Oct 10, 2012

Elegi Menggapai 'Kant's Philosophy of Mathematics'


By Marsigit


Kant’s philosophy of mathematics plays a crucial role in his critical philosophy, and a clear understanding of his notion of mathematical construction would do much to elucidate his general epistemology. Friedman M. in Shabel L. insists that Kant’s philosophical achievement consists precisely in the depth and acuity of his insight into the state of the mathematical exact sciences as he found them, and, although these sciences have radically changed in ways, this circumstance in no way diminishes Kant’s achievements. Friedman M further indicates that the highly motivation to uncover Kant’s philosophy of mathematics comes from the fact that Kant was deeply immersed in the textbook mathematics of the eighteenth century. Since Kant’s philosophy of mathematics was developed relative to a specific body of mathematical practice quite distinct from that which currently obtains, our reading of Kant must not ignore the dissonance between the ontology and methodology of eighteenth- and twentieth-century mathematics. The description of Kant’s philosophy of mathematics involves the discussion of Kant’s perception on the basis validity of mathematical knowledge which consists of arithmetical knowledge and geometrical knowledge. It also needs to elaborate Kant perception on mathematical judgment and on the construction of mathematical concepts and cognition as well as on mathematical method.
Some writers may perceive that Kant’s philosophy of mathematics consists of philosophy of geometry, bridging from his theory of space to his doctrine of transcendental idealism, which is parallel with the philosophy of arithmetic and algebra. However, it was suggested that Kant’s philosophy of mathematics would account for the construction in intuition of all mathematical concepts, not just the obviously constructible concepts of Euclidean geometry. Attention to his back ground will provide facilitates a strong reading of Kant’s philosophy of mathematics which is historically accurate and well motivated by Kant’s own text. The argument from geometry exemplifies a synthetic argument that reasons progressively from a theory of space as pure intuition. Palmquist S.P. (2004) denotes that in the light of Kant’s philosophy of mathematics, there is a new trend in the philosophy of mathematics i.e. the trend away from any attempt to give definitive statements as to what mathematics is.

References:
Shabel, L., 1998, “ Kant on the ‘Symbolic Construction’ of Mathematical Concepts”, Pergamon Studies in History and Philosophy of Science , Vol. 29, No. 4, p. 592
2In Shabel, L., 1998, “ Kant on the ‘Symbolic Construction’ of Mathematical Concepts”, Pergamon Studies in History and Philosophy of Science , Vol. 29, No. 4, p. 595
3 Shabel, L., 1998, “ Kant on the ‘Symbolic Construction’ of Mathematical Concepts”, Pergamon Studies in History and Philosophy of Science , Vol. 29, No. 4, p. 617

8 comments:

  1. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum Prof,
    Filosofi matematika Kant memainkan peran penting dalam filsafat kritisnya, dan pemahaman yang jelas tentang konsep konstruksi matematisnya akan banyak menjelaskan epistemologi generiknya. Filsafat Kant tentang matematika terdiri dari filsafat geometri, menjembatani teori ruangnya doktrinnya dengan idealisme transendental, yang sejajar dengan filsafat aritmatika dan aljabar. Jadi filosopi ini akan menjembatani antara kedua materi yang berbeda.

    ReplyDelete
  2. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat Kant matematika berperan penting dalam filsafat kritis dan pemahaman tentang konstruksi matematika. Filsafat Kant matematika akan menjelaskan pembangunan di intuisi semua konsep-konsep matematika, bukan hanya konsep konstruktif geometri Euclidean, disertai juga penilaian matematika pada pembangunan konsep-konsep matematika, kognisi dan metode matematika. Palmquist S.P. (2004) menunjukkan bahwa dalam filsafat Kant matematika, ada tren baru dalam filsafat matematika yaitu jauh dari sekedar upaya untuk memberikan pernyataan definitif tentang apa matematika.

    ReplyDelete
  3. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sebelum membaca artikel di atas, yang saya ketahui tentang matematika menurut Kant ialah bahwa matematika merupakan pengetahuan sintetik a priori di mana eksistensi matematika tergantung kepada dunia pengalaman kita. Akan tetapi, pada artikel di atas dibahas tentang filsafat matematika menurut Kant yang bagi saya memberikan informasi dan pengetahuan baru. Pada artikel di atas, saya membaca salah satu pernyataan bahwa deskripsi filsafat Kant tentang matematika melibatkan pembahasan tentang persepsi Kant atas dasar validitas pengetahuan matematis yang terdiri dari pengetahuan aritmatika dan pengetahuan geometris. Hal ini juga perlu untuk menguraikan persepsi Kant tentang penilaian matematis dan pada konstruksi konsep dan kognisi matematis serta metode matematis. Sejujurnya, sangat sulit bagi saya untuk memahami statement tersebut. Akan tetapi, menurut pendapat saya (dalam keterbatasan saya), filsafat matematika menurut Kant melibatkan aspek kognitif, konsep, dan metode.

    ReplyDelete
  4. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi menggapai filsafat matematika Kant. Didapatkan bahwa filsafat meliputi kedalaman dan ketajaman wawasan terhadap ilmu-ilmu eksakta matematika. Kedalamannya berupa sikap kritis terhadap matematika itu sendiri. validitas terhadap ilmunya yaitu meliputi aritmatika dan geometri. Menurut pandngannya juga matematika sangan erat kaitannya dengan intuisi.

    ReplyDelete
  5. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Filosofi matematika Kant memiliki peran penting dalam filsafat kritisnya, dan pemahaman yang jelas tentang konsep konstruksi matematisnya akan banyak menjelaskan epistemologi umumnya. Friedman M. menegaskan bahwa pencapaian filosofis Kant terdiri tepat dalam kedalaman dan ketajaman wawasannya terhadap keadaan ilmu matematika yang tepat.

    ReplyDelete
  6. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Filsafat menurut Kant, dalam metafisika tidak terdapat pernyataan-pernyataan sintetik a priori seperti yang ada di dalam matematika, fisika dan ilmu-ilmu yang berdasar kepada fakta empiris. Kant menamakan metafisika sebagai ilusi transenden. Menurut Kant, pernyataan-pernyataan metafisika tidak memiliki nilai epistemologis.

    ReplyDelete
  7. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Immanuel Kant berpendapat bahwa matematika merupakan pengetahuan sintetik a priori di mana eksistensi matematika tergantung kepada dunia pengalaman kita. Immanuel Kant berusaha mengembangkan bentuk dan kategori untuk menciptakan kondisi bagi dimungkinkanya kegiatan kognisi secara obyektif dari matematika. Kant menganggap bahwa pikiran menyesuaikan dengan obyek-obyek di luar diri , dapat diasumsikan bahwa obyek-obyek di luar diri itulah yang disesuaikan dengan pikiran.

    ReplyDelete
  8. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kant's thinking is based more on the role of intuition for all mathematical concepts. A pure mathematical intuition that lays at the foundation of all existing cognitions and judgments. Based on Kant, the validity of mathematical knowledge consists of knowledge of arithmetic and geometry knowledge. The role of Kant's theory in preparing basic mathematical epistemological knowledge arose from Kant's attempt to set the basic epistemological mathematics based on synthetic a priori principles with mathematical judgments.

    ReplyDelete