Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 21: Tidak Mengetahui Apapun




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata pada akhirnya Diriku tidak mampu mengetahui apapun.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

57 comments:

  1. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Dunia ini luas. Dunia diciptakan dengan berbagai macam ilmu yang tersembunyi pada tiap bagiannya. Pemikiran manusia itu terbatas. Daya dan upaya manusia untuk mengetahui segala hal di dunia juga terbatas. Jika diketahui suatu ilmu, maka akan ada ilmu lai yang tersembunyi dalam ilmu itu. Karena keterbatasan pikiran manusia maka pada akhirnya manusia tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  2. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam perjalanan kehidupan di dunia manusia selalu berusaha dan terus berusaha untuk memperoleh pengetahuan dengan bermodalkan akal dan nafsu. Misalkkan dari tamat SMA, kita melanjutkan ke jenjang S1. Dari S1 kita melanjutkan ke jenjang S2 dan begitu seterusnya. Ini terjadi karena ada sifat manusia yang tidak puas akan ilmu. Tetapi semakin kita mencari ilmu maka, kita juga akan semakin sadar bahwa ternyata kita hanya sebagian kecil dari ilmu yang ada di dunia ini. setiap kita menerima atau mempelajari suatu ilmu baru maka kita akan semakin menyadari bahwa kita sebenarnya tidaklah mengetahui apa-apa yang ada di dunia ini.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Obyek filsafat begitu luas. Objek filsafat menyangkut seluruh aspek dalam kehidupan. Meliputi segala sesuatu yang ada dan mungkin ada.
    Setiap objek jika dilihat dengan pandangan filsafat maka objek tersebut akan dikaji sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya sampai pada hakikatnya.
    Sehingga seringkali hal-hal yang dianggap sederhana bisa menjadi begitu kompleks ketika sudah difilsafatkan.

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Saat kita berusaha mengetahui sesuatu, sejatinya kita akan merasa bahwa begitu banyak hal yang belum kita ketahui. Oleh karena itu, sesungguhnya berusaha mengetahui sesuatu atau belajar itu amat penting, karena dengan begitu kita menjadi tahu bahwa kita sesungguhnya tidak mengetahui apapun. Ketidaktahuan tersebut merupakan salahsatu keterbatasan yang dimiliki manusia, dengan begitu diharapkan agar kita tidak berlaku sombong. Kita ketahui bersama bahwa ilmu yang ada di dunia ini begitu banyak dan luas, sedangkan ilmu yang kita ketahui tak seberapa dari semua ilmu yang ada. Maka sungguh tidak pada tempatnya jika kita sebagai manusia menyombongkan diri atas ilmu yang kita miliki, padahal kita tahu akan ilmu pun karena kuasa Allah SWT, jika Allah SWT tak menghendaki kita berilmu, maka kita tidak mampu mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  5. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Tidak mengetahui apapun dikarenakan tidak adanya kemampuan manusia untuk menggunakan akal dalam memahami lingkungannya yang merupakan potensi dasar yang memungkinkan manusia Berfikir, dengan Berfikir manusia menjadi mampu melakukan perubahan dalam dirinya, dan memang sebagian besar perubahan dalam diri manusia merupakan akibat dari aktivitas Berfikir, oleh karena itu sangat wajar apabila Berfikir merupakan konsep kunci dalam setiap diskursus mengenai kedudukan manusia di muka bumi, ini berarti bahwa tanpa Berfikir, kemanusiaan manusia pun tidak punya makna bahkan mungkin tak akan pernah ada.

    ReplyDelete
  6. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Filsafat adalah subjektif, setiap orang memiliki olah pikir masing-masing sesuai dengan ruang dan waktu yang ditempatinya dengan dimensi yang berbeda. Filsafat menjadikan seseorang bijak dalam menyikapi sesuatu tapi juga dapat membuat kita terjerumus dalam dunia kelam mitos. Tidak ada tingkatan setiap filsafat seseorang, filsafatku berbeda dengan filsafatmu, dimensiku berbeda dengan dimensimu, ruangku berbeda dengan ruangmu, waktuku berbeda dengan waktumu, aku yang sekarang berbeda dengan aku yang dulu dan bahkan berbeda dengan aku yang barusan. Aku memiliki keterbatasan mengenai apa yang aku ketahui, aku tidak tau tak hingga itu seberapa, aku tidak tau apa yang akan aku pikirkan nanti, dan aku bahkan tidak tau sedetik kemudian itu bagaimana, aku merasa kecil yang tidak tau apa-apa.

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Aku memang tidaklah mampu mengetahui apapun. Hal ini karena sesuai dengan sifat manusiawi yang tidak sempurna dalam kesempurnaan. Kita sebagai manusia itu tidak akan pernah bisa mendapatkan sesuatu yang melebihi batas diri kita sendiri. Manusia memilik batasan-batasan, sehingga kita bisa dikatakan tidak mampu mengetahui apapun. Karena diluar sana sangatlah banyak hal yang belum bisa kita ketahui yang diakibatkan keterbatasan yang kita miliki.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Jika kita mampu mengetahui satu hal kecil, maka akan ada hal lain yang lebih besar darinya untuk diketahui, demikian seterusnya. Sehingga semakin lama kita mencari, akan selalu ada yang tidak kita ketahui. Terlebih jika manusia bersikap sombong, jika ia berenti pada satu ilmu saja, maka ia tidak akan mengetahui apapun tentang ilmu tersebut karena kurangnya intensivitas dan ekstensivitasnya terhadap pengetahuan tersebut. Namun orang berilmu yang tidak sombongpun tidak mengetahui apapun juga, karena ia selalu mencari karena ketidaktahuannya.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Apa yang kita ketahui saat ini bisa saja dilupakan besok. Apa yang telah kita ketahui saat ini mungkin telah diketahui orang lain di masa lalu. Apa yang belum orang lain ketahui mungkin saja sudah kita ketahui saat ini. lalu apa yang sebenarnya kita ketahui? Yang kita ketahui tidak ada karena tidak ada yang baru di dunia ini. yang sudah ada adalah apa yang aka nada dan apa yang aka nada adalah apa yang sudah lampau. Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa ternyata kita tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Saat kita telah merasa bahwa kita mengetahui dan menguasai suatu hal, akan ada hal yang baru yang akan kita temui tentang hal tersebut. Entah itu entuk fisiknya, karakteristiknya, dan sebagainya. karena sifat suatu hal adalah yang ada dan yang mungkin ada dan manusia yang terbatas mempelajari sesuatu dengan system reduksi, aka nada banyak hal yang baru yang akan ditamui hanya tentang suatu hal. Dengan demikian, sebenarnya kita belum mengetahui apapun karena sifat dari hal yang kita ketahui itu tak terhingga banyaknya. Yang kita ketahui baru sekelumit hal, sangat kecil jika dibandingkan dengan hakekat hal itu sebenarnya.

    ReplyDelete
  11. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    sebenarnya saya tidak mengetahui apapun. seperti contohnya yaitu semakin saya bertanya semakin saya merasa tidak mengetahui apapun. semakin saya bertanya semakin saya merasa ilmu saya sangat pendek sekali. saya merasa tidak mempunyai apa apa tidak tahu apa apa. tetapi jikalau kita tidak bertanya dan belajar maka itu sangat berbahaya karena akan membuat kita menjadi orang yang angkuh dan merasa memiliki banyak ilmu padahal sadar atau tidak sadar, jawabannya adalah belum, atau bahkan tidak.

    ReplyDelete
  12. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Semakin aku belajar, semakin aku mengerti, semakin aku memahami suatu ilmu, semakin sadar diriku bahwa aku tidak mengetahui apapun. Semakin dalam dan luas aku memelajari suatu ilmu, semakin sadar pula bahwa masih ada banyak sekali sesuatu yang tidak aku ketahui. Ilmuku bahkan tidak ada sebesar titik, boleh jadi lebih kecil dari molekul jika dibandingkan dengan semua ilmu yang ada di dunia ini. Terlebih jika ilmu akhirat juga diperhitungkan.

    ReplyDelete
  13. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Descrates adalah seorang filsuf yang berpendapat bahwa manusia adalah sumber ilmu satu-satunya. Namun olah pikir manusia terperangkap dengan ilmu pengetahuan yang telah diterima selama menempuh pendidikan. Begitu juga tentang filsafat, karena pengertianku tentang filsafat detik ini dengan satu detik yang lalu pun bisa menjadi sangat berbeda, maka justru malah aku menjadi ragu apa sebenarnya yang aku ketahui tentang filsafat karena pikiranku berubah-ubah sehingga aku menjadi tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  14. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Aku tidak mampu mengetahui apapun. Ku termenung dalam renunganku. Menatap berbagai bentuk apapun namun terbingungkan akan berbagai bentuknya itu. Namun dalam kebingunganku ku berpikir terus “Apa itu dan apa itu”. Dalam kesendirianku, ku tersadar bahwa dengan ku sendiri ku tak akan mampu mengerti itu apapun. Sehingga ku berdiri, berlari menembus ruang dan waktu. Untuk bersilaturahim dengan para guru untuk mengetahui apapun itu.

    ReplyDelete
  15. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada yang diolah menggunakan pikiran hingga memperoleh suatu kebijaksanaan. Sebuah pertanyaan merupakan suatu bukti ada. Sebenar-benar pertanyaan adalah awal dari ilmuku. Tanpa bertanya kita tidak mengetahui apapun sebelumnya. Maka untuk penerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari haruslah berhermeneutika, yakni saling menterjemahkan. Menurut Socrates aku adalah pertanyaanku, menurut Plato aku adalah ideku, menurut Aristoteles, aku adalah pengalamanku, menurut Descartes aku adalah rasionalku, Wittgenstain aku adalah bahasaku, menurut Lakatos aku adalah kesalahanku, dan menurut Ernest aku adalah pergaulan. Jadi aku dan filsafatku adalah pertanyaanku, ideku, pengalamanku, rasionalku, bahasaku, pergaulanku yang sedang membangun pikiran.

    ReplyDelete
  16. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mensintesiskan tesisnya sebagai berikut: Jika ada yang bertanya pada saya tentang apa saja yang saya ketahui dan seberapa banyak. Maka saya akan menawab banyak sekali saya tahu tentang macam-macam hal mulaidari diri saya sendiri, teman-teman, keluarga, bahkan mengetahui informasi tentang kehidupan para artis di televisi. Saya mengetahui banyak materi pelajaran, ada pelajaran Bahasa Indonesia, Pelajaran Olahraga, Pelajaran Sejarah, Pelajran matematika, dan sebagainya. Pokonya saya tahu banyak hal.
    Lalu sintetik dari anti-tesisnya adalah sebgai berikut: Kemudian saya ditanya seberapa banyak kamu tahu tentang dirimu sendiri maka saya akan menjelaskan sebanyak-banyaknya tetapi terasa masih kurang dan aku tidak sanggup lagi untuk mengatakannya mungkin saja aku tidak mengetahui tentang hal-hal di dalam diriku sendiri. Lalu aku menceritakan tentang apa yang aku ketahui tentang keluatga, teman-teman, bahkan artis, setelah bercerita banyak tetap asaja aku berhenti karena kehabisan hal yang akan aku ceritakan, sepertinya aku hanya mengetahui segitu saja dari mereka. Lalu saat menceritakan hal apa saja yang aku ketahui dari materi-materi pelajaran lagi-lagi aku juga berhenti ketika tidad ada lagi yang dapat aku ceritakan karena aku kehabisan kata-kata. Mungkinhanya segitu yang aku tahu. Ah tidak, segitu itu hanya sedikit. Berarti akau hanya tahu sedikit. Berarti sebenarnya aku tidak tahu apa-apa tentang hal-hal tadi. kesimpulannya aku tidak mengetahu apapun.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  17. Gina Sasmita Pratama
    17707251003
    S2 P.Mat A 2017

    Bismillah. Saya akan mencoba menuliskan tesis dan anti tesis saya mengenai "diri saya tidak mampu mengetahui apapun".
    Tesis : Saya mengetahui semua tentang ayah dan ibu saya, tanggal lahirnya, kesukaannya, ukuran baju dan sepatunya. Saya menyayangi mereka dengan segenap hati saya, dan saya sangat menghormati mereka.
    Anti tesis : Dibalik pengetahuan saya tentang kedua orang tua saya, ternyata lebih banyak yang saya tidak ketahui. Saya tidak tahu bagaimana perasaan mereka setiap saat, saya tidak tahu sebenarnya apa keinginan terbesar mereka terhadap anak-anaknya, saya tidak tahu kesedihan mereka karena mereka selalu mencoba untuk terlihat bahagia di depan anak-anaknya.
    Duhai, sebenarnya manusia tidaklah mengetahui apa-apa. Satu detik kedepanpun manusia tidak tahu apa yang akan terjadi. Jodoh, rezeki, maut, tidak ada satupun yang manusia tahu. Hanya Allah SWT yang maha tahu. Jadi, apa-apa saja yang manusia ketahui di dunia ini, sungguh itu hanya sedikit sekali dibanding hal-hal yang tidak diketahuinya. Maka, jelaslah bahwa sebenarnya manusia itu tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  18. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Ilmu pengetahuan di dunia ini sangat luas, bahkan ilmu pengetahuan yang ada di nuia ini jika dibandingkan dengan ilmu Tuhan adalah setetes dari air laut yang sangat luas. Terkadang kita merasa telah mempelajari banyak hal, mengetahui banyak hal. Namun pada akhirnya kita juga belum mengetahui apa yang orang lain ketahui. Terkadang kita juga merasa telah mempelajari banyak ilmu pengetahuan, namun ternyata kita belum bisa menyelesaikan semua masalah kehidupan yang kita alami. Ya, itulah keterbatasan. Pada akhirnya kita memang tidak mengetahui apapun. Bahkan satu detik ke depan kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada diri kita dan sekitar kita.

    ReplyDelete
  19. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Apakah mungkin bahwa ternyata pada akhirnya diri kita tidak mampu mengetahui apapun? Proses mengetahui adalah proses yang berkesadaraan. Sebab itu, kita harus sadar dulu sebelum mengetahui sesuatu. Contoh: tidak mungkin kau bisa mengetahui ada pencuri yang masuk ke kamarmu ketika dirimu dalam keadaan tertidur pulas. Singkatnya "kesadaran/kewarasan" adalah syarat untuk mengetahui. Apakah pada akhirnya kita tidak akan mampu mengetahui apapun? Dalam moment tertentu jawabannya "iya". Misal ketika dalam keadaan "koma" berkepanjangan atau mengalami amnesia yang sangat akut. Namun, secara filosofis, hal tersebut tidak mungkin terjadi

    ReplyDelete
  20. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang mempunyai kesadaran tinggi untuk mengenal dirinya sendiri dan lingkungannya. Manusia merupakan makhlukNya yang diberikan anugerah akal dan perasaan. Awal kehidupan manusia dimulai dari bayi yang lahir dalam keadaan suci dan bersih. Mau seperti apa bayi tersebut nantinya bergantung kepada lingkungannya (orangtua yang menididik). Sehingga pada dasarnya, manusia adalah ketidaktahuan. Ketidaktahuan manusia seperti batas antara terang dan gelap. Semakin seseorang mencari tahu ketidaktahuannya, maka semakin tidak mengetahuilah orang tersebut. Seperti halnya ketika seseorang mencari ilmu. Ilmu yang tidak akan pernah ada ujungnya. Terlebih ketika menjawab pertanyaan, apa yang akan terjadi nanti, esok, ataupun lusa. Sangat tidak mungkin kita mengetahuinya. Wallahualam.. Maka sesungguhnya diriku tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  21. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Kadang kita merasa tahu akan banyak hal. Misal sebagai mahasiswa pendidikan matematika, saya bisa mengerjakan soal integral, aljabar, statistika, geometri, dan soal matematika lainnya. Dalam bidang pendidikan, saya mampu membuat RPP, mampu menerapkan metode A, metode B dalam pembelajaran, dan lain sebagainya. Tetapi apakah layak lalu saya disebut tahu banyak hal? Jawabannya tidak. Masih banyak ilmu yang berkaitan dengan matematika yang tidak saya ketahui, seperti para penemu matematika, pembuktian rumus matematika, aplikasi matematika pada komputer, soal-soal olimpiade, dan lain sebagainya. Itupun baru lingkup matematika saja. Jika diperluas semesta ilmunya, seperti ekonomi, fisika, geografi, sejarah, sosiologi, dan lainnya, maka yang kita tahu itu tak ubahnya satu titik saja. Belum lagi ilmu pengetahuan yang lain seperti ilmu agama, bahasa, alam semesta, bahkan ilmu kedokteran... Maka sejatinya ilmu yang kita kuasai tidak seberapa, bahkan hanya sekecil debu-dubu, yang sirna dan lenyat tertiup angin..

    ReplyDelete
  22. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Banyak manusia yang menganggap dirinya sudah mengetahui semuanya dan menjadi sombong. Sayapun pernag mengalaminya. Ketika saya merasa telah mengetahui semuanya, saya bahkan tidak menyadari bahwa saya sombong. Hal ini menunjukkan betapa kesombongan dari berpikir telah mengetahui semuanya membuat kita tak mengetahui apa-apa, bahkan apa yang sedang dialami diri sendiri pun kita tak mengetahuinya.

    ReplyDelete
  23. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Jika aku mengatakan mengetahui tentang suatu hal maka aku ternyata menemukan bahwa aku tidak mengetahui tentang hal itu.
    Jika aku mengatakan bahwa aku mengetahui tentang diriku ternyata aku tidak tahu tentang berapa jumlah rambutku sehingga aku tidak mengetahui tentang diriku.
    Jika aku mengatakan bahwa aku mengetahui tentang jilbabku ternyata aku tidak tahu tentang siapa yang membuat jilbabku sehingga aku tidak mengetahui tentang jilbabku.
    Jika aku mengatakan bahwa aku mengetahui tentang pulpenku ternyata aku tidak tahu tentang berapa lama pulpenku itu dibuat sehingga aku tidak mengetahui tentang pulpenku.
    Sehingga karena banyaknya sifat dari yang ada dan yang mungkin ada sehingga aku tidak mampu mengetahui semua sifat bahkan yang ada pada diriku sendiri ternyata aku tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  24. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Ketika kita merasa bahwa kita sudah mengetahui segala sesuatu, ini membuat kita tidak mau mencari tahu akan apapun dan membuat kita "stuck", bahkan seringkali akan menimbulkan sifat angkuh dan sombong. Padahal sesungguhnya, hal-hal yang kita ketahui hanyalah sedikit, kita hanya mengetahui hal-hal yang pernah kita lihat, dengar, sentuh dan semua hal-hal yang berada dalam pikiran kita. Ketika kita merasa bahwa kita tidak tahu apa-apa, ini akan memacu kita untuk terus berpikir dan mencari tahu, kita akan terus dan terus belajar mengenai hal-hal yang baru, kita akan mempunyai motivasi tinggi untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Karena pada akhirnya sesuai dengan ungkapan bahwa, "all i know is that i know nothing".

    ReplyDelete
  25. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    sejak kita dilahirkan, kita memang tidak mengetahui apa pun. ketika kita mulai tumbuh dan mulai belajar, kita mulai merasa punya ilmu. semakin lama semakin tinggi kita merasa ilmu kita. semisal seorang ahli kimia, yang merasa bahwa dirinya telah mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan kimia. tetapi ternyata ada saja penemuan-penemuan baru tentang ilmu kimia, sehingga ilmu yang sebelumnya yang dibanggakannya jika tidak dikembangkannya hanya akan menjadi mitos. pada akhirnya dia tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  26. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Ilmu pengetahuan begitu luas, semakin banyak mempelajari suatu ilmu maka akan semakin luas lagi ilmu tersebut, karena ilmu itu tidak terbatas, akan tetapi pikiran kita sebagai manusia terbatas. Sebagai manusia kita hanya mempelajari ilmu di dunia, namun semakin dipelajari maka akan babyak pula ilmu-ilmu yang terlupakan atau bergeser karena bertambahnya ilmu baru, sehingga sebagai manusia kita yang terus menerus mencari ilmu akhirnya tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  27. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sesungguhnya diriku tidak mampu mengetahui apapun. Saya masih kesulitan untuk mengeluarkan pendapat saya lewat tesis, anti tesis, dan sintetsis terkait judul postingan di atas. Tapi, mohon ijin saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya.
    Jadi, paling tidak sekitar dua bulan ini, hidup saya sedikit berbeda. Mungkin, sebelum dua bulan ini saya adalah orang yang sangat mencintai pendapat saya. Tapi, dua bulan ini Alloh memberikan kesempatan kepada saya untuk memasuki ruang dan waktu yang sedikit demi sedikit meluruhkan ego dan kesombongan saya yang selama ini tanpa saya sadari telah berkawan baik dengan diri saya.
    Jadi begini, sebenarnya membaca blog ini, kemudian berkomentar, semakin banyak postingan yang saya baca, semakin banyak postingan yang saya berikan komentar, maka membuat saya semakin kehilangan kata-kata. Entah mengapa, semakin banyak postingan yang saya jumpai, semakin saya tahu bahwa diri saya bukanlah apa-apa. Jangankan untuk memahaminya, bahkan seringkali saya menjumpai topik bahasan suatu postingan yang baru pertama kali saya ketahui istilah topik tersebut.

    "Aku tidak mengetahui apapun". Hal ini juga terasa ketika seseorang bertanya "sepele" pada diri saya, yaitu bertanya tentang diri saya, apapun itu tentang diri saya. Jujur, pertanyaan penilaian terhadap diri sendiri merupakan aktivitas pikir yang sulit, tidak jarang membuat saya diam tanpa kata. Seharusnya ini menjadi pekerjaan mudah, bukan? Menceritakan siapa diriku yang sudah 21 tahun bersama diriku. Tapi nyatanya adalah sulit. Sesungguhnya ini juga menjadi hal yang memperkuat bahwa diriku tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  28. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Tesis :Aku belajar maka aku tahu,
    Anti Tesis : aku tidak tahu
    Sintesis : Oleh karen itu, aku tidak tahu apapun

    Seseorang yang belajar adalah seseorang yang awalnya tidak tahu dan berusaha memperoleh pengetahuan. Semakin ia belajar semakin pula ia menemukan hal-hal yang tidak terduga. Maka sejatinya manusia tidak mengetahui apapun maka ia perlu terus melakukan perjalanan untuk mencari.Terima Kasih

    ReplyDelete
  29. Dewi Saputri
    1770151036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Jika kita melihat tumbuh-tumbuhan yang ada di halaman rumah kita, kita merasakan bahwa sudah sangat banyak, jika disuruh hitung mungkin tidak akan bisa untuk menjumlahkannya. Tapi kalau kita melihat tumbuh-tumbuhan ditempat berbeda, misalnya tumbuh-tumbuhan yang ada dipegunungan. Sepetinya tumbuh-tumbuhan yang di halaman rumah kita tak ada apa-apanya. Demikianlah kita sebagai manusia, seringkali merasakan bahwa kita lebih dari orang lain. Kemudian timbul kesombongan di dalam diri kita. jika kita renungkan, apa yang bisa kita sombongkan sebagai manusia?. Satu hal yang saya sadari adalah bahwa semakin banyak kita belajar seharusnya mengajarkan kepada kita untuk lebih rendah hati lagi. Dengan belajar akan membuat kita semakin sadar ternyata masih banyak hal yang belum kita ketahui lagi.

    ReplyDelete
  30. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Ketika kita ditanya oleh seseorang mengenai yang kita sudah tahu sebelumnya, maka kita mampu menjawab pertanyaan tersebut, sebaliknya jika kita ditanya oleh seseorang mengenai sesuatu yang kita tidak tahu, maka kita tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut. Contoh, saya mengetahui nama teman saya, mengetahui alamat rumahnya, mengetahui semua yang terlihat oleh saya. Namun sesungguhnya itu semua masih sebagian kecil dari informasi yang bisa saya dapatkan lebih. Saya tidak mengetahui sebenarnya tentang dirinya, saya tidak mengetahui lebih selak beluk mengenai dirinya. Inilah sesungguhnya manusia itu tidak mengetahui apapun. Karena informasi yang hanya sebagian kecil tidak mampu mendeskripsikan pengetahuan kita mengenai sesuatu.

    ReplyDelete
  31. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa kami memperoleh informasi tentang sesuatu dari lingkungan sekitar kami. Akan tetapi sesungguhnya kami tidak mengetahui tentang sesuatu itu melainkan hanya apa yang kami dapatkan informasinya. Bisa dikatakan kami hanya sedikit mengetahui dari sesuatu itu, atau bahkan kami tidak mengetahui apapun tentang sesuatu itu. Ternyata untuk memahami sesuatu saja kami kesulitan, apalagi untuk memahami dunia beserta isinya? Sesungguhnya kami ini hanya manusia yang tidak mengetahui apa-apa.

    ReplyDelete
  32. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Manusia memang diciptakan sempurna oleh Allah SWT. Namun sebenar-benarnya manusia itu tidaklah sempurna. Karena manusia memiliki kekeruang dari segi pengetahuan. Manusia terkadang memiliki sifat merasa puas padahal apa yang telah dijalaninya itu belumlah ada apa-apanya. Misalnya saja ketika belajar mengenai Sudut rangkap pada trigonometri. Tidak jarang manusia sudah puas dengan pengetahuannya karena dia bisa menjawab soal dan pertanyaan yang berhubungan dengan sudut rangkap tersebut. Namun jika direnungkan lebih dalam, pengetahuan tentang sudut rangkap itu sangatlah luas, yang dapat dipelajari secara mendalam. Maka akan merasa di dalam diri bahwa banyak hal yang tidak kita ketahui. Dengan demikian kenapa masih ada manusia yang sombong dengan pengetahuan yang dimilikinya tersebut. Karena sebenar-benar manusia penuh dengan ketidaktahuan.

    ReplyDelete
  33. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Hal yang tidak dapat kita pikirkan adalah semua yang diluar pikiran kita. Maka jangan berusaha memikirkan apa yang ada diluar pikiran kita. Semakin dalam mencoba menemukan arti dan mendefinisikan sesuatu semuanya, semakin sadar bahwa ternyata tak mudah dan tak mampu. Sesungguhnya semakin disadari semakin paham bahwa tidak ada yang benar-benar kita ketahui. Maka semakin menemukan hal baru, semakin menyadari bahwa kita tidak mengetahui apapun karena kemampuan berpikir manusia bersifat terbatas. Dan sebenar-benarnya yang mempunyai kemampuan tak terbatas adalah kekuasaan Allah. Oleh karena itu dalam menjalani hidup ini kita harus menjalani apa yang kita pikirkan dan memikirkan apa yang kita jalani dan keduanya harus dikerangkai doa dengan yang hati ikhlas.

    ReplyDelete
  34. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Ilmu itu begitu luas. Ilmu juga selalu berkembang. Sedangkan manusia itu bersifat terbatas. Ketika kita mengaku memahami sesuatu, sebenarnya yang kita pahami hanya sebagian kecil dari hal tersebut. Misalnya ketika kita mengetahui bahwa meja tersebut berwarna coklat, terkadang kita tidak mengetahui berapa berat meja tersebut, terbuat dari kayu apa meja tersebut, kapan meja tersebut dibuat, bagaimana proses pembuatan meja tersebut, berapa lama pembuatan meja tersebut, dan hal-hal lainnya. Dan ketika kita merasa sudah mengetahui jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut, nyatanya itu hanyalah satu dari sekian juta meja yang ada di dunia. Maka sebenarnya yang kita ketahui hanya sebagian kecil dari yang ada. Karena itulah kita tidak boleh merasa sombong dan harus senantiasa belajar dan belajar dengan pikiran yang jernih dan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  35. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Terkadang kitaakan merasa bahwa diri kita tidak sangup untuk mengetahui apapun. Apalagi apabila telah berhubungan dengan hal-hal yang ghoib, maka yang kita ketahui hanyalah sebatas yang telah disebutkan dalam Al Qur’an dan Sunah saja. Kemampuan kita memang terbatas, karena kita bukanlah makhluk yang sempurna seutuhnya.

    ReplyDelete
  36. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Manusia hidup untuk mengada. Salah satu manfaat filsafat adalah sebagai alat mencari kebenaran dari gejala fenomena yang ada, mempertahankan, menunjang dan melawan/berdiri netral terhadap pandangan filsafat lainnya. Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan pandangan dunia. Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan. Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan.

    ReplyDelete
  37. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Diriku adalah manusia yang tercipta tidak sempurna di dalam kesempurnaan dan sempurna di dalam ketidaksempurnaa. Diriku hanya dapat mengetahui apa yang tertangkap oleh inderaku dan intuisiku saat aku sadar saja. Lalu bagaimana keadaan saat aku tidak sadar, maka aku tidak mengetahui apapun. Lalu bagaimana keadaan saat aku setengah sadar, maka aku samar mengetahui sesuatu karena aku antara terjaga dan tidak terjaga. Lalu bagaimana keadaan saat aku sadar, maka aku hanya mengetahui sebatas kemampuan indera dan intuisiku bekerja. Yang artinya, saat aku sadar, bahkan aku tidak tahu apa yang terjadi dengan orang di belakangku karena mataku hanya menghadap ke depan dengan sudut pandang sebesar 120 derajat untuk atas bawah dan 120 derajat untuk kanan kiri. Saat aku sadar, aku tidak dapat mendengar suara di bawah frekuensi atau di atas frekuensi yang telah Allah tetapkan untukku dan seterusnya untuk indera yang lain. Oleh karena itu, diriku tak mampu mengetahui apapun selain yang Allah izinkan untuk aku ketahui. Wallahu’alam.

    ReplyDelete
  38. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Banyak orang beranggapan belajar adalah proses dari tidak tahu menjadi tahu, namun kita harus bisa merubah paradigm itu. Jika belajar tujuannya agar mengetahui maka kita akan kesulitan menjadi manusia pembelajar karena pengetahuan tidak aka nada habisnya dicari. Maka dari itu konsep pembelajaran adalah berkarya dan mencipta, jika kita terus berusaha untuk berkarya dan mencipta maka kita akan senantiasa kasmaran dalam belajar dan menikmati prosesnya. Namun, yang patut kita sadari adalah kerendahan hati dalam belajar, karena kesempurnaan pengetahuan hanyalah milik Tuhan.

    ReplyDelete
  39. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Manusia adalah makhluk yang berpikir yang setiap hari belajar untuk memahami sesuatu. Semakin banyak yang manusia itu pelajari semakin banyak yang dihasilkan, semakin banyak belajar semakin pula kita menyadari bahwa pengetahuan kita hanya bagai setitik air di lautan yang luas, semakin pula kita menyadari bahwa sesungguhnya masih banyak hal yang belum kita tahu, ilmu yang kita miliki adalah bagian yang sangat kecil dari semua yang Allah SWT ciptakan di dunia, karenanya sesungguhnya diriku tidak mengetahui apapun selain dari apa yang dapat kupikirkan.

    ReplyDelete
  40. 389 Forum tanya jawab 21 Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Ilmu pengetahuan begitu luas, semakin banyak kita mempelajari suatu ilmu maka akan semakin luas lagi ilmu tersebut, karena ilmu tidak terbatas, akan tetapi pikiran kita sebagai manusia terbatas. Sebagai manusia kita hanya mempelajari ilmu di dunia namun semakin dipelajari maka akan banyak pula ilmu-ilmu yang terlupakan atau bergeser karena bertambahnya ilmu baru, sehingga kita sebagai manusia yang terus menerus mencari ilmu akhirnya tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  41. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Semakin aku belajar, semakin aku mengerti, semakin aku memahami suatu ilmu, semakin sadar diriku bahwa aku tidak mengetahui apapun. Semakin dalam dan luas aku memelajari suatu ilmu, semakin sadar pula bahwa masih ada banyak sekali sesuatu yang tidak aku ketahui. Ilmuku bahkan tidak ada sebesar titik, boleh jadi lebih kecil dari molekul jika dibandingkan dengan semua ilmu yang ada di dunia ini. Terlebih jika ilmu akhirat juga diperhitungkan.

    ReplyDelete
  42. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Dunia ini luas. Dunia diciptakan dengan berbagai macam ilmu yang tersembunyi pada tiap bagiannya. Pemikiran manusia itu terbatas. Daya dan upaya manusia untuk mengetahui segala hal di dunia juga terbatas. Jika diketahui suatu ilmu, maka akan ada ilmu lai yang tersembunyi dalam ilmu itu. Karena keterbatasan pikiran manusia maka pada akhirnya manusia tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  43. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Ilmu merupakan sesuatu yang tidak ada habisnya, ketika seorang mendapatkan ilmu atau pengetahuan, mereka akan menyadari ada hal lain yang belum mereka ketahui, begitu seterusnya, Hal ini menunjukkan bagaimana ilmu yang kita miliki saat ini belum sebanding dengan ilmu yang ada, disinilah kita sadar bahwa kita tidak mengetahui apa-apa.

    ReplyDelete
  44. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Belajar tujuannya adalah untuk mencari tahu. Tapi semakin jauh seseorang belajar, semakin banyak yang orang itu tidak ketahui. Itulah sebabnya manusia seakan-akan tidak pernah mengetahui apapun. Padahal banyak sekali yang sudah diketahuinya, akan tetapi lebih banyak lagi yang tidak diketahuinya.

    ReplyDelete
  45. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2


    Bismillah
    Manusia itu memiliki sifat terbatas, karena keterbatasannya maka terkadang kita tidak dapat mengetahui segala hal yang kita inginkan. Selama kita berusaha untuk mencari ilmu dan pengetahuan yang kita inginkan, maka tujuan kita juga dengan mudahnya tercapai. Tetapi ingat, kita masih punya anti tesis anti tesis dari semua ini. Merasa sudah tau dan mersa sudah jelas sehingga kita berhenti di suatu titik tanpa melakukan pergerakan lagi. Maka kesombonganlah pun yang sudah menghantui kita. Karena pada akhirnya kita tidak mampu untuk mengetahui apapun. Semoga kita segera tersadar dengan anti tesis itu.

    ReplyDelete
  46. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sebenar-benar ilmu adalah pertanyaan. Semakin sering dan semakin banyak seseorang bertanya, maka akan semakin banyak jawaban yang dia dapatkan. Dengan jawaban yang dia dapatkan tersebut, akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru yang semakin membuat orang tersebut tidak berhenti bertanya, hingga tidak ada ujungnya seseorang tersebut berhenti untuk bertanya. Begitulah hakekat logos menggapai ilmu, akan ada ilmu-ilmu lain yang masih banyak belum dia gapai. Pada saat seperti itulah diriku sadar bahwa pikiranku tidak dapat mengetahui apapun. Karena sesungguhnya yang Maha mengetahui segalanya hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  47. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    descrates adalah seorang filsuf yang berpendapat bahwa manusia adalah sumber ilmu satu-satunya. namun olah pikir manusia terperangkap dengan ilmu pengetahuan yang telah diterima selama menempuh pendidikan. manusia terperangkap dengan segala ilmu pengetahuan yang telah diterimanya. itu sebabnya diriku tidak mengetahui apapun.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  48. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sebenar-benar manusia hidup dalam rangka menggapai logos. Ketika manusia sudah menggapai logos A maka ada logos B yang perlu digapai, dan seterusnya tak terhingga banyak nya logos. Namun ada manusia yang sudah puas menggapai logos A dan merasa sudah cukup dan berhenti menggapai logos selanjutnya, inilah yang disebut terjebak mitos. Dpat disimpulkan bahwa semakin seseorang paham suatu ilmu, maka sebenarnya dia tidak tahu ilmu, karena semakin tahu ilmu maka semakin tahu bahwa ilmu yang didapat itu hanyalah secuil ilmu-ilmu yang sangat dalam dan luas.

    ReplyDelete
  49. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Pelajaran besar dalam proses belajar adalah bahwa kita masih perlu banyak belajar. Banyak sekali hal di dunia ini yang belum dipelajari. Banyak juga hal yang bahkan pikiran kita tidak dapat menjangkaunya. Sungguh tidak ada yang pantas untuk disombongkan.

    ReplyDelete
  50. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Membaca kalimat "aku tidak mengetahui apapun" mengingatkan saya kepada nilai-nilai tes jawab singkat yang saya dapatkan selama mengikuti perkuliahan Filsafat dengan Pak Prof. Jujur saya sempat frustasi bagaimana caranya agar pikiran saya nyambung dengan filsafat. Ibaratnya ketika saya ingin menggunakan wifi saya harus tahu passwordnya, nah seperti itulah saya mencari-cari apa yang harus saya lakukan. Karena setiap pertanyaan jawabannya di utara, saya mikirnya ke selatan. Semakin banyak saya mengetahui, maka saya semakin menyadari bahwa semakin banyak hal yang tidak saya ketahui. Ilmu pengetahuan sangat luas, jika kita berpikir kita sudah cukup banyak tau maka kita terjebak dalam mitos.

    ReplyDelete
  51. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada yang diolah menggunakan pikiran hingga memperoleh suatu kebijaksanaan. Sebuah pertanyaan merupakan suatu bukti ada. Sebenar-benar pertanyaan adalah awal dari ilmuku. Tanpa bertanya kita tidak mengetahui apapun sebelumnya. Maka untuk penerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari haruslah berhermeneutika, yakni saling menterjemahkan. Menurut Socrates aku adalah pertanyaanku, menurut Plato aku adalah ideku, menurut Arstoteles, aku adalah pengalamanku, menurut Descartes aku adalah rasionalku, Wittgenstain aku adalah bahasaku, menurut Lakatos aku adalah kesalahanku, dan menurut Ernest aku adalah pergaulan. Jadi aku dan filsafatku adalah pertanyaanku, ideku, pengalamanku, rasionalku, bahasaku, pergaulanku yang sedang membangun pikiran.

    ReplyDelete
  52. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Terkadang manusia merasa bahwa dirinya berilmu dan mengetahui apapun yang ada di dunia ini, dan pada akhirnya kesombonganlah yang mengintainya. Padahal apa yang diketahuinya hanyalah sebagian kecil dari apa yang ada di dunia ini. Setiap orang yang berilmu dan menyadari hakekat ilmu, akan menyadari bahwa semakin dia berusaha menggapai ilmu maka akan semakin terkuak bahwa sesungguhnya apa yang tidak diketahuinya semakin terlihat, semakin banyak. Ketika kita berada padasatu ruang dan waktu, kita mengetahui apa yang terjadi disekitar kita. Namun akan sangat banyak ruang dan waktu yang lain yang tidak kita ketahui.

    ReplyDelete
  53. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Belajar filsafat yaitu belajar dari segala hal yang ada di sekitar kita adapun cara- cara yang digunakan untuk belajar filsafat itu dengan mengunakan akal sehat, pikiran kritis, pertanyaan, pengetahun, dan cerminmu. Mengenali setiap wadah dan isinya. Mengembangkan metode yang dinamis. Melihat dengan multi perspektif. Melakukan perbandingan-perbandingan. menemukan tesisnya. Membuat anti-tesisnya. Melakukan sintesis. Membuat hipotesis. Menemukan kontradiksinya. Menemukan penjelasannya. Menemukan contohnya. Menemukan deskripsinya. Menemukan cabangnya. Menemukan tokohnya. Menemukan referensinya. Melakukan crosschek. Temukan konsistensinya. Ujilah nilai kebenarannya. Temukan a priorinya. Temukan a posteriorinya. Temukan hakekatnya. Namun, semaikin saya belajar filsafat ternyata saya menyadari bahwa saya hakikatnya tidak mengetahui apapun. Karena sejatinya yang Maha Tahu adalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  54. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Ilmu manusia tiadalah setetes dari ilmu Allah yang luasnya lebih dari luas lautan. Sehingga apa yang kita ketahui tiadalah seberapanya dibandingkan apa yang tidak atau belum kita ketahui. Hal ini seharusnya menyadarkan kita bahwa kita bukanlah makhluk yang berilmu, kita hanya mampu menjadi makhluk yang senantiasa mengejar ilmu.

    ReplyDelete
  55. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Manusia mempunyai kemampuan terbatas, ilmu pengetahuan tidak terbatas. Semakin kita belajar, semakin kita banyak mengetahui hal hal lain. Tapi pada titik tersebut kita nyatanya tidak mengetahui apapun. Kadang kita merasa ilmu kita sudah banyak, tapi itu tidak seberapa dengan ilmu yang ada di alam semesta ini. manusia jika semakin belajar maka akan semakin tahu dan paham bahwa dirinya tidak tahu banyak, karena begitu banyak ilmu yang dan diciptakan Allah untuk dipalajari dari lahir hingga menjeleng kematian, itu memberi bukti bahwa ilmu Allah tentang semesta ini begitu luas biasa banyaknya, manusia ibarat hanya setetes air dalam lautanyang begitu besarnya. Maka terus belajarlah, sampai maut menjemput. Jangan berpuas diri dan termakan oleh mitos sendiri bahwa kita sudah mengetahui sesuatu. Padahal tidak.

    ReplyDelete
  56. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusia lahir dalam keadaan tidak mengetahui apapun. Sebagaimana ayat pertama yang turun menuntun manusia untuk menuntut ilmu. Perjalanan mausia menuntut ilmu adalah perjalanan panjang yang tidak akan pernah habisnya, yaitu dari lahir hingga liang lahat. Ilmu pengetahuanpun adalah sesautu yang tidak terbatas. Salah satu sifat yang harus dihindari manusia dalam menuntut ilmu adalah mudah puas dan sombong. Tiadalah yang patut disombongkan karena sesungguhnya manusia tidak mengetahui sesuatu.

    ReplyDelete