Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Menyatukan Lima Gunung (Kedua)




Oleh Marsigit

Nahayu:
Wahai Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, terimaksih engkau telah memenuhi undanganku. Aku juga tidak hanya mengundang dirimu semua, tetapi aku juga mengundang banyak kerabat yang lain.



Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Aku mendengar ada panggilan kepadaku tetapi aku tidak melihat bentuk dan rupanya. Siapakah engkau itu?

Ramasita:
Ohh...rupanya engkau semua belum melihat bisa melihat Nahayu. Bolehkah aku bantu agar engkau bisa melihat Nahayu. Tetapi ada syarat-syaratnya engkau bisa melihat Nahayu.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Apa syaratnya. Karena ini telah menjadi tantanganku, maka seberat apapun syaratnya aku ingin bisa melihat Nahayu.

Ramasita:
Syaratnya adalah engkau harus terbebas dari rasa memiliki dan rasa sombong. Jika hal ini engkau paksakan maka engkau akan tergelincir dan terperosok masuk kedalam jurang yang dalam di samping gunung itu. Apakah engkau sanggup melakukannya.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Kalau rasa sombong aku berusaha mengatasinya dengan cara mohon ampun, tetapi rasa memiliki itu agak sulit. Karena hingga saat ini aku merasa memiliki banyak hal. Aku memiliki kegiatan, aku memiliki warga, aku memiliki fasilitas, aku memiliki kuasa dst. Bagaimana aku bisa menjalankan tugas-tugasku jika aku tidak boleh mempunyai rasa memiliki.

Ramasita:
Demikianlah ketetapannya. Tinggal engkau sanggup atau tidak.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Aku sanggup, tetapi bagaimana kalau sebentar saja syarat-syarat itu aku jalani.

Ramasita:
Walaupun engkau hanya melihat sekejap perihal gunung itu, tetapi dampaknya luar biasa, dan akan mempengaruhi jalan hidupmu. Maka sifat tidak memiliki dan tidak sombong itu harus menjadi tujuan dan jiwa hidupmu.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Baik kami sanggup

Ramasita:
Maafkan Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, perkenankanlah aku membuka kacamatamu satu persatu. Sekarang bagaimana keadaannya?

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Ya Tuhan mohon ampunlah diri kami. Setelah Ramasita melepas kacamata kami, maka kami melihat Nahayu sebagai sebuah gunung. Terlihat olehku gunung itu menghampar begitu luasnya, tetapi semuanya tampak kami rendah darinya. Kalihatannya dirinya berada di puncak gunung . Kamanapun dia melangkah maka semua ngarai dan satwa di dalamnya selalu mengikutinya. Bahkan kamipun yang lain pun menyesuaikan dengan gerak langkahnya. Kami juga perlu memberi jalan, ada yang berjalan beriringan, dst. Wah kami menjadi agak bimbang. Padahal di daerah kami, maka kami merupakan gunung-gunung yang paling tinggi tiada bandingannya.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Wahai Ramasita apakah makna dari semua ini?

Nahayu:
Itulah suratan takdir wahai Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala. Katahuilah, bahwa sebenar-benar dirimu adalah gunung paling tinggi di daerahmu masing-masing. Maka tidaklah mudah engkau melihat Nahayu, karena hal yang demikian sama artinya engkau berusaha mengakui kedudukannya. Maka hanya dengan jalan tidak merasa memiliki dan tidak sombong serta berpikir kritis itulah engkau mampu menghargai dirinya.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Ya Tuhan ampunilah diriku yang bebal ini. Dikarenakan pertolongan Ramasitalah aku engkau buka hijabku sehingga aku engkau perkenankan bisa melihat diriku sendiri dan melihat Nahayu. Wahai Ramasita, ada peristiwa aneh yang aku alami setelah aku mampu melihat bahwa di sini aku tidak lebih tinggi dari Nahayu. Sedang peristiwa aneh itu adalah aku melihat seakan Nahayu selalu mengajakku bicara dengan kami. Kemudian dia memberi undangan kepada kami. Apa maknanya ini?

Ramasita:
Wahai sang Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, Tuhan telah bermurah hati kepada dirimu semua maupun kepada Nahayu. Itu terbukti bahwa sudah dekat saatnya engkau diijinkan bersatu. Ini adalah peristiwa besar yang akan membawa dampak besar bagi kehidupan di sekitar gunung-gunung itu.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Maaf Nahayu, kami agak risau dengan tema acaramu yang tertera dalam undanganmu itu. kami risau itu dikarenakan niatmu untuk menyatukan lima gunung, padahal ketahuilah bahwa diantara kita secara hakiki itu tidak dapat disatukan.

Nahayu:
Maaf sebelumnya jikalau engkau semua merasa tersinggung dengan tema tersebut. Kami tidaklah mempunyai niat sama sekali untuk menhyatukan lima gunung dengan pengertian yang engkau definisikan itu. Kami hanya ingin menjalin silaturakhim dan berkomunikasi satu dengan yang lain. Setidaknya kami mempunyai sifat yang sama yaitu sama-sama gunung. Nah, dari persamaan sifat itulah saya menginginkan komunikasi untuk mencari kesamaan-kesamaan yang lainnya untuk memecahkan persoalan-persoalan kita bersama. Singkat kata menyamakan persepsi begitulah.

27 comments:

  1. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Berdasarkan elegi ini, saya dapat menarik sebuah pelajaran bahwa pada dasarnya sifat manusia di dunia ini adalah unik dengan karakter dan cara pandang yang berbeda-beda. Untuk itu dalam menghadapi suatu masalah dalam kehidupan dibutuhkan komunikasi yang baik untuk menyamakan persepsi. Dalam berkomunikasi tentu juga harus saling menghargai pendapat dan menjunjung toleransi, sehingga komunikasi terjalin baik dan nantinya ditemukan titik temu dari sebuah berbedaan. Selain itu yang tidak kalah penting adalah kita harus menjauhkan sikap sombong, karena kesombongan akan menutup hati dan logika kita sehingga merasa selalu benar dan apa yang kita miliki adalah yang terbaik. Hal seperti ini tentu akan sangat berbahaya., maka sebisa mungkin harus dijauhkan. Bagaimana caranya? Yakni dengan banyak berdoa dan memohon ampun, serta memohon petunjuk. Dengan demikian, setiap permasalahan akan dapat diselesaikan bersama dengan lebih mudah dan baik

    ReplyDelete
  2. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Setiap manusia memiliki pandangan dan sifat yang berbeda-beda. Semakin tinggi ilmu yang dimiliki, maka kesombongan pula yang akan menghantui. Maka dari elegi ini lah kita disadarkan untuk saling menghormati dan menghargai pendapat satu dengan yang lain. Bukan tujuan untuk saling merendahkan, tetapi saling mengakui bahwa pendapat yang lain itu pun juga benar. Semakin tingginya gunung, maka banyak sekali yang ingin menggapainya. Perlu adanya perjuangan bersama dengan kerjasama yang terbuka diantara beberapa gunung untuk bertujuan untuk mencapai gunung yang lebih tinggi. Maka, setiap dasar pemikiran orang harus memiliki landasan spiritual yang nantinya akan lebih mudah dalam menyatukan atau menyamakan persepsi akan suatu hal.

    ReplyDelete
  3. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas pelajaran yang dapat kita ambil adalah agar kita mampu melihat kelemahan yang ada dalam diri kita, maka kita harus menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Agar kita mampu melakukan introspeksi terhadap diri kita sendiri, maka kita juga perlu menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Dalam bergaul dengan orang lain pun kita juga harus menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu, kita tidak perlu menyombongkan kelebihan kita karena di dalam kelebihan itu pasti juga ada kekurangan.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Setiap manusia pasti memiliki perbedaan dengan yang lainnya, apalagi dalam hal pemikiran. Setiap orang pastilah memiliki pendapatnya masing-masing. Tetapi kita tidak boleh sombong dan merasa pendapat kitalah yang terbaik, apalagi memandang rendah yang lain hingga muncul perselisihan. Karena itulah dibutuhkan adanya musyawarah dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Manusia perlu untuk saling bersilaturahim dan berkomunikasi dengan yang lainnya. Dengan silaturahim dan komunikasi, kita dapat bersama-sama menyamakan persepsi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bersama-sama.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Untuk dapat menyamakan persepsi antara satu orang dengan yang lainnya tidaklah mudah karena setiap orang mempunyai prinsip hidup masing-masing. Namun meskipun begitu kita masih bisa menghargai pandangan atau ide orang lain karena belum tentu apa yang menjadi prinsip hidup kita sepenuhnya benar. Bisa jadi kita belum mengetahui secara menyeluruh bahwa pandangan atau ide orang lain itu lebih baik daripada pandangan atau ide kita.

    ReplyDelete
  6. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Setiap individu adalah unik, mereka memiliki cara pandang atau perspektif tersendiri dalam memandang sesuatu. Selain itu, diri dari individu adalah potensi, dan potensi tersebut bersifat unik, ada yang unggul jika disandingkan dengan yang lainnya, ada pula yang kurang. Namun, semua perbedaan cara pandang dan keunggulan adalah bukti bahwa kesombongan adalah arogansi terhadap cara pandang dan potensi. Maka dari itu rendah hati, tekun, dan ulet dalam menggapai sesuatu merupakan kunci utama yang harus dipegang.

    ReplyDelete
  7. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Menyatukan sesuatu hal dengan yang lainnya bukanlah hal yang mudah, namun tidak berarti tidak mungkin, asalkan landasannya sama. Kesulitan menyatukan itu berasal dari adanya rasa kesombongan dan rasa memilki yang lebih dari seseorang dari orang yang lain, sehingga sulit untuk menyatukannya. Namun lebih dari itu semua, marilah kita memohon ampun atas segala kesombongan dan kesalahan yang telah kita lakukan, karena hekekatnya manusia adalah tempat kesalahan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  8. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Menghargai orang lain merupakan salah satu upaya membina keserasian dan kerukunan hidup antar manusia agar terwujud suatu kehidupan masyarakat yang saling menghormati dan menghargai sesuai dengan harkat dan derajat seseorang sebagai manusia, meskipun setiap manusia memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. Dengan adanya perbedaan kita belajar bagaimana cara untuk menghargai pendapat orang lain yang berbeda-beda. Sehingga dapat menyatukan perbedaan tersebut menjadi satu kesatuan sudut pandang yang sama. Menyamakan sebuah persepsi bisa dilakukan dengan sebuah komunikasi.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menghargai diri sendiri dapat dilakukan dengan tidak sombong serta tidak merasa memiliki.. Begitu juga dengan menghargai orang lain. Untuk itu guru hendaknya tidak merasa sombong karena ilmu yang dimilikinya. Guru juga tidak boleh merasa berkuasa atas siswa-siswanya. Guru harus menjalin komunikasi yang baik dengan siswa, menjadi fasilitator untuk siswa, bukan memaksakan siswa untuk mendapat pengetahuan.

    ReplyDelete
  10. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Hidup bersosialisasi menjadikan kita untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Berkomunikasi adalah cara yang tepat untuk menyatukan berbagai macam persepsi, menyadari diri masih memiliki kelemahan membuat kita tidak akan memaksakan suatu pendapat kita terhadap orang lain, karena menyadari bahwa orang lain mungkin saja memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Saling mawas diri penting dalam komunikasi ini agar setiap orang tidaklah menyombongkan kemampuan yang dimiliki tetapi saling melengkapi untuk kepentingan bersama.

    ReplyDelete
  11. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Ilmu. Untuk mendapatkan ilmu bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan usaha yang sungguh-sungguh untuk mendapatkan. Dalam mendapatkan ilmu banyak hal yang harus dilakukan, yaitu: terus-menerus belajar tanpa henti, dalam proses belajar tersebut haruslah dilakukan dengan keikhlasan, haruslah dilakukan dengan rendah hati, haruslah dilakukan dengan tanpa kesombongan sedikitpun, karena dengan adanya kesombongan walaupun itu hanya sedikit saja maka ilmu-ilmu yang sudah didapatkan sebelumnya seperti terbakar/ilmu-ilmu yang sudah didapatkan sebelumnya akan hilang sia-sia. Setelah mendapatkan ilmu tersebut, pekerjaan belumlah selesai, ilmu perlu ditertahankan ( dengan memanfaatkannya untuk kebaikan), selain itu ilmu juga harus terus ditambah/dikembangkan (agar tidak terjebak dalam satu titik saja dengan kesombongan).

    ReplyDelete
  12. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. salah satu cobaan yang paling berat bagi manusia ialah cobaan kekuasaan. Terkadang di suatau daerah, seorang telah menjadi yang paling pintar sehingga ia menutup mata pada dunia luar dan memandang rendang orang lain di daerahnya. Ketika ia keluar dari zna nyaman itu baru ia menyadari bahwa ilmu yang dimilikinya masih sangat rendah. Maka jangan pernah merasa sombong, sesungguhnya diatas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  13. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Jabatan, kekuasaan hanya sementara…tak pantaslah itu kita jadikan sebagai alasan menjadi sombong dan berkuasa kepada bawahan, kepada teman, pembantu, atau orang lain, apalagi kita baru mengenalnya. Mengapa manusia tidak boleh sombong? Sebab manusia adalah makhluk yang lemah, maka pantaskah makhluk yang lemah itu bermegah-megahan dan sombong di hadapan penguasa langit dan bumi? Namun fenomena dan realita yang ada masih banyak manusia itu yang lupa hakikat dan jati dirinya, sehingga membuat dia sombong dan angkuh untuk menerima kebenaran, merendahkan orang lain, serta memandang dirinya sempurna segala-galanya.

    ReplyDelete
  14. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dari cerita ini bisa saya tangkap bahwa setiap individu itu unix dan beragam. Tidaklah meungkin bisa menyatukan mereka menjadi sesuatu yang sama persis dengan memaksakan sebuah definisi. Begitu pula dalam kehidupan dan pembelajaran bahwaasanya setiap orang harus memahami konsep perbedaan dan keunikan ini sagar bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Jika manusia sudah paham tentang konsep ini maka kerukunan dan kedamaian bisa terjaga demi mencapai tujuan bersama.

    ReplyDelete
  15. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terlalu berbangga diri kadang membuat kita abai pada orang lain dan lingkungan sekitar. Sehingga ketika kita melihat orang lain yang pencapaiannya lebih besar dari kita, kita merasa tidak percaya, kita merasa takjub dan enggan mengakui bahwa orang lain memilki pencapaian yang lebih dari kita. itulah cara kerja dari sifat sombong. Ia membuat kita merasa paling tinggi, dan ketika kita menyadari bahwa kita bukanlah yang paling tinggi, kita akan menolak kebenaran itu.

    ReplyDelete
  16. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas saya mengambil beberapa hikmah yang indah sekali untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, berkaitan dengan agar kita terbebas dari rasa sombong dalam hal apapun itu. dalam mencari ilmu misalnya, maka kita harus menurunkan ego kita dan jangan sombong dalam menerima ilmu. Selanjtnya, Apabila telah terjadi kesombogan dalam diri maka yang dilakukan yaitu dengan memohon ampun sebanyak-banyaknya pada Allah. Dan yang tarakhir yaitu pentingnya menjalankan tali silaturahim sebagai bentuk kita berkomunikasi dengan orang lain dan menghormati orang tersebut.

    ReplyDelete
  17. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Semakin tinggi pohon maka semakin kencang pula angin yang menghempasnya. Ujian terberat bagi orang yang berkuasa adalah sifat sombong. Akibatnya ia merasa dirinya bisa melakukan apapun dan bersikap sewenang-wenang. Padahal kekuasaan hanyalah salah satu episode dalam hidup kita. Kebetulan saja kita sedang berada dia atas angin sehingga semua nampak kecil. Mengingat roda kehidupan yang selalu berputar, tidak selayaknya kita menyombongkan diri atas kekuasaan yang sementara ini.

    ReplyDelete
  18. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Apabila kita melihat peta, atau bahkan melihat suatu miniatur bumi, kita akan mengetahui betapa kecilnya kita di dunia ini. Kita hanyalah makhluk kecil yang tiada artinya di bumi ini. Kesombongan dan rasa memiliki sesuatu akan menghalangi kita untuk dapat bersilaturrahmi. Derajat manusia di mata Allah adalah sama, yang membedakan adalah amal perbuatannya.

    ReplyDelete
  19. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Jika kita ingin dihargai maka hargailah orang lain terlebih dahulu. Jika kita menilai orang buruk, nasihatilah diri kita sendiri terlebih dahulu. Kita tidak boleh bersifat determinis dengan memikirkan yang bukan-bukan terhadap orang lain sementara diri kita sendiri tidak lebih baik dari itu. Kesombongan yang senantiasa dimulai oleh setan kemudian dibesar-besarkan oleh ego kita sendiri akan menjerumskan kita ke dalam mitos. Kesombongan akan membuat kehebatan kita meluap-lupak ke udara sehingga kita tidak bisa melihat kelemahan kita sendiri. Itu akan menjadi boomerang bagi kita di kemudian hari.

    ReplyDelete
  20. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Manusia diciptakan berbeda-beda. Bahkan saudara kembarpun pasti memiliki perbedaan, misalnya perbedaan watak atau karakter. Begitu banyak faktor pembeda antara manusia satu dengan manusia lainnya, agama, budaya, sosial, ekonomi, idealisme, dll. Perbedaan itu tidak harusnya menjadi pemecah belah, namun menjadi sarana agar manusia saling berkomunikasi dan memahami.

    ReplyDelete

  21. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi bagian kedua ini, saya menjadi semakin dapat memahami makna nahayu lebih dalam lagi. Nahayu bukan sekedar mengenali diri sendiri untuk dapat dikembangkan secara optimal, namun juga secara lebih luas, Nahayu adalah berserah diri kepada Allah. Setelah apa yang kita miliki, kita sadar bahwa itu semua bukanlah sepenuhnya millik kita, ini semua adalah milik Allah, bahkan diri ini sepenuhnya milik Allah. Bukan hal yang mudah untuk bertawakal setelah kita berdoa dan berikhtiar sejauh ini sampai mencapai puncah tertinggi. Tetapi sebenarnya betawakal ataur berserah diri adalah puncah dari setiap usaha dan doa kita mencapai puncak. Setelah berserah diri, kita menyadari siapa kita, maka kita pun akan mudah menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu yang sedang dipahami. Karena ketrampilan itulah maka kita juga akan lebih mudah berkomunikasi dengan sesama dan saling bekerjasama.

    ReplyDelete
  22. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Sungguh kesombongan adalah penyakit yang amat berbahaya. Dengan kesombongan, diri menjadi sulit untuk mendapat hikmah atau pelajaran dari sesuatu. Jika kesombongan telah hinggap, akan sulit bagi hal-hal baik untuk memasuki diri. Kesombongan juga akan membutakan kita pada kesalahan-kesalahan yang perlu diperbaiki dari dalam diri. Kesombongan dapat menghambat dalam proses introspeksi diri.

    ReplyDelete
  23. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hanya orang yang rendah hati, tidak merasa memilki dan tidak sombonglah yang mampu melihat keunggulan orang lain. Melihat keunggulan orang lain, bukan untuk menjadikan kita orang yang rendah, namun menjadi motivasi supaya kita selalu berusaha menjadi pribadi yang terus berusaha lebih baik. Sebagai makhluk sosial, kita juga dituntut untuk selalu memiliki hubungan baik antar sesama untuk mengahadapi segala macam permasalahan.

    ReplyDelete
  24. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Setiap manusia memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda, Allah SWT menciptakan perbedaan agar manusia menegerti arti menghargai dan saling memahami. Dalam menghadapi perbedaan ego seseorang haruslah dikesampingkan, terutama ketika menyatukan perbedaan. Seberapapun perbedaan yang ada tidak akan menjadi masalah bila setiap orangnya berusaha mengerti dan menerima, hal yang paling membantu untuk mengatasi perbedaan dan menyatukan pemikiran adalah dengan saling berkomunikasi.

    ReplyDelete
  25. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kesombongan adalah sifat yang mudah bersarang pada diri kita. Dengan kesombongan kita merasa segala sesuatu pada diri kita lebih dari rang lain. Namun, sesungguhnya kesombongan malah menutup mata dan hati kita. Orang yang sombong susah untuk mengakui kelebihan orang lain. Maka tiada jalan untuk dapat terhindar dari kesombongan selain melakukan refleksi diri serta senantiasa memohon ampunan dan petunjuk dari-Nya.

    ReplyDelete
  26. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sebenar-benarnya yang kita miliki itu adalah titipan yang Maha Kuasa, yang harus digunakan sebaik baiknya untuk beribadah kepadaNya. Kesombongan merupakan pangkal keburukan yang membuat syaitan dikutuk. Jadi sebagai manusia harus menjauhi sifat memiliki dan sombong, karena keduanya bisa menjerumuskan manusia dalam keburukan. Pada elegi diatas, kelima gunung menggambarkan penguasa, meskipun sebenarnya masih ada gunung atau penguasa lainnya. Penguasa hendaknya selalu berkomunikasi dengan baik sehingga tidak terjadi salah sangka. Karena salah sangka bisa menyebabkan perpecahan dan jauh dari persatuan.

    ReplyDelete
  27. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Kutarunggu sang rakata menyatukan lima gunung (kedua) menurut pendapat saya adalah banyaknya orang – orang yang memiliki potensi besar dan berpengaruh yang ada di sekitar kita tetapi hubungan satu sama lainnya menjadi kurang bermakna. Manusia diciptakan masing – masing memiliki kelebihan begitu juga kekurangan. Terkadang kekurangan orang lain dapat menjadi suatu kelebihan bagi diri kita, begitu pula sebaliknya. Berdasarkan keadaan ini, hendaknya kita tidak boleh sombong dan selalu introspeksi diri. Kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh setiap orang seharusnya dapat dikolaborasikan agar kita mampu saling bekerja sama dalam hal – hal yang baik dan bermanfaat. Jika kita sombong dan tidak pernah introspeksi diri maka kita tidak akan pernah bisa menghargai kekurangan orang lain sebagai kelebihan kita. Kita hanya akan menyadari bahwa diri kita yang paling hebat, padahal ada banyak orang yang lebih hebat di luar sana

    ReplyDelete