Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 51: Permohonan Maaf Atas Kemarahan Filsafatku

Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk memahami bahwa ternyata untuk yang kesekian kalinya saya harus minta maaf atas Kemarahan Filsafatku terhadap Kesombongan dirimu.


Filsafatku marah menyaksikan dirimu yang selalu berfilsafat di depan diriku; padahal aku menyaksikan dirimu berfilsafat dengan sombong di depan diriku.

Salah satu bentuk kesombongan dirimu adalah engkau mengklaim yang parsial sebagai komprehensif, yang relatif sebagai absolut, yang pilihan sebagai kewajiban.

Kesombongan yang lain dari dirimu adalah bahwa engkau mengakui pikiran orang lain sebagai hasil karya pikiranmu sendiri.

Maka dengan ini Filsafatku menyatakan kemarahannya kepadamu. Aku marah karena kesombongan berfilsafatmu akan menyebabkan engkau menjadi tidak sedang berfilsafat.

Tetapi saya menemukan bahwa jika saya melakukan hal yang demikian maka engkau pun akan marah juga.

Maka Filsafatku berusaha merubah marahnya menjadi permohonan maaf kepadamu semata-mata
dikarenakan kekuasaanmu.

Tetapi anehnya, ketika aku memohon maaf kepada dirimu, aku menemukan bahwa dirimu ternyata tidak ikhlas.

Sehingga akupun menjadi ragu atas permohonan maafku.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.
Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

7 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052
    Bismillaah....
    Berfilsafat berarti berusaha mencapai suatu kebijaksanaan dengan mengolah pikiran. Sombong merupakan sifat yang tidaklah baik dan bukan juga suatu kebijaksanaan sifat dalam kehidupan manusia. Bila kita sombong terhadap filsafat yang dimiliki dan digunakan sama halnya dengan kita tidak bijaksana dalam hidup. Ketidakbijaksanaan ini juga berarti bahwa kita tidak sedang berfilsafat.

    ReplyDelete
  2. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Kesombongan adalah hawa nafsu dan filsafat ada olah pikir pikiran yang benar. Manusia sebagai makhluk yang diberikan anugerah akal dan hawa nafsu menjadikan kita sebagai salah satu mahluk paling mulia. Hawa nafsu yang menguasai kita akan menjadikan kita tak berbeda dengan makhluk ciptaan Allah SWT yang tak berakal. Namun jika kita olah pikir kita makan kita akan mengetahui hakikat kita diciptakan oleh sang ilahi.

    ReplyDelete
  3. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sebagai seorang murid, engkau sebagai dosenku selalu berfilsafat di depan diriku, padahal aku menyaksikan engkau berfilsafat dengan sombong di depan diriku. Engkau selalu menjadikan setiap kegiatan-kegiatan belajarmu yang engkau bilang adalah suatu pilihan tetapi pada akhirnya menjadi kewajiban demi mendapatkan nilai yang bagus. Engkau mengakuii pemikiran=pemikiran para filsuf sebagai pemikiranmu. Maka dengan ini filsafatku menyatakan kemarahannya kepadamu. Aku marah karena kesombongan berfilsafatmu akan menyebabkan engkau menjadi tidak sedang berfilsafat.
    Tetapi saya menemukan bahwa jika aku memprotes kesombonganmu, tugas-tugas kuliahmu, tuntutan-tuntutan belajarmu, dan kewajiban darimu maka engkau pun akan marah juga. Maka aku tidak jadi merasa marah padamu. Aku merasa ingin memohon maaf kepadamu. Aku menyadari bahwa engkau begitu karena kekuasaanmu. Tetap jika aku meminta maaf maka aku merasa engkau tidak ikhlas. Mengapa aku harus meminta maaf atas apa yang menyebabkan aku marah padamu yang dikarenakan oleh perbuatanmu terhadapku?

    ReplyDelete
  4. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Menurut saya, berfilsafat dapat menunjukkan arah yang harus dipilih untuk melangkah menyusuri perjalanan hidup ini. Segala sifat-sifat yang kurang baik akan diubah menjadi yang baik ketika kita mampu memikirkannya bahwa sifat itu tidak tepat. Tetapi apabila sikap baik yang kita ambil justru menyebabkan sikap buruk maka justru akan menimbulkan keraguan.
    Setelah saya membaca, hal yang saya pahami adalah ketika kita menemui ada orang yang berusaha mengakui karya orang lain sebagai buah karya dari dirinya maka akan timbul kemarahan dari diri kita. Ketika kita berfilsafat maka kemarahan itu akan diubah menjadi permohonan maaf. Ketika permohonan maaf maka timbul sikap tidak ikhlas.
    Jadi seseorang yang sombong, marah, dan tidak ikhlas dalam berfilsafat maka sebenar-benarnya orang tersebut tidak sedang dalam keadaan berfilsafat.

    ReplyDelete
  5. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Inginku berpendapat, tapi ragu-ragu masih menjadi benalu. “Permohonan maaf atas kemarahan filsafatku”. Saya melihat ada satu hubungan kontradiktif. Akan dibawa ke manakan sikapnya? Akankah marah ataukan memohon maaf? Atau memohon maaf ataskemarahanku kepada si pembuat marah? Benar-benar rumit. Postingan ini sekali lagi memberikan gambaran bagi saya bahwa hidup ini adalah kontradiktif. Mohon maaf, jika saya terlalu lancing, karena bahkan saya sendiri belumlah paham tentang apa itu kontradiktif. Terimakasih, sekali lagi saya memperoleh pembelajaran yang benar-benar berharga.

    ReplyDelete
  6. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Meminta maaf hanya karena kekuasaanmu, ini menyebabkan permohonan maaf seakan akan tidak ikhla. Minta maaflah dengan tulus dan ikhlas, karena ketika kita pun tidak mau untuk meminta maaf dengan ikhlas, maka kitapun juga pantas dibilang sombong. Setiap orang yang berani mengakui kesalahannya, maka ia akan meminta maaf dengan tulus ikhlas. Namun kalau orang yang tidak mau mengakui kesalahannya karena menganggap dirinya lah yang benar inilah kenapa orang yang tidak mau meminta maaf dengan tulus ikhlas dapat dikatakan sombong. Sesungguhnya kesombongan itu malah ada pada dirimu juga yang tidak mau meminta maaf secara tulus dan ikhlas.

    ReplyDelete
  7. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036

    Meminta maaf dan berterima kasih merupakan dua kegiatan yang baik apabila diaplikasikan. Namun kedua hal tersebut masih menjadi asing bagi beberapa orang termasuk saya. Menurut saya meminta maaf adalah suatu kesusahan apalagi untuk memaafkan yang merupakan proses unggul dari sifat seseorang. Apabila seseorang sulit untuk meminta maaf dan memaafkan maka perasaannya menjadi tidak nyaman dan apabila marah menguasai diri kita yang akan mempengaruhi kejiwaan, pikiran dan hati yang otomatis merusak perilaku kita.

    ReplyDelete