Oct 21, 2012

Elegi Menggapai Purnakata




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Wahai para elegi, berat rasanya aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu.


Para elegi:
Wahai orang tua berambut putih, janganlah engkau merasa ragu untuk menyampaikan sesuatu kepadaku. Berbicara lugaslah kepadaku, jangan sembunyikan identitasmu, dan jangan sembunyikan pula maksudmu.

Orang tua berambut putih:
Sudah saatnya aku menyampaikan bahwa saatnya kita berpisah itu juga sudah dekat. Mengapa? Jika aku terlalu lama dalam elegi maka bukankah engkau itu akan segera menjadi mitos-mitosku. Maka aku juga enggan untuk menyebut sebagai orang tua berambut putih. Aku juga ingin menanggalkan julukanku sebagai orang tua berambut putih. Bukankah jika engkau terlalu lama menyebutku sebagai orang tua berambut putih maka engkau juga akan segera termakan oleh mitos-mitosku. Ketahuilah bahwa orang tua berambut putih itu adalah pikiranku. Sedagkan pikiranku adalah diriku. Sedangkan diriku adalah Marsigit. Setujukah?

Para elegi:
Bagaimana kalau aku katakana bahwa Marsigit adalah pikirannya. Sedangkan pikirannya adalah ilmunya. Sedangkan ilmunya itu adalah orang tua berambut putih.

Marsigit:
Maafkan aku para elegi, bolehkah aku minta tolong kepadamu. Aku mempunyai banyak murid-murid. Apalagi mereka, sedangkan engkau pula akan segera aku tinggalkan. Maka murid-muridku juga akan segera aku tinggalkan. Mengapa aku akan segera meninggalkanmu dan meninggalkan murid-muridku? Itulah suratan takdir. Jika para muridku mengikuti jejakku maka dia melakukan perjalanan maju. Sedangkan jika aku tidak segera meninggalkan muridku maka aku aku akan menghalangi perjalanannya. Aku harus member jalan kepada murid-muridku untuk melenggangkan langkahnya menatap masa depannya.

Mahasiswa:
Maaf pak Marsigit. Saya masih ingin bertanya. Bagaimanakah menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari?

Marsigit:
Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Padahal dirimu itu termasuk yang ada. Maka dirimu itu adalah filsafat. Seangkan kehidupan sehari-hari itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan sehari-hari itu adalah filsafat. Sedangkan pertanyaanmu itu disampiang telah terbukti ada, maka pertanyaan itu adalah awal dari ilmumu. Maka untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, apakah sebenarnya filsafat pendidikan matematika itu? Dan apa bedanya dengan filsafat matematika? Dan apa pula bedanya dengan matematika?

Marsigit:
Pengertian matematika itu ada banyak sekali, sebanyak orang yang memikirkannya. Secara implicit, menurut Socrates matematika adalah pertanyaan, menurut Plato matematika adalah ide, menurut Arstoteles, matematika adalah pengalaman, menurut Descartes matematika adalah rasional, menurut Kant matematika adalah sintetik a priori, menurut Hegel matematika itu mensejarah, menurut Russell matematika adalah logika, menurut Wittgenstain matematika adalah bahasa, menurut Lakatos matematika adalah kesalahan, dan menurut Ernest matematika adalah pergaulan.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, tetapi aku tidak pernah menemukan semua ungkapanmu itu dalam buku-buku referensi primer?

Marsigit:
Ungkapan-ungkapanku itu adalah kualitas kedua atau ketiga. Kualitas kedua atau ketiga itu merupakan hasil refleksi. Filsafat adalah refleksi. Jadi hanya dapat diketahui melalui kajian metafisik.

Mahasiswa:
Apa pula yang dimaksud metafisik?

Marsigit:
Metafisik adalah setelah yang fisik. Maksudnya adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu. Jadi jika engkau sudah berusaha menjelaskan sesuatu walaupun sangat sederhana, maka engkau telah melakukan metafisik. Maka dirimu itulah metafisik.

Mahasiswa:
Lalu apa bedanya matematika dengan filsafat matematika?

Marsigit:
Untuk matematika 3+5 = 8 itu sangat jelas dan final, dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Mengapa karena matematika itu adalah meneliti. Jadi 3+5=8 itu dapat dipandang sebagai hasil penelitian matematika yang sangat sederhana dan terlalu sia-sia untuk mempersoalkan. Tetapi bagi filsafat kita berhak bertanya mengapa 3+5=8. Mengapa? Karena filsafat itu refleksi. Ketahuilah 3+5=8 itu, bagi filsafat, hanya betul jika kita mengabaikan ruang dan waktu. Tetapai selama kita masih memperhatika ruang dan waktu maka kita bias mempunyai 3 buku, 3 topi, 3 hari, dst…5 pensil, 5 pikiran, 5pertanyaan, dst…Maka kita tidak bisa mengatakan 3pensil +5 topi = 8 topi, misalnya.

Mahasiswa:
Lalu apa relevansinya mempelajari filsafat dengan pendidikan matematika?

Marsigit:
Pendidikan itu dapat diibaratkan sebagai gerbong kereta api. Demikian juga pendidikan matematika. Filsafat itu dapat diibaratkan sebagai helicopter pengawal gerbong KA. Para pendidik, atau guru atau praktisi kependidikan jika tidak pernah mempelajari filsafat pendidikan atau filsafat pendidikan matematika, mereka itu ibarat penunmpang KA tersebut. Maka bagaimana mungkin penumpang KA bisa mengetahui semua aspek sudut-sudut gerbong KA dalam perjalanannya. Maka filsafat pendidikan matematika itu ibarat seorang penumpang KA itu keluar dari gerbong KA an kemudian naik helicopter untuk mengikuti dan memonitor laju perjalanan KA itu. Maka orang yang telah mempelajari filsafat pendidikan matematika jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika.

Mahasiswa:
Aku bingung dengan penjelasanmu itu. Bisakah engkau memberikan gambaran yang lebih jelas?

Marsigit:
Filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Padahal pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst..banyak sekali. Padahal guru itu mempunyai sifat yang banyak sekali. Jadi ada banyak sekali yang perlu direfleksikan. Maka dalam filsafat pendidikan matematika, tantanganmu adalah bagaimana engkau bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya. Maksud meperbincangkan adalah menjelaskan semua dari apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Jelaskanlah apa arti bilangan phi? Jelaskanlah apa hakekat siswa diskusi? Jelaskan apa hakekat LKS? Jelaskan apa hakekat media pembelajaran matematika? Itu semua merupakan pekerjaan filsafat pendidikan matematika? Maka bacalah elegi-elegi itu semua, maka niscaya engkau akan bertambah sensitive terhadap pendidikan matematika. Sensitivitasmu terhadap pendidikan matematika itu merupakan modal dasar bagi dirimu agar mampu merefleksikannya.

Mahasiswa:
Apakah filsafat itu meliputi agama?

Marsigit:
Filsafat itu olah pikir. Sedangkan agama itu tidak hanya olah pikir tetapi meliputi juga olah hati. Pikiranku tidak dapat memikirkan semua hatika. Artinya filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinanku.

Mahasiswa:
Apa yang engkau maksud dengan jebakan filsafat?

Marsigit:
Jebakan filsafat itu artinya tidak ikhlas, tidak sungguh-sungguh, palsu, menipu, pura-pura, dsb. Maka jika engkau mempelajari filsafat hanya untuk mengejar nilai, itu adalah jebakan filsafat. Jika para guru peserta pelatihan, kemudian enggan melaksanakan hasil-hasil pelatihan setelah selesai pelatihan, itu adalah jebakan filsafat. Jika engkau pura-pura disipli maka itu jebakan filsafat. Maka bacalah lagi elegi jebakan filsafat.

Mahasiswa:
Apa pantangan belajar filsafat?

Marsigit:
Belajar filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Pantangan yang lain adalah jangan gunakan filsafat itu tidak sesuai ruang dan waktunya. Jika engkau bicara dengan anak kecil perihal hakekat sesuatu maka engkau itu telah menggunakan filsafat tidak sesuai dengan ruang dan waktunya.

Mahasiswa:
Apa tujuan utama mempelajari filsafat?

Marsigit:
Tujuan mempelajari filsafat adalah untuk bisa menjadi saksi. Mempelajari filsafat pendidikan matematika untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika. Tidaklah mudah menjadi saksi itu. Jika ada seminar tentang pendidikan matematika, tetapi engkau tidak ikut padahal mestinya engkau bisa ikut, maka engkau telah gagal menjadi saksinya pendidikan matematika. Itu hanyalah satu contoh saja. Jika ada perubahan kurikulum tentang pendidikan matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu padahal engkau mestinya bisa, maka engkau telah kehilangan kesempatanmu menjadi saksi. Jika ada praktek-praktek pembelajaran matematika yang tidak sesuai dengan hakekat matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu maka engkau telah gagal menjadi saksi. Dst.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, kenapa engkau melakukan ujian-ujian untuk kuliah filsafat pendidikan matematika? Padahal aku sangat ketakutan dengan ujian-ujian.

Marsigit:
Ujian itu ada dan jika keberadaannnya tersebar sampai kemana-mana untuk berbagai kurun waktu maka mungkin ujian itu termasuk sunatullah. Maka aku mengadakan ujian itu juga dalam rangka menjalani suratan takdir. Padahal bagiku tidaklah mudah untuk mengujimu, karena akan sangat berat mempertangungjawabkannya.

Mahasiswa:
Kenapa bapak kelihatan berkemas-kemas mau meninggalkanku?

Marsigit:
Aku tidak bisa selamanya bersamamu. Paling tidak itu fisikku, tenagaku, energiku, ruangku dan waktuku. Tetapi ada hal yang tidak dapat dipisahkan antara aku dan engkau, yaitu ilmuku dan ilmumu. Diantara ilmuku dan ilmuku ada yang tetap, ada yang sama, ada yang. Tetapi komunikasi kita tidak hanya tentang hal yang sama. Kita bisa berkomunikasi tentang kontradiksi kita masing-masing dan kebenaran kita masing-masing.

Mahasiwa:
Apa bekalku untuk berjalan sendiri tanpa kehadiranmu?

Marsigit:
Ketahuilah bahwa akhir dari pertemuan kita dalam ruang dan waktu yang ini, adalah awal dari perjuangan kita masing-masing. Engkau semua akan memasukki hutan rimbanya kehidupan yang sebenarnya di masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan matematika. Ketahuilah salah satu hasil yang engkau peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hatimu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa:
Bagaimana tentang elegi-elegimu itu?

Marsigit:
Bacalah elegi-elegi itu. Itu adalah karya-karyaku yang semata-mata aku berikan kepadamu. Tetapi bacalah elegi-elegi dengan daya kritismu, karena engkau telah paham bahwa setiap kata itu adalah puncaknya gunung es. Maka sebenar-benar ilmumu adalah penjelasanmu tentang kata-kata itu.

Mahasiswa:
Bagaimana dengan elegiku?

Marsigit:
Buatlah dan gunakan elegi itu sebagai latihan untuk memperbincangkan yang ada dan yang mungkin ada. Tetapi gunakan dia itu sesuai dengan ruang dan waktunya. Sebenar-benar tantanganmu itu bukanlah elegi, tetapi adalah kemampuanmu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika. Sedangkan tugasmu adalah bagaimana murid-muridmu juga mampu mengetahui dan menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Jika engkau ingin mengetahui dunia, maka tengoklah pikiranmu. Maka dunia matematika itu adalah pikiran siswa. Jadi matematika itu adalah siswa itu sendiri. Motivasi adalah siswa itu sendiri. Apersepsi adalah siswa itu sendiri. Maka berhati-hatilah dan bijaksanalah dalam mengelola tugas-tugasmu. Tugas-tugasmu adalah kekuasaanmu. Maka godaan yang paling besar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaanmu. Padahal sifat dari kekuasaanmu itu selalu menimpa dan tertuju kepada obyek kekuasaanmu. Siapakah obyek kekuasaanmu itu. Tidak lain tidak bukan adalah murid-muridmu. Tiadalah daya dan upaya bagi murid-muridmu itu dalam genggaman kekuasaanmu kecuali hanya bersaksi kepada rumput yang bergoyang. Tetapi ingatlah bahwa suara rumput itu suara Tuhan. Maka barang siapa menyalahgunakan kekuasaan, dia itulah tergolong orang-orang yang berbuat dholim. Maka renungkanlah.

Mahasiswa:
Terimakasih pak Marsigit.

Marsigit:
Maafkan jika selama ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Pakailah yang baik dariku, dan campakkan yang buruk dariku. Semoga kecerdasan pikir dan kecerdasan hati senantiasa menyertaimu. Semoga kita semua selalu mendapat rakhmat dan hidayah dari Allah SWT. Amien. …Selamat berjuang.

65 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Saat belajar mengenai filsafat, kita akan mempelajari apa yang ada dan apa yang mungkin ada di dunia ini. Bahkan filsafat itu belajar mengenai pola pikir seseorang. Filsafat tidak sebaiknya dipelajari dengan sepenggal-penggal karena tidak akan bermanfaat dan bahkan akan bingung sendiri dalam memahaminya. Dan jika kita melakukan hal seperti itu maka akan menjadi bahaya ketika terjadi kesalahan dalam proses berpikir dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  2. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Berfilsafat merupakan kegiatan refleksi diri kita sendiri. Oleh karenanya ada yang menyebut filsafat adalah dirimu sendiri karena di dalam filsafat itu tercemin dirimu. Tidak hanya itu, dalam berfilsafat tentunya kita harus menggunakan hati yang ikhlas dan tulus untuk memahami apa itu filsafat sehingga kita tidak terjebak dalam mitos-mitos yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini.

    ReplyDelete
  3. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Mempelajari filsafat bertujuan untuk bisa menjadi saksi. Mempelajari filsafat pendidikan matematika untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika. Kesaksian ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada para matematikawan agar selalu memanfaatkan kesempatan yang ada dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan terkait matematika. Tidak menutup diri terhadap perubahan-perubahan dan hal terkait matematika adalah salah satu kunci untuk bisa menjadi saksi matematika, sebagai contoh dengan mengikuti seminar matematika dan kajian kurikulum terkait matematika.

    ReplyDelete
  4. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Membaca postingan ini semakin meyakinkan saya bahwa filsafat begitu berguna bagi kehidupan. Filsafat adalah ilmu refleksi. Sebagai ilmu refleksi, filsafat membantu merefleksikan segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Dalam kaitannya dengan pendidikan matematika, filsafat membantu kita untuk melakukan refleksi terhadap segala aspek yang ada dan yang mungkin ada pada pendidikan matematika. Mempelajari filsafat juga membantu kita untuk lebih cermat, teliti, dan kritis dalam memahami segala persoalan dalam pendidikan matematika.
    Membaca postingan ini juga kembali mengingatkan saya bahwa belajar filsafat dan belajar apapun memerlukan keikhlasan dan kesungguhan. Bila kita hanya melakukannya dengan setengah hati, tak ikhlas, tak sungguh-sungguh, nyaris tidak ada ilmu yang kita peroleh.

    ReplyDelete
  5. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada dasarnya teori yang berlaku pada kehidupan ini seperti sebuah drama. Maka manusia sebagai pelaku, sebagai seorang aktor tidak akan pernah menyadari apa yang manusia lakukan.
    Perbuatan baik atau buruk, bahkan sedikit kekeliruan yang terjadi dalam dirinya, begitu sulit untuk menyadarinya.
    Maka manusia perlu bercermin dengan baik atau bahkan selain dirinya menjadi aktor, manusia perlu keluar sejenak melihat adegan atau perannya selama ini, maka dari itu ia akan menyadari dibagian mana yang masih menjadi kekurangan atau kekeliruan.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pendidikan ibarat gerbong kereta api, tak terkecuali pendidikan matematika. Sedangkan filsafat adalah helicopter pengawal gerbang KA. Maka guru yang tidak belajar filsafat ibarat penumpang KA. Guru yang belajar filsafat akan lebih kritis dalam berpikir daripada orang yang memahami matematika dengan mendalam. Karena filsafat adalah refleksi. Dalam pendidikan matematika juga dekimian, dimana repleksinya adalah filsafat pendidikan matematika. Kita dapat mengetahui landasan apa saja tentang pendidikan matematika dari belajar filsafat. Tentang guru, murid, cara mengajar, belajar dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Terimakasih untuk elegi yang diberikan Bapak. Dari elegi tersebut saya dapat belajar bahwa matematika memang merupakan mata pelajaran yang penting dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Banyak manfaat yang diperoleh dalam belajar matematika. Selain itu juga, penting untuk belajar filsafat agar mengetahui secara lebih dalam dan luas mengenai hal yang ingin diketahui. Sebagai guru, perlu belajar banyak hal dan mencari sumber pengetahuan yang banyak supaya dapat memberikan banyak ilmunya kepada siswa. Dengan adanya elegi ini memberikan dorongan kepada guru untuk dapat lebih aktif dan kreatif dalam menyusun pembelajaran. Terimakasih untuk eleginya Bapak.

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam elegi di atas telah terungkap bahwa siapa orang tua berambut putih yang sebenarnya yang selalu memberikan pandangan-pandangan dan solusi-solusi pada elegi sebelumnya. Dan ternyata orang tua berambut putih itu adalah tidak lain Prof. Dr. Marsigit, MA. Ada banyak hal yang menarik dari elegi di atas antara lain:
    1. Filsafat dan agama. dalam penjelasannya bahwa filsafat adalah olah pikir dan agama tidak hannya terbatas pada olah pikir tetapi juga olah hati dan pikirin tidak selalu bisa mengikuti hati.
    2. Mengenai jebakan filsafat. Jebakan yang dimaksud adalah antara lain adalah ada nya rasa tidak ihklas mengikuti perkuliahan filsafat yang salah satu nya adalah membuat komen pada blog Bapak Marsigit.
    3. Dan salah satu yang paling penting adalah apabila kita belajar filsafat, kita tidak boleh mempelajarinya sepotong-potong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap
    4. Pesan yang terakhir dari pembelajaran filsafat adalah awal dari kita untuk memulai perjuangan masing-masing khususnya dalam memasuki masyarakat pendidikan matematika, sehingga dengan bekal dari kuliah filsafat ilmu pendidikan seperti kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati kita dapat berkonstribusi positif bagi pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  9. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    P.Mat D 2016
    Menurut saya inti dari elegi ini adalah berfilsafat dapat dipraktikkan melalui pikiran anda dan berpikirlah tentang pengalaman-pengalaman yang terjadi setiap hari, yang mengalami dinamika. Karena sebenar benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman. Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik, ukuran kebenarannya adalah konsisten, sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik, dan bersifat kontradiksi. Dengan kontradiksi lah bisa ada produk baru. Dunia pikiran, bersifat ideal, tetap, menuju kesempurnaan.

    ReplyDelete
  10. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Tugas kita yang utama adalah bagaimana membuat siswa mampu mengetahui dan memahami apa yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Tugas-tugas kita adalah kekuasaan kita. Maka godaan terbesar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaannya. Sesungguhnya barang siapa yang menyalahgunakan kekuasaan, dia tergolong dalam kategori orang-orang yang berbuat dholim. Oleh karena itu, harus lah kita menjalankan tugas kita dengan baik, jangan sampai menyalahgunakan kekuasaan. Semoga kita selalu amanah dengan tugas yang kita pikul dan Allah SWT selalu meridhai langkah kita dalam rangka mencerdaskan murid-murid.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berbiacar masalah elegi diatas maka dapat lah diakatakn bahwa setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, itulah sebenar0sebanarnya hidup dan kita pasti akan merasakan nhal itu. Dengan belajar adanya eprtemuan dan perpisahan maka dapat lah pula semakain mengambil pelajaran yang terjadi.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia untuk mampu mengetahui dirinya/bercermin dengan baik, maka manusia membutuhkan sebuah perantara dan motivasi dalam diri.
    Seperti halnya dengan peran matematika, pendidikan matematika, guru, siswa , dan sebagainya.
    Filsafat menjadi perantara sebgai cermin memandang apa yang terjadi dalam setiap sudut baik subjek maupun objek belajar.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dalam elegi tersebut saya dapat memahami bahwa sesuatu yang dikuasi secara tidak lengkap maka tidak akan menghasilkan hasil maksimal, bahkan dapat menimbulkan salah tafsir. Hal tersebut berlaku dalam ilmu filsafat. Mengapa? Karena filsafat adalah ilmu berfikir, yang mana kita menggunakan fikiran dalam berfikir untuk segala bidang. Oleh karena itu dalam belajar filsafat hendaknya sampai ke akar – akarnya, hal tersebut tertuang dalam ilmu filsafat yang mengupas habis suatu ilmu dan bidang hingga ke akarnya. Jadi saya berusaha untuk memahami filsafat dengan terus membaca blog yang berisi ilmu filsafat di dalamnya.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dalam elegi tersebut saya juga menangkap makna awal dan akhir. Adanya awal untuk berakhir. Adanya pertemuan untuk berpisah. Adanya kelahiran untuk kematian. Hal tersebut merupakan takdir yang telah Allah tetapkan untuk manusia. Maka dari itu, selama masih berada di antara awal dan akhir, gunakanlah sebaik – baiknya kesempatanmu untuk melakukan hal – hal yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  15. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Begitulah ilmu seharusnya. Bahwa dalam pembelajaran bukan diharapkan siswa untuk menghafalkan namun lebih untuk membermaknai seluruh kegiatan dalam pembelajaran. Sehingga akan bermanfaat pada pembelajaran yang lain. Bukan hafalan yang nanti akan lupa suatu kelak nanti. Sehingga siswa mampu juga memaknai pengetahuan yang merka pelajari sehingga dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Tujuan dari belajar filsafat ialah agar bisa menjadi saksi dari beberapa pendapat dan pemikiran para filsuf dari beberapa aliran yang dicetuskannya. Belajar filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada dalam ruang dan waktu. Jika ingin mengetahui seberapa luas dunia maka lihatlah seberapa pengetahuan dalam pikiran kita itulah lebar dunia. Sebagai seorang guru harus dapat menjalankan tugas bagaimana agar siswa-siswa yang menjadi peserta didiknya dapat mengetahui dan menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah melalui beberapa materi pembelajaran yang ia sampaikan melalui beberapa metode dan pendekatan pembelajaran dengan penuh inovasi agar pembelajaran lebih bermakna.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Alam penelitian kelas sesunggunya banyak obyek yang harus diamati, antara lain sifat guru, sifat siswa, pengaruh sifat guru terhadap aktivitas belajar siswa, sikap dan perilaku pedagogik guru, pengaruh sikap dan perilaku pedagogi guru terhadap hasil belajar siswa, sikap dan perilaku belajar siswa, dan masih banyak lagi. Dan jika ingin meningkatkan kualitas penelitian kelas maka terdapat beberapa hal yang harus diamati, yaitu pengaruh sikap, motivasi siswa dalam pembelajaran matematuka, hasil belajar yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, teori pembelajaran dalam kelas, inovasi pembelajaran dalam kelas, teori pendidikan dan paradigma pendidikan dalam pembelajaran, pengembangan RPP, pengembangan lembar kerja siswa, pengembangan alat peraga pembelajaran, dan mencakup teori hakikat matematika.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Berfilsafat ialah mempelajari pemikiran para filsuf. Untuk dapat memahami pikiran para filsuf harus disertai dengan hati dan pikiran yang ikhlas. Sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri, karena filsafat adalah cerminan dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  19. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika adalah sesuatu yan pasti, misalnya saja 1+1=2. Namun dalam filsafat belum tentu 1+1=2 masih dapat dipertanyakan mengapa karena hal tersebut masih terpengaruh ruang dan waktu. Filsafat adalah suatu hasil olah pikir. Filsafat adalah hasil refleksi. Refleksi hanya dapat diketahui dari kajian metafisik. Metafisik adalah menjelaskan akan segala sesuatu. Agama tidak termasuk filsafat karena dalam agama terdapat olah pikir dan olah hati sedangkan filsafat olah pikir. Olah pikir dalam filsafat tidak dapat menjelaskan semua hati kita sehingga tak mampu menjelaskan keyakinan kita.

    ReplyDelete
  20. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Filsafat digunakan untuk menyebut berbagai pertanyaan yang muncul dalam pikiran manusia tentang berbagai kesulitan yang dihadapinya, serta berusaha untuk menemukan solusi yang tepat. Plato mendefinisikan filsuf sebagai orang yang mampu melihat alam kosmik secara menyeluruh sekaligus menguasai zaman secara menyeluruh pula.

    ReplyDelete
  21. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Dari elegi di atas, kita dapat mengetahui pentingnya belajar filsafat. Orang yang telah belajar filsafat dapat memikirkan sacara sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya mengenai yang ada dan yang mungkin ada. Salah satu hasil yang kita peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hati, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan. Sehingga orang yang telah mempelajari filsafat pendidikan matematika jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  22. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B 2017

    "Elegi Menanggapi Purnakata". Ya begitulah judul postingan ini. Terimakasih sekali saya ucapkan, karena selepas membaca postingan ini saya merasa semakin jauh dengan "purnakata". Oleh krena itu ijinkanlah saya melanjutkan membaca tulisan-tulisan bapak yang lainnya. Terimakasih sekali lagi

    ReplyDelete
  23. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Kita memikirkan apa yang kita bisa kita pikirkan, aku dapat mengatakan tentang sesuatu hal karena dipikiranku ada sesuatu hal tersebut. Maka filsafat itu adalah refleksi dari semua kehidupan kita. Karena filsafat itu adalah olah pikir dan kita tidak bisa memikirkan apa yang diluar pikiran kita. Sehingga tanpa sadar setiap saat itu kita sedang berfilsafat, karena kita berpikir. Kemudian diterjemahkan dan berakibat pada perbuatan kita. Yang terpenting dalam berfikir sebaiknya disesuaikan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  24. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai purnakata kurang lebih menjelaskan bahwa nantinya meskipun kita telah selesai mengikuti perkuliahan Bapak Marsigit, namun ilmu ilmu yang diberikan tidak akan pernah hilang. Meskipun kita tidak lagi belajar di dalam kelas, namun kita masih bisa mengikuti/membaca postingan Bapak di Blog ini. Salah satu perolehan dari belajar filsafat ini adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan, dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang akan kita miliki setelah belajar filsafat nantinya. Sehingga kita akan senantiasa selalu berusaha meningkatkan dimensi pikiran dan hati dengan cara menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  25. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak atas fasilitas yang diberikan untuk belajar. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT telah diberikan kesempatan untuk belajar salah satunya belajar filsafat. Saya menyadari bahwa banyak sekali ketidaktahuan saya dan kurangnya ilmu yang belum saya pelajari. Dari penjelasan Bapak, bahwa filsafat adalah pikiranku, filsafat adalah ilmuku, filsafat adalah terjemah menterjemahkan. Belajar filsafat adalah melakukan refleksi agar dapat menyadari ketidaktahuan dan masih perlunya terus belajar dan mencari ilmu. Manusia telah diberikan keistimewaan berupa akal dan hati oleh Allah SWT, untuk mensyukuri pemberian dari Allah SWT maka hendaknya menggunakan akal untuk berpikir dan terus berpikir. Berpikir tentang segala hal yang ada dan yang mungkin ada. Juga menggunakan hati untuk mengontrolnya. Sehingga dalam berpikir, tetap harus berpegang teguh pada agama dan hati yang bersih.

    ReplyDelete
  26. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Elegi ini memberi pesan bahwa filsafat itu ada dalam keseharian manusia. Kemampuan berfilsafat manusia akan berkembang seiring tumbuh kembang manusia, seiring kemajuan teknologi, seiring majunya peradaban. Sehingga filsafat tidak hanya sebatas perkuliahan satu kali seminggu digedung pasca, bukan juga sebatas memberi comment pada artikel-ertikel di blog ini. Filsafat sejatinya mengalir bersama dengan aliran kehidupan ini.

    ReplyDelete
  27. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Elegi menggapai purnakata ini menurut saya menggambarkan bagaimana Prof. Marsigit dapat menjelaskan apa itu filsafat, apa hubungan filsafat dengan pendidikan matematika, dan bagaimana filsafat dalam kehidupan sehari-hari dengan kalimat atau kata-kata yang sungguh mendalam. Filsafat memikirkan hal sedalam mungkin, bahkan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang pada umumnya sekalipun. Itulah yang telah dilakukan oleh Prof. Marsigit di dalam elegi ini. Memikirkan sesuatu sedalam mungkin dan menjelaskan bagaimana sesuatu itu dengan menggunakan kalimat-kalimat atau kata yang mungkin tidak terfikirkan oleh orang lain. Saya rasanya belum mampu untuk menjelaskan sesuatu dengan menggunakan filsafat, sungguh ilmu yang dimiliki belum ada seperbagiannya. Oleh karena itu saya harus lebih banyak belajar dan membaca lagi agar suatu saat dapat berfilsafat dengan baik.

    ReplyDelete
  28. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi in adalah salah satu elegi yang paling menarik bagi saya karena sacara tak langsung dalam elegi ini Bapak Marsigit menyampaikan amanat-amanat. Bapak mengarahkan kami dalam bertindak secara tepat baik sebagai seorang siswa maupun sebagai calon pendidik matematika. Elegi ini juga mengingatkan harapan pendidik yang tidak menginginkan siswanya terjebak di bawah telapak tangannya namun yang mereka harapkan adalah ilmu yang diajarkan mampu mengembangkan kreativitas siswa-siswanya dan menjadikan siswa sebagai pribadi yang berpikir kritis dan mampu menterjemahkan dan diterjemahkan semua yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan ruang dan waktu yang tepat. Maka hal yang akan terus menjembatani antara guru dan siswa adalah ilmu. Dengan demikian saya semakin menyadari bahwa belajar filsafat adalah sarana bagi saya untuk menggali ilmu lebih dalam dan mencapai daya kritis sehingga meningkatkan sensitive dan kelak mampu memberikan penjelasan-penjelasan terkait pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  29. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Elegi untuk kesekian kalinya saya banyak mendapatkan pelajaran dan pesan-pesan dari apa yang bapak sampaikan. Kali ini pesan yang diberikan lebih mengarah kepada seorang guru. Guru memang lah mempunyai tugas yang sanagat berat, karena setiap ilmu yang disalurkan kepada murid-muridnya itu adalah tanggung jawab yang harus dipegang. Dengan membaca elegi ini saya mendapatkan pesan mengenai seorang tenaga pengajar yang seharusnya itu seperti apa. Semoga apa yang saya dapatkan bisa saya terapakan kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  30. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimaksih banyak sebelumnya Pak prof.Kehadiran elegi ini membuat saya semakin sadar untuk lebih mecoba belajar memahami filsafat walau masih terlampau jauh. Petikan kata –kata ini yang selalu dinasehatkan Bapak di dalam kelas yang dapat menjadi bahan renungan buat saya pribadi
    “Belajar filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Pantangan yang lain adalah jangan gunakan filsafat itu tidak sesuai ruang dan waktunya. Jika engkau bicara dengan anak kecil perihal hakekat sesuatu maka engkau itu telah menggunakan filsafat tidak sesuai dengan ruang dan waktunya.”.
    Yang tidak kalah pentingnya di dalam memahami filsafat terdapat dua hal tentang olah pikir dan olah hati.Jika pikiran kita kacau maka ada hati yang menjadi rem untuk mengendalikannya.

    ReplyDelete
  31. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Elegi menggapai purnakata, seolah-olah menggambarkan akhir dari sebuah perjalanan elegi. Setiap elegi mempunyai keistiewaan masing-masing. Semoga dengan mempelajari berbagai macam elegi, kita bisa menerapkan ke dala keseharian kita, supaya kita lebih bijak dalam mencari ilmu dan menyelesaikan setiap permmaslahan.

    ReplyDelete
  32. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Istilah purnakata menggambarkan berakhirnya elegi-elegi yang telah di tulis. Pernakata elegi bukan berarti hangus atau hancurnya elegi tersebut namun purnakata elegi membawa ilmu baru , bacaan baru dan makna baru dalam belajar filsafat. Filsafat ada;ah ilmuku , filsafat adalah pikiranku dan filsafat adalah bagaimana kita mampu untuk mendefiniskan sesuai ruang dan waktu. Oleh karenanya kita harus senantiasa tetap membaca-membaca dan belajar secara kamil karena Prof pernah menyampaikan bahwa dalam belajar kita tidak boleh sepotong-potong, karena belajar yang seperti ini dapat menimbulkan sahah pemahaman. Terima Kasih

    ReplyDelete
  33. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, inti dari filsafat adalah berpikir dan olah pikir. Objek dari filsafat adalah segala hal yang ada dan yang mungkin ada. Ketika seseorang mempelajari filsafat harus mempelajari secara utuh dan tidak sepotong-sepotong. Karena dengan mempelajari filsafat secara sepotong-sepotong akan mengakibatkan kesesatan dalam pemahaman dan salah persepsi. Hal yang demikian adalah sangat berbahaya bagi pemikiran seseorang.

    ReplyDelete
  34. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Elegi menggapai purnakata ini menyampaikan kepada pembaca mengenai filsafat yang merupakan olah pikir sang filsuf itu sendiri. Saya tertarik dengan pembahasan mengenai perbedaan matematika dengan filsafat matematika. Matematika merupakan suatu kepastian namun filsafat matematika merupakan pandangan sesorang mengenai yang pasti tersebut dengan pandangan yang kritis. Tidak hanya pada satu sisi saja namun dari sisi yang lain juga. Belajar filsafat menurut saya membukakan pikiran agar tidak berpikiran sempit dengan suatu hal. Belajar filsafat menambahkan wawasan yang sebelumnya tidak menyadari hal tersebut penting menjadi perhatian dan menjadikan sesuatu yang dianggap kurang penting menjadi sesuatu yang menarik dan dapat dipetik manfaat atau kebaikannya.

    ReplyDelete
  35. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Filsafat adalah refleksi diri. Saya selalu merasa mendapatkan sesuatu setelah selesai kuliah filsafat. Mungkin hal ini terjadi karena saya melakukan banyak refleksi diri. Terimakasih atas kesempatan melakukan refleksi diri, Pak.. baik lewat elegi maupun lewat perkuliahan di kelas.

    ReplyDelete
  36. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Sejauh yang saya pahami setelah membaca elegy ini ialah bahwa perkuliahan filsafat secara fisik akan segera berakhir. Bapak Prof. Dr. Marsigit tidak akan mungkin dapat selalu membersamai mahasiswanya. Tetapi beliau telah memberikan banyak sekali bekal kepada mahasiswa selama belajar filsafat. Filsafat merupakan olah pikir refleksif. Banyak sekali yang dapat direfleksikan, meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Bekal yang diperoleh mahasiswa berkat belajar filsafat antara lain ialah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, keteguhan hati serta sopan santun terhadap ruang dan waktu. Mahasiswa dapat menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan metode menterjemahkan dan diterjemahkan. Dengan menjadikan sensitifitas terhadap pendidikan matematika, diharapkan semua mahasiswa dapat menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Dalam menjalani perannya sebagai guru matematika, kelak mahasiswa memiliki tugas untuk membuat bagaimana semua siswanya juga mampu mengetahui dan menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Harapannya, mahasiswa dapat menyumbangkan pimikiran dari hasil olah pikir secara filsafat untuk mengembangkan pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  37. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Pada elegi ini menggapai purnakata yaitu maksudnya pembelajaran filsafat ini nantinya akan bermanfaat pada kehidupan sehari-hari. Filsafat adalah olah fikir seseorang, disini pembelajaran filsafat adalah refleksi, yaitu merefleksikan dari apa yang telah kita peroleh dari pemikiran seorang filsuf. Pada filsafat pendidikan matematika refleksi yang dilakukan terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  38. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Elegi ini seperti perpisahan kita dengan mata pelajaran filsafat. Pesan yang sangat luar biasa dari prof marsigit. Elegi ini tidak hanya berhenti disini saja, karena bagi saya yang sudah membaca beberapa postingan tidak lebih akan mendapatkan hikmah dari apa yang sudah prof tuliskan. Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih karena sudah berbagi ilmu yang sangat luar biasa. Dengan tidak sadar, membaca elegi dan postingan di blog ini yang penuh dengan bahasa analog, akan mengubah pola pikir saya jauh lebih kritis dari sebelumnya. Semoga, kesomobongan tidak menutupi hai dan pikiran saya.

    ReplyDelete
  39. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Awal pasti ada akhir. Pertemuan pasti ada perpisahan, tetapi perpisahan dalam filsafat hanyalah pisah secara fisik, tenaga, energe, ruang dan juga waktu. Sedangkan ilmu yang telah diperoleh antara Pak Marsigit dan mahasiswa-mahasiswanya tidak akan bisa terpisahkan. Terimakasih banyak Pak sudah mengajarkan banyak ilmu yang sangat berharga dan tidak ada duanya di dunia ini. Dari yang Bapak sampaikan juga bahwa tujuan dari mempelajari filsafat sangatlah banyak sekali dari mulai kemerdekaan dalam berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang Bapak berikan kepada seluruh mahsiswa-mahasiswanya untuk menghadapi kehidupannya, baik kehidupan menjadi seorang pendidik maupun kehidupan sehari-harinya, karena tantangan dalam segala kehidupan di dunia ini adalah bagaimana kita sebagai mahasiswa yang memehami filsafat untuk bisa menjelaskan dan menterjemahkan sekaligus diterjemahkan semua yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  40. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Filsafat itu adalah olah pikir. Maka sebenarnya kita harus berhati-hati menggunakan filsafat dalam kehidupan sehari-hari. Yang harus kita gunakan dalam filsafat bukan kulit luar dari filsafat, tetapi bagaimana filsafat dapat tercermin dari pola pikir dan tingkah laku kita. Sebagaimana dalam peran kita sebagai guru nantinya, filsafat yang kita gunakan bukan semata-mata elegi-elegi, tetapi apa yang kita pelajari dalam elegi. Seperti bagaimana sebagai seorang guru agar kita tidak menggunakan kekuasaan kita sebagai subjek kepada siswa-siswa kita sebagai objek.

    ReplyDelete
  41. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dengan belajar filsafat, kita sebagai mahasiswa pendidikan matematika akan lebih memahami apa sebenarnya yang terkandung dalam matematika itu, mengapa matematika itu bisa membentuk pola pikir kita, bagaimana kita mengajarkan matematika itu kepada siswa, serta siapa yang telah menemukan formula dalam matematika itu.

    ReplyDelete
  42. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Elegi ini menggambarkan perpisahan atas filsafat secara formal namun terus berlanjut di dalam pemikiran. Dalam kacamat filsafat, perpisahan bukanlah akhir namun perpisahan merupakan wujud dari refleksi sebuah pemikiran. Berpisah dalam filsafat berarti memulai untuk berpikir dan merenung. Filsafat akan terus ada selama kita tetap berpikir. Mengutip ungkapan popular seorang filsuf René Descartes, Cogito ergo sum. Bahwa eksistensi berfilsafat bukanlah diukur secara formal saja, melainkan dari pemikiran.

    ReplyDelete
  43. Latifah Fitria
    17709251055
    PMC S2

    Filsafat adalah pikiran kita. Filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinan kita, sehingga filsafat itu tidak termasuk agama karena tidak hanya mencakup pikiran kita, tetapi juga hati kita. Filosofinya adalah refleksi. Purnakata, purna adalah usai atau sudah atau berpisah. Perpisahan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Bila sudah waktunya, maka perpisahan itu akan terjadi. Dengan adanya perpisahan, bukan berarti upaya kita untuk belajar berhenti tetapi harus semangat demi menggapai tujuan dan impian.

    ReplyDelete
  44. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Benar sekali seperti yang telah diungkapkan diatas. Bahwa belajar filsafat berarti belajar olah pikir, terjemah dan menterjemahkan sesuai dengan ruang dan waktunya, dan juga belajar untuk berfikir kritis. Setelah selama ini belajar filsafat, maka akan tiba waktunya untuk berpisah. Namun berpisah disini dimaksudkan agar ilmu yang telah dipelajari dapat terus diamalkan, selain itu para mahasiswa dapat berupaya mengembangkan elegi-elegi mereka agar semakin meningkat daya berfilsafatnya, dan dapat mengacu pada elegi-elegi yang telah bapak buat sebelumnya. Terimakasih untuk arahan dan bimbingan selama ini pak.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  45. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas ada beberapa hal yang bisa diambil. Yang pertama berkaitan dengan akhir dan perpisahan itu adalah suatu yang pasti dan sunatullahnya begitu. Kemudian berkaitan dengan jika melulu tentang elegi, maka lama kelamaan juga akan menjadi mitos artinya kita sebagai manusia haruslah senantiasa berkembang maju dan berkesinambungan layaknya hermeunitika hidup yang selalu berkembang layaknya spiral. Kemudiana yang selanjutnya terkait dengan pemikiran para filsuf, seperti kita ketahui bersama ketika kita belajar filsafat maka kita belajar tentang pemikiran filsuf tersebut, artiya kita sendiri harus membangun filsafat kita senidiri.

    ReplyDelete
  46. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Jika refleksi saya di atas berkaitan dengan pandangan umum tentang filsafat. Maka dalam refleksi ini saya akan membahas salah satu bagiannya yaitu tentang matekmatika dan kehidupan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa filsafat itu meliputi yang ad dan yang mungkin ada obyeknya ada semua dalam kehidupan kita yang terlihat atau tidak, sehingga hal ini lah yang menimbulkan matematika bisa terfilsafati. Artinya matematika juga memiliki dunianya sendiri yang bisa didefinisikan banyak oleh siapa saja karena matematika juga meliputi yang ada dan mungkin ada. Dan seperti yang saya lakukan filsafat yang terpenting yaitu merefleksikan segala peristiwa sehari-hari, artinya mengambil pelajaran atas suatu fenomena ataupun noumena. Dan yang terakhir yaitu berkaitan dengan pentingnya agama dalam mendasari belajar filsafat. Agama adalah dasar dan landasan yang tidak bisa diganggu atau dikritisi. Maka selayaknya kita bisa menempatkan hal ini dengan benar, tidak menyalahkan filsafat, tetapi lebih memaknai aspek spiritual adalah yang utama.

    ReplyDelete
  47. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Filsafat mempelajari apa yang ada dan mungkin ada, dengan filsafat kita dapat mengembangkan kemampuan olah pikir kita terhadap matematika dimana kita sebagai seorang guru haruslah mengetahui dan paham akan bagaimana matematika, bagaimana berpikir matematika yang membuat siswa mengembangkan pengetahuan matematikanya. Dengan filsafat pula kita mempelajari metafisik, dimana kita juga dalam pembelajaran harusnya juga memperhatikan hal-hal yang tidak selalu tampak, misalkan kemampuan metakognisi.

    ReplyDelete
  48. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Entah mengapa, sebuah kebetulan bahwa Saya membaca elegi ini saat sedang di stasiun Gombong, menunggu kereta yang hendak menuju Yogyakarta. Dan ini sudah Hari Hari terakhir di semester gasal.
    Elegi ini menjadi sungguh seperti pesan bagi saya, untuk perjalanan Saya selanjutnya. Filsafat yang sudah mulai Saya sadari dalam pikiran Dan hati, yang mesti terus Saya refleksikan, Saya bangun dalam keseharian, dalam hidup pribadi, di sekolah, di rumah, di masyarakat.
    Belajar untuk tidak mengejar nilai adalah salah satu hal penting yang Saya pelajari di sini. Aku membaca karena aku ikhlas membaca, mengerjakan tugas karena aku ingin menyelesaikan sebab it adalah latihan bagi diriku, aku belajar karena aku memerlukannya untuk meningkatkan diriku, yang kemudian aku tahu di sini sebagai etik dan estetika.
    Trimakasih atas banyak Hal yang bisa dipelajari di sini, dalam Dinamika jatuh bangun kehidupan.

    ReplyDelete
  49. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Filsafat dipelajari untuk memahami secara mendalam tentang suatu hal. Dengan memahami filsafat dapat dipahami pula hakekat dari suatu hal dan kenapa hal itu ada dan apa yang mungkin ada di masa depan. Filsafat penting untuk mempelajari suatu ilmu. Belajar itu bisa kapan saja dan dimana saja, terbebas dari ruang dan waktu. Mungkin ini meruapakan elegi perpisahan, tapi proses untuk memahami elegi yang lalu akan terus terjadi.

    ReplyDelete
  50. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Membaca elegi-elegi dalam blog ini semakin memahami apa sebenarnya makna berfilsafat. Berfilsafat membutuhkan pola berpikir yang terbuka dan memiliki sudut pandang yang luas terhadap suatu hal. Bagaimanapun juga setiap manusia pada dasarnya berfilsafat. Setiap benda dan setiap situasi juga terdapat sisi filsafatnya yang bisa kita maknai.

    ReplyDelete
  51. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Perpisahan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Bila sudah waktunya, maka perpisahan itu akan terjadi. Dengan adanya perpisahan, bukan berarti upaya kita untuk belajar berhenti di situ. Harapannya, perpisahan akan membuat kita untuk selalu berusaha tanpa ada ketergantungan pada siapa pun.

    ReplyDelete
  52. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  53. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai purnakata menjelaskan bahwa kita telah selesai mengikuti perkuliahan Pak Prof, itulah awal dari perjalanan kita masing-masing, salah satu hasil yang bisa kita peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan, dan daya kritis. Itulah bekal yang kita miliki setelah belajar filsafat, sehingga kita senantiasa selalu berusaha meningkatkan dimensi pikiran dan hati dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan

    ReplyDelete
  54. Junianto
    PM C
    17709251065

    Elegi ini menjelaskan tentang selesainya suatu tugas dan harus saling berpisah karena sudah menjadi suratan takdir. Begitu pula dalam kehidupan, bahwa ada saatnya bertemu dan aada saatnya berpisah. Dan hal ini sudah menjadi sunatullah yang ada dalam kehidupan. Kemudian yang perlu digarisbawahi adalah bahwa perpisahan itu sebaiknya hanyalah perpisahan secara fisik saja tetapi secara batin tetapi bersama. Hal ini mengandung arti bahwa nilai-nilai kebaikan yang sudah diajarkan ketika bersama harulah tetap dilaksanakan sebagai wujud kebersamaan secara emosi. Sehingga pertemuan itu memberikan dampat positif bagi pelakunya.

    ReplyDelete
  55. Elegi ini menceritakan tentang sebuah perpisahan yang akan dialami seorang guru dengan muridnya. Perpisahan disini saya katakan sebagai perpisahan semu karena sejatinya batin guru dan siswa senantiasa terikat oleh ilmu. Ilmu yang telah mereka sama-sama pelajari dan ajarkan. Ilmu inilah yang akan mengikat keduanya dan tidak akan memisahkan keduanya. Maka dari itu, sebagai murid haruslah mengamalkan ilmu dari gurunya sebagai wujud penghormatan dan sebagai pembeda bahwa selama belajar dengan guru banyak hal yang meningkat dalam diri seorang murid.

    ReplyDelete
  56. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Filsafat adalah refleksi manusia. Maka setiap orang mempunyai filsafatnya masing-masing. meskipun begitu, filsafat masing-masing tersebut tidaklah bisa dilepaskan dari filsafat powernow yang sedang menguasai dunia. Bila filsafat adalah hasil refleksi, maka dalam membuat refleksi tersebut tentulah dipengaruhi dengan kondisi sekitar reflector. Padahal kondisi sekitar, yang ada dan yang mungkin ada merupakan objek dari filsafat. Sehingga bagaimanapun, filsafat kita tidaklah bisa independen, sedikit banyak ia dipengaruhi oleh filsafat yang lain

    ReplyDelete
  57. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Filsafat adalah olah pikir, untuk mendalaminya maka kita harus membaca dan memahami pikiran para filsuf. Berpisah di dalam elegi ini berarti masa di mana kita harus merefleksikan ilmu yang telah kita raih di dalam pikiran kita, ke dalam kehidupan sehari-hari. Filsafat berfungsi sebagai refleksi terhadap didi kita sendiri sehingga ketika bagaimana kita memandang filsafat sebenarnya begitulah diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  58. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Lewat postingan ini, beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan sehubungan dengan filsafat dan matematika telah terjawab. Salah satunya adalah pertanyaan mengenai filsafat dan agama. Dari penjelasan di atas, filsafat merupakan olah pikir sedangkan agama lebih dari itu, juga melibatkan hati dan keyakinan sehingga filsafat tidak mampu menjelaskan agama.

    ReplyDelete
  59. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Filsafat selalu memuat merupakan dua sisi mata uang yang saling berlawanan. Di dalam filsafat terdapat hukup identitas maupun kontradiksi. Kontradiksi merupakan kebalikan dari hukum identitas. Filsafat adalah olah pikir yang refleksif. Filsafat itu seperti kromosom pada genetika, yaitu mempunyai struktur, yang mana struktur tersebut sama dimanapun. Berfilsafat itu berpikir yang reflektif yang mencakup olah pikir kita dan pengalaman kita. Obyek dari filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Tujuan filsafat adalah supaya kita mampu menempatkan diri sesuai ruang dan waktu. Sedangkan manfaat belajar filsafat adalah mampu santun terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  60. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Elegi ini seperti mengisayaratkan elegi penutup dari elegi-elegi sebelumnya. Seperti namanya purnakata, purna berarti usai atau berpisah. Kami juga meminta maaf Prof apabila banyak melakukan kesalahan di mata kuliah filsafat ilmu dan terima kasih banyak atas ilmu yang telah Prof berikan kepada kami. Semoga ke depannya juga bermanfaat bagi orang banyak.

    ReplyDelete

  61. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Membaca refleksi ini membuat saya mengingat kembali perjalanan saya selama mengikuti perkuliahan filsafat ilmu ini. Pada awal perkuliahan saya sangat dibuat bingung dengan filsafat, bagaimana tidak, banyak kata baru, elegi dengan bahasa analog, tes jawab singkat dan komen yang harus memenuhi target. Namun, selama proses ini dan saya terus membaca elegi, memang diawal terasa susah, tetapi ternyata benar apa yang dikatakan Pak Marsigit, diawal kita mempelajari filsafatnya, maka kata ilmu di belakang dengna sendiri akan mengikuti karena sesungguhnya filsafat itu dapat diletakkan di depan kata apa saja. Saya belajar untuk berpikir kritis dan menata hati. Maka sebenar-benarnya ilmu ini saya peroleh, tidak hanya untuk merefleksikan yang ada dan yang mungkin ada dari ilmu pengetahuan, namun juga untuk merefleksikan setiap langkah saya. Terimakasih Pak Marsigit.

    ReplyDelete
  62. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Belajar filsafat adalah belajar bagaimana memandang sesuatu secara menyeluruh. Belajar tentang menempatkan sesuatu sesuai dengan ruang dan waktu yang tepat. Belajar bahwa segala sesuatu saling memberikan manfaat. Belajar bahwa di balik kesempurnaan dunia ini ada yang Maha Sempurna dan Maha Memiliki yaitu Allah SWT. Belajar bahwa manusia hanya sebatas berusaha, namun pemilik kebenaran yang mutlak hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  63. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Melalui artikel di atas, saya tahu bahwa filsafat adalah pikiran kita. Filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinan kita, sehingga filsafat itu tidak termasuk agama karena tidak hanya mencakup pikiran kita, tetapi juga hati kita. Filosofinya adalah refleksi.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  64. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Filsafat pendidikan matematika adalah refleksi pada pendidikan matematika, meliputi refleksi dari semua yang ada dan mungkin ada dalam pendidikan matematika, termasuk matematika, guru, siswa, kelas, dll. Sebagai calon guru matematika untuk membuat kita sebagai tantangan untuk menjelaskan semua apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  65. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sebenar-benarnya filsafat itu refleksi diri. Jika ada orang yang menganggap belajar filsafat sesat, berarti dia telah menganggap dirinya sesat. karena belajar filsafat itu tergantung orangnya. jika yang belajar filsafat itu orang beriman maka akan semakin bertambah imannya, namun jika yang belajar filsafat itu orang sesat maka tambah sesat dia. Jadi easy going saja, yang penting dalam belajar filsafat adalah membaca dan membaca, refleksi dan refleksi. Hal tersebut akan melatih kita untuk berpikir kritis.

    ReplyDelete