Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 19: Menemukan Dunia adalah Pikiranku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Dunia itu tidak lain adalah Pikiranku sendiri.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

55 comments:

  1. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dunia adalah pikiranku. Tiap orang memiliki cara berpikirnya sendiri. Cara tiap orang memandang suatu fenomena berbeda-beda tergantung baimana cara pandang ontologis, epistimologis, dan aksiologis seseorang terhadap fenomone tersebut. Tiap aku adalah diriku sendiri yang ada dan mungkin ada. Cara pikirku menyesuaikan dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  2. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Manusia memiliki potensi yang besar dalam berpikir, apa yang dia lakukan, tuliskan dan ucapkan merupakan realisasi dari berpikirnya manusia. Maka dengan pikiran kita mampu untuk melihat segala sesuatu yang di dunia ini, meskipun kita tidak pernah melihatnya secara inderawi. Misalkan kita memikirkan tentang kota Jogja dari artikel yang kita baca, sehingga secara tidak langsung konsep mengenai kota Jogja telah tergambar dengan jelas dalam pikiran kita meskipun kita belum pernah ke kota Jogja. Jika kita membayangkan dunia ini adalah suatu hal yang positif maka dunia akan memberikan hal yang positif untuk kita.Begitupun sebaliknya jika yang kita bayangkan dunia ini adalah negatif maka yang kita dapatkan sesuatu yang negatif. Jadi sejauhmana keterbatasan dan kemauan kita berpikir, sejauh itu pula ita bisa mengetahui tentang dunia.
    Dan dengan adanya kemampuan berfikir yang Allah anugerahkan kepada manusia sehingga dijadikan sebagai khalifah di muka bumi ini. Maka selayaknya kita senantiasa menjaga kemakmuran dunia ini.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pikiran merupakan bagian dari dunia yang dimiliki. Dunia yang ada adalah berupa bumi beserta seluruh isinya.
    Namun dunia yang dimaksudkan disini adalah dunia manusia sendiri, lingkungan tempat manusia berada, dan tentang apa yang manusia rasakan.
    Lingkungan dalam ruang yang sempit dan dunia dalam ruang lingkup yang luas.
    Sehingga dari hal terkecil dan terdekat yang ada dan yang mungkin ada sampai hal terluas yang mungkin bisa digapai.

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan. Sesungguhnya dunia ini adalah refleksi dari apa yang telah kita lakukan. Segala apa yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan dari-Nya. Jika kebaikan yang kita lakukan, maka jangan khawatir pastilah kita akan mendapatkan kebaikan pula dari-Nya. Namun sesungguhnya kita hanya boleh mengharap balasan pada-Nya, karena sungguh hanya Allah Sang Maha Adil

    ReplyDelete
  5. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Memahami tubuh manusia secagai tubuh objek atau badan dengan memahami persepsi sebagai intensi dari seluruh cara mengada kita didunia ini, tubuh manusia dapat dipahami sebagai tubuh subjek dan bukan badan. Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut pertautan manusia dengan dunia material, melainkan juga dengan orang lain. Descartes menyatakan bahwa orang lain adalah konstitusiku. Sesuatu yang kupikirkan dan dengan cara itu ada dalam kenyataan. Jika orang lain dipahami demikian, bagaimana masih dapat dipertahankan kenyataan bahwa orang lain merupakan aku yang lain, bagaimana mampu berbicara dengan “aku” yang lain dari diriku bila kesadaran dipandang sebagai sesuatu yang memenuhi dirinya sendiri. Teori yang mendasarkan dirinya pada subjek yang mengkonstitusi orang lain tidak dapat menjelaskan adanya masyarakat, yaitu sesuatu yang tidak hanya terdiri 1, 2, atau 3 orang tapu merupakan koeksistensi yang mencakup sejumlah kesadaran yang tidak terbatas.

    ReplyDelete
  6. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dunia adalah pikiranku. Pikirannku yang positif akan membawa pandangan positif terhadap dunia sebaliknya pikiranku yang negatif akan membawa pandangan negatif terhadap dunia. Dunia adalah pikiranku, bagaimana menyikapi pikiranku sendiri membutuhkan pikiran yang jernih dan hati yang ikhlas agar dapat memandang dunia dengan apa adanya sesuai pikiranku.

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Saat kita diberi jiwa dan raga oleh Tuhan, di saat itu pula kita diberi kesempatan untuk menikmati dunia kita. Dunia yang kita bisa rasakan saat pikiran kita mulai bekerja sejak kita diberi kesempatan atas jiwa dan raga ini. Selama pikiran kita bekerja, itulah dunia kita sendiri, kita yang menyusunnya, dan hanya kita yang mengambil keputusan terbesar dalam dunia kita. Namun saat kita sudah berhenti berpikir, maka dunia yang kita miliki pun sudah berakhir, dan kesempatan yang Tuhan telah berikan pun telah berakhir. Jadi saat pikiran kita bekerja itulah dunia.

    ReplyDelete
  8. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Saat seseorang berpikir, dia sedang mendeskripikan dunia tempat dia berada. Kecil besarnya, baik buruknya, semua yang dia pikirkan adalah gambaran dunia tempat dia berada. Misalkan, seorang anak kecil melihat dunia sebatas pelukan ayah dan ibunya. Dia akan berpikir bahwa dunia itu hangat, karena dia menerima cinta yang berlimpah dari orang tuanya. Berbeda lagi dengan anak yang berasal dari keluarga yang rusak, dia mungkin akan berpikir bahwa dunia itu jahat karena perlakuan keluarganya. Seorang pencinta alam melihat dunia sebagai alam yang perlu dilindungi, dan orang dewasa melihat dunia dengan cara yang berbeda. Dengan demikian, dunia itu adalah apa yang ada dalam pikiranmu, kamu berpikir dunia ini jahat, maka yang ada adalah ketakutan dan kewaspadaan, jika berpikir dunia ini baik adanya, maka yang ada adalah kenaifan.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Apa yang kita pikirkan jika diintensifkan dan diekstensifkan akan memunculkan gambaran kita tentang dunia. Sehingga segala sesuatu yang kita pikirkan berhubungan dengan dunia. Kita memikirkan ini dan itu adalah salah satu keharusan kita untuk dapat mengenal dunia. Kita memikirkan segala yang ada dan yang mungkin ada adalah demi keberlansungan hidup kita di dunia. Jadi secara tidak langsung dengan berpikir kita akan ada di dalam dunia pikiran kita sendiri dan bisa lebih mengenal dunia.

    ReplyDelete
  10. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dunia ternyata adalah pikiranku. Dunia ternyata adalah apa yang aku pikirkan. Dunia ini akan menjadi seolah olah gelap padahal terang benderang itu semua karena apa yang aku pikirkan, itu semua tergantung apa yang aku pikirkan. Dunia adalah pikiranku, jika aku berfikiran bahwa dunia ini begitu indah itu juga karena aku berpikir bahwa dunia itu indah. jadi usahakan berpikir yang baik dan yang indah serta positif agar dunia terasa indah dan bermakna.

    ReplyDelete
  11. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Dunia begitu luas. Kita tak dapat menjangkau seluruh bagian dunia secara langsusng. Namun kita dapat menjangkaunya melalui pikiran kita. Ketika kita memikirkan A, maka begitulah A menurut pikiran kita. Ketika kita memikirkan Yogyakarta, maka begitulah yogyakarta menurut pikiran kita. Dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.

    ReplyDelete
  12. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dari elegy sebelumnya mengatakan bahwa jika kau ingin mengetahui dunia maka tengoklah kedalam pikiranmu. Dunia adalah seperti apa yang kupikirkan. Dunia ini begitu luas jika kita memikirkanya secara luas, dunia ini terbatas karena pikiran kita juga terbatas dan jika kita membayangkan dunia ini adalah suatu hal yang positif maka dunia akan memberikan hal yang positif untuk kita. Jika yang kita bayangkan dunia ini adalah negatif maka yang kita dapatkan sesuatu yang negatif. Sehingga duniaku dengan yang lain tentu berbeda karena duniaku tercipta dari pikiranku sendiri dan yang lain menciptakan dunianya masing-masing.

    ReplyDelete
  13. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dunia itu adalah pikiranku. Sehingga dalam menggapai dunia tidak lain dan tidak bukan adalah memahami tentang isi pikiranku. Namun dalam pikiranku terdapat dunia yang begitu luas dan takterkira bagaimana lusanya berkembang atau berekspansi. Sehingga pikiranku juga merupakan memahami pikiranku. Yang dengan setiap waktunya bagaimana pikiranku memahami diriku sendiri. Sehingga begitulah dunia. Dengan berpikir terus menurus akan menggapai luasnya dunia.

    ReplyDelete
  14. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dunia terbentang atas langit dan bumi. Dengan luas yang tak terhingga, ketinggian yang tidak terdefenisi, teramat diluar nalar untuk menghitung volumenya yang didalamnya memuat permukaan tanah yang tidaklah rata, udara yang senantiasa bergerak dari tekanan tinggi ke yang lebih rendah, air yang selalu mengalir dari dataran yang lebih tinggi ke arah lebih rendah daripadanya. Akan tetapi satu yang pasti, sebenar-benarnya mengenai keseluruhan dunia adalah apa yang ada di dalam pikiran kita. Apa yang ada di dalam dunia adalah apa yang ada dalam pikiran kita, sejauh mana kita memandang dunia adalah apa yang menjadi pemikiran yang dihasilkan dari individu yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  15. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Immanuel Kant berpendapat bahwa jika kita ingin melihat dunia, maka tengoklah dalam pikiranmu. Karena dunia itu persis dengan apa yang kita pikirkan. Semakin luas pengetahuan kita maka pikiran kita akan dunia juga semakin luas. Namun, kita tidak boleh melulu memikirkan dunia. pikiran kita akan dunia harus diseimbangkan dengan pikiran kita akan akhirat. Keduanya sama-sama penting untuk dipikirkan. Akhirat adalah tempat kita kelak hidup setelah mati, sedangkan dunia adalah tempat kita menanam benih dengan sebaik-baiknya. Apa yang akan kita tanam di dunia, itulah yang akan kita petik kelak di akhirat. Setiap perbuatan pasti mendapatkan balasan yang setimpal dan seadil-adilnya walau seberat dzarrah pun.

    ReplyDelete
  16. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pikiran adalah gagasan dan proses mental. Berpikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan. Kata yang merujuk pada konsep dan proses yang sama diantaranya kognisi, pemahaman, kesadaran, gagasan, dan imajinasi. Berpikir melibatkan manipulasi otak terhadap informasi, seperti saat kita membentuk konsep, terlibat dalam pemecahan masalah, melakukan penalaran, dan membuat keputusan. Berpikir adalah fungsi kognitif tingkat tinggi dan analisis proses berpikir menjadi bagian dari psikologi kognitif.

    ReplyDelete
  17. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan menguraikan tesis-tesis nya terlebih dahulu. Jika ada yang bertanya apa itu dunia dan dimana letaknya maka tesisnya adalah sebagai berikut: Dunia itu adalah tempat dimana kita tinggal sekarang memiliki wilayah yang sangat luas dan kita tidak mampu mengunjungi semua tempat di dunia ini. Letaknya di alam semesta dalam hal ini adalah planet bumi, salah satu planet yang ada di tata surya. Saya mengetahuinya dari membaca buku dan searching di internet lalu saya mengingatnya dan mampu mengatakan hal seperti itu.
    Lalu saya akan menguraikan anti-tesis dari tesis di atas sebagai berikut: Kita tahu dunia itu luas setelah berselancar di internet, sehingga sekarang dunia terletak di dalam pikiran kita karena kita mampu memikirkan dunia setelah melihat gambar-gambarnya di internet. Kita bisa mengunjungi berbagai wilayah di dunia tanpa harus merpindah tempat, cukup memikirkannya saja sesuai dengan informasi yang kita ketahui. Letaknya di dalam pikiran kita karena kita telah mengekstrak apa yang kita lihat dan dengar tentang dunia ke dalam pikiran. Di dalam pikiran kita bahkan ada matahari, planet-planet, lengkap deh pokonya. Dunia jelas ada di dalam sana. Akhirnya aku menyadari bahwa dunia itu ada di dalam pikiranku sendiri.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  18. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Sebenarnya dunia ini adalah apa yang ada dalam pikiran kita. Kita dapat merasakan keadaan/suasana di gunung tanpa harus repot pergi ke gunung, hanya dengan memikirkan gunung kita dapat merasakan gunung. Namun saya agak mengganjal bahwa apapun yang kita pikirkan itu berdasarkan pengalaman yang telah kita alami, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Misalkan: seseorang tidak akan bisa membayangkan/memikirkan suasana di gunung jika belum pernah merasakan suasana di gunung secara langsung ataupun melihat di TV. Dari pernyataan saya tersebut, saya menganggap bahwa luas sempitnya dunia, baik buruknya dunia, indah rusaknya dunia tergantung pada individu masing-masing.

    ReplyDelete
  19. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Bagi seorang penganut filsafat idealisme, dunia material adalah refleksi dari dunia ide yang abadi. Bagi seorang penganut filsafat materialisme, fikiran adalah refleksi dari dunia material. Ke dua aliran tersebut saling tarik menarik namun tarikannya semakin longgar ketika Kant mencoba untuk mensintesakan ke duanya. Bagi Kant, idealisme benar di satu sisi, begitupun materalisme benar di sisi lain. Apa yang a priori dan apa yang a posteriori adalah konsekuensi dari sintesa itu. Itulah dialektika pemikiran. Lalu, apakah dunia tidak lain adalah pikiranku sendiri? Bisa iya san bisa tidak. Iya ketika kita menyadari bahwa apa yang kita fikirkan adalah apa yang kita refleksikan dalam kehidupan material. Tidak ketika kita tidak menyadari apa yang kita lakukan (gila atau gangguan kejiwaan adalah kegagalan dalam mendefinisikan dunia ini).

    ReplyDelete
  20. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Manusia sebagai salah satu makhlukNya dilahirkan dengan anugerah yang luar biasa, sehingga membedakannya dari hewan makhlukNya yang lain. Manusia dikaruniai akal pikiran, serta hati nurani. Dengan adanya akal tersebut, manusia mampu berpikir tentang berbagai hal. Berdasarkan pikiran itulah yang akan membentuk bagaimana kenyataannya. Misalnya ketika berpikiran tidak baik maka apa yang terjadi atau yang kita dapatkan sesuai dengan apa yang kita pikiran tersebut. Sama halnya ketika seseorang memandang dunia. Jika dalam pikirannya dunia itu kecil maka dunia itu akan tampak kecil, dan sempit pula, yang berakibat pada tindakan kita yang tampak menjadi kecil pula. Begitupun sebaliknya. Luasnya dunia secara nyata dapat kita genggam melalui pikiran kita. Karena, dunia hanya memantulkan ada yang ingin kita lihat, dengar, dan rasakan. Jadi, dunia itu seluas pikiran kita, seperti penilaian-penilaian kita, dan seluas mimpi-mimpi kita.

    ReplyDelete
  21. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY


    Dunia ada di dalam pikiranku. Aku hanya satu titik jika dibandingkan seluruh dunia ini. Tapi pikiranku dapat melingkupi seluruh dunia bahkan luar angkasa bahkan seluruh jagat raya. Pikiranku tidak terbatas, sementara dunia terbatas. Semua yang ada didunia bahkan yang tidak ada di dunia, dapat aku masukkan dalam pikiranku. Aku belum pernah ke Australia, tapi aku tahu bagaimana Sydney, bagaimana Monash University, Bagaimana kanguru, karena aku memikirkannya. Pikiranku dapat terbangun ketika aku dapat mencari apa yang belum atau tidak aku ketahui lewat berbagai literature, internet, media massa, dan lain sebagainya. Aku tidak tahu apa itu ‘hantu’, tetapi aku dapat memvisualisasikannya berdasar pikiranku lewat kerja kerasku mencari informasi tentangnya. Aku belum pernah ke bulan, tetapi aku dapat memikirkan tentang bulan berdasar penelitian para astronot dan angkasawan. Hal ini tentu terkait dengan A priori, yang menjadikan segala sesuatu didunia dapat masuk dalam pikiranku.

    ReplyDelete
  22. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Segala yang ada di dunia ini dapat kita lihat, dengar, sentuh, rasakan. Apa yang bisa aku lihat atau dengar atau sentuh atau rasakan dengan alat indera yang dianugerahkan oleh Tuhan kepadaku untu berinteraksi dengan yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini kemudian dapat aku pikirkan tentang apa yang aku lihat atau dengar atau sentuh atau rasakan. Sampai aku menemukan tentang apa yang aku lihat atau dengar atau sentuh atau rasakan.
    Dunia adalah berhubungan dengan pikiranku. Apa yang aku persepsikan tentang dunia sebenarnya adalah pikiranku. Semua yang mampu aku pikirkan adalah dunia. Berusaha belajar dan mencari ilmu pengetahuan adalah berusaha untuk menggapai luasnya duniaku.

    ReplyDelete
  23. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    seperti yang pernah saya pelajari di kelas, misalnya bahwa 2 itu tidak sama dengan 2 jika kita tuliskan, karena 2 yang ki kiri belum tentu sama dengan 2 yang di kanan, bisa saja salah satunya lebih besar penulisannya. maka sesungguhnya 2 = 2 itu hanya ada di dalam pikiran kita. begitu pula dunia

    ReplyDelete
  24. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Persepsi dunia itu tergantung pikiran kita, bagaimana kita memikirkan dunia. Dunia ini begitu luas jika kita memikirkannya secara luas, namun dunia juda sangat sempit ketika kita memikirkan bahwa dunia ini sempit. Dunia ini terbatas karena pikiran kita juga terbatas, akan tetapi dengan keterbatasan itu kita justru akan menemukan batas-batas dunia. Salah satunya adalah kematian, batas dunia ini adalah kematian, ketika seseorang mati maka dia telah mencapai batas dunianya.

    ReplyDelete
  25. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Menemukan dunia adalah pikiranku". Sejenak saya teringat, apakah ini berkaitan dengan konsep "kekuatan pikir"?. Di mana setiap manusia mampu menciptakan dunianya sendiri. Setiap manusia bisa menyusun dunia yang mereka inginkan. Bahkan seseorang yang menginginkan menjadi burung bisa saja menjadi burung betulan jika dia selalu berfikir bahwa dirinya adalah burung.
    "Menemukan dunia adalah pikiranku". Kita bisa saja meletakkan lautan luas pada pikiran dan imajinasi kita. Kita boleh saja meletakkan kebun bunga matahari 2 km sebelah utara lautan tersebut. Kita juga boleh meletakkan kebun buah strawbery di ujung selatan sana. Kita bisa meletakkan apapun pada dunia pikiran kita. Tapi ingat, kita boleh mengembarakan pikiran kita ke mana saja, asal "hati" senantiasa membimbingnya. Jika hati tidak kau libatkan, maka jangan pernah kau menggunakan pikirmu juga. Semoga kita senantisa dalam lindungan-Nya. Amin

    ReplyDelete
  26. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Setiap orang memiliki dunianya sendiri. Aku dengan duniaku, kamu dengan duniamu. Semua memiliki sama dan bedanya masing-masing. Duniaku adalah pikiranku, karena pikiranku adalah duniaku.

    ReplyDelete
  27. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan akal pikiran. Kita bebas berfikir dengan pikiran masing-masing dengan syarat tidak menyalahi aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Cakupan pemikiran manusia meliputi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, dengan segala macam aspek yang akan membentuk dunianya masing-masing. Dunia adalah seperti apa yang kupikirkan, Sehingga duniaku dengan yang lain tentu berbeda karena duniaku tercipta dari pikiranku sendiri dan yang lain menciptakan dunianya masing-masing. Ketika kita berfikir tentang matematika, saat itu kita telah memasuki dunia matematika, jika kita berfikir tentang filsafat, saat itu kita telah memasuki dunia filsafat. Jadi, dunia itu adalah segala sesuatu yang ada dalam pikiran seseorang, segala pengetahuan, pemahaman dan pengalaman yang ada dalam pikirannya.

    ReplyDelete
  28. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Dunia adalah alam semesta yang diciptakan oleh Allah SWT. Dimana didalam dunia terdapat manusia yang telah Allah ciptkan dengan salah satu tujuan mendorong manusia untuk berpikir dan membantu mereka mengetahui tujuan penciptaan dirinya, serta agar manusia mengagungkan ilmu dan kekuasaan Allah yang tak terbatas. Didalam dunia terdapat ilmu pengetahuan-ilmu pengetahuan yang telah Allah berikan untuk manusia pikirkan. Maka tidak terlepas dari apa yang terjadi dalam diri manusia sendiri itu adalah dunianya yang sudah ada dalam pikirannya.

    ReplyDelete
  29. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Sesungguhnya dunia adalah pikiran kita. Karena di dunia ini kita menjalankan aktifitas sesuai yang ada dalam pikiran kita. Kita menerjemahkan apa yang ada dipikiran kita. Sedangkan yang lebih spiritual adalah hati kita. Untuk sesuatu yang ada dan yang mungkin ada didunia tergantung dengan pikiran. Untuk mencari jati diri didunia, adalah terjemahan dari hati, turun ke fikiran, lalu turun ke perbuatan kita yang terjadi di dunia ini. Jika kita mencari dimanakah dunia itu sesungguhnya, maka jawabannya dipikiran kita. Karena segala sesuatu yang terjadi didunia asalnya dari fikiran kita sendiri. Oleh sebab itu ada pepatah menemukan dunia adalah pikiranku.

    ReplyDelete
  30. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Inti dari berfilsafat adalah mengolah pikiran secara mendalam dan luas. Sejauh ini dalam kami belajar filsafat yang sangat mengena dan berkesan dalam pikiran adalah skeptisisme Rene Descartes, dima dia meragukan segala hal dan hanya satu yang dia yakini bahwa adanya dia (Descartes) yang memikirkan dan meragukan segala hal yang dikenal sebagai cogito ergosum. Kai juga sangat terkesan dengan pemikiran George Berkeley bahwa sesuatu ada bagi seseorang itu apabila seseuatu itu dapat dipersepsikan, dengan kata lain benda itu ada maka benda itu dapat dipersepsikan (esse est percipi). Selain itu pandangan John Locke, bahwa manusia itu mendepatkan pengetahuan dan kedewasaan ketika dia belajar dari pengalaman juga sepertinga mempengaruhi pemikiran kami. Demikian pula pemikiran Immanuel Kant yang dikenal mengenai kritisisme, dimana dia meragukan adanya ilmu pengetahuan yang bersifat aprirori saja, menurutnya ilmu pengetahuan itu harus bersifat analitik sekaligus bersifat sintetik, yang didapatkan melalui sintetik aprirori (sintesis antara apriori dan aposteriori). Maka dengan ini semua kami berpikir bahwa apabila kami menghadapi sesuatu maka yang harus dilakukan adalah meragukan hal tersebut, dan berpikir secara kritis, mempersepsikannya sebisa mungkin lalu melihat sperti apa fenomena yang tampak dan yang bisa dirasakan sehingga kami bisa memiliki pengalaman mengenai hal tersebut, kemudian kami analisis dengan segala pengetahuan yang telah kami miliki untuk menarik suatu kesimpulan mengenai hal tersebut. Demikian lah filsafat yang sejauh ini kami dapatkan dan pahami, yaitu filsafat kami itu ada tidak lain tidak bukan ketika kami berpikir. Sehingga ketika kami berpikir saat itu lah kami berfilsafat. Dan ketika kami menemukan dunia saat itu kami memikirkan dunia, dan ketika kami berpikir itulah kami berfilsafat sehingga dunia ku adalah pikiranku.

    ReplyDelete
  31. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Manusia dianugrahi oleh Allah SWT pemikiran berserta hati yang membedakan dengan makhluNya yang lain. Manusia dapat memikirkan apapun, baik yang bermanfaat bagi dirinya maupun yang dapat merugikan dirinya. Manusia dapat menyeleksi setiap pilihan-pilihan yang dia inginkan. Karena manusia memiliki pikiran. Dengan pikiran manusia dapat melihat dari berbagai sisi suatu hal. Dengan pikiran manusia dapat melihat suatu hal secara luas, Pemikiran manusia sangat kaya, kaya dengan berbagai pengetahuan yang dapat disintesiskan menjadi pengetahuan baru. dan seterusnya. Maka tidaklah salah jika pikiran manusia itu adalah duni. Atau dunia merupakan pikiran tersebut.

    ReplyDelete
  32. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Tesis dari dunia adalah pengetahuan, anti tesis dari dunia bukan pengetahuan. Pengetahuan itu adalah olah pikir seseorang secara sistematis. Berpikir kritis dengan apa yang ada di sekitarnya untuk membuat pengetahuan baru atau hanya sekedar membuktika pengetahuan tersebut. Dengan mempunya ilmu, maka dunia itu seperti hanya di genggaman saja. Karena dunia itu pikiranku sendiri. Apa yang kita pikirkan dan ingin kita kerjakan, maka itulah duniamu sendiri yang telah kamu bentuk dengan daya pikir.

    ReplyDelete
  33. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Sesuai dengan pikiran para filsuf,jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah kedalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan. Sesungguhnya dunia ini adalah refleksi dari apa yang telah kita lakukan. Segala apa yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan dariNya. Kebaikan yang kita lakukan akan membawa kebaikan bagi hidup kita, begitupun sebaliknya, keburukan yang kita lakukan akan berimbas pada kehidupan kita.

    ReplyDelete
  34. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  35. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Filsafat itu berolah pikir tentang objek dari yang ada dan yang mungkin ada. Walaupun yang berada di dalam pikiran kita mencakup yang ada dan yang mungkin ada, tetapi itulah yang ada di dunia. Segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia ini yang ada di dalam pikiran kita, maka itulah yang kita yakini sebagai dunia. Salah satu hal yang mungkin ada di dalam pikiran kita juga sebagai dunia. Misalkan saja kita yakin bahwa negera Jepang itu ada, meskipun kita belum pernah datang langsung ke negera Jepang, tetapi negera Jepang ada dalam pikiran kita. Maka negera Jepang adalah ada di dunia ini. Oleh karena itu, yang tidak bisa kita hadirkan berarti yang di luar pikiran kita, maka untuk mengetahui itu semua harus selalu membaca dan membaca.

    ReplyDelete
  36. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Menurut Imanuel Kant jika engkau ingin melihat dunia tengoklah pada pikiran mu karena dunia itu persis seperti engkau pikirkan. Maka sebenarnya, bagaimana dunia kita tergantung dari pikiran kita sendiri. Ketika pikiran kita luas, penuh dengan hal-hal positf, maka dunia kita akan menjadi luas, dunia akan tersenyum kepada kita. Begitu juga sebaliknya. Jika pikiran kita sempit, penuh dengan hal-hal negative, maka dunia juga akan terasa sempit dan tidak menyenangkan. Maka dunia kita tergantung dari pikiran kita.

    ReplyDelete
  37. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Segala yang ada di dunia ini dapat kita pikirkan, sehingga dunia ini seperti pikiran kita yang senantiasa mempelajari apa yang ada dan yang mungkin ada secara menyeluruh dan mendalam. Ketika kita mampu merefleksikan apa yang kita pelajari, maka dunia itu telah berada di dalam pikiran kita, sehingga kita mampu memahaminya.

    ReplyDelete
  38. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Manusia ada karena manusia itu berpikir. Manusia dimanapun kapanpun otaknya selalu bekerja untuk berpikir. Jadi kalau kita ingin dianggap dan diakui keberadaannya maka berpikirlah. Sebaik-baiknya berpikir adalah berpikir yang memiliki manfaat dan tujuan positif. Pikiran mencerminkan kepribadian. Seluas-luasnya duniamu adalah seluas-luasnya pikiranmu.

    ReplyDelete
  39. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pikiran manusia dianugerahi Allah dengan akal yang membedakannya dengan mahluk Allah lainnya. Kemampuan akal atau pikiran manusia inilah yang membuat manusia mampu memikirkan apapun baik yang telah dilaluinya ataupun yang mungkin untuk dilaluinya. Melalui pikiran manusia inilah maka perkembangan dari sisi apapun dapat dirasakan oleh manusia. Bukankah semua yang ada saat ini melalui pikiran manusia pembuatnya terlebih dahulu lalu baru terealisasi dengan pembangunan. Begitulah dunia, dunia ini ada karena telah terpikirkan terlebih dahulu oleh manusia, perkembangannya dari yang tidak ada menjadi ada juga diakibatkan oleh pikiran manusia berperan penting dalam hal ini.

    ReplyDelete
  40. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Banyak orang mengatakan bahwa pikiran adalah dunia, namun ada yang beranggapan sebaliknya, bahwa dunia adalah pikiran. Maksud dari pikiran adalah dunia adalah manusia beranggapan bahwa dengan berpikir maka ia dapat melakukan apapun di dunia, sementara maksud dari dunia adalah pikiran adalah bahwa manusia baru bisa dapat berpikir setelah melihat realitas yang ada di dunia. Namun penghubung dari kedua pandangan yang berbeda tersebut adalah bahwa kita dapat menemukan dunia di pikiran kita masing-masing.

    ReplyDelete
  41. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Dari elegi sebelumnya mengatakan bahwa jika kau ingin mengetahui dunia maka tengoklah ke dalam pikiranmu. Dunia adalah seperti apa yang kupikirkan, jika kita membayangkan dunia ini adalah suatu hal yang positif maka dunia akan memberikan hal yang positif untuk kita. Jika yang kita bayangkan dunia ini adalah negatif maka yang kita dapatkan sesuatu yang negatif. Dunia akan memberikan sesuatu yang baik jika kita berpikir bahwa dunia kita baik, dunia kita merupakan refleksi dari yang ada di pikiran kita. Sehingga duniaku dengan yang lain tentu berbeda karena duniaku tercipta dari pikiranku sendiri dan yang lain menciptakan dunianya masing-masing.

    ReplyDelete
  42. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dunia begitu luas. Kita tak dapat menjangkau seluruh bagian dunia secara langsusng. Namun kita dapat menjangkaunya melalui pikiran kita. Ketika kita memikirkan A, maka begitulah A menurut pikiran kita. Ketika kita memikirkan Yogyakarta, maka begitulah yogyakarta menurut pikiran kita. Dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.

    ReplyDelete
  43. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dunia adalah pikiranku. Tiap orang memiliki cara berpikirnya sendiri. Cara tiap orang memandang suatu fenomena berbeda-beda tergantung baimana cara pandang ontologis, epistimologis, dan aksiologis seseorang terhadap fenomone tersebut. Tiap aku adalah diriku sendiri yang ada dan mungkin ada. Cara pikirku menyesuaikan dengan ruang dan waktu

    ReplyDelete
  44. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Untuk menemukan dunia maka carilah di dalam pikiranmu. Filsafat adalah olah pikir. Maka berpikir secara ekstensif dan intensif merupakan cara dalam mengolah pikiran itu. Berpikir secara ekstensif (seluas-luasnya) dan intensif (sedalam-dalamnya) akan menentukan duniamu. Karena seberapa luas dan dalamnya pikiran itulah yang menghadirkan bagaimana duniamu. Maka sebenar-benar pikiran adalah berpikir sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  45. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Bagaimana dunia mempengaruhi pikiran kita, dan bagaimana pikiran mempengaruhi dunia yang kita jalani. menciptakan dunia kita sendiri berdasarkan pemikiran, dimana kita dituntut untuk berpikir mengenai apa-apa yang berkaitan dengan dunia kita itu. dalam memandang suatu hal, seseorang dan orang yag lain berbeda-beda, tergantung bagaimana orang tersebut memikirkannya, inilah yang menjadikan dunia setiap orang berbeda-beda. Maka bagaimana duniamu adalah pikirmu dalam memaknai dunia.

    ReplyDelete
  46. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Walaupun tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kerja otak, pikiran manusia lebih dari sekedar kerja organ tubuh yang disebut otak. Kegiatan berpikir juga melibatkan seluruh pribadi manusia dan juga melibatkan perasaan dan kehendak manusia.

    ReplyDelete
  47. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    filsafat merupakan olah pikir, dalam mengolah pikiran manusia itu sangat luas, olah pikir menjadikan manusia tau sesunggguhnya apa itu dunia. dengan olah pikir yang ada dan pengetahuan-pengetahuan yang telah ada dalam pikiran manusia sehingga manusia mengrti bagaimana itu dunia, seperti apa itu dunia. jadi melalui pikiran manusia, manusia dapat menemukan dunia itu.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  48. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dunia adalah genggaman ku, dunia adalah pikiran ku, dunia adalah diriku. Maka jika aku ingin mengetahui dunia, aku bisa melihat bagaimana pikiran ku. Luasnya dunia bisa dilihat bagaimana kita berpikir secara ekstensif dan intensif, keberagaman dunia bisa dilihat dari bagaimana kita memikirkan segala yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa dunia adalah refleksi dari pikiran kita, jika kita berpikir bahwa dunia dapat memberikan banyak hal baik untuk diri kita, maka dunia adalah segala hal yang baik, tetapi jika kita berpikir dunia hanya akan membeikan dampak buruk bagi hidup kita, maka dunia adalah segala hal keburukan. Sehingga, dunia antar manusia yang satu dengan yang lainnya itu berbeda, tergantung bagaimana individu memikirkan akan dunia itu sendiri.

    ReplyDelete
  49. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menurut Immanuel kant sebenar-benarnya dunia adalah apa yang kita pikirkan. Proses berpikir ada yang tanpa didahului dengan mengalami atau mengindra atau bisa disebut bahawa obyek pikir ada di dalam pikiran kita. Proses berpikir juga ada yang dilandaskan oleh pengalaman atau obyek pikir di luar pikiran kita. Keduanya jika dikolaborasikan maka bisa untuk menemukan dunia.

    ReplyDelete
  50. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Jika kita ingin melihat dunia, maka lihatlah dalam pikiran kita. Dunia adalah apa yang kita pikirkan. Dunia dapat menjadi buruk terhadap kita, bila kita memikirkan bahwa dunia itu buruk. Dunia dapat menjadi baik, bila kita memikirkan dunia itu baik.

    ReplyDelete
  51. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dunia itu luas atau sempit, tergantung bagaimana kita memikirkannya. Secara ekstensif dan intensif, kita dapat membentangkan dunia seluas-luasnya dan menyelami dunia sedalam-dalamnya. Dunia akan berlaku sebagaimana kita memandangnya. Jika kita memandang dunia sebagai tempat yang baik, maka hal yang baik akan terlihat. Sebaliknya jika kita kerap memandang dunia dari sisi buruknya saja sehingga mengeluh bahwa dunia membosankan, maka hati dan mata kita akan tertutup untuk melihat keindahan dunia. Pikiran mencerminkan bagaimana sebenarnya kita.

    ReplyDelete
  52. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Suatu yang membedakan manusia dengan makhluk lain cipataan Allah SWT yaitu diberikannya kemampuan untuk berpikir. sehingga Berpikir adalah suatu anugerah istimewa yang diberikan Sang Pencipta yang berupa suatu proses untuk membangun sesuatu yang tidak ada untuk menjadi ada dalam benak atau pikiran. Suatu proses aktif bukan pasif.
    Berpikir pun mengandung banyak makna yaitu berpikir untuk memahami dan membangun pengetahuan. Dunia kita sejatinya adalah tergantung bagaimana pikiran kita melihat dunia itu. Terima Kasih

    ReplyDelete
  53. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dunia akan berubah menjadi seperti apa yang dipikirkan oleh setiap orang. Apabila seseorang memandang bahwa dunia ini sangatlah sulit, maka akan terasa sulitlah setiap perjalannannya. Namun apabila seseorang melihat dunia ini dengan pikiran yang positif maka setiap perjalanannya, sesulit apapun rintangannya, yang dilihat adalah sisi positif dari setiap kejadian. Semudah apapun jalannya, apabila seseorang memiliki pikiran yang buruk, maka segala sesuatunya hanya akan berubah menjadi sesuatu yang terasa sulit. Oleh karena itu dikatakan bahwa dunia adalah apa yang kita pikirkan.

    ReplyDelete
  54. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Pikiran adalah sebuah anugerah dari Tuhan yang tidak diberikan ke makhluk manapun selain manusia. Semua yang ada di dunia ini adalah merupakan produk dari pikiran. Padahal semua yang ada di dunia ini adalah objek dari filsafat. Jangankan semua yang ada, semua yang mungkin ada saja adalah objek filsafat. Maka objek filsafat adalah produk dari pikiran kita. sehingga jangankan menemukan dunia, dunia saja sudah ada dalam pikiran kita. tinggal kita wujudkan atau konkritkan dalam bentuk realita.

    ReplyDelete
  55. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pikiran adalah bayang-bayang/refleksi dari dunia. Jika yang kita pikiran kita jernih maka kehidupan di dunia akan berkah, begitupula sebaliknya maka muncullah ungkapan jika ingin melihat dunia maka tengoklah ke pikiranmu.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete