Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 12: Perjalanan Filsafat




Ass, untuk semuanya:

Lakukanlah Perjalanan Filsafat imajiner. Kemudian laporkanlah hasil perjalanan anda dan tuliskanlah sebagai komen mengikuti posting ini.

Dapat menggunakan referensi.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

17 comments:

  1. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Perjalanan filsafat merupakan perjalanan hidup, perjalan mencari kebenaran. Dalam perjalanan ada kalanya kita beristirahat, berjalan berlari, mendaki, tersandung, terjatuh, tersesat, berbelok, lurus, bertamu halangan, berputar dan lain-lain. perjalanan adalah ujian, bagaimana kita bisa berjalan kearah tujuan. Perjalanan tidaklah mudah, apalagi perjalanan filsafat. Belum tentu kita sampai tujuan, ada kemungkinan bahwa kita akan tersesat, kehilangan arah, lelah, kehabisan bekal dan halangan rintangan lainnya, tetapi kita tetap harus berjalan, karena tanpa berjalan kita tidak akan mencaai tujuan. Bagi saya perjalan filsafat itu seperti berjalan menyusuri labirin yang sangat membingungkan. Di dalam perjalan saya tidak dapat menemukan atau berjalan mencari arah sendiri, filsafat yang saya pelajari adalah dari berbagai orang yang saya temui, saya bersyukur hingga saat ini saya masih melakukan perjalanan filsafat. Karena sesungguhnya filsafat itu adalah perjalanan, karena filsafat itu kehidupan, bila kita berhenti berfilsafat berarti kita berhenti berjalan dan mati dari sudut pandang filsafat.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  2. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Membaca tulisan ini membuat saya teringat dengan kuliah ilmu filsafat pada pertemuan ketiga. Berdasarkan catatan saya, pada hari itu Prof. Marsigit mengatakan bahwa filsafat adalah modus atau narasi besar para filsuf. Dari awal perkembangan sampai akhir, filsafat adalah isme. Isme berarti pusat, misalnya humanisme yang memiliki makna manusia sebagai pusatnya. Berhati-hatilah dengan filsafat karena filsafat adalah pusatnya. Filsafat pada saat ini termasuk ke dalam masa filsafat bahasa dan telah meninggalkan masa kontemporer atau modern. Bahasa filsafat adalah bahasa analog. Bahasa analog adalah bahasa yang lebih tinggi dari perumpamaan, kiasan, dan konotatif

    ReplyDelete
  3. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Filsafat itu berarti berolah pikir, pikiran itu bebas, kita dapat berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Selain itu pikiran setiap individu pasti berbeda. Sehingga kita harus menyadari bahwa akan ada banyak perbedaan di dunia ini. Kita sebagai manusia harus bijaksana dalam menyikapi adanya perbedaan. Perbedaan juga bukan alasan kita untuk merasa lebih hebat dari orang lain. Kita berbeda, bukan karena kita lebih hebat dan orang lain. Tetapi dengan adanya perbedaan itulah kita berarti bisa saling melengkapi. Dan kita tidak dapat memaksakan pemikiran kita itu harus benar juga bagi orang lain. Karena benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain. Pada dasarnya kita berfilsafat itu berarti kita sedang mencari suatu kebenaran. Karena pikiran manusia itu berkembang, maka filsafat itu selalu berkembang, bahkan di jaman sekarang ini perkembangan teknologinya semakin maju. Kita harus dapat memanfaatkan teknologi dengan benar. Karena di jaman sekarang ini berita dapat dengan mudah menyebar karena majunya teknologi. Bahkan berita-berita hoax sekarang juga mudah sekali beredar. Oleh karena itu, dengan kita berfilsafat diharapkan kita dapat menggunakan akal pikiran kita sehingga nantinya kita tidak terbawa oleh arus berita-berita hoax, dan tidak tersesat dalam menjalani kehidupan.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Filsafat merupakan olah pikir. Ojek filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Maka perjalanan filsafat adalah perjalanan dalam pikiran kita memikirkan segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Apa yang kita pikirkan, apa yang ada dibenak kita, itulah perjalanan imajiner. Maka perjalanan imajiner adalah perjalanan dalam pikiran ini, ketika orang lain tidak tahu mengenai perjalanan saya. Ketika sekarang aku melakukan perjalanan imajiner, sesungguhnya yang aku lihat adalah bahwasannya aku sendiri tidak memahami tentang perjalanan imajiner. Maka aku melihat bahwa jika aku tidak kembali membaca dan membaca setelah ini maka aku akan tersesat ke dalam mitosku. Perjalanan imajinerku saat ini pastilah akan berbeda dengan jika nanti aku kembali melakukan perjalanan imajiner.

    ReplyDelete
  5. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Filsafat imajiner merupakan filsafat yang dilihat dari cara yang berbeda. Filsafat imjiner mengandalkan imajinasi pemikir filsafat. Filsafat yang melibatkan imajinasi akan menghasilkan keunikan tersendiri karena pemikir (manusia) unik dan memiliki pemikirannya masing-masing. Akan tetapi, berfilsafat imajinasi sebaiknya selalu diawali dengan berdoa kepada Tuhan Yang maha Kuasa agar selama melakukan perjalan filasafat dalam imajinasi tidak ada mahluk pengganggu yang memanfaatkan olah pikir manusia. Penganggu tersebut tiada lain tiada bukan musuh nyata bagi manusia yakni syaitan yang dilaknat Allah Subhanahuwataala.

    ReplyDelete
  6. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Setiap kegiatan yang kita lakukan dapat dikatakan sebagai perjalanan imajiner. Kata imajiner sama artinya dengan imajinasi. Imajinasi berarti khayalan atau dapat dikatakan sebagai angan-angan. Perjalanan filsafat imajiner menggambarkan tentang sesuatu yang ada dalam angan-angan. Ruang lingkup dalam filsafat adalah ruang dan waktu. Ruang menggambarkan tempat di mana kita berpikir kritis, berpikir intensif dan ekstensif, menterjemahkan dan diterjemahkan dalam dunia filsafat

    ReplyDelete
  7. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Imajiner diambil dari kata imajinasi artinya kekuatan atau proses menghasilkan citra (gambaran) dan juga ide. Perjalanan filsafat imajiner berarti kita akan melakukan suatu perjalanan filsafat secara abstrak atau hanya berada dalam pikiran kita. Terkait dengan imajinasi, biasanya kita sebagai manusia sering kali membayangkan apa yang telah terjadi dan apa yang belum terjadi. Ketika berimajinasi tentang yang telah terjadi , itu artinya kita sedang membayangkan masa lalu, sedangkan yang belum terjadi adalah tentang masa depan yang hanya bisa kita imajinasikan tanpa tahu apakah dapat menjadi kenyataan.

    ReplyDelete
  8. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Perjalanan filsafat imajinerku dimulai ketika aku mulai mengenal apa itu filsafat yang dilanjutkan dengan berusaha menggapai filsafatku. Suatu ketika dalam perjalananan filsafat aku bertemu dengan Permenides yang mengatakan bahwa dunia itu tetap. Sedangkan di lain waktu, aku bertemu dengan Heraclitos yang mengatakan bahwa dunia itu berubah. Sesudah bertemu dengan keduanya aku menjadi risau namun setelah mendengar penjelasan yang lebih dalam dan luas, aku menjadi tahu. Dunia itu tetap berputar pada porosnya, namun dunia itu berubah suhunya. Perjalanan filsafatku belumlah selesai, karena masih banyak yang ingin aku pikirkan, masih banyak yang ingin aku tanyakan mengenai yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini. Yang jelas, dalam melaksanakan perjalan filsafatku, aku tak akan pernah melupakan pentingnya spiritualisme.

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Perjalanan filsafat menurut saya bagaimana saya belajar, mencari dan menemukan filsafat. Setiap orang pasti punya guru dalam belajar, dan dalam perjalanan filsafat saya guru saya ialah Prof. Marsigit, dengan media tatap muka langsung dan via blog. Pejalanan filsafat imajiner saya lalui dengan membaca blog. Banyak pengalaman seolah saya lalui sendiri, padahal itu bukan pengalaman yang saya lalui sendiri dan hanya saya baca via blog. Belajar filsafat yang tanpa dibatasi ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  10. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Perjalanan filsafat imajiner menurut saya adalah bagaimana kita belajar filsafat tidak dengan mengalami secara langsung suatu kajian atau pembahasan suatu masalah namun melalui media lain dimana kita membayangkan bagaimana suatu kejadian dan pemaknaannya. Dalam filsafat imajiner kita juga bebas dalam memaknai suatu penggambaran berdasarkan pemikiran kita, sehingga pembelajaran filsafat dapat kita lakukan melalui pendapat orang lain, pengalaman yang kita baca atau dengar dan kita imajinasikan dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Imajiner sama saja dengan imajinasi, sedangkan filsafat itu sendiri adalah segala yang ada pada diriku. Maka perjalanan filsafat imajiner ku adalah segala yang ada dan yang mungkin ada dalam pikiran ku atau bisa dikatakan segala yang ada dan yang mungkin ada dalam angan-angan ku. Meskipun hanya angan-angan perjalanan imajiner, tetap harus berlandaskan pada spiritual, etik, dan estetika karena semuanya bersumber dari apa yang kita pikirkan. Adapun ruang lingkup dari perjalanan filsafat itu mencakup ruang dan waktunya, sehingga kita dapat berpikir secara ekstensif dan intensif dan kita dapat menterjemahkan segala yang kita pikirkan kepada siapapun yang ingin mengetahuinya.

    ReplyDelete
  13. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menurut Immanuel kant, sebenar-benar dunia itu adalah yang engkau pikirkan. Yang dipikirkan itu masih didalam pikiran, masih khayal, diangan-angan atau imaginer. Apa saja yang dipikirkan di dalam pikiran kita bisa berupa ide yang bisa memunculkan karya-karya inovasi di dunia nyata. Karena sebuah karya bisa didasarkan oleh ide maupun pengalaman.

    ReplyDelete
  14. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Imajiner berawal dari kata imajinasi. Kata imajinasi identic dengan khayalan. Yang domainnya berada pada alam pikiran manusia. Melakukan sebuah perjalanan imajiner filsafat berarti kita menjalankan pikiran kita untuk melakukan sebuah perjalanan filsafat menembus ruang dan waktu untuk mempelajari pikiran para filsuf. Mulai dari zaman-zaman awal, yang tokohnya adalah plato, berjalan terus sampai pada filsafat zaman now yang berupa filsafat bahasa.

    ReplyDelete
  15. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam blog ini juga terdapat artikel mengenai surat presiden imajiner. Dari asal katanya saja sudah jelas bahwa kita perlu berandai-andai untuk melakukan perjalanan filsafat imajiner. Bisa jadi berandai-andai menjadi filsuf, atau menembus ruang dan waktu menjadi diri kita dalam dimensi berbeda. Segala sesuatu yang imajiner berada di dalam pikiran kita. Lebih dalam daripada sekedar pikiran biasa, karena kita mungkin tidak dapat mendefinisikannya dengan baik.

    ReplyDelete
  16. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat merupakan olah pikir kita tentang cara menyikapi berbagai fenomena yang terjadi dalam kehidupan. Seperti yang dijelaskan pada salah satu pertemuan perkuliahan mengenai filsafat awal dan akhir zaman, ada garis imajiner yang dari sudut pandang atau pikiran kita yang membedakan yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada berarti filsafat atau olah pikir yang sudah kita terapkan dalam kehidupan. Yang mungkin ada berarti filsafat imajiner atau olah pikir yang belum diterapkan atau direaalisasikan, hanya sebatas pemikiran saja.

    ReplyDelete
  17. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Obyek filsafat terdiri dan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Imaginer artinya khayalan. Maka filsafat imaginer artinya kita mengadakan sesuatu yang belum ada. Apa yang ada dalam pikiran kita adalah sesuatu belum ada pada kenyataan. Filsafat imaginer bukanlah sesuatu yang salah. Tanpa sadar seseorang dapat melakukan imaginasi. Dalam tidurpun ketika seseorang bermimpi makanya ia sedang melakukan filsafat imaginer. Namun jangan sampai melampau batas. Maka hendaklah manusia selalu memulai sesuatu dengan berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete