Oct 28, 2012

Kutarunggu Sayembara Ahilu




Oleh Marsigit

Ahilu:
Dua kerajaan dan satu percabaan sudah aku kuasai. Aku sudah mengetahui semua kekuatan dan kelemahan Stigmaraja. Aku juga sudah mengetahui semua kekuatan dan kelemahan Rakata. Aku sudah menguasai sebagian ilmunya sang Bagawat. Heemmm..apalagi bagiku. Kalau hidup biasa-biasa saja aku bosan rasanya. Akun ingin menciptakan sensasi biar semua orang tahu kekuatan dan kehebatanku. Aku mempunyai ide cemerlang yaitu aku ingin mengadakan sayembara perang. Aku akan menguji semua panglima dari Kerajaan Stigma dan Kerajaan Hanuya, bahkan para petinggi cantrik dari Kutarunggu pun aku ingin mengujinya. Untuk itu aku perlu membuat rencanaku dan mengimplementasikannya.



Stigmapangla:
Wahai Ahilu apa maksud anda menemuiku. Bukankah engkau tahu bahwa satu-satunya tujuan hidupku adalah mengabdi kepada rajaku sang Stigmaraja untuk menguasai dunia. Apakah engkau ingin membantuku?

Cantralweda:
Wahai Ahilu apa maksud anda menemuiku. Bukankah engkau tahu bahwa satu-satunya tujuan hidupku adalah mengabdi kepada sang Bagawat untuk memelihara percabaan Kutarunggu. Apakah engkau ingin membantuku?

Pampilu:
Wahai Ahilu apa maksud anda menemuiku. Bukankah engkau tahu bahwa satu-satunya tujuan hidupku adalah mengabdi kepada sang Rakata untuk menjaga ketenteraman kerajaan Hanuya. Apakah engkau ingin membantuku?

Ahilu:
Wahai Stigmapangla, Cantralweda dan Pampilu...jangan engkau semua salah paham. Ketahuilah bahwa selama aku belum berhasil mengujimu maka aku akan selalu menganggap rendah dirimu. Aku akan menaruh hormat kepada dirimu asal engkau bisa mengalahkanku. Jika engkau bisa mengalahkanku maka penghargaanmu adalah nama baikku dan kedudukanku.

Stigmapangla:
Waha..kebetulan..tumbu dapat tutup. dasar saya sedang mencari tambahan kuasa ada orang menawarkan hadiah kuasa. Aku sambut tantanganmu.

Pampilu:
Aku tidak ada waktu memikirkan tantanganmu. Pekerjaan saya sangat banyak. Tetapi jika terpaksa maka tantanganmupun bisa menjadi prioritas.

Cantralweda:
Ohh..Gusti..aku sedang menghadapi jaman kala tidha. Aku tidak tahu apa makna dari peristiwa ini. Tetapi aku khawatir bahwa peristiwa ini adalah pertanda bahwa aku telah sampai batas ruang dan waktu. Ya Tuhan ampunilah diriku dan ampunilah orang-orang disekitarku.

63 comments:

  1. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Stigma selalu mengikuti kita dimana pun dan kemana pun kita berada. Stigma terdiri dari 2 komponen dasar, yaitu pikiran dan hati. Stigma adalah pikiran tidak kritis dan hati tidak bersih. Ketika kita udah berada di atas atau puncak karir kita, janganlah sombong dan merasa berkuasa, itu akan menjadikan kita menjadi manusia yang penuh dengan stigma, kita merasa pikiran kita cukup kritis padahal tidak, kita merasa hati kita bersih padahal tidak. Semoga kita semua selalu dijauhkan dari stigma. Aamiin.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia memiliki berbagai macam prioritas dalam menjalani kehidupannya. Orang yang memiliki prioritas pada kekuasaan, maka kepentingannya hanyalah mengejar kekuasaan. Prioritas kita akan mempengaruhi keputusan dan pilihan yang kita ambil, dan pilihan yang kita ambil akan menentukan jalan hidup yang kita tempuh, jalan hidup yang kita tempuh akan menentukan posisi kita serta nasib kita sendiri. Disinilah sebenarnya manusia memiliki kuasa atas dirinya sendiri dalam menentukan prioritasnya, karena salah mengambil prioritas akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupannya, pilihlah prioritas hidupmu dengan bijak.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Bagaimana, apa dan mengapa sesungguhnya manusia dan kehidupan yang ada terjadi merupakan sutu hal yang sangat kompleks.
    Allah SWT senantiasa menguji manusia dengan ujian yang beraneka ragam untuk mengetahui sampai dimana keimanan hambaNya ujian dari Allah SWT.
    Tidak hanya datang dalam bentuk musibah yang merugikan namun ada ujian yang berupa sesuatu yang menguntungkan.
    Manusia harus dapat menggapai manfaatnya sendiri sehingga dapat meraih anugrah dalam musibah ataupun dalam anugrahnya sendiri.

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Cerita tentang Ahilu yang ingi menjadi orang yang memiliki kekuasaan atas orang banyak. Ia menantang Stigmapala, Cantralweda, Pampilu untuk bertarung supaya ia menjadi orang yang dihormati oleh mereka ketika ia memang melawan ketiganya. Karena ia telah merasa bahwa dirinya hebat, ia telah mampu mengetahui kelemahan ketiga orang itu. Ia pun telah merasa telah memiliki ilmu. Setelah berhadapan dengan Stigmapala, Cantralweda, Pampilu, maka Ahilu mengatakan ingin menantang mereka. Kemudian Stigmapala dengan tidak berberat hati langsung mengiyakannya, begitupun Cantralweda juga mengiyakan walaupun dengan agak terpaksa, sedangkan Pampilu menolaknya.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sangat buruk prilaku seseorang jika sikapnya mencerminkan sikanya Ahilu. Kita harus menjaga diri kita untuk tidak bersikap demikian. Kita harus menyadari bahwa tujuan hidup bukanlah kekuasan tetapi bagaimana menjadi orang baik serta bermanfaat bagi orang lain. Kemudian komentar untuk sikap Stigmapala dan Cantralweda, mereka juga tidak bisa menahan emosi. Sedangkan sikap Pampila adalah sikap yang paling baik, sudah seharusnya kita bersikap demikian. Ia menolak untuk bertarung dan mendo’akan mereka agar terbuka hatinya untuk berubah.

    ReplyDelete
  6. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Motivasi yang kuat dapat menjadikan diri ini lebih baik. Dengan keinginan menjadi lebih baik itu pertanda bahwa manusia akan terus berubah untuk peningkatan level kehidupannya. Dimana ia akan merasa selalu kekurangan dan ingin menutupi kekurangan dengan kemampuan yang terus ia tingkatkan. Tentunya hal ini harus diimbangi dengan rasa syukur. Jika tidak, akan menciptakan manusia yang serakah akan duniawi.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut saya dapat belajar bahwa saat ini banyak sekali tawaran – tawaran dunia. Kekuasaan, kedudukan, harta, bahkan kehormatan merupakan tawaran – tawaran yang terjadi di sekitar kita. Hidup merupakan pilihan, maka kita dihadapkan pada berbagai pilihan dan tawaran itu. Apapun pilihan kita terhadap tawaran itu hendaknya jangan sampai melupakan Tuhan dan tetap rendah hati. Tidak lupa juga selalu memohon ampun kepada Tuhan untuk setiap kesalahan dan dosa yang dilakukan sehingga tetap berada pada jalan Tuhan dalam mengambil setiap keputusan dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2


    Setiap orang pastinya mempunyai keinginan untuk berhasil dan sukses. setiap orang mempunyai standar kesuksesan tersendiri. Namun terkadang banyak orang yang mempunyai ambisi yang kuat untuk memperoleh kesuksesan menghalalkan segala cara untuk mencapainya. Namun sebaliknya orang-orang yang mempunyai iman yang kuat dalam meraih kusuksesan akan selalu berusaha dengan cara -cara yang baik dan berdoa dalam meraih kesusksesannya. Dalam mencapai kesuksesan baik itu jaabatan, harta, pengetahuan dan sebagainya,kita harus selalu rendah hati dan tidak boleh sombong.Dan satu hal juga yang harus diperhatikan adalah rasa syukur atas kesuksesan yang telah didapatkan. Dan kita sebagai ummat islam, kita pahami bahwa kesuksesan sejati adalah meraih surgaNya. Oleh karena itu, semua yang kita lalui dalam kehidupan ini semestinya mengantarkan kita mendapatkan ridhoNya.

    ReplyDelete
  9. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Ketika kita telah berada dipuncak kesuksesan yang dianalogikan dengan puncak gunung, maka kita akan mendapatkan angin yang kencang berupa hkeinginan-keinginan untuk menjadi penguasa. Dalam cerita ini Stigmapangla dan Pampilu yang pada awalnya mempunyai tujuan hidup untuk mengabdi kepada pemimpinnya masing-masing akhirnya termakan pula oleh perkataan Ahilu yang menantangnya dengan imbalan kekuasaan. Namun karena prinsip dan komitmen dari Stigmapangla, ia tidak mudah terjebak untuk menerima segala tantangan dari Ahilu di mana segalanya dapat diimbali atau dinilai dengan harta, uang, atau kekuasaan. Pelajaran bagi kita adalah kita perlu memiliki komitmen teguh dengan Tuhan dan dengan sesama.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Dari artikel tersebut dapat trsirat bahwa kita sebgaai manusia pasti akaan selalu mendapat cobaan. Hal ini di dukung dengan hadits Nabi . Rasulullah saw bersabda: “sesungguh Allah SWT mencintai suatu kaum, maka dia akan memberi kita cobaan” (H.R At-Tirmidzi) maka bergembiralah kita yang mendapat suatau cobaan. Tapi ingat bahwa Allah meberikan cobaan kepada manusia sesuai dengan kemampuan masuia itu sendiri. Jadi kalau kita memepunya masalah sekapal pesiar maka seluas lautan adalah solusinya.

    ReplyDelete
  11. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Cinta kekuasaan adalah salah satu penyakit yang sering menimpa manusia. Bagi orang yang terkena penyakit ini, kekuasaan, jabatan, kedudukan, ketenaran merupakan tujuan hidupnya. Sesungguhnya gila kekuasaan tidak akan terlepas dari berbagai kerusakan dan keburukan. Sesungguhnya tugas kita di dunia adalah mengabdikan diri kepada Allah SWT dengan tujuan mengharapkan ridha-Nya. Maka hindarilah sifat cinta kekuasaan, karena sungguh itu tidak akan membawa kita kepada keridhaan-Nya. Semoga kita terhindar dari penyakit cinta kekuasaan dan cinta dunia, semoga keridhaan-Nya lah yang menjadi tujuan kita hidup di dunia.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dari artikel di atas salah satu ujian Allah SWT adalah ujian kekuasaan yang diberikan kepada manusia.
    Seringkali atau bahkan sekarang yang ada di dunia ini semua manusia mendewakan kekuasaan.
    Fenomena saat ini banyak manusia yang haus akan kekuasaan sehingga banyak yang menghalalkan segala cara agar dapat menjadi seorang penguasa.
    Namun tokoh Cantralweda dalam artikel ini mengajarkan kepada kita bahwa sebenar-benar kekuasaan adalah hal yang akan menguji jika haus akan kekuasaan maka itu adalah tanda bahwa telah sampai dibatas ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  13. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dibutuhkan prinsip dan komitmen tersendiri agar kita tidak mudah terjebak untuk menerima segala tantangan dari Ahilu di mana segalanya dapat diimbali atau dinilai dengan harta, uang, atau kekuasaan. Rasa tidak puas pada diri manusia memang manusiawi karena setiap insan selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik, tetapi jika rasa tidak puas anda sudah dalam tahap berlebihan, dalam arti anda tidak pernah mensyukuri apa yang telah anda raih inilah yang patut diwaspadai karena rasa tidak puas yang berlebihan akan membuat anda takabur dan selalu mengingkari nikmat atas hasil yang telah kita peroleh.

    ReplyDelete
  14. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Banyak godaan dalam menggapai dimensi. Salah duanya adalah harta dan tahta. Tidaklah kau menanggunkan kedual hal tersebut. Karena semua itu hanya sebuah titipan dari Tuhan. Dan janganlah sombong karena hal-hal tersebut. Maka, berdoalah, dan minta ampunlah selagi Tuhanmu membuka pintu pengampunan.

    ReplyDelete
  15. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ini, Ahilu merupakan sosok yang sombong akan kekuasaan dan ilmu yang ia punyai. Orang yang mempunyai sifat sombong atau takabbur cenderung untuk melakukan kejahatan. Inilah yang dilakukan oleh Ahilu yang membanggakan dirinya sehingga lupa bahwa semua yang ia miliki hanyalah karunia Allah SWT semata, karunia yang Allah berikan harusnya disyukuri dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama atau menolong orang lain bukan malah dibangga-banggakan.

    ReplyDelete
  16. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dari sini saya memaknai Ahilu sebagai suatu godaan misalnya dalam hidup manusia Ahilu adalah harta duniawi atau kekuasaan. Dibutuhkan prinsip dan komitmen tersendiri agar kita tidak mudah terjebak untuk menerima segala tantangan dari Ahilu di mana segalanya dapat diimbali atau dinilai dengan harta, uang, atau kekuasaan. Kita harus selalu mensyukuri apa yang telah di raih. Karena rasa tidak puas yang berlebihan akan membuat anda takabur dan selalu mengingkari nikmat atas hasil yang telah anda peroleh. Hendaknya kita pandai menyikapi setiap kejadian yang dihadapi dengan mengacu kepada teladan kita Rasulullah saw.

    ReplyDelete
  17. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Elegi di atas menceritakan bahwa manusia selalu menuruti hawa nafsunya. Untuk itu, manusia harus menahan diri dengan mempunyai dasar komitmen yang kuat, syukur dan ikhlas, serta sabar dalam menghadapi ujian. Manusia tidak selamanya berada di atas atau pun di bawah karena manusia itu digambarkan seperti roda yang berputar. Segala sesuatunya telah ditentukan, namun doa dan usaha yang harus kita upayakan.

    ReplyDelete
  18. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam “Kutarunggu sayembara ahilu” ini menceritakan bahwa setiap kalangan pasti memiliki cobaannya masing-masing, dan masing-masing cobaan itu memiliki tujuan agar kita naik ke level berikutnya. Secara tidak langsung jika kita bisa melewati cobaan itu, kita mendapatkan sesuatu hadiah yang mungkin tidak ternilai, namun jika kita tidak berhasil untuk melewati cobaan pun, kita akan mendapatkan hadiah berharga yaitu pengalaman. Pengalaman berharga yang tiap-tiap orang pasti memiliki pengalaman yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  19. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Salah satu tujuan hidup manusia adalah mencapai kesuksesan. Namun terkadang seseorang yang telah meraih kesuksesannya menjadi lupa diri dan selalu dihinggapi rasa sombong. Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua. Bagaimana sombong terjadi kerap muncul tanpa kita sadari. Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri dan kepercayaan diri . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan, berarti orang tersebut sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk yang sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Setiap orang memiliki prioritas dan keinginan masing-masing dalam hidup mereka. Ada yang harus dipenuhi dan ada yang tidak. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, kemampuan yang berbeda dan prinsip yang berbeda. Seringkali perbedaan tersebut yang membuat orang membandingkan diri dengan orang lain dan akhirnya tidak puas dengan apa yang dimilikinya dan ingin meraih hal yang lebih lagi. Meningkatkan kualitas diri memang perlu, namun tidak baik jika melakukan segala cara untuk melakukannya.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Setan tak henti-hentinya menjerumuskan manusia agar sibuk dan larut dengan kehidupan dunia, sehingga lupa dengan adanya kehidupan akhirat. Marilah sejenak kita renungkan tentang hakikat kehidupan dunia agar kita tidak terjerumus dalam tipu dayanya. Allah Ta’ala berfirman “Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Apakah kalian tidak mau berpikir ? “ (QS. Al-An’am: 32). Kenikmatan yang dirasakan di dunia hanyalah kenikmatan badan, bukan kenikmatan hati. Orang yang hanya mencintai dunia akan terhalang dari merasakan kenikmatan hati.

    ReplyDelete
  22. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Semua manusia akan diberikan cobaan sesuai dengan kesanggupannya. Salah satu faedah diberikannya cobaan adalah untuk meningkatkan derajat seorang muslim. Semakin tinggi iman seseorang maka semakin berat pula cobaan yang diberikan. Sebagaimana fiman Allah dalam Surat Al-Baqarah (214), “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat"

    ReplyDelete
  23. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dalam Kutarunggu Sayembara Ahilu, pelajaran yang dapat saya ambil, jadilah orang yang tidak biasa-biasa saja. Ambil kesempatan yang datang pada diri kita dengan sebaik mungkin. Kemudian seseorang akan menaruh hormat kepada kita jika kita mendapat sebuah penghargaan yaitu nama baik dan kedudukan. Cara yang dapat kita lakukan untuk meraih itu semua yaitu menjadi orang yang luar biasa dengan mengalahkan orang lain atas sebuah kesempatan yang available tersebut.
    Trimakasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  24. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Ohh..Gusti..aku sedang menghadapi jaman kala tidha. Aku tidak tahu apa makna dari peristiwa ini. Tetapi aku khawatir bahwa peristiwa ini adalah pertanda bahwa aku telah sampai batas ruang dan waktu. Ya Tuhan ampunilah diriku dan ampunilah orang-orang disekitarku"

    oh Cantraldewa, bukankah yang seperti ini adalah saatnya kita berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bukannya pernah ada yang mengatakan bahwa akan ada masanya kita sampai pada batas ruang dan waktu. Dan diapun menyampaikan, hanya Tuhan tempat kita mengembalikan segalanya. Benar begitu?

    ReplyDelete
  25. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Sebagai manusia kita diciptakan untuk tidak pernah puas, kita selalu merasa kurang, kurang kaya, kurang cantik, kurang segalanya. Namun apabila kita sedang dipucak dan selalu memandang ke ata, maka kita tak akan pernahpuas dengan apa yang kita miliki, hendaknya sesekali kita memandang ke bawah sehingga kita dapat mensyukuri semua karunia yang diberikan oleh ALLAH SWT. Hal ini dilakukan agar kita tidak lupa daratan, kita hidup berawal dari bawah, mengingat bahwa kesuksesan yang dimiliki seseorang di dunia hanyalah sementara, maka hendaklah berlomba-lomba dan tak pernah puas untuk berbuat kebaikan yang nantinya akan dijadikan bekal di akhirat nanti.

    ReplyDelete
  26. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Selalu berusaha untuk menggapai tujuan yang lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang adalah hal yang memang harus dilakukan. Namun, dalam usaha untuk menggapai sesuatu hendaknya tidak dengan merendahkan orang lain. Menganggap diri lebih dari yang lain dan menganggap yang lain lebih rendah dari dirinya sebenar-benarnya adalah suatu kesombongan. Kesombongan harus senantiasa dihindari untuk menjaga diri agar tetap berada di ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  27. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Memandang rendah orang lain dan merasa diri lebih baik adalah sikap yang dimiliki oleh syeitan ketika ia enggan sujud kepada nabi Adam yang merupakan perintah Allah SWT. Dan sikap syeitan ini sangat dibenci oeh Allah SWT sehingga membuat syeitan terusir dari syurga. Merasa diri lebih baik dari orang lain seperti Ahilu di atas bukanlah sifat yang terpuji. Sikap ini akan melahirkan sebuah kesombongan. Oleh karena itu, jauhilah sikap merasa diri lebih baik dan memandang rendah orang lain agar kita menjadi pribadi yang diridhoi Allah SWT juga diridhoi manusia.

    ReplyDelete
  28. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Manusia merupakan makhluk terbaik ciptaanNya. Manusia diberikan anugerah akal dan perasaan yang membedakannya dengan makhluk lainnya. Perasaan berkaitan dengan batiniah seseorang dimana hanya dirinya sendiri dan Allah yang tau. Salah satu rasa yang terkadang muncul dalam diri seseorang adalah rasa ketidakpuasan terhadap sesuatu. Perasaan ini bisa dianggap sebagai suatu kekecewaan karena tidak puas terhadap suatu hal, atau bisa juga suatu perasaan tidak cukup terhadap apa yang telah ia peroleh. Menjadi pribadi yang demikian tentu bukanlah harapan dari penciptaan manusiaoleh Allah SWT. Ketika rasa tidak puas terhadap suatu hal itu muncul, maka akan disusul dengan perasaan yang lainnya. Misalnya saja sombong. Bahkan Allah tidak pernah memerintahkan umatnya untuk berperilaku demikian.

    ReplyDelete
  29. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Allah SWT pernah berfirman “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Ku.” Hal itu menunjukkan bahwa kita manusia diperintahkan untuk selalu beribadah kepada Allah SWT. Segala sesuatu yang kita lakukan semata-mata hanya ditujukan untuk mendapat ridho dan pahala Allah SWT, bukan malah untuk ditunjukkan kepada sesama manusia. Kekayaan, kuasa, jabatan, pada hakikatnya adalah sesuatu yang seharusnya disyukuri, bukan untuk diperlihatkan atau disombongkan pada sesama manusia. Jika tujuan manusia hanya untuk kepentingan duniawi, manusia dipastikan tidak akan pernah merasa puas.

    ReplyDelete
  30. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Hidup yang bermakna dan berkesan bukan diperoleh dari seberapa harum namamu karena kelebihanmu melainkan seberapa jauh gerakmu di dalam diammu dan seberapa besar sumbangsihmu untuk kebaikan lingkunganmu. Langit tidak perlu menjelaskan bahwa dia tinggi. Apa yang kita lakukan sudah menjadi cerminan siapa diri kita. Maka jadikanlah dirimu seperti padi, semakin berisi semakin menunduk.

    ReplyDelete
  31. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana


    Ahilu pada cerita di atas menganalogikan orang yang senang merendahkan orang lain dan merasa dirinya yang paling tinggi. Sifat ini akan menumbuhkan sikap sombong. Sikap sombong itu dapat menutup semua kebaikan yang akan datang. Maka merugilah untuk orang-orang yang sombong. Karena Allah SWT sangatlah tidak menyukai orang-orang yang sombong. Jika ada di dalam diri sifat seperti itu maka segeralah berserah diri dan mohon ampunan kepadaNYa, karena Allah itu maha pemberi pengampunan dan maha pemaaf.

    ReplyDelete
  32. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B


    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof

    Dalam postingan di atas ada rasa kesombongan pada tokoh yang diperankan oleh Ahilu.Kesobombongan digambarkan melalui tingkahnya yang tidak ingin dianggap rendah oleh yang lainnya hingga menantang yang lainnya untuk bertarung .Menganggap dirri paling hebat diri yang lainnya.Dalam postingan tersebut juga memberikan wejangan nasaehat untuk kita agar tidak membanding-bandingkan kita dengan orang lain.Karena dari yang demikian itu akan timbul dua keadaan sifat yaitu antara bangga dan kecewa.Jika diri kita lebih tinggi maka terkadang kita akan merasa bangga namun jika sebaliknya maka kita akan kecewa atau putus asa.

    ReplyDelete
  33. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Setiap manusia diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangannya, namun tidak semua bisa menerima kekurangan dan kelebihan orang lain, terkadang hal tersebut yang membuat manusia merasa lebih dari manusia lainnya, yang terkadang membuat manusia sombong. Setiap manusia empunyai perjalan hidup masing-masing, ada cobaan, ada kenikmatan, ada rintangan yang bisa membuat manusia lebih baik ataupun lebih buruk lagi.

    ReplyDelete
  34. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Dari tulisan di atas kami mencoba memahami bahwa ahilu diibaratkan cobaan dari Tuhan dan cobaan ini datang kepada stigmapangla, Pampilu dan cantralweda. stigmapangla, Pampilu dan cantralweda merupakan subyek dan mereka bertiga memiliki persepsi atau pandangan tersendiri menyikapi tantangan ahilu. Oleh karenanya dapat di tarik makna bahwa setiap manusia memiliki kadar cobaan yang sama , yakni sama sesuai kemampuan mereka dan yang membedaan adalah bagaimana seseorang itu menghadapi atau menyikapinya. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  35. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa sesungguhnya sifat sombong dan kesombongan sebenarnya ada pada diri manusia, karena manusia selain memiliki akal-budi, manusia juga memiliki nafsu-nafsu dan nafsu-nafsu ini lah yang menimbulkan kecenderungan untuk sombong. Terkadang seseorang sangat membanggakan dirinya karena telah merasa mengetahui segala hal. Tentu saja hal ini merupakan hal yang tidak bijak untuk dilakukan, karena di atas langit masih ada langit, tentu saja pasti ada orang yang lebih mampu dan lebih tahu daripada dirinya. Ketika seseorang telah mulai membanggakan apa yang ia ketahui dan kemampuan yang ia miliki maka di sini lah kelemahannya mulai muncul jika dia tidak berhati-hati dan mulai untuk mawas diri, karena sesungguhnya dia hanya mengetahuia sebgaian kecil saja dari yang ada disekitarnya yang sesungguhnya lebih lengkap dan masih banyak yang belum dia ketahui.

    ReplyDelete
  36. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Kalau hidup biasa-biasa saja aku bosan rasanya. Akun ingin menciptakan sensasi biar semua orang tahu kekuatan dan kehebatanku."
    Manusia.. manusia.. tak cukup hidupnya untuk dirinya sendiri. Ingin membuat sensasi dan dianggap hebat oleh semua orang. Sensasi untuk memuaskan keinginan pribadi. Bahkan tak peduli ketika harus mengorbankan kepentingan orang lain. Ckckckck, inilah yang perlu ditahan, napsu untuk memuaskan segala hasrat akan sensasi dan ketenaran. Apalah guna tenar jika yang kau dikenal dari sensasi burukmu?

    ReplyDelete
  37. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof, Sayembara identik dengan adanya kompetisi untuk memenangkannya. Seringkali terjadi perselisihan bahkan sampai peperangan di dalam sayembara demi mendapatkan kekuasaanya. Jika ditarik ke dalam kehidupan kita sekarang ini. Perebutan kekuasaan tersebut salah satunya seperti terjadinya perselisihan orang-orang yang merasa dirinya adalah yang paling hebat. Hal ini merupakan salah satu bentuk kesompongan. Perasaan tersebut akan membuat mereka tidak mau mempertimbangkan pendapat orang lain dan menganggap dirinya yang paling benar, bahkan saling bertengkar demi mempertahankan pendapatnya. Hal ini tentu akan sangat berbahaya, maka hendaknya kita senantiasa memohon pertolongan Allah dalam menghadapi kejadian-kejadian tersebut.

    ReplyDelete
  38. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Elegi ini menggambarkan bahwa kehidupan manusia di dunia selalu diliputi dengan godaan. Godaan dapat berupa harta duniawi ataupun kekuasaan yang menggiurkan. Godaan–godaan ini dapat menjerumuskan manusia ke dalam kesombongan dan ketidak-ikhlasan. Oleh sebab itu manusia butuh dan harus memiliki prinsip dan komitmen dalam hidupnya. Tujuan dari adanya komitmen ini adalah agar manusia tidak mudah terjebak dalam godaan – godaan yang setiap saat akan selalu berada di sekeliling manusia. Memiliki komitmen tidaklah cukup, manusia juga harus selalu bersyukur, berpasrah, dan berikhlas hati kepada Tuhan bahwa jalan hidup setiap manusia tidak sama, asalkan kita mau berusaha, Tuhan akan memberikan kita jalan yang terbaik.

    ReplyDelete
  39. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Menggapai tujuan adalah hak setiap individu. Untuk menggapai tujuan kita harus melakukan ikhtiar yang sejalan dengan tujuan yang kita harapakan. Namun walaupun ikhtiar itu penting untuk mencapai sebuah tujuan, janganlah sampai ikhtiar kita sampai merendahkan orang lain dan mengangap diri kita yang paling baik. Hal itu artinya diri kita sudah termakan dalam kesombongan. Jika kesombongan sudah melekat pada diri kita maka kita tidak akan mampu mencapai puncak tertinggi dalam kehidupan ini, karena kita sudah merasa yang paling tinggi. Sesungguhnya adanya kesombongan itu menutup penglihatan kita pada luasnya dunia. Terimaksih

    ReplyDelete
  40. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017

    Ketika pikiran tidak mampu mencapai sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, maka kita perlu menanyakan kepada hati apa yang sebaiknya kita lakukan. Terkadang hati kita menjadi lebih tepat dalam memberikan jawaban atas pertanyaan diri kita daripada pikiran, karena hati senantiasa tunduk dan patuh dengan Allah SWT. Sedangkan pikiran senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  41. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Betapa sombongnya sifat ahilu yang digambarkan dalam postingan ini. Semakin tinggi ilmu yang dimiliki pun dapat merubabh arah pemikiran orang lain. Sehingga dengan mudahnya merendahkan orang disekitarnya. Kita patut waspada dan mawas diri ketika menjumpai seseorang seperti ahilu. Mungkin saja kita dapat terhasut dan mungkin saja kita abaikan itu. semua kembali ke diri kita masing-masing. Semoga Allah senaniasa memberi jalan yang terbaik bagi kita. Amiin

    ReplyDelete
  42. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Dalam elegi ini sikap stigmapala, pampilu, dan cantrawelda berbeda-beda dalam menanggapi tantangan ahilu. Stigmapala begitu mengejar kuasa, bersedia menerima tantangan ahilu asalkan mendapatkan hadiah kuasa. Pampilu bersikap setngah-setengah dengan mengatakan bahwa jika terpaksa ia akan menerima tantangan ahilu. Sedangkan cantralweda memohon ampun untuk dirinya dan orang-orang disekitarnya. Maka yang harus kita tiru adalah sikap cantrawelda yang senantiasa memohon ampun dan memohon petunjuk kepada Allah SWT atas segala sesuatu.

    ReplyDelete
  43. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Elegi ini menggambarkan bahwa kita sebagai manusia tidak lepas dari godaan-godaan dan hasutan dari orang lain. Ketika kita sudah terjebak hasutan dari kesombongan dan nafsu maka kita sesungguhnya telah dikalahkan oleh diri kita sendiri. Segala ucap, komitmen dan janji merupakan suatu konsekuensi yang harus ditanggung, tidak justru mudah dihasut oleh kesombongan orang lain. Ketika menghadapi situasi tersebut maka cara terbaik adalah memohon petunjuk kepada-Nya.

    ReplyDelete
  44. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Sosok ahilu yang berperilaku sombong, merasa bahwa dirinya memiliki kekuasaan dan menganggap yang lain rendah jika belum diuji olehnya. Stigmapangla dan Pampilu pada awalnya mempunyai tujuan untuk mengabdi kepada pemimpinnya masing-masing tetapi akhirnya terpengaruh dengan perkataan Ahilu yang menantangnya dengan imbalan kekuasaan. Berbeda dengan Cantralwelda, ia tidak semudah itu menerima tantangan dari dari Ahilu karena ia menyadari bahwa orang-orang di sekitarnya melakukan suatu hal yang tidak benar. Sehingga jika dalam kehidupan sehari-hari sebuah intergritas ini akan semakin kokoh jika subjek memiliki konsistensi antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan (walk the talk) dan memiliki komitmen terhadapnya. Bila tidak memiliki integritas, kita akan kehilangan kredibilitas karena orang lain akan menjauhi kita untuk menghindari kekecewaan.

    ReplyDelete
  45. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Setiap keburukan dan kebaikan dipilih sendiri oleh manusia, ia memilih jalan apa yang akan dia tempuh. Kesombongan dan sifat tamak merupakan salah satu keburukan yang sering manusia pilih. Sifat tamak akan timbul jika seseorang tidak mampu bersyukur terhadap apa yang ia telah miliki, ia selalu merasa kekurangan banyak hal, padahal ia memilikinya lebih. Adapun kesombongan adalah rasa ia memiliki segalanya, dan merasa dirinya lebih mulia dari yang lain. Maka dari itu marilah kita sama-sama berlindung kepada Allah yang maha Esa agar kita senantiasa dilindnungi dari penyakit yang demikian. Amin.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  46. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Ahilu merasa sombong karena sudah memiliki kekuasaan yang lebih dari sebelumnya. Stigmapangla yang merupakan bawahan stigma raja yang merupakan pencerminan dari kejahatan akhirnya berkhianat juga karena pada dasarnya stigmapangla pun sumber kejahatan. Sedangkan Cantralweda yang ingin memelihara melihat bahwa tantangan tersebut merupakan bukti dunia yang menjadi semakin gila, bahkan seseorang seperti ahilu dengan mudahnya menjadi sombong. Kita sebagai manusia tidak boleh merasa sombong dengan segala titipan yang melekat pada diri kita dan seharusnya tidak mudah terperdaya oleh kekuasaan maupun hal-hal lain yang membuat kita menjadi orang yang tidak bisa menjaga amanah

    ReplyDelete
  47. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Dalam menjalani pekerjaan kita harus memiliki sifat amanah, dimana dengan amanah kita bisa lebih baik dalam bekerja. Gangguan gangguan dari dalam diri sering muncul bagaimana kita merasa sudah lebih berilmu, lebih memahami sesuatu dan menyebabkan sifat sombong menyelimuti diri kita, sehingga tergoda untuk menjadi sosok yang tidak amanah terhadap pekerjaan kita. Berbeda dengan orang yang memiliki intuisi yang baik dimana ia dapat membedakan mana yang baik dan buruk, meskipun telah berilmu dia mneyadari bahwa apapun yang ada disekitarnya harus diwaspadai, karena bisa jadi lingkungan sekitarlah yang menjadikan diri kita menjadi sosok yang lalai dan tidak amanah.

    ReplyDelete
  48. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Kurang. Kurang cantik, kurang kaya, kurang proposional bentuk tubuh, kurang banyak bajunya, kurang bagus aksesorisnya, kurang besar rumahnya, kurang terkini gadgetnya, kurang segalanya.
    Tidak puas. Selalu memandang keatas dalam segala hal, sehingga rasanya tidak ada puasnya dalam hidup. Adanya hal tersebut menjadikan eseorang tidak pernah merasa bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah.
    Kurang dan tidak kurang. Puas dan tidak puas. Kesemuanya adalah hal-hal yang penting dan perlu ada dalam kehidupan seseorang, tentunya bergantung dengan konsidi yang sedang dijalani (bergantung ruang dan waktunya. Misal: merasa kurang dengan ilmu kebaikan akan membuat seseorang terus-menerus belajar untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi; merasa tidak kurang dengan harta maka seseorang akan selalu merasa cukup dan terus bersyukur serta dapat memanfaatkan hartanya dengan lebih baik.

    ReplyDelete
  49. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. cerita diatas mengambarkan kecemasan catralweda yang tetang kemungkinan orang yang mengikuti sayembara Ahilu. Stigmapala begitu berminat pada sayembara padahal ia hanyalah menginginkan kekuasaan semata. Sendangkan orang yang diharapkan yaitu pampilu yang memiliki keinginan mulia untuk mengabdi dan menjaga ketentraman dunia malah belu menjadikan sayembara ahilu sebagai prioritas. Semoga pampilu memenangkan sayembara agar dunia senantiasa damai.

    ReplyDelete
  50. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Rasa tidak puas pada diri manusia memang manusiawi. Karena setiap insan selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik dan terbaik. Tak heran jika rasa tidak puas ini bisa melecut semangat anda untuk meraih kesuksesan yang anda inginkan. Dan hal ini cukup positif untuk kemajuan karier seseorang.
    Tetapi jika rasa tidak puas dalam diri mencapai tahap berlebihan, dalam arti sudah tidak pernah mensyukuri apa yang telah diraih, inilah yang patut diwaspadai. Karena rasa tidak puas yang berlebihan akan membuat seseorang takabur dan selalu mengingkari nikmat atas hasil yang telah diperoleh.

    ReplyDelete
  51. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dalam cerita ini dianalogikan dengan kehidupan manusia di dunia. Ada sifat kesombongan yang senantiasa menganggap dirinya paling tinggi dan paling hebat dalam segala hal sehingga menantang orang lain untuk melawannya. Kemudian ada orang yang setia kepada pemimpinnya sebagai wujud ketaatan dan pengabdiannya pada pemimpin. Ada orang yang senantiasa haus akan kekuasaan. Kemudian ada orang yang juga sibuk dengan urusannya sendiri tanpa memperhatikan urusan orang lain, dia mau memperhatikan orang lain jik aada keuntungan yang bisa ia peroleh. Ini semua adalah analogi kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  52. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Hidup kita terkadang terlalu dipenuhi dengan ambisi-ambisi yang didalamnya juga dipenuhi dengan noda dan debu-debu. Hingga kemudian setiap energy, potensi yang kita miliki, kita habiskan guna mengejar dan memenuhi ambisi tersebut. waktu kita pun kita habiskan untuk mengejar dan memenuhi ambisi tersebut. hingga kita lupa bahwa kita hidup bukan tanpa tujuan. Padahal Allah telah memberikan tugas dan tujuan selama kita hidup, dan kelak hal ini akan dimintai pertanggung jawabannya

    ReplyDelete
  53. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Sebagai manusia kita diciptakan untuk tidak pernah puas, kita selalu merasa kurang, kurang kaya, kurang cantik, kurang segalanya. Namun apabila kita sedang dipuncak dan selalu memandang ke atas, maka kita tidak akan pernah puas dengan apa yang kita miliki, hendaknya sesekali kita juga melihat kebawah sehingga kita bisa menjadi manusia-manusia yang mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Hal ini dilakukan agar kita tidak lupa daratan, kita hidup berawal dari bawah,, mengingat bahwa kesuksesan yang dimiliki seseorang di dunia hanyalah sementara. Maka hendaklah berlomba-lomba dan tak pernah puas untuk berbuat kebaikan yang nantinya akan dijadikan bekal di akhirat.

    ReplyDelete
  54. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Ketika manusia saling merasa paling benar dan paling hebat, dunia menjadi pelampiasan keburukan tingkah laku maanusia. Sedangkan Tuhan tak hentinya menguji mereka dengan berbagai ujian dan cobaan hidup agar mereka bisa kembali ke jalan yang benar namun manusia tak juga jera bahkan semakin lupa dengan Zat Yang Menciptakannya. Semoga kisah dalam elegi ini bisa menjadi bahan introspeksi bagi kita agar senantiasa tawadu' dan tawakal kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  55. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kita dilahirkan dan mati dalam keadaan yang sama, sama-sama berasal dan kembali pada Allah. Pada saat kita dilahirkan ke dunia, kita tidak membawa apa2 selain apa yang ada di dalam tubuh kita. begitu pula ketika kita kembali kepada Allah. Maka tidak ada yang perlu disombongkan. Setinggi apapun ilmu dan kekuasaan yang kita miliki, maka sesungguhnya Allah sedang memberi cobaan kepada kita. Apakah kita sanggup mengendalikan hawa nafsu dan pikiran kita untuk tidak melakukan sesuatu yang merugikan orang lain? Sanggupkah kita rendah diri atas segala yng ktia punya dengan cara tidak meremehkan orang lain? Semoga kita selalu terhindar dari sifat sombong dan tinggi hati, aamiin.

    ReplyDelete
  56. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Dari postingan di atas dapat terlihat bahwa Ahilu memiliki sifat tercela yakni sombong dan merasa paling berkuasa sehingga ingin selalu menantang orang lain. Tidak hanya itu Ahilu menggambarkan orang yang senang mencari sensasi agar senantiasa menjadi pusat perhatian. Sifat-sifat seperti ini patut dihindari.

    ReplyDelete

  57. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca artikel di atas, artike di atas menceritakan tentang sosol ahilu yang berlaku sombong, mengatakan bahwa dirinya memiliki kekuasaan dan menganggap rendah yang lain sebelum dia mengujinya. Dari tiga orang yang ditantang oleh ahilu, kita dapat melihat karakter masing-masing dengan melihat tanggapan mereka terhadapa tantangan ahilu. Yang pertama, stigma memang dasarnya bukan sesuatu yang baik, maka dia sama saja dengna ahilu, menanggapainya dengan kesombongan. Sedangkan pampilu yang terlihat mampu berpikir kritis, dia menanggapi tantangan ahilu dengan logikaya, namun dia tetap menerimanya. Dan yang terakhir adalah catralweda, dia ini adalah karakter yang telihat dekat dengan Tuhan sehingga hal yang dia hadapi dia refleksikan dan berserah diri kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  58. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Memang keinginan untuk selalu mengembangkan diri adalah wajar. Namun, rasa syukur akan keadaan dan segala yang telah dimiliki sangat penting untuk dimiliki. Jika manusia tidak memiliki rasa syukur, maka ia tidak akan pernah puas dengan apa yang ia miliki, padahal semua yang ia miliki sebenarnya hanya titipan sementara.

    ReplyDelete
  59. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini kita merefleksikan kehidupan kita. Dalam kehidupan sehari-hari sekarang ini kita sejatinya juga melakukan sayembara atau disebut juga kompetisi yang mana dalam rangka menjaga nama baik dan saling menjatuhkan. Ketika kita ikut-ikutan dalam kompetisi ini maka kita haru luruskan lagi niat kita. Kita melakukan ini itu hanya sebagai upaya kita mengabdi padaNya. Maka memohon ampun atas kesalahan niat belum terlambat. Ampuni kami yang sering lalai dalam melakukan kompetisi ini. luruskan niat dan ikhlaskan hati. Bismillah.

    ReplyDelete
  60. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Janganlah cepat berpuas diri dengan ilmu yang dimiliki, karena ilmu itu sangat tidak terbatas. Janganlah sombong, kesombongan hanya akan mengotori pikiran dan hati, menjadikan ilmu yang dimilki menjadi kurang bermanfaat dan menjauhkan kita dari hal-hal yang baik.

    ReplyDelete
  61. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Begitu mahal harga sebuah pengakuan bagi mereka yang hidup untuk mengejar kekuasaan. Hal yang tidak mudah mengakui kelebihan orang lain. Itulah akibat seseorang yang telah berteman dengan stigma. Mereka lupa akan kodrat sebagai makhluk yang sempurna dalam keterbatasan dan terbatas dalam kesempurnaan. Maka tiadalah jalan terbaik agar tidak menjadi bagian dari orang-orang yang termakan sigma selain meningkatkan keimanan kepada Tuhan YME.

    ReplyDelete
  62. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Berkaitan dengan ujian, sekarang pas sekali sedang ada UAS semester ganjil sampai minggu depan. Hakikat ujian adalah untuk mengetahui pencapaian mahasiswa. Jika mahasiswa nilai nya baik maka dia dianggap sudah memahami perkuliahan. Bentuk ujianpun berbeda-beda, bisa berupa pilihan ganda, esai, portofolia, proposal tesis dan lainnya. Walaupun berbeda namun tujuannya sama. Menarik pada matakuliah filsafat ini UAS nya berupa comen dan refleksi yang waktu mengerjakannya sejak pertemuan pertama masuk kuliah jadi mahasiswa bisa memanage waktu mengerjakannya masing-masing. Disini kita bisa belajar memanage waktu yang efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  63. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Pada elegi terlihat bahwa Ahilu, Stigmapala, dan Pampilu ingin menjadi orang yang berkuasa, kemudian ketiganya mengikuti sayembara.Dalam hidup, tentu saja banyak orang yang ingin menjadi orang yang yang berkuasa, ingin menjadi orang yang unggul dan lebih unggul dari orang lain. DAlam hidup pastinya juga terdapat persaingan-persaingan baik yang baik maupun yang buruk. Untuk menghadapi persaingan yang terjadi ini, kita harus senantiasa berpegang teguh pada Allah. Kita harus berpikrian kritis dan menjaga hati agar persaingan yang kita ikuti bukanlah persaingan menuju hal-hal yang buruk.

    ReplyDelete