Oct 10, 2012

Elegi Menggapai "Epistemological Foundation of Mathematics"




By Marsigit
Yogyakarta State University

The epistemological foundation of mathematics elicits the status and foundation of mathematical knowledge by examining the basis of mathematical knowledge and the certainty of mathematical judgments. Nikulin D. (2004) enumerates that ancient philosophers perceived that mathematics and its methods could be used to


describe the natural world. Mathematics 1 can give knowledge about things that cannot be otherwise and therefore has nothing to do with the ever fluent physical things, about which there can only be a possibly right opinion. While Ernest P. explains that Absolutist philosophies of mathematics, including Logicism, Formalism, Intuitionism and Platonism perceive that mathematics is a body of absolute and certain knowledge. In contrast 2, conceptual change philosophies assert that mathematics is corrigible, fallible and a changing social product.
Lakatos 3 specifies that despite all the foundational work and development of mathematical logic, the quest for certainty in mathematics leads inevitably to an infinite regress. Contemporary, any mathematical system depends on a set of assumptions and there is no way of escaping them. All we can do 4 is to minimize them and to get a reduced set of axioms and rules of proof. This reduced set cannot be dispensed with; this only can be replaced by assumptions of at least the same strength. Further, Lakatos 5 designates that we cannot establish the certainty of mathematics without assumptions, which therefore is conditional, not absolute certainty. Any attempt to establish the certainty of mathematical knowledge via deductive logic and axiomatic systems fails, except in trivial cases, including Intuitionism, Logicism and Formalism.

References:
Nikulin, D., 2004, “Platonic Mathematics: Matter, Imagination and Geometry-Ontology, Natural Philosophy and Mathematics in Plotinus, Proclus and Descartes”, Retrieved 2004
2Ernest, P, 2004. “Social Constructivism As A Philosophy Of Mathematics:Radical Constructivism Rehabilitated? Retrieved 2004
3 Lakatos in Ernest, P. “Social Constructivism As A Philosophy Of Mathematics:Radical Constructivism Rehabilitated? Retrieved 2004
4 Ibid.
5 Ibid.

35 comments:

  1. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Fondasi epistemologis matematika memunculkan status dan dasar pengetahuan matematika dengan memeriksa dasar pengetahuan matematika dan kepastian penilaian matematis. Matematika dapat memberi pengetahuan tentang hal-hal yang tidak dapat dilakukan sebaliknya dan oleh karena itu tidak ada hubungannya dengan hal-hal fisik yang lancar, yang hanya bisa menjadi pendapat yang benar. Sementara Ernest P. menjelaskan bahwa filsafat Absolutis menganggap bahwa matematika adalah pengetahuan yang mutlak dan pasti.

    ReplyDelete
  2. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Epistimologi matematika berbicara tentang bagaimana kita memperoleh objek matematika. Sehingga kita harus tahu terlebih dahulu apa itu objek matematika. Bapak para filsuf yang memberikan pendapat yang berbeda tentang objek matematika. Seperti Platonisme menyatakan matematika itu objeknya riil, termasuk logika. Formalisme, Intuisiisme dan Platonisme menganggap bahwa matematika adalah pengetahuan mutlak dan pasti.

    ReplyDelete
  3. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dasar epistemologis matematika memunculkan status dan dasar pengetahuan matematika dengan memeriksa dasar pengetahuan matematika dan kepastian penilaian matematika. Sementara Ernest P. menjelaskan bahwa filosofi absolutis matematika, termasuk logicism, Formalisme, Intuitionism dan Platonisme menganggap bahwa matematika adalah sebuah pengetahuan mutlak, pasti tertentu.

    ReplyDelete
  4. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel ini saya memperoleh pemahaman bahwa matematika yang selama ini kita pelajari bisa memberi pengetahuan tentang hal-hal yang tidak mungkin lain dan karena itu tidak ada hubungannya dengan hal-hal fisik yang fasih, yang hanya bisa ada pendapat yang benar. Selain itu artikel ini juga menjelaskan temuan dari lakaots bahwa setiap upaya untuk menetapkan kepastian pengetahuan matematika melalui logika deduktif dan sistem aksiomatis gagal, kecuali dalam kasus sepele, termasuk Intuitionism, Logicism and Formalism.

    ReplyDelete
  5. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut dijelaskan bahwa landasan epistemologis matematika memunculkan status dan dasar pengetahuan matematika dengan memeriksa dasar pengetahuan matematis dan kepastian penilaian matematis. Lakatos menetapkan bahwa terlepas dari semua pekerjaan dan pengembangan logika matematis, pencarian kepastian dalam matematika mengarah pada kemunduran yang tak terbatas. Sedangkan kontemporer, setiap sistem matematika bergantung pada seperangkat asumsi dan tidak ada jalan untuk melepaskannya. Sehingga penting bagi kita untuk mengetahui sisi epistemologis matematika agar dapat mengetahui bagaimana cara mendapatkan matematika itu dan dapat menyusun pembelajaran yang tepat untuk disampaikan kepada siswa.

    ReplyDelete
  6. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Landasan epistemologi ilmu disebut metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan cara yang dilakukan ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar atau prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu.
    Jadi ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah.
    Tidak semua pengetahuan disebut ilmiah, sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu.

    ReplyDelete
  7. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dipaparkan dalam artikel diatas bahwa dasar epistemologis matematika adalah memunculkan status dan dasar pengetahuan matematika dengan memeriksa dasar pengetahuan matematika dan kepastian penilaian matematika. Nikulin D. (2004) menyebutkan bahwa para filsuf kuno mengakui bahwa matematika dan metodenya dapat digunakan untuk menggambarkan alam.
    Lakatos juga menyatakan bahwa selain semua kegiatan dasar dan pengembangan logika matematika, pencarian kepastian dalam matematika mengarah pasti ke sebuah deduksi yang tak terbatas. Sekarang, sistem matematika tergantung pada serangkaian asumsi dan tidak ada cara untuk menghindarinya.

    ReplyDelete
  8. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Landasan epistimologi matematika yaitu bagaimana cara untuk mengetahui kebenaran matematika seperti misalnya sifat alaminya dan macamnya. Jadi, matematika jika ditinjau dari aspek epistemologi, matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif.

    ReplyDelete
  9. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Matematika bisa memberi pengetahuan tentang hal-hal yang tidak mungkin dan karena itu tidak ada hubungannya dengan hal-hal fisik yang fasih, yang hanya terdapat pendapat yang benar. Sementara Ernest P. menjelaskan bahwa filosofi absolutisme matematika, termasuk Logika, Formalisme, Intuisiisme dan Platonisme menganggap bahwa matematika adalah tubuh pengetahuan mutlak dan pasti. Sebaliknya, filosofi perubahan konseptual menegaskan bahwa matematika itu tidak dapat diganggu gugat, mudah berubah dan produk sosial yang berubah. Lakatos menetapkan bahwa terlepas dari semua pekerjaan dan pengembangan logika matematis, pencarian kepastian dalam matematika mengarah pada kemunduran yang tak terbatas. Kontemporer, setiap sistem matematika bergantung pada seperangkat asumsi dan tidak ada jalan untuk melepaskannya. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalkannya dan mengurangi serangkaian aksioma dan aturan pembuktian. Set ini berkurang tidak dapat dibagikan; Setiap upaya untuk menetapkan kepastian pengetahuan matematika melalui logika deduktif dan sistem aksiomatis gagal, kecuali dalam kasus sepele, termasuk Intuitionism, Logicism and Formalism.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Karena hampir setiap teori matematika dapat ditafsirkan dalam teori himpunan, yang terakhir adalah landasan untuk matematika. Apakah teori yang ditetapkan, sebagai lawan dari saingannya, adalah fondasi yang tepat untuk matematika tergantung pada fondasi apa adanya. Salah satu tujuannya adalah filosofis, untuk memberikan dasar metafisik untuk matematika. Lain adalah epistemik, untuk memberikan dasar dari semua pengetahuan matematika. Lain adalah untuk melayani matematika, dengan memberi pinjaman wawasan ke berbagai bidang. Yang lainnya adalah menyediakan arena untuk mengeksplorasi hubungan dan interaksi antara bidang matematika, kekuatan relatif, dan lain-lain. Dengan adanya tujuan yang berbeda, tidak banyak gunanya menentukan satu pondasi untuk semua matematika.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Epistemologi matematika merupakan sekelompok pertanyaan mengenai matematika , termasuk jenis pengetahuan, bagaimana ciri-cirinya, serta lingkupan dan pembagian pengetahuan matematika dan juga persoalan tentang kebenaran matematika. Epistemologi matematika berusaha menjelaskan tentang pengetahuan dalam matematika. Matematika kemudian dipandang sebagai suatu ide yang ada di dalam pikiran kita. Sehingga keberadaan yang sebenarnya dari matematika bersifat lebih abstrak. Menurut Immanuel Kant awal dari pengetahuan matematika adalah kesadaran tentang matematika dimana pengetahuan matematika juga berkaitan dengan akal budi dan pengalaman yang ada di dalam diri.

    ReplyDelete
  12. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kajian epistemologi matematika adalah sekelompok pertanyaan mengenai apakah matematika itu? termasuk jenis pegetahuan apa? Bagaimana ciri-cirinya? Bahkan ruang lingkupdan pembagian pengetahuan dalam matematika. Demikian pula mengenai kebenaran matematika seperti sifat alaminya dan macamnya. Sebenarnya matematika jika ditinjau dari aspke epistemologi, matematika itu mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita melakukan pengukuran secara kuantitatif.

    ReplyDelete
  13. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi Menggapai "Epistemological Foundation of Mathematics". Pondasi dari matematika menurut beberapa ahli. Menurut Nikulin D. ( 2004), matematika dapat memberikan pengetahuan tentang suatu hal yang berlawanan dan karena itu tidak ada hubungannya dengan hal-hal fisik yang jelas, tentang yang ada dan mungkin ada. Menurut Paul Ernest menjelaskan bahwa filosofi absolutis matematika, termasuk logisisme, formalisme, intuitionisme dan platonisme menganggap bahwa matematika adalah tubuh pengetahuan yang absolut dan pasti, dan menganggap konsep matematika itu dapat diperbaiki dan dirubah kekeliruannya.

    ReplyDelete
  14. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Epistemologi matematika merupakan teori pengetahuan yang proses pengkajianya tentang matematika. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang berkaitan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan matematika yan meliputi matematika murni, matematika terapan dan berbagai cabang matematika lainnya, ciri-ciri matematika yang meliputi abstraksi, deduktif, hipotesis, eksak, simbolik, universal, rasional dan lain-lain, penggadaian-penggadaian, dan dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pertanyaan mengenai pengetahuan yang dimiliki.

    ReplyDelete
  15. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Kaum fondasionalis epistemologis berusaha meletakkan dasar pengetahuan matematika dan berusaha menjamin kepastian dan kebenaran matematika. Untuk mengatasi ketidakpastian dari dasar matematika yang telah diletakkan sebelumnya.

    ReplyDelete
  16. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Dari sumber yang saya baca, dalam kajian dasar epistemologi matematika terdapat pandangan tentang epistemologi standart yang meliputi kajian tentang kebenaran, kepastian, universalisme, obyektivitas, rasionalitas, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  17. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Permasalahan dalam epistemologi adalah kepastian dan kebenaran sebuah pengetahuan. Kriteria apa yang dipakai untuk mengukur sebuah pengetahuan disebut benar dan pasti? Dalam epistemologi ada beberapa teori kebenaran tentang pengetahuan yaitu teori koherensi, korespondensi dan pragmatis.

    ReplyDelete
  18. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    “Suatu hal dikatakan benar apabila pernyataan dan kesimpulan yang ditariknya adalah konsisten dengan pernyataan dan kesimpulan terdahulu yang telah dianggap benar.”, itulah teori koherensi Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa koherensi merupakan suatu teori kebenaran pengetahuan yang memiliki kriteria kebenaran suatu hal dikatakan benar apabila sesuai atau konsisten dengan kebenaran terdahulu atau yang telah ada.

    ReplyDelete
  19. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Teori korespondensi adalah teori kebenaran yang membuktikan kebenaran suatu pengetahuan (pernyataan) dengan cara melakukan pengamatan (pengalaman) terhadap suatu objek dalam pengetahuan tersebut sehingga berkorespondensi (berhubungan) dengan pernyataan yang diuji.

    ReplyDelete
  20. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Teori pragmatis adalah teori kebenaran yang memiliki kriteria suatu pengetahuan adalah benar apabila memiliki kegunaan praktis atau manfaat dalam kehidupan. Contohnya yaitu Program Keluarga Berencana (KB). Program ini bermanfaat untuk menekan angka pertumbuhan penduduk yang semakin tidak terkendali. Dengan demikian, program KB dikatakan benar sebab memiliki kegunaan atau manfaat dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  21. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dasar dari epistemologi antara lain formalism, logicims, intuitionism dan platonism yang juga merupakan dari aliran absolutism matematika. Sedangkan epistemologi digunakan untuk pondasi dari matematika. Landasan epistemologis matematika memunculkan status dan dasar pengetahuan matematika dengan memeriksa dasar pengetahuan matematika dan kepastian penilaian matematis. Nikulin D. (2004) menyebutkan bahwa filsuf kuno menganggap bahwa matematika dan metode penggunaannya dapat digunakan untuk menggambarkan alam. Pada matematika, setiap sistem matematika bergantung pada seperangkat asumsi dan dapat dilepaskan. Yang harus dilakukan ialah meminimalkan dan mengurangi serangkaian aksioma dan aturan pembuktian.

    ReplyDelete
  22. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam mempelajari matematika memang harus memiliki dasar. Matematika sudah diajarkan sejak kita SD, SMP, SMA, bahkan di Perguruan Tinggi juga diajarkan. Karena matematika memang yang menjadi dasar semua ilmu. Perhitungan itu penting karena tidak mungkin di dunia ini kehidupan yang dijalani tanpa adanya proses menghitung dalam kehidupan kita sehari hari.

    ReplyDelete
  23. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat dikatakan sebagai ilmu adlaah jika memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam metode ilmiah.
    Epistemologi matematika merupakan sekelompok pertanyaan mengenai apakah matematika itu (pertanyaan yang diperbincangkan oleh para ahli matematika selama lebih daripada 2000 tahun), termasuk jenis pengetahuan apa (pengetahuan empirik ataukah pengetahuan pra-pengalaman), bagaimana ciri-cirinya (deduktif, abstrak, hipotesis, eksak, simbolik, universal, rasional, dan kemungkinan ciri lainnya), serta lingkupan dan pembagian pengetahuan matematika (matematika murni dan matematik terapan serta berbagai cabang matematika yang lain).

    ReplyDelete
  24. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Matematika berperanan dalam menyederhanakan suatu hal yang sulit menjadi lebih mudah dipahami. Landasan epistemologis matematika memunculkan status dan dasar pengetahuan matematika dengan memeriksa dasar pengetahuan matematika dan kepastian penilaian matematika. Status matematika sendiri tentang bagaimana kedudukannya terhadap ilmu-ilmu lain, sedangkan dasarnya mengacu pada hal-hal apa saja yang dipelajari dalam matematika.

    ReplyDelete
  25. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Untuk melanggengkan matematika maka hal pertama yang dibangun adalah dasarnya. Matematika merupakan adanya kesenjangan antara teori dan kenyataan. Kebenaran yang abstrak yang dipandang dari suatu objek belum cukup dikatakan benar seutuhnya.Perlu daanya suatu pembuktian.Pencarian kebenaran mengenai matematika ada kecenderungan mengendor ke belakang.Sala satunya dipengaruhi oleh asumsi umum yang mendominasi suatu keadaan.

    ReplyDelete
  26. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Epistemologi merupakan landasan atau dasar dalam mempelajari matematika.
    Dalam matematika kita juga harus mengetahui konsep konsep dasarnya. Karena, konsep dasar pada matematika akan sangat penting menjadi landasan untuk lanjut ke materi selanjutnya. Karena materi matematika merupakan materi yang kontinu. Maka jika tidak tahu materi dasar yang akan menjadi pendukung, maka materi matematika tersebut tidak akan bisa untuk diulanjutkan. Jadi epistemologi akan menjadi pondasi terpenting dalam pembelajaran matematika

    ReplyDelete
  27. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Epistimologi filsafat matematika diperoleh dari status dan fondasi pengetahuan matematika dengan menguji pengetahuan dasar matematika dan pertimbangan matematika. Nikulin D (2004) juga menyebutkan bahwa filsuf pada zaman dahulu merasa bahwa matematika adalah metode yang bisa digunakan untuk mendeskripsikan dunia alam. Sementara Ernest menjelaskan bahwa filsuf matematika absolute termasuk logisisme, formalism, intuisionisme dan platonisme percaya bahwa matematika adalah tubuh pengetahuan yang absolute.Matematika adalah intuisi dan tidak bisa lepas dari asumsi, pemikiran dan system aksioma. intuisi dalam matematika yang mengarahkan pada jalan yang dibutuhkan untuk mencari dan menghasilkan suatu kebenaran. pemikiran, aksioma adalah teori yang perlu dibuktikan dalam matematika.

    ReplyDelete
  28. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Untuk membuktikan kebenarannya maka matematika memerlukan landasan. Terdapat banyak tokoh yang saling mengungkapkan teorinya tentang landasan dalam matematika. Berdasarkan elegi di atas diungkapkan oleh Nikulin bahwa matematika dapat menggambarkan alam, menurut Ernest matematika adalah mutlak dan pasti, dan adapula yang berpendapat bahwa matematika adalah perubahan. Menurut Lakatos, untuk membuktikan kebenaran dalam matematika adalah dengan infinite regress. Sehingga selalu ada landasan yang mendasarinya.

    ReplyDelete
  29. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Untuk membuktikan kebenarannya maka matematika memerlukan landasan. Terdapat banyak tokoh yang saling mengungkapkan teorinya tentang landasan dalam matematika. Berdasarkan elegi di atas diungkapkan oleh Nikulin bahwa matematika dapat menggambarkan alam, menurut Ernest matematika adalah mutlak dan pasti, dan adapula yang berpendapat bahwa matematika adalah perubahan. Menurut Lakatos, untuk membuktikan kebenaran dalam matematika adalah dengan infinite regress. Sehingga selalu ada landasan yang mendasarinya.

    ReplyDelete
  30. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Landasan pengetahuan tentang matematika tentunya membicarakan tentang dasar pengetahuan matematika itu sendiri. Banyak filsuf telah meletakkan gagasannya tentang landasan epistemologi dari matematika. Beberapa filsuf tentu melahirkan beberapa hingga tak terhingga butir gagasan. Ada yang mengatakan jika secara epistemologi, matematika digunakan untuk menggambarkan alam, ada yang menyampaikan jika matematika berhubungan dengan objek yang mutlak dan pasti, satu di antaranya menyampaikan jika matematika dibuktikan kebenarannta melalui kebenaran infinitife regress, ada yang menyampaiakn jika menilik kebenaran matematika berangkat dari asumsi, dan mungkin lebih banyak gagasan besar lainnya. Maka, refleksinya bagi saya ialah mencoba membaca dan mencari tahu lebih dalam berkenaan dengan gagasa-gagasan tersebut, setelah itu ialah mencari anti tesis anti tesi nya, lalu menyusun sintesis dari tesis tesis dan anti tesis anti tesis tersebut.
    Dari beberapa pendapat filsuf yang ditampilkan pada artikel di atas, saya sangat tertarik dengan pendapat Lakatos bahwa kita tidak bisa menetapkan kebenaran matematika tanpa asumsi. Dari sini maka saya semakin menyadari jika asumsi memanglah sangat penting digunakan dalam melihat suatu fenomena dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  31. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Epistemologi merupakan landasan berpikir filsafat yang sangat penting dalam mengkaji matematika. Banyak orang meyakini bahwa matematika bersifat mutlak sehingga ia digolongkan ke dalam ilmu pasti. Namun, pada dasarnya kebenaran ilmu tetaplah dapat dipertanyakan. Melali epistemologi, ilmu dapat dibuktikan keabsahannya. Namun, epistemologi matematika bergantung pada ruang dan waktu, sehingga berbeda antar manusia.

    ReplyDelete
  32. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Epistemologi merupakan landasan atau dasar dalam mempelajari matematika.
    Dalam matematika kita juga harus mengetahui konsep konsep dasarnya. Karena, konsep dasar pada matematika akan sangat penting menjadi landasan untuk lanjut ke materi selanjutnya. Karena materi matematika merupakan materi yang kontinu. Maka jika tidak tahu materi dasar yang akan menjadi pendukung, maka materi matematika tersebut tidak akan bisa untuk dilanjutkan. Jadi epistemologi akan menjadi pondasi terpenting dalam pembelajaran matematika

    ReplyDelete
  33. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Landasan epistemologis matematika memunculkan status dan dasar pengetahuan matematika dengan memeriksa dasar pengetahuan matematika dan kepastian penilaian matematis. Matematika dapat memberi pengetahuan tentang hal-hal yang tidak dapat dilakukan sebaliknya dan oleh karena itu tidak ada hubungannya dengan hal-hal fisik yang lancar, yang hanya bisa menjadi pendapat yang benar. Sementara Ernest P. menjelaskan bahwa filsafat Absolutis menganggap bahwa matematika adalah pengetahuan yang mutlak dan pasti.

    ReplyDelete
  34. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Epistimology berarti ilmu pengetahuan, dapat juga diartikan kebenaran atau kepastian dari ilmu pengetahuan. kemudian untuk mengukur bagaimana kebenaran/kepastian dari suatu ilmu pengetahuan menggunakan prinsip koherensi, korespondensi dan pragmatis. Karena epistimologi membahas tentang kebenaran dari ilmu pengetahuan, maka yang dibahas disini meliputi hakikat, sumber, ciri-ciri, batas dari ilmu pengetahuan itu sendiri

    ReplyDelete
  35. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Epistemologi matematika berusaha mendeskripsikan tentang pengetahuan dalam matematika. Matematika kemudian dipandang sebagai suatu ide yang ada di dalam pikiran sehingga eksistensi yang sebenarnya dari objek-objek dalam matematika bersifat lebih abstrak. Awal dari pengetahuan matematika adalah kesadaran tentang matematika dimana pengetahuan matematika juga berkaitan dengan akal budi dan pengalaman hidup (Immanuel Kant).

    ReplyDelete