Oct 20, 2012

Referensi Hakekat Berpikir


3 comments:

  1. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Hakikat berpikir menurut immanuel kan adalah perpaduan antara analitik a priori yaitu logika dan sintetik a posteori yaitu pengalaman. jika logika saja yang digunakan dalam asas berpikir tanpa pengalaman, maka konsep atau ide tidak bisa diaplikasikan. Akal manusia hanya bisa dihubungkan dengan pengalaman atau informasi sebelumnya yang relevan. Begitupula pengalaman saja yang dipakai, maka yang terjadi adalah kurang tepat dalam mengaplikasikan sebuah pengalaman.

    Pendapat ini diperkuat dengan pendapat syeikh Taqiyuddin An-Nabhani yang mengatakan bahwa hakikat berpikir terdiri atas 4 komponen yakni fakta, alat indera, otak dan informasi sebelumnya. Adapun proses berpikir yakni fakta diserap oleh otak melalui alat indera, kemudian fakta yang masuk ke dalam otak akan dihubungkan dengan informasi sebelumnya (pengalaman), sintesa antara fakta dengan pengalaman inilah yang akan mengakibatkan proses berpikir. Namun, yang perlu diperhatikan disini adalah peroleh informasi sebelumnya. Karena hal tersebut adalah faktor utama dalam mendapatkan sebuah kebenaran. Adapun informasi sebelumnya (pengalaman) yang benar tentunya berasal dari sumber yang benar yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  2. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Critical thinking of any kind is never all universal in any individual; everybody is liable to scenes of undisciplined or unreasonable thought. Its quality is accordingly normally a matter of degree and reliant on, in addition to a variety of other things, the quality and depth of experience in a given space of intuition or regarding a specific class of inquiries. Nobody is a critical thinker totally, however just to such-and-such an extent, with such-and-such bits of knowledge and blind sides, subject to such-and-such propensities towards dream toward oneself.

    ReplyDelete
  3. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Critical thinking of any kind is never all universal in any individual; everybody is liable to scenes of undisciplined or unreasonable thought. Its quality is accordingly normally a matter of degree and reliant on, in addition to a variety of other things, the quality and depth of experience in a given space of intuition or regarding a specific class of inquiries. Nobody is a critical thinker totally, however just to such-and-such an extent, with such-and-such bits of knowledge and blind sides, subject to such-and-such propensities towards dream toward oneself.

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.