Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 17: Menemukan bahwa Filsafat adalah Diriku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskanlah tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Filsafat itu tidak lain tidak bukan adalah Diriku Sendiri.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskanlah sisntesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikianlah, selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

52 comments:

  1. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. filsafat itu sesuai dengan ruang dan waktunya, sesuai dengan isi dan wadahnya. Wadah dalam mempelajari filsafat itu adalah pikiran manusia yang mempelajarinya. Karena pikiran tiap manusia itu berbeda-beda, maka filsafat tiap orang juga berbeda-beda. Filsafat bergantung pada siapa yang memikirkan dan mempelajarinya.

    ReplyDelete
  2. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Filsafat merupakan ilmu yang muncul saat seseorang bertanya tentang alam sekitar dan diri sendiri. Seperti yang disampaikan dalam elegi-elegi yang ada, filsafat adalah olah pikir, saat kita berfilsafat berarti kita sedang melakukan kegiatan refleksi diri. Kegiatan refleksi ada didukung oleh pengalaman dan ilmu kita. Dengan demikian, apa yang kita alami, itu yang kita pikirkan dan meninjau kembali semua pengalaman yang ada. pengalaman adalah cerminan diri di masa lalu dengan demikian, kita memikirkan tentang diri kita sendiri. Sering ada perkataan bahwa “kamu adalah apa yang kamu pikirkan”. Apa yang kita pikirkan menjadi landasan tingkah laku kita ke depannya. Dengan demikian, karena filsafat adalah olah pikir dan karena apa yang kita pikirkan adalah diri kita sendiri, maka filsafat itu tidak lain adalah diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam berbagai pertemuan di perkuliahan filsafat sering juga diartikan sebagai dirimu dan diriku. Ini berarti bahwa selama orang berpikir maka ia sedang berfilsafat. Dalam tulisan lain dijelaskan pula bahwa filsafat adalah ilmu perenungan. Maksudnya adalah sebagai manusia yang telah dibekali dengan akal dan pikiran kita mampu untuk merenungkan apa yang dan yang mungkin ada di sekitar kita dengan pemikiran kritis kita. Hasil dari perenungan tersebut menjadikan kita dapat mengambil suatu pelajaran yang bermanfaat dan bisa diterapkan di kehidupan bermasyarakat.

    ReplyDelete
  4. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Filsafat merupakan ilmu yang mengkaji tentang suatu objek sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya sampai pada hakikatnya.
    Untuk mengkaji hal tersebut maka ketika berfilsafat harus mengerahkan pikiran dan menggunakan pikiran yang jernih dan hati yang bersih agar tidak kacau dalam berfilsafat.
    Hal ini dikarenakan dalam berfilsafat semakin dalam mengkaji maka akan diperlukan pemikiran yang mendalam pula dalam mengartikannya atau memaknainya.

    ReplyDelete
  5. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Berfilsafat berarti melakukan proses berpikir. Dalam sepanjang hidup kita sebagai manusia tentunya kita selalu melakukan aktivitas berpikir. Selama kita hidup, selama itu pula kita berpikir sesuai dengan dimensi masing-masing. Selama kita berpikir, selama itu pula kita berfilsafat. Jadi, filsafat tidak lain adalah diri kita itu sendiri.

    ReplyDelete
  6. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Filsafat adalah diriku sendiri, apapun yang aku filsafatkan itulah diriku, tiada yang dapat menyatakan bahwa diriku adalah salah dan salah adalah diriku. Sebenar-benarnya diriku adalah diriku di ruang dan waktu diriku. Diriku bukanlah dirimu yang berdimensi berbeda.

    ReplyDelete
  7. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Filsafat yang ada di dalam diriku. Filsafat ada dalam diriku karena adanya kehendak dari diriku untuk menjadi filsafat. Jika kita menghendaki sesuatu, maka adanya kesadaran bahwa tentang apa yang hendak dikehendaki. Kesadaran ini, dapat ditempuh adalah dengan merenungkan bahwa setiap orang mempunyai kehendak dan sikap terhadap apa pun yang ada di luar dirinya. Sikap yang harus dimiliki adalah hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih agar kehendak bersatu dengan filsafat dapat tercapai sehingga kita menjadi mudah untuk memahami filsafat.

    ReplyDelete
  8. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Filsafat merupakan suatu kegiatan olah pikir, sehingga jika ditanya mengenai filsafat. Secara tak langsung aku menjelaskan mengenai pola pikirku sendiri, sehingga secara tidak langsung filsafat menurutku adalah diriku sendiri. Karena hanya kita yang menyusun pola pikir dan mensistesis olah pikir kita sendiri, memang terdapat banyak sumber yang bisa membantu kita dalam olah pikir, namun hanya diri kita sendiri yang bisa menentukan olah pikir kita sendiri.

    ReplyDelete
  9. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Filsafat adalah diriku. Filsafat adalah pikiranku. Pikiran-pikiranku adalah filsafat. dengan aku berpikir itu sudah dinamakan berfilsafat. Karena filsafat itu pikiran diri kita, pikiran orang. berfikir tentang apa yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Filsafat berarti olah pikir, olah pikir yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Aku bukanlah dirimu. Olah pikir yang dilakukan olehku berbeda dengan olah pikir yang dilakukan olehmu. Apa yang aku pikirkan tidak sama dengan apa yang engkau pikirkan. Sehingga filsafat tidak lain dan tidak bukan adalah diriku sendiri. Filsafatku mungkin berbeda dengan filsafatmu, karena setiap manusia memiliki pemikiran sendiri.

    ReplyDelete
  11. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut Kant, filsafat adalah ilmu (yang merupakan dasar dari semua pengetahuan dalam meliput isu-isu epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menjawab pertanyaan tentang apa yang dapat kita ketahui. Sehingga dalam menggapai ilmu tidak lain dan tidak bukan adalah memahami tentang isi pikirannya sendiri. Sehingga tidak lain dan tidak bukan filsafat iru diriku. Yang dengan setiap waktunya bagaimana pikiranku memahami diriku sendiri. Fislafar adalah diriku. Dan diriku adalah filsafat.

    ReplyDelete
  12. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Belajar filsafat berarti bahwa kita mempelajari diri sendiri, karena semua kajian filsafat tersebut merupakan segala yang ada dan yang mungkin ada yang berada di sekitar kita. filsafat sangat dekat dengan kita. namun terkadang hanya kitalah yang tidak menyadarinya. Dan ketika kita memahami tentang filsafat, maka kita akan memahami tentang diri kita sendiri. sehingga kita akan menemukan sebuah kesimpulan yang mengejutkan bahwa fisafat adalah diriku.

    ReplyDelete
  13. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Berikut beberapa tesis dari filsafat menurut pemikiran-pemikiran para filsuf:
    Filsafat itu adalah keihlasan, ikhlas dalam segala hal. Filsafat itu adalah olah pikir, letaknya ada di dalam pikiran kita. filsafat itu adalah pengalaman, yaitu kejadian yang pernah kita alami sebelumnya. Filsafat itu adalah hasil pemikiran para filsuf yang merentang dari waktu ke waktu. Filsafat itu adalah sintesis dari tesis dan anti-tesisnya. Filsafat itu adalah kontradiksi.
    Berikut anti-tesis dari tesis di atas:
    Menurut pak ustad keihlasan datangnya dari diriku, itu berarti keikhlasan adalah dirikusendiri. Menurut ilmuan olah pikir atau pikiran terjadi di dalam otak kita, otak kita ada di dalam diri kita. Menurut kakek saya penfalaman akan membentuk siapa diriku, berarti pengalaman itu adalah diriku sendiri. Hasil pemikiran para filsuf ada di dalam pikiranku, pikiranku ada di dalam kepalaku, berarti hasil pemikiran para filsuf adalah diriku sendiri. Di dalam diriku terdapat tesis dan juga anti-tesis yang telah menjadi sintetis, berarti tesis dan anti-tesis itu adalah diriku sendiri. Diriku penuh dengan kontradiksi, bakan hampir tak ada satupun yang sama persis alias identitas, berarti kontradiksi itu adalah diriku sendiri. Maka aku dapat menyimpulkan bahwa filsafat itu tidak lain tidak bukan adalah diriku sendiri.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  14. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Ya, saya sepakat bahwa diriku adalah filsafat itu sendiri. Diriku adalah kemisteriusan yang harus aku ungkap sendiri. Diriku adalah fragmen-fragmen enigma yang harus aku pecahkan. Ada banyak tesis yang telah kugunakan untuk mencari hakikat diriku. Tesis yang dinegasikan oleh tesis yang lain (antesis). Negasi atas negasi. Semua proses menguras emosi. Perihal eksistensi diri memang sangat membingungkan. Itulah mengapa kita adalah filsafat itu sendiri. Kita adalah ujian yang harus kita selesaikan. Entah kapan sintesa itu akan terwujud, namun kita percaya itu akan terjadi, setelah melewati dialektika-dialektika kehidupan yang kadang meresahkan, kadang membingungkan, kadang membahagiakan, kadang pula tak terasa apa-apa. Semuanya bergerak begitu saja tanpa pengampunan, tanpa dispensasi, tanpa toleransi. Dan air mata, pada bagian yang paling dramatis, adalah endapan-endapan emosi yang mengalir membasahi kenyataan-kenyataan yang kering.

    ReplyDelete
  15. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berikut ini pendapat saya mengenai tesis dan anti-tesis untuk menemukan bahwa ternyata filsafat itu tidak lain tidak bukan adalah diriku sendiri.
    Tesis : Filsafat ialah olah pikir. Objeknya adalah hal-hal di sekitar yang ada dan mungkin ada. Tidak terikat oleh ruang dan waktu. Satu tingkat dibawah dimensi spiritual.
    Anti tesis : Filsafat ialah tentang bagaimana diriku memikirkan sesuatu. Bagaimana diriku membandang objek yang ada dan mungkin ada sesuai dengan persepsi diri. Bagaimana diriku mampu untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dan itu dapat dibenarkan. Maka benarlah, bahwa ternyata filsafat itu tidak lain dan tidak bukan adalah diriku sendiri.

    ReplyDelete
  16. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Obyek filsafat dapat berasal dari luar maupun dari dalam pikiran manusia. Filsafat juga dapat dibangun berdasarkan rasio (rasionalisme) maupun pengalaman (empirisme). Filsafat berasal dari pemikiran-pemikiran para filsuf. Adanya filsafat adalah buah dari pemikiran para filsuf. Kemudian, kita sebagai manusia yang mempelajari filsafat, maka secara tidak langsung, kita mempelajari pemikiran para filsuf. Setelah mempelajarinya, kemudian kita dapat mendefinisikan apa itu filsafat menurut pandangan diri kita sendiri. Kemudian kita mampu memberikan persepsi terhadap suatu obyek tertentu sesuai pemikiran kita. Dengan begitu, secera tidak langsung apa yang telah kita lakukan adalah berfilsafat. Sehingga filsafat adalah diriku sendiri.

    ReplyDelete
  17. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Filsafat itu adalah diriku. Setiap langkah hidupku, sebenarnya aku telah berfilsafat. Bahkan masa depanku yang aku belum tahu juga terlingkup dalam filsafat hidupku. Seperti yang telah diajarkan Bapak Marsigit, bahwa objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Aku, pilihanku, pikiranku, keputusanku, perasaanku, imajinasiku, mimpiku, semua adalah aktivitas berfilsafat. Filsafat tidak hanya sebatas pikiran para filsuf seperti Kant, Descartes, dan sebagainya. Kitapun bisa menjadi next Descartes, next Kant, next para filsuf. Bukankah mereka juga manusia yang memiliki hati dan pikiran layaknya aku dan kita semua. Hanya saja mereka telah membuat pemikiran perdana di masa lampau yang menggebrak dunia sehingga menginspirasi kita untuk mempelajari filsafat.

    ReplyDelete
  18. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sebenar-benar filsafat adalah dirimu sendiri. Melalui perkuliahan yang ada, saya menerima bahwa filsafat adalah refleksi diri. Pemahaman kita terhadap filsafat dibangun dari hasil refleksi diri yabg terjadi selama belajar filsafat itu sendiri. Berfilsafat tak akan pernah ada habisnya, sama seperti proses refleksi diri yang tak kan pernah berhenti karena diriku yang sekarang sedang menulis komentar ini sudah berbeda dengan diriku yang selesai mempostingnya.

    ReplyDelete
  19. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.matematika B

    sama seperti yang telah saya sebutkan dalam komen saya sebelumnya bahwa karena filsafat itu adalah olah pikir atau cara kita berfikir, jika kita tesis, maka orang lain adalah antitesis, sehingga filsafat itu adalah masing-masing dari diri kita sendiri. kita tidak dapat menyalahkan orang lain dikarenakan cara dia berfilsafat, karena saat kita menunjuk mereka, maka empat jari kita menunjuk ke diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  20. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Salah satu agar kita memahami filsafat adalah dengan berfilsafat. Berfilsafat artinya kita berpikir menggunakan pikiran kita yang didukung dengan pikiran-pikiran para filsuf. Namun sejatinya filsafat adalah pikiran kita karena dengan berfilsafat kita akan mampu memikirkan hal-hal yang ada dan yang mungkin ada, dengan berfilsafat kita bisa menembus ruang dan waktu bahkan memanipulasi ruang dan waktu. Maka sebenar-benarnya filsafat adalah pikiran kita, sehingga sebenar-benarnya berfilsafat adalah diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  21. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Filsafat adalah diriku sendiri". "Sebenar-benar filsafat adalah dirimu sendiri", adalah satu materi perkuliahan yang hingga saat ini masih bergaul akrab dengan memori saya. Maka, "filsafat memanglah benar diriku sendiri", karena dalam berfilsafat ku gunakan pikiranku sendiri, bukankah sudah disampaikan bahwa sebenar-benar filsafat adalah diriku sendiri. Filsafat adalah diriku sendiri, karena ku gunakan olah bahasaku sendiri dalam berfilsafat. Filsafat adalah diriku sendiri, karena ku bangun duniaku sendiri lewat filsafat ini. Maka memanglah benar jika filsafat adalah diriku sendiri.

    ReplyDelete
  22. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Tesis : Filsafat adalah tentang bagaimana berfikir
    Anti Tesis : Berfikir adalah diriku
    Sintesis : Maka filsafat tidak lain tidak bukan adalah diriku sendiri

    Berfilsafat tentang bagaimana kita mengolah pikiran. Menemukan haikat akan segala objek dan subjek yang dipelajari. Berpikir adalah tanda seseorang hidup, berpikir mengembara mencari pengetahuan. Maka sebenar-benar orang mati dalam filsafat adalah orang yang tidak berpikir. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  23. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Filsafat adalah olah pikir yang mencakup segala sesuatu baik ada maupun yang mungkin ada. Kegiatan olah pikir ini dilakukan sesuai dengan persepsi masing-masing individu. Sebagai manusia, diriku adalah obyek pikir filsafat dan juga sebagai subjek yang berpikir. Duniaku adalah apa yang kupikirkan. Selama aku hidup, aku akan terus berpikir dan selama aku berpikir, maka selama itu pulalah aku berfilsafat. Jadi, filsafat itu tidak lain adalah diriku.

    ReplyDelete
  24. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Dari hasil refleksi perkuliahan yang dapat saya pahami adalah sesungguhnya filsafat itu sangatlah dekat dengan diri kita, maka jika kita ingin mempelajari filsafat, hal pertama yang kita lakukan adalah dekat dengan diri kita sendiri. Maka Filsafatmu adalah Dirimu sendiri. Sangatlah tidak mungkin ketika kita berfilsafat jika kita tidak mengenal diri kita sendiri, sebagai mana tujuan dari filsafat adalah belajar menghargai dan sopan santun terhadap dimensi ruang dan waktu yaitu dimensi ruang yang ada pada diri kita sendiri. maka sebenar-benarnya filsafat adalah diriku sendiri.

    ReplyDelete
  25. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Filsafat adalah olah fikir. Dimana setiap orang mampu untuk berfilsafat tergantung dengan olah fikir orang masing masing yang terikat dengan ruang dan waktu. Tidak ada yang berhak menyalahkan olah fikir orang lain. Karena setiap orang bebas berpendapat sesuai dengan alasan yang logis. Oleh sebab itu, filsafat adalah pemikiran setiap individu/ diriku sendiri, dan berarti filsafat sesungguhnya adalah diriku sndiri.

    ReplyDelete
  26. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sejauh ini dalam kami belajar filsafat yang sangat mengena dan berkesan dalam pikiran adalah skeptisisme Rene Descartes, dima dia meragukan segala hal dan hanya satu yang dia yakini bahwa adanya dia (Descartes) yang memikirkan dan meragukan segala hal yang dikenal sebagai cogito ergosum. Lalu pandangan dari George Berkeley bahwa sesuatu ada bagi seseorang itu apabila seseuatu itu dapat dipersepsikan, dengan kata lain benda itu ada maka benda itu dapat dipersepsikan (esse est percipi). Lalu pandangan dari John Locke, bahwa manusia itu mendepatkan pengetahuan dan kedewasaan ketika dia belajar dari pengalaman. Lalu pandangan Immanuel Kant yang dikenal mengenai kritisisme, dimana dia meragukan adanya ilmu pengetahuan yang bersifat aprirori saja, menurutnya ilmu pengetahuan itu harus bersifat analitik sekaligus bersifat sintetik, yang didapatkan melalui sintetik aprirori (sintesis antara apriori dan aposteriori). Maka dengan ini semua kami berpikir bahwa apabila kami menghadapi sesuatu maka yang harus dilakukan adalah meragukan hal tersebut, dan berpikir secara kritis, mempersepsikannya sebisa mungkin lalu melihat sperti apa fenomena yang tampak dan yang bisa dirasakan sehingga kami bisa memiliki pengalaman mengenai hal tersebut, kemudian kami analisis dengan segala pengetahuan yang telah kami miliki untuk menarik suatu kesimpulan mengenai hal tersebut. Demikian lah filsafat yang sejauh ini kami dapatkan dan pahami.

    ReplyDelete
  27. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana


    Filsafat itu mengenai yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat itu mensistesiskan tesis sehinga menjadi anti tesis. Proses sitesis itu dari pemikiran kita sendiri. Hasil dari pemikiran itu merupakan anti tesis. Pemikiran setiap individu itu tidaklah sama. Sehingga memang akan terjadi banyak kontradiksi-kontradiksi antara setiap pemikiran individu. Dengan kontradiksi tersebut memaksa individu untuk berpikir kembali dan kemudia muncul kontradiksi yang lainnya. Sehingga filsafat itu disebut dengan olah pikir, yang setiap individu tidak bisa menyalahkan pemikiran individu yang lain namun dapat mengkontradiksikannya agar dapat melatih berpikir. Kontradiksi tersebut yang menemukan diri kita sendiri, dan mengelolanya diri kita sendiri juga. Sehingga itulah mengapa filsafat itu disebut diri individu itu sendiri.

    ReplyDelete
  28. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Filsafat adalah diri kita sendiri, maka filsafat itu dekat dengan diri dan kehidupan kita. Dengan berfilsafat artinya kita membangun ilmu-ilmu yang ada dan yang mungkin ada dengan sesuai ruang dan waktunya. Dengan berfilsafat pula kita belajar berpikir dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Terutama dalam memahami berbagai macam elegi-elegi yang ada pada blog Pak Marsigit. Tidak lupa juga selalu melandasi hati dan pikiran dengan spiritual agar tidak mudah terperangkap oleh mitos-mitos. Oleh sebab itu ku temukan bahwa filsafat yang sebenarnya adalah tidak jauh dan tidak juga asing, karena itulah diri ku sendiri.

    ReplyDelete
  29. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Tesis dari filsafat adalah membangun ilmu, sedangkan anti tesis dari filsafat adalah sombong ilmu. Anti tesis merupakan reaksi dari tesisnya. Filsafat adalah pengalaman dan pengetahuan yang dibangun. Dibangun itu kata kerja yang dilakukan oleh pelaku. Maka ini bersifat aktif dan berarti pula filsafat adalah diriku sendiri. Anti tesisnya adalah sombong ilmu. Sungguh, setan itu selalu berada dimna-mana untuk mengacaukan kita. Tidak mau membangun ilmu dan merasa sudah merasa jelas, maka dia orang yang merugi dengan kesombongannya. Maka dia sudah dikatakan gagal dalam berfilsafat ilmu.

    ReplyDelete
  30. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Setiap manusia dianugerahi akal pikiran, dan kita bebas untuk menggunakannya untuk berpikir apa saja. Karena filsafat adalah olah pikir dan sebenar-benar filsafat itu adalah pikiranmu sendiri sehingga berfilsafat itu sangatlah mudah. Berfilsafat sesungguhnya adalah berlatih untuk memahami diri dan jiwa kita sendiri. Sejauh mana kita mampu menyelami apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan di dalam hati. Sehingga nantinya kita dapat melakukan apa yang kita pikirkan dan memikirkan apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  31. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Filsafat merupakan olah pikir dan refleksi. Olah pikir setiap orang pastilah berbeda-beda. Refleksi atau cerminan setiap orang pastilah juga berbeda-beda. Maka filsafat bagi dirimu adalah berbeda bagi diriku. Maka filsafat adalah diriku. Berfilsafat adalah merefleksikan pikiranku. Dan pikiranku menggambarkan diriku. Maka sebenar- benar filsafat adalah merefleksikan diriku. Berfilsafat adalah bagaimana aku memikirkan, bagaimana aku merefleksikan. Karena filsafat adalah diriku.

    ReplyDelete
  32. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat lebih banyak belajar merefleksikan ide-ide dan pemikiran yang bersumber dari berbagai hal, sehingga dengan merefleksikan ide-ide dan pemikiran tersebut kita telah mencoba mengungkapkan ide atau pemikiran orang lain menurut pandangan kita, sehingga dengan belajar filsafat kita seperti mempelajari diri kita sendiri. Dengan memaparkan ide atau pemikiran tersebut kita dapat belajar filsafat secara intensif dan ekstensif.

    ReplyDelete
  33. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat lebih banyak belajar merefleksikan ide-ide dan pemikiran yang bersumber dari berbagai hal, sehingga dengan merefleksikan ide-ide dan pemikiran tersebut kita telah mencoba mengungkapkan ide atau pemikiran orang lain menurut pandangan kita, sehingga dengan belajar filsafat kita seperti mempelajari diri kita sendiri. Dengan memaparkan ide atau pemikiran tersebut kita dapat belajar filsafat secara intensif dan ekstensif.

    ReplyDelete
  34. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Filsafat adalah diriku sendiri. Sebuah olah pikir terhadap segala yang ada dan yang mungkin ada. Yang menentukan benar atau salah adalah diriku sendiri tergantung dengan apa perspektifnya. Filsafat tidak mengenal benar salah atau baik buruk. Benar salah atau baik buruknya suatu hal adalah perkara kesesuaian dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  35. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Tidak semua orang mampu berfilsafat, orang yang akan mampu berfilsafat apabila memiliki sifat rendah hati, karena memahami bahwa tidak semuanya akan dapat diketahui dan merasa dirinya kecil dibandingkan dengan kebesaran alam semesta. Seorang yang sombong seolah akan merasa sudah memiliki ilmu yang sangat tinggi dan memandang oang lain lebih rendah, atau meremehkan pengetahuan orang lain, bahkan meremehkan moral, agama, dan estetika. Orang yang berfilsafat seolah-olah memandang langit sembari merenungkan bahwa betapa kecil dirinya dibandingkan seisi alam semesta, bahwa betapa diatas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  36. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Filsafat adalah olah pikir, dan diriku adalah pemilik akal yang digunakan untuk berpikir, sehingga filsafat adalah diriku. Kemudian, sebenar-benar filsafat adalah bacaanku, bacaanku adalah diriku, sehingga filsafat adalah diriku. Selanjutnya, sebenar-benar filsafat adalah penjelasanku, diriku tidak terpisahkan dengan penjelasanku, sehingga filsafat adalah diriku.

    ReplyDelete
  37. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Filsafat bukanlah ilmu tentang dogma atau dalil –dalil baku, ia adalah cara berpikir atau cara pandang seseorang. Jadi, sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri. Dalam filsafat, kita tidak bisa mengadopsi secara mentah pikiran seseorang untuk kita terapkan ke dalam segala jenis konteks. Maka dari itu, karena diri kita yang selalu berubah haruslah membangun filsafat kita sendiri.

    ReplyDelete
  38. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Filsafat adalah sebuah kegiatan berpikir (olah pikir) dengan obyek mencakup semua yang ada dan yang mungkin ada dalam kehidupan. Semua yang ada mencakup semua yang sudah dan sedang terjadi, sedangkan semua yang mungkin ada mencakup sesuatu yang akan/mungkin terjadi.
    Memikirkan semua yang ada tidak lain adalah sebuah refleksi dari yang sedang dan telah terjadi / dilakukan, dengan tujuan untuk memperbaiki/menjadikannya lebih baik di masa yang akan datang (yang mungkin ada).
    Selama kita hidup, selama itu pula kita berpikir sesuai dengan dimensi masing-masing. Selama kita berpikir, selama itu pula kita berfilsafat. Jadi, filsafat tidak lain adalah diri kita itu sendiri.

    ReplyDelete
  39. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Salah satu agar kita memahami apa itu filsafat dengan cara berfilsafat. Berfilsafat artinya kita berpikir menggunakan pikiran kita yang didukung dengan pikiran-pikiran para filsuf. Namun sejatinya filsafat adalah pikiran kita karena dengan berfilsafat kita akan mampu memikirkan hal-hal yang ada dan mungkin ada, dengan berfilsafat kita bisa menembus ruang dan waktu bahkan memanipulasi ruang dan waktu. Maka sebenar-benar berfilsafat adalah pikiran kita.

    ReplyDelete
  40. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Filsafat berarti olah pikir, olah pikir yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Aku bukanlah dirimu. Olah pikir yang dilakukan olehku berbeda dengan olah pikir yang dilakukan olehmu. Apa yang aku pikirkan tidak sama dengan apa yang engkau pikirkan. Sehingga filsafat tidak lain dan tidak bukan adalah diriku sendiri. Filsafatku mungkin berbeda dengan filsafatmu, karena setiap manusia memiliki pemikiran sendiri

    ReplyDelete
  41. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. filsafat itu sesuai dengan ruang dan waktunya, sesuai dengan isi dan wadahnya. Wadah dalam mempelajari filsafat itu adalah pikiran manusia yang mempelajarinya. Karena pikiran tiap manusia itu berbeda-beda, maka filsafat tiap orang juga berbeda-beda. Filsafat bergantung pada siapa yang memikirkan dan mempelajarinya.

    ReplyDelete
  42. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  43. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Filsafat adalah bagaimana kita berfikir, mengolah informasi yang ada dan menghubungkannya dengan pemikiran yang sudah ada sebelumnya. Apa yang kita pikirkan tentu saja berbeda dengan orang lain, maka pengolahan informasinya pun berbeda satu sama lain, oleh karena itu filsafat merupakan bagaimana kita memikirkan sesuatu yang mana merupakan wujud dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  44. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    filsafat adalah olah pikir, olah pikir ada didalam manusia, aku termasuk dalam manusia , jadi filsafat itu tidak lain dan tidak bukan adalah diriku sendiri. filsafatku dengan filsafat orang lain berbeda karena tergantung pada pikirannya masing-masing.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  45. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sebenar-benar filsafat adalah olah pikir. Sedangkan dunia merupakan apa yang dipikirkan. Obyek pikir ada yang di dalam pikiran ada juga yang di luar pikiran , keduanya saling berkontradiksi. Obyek pikir di dalam pikiran bersifat abstrak, rasional, tidak terikat ruang dan waktu. Sedangkan obyek pikir di luar pikiran bersifat real, empiris, terikat ruang dan waktu. Namun jika keduanya di sintetiskan maka bisa menjadi ilmu.

    ReplyDelete
  46. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Filsafat adalah mengkaji dengan bertanya. Bertanya mengenaai fenomena-fenomena yang ada. Memanng dalam mempelajari filsafat kita perlu mempelajari hasil pikir filsuf-filsuf, namun cara kita merefleksikan semua itu adalah sepenuhnya bergantung pada diri sendiri. Sehingga, filsafat adalah diri kita sendiri

    ReplyDelete
  47. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Salah besar jika filsafat dianggap sebagai dalil, dogma, doktrin yang harus diyakini dan dijalankan tanpa melewati proses perdebatan dalam pikiran. Filsafat adalah olah pikir. Maka semua yang memiliki pikiran dan mampu menggunakannya, ia memiliki kesempatan untuk berfilsafat. Tak terkecuali diri kita masing-masing. kita melihat fenomena atau kejadian dalam kehidupan sehari-hari, kemudian kita menggunakan pikiran kita untuk memikirkannya, merenungkannya, merefleksikannya, menginterpretasikannya, kemudian mengambil kesimpulan atasnya, maka yang demikian itu sudah bisa dikatakan sebagai berfilsafat. Maka tidak lain lagi bahwa filsafat adalah pikiran kita masing-masing.

    ReplyDelete
  48. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam perkuliahan sudah sangat sering dikatakan bahwa filsafat adalah refleksi dari diri sendiri. Kita bisa memahami sseorang berdasarkan pikirannya, begitu juga diri sendiri. Jika kita mempelajari dan membaca berbagai referensi pikiran dan tulisan filsuf-filsuf lalu pada saat kita memikirkannya kembali, ke manakah pikiran kita cenderung sejalan, maka seperti itulah refleksi diri kita sendiri. Olah pikir dalam filsafat bukan berarti menghafal tokoh-tokoh daalm filsafat, namun mencoba menterjemahkan pemikiran mereka untuk kemudian kita maknai, kritisi atau kembangkan sesuai dengan paham dan pikiran kita sendiri.

    ReplyDelete
  49. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    filsafat adalah kehidupan kita sendiri yang kita alami sendiri, maka cara menerapkannya dengan metode hidup, menjalani dengan sepenuh hati apa adanya, karena sejatinya hidup kita ini sedang membangun filsafat kita sendiri. Sedangkan yang dimaksudkan bijaksana mungkin yaitu dapat menempatkan sesuai dengan ruang dan waktunya. Mengetahui keberadaanya sebagai makhluk sosial dan seorang hamba. Menyeimbangkan antara habluminallah dan habluminannas.

    ReplyDelete
  50. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Filsafat adalah sinergi antara thesis dan antithesisnya. Jika thesis adalah pikiran kita maka antithesisnya adalah perbuatan kita. Hal ini menunjukkan bahwa filsafat adalah diri kita sendiri. Sehingga filsafat itu pun adalah diriku.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  51. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Setiap orang diberi anugerah oleh Allah SWT akal dan pikiran, oleh sebab itu setiap orang tentu memiliki kebebasan untuk berpikir dan pemikiran antar orang pasti akan berbeda-beda. Filsafat adalah olah fikir, maka secara tidak langsung ketika mengutarakan olah pikir kita maka kita sadari bahwa filsafat adalah diri kita sendiri, sebab apa yang kita sampaikan adalah merupakan refleksi dari diri kita sendiri. maka, “sebenar-benarnya filsafatku adalah diriku sendiri”.

    ReplyDelete