Oct 28, 2012

Kutarunggu Kekacauan Melanda Kerajaan Hanuya




Oleh Marsigit

Awama:
Ha ha..he ..he ha ha..he..he..aku punya, tapi ini rahasia lho. “Itu tu si Ahilu dan Pampilu katanya sudah tidak diakui sebagai murid oleh sanga Bagawat, bahkan sekarang dia telah diusir dari percabaan Kutarunggu. Kenapa dia diusir oleh gurunya, karena dia dianggap munafik telah mengingkari janji tidak mau membuka tutup cupu seperti yang telah diucapkan. Dia memang pengecut karena takut resiko seperti yang dialami oleh Stigmapangla”.



Pratika:
Wahai Awama aku diberi dhong. Kelihatannya engkau merasa nikmat walaupun tanpa makan, minum dan bukan karena uang. Apakah yang membuatmu semangat? Apakah yang membuatmu semangat adalah kata-katamu yang engkau ucapkan tadi? “Itu tu si Ahilu dan Pampilu katanya sudah tidak diakui sebagai murid oleh sanga Bagawat, bahkan sekarang dia telah diusir dari percabaan Kutarunggu. Kenapa dia diusir oleh gurunya, karena dia dianggap munafik telah mengingkari janji tidak mau membuka tutup cupu seperti yang telah diucapkan. Dia memang pengecut karena takut resiko seperti yang dialami oleh Stigmapangla”.

Cantraka:
Wahai Awama dan Pratika, engkau sudah tahu ta? Engkautahu dari mana bahwa “Itu tu si Ahilu dan Pampilu katanya sudah tidak diakui sebagai murid oleh sanga Bagawat, bahkan sekarang dia telah diusir dari percabaan Kutarunggu. Kenapa dia diusir oleh gurunya, karena dia dianggap munafik telah mengingkari janji tidak mau membuka tutup cupu seperti yang telah diucapkan. Dia memang pengecut karena takut resiko seperti yang dialami oleh Stigmapangla”.

Candraka:
Lhoo Cantraka, Awama dan Pratika, engkau sudah tahu ta bahwa “Itu tu si Ahilu dan Pampilu katanya sudah tidak diakui sebagai murid oleh sanga Bagawat, bahkan sekarang dia telah diusir dari percabaan Kutarunggu. Kenapa dia diusir oleh gurunya, karena dia dianggap munafik telah mengingkari janji tidak mau membuka tutup cupu seperti yang telah diucapkan. Dia memang pengecut karena takut resiko seperti yang dialami oleh Stigmapangla”.

Pampilu:
Kelihatannya bukan cuma engkau yang mengetahui perihal demikian. Aku dan Rakata juga sudah mengetahui bahwa “Itu tu si Ahilu dan Pampilu katanya sudah tidak diakui sebagai murid oleh sanga Bagawat, bahkan sekarang dia telah diusir dari percabaan Kutarunggu. Kenapa dia diusir oleh gurunya, karena dia dianggap munafik telah mengingkari janji tidak mau membuka tutup cupu seperti yang telah diucapkan. Dia memang pengecut karena takut resiko seperti yang dialami oleh Stigmapangla”.

Bagawat:
Wahai para punggawa kerajaan Hanuya, bukankah aku telah mengatakan kepadamu agar wasapada terhadap perilaku Stigmaraja. Apa yang melanda kerajaan Hanuya itu sebetulnya ulah dan perilaku si Stigmaraja. Maka aku ingin mengingatkanmu semua, agar engkau tidak berlarut-larut termakan stigma yang ditebarkan oleh Stigmaraja, maka perhatikan ajaranku ini. Ajaranku itu berbunyi “Uraikanlah stigma itu kedalam komponen dasarnya, yaitu pikiran dan hati. Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Maka untuk menghindarinya gunakan pikiran kritismu dan gunakan hati bersihmu yaitu keikhlasanmu. Maka selalu berusaha dan bekerjalah dengan menggunakan kecerdasan pikiranmu dan menggunakan hati nuranimu. Dengan demikian maka engkau pun akan menjadi insan yang mandiri dalam menghadapi stigma. Cendekia mandiri dan bernurani itulah senjata pamungkas yang dapat engkau gunakan. Lapalkan dan hayatilah sesanti cendekia mandiri dan bernurani, niscaya engkau terbebas dari segala stigma”

51 comments:

  1. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Begitulah dalam mencari ilmu. Tak bolehlah berprasangka dan predutice atau berstigma terhadap sesuatu. Karena akan membuat keburukan bagimu jika itu buruk. Maka berpikir jernihlah dalam menanggapai sesuatu, baik buruk bukanlah halangan.

    ReplyDelete
  2. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Dari percakapan di atas sepertinya terdapat kesalahpahaman antara beberapa punggawa kerajaan Hanuya terhadap begawat. Kesalah pahaman dapat diminimalisir ketika adanya komunikasi yang jelas dan tidak membuat pernyataan yang tidak di dasarkan pada fakta. Perbanyaklah berdo’a, berusaha dan belajar yang sungguh-sungguh dengan berpikir kritis dan hati yang ikhlas serta mengharapkan ridho Allah SWT agar terbebas dari stigma-stigma yang ada di sekitar kita.

    ReplyDelete
  3. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari ‘Kutarunggu Kekacauan Melanda Kerajaan Hanuya’ saya belajar bahwa kita harus bisa mengendalikan diri kita sendiri agar tidak terpengaruh dengan pikiran yang kalut dan pikiran yang kotor yang dapat menjerumuskan kita ke jalan yang menyimpang. Oleh karena itu, diperlukan keikhlasan, pemikiran yang kritis, dan hati yang bersih untuk menghindari hak tersebut.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Stigma adalah kabar burung yang dibuat diterima dan disebarkan oleh hati yang kotor. Maka sesungguhnya hati yang bersih itu adalah kunci dari kedamaian tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk kehidupan sekitar kita. Hati yang kotor mudah terkena stigma, yang sesungguhnya dari stigma itulah muncul perselisihan antar sesama. Hendaklah kita bisa membedakan mana yang buruk dan mana yang baik dalam menerima informasi apapun dengan keikhlasan pikiran dan hati.

    ReplyDelete
  5. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Stigma memang sangat berbahaya seperti halnya lidah lebih tajam daripada pisau. Oleh karena itu kita harus berhati-hati. Oleh karena itu, mohon ampun dan mohon perlindungan kepada Alloh dari stigma-stigma yang akan merasuk dalam diri kita. Selain itu, mendekatkan diri kepada Alloh secara kaffah.

    ReplyDelete
  6. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Secara umum stigma mencirikan hal yang bersifat negatif. Namun bisa juga stigma bersifat positif, tergantung cara pandang kita. saat kita berada pada stigma negatif maka kita akan menjadi negatif, namun kita harus mengubah cara pandang kita mengenai stigma negatif, sehingga stigma negatif itu berubah menjadi positif. Karena hal itu akan mencitrakan kita ataupun orang lain menjadi bernilai negatif pula.

    ReplyDelete
  7. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam elegi ini, stigma bermakna konotasi. Stigma digamabarkan sebagai pikiran yang tidak kritis dan hati yang tidak bersih. Artinya bahwa pikiran yang belum tentu logis, tidak dapat dipastikan kebenarannya. Maka dari itu, kita sebagai manusia yang memberikan dan menerima informasi sudah seharusnya menyaring dan mengkonfirmasi setiap informasi yang kita peroleh. Termasuk pengetahuan, ketika kita memperoleh pengetahuan baru, maka periksalah dahulu kebenarannya. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak terjebak dalam stigma yang seperti digambarkan dalam elegi ini.

    ReplyDelete
  8. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sikap negatif merupakan sikap yang harus dihindari bila ingin mencapai kesuksesan dalam hidup di dunia maupun di akhirat. Seseorang yang memiliki sikap negatif cenderung mengalami masalah dalam kehidupan pribadi maupun dengan masyarakat lainnya. Sikap negatif dapat dikatakan sebagai sikap yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma kehidupan yang berlaku dalam masyarakat atau bahkan bertentangan. Untuk itu sebagai maunusia kita hendaknya meminimalisir sikap negatif dari diri kita yaitu salah satunya dengan selalu mengingat Allah SWT dan merasa takut kepada Allah, khawatir tertimpa hukuman-Nya.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (1570251004)

    Syarat utama untuk mendapatkan sebuah ilmu adalah dengan menghindari sifat sombong dan sifat memiliki. Bahwa apa yang sudah kita miliki di dunia ini sebenarnya bukan milik kita karena semua yang kita miliki adalah titipan dari Allah dan kapan saja bisa diambil oleh Allah. Dan berhati-hatilah terhadap sifat sombong karena dengan ilmu yang kita miliki tidak akan berarti apa-apa jika kita sombong.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (1570251004)

    “Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Maka untuk menghindarinya gunakan pikiran kritismu dan gunakan hati bersihmu yaitu keikhlasanmu. Maka selalu berusaha dan bekerjalah dengan menggunakan kecerdasan pikiranmu dan menggunakan hati nuranimu.” Setiap kali perkuliahan hal itulah yang selalu ditekankan. Bagaimana mungkin seseorang dapat merefleksikan diri jika pikirannya kalut? Tidak ada seorangpun yang mau menerima kelemahan diri jika tidak memiki hati yang ikhlas, dan hal itu hanya membuat seseorang menggosipkan orang lain, membicarakan orang lain padahal dirinya sendiri juga tidak luput dari yang namanya keburukan. “maka selalu berusaha dan bekerjalah dengan menggunakan kecerdasan pikiranmu dan menggunakan hati nuranimu.”

    ReplyDelete
  11. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tanda orang munafik ada tiga; jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, jika dipercaya ia berkhianat.” [HR al-Bukhari]. Dengan demikian kita mengetahui, bahwa mengingkari janji merupakan bagian dari karakter kaum munafiqin. Sebaliknya, menepati janji termasuk sifat kaum mukminin. Begitu pula pribadi yang melekat pada diri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau ialah seorang yang benar dengan janjinya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berjanji, melainkan pasti menepatinya.

    ReplyDelete
  12. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Stigma merupakan pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Stigma yang dibuat jika itu buruk bisa menyesatkan diri sendiri maupun orang lain. Stigma bisa terlihat dalam bentuk prasangka. Stigma tentang diri sendiri atau tentang orang lain sebenarnya hal yang tidak sepatutnya diumbarkan di muka umum. Kita harus menggunakan kecerdasan pikiran kita dan hati yang bersih agar terhindar dari stigma.

    ReplyDelete
  13. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Paripurna sudah. Em maksutku selesai sudah. Tidak tidak, maksutku habis sudah. Habis sudah kata-kataku. Tak akan mungkin sanggup ku berkomentar, sedangkan ku sedang dicurahi nasihat segini hebatnya,

    "......maka perhatikan ajaranku ini. Ajaranku itu berbunyi “Uraikanlah stigma itu kedalam komponen dasarnya, yaitu pikiran dan hati. Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Maka untuk menghindarinya gunakan pikiran kritismu dan gunakan hati bersihmu yaitu keikhlasanmu. Maka selalu berusaha dan bekerjalah dengan menggunakan kecerdasan pikiranmu dan menggunakan hati nuranimu. Dengan demikian maka engkau pun akan menjadi insan yang mandiri dalam menghadapi stigma. Cendekia mandiri dan bernurani itulah senjata pamungkas yang dapat engkau gunakan. Lapalkan dan hayatilah sesanti cendekia mandiri dan bernurani, niscaya engkau terbebas dari segala stigma”

    ReplyDelete
  14. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    stigma memiliki makna yang menggambarkan ciri negatif yang melekat pada seseorang, biasanya karena faktor lingkungan atau perbuatan yang pernah dilakukannya sehingga dicap jelek oleh orang banyak. stigma merupakan pikiran yang kalut dan hati yang kotor maka agar terhindar dari stigma hendaknya kita selalu berpikir kritis dan juga menggunakan hati nurani dalam menghadapi segala permasalahan hidup dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  15. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Dalam ruang dan waktu tertentu, stigma dapat mengubah suatu kondisi menjadi lebih buruk. Stigma akan memberikan pengaruh yang tidak baik dalam suatu diskusi ataupun komunitas sehingga kebahagiaan sepertinya tidak lagi tersisa, hanya kegelisahan, kegaduhan, dan ketakutan yang akan muncul. Oleh karena itu, sebaiknyalah kita menggunakan pikiran yang tenang dan hati yang bersih dalam bertindak agar keberadaan kita dinanti dan kepergian kita disesali.

    ReplyDelete
  16. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Berdasarkan bacaan, stigma merupakan pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Ketika stigma menguasai diri seseorang maka akan terjadi kekacauan. Ketika stigma menguasai diri banyak orang maka akan semakin kacau. Sehingga kita hendaknya berusaha menghindari stigma. Meskipun terkadang seseorang tidak menyadari bahwa dirinya telah terkena stigma. Untuk mengetahui hati yang telah kotor adalah dengan melakukan refleksi dan dilanjutkan dengan berdoa dan memohon ampunan atas segala kesalahan diri yang membiarkan hati menjadi kotor. Kemudian juga selalu untuk berusaha menjadi cendekia yang bernurani.

    ReplyDelete
  17. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Tulisan di atas masih mengulas tentang hati dan pikiran. Hati berpotensi untuk menjadi kotor yng dibaregi dengan pikiran yang kalut. Hal itu merupakan suatu stigma. Apa yang bisa lakukan yaitu menjaga pikiran agar tetap kritis terhadap suatu hal, dan menggunakan hati yang bersih yang berupa keikhlasan hati. Seperti apa yang Bapak tuliskan di atas, agar menjadi insan yang mandiri dalam menghadapi stigma maka diperlukan adanya kecerdasan pikiran dan selalu menggunakan hati nurani.

    ReplyDelete
  18. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Stigma lahir akibat hati dan pikiran termakan oleh mitos. Salah satu stigma yang mudah berkembangkan dalam hati dan pikiran kita adalah berprasangka buruk, baik terhadap takdir Tuhan maupun terhadap individu lainnya. Maka sebenar-benar langkah agar terbebas dari stigma adalah keikhlasan serta selalu memohon petunjuk-nya. Dan hendaklah segala sesuatu yang kita lakukan berlandaskan pikiran yang kritis dan hati nan jernih.

    ReplyDelete
  19. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Proses dalam pengambilan keputusan setiap orang berbeda-beda. Berdasarkan pemikirannya masing-masing. Pada tulisan diatas, kita sebagai manusia yang berilmu diharapkan untuk selalu menggunakan akal pikiran yang jernih dalam mengambil sikap ataupun keputusan. karena dalam setiap proses pengammbilan keputusan kita menggunakan keandirian, dan dalam upaya sebagai manusia untuk berusaha sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  20. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pikiran dan hati seseorang mempengaruhi setiap kegiatan yang dilakukan. Memelihara pikiran yang jernih dan hati yang ikhlas tanpa adanya stigma yang macam-macam terhadap suatu hal memerlukan usaha yang tidak mudah. Namun, kita harus terus memupuk diri dan melatih diri untuk memiliki pikiran yang jernih dan hati yang ikhlas karena dengan begitu hidup akan tenang sehingga menjalani hidup ini akan menjadi ringan. Namun, jika hati dan pikiran sudah termakan stigma maka kita harus cepat-cepat berserah diri dan mohon ampun kepada sang pemiliki semesta ini, agar kembali diberikan pemikiran dan hati yang tidak terkontaminasi oleh stigma. Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang dilindungiNya dari stigma. Aamiin.

    ReplyDelete
  21. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof

    Untuk menghancurkan sebuah kerajaan maka tidak perlu melakukan kontak fisik atau berperang di medan perang.Hanya dengan menebarkan fitnah maka kerajaan itu hancur.Keadaan inilah yang digambarkan pada tulisan di atas.Oleh karena itu hanya orang-orang yang berpikir kritis dan yang bersih serta ikhlas hatinya yang mampu meluluh lantakkan stigma buruk tersebut.Melapangkan hati dan mebuka pikiran adalah cara terbaik untuk menguraikan setiap peristiwa yang terjadi.

    ReplyDelete
  22. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kekacauan karena stigma telah terjadi. Manusia tidak akan lepas dengan adanya stigma. Entah karena provokasi orang lain di sekitar maupun karena pikirannya sendiri. Oleh karennya disetiap pertemuan filsafat Prof. Dr Marsigit selalu mengingtakan kami untuk sellau berdoa agar pikiran kita dijauhkan oleh hal-hal yang kotor. Semoga kita sellau terjaga oleh kebaikan dan senantiasa dapat melawan stigma-stigma negative ini. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  23. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, stigma merupakan suatu istilah yang digunakan secara umum mencirikan hal yang bersifat negatif. Akan tetapi menurut kami bisa juga stigma bersifat positif, tergantung cara pandang kita. Ketika kita menganggap suatu stigma merupakan hal negatif maka kita akan ikut untuk menjadi negatif. Untuk itu kita perlu mengubah cara pandang kita terhadap stigma sehingga stigma negatif itu menjadi memiliki positif. Sehingga dengannya kita mampu memacu dan memotivasi diri untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  24. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Memang sulit ketika harus menjauhi stigma. Hati yang ikhlas yang dapat menjauhinya. Tapi untuk mencapai hati yang ikhlas pun sulit dan melalui proses yang panjang. Kuatkan kami ya Tuhan untuk terus berpegang pada-Mu dan dapat terhindar dari hal-hal buruk di lingkungan kami.

    ReplyDelete
  25. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Stigma merupakan kekacauan pikiran dan hati yang kotor akibat dari pengaruh lingkungannya. Jika dibiarkan terus menerus stigma akan semakin meluas. Stigma biasanya sangat halus dalam mempengaruhi seseorang. Maka untuk menghindarinya diperlukan pikiran yang kritis dan hati yang bersih. Hanya Allah yang dapat memberikan pertolongan bagi hambanya, maka kita harus senantiasa memohon pertolongan Allah SWT.

    ReplyDelete
  26. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Pesan yang saya dapat setelah memahami elegi ini adalah jangan mudah termakan oleh stigma yang beredar dimasyarakat. Stigma yang belum tentu kebenerannya akan berujung sebagai fitnah yang dapat merugikan orang yang terkena stigma dan orang lain. Untuk itu, dalam menerima sebuah stigma kita harus mencernanya dulu menggunakan hati dan pikiran. Agar stigma tersebut, dapat menjadi lebih jelas nilai kebenarannya bukan hanya sekedar rumor belaka. Terimakasih

    ReplyDelete
  27. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Seperti pada zaman sekarang, dengan mudahnya kita termakan oleh stigma yang dibuat oleh stigmaraja. Ah mungkin sekarang ini aku juga sedang termakan stigma tentang ahilu dan pampilu yang diusir oleh sang begawat. Berfikir kritis dengan hati dan pikiran yang jernih dengan cara terus teruslah berdo’a dan berdzikir kepada Allah SWT akan terhindar oleh ancaman stigma yang sudah tersebar dimana-mana. Seperti halnya dalam mencari dan mengembangkan ilmu, jangan sekali-sekali bersifat sombong agar kita lebih memiliki kecerdasan dalam berpikir dan hati nurani yang bersih.

    ReplyDelete
  28. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Seringkali kita tidak menyadari bahwa kita telah terperangkat dalam stigma. Apalagi di zaman modern ini, dimana informasi begitu cepatnya tersebar menjadikan kita dengan mudahnya terperangkap dalam stigma. Karena itulah kita harus senantiasa membersihkan pikiran dan hati kita. Kita harus senantiasa berpikir kritis dan membersihkan hati kita. Semoga kita senantiasa terlindungi dari berbagai stigma yang ada disekitar kita. Amin.

    ReplyDelete
  29. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Orang yang senantiasa menggunakan kecerdasan pikiran dan hati akan mengapai derajat yang tinggi di mata manusia dan di mata Allah SWT. Karena dengan pemikiran yang didukung oleh hati yang jernih dapat menjadikan manusia senantiasa bermanfaat bagi orang lain. Bermanfaat baik dari segi perilakunya, pemikirannya, perkataanya, ataupun pandangan hidupnya.

    ReplyDelete
  30. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Stigma merupakan sesuatu yang mendahului kehendak Tuhan. Manusia yang gemar memberi stigma pada umumnya dijauhkan dari hati yang bersih. Anehnya, stigma begitu mudah muncul dan tersebar di masayarakat. Maka dari itu, kebijaksanaan dalam menerima dan menyampaikan informasi sangat perlu agar stigma yang muncul dari orang yang tidak bertanggungjawab tidak menyebar. Semoga kita semua senantiasa dilindungi dari stigma negatif.

    ReplyDelete
  31. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Tidak sedikit orang yang kebahagiannya tidak didasarkan pada harta ataupun hal yang lainnya. Bahkan ada orang-orang yang merasa bahagia ketika mendengar kabar keburukan tertimpa pada orang lain. Sesungguhnya manusia yang demikian, adalah manusia yang buruk dan hina. Karena dia menganggap ia lebih baik dari orang lain. Maka marilah kita belajar ikhlas dan mencari kebahagiaan yang sesungguhnya dan berhenti berbahagia diatas penderitaan orang lain, dan belajarlah berempati.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  32. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Kita harus membentengi diri dari stigma. Untuk membentengi diri dari stigma diperlukan ilmu yang tinggi. Oleh karena itu carilah ilmu sebanyak-banyaknya, di mana saja, kapan saja. Untuk menghindari sifat sombong setelah memiliki ilmu yang tinggi kita membutuhkan Iman. Iman akan mendekatkan kita kepada kebaikan dan menghindarkan kita dari berbagai penyakit hati. Mendekatkan diri kepada Allah adalah yang utama untuk membentengi diri kita dari stigma.

    ReplyDelete
  33. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C
    Mengatasi stigma yang melekat. Memang tidak mudah menyingkirkan stigma yang telanjur melekat. Manusia cenderung melihat sisi buruknya saja. Stigma yang makin lama makin menguat tersebut memberikan dampak yang semakin buruk. Masyarakat justru tergiring untuk mendiskriminasikan dalam kehidupan sehari-hari karena pengaruh stigma. Untuk melawan penyakit stigma adalah dengan mengerti tentang pentingnya dukungan terhadap diri kita atau orang lain.

    ReplyDelete
  34. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Dalam pikiran kita sering muncul sebuah stigma. Pada diri manusia, terjadinya kekacauan pikiran yang kemudian akan memunculkan sebuah keputusan berupa sikap apakah sikap tersebut akan menyambar sesuatu yang positif atau negatif. Positif atau negatifnya langkah yang dipilih adalah tergantung logika dan intuisi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  35. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Stigma, menjadikan masyarakat terkadang lebih memilih untuk mengikuti "stigma" yang ada. Sebagai seorang manusia yang memiliki tingkat pemahaman dan memiliki hati nurani yang bisa memberikan manusia tersebut pertimbangan dalam mengolah stigma yang ada. Stigma yang sudah terlanjur beredar di masyarakat, hendaknya masih harus terus kita olah dengan pemikiran kita, karena bisa jadi masyarakat menganut stigma itu tidak berdasar atau tidak menggunakan logika dan hatinurani mereka.

    ReplyDelete
  36. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Sifat sombong. Kesombongan. Bisa dibilang adalah musuh utama dalam upasa mendapatkan ilmu. Selain kesombongan, dalam upaya mendapatkan ilmu kita juga tidak boleh sedikitpun memiliki rasa memiliki terhadap ilmu tersebut. Karena sebenar-benarnya yang memiliki hanyanya Allah, jika kita memiliki rasa memiliki maka kita akan kembali terjebak dalam kesombongan. Selain itu, agar dalam upaya mendapatkan ilmu, kita harus terlebih dahulu memperbaiki akhlak/perbuatan/tingkah laku kita terlebih dahulu, kita tidak boleh berdusta, kita tidak boleh ingkar janji, dan kita juga tidak boleh berkhianat. Jika kita masih melakukan hal-hal negatif tersebut maka tentunya dalam upaya mendapatkan ilmu akan terganggu.

    ReplyDelete
  37. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari cerita diatas saya mengambil refleksi bahwa jangan terlalu percaya dengan stigma yang telah melekat pada seseorang. Cek dulu kebenarannya. Gunakan pikiran yang terbuka dan hati yang ikhlas dalam mengeceknya.

    ReplyDelete
  38. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Stigma adalah kabar burung yang dibuat diterima dan disebarkan oleh hati yang kotor. Maka sesungguhnya hati yang bersih itu adalah kunci dari kedamaian tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk kehidupan sekitar kita. Hati yang kotor mudah terkena stigma, yang sesungguhnya dari stigma itulah muncul perselisihan antar sesama.

    ReplyDelete
  39. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dalam kehidupan ini seringkali kita sebagai manusia terperangkap oleh stigma. Ketika sudah terperangkap oleh stigma maka seakan-akan pikiran kita tertutup dan tidak mampun berpikir secara jernih. Maka dari itu saya sepakat bahwa stigma haruslah dihindari dengan cara berpikir kritis dan menggunakan hati yang ikhlas. Kemudian dalam belajar dan bekerja juga harus menggunakan pikiran kritis dan ikhlas agar dalam proses belajar dan bekerja senantiasa mendatangkan barakah.

    ReplyDelete
  40. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari bacaan diatas dapat diambil beberapa hikmah, yaitu dalam menuntut ilmu kita perlu yang namanya kesungguhan, tidak munafik, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Sehingga tidak sampai di usir. Dalam hal ini dapat dikaitkan pula bahwa menuntut ilmu ini perlu memenuhi adap-adapnya agar ilmu yang dicari dan didapatkan ini dapat bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga orang-orang disekeliling kita. dari bacaan ini juga saya mememahami satu hal terkait stigma. Stigma menurut pandangan saya seperti halnya mitos yang membelenggu seseorang untuk berkembang. Sehingga untuk menghindari stigma yang dibutuhkan yaitu memperkuat pikiran dan hati. Yaitu dengan cara sendekia dan mandiri. Sebagaimana visi universitas kita pula yang menjunjung hal tersebut. Semoga kita bisa terhindar dari segala stigma yang ada.

    ReplyDelete
  41. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Hidup kita terkadang termakan oleh stigma. Kita mempercayai apa saja yang kita dengar tanpa kita menyelediki apakah berita tersebut benar atau sekedar gossip yang tidak jelas sumbernya. Maka berfikir kritis, melakukan tabayun, melakukan cek dan kroscek merupakan langkah-langkah agar hidup kita tidak termakan oleh stigma. Stigma akan selalu mencoba menutupi fakta yang ada, sehingga kita tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi. Maka bila hidup kita termakan stigma, sungguh rugilah diri kita ini.

    ReplyDelete
  42. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Stigma memiliki makna yang menggambarkan ciri nrgatif yang melekat pada seseorang, biasanya karena faktor lingkungan atau perbuatan yang pernah dilakukannya sehingga dicap jelek oleh orang banyak. Stigme merupakan pikiran yang kalut dan hati yang kotor, maka agar kita terhindar dari stigma hendaknya kita selalu berpikir kritis dan juga menggunakan hati nurani dalam menghadapi segala permasalahan hidup dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  43. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Di zaman modern sekarang ini justru sangat mudah bagi orang untuk menyebarkan stigma dan memprovokasi sekelompok orang untuk membenci atau menebar kebohongan terhadap suatu kelompok atau seseorang. Sebagai manusia yang dianugerahi akal pikiran seyogyanya kita harus selalu berpiki jernih dan kritis sebelum mempercayai sesuatu. Dalam doa dan ibadah kepada Allah kita harus senantiasa memohon agar dibukakan pintu hati yang bersih agar kita tidak terperangkap di dalam mitos diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  44. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Seperti yang diuraikan pada postingan di atas bahwa hidup akan menjadi lebih damai tanpa stigma karena stigma membuat pikiran kalut dan hati kotor. Untuk itu, lebih baik menggunakan pikiran kritis serta hati yang bersih dalam memandang dan menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete

  45. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Stigma adalah kabar burung yang dibuat diterima dan disebarkan oleh hati yang kotor. Maka sesungguhnya hati yang bersih itu adalah kunci dari kedamaian tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk kehidupan sekitar kita. Hati yang kotor mudah terkena stigma, yang sesungguhnya dari stigma itulah muncul perselisihan antar sesama

    ReplyDelete
  46. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Dari bacaan di atas dapat diambil pelajaran bahwa kita tidak boleh larut dalam stigma. Kita harus berusaha melawan stigma dengan pikiran kritis yang dimiliki. Dalam melawan stigma diperlukan pikiran yang kritis dan hati yang bersih. Oleh karena itu, selalu mohon kepada Allah agar senantiasa diberi hati yang jernih dan selalu dilindungi dari semua bahaya stigma

    ReplyDelete
  47. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas kita belajar tentang stigma. Sering kali daram kehidupan kita, kita termakan oleh stigman yang berkembang dimasyarakat, dan lebih parahnya lagi kita membantu dalam menyebarkan stigma itu. dalam hal lain juga kita sering kali mendengar kabar burung, lalu kita mempercayainya. Elegi ini menyadarkan kepada kita agar tidak mudah percaya dengan berita yang datang pada kita, agar kita berhati-hati dengan stigma. Apabila kita memperoleh informasi, hendaknya kita kroscek terlebih dahulu berita tersebut kepada yag bersangkutan untuk mengetahui kebenarannya. Apalagi diera digital seperti ini berita hoax sedang meraja lela, maka bagaimana kita bisa selektif terhadap intormasi dan membantu agar info hoax itu tidak tersebar.

    ReplyDelete
  48. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam setiap ucapan, tindakan, hendaknya menggunakan pikiran yang kritis dan hati yang bersih dan ikhlas. Karena pikiran dan hati yang bersih akan menjadi pelindung kita dalam menghadapi semua pengaruh buruk. Hati dan pikiran kotor akan berimbas bukan hanya kepada diri sendiri, namun pikiran dan hati yang kotor akan berpengaruh terhadap perilaku kita terhadap orang lain. Pikiran dan hati yang kotor akan mempersulit datangnya kebaikan.

    ReplyDelete
  49. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Stigma merupakan pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Stigma yang dibuat jika itu buruk bisa menyesatkan diri sendiri maupun orang lain. Stigma bisa terlihat dalam bentuk prasangka. Stigma tentang diri sendiri atau tentang orang lain sebenarnya hal yang tidak sepatutnya diumbarkan di muka umum. Kita harus menggunakan kecerdasan pikiran kita dan hati yang bersih agar terhindar dari stigma

    ReplyDelete
  50. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Hal yang paling mudah menjalar dan menyebar dalam kehidupan kita adalah stigma. Tanpa proses yang panjang, stigma dapat menjadi buah mulut dan bersarang pada pemikiran. Yang anehnya lagi, stigma memberikan kepuasan dan hiburan bagi orang yang mengembangkannya. Namun menjadi malapetaka bagi subyek stigma. Maka sebenar-benar orang yang cerdas adalah mereka yang tidak mudah dikelabuhi stigma. Segala informasi yang ada tidak langsung diserap namun dicari kebenarannya. Dan sekalipun itu benar maka tiadalah hal yang paling baik melainkan diam.

    ReplyDelete
  51. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dari elegi diatas saya ingin mengomentari sifat ahilu dan pampilu yang ingkar janji. Ingkar janji merupakan perbuatan tidak terpuji. Pepatah mengatakan janji itu adalah hutang, jadi harus ditepati. Berjanjipun harus sesuai dengan kemampuan diri, jangan berjanji yang jelas-jelas kita tidak sanggup menepatinya.

    ReplyDelete