Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 12: Perjalanan Filsafat




Ass, untuk semuanya:

Lakukanlah Perjalanan Filsafat imajiner. Kemudian laporkanlah hasil perjalanan anda dan tuliskanlah sebagai komen mengikuti posting ini.

Dapat menggunakan referensi.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

45 comments:

  1. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Ketika saya mencoba berfilsafat mengenai konsep bilangan saya mencoba melihat sisi fungsional tubuh. Hanya karena manusia-manusia primitif menciptakan bilangan dan kata bilangan yang sama dengan jumlah jari yang dimilikinya, skala bilangan kita sekarang adalah skala desimal, yaitu skala yang didasarkan pada sepuluh, dan terdiri dari pengulangan tak terhingga dari kata-bilangan sepuluh yang pertama. Jika manusia diberi dua belas jari bukannya sepuluh, tentu kita akan memiliki bilangan duo-desimal saat ini, berdasarkan dua belas, terdiri dari pengulangan tak berhingga dari kata bilangan dua belas yang dasar. Nyatanya, sistem duodesimal memiliki keuntungan dibanding sistem desimal. Sementara sepuluh hanya dapat dibagi genap oleh dua dan lima, duabelas dapat dibagi genap oleh dua, tiga, empat dan enam.

    ReplyDelete
  2. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Belajar memahami filsafat tak semudah membalikan telapak tangan. Seperti judul diatas, perjalanan filsafat, seseorang yang melakukan perjalanan pastilah membutuhkan banyak persiapan mulai dari perbekelana, tenaga, dan persiapan lainnya. Sama halnya dengan perjalanan filsafat, harus membutuhkan persiapan dalam mempelajari filsafat, persiapannya apa ? persiapannya adalah hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih agar mampu memaknai filsafat dengan baik.

    ReplyDelete
  3. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Perjalanan filsafat adalah cara atau jalan yang ditempuh dalam memahami filsafat. Cara yang ditempuh dalam memahaminya adalah dibaca sumber yang dipercaya, dipahami, dan dirasakan. Pada hakikatnya filsafat adalah ilmu berbipir para filsuf. Jadi perjalanan filsafat disini adalah bagaimana kita dapat merasakan apa yang ada dipikiran para filsuf. Perjalanan filsafat imajiner disini menegaskan bahwa dalam berfilsafat tidak hanya memerlukan bukti nyata, namun bukti yang ada di dalam pikiran yang tak tampak oleh mata.

    ReplyDelete
  4. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Perjalanan filsafat imajinerku dimulai ketika aku mulai mengenal apa itu filsafat yang dilanjutkan dengan berusaha menggapai filsafatku. Suatu ketika dalam perjalananan filsafat aku bertemu dengan Permenides yang mengatakan bahwa dunia itu tetap. Sedangkan di lain waktu, aku bertemu dengan Heraclitos yang mengatakan bahwa dunia itu berubah. Sesudah bertemu dengan keduanya aku menjadi risau namun setelah mendengar penjelasan yang lebih dalam dan luas, aku menjadi tahu. Dunia itu tetap berputar pada porosnya, namun dunia itu berubah suhunya. Perjalanan filsafatku belumlah selesai, karena masih banyak yang ingin aku pikirkan, masih banyak yang ingin aku tanyakan mengenai yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini. Yang jelas, dalam melaksanakan perjalan filsafatku, aku tak akan pernah melupakan pentingnya spiritualisme.

    ReplyDelete
  5. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Perjalanan Imajiner merupakan perjalanan dari pikiran manusia dari yang ada dan yang mungkin ada, yang bersifat abstrak dan hanya ada didalam fikiran manusia.
    Apapun yang dapat dan mungkin kita pikirkan dapat kita kaji secara filsafat, tetapi pikiran ini tidak mampu untuk mengkaji seluruhnyanya satu persatu. Filsafat merupakan cakupan yang sangat luas sedang pemikiran kita tidak bisa menjangkau semuanya. 

    ReplyDelete
  6. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sejalan dengan siring waktu filsafat berkembang semakin luas. Dapat pula filsafat menerobos ruang dan waktu. Seperti filsafat ilmu yang dipkirkan oleh para Filsuf masih terus eksis dalam masa sekarang menandakan fislafat dapat menembus ruang dan waktu. Namun bagaimana sebalikanya, sulit sekali jiga dilogika. Namun dalam filsafat mungkin ada dan yang mungkin ada bahwa pada masa sekarang merupakan hal yang ada dan yang mungkin ada yang dapat dipikirkan oleh para filsuf pikirkan menjadi Fisafat Ilmu. Sehingga perjalanan filsafat merupakan perjalannan menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Perjalanan filsafat yaitu dimana pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang kita belum tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Perjalanan filsafat imajinerku adalah semua yang ada dalam pikiranku dan keinginan hati yang belum terlaksana. Setiap orang memiliki keinginan dan pemikiran yang berbeda beda. keinginan antara pemikiran dan hati sebaiknya diselaraskan. berpikir yang baik dan berkeinginan yang baik.

    ReplyDelete
  9. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dengan membaca beberapa postingan dalam blog ini, menurut saya saya telah melakukan perjalanan filsafat yaitu dengan mencoba memikirkan dan memahami apa yang Prof. Marsigit tuliskan. Terimakasih kepada Prof. Marsigit yang telah memberikan banyak pengetahuan baru melalui postingan postingan dalam blog ini sehingga kami dapat belajar dimanapun dan kapanpun.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Kaum logisisme dipelopori oleh Bertrand Arthur William Russell dari Inggris. Dalam buku yang berjudul “The Principles of Mathematics” yang berpegang pada pendapat bahwa matematik murni terdiri atas deduksi-deduksi dengan prisip-prinsip logika dari prisip-prinsip logika.
    Perbedaan pandangan ini tidak melemahkan perkembangan matematika akan tetapi sebaliknya dimana satu aliran memberi inspirasi kepada aliran-aliran lainnya dalam titik-titik pertemuan yang disebut Black sebagai kompromi yang bersifat elektik. Kaum logistik mempergunakan system simbol yang diperkembangkan oleh kaum formalis dalam kegiatan analisisnya.

    ReplyDelete
  11. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Filsafat terbentang dari awal zaman hingga akhir zaman, dari material hingga spiritual, dunia dan juga langit. Semua terjamah oleh kajian filsafat, artinya bahwa filsafat mempelajari semua aspek kehidupan manusia. Filsafat merupakan olah pikir kita tentang cara menyikapi berbagai fenomena yang terjadi dalam kehidupan. Ada garis imajiner dari sudut pandang atau pikiran kita yang membedakan yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada berarti filsafat atau olah pikir yang sudah kita terapkan dalam kehidupan. Yang mungkin ada berarti filsafat imajiner atau olah pikir yang belum diterapkan atau direalisasikan, hanya sebatas pemikiran saja.

    ReplyDelete
  12. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Perjalaan filsafat yaitu perjalanan manusia dari waktu ke waktu dalam mengambangkan pola pikir dan pengalamannya. Dari kecil sampai dewasa pastilah kita mendapat pelajaran dari berbagai sisi yang mestinya itu mengembangkan pola pikir kita. Karena berfilsafat sendiri adalah tentang pikiran, dan menerjemahkan

    ReplyDelete
  13. KompasQQAGENPOKER Terbaik Terpopuler & Terpercaya Se-ASIA & Seindonesia | 7 Permainan 1situs & 1akun
    BANDAR SAKONG | BANDARPOKER | POKERONLINE | CAPSASUSUN | BANDARQ | DOMINOQQ | ADUQ

    Menyediakan 5 BANK lokal untuk mempermudah transaksi.
    BCA BNI BRI MANDIRI DANAMON
    Minimal deposit & withdraw HANYA @Rp 15.000,- SAJA.
    Proses dana Cepat dan Terpercaya hanya 1 - 3 menit saja.
    Dana anda pasti pasti di jamin akan siap di proses.

    Pelayanan 24JAM setiap harinya,bersama Cs yang Cantik Ramah.
    Bbm : Rosie 7BD4 C69C & Lara 7B66 BFC1
    Skype : kompasqq
    Yahoo : kompasqq
    Twitter : kompasqq
    Facebook : kompasqq
    Instagram : igkompasqq
    Phone : +855011432145
    Nb - Terima kasih telah membaca dan mempercayai kami.

    ReplyDelete
  14. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    Pendidikan matematika A Pps


    Perjalanan filsafat menurut saya yaitu suatu sikap yg mempelajari tentang kehidupan, lingkungan dan alam. Bagaimana cara pola pikir kita terhadap sesuatu. Apabila kita berfilsafat berarti kita sudah berusaha untuk berfikir secara mendalam. Apalagi berfikir tentang apa yang menjadi ketertarikannya. Semua orang pasti mempunyai ketertarikan terhadap sesuatu. Ada yang tertarik dengan kucing seperti saya, ada yg tertarik dengan burung, katak, ular bahkan tumbuhan-tumbuhan. Saya heran ada yg suka sekali dengan ular, bagi saya ular sesuatu yg paling menyeramkan. Penjelasan mereka tentang kerterarikannya terhadap ular itu kadang sulit saya terima. Tetapi setelah saya ditanya mengapa tertarik dengan kucing kadang penjelasan penjelasan saya pun sulit diterima oleh orang lain. Jadi menurut saya terkadang suatu ketertarikan itu tidak dapat dijelaskan tetapi dirasakan dan perbedaan cara berpikir setiap orang terhadap sesuatu adalah hal sangat wajar. Setiap orang berhak berpendapat sendiri. Yang terpenting bukanlah perbedaan pendapat tersebut, tetapi bagaimana cara kita menyikapi perbedaan pendapat tersebut dengan bijaksana. Jadi dalam perjalanan filsafat saya, ternyata filsafat juga suatu kebijaksanaan memahami diri sendiri dan orang lain secara mendasar untuk hidup dalam bersosialisasi dengan sesama.

    ReplyDelete
  15. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya telah melakukan perjalananfilsafat imajiner. Hasil perjalanan saya sebagai berikut: saya berandai-andai mampu enciptakan mesin waktu, lalu saya pergi ke masa lalu tepatnya tahun 1900. Ketika itu sedang terjadi perang yang sangat hebat di seluruh wilayah indonesia. Lebih tepatnya perang melawan penjajah. Kebetulan saya terlibat di dalam perang tersebut. Saya bertugas menjaga markas utama yang dipimpin oleh wakil ketua pasukan. Dikarenakan ketua pasukan sedang bertempur di medan yang lain sehingga posisi sebagai pemimpin sementara digantikan oleh wakilnya. Lalu tiba-tiba markas kami diserbu habis oleh para penjajah. Semua tewas kecuali saya, saya berhasil sembunyi di suatu ruangan rahasia dan tidak sengaja mendengar percakapan mereka. Mereka telah mengetahui dimana lokasi ketua pasukan dan berencana membunuhnya. Hal ini dilakukan agar semangat rakyat untuk berjuang hilang setelah tahu pemimpin mereka dibunuh.
    Dengan paniknya saya berpikir bagaimana cara memberitahu kepada ketua saya agar menghindar dan bersembunyi agar tidak terbunuh. Tetapi saya bingung bagaimana caranya memberitahu kepada ketua jika ia akan diserang. Sedangkan posisi saya terjebak dan tidak memungkinkan keluar dari dari persembunyian dengan selamat. Saat itulah saya berandai-andai. Andai saja ada suatu alat yang mampu menghubungkan saya dengan ketua dan saya tidak perlu keluar dari tempat persembunyian. Alat yang bisa mengirim pesan dan saling berkomunikasi jarak jauh tanpa harus pergi keluar rumah. Kalau bisa alat itu juga bekerja cepat. Ditengah-tengah saya berandai-andai tiba-tiba saja saya kembali ke masa sekarang. Saya lalu memikirkan perjalanan ke masa lalu yang saya alami tiu. Alat yang saya butuhkan saat itu sudah ada di zaman sekarang. Namanya internet. Andai orang jaman dulu sudah ada internet pasti tidak terbayang akan bagaimana sejarah mencatatnya.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  16. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 Kelas B

    Baru saja saya melakukan perjalanan imajiner. Hasil perjalanan saya adalah seperti ini: Saya melakukan pengandaian. Tentu saya berandai-andai. Saya berandai-andai tiba-tiba saja terbangun dari tidur di atas batu di bawah air terjun. Saya berjumpa seekor katak yang disleksia. Berkali-kali dia menatap saya. Ketika saya lihat, dia mengalihkan matanya. Saya rasa dia melihat diri saya lagi, dengan secepat elang saya berusaha ingin menelanjanginya (maksut saya memergoki bahwa dia sedang menatap saya). Benar saja, dia sangat pintar mencari pengalihan, tiba-tiba dia menjadi katak sok sibuk yang menggaruk-garukkan tangannya ke batu (Oh iya katak ini tidak berjalan seperti katak pada umumnya. Jalannya seperti manusia. Dia punya dua kak dan dua tangan). Eiiiiit saya lihat dia menenteng buku matematika. Tapi eh tapi eh tapi. Sebelumnya saya sudah bilang ya kalau katak ini disleksia, ah memang benar, katak ini kesulitan membaca huruf M-A-T-E-M-A-T-I-K-A menjadi MATEMATIKA seperti yang kita ucapkan sehari-hari. Ah benar saja, dia membacanya mati ke mata. Okay, saya sebagai manusia berusaha memahami katak itu. Pelan-pelan saya mendampingi katak itu membaca. Kata si katak sih semua huruf di bukunya lari-larian, kadang saling pindah posisi. (Oh ya pantas saja jadi mati ke mata). Setelah sekian lama saya bersama si katak di air terjun, saya baru sadar jika saya bisa berbicara dengan hewan. Tentu ini kesempatan bukan, dengan gegap gempita saya mencari hewan lainnya. Saya bertemu dengan ikan, tepat kubangan air samping air terjun. Benar saja, sebelum saya mencoba tes kemampuan biacara saya dengan hewan, ikan itu sudah menyapa duluan. Dia bilang hai, tentu ku jawab hai juga. Tidak cuma katak, tidak hanya ikan, masih banyak binatang berkulit licin lainnya. Setelah sekian lama bercengkrama dengan hewan-hewan itu, tiba-tiba "kriiiiiiingg", bel sekolah berdering. Akupun kaget, Oh Ya Ampun, ternyata aku ketiduran di kelas. Seperti biasa, saya bergegas pulang, mengemasi buku, dan seperti biasa, ku melihat buku ku berjudul "MATA KE MATI" atau malah "MATI KE MATA" ada juga "IPAS dan IPES".

    ReplyDelete
  17. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

    Saya berimajinasi dengan mimpi-mimpi saya sebagai seorang pendidik di suatu Perguruan Tinggi. Suatu pagi saya mendapat undangan sebagai pembicara suatu seminar di daerah Blora, Jawa Tengah tempat lahir saya. Di sebuah seminar itu para peserta merupakan para pendidik di SD, SMP, dan SMA di lingkungan kecamatan Blora kota. Pada seminar itu saya memberikan materi tentang bagaimana cara menyalurkan ilmu yang baik dan benar. Walaupun sudah menjadi pendidik, bukan artinya kita malu untuk bertanya ke sesama pendidik. Dari sini, saya mencoba memberikan gambaran kepada para pendidik untuk saling berdiskusi sesering mungkin mengenai pengetahuan. Dari saling sharing tersebut, dapat memberikan dampak positif pagi siswanya. Seperti contoh, banyak pendidik yang saya lihat mengajarkan siswa yang salah seperti membaca angka “0” (nol). Kebanyakan siswa SD sampai orang dewasa pun pasti akan membacanya dengan angka “kosong”. Padahal dalam angka matematika, tidak ada angka kosong. Langkah kecil yang saya rubah dapat membangun pengalaman dan pengetahuan yang besar. Jangan menurunkan pengetahuan yang salah, jika ragu bertanyalah kepada yang lebih tahu meskipun kita sudah bertitle tinggi sekalipun.

    ReplyDelete
  18. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017


    Hasil perjalanan filsafat imajiner saya, ketika saya berandai-andai. Satu hari lebih dari 24 jam, yaitu satu hari 30 jam, pergerakan yang mungkin terjadi tentu saja banyak. Disini saya membayangkan, saya sebagai guru sekolah yang menerapkan full day school, saat satu hari 24 jam, sekolah beroperasi dari jam 07.00 - 16.00 , jika 1 hari 30 jam, saya membayangkan sekolah full day school akan mengadakan kegiatan belajar dan pembelajaran sampai jam 19.00 dimana itu berarti dalam 1 haris siswa akan menerima pelajaran selama 12 jam. Tentu ini bertentangan dengan daya tampung siswa terhadap informasi yang biasanya hanya dapat fokus 2-3 jam saja. Karena itu, saat satu hari 24 jam saja, mereka harus menampung materi selama 9 jam, tentu saja tetap jauh dari kapasitas kognitif mereka. Untuk itu dibutuhkan keterampilan guru mengelola kelas.

    ReplyDelete
  19. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Aku sudah melakukan perjalanan filsafat imajiner. Berikut ini laporannya. Aku sudah melakukan perjalanan keliling dunia. Semua hal yang aku temui selalu berbicara dan memberikan pesannya. Laut berbicara, "aku sudah tua, rasanya sudah tak terhingga banyaknya kapal yang melewatiku, angin menggoyang-goyangkan tubuhku, ombak silih berganti datang dan pergi, rasanya sudah mau habis masaku dan masamu, maka bertobatlah". Gunung berkata, "aku sudah lelah berdiri sepanjang waktu, kadang memuntahkan semua isi perutku, membuat heboh orang-orang yang ada di kaki ku, sudah cukup, rasanya masaku dan masamu akan segera habis, maka bertobatlah". Langit berkata, "aku sudah letih terus menggantung seperti ini, kapan waktuku untuk tidur, aku sudah kotor dilewati oleh gas-gas dari bumi, aku sudah tak tahan lagi, rasanya masaku dan masamu akan segera habis, maka bertobatlah". Begitu semua pesan yang saya terima, semuanya mengeluh ingin menyerah dan menyuruhku untuk bertobat. Sepertinya benar, aku harus segera bertobat karena tidak tahu kapan tiba-tiba masaku habis waktunya.

    ReplyDelete
  20. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Berikut perjalan filsafat saya. Ketika di dalam hati saya bertanya, untuk apa kita hidup? Apa tujuan kita hidup? Atau mengapa kita ada di dunia? Pertanyaan tersebut sebetulnya bisa dijawab melalui agama. Namun, ketika kita jawaban tersebut belum cukup untuk bisa menjelaskan jawaban tersebut maka belajar filsafat adalah sesuatu yang bisa kita lakukan. Setidaknya dengan mempelajari filsafat, kita bisa menemukan metode yang lebih tepat untuk memahami dan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar tersebut. Saya mulai berpikir, alasan kita hidup, dalam pandangan agama, hidup adalah ibadah, yang memiliki tujuan-tujuan untuk menjadi khalifah di bumi. Kemudian saya melanjutkan pemikiran, ibadah seperti apa yang dimaksud? Secara sistematis, ibadah yang berupa pengabdian diri kepada Allah SWT. Kemudian dilanjutkan dengan perenungan bahwa hidup hanyalah sementara, dan suatu saat pasti akan kembali PadaNya. Jadi, perjalanan filsafat yang menurut saya telah saya lakukan yaitu berupa ppemikiran secara logis, sistematis, yang berujung pada pemikiran secara umum.

    ReplyDelete
  21. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Duniaku adalah perjalanan atas kesadaranku. Kemana langkahku menuju di dalam benakku, proses pencarian yang terkadang sangat melelahkan. Sepertinya aku hanya hidup untuk diriku, namun aku tak bisa berkata kelengkapanku. Perjaananku ternyata membutuhkan kesadaran orang lain. Sebuah perjalanan yang hanya ada dalam benakku. Inilah perjalananku.

    ReplyDelete
  22. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    filsafat imajiner seperti membayangkan di alam pikiran bahwa mempelajari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada adalah sesuatu yang abstrak. apa yang awalnya tidak pernah terpikirkan bisa menjadi bahan pikiran. dengan melakukan perjalanan filsafat imajiner, pikiran tidak akan berhenti, dan terus berfikir.

    ReplyDelete
  23. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Imajiner diambil dari kata imajinasi yang artinya kekuatan atau proses menghasilkan citra (gambaran) dan juga ide. Perjalanan filsafat imajiner berarti kita akan melakukan suatu perjalan filsafat secara abstrak atau hanya berada di dalam pikiran kita. Terkait dengan imajinasi, biasanya kita sebagai manusia sering kali membayangkan apa yang telah terjadi dan apa yang belum terjadi. Ketika berimajinasi tentang yang telah terjadi, itu artinya kita sedang membayangkan masa lalu, sedangkan ketika berimajinasi tentang yang belum terjadi maka kita sedang membayangkan tentang masa depan yang hanya bisa kita imajinasikan tanpa tahu apakah dapat menjadi kenyataan.

    ReplyDelete
  24. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Filsafat tumbuh atas dasar pemikiran mitis dan arkais menuju ke suatu refleksi sistematis mengenai susunan dalam (logos) segala sesuatu yang terjadi. Dan terus berkembang sampai sekarang. Filsafat telah digunakan untuk berfikir, menetukan pertanyaan dan jawaban. Garis imajiner pada filsafat terkadang memnjadi tolak ukur manusia untuk menggunakan ilmu filsafat pengetahuan menterjemahkan sesuatu kedalam bentuk pemikiran.

    ReplyDelete
  25. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Perjalanan imaginer filsafat saya berarti harus saya tempuh dengan mempelajari perkembangan filsafat dari waktu ke waktu. Aku mulai dengan perjalanan imajinerku. Lalu aku melihat sekilas tentang filsafat alam, filsafat kritis, sampai filsafat bahasa. Kemudian dalam perjalanan ternyata aku mulai mengenal para filsuf yaitu Socrates dengan filsafat alamnya, Descartes dengan rasionalismenya, D.Hume dengan empirismenya, I.Kant dengan sintetik apriori, A.Comte dengan positivisme. Dan ternyata perjalananku masihlah panjang. Karena aku baru melihat semua itu sekilas saja dan belum yakin dengan apa yang aku lihat.

    ReplyDelete
  26. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Perjalanan filsafat imajiner kapanpun dapat kita lakukan sesuai dengan ruang dan waktu . Perjalanan ini tidak bisa kita lakukan ketika kita tidur karena pada hakikatnya perjalanan filsafat imajiner ini merupakan perkara perjalanan pikiran. Perjalanan pikiran kita dari waktu ke waktu ketika kita masih bayi , anak-anak berfikir yang senang-senang saja seolah tidak ada masalah. Memasuki masa remaja kemampuan fikiran kita meningkat, mulai muncul masala-masakah pribadi. Semakin meningkat perjalanan pikiran kita untuk mencari hakikat kita hidup, tujuan kita hidup. Perjalanan kita tidak akan berakhir selamaa kita masih berpikir. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  27. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Selama ini dalam belajar filsafat yang sangat terasa adalah kami belajar untuk mengolah pikir secara mendalam dan luas. Dalam membaca artikel-artikel, buku-buku mengenai filsafat banyak juga kami temui pandangan-pandangan dan pemikiran-pemikiran filsuf yang cukup mengguncang jiwa seperti “Pikiranku adalah pikiran terbatas Tuhan, dari Pikiran yang tak terbatas-Nya” yang dikemukakan oleh Barruch De Spinoza, lalu ada pendapat “Demokrasi itu Lemah”, dan “manusia itu adalah serigala bagi sesamanya” yang dikemukakan oleh Thomas Hobbes. Sehingga kami perlu banyak membaca istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT, dan mohon petunjuk kepada-Nya agar pikiran kami tidak melayang terlalu jauh hingga meninggalkan iman dan ketakwaan kami.

    ReplyDelete
  28. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Saya telah melakukan perjalanan imajiner dan bertemu dengan dua batang bambu. Batang bambu tinggi dan batang bambu rendah. Saya sempat berdiskusi dengan kedua batang bambu tersebut. Setela lama bercengkerama maka tibahlah ke percakapan antara batang bambu tinggi dan batang bambu rendah.

    Batang bambu rendah,
    Aku, setiap kali ada angin yang datang berhembus dari timur ke barat atau sebaliknya maupun dari selatan ke utara atau sebaliknya, tubuhku tidak bergerak dengan kencangnya. Aku bisa mempertahanlan tubuhku tanpa takut akan patah. Aku mempunyai banyak manfaat sama seperti batang bambu tinggi. Tubuhku dapat dibuat berbagai kerajinan dan manfaat. Tapi aku hanya dapat melihat sejauh yang aku dapat lihat karena tubuhku yang tidak terlalu tinggi. Aku iri dengan batang bambu tinggi.

    Batang bambu tinggi,
    Aku, setiap kali ada angin yang datang berhembus dari timur ke barat atau sebaliknya maupun dari selatan ke utara atau sebaliknya, tubuhku bergerak dengan kencangnya. Aku tidak bisa mempertahanlan tubuhku, aku takut akan patah. Aku mempunyai banyak manfaat sama seperti batang bambu rendah. Tubuhku dapat dibuat berbagai kerajinan dan manfaat. Tapi aku hanya dapat melihat melampaui apa yang batang bambu rendah dapat lihat karena tubuhku yang terlalu tinggi. Aku iri dengan batang bambu tinggi yang tidak pernah mencemaskan batang yang akan patah ketika angin berhembus.

    ReplyDelete
  29. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Perjalanan filsafat merupakan perjalanan hidup, perjalan mencari kebenaran. Dalam perjalanan ada kalanya kita beristirahat, berjalan berlari, mendaki, tersandung, terjatuh, tersesat, berbelok, lurus, bertamu halangan, berputar dan lain-lain. perjalanan adalah ujian, bagaimana kita bisa berjalan kearah tujuan. Perjalanan tidaklah mudah, apalagi perjalanan filsafat. Belum tentu kita sampai tujuan, ada kemungkinan bahwa kita akan tersesat, kehilangan arah, lelah, kehabisan bekal dan halangan rintangan lainnya, tetapi kita tetap harus berjalan, karena tanpa berjalan kita tidak akan mencaai tujuan. Bagi saya perjalan filsafat itu seperti berjalan menyusuri labirin yang sangat membingungkan. Di dalam perjalan saya tidak dapat menemukan atau berjalan mencari arah sendiri, filsafat yang saya pelajari adalah dari berbagai orang yang saya temui, saya bersyukur hingga saat ini saya masih melakukan perjalanan filsafat. Karena sesungguhnya filsafat itu adalah perjalanan, karena filsafat itu kehidupan, bila kita berhenti berfilsafat berarti kita berhenti berjalan dan mati dari sudut pandang filsafat.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  30. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Membaca tulisan ini membuat saya teringat dengan kuliah ilmu filsafat pada pertemuan ketiga. Berdasarkan catatan saya, pada hari itu Prof. Marsigit mengatakan bahwa filsafat adalah modus atau narasi besar para filsuf. Dari awal perkembangan sampai akhir, filsafat adalah isme. Isme berarti pusat, misalnya humanisme yang memiliki makna manusia sebagai pusatnya. Berhati-hatilah dengan filsafat karena filsafat adalah pusatnya. Filsafat pada saat ini termasuk ke dalam masa filsafat bahasa dan telah meninggalkan masa kontemporer atau modern. Bahasa filsafat adalah bahasa analog. Bahasa analog adalah bahasa yang lebih tinggi dari perumpamaan, kiasan, dan konotatif

    ReplyDelete
  31. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Filsafat itu berarti berolah pikir, pikiran itu bebas, kita dapat berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Selain itu pikiran setiap individu pasti berbeda. Sehingga kita harus menyadari bahwa akan ada banyak perbedaan di dunia ini. Kita sebagai manusia harus bijaksana dalam menyikapi adanya perbedaan. Perbedaan juga bukan alasan kita untuk merasa lebih hebat dari orang lain. Kita berbeda, bukan karena kita lebih hebat dan orang lain. Tetapi dengan adanya perbedaan itulah kita berarti bisa saling melengkapi. Dan kita tidak dapat memaksakan pemikiran kita itu harus benar juga bagi orang lain. Karena benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain. Pada dasarnya kita berfilsafat itu berarti kita sedang mencari suatu kebenaran. Karena pikiran manusia itu berkembang, maka filsafat itu selalu berkembang, bahkan di jaman sekarang ini perkembangan teknologinya semakin maju. Kita harus dapat memanfaatkan teknologi dengan benar. Karena di jaman sekarang ini berita dapat dengan mudah menyebar karena majunya teknologi. Bahkan berita-berita hoax sekarang juga mudah sekali beredar. Oleh karena itu, dengan kita berfilsafat diharapkan kita dapat menggunakan akal pikiran kita sehingga nantinya kita tidak terbawa oleh arus berita-berita hoax, dan tidak tersesat dalam menjalani kehidupan.

    ReplyDelete
  32. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Filsafat merupakan olah pikir. Ojek filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Maka perjalanan filsafat adalah perjalanan dalam pikiran kita memikirkan segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Apa yang kita pikirkan, apa yang ada dibenak kita, itulah perjalanan imajiner. Maka perjalanan imajiner adalah perjalanan dalam pikiran ini, ketika orang lain tidak tahu mengenai perjalanan saya. Ketika sekarang aku melakukan perjalanan imajiner, sesungguhnya yang aku lihat adalah bahwasannya aku sendiri tidak memahami tentang perjalanan imajiner. Maka aku melihat bahwa jika aku tidak kembali membaca dan membaca setelah ini maka aku akan tersesat ke dalam mitosku. Perjalanan imajinerku saat ini pastilah akan berbeda dengan jika nanti aku kembali melakukan perjalanan imajiner.

    ReplyDelete
  33. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Filsafat imajiner merupakan filsafat yang dilihat dari cara yang berbeda. Filsafat imjiner mengandalkan imajinasi pemikir filsafat. Filsafat yang melibatkan imajinasi akan menghasilkan keunikan tersendiri karena pemikir (manusia) unik dan memiliki pemikirannya masing-masing. Akan tetapi, berfilsafat imajinasi sebaiknya selalu diawali dengan berdoa kepada Tuhan Yang maha Kuasa agar selama melakukan perjalan filasafat dalam imajinasi tidak ada mahluk pengganggu yang memanfaatkan olah pikir manusia. Penganggu tersebut tiada lain tiada bukan musuh nyata bagi manusia yakni syaitan yang dilaknat Allah Subhanahuwataala.

    ReplyDelete
  34. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Setiap kegiatan yang kita lakukan dapat dikatakan sebagai perjalanan imajiner. Kata imajiner sama artinya dengan imajinasi. Imajinasi berarti khayalan atau dapat dikatakan sebagai angan-angan. Perjalanan filsafat imajiner menggambarkan tentang sesuatu yang ada dalam angan-angan. Ruang lingkup dalam filsafat adalah ruang dan waktu. Ruang menggambarkan tempat di mana kita berpikir kritis, berpikir intensif dan ekstensif, menterjemahkan dan diterjemahkan dalam dunia filsafat

    ReplyDelete
  35. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Imajiner diambil dari kata imajinasi artinya kekuatan atau proses menghasilkan citra (gambaran) dan juga ide. Perjalanan filsafat imajiner berarti kita akan melakukan suatu perjalanan filsafat secara abstrak atau hanya berada dalam pikiran kita. Terkait dengan imajinasi, biasanya kita sebagai manusia sering kali membayangkan apa yang telah terjadi dan apa yang belum terjadi. Ketika berimajinasi tentang yang telah terjadi , itu artinya kita sedang membayangkan masa lalu, sedangkan yang belum terjadi adalah tentang masa depan yang hanya bisa kita imajinasikan tanpa tahu apakah dapat menjadi kenyataan.

    ReplyDelete
  36. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Perjalanan filsafat imajinerku dimulai ketika aku mulai mengenal apa itu filsafat yang dilanjutkan dengan berusaha menggapai filsafatku. Suatu ketika dalam perjalananan filsafat aku bertemu dengan Permenides yang mengatakan bahwa dunia itu tetap. Sedangkan di lain waktu, aku bertemu dengan Heraclitos yang mengatakan bahwa dunia itu berubah. Sesudah bertemu dengan keduanya aku menjadi risau namun setelah mendengar penjelasan yang lebih dalam dan luas, aku menjadi tahu. Dunia itu tetap berputar pada porosnya, namun dunia itu berubah suhunya. Perjalanan filsafatku belumlah selesai, karena masih banyak yang ingin aku pikirkan, masih banyak yang ingin aku tanyakan mengenai yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini. Yang jelas, dalam melaksanakan perjalan filsafatku, aku tak akan pernah melupakan pentingnya spiritualisme.

    ReplyDelete
  37. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Perjalanan filsafat menurut saya bagaimana saya belajar, mencari dan menemukan filsafat. Setiap orang pasti punya guru dalam belajar, dan dalam perjalanan filsafat saya guru saya ialah Prof. Marsigit, dengan media tatap muka langsung dan via blog. Pejalanan filsafat imajiner saya lalui dengan membaca blog. Banyak pengalaman seolah saya lalui sendiri, padahal itu bukan pengalaman yang saya lalui sendiri dan hanya saya baca via blog. Belajar filsafat yang tanpa dibatasi ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  38. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Perjalanan filsafat imajiner menurut saya adalah bagaimana kita belajar filsafat tidak dengan mengalami secara langsung suatu kajian atau pembahasan suatu masalah namun melalui media lain dimana kita membayangkan bagaimana suatu kejadian dan pemaknaannya. Dalam filsafat imajiner kita juga bebas dalam memaknai suatu penggambaran berdasarkan pemikiran kita, sehingga pembelajaran filsafat dapat kita lakukan melalui pendapat orang lain, pengalaman yang kita baca atau dengar dan kita imajinasikan dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  39. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  40. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Imajiner sama saja dengan imajinasi, sedangkan filsafat itu sendiri adalah segala yang ada pada diriku. Maka perjalanan filsafat imajiner ku adalah segala yang ada dan yang mungkin ada dalam pikiran ku atau bisa dikatakan segala yang ada dan yang mungkin ada dalam angan-angan ku. Meskipun hanya angan-angan perjalanan imajiner, tetap harus berlandaskan pada spiritual, etik, dan estetika karena semuanya bersumber dari apa yang kita pikirkan. Adapun ruang lingkup dari perjalanan filsafat itu mencakup ruang dan waktunya, sehingga kita dapat berpikir secara ekstensif dan intensif dan kita dapat menterjemahkan segala yang kita pikirkan kepada siapapun yang ingin mengetahuinya.

    ReplyDelete
  41. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menurut Immanuel kant, sebenar-benar dunia itu adalah yang engkau pikirkan. Yang dipikirkan itu masih didalam pikiran, masih khayal, diangan-angan atau imaginer. Apa saja yang dipikirkan di dalam pikiran kita bisa berupa ide yang bisa memunculkan karya-karya inovasi di dunia nyata. Karena sebuah karya bisa didasarkan oleh ide maupun pengalaman.

    ReplyDelete
  42. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Imajiner berawal dari kata imajinasi. Kata imajinasi identic dengan khayalan. Yang domainnya berada pada alam pikiran manusia. Melakukan sebuah perjalanan imajiner filsafat berarti kita menjalankan pikiran kita untuk melakukan sebuah perjalanan filsafat menembus ruang dan waktu untuk mempelajari pikiran para filsuf. Mulai dari zaman-zaman awal, yang tokohnya adalah plato, berjalan terus sampai pada filsafat zaman now yang berupa filsafat bahasa.

    ReplyDelete
  43. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam blog ini juga terdapat artikel mengenai surat presiden imajiner. Dari asal katanya saja sudah jelas bahwa kita perlu berandai-andai untuk melakukan perjalanan filsafat imajiner. Bisa jadi berandai-andai menjadi filsuf, atau menembus ruang dan waktu menjadi diri kita dalam dimensi berbeda. Segala sesuatu yang imajiner berada di dalam pikiran kita. Lebih dalam daripada sekedar pikiran biasa, karena kita mungkin tidak dapat mendefinisikannya dengan baik.

    ReplyDelete
  44. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat merupakan olah pikir kita tentang cara menyikapi berbagai fenomena yang terjadi dalam kehidupan. Seperti yang dijelaskan pada salah satu pertemuan perkuliahan mengenai filsafat awal dan akhir zaman, ada garis imajiner yang dari sudut pandang atau pikiran kita yang membedakan yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada berarti filsafat atau olah pikir yang sudah kita terapkan dalam kehidupan. Yang mungkin ada berarti filsafat imajiner atau olah pikir yang belum diterapkan atau direaalisasikan, hanya sebatas pemikiran saja.

    ReplyDelete
  45. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Obyek filsafat terdiri dan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Imaginer artinya khayalan. Maka filsafat imaginer artinya kita mengadakan sesuatu yang belum ada. Apa yang ada dalam pikiran kita adalah sesuatu belum ada pada kenyataan. Filsafat imaginer bukanlah sesuatu yang salah. Tanpa sadar seseorang dapat melakukan imaginasi. Dalam tidurpun ketika seseorang bermimpi makanya ia sedang melakukan filsafat imaginer. Namun jangan sampai melampau batas. Maka hendaklah manusia selalu memulai sesuatu dengan berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete