Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 21: Tidak Mengetahui Apapun




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata pada akhirnya Diriku tidak mampu mengetahui apapun.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

17 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada yang diolah menggunakan pikiran hingga memperoleh suatu kebijaksanaan. Sebuah pertanyaan merupakan suatu bukti ada. Sebenar-benar pertanyaan adalah awal dari ilmuku. Tanpa bertanya kita tidak mengetahui apapun sebelumnya. Maka untuk penerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari haruslah berhermeneutika, yakni saling menterjemahkan. Menurut Socrates aku adalah pertanyaanku, menurut Plato aku adalah ideku, menurut Aristoteles, aku adalah pengalamanku, menurut Descartes aku adalah rasionalku, Wittgenstain aku adalah bahasaku, menurut Lakatos aku adalah kesalahanku, dan menurut Ernest aku adalah pergaulan. Jadi aku dan filsafatku adalah pertanyaanku, ideku, pengalamanku, rasionalku, bahasaku, pergaulanku yang sedang membangun pikiran.

    ReplyDelete
  2. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mensintesiskan tesisnya sebagai berikut: Jika ada yang bertanya pada saya tentang apa saja yang saya ketahui dan seberapa banyak. Maka saya akan menawab banyak sekali saya tahu tentang macam-macam hal mulaidari diri saya sendiri, teman-teman, keluarga, bahkan mengetahui informasi tentang kehidupan para artis di televisi. Saya mengetahui banyak materi pelajaran, ada pelajaran Bahasa Indonesia, Pelajaran Olahraga, Pelajaran Sejarah, Pelajran matematika, dan sebagainya. Pokonya saya tahu banyak hal.
    Lalu sintetik dari anti-tesisnya adalah sebgai berikut: Kemudian saya ditanya seberapa banyak kamu tahu tentang dirimu sendiri maka saya akan menjelaskan sebanyak-banyaknya tetapi terasa masih kurang dan aku tidak sanggup lagi untuk mengatakannya mungkin saja aku tidak mengetahui tentang hal-hal di dalam diriku sendiri. Lalu aku menceritakan tentang apa yang aku ketahui tentang keluatga, teman-teman, bahkan artis, setelah bercerita banyak tetap asaja aku berhenti karena kehabisan hal yang akan aku ceritakan, sepertinya aku hanya mengetahui segitu saja dari mereka. Lalu saat menceritakan hal apa saja yang aku ketahui dari materi-materi pelajaran lagi-lagi aku juga berhenti ketika tidad ada lagi yang dapat aku ceritakan karena aku kehabisan kata-kata. Mungkinhanya segitu yang aku tahu. Ah tidak, segitu itu hanya sedikit. Berarti akau hanya tahu sedikit. Berarti sebenarnya aku tidak tahu apa-apa tentang hal-hal tadi. kesimpulannya aku tidak mengetahu apapun.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  3. Gina Sasmita Pratama
    17707251003
    S2 P.Mat A 2017

    Bismillah. Saya akan mencoba menuliskan tesis dan anti tesis saya mengenai "diri saya tidak mampu mengetahui apapun".
    Tesis : Saya mengetahui semua tentang ayah dan ibu saya, tanggal lahirnya, kesukaannya, ukuran baju dan sepatunya. Saya menyayangi mereka dengan segenap hati saya, dan saya sangat menghormati mereka.
    Anti tesis : Dibalik pengetahuan saya tentang kedua orang tua saya, ternyata lebih banyak yang saya tidak ketahui. Saya tidak tahu bagaimana perasaan mereka setiap saat, saya tidak tahu sebenarnya apa keinginan terbesar mereka terhadap anak-anaknya, saya tidak tahu kesedihan mereka karena mereka selalu mencoba untuk terlihat bahagia di depan anak-anaknya.
    Duhai, sebenarnya manusia tidaklah mengetahui apa-apa. Satu detik kedepanpun manusia tidak tahu apa yang akan terjadi. Jodoh, rezeki, maut, tidak ada satupun yang manusia tahu. Hanya Allah SWT yang maha tahu. Jadi, apa-apa saja yang manusia ketahui di dunia ini, sungguh itu hanya sedikit sekali dibanding hal-hal yang tidak diketahuinya. Maka, jelaslah bahwa sebenarnya manusia itu tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  4. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Ilmu pengetahuan di dunia ini sangat luas, bahkan ilmu pengetahuan yang ada di nuia ini jika dibandingkan dengan ilmu Tuhan adalah setetes dari air laut yang sangat luas. Terkadang kita merasa telah mempelajari banyak hal, mengetahui banyak hal. Namun pada akhirnya kita juga belum mengetahui apa yang orang lain ketahui. Terkadang kita juga merasa telah mempelajari banyak ilmu pengetahuan, namun ternyata kita belum bisa menyelesaikan semua masalah kehidupan yang kita alami. Ya, itulah keterbatasan. Pada akhirnya kita memang tidak mengetahui apapun. Bahkan satu detik ke depan kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada diri kita dan sekitar kita.

    ReplyDelete
  5. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Apakah mungkin bahwa ternyata pada akhirnya diri kita tidak mampu mengetahui apapun? Proses mengetahui adalah proses yang berkesadaraan. Sebab itu, kita harus sadar dulu sebelum mengetahui sesuatu. Contoh: tidak mungkin kau bisa mengetahui ada pencuri yang masuk ke kamarmu ketika dirimu dalam keadaan tertidur pulas. Singkatnya "kesadaran/kewarasan" adalah syarat untuk mengetahui. Apakah pada akhirnya kita tidak akan mampu mengetahui apapun? Dalam moment tertentu jawabannya "iya". Misal ketika dalam keadaan "koma" berkepanjangan atau mengalami amnesia yang sangat akut. Namun, secara filosofis, hal tersebut tidak mungkin terjadi

    ReplyDelete
  6. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang mempunyai kesadaran tinggi untuk mengenal dirinya sendiri dan lingkungannya. Manusia merupakan makhlukNya yang diberikan anugerah akal dan perasaan. Awal kehidupan manusia dimulai dari bayi yang lahir dalam keadaan suci dan bersih. Mau seperti apa bayi tersebut nantinya bergantung kepada lingkungannya (orangtua yang menididik). Sehingga pada dasarnya, manusia adalah ketidaktahuan. Ketidaktahuan manusia seperti batas antara terang dan gelap. Semakin seseorang mencari tahu ketidaktahuannya, maka semakin tidak mengetahuilah orang tersebut. Seperti halnya ketika seseorang mencari ilmu. Ilmu yang tidak akan pernah ada ujungnya. Terlebih ketika menjawab pertanyaan, apa yang akan terjadi nanti, esok, ataupun lusa. Sangat tidak mungkin kita mengetahuinya. Wallahualam.. Maka sesungguhnya diriku tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  7. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Kadang kita merasa tahu akan banyak hal. Misal sebagai mahasiswa pendidikan matematika, saya bisa mengerjakan soal integral, aljabar, statistika, geometri, dan soal matematika lainnya. Dalam bidang pendidikan, saya mampu membuat RPP, mampu menerapkan metode A, metode B dalam pembelajaran, dan lain sebagainya. Tetapi apakah layak lalu saya disebut tahu banyak hal? Jawabannya tidak. Masih banyak ilmu yang berkaitan dengan matematika yang tidak saya ketahui, seperti para penemu matematika, pembuktian rumus matematika, aplikasi matematika pada komputer, soal-soal olimpiade, dan lain sebagainya. Itupun baru lingkup matematika saja. Jika diperluas semesta ilmunya, seperti ekonomi, fisika, geografi, sejarah, sosiologi, dan lainnya, maka yang kita tahu itu tak ubahnya satu titik saja. Belum lagi ilmu pengetahuan yang lain seperti ilmu agama, bahasa, alam semesta, bahkan ilmu kedokteran... Maka sejatinya ilmu yang kita kuasai tidak seberapa, bahkan hanya sekecil debu-dubu, yang sirna dan lenyat tertiup angin..

    ReplyDelete
  8. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Banyak manusia yang menganggap dirinya sudah mengetahui semuanya dan menjadi sombong. Sayapun pernag mengalaminya. Ketika saya merasa telah mengetahui semuanya, saya bahkan tidak menyadari bahwa saya sombong. Hal ini menunjukkan betapa kesombongan dari berpikir telah mengetahui semuanya membuat kita tak mengetahui apa-apa, bahkan apa yang sedang dialami diri sendiri pun kita tak mengetahuinya.

    ReplyDelete
  9. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Jika aku mengatakan mengetahui tentang suatu hal maka aku ternyata menemukan bahwa aku tidak mengetahui tentang hal itu.
    Jika aku mengatakan bahwa aku mengetahui tentang diriku ternyata aku tidak tahu tentang berapa jumlah rambutku sehingga aku tidak mengetahui tentang diriku.
    Jika aku mengatakan bahwa aku mengetahui tentang jilbabku ternyata aku tidak tahu tentang siapa yang membuat jilbabku sehingga aku tidak mengetahui tentang jilbabku.
    Jika aku mengatakan bahwa aku mengetahui tentang pulpenku ternyata aku tidak tahu tentang berapa lama pulpenku itu dibuat sehingga aku tidak mengetahui tentang pulpenku.
    Sehingga karena banyaknya sifat dari yang ada dan yang mungkin ada sehingga aku tidak mampu mengetahui semua sifat bahkan yang ada pada diriku sendiri ternyata aku tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  10. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Ketika kita merasa bahwa kita sudah mengetahui segala sesuatu, ini membuat kita tidak mau mencari tahu akan apapun dan membuat kita "stuck", bahkan seringkali akan menimbulkan sifat angkuh dan sombong. Padahal sesungguhnya, hal-hal yang kita ketahui hanyalah sedikit, kita hanya mengetahui hal-hal yang pernah kita lihat, dengar, sentuh dan semua hal-hal yang berada dalam pikiran kita. Ketika kita merasa bahwa kita tidak tahu apa-apa, ini akan memacu kita untuk terus berpikir dan mencari tahu, kita akan terus dan terus belajar mengenai hal-hal yang baru, kita akan mempunyai motivasi tinggi untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Karena pada akhirnya sesuai dengan ungkapan bahwa, "all i know is that i know nothing".

    ReplyDelete
  11. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    sejak kita dilahirkan, kita memang tidak mengetahui apa pun. ketika kita mulai tumbuh dan mulai belajar, kita mulai merasa punya ilmu. semakin lama semakin tinggi kita merasa ilmu kita. semisal seorang ahli kimia, yang merasa bahwa dirinya telah mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan kimia. tetapi ternyata ada saja penemuan-penemuan baru tentang ilmu kimia, sehingga ilmu yang sebelumnya yang dibanggakannya jika tidak dikembangkannya hanya akan menjadi mitos. pada akhirnya dia tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  12. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Ilmu pengetahuan begitu luas, semakin banyak mempelajari suatu ilmu maka akan semakin luas lagi ilmu tersebut, karena ilmu itu tidak terbatas, akan tetapi pikiran kita sebagai manusia terbatas. Sebagai manusia kita hanya mempelajari ilmu di dunia, namun semakin dipelajari maka akan babyak pula ilmu-ilmu yang terlupakan atau bergeser karena bertambahnya ilmu baru, sehingga sebagai manusia kita yang terus menerus mencari ilmu akhirnya tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  13. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sesungguhnya diriku tidak mampu mengetahui apapun. Saya masih kesulitan untuk mengeluarkan pendapat saya lewat tesis, anti tesis, dan sintetsis terkait judul postingan di atas. Tapi, mohon ijin saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya.
    Jadi, paling tidak sekitar dua bulan ini, hidup saya sedikit berbeda. Mungkin, sebelum dua bulan ini saya adalah orang yang sangat mencintai pendapat saya. Tapi, dua bulan ini Alloh memberikan kesempatan kepada saya untuk memasuki ruang dan waktu yang sedikit demi sedikit meluruhkan ego dan kesombongan saya yang selama ini tanpa saya sadari telah berkawan baik dengan diri saya.
    Jadi begini, sebenarnya membaca blog ini, kemudian berkomentar, semakin banyak postingan yang saya baca, semakin banyak postingan yang saya berikan komentar, maka membuat saya semakin kehilangan kata-kata. Entah mengapa, semakin banyak postingan yang saya jumpai, semakin saya tahu bahwa diri saya bukanlah apa-apa. Jangankan untuk memahaminya, bahkan seringkali saya menjumpai topik bahasan suatu postingan yang baru pertama kali saya ketahui istilah topik tersebut.

    "Aku tidak mengetahui apapun". Hal ini juga terasa ketika seseorang bertanya "sepele" pada diri saya, yaitu bertanya tentang diri saya, apapun itu tentang diri saya. Jujur, pertanyaan penilaian terhadap diri sendiri merupakan aktivitas pikir yang sulit, tidak jarang membuat saya diam tanpa kata. Seharusnya ini menjadi pekerjaan mudah, bukan? Menceritakan siapa diriku yang sudah 21 tahun bersama diriku. Tapi nyatanya adalah sulit. Sesungguhnya ini juga menjadi hal yang memperkuat bahwa diriku tidak mengetahui apapun.

    ReplyDelete
  14. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Tesis :Aku belajar maka aku tahu,
    Anti Tesis : aku tidak tahu
    Sintesis : Oleh karen itu, aku tidak tahu apapun

    Seseorang yang belajar adalah seseorang yang awalnya tidak tahu dan berusaha memperoleh pengetahuan. Semakin ia belajar semakin pula ia menemukan hal-hal yang tidak terduga. Maka sejatinya manusia tidak mengetahui apapun maka ia perlu terus melakukan perjalanan untuk mencari.Terima Kasih

    ReplyDelete
  15. Dewi Saputri
    1770151036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Jika kita melihat tumbuh-tumbuhan yang ada di halaman rumah kita, kita merasakan bahwa sudah sangat banyak, jika disuruh hitung mungkin tidak akan bisa untuk menjumlahkannya. Tapi kalau kita melihat tumbuh-tumbuhan ditempat berbeda, misalnya tumbuh-tumbuhan yang ada dipegunungan. Sepetinya tumbuh-tumbuhan yang di halaman rumah kita tak ada apa-apanya. Demikianlah kita sebagai manusia, seringkali merasakan bahwa kita lebih dari orang lain. Kemudian timbul kesombongan di dalam diri kita. jika kita renungkan, apa yang bisa kita sombongkan sebagai manusia?. Satu hal yang saya sadari adalah bahwa semakin banyak kita belajar seharusnya mengajarkan kepada kita untuk lebih rendah hati lagi. Dengan belajar akan membuat kita semakin sadar ternyata masih banyak hal yang belum kita ketahui lagi.

    ReplyDelete
  16. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Ketika kita ditanya oleh seseorang mengenai yang kita sudah tahu sebelumnya, maka kita mampu menjawab pertanyaan tersebut, sebaliknya jika kita ditanya oleh seseorang mengenai sesuatu yang kita tidak tahu, maka kita tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut. Contoh, saya mengetahui nama teman saya, mengetahui alamat rumahnya, mengetahui semua yang terlihat oleh saya. Namun sesungguhnya itu semua masih sebagian kecil dari informasi yang bisa saya dapatkan lebih. Saya tidak mengetahui sebenarnya tentang dirinya, saya tidak mengetahui lebih selak beluk mengenai dirinya. Inilah sesungguhnya manusia itu tidak mengetahui apapun. Karena informasi yang hanya sebagian kecil tidak mampu mendeskripsikan pengetahuan kita mengenai sesuatu.

    ReplyDelete