Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 17: Menemukan bahwa Filsafat adalah Diriku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskanlah tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Filsafat itu tidak lain tidak bukan adalah Diriku Sendiri.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskanlah sisntesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikianlah, selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

24 comments:

  1. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Filsafat adalah diri kita sendiri, maka filsafat itu dekat dengan diri dan kehidupan kita. Dengan berfilsafat artinya kita membangun ilmu-ilmu yang ada dan yang mungkin ada dengan sesuai ruang dan waktunya. Dengan berfilsafat pula kita belajar berpikir dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Terutama dalam memahami berbagai macam elegi-elegi yang ada pada blog Pak Marsigit. Tidak lupa juga selalu melandasi hati dan pikiran dengan spiritual agar tidak mudah terperangkap oleh mitos-mitos. Oleh sebab itu ku temukan bahwa filsafat yang sebenarnya adalah tidak jauh dan tidak juga asing, karena itulah diri ku sendiri.

    ReplyDelete
  2. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Tesis dari filsafat adalah membangun ilmu, sedangkan anti tesis dari filsafat adalah sombong ilmu. Anti tesis merupakan reaksi dari tesisnya. Filsafat adalah pengalaman dan pengetahuan yang dibangun. Dibangun itu kata kerja yang dilakukan oleh pelaku. Maka ini bersifat aktif dan berarti pula filsafat adalah diriku sendiri. Anti tesisnya adalah sombong ilmu. Sungguh, setan itu selalu berada dimna-mana untuk mengacaukan kita. Tidak mau membangun ilmu dan merasa sudah merasa jelas, maka dia orang yang merugi dengan kesombongannya. Maka dia sudah dikatakan gagal dalam berfilsafat ilmu.

    ReplyDelete
  3. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Setiap manusia dianugerahi akal pikiran, dan kita bebas untuk menggunakannya untuk berpikir apa saja. Karena filsafat adalah olah pikir dan sebenar-benar filsafat itu adalah pikiranmu sendiri sehingga berfilsafat itu sangatlah mudah. Berfilsafat sesungguhnya adalah berlatih untuk memahami diri dan jiwa kita sendiri. Sejauh mana kita mampu menyelami apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan di dalam hati. Sehingga nantinya kita dapat melakukan apa yang kita pikirkan dan memikirkan apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Filsafat merupakan olah pikir dan refleksi. Olah pikir setiap orang pastilah berbeda-beda. Refleksi atau cerminan setiap orang pastilah juga berbeda-beda. Maka filsafat bagi dirimu adalah berbeda bagi diriku. Maka filsafat adalah diriku. Berfilsafat adalah merefleksikan pikiranku. Dan pikiranku menggambarkan diriku. Maka sebenar- benar filsafat adalah merefleksikan diriku. Berfilsafat adalah bagaimana aku memikirkan, bagaimana aku merefleksikan. Karena filsafat adalah diriku.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat lebih banyak belajar merefleksikan ide-ide dan pemikiran yang bersumber dari berbagai hal, sehingga dengan merefleksikan ide-ide dan pemikiran tersebut kita telah mencoba mengungkapkan ide atau pemikiran orang lain menurut pandangan kita, sehingga dengan belajar filsafat kita seperti mempelajari diri kita sendiri. Dengan memaparkan ide atau pemikiran tersebut kita dapat belajar filsafat secara intensif dan ekstensif.

    ReplyDelete
  6. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat lebih banyak belajar merefleksikan ide-ide dan pemikiran yang bersumber dari berbagai hal, sehingga dengan merefleksikan ide-ide dan pemikiran tersebut kita telah mencoba mengungkapkan ide atau pemikiran orang lain menurut pandangan kita, sehingga dengan belajar filsafat kita seperti mempelajari diri kita sendiri. Dengan memaparkan ide atau pemikiran tersebut kita dapat belajar filsafat secara intensif dan ekstensif.

    ReplyDelete
  7. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Filsafat adalah diriku sendiri. Sebuah olah pikir terhadap segala yang ada dan yang mungkin ada. Yang menentukan benar atau salah adalah diriku sendiri tergantung dengan apa perspektifnya. Filsafat tidak mengenal benar salah atau baik buruk. Benar salah atau baik buruknya suatu hal adalah perkara kesesuaian dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  8. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Tidak semua orang mampu berfilsafat, orang yang akan mampu berfilsafat apabila memiliki sifat rendah hati, karena memahami bahwa tidak semuanya akan dapat diketahui dan merasa dirinya kecil dibandingkan dengan kebesaran alam semesta. Seorang yang sombong seolah akan merasa sudah memiliki ilmu yang sangat tinggi dan memandang oang lain lebih rendah, atau meremehkan pengetahuan orang lain, bahkan meremehkan moral, agama, dan estetika. Orang yang berfilsafat seolah-olah memandang langit sembari merenungkan bahwa betapa kecil dirinya dibandingkan seisi alam semesta, bahwa betapa diatas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  9. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Filsafat adalah olah pikir, dan diriku adalah pemilik akal yang digunakan untuk berpikir, sehingga filsafat adalah diriku. Kemudian, sebenar-benar filsafat adalah bacaanku, bacaanku adalah diriku, sehingga filsafat adalah diriku. Selanjutnya, sebenar-benar filsafat adalah penjelasanku, diriku tidak terpisahkan dengan penjelasanku, sehingga filsafat adalah diriku.

    ReplyDelete
  10. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Filsafat bukanlah ilmu tentang dogma atau dalil –dalil baku, ia adalah cara berpikir atau cara pandang seseorang. Jadi, sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri. Dalam filsafat, kita tidak bisa mengadopsi secara mentah pikiran seseorang untuk kita terapkan ke dalam segala jenis konteks. Maka dari itu, karena diri kita yang selalu berubah haruslah membangun filsafat kita sendiri.

    ReplyDelete
  11. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Filsafat adalah sebuah kegiatan berpikir (olah pikir) dengan obyek mencakup semua yang ada dan yang mungkin ada dalam kehidupan. Semua yang ada mencakup semua yang sudah dan sedang terjadi, sedangkan semua yang mungkin ada mencakup sesuatu yang akan/mungkin terjadi.
    Memikirkan semua yang ada tidak lain adalah sebuah refleksi dari yang sedang dan telah terjadi / dilakukan, dengan tujuan untuk memperbaiki/menjadikannya lebih baik di masa yang akan datang (yang mungkin ada).
    Selama kita hidup, selama itu pula kita berpikir sesuai dengan dimensi masing-masing. Selama kita berpikir, selama itu pula kita berfilsafat. Jadi, filsafat tidak lain adalah diri kita itu sendiri.

    ReplyDelete
  12. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Salah satu agar kita memahami apa itu filsafat dengan cara berfilsafat. Berfilsafat artinya kita berpikir menggunakan pikiran kita yang didukung dengan pikiran-pikiran para filsuf. Namun sejatinya filsafat adalah pikiran kita karena dengan berfilsafat kita akan mampu memikirkan hal-hal yang ada dan mungkin ada, dengan berfilsafat kita bisa menembus ruang dan waktu bahkan memanipulasi ruang dan waktu. Maka sebenar-benar berfilsafat adalah pikiran kita.

    ReplyDelete
  13. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Filsafat berarti olah pikir, olah pikir yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Aku bukanlah dirimu. Olah pikir yang dilakukan olehku berbeda dengan olah pikir yang dilakukan olehmu. Apa yang aku pikirkan tidak sama dengan apa yang engkau pikirkan. Sehingga filsafat tidak lain dan tidak bukan adalah diriku sendiri. Filsafatku mungkin berbeda dengan filsafatmu, karena setiap manusia memiliki pemikiran sendiri

    ReplyDelete
  14. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. filsafat itu sesuai dengan ruang dan waktunya, sesuai dengan isi dan wadahnya. Wadah dalam mempelajari filsafat itu adalah pikiran manusia yang mempelajarinya. Karena pikiran tiap manusia itu berbeda-beda, maka filsafat tiap orang juga berbeda-beda. Filsafat bergantung pada siapa yang memikirkan dan mempelajarinya.

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Filsafat adalah bagaimana kita berfikir, mengolah informasi yang ada dan menghubungkannya dengan pemikiran yang sudah ada sebelumnya. Apa yang kita pikirkan tentu saja berbeda dengan orang lain, maka pengolahan informasinya pun berbeda satu sama lain, oleh karena itu filsafat merupakan bagaimana kita memikirkan sesuatu yang mana merupakan wujud dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  17. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    filsafat adalah olah pikir, olah pikir ada didalam manusia, aku termasuk dalam manusia , jadi filsafat itu tidak lain dan tidak bukan adalah diriku sendiri. filsafatku dengan filsafat orang lain berbeda karena tergantung pada pikirannya masing-masing.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  18. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sebenar-benar filsafat adalah olah pikir. Sedangkan dunia merupakan apa yang dipikirkan. Obyek pikir ada yang di dalam pikiran ada juga yang di luar pikiran , keduanya saling berkontradiksi. Obyek pikir di dalam pikiran bersifat abstrak, rasional, tidak terikat ruang dan waktu. Sedangkan obyek pikir di luar pikiran bersifat real, empiris, terikat ruang dan waktu. Namun jika keduanya di sintetiskan maka bisa menjadi ilmu.

    ReplyDelete
  19. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Filsafat adalah mengkaji dengan bertanya. Bertanya mengenaai fenomena-fenomena yang ada. Memanng dalam mempelajari filsafat kita perlu mempelajari hasil pikir filsuf-filsuf, namun cara kita merefleksikan semua itu adalah sepenuhnya bergantung pada diri sendiri. Sehingga, filsafat adalah diri kita sendiri

    ReplyDelete
  20. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Salah besar jika filsafat dianggap sebagai dalil, dogma, doktrin yang harus diyakini dan dijalankan tanpa melewati proses perdebatan dalam pikiran. Filsafat adalah olah pikir. Maka semua yang memiliki pikiran dan mampu menggunakannya, ia memiliki kesempatan untuk berfilsafat. Tak terkecuali diri kita masing-masing. kita melihat fenomena atau kejadian dalam kehidupan sehari-hari, kemudian kita menggunakan pikiran kita untuk memikirkannya, merenungkannya, merefleksikannya, menginterpretasikannya, kemudian mengambil kesimpulan atasnya, maka yang demikian itu sudah bisa dikatakan sebagai berfilsafat. Maka tidak lain lagi bahwa filsafat adalah pikiran kita masing-masing.

    ReplyDelete
  21. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam perkuliahan sudah sangat sering dikatakan bahwa filsafat adalah refleksi dari diri sendiri. Kita bisa memahami sseorang berdasarkan pikirannya, begitu juga diri sendiri. Jika kita mempelajari dan membaca berbagai referensi pikiran dan tulisan filsuf-filsuf lalu pada saat kita memikirkannya kembali, ke manakah pikiran kita cenderung sejalan, maka seperti itulah refleksi diri kita sendiri. Olah pikir dalam filsafat bukan berarti menghafal tokoh-tokoh daalm filsafat, namun mencoba menterjemahkan pemikiran mereka untuk kemudian kita maknai, kritisi atau kembangkan sesuai dengan paham dan pikiran kita sendiri.

    ReplyDelete
  22. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    filsafat adalah kehidupan kita sendiri yang kita alami sendiri, maka cara menerapkannya dengan metode hidup, menjalani dengan sepenuh hati apa adanya, karena sejatinya hidup kita ini sedang membangun filsafat kita sendiri. Sedangkan yang dimaksudkan bijaksana mungkin yaitu dapat menempatkan sesuai dengan ruang dan waktunya. Mengetahui keberadaanya sebagai makhluk sosial dan seorang hamba. Menyeimbangkan antara habluminallah dan habluminannas.

    ReplyDelete
  23. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Filsafat adalah sinergi antara thesis dan antithesisnya. Jika thesis adalah pikiran kita maka antithesisnya adalah perbuatan kita. Hal ini menunjukkan bahwa filsafat adalah diri kita sendiri. Sehingga filsafat itu pun adalah diriku.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  24. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Setiap orang diberi anugerah oleh Allah SWT akal dan pikiran, oleh sebab itu setiap orang tentu memiliki kebebasan untuk berpikir dan pemikiran antar orang pasti akan berbeda-beda. Filsafat adalah olah fikir, maka secara tidak langsung ketika mengutarakan olah pikir kita maka kita sadari bahwa filsafat adalah diri kita sendiri, sebab apa yang kita sampaikan adalah merupakan refleksi dari diri kita sendiri. maka, “sebenar-benarnya filsafatku adalah diriku sendiri”.

    ReplyDelete