Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 20: Tak Mampu Mendefinisikan Filsafat




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata pada akhirnya Aku tidak mampu mendefinisikan apa itu Filsafat.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

19 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Sebagaimana yang telah kita pelajari bahwa filsafat itu sangat banyak cakupannya. Filsafat itu meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat itu terbentang dari awal jaman hingga akhir jaman. Filsafat itu adalah diriku. Filsafat itu ruang dan waktu. Begitu banyak definisi tentang filsafat. Sehingga tidak mudah untuk mendefinisikan filsafat secara pasti mengingat sifat ruang dan waktu yang selalu berubah (tidak tetap). Kebijaksanaan seseorang mengolah pikirannya dalam berfilsafat tentu dipengaruhi ruang dan waktu yang terus berubah. Zaman semakin maju, maka semakin kompleks lah berbagai fenomena yang harus dihadapi seseorang. Setiap fenomena dalam tatanan ruang dan waktu memiliki karakteristik yang berbeda sehingga olah pikirpun harus bisa untuk menyesuaikannya.

    ReplyDelete
  2. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kata filsafat berasal dari kata ‘philosophia’ (bahasa Yunani), yang artinya ‘mencintai kebijaksanaan’. Sedangkan dalam nahasa Inggris kata filsafat disebut dengan istilah ‘philosophy’, dan dalam bahasa Arab disebut dengan istilah ‘falsafah’, yang biasa diterjemahkan dengan ‘cinta kearifan’. Istilah philosophia memiliki akar kata philien yang berarti mencintai dan sophos yang berarti bijaksana. Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Sedangkan orang yang berusaha mencari kebijaksanaan atau pencinta pengetahuan disebut dengan filsuf atau filosof.

    ReplyDelete
  3. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sumber dari filsafat adalah manusia, dalam hal ini akal dan kalbu manusia yang sehat dan berusaha keras dengan sunguh-sungguh untuk mencari kebenaran dan akhirnya memperoleh kebenaran. Proses mencari kebenaran itu melalui beberapa tahap. Tahap pertama, manusia berspekulasi dengan pemikirannya tentang semua hal. Kedua, dari berbagai spekulasi disaring menjadi beberapa buah pikiran yang dapat diandalkan. Tahap ketiga, buah pikiran tadi menjadi titik awal dalam mencari kebenaran (penjelajahan pengetahuan yang didasari kebenaran), kemudian berkembang sebagai ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, hukum, politik, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  4. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mensintesisken tesisnya sebagai berikut: Jika ada yang bertanya kepada saya apa definisi filsafat. Maka saya akan menjawab bahwa filsafat itu adalah olah pikir, bahwa filsafat itu adalah pengalaman, bahwa filsafat itu adalah ini adalah itu dan sebagainya dengan mengacu pada pemikiran-pemikiran filsuf yang berderet di sepanjang zaman. karena saya mengatakan bahwa sebenar-benar filsafat adalah pikiran para filsuf.
    Kemudian anti-tesis dari tesis tersebut adalah bahwa setelah saya lelah menyebutkan semua definisi filsafat menurut atau mengacu dari semua pikiran-pikiran para filsuf. Saya menyadari bahwa sebenarnya para filsuf itu juga mengacu pada pemikiran filsuf sebelumnya, lalu filsuf sebelumya itu juga mengacu pada pemikiran filsuf sebelumnya. Hingga pada akhirnya filsuf pertama di dunia pasti tidak mengacu pada pemikiran filsuf manpun dan ini tidak bis disebut berfilsafat karena tidak mengacu pada pemikiran filsuf manapun. Akhirnya aku tak mampu mendefinisikan pa itu filsafat.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  5. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Saya telah menguraikan jawaban tentang ini pada tanya jawab nomor 17 (menemukan filsafat adalah diriku). Saya tidak akan mengatakan "saya tidak akan mampu" karena pernyataan itu mengalahi prinsip dialektika tak pernah berehenti. Namun kita butuh waktu untuk menjawabnya

    ReplyDelete
  6. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Bismillahirrohmanirrohiim..
    Saya akan mencoba untuk mengemukakan tesis dan anti tesis bahwa pada akhirnya aku tidak mampu mendefinisikan apa itu filsafat.
    Tesis : Telah disebutkan bahwa filsafat itu adalah olah pikir. Filsafat merupakan hasil pemikiran para filuf. Jika merupakan hasil olah pikir, maka tentu filsafat diperoleh dari langkah-langkah ilmiah untuk menghasilkannya, karena sebenarnya berfikir itu merupakan kegiatan ilmiah.
    Anti tesis : Filsafat sebenarnya bisa didapat dengan tidak melakukan eksperimen-eksperimen ataupun percobaan-percobaan yang berarti melakukan kegiatan ilmiah atau berfikir. Tetapi dengan mengutarakan masalah, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tersebut. Semua yang ada di sekitar kita dapat dijadikan objek filsafat yakni hal yang ada dan mungkin ada secara spontan.

    ReplyDelete
  7. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Tesis : Filsafat adalah ilmu yang ketika kita mempelajarinya maka akan menimbulkan kebingungan yang artinya kita berfikir.
    Anti tesis : Filsafat adalah ilmu yang ketika kita mendalaminya justru akan memperjelas sesuatu. Misalnya, dahulu saya masih bingung mengenai alasan mengapa objek matematika bersifat abstrak. Ternyata setelah membaca elegi menggapai abstraksi dari blog ini, alasan tersebut menjadi jelas. Objek matematika sebenarnya yang ada di sekitar kita dan bersifat nyata, tetapi semua sifat-sifat dari objek nyata tersebut direduksi, sehingga hanya sifat-sifat tertentu saja yang dibahas di dalam matematika, hal inilah yang membuat matematika menjadi abstrak. Dan masih banyak lagi hal-hal lainnya yang dulu membuat saya bingung, setelah belajar filsafat ini, saya memperoleh kejelasan-kejelasan dari apa yang saya bingungkan walau tidak seberapa. Jadi jelaslah, bahwa sebenarnya saya tidak bisa mendefinisikan filsafat.

    ReplyDelete
  8. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Filsafat, definisi, pengertian, ruang lingkup, dan sebagainya. Hal tersebt dapat kita pelajari melalui referensi tentang filsafat. Namun, dari manakah penjelasan mengenai hal tersebut yang terdapat dalam sumber referensi tersebut? Tidak lain adalah berasal dari pemikiran para filsuf. Dengan kata lain, mempelajari filsuf artinya mempelajari pemikiran para filsuf. Lalu, apa yang dapat kita definisikan dari filsafat? Ilmu tentang olah pikir manusia. Ya, memang benar definisi tersebut, karena berasal dari salah satu pandangan filsuf. Apa yang dapat kita definisikan dari filsafat ternyata dapat beragam jawaban, karena tergantung pada sumber atau rujukan mana yang akan kita gunakan. Oleh karena itu,pada akhirnya aku tidak mampu mendefinisikan apa itu filsafat.

    ReplyDelete
  9. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Beberapa buku atau literatur telah mendefinisikan filsafat secara tersirat. Namun setelah saya baca, ternyata masing-masing definisi memberikan informasi yang tidak sama. Artinya definisi filsafat itu sangat beragam macamnya. Hal ini bisa saja dikarenakan objek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah filsafat, bahkan semua yang belum ada, seperti sesuatu yang baru muncul seribu tahun lagi, juga termasuk dalam kajian filsafat. Kajian filsafat yang begitu luas, membuat saya sulit mendefinisikan apa itu filsafat. Karena ketika kita mendefinisikan filsafat dalam beberapa kalimat atau analogi, berarti kita telah melakukan reduksi dari ketakterhinggaan kajian filsafat.

    ReplyDelete
  10. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Berdasarkan apa yang saya pahami tentang perkuliahan filsafat ilmu dengan Prof.Marsigit bahwa cakupan dalam belajar filsafat adalah tentang yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada dan yang mungkin ada adalah banyak sekali jumlahnya sampai tak terhingga dan aku tak mampu menyebutkannya. Filsafat merupakan ilmu tentang kehidupan ini. Segala sesuatu ilmu dari yang ada dan yang mungkin ada merupakan cabang dari filsafat. Sehingga tak mampu mendefinisikan filsafat. Karena filsafat dapat dipandang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya.

    ReplyDelete
  11. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    karena filsafat merupakan cara kita berolah pikir, maka sesungguhnya kita tidak mampu mendefinisikan filsafat, karena jika kita sebagai tesis, dan kita mendefinisikan filsafat menurut pandangan kita, maka kita tidaka akan mampu mendefinisikan filsafat menurut orang lain sebagai antitesis.

    ReplyDelete
  12. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dengan berfilsafat maka kita berpikir, dalam berfilsafat kita berpikir berdasarkan pikiran para filsuf. Filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada, definisi filsafat menurut filsuf pun berbeda-beda. Sifat utama dari yang ada adalah tetap, dan itu berada di pikiran kita, sedangkan yang mungkin ada sifat utamanya adalah berubah dan hal itu berada di luar pikiran kita. Dan sebenar-benarnya pikiranku tidak akan mampu mendefinisikan filsafat karena filsafat begitu luas dan juga relatif terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  13. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Filsafat adalah olah pikir. Objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Tidak semua "yang ada" mampu kita pikirkan. Maka, tidak semua "yang mungkin ada" juga mampu kita pikirkan. Apa yang kita pikirkan selama ini berada di batas antara yang ada dan yang mungkin ada. Hal ini sebagai salah satu bukti bahwa kita memanglah tidak mampu mendefinisikan filsafat, karena kita pun tidak mampu memikirkan objeknya secara utuh.
    Tidak mampu mendefinisikan filsafat, menurut saya ini juga terjadi pada proses belajar filsafat yang saya alami. Entah mengapa, semakin saya belajar, semakin saya merasa betapa belumlah cukup ilmu yang saya miliki, oleh karenanya betapa sulitnya saya untuk berbicara dan menyampaikan definisi filsafat. Bislmillah, semoga kita senantiasa diberikan kesempatan belajar dan memahai oleh Alloh SWT. Amin

    ReplyDelete
  14. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Banyak filsuf yang telah menggambarkan filsafat sesuai dengan persepsinya masing-masing. Baik itu sebagai fenomena, pemikiran kritis dan juga olah pikir. Ketika saya mendefinisikan filsafat hari ini, tentunya akan berbeda definisinya kelak ketika saya mendapatkan ilmu-ilmu dan pengalaman-pengalaman tambahan dalam pikiran saya. Ditambah lagi dengan keterbatasan pikiran saya untuk memahami bahwa filsafat itu memiliki cakupan yang sangat luas, meliputi semua yang ada dan mungkin ada, serta relatif terhadap ruang dan waktu sehingga sesungguhnya saya tidak mampu mendefinisikan filsafat.

    ReplyDelete
  15. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Aku tidak mampu mendefinisikan apa itu Filsafat. Filsafat adalah diriku sendiri. Namun banyak hal dalam diriku yang bahkan tak bisa ku definisikan. Jika aku tak mampu mendefinisikan diriky yang adalah filsafat, maka benarlah bahwa aku tidak mampu mendefinisikan apa itu Filsafat.

    ReplyDelete
  16. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Tesis : Setiap orang memiliki landasan sendiri tentang filsafat
    Anti Tesis : Filsafar adalah diri kita sendiri
    Sintesis : Maka, akhirnya aku tidak mampu mendefinisikan apa itu filsafat

    Memperoleh kesempatan belajar filsafat dengan Prof. Dr. Marsigit, M.A adalah sebuah keburuntungan yang di usahakan karena tidak seseorang memiliki kesempatan ini dan baru kali ini kami belajar filsafat dan membuat pikiran kacau, kacau tanda akan memperoleh pengatahuan, kacau karena proses berpikir maju. Terima kasih bapak.

    ReplyDelete
  17. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Filsafat mempelajari segala yang ada dan yang mungkin ada secara intensif dan ekstensif terhadap apa yang terjadi didalam dunia. Susah bagi saya untuk mampu mendefinisikan filsafat, dikarenakan cangkupan yang sangat luas dan sangat mendalam ketika dalam mempelajari filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  18. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Ketika ditanya apa itu filsafat? Saya bisa saja menjawab filsafat itu adalah olah fikir, di ruang dan waktu yang lain saya bisa menjawab filsafat itu adalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, di ruang dan waktu yang lain saya bisa menjawab filsafat itu adalah baca, baca, dan baca. Banyak pikiran yang dapat mendefinisikan filsafat itu, semua tergantung ruang dan waktu. Oleh sebab itu, sesungguhnya saya tidak mampu mendefinisikan filsafat . Karena semua itu hanya sebuah oalh fikir.

    ReplyDelete
  19. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    inti dari berfilsafat adalah mengolah pikiran secara mendalam dan luas akan tetapi hal ini bukan merupakan pengertian filsafat secara keseluruhan. Filsafat itu meliputi ada dan yang tidak mungkin ada, bahkan adanya “ketidakberadaan” pun masuk ke dalam ada dan mungkin ada. Pikiran manusia memiliki batas-batas, dan ketika kita mendefinisikan sesuatu semua kata, bahasa, dan pernyataan mungkin tak akan cukup untuk mendefinisiakan sesuatu tersebut. Demikian halnya filsafat, kami hanya mampu memahami filsafat sebagai suatu upaya dan daya untuk menggapai kebijaksanaan dengan cara melatih pikiran secara dalam meluas. Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa filsafat itu berbahaya karena bisa membawa kesesatan. Dan ada pula yang mengatakan bahwa filsafat itu mengiringi perkembangan dunia, dan sistem pemerintahan sesungguhnya produk filsafat. Akan tetapi ada pula yang mengatakan filsafat itu hanya membicarakan hal-hal tidak penting, lebih penting kita mempelajari ilmu pengetahuan sains. Kesemua itu rasanya saling bertentangan, akan tetapi sesungguhnya semua itu termasuk filsafat. Lalu apa itu filsafat? Sesungguhnya kami masih berusaha untuk memahaminya, walaupun kami tak akan pernah bisa memahaminya.

    ReplyDelete