Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 21: Tidak Mengetahui Apapun




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata pada akhirnya Diriku tidak mampu mengetahui apapun.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

8 comments:

  1. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia adalah makhluk yang terbatas dan tak sempurna. ketika aku mengetahui suatu hal, aku juga tidak mengetahui banyak hal. Ketika aku mengetahui sesuatu yang ada, pada saat itu juga aku tidak mengetahui sesuatu yang ada lainnya. Apalagi sesuatu yang mungkin ada, sangat terbatas pengetahuanku tentang sesuatu yang mungkin ada, sesuatu yang akan ada. Hal ini semua karena keterbatasanku. Maka dapat aku simpulkan bahwa aku tidak tahu apapun di dunia ini. Karena jika diibaratkan yang aku ketahui hanya 0,005 % dari dunia ini atau malah mungkin kurang. Yang aku ketahui hanya satu hal, tapi yang tidak aku ketahui berjuta-juta hal.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Hakikat manusia sebelum dilahirkan telah membuat perjanjian di alam sana denga Tuhan mengenai jodohnya, kematiannya dan rezekinya. Untuk kemudian ketika dilahirkan ke dunia, manusia tidak diberikan ingatan tentang perjanjian tersebut dan lahir dalam bentuk yang suci untuk kemudian tumbuh berkembang menjadi dewasa dan seiring dengan berjalannya waktu memberikan manusia segudang pengalaman hidup yang membimbing mereka pada kehidupan mereka masing-masing. Dimana jalan hirup inilah yang membawa mereka pada jodoh, dan rezekinya untuk kemudian menjemput ajalnya pada waktu yang telah dijanjikan dengan sang maha pencipta.

    ReplyDelete
  3. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kita sering merasa dan berpikiran kita mampu mengetahui segalanya bahkan telah mengetahui segalanya. Perasaan dan pikiran inilah membawa kita pada ketidaktahuan. Ketika kita menemukan sesorang yang jauh lebih tahu segala hal maka kita akan merasa sebenarnya kita belum mengetahui segalanya. Kemudian setelah bertemu dengan orang lebih lagi maka kita akan menyadari belum ada yang kita ketahui tentang semuanya. Kemudian bertemu lagi yang lebih mengetahui maka kita akan menyadari kita tidak mampu mengetahui semuanya.
    Selain itu, Allah lah yang maha mengetahui. Kita tidak mampu mengetahui apa yang akan terjadi pada hidup kita kedepannya. Kita tidak mampu mengetahui satu menit bahkan satu detik selanjutnya. Tentang rezeki, jodoh, maut yag telah ditetapkan pada kita.

    ReplyDelete
  4. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Semakin banyak ilmu yang kita miliki, kita akan semakin menyadari bahwa ilmu yang kita miliki ternyata masih sebagian kecil dari ilmu yang ada di muka bumi ini. Tetapi ada hal-hal di dunia ini yang memang tidak ditakdirkan oleh Allah untuk diketahui manusia, seperti rezeki, jodoh, dan kematian. Kita tidak bisa tahu kapan rezeki kita akan datang kepada kita, yang bisa kita lakukan hanyalah terus berikhtiar dan berdoa agar rezeki terus mengalir kepada kita. Rezeki tidak hanya dilihat dari segi ekonomi atau uang, namun bisa juga dari segi keluarga, dari teman-teman dan sahabat-sahabat kita, dari kasih dan cinta orang-orang yang menyayangi kita, dsb. Kita tidak bisa tahu kapan jodoh kita akan datang kepada kita, yang bisa kita lakukan hanyalah terus berikhtiar dan berdoa agar Allah mengirimkan jodoh yang bisa membawa kita menuju surga. Kita tidak bisa tahu kapan kematian akan datang kepada kita, yang bisa kita lakukan hanyalah terus berikhtiar dan berdoa agar Allah mengampuni dosa-dosa kita dan mati dalam keadaan khusnul khatimah. Manusia tidak mempunyai kapasitas untuk mengetahui ketiga hal ini, manusia tidak mengetahui apapun mengenai ketiga hal ini, walaupun manusia bisa mencari ilmu sebanyak apapun, tetapi hanya Allah lah yang mengetahui dan menentukan ketiga hal ini.

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menuntut ilmu atau belajar itu adalah suatu kebutuhan sekaligus kewajiban dan belajar itu bisa apa saja. Belajar bisa untuk memperdalam pengetahuan yang sudah dipelajari dan belajar bisa untuk mempelajari pengetahuan baru. Dengan belajar dan terus belajar akan menambah wawasan dan pengetahuan sehingga mengetahui akan sesuatu. Namun, dengan belajar dan terus belajar bahwasanya aku sadar kalau aku telah menjadi tahu dan disitu juga mendapati diriku sebenarnya tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  6. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Belajar ialah suatu kebutuhan, jika tidak melakukannya, maka pikiran ini akan lumpuh.
    Dengan belajar seseorang menjadi tahu akan hal yang sebelumnya ia tidak tahu. Namun, di sisi lain, ketika belajar, di samping kita tahu akan hal baru, sejatinya kita juga menjadi tahu bahwa banyak hal yang belum kita ketahui. Jadi, semakin banyak kita belajar, semakin kita sadar bahwasanya semakin banyak pula yang tidak kita mengerti, semakin kita tahu bahwa keberadaan kita hanyalah kecil, sangat kecil. proses tersebut kan terus berlangsung sehingga kita sadar bahwa kita tidak mampu mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  7. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    A: Aku adalah orang paling hebat. Aku tahu bagaimana mengolah sawah untuk ditanami padi.
    B: Aku adalah orang paling hebat. Aku tahu bagaimana mengolah sawah untuk ditanami padi. Aku tahu bagaimana memupuk padi sehingga tumbuh subur panen melimpah.
    C: Aku adalah orang paling hebat. Aku tahu bagaimana mengolah sawah untuk ditanami padi. Aku tahu bagaimana memupuk padi sehingga tumbuh subur panen melimpah. Aku tahu bagaimana mendistribusikan padi sehingga nilai jual nya tinggi.

    ReplyDelete
  8. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Selalu seperti itu siklusnya. Memang benar ‘Aku Tidak Mengetahui Apapun’. Ketika pengetahuan seseorang adalah A, maka dia tidak mengetahui komplemen A. Itu semua karena keterbatasan pemikiran manusia. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete