Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 12: Perjalanan Filsafat




Ass, untuk semuanya:

Lakukanlah Perjalanan Filsafat imajiner. Kemudian laporkanlah hasil perjalanan anda dan tuliskanlah sebagai komen mengikuti posting ini.

Dapat menggunakan referensi.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

10 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Filsafat terbentang dari awal zaman hingga akhir zaman, dari material hingga spiritual, dunia dan juga langit. Semua terjamah oleh kajian filsafat, artinya bahwa filsafat mempelajari semua aspek kehidupan manusia. Filsafat merupakan olah pikir kita tentang cara menyikapi berbagai fenomena yang terjadi dalam kehidupan. Ada garis imajiner dari sudut pandang atau pikiran kita yang membedakan yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada berarti filsafat atau olah pikir yang sudah kita terapkan dalam kehidupan. Yang mungkin ada berarti filsafat imajiner atau olah pikir yang belum diterapkan atau direalisasikan, hanya sebatas pemikiran saja.

    ReplyDelete
  2. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Perjalaan filsafat yaitu perjalanan manusia dari waktu ke waktu dalam mengambangkan pola pikir dan pengalamannya. Dari kecil sampai dewasa pastilah kita mendapat pelajaran dari berbagai sisi yang mestinya itu mengembangkan pola pikir kita. Karena berfilsafat sendiri adalah tentang pikiran, dan menerjemahkan

    ReplyDelete
  3. KompasQQAGENPOKER Terbaik Terpopuler & Terpercaya Se-ASIA & Seindonesia | 7 Permainan 1situs & 1akun
    BANDAR SAKONG | BANDARPOKER | POKERONLINE | CAPSASUSUN | BANDARQ | DOMINOQQ | ADUQ

    Menyediakan 5 BANK lokal untuk mempermudah transaksi.
    BCA BNI BRI MANDIRI DANAMON
    Minimal deposit & withdraw HANYA @Rp 15.000,- SAJA.
    Proses dana Cepat dan Terpercaya hanya 1 - 3 menit saja.
    Dana anda pasti pasti di jamin akan siap di proses.

    Pelayanan 24JAM setiap harinya,bersama Cs yang Cantik Ramah.
    Bbm : Rosie 7BD4 C69C & Lara 7B66 BFC1
    Skype : kompasqq
    Yahoo : kompasqq
    Twitter : kompasqq
    Facebook : kompasqq
    Instagram : igkompasqq
    Phone : +855011432145
    Nb - Terima kasih telah membaca dan mempercayai kami.

    ReplyDelete
  4. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    Pendidikan matematika A Pps


    Perjalanan filsafat menurut saya yaitu suatu sikap yg mempelajari tentang kehidupan, lingkungan dan alam. Bagaimana cara pola pikir kita terhadap sesuatu. Apabila kita berfilsafat berarti kita sudah berusaha untuk berfikir secara mendalam. Apalagi berfikir tentang apa yang menjadi ketertarikannya. Semua orang pasti mempunyai ketertarikan terhadap sesuatu. Ada yang tertarik dengan kucing seperti saya, ada yg tertarik dengan burung, katak, ular bahkan tumbuhan-tumbuhan. Saya heran ada yg suka sekali dengan ular, bagi saya ular sesuatu yg paling menyeramkan. Penjelasan mereka tentang kerterarikannya terhadap ular itu kadang sulit saya terima. Tetapi setelah saya ditanya mengapa tertarik dengan kucing kadang penjelasan penjelasan saya pun sulit diterima oleh orang lain. Jadi menurut saya terkadang suatu ketertarikan itu tidak dapat dijelaskan tetapi dirasakan dan perbedaan cara berpikir setiap orang terhadap sesuatu adalah hal sangat wajar. Setiap orang berhak berpendapat sendiri. Yang terpenting bukanlah perbedaan pendapat tersebut, tetapi bagaimana cara kita menyikapi perbedaan pendapat tersebut dengan bijaksana. Jadi dalam perjalanan filsafat saya, ternyata filsafat juga suatu kebijaksanaan memahami diri sendiri dan orang lain secara mendasar untuk hidup dalam bersosialisasi dengan sesama.

    ReplyDelete
  5. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya telah melakukan perjalananfilsafat imajiner. Hasil perjalanan saya sebagai berikut: saya berandai-andai mampu enciptakan mesin waktu, lalu saya pergi ke masa lalu tepatnya tahun 1900. Ketika itu sedang terjadi perang yang sangat hebat di seluruh wilayah indonesia. Lebih tepatnya perang melawan penjajah. Kebetulan saya terlibat di dalam perang tersebut. Saya bertugas menjaga markas utama yang dipimpin oleh wakil ketua pasukan. Dikarenakan ketua pasukan sedang bertempur di medan yang lain sehingga posisi sebagai pemimpin sementara digantikan oleh wakilnya. Lalu tiba-tiba markas kami diserbu habis oleh para penjajah. Semua tewas kecuali saya, saya berhasil sembunyi di suatu ruangan rahasia dan tidak sengaja mendengar percakapan mereka. Mereka telah mengetahui dimana lokasi ketua pasukan dan berencana membunuhnya. Hal ini dilakukan agar semangat rakyat untuk berjuang hilang setelah tahu pemimpin mereka dibunuh.
    Dengan paniknya saya berpikir bagaimana cara memberitahu kepada ketua saya agar menghindar dan bersembunyi agar tidak terbunuh. Tetapi saya bingung bagaimana caranya memberitahu kepada ketua jika ia akan diserang. Sedangkan posisi saya terjebak dan tidak memungkinkan keluar dari dari persembunyian dengan selamat. Saat itulah saya berandai-andai. Andai saja ada suatu alat yang mampu menghubungkan saya dengan ketua dan saya tidak perlu keluar dari tempat persembunyian. Alat yang bisa mengirim pesan dan saling berkomunikasi jarak jauh tanpa harus pergi keluar rumah. Kalau bisa alat itu juga bekerja cepat. Ditengah-tengah saya berandai-andai tiba-tiba saja saya kembali ke masa sekarang. Saya lalu memikirkan perjalanan ke masa lalu yang saya alami tiu. Alat yang saya butuhkan saat itu sudah ada di zaman sekarang. Namanya internet. Andai orang jaman dulu sudah ada internet pasti tidak terbayang akan bagaimana sejarah mencatatnya.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  6. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 Kelas B

    Baru saja saya melakukan perjalanan imajiner. Hasil perjalanan saya adalah seperti ini: Saya melakukan pengandaian. Tentu saya berandai-andai. Saya berandai-andai tiba-tiba saja terbangun dari tidur di atas batu di bawah air terjun. Saya berjumpa seekor katak yang disleksia. Berkali-kali dia menatap saya. Ketika saya lihat, dia mengalihkan matanya. Saya rasa dia melihat diri saya lagi, dengan secepat elang saya berusaha ingin menelanjanginya (maksut saya memergoki bahwa dia sedang menatap saya). Benar saja, dia sangat pintar mencari pengalihan, tiba-tiba dia menjadi katak sok sibuk yang menggaruk-garukkan tangannya ke batu (Oh iya katak ini tidak berjalan seperti katak pada umumnya. Jalannya seperti manusia. Dia punya dua kak dan dua tangan). Eiiiiit saya lihat dia menenteng buku matematika. Tapi eh tapi eh tapi. Sebelumnya saya sudah bilang ya kalau katak ini disleksia, ah memang benar, katak ini kesulitan membaca huruf M-A-T-E-M-A-T-I-K-A menjadi MATEMATIKA seperti yang kita ucapkan sehari-hari. Ah benar saja, dia membacanya mati ke mata. Okay, saya sebagai manusia berusaha memahami katak itu. Pelan-pelan saya mendampingi katak itu membaca. Kata si katak sih semua huruf di bukunya lari-larian, kadang saling pindah posisi. (Oh ya pantas saja jadi mati ke mata). Setelah sekian lama saya bersama si katak di air terjun, saya baru sadar jika saya bisa berbicara dengan hewan. Tentu ini kesempatan bukan, dengan gegap gempita saya mencari hewan lainnya. Saya bertemu dengan ikan, tepat kubangan air samping air terjun. Benar saja, sebelum saya mencoba tes kemampuan biacara saya dengan hewan, ikan itu sudah menyapa duluan. Dia bilang hai, tentu ku jawab hai juga. Tidak cuma katak, tidak hanya ikan, masih banyak binatang berkulit licin lainnya. Setelah sekian lama bercengkrama dengan hewan-hewan itu, tiba-tiba "kriiiiiiingg", bel sekolah berdering. Akupun kaget, Oh Ya Ampun, ternyata aku ketiduran di kelas. Seperti biasa, saya bergegas pulang, mengemasi buku, dan seperti biasa, ku melihat buku ku berjudul "MATA KE MATI" atau malah "MATI KE MATA" ada juga "IPAS dan IPES".

    ReplyDelete
  7. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

    Saya berimajinasi dengan mimpi-mimpi saya sebagai seorang pendidik di suatu Perguruan Tinggi. Suatu pagi saya mendapat undangan sebagai pembicara suatu seminar di daerah Blora, Jawa Tengah tempat lahir saya. Di sebuah seminar itu para peserta merupakan para pendidik di SD, SMP, dan SMA di lingkungan kecamatan Blora kota. Pada seminar itu saya memberikan materi tentang bagaimana cara menyalurkan ilmu yang baik dan benar. Walaupun sudah menjadi pendidik, bukan artinya kita malu untuk bertanya ke sesama pendidik. Dari sini, saya mencoba memberikan gambaran kepada para pendidik untuk saling berdiskusi sesering mungkin mengenai pengetahuan. Dari saling sharing tersebut, dapat memberikan dampak positif pagi siswanya. Seperti contoh, banyak pendidik yang saya lihat mengajarkan siswa yang salah seperti membaca angka “0” (nol). Kebanyakan siswa SD sampai orang dewasa pun pasti akan membacanya dengan angka “kosong”. Padahal dalam angka matematika, tidak ada angka kosong. Langkah kecil yang saya rubah dapat membangun pengalaman dan pengetahuan yang besar. Jangan menurunkan pengetahuan yang salah, jika ragu bertanyalah kepada yang lebih tahu meskipun kita sudah bertitle tinggi sekalipun.

    ReplyDelete
  8. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017


    Hasil perjalanan filsafat imajiner saya, ketika saya berandai-andai. Satu hari lebih dari 24 jam, yaitu satu hari 30 jam, pergerakan yang mungkin terjadi tentu saja banyak. Disini saya membayangkan, saya sebagai guru sekolah yang menerapkan full day school, saat satu hari 24 jam, sekolah beroperasi dari jam 07.00 - 16.00 , jika 1 hari 30 jam, saya membayangkan sekolah full day school akan mengadakan kegiatan belajar dan pembelajaran sampai jam 19.00 dimana itu berarti dalam 1 haris siswa akan menerima pelajaran selama 12 jam. Tentu ini bertentangan dengan daya tampung siswa terhadap informasi yang biasanya hanya dapat fokus 2-3 jam saja. Karena itu, saat satu hari 24 jam saja, mereka harus menampung materi selama 9 jam, tentu saja tetap jauh dari kapasitas kognitif mereka. Untuk itu dibutuhkan keterampilan guru mengelola kelas.

    ReplyDelete
  9. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Aku sudah melakukan perjalanan filsafat imajiner. Berikut ini laporannya. Aku sudah melakukan perjalanan keliling dunia. Semua hal yang aku temui selalu berbicara dan memberikan pesannya. Laut berbicara, "aku sudah tua, rasanya sudah tak terhingga banyaknya kapal yang melewatiku, angin menggoyang-goyangkan tubuhku, ombak silih berganti datang dan pergi, rasanya sudah mau habis masaku dan masamu, maka bertobatlah". Gunung berkata, "aku sudah lelah berdiri sepanjang waktu, kadang memuntahkan semua isi perutku, membuat heboh orang-orang yang ada di kaki ku, sudah cukup, rasanya masaku dan masamu akan segera habis, maka bertobatlah". Langit berkata, "aku sudah letih terus menggantung seperti ini, kapan waktuku untuk tidur, aku sudah kotor dilewati oleh gas-gas dari bumi, aku sudah tak tahan lagi, rasanya masaku dan masamu akan segera habis, maka bertobatlah". Begitu semua pesan yang saya terima, semuanya mengeluh ingin menyerah dan menyuruhku untuk bertobat. Sepertinya benar, aku harus segera bertobat karena tidak tahu kapan tiba-tiba masaku habis waktunya.

    ReplyDelete
  10. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Berikut perjalan filsafat saya. Ketika di dalam hati saya bertanya, untuk apa kita hidup? Apa tujuan kita hidup? Atau mengapa kita ada di dunia? Pertanyaan tersebut sebetulnya bisa dijawab melalui agama. Namun, ketika kita jawaban tersebut belum cukup untuk bisa menjelaskan jawaban tersebut maka belajar filsafat adalah sesuatu yang bisa kita lakukan. Setidaknya dengan mempelajari filsafat, kita bisa menemukan metode yang lebih tepat untuk memahami dan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar tersebut. Saya mulai berpikir, alasan kita hidup, dalam pandangan agama, hidup adalah ibadah, yang memiliki tujuan-tujuan untuk menjadi khalifah di bumi. Kemudian saya melanjutkan pemikiran, ibadah seperti apa yang dimaksud? Secara sistematis, ibadah yang berupa pengabdian diri kepada Allah SWT. Kemudian dilanjutkan dengan perenungan bahwa hidup hanyalah sementara, dan suatu saat pasti akan kembali PadaNya. Jadi, perjalanan filsafat yang menurut saya telah saya lakukan yaitu berupa ppemikiran secara logis, sistematis, yang berujung pada pemikiran secara umum.

    ReplyDelete