Oct 21, 2012

Elegi Refleksi Elegi




Mahasiswa:
Maaf Pak, masih banyak hal yang perlu kami tanyakan.


Marsigit:
Silahkan

Mahasiswa:
Lha, apakah yang disebut Filsafat Ilmu? Apa bedanya Filsafat Ilmu dengan Filsafat?

Marsigit:
Filsafat Ilmu mempelajari sumber-sumber ilmu, macam-macam ilmu dan pembenaran ilmu.
Filsafat Ilmu tidak lain tidak bukan adalah Epistemologi itu sendiri.

Mahasiswa:
Apa hubungan antara Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi?

Marsigit:
Ontologi mempelajari hakekat atau makna segala sesuatu. Epistemologi adalah metodenya. Sedangkan Aksiologi adalah normanya. Tiadalah metode berpikir tanpa obyek berpikir. Metode berpikir adalah epistemology, obyek berpikir adalah ontology, maka tiadalah dapat dipisahkan antara epistemology dan ontology.

Mahasiswa:
Apa hubungan antara Filsafat dengan Filsuf?

Marsigit:
Filsafat adalah pikiran para Filsuf. Maka mempelajari Filsafat adalah mempelajari Pikiran Para Filsuf. Adalah omong kosong jika engkau ingin mempelajari Filsafat tetapi tidak mempelajari Pikiran para Filsuf.

Mahasiswa:
Kalau begitu bagaimana aku bisa mempelajari pikiran para Filsuf dalam perkuliahan Bapak?

Marsigit:
Baca dan bacalah referensinya. Sumber Primer adalah Buku-buku karya Filsuf yang berisi pikiran mereka. Sumber Sekunder adalah buku-buku yang berisi Pikiran para Filsuf yang dituturkan oleh orang lain. Demikian ada sumber Tersier, Kuarter dst.

Mahasiswa:
Apa relevansi pikiran Pak Marsigit dalam perkuliahan Filsafat.

Marsigit:
Dalam perkuliahan Filsafat maka mahasiswa perlu mempelajari pikiran para Filsuf. Seorang Dosen Filsafat seperti saya berkewajiban menghadirkan pikiran para Filsuf dengan berbagai cara.

Mahasiswa:
Maksud saya, apakah pikiran Pak Marsigit mencerminkan Filsafat?

Marsigit:
Tidaklah mudah menerima amanah menjadi dosen Filsafat itu. Maka ujilah pikiran-pikiranku itu melalui tulisan-tulisanku dalam Elegi-elegi. Anda sendiri yang kemudian menentukan seberapa jauh pikirankumencerminkan Filsafat.

Mahasiswa:
Kenapa P Marsigit tidak menjelaskan Filsafat secara singkat, padat, gambling sehingga mudah dipelajari? Kemudian, apakah dan bagaimanakah metode mengajar Filsafat yang diterapkan?

Marsigit:
Aku berusaha membelajarkan Filsafat dengan metode filsafat. Aku membiarkan murid-muridku membangun sendiri Filsafatnya. Aku hanya berusaha sekeras mungkin melayani kebutuhan muridku dalam membangun Filsafat. Maka tidaklah aku memberikan Filsafat itu kepada murid-muridku, kecuali anda semua mencari dan membangunnya sendiri.

Mahasiswa:
Mengapa Bapak membuat Blog dan Elegi-elegi?

Marsigit:
Blog adalah teknologi, sedangkan Elegi adalah pikiranku. Jikalau engkau ingin belajar Filsafat kepadaku maka pelajarilah Pikiranku. Pikiranku sudah aku sebarkan di dalam Elegi-elegi.

Mahasiswa:
Paradigma apa yang melatarbelakangi cara Bapak mendidik kami?

Marsigit:
Berdasarkan pengalaman saya, maka dengan ini aku proklamirkan bahwa aku telah menemukan dan mengembangkan Paradigma Belajar sebagai berikut: “Belajar adalah sintesis dari tesis-tesis dan anti-tesis anti tesis dari segala yang ada dan yang mungkin ada dari diriku maupun dari luar diriku yang merentang dalam ruang dan waktu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan, baik secara intensif maupun ekstensif”

Mahasiswa:
Wah saya agak bingung, karena kalimatnya telalu panjang. Singkatnya bagaimana Pak?

Marsigit:
Singkatnya, “Belajar itu kapanpun dan dimanapun secara kontinu”. Itulah relevansi penggunaan Blog, karena Blog akan menjamin dan menfasilitasi anda dapat belajar kapanpun dan di manapun.

Mahasiswa:
Kenapa Pak Marsigit pernah mengatakan bahwa pada akhir perkuliahan malah nantinya mahasiswa tidak bisa mendefinisikan Filsafat?

Marsigit:
Pada akhir kuliah anda akan tahu bahwa ada berbagai macam kebenaran. Jika kebenaran itu satu maka itu Monisme. Jika kebenaran itu mutlak maka itu Absolutisme. Jika kebanaran itu satu maka cukup mudah mendefinisikan Filsafat, yaitu cukup diambil dari sumbernya saja. Jika kebenaran itu banyak itu Pluralisme. Dalam Pluralisme, maka yang ada dan yang mungkin ada berhak mendefinisikan Filsafat. Jika demikian maka engkau tidak bisa hanya mengambil satu atau beberapa dari semuanya itu. Maka anda tak pernah mampu mendefinisikan Filsafat.

Mahasiswa:
Siapakah yang paling berhak mempelajari Filsafat? Apakah orang beragama? Apakah orang kafir boleh mempelajari Filsafat?

Marsigit:
Setiap orang bisa mempelajari Filsafat. Jika orang Islam berfilsafat maka semoga semakin baik ke Islamannya. Jika orang Majusi belajar filsafat maka semakin baik Majusinya. Jika orang Kafir berfilsafat maka mungin semakin Kafirlah dia.

Mahasiswa:
Kapan dan darimana kita mulai dan berhenti belajar Filsafat

Marsigit:
Anda dapat mempelajari Filsafat kapanpun dan dari manapun. Berhenti kapanpun dan di manapun.

Mahasiswa:
Siapakah orang yang paling bodhoh itu?

Marsigit:
Orang yang paling bodhoh adalah orang yang sudah merasa jelas.

Mahasiswa:
Siapakah orang yang paling pandai itu?

Marsigit:
Orang yang paling pandai bukanlah diriku.

Mahasiswa:
Siapakah orang yang paling seksi?

Marsigit:
Orang yang paling seksi adalah Barack Obama

Mahasiswa:
Siapa orang yang paling berbahaya?

Marsigit:
Orang yang paling berbahaya adalah diriku.

Mahasiswa:
Saya harus bagaimana Pak, karena kemarin tidak ikut ujian?

Marsigit:
Dunia adalah dirimu. Aku hanya menyaksikannya. Hidup ini berkomponen liner ke depan. Maka sabar, tawakal dan berdoalah secara ikhlas untuk menatap masa esokmu.

Mahasiswa:
Nilaiku Test Jawab singkat jelek Pak. Sedangkan Ujian tertulisnya sangat sulit. Terus bagaimana Pak, apakah saya terancam tidak lulus?

Marsigit:
Semua tes dan ujian bermanfaat untuk melihat diri dan introspeksi. Tes yang telah aku laksanakan menunjukkan lemahnya pikiran kita untuk mengetahui segala yang ada danyang mungkin ada di luar pikiranku. Jika demikian maka satu-satunya harapan adalah dengan cara membaca Elegi-elegi secara ikhlas.

Mahasiswa:
Apa yang dimaksud membaca Elegi secara Ikhlas?

Marsigit:
Pahamilah isinya. Bacalah komen-komennya. Sintesiskan pikiran yang lain dan hasilkanlah anti-tesis anti-tesisnya.

Mahasiswa:
Terimakasih Pak.

Marsigit:
Terimakasih kembali. Selamat berjuang. Semoga sukses. Amin.

29 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Tulisan Elegi Refleksi Elegi di atas, menceritakan tentang seseorang yang bernama Marsigit,profesinya adalah seorang dosen yang mengajarkan mata kuliah filsafat. Metode pembelajaran yang digunakan oleh Pak Marsigit ini adalah metode pembelajaran inovatif. Ia berusaha menfasilitasi dan memenuhi kebutuhan belajar para mahasiswanya dengan menggunakan teknologi yang ada. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri lewat tulisan-tulisan (elegy-elgi) yang ada dalam Blog beliau. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Agar mahasiswanya mengenal pemikiran beliau yang beliau taburkan lewat tulisan-tulisannya. Sebab kata beliau dalam belajar filsafat mahasiswa harus mengenal pikiran. Pak Marsigit juga telah memberikan kemudahan kepada mahasiswanya untuk senantiasa belajar di mana pun dan kapan pun mereka berada melalui blog yang telah dibuat beliau. Jika Pak marsigit yang dimaksudkan dalam Elegi ini adalah Pak Marsigit yang sama dengan dosen pengajar Mata kuliah Math Model yang saya kenal maka saya ingin menyampaikan terimakasih, sebab dengan cara ini cara saya untuk mengolah pikir secara Refleksif menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Elegi refleksi elegi ini merefleksikan bahwa meskipun filsafat sulit untuk dipahami, mahasiswa hendaknya terus berusaha untuk mempelajarinya. Tes-tes yang diberikan bukanlah sebagai parameter dalam mengukur kemampuan kita dalam berfilsafat tetapi sebagai motivasi bagi kita untuk tetap berusaha kendati mengalami kesulitan. Kita pun hendaknya membaca elegi-elegi sehingga menambah wawasan kita dalam berfilsafat. Seperti yang Bapak Prof. Marsigit jelaskan bahwa satu-satunya harapan adalah dengan cara membaca Elegi-elegi secara ikhlas, dalam arti memahami isinya, membaca komen-komennya serta sintesiskan pikiran yang lain dan hasilkanlah anti-tesis anti-tesisnya.

    ReplyDelete
  3. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi ini saya menyimpulkan bahwa ontologi, epistemologi, dan aksiologi menjadi satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Dari sini saya semakin memahami bahwa teknik pembelajaran yang dilakukan Prof.Dr.Marsigit yaitu mahasiwa membangun sendiri filsafatnya. Di sini saya sedang berusaha memahami bahasa-bahasa filsuf yang masih menjadi ‘makanan asing’ bagi saya. ‘Membaca elegi secara ikhlas’ merupakan kata-kata motivator yang menjadikan saya semakin ingin mempelajari elegi-elegi.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sebenar-benarnya belajar adalah belajar yang kontinu dan sutainabel. Belajar tidak terikat dengan ruang dan waktu. Siswa dapat belajar dimanapun dan kapanpun. Salah satu sarana untuk mewadahi pembelajaran agar bersifat kontinu dan sustainable adalah melalui elegi. Filsafat adalah olah pikir dan berpikir berdasarkan pemikiran para filsuf. Pemikiran para filusuf ini dapat kita pelajari dalam elegi yang disusun dengan menggunakan bahasa analog. Betapa berat dan sulit untuk memahami bahasa analog yang terdapat dalam legi. Dari sinilah kita sadar bahwa kita perlu berpikir secara ekstensif dan intensif yaitu belajar sedalam-dalamnya, berpikir seluas-luasnya, serta sabar, tawakal dan berdoa secara ikhlas agar kita mampu menjadi manusia yang bijaksana, paham terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  5. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Elegi ini merefleksikan bahwa metode pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran inovatif, dimana kira diberikan kebebasan untuk mengkonstruk pengetahuan kita tentang filsafat dari berbaca macam sumber dan membaca elegi-elegi yang terkait dengan filsafat sehingga kita bisa memberikan definisi dan kesimpulan tentang filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  6. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah saya membaca elegi refleksi elegi ini, saya baru mengetahui bahwa tujuan dari tulisan-tulisan yang bapak posting ini untuk membangun pemahaman sendiri tentang filsafat. Membangun pemahaman tidak harus di sekolah atau di kampus, tetapi dimana saja dan kapan saja serta diikuti hati yang ikhlas dan senang. Kunci utama adalah Keikhlasan Hati untuk membaca setiap elegi-eleginya, pahami artinya, ambil positifnya dan terapkan dalam kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  7. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pada elegi ini saya memperoleh pemahaman bahwa Prof Marsigit selalu menggunakan cara pembelajaran yang inovatif. Dengan adanya refrensi-refrensi ini telah menfasilitasi dan memenuhi kebutuhan belajar para mahasiswa beliau. Sehingga berimplikasi pada mahasiswa diberikan kebebasan untuk mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri. Selain itu yang perlu kita cermati, kita sebagai mahasiswa juga telah diberikan untuk senantiasa belajar di mana pun dan kapan pun kita berada melalui blog yang telah dibuat beliau. Oleh karena itu kita seharusnya sebagai mahasiswa senantiasa ikhlas dalam hati dan pikiran untuk dapat membaca membaca membaca sumber belajar blog ini.

    ReplyDelete
  8. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Semakin banyak saya membaca elegi yang Bapak tuliskan, semakin banyak ilmu kehidupan yang saya peroleh dan langsung dapat diterapkan dalam keseharian. Salah satu dari beribu ilmu yang saya dapatkan di tulisan Bapak adalah belajar tidak mengenal tempat, waktu dan bersama siapa kita sekarang. Belajar dapat dimana saja dengan memaksimalkan fasilitas yang ada, dalam waktu kapan saja, tidak berpatokan ketika hanya pada saat jam perkuliahan saja namun pada saat menonton wayang pun kita bisa sambal belajar dengan memunculkan pikiran – pikiran kritis terhadap sesuatu, dan yang terakhir kita dapat mendapatkan ilmu dari siapa saja, karena semua orang memiliki kelebihan yang dapat kita ambil ilmu yang bermanfaat darinya.

    ReplyDelete
  9. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Belajar bisa dimana dan kapanpun, belajar filsafat juga demikian tidak hanya dikelas namun diluar kelas juga bisa belajar filsafat apalagi dengan zaman yang serba canggih ini tentu akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi. Berfilsafat itu menurut saya bisa dilakukan dengan pengalaman-pengalaman kita juga dari fenomena alam yang kita lihat dan banyak lagi, namun agar lebih mendekati kepada kebenaran maka diperlukan seorang guru untuk mengontrol jalannya pikiran kita. Bukan berarti kita harus sama dengan guru kita, guru kita sebagai fasilitator dan pengontrol alur pikiran kita sehingga tidak jauh melenceng dari kebenaran.

    ReplyDelete
  10. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini membuka mata kita bahwa belajar tak selamanya secara formal. Belajar bisa menggunakan blog dengan membaca apa yang ingin kita ketahui. Belajar filsafat adalah belajar pikiran para filsuf yang nantinya mengahislkan pemikiran sendiri bukan pemikiran para filsuf lagi.

    ReplyDelete
  11. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mendengar kata ‘filsafat’ yang tergambar dalam pikiran saya adalah sesuatu yang berat dan sulit dipahami. Namun, filsafat sangat menarik untuk dipelajari. Saat pertama kali mengikuti perkuliahan dengan Prof Marsigit, saya bertanya-tanya sebetulnya apa tujuan membaca elegi-elegi di blog ini. Setelah beberapa lama mengikuti perkuliahan dan membaca tulisan-tulisan yang ada di blog ini, saya jadi tahu bahwa elegi-elegi ini ditulis dalam rangka mengajarkan filsafat itu sendiri. Prof Marsigit juga telah menyampaikan bahwa satu-satunya syarat untuk membaca elegi-elegi dan belajar filsafat adalah keikhlasan hati. Hal ini semakin mengajarkan saya bahwa dalam belajar apa pun memang diperlukan hati yang ikhlas dan tanpa pamrih. Dengan demikian, kita bisa mengambil manfaat yang sesungguhnya dari ilmu yang telah dipelajari.
    Selain itu, Prof Marsigit juga telah menerapkan salah satu metode pembelajaran inovatif melalui blog ini sehingga kami dapat belajar tanpa terikat oleh ruang dan jam kuliah di kelas. Semoga kami dapat menerapkan segenap pembelajaran yang termuat pada blog ini dalam kehidupan nyata hingga pada akhirnya kami bisa menjadi pribadi yang semakin baik.

    ReplyDelete
  12. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    dari seluruh elegi-elegi di blog bapak ini membuat kita membacanya sekaligus mempelajarinya. dimana setiap kalimat demi kalimat mampu membuka hati dan pikiran kita jika bersungguh-sungguh dalam memahami di setiap maknanya.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dari elegi ini saya mendapat pengetahuan baru bagaimana metode yang bapak gunakan dalam perkuliahan filsafat seperti yang saya ikuti ini. Dengan mengembangkan filsafatnya masing-masing, maka mahasiswa akan termotivasi untuk belajar lebih banyak. Tapi memang hasil yang diperoleh masing-masing mahasiswa akan berbeda.

    ReplyDelete
  14. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Filsafat adalah ilmu pikir. Sedangkan cara berpikir orang itu berbeda-beda. Oleh karena itu pembelajaran filsafat seharusnya berbeda dengan pembelajaran yang lain. Pembelajaran yang seharusnya bisa memfasilitasi mereka mengembangkan pikiran mereka masing-masing dengan cara berpikir mereka sendiri. Namun guru/dosen yang mengajarkan filsafat juga harus menempatkan ilmu filsafat yang diperolehnya sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  15. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Membaca elegi-elegi secara ikhlas di blog adalah bagian dari cara mempelajari filsafat yang diterapkan oleh Pak Prof. Marsigit. Menjadikan belajar filsafat dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja serta berhenti dimana saja dan kapan saja. Di sisi lain, dengan mempelajari filsafat sebenarnya kita tidak akan pernah mampu mendefinisikan filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  16. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Prof. Marsigit mengajarkan filsafat via media elegi. Metode yang berbeda dengan metode-metode untuk mempelajari filsafat yang biasanya digunakan. Sebagai mahaiswa, saya merasa pembelajaran dengan elegi lebih membebaskan dalam belajar, saya bebesa berkomentar sesuai dengan pendapat saya. Bahasa elegi memang susah di pahami, namun jika berhasil memahami makna di dalamnya, isi elegi itu sangat bagus.

    ReplyDelete
  17. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Elegi ini adalah tentang pak prof. Marsigit sebagai dosen filsafat yang mengajarkan filsafat kepada murid-muridnya dengan metode filsafat. Belajar filsafat bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja sehingga pak prof. Marsigit menulis blog dan elegi-elegi karena blog adalah teknologi yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun sehingga bisa memfasilitasi muridnya agar bisa belajar filsafat. Hal ini dikarenakan belajar filsafat adalah mempelajari pikiran para filsuf yang berarti sumber primernya adalah kita harus membaca dan membaca buku-buku karya para filsuf, sekundernya adalah membaca buku-buku pikiran filsuf yang dituturkan orang lain, dan masih banyak lagi. Namun demikian, siapapun bisa belajar filsafat, dalam belajar haruslah dengan hati ikhlas agar bisa memahami isinya.

    ReplyDelete
  18. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam mempelajari filsafat memang memaksa kita untuk mengolah pikiran kita. hasil pemikiran filsuf yang ada memang tak tersurat, namun pesan-pesan itu tersirat sehingga kita dituntut untuk mensintesis pemikiran para filsuf tersebut. Filsafat pun selalu menembus ruang dan waktu, ini semua memiliki arti bahwa para filsuf akan mengikuti dan pada kondisi apapun dimana mereka berada. Berfilsafat juga akan membuat kita semakin mensyukuri hal yang ada di dunia ini, semua pemberian Tuhan.

    ReplyDelete
  19. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Berfilsafat tidak hanya soal olah pikir, berfilsafat juga merupakan kegiatan refleksi diri kita sendiri. Oleh karenanya ada yang menyebut filsafat adalah dirimu sendiri karena di dalam filsafat itu tercemin dirimu. Tidak hanya itu, dalam berfilsafat tentunya kita harus menggunakan hati yang ikhlas dan tulus untuk memahami apa itu filsafat sehingga kita tidak tersesat dalam mitos-mitos yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini. Dalam filsafat dibahas ontologi, epistemologi, aksiologi yang sudah mencakup semua unsur kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  20. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Berfikir adalah bagian dari filsafat. Belajar filsafat adalah proses bagaimana kita memaknai setiap pemikiran.
    Pemikiran para filsuf yang dijadikan landasan tetapi bukan berarti membatasi pemikiran yang diciptakan.
    Sehingga tetap menghasilkan pemikiran baru tanpa terlepas dari pemikiran-pemikiran para filsuf sebelumnya.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Filsafat ilmu adalah tentang sumber-sumber ilmu, macam-macam ilmu, dan pembenaran ilmu. Itu tidak lain tidak bukan tentang ontologi, epistimologi, dan aksiologi. Ontologi adalah objek. Epistimologi adalah metode, dan aksiologi adalah manfaat. Sedangkan filsafat tadi adalah pikiran. Pikiran para filsuf mereka tuliskan menjadi elegi-elegi. Dari elegi kita bisa belajar berfilsafat. Karena elegi merupakan pikiran para filsuf.

    ReplyDelete
  22. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Sependapat dengan Mbak Inung Sundari, awalnya saya bingung maksud dari membaca elegi-elegi dalam blog ini. Namun semakin kesini semakin saya memahami bahwa disinilah proses untuk membangun Filsafat kita masing-masing.

    ReplyDelete
  23. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Inovasi pembelajaran yang telah dilakukan oleh Prof. Marsigit ini memicu pemahaman yang utuh mengenai ilmu dan pengetahuan yang akan menjadi landasan dalam proses pembelajaran dan penelitian ilmiah khususnya dalam Etnomatika.

    ReplyDelete
  24. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Elegi refleksi elegi memberikan dan menjelaskan bahwa belajar itu tidak terbatas hanya sebatas ruang perkuliahan. Namun banyak sumber yang dapat kita jadikan rujukan untuk meningkatkan dan memperluas wawasan termasuk adanya blog ini yang menyediakan banyak sumber/ link oleh Pak Prof Marsigit. Namun perlu kita ketahui bahwa semua itu tidak sebatas diketahui namun juga diterapkan dalam kehidupan sehingga pengetahuan bukan sebatas teori.
    Disini tergantung dari diri kita masing masing dalam memanfaatkan sumber yang ada. Karena dirimu adalah bagaiman kamu memandang dirimu.

    ReplyDelete
  25. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dri elegi tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa filsafat merupakan hasil pemikiran oleh para filsuf. Bidang kajian filsafat meliputi banyak hal, beberapa diantaranya yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Untuk mendapatkan banyak hal yang ingin diketahui hendaknya rajin membaca dan memperbanyak referensi buku bacaan ataupun sumber – sumber belajar lainnya. Supaya dapat memahami filsafat, belajar juga dapat dilakukan dengan membaca elegi – elegi yang diberikan oleh Bapak Marsigit dan kemudian menuliskan komentar – komentar. Dengan begitu, mahasiswa dapat membangun pengetahuannya sendiri dan bisa berefleksi dari bacaan yang dibacanya.

    ReplyDelete
  26. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Elegi refleksi elegi ini merefleksikan bahwa meskipun filsafat sulit untuk dipahami, mahasiswa hendaknya terus berusaha untuk mempelajarinya. Tes-tes yang diberikan bukanlah sebagai parameter dalam mengukur kemampuan kita dalam berfilsafat tetapi sebagai motivasi bagi kita untuk tetap berusaha kendati mengalami kesulitan. Kita pun hendaknya membaca elegi-elegi sehingga menambah wawasan kita dalam berfilsafat. Seperti yang Bapak Marsigit jelaskan bahwa satu-satunya harapan adalah dengan cara membaca Elegi-elegi secara ikhlas, dalam arti memahami isinya, membaca komen-komennya serta sintesiskan pikiran yang lain dan hasilkanlah anti-tesis anti-tesisnya.

    ReplyDelete
  27. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Membaca elegi ini membuat saya teringat akan sikap Pak Prof setelah melihat hasil ujian dadakan yang dikerjakan mahasiswa. Hasil pekerjaan mahasiswa yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Pak Prof. Walaupun hasil ujian dadakan sangat buruk, Pak Prof kembali memberikan kami kesempatan untuk memperbaiki nilai tersebut. Terima Kasih Pak.

    ReplyDelete
  28. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Bebricara masalah filsafat maka benar lah bahwa filsafat itu adalah suatau kumpulan pemikitran untuk meruubah duanai menajdi lebih baik.. dengan adanay filsafat maka kita bisa memikirkan apa yang kita pikirkan. Kiat tahu jika bebricara maslaah filsafat maka kita berbicara yang ada dan yang mungkin ada. dalam filsafta juga tidak ada yang salah.

    ReplyDelete
  29. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pengertian yang tidak dijelakan akan menjadikan banyak tanda tanya di dalam pikiran yang kemudian memacu diri untuk menjawab setiap tanda tanya tersebut.
    Itulah awal dari proses berfisafat manusia.
    Berawal dari ketidaktahuan yang kemudian memberikan motivasi agar mencari pengetahuan, ilmu pengalaman yang selanjutnya dapat digunakan untuk berfilsafat.

    ReplyDelete