Oct 28, 2012

Kutarunggu Sayembara Ahilu




Oleh Marsigit

Ahilu:
Dua kerajaan dan satu percabaan sudah aku kuasai. Aku sudah mengetahui semua kekuatan dan kelemahan Stigmaraja. Aku juga sudah mengetahui semua kekuatan dan kelemahan Rakata. Aku sudah menguasai sebagian ilmunya sang Bagawat. Heemmm..apalagi bagiku. Kalau hidup biasa-biasa saja aku bosan rasanya. Akun ingin menciptakan sensasi biar semua orang tahu kekuatan dan kehebatanku. Aku mempunyai ide cemerlang yaitu aku ingin mengadakan sayembara perang. Aku akan menguji semua panglima dari Kerajaan Stigma dan Kerajaan Hanuya, bahkan para petinggi cantrik dari Kutarunggu pun aku ingin mengujinya. Untuk itu aku perlu membuat rencanaku dan mengimplementasikannya.



Stigmapangla:
Wahai Ahilu apa maksud anda menemuiku. Bukankah engkau tahu bahwa satu-satunya tujuan hidupku adalah mengabdi kepada rajaku sang Stigmaraja untuk menguasai dunia. Apakah engkau ingin membantuku?

Cantralweda:
Wahai Ahilu apa maksud anda menemuiku. Bukankah engkau tahu bahwa satu-satunya tujuan hidupku adalah mengabdi kepada sang Bagawat untuk memelihara percabaan Kutarunggu. Apakah engkau ingin membantuku?

Pampilu:
Wahai Ahilu apa maksud anda menemuiku. Bukankah engkau tahu bahwa satu-satunya tujuan hidupku adalah mengabdi kepada sang Rakata untuk menjaga ketenteraman kerajaan Hanuya. Apakah engkau ingin membantuku?

Ahilu:
Wahai Stigmapangla, Cantralweda dan Pampilu...jangan engkau semua salah paham. Ketahuilah bahwa selama aku belum berhasil mengujimu maka aku akan selalu menganggap rendah dirimu. Aku akan menaruh hormat kepada dirimu asal engkau bisa mengalahkanku. Jika engkau bisa mengalahkanku maka penghargaanmu adalah nama baikku dan kedudukanku.

Stigmapangla:
Waha..kebetulan..tumbu dapat tutup. dasar saya sedang mencari tambahan kuasa ada orang menawarkan hadiah kuasa. Aku sambut tantanganmu.

Pampilu:
Aku tidak ada waktu memikirkan tantanganmu. Pekerjaan saya sangat banyak. Tetapi jika terpaksa maka tantanganmupun bisa menjadi prioritas.

Cantralweda:
Ohh..Gusti..aku sedang menghadapi jaman kala tidha. Aku tidak tahu apa makna dari peristiwa ini. Tetapi aku khawatir bahwa peristiwa ini adalah pertanda bahwa aku telah sampai batas ruang dan waktu. Ya Tuhan ampunilah diriku dan ampunilah orang-orang disekitarku.

39 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Setiap orang mempunyai prinsip dalam hidupnya dan memiliki perbedaan prinsip antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan ini membuat orang menjadi tidak puas dengan apa yang telah diraihnya dan ingin meraih sesuatu yang lebih baik lagi dan selalu membandingkan dengan apa yang menjadi tujuan orang lain. Karena ketidakpuasan tersebut, maka seseorang cenderung menghalalkan segala cara agar mendapat pengakuan yang terbaik, yang terhebat dari orang lain. Sikap seperti ini tentunya bukan menjadi panutan yang baik bagi kita.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Kutarunggu sayembara ahilu menurut pendapat saya merupakan gambaran manusia yang selalu dikelilingi oleh godaan. Godaan dapat berupa harta duniawi ataupun kekuasaan yang menggiurkan. Manusia butuh dan harus memiliki prinsip dan komitmen terhadap orang lain terlebih terhadap dirinya sendiri. Tujuan dari adanya komitmen ini adalah agar manusia tidak mudah terjebak dalam godaan – godaan yang setiap saat akan selalu berada di sekeliling manusia. Memiliki komitmen tidaklah cukup, manusia juga harus selalu bersyukur, berpasrah, dan berikhlas hati kepada Tuhan bahwa jalan hidup setiap manusia tidak sama, asalkan kita mau berusaha, Tuhan akan memberikan kita jalan untuk meraih apa yang kita inginkan. Lagipula, segala hal yang terjadi dengan tidak baik, maka akan memperoleh kesusahan di kemudian hari. Sebaliknya, segala hal yang kita lakukan dengan penuh ketekunan, keikhlasan, dan rasa syukur, maka akan memperoleh berkat yang melimpah.

    ReplyDelete
  3. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tak jarang kita temukan, seorang yang memiliki jabatan lebih tinggi akan menguasai segalanya. Perdebatan antara Ahilu, Stigmapangla, Cantralweda dan Pampilu pada elegi di atas menceritakan tentang adu kekuatan, kehormatan, dan kekuasaan. Cerita tersebut mengingatkan saya pada suatu peribahasa Jawa yaitu Adigang, Adigung, Adiguna yang artinya mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepandaian yang dimiki. Sungguh ironi dan sangat disayangkan. Karena pada dasarnya kekuasaan tertinggi hanyalah milik Tuhan Sang Pencipta. Semoga kita senantiasa terlindung dan terhindar dari kesombongan duniawi. Aamiin.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari wacana diatas saya dapat mengambil hikmah bahwa hidup didunia ini tidak akan pernah merasa puas bagi mereka-mereka yang memperturutkan hawa nafsunya. Karena dunia ini adalah tempat ujian, maka akan banyak sekali godaan-godaan yang akan menghampiri, jika kita tidak bisa mengontrol hawa nafsu kita, maka disitulah nantinya akan bermulanya kehancuran diri kita. Maka hiduplah sederhana, karena kebanyakan, harta yang banyak, jabatan yang tinggi dan lainnya akan membawa kepada kesombongan.

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Ahilu merasa sombong karena sudah memiliki kekuasaan yang lebih dari sebelumnya. Stigmapangla yang merupakan bawahan stigma raja yang merupakan pencerminan dari kejahatan akhirnya berkhianat juga karena pada dasarnya stigmapangla pun sumber kejahatan. Sedangkan Cantralweda yang ingin memelihara melihat bahwa tantangan tersebut merupakan bukti dunia yang menjadi semakin gila, bahkan seseorang seperti ahilu dengan mudahnya menjadi sombong. Kita sebagai manusia tidak boleh merasa sombong dengan segala titipan yang melekat pada diri kita dan seharusnya tidak mudah terperdaya oleh kekuasaan maupun hal-hal lain yang membuat kita menjadi orang yang tidak bisa menjaga amanah

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Ahilu sebagai suatu godaan misalnya dalam hidup manusia Ahilu adalah harta duniawi atau kekuasaan. Dibutuhkan prinsip dan komitmen tersendiri agar kita tidak mudah terjebak untuk menerima segala tantangan dari Ahilu di mana segalanya dapat diimbali atau dinilai dengan harta, uang, atau kekuasaan. Memiliki komitmen teguh adalah salah satu cara agar kita tidak munafik dengan tujuan hidup. Beserah diri adalah salah satu cara kita kepada Allah agar dihindarkan ari segala godaan.

    ReplyDelete
  7. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Saat ketidak puasan melanda seringkali manusia akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuan, setelah mencapainya manusia akan menjadi sombong dan lupa sekitar. Cenderung akan meremehkan orang lain padahal belum tentu otang lain itu lebih rendah dari dirinya. Bersikaplah secara wajar dan belajarlah banyak hal dan yang paling penting jangan pernah untk bersikap langit.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Setelah membaca artikel di atas, artike di atas menceritakan tentang sosol ahilu yang berlaku sombong, mengatakan bahwa dirinya memiliki kekuasaan dan menganggap rendah yang lain sebelum dia mengujinya. Dari tiga orang yang ditantang oleh ahilu, kita dapat melihat karakter masing-masing dengan melihat tanggapan mereka terhadapa tantangan ahilu. Yang pertama, stigma memang dasarnya bukan sesuatu yang baik, maka dia sama saja dengna ahilu, menanggapainya dengan kesombongan. Sedangkan pampilu yang terlihat mampu berpikir kritis, dia menanggapi tantangan ahilu dengan logikaya, namun dia tetap menerimanya. Dan yang terakhir adalah catralweda, dia ini adalah karakter yang telihat dekat dengan Tuhan sehingga hal yang dia hadapi dia refleksikan dan berserah diri kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  9. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel ini saya memperoleh pemahaman bahwa rasa tidak puas pada diri manusia memang manusiawi. Karena setiap insan selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik dan terbaik. Tak heran jika rasa tidak puas ini bisa melecut semangat kita untuk meraih kesuksesan yang kita inginkan. Dan hal ini cukup positif untuk kemajuan karir kita.

    ReplyDelete
  10. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. cerita diatas mengambarkan kecemasan catralweda yang tetang kemungkinan orang yang mengikuti sayembara Ahilu. Stigmapala begitu berminat pada sayembara padahal ia hanyalah menginginkan kekuasaan semata. Sendangkan orang yang diharapkan yaitu pampilu yang memiliki keinginan mulia untuk mengabdi dan menjaga ketentraman dunia malah belu menjadikan sayembara ahilu sebagai prioritas. Semoga pampilu memenangkan sayembara agar dunia senantiasa damai.

    ReplyDelete
  11. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Manusia yang memiliki kekuasaan di dunia ini pada hakikatnya tidak mempunyai kekuasaan apapun untuk berbuat sesuatu karena sebenar-benarnya kekuasaan adalah mutlak milik Tuhan. Oleh karena itu, janganlah kekuasaan yang dimiliki menjadikan diri kita arogan, serakah, egois, dan bertindak sewenang-wenang melainkan menempatkan kekuasaan pada tempatnya dan mempergunakannya secara tepat.

    ReplyDelete
  12. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Stigma selalu mengikuti kita dimana pun dan kemana pun kita berada. Stigma terdiri dari 2 komponen dasar, yaitu pikiran dan hati. Stigma adalah pikiran tidak kritis dan hati tidak bersih. Ketika kita udah berada di atas atau puncak karir kita, janganlah sombong dan merasa berkuasa, itu akan menjadikan kita menjadi manusia yang penuh dengan stigma, kita merasa pikiran kita cukup kritis padahal tidak, kita merasa hati kita bersih padahal tidak. Semoga kita semua selalu dijauhkan dari stigma. Aamiin.

    ReplyDelete
  13. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia memiliki berbagai macam prioritas dalam menjalani kehidupannya. Orang yang memiliki prioritas pada kekuasaan, maka kepentingannya hanyalah mengejar kekuasaan. Prioritas kita akan mempengaruhi keputusan dan pilihan yang kita ambil, dan pilihan yang kita ambil akan menentukan jalan hidup yang kita tempuh, jalan hidup yang kita tempuh akan menentukan posisi kita serta nasib kita sendiri. Disinilah sebenarnya manusia memiliki kuasa atas dirinya sendiri dalam menentukan prioritasnya, karena salah mengambil prioritas akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupannya, pilihlah prioritas hidupmu dengan bijak.

    ReplyDelete
  14. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Bagaimana, apa dan mengapa sesungguhnya manusia dan kehidupan yang ada terjadi merupakan sutu hal yang sangat kompleks.
    Allah SWT senantiasa menguji manusia dengan ujian yang beraneka ragam untuk mengetahui sampai dimana keimanan hambaNya ujian dari Allah SWT.
    Tidak hanya datang dalam bentuk musibah yang merugikan namun ada ujian yang berupa sesuatu yang menguntungkan.
    Manusia harus dapat menggapai manfaatnya sendiri sehingga dapat meraih anugrah dalam musibah ataupun dalam anugrahnya sendiri.

    ReplyDelete
  15. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Cerita tentang Ahilu yang ingi menjadi orang yang memiliki kekuasaan atas orang banyak. Ia menantang Stigmapala, Cantralweda, Pampilu untuk bertarung supaya ia menjadi orang yang dihormati oleh mereka ketika ia memang melawan ketiganya. Karena ia telah merasa bahwa dirinya hebat, ia telah mampu mengetahui kelemahan ketiga orang itu. Ia pun telah merasa telah memiliki ilmu. Setelah berhadapan dengan Stigmapala, Cantralweda, Pampilu, maka Ahilu mengatakan ingin menantang mereka. Kemudian Stigmapala dengan tidak berberat hati langsung mengiyakannya, begitupun Cantralweda juga mengiyakan walaupun dengan agak terpaksa, sedangkan Pampilu menolaknya.

    ReplyDelete
  16. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sangat buruk prilaku seseorang jika sikapnya mencerminkan sikanya Ahilu. Kita harus menjaga diri kita untuk tidak bersikap demikian. Kita harus menyadari bahwa tujuan hidup bukanlah kekuasan tetapi bagaimana menjadi orang baik serta bermanfaat bagi orang lain. Kemudian komentar untuk sikap Stigmapala dan Cantralweda, mereka juga tidak bisa menahan emosi. Sedangkan sikap Pampila adalah sikap yang paling baik, sudah seharusnya kita bersikap demikian. Ia menolak untuk bertarung dan mendo’akan mereka agar terbuka hatinya untuk berubah.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Motivasi yang kuat dapat menjadikan diri ini lebih baik. Dengan keinginan menjadi lebih baik itu pertanda bahwa manusia akan terus berubah untuk peningkatan level kehidupannya. Dimana ia akan merasa selalu kekurangan dan ingin menutupi kekurangan dengan kemampuan yang terus ia tingkatkan. Tentunya hal ini harus diimbangi dengan rasa syukur. Jika tidak, akan menciptakan manusia yang serakah akan duniawi.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut saya dapat belajar bahwa saat ini banyak sekali tawaran – tawaran dunia. Kekuasaan, kedudukan, harta, bahkan kehormatan merupakan tawaran – tawaran yang terjadi di sekitar kita. Hidup merupakan pilihan, maka kita dihadapkan pada berbagai pilihan dan tawaran itu. Apapun pilihan kita terhadap tawaran itu hendaknya jangan sampai melupakan Tuhan dan tetap rendah hati. Tidak lupa juga selalu memohon ampun kepada Tuhan untuk setiap kesalahan dan dosa yang dilakukan sehingga tetap berada pada jalan Tuhan dalam mengambil setiap keputusan dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  19. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2


    Setiap orang pastinya mempunyai keinginan untuk berhasil dan sukses. setiap orang mempunyai standar kesuksesan tersendiri. Namun terkadang banyak orang yang mempunyai ambisi yang kuat untuk memperoleh kesuksesan menghalalkan segala cara untuk mencapainya. Namun sebaliknya orang-orang yang mempunyai iman yang kuat dalam meraih kusuksesan akan selalu berusaha dengan cara -cara yang baik dan berdoa dalam meraih kesusksesannya. Dalam mencapai kesuksesan baik itu jaabatan, harta, pengetahuan dan sebagainya,kita harus selalu rendah hati dan tidak boleh sombong.Dan satu hal juga yang harus diperhatikan adalah rasa syukur atas kesuksesan yang telah didapatkan. Dan kita sebagai ummat islam, kita pahami bahwa kesuksesan sejati adalah meraih surgaNya. Oleh karena itu, semua yang kita lalui dalam kehidupan ini semestinya mengantarkan kita mendapatkan ridhoNya.

    ReplyDelete
  20. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Ketika kita telah berada dipuncak kesuksesan yang dianalogikan dengan puncak gunung, maka kita akan mendapatkan angin yang kencang berupa hkeinginan-keinginan untuk menjadi penguasa. Dalam cerita ini Stigmapangla dan Pampilu yang pada awalnya mempunyai tujuan hidup untuk mengabdi kepada pemimpinnya masing-masing akhirnya termakan pula oleh perkataan Ahilu yang menantangnya dengan imbalan kekuasaan. Namun karena prinsip dan komitmen dari Stigmapangla, ia tidak mudah terjebak untuk menerima segala tantangan dari Ahilu di mana segalanya dapat diimbali atau dinilai dengan harta, uang, atau kekuasaan. Pelajaran bagi kita adalah kita perlu memiliki komitmen teguh dengan Tuhan dan dengan sesama.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Dari artikel tersebut dapat trsirat bahwa kita sebgaai manusia pasti akaan selalu mendapat cobaan. Hal ini di dukung dengan hadits Nabi . Rasulullah saw bersabda: “sesungguh Allah SWT mencintai suatu kaum, maka dia akan memberi kita cobaan” (H.R At-Tirmidzi) maka bergembiralah kita yang mendapat suatau cobaan. Tapi ingat bahwa Allah meberikan cobaan kepada manusia sesuai dengan kemampuan masuia itu sendiri. Jadi kalau kita memepunya masalah sekapal pesiar maka seluas lautan adalah solusinya.

    ReplyDelete
  22. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Cinta kekuasaan adalah salah satu penyakit yang sering menimpa manusia. Bagi orang yang terkena penyakit ini, kekuasaan, jabatan, kedudukan, ketenaran merupakan tujuan hidupnya. Sesungguhnya gila kekuasaan tidak akan terlepas dari berbagai kerusakan dan keburukan. Sesungguhnya tugas kita di dunia adalah mengabdikan diri kepada Allah SWT dengan tujuan mengharapkan ridha-Nya. Maka hindarilah sifat cinta kekuasaan, karena sungguh itu tidak akan membawa kita kepada keridhaan-Nya. Semoga kita terhindar dari penyakit cinta kekuasaan dan cinta dunia, semoga keridhaan-Nya lah yang menjadi tujuan kita hidup di dunia.

    ReplyDelete
  23. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dari artikel di atas salah satu ujian Allah SWT adalah ujian kekuasaan yang diberikan kepada manusia.
    Seringkali atau bahkan sekarang yang ada di dunia ini semua manusia mendewakan kekuasaan.
    Fenomena saat ini banyak manusia yang haus akan kekuasaan sehingga banyak yang menghalalkan segala cara agar dapat menjadi seorang penguasa.
    Namun tokoh Cantralweda dalam artikel ini mengajarkan kepada kita bahwa sebenar-benar kekuasaan adalah hal yang akan menguji jika haus akan kekuasaan maka itu adalah tanda bahwa telah sampai dibatas ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  24. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dibutuhkan prinsip dan komitmen tersendiri agar kita tidak mudah terjebak untuk menerima segala tantangan dari Ahilu di mana segalanya dapat diimbali atau dinilai dengan harta, uang, atau kekuasaan. Rasa tidak puas pada diri manusia memang manusiawi karena setiap insan selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik, tetapi jika rasa tidak puas anda sudah dalam tahap berlebihan, dalam arti anda tidak pernah mensyukuri apa yang telah anda raih inilah yang patut diwaspadai karena rasa tidak puas yang berlebihan akan membuat anda takabur dan selalu mengingkari nikmat atas hasil yang telah kita peroleh.

    ReplyDelete
  25. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Banyak godaan dalam menggapai dimensi. Salah duanya adalah harta dan tahta. Tidaklah kau menanggunkan kedual hal tersebut. Karena semua itu hanya sebuah titipan dari Tuhan. Dan janganlah sombong karena hal-hal tersebut. Maka, berdoalah, dan minta ampunlah selagi Tuhanmu membuka pintu pengampunan.

    ReplyDelete
  26. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ini, Ahilu merupakan sosok yang sombong akan kekuasaan dan ilmu yang ia punyai. Orang yang mempunyai sifat sombong atau takabbur cenderung untuk melakukan kejahatan. Inilah yang dilakukan oleh Ahilu yang membanggakan dirinya sehingga lupa bahwa semua yang ia miliki hanyalah karunia Allah SWT semata, karunia yang Allah berikan harusnya disyukuri dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama atau menolong orang lain bukan malah dibangga-banggakan.

    ReplyDelete
  27. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dari sini saya memaknai Ahilu sebagai suatu godaan misalnya dalam hidup manusia Ahilu adalah harta duniawi atau kekuasaan. Dibutuhkan prinsip dan komitmen tersendiri agar kita tidak mudah terjebak untuk menerima segala tantangan dari Ahilu di mana segalanya dapat diimbali atau dinilai dengan harta, uang, atau kekuasaan. Kita harus selalu mensyukuri apa yang telah di raih. Karena rasa tidak puas yang berlebihan akan membuat anda takabur dan selalu mengingkari nikmat atas hasil yang telah anda peroleh. Hendaknya kita pandai menyikapi setiap kejadian yang dihadapi dengan mengacu kepada teladan kita Rasulullah saw.

    ReplyDelete
  28. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Elegi di atas menceritakan bahwa manusia selalu menuruti hawa nafsunya. Untuk itu, manusia harus menahan diri dengan mempunyai dasar komitmen yang kuat, syukur dan ikhlas, serta sabar dalam menghadapi ujian. Manusia tidak selamanya berada di atas atau pun di bawah karena manusia itu digambarkan seperti roda yang berputar. Segala sesuatunya telah ditentukan, namun doa dan usaha yang harus kita upayakan.

    ReplyDelete
  29. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam “Kutarunggu sayembara ahilu” ini menceritakan bahwa setiap kalangan pasti memiliki cobaannya masing-masing, dan masing-masing cobaan itu memiliki tujuan agar kita naik ke level berikutnya. Secara tidak langsung jika kita bisa melewati cobaan itu, kita mendapatkan sesuatu hadiah yang mungkin tidak ternilai, namun jika kita tidak berhasil untuk melewati cobaan pun, kita akan mendapatkan hadiah berharga yaitu pengalaman. Pengalaman berharga yang tiap-tiap orang pasti memiliki pengalaman yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  30. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Salah satu tujuan hidup manusia adalah mencapai kesuksesan. Namun terkadang seseorang yang telah meraih kesuksesannya menjadi lupa diri dan selalu dihinggapi rasa sombong. Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua. Bagaimana sombong terjadi kerap muncul tanpa kita sadari. Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri dan kepercayaan diri . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan, berarti orang tersebut sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk yang sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  31. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sebenar-benar kedudukan manusia atas segala yang ia miliki di dunia ini hanyalah sebagai saksi atas kepemilikannya tersebut. Segala kekuasaan, ilmu, kekayaan, jabatan, sesungguhnya itu hanyalah titipan dari Allah SWT. Sebenar-benarnya kekuasaan adalah mutlak milik Nya. Jadi apa yang patut engkau sombongkan di dunia ini?. Oleh karena itu, jangan sampai kekuasaan yang engkau miliki menjadikan dirimu buta sehingga menjadikan dirimu sombong, serakah, egois, dan bertindak sewenang-wenang. Tempatkanlah kekuasaanmu pada tempatnya dan pergunakanlah secara tepat. Sadari dan pahamilah bahwa kesombongan adalah dosa pertama dan paling besar di hadapan Nya dan sebuah kesombongan akan menutup dan mencegah dirimu memperoleh ilmu dan hidayah. Sesungguhnya kesombongan juga akan membakar habis semua yang telah diperoleh. Semoga kita semua terhindar dari kesombongan. Amin.

    ReplyDelete
  32. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Syaitan memang selalu menggunakan segala cara untuk menggoda manusia. Godaan itu berbagai macam bentuknya dan bermacam-macam caranya. Salah satunya yang digambarkan dalam elegi ini, godaan yang berupa kekuasaan. Kutarunggu sayembara ahilu merupakan gambaran manusia yang mendapatkan godaan. Kekuasaan yang kita miliki tidak semestinya kita sombogkan. Kita sebagai manusia tidak boleh merasa sombong dengan segala titipan yang melekat pada diri kita dan seharusnya tidak mudah terperdaya oleh kekuasaan maupun hal-hal lain yang membuat kita menjadi orang yang tidak bisa menjaga amanah.

    ReplyDelete
  33. Sukses menjadi keinginan setiap orang. Namun terkadang seseorang yang telah meraih kesuksesannya menjadi lupa diri. Lupa terhadap sang pencipta yang telah memberikan jalan dan menjadi tidak bersyukur. Seolah-olah hanya karena usaha dia semata yang membuatnya sukses. dan bila telah seperti itu maka dihinggapi rasa sombong. Sukses pun berdimensi. Ada yang mengukur kesuksesan dari material sampai mengukur kesuksesan dari sisi spiritnya.

    ReplyDelete
  34. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Lagi-lagi pesan yang disajikan di dalam elegi-elegi adalah tak henti-henti mengingatkan kepada kita bahwa di dunia itu tidak ada yang dapat disombongkan. Kesombongan merupakan salah satu sifat syaitan. Mereka di usir dari syurga karena sifat sombongnya. Lantas, bagaimana dengan kita yang ada di dunia??? apa pantas kita berlaku sombong, padahal dunia itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan syurga. Sangat sangat sangat kecil. dan semua yang kita miliki hanyalah sebuah titipan, tidak ada yang benar-benar menjadi miliki kita di dunia ini.

    ReplyDelete
  35. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi di atas adalah bahwa kita tidak boleh puas hanya menjadi orang yang biasa-biasa saja. Kita harus selalu mengambil kesempatan yang datang pada diri kita dengan sebaik mungkin. Dengan menjadi orang yang luar biasa, kita akan memperoleh nama baik dan penghargaan sehingga mmebuat orang lain akan menaruh hormat kepada kita.

    ReplyDelete
  36. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 pendidikan matematika A 2014

    Terdapat konflik pada elegi ini. Yaitu tentang pengaruh baik dan pengaruh buruk. Ketika pikiran mudah terpanguruh untuk berupah pikiran menjadi buruk maka hati akan mencoba membentenginya sehingga tidak jadi berubah pikiran dan pikiran menjadi lebih kritis. Jadi kita harus bisa mengelola hati dengan baik, kembalikan pada Allah, tingkatkan iman kepadaNya.

    ReplyDelete
  37. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Setiap orang memiliki prioritas dan keinginan masing-masing dalam hidup mereka. Ada yang harus dipenuhi dan ada yang tidak. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, kemampuan yang berbeda dan prinsip yang berbeda. Seringkali perbedaan tersebut yang membuat orang membandingkan diri dengan orang lain dan akhirnya tidak puas dengan apa yang dimilikinya dan ingin meraih hal yang lebih lagi. Meningkatkan kualitas diri memang perlu, namun tidak baik jika melakukan segala cara untuk melakukannya.

    ReplyDelete
  38. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Setan tak henti-hentinya menjerumuskan manusia agar sibuk dan larut dengan kehidupan dunia, sehingga lupa dengan adanya kehidupan akhirat. Marilah sejenak kita renungkan tentang hakikat kehidupan dunia agar kita tidak terjerumus dalam tipu dayanya. Allah Ta’ala berfirman “Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Apakah kalian tidak mau berpikir ? “ (QS. Al-An’am: 32). Kenikmatan yang dirasakan di dunia hanyalah kenikmatan badan, bukan kenikmatan hati. Orang yang hanya mencintai dunia akan terhalang dari merasakan kenikmatan hati.

    ReplyDelete
  39. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Semua manusia akan diberikan cobaan sesuai dengan kesanggupannya. Salah satu faedah diberikannya cobaan adalah untuk meningkatkan derajat seorang muslim. Semakin tinggi iman seseorang maka semakin berat pula cobaan yang diberikan. Sebagaimana fiman Allah dalam Surat Al-Baqarah (214), “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat"

    ReplyDelete