Oct 20, 2012

Referensi Hakekat Berpikir


9 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Kant berpendapat bahwa melalui proses berpikir, siswa dapat membentuk sebuah konsep. Proses berpikir dimulai dengan adanya respon terhadap fenomena tanpa didahului pengalaman hal ini desbut dengan intuisi. selanjutnya pengetahuan akan muncul dari penerimaan inderawi (sensibility), dan kemampuan pemahaman (understanding). Proses selanjutnya yaitu dibuat keputusan secara analitik ataupun sintetik. Pengambilan keputusan secara analitik diambil berdasarkan konsistensi dan koherensi, sedangkan pengambilan keputusan secara sintetik berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris.

    ReplyDelete
  2. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Setiap manusia mengalami perkembangan dalam dirinya. Perkembangan itu tidak saja dalam perkembangan fisik, tetapi juga perkembangan kejiwaan. Demikian pula perkembangan yang terjadi dalam otak manusia. Setiap adanya perkemabangan konsep atau ide dalam otak manusia maka hal itu merupakan proses berpikir. Berpikir secara berulang dan terus menerus merupakan proses berpikir filsafat.

    ReplyDelete
  3. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Otak manusia telah berkembang selama beberapa juta tahun. Dengan demikian kita (pada zaman ini) memiliki proses pemikiran yang sangat rumit. Banyak pemikiran memiliki arti yang lebih dalam dan sedikit yang sepele. Saya bertanya-tanya tentang perbedaan mendasar antara pemikiran manusia dan pemikiran komputer. Apakah pikiran manusia juga terdapat algoritma-algoritma seperti yang terjadi pada komputer?

    ReplyDelete
  4. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Menurut Kant, Pengetahuan apriori merupakan jenis pengetahuan yang datang lebih dulu sebelum dialami, seperti misalnya pengetahuan akan bahaya, sedangkan a-posteriori sebaliknya yaitu dialami dulu baru mengerti misalnya dalam menyelesaikan rubix cube. Kalau salah satunya saja yang dipakai misalnya hanya empirisme saja atau rasionalisme saja maka pengetahuan yang diperoleh tidaklah sempurna bahkan bisa berlawanan. FilsafatKant menyebutkan bahwa pengetahuan merupakan gabungan (sintesis) antara keduanya.

    ReplyDelete
  5. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Terima kasih Prof sudah memberikan referensi mengenai skema berpikir menurut Imanuel Kant. Dalam skema tersebut dapat terlihat bahwa betapa pentingnya suatu pengalaman yang dialami diri sendiri dalam mempengaruhi proses berpikir kita.

    ReplyDelete
  6. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menurut Kant ada dua jenis pengambilan keputusan yaitu analitik dan sintetik. Analitik adalah pengambilan keputusan berdasarkan konsistensi koherensi. Sedangkan sintetik adalah pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris. Dalam analitik, subjek sama dengan predikat sehingga bisa dikatakan bahwa analitik adalah identitas. Sedangkan sintetik subjek tidak sama dengan predikat sehingga sintetik berarti kontradiksi.

    ReplyDelete
  7. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Peta konsep hakekat berpikir ini sepertinya sudah pernah saya lihat sebelumnya di postingan bapak yang lain. pada peta konsep ini merangkum hal-hal yang ingin disampaikan oleh Immanuel Kant, dan mempermudah unutk mengingat, mungkin bisa disamakan dengan mind map. menggunakan peta konsep ini akan bisa mempermudah seorang guru menyampaikan materi yang akan diajarkan, dan juga mempermudah mahasiswa yang akan mempelajarinya.

    ReplyDelete
  8. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Hakekat berpikir itu dari peta diatas merupakan penyatuan antara yang ada di langit dan yang di bumi. Maksudnya mengenai yang absolut dan yang relatif. Pemikiran matematika itu relatif yang dapat bersifat a priori maupun a posteori. Setiap paham pemikiran itu memiliki tokoh masing-masing. Muali dari plato, rene descrates, hingga pada Imannuel Kant. Seorang guru harus dapat memahami bagaimana hakikat berpikir sebenarnya. Dengan memahami hakikat berpikir guru dapat secara bijak menanggapi bagaimana hakekat berpikir siswa.

    ReplyDelete
  9. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dasar dari filsafat pada dasarnya adalah olah pikir secara mendalam dan meluas. Sepemahaman kami hakekat dari berpikir adalah mensintesis apa yang didapatkan dari lingkungan dan dunia luar atau kenyataan (aposteriori) yang dialami atau sering disebut juga pengalaman dengan apa yang sudah dipahami atau diketahui sebelumnya atau yang disbeut sebagai pengetahuan apriori, kegiatan ini disebut juga sebagai sintesis apriori. Sehingga dalam pembelajaran, seorang guru sebaiknya memunculkan juga pengetahuan apriori siswa, lalu siswa diminta untuk melakukan kegiatan-kegiatan agar mendapatkan pengalaman (aposteriori).

    ReplyDelete