Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 19: Menemukan Dunia adalah Pikiranku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Dunia itu tidak lain adalah Pikiranku sendiri.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

3 comments:

  1. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan menguraikan tesis-tesis nya terlebih dahulu. Jika ada yang bertanya apa itu dunia dan dimana letaknya maka tesisnya adalah sebagai berikut: Dunia itu adalah tempat dimana kita tinggal sekarang memiliki wilayah yang sangat luas dan kita tidak mampu mengunjungi semua tempat di dunia ini. Letaknya di alam semesta dalam hal ini adalah planet bumi, salah satu planet yang ada di tata surya. Saya mengetahuinya dari membaca buku dan searching di internet lalu saya mengingatnya dan mampu mengatakan hal seperti itu.
    Lalu saya akan menguraikan anti-tesis dari tesis di atas sebagai berikut: Kita tahu dunia itu luas setelah berselancar di internet, sehingga sekarang dunia terletak di dalam pikiran kita karena kita mampu memikirkan dunia setelah melihat gambar-gambarnya di internet. Kita bisa mengunjungi berbagai wilayah di dunia tanpa harus merpindah tempat, cukup memikirkannya saja sesuai dengan informasi yang kita ketahui. Letaknya di dalam pikiran kita karena kita telah mengekstrak apa yang kita lihat dan dengar tentang dunia ke dalam pikiran. Di dalam pikiran kita bahkan ada matahari, planet-planet, lengkap deh pokonya. Dunia jelas ada di dalam sana. Akhirnya aku menyadari bahwa dunia itu ada di dalam pikiranku sendiri.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  2. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Sebenarnya dunia ini adalah apa yang ada dalam pikiran kita. Kita dapat merasakan keadaan/suasana di gunung tanpa harus repot pergi ke gunung, hanya dengan memikirkan gunung kita dapat merasakan gunung. Namun saya agak mengganjal bahwa apapun yang kita pikirkan itu berdasarkan pengalaman yang telah kita alami, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Misalkan: seseorang tidak akan bisa membayangkan/memikirkan suasana di gunung jika belum pernah merasakan suasana di gunung secara langsung ataupun melihat di TV. Dari pernyataan saya tersebut, saya menganggap bahwa luas sempitnya dunia, baik buruknya dunia, indah rusaknya dunia tergantung pada individu masing-masing.

    ReplyDelete
  3. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Bagi seorang penganut filsafat idealisme, dunia material adalah refleksi dari dunia ide yang abadi. Bagi seorang penganut filsafat materialisme, fikiran adalah refleksi dari dunia material. Ke dua aliran tersebut saling tarik menarik namun tarikannya semakin longgar ketika Kant mencoba untuk mensintesakan ke duanya. Bagi Kant, idealisme benar di satu sisi, begitupun materalisme benar di sisi lain. Apa yang a priori dan apa yang a posteriori adalah konsekuensi dari sintesa itu. Itulah dialektika pemikiran. Lalu, apakah dunia tidak lain adalah pikiranku sendiri? Bisa iya san bisa tidak. Iya ketika kita menyadari bahwa apa yang kita fikirkan adalah apa yang kita refleksikan dalam kehidupan material. Tidak ketika kita tidak menyadari apa yang kita lakukan (gila atau gangguan kejiwaan adalah kegagalan dalam mendefinisikan dunia ini).

    ReplyDelete