Oct 20, 2012

Forum Tanya Jawab 2: Tema Hantu dan Kematian di kelas RSBI....?




Ass, untuk semuanya

Pada Hari Senin, 15 Nopember 2010, saya dan Team melakukan observasi pbm matematika di sebuah Kelas 8, salah satu SMP RSBI di DIY. Saya dikejutkan dengan temuan bahwa seting kelas dibuat sedemikian sehingga bertema Hantu dan Kematian.



Di dinding depan kelas di pajang gambar hantu Casablanca. Sedangkan daftar siswa diberi judul R.I.P. (Rest In Peace). R.I.P. adalah suatu istilah Inggris (Barat) untuk menunjuk Almarhum. Disebelah kiri depan ada sebuah almari/bupet yang didalamnya berisi benda-benda seperti magic.

Pada kesempatan setelah pbm, saya sempat menanyakan kepada Ketua Kelas dan seorang lagi temannya, mengapa Kelas memilih Hantu dan Kematian sebagai Tema? Bukankah jika Temanya "Malaikat" atau hal-hal yang bersifat Baik atau Syurga, itu akan lebih baik.

Saya terkejut mendengar jawabannya. Menurutnya MEREKA SUDAH BOSAN DENGAN HAL-HAL DEMIKIAN.

Perlu diketahui bahwa sekolah RSBI itu adalah sekolah Umum walaupan saya melihat banyak siswa memakai Jilbab.

Demikianlah saya menunggu tanggapan atau analisis dari pembaca beserta solusi yang mungkin ada.

Sebagai gambaran, saya telah ambil gambar-gambarnya dan saya posting dibagian akhir halaman depan blog ini.

Terimakasih.

Marsigit

50 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Tema hantu dan kematian yang dipilih para siswa tidak menjadi sesuatu yang masalah selama tema tersebut mampu memberikan motivasi belajar bagi mereka. Mereka menginginkan sesuatu yang lain dari biasanya, yang tidak membuat mereka bosan. Menurut saya tema tersebut menjadi landasan bagi mereka bahwa dalam belajar kedudukan mereka dalam kelas itu bukan sebagai 'hantu' yang tidak diketahui keberadaannya ataupun ruang kelas yang identik dengan 'kematian' tanpa aktifitas aktif dari siswa. Siswa-siswi mengharapkan pembelajaran baru yang mampu membuat mereka terlibat dalam pembelajaran, hidup dalam pembelajaran, aktif dan turut serta dalam pembelajaran dan tidak hanya dijadikan sebagai hantu dan kematian yang hanya mendengar, mencatat segala sesuatu dari guru.
    Itulah pendapat saya tentang tema kelas tersebut. Terima kasih.

    ReplyDelete
  2. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menurut saya, tema hantu dan kematian tidaklah menjadi masalah selama warga kelas tersebut sudah merasa setuju semua dan tidak ada yang merasa terganggu. Justru tema tersebut beda dari yang lain. Mungkin dalam kelas tersebut dengan tema yang seperti itu dapat meningkatkan motivasi dan kreatifitas dalam belajar di kelas.

    ReplyDelete
  3. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Anak-anak zaman sekarang sangat mudah dipengaruhi oleh budaya yang kuarng sesuai dengan kepribadian bangsa kita. Mereka kurang dapat memilah apa yang perlu ditiru dan apa yang tidak perlu ditiru. Mungkin tata ruang kelas seperti yang disebutkan di atas merupakan salah satu kreativitas mereka, namun alangkah lebih baiknya jika kreativitas itu diarahkan ke dalam hal-hal yang positif

    ReplyDelete
  4. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Menarik sekali artikel ini. Mungkin tujuan kelas di setting dengan tema hantu dan kematian adalah untuk menambah motivasi dan semangat belajar siswa. Siswa memerlukan suasana yang baru dan berbeda dari kelas pada umumnya agar mereka lebih bersemangat dalam belajar. Dari sini kita dapat mengambil pelajaran bahwa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas tidak selalu monoton. Lebih baik berinovasi dalam merancang sebuah susasana kelas sehingga siswa dapat bersemangat dalam kegiatan belajar (tidak bosan).

    ReplyDelete
  5. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Menurut saya dari tema di kelas tersebut mewakili karakteristik dari siswa di kelas tersebut. Karakteristik siswa tersebentuk salah satunya adalah lingkungan, baik itu di dalam mapun di luar sekolah yang pasti merupakan kondisi lingkungan di sekitar siswa. Yaitu: lingkungan sosial (keluarga, guru, masyarakat, teman) dan lingkungan non-sosial (rumah, sekolah, peralatan, alam). Lingkungan social dan non social seharusnya berjalan secara beriringan. Jika di dalam keluarga dan sekolah dididik dengan baik, namun anak masuk dalam sebuah komunitas yang berdampak negatif dan terlibat aktif di dalamnya, maka anak tersebut mengalami hambatan dalam perkembangan psikologinya, dan sebaliknya.

    ReplyDelete
  6. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Saya memberikan solusi agar lingkungan social khususnya keluarga dan guru yang lebih diperdalam, meminimalisir lingkungan luar yang berbau negative, setelah di dalam sifat anak tertanam dengan pengetahuan agama yang mendalam, moral yang kuat, dan dapat menimbang baik dan buruk, barulah anak diberikan kesempatan memperdalam lingkungan non social sedikit demi sedikit. Namun masih dalam pengawasan keluarga dan guru. Jika si anak beranjak dewasa barulah dilepaskan sepenuhnya, agar anak dapat mamilih mana yang baik dan buruknya, keluarga hanya tempat bagi anak membutuhkan saran.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Menurut saya tema hantu dan kematian di kelas RSBI ini menggambarkan kegiatan pembelajaran yang berjalan monoton, siswa hanya aktif mendengar dan mencatat penjelasan dan materi yang diberikan guru, mereka tidak aktif mengkonstruk pengetahuannya, serta guru merupakan penguasa dalam proses pembelajaran. Guru tidak menerapkan metode, sumber, media dan interaksi pembelajaran yang bervariasi, hanya pembelajaran dengan metode ceramah atau metode tradisional yang tidak melibatkan peran aktif siswa. Artinya, praktek pembelajaran pada kelas RSBI tidak terlaksana sebagaimana yang diharapkan, itu lah maksud dari tema hantu dan kematian di kelas RSBI.

    ReplyDelete
  9. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kalau menurut pendapat saya hal itu adalah menggambarkan keadaan yang sebenarnya, sebenarnya banyak faktor yang menjadikan siswa berbuat seperti itu salah satunya adalah ketidakadanya teladan dalam kehidupan sehari sehingga hal-hal yang baik, indah sudah dianggap hal biasa. Sehigga mereka ingin mencoba untuk melakukan hal-hal yang tidak dilakukan orang lain. Kemudian bisa jadi dikarekan tidak adanya reward kepada orang yang berbuat baik sementara ketika sedikit berbuat salah maka akan langsung diberikan hukuman terutama rakyat biasa. Kalau pemikiran siswa kita sudah seperti itu maka menurut saya untuk kedepannya akan lebih parah lagi, mereka akan lebih suka berbuat yang lebih ekstrim yang jauh dari nilai-nilai agama. Maka tugas kitalah selaku guru untuk mereduksi kembali pemikiran siswa agar tidak jatuh kejurang kesesatan.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    ketika menghadapi hal yang indah/menyenangkan pasti kita semua suka dan tidak akan menolak, namun sebaliknya jika menghadapi yang tidak menyenangkan pasti jika diberi kesempatan memilih kita akan menolaknya. Kematian adalah sesuatu yang niscaya akan dialami oleh semua yang hidup. Hanya saja sangat sedikit dari yang hidup mengingatnya. Padahal, kita hidup ini dalam rangka mempersiapkan kematian. Terlebih lagi adalah kehidupan setelah kematian.

    ReplyDelete
  11. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, setting kelas bertemakan hantu dan kematian tersebut tidak masalah sejauh siswa merasa nyaman serta tidak mengganggu aktivitas belajar mereka. Pengaturan kelas yang unik seperti itu juga menunjukkan aspek kreativitas siswa. Kalau tema hantu tersebut bisa membuat siswa semakin semangat dan termotivasi untuk belajar ya it's fine.

    ReplyDelete
  12. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Membaca gambaran kondisi kelas yang disampaikan oleh Pak Marsigit, saya menduga bahwa mungkin kelas itu mehias sendiri kelasnya. Banyak kita ketahui, remaja sekitar umur kelas 8 memang banyak yang menggandrungi aliran musik rock atau metal yang kebanyakan suka menggunakan gambar-gambar mistis seperti tengkorak dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Bahkan banyak lainnya memberi nama pada kelompok musiknya dengna nama-nama kematian. Hal ini tentunya sangat tidak baik untuk usia anak yang sedang berkembang seperti mereka. Tapi banyak diantara mereka merasa bangga dan puas jika bisa mengikuti aliran seperti itu, tanpa mereka sadari lingkungan seperti itu akan membawa mereka ke dunia yang penuh tekanan dan kemudah putus asaan atau bahkan sampai pada level depresi yang dibawa oleh lirik-lirik lagu mereka.

    ReplyDelete
  14. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setting kelas yang dibuat oleh para siswa menunjukkan bagaimana siswa mengekspresikan diri mereka dengan bebas. Kreativitas siswa bermain di dalamnya. Adapun yang mereka lakukan adalah sebagai upaya membentuk motivasi mereka untuk belajar lebih semangat dan lepas dari suasana kelas yang membosankan. Namun, alangkah baiknya sebebas-bebasnya kreativitas yang dilakukan adalah dalam hal yang bernuansa baik dan lebih bermanfaat.

    ReplyDelete
  15. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sejatinya pikiran orang dewasa berbeda dengan pikiran anak-anak, karena anak-anak belum mampu berpikir dewasa dan bijaksana seperti orang dewasa. Orang dewasa akan berpikir bahwa mengambil tema yang baik insyaAllah akan membawa kita ke arah yang baik juga. Namun pola pikir remaja tidak melihat melalui maknanya, mereka cenderung memikirkan kesenangan saja, karena mereka masih tahap labil (peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa). Sehingga sifat kekanakan mereka masih ada, memilih sesuatu untuk kesenangan, dan memandang sesuatu yang unik dan berbeda adalah hal yang menarik, seperti tema hantu dan kematian. Semoga kita bisa memahami bahwa dengan ruang dan waktu yang berbeda, suatu pendapat memiliki kemungkinan berbeda.

    ReplyDelete
  16. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Menurut saya kemungkinan para siswa sekolah RSBI tersebut mencari suatu tema yang anti mainstream. Mungkin para sisswa menganggap jika mereka menerapkan tema yang berbeda akan dianggap keren oleh siswa lain. Mungkin juga mereka mengikuti budaya halloween yang biasa ada di budaya barat. Menurut saya mereka memaknai internasional dengan mengikuti tren yang sedang ada di barat. Bisa jadi para siswa tersebut belum dapat memaknai kata ‘internasional’ dengan benar.

    ReplyDelete
  17. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Siswa-siswi RSBI dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif daripada siswa-siswi dari sekolah biasa. Mungkin saja kelas yang bertema hantu dan kematian tersebut salah satu dari hasil kreatif dan inovatif dari siswa siswi RSBI. Bisa saja ide tema kelas tersebut datang dari budaya asing, atau televisi sehingga pelajar mempunyai ide untuk membuat tema hantu dan kematian. Namun dalam hal ini perlu diobservasi lagi apakah dengan kreativitas mereka dengan tema ini, mereka menjadi tambah semangat atau malah menurun semangatnya.

    ReplyDelete
  18. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sekolah RSBI ini menurut saya memberikan kebebasan bagi siswa untuk mendapatkan motivasi ekstrinsiknya untuk dapat meningkatkan semangat belajar. Bandingkan di sekolah-sekolah biasa, apakah hal tersebut banyak ditemukan, yaitu siswanya menentukan tema dari ruang kelas yang tidak biasa. Siswa SRBI yang memang diberikan ruang dalam aktivitas belajarnya, membuat siswa memiliki ide yang tidak biasa dan cara belajar yang mungkin akan berbeda dengan siswa-siswa lain pada umumnya. Selama perkembangan ide dan gagasan mereka tentang sesuatu hal tidak menganggu atau memberikan efek negatif, saya anggap hal itu tidak menjadi suatu persoalan, tetapi apabila gagasan siswa tersebut dapat berakibat buruk bagi kegiatan belajarnya di kelas,maka guru maupun pihak sekolah harus dapat mengontrol dan mengarahkannya untuk menjadi hal-hal yang memberikan efek positif bagi siswa.

    ReplyDelete
  19. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sekolah RSBI adalah salah satu atau bagian dari sekolah negeri sama dengan sekolah negeri lainnya. Yang membedakan hanyalah pada sekolah RSBI dalam pembelajaran atau di sekolah siswa lebih ditekankan berbahasa Inggris. Karena sekolah tersebut bertaraf Internasional yang bertujuan ingin menuju seperti pendidikan di luar negeri. Tapi bagi negara kita hal itu sangat sulit. Setidaknya kita sudah berusaha walaupun sekarang telah dibubah kembali dengan sekolah negeri biasa atau tetap bertaraf nasional. Semoga pendidikan Indonesia semakin baik. Aamiiiin...

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Tema hantu dan kematian di kelas RSBI menurut saya tidak masalah asalkan siswa anggota kelas tersebut menyetujuinya dan tidak ada yang keberatan dengan hal itu. Selain itu juga tema – tema seperti itu tidak dianggap mengganggu kegiatan pembelajaran. Apabila ada yang merasa takut atau kurang nyaman maka hendaknya tema tersebut harus diganti. Menurut saya, hal tersebut menunjukkan kreatifitas mereka, namun alangkah baiknya jika guru/wali kelasnya mengarahkan untuk memasang tema – tema yang positif supaya nuansa di kelas juga lebih positif.

    ReplyDelete
  21. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam artikel di atas menunjukkan bahwa siswa ingin meluapkan apa yang diinginkannya. Segala yang ada di dalam hati dan pikirannya.
    Mungkin siswa merasa jenuh dengan segala kegiatan yang ada.
    Mereka diintimidasi untuk berpikir terus menerus.
    Mereka belajar tanpa memperhatikan apa yang mereka harapkan.
    Belajar apa yang bukan menjadi minatnya.

    ReplyDelete
  22. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    RSBI belakangan hanya didominasi oleh anak-anak orang kaya lantaran biaya sekolah yang mahal, sehingga hanya mereka saja yang mendapatkan kualitas pelayanan sekolah yang bagus. Padahal tujuan awalnya bisa jadi baik, tetapi pelaksanaannya justru diakal-akali. Memang, tujuan dan pelaksanaan terkadang jauh panggang dari api. Banyak sekolah berlomba mendapatkan status internasional agar dapat menaikkan tarifnya. Parahnya lagi, sekolah-sekolah tersebut menelan mentah-mentah kurikulum internasional tanpa menyesuaikannya dengan kondisi di Tanah Air.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Tema apapun yang dipilih siswa tidak menjadi masalah selama dapat meningkatan motivasi belajar. Terkadang siswa memilih tema yang ekstrim karena mereka sudah bosan dengan sesuatu yang biasa, terkadang tema yang ekstrim itu memiliki arti yang baik di dalamnya. Siswa mengharapkan perubahan yang baru. Tema hantu bisa jadi karena selama ini mereka merasa keberadaan mereka hanya seperti hantu dalam kelas dan mereka mengalami “kematian” dalam hal berpikir kritis yang dimaksudkan dalam pembelajaran matematika. . Siswa-siswi mengharapkan pembelajaran baru yang mampu membuat mereka terlibat dalam pembelajaran, hidup dalam pembelajaran, aktif dan turut serta dalam pembelajaran dan tidak hanya dijadikan sebagai hantu dan kematian yang hanya mendengar, mencatat segala sesuatu dari guru.

    ReplyDelete
  24. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Selain itu, menarik bahwa sekolah RSBI yang dikunjungi adalah sekolah umum meskipun banyak orang yang memakai jilbab. Jika memang demikian, mungkin saja tema hantu dan kematian yang mereka pakai adalah salah satu cara mereka untuk menyatakan keberatan mereka mengenai ajaran agama yang ada atau bisa juga karena mereka mengikuti tren dunia hantu. Namun, menurut saya, jika dikaitkan dengan pembelajaran di kelas, itu adalah bukti harapan mereka akan hal yang baru sehingga tidak ada hantu-hantu yang tercipta dalam kelas dan tidak ada “kematian” yang muncul sebagai akibat pembelajaran dalam kelas.

    ReplyDelete
  25. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Setelah membaca tulisan ini, saya membayangkan kondisi kelas yang begitu menyeramkan dengan tema hantu dan kematian. Namun kembali lagi saya mengingat kata-kata Pak Prof bahwa untuk melihat atau mengenali sesuatu jangan hanya dilihat kualitas pertamanya saja tapi lihatlah kualitas kedua ketiga dan seterusnya. Bisa saja tema hantu dan kematian itu dapat memberikan motivasi belajar bagi siswa, atau bisa saja karena kelas pembelajaran ingin menerapkan konsep halloween jadilah mereka mengambil tema hantu dan kematian.

    ReplyDelete
  26. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut saya adanya fenomena seperti ini sebuah hal yang bisa dipandang dari dua sisi yaitu sisi baik dan sisi buruk. Pengguaan tema kematian merupakan hal yang baik jka memang hal tersebut dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan menyalurkan kreativitas siswa. namun akan menjadi hal yang negatif apabila hal itu berarti siswa sudah bosan dnegan pembelajaran keseluruhannya, maka hal ini menjadi maslah yang perlu diperhatikan.

    ReplyDelete
  27. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Mungkin maksud dari itu adlaah kita akan selalau berpikir mati, sehingga jika kita selalau berpikkir bahwa kematian datanag kapan dan dimana pun maka kita kana selalau bertaqwa kepada Allah SWT. Sehinga kita akan selalau memperbanyak ibadah –ibadaha yang wajib maupun yang sunnah. Mungkin syaa keoikiran kenapa tidak kelasa bertema malaikat atau yang berhubungan dengan islam, seperti kota mekkah, atau madinah.

    ReplyDelete
  28. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam artikel ini digambarkan guru tidak bisa berbuat banyak. Mereka mengetahui apa yang menjadi masalah bagi siswa-siswanya.
    Karena takut akan sistem yang sudah dibangun dijadikan kebijakan dalam sistem sekolah maka tak ada usaha lebih yang dapat guru lakukan.
    Peran guru hanya mengembalikan suasana hati dan memberikan pengaruh positif kepada siswa.

    ReplyDelete
  29. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Artikel di atas menyebutkan bahwa di sekolah tersebut memiliki dekorasi tentang hal yang menakutkan yang kesannya seperti hantu dan kematian. Sehingga yang dapat saya maknai dari keadaan seperti itu secara implisitnya adalah mungkin siswa ingin menunjukkan kepada banyak orang bahwa janganlah masuk ke sekolah RSBI, dikarenakan disana akan menemui banyak hal yang menyeramkan. Namun di lain hal juga bisa dikatakan sebagai wujud ekpresi dan ekplorasi kreatifitas siswa yang anti mainstream. Kadang ada kalimat yang menyatakan "semakin cerdas seseorang semakin gila pemikirannya" mungkin hal tersebut bisa dikaitkan dengan temuan ini dengan ketidakwajarannya.

    ReplyDelete
  30. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Tema hantu dan kematian dalam kelas memang dirasa jauh dari kata normal, karena dengan tema tersebut terkesan mencekam, dll. Hal itu memang dibuat berdasarkan kreativitas siswa yang telah merasa bosan akan situasi kelas mereka. Jika memang itu dirasa bisa meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran, hal itu memang baik. Namun jika dilihat dari penamaan yang menyebut nama-nama dengan RIP itu dirasa kurang pas di dalam lingkungan pendidikan, karena sebenarnya masih banyak hal yang bisa menimbulkan motivasi lebih dan menghilangkan rasa kebosanan.

    ReplyDelete
  31. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Suasana di kelas sangat menentukan keberhasilan pembelajaran suatu materi dapat tersampaikan dan pemahaman siswa, kesuksesan pembelajaran pun bergantung pada kondisi fisik dan psikis siswa. Disinilah peran guru untuk menjadikan suasana kelas yang nyaman dan mendukung proses pembelajaran, juga mempersiapkan fisik dan psikis siswa agar siap menerima materi. Guru perlu membentuk suasana dan kondisi yang sedemikian sehingga menjadikan pembelajaran menjadi lebih efektif.

    ReplyDelete
  32. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Tanggapan berdasarkan kejadian di sekolah RSBI ini merupakan gambaran tentang kurangnya pendidikan karakter (akhlak) yang ada di sekolah-sekolah khususnya RSBI. Solusinya yaitu Integrasi materi pendidikan karakter ke dalam mata pelajaran. Pendidikan Karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Dengan hal ini sebaiknya siswa dan guru mencoba terobosan-terobosan baru sehingga menciptakan berfikir kreatif, dan mencoba mengembangkan terobosan – terobosan-terobosan tersebut sehingga kreatifitas lebih meningkat dan tetap berada di jalur positif.

    ReplyDelete
  33. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Situasi dan kondisi kelas sangat mendukung pembelajaran agar dapat berjalan lancar. Kondiris kelas dengan tema yang dibuat yaitu hantu dan kematian di kelas RSBI bisa jadi karena dua hal menurut saya yang pertama memberikan pengaruh mengerikan kepada siswa untuk sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu karena nantinya kita tidak tau kapan Allah akan mengambil nyawa kita jadi siswa akan dengan sungguh-sungguh belajar serta termotivasi dan yang kedua karena kelas tersebut berstandar internasional maka mengadopsi situasi yang diambil ialah halowen atau suatu perayaan yang diperingati setiap tahun oleh orang-orang luar negri. Dengan situasi yang dibuat sesuai keinginan siswa maka pembelajaran yang dilakukan akan terasa seperti dirumah sendiri.

    ReplyDelete
  34. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk masalah ini saya menjadikan dua bagian. Karena saya tidak mendapatkan gambaran yang ada pada bagian akhir. Apa kah sebuah perumpamaan atau bukan. Jika bukan perumpamaan. Tidak apalah membuat setting kelas seperti itu. Sehingga warga kelas mersa nyaman. Memang hal tersebut sedikit menyeleneh. Lebih baik jika hal tersebut benar adanya, lebih diarahkan ke hal yang lebih baik. Seperti hal yang berbau ke Indonesiaan. Seperti missal setting kelas Kejawaan. Sehingga boneka tersebut bias digant menjadi wayang dan alin sebagainya.

    ReplyDelete
  35. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seandainya ini sebuah perumpaan. Jika kedaan ini terjadi, maka pelaksanaan pembelajaran disekolah itu bias dikatakn kurang berhasil. Karena siswa diajarkan monoton dan hanya seperti itu. Badanya dikelas namun pikirannya tidak digunakan hany mendengarkan saja. Tidak dibiarkan siswa berkejar. Dan siswa hanya dihadapkan dengan teknologi saja. Sehingga tidak ada komunikasi antar siswa atau guru. Seperti suasana kelasnya yang dikatakan berhatu tersebut. Solusinya, harus diperbaharui cara belajarnya. Dan Alhamdullilahnya RSBI ini sudah ditiadakan. Dan telah berfokus ke student centered. Sehingga siswa lebih banyak aktivitasnya untuk membangun pengetahuan dengan caranya sendiri.

    ReplyDelete
  36. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Kreativitas siswa bermain di dalam kelas memungkinkan motivasi untuk mereka agar pembelajaran lebih menyenangkan, lebih bersemangat, dan melepas sejenak dari kebosanan. Akantetapi kreatifitas akan lebih bermanfaat secara optimal jika dilakukan sesuai tempat dan di waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  37. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada zaman modern saat ini kreativitas kadang sudah tidak masuk akal lagi. seperti yang diceritakan pada forum tanya jawab ini, siswa RSBI menggunakan tema malikat dengan menulisakn RIP pada dinding kelas. Imajinasi siswa memang luas dan liar, diperlukan peran guru untuk membantu siswa mengolah imajinasinya dengan baik agar masuk akal dan tidak melanggar norma.

    ReplyDelete
  38. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam forum Tanya jawab 2 disebutkan bahwa kita harus menjadi seseorang yang tidak biasa-biasa saja. kita harus menjadi seseorang yang kreatif dan Inovatif. Dalam bacaan di atas, terlihat bahwa siswa ingin menciptakan sesuatu yang baru dan lain dari pada yang lain. Karena berbeda dengan orang lain akan memberikan keunikan tersendiri.

    ReplyDelete
  39. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pemaparan diatas dikatakan kita dapat melihat nilai karakter yang tumbuh dalam diri kelas tersebut. Kita tahu bahwa hal-hal yang terdapat dalam kelas codong ke kultural barat. akan tetapi sebaiknya guru juga mengarahkan untuk condong ke kultur timur khususnya Indonesia agar siswa juga tidakmelupakan budayanya sendiri

    ReplyDelete
  40. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pola pikir anak dan orang dewasa memang berbeda. Anak-anak cenderung untuk memilih apa yang mereka sukai jika dibandingkan dengan apa yang mereka butuhkan. Disinilah peran guru untuk mengarahkan, apakah hal yang disukai anak itu baik atau tidak. Meskipun tema disini bukan suatu yang serius, akan tetapi tema disini dapat menggambarkan psikologi anak. Jadi menurut saya akan lebih baik temanya dikreasikan pada sesuatu yang lebih memberikan energi positif.

    ReplyDelete
  41. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, siswa tersebut sudah berhasil untuk berkreasi out of the box. Namun perlu diperhatikan bahwa, peran pendampingan dari guru dan sekolah sangat ditunggu. Dalam hal ini adalah batasan-batasan dalam siswa berkreasi. Hendaknya siswa diarahkan ke kreativitas yang membangun, dan bermakna positif. Mungkin siswa memiliki dasar mengapa memilih tema tersebut, hanya saja perlu diluruskan kembali manfaat apa yang sebenarnya mereka peroleh saat berkreasi semacam itu

    ReplyDelete
  42. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam fenomena seperti diatas, hal tersebut memberikan gambaran kepada kita semua bahwa ada RSBI yang sudah menerapkan pembelajaran student centered, dan memberi kebebasan kepada siswa dalam mengelola kelasnya masing-masing. Namun perlu dipertimbangkan lagi arah dan tujuan mulia dari RSBI yang memberi contoh kepada sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan pembelajaran yang baik

    ReplyDelete
  43. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Keberhasilan pembelajaran di kelas memang bergantung pada situasi dan kondisi kelas. Situasi yang menyenangkan akan menimbulkan kesan semangat dan menyenangkan siswa untuk belajar. Namun, yang terjadi di sekolah RSBI ini menurut saya kurang pas. Tema yang mereka pilih tentang hantu dan kematian di kelas mereka memang belum diketahui jelas motivasi mereka memilih tema itu apa. Namun, sekilas tergambar bahwa suasana kelas mereka bawa ke situasi yang menyeramkan. Hal ini tentu berdampak bagi sebagian siswa (yang mungkin) kurang nyaman dengan suasana seperti ini. Akan lebih baik jika temanya tentang kebaikan.

    ReplyDelete
  44. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Apa yang terjadi dikelas itu tentunya harus dipertanyakan meskipun tema tersebut merupakan suatu kreatifitas tapi jika kita melihat lingkungan yang telah dipaparkan sebelumnya kita tahu bahwa itu sangat bertolak belakang. Mengapa ataupun apa penyebab utama siswa bosan terhadap hal-hal yang berbau positif tersebut ?

    ReplyDelete
  45. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, mungkin saja siswa memilih tema tersebut karena memang menginginkan hal yang berbeda di dalam kelas dan hal tersbut tidak dipermasalahkan oleh anggota kelas. Atau mungkin saja itu adalah ungkapan tersirat dari hati para anggota kelas. Namun yang terpenting adalah setting kelas dibuat sedemikian rupa sehingga dapat memunculkan lingkunganyang positif bagi siswa dan siswa merasa nyaman berada di dalam kelas tersebut.

    ReplyDelete
  46. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    pengambilan tema tersebut mungkin salah satu pemikiran siswa cerdas yang merasa bosan terhadap pembelajaran yang terlalu lambat dan tidak memfasilitasi kemampuan berfikir mereka.

    ReplyDelete
  47. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Beberapa tahun yang lalu, RSBI memang sangat digencarkan. Hal ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk membuat standar pendidikan di Indonesia sehingga berstandar Internasional. Namun faktanya, banyak problem yang terjadi di dalam RSBI. Yang katanya bahasa Inggris merupakan bahsa pengantar dalam pembelajaran pun juga tidak sepenuhnya diterapkan. Selain itu, cara mengajar guru juga sama saja. Yang ada justru biaya pendidikan karena embel-embel tersebut pun semakin mahal. Dan sekarang, karena mungkin di rasa tidak terlalu memberikan peluang besar bagi kemajuan pendidikan dan karena terjadi kesenjangan yang sangat jauh antara sekolah-sekolah RSBI dengan yang bukan. Maka pemerintah menghapuskannya. Padahal gagasan tersebut terlgolong baru, mungkin masih berupa embrio.

    ReplyDelete
  48. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Tak hanya anak kecil, bahkan banyak orang dewasa yang mengaku takut terhadap hantu. Masih banyaknya budaya dan kepercayaan terhadap hal-hal mistis yang bertentangan dengan syariat, ditambah lagi maraknya cerita maupun film-film misteri di tengah masyarakat semakin memperparah kerusakan dan mengikis keimanan. Seorang anak yang masih dalam fase pertumbuhan dan sedang mengalami masa belajar, ia mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan kadang disertai pula daya imajinasi yang tinggi. Oleh karena itu, ketika ia mendengar cerita tentang berbagai macam hantu entah dari berbagai media massa, atau dari orang-orang di sekitarnya, hal tersebut bisa menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Apalagi bila sang anak pernah mengalami trauma karena ditakut-takuti temannya atau karena pernah mengalami gangguan jin. Oleh karena itu, peran kita sebagai orang dewasa adalah membuktikan hantu itu adalah mitos. Memang benar, Jin itu ada, namun hantu seperti yang digambarkan dalam film itu tidak benar.

    ReplyDelete
  49. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Menurut saya hal tersebut merupakan suatu kreatifitas yang kebablasan. Kita tidak mengekang kreatifitas. Bebas berkreasi bukan berarti bebas secara mutlak. Tetap ada rambu-rambu yang harus tetap dipatuhi. Tujuan mereka apa?. Apakah untuk mengingat mati?. Baik, jika iya. Jika hanya untuk keren-kerenan/anti mainstream?. Itu tidak layak. Apa lagi ada sosok fiktif hantu casablanca dan juga tulisan RIP. Dikatakan di atas bahwa banyak siswa-siswanya yang pakai jilbab. Namun perkataan RIP dalam islam itu tidak ada. Jadi mereka ikut siapa?

    ReplyDelete
  50. Kadang siswa mempunyai pemikiran-pemikiran yang dipengaruhi oleh budaya populer. Budaya yang lebih mennujukkan siswa kesenangan, kepuasan, atau yang sedang menjadi populer. Padahal sekolah merupakan sarana untuk mencapai atau meningkatkan pemikiran yang ilmiah. Sekolah mendidik siswa untuk menanamkan karakter yang positif. Jika ada pemikiran siswa yang dirasa tidak cocok atau tidak sesuai dengan visi pendidikan secara umum dan sekolah khususnya maka guru wajib memberi pengertian pada siswa dan mengarahkan pada hal yang lebih sesuai dengan tema pendidikan.

    ReplyDelete