Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 21: Tidak Mengetahui Apapun




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata pada akhirnya Diriku tidak mampu mengetahui apapun.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

44 comments:

  1. Fany Isti Bigo
    18709251010
    PPs UNY PM A 2018

    Pengetahuan yang telah kita peroleh saat ini ternyata dapat diperdalam dan diperluas lagi oleh diri kita sendiri atau pun oleh orang lain pada waktu dan kesempatan yang lain. Janganlah kita merasa puas dan berbesar hati akan apa yang telah kita ketahui saat ini, sebab segala sesuatu yang kita ketahui akan diketahui oleh orang lain, sedang diketahui oleh orang lain dan sudah diketahui orang lain. Untuk mengetahui berbagai hal yang sudah, sedang dan akan diketahui oleh orang lain atau diri kita sendiri pada waktu yang lain menjadikan kita mengerti bahwa sesungguhnya kita tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
      Besse Rahmi Alimin
      18709251039
      S2 Pendidikan Matematika 2018
      Seperti yang dikatakan oleh saudari Fany bahwa "Untuk mengetahui berbagai hal yang sudah, sedang dan akan diketahui oleh orang lain atau diri kita sendiri pada waktu yang lain menjadikan kita mengerti bahwa sesungguhnya kita tidak mengetahui apapun", sepertinya hal tersebut mengarah pada auto compare, yakni siklus hidup yang menjadikan manusia sebagai makhluk sosial yang menjadikan manusia satu sebagai pembanding dengan manusia lainnya.
      Terima Kasih
      Wassalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

      Delete
  2. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Setelah aku mengetahui bahwa aku tidak mampu mendefinisikan filsafat dengan sebenar-benar definisi. Secara analog, aku juga tidak bisa mendefinisikan objek filsafat dengan sebenar-benar definisi, maka saat ini aku sadar, bahwa pada hakikatnya aku juga sebenarnya tidak mampu mengetahui apapun. Apapun meskipun kecil, jika dibandingkan dengan banyaknya yang belum kuketahui maka sama saja aku pada hakikatnya belum mengetahui apapun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
      Besse Rahmi Alimin
      18709251039
      S2 Pendidikan Matematika 2018
      Terkait pernyataan dari Saudara Ibrahim bahwa "pada hakikatnya aku juga sebenarnya tidak mampu mengetahui apapun. Apapun meskipun kecil, jika dibandingkan dengan banyaknya yang belum kuketahui maka sama saja aku pada hakikatnya belum mengetahui apapun", sepertinya mengarah pada sumber ilmu di alam semesta adalah tidak terhingga dilandasi oleh kuasa Tuhan sebagai pencita atas segalanya, sehihngga pengetahuan manusia tidak cukup hanya dengan sekali,sepuluh,seratus,seribu, dan hingga tak terhingga kali dia berusaha untuk belajar atau mempelajari suatu hal.
      Terima Kasih
      Wassalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

      Delete
  3. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Oleh karena itu, sebagai manusia jangan pernah berfikiran bahwa telah mengetahui apapun/banyak mengetahui. “Ojo rumangsa bisa, nanging bisa o rumongso”. Aku sadar bahwa banyak yang belum kuketahui sehingga aku akan berusaha belajar dan berfikir lbeih baik lagi kedepannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
      Besse Rahmi Alimin
      18709251039
      S2 Pendidikan Matematika 2018

      Terkait apa yang dikatakan oleh Saudara Ibrohim bahwa "telah mengetahui apapun/banyak mengetahui. “Ojo rumangsa bisa, nanging bisa o rumongso”. Aku sadar bahwa banyak yang belum kuketahui sehingga aku akan berusaha belajar dan berfikir lbeih baik lagi kedepannya", sepertinya mengarah pada ketidaktahuan sebagai indikator belajar lebih giat.
      Terima Kasih
      Wassalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

      Delete
  4. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat sore Prof.
    Filsafat sangat luas tetapi dekat sekali dengan kehidupan kita. Dalam kehidupan, filsafat melahirkan pengalaman. Pengalaman ini berisi pengetahuan yang beranekaragam. Pengetahuan ini mungkin ada atau belum ada dalam pikiranmu. Pengalaman yang dialami berbeda setiap ruang dan waktunya. Muncul kemungkinan apa yang dipikirkan mungkin saja tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Artinya kita penuh dengan kekurangan. Memprediksi apa yang kita pikirkan belum tentu sesuai dengan kenyataan. Oleh sebab itu, sebenar-benarnya diri kita tidaklah mengetahui apapun. Sebab semua itu hanyalah milik Tuhan sang pencipta. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
      Besse Rahmi Alimin
      18709251039
      S2 Pendidikan Matematika 2018

      Seperti dikatakan oleh sauadara Totok bahwa "Muncul kemungkinan apa yang dipikirkan mungkin saja tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Artinya kita penuh dengan kekurangan. Memprediksi apa yang kita pikirkan belum tentu sesuai dengan kenyataan. Oleh sebab itu, sebenar-benarnya diri kita tidaklah mengetahui apapun. Sebab semua itu hanyalah milik Tuhan sang pencipta" Pernyataan tersebut sepertinya mengarah pada konsep realisme dan idealisme manusia kadang kala tidak dihubungkan oleh kebenaran, sebab kebenaran hanyalah milik Allah, sehingga manusia hanya bisa berusaha untuk mendekati kebenaran .
      Terima Kasih
      Wassalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

      Delete
  5. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Manusia adalah mahluk yang berpikir yang setiap hari belajar untuk memahami sesuatu. Semakin banyak yang manusia itu pelajari semakin banyak yang dihasilkan, semakin banyak belajar semakin pula kita menyadari bahwa pengetahuan kita hanya bagai setitik air dilautan yang luas, semakin pula kita menyadari bahwa sesungguhnya masih banyak hal yang belum kita tahu, ilmu yang kita miliki adalah bagian yang sangat kecil dari semua yang Allah SWT ciptakan didunia, karenanya sesungguhnya diriku tidak mengetahui apapun selain dari apa yang dapat kupikirkan.

    ReplyDelete
    Replies

    1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
      Besse Rahmi Alimin
      18709251039
      S2 Pendidikan Matematika 2018

      Terkait pernyataan dari Hasmiwati bahwa pengetahuan kita hanya bagai setitik air dilautan yang luas, semakin pula kita menyadari bahwa sesungguhnya masih banyak hal yang belum kita tahu, ilmu yang kita miliki adalah bagian yang sangat kecil dari semua yang Allah SWT ciptakan didunia, karenanya sesungguhnya diriku tidak mengetahui apapun selain dari apa yang dapat kupikirkan", sepertinya bermaksud bahwa sebenar-benarnya manusia adalah belum mengetahui apa yang ada dan yang mungkin ada.
      Terima Kasih
      Wassalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

      Delete
  6. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Manusia memiliki keterbatasan akan ruang dan waktu. Saat seseorang memikirkan sesuatu maka yang dipikirkan orang itu terbatas pada ruang dan waktu. Tanpa adanya batasan ruang dan waktu maka belum tentu manusia bisa memikirkan suatu hal. Dalam hal belajar, jika saya tidak membaca dan mempelajari suatu materi pelajaran yang akan dibahas maka saya akan kesulitan ketika diminta oleh dosen menyiapkan pertanyaan dari materi tersebut. Namun ketika saya membaca dan mempelajari suatu materi pelajaran yang akan dibahas maka saya akan lancar membuat dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada dosen. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kita banyak tau maka sesungguhnya kita semakin merasa tidak tau apa-apa. Semakin kita tau maka kita akan berusaha untuk mencari tau lagi, inilah yang namanya berpikir kritis. Jika kita berpikir kritis maka kita sedang berupaya menggapai logos dan menjauh dari mitos.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
      Besse Rahmi Alimin
      18709251039
      S2 Pendidikan Matematika 2018

      Seperti yang dikatakan oleh lingga bahwa "semakin kita banyak tau maka sesungguhnya kita semakin merasa tidak tau apa-apa. Semakin kita tau maka kita akan berusaha untuk mencari tau lagi, inilah yang namanya berpikir kritis. Jika kita berpikir kritis maka kita sedang berupaya menggapai logos dan menjauh dari mitos", pernyataan tersebut sepertinya mengarah pada konsep ketidak puasan terhadap sesuatu, sehingga adanya usaha untuk melakukan hal yang lebih, sebab kesempurnaan hanyalah milik Allah.
      Terima Kasih
      Wassalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

      Delete
  7. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Terkait topik bahasan mengenai Forum Tanya Jawab 21: Tidak Mengetahui Apapun, bahwa seperti yang dikatakan kebanyakan orang, yakni Satu-satunya hal yang kuketahui adalah bahwa aku tidak tahu apa-apa, dari kalimat ini terkandung makna bahwa semakin manusia mempelajari sesuatu maka pengetahuan tentang ketidak tahuan terhadap sesuatu terseebut semakin tinggi, sebab ilmu pengetahuan tidak ada habisnya selama waktu yang telah ditetapkan oleh kuasa Allah Swt.

    ReplyDelete
  8. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Selanjuutnya, untuk menjawab pernyataan yang dituliskan, bahwa Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata pada akhirnya Diriku tidak mampu mengetahui apapun adalah suatu integrasi dari dua atau lebih elemen yang ada yang menghasilkan suatu hasil baru terhadap bahasan mengenai suatu kenyataan yang pada akhirnya manusia dalam mempelajari sesuatu akan semakin merasa bodoh dan tidak tahu apa-apa, akan tetapi jauuh lebih tidak bermakna jika tidak mencoba untuk mengetahu sedikit atau banyaknya ilmu pengetahuan, dan intinya tidak cepat puas.

    ReplyDelete
  9. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    pengetahuan diperoleh secara ototidak sejak kecil, ototidak dalam arti ada beberapa pengetahuan yang dicari tahu sendiri tanpa ada bimbingan. sehingga, memang benar sebelum mencari tahu tentang suatu pengetahuan maka sebenarnya tidak mengetahui apa-apa tentan suatu hal itu. oleh karena itu, hal-hal yang belum diketahui jangan seolah-olah telah mengetahuinya dan bertindak semena-mena seakan menjadi penguasa Ilmu. Tetap menundukkan kepala sebagai bentuk masih siap sedia menerima Ilmu pengetahuan baru dan mengembangkannya dan menyebarkannya pula kepada yang lain.

    ReplyDelete
    Replies

    1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
      Besse Rahmi Alimin
      18709251039
      S2 Pendidikan Matematika 2018

      Seperti yang dikatakan oleh saudari Cahya bahwa "pengetahuan diperoleh secara ototidak sejak kecil, ototidak dalam arti ada beberapa pengetahuan yang dicari tahu sendiri tanpa ada bimbingan. sehingga, memang benar sebelum mencari tahu tentang suatu pengetahuan maka sebenarnya tidak mengetahui apa-apa tentan suatu hal itu", sepertinya bermaksud bahwa ketidaktahuan menjadi indikator untuk mengetahui.
      Terima Kasih
      Wassalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

      Delete
  10. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Sebagai bentuk perlindungan diri sendiri terhadap musuh, menjadi tidak tahu menahu menjadi senjata andalan yang berguna di saat genting. Bila menjadi informan saja bisa mengancam jiwa, apalagi sang ahli Ilmu. Bukannya menolak berilmu, tetapi menerima ilmu sebagai bentuk penyerangan secara diam-diam dengan membuat taktik yang pas untuk musuh. Kepura-puraan memang tidak baik, tetapi ketidak tahuan lebih kurang juga kurang baik, sebaik-baiknya manusia pasti ada hal yang diketahuinya tanpa ada yang tidak diketahuinya, oleh karena itu tetap menjadi makhluk yang merendah dalam arti masih menerima dengan sangat ilmu-ilmu pendukung untuk mengembangkannya.

    ReplyDelete
  11. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Setiap insan manusia dibekali otak untuk digunakan dalam memperoleh pengetahuan. Layaknya pertumbuhan seorang anak yang dimulai dari bayi, kanak-kanak, hingga dewasa sama halnya dengan memperoleh pengetahuan yang mana dimulai dari suatu hal yang dasar kemudian barulah mempelajari ilmu-ilmu yang membutuhkan pemikiran atau penalaran yang tinggi. tidak dipungkiri bahwa ada sekian anak yang memiliki kemampuan di atas rata-rata atau sudah memiliki pengetahuan diluar batas usianya, namun hal itu merupakan sebagian kecil saja sedangkan secara umum seperti halnya kebanyakan anak-anak dengan tingkat intelegensi yang bertahap.

    ReplyDelete
  12. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Segala masalah yang ada di dunia pasti ada jalan keluarnya hanya saja persoalan kesungguhan atau ikhtiar serta ruang dan waktunya saja yang menentukan. Setiap apa yang tidak kita ketahui pasti kita akan berusaha untuk mencari tahunya bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Analogi sederhanya adalah seseorang yang belajar saja belum tentu mengetahu semua yang dipelajari dan memungkin ia berbuat kesalahan, apalagi ketika kita tidak sama sekali belajar maka tentu kita akan kebingungan dalam menghadapi setiap persoalan yang ada.

    ReplyDelete
  13. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Dari pernyataan tidak mengetahui apapun, jika diekstensikan kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT pasti tidak akan mengetahui apapun yang direncanakan Alah SWt untuk hambanya. Tetapi jika diintensifkan, kita hanya dapat merencanakan dan berusaha untuk mengetahui sesuatu. Untuk itu kita yang tidak mengetahui apapun agar selalu berserah diri pada Allah SWT dan berusaha untuk selalu dalam perintahnya.

    ReplyDelete
  14. Falenthino Sampouw
    18709251006
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat pagi, Prof.
    Objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Saat ini saya berfilsafat dengan semua yang ada (pemahaman) tentang sesuatu hal. Tidak pernah saya berfilsafat dengan yang mungkin ada. Meskipun saya tahu bahwa yang mungkin ada itu ada, saya tak mampu menggapai spesifik keberadaannya, bentuknya, rupanya, dan hanya bisa menyebutnya dengan yang mungkin ada. Semua objek yang mungkin ada saya masukkan dalam sifat sederhana yaitu sifat yang mungkin ada. Padahal bisa saja sifatnya bertolak belakang. Hal itulah membuktikan bahwa sebenar-benarnya saya, saya tidak mengetahui apapun.
    Terima kasih, Prof.

    ReplyDelete
  15. Seftika Anggraini
    18709251016
    S2 PM A 2018

    Sesuatu hal itu memiliki pengertian dan cakupan yang luas dan dalam. Misalnya kita mampu mendefinisikan A, namun orang lain mampu mendefinisikan A dengan definisi yang berbeda, lalu ada orang lain lagi yang mendefinisikan A dengan yagn berbeda lagi. Definisi A mempunyai definisi yang lain. Definisi yang lain dari A mempunya definisi yang lainnya lagi, begitu seterusnya. Untuk itu, definisi A yang kita berikan belum mampu menjelaskan keseluruhan tentang A.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  16. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006

    Belajar ilmu itu mempunyai 3 tingkatan:
    1) Barangsiapa yang sampai ke tingkatan pertama, dia akan menjadi seorang yang sombong.
    2) Barangsiapa yang sampai ke tingkatan kedua, dia akan menjadi seorang yang tawadhu`.
    3) Barangsiapa yang sampai ke tingkatan ketiga, dia akan merasakan bahawa dia tidak tahu apa-apa.”(Tadzkirotus Sami’ Wal Mutakalim:65).
    Semakin banyak pintu dan jendela ilmu yang dibuka, semakin banyak didapati pintu dan jendela ilmu yang belum dibuka. Justru, mereka bukan saja tawadhu`, bahkan lebih mulia dari itu, mereka lalu merasa tidaak mengetahui apapun lantaran terlalu luasnya ilmu sehingga mereka bisa lemas di dalamnya.

    ReplyDelete
  17. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Manusia dianugerahi akal pikiran oleh Allah agar senantiasa belajar dalam hidupnya. Ketika ia tidak menggunakan akal pikirannya untuk belajar maka ia tidak akan mengetahui apa-apa. Ibaratnya manusia dilahirkan dalam kondisi nol, tidak mempunyai ilmu tetapi ketika ia berusaha untuk mencari tahu berbagai macam hal dan senantiasa belajar maka ia akan berilmu. Tetapi dengan ilmu yang dimilikinya, ia tidak boleh sombong karena diatas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  18. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Manusia dalam kehidupannya selalu ingin terus berusaha untuk memahami hal-hal yang ada dan mungkin ada. Berpikir adalah cara yang dilakukan manusia untuk dapat memahami apa yang diinginkannya. Namun dalam proses memahami tersebut terkadang tumbuh kebingungan mengenai kenapa melakukan hal tersebut. Kebingungan-kebingungan tersebut merupakan suatu ciri bahwa manusia sedang berpikir. Dengan berpikir tersebut akan membuat manusia menyadari bahwa ternyata masih banyak hal-hal yang belum diketahuinya.

    ReplyDelete
  19. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Manusia dianugerahi hati dan pikiran oleh Allah SWT. Akan tetapi pikiran manusia sifatnya tidak sempurna. Semakin aku berfikir, aku semakin menyadari bahwa sesungguhnya aku tak mengetahui apapun. Karena apa yang tampak di hadapan kita sejatinya hanyalah puncak-puncak gunung es. Sementara puncak-puncak gunung es tersebut tentulah memiliki dasar-dasar gunung es. Dengan berfilsafat kita berusaha untuk memahami dasar-dasar gunung es tersebut. Namun semakin dalam aku mimikirkannya, aku semakin dilanda kebingungan, karena setiap dasar gunung es yang aku temukan ternyata masih memiliki dasar-dasar berikutnya. Semakin dalam aku menggalinya, semakin aku menyadari bahwa diriku sebenarnya tak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  20. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
    Ketika aku sama sekali tidak mengetahui sesuatu, ternyata ada yang mengetahuinya. Ketika aku ingin mengetahui sesuatu, ternyata ada yang menyembunyikan apa yang ingin aku ketahui dibalik ketidaktahuanku. Ketika aku mengetahui sesuatu, ternyata ada yang lebih dahulu mengetahuinya. Ketika aku merasa hanya aku yang mengetahui sesuatu, ternyata Allah mengetahui apa yang aku ketahui. Astaghfirullahhal’adzim. Sesungguhnya diriku tidak mampu mengetahui apapun. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui segalanya.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  21. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Terkait Forum Tanya Jawab 21: Tidak Mengetahui Apapun, yang menyajikan Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata pada akhirnya Diriku tidak mampu mengetahui apapun, namun perlu dikaitkan dengan epistimologi dari sintesis yang erat kaitannya dengan biasanya berarti suatu integrasi dari dua atau lebih elemen yang ada yang menghasilkan suatu hasil baru. Istilah ini mempunyai arti luas dan dapat digunakan ke fisika, ideologi, dan fenomenologi. Dalam dialektik sintesis adalah hasil akhir dari percobaan untuk menggabungkan antara thesis dan antithesis. Selanjutnya, mengetahui atau yang mendekatinya seperti pengetahuan bahwa informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.
    Terima Kasih
    Wassalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

    ReplyDelete
  22. Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Seperti yang ditanyakan atau diserukan yakni Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata pada akhirnya Diriku tidak mampu mengetahui apapun. Maka dikatakan bahwa semakin manusia mempelajari suatu hal sesungguhnya paham tentang ketidak pahaman akan melekat dalam dirinya.

    Terima Kasih
    Wassalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

    ReplyDelete
  23. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Kemampuan manusia terbatas, namun ilmu pengetahuan tidak terbatas. Semakin kita belajar, semakin kita banyak mengetahui hal hal lain. Tapi pada titik tersebut kita nyatanya tidak mengetahui apapun. Kadang kita merasa ilmu kita sudah banyak, tapi itu tidak seberapa dengan ilmu yang ada di alam semesta ini. manusia jika semakin belajar maka akan semakin tahu dan paham bahwa dirinya tidak tahu banyak, karena begitu banyak ilmu yang dan diciptakan Allah untuk dipalajari dari lahir hingga menjeleng kematian, itu memberi bukti bahwa ilmu Allah tentang semesta ini begitu luas biasa banyaknya, manusia ibarat hanya setetes air dalam lautanyang begitu besarnya. Maka terus belajarlah, sampai maut menjemput. Jangan berpuas diri dan termakan oleh mitos sendiri bahwa kita sudah mengetahui sesuatu, padahal ilmu kita masih sedikit.

    ReplyDelete
  24. Yuntaman Nahari
    18709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Semakin kita mencari tahu, maka semakin kita merasa tidak tahu. Orang yang berilmu akan selalu merasa haus akan pengetahuan karena jika ia sudah mengetahui suatu hal kecil, ternyata masih ada hal lain yang jauh lebih besar untuk diketahui, begitu seterusnya. Maka janganlah bersikap sombong. Teruslah mencari dan menggali ilmu pengetahuan, jangan berhenti pada satu hal saja. "Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan" - Imam Syafi'i

    ReplyDelete
  25. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Tesis : Saya memiliki pengetahuan yang TAK TERHINGGA tentang matematika, bahasa inggris, cara belajar yang baik, cara lulus TOEFL, dst.
    Anti-tesis : Dari pengetahuan saya yang TAK TERHINGGA itu justru saya tahu bahwa saya tidak mengetahui apapun tentang pengetahuan yang saya miliki karena saya memiliki pengetahuan yang "mungkin ada" tapi saya tidak mengetahuinya karena masih berada diluar pengetahuan saya.
    Sintesis : Saya tidak mengetahui apapun tentang semua "yang mungkin ada"

    ReplyDelete
  26. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Bayi baru lahir tidak mengetahui apapun kecuali dia merasakan perbedaan dimana mereka menghirup oksigen untuk pertama kalinya. Bisa jadi yang benar benar tidak mengetahui apapun hanya untuk bayi, bila manusia dewasa tidak mengetahui apapun mungkin kehidupan dari bayi sampai dewasa hanya berkutat dengan hal yang sama atau tidak keluar dari zona nyaman. Sehingga akan semakin mudah orang tidak bertanggung jawab akan memasuki dan berusaha memberikan apapun untuk mempengaruhi orang tersebut agar menjadi tahu tetapi tahu yang tidak baik.

    ReplyDelete
  27. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Dalam upaya mengetahui mengetahui segala hal yang ada dan yang mungkin ada, manusia mempunyai keterbatasan. Seperti halnya dalam mencari ilmu, ketika kita mendapatkan sebuah ilmu baru kita akan merasa bahwa sebenarnya kita tidak mengetahui apapun sebelumnya. Semakin kita mendapatkan sebuah ilmu semakin kita menyadari bahwa kita tidak mengetahui apapun

    ReplyDelete
  28. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Siswa tidak bisa menjawab pertanyaan belum tentu mereka tidak mengetahui apapun, mereka hanya malas berpikir, mereka tidak ingin berusaha mencari jalan keluarnya karena mereka terbiasa mendapat jawaban pada akhirnya. Pikiran seperti itu sering ada di dalam diri siswa sehingga, yang hanya berpura-pura tidak mengetahui apapun akan ikut tersalahkan karena bersikap seperti itu. Kunci agar bisa mengembalikan mereka untuk mengetahu lagi dan tidak berpura-pura maka dengan meminta mereka untuk refleksi diri melibatkan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  29. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Manusia memilik keterbatasan akan ruang dan waktu. Saat seseorang memikirkan sesuatu maka saat itu pula ia sedang tidak memikirkan sesuatu. Tidak memikirkan sesuatu pun dapat dianggap memikirkan sesuatu yang berarti apa yang sedang kita pikirkan adalah kekosongan. Setiap manusia itu pasti bertumbuh dan berkembang, maksdunya adalah semakin bertambah umurnya semakin ia mengetahu hal yang sebelumnya tidak ia ketahui. Sehingga ketika manusia merasa tahu maka sebenernya ia tidak mengetahui apapun. Ibarat kata, jika ilmu seseorang bertambah seyogyanya ia aka lebih tahu dibandingkan yang mempunyai ilmu lebih rendah. Pepatah mengatakan semakin tinggi sbeuah padi maka ia akan semakin merunduk. Seperti halnya orang yang ilmu yang tinggi maka ia akan merasa bahwa ia tidak tahu apa-apa sehingga ia akan terus belajar untuk mengetahui seseuatu.

    ReplyDelete
  30. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Menurut saya dia baik, menurut mereka dia buruk, menurut saya itu bagus, menurut mereka itu jelek, menurut saya itu indah, menurut mereka itu menyeramkan, menurut saya dia pintar, menurut mereka dia bodoh. Kita hanya tau sebatas pikiran kita. Padahal isi pikiran kita tidak lebih dari kotoran di kuku dibanding alam semesta. Jadi apa yang kita tahu? Kita tidak tahu apa-apa, begitu pula dengan kebenarannya.

    ReplyDelete
  31. Rizki Nisa Setyowati
    19701251013
    PEP S2 A 2019

    Manusia merasa memiliki pengetahuan tentang apa saja yang mereka tahu. Pada saat yang sama manusia tidak mengetahui apapun tentang hal-hal yang mereka tidak tahu. Pada akhirnya, manusia tidak mengetahui apapun. Sebaik-baiknya manusia yang mencari ilmu adalah mereka yang merasa tidak mengetahui apapun demi mengenal apapun yang tidak mereka ketahui.

    ReplyDelete
  32. Zuari Anzar
    19701251006
    S2 PEP A 2019

    Bahwa ternyata ilmu itu tidak ada batasnya. Ketika kita masih bayi kita belum mengetahui apapun. Namun dalam perkembangan kita telah mempelajari banyak hal dan kitapun semkain tahu. Namun semakin banyak kita berpikir ternyata semakin kita tidak mengetahui apapun. Karena selalu ada hal yang kita peroleh ketika kita berpikir.

    ReplyDelete
  33. Khintoko Intan Permatasari
    19701251020
    S2 PEP A 2019

    Semakin banyak yang dipelajari, semakin merasa bahwa diri ini ternyata tidak mengetahui apapun. Semakin sadar bahwa kemampuan manusia memanglah terbatas sedangkan ilmu pengetahuan tidak terbatas. Merasa sudah banyak sekali ilmu yang seudah dipelajari, padahal ilmu yang dikuasai tidak sebanding dengan ilmu yang ada di alam semesta ini. Oleh karena itu, tidak pada tempatnya jika kita merasa sudah mengetahui banyak hal hingga berpuas diri. Teruslah berpikir dan jangan berhenti agar tidak termakan mitos sendiri.

    ReplyDelete
  34. Dhamar Widya Safitri
    19701251009
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaikum.
    Manusia dilahirkan dengan tidak mengetahui apa pun. Mereka mulai belajar untuk berjalan. Setelah mereka bisa berjalan, manusia mulai belajar berbicara. Setelah bisa berbicara, mereka mulai belajar berhitung. Begitu seterusnya. Masih ada ilmu yang jauh lebih besar dan lebih banyak. Apa yang sudah manusia dapatkan, masih banyak ilmu yang belum manusia dapatkan.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  35. Wilis Putri Hapsari
    19701251017
    S2 PEP A 2019

    Disamping kelebihan manusia diciptakan oleh Allah SWT sepaket dengan kelemahan. Karena keterbatasannya manusia akan tiba pada suatu titik yang tidak mengetahui apapun. Manusia akan merasa tidak mengetahui apapun ketika ia mampu mengkondisikan dan menciptakan lingkungan yang demikian saat ia akan menerima hal baru. Karena untuk menerima hal baru kita harus mengosongkan gelas pikiran agar mampu menampung ilmu pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  36. Wilis Putri Hapsari
    19701251017
    S2 PEP A 2019

    Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan yang tidak mengetahui apapun, maka hanya dengan kehendak dan ketetapan Allah lah manusia mampu mengetahui segala sesuatu yang ada di muka bumi ini.

    ReplyDelete
  37. Ngaenun Nangim
    19709251058
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Saat seseorang belajar matematika di SD, sejatinya dia hanya mengerti apa yang diajarkan di SD. Dia tidak mengetahui matematika pada tingkatan di atasnya seperti SMP, SMA, ataupun kuliah. Saat seseorang belajar matematika SMP, maka dia hanya mengerti matematika SMP, dia tidak mengetahui matematika pada tingkatan di atasnya seperti SMA, ataupun kuliah bahkan seringkali matematika di SD pun lupa. Begitu seterusnya. Kita hanya mengetahui sebagian kecil dari ranah keilmuan yang kita pelajari. Masih lebih banyak pengetahuan yang belum dan tidak dipelajari. Bahkan yang telah dipelajaripun tidak menjamin kita tahu dan paham akan hal itu, karena sering kali manusia lupa dengan apa yang telah dipelajari nya. Oleh karena itu, sejatinya manusia tidak mampu mengetahui apapun. Dan diriku tidak mampu mengetahui apapun. Hanya Allah lah sang Maha Tahu atas segala yang ada, mungkin ada, dan tidak ada.

    ReplyDelete