Oct 20, 2012

Referensi Hakekat Berpikir


51 comments:

  1. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Kant berusaha menemukan pendasaran rasional atas fenomena-fenomena yang terjadi. Metode pencarian dasar rasional itulah yang bisa dijadikan contoh untuk penyelidikan obyek-obyek lainnya. Dua metode yang diajarkan Kant yaitu metode pencarian kondisi-kondisi kemungkinan dan metode pencarian dasar rasional atas fenomena yang ingin diteliti. Metode ini bisa menjadi dasar bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan selanjutnya.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Konsep berpikir itu adalah sebagai kategori. Ada judgement, unity, pluralitu, totalitu, reality, kemudian kalau dicari hubungannya modality dan possibility merupakan impossibility, neceserity itu adalah kontingensi. Kalau dikaitkan antara pikiran dengan pengalamannya. Kontingensi itu pengalaman, pengalaman itu bersifat kontingen, yang berisfat unpredictable. Kalau analitik metodenya deduksi. Analitik dengan deduksi itu cocok/ chemistry, bahasa itu chemistry. Deduksi di sini bersifat transenden, deduksinya para dewa. Ada deduksi yang bersifat empiris. Sebenarnya tidak ditemukan deduksi yang bersfiat empiris dalam hakikat orang berpikir.

    ReplyDelete
  3. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Teori Kant tentang hakekat berpikir dijelaskan melalui gambar tersebut. Pengetahuan dibedakan atas 2 kategori yaitu logical dan empiris. Cara memperolehnya ada 2 cara juga yaitu a priori dan a postriori. Dikenal juga tentang intuisi. Salah satu cara memperoleh pengetahuan dengan pikiran. Seseorang memperoleh pengetahuannya secara tiba-tiba dengan tidak mengetahui sumber pengetahuan tersebut dari mana.

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam teori pengetahuan yang disampaikan oleh Kant tersebut, terdapat banyak hal yang dipelajari, misalnya tentang apriori, aposteriori, logika, noumena, dan masih banyak lagi. Pengetauan manusia muncul dari dua hal yaitu sensibility dan understanding. Ketika pengetahuan itu diterima maka diolah dalam apriori yang ada dalam intuisi ruang dan waktu. Manusia berpikir menggunakan intuisi. Intuisi berkaitan dengan kesadaran, oleh karena itu ketika kita mempelajari sesuatu maka pengetahuan itu akan diolah dan intuisi kita bekerja.

    ReplyDelete
  5. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada hakekatnya berpikir merupakan kegiatan akal untuk mengolah pengetahuan yang telah diterima melalui panca indera dan ditujukan untuk mencapai suatu kebenaran.
    Pengetahuan yang diperoleh dari panca indera selanjutnya diproses dalam akal manusia.
    Dalam prosesnya terjadi akomodasi, asimilasi hingga memperoleh kebenaran yang diharapkan.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Menurut Kant objek mengarahkan diri ke subjek. Pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yaitu kemampuan penerimaan kesan-kesan indrawi (sensibility) dan kemampuan pemahaman (understanding) yaitu membuat keputusan-keputusan tentang kesan-kesan indrawi yang diperoleh melalui kemampuan pertama. Kedua kemampuan tesebut saling membutuhkan dalam mencapai suatu pengetahuan. kemampuan penerimaan bertugas menerima kesan-kesan yang masuk dan menatanya dengan pengetahuan apriori intuisi ruang dan waktu. Kemampuan pemahaman bertugas mengolah yaitu menyatukan dan mensintesis pengalaman-pengalaman yang yang telah diterima dan ditata oleh kemampuan penerima selanjutnya diputuskan. Konsep berpikir itu adalah sebagai kategori. Ada judgement, unity, plurality, totality, reality, kemudian kalau dicari hubungannya modality dan possibility itu merupakan impossibility, neceserity itu adalah kontingensi. Kalau dikaitkan antara pikiran dengan pengalamannya. Kontingensi itu pengalaman, pengalaman itu bersifat kontingen, yang bersifat unpredictable. Kalau analitik metodenya deduksi. Analitik dengan deduksi itu cocok/ chemistry, bahasa itu chemistry. Deduksi di sini bersifat transenden, deduksinya para dewa. Ada deduksi yang bersifat empiris. Sebenarnya tidak ditemukan deduksi yang bersifat empiris dalam hakekat orang yang berpikir.

    ReplyDelete
  7. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Immanuel Kant (1724-1804) adalah salah satu filsuf paling berpengaruh dalam sejarah filsafat Barat. Kontribusinya terhadap metafisika, epistemologi, etika, dan estetika memiliki dampak mendalam pada hampir semua gerakan filosofis yang mengikutinya. Artikel ini berfokus pada metafisika dan epistemologinya dalam salah satu karyanya yang paling penting, The Critique of Pure Reason. Sebagian besar karya Kant membahas pertanyaan "Apa yang bisa kita ketahui?" Jawabannya, jika dapat dinyatakan secara sederhana, apakah pengetahuan kita terbatas pada matematika dan ilmu alam, dunia empiris. Tidak mungkin, Kant berpendapat, untuk memperluas pengetahuan ke dunia supersensible metafisika spekulatif. Alasan bahwa pengetahuan memiliki keterbatasan ini, menurut Kant, adalah bahwa pikiran memainkan peran aktif dalam membentuk pengalaman dan membatasi akses pikiran hanya pada ranah empiris ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  8. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada artikel diatas diberikan sebuah skema mengenai hakekat berpikir manusia yang merupakan gagasan Kant yang disebut teori pengetahuan Kant. Dapat dilhat bahwa didalamnya terdapat representasi kenyataan yang dipengaruhi oleh persepsi, kemudian persepsi terbagi kembali menjadi pengetahuan dan sensasi, dan seterusnya sangat banyak hal ang terkandung dalam skema yang terlihat sederhana ini.

    ReplyDelete
  9. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Hakikat berpikir kita adalah kita hidup karena kita berpikir, itu lah yang mungkin kita tahu tenatang hakikat berpikir. Dengan berpikir kita bisa menemukan sesuatu dan dengan berpikir kita tau akan penting hidup itu seperti apa, sehinga kita tidak menyia-nyiakan kehidupan kita snediri.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Untuk mencapai kebenaran dalam berpikir terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebenaran berfikir.
    1. Kognisi (pengetahuan/pemahaman). Kualitas dan kuantitas pengetahuan yang dimiliki tentang sesuatu akan mempengaruhi keputusan yang diambil.
    2. Motif (tujuan/dorongan). Motif akan sangat mempengaruhi pengambilan keputusan.
    Sikap (positif/negative). Positif negatifnya sikap anda terhadap sesuatu akan mempengaruhi keputusan yang diambil.

    ReplyDelete
  11. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Salah satu keutamaan manusia dibandingkan dengan mahkluk lainnya di dunia adalah keberadaaan akalnya, berbagai macam ilmu, seni, sastra, hukum, ilmu bahasa, dan cabang pengetahuan lain tiada lain adalah produk akal yang konsekuensinya juga merupakan produk proses berpikir. Berpikir adalah suatu bentuk kegiatan akal manusia yang diarahkan oleh pengetahuan melalui panca indera diolah dan ditujukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu guna mencapai kesimpulan yang benar tentang suatu pengetahuan, akal mestilah menggunakan penalaran yang benar dan logika yang tepat.

    ReplyDelete
  12. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Tiga Pokok Pemikiran Immanuel Kant:
    1.Kritik pada taraf : Panca indera, akal budi dan rasio. Kita sudah tahu tentang arti empirisme yang mementingkan pengalaman inderawi dalam memperoleh pengetahuan dan rasionalisme yang mengedepankan penggunaan rasio dalam memperoleh pengetahuan, tetapi rasio yang kita ketahui adalah sama dengan akal dan logis, namun Kant memberi definisi berbeda.
    2.Dalam filsafatnya Kant mencoba untuk mensinergikan antara rasionalisme dan empirisme, Ia bertujuan untuk membuktikan bahwa sumber pengetahuan itu diperoleh tidak hanya dari satu unsur saja melainkan dari dua unsur yaitu pengalaman inderawi dan akal budi. Pengetahuan a-priori merupakan jenis pengetahuan yang datang lebih dulu sebelum dialami. Filsafat Kant menyebutkan bahwa pengetahuan merupakan gabungan (sintesis) antara keduanya.
    3.Dari sini timbullah bahwa Kant adalah seorang Kopernikan dalam bidang filsafat. Kant memberikan arah yang sama sekali baru, merupakan kebalikan dari filsafat sebelumnya yaitu bahwa objeklah yang harus mengarahkan diri kepada subjek. Kant dapat dikatakan sebagai seorang revolusioner karena dalam ranah pengetahuan ia tidak memulai pengetahuan dari objek yang ada tetapi dari yang lebih dekat terlebih dahulu yaitu si pengamat objek (subjek).

    ReplyDelete
  13. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dari skema atau jejaring mengenai hakekat berpikir di atas menggambarkan adanya tranformasi yang dimulai dari Teori Kant mengenai pengetahuan yang mengandung pengetahuan apriori dan apostteriori. Melalui fenomena yang terjadi maka dapat direpresentasikan kemudian menimbulkan sebuah persepsi yang memunculkan pengetahuan dan sensasi dimana pengetahuan dapat melahirkan sebuah konsep baru dan sensasi dapat memunculkan intuisi. Konsep tersebuut akan membawa kedalam pengetahuan murni (pure) dan empiri seseorang yang akan menimbulkan suatu ide pemikiran akan sesuatu yang telah terjadi berdasarkan objek yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  14. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terimakasih atas referensi hakekat berpikir menurut Immanuel Kant yang bapak sajikan. Pikiran manusia itu sulit untuk dimengerti tanpa salah tafsir. Kebanyakan orang melakukan banyak kesalahan dalam mengartikan
    proses berpikir. Pikiran itu berangkat dari prinsip, prinsip itu adalah kategori, kategori itu adalah intuisi. prinsip berpikir, yaitu: identitas dan kontradiksi. Pikiran manusia itu hakekatnya berada di antara bumi dan langit.

    ReplyDelete
  15. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dalam proses berpikir, Kant berpendapat bahwa kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi. Apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi, mendahului setiap pengalaman. Menurut Kant objek mengarahkan diri ke subjek. Pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yaitu kemampuan penerimaan kesan-kesan indrawi (sensibility) dan kemampuan pemahaman (understanding) yaitu membuat keputusan-keputusan tentang kesan-kesan indrawi yang diperoleh melalui kemampuan pertama. Kedua kemampuan tesebut saling membutuhkan dalam mencapai suatu pengetahuan. kemampuan penerimaan bertugas menerima kesan-kesan yang masuk dan menatanya dengan pengetahuan apriori intuisi ruang dan waktu. Kemampuan pemahaman bertugas mengolah yaitu menyatukan dan mensintesis pengalaman-pengalaman yang yang telah diterima dan ditata oleh kemampuan penerima selanjutnya diputuskan.
    Referensi: http://restyrahajeng.blogspot.co.id/2012/12/hakekat-berpikir-immanuel-kant.html

    ReplyDelete
  16. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Kant berpendapat bahwa manusia merupakan sintesis antara unsur-unsur a priori dan a posteriori, yaitu unsur rasio/akal dan juga unsur inderawi/pengalaman. Menurutnya, akal murni itu terbatas menghasilkan pengetahuan tanpa dasar inderawi atau independen dari alat pancaindera. Pada taraf indera, ia berpendapat bahwa dalam pengetahuan inderawi selalu ada dua bentuk a priori yaitu ruang dan waktu. Pada taraf akal budi, Kant membedakan akal budi dengan rasio. Pada taraf rasio, Kant menyatakan bahwa tugas rasio adalah menarik kesimpulan dari keputusan-keputusan. Kant memperlihatkan bahwa rasio membentuk argumentasi itu dengan dipimpin oleh tiga ide yaitu Allah, jiwa, dan dunia.

    ReplyDelete
  17. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Setiap manusia pastilah berpikir. Sayang sekali jika zaman sekarang masih malas yang namanya berpikir. manusia tumbuh dan berkembang tidak lepas dari yang namanya belajar, melalui hal tersebut berarti manusia juga akan selalu menggunakan pikirannya dalam belajar. karena menurut saya belajar juga merupakan proses berpikir sehingga dapat memecahkan suatu permasalahan dan dapat menimpulkan akan suatu konsep.

    ReplyDelete
  18. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Kant berpendapat bahwa melalui proses berpikir, siswa dapat membentuk sebuah konsep. Proses berpikir dimulai dengan adanya respon terhadap fenomena tanpa didahului pengalaman hal ini desbut dengan intuisi. selanjutnya pengetahuan akan muncul dari penerimaan inderawi (sensibility), dan kemampuan pemahaman (understanding). Proses selanjutnya yaitu dibuat keputusan secara analitik ataupun sintetik. Pengambilan keputusan secara analitik diambil berdasarkan konsistensi dan koherensi, sedangkan pengambilan keputusan secara sintetik berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris.

    ReplyDelete
  19. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Setiap manusia mengalami perkembangan dalam dirinya. Perkembangan itu tidak saja dalam perkembangan fisik, tetapi juga perkembangan kejiwaan. Demikian pula perkembangan yang terjadi dalam otak manusia. Setiap adanya perkemabangan konsep atau ide dalam otak manusia maka hal itu merupakan proses berpikir. Berpikir secara berulang dan terus menerus merupakan proses berpikir filsafat.

    ReplyDelete
  20. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Otak manusia telah berkembang selama beberapa juta tahun. Dengan demikian kita (pada zaman ini) memiliki proses pemikiran yang sangat rumit. Banyak pemikiran memiliki arti yang lebih dalam dan sedikit yang sepele. Saya bertanya-tanya tentang perbedaan mendasar antara pemikiran manusia dan pemikiran komputer. Apakah pikiran manusia juga terdapat algoritma-algoritma seperti yang terjadi pada komputer?

    ReplyDelete
  21. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Menurut Kant, Pengetahuan apriori merupakan jenis pengetahuan yang datang lebih dulu sebelum dialami, seperti misalnya pengetahuan akan bahaya, sedangkan a-posteriori sebaliknya yaitu dialami dulu baru mengerti misalnya dalam menyelesaikan rubix cube. Kalau salah satunya saja yang dipakai misalnya hanya empirisme saja atau rasionalisme saja maka pengetahuan yang diperoleh tidaklah sempurna bahkan bisa berlawanan. FilsafatKant menyebutkan bahwa pengetahuan merupakan gabungan (sintesis) antara keduanya.

    ReplyDelete
  22. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Terima kasih Prof sudah memberikan referensi mengenai skema berpikir menurut Imanuel Kant. Dalam skema tersebut dapat terlihat bahwa betapa pentingnya suatu pengalaman yang dialami diri sendiri dalam mempengaruhi proses berpikir kita.

    ReplyDelete
  23. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menurut Kant ada dua jenis pengambilan keputusan yaitu analitik dan sintetik. Analitik adalah pengambilan keputusan berdasarkan konsistensi koherensi. Sedangkan sintetik adalah pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris. Dalam analitik, subjek sama dengan predikat sehingga bisa dikatakan bahwa analitik adalah identitas. Sedangkan sintetik subjek tidak sama dengan predikat sehingga sintetik berarti kontradiksi.

    ReplyDelete
  24. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Peta konsep hakekat berpikir ini sepertinya sudah pernah saya lihat sebelumnya di postingan bapak yang lain. pada peta konsep ini merangkum hal-hal yang ingin disampaikan oleh Immanuel Kant, dan mempermudah unutk mengingat, mungkin bisa disamakan dengan mind map. menggunakan peta konsep ini akan bisa mempermudah seorang guru menyampaikan materi yang akan diajarkan, dan juga mempermudah mahasiswa yang akan mempelajarinya.

    ReplyDelete
  25. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Hakekat berpikir itu dari peta diatas merupakan penyatuan antara yang ada di langit dan yang di bumi. Maksudnya mengenai yang absolut dan yang relatif. Pemikiran matematika itu relatif yang dapat bersifat a priori maupun a posteori. Setiap paham pemikiran itu memiliki tokoh masing-masing. Muali dari plato, rene descrates, hingga pada Imannuel Kant. Seorang guru harus dapat memahami bagaimana hakikat berpikir sebenarnya. Dengan memahami hakikat berpikir guru dapat secara bijak menanggapi bagaimana hakekat berpikir siswa.

    ReplyDelete
  26. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dasar dari filsafat pada dasarnya adalah olah pikir secara mendalam dan meluas. Sepemahaman kami hakekat dari berpikir adalah mensintesis apa yang didapatkan dari lingkungan dan dunia luar atau kenyataan (aposteriori) yang dialami atau sering disebut juga pengalaman dengan apa yang sudah dipahami atau diketahui sebelumnya atau yang disbeut sebagai pengetahuan apriori, kegiatan ini disebut juga sebagai sintesis apriori. Sehingga dalam pembelajaran, seorang guru sebaiknya memunculkan juga pengetahuan apriori siswa, lalu siswa diminta untuk melakukan kegiatan-kegiatan agar mendapatkan pengalaman (aposteriori).

    ReplyDelete
  27. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Gambar tersebut mengungkapkan teori pengetahuan menurut Kant. Banyak sekali yang dapat kita ungkapkan dari gambar tersebut. Salah satunya ialah tentang pemahaman. Menurutnya, pemahaman atau pengetahuan dapat dibentuk melalui pengalaman yang digeneralisasikan dengan melibatkan intuisi. Kita merasakan objek melalui sensibilitas kita, seperti indera penerima kita. Kemudian dengan menggunakan intuisi, kita menterjemahkan pengalaman ke dalam pikiran dengan pemahaman. Aktivitas ini yang disebut sebagai penginderaan pemahaman. Menurut Kant, penginderaan pemahaman kita memiliki kategori-kategori untuk memudahkan dalam mempersepsi. Kategori tersebut terdiri dari 12 item yang menjadi syarat apriori, yaitu kuantitas (universal, particular, singular), kualitas (affirmative, negative, infinitive), relasi (categorical, hypothetical, disjunctive) dan modalitas (problematical, assertorical, apotidical).

    ReplyDelete
  28. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Salah satu hakekat berpikir yaitu dengan adanya konsep pembejaran. Jika ada suatu konsep yang ada dalam fikiran kita maka kita mampu berfikir lebih lanjut. Pemikiran inilah yang merupakan konsep yang ada dalam fikiran. Selain konsep, salah satu hakekat berpikir yaitu Intuitif. Berfikir intuitif yaitu maksudnya berfikir secara spontan, sehingga tidak ada proses berpikir yang mendalam. Contoh, jiks guru memberikan soal/masalah kepada siswa maka siswa akan langsung spontan merespon pertanyaan/masalah tersebut. Namun respon siswa tersebut belum tentu jawaban yang tepat dan benar. Karena disini siswa langsung merespon tanpa melakukan pemikiran yang lebih mendalam, sehingga kebenaran dari apa yang di jawab siswa pun masih diragukan. Disini siswa lebih mempunyai sifat yang ceplas ceplos dalam menjawab soal/masalah yang dipikirkan. Selain dua itu masih banyak hakikat berfikir yang tercantum dalam gambar di atas.

    ReplyDelete
  29. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Logika juga merupakan salah satu hakekat berfikir. Karena kita dalam berfikir harus menggunakan logika. Jangan sekedarnya berfikir tanpa menyangkut pautkan dengan logika. Jika kita berfikir tanpa logika , maka kita melakukan sesuatu sesuai dengan pemikiran yang tanpa logika akan mengakibatkan yang kita lakukan itu menjadi sesuatu yang salah atau aneh. Misal jika kita tidak memikir dengan logika, ketika kita ingin membesuk teman yang sedang sakit dirumah sakit, secara logikanya janganlah kita membesuk teman sesuka hati kita tanpa memikirkan waktu. Disini kita harus berpikir dengan logika bahwasanya dalam membesuk teman kita harus memperhatikan waktu besuk. Percuma kita ingin membesuk teman namun kita tidak akan diperbolehkan masuk untuk membesuk teman kita tersebut.

    ReplyDelete
  30. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pend. Matematika C

    Menurut Immanuel Kant, pengetahuan atau ilmu itu bersifat sintetik a priori. Maka ilmu tidak dapat dibangun hanya menggunakan rasio dan logika (analiti a priori). Tetapi ilmu juga tidak dapat dibangun hanya dengan menggunakan pengalaman (sintetik a posterioei). Ilmu menurut Immanuel Kant adalah gabungan dari rasio dan juga pengalaman. Maka manurut Immanuel Kant sebenar-benar ilmu adalah pikiran yang bisa diterapkam dan pengalaman yang bisa dipikirkan. Maka hakekat berpikir adalah bagaimana mengerjakan atau melakukan apa yang kita pikirkan dan memikirkan apa yang kita kerjakan.

    ReplyDelete
  31. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berpikir secara definisi merupakan suatu aktivitas kerja otak tentang sesuatu hal tertentu. Misalnya saja berpikir sebagai aktivitas mental, dimana berpikir tidak hanya melibatkan kerja otak, melainkan juga melibatkan seluruh tubuh dan perasaan mausia. Contohnya: berpikir ketika kita akan membuat sebuah puisi, berpikir ketika kita membaca novel, ataupun berpikir ketika kita memecahkan suatu masalah tertentu.

    ReplyDelete
  32. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Gambar di atas menggambarkan bahwa Kant memiliki pandangan tentang hakekat berpikir. Menurut Kant, proses berpikir dimulai dari noumena yang menggambarkan representasi sehingga memunculkan persepsi. Melalui persepsi akan muncul pengetahuan dan sensasi. Sehingga pengetahuan hadir sebagai konsep dan intuisi, dimana konsep terbagi menjadi konsep murni dan empiris.

    ReplyDelete
  33. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum.pada elegi ini dijelaskan hakekat berpikir menurut Immanuel Kant. Menurut Immanuel Kant, akal tidak pernah mampu mencapai pengetahuan langsung tentang sesuatu perkara. Akal hanya mampu berpikir perkara yang dilihat terus (fenomena) tetapi hati mampu menafsir suatu perkara dengan tidak terhalang oleh perkara apapun tanpa ada jarak antara subjek dan objek.

    ReplyDelete
  34. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Manusia itu ada kalau ia berpikir. Berpikir merupakan suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Selain itu, berpikir juga melibatkan seluruh pribadi, perasaan, dan kehendak manusia. Berpikir juga berarti berjerih payah secara mental memahami sesuatu yang dialami atau mencari jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi. Dalam berpikir juga termuat kegiatan meragukan dan memastikan, merancang, menghitung, mengevaluasi, membandingkan, menggolongkan, memilah-milah atau membedakan, menghubungkan, menafsirkan, melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada, menimbang dan memutuskan.

    ReplyDelete
  35. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Menurut pendapat dari Immanuel Kant logika atau penalaran bersifat analitik a priori, sedangkan pengamatan fenomena matematika menghasilkan konsep matematika yang bersifat sintetik a posteriori dan pertemuan keduanya menghasilkan pemahaman dan bangunan matematika yang bersifat sintetik apriori. Matematika bisa menjadi ilmu maka dia haruslah bersifat sintetik a piori yaitu gabungan antara logika atau penalaran dengan pengamatan oleh siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  36. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Gambar ini memberikan gambaran pada saya bahwa berpikir itu memiliki tingkatan. Berpikir diawali dengan representasi-imajinasi dan persepsi-pengetahuan-konsep-sintetik-pemahaman ide. Pengetahuan dari teori Kant’s ini menjadi jalan tengah antara a posteriori dan a priori, antara analitik dan sintetik sehingga diambil jalan tengah menjadi sintetik apriori.

    ReplyDelete
  37. Junianto
    PM C
    17709251065

    Pada abad lalu pernah terjadi pertengkaran hebat antara penganut a pirori, a posteriori, sintetik dan analitik. Masing-masing mempertahankan pandangannya karena menganggap dirinya yang paling benar. Pengetahuan dibangun berdasarkan aspek rasio dan logika, sementara pendapat lain mengatakan bahwa pengetahuan dibangun berdasarkan pengalaman. Kemudian muncullah Immanuel Kant yang menggabungkan keduanya. Kant mengatakan bahwa pengetahuan dibangun dengan memperhatikan dua aspek yaitu rasio dan pengalaman.

    ReplyDelete
  38. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Berdasarkan teori imanuel kant. Disebut ilmu ketika ia a priori sekaligus a posteriori. A priori terjadi di dalam dunia langit, langit dalam arti seluas-luasnya. Bisa disebut juga dalam dunia pikiran atau identitas. Sementara a posteriori terjadi di dunia, dunia dalam arti yang seluas-luasnya pula. Bisa disebut juga dengan realitas. Aposteriori berisi dengan kontradiksi-kontradiksi

    ReplyDelete
  39. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Kant menjelaskan bahwa berpikir adalah sebuah kegiatan yang didalamnya terdapat banyak sekali proses. Imanuel Kant berpendapat bahwa penalaran atau logika bersifat analitik a priori yakni berada di dalam pikiran, sedangkan pengamatan fenomena matematika akan menghasilkan konsep-konsep matematika yang bersifat sintetik a posteriori. dimana ilmu itu dapat dijelaskan dan diterakpan kepada orang lain.

    ReplyDelete
  40. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Teori pengetahuan menurut Immanuel Kant diantaranya ialah a priori dan a posteriori. Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung sedangkan a posteriori adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman langsung. Pengetahuan menurut Immanuel Kant juga dapat berupa sintetik dan analitik. Obyek pengetahuan menurut Kant ada dua yaitu nomena dan fenomena. Nomena adalah keberadaan sesuatu yang dinalar akal tetapi tidak dapat dilihat dan dirasakan dengan panca indera, sedangkan fenomen adalah objek yang dapat dilihat dan dirasakan dengan panca indera. Jadi, Kant menyatukan antara dua paham yang sangat bertolak belakang seperti a priori dan a posteriori, sintetik dan analitik, serta nomena dan fenomena. Bahwa pengetahuan itu bukan hanya yang ada di di dalam fikiran, tetapi pengetahuan itu juga berasal dari pengalaman.

    ReplyDelete
  41. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Hakikat berpikir yang berdasarkan Kant teori membagi dunia menjadi dua yaitu dunia atas dan bawah. Dunia atas berkaitan dengan pikiran yang bersifat ontologis dan bersifat satu di dalam pikiran. Di bagian dunia atas ini maka terdapat pula spiritualisme atau kuasa tuhan. Sifat dari pikiran itu juga banyak sekali, bahkan bermilyar-milyar sifatnya. Salah satunya berlaku a =a , atau Identitas maka ini berlakunya hanya di pikiran. Terdapat pula sifat zonden atau nir artinya tidak terikat oleh ruang dan waktu. Sifat yang lain yaitu tetap, maka ada sifat absolut maka munculah filsafat absolutism oleh tokoh Plato disebut juga filsafat Platonism.
    Kebenarannya dalam pikiran yang penting adalah konsisten. Jadi di sini kita bisa membuat pengetahuan apapun dengan membuat definisi ttg sesuatu itu, membuat aksioma, dan membuat postulat dan terakhir membuat teorema membuatnya komplit jelas tanpa melihat pengalaman dibawah tidak apa-apa yang penting konsisten. Bahasa filsafat dari konsisten adalah koheren, maka muncullah filsafat koherentisme. Kenapa bisa bersifat konsisten dan koheren karena berlaku I sama dengan I, atau Identittas maka ini berlakunya hanya dipikiran. Karena yang didalam pikiran ini tidak terikat oleh ruang dan waktu. Jika ini dinaikkan terus maka akan tumbuh transendental yang filsafatnya adalah transedentalisme. Kebenarannya satu atau tunggal atau monoisme. Kebenarannya spiritualnya itu kuasa tuhan. Koheren, konsisten dalam pikiran itu menggunakan logika, maka muncul filsafat logisism tokohnya Sir B. Ruschel. Logika bersifat analitik.

    ReplyDelete
  42. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dunia yang kedua adalah dunia bawah. Dalam dunia bawah ini berlaku sifat a tidak sama dengan a yang artinya tidak ada manusia yang bisa sama persis dengan yang ia tunjuk, karena ia terikat oleh ruang dan waktu. Dalam hal ini maka munculah sifat kontradiksi dalam dunia bawah ini. duia dawah adalah dunia nyata. Siswa di tingkat dasar belajar dengan pengalaman nyata. Sehigga sifat dalam mencari ilmunya yaitu aposteriori yaitu pengetahuan dibangun dengan kegiatan penemuan baru dibuat ilmu. Maka kebenaran di dunia bawah bersifat pula plural. Dari sifat yang berubah maka muncul sifat yang lain yaitu real yang berangkat dari dunia real, maka muncul filsafat realisme oleh tokoh Aristoteles atau filsafat Aristotelianism. Kebenarannya bersifat plural dan relatif, maka muncul filsafat pluralisme dan relatifisme.
    Dunia yang ada dibawah saling berkemistri. Dunia dibawah adalah dunia pengalaman. Berdasarkan rasio yang kemudian lahir rasionism tokohnya Renesdecartes. Maka mengerucutlah menjadi dunia rasio yang tokohnya Heum dan Renesdecartes untuk logis. Karena adanya 2 kubu yang saling bertentangan, munculah Immanuel Kant ia mulai menganalisis The Critick of Purealism bahwa pikiran adalah pikiran, konsisten adalah konsisten tapi, pikiran itu bersifat analitik. Analitik itu yang penting dari ide satu yang lain memiliki sifat konsisten. Disamping bersifat analitik pikiran juga bersifat a priori. A priori itu paham sebelum mengetahui kejadian. Contohnya dokter yang mengetahui obat dari mentelepon pasien, bisa mengambil kesimpulan dari konsistensi. Sedangkan yang dunia di bawah itu a posteriori. Sintetik itu bersifat kejadian satu dengan yang lain. Sehingga menurut Immanuel Kant ia menyimpulkan dan menggabungkan keduanya bahwa ilmu adalah sintetik a priori. Sebenar-benar ilmu adalah sintetik apriori. Karena ilmu itu dipikirkan dan juga di coba.

    ReplyDelete
  43. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  44. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C


    Immanuel Kant membagi teori pengambilan keputusan menjadi dua, yaitu analitik dan sintetik. Dalam analitik subjek sama dengan predikat sehingga bisa dikatakan bahwa analitik adalah identitas. Analitik adalah pengambilan keputusan berdasarkan konsistensi koherensi. Analitik merupakan intuisi murni. Sedangkan sintetik subjek tidak sama dengan predikat sehingga sintetik berarti kontradiksi. Sintetik adalah pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris.

    ReplyDelete
  45. Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas bagan yang bapak sajikan di atas. Proses berpikir adalah proses mengetahui. Melakukan respon terhadap stimulus yang menjadi objek berpikir. Meskipun gambar yang bapak sajikan di atas memiliki resolusi yang lemah tetapi jika dilihat secara teliti, betapa hakekat berpikir merupakan suatu hal yang kompleks, apalgi bapak menggunakan paradigma Kantian yang rumit itu

    ReplyDelete
  46. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Kant, dalam proses berpikir, pikiran manusia dapat menentukan sebuah konsep. Respon terhadap fenomena tanpa didahului pengalaman (intuisi). Selanjutnya pengetahuan muncul dari penerimaan inderawi (sensibility), dan kemampuan pemahaman (understanding) lalu dibuat keputusan secara analitik dan sintetik. Analitik adalah pengambilan keputusan berdasarkan konsistensi koherensi sedangkan sintetik berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris.

    ReplyDelete
  47. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Kant mengajukan kritik pada paham rasionalisme dan empirisme yang seolah memisahkan pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemikiran murni serta pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman. Padaham harusnya Pengetahuan diperoleh secara rasional dan empiris secara sigernis.

    ReplyDelete
  48. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  49. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sebenar-benarnya filsafat adalah olah pikir. Dimana obyek pikir tiu terdiri dari dua sifat yaitu kuantitatif dan kualitatif. Menurut Immanuel kant, sebenar-benar dunia itu persis dengan apa yang engkau pikirkan. Jadi proses berpikir untuk membangun ilmu pengetahuan terjadi di dalam pikiran kita masing-masing.

    ReplyDelete
  50. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Berpikir bukanlah hal yang sederhana, melainkan komplek. Banyak proses-proses yang terjadi di dalam pikiran, mulai dari kegiatan manusia mempersepsikan fenomena-fenomena yang ada dihadapannya hingga akhirnya mencapai kegiatan mengambil keputusan. Begitu pula dalam mencari ilmu, kegiatan berpikirnya pun melalui proses-prosesnya sendiri, mulai dari fenomena yang ada di kenyataan hingga menjadi refleksi/bayang-bayang dari fenomena tersebut di pikiran.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  51. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Mausia itu berkembang, setiap saat itu berubah dan berkembang menuju ke pemikiran yang lebih kompleks karena terpengaruh oleh pengalaman dan ruang dan waktunya. Hakikat berpikir menurut Immanuel Kant paling tinggi adalah judgement, dapat menentukan apakah itu benar atau salah berdasarkan bukti-bukti tertentu. dapat sampai memutuskan apakah itu benar atau salah tentu melalui proses berpikir dengan mengaitkan dengan sesuatu hal yang merupakan bukti-bukti otentik yang berkaitan dengan masalah itu. Sehingga dasarnya kuat, maka keputusannya juga kuat. Sehingga pengaruh pengetahuan untuk memutuskan itu sangat erat kaitannya. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki seseorang, maka keputusannya semakin akurat

    ReplyDelete