Oct 20, 2012

Forum Tanya Jawab 2: Tema Hantu dan Kematian di kelas RSBI....?




Ass, untuk semuanya

Pada Hari Senin, 15 Nopember 2010, saya dan Team melakukan observasi pbm matematika di sebuah Kelas 8, salah satu SMP RSBI di DIY. Saya dikejutkan dengan temuan bahwa seting kelas dibuat sedemikian sehingga bertema Hantu dan Kematian.



Di dinding depan kelas di pajang gambar hantu Casablanca. Sedangkan daftar siswa diberi judul R.I.P. (Rest In Peace). R.I.P. adalah suatu istilah Inggris (Barat) untuk menunjuk Almarhum. Disebelah kiri depan ada sebuah almari/bupet yang didalamnya berisi benda-benda seperti magic.

Pada kesempatan setelah pbm, saya sempat menanyakan kepada Ketua Kelas dan seorang lagi temannya, mengapa Kelas memilih Hantu dan Kematian sebagai Tema? Bukankah jika Temanya "Malaikat" atau hal-hal yang bersifat Baik atau Syurga, itu akan lebih baik.

Saya terkejut mendengar jawabannya. Menurutnya MEREKA SUDAH BOSAN DENGAN HAL-HAL DEMIKIAN.

Perlu diketahui bahwa sekolah RSBI itu adalah sekolah Umum walaupan saya melihat banyak siswa memakai Jilbab.

Demikianlah saya menunggu tanggapan atau analisis dari pembaca beserta solusi yang mungkin ada.

Sebagai gambaran, saya telah ambil gambar-gambarnya dan saya posting dibagian akhir halaman depan blog ini.

Terimakasih.

Marsigit

77 comments:

  1. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Siswa-siswi RSBI dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif daripada siswa-siswi dari sekolah biasa. Mungkin saja kelas yang bertema hantu dan kematian tersebut salah satu dari hasil kreatif dan inovatif dari siswa siswi RSBI. Bisa saja ide tema kelas tersebut datang dari budaya asing, atau televisi sehingga pelajar mempunyai ide untuk membuat tema hantu dan kematian. Namun dalam hal ini perlu diobservasi lagi apakah dengan kreativitas mereka dengan tema ini, mereka menjadi tambah semangat atau malah menurun semangatnya.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sekolah RSBI ini menurut saya memberikan kebebasan bagi siswa untuk mendapatkan motivasi ekstrinsiknya untuk dapat meningkatkan semangat belajar. Bandingkan di sekolah-sekolah biasa, apakah hal tersebut banyak ditemukan, yaitu siswanya menentukan tema dari ruang kelas yang tidak biasa. Siswa SRBI yang memang diberikan ruang dalam aktivitas belajarnya, membuat siswa memiliki ide yang tidak biasa dan cara belajar yang mungkin akan berbeda dengan siswa-siswa lain pada umumnya. Selama perkembangan ide dan gagasan mereka tentang sesuatu hal tidak menganggu atau memberikan efek negatif, saya anggap hal itu tidak menjadi suatu persoalan, tetapi apabila gagasan siswa tersebut dapat berakibat buruk bagi kegiatan belajarnya di kelas,maka guru maupun pihak sekolah harus dapat mengontrol dan mengarahkannya untuk menjadi hal-hal yang memberikan efek positif bagi siswa.

    ReplyDelete
  3. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sekolah RSBI adalah salah satu atau bagian dari sekolah negeri sama dengan sekolah negeri lainnya. Yang membedakan hanyalah pada sekolah RSBI dalam pembelajaran atau di sekolah siswa lebih ditekankan berbahasa Inggris. Karena sekolah tersebut bertaraf Internasional yang bertujuan ingin menuju seperti pendidikan di luar negeri. Tapi bagi negara kita hal itu sangat sulit. Setidaknya kita sudah berusaha walaupun sekarang telah dibubah kembali dengan sekolah negeri biasa atau tetap bertaraf nasional. Semoga pendidikan Indonesia semakin baik. Aamiiiin...

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Tema hantu dan kematian di kelas RSBI menurut saya tidak masalah asalkan siswa anggota kelas tersebut menyetujuinya dan tidak ada yang keberatan dengan hal itu. Selain itu juga tema – tema seperti itu tidak dianggap mengganggu kegiatan pembelajaran. Apabila ada yang merasa takut atau kurang nyaman maka hendaknya tema tersebut harus diganti. Menurut saya, hal tersebut menunjukkan kreatifitas mereka, namun alangkah baiknya jika guru/wali kelasnya mengarahkan untuk memasang tema – tema yang positif supaya nuansa di kelas juga lebih positif.

    ReplyDelete
  5. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam artikel di atas menunjukkan bahwa siswa ingin meluapkan apa yang diinginkannya. Segala yang ada di dalam hati dan pikirannya.
    Mungkin siswa merasa jenuh dengan segala kegiatan yang ada.
    Mereka diintimidasi untuk berpikir terus menerus.
    Mereka belajar tanpa memperhatikan apa yang mereka harapkan.
    Belajar apa yang bukan menjadi minatnya.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    RSBI belakangan hanya didominasi oleh anak-anak orang kaya lantaran biaya sekolah yang mahal, sehingga hanya mereka saja yang mendapatkan kualitas pelayanan sekolah yang bagus. Padahal tujuan awalnya bisa jadi baik, tetapi pelaksanaannya justru diakal-akali. Memang, tujuan dan pelaksanaan terkadang jauh panggang dari api. Banyak sekolah berlomba mendapatkan status internasional agar dapat menaikkan tarifnya. Parahnya lagi, sekolah-sekolah tersebut menelan mentah-mentah kurikulum internasional tanpa menyesuaikannya dengan kondisi di Tanah Air.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Tema apapun yang dipilih siswa tidak menjadi masalah selama dapat meningkatan motivasi belajar. Terkadang siswa memilih tema yang ekstrim karena mereka sudah bosan dengan sesuatu yang biasa, terkadang tema yang ekstrim itu memiliki arti yang baik di dalamnya. Siswa mengharapkan perubahan yang baru. Tema hantu bisa jadi karena selama ini mereka merasa keberadaan mereka hanya seperti hantu dalam kelas dan mereka mengalami “kematian” dalam hal berpikir kritis yang dimaksudkan dalam pembelajaran matematika. . Siswa-siswi mengharapkan pembelajaran baru yang mampu membuat mereka terlibat dalam pembelajaran, hidup dalam pembelajaran, aktif dan turut serta dalam pembelajaran dan tidak hanya dijadikan sebagai hantu dan kematian yang hanya mendengar, mencatat segala sesuatu dari guru.

    ReplyDelete
  8. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Selain itu, menarik bahwa sekolah RSBI yang dikunjungi adalah sekolah umum meskipun banyak orang yang memakai jilbab. Jika memang demikian, mungkin saja tema hantu dan kematian yang mereka pakai adalah salah satu cara mereka untuk menyatakan keberatan mereka mengenai ajaran agama yang ada atau bisa juga karena mereka mengikuti tren dunia hantu. Namun, menurut saya, jika dikaitkan dengan pembelajaran di kelas, itu adalah bukti harapan mereka akan hal yang baru sehingga tidak ada hantu-hantu yang tercipta dalam kelas dan tidak ada “kematian” yang muncul sebagai akibat pembelajaran dalam kelas.

    ReplyDelete
  9. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Setelah membaca tulisan ini, saya membayangkan kondisi kelas yang begitu menyeramkan dengan tema hantu dan kematian. Namun kembali lagi saya mengingat kata-kata Pak Prof bahwa untuk melihat atau mengenali sesuatu jangan hanya dilihat kualitas pertamanya saja tapi lihatlah kualitas kedua ketiga dan seterusnya. Bisa saja tema hantu dan kematian itu dapat memberikan motivasi belajar bagi siswa, atau bisa saja karena kelas pembelajaran ingin menerapkan konsep halloween jadilah mereka mengambil tema hantu dan kematian.

    ReplyDelete
  10. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut saya adanya fenomena seperti ini sebuah hal yang bisa dipandang dari dua sisi yaitu sisi baik dan sisi buruk. Pengguaan tema kematian merupakan hal yang baik jka memang hal tersebut dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan menyalurkan kreativitas siswa. namun akan menjadi hal yang negatif apabila hal itu berarti siswa sudah bosan dnegan pembelajaran keseluruhannya, maka hal ini menjadi maslah yang perlu diperhatikan.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Mungkin maksud dari itu adlaah kita akan selalau berpikir mati, sehingga jika kita selalau berpikkir bahwa kematian datanag kapan dan dimana pun maka kita kana selalau bertaqwa kepada Allah SWT. Sehinga kita akan selalau memperbanyak ibadah –ibadaha yang wajib maupun yang sunnah. Mungkin syaa keoikiran kenapa tidak kelasa bertema malaikat atau yang berhubungan dengan islam, seperti kota mekkah, atau madinah.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam artikel ini digambarkan guru tidak bisa berbuat banyak. Mereka mengetahui apa yang menjadi masalah bagi siswa-siswanya.
    Karena takut akan sistem yang sudah dibangun dijadikan kebijakan dalam sistem sekolah maka tak ada usaha lebih yang dapat guru lakukan.
    Peran guru hanya mengembalikan suasana hati dan memberikan pengaruh positif kepada siswa.

    ReplyDelete
  13. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Artikel di atas menyebutkan bahwa di sekolah tersebut memiliki dekorasi tentang hal yang menakutkan yang kesannya seperti hantu dan kematian. Sehingga yang dapat saya maknai dari keadaan seperti itu secara implisitnya adalah mungkin siswa ingin menunjukkan kepada banyak orang bahwa janganlah masuk ke sekolah RSBI, dikarenakan disana akan menemui banyak hal yang menyeramkan. Namun di lain hal juga bisa dikatakan sebagai wujud ekpresi dan ekplorasi kreatifitas siswa yang anti mainstream. Kadang ada kalimat yang menyatakan "semakin cerdas seseorang semakin gila pemikirannya" mungkin hal tersebut bisa dikaitkan dengan temuan ini dengan ketidakwajarannya.

    ReplyDelete
  14. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Tema hantu dan kematian dalam kelas memang dirasa jauh dari kata normal, karena dengan tema tersebut terkesan mencekam, dll. Hal itu memang dibuat berdasarkan kreativitas siswa yang telah merasa bosan akan situasi kelas mereka. Jika memang itu dirasa bisa meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran, hal itu memang baik. Namun jika dilihat dari penamaan yang menyebut nama-nama dengan RIP itu dirasa kurang pas di dalam lingkungan pendidikan, karena sebenarnya masih banyak hal yang bisa menimbulkan motivasi lebih dan menghilangkan rasa kebosanan.

    ReplyDelete
  15. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Suasana di kelas sangat menentukan keberhasilan pembelajaran suatu materi dapat tersampaikan dan pemahaman siswa, kesuksesan pembelajaran pun bergantung pada kondisi fisik dan psikis siswa. Disinilah peran guru untuk menjadikan suasana kelas yang nyaman dan mendukung proses pembelajaran, juga mempersiapkan fisik dan psikis siswa agar siap menerima materi. Guru perlu membentuk suasana dan kondisi yang sedemikian sehingga menjadikan pembelajaran menjadi lebih efektif.

    ReplyDelete
  16. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Tanggapan berdasarkan kejadian di sekolah RSBI ini merupakan gambaran tentang kurangnya pendidikan karakter (akhlak) yang ada di sekolah-sekolah khususnya RSBI. Solusinya yaitu Integrasi materi pendidikan karakter ke dalam mata pelajaran. Pendidikan Karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Dengan hal ini sebaiknya siswa dan guru mencoba terobosan-terobosan baru sehingga menciptakan berfikir kreatif, dan mencoba mengembangkan terobosan – terobosan-terobosan tersebut sehingga kreatifitas lebih meningkat dan tetap berada di jalur positif.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Situasi dan kondisi kelas sangat mendukung pembelajaran agar dapat berjalan lancar. Kondiris kelas dengan tema yang dibuat yaitu hantu dan kematian di kelas RSBI bisa jadi karena dua hal menurut saya yang pertama memberikan pengaruh mengerikan kepada siswa untuk sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu karena nantinya kita tidak tau kapan Allah akan mengambil nyawa kita jadi siswa akan dengan sungguh-sungguh belajar serta termotivasi dan yang kedua karena kelas tersebut berstandar internasional maka mengadopsi situasi yang diambil ialah halowen atau suatu perayaan yang diperingati setiap tahun oleh orang-orang luar negri. Dengan situasi yang dibuat sesuai keinginan siswa maka pembelajaran yang dilakukan akan terasa seperti dirumah sendiri.

    ReplyDelete
  18. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk masalah ini saya menjadikan dua bagian. Karena saya tidak mendapatkan gambaran yang ada pada bagian akhir. Apa kah sebuah perumpamaan atau bukan. Jika bukan perumpamaan. Tidak apalah membuat setting kelas seperti itu. Sehingga warga kelas mersa nyaman. Memang hal tersebut sedikit menyeleneh. Lebih baik jika hal tersebut benar adanya, lebih diarahkan ke hal yang lebih baik. Seperti hal yang berbau ke Indonesiaan. Seperti missal setting kelas Kejawaan. Sehingga boneka tersebut bias digant menjadi wayang dan alin sebagainya.

    ReplyDelete
  19. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seandainya ini sebuah perumpaan. Jika kedaan ini terjadi, maka pelaksanaan pembelajaran disekolah itu bias dikatakn kurang berhasil. Karena siswa diajarkan monoton dan hanya seperti itu. Badanya dikelas namun pikirannya tidak digunakan hany mendengarkan saja. Tidak dibiarkan siswa berkejar. Dan siswa hanya dihadapkan dengan teknologi saja. Sehingga tidak ada komunikasi antar siswa atau guru. Seperti suasana kelasnya yang dikatakan berhatu tersebut. Solusinya, harus diperbaharui cara belajarnya. Dan Alhamdullilahnya RSBI ini sudah ditiadakan. Dan telah berfokus ke student centered. Sehingga siswa lebih banyak aktivitasnya untuk membangun pengetahuan dengan caranya sendiri.

    ReplyDelete
  20. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Kreativitas siswa bermain di dalam kelas memungkinkan motivasi untuk mereka agar pembelajaran lebih menyenangkan, lebih bersemangat, dan melepas sejenak dari kebosanan. Akantetapi kreatifitas akan lebih bermanfaat secara optimal jika dilakukan sesuai tempat dan di waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  21. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada zaman modern saat ini kreativitas kadang sudah tidak masuk akal lagi. seperti yang diceritakan pada forum tanya jawab ini, siswa RSBI menggunakan tema malikat dengan menulisakn RIP pada dinding kelas. Imajinasi siswa memang luas dan liar, diperlukan peran guru untuk membantu siswa mengolah imajinasinya dengan baik agar masuk akal dan tidak melanggar norma.

    ReplyDelete
  22. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Beberapa tahun yang lalu, RSBI memang sangat digencarkan. Hal ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk membuat standar pendidikan di Indonesia sehingga berstandar Internasional. Namun faktanya, banyak problem yang terjadi di dalam RSBI. Yang katanya bahasa Inggris merupakan bahsa pengantar dalam pembelajaran pun juga tidak sepenuhnya diterapkan. Selain itu, cara mengajar guru juga sama saja. Yang ada justru biaya pendidikan karena embel-embel tersebut pun semakin mahal. Dan sekarang, karena mungkin di rasa tidak terlalu memberikan peluang besar bagi kemajuan pendidikan dan karena terjadi kesenjangan yang sangat jauh antara sekolah-sekolah RSBI dengan yang bukan. Maka pemerintah menghapuskannya. Padahal gagasan tersebut terlgolong baru, mungkin masih berupa embrio.

    ReplyDelete
  23. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Tak hanya anak kecil, bahkan banyak orang dewasa yang mengaku takut terhadap hantu. Masih banyaknya budaya dan kepercayaan terhadap hal-hal mistis yang bertentangan dengan syariat, ditambah lagi maraknya cerita maupun film-film misteri di tengah masyarakat semakin memperparah kerusakan dan mengikis keimanan. Seorang anak yang masih dalam fase pertumbuhan dan sedang mengalami masa belajar, ia mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan kadang disertai pula daya imajinasi yang tinggi. Oleh karena itu, ketika ia mendengar cerita tentang berbagai macam hantu entah dari berbagai media massa, atau dari orang-orang di sekitarnya, hal tersebut bisa menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Apalagi bila sang anak pernah mengalami trauma karena ditakut-takuti temannya atau karena pernah mengalami gangguan jin. Oleh karena itu, peran kita sebagai orang dewasa adalah membuktikan hantu itu adalah mitos. Memang benar, Jin itu ada, namun hantu seperti yang digambarkan dalam film itu tidak benar.

    ReplyDelete
  24. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Menurut saya hal tersebut merupakan suatu kreatifitas yang kebablasan. Kita tidak mengekang kreatifitas. Bebas berkreasi bukan berarti bebas secara mutlak. Tetap ada rambu-rambu yang harus tetap dipatuhi. Tujuan mereka apa?. Apakah untuk mengingat mati?. Baik, jika iya. Jika hanya untuk keren-kerenan/anti mainstream?. Itu tidak layak. Apa lagi ada sosok fiktif hantu casablanca dan juga tulisan RIP. Dikatakan di atas bahwa banyak siswa-siswanya yang pakai jilbab. Namun perkataan RIP dalam islam itu tidak ada. Jadi mereka ikut siapa?

    ReplyDelete
  25. Kadang siswa mempunyai pemikiran-pemikiran yang dipengaruhi oleh budaya populer. Budaya yang lebih mennujukkan siswa kesenangan, kepuasan, atau yang sedang menjadi populer. Padahal sekolah merupakan sarana untuk mencapai atau meningkatkan pemikiran yang ilmiah. Sekolah mendidik siswa untuk menanamkan karakter yang positif. Jika ada pemikiran siswa yang dirasa tidak cocok atau tidak sesuai dengan visi pendidikan secara umum dan sekolah khususnya maka guru wajib memberi pengertian pada siswa dan mengarahkan pada hal yang lebih sesuai dengan tema pendidikan.

    ReplyDelete
  26. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    *Sangat berhati-hati dalam berkomentar*. Ada dua alasan muncul kehati-hatian dalam diri ini: 1) ketakuatan. Wah apakah ini benar "benar-benar" ada tema hantu dan kematian? Ku takut, jangan-jangan ini kiasan, bahasa analog. 2) Wah jika benar ada tema seperti itu, lantas dari mana ku akan mulai berkomentar?.
    Okay. Jika memang ini benar-benar terjadi. Kelas diseting dengan tema hantu dan kematian. Poin ketertarikan saya ada pada pendapat si ketua kelas ketika ditanya tentang mengapa temanya bukan tetang syurga, malaikat, dan hal-hal baik lainnya. Dan jawabannya inilah yang sunguh-sungguh bikin ku terperanjat, menarik betul, "MEREKA SUDAH BOSAN DENGAN HAL-HAL DEMIKIAN".
    Maka sudah sewajarnya bukan jika muncul negative thingking pada diri saya? (oh bukan sewajarnya, negative thingking kok wajar). Jawaban tersebut membuat saya bertanya-tanya, apakah ini indikasi bahwa aspek spiritualitas semakin dikesampingkan?

    ReplyDelete
  27. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU
    Menaggapi penggunaan tema hantu dan kematian seperti ini, menjadi peran penting seorang guru wali kelas untuk membimbing para siswa menunjukkan dimana batasan kreatifitas itu. mungkin benar tema yang lain biasa saja, tapi sebenarnya masih ada beribu atau berjuta tema yang lain yang lebih memenuhi etik dan estetika untuk digunakan dikelas. Mungkin juga siswa menganggap ini kreatifitas namun tetap ada batasan kreatifitas itu. Dimana kreativitas tak boleh menyinggung SARA, PRORNOGRAFI, adat istiadat ataupun etik dan estetika. Namun saat memberikan teguran pada siswa perlulah menggunakan bahasa yang baik pula agar tak menumpulkan jiwa kreatifitas mereka, misal dengan : wah temanya bagus sekali ini sangat kreatif, tapi karena ini sekolah dan nanti kalau ada yang takut masuk kelas mana menggunakan tema yang lain akan lebih baik. Atau bahasa lain yang tetap menumbuhkan kretifitas mereka.

    ReplyDelete
  28. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Bismillahirrahmanirrahim
    Setiap hal pasti memiliki dua sisi, positif dan negatif. Dilihat dari sisi positif secara spiritual atas jawaban salah satu siswa yang mengatakan sudah bosan dengan tema yang bersifat baik atau syurga dengan mengambil tema kematian dan hantu, siswa bisa selalu mengingat bahwasannya semua manusia akan mengalami kematian. Dengan begitu mereka akan selalu mengingat Tuhannya dan tidak terlena akan kesenangan yang ada di dunia yang hanya sesaat. Sedangkan jika dilihat dari sisi negatifnya, bukankah sekolah juga memiliki peraturan mengenai gambar atau apapun yang boleh dipajang didinding kelas? Biasanya sekolah melarang siswa memajang hal-hal yang tidak mengandung unsur pendidikan di lingkungan sekolah. Begitu juga dengan barang-barang magic yang tidak digunakan untuk pembelajaran di sekolah RSBI. Selain itu, pemilihan tema kematian dan hantu hanya sekedar karena sudah bosan dengan hal yang bersifat baik. Alangkah lebih baiknya jika pemilihan tema bukan hanya sekedar unik tapi juga memiliki manfaat dan tidak menimbulkan banyak pertentangan apalagi melanggar aturan.

    ReplyDelete
  29. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Saya memandang hal ini dari dua sisi. Dari suatu sisi, saya memiliki pemikiran bahwa bagus seorang siswa sekolah sudah berani mempunyai pemikiran yang berbeda untuk membuat kelasnya tidak seperti kelas-kelas di sekolah lazimnya. Tapi di suatu sisi yang lain, idenya yang berbeda tersebut kurang baik jika diterapkan di sekolah terlebih lagi di kelas yang merupakan tempat belajar(ide tersebut tidak tepat ruang dan waktunya). Gambar-gambar hantu dan kematian di kelas rasanya akan membuat kelas terasa mengerikan dan tidak memotivasi untuk belajar. Padahal suasana belajar akan mempengaruhi kognitif siswa. Oleh karena itu, baiknya dekorasi di kelas tersebut segera diganti dengan kalimat-kalimat motivasi dari berbagai tokoh, ataupun gambar negara-negara maju di dunia untuk memotivasi, ataupun pemandangan asri agar suasana belajar terasa lebih menyenangkan.

    ReplyDelete
  30. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Assalamualaikum wr wb
    Menanggapi tentang temuan kelas yang disetting dengan dekor ruangan bertema hantu dan kematian, yaitu dengan memajang gambar hantu dan membuat keterangan R.I.P pada daftar siswa, mungkin ini bisa dinilai kreatif jika saja ini bukan dijadikan tema untuk ruang kelas, dimana itu merupakan ruang formal untuk kegiatan belajar mengajar. Ruang kelas boleh saja di dekorasi semaunya dan sekreatif mungkin, namun kreatifpun ada batasannya, tentunya dengan mempertimbangkan nilai dari sisi positif maupun negatif, serta bagaimana effect/akibat serta pengaruhnya. Setting ruang kelas hendaklah dibuat dengan tema yang indah dan hal-hal yang bersifat baik sehingga dapat membangkitkan semangat belajar dan memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru di dalam kelas.
    Tanggapan saya tentang siswa (ketua kelas dan siswa lain) yang mejawab alasan memilih tema tersebut dikarenakan bosan dengan hal-hal yang begitu (dalam artian bosan terhadap sesuatu yang dianggap baik) yaitu sama halnya dengan pendapat saya sebelumnya, bahwa siswa boleh saja mengembangkan kreatifitas ataupun membuat inovasi/ hal-hal baru, berbeda dan dianggap tidak membosankan namun tetap harus ada pertimbangan baik dan buruk, disini peran guru sangatlah penting dalam mengarahkan, menbimbing, serta mengawasi siswa agar tidak melenceng dari nilai dan norma sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete
  31. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Menurut saya, ruang kelas bagi setiap siswa merupakan rumah belajar bagi mereka, seprti halnya kamar di rumah mereka masing-masing. Apa dan bagaimana cara mendesain kelas tersebut tentu merupakan hal yang diharapkan dapat membuat mereka nyamab belajar di dalamnya. Ketika tema tersebut memiliki makna filosofi tersendiri bagi siswa yang ada di dalamnya, memang tidak ada salahnya tema tersebut digunakan. Hal ini bisa memicu semangat belajar mereka karena mereka merasa nyaman belajar. Akan tetapi, tema hantu dan kematian, meskipun memiliki sisi positif, secara makna psikologi menurut saya kurang baik. Hal ini dikarenakan siswa akan selalu ingat kematian dan hal-hal yang berhubungan dengan kematan. Padahal, dalam kegiatan pembelajaran sebaiknya siswa dibuat enjoy, fun, dan menyenangkan dalam setiap prosesnya.

    ReplyDelete
  32. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Terkadang memang para siswa memiliki tema-tema tertentu dalam mendekorasi kelasnya. Tema-tema tersebut seperti pemandangan, perpustakaan, kebun binatang, langit atau luar angkasa dan lain sebagainya. Tema dekorasi kelas dibuat tentunya untuk memberikan semangat serta suasana yang nyaman dan menyenangkan. Kalau tema dekorasi kelasnya hantu, RIP, dan kematian, itu adalah tema-tema yang tidak lazim dan tidak sesuai ruang dan waktu. Suasana kegiatan belajar mengajar bukanlah suasana gaib, melainkan suasana alam nyata dimana para siswa saling berlomba lomba menuntut ilmu untuk mewujudkan cita-citanya.

    ReplyDelete
  33. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya sangat bingung harus berkomentar seperti apa. Jujur saja, saya merasa tema mengenai hantu kurang bisa saya cerna. Memikirkan adakah manfaat dari mempelajari hal tersebut?
    Terlepas dari itu, kematian adalah tema yang menarik. Dari tema ini, siswa dapar diajak untuk merefleksikan hidupnya yang kemudian dapat membuat mereka berhati-hati dalam mengambil keputusan karena menyadari kematian itu dekat dan dapat terjadi kapan saja. Bukan sesuatu yang menakutkan seperti hantu yang menjadi inti utama tema tersebut, melainkan refleksi pribadi.

    ReplyDelete
  34. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Zaman yang kian berkembang dan berubah menjadi ancaman terhadap pola pikir, khususnya generasi muda. Banyak generasi bangsa yang sebenarnya tidak siap dalam menghadapi globalisasi. Mereka menerima dengan mudah perkembangan tanpa adanya filter. Hal ini karena kurangnya pegangan yang kuat sehingga mereka terbawa arus moderenisasi. Mereka mulai mendewakan kebudayaan asing yang dianggap lebih modern dan lebih popular. Perkembangan dan perubahan adalah sesuatu yang tidak dapat terelakkan. Penolakan terhadap globalisasi bukanlah pilihan yang tepat, karena itu berarti menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka hendaklah kita bersikap cerdas dalam menghadapi segala perkembangan. Kita harus mendukung agar generasi muda Indonesia mempunyai pegangan yang kuat dan jati diri sehingga mampu memilah perubahan dan lahir sebagai generasi yang mandiri, cendekia, dan bernurani.

    ReplyDelete
  35. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    sebenarnya tema-tema yang dibawa ke dalam lingkungan kelas itu akan sangat berpengaruh bagi psikologi siswa dalam memperoleh ilmu di kelas. jika tema nya positif, membangkitkan semangat, membuat bahagia, atau hal-hal positif lainnya, umumnya akan berdampak positif bagi prestasi siswa. tetapi memang anak-anak jaman sekarang lebih suka sesuatu yang bagi mereka belum pernah ada di tempat lain dan unik. terkait apakah tema hantu dan kematian itu akan berpengaruh terhadap daya tangkap siswa saat belajar, mungkin bisa dijadikan tema penelitian.

    ReplyDelete
  36. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Menurut saya bahwasanya hal ini merupakan suatu langkah untuk siswa dalam melawan rasa takut yang saat ini telah masuk keseluruh kalangan, baik itu anak-anak, remaja dan orang tua. Dengan adanya televisi beredar film-film sebagai alat untuk menyebar luaskan agar semua orang mempercayai keberadaan hantu melalui film-film tersebut. pada dasarnya kepercayaan kita terhadap hantu akan memperbatas ruang kita untuk bergerak dan akan berdampak terhadap psikologis kita. Nah mungkin dengan ini siswa berniat untuk melakukan sesuatu yang beda dengan harapan siswa akan terbiasa dengan hal-hal yang membuat mereka takut sehingga nantinya akan bermanfaat untuk mereka dan tidak membatasi ruang gerak mereka untuk berkreasi.

    ReplyDelete
  37. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Saya agak terkejut membaca postingan bapak yang mengatakan bahwa anak kelas 8 memilih tema hantu dan kematian pada dekorasi kelas mereka. Tema hantu mungkin sedikit dapat dipahami, akan tetapi tema kematian, saya agak speechless. Menurut sepengetahuan saya, anak-anak kelas 8 tergolong remaja yang masih mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap segala sesuatu yang jarang mereka temui. Sebagian besar mungkin cenderung mengikuti tren yang sedang berlangsung. Mungkin pada waktu itu terdapat film bergenre horor atau thriller yang sedang populer, atau bahkan cartoon jepang dengan tema di sekitar kematian. Mengenai tema hantu (dan kematian) seperti yang bapak katakan, mungkin hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang "keren" bagi anak. Hal ini merupakan hal bagus menurut saya, karena anak ternyata sudah terbiasa menerima hal-hal yang baik sehingga mereka merasa bosan terhadap tema yang sebagian besar orang anggap sebagai sesuatu yang baik. Bukankah hal tersebut dapat membuat anak menjadi "tidak baik"? Memang sekilas, iya, tetapi saya pikir dekorasi tersebut adalah proses anak belajar secara kreatif mengeksplorasi segala sesuatu dan Insya Allah pada akhirnya anak akan paham mana yang baik dan mana yang buruk dari suatu hal. Alangkah lebih baik pula, jika guru turut andil dalam proses pemilihan tema dekorasi kelas sehingga guru bisa mengawasi dan mengontrol kegiatan (atau pemikiran keliru yang mungkin dari) siswa setiap saat.

    ReplyDelete
  38. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Tulisan di atas menghantarkan kami pada masa lalu yakni adanya kelas RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) . Dibaca dari namanya RSBI adalah sekolah yang WAW dan memberikan kesan bahwa system pembelajarannya yang berbeda dari kelas regular. Namun, berdasarkan dari pengalaman kami bahwa dulu sekolah kami juga sempat membuka kelas RSBI dengan biaya yang tentunya berbeda pula dengan kelas regular. Menanggapi tulisan diatas tentang ruang kelas. Ruang kelas merupakan salah satu sarana pembelajaran yang sangat penting adanya. Jika diibaratkan kelas merupakan hunian bagi siswa di kelas dan tentunya keadaan kelas harus membuat siswa nyaman dan aman. Adanya ruang kelas yang nyaman dan aman harus melibatkan siswa dalam menjaga kebersihan dan kerapian dan elemen sekolah dalam hal keamanana. Kenyamanan ruang kelas tulisan diatas disampaikan bahwa ruang kelas di setting dengan tema hantu, sebenarnya tidak salah memiliki teman hantu jika hal itu membuat siswa nyaman, Namun, sebaiknya guru atau elemen sekolah yang lain juga memberikan saran serta masukan agar di pilih tema lain selain hantu karena menurut kami masih banyak tema untuk menyeting kelas seperti tema angkasa, alam, gunung dan menurut kami selain sebagai tema gunugn, angkasa juga memberikan pengetahuan tambahan bagi siswa. Pada initinya pemilihan tema juga harus disesuaikan dengan pemblejaran. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  39. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Pikiran saya mengambang bagaikan awan yang melayang-melayang di udara.Dua prahara yang sulit,apakah postingan ini dapat diterjemahkan melalui metafisiknya atau justru maknanya bersemayam di balik fisiknya?Saya sejenak mencoba merebahkan pikiran untuk menemukan jawaban yang sebenarnya di balik itu.Menyoalkkan tentang tema hantu dan kematian di dalam kelas , jujur saya belum pernah melihat atau menemukan hal demikian.Berkenaan dengan kata R.I.P saya mendengar dari sebagian dari teman saya itu merupakan simbol ucapan selamat buat orang-orang barat yang telah meninggal dunia.Jika hal demikian benar adanya, mungkin dari hal tesrebut dapat mengingatkan kita untuk lebih banyak merenung tentang kematian karena hidup itu sifatnya sementara.Jika lantas kemudian ada makna yang bersembunyi di balik itu, mungkin setingan pembelajaran yang diterapkan selama ini tidak sesuai dengan keinginan siswa atau kata lain jauh dari yang diharapkan sehingga siswa merasa jenuh terhadap pelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  40. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Saya pernah membaca dibeberpa blog dan artikel mengenai makna dari warna-warna. Ada beberapa warna itu memiliki kenyamanan ketika kita melihatnya. Ada juga warna yang membuat kita merasa selalu bersemangat dalam belajar ataupun beraktivitas ketika melihat warna tersebut. Begitupun dengan dekorasi suatu ruangan. Dekorasi ruangan memiliki pengaruh yang sangat besar untuk meningkatkan motivasi dalam beraktivitas. Sehingga, perlu dipertimbangkan tujuan dalam melakukan dekorasi ruangan apalagi untuk ruangan belajar. Banyak aspek yang harus diperhatikan untuk ruang beljar, apalagi ruang kelas yang tidak sebentar siswa berada di dalamnya. Aspek yang perlu diperhatikan dalam mendekorasi ruang belajar itu yaitu warna yang membangkitkan semangat belajar dan tidak membuat mengantuk, dekorasi yang memotivasi siswa dalam meraih cita-cita dan mengingatkan siswa dalam kebaikan. Kreativitas tentunya sangat penting juga untuk dikembangkan, akan tetapi akan lebih baik jika kreativitas siswa itu diarahkan untuk dapat menyesuaikan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  41. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Terima kasih Pak, dengan tulisan ini kesan yang pertama kali kami dapatkan adalah kami sangat terkejut dengan alasan kebosanan kenapa siswa memilih tema kegelapan dan kematian yang lebih cenderung “horror” daripada tentang malaikan yang lebih berkesan kebaikan dan pencerahan. Salah satu faktor yang kemungkinan memunculkan kebosanan bagi siswa itu tersebut mungkin mereka sering mendengar nasehat-nasehat mengenai hal tersebut akan tetapi kehadiran dari nasehat-nasehat tersebut dalam dunia nyata sangat minim, akan tetapi lebih banyak contoh mengenai kegelapan yang hadir dalam kehidupan nyata atau mungkin mereka (para siswa) lebih memperhatikan fenomena kegelapan daripada fenomena yang lainnya.

    ReplyDelete
  42. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pengembangan program RSBI bertujuan untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam mewujudkan situasi belajar dan proses pembelajaran untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional secara optimal dalam mengembangkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, dan memiliki daya saing pada taraf internasional. Namun sepertinya pada sekolah tersebut kurang memperhatikan hal-hal yang seharusnya menjadi tujuan pendidikan. Hendaknya guru, terutama wali kelas membimbing mereka, mengarahkan mereka untuk senantiasa mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu dengan mengembangkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan juga berakhlak mulia.

    ReplyDelete
  43. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Ini mungkin yang dinamakan kreatif namun tidak pada tempatnya atau tidak sesuai dengan normanya. Usia SMP merupakan usia remaja awal. Pada usia ini mereka cenderung sedang mencari jati dirinya dan suka mencoba hal-hal yang baru. Kebanyakan remaja menganggap bahwa melakukan tindakan yang antimainstream ialah keren, lebih menarik, dan menyenangkan. Mungkin seperti itulah pemikiran mereka. Namun, disisi lain hal ini mungkin akan berdampak buruk bagi kepribadian mereka, karena setan cenderung memiliki arti yang negatif dan keburukan. Alangkah baiknya jika dalam kasus ini guru mengarahkan kreatifitas siswa ke hal-hal yang positif. Beri siswa pengertian dengan baik kemudian perlahan diarahkan.

    ReplyDelete
  44. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Wah, saya sangat apresiasi membaca artikel ini pak. Bahwasanya ada sekelompok siswa yang punya ide yang menurut saya kreatif, dan termasuk berani dalam menerima resiko. Resiko disini maksud saya resiko batin. Karena menurut saya, ketika kita masuk kelas sedemikian rupa dihias mengerikan seperti itu, membuat jiwa/batin tidak tenang. Karena membayangkan kematian dan adanya tema hantu disekitar siswa. Namun menurut saya, ini ide yang luar biasa, diluar pemikiran orang orang biasanya. Mungkin tidak ada yang punya ide atau mau mengambil ide seperi itu. Ada dua pandangan untuk tema ini yaitu :

    1. Pandangan positif
    Selain ide yang menakjubkan, menurut saya pencetus ide ini, sebenarnya juga inginnya siswa agar selalu ingat bahwa manusia akan meninggal. Jadi tujuannya agar siswa selain belajar untuk kepentingan duniawi tanpa mengabaikan kepentingan akhirat. Dengan adanya tema ini, membuat siswa sadar akan kematian, sehingga siswa agar mampu mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum kematian itu tiba.

    2. Pandangan Negatif
    Namun, ketika belajar dengan kondisi seperti itu, sudah saya jelaskan di atas bahwa itu akan membuat tekanan batin. Karena selalu ada bayangan bayangan kematian. Jadi menurut saya, dengan batin yang tidak tenang akan membuat siswa gelisah, sehingga belajar jadi tidak fokus. Kalau belajar sudah tidak fokus, maka ilmu pengetahuan yang diberikan tidak akan mampu terserap oleh siswa.

    Jadi sebaiknya, tema hantu ini alangkah lebih baiknya diubah dengan sesuatu yang lebih membuat nyaman dalam pembelajaran, namun tetap mempunyai makna untuk selalu ingat dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  45. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Bosan dengan hal yang demikian? Demikian seperti apa ya prof? Kalau saya berpendapat, secara spriritual mereka akan selalu mengingat sesuatu hal dengan kematian yang datangnya tidak bisa diterka-terka dan tidak bisa untuk diharapkan. Karena adanya kehidupan pasti ada pula kematian. Dan mereka ingin mengangkat tema itu untuk mengingatkan para siswa di sekoalahan tersebut untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah serta menjaga sikap dan perbuatannya selama ini. Tetapi jika menghiraukan dasar spiritual, mungkin mereka sudah termakan mitos dengan gaya-gaya yang kebaratan yang sering identik dengan warna hitam atau gelap sehingga mereka berinisiatif utnuk mengambil tema kelas seperti itu dan merasa lebih unik.

    ReplyDelete
  46. Anisa Safitri
    PEP B 2017
    17701251038

    Sekarang ini hal-hal yang baik sudah dianggap biasa. Dunia anak-anak adalah dunia yang adalah dunia yang menyenangkan. Pengaruh baik akan diterima baik sedangkan pengaruh buruh akan diterim buruk pula. Dalam elegi tersebut menceritakan bahwa siswa siswi kelas VIII di salah satu sekolah ternama memiliki ruang kelas dengan suasana hantu dan kematian. Mereka mengatakan jika suasana baik itu sudah biasa, sehingga mereka menginginkan suasana baru yang lebih menantang. Anak-anak seumuran mereka belum paham apa itu kematian dan hantu sendiri. Belum bisa memaknai dengan benar. Jika itu dilanjutkan akan menjadi suatu kebiasaan yang buruk, karena kebiasaan berasal dari sesuatu yang diulang-ulang atau manusia mengalami hal dan bersinggungan secara terus menerus. Oleh karenanya masih perlu adanya pengawasan dari orang tua maupun orang-orang sekitar. Ketika berada di sekolah, maka wali kelas maupun guru berkewajiban untuk mengarahkan kreasi siswa agar lebih baik. Membangun komunikasi secara efektif agar tercipta suasana kelas yang kondusif dan nyaman untuk belajar serta menanamkan karakter yang baik bagi anak.

    ReplyDelete
  47. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Hal tersebut dapat dipandang sebagai segi kreativitas yang dimiliki siswa. Mungkin siswa merasa bosan dengan hal-hal yang biasa mereka lihat dan mencoba untuk berkreasi dan mencoba hal-hal yang baru. Kreativitas ini tentu perlu untuk diapresiasi oleh orang dewasa. Tetapi juga perlu tetap diawasi dan diarahkan oleh orang dewasa agar kretivitas yang dimiliki anak-anak dapat berkembang sesuai dengan koridornya. Jangan sampai kreativitas yang dimiliki siswa justru menjerumuskan siswa ke arah yang salah. Maka sekolah, orang tua harus berupaya untuk memfasilitasi kreativitas siswa tersebut.

    ReplyDelete
  48. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Hal tersebut dapat dipandang sebagai segi kreativitas yang dimiliki siswa. Mungkin siswa merasa bosan dengan hal-hal yang biasa mereka lihat dan mencoba untuk berkreasi dan mencoba hal-hal yang baru. Kreativitas ini tentu perlu untuk diapresiasi oleh orang dewasa. Tetapi juga perlu tetap diawasi dan diarahkan oleh orang dewasa agar kretivitas yang dimiliki anak-anak dapat berkembang sesuai dengan koridornya. Jangan sampai kreativitas yang dimiliki siswa justru menjerumuskan siswa ke arah yang salah. Maka sekolah, orang tua harus berupaya untuk memfasilitasi kreativitas siswa tersebut.

    ReplyDelete
  49. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PM C (S2)

    Menurut saya seusia kelas 8 smp adalah masa di mana adaptasi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Di masa seperti itu mereka lebih menyukai hal-hal yang baru atau coba-coba karena sudah bosan dengan kebiasaan yang normal. Hal tersebut bisa terjadi karena mereka mencontoh orang-orang dewasa di sekitar atau pengaruh jaman masa kini. Karena hakekat seorang anak adalah cerminan dari sesuatu yang dilihatnya. Tetapi perlu adanya bimbingan dari orang dewasa agar anak-anak tidak melampaui batas.

    ReplyDelete
  50. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Apakah karena mereka telah berstandar internasional kemudian meniru budaya orang-orang luar negeri yang tidak percaya kepada Allah SWT. Sangat disayangkan sekali ketika sekolah yang bertaraf internasional melupakan budaya bangsa Indonesia yang salah satunya adalah percaya dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  51. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Memiliki label berstandar internasional seharusnya bukan berarti harus mengikuti budaya atau kebiasaan orang luar negeri. Akan tetapi yang ditiru adalah sistem pengelolaannya. Ambil sisi positif yang ada pada sekolah-sekolah bertaraf internasional yang dijadikan sebagai role model. Sekali lagi berlabel internasional bukan berarti harus mengikuti segalanya.

    ReplyDelete
  52. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Penetapan bahasa Inggris untuk digunakan sebagai bahasa pengantar untuk bidang studi IPA dan Matematika adalah kebijakan yang sembrono dan tidak didasarkan pada studi empiris sama sekali. Ide menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran juga digunakan secara serampangan dan benar-benar di luar kaidah sehingga justru mengakibatkan kekacauan dan kemerosotan mutu pembelajaran nasional kita. Adalah tidak mungkin kita mengharapkan guru-guru kita untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dengan kemampuan berbahasa Inggris yang ada.

    ReplyDelete
  53. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Anak-anak zaman sekarang sangat mudah dipengaruhi oleh budaya yang kuarng sesuai dengan kepribadian bangsa kita. Mereka kurang dapat memilah apa yang perlu ditiru dan apa yang tidak perlu ditiru. Mungkin tata ruang kelas seperti yang disebutkan di atas merupakan salah satu kreativitas mereka, namun alangkah lebih baiknya jika kreativitas itu diarahkan ke dalam hal-hal yang positif

    ReplyDelete
  54. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Memang sangat unik dan menarik jika mendapatkan kelas yang demikian, dan ini baru pertama saya dengar. Ada beberapa hal yang harus kita telusuri. Yang pertama, bisa saja dekorasi yang demikian memang keinginan murni dari siswa. Yang kedua jawaban dari kata sudah bosan, menunjukkan siswa tidak menyukai hal-hal yang menoton. Yang ketiga berkaitan denga hal yang kedua, bisa saja siswa telah lelah dengan gambaran-gambaran kebaikan yang sering disalah artikan. Jadi mereka berpikir bahwa lebih baik menggambarkan sesuatu hal dianggap tidak baik, namun memiliki dan menunjukkan sifat jujur sesuai dengan diri mereka.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  55. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Menurut saya, menjadi siswa yang bersekolah di sekolah yang "bertaraf internasiona" secara tidak langsung akan mempengaruhi psikologis siswa itu sendiri, bisa jadi siswa mencari tahu akan hal-hal yang sedang trend di luar. Siswa yang mudah bosan biasanya akan mencoba hal-hal baru yang menarik baginya, ketika ia mencari tahu akan banyak hal dan merasa hal itu menarik maka ia akan mengaplikasikannya ke kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  56. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Anak hadir dengan persepsi mereka masing-masing tentang kehidupan. Dengan kesadaran akan hal tersebut kita sebagai orang dewasa semestinya mampu memahami konteks-konteks yang sesuai dengan ligkungan. Menurut saya, tema-tema pilihan anak tidak masalah jika menyangkut hal-hal tentang malaikat, setan dan lain sebagainya selama guru memahami hal tersebut masih dalam koridor anakk-anak, artinya tidak menyimpang dari kehidupan moral dan agama. Menurut saya, justru ketika guru memaksakan anak-anak memilih tema sesuai keinginannya tanpa melibatkan anak dalam mengambil keputusan yang merupakan ancaman serius bagi pendidikan.

    ReplyDelete
  57. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Menurut saya kemungkinan para siswa sekolah RSBI tersebut mencari suatu tema yang anti mainstream. Mungkin para sisswa menganggap jika mereka menerapkan tema yang berbeda akan dianggap keren oleh siswa lain. Mungkin juga mereka mengikuti budaya halloween yang biasa ada di budaya barat. Menurut saya mereka memaknai internasional dengan mengikuti tren yang sedang ada di barat. Bisa jadi para siswa tersebut belum dapat memaknai kata ‘internasional’ dengan benar.

    ReplyDelete
  58. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Hal yang dilakukan siswa-siswa dengan membuat tema hantu di kelasnya merupakan suatu yang berbahaya bagi mereka dan akan menjadi musibah. Dari kata hantu saja sudah berkonotasi negatif bagaimana nantinya dengan sikap para siswa. Dari hal yang kecil saja mereka sudah terbiasa dengan hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang negatif. Apa yang mereka lakukan tersebut mungkin dianggap sebagai suatu hal yang kreatif tapi kekreatifan siswa itu tidak pada tempatnya. Masih banyak cara lain yang dapat mereka gunakan sebagai wujud dari kreativitasnya dalam membuat tema di dalam kelasnya.

    ReplyDelete
  59. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini menunjukkan siswa di kelas RSBI ini memiliki pemikiran kreatif menurut mereka. Saya katakan ini kreatif dalam pandangan mereka. Menurut saya, hal ini dapat terjadi karena pemikiran siswa saat ini tidak seimbang antara pikiran, hati dan pemahaman agamanya. Saya katakan demikian karena, pertama mereka melakukan setting kematian dengan menggunakan istilah bukan agama mereka yang sebagian besar diinfokan bahwa mereka muslim melalui pakaian jilbabnya, artinya mereka tidak mengenali agamanya dan lebih lanjut tidak mengenali kandungan ayat bahwa untukmu agamamu dan untukku agamaku. Kedua, mereka memilih kegelapan dibandingkan dengan kecerahan, sebagai bukti mereka lebih memilih tema kematian dan hantu dibandingkan tema malaikat dan mengatakan mereka bosan akan hal baik demikian, artinya mereka telah salah dalam memilih panutan atau arahan karena kurangnya pengetahuan mereka. Ketiga, mereka menggunakan istilah rest in peace dan hantu casablanca, hantu casablanca ini adalah istilah yang dilontarkan oleh orang asing dalam karya fiktif mereka, artinya siswa saat ini lebih cenderung termakan oleh masa tanpa bersifat selektif terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  60. Junianto
    PM C
    17709251065

    Fenomena seperti hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa di masa sekarang ini. Pengaruh dunia barat memang dirasa cukup berat untuk ditanggulangi meski dengan Pancasila sekalipun. Perkembangan dunia barat dan keinginannya untuk menyebarkan ideologi mereka memang begitu kuat. Maka, dengan menggukan kekuatan mereka sebagai negara maju bukanlah hal sulit untuk menyebarkan paham-paham mereka. Inilah yang terjadi pada anak-anak di Indonesia.

    ReplyDelete
  61. Junianto
    PM C
    17709251065

    Kontrol dari keluarga dan masyarakat memang sangat diperlukan dalam hal ini. Tidak dipungkiri juga bahwa peran sekolah sebagai intitusi pendidikan juga sangat diperlukan. Apalagi ada pandangan bahwa semua yang berasal dari barat itu dianggap lebih keren daripada apa yang kita miliki. Budaya barat dinilai lebih kekinian bahkan tidak jarang dijadikan kiblat anak muda jaman sekarang. Lebih ekstrem lagi adalah fenomena anak punk di kota-kota besar yang merajalela juga. Bisa jadi anak-anak di sekolah tersebut merupakan anak-anak punk dalam sekolah yang lebih tertata.

    ReplyDelete
  62. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Pada era globalisasi seperti saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak budaya luar yang masuk ke dalam masyarakat, begitupun dengan prilaku siswa. Dari elegi di atas membuat tema hantu dan kematian di kelas RSBI tersebut bisa jadi disebabkan karena mereka merasa bosan dengan suasana kelas yang monoton seperti itu-itu saja, dan mencoba membuat sesuatu hal yang berbeda dengan yang lain. Membuat tema hantu dan kematian dengan memajang gambar hantu Casablanca mengingatkan saya kepada perkataan yang pernah Bapak jelaskan pada perkuliahan filsafat, bahwa sebenar-benar hantu adalah dirimu sendiri. Dalam belajar, bukan pelajarannya yang menjadi momok (hantu) tetapi sebenar-benar hantu bagi siswa adalah guru yang menjadikan pelajaran tersebut ditakuti oleh mereka.

    ReplyDelete
  63. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari sudut pandang yang lain, siswa dari kelas tersebut demi membuat suasana kelas yang berbeda agar mereka tidak bosan, boleh jadi dikatakan kreatif menurut mereka. Kreatif artinya menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari orang lain. Kreatifnya anak juga harus dikontrol dan diawasi oleh gurunya atau pihak yang terlibat. Kelas yang sudah sedemikian rupa dibuat seperti itu, menandakan bahwa mereka sudah mengantongi izin dari pihak sekolah. namun menurut saya, hal demikian kurang tepat, karena kreatifnya anak tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Mengambil tema kegelapan di kelas tidak sesuai untuk membangun suasana belajar lebih menyenangkan. Maka sudah seharusnya guru maupun pihak yang terkait lebih selektif dalam membimbing dan mengarahkan anak.

    ReplyDelete
  64. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Desain kelas biasanya merupakan gambaran dari suasana kelas yang nyata. Meskipun kadang ditutup-tutupi dengan dalih mencari sesuatu yang baru, refresh, anti mainstream, sudah bosan dengan tema yang lama dan sejumlah alibi yang lain. Meskipun berbagai alasan atau alibi dikedepankan, tetap saja desain kelas memiliki korelasi atau hubungan dengan suasana yang ada. Kecil kemungkinan mereka mengambil desain kelas yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan suasana kelas. Sehingga patut dikhawatirkan jika setting hantu yang dibuat didalam kelas merupakan bentuk pernyataan terhadap suasana pembelajaran di kelas atau sekolah tersebut.

    ReplyDelete
  65. Yolpin Durahim
    17709251029
    Pend. Matematika B

    Sebaiknya ada data tambahan mengenai lingkungan, pembelajaran, dan faktor lain yang bisa jadi memengaruhi perilaku anak-anak tersebut. Hal tersebut untuk mengulas lebih dalam solusi yang tepat. Beberapa hal yang dapat ditelaah jika siswa tersebut merupakan siswa RSBI, sebagian besar beragama islam (Siswa yang Berjilbab). Serta hasil observasi dari suasana kelas :

    Di dinding depan kelas di pajang gambar hantu Casablanca. Sedangkan daftar siswa diberi judul R.I.P. (Rest In Peace). R.I.P. adalah suatu istilah Inggris (Barat) untuk menunjuk Almarhum. Disebelah kiri depan ada sebuah almari/bupet yang didalamnya berisi benda-benda seperti magic.

    Secara sederhana solusi yang dapat ditawarkan yaitu menyadari jika ini masalah. Ruangan kelas yang tidak nyaman akan menganggu pembelajaran. Namun apakah ruangan tersebut menghadirkan ketidaknyamanan pada siswa. Oleh sebab itu untuk membuat solusi maka harus diketahui masalah dari perspektif siswa.

    ReplyDelete

  66. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hal ini bisa menjadi baik dan buruk tergantung dari cara berpikir siswa. Jika tema yang dipilih menjadi landasan siswa berperilaku dan berorientasi pada kegelapan maka tema seperti ini seharusnya dihapuskan. Jika tema ini mengundang suasana yang tidak kondusif dalam belajar maka seharusnya juga dihapuskan. Tema gothic sangat mendunia selama beberapa tahun terakhir. Bukan hanya gaya, namun cara berperilaku anak di luar sana sudah sperti mengadopsi tema gelap dan mistis di dalam keseharian mereka. Untuk itulah keberadaan tema-tema seperti ini harusnya diawasi dan menjadi pertimbangan baik-baik karena secara tidak langsung menjadi doa atau orientasi keseharian siswa.

    ReplyDelete
  67. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Saya rasa fenomena yang terjadi di kelas pada postingan di atas terlepas dari kelas itu merupakan bilingual atau bukan. Pada kenyataannya siswa-siswi usia SMP dan SMA memang banyak mengetahui perkembangan tren dunia barat, baik siswa bilingual maupun dari sekolah umum. Di sinilah diperlukan filter agama dan budaya agar kebiasaan dan budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai luhur Indonesia tidak dilaksanakan.

    ReplyDelete

  68. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Membaca gambaran kondisi kelas yang disampaikan oleh Pak Marsigit, saya menduga bahwa mungkin kelas itu mehias sendiri kelasnya. Banyak kita ketahui, remaja sekitar umur kelas 8 memang banyak yang menggandrungi aliran musik rock atau metal yang kebanyakan suka menggunakan gambar-gambar mistis seperti tengkorak dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  69. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Bahkan banyak lainnya memberi nama pada kelompok musiknya dengna nama-nama kematian. Hal ini tentunya sangat tidak baik untuk usia anak yang sedang berkembang seperti mereka. Tapi banyak diantara mereka merasa bangga dan puas jika bisa mengikuti aliran seperti itu, tanpa mereka sadari lingkungan seperti itu akan membawa mereka ke dunia yang penuh tekanan dan kemudah putus asaan atau bahkan sampai pada level depresi yang dibawa oleh lirik-lirik lagu mereka.

    ReplyDelete

  70. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Lingkungan sekitar seperti orang tua dan guru harusnya mampu melingdungi mereka dari hal-hal seperti ini. Alangkah lebih baik jika ditanyakan landasan mereka menghias kelas mereka dengan gambaran seperti itu. Jika memang sudah melampaui batas, lebih bijaksana jika sekolah mengarahkan mereka untuk menghias kelas mereka dengan hal-hal yang lebih baik.

    ReplyDelete
  71. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Cukup disayangkan, sebuah ruang kelas memiliki settingan seperti itu Prof. menurut saya ini adalah bagian dari efek dunia kontemporer. Bahwa sungguh dunia kontemporer mempengaruhi pola pikir generasi muda bangsa kita dengan mudah. Mereka merasa nyaman dengan sesuatu yang sedang berkembang di dunia barat namun malah merasa asing dan bosan dengan hal-hal bersifat baik. Hal ini terjadi karena generasi kita belum memiliki pegangan yang kuat sehingga ia menerima segala perkembangan tanpa filter. Maka di sini dibutuhkan arahan dan tuntunan, terutama dari guru sebagai suri tauladan dan fasilitator di sekolah

    ReplyDelete
  72. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Apa yang menjadi ide siswa biasanya tercermin dari apa yang sering mereka baca atau tonton sehari-hari. Mungkin guru selain mengajar juga bisa mengedukasi siswa tentang referensi yang cocok untuk anak muda seperti apa, juga memberitahukan baik dan buruk tontonan yang di tonton siswa, dll. Untuk desain kelas yang bernuansa kematian, dari pihak sekolah seharusnya sebelumnya memberikan batasan-batasan tema desain kalau bisa yang memberikan semangat belajar.

    ReplyDelete
  73. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Bosan terjadi ketika kita sudah merasa tidak senang terhadap sesuatu karena sudah terlalu sering dilakukan. Kebosanan pun dapat muncul dalam diri siswa ketika pembalajaran yang dilakukan hanya begitu-begitu saja atau monoton atau tidak berubah, kebosanan ini akan dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa sehingga pembelajaran yang dilakukan oleh guru haruslah bervariasi.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  74. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismlah.
    Menurut saya, anak-anak di usia mereka lagi senang untuk mencari dan mencoba hal baru, atau mereka menyebutnya anti mainstream.
    Sebenarnya, usia-usia mereka adalah usia yang tepat untuk mengembangkan bakat kreativitas mereka. Namun, mereka sangat memerlukan pengawasan dari orang sekitar mereka agar kreativitas yang dikembangkan masih dalam taraf positif. Apalagi saat ini zaman globalisasi, dimana budaya apapun (budaya baik dan buruk) dari negara manapun bebas masuk ke Indonesia. Dan dengan teknologi yang canggih, mereka dapat mengakses berbagai budaya tersebut dengan mudahnya.
    Oleh karena itu, anak-anak di usia mereka sangat perlu untuk selalu diingatkan untuk memfilter budaya, ambil budaya yang positif dan tinggalkan budaya yang negatif.

    ReplyDelete
  75. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Kita harus memahami bahwa generasi muda sekarang sangat berbeda cara berpikirnya, kecerdasan serta kreativitas yang dimilikinya sehingga kita harus mampu memberi dukungan agar kreativitas anak dapat terus berkembang, selagi tidak merusak aqidah dan fitrahnya sebagai seorang siswa. Hakikatnya sebagai seoran sisa memang tidak dapat dipungkiri kalau mereka gampang sekali bosan, senang dengan hal-hal baru yang tidak biasa dilakukan orang-orang pada umumnya. Terkadang kita kagum sebagai guru maupun calon guru dengan kecerdasan mereka, ada hal tertentu yang belum kta pikirkan sementara mereka sudah terbiasa melakukannya dan terus berinovasi seperti yang Prof ceritakan mengenai SMP RSBI di DIY yang ada pada Tema Hantu dan Kematian di kelas RSBI...? di atas.

    ReplyDelete
  76. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Anak-anak gampang sekali bosan. Mereka cenderung mencari hal-hal yang baru. Anak-anak seusia mereka cenderung berpikir kreatif tetapi kekreatifannya harus diarahkan oleh guru atau pendidik sebagai fasilitator. Karena apabila mereka tidak diarahkan maka akan melakukan hal yang salah. Seperti hal nya tema hantu di kelas RSBI, hal tersebut kurang baik untuk peserta didik. Kenapa? Karena kelas harus menjadi tempat yang nyamana bagi peserta didik maupun guru. Kenyamanan di kelas merupakan salah satu faktor agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dan pembelajaran menjadi bermakna bagi peserta didik.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  77. Zayan Nur Ansito Rini
    15301241003
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Saya tertarik dengan jawaban Ketua Kelas RSBI tersebut yang mengatakan bahwa mereka sudah bosan dengan segala sesuatu yang bersuasana baik. Di tahap perkembangan mereka pada saat itu, kreativitas dan curiosity merupakan kemampuan yang sangat mendominasi diri mereka. Kadang, anak muda bosan dengan sesuatu yang 'mainstream'. Mendefinisikan 'baik' menurut mayoritas orang hanya akan membuat mereka tidak puas. Menurut saya, tidak ada salahnya jika mereka mendekorasi kelas mereka dengan latar hantu dan kematian. Pada suatu saat pasti mereka akan tahu apa saja hal-hal yang sekiranya patut dilakukan atau tidak, dan hal apa saja yang baik atau tidak baik bagi mereka.

    ReplyDelete