Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Menyatukan Lima Gunung (Kedua)




Oleh Marsigit

Nahayu:
Wahai Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, terimaksih engkau telah memenuhi undanganku. Aku juga tidak hanya mengundang dirimu semua, tetapi aku juga mengundang banyak kerabat yang lain.



Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Aku mendengar ada panggilan kepadaku tetapi aku tidak melihat bentuk dan rupanya. Siapakah engkau itu?

Ramasita:
Ohh...rupanya engkau semua belum melihat bisa melihat Nahayu. Bolehkah aku bantu agar engkau bisa melihat Nahayu. Tetapi ada syarat-syaratnya engkau bisa melihat Nahayu.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Apa syaratnya. Karena ini telah menjadi tantanganku, maka seberat apapun syaratnya aku ingin bisa melihat Nahayu.

Ramasita:
Syaratnya adalah engkau harus terbebas dari rasa memiliki dan rasa sombong. Jika hal ini engkau paksakan maka engkau akan tergelincir dan terperosok masuk kedalam jurang yang dalam di samping gunung itu. Apakah engkau sanggup melakukannya.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Kalau rasa sombong aku berusaha mengatasinya dengan cara mohon ampun, tetapi rasa memiliki itu agak sulit. Karena hingga saat ini aku merasa memiliki banyak hal. Aku memiliki kegiatan, aku memiliki warga, aku memiliki fasilitas, aku memiliki kuasa dst. Bagaimana aku bisa menjalankan tugas-tugasku jika aku tidak boleh mempunyai rasa memiliki.

Ramasita:
Demikianlah ketetapannya. Tinggal engkau sanggup atau tidak.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Aku sanggup, tetapi bagaimana kalau sebentar saja syarat-syarat itu aku jalani.

Ramasita:
Walaupun engkau hanya melihat sekejap perihal gunung itu, tetapi dampaknya luar biasa, dan akan mempengaruhi jalan hidupmu. Maka sifat tidak memiliki dan tidak sombong itu harus menjadi tujuan dan jiwa hidupmu.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Baik kami sanggup

Ramasita:
Maafkan Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, perkenankanlah aku membuka kacamatamu satu persatu. Sekarang bagaimana keadaannya?

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Ya Tuhan mohon ampunlah diri kami. Setelah Ramasita melepas kacamata kami, maka kami melihat Nahayu sebagai sebuah gunung. Terlihat olehku gunung itu menghampar begitu luasnya, tetapi semuanya tampak kami rendah darinya. Kalihatannya dirinya berada di puncak gunung . Kamanapun dia melangkah maka semua ngarai dan satwa di dalamnya selalu mengikutinya. Bahkan kamipun yang lain pun menyesuaikan dengan gerak langkahnya. Kami juga perlu memberi jalan, ada yang berjalan beriringan, dst. Wah kami menjadi agak bimbang. Padahal di daerah kami, maka kami merupakan gunung-gunung yang paling tinggi tiada bandingannya.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Wahai Ramasita apakah makna dari semua ini?

Nahayu:
Itulah suratan takdir wahai Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala. Katahuilah, bahwa sebenar-benar dirimu adalah gunung paling tinggi di daerahmu masing-masing. Maka tidaklah mudah engkau melihat Nahayu, karena hal yang demikian sama artinya engkau berusaha mengakui kedudukannya. Maka hanya dengan jalan tidak merasa memiliki dan tidak sombong serta berpikir kritis itulah engkau mampu menghargai dirinya.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Ya Tuhan ampunilah diriku yang bebal ini. Dikarenakan pertolongan Ramasitalah aku engkau buka hijabku sehingga aku engkau perkenankan bisa melihat diriku sendiri dan melihat Nahayu. Wahai Ramasita, ada peristiwa aneh yang aku alami setelah aku mampu melihat bahwa di sini aku tidak lebih tinggi dari Nahayu. Sedang peristiwa aneh itu adalah aku melihat seakan Nahayu selalu mengajakku bicara dengan kami. Kemudian dia memberi undangan kepada kami. Apa maknanya ini?

Ramasita:
Wahai sang Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, Tuhan telah bermurah hati kepada dirimu semua maupun kepada Nahayu. Itu terbukti bahwa sudah dekat saatnya engkau diijinkan bersatu. Ini adalah peristiwa besar yang akan membawa dampak besar bagi kehidupan di sekitar gunung-gunung itu.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Maaf Nahayu, kami agak risau dengan tema acaramu yang tertera dalam undanganmu itu. kami risau itu dikarenakan niatmu untuk menyatukan lima gunung, padahal ketahuilah bahwa diantara kita secara hakiki itu tidak dapat disatukan.

Nahayu:
Maaf sebelumnya jikalau engkau semua merasa tersinggung dengan tema tersebut. Kami tidaklah mempunyai niat sama sekali untuk menhyatukan lima gunung dengan pengertian yang engkau definisikan itu. Kami hanya ingin menjalin silaturakhim dan berkomunikasi satu dengan yang lain. Setidaknya kami mempunyai sifat yang sama yaitu sama-sama gunung. Nah, dari persamaan sifat itulah saya menginginkan komunikasi untuk mencari kesamaan-kesamaan yang lainnya untuk memecahkan persoalan-persoalan kita bersama. Singkat kata menyamakan persepsi begitulah.

49 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Gunung Nahayu adalah cerminan diri manusia. Terkadang kita tidak mampu mengenal siapa diri kita karena kesombongan kita. Janganlah merasa diri kita yang paling hebat, merasa diri kita yang paling sempurna. Hilangkan rasa sombong dalam diri kita, hilangkan rasa keinginan untuk memiliki yang lebih dari kemampuan kita. Dengan begitu kita akan mengenal siapa diri kita. Oleh karena itu, mari kita perbanyak silaturrahkim menjalin hubungan yang baik dengan keluarga, teman, tetangga, guru, dosen, dan kepada siapapun itu. Karena dengan silaturrakhim semua masalah kecil ataupun besar akan dapat terselesaikan dengan musyawaran mencari jalan keluar..

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Seperti ibarat kata “di atas langit masih ada langit” yang berarti bahwa kita ini bukan siapa-siapa karena masih ada yang lebih hebat dari kita. Kita juga tidak akan menjadi apa-apa tanpa bantuan orang-orang yang ada di sekitar kita. Jangan sekali-kali kita meremehkan orang lain. Mungkin orang itu di luarnya kelihatan bukan siapa-siapa namun siapa yang menyangkan bahwa ia berlipat-lipat lebih hebat di atas kamu. Ada pepatah “Don’t judge the book from the cover” maka hal ini pantas untuk menjadi wejangan bagi kita agar kita tidak semena-mena memandang orang lain. Hargailah orang lain sebagaimana kamu ingin dihargai oleh orang lain.

    ReplyDelete
  3. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tentang Ramasita, Nahayu, Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala di atas tidak kalah menarik dengan elegi kutarunggu sang Rakata menyatukan lima gunung yang pertama. Keduanya sama-sama menceritakan tentang kemampuan bercermin (menilai). Elegi pertama bercermin terhadap dirinya, sedangkan elegi yang kedua bercermin melihat orang lain. Elegi yang kedua ini menceritakan tentang Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala yang sejatinya tak mampu betapa hebatnya Nahayu karena mereka hanya memandang rendah orang lain. Sama halnya dengan kehidupan saat ini, tak jarang seseorang yang memiliki kekuasaan, kekuatan, kekayaan, kepandaian, dan segala kelebihan yang lain akan menganggap remeh orang lain. Mereka tak mampu sisi kelebihan orang lain, hanya menggali kekurangannya saja. Hal tersebut termasuk contoh perilaku yang merugi.

    ReplyDelete
  4. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap insan pasti diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan akan sama-sama menjadi jurang penjerumus apabila insan tersebut tidak mampu memposisikannya dengan tepat. Kelebihan yang dimiliki jangan menjadi ladang kesombongan, sedangkan kekurangan jangan dijadikan sebagai jalan keterpurukan. Semoga kita senantiasa mampu mengemban amanah terhadap kelebihan dan bersyukur atas kekurangan. Aamiin.

    ReplyDelete
  5. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang sempurna, yang masing-masing telah diberikan bakat dan potensi untuk ahli dibidang sesuatu tergantung apakah manusia itu mengasah bakatnya tersebut atau tidak. Dan semua manusia di dunia ini tidak ada yang sama, masing-masing diberikan kelebihan dan kekurangan dengan tujuan manusia itu bisa bekerja sama untuk memakmurkan dunia ini. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, pasti akan membutuhkan orang lain, maka dengan demikian manusia wajib saling menghormati dan jangan saling merendahkan.

    ReplyDelete
  6. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Kita sebagai makhluk ciptaan Allah diberikan sebuah kelebihan dan kekurangannya masing-masing salah satunya sebagai cara kita untuk bisa saling melengkapi satu sama lain (saling membutuhkan). Untuk itu, kita tidak perlu menyombongkan kelebihan kita karena di dalam kelebihan itu pasti juga ada kekurangan. Saya implikasikan pada saat berdiskusi antar teman, kita seharusnya menghilangkan kesombongan kita. Kita tidak akan dapat menemukan kesimpulan hasil diskusi apabila masing-masing dari kita saling mempertahankan egonya yang antara satu orang dengan orang lainnya bertentangan, tidak saling melengkapi seperti yang saya katakan di atas. Oleh karena itu kita seharusnya dapat saling melengkapi satu sama lain pada setiap orang agar dalam menjalani hidup akan selalu dihadiri kedamaian dan kebarokahan.

    ReplyDelete
  7. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kita haruslah bersikap rendah diri dan berlapang dada dalam menerima semua yang ada. Terlebih dengan lima penguasa yang berbeda – beda, baik itu dari segi pemikiran, kepentingan, dan cara memecahkan suatu permasalahan. Oleh karena itu dengan duduk bersama, saling berkomunikasi apa yang ingin dicapai untuk kepentingan warga ramai, menyamakan persepsi, visi dan misi dengan amalan tambahan memperpanjang tali silaturahim diantara sesama.

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Menghargai diri sendiri dapat dilakukan dengan tidak sombong serta tidak merasa memiliki.. Begitu juga dengan menghargai orang lain. Untuk itu guru hendaknya tidak merasa sombong karena ilmu yang dimilikinya. Guru juga tidak boleh merasa berkuasa atas siswa-siswanya. Guru harus menjalin komunikasi yang baik dengan siswa, menjadi fasilitator untuk siswa, bukan memaksakan siswa untuk mendapat pengetahuan.

    ReplyDelete
  9. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Manusia adlah makhluk yang sempurna dari makluk lain yang diciptakan oleh Allah SWT. Manusia memiliki kelebihan dan kekurangnnya. Manusia yang baik adalah manusia yang rendah diri atas kelebihannya dan tidak terpuruk pada kekurangannya. Semoga kita termasuk dalam manusia yang bersyukur atas kelebihan dan kekurangan yang kita miliki.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Bersyukur adalah cara kita berterimakasih kepada Allah SWT. apapun yang diberikan oleh Allah haruslah kita mensyukurinya, entah itu bentuk kelebihan dari diri kita maupun kekurngan yang kita miliki. Setiap manusia diciptakan dengan masing-masing kekurangan dan kelebihan. Kelebihan yang kita miliki tidaklah lantas membuat kita menyombongkan diri. Apabila kita diselimuti rasa sombong maka kita tidak akan dapat melihat kekurangan dari diri kita. Sedangkan kekurangan yang ada dalam diri kita haruslah kita ketahuia agar kita dapat mengintrospeksi diri kita dan memperbaiki kekurangan yang ada.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Setelah membaca elegi bagian kedua ini, saya menjadi semakin dapat memahami makna nahayu lebih dalam lagi. Nahayu bukan sekedar mengenali diri sendiri untuk dapat dikembangkan secara optimal, namun juga secara lebih luas, Nahayu adalah berserah diri kepada Allah. Setelah apa yang kita miliki, kita sadar bahwa itu semua bukanlah sepenuhnya millik kita, ini semua adalah milik Allah, bahkan diri ini sepenuhnya milik Allah. Bukan hal yang mudah untuk bertawakal setelah kita berdoa dan berikhtiar sejauh ini sampai mencapai puncah tertinggi.

    ReplyDelete
  12. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Tetapi sebenarnya betawakal ataur berserah diri adalah puncah dari setiap usaha dan doa kita mencapai puncak. Setelah berserah diri, kita menyadari siapa kita, maka kita pun akan mudah menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu yang sedang dipahami. Karena ketrampilan itulah maka kita juga akan lebih mudah berkomunikasi dengan sesama dan saling bekerjasama.

    ReplyDelete
  13. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. salah satu cobaan yang paling berat bagi manusia ialah cobaan kekuasaan. Terkadang di suatau daerah, seorang telah menjadi yang paling pintar sehingga ia menutup mata pada dunia luar dan memandang rendang orang lain di daerahnya. Ketika ia keluar dari zna nyaman itu baru ia menyadari bahwa ilmu yang dimilikinya masih sangat rendah. Maka jangan pernah merasa sombong, sesungguhnya diatas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  14. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Persepsi satu orang dengan yang lainnya tidaklah sama. Terkadang persepsi yang berbeda sudah dapat terlihat ketika orang-orang memiliki nilai dan keyakinan yang bertentangan sehingga dapat terjadi ketidaksepakatan. Penyebabnya diantaranya dari latar belakang dan budaya yang mempengaruhi bagaimana seseorang memandang situasi dan berpendapat terhadap suatu masalah. Oleh karena itu, perlunya menyamakan persepsi adalah sebagai langkah untuk memperoleh kesepakatan dengan tujuan memecahkan permasalahan yang sama secara bersama-sama.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Semakin tinggi ilmu, semakin banyak hal-hal buruk yang datang untuk membuatmu goyah, sombong, dan merasa paling pintar. Semakin sombong maka semakin jauh kita dari diri kita sendiri, bahkan kita tidak akan mengenali diri kita sendiri. Jangan sampai kita tidak mau mengenal orang lain karena menganggap mereka lebih rendah dari kita. Agar kita tidak terjebak dalam kesombongan, dalam melakukan segala sesuatu kita harus ikhlas dalam melakukannya, tujuannya hanya untuk mengharap ridho-Nya.

    ReplyDelete
  16. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sama halnya dengan elegi menyatukan lima gunung yang pertama, dalam elegi yang kedua ini, mengisyaratkan bahwa manusia haruslah meninggalkan sifat sombong dan rasa memiliki untuk dapat memahami hakikat dirinya, dengan begitu manusia dapat melihat dan menerima bahwa masih ada kedudukan yang lebih tinggi dari dirinya. Oleh karenanya, manusia juga senantiasa lebih terbuka dengan menghargai kedudukan lain yang lebih tinggi darinya serta tidak menutup diri terhadap berbagai pendapat-pendapat maupun persepsi-persepsi lain. Jangan hanya fokus terhadap perbedaan-perbedaan yang ada, tetapi berikan juga perhatian yang lebih untuk melihat dan mencari kesamaan-kesamaan yang ada, dicari suatu jalan tengah yaitu dengan menyamakan persepsi-persepsi, sehingga rasa persatuan dan komunikasi dapat terjalin dengan baik.

    ReplyDelete
  17. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia pada dasarnya tidak dapat menghindari sifat sombong, manusia hanya bisa mengatasi bagaimana jika kesombongan tersebut muncul di dalam dirinya.
    Sehingga sudah pasti sifat sombong menghampiri setiap manusia, akan tetapi manusia hanya bisa mengatasinya.
    Dari cerita “Kutarunggu Sang Rakata Menyatukan Lima Gunung (Kedua)” ini tersirat bahwa tiap manusia diciptakan berbeda dengan segala kemampuan yang dimilki, kelebihan dan kekurangannya ditiap manusia adalah sesutau hal yang telah diporsikan oleh sang Pencipta dengan sangat indah.

    ReplyDelete
  18. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sifat yang harus kita lepaskan diri kita yaitu rasa memiliki dan sombong. Untuk dapat melihat orang lain maka kita harus jauhkan kedua sifat itu pada diri kita. Seperti yang dilakukan kelima gunung tersebut. Rasa sombonga dan rasa memiliki akan menjatuhkan orang tersebut dalam jurang yang sangat dalam. Karena tidak akan pernah bisa melihat kelebihan dan kebaikan orang lain. Namun, ketika kita mampu menjauhkan sifat itu, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik yang mampu menerima orang lain dan kebaikan orang lain. Hal ini tidak mudah dilakukan harus memiliki niat yang ikhlas dan keikhlasan hati.

    ReplyDelete
  19. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Niat yang baik dengan tekat yang keras dan usaha kita akan mampu mencapai tujuan yang kita inginkan. Kebaikan hati dan pikiran akan menjauhkan kita pada hal buruk dan mendekatkan pada yang baik. Kemudian bersatu akan lebih baik daripada sendiri. Seperti yang dilakukan kelima gunung ini. Karena ada perumpaman ketika suatu pekerjaan dilakukan secara bersama akan menghasilkan yang lebih baik dan lebih cepat. Perumpamannya adalah tentang seikat sapu lidi. Ketika satu lidi kita gunakan untuk menyapu halaman, kita akan merasa sangat sulit melakukannya. Sedangkan apabila kita satukan lidi-lidi itu dalam satu ikatan maka akan dengan mudah dan cepat membuat halaman kita menjadi bersih.

    ReplyDelete
  20. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Rendah diri dan berlapang dada adalah cara utama dalam mensyukuri nikmat yang ada. Musyawarah untuk mencapai mufakat adalah cara terbaik untuk menyatukan berbagai pendapat, pandangan, pemikiran, kesepakatan dalam memecahkan suatu pemasalahan. Semua butuh pikiran yang jernih karena semua keputusan yang diambil akan berakibat untuk semua orang yang tida sedikit. Maka berhati – hatilah dalam mengambil kebijakan.

    ReplyDelete
  21. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa cara engatasi rasa sombong yaitu dengan mohon ampun. Dengan begitu akan mengurangi rasa bersalah terhadap dengan orang lain. Tidak hanya mohon ampun tetapi juga memperbaiki hidup kearah yang lebih baik lagi. Jika ada yang tersinggung dengan apa yang ita buat, maka komunikasi adalah salah satu hal yang penting untuk dilakukan. Komunikasi dengan meminta maaf dan berusaha untuk rendah hati dapat membantu untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat.

    ReplyDelete
  22. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai mahluk sosial kita sangat membutuhkan peran dari dalam dan luar lingkungan. Kritik bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang tidak mengenakkan, apalagi bagi orang yang sensitif. Sehingga, janganlah jadikan diri kita sebagai pribadi yang menutup diri. Sebab hal ini dapat mengakibatkan diri kita sulit untuk berkembang. Oleh karena itu, selama masukan yang diberi merupakan hal yang positif dan membangun, kita harus bisa menerimanya. Karena melalui kritik atau saran, kita memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang dari saran orang lain tersebut. Selain itu, kita hendaknya berusaha untuk mengambil sudut pandang yang sama dengan si pemberi kritik. Jika berhasil, maka kita akan benar-benar memahami alasan inti si pemberi kritik dalam melontarkan kritik tersebut dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    ReplyDelete
  23. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Manusia telah dibekali oleh akal dan nafsu yang memungkinkan kita dapat menjadi khalifah yang baik di muka bumi. Namun demikian, kita harus selalu bersifat dan bersikap amanah serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas kita sebagai pemimpin di dunia baik itu sebagai pemimpin dalam struktur suatu organisasi ataupun instansi serta sebagai pemimpin dalam artian tujuan penciptaan manusia di muka bumi, karena kita semua yakin dan percaya bahwa kelak kemudian kita akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah dilakukan di muka bumi ini. Apakah amanah yang telah diberikan kepada kita sebagai pemimpin kita pergunakan dengan baik untuk kepentingan masyarakat atau sebaliknya kita pergunakan semena-mena yang menyusahkan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus saling mengingatkan dalam kebajikan supaya kita bisa menjadi khalifah yang amanah.

    ReplyDelete
  24. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menyambung pembicaraan sebelumnya bahwa ketika usaha yang kita lakukan dirasa sudah berhasil maka janganlah bersikap sombong. Karena usaha yang kita lakukan dapat kita lakukan karena adanya kekuatan dari Tuhan. Oleh karena itu kita tetaplah rendah hati dan menjadi pribadi yang selalu bersyukur atas segala hikmat yang Tuhan berikan.

    ReplyDelete
  25. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berlanjut ke artikel ini, maka kita sudah tahu bahwa mendapat sebuah ilmu itu harus ada usaha.gunung-gunung ini kita ibaratkan adlaah pikiran, hati, potensi, keterampilan, dan pengalaman. Diaman kelima gunung ini harus kita miliki. Dengan begitu kita mampu menghadapi sutau perkembangan zaman. Dengan adnaya kelima gunung kita harus menyatukan kelimanya itu. Mulai dari pikiran, hati, potensi, keterampilan, dan pengalaman.

    ReplyDelete
  26. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi tersebut menceritakan tentang kesombongan. Sifat yang kerapkali menghampiri hati kita. Kita merasa orang terhebat jika dibandingkan dengan orang lain, sehingga dengan tak sengaja kita merendahkan orang lain. Padahal kita tak tahu, boleh jadi orang yang kita rendahkan justru derajatnya lebih tinggi di hadapan Allah SWT. Kita pun sebagai hamba-Nya tak mempunyai wewenang untuk berlaku sombong, karena kita sendiri paham bahwa semua yang melekat pada diri kita hanyalah titipan dari Allah SWT yang kapan saja bisa Allah ambil. Lalu untuk apa kita berlaku sombong? Apa yang pantas disombongkan? Maka mohon ampun lah kita bisa jadi masih ada kesombongan yang bersemayan dalam hati kita dan berdoa agar dijauhkan dari sifat syaitan tersebut.

    ReplyDelete
  27. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam cerita ini disebutkan bahwasannya tidak ada manusia yang terlahir sempurna, tidak ada manusia yang terlahir hanya dengan kekurangan tanpa kelebihan dan begitupun sebaliknya.
    Manusia dibekali dengan akal pikiran, dan kemampuan berpikir manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda.
    Sehingga manusia memiliki keunikan tersendiri bagi dirinya yang membedakan dengan manusia lainnya.

    ReplyDelete
  28. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Setiap manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan, kelebihan yang kita miliki tidaklah lantas membuat kita menyombongkan diri apabila kita diselimuti rasa sombong maka kita tidak akan dapat melihat kekurangan dari diri kita. Sedangkan kekurangan yang ada dalam diri kita haruslah kita ketahuia agar kita dapat mengintrospeksi diri kita dan memperbaiki kekurangan yang ada agar mampu melihat siapa diri kita sebenarnya, bagaimana sebenarnya diri kita maka kita harus terbebas dari rasa memiliki dan rasa saombong. sendiri.

    ReplyDelete
  29. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Seorang penguasa atau pemimpin harusnya menyingkirkan segala keangkuhannya, kesombongannya, yang harus dimiliki seorang pemimpin ialah ia mampu untuk berpikir kritis maka ia tidak akan melihat seberapa besar tahtanya tetapi ia akan mampu menghargai orang lain maupun menghargai dirinya sendiri. Baik ia penguasa atau bukan harusnya tetap dapat menjaga silaturahmi dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya dengan tujuan agar jika ada permasalahan dapat diselesaikan secara bersama-sama. Pekerjaan yang terasa berat ketika dikerjakan bersama-sama akan terasa ringan dan cepat selesai.

    ReplyDelete
  30. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi lanjutan yang sebelumnya, bahwa manusia tidaklah mempunyai rasa memiliki dan menyombongkan diri, karna semua yang ngkau punya hanyalah milik Tuhan. Di elegi ini, untuk menjalin silaturrahim haruslah ada rasa menghargai karena dengan menghargai dapat memberikan efek yang besar. Dan dengan adanya silaturahim maka akan bertambah pula yang ikatan yang engkau punya.

    ReplyDelete
  31. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca ‘Kutarunggu Sang Rakata Menyatukan Lima Gunung (Kedua)’ di atas saya belajar bahwa kita harus menjadikan sifat tidak memiliki dan tidak sombong sebagai tujuan dan jiwa hidup. Kita dapat menghargai orang lain dan diri kita sendiri dengan sikap tidak merasa memiliki, tidak sombong dan berpikir kritis.

    ReplyDelete
  32. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam dunia pendidikan, seorang guru perlu menyamakan persepsi dengan peserta didik sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik dalam proses pembelajaran. Komunikasi dalam pembelajaran itu penting, sehingga masalah-masalah matematika dapat terpecahkan secara bersama-sama.

    ReplyDelete
  33. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Sesungguhnya manusia itu diciptakan berbeda dengan manusia yang lainnya. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu, kita tidak perlu menyombongkan kelebihan kita karena di dalam kelebihan itu pasti juga ada kekurangan.
    Namun dalam perbedaan itu manusia dapat dipersatukan untuk dapat bekerja bersama mencapai tujuan yang diinginkan. Walaupun sesungguhnya masing-masing individu tidak dapat dipersatukan namun dengan komunikasi dan silaturahmi dapat menyamakan pandangan sehingga mampu mencapai tujuan yang diinginkan.

    ReplyDelete
  34. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dari elegi ini bahwa kita harus menghargai orang lain tanpa memandang status jabatan atau yang lainnya. Kita tidak boleh memandang remeh orang lain, karena belum tentu diri kita lebih mulia dari yang kita remehkan. Dan yang terpenting jangan sombong lagi takabur, karena kesombongan itu dapat memakan amal kita layaknya seperti api melahap habis kayu bakar. Untuk itu tetap istiqomah dalam iman dan takwa agar selalu dalam lindungan-Nya.

    ReplyDelete
  35. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Agar kita mampu melihat kelemahan yang ada dalam diri kita, maka kita harus menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Agar kita mampu melakukan introspeksi terhadap diri kita sendiri, maka kita juga perlu menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Dalam bergaul dengan orang lain pun kita juga harus menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu, kita tidak perlu menyombongkan kelebihan kita karena di dalam kelebihan itu pasti juga ada kekurangan.

    ReplyDelete
  36. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam bermusyawarah untuk menyelesaikan suatu masalah, kita juga harus menghilangkan kesombongan kita. Kita tidak akan dapat menemukan penyelesaian masalah apabila masing-masing orang/anggota musyawarah saling mempertahankan egonya yang antara satu orang dengan orang lainnya bertentangan. Untuk itu, agar permasalahan bersama dapat terselesaikan, maka setiap anggota perlu menyamakan persepsi mereka. Selain itu, mereka juga harus menghilangkan keegoisan dan kesombongan dalam diri mereka.

    ReplyDelete
  37. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Setiap orang memiliki kepribadian serta jatidiri yang berbeda-beda, hal ini tidak mungkin untuk dijadikan satu atau disamakan untuk masing-masing orang. Sehingga kita sebagai manusia haruslah menghargai perbedaan yang ada selama ini. Bentuk penghargaan banyak sekali bentuknya, dan setiap orang punya cara berbeda dalam melakukannnya. Setiap kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing orang pun tidak pantas menjadi bahan ejekan, karena hal itu merupakan salah satu anugerah yang diberikan Tuhan.

    ReplyDelete
  38. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Potensi itu pasti dimiliki oleh setiap orang, dan potensi orang itu berbeda satu dengan yang lainnya. Ketika kita unggul dalam satu hal, maka belum kita tentu unggul dalam hal lain, yang notabene orang lainlah yang lebih unggul. Ketika kita pandai matematika, teman lain pandai olahraga. Yakinlah bahwa di atas langit masih ada langit. Artinya bahwa setiap keunggulan yang kita miliki pasti ada orang lain yang lebih unggul dari kita, karena memang sifat keterbatasan yang dimiliki oleh manusia. Yang Maha Sempurna dan Maha Unggul hanyalah Tuhan YME.

    ReplyDelete
  39. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca elegi atas, dapat saya ambil hikmah bahwa untuk dapat melihat kelebihan orang lain, kita harus menghilangkan sikap sombong dan rasa memiliki. Dalam elegi diatas diceritakan bahwa Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala tidak dapat melihat Nahayu. Namun ketika mereka menghilangkan rasa sombong dan rasa memilikinya maka mereka dapat melihat bahwa Nahayu yang merupakan gunung paling tinggi di sana.

    ReplyDelete
  40. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Peran ilmu dalam kehidupan ialah membantu manusia melakukan sesuatu dengan mudah dan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Hidup berilmu itu penting agar tidak tersesat dan terasa berat, sebab dengan berilmu kita akan terbantu dalam menjalankan aktivitas kehidupan. Orang yang berilmu diibaratkan seperti pohon padi, semakin berisi, semakin merunduk. Namun dengan ilmu yang kita miliki, kita tidak boleh sombong akan hal tersebut. Hal yang harus kita lakukan ialah menyadari bahwa ilmu yang kita dapatkan adalah sedikit dari ilmu yang telah diberikan Allah SWT. Maka dari itu, sebaiknya kita menggunakan ilmu yang kita punya untuk melakukan hal-hal baik, agar Allah selalu melimpahkan hal baik pula kepada kita.

    ReplyDelete
  41. Sifat kesombongan kadang menghampiri hati kita. Kita merasa orang terhebat jika dibandingkan dengan orang lain, sehingga dengan tak sengaja kita merendahkan orang lain. Merasa hebat atau bangga dengan harta kita, pekerjaan kita, gelar kita, rupa kita. Padahal kita tak tahu, boleh jadi orang yang kita rendahkan justru derajatnya lebih tinggi di hadapan Allah SWT. Kita sendiri harusnya paham bahwa semua yang melekat pada diri kita hanyalah titipan dari Allah SWT yang kapan saja bisa Allah ambil. Jauhi sifat sombong dengan cara banyak bersyukur dengan apa yang ada pada diri kita dan seringlah memohon ampun karena kadang terbersit kesombongan dihati dan pikiran kita.

    ReplyDelete
  42. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Ketika kita berbicara tentang menyatukan, hal itu bukan berarti menjadi satu secara lahiriah atau secara fisik. Bahkan suami dan istri pun tidak bisa bersatu, mereka hanyalah bersama-sama menjalani hidup karena memiliki tujuan yang sama. di dalam sebuah negara juga demikian. Negara terdiri dari berbagai komponen dengan tugasnya masing-masing. Janganlah berlaku sombong atau berendah diri, karena Allah menempatkan segala sesuatu sesuai dengan proporsinya masing-masing. Nha, agar negara menjadi maju, maka semuanya harus bersatu, yakni satu tujuan satu persepsi. Meskipun berada pada jalannya masing-masing, tetapi menuju kepada satu tujuan.

    ReplyDelete
  43. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk menyelesaikan suatu masalah belum tentu bisa diselesaikan secara sendiri. Tetapi kadang juga membutuhkan bantuan orang lain. Namun sebelumya kita harus terbuka satu dengan yang lainnya untuk menyamakan presepsi yang dimiliki. Cara yang dilakukan adalah dengan memulai menilai diri sendiri sehingga mampu mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri, kemudian mampu menghargai kelebihan dan kekurangan orang lain. Sehingga tujuanyang dimiliki bersama dapat dicapai dengan mudah.

    ReplyDelete
  44. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Intropeksi diri dan menghilangkan sifat sombong pada diri sendiri adalah cara untuk mengetahui kelemahan yang ada pada diri kita. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga untuk menyamakan persepsi dibutuhkan musyawarah untuk menyamakannya dan harus menghilangkan keegoisan dan kesombongan tiap individu.

    ReplyDelete
  45. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Saat mencari ilmu seseorang tidak boleh sombong. Manusia diberikan kelebihan masing-masing oleh Sang Pencipta. Hal ini membuat manusia merupakan gunung di tempatnya masing-masing. Namun, untuk dapat menemukan Nahayu, Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala harus membuka kacamata mereka. Mereka harus menjadi rendah hati dan menghilangkan rasa memiliki. Kebenarannya adalah semua kelebihan dan semua hal yang dimiliki manusia hanyalah titipan dari Sang Pencipta. Semua hal yang dipercayakan pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawabannya oleh yang mempercayakan. Jika manusia punya rasa memiliki, dia tidak akan menemukan potensi lebih lagi karena merasa puas dan mungkin akhirnya tidak memelihara apa yang telah dipercayakan tapi malah merusakkannya.

    ReplyDelete
  46. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Bacaaan ini mengingatkan saya mengenai keanekaragaman di Indonesia. Indonesia menganut idealism pancasila. Memiliki 5 aturan dasar dalam hidup. Selain itu, Indonesia pun memiliki 5 agama besar, Muslim, Hindu, Budha, Kristen (Protestan dan Katolik) juga Kongfuchu.tidak hanya itu saja, Indonesia yang merupakan Negara kepualauan ini memilki banyak suku dan bahasa daerah masing-masing. Beberapa bulan ini Indonesia diterpa isu-isu mengenai sara yang mengancam persatuan dan kesatuan Negara ini. Saya teringat kembali apa yang dikatakan bapak di awal perkuliahan, “baca elegy yang ada, hal itu dapat membantu membangun toleransi yang ada antar umat beragama”. Itulah yang saya temukan. Menyatukan lima gunung memang tidak gampang, diperlukan adanya kesadaran dari diri masing-masing orang untuk dapat membuka kacamatanya dan melihat dengan jelas, dengan mata telanjang, karena mungkin kacamata yang kita pakai tertutup kabut. Keberagaman itu indah, dalam keberagaman selalu ada kesamaan, dan itulah yang membuat manusia dapat berkomunikasi satu dengan yang lain. Sesuai dengan apa yang dikatakan Nahayu “kami hanya ingin menjalin silaturakhim dan berkomunikasi satu dengan yang lain. Setidaknya kami mempunyai sifat yang sama yaitu sama-sama gunung. Nah, dari persamaan itulah saya menginginkan komunikasi untuk mencari kesamaan-kesamaan yang lainnya untuk memecahkan persoalan-persoalan kita bersama. Singkat kata menyatukan persepsi”. Bahkan dalam satu keluarga kita memilki banyak perbedaan, namun bisa tetap akur. Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu. Semoga semua warga Indonesia dapat menikmati perbedaan dan tetap bersatu. Terima kasih bapak untuk bahan refleksinya.

    ReplyDelete
  47. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allâh senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allâh akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allâh (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman akan turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allâh menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya.”

    ReplyDelete
  48. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  49. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Setelah Ramasitamembantu mambuka hijab Rakata sehingga Rakatadiperkenankan bisa melihat dirinya sendiri dan melihat Nahayu. Kini giliran Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala yang dibantu Ramasita untuk melihat dirinya masing-masing dan melihat Nahayu. Jika orang-orang telah hilang daripadanya sifat sombong dan rasa memiliki maka mudah untuknya bersatu dengan orang lain yang serupa dengannya (hilang rasa sifat sombong dan rasa memiliki). Dengan begitu orang-orang tersebut bisa saling berkomunikasi untuk mencari kesamaan-kesamaan yang lainnya untuk memecahkan persoalan-persoalan mereka bersama.

    ReplyDelete