Oct 20, 2012

Ritual Mathematics




By Marsigit

In Javanese society all aspect of daily life or activities can be viewed as underpine from religious perspectives. It is not surprising that, for example, in a certain village, the people in one week get invitation to come to ritual activities for more than seven.


Some of the important activities are the celebration of the 'fifth' and the 'thirty fifth' baby birthday, the ritual feast to mark some one's death in the 'seventh day', 'forthyth day', 'a hundreth day' and 'a thousanth day'. The problem is the people, specifically the man who are responsible of carrying out the ritual meal, should exactly decide that the death has long been whether seven days, forthy days, one hundreth days, or one thousand days. They do it well and they learn it for generations. The people, who are concerned about it, sometimes involves in the dialog informally to justify whether the counting the numbers of tha days is right or wrong. Most of them are relatively correct. They just use simple formula which is ussualy spoken and not ever written, e.g. 'nomosarmo', 'norosarmo', nonemsarmo', etc.

They use three kinds of numbers system at the same time : 10 based numbers system, 7 based numbers system and 5 based numbers system, in the frame work of position system. Position system for numbers was found by Indian and Javanese people knew it before the Europen because it directly was brought by Indian to Indonesia. They use Numbers System Basis 10 when they should decide the duration of time; 35 days, 40 days, 100 days and 1000 days. They use Numbers System Basis 7 (Week system) when they use the name orderly of the days : Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thuersday, Friday and Saturday.

They use Numbers System Basis 5 (Dino Pasaran system) when Javanese people have been using system 'Dino Pasaran' for along time before Western system of callendar came to Indonesia. In this system there are only five days orderly in a cycle of period of time called 'Pasar'. Those are 'Legi', 'Pahing', 'Pon', 'Wage', 'Kliwon'. One day in this system is equals to one day in Week system, that is 24 hours.

Thus one Dino Pasaran has five days, two Dino Pasaran has 10 days, three Dino Pasaran has 15 days, etc.
Mathematically, for all of the system numbers, the notation of numbers 'm' can be written as polynomial from 'b' such as follows : m = a0 bn-1 + a1 bn-2 + a2 bn-3 + ... + an-1 b + an where, b is any numbers greater than 1, and a is the basis. According to this formula, we can write any number at any system using the same pattern i.e. for basis 10, basis 7 and basis 5. In Basis 10 we have the numbers : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. In Basis 7 we have the numbers : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6

We can match the name of the day with those numbers orderly : 0 = Sunday 1 = Monday; 2 = Tuesday; 3 = Wednesday; 4 = Thuersday; 5 = Friday and 6 = Saturday. In Basis 5 we have the numbers : 0, 1, 2, 3, 4. We can match the name of the day in Dino Pasaran with those numbers orderly : 0 = Legi, 1 = Pahing, 2 = Pon, 3 = Wage, 4 = Kliwon. How can we write 35 of Basis 10 into Basis 7 ? The following is the formula 3510 = 5 x 71 + 0 x 70 = 507. How can we write 100 of Basis 10 into Basis 7 ? The formula is 10010 = 2 x 72 + 0 x 71 + 2 x 70 = 2027. How can we write 1000 of Basis 10 into Basis 7 ? The formula is 100010 = 2 x 73 + 6 x 72 + 2 x 71 + 6 x 70 = 26267

How can we write 35 of Basis 10 into Basis 5? The following is the formula 3510 = 7 x 51 + 0 x 50 = 705. How can we write 100 of Basis 10 into Basis 5? Thai is 10010 = 4 x 52 + 0 x 51 + 0 x 50 = 4005 How can we write 1000 of Basis 10 into Basis 5 ? That is 100010 = 1 x 54 + 3 x 53 + 0 x 52 + 0 x 51 + 0 x 50 = 130005

Javanese people always have two unseparated name for the day. For example : Sunda Legi, Sunday Kliwon, Monday Wage, Friday Pahing, Saturday Kliwon, Saturday Pon, etc. It is clear that the numbers of combinations is 35 names. If this day is Monday Pahing then the duration up to on the next Monday Pahing is 7 x 5 = 35 days. Thus when somebody wish to celebrate the 35 th of his son's birthday he just waiting for the next day with the same name. It is easy and he need not to do with mathematics at all in his mind. Forthyth days ritual feast to mark some one's death by transforming 4010 = 557 and 4010 = 805. Numbers 55 is ended by 5; it mean that 'the fourty days duration of time' will begin on the day i and ended on the day 5 th of Week System.

Thus, if now is Sunday then forty days to come will be the fifth day from Sunday that is Thuersday. Javanese people called 'five' as 'limo' or briefly 'mo'. Number 80 is ended by 0; it mean that 'the fourty days duration of time' will begin on the day of Pasar j and ended on the day j + 0 or ended on the same day. Thus If this day is Sunday Kliwon then it will be 40 days on the next Thuersday Kliwon.

If this day is Friday Legi then it will be 40 days on the next Tuesday Legi. If this day is Wednesday Pahing then it will be 40 day on the next Sunday Pahing, etc. Javanese people just called 'no mo; sar mo' that mean : no = dino = day; mo = limo = five; and sar = Pasar = Basis 5. Thus, no mo means 'the fifth day of Week System' sar mo means 'the fifth day of Pasar System'

For one hundred days ritual feast to mark some one's death as I described that :10010 = 2027 and 10010 = 4005. Number 202 is ended by 2; its mean that 'the one hundred days duration of time' will begin on the day i and ended on the day 2 th of Week System . Thus, if now is Sunday then forty days to come will be the 2 nd day from Sunday that is Monday. Javanese people called 'two' as 'loro' or briefly 'ro'. Number 400 is ended by 0; it mean that 'the fourty days duration of time' will begin on the day of Pasar j and ended on the day j + 0 or ended on the same day.

Thus If this day is Sunday Kliwon then the next 100 days will be on the next Monday Kliwon. If this day is Friday Legi then the next 100 days will be on Saturday Legi. If this day is Wednesday Pahing then the next 100 day will be on Sunday Pahing, etc. Javanese people just called 'no ro; sar mo' that mean : no = dino = day; ro = loro = dua; and sar = Pasar = Basis 5. Thus, no ro means 'the second day of Week System' sar mo means 'the fifth day of Pasar System'. One thousand days ritual feast to mark some one's death is calculated by the same way they use the formula 'no nem; sar mo' that mean 'the sixth day of Week System and the fifth day of Pasar System'

61 comments:

  1. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Indonesia terdiri dari berbagai macam budaya. Di dalam budaya sering meggunakan perhitungan matematika untuk menghitung berbagai macam hal ritual. Ritual matematika adalah matematika yang digunakan dalam budaya suatu masyarakat tertentu. Misalnya perhitungan matematika yang digunakan dalam masyarakat jawa seperti menghitung hari atau tanggal jawa. Jadi budaya dan matematika tidak bisa dipisahkan.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Bagi orang-orang jawa, segala macam aktivitas di dala kehidupan merupakan cerminan dari aktivitas keagamaan, oleh karenanya dalam budaya Jawa banyak sekali ritual-ritual yang disangkut pautkan dengan aspek spiritual keagamaan. Ritual-ritual seperti memperingati hari kematian, mengadakan selamatan bagi kehamilan yang dilaksanakan secara turun temurun pada waktu-waktu tertentu. Memperingati hari kematian dilakukan pada hari ke 7 ke 40 ke 100 dan sebagainya. Orang jawa harus menghitung pada hari ke berapa peringatan kematian itu akan dilakukan, maka dari itu ritual-ritual tersebut berkaitan dengan matematika yang yaitu mengenai konsep bilangan dan pola-pola bilangan. Selain itu, dalam budaya Jawa hari-hari juga dikelompokan ke dalam 5 hari yang berbeda yaitu legi, pahing, pon, wage dan kliwon yang juga menggunakan konsep bilangan 5.

    ReplyDelete
  3. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Masyarakat Jawa sangat dikenal tentang budaya dan tradisinya. Mereka masih sangat mempercayai berbagai ritual dalam hdupnya. Seperti beberapa kegiatan penting adalah perayaan ulang tahun bayi yang kelima dan tiga puluh lima, pesta ritual untuk menandai kematian seseorang di hari ketujuh.
    Mereka menggunakan tiga jenis sistem angka pada saat bersamaan: sistem bilangan berbasis 10, sistem bilangan 7 berbasis dan sistem bilangan berbasis 5, dalam rangka kerja sistem posisi. Sistem posisi untuk nomor ditemukan oleh orang India dan Jawa mengetahuinya sebelum Europen karena langsung dibawa oleh orang India ke Indonesia. Mereka menggunakan Basis Sistem Basis 10 ketika mereka harus menentukan durasi waktu; 35 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari. Mereka menggunakan Basis Sistem Basis 7 (sistem minggu) saat mereka menggunakan nama tertib hari ini: Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu.

    ReplyDelete
  4. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika merukapan ilmu yang sangat penting bagi perkembangan zaman, ilmu matematika telah dipakai sejak zaman dahulu untuk menghitung waktu, jual-beli, dll, dan sampai saat ini matematika masih digunakan. tidak bisa dipungkiri bahwa matematika bisa dikatakan sebagai ilmu dasar. perkembangan teknologi dan informasi juga tidak terlepas dari perkembangan matematika, sehingga mempelajari ilmu matematika itu penting.

    ReplyDelete
  5. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan matematika I 2014

    salah satu manfaat matematika adalah untuk menghitung tanggal jawa. perhitungan tanggal jawa biasanya digunakan saat ritual-ritual tertentu, misallnya ketika ada orang yang meninggal, atau saat hamil dll, saat ada orang yang meninggal ada perhitungan 7 harian, 100 harian, 1000 harian yang itu bisa dihitung menggunakan konsep basis pada matematika.

    ReplyDelete
  6. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Setiap daerah mempunyaiadat istiadat masing – masing, begitu juga dengan di Jawa. Adat istiadat itu misalnya ritual kenduri doa. Ritual tersebut secara otomatis diturunkan ke anak cucu dan dipelihara sebagai suatu bagian dari kebudayaan. Orang – orang mempelajari dari generasi ke generasi. Begitu juga dengan matematika. matematika dipelajari dari generasi ke generasi dan ilmu yang sudah ada dipelajari serta dikembangkan seiring bertambahnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dimulai zaman Babylonia kuno, para ahli matematika berusaha menghemat waktu dan tenaga dengan mengganti kata-kata dengan simbol simbol tertentu.
    Simblo tersebut akan dipakai umum dan disepakati secara umum akan mewakili suatu maksud atau kata tertentu.
    Beberapa di antara cara penulisan singkat dalam bentuk simbol tersebut itu adalah angka dan tanda sederhana +, -, x, dan ÷ yang mewakili operasi pada langkah aritmetika dasar, yaitu penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Keempat simbol tersebut adalah simbol simbol yang dengan sendirinya dipakai dalam perhitungan.
    Sebenarnya simbol tersebut masih tergolong baru dalam sejarah matematika. Matematika sangat bermanfaat dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari tulisan di atas digambarkan penggunaan matematika dalam berbagai ritual. Ini menunjukkan bahwa peradaban yang tinggi di kalangan masyarakat saat itu. Pada saat itu kita yakin masyarakat belum menggunakan matematika saat sekarang ini. Mereka hanya menggunakan pola-pola yang mereka amati dan menggunakan intuisi mereka sehingga mereka dapat misalnya membangun bangunan yang secara goemetri terlihat sempurna.

    ReplyDelete
  9. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Setelah membaca posting di atas, saya terkesan bahwa sebenarnya para pendahulu kami sudah menggunakan matematika dalam perhitungan ritual mereka. Kadang-kadang, saya sebagai yang lebih muda, sebagai orang Jawa juga, tidak bisa mengerti bagaimana mereka bisa menghitung hari yang tepat untuk upacara ritual. Ini benar-benar menakjubkan, bahwa matematika benar-benar ada, digunakan, oleh rakyat, bahkan mungkin mereka tidak tahu rumus. Mereka hanya menggunakannya dari generasi ke generasi.

    ReplyDelete
  10. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Matematika memang telah hidup dari zaman nenek moyang kita. Berdasarkan sumber .http://www.kompasiana.com/hadi_dsaktyala/ethnomathematics-matematika-dalam-perspektif-budaya_551f62a4a333118940b659fd, matematika dapat ditemui dalam beberapa jenis permainan yang terdapat di masyarakat Dayak Kanayat’n, yang bernama Permainan menggunakan Tapakng ini dilakukan pada saat ada pesta dan kadang dipertandingkan. Bentuknya berupa persegi panjang yang memuat 6 persegi panjang kecil. Aturan permainan tiap pemain harus melewati masingmasing kotak, akan tetapi dalam berpindah dari satu kotak ke kotak lainnya dijaga oleh pihak lawan. Apabila lawan yang sedang main disentuh oleh kelompok yang sedang menjaga maka dianggap kalah. Jumlah pemain tiap kesebelasan bisa 3, bisa 5 orang, dan bisa 7 orang tiap kontingen atau kesebelasan dan semuanya laki-laki. Permainan tradisional lainna adalah bermain tapangnt dan bermain cabang galah mengandung konsep matematika khususnya pada bidang geometri seperti konsep garis lurus, konsep bangun datar (bujur sangkar dan empat persegi panjang), konsep titik, konsep sudut, konsep pojok, konsep simetri, konsep rotasi dan sebagainya.

    ReplyDelete
  11. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam artikel ini Nampak bahwa matematika juga bisa digunakan sebagai alat untuk membant kita dalam memperlancar perhitungan ritual-ritual yang berhubungan dengan adat istiadat dan budaya setempat. Contoh yang ada pada artikel ini adalah perhitungan hari dalam penanggalan jawa dengan hitungan basis 7.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Dengan memabaca elegi ini kaa kita akan tahu abhwa mateatika selalau ada disekitar kita. Makanya kalau bebricara sumbner daya matematika maka dapat lah saya katakan bahwa sumber daya matematika itu sangat luas, seluas bumi dan sedalam samudra yang ada di dunia ini. Karena semua yang ada di dunia ini adlaah matematika.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dari artikel ini menunjukkan bagaimana masyarakat jawa menggunakan matematika dalam perhitungan hari untuk menentukan hari ke tujuh suatu kematian, hari ke 40 dan seterusnya.
    Masyarakat Jawa memiliki keunikan sendiri yang terlihat sangat komplit dalam perhitungan harinya. selain masyarakat Jawa.
    Mungkin suku lain juga mempunyai perhitungan-perhitungan tertentu dalam penentuan hari yang belum sempat kita ketahui.

    ReplyDelete
  14. Orang jawa sering melakukan suatu perayaan atau ritual, seperti selapan, nyatus, pendak atau nyewu. Perhitungan yang dilakukan menggunakan perpaduan antara hari nasional dan hari jawa. Hari nasional terdiri dari tujuh hari dan jawa terdiri dari lima hari. Untuk menghitung setahun kematian maka perhitungannya menggunakan modulo (dipelajari dalam matematika).

    ReplyDelete
  15. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Nenek moyang kita sudah dapat menerapkan ilmu matematika dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sebagai contoh di budaya Jawa, di peringatan kematian misalnya, mereka akan memperingati di hari ketujuh, hari keempat puluh, hari keseratus, dan di hari keseribu kematian. Saya pikir bahwa hal tersebut dihitung hari secara manual (dengan menambahkan tanggal kematian dan 7, 40, 100, 1000). Padahal merekan dasar teori bilangan. Dari elegi di atas, juga kita tahu bahwa ada begitu banyak aplikasi matematika dalam kehidupan nyata terutama dalam budaya. Kita bisa mempelajari kasus ini lebih lanjut di ethnomathematics. Ini sangat menarik, menemukan matematika dalam budaya khususnya di Indonesia, seperti yang kita tahu bahwa kita memiliki begitu banyak budaya dari Sabang sampai Merauke.

    ReplyDelete
  16. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Ritual Mathematics mengemukakan tentang perhitungan matematika yang digunakan dalam aktivitas masyarakat jawa untuk menghitung hari atau perhitungan tanggal, dalam perhitungan menggunakan formula menggunakan basis memberikan hasil yang relative benar, matematika memberikan makna kontekstual yang diperlukan untuk banyak konsep matematika yang abstrak. Bentuk aktivitas masyarakat yang bernuansa matematika yang bersifat operasi hitung yang dipraktikkan dan berkembang dalam masyarakat seperti cara penjumlah, pengurang, membilang, mengukur, menentukan lokasi, merancang bangun, jenis permainan yang dipraktikkan anak-anak, bahasa yang diucapkan, simbol-simbol tertulis, gambar dan benda fisik merupakan gagasan matematika mempunyai nilai matematika yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran pada beberapa materi pelajaran matematika.

    ReplyDelete
  17. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Sebelum bangsa eropa, orang jawa sejatinya telah menggunakan sistem bilangan berbasis 10, berbasis 7, dan berbasis 5. Orang jawa menggunakan penanggalan berbasis lima yang mana terdapat lima jenis hari yaitu manis, pahing, pon, wage, dan kliwon. Orang jawa biasanya sangat bergantung pada perhitungan penanggalan seperti misalnya tanggal upacara pernikahan, hajatan, tanggal yang baik, tidak baik, dan sebagainya. Tanpa kita sadari, perhitungan penanggalan tersebut menggunakan perhitungan matematika yang cukup rumit yaitu menggunakan modulo, bisa juga menggunakan konsep basis.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Orang Jawa kental sekali dengan aspek religius dan tradisional bahkan disetiap kehidupannya diperingati menggunakan adat-adat yang masih Ngejawen. Seperti sebuah legenda yang turun temurun, ritual yang dilakukan orang Jawa pun juga turun temurun dari beberapa generasi dan beberapa waktu sebelumnya yang tujuannya sama. Ritual ini dapat dibawa keranah matematika dengan menentukan tanggal kelahiran berdasarkan “neton” ini juga dapat digunakan dalam perhitungan matematika. Dari elegi ini kita semakin tahu jika matematika dapat digunakan untuk dasar perhitungan yang berhubungan dengan tradisi suatu suku.

    ReplyDelete
  19. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam artikel ini menunjukkan bahwa matematika digunakan dalam berbagai ritual. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan yang tinggi pula. salah satunya adalah matematika dalam bahasa jawa. Dalam hari ada 7, dan setiap hari memiliki 5 pasaran, sehingga hari dalam bahawa jawa totalnya ada 35 hari. Hari dan pasaran yang sama akan terulang dalam waktu 35 hari lagi. Sedangkan ketika digabungkan dengan bulan dan tahun akan lebih banyak lagi. Dalam perhitungan jawa pun banyak hal yang memang menarik yang merupakan penerapan matematikanya.

    ReplyDelete
  20. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sejak jaman dahulu, Matematika sudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam masyarakat jawa. Untuk menentukan hari pasaran biasanya digunakan dengan lima hari yaitu: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon dan mengaikannya dengan hari-hari bias yaitu: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu, Minggu. Hari-hari pasar biasanya menggunakan gabungan dari dua kata itu, misal, Minggu Pon. Makas akan diadakan Jual Beli atau hari pasar disuatu tempat pada Minggu pon. Untuk menentukan Minggu Pon di kalender tidaklah menghitungnya satu-satu kapan hari itu terjadi. Namun dengan memanfaatkan kelipatan 5 dan 7. Sehingga pemanfaatan matematika sudah dikenal sejak dahulu.

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Indonesia memiliki kekayaan salah satunya keragaman budaya. Dalam etnografi terkenal dengan istilah ritual yang tidak terlepas dari matematika. Sebagai contoh dalam pewayangan, alat musik yang dipukul memiliki irama sehingga menghasilkan suara yang bagus merupakan implementasi dari matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  22. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika erat sekali dengan kehidupan sehari-hari. Kehidupan ini tidak terlepas dari perhitungan. Dari kegiatan ekonomi, sosial,dan budaya hampir semua tak lepas dari matematika. Pada elegi ini menggambarkan matematika pada adat jawa. Matematika bisa digunakan dalam perhitungan dalam kalender jawa.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Dalam ritual matematika ini, dijelaskan tentang perhitungan matematika yang digunakan dalam aktivitas masyarakat jawa untuk menghitung hari/perhitungan tanggal. Dalam perhitungan menggunakan formula menggunakan basis memberikan hasil yang relatif benar. Akan tetapi jika perhitungan yang dilakukan tersebut untuk menentukan hari atau tanggal pada beberapa waktu yang lampau tidak selalu menghasilkan hasil yang benar, apabila tidak memperhatikan sejarah tentang kalender. Jadi matematika erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  24. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam ritual matematika tersebut, ini berarti matematika diciptakan melalui kehidupan nyata. Matematika memang memunculkan rumus-rumus, tetapi rumus-rumus tersebut juga berasal dari pengalaman di kehidupan nyata. Sehingga Matematika mempunyai keterkaitan yang erat terhadap kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  25. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Ritual matematika di atas seperti peringatan kematian hari ketiga, ketujuh, keempatpuluh, sekseratus, keseribu; system dino pasaran yang menggunakan bilangan system berbasis lima; dst menggambarkan suatu cara-cara khusus yang dipakai oleh suatu kelompok budaya atau masyarakat tertentu dalam aktivitas matematika yang biasanya lebih dikenal dengan istilah etnomatematika. Etnomatematika termasuk ke dalam ranah matematika sekolah karena berasal dari kebudayaan sehari-hari sehingga juga dekat dengan siswa. Namun, masih banyak siswa yang belum mengetahuinya. Karena sebagian besar guru juga masih buta akan hal tersebut. padahal apabila hal ini digunakan untuk pembelajaran, maka akan memikat siswa dan menarik perhatan siswa sehingga siswa menjadi bersemangat untuk mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  26. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Sering terdengar di telinga kita bahwa matematika adalah bahasa universal Alam. Tapi seperti semua bahasa, matematika dibuat oleh manusia, dan dibuat universal oleh manusia. Apakah pemikiran bahwa bahasa universal Alam adalah matematika bukan hanya sebuah dogma? Saya tidak pernah mendengar persamaan diferensial yang berbicara kepada saya saat berjalan di hutan.

    ReplyDelete
  27. Perhitungan yang dilakukan oleh orang jawa sebenarnya termasuk ilmiah. Tetapi sangat jarang perhitungan itu dituliskan dalam karya ilmiah atau dipelajari secara akademik. Perhitungan tersebut hanya dipelajari dalam masyarakat secara informal dan mempunyai kesan mitos. Hanya orang-orang yang dianggap sepuh atau dituakan yang diminta pendapat tentang cara perhitungannya. Selain itu juga adanya masyarakat yang menolak ritual yang dilakukan.

    ReplyDelete
  28. Shelly Lubis
    177092510540
    S2 Pend.matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    the first time I heard about this system of naming the day about pasar in javanese was when I came to yogyakarta. we don't have it in my hometown in Kalimantan. we use same system with the government. so I was a bit confused at first. when I was at undergraduate school, I learnt about this kind of base, from binary until 10 base, and reading this article help me to understand the naming system

    ReplyDelete
  29. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu yang dibagikan,
    Sejujurnya saya sangat terkesan dengan postingan ini. Pada awalnya saya mengira bahwa perhitungan pada beberapa peringatan hari besar atau hari yang dianggap penting pada adat Jawa adalah teori mutlak yang sudah turun menurun tanpa diketahui lagi asal usul sistem perhitungannya. Sampai akhirnya saya berjumpa dengan postingan ini. Refleksi saya, saya meyakini bahwa ilmu, salah satunya matematika sangat berguna di dalam kehidupan. Jadi, belajar dan belajar adalah aktivitas yang tidak akan sia-sia.
    Saya sangat ingin membaca postingan ini berulang-ulang. Tapi sebelumnya, sebelum kembali pada postingan ini, saya berencana untuk menambah wawasan saya terkait perhitungan hari seperti yang dijelaskan di atas kepada orang-orang dewasa di sekitar saya. Kemudian saya akan mencoba mensintesiskannya. Bismillah, semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya. Amin

    ReplyDelete
  30. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Terimaksih banyak Pak prof, melalui elegi ini saya sedikit mengenal budaya jawa di dalam melakukan ritual atau acara tertentu.Tentunya tak terlepas dari sudut pandang agama.Ketika berbicara tentang hari dan waktu juga memiliki latar belakangnya.Jika dikaitkan dengan matematika memang memiliki korelasi yang sangat logis.Bilangan-bilangan yang diilustrasikan melalui hari dan waktu memberikan kode bahwa sejatinya matematika sering berkomunikasi dengan kita di dalam kehidupan.Misalnya tukang kayu atau batu mereka mendesain perkakas rumah seperti meja,lemari, dan perabot lainnya.Meskipun banyak sebagian yang tidak menyadari munculnya ide-ide kreatif sehingga terbentuk perabot yang indah, sebenarnya ada peran matematika di dalamnya.Dapat dikatakan bahwa matematika merupakan sahabatnya manusia.

    ReplyDelete
  31. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Matematika itu sangat dekat dengan kehidupan kita tanpa disadari. Seperti yang diuraikan pada elegi ritual matematika ini. Elegi ini menguraikan perhitungan ritual yang biasanya dilaksanakan ketika memperingati kematian, penamaan hari ataupun bulan. Peringatan kematian, penamaan hari dalam jawa dapat dihitung dengan menggunakan basis 5 dan basis 10. Kegiatan seperti yang diuraikan pada elegi ini biasanya disebut dengan etnomatika. Tanpa disadari oleh masyarakat ternyata kebudayaan yang selama ini diterapkan menggunakan matematika. Etnomatika ini sangat menarik untuk diamati. Selain ritual peringatan kematian dan penamaan hari, masih banyak kebudayaan-kebudayaan Indonesia yang mengandung etnomatika di dalamnya. Salah satunya yang pernah saya baca yaitu etnomatika pada cara berhitung masyarakat pedalaman papua yang menggunakan basis 5. Masih banyak etnomatika-etmotika yang lainnya yang dapat dibedah oleh matematikawan lainnya.

    ReplyDelete
  32. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Matematika dan budaya memang tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang terpisah. Matematika dan budaya adalah dua hal yang sangat berhubungan. Oleh karena itu muncullah etnomatematika. Contohnya seperti menentukan hari pasaran dalam penanggalan Jawa: Pon, wage, kliwon, legi, dan pahing. Dalam matematika dapat digunakan basis bilangan. Selain itu, basis bilangan juga dapat digunakan untuk menentukan hari ke-1000 pada ritual 1000 hari’an meninggalnya seseorang. Tidak itu saja, etnomatematika dalam bidang geometri, dapat diterapkan dalam membuat motif batik.

    ReplyDelete
  33. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini kami merasakan bahwa begitu indah dan kompleksnya perhitungan hari dan pasaran dalam kebudayaan jawa. Dalam perhitungan hari dalam kebudayaangan memiliki, tujuh nama hari, lima nama pasaran, sehingga kombinasi hari dan pasaran dalam kebudayaan dikenal terdapat 35 kombinasi yang berurutan layaknya perjalanan hari dalam kalender masehi. Dan hari dan pasaran (yang dikenal juga dengan weton) ini akan berulang setiap 35 hari. Jika kita ingin mengkombinasikan hari dan pasaran ini dengan bulan, atau bahkan tahun tentu akan didapat semakin banyak kombinasi dan perhitungannya pun akan semakin kompleks.

    ReplyDelete
  34. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Matematika erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari berjalan, minum, olahraga, menjahit, dan lain sebagainya berkaitan erat dengan matematika. Termasuk penggunaan konsep matematika dalam ritual peringatan kematian di jawa. Peringatan orang meninggal yang dilakukan di hari ketujuh, hari ke empatpuluh, hari keseratus dan hari keseribu, dan lain sebagainya. Masyarakat jawa mengaplikasikan matematika secara turun-temurun dalam menentukan kapan peringatan kematian akan dilakukan. Pengetahuan ini biasanya hanya diperoleh melalui percakapan informal dan banyak masyarakat Jawa yang dapat menghitungnya dengan benar. Ini membuktikan bahwa dalam setiap lini kehidupan terdapat matematika yang menyertainya.

    ReplyDelete
  35. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Luar biasa, filosofi perhitungan yang digunakan oleh masyarakat Jawa. Saya merasa kagum dengan perhitungan yang digunakan dalam ritual Jawa ternyata menggunakan konsep matematika. Saya sendiri orang Jawa tetapi belum tahu tentang cara perhitungan dalam ritual adat, baru saat membaca postingan Bapak saya merasa tertarik untuk belajar tentang perhitungan itu. Awalnya saya berpikir ketika keluarga yang sudah sepuh bisa menghitung peringatan ritual adat yang ke 100 hari sampai 1000 hari, meskipun sudah sepuh tetapi perhitungannya kenapa selalu bisa tepat, ternyata ada cara-cara tertentu untuk melakukannya, dan yang membuat saya menyadarinya lagi ternyata hal itu menggunakan konsep matematika. Ternyata apabila belajar matematika sembari belajar juga filosofinya, matematika akan semakin ramah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  36. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Benar dari artikel bapak, bahwasanya dalam masyarakat Jawa khususnya banyak menggunakan istilah istilah. Selain itu ritula yang ada dalam jawa juga banyak dan lebih hikmat serta mengandung unsur agama. Yang paling hits saya dengar yaitu istilah hari dalam jawa yaitu ada lima hari tertib dalam siklus waktu jawa, yaitu 'Legi', 'Pahing', 'Pon', 'Upah', 'Kliwon'. Dimana ada makna tersendiri dari hari tersebut. Contoh, ada yang bilang jika ada seorang anak lahir pada hari Legi, maka anak tersebut bisa dikatakan anak yang manis. Seperti artinya yaitu legi berarti manis. Dan adapun salah satu tradisi/ritual jawa yang saya ketahui dari ayah saya yang kebetulan juga orang jawa yaitu adanya among among yang selalu dibuat ketika pengulangan hari lahir seorang anak. Contoh, saya lahir pada hari Sabtu Legi, maka setiap pengulangan/ setiap hari Sabtu Legi biasanya selalu dibuatkan among,among. Saya belum begitu paham apa manfaatnya, namun ini termasuk salah satu tradisi/ritual orang jawa. Biasanya among among yaitu sebuah makanan yang dibentuk sedemikian rupa unik mneurut saya. Karena adanya nasi yang digumpal-gumpal, lalu disusun sedemikian rupa, selain itu di sekelilingnya bisa diletakkan urap (sayur dengan kelapa pedas manis), lalu adanya telur yang dipotong, dan biasanya ibu saya menaruh ikan teri di sekeliling tersebut. Selain nasi tersebut, ada juga yang namanya bubur merah dan bubur putih. Bubur merah terbuat dari nasi dicampur gula merah, dan bubur putih yaaaa seperti bubur asin biasanya (bisa juga dicampurkan santan). Ini tradisi/ ritual yang masih sering dilakukan orang tua saya dirumah.

    Dan sekarang, ternyata ada juga tradisi/ritual matematika dalam versi orang jawa sesuai yang tertera diartikel bapak.

    ReplyDelete
  37. Matematika dapat dikaitkan dalam berbagai hal kehidupan. Ada etnomathematics, matematika yang berdasarkan etnis. Dalam elegi ritual mathematics ini, etnomathematics dalam hal ini adalah dikaitkan dengan etnis atau budaya jawa. Yaitu terkaitan dina pasaran. Dina pasaran ada 5 yaitu pon, wage, kliwon, legi, pahing. Sedangkan hari kita ada tujuh dari senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu. Dalam istilah budaya jawa ada istilah neton. Kapan seseorang tersebut dilahirkan. Misalkan, saya lahir pada hari senin kliwon. Untuk senin kliwon yang satu ke senin kliwon berikutnya ada tiga puluh lima hari.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  38. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Matematika tidak dapat terlepas dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dengan kehidupan di jawa. Dalam kehidupan di jawa, banyak ritual-ritual jawa yang terkait dengan matematika. Banyak hari-hari penting dalam kehidupan masyarakat jawa yang di lakukan berdasarkan perhitungan hari. Maka terdapat etnomathematics yang membahas tentang hubungan budaya lokal dengan matematika. Ada banyak hal menarik yang dapat dipelajari dalam etnomathematics seperti terkait hari kelahiran jawa, candi, dan budaya-budaya lainnya.

    ReplyDelete
  39. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berpikir matematika itu perlu menggunakan intuisi yang tepat. Intuisi dapat diasah dengan latihan-latihan. Dengan terbiasa menghadapi suatu permasalahan, maka intuisi kita terhadap hal tesebut semakin kuat. Intuisi dalam matematika berperan untuk menstimulasi otak untuk memutuskan langkah apa yang dilakukan guna menyelesaikan suatu persoalan.

    ReplyDelete
  40. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Matematika lekat dengan aspek-aspek kehidupan masyarakat hingga kebudayaan. Hal ini tercermin dari penggunaan matematika untuk menunjang kebutuhan budaya, sosial dan ekonomi komunitas masyarakat. Saat ini telah banyak kesadaran yang menunjukan bahwa matematika dekat dengan kehidupan, salah satunya adalah etnomatematika. Penjelasan tersebut dapat disadari dengan adanya hitungan matematis dalam memperingati hari kelahiran, hari kematian, dan sistem penanggalan masyarakat adat. Selain itu bangunan candi-candi yang digunakan sebagai tempat spiritual bagi kelompok tertentu sangat lekat hubungannya dengan perhitungan matematis.

    ReplyDelete
  41. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sebelum bangsa eropa, orang jawa sejatinya telah menggunakan sistem bilangan berbasis 10, berbasis 7, dan berbasis 5. Orang jawa menggunakan penanggalan berbasis lima yang mana terdapat lima jenis hari yaitu manis, pahing, pon, wage, dan kliwon. Orang jawa biasanya sangat bergantung pada perhitungan penanggalan seperti misalnya tanggal upacara pernikahan, hajatan, tanggal yang baik, tidak baik, dan sebagainya. Tanpa kita sadari, perhitungan penanggalan tersebut menggunakan perhitungan matematika yang cukup rumit yaitu menggunakan modulo, bisa juga menggunakan konsep basis.

    ReplyDelete
  42. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Ritual matematika di atas seperti peringatan kematian hari ketiga, ketujuh, keempatpuluh, keseratus, keseribu; sistem pasaran yang menggunakan bilangan sistem berbasis lima; dst menggambarkan suatu cara-cara khusus yang dipakai oleh suatu kelompok budaya atau masyarakat tertentu dalam aktivitas matematika yang biasanya lebih dikenal dengan istilah ethnomatematika. Ethnomatematika termasuk ke dalam ranah matematika sekolah karena berasal dari kebudayaan sehari-hari sehingga juga dekat dengan siswa. Namun, masih banyak siswa yang belum mengetahuinya. Karena sebagian besar guru juga masih buta akan hal tersebut. padahal apabila hal ini digunakan untuk pembelajaran, maka akan memikat siswa dan menarik perhatian siswa sehingga siswa menjadi bersemangat untuk mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  43. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Matematika tersusun atas domain-domain penyusun yang saling terkait. Domain tersebut diantaranya adalah domain aljabar, geometri, trigonometri, kalkulus, statistik dan teori bilangan. Setelah membaca elegi ini, domain teori bilangan ternyata digunakan oleh masyarakat Jawa dalam ritual penanggalan. Hal ini karena matematika memang ada sesuai dengan aturan alam semesta, maka suatu hal yang mungkin jika matematika digunakan dalam rirual masyarakt yang berhubungan dengan aturan penangalan bulan.

    ReplyDelete
  44. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam artikel diatas saya melihat adanya keterkaitan antara filsafat, matematika dan adat. Dimana dalam filsafat seperti yang kita ketahui bahwa filsafat ini mencakup ruang dan waktu sebagaimana dalam matematika waktu merupakan bentuk matematika juga yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini juga terdapat adat yang mana menjadi tradisi orang jawa yang ternyata memiliki kaitan dengan matematika yaitu menggunakan modulo dalam konsep matematika. Acara adat yang biasanya menggunakan modulo 10, 5, 7 atau yang lainnya.

    ReplyDelete
  45. Junianto
    PM C
    17709251065

    Matematika sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Konsep-konsep sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian sudah menjadi makanan sehari-hari dalam kehidupan. Bahkan, sebagai orang Jogja yang sangat identik dengan penanggalan Jawa, matematika dalam penanggalan Jawa sangatlah rumit. Semua hal dalam penanggalan Jawa diatur sangat detail dan menggunakan perhitungan diberbagai bidang. Misalnya saja dalam menentukan hari baik menggunakan hari pasaran. Mulai dari angka masing-masing hari, kombinasi dengan hari masehi, kombinasi dengan bulan, tahun dan juga riwayat silsilah keluarga yang mencari hari baik semuanya diperhatikan.

    ReplyDelete
  46. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Budaya Indonesia sangat kaya. Terlebih di pulau Jawa. Matematika pun telah digunakan dalam budaya dan adat. Penentuan tanggal lahir, panen dan lain lain. Ini sangat menarik dan membuktikan penggunaan matematika dalam budaya. Budaya matematika yang dijawa pada penerapan modulo 5 diguanakan untuk penentuan weton seperti, pon, wage, kliwon, legi, pahing dll. sehingga matematika dalam penggunaan di budaya jawa pun juga banyak.

    ReplyDelete
  47. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Mathematics is very attached and inseparable to humans. All the circumstances that occur everyday may be said to be related or related to math. Starting from learning in school, the process of buying and selling, religion, even culture also uses elements of mathematics. In this case it appears that the dating system and the days for Java calendar also use mathematical elements.

    ReplyDelete
  48. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ritual matematika di atas seperti peringatan kematian hari ketiga, ketujuh, keempatpuluh, sekseratus, keseribu; system dino pasaran yang menggunakan bilangan system berbasis lima; dst menggambarkan suatu cara-cara khusus yang dipakai oleh suatu kelompok budaya atau masyarakat tertentu dalam aktivitas matematika yang biasanya lebih dikenal dengan istilah etnomatematika. Matematika yang dimiliki dan dipraktikkan oleh masyarakat Jawa ini secara turun temurun, diharapkan dapat menjadi bahan rujukan pembelajaran matematika kontekstual.

    ReplyDelete
  49. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Matematika tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari, termasuk budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Adapun yang dibahas pada artikel di atas adalah hubungan matematika dengan kebudaan orang Jawa.

    ReplyDelete
  50. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam adat jawa, banyak sekali aspek dalam kehidupan yang dihubungkan dengan agama. Karena memang Islam dibawa masuk ke lingkungan masyarakat jawa melalui budaya-budaya yang mereka miliki. Dalam melaksanakan adat-adat dalam budaya jawa, banyak sekali masyarakat jawa menggunakan perhitungan matematika, hanya saja mereka tidak mengukuhkannya dalam sebuah teori yang disebarluaskan seperti yang dilakukan ilmuwan-ilmuwan luar. Ilmu perhitungan dalam adat jawa hanya dilestarikan secara turun temurun kepada anak cucunya. Dan ketika ditelusuri lebih lanjut tentang cara masyarakat jawa menggunakan perhitungan dalam kesehariannya, sungguh menakjubkan bahwa nenek moyang kita ternyata sudah sangat pintar.

    ReplyDelete
  51. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dalam postingan ini prof. Marsigit mengangkat budaya jawa. Saya kebetulan orang Solo, dan di daerah Solo masih banyak warga masyarakat yang menjaga ritual-ritual jawa. Memang benar, saat ada kelahiran, maka akan ada ritual “sepasaran”, dimana ritual itu memperingati 5 hari kelahiran bayi, kemudian ada ritual “selapan” dimana ritual itu memperingati 35 hari kelahiran bayi.
    Begitu juga dengan kematian. Dijawa juga mengenal budaya “pitung dinonan” memperingati tujuh hari kematian, “patang puluhan” memperingati 40 hari, “nyatus” memperingati seratus hari, dan “pendak pisan” atau memperingati 1 tahun kematian. Perlu digaris bawahi, hitungan jawa tentu berbeda dengan hitungan masehi.
    Yang menarik disini adalah, ternyata tanpa disadari masyarakat jawa telah menggunakan metode matematika yang tidak sederhana. Unik nya lagi, perhitungan masyarakat jawa ternyata benar. Ternyata memang benar, apapun yang berkaitan dengan dunia ini, pasti ada kaitannya dengan matematika

    ReplyDelete
  52. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pada artikel ini menjelaskan bagaimana matematika digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah terkeit dengan basis bilangan, basis 5 digunakan masyarakat jawa untuk perhitungan hari yang terdiri dari kombinasi hari beserta sengan pasarannya (pon, wage, kliwon, legi, pahing). Sehingga dalam perhitungan jawa 1 bulan ada 35 hari. Dalam beberapa acara desa seperti arisan RT terkadang juga menggunakan perhitungan bulan jawa sehingga dalam 1 tahun yang seharusnya terdiri dari 12 bulan, dengan menggunakan perhitungan jawa maka hanya ada 10 bulan.

    ReplyDelete
  53. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Matematika merupakan proses berpikir yang kompleks, dimana siswa dilatih untuk berfikir dan bernalar secara kritis. Maka dari itu kecerdasan intuitif sangat diperlukan dalam menunjang kemampuan siswa dalam mengeksplor segala ide-ide dan daya kreativitas mereka dalam menemukan solusi serta memecahkan masalah matematika yang diberikan oleh guru, salah satu cara yang dapat digunakan adalah metode saintifik.

    ReplyDelete
  54. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Ritual matematika ini erat kaitannya dengan etnomatematika. Etnomatematika adalah matematika berbasis budaya termasuk adat dan etnis. Contohnya adalah Perhitungan basis 5 digunakan untuk menghitung hari pasaran Jawa (Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing). Selain itu matematika juga dapat menghitung dengan tepat hari ke 100, hari ke 1000 meninggalnya seseorang dalam rangka untuk penyelenggaraan ritual kirim doa, Yasinan, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  55. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Javanese has incredible culture, including arts, language and even these mathematical rituals. Being a javanese myself, I know such things are still happening here in java island, especially in central jawa and DIY. These mathematical rituals are the product of community considerations in years, or even centuries. I believe other places have similar rituals too with different based number, different rules. This shows us that mathematics has all been there long enough in human lives. Mathematics, is just a name to represent how we face and solve some situations and problems in our lives, and those include numbers and calculating process. Based on this, it can be inferred that mathematics is a product of culture. Mathematics is closely related to culture. Or, perhaps mathematics is a part of the culture it self. A culture in facing life situations and solving the problems.

    ReplyDelete
  56. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Matematika dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari/hari, sehingga kegiatan matematika secara tidak disadari telah berkembang dan membudaya dalam kehidupan sehari-hari anak. Sehingga matematika seharusnya bukanlah hal yang baru bagi anak-anak, oleh karena itu ketika dalam pembelajaran guru harus mampu menemukan kegiatan matematika yang sudah ada/berkembang di kehidupan anak-anak.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  57. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pemikiran manusia itu berkembang, dari tradisional menjadi modern, oleh karena itu kenapa kita sekolah, karena untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan mengembangkan pemikiran. Di indonesia banyak terdapat pemikiran-pemikiran yang masih tradisional, berkaitan dengan matematika sendiri, banyak pemikiran-pemikiran matematika tradisional yang berkembang. Seperti perhitungan tanggalan jawa yang berbeda dengan penanggalan internasional. Matematika tradisional marak berkembang di Indonesia karena indonesia terdapat banyak suku dan ras, sehingga adata istiadatnya pun berbeda, perkembangan ilmu pengetahuan pun juga berbeda. Sedangkan untuk dapat memeratakan pendidikan di Indonesia tidaklah mudah, sehingga hal ini menunjukkan bahwa matematika itu sebagian besar berasal dari kehidupan dan kebiasaan masyarakat.

    ReplyDelete
  58. Okta Islamiati
    1530124019
    Pendidikan Matematika I 2015 S1

    Dari penjabaran diatas, dapat kita simpulkan bahwa matematika sudah ada sejak lama namun tidak disadari oleh manusia karena berkembang bersama dengan kebudayaan. Matematika dan kebudayaan adalah hal yang saling berkaitan dan dari hal itulah terbentuk ilmu etnomatematika. Dari artikel diatas, kita bisa belajar bahwa matematika sangat erat kaitannya dengan masyarakat. Oleh karena itu, kita bisa memasukkan unsur kebudayaan ketika mempelajari sebuah ilmu eksak dimana hal tersebut sesuai dengan standar kurikulum Indonesia yang mengharuskan setiap mata pelajaran memiliki makna dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  59. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Matematika erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari . Ritual matematika ini erat kaitannya dengan etnomatematika yaitu matematika yang berbasis budaya. Misalnya terkeit dengan basis bilangan, basis 5 digunakan masyarakat jawa untuk perhitungan hari yang terdiri dari kombinasi hari beserta sengan pasarannya (pon, wage, kliwon, legi, pahing).Pembelajaran matematika memang seharusnya dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami dan akan lebih bermakna dengan demikian akan lebih bertahan lama di benak mereka.

    ReplyDelete