Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Menyatukan Lima Gunung (Kedua)




Oleh Marsigit

Nahayu:
Wahai Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, terimaksih engkau telah memenuhi undanganku. Aku juga tidak hanya mengundang dirimu semua, tetapi aku juga mengundang banyak kerabat yang lain.



Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Aku mendengar ada panggilan kepadaku tetapi aku tidak melihat bentuk dan rupanya. Siapakah engkau itu?

Ramasita:
Ohh...rupanya engkau semua belum melihat bisa melihat Nahayu. Bolehkah aku bantu agar engkau bisa melihat Nahayu. Tetapi ada syarat-syaratnya engkau bisa melihat Nahayu.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Apa syaratnya. Karena ini telah menjadi tantanganku, maka seberat apapun syaratnya aku ingin bisa melihat Nahayu.

Ramasita:
Syaratnya adalah engkau harus terbebas dari rasa memiliki dan rasa sombong. Jika hal ini engkau paksakan maka engkau akan tergelincir dan terperosok masuk kedalam jurang yang dalam di samping gunung itu. Apakah engkau sanggup melakukannya.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Kalau rasa sombong aku berusaha mengatasinya dengan cara mohon ampun, tetapi rasa memiliki itu agak sulit. Karena hingga saat ini aku merasa memiliki banyak hal. Aku memiliki kegiatan, aku memiliki warga, aku memiliki fasilitas, aku memiliki kuasa dst. Bagaimana aku bisa menjalankan tugas-tugasku jika aku tidak boleh mempunyai rasa memiliki.

Ramasita:
Demikianlah ketetapannya. Tinggal engkau sanggup atau tidak.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Aku sanggup, tetapi bagaimana kalau sebentar saja syarat-syarat itu aku jalani.

Ramasita:
Walaupun engkau hanya melihat sekejap perihal gunung itu, tetapi dampaknya luar biasa, dan akan mempengaruhi jalan hidupmu. Maka sifat tidak memiliki dan tidak sombong itu harus menjadi tujuan dan jiwa hidupmu.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Baik kami sanggup

Ramasita:
Maafkan Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, perkenankanlah aku membuka kacamatamu satu persatu. Sekarang bagaimana keadaannya?

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Ya Tuhan mohon ampunlah diri kami. Setelah Ramasita melepas kacamata kami, maka kami melihat Nahayu sebagai sebuah gunung. Terlihat olehku gunung itu menghampar begitu luasnya, tetapi semuanya tampak kami rendah darinya. Kalihatannya dirinya berada di puncak gunung . Kamanapun dia melangkah maka semua ngarai dan satwa di dalamnya selalu mengikutinya. Bahkan kamipun yang lain pun menyesuaikan dengan gerak langkahnya. Kami juga perlu memberi jalan, ada yang berjalan beriringan, dst. Wah kami menjadi agak bimbang. Padahal di daerah kami, maka kami merupakan gunung-gunung yang paling tinggi tiada bandingannya.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Wahai Ramasita apakah makna dari semua ini?

Nahayu:
Itulah suratan takdir wahai Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala. Katahuilah, bahwa sebenar-benar dirimu adalah gunung paling tinggi di daerahmu masing-masing. Maka tidaklah mudah engkau melihat Nahayu, karena hal yang demikian sama artinya engkau berusaha mengakui kedudukannya. Maka hanya dengan jalan tidak merasa memiliki dan tidak sombong serta berpikir kritis itulah engkau mampu menghargai dirinya.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Ya Tuhan ampunilah diriku yang bebal ini. Dikarenakan pertolongan Ramasitalah aku engkau buka hijabku sehingga aku engkau perkenankan bisa melihat diriku sendiri dan melihat Nahayu. Wahai Ramasita, ada peristiwa aneh yang aku alami setelah aku mampu melihat bahwa di sini aku tidak lebih tinggi dari Nahayu. Sedang peristiwa aneh itu adalah aku melihat seakan Nahayu selalu mengajakku bicara dengan kami. Kemudian dia memberi undangan kepada kami. Apa maknanya ini?

Ramasita:
Wahai sang Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, Tuhan telah bermurah hati kepada dirimu semua maupun kepada Nahayu. Itu terbukti bahwa sudah dekat saatnya engkau diijinkan bersatu. Ini adalah peristiwa besar yang akan membawa dampak besar bagi kehidupan di sekitar gunung-gunung itu.

Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala:
Maaf Nahayu, kami agak risau dengan tema acaramu yang tertera dalam undanganmu itu. kami risau itu dikarenakan niatmu untuk menyatukan lima gunung, padahal ketahuilah bahwa diantara kita secara hakiki itu tidak dapat disatukan.

Nahayu:
Maaf sebelumnya jikalau engkau semua merasa tersinggung dengan tema tersebut. Kami tidaklah mempunyai niat sama sekali untuk menhyatukan lima gunung dengan pengertian yang engkau definisikan itu. Kami hanya ingin menjalin silaturakhim dan berkomunikasi satu dengan yang lain. Setidaknya kami mempunyai sifat yang sama yaitu sama-sama gunung. Nah, dari persamaan sifat itulah saya menginginkan komunikasi untuk mencari kesamaan-kesamaan yang lainnya untuk memecahkan persoalan-persoalan kita bersama. Singkat kata menyamakan persepsi begitulah.

73 comments:

  1. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Semakin tinggi ilmu, semakin banyak hal-hal buruk yang datang untuk membuatmu goyah, sombong, dan merasa paling pintar. Semakin sombong maka semakin jauh kita dari diri kita sendiri, bahkan kita tidak akan mengenali diri kita sendiri. Jangan sampai kita tidak mau mengenal orang lain karena menganggap mereka lebih rendah dari kita. Agar kita tidak terjebak dalam kesombongan, dalam melakukan segala sesuatu kita harus ikhlas dalam melakukannya, tujuannya hanya untuk mengharap ridho-Nya.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sama halnya dengan elegi menyatukan lima gunung yang pertama, dalam elegi yang kedua ini, mengisyaratkan bahwa manusia haruslah meninggalkan sifat sombong dan rasa memiliki untuk dapat memahami hakikat dirinya, dengan begitu manusia dapat melihat dan menerima bahwa masih ada kedudukan yang lebih tinggi dari dirinya. Oleh karenanya, manusia juga senantiasa lebih terbuka dengan menghargai kedudukan lain yang lebih tinggi darinya serta tidak menutup diri terhadap berbagai pendapat-pendapat maupun persepsi-persepsi lain. Jangan hanya fokus terhadap perbedaan-perbedaan yang ada, tetapi berikan juga perhatian yang lebih untuk melihat dan mencari kesamaan-kesamaan yang ada, dicari suatu jalan tengah yaitu dengan menyamakan persepsi-persepsi, sehingga rasa persatuan dan komunikasi dapat terjalin dengan baik.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia pada dasarnya tidak dapat menghindari sifat sombong, manusia hanya bisa mengatasi bagaimana jika kesombongan tersebut muncul di dalam dirinya.
    Sehingga sudah pasti sifat sombong menghampiri setiap manusia, akan tetapi manusia hanya bisa mengatasinya.
    Dari cerita “Kutarunggu Sang Rakata Menyatukan Lima Gunung (Kedua)” ini tersirat bahwa tiap manusia diciptakan berbeda dengan segala kemampuan yang dimilki, kelebihan dan kekurangannya ditiap manusia adalah sesutau hal yang telah diporsikan oleh sang Pencipta dengan sangat indah.

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sifat yang harus kita lepaskan diri kita yaitu rasa memiliki dan sombong. Untuk dapat melihat orang lain maka kita harus jauhkan kedua sifat itu pada diri kita. Seperti yang dilakukan kelima gunung tersebut. Rasa sombonga dan rasa memiliki akan menjatuhkan orang tersebut dalam jurang yang sangat dalam. Karena tidak akan pernah bisa melihat kelebihan dan kebaikan orang lain. Namun, ketika kita mampu menjauhkan sifat itu, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik yang mampu menerima orang lain dan kebaikan orang lain. Hal ini tidak mudah dilakukan harus memiliki niat yang ikhlas dan keikhlasan hati.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Niat yang baik dengan tekat yang keras dan usaha kita akan mampu mencapai tujuan yang kita inginkan. Kebaikan hati dan pikiran akan menjauhkan kita pada hal buruk dan mendekatkan pada yang baik. Kemudian bersatu akan lebih baik daripada sendiri. Seperti yang dilakukan kelima gunung ini. Karena ada perumpaman ketika suatu pekerjaan dilakukan secara bersama akan menghasilkan yang lebih baik dan lebih cepat. Perumpamannya adalah tentang seikat sapu lidi. Ketika satu lidi kita gunakan untuk menyapu halaman, kita akan merasa sangat sulit melakukannya. Sedangkan apabila kita satukan lidi-lidi itu dalam satu ikatan maka akan dengan mudah dan cepat membuat halaman kita menjadi bersih.

    ReplyDelete
  6. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Rendah diri dan berlapang dada adalah cara utama dalam mensyukuri nikmat yang ada. Musyawarah untuk mencapai mufakat adalah cara terbaik untuk menyatukan berbagai pendapat, pandangan, pemikiran, kesepakatan dalam memecahkan suatu pemasalahan. Semua butuh pikiran yang jernih karena semua keputusan yang diambil akan berakibat untuk semua orang yang tida sedikit. Maka berhati – hatilah dalam mengambil kebijakan.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa cara engatasi rasa sombong yaitu dengan mohon ampun. Dengan begitu akan mengurangi rasa bersalah terhadap dengan orang lain. Tidak hanya mohon ampun tetapi juga memperbaiki hidup kearah yang lebih baik lagi. Jika ada yang tersinggung dengan apa yang ita buat, maka komunikasi adalah salah satu hal yang penting untuk dilakukan. Komunikasi dengan meminta maaf dan berusaha untuk rendah hati dapat membantu untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat.

    ReplyDelete
  8. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai mahluk sosial kita sangat membutuhkan peran dari dalam dan luar lingkungan. Kritik bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang tidak mengenakkan, apalagi bagi orang yang sensitif. Sehingga, janganlah jadikan diri kita sebagai pribadi yang menutup diri. Sebab hal ini dapat mengakibatkan diri kita sulit untuk berkembang. Oleh karena itu, selama masukan yang diberi merupakan hal yang positif dan membangun, kita harus bisa menerimanya. Karena melalui kritik atau saran, kita memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang dari saran orang lain tersebut. Selain itu, kita hendaknya berusaha untuk mengambil sudut pandang yang sama dengan si pemberi kritik. Jika berhasil, maka kita akan benar-benar memahami alasan inti si pemberi kritik dalam melontarkan kritik tersebut dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Manusia telah dibekali oleh akal dan nafsu yang memungkinkan kita dapat menjadi khalifah yang baik di muka bumi. Namun demikian, kita harus selalu bersifat dan bersikap amanah serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas kita sebagai pemimpin di dunia baik itu sebagai pemimpin dalam struktur suatu organisasi ataupun instansi serta sebagai pemimpin dalam artian tujuan penciptaan manusia di muka bumi, karena kita semua yakin dan percaya bahwa kelak kemudian kita akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah dilakukan di muka bumi ini. Apakah amanah yang telah diberikan kepada kita sebagai pemimpin kita pergunakan dengan baik untuk kepentingan masyarakat atau sebaliknya kita pergunakan semena-mena yang menyusahkan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus saling mengingatkan dalam kebajikan supaya kita bisa menjadi khalifah yang amanah.

    ReplyDelete
  10. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menyambung pembicaraan sebelumnya bahwa ketika usaha yang kita lakukan dirasa sudah berhasil maka janganlah bersikap sombong. Karena usaha yang kita lakukan dapat kita lakukan karena adanya kekuatan dari Tuhan. Oleh karena itu kita tetaplah rendah hati dan menjadi pribadi yang selalu bersyukur atas segala hikmat yang Tuhan berikan.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berlanjut ke artikel ini, maka kita sudah tahu bahwa mendapat sebuah ilmu itu harus ada usaha.gunung-gunung ini kita ibaratkan adlaah pikiran, hati, potensi, keterampilan, dan pengalaman. Diaman kelima gunung ini harus kita miliki. Dengan begitu kita mampu menghadapi sutau perkembangan zaman. Dengan adnaya kelima gunung kita harus menyatukan kelimanya itu. Mulai dari pikiran, hati, potensi, keterampilan, dan pengalaman.

    ReplyDelete
  12. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi tersebut menceritakan tentang kesombongan. Sifat yang kerapkali menghampiri hati kita. Kita merasa orang terhebat jika dibandingkan dengan orang lain, sehingga dengan tak sengaja kita merendahkan orang lain. Padahal kita tak tahu, boleh jadi orang yang kita rendahkan justru derajatnya lebih tinggi di hadapan Allah SWT. Kita pun sebagai hamba-Nya tak mempunyai wewenang untuk berlaku sombong, karena kita sendiri paham bahwa semua yang melekat pada diri kita hanyalah titipan dari Allah SWT yang kapan saja bisa Allah ambil. Lalu untuk apa kita berlaku sombong? Apa yang pantas disombongkan? Maka mohon ampun lah kita bisa jadi masih ada kesombongan yang bersemayan dalam hati kita dan berdoa agar dijauhkan dari sifat syaitan tersebut.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam cerita ini disebutkan bahwasannya tidak ada manusia yang terlahir sempurna, tidak ada manusia yang terlahir hanya dengan kekurangan tanpa kelebihan dan begitupun sebaliknya.
    Manusia dibekali dengan akal pikiran, dan kemampuan berpikir manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda.
    Sehingga manusia memiliki keunikan tersendiri bagi dirinya yang membedakan dengan manusia lainnya.

    ReplyDelete
  14. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Setiap manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan, kelebihan yang kita miliki tidaklah lantas membuat kita menyombongkan diri apabila kita diselimuti rasa sombong maka kita tidak akan dapat melihat kekurangan dari diri kita. Sedangkan kekurangan yang ada dalam diri kita haruslah kita ketahuia agar kita dapat mengintrospeksi diri kita dan memperbaiki kekurangan yang ada agar mampu melihat siapa diri kita sebenarnya, bagaimana sebenarnya diri kita maka kita harus terbebas dari rasa memiliki dan rasa saombong. sendiri.

    ReplyDelete
  15. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Seorang penguasa atau pemimpin harusnya menyingkirkan segala keangkuhannya, kesombongannya, yang harus dimiliki seorang pemimpin ialah ia mampu untuk berpikir kritis maka ia tidak akan melihat seberapa besar tahtanya tetapi ia akan mampu menghargai orang lain maupun menghargai dirinya sendiri. Baik ia penguasa atau bukan harusnya tetap dapat menjaga silaturahmi dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya dengan tujuan agar jika ada permasalahan dapat diselesaikan secara bersama-sama. Pekerjaan yang terasa berat ketika dikerjakan bersama-sama akan terasa ringan dan cepat selesai.

    ReplyDelete
  16. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi lanjutan yang sebelumnya, bahwa manusia tidaklah mempunyai rasa memiliki dan menyombongkan diri, karna semua yang ngkau punya hanyalah milik Tuhan. Di elegi ini, untuk menjalin silaturrahim haruslah ada rasa menghargai karena dengan menghargai dapat memberikan efek yang besar. Dan dengan adanya silaturahim maka akan bertambah pula yang ikatan yang engkau punya.

    ReplyDelete
  17. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca ‘Kutarunggu Sang Rakata Menyatukan Lima Gunung (Kedua)’ di atas saya belajar bahwa kita harus menjadikan sifat tidak memiliki dan tidak sombong sebagai tujuan dan jiwa hidup. Kita dapat menghargai orang lain dan diri kita sendiri dengan sikap tidak merasa memiliki, tidak sombong dan berpikir kritis.

    ReplyDelete
  18. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam dunia pendidikan, seorang guru perlu menyamakan persepsi dengan peserta didik sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik dalam proses pembelajaran. Komunikasi dalam pembelajaran itu penting, sehingga masalah-masalah matematika dapat terpecahkan secara bersama-sama.

    ReplyDelete
  19. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Sesungguhnya manusia itu diciptakan berbeda dengan manusia yang lainnya. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu, kita tidak perlu menyombongkan kelebihan kita karena di dalam kelebihan itu pasti juga ada kekurangan.
    Namun dalam perbedaan itu manusia dapat dipersatukan untuk dapat bekerja bersama mencapai tujuan yang diinginkan. Walaupun sesungguhnya masing-masing individu tidak dapat dipersatukan namun dengan komunikasi dan silaturahmi dapat menyamakan pandangan sehingga mampu mencapai tujuan yang diinginkan.

    ReplyDelete
  20. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dari elegi ini bahwa kita harus menghargai orang lain tanpa memandang status jabatan atau yang lainnya. Kita tidak boleh memandang remeh orang lain, karena belum tentu diri kita lebih mulia dari yang kita remehkan. Dan yang terpenting jangan sombong lagi takabur, karena kesombongan itu dapat memakan amal kita layaknya seperti api melahap habis kayu bakar. Untuk itu tetap istiqomah dalam iman dan takwa agar selalu dalam lindungan-Nya.

    ReplyDelete
  21. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Agar kita mampu melihat kelemahan yang ada dalam diri kita, maka kita harus menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Agar kita mampu melakukan introspeksi terhadap diri kita sendiri, maka kita juga perlu menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Dalam bergaul dengan orang lain pun kita juga harus menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu, kita tidak perlu menyombongkan kelebihan kita karena di dalam kelebihan itu pasti juga ada kekurangan.

    ReplyDelete
  22. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam bermusyawarah untuk menyelesaikan suatu masalah, kita juga harus menghilangkan kesombongan kita. Kita tidak akan dapat menemukan penyelesaian masalah apabila masing-masing orang/anggota musyawarah saling mempertahankan egonya yang antara satu orang dengan orang lainnya bertentangan. Untuk itu, agar permasalahan bersama dapat terselesaikan, maka setiap anggota perlu menyamakan persepsi mereka. Selain itu, mereka juga harus menghilangkan keegoisan dan kesombongan dalam diri mereka.

    ReplyDelete
  23. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Setiap orang memiliki kepribadian serta jatidiri yang berbeda-beda, hal ini tidak mungkin untuk dijadikan satu atau disamakan untuk masing-masing orang. Sehingga kita sebagai manusia haruslah menghargai perbedaan yang ada selama ini. Bentuk penghargaan banyak sekali bentuknya, dan setiap orang punya cara berbeda dalam melakukannnya. Setiap kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing orang pun tidak pantas menjadi bahan ejekan, karena hal itu merupakan salah satu anugerah yang diberikan Tuhan.

    ReplyDelete
  24. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Potensi itu pasti dimiliki oleh setiap orang, dan potensi orang itu berbeda satu dengan yang lainnya. Ketika kita unggul dalam satu hal, maka belum kita tentu unggul dalam hal lain, yang notabene orang lainlah yang lebih unggul. Ketika kita pandai matematika, teman lain pandai olahraga. Yakinlah bahwa di atas langit masih ada langit. Artinya bahwa setiap keunggulan yang kita miliki pasti ada orang lain yang lebih unggul dari kita, karena memang sifat keterbatasan yang dimiliki oleh manusia. Yang Maha Sempurna dan Maha Unggul hanyalah Tuhan YME.

    ReplyDelete
  25. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca elegi atas, dapat saya ambil hikmah bahwa untuk dapat melihat kelebihan orang lain, kita harus menghilangkan sikap sombong dan rasa memiliki. Dalam elegi diatas diceritakan bahwa Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala tidak dapat melihat Nahayu. Namun ketika mereka menghilangkan rasa sombong dan rasa memilikinya maka mereka dapat melihat bahwa Nahayu yang merupakan gunung paling tinggi di sana.

    ReplyDelete
  26. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Peran ilmu dalam kehidupan ialah membantu manusia melakukan sesuatu dengan mudah dan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Hidup berilmu itu penting agar tidak tersesat dan terasa berat, sebab dengan berilmu kita akan terbantu dalam menjalankan aktivitas kehidupan. Orang yang berilmu diibaratkan seperti pohon padi, semakin berisi, semakin merunduk. Namun dengan ilmu yang kita miliki, kita tidak boleh sombong akan hal tersebut. Hal yang harus kita lakukan ialah menyadari bahwa ilmu yang kita dapatkan adalah sedikit dari ilmu yang telah diberikan Allah SWT. Maka dari itu, sebaiknya kita menggunakan ilmu yang kita punya untuk melakukan hal-hal baik, agar Allah selalu melimpahkan hal baik pula kepada kita.

    ReplyDelete
  27. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Saat mencari ilmu seseorang tidak boleh sombong. Manusia diberikan kelebihan masing-masing oleh Sang Pencipta. Hal ini membuat manusia merupakan gunung di tempatnya masing-masing. Namun, untuk dapat menemukan Nahayu, Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala harus membuka kacamata mereka. Mereka harus menjadi rendah hati dan menghilangkan rasa memiliki. Kebenarannya adalah semua kelebihan dan semua hal yang dimiliki manusia hanyalah titipan dari Sang Pencipta. Semua hal yang dipercayakan pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawabannya oleh yang mempercayakan. Jika manusia punya rasa memiliki, dia tidak akan menemukan potensi lebih lagi karena merasa puas dan mungkin akhirnya tidak memelihara apa yang telah dipercayakan tapi malah merusakkannya.

    ReplyDelete
  28. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Bacaaan ini mengingatkan saya mengenai keanekaragaman di Indonesia. Indonesia menganut idealism pancasila. Memiliki 5 aturan dasar dalam hidup. Selain itu, Indonesia pun memiliki 5 agama besar, Muslim, Hindu, Budha, Kristen (Protestan dan Katolik) juga Kongfuchu.tidak hanya itu saja, Indonesia yang merupakan Negara kepualauan ini memilki banyak suku dan bahasa daerah masing-masing. Beberapa bulan ini Indonesia diterpa isu-isu mengenai sara yang mengancam persatuan dan kesatuan Negara ini. Saya teringat kembali apa yang dikatakan bapak di awal perkuliahan, “baca elegy yang ada, hal itu dapat membantu membangun toleransi yang ada antar umat beragama”. Itulah yang saya temukan. Menyatukan lima gunung memang tidak gampang, diperlukan adanya kesadaran dari diri masing-masing orang untuk dapat membuka kacamatanya dan melihat dengan jelas, dengan mata telanjang, karena mungkin kacamata yang kita pakai tertutup kabut. Keberagaman itu indah, dalam keberagaman selalu ada kesamaan, dan itulah yang membuat manusia dapat berkomunikasi satu dengan yang lain. Sesuai dengan apa yang dikatakan Nahayu “kami hanya ingin menjalin silaturakhim dan berkomunikasi satu dengan yang lain. Setidaknya kami mempunyai sifat yang sama yaitu sama-sama gunung. Nah, dari persamaan itulah saya menginginkan komunikasi untuk mencari kesamaan-kesamaan yang lainnya untuk memecahkan persoalan-persoalan kita bersama. Singkat kata menyatukan persepsi”. Bahkan dalam satu keluarga kita memilki banyak perbedaan, namun bisa tetap akur. Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu. Semoga semua warga Indonesia dapat menikmati perbedaan dan tetap bersatu. Terima kasih bapak untuk bahan refleksinya.

    ReplyDelete
  29. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allâh senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allâh akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allâh (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman akan turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allâh menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya.”

    ReplyDelete
  30. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Setelah Ramasitamembantu mambuka hijab Rakata sehingga Rakatadiperkenankan bisa melihat dirinya sendiri dan melihat Nahayu. Kini giliran Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala yang dibantu Ramasita untuk melihat dirinya masing-masing dan melihat Nahayu. Jika orang-orang telah hilang daripadanya sifat sombong dan rasa memiliki maka mudah untuknya bersatu dengan orang lain yang serupa dengannya (hilang rasa sifat sombong dan rasa memiliki). Dengan begitu orang-orang tersebut bisa saling berkomunikasi untuk mencari kesamaan-kesamaan yang lainnya untuk memecahkan persoalan-persoalan mereka bersama.

    ReplyDelete
  31. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Satu lagi. Satu lagi tulisan bapak Marsigit yang membawa saya pada perenungan, bahwasannya kesombongan akan menghalangi saya dalam menggapai ilmu, kesombongan akan menghalangi siapapun dalam menjalanin setiap proses kehidupannya. Sangat indah

    ReplyDelete
  32. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kita tahu betapa kecilnya kita di dunia ini. Kita hanyalah makhluk kecil yang tiada artinya di dunia ini. Kesombongan dan rasa memiliki sesuatu akan menghalangi kita untuk dapat bersilaturrahmi dan merefleksi diri. Semua rasa memiliki dan kesombongan akan menghalangi langkah kita dalam melakukan segala hal,termasuk dalam menggapai ilmu dan beribadah. Yang seharusnya kita tahu adalah, derajat manusia di mata Allah SWT adalah sama, yang membedakan hanyalah amal perbuatannya.

    ReplyDelete
  33. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, elegi ini memberikan pesan yang sangat medalam. "Bukalah kaca mata sombong dan rasa memilikimu agar dapat melihat bahwa orang lain ternyata lebih darimu", itulah pesan terirat yang saya tangkap dari elegi di atas. Pesan tersebut sangat benar, kita tidak dapat menghargai dan menghormati orang lain jika di dalam hati kita ada rasa sombong dan rasa memiliki yang berlebihan. Rasa sombong akan mengantarkan pada perasaan yang merasa diri lebih baik dari orang lain dan rasa memiliki yang berlebihan akan mengantarkan pada perasaan tidak butuh orang lain. Oleh karena itu, hindarilah sifat sombong dan rasa memiliki yang berlebihan dalam hidup ini. Karena sesungguhnya yang patut sombong itu hanyalah Allah SWT dan Dialah sebenar-benarnya pemilik segala yang ada di muka bumi.

    ReplyDelete
  34. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini adalah milik Tuhan. Terkadang seseorang sering merasa memiliki akan sesuatu dan menyombongkan diri sampai merasa bahwa dirinyalah yang paling hebat dan memiliki segalanya. Selanjutnya merasa bangga diri dan tidak mau mengakui atau menerima saran orang lain. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat yang demikian. Agar manusia tidak lalai akan semua itu, maka hendaknya selalu menghindar dan menjauhkan diri dari kesombongan dan rasa memiliki. Dengan demikian manusia dapat hidup berdampingan dan saling tukar menukar pikiran demi kepentingan bersama.

    ReplyDelete
  35. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Satu kesatuan yang utuh berawal dari beberapa potongan-potongan sudah maupun belum memiliki arti. Apa yang ada dan mungkin ada memang dapat disatukan, namun tidak semua meliki arti yang berarti. Manusia memilik hati dar perasaan memiliki terhadap sesuatu hal. Rasa memiliki terkadang bisa memotivasi untuk berperilaku lebih baik. Namun, ketika rasa ingin memiliki lebih besar daripada rasa syukur maka hal tersebut akan menjadi bomerang diri seseorang. Oleh karena itu, selalu bersyukur, rendah hati, dan tidak sombong adalah sebenar-benar rasa yang harus disatukan agar menjadi insan yang lebih baik di muka bumi ini.

    ReplyDelete
  36. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Manusia diberikan dengan kenikmatan akal pikiran. Terkadang beberapa manusia memiliki hal hal tertentu yang berlebih sehingga merasa seolah olah manusia paling. Dalam memperoleh imlu pengetahuan, filsaat menjadi salah satu ilmu untuk meredam hal tersebut, sehingga kita tidak sombong, angkuh terhadap ilmu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  37. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B
    Kedua elegi kutarunggu sang rakata menyatukan llima gunung mengingatkan kita untuk tidak sombong. Kesombongan malah akan menjadikan seseorang sebagai pribadi yang merasa memiliki banyak hal dan enggan mengakui kelebihan orang lain. Maka salah satu langkah untuk melunturkan rasa sombong adalah hidup menyatu dengan lingkungan. Jalinan silaturrahmi dengan orang lain di lingkungan akan memperlancar komunikasi sehingga suatu persoalan individu akan menjadi persoalan bersama maka penyelesaian diperoleh lebih mudah melalui pemikiran bersama. Dengan demikian menyatu dengan lingkungan akan memperlancar proses memterjemahkan dan diterjemahkan sehingga lahirnya keharmonisan dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  38. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dalam dunia pendidikan, seorang guru perlu menyamakan persepsi dengan peserta didik di kelas. Sehingga dalam proses pembelajaran terjadi komunikasi. Komunikasi dalam pembelajaran itu penting, sehingga persoalan-persoalan atau masalah-masalah matematika bisa terpecahkan secara bersama-sama.
    Wassalamu'alaikum
    Trimakasih.

    ReplyDelete
  39. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Elegi "Kutarunggu Sang Rakata Menyatukan Lima (kedua)" ini sama dengan postingan sebelumnya yang memberikan pesan kepada pembaca bahwa tidaklah benar memiliki sifat sombong dan rasa memiliki dengan suatu hal. Karena tidak ada yang perlu disombongkan di dunia ini. Orang sombong itu sama dengan pepatah yang mengatakan "bagai katak dalam tempurung" artinya menganggap dirinya sendiri yang paling hebat, namun dia tidak tahu betapa banyaknya orang-orang hebat seperti dia, bahkan lebih hebat lagi. Teringat ucapan orang bijak "merantaulah, maka kamu akan tahu betapa rendahnya pengetahuanmu", artinya kita harus terbuka dengan dunia luar, mau belajar tanpa berpikir ilmu kita lebih dari orang lain. Semoga kita terhindar dari sifat sombong, Aamiin.

    ReplyDelete
  40. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Dengan menatap pada tulisan sebelumnya bahwa kesombongan adalah sifat yang dapat menjembatani hasrat dan keinginan dalam menggapai ilmu.Tiadalah orang yang berilmu melainkan orang yang merendahkan hatinya.
    Kata memiliki sifatnya hanya semntera.Karena semua yang ada merupakan titipan Tuhan yang kapan saja suatu saat Allah dapat mengambilnya kembali dari kita.Menyadari bahwasannya memiliki bagaikan sebuah balon sabun yang terbang di udara yang hinggap lalu pecah.Takkan bertahan lama karena yang kita miliki sifatnya semu dan sesaat.Semua yang ada pada diri kita adalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  41. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Akihir tiba hari dimana lima gunung dan segala penghuninya memenuhi undangan raja dan tetap saja raja belum bisa melihat gunung nomor 3. Rupanya dihati raja masih ada kesombongan. Kesombongan memang sulit di hapuskan karen aia datang dari hati dan pikiran buruk. Somobong meruntuhkan segala kebaikan, sombong dapat menjauhkan manusia dari apa yang sangat penting di hidupnya. Semoga kita senantiasa di jauhkan dari sifat sombong. Amien. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  42. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, manusia adalah makhluk yang dianugerahi oleh akal budi dan juga nafsu-nafsu. Manusia juga memiliki keinginan dan sifat masing-masing. Sehingga setiap orang pada dasarnya memiliki pemikiran dan sifat-sifat yang berbeda-beda, bisa dikatakan tidak mungkin untuk mengenearlisasi manusia dengan menggunakan sifat yang sama. Dengan kenyataan keberagaman tersebut maka kita sebagai sesama manusia haruslah menghargai perbedaan yang ada selama ini. Bahkan dalam memberikan penghargaan kepada sesama pun banyak sekali macamnya, dan setiap orang bisa saja memiliki cara-cara berbeda dalam melakukannya. Merupakan suatu tindakan yang tidak bijaksana apabila seseorang menggunakan kekurangan orang lain sebagai bahan olok-olok (ejekan)

    ReplyDelete
  43. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Setiap masalah memang membutuhkan komunikasi. Ketika semua dikomunikasikan, maka dapat dicari jalan keluarnya bersama-sama. Mencari jalan keluar tentu harus dengan persepsi yang sama. Memang tak mudah karena semua orang memiliki persepsinya masing-masing, tetapi ketika kita juga bisa melihat suatu masalah dari sudut pandang orang lain maka, kita lebih dapat menghargai perbedaam pandangan tersebut dan lebih bijak dalam menanggapi apapun jalan keluar yang akan diambil dan diakui bersama.

    ReplyDelete
  44. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing dan juga memiliki keahlian di bidangnya masing-masing sehingga bisa diibaratkan seperti gunung. Adanya kesombongan dan rasa memiliki yang bercokol di dalam hati akan menyebabkan setiap orang tidak mampu untuk melihat kelebihan orang lain dan kelemahannya dibandingkan dengan orang lain. Hanya dengan meluluhkan kesombongan dan perasaan memilikilah kita dapat saling melihat kelebihan yang dimiliki orang lain. Menyatukan lima gunung berarti menjalin silatuhmi, mengakui kehebatan masing-masing dan berdikusi bersama. Kemudian saling menuangkan keahlian dan pengetahuannya masing-masing untuk menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama.

    ReplyDelete
  45. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Berdasarkan elegi ini, saya dapat menarik sebuah pelajaran bahwa pada dasarnya sifat manusia di dunia ini adalah unik dengan karakter dan cara pandang yang berbeda-beda. Untuk itu dalam menghadapi suatu masalah dalam kehidupan dibutuhkan komunikasi yang baik untuk menyamakan persepsi. Dalam berkomunikasi tentu juga harus saling menghargai pendapat dan menjunjung toleransi, sehingga komunikasi terjalin baik dan nantinya ditemukan titik temu dari sebuah berbedaan. Selain itu yang tidak kalah penting adalah kita harus menjauhkan sikap sombong, karena kesombongan akan menutup hati dan logika kita sehingga merasa selalu benar dan apa yang kita miliki adalah yang terbaik. Hal seperti ini tentu akan sangat berbahaya., maka sebisa mungkin harus dijauhkan. Bagaimana caranya? Yakni dengan banyak berdoa dan memohon ampun, serta memohon petunjuk. Dengan demikian, setiap permasalahan akan dapat diselesaikan bersama dengan lebih mudah dan baik

    ReplyDelete
  46. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Setiap manusia memiliki pandangan dan sifat yang berbeda-beda. Semakin tinggi ilmu yang dimiliki, maka kesombongan pula yang akan menghantui. Maka dari elegi ini lah kita disadarkan untuk saling menghormati dan menghargai pendapat satu dengan yang lain. Bukan tujuan untuk saling merendahkan, tetapi saling mengakui bahwa pendapat yang lain itu pun juga benar. Semakin tingginya gunung, maka banyak sekali yang ingin menggapainya. Perlu adanya perjuangan bersama dengan kerjasama yang terbuka diantara beberapa gunung untuk bertujuan untuk mencapai gunung yang lebih tinggi. Maka, setiap dasar pemikiran orang harus memiliki landasan spiritual yang nantinya akan lebih mudah dalam menyatukan atau menyamakan persepsi akan suatu hal.

    ReplyDelete
  47. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas pelajaran yang dapat kita ambil adalah agar kita mampu melihat kelemahan yang ada dalam diri kita, maka kita harus menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Agar kita mampu melakukan introspeksi terhadap diri kita sendiri, maka kita juga perlu menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Dalam bergaul dengan orang lain pun kita juga harus menghilangkan kesombongan dalam diri kita. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu, kita tidak perlu menyombongkan kelebihan kita karena di dalam kelebihan itu pasti juga ada kekurangan.

    ReplyDelete
  48. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Setiap manusia pasti memiliki perbedaan dengan yang lainnya, apalagi dalam hal pemikiran. Setiap orang pastilah memiliki pendapatnya masing-masing. Tetapi kita tidak boleh sombong dan merasa pendapat kitalah yang terbaik, apalagi memandang rendah yang lain hingga muncul perselisihan. Karena itulah dibutuhkan adanya musyawarah dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Manusia perlu untuk saling bersilaturahim dan berkomunikasi dengan yang lainnya. Dengan silaturahim dan komunikasi, kita dapat bersama-sama menyamakan persepsi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bersama-sama.

    ReplyDelete
  49. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Untuk dapat menyamakan persepsi antara satu orang dengan yang lainnya tidaklah mudah karena setiap orang mempunyai prinsip hidup masing-masing. Namun meskipun begitu kita masih bisa menghargai pandangan atau ide orang lain karena belum tentu apa yang menjadi prinsip hidup kita sepenuhnya benar. Bisa jadi kita belum mengetahui secara menyeluruh bahwa pandangan atau ide orang lain itu lebih baik daripada pandangan atau ide kita.

    ReplyDelete
  50. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Setiap individu adalah unik, mereka memiliki cara pandang atau perspektif tersendiri dalam memandang sesuatu. Selain itu, diri dari individu adalah potensi, dan potensi tersebut bersifat unik, ada yang unggul jika disandingkan dengan yang lainnya, ada pula yang kurang. Namun, semua perbedaan cara pandang dan keunggulan adalah bukti bahwa kesombongan adalah arogansi terhadap cara pandang dan potensi. Maka dari itu rendah hati, tekun, dan ulet dalam menggapai sesuatu merupakan kunci utama yang harus dipegang.

    ReplyDelete
  51. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Menyatukan sesuatu hal dengan yang lainnya bukanlah hal yang mudah, namun tidak berarti tidak mungkin, asalkan landasannya sama. Kesulitan menyatukan itu berasal dari adanya rasa kesombongan dan rasa memilki yang lebih dari seseorang dari orang yang lain, sehingga sulit untuk menyatukannya. Namun lebih dari itu semua, marilah kita memohon ampun atas segala kesombongan dan kesalahan yang telah kita lakukan, karena hekekatnya manusia adalah tempat kesalahan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  52. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Menghargai orang lain merupakan salah satu upaya membina keserasian dan kerukunan hidup antar manusia agar terwujud suatu kehidupan masyarakat yang saling menghormati dan menghargai sesuai dengan harkat dan derajat seseorang sebagai manusia, meskipun setiap manusia memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. Dengan adanya perbedaan kita belajar bagaimana cara untuk menghargai pendapat orang lain yang berbeda-beda. Sehingga dapat menyatukan perbedaan tersebut menjadi satu kesatuan sudut pandang yang sama. Menyamakan sebuah persepsi bisa dilakukan dengan sebuah komunikasi.

    ReplyDelete
  53. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menghargai diri sendiri dapat dilakukan dengan tidak sombong serta tidak merasa memiliki.. Begitu juga dengan menghargai orang lain. Untuk itu guru hendaknya tidak merasa sombong karena ilmu yang dimilikinya. Guru juga tidak boleh merasa berkuasa atas siswa-siswanya. Guru harus menjalin komunikasi yang baik dengan siswa, menjadi fasilitator untuk siswa, bukan memaksakan siswa untuk mendapat pengetahuan.

    ReplyDelete
  54. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Hidup bersosialisasi menjadikan kita untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Berkomunikasi adalah cara yang tepat untuk menyatukan berbagai macam persepsi, menyadari diri masih memiliki kelemahan membuat kita tidak akan memaksakan suatu pendapat kita terhadap orang lain, karena menyadari bahwa orang lain mungkin saja memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Saling mawas diri penting dalam komunikasi ini agar setiap orang tidaklah menyombongkan kemampuan yang dimiliki tetapi saling melengkapi untuk kepentingan bersama.

    ReplyDelete
  55. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Ilmu. Untuk mendapatkan ilmu bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan usaha yang sungguh-sungguh untuk mendapatkan. Dalam mendapatkan ilmu banyak hal yang harus dilakukan, yaitu: terus-menerus belajar tanpa henti, dalam proses belajar tersebut haruslah dilakukan dengan keikhlasan, haruslah dilakukan dengan rendah hati, haruslah dilakukan dengan tanpa kesombongan sedikitpun, karena dengan adanya kesombongan walaupun itu hanya sedikit saja maka ilmu-ilmu yang sudah didapatkan sebelumnya seperti terbakar/ilmu-ilmu yang sudah didapatkan sebelumnya akan hilang sia-sia. Setelah mendapatkan ilmu tersebut, pekerjaan belumlah selesai, ilmu perlu ditertahankan ( dengan memanfaatkannya untuk kebaikan), selain itu ilmu juga harus terus ditambah/dikembangkan (agar tidak terjebak dalam satu titik saja dengan kesombongan).

    ReplyDelete
  56. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. salah satu cobaan yang paling berat bagi manusia ialah cobaan kekuasaan. Terkadang di suatau daerah, seorang telah menjadi yang paling pintar sehingga ia menutup mata pada dunia luar dan memandang rendang orang lain di daerahnya. Ketika ia keluar dari zna nyaman itu baru ia menyadari bahwa ilmu yang dimilikinya masih sangat rendah. Maka jangan pernah merasa sombong, sesungguhnya diatas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  57. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Jabatan, kekuasaan hanya sementara…tak pantaslah itu kita jadikan sebagai alasan menjadi sombong dan berkuasa kepada bawahan, kepada teman, pembantu, atau orang lain, apalagi kita baru mengenalnya. Mengapa manusia tidak boleh sombong? Sebab manusia adalah makhluk yang lemah, maka pantaskah makhluk yang lemah itu bermegah-megahan dan sombong di hadapan penguasa langit dan bumi? Namun fenomena dan realita yang ada masih banyak manusia itu yang lupa hakikat dan jati dirinya, sehingga membuat dia sombong dan angkuh untuk menerima kebenaran, merendahkan orang lain, serta memandang dirinya sempurna segala-galanya.

    ReplyDelete
  58. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dari cerita ini bisa saya tangkap bahwa setiap individu itu unix dan beragam. Tidaklah meungkin bisa menyatukan mereka menjadi sesuatu yang sama persis dengan memaksakan sebuah definisi. Begitu pula dalam kehidupan dan pembelajaran bahwaasanya setiap orang harus memahami konsep perbedaan dan keunikan ini sagar bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Jika manusia sudah paham tentang konsep ini maka kerukunan dan kedamaian bisa terjaga demi mencapai tujuan bersama.

    ReplyDelete
  59. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terlalu berbangga diri kadang membuat kita abai pada orang lain dan lingkungan sekitar. Sehingga ketika kita melihat orang lain yang pencapaiannya lebih besar dari kita, kita merasa tidak percaya, kita merasa takjub dan enggan mengakui bahwa orang lain memilki pencapaian yang lebih dari kita. itulah cara kerja dari sifat sombong. Ia membuat kita merasa paling tinggi, dan ketika kita menyadari bahwa kita bukanlah yang paling tinggi, kita akan menolak kebenaran itu.

    ReplyDelete
  60. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas saya mengambil beberapa hikmah yang indah sekali untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, berkaitan dengan agar kita terbebas dari rasa sombong dalam hal apapun itu. dalam mencari ilmu misalnya, maka kita harus menurunkan ego kita dan jangan sombong dalam menerima ilmu. Selanjtnya, Apabila telah terjadi kesombogan dalam diri maka yang dilakukan yaitu dengan memohon ampun sebanyak-banyaknya pada Allah. Dan yang tarakhir yaitu pentingnya menjalankan tali silaturahim sebagai bentuk kita berkomunikasi dengan orang lain dan menghormati orang tersebut.

    ReplyDelete
  61. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Semakin tinggi pohon maka semakin kencang pula angin yang menghempasnya. Ujian terberat bagi orang yang berkuasa adalah sifat sombong. Akibatnya ia merasa dirinya bisa melakukan apapun dan bersikap sewenang-wenang. Padahal kekuasaan hanyalah salah satu episode dalam hidup kita. Kebetulan saja kita sedang berada dia atas angin sehingga semua nampak kecil. Mengingat roda kehidupan yang selalu berputar, tidak selayaknya kita menyombongkan diri atas kekuasaan yang sementara ini.

    ReplyDelete
  62. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Apabila kita melihat peta, atau bahkan melihat suatu miniatur bumi, kita akan mengetahui betapa kecilnya kita di dunia ini. Kita hanyalah makhluk kecil yang tiada artinya di bumi ini. Kesombongan dan rasa memiliki sesuatu akan menghalangi kita untuk dapat bersilaturrahmi. Derajat manusia di mata Allah adalah sama, yang membedakan adalah amal perbuatannya.

    ReplyDelete
  63. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Jika kita ingin dihargai maka hargailah orang lain terlebih dahulu. Jika kita menilai orang buruk, nasihatilah diri kita sendiri terlebih dahulu. Kita tidak boleh bersifat determinis dengan memikirkan yang bukan-bukan terhadap orang lain sementara diri kita sendiri tidak lebih baik dari itu. Kesombongan yang senantiasa dimulai oleh setan kemudian dibesar-besarkan oleh ego kita sendiri akan menjerumskan kita ke dalam mitos. Kesombongan akan membuat kehebatan kita meluap-lupak ke udara sehingga kita tidak bisa melihat kelemahan kita sendiri. Itu akan menjadi boomerang bagi kita di kemudian hari.

    ReplyDelete
  64. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Manusia diciptakan berbeda-beda. Bahkan saudara kembarpun pasti memiliki perbedaan, misalnya perbedaan watak atau karakter. Begitu banyak faktor pembeda antara manusia satu dengan manusia lainnya, agama, budaya, sosial, ekonomi, idealisme, dll. Perbedaan itu tidak harusnya menjadi pemecah belah, namun menjadi sarana agar manusia saling berkomunikasi dan memahami.

    ReplyDelete

  65. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi bagian kedua ini, saya menjadi semakin dapat memahami makna nahayu lebih dalam lagi. Nahayu bukan sekedar mengenali diri sendiri untuk dapat dikembangkan secara optimal, namun juga secara lebih luas, Nahayu adalah berserah diri kepada Allah. Setelah apa yang kita miliki, kita sadar bahwa itu semua bukanlah sepenuhnya millik kita, ini semua adalah milik Allah, bahkan diri ini sepenuhnya milik Allah. Bukan hal yang mudah untuk bertawakal setelah kita berdoa dan berikhtiar sejauh ini sampai mencapai puncah tertinggi. Tetapi sebenarnya betawakal ataur berserah diri adalah puncah dari setiap usaha dan doa kita mencapai puncak. Setelah berserah diri, kita menyadari siapa kita, maka kita pun akan mudah menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu yang sedang dipahami. Karena ketrampilan itulah maka kita juga akan lebih mudah berkomunikasi dengan sesama dan saling bekerjasama.

    ReplyDelete
  66. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Sungguh kesombongan adalah penyakit yang amat berbahaya. Dengan kesombongan, diri menjadi sulit untuk mendapat hikmah atau pelajaran dari sesuatu. Jika kesombongan telah hinggap, akan sulit bagi hal-hal baik untuk memasuki diri. Kesombongan juga akan membutakan kita pada kesalahan-kesalahan yang perlu diperbaiki dari dalam diri. Kesombongan dapat menghambat dalam proses introspeksi diri.

    ReplyDelete
  67. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hanya orang yang rendah hati, tidak merasa memilki dan tidak sombonglah yang mampu melihat keunggulan orang lain. Melihat keunggulan orang lain, bukan untuk menjadikan kita orang yang rendah, namun menjadi motivasi supaya kita selalu berusaha menjadi pribadi yang terus berusaha lebih baik. Sebagai makhluk sosial, kita juga dituntut untuk selalu memiliki hubungan baik antar sesama untuk mengahadapi segala macam permasalahan.

    ReplyDelete
  68. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Setiap manusia memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda, Allah SWT menciptakan perbedaan agar manusia menegerti arti menghargai dan saling memahami. Dalam menghadapi perbedaan ego seseorang haruslah dikesampingkan, terutama ketika menyatukan perbedaan. Seberapapun perbedaan yang ada tidak akan menjadi masalah bila setiap orangnya berusaha mengerti dan menerima, hal yang paling membantu untuk mengatasi perbedaan dan menyatukan pemikiran adalah dengan saling berkomunikasi.

    ReplyDelete
  69. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kesombongan adalah sifat yang mudah bersarang pada diri kita. Dengan kesombongan kita merasa segala sesuatu pada diri kita lebih dari rang lain. Namun, sesungguhnya kesombongan malah menutup mata dan hati kita. Orang yang sombong susah untuk mengakui kelebihan orang lain. Maka tiada jalan untuk dapat terhindar dari kesombongan selain melakukan refleksi diri serta senantiasa memohon ampunan dan petunjuk dari-Nya.

    ReplyDelete
  70. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sebenar-benarnya yang kita miliki itu adalah titipan yang Maha Kuasa, yang harus digunakan sebaik baiknya untuk beribadah kepadaNya. Kesombongan merupakan pangkal keburukan yang membuat syaitan dikutuk. Jadi sebagai manusia harus menjauhi sifat memiliki dan sombong, karena keduanya bisa menjerumuskan manusia dalam keburukan. Pada elegi diatas, kelima gunung menggambarkan penguasa, meskipun sebenarnya masih ada gunung atau penguasa lainnya. Penguasa hendaknya selalu berkomunikasi dengan baik sehingga tidak terjadi salah sangka. Karena salah sangka bisa menyebabkan perpecahan dan jauh dari persatuan.

    ReplyDelete
  71. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Kutarunggu sang rakata menyatukan lima gunung (kedua) menurut pendapat saya adalah banyaknya orang – orang yang memiliki potensi besar dan berpengaruh yang ada di sekitar kita tetapi hubungan satu sama lainnya menjadi kurang bermakna. Manusia diciptakan masing – masing memiliki kelebihan begitu juga kekurangan. Terkadang kekurangan orang lain dapat menjadi suatu kelebihan bagi diri kita, begitu pula sebaliknya. Berdasarkan keadaan ini, hendaknya kita tidak boleh sombong dan selalu introspeksi diri. Kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh setiap orang seharusnya dapat dikolaborasikan agar kita mampu saling bekerja sama dalam hal – hal yang baik dan bermanfaat. Jika kita sombong dan tidak pernah introspeksi diri maka kita tidak akan pernah bisa menghargai kekurangan orang lain sebagai kelebihan kita. Kita hanya akan menyadari bahwa diri kita yang paling hebat, padahal ada banyak orang yang lebih hebat di luar sana

    ReplyDelete
  72. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Kita merupakan manusia terbaik bagi diri kita sendiri. Kita merupakan manusia paling baik, paling pandai, paling hebat untuk diri kita sendiri. Tapi janganlah kita menggunakan pikiran ini saat ada orang lain. Karena banyak orang lain yang jauh lebih baik, jauh lebih pandai, jauh lebih hebat dari kita. Kita tidak boleh sombong, merasa memiliki segalanya, merasa paling baik sehingga hal tersebut menutupi hati kita untuk melihat kelebihan-kelebihan orang lain.

    ReplyDelete