Oct 21, 2012

Elegi Mendengarkan Tangisan dan Nyanyian Para Filsuf




Oleh Marsigit

Marsigit:
Wahai sang Filsuf, mengapa engkau sekarang betul-betul menangis dan juga sekaligus bernyanyi?


Para Filsuf:
Karena memikirkan ulah Dirimu dan Murid-muridmu.

Marsigit:
Lho kenapa? Memang apa yang salah pada Diriku dan Murid-muridku?

Para Filsuf:
Engkau terancam Gagal dan Murid-murid terancam Terperangkap di Ruang dan Waktu gelap

Marsigit:
Saya tidak begitu jelas?

Para Filsuf:
Saya memaklumi bahwa Belajar Filsafat tidak mudah, karena sifat Intensif dan Ekstensif. Filsafat adalah Pikiran Para Filsuf. Jika tidak mau membaca Pikiran Para Filsuf maka Tidak Akan Memperoleh Apapun kecuali Dirimu dan Murid-muridmu akan menjelma menjadi seorang Reduksionis terbesar di dunia. Padahal sebenar-benar orang paling berbahaya di dunia adalah seorang Reduksionis yang Determinis. Wahai Marsigit, apakah kemudian yang engkau lakukan terhadap murid-muridmu?

Marsigit:
Oh maaf Para Filsuf. Aku telah menciptakan Elegi-elegi dan Forum Tanya Jawab dengan harapan agar Murid-muridku memulai membaca Filsafat. Aku berusaha membelajarkan Filsafat dengan Metode Filsafat. Aku berusaha memfasilitasi agar Murid-muridku MAMPU MEMBANGUN FILSAFATNYA MASING-MASING dengan Ikhtiarnya masing-masing. Oleh karena itu maka Perkuliahan juga saya Dukung dengan On Line menggunakan Web Blog.

Para Filsuf:
Bagaimana hasilnya?

Marsigit:
Saya menyaksikan banyak diantara Muridku mengalami kemajuan pesat; mereka mengalami perkembangan yang sungguh mengagumkan karena telah mampu mengembangkan metode berpikir Filsafat. Walaupun saya juga menyaksikan beberapa diantara mereka Terjebak masih membuat komen-komen yang kelihatannya kelihatannya belum Ikhlas. Saya menemukan juga bahwa ada sebagian kecil Murid-muridku Terjebak di Ruang dan Waktu Gelap.Seiring dengan semakin Singkatnya Waktu dan Sempitnya Ruang, saya menemukan beberapa murid-muridku Belum Sempat membaca Pikiranmu sehingga menjelmalah dia menjadi Reduksionis besar. Lalu kenapa Engkau menangis?

Para Filsuf:
Itulah, saya menangis karena saya menemukan semakin banyak Murid-muridmu menjadi Reduksionis dan determinis. Dan engkau juga terancam sebagai reduksionisme. Ketahuilah bahwa BERFILSAFAT TANPA MEREFER ATAU MENGACU KEPADA PIKIRAN PARA FILSUF, SUNGGUH TIADA NILAI KEBANARAN DI SITU. MAKA HASILNYA SANGAT KONTRAPRODUKTIF DAN JUSTRU MALAH BERBAHAYA KARENA AKAN TERCIPTA SEBAGAI SEORANG DITERMINIS.

Marsigit:
Saya sudah mengatakan kepada Murid-muridku bahwa Elegi-elegi itu hanyalah Pendahuluan. Sedangkan Filsafat adalah Pikiran Para Filsuf. Sumber terbaik membaca Pikiran Para Filsuf adalah Buku-buku Karya-karyamu. Sedangkan saya sebetulnya sudah menulis banyak Pikiran-pikiranmu secara Implisit di dalam Elegi-elegi.Namun ingin saya sampaikan bahwa tiada seorangpun terbebas dari Reductionisme dan determinisme. Apakah yang demikian berlaku juga bagimu guru?

Para Filsuf:
Oh iya cerdas pula wahai engkau Marsigit. Lalu kenapa semakin banyak Muridmu terancam menjadi Reduksionist dan Determinis besar? Inilah sebenar-benar pertanyaanku yang akan menggoda dirimu?

Marsigit:
Jika engkau saja bisa terkena Determinisme dan Reduksionis apalagi murid-muridku. Apalagi sebagian besar dari Murid-muridku juga belum sempat membaca Elegi-elegi. 

Para Filsuf:
Reduksionis Besar adalah jika SERTA MERTA DENGAN ENAKNYA TANPA MEMIKIRKANNYA DAN MENGGUNAKAN BACAAN YANG RELEVAN, TELAH MEMBUAT PERNYATAAN ATAU MELAKUKAN KLAIM. Dan itulah yang aku saksikan yang sedang dan akan menimpa pada Murid-muridmu.

Marsigit:
Oh maaf para Filsuf. Itu semua dikarenakan Dosa-dosaku. Aku menemukan bahwa tidak hanya murid-muridku, sedangkan diriku juga terjebak dalam DETERMINISME dan REDUKSIONISME, dengan memerintah agak memaksa murid-muridku untuk membaca Elegi-elegi. Aku telah sangat berdosa kepada Murid-muridku karena telah melakukan beberapa Test Jawab Singkat. Dengan Test Jawab singkat itulah aku telah melakukan Reduksi-reduksi Filsafat. Bahkan aku sempat Tayangkan hasilnya di dalam Blog ini. Namun sebenarnya sudah aku sampaikan kepada Murid-muridku bahwa Sangatlah Berbahaya Menjawab Singkat Filsafat itu, karena bisa terancam menjelma menjadi Reduksionis Salah Ruang dan Waktu. Agar Murid-muridku betul-betul mempunyai kesempatan Membaca Buku Filsafat yang bersisi Pikiran-pikiranmu, saya sudah Memberi Tugas Membuat Makalah sebagai Tugas Akhir. Lalu, kenapa engkau masih menangis?

Para Filsuf:
Engkau hanya melihat Air Mataku saja yang mengalir di pipiku. Sebetulnya setelah menangis aku juga tersenyum. Tidak hanya itu, dan itulah salah satu kemampuanku bahwa aku bisa menangis dan sekaligus tersenyum. Aku menangis jika menemukan Murid-muridmu menjelma menjadi Reduksionis dan Determinis ulung. Sedangkan Aku tersenyum jika menemukan Murid-muridmu menjelma menjadi Reduksionis dan Determinis ulung.

Marsigit:
Lho kok saya jadi bingung. Engkau menangis dantersenyum dikarenakan hal yang sama yaitu menemukan Reduksinist dan Diterminis ulung. Bagaimana ini?

Para Filsuf:
Yang aku tangisi adalah Reduksionis dan Determinis dengan RUANG DAN WAKTU SALAH/BURUK.
Yang aku banggakan adalah Reduksionis dan determinis dengan RANG DAN WAKTU BENAR/BAIK.
Aku menyaksikan bahwa Elegi-elegimu sungguh bisa menjadi sarana bagi murid-muridmu agar terbebas dari Determinisme buruk. Amin

28 comments:

  1. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Sebelumnya, terimakasih sudah memberikan fasilitas dengan elegi-elegi yang terdapat dalam postingan ini. Elegi yang telah di posting mempermudah kita mengenal filsafat tanpa harus membaca buku yang berasal dari para filsuf ternama. Karena mungkin bagi saya itu lebih sulit untuk dipahami, meskipun di dalam elegi ini juga menggunakan bahasa analaog. Tetapi bagi saya, penyampaian menggunakan bahasa analog yang dikemas dengan tanya jawab (percakapan) lebih menarik daripada harus terdeskripsi panjang lebar. Selain itu, makna yang disampaikan pun merupakan pengalaman hidup yang benar-benar nyata tetapi tetap dalam penggunaan bahasa analog.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Ketika kita ingin memahami filsafat maka kita harus mempelajari pikiran para filsuf karena filsafat adalah pikiran para filsuf. Jika kita tidak mau membaca pikiran para filsuf maka kita akan memperoleh apapun kecuali diri kita sendiri dan kita menjelma menjadi reduksionis besar. Karena itulah dalam mempelajari filsafat penting untuk membaca, membaca, dan membaca pikiran para filsuf, salah satunya melalui elegi-elegi yang ada pada blog ini.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Seorang filsuf itu juga seperti seorang guru. Ketika siswanya paham dengan ide-ide yang ia sampaikan, maka akan ada kebahagiaan tersendiri bagi seorang guru. Begitu pula sebaliknya keika siswa salah dalam menangkap apa yang guru sampaikan ia akan merasa sangat sedih. Ide-ide para filsuf bagaikan pengetahuan baru yang tidak mudah untuk dipahami kecuali apabila kita mau membuka hati dan pikiran untuk menelaahnya.

    ReplyDelete
  4. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sebelumnya mohon maaf, Pak. Mungkin di semua komen saya adalah komen yang bersifat determinis dan reduksionis karena bisa jadi secara sadar atau tidak sadar serta sengaja atau tidak sengaja saya telah membuat klaim tanpa referensi yang jelas. Namun disini saya hanya berusaha untuk menyatakan apa yang ada dalam pikiran. Terlepas dari nilai salah dan benar dalam proses belajar filsafat, semoga apa yang sudah dijalani menjadi perjalanan baik dan membeikan hasil yang positif. Mohon bimbingannya, Pak. Terimakasih

    ReplyDelete
  5. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    selama ini, elegi menawarkan bacaan yang menghidupkan pemikiran, bukan memasukkan gagasan kepada pembaca. Sehingga melalui elegi-elegi ini kami mampu belajar memulai untuk membangun filsafat kita masing-masing, walaupun masih jauh dari pemikiran filsuf. Elegi-elegi ini mengisyaratkan kita untuk terus belajar dan berpikir, sehingga kita bisa terhindar dari determinis ruang dan waktu yang buruk.

    ReplyDelete
  6. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Filsafat sendiri merupakan hasil berfikir tentang hakikat dengan sistematis, radikal, dan universal. Filsafat adalah ilmu pikir. Sedangkan cara berpikir orang itu berbeda-beda. Oleh karena itu pembelajaran filsafat seharusnya berbeda dengan pembelajaran yang lain. Pembelajaran yang seharusnya bisa memfasilitasi mereka mengembangkan pengetahuan mereka.

    ReplyDelete
  7. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Memang tidak diherankan, bahwa untuk memahami filsafat haruslah memahami pikiran para filsuf. Dengan cara banyak-banyak membaca tentang bagaimana pikiran para filsuf. Selain itu untuk menjelaskan suatu hal yang berkaitan dengan filsafat, tidaklah mampu dijawab dengan uraian yang singkat, karena jika demikian akan menghasilkan pemahaman yang tidak selaras dengan maksud yang ingin disampaikan. Selain itu untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan filsafat haruslah membaca secara keseluruhan dari jabaran yang ada agar tidak terjadi misconsepsi dari apa yang ingin disampaikan. Semoga kita semua dijauhkan dari kekeliruan yang demikian.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  8. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Belajar filsafat adalah mempelajari pikiran para filsuf, berbagai metode yang dilakukan adalah serta merta agar kami (para mahasiswa) tidak terkotak-kotakkan pemahaman dan pemikiran mengenai belajar berfilsafat itu sendiri. Belajar berfilsafat adalah dimana kita seharusnya melakukan dengan keikhlasan, ikhlas hati maupun ikhlas pikirnya, serta melakukannya sesuai dengan ruang dan waktu yang ada. Tentu saja kita tidak dapat menggunakan pemahaman misalkan istilah-istilah dalam berfilsafat serta merta secara bebas, namun harus memperhatikan ruang dan waktunya, karena kesalahan dalam berfilsafat adalah ketika kita tidak mampu bersikap sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  9. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Para filsuf begitu berjuang keras untuk memahamkan filsafat-filsafatnya. Akan tetapi, satu hal yang penting, yakni belajar filsafat tidak bisa secara instan. Diperlukan proses dan waktu yang relative lama. Tapi tidak hanya itu, menurut saya bagi kami para pemula, perlu adanya suatu pengemasan yang menarik agar filsafat mudah dipahami dan tidak membosankan. Sesungguhnya makna tersirat dan penggunaan bahasa yang tingkat tinggi itulah yang membuat kami para pemula merasa kesulitan memahami filsafat.

    ReplyDelete
  10. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Belajar filsafat berarti belajar mengembarakan pikiran dan berbicara tentang yang ada dan yang mungkin ada sehingga butuh proses yang tidak singkat untuk memahaminya. Belajar Filsafat harus mampu berpikir intensif dan ekstensif, berpikir seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya, mampu menterjemah dan diterjemahkan. Filsafat adalah pikiran para filsuf. Untuk bisa berfilsafat dengan lengkap dan baik harus mau baca, dan baca pikiran para filsuf. Orang yang sudah mampu berfilsafat dengan baik akan menjadi orang yang bijaksana dalam setiap permasalahan, akan terhindar dari sifat reduksionisme yang determinisme. Maafkan saya jika sebagai murid saya juga melakukan reduksi yang salah terhadap filsafat Pak. Semoga dengan membaca elegi-elegi ini saya bisa memahaminya dan tidak akan tersesat.

    ReplyDelete
  11. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Pak Marsigit yang baik,sejauh Saya membaca elegi, Saya selalu dalam keadaan sadar Dan refleksi, mengenai apa makna sesungguhnya dari elegi ini terutama bagi Saya. Saya Juga menyadari bahwa metode reduksi dalam elegi ini perlu Saya lengkapi dengan pendapat filsuf. Terkadang Saya membaca elegi Dan mencari sumber dari tulisan filsuf Juga.
    Jadi bagi Saya, tuntunan Anda dengn metode filsafat ini bukan tuntutan mutlak. Ada ruang bebas yang Saya rasakan untuk bertumbuh dan berkembang dalam ruang Dan waktu yang tepat bagi Saya.
    Mungkin perenungan ini masih dangkal,tapi Saya bersyukur boleh belajar bersama Anda.

    ReplyDelete
  12. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Ilmu itu didapatkan dengan melakukan penelitian, pemikiran mendalam dan didiskusikan kebenarannya. Proses panjang itu menjamin bahwa ilmu yang ada telah diakui kebenarannya. Maka jangan sekali-kali berpendapat tanpa merujuk pada ahli yang mengembangkan ilmu itu.

    ReplyDelete
  13. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Seorang filsuf adalah mereka yang berpikir dengan teliti dan menurut aturan yang pasti dalam artian tidak boleh melanggar aturan berpikir yang telah dibuatnya sendiri (aturan berpikir dapat juga dikatakan sebagai prinsip). Seorang filsuf berpikir secara rasional, komperhensif, radikal, dan universal. Filsuf harus melihat sesuatu dari berbagai sudut sebelum mengemukakan sesuatu dan argumennya tidak boleh saling bertentangan.

    ReplyDelete
  14. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Obyek pemikiran seorang filsuf adalah tentang hakekat hidup, hakekat antar sesama manusia, nasehat-nasehat dan motivasi dan hal semacam itu yang lainnya yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Sedangkan ilmuwan berpikir tentang sesuatu berdasarkan teori untuk menemukan fakta-fakta baru dari hasil penelitian dan memajukan kehidupan dunia dengan penemuan-penemuan baru.

    ReplyDelete
  15. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Filsafat adalah ilmu pikir. Sedangkan cara berpikir orang itu berbeda-beda. Oleh karena itu pembelajaran filsafat seharusnya berbeda dengan pembelajaran yang lain. Pembelajaran yang seharusnya bisa memfasilitasi mereka mengembangkan pikiran mereka masing-masing dengan cara berpikir mereka sendiri. Namun guru/dosen yang mengajarkan filsafat juga harus menempatkan ilmu filsafat yang diperolehnya sesuai ruang dan waktu

    ReplyDelete
  16. Belajar Filsafat tidak mudah, karena kita harus mampu berpikir Intensif dan Ekstensif. Mampu berpikir kritis artinya berpikir seluas – luasnya dan sedalam – dalamnya, mampu menterjemah, dan diterjemahkan. Filsafat adalah Pikiran Para Filsuf. Untuk bisa berfilsafat dengan lengkap dan baik harus mau baca, dan baca Pikiran Para Filsuf. Orang yang sudah mampu berfilsafat dengan baik maka akan menjadi orang yang bijaksana dalam setiap permasalahan, akan terhindar dari sifat reduksionisme yang determinisme yaitu orang paling berbahaya di dunia adalah seorang Reduksionis yang Determinis.

    ReplyDelete
  17. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Reduksionisme merupakan penyederhanaan hal-hal kompleks untuk memahami sifat-sifat dasar sesuatu. Sedangkan determinisme merupakan keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Perkuliahan yang diberikan oleh bapak melalui blog ini jika ditanggapi dengan benar oleh mahasiswa maka akan menghasilkan reduksionisme yang positif karena melalui elegi-elegi yang disampaikan, maka mahasiswa dapat memahami hal-hal dasar dengan lebih mudah karena telah disajikan secara ringan namun berbobot. Begitu pula dengan determinisme, jika mahasiswa ikhlas menjalani comment maka hal tersebut bukanlah menjadi beban karena tidak dianggap sebagai keharusan atau kewajiban melainkan sebagai kebutuhan untuk memperluas wawasan atau ilmu khususnya tenatng filsafat dan berlatih untuk berfilsafat.

    ReplyDelete
  18. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Belajar filsafat itu sama saja mempelajari pikiran para filsuf.sumber-sumber yang terpercaya adalah membaca pikiran filsuf dari buku-buku mereka, akan tetapi melalui blog ini saya juga dapat belajar tentang pikiran para filsuf dengan membaca dan merefleksikan hasil bacaan setiap postingan kedalam komentar. Hal ini sangat membantu para mahasiswa yang ingin berlajar filsafat tanpa harus membeli buku asli dari para filsuf, blog ini sangat membantu mempelajari pikiran para filsuf karena telah merujuk ke sumber-sumber yang dapat dipercaya.

    ReplyDelete
  19. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya sependapat dengan Prof bahwa tujuan dari kuliah filsafat ini adalah agar para mahasiswa membangun sendiri pengetahuan filsafat masing-masing. Hal ini sesuai dengan teori konstruktivisme yang menekankan pada pengetahuan yang dibangun sendiri oleh subjek belajar. begitu juga dengan pembelajaran di sekolah. Seharusnya memang siswa sendirilah yang membangun sendiri pengetahuan mereka. Blog dari Prof ini juga sebagai sarana mahasiswa untuk membangun sendiri pengetahuan filsafat mereka.

    ReplyDelete
  20. Junianto
    PM C
    17709251065

    Teori kontruktivisme saya kira menjadi landasan dalam pembelajaran. Bukan saatnya lagi guru memberikan dan mentransfer ilmu kepada siswa. siswa juga bukan lagi empty vessel yang bisa diisi dengan apapun oleh guru. Tetapi siswa adalah subjek belajar, sehingga mereka sendirilah yang memangun pengetahuan dan guru tidak lebih hanyalah sebagai pendamping siswa saja. Begitu pula dengan metode perkuliahan yan Prof gunakan untuk memacu mahasiswa mengkonstruk sendiri pemahaman filsafat mereka.

    ReplyDelete
  21. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Sebagai saalah satu murid dari Prof Marsigit, sungguh saya tidak tau apakah komen-komen, pertanyaan, refleksi yang saya lakukan adalah sebuah refleksi filsafat yang benar atau justru hanyalah reduksi dan determinan. Sungguh saya tidak mengetahui dimana posisi saya, dan hanya dengan beristighfar dan memohon ampun kepada Tuhan lah semoga diampuni dosa-dosa, kesalahan dan kebodohan yang saya lakukan. Diri ini masih butuh banyak bimbingan, banyak bantuan, banyak nasehat dalam mempelajari filsafat dengan benar. Tidak terjebak pada perintah, pada ketidak ikhlasan, dan hal-hal negative yang lain

    ReplyDelete
  22. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Seperti yang pernah disebutkan sebelumnya bahwa dalam mempelajari filsafat kita harus memahami pikiran-pikiran para filsuf. Keterbatasan jam perkuliahan di kelas akan menghambat proses belajar dan pengenalan mahasiswa terhadap tokoh-tokoh filsafat dan pemikirannya. Ketersediaan sumber belajar online sangat membantu siswa dalam memahami paham dan istilah yang sering Bapak sebutkan di dalam kelas. Tes jawab singkat telah membuat mahasiswa mnyadari akan kekurangan pengetahuan yang dimiliki sehingga muncul keingindan untuk memperdalam ilmu filsafat melalui elegi-elegi di blog ini.

    ReplyDelete
  23. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Sebenar-benar filsafat adalah pemikiran para filsuf yang dituangkan melalui buku-buku para filsuf tersebut. Elegi-elegi yang terdapat di blog ini merupakan pengantar bagi kami untuk lebih mengetahui tentang filsafat. Dalam blog ini telah dijelaskan, tanpa bermaksud reduksionisme dan determinisme, beberapa istilah dalam filsafat agar para mahasiswa dapat lebih memahaminya.

    ReplyDelete
  24. Assalamuaalaikum Wr. Wb. Saya berani menduga bahwa, elegi ini merupakan refleksi imajinasi prof Marsigit yang menggambarkan seorang filsuf yang menangis sembari tertawa. Tangisan dan nyanyian seorang filsuf yang digambarkan dalam elegi ini adalah suatu refleksi filosofis atas kondisi-kondisi yang terjadi selama proses belajar-mengajar dalam kelas filsafat ilmu. Tangisan filsuf menandakan kerumitan-kerumitan yang dialami peserta didik sedangkan nyanyian dan senyuman mengambarkan semangat dan daya dalam mempelajari filsafat selama ini.

    ReplyDelete
  25. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas dapat dipahami bahwa dalam mempelajari filsafat kita boleh sembarangan dalam mereduksi atau menyerdahanakan sesuatu karena sebanar-benar filsafat adlaah tidak sesederhana itu. Kita harus lebih banyak membaca dan mempelajari fikiran-fikaran para filsuf. Prof marsigit telah menjelaskan bahwa elegi-elegi ini hanyalah sebuah pendahuluan, maka proses mencari ilmu masih terus berjalan.

    ReplyDelete

  26. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi ini, saya melihat kekhawatiran terhadap kami mahasiswa bapak. Karena sesungguhnya elegi ini adalah pikiran bapak yang ditulis dengan hati yang ikhlas. Memang jujur, banyak tanggapan saya pada artikelartikel diblog ini adalah hasil dari pemikiran spontan saya. Padahal seharusnya berargumen tentang filsafat harus menggunakan referensi yang relevan, yaitu tulisan-tulisan para filsuf. Mungkin sejauh ini belum maksimal usaha saya, tapi InsyaAllah kami akan terus belajar.

    ReplyDelete
  27. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam menggapai suatu tujuan, proses yang ditemui tidaklah mudah. Banyak kendala dan rintangan yang dihadapi. Namun semua rintangan akan terasa ringan apabila dijalani dengan penuh keikhlasan. Setiap hal yang kita miliki, ilmu, pengetahuan, harta, harus mampu kita tempatkan dalam ruang dan waktu yang tepat supaya bisa memberikan manfaat, karena setinggi-tingginya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat. Begitu pula ketika belajar filsafat, kita harus belajar dengan membangun pengetahuan sendiri melalui komen-komen. Hanya orang yang ikhlas lah yang akan benar-benar mendapatkan ilmu dari apa yang telah dibaca dan dipelajarinya, dan menjadikan ilmuny tersebut bermanfaat.

    ReplyDelete
  28. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Alhamdulillah dengan membaca elegi-elegi prof, saya jadi senang membaca dan membaca. Dalam beberapa kesempatan diskusi di kelas saya jadi lumayan pede dan kritis dibanding sebelum belajar filafat. Belajar filsafat benar-benar mengolah pikir kita, kita juga diminta merefleksikan perkuliahan dengan kalimat sendiri. Merefleksikan perkuliahan sama halnya merefleksikan diri sendiri. Dengan melakukan refleksi diri maka kita akan mengetahui kelebihan maupun kekurangan diri untuk perbaikan kedepannya.

    ReplyDelete