Oct 20, 2012

Forum Tanya Jawab 2: Tema Hantu dan Kematian di kelas RSBI....?




Ass, untuk semuanya

Pada Hari Senin, 15 Nopember 2010, saya dan Team melakukan observasi pbm matematika di sebuah Kelas 8, salah satu SMP RSBI di DIY. Saya dikejutkan dengan temuan bahwa seting kelas dibuat sedemikian sehingga bertema Hantu dan Kematian.



Di dinding depan kelas di pajang gambar hantu Casablanca. Sedangkan daftar siswa diberi judul R.I.P. (Rest In Peace). R.I.P. adalah suatu istilah Inggris (Barat) untuk menunjuk Almarhum. Disebelah kiri depan ada sebuah almari/bupet yang didalamnya berisi benda-benda seperti magic.

Pada kesempatan setelah pbm, saya sempat menanyakan kepada Ketua Kelas dan seorang lagi temannya, mengapa Kelas memilih Hantu dan Kematian sebagai Tema? Bukankah jika Temanya "Malaikat" atau hal-hal yang bersifat Baik atau Syurga, itu akan lebih baik.

Saya terkejut mendengar jawabannya. Menurutnya MEREKA SUDAH BOSAN DENGAN HAL-HAL DEMIKIAN.

Perlu diketahui bahwa sekolah RSBI itu adalah sekolah Umum walaupan saya melihat banyak siswa memakai Jilbab.

Demikianlah saya menunggu tanggapan atau analisis dari pembaca beserta solusi yang mungkin ada.

Sebagai gambaran, saya telah ambil gambar-gambarnya dan saya posting dibagian akhir halaman depan blog ini.

Terimakasih.

Marsigit

29 comments:

  1. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Bosan dengan hal yang demikian? Demikian seperti apa ya prof? Kalau saya berpendapat, secara spriritual mereka akan selalu mengingat sesuatu hal dengan kematian yang datangnya tidak bisa diterka-terka dan tidak bisa untuk diharapkan. Karena adanya kehidupan pasti ada pula kematian. Dan mereka ingin mengangkat tema itu untuk mengingatkan para siswa di sekoalahan tersebut untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah serta menjaga sikap dan perbuatannya selama ini. Tetapi jika menghiraukan dasar spiritual, mungkin mereka sudah termakan mitos dengan gaya-gaya yang kebaratan yang sering identik dengan warna hitam atau gelap sehingga mereka berinisiatif utnuk mengambil tema kelas seperti itu dan merasa lebih unik.

    ReplyDelete
  2. Anisa Safitri
    PEP B 2017
    17701251038

    Sekarang ini hal-hal yang baik sudah dianggap biasa. Dunia anak-anak adalah dunia yang adalah dunia yang menyenangkan. Pengaruh baik akan diterima baik sedangkan pengaruh buruh akan diterim buruk pula. Dalam elegi tersebut menceritakan bahwa siswa siswi kelas VIII di salah satu sekolah ternama memiliki ruang kelas dengan suasana hantu dan kematian. Mereka mengatakan jika suasana baik itu sudah biasa, sehingga mereka menginginkan suasana baru yang lebih menantang. Anak-anak seumuran mereka belum paham apa itu kematian dan hantu sendiri. Belum bisa memaknai dengan benar. Jika itu dilanjutkan akan menjadi suatu kebiasaan yang buruk, karena kebiasaan berasal dari sesuatu yang diulang-ulang atau manusia mengalami hal dan bersinggungan secara terus menerus. Oleh karenanya masih perlu adanya pengawasan dari orang tua maupun orang-orang sekitar. Ketika berada di sekolah, maka wali kelas maupun guru berkewajiban untuk mengarahkan kreasi siswa agar lebih baik. Membangun komunikasi secara efektif agar tercipta suasana kelas yang kondusif dan nyaman untuk belajar serta menanamkan karakter yang baik bagi anak.

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Hal tersebut dapat dipandang sebagai segi kreativitas yang dimiliki siswa. Mungkin siswa merasa bosan dengan hal-hal yang biasa mereka lihat dan mencoba untuk berkreasi dan mencoba hal-hal yang baru. Kreativitas ini tentu perlu untuk diapresiasi oleh orang dewasa. Tetapi juga perlu tetap diawasi dan diarahkan oleh orang dewasa agar kretivitas yang dimiliki anak-anak dapat berkembang sesuai dengan koridornya. Jangan sampai kreativitas yang dimiliki siswa justru menjerumuskan siswa ke arah yang salah. Maka sekolah, orang tua harus berupaya untuk memfasilitasi kreativitas siswa tersebut.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Hal tersebut dapat dipandang sebagai segi kreativitas yang dimiliki siswa. Mungkin siswa merasa bosan dengan hal-hal yang biasa mereka lihat dan mencoba untuk berkreasi dan mencoba hal-hal yang baru. Kreativitas ini tentu perlu untuk diapresiasi oleh orang dewasa. Tetapi juga perlu tetap diawasi dan diarahkan oleh orang dewasa agar kretivitas yang dimiliki anak-anak dapat berkembang sesuai dengan koridornya. Jangan sampai kreativitas yang dimiliki siswa justru menjerumuskan siswa ke arah yang salah. Maka sekolah, orang tua harus berupaya untuk memfasilitasi kreativitas siswa tersebut.

    ReplyDelete
  5. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PM C (S2)

    Menurut saya seusia kelas 8 smp adalah masa di mana adaptasi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Di masa seperti itu mereka lebih menyukai hal-hal yang baru atau coba-coba karena sudah bosan dengan kebiasaan yang normal. Hal tersebut bisa terjadi karena mereka mencontoh orang-orang dewasa di sekitar atau pengaruh jaman masa kini. Karena hakekat seorang anak adalah cerminan dari sesuatu yang dilihatnya. Tetapi perlu adanya bimbingan dari orang dewasa agar anak-anak tidak melampaui batas.

    ReplyDelete
  6. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Apakah karena mereka telah berstandar internasional kemudian meniru budaya orang-orang luar negeri yang tidak percaya kepada Allah SWT. Sangat disayangkan sekali ketika sekolah yang bertaraf internasional melupakan budaya bangsa Indonesia yang salah satunya adalah percaya dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Memiliki label berstandar internasional seharusnya bukan berarti harus mengikuti budaya atau kebiasaan orang luar negeri. Akan tetapi yang ditiru adalah sistem pengelolaannya. Ambil sisi positif yang ada pada sekolah-sekolah bertaraf internasional yang dijadikan sebagai role model. Sekali lagi berlabel internasional bukan berarti harus mengikuti segalanya.

    ReplyDelete
  8. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Penetapan bahasa Inggris untuk digunakan sebagai bahasa pengantar untuk bidang studi IPA dan Matematika adalah kebijakan yang sembrono dan tidak didasarkan pada studi empiris sama sekali. Ide menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran juga digunakan secara serampangan dan benar-benar di luar kaidah sehingga justru mengakibatkan kekacauan dan kemerosotan mutu pembelajaran nasional kita. Adalah tidak mungkin kita mengharapkan guru-guru kita untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dengan kemampuan berbahasa Inggris yang ada.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Anak-anak zaman sekarang sangat mudah dipengaruhi oleh budaya yang kuarng sesuai dengan kepribadian bangsa kita. Mereka kurang dapat memilah apa yang perlu ditiru dan apa yang tidak perlu ditiru. Mungkin tata ruang kelas seperti yang disebutkan di atas merupakan salah satu kreativitas mereka, namun alangkah lebih baiknya jika kreativitas itu diarahkan ke dalam hal-hal yang positif

    ReplyDelete
  10. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Memang sangat unik dan menarik jika mendapatkan kelas yang demikian, dan ini baru pertama saya dengar. Ada beberapa hal yang harus kita telusuri. Yang pertama, bisa saja dekorasi yang demikian memang keinginan murni dari siswa. Yang kedua jawaban dari kata sudah bosan, menunjukkan siswa tidak menyukai hal-hal yang menoton. Yang ketiga berkaitan denga hal yang kedua, bisa saja siswa telah lelah dengan gambaran-gambaran kebaikan yang sering disalah artikan. Jadi mereka berpikir bahwa lebih baik menggambarkan sesuatu hal dianggap tidak baik, namun memiliki dan menunjukkan sifat jujur sesuai dengan diri mereka.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  11. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Menurut saya, menjadi siswa yang bersekolah di sekolah yang "bertaraf internasiona" secara tidak langsung akan mempengaruhi psikologis siswa itu sendiri, bisa jadi siswa mencari tahu akan hal-hal yang sedang trend di luar. Siswa yang mudah bosan biasanya akan mencoba hal-hal baru yang menarik baginya, ketika ia mencari tahu akan banyak hal dan merasa hal itu menarik maka ia akan mengaplikasikannya ke kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  12. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Anak hadir dengan persepsi mereka masing-masing tentang kehidupan. Dengan kesadaran akan hal tersebut kita sebagai orang dewasa semestinya mampu memahami konteks-konteks yang sesuai dengan ligkungan. Menurut saya, tema-tema pilihan anak tidak masalah jika menyangkut hal-hal tentang malaikat, setan dan lain sebagainya selama guru memahami hal tersebut masih dalam koridor anakk-anak, artinya tidak menyimpang dari kehidupan moral dan agama. Menurut saya, justru ketika guru memaksakan anak-anak memilih tema sesuai keinginannya tanpa melibatkan anak dalam mengambil keputusan yang merupakan ancaman serius bagi pendidikan.

    ReplyDelete
  13. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Menurut saya kemungkinan para siswa sekolah RSBI tersebut mencari suatu tema yang anti mainstream. Mungkin para sisswa menganggap jika mereka menerapkan tema yang berbeda akan dianggap keren oleh siswa lain. Mungkin juga mereka mengikuti budaya halloween yang biasa ada di budaya barat. Menurut saya mereka memaknai internasional dengan mengikuti tren yang sedang ada di barat. Bisa jadi para siswa tersebut belum dapat memaknai kata ‘internasional’ dengan benar.

    ReplyDelete
  14. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Hal yang dilakukan siswa-siswa dengan membuat tema hantu di kelasnya merupakan suatu yang berbahaya bagi mereka dan akan menjadi musibah. Dari kata hantu saja sudah berkonotasi negatif bagaimana nantinya dengan sikap para siswa. Dari hal yang kecil saja mereka sudah terbiasa dengan hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang negatif. Apa yang mereka lakukan tersebut mungkin dianggap sebagai suatu hal yang kreatif tapi kekreatifan siswa itu tidak pada tempatnya. Masih banyak cara lain yang dapat mereka gunakan sebagai wujud dari kreativitasnya dalam membuat tema di dalam kelasnya.

    ReplyDelete
  15. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini menunjukkan siswa di kelas RSBI ini memiliki pemikiran kreatif menurut mereka. Saya katakan ini kreatif dalam pandangan mereka. Menurut saya, hal ini dapat terjadi karena pemikiran siswa saat ini tidak seimbang antara pikiran, hati dan pemahaman agamanya. Saya katakan demikian karena, pertama mereka melakukan setting kematian dengan menggunakan istilah bukan agama mereka yang sebagian besar diinfokan bahwa mereka muslim melalui pakaian jilbabnya, artinya mereka tidak mengenali agamanya dan lebih lanjut tidak mengenali kandungan ayat bahwa untukmu agamamu dan untukku agamaku. Kedua, mereka memilih kegelapan dibandingkan dengan kecerahan, sebagai bukti mereka lebih memilih tema kematian dan hantu dibandingkan tema malaikat dan mengatakan mereka bosan akan hal baik demikian, artinya mereka telah salah dalam memilih panutan atau arahan karena kurangnya pengetahuan mereka. Ketiga, mereka menggunakan istilah rest in peace dan hantu casablanca, hantu casablanca ini adalah istilah yang dilontarkan oleh orang asing dalam karya fiktif mereka, artinya siswa saat ini lebih cenderung termakan oleh masa tanpa bersifat selektif terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  16. Junianto
    PM C
    17709251065

    Fenomena seperti hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa di masa sekarang ini. Pengaruh dunia barat memang dirasa cukup berat untuk ditanggulangi meski dengan Pancasila sekalipun. Perkembangan dunia barat dan keinginannya untuk menyebarkan ideologi mereka memang begitu kuat. Maka, dengan menggukan kekuatan mereka sebagai negara maju bukanlah hal sulit untuk menyebarkan paham-paham mereka. Inilah yang terjadi pada anak-anak di Indonesia.

    ReplyDelete
  17. Junianto
    PM C
    17709251065

    Kontrol dari keluarga dan masyarakat memang sangat diperlukan dalam hal ini. Tidak dipungkiri juga bahwa peran sekolah sebagai intitusi pendidikan juga sangat diperlukan. Apalagi ada pandangan bahwa semua yang berasal dari barat itu dianggap lebih keren daripada apa yang kita miliki. Budaya barat dinilai lebih kekinian bahkan tidak jarang dijadikan kiblat anak muda jaman sekarang. Lebih ekstrem lagi adalah fenomena anak punk di kota-kota besar yang merajalela juga. Bisa jadi anak-anak di sekolah tersebut merupakan anak-anak punk dalam sekolah yang lebih tertata.

    ReplyDelete
  18. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Pada era globalisasi seperti saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak budaya luar yang masuk ke dalam masyarakat, begitupun dengan prilaku siswa. Dari elegi di atas membuat tema hantu dan kematian di kelas RSBI tersebut bisa jadi disebabkan karena mereka merasa bosan dengan suasana kelas yang monoton seperti itu-itu saja, dan mencoba membuat sesuatu hal yang berbeda dengan yang lain. Membuat tema hantu dan kematian dengan memajang gambar hantu Casablanca mengingatkan saya kepada perkataan yang pernah Bapak jelaskan pada perkuliahan filsafat, bahwa sebenar-benar hantu adalah dirimu sendiri. Dalam belajar, bukan pelajarannya yang menjadi momok (hantu) tetapi sebenar-benar hantu bagi siswa adalah guru yang menjadikan pelajaran tersebut ditakuti oleh mereka.

    ReplyDelete
  19. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari sudut pandang yang lain, siswa dari kelas tersebut demi membuat suasana kelas yang berbeda agar mereka tidak bosan, boleh jadi dikatakan kreatif menurut mereka. Kreatif artinya menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari orang lain. Kreatifnya anak juga harus dikontrol dan diawasi oleh gurunya atau pihak yang terlibat. Kelas yang sudah sedemikian rupa dibuat seperti itu, menandakan bahwa mereka sudah mengantongi izin dari pihak sekolah. namun menurut saya, hal demikian kurang tepat, karena kreatifnya anak tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Mengambil tema kegelapan di kelas tidak sesuai untuk membangun suasana belajar lebih menyenangkan. Maka sudah seharusnya guru maupun pihak yang terkait lebih selektif dalam membimbing dan mengarahkan anak.

    ReplyDelete
  20. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Desain kelas biasanya merupakan gambaran dari suasana kelas yang nyata. Meskipun kadang ditutup-tutupi dengan dalih mencari sesuatu yang baru, refresh, anti mainstream, sudah bosan dengan tema yang lama dan sejumlah alibi yang lain. Meskipun berbagai alasan atau alibi dikedepankan, tetap saja desain kelas memiliki korelasi atau hubungan dengan suasana yang ada. Kecil kemungkinan mereka mengambil desain kelas yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan suasana kelas. Sehingga patut dikhawatirkan jika setting hantu yang dibuat didalam kelas merupakan bentuk pernyataan terhadap suasana pembelajaran di kelas atau sekolah tersebut.

    ReplyDelete
  21. Yolpin Durahim
    17709251029
    Pend. Matematika B

    Sebaiknya ada data tambahan mengenai lingkungan, pembelajaran, dan faktor lain yang bisa jadi memengaruhi perilaku anak-anak tersebut. Hal tersebut untuk mengulas lebih dalam solusi yang tepat. Beberapa hal yang dapat ditelaah jika siswa tersebut merupakan siswa RSBI, sebagian besar beragama islam (Siswa yang Berjilbab). Serta hasil observasi dari suasana kelas :

    Di dinding depan kelas di pajang gambar hantu Casablanca. Sedangkan daftar siswa diberi judul R.I.P. (Rest In Peace). R.I.P. adalah suatu istilah Inggris (Barat) untuk menunjuk Almarhum. Disebelah kiri depan ada sebuah almari/bupet yang didalamnya berisi benda-benda seperti magic.

    Secara sederhana solusi yang dapat ditawarkan yaitu menyadari jika ini masalah. Ruangan kelas yang tidak nyaman akan menganggu pembelajaran. Namun apakah ruangan tersebut menghadirkan ketidaknyamanan pada siswa. Oleh sebab itu untuk membuat solusi maka harus diketahui masalah dari perspektif siswa.

    ReplyDelete

  22. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hal ini bisa menjadi baik dan buruk tergantung dari cara berpikir siswa. Jika tema yang dipilih menjadi landasan siswa berperilaku dan berorientasi pada kegelapan maka tema seperti ini seharusnya dihapuskan. Jika tema ini mengundang suasana yang tidak kondusif dalam belajar maka seharusnya juga dihapuskan. Tema gothic sangat mendunia selama beberapa tahun terakhir. Bukan hanya gaya, namun cara berperilaku anak di luar sana sudah sperti mengadopsi tema gelap dan mistis di dalam keseharian mereka. Untuk itulah keberadaan tema-tema seperti ini harusnya diawasi dan menjadi pertimbangan baik-baik karena secara tidak langsung menjadi doa atau orientasi keseharian siswa.

    ReplyDelete
  23. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Saya rasa fenomena yang terjadi di kelas pada postingan di atas terlepas dari kelas itu merupakan bilingual atau bukan. Pada kenyataannya siswa-siswi usia SMP dan SMA memang banyak mengetahui perkembangan tren dunia barat, baik siswa bilingual maupun dari sekolah umum. Di sinilah diperlukan filter agama dan budaya agar kebiasaan dan budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai luhur Indonesia tidak dilaksanakan.

    ReplyDelete

  24. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Membaca gambaran kondisi kelas yang disampaikan oleh Pak Marsigit, saya menduga bahwa mungkin kelas itu mehias sendiri kelasnya. Banyak kita ketahui, remaja sekitar umur kelas 8 memang banyak yang menggandrungi aliran musik rock atau metal yang kebanyakan suka menggunakan gambar-gambar mistis seperti tengkorak dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  25. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Bahkan banyak lainnya memberi nama pada kelompok musiknya dengna nama-nama kematian. Hal ini tentunya sangat tidak baik untuk usia anak yang sedang berkembang seperti mereka. Tapi banyak diantara mereka merasa bangga dan puas jika bisa mengikuti aliran seperti itu, tanpa mereka sadari lingkungan seperti itu akan membawa mereka ke dunia yang penuh tekanan dan kemudah putus asaan atau bahkan sampai pada level depresi yang dibawa oleh lirik-lirik lagu mereka.

    ReplyDelete

  26. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Lingkungan sekitar seperti orang tua dan guru harusnya mampu melingdungi mereka dari hal-hal seperti ini. Alangkah lebih baik jika ditanyakan landasan mereka menghias kelas mereka dengan gambaran seperti itu. Jika memang sudah melampaui batas, lebih bijaksana jika sekolah mengarahkan mereka untuk menghias kelas mereka dengan hal-hal yang lebih baik.

    ReplyDelete
  27. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Cukup disayangkan, sebuah ruang kelas memiliki settingan seperti itu Prof. menurut saya ini adalah bagian dari efek dunia kontemporer. Bahwa sungguh dunia kontemporer mempengaruhi pola pikir generasi muda bangsa kita dengan mudah. Mereka merasa nyaman dengan sesuatu yang sedang berkembang di dunia barat namun malah merasa asing dan bosan dengan hal-hal bersifat baik. Hal ini terjadi karena generasi kita belum memiliki pegangan yang kuat sehingga ia menerima segala perkembangan tanpa filter. Maka di sini dibutuhkan arahan dan tuntunan, terutama dari guru sebagai suri tauladan dan fasilitator di sekolah

    ReplyDelete
  28. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Apa yang menjadi ide siswa biasanya tercermin dari apa yang sering mereka baca atau tonton sehari-hari. Mungkin guru selain mengajar juga bisa mengedukasi siswa tentang referensi yang cocok untuk anak muda seperti apa, juga memberitahukan baik dan buruk tontonan yang di tonton siswa, dll. Untuk desain kelas yang bernuansa kematian, dari pihak sekolah seharusnya sebelumnya memberikan batasan-batasan tema desain kalau bisa yang memberikan semangat belajar.

    ReplyDelete
  29. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Bosan terjadi ketika kita sudah merasa tidak senang terhadap sesuatu karena sudah terlalu sering dilakukan. Kebosanan pun dapat muncul dalam diri siswa ketika pembalajaran yang dilakukan hanya begitu-begitu saja atau monoton atau tidak berubah, kebosanan ini akan dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa sehingga pembelajaran yang dilakukan oleh guru haruslah bervariasi.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete