Oct 21, 2012

Elegi Refleksi Elegi




Mahasiswa:
Maaf Pak, masih banyak hal yang perlu kami tanyakan.


Marsigit:
Silahkan

Mahasiswa:
Lha, apakah yang disebut Filsafat Ilmu? Apa bedanya Filsafat Ilmu dengan Filsafat?

Marsigit:
Filsafat Ilmu mempelajari sumber-sumber ilmu, macam-macam ilmu dan pembenaran ilmu.
Filsafat Ilmu tidak lain tidak bukan adalah Epistemologi itu sendiri.

Mahasiswa:
Apa hubungan antara Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi?

Marsigit:
Ontologi mempelajari hakekat atau makna segala sesuatu. Epistemologi adalah metodenya. Sedangkan Aksiologi adalah normanya. Tiadalah metode berpikir tanpa obyek berpikir. Metode berpikir adalah epistemology, obyek berpikir adalah ontology, maka tiadalah dapat dipisahkan antara epistemology dan ontology.

Mahasiswa:
Apa hubungan antara Filsafat dengan Filsuf?

Marsigit:
Filsafat adalah pikiran para Filsuf. Maka mempelajari Filsafat adalah mempelajari Pikiran Para Filsuf. Adalah omong kosong jika engkau ingin mempelajari Filsafat tetapi tidak mempelajari Pikiran para Filsuf.

Mahasiswa:
Kalau begitu bagaimana aku bisa mempelajari pikiran para Filsuf dalam perkuliahan Bapak?

Marsigit:
Baca dan bacalah referensinya. Sumber Primer adalah Buku-buku karya Filsuf yang berisi pikiran mereka. Sumber Sekunder adalah buku-buku yang berisi Pikiran para Filsuf yang dituturkan oleh orang lain. Demikian ada sumber Tersier, Kuarter dst.

Mahasiswa:
Apa relevansi pikiran Pak Marsigit dalam perkuliahan Filsafat.

Marsigit:
Dalam perkuliahan Filsafat maka mahasiswa perlu mempelajari pikiran para Filsuf. Seorang Dosen Filsafat seperti saya berkewajiban menghadirkan pikiran para Filsuf dengan berbagai cara.

Mahasiswa:
Maksud saya, apakah pikiran Pak Marsigit mencerminkan Filsafat?

Marsigit:
Tidaklah mudah menerima amanah menjadi dosen Filsafat itu. Maka ujilah pikiran-pikiranku itu melalui tulisan-tulisanku dalam Elegi-elegi. Anda sendiri yang kemudian menentukan seberapa jauh pikirankumencerminkan Filsafat.

Mahasiswa:
Kenapa P Marsigit tidak menjelaskan Filsafat secara singkat, padat, gambling sehingga mudah dipelajari? Kemudian, apakah dan bagaimanakah metode mengajar Filsafat yang diterapkan?

Marsigit:
Aku berusaha membelajarkan Filsafat dengan metode filsafat. Aku membiarkan murid-muridku membangun sendiri Filsafatnya. Aku hanya berusaha sekeras mungkin melayani kebutuhan muridku dalam membangun Filsafat. Maka tidaklah aku memberikan Filsafat itu kepada murid-muridku, kecuali anda semua mencari dan membangunnya sendiri.

Mahasiswa:
Mengapa Bapak membuat Blog dan Elegi-elegi?

Marsigit:
Blog adalah teknologi, sedangkan Elegi adalah pikiranku. Jikalau engkau ingin belajar Filsafat kepadaku maka pelajarilah Pikiranku. Pikiranku sudah aku sebarkan di dalam Elegi-elegi.

Mahasiswa:
Paradigma apa yang melatarbelakangi cara Bapak mendidik kami?

Marsigit:
Berdasarkan pengalaman saya, maka dengan ini aku proklamirkan bahwa aku telah menemukan dan mengembangkan Paradigma Belajar sebagai berikut: “Belajar adalah sintesis dari tesis-tesis dan anti-tesis anti tesis dari segala yang ada dan yang mungkin ada dari diriku maupun dari luar diriku yang merentang dalam ruang dan waktu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan, baik secara intensif maupun ekstensif”

Mahasiswa:
Wah saya agak bingung, karena kalimatnya telalu panjang. Singkatnya bagaimana Pak?

Marsigit:
Singkatnya, “Belajar itu kapanpun dan dimanapun secara kontinu”. Itulah relevansi penggunaan Blog, karena Blog akan menjamin dan menfasilitasi anda dapat belajar kapanpun dan di manapun.

Mahasiswa:
Kenapa Pak Marsigit pernah mengatakan bahwa pada akhir perkuliahan malah nantinya mahasiswa tidak bisa mendefinisikan Filsafat?

Marsigit:
Pada akhir kuliah anda akan tahu bahwa ada berbagai macam kebenaran. Jika kebenaran itu satu maka itu Monisme. Jika kebenaran itu mutlak maka itu Absolutisme. Jika kebanaran itu satu maka cukup mudah mendefinisikan Filsafat, yaitu cukup diambil dari sumbernya saja. Jika kebenaran itu banyak itu Pluralisme. Dalam Pluralisme, maka yang ada dan yang mungkin ada berhak mendefinisikan Filsafat. Jika demikian maka engkau tidak bisa hanya mengambil satu atau beberapa dari semuanya itu. Maka anda tak pernah mampu mendefinisikan Filsafat.

Mahasiswa:
Siapakah yang paling berhak mempelajari Filsafat? Apakah orang beragama? Apakah orang kafir boleh mempelajari Filsafat?

Marsigit:
Setiap orang bisa mempelajari Filsafat. Jika orang Islam berfilsafat maka semoga semakin baik ke Islamannya. Jika orang Majusi belajar filsafat maka semakin baik Majusinya. Jika orang Kafir berfilsafat maka mungin semakin Kafirlah dia.

Mahasiswa:
Kapan dan darimana kita mulai dan berhenti belajar Filsafat

Marsigit:
Anda dapat mempelajari Filsafat kapanpun dan dari manapun. Berhenti kapanpun dan di manapun.

Mahasiswa:
Siapakah orang yang paling bodhoh itu?

Marsigit:
Orang yang paling bodhoh adalah orang yang sudah merasa jelas.

Mahasiswa:
Siapakah orang yang paling pandai itu?

Marsigit:
Orang yang paling pandai bukanlah diriku.

Mahasiswa:
Siapakah orang yang paling seksi?

Marsigit:
Orang yang paling seksi adalah Barack Obama

Mahasiswa:
Siapa orang yang paling berbahaya?

Marsigit:
Orang yang paling berbahaya adalah diriku.

Mahasiswa:
Saya harus bagaimana Pak, karena kemarin tidak ikut ujian?

Marsigit:
Dunia adalah dirimu. Aku hanya menyaksikannya. Hidup ini berkomponen liner ke depan. Maka sabar, tawakal dan berdoalah secara ikhlas untuk menatap masa esokmu.

Mahasiswa:
Nilaiku Test Jawab singkat jelek Pak. Sedangkan Ujian tertulisnya sangat sulit. Terus bagaimana Pak, apakah saya terancam tidak lulus?

Marsigit:
Semua tes dan ujian bermanfaat untuk melihat diri dan introspeksi. Tes yang telah aku laksanakan menunjukkan lemahnya pikiran kita untuk mengetahui segala yang ada danyang mungkin ada di luar pikiranku. Jika demikian maka satu-satunya harapan adalah dengan cara membaca Elegi-elegi secara ikhlas.

Mahasiswa:
Apa yang dimaksud membaca Elegi secara Ikhlas?

Marsigit:
Pahamilah isinya. Bacalah komen-komennya. Sintesiskan pikiran yang lain dan hasilkanlah anti-tesis anti-tesisnya.

Mahasiswa:
Terimakasih Pak.

Marsigit:
Terimakasih kembali. Selamat berjuang. Semoga sukses. Amin.

65 comments:

  1. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Belajar tidak hanya bersifat menerima dari ahli atau pengajar. Namun belajar akan lebih bermakna dan bertahan lama apabila diri sendirilah yang mengkonstruk pengetahuan baru tersebut. Cara mengkonstruk pengetahuan dapat dilakukan dimana saja dan dengan cara apa saja. Salah satu cara yang ditempuh dalam mengkonstruk ilmu filsafat adalah dengan membaca blog, memberkan komentar sebagai bukti bahwa kita telah mendapatkan hasil dari mengkonstruk pengetahuan baru melalui elegi – elegi yang dituliskan.

    ReplyDelete
  2. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Yang mendasari dalam pendidikan matematika melalui filsafat berdasarkan pada ontologi yaitu hakikat atau makna dari segala sesuatu, epistemologi ialah metodenya dan aksiologi adalah normanya yang kesemuanya ini berdasarkan pemikiran para filsuf. Melalui belajar siswa dapat mensintesis semua tesis-tesis dan anti tesis dari semua yang ada dan yang mungkin ada yang merentang dalam ruang dan waktu dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan secara intensif dan ekstensif. Ini lah makna dari belajar filsafat. Sebagai seorang guru kita harusnya dapat mencontoh metode pembelajaran yang digunakan Bapak dalam perkuliahan, dimana guru harusnya dapat membantu siswa dalam membangun pengetahuannya secara mandiri dan guru hanya sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  3. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Begitulah hakekat menuntut ilmu. Tidak bisa setiap manusia untuk diajari terus menurus. Ada kalanya manusia harus belajar sendiri atas berbagai ide-ide yang bergejolak di pikiran diri sendiri. Setiap manusia dapat berpikir berbeda terhadap objek yang sama itulah ilmu yang hanya bisa dipetik diri sendiri. Namun dengan belajar bersama maka akan memperluas pandangan tentang pikiran yang lebih luas lagi.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pembelajara filsafat menggunakan metode filsafat adalah beragam caranya. Salah satunya adalah membiarkan pembelajar membangun kepahaman filsafatnya sendiri melalui proses pencarian dan kerja kerasnya sendiri. Proses pembelajaran yang baik adalah dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun, salah satu caranya adalah menggunkan kecanggihan teknologi melalui blog atau website. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri. Pak Marsigit juga telah memberikan kemudahan kepada mahasiswanya untuk senantiasa belajar di mana pun dan kapan pun mereka berada melalui blog yang telah dibuat beliau.
    Hal tersebut dibuktikan dengan para mahasiswa yang sedang mendapatkan tugas refleksi di web ini melakukan tugasnya mencari ilmu di setiap saat pada waktu yang berbeda-beda. Mahasiswa senantiasa terus belajar dan belajar, membaca dan membaca, serta banyak refleksi akan sangat membantu meningkatkan kualitas ilmu kita masing-masing.

    ReplyDelete
  5. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Berfilsafat berarti mengenal ruang dan waktu. Berfilsafat juga berfikir refleksif yaitu sesampai-sampainya pikiran dan hati. Hidup di dunia ini dipenuhi dengan kegiatan mengambil keputusan. Maka sebenar-benar hidup di dunia ini ternyata adalah pengambilan keputusan meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Segala macam pengetahuan disebut sebagai Ilmu jika dia bersifat "synthetic a priori". Maka sebuah Ilmu itu haruslah memenuhi sifat-sifat "logis" untuk menjamin kebenaran Koherensi dan bersifat "synthetic" untuk memenuhi Ruang dan Waktu.

    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Salah satu cara untuk memperoleh ilmu adalah dengan membaca. Dengan membaca, semakin banyak pengetahuan yang kita dapatkan. Begitu pula dengan belajar filsafat, terlebih mempelajari filsafat bukanlah hal yang mudah. Belajar filsafat harus dilakukan dengan membaca membaca dan membaca. Membaca disini tidak berarti hanya membacanya saja tetapi juga memikirkan apa yang dibaca secara kritis, berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Untuk dapat berpikir kritis mengenai bacaan filsafat, diperlukan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  7. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari artikel di atas, kita dapat mengetahui bahwa metode pembelajaran yang digunakan Pak Marsigit adalah metode pembelajaran inovatif. Pak Marsigit telah menfasilitasi dan memenuhi kebutuhan belajar para mahasiswa beliau. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri. Pak Marsigit juga telah memberikan kemudahan kepada mahasiswanya untuk senantiasa belajar di mana pun dan kapan pun mereka berada melalui blog yang telah dibuat beliau. Oleh karena itu, saya sangat berterima kasih kepada Pak Marsigit atas segala fasilitas belajar yang diberikan beliau kepada saya.

    ReplyDelete
  8. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Filsafat adalah hasil dari pemikiran para filsuf jadi orang yang belajar filsafat harus belajar hasil pemikiran para filsuf karena jika tidak maka hanya omong kosong belaka. Dalam membaca elegi, saya sering menemukan kata kata Ontologi, Aksiologi, epistemology. Namun saya kurang dapat memahaminya namun di elegi ini telah dijelaskan bahwa Ontologi mempelajari hakekat atau makna segala sesuatu. Epistemologi adalah metodenya. Sedangkan Aksiologi adalah normanya. Tiadalah metode berpikir tanpa obyek berpikir. Metode berpikir adalah epistemology, obyek berpikir adalah ontology, maka tiadalah dapat dipisahkan antara epistemology dan ontology. Saya tertarik pada kata kata bahwa orang paling bodoh adalah orang yang sudah merasa jelas.

    ReplyDelete
  9. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sama halnya dengan belajar filsafat bahwa dalam suatu pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai metode. Terdapat beberapa metode untuk memahami filsafat, salah satunya dengan membaca berbagai elegi-elegi seperti yang ada pada blog ini. Dalam blog ini, terdapat berbagai elegi-elegi dan buah pemikiran para filusuf. Dengan membaca dan memahaminya diharapkan seorang mahasiswa sedikit banyak telah memiliki pengetahuan filsafat. Kitan ketahui bahwa filsafat itu berpikir dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Refleksi adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar berupa penilaian tertulis maupun lisan (umumnya tulisan) oleh anak didik kepada guru/dosen, berisi ungkapan kesan, pesan, harapan serta kritik membangun atas pembelajaran yang diterimanya. Bahasa yang paling sederhana dan mudah dipahami adalah refleksi ini sangat mirip dengan curhatan anak didik terhadap guru/dosennya tentang hal-hal yang dialami dalam kelas sejak dimulai hingga berakhirnya pembelajaran. Komen di blog pak Marsigit merupakan salah satu bentuk refleksi filsafat pak Marsigit.

    ReplyDelete
  11. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Dari elegi saya bisa memahami filsafat bapak prof. Marsigit. Dari elegi pula banyak pelajaran yang di dapat mengenai hidup ini dan keadaan dunia saat ini. Dan banyak lagi manfat-manfaat yang terkandung dalam elegi-elegi tesebut. Namun ada pula pertanyaan yang muncul di kepala saya setelah membaca beberapa elegi. Contohnya pada elegi di atas. Ketika mahasiswa bertanya “Siapakah orang yang paling seksi?”. Mengapa Bapak menjawab, “Orang yang paling seksi adalah Barack Obama?”

    ReplyDelete
  12. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPS Pendidikan Matematika C

    Ilmu itu ibarat langit yang begitu luas tanpa kita sebagai manusia tahu batasnya. Maka sebenar-benar orang bodoh adalah orang yang sudah merasa jelas. Karena itulah sebagai manusia kita harus menyadari bahwa ilmu yang kita miliki tidaklah seberapa. Kita tidak boleh sombong akan ilmu yang sudah kita miliki karena sebenar-benar manusia yang bodoh adalah manusia yang sudah merasa jelas dan cukup ilmunya. Maka sebenar-benar orang yang sombong inilah orang yang bodoh karena orang yang demikian ini telah tertutup ilmunya dengan kesombongan.

    ReplyDelete
  13. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B 2017

    Semakin tertampar. "Membaca elegi dengan ikhlas, Pahamilah isinya. Bacalah komen-komennya. Sintesiskan pikiran yang lain dan hasilkanlah anti-tesis anti-tesisnya.". Satu lagi, "orang yang bodoh adalah mereka yang merasa jelas."

    Dua hari kemarin, saya membaca elegi sebatas membaca saja, jauh dari kata ikhlas (bisa disimpulkan, saya belum memahami isinya. Apalagi mensintesiskan pikiran yang lain. Dan tentu saja belum mampu menghasilkanlah anti-tesis anti-tesisnya. Lantas apa yang saya lakukan dua hari kemarin? Formalitas?. Ya Tuhan, ampuni saya, saya akan mencoba, saya akan berusaha.

    Pernah juga, baru membaca sedikit bacaan, atau bahkan baru membaca 10 postingan bapak, saya seringkali sudah mencoba menyimpulkan, mungkin saja merasa jelas. Ya Tuhan, ampuni saya.

    ReplyDelete
  14. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY
    1. Terimakasih Pak Marsigit, karena membaca postingan di atas saya jadi mengerti beberapa istilah seperti:
    Ontologi --> Mempelajari hakikatnya (objeknya)
    Epistemologi --> Metode berpikirnya
    Aksiologi --> Normanya
    Monisme --> Kebenaran yang hanya satu
    Absolutisme --> Kebenaran mutlak
    2. Selain itu, postingan di atas memberikan pesan bagi saya sendiri bahwa mempelajari filsafat itu harus mempelajari pikiran para filsuf (sumber primer). Jika kita tidak dapat bertatap muka langsung dengan para filsuf, maka kita dapat membaca beberapa buku, artikel, dan lain-lain sebagai sumber sekunder, tertier, dan seterusnya.

    ReplyDelete
  15. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Filsafat itu didalamnya ada beberapa aspek yaitu ontologi yang berarti hakikat, epistemologi itu metodenya, aksiologi adalah normanya. Itu semua tidak dapat dipisahkan. Hal ini menunjukkan bahwa filsafat itu ada setiap saat kita berpikir. Semua hal di dunia itu saling terhubung. Karena pola pikir, maka dalam belajar filsafat harus memperkuat hati kita. Karena jika tidak pikiran kita/ideologi kita akan terpengaruh oleh yang kita pelajari. Sehingga berdoa sebelum belajar itu penting. Selain itu, orang yang menganggap sudah jelas maka itu mitos/berhenti. Karena sesungguhnya orang yang berilmu itu tidak pernah merasa sudah jelas, karena akan banyak pertanyaan yang akan muncul dalam hidup.

    ReplyDelete
  16. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca postingan ini dapat memberikan gambaran pada diri saya sudah sejauhmana kualitas yang ada dalam diri saya. Menurut saya metode belajar filsafat bersifat flexible. Hal ini dikarenakan segala sesuatunya dapat dilihat berdasarkan sudut pandang ilmu filsafat. Ini juga mencerminkan bahwa adanya tembusan pada ruang dan waktu dalam filsafat. Kita dapat belajar dimanapun dan kapanpun. Sungguh sangat disayangkan jika seseorang menyia-nyiakannya. Akses untuk mendapatkan ilmu saat ini begitu mudah.

    ReplyDelete
  17. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Menurut pendapat saya, mempelajari filsafat ilmu tidak bisa dilakukan secara instan. Karena filsafat berasal dari pemikiran para filsuf yang tidak sedikit jumlahnya. Seperti ulasan Bapak pada elegi di atas, bahwa sesugguhnya mempelajari filsafat adalah mempelajari pikiran-pikiran para filsuf. Metode filsafat yang Bapak terapkan saat ini semakin membuka pemikiran saya bahwa belajar tidak terbatas pada ruang dan waktu serta dilakukan secara kontinu. Media blog ini merupakan sarana dari pikiran Bapak yang tertuang dalam Elegi-Elegi. Hati yang ikhlas dalam membaca kemudian memberi komentar juga diperlukan agar dalam proses mempelajari filsafat ilmu tidak sia-sia.

    ReplyDelete
  18. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak atas fasilitas untuk kami belajar dengan metode dan teknologi yang dapat memudahkan kami untuk belajar dimanapun dan kapanpun. Saya belajar bahwa belajar harus dilakukan terus menerus. Belajar harus dengan keikhlasan dan ketulusan hati untuk mencari ilmu. Jangan pernah berpuas diri untuk mencari ilmu dan berhenti karena merasa cukup. Belajar dapat menggunakan berbagai sumber baik primer, sekunder, tersier dan yang lainnya.

    ReplyDelete
  19. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Terimakasih sebelumnya pak, saya sekarang menjadi lebih giat dalam membaca, karena saya mengetahui arti penting dari membaca. Dengan membaca banyak kita bisa menulis. Dunia pendidikan adalah dunia yang tidak jauh dari menulis, membaca dan berbicara. Kegiatan refleksi elegi membuat saya sebisa mungkin mengatur waktu agar segala tugas-tugas dapat terselesaikan tepat waktu tanpa menjadi beban yang memberatkan. Elegi-elegi bapak membukakan pikiran saya lebih dalam, untuk mengetahui apa yang tidak dan belum diketahui.

    ReplyDelete
  20. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah,
    Terimakasih prof. Marsigit atas tulisan di atas. Menjadi pembelajar filsafat bukanlah suatu paksaan, karena ini takdir. Kesempatan yang langka bagi saya bisa belajar filsafat dengan dosen yang luar biasa tinggi ilmunya seperti bapak. Meski saya belum mengerti apakah filsafat pada diri saya telah saya bangun atau saya hanya membaca dan lalu melupakan. Yang jelas, ketika saya membaca elegi-elegi bapak saya merasa jadi tahu akan hal-hal yang belum saya ketahui. Metode dan teknologi pembelajaran filsafat juga sangat relevan. Meski sampai saat ini saya harus selalu melawan nafsu agar menggapai kata ikhlas dan tulus dalam mempelajari filsafat, namun saya yakin saya harus banyak belajar dan terus belajar agar apa yang serap dari membaca elegi-elegi bapak tidak sia-sia.

    ReplyDelete
  21. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Saya merasa tersindir lagi oleh elegi ini. Kemarin, hanya baru membaca beberapa elegi saja saya sudah merasa jelas mengenai objek-objek tertentu, padahal sebenar-benar orang yang merasa jelas adalah orang yang bodoh. Saya merasa malu sekali. Ketika kita sudah merasa jelas terhadap sesuatu, sebenarnya itu menghalangi kita untuk menggali lebih dalam sebuah pengetahuan, padahal apa yang sudah kita ketahui itu mungkin hanya permukaannya saja, atau bahkan belum sampai ke permukaannya. Maka itulah sebenar-benarnya mitos yang harus kita hindari.

    ReplyDelete
  22. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Obyek filsafat sangat luas yaitu terkait segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Pembelajaran di kelas 16 pertemuan tatap muka sangatlah belum cukup untuk mengupas filsafat. Maka sumber belajar berupa blog dengan elegi-elegi merupakan sarana tambahan kami dalam membangun pemahaman tentang filsafat. Pemahaman terkait filsafat bukanlah hal yang mudah untuk digapai namun bukan pula hal yang mustahil. Yang terpenting adalah terus mengasah olah pikir melalui membaca elegi secara kontinu. Dengan sarana bacaan-bacaan yang tersedia dalam blog yang bapak sediakan lebih memudahkan kami dalam mempelajari filsafat kapanpun dan dimanapun.

    ReplyDelete
  23. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika 2017

    Filsafat adalah ilmu yang sangat luas, butuh waktu yang cukup lama bagi seseorang untuk bisa mengetahui makna dari filsafat itu. Banyak hal yang bisa dijadikan objek atau kajian filsafat, baik yang ada dan yang mungkin ada. untuk mengetahui filsafat, maka harus banyak membaca dari sumber filsafat, baik langsung dari ahli filsuf atau orang yang menyampaikan filsafat dari ahli filsuf. Salah satu cara nya yaitu membaca. Membaca dari blog bapak termasuk elegi adalah satu cara untuk mengetahui filsafat menurut pak marsigit. kutipan ini adalah kutipan salah satu kalimat diatas "Pahamilah isinya. Bacalah komen-komennya. Sintesiskan pikiran yang lain dan hasilkanlah anti-tesis anti-tesisnya".

    Membaca tulisan atau elegi di blog ini akan mengasah dan menambah ilmu tentang filsafat itu. Dengan filsafat juga seseorang bisa menjadi jelas, karena sudah jelas, maka seseorang itu akan tau bahwa diluar dirinya lah yang pintar, dirinya hanya seorang yang bodoh.

    ReplyDelete
  24. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Komentar yang saya utarakan sebelum ini saya mengatakan bahwa saya sedikit demi sedikit sudah mulai memahami mengenai filsafat bisa dikatakn sudah mulai jelas tentang filsafat itu sendiri. Tetapi setelah membaca percakapan pada elegi ini mengenai seorang mahasiswa yang bertanya kepada Pak. Marsigit "Siapakah orang yang paling bodhoh? "Orang yang paling bodhoh adalah orang yang sudah merasa jelas", saya merasa benar-benar sangat salah dalam apa yang saya anngap jelas itu dan saya seklaigus mendapatkan jawaban bahwa dalam belajar untuk mencari ilmu harus selalu berpikir dengn kritis hingga timbul sebuah pertanyaan dalam pikiran kita dan ilmu yang kita dapatkan terus berkembang.

    ReplyDelete
  25. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Belajar filsafat tidak terikat oleh ruang dan waktu namun menempatkannya mesti melihat ruang dan waktu. Karena bagi orang awam, filsafat merupakan sudut pandang yang sulit untuk dipahami. Sebagai mahasiswa, kami belajar Filsafat melalui bolg Bapak yang berisi postingan-postingan berupa elegi-elegi. Pikiran-pikiran Bapak dalam menjelaskan filsafat melalui elegi mengharuskan kami (yang sebelumnya juga sebagai orang awam) untuk mulai mempelajari cara berpikir para filsuf. Metode berpikir yang digunakan antar para filsuf pun terkadang memiliki sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu mengetahui hakekat sesuatu (ontology) dalam filsafat perlu adanya untuk mengetahui metode berpikirnya (epistemology).

    ReplyDelete
  26. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Dari membaca elegi ini memberikan gambaran lebih-lebih kepada diri saya tentang seberapa pahamnya kita di dalam memahami filsafat.Belajar filsafat bisa kapan saja dan dimana saja.Filsafat itu dimulai dari diri kita sendiri karena yang membangun filsafat adalah diri kita.Di dalam belajar filsafat sifatnya berlanjut dan perlu adanya refleksi guna mengingat kembali daya ingat yang dipelajari sebelumnya.Namun untuk membangun hal tersebut tidak lepas dari niat yang ikhlas dan terus beriktiar dan doa.Sejujurnya mendengar kata ikhlas saya merasa khawatir .Saya merasa jauh dari kata ikhlas bahkan untuk mendekat dengan kata ikhlas saja saya belum pantas sebab mungkin di dalam belajar banyak khilaf yang saya lakukan.

    ReplyDelete
  27. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Manusia memiliki kemampuan yang terbatas, begitupun proses berpikir manusia pasti ada batasnya. Oleh karena itu kita perlu menambah pengetahuan kita melalui informasi-informasi di luar pikiran kita, informasi yang belum ada di pikiran. Informasi bisa diperoleh kapan saja, dimana saja dan dari siapa saja. Dalam lingkup filsafat, kita perlu mengetahui apa pikiran-pikiran para filsuf untuk membantu proses berpikir kita yang terbatas tadi. Salah satu cara mempelajari pikiran para filsuf adalah dengan merefleksikan elegi-elegi yang bapak tulis di blog ini. Untuk melakukan refleksi pun tidka sekedar membaca lalu saja, tetapi membutuhkan keikhlasan sehingga elegi-elegi tersebut dapat dipahami lebih dalam. Maka semoga ilmu kita bertambah dan bertambah lagi setelah mempelajari filsafat.

    ReplyDelete
  28. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Proses belajar filsafat mungkin tak akan pernah berhenti, tergantung kita memahami sejauh apa proses berpikir kita, kegunaan berpikir filsafat mungkin tidak serta merta terlihat dari saat kita mulai belajar. Setiap hari kita melakukan olah pikir, pemikiran seperti apa yang akan kita lakukan, pengambilan keputusan yang bagaimana agar baik buat diri kita sendiri dan oran lain. Metode apa yang kita gunakan untuk menyelesaika suatu permasalahan. Hal itulah kenapa sebaiknya kita selalu me refresh pemikiran kita dengan salah satunya belajar filsafat.

    ReplyDelete
  29. Elegi refleksi elegi memberikan informasi bahwa dalam proses pembelajaran bebas menggunakan metode pembelajaran dari yang biasa, wah uniq dan nyentrik. Menurut kami metode pembelajaran filsafat kali ini sungguh lain dari pada yang lain karena selain kami belajar apa itu filsafat, kami juga belajar untuk telaten membaca, melatih kesabaran dan berpikir dalam rangka mengeomen setiap bacaan dalam blogger Profesor. Terima kasih

    ReplyDelete
  30. Rigia Tirza Hardini
    17701251026

    Wah, saya temukan lagi elegi yang menarik dan menjadi salah satu favorit saya. Mengajak untuk berefleksi lebih dalam mengenai belajar filsafat itu sendiri.
    "Semua tes dan ujian bermanfaat untuk melihat diri dan introspeksi. Tes yang telah aku laksanakan menunjukkan lemahnya pikiran kita untuk mengetahui segala yang ada dan yang mungkin ada di luar pikiranku"
    Awalnya saya sangat hopeless ketika tiap ujian saya lebih sering mendapat nilai 0. Tapi saya akhirnya sadar bahwa inilah proses penyadaran diri saya bahwa saya bukanlah orang yang mengetahui segala sesuatu. Saya masih butuh banyak belajar. Saya masih perlu memperkaya diri saya dengan ilmu. Tak ada guna saya bersombong dan berhenti belajar. Orang paling bodho itu orang yang menganggap dirinya sudah paham. Ya memang. Ketika kita paham mengenai satu hal di dunia ini, masih banyak hal lain di dunia yang belum kiya pahami. Sungguh siapalah manusia menganggap dirinya dapat memahami dunia. Ampunilah kami Tuhan yang masib sering sombong ini.
    Oleh karena pemahaman yang harus terus dikembangkan, maka sarana seperti elegi-elegi ini sungguh saya rasakan membantu saya dalam memahami sebagian keciiiiiiiiiiiil dari filsafat. Terimakasih Pak, telah menyediakan sarana belajar yang "asyik" untuk kami berkecimpung dan merasakan bagaimana berpusing-pusing ria dalam filsafat hingga akhirnya kami dapat menemukan filsafat kami sendiri. Terimakasih banyak Pak.

    ReplyDelete
  31. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Kegiatan pembelajaran di kelas memiliki metode-metode yang dapat mempermudah siswa atau mahasiswa dalam mempelajari mata pelajaran atau mata kuliah yang diampu oleh seorang guru atau dosen. Begitu hal-nya dengan mata kuliah filsafat yang diampu oleh pak marsigit. Elegi refleksi elegi ini menguraikan bagaimana metode yang digunakan oleh pak Marsigit dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Setiap langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan oleh pak Marsigit memiliki tujuannya sendiri. Misalnya saja ketika diberikan soal jawab singkat, menurut saya tujuan dari tes tersebut ingin melihat sudah sejauh mana pengetahuan mahasiswa dalam mempelajarai pemikiran-pemikiran filsuf yang dituangkan dalam elegi-elegi yang sudah di post di blog. Selain itu, memotivasi mahasiswa untuk terus belajar, membaca tanpa berhenti karena proses belajar filsuf tidak hanya bisa dilakukan dalam semalam saja, namun membutuhkan proses yang panjang dan tentunya rajin membaca. Kemudian proses tanya jawab mengenai permasalahan hidup, menurut saya tujuan dari diadakannya kegiatan tanya jawab tersebut agar siswa kritis dalam memandang kehidupan ini agar dalam menyelesaikan masalah tidak hanya tertuju pada satu penyelesaian saja namun ada banyak penyelesaian yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

    ReplyDelete
  32. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Belajar filsafat artinya adalah belajar untuk mengolah pikir secara mendalam dan luas. Salah satu usaha dan cara kami untuk belajar filsafat adalah berusaha untuk memahami apa yang menjadi pemikiran para filsuf-filsuf yang sudah ada lebih dahulu. Tulisan dari pemikiran-pemikiran filsuf tidak mudah untuk dipahami, karena makna yang terkandung didalamnya tidak tertulis secara tersurat melainkan secara tersirat, sehingga dalam memahaminya kami perlu melakukan refleksi dan sintesis dari pemikiran-pemikiran filsuf tersebut. Filsafat berkembang sejalan dengan ruang dan waktunya, sehingga filsafat kami sendiri sebenarnya menembus ruang dan waktu sesuai dengan kondisi di mana kami berada. Semoga dengan belajar filsafat kami dapat meningkatkan kualitas pemikiran, kebijaksanaan dan aspek spiritual kami. Amin

    ReplyDelete
  33. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Elegi refleksi elegi ini merupakan gambaran dari persoalan kami sebagai mahasiswa dan bagaimana cara bapak menjawab permasalahan kami. Memang dalam belajar filsafat kami merasa kesulitan karena berpikir apa yang para filsuf pikirkan itu sangat sulit. Bahkan membaca pikiran diri sendiri saja sangat sulit. Akan tetapi metode yang digunakan oleh Bapak dalam membelajarkan filsafat kepada mahasiswa sangatlah unik. Metode yang digunakan dapat melayani kebutuhan belajar mahasiswa dengan luasnya kesempatan mahasiswa dalam membangun filsafatnya sendiri. Elegi-elegi yang diposting dalam blog ini dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membangun filsafatnya. Dengan demikian, mahasiswa dapat terus menerus belajar filsafat tanpa melalui tatap muka, bahkan setelah 1 semester perkuliahan filsafat telah berakhir. Saya tengah merasakan banyak manfaat dari elegy-elegi dalam blog ini, elegy-elegi tersebut banyak mengajarkan saya untuk ikhlas, selalu berikhtiar, dan mendekatkan diri dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  34. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Blog adalah teknologi, elegi adalah fikiran. Tujuan bapak membuat elegi-elegi dalam blog ini karena ia ingin siswanya belajar filsafat yaitu, menterjkemahkan isi fikirannya yang ada didalam blog ini. Karena belajar filsafat berarti belajar mengerti pemikiran filsuf. Dari elegi inilah kita sebagai mahasiswa dituntut untuk ammpu membuat/mensintesiskan pikiran yang lain dan hasilkanlah anti-tesis anti-tesisnya. Dengan demikian ketika kita mampu mensintesiskan anti-tesisnya maka kita sudah belajar filsafat. Namun semua itu jangan lah kita merasa cepat puas cepat paham atas semuanya. Karena sebenar-benarnya orang yang telah paham adalah orang bodho.

    ReplyDelete
  35. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Elegi tersebut merupakan tamparan bagi saya sendiri. Bagaimana besarnya usaha prof untuk memberikan penjelas filsafat dengan cara yang lebih mudah tanpa harus diwajibkan membaca buku-buku dari para filsuf. Karena benar filsafat adalah pengetahuanmu sendiri maka bangunlah sendiri juga. Membaca postingan banyak memberikan sumbang sih pengetahuan bagi saya, dan itu pula sangat menyadarkan saya akan apa yang sudah saya lakukan di dunia. Filsafat semakin kesini membuat saya sadar bahawa ilmu matematika pun membutuhkan filsafat dalam mempelajarinya. Dan masih banyak ilmu yang membutuhkan filsafat.

    ReplyDelete
  36. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Berfilsafat adalah belajar olah pikir. Mengolah segala yang ada dan yang mungkin ada. Untuk mengolah itu semua tentu tidaklah bisa dengan waktu yang singkat dan hanya menjelaskan definisi, teorema, ataupun yang lainnya. Semuanya butuh proses dengan cara membaca membaca dan membaca. Tanpa adanya membaca, tiadalah ilmu yang didapat, dan itu sama saja kita tidak membangun filsafat dalam diri kita. Ketika kita mempelajari filsafat pun tidaklah diperbolehkan kita merasa puas dan cukup, karena sifat seperti itu hanyalah sifat yang dimiliki oleh orang yang sombong. Sebenar-benar sifat sombong adlah sifatnya syaitan. Untuk itu dalam belajar apapun khususnya filsafat, kita harus selalu melandasi hati kita dengan spiritual, selalu minta perlindungan dan petunjuk Allah SWT. Semoga ilmu kita bermanfaat. Amin.

    ReplyDelete
  37. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dengan membaca elegi elegi Prof. Marsigit, saya sekarang menjadi lebih giat dalam membaca, karena saya mengetahui arti pentingnya membaca. Dengan banyak membaca maka kita bisa menulis. Berada di dunia pendidikan pasti tidak pernah lupa dari kegiatan membaca, menulis dan berbicara. Kegiatan refleksi elegi membuat saya sebisa mungkin mengatur waktu agar segala tugas-tugas bisa terselesaikan tepat waktu. Filsafat membuka pikiran saya jauh lebih dalam, sehingga bisa menjadi orang yang kritis dalam berpikir

    ReplyDelete
  38. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Ketika seseorang telah merasa jelas akan sesuatu maka orang itu akan puas dengan pengetahuannya akan sesuatu, merasa ilmunya yang paling benar, merasa paham akan ilmunya itu dan tidak akan mencari tahu lebih dalam dan pada saat itulah orang itu akan dianggap paling bodoh karena tidak akan mencari ilmu lebih banyak lagi. Selain itu kita harus menyadari bahwa ilmu itu bukan pemberian, melainkan kita harus mencari dan membangun sendiri ilmu kita, termasuk filsafat. Filsafat adalah diri kita sendiri. Pak Marsigit pun membiarkan kita sebagai mahasiswa untuk membangun filsafatnya sendiri melalui elegi-elegi yang telah di buat beliau.

    ReplyDelete
  39. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi ini menggambarkan banyak tentang yang saya dan mungkin teman-teman lain alami. Jelas bahwa filsafat bagi awam seperti saya sendiri masih sangat sulit untuk dimengerti. Melalui elegi, saya berusaha untuk menyimpulkan, menuliskan dan akhirnya bertanya untuk beberapa hal yang sangat jauh di luar pikiran saya yang tidak saya mengerti. Alhamdulillah, dengan elegi saya mulai berfikir tentang apa yang ada dan yang mungkin ada meskipun masih jauh dari ilmu filsafat sesungguhnya. Insya Allah seiring berjalannya waktu, saya akan berusaha lebih memahami elegi agar dapat belajar filsafat dengan baik.

    ReplyDelete
  40. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Elegi ini merupakan dialog yang sangat luar biasa sebagai sarana untuk menggali manfaat belajar filsafat. Dalam elegi ini telah dijelaskan mulai tentang apa itu filsafat, filsafat ilmu, mengapa penting mempelajarai pikiran para filsuf, hingga penggunaan metode pembelajaran dalam berfilsafat. Saya merasakan sungguh luar biasa usaha Prof. Marsigit untuk memfasilitasi kebutuhan pembelajaran mahasiswa. Filsafat hadir menajamkan pikiran mahasiswa, sehingga membuat mahasiswa sebagai manusia yang terus ingin belajar. Semoga kami dapat memahami filsafat lebih dari sekedar mata kuliah, namun kebutuhan utama metode berpikir.

    ReplyDelete
  41. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Filsafat Ilmu hendak menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat ilmu tersebut antara lain : obyek apa yang ditelaah ilmu dan bagaimana memperoleh ilmu dan untuk apa ilmu itu digunakan. Epistemologi itu sendiri adalah sub-sistem dari Filsafat, maka metode sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari Filsafat. Epistemologi dapat diartikan sebagai suatu pemikiran mendasar dan sistematik mengenai ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  42. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Epistimologi matematika membahas bagaimana ilmu matematika di dapat, asal mula matematika, hingga kebenaran ilmu matematika itu sendiri. Matematika bersifat abstrak, tapi ia bisa dipikirkan. Matematika didapat dengan pengalaman, sebab ia bersifat hirarkis. Matematika selalu berusaha mengungkap kebenaran. Immanuel Kant berusaha meletakkan dasar epistemologis bagi matematika untuk menjamin bahwa matematika memang benar dapat dipandang sebagai ilmu. Kant menyatakan bahwa metode yang benar untuk memperoleh kebenaran matematika adalah memperlakukan matematika sebagai pengetahuan apriori.

    ReplyDelete
  43. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. permaslahan pembelajaran matematika yang didapat dari tulisan di atas anatara lain siswa masih pesif dalam belajar matematika, kurangnya motivasi, kurangnya rasa ingin tahu, kurangnya kemampuan problem solving, kurangnya rasa percaya diri dan lainnya. Tulisan ini ditulis Prof Marsigit pada tahun 2009, akan tetapi sekarang di tahun 2017 permasalahan siswa dalam mempelajari matematika masih sama. Saya binggung sebenarnya apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran matematia agar permasalahan tersebut tidak diwariskan pada generasi yang akan datang..

    ReplyDelete
  44. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Elegi erat kaitannya dengan metode pembelajaran filsafat yang bapak gunakan di kelas. Bahwa untuk memahamkan filsafat kepada para murid bapak menyarankan untuk mebaca banyak referensi yang berkaitan dengan pikiran para filsuf, selain itu bapak mebuat banyak elegi guna menjadi salah satu referensi bagi mahasiswa untuk membangun kemampuan utnuk berfilsafat. Karena demikianlah metode pembelajaran filsafat itu sendiri. Oleh karena itu semoga segala kebaikan dan usaha bapak membantu kami dalam memahami filsafat diterima oleh Allah. Amin.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  45. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Obyek filsafat adalah semua yang ada dan mungkin ada. berbeda dengan laboratorium kimia misalnya, kita dapat memasukkan alat-alat dan zat kimia didalamnya, namun tidak dengan filsafat karena semua hal yang ada didunia ini adalah obyek filsafat, seperti pemikiran kitapun obyek dari filsafat. Dalam berlajar berfilsafat banyak sumber dan metodenya, sebagaimana kita mempelajari pemikiran para filsuf yang dapat kita pelajari dengan membaca elegi, maupun pembelajaran di kelas dengan panduandari Prof Marsigit merupakan salah satu upaya kita dalam belajar berfilsafat. Berfilsafat tiada habisnya seumur hidup sebagaimana kita mempelajari kehidupan dan melakukan proses hermeneutika. Berfilsafat mengajarkan kita untuk tidak pernah merasa cukup atas pengetahuan dan kemampuan yang kitamiliki namun tetap mengajarkan kita bahwa kita hanyalah manusai yang memiliki keterbatasan.

    ReplyDelete
  46. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Elegi itu nyanyian susah.
    Elegi refleksi elegi... Susahnya merefleksikan nyanyian susah.
    Kalau tidak susah bukan elegi lah namanya.
    Perlu usaha yang keras dengan susah payah until memahami nya. Apalagi merefleksikannya.
    Elegi bagiku menggambarkan kehidupan manusia yang Naik turun, berhermenetika, Dan segalanya perlu diperjuangkan.
    Refleksi adalah memetik makna perjuangan.
    Elegi menggapai elegi adalah memaknai peristiwa agar hidup semakin manusiawi. Semakin sadar ruang waktu, etik dan estetika nya.

    ReplyDelete
  47. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Jika dicermati lebih lanjut, ilmu filsafat harus dipahami terlebih dahulu secara mendalam dan holistik, sebelum menerapkan ilmu filsafat ke dalam suatu ilmu (filsafat ilmu). Pada hakikatnya, ilmu filsafat memiliki peran yang sangat vital bagi perkembangan ilmu-ilmu sebab ilmu filsafatlah yang telah melahirkan ilmu-ilmu. Oleh sebab itu, ilmu filsafat dikatakan sebagai induknya ilmu.

    ReplyDelete
  48. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Proses berfilsafat adalah proses berpikir, tetapi tidak semua proses berpikir adalah proses berfilsafat. Berpikir yang dapat dikatakan berfilsafat adalah berpikir yang radikal, universal, konseptual, koheren, konsisten, sistematik, komperehensif, kritis, bebas, bertanggung jawab, dan bijaksana.

    ReplyDelete
  49. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Dari artikel di atas, kita dapat mengetahui bahwa metode pembelajaran yang digunakan Prof Marsigit adalah metode pembelajaran inovatif. Prof Marsigit telah memfasilitasi dan memenuhi kebutuhan belajar para mahasiswa beliau. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri. Prof Marsigit juga telah memberikan kemudahan kepada mahasiswanya untuk senantiasa belajar di mana pun dan kapan pun mereka berada melalui blog yang telah dibuat beliau.

    ReplyDelete
  50. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi pada blog ini merupakan pikiran Pak Marsigit yang digunakan untuk menyederhanakan kekompleksitasan pikiran para filsuf agar lebih mudah untuk dicerna oleh mahasiswa. Saya bersyukur melalui elegi-elegi saya terbantu untuk memahami filsafat ilmu. Komentar yang diberikan untuk setiap elegi merupakan langkah awal untuk belajar merefleksikan diri dan pemikiran diri sendiri secara tertulis.

    ReplyDelete
  51. Junianto
    PM C
    17709251065

    Filsafat ilmu mempelajari sumber-sumber ilmu, macam –macam ilmu dan pembenaran ilmu sebagaiman yang dijelaskan dalam artikel ini. Metode ilmiah dalam melakukan penelitian meliputi ontologi, epistimologi dan aksiologi menjadi dasar bagi semua disiplin ilmu dalam melakukan penelitian. Ketiga metode penelitian ini tidak boleh saling dipisahkan jika ingin meneliti dan mendapatkan penemuan baru yang kredibel dan diakui. Para filsuf sebagai pemikir yang menghasilkan ilmu-ilmu filsafat juga sudah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan filsafat hingga saat ini.

    ReplyDelete
  52. Junianto
    PM C
    17709251065

    Sebagai generasi milenial di abad ke 21 ini tentu sudah tidak mungkin lagi kita bertemu dengan filsuf terdahulu. Karena memang jaman sudah berbeda dan perkembangan sudah begitu pesat. Namun, ilmu-ilmu yang filsuf tuangkan dalam filsafat tak pernah lekang oleh waktu dan senantiasa bisa disesuaikan dengan kemajuan jaman. Maka dari itu, yang bisa kita lakukan adalah membaca karya-karya filsuf yang tertuang dalam buku filsafat. Kita dituntut untuk mempelajari pikiran para filsuf terdahulu dan terkadang kita tidak paham karena ilmu kita masih teratas. Namun, memahami filfasat memang tidak cukup satu atau dua kali tetapi dilakukan secara kontinu dan berkelanjutan.

    ReplyDelete
  53. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Salah satu cara untuk memperoleh ilmu adalah dengan membaca. Dengan membaca, semakin banyak pengetahuan yang kita dapatkan. Begitu pula dengan belajar filsafat, terlebih mempelajari filsafat bukanlah hal yang mudah. Belajar filsafat harus dilakukan dengan membaca membaca dan membaca. Membaca disini tidak berarti hanya membacanya saja tetapi juga memikirkan apa yang dibaca secara kritis, berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Untuk dapat berpikir kritis mengenai bacaan filsafat, diperlukan hati yang ikhlas

    ReplyDelete
  54. Junianto
    PM C
    17709251065

    Filsafat adalah ilmu olah pikir. Sehingga tidak ada kata malas berpikir dalam belajar filsafat, karena bisa dikatakan pikiran/ akal manusia adalah senjaa utama dalam belajar filsafat. Filsafat mempelajari sumber-sumber ilmu sebagai bahan kajian dalam berpikir. Metode ilmiah secara umum juga dipelajari dalam filsafat sebagai bukti bahwa filsafat merupakan ilmu. Filsafat ilmu juga menujukkan posisinya sebagai disiplin ilmu paling puncak di atas disiplin imu yang lain.

    ReplyDelete
  55. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Salah satu hal yang membedakan perkuliahan filsafat ilmu dari Prof Marsigit dengan dosen filsafat lain yang saya dengar dari teman di kelas lain adalah terletak pada metodenya. Dosen filsafat di kelas lain, mengajarkan filsafat dengan memberi tahukan bagaimana pemikiran para filsuf. Sementara Prof Marsigit mengajarkan filsafat juga dengan metodologi filsafat. Sehingga pembelajaran yang ada di dalam kelas tidak seperti pembelajaran biasa yang hanya menjelaskan bagaimana pemikiran para filsuf, namun juga mengarahkan para mahasiswa agar berfikiran filsafat saat kelas berlangsung.

    ReplyDelete
  56. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Elegi refleksi elegi menjelaskan tentang bagaimana cara belajar filsafat melalui elegi. Kegiatan mengolah pikir dari elegi-elegi yang dibaca. Selanjutnya merefleksikan atau menjelaskan apa yang diperoleh dari elegi tersebut adalah filsafat itu sendiri. Bagaimana kamu menjelaskan suatu peristiwa, suatu benda, atau suatu teorema sejatinya adalah filsafat. Prof tidak pernah meminta mahasiswa untuk mengikuti pemikiran-pemikiran beliau mengenai filsafat ilmu. Para mahasiswa diberikan kebebasan untuk membaca artikel yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun dalam upaya membangun filsafat mereka masing-masing.

    ReplyDelete
  57. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Banyak cara yang dilakukan untuk mendapatkan suatu ilmu pengetahuan. Bisa dari sekolah, kuliah, bahkan pengalaman. Sama halnya dengan belajar filsafat, banyak cara untuk mempelajari filsafat. Pada matakuliah filsafat ilmu ini terdapat beberapa metode untuk memahami filsafat. Pada pembelajaran filsafat, Prof marsigit memberikan fasilitas berupa blog beliau yang berisi pengetahuan tentang filsafat, aturan dan tata krama dalam berfilsafat, dan sebagainya. Blog ini digunakan untuk bahan bacaan mahasiswa. Dimana dengan kita membaca kita akan memperoeh pengetahuan. Sehingga nantinya mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuannya sendiri yaitu dengan merefleksikan apa yang diperoleh selama belajar filsafat.

    ReplyDelete
  58. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Berfilsafat berarti berpikir. Olah pikir. Setiap kalimat yang dibaca harus dicerna dan diterjemahkan sebaik mungkin. Pemikiran setiap individu yang berbeda-beda memungkinkan terjadinya beberapa interpretasi yang disesuaikan dengan persepsi peembelajar. Untuk itu muncul istilah "tidak ada yang benar atau salah di dalam filsafat, semua tergantung cara berpikir masing-masing". Namun sebenarnya filsafat juga memiliki struktur ilmu yang bisa kita pahami setelah ktia benar-benar membaca banyak sumber. Untuk tahap pemula, walaupun seringkali dibuat bingung membaca elegi, tidak dapat dipungkiri bahwa melalui elegi mahasiswa sudah dapat menggunakan kalimat-kalimat bernada filsafat di dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mampu menggunakannya tentu sudah dicaritahu asal usul dan meaningnya. Begitu saja sudah mencerminkan perubahan dari sebelum belajar dan sesudah belajar filsafat ilmu dengan Bapak Prof. Marsigit.

    ReplyDelete
  59. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Sekali lagi, Prof Marsigir memfasilitasi mahasiswanya dalam mengkonstruk sendiri pengetahuannya mengenai filsafat dengan menyediakan blog dan diisi dengan elegi-elegi yang merupakan hasil pemikiran beliau. Dalam elegi ini banyak dijelaskan istilah filsafat dengan bahasa serta ranah yang dapat dipahami oleh mahasiswa.

    ReplyDelete
  60. Assalamualaikum Wr. Wb. Saya rasa ini adalah salah-satu dari sekian banyak tulisan bapak yang paling bermanfaat menurut saya. Sebelumnya, saya sangat kesulitan dalam membedakan antara ontologis, epistemologis, dan aksiologis, namun setelah membaca tulisan di atas, saya sedikit demi sedikit dapat memahami perbedaan di antara ketiganya. Hal tersebut disebabkan oleh penjelasan bapak yang sederhana dan mudah untuk dipahami dan memang begitulah seharusnya seorang guru memberikan pemahaman bagi murid-muridnya melalui bahasa sederhana namun bermakna.

    ReplyDelete
  61. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Selama mengikuti perkuliahan filsafat ilmu saya melihat bahwa prof Marsigit sangat menekankan pada proses dibanding hasil. Hal ini bisa dilihat dari ditiadakannya ujian akhir dan lebih menekankan kepada protofolio. Seperti yang dikatakan apada elegi diatas bahwa setiap orang bisa mempelajari filsafat dan semoga dengan belajar filsafat ilmu dapat bermanfaat bagi kehidupan kita semua.

    ReplyDelete

  62. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dari elegi ini saya mendapat pengetahuan baru bagaimana metode yang bapak gunakan dalam perkuliahan filsafat seperti yang saya ikuti ini. Dengan mengembangkan filsafatnya masing-masing, maka mahasiswa akan termotivasi untuk belajar lebih banyak. Tapi memang hasil yang diperoleh masing-masing mahasiswa akan berbeda.

    ReplyDelete
  63. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Belajar filsafat berarti belajar tentang olah fikir. Belajar olah fikir tidak bisa hanya dengan cara diberi, namun perlu latihan, pembiasaan, dan kemauan yang ikhlas untuk mempelajarinya. Elegi-elegi disediakan sebagai latihan pembiasaan mempelajari pikiran para filsuf yang bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Semoga dengan belajar filsafat, dengan berfilsafat, akan membuka wawasan kita lebih luas lagi, dan semakin memperkokoh keimanan kita kepada Allah SWT. Aamiin.

    ReplyDelete
  64. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Filsafat itu akan selalu bertanya, bertanya, dan bertanya. Pada dasarnya filsafat itu mempelajari hakikat sesuatu itu apa?. Wajar jika orang yang belajar filsafat menjadi bingung atau tidak paham. Karena filsafat berusaha mendapatkan suatu penjelasan sedalam-dalamnya (intensif) dan seluas-luasnya (ekstensif). Yang paling penting saat belajar filsafat adalah keteguhan hati, jangan sampai tergoyahkan pada area pikiran. Karena jika tergoyahkan hatinya, akan menuju pada gangguan syetan yang mengarah pada kesesatan.

    ReplyDelete
  65. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sebenar-benar filsafat adalah olah pikir. Ada banyak pikiran manusia, berarti sebanyak itu pula definisi filsafat. Untuk mendalami filsafat maka ada tiga hal yang harus dipegang mahasiswa yaitu kesadaran akan ruang dan waktu, berpikir intensif dan ekstensif, dan berusaha menggapai logos. Seperti yang sering dikatakan prof dalam perkuliahan bahwa setiap mahasiswa harus ikhlas hati dan ikhlas pikir dalam berfilsafat, sehingga level mahasiswa meningkat dalam hal menggapai logos.

    ReplyDelete