Oct 20, 2012

Referensi Hakekat Berpikir


34 comments:

  1. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini, proses berpikir menurut Kant bahwa kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi. Apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi, mendahului setiap pengalaman. Menurut Kant objek mengarahkan diri ke subjek. Pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yaitu kemampuan penerimaan kesan-kesan inderawi (sensibility) dan kemampuan pemahaman (understanding) yaitu membuat keputusan-keputusan tentang kesan-kesan inderawi yang diperoleh melalui kemampuan pertama. Kedua kemampuan tersebut saling membutuhkan dalam mencapai suatu pengetahuan. Kemampuan penerimaan bertugas menerima kesan-kesan yang masuk dan menatanya dengan pengetahuan apriori intuisi ruang dan waktu. Kemampuan pemahaman bertugas mengolah yaitu menyatukan dan mensintesis pengalaman-pengalaman yang yang telah diterima dan ditata oleh kemampuan penerima selanjutnya diputuskan.
    Sementara itu, dalam pengalaman ada intuisi, di berpikir ada intuisi. Jadi tidak bisa berpikir tanpa intuisi. Yang mendahului berpikir itu adalah intuisi, jadi dalam mengajar kita tidak boleh merampas intuisi siswa. Intuisi ada kaitanya dengan kesadaran. Maka letakkanlah kesadaran anda di depan hakekat kalau anda ingin memahami suatu hakekat. Dalam mengajar di kelas terdapat apersepsi. Apersepsi dalam pembelajaran maksudnya kesiapan siswa. Kesatuan apersepsi itu disebut sebagai kesatuan transendental dari kesadaran diri. Kesadaran diri ini penting untuk bisa berpikir a priori. Supaya bisa berpikir maka harus sadar dulu. Apersepsi yang membentuk kesadaran tadi adalah prinsip yang tertinggi dari kesadaran brpikir. Ruang dan waktu adalah intuisi. Ruang dan waktu jika diisi dengan manipul kesatuan content, maka dia merupakan representasi tunggal tadi. Understanding adalah kemampuan kognisi. Tujuan dari apersepsi yaitu untuk melakukan kegiatan berpikir, sehingga kita bisa memaksimalkan olah pikir kita.

    ReplyDelete
  2. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Diagram di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
    Menurut Kant, matematika sebagai ilmu adalah mungkin jika konsep matematika dikontruksi berdasarkan intuisi keruangan dan waktu. Kontruksi konsep matematika berdasar intuisi ruang dan waktu akan menghasilkan matematika sebagai ilmu yang bersifat “sintetik a priori”. Oleh Kant, metode intetik dilawankan dengan metode analitik dan konsep “a priori” dilawankan dengan “a posteriori”. Jika matematika dikembangkan hanya dengan metode “analitik” maka tidak akan dihasilkan (dikontruksi) konsep baru, dan yang demikian akan menyebabkan matematika hanya bersifat sebagai ilmu fiksi.
    Menurut Kant, matematika tidak dikembangkan hanya dengan konsep “a posteriori” sebab jika demikian matematika akan bersifat empiris. Namun datadata empiris yang diperoleh dari pengalaman penginderaan diperlukan untuk menggali konsep-konsep matematika yang bersifat “a priori”.
    Menurut Kant, intuisi menjadi inti dan kunci bagi pemahaman dan konstruksi matematika.
    Untuk noeumena sendiri, dalam Critique of Pure Reason terjadi inkonsistensi dalam penggunaan istilah ‘noumena’. Tetapi, umumnya ‘das Ding an sich’ merujuk pada objek dalam ‘noumena’. Sementara ‘noumena’ menunjukkan gagasan dalam ‘das Ding an sich’. Dengan demikian, noumena merupakan tembok intelektual yang menjadi batas pengetahuan kita yang tetap dalam dunia fenomena.

    References:
    “Peran Intuisi Dalam Matematika Menurut Immanuel Kant” Oleh Marsigit

    Herho, Sandy. H.S. (2016). Critique Of Pure Reason: Sebuah Pengantar. Bandung : Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan ITB

    ReplyDelete
  3. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dari gambar tersebut dapat saya tuliskan bahwa terdapat dua dimensi yang hanya dapat digambarkan salah satunya. Dimensi tersebut terdiri dari dimensi yang real dan tak real. Dimana di dalam ruang lingkup real kita dapat menggunakan alat indra yang kita miliki untuk mendapatkan pengetahuan baru dalam artian kita dapat menggambarkannya langsung. Didalam ruang lingkup real ini terdapat aliran – aliran filsafat seperti empiris, sintetik, aposteriori. Sedangkan untuk dimensi tak real kita tidak bisa melihat namun dapat dirasakan dan dipikirkan. Seperti suatu persepsi yang hanya ada dibenak, percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa, waktu yang tidak dapat dilihat bentuk nyatanya seperti apa, apriori dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Segala objek pikir yang telah diucapkan atau ditulis, objek persepsi dan material dalam hidup ini terikat dalam ruang dan waktu. Berdasarkan gambar diatas, Immanuel kant membagi segala sesuatu dalam hidup ini menjadi dua bagian yaitu noumena dan phenoumena. Segala sesuatu yang bisa terlihat oleh panca indra disebut dengan phenoumena dan segala sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh panca indra serta keberadaannya hanya bisa dirasakan oleh fikiran disebut dengan noumena. Noumena merupakan entitas-entitas (jamak) yang menyebabkan adanya phenoumena- phenoumena. Contoh noumena yaitu Allah SWT, arwah, ruh, malaikat, dsb. Arwah itu ada tapi kita tidak bisa melihatnya, Allah SWT itu ada tetapi tidak bisa dilihat oleh manusia. Noumena berkaitan dengan segala objek pikir yang masih dipikiran manusia, objek hati dan spiritual, sedangkan phenoumena berkaitan dengan Segala objek pikir yang telah diucapkan atau ditulis, objek persepsi dan material.
    Menurut Kant, matematika adalah ilmu yang bersifat sintetik a priori. Matematika tidak dikembangkan hanya dengan konsep “a posteriori” sebab jika demikian matematika akan bersifat empiris. Namun data-data empiris yang diperoleh dari pengalaman penginderaan diperlukan untuk menggali konsep-konsep matematika yang bersifat “a priori”.

    ReplyDelete
  5. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pada hakikatnya manusia dianugerahi dikaruniai berbagai potensi terutama kemampuan berpikir. Dalam hal berpikir, maka manusia juga memiliki potensi untuk berpikir kritis. Dalam rangka upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan khususnya pendidikan matematika, maka pengembangan kemampuan berpikir kritis sangat berperan. Oleh karena itu berpikir kritis perlu diajarkan baik secara khusus dan independen maupun secara terintegrasi dalam setiap disiplin ilmu atau lintas kurikulum demi meningkatkan efektivitas belajar khususnya matematika yang berorientasi pada peningkatan keterampilan metakognitif. Mengajar berpikir kritis di sekolah merupakan suatu upaya dalam rangka menjembatani kesenjangan antara masalah-masalah yang diajarkan di sekolah dengan masalah-masalah di lapangan (dunia nyata). Sehingga perlu mengambil pengalaman kelas dari mengajar berpikir kritis yang relevan dengan kehidupan siswa. Implikasinya adalah bahwa guru harus merancang dan melaksanakan suatu koneksi antara apa yang diajarkan di sekolah dan apa yang diharapkan siswa/mahasiswa di luar kelas.

    ReplyDelete
  6. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    bersumber referensi mengamati kejaidan di sekitar berupa fenomena-fenomena kecilpada dasarnya manusia akan berpikir. Olah pikir diawali dengn munculya gambaran dari suatu permasalahan. Apa bentuk permasalahan itu lalu muncul persepsi atau dugaan-dugaan seperti mempertanyakan asal muasal permasalahan. Dengan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya, manusia dapat menggunaknnya untuk membangun konsep. Selain nalar, intuisi juga diperlukan dalam berpikir. Intuisi ini secara halus akan menuntut banyak ide atau gagasan dalam pemecahan masalah.

    ReplyDelete
  7. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Terkait dengan hakikat berpikir, pemikiran manusia itu dimulai dari kategori, sedangkan kategori dimulai dari intuisi. Immanuel Kant berpendapat bahwa kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi. Apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi, mendahului setiap pengalaman (Burhanuddin, 2008). Adapun, kant menyebutkan bahwa cara manusia memperoleh pengetahuan adalah secara sintetik a priori, proses sintesis antara a priori dan a posteriori.

    ReplyDelete
  8. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pada gambar diberikan diagram mengenai teori pengetahuan dari Immanuel Kant. Terlihat terdapat sungai (garis putus-putus) yang membatasi kubu pikiran dan kubu pengalaman. Pikiran atau idealis yang berada dalam otak memiliki ciri seperti yang tertulis pada bagian bawah sungai yang intinya tetap. Pengalaman (empirisme beserta sifatnya yang tertulis pada bagian atas sungai pada intinya bersifat fleksibel, relatif karena terikat oleh ruang dan waktu. Sungai (garis putus-putus) berisi pengetahuan, sebenar-benar pengetahuan berada pada perbatasan antara idealis dan empirisme. Pada perbatasan berarti memiliki sifat keduanya dan bersifat sintetik a priori.

    ReplyDelete
  9. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. pada elegi ini dijelaskan hakekat berpikir menurut Immanuel Kant. Menurut Immanuel Kant, akal tidak pernah mampu mencapai pengetahuan langsung tentang sesuatu perkara. Akal hanya mampu berpikir perkara yang dilihat terus (fenomena) tetapi hati mampu menafsir suatu perkara dengan tidak terhalang oleh perkara apapun tanpa ada jarak antara subjek dan objek.

    ReplyDelete
  10. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Kant berusaha menemukan pendasaran rasional atas fenomena-fenomena yang terjadi. Metode pencarian dasar rasional itulah yang bisa dijadikan contoh untuk penyelidikan obyek-obyek lainnya. Dua metode yang diajarkan Kant yaitu metode pencarian kondisi-kondisi kemungkinan dan metode pencarian dasar rasional atas fenomena yang ingin diteliti. Metode ini bisa menjadi dasar bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan selanjutnya.

    ReplyDelete
  11. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Konsep berpikir itu adalah sebagai kategori. Ada judgement, unity, pluralitu, totalitu, reality, kemudian kalau dicari hubungannya modality dan possibility merupakan impossibility, neceserity itu adalah kontingensi. Kalau dikaitkan antara pikiran dengan pengalamannya. Kontingensi itu pengalaman, pengalaman itu bersifat kontingen, yang berisfat unpredictable. Kalau analitik metodenya deduksi. Analitik dengan deduksi itu cocok/ chemistry, bahasa itu chemistry. Deduksi di sini bersifat transenden, deduksinya para dewa. Ada deduksi yang bersifat empiris. Sebenarnya tidak ditemukan deduksi yang bersfiat empiris dalam hakikat orang berpikir.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Teori Kant tentang hakekat berpikir dijelaskan melalui gambar tersebut. Pengetahuan dibedakan atas 2 kategori yaitu logical dan empiris. Cara memperolehnya ada 2 cara juga yaitu a priori dan a postriori. Dikenal juga tentang intuisi. Salah satu cara memperoleh pengetahuan dengan pikiran. Seseorang memperoleh pengetahuannya secara tiba-tiba dengan tidak mengetahui sumber pengetahuan tersebut dari mana.

    ReplyDelete
  13. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam teori pengetahuan yang disampaikan oleh Kant tersebut, terdapat banyak hal yang dipelajari, misalnya tentang apriori, aposteriori, logika, noumena, dan masih banyak lagi. Pengetauan manusia muncul dari dua hal yaitu sensibility dan understanding. Ketika pengetahuan itu diterima maka diolah dalam apriori yang ada dalam intuisi ruang dan waktu. Manusia berpikir menggunakan intuisi. Intuisi berkaitan dengan kesadaran, oleh karena itu ketika kita mempelajari sesuatu maka pengetahuan itu akan diolah dan intuisi kita bekerja.

    ReplyDelete
  14. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada hakekatnya berpikir merupakan kegiatan akal untuk mengolah pengetahuan yang telah diterima melalui panca indera dan ditujukan untuk mencapai suatu kebenaran.
    Pengetahuan yang diperoleh dari panca indera selanjutnya diproses dalam akal manusia.
    Dalam prosesnya terjadi akomodasi, asimilasi hingga memperoleh kebenaran yang diharapkan.

    ReplyDelete
  15. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Menurut Kant objek mengarahkan diri ke subjek. Pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yaitu kemampuan penerimaan kesan-kesan indrawi (sensibility) dan kemampuan pemahaman (understanding) yaitu membuat keputusan-keputusan tentang kesan-kesan indrawi yang diperoleh melalui kemampuan pertama. Kedua kemampuan tesebut saling membutuhkan dalam mencapai suatu pengetahuan. kemampuan penerimaan bertugas menerima kesan-kesan yang masuk dan menatanya dengan pengetahuan apriori intuisi ruang dan waktu. Kemampuan pemahaman bertugas mengolah yaitu menyatukan dan mensintesis pengalaman-pengalaman yang yang telah diterima dan ditata oleh kemampuan penerima selanjutnya diputuskan. Konsep berpikir itu adalah sebagai kategori. Ada judgement, unity, plurality, totality, reality, kemudian kalau dicari hubungannya modality dan possibility itu merupakan impossibility, neceserity itu adalah kontingensi. Kalau dikaitkan antara pikiran dengan pengalamannya. Kontingensi itu pengalaman, pengalaman itu bersifat kontingen, yang bersifat unpredictable. Kalau analitik metodenya deduksi. Analitik dengan deduksi itu cocok/ chemistry, bahasa itu chemistry. Deduksi di sini bersifat transenden, deduksinya para dewa. Ada deduksi yang bersifat empiris. Sebenarnya tidak ditemukan deduksi yang bersifat empiris dalam hakekat orang yang berpikir.

    ReplyDelete
  16. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Immanuel Kant (1724-1804) adalah salah satu filsuf paling berpengaruh dalam sejarah filsafat Barat. Kontribusinya terhadap metafisika, epistemologi, etika, dan estetika memiliki dampak mendalam pada hampir semua gerakan filosofis yang mengikutinya. Artikel ini berfokus pada metafisika dan epistemologinya dalam salah satu karyanya yang paling penting, The Critique of Pure Reason. Sebagian besar karya Kant membahas pertanyaan "Apa yang bisa kita ketahui?" Jawabannya, jika dapat dinyatakan secara sederhana, apakah pengetahuan kita terbatas pada matematika dan ilmu alam, dunia empiris. Tidak mungkin, Kant berpendapat, untuk memperluas pengetahuan ke dunia supersensible metafisika spekulatif. Alasan bahwa pengetahuan memiliki keterbatasan ini, menurut Kant, adalah bahwa pikiran memainkan peran aktif dalam membentuk pengalaman dan membatasi akses pikiran hanya pada ranah empiris ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  17. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada artikel diatas diberikan sebuah skema mengenai hakekat berpikir manusia yang merupakan gagasan Kant yang disebut teori pengetahuan Kant. Dapat dilhat bahwa didalamnya terdapat representasi kenyataan yang dipengaruhi oleh persepsi, kemudian persepsi terbagi kembali menjadi pengetahuan dan sensasi, dan seterusnya sangat banyak hal ang terkandung dalam skema yang terlihat sederhana ini.

    ReplyDelete
  18. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Hakikat berpikir kita adalah kita hidup karena kita berpikir, itu lah yang mungkin kita tahu tenatang hakikat berpikir. Dengan berpikir kita bisa menemukan sesuatu dan dengan berpikir kita tau akan penting hidup itu seperti apa, sehinga kita tidak menyia-nyiakan kehidupan kita snediri.

    ReplyDelete
  19. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Untuk mencapai kebenaran dalam berpikir terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebenaran berfikir.
    1. Kognisi (pengetahuan/pemahaman). Kualitas dan kuantitas pengetahuan yang dimiliki tentang sesuatu akan mempengaruhi keputusan yang diambil.
    2. Motif (tujuan/dorongan). Motif akan sangat mempengaruhi pengambilan keputusan.
    Sikap (positif/negative). Positif negatifnya sikap anda terhadap sesuatu akan mempengaruhi keputusan yang diambil.

    ReplyDelete
  20. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Salah satu keutamaan manusia dibandingkan dengan mahkluk lainnya di dunia adalah keberadaaan akalnya, berbagai macam ilmu, seni, sastra, hukum, ilmu bahasa, dan cabang pengetahuan lain tiada lain adalah produk akal yang konsekuensinya juga merupakan produk proses berpikir. Berpikir adalah suatu bentuk kegiatan akal manusia yang diarahkan oleh pengetahuan melalui panca indera diolah dan ditujukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu guna mencapai kesimpulan yang benar tentang suatu pengetahuan, akal mestilah menggunakan penalaran yang benar dan logika yang tepat.

    ReplyDelete
  21. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Tiga Pokok Pemikiran Immanuel Kant:
    1.Kritik pada taraf : Panca indera, akal budi dan rasio. Kita sudah tahu tentang arti empirisme yang mementingkan pengalaman inderawi dalam memperoleh pengetahuan dan rasionalisme yang mengedepankan penggunaan rasio dalam memperoleh pengetahuan, tetapi rasio yang kita ketahui adalah sama dengan akal dan logis, namun Kant memberi definisi berbeda.
    2.Dalam filsafatnya Kant mencoba untuk mensinergikan antara rasionalisme dan empirisme, Ia bertujuan untuk membuktikan bahwa sumber pengetahuan itu diperoleh tidak hanya dari satu unsur saja melainkan dari dua unsur yaitu pengalaman inderawi dan akal budi. Pengetahuan a-priori merupakan jenis pengetahuan yang datang lebih dulu sebelum dialami. Filsafat Kant menyebutkan bahwa pengetahuan merupakan gabungan (sintesis) antara keduanya.
    3.Dari sini timbullah bahwa Kant adalah seorang Kopernikan dalam bidang filsafat. Kant memberikan arah yang sama sekali baru, merupakan kebalikan dari filsafat sebelumnya yaitu bahwa objeklah yang harus mengarahkan diri kepada subjek. Kant dapat dikatakan sebagai seorang revolusioner karena dalam ranah pengetahuan ia tidak memulai pengetahuan dari objek yang ada tetapi dari yang lebih dekat terlebih dahulu yaitu si pengamat objek (subjek).

    ReplyDelete
  22. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dari skema atau jejaring mengenai hakekat berpikir di atas menggambarkan adanya tranformasi yang dimulai dari Teori Kant mengenai pengetahuan yang mengandung pengetahuan apriori dan apostteriori. Melalui fenomena yang terjadi maka dapat direpresentasikan kemudian menimbulkan sebuah persepsi yang memunculkan pengetahuan dan sensasi dimana pengetahuan dapat melahirkan sebuah konsep baru dan sensasi dapat memunculkan intuisi. Konsep tersebuut akan membawa kedalam pengetahuan murni (pure) dan empiri seseorang yang akan menimbulkan suatu ide pemikiran akan sesuatu yang telah terjadi berdasarkan objek yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  23. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terimakasih atas referensi hakekat berpikir menurut Immanuel Kant yang bapak sajikan. Pikiran manusia itu sulit untuk dimengerti tanpa salah tafsir. Kebanyakan orang melakukan banyak kesalahan dalam mengartikan
    proses berpikir. Pikiran itu berangkat dari prinsip, prinsip itu adalah kategori, kategori itu adalah intuisi. prinsip berpikir, yaitu: identitas dan kontradiksi. Pikiran manusia itu hakekatnya berada di antara bumi dan langit.

    ReplyDelete
  24. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dalam proses berpikir, Kant berpendapat bahwa kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi. Apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi, mendahului setiap pengalaman. Menurut Kant objek mengarahkan diri ke subjek. Pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yaitu kemampuan penerimaan kesan-kesan indrawi (sensibility) dan kemampuan pemahaman (understanding) yaitu membuat keputusan-keputusan tentang kesan-kesan indrawi yang diperoleh melalui kemampuan pertama. Kedua kemampuan tesebut saling membutuhkan dalam mencapai suatu pengetahuan. kemampuan penerimaan bertugas menerima kesan-kesan yang masuk dan menatanya dengan pengetahuan apriori intuisi ruang dan waktu. Kemampuan pemahaman bertugas mengolah yaitu menyatukan dan mensintesis pengalaman-pengalaman yang yang telah diterima dan ditata oleh kemampuan penerima selanjutnya diputuskan.
    Referensi: http://restyrahajeng.blogspot.co.id/2012/12/hakekat-berpikir-immanuel-kant.html

    ReplyDelete
  25. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Kant berpendapat bahwa manusia merupakan sintesis antara unsur-unsur a priori dan a posteriori, yaitu unsur rasio/akal dan juga unsur inderawi/pengalaman. Menurutnya, akal murni itu terbatas menghasilkan pengetahuan tanpa dasar inderawi atau independen dari alat pancaindera. Pada taraf indera, ia berpendapat bahwa dalam pengetahuan inderawi selalu ada dua bentuk a priori yaitu ruang dan waktu. Pada taraf akal budi, Kant membedakan akal budi dengan rasio. Pada taraf rasio, Kant menyatakan bahwa tugas rasio adalah menarik kesimpulan dari keputusan-keputusan. Kant memperlihatkan bahwa rasio membentuk argumentasi itu dengan dipimpin oleh tiga ide yaitu Allah, jiwa, dan dunia.

    ReplyDelete
  26. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Setiap manusia pastilah berpikir. Sayang sekali jika zaman sekarang masih malas yang namanya berpikir. manusia tumbuh dan berkembang tidak lepas dari yang namanya belajar, melalui hal tersebut berarti manusia juga akan selalu menggunakan pikirannya dalam belajar. karena menurut saya belajar juga merupakan proses berpikir sehingga dapat memecahkan suatu permasalahan dan dapat menimpulkan akan suatu konsep.

    ReplyDelete
  27. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan matematika I 2014

    Terimakasi sebelumnya pak untuk menyajikan skema berpikir Imanuel kant. Seperti yang dapat dilihat dalam gambar bahwa tahapan-tahapannya dan dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan individu itu sendiri.

    ReplyDelete
  28. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Immanuel Kant, seorang filsuf Jerman (1724‐1804). Ia adalah salah seorang filsuf terbesar di dalam sejarah filsafat. Pemikirannya mempengaruhi situasi politik, ekonomi, filsafat, dan ilmu pengetahuan secara sangat mendalam, bahkan sampai sekarang. Bagi Kant, pengenalan segala sesuatu, termasuk pengetahuan berpusat pada subjek, bukan pada objek. Bagi Kant, yang terutama adalah subjek pengetahuan yaitu manusia itu sendiri. Teori pengetahuan Kant mengakhiri perseteruan rasionalisme-empirisme, sekaligus memberi kredit selamat berpisah bagi idealisme dan positivisme.

    ReplyDelete
  29. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari bagan di atas, menurut Kant hakekat berpikir berangkat dari noumena pada suatu ruang yang kemudian menggambarkan representasi yang akan memunculkan persepsi. Dari prsepsi tersebut akan muncul pengetahuan dan sensasi. Nah pengetahuan inilah yang nanti berupa konsep dan intuisi, dimana konsep terbagi menjadi konsep murni dan empiri. Epistemologi berpikir menurut Kant juga melalui beberapa cara, diantaranya a priori, analytic, logical, dan sintetik.

    ReplyDelete
  30. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Kant berpendapat bahwa melalui proses berpikir, siswa dapat membentuk sebuah konsep. Proses berpikir dimulai dengan adanya respon terhadap fenomena tanpa didahului pengalaman hal ini desbut dengan intuisi. selanjutnya pengetahuan akan muncul dari penerimaan inderawi (sensibility), dan kemampuan pemahaman (understanding). Proses selanjutnya yaitu dibuat keputusan secara analitik ataupun sintetik. Pengambilan keputusan secara analitik diambil berdasarkan konsistensi dan koherensi, sedangkan pengambilan keputusan secara sintetik berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris.

    ReplyDelete
  31. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Setiap manusia mengalami perkembangan dalam dirinya. Perkembangan itu tidak saja dalam perkembangan fisik, tetapi juga perkembangan kejiwaan. Demikian pula perkembangan yang terjadi dalam otak manusia. Setiap adanya perkemabangan konsep atau ide dalam otak manusia maka hal itu merupakan proses berpikir. Berpikir secara berulang dan terus menerus merupakan proses berpikir filsafat.

    ReplyDelete
  32. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Otak manusia telah berkembang selama beberapa juta tahun. Dengan demikian kita (pada zaman ini) memiliki proses pemikiran yang sangat rumit. Banyak pemikiran memiliki arti yang lebih dalam dan sedikit yang sepele. Saya bertanya-tanya tentang perbedaan mendasar antara pemikiran manusia dan pemikiran komputer. Apakah pikiran manusia juga terdapat algoritma-algoritma seperti yang terjadi pada komputer?

    ReplyDelete
  33. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Menurut Kant, Pengetahuan apriori merupakan jenis pengetahuan yang datang lebih dulu sebelum dialami, seperti misalnya pengetahuan akan bahaya, sedangkan a-posteriori sebaliknya yaitu dialami dulu baru mengerti misalnya dalam menyelesaikan rubix cube. Kalau salah satunya saja yang dipakai misalnya hanya empirisme saja atau rasionalisme saja maka pengetahuan yang diperoleh tidaklah sempurna bahkan bisa berlawanan. FilsafatKant menyebutkan bahwa pengetahuan merupakan gabungan (sintesis) antara keduanya.

    ReplyDelete
  34. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Terima kasih Prof sudah memberikan referensi mengenai skema berpikir menurut Imanuel Kant. Dalam skema tersebut dapat terlihat bahwa betapa pentingnya suatu pengalaman yang dialami diri sendiri dalam mempengaruhi proses berpikir kita.

    ReplyDelete