Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 51: Permohonan Maaf Atas Kemarahan Filsafatku

Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk memahami bahwa ternyata untuk yang kesekian kalinya saya harus minta maaf atas Kemarahan Filsafatku terhadap Kesombongan dirimu.


Filsafatku marah menyaksikan dirimu yang selalu berfilsafat di depan diriku; padahal aku menyaksikan dirimu berfilsafat dengan sombong di depan diriku.

Salah satu bentuk kesombongan dirimu adalah engkau mengklaim yang parsial sebagai komprehensif, yang relatif sebagai absolut, yang pilihan sebagai kewajiban.

Kesombongan yang lain dari dirimu adalah bahwa engkau mengakui pikiran orang lain sebagai hasil karya pikiranmu sendiri.

Maka dengan ini Filsafatku menyatakan kemarahannya kepadamu. Aku marah karena kesombongan berfilsafatmu akan menyebabkan engkau menjadi tidak sedang berfilsafat.

Tetapi saya menemukan bahwa jika saya melakukan hal yang demikian maka engkau pun akan marah juga.

Maka Filsafatku berusaha merubah marahnya menjadi permohonan maaf kepadamu semata-mata
dikarenakan kekuasaanmu.

Tetapi anehnya, ketika aku memohon maaf kepada dirimu, aku menemukan bahwa dirimu ternyata tidak ikhlas.

Sehingga akupun menjadi ragu atas permohonan maafku.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.
Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

10 comments:

  1. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Manusia lahir dengan 2 sifat yang dimiliki yaitu baik-buruk, terpuji-tercela, marah-pemaaf, dll. sifat atau karakter dominan itulah yang kadang mendorong manusia untuk merasa lebih dari yang lain, merasa kurang dari yang lain. Saat amarah memuncak maka kesombongan akan dominan di atas yang lain. Saat diri lemah dan merasa tidak mampu menggapai, maka sebenarnya ada ketidakmampuan itu adalah dampak dari kesombongan pada bagian yang lain. Sebagian dunia ini terisi dengan kesombongan dan sebagian yang lain adalah kesombongan untuk menganggap dirinya lemah tak berdaya.
    Dalam mengatur amarah maka tempatkan diri pada posisi yang benar sehingga tidak ada lagi kata sombong dalam diri karena apa yang kita pikirkan, ucapkan dan laksanakan akan sesuai dengan kondisi yang tepat.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Terkadang kita tidak menyadari bahwa diri kita telah berlaku sombong. Kita mengaku bahwa karya ini adalah karya kita, padahal di dalamnya terdapat pikiran orang lain. Maka kita sebenarnya tidak hanya berlaku sombong, tetapi juga berlaku dzalim kepada orang lain. Terkadang kita merasa sudah berfilsafat, maka secara tidak sadar kita telah merasa sombong dengan filsafatnya. Maka kita harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT atas kesombongan-kesombingan yang kita lakukan. Semoga kita senantiasa terhindar dari perilaku sombong. Amin.

    ReplyDelete
  3. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berfilsafat haruslah dilkukan dengan komprehensif, tidak parsial. Selain itu, berfilsafat sebaiknya mengacu pikiran para filsuf. Jika menggunakan pendapat orang lain, haruslah disebutkan. Filsafat yang dilakukan dengan parsial merupakan salah satu bentuk kesombongan. Kesombongan mampu menimbulkan kemarahan orang lain. Kemarahan orang lain pun akan menimbulkan kemarahan orang yang lainnya lagi. Oleh karena itu, janganlah bersikap sombong dan mudah marah, serta berfilsafatlah dengan komprehensif.

    ReplyDelete
  4. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Kemarahan biasanya muncul ketika diri kita berada di luar kendali pikiran dan hati. Perhatikanlah bahwa kita lebih sering menderita karena kemarahan kita, daripada karena hal-hal yang membuat kita merasa marah. Perhatikanlah juga bahwa kemarahan kita sering melambung lebih tinggi daripada nilai dari sesuatu yang menyebabkan kemarahan kita itu, sehingga kita sering bereaksi berlebihan dalam kemarahan yang nantinya akan menimbulkan penyesalan dan justru tambah membuat rumit suatu persoalan.

    ReplyDelete
  5. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari artikel diatas, menurut saya, dalam berfilsafat, filsafat manusia menggunakan refleksi dan sintesis dimana menrefleksikan yang ada dan yang mungkin ada. yang kesemuanya itu merupakan olah pikir yang murni dari seseorang bukan olah pikir yang telah digunakan orang lain.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Dalam berfilsafat sesungguhnya diperlukan ikhlas hati dan ikhlas pikir dimana dengan keikhlasan dalam berfilsafat kita akan mendapat ilmu yang bermanfaat dan juga kita tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif diluar itu. Bagaimana kesombongan menggerogoti diri manusia adalah salah satu bentuk ketidak ikhlasan dalam hati dan pikirnya, dan kemarahan pula adalah wujud ketidakikhlasan dalam menerima pemikiran maupun sikap orang lain.

    ReplyDelete
  8. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Berfilsafat artinya memandang atau memikirkan segala sesuatu dari berbagai sisi secara komprehensif atau menyeluruh, namun batasan menyeluruh bagi seseorang nyatanya relatif terbatas dan terikat dengan pengetahuan, pengalaman dan persepsi yang ia miliki. Maka untuk mengatakan pemikiran seseorang masih parsial akan dilakukan oleh seseorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih lagi, maka dengan demikian akan ada lagi diatas seseorang tersebut yang lebih berpengetahuan dan berpengalaman yang mampu memikirkan lebih komprehensif lagi. Maka tidak akan ada batas ketentuan dan acuan yang mutlak untuk mengklaim parsial/komprehensifnya seseorang. Hal ini termasuk juga atas apa yang sedang saya sebutkan barusan.

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Kemarahan filsafatku. Elegi atau artikel ini mempunyai dua sisi yang berbeda dengan kesombonganku berfilsafat. Bermain dengan objek dan subjek. Hal ini menjadikan suatu nilai kecil yang mampu saya ambil, yaitu bahwa ketika ada suatu hal yang menjadikan seseorang marah maka belum tentu salah satunya melakukan salah. Pandai dan bijak dalam menanggapi suatu permasalahan tanpa mengagungkan emosi. Dan akhirnya saya menemukan permohonan maaf karena kesombonganku berfilsafat menerbitkan kemarahan.

    ReplyDelete
  10. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Sering kali beberapa hal tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Hubungan antara manusia, memengaruhi banyak hal dalam bersikap dan bertutur kata. Seringkali terjadi ketidaksesuaian terhadap beberapa keputusan yang dipikirkan dan dilakukan oleh orang lain. Diperlukan kerendahan hati dan keikhlasan sehingga dalam prosesnya, perjalanan hidup akan lebih baik lagi.

    ReplyDelete