Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 19: Menemukan Dunia adalah Pikiranku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Dunia itu tidak lain adalah Pikiranku sendiri.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

15 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Immanuel Kant berpendapat bahwa jika kita ingin melihat dunia, maka tengoklah dalam pikiranmu. Karena dunia itu persis dengan apa yang kita pikirkan. Semakin luas pengetahuan kita maka pikiran kita akan dunia juga semakin luas. Namun, kita tidak boleh melulu memikirkan dunia. pikiran kita akan dunia harus diseimbangkan dengan pikiran kita akan akhirat. Keduanya sama-sama penting untuk dipikirkan. Akhirat adalah tempat kita kelak hidup setelah mati, sedangkan dunia adalah tempat kita menanam benih dengan sebaik-baiknya. Apa yang akan kita tanam di dunia, itulah yang akan kita petik kelak di akhirat. Setiap perbuatan pasti mendapatkan balasan yang setimpal dan seadil-adilnya walau seberat dzarrah pun.

    ReplyDelete
  2. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pikiran adalah gagasan dan proses mental. Berpikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan. Kata yang merujuk pada konsep dan proses yang sama diantaranya kognisi, pemahaman, kesadaran, gagasan, dan imajinasi. Berpikir melibatkan manipulasi otak terhadap informasi, seperti saat kita membentuk konsep, terlibat dalam pemecahan masalah, melakukan penalaran, dan membuat keputusan. Berpikir adalah fungsi kognitif tingkat tinggi dan analisis proses berpikir menjadi bagian dari psikologi kognitif.

    ReplyDelete
  3. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan menguraikan tesis-tesis nya terlebih dahulu. Jika ada yang bertanya apa itu dunia dan dimana letaknya maka tesisnya adalah sebagai berikut: Dunia itu adalah tempat dimana kita tinggal sekarang memiliki wilayah yang sangat luas dan kita tidak mampu mengunjungi semua tempat di dunia ini. Letaknya di alam semesta dalam hal ini adalah planet bumi, salah satu planet yang ada di tata surya. Saya mengetahuinya dari membaca buku dan searching di internet lalu saya mengingatnya dan mampu mengatakan hal seperti itu.
    Lalu saya akan menguraikan anti-tesis dari tesis di atas sebagai berikut: Kita tahu dunia itu luas setelah berselancar di internet, sehingga sekarang dunia terletak di dalam pikiran kita karena kita mampu memikirkan dunia setelah melihat gambar-gambarnya di internet. Kita bisa mengunjungi berbagai wilayah di dunia tanpa harus merpindah tempat, cukup memikirkannya saja sesuai dengan informasi yang kita ketahui. Letaknya di dalam pikiran kita karena kita telah mengekstrak apa yang kita lihat dan dengar tentang dunia ke dalam pikiran. Di dalam pikiran kita bahkan ada matahari, planet-planet, lengkap deh pokonya. Dunia jelas ada di dalam sana. Akhirnya aku menyadari bahwa dunia itu ada di dalam pikiranku sendiri.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  4. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Sebenarnya dunia ini adalah apa yang ada dalam pikiran kita. Kita dapat merasakan keadaan/suasana di gunung tanpa harus repot pergi ke gunung, hanya dengan memikirkan gunung kita dapat merasakan gunung. Namun saya agak mengganjal bahwa apapun yang kita pikirkan itu berdasarkan pengalaman yang telah kita alami, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Misalkan: seseorang tidak akan bisa membayangkan/memikirkan suasana di gunung jika belum pernah merasakan suasana di gunung secara langsung ataupun melihat di TV. Dari pernyataan saya tersebut, saya menganggap bahwa luas sempitnya dunia, baik buruknya dunia, indah rusaknya dunia tergantung pada individu masing-masing.

    ReplyDelete
  5. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Bagi seorang penganut filsafat idealisme, dunia material adalah refleksi dari dunia ide yang abadi. Bagi seorang penganut filsafat materialisme, fikiran adalah refleksi dari dunia material. Ke dua aliran tersebut saling tarik menarik namun tarikannya semakin longgar ketika Kant mencoba untuk mensintesakan ke duanya. Bagi Kant, idealisme benar di satu sisi, begitupun materalisme benar di sisi lain. Apa yang a priori dan apa yang a posteriori adalah konsekuensi dari sintesa itu. Itulah dialektika pemikiran. Lalu, apakah dunia tidak lain adalah pikiranku sendiri? Bisa iya san bisa tidak. Iya ketika kita menyadari bahwa apa yang kita fikirkan adalah apa yang kita refleksikan dalam kehidupan material. Tidak ketika kita tidak menyadari apa yang kita lakukan (gila atau gangguan kejiwaan adalah kegagalan dalam mendefinisikan dunia ini).

    ReplyDelete
  6. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Manusia sebagai salah satu makhlukNya dilahirkan dengan anugerah yang luar biasa, sehingga membedakannya dari hewan makhlukNya yang lain. Manusia dikaruniai akal pikiran, serta hati nurani. Dengan adanya akal tersebut, manusia mampu berpikir tentang berbagai hal. Berdasarkan pikiran itulah yang akan membentuk bagaimana kenyataannya. Misalnya ketika berpikiran tidak baik maka apa yang terjadi atau yang kita dapatkan sesuai dengan apa yang kita pikiran tersebut. Sama halnya ketika seseorang memandang dunia. Jika dalam pikirannya dunia itu kecil maka dunia itu akan tampak kecil, dan sempit pula, yang berakibat pada tindakan kita yang tampak menjadi kecil pula. Begitupun sebaliknya. Luasnya dunia secara nyata dapat kita genggam melalui pikiran kita. Karena, dunia hanya memantulkan ada yang ingin kita lihat, dengar, dan rasakan. Jadi, dunia itu seluas pikiran kita, seperti penilaian-penilaian kita, dan seluas mimpi-mimpi kita.

    ReplyDelete
  7. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY


    Dunia ada di dalam pikiranku. Aku hanya satu titik jika dibandingkan seluruh dunia ini. Tapi pikiranku dapat melingkupi seluruh dunia bahkan luar angkasa bahkan seluruh jagat raya. Pikiranku tidak terbatas, sementara dunia terbatas. Semua yang ada didunia bahkan yang tidak ada di dunia, dapat aku masukkan dalam pikiranku. Aku belum pernah ke Australia, tapi aku tahu bagaimana Sydney, bagaimana Monash University, Bagaimana kanguru, karena aku memikirkannya. Pikiranku dapat terbangun ketika aku dapat mencari apa yang belum atau tidak aku ketahui lewat berbagai literature, internet, media massa, dan lain sebagainya. Aku tidak tahu apa itu ‘hantu’, tetapi aku dapat memvisualisasikannya berdasar pikiranku lewat kerja kerasku mencari informasi tentangnya. Aku belum pernah ke bulan, tetapi aku dapat memikirkan tentang bulan berdasar penelitian para astronot dan angkasawan. Hal ini tentu terkait dengan A priori, yang menjadikan segala sesuatu didunia dapat masuk dalam pikiranku.

    ReplyDelete
  8. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Segala yang ada di dunia ini dapat kita lihat, dengar, sentuh, rasakan. Apa yang bisa aku lihat atau dengar atau sentuh atau rasakan dengan alat indera yang dianugerahkan oleh Tuhan kepadaku untu berinteraksi dengan yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini kemudian dapat aku pikirkan tentang apa yang aku lihat atau dengar atau sentuh atau rasakan. Sampai aku menemukan tentang apa yang aku lihat atau dengar atau sentuh atau rasakan.
    Dunia adalah berhubungan dengan pikiranku. Apa yang aku persepsikan tentang dunia sebenarnya adalah pikiranku. Semua yang mampu aku pikirkan adalah dunia. Berusaha belajar dan mencari ilmu pengetahuan adalah berusaha untuk menggapai luasnya duniaku.

    ReplyDelete
  9. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    seperti yang pernah saya pelajari di kelas, misalnya bahwa 2 itu tidak sama dengan 2 jika kita tuliskan, karena 2 yang ki kiri belum tentu sama dengan 2 yang di kanan, bisa saja salah satunya lebih besar penulisannya. maka sesungguhnya 2 = 2 itu hanya ada di dalam pikiran kita. begitu pula dunia

    ReplyDelete
  10. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Persepsi dunia itu tergantung pikiran kita, bagaimana kita memikirkan dunia. Dunia ini begitu luas jika kita memikirkannya secara luas, namun dunia juda sangat sempit ketika kita memikirkan bahwa dunia ini sempit. Dunia ini terbatas karena pikiran kita juga terbatas, akan tetapi dengan keterbatasan itu kita justru akan menemukan batas-batas dunia. Salah satunya adalah kematian, batas dunia ini adalah kematian, ketika seseorang mati maka dia telah mencapai batas dunianya.

    ReplyDelete
  11. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Menemukan dunia adalah pikiranku". Sejenak saya teringat, apakah ini berkaitan dengan konsep "kekuatan pikir"?. Di mana setiap manusia mampu menciptakan dunianya sendiri. Setiap manusia bisa menyusun dunia yang mereka inginkan. Bahkan seseorang yang menginginkan menjadi burung bisa saja menjadi burung betulan jika dia selalu berfikir bahwa dirinya adalah burung.
    "Menemukan dunia adalah pikiranku". Kita bisa saja meletakkan lautan luas pada pikiran dan imajinasi kita. Kita boleh saja meletakkan kebun bunga matahari 2 km sebelah utara lautan tersebut. Kita juga boleh meletakkan kebun buah strawbery di ujung selatan sana. Kita bisa meletakkan apapun pada dunia pikiran kita. Tapi ingat, kita boleh mengembarakan pikiran kita ke mana saja, asal "hati" senantiasa membimbingnya. Jika hati tidak kau libatkan, maka jangan pernah kau menggunakan pikirmu juga. Semoga kita senantisa dalam lindungan-Nya. Amin

    ReplyDelete
  12. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Setiap orang memiliki dunianya sendiri. Aku dengan duniaku, kamu dengan duniamu. Semua memiliki sama dan bedanya masing-masing. Duniaku adalah pikiranku, karena pikiranku adalah duniaku.

    ReplyDelete
  13. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan akal pikiran. Kita bebas berfikir dengan pikiran masing-masing dengan syarat tidak menyalahi aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Cakupan pemikiran manusia meliputi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, dengan segala macam aspek yang akan membentuk dunianya masing-masing. Dunia adalah seperti apa yang kupikirkan, Sehingga duniaku dengan yang lain tentu berbeda karena duniaku tercipta dari pikiranku sendiri dan yang lain menciptakan dunianya masing-masing. Ketika kita berfikir tentang matematika, saat itu kita telah memasuki dunia matematika, jika kita berfikir tentang filsafat, saat itu kita telah memasuki dunia filsafat. Jadi, dunia itu adalah segala sesuatu yang ada dalam pikiran seseorang, segala pengetahuan, pemahaman dan pengalaman yang ada dalam pikirannya.

    ReplyDelete
  14. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Dunia adalah alam semesta yang diciptakan oleh Allah SWT. Dimana didalam dunia terdapat manusia yang telah Allah ciptkan dengan salah satu tujuan mendorong manusia untuk berpikir dan membantu mereka mengetahui tujuan penciptaan dirinya, serta agar manusia mengagungkan ilmu dan kekuasaan Allah yang tak terbatas. Didalam dunia terdapat ilmu pengetahuan-ilmu pengetahuan yang telah Allah berikan untuk manusia pikirkan. Maka tidak terlepas dari apa yang terjadi dalam diri manusia sendiri itu adalah dunianya yang sudah ada dalam pikirannya.

    ReplyDelete
  15. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Sesungguhnya dunia adalah pikiran kita. Karena di dunia ini kita menjalankan aktifitas sesuai yang ada dalam pikiran kita. Kita menerjemahkan apa yang ada dipikiran kita. Sedangkan yang lebih spiritual adalah hati kita. Untuk sesuatu yang ada dan yang mungkin ada didunia tergantung dengan pikiran. Untuk mencari jati diri didunia, adalah terjemahan dari hati, turun ke fikiran, lalu turun ke perbuatan kita yang terjadi di dunia ini. Jika kita mencari dimanakah dunia itu sesungguhnya, maka jawabannya dipikiran kita. Karena segala sesuatu yang terjadi didunia asalnya dari fikiran kita sendiri. Oleh sebab itu ada pepatah menemukan dunia adalah pikiranku.

    ReplyDelete