Oct 21, 2012

Elegi Menggapai Purnakata




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Wahai para elegi, berat rasanya aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu.


Para elegi:
Wahai orang tua berambut putih, janganlah engkau merasa ragu untuk menyampaikan sesuatu kepadaku. Berbicara lugaslah kepadaku, jangan sembunyikan identitasmu, dan jangan sembunyikan pula maksudmu.

Orang tua berambut putih:
Sudah saatnya aku menyampaikan bahwa saatnya kita berpisah itu juga sudah dekat. Mengapa? Jika aku terlalu lama dalam elegi maka bukankah engkau itu akan segera menjadi mitos-mitosku. Maka aku juga enggan untuk menyebut sebagai orang tua berambut putih. Aku juga ingin menanggalkan julukanku sebagai orang tua berambut putih. Bukankah jika engkau terlalu lama menyebutku sebagai orang tua berambut putih maka engkau juga akan segera termakan oleh mitos-mitosku. Ketahuilah bahwa orang tua berambut putih itu adalah pikiranku. Sedagkan pikiranku adalah diriku. Sedangkan diriku adalah Marsigit. Setujukah?

Para elegi:
Bagaimana kalau aku katakana bahwa Marsigit adalah pikirannya. Sedangkan pikirannya adalah ilmunya. Sedangkan ilmunya itu adalah orang tua berambut putih.

Marsigit:
Maafkan aku para elegi, bolehkah aku minta tolong kepadamu. Aku mempunyai banyak murid-murid. Apalagi mereka, sedangkan engkau pula akan segera aku tinggalkan. Maka murid-muridku juga akan segera aku tinggalkan. Mengapa aku akan segera meninggalkanmu dan meninggalkan murid-muridku? Itulah suratan takdir. Jika para muridku mengikuti jejakku maka dia melakukan perjalanan maju. Sedangkan jika aku tidak segera meninggalkan muridku maka aku aku akan menghalangi perjalanannya. Aku harus member jalan kepada murid-muridku untuk melenggangkan langkahnya menatap masa depannya.

Mahasiswa:
Maaf pak Marsigit. Saya masih ingin bertanya. Bagaimanakah menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari?

Marsigit:
Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Padahal dirimu itu termasuk yang ada. Maka dirimu itu adalah filsafat. Seangkan kehidupan sehari-hari itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan sehari-hari itu adalah filsafat. Sedangkan pertanyaanmu itu disampiang telah terbukti ada, maka pertanyaan itu adalah awal dari ilmumu. Maka untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, apakah sebenarnya filsafat pendidikan matematika itu? Dan apa bedanya dengan filsafat matematika? Dan apa pula bedanya dengan matematika?

Marsigit:
Pengertian matematika itu ada banyak sekali, sebanyak orang yang memikirkannya. Secara implicit, menurut Socrates matematika adalah pertanyaan, menurut Plato matematika adalah ide, menurut Arstoteles, matematika adalah pengalaman, menurut Descartes matematika adalah rasional, menurut Kant matematika adalah sintetik a priori, menurut Hegel matematika itu mensejarah, menurut Russell matematika adalah logika, menurut Wittgenstain matematika adalah bahasa, menurut Lakatos matematika adalah kesalahan, dan menurut Ernest matematika adalah pergaulan.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, tetapi aku tidak pernah menemukan semua ungkapanmu itu dalam buku-buku referensi primer?

Marsigit:
Ungkapan-ungkapanku itu adalah kualitas kedua atau ketiga. Kualitas kedua atau ketiga itu merupakan hasil refleksi. Filsafat adalah refleksi. Jadi hanya dapat diketahui melalui kajian metafisik.

Mahasiswa:
Apa pula yang dimaksud metafisik?

Marsigit:
Metafisik adalah setelah yang fisik. Maksudnya adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu. Jadi jika engkau sudah berusaha menjelaskan sesuatu walaupun sangat sederhana, maka engkau telah melakukan metafisik. Maka dirimu itulah metafisik.

Mahasiswa:
Lalu apa bedanya matematika dengan filsafat matematika?

Marsigit:
Untuk matematika 3+5 = 8 itu sangat jelas dan final, dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Mengapa karena matematika itu adalah meneliti. Jadi 3+5=8 itu dapat dipandang sebagai hasil penelitian matematika yang sangat sederhana dan terlalu sia-sia untuk mempersoalkan. Tetapi bagi filsafat kita berhak bertanya mengapa 3+5=8. Mengapa? Karena filsafat itu refleksi. Ketahuilah 3+5=8 itu, bagi filsafat, hanya betul jika kita mengabaikan ruang dan waktu. Tetapai selama kita masih memperhatika ruang dan waktu maka kita bias mempunyai 3 buku, 3 topi, 3 hari, dst…5 pensil, 5 pikiran, 5pertanyaan, dst…Maka kita tidak bisa mengatakan 3pensil +5 topi = 8 topi, misalnya.

Mahasiswa:
Lalu apa relevansinya mempelajari filsafat dengan pendidikan matematika?

Marsigit:
Pendidikan itu dapat diibaratkan sebagai gerbong kereta api. Demikian juga pendidikan matematika. Filsafat itu dapat diibaratkan sebagai helicopter pengawal gerbong KA. Para pendidik, atau guru atau praktisi kependidikan jika tidak pernah mempelajari filsafat pendidikan atau filsafat pendidikan matematika, mereka itu ibarat penunmpang KA tersebut. Maka bagaimana mungkin penumpang KA bisa mengetahui semua aspek sudut-sudut gerbong KA dalam perjalanannya. Maka filsafat pendidikan matematika itu ibarat seorang penumpang KA itu keluar dari gerbong KA an kemudian naik helicopter untuk mengikuti dan memonitor laju perjalanan KA itu. Maka orang yang telah mempelajari filsafat pendidikan matematika jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika.

Mahasiswa:
Aku bingung dengan penjelasanmu itu. Bisakah engkau memberikan gambaran yang lebih jelas?

Marsigit:
Filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Padahal pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst..banyak sekali. Padahal guru itu mempunyai sifat yang banyak sekali. Jadi ada banyak sekali yang perlu direfleksikan. Maka dalam filsafat pendidikan matematika, tantanganmu adalah bagaimana engkau bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya. Maksud meperbincangkan adalah menjelaskan semua dari apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Jelaskanlah apa arti bilangan phi? Jelaskanlah apa hakekat siswa diskusi? Jelaskan apa hakekat LKS? Jelaskan apa hakekat media pembelajaran matematika? Itu semua merupakan pekerjaan filsafat pendidikan matematika? Maka bacalah elegi-elegi itu semua, maka niscaya engkau akan bertambah sensitive terhadap pendidikan matematika. Sensitivitasmu terhadap pendidikan matematika itu merupakan modal dasar bagi dirimu agar mampu merefleksikannya.

Mahasiswa:
Apakah filsafat itu meliputi agama?

Marsigit:
Filsafat itu olah pikir. Sedangkan agama itu tidak hanya olah pikir tetapi meliputi juga olah hati. Pikiranku tidak dapat memikirkan semua hatika. Artinya filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinanku.

Mahasiswa:
Apa yang engkau maksud dengan jebakan filsafat?

Marsigit:
Jebakan filsafat itu artinya tidak ikhlas, tidak sungguh-sungguh, palsu, menipu, pura-pura, dsb. Maka jika engkau mempelajari filsafat hanya untuk mengejar nilai, itu adalah jebakan filsafat. Jika para guru peserta pelatihan, kemudian enggan melaksanakan hasil-hasil pelatihan setelah selesai pelatihan, itu adalah jebakan filsafat. Jika engkau pura-pura disipli maka itu jebakan filsafat. Maka bacalah lagi elegi jebakan filsafat.

Mahasiswa:
Apa pantangan belajar filsafat?

Marsigit:
Belajar filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Pantangan yang lain adalah jangan gunakan filsafat itu tidak sesuai ruang dan waktunya. Jika engkau bicara dengan anak kecil perihal hakekat sesuatu maka engkau itu telah menggunakan filsafat tidak sesuai dengan ruang dan waktunya.

Mahasiswa:
Apa tujuan utama mempelajari filsafat?

Marsigit:
Tujuan mempelajari filsafat adalah untuk bisa menjadi saksi. Mempelajari filsafat pendidikan matematika untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika. Tidaklah mudah menjadi saksi itu. Jika ada seminar tentang pendidikan matematika, tetapi engkau tidak ikut padahal mestinya engkau bisa ikut, maka engkau telah gagal menjadi saksinya pendidikan matematika. Itu hanyalah satu contoh saja. Jika ada perubahan kurikulum tentang pendidikan matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu padahal engkau mestinya bisa, maka engkau telah kehilangan kesempatanmu menjadi saksi. Jika ada praktek-praktek pembelajaran matematika yang tidak sesuai dengan hakekat matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu maka engkau telah gagal menjadi saksi. Dst.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, kenapa engkau melakukan ujian-ujian untuk kuliah filsafat pendidikan matematika? Padahal aku sangat ketakutan dengan ujian-ujian.

Marsigit:
Ujian itu ada dan jika keberadaannnya tersebar sampai kemana-mana untuk berbagai kurun waktu maka mungkin ujian itu termasuk sunatullah. Maka aku mengadakan ujian itu juga dalam rangka menjalani suratan takdir. Padahal bagiku tidaklah mudah untuk mengujimu, karena akan sangat berat mempertangungjawabkannya.

Mahasiswa:
Kenapa bapak kelihatan berkemas-kemas mau meninggalkanku?

Marsigit:
Aku tidak bisa selamanya bersamamu. Paling tidak itu fisikku, tenagaku, energiku, ruangku dan waktuku. Tetapi ada hal yang tidak dapat dipisahkan antara aku dan engkau, yaitu ilmuku dan ilmumu. Diantara ilmuku dan ilmuku ada yang tetap, ada yang sama, ada yang. Tetapi komunikasi kita tidak hanya tentang hal yang sama. Kita bisa berkomunikasi tentang kontradiksi kita masing-masing dan kebenaran kita masing-masing.

Mahasiwa:
Apa bekalku untuk berjalan sendiri tanpa kehadiranmu?

Marsigit:
Ketahuilah bahwa akhir dari pertemuan kita dalam ruang dan waktu yang ini, adalah awal dari perjuangan kita masing-masing. Engkau semua akan memasukki hutan rimbanya kehidupan yang sebenarnya di masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan matematika. Ketahuilah salah satu hasil yang engkau peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hatimu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa:
Bagaimana tentang elegi-elegimu itu?

Marsigit:
Bacalah elegi-elegi itu. Itu adalah karya-karyaku yang semata-mata aku berikan kepadamu. Tetapi bacalah elegi-elegi dengan daya kritismu, karena engkau telah paham bahwa setiap kata itu adalah puncaknya gunung es. Maka sebenar-benar ilmumu adalah penjelasanmu tentang kata-kata itu.

Mahasiswa:
Bagaimana dengan elegiku?

Marsigit:
Buatlah dan gunakan elegi itu sebagai latihan untuk memperbincangkan yang ada dan yang mungkin ada. Tetapi gunakan dia itu sesuai dengan ruang dan waktunya. Sebenar-benar tantanganmu itu bukanlah elegi, tetapi adalah kemampuanmu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika. Sedangkan tugasmu adalah bagaimana murid-muridmu juga mampu mengetahui dan menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Jika engkau ingin mengetahui dunia, maka tengoklah pikiranmu. Maka dunia matematika itu adalah pikiran siswa. Jadi matematika itu adalah siswa itu sendiri. Motivasi adalah siswa itu sendiri. Apersepsi adalah siswa itu sendiri. Maka berhati-hatilah dan bijaksanalah dalam mengelola tugas-tugasmu. Tugas-tugasmu adalah kekuasaanmu. Maka godaan yang paling besar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaanmu. Padahal sifat dari kekuasaanmu itu selalu menimpa dan tertuju kepada obyek kekuasaanmu. Siapakah obyek kekuasaanmu itu. Tidak lain tidak bukan adalah murid-muridmu. Tiadalah daya dan upaya bagi murid-muridmu itu dalam genggaman kekuasaanmu kecuali hanya bersaksi kepada rumput yang bergoyang. Tetapi ingatlah bahwa suara rumput itu suara Tuhan. Maka barang siapa menyalahgunakan kekuasaan, dia itulah tergolong orang-orang yang berbuat dholim. Maka renungkanlah.

Mahasiswa:
Terimakasih pak Marsigit.

Marsigit:
Maafkan jika selama ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Pakailah yang baik dariku, dan campakkan yang buruk dariku. Semoga kecerdasan pikir dan kecerdasan hati senantiasa menyertaimu. Semoga kita semua selalu mendapat rakhmat dan hidayah dari Allah SWT. Amien. …Selamat berjuang.

47 comments:

  1. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran, seringkali terjadi ‘transfer pengetahuan’, dimana siswa hanya dijejali teori tanpa mengetahui konsepnya. Terlebih pada mata pelajaran matematika yang identik dengan berbagai rumus. Tak jarang ditemukan guru hanya sekedar memberikan ‘hafalan rumus’ tanpa disertai dengan langkah dan pemahaman konsep siswa. Hal tersebut menjadi PR di dunia pendidikan. Siswa hendaknya dilatih untuk membangun bukan menerima konsep. Guru juga tidak boleh memposisikan dirinya sebagai ‘penguasa ilmu’, sehingga mendholimi siswa untuk tidak berkembang pemikirannya.

    ReplyDelete
  2. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru tak selamanya bisa mendampingi siswanya karena keterbatasan ruang dan waktu. Namun, ilmu yang diperoleh akan selamanya mengalir pada diri siswa dan akan terus mengalir luas bila diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terimakasih kepada Pak Prof.Dr.Marsigit yang selalu berusaha membuka hati dan pikiran kami. Semoga ilmu kami peroleh dapat senantiasa diapliksikan, khususnya bagi calon pendidik dapat diterapkan pada anak didiknya kelak.

    ReplyDelete
  3. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi tersebut saya semakin memahami bahwa tujuan mempelajari filsafat pendidikan matematika, yaitu melatih mahasiswa berpikir kritis dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika. Dengan kata lain belajar matematika secara menyeluruh, bukan hanya lapisan luar saja, bukan sekedar hafal melainkan paham, bukan hanya memperoleh melainkan menemukan, serta bukan hanya mengetahui berbagai teori melainkan mengaplikasikan teori.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Setiap pertemuan, pasti akan ada pula perpisahan. Perpisahan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Allah yang mempertemukan maka Allah juga yang memisahkan. Bila sudah waktunya, maka perpisahan itu akan terjadi. Perpisahan bukanlah menjadi penghalang bagi kita untuk belajar berhenti di situ. Harapannya, perpisahan akan membuat kita untuk selalu berusaha tanpa ada ketergantungan pada siapa pun. Filsafat merupakan proses berpikir. Meski pun belajar filsafat itu sulit, tapi filsafat akan memberikan manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya, menjadikan diri mereka sosok manusia yang bijaksana, mampu memahami ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  5. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    filsafat adalah pikiran kita sehingga olah pikir melibatkan berbagai dimensi baik dimensi ruang maupun dimensi waktu. Filsafat mengkaji hal yang mungkin dan tidank mungkin meski pun belajar filsafat itu sulit, tapi filsafat akan memberikan manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya dan refleksi hanya dapat diketahui dari kajian metafisik, maksud dari metafisik adalah menjelaskan akan segala sesuatu.

    ReplyDelete
  6. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Padahal diri ini termasuk yang ada, maka diri ini adalah filsafat. Filsafat itu olah pikir dan bila dikaitkan dengan agama maka tidak hanya meliputi olah pikir tetapi juga olah hati. Pikiran itu terbatas karena tidak mampu memikirkan hati yang secara langsung berkaitan dengan keyakinan, sedangkan keyakinan itu merupakan puncak spiritual tertinggi. Ada batas yang tidak bisa dijangkau oleh pikiran manusia yaitu kuasa Allah SWT.
    Yang menghubungkan kita dengan yang mengajarkan kita ilmu, adalah ilmu itu sendiri sedangkan raga bisa saja sewaktu-waktu tidak bersama karena kita terikat oleh ruang dan waktu yang bersifat berubah namun ilmu tidak akan berubah melainkan akan semakin bertambah bila semakin kita gali atau pelajari.

    ReplyDelete
  7. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Mateamatika A 2014

    Belajar filsafat merupakan belajar olah pikir yang refleksif. Filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, yang artinya refleksi terhadap semua apa yang ada dan yang terkait tentang pendidikan matematika. Hal penting yang perlu disiapkan ketika akan belajar filsafat adalah hati dan pikiran, bagaimana belajar dengan hati dan pikiran yang ikhlas serta kesadaran diri bahwa setinggi-tingginya ilmu yang dimiliki tetap hanya miliki Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Saya setuju dengan apa yang Prof sampaikan bahwa Pendidikan itu dapat diibaratkan sebagai gerbong kereta api. Demikian juga pendidikan matematika. Filsafat itu dapat diibaratkan sebagai helicopter pengawal gerbong KA. Jadi bagi mereka yang mau keluarlah dari kereta api itu yang bisa mempelajari filsafat begitu juga filsafat matematika. Sehingga bagi orang-orang yang mau mempelajari filsafat maka mereka itulah orang kritis dalam menghadapi segala sesuatu. Sehingga banyak kita temukan oknum guru yang hanya melakukan pembelajaran itu-itu saja tanpa adanya inovasi, sehingga mutu pendidikan tidak akan meningkat. Maka guru yang profesional itu adalah guru yang mau berinovasi untuk kemajuan, baik untuk dirinya maupun bagi siswanya dimasa yang akan datang.

    ReplyDelete
  9. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dunia matematika itu adalah pikiran siswa. Jadi matematika itu adalah siswa itu sendiri. Motivasi adalah siswa itu sendiri. Apersepsi adalah siswa itu sendiri. Maka sebagai seorang guru, berhati-hatilah dan bijaksanalah dalam mengelola pembelajaran. Pembelajaran adalah kekuasaan guru yang mengatur skema pembelajaran, metode pembelajaran yang akan digunakan, evaluasi, dsb. Ingatlah bahwa godaan yang paling besar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaanmu. Padahal sifat dari kekuasaanmu itu selalu menimpa dan tertuju kepada obyek kekuasaanmu. Siapakah obyek kekuasaanmu itu. Tidak lain tidak bukan adalah murid-muridmu. Jika guru sekedar mengajar hanya untuk menyelesaikan tugasnya menyampaikan ilmu (untuk memenuhi tugasnya) tanpa memperhatikan kesulitan, kebutuhan dan perbedaan pada setiap siswa, maka sesungguhnya ia adalah guru yang dholim. Perlu dipahami bahwa setiap siswa dalam suatu kelas adalah individu yang sama, maka tidaklah tepat jika guru hanya menggunakan metode, sumber, media dan interaksi yang monoton dan sama. Guru adalah seseorang yang memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuannya, maka oleh karena itu seorang guru haruslah kreatif dan inovatif, selalu meningkatkan kualitas diri dan kemampuan pengelolaan pembelajaran, terbuka akan pembaruan, menggunakan metode, media, sumber dan interaksi yang bervariasi, mengembangkan LKS, melakukan lesson study, dsb.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    dengan membaca elegi Prof Marsigit membuat kita belajar dan paham tentang filsafat. Salah satunya, Setiap pelajaran dalam hal ini sangat menginspirasi kita untuk selalu sadar, tidak sombong, dan selalu percaya.

    ReplyDelete
  11. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Filsafat menuntut manusia agar berfikir secara cerdas. Alasannya adalah agar manusia dapat berkembang menuju level pemikiran pengetahuan selanjutnya. Filsafat merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatunya secara mendalam dan sungguh-sungguh, dan radikal sehingga mencapai hakikat segala situasi tersebut. Ilmu matematika adalah ilmu yang menuntut agar manusia berfikir kritis, kreatif, mampu melakukan abstraksi, menggunakan logikanya agar manusia tersebut mampu memecahkan masalah. Filsafat matematika adalah cabang dari filsafat yang mengkaji anggapan-anggapan filsafat, dasar-dasar, dan dampak-dampak matematika.

    ReplyDelete
  12. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Membaca refleksi ini membuat saya mengingat kembali perjalanan saya selama mengikuti perkuliahan filsafat pendidikan matemtika ini. Pada awal perkuliahan saya sangat dibuat bingung dengan filsafat, bagaimana tidak, banyak kata baru, elegi dengan bahasa analog, tes jawab singkat dan komen yang harus memenuhi target. Namun, selama proses ini dan saya terus membaca elegi, memang diawal terasa susah, tetapi ternyata benar apa yang dikatakan Pak Marsigit, diawal kita mempelajari filsafatnya, maka kata pendidikan matematika di belakang dengna sendiri akan mengikuti karena sesungguhnya filsafat itu dapat diletakkan di depan kata apa saja. Saya belajar untuk berpikir kritis dan menata hati. Maka sebenar-benarnya ilmu ini saya peroleh, tidak hanya untuk merefleksikan yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika, namun juga untuk merefleksikan setiap langkah saya. Terimakasih Pak Marsigit.

    ReplyDelete
  13. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi menggapai purnakata ini menjelaskan tentang kesimpulan dari purnanya perkuliahan filsafat diantaranya pembahasan mengenai filsafat pendidikan matematika. Filsafat pendidikan matematika mempelajari semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika. Mempelajari filsafat pendidikan matematika adalah mempelajari bagaimana siswa belajar, bagaimana guru mengajar, kompetensi yang harus dicapai siswa, bagaimana guru menilai, dan hal-hal lain yang mempengaruhi proses belajar mengajar matematika.

    ReplyDelete
  14. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Filsafat dipelajari untuk memahami secara mendalam tentang suatu hal. Dengan memahami filsafat dapat dipahami pula hakekat dari suatu hal dan kenapa hal itu ada dan apa yang mungkin ada di masa depan. Filsafat penting untuk mempelajari suatu ilmu. Belajar itu bisa kapan saja dan dimana saja, terbebas dari ruang dan waktu. Mungkin ini meruapakan elegi perpisahan, tapi proses untuk memahami elegi yang lalu akan terus terjadi.

    ReplyDelete
  15. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pendidik tidak selamanya bisa mendampingi siswanya. Suatu saat pendidik harus berpisah dengan siswanya agar siswa bisa melanjutkan perjalanan yang telah mereka pilih. Selama bersama dengan siswa, seorang pendidik harus bisa memberikan bekal yang cukup untuk siswanya agar bisa bersaing di dunia luar untuk mencapai masa depan mereka. Banyak hal yang bisa dipelajari, salah satunya adalah belajar filsafat. Belajar filsafat harus ikhlas, sungguh-sungguh, tidak pura-pura, tidak boleh sepotong-sepotong karena jika demikian akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Hasil dari belajar filsafat kita bisa memiliki kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan keteguhan hati yang semua itu adalah bekal untuk masa depan kita.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Saat belajar mengenai filsafat, kita akan mempelajari apa yang ada dan apa yang mungkin ada di dunia ini. Bahkan filsafat itu belajar mengenai pola pikir seseorang. Filsafat tidak sebaiknya dipelajari dengan sepenggal-penggal karena tidak akan bermanfaat dan bahkan akan bingung sendiri dalam memahaminya. Dan jika kita melakukan hal seperti itu maka akan menjadi bahaya ketika terjadi kesalahan dalam proses berpikir dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  17. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Berfilsafat merupakan kegiatan refleksi diri kita sendiri. Oleh karenanya ada yang menyebut filsafat adalah dirimu sendiri karena di dalam filsafat itu tercemin dirimu. Tidak hanya itu, dalam berfilsafat tentunya kita harus menggunakan hati yang ikhlas dan tulus untuk memahami apa itu filsafat sehingga kita tidak terjebak dalam mitos-mitos yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini.

    ReplyDelete
  18. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Mempelajari filsafat bertujuan untuk bisa menjadi saksi. Mempelajari filsafat pendidikan matematika untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika. Kesaksian ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada para matematikawan agar selalu memanfaatkan kesempatan yang ada dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan terkait matematika. Tidak menutup diri terhadap perubahan-perubahan dan hal terkait matematika adalah salah satu kunci untuk bisa menjadi saksi matematika, sebagai contoh dengan mengikuti seminar matematika dan kajian kurikulum terkait matematika.

    ReplyDelete
  19. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Membaca postingan ini semakin meyakinkan saya bahwa filsafat begitu berguna bagi kehidupan. Filsafat adalah ilmu refleksi. Sebagai ilmu refleksi, filsafat membantu merefleksikan segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Dalam kaitannya dengan pendidikan matematika, filsafat membantu kita untuk melakukan refleksi terhadap segala aspek yang ada dan yang mungkin ada pada pendidikan matematika. Mempelajari filsafat juga membantu kita untuk lebih cermat, teliti, dan kritis dalam memahami segala persoalan dalam pendidikan matematika.
    Membaca postingan ini juga kembali mengingatkan saya bahwa belajar filsafat dan belajar apapun memerlukan keikhlasan dan kesungguhan. Bila kita hanya melakukannya dengan setengah hati, tak ikhlas, tak sungguh-sungguh, nyaris tidak ada ilmu yang kita peroleh.

    ReplyDelete
  20. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada dasarnya teori yang berlaku pada kehidupan ini seperti sebuah drama. Maka manusia sebagai pelaku, sebagai seorang aktor tidak akan pernah menyadari apa yang manusia lakukan.
    Perbuatan baik atau buruk, bahkan sedikit kekeliruan yang terjadi dalam dirinya, begitu sulit untuk menyadarinya.
    Maka manusia perlu bercermin dengan baik atau bahkan selain dirinya menjadi aktor, manusia perlu keluar sejenak melihat adegan atau perannya selama ini, maka dari itu ia akan menyadari dibagian mana yang masih menjadi kekurangan atau kekeliruan.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pendidikan ibarat gerbong kereta api, tak terkecuali pendidikan matematika. Sedangkan filsafat adalah helicopter pengawal gerbang KA. Maka guru yang tidak belajar filsafat ibarat penumpang KA. Guru yang belajar filsafat akan lebih kritis dalam berpikir daripada orang yang memahami matematika dengan mendalam. Karena filsafat adalah refleksi. Dalam pendidikan matematika juga dekimian, dimana repleksinya adalah filsafat pendidikan matematika. Kita dapat mengetahui landasan apa saja tentang pendidikan matematika dari belajar filsafat. Tentang guru, murid, cara mengajar, belajar dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  22. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Terimakasih untuk elegi yang diberikan Bapak. Dari elegi tersebut saya dapat belajar bahwa matematika memang merupakan mata pelajaran yang penting dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Banyak manfaat yang diperoleh dalam belajar matematika. Selain itu juga, penting untuk belajar filsafat agar mengetahui secara lebih dalam dan luas mengenai hal yang ingin diketahui. Sebagai guru, perlu belajar banyak hal dan mencari sumber pengetahuan yang banyak supaya dapat memberikan banyak ilmunya kepada siswa. Dengan adanya elegi ini memberikan dorongan kepada guru untuk dapat lebih aktif dan kreatif dalam menyusun pembelajaran. Terimakasih untuk eleginya Bapak.

    ReplyDelete
  23. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam elegi di atas telah terungkap bahwa siapa orang tua berambut putih yang sebenarnya yang selalu memberikan pandangan-pandangan dan solusi-solusi pada elegi sebelumnya. Dan ternyata orang tua berambut putih itu adalah tidak lain Prof. Dr. Marsigit, MA. Ada banyak hal yang menarik dari elegi di atas antara lain:
    1. Filsafat dan agama. dalam penjelasannya bahwa filsafat adalah olah pikir dan agama tidak hannya terbatas pada olah pikir tetapi juga olah hati dan pikirin tidak selalu bisa mengikuti hati.
    2. Mengenai jebakan filsafat. Jebakan yang dimaksud adalah antara lain adalah ada nya rasa tidak ihklas mengikuti perkuliahan filsafat yang salah satu nya adalah membuat komen pada blog Bapak Marsigit.
    3. Dan salah satu yang paling penting adalah apabila kita belajar filsafat, kita tidak boleh mempelajarinya sepotong-potong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap
    4. Pesan yang terakhir dari pembelajaran filsafat adalah awal dari kita untuk memulai perjuangan masing-masing khususnya dalam memasuki masyarakat pendidikan matematika, sehingga dengan bekal dari kuliah filsafat ilmu pendidikan seperti kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati kita dapat berkonstribusi positif bagi pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  24. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    P.Mat D 2016
    Menurut saya inti dari elegi ini adalah berfilsafat dapat dipraktikkan melalui pikiran anda dan berpikirlah tentang pengalaman-pengalaman yang terjadi setiap hari, yang mengalami dinamika. Karena sebenar benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman. Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik, ukuran kebenarannya adalah konsisten, sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik, dan bersifat kontradiksi. Dengan kontradiksi lah bisa ada produk baru. Dunia pikiran, bersifat ideal, tetap, menuju kesempurnaan.

    ReplyDelete
  25. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Tugas kita yang utama adalah bagaimana membuat siswa mampu mengetahui dan memahami apa yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Tugas-tugas kita adalah kekuasaan kita. Maka godaan terbesar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaannya. Sesungguhnya barang siapa yang menyalahgunakan kekuasaan, dia tergolong dalam kategori orang-orang yang berbuat dholim. Oleh karena itu, harus lah kita menjalankan tugas kita dengan baik, jangan sampai menyalahgunakan kekuasaan. Semoga kita selalu amanah dengan tugas yang kita pikul dan Allah SWT selalu meridhai langkah kita dalam rangka mencerdaskan murid-murid.

    ReplyDelete
  26. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berbiacar masalah elegi diatas maka dapat lah diakatakn bahwa setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, itulah sebenar0sebanarnya hidup dan kita pasti akan merasakan nhal itu. Dengan belajar adanya eprtemuan dan perpisahan maka dapat lah pula semakain mengambil pelajaran yang terjadi.

    ReplyDelete
  27. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia untuk mampu mengetahui dirinya/bercermin dengan baik, maka manusia membutuhkan sebuah perantara dan motivasi dalam diri.
    Seperti halnya dengan peran matematika, pendidikan matematika, guru, siswa , dan sebagainya.
    Filsafat menjadi perantara sebgai cermin memandang apa yang terjadi dalam setiap sudut baik subjek maupun objek belajar.

    ReplyDelete
  28. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dalam elegi tersebut saya dapat memahami bahwa sesuatu yang dikuasi secara tidak lengkap maka tidak akan menghasilkan hasil maksimal, bahkan dapat menimbulkan salah tafsir. Hal tersebut berlaku dalam ilmu filsafat. Mengapa? Karena filsafat adalah ilmu berfikir, yang mana kita menggunakan fikiran dalam berfikir untuk segala bidang. Oleh karena itu dalam belajar filsafat hendaknya sampai ke akar – akarnya, hal tersebut tertuang dalam ilmu filsafat yang mengupas habis suatu ilmu dan bidang hingga ke akarnya. Jadi saya berusaha untuk memahami filsafat dengan terus membaca blog yang berisi ilmu filsafat di dalamnya.

    ReplyDelete
  29. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dalam elegi tersebut saya juga menangkap makna awal dan akhir. Adanya awal untuk berakhir. Adanya pertemuan untuk berpisah. Adanya kelahiran untuk kematian. Hal tersebut merupakan takdir yang telah Allah tetapkan untuk manusia. Maka dari itu, selama masih berada di antara awal dan akhir, gunakanlah sebaik – baiknya kesempatanmu untuk melakukan hal – hal yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  30. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Begitulah ilmu seharusnya. Bahwa dalam pembelajaran bukan diharapkan siswa untuk menghafalkan namun lebih untuk membermaknai seluruh kegiatan dalam pembelajaran. Sehingga akan bermanfaat pada pembelajaran yang lain. Bukan hafalan yang nanti akan lupa suatu kelak nanti. Sehingga siswa mampu juga memaknai pengetahuan yang merka pelajari sehingga dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  31. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Tujuan dari belajar filsafat ialah agar bisa menjadi saksi dari beberapa pendapat dan pemikiran para filsuf dari beberapa aliran yang dicetuskannya. Belajar filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada dalam ruang dan waktu. Jika ingin mengetahui seberapa luas dunia maka lihatlah seberapa pengetahuan dalam pikiran kita itulah lebar dunia. Sebagai seorang guru harus dapat menjalankan tugas bagaimana agar siswa-siswa yang menjadi peserta didiknya dapat mengetahui dan menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah melalui beberapa materi pembelajaran yang ia sampaikan melalui beberapa metode dan pendekatan pembelajaran dengan penuh inovasi agar pembelajaran lebih bermakna.

    ReplyDelete
  32. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Alam penelitian kelas sesunggunya banyak obyek yang harus diamati, antara lain sifat guru, sifat siswa, pengaruh sifat guru terhadap aktivitas belajar siswa, sikap dan perilaku pedagogik guru, pengaruh sikap dan perilaku pedagogi guru terhadap hasil belajar siswa, sikap dan perilaku belajar siswa, dan masih banyak lagi. Dan jika ingin meningkatkan kualitas penelitian kelas maka terdapat beberapa hal yang harus diamati, yaitu pengaruh sikap, motivasi siswa dalam pembelajaran matematuka, hasil belajar yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, teori pembelajaran dalam kelas, inovasi pembelajaran dalam kelas, teori pendidikan dan paradigma pendidikan dalam pembelajaran, pengembangan RPP, pengembangan lembar kerja siswa, pengembangan alat peraga pembelajaran, dan mencakup teori hakikat matematika.

    ReplyDelete
  33. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Berfilsafat ialah mempelajari pemikiran para filsuf. Untuk dapat memahami pikiran para filsuf harus disertai dengan hati dan pikiran yang ikhlas. Sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri, karena filsafat adalah cerminan dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  34. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika adalah sesuatu yan pasti, misalnya saja 1+1=2. Namun dalam filsafat belum tentu 1+1=2 masih dapat dipertanyakan mengapa karena hal tersebut masih terpengaruh ruang dan waktu. Filsafat adalah suatu hasil olah pikir. Filsafat adalah hasil refleksi. Refleksi hanya dapat diketahui dari kajian metafisik. Metafisik adalah menjelaskan akan segala sesuatu. Agama tidak termasuk filsafat karena dalam agama terdapat olah pikir dan olah hati sedangkan filsafat olah pikir. Olah pikir dalam filsafat tidak dapat menjelaskan semua hati kita sehingga tak mampu menjelaskan keyakinan kita.

    ReplyDelete
  35. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Filsafat pendidikan matematika merupakan refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap segala aspek dalam pendidikan matematika. Maka tantangan dalam pendidikan matematika adalah bagaimana kamu bisa menjelaskan semua objek-objeknya. Beajar filsafat tidak boleh sepotong-potong. Tujuan mempelajari filsafat pendidikan matematika ialah untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  36. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan diibaratkan sebagai gerbong kereta api. Filsafat diibaratkan sebagai helicopter pengawal gerbong KA. Jika pendidik tidak mempelajari filsafat, maka mereka bagaikan penumpang KA. Maka bagaiana mungkin penumpang bisa mengetahui seluk beluk KA. Maka filsafat pendidikan matematika ibarat seorang penumpang KA keluar dari gerbong dan kemudian naik helicopter untuk memonitor laju KA. Maka orang yang mempelajari filsafat pendidikan matematika jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  37. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut Socrates, matematika adalahpertanyaan. Menurut plato, matematika adalah ide. Menurut aristoteles, matematika adalah pengalaman. Menurut Descartes, matematika adalah rasional. Menurut kant, matematika adalah sintetik a priori. Menurut hegel, matematika itu mensejarah. Menurut russel, matematika adalah logika. Menurut wittgenstain, matematika adalah bahasa. Menurut lakatos, matematika adalah kesalahan. Dan menurut ernest, matematika adalah pergaulan. Definisi tersebut adalah kualitas kedua atau ketiga yang merupakan hasil refleksi.

    ReplyDelete
  38. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Filsafat meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Untuk menerapkan filsafat dalam kehiduan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan. Filsafat adalah refleksi. Jadi hanya diketahui melalui kajian metafisik. Metafisik adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu. Jadi jika kita menjelaskan sesuatu walaupun sangat sederhana, maka kita telah melakukan metafisik.

    ReplyDelete
  39. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Filsafat selalu memuat merupakan dua sisi mata uang yang saling berlawanan. Di dalam filsafat terdapat hukup identitas maupun kontradiksi. Kontradiksi merupakan kebalikan dari hukum identitas. Filsafat adalah olah pikir yang refleksif. Filsafat itu seperti kromosom pada genetika, yaitu mempunyai struktur, yang mana struktur tersebut sama dimanapun. Berfilsafat itu berpikir yang reflektif yang mencakup olah pikir kita dan pengalaman kita. Obyek dari filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Tujuan filsafat adalah supaya kita mampu menempatkan diri sesuai ruang dan waktu. Sedangkan manfaat belajar filsafat adalah mampu santun terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  40. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Purnakata berarti akhir dari kata. Filsafat merupakan refleksi, dimana perpisahan bukanlah segalanya. Bahkan, perpisahan ini sebenarnya adalah awal dari pemikiran manusia untuk terus berkembang dan berpikir kreatif untuk menggapai pengetahuan. Filsafat merupakan proses berpikir. Meski pun belajar filsafat itu sulit, tapi filsafat akan memberikan manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya. Dengan filsafat, seseorang akan memahami ideologi dirinya sebagai panutan dan pedoman sehingga dia bisa berpikir ekstensif dan intensif berdasarkan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  41. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari elegi di atas, kita dapat mengetahui pentingnya belajar filsafat. Orang yang telah belajar filsafat dapat memikirkan sacara sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya mengenai yang ada dan yang mungkin ada. Salah satu hasil yang kita peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hati, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan. Sehingga orang yang telah mempelajari filsafat pendidikan matematika jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  42. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Belajar filsafat itu sebenarnya bukan tentang bagaimana mempelajari atau memahami pemikiran para filsuf, tetapi memahami hakikat tentang diri sendiri di dalam kehidupan. tentang bagaimana cara kita mengolah pikiran secara bijaksana dan kritis sehingga dapat bersikap dan bertindak secara positif sesuai dengan norma, aturan, adat, dan nilai agama yang berlaku. Terkadang kita tidak dapat memahami diri sendiri tanpa bantuan orang lain. Nha, hal itu juga dapat dilakukan dengan cara kita memahami filsafat. Maka kita akan memahami diri sendiri.

    ReplyDelete
  43. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Filsafat merupakan olah pikir, berarti filsafat merupakan hasil olah pikir manusia. Olah pikir tersebut melibatkan berbagai dimensi ruang dan waktu. Filsafat mengkaji semua hal yang ada dan yang mungkin ada. Walaupun sulit untuk mempelajari dan memahami filsafat, akan tetapi sangat besar manfaatnya bagi kehidupan kita. Janganlah berhenti berfilsafat.

    ReplyDelete
  44. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Membaca postingan ini, saya jadi mengetahui bahwa filsafat merupakan ilmu dari segala ilmu. Dengan kita paham filsafat dapat memotivasi kita untuk selalu ikhlas, sabar, sadar, dan ikhlas.

    ReplyDelete
  45. Filsafat adalag refleksi. Refleksi dari pengalaman dan pengamatan dari sesuatu yang ada dan mungkin ada. Bahwa suatu pengalaman yang telah dilalui kemudian direnungkan atau direfleksikan apakah pengalaman tersebut mempunyai pengetahuan yang berharga? Apakah bentuk pengetahuan itu?. Refleksi dengan menggunakan pikiran dan akal berdasarkan pengalaman. Dari refleksi tersebut akan diperoleh pemahaman dan penjelasan.

    ReplyDelete
  46. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Filsafat digunakan untuk menyebut berbagai pertanyaan yang muncul dalam pikiran manusia tentang berbagai kesulitan yang dihadapinya, serta berusaha untuk menemukan solusi yang tepat. Plato mendefinisikan filsuf sebagai orang yang mampu melihat alam kosmik secara menyeluruh sekaligus menguasai zaman secara menyeluruh pula.

    ReplyDelete
  47. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Dari elegi di atas, kita dapat mengetahui pentingnya belajar filsafat. Orang yang telah belajar filsafat dapat memikirkan sacara sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya mengenai yang ada dan yang mungkin ada. Salah satu hasil yang kita peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hati, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan. Sehingga orang yang telah mempelajari filsafat pendidikan matematika jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika.

    ReplyDelete