Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 12: Perjalanan Filsafat




Ass, untuk semuanya:

Lakukanlah Perjalanan Filsafat imajiner. Kemudian laporkanlah hasil perjalanan anda dan tuliskanlah sebagai komen mengikuti posting ini.

Dapat menggunakan referensi.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

25 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Perjalanan filsafat ini menurut pendapat saya adalah setiap manusia memiliki imajinasi masing – masing dan perjalanan filsafat dapat dilakukan dengan mengembangkan imajinasi – imajinasi yang kita miliki. Perjalanan filsafat melalui pengembangan imajinasi ini merupakan perjalanan mengubah pola pikir yang bersumber dari pikiran manusia itu sendiri. Perjalanan filsafat ini memiliki tujuan untuk dapat memikirkan segala yang ada dan yang mungkin ada sedalam – dalamnya dan seluas – luasnya. Perjalanan filsafat ini dapat terjadi kapan saja dan dimana saja kecuali kita sedang tertidur atau pingsan dan berada di bawah alam sadar kita. Namun, kita sebagai manusia harus dapat menyadari bahwa segala sesuatu dipelajari dan dilakukan secara bertahap, begitu juga dalam perjalanan filsafat. Saya mengalami perjalanan filsafat ini tidak dengan mudah, banyak rintangan dan hambatan yang saya lalui karena keterbatasan saya sendiri. Namun, saya masih mau belajar untuk lebih dalam dan lebih luas lagi.

    ReplyDelete
  2. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2016/ Kelas C

    Filsafat berjalan dan berkembang sesuai dengan ruang dan waktunya. Begitu juga pemikiran manusia tentang filsafat berbeda-beda, sesuai kodrat manusia. Setiap perjalanan yang dilalui manusia juga merupakan bagian dari filsafat nya. Saya pun belajar melalui blog ini termasuk dalam perjalanan filsafat saya. Namun, apa yang mampu saya pikirkan tentang yang ada dan mungkin ada masih terbatas kemampuan saya, karena bisa mengalami reduksi. Maka, sudah sepatutnya manusia selalu mengembangkan pemikirannya secara luas dan mendalam sebagai bagian dari perjalanan filsafat kehidupan kita.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Belajar filsafat artinya belajar mengolah pikir. Perjalanan filsafat ini harus dilandasi dengan iman yang kuat, agar setelah kita mengembarakan pikiran kita, kita masih bisa kembali lagi. Ketika kita perpegang dengan iman yang kuat, hati kita akan terjaga agar tetap jernih. Dengan begitu, pikiran kita juga akan menjadi jernih. Sehingga kita bisa memikirkan suatu fenomena dengan bijak.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Perjalanan filsafat artinya perjalanan ku dalam memahami dan menghayati filsafat. Diperlukan usaha yang kontinu dan konsisten, ikhlas hati dan ikhlas pikir, serta selalu tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT sebagai dasar bagi ku dalam melakukan perjalanan filsafat. Hal ini semua agar aku terhindar dari kesombongan dan jebakan filsafat yaitu tidak ikhlas, pura-pura, tidak sungguh-sungguh, dsb. Perjalanan filsafat ini bukan lah sesuatu yang instan. Aku harus banyak membaca membaca dan membaca, bukan sekedar membaca tetapi menghayati dan memahami filsafat tersebut. Dari perjalanan ini, aku akan memperoleh banyak pelajaran, yaitu kemerdekaan berpikir, berpikir kritis secara intensif dan ekstensif, keteguhan hati, dsb.

    ReplyDelete
  7. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Perjalanan filsafat artinya belajar filsafat atau memahami, menghayati dan menerapkannya. Perjalanan juga dapat ditempuh dengan membaca elegi-elegi Prof Marsigit. Dalam perjalanan filsafat aku menemukan bahwa dalam melakukannya haruslah dengan pikiran jernih dan hati yang ikhlas. Karena memahami filsafat atau perjalanan ini tidak mudah dan penuh rintangan. Rintangannnya adalah mengalami kesulitan dalam memahaminya karena kita harus hati-hati bisa saja kita salah arti dalam memahami sesuatu. Setelah berfilsafat kita mendapatkan pemahaman dengan begitu kita butuh iman yang kuat karena bisa saja kita tersesat. Dimana dalam perjalanan kita diberi kesempatan untuk berpikir secara intensif dan ekstensif.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Perjalanan filsafat adalah kegiatan kita memahami apa itu filsafat. Berfilsafat merupakan kegiatan refleksi diri terhadap pikiran kita. Dalam berfilsafat diperlukan pikiran yang jernih, agar kita mudah berfilsafat atau memahami filsafat. Pikiran jernih maksudnya apa yang dipikirkan sesuai dengan logos. Apabila dalam berfilsafat pikiran kita tidak jernih maka sulit untuk berfilsafat atau memahami filsafat dan bisa saja menjadi mitos jika kita berhenti berpikir atau memikirkannya. Belajar filsafat tidak hanya cukup membaca sedikit, tidak cukup hanya membaca referensi wajib, tidak cukup hanya berpikir parsial. Tidak hanya membaca tetapi juga berfilsafat dengan jiwa dan raga. Karena sebenar-benar filsafat adalah refleksi diri kita sendiri. Memahami filsafat juga harus dengan ikhlas karena ketidakikhlasan walau sedikit tidak akan membawa manfaat baik di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  9. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Perjalanan filsafat diawali dari kelahiran filsafat pada masa Yunani Kuno dimana filsafat menampakkan dirinya sebagai bentuk mitologi (mitos-mitos) serta dongeng-dongeng yang dipercayai oleh bangsa Yunani. Baru sesudah Thales (624-548 SM) mengemukakan pertanyaan aneh pada waktu itu, filsafat berubah menjadi bentuk pemikiran rasional (logos). Kemudian, filsafat terus berkembang dari Yunani Kuno, Filsuf-filsuf Manusia Yunani, Abad Pertengahan, Filsafat Modern, Positivisme, Alam Simbolis, sampai pada Post-Modernisme sekarang ini (Donny Gahral Adian, 2002).

    ReplyDelete
  10. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Belajar filsafat bukanlah hal yang mudah dan membuat kita nyamna. Karena belajar filsafat berarti mempelajari pola pikir. mempelajari pola pikir para filsuf dimana mensintesiskan pola pikir para filsuf dengan pikiran kita. Namun lebih dari itu, filsafat meminta juga untuk merasa dan peka. Berkaitan dengan hal tersebut, nalar menuntut kita agar dapat mengembangkan imaji, suatu daya yang dimiliki setiap manusia di dalam pikirannya untuk dapat menciptakan sesuatu baik yang nyata maupun yang khayal, baik yang ada maupun yang mungkin ada. Selain menjadi peka, filsafat juga menyadarkan akan kodrat kita sebagai manusia, sesederhana namun begitu luar biasa itulah filsafat.

    ReplyDelete
  11. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Perjalanan filsafat dapat diartikan sebagai perjalanan dalam memahami dan menghayati filsafat. Dimana dalam proses tersebut diperlukan ikhlas hati dan ikhlas piiran serta usaha yang kontinu dan konsisten sehingga kita bisa mampu melewati perjalanan tersebut. Memahami semua elegi-elegi dan semua tulisan dalam blog ini merupakan salah satu contoh perjalanan filsafat. Karena dalam perjalanan filsafat tersebut, kita mempelajari pola pikir para filsuf dan mensintesiskan pola pikir para filsuf dengan pikiran kita ataupun dengan pola pikir Bapak Prof. Marsigit.

    ReplyDelete
  12. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Perjalanan filsafat imajiner merupakan perjalanan untuk dapat mengubah pola pikir atau olah pikir dalam koridor spiritual, etik, dan estetika yang semuanya bersumber dari pikiran. Perjalanan ini memiliki tujuan untuk dapat memikirkan sesuatu dengan secara intensif dan ekstentif, untuk siap menerjemahkan dan diterjemahkan oleh lingkungan, serta untuk dapat merefleksikan diri. dan setiap perjalanan akan menemui tantangan, dimana tantangan tersebut yang membuat kita belajar dan terus belajar dari setiap pengalaman.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Memang agak lama, tapi saya benar-benar bisa berinteraksi dengan orangtua berambut putih, cantraka, power now dan lain-lain, meskipun mungkin ilmu yang saya peroleh masih banyak mengalami reduksi. Namun, jika saya memilih kereta api, semakin rugilah saya, perjalanan saya memang akan cepat, namun saya hanya akan melihat sekilas dan dari balik jendela pula meraka si orang tua berambut putih, cantraka an lain - lain tanpa pernah bertegur sapa bahkan berhadapan sekalipun.

    ReplyDelete
  14. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Saya tidak terlalu paham dengan yang dimaksud dengna perk=jalanan filsafat imanjiner. Namun jika yang dimaksud adalah saya berimajinasi untuk menggapai filsafat suatu hal, maka saya akan mencoba. Jika perjalanan saya mencapai target komen blog ini dihadapkan dengan beberapa pilihan kendaraan. Misalnya terdapat dengan menaiki kuda atau dengan kereta apai, maka ternyata saya lebih memilih untuk menggunakan kuda.

    ReplyDelete
  15. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Saya mendapat artikel perjalanan filsafat imajiner melalui alamat: https://id.wikipedia.org/wiki/Dante_Alighieri. Seorang filsuf bernama Divina Commedia menceritakan tentang perjalanan imajiner Dante Alighieri ke Surga dan Neraka dengan bimbingan Virgilius. Virgilius merupakan penyair Romawi yang merupakan sahabat karib Dante. Setelah Dante menyaksikan keadaan di Neraka dan Tempat Penyucian, akhirnya Dante dan Virgilius tiba di Surga. Setiba di Surga Virgilius menyerahkan Dante kepada Beatrice dan kedua insan itu sampai di Takhta Tuhan diiringi dengan bidadari. Akan tetapi Dante tak kunjung melihat wajah Tuhan yang ia idam-idamkan dikarenakan pandangannya silau oleh cahaya Sang Maha Pencipta. Dari perjalanan imajiner yang dilakukan Dante dan sahabatnya kita dapat memetik hikmah, bahwasannya kita harus selalu bersyukur, beribadah dan bertawakal kepada Allah dengan mengharap ridhonya. Agar kita bisa bertemu dengan Rabb di Surga kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  16. Sumandri
    16709251072
    S2 pendidikan Matematika 2016

    Perjalanan filsafat menurut pendapat saya adalh dimulai dari sesuatu yang menjadi angan atau imajnasi manusia. Imajiner bersumber pada daya imajinasi dan angan-angan manusia. Imajinasi berperan menghidupkan dan mengembangkan kognisi manusia tentang objek-objek partikular. Sehingga dengan adanya imajinasi ini membuat manusia semakin penasaran dan mencari tahu makna yang tersimpan di dalamnya. Karena pada mulanya berfilsafat itu adalah berimajinasi dan imajinasi itu dikembangkan sehingga menjadi ilmu dan akhirnya menjadi kenyataan. Maka hal yang dulunya mustahil, pada saat ini menjadi kenyataan. Sebgai contoh saya mengambil kisah perjalanan Isra’ dan Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW, kalau zaman dahulu orang mengatakan hal ini bahul, gila, tidak mungkin. Manusia mengira pada saat itu Nabi Muhammad itu berimajinasi, namun setelah ditemukannnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih seperti sekarang ini, maka manusia sekarang akan memahani bahwa yang dulunya orang beranggapan bahwa Nabi Muhammad itu berimajinasi sekarang menjadi kenyataan. Kita lihat sekarng ini perjalanan manusia antar benua hanya memakan beberapa jam saja. Itu baru buatan manusia, bagaimana kalau Allah berkehendak, tentu akan lebih dari apa yang dibuat oleh manusia.

    ReplyDelete
  17. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sebelum filsafat lahir dan berkembang pesat, di Yunani telah berkembang berbagai mitos. Bahkan filsafat pertama kali dikembangkan melalui jalan mitologis. Mitos-mitos yang berkembang merupakan metode yang dijadikan cara untuk memahami segala sesuatu yang ada. Berbagai pertanyaan atas ketidaktahuan atau kepenasaran manusia atas eksistensi jagat raya ini, jawabannya hanya ada dalam mitos. Pertanyaan darimana asalnya bumi dan bagaimana bumi ini tercipta. Mengapa tiba-tiba bumi menjadi gelap kemudian terang kembali? Sebelum ditemukan jawaban filosifis apalagi ilmuah, manusia hanya mampu menjawab dengan mitos. Bumi gelap karena digenggam oleh raksasa yang sedang marah, sehingga manusia harus berusaha meredakan kemarahannya dengan berbagai cara, misalnya memberi sesajen, meyakini adanya kekuatan lain di luar alam fisik dan sebagainya. Khayalan-khayalan itu menjadi keyakinan yang selanjutnya membentuk pemahaman normatif tentang setiap keberadaan dan kekuatan yang ada di dalamnya.

    ReplyDelete
  18. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Belajar filsafat adalah belajar mengenai pola pikir. Dalam hal ini perjalanan filsafat adalah perjalanan memahami pola pikir. Sedangkan masing-masing orang memiliki pola pikir yang berbeda-beda. Jadi jika mempelajari filsafat, secara tidak langsung kita sedang mempelajari mengenai pola pikir. Apa bila sedang mempelajari filsafat dari seseorang, berarti kita sedang mempelajari pola pikir orang tersebut. Dalam mempelajari filsafat pun tidak akan pernah ada habisnya, karena sepanjang hidup kita akan mendapatkan ilmu baru mengenai filsafat.

    ReplyDelete
  19. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Perjalanan filsafat menurut saya bagaimana saya belajar, mencari dan menemukan filsafat. Setiap orang pasti punya guru dalam belajar, dan dalam perjalanan filsafat saya guru saya ialah Prof. Marsigit, dengan media tatap muka langsung dan via blog. Pejalanan filsafat imajiner saya lalui dengan membaca blog. Banyak pengalaman seolah saya lalui sendiri, padahal itu bukan pengalaman yang saya lalui sendiri dan hanya saya baca via blog. Belajar filsafat yang tanpa dibatasi ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  20. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari salah satu tulisan dalam blog ini dikatakan bahwa filsafat sebagai ilmu perenungan maksudnya adalah dengan berfilsafat seseorang tidak hanya membuat kita untuk berpikir kritis dalam menanggapi hal yang sifatnya nampak atau nyata, tetapi juga diharapkan kita mampu menarik sesuatu yang bermanfaat dari hasil pemikiran untuk diterapkan di masyarakat. Dalam suatu perkuliahan filsafat digambarkan bahwa menjalani kehidupan itu diibaratkan kita berada antara suatu garis imajiner yaitu antara objek yang ada dan tidak ada yang sifatnya tetap dan berubah. Dari pemikiran-pemikiran tersebut sebenarnya ada sesuatu yang paling besar yang menghadang kehidupan manusia dan bahkan sekarang kita telah berada dan terpengaruh di dalamnya. Hal tersebut adalah powernow. Powernow disimbolkan sebagai suatu kekuatan yang besar yang bertujuan untuk menguasai dunia dengan menggunakan kapitalisme, materialisme, liberalisme, pragmatisme, hedonisme, utilitarian, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  21. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pendapat dan pemikiran setiap orang berbeda – beda tergantung ruang dan waktunya. Seberapa dalam dan seberapa luas dalam berpikir juga sangat menentukan. Oleh karena itu ada aspek intebsif dan ekstensif dalam berfilsafat. Memahami filsafat merupakan hal yang tidak mudah menurut saya, maka dari itu pertolongan dari Tuhan juga sangat diperlukan dalam berfilsafat. Filsafat yang sudah ada sejak Yunani Kuno dan dimunculkan oleh para filsuf ternyata berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan mendorong munculnya aliran – aliran dalam filsafat serta memunculkan tokoh – tokoh yang berjasa bagi perkembangan pengetahuan. Seiring berjalannya waktu, filsafat membuat perkembangan yang luar biasa dalam ilmu pengetahuan, salah satunya dalam perkembangan matematika.

    ReplyDelete
  22. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Perjalanan imaginar merunuti timeline sejarah filsafat. Berikut adalah hasil perjalanan imaginer pada sejarah perkembangan filsafat, khususnya filsafat matematika.
    Dalam buku “FILSAFAT ILMU Suatu Pengantar Modern” By Jujun S.Suriasumantri bahwa dalam abad 20 merupakan studi mengenai sifat alami dari matematik yang terkenal denga nama logisisme, formalism, dan intuitionisme.

    ReplyDelete
  23. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut suatu sumber yang saya dapatkan, perjalanan filsafat imajiner ada kapanpun dan dimanapun kecuali kita sedang tidur. Jadi setiap kegiatan yang kita lakukan dapat dikatakan sebagai perjalanan imajiner. Kata imajiner mirip dengan imajinasi. Imajinasi merupakan khayalan atau dapat dikatakan sebagai angan-angan. Perjalanan filsafat imajiner menggambarkan tentang sesuatu yang ada dalam angan-angan. ia berada dalam pikiran yang diwujudkan dalam berpikir intensif (sedalam-dalamnya) dan ekstensif (seluas-luasnya). Jadi bukan semua kegiatan adalah perjalanan filsafat imajiner, namun semua kegiatan dapat menjadi perjalanan filsafat imajiner jika kita benar-benar berpikir.

    ReplyDelete
  24. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Ketika saya mencoba berfilsafat mengenai konsep bilangan saya mencoba melihat sisi fungsional tubuh. Hanya karena manusia-manusia primitif menciptakan bilangan dan kata bilangan yang sama dengan jumlah jari yang dimilikinya, skala bilangan kita sekarang adalah skala desimal, yaitu skala yang didasarkan pada sepuluh, dan terdiri dari pengulangan tak terhingga dari kata-bilangan sepuluh yang pertama. Jika manusia diberi dua belas jari bukannya sepuluh, tentu kita akan memiliki bilangan duo-desimal saat ini, berdasarkan dua belas, terdiri dari pengulangan tak berhingga dari kata bilangan dua belas yang dasar. Nyatanya, sistem duodesimal memiliki keuntungan dibanding sistem desimal. Sementara sepuluh hanya dapat dibagi genap oleh dua dan lima, duabelas dapat dibagi genap oleh dua, tiga, empat dan enam.

    ReplyDelete
  25. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Belajar memahami filsafat tak semudah membalikan telapak tangan. Seperti judul diatas, perjalanan filsafat, seseorang yang melakukan perjalanan pastilah membutuhkan banyak persiapan mulai dari perbekelana, tenaga, dan persiapan lainnya. Sama halnya dengan perjalanan filsafat, harus membutuhkan persiapan dalam mempelajari filsafat, persiapannya apa ? persiapannya adalah hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih agar mampu memaknai filsafat dengan baik.

    ReplyDelete