engkau tidak mau membaca atau hanya membaca elegi setengah-setengah, maka dirimu tidak akan memperoleh apapun kecuali dirimu akan menjadi seorang reduksionis terbesar di dunia. Padahal sebenar-benar orang paling berbahaya di dunia ini adalah seorang reduksionis yang determinis dengan ruang dan waktu salah/buruk. Oleh karena itu, belajar filsafat adalah kegiatan yang kontinu dan dilakukan dengan hati yang bersih, ikhlas, dan pikiran yang kritis.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Filsafat adalah ilmu pikir. Sedangkan cara berpikir orang itu berbeda-beda. Belajar Filsafat tidak mudah, karena kita harus mampuberpikir seluas – luasnya dan sedalam – dalamnya, mampu menterjemah, dan diterjemahkan. Filsafat adalah Pikiran Para Filsuf. Untuk bisa berfilsafat dengan lengkap dan baik harus mau baca, dan baca Pikiran Para Filsuf. Orang yang sudah mampu berfilsafat dengan baik maka akan menjadi orang yang bijaksana dalam setiap permasalahan, akan terhindar dari sifat reduksionisme yang determinisme yaitu orang paling berbahaya di dunia adalah seorang Reduksionis yang Determinis.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sudah seharusnya apa yang kita tulis adalah dari apa yang kita pikirkan. Pikiran pun tidak lah sembarang pikiran namun juga dari penghayatan. Hidup tidak mungkin lepas dari reduksi, namun bagai mana kita mampu memanfaatkan reduksi sebagai alat yang benar dalam menggapai ilmu

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dalam menggapai ilmu filsafat sudah menjadi keharusan bahwa kita harus mempelajari asal mula filsafat itu. Tentu saja tiada lain dan tiada bukan dari pemikiran-pemikiran para filsuf. Baru setelahnya kita kembangkan melalui pikiran kita sesuai dengan pemahaman kita dan selalu terus berpikir karena dalam filsafat berpikirnya sedalamdan seluas-luasnya. Tidak lah semua kita ambil, namun kita ambil saja dan focus pada satu yang akan kita pelajari. Itulah reduksi.

    ReplyDelete
  12. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Belajar filsafat berarti belajar mengembarakan pikiran dan berbicara tentang yang ada dan yang mungkin ada sehingga butuh proses yang tidak singkat untuk memahaminya. Belajar Filsafat harus mampu berpikir intensif dan ekstensif, berpikir seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya, mampu menterjemah dan diterjemahkan. Filsafat adalah pikiran para filsuf. Untuk bisa berfilsafat dengan lengkap dan baik harus mau baca, dan baca pikiran para filsuf. Orang yang sudah mampu berfilsafat dengan baik akan menjadi orang yang bijaksana dalam setiap permasalahan, akan terhindar dari sifat reduksionisme yang determinisme. Maafkan saya jika sebagai murid saya juga melakukan reduksi yang salah terhadap filsafat Pak. Semoga dengan membaca elegi-elegi ini saya bisa memahaminya dan tidak akan tersesat.

    ReplyDelete
  13. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Seorang filsuf bisa saja terkena reduksionisme dan determinisme, apalagi orang yang belajar filsafat. Dan tidak ada seorang pun bahwasanya yang terbebas dari reduksionisme dan determinisme. Sebaik-baiknya orang yang terkena reduksionisme dan determinisme adalah reduksionis dan determinis dengan ruang dan waktu benar/baik.

    ReplyDelete
  14. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Ilmu itu didapatkan dengan melakukan penelitian, pemikiran mendalam dan didiskusikan kebenarannya. Proses panjang itu menjamin bahwa ilmu yang ada telah diakui kebenarannya. Maka jangan sekali-kali berpendapat tanpa merujuk pada ahli yang mengembangkan ilmu itu.

    ReplyDelete
  15. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Filsafat adalah hasil pemikiran para filsuf. Belajar filsafat memang tidak mudah tetapi tetap bisa dilakukan dengan membaca karya-karya dan tulisan para filsuf. Pemikiran setiap orang sudah pasti berbeda-beda. Oleh karena itu, haruslah pandai dalam memahami, mencerna dan pandai mengambil suatu keputusan dalam setiap perkara. Agar lebih membuka pikiran harus banyak membaca entah membaca hasil karya sendiri maupun orang lain. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan seenaknya sendiri akan tetapi juga harus secara kontinu.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dengan berkomentar dalam blog ini merupakan cara bagaimana saya untuk mempelajari filsafat. Namun itu saja tidak cukup, kita harus berusaha untuk mengembangkan diri agar mendapat ilmu yang baik. Namun ketika kita tidak mengembangkan olah pikir kita maka kita bisa saja bersifat “reduksionis dan determinis”. Hal itu harus kita hindari karena itu tidak baik.

    ReplyDelete
  17. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Dalam berfilsafat kita juga harus mengetahui cara pandang para filsuf dalam memahami filsafat karena apabila kita tidak mengetahuinya kita akan terjebak dalam reduksionisme. Kita akan mengganggap bahwa filsafat kitalah yang benar padahal tidak ada benar dan salah dalam filsafat. Filsafat bernilai benar jika ditempatkan dalam ruang dan waktu yang benar juga. Pandangan filsuf akan membantu kita untuk menemukan definisi filsafat menurut kita sendiri karena filsafat adalah diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  18. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Filsafat adalah pemikiran para filsuf. Itulah mengapa filsafat tidak mudah dipahami. Ketika pertama kali membaca blog ini saya bingung harus berbuat apa untuk dapat memahami elegi-elegi. Namun setelah beberapa kali membaca dan berkomentar di blog ini, perlahan-lahan saya mulai sedikit paham. Elegi-elegi tersebut dapat dipahami dengan membaca dan berpikir secara mendalam yang juga disertai dengan keikhlasan hati. Dalam proses belajar seringkali kita melakukan kesalahan atau menemui ketidakberhasilan. Begitu juga ketika belajar filsafat. Kita bisa dihadapkan dengan ketidakmengertian dan ketidakpahaman. Semoga dalam proses belajar membangun pemahaman filsafat, kita tidak terjebak dalam ruang dan waktu yang gelap dan salah.

    ReplyDelete
  19. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Filsafat memang tidak mudah dipahami, banyak orang yang harus membaca teks yang mengandung filsafat dengan mengulang ulangnya untuk bisa paham.Dibutuhkan keikhlasan untuk memahami dan mempelajarinya. Tanpa keikhlasan dan kesabaran untuk memahaminya tentunya akan susah untuk paham dan malah menjadi emosi sesaat.

    ReplyDelete
  20. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Saya sangat setuju dengan apa yang disampaikan Prof. Marsigit bahwa beliau menggunakan web sebagai pembelajaran. Menurut saya itu akan sangat membantu para mahasiswa dalam memahami lebih dalam mengenai filsafat. Karena memang sejatinya seorag guru adalah sebagai fasilitator. Menurut saya isi dari web Prof. Marsigit sangat bagus sekali, jika mahasiswa ingin membacanya dengan ikhlas maka mahasiswa tersebut akan mendapat ilmu yang sangat banyak dan kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Filsafat adalah berpikir secara intensif dan ekstensif. Untuk melakukan hal demikian memang sangat sulit. Karena filsafat adalah pikiran para filsuf sehingga kita dalam berfilsafat haruslah membaca dan berlandaskan pikiran para filsafat. Jika tidak maka sesungguhnya kita telah menjadi reduksionis dan determinis. Sedangkan keduanya adalah hal yang paling berbahaya. Dari itu para filsuf menjadi menangis. Namun, dengan belajar dan membaca elegi-elegi ini membantu kita untuk membaca pikiran filsuf. Dari itu filsuf menjadi menyanyi.

    ReplyDelete
  22. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Elegi di atas menjelaskan secara implisit tentang hakikat belajar filsafat. Dimaan berfilsafat adalah olah pikir, namun dalam mengolah pikir harus mengacu atau merujuk pada pandangan para filsuf karena filsafat adalah pikiran para filsuf. Oleh karena itu dalam perkuliahan filsafat dengan berbagai fasilitas yang disediakan, refrensi yang bermutu dan berkualitas, maka sebaik-sebaiknya mahasiswa adalah mahasiswa yang mampu mengolah pikiran dan hatinya dengan baik. Hal ini akan tercermin salah satunya adalah dengan membuat komen yang bermutu dan harus dilandasi dengan rasa ikhlas, karena dengan keihklasan akan tercipta pemikiran yang jernih.

    ReplyDelete
  23. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Terimakasih elegi yang diberikan Bapak. Selama saya mengikuti perkuliahan dan membaca artikel di blog ini saya mendapatkan banyak tambahan ilmu pengetahuan. Ada banyak istilah dan persoalan baik dalam kehidupan ataupun dalam pendidikan yang membutuhkan solusi dan ada banyak istilah yang awalnya saya belum tahu kemudian menjadi tahu karena membaca dari blog ini. elegi – elegi yang diberikan dan artikel – artikel yang ada membantu untuk memahami hal – hal yang belum dimengerti. Namun tidak jarang juga saya masih merasa bingung dalam memahami elegi – elegi yang diberikan. Semoga kedepannya hal – hal yang disajikan dalam blog ini juga membawa banyak manfaat juga bagi teman – teman semuanya.

    ReplyDelete
  24. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Belajar filsafat belajar mereduksi atau menghilangkan hal-hal yang tidak baik dalam hidup. Seperti ketika kita ingin berpikir jernih maka kita perlu mereduksi pikiran-pikiran yang mengotori pikiran kita, agar kita mampu mereduksi ya kita Berdoa memohon pertolonganNya. Belajar mereduksi agar dapat menemukan suatu nilai filsafat yang untuh dengan mendeterminkan hati yang ikhlas dan pkiran yang jernih.

    ReplyDelete
  25. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi ini menyatakan bahwa segala hal memiliki sisi yang baik dan yang buruk keran itulah diakhir elegi dinyatakan bahwa filsuf menangis dan tersenyum disebebkan oleh satu hal yang sama. Ia menangis karena sisi buruknya, da tersenyum karena sisi baiknya. Dan dengan membaca elegi diharapkan kita lebih banyak mendapat sisi baik dan terhindar dari sisi buruk.

    ReplyDelete
  26. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Bebricara masalah elegi tangisan dan nyanyin maka kita harus tahuu bahwa manusia pasti memiliki titik yang mana pada titik itu kita sudah merasa skat mat. Maju sudah tidak bisa, mundur pun tidak bisa, sehingga yang ada hanay tangis dan nyanyian yang mana keduanya itu adalah gambaran kita sendiri. Dengan adnaay nyayina dan tangisan maka kita akan merasa bahwa dunia itu sunyi.

    ReplyDelete
  27. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Berkomentar merupakan bagian dari belajar ekstensif dan intensif. Hal ini dalam dikatakan seperti meskipun belum sampai pada benar berpikir yang dimaksud karena dalam berkomentar terkadang sebagai persepsi diri sendiri.
    Padahal jika berfilsafat harus didasari pada pemikiran para filsuf. Pemikiran yang didasarkan pada pemikiran para filsuf yang kemudian diambil kesimpulan.

    ReplyDelete
  28. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tiadanya para filsuf maka tida pernah mengenal filsafat. Mengapa? Karena filsafat adalah hasil pemikiran dari para filsuf. Bagaimana cara kita agar dapat belajar filsafat? Caranya adalah dengan memahami pemikiran para filsuf. Bagaimana cara memahami pemikiran para filsuf? Caranya adalah membaca, pahami, dan resapi karya – karya yang telah dilahirkan oleh para filsuf melalui pikirannya.

    ReplyDelete
  29. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Belajar filsafat memang tidaklah mudah. Filsafat dimulai atau berdasarkan pada pemikiran para filsuf. Dalam belajar berfilsafat dibutuhkan hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis karena filsafat bersifat intensif dan ekstensif. Seperti dalam membaca elegi-elegi dalam blog Bapak maka dibutuhkan hati yang ikhlas. Semua yang kita lakukan dengan keikhlasan akan mendapatkan manfaatnya untuk hari kemudian tetapi jika tidak ikhlas semuanya hanya berlalu tanpa ada yang dapat digunakan.

    ReplyDelete
  30. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar filsafat bias dikatakan mudah mudah susah. Mudah jika dapat mememerdekaan pikiran dari hati. Namun jangan lupa minta ampun karena kekhilafan yang akan diperbuat. Sulit karena tidak smeua manusia dapat memahami filsafat karena filsafat itu bersifat mandiri karena dariberada pada pemikiran diri sendiri. Sehingga dalam berfilsafat minta ampunlah kepada Tuhan pemberi ampun.

    ReplyDelete
  31. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dalam elegi ini diibaratkan para filsuf menangis karena harapannya kepada orang-orang untuk belajar filsafat dengan ikhlas, tetapi kenyatannya masih banyak yang mempelajarinya tidak dengan ikhlas yaitu hanya setengah-setengah saja dan tidak lengkap. Belajar filsafat memang tidak mudah dan tidak bisa instant perlu proses belajar dan berfikir untuk dapat memahaminya. Diperlukan proses dan waktu yang relative lama. Semoga saya dapat belajar filsafat yang benar dan terhindar dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  32. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Para filsuf memiliki rasa dimana pada situasi dan kondisi tertentu dapat dicurahkan. Filsafat memiliki bahasa analaog yang sulit untuk dipahami. Oleh karenanya belajar filsafat harus secara kaffah dan ikhlas. Selain itu filsafat makna baik intrinsik maupun ekstrinsik. Untuk memaknainya perlu kajian yang lebih mendalam dan tidak didapatkan secara instan.

    ReplyDelete
  33. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar filsafat memang tidak mudah dan tidak bisa instant artinya perlu proses belajar dan berfikir untuk dapat memahaminya. Dengan elegi elegi pak marsigit saya dapat belajar filsat dengan cara yang lebih mudah. Terima kasih banyak Bapak.

    ReplyDelete
  34. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Belajar filsafat tidak mudah, karena sifat intensif dan ekstensif. Filsafat adalah pikiran para filsuf. Jika tidak mau membaca pikiran para filsuf maka tdak akan memperoleh apapun. Dengan pembelajaran melalui blog, siswa mengalami kemajuan pesat, mereka mengalami perkembangan yang sungguh mengagumkan karena mampu mengembangkan metode berpikir filsafat.

    ReplyDelete
  35. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berfilsafat tanpa merefer atau mengacu kepada pikiran para filsuf, sungguk tidak ada nilai kebenaran. Maka hasilnya sangat kontraproduktif dan justru malah berbahaya karena akan tercipta sebagai diterminis. Filsafat adalah pikiran pra filsuf. Sumber terbaik untuk membaca pikiran para filsuf adalah melalui buku-bukunya.

    ReplyDelete
  36. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Belajar Filsafat tidak mudah, karena sifat Intensif dan Ekstensif. Filsafat adalah Pikiran Para Filsuf. Untuk itulah Bapak memfasilitasi kami untuk membaca elegi-elgi dengan harapan agar kami MAMPU MEMBANGUN FILSAFATNYA MASING-MASING dengan Ikhtiarnya masing-masing. Belajar filsafat itu tidak mudah. Maka dari itu kami membaca elegi-elegi meskipun dari banyak ilmu yang di dapat, dikatakan bahwa elegi-elegi tersebut hanya sebagai pendahuluan. Dengan harapan untuk memahami filasafat secara mendalam, kita harus membaca buku-buku para filsuf.

    ReplyDelete
  37. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  38. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Filsafat merupakan ilmu olah pikir tentang pemikiran para filsuf. Saya menyadari bahwa melalui elegi-elegi yang ada pada blog ini sangatlah bermanfaat untuk menjadi sarana bagi para pembaca agar terbebas dari Determinisme buruk. Elegi-elegi ini meruapakan gambaran nyanyian dari para filsuf. Seperti yang dikatakan dalam elegi ini bahwa ang para filsuf tangisi adalah Reduksionis dan Determinis dengan RUANG DAN WAKTU SALAH/BURUK. Sedangkan yang para filsuf banggakan adalah Reduksionis dan determinis dengan RUANG DAN WAKTU BENAR/BAIK.

    ReplyDelete
  39. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa mempelajari filsafat berarti kita mempelajari tentang hakikat diri kita sendiri dalam menjalani hidup. Namun, ketika mempelajari pemikiran para filsuf, hendaknya kita tidak memakannya mentah-mentah. Kita tahu bahwa masa mereka dan masa kita sudah sangat jauh berbeda. Sehingga pandangan mereka harus kita “godog” dulu, kita cari makana sedalam dalamnya dan seluas luasnya sehingga baik untuk di terapkan di dalam kehidupan kita dan sesuai dengan keadaan di sekitar kita.

    ReplyDelete
  40. Dwi Kawuryani
    S1 Pendidikan Matematika 2014 (14301241049)
    Filsafat adalah ilmu yang menggambarkan pola pikiran seseorang, sehingga filsafat antara satu orang dan orang lain nya berbeda. Namun demikian untuk membangun filsafat nya masing-masing maka setiap orang butuh untuk membaca pikiran para filsuf. Sebelum membaca pikiran para filsuf hendaknya seseorang itu menetralkan pikiran nya agar tidak memihak dan tidak terpengaruh oleh pola pikiran dari pikiran filsuf tersebut.

    ReplyDelete
  41. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Belajar filsafat memang tidak mudah, perlu suatu proses yang panjang agar kita bisa memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Perlu usaha yang berkelanjutan yaitu dengan membaca, membaca, dan membaca, dan tentunya disertai dengan rasa ikhlas. Semoga kami bisa mengambil manfaat dan menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  42. Suatu keputusan telah ditetapkan bahwa belajar filsafat dilakukan dengan membaca elegi sebagai pendahuluan. Tetapi mungkin ada kekurangannya yaitu ketika hanya membaca melalui elegi saja belum cukup. Filsafat merupakan pengetahuan yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya tentu tidak cukup jika hanya melalui elegi. Ditakutkan mahasiswa hanya belajar sedikit atau telah melakukan reduksi. Dengan banyak membaca elegi, mahasiswa pun tahu bahwa yang telah dilakukannya hanya baru sedikit dari yang seluas dan sedalam-dalamnya. Hanya sedikit pemikiran filsuf yang ada sehingga dapat mencari yang lainnya. Bahwa terhadap suatu hal akan ada kekurangan dan kelebihan. Kekurangan dari elegi jangan dijadikan alasan untuk tidak membaca tetapi kekurangan tersebut disebutkan atau diberikan penjelasan bagaimana untuk memperbaiki atau melengkapinya.

    ReplyDelete
  43. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Filsafat merupakan suatu tindakan, suatu aktivitas. Filsafat adalah aktivitas untuk berpikir secara mendalam tentang pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup manusia. Pertanyaan tersebut antara lain dapat berupa apa tujuan hidup, apakah Tuhan ada, bagaimana menata organisasi dan masyarakat, serta bagaimana hidup yang baik.

    ReplyDelete
  44. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kemudian kita akan mencoba menjawabnya secara rasional, kritis, dan sistematis. Ketika belajar filsafat, kita akan berjumpa dengan pemikiran para filsuf besar sepanjang sejarah manusia. Dengan belajar filsafat, seseorang akan dilatih menjadi manusia yang utuh yang mampu berpikir mendalam, rasional, komunikatif.

    ReplyDelete
  45. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Mendengarkan tangisan dan nyanyian filsuf itu sebetulnya filsafat estetika. Estetika berbicara tentang rasa yang mencakup penyerapan perhatian dalam pengalaman persepsi. Sejauhmana seseorang mampu menimbulkan daya pendengarannya, daya pandangnya, daya sentunya terhadap sesuatu, maka sejauh itulah rasa seni, cipta, rasa, dan karsa yang dimilikinya.

    ReplyDelete