Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 17: Menemukan bahwa Filsafat adalah Diriku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskanlah tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Filsafat itu tidak lain tidak bukan adalah Diriku Sendiri.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskanlah sisntesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikianlah, selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

28 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Filsafat adalah suatu kegiatan olah pikir atau berpikir reflektif tentang semua yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup ini. Sejauh mana saya paham tentang filsafat adalah ketika saya mampu memperkatakan semua yang ada dan mungkin ada, ketika saya mampu membicarakan semua yang ada dan mungkin ada, ketika saya mampu mempertuliskan semua yang ada dan mungkin ada dan sejauh mana saya mampu memperbahasakan semua yang ada dan mungkin ada. Semua itu dapat saya lakukan jika saya telah memahami tentang ilmu fisafat. Selama kita hidup, selama itu pula kita berusaha berpikir intesif dan ekstensif sesuai dengan dimensi masing-masing. Selama kita berpikir intesif dan ekstensif, selama itu pula kita berfilsafat. Jadi, filsafat adalah diriku sendiri.

    ReplyDelete
  3. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Filsafat adalah diriku sendiri, karna filsafat adalah pikiran ku. Pikiranku adalah pengetahuan dan keingintahuan ku tentang yang ada dan mungkin ada, sebisa mana aku bisa menjelaskan tentang yang ada dan mungkin ada. Aku mampu memikirkan semua objek filsafat . yang sebenarnya aku juga merupakan bagian dari filsafat.

    ReplyDelete
  4. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Filsafat berasal dari dalam manusia itu sendiri. Filsafat adalah diri kita sendiri. Filsafat ada dalam bentuk pikiran manusia itu sendiri. Jadi semua pertanyaan di dunia ini jawabannya adalah tergantung dari sudut pandang mana kita memandang, tergantung dari bagaimana kita berpikir, tergantung dimana ruangnya dan kapan waktunya. Dalam mempelajari filsafat seharusnya mahasiswa dalam keadaan nol agar mampu berpikir kritis, netral, tidak prejudice, tidak emosi, tidak putus asa. Belajar filsafat tidak hanya cukup membaca sedikit, tidak cukup hanya membaca referensi wajib, tidak cukup hanya berpikir parsial. Tidak hanya membaca tetapi juga berfilsafat dengan jiwa dan raga. Karena sebenar-benar filsafat adalah refleksi diri kita sendiri. Memahami filsafat juga harus dengan ikhlas karena ketidakikhlasan walau sedikit tidak akan membawa manfaat baik di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Filsafat erat kaitannya dengan pikiran. Tidak semua pikiran setiap orang itu tidak beda. Suatu pikiran akan kuanggap sama jika sesuai dengan diriku. Karenanya, pikiranku adalah bagian dari diriku hingga menemukan filsafat adalah diriku. Aku bebas berfilsafat dengan caraku sendiri. Bebas berfilsafat adalah bebas berpikir secara bertanggungjawab.

    ReplyDelete
  6. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Filsafat bukanlah orang lain, melainkan dirimu sendiri. Bahwa filsafat adalah tentang apa yang kita pikirkan, bukan orang lain pikirkan. Filsafat adalah bahasa kita, bukan bahasa orang lain. Filsafat adalah wadah dan isi diri kita, bukan orang lain. Filsafat adalah pengetahuan kita, bukan orang lain. “Philosophy is myself”.

    ReplyDelete
  7. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Filsafat adalah ilmu yang mempelajari pola pikir. pola pikir setiap manusia pasti berbeda walau dua orang kembarpun memiliki filsafat yang berbeda. pola pikir yang dimaksud bergantung pada sudut pandang, pengalamn, ruang, waktu dan dimensinya. Dalam filsafat tidak ada benar dan tidak ada salah karena filsafat adalah dirinya sendiri. dimana diri kita menilai benar akan sesuatu maka benar bagi diri kita belum tentu benar bagi orang lain. itulah filsafat dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D
    Berfilsafat adalah suatu kegiatan dengan pola pikir. Dalam filsafat tidak ada benar dan tidak ada salah. Karna filsafat adalah diriku sendiri. Dalam berfilsafat ada dan tidak ada tergantung ruang dan waktunya. Dan dalam berfilsafat , dilakukan secara sedalam-dalamnya bahkan seluas-luasnya. Karna itu, filsafat adalah diriku sendiri. Karena berfilsafat berhubungan dengan aku sepenuhnya.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Filsafat itu adalah diriku. Karena filsafat aku bangun sesuai dengan pengalamanku pada dunia filsafat dan sesuai dengan pengetahuanku. Karena filsafat itu adalah menerjemahkan dan diterjemahkan, maka filsafatku adalah kemampuanku menerjemahkan. Hal ini tentunya akan berbeda dengan yang lain karena filasafat yang lain adalah sesuai dengan kemampuan yang lain menerjemahkan sesuatu. Maka filsafatku adalah diriku.

    ReplyDelete
  10. Sumandri
    16709251072
    S2 pendidikan Matematika 2016

    Filsafat mengkaji hakikat apa yang ada dan apa yang mungkin ada. Objek filsafat itu adalah semua yang ada dan yang mungkin ada, maka dengan demikian filsafat yang sesungguhnya adalah bagaimana kita mengkaji diri kita yakni kenapa kita diciptakan, untuk apa kita diciptakan akan kemana kita setelah ini dan banyak lagi yang mesti kita pertanyakan kepada diri kita secara mendalam. Maka sesuai dengan pandangan Islam bahwa kita disuruh untuk mengkaji diri kita, karena siap yang mengenal dirinya maka sungguh dia telah mengenal Tuhannya.

    ReplyDelete
  11. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Berfilsafat itu salah satu bentuk mengolah pikiran kita. Yang dekat dengan pikiran kita adalah pengetahuan-pengetahuan kita, pengalaman kita di masa lampau, lingkungan kita, apa yang ada di pikiran kita, apa yang ada di hati kita, dan juga diri kita sendiri. Sehingga kemampuan berfilsafat seseorang itu berbeda-beda. Maka sebenar-benar filsafat adalah diriku sendiri.

    ReplyDelete
  12. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Tidak jarang orang yang berpandangan membingungkan orang lain, berbicara berbelit-belit mengaku dirinya sedang berfilsafat, kalatu tidak membingungkan orang atau bahkan dirinya sendiri,bukanlah filsafat. Filsafat banyak dianggap sebagai pencarian kebijaksanaan dan kebenaran. Manusia sejatinya selalu ingin mencari kebenaran tetapi dalam prosesnya manusia juga tidak memahami tentang kebenaran tentang dirinya sendiri. Manusia memiliki kebenaran dari dirinya sendiri sehingga dirikupun adalah filsafat bagi diriku sendiri

    ReplyDelete
  13. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Menemukan bahwa filsafat adalah diriku menurut pendapat saya adalah filsafat merupakan olah pikir yang dilakukan oleh manusia, setiap orang mampu berpikir dan setiap orang juga memiliki hak untuk berpikir. Diharapkan saat kita berpikir, kita dapat berpikir sedalam – dalamnya dan seluas – luasnya, oleh karena itu dikatakan bahwa filsafatku adalah pikiranku. Pikiranku ini meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada, maka filsafatku dikatakan hanya untuk diriku sendiri. Seseorang yang berfilsafat adalah filsuf bagi dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  14. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. filsafat itu sesuai dengan ruang dan waktunya, sesuai dengan isi dan wadahnya. Wadah dalam mempelajari filsafat itu adalah pikiran manusia yang mempelajarinya. Karena pikiran tiap manusia itu berbeda-beda, maka filsafat tiap orang juga berbeda-beda. Filsafat bergantung pada siapa yang memikirkan dan mempelajarinya.

    ReplyDelete
  15. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Filsafat merupakan ilmu yang muncul saat seseorang bertanya tentang alam sekitar dan diri sendiri. Seperti yang disampaikan dalam elegi-elegi yang ada, filsafat adalah olah pikir, saat kita berfilsafat berarti kita sedang melakukan kegiatan refleksi diri. Kegiatan refleksi ada didukung oleh pengalaman dan ilmu kita. Dengan demikian, apa yang kita alami, itu yang kita pikirkan dan meninjau kembali semua pengalaman yang ada. pengalaman adalah cerminan diri di masa lalu dengan demikian, kita memikirkan tentang diri kita sendiri. Sering ada perkataan bahwa “kamu adalah apa yang kamu pikirkan”. Apa yang kita pikirkan menjadi landasan tingkah laku kita ke depannya. Dengan demikian, karena filsafat adalah olah pikir dan karena apa yang kita pikirkan adalah diri kita sendiri, maka filsafat itu tidak lain adalah diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  16. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam berbagai pertemuan di perkuliahan filsafat sering juga diartikan sebagai dirimu dan diriku. Ini berarti bahwa selama orang berpikir maka ia sedang berfilsafat. Dalam tulisan lain dijelaskan pula bahwa filsafat adalah ilmu perenungan. Maksudnya adalah sebagai manusia yang telah dibekali dengan akal dan pikiran kita mampu untuk merenungkan apa yang dan yang mungkin ada di sekitar kita dengan pemikiran kritis kita. Hasil dari perenungan tersebut menjadikan kita dapat mengambil suatu pelajaran yang bermanfaat dan bisa diterapkan di kehidupan bermasyarakat.

    ReplyDelete
  17. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Filsafat merupakan ilmu yang mengkaji tentang suatu objek sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya sampai pada hakikatnya.
    Untuk mengkaji hal tersebut maka ketika berfilsafat harus mengerahkan pikiran dan menggunakan pikiran yang jernih dan hati yang bersih agar tidak kacau dalam berfilsafat.
    Hal ini dikarenakan dalam berfilsafat semakin dalam mengkaji maka akan diperlukan pemikiran yang mendalam pula dalam mengartikannya atau memaknainya.

    ReplyDelete
  18. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Berfilsafat berarti melakukan proses berpikir. Dalam sepanjang hidup kita sebagai manusia tentunya kita selalu melakukan aktivitas berpikir. Selama kita hidup, selama itu pula kita berpikir sesuai dengan dimensi masing-masing. Selama kita berpikir, selama itu pula kita berfilsafat. Jadi, filsafat tidak lain adalah diri kita itu sendiri.

    ReplyDelete
  19. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Filsafat adalah diriku sendiri, apapun yang aku filsafatkan itulah diriku, tiada yang dapat menyatakan bahwa diriku adalah salah dan salah adalah diriku. Sebenar-benarnya diriku adalah diriku di ruang dan waktu diriku. Diriku bukanlah dirimu yang berdimensi berbeda.

    ReplyDelete
  20. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Filsafat yang ada di dalam diriku. Filsafat ada dalam diriku karena adanya kehendak dari diriku untuk menjadi filsafat. Jika kita menghendaki sesuatu, maka adanya kesadaran bahwa tentang apa yang hendak dikehendaki. Kesadaran ini, dapat ditempuh adalah dengan merenungkan bahwa setiap orang mempunyai kehendak dan sikap terhadap apa pun yang ada di luar dirinya. Sikap yang harus dimiliki adalah hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih agar kehendak bersatu dengan filsafat dapat tercapai sehingga kita menjadi mudah untuk memahami filsafat.

    ReplyDelete
  21. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Filsafat merupakan suatu kegiatan olah pikir, sehingga jika ditanya mengenai filsafat. Secara tak langsung aku menjelaskan mengenai pola pikirku sendiri, sehingga secara tidak langsung filsafat menurutku adalah diriku sendiri. Karena hanya kita yang menyusun pola pikir dan mensistesis olah pikir kita sendiri, memang terdapat banyak sumber yang bisa membantu kita dalam olah pikir, namun hanya diri kita sendiri yang bisa menentukan olah pikir kita sendiri.

    ReplyDelete
  22. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Filsafat adalah diriku. Filsafat adalah pikiranku. Pikiran-pikiranku adalah filsafat. dengan aku berpikir itu sudah dinamakan berfilsafat. Karena filsafat itu pikiran diri kita, pikiran orang. berfikir tentang apa yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  23. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Filsafat berarti olah pikir, olah pikir yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Aku bukanlah dirimu. Olah pikir yang dilakukan olehku berbeda dengan olah pikir yang dilakukan olehmu. Apa yang aku pikirkan tidak sama dengan apa yang engkau pikirkan. Sehingga filsafat tidak lain dan tidak bukan adalah diriku sendiri. Filsafatku mungkin berbeda dengan filsafatmu, karena setiap manusia memiliki pemikiran sendiri.

    ReplyDelete
  24. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut Kant, filsafat adalah ilmu (yang merupakan dasar dari semua pengetahuan dalam meliput isu-isu epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menjawab pertanyaan tentang apa yang dapat kita ketahui. Sehingga dalam menggapai ilmu tidak lain dan tidak bukan adalah memahami tentang isi pikirannya sendiri. Sehingga tidak lain dan tidak bukan filsafat iru diriku. Yang dengan setiap waktunya bagaimana pikiranku memahami diriku sendiri. Fislafar adalah diriku. Dan diriku adalah filsafat.

    ReplyDelete
  25. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam berfilsafat, subyek filsafat adalah memikirkan. Artinya ketika berpikir akan suatu hal atau objek maka pada saat itu sedang berfilsafat.
    Padahal yang kita tahu bahwa setiap detik atau setiap waktu dalam hidup kita adalah berpikir.
    Filsafat adalah pikiranku dan pikiranku adalah bagian diriku sendiri.
    Olehnya itu filsafat adalah diriku. Diriku dan hidupku adalah filsafat.

    ReplyDelete
  26. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Filsafat merupakan ilmu olah pikir manusia. Manusia seperti diriku berpikir dan diriku adalah bagian dari obyek pikir filsafat dan juga sebagai subjek yang berpikir. Filsafat aku bangun sesuai dengan pengalamanku pada dunia filsafat dan sesuai dengan pengetahuanku. Karena filsafat itu adalah menerjemahkan dan diterjemahkan, maka filsafatku adalah kemampuanku menerjemahkan. Hal ini tentu akan berbeda satu sama lain dengan diriku. Karena tidak ada yang sama dengan diriku kecuali diriku sendiri. Maka filsafat adalah diriku.

    ReplyDelete
  27. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Filsafat tidak lain tidak bukan adalah diriku sendiri. Apa yang ada dan yang mungkin ada dalam pikiranku adalah filsafatku. Apa yang aku kerjakan adalah refleksi dari pikiranku. Sebenar-benar diriku adalah berfilsafat. Filsafat yang ada dalam diriku berbeda dengan filsafat yang ada dalam diri orang lain. Karena kontradiksi/ketidakkonsistenan itu adalah filsafat dalam diriku. Bahkan apa yang ada dalam pikiranku pun berbeda/kontradiksi dengan apa yang ada di luar pikiranku. Dengan adanya kontradiksi tersebut, maka dapat disintesiskan bahwa sebenar-benar diriku adalah filsafat yang sedang melakukan perjalanan filsafat.

    ReplyDelete
  28. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Belajar filsafat berarti bahwa kita mempelajari diri sendiri, karena semua kajian filsafat tersebut merupakan segala yang ada dan yang mungkin ada yang berada di sekitar kita. filsafat sangat dekat dengan kita. namun terkadang hanya kitalah yang tidak menyadarinya. Dan ketika kita memahami tentang filsafat, maka kita akan memahami tentang diri kita sendiri. sehingga kita akan menemukan sebuah kesimpulan yang mengejutkan bahwa fisafat adalah diriku.

    ReplyDelete